Evolusi hanyalah teori dan bukannya fakta

Para pengkritik evolusi seringkali menekankan bahwa evolusi "hanyalah sebuah teori", dengan tujuan menyiratkan bahwa evolusi itu sendiri belum terbukti, ataupun evolusi itu adalah opini dan bukan fakta ataupun bukti. Hal ini mencerminkan kesalahpahaman pada pengertian teori dalam konteks ilmiah: manakala pada percakapan sehari-hari teori adalah konjektur dan spekulasi, pada ilmu pengetahuan, teori adalah penjelasan ataupun model yang dapat membuat prediksi yang dapat diuji. Ketika evolusi dirujuk sebagai teori, ia merujuk pada penjelasan terhadap keanekaragaman spesies dan leluhur-leluhurnya. Contoh evolusi sebagai teori adalah sintesis modern seleksi alam Darwin dan pewarisan Mendel. Sebagaimana dengan teori ilmiah, sintesis modern terus-menerus diperdebatkan, diuji, dan diperbaiki oleh para ilmuwan. Terdapat konsensus yang sangat besar di kalangan ilmuwan bahwa sintesis evolusi modern merupakan satu-satunya model kuat yang dapat menjelaskan fakta-fakta mengenai evolusi. Pada kritikus juga menyatakan bahwa evolusi bukanlah fakta. Dalam ilmu pengetahuan, sebuah fakta adalah pemantauan empiris yang telah diverifikasi; dalam konteks percakapan sehari-hari, fakta dapat merujuk pada apapun yang memiliki bukti yang sangat banyak. Sebagai contoh, dalam penggunaan sehari-hari, teori seperti "Bumi mengelilingi Matahari" dan "benda jatuh oleh karena gravitasi" dapat dirujuk sebagai "fakta", walaupun mereka sebenarnya hanyalah murni teoretis. Dari sudut pandang ilmiah, evolusi dapat disebut sebagai "fakta" sama seperti gravitasi adalah fakta sesuai dengan definisi ilmiah evolusi bahwa evolusi adalah proses perubahan genetika yang terpantau terjadi di suatu populasi dari waktu ke waktu. Menurut definisi sehari-hari pun, teori evolusi dapat juga disebut sebagai fakta, jika kita merujuk pada status teori evolusi sebagai teori yang sudah berkembang dengan baik. Sehingga, evolusi secara luas dianggap sebagai baik teori dan fakta oleh para ilmuwan.

Evolusi diperdebatkan ataupun kontroversial
Salah satu keberatan utama terhadap evolusi adalah argumen bahwa evolusi itu kontroversial dan diperdebatkan. Tidak seperti argumen-argumen kreasionis lainnya yang berusaha untuk menghapuskan pengajaran evolusi, argumen ini berusaha membuat klaim bahwa evolusi memiliki posisi yang lemah oleh karena terdapat kontroversi, sehingga pandangan alternatif lainnya haruslah dipaparkan juga kepada para murid, dan para murid haruslah diizinkan untuk mengevaluasi dan memilih pilihan sesuai dengan kepercayaan mereka. Para ilmuwan dan pengadilan Amerika Serikat telah menolak keberatan ini atas dasar bahwa ilmu pengetahuan tidak didasarkan pada popularitas (Argumentum ad populum), namun berdasarkan bukti. Konsensus ilmiah para biologiwanlah yang menentukan hal-hal apa saja yang dapat diterima secara ilmiah, dan bukanlah permasalahan opini. Walaupun evolusi adalah benar kontroversial di masyarakat, namun ia sepenuhnya tidak kontroversial di kalangan ilmuwan dan orang yang ahli di bidang tersebut. Sebagai respon, para kreasionis kemudian memperselisihkan tingkat dukungan evolusi di kalangan ilmuwan. Discovery Institute telah mengumpulkan sekitar 600 ilmuwan sejak tahun 2001 untuk menandatangani petisi "A Scientific Dissent From Darwinism" (Ketidaksepakatan ilmiah dari Darwinisme) untuk menunjukkan bahwa terdapat sejumlah ilmuwan yang meragukan apa yang mereka rujuk sebagai "evolusi Darwin". Pernyataan petisi ini tidak secara

Jika ia tidaklah demikian. sehingga adalah tidak mungkin untuk menunjukkan bahwa evolusi adalah salah. Klaim-klaim lainnya menyatakan bahwa kejadian spesiasi pada masa lalu tidak terpantau dan tidak dapat diulangi. namun ia tampaknya demikian oleh sebab ia telah secara luas dikonfirmasi dan mendasar. Mereka berargumen bahwa tiap-tiap fakta dapat dicocokkan ke dalam kerangka evolusi. banyak kepercayaan-kepercayaan keagamaan yang tidak dapat difalsifikasi. melainkan skeptisisme kemampuan "mutasi acak dan seleksi alam untuk bertanggung jawab terhadap kompleksitas kehidupan. sebagaimana ia seharusnya terjadi. Hipotesis fusi ini dikonfirmasi pada tahun 2005 dengan penemuan bahwa kromosom 2 manusia adalah berhomologi dengan fusi dua kromosom yang masih tetap terpisah pada hewan primata lainnya. Selain itu. Walaupun demikian.B. di antaranya petisi yang dibuat oleh gerakan "A Scientific Support for Darwinism" (Dukungan ilmiah untuk Darwinisme) yang berhasil mengumpulkan 7. Sebagai respon terhadap kritik bahwa teori evolusi tidak dapat difalsifikasi. Sebaliknya.Beberapa cara-cara lainnya untuk memfalsifikasi teori evolusi juga telah diajukan. sedemikian rupanya kemungkinan adanya bukti-bukti apapun yang membantah teori evolusi secara keseluruhan (bandingkan dengan bukti yang memperbaiki teori evolusi) menjadi sangat tidak mungkin dan sulit ditemukan. sulit diuji." Beberapa petisi tandingan telah dilancarkan sebagai balasannya. dan pada beberapa kasus. Jika pernyataan tersebut adalah benar. Suatu pernyataan dianggap dapat difalsifikasi jika terdapat sebuah pemantauan ataupun sebuah pengujian yang dapat menunjukkan bahwa pernyataan tersebut salah. seperti fenomena terkenal yang dikenal sebagai 'melanisme industri'. Evolusi dianggap dapat difalsifikasi karena ia membuat banyak prediksi yang apabila berkontradiksi dengan bukti-bukti yang ada. fakta bahwa manusia memiliki satu pasang jumlah kromosom yang lebih sedikit daripada hewan hominid lainnya. adanya keberadaan telomer dan sentromer yang tak aktif pada kromosom 2 manusia sebagai akibat terjadinya fusi juga merupakan bukti tambahan.S. yang melibatkan fusi ataupun pemisahan kromosom yang berasal dari nenek moyang bersama. menawarkan suatu hipotesis yang dapat diuji.000 petisi dalam empat hari.[39] Pernyataan bahwa adanya nenek moyang bersama juga dapat diuji dengan analisis DNA. teori seleksi alamnya.jelas menyatakan ketidakpercayaan pada evolusi. Morris mengklaim bahwa evolusi tidak dapat difalsifikasi. Haldane. pengujian-pengujian terhadap teori seleksi alam yang benar-benar serius sangatlah sulit dilakukan. Namun. karena ketiadaan prediksi yang dapat diuji Banyak kreasionis (sebagai contoh Henry M. J. Analisis DNA . namun merupakan program riset metafisika". DNA manusia haruslah jauh lebih mirip dengan simpanse dan hewan primata lainnya daripada dengan hewan mamalia lainnya. menjawab "fosil kelinci yang berasal dari masa Prakambrium". beberapa contoh cara-cara yang berpotensi memfalsifikasi evolusi telah diajukan. Popper kemudian menarik kembali ucapannya dan menyatakan ulang pandangannya: Namun. Terdapat beberapa pengujian. dapat kita pantau terjadi dengan mata kita sendiri. Sebenarnya. ketika ditanyakan bukti hipotetis apa yang dapat membantah evolusi. bahkan beberapa pengujian eksperimental. Pada tahun 1976. akan memfalsifikasi evolusi. Sebagai contoh. lebih sulit daripada pengujian-pengujian teori fisika dan kimia yang dapat dibandingkan. kontribusi Darwin yang paling penting terhadap teori evolusi. maka keberadaan nenek moyang bersama telah difalsifikasi. evolusi tidaklah tidak dapat difalsifikasi. sehingga evolusi tidak dapat difalsifikasi. Popper sendiri mengatakan bahwa "Darwinisme bukanlah teori ilmiah yang dapat diuji.

" Namun. misalnya seperti yang terlihat pada pembiakan anjing. and this perhaps is the greatest objection which can be urged against my theory. Fosil transisi dapat menghubungkan beberapa organisme dalam kelompok yang berbeda. Spesiasi. jumlah fosil transisi yang berhasil ditemukan . Proses evolusi dalam bentuk perubahan komposisi genetika dalam suatu populasi dari waktu ke waktu telah terpantau berkali-kali. Selain itu. Sebagai respon terhadap jawaban tersebut. banyak kreasionis kemudian menyatakan bahwa mereka hanya keberatan terhadap makroevolusi dan bukannya mikroevolusi. walaupun terdapat miskonsepsi yang menyatakan sebaliknya. telah terpantau secara langsung berkali-kali. sebagai contohnya. para kreasionis mempertentangkan terjadinya perubahan evolusioner yang besar dan dalam waktu yang lama. yang menurut definisi tidak dapat secara langsung terpantau. seperti misalnya Archaeopteryx yang menghubungkan unggas dan dinosaurus. dan evolusi tilapia yang terjadi di alam bebas. evolusi simpanse dan manusia yang diteorikan berasal dari nenek moyang yang sama juga memprediksikan bahwa adanya nenek moyang bersama yang paling awal (recent common ancestor). Evolusi tidak pernah terpantau Klaim kreasionis yang sering disebutkan adalah bahwa evolusi tidak pernah terpantau. sintesis evolusi modern sebenarnya tidak membedakan makroevolusi dengan mikroevolusi secara jelas. evolusi manusia telah lulus berbagai pengujian falsifikasi. melainkan hanya dapat ditarik kesimpulannya dari proses-proses mikroevolusi. Berbagai fosil transisi pula telah ditemukan. Darwin sendiri menemukan kekurangan spesies transisi sebagai salah satu kelemahan terbesar teorinya: "Why is not every geological formation and every stratum full of such intermediate links? Geology assuredly does not reveal any such finely graduated organic chain. dari berbersikeras bahwa fosil tersebut palsu ataupun secara ekslusif termasuk pada salah satu kelompok organisme dan bukannya transisi dua kelompok organisme. sesuai dengan apa yang para biologiawan definisikan sebagai makroevolusi. makroevolusi yang telah terjadi dapat dilacak dari peninggalan-peninggalan sejarah. meliputi evolusi lalat buah dan bakteria yang terjadi di laboratorium. Perdebatan mengenai pemantauan evolusi ini sering kali berujung pada perdebatan bagaimana evolusi didefinisikan. Para kreasionis mempertentangkan contoh-contoh seperti itu dengan berbagai cara. Dengan menggunakan definisi biologi mengenai evolusi. sampai dengan berbersikeras bahwa diperlukan lebih banyak bukti-bukti fosil transisi yang lebih banyak lagi. Daripada mempertentangkan mikroevolusi.4% bergantung pada pengukuran).menunjukkan bahwa manusia dan simpanse memiliki persentase kemiripan DNA yang sangat besar (antara 95% sampai dengan 99. ataupun Tiktaalik yang menghubungkan ikan dengan amfibi. Keberatan terhadap bukti-bukti evolusi 1. karena makroevolusi hanyalah proses mikroevolusi dalam skala yang lebih besar. Selain itu. Sehingga. kebanyakan organisasi kreasionis tidak mempertentangkan terjadinya perubahan evolusioner yang secara relatif kecil dalam jangka waktu yang pendek. baik mikroevolusi dan makroevolusi terlah terpantau. adalah hal yang sangat mudah untuk memantau terjadinya evolusi. Namun. Selain itu.

Bukti evolusi yang lalu telah dibantag Penggambaran embrio Haeckel merupakan contoh bukti evolusi abad ke-19 yang telah diruntuhkan oleh ilmuwan evolusioner sendiri. dan bukti-bukti evolusi sekarang kemungkinan besar juga akan dibantahkan karena bukti yang . Ketika pengamatan baru tersebut berkontradiksi dengan prediksi teori tersebut. namun para pengkritik evolusi sering menggunakannya untuk mengklaim bahwa evolusi versi modern sama saja tidak benar dan merupakan pembohongan. Pada bidang seperti ini. Teori ini memprediksikan adanya catatan fosil yang stabil dan kadang-kadang diikuti dengan spesiasi secara besar-besar. Sebagai contoh.telah meningkat secara dramatis sejak saat itu. Biasanya argumennya adalah bukti evolusi penuh kebohongan dan rekayasa. Keberatan ini mengklaim bahwa evolusi tidaklah dibuktikan dengan benar. Keberatan terkait yang sering diajukan adalah bahwa evolusi didasarkan pada buktibukti yang tidak dapat dipercayai. Pada bidang-bidang ilmu seperti astrofisika ataupun meteorologi. teori gravitasi Newton digantikan oleh teori relativitas umum Einsten ketika teori Einstein tersebut dapat memprediksi orbit planet Merkuri dengan lebih baik. metode ilmiah bergantung pada pengamatan tidak langsung dan penerikan kesimpulan berdasarkan logika. ia dapat direvisi ataupun diganti dengan teori alternatif yang dapat menjelaskan fakta terpantau dengan lebih baik. uji falsifikasi dipenuhi ketika sebuah teori digunakan untuk memprediksi akibat dari suatu pengamatan baru. di mana pengamatan langsung ataupun percobaan laboratorium sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan. dan permasalahan pada spesies transisi secara garis besar telah diselesaikan dengan teori kesetimbangan bersela. 2.

Jonathan Wells mengkritik buku pelajaran biologi atas pemuatan gambar ini walaupun telah dibantah. Diargumenkan pula bahwa beberapa bukti evolusi sebenarnya mendukung katastrofisme ciptaanisme (misalnya kejadian Banjir Besar). Mereka berargumen bahwa peluruhan radiometrik bergantung pada sejumlah asumsi yang tidak dapat dipastikan. dan burung Finch Darwin. Hal ini didasarkan pada berbagai macam klaim. . seperti gambar embrio abad ke-19 Ernst Haeckel. melanisme ngengat biston betularia. Klaim-klaim kebohongan bukti ini telah dibantah oleh para ilmuwan. bahwa penanggalan fosil bersifat sirkuler. revolusi ilmiah telah meruntuhkan teori yang pada saat itu dianggap hampir pasti. melainkan gambar tersebut ditampilkan dalam konteks sejarah untuk mendiskusikan kesalahan gambar tersebut. Para kreasionis menujuk bahwa di masa lalu.lalu juga telah dibantahkan. mereka berargumen bahwa penanggalan radiometrik yang digunakan untuk mengukur usia materi tertentu didasarkan pada peluruhan radioaktif isotop tertentu yang tidak konsisten. ataupun asumsi bebatuan sebagai sistem tertutup. Argumen seperti ini telah ditolak oleh para ilmuwan karena berbagai metode independen telah mengkonfirmasi kebenaran penanggalan radiometrik secara keseluruhan. ataupun bahwa fosil tertentu seperti fosil polistrata tampaknya "tidak pada tempatnya". meliputi Archaeopteryx. Bentuk keberatan lainnya adalah bahwa bukti fosil tidak dapat dipercayai. Banyak bukti evolusi yang telah dituduh sebagai tipuan. Para pengkritik evolusi umumnya menunjukkan bukti-bukti palsu ilmiah seperti manusia Piltdown dan berargumen bahwa karena para ilmuwan telah tertipu di masa lalu mengenai bukti evolusi. Oleh karena itu. National Center for Science Education menyatakan bahwa tiada satupun buku pelajaran yang ditinjau oleh Wells membuat klaim bahwa gambar Haeckel adalah benar. metode dan teknik penanggalan radiometrik yang berbeda-beda juga secara independen telah saling mengkonfirmasikan satu sama lainnya. Sebagai contohnya. 3. argumen yang mempertentangkan keabsahan evolusi sering didasarkan pada analisa sejarah pemikiran evolusi ataupun sejarah ilmu pengetahuan secara umum. Bukti evolusi tidak dapat dipercayai dan tidak konsisten Para kreasionis mengklaim bahwa evolusi bergantung pada jenis-jenis bukti evolusi tertentu yang tidak memberikan informasi yang dapat dipercayai mengenai masa lalu. Argumen lainnya adalah bahwa jenis bukti evolusi tertentu tidaklah konsisten dan rancu. sehingga hasilnya tidak dapat dipercayai. daripada model "kesetimbangan bersela" evolusi yang gradualistik. Selain itu. diklaim pula bahwa bukti-bukti tertentu evolusi yang sekarang ini dianggap tidak benar dan ketinggalan zaman. Sehingga mereka mengklaim bahwa teori evolusi modern sangat mungkin menjalani revolusi seperti itu di masa depan dengan dasar bahwa evolusi adalah "teori dalam krisis". Sebagai respon. meliputi bahwa terdapat banyak "celah" pada catatan fosil. Selain itu. bukan hanya semata kesalahan melainkan juga usaha penipuan. asumsi laju peluruhan konsisten. beberapa ataupun semua bukti evolusi masa kini juga kemungkinan besar didasarkan para penipuan ataupun ketidakbenaran. seperti asumsi prinsip uniformitarianisme.

daripada sebagai bagian dari ilmu filsafat dan teologi. William Paley. adalah seleksi tak acak yang mendorong evolusi sejalan dengan keteraturan. Bentuk keberatan ini adalah argumen berdasarkan analogi. Gagasan dasar argumen ini adalah bahwa keberadaan Tuhan didasarkan pada keteraturan alam semesta.Keberatan terhadap kemasukakalan evolusi 1.Bentuk argumen yang lebih ekstrem adalah evolusi tidak dapat menciptakan struktur kompleks. yang bertujuan memasukkan argumen-argumen perancangan sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang sah. Interaksi ini merupakan proses alami yang tidak memerlukan "perancang". sehingga ia dapat diajarkan bersamaan dengan evolusi. dan memiliki kegunaan. sedemikiannya tidaklah masuk akal untuk tidak menyimpulkan bahwa adalah soerang perancang yang merancang dunia ini. Seorang fisluf abad ke-18. mengemukakan analogi tukang jam yang berargumen bahwa fenomena-fenomena alam tertentu beranalogi dengan sebuah jam yang teratur. Diargumenkan bahwa kemungkinan kehidupan muncul tanpa seorang perancang cerdas yang mengaturnya sangatlah kecil. maka penjelasan alternatif lainnya yang lebih intuitif adalah lebih benar. utamanya keanekaragaman hayati. Gagasan ketidakmasukakalan ini sering diekspresikan dengan kutipan "probabilitas kehidupan berasal bumi tidaklah lebih besar daripada kemungkinan sebuah angin topan yang menyerbu lahan pembuangan kendaraan akan berhasil merakit sebuah pesawat Boeing 747" (klaim yang dikenal sebagai kesesatan Hoyle. Fakta bahwa akibat proses ini teratur . alam semesta haruslah juga memiliki perancang. Kehidupan sangat tidak mungkin muncul secara kebetulan Karena teori evolusi sering kali dipersepsikan sebagai gagasan bahwa hidup muncul "secara kebetulan". kompleks. Keberatan terhadap evolusi yang sangat sering diajukan adalah bahwa kehidupan sangatlah tidak mungkin muncul "secara kebetulan" mengingat kompleksitas dan keteraturan yang ada di alam. Hal ini berarti bahwa sama seperti jam yang memiliki perancang. Argumen ini adalah inti teori perancangan cerdas. Keberatan ini pada dasarnya merupakan bentuk argumentum ad ignorantiam (argumen dari ketidaktahuan). Para pendukung evolusi umumnya merespon bahwa evolusi tidaklah didasarkan pada "kebetulan" belaka. argumen perancangan analogi tukang jam yang dicetuskan oleh William Paley merupakan argumen yang populer dalam menentang teori evolusi. namun didasarkan pada interaksi kimiawi yang dapat diprediksi. yakni kesesatan logika (fallacy) yang menganggap bahwa oleh karena penjelasan tertentu tampaknya berlawanan dengan intuisi. Walaupun proses ini mempunyai beberapa unsur keacakan.

yang menyatakan bahwa adalah tidak rasional untuk menolak keberadaan perancang cerdas dan supernatural karena kemungkinan kemampuan tertentu terbentuk sangatlah rendah. banyak argumen yang menentang "evolusi" didasarkan pada miskonsepsi bahwa abiogenesis merupakan komponen ataupun prekursor dari evolusi.[7] Seorang apologet kristen dan filsuf Alvin Plantinga yang mendukung teori perancangan cerdas memformulasikan ulang argumen ketidakmungkinan ini sebagai argumen evolusioner melawan naturalisme.[74] Sama seperti argumen ketermungkinan perancangan lainnya. membuat perkembangan alami kemampuan pemikiran kognitif yang dapat dipercaya lebih berkemungkinan muncul. argumen epistemologis ini telah lama dikritik. Hal ini berarti bahwa apabila evolusi itu benar. Sebenarnya pula. keberatan ini juga kadang-kadang dihubung-hubungkan dengan Big Bang. melainkan abiogenesis. . Diargumenkan bahwa apabila rasionalitas berguna bagi keberlangsungan hidup. Utamanya. Plantinga berargumen bahwa manakala Tuhan diharapkan akan menciptakan makhluk yang memiliki kemampuan berpikir yang dapat dipercayai. maka adalah tidak rasional untuk mempercayai pemikiran apa saja yang seseorang bergantung pada untuk menyimpulkan bahwa pemikiran tersebut benar. maka ia akan lebih berkemungkinan diseleksi masuk daripada irasionalitas. Sama halnya.dan tampaknya "dirancang" bukanlah bukti keberadaan perancang supernatural sama halnya bentuk butiran kristal salju yang teratur bukanlah hasil perancangan melainkan merupakan akibat dari proses alami Perlu dicatat pula bahwa argumen yang menentang pernyataan kehidupan muncul "secara kebetulan" bukanlah keberatan yang ditujukan kepada evolusi. Palntinga mengklaim bahwa evolusi tidak dapat menjelaskan munculnya kemampuan berpikir yang dapat dipercayai. evolusi hanyalah akan menciptakan kemampuan berpikir yang tidak dapat dipercayai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful