PEMBELAJARAN KUANTUM SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN

{ September 11, 2007 @ 2:45 pm } · { Blogroll }

PEMBELAJARAN KUANTUM SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN Oleh Djoko Saryono Hasil-hasil pengajaran dan pembelajaran berbagai bidang studi terbukti selalu kurang memuaskan berbagai pihak (yang berkepentingan – stakeholder). Hal tersebut setidak-tidaknya disebabkan oleh tiga hal. Pertama, perkembangan kebutuhan dan aktivitas berbagai bidang kehidupan selalu meninggalkan proses/hasil kerja lembaga pendidikan atau melaju lebih dahulu daripada proses pengajaran dan pembelajaran sehingga hasil-hasil pengajaran dan pembelajaran tidak cocok/pas dengan kenyataan kehidupan yang diarungi oleh siswa. Kedua, pandangan-pandangan dan temuantemuan kajian (yang baru) dari berbagai bidang tentang pembelajaran dan pengajaran membuat paradigma, falsafah, dan metodologi pembelajaran yang ada sekarang tidak memadai atau tidak cocok lagi. Ketiga, berbagai permasalahan dan kenyataan negatif tentang hasil pengajaran dan pembelajaran menuntut diupayakannya pembaharuan paradigma, falsafah, dan metodologi pengajaran dan pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan mutu dan hasil pembelajaran dapat makin baik dan meningkat. Untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran – di samping juga menyelaraskan dan menyerasikan proses pembelajaran dengan pandangan-pandangan dan temuantemuan baru di pelbagai bidang – falsafah dan metodologi pembelajaran senantiasa dimutakhirkan, diperbaharui, dan dikembangkan oleh berbagai kalangan khususnya kalangan pendidikan-pengajaranpembelajaran. Oleh karena itu, falsafah dan metodologi pembelajaran silih berganti dipertimbangkan, digunakan atau diterapkan dalam proses pembelajaran dan pengajaran. Lebih-lebih dalam dunia yang lepas kendali atau berlari tunggang-langgang (runway world – istilah Anthony Giddens) sekarang, falsafah dan metodologi pembelajaran sangat cepat berubah dan berganti, bahkan bermunculan secara serempak; satu falsafah dan metodologi pembelajaran dengan cepat dirasakan usang dan ditinggalkan, kemudian diganti (dengan cepat pula) dengan dan dimunculkan satu falsafah dan metodologi pembelajaran yang lain, malahan sering diumumkan atau dipopulerkan secara serentak beberapa falsafah dan metodologi pembelajaran. Tidak mengherankan, dalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia telah berkelebatan (muncul, populer, surut, tenggelam) berbagai falsafah dan metodologi pembelajaran yang dipandang barumutakhir meskipun akar-akar atau sumber-sumber pandangannya sebenarnya sudah ada sebelumnya, malah jauh sebelumnya. Beberapa di antaranya (yang banyak dibicarakan, didiskusikan, dan

pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). SuperCamp sendiri didirikan atau dilahirkan oleh Learning Forum. falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum yang disebut terakhir tampak relatif lebih populer dan lebih banyak disambut gembira oleh pelbagai kalangan di Indonesia berkat penerbitan beberapa buku mengenai hal tersebut oleh Penerbit KAIFA Bandung [Quantum Learning. tulisan ini mencoba memaparkan ihwal pembelajaran kuantum secara relatih utuh dan lengkap agar kita dapat mengenalinya lebih baik dan mampu menempatkannya secara proporsional di antara pelbagai falsafah dan metodologi pembelajaran lainnya – yang sekarang juga berkembang dan populer di Indonesia. seorang ibu rumah tangga yang kemudian terjun di bidang bisnis properti dan keuangan. Secara berturut-turut. CTL). Greg Simmons.dicobakan oleh pelbagai kalangan pembelajaran dan sekolah) dapat dikemukakan di sini. tulisan ini memaparkan (1) latar belakang atau sejarah kemunculan pembelajaran kuantum. pelatihan. dan Sarah Singer-Nourie. DePorter secara terprogram dan terencana mengujicobakan gagasan-gagasan pembelajaran kuantum kepada para remaja di . sebuah lembaga pembelajaran yang terletak Kirkwood Meadows. LATAR BELAKANG KEMUNCULAN Tokoh utama di balik pembelajaran kuantum adalah Bobbi DePorter. pembelajaran aktif. dan Quantum Teaching] – di samping berkat upaya popularisasi yang dilakukan oleh perbagai pihak melalui seminar. Quantum Business. pembelajaran berbasis projek (project based learning). akar pandangan. pembelajaran terpadu. dan pembelajaran kuantum (quantum learning). dan (3) pandangan-pandangan pokok yang membentuk karakteristik pembelajaran kuantum dan (4) kemungkinan penerapan pembelajaran kuantum dalam berbagai bidang terutama bidang pengajaran sekolah. Dialah perintis. pembelajaran interaksi dinamis. (2) akar-akar atau dasar-dasar teoretis dan empiris yang membentuk bangun pembelajaran kuantum. Walaupun demikian. pembelajaran kooperatif. Dibandingkan dengan falsafah dan metodologi pembelajaran lainnya. Paparan ini lebih merupakan rekonstruksi pembelajaran kuantum yang didasarkan atas pemahaman dan persepsi penulis sendiri daripada resume atau rangkuman atas pikiran-pikiran pencetusnya. Mark Reardon. terutama Eric Jansen. dan pengembang utama pembelajaran kuantum. Negara Bagian California. yaitu pembelajaran konstruktivis. Segi-segi kesejarahan. pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning. Mike Hernacki. Amerika Serikat. sebuah perusahahan yang memusatkan perhatian pada hal-ihwal pembelajaran guna pengembanga potensi diri manusia. masih banyak pihak yang mengenali pembelajaran kuantum secara terbatas – terutama terbatas pada bangun (konstruks) utamanya. Ini berakibat belum dikenalinya pembelajaran kuantum secara utuh dan lengkap. dan setelah semua bisnisnya bangkrut akhirnya menggeluti bidang pembelajaran. dan penerapan tentangnya. pencetus. Sejalan dengan itu. dan keterbatasannya belum banyak dibahas orang. Semenjak tahun 1982 DePorter mematangkan dan mengembangkan gagasan pembelajaran kuantum di SuperCamp. Dengan dibantu oleh teman-temannya.

dan diujicobakan tersebut selanjutnya dirumuskan. “Di SuperCamp inilah prinsip-prinsip dan metodemetode Quantum Learning menemukan bentuknya”.SuperCamp selama tahun-tahun awal dasawarsa 1980-an. pembelajaran kuantum terutama dimaksudkan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karier para remaja di rumah atau ruang-ruang rumah. pemraktikan. dikemukakan. Demikianlah. dan pengimplementasian pembelajaran kuantum di lingkungan sekolah . Pada tahun 1999 muncul terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit KAIFA Bandung dengan judul Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya pembelajaran kuantum merupakan falsafah dan metodologi pembelajaran yang bersifat umum. tidak dimaksudkan sebagai metode dan strategi pembelajaran untuk mencapai keberhasilan lebih tinggi di sekolah atau ruang-ruang kelas. New York. lingkungan perusahaan. Penerapan. “Mereka telah melihat hal yang telah dilakukan Quantum Learning pada anak-anak mereka. mulai lingkungan pengasuhan di rumah (parenting). Buku yang ditulis oleh DePorter bersama Mike Hernacki – mitra kerja DePorter yang mantan guru dan pengacara – tersebut memaparkan pandanganpandangan umum dan prinsip-prinsip dasar yang membentuk bangun pembelajaran kuantum. jelas DePorter dalam Quantum Teaching (2001: 4). dan atau diimplementasikan dalam lingkungan bisnis dan kelas (sekolah). Buku yang ditulis oleh DePorter bersama Mike Hernacki ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Basyrah Nasution dan diterbitkan oleh Penerbit KAIFA Bandung pada tahun 1999 dengan judul Quantum Business: Membiasakan Berbisnis secara Etis dan Sehat. Falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum yang telah dikembangkan. Demikian lingkaran ini terus bergulir”. dipraktikkan. dimatangkan. pemraktikkan. “Metode ini dibangun berdasarkan pengalaman dan penelitian terhadap 25 ribu siswa dan sinergi pendapat ratusan guru di SuperCamp”. metode pembelajaran kuantum merambah berbagai tempat dan bidang kegiatan manusia. dan dituliskan secara utuh dan lengkap dalam buku Quantum Learning: Unleashing The Genius in You. kantor pengacara. lingkungan bisnis. Sementara itu. Pada tahap awal perkembangannya. orang tua para remaja juga meminta kepada DePorter untuk mengadakan program program pembelajaran kuantum bagi mereka. penerapan. ungkapnya dalam buku Quantum Learning (1999:3). Pandangan-pandangan umum dan prinsip-prinsip dasar yang termuat dalam buku Quantum Learning selanjutnya diterapkan. dan atau pengimplementasian pembelajaran kuantum di lingkungan bisnis termuat dalam buku Quantum Business: Achieving Success Through Quantum Learning yang terbit pertama kali pada tahun 1997 dan diterbitkan oleh Dell Publishing. tidak secara khusus diperuntukkan bagi pengajaran di sekolah. dan tentu agen-agen realestat mereka. sampai dengan lingkungan kelas (sekolah). dan mereka ingin belajar untuk menerapkan teknik dan prinsip yang sama dalam hidup dan karier mereka sendiri – perusahaan komputer. Buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1992 oleh Dell Publishing New York. papar DePorter dalam Quantum Business (2001:27). Lambat laun.

adaptasi. Buku yang ditulis oleh DePorter bersama Mark Reardon dan Sarah Singer-Nourie ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Ary Nilandari dan diterbitkan oleh Penerbit KAIFA Bandung pada tahun 2000 dengan judul Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Popularitas dan kemenarikan pembelajaran kuantum makin tampak kuat-tinggi ketika frekuensi penyelenggaraan seminar-seminar. dalam pandangan DePorter. istilah kuantum bermakna “interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya” dan istilah pembelajaran kuantum bermakna “interaksi-teraksi yang mengubah energi menjadi cahaya karena semua kehidupan adalah energi”. . Tubuh kita secara fisik adalah materi. Mungkin Anda sudah pernah melihat persamaan ini ditulis sebagai E=mc2. Sebagai pelajar. Terjemahan bahasa Indonesia buku Quantum Learning dalam tempo tiga tahun sudah cetak ulang tiga belas kali. Kemiripannya terutama terlihat dalam konsep kuantum. AKAR-AKAR LANDASAN Meskipun dinamakan pembelajaran kuantum. bukan transformasi rumus Teori Relativitas Einstein. Di samping itu. Boston. istilah kuantum memang diberi konsep perubahan energi menjadi cahaya selain diyakini adanya ketakteraturan dan indeterminisme alam semesta. hubungan. dalam pembelajaran kuantum diyakini juga adanya keberagaman dan intedeterminisme. dan pengujicobaan pembelajaran kuantum di Indonesia makin tinggi. buku Quantum Business sudah cetak ulang lima kali dalam tempo dua tahun. Walaupun demikian. dan buku Quantum Teaching sudah cetak ulang tiga kali dalam tempo satu tahun. Jelaslah di sini bahwa prinsip-prinsip pembelajaran kuantum bukan penurunan. Hal ini makin tampak bila disimak pernyataan DePorter bahwa “Rumus yang terkenal dalam fisika kuantum adalah massa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan energi. tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi. Sementara itu. inspirasi agar menghasilkan energi cahaya” (1999:16). Lebih-lebih terjemahannya dalam bahasa Indonesia. seorang tokoh terdepan fisika kuantum.(pengajaran) termuat dalam buku Quantum Teaching: Orchestrating Student Success yang terbit pertama kali tahun 1999 dan diterbitkan oleh Penerbit Allyn and Bacon. falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum tidaklah diturunkan atau ditransformasikan secara langsung dari fisika kuantum yang sekarang sedang berkembang pesat. Hal tersebut sekaligus memperlihatkan betapa populer dan menariknya falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum di Indonesia dan bagi komunitas masyarakat Indonesia. modifikasi atau transformasi prinsip-prinsip fisika kuantum. Jika ditelaah atau dibandingkan secara cermat. Dalam fisika kuantum. istilah kuantum [quantum] yang melekat pada istilah pembelajaran [learning] ternyata tampak berbeda dengan konsep kuantum dalam fisika kuantum. Dapat dikatakan bahwa ketiga buku tersebut laris (best-seller) di pasar. serba sedikit tampak juga kemiripannya. pelatihan-pelatihan. Konsep dan keyakinan ini lebih merupakan analogi rumus Teori Relativitas Einstein. Tidak pula ditransformasikan dari prinsip-prinsip dan pandangan-pandangan utama fisika kuantum yang dikemukakan oleh Albert Einstein.

seperti: • Teori otak kanan/kiri • Teori otak triune (3 in 1) • Pilihan modalitas (visual. Jadi. Dalam Quantum Learning (1999:16) dia mengatakan sebagai berikut. ditambah dengan pandangan-pandangan pribadi dan temuan-temuan empiris yang diperoleh DePorter ketika mengembangkan konstruk awal pembelajaran kuantum. Cooperative Learning (Johnson dan Johnson). dan kinestetik) • Teori kecerdasan ganda • Pendidikan holistik (menyeluruh) • Belajar berdasarkan pengalaman • Belajar dengan simbol • Simulasi/permainan Sementara itu. bahkan disatukan dalam sebuah model teoretis yang padu dan utuh hingga tidak tampak lagi asalnya – pada gilirannya model teoretis tersebut diujicobakan secara sistemis sampai ditemukan bukti-bukti empirisnya. Di samping itu. Hal ini diakui sendiri oleh DePorter. penyajian. Socratic Inquiry. Termasuk di antaranya konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar yang lain. Pembelajaran kuantum sesungguhnya merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neurologi/neurolinguistik yang jauh sebelumnya sudah ada. Quantum Learning menggabungkan sugestologi. teori . teknik pemercepartan belajar. teori kecerdasan ganda Gardner. Pelbagai akar pandangan dan pikiran itu diramu. dan Element of Effective Instruction (Hunter). auditorial. Neuro-Linguistic Programming (Grinder dan Bandler). bahkan analogi term/konsep saja. tidak dapat dipungkiri bahwa pandangan-pandangan teori sugestologi atau pembelajaran akseleratif Lozanov. Di antara berbagai akar pandangan dan pikiran yang menjadi landasan pembelajaran kuantum yang dikemukakan oleh DePorter di atas.melainkan hanya sebuah analogi prinsip relativitas Einstein. akar landasan pembelajaran kuantum bukan fisika kuantum. dan fasilitasi SuperCamp. Multiple Intelegences (Gardner). dan NLP dengan teori. dalam Quantum Teaching (2000:4) dikatakannya sebagai berikut. Experiential Learning (Hahn). Diciptakan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated Learning (Lozanov). keyakinan. dan metode kami sendiri. Dua kutipan tersebut dengan gamblang menunjukkan bahwa ada bermacam-macam akar pandangan dan pikiran yang menjadi landasan pembelajaran kuantum. Quantum Teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan.

Ini semua menunjukkan bahwa keseluruhan yang ada pada manusia dilihat dalam perspektif humanistis. dan atau mengorkestrasi proses pembelajaran yang efektif dan optimal – termasuk kiat memperlakukan faktor-faktor yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Teori kecerdasan ganda. Oleh karena itu. pembelajaran kuantum memiliki karakteristik umum yang dapat memantapkan dan menguatkan sosoknya. menyajikan. “hewan-istis”. dan atau nativistis. ditransformasikan. pembelajaran eksperensial. dan sebagainya dari pembelajar diyakini dapat berkembang secara maksimal atau optimal. Meskipun demikian. dan atau maturasionistis. Sementara itu. • Pembelajaran kuantum lebih bersifat konstruktivis(tis). Hadiah dan hukuman dipandang tidak ada karena semua usaha yang dilakukan manusia patut dihargai. Karena itu. Dapat dikatakan di sini bahwa pembelajaran kuantum tidak berkaitan erat dengan fisika kuantum – kecuali analogi beberapa konsep kuantum. bukan positivistis-empiris. mengelola. memudahkan. bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai. nuansa konstruktivisme dalam pembelajaran kuantum relatif kuat. dan dikembangkan dari berbagai teori psikologi kognitif. dalam batas tertentu teori dan temuan tersebut juga berpengaruh terhadap pandangan dasar pembelajaran kuantum tentang perancangan. daya motivasi. Malah dapat dikatakan di sini bahwa pembelajaran kuantum merupakan salah satu cerminan filsafat konstruktivisme kognitif. dan pembelajar diturunkan. dan pemudahan [fasilitasi] proses pembelajaran untuk mengembangkan dan melejitkan potensi-diri pembelajar – khususnya kemampuan dan kekuatan pikiran pembelajar. kemampuan pikiran. Manusia selaku pembelajar menjadi pusat perhatiannya. teori pemograman neurolinguistik. dan pembelajaran kooperatif sangat berpengaruh terhadap pandangan dasar pembelajaran kuantum terhadap kiat-kiat merancang. pandangan tentang pembelajaran. .pemrograman neurolinguistik (NLP) Grinder dan Bandler. pembelajaran akseleratif. • Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis. • Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif. Selain itu. bukan konstruktivisme sosial. bukan teori fisika kuantum. Potensi diri. Hal ini membuatnya lebih bersifat kognitif daripada fisis. Kesalahan dipandang sebagai gejala manusiawi. dan pembelajaran eksperensial [berdasarkan pengalaman] Hahn serta temuan-temuan mutakhir neurolinguistik mengenai peranan dan fungsi otak kanan mendominasi atau mewarnai secara kuat sosok [profil] pembelajaran kuantum. bukan positivistis-empiris. belajar. Beberapa karakteristik umum yang tampak membentuk sosok pembelajaran kuantum sebagai berikut. behavioristis. KARAKTERISTIK UMUM Walaupun memiliki akar landasan bermacam-macam sebagaimana dikemukakan di atas. dan temuan-temuan mutakhir neurolinguistik sangat berpengaruh terhadap pandangan dasar pembelajaran kuantum mengenai kemampuan manusia selaku pembelajar – khususnya kemampuan otak dan pikiran pembelajar. penyajian. menurut hemat penulis.

proses pembelajaran harus berlangsung cepat dengan keberhasilan tinggi. lingkungan fisikal-mental dan kemampuan pikiran atau diri manusia sama-sama pentingnya dan saling mendukung. pembelajaran kuantum justru menekankan pentingnya peranan lingkungan dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan optimal dan memudahkan keberhasilan tujuan pembelajaran. Di sini pemercepatan pembelajaran diandaikan sebagai lompatan kuantum. Di sini pelbagai kiat. atau dieliminasi. kalau perlu dibuang jauh dalam proses pembelajaran. Karena itu. lingkungan yang nyaman. iringan musik.berbeda dengan konstruktivisme kognitif lainnya yang kurang begitu mengedepankan atau mengutamakan lingkungan. cara. Atau lebih tepat dikatakan di sini bahwa pembelajaran kuantum tidak memisahkan dan tidak membedakan antara res cogitans dan res extenza. pembelajaran harus dirancang. baik lingkungan maupun kemampuan pikiran atau potensi diri manusia harus diperlakukan sama dan memperoleh stimulan yang seimbang agar pembelajaran berhasil baik. Dapat dikatakan bahwa interaksi telah menjadi kata kunci dan konsep sentral dalam pembelajaran kuantum. Karena itu. dan difasilitasi sedemikian rupa sehingga dapat diciptakan atau diwujudkan proses pembelajaran yang alamiah dan wajar. • Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi. • Pembelajaran kuantum berupaya memadukan [mengintegrasikan]. Dalam pandangan pembelajaran kuantum. Pendeknya. kaku. Kealamiahan dan kewajaran menimbulkan suasana nyaman. misalnya pencahayaan. bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat. menyinergikan. Di sini proses pembelajaran dipandang sebagai penciptaan interaksi-interaksi bermutu dan bermakna yang dapat mengubah energi kemampuan pikiran dan bakat alamiah pembelajar menjadi cahaya-cahaya yang bermanfaat bagi keberhasilan pembelajar. dikelola. dan menyenangkan. dan mengolaborasikan faktor potensi-diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan [fisik dan mental] sebagai konteks pembelajaran. Karena itu. sedang keartifisialan dan kepurapuraan menimbulkan suasana tegang. Dalam kaitan inilah komunikasi menjadi sangat penting dalam pembelajaran kuantum. dan sebagainya. segar. frekuensi dan akumulasi interaksi yang bermutu dan bermakna. segala sesuatu yang menghalangi pemercepatan pembelajaran harus dihilangkan pada satu sisi dan pada sisi lain segala sesuatu yang mendukung pemercepatan pembelajaran harus diciptakan dan dikelola sebaik-baiknya. dan teknik dapat dipergunakan. santai. bukan sekadar transaksi makna. Untuk itu. rileks. disajikan. Interaksi yang tidak mampu mengubah energi menjadi cahaya harus dihindari. Di sinilah para perancang dan pelaksana . • Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna. dihilangkan. dan membosankan. segala hambatan dan halangan yang dapat melambatkan proses pembelajaran harus disingkirkan. antara apa yang di dalam dan apa yang di luar. suasana yang menyegarkan. • Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran. menurut pembelajaran kuantum. sehat. penataan tempat duduk yang rileks. Jadi. pembelajaran kuantum memberikan tekanan pada pentingnya interaksi.

dan prestasi fisikal atau material. Dalam hubungan inilah perlu dihadirkan pengalaman yang dapat dimengerti dan berarti bagi pembelajar. Pemisahan keduanya hanya akan membuahkan kegagalan pembelajaran. Misalnya. pembelajar perlu memiliki keyakinan bahwa kesalahan atau kegagalan merupakan tanda telah belajar. dan dikelola secara seimbang dan relatif sama dalam proses pembelajaran. segala upaya yang memungkinkan terwujudnya kebermaknaan dan kebermutuan pembelajaran harus dilakukan oleh pengajar atau fasilitator. • Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran. proses pembelajaran kurang bermakna. Untuk itu. Kepaduan dan kesesuaian keduanya secara fungsional akan membuahkan keberhasilan pembelajaran yang tinggi. kurikulum harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat terwujud kombinasi harmonis antara keterampilan akademis. Hal ini perlu dilakukan secara seimbang. Sebab itu. Untuk itu. keterampilan [dalam] hidup. landasan yang kukuh. lingkungan yang menggairahkan atau mendukung. • Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran. pembelajar harus memiliki nilai dan keyakinan tertentu yang positif dalam proses pembelajaran. Ketiganya harus diperhatikan. Isi pembelajaran meliputi penyajian yang prima. tidak bisa hanya salah satu di antaranya. diperlakukan. dan keterampilan hidup. • Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan. dan prestasi fisikal. kesalahan atau kegagalan bukan tanda bodoh atau akhir segalanya. dalam arti tujuan pembelajaran tidak tercapai. Tanpa nilai dan keyakinan tertentu. proses pembelajaran hendaknya menanamkan nilai dan keyakinan positif dalam diri pembelajar. Proses pembelajaran yang tidak bermakna dan tidak bermutu membuahkan kegagalan. Dikatakan demikian karena pembelajaran yang berhasil bukan hanya terbentuknya keterampilan akademis dan prestasi fisikal pembelajar. • Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis. saling mendukung. Nilai dan keyakinan negatif akan membuahkan kegagalan proses pembelajaran. keterampilan belajar-untuk-belajar. Dalam proses pembelajaran . Untuk itu. keterampilan hidup.pembelajaran harus bekerja secara proaktif dan suportif untuk menciptakan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran. dan rancangan belajar yang dinamis. ibaratnya permainan simfoni yang sempurna yang dimainkan dalam sebuah orkestra. Di samping itu. Konteks dan isi ini tidak terpisahkan. dapat dilakukan upaya membawa dunia pembelajar ke dalam dunia pengajar pada satu pihak dan pada pihak lain mengantarkan dunia pengajar ke dalam dunia pembelajar. Pengalaman yang asing bagi pembelajar tidak perlu dihadirkan karena hal ini hanya membuahkan kehampaan proses pembelajaran. namun lebih penting lagi adalah terbentuknya keterampilan hidup pembelajar. bagaikan sebuah orkestra yang memainkan simfoni. terutama pengalaman pembelajar perlu diakomodasi secara memadai. pemfasilitasan yang lentur.

Nilai dan keyakinan positif seperti ini perlu terus-menerus dikembangkan dan dimantapkan. Aktivitas total antara tubuh dan pikiran membuat pembelajaran bisa berlangsung lebih nyaman dan hasilnya lebih optimal. Di . Pembelajaran kuantum juga dibangun di atas aturan aksi. Jika hal tersebut dapat dilaksanakan. Prinsip tersebut menuntut pengajar untuk memasuki dunia pembelajar sebagai langkah pertama pembelajaran selain juga mengharuskan pengajar untuk membangun jembatan otentik memasuki kehidupan pembelajar. Karena itu. dan atau doktrin fundamental mengenai dengan pembelajaran dan pembelajar. maka baik pembelajar maupun pembelajar akan memperoleh pemahaman baru. dan penggunaan kiat dan metode pembelajaran.dikembangkan nilai dan keyakinan bahwa hukuman dan hadiah (punishment dan reward) tidak diperlukan karena setiap usaha harus diakui dan dihargai. aksioma. mendampingi. • Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran. kemungkinan berhasil dalam pembelajaran akan makin tinggi. PRINSIP-PRINSIP UTAMA Prinsip dapat berarti (1) aturan aksi atau perbuatan yang diterima atau dikenal dan (2) sebuah hukum. dalam pembelajaran kuantum berkembang ucapan: Selamat datang keberagaman dan kebebasan. aktivitas pembelajaran di kelas. Pada sisi lain perlu disingkirkan penyeragaman gaya belajar pembelajar. menilai. Di sinilah perlunya diakui keragaman gaya belajar siswa atau pembelajar. Dikatakan demikian sebab “Nilai-nilai ini menjadi kacamata yang dengannya kita memandang dunia. dan digunakannya bermacam-macam kiat dan metode pembelajaran. Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi: Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia Kita (Pengajar). dan setiap metode pembelajaran harus dibangun di atas prinsip utama tersebut. Ketiga prinsip utama yang dimaksud sebagai berikut. dikembangkannya aktivitas-aktivitas pembelajar yang beragam. dan bertingkah laku berdasarkan cara kita memandang kehidupan melalui kacamata ini”. Kita mengevaluasi. Setidaktidaknya ada tiga macam prinsip utama yang membangun sosok pembelajaran kuantum. Keberagaman dan kebebasan dapat dikatakan sebagai kata kunci selain interaksi. setiap rancangan kurikulum. menetapkan prioritas. Setiap bentuk interaksi dengan pembelajar. aksioma. Untuk itu. Dengan jalan ini pengajar akan mudah membelajarkan pembelajar baik dalam bentuk memimpin. selamat tinggal keseragaman dan ketertiban!. pengajar dapat memanfaatkan pengalaman-pengalaman yang dimiliki pembelajar sebagai titik tolaknya. hukum. dan memudahkan pembelajar menuju kesadaran dan ilmu yang lebih luas. Makin kuat dan mantap nilai dan keyakinan positif yang dimiliki oleh pembelajar. bukan keseragaman dan ketertiban. dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka (Pembelajar). 1. • Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan. atau doktrin fundamental. ungkap DePorter dalam Quantum Business (2000:54).

♣ Ketahuilah bahwa Segalanya Betujuan Semua yang terjadi dalam proses pengubahan energi menjadi cahaya mempunyai tujuan. Struktur dasar chord ini dapat disebut prinsip-prinsip dasar pembelajaran kuantum. Dengan kata lain. Dikatakan demikian karena pembelajaran berarti melangkah keluar dari kenyamanan dan kemapanan di samping berarti membongkar pengetahuan sebelumnya. yang selanjutnya akan menggerakkan rasa ingin tahu. Bahkan sekalipun mereka berbuat kesalahan. Di sinilah Dunia Kita menjadi dunia bersama pengajar dan pembelajar. perlu diberi pengakuan atas usaha yang mereka lakukan. mereka patut memperoleh pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka. semuanya mengirim pesan tentang pembelajaran. 2. keunggulan ini bahkan telah dipandang sebagai jantung fondasi pembelajaran kuantum. • Sadarilah bahwa Pengalaman Mendahului Penamaan Proses pembelajaran paling baik terjadi ketika pembelajar telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. penataan ruang sampai sikap guru. pemainan simfoni ini memiliki struktur dasar chord. Pada waktu pembelajar melakukan langkah keluar ini. hal ini juga berarti dunia pengajar diperluas. Ada delapan prinsip keunggulan – yang juga disebut delapan kunci . Baik pembelajar maupun pengajar harus menyadari bahwa kejadian yang dibuatnya selalu bertujuan. Selain memiliki lagu atau partitur. 3. Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan permainan orkestra simfoni. mulai kertas yang dibagikan oleh pengajar sampai dengan rancangan pembelajaran. Prinsip-prinsip dasar ini ada lima macam berikut ini. Dikatakan demikian karena otak manusia berkembang pesat dengan adanya stimulan yang kompleks. ♣ Ketahuilah bahwa Segalanya Berbicara Dalam pembelajaran kuantum. Tidak ada kejadian yang tidak bertujuan. Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan. Inilah dinamika pembelajaran manusia selaku pembelajar. segala sesuatu mulai lingkungan pembelajaran sampai dengan bahasa tubuh pengajar. Perayaaan atas apa yang telah dipelajari dapat memberikan balikan mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan pembelajaran. Oleh karena itu. pembelajaran perlu diartikan sebagai pembentukan keunggulan. • Akuilah Setiap Usaha yang Dilakukan dalam Pembelajaran Pembelajaran atau belajar selalu mengandung risiko besar.samping berarti dunia pembelajar diperluas. • Sadarilah bahwa Sesuatu yang Layak Dipelajari Layak Pula Dirayakan Segala sesuatu yang layak dipelajari oleh pembelajar sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.

dan harus pandai-pandai mengubah lingkungan dan suasana bilamana diperlukan. tulus. • Jadilah Pemilik Dalam pembelajaran harus ada tanggung jawab. tubuh. Niat baik berbicara dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar pembelajar. di kelas guru dapat saja mengubah rencana pembelajaran bilamana diperlukan demi keberhasilan siswa-siswanya. • Pertahankanlah Keseimbangan Dalam pembelajaran. integritas dapat membuka pintu jalan menuju prestasi puncak. Misalnya. dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil pembelajaran efektif dan optimal. kita harus mengerti dan mengakui bahwa kesalahan atau kegagalan dapat memberikan informasi kepada kita yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut sehingga kita dapat berhasil. harus pandai-pandai membaca lingkungan dan suasana. pertahankan kemampuan untuk mengubah yang sedang dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. pengajar dan pembelajar harus bertanggung jawab atas apa yang menjadi tugas mereka. • Berbicaralah dengan Niat Baik Dalam pembelajaran. Pembelajar. tetap pada rel yang telah ditetapkan. Delapan kunci keunggulan itu sebagai berikut. Mereka hendaklah menjadi manusia yang dapat diandalkan. dan menyeluruh yang lahir ketika nilai-nilai dan perilaku kita menyatu. Karena itu. Kegagalan janganlah membuat cemas terus menerus dan diberi hukuman karena kegagalan merupakan tanda bahwa seseorang telah belajar. Tanpa tanggung jawab tidak mungkin terjadi pembelajaran yang bermakna dan bermutu. mereka perlu melakukan apa saja untuk menyelesaikan pekerjaan. Dengan kata lain. Untuk itu.keunggulan – yang diyakini dalam pembelajaran kuantum. • Terapkanlah Hidup dalam Integritas Dalam pembelajaran. • Tetaplah Lentur Dalam pembelajaran. bersikaplah apa adanya. Tetap dalam keseimbangan . bukan yang hanya saya senangi. • Tegaskanlah Komitmen Dalam pembelajaran. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar yang pada gilirannya mencapai tujuan belajar. • Akuilah Kegagalan Dapat Membawa Kesuksesan Dalam pembelajaran. baik pengajar maupun pembelajar harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu. emosi. perlu dikembangkan keterampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi yang jujur dan langsung. Di sinilah perlu dikembangkan slogan: Saya harus menyelesaikan pekerjaan yang memang harus saya selesaikan. lebih-lebih pengajar. seseorang yang bertanggung jawab. jangan mati-matian mempertahankan rencana pembelajaran yang telah dibuat. pertahankan jiwa.

Pembelajar dapat mencapai hasil optimal bila berada dalam suasana nyaman. dan lingkungan fisik yang partisipatif. Setidak-tidaknya ada tiga gaya belajar yang harus diperhitungkan dalam proses pembelajaran. rileks. dan bernuansa musikal. lingkungan fisikal-mental yang mendukung. Selain itu. dan keterampilan hidup yang suportif. sehat. mengingkari peranan dan fungsi otak kanan dan otak kiri. membangkitkan semangat.merupakan proses berjalan yang membutuhkan penyesuaian terus-menerus sehingga diperlukan sikap dan tindakan cermat dari pembelajar dan pengajar. yaitu gaya auditoris. dan menyenangkan. • Pembelajaran berlangsung secara aktif karena pembelajar itu aktif dan kreatif. saling menolong. dan menggairahkan. sehat. Untuk itu. pembelajaran kuantum memiliki pandangan tertentu tentang pembelajaran dan pembelajar. dan sejenisnya. santai. rileks. • Pembelajaran terutama pengajaran membutuhkan keserasian konteks dan isi. kesenangan. keterampilan belajar yang merangsang untuk belajar. Untuk itulah harus diciptakan dan dipelihara suasana yang memberdayakan atau menggairahkan. Pembelajaran pasif mengingkari kenyataan bahwa pembelajar itu aktif dan kreatif. dan menggairahkan. perlu juga diciptakan dan dipelihara penyajian yang prima. Segala konteks pembelajaran perlu dikembangkan secara serasi dengan isi pembelajaran. gaya visual. dan menggairahkan sehingga kenyamanan. Dalam konteks inilah perlu dipelihara suasana positif. landasan yang kukuh. sehat. • Pembelajaran berlangsung efektif dan optimal bila didasarkan pada karakteristik gaya belajar pembelajar sehingga penting sekali pemahaman atas gaya belajar pembelajar. dan suasana harus dirancang sedemikian rupa agar membangkitkan kesan nyaman. lingkungan mental. aman. kerileksan. rileks. pemfasilitasan yang lentur. Oleh karena itu. • Pembelajaran berlangsung efektif dan optimal bila tercipta atau terdapat suasana nyaman. menyenangkan. Bukti keaktifan dan kekreatifan itu dapat ditemukan dalam peranan dan fungsi otak kanan dan otak kiri pembelajar. dan gaya kinestetis. PANDANGAN TENTANG PEMBELAJARAN DAN PEMBELAJAR Selain memiliki karakteristik umum dan prinsip-prinsip utama seperti dikemukakan di atas. dan kegairahan dalam pembelajaran perlu diciptakan dan dipelihara. baik lingkungan fisikal. keragaman dan kebebasan perlu . Beberapa pandangan mengenai pembelajaran dan pembelajar yang dimaksud dapat dikemukakan secara ringkas berikut. • Pembelajaran berlangsung optimal bilamana ada keragaman dan kebebasan karena pada dasarnya pembelajar amat beragam dan memerlukan kebebasan. Karena itu. penciptaan dan pemeliharaan lingkungan yang tepat sangat penting bagi tercapainya proses pembelajaran yang efektif dan optimal. • Pembelajaran melibatkan lingkungan fisikal-mental dan kemampuan pikiran atau potensi diri pembelajar secara serempak. dan rancangan pembelajaran yang dinamis. suportif. menyenangkan. mengandung permainan. menyenangkan. lingkungan belajar yang nyaman.

New York: McGraw-Hill. Gordon dan Jeanette Vos.diakui. . Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. dihargai. Massachusetts: A Simon and Schuster Company. Potensi dan karakteristik pembelajar sangat beragam yang memerlukan suasana bebas untuk aktualisasi atau artikulasi. DePorter. The Learning Revolution: To Change the Way the World Learns. DAFTAR RUJUKAN DePorter. secara nyata. lingkungan bisnis maupun lingkungan kelas/sekolah (baca: pengajaran). Bandung: Penerbit KAIFA. Meskipun demikian. 2000. Dave. 1999. Bobbi dan Mike Hernacki. Keseragaman dan ketertiban (dalam arti kekakuan) harus dihindari karena mereduksi dan menyederhanakan potensi dan karakteristik pembelajar. dan struktur organisasi sekolah dan struktur pembelajaran. PENUTUP Berdasarkan paparan di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran kuantum merupakan sebuah falsafah dan metodologi pembelajaran yang umum yang dapat diterapkan baik di dalam lingkungan bisnis. Khusus penerapannya di lingkungan kelas menuntut perubahan pola berpikir para pelaksana pengajaran. Bobbi dan Mike Hernacki. Runway World. The Accelerated Learning Handbook. dan pandanganpandangannya jauh lebih menyegarkan daripada falsafah dan metodologi pembelajaran yang sudah ada (yang dominan watak behavioristis dan rasionalisme Cartesiannya). Melvin L. Selandia Baru: The Learning Web. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Bandung: Penerbit KAIFA. Silberman. prinsip-prinsip. Meier. 2001. Dryden. falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum membawa angin segar bagi dunia pembelajaran di Indonesia sebab karakteristik. Jika perubahan-perubahan tersebut dapat dilakukan niscaya pembelajaran kuantum dapat dilaksanakan dengan hasil yang optimal. maupun di dalam lingkungan sekolah (pengajaran). dan diakomodasi dalam proses pembelajaran. Giddens. DePorter. 1996. Bandung: Penerbit KAIFA. lingkungan perusahanan. dan Sarah Singer-Nourie. keterandalan dan kebaikan falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum ini masih perlu diuji dan dikaji lebih lanjut. lingkungan perusahaan. Anthony. budaya pengajaran dan pendidikan. 2001. 1999. Bobbi. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. 2000. Active Learning: 101 Step to Teach Any Subject. Mark Reardon. Lebih-lebih kemungkinan penerapannya dalam lingkungan Indonesia baik lingkungan rumah. Quantum Business: Membiasakan Bisnis secara Etis dan Sehat. lingkungan rumah. Secara konseptual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful