1

INTERNATIONAL ASSOCIATION OF ATHLETICS FEDERATIONS

PERATURAN LOMBA ATLETIK - IAAF

2006-2007
( BAGIAN PERTAMA BAB 1 - BAB 4

)

IAAF – RDC JAKARTA Alih Bahasa : H. Suyono Ds. Staf Sekretariat RDC Stadion Madya Senayan Komplek GELORA BUNG KARNO Jakarta: 23.12.2005

2
PRAKATA Dua tahun lalu, saya dengan senang hati memperkenalkan sebuah buku petunjuk / handbook yang ringkas-padat dan menarik para penggunanya yang menghimpun semua ketentuan dan peraturan mengenai pengorganisasian/pelaksanaan perlombaanperlombaan atletik internasional. Sekarang, setelah mengikuti Kongres IAAF di Helsinki ke 45, lagi-lagi saya sangat gembira untuk memperkenalkan suatu edisi pembaharuan tentang Peraturan-peraturan Perlombaan atletik IAAF, yang memperhatikan semua perobahan yang disepakati oleh para delegasi dari 211 Anggota Federasi IAAF. Meskipun tidak ada perobahan yang utama terhadap ketentuan – peraturan yang telah ada, edisi kali ini berisikan sejumlah perobahan editorial guna menjamin ketetapan dan kejelasannya. Sebagaimana masyarakat atletik seluruh dunia, kita selalu mengikuti jalur menuju ke modernisasi, ‘handbook’ ini harus mampu melayani sebagai suatu denah / peta-jalan raya. Saya tidak dapat cukup menekankan bahwa inti-sari sport kita ini, yang adalah ‘fair-play’ dan menaruh respek terhadap ketentuan & peraturan-peraturan’, semuanya tertera di dalam lembar-lembar halaman buku petunjuk/manual ini. Fakta yang sangat nyata disini adalah bahwa perobahan-perobahan peraturan 279 buah yang diusulkan, setelah melalui debat panjang, akhirnya 206 buah (perobahan) disepakai oleh Kongres di Helsinki, sekedar penekanan betapa pentingnya keanggotaan kita yakin/percaya akan kerja ini. Bagi saya kini tinggal menyampaikan ungkapan rasa terima-kasih kepada semua mereka yang telah terlibat dalam penyusunan draft/rancangan bagi penerbitan baru ini, termasuk para anggota Keluarga Atletik Dunia, Dewan IAAF, Komite Teknik IAAF dan Komisi Judisial, dan juga para Staf (Markas Besar) IAAF. Lamine Diack Presiden IAAF

-

-

-

PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 – 2007 DAFTAR – ISI Peraturan/Pasal Halaman

3

BAB 1 – (Perlombaan Internasional) Pasdal 1- Pasal 8 Pasal 1. Lomba atletik Internasional dimana Peraturan harus berlakukan Wewenang menggelar Lomba atletik Internasional Perlomban: dunia, area, kawasan, wilayah atau grup, IAAF-Permit Persyaratan lomba dalam lomba atletik internasional Kewarganegaraan dan Perobahan-perobahan dalam kewarganegaraan Pembayaran kepada para atlet Perwakilan atlet Periklanan & pameran selama lomba internasional BAB 2 – (Keabsahan / eligibilitas) Pasal 20 – Pasal 22 Pasal 20. Definisi keabsahan atlet 21. Larangan berlomba bagi atlet yang sah 22. Ketidak absahan untuk ikut dalam lomba atletik domestik & internasional BAB 3 –(Anti Doping) Pasal 30 – Pasal 45 Pasal 30. Lingkup Peraturan Anti Doping 31. Orgtanisasi Anti Doping IAAF 32. Pelanggaran Peraturan Anti Doping 33. Standard Bukti dari Doping 34. Daftar zat Terlarang 35. Test 36. Analisis sampel 37. Mengelola hasil-hasil 38. Prosedur disipliner 39. Men-diskualifikasi hasil-hasil 40. Sanksi-sanksi terhadap individu-individu 41. Kewajiban melapor Anggota 42. Sanksi-sanksi terhadap Anggota 43. Pengakuan 44. Undang-undang pembatasan 45. Interpretasi BAB 4 (Disputes/sengketa/perselisihan) Pasal 60 Pasal 60. Disputes / perselisihan

IAAF (The International Association of ATHLETICS Federations). lomba jalan-cepat. Citizen (warga-negara) Satu pribadi yang memiliki kewarganegaraan yang sah dari suatu Negara atau dalam hal suatu Teritori. Asosiasi Internasional Federasi-federasi Atletik . lari jalanan. lari lintas-alam dan lari bukit/pegunungan. Komisi Suatu Komisi IAAF yang telah ditunjuk oleh Dewan / Dewan di bawah istilah-istilah Konstitusi. IOC (International Olympic Committee) Komite Olimpiade Internasional (KOI) Anggota (Member) Suatu badan pemerintahan nasional untuk Atletik yang berafiliasi kepada IAAF. Keanggotaan (Membership) Keanggotaan dari IAAF. Kompetisi/Perlombaan Internasional Tiap Kompetisi Internasional yang terdaftar sesuai peraturan Pasal 1 dari peraturan ini. Klub Suatu Klub atau masyarakat atlet yang ber-afiliasi kepada suatu Anggota Federasi (IAAF) sesuai dengan Peraturan dari Anggota (*Federasi IAAF). Kewarganegaraan (Ciitizenship) Warga-negara sah dari suatu Negara atau dalam hal Teritori. warganegara sah dari Negara Induk dari Teritori dan status sah yang layak di dalam Teritori di bawah hukumhukum yang berlaku. Dewan (Dewan) IAAF Dewan Negara (Country) Suatu daerah geografis yang ber-pemerintahan sendiri yang diakui dunia sebagai suatu negara merdeka oleh hukum internasional dan badan-badan pemerintahan internasional . Konstitusi (undang-undang) Konstitusi IAAF. CAS (Court of Arbitration for Sport) Pengadilan Arbitrasi untuk sport. . Atletik Kegiatan event di lintasan. dan di lapangan.DEFINISI – DEFINISI 4 Asosiasi Area Suatu asosiasi area/kawasan dari IAAF bertanggung jawab untuk membantu perkembangan atletik di dalam satu dari enam area / kawasan ke dalam mana para Anggota dibagi di dalam Konstitusi. warga-negara sah dari Teritori Negara Induk dan status sah yang layak di dalam teritori itu di bawah hukum yang berlaku.

Catatan 3: Amandemen (selain dari amandemen editorial) kepada peraturan yang disamakan dalam Peraturan Lomba Atletik IAAF 2004-2005. Teritori Suatu wilayah geografis atau suatu regional yang adalah bukan suatu negara. orang pendukung atlet atau orang lain di bawah peraturan ini berafiliasi. Petunjuk Prosedural (Procedural Guidelines) Petunjuk Prosedural untuk Kontrol Doping sebagaimana telah disahkan oleh Dewan / Dewan. . yang utama di dalam program resmi Catatan 1 : Definisi-definisi tersebut di atas menerapkan semua Peraturan. Ada definisi lebih lanjut dimuat di Chapter 3 yang hanya menerapkan Peraturan Anti Doping. Aturan / ketentuan (Rules) Aturan perlombaan / kompetisi dari IAAF sebagaimana yang ditentukan di dalam handbook Peraturan Perlombaan ini. adalah ditandai dengan dibubuhkan garis-ganda pada pinggir halaman buku/handbook. Regulasi (Regulationms) Peraturan dari IAAF yang dapat melewati Dewan dari waktu ke waktu. disahkan oleh Kongres IAAF 2005.maskulin juga harus termasuk referensi kepada kaum putri dan semua refensi tertuju kepada tunggal harus juga termasuk referensi kepada plural / jamak. namun memiliki aspek-aspek tertentu tentang pemerintahan sendiri. minimal memiliki otonomi pengendalian/ kontrol terhadap kegiatan sport yang karenanya diakui oleh IAAF. Catatan 2 : Semua referensi di dalam Peraturan yang tertuju kepada gender. Seri-seri Perlombaan Atletik Dunia Perlombaan-perlombaan atletik Internasional perlombaan atletik empat tahunan IAAF.5 Federasi Nasional Anggota IAAF ke dalam mana seorang atlet.

untuk Perlombaan Inter-Area (di dalam Kawasan) dan untuk perlombaan atletik lainnya di dalam mana lima negara atau lebih atau Teritori berpartisipasi. Games. Regional atau Grup IAAF Permits 1. d) Perebutan Piala Area/Kawasan dan Kejuaraan Kelompok Umur Area/Kawasan atau Regional. Perlombaan-perlombaan yang memerlukan Izin IAAF (IAAF Permit) 3. Regional atau Grup atau Games. Mediteranean Games. b) Kejuaraan Area/kawasan. IAAF harus mengatur suatu Kejuaraan atletik Dunia dalam tahun-tahun ganjil. Afro Asian Games. e) Pertandingan antara dua atau lebih Anggota-anggota. b) Aplikasi/permohonan suatu permit/izin harus diajukan kepada IAAF disertai dengan sejumlah biaya sebesar US$150 (atau senilai itu dalam mata-uang asing) oleh Anggota IAAF di dalam negara/teritori mana Kejuaraan. 2. g) Pertandingan Invitasi Internasional khususnya diwenangkan oleh suatu Asosiasi Area (lihat Pasal 3. Pan American Games. Regional atau Grup dalam Atletik. Regional atau Grup (misal: Games dimana perlombaan beberapa sport diselenggarakan) (i) African Games. kecuali Dewan/Dewan menentukan lain. Central American and Caribbean Games. Regional atau Grup atau Games. h) Perlombaan yang lain khususnya diwenangkan oleh satu Anggota sehingga atlet luar negeri boleh berpartisipasi (lihat Pasal 3. Pertandingan atau kompetisi lainnya akan dilaksanakan/dilangsungkan. Asian Games. Pertandingan atau kompetisi lainnya.6 BAB – I PERLOMBAAN ATLETIK INTERNASIONAL Pasal 1 Perlombaan Atletik Internasional dimana Peraturan-peraturan harus diterapkan Pada perlombaan-perlombaan Internasional berikut ini. (ii) International Games yang lainnya. Kejuaraan Regional atau Kejuaraan Grup. Kejuaraan atletik: Area.5). Games.5). atau suatu kombinasi dari Anggota dan Perebutan Piala Klub. Panitya Penyelenggara harus menjamin bahwa Negara-negara atau Teritori-teritori yang dikirim undangan adalah Anggota (IAAF) dan tiap Negara yang ingin berpartisipasi dan bukan/belum menjadi anggota (IAAF) harus mengajukan . peraturan-peraturan dan ketentuanketentuan harus diterapkan : a) (I) Kerjuaraan (atletik) Dunia dan Perebutan Piala Dunia (ii) Olimpiade. IAAF sendiri harus punya hak untuk mengatur atau memberi sanksi kepada: Kejuaraan Dunia. Area/Kawasan. bagi semua Kejuaraan Area. Perlombaan antar Kawasan/Area. Semua formulir aplikasi harus diisi lengkap dan rinci dan dikirim ke Markas Besar IAAF tidak lebih lambat dari tanggal 31 Desember dalam tahun sebelum/mendahului tanggal dilaksanakannya Kejuaraan. Area/Kawasan. Pasal 2 Kejuaraan atletik: Dunia. Perlombaan-perlombaan antara lima negara atau lebih atau teritori : a) Otorisasi dari IAAF diperlukan. c) Pada Games: Area. f) Perlombaan Invitasi Internasional khususnya diwenangkan oleh IAAF (lihat Pasal 3.4).

b) Sebelum memberi otorisasi suatu Perlombaan menurut Pasal 1 g) atau h) di atas. Perlombaan Invitasi Internasional yang di-otorisasikan oleh suatu Kawasan/Area dan Perlombaan-perlombaan lain yang di otorisasikan oleh suatu Anggota (IAAF) sehingga atlet-atlet asing/luar-negeri boleh berpartisipasi. oleh Anggota (IAAF) di negera atau teritori mana perlombaan itu akan dilaksanakan.1 f). Catatan : Rincian lebih lanjut tentang bagaimana mendapatkan otorisasi untuk perlombaan menurut Pasal 1.bahwa semua Rules & Regulations akan dipatuhi/ditaati. atas nama Panitya Penyelenggara perlombaan yang dimaksud. Perlombaan Invitasi Internasional diwenangkan oleh IAAF 4. telah mengambil tidakan-tindakan praktis guna memastikan bahwa izin yang penting bagi para atlet yang berkunjung/datang dan petugas untuk masuk ke negara atau teritori akan datang dengan cukup jauh sebelumnya guna memungkinkan mereka berjalan dan bertanding di arena Games dimaksud. a) Otorisasi oleh Asosiasi Kawasan/Area atau Anggota-anggota untuk Perlombaan menurut Pasal 1 g) dan h) secara pasti harus ditunjukkan kepada Dewan / Dewan IAAF guna pengesahan.permohonan kepada IAAF untuk menjadi Anggota (IAAF). Regional atau Grup termasuk di dalam Pasal 1 c). c) IAAF tidak akan memberi wewenang kepada Kejuaraan atletik Kawasan. maka Kejuaraan itu harus dipindahkan ke Negara lain atau Teritori yang dapat memenuhi dengan upaya itu. a) Otorisasi/hak dari IAAF diperlukan bagi semua Perlombaan (atletik) Invitasi Internasional menurut Pasal 1 f). 7 d) IAAF tidak punya wewenang kontrol secara exklusif atas Games: Area. yang aplikasi itu harus telah diberikan mendahului pendaftaran dia untuk ikut berpartisipasi dapat diterima. Catatan : Lebih lanjut tentang bagaimana memperoleh otorisasi untuk Perlombaan menurut Pasal 1 b) dan kondisi/syarat yang harus dipenuhi sebelum otorisasi itu diberikan.bahwa informasi pada semua aspek dari pengorganisasian perlombaan itu akan dilapor/ diajukan dalam tempo 30 hari kepada IAAF. IAAF harus memperoleh/menerima hal-hal yang diupayakan pihak Penyelenggara Perlombaan secara tertulis tentang : . b) Aplikasi/permintaan suatu permit /surat-izin untuk menyelenggarakan suatu Perlombaan atletik Invitasi Internasional menurut Pasal 1 f) harus dibuat di atas formulir resmi. adalah tersedia dari Markas IAAF dan dapat diperoleh atas permintaan. . Bila akhirnya berlangsung bahwa usaha ini tidak dapat dipenuhi. ini tidak berwewenang mendukung perlombaan atletik di dalam Games demikian bila Dewan IAAF tidak puas bahwa Anggota di negara mana atau teritori mana Gamers itu dilaksanakan. c) Semua formulir aplikasi/permohonan harus diisi lengkap secara terinci dan dikirim ke Kantor Besar/Markas IAAF. disertai dengan sejumlah biaya sebesar US$150 atau senilai itu dalam mata-uang asing/lain. Asosiasi Area/Kawasan atau Anggota IAAF harus memperolehnya dari Panitia Penyelenggara suatu undertaking/pengupayaan secara tertulis akan : . adalah tersediakan dari Kantor/Markas IAAF atas permintaan. Regional atau Grup sesuai Pasal 1 (b) tanpa lebih dulu mendapat suatu perlakukan tak bersyarat bahwa pentingnya izin bagi para atlet berkunjung dan para petugas untuk memasuki Negara atau Teritori dimana Kejuaraan itu akan dilaksanakan dimasa mendatang dengan cukup waktu guna memungkinkan mereka untuk membuat perjalanan dan berlomba di arena Kejuaraan dimaksud. Aplikasi demikian harus diterima minimal tiga bulan sebelum hari tanggal pembukaan Kejuaraan/Games/Pertandingan atau kompetisi lain dimaksud. Namun. d) Sebelum memberikan hak/otorisasi suatu Perlombaan atletik Invitasi Internasional sesuai Pasal 1 f). bila demikian yang diminta. 5. dan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum hak/otorisasi diberikan. tidak lebih lambat dari tanggal 1 September dalam tahun menjelang dilaksanakannya Perlombaan dimaksud.

Tidak ada atlet atau klub bolehy berpartisipasi dalam suatu perlombaan atletik di luar negeri ataui Teritori tanpa pengesahan tertulis dari Anggota ke dalam mana si atlet berafiliasi. bahwa informasi akan segala aspek tentang pengaturan/pengorganisasian perlombaan akan diajukan kepada Asosiasi Area/Kawasan atau Anggota yang memberi otorisasi dalam tempo 30 hari. Dalam semua kasus dibawah Peraturan ini. Biaya perjalanan dari Perwakilan ini harus dibayarkan kepadanya oleh penyelenggara tak lewat dari 14 hari menjelang keberangkatannya menuju arena/venue.8 bahwa semua ketentuan dan peraturan akan dipatuhi/taati. Perwakilan demikian harus menyerahkan laporannya kepada IAAF di dalam tempo 30 hari kemudian. dan tidak ada Anggota mengizinkan atlet luar-negeri atau klub untuk masuk kedalam perlombaan tanpa izin yang menjelaskan bahwa si atlet atau klub adalah sah dan diizinkan untuk ikut berlomba di Negara atau teritori dimaksud. federasi nasional dari negara atau teritori dimana si atlet tinggal harus mengirim permohonan tertulis kepada Federasi Nasional yang asli. atau c) telah menyetujui untuk mentaati peraturan dari satu Anggota. bila demikian yang diminta. Peraturan yang mengatur pelaksanaan Perrlombaan atletik Internasional 6. Dewan/Dewan IAAF dapat menghasilkan Peraturan/regulasi yang mengatur pelaksanaan perlombaan yang digelar di bawah Peraturan dan mengatur hubungan antar atlet. Biaya akomodasi harus juga dibayar oleh pihak panitia-penyelenggara tidak lewat dari hari akhir Perlombaan/Kejuaraan atau seksi atletik dari Games atau pada hari Perlomban itu sendiri bila kompetisi itu hanya lomba satu hari. Ketentuan/regulasi dan Petunjuk Prosedural (yang dirobah dari waktu ke waktu) dan menyampaikan semua disput/perselisihan yang dia punya dengan IAAF atau Anggota hanya kepada arbitrasi/pengadilan sesuai dengan peraturan ini. kecuali jika dia : a) adalah seorang anggota Klub yang berafiliasi kepada suatu Anggota (IAAF). penyelenggara perlombaan dan para Anggota (IAAF). Bahkan kemudian Federasi Nasional dari negara atau teritori di mana si atlet tinggal tidak dapat memasukkan/mendaftarkan nama seorang atlet untuk berlomba di negara atau teritori lain tanpa otorisasi sebelumnya dari Federasi Nasional yang asli. Tidak ada atlet yang berafiliasi di luar negeri tanpa pemberian otorisasi sebelumnya dari Federasi Nasionalnya yang asli. Pasal 4 Syarat-syarat untuk berlomba dalam Perlombaan Internasional 1.Peraturan ini mungkin bervariasi atau dirobah oleh Dewan/Dewan bila ini sesuai/cocok. menerima dengan tidak mengacu disput/perselisihan demikian ke Pengadiln lain atau otorita yang tidak disediakan dalam Peraturan ioni. Pemilihan angkutan udara diserahkan kepada kebijakan perwakilan itu dan dalam hal melibatkan penerbangan lebih dari jarak 1500 mil. perjalanan udara klas busines pulang-pergi harus disediakan. atau b) adalah dia sendiri berafiliasi kepada satu Anggota (IAAF). dan Federasi Nasional yang asli harus mengirim suatu jawaban tertulis terhadap permohonan itu di dalam tempo 30 hari. 2. telah menanda-tangani suatu persetujuan dalam suatu formulir yang dibuat oleh IAAF yang dengan itu dia setuju terikat dengan Peraturan . guna meyakinkan bahwa peraturan dan ketentuan-ketentuan adalah dituruti. atas biaya pihak penyelenggara. dan d) untuk Perloimbaan Internasional dimana IAAF bertanggung jawab untuk Kontrol Doping (lihat Pasal 35. C) Tidak ada Anggota akan memberikan otorisasinya menurut Pasal 1 h) untuk suatu Perlombaan yang memberi/mengirim invitasi/undangan kepada para atlet yang tampil di dalam daftar prestasi 100 terbaik dunia dari tahun sebelumnya lebih dari 5 Anggota (selain Anggota tuan-rumah / penyelenggara). E-mail (surat per listrik)yang mencakup suatu fungsi penerimaan adalah dapat diterima untuk . 3. 7. Keduanya dari komunikasi ini harus menjadi sarana yang mempercepat pengakuan penerimaan.7 di bawah). IAAF harus menentukan seorang perwakilan untuk menghadiri setiap perlombaan dimana otorisasi diperlukan. Tidak ada atlet boleh berpartisipasi dalam Perlombaan Internasional. perwakilan atlet.

maka otorisasi harus dianggap telah diberikan. kecuali untuk Perlombaan Internasional yang terdaftar di bawah Pasal 1 a) dan b). atau d). Anggota (IAAF) harus diwakili hanya oleh Warga-negara dari Negara atau Teritori itu yang Anggota yang berafiliasi mewakilinya. si atlet atau federasi Nasional dari negara atau teritori di mana si atlet tinggal dapat menuntut terhasdap setiap keputusan demikian kepada IAAF. si atlet tidak harus mewakili Anggota barunya dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a). Tiap atlet yang berlomba di luar negerinya atau teritori selain dari Perlomban Internasional sebagaimana ditentukan di atas harus menghormati/menghargai perlombaan demikian. I) dan d). i). Apabila respons/jawaban dari federasi nasional yang asli si atlet diterima di dalam tempo 30 hari. melawan / terhadap para atlet yang ada di bawah judgesdiksi satu Anggota. b). Dalam Perlombaan Internasional sesuai Pasal 1 a). c) Tambahan suatu kewarga-negaraan baru. . 2.maksud ini. kecuali dalam keadaan berikut ini : a) Penggabungan suatu Negara atau Teritori dengan yang lain. dengan pengesahan dari Dewan/Dewan. tidak ada atlet sesudah itu mewakili satu Anggota lain dalam Perlombaan Internasional sesuai Pasal 1 a). Tempo 3 tahun boleh dikurangi atau dibatalkan seperti ditetapkan di bawah ini : (i) jangka-waktu itu dapat dikurangi sampai 12 bulan dengan persetujuan dari Anggota yang bersangkutan. dia terkena/terlibat peraturan lomba atletik dari negera atau teritori itu. c) Bahwa. asalkan : a) bahwa Federasi Nasional atau organisasi atletik yang bersangkutan tidak pada waktu yang relevan ditangguhkan dari IAAF atau dikeluarkan dari kategori-kategori tertentu dari kompetisi oleh IAAF. atau dari Anggota yang ingin mengirimkan atlet untuk bertanding di dalam suatu Negara/Teritori bukan Anggota (IAAF). tidak 9 Dalam kejadian suatu respons/tanggapan yang negatif haruslah didukung dengan alasan-alasan. 4. b). 5. Dalam hal ini. b). dimana perlombaan itu dilaksanakan di negara/teritori yang bukan Anggota. b) Pembentukan suatu Negera baru yang disahkan dengan pakta (treaty) atau dengan jalan lain diakui pada tingkat dunia. Setelah sekali mewakili satu Anggota dalam Perlombaan Internsional menurut Pasal 1 a). I) atau d) selama 3 tahun setelah penambahan kewarga-negaran baru menuruti aplikasi atlet. Para atlet dari suatu Federasi Nasional atau dari organisasi atletik lainnya yang adalah bukan satu Anggota (IAAF) boleh berlomba di setiap perlombaan. Peraturan tidak berlaku kepada atlet yang bukan Warganegara dari suatu negara atau teritori atau bagi pengungsi politik. c). c). dan d). b) Bahwa izin sebelumnya dari Dewan diberikan atas aplikasi dari Anggota didalam Negera atau Teritori dimana perlombaan itu dilaksanakan. b). c). Pengurangan itu harus efektif pada saat diterima oleh Kantor IAAF dari suatu notifikasi tertulis dari persetujuan Anggota yang telah ditanda-tangani oleh kedua pihak.3 tentang atlet berusia 18 tahun atau lebih pda saat tanggal 31 Desember pada tahun yang ditanyakan. I). c). (ii) jangka-waktu / periode itu dapat dikurangi atau dibatalkan dalam kasuskasus sungguh terkecuali. IAAF haru menerbitkan petunjuk untuk menghimpun dari suatu tuntutan menurut peraturan ini dan petunjuk ini harus tersedia pada IAAF website Catatan: Pasal 4. Pasal 5 Kewarga-negaraan dan perobahan-perobahan dalam kewarga-negaraan 1. Anggota (IAAF) ingin mengirim para atletnya untuk bertanding di sana pertama harus memperoleh suatu undertaking (pengupayaan) dari pihak penyelenggara perlombaan bahwa dalam semua respek yang lain peraturan ini akan diikuti/dipatuhi.

Periode itu dapat dikurangi atau dibatalkan dalam sungguh kasus-kasus dengan pengecualian pengesahan dari Dewan.d) Kewarga-negaraan ganda. c) Seorang atlet yang telah memenuhi persyaratan peraturan Pasal 5. seorang atlet yang memegang kewarganegaraan dari dua atau lebih negara-negara atau teritori-teritori. g) dan h) hanya setelah menyelesaikan periode dua tahun terus-menerus tinggal di dalam negara atau teritorinya yang baru.3 f) tsb. I) atau d). Pengurangan itu harus efektif pada saat penerimaan oleh Kantor IAAF dari suatu pemberitahuan tertulis dari persetujuan Anggota tab the ditanda-tangani oleh dua belah pihak.3 a) di atas boleh mewakili Federasi Nasionalnya yang baru dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a0—e) hanya setelah menyelesaikan periode waktu 3 tahun bertempat tinggal secara terus-menerus di dalam negara atau teritorinya yang baru dan setelah dia meminta kewarga-negaraan baru.dia minimal menyelesaikan tinggal satu tahun penuh di dalam negara atau teritori baru ini. Dalam hal ini. dia boleh berlomba dalam perlombaan dalam-negeri / domestik yang diorganisir oleh Anggota yang tidak ditangguhkan atas syarat bahwa : . I) atau d) selama periode 3 tahun dari sejak tanggal dia terakhir mewakili Anggota (IAAF) yang pertama. dia tidak harus mewakili Anggota (IAAF) lainnya yang dia adalah seorang warga-negara dalam suatu perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a). b).3 a) tsb. Di atas boleh berlomba di dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 f). 4. setelah mewakili Anggota dalam Perlomban Internasional menurut Pasal 1 a). c). . Waktu 3 tahun ini dapat dikurangi atau dibatalkan seperti yang ditetapkan di bawah ini : (i) periode itu boleh dikurangi sampai 12 bulan dengan persetujuan dari Anggota ybs. tetapi tidak melarang untuk ikut : lomba ekshibisi. dimulai dari hari setelah seseorang mendarat di dalam negara atau teritori dimana dia mencari dan meminta /mengajukan kewarga-negaraan baru.dia mengumumkan ulang kebangsaan dia yang dahulu dalam proses pengajuan menjadi warga-negara dari negara atau teritori dari Anggota yang tidak ditangguhkan dan dia menyatakan secara luas – umum fakta ini dengan menasehati Anggota-anggota yang relevan. seorang atlet boleh tidak menghabiskan waktu lebih dari 90 hari ada di luar-negeri atau teritori dari Anggota yang berstatus dalam penyekorsan (under suspension). c). melatih/coaching. melakukan interview/wawancara dan interview yang dipublikasikan. yang harus meliputi. Anggota dan para Petugasnya. boleh mewakili Anggota(IAAF) baik keduanya atau salah satu. b). 10 Namun. di atas atau sebaliknya.perlomban atletik domestik / dalam-negeri yang dia ikut di dalamnya tidak mengikut sertakan atlet dari Anggota-anggota lainnya. f) Seorang atlet sedang mencari guna memenuhi syarat sesuai peraturan ini haruslah menahan diri dari setiap kegiatan atletik. a) Bila seorang warga-negara dari satu negara atau teritori dari satu Anggota yang keanggotaannya ditangguhkan dari IAAF sedang mencari untuk menjadi seorang warganegara dari satu negara atau teritori dari satu Anggota yang tidak ditangguhkan keanggotaannya. dengan setiap perwakilan dari satu Anggota yang ada dalam status under suspension (pen-sekoresan). (ii) 3. para pelatih dan para atlet adalah tidak untuk melakukan aktivitas sebagai yang ditentukan dalam Pasal 5. mengajar/memberi kuliah. . yang dia boleh memilihnya. perwasitan/officiating. d) Lama waktu tinggal terus-menerus ini harus dihitung sesuai satu tahun 365 hari. latihan / training. . e) Dalam tiap periode 365 hari terus-menerus. b) Seorang atlet yang memenuhi persyaratan peraturan Pasal 5.

ketentuan/ketetapan untuk pensekoresan dan saksi-sanksi yang tercantum dalam Konstitusi / Undang-undang harus berlaku/diterapkan. Adalah suatu kondisi/syarat keanggotaan bahwa setiap Anggota memasukkan di dalam konstitusi (undang-undang)-nya. Anggota harus bertanggung-jawab untuk pemberian otorisasi / hak dari Perwakilan Atlet. judge-judge para atlet dll. Guna membantu Anggota dalam tugas ini. memfitnah atau tidak pantas akan keadaan event. dalam perencanaan. 2. 2. 3. dalam bekerja-sama dengan Anggota (IAAF). Dewan akan memberikan peraturan-peraturan dari waktu ke waktu memberi petunjuk yang rinci seperti bentuk dari periklanan yang akan diambil dan cara-cara dimana promosi atau materi lainnya dapat dipertontonkan pada Perlombaan Internasional digarap sesuai Peraturan-peraturan ini. Tidak ada periklanan yang memiliki tujuan dari perkara politik atau kepentingan grup penentang (presser group). IAAF harus menerbitkan suatu Catatan Petunjuk bagi para Anggota pada peraturan dari Federasi Nasional/Perwakilan Atlet./Regulasi. baik bagian-bagiannya atau sebaliknya. pengaturan dan dalam negosiasi / merundingkan program atletik mereka. dan para atlet boleh dibayar secara tunai atau dalam berbagai cara yang cocok/layak untuk penampilan. menghalangi . berpartisipasi atau bermain dalam tiap perlombaan atletik atau tergabung dalam tiap aktivitas komersial berkaitan dengan partisipasinya dalam atletik. Setiap atlet yang menggunakan satu Perwakilan Atlet yang tidak diwenangkan dapat dikenakan sanksi menurut Peraturan dan Ketentuan-ketentuan. membingungkan. dan juga bentuk-bentuk kontrak yang disarankan antara para atlet dan Perwakilan mereka. b) Tidak ada iklan yang tampil yang menurut IAAF ini adalah hambar/tawar. tak sopan. Buku Catatan Petunjuk ini harus berisikan suatu daftar dari masalah-masalah yang harus diikut-sertakan di dalam setiap sistem peraturan Anggota-Anggota tentang Perwakilan Atlet. Anggota (IAAF) boleh meng-izinkan para atlet untuk menggunakan pelayanan dari suatu Perwakilan Atlet yang diwenangkan (an Authorised Athletes’ Representative) guna membantu atlet. Pasal 8 Per-iklanan dan Ekshi bisi selama Perlombaan Internasional 1. Setiap Anggota harus memiliki judgesdiksi atas Perwakilan atlet bertindak atas nama para atlet mereka dan atas Perwakilan Atlet bertindak di dalam Negeri atau Teritiori mereka. asalkan periklanan dan ekshibisi demikian memenuhi ketentuan Peraturan dan dengan tiap aturan yang di tampilkan di bawah ini. kecuali ada suatu kontrak tertulis antara si atlet dengan Perwakilannya yang berisikan jangka-waktu (term) minimum ditentukan di dalam Peraturan IAAF tentang Federasi nasional / Perwakilan Atlet. 5. pelatih. saran-saran IAAF tentang praktek terbaik di bidang ini. 4. ketentuan-ketentuan guna menjamin bahwa tak ada atlet akan diberikan izin oleh Anggota untuk menggunakan suatu Perwakilan Atlet. dan tak ada Perwakilan atlet akan diberi wewenang. para petugas. baik itu domestik maupun internasional. Tidak ada iklan yang tampil tidak jelas.bergabung dengan tiap perwakilan dari satu Anggota yang dalam status pen-sekoresan. Iklan dan pameran/ekshibisi dari suatu yang bersifat promosi dalam semua Perlombaan Internasional haruslah diizinkan sesuai peraturan Pasal 1 a) sampai h). Dalam hal pelanggaran peraturan ini. Pasal 7 Perwakilan Atlet 1. yang diizinkan. Peraturan-peraturan ini harus melekat kepada minimal prinsip-prinsip di bawah ini a) Hanya periklanan dari suatu hal komersial atau kemurahan hati yang diizinkan pada perlombaan yang dilakukan menurut peraturan-peraturan ini. 11 Pasal 6 Pembayaran kepada para atlet Atletik adalah suatu sport terbuka dan terkena Ketentuan-ketentuan dan Peraturan-peraturan.

Peraturan eligibalitas/pemenuhan syarat para Anggota harus secara tepat dan tegas cocok sesuai dengan ketentuan IAAF dan tidak Anggota yang melampaui/melewati. 12 BAB 2 ELIGIBILITAS (Pemenuhan syarat / Keabsahan) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------Pasal . pemenuhan syarat bertanding seorang atlet harus dijamin oleh Anggota kemana si atlet berafiliasi/bergabung. 2. baik yang dilaksanakan sesuai Peraturan–peraturan ini ataupun peraturan domestik dari satu Anggota. menyebar-luaskan atau menahannya di dalam konstitusi atau peraturan eligibilitas atau peraturan yang bertentangan langsung dengan suatu ketentuan atau peraturan. ditangguhkan dari keikut sertaan atau tidak memenuhi untuk bertanding menurut peraturan. 3.pandangan kamera TV dari suatu perlombaan. Semua iklan harus memenuhi dengan peraturan keamanan yang diterapkan.21 Pembatasan/pelarangan Perlombaan bagi Atlet yang memenuhi syarat 1. Iklan produk alkohol dilarang. b) Yang telah berpartisipasi dalam tiap perlombaan atletik atau event dalam mana para atletnya adalah sepengetahuan dia. Hal ini tidak berlaku bagi tiap perlombaan atletik yang dilarang untuk Kelompok umur Master (usia 35 tahun dan lebih). Ketentuan-ketentuan dalam peraturan ini dapat dirobah oleh Dewan/Dewan (IAAF) pada setiap saat. Pasal . Perlombaan di bawah peraturan-peraturan ini adalah dilarang bagi para atlet yang adalah di bawah judgesdiksi dari satu Anggota dan yang memenuhi syarat untuk bertanding menurut peraturan. Dalam setiap perlombaan di bawah peratutran-peraturan ini.20 DEFINISI ATLET YANG MEMENUHI SYARAT (Definition of Eligible Athlete) 1. Bila ada konflik/perselisihan antara peraturan eligibilitas IAAF dan peraturan eligibilitas dari satu Anggota. c) Periklanan produk tembakau adalah dilarang. Ini tidak berlaku untuk perlombaan domestik/dalam-negeri yang diorganisir oleh Anggota yang sekarang ditangguhkan ini bagi Warga-negara dari Negara atau Teritori itu. Orang-orang yang dimaksud itu adalah : a) Yang Federasi nasionalnya sekarang ini ditangguhkan oleh IAAF. 3. . kecuali secara cepat diizinkan oleh Dewan/Dewan IAAF. maka peraturan pemenuhan syarat/eligibilitas IAAF harus diberlakukan. Seorang atlet adalah memenuhi syarat apabila dia sepakat untuk mematuhi/mentaati Peraturan-peraturan dan tidak dinyatakan sebagai tidak memenuhi syarat. Orang-orang berikut ini dapat dinyatakan sebagai tidak absah/tidak memenuhi syarat untuk ikut perlombaan. Pasal 22 Ketidak absahan untuk ikut dalam Perlombaan Internasional dan Domestik 1. atau yang berlangsung di dalam Negara atau Teritori dari Anggota yang mendapat penangguhan IAAF.

agen. perwakilan atlet yang diwenangkan. Kode / sandi (Code) Kode/Sandi Dunia Anti-Doping. Event / perlombaan Suatu lomba tunggal atau pertandingan dalam suatu kompetisi/perlombaan (misal: 100m atau Lempar lembing) . Perlombaan / kompetisi (Competition) Suatu event atau suatu seri event-event perlombaan yang dilaksanakan selama satu hari atau lebih (misal: Kejuaraan atletik Dunia. Petugas Pembantu/pendukung Atlet Adalah setiap: coach. i) Yang telah dinyatakan tidak memenuhi syrat (ineligible) sesuaikan atas suatu pelanggaran Peraturan yang dilakukan sesuai ketentuan. tidak diakui atau diberi sertifikat oleh Anggota di dalam Negara atau Teritori di dalam mana perlombaan itu dilaksanakan. h) Yang menggunakan pelayanan dari Perwakilan Atlet lain dari pada satu yang disahkan oleh Anggota yang relevan sesuai Pasal 7. g) Yang bertentangan dengan Pasal 8 (Iklan & Pameran selama Perlombaan Internasional) atau tiap Peraturan yang disebutkan di bawah ini. petugas. Usaha/percobaan (Attempt) Sengaja terlibat dalam perbuatan yang terdiri suatu langkah nyata dalam suatu rangkaian tindak yang direncanakan guna mencapai puncak dalam komisi/perbuatan dari suatu ppelanggaran peraturan anti-doping. kecuali sebaliknya dinyatakan dalam peraturan yang relevan. pelatih.1 e)) adalah ditentukan dalam Pasal 60. Babak Final Atletik Dunia atau suatu Perlombaan Liga Emas individu. staf dari tim. manajer. Dalam suatu event dari suatu pelanggaran yang dinyatakan dari Peraturan ini . masa/saat ketidak absahan dia harus.c) Yang berpartisipasi dalam suatu perlombaan atlerik yang tidak diberi sanksi. anggota medis atau para medis atau orang lain yang bekerja dengan atau melayani para atlet dalam atau mempersiapkan mereka ikut perlombaan dalam atletik. prosedur disipliner yang diikuti dalam menentukan suatu ketidak absahan atlet (selain dalam kasus suatu pelanggaran Pasal 22. d) Yang ditangguhkan berpartisipasi atau tidak memenuhi syarat untuk berlomba dalam kompetisi di bawah judgesdiksi dari Federasi Nasionalnya. atau telah bertanggung-jawab terhadap suatu pelanggaran peraturan atau perbuatan lain yang dinilai/difikirkan sebagai penghinaan atau tidak patut atau mungkin akan membawa sport ke dalam keburukan. 3. PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 – 2007 13 BAB 3 ANTI-DOPING DEFINISI-DEFINISI Penemuan Analitik Yang merugikan (Adverse Analytical Finding) Suatu laporan dari laboratorium atau test yang sungguh-sungguh disahkan yang menunjukkan dalam suatu sample adanya/hagirnya sutu zat terlarang atau zat metabolitnya atau tandatanda atau bukti dari penggunan suatu metoda terlarang. 2. e) Yang bertentangan dengan Peraturan Anti-Doping (lihat BAB 3 di bawah ini)! f) Yang telah melakukan suatu perbuatan atau membuat suatu pernyataan baik secara verbal atau secara tertulis.4 di bawah. yang sejauh ini ketidak absahan demikian tetap denga peraturan ini. Bila seorang atlet berlomba sambil ditangguhkan atau tidak memenuhi syarat. memulai ulang dari saat terakhir dia berlomba seperti tidak ada bagian dari masa penangguhan atau ketidak absahan telah dilakukannya.

Atlet Tingkat Internasional (International-Level athlete) Untuk maksud-maksud dari Peraturan Anti – Doping (Bab 3) dan Disputes (Bab 4). Daftar zat Terlarang (Prohibited List) Daftar zat terlarang diterbitkanb oleh WADA mengidentifikasikan / menunjukkan zat-zat terlarang dan metoda-metoda terlarang. Metabolite / Zat metabolit Setiap zat yang dihasilkan oleh suatu proses bio-transformasi. Apabila ada perkecualian keadaan telah ditentukan dalam kasus seorang atlet sesuai Pasal 38 untuk mendemonstrasikan bahwa kesalahan atlet atau kealpaan. apabila dipandang dalam keseluruhan dari keadaan. semuanya pada tingkat nasional. asalkan bahwa bila orang itu tidak memiliki kontrol ekslusif atas zat/metoda terlarang yang ada. namun. dan pelaksanaan dari dengar-pendapat (hearings).7.14 Test dalam Kompetisi/perlombaan (In-competition Testing) Ini berarti dimana seorang atlet dipilih untuk di-test dalam kaitannya dengan suatu event khusus. mearahkan pengumpulan dari sampel-sampel kontrol-doping. pengelolaan hasilhasil tetst. Organisasi Nasional Anti-Doping Keseluruhan yang ditugaskan oleh setiap Negara atau Teritori sebagai yang memiliki wewenang utama dan tanggung-jawab untuk memaki dan mengimplementasikan peraturan anti-doping. grup dari bahan campuran atau parameter biologis yang menunjukkan pebnggunaan dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang. seorang atlet yang ada di dalam Daftar Pool Testing untuk ikut test di luar perlombaan atau yang lagi bertanding/berlomba dalam suatu perlombaan internasional sesuai Pasal 35. Marker / tanda Suatu bahan-campuran (senyawa). Pemilikan (Possession) Pemilikan fisk secara aktual atau pemilikan konstruktif (yang akan ditemukan hanya apabila seseorang memiliki kontrol ekslusif atas zat/metoda terlarang atau premis-premis / alasanalasan di dalam mana zat/metoda terlarang ada) dari suatu zat terlrang atau metoda terlarang. Standard Internasional Suatu standard yang dipakai oleh WADA dalam mendukung Kode. adalah tidak signifikan dalam hubungannya dengan pelanggaran peraturan anti-doping. Zat Terlarang Tiap zat yang dijelaskan / tercantum pada Daftar Terlarang. Pool Test Terdaftar Pool (sekelompok) atlet unggulan yang diterbitkan oleh IAAF yang terkena baik test dalam perlombaan dan di luar perlombaan adalah bagian dari program penge-tesan IAAF. Metoda Terlarang Tiap metoda yang dijelaskan/tercantum pada Daftar (zat) Terlarang . Test di luar Perlombaan (Out-of-competition Testing) Ini berarti setiap upaya kontrol doping yang diadakan di luar perlombaan. . Tidak ada Kesalahan atau Tidak ada Kelalaian/Ke-sembrono-an. ppemilikan konstruktif hanya akan diketemukan bila orang itu tahu tentang hadirnya/adanya zat/metoda terlarang dan berniat melakukan kontrol atasnya.

kepada orang-orang pendukung atlet atau orang lain. pengangkutan. Pasal 30 Lingkup Peraturan-peraturan Anti Doping 1. Trafficking Penjualan. Anggota dan Asosiasi Area atas kebijakan persetujuan.tujuan pengontrolan doping.Peraturan dari tiap Anggota dan Asosiasi Area harus secaera khuusus menyediakan baha semua atlet. otorisasi. ingesi atau komsumsi dengan segala alat apa saja akan tiap zat terlarang atau metoda terlarang. . baik secara langsung atau melalui pihak lain satu atau lebih. 4. Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya harus bergabung secara langsung atau dengan referensi. (Pembebasan penggunaan terapeutik). IAAF harus memfokuskan testnya di bawah Peraturan Anti-Doping inii pada para atlet tingkat internasional dan pada para atlet yang berlomba atau yang sedang mengadakan persiapan ungtuk bertanding. dalam perlombaan Internasional. Penggunaan Aplikasi. orang-orang pendukung atlet dan orang-orang lain di bawah judgesdiksi dari Anggota atau Asosiasi Area harus terikat oleh Peraturan AntiDoping ini dan Petunjuk Proseduralnya. tetapi tidak termasuk menjual atau membagikan (oleh petugas medis atau orang lain) suatu zat terlarang atau metoda terlarang untuk maksud-maksud sebenarnya dan sah therapeutic. Test Sasaran (Target Testing) Pemilihan para atlet untuk menjalani testing dimana atlet atau grup khusus yang dipilih atas dasar tidak-acak (non-random) untuk menjalanmi test pada suatu waktu yang ditentukan. atau mengaganggu merobah hasil-hasil atau untuk mencegah prosedur-prosedur yang normal terjadi. Peraturan Anti-Doping ini harus berlaku untuk IAAF. menyebarkan akan zat terlarang atau metoda terlarang kepada seorang atlet. Semua Anggota dan Asosiasi Area harus harus tunduk mentaati peraturan Anti-Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya. akreditasi atau partisipasi mereka dalam kegiatan mereka atau perlombaan-perlombaan. injeksi. Peraturan Anti-Doping ini dan Petunjuk Prosedural harus berlaku untuk semua kontrol doping yang IAAF dan para Anggiota dan Asosiasi Area memiliki judgesdiksi. T U E = Therapeutic Use Exemption. 3. kedalam peraturan dari tiap Anggota dan Asosiasi Area dan tiap Anggota dan Asosiasi Area harus memasukkan peraturan prosedural dalam peraturannya penting untuk mengimplementasikan Peraturan Anti Doping dan Petunjuk Prosedural secara efektif (dan setiap perobahan yang mungkin dibuat untuk mereka). 2.15 Sampel / Specimen Tiap zat/materi biologis yang dikumpulkan untuk maksud. WADA (World Anti Doping Agency) Agen Anti Doping Dunia. afiliasi. membawa pengaruh yang tidak layak terhadap kontrol doping atau proses disipliner. orang pendukung atlet dan orang-orang klain yang berpartisipasi dalam IAAF. Tampering ( merusak) Merobah tiap item untuk suatu maksud yabng tidak baik ataui dalam suatu cara yang tak patut dalam kaitannya dengan kontrol doping. para Anggota (IAAF) dan Asosiasiasosiasi Area/Kawasan dan untuk para atlet. pengiriman. keanggotaan.

Anggotta akanb melakukan test dan memproses pengelolaan hasilnya sendiri. Dalam memberikan garansii keabsahan dari para atlet untuk Perlombaan Internasional (lihat Pasal21. Dalam rangka agar memenuhi syarat (eligible) untuk bertanding atau berpartisipasi dalam. dan d) Administrator Anti Doping IAAF Dewan / Dewan 2. para atlet dan (bila dapat diterapkan ) orang-orang pendukung atlet dan orang-orang lainnya harus menanda-ttangani suatu pemberi tahuan tertulis sebelumnya dan persetujuan akan Peraturan Anti-Doping ini dan Petinjuk Proseduralnya. Ini disadari bahwa di beberapa Negara. Peringatan atas Peraturan Anti Doping ini kepada seorang atlet.5. para Anggota memberi garansi/jaminan bahwa para atklet telah menanda-tangani pemberi tahuan dan persetujuan tertulis dalam formulir yang diminta dan bahwa satu copy dari persetujuan yang ditandatangani telah dikirimke Kantor/Markas IAAF. Berkaitan dengan Negara-negara. Adalah tanggung-jawab dari masing-masing Anggota untuk meyakinkan bahwa semua test tingkat nsional pada para atletnya dan pengelolaan hasil-hasilnya dari test demikian sesuai dengan peraturan Anti-Doping dan Petunjuk Proseduralnya. dalam suatu bentuk formulir untuk ditentukan oleh Dewan/Dewan IAAF. memainkan peranan memimpin dalam perang melawan doping. Dewan/Dewan memiliki suatu tugas pada Kongres IAAF untuk memeriksa dan mengawasi/ Menjaga aktivitas IAAF sesuai dengan Sasaran Tujuannya (lihat Butir/Artikel 6. 16 6.8 dari Konstitusi. Dewan / Dewan memiliki kekuatan/power berikut ini sesuai Konstitusi dalam menjaga dan mengawasi aktivitas IAAF : a) untuk membentuk Komisi atau sub-Komisi. 7. baik dalam atletik maupun di luar di dalam masyarakat sportr yang lebih luas. referensi dalam Peraturan Anti Doping kepada Anggota atau Fedetrasi Nasional( atau para Officers yang rekevan) harus bila dapat diterapkan menjadi suatu referensi kepada orgabnisasi anti-doping Nasional atau pihak ketiga yang lain ( atau para Officer-nya yang relevan). dan untuk mengembangkan dan memelihara program-program pendeteksian.11 j) dari Konstitusi).12 a) dari Konstitusi). pencegahan dan edukasi yang diditujukan kepada pemberantasan dari momok/bencana doping dalam sport (lihat Artikel 3. sedangkan di negara lain. Salah satu tujuan itu adalah untuk mempromoosikan/meningkatkan ‘fair-play’ terutama dalam sport. Pasal 31 Organisasi Anti Doping IAAF 1. bahwa hal ini dirasa perklu bagi berfungsinya secara benar IAAF (lihat Artikel 6. Amandemen sementara harus dilaporkan kepada . b) Komisi Medis dan Anti Doping. Pada prinsipnya IAAF harus bertindak sesuai Peraturan Anti Doping ini dengan orangorang atau badan-badan berikut ini : a) Dewan / Dewan IAAF. atau sdebaliknya agar terakreditasikan pada suatu perlombaan Internasional. 3.2 di atas) . c) Badan Review Doping. Anggota ini harus bertanggung-jawab untuk membuat kontak segera debngan orang kepada siapa peringatan nitu dapat diberlakukan. b) Untuk memmbuat amandemen sementara terhadap Peraturan yang dipikirkan sebagai perlu antara Kongres-kongres dan untuk menentukan tanggal dimana amandemen demikian harus terjadi/berlangsung. beberapa atau semua pertanggungan jawab Anggota dapat didelegasikan atau ditugaskan kepada (apakah oleh Anggota sendiri atau atas legiskasi nasional yang dfapat diterapkan atau peraturan) kepada suatu organisasi anti-doping atau pihak ke tigha. apakah bersifat sementara atau permanent. orang-orang pendukung atlet atau orang-orang lainnya yang ada di dalam judgesdiksi dari satu Asnggota dapat dilaksanakan dengan penyampaian peringatan kepada Anggota yang bersangkutan.

11 j) dari Konstitusi guna menyediakan bagi IAAF dengan nasehat umum dan semua masalah Anti Doping dan yang terkait. dokumen-dokumen berikut ini dikeluarkan oleh WADA. dalam rangka meninjau ulang aktivitas kegiatan anti-doping IAAF di dalam 12 bulan terdahulu dan untuk menerbitkan program anti-doping IAAF tahun mendatang. dan setiap amandemen yang diusulkan kepada mereka. yang mungkin dirasakan penting untuk mengikuti Peraturan Anti Doping atau sebaliknya mengejar program Anti Doping IAAF. Petunjuk Prosedural harus berisikan. atau prosedur-prosedur lebih lanjut atau petunjuk-petunjuk. dan mengamandemenkan Petunjuk Prosedural. Pada saat memberikan pengesahan. Komisi Medis dan Anti Doping ditunjuk sebagai suatu Komisi dari Dewan/Dewan sesuai Artikel 6. dan (iv)hak dan tanggung-jawab para atlet. iii) Standard Internasional untuk Laboratories. untuk disahkan oleh Dewan. Komisi Medis dan Anti doping dapat memanggil para ahli dalam upaya melaih tugastugas tersebut di atas. menolak atau merobah Petunjuk Prosedural (lihat Artikel 6. yaitu : I) Daftar (zat) Terlarang. (iii)prosedur kontrol doping. Dewan akan menentukan suatu tanggal pada saat mana Petunjuk Prosedural atau usul perobhan terhadabnya. yaitu : a) menerbitkan Petunjuk Prosedural. sebagaimana dirasakan dibutuhkan adanya.11 b) dari Konstitusi. (ii) konsekuensi kesehatan dari doping. pada IAAF website. Petunjuk Prosedural. - . kecualoi sebaliknya dinyatakan dalam Peraturan Anti Doping ini harus disahkan oleh Dewan/Dewan. termasuk yang bberkaitan dengan Peraturan Anti Doping dan Petunjuk Prosedural. c) Perencanan. Komisi Medis dan Anti-Doping harus juga berkonsultasi atas dasar hal rutine sepanjang tahun. 6.11 c) dari Konstitusi). biasanya pada akhir tiap tahun kalender.Kongres berikut yang akan datang. ii) Standard Internasional untut Test. Program ini harus menyediakan informasi yang diperbaharui dan yang tepat tentanhag minimal pada issue-issue berikut ini : (i)Zat terlarang dan metoda terlarang dalam Daftar Terlarang. apakah langsung atau dengan referensi. peng-implementyasian dan memonitor informasi anti-doping dan program pendidikan anti-doping.5 a) di bawah. Kantor IAAF harus memberi tahu Anggota tentang tanggal ini dan akan menerbitkan Petunjuk Prosedural. yang akan menentukan apaakah mereka harus dibuat permanen (lihat Artikel 6. b) memberi nasehat kepda Dewan tentang amandemen terhadap Peraturan Anti Doping yang mungkin penting dari saat ke saat. Dan d) Untuk menunda atau mengambil sanksi lain terhadap satu Anggota karena melanggar peraturan sesuai dengan ketentuan dari Artikel 14. 5. harus ada pengaruhnya. Komisi Medis dan Anti Doping akan terdiri dari 15 orang anggota yang akan bertemu/rapat minimal sekali dalam setahun. Komisi Medis dan Anti Doping memiliki tanggung-jawab untuk tugas khusus lebih lanjut berikut ini sesuai peraaturan Anti Doping. Komisi Medis & Anti Doping 17 4. d) memberikan TUE sesuai dengan peraturan 34. dan setiap amandemen yang diusulkan kepadanya. Setiap amandemen yang diusulkan untuk dibuat terhadap Peraturan Anti doping antara Kongres-kongres harus disahkan oleh Dewan dan diberi tahukan kepada Anggota-anggota sesuai dengan Artikel 6. c) Untuk mengesahkan. sesering/sebanyak kali dibuutuhkan. e) Menerbitkan petunjuk umum untuk memilih paera atlet dalam Pool Test Terdaftar. dan iv) Standard Internasional untuk Perkecualaian penggunaan Therapeutik bersama dengan tiap tambahan atau modifikasi terhadap dokumen demikian.11 I) dari Konmstitusi).7 (lihat Artikel 6. memanggil para cendekiawan/ ahli untuk memberikan nasehat nmedis dan ilmiah lebih lanjut sebagaimana diperlukan.11 c) dari Konstitusi.

kesalahan. adalah tugas pribadi seorang atlet guna meyakinkan/menjamin bahwa tidak ada zat terlarang masuk kedalam jaringan tubuh atau cairan tubuhnya. Administrator Anti Doping IAAF memiliki tanggung-jawab untuk administrasui sehari-hari tentang kasus-kasus doping yang timbul berdaasar Peraturan Anti Doping ini. Dia memiliki tanggung-jawab untuk meng-implementasikan program anti-doping yang telah dibuat/diterbitkan oleh Komisi Medis dan Anti Doping sesuai Pasal 31.7. terhadap zat metabolit atau markers. Terutama Administrator Anti Doping IAAF haruslah menjadi pribadi yang bertanggung-jawab untuk melakukan proses pengelolaan hasil-hasil yang berkaitan dengan Pasal 37 dan untuk menentukan akan ketentuan penangguhan atlet berkaitan dengan Pasal 38. Administrator Anti-Doping IAAF. haruskah diakui oleh IAAF. 12. Para atlet diperingatkan bahwa mereka bertanggung-jawab terhadap setiap zat terlarang yang diketemukan ada/hadir di dalam tubuhnya.: Atas nama Dewan menentukan apakah ada keadaan perkecualian dalam kasus-kasus yang mengacu kepadanya sesuai Pasal 38. Badan Peninjau ulang Doping dituaskan sebagai suatu Sub-Komisi dari Dewan sesuai Artikel 6.3 di bawah apakah hasil-hasil kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IASAF. Administrator Anti Doping dapat setiap saat dalam rangka kerjanya mencari pendapat nasehat dari Pimpinan Komisi Medis dan Anti Doping. Badan Peninjau Doping akan terdiri dari 3 orang. 8. Ini harus berkomunikasi dengan Kantor IAAF pada semua masalah anti-doping dan hal-hal terkait melalui Departemen Medis dan Anti Doping IAAF. sesuai peraturan dan prosedur yang berbeda dengan yang dari IAAF.2a) . Presiden memiliki wewenang setiap saat untuk menunjuk tambahan orang untuk Badan Peninjau Doping sebagaimana diperlukan atas dasar temporer/ sementara. Dia harus melapor kepada Komisi Medis dan Anti Doping dalam hal ini minimal sekali dalam setahun pada saat rapat tahunan Komisi Medis dan Anti Doping dan yang lebih teratur apabila dirasakan perlunya.5 di atas. Badan Peninjau ulang Doping dalam rangka menjalankan tugas-tugasnya tersebut di atas dapat mengacunya kepada Komisi Medis dan Anti Doping atau Dewan untuk memperoleh pendapat atau petunjuk dalam hubungannya dengan hal yang khusus atau kepada Dewan/Dewan mengenai setiap masalah dari kebijakan umum yang mungkin telh muncul. Semua referensi kepada suatu zat terlarang di dalam Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural harus termasuk suatu referensi bila dapat diterapkan. Doping adalah ditetapkan sebagai kejadian atas seseorang atau lebih akan pelanggaran peraturan anti-doping berikut ini : adanya/hadirnya suatu zat terlarang atau zat metabolit atau marker (zat campuran) atau cairan di dalam jaringan tubuh atau cairan-tubuh seorang atlet.23 di bawah dan apakah dalam kasus-kasus ini untuk menampilkan kembali penangguhan atlet menantikan keputusan CAS. 11. Administrator Anti-Doping IAAF adalaah ketua dari Departemen Medis dan Anti Doping IAAF. 13. 18 Badan Peninjauan ulang Doping (The Doping Review Board). Badan Peninjau Doping harus mealpor kepada Dewan / Dewan atas aktivitasnya sebelum setiap rapat Dewan.16 di bawah. dari Badan Peninjau Doping atau dari orang lain yang dia pikirkan sebagai yang layak. Komisi Medis dan Anti doping akan melapor kepada Dewan/Dewan akan aktivitasnya sebelum tiap Rapat Dewan. dan untuk menentukan hal-hal yang diacu kepadanya sesuai Pasal 43. untuk menentukan apakah kasus-kasus iitu harus diacu kepada arbitrasi sebelum CAS sesuai Pasal 60. 9.11 j) dari Konstitusi dengan minimal tugas – tugas sbb. Tidaklah perlu bahwa maksud. salah satunya haruslah yang memenuhi syarat secara sah. 10. kelalaian atau mengetahui penggunaan pada suatu bagian atlet didemonstrasikan dalam rangka untuk menetapkan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai Pasal32. Pasal 32 Pelanggaran-pelanggaran Peraturan Anti Doping Doping adalah tegas-tegas dilarang sesuai Peraturan Anti Doping ini.

menutup atau terlibat dalamtiap macam yang lain dari kelibatan menyangkut suatu pelanggaran peraturan anti doping atau mencoba-coba pelanggaran.2 a). bersekongkol. dengan setiap bagian dari proses kontrol doping dari prosedur-prosedur disipliner terkait. untuk menyerahkan kepada kontrol doping yang telah diminta untuk melakukannya oleh seorang petugas yang bertanggung-jawab atau sebaliknya mencari untuk meng-elakkan kontrol doping.5 di bawah atau pembenaran yang dapat diterima lainnya. merusak atau mencoba merusak. yang hadir yang dideteksi dari setiap jumlah zat terlarang di dalam suatu sampel dari atlet harsu merupakan suatu pelanggaran peraturan anti-doping. menolongg. Pemilikan oleh seorang atlet berarti pemilikan pada setiap sat atau tempat akan suatu zat yang adalah terlarang di luar kompetisi atau suatu metoda terlarang kecuali jika si atlet menentukan bahwa pemilikannya adalah menuruti suatu pemberian TUE (Therapeutic Use Exemption = Pembebasan Penggunaan Terapetik) kepada seorang atlet sesuai Pasal 34. atau dicoba untuk digunakan.) suatu zat terlarang atau metoda terlarang. 19 Pemilikan oleh orang pendukung atlet berarti pemilikan akan suatu zat yang adalah dilarang di luar kompetisi/perlombaan atau suatu metoda terlarang dalam hubungannya cdengan seorang atlet. Pasal 33 Standard dari Bukti Doping . Adalah cukup bahwa zat terlarang atau metoda terlatang itu digunakan . pengdaran dll.5 di bawah. perlombaan atau latihan. atau pembenaran yang dapat diterima lainnya. tanpa memaksakan dasar pembenaran. c) Penolakan atau kegagalan. Sebagai suatu perkecualian terhadap aplikasi umum dari Pasal 32. keberhasilan atau kegagalan penggunaan suatu zat terlarang atau metoda terlarang adalah tidak penting. melakukan trafficking (penjualan. jangka waktu 18 bulan disediakan dalam Pasal 32. Daftar Terlarang dapat menetapkan kriteria khusus untuk penilaian dari zat-zat terlarang yang juga dapat dihasilkan secara endogenous. meng-administrasi atau mencoba mengadministrasi zat terlarang atau metoda terlarang kepada seorang atlet atau membantu. Suatu pernyataan namun harus tidak dapat diterima bilamana ini dibuat 8 tahun setelah fakta kepada mana ini terkait.2 d) dari peraturan Perlombaan 2004-2005 tetap berpengaruh. Periode 5 tahun diterapkan hanya kalau semua ketiga test gagal adalah sebagai hasil dari pelanggaran dimana dia berada atau test yang tidak sukses yang upayanya dibuat pada atau setelah 1 November 2005. Catatan : Bila seorang atlet suat7u test yang gagal sebagi akibat dari suatu pelanggaran dimana dia berada atau suatu test yang tak berhasil yang dibuat sebelum tanggal 1 November 2005. penilaian dari 3 test di luar perlombaan/kompetisi yang gagal (seperti ditentukan dalam Pasal 35. kecuali jika orang pendukung atlet menentukan bahwa pemilikan adalah menurut suatu TUE yang diberikan kepada seorang atlet menurut Pasal 34.kecuali zat-zat terlarang itu untuk mna suatu ambang lporan adalah khususnya diidentifisir di dalam Daftar Terlarang.untuk suatu pelanggar an peraturan anti-doping untuk dilakukan. b) penggunaan atau percobaan menggunakan dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang. Bertanding atau mencoba untuk bertanding sambil ditangguhkan untuk sementara waktu atau tidak absah sesuai Peraturan Anti Doping ini.17 di bawah) di dalam masa waktu 5 tahun yang dimulai dari tanggal pelaksanaan test pertama yang gagal. pemilikan suatu zat terlarang atau metoda terlarang. Suatu pengakuan penggunaan atau percobaan penggunaan suatu zat terlarng atau suatu metoda terlarang dapat dibuat baik secara lisan dalam suatu cara yang membuktikan atau dengan cara tertulis. mendorong.

Standard bukti berikut ini harus dapat diterapkan dalam kasus-kasus doping. Pasal 34 Daftar zat Terlarang Peraturan Anti Doping ini bersama Daftar zat Terlarang harus diterbitkan dan diadakan revisi oleh WADA. IAAF juga boleh meminta bahwa WADAmemasukkan zat-zat tambahan atau metoda-metoda tambahan yang memiliki potensi untuk di salah gunakan dalam atletik. Anggota atau Penguasa penuntut harus memiliki beban dalam menentukan bahwa keberangkatan demikian tidak merusak/meruntuhkan validitas dari penemuan analitis yang merugikan. Fakta yang dikaitkan dengan pelanggaran peraturan anti doping dapat diadakan dengan sarana yang dapat dipercaya. atau bahwa pelanggaran peraturan anti doping sesuai peraturan anti-doping telah dilakukan. IAAF akan membuat Daftar zat Terlarang yang berlaku sekarang yang tersedia bagi setiap Anggota (IAAF) dan ini akan tersedia pada website IAAF. Kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam Daftar zat Terlarang dan atau ada revisi terhadap Daftar zat Terlarang dan revisi itu harus berlaku aktif di bawah Peraturan Anti Doping ini 3 bulan sesudah publikasi dari Daftar zat Terlarang oleh WADA tanpa meminta tindak lanjut oleh IAAF. Bukti standard harus apakah IAAF. 20 . Dimana Peraturan Anti Doping ini meletakkan beban dari bukti pada seorang atlet. yaitu : Laboratorium WADA yang berakreditasi adalah dianggap telah melakukan analisis terhadap sampels dan prosedur penjagaan sesuai dengan Standard Internasionl untuk Laboratorium. sebagai bagian dari program monitoring WADA. orang pendukung atlet atau orang lain yang diduga keras telah berbuat suatu pelanggaran anti doping guna membantah suatu anggapan atau mengadakan /mendapatkan fakta khusus atau keadan. atau bahwa metoda terlarang telah digunakan. dalam hal mana IAAF. Penentuan WADA tentang zat-zat terlarang dan metoda-metoda terlarangyang kan dimasukkan ke dalam Daftar hal-hal Terlarang adalah final dan tidak terkena tantangan yang legal oleh tiap atlt atau orang yang lain. bukti yang standard harusdari suatu kemungkinan yang berimbang. Tiap Anggota harus secara berkesempatan menjamin bahwa Daftar zat Terlarang yang berlaku selalu tersedia a9apakah pada website atau sebakliknya) kepada semua atlet. Para atlet dengan suatu kondisi medis yang terdokumentasikan membutuhkan penggunaan suatu zat terlarang atau suatu metoda terlarang harus pertama kali memperoleh suatu TUE. kecuali jika keberangkatan adalah demikian untuk merusak validitas dari penemuan yang ditanyakan. Anggota (IAAF) atau penguasa penuntut lain harus memikul beban dalam mementukan keberangkatan demikian tidak merusak validitas dari penemuan bahwa zat terlarang adalah ada/hadir dalam sampel. orang pendukung atlet dan orang-orang lain yang relevan di bawah judgesdiksinya. Anggota (IAAF) atau yang berwewenang menuntut yang lain akan mendapat beban untuk mengadakan bahwa suatu pelanggaran peraturan anti-doping telah terjadi sesuai Peraturan Anti Doping ini. Suatu pemberangkatan dari Standard Internasional untuk Test (atau ketentuan aplikasi lainnya dalam Petunjuk Prosedural) harus tidak membuat tak berlaku suatu penemuan bahwa suaru zat terlarang adalah ada/terdapat dalam suatu sampel atau bahwa suatu metoda terlarang telah digunakan. dengan mengingat kesungguhan dari dugaan yang dibuat. atau dasar faktual yang sebenarnya untuk menentukan pelanggaran peraturan anti-doping yang lain adalah dilakukan sesuai PeraTURAN Anti Doping ini.IAAF. Bukti yang standard adalah lebih besar dari pada suatu kemungkinan yang berimbang tetapi kurang dari pada bukti dibalik suatu keraguan yang layak. maka IAAF. Anggota atau Penguasa penuntut lain telah mengadakan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sampai kepuasan yang nyaman dari badan ‘hearing’yang relevan. Atlet dapat membantah anggapan/dugaan ini dengan menentukan bahwa suatu pemberangkatan dari Standard Internasional untuk Laboratorium telah terjadi. Bila si atlet menentukan bahwa suatu keberangkatan dari Standard Internasional untuk Test (atau ketentuan-ketentuan lain yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedural ) telah terjadi.

Atlet yang mencari TUE harus mengajukan permohonan tertulis kepada Komisi Medis dan Anti Dopingh. Dalam perlombaan oleh suatu organisasi lain atau badan yang memiliki kompetensi wewenang untuk melakukan testing pada kompetisi/perlombaan di dalam mana mereka berpartisipasi. Dalam Perlomban Internasional. Suatu ketentuan yang memebri IAAF suatu wewenang untuk melakukan test di luar perlombaan yang tak diumumkan kepada para atlet Anggota. organisasi nasional anti-doping atau pihak ketiga yang lain yang mereka dirasakan layak memenuhi syarat untuk tujuan ini. bzahwa para atlet setuju untuk dikenakan test di dalam perlombaan ataupun di luar perlombaan yang dilakukan oelegh Zanggota . Pasal 35 Test Setiap atlet di bawah Peraturan Anti Doping ini dapat dikenai test di dalam perlombaan dimana dia sedang berlomba dan juga test di luar perlombaan pada setiap saat atau tempat. IAAF dan para Anggota (IAAF) dapat mendelegasikan tetst menurut peraturan ini kepada tiap Anggota. pengumpulan sampel harus dimulai dan diarahkan oleh IAAF (lihat Pasal . Anggota yang lain. dan di luar perlombaan oleh (I) WADA. dimana tidak ada keuntungan kompetitif yang didapat bagi si atlet. Suatu ketentuan yang memberi wewenang IAAF untuk melakukan kontrol doping pada Kejuaraan nasional Anggota (dan di Kejuaraan Kawasan dari Asosiasi Area).4 di bawah). Sebagai tambahan terhadap test oleh IAAF dan para Anggotanya (dan oleh keseluruhan kepada siapa IAAF dan Anggotanya telah mendelegasikan tanggunhg-jawab test mereka menurut peraturan Pasal 35. Adalah suatu kondisi/syarat dari Keanggotaan dari IAAF bahwas setiap Anggota (dan Asosiasi Area/Kawasan) memasukkan kedalam undang-undang / kinstitusinya.Para atlet harus mendatangi lokasi kontrol-doping bila diminta oleh petugas yang bertanggung-jawab. Namun. oleh IAAF atau oleh badan yang lain dengan kompetensi wewenang untuk meng-test di bawah/menurut peraturan perlombaan Anti Doping. 21 Atlet tingkat internasional harus mmemperoleh TUE dari IAAF menjelang berpartisipasi ( dengan mengabaikan apakah si atlet telah menerima suatu TUE sebelumnya pada tingkat nasional). WADA. para atlet dapat dikenakan terhadap testing. suatu laporan dalam hal Anggota.Namun TUE ini akan diberikan hanya dalam kasus-kasus kebutuhan klinis yang jelas dan memaksa. hal-hal sbb. atau sebaliknya memiliki wewenang kompentensi untuk memberikan TUE du dalam negeri atau teritori dari Federasi Nasional. dan suatu kondisi/syarat berpartisipasi dalanm perlombaan yang diberi sanksi atau yang diorganisir oleh Anggota. Atlet bukan tingkat internasional harus memperoleh suatu TUE dari Federasi Nasionalnya. Rincian prosedur untuk mengajukan aplikasiharus diketemukan di dalam Petunjuk Prosedural. dan suatu ketentuan membuat ini suatu kondisi dari keanggotaan atau afiliasi kepada Federasi Nasional. atau (iii) oleh atau atas nama dari IOC dalam kaitannya dengan Olimpic Games. harus diserahkan kepada IAAF atas dasar tahunan (lihat Pasal 41. TUE-TUE yang diberikan oleh IAAF sesuai peraturan ini harus dilaporkan kepada Federasi Nasional si atlet dan kepada WADA. (ii) organisasi anti-dopuing nasional dari Negara atau Teritori di mana mereka hadir.Federasi-federasi nasional harus dalam semua hal bertanggung-jawab untuk segera melaporkan pemberian TUE sesuai peraturan kepada IAAF dabn kepada WADA. hanya suatu organisasi tunggal yang harus bertanggung-jawab untuk memprakarsai dan mengarahkan test selama perlombaan.: Suatu ketetapan memberi Anggota (dan Asosiasi Area/Kawasan) wewenang untuk melakukan kontrol doping di dalam perlombaan atau di luiar perlombaan. badan/agen pemerintahan. atau dari badan lain demikian yasng mungkin ditunjuk oleh Federasi Nasionalnya untuk memberikan TUE-TUE.3 di atas).

ini boleh atas kebijakan. Apabila IAAF telah mendelegasikan tetst menurut Pasal 35. misalnya. Seri-seri Pelombvaan Atletik Dunia. 13. Bila IAAF atau badan kuasa organisasi sport internasional lainnya menetapkan untuk tidak melakukan test pada suatu Kompetisi Internasional. IAAF dapat melakukan atau membantu dalanm melakukan kontrolo doping pada suatu Perlombaan Nasional Anggota atau Perrlombaan Area/Kawasan dari Asosiasi Area. dan Pada Perlombaan atletik Internasional yang lain yang Dewan/Dewan boleh menentukan atas rekomendsi dari Komisi Medis dan Anti Doping.7 di bawah) atau badan yang kuasa organisasi sport internasional lainnya dalam hal suatu perlombaan internasional atas mana IAAF tak punya kontrol secara ekslusif (misal: IOC pada Olimpik Games atau Commonwealth Games Federation pada Commonwealth Games). Dalam semua kasus yang lain (kecuali dimana kontrol doping dilakukan di bawah peraturan dari badan kuasa organisasi sport internasional yang lain. Test yang dilakukan oleh IAAF dan Anggotanya menurut Pasal ini harus dalam kecocokan yang besar dengan Test Standard Internasional ( dan ketentuan yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedural) berlaku pada saat testing. adalah tanggung-jawab Anggota untuk menjamin bahwa test yang demikian dilaksanakan di dalam negara atau Teritori memenuhii /sesuai dengan Peraturan Anti doping dan Petunjuk Prosedural. sdengan satu copy laporan demikian duikirim kepada IAAF pada waktu yang sama) dalam rangka menghindari duplikasi testing yang tidak perlu. testing ini harus dilakukan tanpa peringatan kepada si atlet arau ke[pada orang pendukung atlet atau Federasi Nasional. Anggota yang melakukan kontrol. memprakarsai melaksanakan test demikian.harus bertanggung-jawab atas prakarsa dan pengarahan test dalam pdrlombaan. Dalam banyak hal. Testing di luar Kompetisi / Perlombaan 12. Dewan/Dewan akan mentukn jumlah atlet yang diantisipasi untuk ditest pada Perlombaan Internasional di atas atas rekomendasi dari Komisi Medis dan Anti Doping.3 di atas. Perlomban Liga Emas.3 di atas. Namun. setiap atlet yuang telah menumbangkan atau menyamai Rekor Area/Kawasan dan atau Dunia. Bila Anggotra telah mendelegasikan test-nya menurut Pasal 35. Adalah tugas kewajiban setiap Anggota. ini dapat menunjuk syatu perwakilan untuk hadir pada Perlombaan Internasional dalam ranmgka untuk menjamin bahwa Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya adalah telah diterapkan secara teliti-cermat. IAAF dan para Anggotanya harus segera melapor semua test dalam perlombaan yang telah Selesai melalui clearing house Wada (DALAM HAL LAPORAN OLEH SAYU Anggota. petugas dari satu Anggota dan orang lain di bawah . atas dasar kebijakan IAAF ( bertindak atas ofosial atau badan yang relevan). organisasi anti-doping nasional di dalam negera atau teritori dimana perlombaan internasional dilaksanakan dapat dengan pengesahan IAAF dan WADA.35. 22 Test Dalam Perlombaan/Kompetisi IAAF harus bertanggung-jawab untuk memprakarsai dan mengarahkan test dalamperlombaan pada Perlombaan-perlombaan Internasional berkit ini : Kejuaraan Atletik Dunuia. melakukan testing di luar perlombaan terhadap tiap atlet pada segtuiap saat. Grand Prix. Grand Prix II Perlombaan atletik Dengan Izin / Permit IAAF. termasuk test sasaran. oleh suatu metoda yang harus memilih. Super Grand Prix. oleh IOC pada Olympic Games. IAAF harus memfokuskan testing di luar perlombaan terutama pada para atlet tingkat internasional. Para atlet yang harus ditest harus dipilih dengan cara sebagai berikut : atas dasar posisi pada babak final dan atau atas dasar acak / random. Dalam berkonsultasi dengan Anggota yang relevan (dan dengan Asosiasi Area yang relevan) . atau di Negara atau Teritori mana suatu perlombaan dilaksanakan.

Atas permintaan IAAF.2 c). dia harus telah melakukan pelanggaran suatu peraturan anti-doping sesuai Pasal 32.2 (d)). Test di louar Perlombaan harus dilakukan dibawah Peraturan Anti Dopingberkaitan dengan zat dan metoda terlarang di laur perlombaan/kompetisi termuat di dalam Daftar Terlarang. pada kondisi yang tegas bahwa informasi demikian hanya digunakan untuk maksud-maksud kontrol doping. Tiap Anggota. mengganggu atau sebaliknya merusak dengan perbuatan test demikian dapat di kenakan sanksi sesuai peraturan Anti Doping. harus telah melakukan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai dengan peraturan Pasal 32. tak lama berharap dikenakan testing di luiar perlomban atas perhatian kepada fakta bahwa dia telah pensiun / mengundurkan diri. menghindari.16 di atas. Para atlet darus diminta untuk menyimpan tentang informasi itu dalam file/himpunan atas dasar waktu kwartalan dan harus diminta untuk memberi tahukan IAAF segera bila ada perobahan terhadap informasi demikian guna menjamin bahwa ini dipelihara berlaku pada setiap saat. Administrator Anti Doping IAAF menyimpulkan bahwa si atlet telah gagal dalam kewajibannya menyediakan informasi atau informasi dimana-mana yang cukup.judgesdiksi dari satu Anggota untuk membantu IAAF (dan bila cocok/layak . bila demikian yang diminta oleh IAAF. Bila sebagai suatu hasil dari eveluasi demikian. atau telah dipilih untuk tidak bertamding atas suatu alasan lain. Administrator IAAF harus meng-evaluasi kegagalan itu sebnagai suatu test yang gagal dan si atlet harus diberi tahu secara tertulis. 17. Pasal 36 Analisis Sampel-sampel Semua sampel yang dikumpulkan di bawah Peraturan Anti-Doping harus dianalisa sesuai dengan prinsip-prinsip umum berikut ini : . Bila seorang atlet gagal atas permintan untuk menyediakan IAAF dengan informsi dia. Bila seorang atlet. 14. para atlet dalam Pool Testing Terdaftar harus diminta untuk menyediakan kepada IAAF dengan dimana ada informasi cukup untuk maksud-maksud test di luar kompetisi terhadap atlet-atlet itu. yang telah diminta untuk memelihara informasinya dalam suatu file/himpu nan. atau untuk menyediakan informasi yang cukup. tetapi yang belum menyediakan IAAF dengan peringatan sesaui peraturan. Informasi dimana saja yang disediakan oleh seorang atlet menurut peraturan ini harus berbagi dengan WADA dan badan lain yang memilikikompetensi wewenang untuk men-tetst atlet. petugas dari Anggota atau orang lain di bawah judgesdiksi dari satu Anggota mencegah. Kembali ke perlombaan mengikuti pengunduran diri atau periode non-perlombaan 18. 16. Federasi Nasional seorang atlet harus menggunakan upaya terbaiknya untuk membantu IAAF dalam memperoleh informasi bagi si atlet . Seorang atlet yang menolak atau gagal untuk datang ke kontrol doping atas perhtian atas fakta bahwa dia telah mengundurkan diri / pensiun atau telah memilih untuk tidak berlomba karena satu dan lain alasan. Tanggung jawab terakhiir untuk menyediakan informasi demikian terletak pada tiap atlet. dia harus diminta untuk memberi catatan kepda IAAF dalam bentuk yang menjelaskan. Bila seorang atlet dinilai sebagai telah memiliki 3 test yang gagal dalam periode 5 tahun dimulai dari tanggal dari test pertama yang gagal. Anggota yang lain. dia harus dikenakan kepada suatu evalusi oleh Administrator Anti Doping IAAF untuk suatu test yang gagal. 15. Atlet yang sama kemudiaan mengkin tidak meneruskan lagi perlombaan kecuali dia telah memberi IAAF peringatan 12 bulan dalam bentuk yang tertulis tentang diatnya untuk kembali ke arena perlombaan dan telah membuat dirinya siap sedia unt7uk testing di luar perlombasn oleh IAAF daklam periode itu dengan menyediakan untuk IAAF dengan informasi menurut peraturan 35. 23 Dimana ada informasi/Test yang gagal. WADA atau badan yang lain yang memiliki kompetensi terhadap wewenang testing) dalam melakukan test di luar perlombaan di bawah peraturan ini. Statistik dari testing di luar perlombaan harus dipublisir sekali dalam setahun per atlet dalam Pool Testing Terdaftar dan per Anggota Federasi. atau tidak daopat ditempatkan untuk testing oleh seorang ofiser kontrol-doping pada dimana-mana menahan pada file/himpunan untuk atlet itu.

Bila dalam suatu tahap. kepada laboratoriumlaboratorium haematologiik atau unit-unit testing mobil) yang disahkan oleh IAAF.Badan atau orang yang relevan dari Federasi Nasional si atlet harus memelihara Administrator Anti Doping IAAF diperbharui pada proses pada setiap waktu. di dalam tempo dua minggu setelah menrrimanmya. masalahnya harus dikenakan kepada proses hasil-hasil pengelolaan yangb ditentukan di bawah ini. ada pertanyaan atau issue yang timbul yang berkaitan dengan sampel. dalam semua ksus lainnya. referensi setelah itu kepada Administrator Anti Doping IAAF bila mungkin harus referensi kepada orangg atau . Research atas sampel-sampels. proses pengelolaan hasil-hasil harus dilakukan oleh Administrator Anti Doping IAAF. baik kepada IAAF dalam hal suatu tetst IAAGF atau ke Anggota yang brelevan dalam hal suatu test nsional (dengan satu copy kepada IAAF). orang yang bertanggung-jawab terhadap analisis di laboratorium (atau laboratorium hematologik atu unit testing bergerak/mobile) . laboratorium (atau unit testing mobile) boleh berbuat /bertindajk lebih lanjut kepada tetst yang lain yang diperlukan guna menjelaskan kepada pertanyaan atau issue yang timbul dan test demikian dapat digantungkan atas oleh IAAF ketika menentukan apakah sampel telah memberikan perkebangan kepada suatu penemuan analitis yang merugikan. Laboratorium WADA g berakreditasi harus segera mengkomfirmasikan penemuan analitis yang merugikan secara tertulis. atau sebaliknya telah disahkan oleh WADA. Standard Internsional untuk Laboratorium Laboratorium harus meng analisa sampel-sampel dan melaporkan hasilnya dalm memenuhi Standard Internasional untukLaboratorium. Dimana suatu analisis menunjukkan ada/hadirnya suatu zat terlarang atau penggunbaan suatu zat terlarang atau metoda terlarang. atau yang diarahkan oleh WADA menurut program monitoring. Dalam hal test dari IAAF. sampel-sampel harus dikirim hanya kepadfa laboeratoriumlaboratorium berakreditasi dari WADA (atau bila dapat diterapkan. Untuk masud dari peraturan ini dan peraturan Pasal 38 di bawah.et dalam kontrol doping yang dilaksanakan di bawah tanggung jawab dari IAAF harus segera menjadi harta-milik IAAF. Pasal 37 Pengelolaan Hasil-hasil Pemberitahuan berikut ini atas penemuan analitis yang merugikan atau pelanggaran peraturan anti-doping yang lainnya sesuai peraturan Anti Doping ini. Zat-zat yang terkena kepada deteksi Sampel-sampel harus dianalisa untuk mendeteksi adanya zat-zat terlarang dan metodametoda terlarang yang tertera pada Daftar Terlarang dan zat-zat lain demikian seperti mungkin diarahkan oleh WADA menurut program monitoring. tiap petryanyaan atau issue yang timbul mengenai analisis aatau interpretasi dari hasil dari suatu sampel. tanpa izin tertulis si atlet. Bila. Semua sample yang disediakan oleh Atl.24 Penggunaan Laboratorium yang disahkan (Use of Approval Laboratories) Sanmpel-sampel yang untuk dianalisa harus dikirim hanya kepada Laboratoriumlaboratorium berakreditsi darin WADA. pada setiap tahap. Anggota masih harus menginformasikan kepada IAAF tentang penmemuan analitris yang merugikan dan nama si atlet segera setelah menerima informasi dari kaboratorium WADA yang berakreditasi dan dalam segala keadaan. Dalam hal seorang atlett tingkat internasional.Permintaan asisten/bantuan atau informasi dalam melakukan proses pengelolaan hasil-hasil dapat dilaakukan oleh Administtrator Anti Doping IAAF pada setiap sat. Tidak ada sampel yang digunakan untuk suatu maksud selain untuk menemukan/mendeteksi adanya zat-zat terlarang ( atau klas-kals zat-zat terlarang) atau metoda-netoda terlarang pada Daftar Terlarang. ini harus dilakukan oleh orang atau badan yang relevan dari Federasi nasional si atlet. Dalam hal test nasional.

untuk menyediakan penjelasan dalam memberikan respons/tanggapan kepada pelanggaran peraturan anti-doping yang dinyatakan. Suatu perwakilan dari Federasi Nasionala si atlet juga boleh tampil dan hadir selama analisis. secara klangsunga atau lewat Federasi Nasionalnya. Tanggal kapan analisis sampel “B” dimintakan/diusulkan. Tak ada alasan lain harus diterima untuk merobah tanggal analisis bagi sampel “B”. pelanggaran peraturan anti-doping yang telah dilanggar atau. seperti perwakilan dari IAAF. bila diminta oleh si atlet. suatu penjelasan tentang tambahan penyelidikan/investigasi untuk dilakukan guna menentukan apakah suatu pelanggaran peraturan anti-doping telah terjadi. atlet yangb bersangkutan kemudian harus di berikan suatu kesempatan. Administrator Anti Doping IAAF harus mengadakan suatu tinjauan ulang guna menentukan apakah : suatu TUE yang dapat diterapkan telah diberikan kepada atlet bagi zat terlarang. telah ditentukan.Namun. Pemberi tahuan berikut ini kepada seorang atlet sesuai Pasal 37. suatu penjelasan tebntang penemuan analitis yang merugikan. atau ada suatu pemberangkatan nyata dari Standard Testing Internasional (atau ketentuan lain yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedurakl) atau Standard Laboratorium Intyernasional seperti itu untuk menentukan keabsahan dari penemuan. bila analisis demikian itu diminta. Administrator Anti Doping IAAF harus melakukan tindak penelitian/investigasi lanjutan yang mungkin diperlukan/diminta. Hak dari atlet dan atau perwakilan dia untuk menghadiri prosedur pembukaan sampel “B” dan analisisnya. Bila tinjauan ulang bagian awal sesuai Pasal 37. maka analisis harus terjadi pada tanggal yang tersediakan yang paling awal untuk laboratorium kemudian. dan Hak si atlet untuk mengajukan permohonan lembar/copy dari dokumentasi laboratorium dari sampel “A” dan “B” yang jya harus termasuk informasi yang diperlukan oleh Standard Laboratorium-laboratorium Internasional.3 di atas tidak menampakkan suatu penerapan TUE atau pemberangkatan dari Standard Testing Internsional ( atau ketentuan yang dapat diterapkan yang lain di dalam Petunjuk Prosedural) atau Standard Laboratorium Internasional seperti untuk merusak keabsahan dari penemuan.4 b) di atas. tanggal demikian biasanya tidak lebih dari 2 minggu setelah tanggall pemberi tahuan dari penemuan analitris yang merugikan . Hak si atlet untuk segera meminta untuk penganalisaan dari sampel “B” dan gagal mengajukan permohonan itu. Administrator Anmti-Doping IAAF harus segera memberi tahu si atlet tentang : 25 penemuan analitis yang merugikan. dalam hal jatuh sesuai Pasal 37. Batas waktu dalam mana si atlet adalah untuk menyediakan kepada IAAF. semua biaya berkaitan dengan laboratorium harus dipenuhi oleh si atlet. di dalam jangka waktu terbatas yang ditentukan oleh Administrator Anti Dioping IAAF. Pada pemberian catatan atas suatu penemuan analiitis yang merugikan. kecuali sampel “B” gagal untuk mengkonfirmasikan sampel “:A”. analisis sampel “A” dengan melepaskan haknya kepda analisis sampel “B”. Bila ini masalahnya. bahwa sampel “B” harus dianggap dilepaskan. Seorang . dalam hal mana biaya iitu harus dipenuhi oleh organisasi yang bertanggung-jawab untuk memprakarsai tetst dimaksud.5 di bawah. Seorang atlet dapat menerima hasil..badan yang relevan dari Anggota dan referensi kepada si atrlet harus bila dapat diterapkan harus referensi bagi tiap orang pendukung atlet atau orang lain. Bila laboratorium yang bersangkutan tidak dapat meng akomodsikan analisis sampel “B” pada tanggal yang ditentukan. Setelah selesai penyelidikan lanjutan demikian. IAAF dapat meminta analisis sampel “B” pada setiap saat bila ini diyakini bahwa ana lisis demikian akan relevan terhadap pertimbangan dari kasus si atlet. baik secara langsung atau melalui Federasi Nasionalnya. Si atlet dan atau perwakilannya harus diizinkan untuk hadir pada analisis sampel “B” dan untuk hadir selama analisis sedang berlangsung. Si atlet harus dinasehatkan pada waktu yang sama bahwa bila analisis sampel “B” diminta/diajukan. Administrator Anti Doping IAAF harus segar memberi tahu si atlet tentang hasil dari pennyelidikan lanjutan itu dan apakah ini dinyatakan dengan tegas bahwa pelanggaran suatu peraturan anti-doping telah dilakukan.

sanksi atau exonerasi (=pembebasan dari tuduhan / pembuktian tak bersalah). di dalam batas wajktu yang ditentukan oleh Administrator Anti Doping . 26 Enangguhan sementara Bila tak ada penjelasan. oleh IAAF sesuai dengan Peraturan Anti Doping ini. si atlet harus ditunda/ditangguhkan. untuk menyediakan suatu penjelasan dalam memberi respons terhadap pelanggaran peraturan anti doping yang dinyatakan. Federasi Nasional dari si atlet harus menjatuhkan penangguhan yang relevan dengan pemberitahuan secara tertulis kepada atlet ybs. Secara alternatif.. baik secara langsung ataumelalui Federasi Nasionalnya. atlet ini harus ditangguhkan oleh Administrator Anti Doping IAAF. pemeriksaan (hearing). Setelah selesai investigasi lanjutan. Pada saat menerima laporan laboratoris sampel “B: Administrator Anti Dping IAAF harus mel.: penangguhan sementara. sejauh untuk mementukan suatu sanksi bagi atlet dibalik diskualifikasi dari Perlombaan Internasional yang dipersoalkan. Administrasi Anti Doping IAAF harus melakukan penyeliidikanm sesuai atas fakta dari kasus yang dia rasakan adalah penting dan atas penyelesaian suatu penuelidikan demikian.si atlet dapat menerima suatu penanguhan sukarela asalkan bahwa hal ini diperkuat dengan tertulis kepada Federasi Nasionalnya. bagi pelanggaran peraturan antidoping yang dinyatakan diterima dari atlet atau dari Federasi Nasional di dalam waktu terbatas yang ditentukan oleh Administrator Anti Doping IAAF dalam Pasal 37. Dalam kasus dari seorang atlet Tingkat Internasional. si atlet harus diberi kesempatan .2 atau Pasal 38. . Satu copy dari laporan ini dan semuadata yang relevan harus diajukan kepada si atlet bila dia memintanya. suatu laporan laboratoris lengkap harus dikirim kepada Administrator Anti Doping IAAF bersama dengan satu copy dari data relevan yang diminta oleh Standard Laboratorium Internasional.11 di atas.4 c) atau 37. penangguhan pada saat itu resolusi menunggu sementara dari kasus si atlet oleh Federasi Nasional. Pasal 38 Prosedur-prosedur Disipliner Dimana ini dinyatakan bahwa suatu peraturan pelanggaran anti-doping telah dilakukan berdsar Peraturan Anti Doping ini.3 di bawah.9 telah diselesaikan). Sekali analisis dari sampel “B” telah berakhir. Hasil hasil proses pengelolaan dari suatu test yang dilakukan oleh IOC atau oleh badan organisasi sport internasional yang lain melakukan testing pada suatu Perlombaan Internasional yang di atasnya IAAF tak memiliki kontrol secara eksklusif(misal: Common wealth Games atau Pan American Games) harus dikelola. Dalam semua kasus yang lainnya. Administrator Anti Doping IAAF harus segera memberi tahu si atlet tentang hasil-hsil dari investigasi lanjutan dan apakah IAAF menegaskan atau tidak atau terus menegaskan bahwa suatu peraturan anti-doping telah dilanggar.2 di bawah) meskipun faktanya bahwa dia meminta analiosis dari sampel “B”. Bila ini masalahnya. Orang-orang yang dikaitkan dengan kontrol doping harus mengambil semua langkah yang layak guna memelihara kerahasiaan dalam suatu masalah sampai analisis sampel “B” telah berakhir (atau sampai suatu investigasi lanjutan terhadap analisis sampel “B” mungkin diperluikan oleh Daftar Terlarang sesuai Pasal 37. atau tidak cukup penjelasan. harus segera memberi tahu si atlet yang bersangkutan apakah ini dilepaskan bahwa suatu pelanggaran peraturan anti doping telah dilakukan.atlet harus tetap ketentuannya ditangguhkan (lihat Pasal 38. prosedur-prosedur disipliner harus terjadi dalam tiga tahap sbb. Dalam hal pelanggaran peraturan anti-doping dimana tidak ada penemuabn analitis yang merugikan.akukan tindak lanjut penyelidikan yang mungkin diminta oleh Daftar Terlarang. Identitas para atlet yang sampelnya telah menghasilkan dalam suatu penemuan analitis yang merugikan atau yang dinyatakan telah melakukan pelanggaran peraturan anti-doping dapat secara publik/umum disingkap/diperlihatkan dalam lingkungan yang normal tidak lebih awal dari pembebanan dari sutu ketentuan penangguhan menurut peraturan Pasal 38. atau sampai analisis sampel “B” dilepaskan oleh si atlet.

Apabila suatu ‘gearing’ diminta oleh seorang atlet. Badan hearing yang relavan haruslah yang baik/fair dan tidak memihak dan pelaksanaan hearing harus menghormati prinsip-prinsip berikut ini : hak dari si atlet harus hadir di tempat hearing dan menghadirkan bukti.2 di atas. Namun. Suatu penangguhan sukarela harus efektif hanya dari sejak tanggal diterimanya konfirmasi tertulis si atlet yang demikian dari IAAF. harus tidak mempengaruhi haknya untuk menuntut keputusan Anggota menurut CAS sesuai Pasal 60. Apabila si atlet gagal untuk menegskan secara tertulis kepada Federasi Nasionalnya ataui badan relevan lainnya dalam tempo 14 hari dari pemberi tahuan demikian bahwa dia menginginkan untuk diadakan hearing. di akan dianggap telah melepaskan haknya untu suatu ‘heasring’ dan untuk menerima bahwa dia telah melakukan pelanggaran peraturan anti-doping. dia harus juga diberi tahu akan haknya untuk memohon diadakan hearing. termasuk hak untuk memanggil dan bertanya kepada para saksi.23 di bawah. Sekali penangguhan sementara itu dijatuhkan oleh Administrator Anti Doping IAAF. atau tiap keterlibatan lain dalam suatu kasus. Bila . Dengar-pendapat / hearing si atlet harus terjadi di depan badan hearing yang relevan pejabat yang diberi kuasa atau sebaliknya diberi wewenang oleh Anggota. seorang atlet yang telah dijatuhi penangguhan sementara. Bila seorang atlettelah mendapatkan status afiliasi di luar negeriu sesuai Pasal 4. Kasus ini segara . Setiap atlet harus punya hak untuk memohon suatu dengar-pendapat (hearing) di depan suatu pengadilan (tribunal) Federasi Nasional yang relevan sebelum sesuatu sanksi ditetapkan sesuai dengan Peratutran anti-doping ini.7 di bawah. Bila pengadilan relevan dari Anggota menilai bahwa pelanggaran peraturan angti-doping belum di lakukan. hak untuk diwakili oleh counsel/penasehat yang sah dan seorang penterjemah (atas biaya si atlet) dan suatu keputusan yangb tepat waktu dan beralasan secara tertulis. si Anggota gagal.3 di atas. ini harus memberi tahu akan penangguhan itu kepada Anggota yang kemudian harus memulai melakukan prosedur-prosedur disipliner yang ditetepkan seperti di bawah ini. Anggota ini harus memperkuat fakta ini segera kepada IAAF dan si atlet harus sesudah itu dikenakan kepada prosedur-prosedur disipliner yang ditentukan di bawah. Suatu keputusan untuk menjatuhkan suatu penengguhan sementara kepada seorang atlet harus tidak dikenakan kepada suatu tuntutan/appea. dia harus punya hak untuk memohon diadakan hearing apakah di depan pengadilan yang relevan dari Federasi Nasionalnya yang asli atau di depan pengadilan relevan dari Anggota yang afiliasinya telah diperolehnya/diterima. kebalikan dengan paragraf di atas. Dalam hearing dari kasus seorang atlet. IAAF harus punya hak untuk menghadiri semua hearing sebagai seorang observer/peninjau. 27 Hearing / Dengar pendapat. keputusn ini harus diberi tahukan kepada Administrator Anti Doping IAAF secara tertulis di dalam tempo 5 hari-kerja dari keputusan yang dibuat (bersama dengan satu copy tentang alasan –alasan untuk keputusan itu secara tertulis). hadirnya IAAF di dalam suatu hearing.2 di atas). Bila seorang atlet diberitahukan bahwa penjelasan dia telah ditolak dan bahwa dia adalah ditangguhkan sementara sesuai Pasal 38. atau yang telah menerima suatu penengguhan sementara harus berhak untuk suatu ‘hearing’ (dengan pendapat) penuh yang cepat di depan Anggota sesuai Pasal 38. Namun. maka Administrator Anti Doping IAAF akan menjatuhkan sendiri suatu penangguhan sementera demikian. untuk menjatuhkan suatu penanggughan sementara seperti yang diminta. Anggota atau penuntut umum lain yang berwewenang harus menanggung beban untuk membuktikan adanya pelanggaran peraturan anti-doping untuk mencapai suatu kepuasan yang menye nangkan dari pengadilan (lihat Pasal 33. Fakta ini harus diperkuat dengan tertuliis kepada IAA oleh Anggota dalam tempo 5 hari-kerja.Dalam tiap hal dimana Anggota menjatuhkan penangguhan sementara atau seorang atlet menerima suatu penangguhan sukarela. Anggota ini harus memelihara memberi penjelasan penuh kepada IAAF seperti tentang status dari semua kasus yang menunggu ‘hearing’ dan dari semua tanggal-tanggal diadakan ‘hearing’ segera setelah ditetapkan. ini harus memanggil untuk rapat tanpa ditunda dan hearing itu diselenggarakan di dalam tempo 2 bulan dari tanggal pemberi tahuan akan permohonan atlet kepada Anggota. dalam pendapat dari Administrator Anti Doping IAAF. pengadilan yang relevan harus memfikirkan pertama apakah pelanggaran peraturan anti-doping telah di lakukan atau tidak .

si atlet harus punya kesempatan untuk menentukan bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus ini membenarkan suatu penurunan sanksi sebaliknya dapat diterapkan menurut Pasal 40.prinsip yang ditentukan sesuai Pasal 38. Konsekuensinya. bersama dengan semua materi dan atau bukti yang dalam pandangannya mendemonstrasikan perkecualian yang alami dari keadan. Keadaan perkecualian dapat ada dimana seorang atlet telah menyediakan bukti substansial atau bantuan kepada IAAF. Federasi Nasional atau badan relevan lain yang telah menghasilkan di dalam IAAF. ini harus : mengacu masalahnya kepada Badan Peninjau Doping (via Sekretaris Jendral). dalam memikirkan soal keadaan perkecualian. mendahului pengenan suatu periode waktu dari ketidak absahan (ineligibility). Bila telah memeriksabukti yng dihadirkan.17 di bawah). Bila pengadilan relevan dari Anggota menilai bahwa pelanggaran peraturan angti-doping telah dilakukan. dalam pandangannya. Bila seorang atlet mencari untuk membuat bahwa ada keadan perkecualian dalam kasus ini. ini dapat pada waktun yang sama menampuilkan ulang. pengadilan yang relevan mempertimbangkan bahwa tidak ada keadaan perkecualaian dalam kasus atlet.2 g) atau dministrasi kepada seorang atlet (menurutt 32. tanpa memperhatikan kebangsaabn mereka. berikut ini tidak akan dianggap sebagai kasus-kasus yang adalah sunguh-sungguh terkecuali: suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang atau metoda terlarang yang diberikan kepada seorang atletoleh orang lain tanpa sepengetahuan dia. suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang dikarenakan dari mengambil makanan tambahan (suplemen) yang terkontaminasi atau suatu allegasi (=pernyataan tanpa bukti) bahwa obat/medikasi dijelaskan oleh orang pendukung atlet dengan mengabaikan fakta bahwa ini mengandung suatu zat terlarang.2 a) I) di atas). Memikirkan tugas pribadi atlet sdalam Opasal 38. dalam tempo 5 hari kerja sejak keputusan dibuat.harus ditinjau kembali oleh Badan Peninjau Doping yang akan menentukan apakah ini harus di acu kepada arbitrase sebelum menurut CAS sesuai Pasal 60. domisili. Para atlet diperingatkan bahwa mereka harus memegang tanggung-jawab terhadap tiap zat terlarang yang diketemukan ada/hadir di dalam tubuhnya (lihat Pasal 32. suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang itu termakan/tertelan karena kesalahan.12 (I) di atas.12 di atas. (ii)Perkecualian keadaan akan ada hanya dalam kasus0-kasus dimana keadaan itu sungguh terkecuali dan tidak di dalam kasus-kasus mayoritas yang luas. bila kasusnya melibatkan seorang atlet tingkat internasional. trafficking (menurut Pasal 32. Perkecualian Keadaan Semua keputusan diambil sesuai Peraturan Anti Doping ini mengenai keadaan perkecualian harus di selaraskan sehingga keadaan sah yang sama dapat dijamin bagi semua atlet . Federasi Nasional atau badan relevan lain menemukan atau membuat suatu pelanggaran peraturan anti-doping oleh orang lain melibatkan pemilikan (menurut Pasal 32. tingkat pengalaman. Penentuan dari keadaan perkecualian dalam kasus-kasus yang melibatkan para atlet Tingkat Internasional harus dibuat oleh Badan Peninjau Doping (lihat Pasal 38. ketentuan penanggyuhan atlett menunggu resolusi dari tuntutan oleh CAS. dan dengan berkaitan tegas dengan prinsip. Bila Badan Peninjau Doping menentukan demikian. keadaan dalam kasus atlet boleh jadi perkecualian.23 di bawah. Bila telah memeriksa bukti yang dihadirkan. prinsip-prinsip berikut ini harus diterapkan : adalah tugas setiap atlet guna meyakinkan bahwa tak ada cairan dan zat terlarang yang masuk ke dalam jaringan tubuhnya.1 di bawah. pengadilan relevan harus mempertimbangkan sesuai pada bukti yang dihadirkan. da mengundang si atlet dan atau Federasi Nasionalnya guna mendukung penyerahan dari pengadilan yang relevan atau untuk membuat kepatuhan yang bebas dalam mendukung penyerahan demikian. bila layak.2 h). pengadilan yang relevan mempertimbangkan bahwa ada keadaan dalam kasus atlet yang boleh jadi peerkecualian. ini harus menjatuhkan sanksi yang dijelaskan dalam Pasal 40.1 di bawah. Maka Anggota harus memberi tahukan IAAF dan si atlet secara teertulis tentang keputusan pengadilan yang relevan. dan 28 .2 f).

menunda dengar-pendapat (hearing) dari kasus atlet yang menunggu penentuan Badan Peninjau Doping pada keadaan perkecualian. Penangguhan zsementara atlet harus tetap ditempat menunggu diterimanya keputusan Badan Peninjau Doping atas keadaan perkecualian. Seterimanya suatu referensi dari pengadilan relevan, Badan Peninjau Doping harus menguji pertanyan dari keadaan perkecualian hanya atas dsar matteri tertulis yang telah diserahkan untuk itu. Badan Peninjau Doping harus memiliki power : untuk bertukar pandangan tentang masalah melalui e-mail, telepon, fax atau kontak pribadi; untuk datang mengambil bukti atau dokumen lebih lanjut; untuk datang mengambill penjelasan lebih lanjut dari atlet; bila perlu, untuk memintahadirnya atlet sebelumnya. Sesuai tinjauan ulang atas materi tertulis yang diajukan, termasuk bnukti & dokumen lebih lanjutt, atau penjelasan lebih jauh yang disediakan oleh atlet, Badan Peninjaui Doping yang menjaga keras kan prinsip-prinsip yang ditentukan sesuai Pasal 38.12 di atas, harus membuat suatu penentuan atas apakah ada keadan perkecualian dalam kasus dan bila demikian, ke dalam kategori mana mereka jatuh, misal: apakah keadaan perkecualian mendemonstrasikan tidak ada kesalahan atau tidak ada kelalian pada pihak atlet (lihat Pasal 40.2 di bawah) atau tidak ada kesalahan yang signifikan atau tidak ada kelalaian yang signifikan pada pihak atlet (lihat Pasal 40.3 di bawah) atau bukti substansiall atau bantuan oleh atlet yangb berakhir dalam penemuan atau pengadaan pelanggaran peraturan anti doping oleh orang lain (lihat Pasal 40.4 di bawah). Penentuan ini harus disampaikan kepada Anggota secara tertulis oleh Sekretaris Jendral. Bila ketetapan Badan Peninjau Doping adalah tidfak ada keadaan perkecualian dalam kasus, ketetapan harus mengikat pada pengadilan yang relavan, yang harus menjatuhkan sanksi yang dijelaskan opada Pasal 40.1 di bawah. Anggota harus memneri tahuu IAAF dan sin atlet secara tertulis tentang keputrusan pengadilan relevan, yang harus menggabung ketetapan Badan Peninjau Doping, dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat. Apabila ketetapan Badan Peninjau Doping adalah bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus, pengadilan relevan harus menentukan sanksi atlet sesuai dengan Pasal 40.2 , 40.3 atau 40.4 di bawah, konsisten dengan kategorisasi Badan Peninjau Doping dari keadaan perkecualian dalam Pasal 38.17 di atas. Anggota harus memberi tahu IAAF dan si Atlet tentang keputusan pengadilan relevan secara tertulis, didalam tempo 5 hati-kerja sejak keptpuasn dibuat. Atlet harus memiliki hak untuk mencari tinjauan ulang tentang ketetapan Badan Peninjau Doping mengenaii keadaan perkecualian kepada CAS , baik sebagai bagian dari sutu tuntutan/appeal terhadap keputusan dari Anggota berkaitan dengan Pasal 60.10 a) di bawah atau menurut Pasal 60.10 b) di bawah. Dalam semua kasus, standard tinjauan dari ketetapan Badan Peninjau Doping tentang masalah keadaan perkecualian harus seperti yang ditentukan pada Pasal 60.27 di bawah. Dalam kasus yang tidak melibatkan atlet tingkat Internasional, pengadilan relevan harus mempertimbangkan, harus tegas-keras berkaitan dengan prinsip-prinsip yang ditenmtukan pada Pasal 38.12 di atas, apakah ada kweadaan perkecualian dalam kasus atlet dan menentukan atas sanksi atlet yang sesuai. Anggota harus memberi tahu kepada IAAF dan si atlet tentang keputusan pengadilan relevan secara tertulis, dalam tempo 5 hari-kerja sejak keputusan dibuat. Bila pengadilan relevan menyimpulkan bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus atlet, ini harus ditetapkan atas dasar hal yang faktual bagi keputusan demikian sebagai bagian dari keputusan tertulis. Pasal 39 Diskualifikasi dari Hasil-hasil Dimana pelanggaran peraturan anti-doping terjadi dalam kaitannya dengan suatu test dalam perlomban/kompetisi, si atlet harus secara otomatis dikenakan diskualifikasi dari event yang dipertanyakan dan dari semua event berikutnya dalam perlombaan, dengan semua konsekuensi hasil bagi atlet, termasuk kehilangan gelar, hadiah, medali, butir-nilai (score/points) dan hadiah dan dana-penampilan.

29

Dimana bila si atlet yang membuat/melakukan pelanggaran peraturan anti-doping menurut Pasal 39.1 adal;ah anggota suatu btim lari estafet, maka tweam/regu estafet harus secara otomatis dijatuhi diskualifikasi dari event dimaksud, dengan segala konsekuensi hasil untuk tim / regu estafet , termsuk kehilangan semua gelar/titel, hadiah/awards, medali, points/ nilai dan price/hadiah uang dan uang-penampilan (appearance money). Bila si atlet yang telah berbuat pelanggaran peraturan anti-doping ikutbberlomba dalam suatu tim lari dalam suatu event estafet berikutnya dalam kompetisi, maka tim estafet itu harus harus dijtuhi diskualifikasi dari event elanjutnya, dengan semua konsekuensi hasilnya yang sama untuk tim/regu lari estafet itu, termasuk hilangnya/pembatalan semua gelar/titel, hadiah, medali, nilai/points dan hadiah-uang dan ung-penampilan. Dimana atlet yang berbuat suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai Pasal 39.1 adalah anggota suatu tim selain tim/regu lari estafet, dalam suatu event dimana suatu ranking tim didasarkan atas tambahan hsil individu, maka tim itu tidak harus dikenakan diskualifikasi secara otomatis dari event terkait, tetapi hasil dari atlet yang berbuat suatu pelanggaran akan dikurangkan dari hasil tim dan diganti dengan hasil dari anggota tim berikut yang dapat diterapkan. Bila dengan mengurangkan hasil atlet dari hasil tim, jumlah dari atlet yang dihitung untuk tim adalah kurang dari pada jumlah yang diminta/diperlukan, maka tim itu harus di sisihkan dari urutan ranking. Prinsip yang sama ini harus berlaku/diterapkan kepada perhitungan suatu hasil tim, bila atlet yang berbuat pelanggaran peraturan anti-doping berlomba untuk tim dalam suatu event selanjutnya dalam kompetisi/perlombaan.

30

Sebgai tambahan kepada butir di atas, dimana seorang atlet telh dinyatakan tidak memenuhi syarat (ineligible) menurut Pasal 40 di bawah, semua hasil, perlomban yang diperoleh dari tanggal sampel positif disediakan (baik dalam kompetisi ataupun di luar kompetisi ) atau pelanggaran peraturan anti-doping lain terjadi melalui permulaan dari periode penangguhan sementara atau ketidak pemenuhan syarat, kecuali jika sebaliknya membutuhkan tindak yang sportif, haruslah dibatalkan, dengan segala konsekuensi hasilhasilnya bagi si atlet (dan bila dapat diterapkan, setiap tim dimana si atlet telah bertanding), termasuk kehilangan semua gelar/titel, hadiah/awards, medali, points dan hadiah-uang dan uang penampilan. Dimana seprang atlet berbuat pelanggaran peraturan anti-doping sesuai PaSAL 32.2 b) (ii), semua hasil perlombaan yang diperoleh sesudah dari pelanggaran yang diakuii (baik individu maupun bila dapat diterapkan, sebagai bagian dari tim), haruslah dibatalkan, dengan semua konsekuensi hasil bagi si atlet (dan bila dapat diterapkan, bagi tim dimna dimana si atlet berlomba, termasuk kehilangan semua gelar atau titel, hadiah/awards, medali, nilai/points dan hadiah-uang dan uang penampilan dan ini dari tanggal si atlet melakukan pelanggaran peraturan anti-doping. Pasal 40 Sanksi terhadap Individu Bila seseorang melakukan pelanggaran peraturan anti-doping di bawah Peraturan Anti doping ini, dia harus dikenakan sanksi-sanksi berkit ini : untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 a) , b) atau f)zat terlarangt dan metoda terlarang), kecuali dimana zat terlarang adalah suatu zat khusus dalam suatu kasus sesuai Pasal 40.5 di bawah, atau Pasal 32.2 I) (berlomba sambikl dikenakan penangguhan arau ketidak absahan): (i) pelanggaran pertama : untuk satu periode minimum dua tahun ‘ ketidak absahan.’ (ii) pelanggaran kedua : ketidak absahan aseumur hidup. unntuk pelanggaran mwenurut Pasal 32.2 c) (menolak atau gagal datang ke kontrol doping atau Pasaaaal 32.2 e) merusak dengan kontrol doping); (i) pelangaran pertama: untuk suatu periode minimum dua tahun ineligibility (ii) pelanggaran kedua : ineligibiliti seumur hidup. untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 d) (3x gagal test) : (i) pelanggaran pertama: untuk satu periode satu tahun ineligibiliti. (ii) pelanggaran ke dua dan seklanjutnya: untuk satu periode dua tahun ineligibiliti . untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 g) traficcking atau h) (administrasi dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang); (i) ineligibiliti seumur hidup/ Sebagai tambahan

pelanggaran menurut Pasal 40 d) yang juga melanggar hukum bukan sport dan peraturan dapat dilaporkan kepada penguasa yang berkompetensi akan hal administrasi, profesional atau judisial. Penisihan/eliminasi, pengurangan/reduksi atau penggantian dari periode ineligibiliti Bila dalam satu kasus melibatkan suatu pelanggaran peraturan anti-doping menurut : Pasal 32.2 a) (adanya suatu zat terlarang); atau Pasal 32.2 b) (penggunaan zat terlarang atau metroda terlarang);

31

Pengadilan relevan dari Anggota menentukan (dimana diterapkan, telah mengarahkan masalahnya kepada Badan Peninjau Doping untuk penetapannya sesuai Pasal 38.16 di atas) bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus itu sedemikian sehingga bahwa si atlet atau orang lain tidak ada yang menanggung salah atau pelanggaraanya diabaikan, sebaliknya periode yang dapat diterapkan dari ineligibiliti menurut Pasal 40.1 a) haruslah dihilangkan. Bila suatu zat terlarang ditemukan dalam suatu sampel atlet dalam melanggar Pasal 32,.2 a) (ada/hadirnya zat terlarang), si atlet harus menyatakan bagaimana zat terlarang itu bisa masuk ke dalam sistem dia dalam rangka periode (masa hyukuman) ineligibiliti-nya dihapuskan. Dalam event yang peraturan ini diterapkan dan periode ineligibiliti sebaliknya dapat diterapkan berdasaer Pasal 40.1 a) dihapuskan, pelanggaran peraturan anti-doping harus tidak dinilai suatu pelanggaran untuk tujuan-tujuan terbatas tertentu dari menentukan periode ineligibiliti untuk pelanggaran berganda/banyak menurut Pasal 40.1 a) – c) di atas dan Pasal 40.5 dan 40.6-8 di bawah. Apabila dalam suatu kasus melibatkan pelanggaran peraturan anti-doping di bawah : Pasal 32.2 a) (adanya zat terlarang); Pasal 32.2 b) penggunaan zat terlarang dan metoda terlarang); Pasal 32.2 c) menolak atau gagal tampil di lokasi kontrol doping; Pasal 32.2 h) administrasi dari zat/metoda terlarang; atau Pasal 32.2 I) berlomba sambil ditangguhkan atau ineligibel (tak memenuhi syarat) Pengadilan yang relevan dari Anggota menentukan (bila dapat diterapkan setelah mengacu masalahnya kepada Badan Peninjau Doping untuk ketetapannya menurut Pasal 38.16 di atas) bahwa ada keadaan perkecualian demikian bahwa si atlet atau orang lain tidak punya kesalahan yang signifikan atau tidak juga kelalaian yang signifikan untuk pelanggaran, maka periode/masa ineligibilitas dapat dikurangi tetapi waktu pengurangannya tidak boleh kurang dari setengah periode minimum dari ineligibilitii sebaliknya dapat diterapkan. Apabila periode yang diterapkan sebaliknya adalah seumurhidup, maka periode yang dikurangi sesuai Pasal ini tidak boleh kuirang dari 8 tahun. Apabila zat terlarang diketemukan ada di dalam smpel seorang atlet dalam melanggar peraturan Pasal 32.2 a) (ada/hadirnya zat terlarang), si atlet harus menyatakan bagaimana zat terlarang itu masuk ke dalam sistemnya dalam rangka Mengutangi periode/masa ineligibilitasnya. Pengadilan relevan dari Anggota dapat juga menentukan (bila dapat diterapkan, setelah mengacu masalahnya kepadfa Badan Peninjau Doping untuk penentuannya menurut Pasal 38.16 di atas) untuk mengurangi masa/periode ineligibilitas dalam kasus seorang individu dalam kaitannya dengan keadaan perkecualian sebab si atlet atau orang lain telah menyediakan bukti substansial atau bantuan kepada IAAF, Federasi Nasionalnya atau badan relevan yang lain yang berakhir dalam IAAF, Federasi Nasional atau badan relevan lain menemukan atau mengadakan suatu pelanggaaaaaaaaran peeraturan anti-doping oleh orang lain meliputi: pemillikan (Pasal 32.2 f), trafficking (Pasal 32.2 g) atau administrasi /memberi kepada seorang atlet (Pasal 32.2 h). Namun, periode yang dikurangi itu tidak bolah kurang dari setengah periode minimum dari ineliiigibilitas sebaliknya dapat diterapkan. Apabila periode sebaliknya dapat diterapkan adalah seumurhidup, periode yng dijurangi menurut Pasal ini tidak boleh kurang dari 8 tahun. Zata-zat Khusus Daftar zat Terlarangdapat mengenalkan sejumlah terbatas dari zat-zat khusus yang terutama mudah kena dengan pelanggaran peraturan anti-doping yang tidak disengaja disebabkan oleh dapat diperoleh secara gampang/umum dalam (toko) produk medis atau yang mungkin kurang berhasil disalah gunakan sebagai alat/agen doping. Dimana si atlet dapat mengadakan bahwa penggunaan zat khusus dermikian adalah bukan diniatkan

Apabila seorang atlet telah menjalani suatu periode dari penangguhan sementara menjelang dinyatakan ineligibel ( apaakah dijtuhkan atau diterima secara sukarela) . yang satu melibatkan sutu zat khusus yng dikuasai oleh sanksi-sanksi dalam Pasal 40. maka si atlet harus dipertimbangkan telah berbuat satu pelanggaran peraturan anti-doping tunggal tetapi sanksi yang dijatuhkan harus didasarkan atas pelanggaran yang membawa bersamanya sanksi yang lebih berat. maximum – satu tahun ineligibilitas. Bila IAAF. Anggota atau penguasa penuntut yang lain tidak dapat menentukan fakta ini . pada hari tanggal onrligibilitas itu diterima atau dijatuhkan sebaliknya. maka periode ineligibilitas ini harus dimulai dari tanggal diadakannya ‘hearing’ (dengar-pendapat) keputusan menyediakan untuk ineligibilitas atau bila hearing itu dilepaskan . untuk tiap pelanggaran peraturan anti-doping tidak melibatkan zat khusus. Dimana seorang atlet diketemukan telah melakukan dua pelanggaran peraturan antidoping secara terpisah ( yang belum timbul dari test yang sama). periode ineligibilitas yang dijatuhkan untuk pelanggaran kedua haruslah minimum du tahun dan maximum 3 tahun. pelanggaran peraturan anti-doping ke dua dan seterusnya hanya boleh dipertimbangkan apabila IAAF . Dimana yang timbul/muncul dari test yang sama seorang atlet diketemukan telah berbut pelangaran peraturan anti-doping yang melibatkan zat terlarang dan zat terlarang lainnya atau metoda terlarang. Status selama ineligibilitas. sebaliknya periode ineligibilitas yang diterapkan dalam Pasal 40. Dimulainy periode ineligibilitas Dalam tiap kasus dimana suatu periode ineligibilitas adalah untuk dijatuhkan di bawah Peraturan ini. suatu periode demikian harus di kreditkan terhadap total periode dari ineligibilitas yang harus lakukan/dipenuhi. Tisdak ada atlet. (iii) pelanggaran ke tiga: ineligibilitas untuk seumur-hidup. Sebagai tambahan.1 a) harus diganti dengan : pelanggaran pertama: minimum – suatu peringatan publik/umum (dan dikenai /dijatuhi diskualifikasi dari event dan event berikutnya di mana dia berlomba dalam kompetisi – liat Pasal 39 di atas) dan tidak ada ineligibilitas dari perlombaan di masa mendatang. dari pelanggaran pertama atau sebelumnya.1 (a) – (c) di atas dan Pasal 40.1 a) atau pelanggaran lain yang dikuasai sanksi-sanksi dalam Pasal 40. atau setelah Anggota membuat suatu alasan untuk mencoba membri peringatan.5 dan yang lain melibatkan suatu zat terlarang atau metoda terlarang yang dikuasai oleh sanksi-sanksi dalam Pasal 40. 32 Peraturan untuk pelanggaran ganda / multipel Untuk maksud-maksud penjatuhan sanksi-sanksi menurut Pasal 40. Anggota atau pejabat penuntut yang lain dapat menentukan bahwa si atlet atau orang lain yang terkena peraturan anti-doping ini melakukan untuk kedua kalinya atau lebih lanjut pelanggaran peraturan anti-doping setelah dia menerima peringatan.1a) atau b). Seorang atlet diketemukan telah melakukan pelanggaran yang ke tiga kalinya melibatkan kombinasi pelanggaran dari satu pelanggaran untuk zat khusus menurut Pasal 40.5 a) – c) harus menerima satu sanksi dari ineligibilitas seumur hidup. pelanggaran peraturan antidoping yang relevan harus dipikirkan sebagai suatu pelanggaran tunggal dan sanksi yang dijatuhkan harus didasarkan atas pelanggaran yang membawa bersamanya sanksi yang lebih berat.untuk meningkatkan prestasi.5. (ii) pelanggaran kedua: untuk suatu periode 2 tahun ineligibilitas. beberapa atau semua sport berkaitan dengan dukungan dana atau . tanpa menghiraukan urutan di dalam mana kedua pelanggaran dilakukan. orang pendukung atlet atau orang lain yang telah dinyatakan ineligibel selama periode ineligibilitas boleh berpartisipasidalam suatu kapasitas dalam suatu perlombaan atau aktivitas ( selain dari pendidikan anti-doping yang diwenangkan atau progranm-program rehabilitasi) yang adalah diwenangkan atau diatur oleh IAAF atau Anggota.

telah menerima pembayaran. Dimana seorang atlet telah menjalani ineligibilitas selama satu tahun atau lebih. Dalam event bahwa si atlet berlawanan dengan peraturan ini. tetapi test yang dilajkyukab oleh badan penge-test yang kompeten dapat dipercaya untuk memuaskan persyaratan ini.5 di atas). dia harus. ini akan merupakan suatu pelanggaran peraturan anti dopibng yang terpisah dan si atlet akan dikenai cara kerja disipliner dan sanksi-sanksi lebih lanjut sebgaimana layaknya. Pasal 41 Kewajiban / Obligasi Melapor bagi Anggota Setiap Anggota (IAAF) harus melapor kepada IAAF segera nama-nama atlet yang telah menandatangani suatu pemberi tahuan tertulis dan persetujuan kepada Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural dalam rangka menjadi elkigibel (memenuhi syarat / absah) untuk ikut dalam perlombaan atletik internasional (lihat Pasal 30. dia harus sercara otomatis menjadi absah kembali (re-ekligible) dan tidak perlu ada aplikasi oleh si atlet atau Federasi Nasionalnya kepada IAAF yang diperlukan. pada suatu saat selama periode ineligibilitas dia. sesuai dengan peraturan dan Petunjuk Prosedural. dia tidak harsu berhak untuk kembali untuk berlomba pada akhir periode ineliginbilitas sampai waktu demikian setiap dan semua pembayaran telah dibayar kembali kepada orang yang relevan atau keseluruhan. dia tidak lagi berhak terhadap pembayaran terhadap mana dia telah berhak atas kebijakan dari penampilannya dan atau prestasinya apakah di perlombaan dimana sampel disediakan atau pada perlombaan setelah ketentuan dari sampel menjelang penangguhan sementara (atau menerima suatu penangguhan sementara secara sukarela) menurut Pasal 389. asalkan sampels yang dikumpulkan telah dianalisis oleh satu laboratorium WADA yang berakreditasi. asalkan dia telah memenuhi/mematuhi peraturan Pasal 40. . Jalan-cepat.12 di atas.1 untuk suatu periode selain seumur hidup . atau event gabungan telah diketemukan bersalah pada suatu pelanggaran peraturan anti-doping. membuat Dirinya bersedia untuk menjalani test di luar perlombaan oleh IAAF. Dimana seorang atlet tingkat internasional telah dinyatakan ineligibel (tidak memenuhi syarat) menurut Pasal 40. Bila seorang atlet bertanding dalam event lari . seorang atlet harus mengalami test untukjangkauan penuh dari zat-zat terlarabng dan metoda-metoda terlarang. dan dia harus menyediakan informasi kepada IAAF untuk maksud ini sesuai dengan peraturan Pasal 35.16.2 di atas.gai suatu kondisi/syarat untuk memperoleh eligiibilitas (keadaan pemenuhan syarat)pada akhir periode khusus. segera menjelang berakhirnya periode ineligibilitas. suatu minimum 3x test di luar perlombaan harus dilakukan. Sekali periode ineligibilitas seorang atlet itu usai. IAAF bertanggung-jawab terhadap pelaksanan test-test yang pengting. dengan minimal 3 bulan antara tiap test. Federasi Nasionalnya dan oleh organisasi lain yang memiliki kompetensi kewenangan untuj mengetest di bawah peraturan Anti-Doping ini.keuntungan lain berkaitan dengan sport diterima oleh orang demikian akan di tahan oleh IAAF dan Anggota-anggotanya. 33 Persyaratan untuk kembali keperlombaan setelah ineligib ilitas. Hasil semua test iitu bersama dengan copies dari formulirformulir kontrol doping yang relevan harus dikirim ke IAAF menjelang kembalinya si atlet ke perlombaan. Sebagai tambahan. minimaldua test pendudukan kembali dia harus dianalisi untuk rh-EPO dan zat-zat yang terkait. Bila seorang atlet telah dinyatakan ineligibel (tidak memenuhi syarat). atas biaya si atlet.11 dan Pasal 40. Se lembar copy dari kesepakatan yang ditanda tangani ini harus dalam setiap kasus diajukan oleh para ANGGOTA (IAAF) ke Kantor Besar/Markas IAAF. Bila hasil dari tiap test yang dilaksnakan menurut Pasal 40.12 di atas harus memberi kenaikan kepada penemuan analitis yang merugikan atau pelanggaran peraturan antidoping yang lain di bawah Peraturan Anti Doping ini.

untuk memberi peringatan atau kecaman kepada Anggota.3 di atas).2 di ataas). satu daftar doping-kantrol yang dilakukan oleh Anggota atau di dalam Negera atau Teritori di dalam tahyun sebelyumnya/terdahulu (lhat Pasal 41.7 dari Konstitusi.5 b) (lihat Pasal 41. (c) Gagal untuk membuat upaya yang tekun guna membantu IAAF dalam mengumpulkan tentang informasi yang ada dimana-manabila IAAF harus membuat suatu reques demikian untuk bantuan (liht Pasal 35. bersama dengan nama-nama atlet yang terkait/bersangkutan.16 di atas). dengan membutuhkan tanda-tangan atlet suatu pemberi tahuan sebelumnya secara tertulis dan persetujuan terhadap Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural dan mengirim satu copy persetujuan yang ditanda tangani kepada Kantor IAAF (lihat Pasal 30. sebagai bagian dari laporan tahunan mereka kepada IAAF yang harus dimasukkan didalam waktu tiga bulan pertama dari tiap tahun (klihat Artikel 4. Pasal 42 Sanksi-sanksi terhadap para Anggota 34 Dewan/Dewan harus memiliki wewenang untuk mengambil sanksi terhadap tiap Anggota yang ada dalam pelanggaran dari obligasi tugas-tugasnya di bawah Peraturan Anti Doping ini. Laporan ini harus diisi dengan naaaaaaama atlet. IAAF dapat memilih secara periodik untuk menerbitkan data demikian pada saat diterima dari para Anggota menurut peraturan ini. termasuk pemenuhan para Anggota (IAAF). untuk memindahkan atau mengungkiri akreditasi kepada offiser atau perwakilan Anggota yang lain. di dalam tempo 14 hari sejak peringatan dari penemuan itu kepada Anggota.Setiap Anggota harus melaporkan kepada IAAF dan WADA segeera setiap TUE-TUE yang telah diberikan sesuai dengan peraturan Pasal 34. atau di dalam Negara atau Teritori Anggota. maka Dewan / Dewan memiliki wewenang untuk bertindak dalam satu cara atau llebih sbb. semua kontrol doping yang dilakukan oleh Anggota atau dilakukan di dalam Negeri atau Teritori Anggota di dalam tahun terdahulu (selain oleh IAAF). di dalam 14 hari dari peringatan ini. IAAF harus melapor kepada WADA setiap tahun ke dua pada pemenuhan IAAF dengan Kode/Sandi. untuk meng-issue-kan adanya denda-denda. untuk mengeluarkan atlet dari Anggota dari keikut-sertan dalam satu atau lebih Perlombaan Internasional. : menangguhkan Aanggota sampai saat rapat Kongres berikutnya atau untuk waktu yang lebih singkat. Setiap Anggota harus melapor. bersama dengan nama si atlet yang bersangkutan (liat Pasal 41. setiap penemuan analitis yang merugikan yang diperoleh dalam jalur kontrol doping yang dilaksanakan oleh Anggota itu atau di dalam Negeri atau Teritori Anggota.5 di atas). menjelaskan kapan atlet it di test.9 dari Konstitusi). untuk menahan grants/pemberian/sumbangan atau subsidi dari Anggota. Setiap Anggota harus melap kepada IAAF segera dan dalam segala keadaan. . IAAF harus diminta untuk menjelaskan setiap alasan untuk yang bukan pemenuhan (non-compliance). (d) Gagal untuk melapor ke IAAF dan WADA tentang pemberian TUE menurut Pasal 234.5 b) di atas. (f) Gagal untuk melaporkan kepada IAAF sebagai bagian dari laporan tahunan yang harus diserahkan di dalam waktu tiga bulan pertama dari tahun . sesuai dengan Artikel 14. (e) Gagal untuk melapor kepada IAAF suatu penemuan analitis yang merugikan diperoleh dalam jalur dari suatu kontrol dopingdilakukan oleh Anggota itu. keseluruhan pelaksaan test dan apakah test adalah test dalam perlombaan atau di luar perlombaan. Apabila satu Anggota dianggap ada dalam pelanggaran dari tugas-kewajibannya menurut Peraturan Anti Doping.7 di atas). dan untuk meng-issue-kan adanya sanksi lain sejak ini dianggap layak. Contoh contoh berikut ini akan dipertimbangkan menjadi suatu pelanggaran dari tugas kewajiban Anggota di bawahh Peraturan Anti Doping ini : (a) gagal untuk menjamin ke absahan/pemenuhan-syarat (eligibilitas) seorang atlet untuk ikut berlomba dalam perlombaan internassional. (b) Gagal untuk mengadakan acara ‘hearing’ (dengar pendapat) bagi seorang atlet dalam tempo 2 bulan sejak diminta untuk melakukan hal itu *(lihat Pasal 38.4 di atas).

Anggota (IAAF) atau satu Asosiasi Area/Kawasan menurut Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural. dapat mengakui hasil-hasil kerja dari kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IAAF.2 di atas kepada Badan Peninjau Doping atau orang lain demikian atau badan sejak ini dianggap layak.Dalam tiap hal dimna Dewan/Dewan telah mengeluarkan suatu sanksi terhadap satu Anggota untuk suatu pelanggaran dari tugas-kewajibannya sesuai Peraturan Anti Doping. atau oleh pemerintah atau agen pemerintah. maka si atlet harus dianggap telah melanggar Peraturan yang relevan dan akan terkena prosedur disiplin yang sama dan juga sanksi seperti untuk pelanggaran yang sepadan dari Peraturan Anti Doping ini. Bila Dewan menentukan bahwa hasil dari kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IAAF. di bawah peraturan dan prosedur berbeda dari IAAF. ataupun internasional. 4. 3. kawasan benua. atau oleh badan pemerintah atau agen pemerintah. Dewan dapat mendelegasikan tanggung-jawabnya untuk pengakuan hasil-hasil kerja kontrol doping menurut Pasal 43. setiap Anggota harus mengakui hasil-hasil kontrol doping demikian. Dewan/Dewan atas nama semua Anggota. adalah untuk diakui. Semua Anggota harus mengambil semua tindakan yang penting guna menjamin bahwa setiap keputusan tentang suatu pelanggaran peraturan anti-doping dalam kasus demikian adalah efektif. 2. Asal 43 Pengakuan 35 1. satu keputusan demikian harus dilaporkan kepada Kongres yang akan datang. baik itu nasional. Dimana kontrol doping telah dilakukan oleh IAAF. regional. dimana keputusan-keputusan telah diambil oleh IAAF atau Anggota tentang pelanggaran Peraturan Anti Doping . atau oleh satu anggota dari badan sport. . apabila ini memuaskan test itu dilaksanakan dengan sempurna baik dan peraturan dari badan yang melakukan test memberikan perlindungan yang cukup memadai bagi para atlet. setiap Anggota harus mengakui keputusan demikian dan harus mengambil semua tindakan yang penting guna membuat keputusan demikian menjadi efektif. Lebih lanjut .

Berbagai judul dan sub judul yang digunakan dalam Peraturan Anti Doping ini adalah hanya demi kenyamanan dan harus tidak dianggap menjadi bagian dari materi dari Peraturan Anti Doping ini atau untuk mempengaruhi dalam setiap cara/laku bahasa dari ketetapan/ ketentuan yang kepadanya mereka mengacu. Kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam suatu Ketentuan atau Peraturan khusus (misal: dalam kaitan perselisihan yang timbul dari perlombaan di lapangan). Tiap Anggota (IAAF) harus memasukkan suatu ketetapan/ketentuan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa yang melibatkan atlet. personil pendukung atlet atau orang-orang lain di bawah judgesdiksi (hak hukum)-nya. apakah berkaitan dengan masalah doping atau don-doping. kecuali jika tindakan/aksi demikian adalah dimulai di dalam 8 tahun dari tanggal dimana pelanggaran peraturan anti doping itu terjadi. peraturan perlombaan yang mengatur keadaan/kondisi di bawah/sesuai mana sport atletik dilaksanakan. Pasal 45 Interpretasi / penafsiran 1. Definisi-definisi termuat dalam Bab 3 harus dinilai sebagai suatu bagian integral dari Peraturan Anti-Doping ini. PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 . 2. bahwa kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam suatu Ketentuan atau Peraturan khusus. Dispute/sengketa yang melibatkan: atlet. semua sengketa yang timbul menurut Peraturan ini harus dipecahkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan di bawah ini. namun muncul/timbul.2007 BAB 4 : DISPUTES Pasal 60 Perselisihan / Sengketa / Percekcokan / Disputes Umum 1. 3.36 Pasal 44 Undang-undang / ketentuan Permbatasan Tidak ada tindakan disipliner dapat dimulai menurut Peraturan Anti Doping ini terhadap seorang atlet atau orang lain untuk suatu pelanggaran peraturan anti-doping yang termuat dalam Peraturan Anti Doping ini. dan yang diterima oleh IAAF di dalam Peraturan Anti Doping ini. harus diajukan ke suatu dengar-keterangan . Kebijakan dan standard yang ditetapkan di dalam Code sebagai dasar untuk memerangi doping dalam sport. Mereka tidak diniatkan untuk dikenakan kepada atau terbatasi oleh syarat-syarat dan standard-standard yang sah yang dapat diterapkan kepada carakerja yang curang / kriminal atau masalah pekerjaan. personil pendukung atlet dan orang-orang lain 2. Peraturan Anti-Doping adalah menurut keadaannya . merupakan suatu konsensus yang luas dari mereka dengan suatu kecintaan dalam sport yang fair baik dan harus dihormati oleh semua pihak dan badan-badan yang bertindak sebagai hakim yang memutuskan.

5. 4. Bila badan hearing yang relevan dari Anggota. komite atau tribunal/pengadilan harus dianggap menjadi keputusan dari Anggota dan kata “Anggota” 37 . Dalam event suatu pelanggaran dari pelanggaran peraturan anti-doping dalam Bab 3 di atas. akan menyatakan orang yang yang ineligibel (tak memenuhi syarat) untuk ikut perlombaan domestik maupun internasional untuk jangka waktu yang ditetapkan dalanm Petunjuk yang dihasilkan oleh Dewan/Dewan (atau Anggota harus melakukan begiitu bila si atlet atau orang lain telah melepaskan haknya terhadap suatu hearing). komite atau pengadilan/tribunal (apakah di dalam ataupun di luar Anggota). menentukan bahwa si atlet atau orang lain yang terkait adalah melanggar Pasal 22. yang harus pendapatannya yang tepat waktu guna mengadakan penyelidikan ke dalam fakta dari persoalan. suatu badan nasional. semua bukti yang relevan harus diberikan kepada orang yang keabsahannya (eligibilitasnya) tertantang dan suatu hearing dengan menghormati prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam Pasal 60. Anggota ini harus menginformasikan kepada IAAF secara tertulis tentang keputusan yang diambil dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat (dan harus mengirim IAAF satu copy tentang alasan-alasan secara tertulis untuk pembuatan keputusan dalam bahasa Inggris atau Prancis. setelah hearing fakta/bukti. Hadirnya IAAF dalam persidangan hearing dalam kapasitas demikian atau keterlibatan lain dalam masalah. personil pendukung atlet atau orang lain berafiliasi. atau dimana untuk suatu alasan lain. termasuk hak untuk memanggil dan menanya kepada para saksi. Bila si atlet atau orang lain menegaskan bahwa dia ingin mengikuti suatu hearing. Dengar-pendapat/hearing demikian harus menghormati/menaruh respek terhadap prinsip-prinsip berikut ini: suatu hearing yang tepat waktu di depan badan-hearing yang baik dan tidak memihak.1 e)). Dimana satu Anggota mendelegasikan pelaksanaan hearing kepada suatu badan . maka badan hearing yang relevan harus diangkat sebagai suatu panel arbitrasi/pengadilan. komite atau tribune/pengadilan di luar dari Anggota adalah bertanggung-jawab untuk memberi seorang atlet. tidak harus mempengaruhi haknya untuk menuntut keputusan kepada CAS menurut Pasal 60. badan hearing yang relevan harus menentukan waktu yang layak/cocok dari ineligibilitas seseorang. 3. Bila Petinjuk demikian tidak ada. Anggota (IAAF) harus menerapkan prosedur disipliner yang ditetapkan dalam Pasal 38. Bila. Anggota harus segera memberitahu si atlet atau orang lain yang terrkait tentang tuduhan/tuntutan untuk dibawa dan haknya untuk suatu hearing / dengar-pendapat sebelum keputusan tentang ketidak-absahan dibuat. ).24 di bawah. Anggota harus menginformasikan kepada IAAF segera setelah tanggal pelaksanaan hearing ditetapkan dan IAAF harus memiliki hak untuk menghadiri persidangan hearing dimaksud sebagai peninjau/observer. personil pendukung atlet atau orang lain hearingnya sesuai Peraturan ini. Anggota percaya bahwa ada bukti untuk menunjang dugaaan akan ineligibilitas (ketidak absahan). mengikuti penyelidikan demikian. dia akan dianggap telah melepaskan haknya untuk hearing dan telah menerima bahwa dia telah melakukan suatu pelanggaran dari ketentuan yang relevan dari Pasal 22. Bila si atlet atau orang lain gagal untuk menegaskan dengan tertulis kepada Anggota atau badan relevan lain dalam tempo 14 hari dari peringatan demikian bahwa dia berharap untuk mengikuti hearing. Anggota harus menerapkan prosedur-prosedur disipliner yang ditetapkan di bawah ini : Pernyataannya harus dikurangi sampai ke penulisan dan diajukan kepada Anggota kemana si atlet. hak untuk menghadirkan bukti. Anggota harus menginformasikan kepada IAAF secara tertulis tentang keputusan yang diambil di dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat (dan harus mengirimkan satu copy ke IAAF tentang alasan-alasan secara tertulis untuk keputusan itu.4 b) di atas. Dalam event/peristiwa dari suatu pelanggaran yang diduga keras atas Pasal 22 di atas berkaitan dengan ketidak absahan (ineligibility) untuk ikut dalam Perlombaan Domestik dan Internasional ( selain dalam suatu pelanggaran Pasal 22. hak untuk diwakili oleh penasehat yang sah dan seorang juru-bahasa (interpreter) (atas biaya individu) dan suatu keputusan tertulis yang tepat-waktu dan beralasan.(hearing) di depan badan hearing yang relevan yang diberi kuasa atau sebaliknya diwenangkan oleh Anggota. keputusan badan itu . Dimana sengketa demikian timbul dalam suatu kontext non-disipliner. hak individu untuk diinformasikan tentang tuduhan/tuntutan yang dikenakan padanya.2 di atas harus diadakan dalam tempo tak lebih dari 2 bulan mengikuti pemberi tahuan tentang tuntutan dalam Pasal 60.

personil pendukung atlet atau orang lain telah beberbuat satu pelanggaran peraturan antidoping. kecuali sebaliknya dinyatakan dalam suatu ketentuan dan peraturan tertentu/khusus. personil pendukung atlet atau orang lain telah tidak melakukan suatu pelanggaran peraturan anti-doping. Maka Dewan akan menentukan suatu prosedur untuk bertindak sebagai hakim dari sengketa itu tergantung pada keadaan kasus yang dipersoalkan. (ii) Dimana seorang atlet menerima keputusan satu Anggota bahwa dia telah melakukan satu pelanggaran peraturan anti-dopng tetaapi mencari suatu tinjauan ulang akan keputusan Badan Peninjau Doping menurut Pasal 38.30 di bawah.7. (vii) Dimana satu Anggota telah mengambil suatu keputusan bahwa seorang atlet. Anggota harus telah mengirim lebih dulu surat peringatan (note) secara tertulis dasar-dasar untuk penangguhan dan harus telah memberikan suatu kesempatan yang layak untuk di-dengar keterangannya tentang masalah berkaitan dengan prosedur-prosedur yang ditetapkan dalam Artikel 14. baik itu berkaitan dengan masalah doping maupun bukan doping.23-24 di bawah) . (iv) Apabila test itu menunjukkan ada/hadirnya zat terlarang atau penggunaan suatu metode terlarang dan bertentangan dengan Pasal 38. keputusan dari badan relevan dari Anggota dapat dimohon kepada suatu badan peninjau nasional . 11. (vi) Dimana IAAF telah menetapkan suatusanksi terhadap satu Anggota karena melanggar suatu peraturan. kecuali jika ditentukan lain/sebaliknya (lihat Pasal 60.10 di bawah.10 dari Konstitusi/Undang-undang.dalam Peraturan demikian harus ditafsirkan begitu demi maksud dari peraturan Pasal 60. Sengketa antara Anggota-anggota 8. Tiap Anggota harus mencantumkan suatu ketetapan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa/disputes dengan Anggota lainnya harus diacu kepada Dewan/Dewan. 7. personil pendukung atlet atau orang lain telah tidal melakukan suatu pelanggaran Pasal 22. baik itu berkaitan dengan doping atau non-doping. Semua keputusan terkena permohonan menurut Peraturan ini. (v) Dimana IAAF telah mengambil suatu keputusan untuk menyangkal seorang atlet ringkat Internasional pada TUE menurut Pasal 34. mungkin permohonan kepada CAS sesuai dengan ketetapan yang ditetapkan di bawah.25 – 60. Dalam kasus-kasus yang melibatkan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka). Tiap Anggota harus mencantumkan suatu ketetapan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa yang timbul dari antara Anggota dan IAAF harus diacu kepada Dewan/Dewan. Appeal / permohonan 9. Dalam kasus-kasus yang tidak menyangkut para atlet tingkat Internasional (atau personil pendukung atlet mereka). 38 Sengketa antara Anggota dan IAAF 6. Dalam kejadian bahwa IAAF mencari untuk menangguhkan satu Anggota untuk pelanggaran suatu peraturan. atau melibatkan sanksi dari satu Anggota oleh Dewan/Dewan untuk pelanggaran peraturan.18 bahwa tidak ada keadaan perkecualian dalam hal membenarkan suatu pengurangan periode waktu dari ineligibilitas yang harus ditempuh/dijalani. 12. (iii) Bila satu Anggota telah mengambil satu keputusan bahwa seorang atlet. 10. Semua keputusan demikian harus tetap berpengaruh meskipun sedang diadakan appeal/permohonan. baik itu berkaitan dengan doping atau non-doping.5 a). Dewan akan menentukan suatu prosedur untuk keputusan hakim tentang sengketa tergantung akan keadaan kasusnya. Anggota telah menolak atau gagal untuk menyediakan si atlet dengan suatu hearing (dengar-keterangan) di dalam periode waktu yang relevan. Berikut ini adalah contoh-contoh keputusan yang mungkin terkena kepada appeal menurut peraturan ini : (i) Bila satu Anggota telah mengambil suatu keputusan bahwa satu atlet . keputusn dari badan relevan dari Anggota atau IAAF dapat dimohon secara ekslusif kepada CAS sesuai dengan ketetapan yang ditentukan dalam Pasal 60.

pihak-pihak berikut ini memiliki hak untuk memohon suatu keputusan kepada CAS. tetapi harus memasukkan dalam jumlah minimal. hak untuk diwakili oleh penasehat yang sah/legal dan seorang juru-bahasa (atas biaya pemohon) dan suatu keputusan yang tepat waktu dan beralasan secara tertulis.16 di bawah.10 a).. IAAF dan WADA dan tak ada permohonan kepada CAS yang diajukan kemudian. Tiap Anggota harus punya di tempat suatu prosedur permintaan pada tingkat nasional yang menaruh respek terhadap prinsip-prinsip berikut ini : suatu hearing (dengar-keterangan) di depan suatu badan hearing independent yang baik dan jujur / tidak memihak.10 a).pihak-pihak (parties) yang memiliki hak untuk mengajukan permohonan (appeal) suatu keputusan kepada badan peninjau tingkat nasional harus seperti yang disediakan di dalam peraturan dari Anggota. Kehadiran IAAF pada acara hearing dalam kapasitas demikian harus tidak mempengaruhi haknya untuk memohon/meminta keputusan dari badan peninjau tingkat nasional kepada CAS sesuai dengan Pasal 60. d) atau g). yaitu : b. Namun apabila dalam kasus-kasus tak terkait dengan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka). 15. asalkan permintaan CAS adalah dilakukan sesuai dengan ketetapan Pasal 60 di bawah. 13. IAAF dan WADA (dalam kasus berkaitan dengan doping saja) harus memiliki hak untuk menghadiri setiap acara hearing di depan badan peninjau tingkat nasionak sebagai seorang observer. Pihak-pihak berikut ini harus memiliki hak untuk meminta keputusan dari badan peninjau tingkat nasional kepadfa CAS. Dalam referensi kepada CAS menurut Pasal 60. yaitu : (a) si atlet atau orang lain yang adalah subyek dari keputusan yang diminta. IAAF. WADA (dalam kasus-kasus berkaitan dengan doping). 19. Pihak-pihak yang berhak untuk memohon keputusan-keputusan. IOC (dimana keputusan dapat memberi efek atas keabsahan /eligibilitas berkaitan dengan Olimpic Games). 14. responden terhdap permintaan Cas menurut peraturan ini haruslah pihak yang telah mengambil keputusan yang adalah subyek dari appeal/permohonan. si pemohon mencari suatu tinjauan ulang dari suatu keputusan yang dibuat oleh Badan Peninjau Doping atas keadaan perkecualian menurut Pasal 38. (b) pihak lain terhadap kasus di mana keputusan diserahkan . Keputusn dari badan peninjau nasional dapat diminta kepada CAS sesuai dengan Pasal 60.16 di bawah. para respondent kepada permintaan haruslah Anggota yang relevan dan IAAF dan mereka harus bergabung untuk menunjuk seorang arbitrator/wasit/juru-pemisah. (b) pihak lain kepada kasus di dalam mana keputusan di sumbangkan/diberikan. Dalam kasus yang melibatkan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka). Namun bila. Anggota yang terkena pengaruh harus memiliki hak tunggal untuk memohon suatu keputusan kepada CAS. (c) Anggota. sebagai suatu peraturan umum. peraturan-peraturan dari satu Anggota tersediakan untuk hak IAAF dan WADA dalam kasus-kasus berkaitan dengan doping saja) untuk meminta keputusan langsung kepada CAS dari pada ke badan peninjau tingkat nasional seperti dalam Pasal 60. Anggota yang relevan harus menjadi respondent.15 di atas.sesuai dengan peraturan dari Anggota. Dalam tiap kasus yang melibatkan suatu keputusan oleh Dewan/Dewan untuk suatu pelanggaran peraturan. keputusan CAS haruslah final dan mengikat terhadap si atlet. Kecuali jika sebaliknya dinyatakan di bawah. dan WADA (hanya masalah-masalah berkaitan dengan doping ). 17. 16. Anggota. Tidak ada keputusan yang diminta kepada CAS sampai prosedur permintaan pada tingkat nasional telah kehabisan sesuai dengan hasil-hasil dari Anggota. IAAF. Respondents terhadap CAS Appeal 18. dalam permintaan menurut Pasal 60.17. Dalam tiap kasus/hal yang tidak melibatkan para atlet tingkat Internasional (atau personil pendukung atlet mereka). yaitu : (a) atlet atau orang lain subyek dari keputusan yang sedang diminta. dan c. Bila ada ketidak 39 .

Panel CAS dapat dalam kasus yang layak memberikan suatu pihak/ party akan biayanya . Dalam semua referensi kepada CAS menurut Pasal 60. atau suatu sumbangan untuk biaya. Panel CAS hanya akan mengganggu dengan penentuan dari Badan Peninjau Doping apabila ini memuaskan : (a) bahwa tak ada basis yang faktual yang diadakan untuk penentuan Badan Peninjau Doping.cocokan seperti kepada siapa penunjukan arbitrator itu seharusnya. maka respondent harus menghimpun jawabannya dCAS.10 b).10 a) dan si atlet mencari sebagai bagian dari appealnya suatu tinjauan dari keputusan Badan Peninjau Doping opada keadaan perkecualian. 21. terjadi di dalam appeal CAS. hukum yangmemerintah/ mengatur haruslah hukum yang “Monegasque” dan arbitrasi harus dilakukan dalam bahasa Inggris . Dalam semua referensi kepada CAS menurut Pasal 60. Dalam tiap hal dimana IAAF atau Anggota yang relevan bukanlah suatu pihak/party untuk meminta di depan CAS. e) atau f). yang mengajukan appeal harus menghimpun appealnya yang singkat dengan CAS dan di dalam tempo 30 hari setelah diterima dari appealnya yang singkat. 27. Dalam semua appeal kepada CAS yang melibatkan IAAF. 20. Ketentuan dan Peraturan. Bila appeal kepada CAS dalam kasus berkaitan dengan doping dibuat menurut Pasal 60. yang mangajukan appeal (appellant) harus punya waktu 30 hari dari sejak tanggal berkomunikasi tentang alasan-alasan tertulis dari keputuan yang di tuntutkan ( di negeri Inggris dan Prancis dimana IAAF adalah yang mengajukan appeal yang prospektif) dimana file / himpunan dari pernyataan appeal dia dengan CAS. Semua appeals di depan CAS ( menyimpan seperti ditentukan dalam Pasal 60. kecuali pihak-pihak itu setuju menggunakan yang lain. Dalam semua appeal kepada CAS dengan melibatkan IAAF. Dalam tempo 15 hari dari batas waktu untuk menghimpun pernyataan appeal/tuntutan. Kecuali Dewan/Dewan menentukan sebaliknya.10 b) atau menurut Pasal 60. Badan Peninjau Doping ini bila dapat diterapkan harus pada waktu yang sama menentukan apakah atlet yang bersangkutan harus menunggu penangguhan-ulang akan keputusan CAS. Dalam hal ada konflik antara peraturan CAS yang sekarang berlakuu dan Konstitusi IAAF.10 c). Maka Dewan bila dapat diterapkan harus menentukan pada waktu yang sama apakah si atlet ybs harus ditangguhkan menunggu keputusan CAS. 26. atau (c) bahwa penentuan yang dicapai oleh Badan Peninjau Doping adalah suatu penentuan bahwa tidak ada badan peninjau yang dapat mencapai. 28. . CAS Appeal 25. Keputusan oleh IAAF seperti kepada apakah suatu kasus berkaitan dengan non-doping harus dimohon kepada CAS harus diambil oleh Dewan. namun ini memilih untuk berpartisipasi dalam hearing CAS bila ini dinilai cocok untuk berbuat demikian.27 di bawah) harus mengambil formulir suatu hearing ulangan dari issues yang timbul dari kasus dan Panel CAS harus dapat mengganti keputusanny untuk keputuan dari pengadilan relevan dari Anggota atau IAAF dimana ini menilai keputusn dari pengadilan relevan dari Anggota atau IAAF menjadi salah/keliiru atau tidak sehat (cacat) secara prosedural. atau (b) penentuan yang dicapai adalah secara signifikan tidak konsisten dengan badan terdahulu dari kasus-kasus yang dipertimbangkan oleh Badan Peninjau Doping. respondent itu haruslah Anggota yang relevan dan si atlet. Keputusan oleh IAAF seperti untuk suatu kasus berkaitan dengan doping harus dimohonkan kepada CAS harus diambil oleh Badan Peninjau Doping . maka Konstitusi IAAF. Ketentuan dabn Peraturan (termasuk Petunjuk Prosedural). Ketetapabn dan Peraturan harus mengambil hak yang lebih tinggi. 40 Permohonan keputusan IAAF kepada CAS 23. maka pilihan IAAF akan arbitrator harus berlaku. 24. yang tidak se4cara konsisten di benarkan oleh fakta dari kasus. maka hearing di depan CAS atas pertanyaan pada keadaan perkecualian harus dibatasi sampai suatu tinjauan dari meteri di depan Badan Peninjau Doping dan sampai pada keputusannya. 22. 29. CAS dan Panel CAS harus diikat oleh Konstitusi IAAF. maka respondent itu adalah IAAF. 30.

Suyono Ds Staf Sekretariat IAAF – RDC Stadion Madya – Komplek GELORA BUNG KARNO Senayan – Jakarta. dan pada semua Anggota. Fakta dari penyerahan kepada CAS dan keputusan CAS harus ditetapkan dalam catatan berikut untuk dikirim oleh Sekretaris Jendral kepada semua Anggota IAAF. Kepuitusan CAS harus memiliki pengaruh/. Keputusan dari CAS haryuslah final dan mengikat semua pihak/parties. Pada: 16.31. 41 Sumber Asli : “”International Assosiation of Athletics Federations” COMPETITION Rules 2006 – 2007 Alih Bahasa: H.00 Selesai pada : Kamis Desember 22. dan tak ada hak appeal/menuntut akan terletak dari keputusan CAS. . 2005.dampak segera dan semua Anggota harus mengambil tindakan penting guna menjamin bahwa hal ini adalah efektif.

Pemilihan orang-orang untuk butir (a). . Pada perlombaan yang diatur sesuaikan Pasal 1(a) : . barang-barang produk tertentu. (d) dan (i) dilakukan oleh Dewan IAAF.PETUGAS Pasal 110 PETUGAS INTERNASIONAL (International Officials) Pada perlombaan atletik yang diatur sesuai peraturan Pasal 1 (a) dan (b).Pemilihan orang-orang untuk butir (f) dilakukan oleh Dewan IAAF dari para anggota Panel International Race Walking Judge IAAF. brosur. Catatan: Disarankan agar Federasi Atletik Nasional (PASI) menggunakan Peraturan lomba atletik IAAF untuk menggelar lomba atletik di lingkungannya masing-masing.) BAGIAN: V PERATURAN TEKNIK PERLOMBAAN ATLETIK INTERNASIONAL Pasal 100 UMUM Semua perlombaan atletik internasional sebagaimana diuraikan dalam peraturan IAAF Pasal 1. Pemilihan untuk butir (h) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari IAAF dari Panel Starter Internasional. Suyono Ds. petugas-petugas berikut ini harus ditunjuk secara internasional: a) Organisational Delegate(s) : Delegasi Organisasi (DO) b) Technical Delegate(s) : Delegasi Teknik (DT) c) Medical Delegate : Delegasi Medis (DM) d) Doping Control Delegate : Delegasi Kontrol Doping e) International /AreaTechnical Officials : Petugas Teknik Internasional /Area f) International / Area Race Walking Judge : Judge Jalan-cepat Internasional / Area g) International Road Race Measurer : Juru Ukur Lomba Jalan Raya Int’l h) International Photo Finish Judge : Judge Foto Finis Internasional i) Jury of Appeal : Dewan Hakim Jumlah Petugas yang diangkat pada tiap kategori harus dinyatakan di dalam Peraturan Perlombaan IAAF (Asosiasi Area) yang berlaku.42 PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006-2007 (Alih Bahasa : H. . (b). reklame/iklan dan Buku Acara/ Buku Program Perlombaan dan barang-barang cetakan lainnya.Pemilihan orang-orang untuk butir (e) dilakukan oleh Dewan IAAF dari para anggota Panel ITO (International Technical Officials) IAAF. Anggota IAAF harus memiliki hak untuk menyarankan pribadi-pribadi memenuhi syarat yang cocok untuk dipilih. kualifikasi dan tugas-tugas dari para petugas tersebut. Pemilihan untuk butir (I) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari para anggota dari Panel IAAF Judges Foto Finis Internasional.(c). . SEKSI 1 . . . harus diselenggarakan dengan menggunakan Peraturan IAAF dan hal ini harus dinyatakan dalam semua selebaran pengumuman. .Pemilihan orang-orang untuk butir (g) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari para Anggota Panel IAAF/AIMS dari Juru Ukur Lomba Jalan raya Internasional.Dewan IAAF harus mengesahkan kriteria pemilihan.Dalam lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1 (b) orang-orang ini akan dipilih oleh Asosiasi Area yang relevan.

dan harus menentukan standar kualifikasi untuk event lapangan (event lempar dan lompat) dan dasar pengaturan bagaimana seri-seri lari dan babak kualifikasi harus diundi untuk event lintasan. (b). DT harus mengajukan proposal jadwal perlombaan. Catatan: Petugas Internasional harus mengenakan pakaian tertentu. DT harus bekerja sama dengan DO. DT harus yakin bahwa Peraturan Teknis perlombaan dikirimkan kepada semua Anggota yang ikut berlomba tepat waktu sebelum perlombaan. . .Dalam hal Area Technical Officials dan Area Race Walking Judges. DT harus menyusun seri-seri. dan di tempat penginapan atlet. formulir pendaftaran atlet yang baku. Pasal 111 DELEGASI ORGANISASI (Organisational Delegates) Delegasi Organisasi (DO) tetap memelihara hubungan erat dengan Panitia Penyelenggara setiap waktu dan melapor secara teratur kepada Dewan IAAF. Mereka harus bekerja sama dengan pihak Delegasi Teknik (DT). (d) dan (g).1. (DM) juga berwenang mengatur pemeriksaan jenis kelamin (gender) atlet lomba bila diperlukan. penanganan medis dan perawatan darurat di arena perlombaan. DT harus membuat laporan tertulis mengenai persiapan perlombaan. oleh negara Anggota IAAF yang relevan. (a). dan (c) DT harus memimpin pertemuan teknik dan harus memberikan pengearahan kepada para petugas Tehnik. babak kualifikasi dan pembagian grup event gabungan. (Penolakan dengan alasan lain harus merupakan keputusan dari Dewan IAAF atau Dewan Area yang bersangkutan). Dia harus yakin atas ketersediaan fasilitas medis yang memadai untuk melakukan pemeriksaan medis.Untuk lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1(a) dan (f). dan mereka harus memperhatikan masalah yang berhubungan dengan tugas kewajiban dan tanggung jawab finansial dari Anggota Penyelenggara dan Panitia Pelaksana. pemilihannya dilakukan oleh Asosiasi Area yang relevan dari daftar mereka sendiri dari Area Technical Officials dan Area Race Walking Judges. setiap pengangkatan akan dilakukan oleh Asosiasi Area yang relevan dan untuk lomba atletik sesuai Pasal 1(c) oleh badan yang relevan dan untuk lomba atletik sesuai Pasal 1(e) dan (h).. Dan untuk lomba atletik yang dilaksanakan sesuai Pasal 1 (b). dan daftar peralatan lomba yang akan digunakan. DT harus mengontrol pendaftaran atlet dan berhak menolak berdasarkan alasan teknik atau sesuai dengan peraturan Pasal 146. IAAF dapat menunjuk seorang Komisioner Periklanan. Delegasi Teknik (DT) bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa semua pengaturan teknis telah sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Teknik IAAF dan Buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF. DT bertanggungjawab atas semua persiapan teknik yang diperlukan untuk penyelenggaraan perlombaan . 43 Pasal 113 DELEGASI MEDIS (Medical Delegate) Delegasi Medis (DM) memiliki wewenang tertinggi atas semua masalah medis. Dalam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1. Pasal 112 DELEGASI TEKNIK (Technical Delegates) Dalam hubungannya dengan Panitia Penyelenggara yang akan memberikan bantuan yang diperlukan.

Pada akhir lomba event lapangan. ITO harus selalu hadir sepanjang pelaksanaan suatu event dimana dia ditugaskan.Pasal 114 DELEGASI KONTROL DOPING (Doping Control Delegate) 44 Delegasi Kontrol Doping (DKD) harus berhubungan dengan Panitia Penyelenggara guna meyakinkan bahwa fasilitas yang sesuai telah tersedia untuk melaksanakan pengontrolan doping. Ketentuan khusus atau keputusan DT. ITO harus menjamin bahwa pelaksanaan lomba berjalan sesuai dengan Peraturan Teknik Perlombaan Atletik IAAF yang berlaku. bila belum ada penunjukan. Ketentuan khusus dan keputusan-keputusan DT yang relevan. Catatan : Judge Lomba Jalan Cepat yang ditunjuk untuk Perlombaan dibawah Pasal 1 (b) sampai (d) haruslah anggota Panel IWJ atau Panel dari Judge Jalan Cepat Area yang bersangkutan. Ketua ITO harus menugaskan minimal satu ITO untuk setiap event yang tercantum dalam buku acara perlombaan. hal ini harus diajukan kepada DT. DKD harus bertanggung jawab terhadap semua masalah yang berkaitan dengan kontrol doping. Pasal 117 JURU UKUR JALUR LOMBA JALAN RAYA INTERNASIONAL (International Road Race Measurer) Dalam semua perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (a) sampai dengan (h). Bila masukan ini ditolak dan bila terjadi pelanggaran terhadap Peraturan Teknik Perlombaan IAAF. .3 dan Catatan-catatan terkait). maka ITO harus segera mengutarakannya kepada wasit event dimaksud dan jika perlu memberikan masukan cara mengatasinya. IRM yang ditunjuk haruslah anggota dari Panel IRM dari AIMS / IAAF (Tingkat "A"atau "B"). seorang IRM harus ditunjuk untuk memverifikasi jalur lomba jalan raya yang sebagian atau seluruh jalurnya berada di luar stadion. Apabila masalahnya tetap tidak terpecahkan. Bila suatu masalah timbul atau bila mereka melihat sesuatu masalah yang menurut pendapatnya memerlukan komentar. Pasal 115 PETUGAS TEKNIK INTERNASIONAL (ITO) (International Technical Officials) DT harus menunjuk seorang Ketua Petugas Teknik Internasional (ITO) di antara ITO yang ditugaskan. ITO harus memberikan semua dukungan yang diperlukan bagi Wasit event tersebut. Catatan ii): Jika Wasit tidak ada. peraturan di atas juga juga berlaku bagi Petugas Teknik Area (ATO) yang diangkat/ditunjuk.dan d). Bila mungkin. maka ITO harus memutuskan. Catatan I) : Dalam lomba-atletik sesuai peraturan Pasal 1b). IRM ini akan memeriksa dan mengesahkan jalur lomba jika menurutnya sudah sesuai dengan peraturan IAAF tentang Lomba Jalan Raya (Pasal 240. Pasal 116 JUDGE LOMBA JALAN CEPAT INTERNASIONAL (International Race Walking Judges) Suatu Panel Judge Lomba Jalan Cepat Internasional (IWJ) harus ditentukan oleh Komite Jalan Cepat IAAF dengan menggunakan kriteria yang disahkan oleh Dewan IAAF. ITO harus bekerja dengan Ketua Judge yang relevan. ITO harus menandatangani kartu hasil perlombaan. Jalur lomba harus diukur pada waktu yang tepat sebelum perlombaan. IWJ yang ditunjuk untuk semua lomba sesuai peraturan Pasal 1 a) haruslah anggota Panel dari IWJ.

Keputusan DH bersifat final. Pasal 118 STARTER DAN JUDGE FOTO FINIS INTERNASIONAL (International Starter and International Photo Finish Judge) Pada semua lomba atletik yang sesuai dengan Pasal 1 a). Lebih lanjut. yang biasanya terdiri dari tiga. Tetapi keputusan tersebut dapat dipertimbangkan kembali apabila muncul bukti baru. Satu di antaranya harus menjadi Ketua Dewan Hakim dan satu lainnya sebagai Sekretaris. IRM akan menyerahkan suatu sertifikat yang sesuai kepada Delegasi Teknik. Fungsi utama DH adalah menyelesaikan semua protes sesuai peraturan IAAF Pasal 146. Starter Internasional harus memberangkatkan lomba (dan menangani tugas lainya) yang ditugaskan padanya oleh DT. suatu Dewan Hakim (DH) harus ditunjuk. Keputusan yang melibatkan hal-hal yang tidak tercantum dalam peraturan harus segera dilaporkan oleh Ketua DH kepada Sekretaris Jenderal IAAF. DH dapat ditunjuk untuk lomba lainnya jika Panitia Penyelenggara menganggap perlu demi lancar dan suksesnya lomba. . dan dan masalah lain yang timbul selama perlombaan berlangsung. sekretaris ini bisa saja seseorang yang tidak termasuk dalam dalam Dewan Hakim. lima atau tujuh orang. harus ditunjuk oleh IAAF atau oleh Asosiasi Area yang bersangkutan. yang memerlukan penyelesaian.IRM harus bekerja sama dengan Panitia Penyelenggara dalam pengaturan jalur dan menyaksikan pelaksanaan perlombaan tersebut guna menjamin bahwa jalur lomba yang ditempuh oleh atlet sama dengan jalur yang telah diukur dan disahkan. 45 Pasal 119 DEWAN HAKIM ( Jury of Appeal ) Pada semua perlombaan yang diselenggarakan sesuai Pasal 1 (a) . Jika dianggap perlu. dan b). (b) dan (c). sepanjang keputusan baru ini dapat diterapkan. Judge Foto finish Internasional harus menyelia /men supervisi semua perangkat Foto Finis. seorang Starter Internasional dan seorang Judge Foto finis Internasional.

Bila event putri dilombakan.Satu Ketua Judge dan para Judge Event Lintasan dengan jumlah yang memadai . PETUGAS PENGELOLA (Management Officials) .Satu (atau lebih) Wasit Event Gabungan (Combined Events Referee) . sesuai dengan peraturan negara Anggota IAAF dimana lomba itu dilaksanakan. .Satu Ketua Pencatat waktu & para Pencatat waktu dalam jumlah yang memadai. .Satu Sekretaris perlombaan (Pengolah hasil) dan sejumlah asisten .Satu orang Direktur Perlombaan ( Competition Director) .Satu Ketua Marshal dan para marshal dalam jumlah yang memadai .Satu Ketua Judge dan para Judge untuk tiap event lapangan dengan jumlah yang memadai .Satu atau lebih Operator pengukur angin .Satu Surveyor Resmi (juru ukur resmi) .Satu Ketua Judge & 8 Judges untuk tiap event jalan cepat yang dilaksanakan di jalan raya.Sejumlah Pramubakti untuk para atlet.Satu Komisaris Periklanan .Satu (atau lebih) Wasit Event Lintasan (Track Events Referee) .46 Pasal 120 PETUGAS – PETUGAS PERLOMBAAN (Officials of the Competition) Panitia Penyelenggara suatu perlombaan harus menunjuk / mengangkat semua petugas. dll. Panitia Penyelenggara boleh mengadakan variasi yang disesuaikan dengan kondisi setempat. operator papan pelanggaran. Namun harus tetap diperhatikan agar arena lomba sedapat mungkin bebas dari petugas.Satu (atau lebih) Ahli Statistik . petugas dan wartawan. Para Wasit dan Ketua Judge harus mengenakan pakaian atau lencana/ badge yang mencolok. sedapat mungkin seorang dokter wanita harus ditunjuk. . .Satu Ketua penghitung keliling dan para Penghitung keliling dalam jumlah yang memadai.Satu (atau lebih) Wasit Event Luar Stadion (Outside Stadium Referee) .satu (atau lebih) Wasit Event Lapangan (Field Events Referee) . .Satu atau lebih Judge Pengukur Elektronik .Satu Koordinator Starter & para Starter dan Re-caller dalam jumlah yang memadai.Sate orang Manajer Teknik (Technical manager) .Satu Ketua Pengawas lintasan & para Pengawas lintasan dalam jumlah yang memadai. Bila dinggap perlu.Satu (atau lebih) Asisten Starter . Daftar berikut ini berisikan petugas-petugas yang dianggap perlu untuk melayani perlombaan atletik internasional berskala besar.Petugas jalan cepat lainnya yang diperlukan meliputi : pencatat (recorder).Satu Ketua Judge & 5 Judges untuk tiap event lomba Jalan cepat yang dilaksanakan di lintasan . (b). (Event Presentation Manager) PETUGAS PERLOMBAAN : .Satu Ketua judge foto finis dan sejumlah asistennya . dan dalam hal lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1 (a).Satu (atau lebih) Dokter .Satu ketua judge ruang panggil dan para judge dalam jumlah yang memadai PETUGAS TAMBAHAN : .Satu (atau lebih) Announcer (Penyiar) . .Satu orang Manajer Presentasi Lomba. . para petugas pembantu boleh diangkat/ditunjuk.Satu Wasit Ruang Panggil (Call Room Referee) .Satu orang Manajer Lomba (Meeting Manager ) . dan (c) sesuai peraturan dan prosedur dari organisasi internasional yang bersangktutan.

Bekerja sama dengan marshal. Wasit harus menjamin bahwa peraturan (dan ketentuan khusus) ditaati dan harus memutuskan semua masalah yang timbul selama perlombaan (termasuk yang terjadi di ruang panggil) serta yang belum tercantum dalam peraturan (atau ketentuan khusus). Wasit Lintasan dan event di luar stadion memiliki wewenang untuk menentukan kedudukan pemenang dalam suatu perlombaan. Dia harus mencek bahwa semua petugas telah datang melapor untuk menjalankan tugasnya. dan melalui sistem komunikasi selalu berhubungan dengan semua Petugas. Diapun harus mengarahkan interaksi antara anggota tim presentasi lomba dengan menggunakan sistim komunikasi. dia harus mengatur bahwa hanya orang orang yang diberi wewenang saja yang diizinkan berada di arena lomba. hanya jika para Judge tidak mampu memutuskannya. menunjuk pengganti bila perlu dan memiliki wewenang untuk memberhentikan seorang Petugas teknik bila tidak mematuhi peraturan. Pasal 122 MANAJER PERLOMBAAN (Meeting Manager) Manajer Perlombaan bertanggung jawab atas penyelenggaran perlombaan dengan benar. DO. harus merencanakan pengaturan presentasi perlombaan. direkomendasikan bahwa Manajer memiliki Asisten . event lintasan. Catatan: Untuk perlombaan yang memakan waktu lebih dari empat jam atau lebih dari satu hari.47 Pasal 121 DIREKTUR PERLOMBAAN (Competition Director) Direktur Perlombaan bekerja sama dengan DT harus merencanakan organisasi teknis perlombaan serta menjamin bahwa rencana ini dapat dilaksanakan dan mampu memecahkan semua masalah teknis yang timbul.asisten Manajer. lintasan lari. . Dia harus menjamin bahwa rencana ini dapat terlaksana. sesuai dengan peraturan IAAF. Pasal 123 MANAJER TEKNIK (Technical Manager) Manajer Teknik ini bertanggungjawab untuk menjamin bahwa. 2. dan DT. tempat tempat pendaratan untuk event – event lapangan. jalur . lingkaran-lingkaran lempar. event lapangan event gabungan. Dia akan mengarahkan interaksi antara atlet perlombaan.jalur awalan. Sejumlah Wasit harus ditunjuk terpisah untuk ruang panggil. dan event lari & jalan cepat di luar stadion. Pasal 124 MANAJER PRESENTASI LOMBA (Event Presentation Manager) Manager Presentasi lomba bekerja sama dengan direktur. Wasit event lintasan dan event di luar stadion. dan semua peralatan & alat lomba. lengkung batas lemparan. sektor – sektor lemparan. menyelesaiakan setiap masalah yang muncul. tidaklah memiliki wewenang yang terkait dengan tanggung jawab Ketua Judge event jalan cepat. Pasal 125 REFEREE / W A S I T 1.

apakah pada hari yang sama ataupun pada kesempatan hari lain sesuai dengan keputusannya. Para Judge harus mewasiti dan mencatat setiap kesempatan lomba (trial) dan mengukur setiap hasil sah yang dibuat oleh setiap atlet dalam event lapangan. Bila menurut pendapat Wasit terkait. sapta. dan dalam hal tidak ada Judge Pengukur elektronik. terutama bila upaya pemecahan rekor sedang berlangsung. yang akan memutuskannya. Wasit tidak boleh bertindak selaku judge atau pengawas lintasan. pada tangga berjenjang. dia harus mensupervisi pengukuran prestasi penciptaan rekor. serta meneliti catatan masing – masing pada akhir tiap ronde. Sekurang-kurangnya dua orang Judge harus mencatat semua trial. dia memiliki wewenang untuk menyatakan bahwa event tersebut dibatalkan dan karenanya harus dilombaulangkan. Catatan: Para Judge ditempatkan minimal 5 m dari garis finis dan segaris dengannya. 4. Para Judge yang harus berada di sisi yang sama pada lintasan atau jalur. 5. Ia juga memiliki wewenang atas pelaksanaan masing-masing event dalam lomba event gabungan. harus menyatakan sah atau tidak sahnya suatu trial dengan mengangkat bendera berwarna putih atau merah. Judge yang ditugasi. panca. Bila panitia lomba belum mengalokasikan tugas-tugas bagi para Judge. 3. Wasit Event gabungan (tri. dan bila Judge tidak dapat memutuskannya maka ia harus melapor kepada Wasit Lintasan. menyelesaikan setiap masalah yang dipersengketakan. Wasit terkait harus memeriksa semua hasil akhir. 6. ditanda tangani oleh Wasit yang bersangkutan serta disampaikan kepada Sekretaris Perlombaan. Pemberian peringatan ini dapat ditujukan kepada atlet dengan memperlihatkan kartukuning kepadanya. kartu hasil-lomba harus segera dilengkapi. Event-event lintasan & jalan raya 2. harus dicantumkan dalam kartu hasil. 7. merekalah yang harus melakukannya. suatu keadaan timbul di dalam arena lomba dan menuntut keadilan bahwa suatu event atau bagian dari event tersebut perlu dilombaulangkan.48 Wasit Lintasan memiliki wewenang untuk memutuskan segala sesuatu yang terkait dengan start bila dia tidak sependapat dengan keputusan yang dibuat oleh tim start. dan pengusiran dengan menmperlihatkan kartu merah. Dia memiliki wewenang untuk memberi peringatan atau pengusiran dari perlombaan kepada atlet lomba yang bersalah karena berkelakuan tidak baik. . Pada akhir tiap event. Pasal 126 PARA JUDGE Judges Umum: 1. Baik peringatan maupun pengusiran atlet. selain dalam kasus start salah yang di deteksi oleh suatu alat pendeteksi start salah (yang disahkan IAAF) kecuali bila ia yakin bahwa informasi dari alat tersebut tidak akurat. harus menentukan kedudukan atlet lomba sewaktu memasuki garis-finis. Wasit terkait harus menyelesaikan setiap protes atau keberatan terhadap jalannya perlombaan termasuk hal – hal yang muncul di ruang panggil. dasalomba) memiliki wewenang atas seluruh pelaksanaan lomba event gabungan. Dalam event loncat tinggi dan loncat galah pengukuran yang akurat harus dilakukan saat mistar dinaikkan. Ketua Judge untuk event lintasan dan Ketua Judge untuk tiap event-lapangan harus mengkoordinasikan tugas-tugas para Judge untuk event masing-masing. Event – even Lapangan (lempar & lompat) : 3.

c. Starter & Recall-Starter) 1. maka Starter dan Re-caller harus mengenakan head phones agar dapat mendengar dengan jelas setiap signal akustik yang terpancar bila terjadi start salah. Bila suatu perangkat kontrol start salah digunakan. setelah menerima perintah Direktur Perlombaan. Pada perlombaan sesuai pasal 1 a) dan b) penentuan event – event yang ditugaskan kepada starter internasional merupakan wewenang DT. seorang Ketua Judge Foto-Finis dan minimal dua orang Asisten Judge Foto Finis harus ditunjuk. Pasal 129 KOORDINATOR START. 3.5 dipenuhi.49 Pasal 127 PENGAWAS LINTASAN (EVENT –EVENT LARI & JALAN CEPAT) (Umpires) 1. Koordinator Start harus: a.1) oleh atlet atlet lomba atau oleh orang lain. b. 2. Dia harus membagi tugas kepada para Pencatat waktu lainnya. Satu diantaranya diangkat menjadi Ketua Pencatat Waktu. f. atau pergantian tongkat estafet terjadi di luar zona pergantian yang semestinya.Pencatat waktu tersebut harus bertugas sebagai pem-back-up bila perangkat Foto-Finis otomatis sedang digunakan.dia harus segera memberi tanda pada lintasan dengan menggunakan bahan yang cocok di tempat terjadinya pelanggaran. Pencatat Waktu harus bertindak sesuai peraturan Pasal 165 (Timing & Photo Finish). Dalam hal pencatatan waktu secara manual. e. Setiap pelanggaran peraturan harus dikomunikasikan kepada wasit yang terkait dengan mengangkat bendera warna kuning atau peralatan handal lainnya yang disetujui oleh DT. Pasal 128 PENCATAT WAKTU & JUDGE FOTO FINIS (Timekeepers and Photo Finish Judge) 1. Membagi tugas kepada para Judge tim start. 2. Mensupervisi tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh tiap anggota timnya. harus segera membuat laporan tertulis tentang insiden itu kepada Wasit. . Memberikan informasi kepada Starter. harus ditunjuk Pencatat waktu dalam jumlah yang memadai untuk atlet lomba yang terdaftar. para Judge. Menjamin apakah yang diatur dalam peraturan Pasal 130. Bila perangkat Photo Finish Otomatis digunakan. d. 3. Catatan: Bila seorang Pengawas Lintasan melihat bahwa seorang atlet telah berlari pada jalur lintasan yang lain dari lintasannya sendiri. Ketua Judge Foto Finis dan Operator Alat Pengukur Angin dalam keadaan siaga).2). Pengawas Lintasan adalah pembantu Wasit yang tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir. Pengawas Lintasan harus ditempatkan oleh Wasit pada suatu posisi yang memungkinkan dia mengamati perlombaan dari dekat dan dalam hal terjadi kesalahan atau pelanggaran peraturan(selain Pasal 230. STARTER & RECALLER (Start Coordinator. (lihat Pasal 161. Starter harus mampu mengendalikan atlet di garis start. bahwa segala sesuatu sudah siap untuk dilakukannya start (yaitu: bahwa Para Pencatat-waktu. 2. Pengawas Lintasan dalam jumlah yang memadai harus ditunjuk untuk mensupervisi zona pergantian tongkat dalam lomba lari estafet. Mengumpulkan semua dokumen yang melibatkan prosedur start termasuk dokumen yang menunjukkan waktu reaksi dan atau gambar start-salah. Bertindak sebagi seorang interlocutor (juru bicara) antara Staf Teknik perusahaan peralatan pencatat-waktu dengan para Judge. 4.

Asisten Starter bertanggung jawab atas tersedianya tongkat estafet bagi para atlet pertama dalam lomba lari estafet. 400m. atau ditunjukkan dihadapan atlet yang bersangkutan. Starter harus menempatkan dirinya sehingga jarak antara dia dengan masing-masing atlet kira-kira sama. Setiap Recaller harus menempatkan diri sedemikian rupa sehingga dia dapat melihat dengan jelas atlet yang harus diawasinya. atlet lain yang ikut dalam lomba ini harus diberi peringatan dengan menunjukkan kartu kuning di depannya oleh satu atau beberapa Asisten Starter. 4. diperlukan minimal dua orang Recaller. Peringatan dan diskualifikasi sesuai dengan Pasal 162. Asisten starter harus memeriksa bahwa para atlet berlomba dalam seri atau lomba yang benar.2 & 162. 5. 3.2. Jika pengeras suara tidak digunakan dalam lomba-lomba dengan start berjenjang. Apabila starter tidak dapat menempatkan dirinya pada posisi tersebut. Mereka menempatkan setiap atlet pada lintasan yang benar. Apabila suatu start-baru akan dilakukan. yang diwajibkan untuk membatalkan lomba jika terjadi pelanggaran peraturan. 4. harus digunakan alat pengontrol start salah yang disahkan IAAF sebagaimana dijelaskan pada Pasal 161. kira-kira 3 m di belakang garis start (dalam hal lomba yang garis startnya berjenjang. Setelah pembatalan start recaller harus melaporkan pengamatannya kepada starter yang akan memutuskan atlet mana yang harus diperingati (Lihat juga Pasal 161. maka asisten Starter kembali harus mengumpulkan atlet. 400m gawang. 7. disediakan pengeras suara di setiap lintasan untuk meneruskan aba-aba start kepada atlet. . harus ditempatkan di sana dan diledakkan dengan dikontak listrik. 6. Dalam perlombaan yang menggunakan start jongkok.4 dipatuhi. Koordinator Start harus memberikan tugas & posisi khusus bagi setiap Recaller.4 X 400m. harus didiskualifikasi dan kartu merah diletakkan di atas tempat nomor lintasan. selanjunya memberitahukan kepada mereka bahwa setiap atlet yang melakukan kesalahan start berikutnya akan dijatuhi diskualifikasi.3. Pada waktu yang sama. atlet (atlet-atlet) yang bertanggung jawab terhadap start salah tersebut harus diberi peringatan dengan kartu kuning yang dipasang pada tempat nomor lintasan. 5. Untuk perlombaan yang menggunakan start jongkok dia harus menempatkan dirinya sehingga dia yakin bahwa semua atlet ada dalam keadaan tenang pada posisi 'siaaap' sebelum pistol-start ditembakkan. Bila hal ini telah selesai dia harus memberi isyarat kepada Starter bahwa semuanya telah siap. 7 dan 8 hanya dapat diberikan oleh Starter. 2. Bila Starter telah memerintahkan para atlet untuk menuju ke garis start. dan nomor bib mereka dipasang dengan betul. 4 x 200m. maka terhadap atlet yang bertanggung jawab terhadap start salah ditunjukkan juga kartu kuning di depannya. Dalam hal start salah pertama. 50 Disarankan khususnya bagi start berjenjang. Bila tidak terdapat kartu kuning pada tempat nomor lintasan. Satu orang Recaller atau lebih harus ditunjuk untuk membantu starter. Pasal 130 ASISTEN STARTER (Starter’s Assistants) 1. 4 x 100m. Catatan: Untuk event: 200m. Catatan: Starter harus menempatkan dirinya sehingga seluruh atlet berada dalam sudut pandang yang sempit. sama juga di belakang garisstart masing-masing). maka para asisten Starter harus menjamin bahwa peraturan Pasal 162. atlet (atlet-atlet) yang bertanggung jawab atas start salah tersebut. Dalam kasus terjadi start salah berikutnya. Starter harus menempatkan diri sedemikian rupa sehingga dia dapat mengamati seluruh atlet selama prosedur start dilakukan. maka pistol-start atau perangkat start lain yang sah.8) 8.

nama-nama dan nomor-nomor atlet yang berpartisipasi dalam tiap event. Sebagai pengganti penghitung keliling secara manual. Penghitung keliling harus mencatat jumlah putaran lari yang telah ditempuh oleh setiap atlet dalam lomba lari berjarak lebih dari 1. Atlet yang bertanggung jawab untuk dua kali start salah harus didiskualifikasi dan kartu merah ditempatkan di atas tempat nomor lintasan. sejumlah Penghitung Keliling harus ditunjuk dan bertugas di bawah pengarahan Wasit.000 m atau lebih. yang ditempatkan di garis finis. dan event lomba jalan cepat. bila mungkin. Seorang penghitung keliling harus bertanggung jawab untuk selalu memperlihatkan suatu tampilan jumlah sisa putaran yang masih harus ditempuh atlet. Pasal 131 PENGHITUNG KELILING (Lap Scorer) 51 1. biasanya dengan membunyikan lonceng/bel. lintasan. . selain para petugas. Pasal 133 MARSHAL (Marshal) Marshal harus memiliki kendali atas arena lomba dan tidak mengizinkan orang. operator komputer di setiap event lapangan harus yakin bahwa hasil lengkap dari tiap event dimasukkan ke dalam sistem komputer. Bila sistem tersebut digunakan. Ketua Pencatat Waktu atau Ketua Judge Foto-finis dan operator pengkur angin. Dia harus segera meneruskan hasil ini kepada Penyiar. tidak seorang pun Penghitung keliling yang mencatat waktu lebih dari empat atlet (enam untuk lomba jalan cepat). dapat digunakan suatu sistem komputerisasi berupa transponder yang dibawa atau dipakai oleh setiap atlet. 2. mencatatnya.500 m. ketinggian dan jarak) dari tiap event harus diumumkan sesegera mungkin setelah diterimanya informasi tersebut. Hasil event lintasan harus dimasukkan ke sistem komputer di bawah pengarahan Ketua Judge Foto finis. dan dilengkapi dengan kartu penghitung keliling untuk mencatat waktu setiap keliling (yang diperoleh dari Pencatat Waktu Resmi) bagi atletatlet yang menjadi tanggung jawabnya. Apabila digunakan sistem komputerisasi hasil perlombaan. Penyiar dan Direktur Perlombaan harus memiliki akses ke seluruh hasil lomba melalui komputer. atau dengan menunjukkannya kehadapan atlet yang bersangkutan. Pasal 132 SEKRETARIS PERLOMBAAN (Competition Secretary) Sekretaris Perlombaan harus mengumpulkan semua hasil lengkap dari tiap event perlombaan. catatan waktu. atau ditunjukkan dihadapan atlet yang bersangkutan. dan seluruh informasi yang relevan seperti susunan seri. serta meneruskan semua kartu hasil kepada Direktur Perlombaan. yang rinciannya harus diberikan oleh Wasit.Dalam event gabungan. Untuk lomba jarak 5. Tampilan ini harus diubah pada tiap kali putaran bila atlet terdepan mulai memasuki lintasan lurus yang menuju garis finis. Putaran terakhir harus diberi tahukan kepada setiap atlet. atlet (atlet atlet) yang bertanggung jawab terhadap start salah harus diberi peringatan dengan kartu kuning yang dipasang pada tempat nomor lintasan. Sebagai tambahan. tampilan secara manual harus diperlihatkan kepada atlet yang telah atau akan dilewati oleh atlet terdepan.dan waktu antara. dan atlet yang akan berlomba atau mereka yang memiliki akreditasi sah untuk berada di dalam arena. Hasil (kedudukan. Pasal 134 PENYIAR (Announcer) Penyiar harus menginformasikan kepada publik.

9 (Event Lintasan) dan Pasal 184. bahwa sepatu. Para Judge harus merujuk kepada wasit ruang panggil untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dan belum terselesaikan . Untuk meyakinkan bahwa alat ukur itu bekerja dengan benar. Penyiar berbahasa Inggris & Prancis harus ditunjuk oleh IAAF. Sebelum perlombaan dimulai. Pasal 137 JUDGE PENGUKUR ELEKTRONIK (Measurement Judge Electronics) Judge pengukur Elektronik harus ditunjuk apabila alat ukur jarak elektronik digunakan. bahwa nomor bib dipakai secara benar`dan sesuai dengan yang tercantum pada daftar atlet. Dalam hubungannya dengan manager presentasi event dan di bawah arahan DO dan/atau DT. Pasal 138 JUDGE RUANG PANGGIL (Call Room Judge) Ketua Judge Ruang Panggil harus mensupervisi perpindahan antara tempat pemanasan dan tempat perlombaan untuk menjamin bahwa para atlet setelah diperiksa di ruang panggil. Para judge ruang panggil harus yakin bahwa para atlet mengenakan pakaian seragam klub atau negaranya yang secara resmi disahkan oleh Badan Nasionalnya. dan bahwa barang-barang terlarang tidak boleh dibawa masuk arena lomba. Sebelum tiap event dia harus mensupervisi penempatan piranti ukur. Dia akan melaporkan kepada Wasit Event lapangan guna menyatakan bahwa peralatan itu akurat. Pasal 135 JURU UKUR RESMI (Official Surveyor) Juru Ukur resmi harus memeriksa ketepatan marka dan pemasangannya serta memberikan sertifikat-sertifikatnya kepada Manajer Teknik sebelum perlombaan dimulai.5 (Event lapangan). jumlah & ukuran paku. Pasal 136 OPERATOR PENGUKUR ANGIN (Wind Gauge Operator) Operator pengukur angin harus menjamin bahwa alat ukur tersebut dipasang sesuai dengan Pasal 163. memperhatikan seluruh kebutuhan teknis yang dialokasikan oleh Staf Tehnik.52 Pada lomba atletik sesuai dengan pasal 1 (a). iklan pada pakaian dan tas atlet sesuai dengan Peraturan dan Ketentuan IAAF. Kepadanya harus disediakan akses sepenuhnya mengenai denah dan gambar stadion serta laporan pengukuran terakhir untuk tujuan verifikasi. sebelum dan sesudah event. dia harus mensupervisi serangkaian pengukuran bersama dengan para judge dan wasit untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan pengukuran menggunakan pita baja yang sudah dikalibrasi. dia harus bertemu dengan staf teknik terkait dan mengenali peralatan tersebut. penyiar tersebut bertanggung jawab terhadap semua masalah protokol penyiaran. hadir dan siap untuk berlomba sesuai jadual. Selama perlombaan berlangsung dia tetap bertanggung jawab penuh atas pengoperasian alat ukur tersebut. Dia harus memastikan pengukuran kecepatan angin pada arah lari dalam event tertentu. mencatat serta menandatanganinya dan kemudian menyampaikannya kepada Sekretaris Perlombaan.

Pasal 139 KOMISARIS PERIKLANAN (Advertising Commissioner)

53

Komisaris Periklanan (jika ditunjuk) harus mensupervisi dan menerapkan Ketentuan dan Peraturan Periklanan IAAF yang berlaku dan harus memutuskan setiap masalah periklanan yang timbul dan tak terpecahkan di Ruang Panggil bekerja sama dengan Wasit Ruang Panggil.

54
S E K S I II PERATURAN PERLOMBAAN UMUM Pasal 140 FASILITAS ATLETIK (The Athletic Facility) Setiap permukaan yang kokoh dan seragam, yang memenuhi spesifikasi yang tercantum dalam buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF, dapat digunakan untuk perlombaan atletik. Perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (a) dan yang langsung di bawah kendali IAAF hanya dapat dilaksanakan pada fasilitas berpermukaan sintetik yang sesuai dengan Spesifikasi Kinerja Permukaan Sintetik IAAF dan yang memiliki sertifikat pengesahan IAAF Kelas 1 yang masih berlaku. Disarankan, bila fasilitas tersebut tersedia, perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (b) sampai (h) juga harus dilaksanakan pada fasilitas tersebut. Fasilitas dengan sertifikat kelas 2 (dua) jika akan digunakan untuk perlombaan sesuai pasal 1(a) sampai (h) harus memenuhi akurasi ukuran dengan format dari Sistem Sertifikasi IAAF. Catatan i): Buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF, yang tersedia di Kantor IAAF, berisikan spesifikasi-spesifikasi lebih rinci, mengenai denah dan konstruksi fasilitas atletik termasuk diagram pengukuran lintasan dan pemarkaan. Catatan ii): Formulir standar Aplikasi Sertifikasi Fasilitas dan Laporan Pengukuran Fasilitas tersedia di kantor IAAF atau dapat diakses melalui IAAF Website. Catatan iii): Peraturan ini tidak perlu diterapkan untuk event-event lari dan jalan-cepat yang dilaksanakan di jalan raya atau jalur lintas-alam. Pasal 141 KELOMPOK UMUR (Age Group) Definisi berikut ini berlaku bagi Kelompok umur yang diakui oleh IAAF : Remaja Putra & Putri: Setiap atlet yang berumur 16 atau 17 tahun pada tanggal 31 Desember tahun perlombaan. Junior Putra & Putri : Setiap atlet yang berumur 18 atau 19 tahun pada tanggal 31 Desember tahun perlombaan. Master Putra & Putri : Setiap atlet yang sudah berulang tahun yang ke 35. Catatan I): Segala sesuatu yang berkaitan dengan perlomban atletik Master mengacu kepada IAAF/WMA Handbook yang disahkan oleh Dewan IAAF dan Dewan WMA. Catatan ii): Keabsahan mencakup umur minimum untuk berpartisipasi dalam perlombaan IAAF harus dicantumkan dalam Ketentuan Khusus Teknis. Pasal 142 PENDAFTARAN (Entries) 1. Perlombaan yang sesuai peraturan IAAF dibatasi bagi atlet yang memenuhi Peraturan keabsahan IAAF.(Lihat Bab 2). 2. Tidak seorangpun atlet diperkenankan berlomba di luar negaranya, kecuali jika keabsahannya dijamin oleh Federasi Anggota yang memberi izin padanya untuk turut berlomba. Dalam semua perlombaan internasional, jaminan keabsahan tersebut harus diterima, kecuali jika ada suatu keberatan tentang status atlet yang diajukan kepada DT (lihat juga Pasal 146.1).

Pendaftaran Simultan. 3. Jika seorang atlet didaftarkan baik dalam event lintasan dan lapangan sekaligus, atau lebih dari satu event lapangan yang pelaksanaannya berlangsung secara serentak, Wasit terkait dapat mengijinkan atlet untuk melakukan kesempatannya pada urutan yang berbeda dari yang telah ditentukan dengan undian sebelum perlombaan dimulai. Hal ini berlaku setiap kali dalam satu ronde, atau dalam tiap trial pada loncat tinggi dan loncat galah. Namun, bila seorang atlet kemudian tidak tampil untuk melakukan kesempatan/ trialnya, maka dia dianggap “pass” begitu waktu yang diberikan padanya telah habis. Untuk loncat tinggi dan loncat galah, bila seorang atlet tersebut tidak hadir ketika semua atlet lainnya telah menyelesaikan lomba, maka Wasit harus menganggap bahwa atlet tersebut telah meninggalkan perlombaan, begitu waktu trial berikutnya telah habis. Kegagalan berpartisipasi 4. Pada semua lomba sesuai Pasal 1 (a), (b) dan (c), seorang atlet harus dikeluarkan dari keikutsertaan dalam event-event selanjutnya dalam perlombaan tersebut, termasuk estafet, dalam masalah-masalah berikut: a. Konfirmasi akhir keikutsertaan atlet dalam suatu event telah diberikan namun dia gagal berpartisipasi. b. Dia lolos ke babak berikutnya namun kemudian gagal berpartisipasi lebih lanjut. Kekecualian: - Keterangan medis, yang dikeluarkan oleh petugas medis yang ditunjuk atau disahkan oleh IAAF dan/atau Panitia Penyelenggara, dapat diterima sebagai alasan yang cukup bagi atlet yang mengalami masalah di atas, untuk dapat berlomba pada eventevent selanjutnya pada hari-hari berikutnya. - Alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh DT (misalnya faktor-faktor di luar perbuatan atlet seperti masalah-masalah sistem transportasi resmi). Catatan: i) Suatu tengat waktu tertentu untuk konfirmasi akhir keikutsertaan harus diumumkan terlebih dahulu. ii) Gagal berpartisipasi mencakup juga gagal berlomba secara jujur dengan usaha yang bonafide. Wasit terkait akan memutuskan hal ini dan acuannya harus dicantumkan dalam hasil resmi. Hal yang tercantum dalam catatan ini tidak berlaku bagi event lepas dalam lomba event gabungan. Pasal 143 PAKAIAN, SEPATU & NOMOR BIB (Clothing, Shoes and Number Bibs)

55

Pakaian: 9. Dalam semua event, atlet harus mengenakan pakaian yang bersih, dan dengan desain sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan keberatan saat dipakai. Pakaian harus terbuat dari bahan yang tidak transparan bahkan saat basah. Atlet tidak boleh memakai pakaian yang dapat mengganggu pandangan para Judge. Pakaian lomba atlet harus memiliki warna yang sama pada bagian depan dan belakang. Dalam semua lomba sesuai Pasal 1 (a) sampai (e) (tanding antar negara), atlet harus berlomba dengan mengenakan pakaian seragam yang disahkan oleh Badan Nasionalnya. Pada semua perlombaan sesuai Pasal 1 (e) (Perebutan Piala Klub) sampai (h), atlet harus berlomba dengan mengenakan pakaian seragam nasional atau seragam Klub yang disahkan secara resmi oleh Badan Nasionalnya.Berkaitan dengan masalah pakaian,Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) dan victory lap (lari kemenangan) merupakan bagian dari perlombaan. Sepatu 10. Atlet boleh berlomba dengan kaki telanjang atau memakai sepatu pada satu atau kedua kakinya. Dalam perlombaan sepatu berfungsi untuk memberikan perlindungan dan keseimbangan pada kaki dan cengkeraman yang kokoh pada tanah. Tetapi sepatu tidak boleh dibuat untuk memberi bantuan tambahan yang tak diperkenankan bagi

Nomor bib harus dipakai sebagaimana aslinya. 14. kecuali pada event loncat tinggi dan loncat tinggi galah hanya satu nomor bib yang dipakai di dada atau di punggung saja. atau tonjolan tersebut dan termasuk segala macam bentuk dari bagian sol yang lepasdalam sepatu. 13. dan tidak boleh dipotong. gerigi. panjang maksimum paku 25 mm dan diameter maksimum 4 mm. . Dalam perlombaan sesuai Pasal 1(e) sampai dengan (h). Dalam event lari jarak jauh nomor bib dapat dilobangi guna membantu sirkulasi udara. namun tidak boleh merusak angka atau huruf yang nampak padanya. dilipat atau dikaburkan sedemikian rupa. Pada event lainnya tebal bagian sol dan/atau tumit boleh berapa saja. Apabila alat foto finis sedang dioperasikan dalam lomba ini. Pada loncat tinggi dan lompat jauh. Setiap atlet memperoleh dua nomor bib yang selama perlombaan harus dipasang dengan jelas di dada dan punggung. Sol dan Tumit. termasuk bagian-bagian alur. Pasal 144 BANTUAN KEPADA ATLET (Assistance to Athletes) Menunjukkan Waktu Antara. Waktu antara dan waktu kemenangan dalam babak pendahuluan/penyisihan dapat diumumkan dan/atau ditampilkan secara resmi. tetapi jumlah posisi paku tidak boleh melebihi 11 buah. Nomor Bib ( Number Bibs) 7. Bila atlet mengenakan trainingspak untuk berlomba. maka Panitia Penyelenggara dapat meminta para atlet untuk memasang identifikasi nomor tambahan yang dapat melekat pada bagian samping celananya. Apabila perlombaan dilaksanakan pada permukaan sintetik. Atlet tidak diperkenankan berlomba tanpa memasang nomor bib dan/atau identifikasi yang berlaku baginya. atau tonjolan asalkan semuanya dibuat dari bahan yang sama atau mirip dengan sol itu sendiri. Tambahan & Sisipan pada sepatu. Catatan : Tebal sol dan tumit adalah jarak antara sisi atas bagian dalam dan sisi bawah bagian luar. pada nomor bib dapat dicantumkan nama atlet atau identitas lainnya yang sesuai (misalnya posisi peringkat dunia IAAF). Paku-paku tersebut memiliki diameter maksimum 4 mm. maka tiap bagian paku yang mencuat dari sol atau tumit tidak boleh melebihi 9 mm kecuali pada event loncat tinggi dan lempar lembing. 8. nomor bib harus dipasang pada trainingspak tersebut dengan cara yang sama. Informasi tersebut tidak boleh dikomunikasikan kepada para atlet oleh siapapun di arena lomba tanpa izin terlebih dulu dari Wasit terkait. 9. Semua macam sepatu perlombaan harus disahkan oleh IAAF. gerigi. Untuk permukaan non sintetik. baik di dalam maupun di luar sepatu. Atlet lomba tidak boleh menggunakan alat-alat tambahan. lekukan. tidak boleh melebihi 12 mm. Nomor bib harus sesuai dengan nomor yang tercantum di dalam Buku Program Perlombaan. atau yang dapat memberi keuntungan kepada sipemakai yang tidak akan diperoleh dari tipe sepatu yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya. Jumlah paku sampai dengan 11 buah dapat digunakan. tebal maksimum sol 13 mm dan pada loncat tinggi tebal maksimum tumit 19 mm.Tali sepatu yang melilit kura-kura kaki diizinkan. 56 Jumlah paku 11. Ukuran paku 12. 1. lekukan. yang berdampak menambah ketebalan sol melebihi tebal maximum yang diizinkan. Sol dan tumit sepatu harus dirancang sedemikian rupa untuk dapat dipasangi sampai dengan 11 buah paku. Sol dan/atau tumit sepatu boleh memiliki alur.sipemakai.

alasan penyebabnya harus dicantumkan pada lembar hasil resmi. Prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. Namun. Untuk memfasilitasi komunikasi ini agar tidak mengganggu pelaksanaan perlombaan. suatu tempat di tribune. Panitia Penyelenggara harus menyediakan air dan guyur bagi para atlet. 2. acuan aturan mana yang dilanggar harus dicantumkan dalam hasil resmi. Perlakuan sejenis yang dilakukan oleh orang selain yang disebut di atas baik selama lomba ataupun sesaat sebelum lomba. oleh personil medis yang disahkan oleh DT atau DM. semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. Kedua perlakuan medis tersebut tidak boleh mengakibatkan kelambatan pelaksanaan perlombaan atau perubahan urutan kesempatan. (d) Pemilikan atau penggunaan video atau kaset.Di dalam arena perlombaan dapat diberikan oleh petugas staf medis resmi yang ditunjuk oleh Panitia Penyelenggara dan menggunakan ban lengan. Minuman/Guyur 4. pemancar radio. 3. Pemeriksaan / penanganan dan/atau Physiotherapy yang diperlukan agar atlet dapat tetap berpartisipasi saat berada di dalam arena perlombaan. radio. Diskualifikasi semacam ini mengakibatkan ia tidak dapat . Bila seorang atlet didiskualifikasi. 57 Setiap atlet yang memberi atau menerima bantuan dari dalam arena perlombaan selama event berlangsung harus diberi peringatan oleh Wasit dan diberitahu bahwa. atau oleh suatu perangkat teknis. Dalam kaitannya dengan peraturan ini. semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. dan karenanya tidak diperbolehkan: (c) Pengaturan kecepatan lari (pacing) oleh orang yang tidak ikut berlomba.Pemberian Bantuan. Suatu kantong angin harus ditempatkan pada posisi yang sesuai dalam semua event lompat. lempar cakram dan lempar lembing agar atlet dapat mengetahui perkiraan arah dan kekuatan angin. dia akan dikenakan diskualifikasi dari event tersebut. Pasal 145 DISKUALIFIKASI (Disqualification) 1. prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. 2. (b). semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. . Namun. termasuk bantuan. namun atlet sudah meninggalkan ruang panggil. Diskualifikasi karena suatu pelanggaran peraturan teknik dalam suatu event masih memungkinkan atlet untuk berpartisipasi dalam event selanjutnya. jika hal ini diulangi. jika kondisi cuaca menuntut hal tersebut. karena melanggar Peraturan Teknik IAAF. Namun. Hal-hal berikut ini tidak dianggap sebagai bantuan: (a). CD. hal-hal berikut ini dianggap sebagai bantuan. Dalam event lintasan 5000 m atau lebih. oleh atlet yang terlewat atau hampir terlewat. Pemeriksaan / penanganan dan/atau Physiotherapy tersebut : . dekat dengan tempat arena event lapangan yang bersangkutan. Informasi Angin. harus disediakan bagi para pelatih. Bila seorang atlet didiskualifikasi dari suatu event karena bertindak tidak sportif atau tidak sopan.Di luar arena perlombaan namun dalam tempat yang disediakan khusus. telepongenggam atau perangkat sejenis di dalam arena lomba. rompi atau pakaian yang khas. Komunikasi antara atlet dengan pelatihnya yang tidak berada di arena perlombaan. Prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. Jika seorang atlet kemudian didiskualifikasi dari event tersebut.

Dalam tahap pertama. secara tertulis. dapat memerintahkan agar hasilnya diukur dan dicatat. atau bukti (rekaman) video lainnya yang tersedia. Protes mengenai hasil atau pelaksanaan lomba suatu event harus diajukan dalam tempo 30 menit setelah hasil resmi event tersebut diumumkan. kecuali jika Wasit menyatakan bahwa informasi yang diberikan oleh alat tersebut nyata-nyata tidak akurat.atau bernilai setara itu. 5. Wasit lintasan boleh mengizinkan si atlet untuk ikut berlomba dengan status ‘under protest’ dalam rangka melindungi hak semua pihak yang terkait. termasuk bukti rekaman video yang tersedia. atlet tersebut diperbolehkan ikut berlomba dengan status "under protest". (a) Dalam event lintasan. Apabila Dewan Hakim merasa ragu-ragu. dan seharusnya didiskualifikasi sesuai peraturan Pasal 162. Bila pelanggaran itu dianggap serius. Jika protes ini diterima. Catatan: Jika Dewan Hakim atau DT tidak ada. yang akan hilang apabila protest itu tidak diterima. Dewan Hakim harus berkonsultasi dengan semua orang yang terkait. Protest demikian tidak bisa diterima bila start salah itu dideteksi oleh alat pengontrol start salah IAAF yang sah. termasuk Wasit dan para Judge. maka Wasit event tersebut. Jika alat kontrol start salah yang disahkan IAAF digunakan. setiap protes harus disampaikan secara lisan kepada Wasit terkait oleh atlet yang bersangkutan. 4. Bila bukti-bukti demikian. bukti-bukti lain yang tersedia dapat dipertimbangkan.1(f). (b) Dalam event lapangan. 58 3. 6. 2. bila seorang atlet mengajukan protes lisan karena dinyatakan telah melakukan start-salah. Terhadap keputusan Wasit ada hak untuk naik banding kepada Dewan Hakim. Protes mengenai status seorang atlet untuk berpartisipasi dalam suatu perlombaan harus diajukan sebelum lomba itu dimulai kepada DT. . atau atas nama. atas kebijaksanaannya. harus dikenakan diskualifikasi. Panitia Penyelenggara perlombaan harus mencatat waktu pengumuman setiap hasil. maka ada suatu hak untuk mengajukan banding kepada Dewan Hakim. Suatu banding diajukan kepada Dewan Hakim (Jury of Appeal) dalam tempo 30 menit setelah pengumuman resmi keputusan Wasit. dan disertai penyerahan suatu deposito (sejumlah biaya) sebesar US $100.7. tidak memuaskan. atlet yang telah melakukan start salah. Pasal 146 PROTES dan BANDING (Protest and Appeal) 1. dalam rangka melindungi hak semua pihak yang terkait.-. maka keputusan Wasit adalah final. Wasit dapat memutuskan atau meneruskan protes tersebut kepada Dewan Hakim. maka Direktur Perlombaan harus melaporkannya kepada Badan Pengurus yang lebih tinggi untuk dipertimbangkan tindakan disipliner lebih lanjut sesuai Pasal 22. dan masalahnya diajukan ke Dewan IAAF. Jika DT telah membuat suatu keputusan. Wasit harus mempertimbangkan semua bukti yang ada yang dianggap perlu. protes dapat didasarkan atas kesalahan Starter untuk merecall start yang salah. termasuk film atau gambar hasil rekaman video resmi. maka keputusan Wasit tetap berlaku. atau oleh seseorang yang bertindak atas namanya. Bila masalahnya belum dapat diselesaikan secara memuaskan menjelang perlombaan. atlet yang telah menyelesaikan lomba. ditandatangani oleh seorang Ofisial yang bertanggung jawab atas nama atlet yang bersangkutan. Protes dapat diajukan oleh. bila seorang atlet mengajukan protes lisan karena kesempatannya dianggap gagal.mengikuti event selanjutnya dalam perlombaan tersebut. Untuk dapat sampai kepada suatu keputusan yang adil.

Pita ukur dari baja.59 Pasal 147 PERLOMBAAN CAMPURAN (Mixed Competition) Untuk semua perlombaan yang seluruhnya dilaksanakan campuran antara atlet putra dan putri tidaklah diperbolehkan. yang merekam akurasi prestasi dan pelanggaran Peraturan sebagai dokumentasi pendukung. Pasal 150 REKAMAN VIDEO (Video Recording) Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a) dan (b) dan. mistar ukur. event-event . sehingga semua pengukuran sesuai dengan standard nasional dan internasional. di dalam stadion. alat ukur ilmiah harus diberi sertifikat oleh IAAF dan akurasi alat pengukur yang digunakan di dalam perlombaan harus telah diverifikasi oleh suatu organisasi berakreditasi yang layak oleh Jawatan Tera Nasional. pita-ukur fiberglass dapat digunakan. semua pengukuran harus dilakukan dengan suatu pita baja yang sudah dikalibrasi dan diberi sertifikat. Pasal 148 PENGUKURAN (Measurement) Untuk event lintasan dan lapangan dalam perlombaan sesuai Pasal 1 a) sampai c) termasuk. Pasal 151 PENILAIAN (Scoring) Dalam suatu pertandingan yang hasilnya ditentukan berdasarkan penilaian. jika dicapai dalam perlombaan resmi yang dilaksanakan sesuai dengan Peraturan IAAF yang berlaku.26 (a). sebelum perlombaan dimulai. lihat Pasal 260. Catatan : Mengenai pengesahan rekor-rekor. bila mungkin dalam perlombaan lainnya. metoda penilaian harus disepakati bersama oleh semua negara atlet. Pada perlombaan yang selain sesuai Pasal 1 (a) sampai (c). Pasal 149 KEABSAHAN PRESTASI (Validity of Performance) Prestasi seorang atlet dinyatakan sah. disarankan digunakan suatu rekaman video resmi untuk semua event. mistar ukur atau suatu alat-ukur ilmiah.

sedemikian sehingga ujung alas kerucut atau tiang bendera berpotongan dengan sisi garis putih terdekat pada lintasan. Catatan (i): Untuk semua lintasan lari yang dibuat sebelum 1 Januari 2004. dan dimiringkan dengan sudut 60° terhadap tanah menjauhi lintasan. 165 juga berlaku untuk seksiseksi VII. Dalam semua lomba berjarak 400 m atau kurang.3 dan 163.2. Jika tidak ada kerb.60 SEKSI III EVENT.6 (kecuali Pasal 230. Pengukuran dilakukan 30cm ke arah luar dari kerb. sampai ke tepi garis finis yang lebih dekat ke garis start.3.EVENT LINTASAN (Track Events) Pasal 163.22 m ± 0.11 dan 240. sisi dalam lintasan harus dibatasi oleh suatu pinggiran (kerb) terbuat dari bahan yang cocok. Lintasan dalam harus diukur seperti disebutkan pada ayat 2 di atas. Kecuali untuk lintasan rumput. Bendera ini berukuran kira-kira 25cm x 20cm dan dipasang pada tiang sepanjang 45cm. tempatnya harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm dan dengan kerucut atau bendera yang tingginya minimum 20 cm. Benderabendera ini harus ditempatkan pada garis untuk mencegah atlet berlari di atas garis tersebut. Bila ada bagian kerb yang harus dipindahkan sementara untuk event lapangan. Gambar : UKURAN-UKURAN LINTASAN LARI (pandangan dari sebelah dalam) 3. Hal ini juga berlaku pada bagian lintasan steeple chase di tempat para atlet berbelok dari lintasan utama menuju rintangan air. 2. Semua lintasan harus punya lebar yang sama. . Untuk lintasan rumput tanpa kerb. 164. sedang lintasan lainnya diukur 20 cm dari tepi luar garis lintasan. ditempatkan pada garis putih tersebut. pengukuran dilakukan 20cm dari garis tepi dalam lintasan. setiap atlet harus mempunyai lintasan yang pisah dengan lebar 1.01 m yang ditandai dengan garis putih selebar 5cm. VIII.10). dan IX. tepi dalam harus ditandai dengan garis selebar 5cm.) Pasal 160 PENGUKURAN LINTASAN (Track Measurements) 1. kira-kira tingginya 5cm dan lebarnya minimum 5cm. Lintasan ini terdiri dari dua lintasan lurus yang sejajar dan dua tikungan yang jari-jarinya sama. lebar maksimum lintasan boleh 1. dan dipasang dengan interval tak lebih dari 4m. Panjang lintasan lari yang standar adalah 400m. 163.25 m Catatan: (ii): Garis batas luar lintasan harus termasuk dalam ukuran lebar lintasan (lihat Pasal 163.4). Jarak lomba harus diukur dari tepi garis start yang lebih jauh dari garis finis. 4. Juga harus dipasang bendera pada interval 4m.

. jika startblok disediakan oleh Panitia Penyelenggara. Tumpuan kaki harus dapat distel maju atau mundur sesuai kebutuhan atlet. Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a). Pemasangan tumpuan kaki pada kerangka yang kaku seyogyanya dapat distel tetapi tidak goyah pada saat start sebenarnya. (c). Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). tempat atlet menumpu saat posisi start. tidak boleh ada bagian startblok yang menyentuh garis start atau melampaui batas lintasan. dengan mempergunakan alur atau lubang pada permukaannya atau melapisi permukaannya dengan bahan yang sesuai sebagai tempat injakan paku sepatu atlet. maka startblok ini harus memenuhi ayat (a) dan (b) di atas. (d) dan (e). Sedangkan Starter dan atau Recaller harus memakai head phone agar dapat mendengar dengan jelas sinyal akustik yang terpancar ketika alat itu mendeteksi start salah (yaitu ketika waktu reaksi kurang dari 100/1000 detik). (c). Begitu Starter dan/atau recaller mendengar sinyal akustik. 7. Catatan: Disarankan untuk track baru. Pemasangannya harus memungkinkan untuk dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat. track harus dapat menampung 8 lintasan. Tumpuan kaki ini harus dipasang pada suatu kerangka yang kaku. (b). Permukaan tumpuan kaki dibuat untuk bisa mengakomodasi paku sepatu atlet. kemiringan ke arah samping menurun menuju lintasan dalam. 2. (d) Selain memenuhi ketentuan di atas. Dalam perlombaan lain pada track sintetik. Pemasangan yang kokoh bertujuan agar startblok tidak goyang pada saat start yang sebenarnya. Kemiringan track yang diperbolehkan tidak melebihi 1:100 pada arah samping dan tidak melebihi 1:1000 menurun pada arah lari. yang harus dipenuhi. denah. Startblok harus digunakan untuk semua lomba sampai dengan jarak 400m (termasuk atlet pertama pada estafet 4x200m dan 4x400m) dan tidak boleh digunakan untuk lomba lainnya. Pasal 161 STARTBLOK (Starting Block) 1. Panitia Penyelenggara dapat menekankan bahwa atlet hanya boleh menggunakan startblok yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara saja. Informasi teknis yang lengkap konstruksi. dan pemarkaan track ada di dalam Panduan Fasilitas Atletik IAAF. (c) Jika atlet menggunakan startbloknya sendiri. harus dipenuhi juga spesifikasi berikut ini : Start-blok harus terdiri dari dua buah tumpuan kaki. Dalam perlombaan atletik internasional sesuai Pasal 1 (a). 6. yang tidak akan menghambat kaki atlet pada saat meninggalkan startblok. Penyetelannya dikencangkan dengan penjepit atau mekanisme pengunci yang kuat yang dapat distel dengan mudah dan cepat oleh atlet. dan jika pistol sudah ditembakkan. atau perangkat start sudah diaktifkan. Jumlah. besar dan panjang paku tergantung dari konstruksi track. Peraturan ini sekedar memberikan prinsip-prinsip dasar. (b) Terpasang kokoh pada track dengan sejumlah paku yang dirancang agar kerusakan track yang ditimbulkannya sekecil mungkin.61 5. Startblok harus memenuhi spesifikasi berikut: (a) Berkonstruksi kaku dan tidak memberikan keuntungan tak jujur bagi pemakainya. dapat merupakan permukaan rata atau cekung. atlet harus menggunakan start blok yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara perlombaan. (b). Sistem ini sangat disarankan untuk digunakan pada perlombaan atletik lainnya. Saat ditempatkan di track. maka harus ada recall (pemanggilan kembali) dan starter harus segera memeriksa waktu reaksi pada alat pendeteksi start salah guna memastikan atlet mana yang bertanggung jawab terhadap start salah tersebut. Startblok tersebut boleh mempunyai desain dan konstruksi apapun asalkan tidak mengganggu atlet lainnya. (b) dan (c) startblok harus dihubungkan dengan alat pendeteksi start salah yang disahkan IAAF. Tumpuan kaki ini dipasang miring sesuai kemiringan letak kaki atlet. 3.

Kecuali di dalam event gabungan. Dalam lomba lebih dari 400m aba-abanya adalah “on your mark” ("Bersedia”) dan jika semua atlet sudah siap pistol ditembakkan. aba-aba starter dalam bahasanya sendiri. 3. pistol ditembakkan. Catatan: Apabila digunakan alat pengontrol start salah yang di sahkan IAAF (lihat peraturan Pasal 161. bahasa Inggris atau Perancis. Seorang atlet setelah mengambil posisi sesuai dengan aba-aba. Hal berikut juga harus dianggap sebagai start salah. jika menurut Starter : (a) Seorang atlet gagal mentaati aba-aba “bersedia” atau “siap” setelah suatu tengat waktu yang layak. Jika menurut Starter atau Recaller. Atlet tidak boleh menyentuh baik garis start ataupun tanah di depan garis start dengan tangannya atau kakinya apabila saat sudah “bersedia”. untuk lomba sampai dengan jarak 400 m (termasuk 4x200 m dan 4x 400 m) harus berbunyi “On your marks” (bersedia) dan “Set” (siap). start-jongkok dan penggunaan start-blok adalah wajib. Start Salah 6. Jika semua atlet telah “siap”. sehingga semua atlet akan menempuh jarak yang sama ke garis finis. aba-aba start harus diberikan hanya dalam bahasa Inggris. Setiap atlet yang telah melakukan start salah harus diberi peringatan. atau alat start yang sah diaktifkan. 2. Sesudah aba-aba “bersedia” atlet harus menuju ke garis start. semua atlet secara serentak tanpa menunda waktu harus segera mengambil sikap yang sesuai dengan aba-aba tersebut. maka hal tersebut dianggap sebagai start salah. atlet melakukannya lebih awal.2 tentang rincian operasional alat). mengambil posisi seluruhnya di dalam lintasan yang diperuntukkan baginya dan di belakang garis start. atlet tidak boleh menyentuh tanah dengan tangannya. Catatan : Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a) dan (b). kecuali yang disebut dibawah ini. Dalam semua lomba yang tidak menggunakan lintasan terpisah garis start ini dibuat melengkung. Kedua tangan dan minimal satu lutut harus menyentuh tanah. (b) Seorang atlet setelah aba-aba “bersedia” mengganggu atlet lainnya dengan menggunakan suara atau cara lainnya. hanya satu kali start salah yang diperbolehkan tiap lomba tanpa menjatuhkan diskualifikasi kepada atlet yang berbuat start salah. Pada aba-aba “siap” atlet harus segera mengangkat dirinya menuju ke sikap akhir start dengan kedua tangan tetap menyentuh tanah dan kedua kaki menyentuh tumpuan kaki pada startblok. dan kedua kakinya harus menyentuh start blok. ditembakkan ke atas setelah ia yakin bahwa semua atlet dalam keadaan siap dan dalam posisi start yang benar. Pada saat ini. Bila menurut starter belum semua atlet siap untuk melakukan start sesudah mereka berada dalam posisi ‘bersedia’. Dalam semua perlombaan internasional. Baik pada aba-aba “bersedia” atau “siap”. Tiap atlet yang melakukan start salah berikutnya dalam lomba tersebut harus didiskualifikasi. Semua lomba harus diberangkatkan dengan tembakan pistol starter atau alat start yang disahkan. Penempatan atlet untuk semua jarak lomba harus diberi nomor urut dari kiri ke kanan menghadap ke arah lari. 7. 5.62 Pasal 162 START 1. atau alat start yang sah diaktifkan. . tidak boleh memulai gerakan startnya sebelum tembakan pistol atau diaktifkannya alat start yang disahkan. Dalam semua lomba sampai dengan 400 m (termasuk atlet pertama 4x200 m dan 4x400m). Start suatu lomba harus ditandai dengan sebuah garis putih selebar 5 cm. bukti yang diberikan alat ini biasanya diterima sebagai keputusan oleh Starter. ia harus memerintahkan agar semua atlet untuk mundur dari garis start dan para Asisten Starter menempatkan mereka kembali di garis persiapan. 4.

3. dapat dikenakan diskualifikasi dari event tersebut.5 merupakan tempat atlet kelompok luar untuk event 2000m dan 10. Hal ini bisa saja terjadi terhadap lebih dari satu orang atlet yang harus diberi peringatan. Hambatan. atlet harus tetap berada di lintasan yang dialokasikan kepadanya sejak start sampai finis. “Breakline” untuk 800m seperti yang dijelaskan dalam Pasal 163.000m boleh bergabung dengan atlet lainnya yang menggunakan garis start yang biasa. Marka ini berukuran 5cm x 5cm pada perpotongan antara garis lintasan 4 dan 5 (lintasan 3 & 4 untuk track 6 lintasan) dan di atasnya ditempatkan kerucut atau bendera hingga kedua kelompok itu bergabung kembali. 1000m. dia dikenakan diskualifikasi. Bila terdapat lebih dari 12 atlet dalam suatu lomba. 2 Atlet lomba yang mendesak atau menghalangi atlet lain. 2000m. 5000m dan 10. apabila seorang atlet bertanggung jawab terhadap dua kali start salah. Track harus diberi marka pada awal lintasan lurus yang menuju finis bagi kelompok luar untuk bergabung dengan kelompok lainnya yang menggunakan garis start biasa untuk event 1000m. Hal ini juga berlaku untuk lomba yang sebagiannya dilaksanakan di lintasan yang terpisah. Starter atau Recaller yang berpendapat bahwa suatu start telah berlangsung dengan tidak jujur. 3000m. bila satu atlet atau lebih berbuat start salah. bahwa seorang atlet telah berlari di luar lintasan yang seharusnya. jika Wasit yakin. Wasit memiliki wewenang untuk mengulang kembali lomba tanpa mengikut sertakan tiap atlet yang didiskualifikasi atau. Lintasan harus diberi nomor urut yang dimulai dengan lintasan paling dalam bernomor 1. Kelompok lain ini harus berlari sampai dengan ujung tikungan pertama pada separuh lintasan luar. dia harus didiskualifikasi. sehingga menghambat gerak majunya. Catatan : 63 Dalam praktek. sedangkan kelompok yang lain berada pada garis start lengkung terpisah yang ditandai dengan garis melintang separuh lintasan luar. sebaiknya mereka dibagi menjadi dua kelompok. 8. Arah lari haruslah mengarah ke kiri (dengan tangan kiri ada di sebelah dalam). dia harus memanggil kembali atlet dengan menembakkan pistol startnya lagi. dengan satu kelompok berjumlah kira-kira 65% berada pada garis start lengkung yang biasa. . Pasal 163 LOMBA (The Race) 1. atas laporan Judge atau Pengawas lintasan atau keduanya. Starter hanya akan memberi peringatan kepada atlet yang berbuat demikian yang menurut pendapatnya bertanggung jawab terhadap start salah. 3000m dan 5000m.000m.Dalam lomba event-gabungan. atlet yang lain cenderung mengikutinya sehingga seharusnya tiap atlet yang melakukan hal demikian juga telah membuat start salah. Biasanya atlet tersebut harus menyelesaikan lomba dengan upaya yang bonafide. 9. dan ‘kartu-hijau’ harus ditunjukkan kepada semua atlet. Bila start-salah itu bukan karena kesalahan atlet. dalam situasi tertentu. Lari di Lintasan Masing-masing. memperbolehkan atlet yang terkena akibatnya secara serius (selain yang dikenai diskualifikasi). Garis start lengkung terpisah ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga semua atlet akan menempuh jarak yang sama. Kecuali yang dinyatakan pada ayat 4 berikut ini. Dalam semua lomba lari di lintasan masing-masing. dalam kasus seri. tidak ada peringatan yang perlu diberikan. untuk ikut berlomba dalam babak berikutnya pada event tersebut. wasit juga mempunyai wewenang untuk mengulang kembali lomba bila menurut pertimbangannya hal ini cukup beralasan. Tanpa mempertimbangkan apakah telah terjadi diskualifikasi atau tidak.

. 10. Meninggalkan Track. atlet tidak diperkenankan menggunakan “check mark” atau menempatkan benda pada track atau sepanjang sisi track lari sebagai bantuan. dan (c). 8. 6. dan tingginya tak lebih dari 15 cm dengan warna yang berbeda dari breakline dan garis lintasan. (b).22m dan tidak lebih dari 2m jauhnya dari track.03m/detik harus dicatat sebagai -2. sehingga semua pengukuran sesuai dengan standard nasional dan internasional. 9. 7. Catatan (i): Untuk membantu atlet mengenali breakline.0). dalam arah positif/searah lari (misalnya pembacaan +2. dibulatkan ke perpuluhan yang lebih tinggi berikutnya dari meter per detik. setelah dengan sukarela meninggalkan track. Kecepatan angin harus dibaca dalam meter per detik. melintang track. Semua perangkat pengukur angin harus telah memiliki sertifikat IAAF dan akurasinya telah diverifikasi oleh suatu organisasi berakreditasi yang layak oleh Jawatan Tera nasional.03 m/detik harus dicatat sebagai +2. Pengukur angin untuk event lintasan harus ditempatkan di samping bagian lurus lintasan satu. Catatan (ii): Dalam pertandingan internasional. Pengukuran Angin. namun tidak ada keuntungan materil yang diperoleh atau (b) berlari di sebelah luar lintasannya pada tikungan. Periode pengukuran kecepatan angin sejak saat kilatan api pistol starter atau alat start yang sah adalah sebagai berikut : 100m 100m gawang 110m gawang Detik 10 13 13 Dalam event 200m. Alat ini ditempatkan pada ketinggian 1. Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a). Kecuali dalam lomba lari estafet yang sebagian atau seluruhnya dilarikan pada lintasan terpisah. 50m dari garis finis. Alat ukur yang menghasilkan bacaan digital dinyatakan dalam perpuluhan meter per detik harus dirancang sesuai dengan Peraturan ini. ditancapkan di luar track 30 cm dari garis lintasan terdekat. dan bila tak ada keuntungan material yang diperoleh.50 m. event 800 m harus dilarikan pada lintasan terpisah sampai sejauh sisi terdekat “breakline” setelah tikungan pertama tempat atlet boleh meninggalkan lintasannya masing-masing. Check Mark. kerucut atau prisma kecil (5cmx5cm). dan ujungujungnya ditandai dengan bendera setinggi minimal 1.1. atlet tersebut tidak harus didiskualifikasi. Jika seorang atlet didorong atau dipaksa oleh atlet lain untuk berlari di luar lintasannya. Breakline merupakan garis lengkung selebar 5 cm. Bila seorang atlet: (a) berlari di luar lintasannya di bagian lurus. kecepatan angin harus diukur selama 10 detik yang dimulai ketika atlet terdepan memasuki lintasan lurus. 5. pembacaan -2. negara peserta dapat menyepakati untuk tidak menggunakan lintasan terpisah. dapat ditempatkan pada garis lintasan tepat sebelum perpotongan garis lintasan dengan breakline. Seorang atlet. tidak diperkenankan untuk meneruskan lomba. dengan tidak memperoleh keuntungan material dan tidak ada atlet lain yang terhambat karenanya dia juga tidak harus dikenakan diskualifikasi.64 4.

2. bila mungkin. yang dibedakan dari: kepala. Pada tembakan yang menandai akhir lomba. tangan atau kaki) yang menyentuh bidang vertikal pada sisi terdekat garis finis seperti tersebut di atas. Pasal 164 FINIS (The Finish) 1. Catatan waktu harus diambil hingga saat bagian tubuh atlet (yaitu: torso. dan informasinya diteruskan secara langsung ke komputer perlombaan. Pasal 165 PENCATATAN WAKTU & FOTO FINIS 1. Minimal satu Judge harus ditugasi untuk tiap atlet sebelum start lomba dimulai untuk tujuan penandaan jarak yang ditempuh. Pasal 240 dan Pasal 250.65 11. tungkai. Starter diarahkan oleh Ketua Pencatat Waktu. Pencatatan Manual. leher. Ada tiga metode pencatatan waktu yang diakui secara resmi : . maka perpotongan dari garis lintasan dengan garis finis harus dicat dengan warna hitam.Pencatatan otomatis penuh yang diperoleh dari suatu Sistem Foto Finis. . tungkai. 2. 12. Sebagai tambahan. harus disediakan tangga berjenjang. Jika mungkin. Jarak yang dicapai diukur ke meter yg lebih pendek di belakang titik tersebut. Pencatat waktu harus berada segaris dengan garis finis dan di sebelah luar dari track. 3. Alat pengukur angin ini dapat distart dan distop secara otomatis dan/atau dari jarak jauh (remote). lengan. Kedatangan atlet harus diurutkan menurut bagian tubuhnya (yaitu: torso. Apabila menggunakan tabung maka panjang alat ukur ini minimal dua kali diameter tabung itu. Untuk membantu pelurusan perangkat Foto Finis dan untuk memfasilitasi pembacaan gambar foto finis. mereka ditempatkan minimal 5m dari lintasan terluar. para Judge yang ditunjuk harus menandai yang titik tepat tempat atlet menyentuh track untuk terakhir kalinya sebelum atau serentak bersamaan dengan tembakan pistol tersebut. Untuk mendapatkan pandangan yang baik ke arah garis finis. Finis suatu lomba harus ditandai dengan garis putih selebar 5 cm. dia akan menandai berakhirnya lomba dengan menembakkan pistolnya lagi. Starter harus menembakkan pistolnya tepat satu menit sebelum akhir lomba untuk memberitahu atlet dan Judge bahwa lomba itu hampir berakhir. tangan dan kaki) mencapai bidang vertikal dari sisi terdekat dengan garis finis. 3. leher. Dalam lomba yang ditentukan berdasar jarak yang ditempuh dalam suatu selang waktu tertentu. Pengukur angin ultrasonic harus digunakan pada semua perlombaan internasional sesuai Pasal 1 (a) sampai (f).Pencatatan manual (Hand Timing) . .Pencatatan yang disediakan oleh suatu Sistem Transponder untuk perlombaan sesuai Pasal 230 (lomba yang dilaksanakan tidak sepenuhnya di dalam stadion). dan pada saat yang tepat. harus dicatat pula dalam lomba lari 800m atau lebih “waktu satu putaran (lap)” dan dan “waktu antara” (intermediate times) setiap 1000m dalam lomba 3000m atau lebih. 4. 4. Catatan waktu dari semua atlet yang masuk finis harus dicatat. yang dibedakan dari kepala. Pengukur angin mekanik harus memiliki pelindung yang memadai guna mengurangi dampak dari komponen tiupan angin melintang. lengan.

memasukkan catatan waktunya ke dalam formulir resmi dan. atau pengukur waktu digital elektronik yang dioperasikan secara manual. misalnya:10.2 11. Pencatat waktu dapat menggunakan stopwatch atau alat pencatat waktu elektronik yang dioperasikan secara manual dengan bacaan digital. waktu yang terbaca apapun keadaanya tidak dianggap waktu . Sistem Pencatatan Waktu Otomatis penuh dan Foto Finis 13. waktu harus dibaca dan dicatat sampai 1/10 detik lebih lama. yang bertindak sesuai dengan peraturan di atas. Untuk semua lomba di track yang waktunya dicatat secara manual. dengan menggunakan stopwatch yang bisa mencatat lebih dari satu. bukan merupakan pencatat waktu otomatis penuh dan juga bukan pencatat manual sehingga tidak dipakai untuk memperoleh catatan waktu resmi. Sistem ini harus dimulai secara otomatis oleh tembakan pistol starter. dalam kasus ini Pencatat Waktu yang digunakan dalam urutan sedemikian rupa sebagai mana yang telah ditentukan sebelumnya. 7. 15. Dalam kasus ini.11 harus dicatat sebagai 10. Jika hanya digunakan dua stopwacth dan keduanya berbeda. Tiga orang pencatat waktu resmi (satu diantaranya adalah Ketua Pencatat Waktu) dan satu atau dua pencatat waktu tambahan harus mencatat waktu pemenang setiap event. Sistem Pencatatan Waktu Otomatis penuh dan Foto Finis yang disahkan oleh IAAF harus digunakan pada semua perlombaan. sehingga dalam semua lomba selalu ada tiga stopwatch yang mencatat waktu resmi pemenang.3 harus dicatat baik oleh anggota tim pencatat waktu yang ditunjuk. menyerahkannya kepada Ketua Pencatat Waktu yang akan memeriksa stopwatch untuk verifikasi catatan waktu yang dilaporkan. atau alat start yang sah. atau mendiskusikannya dengan orang lain. maka yang harus diambil adalah waktu yang lebih lama. namun tidak pada kedua-duanya.waktu yang tengah menjadi waktu resmi. Setiap Pencatat waktu harus bertindak secara independen dan tanpa menunjukkan stopwatchnya.3 harus dicatat sebagai 2:09:45. Catatan waktu untuk lomba yang sebagian atau seluruhnya dilaksanakan di diluar stadion harus diubah dan dicatat ke detik bulat lebih lama. berdasarkan suatu tes akurasi yang dilakukan selama 4 tahun menjelang perlombaan dilaksanakan. Sistem ini harus disahkan oleh IAAF. Ketua Pencatat Waktu. Sistem 14. maka waktu yang lebih lama yang menjadi waktu resmi. 66 8. Jika ketiganya berbeda. 6. semua catatan waktu yang tidak berakhir pada angka nol dalam desimal detik harus diubah dan dibaca menjadi 1/10 detik lebih lama.5. maka waktu yang dicatat oleh dua stopwatch yang sama menjadi waktu resmi. atau oleh Pencatat waktu tambahan. Suatu sistem yang dioperasikan secara otomatis pada saat start atau pada waktu finis. setelah menandatanganinya. Waktu harus diukur sejak terlihatnya kilatan api / asap dari pistol atau dari alat start yang disahkan. Jika dua dari tiga stopwatch mencatat waktu yang sama sedang yang ketiga berbeda. Jika jarum stopwatch berhenti di antara dua garis waktu. Semua perangkat pengukur waktu seperti itu diberi istilah 'stop watch' dalam Peraturan IAAF ini. 10. kecuali jika satu atau lebih stopwatch Pencatat Waktu resmi gagal mencatat waktu dengan benar. Waktu yang dicatat oleh stopwatch tambahan tidak perlu dimasukkan. Waktu satu lap dan waktu antara sesuai Pasal 165. Jika yang digunakan adalah stopwatch dengan ketelitian 1/100 detik. misalnya untuk lomba marathon: 2:09:44. harus menentukan waktu resmi bagi tiap atlet dan menyerahkan hasilnya kepada Sekretaris Perlombaan untuk didistribusikan. sehingga tenggat waktu keseluruhan antara tembakan pistol start dan mulai bekerjanya sistem pencatatan waktu nilainya konstan dan kurang dari 1/1000 detik. 9. 12.

Dia harus mensupervisi penempatan dan pengetesan peralatan dan operasi pengontrolan titik nol. waktu harus dibaca sampai 1/100 detik dan dicatat sampai ke detik bulat. Jika tidak tepat pada 1/100 detik. maka skala waktu yang ada pada gambar akan menunjukkan fakta ini secara otomatis. jika ada) sebelum perlombaan dimulai. 21. Sistem ini harus mencatat secara otomatis waktu finis para atlet dan mampu menghasilkan gambar cetak yang menunjukkan catatan waktu setiap atlet. menjadi waktu resmi.32 harus dicatat sebagai 59:26. yang ditempatkan pada perpanjangan garis finis.000m. Sebelum perlombaan dimulai ia harus bertemu dengan staf teknik yang terlibat dan membiasakan dirinya dengan cara kerja semua peralatan. Dalam kerjasama dengan kedua Asistennya. Catatan waktu dan kedudukan dari gambar kamera lain tidak perlu dipertimbangkan kecuali jika ada alasan yang meragukan akurasi dari kamera resmi atau jika diperlukan menggunakan gambar tambahan untuk mengatasi ketidakpastian urutan kedatangan (misal: atlet seluruhnya atau sebagian tidak jelas pada gambar dari kamera resmi). tetapi dapat digunakan sebagai suatu pendukung sah untuk menentukan kedudukan atlet dan selisih waktu antar atlet. Pencatat Waktu back up ini harus ditunjuk jika terdapat kemungkinan terjadinya kegagalan sistem pencatatan waktu. waktunya dibaca dan dicatat sampai 1/100 detik. 67 Catatan : Jika mekanisme pencatatan waktu tidak dimulai oleh pistol start.000m. maka waktunya harus dibaca dan dicatat ke 1/100 detik lebih lama. Jika ini terjadi.000m. 23. misalnya untuk event 20. Semua pembacaan waktu yang tidak berakhir dengan nol-nol harus diubah dan dicatat . Catatan waktu dari sistem foto finis harus menjadi catatan resmi kecuali jika ada alasan sehingga petugas terkait memutuskan bahwa sistem ini nyata-nyata tidak akurat. jika mungkin disusun berdasarkan informasi selisih waktu yang diperoleh dari gambar Foto Finis. yang akan menghasilkan gambar berkesinambungan.4. (b) Untuk lomba di track yang lebih dari 10. 22. 16. dan dipasang dengan posisi yang tepat. Waktu harus dibaca dan dicatat dari gambar Foto Finis sebagai berikut : (a) Untuk lomba sampai dengan 10. dia harus berinisiatif mengontrol. jika kedua sistem pencatat waktu secara teknis tidak saling bergantung. 20. Operasional 19. Catatan waktu dan kedudukan atlet harus dibaca dari gambar dengan menggunakan cursor yang akan menjamin tegak lurusnya skala waktu dan garis baca. sebelum dimulainya setiap sesi. 17. Lebih disukai. atau alat start yang sah. Dia harus yakin bahwa hasilnya dimasukkan secara benar ke dalam sistem pencatatan hasil perlombaan dan diteruskan kepada Sekretaris Perlombaan.resmi. Ketua Judge Foto Finis harus bertanggung jawab atas berfungsinya sistem ini. untuk menjamin bahwa setiap peralatan bekerja secara otomatis oleh tembakan pistol Start atau alat start yang disahkan. atau alat start yang disahkan secara terpisah. waktu harus dibaca sampai 1/100 detik dan dicatat sampai 1/10 detik. catatan waktu dari Pencatat Waktu back-up. minimal harus tersedia dua buah kamera foto finis yang bekerja dari tiap sisi. satu di antaranya harus dinyatakan resmi oleh DT ( atau Judge Foto Finis Internasional. Jika mungkin. Bekerja sama dengan Wasit Lintasan dan Starter. Semua waktu yang terbaca tidak berakhir dengan nol harus diubah dan dicatat sampai 1/10 detik lebih lama. misal: menggunakan catu daya yang terpisah dan merekam serta meneruskan informasi pistol start. 59:26. Gambar ini harus disinkronisasikan dengan skala waktu pada pembagian 1/100 detik. dengan perangkat dan kabel yang terpisah. Catatan: Jika dua atau lebih kamera foto finis digunakan. Sistem harus merekam finis melalui kamera dengan celah vertikal. (c) Untuk semua lomba yang dilaksanakan sebagian atau seluruhnya di luar stadion. 18. Ketua Judge Foto Finis harus menentukan prestasi catatan waktu atlet serta urutan kedatangannya.

Jika tidak ada penunjukan DT penyusunan ini dilakukan oleh Panitia Penyelenggara. 2. 400mGW Atlet terdaftar Babak I Babak II Babak III 9 -16 17 . Catatan : Disarankan ada Judges dan/atau rekaman video yang juga disediakan untuk membantu penentuan urutan finis. Draws & Qualification in Track Events) Babak dan Seri. harus disusun oleh DT. Semua pembacaan waktu yang tidak berakhir di nol harus diubah dan dicatat ke detik bulat yang lebih lama. Apabila babak penyisihan ini dilakukan. (e) Resolusinya adalah 1/10 detik (misal: jadi dapat membedakan atlet masuk finis yang terpaut 1/10 detik). jika jumlah atlet terlalu banyak untuk dilaksanakan dalam satu babak (final). peraturan Pasal 164. 100mGW. Babak penyisihan (seri) harus diadakan dalam event lintasan. Tengat waktu antara saat atlet melewati garis start dan saat mencapai garis finis dapat diinformasikan kepada atlet. 200m.namun tidak dapat diakui sebagai waktu resmi. Untuk semua lomba. jumlah seri dalam tiap babak. Pasal 240 dan Pasal 250 diperbolehkan dengan syarat: (a) Tidak ada peralatan yang digunakan saat start.ke detik bulat yang lebih lama. 2:09:44. Penggunaan Sistem Pencatat waktu Transponder yang disahkan oleh IAAF dalam events yang sesuai Pasal 230 (lomba yang tidak seluruhnya dilaksanakan di dalam stadion).24 25 – 32 33 – 40 41 – 48 49 – 56 57 – 64 65 – 72 Seri 2 3 4 5 6 7 8 9 Posisi 3 2 3 4 4 4 3 3 Waktu 2 2 4 4 8 4 8 5 Seri 2 3 4 4 4 4 Posisi 4 4 4 4 4 4 Waktu Seri Posisi 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 . dan semi final. atau nomor bib atau sepatu.2 dapat diterapkan jika diperlukan. (c) Sistem dimulai dengan tembakan pistol Start atau alat start sah. 1. waktu harus dibaca sampai 1/10 detik dan dicatat sampai ke detik bulat. Pasal 166 PENENTUAN PERINGKAT. misalnya: untuk Marathon. semua atlet harus berlomba dalam babak ini untuk dapat lolos ke babak berikutnya.3 dan Pasal 165. maka tabel berikut harus digunakan untuk menentukan jumlah babak. Jika tidak ada kondisi luar biasa.3 harus dicatat sebagai 2:09:45 Catatan : Waktu resmi adalah tengat waktu antara tembakan pistol start dan saat atlet mencapai garis finis. (b) Berat transponder dan tempatnya yang melekat pada seragam. sepanjang jalur atau di garis finis yang mengakibatkan hambatan yang cukup berarti bagi gerak majunya atlet. 400m.32 harus dicatat sebagai 2:09:45. 68 Sistem Transponder 24. dapat diabaikan. perempat final. pada garis finis atau pada semua tahap dalam pemrosesan hasil. 2:09:44. (f) Sementara penentuan urutan masuk finis dan waktunya dapat dianggap resmi. 110mGW. misal: untuk lari Marathon. dan prosedur kualifikasinya untuk setiap babak dari event lintasan : 100m. (d) Sistem tidak membutuhkan tindakan khusus yang dilakukan oleh atlet selama perlombaan. UNDIAN DAN KUALIFIKASI DALAM EVENT LINTASAN (Seedings. Seri.

73 – 80 10 3 81 – 88 11 3 89 – 96 12 3 97 – 104 13 3 105 – 14 3 112 800m.75 5000m Atlet terdaftar Babak I Babak II Seri 2 3 4 5 Posisi 4 6 5 4 Waktu 4 6 4 4 Seri 2 2 2 Posisi 5 5 5 Waktu 2 2 2 20 – 38 39 – 57 58 .108 Seri 2 3 4 Posisi 8 5 4 Waktu 4 5 4 .48 49 . 4x100m. 3000m 16 – 30 31 – 45 46 – 60 61 .60 61 -72 Atlet terdaftar Seri 2 3 4 5 6 Posisi 4 6 5 4 3 Babak I Waktu 4 6 4 4 6 Seri 2 2 2 2 Posisi 5 5 5 5 Babak II Waktu 2 2 2 2 3000m SC.24 25 .76 77 .24 25 – 32 33 – 40 41 – 48 49 – 56 57 – 64 65 – 72 73 – 80 81 – 88 89 – 96 97 – 104 105 – 112 1500m Atlet terdaftar 2 2 2 2 3 4 4 5 5 6 6 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 4 4 1 1 4 4 2 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 Babak I Babak II 16 .36 37 .93 10000m Atlet terdaftar Seri 2 3 4 5 Posisi 5 8 6 5 Babak I Waktu 5 6 6 5 Seri 2 2 2 Posisi 6 6 6 Waktu 3 3 3 28 – 54 55 – 81 82 . 4x400m Atlet terdaftar Babak I 2 7 4 9 6 4 5 5 6 6 4 3 3 2 2 Babak II 1 1 4 4 2 2 2 2 2 Babak III 69 4 4 4 4 4 Seri 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Posisi 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 Waktu 2 2 4 6 4 2 8 5 2 7 4 9 6 Seri Posisi Waktu Seri Posi si 9 -16 17 .

(b) dan (c) ini biasanya hanya diterapkan dalam babak pertama. 70 Catatan: (i) Bila seri sedang disusun. (d) Satu lagi untuk empat atlet atau tim dengan peringkat lebih rendah untuk menempati lintasan: 1. Catatan (iii): Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). tetapi dengan peringkat yang ditentukan dari daftar prestasi sah yang dicapai sebelum perlombaan. Ditutup dengan : * Atlet tercepat dari kualifikasi waktu * Atlet kedua tercepat dari kualifikasi waktu * Atlet ketiga tercepat dari kualifikasi waktu. maka lintasan harus diundi sebagai berikut: (a) Dalam babak pertama urutan lintasan harus diundi. B. dst. misalnya 3 seri akan berisikan peringkat sebagai berikut: Seri A : 1 Seri B : 2 Seri C : 3 6 5 4 7 8 9 12 11 10 13 14 15 18 17 16 19 20 21 24 23 22 Urutan pelaksanaan lomba seri A. C masih harus diundi. Kemudian atlet ditempatkan di dalam seri dalam distribusi peringkat secara zigzag. (b) Untuk event lain. tabel alternatif dapat dimasukkan dalam Peraturan Teknik 3. 4. Setelah babak pertama. Untuk babak pertama. 7. 2. para atlet ditempatkan di dalam seri babak berikutnya sesuai dengan prosedur berikut ini : (a) Untuk event 100m sampai dengan 400m. penentuan peringkat (seeding) harus berdasarkan atas kedudukan dan waktu yang dicapai dalam babak sebelumnya. daftar prestasi atlet sebelum perlombaan tetap digunakan untuk 'seeding'.3 (a) atau Pasal 166.3 (b) dalam hal event 800m. penempatan atlet dalam seri serta undian urutan seri harus menggunakan sistem diatas. atlet ditentukan peringkatnya setelah tiap babak sesuai dengan prosedur yang ditunjukkan dalam Pasal 166. sehingga ada lebih banyak atlet dalam seri babak berikutnya daripada yang diperkirakan.Jika mungkin. kecuali ada hasil sama atau keputusan Wasit. dan 6. Catatan (i): Apabila lintasan kurang dari 8. dan 8. sistem di atas harus dimodifikasi seperlunya. Untuk event 100m sampai dengan 800m. atau dengan menggunakan start kelompok di belakang garis start lengkung. . dan estafet sampai dengan dan termasuk 4x400m. Atlet ditentukan peringkatnya sebagai berikut : * yang tercepat dari posisi pertama tiap seri * yang kedua tercepat dari posisi pertama tiap seri * yang ketiga tercepat dari posisi pertama tiap seri. dst. Catatan (ii): Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (d) sampai (h). sehingga diharapkan atlet terbaik akan mencapai final. 4. * yang tercepat dari posisi kedua tiap seri * yang kedua tercepat dari posisi kedua tiap seri * yang ketiga tercepat dari posisi kedua tiap seri. dst. Dua undian harus dibuat: (c) satu untuk empat atlet atau tim dengan peringkat terbaik untuk menempati lintasan 3. disarankan untuk mempertimbangkan sebanyak mungkin informasi tentang prestasi dari semua atlet. (b) Untuk babak berikutnya. (ii) Untuk Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. perwakilan dari tiap negara atau tim harus ditempatkan dalam seri yang berbeda untuk semua babak perlombaan. 5. jika ada beberapa babak yang berurutan dari suatu lomba. dan pengundian seri. event 800m dapat dilaksanakan dengan satu atau dua atlet dalam tiap lintasan. dan estafet sampai dengan 4x400m. dan hanya dimodifikasi bila terjadi peningkatan prestasi di babak sebelumnya.

yang dipasang sesuai tabel berikut: Putra.2. untuk event lebih jauh dari 800m. Kecuali bila peraturan Pasal 167 diterapkan.Sampai dengan dan termasuk 200m 45 menit . tengat waktu minimum antara seri terakhir dari tiap babak dengan seri pertama babak berikutnya atau final. Ketua Judge Foto Finis harus memperhatikan waktu sebenarnya yang dicapai oleh atlet sampai 1/1000 detik. estafet lebih jauh dari 4x400m dan event yang membutuhkan hanya satu babak (final). 400m Putri.00m Putri.SAMA (Ties) Hasil sama dipecahkan dengan cara sebagai berikut : Untuk menentukan adanya hasil sama. bila memungkinkan. Urutan pelaksanaan lomba seri harus diundi setelah komposisi seri terisi. Berikut ini adalah jarak standar event lari gawang: Putra. Junior Putra. Pasal 167 HASIL . dan Remaja putri : 100m . Jika masih sama maka atlet-atlet yang memperoleh hasil sama ini harus dinyatakan maju ke babak berikutnya atau.14m 35. Atlet tidak diperkenankan berlomba di dalam seri lain selain dalam seri yang mencantumkan namanya.00m Jarak gawang akhir ke finis 14. 400m Terdapat 10 buah gawang pada tiap lintasan lari. Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). Jika kasus hasil sama terjadi pada kedudukan pertama dalam final. Junior putra. harus dilaksanakan undian untuk menentukan siapa yang akan masuk ke babak berikutnya. minimal kedatangan pertama dan kedua tiap seri berhak masuk babak berikutnya dan disarankan bahwa jika mungkin minimal tiga atlet dalam tiap seri dapat masuk ke babak berikutnya. Jika memungkinkan. maka hasil sama tetap berlaku. Junior putri . lintasan/posisi start harus ditentukan dengan undian. Wasit berwenang untuk menentukan lomba ulang bagi atlet yang membuat hasil sama.02m 40. dan Remaja Putra Jarak Jarak garis start ke lomba gawang 1 110m 13. Jika tidak memungkinkan. Jarak . 7. Babak Tunggal (final) 8.5.Lebih dari 1000m tidak pada hari yg sama. dan Remaja putra : 110m .72m 400m 45. dan Remaja Putri Jarak Jarak garis start ke Jarak antar gawang 9. kecuali dalam kasus yang menurut Wasit perlu adanya perubahan. Junior Putri. harus diatur sebagai berikut: . dalam babak penentuan lolos ke babak berikutnya yang didasarkan atas waktu.00m Jarak antar Jarak gawang akhir . 71 6.Lebih dari 200m sampai dengan dan termasuk 1000m 90 menit . jika hal tersebut tidak memungkinkan. Dalam semua babak penyisihan. (b) dan (c). Jika atlet ditentukan lolos tidaknya berdasarkan waktu hanya satu sistem pencatatan waktu yang digunakan. Ketentuan khusus atau yang ditentukan oleh DT. Pasal 168 LOMBA LARI-GAWANG (Hurdle Races) 1. Hasil sama untuk kedudukan lainnya tetap. atlet lainnya yang berhak masuk babak berikutnya harus ditentukan berdasarkan kedatanganan atau waktu sesuai Pasal 166.

2. Gawang terdiri dari dua kaki dan dua tiang yang menopang kerangka segi empat. tiangnya terpasang kokoh pada ujung alas. Gawang itu harus dipasang sedemikian rupa sehingga tepi palang gawang yang terdekat berhimpit dengan marka track yang terdekat dengan atlet.00m gawang 8.00m ke finis 10.6kg sampai dengan 4kg. Konstruksi. yang diperkuat oleh satu atau lebih palang melintang.00m 45. Gawang harus dibuat dari logam atau bahan lain dengan palang atas terbuat dari kayu atau bahan lain yang cocok. Gawang harus dirancang sedemikian rupa sehingga gaya minimal yang besarnya setara dengan bobot 3.6kg yang dikenakan secara horisontal pada pertengahan sisi atas palang gawang. Sedang beban penahan harus dapat distel sehingga pada setiap ketinggian suatu gaya minimal setara dengan bobot antara 3.50m 40.lomba 100m 400m gawang 1 13.50m 35. Contoh Gawang . mampu merobohkannya.00m 72 Setiap gawang harus ditempatkan pada track sehingga kaki gawang berada di sisi arah datangnya atlet. Gawang harus dapat distel ketinggiannya untuk masing-masing event. dapat merobohkannya.

73 .

Tebal palang ini antara 1cm dan 2.000 m.5cm. Jarak standar adalah 2000m dan 3000m. Panjang maksimum alas haruslah 70cm. di atas atau di bawah ketinggian standar. Dalam event 3.762m 0.4. .067m 0. dan yang ke 4 adalah rintangan air. maka garis finis harus dilewati dua kali sebelum lap pertama yang mempunyai lima rintangan lengkap.18m sampai 1. Palang atas harus dicat dengan strip putih dan hitam atau dengan warna lain yang kontras. sedang pada event 2000m terdapat 18 rintangan gawang dan 5 rintangan air. dan sisi bagian atas palang harus dibulatkan. sehingga jarak antara rintangan kira-kira seperlima dari panjang nominal satu lap. Lebar gawang antara 1.3. 8. Rintangan harus didistribusikan sedemikian. 9. Palang harus dipasang kokoh pada penopangnya. Tinggi palang atas 7cm. 3. jatuhnya gawang tidak mengakibatkan diskualifikasi atau tidak sahnya suatu rekor.840m Putri/Junior 0.914m Junior Putra 0. 7. (b) Menarik kaki atau tungkai di bawah bidang horisontal tepi atas gawang pada saat melompatinya. 5.20m. kecuali yang disebutkan pada Pasal 163. Diperbolehkan ada toleransi 3mm. atau (d) Menurut pendapat Wasit. 6.5cm berada di bagian luar. Semua lomba lari gawang harus menggunakan lintasan terpisah dan tiap atlet harus tetap berada di lintasannya masing-masing.840m 0. menjatuhkan gawang dengan sengaja. sejak start hingga awal keliling pertama dilakukan tanpa rintangan. Berat gawang tidak boleh kurang dari 10 kg. Pasal 169 LOMBA LARI HALANG-RINTANG (Steeplechase Races) 1. Kecuali yang disebutkan pada ayat 7 (d) di atas. gawang sampai 1. Tinggi gawang yang standar sebagai berikut : Event 100m 110m 400m Putra 1.914m Remaja Putra 0. karena variasi dalam pembuatannya. Untuk Rekor Dunia semua gawang harus memenuhi spesifikasi yang disebutkan dalam peraturan ini.762m Catatan : Dikarenakan beragamnya pembuatan. terdapat 5 rintangan dalam setiap lap setelah garis finis di lewati pertama kali. Untuk event halang rintang. 4. Catatan : Dalam event 2000m.762m 74 Remaja Putri 0.914m 0. 4. gawang-gawang belum dipasang sampai atlet telah memasuki lap pertama. sehingga strip yang berwarna lebih terang minimal selebar 22.990m 0. Atlet harus diskualifikasi jika : (a) Tidak melompati setiap gawang. jika rintangan air terletak di bagian dalam Track. Dalam event 3000m terdapat 28 rintangan gawang dan 7 rintangan air.000m dapat digunakan dalam lari 110m gawang junior. 2. (c) Melompati gawang yang bukan pada lintasannya. Ukuran.

Pada saat start lomba.7cm x 12.3cm untuk keduanya) sedang lebarnya minimal 3. Rintangan air.Dalam event 2000m.2m dan 1. dan terpasang kokoh pada tanah.66m ± 0. permukaan air pada bak harus sama tinggi dengan permukaan track bertoleransi 2cm. termasuk gawangnya.02m.7cm. Dari sana. 75 5. Kedalaman air yang terdekat dengan gawang 70cm sepanjang ± 30cm ke depan. Setiap gawang harus mempunyai kaki dasar antara 1. Contoh Gawang Halang rintang Gawang pada rintangan air harus memiliki lebar 3. Catatan: Disarankan bahwa gawang pertama lebarnya minimal 5m.2cm untuk putri ( ± 0. sehingga strip yang berwarna lebih terang minimal selebar 22. 6. mempunyai panjang 3.4cm untuk putra dan tinggi 76. dengan tebal yang memadai bagi keamanan pendaratan.5cm berada di bagian luar Berat tiap gawang antara 80kg -100 kg. Tinggi gawang adalah 91. dasar bak ini miring lurus ke atas menuju permukaan track pada sisi terjauh air ini. Alas bak air harus berupa permukaan sintetis. Gawang-gawang sebelumnya belum dipasang sampai para atlet melewati untuk pertama kalinya.66m (± 0. sehingga tidak memungkin adanya gerakan arah horisontal.4m (lihat gambar).02m). atau matras. Gawang harus ditempatkan pada track sedemikian rupa sehingga 30cm bagian atas gawang akan menjorok melewati sisi dalam track. Palang atas gawang dan juga gawang air berpenampang persegi 12. dan memungkinkan paku sepatu (spikes) atlet menumpu dengan mantap.66m ± 0. .94m. rintangan pertama terletak pada gawang ke tiga dari lap normal. Palang atas harus dicat dengan strip putih dan hitam atau dengan warna lain yang kontras.02m dan lebar bak air 3.

Atlet akan didiskualifikasi. Garis selebar 5cm harus ditarik melintang track untuk menandai jarak setiap tahap dan menunjukkan garis batas pertengahan zona (scratch line). Lomba 4 x 100m dan. Sepanjang peraturan ini dipatuhi. Zona dibatasi oleh sisi garis zona terdekat dengan garis start pada arah lari. lomba 4 x 200m. 2. sama dengan breakline untuk event 800m. sesuai Pasal 163. 4. 3. 5. lap pertama serta tikungan pertama lap kedua sampai dengan breakline. Zona pergantian tongkat kedua dan terakhir (4x400m) adalah garis 10m sebelum dan sesudah garis start/finis. atau (c) menarik kaki atau tungkai di bawah bidang horisontal sisi atas gawang pada saat melewatinya. Dalam 4 x 200m (bila tidak seluruhnya menggunakan lintasan terpisah) dan 4x400m. 6. . bila mungkin. harus menggunakan lintasan terpisah seluruhnya. atlet boleh melewati gawang dengan cara apapun. Breakline untuk pelari kedua (4 x 400m) dan pelari ketiga (4 x 200m). menggunakan lintasan terpisah. Pasal 170 LOMBA ESTAFET (Relay Races) 1. Tiap atlet harus melewati atau melalui air.5. jika ia: Tidak melompati gawang Melangkah ke sisi luar rintangan air. Tiap zona pergantian tongkat mempunyai panjang 20m dengan scratch line berada ditengah.76 Contoh Rintangan Air untuk Halang rintang (a) (b) 7. Scratch line zona pergantian tongkat pertama untuk 4x400m (atau zona kedua untuk 4x 200m) sama dengan garis start untuk event 800m.

jika diikuti tidak lebih dari 4 tim.50m yang dipasang di luar track 30cm dari lintasan terdekat. maksimum 5cmx40cm dengan warna mencolok yang tidak baur dengan marka permanen lainnya. Atlet tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan atau menempatkan zat tertentu pada tangannya untuk mendapatkan pegangan yang lebih baik. 12. menempatkan dirinya pada posisi menunggu dalam urutan yang sama (dari dalam ke luar) seperti urutan anggota timnya pada saat mencapai jarak 200m. 11. Tongkat harus dibawa di tangan sepanjang lomba. dapat ditempatkan pada garis lintasan tepat sebelum perpotongan garis lintasan dengan breakline. pelari kedua tidak diperkenankan memulai lari dari luar zona pergantiannya. Jika lomba seluruhnya atau bagian pertama menggunakan lintasan terpisah. yang panjangnya 28-30cm. 77 7. atlet boleh membuat checkmark di dalam lintasannya sendiri dengan menggores track. berpenampang lingkaran. Dalam 4x200m dan 4x400m atlet yang menunggu harus mempertahankan urutan sesuai ayat 9. Tongkat harus berwarna sehingga jelas dilihat selama lomba. Check mark. menggunakan pita perekat. Dalam lomba 4x100m dan 4x200m. asalkan mereka tidak saling mendesak atau mendorong sehingga menghambat gerak maju atlet. Breakline merupakan garis lengkung selebar 5 cm melintang track dan ditandai ujung-ujungnya dengan sebuah bendera setinggi 1. tongkat harus dipungut oleh atlet yang menjatuhkannya. Catatan 1: Untuk membantu atlet mengenali breakline. dan tidak boleh bertukar posisi pada awal zona pergantian tongkat. atau logam atau sejenis bahan lain. Begitu pula pelari ketiga dan keempat harus mulai lari dari dalam zona pergantian. dan harus mulai dari dalam zona tersebut. anggota tim selain pelari pertama boleh mulai berlari tak lebih dari 10m di luar zona pergantian (lihat ayat 2 di atas). terbuat dari kayu. keliling penampangnya 12-13cm. Dalam lomba estafet yang tidak menggunakan lintasan terpisah. Pelari ketiga dan keempat lomba 4x400m dengan arahan Petugas yang ditunjuk. Pelari kedua pada setiap tim harus berlari di lintasan masing-masing sampai sisi terdekat breakline setelah tikungan pertama saat atlet boleh meninggalkan lintasan masing-masing. dia tidak memperpendek jarak lomba. dan tingginya tak lebih dari 15 cm dengan warna yang berbeda dari breakline dan garis lintasan. 13. Tongkat estafet berbentuk tabung halus berongga. Untuk track gravel atau rumput. atlet boleh memasang sebuah Check mark pada track di dalam lintasannya. sedang beratnya tidak kurang dari 50 gram. maka tongkat yang jatuh tidak mengakibatkan diskualifikasi. Sepanjang prosedur ini dilakukan dan tidak ada atlet lain yang terhalang. Dalam event 4x400m pergantian tongkat pertama. atlet yang menunggu dapat mengambil posisi terdalam di track begitu anggota timnya mendekat. . Begitu pelari yang datang telah melewati titik ini. Catatan: Dalam lomba 4x200m (jika tidak seluruhnya menggunakan lintasan terpisah) pelari keempat berbaris sesuai urutan daftar start (dari dalam ke luar). 10. Dia boleh meninggalkan lintasannya untuk mengambil tongkat asalkan saat melakukannya.Catatan: Dalam event 4x200m dan 4x400m. kerucut atau prisma kecil (5cmx5cm). 9. pelari yang menunggu harus mempertahankan urutan tersebut. Jika pelari tidak mematuhi peraturan ini timnya akan didiskualifikasi. Bila jatuh. disarankan bahwa hanya tikungan pertama dari lap pertama saja yang menggunakan lintasan terpisah. yang masih dilakukan di lintasan masing-masing. dalam satu potong. Suatu marka yang mencolok harus dibuat pada tiap lintasan untuk menandai batas ini. Checkmark lain tidak boleh digunakan. 8.

Jika ada babak kualifikasi. Sekali seorang atlet. maka tim tersebut akan didiskualifikasi. Dalam semua event lapangan yang menggunakan jalur awalan. Begitu perlombaan sudah dimulai atlet tidak boleh menggunakan: a). marker harus ditempatkan di pinggir jalur. Atlet harus berlomba dalam urutan sesuai undian. Penggantian dalam suatu tim estafet hanya boleh dilakukan dari daftar atlet yang telah didaftarkan untuk perlombaan tersebut apapun eventnya. 78 16. Dalam semua lomba estafet. hanya ada dua atlet cadangan yang dapat digunakan sebagai pengganti dalam komposisi tim untuk babak berikutnya. SEKSI IV – EVENT LAPANGAN Pasal 180 Kondisi Umum Pemanasan Di Arena Lomba 1. Begitu suatu tim estafet telah berlomba dalam suatu perlombaan. harus tetap berada di dalam lintasan masing-masing sampai lintasan itu aman. c). telah digantikan. Bantuan dengan cara mendorong atau dengan cara lain akan berakibat diskualifikasi. 2. Perpindahan tongkat dimulai saat pertama kali disentuh oleh pelari penerima dan berakhir saat tongkat berada hanya pada tangan pelari penerima. tongkat harus dipindahkan dalam zona pergantian. Perubahan setelah itu harus diverifikasi oleh petugas medis yang ditunjuk oleh Panitia Penyelenggara dan hanya dapat dilakukan sebelum panggilan terakhir pada seri tim tersebut berlomba.3 dan 4 tidak berlaku bagi atlet ini.14. 15. Dalam event lempar percobaan ini harus dilakukan sesuai urutan undian dan selalu di bawah supervisi para Judge. 18. Jika suatu tim tidak mematuhi peraturan ini. 17. Perpindahan tongkat di luar zona pergantian mengakibatkan diskualifikasi. Jalur awalan atau daerah tumpuan. untuk menghindari hambatan terhadap atlet lain. Pasal 163. Kesempatan (Trial) . Jika suatu tim tidak mematuhi peraturan ini. maka tim tersebut akan didiskualifikasi. timnya akan didiskualifikasi. Alat lomba. atlet boleh melakukan percobaan (practice trial). bukannya posisi badan atau anggota badan atlet. yang telah berlari di babak awal. b). Komposisi suatu tim estafet dan urutan pelarinya harus diumumkan secara resmi tidak kurang dari satu jam sebelum diumumkannya panggilan pertama untuk seri pertama dari tiap babak perlombaan. Urutan Lomba 4. Jika marker tersebut tidak tersedia. Bila seorang atlet dengan sengaja menghalangi anggota tim lain dengan berlari di luar lintasan pada akhir tahapannya. kecuali untuk loncat tinggi marker dapat ditempatkan di jalur awalan. dengan atau tanpa alat lomba untuk keperluan latihan Marker 3. maka untuk babak final harus diselenggarakan undian baru (lihat juga ayat 5 di bawah ini). hanya posisi tongkatlah yang menentukan. ia boleh menggunakan pita perekat tetapi bukan kapur atau zat sejenis yang meninggalkan bekas yang sukar dihapus. Atlet boleh menggunakan satu atau dua marker (yang disediakan atau disetujui oleh Panitia Penyelenggara) untuk membantunya saat melakukan awalan dan tumpuan. Atlet sebelum menerima dan/atau sesudah memberikan tongkat. Lingkaran awalan atau tanah di dalam sektor lemparan. Dalam kaitannya dengan zona pergantian. Di arena perlombaan dan sebelum dimulainya event. dia tidak boleh kembali ke tim.

kecuali Kejuaraan Dunia. Indoor. dan (c) minimal harus ada 12 atlet dalam babak final. kelompok finalis harus diperbanyak sampai jumlah tersebut dengan menambahkan atlet menurut prestasi dalam babak kualifikasi. urutan berlomba pada kesempatan keempat dan kelima diurutkan kembali menurut kebalikan urutan peringkat setelah tiga kesempatan pertama. . Prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi tidak diperhitungkan sebagai bagian perlombaan sesungguhnya. 12. 13. (Outdoor. Dalam perlombaan Internasional. Dalam semua event lapangan. atlet yang belum tereliminasi karena tiga kegagalan berturut-turut. Disarankan untuk perlombaan yang berjumlah lebih dari tiga hari. dan delapan atlet dengan prestasi sah terbaik diberi tiga kali kesempatan lagi. Jika terjadi hasil sama untuk kedudukan terakhir yang masih melanjutkan lomba. (b). kecuali jika ada fasilitas yang dapat digunakan untuk perlombaan kelompok-kelompok tersebut pada waktu dan kondisi yang sama. 9. atau bahkan tidak ada. disediakan satu hari istirahat di antara babak kualifikasi dan babak final dalam event loncat vertikal. Bila tidak ada DT yang ditunjuk kondisi ini ditentukan oleh Panitia Penyelenggara. dan Olympiade.2 6. Catatan: (i) Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (d) sampai (h) urutan berlomba untuk giliran terakhir boleh merupakan kebalikan dari urutan peringkat setelah tiga giliran pertama. jumlah kesempatan dalam event lapangan horisontal boleh dikurangi. Babak kualifikasi harus diselenggarakan dalam event lapangan jika jumlah atlet terlampau banyak untuk dilombakan dalam suatu babak (final). kecuali bila jumlah atlet untuk babak final sudah dicapai sesuai Pasal 180. Jika diadakan babak kualifikasi semua atlet harus berlomba dalam babak tersebut agar lolos. setiap atlet diberi kesempatan tiga kali. Junior. Jika atlet yang mencapai standar kualikasi yang telah ditetapkan kurang dari jumlah yang telah ditetapkan. 79 7. Kecuali untuk loncat tinggi dan loncat galah. Dalam babak kualifikasi untuk loncat tinggi dan loncat galah. standar kualifikasi dan jumlah atlet di babak final ditentukan oleh DT. Jika lebih dari satu atlet gagal memperoleh hasil sah setelah tiga kesempatan pertama. penyelesaiannya seperti dalam ayat 20 berikut. Jika terdapat delapan atlet atau kurang setiap atlet diberi kesempatan enam kali. 14. Babak Kualifikasi 8. Atlet harus dibagi menajdi dua kelompok atau lebih.5.11. Dalam kedua kasus tersebut. Untuk perlombaan sesuai pasal 1 (a). 11. (ii) Untuk loncat vertikal. Hal ini harus diputuskan oleh Badan Nasional atau Internasional yang bertanggung jawab atas perlombaan tersebut. dan Remaja). bila terdapat lebih dari delapan atlet. Hasil sama untuk kedudukan terakhir yang lolos pada urutan keseluruhan harus diselesaikan seperti diuraikan pada ayat 20 berikut atau Pasal 181. Urutan berlomba untuk giliran terakhir harus mengikuti kebalikan urutan peringkat setelah lima giliran. Dalam babak kualifikasi. selain loncat tinggi dan loncat galah setiap atlet diberi tiga kesempatan. Kondisi untuk kualifikasi. lihat Pasal 181. atlet tersebut masih boleh berlomba pada kesempatan berikutnya sebelum atlet lain yang memperoleh hasil sah. dalam urutan relatif sesuai undian awal. atlet tidak boleh dicatat lebih dari satu kesempatan dalam satu giliran lomba. Begitu seorang atlet sudah mencapai standar kualifikasi ia tidak boleh melanjutkan lomba dalam babak tersebut.8. 10. harus terus berlomba sampai akhir kesempatan terakhir pada ketinggian yang menjadi standar kualifikasi. setiap kelompok harus segera siap melakukan percobaan setelah kelompok yang sebelumnya menyelesaikan lomba. kecuali loncat tinggi dan loncat galah.

maka kesempatannya dianggap gagal begitu periodenya habis. disarankan agar mistar dinaikkan pada tiap ketinggian pada waktu yang bersamaan di setiap kelompok. Seorang atlet boleh meninggalkan arena perlombaan event itu dengan seizin dan didampingi oleh seorang petugas.15. Untuk loncat galah waktu dimulai saat tiang telah disetel sesuai keinginan sebelumnya dari atlet. kecuali waktu untuk kesempatan berturutan diterapkan saat atlet mempunyai dua atau lebih kesempatan berturutan.5 menit 2 menit * 2 menit 80 Loncat Galah 1 menit 2 menit 5 menit 3 menit Loncat Galah 1 menit 2 menit 3 menit * 3 menit Event Lainnya 1 menit 1 menit 2 menit Event Lainnya 1 menit 1 menit 2 menit *) Jika hanya tinggal satu atlet tersisa. Gangguan 16. Wasitlah yang berhak memutuskan bahwa penundaan itu termasuk “tanpa sebab”. dan tetap mengangkatnya sampai waktu habis. (ii) Dalam loncat tinggi dan loncat galah. dapat mengakibatkan dirinya kehilangan kesempatan tersebut dan karenanya dicatat sebagai suatu kegagalan. hal tersebut diperbolehkan. Ketidakhadiran selama Perlombaan 18. Pemindahan ini dapat dilakukan hanya setelah satu giliran diselesaikan. Jika karena suatu sebab tertentu seorang atlet terhambat kesempatannya. wasit mempunyai wewenang untuk memberikan kesempatan pengganti. Penundaan 17. Catatan: . waktu yang tercantum hanya berlaku untuk kesempatan pertama jika kesempatan sebelumnya dilakukan oleh atlet yang sama. Jika babak kualifikasi loncat tinggi dan loncat galah diselenggarakan dalam dua kelompok secara simultan. Wasit terkait berwenang untuk memindahkan tempat perlombaan jika menurut pendapatnya kondisinya menuntut hal tersebut. Seorang atlet dalam event lapangan yang tanpa sebab menunda kesempatannya.5 menit 1 atlet 3 menit Kesempatan berturutan 2 menit Event Gabungan Jumlah atlet yang masih berlomba Lebih dari 3 atlet 2 atau 3 atlet 1 atlet Kesempatan berturutan Loncat Tinggi 1 menit 1. Petugas terkait harus memberitahukan kepada atlet bahwa segala sesuatunya telah siap untuk memulai kesempatan. Tidak ada waktu tambahan untuk penyetelan lebih lanjut. perubahan periode waktu untuk suatu kesempatan baru diterapkan setelah mistar terpasang pada ketinggian yang baru. Sebagai tambahan seorang petugas harus mengangkat sebuah bendera kuning atau tanda lain. Jika kemudian atlet memutuskan tidak memanfaatkan kesempatan itu. Pemindahan Arena Lomba 19. yang menunjukkan sisa lima belas detik terakhir. Waktu – waktu berikut biasanya tidak dilampaui : Event Individu Jumlah atlet yang masih berlomba Loncat Tinggi Lebih dari 3 atlet 1 menit 2 atau 3 atlet 1. Disarankan pula kedua kelompok kira-kira memiliki kemampuan yang sama. Catatan: (i) Jam yang menunjukkan sisa waktu yang tersedia harus terlihat jelas oleh atlet.Jika waktu yang diberikan habis begitu atlet memulai kesempatanya. dan perioda kesempatan yang bersangkutan dimulai sejak saat itu.

Semua pengukuran. hingga hanya tersisa seorang atlet yang memenangkan perlombaan atau terdapat hasil sama untuk kedudukan pertama. Pengukuran 5. Kecuali untuk loncat tinggi dan loncat galah. kecuali dalam kasus hasil sama bagi kedudukan pertama. Sebelum perlombaan dimulai. LONCAT VERTIKAL Pasal 181 KONDISI UMUM (General Conditions) 1. . dan ketinggian-ketinggian berikutnya pada akhir setiap giliran.4 (a) dan (b) ini tidak berlaku jika atlet yang masih berlomba setuju untuk menaikkannya langsung pada ketinggian Rekor Dunia. 2. menyebabkan dia tidak dapat meloncat lebih lanjut.Kekuatan angin ataupun perubahan arah angin bukan merupakan kondisi untuk pemindahan tempat perlombaan. 6. dan (b) Angka kenaikan mistar tidak bertambah. dan (c). dalam centimeter bulat. 81 Hasil Sama 20. 4. setiap kenaikan mistar harus tetap 3cm untuk loncat tinggi. termasuk yang dicapai dalam memecahkan hasil sama untuk kedudukan pertama.8 Hasil 21. Jika hasil sama masih belum terpecahkan dan menyangkut kedudukan pertama. Kecuali hanya jika tersisa satu atlet dan dia telah memenangkan lomba: (a) Mistar dinaikkan tidak kurang dari 2cm untuk loncat tinggi dan 5cm untuk loncat galah setelah tiap giliran. Ketua Judge mengumumkan kepada atlet ketinggian awal. prestasi ketiga terbaik dan seterusnya. Pasal 181. dilakukan tegak lurus dari tanah hingga bagian terendah sisi atas mistar. seorang atlet masih berhak melanjutkan loncatannya sampai dia kehilangan haknya untuk melanjutkan lomba. para judge harus memeriksa pengukuran ketika mistar ditempatkan pada ketinggian rekor dan kembali memeriksa pengukuran. Setiap pengukuran suatu ketinggian baru harus dilakukan sebelum atlet meloncat untuk ketinggian tersebut. Kesempatan Seorang atlet boleh mulai meloncat pada setiap ketinggian yang sebelumnya telah diumumkan oleh Ketua Judge dan dapat meloncat pada sembarang ketinggian berikutnya sesuai dengan keinginannya. A. Dalam lomba event gabungan sesuai pasal 1 (a). maka atlet yang mencapai hasil sama harus berlomba lagi dengan urutan yang sama dalam kesempatan baru hingga hasil sama terpecahkan. 3. (b). prestasi terbaik kedua dari atlet yang mempunyai hasil sama menjadi dasar untuk menyelesaikan hasil sama. Selanjutnya jika diperlukan. Dalam semua kasus rekor. Catatan: Hal ini tidak berlaku untuk event gabungan. Bahkan setelah semua atlet lain gagal. Tiga kegagalan berturutan tanpa memperhatikan pada ketinggian mana kegagalan itu terjadi. Dampak dari peraturan ini adalah bahwa seorang atlet boleh tidak meloncat pada kesempatan kedua atau ketiga untuk suatu ketinggian tertentu (setelah gagal pada kesempatan pertama atau kedua) dan masih meloncat pada ketinggian berikutnya. dan 10cm untuk loncat galah selama perlombaan. Catatan: Untuk loncat vertikal lihat Pasal 181. Prestasi atlet yang dicantumkan adalah hasil terbaik dari seluruh kesempatannya. Jika seorang atlet melepas suatu kesempatan pada ketinggian tertentu dia tidak boleh meloncat lagi pada ketinggian tersebut kecuali dalam kasus hasil sama bagi kedudukan pertama. Setelah seorang atlet memenangkan lomba kenaikan mistar ditentukan oleh altet setelah berkonsultasi dengan Judge atau Wasit terkait.

(b) Jika hasil sama belum terpecahkan. Mistar terbuat dari fiberglas. atau bahan lain yang sesuai tetapi bukan logam. Kontrol kelenturan: gantungkan beban 3kg di tengah mistar saat terpasang. 2cm untuk loncat tinggi dan 5cm untuk loncat galah.197cm. atlet dengan jumlah kegagalan terkecil selama lomba sampai dengan dan termasuk ketinggian terakhir yang berhasil dilewati. jika dipasang. lengkungan kebawahnya maksimum 2cm untuk loncat tinggi dan 3cm untuk loncat galah. Kedua bagian ujung tersebut harus melengkung atau setengah lingkaran dengan satu permukaan datar untuk meletakkannya pada penyangga mistar. Permukaan datar ini tidak boleh lebih tinggi dari pusat lingkaran penampang mistar. atau diturunkan jika gagal. Catatan: Ketentuan (c) ini tidak berlaku untuk event gabungan. Mistar terdiri dari tiga bagian.191cm. Ujungnya tidak boleh ditutup dengan karet atau bahan lain yang dapat meningkatkan gesekan terhadap penyangga mistar. mistar harus dinaikkan jika mereka berhasil..00m (± 2cm) untuk loncat tinggi dan 4. dan jika masih belum terpecahkan. mendapat kedudukan yang lebih baik. Hasil Sama 8. Mistar tidak boleh menyimpang dan. 184cm.25kg untuk loncat galah. Hasil sama harus dipecahkan sebagai berikut: (a) Atlet dengan jumlah lompatan terkecil pada ketinggian hasil sama mendapat kedudukan yang lebih baik. satu bagian lingkaran dan dua bagian ujung. Panjang mistar seluruhnya 4. pemecahan recor berikutnya jika mistar tersentuh setelah 82 Mistar 7.50m (± 2cm) untuk loncat galah. atlet bersangkutan harus meloncat sekali lagi pada ketinggian terendah yang mengakibatkan mereka kehilangan hak untuk melanjutkan loncatan. Berat mksimum mistar adalah 2kg unutk loncat tinngi dan 2. Bagian ujung tersebut harus keras dan mulus. Diameter bagian lingkaran mistar 30mm (± 1mm). yang masingmasing lebarnya 30-35mm dan panjangnya 15-20cm untuk ditaruh pada penyangga yang terdapat pada tiang. berpenampang lingkaran kecuali pada kedua ujungnya.194cm.199cm …. Contoh Loncat tinggi Ketinggian yang diumumkan oleh Ketua Judge pada awal lomba : 175cm. Mereka melakukan satu loncatan pada tiap ketinggian sampai hasil sama ini dapat terpecahkan. Lengkungan maksimumnya 7cm untuk loncat tinggi dan 11 cm untuk loncat galah.180cm.188cm.sebelum tiap usaha pengukuran terakhir. Atlet yang terlibat dalam hasil sama harus meloncat pada tiap kesempatan saat pemecahan hasil sama ini (lihat contoh) (ii) Bila menyangkut kedudukan lain atlet diberikan kedudukan yang sama dalam lomba tersebut. (c) Jika hasil sama belum terpecahkan: (i)Bila menyangkut kedudukan pertama. Atl et Ketinggian (dalam cm) Gag al Loncat ulang Posisi .

5.C dan D semuanya berhasil pada ketinggian 188cm Peraturan mengenai hasil sama sekarang mulai dilaksanakan. Gaya Luar 9. atau (b) Atlet menyentuh tanah termasuk daerah pendaratan setelah bidang vertikal yang melalui sisi terdekat mistar baik di antara tiang ataupun di luarnya dengan bagian tubuhnya tanpa melewati mistar terlebih dahulu. harus diberikan kesempatan loncatan yang baru. Daerah tumpuan harus rata atau kemiringannya sesuai dengan pasal 182. 2. kaki atlet menyentuh daerah pendaratan dan menurut judge tidak memperoleh keuntungan. Karena ketiga atlet tersebut gagal. (b). Jika mistar jelas berpindah karena suatu gaya yang bukan terkait dengan atlet (misalnya tiupan angin) (a) Jika perpindahan ini terjadi setelah atlet melewati mistar tanpa menyentuhnya. panjang minimumnya 20m.19 194 197 1 A XXX 2 B XXX 2 C XXX 2 D XX 3 XO XO XO X Keterangan : O =berhasil. Pasal 182 LONCAT TINGGI (High Jump) Perlombaan 1.3. sampai dengan dan termasuk ketinggian terakhir yang berhasil dilewati yaitu 188cm. Atlet harus menumpu dengan satu kaki. jika saat meloncat. mereka harus meloncat sekali lagi pada ketinggian 194cm saat “A” dan “C” kehilangan hak untuk melanjutkan loncatan.B. Jalur awalan memiliki panjang minimum 15m. 4. . Loncatan atlet gagal jika : (a) Setelah loncatan. Jalur Awalan dan Daerah Tumpuan 3. X = Gagal. Perangkat Lomba 6. Catatan: untuk membantu implementasi peraturan ini suatu garis putih selebar 50mm harus dibuat (biasanya menggunakan pita perekat atau bahan sejenis) diantara titik tiga meter diluar setiap tiang. Segala macam tiang atau tonggak dapat digunakan asalkan kaku. karenanya menempati kedudukan keempat. panjang minimum 25m. Kemiringan maksimum seluruh jalur awalan dan daerah tumpuan tidak boleh melebihi 1:250 searah jari-jari setengah lingkaran yang berpusat ditengah-tengah antara kedua tiang dan mempunyai jari-jari minimum sesuai pasal 182. “B” atau “C”. tiang . “D” mempunyai kegagalan lebih banyak dari “A”. loncatan tersebut tidak dianggap gagal. mistar diturunkan menjadi 192cm untuk satu loncatan lagi. atau (b) Jika perpindahan ini terjadi dalam keadaan lain. mistar tidak berada pada penyangganya karena gerakan atlet saat meloncat. “B”.4 dan buku panduan fasilitas atletik IAAF. Jika keadaan memungkinkan. 17 5 O - 18 0 XO XO O 18 4 O XO 18 8 XO XO XO 19 4 X X X 19 2 O O X 19 4 X O 83 2 1 3 4 A. kecuali dalam perlombaan sesuai pasal 1 (a). yang sisi terdekatnya segaris dengan bidang vertikal melalui sisi terdekat mistar. Daerah pendaratan harus ditempatkan pada bagian yang lebih tinggi dari kemiringan tersebut. dan (c).= Tidak meloncat. Kedudukan “A”. Judge mengisi kolom jumlah kegagalan. maka loncatan tersebut dinyatakan berhasil. Tiang. dua atlet lainnya “A” dan “B” harus meloncat lagi pada ketinggian 194cm yang hanya dilewati oleh “B” dan karenanya “B” dinyatakan menjadi pemenang. Tiang harus dilengkapi dengan penyangga mistar yang terpasang secara kokoh padanya. Tetapi. karena hanya “C” yang gagal pada ketinggian 192cm.dan “C” masih sama dan karena menyangkut kedudukan pertama.

dengan panjang 6cm dan lebar 4cm. Harus terdapat ruang minimal 1cm antara ujung mistar dengan tiang. Tiang/tonggak tidak boleh dipindahkan selama lomba kecuali wasit m menganggab bahwa baik daerah tumpuan ataupun daerah pendaratan sudah tidak memadai.04m. Catatan: Tiang dan daerah pendaratan harus dirancang sedemikian rupa sehingga terdapat jarak minimal 10cm antara keduanya saat digunakan untuk mencegah jatuhnya mistar akibat persentuhan antara daerah pendaratan dengan kedua tiang. . Penyangga terpasang kokoh pada tiang dan tidak bergerak saat loncatan dan keduanya saling berhadapan. sebelum perlombaan dimulai. Daerah pendaratan harus berukuran tidak kurang dari panjang 5m x lebar 3m. bila mistar tersentuh oleh atlet. Daerah Pendaratan 10. Penyangga harus datar dan berbentuk persegi panjang. Kedua penyangga harus berada pada ketinggian yang sama di atas daerah tumpuan langsung di bawah tiap ujung mistar. Seorang atlet harus. sehingga tepi dari mistar yang terdekat dengan atlet dapat diletakkan pada setiap titik dari situ langsung di ujung belakang dari box / peti ke suatu titik 80 cm se arah dengan tempat pendaratan. 8. Penyangga mistar. Atlet hanya boleh meminta tiang-lompat digeser searah dengan tempat pendaratan. Bila kemudian atlet ini ingin membuat perobahan posisi. sekurang-kurangnya 10cm diatas ketinggian mistar yang sesungguhnya.kan untuk lompatannya yang pertama dan posisi ini dicatat. High Jump Uprights & crossbar 84 9.7m. Jara antara tiang tidak boleh kurang dari 4m dan tidak boleh lebih dari 4. Ujung mistar diletakkan padanya sedemikian rupa sehingga. memberi tahu Petugas yang bertanggung-jawab terhadap penempatan mistar yang dia perlu. Pasal 183 LONCAT GALAH (Pole Vault) Perlombaan 1. Disarankan daerah pendaratan tidak lebih kecil dari panjang 6m x lebar 4m x tinggi 0.harus cukup tinggi. Penyangga tidak boleh dilapisi dengan karet atau bahan lain yang menyebabkan peningkatan gesekan antara penyangga dengan permukaan mistar. ddalam keadaan seperti itu perubahan dilakukan hanya setelah satu giliran selesai. 7. mistar dengan mudah akan jatuh ke depan atau belakang. dia harus segera memberitahu kepada Petugas yang bertanggung-jawab sebelum mistar ini dipasang sesuai dengan harapan/keinginannya semula. dan juga tidak boleh memiliki pegas dalam bentuk apapun.

lebar 60 cm pada bagian depan dan semakin menciut menjadi 15 cm pada bagian dasar kotaklompat/penahan itu.22m ancang ini harus ditandai dengan garis-putih selebar 5 cm. 3. 2. Kemiringan kesamping jalur-awalan (ancang-ancang) ini yang masih dibenarkan tidak boleh lebih dari 1 : 100 dan kemiringan umum ke arah lari adalah 1 : 1000.dan bila kondisi memungkinkan 45m. Catatan: yang 85 Sepotong garis putih selebar 1cm dapat dipasang tegak-lurus dengan sumbu jalur lari ancang-ancang. Catatan: Semua lintasan-lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004. Tidak seorangpun kecuali atlet diizinkan menyentuh galah. Kotak-galah (box). hal ini tidak dihitung sebagai kegagalan dan kepada si pelompat diberikan hadiah dengan suatu kesempatan-lompat yang baru. Catatan: Bukanlah suatu kegagalan. Seorang atlet gagal lompatannya apabila : (a) setelah melompat. Jalur ancang6. dalam rangka memperoleh suatu pegangan/grip yang kuat-mantap. jalur-lintasan lari punya lebar maximum 1. apabila galah disentuh. Garis yang miripdapat ditarik pada permukaan tempat pendaratan dan dapat diperpanjang sejauh sisi luar dari tiang lompat. 7.01m. maka lompatan itu akan dicatat sebagai suatu kegagalan. Ini haruslah lebar 1. Para atlet selama perlombaan berlangsung diizinkan untuk memasang/menempatkan suatu zat pada tangannya atau pada galah. atau (c) setelah meninggalkan tanah. Peralatan. Namun. tanpa lebih dulu melewati mistar-lompat. dengan menggunakan tangannya. 4. Kotak-lompat Lompat tinggi-galah . Penggunan pita-perekat pada tangan atau jari-jari tangan adalah dilarang kecuali dalam kasus diperlukan untuk menutup luka terbuka. Dengan terbuat dari bahan/materi yg cocok-kaku-keras. dan menurut pendapat Wasit bahwa mistar akan jatuh. Panjang jalur-lari ancang-ancang/awalan minimum 40m. melainkan ini untuk maksud-maksud mengganggu/intervensi.bila seorang atlet berlari di luar garis putih yang menandai jalur ancang-ancang pada setiap titik. Panjang kotak-galah pada permukaan lintasan ancang-ancang & dalamnya kotak ditentukan oleh sudut sebesar 105° terbentuk antara dasar dan papan-penahan galah.lebih suka dengan pinggiran atas yang dibulatkan dan harus ditanam rata dengan tanah/permukaan jalur lintasan. Apabila dalam melakukan kesempatan-lomba/lompatan. atau (b) dia menyentuh tanah. termasuk tempat pendaratan di balik bidang vertikal sampai bagian paling atas dari kotak-penahan dengan setiap bagian badan atau dengan galah. Tempat bertumpu/bertolak bagi lompat-tinggi-galah adalah berwujud sebuah kotak-galah/penahan. pada permukaan sisi dalam bagian belakang kotak lompat. ukuran panjang 1 m. Jalur lari ancang-ancang/awalan± 0.25m. mistar lompat tidak tetap berada di atas penopang disebabkan oleh gerakan si pelompat pada waktu melompat. (d) selama melompat seorang atlet menempatkan kembali dengan sengaja mistarlompat yang hampir jatuh. dia menempatkan tangannya yang lebih rendah di atas tangan yang atas atau menggerakkan tangan yang lebih atas lebih tinggi pada galah. yang diukur dari bagian dasar dalam kotak. 5.Gagal untuk melakukan hal ini akan menjurus dimulainya dari batas waktu disediakan untuknya. kecuali jika ini telah jatuh menjauh dari mistar atau tiang-lompat.galah atlet mengalami patah.

juga tidak boleh ada semacam per/pegas di pasang di situ. Mistar lompat-galah harus diletakkan pada pasak-pasak sehingga bila tersentuh oleh si pelompat atau oleh galah.37m. asalkan kaku kuat/tegar. Penopang untuk mistar lompat-galah.Jarak antara penopang (pegs) harus tidak kurang dari 4. Pasak-pasak ini tidak boleh ada takik atau bergerigi.86 Dasar kotak-galah ini harus miring dari permukaan tanah pada sisi depan sampai jarak vertikal di bawah permukaan tanah 20 cm. pasak-pasak yang menopang mistar-lompat boleh dipasang pada lengan yang diperpanjang dengan tetap pada tiang-lompat. tanpa menambah panjang dari mistarlompat (Lihat Diagram).Segala model tiang-lompat atau tonggak boleh digunakan.ini akan mudah jatuh ke tanah ke arah tempat pendaratan. Pasak-pasak itu tidak boleh dilapis dengan karet atau dengan bahan lain yang mempunya dampak menambah geseran antara keduanya pada permukaan mistar-lompat. 10. Catatan: Guna mengurangi peluang terjadi cedera pada seorang atlet atlet-lomba dengan dia jatuh tepat pada kaki tiang-lompat.jadi memberi kemungkinan tiang-lompat untuk dipasang terpisah lebih lebar. Bila kotak-galah ini dibuat dari kayu. pada titik pertemuan dengan papanpenahan. 9.Kotak-galah ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga kemiringan samping ke luar dan berakhir menjelang papan penahan dengan sudut kira-kira 120° pada bagian dasarnya.30m dan tidak juga lebih dari 4. Tiang-lompat. bagian dasarnya harus dilapis dengan lembaran metal setebal 2.5mm sepanjang 80cm dari depan kotak-galah. Dan tidak boleh mencuat lebih dari 55mm dari tiang-lompat dan harus menjulur/mencuat 35-40mm diatas penopang. Disarankan bahwa konstruksi metalik bagian bawah tiang harus dilapis dengan pelindung dengan bahan yang cocok dalam rangka memberikan perlindungan terhadap pelompat dan galah (sewaktu jatuh). . kedua pasak ini sama tebal dengan diameter tak lebih dari 13mm.

.87 Penopang Mistar-lompat – pandangan dari daerah pendaratan dan Pandangan atas.

Sisi-sisi tempat pendaratan terdekat dengan kotak-galah harus terpisah 10-15 cm dari kotak-galah dan harus miring dari kotak-galah dengan sudut miring kira-kira 45°.8m.Tempat pendaratan. . teta. 11.apabila jarak yang diukur tidaklah dalam sentimeter yang utuh/penuh.88 Galah Lompat-galah. Galah ini boleh memakai lapisan pita pelindung pada tempat pegangan /grip dan pada ujung bawah. tempat pendaratan ini tidak boleh lebih kecil dari panjang 6 m (tidak termasuk potongan bagian depan) x lebar 6 m x tinggi 0. Lihat diagram ! Diagram: TEMPAT PENDARATAN LOMPAT TINGGI-GALAH. Jalur awalan ini harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm. Galah-lompat ini terbuat dari satu bahan atau kombinasi macam-macam bahan. 1.22m ± 0. Para atlet boleh menggunakan galahnya sendiri. Dalam semua event lompat-horisontal. 2.jarak harus dicatat ke seperseratus (0.kecuali dengan persetujuan pemilik galah yang bersangkutan. Ukuran tempat pendaratan tak kurang dari 5m X 5m (tidak termasuk potongan kasur-busa di depan).1 a). Untuk perlombaan atletik sesuai Pasal 1.01m) meter terdekat dibawah jarak yang diukur. Tempat Pendaratan 12. b) dan f).pi permukaannya harus halus. B. yang diukur dari garis-tumpuan yang relevan menuju ke akhir jalur ancang-ancang awalan. LOMPATAN HORISONTAL (Horisontal Jumps) Pasal 184 KONDISI UMUM (General Conditions) Pengukuran. Jalur lari ancang-ancang/awalan. dengan ukuran panjang dan garis yang tidak ditentukan. Potongan bagian depan haruslah panjang 2 m.01m. Panjang jalur lari ancang-ancang/awalan minimum 40m. Tidak seorangpun atlet diizinka menggunakan galah dari atlet lain. Ini harus memiliki lebar 1.

Catatan: Semua lintasan-lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004. bila sebagian kaki/sepatu atlet menyentuh di luar baik itu diujung dari papan-tumupuan. Ini harus dioperasionalkan dan dibaca seperti yang dijelaskan dfalam peraturan Pasal 163. PASAL 185 LOMPAT . sebelum garis tumpuan. Catatan iii): Ini bukan suatu kegagalan. atau dia menyentuh tanah antara garis tumupuan dan tempat pendaratan. Alat pengukur angin harus dibaca seperti yang dijelaskan dalam per aturan Pasal 163.Ini diletakkan setinggi 1. atau bertumpu/bertolak dari luar ujung balok-tumpuan. 2.25m. Seorang atlet dinyatakan gagal. jalur-lintasan lari punya lebar maximum 1. Alat pengukur kecepatan angin harus ditempatkan 20m dari papan-tumpuan/bertolak.10. ketika meninggalkan tempat pendaratan.kecepatan angin harus diukur dari saat dia memulai berlari. atau setelah selesai melompat.baik sebelum atau sesudah perpanjangan garis batas tumpuan. bila seorang atlet berjalanbalik melalui tempatpendaratan setelah meninggalkan tempat pendaratan dengan suatu cara yang benar.Bila seorang atlet berlari kurang dari 40m atau 35m. Kecuali yang ditunjukkan pada butir 1 b)diatas. apabila : 1 a) sembari bertolak/bertumpu.Pengukurannya harus dilakukan tegak-lurus terhadap garis tumpuan atau perpanjangannya. kontaknya yang pertama dengan tanah di luar tempat-pendaratan adalah lebih dekat kepada garis tumpuan daripada dengan bekas yang terdekat dibuat di atas pasir saat mendarat. Kemiringan suatu jalur lari ancang-ancang lompat horisontal adalah 1:100 dan kemiringan umum ke arah lari awalan adalah: 1:1000. untuk lompat-jauh 40m dari garis-tumpuan dan untuk lompat-jangkit 35m. 89 3.ratan lebih dekat kepada garis tumpuan daripada bekas yang terdekat yang dibuat di atas pasir.bila seorang peser. b) c) d) e) f) .10).22m dan tak lebih dari 2m jauh nya dari jalur ancang-ancang. atau garis perpanjangan garis-tumpuan. dia menyentuh tanah di balik garis batas tumpuan dengan bagian tubuh yang manapun. atau dalam gerakan mendarat dia menyentuh tanah di luar tempat penda. 6. Catatan i):Ini bukan suatu kegagalan. 3. baik sewaktu berlari awalan tanpa membuat suatu lompatan atau dalam gerakan melompat yang sebenarnya. di bawah butir 1 b) di atas. bila seorang atlet berjalan balik melalui tempat pendaratan setelah meninggalkan tempat pendaratan dengan suatyu cara yang benar. termasuk setiap bekas di pasir yang dibuat saat menjaga keseimbangan waktu mendarat yang sepenuhnya terjadi di daerah tempat pendaratan namun lebih dekat dengan garis tumpuan dari pada bekas permulaan yang dibuat saat mendarat.JAUH (Long Jump) Peraturan Perlombaan. dia melakukan semacam gerakan salto pada lari awalan atau dalam gerakan melompat. bila atlet berlari di luar garis-putih yang menandai jalur lari ancang-ancang pada tiap titik. Catatan iv) : Ini bukan suatu kegagalan.ta-lomba melakukan tolakan/tumpuan sebelum mencapai balok ini harus tidak dihitung sebagai suatu kegagalan. Kecepatan hembusan angin harus diukur untuk suatu periode 5 detik dari saat seorang atlet melewati suatu tanda yang dipasang di samping lintasan. 4. Pengukuran Kecepatan angin. 1. Catatan ii): Ini bukan suatu kegagalan. 5. Semua lompatan harus diukur dari jejak/bekas tanda jatuh pada tempat pendaratan yang dibuat oleh setiap bagian tubuh atau anggota tubuh menuju ke garis tumpuan/tolakan.

01m dari kayu atau material lain yang cocok. Papan Indikator Plastisin. lebar 20 cm (±2mm) dan tebal 10 cm. Tepi balok yang lebih dekat dengan tempat penda. Ini berupa papan yang kaku-kokoh lebar 10 cm (±2mm) dan panjang 1. pada sisi balok/papan-tumpuan yang dekat dengan tempat pendaratan. seluruh kumpulan konstruksi ini harus cukup tegar untuk menerima daya injakan dengan kekuatan penuh dari kaki-atlet atlet.21m ±0.01m. 6.90 Balok/Papan-tumpuan.Segera setelah garis batas-tumpuan ini maka dipasang suatu 'papan indikator plastisin'sebagai alat bantu petuga Judge/judge.ratan disebut 'garis batas tumpuan. Konstruksi. Catatan: Akan sangat membantu bila memiliki papan-plastisin cadangan yg siap pakai. Jarak antara garis-tumpuan dan sisi jauh tempat pendaratan minimal 10 m. Balok-tumpuan ini harus berbentuk segi ampat terbuat dari kayu atau bahan lain yang cocok & tegar dengan ukuran panjang 1. Lapisan permukaan plastisin dengan mudah dapat diratakan lagi dengan menggunakan alatalat pelindas(roller)atau alat lain yang cocok untuk menghapuskan bekas injakan kaki atlet pelompat. 4. Pinggirnya harus miring sampai 45 derajat dengan tepai yang dekat dengan jalur ancang-ancang ditutup dengn lapisan plas tisin memajang setebal 1mm atau harus dipotong sedemikian sehingga lekakukan itu bila diisi dengan plastisin akan miring dengan sudut 45 derajat (Lihat diagram)!. perlombaan dapat berlangsung terus tanpa . 5. 8. Permukaannya harus naik dari permukaan balok-tumpuan setinggi 7 mm (±1mm). Harus dicat berwarna putih. sehingga sambil menghapus bekas injakan kaki. 7. Papan inti harus dinaikkan pada suatu lekukan pada jalur acang-ancang. Permukaan papan di bawah plastisin harus dari bahan yang mampu menyerap paku spikes atlet/memberikan injakan yang mantap / grip dan tidak akan gelincir/selip.22m ±0. Bila dipasang pada lekukan. Garis tumpuan harus ditempatkan antara 1 m dan 3 m dari sisi akhir lebih dekat dengan tempat pendaratan. Tempat bertumpu harus ditandai dengan suatu balok/papan yg ditanam datar-rata dengan permukaan lintasan jalur lari ancang-ancang dan tempat pendaratan. Balok/Papan tumpuan dan Papan Indikator Plastisin Bagian atas papan indikator plastisin harus juga ditutup sepertiga yang pertama ± 3mm dan seluruh panjangnya dengan suatu lapisan plastisin.

1.terganggu/tertunda. Tempat pendaratan harus diisi dengan pasir basah yang lembut sedang permukaannya harus datar-rata dengan permukaan balok tumpuan. 2.3m. .rus tidak kurang dari 13 m untuk ‘putra’ dan 11 m untuk ‘putri’ dari sisi terdekat dengan tempat pendaratan. Tempat pendaratan ini berukuran. suatu langkah dan satu lompat. Jarak antara papan/balok-tumpuan dengan tepi jauh bak/tempat pendaratan harus sekurang-kurangnya 21 m.Untuk perlombaan yang lain jarak ini hendaklah disesuaikan dengan tingkatan perlombaan. kemudian diakhiri dengan gerak-lompat (jump). 4. yang dilakukan secara berurutan seperti itu. Catatan: Bila poros/as jalur-lari ancang-ancang tidak segaris dengan garis tengah tempat pendaratan.2. Tidaklah akan dianggap suatu kegagalan bila atlet pada waktu sedang melompat. harus dipasang se-utas tali/pita pembatas pembatas memanjang tempat pendaratan sehingga ketentuan di atas dapat tercapai/dipenuhi. disusul dengan membuat satu langkah penuh (step)dan harus mendarat pada kaki lain. (lihat Diagram). 3. Pasal 186 LOMPAT JANGKIT (Triple Jump) Peraturan untuk perlombaan Lompat-jauh berlaku untuk Lompat-jangkit dengan tambahantambahan sebagai berikut : Peraturan Perlombaan. Jingkat (hop) dilakukan dengan si pelompat mendarat dengan kaki yang sama sesuda bertolak (kaki tumpu/tolak itu digunakan juga sebagai kaki pendarat yang pertama). poros jalurlari ancang-ancang kalau diperpanjang akan berhimpit dengan tengah-tengah bak-pasir tempat pendaratan.1 c) tidak berlaku pada pendaratan biasa dari tahap jingkat dan langkah. 91 Tempat Pendaratan. Diagram: Bak-pasir / Tempat pendaratan Lompat-jauh/jangkit terpadu 10. Untuk lomba atletik internasional.disarankan bahwa balok-tumpuan ha. Bila mungkin. lebar min. Lompat-jangkit ini adalah suatu lompatan yang harus terdiri dari suatu jingkat.75m lebar max. Papan / Balok-tumpuan.kakinya yang'menggantung'(sleeping) menyentuh tanah. Catatan: Peraturan Pasal 185.

92 . Antara balok-tumpuan dengan tempat pendaratan harus ada suatu tempat untuk tahap'langkah'dan 'lompat'.22 m ± 0.5.dengan lebar minimum 1.01m menyediakan tempat yang kokoh – rata-datar.

5kg 5kg 700g Putra Junior 6kg 1. kecuali untuk melontar-martil. pembungkusan jari-jari masing-masing diizin kan dalam lontarmartil.93 C .Pembalutan ini harus ditunjukkan kepada Ketua Judge/Judge sebelum lomba dimulai. atlet boleh mengenakan perban pada per gelangan tangannya sebagai pelindung dari cedera.ini. e) Pada tolak-peluru.LEMPAR Pasal 187 KONDISI UMUM Peralatan Resmi. 4 Pengamanan Pribadi.26kg 800g Catatan: Suatu formulir standard untuk mengajukan permohonan ser tifikasi peralatan (lomba) sekarang telah telah tersedia atas permohonan dari Kantor/Markas besar IAAF.atlet boleh memakai sabukkulit atau dari bahan yang cocok lainnya. yang dengan cara ini akan membantu seorang atlet ketika melakukanlemparan.75kg 6kg 800g Putra Senior 7. Dalam semua perlombaan atletik internasional. selain ibu-jari. . misalnya: pengikatan dua jari-jari atau lebih menjadi satu. atau dapat diperoleh dengan memintanya kepada IAAF website. f) Pada lempar lembing. Kecuali seperti yang disediakan di bawah. Penggunaan pita-perekat pada tangan harus dila. sarung tangan itu harus halus pada bagian punggung dan pada bagian depan dan ujung jarijari. 1.25kg 2kg 7. peralatan yang diguna. d) Dalam rangka melindungi tulang belakang dari cedera. Sesuai atas peraturan teknik yang relevan.’Namun. c) Dalam rangka mendapatkan pegangan/grip yang mantap.rang kecuali dalam hal diperlukan guna menutup suatu luka terbuka atau ‘koreng. di-cek dan ditandai sebagai telah disahkan oleh Panitya Penyelenggara sebelum perlombaan dan tersedia siap pakai bagi semua atlet atlet. 2. Tidak ada perobahan yang dilakukan terhadap tiap peralatan selama perlombaan berlangsung. a) Tidak ada perlengkapan dalam bentuk apapun. Peralatan demikiantidak akan diterima apabila model yang sama adalah ada di dalam daftar dari semua yang disediakan oleh Panitya Penyelenggara.kan harus sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi IAAF/PASI. seorang atlet boleh memakai sebuah alat pelindung siku.EVENTS . asalkan peralatan demikian diberi/memiliki sertifikat dari IAAF. dalam hal lontar-martil.Hanya peralatan yang memegang sertifikat IAAF yang sah yang digunakan . Delegasi Teknik dapat mengizinkan para atlet perta lomba menggunakan peralatannya sendiri atau peralatan yang disediakan oleh suatu suppliier.Tabel berikut ini menunjukkan implemen/peralatan yang digunakandalam tiap kelompok/grup-umur : Implemen / peralatan Peluru Cakram Martil Lembing Putri Remaja/Junior/ Senior 4kg 1kg 4kg 600g Putra Remaja 5kg 1. semua peralatan lomba Semua peralatan lomba harus disediakan oleh Panitia Penyelenggara. 3. atlet diizinkan menggunakan zat yang cocok hanya pada tangan saja atau pada sarung-tangan sebagai tambahan. yang akan diizinkan. Dalam hal. b) Penggunaan sarung-tangan dilarang. harus nampak jelas/terlihat (berlobang).

6.4cm . Bibir-pinggir lingkaran-lempar minimum tebal 6mm dan harus dicat putih.suatu lingkaran yang dapat dikemas(portable) yang memenuhi spesifikasi ini dapat dizinkan untuk digunakan.Ujung belakang garis putih harus membentuk perpanjangan garis khayal. Sebuah garis putih lebar 5cm harus ditarik dari pinggiran metal atas membentang minimal 75cm pada kedua sisi lingkaran-lempar. aspal atau bahan yang kokoh-kuat namun tidak licin.135m (±5mm) pada Tolak-peluru dan Lontar-Martil. menembus titik-tengah lingkaran-lempar dengan sudut siku-siku kepada laris-tengah dari sektor lemparan/pendaratan. Pada Tolak-peluru.50m sampai 2. Denah Lingkaran Tolak-Peluru (Layout of Shot Circle) 7. bagian atasnya harus da.6cm lebih rendah dari tepi atas pinggiran lingkaran/sirkel. 5. Lingkaran-lempar harus dibuat dari besi yang dilengkungkan.50m(±5mm) pada lempar-Cakram. Martil dapat dilontarkan dari lingkaran-lempar cakram asalkan diameter lingkran ini dikurangi dari 2.dan 2.135m dengan memasang/ menempatkan satu ring melingkar di dalamnya. Ini dapat dicat atau dibuat dari kayu atau bahan lain yang cocok.tar/rata dengan permukaan tanah di luarnya. Bagian dalam lingkaran-lempar ini dibuat dari beton.94 Lingkaran Lempar. boleh dari besi baja atau bahan lain yang cocok. Garis-tengah / diameter bagian dalam lingkaran-lempar adalah 2.2. Denah Lingkaran Lempar Cakram .Permukaan pada bagian dalam ini harus datar rata dan 1.

Atlet tidak boleh menyemprot atau menyebar zat apapun di dalam lingkaran-lempar atau pada sepatu yang dipakainya.95 Denah lingkaran Lontar-Martil. 8. .

Ini harus dicat putih dan terpasang datar rata dengan tanah/lintasan.5m.5m.Jalur lari ancang-ancang lempar lembing.Lemparan itu dibuat dari belakang suatu garis batas lengkung dari sebuah sirkel yang dibuat dengan radius 8m. haruslah 1:100 dan miring keseluruhan dalam arah lari 1:1000.5m diukur dari tepi dalam garis-batas lempar yang melengkung itu.Garis batas lengkung atau busur ini dicat putih dibuat dari kayu atau metal dengan lebar 7 cm.Jalur lempar ini ditandai dengan dua garis-putih paralel selebar 5cm dan 4m terpisah. Dalam event lempar-lembing panjang minimum jalur-ancang-ancang adalah 30 m dan maximum 36. 9. Jalur Lintasan lari awalan Lempar Lembing dan Sektor Pendaratan 96 . Garis-garis itu harus ditarik dari bagian-bagian yang jauh dari lengkungan/busur itu sikusiku dengan garis paralel yang membatasi jalur ancang-ancang. Apabila kondisinya memungkinkan panjang minimum 33. Catatan : Adalah suatu kegagalan bila seorang atlet memulai berlari jari jarak melebihi 36. panjang 75 cm dan lebar 7cm. Garis-garis ini harus dicat putih. Kemiringan yang masih dibolehkan untuk kemiringan ke samping dari jalur ancang-ancang.

ri ancang-ancang-lempar dan berpotongan pada titik-pusat ling. Catatan: Sudut 34. Jadi sektor lempar itu kurang-lebih 29°. c) pada tolak-peluru. dan dalam lempar-lembing. boleh meletakkan alat-lemparnya di dalam atau di luar lingkaran-lempar atau jalur-ancang-ancang dan boleh mening galkannya.Seorang atlet boleh menyentuh leng kungan besi sebelah dalam. d) pada lempar-lembing.60).sektor-lempar harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm dan suatu sudut sebesar 34. seorang atlet harus memulai dari sikap berdiri diam di dalam lingkaran-lempar. a) Kecuali untuk lempar-lembing.dari suatu jalur ancang-ancang. asalkan tidak ada ketentuan / peraturan lain yang dilanggar. bagian atas dari balok-penahan. Lempar Cakram dan Lontar Martil.92° dapat dibuat dengan tepat dengan cara membuat jarak antara dua titik pada garis sektor lempar 20m dari titik-pusat lingkaran.2. alat-lempar (peluru. Apabila meninggalkan lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang.seorang atlet boleh melakukan interupsi (pemutusan) gerak percobaan lemparnya sekalipun telah dimulai. b) Dalam lempar-lembing. Dalam hal suatu percobaan lempar dilakukan dari suatu lingkaranlempar.martil) harus dilemparkan dari sebuah lingkaranlempar. Pada tolak-peluru. Asalkan dalam proses melakukan kesempatan-lomba (trial).yang dijelaskan dalam Pasal 188. dia menyentuh dengan setiap bagian dari tubuh nya. dan garis paralel menandai jalur la.garis lengkung yang membatasi daerah lempar atau tanah di luarnya. tanah atau rumput. sektor lemparan harus ditandai dengan ga ris putih 5cm lebar sedemikian rupa sehingga tepi dalam garis bila diperpanjang akan melintasi dua perpotongan dari sisi da. dia menyentuh dengan setiap bagian tubuhnya.karan yang lengkungan/busur itu adalah bagian darinya. b) setelah dia melangkah masuk ke dalam lingkaran-lempar dan mulai membuat lemparan. Catatan: Ini tidak akan dinilai sebagai suatu kegagalan apabila cakram atau bagian manapun dari martil menyentuh sangkar setelah dilepaskan. atau bahan/materi yang cocok di atas mana peralatan itu meninggalkan goresan bekas jatuhnya benda/alat dimaksud. Sektor pendaratan harus terbuat dari sinder/gravel. Kesempatan Lomba (Trials) Dalam Tolak Peluru. dia juga boleh menyentuh bagian dalam dari balok-penahan. Jadi untuk setiap 1 m dari titik-pusat lingkaran.92° sedemikian rupa sehingga sisi dalam dari garis bila diperpanjang akan melintasi titik pusat lingkaran. bagian atas dari lingkaran besi bagian atas atau tanah yang ada di luar lingkaran.lam dari lengkungan/busur.dalam arah lemparan hendaknya tidak melebihi 1:1000. peraturan relatif terhadap tiap lemparan belum dilanggar. dia menyentuh setiap bagian tubuhnya atau anggotanya. jarak melintang harus meningkat dengan 60cm. (Lihat diagram). Kemiringan maximum untuk kecondongan ke bawah yang umum dari sektor pendaratan.cakram.97 Sektor Pendaratan 10. jarak itu harus 12m terpi-sah (20 x 0. dia akan melangkah keluar sebagaimana diminta sesuai paragraf/butir . Adalah menjadi suatu kesalahan/ kegagalan bila seorang atletlomba dalam percobaan melakukan kesempatan-lombanya : a) melepaskan peluru atau lembing secara tidak sempurna.

di-tarik pita ukurnya ke sisi sebelah dalam dari lingkaran-lempar sepanjang garis ke titik-pusat lingkaran. dalam event lempar-lembing. Pengukuran. peluru harus menyentuh atau dekat sekali dengan leher atau dagu si penolak/pelempar dan tangan-nya harus tidak turun ke bawah posisi ini pada saat tolakan berlangsung. Sebuah bendera yang menyolok atau tanda/marka boleh juga disediakan untuk menandai adanya Rekor Dunia dan Rekor-Benua ataupun Rekor Nasi onal. 20.17 sebelum kembali ke lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang untuk memulai melakukan kesempatan-lomba yang baru. Catatan: Semua gerak yang diizinkan dalam paragraf ini harus dimasukkan/diperhitungkan dalam waktu maximum untuk kesempatanlomba sesuai Pasal 180. Selesai tiap lemparan. 17.Sebuah bendera yang menyolok atau marka dapat disediakan untuk menan terbaik bagi tiap atlet. Untuk lemparan yang dimulai dari lingkaran-lempar.dimana ini akan dipasang di sepanjang luar garis -sektor. Peluru harus didorong/ditolakkan dari bahu dengan hanya satu tangan.01m terdekat ke bawah.Pada saat atlet penolak-peluru mengambil sikap berdiri di dalam lingkaran-tolak untuk memulai melempar.Dalam semua event lempar. pengukurannya ditarik ke sisi dalam lengkung an batas-lempar sepanjang garis ke titik-pusat lingkaran yang lengkungan/busur itu adalah bagiannya. Marka/Tanda-tanda.ngah lingkaran.langkah pertama menginjak bagian atas besi lengkung atau tanah di luar lingkaran harus sepenuhnya di belakang garis putih yang ditarik di luar-garis membentang melewati titik te. 19. cakram dan martil. Pasal 188 TOLAK PELURU 98 dai lemparan Ketentuan Perlombaan.Atlet harus tidak meninggalkan lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang sampai alatnya jatuh ke tanah.Peluru ini tidak dibawa di belakang garis bahu.bila atlet mening galkan lingkaran-lempar. bila atlet meninggalkan jalur ancang-ancang lempar kontak pertama dengan garis paralel atau tanah di luar jalur awalan.17.apabila jarak yang diukur bukan suatu sentimeter yang utuh.Pengukuran tiap lemparan kesempatan-lomba harus dilakukan segera setelah lemparan: dari jejak/bekas terdekat jatuhnya peluru. 21. cakram. Ini adalah suatu kegagalan apabila: peluru. harus sepenuhnya di belakang garis lengkungputih batas-lempar dengan sudut siku-siku dengan garis paralel.dari lokasi dimana mata-lembing menyen tuh/menancap tanah. alat-lempar harus dibawa kembali ke tempat dekat lingakaran-lempar atau tempat awalan dan jangan sekali-kali dilemparkan balik/kembali. kepala martil atau mata-lembing pada saat kontak pertama dengan tanah menyentuh garis batas sektor lemparan atau tanah di luar sektor-lemparan. . Dalam hal lempar lembing.hasil lemparan harus dicatat sampai jarak 0. 1.

15m ± 0. Ukuran. 5. yaitu suatu tingkat kekasaran N7 atau kurang. Diagram: POTONGAN BALOK-PENAHAN TOLAK-PELURU 99 Permukaan Lingkaran-tolak Peluru. 2. Balok-penahan ini dibuat dari kayu dan dicat putih.Balok Penahan.01m untuk suatu lengkungan yang sama dengan lingkaran dan dengan tinggi 10cm ± 0. Balok-penahan ini berukuran 11. dan dibuat sedemikian rupa sehingga terpasang kokoh-kuat pada tanah. Untuk bisa halus licin tinggi rata-rata permukaan harus tidak kurang dari 1.2cm sampai -30cm panjang. Konstruksi. kuningan atau logam lain yang tidak lebih lunak dari pada kuningan atau kulit suatu bahan metal yg keras dan diisi dengan timah atau bahan lain. Peluru harus terbuat dari besi utuh keras(solid iron).Balok ini dipasang di tengah-tengah antara garis-sektor-lemparan. berbentuk sepotong lengkungan sehingga sisi sebelah dalam bertemu tepat dengan sisi sebelah dalam lingkaran-lempar.2cm dalam kaitannya dengan dataran lantai bagian dalam lingkaran. Konstruksi.Ini harus berbentuk bulat-bola dengan permukaan yang kasar melainkan harus halus-licin. dg penghubung antara ke dua titik 1. 3. 4. Peluru ini harus sesuai dengan kekhususan-2 berikut ini: PELURU .6um.

Cakram. termasuk permukaan dari bagian pinggirnya harus tidak ada bagian yang kasar dan bagian tengahnya harus halus & uniform/merata seluruhnya. 1.285 kg perlombaan -Diameter minimum -Diameter maximum 95 mm 110 mm 100 mm 120 mm 105 mm 125 mm 110 mm 130 mm Pasal 189 LEMPAR CAKRAM Cakram.000 kg 7.tebal cakram meningkat secara teratur sampai mencapai tebal minimum D.Sisinya harus dibuat meruncing dalam garis lurus dari awal lengkungan sisi suatu lingkaran yang berjarijari antara 25-28. Masing-masing sisi cakram harus sama dan tanpa ada gerigi.Badan cakram boleh jadi utuh (solid)atau berrongga dan di dibuat dari kayu atau bahan lain yang cocok.Variasi berat pe luru 4.100 Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam perlombaan dan dapat diterima untuk pembuatan suatu rekor: 4. dengan pinggiran (rim) terbuat dari metal/logam.juga cakram ini harus simetris berkaitan dengan putaran mengitari poros Y.005 kg 6. Dari titik ini sampai poros Y tebal cakram adalah tetap.265 kg untuk keperlu an 4.Ditengah badan-cakram terdapat piringan metal yang dipasang rata ke dalam pusat ke dua sisinya. . yang pinggirannya harus dibuat membulat. Konstruksi.260 kg Informasi untuk pembuatan: .000 kg 6.asalkan datarannya rata dan seimbang dan ukuran berat keseluruhan cakram itu sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.Ada bentuk cakram alternatif yang lain yang dibuat tanpa menggunakan pi.005 kg 7. Nilai maximum ini dicapai pada jarak 25mm sampai 28.025 kg 7. Sisi sebelah atas dan bawah cakram itu harus identik.025kg 5.025 kg 6. Dari awal permulaan lengkungan dari pinggiran.5mm dari poros cakram Y.5 mm dari titik-pusat sebuah cakram.005kg 5. Profil sebuah cakram harus didesain sebagai berikut.000 kg 5. Penampang melintang pinggiran cakram membentuk bulat lingkaran penuh dengan radius/jari-jari 6mm. berprojeksi atau bertepian tajam.ringan metal.

005kg 1.755kg 2.025kg 1.775kg 2. para Petugas dan para pe- .000 kg Informasi untuk pabrik Variasi berat untuk persediaan dl lomba Pembuatan: 1.lam pembuatan suatu rekor: 1.000 kg 1.750 kg 2.025kg Diameter pinggiran metal sebelah luar Minimum 180mm 200mm 210mm 219mm Maximum 182mm 202mm 212mm 221mm Diameter keping-metal atau daerah datar-tengah Minimum Maximum 50mm 50mm 50mm 50mm 57mm 57mm 57mm 57mm Tebal dari keping me. Semua lempar cakram harus dilakukan dari dalam sebuah sangkar/kurungan guna menjamin keamanan penonton.101 Profil sebuah CAKRAM (Discus) 2.525kg 1. Ini harus memenuhi spesifikasi/syarat-syarat berikut : CAKRAM Berat minimum untuk diizinkan dalam perlombaan dan diterima da.505kg 1.005kg 1.tal atau daerah pusat yang datar Minimum Maximu 37mm 38mm 41mm 44mm 39mm 40mm 43mm 46mm Tebal rim/ lingkaran Minimum Maximum 12mm 13mm 12mm 13mm 12mm 13mm 12mm 13mm Pasal 190 SANGKAR LEMPAR CAKRAM 1.500 kg 1.

. Asalkan semua persyaratan peraturan akan hal ini dipenuhi.Nasehat/petunjuk pembuatannya ada tersedia atas permintaan dari organisasi/federasi nasional(PASI) atau dari Biro/ Kantor/Markas Besar IAAF. Catatan ii): Desain yang innovatif yang memberikan tingkat perlindungan yang sama dan tidak menambah zona /daerah bahaya dibanding dengan desain yang konvensional dapat diberikan Sertifikat oleh IAAF. Catatan: Sangkar-martil sebagaimana dipaparkan pada Pasal 192 dapat juga digunakan untuk event lempar-cakram.Tinggi panel jaring-jaring kawat pada titik terendah minimal 4 m. Inspeksi secara visual saja tidaklah cukup untuk jaring-jaring dari serat-fibre. baik dengan memasang lingkaran-lempar yang konsentris dengan garis-tengah 2. Sangkar ini harus direncankan berbentuk 'U' seperti terlihat pada diagram. Harus difikirkan dalam men-desain dan membangun sangkar untuk mencegah sebuah cakram menerobos keluar lewat sambungan sambungan panel sangkar atau menerobos di sela-sela panel kawat atau lobang jaringjaring atau menelusup di bawah panel jaring-jaring.Ukuran lobang jaring maximum harus 5 cm untuk kawat-baja dan 44mm untuk jaring dari tali (alami). Lebar bagian mulut sangkar harus 6m dipasang 7m di depan pusat lingkaran-lempar. Sangkar itu harus didesain.serta-lomba.Posisi & penempatan sangkar di arena oleh karenanya sangat kritis terhadap penggunaannya yang aman. 4. Sektor yang berbahaya maximal dalam lempar cakram dari sangkar ini adalah kira-kira 69° bila digunakan oleh atlet-kidal maupun yang normal dalam perlombaan yang sama. Catatan : Spesifikasi lebih lanjut untuk jaring-jaring dan prosedur pengawasan keamanan adalah tertera di dalam buku “The IAAF Track & Field Facilities Manual”. segala bentuk desain & kon struksi sangkar dapat digunakan. dibikin dan dipelihara. Ukuran minimal tali atau kawat tergantung kepada konstruksi sangkar. Jaring-jaring sangkar dapat dibuat dari jaring-alami yang cocok atau benang fibre-sintetis atau alternatif lain dari kawat-baja yang berdaya tegang sedang atau tinggi. Pengaturan sangkar ini harus sedemikian rupa sehingga tidak akan ada bahaya akibat lenting-balik(rikoset)atau memantul kembali terhadap si atlet pelempar atau melewati atas sangkar. Dalam rangka menjamin keamanan sangkar terus-menerus jaring-jaring kawat-baja harus diinspeksi minimum 1 X tiap tahun. Catatan I): Pengaturan panel belakang/jaring-jaring adalah tidak penting asalkan jaring-jaring itu minimum 3. Tetapi sebaiknya beberapa potongan panjang dari jaring sample standar harus dikerjakan oleh pabrik pembuatnya. sehingga mampu menahan sebuah cakram 2kg yang bergerak dengan kecepatan 25 m/detik. 5.Sangkar cakram yang dibahas dalam peraturan ini dimaksudkan untuk digunakan di dalam suatu stadion besar penuh dengan penonton berlimpah mengelilingi arena-lomba bersamaan dengan event lain yang sedang dilaksanakan.atau dengan menggunakan perpanjangan pintu sangkar itu dengan suatu lingkaran-cakram terpisah yang dipasang di depan dari ling karan lempar-martil. tetapi kekuatan pemutus minimum harus 40 kg.00 meter dari titik pusat lingkaran.Bila konstruksi ini tidak dapat diterapkan di lapangan latihan. 102 3. 2.maka kiranya konstruksi yang lebih sederhana akan cukup memadai.50 m.Salah satu da ri ini dapat dipindahkan setiap 12 bulan dan diadakan pengetesan guna menjamin kekuatan jaring berkelanjutan.135/2.

asalkan cara melontarnya dilakukan sesuai peraturan. hal ini hendaklah tidak dihitung sebagai lontaran-martil yang gagal. hal ini tidak dihitung sebagai lontaran martil yang salah. Si atlet boleh berhenti dan akan memulai melontar lagi. bila kepalamartil menyentuh tanah di dalam ataupun di luar lingkaran-lempar. diizinkan meletakkan kepala martil (yang akan dilontarkannya) di tanah.Bila martil itu patah sewaktu dilontarkan atau sedang di udara. (Dimensi dalam ukuran meter). dan . atau menyentuh bagian atas besi lengkung.MARTIL Peraturan Perlombaan. asalkan tidak ada peraturan lain yang dilanggarnya. baik didalam ataupun di luar lingkaran-lempar. 2.103 Rencana Denah Sangkar Lempar Cakram. Hendaklah tidak dihitung sebagai lontaran-salah/gagal. Bila si pelontar-martil kehi langan keseimbangan dan akhirnya melanggar sebagian peraturan. Seorang atlet atlet ada dalam posisi start sebelum melakukan ayunan pendahuluan atau putaran. Pasal 191 LONTAR . 3.

Tali-kawat.si atlet itu diberi satu kesempatan-lempar yang baru. Martil terdiri dari tiga bagian: Kepala-besi. 104 Diagram : PEGANGAN MARTIL . Kepala-martil dibuat dari besi yang solid atau metal yang lain tetapi tidak lebih lunak dari kuningan atau logam dilapis bahan keras diisi dengan timah atau bahan yang keras lainnya. 4. Ini harus diikatkan kepada tali-kawat sedemikian rupa hingga tidak dapat diputar di dalam loop (cincin) dari tali kawat untuk menambah panjang keseluruhan dari martil. Pegangan martil boleh memiliki suatu pegangan yang lengkung atau yang lurus dengan lebar maximum sebelah dalam 130mm dan panjang maximum sebelam dalam 110mm. Martil.Kepala-martil. Pegangan. Kawat ini dapat berbentuk cincin (loop) pada satu ujung atau kedua ujungnya sebagai alat pegangan. 6. dari baja-pegas yang lurus dengan diameter tak kurang dari 3 mm dan harus tidak mulur (tambah-panjang) pada saat martil diayun untuk dilontarkan. Kekuatan pemutus pegangan minimum haruslah sebesar 20 kN (2000kgf). Pegangan ini hendaklah tidak mulur (bertambah-panjang) pada saat martil dilemparkan. tidak putus. Ini harus berben tuk suatu segi-tiga iso-sceles atau suatu sektor dari suatu bentuk lingkaran.Tali kawat ini adalah dari kawat tunggal.Konstruksi. tali dan pegangan. 7. ini harus dimasukkan sedemikian rupa sehingga isi ini tidak dapat bergerak dan bahwa titik pusat gravitasinya berkedudukan tidak lebih dari 6mm dari titik-pusat bulatan (peluru). Sisi-sisi pegangan itu boleh lurus atau sedikit lengkung dimana sisi itu bertemu pegangan sehingga menyediakan ruang yang luas bagi tangan si pelontar. Bila model pengisian. 5. Pegangan-martil harus kuat(solid) dan kaku (rigid) dibuat dalam satu potong tanpa ada engsel dan semacamnya.

025kg 6. Sambungan bagian tali. Sebuah martil harus memenuhi syarat-syarat ini : MARTIL / HAMMER 105 Berat minimum untuk dapat ditrima dalam perlombaan dan agar pembuatan rekor dapat diakui: 4. pada sebuah lobang tajam datar berdiameter 12mm (lihat diagram).005kg 5.Minimum 1160mm 1165mm 1175mm 1175mm Maximum 1195mm 1200mm 1215mm 1215mm Diameter kepala martil Minimum Maximu 95mm 110mm 100mm 120mm 105mm 125mm 110mm 130mm Titik Pusat Gravitasi Kepala Martil Tidak lebih dari pada 6mm dari pusat bulatan-bola besi. Alat yang disarankan untuk mengetest titik pusat gravitasi Kepala Martil . yaitu ini adalah mungkin untuk menyeimbangkan kepala-martil.025kg 7.000kg 6. Bagian tali martil harus dihubungkan dengan bagian kepala-martil dengan menggunakan engsel-putar.260kg Informasi bagi parik Variasi berat martil untuk disediakan bagi perlombaan pembuatnya: 4. bisa dari model biasa atau model pakai pelor-putar(ball-bearing).000kg 5.8.285kg Panjang martil diukur dari bagian dalam peganganmartl . Sedangkan engsel-putar (kili-kili) tidak akan dipa kai disini.265kg 4.005kg 6. Pegangan ini dihubungkan dengan bagian-tali dengan perantaraan kawat-baja berben tuk cincin(loop).000kg 7.005kg 7.025kg 5. 9. dikurangi pegangan dan tali-tangkai-martil.

Tinggi jaring-jaring panel pada titik terendah adalah minimal 7 m untuk panel-panel/jaring-jaring di belakang sangkar dan minimal 10m untuk panel terakhir 2.an panel atau lobang jaring atau nyelonong lewat bawah panel-jaring Catatan: Pengaturan panel-panel belakang/jaring-jaring adalah tidak penting asalkan jaring-jaring itu adalah minimum 3. panel-jaring yg dapat digerakkan harus dipasang pada posisi yg betul sesuai diagram. dan terutama di tempat latihan konstruksi yang lebih sederhana akan cukup memadai. Asalkan semua ukuran & tuntutan peraturan dipenuhi sesuai ketentuan segala bentuk dan macam sangkar-martil dapat digunakan.26kg) yang terbang-melayang lepas dengan kecepatan 32 m/detik. diletakkan 7m di de pan dari pusat lingkaran-lempar.Lebar mulut-sangkar haruslah 6m. . hanya satu yang akan dioperasionalkan pada suatu waktu.50m jauhnya dari pusat lingkaran-lempar. .Penyiapan panel kanan atau kiri hendaklah disesuaikan akan kebutuhan para pelontar(kidal atau tidak)dan perobahannya sendiri harus berlangsung secara cepat tanpa membuang waktu & tenaga. Sangkar-martil harus direncanakan berbentuk 'U'. Catatan iii): Bila lagi operasional.dengan event-event lain sedang berlangsung pada waktu yang sama atau ketika event itu digelar diluar arena dengan penonton yang berlimpah banyak. Dua buah panel-jaring lebar 2m yang dapat dipindah-pindahkan harus disediakan di depan sangkar. Sangkar ini perlu dibikin desain-nya. dibuat (di pabrik) dipelihara agar mampu menyetop/menghentikan kelapa-martil(7. Sangkar-martil dimaksud dalam peraturan ini diperuntukkan bagi penggunaannya di dalam suatu arena besar.Nasehat dapat diperoleh atas permintaan dari organisasi nasional atau dari Kantor IAAF. Tinggi minimum panelpanel itu adalah 10m.Oleh karenanya panel ini dalam mendesain harus diperhitungkan dapat dikunci pa da waktu operasional di arena-lomba. Pengaturan sangkar ini harus sedemikian rupa sehingga tak akan ada bahaya rekoset (lenting-balik) martil itu kepada si pelontar atau lewat bagian atas sangkar. seperti nampak pada diagram. dan panel yg kanan untuk pelontar yg kidal(yg berputar sesuai arah jarum-jam). Harus difikirkan dalam pembuatan desain & konstruksi sangkar-martil untuk mencegah martil melejit keluar menerobos celah-celah sambung. para Petugas dan atlet-lom ba.106 Pasal 192 SANGKAR LONTAR-MARTIL Semua gerak lontar-martil harus dilakukan dari dalam sebuah sangkarmartil guna menjamin keamanan penonton. Dimana ini tidak diterapkan. Catatan I):Panel yang sebelah kiri digunakan bagi pelontar martil yg tidak-kidal (yang memutar anti-arah jarum-jam).80m menuju ke titik poros-pintu. Catatan ii): Posisi akhir dari kedua panel ditunjukkan dalam rencana meskipun dalam perlombaan hanya satu panel akan ditutup pada setiap saat selama perlombaan berlangsung.

Salah satu dari ini da pat dipindah/diambil setiap 12 bulan dan ditest guna menjamin kekuatan jaring-jaring terus-menerus. Lobang tiap mata-jaring adalah 5 cm bila dibuat dari kawat-baja. dapat diberi Sertifikat IAAF.tetapi harus memiliki kekuat.an putus minimum daya tegangan/tahanan haruslah 300 kg. dari kawat-baja berdaya-regang sedang sampai tinggi. 107 . Jaring-jaring untuk sangkar dapat dibuat dari tali rajut-alami atau dari rajut-fibre sintetis. digandeng dengan poros vertikal atau horizon tal atau dengan secara dicopot(mudah-sambungan vertikal horisontal atau dengan cara mudah-dilepas & dipasang).Ukuran tali minimum atau ka.Satu hal yang penting un tuk diperhatikan adalah bahwa panel-panel jaring ini harus mampu menahan/menyetop martil yang menghantamnya dan tidak menimbulkan bahaya dikarenakan martil ini menerobos/menembus lewat celah antara panel tetap dan panel-yang dapat digerakkan. atau secara alternatif.jaring-kawat harus diperik.Catetan iv):Pembuatan panel-panel jaring itu dan peng-operasiannya tergantung dari desain keseluruhan sangkar-martil yang dapat digerakkan secara digeser.wat-baja tergantung konstruksi sangkar. Pemeriksaan secara visual tidaklah cukup bagi tali rajut dari fibre Malahan.dan 44mm bila dibuat dari tali-rajut biasa.sa minimal setiap 12 bulan sekali. Catatan v): Desain yang innovatif yang menyediakan tingkat perlindungan yang sama dan tidak menambah luasnya zone bahaya dengan desain konvensional. beberapa panjang sample dari tali standar harus digarap ke dalam jaring-jaring oleh pabrik pembuatnya. Dalam rangka menjamin keamanan sangkar yang berlanjut.

Sangkar Lontar Martil dan Lempar Cakram dengan Lingkaran lempar Konsentris 108 ..

4 e). .50m jauhnya dari titik-pusat lingkaran yang konsentrik atau minimum 3. Dalam hal ini.50m bagi lontar-martil& lempar-cakram. Oleh sebab itu.109 Bila dikehendaki sangkar-martil dapat dipakai bersama event lempar.Pemasangannya dapat dilakukan dengan 2 cara. Catatan: Pengaturan panel belakang/jaring-jaring tirai adalah tidak penting asalkan jaring-jaring adalah minimum 3.135m/2. bila digunakan oleh pelontar kidal dan yang tidak-kidal dalam satu perlombaan yang sama.00m jauhnya dari titik-pusat lingkaran lempar cakram dari lingkaran lempar terpisah (lihat Pasal 192.cakram. kedua lingkaran lempar itu harus ditempatkan satu di belakang yang lain dengan titik-pusat terpisah sejauh 2. Untuk lingkaran-lempar terpisah untuk lontar-martil & lempar-cakram di dalam satu sangkar yang sama. posisi dan pengaturan sangkar di arena untuk penggu naan yang aman adalah sangat kritis/penting.ngan lingkaranlontar martil berada di depan. panel-panel jaring yang dapat digerakkan harus digunakan untuk lempar cakram.37m pada garis-tengah dari sektor pendaratan/lemparan de. Sektor yang mengandung bahaya maximum untuk lontar-martil dari sangkar ini adalah kira-kira 53°. Sangkar lontar-martil harus digunakan untuk lempar cakram dengan memasang secara tetap panel jaring-jaring dapat digerakkan bebas dari mulut sangkar.Yang paling gampang dengan menggunakan lantai semen yang sama untuk lingkaran-lem par yang konsentris 2.

110 Sangkar Lontar Martil dan Lempar Cakram dalam konfigurasi cakram (Terpisah) .

111 .

atau dari bahan/mate. Permukaan badan lembing tidak boleh ada lesung-lesung pipit. segera di de pan sampai segera di belakang grip. kecuali segera setelah di belakang kepalalembing dan pada bagian depan & belakang pegangan/grip.tas lengkungan lempar. dan harus tidak diayun atau dibandul(slung or hurled).Badan lembing berongga/berlobang atau utuh-padat. dan si atlet akan diberikan satu kesempatan-lempar yang baru. terbuat sepenuhnya dari metal. sampai lembing telah dile paskan terbangmelayang di udara.Lihat Catatan i! Diameter maximal badan-lembing harus tampil segera di depan tali pegangan/grip. Penampang melintang sebuah lembing harus seluruhnya bulat. Lihat Catatan ii)!.Gaya-lempar non-orthodox tidak diizinkan. di seluruh panjang lembing.apabila ujung mata-lembing menyen tuh/menggores/menancap tanah sebelum bagian lembing lainnya.dan bagian yang ka sar dan harus licin uniform/merata sama pada seluruh permukaannya. Suatu lemparan adalah hanya sah. .5mm dan permulaan ini dari tuntutan profil memanjang tidak boleh lebih dari 300 mm di belakang kepala-lembing. Pada badan-lembing terpasang di bagian depan mata-lembing (metal-head) yang berujung meruncing. lobang. Bagian tengah badan lembing. namun pengecilan ini tidak boleh melebihi 0. bintilbintil ataupun alur-alur. hal ini tidaklah dihitung sebagai lemparan salah. tetapi tanpa ada simpul.ri lain yang cocok.LEMBING Peraturan Perlombaan a) Lembing itu harus dipegang pada tempat pegangannya (grip-nya). sehingga membentuk suatu benda keseluruhan yang terintegrasikan mantap. berbentuk silindris atau sedikit meruncing ke arah belakang. Mata-lembing/bagian kepala ini terbuat sepenuhnya dari metal. Apabila lembing patah sewaktu dilempar atau saat melayang di udara. Dari pegangan ini lembing itu semakin meruncing ke ujung depan & ke ujung ekor di belakang. Lembing Konstruksi.tidak boleh melebihi diameter badan-lembing dari pada 8mm.4) dan uniform merata di sepanjang seluruh permukaannya. dan harus tidak ada perobahan tiba-tiba dalam diameter keseluruhannya. termasuk bagian di bawah grip. dan harus dilempar lewat bahu atau bagian atas lengan pelempar.Lembing terdiri dari tiga bagian-utama: mata-lembing.25mm. Pegangan lembing. benjolan dan lekuk-lekuk. Tidak sesaatpun selama proses melempar. Apabila pelempar dengan itu kehilangan keseimbangan dan karenanya melanggar sebagian peraturan.112 Pasal 193 LEMPAR .ataupun tonjolan. ba. ini tidak dihitung sebagai suatu lemparan-salah. dan talipegangan/grip.seorang pelempar boleh membuat gerakan memutar badan penuh sehingga punggungnya menghadap ke ba. Ini bo leh terdiri dari suatu ujung yang diperkuat dari metal lain yang dipatrikan diujung depan dari kepala-lembing (mata-lembing) asalkan seluruh kepala-lembing ini harus halus (lihat Pasal 188. Profil memanjang dari tempat grip ke ujung depan dan ke ujung ekor harus lurus atau sedikit cembung (convex).asalkan lemparannya dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Pegangan ini harus sama tebal. Di bagian belakang kepala-lembing.dan-lembing. menyempitnya diameter tidak boleh melebihi 2. yang menutupi titik-pusat gravitasi. Ini memiliki pola lilitan tali anti-selip biasa.

Untuk badan-lembing pada bagian yang sedikit cembung (convex) bagian yang lurus akan bergoyang bila bersentuhan kuat dengan bagian yang pendek.5mm. yang dapat merobah posisi titik-pusat gravitasi atau merobah sifat sifat lemparan. 2. Persyaratan/spesifikasi sebuah lembing : LEMBING 113 Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam perlombaan dan untuk syarat diterima dalam pembuatan suatu rekor ( termasuk tali pegangan) 600gr 700gr 800gr Informasi untuk pabrik pembuat alat: Variasi berat alat untuk disediakan bagi perlombaan 605gr 705gr 805gr 625gr 725gr 825gr Panjang keseluruhan Min.30m 2.20mm anta ra lembing dengan sisi yang lurus dimana saja sepanjang perkenaannya.80m 0.Hal ini berlaku segera di belakang kepala dn badan lembing.50m 3.Pada titik tengah antara pusat gravitasi ke ujung mata-lembing.30m 0. Pada titik 150mm dari ujung ekor lembing.30m 0. diameter ini tidak kurang dari 40% dari diameter maximum badan-lembing. Catatan ii): Bentuk profil memanjang lembing dapat dengan cepat dicek dengan menggunakan metal panjang lurus minimal 500 mm panjang dan tebal 0. Max.Catatan i) : Meski penampang melintang lembing harus bulat. Pengecilan lembing sampai pada ujung mata-lembing sedemikian rupa dan sudut pengecilan tidak lebih dari 40°. Pengecilan badan-lembing ke arah ujung-ekor harus sedemikian sehingga diameter pada titik-tengah antara titik-pusat gravitasi dan ekor-lembing.20m 2. Untuk bagian profil yg lurus. beda maximum antara diameter yang terbesar dan terkecil diperbolehkan hanya 2%.60m Max. 2. Min.50m 3.92m 20mm 25mm 140mm 150mm 2. Diameter badan-lembing pada ujung ekor harus tidak kurang dari 3. 6.86m 1.30m 0. Min.70m Panjang mata-lembing (Length of metal-head) Jarak ujung mata-lembing ke titik pusat gravitasi Diameter badan-lembing pada bagian yg gemuk/tebal Lebar dari talipegangan/grip Min. Max. Min.25 mm. Max. . Nilai rata-rata dari ke dua diameter itu sesaui benar dengan spesifikasi/syarat dari lingkaran bulat badan-lembing. 2. Pada lembing tak boleh ada/dipasang benda atau alat yang bergerak/ bergeser pada saat lembing dilempar.06m 25mm 30mm 150mm 160mm 7.40m 2.dengan sisi yang lurus dipegang kuat terhadapnya. Max. Pada titik ini adalah tidak mungkin untuk memasukkan alat 1.20mm1.30m 2. Diameter lembing pada jarak 150mm dari ujung tak boleh lebih dari 80% dari diameter max imum badan-lembing.00m 23mm 28mm 150mm 160mm 2. diameternya tak boleh lebih dari 90% dari dia meter maximum badan-lembing. harus tidak kurang dari 90% diameter maximum badan-lembing.25mm.adalah tidak mungkin untuk memasukkan alat 0.90m 1.50m 3.

tl.tinggi. dan 400m. . PUTRI JUNIOR & PUTRI SENIOR (Sapta Lomba & Dasalomba) 3. lari 200m. lempar lembing. 4. lempar lembing. tl. loncat galah. lp. lempar.jauh. 400m. tolak peluru.dan 1. Hari II: 110m gawang. loncat tinggi.cakram.t. yang dilakukan dalam dua hari berturut-turut. lp. dengan urutan sbb. : Hari I : 100m. REMAJA PUTRA (BOYS YOUTH) (Octathlon = Hasta/delapan-lomba) 5. lp.galah. 400m. loncat tinggi.peluru. lompat jauh. tolak peluru.lembing. Dasalomba berisikan lomba atletik 10 event. dengan urutan sbb. lp. Pancalomba berisikan lomba lima event yang harus dilakukan dalam satu hari. lempar-cakram. : Hari I : 100 m gawang. lp. Octathlon terdiri dari delapan event.: Hari I : 100m.LOMBA EVENT GABUNGAN Pasal 200 PERLOMBAAN EVENT GABUNGAN (Combined Events Competitions) PUTRA JUNIOR & PUTRA SENIOR (Panca & Dasa Lomba) 1.500 m. Hari II : -100mgw.: Hari I : 100m. dan lari 1. 200m.Diagram ‘LEMBING INTERNASIONAL’ 114 SEKSI V .500 m. lempar lembing.cakram. yang harus dilaksanakan dalam dua hari berturut-turut dengan urutan event sbb. dan 1000m. Saptalomba berisikan lomba 7 event. 800 m.jauh. lp. tinggi. 1500m. Hari II : lompat jauh. Hari II : 110m lari-gawang. dengan urutan-lomba sebagai berikut: lompat-jauh. l. yang dilakukan dalam waktu dua hari berturut-turut.lembing. Dasalomba Putri terdiri dari 10 events yang harus diselesaikan dalam dua hari berturutturut dengan urutan sbb.peluru. lp. 2.

harus diberlakukan kepada setiap atlet. waktu yg diperoleh dari sistem Foto-Finis Otomatis Penuh harus digunakan/diterapkan tanpa menghiraukan apakah waktu demikian ada tersedia bagi atlet lomba yang lain dalam event. Nilai. waktu antara selesainya event terakhir pada hari pertama dan dimulainya event pertama pada hari ke dua sekurang-kurangnya ada waktu 10 jam (istirahat). Pemenangnya adalah atlet yang mendapat catatan nilai tertinggi (dari semua event yang dilombakan). heat-heat dan grupgruo harus diatur oleh Delegasi Teknik atau Wasit Event Gabungan. Semua atlet yang menentukan akan menarik diri dari Lomba Event Gabungan harus segera memberi informasi kepada Wasit Event Gabungan atas keputusan yang dia ambil itu. yang dilaksanakan dalam dua hari berturutturut dengan urutan sbb. Namun. Bila mungkin. 13. Hari II : lompat jauh. 10. dan jangan kurabng dari tiga. sehingga paea atlet degan prestasi yang sama dalam tiap event individu selama periode waktu yang ditentukan. Bila hal ini tidak bisa dicapai sebab karena jadwal event-event itu. Heat-heat atau grup-grup untuk event berikutnya harus diatur seperti ketika atlet menjadi tersedia dari event sebelumnya. bila mungkin hendak lah ada waktu interval minimal 30 menit antara waktu berakhirnya sa. Di dalam event terakhir dalam Event Gabungan. sebagaimana dapat diterapkan. untuk semua atlet setelah selesainya tiap event. Setiap atlet yang gagal melakukan start atau membuat kesempatan lomba dalam salah satu event harus tidak diizinkan ikut-serta di dalam event berikutnya. Delegasi Teknik atau Wasit Event Gabungan harus memiliki wewenang untuk mengatur tiap grup apabila menurut pendapatnya hal ini dikehen daki/diperlukan 9. untuk keperluan pembuatan rekor.115 REMAJA PUTRI (GIRLS YOUTH) (Heptathlon = sapta-lomba) 6. tetapi harus dianggap telah meninggalkan perlombaan. UMUM 7. Dalam tiap event terpisah dari suatu lomba Event Gabungan.: Hari I : 100m lari gawang. dan 200m. atlet harus ditempatkan dalam tiap heat atau grup. Lebih disukai lima atau lebih. heat-heat harus diatur sehingga satu heat berisikan para atlet yang menonjol / leading setelah event kedua dari belakang. Atas dasar kebijaksanaan Wasit Event-gabungan.tu event menuju dimulainya event berikutnya. lempar lembing. setaip atlet harus diberikan hanya tiga trials (kesempatan-lomba). tolak peluru. Heptathlon / sapta-lomba disini terdiri 7 event. menurut Tabel Score IAAF yang mutahir harus diumumkan secara terpisah untuk tiap event dan sebagai suatu jumlah kumulatif. 8. Hanya satu sistem pencatat-waktu yang digunakan selama lomba tiap event. dan lari 800m. Peraturan Lomba IAAF untuk tiap event yang merupakan perlombaan akan diterapkan dengan perkecualian sebagai berikut : Dalam event lompat jauh dan tiap event lempar. Bila hal ini belum memecahkan masalahnya. seorang atlet akan dikenakan diskualifikasi di mana dia telah membuat dua kali start-salah. prestasi setiap atlet harus diambil/dicatat oleh tiga orang Judge Pencatat Waktu yang independen / bebas. Bila terjadi 'hasil-sama'. 11. pemenangnya adalah atlet yang dalam banyak event mencatat nilai lebih banyak dari atlet yang lain yang memiliki hasil-sama itu. loncat tinggi. Karenanya dia harus tidak diperhitungkan dalam pengelompokan/ klasifikasi akhir. Dalam hal alat Pencatat Waktu Otomatis penuh tidak tersedia. 12. pemenangnya adalah atlet yang mengumpulkan jumlah nilai . Dalam event lari di lintasan. harus ditempatkan dalam heat atau grup yang sama.

untuk daerah bertolak/bertumpu untuk event lompat sebelum setiap perlombaan (Lihat Pasal 218. Arena lomba harus termasuk suatu lintasan-lari berbentuk aval/lonjong-telor. suatu lintasan lari-lurus untuk lari sprint dan lari-gawang. d) dan perlombaan yang dibawah pengawasan langsung IAAF harus dilaksanakan hanya pasa fasilitas yang telah memeiliki serifikat pengesahan IAAF.2). tiap jalur lari awalan/ancang-ancang harus memiliki daya-kenyal yang merata di sepanjang permukaan jalur dimaksud. . jalur awalan atau permukaan tempat bertumpu/bertolak harus diditutup dengan suatu bahan sintetis atau memiliki permukaan terbuat dari kayu . Direkomendasikan bahwa apabila fasilitas demikian itu tersedia. jalur-lintasan ancang-ancang/awalan dan tempat-tempat pendaratan untuk event lompat. Penerangan. Semua fasilitas (sarana-prasarana) harus memenuhi spesifikasi2 dalam “The Track& Field Facilities Manual). Hal ini akan dicek. perlombaan atletik sesuai Pasal 1 e). 3. maka pe. penghangatan dan ventilasi harus disediakan guna memberi kondisi yang memuaskan bagi perlombaan. 4. Hal ini juga berlaku untuk hasil sama bagi setiap kedudukan dalam perlombaan.menangnya adalah atlet yang mengumpulkan nilai tertinggi pada event ke dua. Sejauh secara tehnis dimungkinkan. (Lihat Pasal 143. Ketebalan alternatif akan disediakan oleh pihak pengelola stadion yang akan memberi tahu para atlet terhadap berapa panjang paku spikes yang masih dapat diizinkan digunakan.rapkan untuk/dalam Perlombaan Atletik ‘Indoor’.3. Dan bila hal ini masih belum memecahkan masalah hasil-sama.terbanyak pada salah satu event. g) dan h) harus dilaksanakan di atas fasilitas ini. Sebagai tambahan. baik secara tetap/permanen ataupun secara temporer/sementara.2 dan 218. 116 SEKSI VI . Yang pertama itu harus lebih disukai bisa menerima paku ‘spikes’ 6mm yang terpasang pada sepatu-sepatu-lari (running shoes). dan seterusnya. suatu lingakaran dan sektor pendaratan untuk tolak-peluru harus disediakan.PERLOMBAAN ATLETIK “INDOOR” Pasal 210 DAPAT DITERAPKANNYA PERATURAN LOMBA-ATLETIK ‘OUTDOOR’ KE DALAM LOMBA-ATLETIK ‘INDOOR’ Dengan pengecualian sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan-peraturan berikut dari Seksi VI ini. 2. b) c).4) Perlombaan atletik indoor sesuai peraturan IAAF Pasal 1 a). f). Stadion ini harus harus sepenuhnya tertutup dan terlindung (completely enclosed & covered). Peraturan dari Seksi I sampai V untuk perlombaan atletik ‘outdoor’ adalah juga dapat dite. 219. Semua jalur lintasan. Catatan I) : The Track and Field Facilitiess Manual berisikan lebih rinci dan ketentuanketentuan spesifiksi-spesifikasi untuk perencanaan dan pembangunan stadion indoor. Pasal 211 STADION ATLETIK ‘INDOOR’ 1.3 & 220.

harus ada suatu transmisi vertikal. bebas dari ganggu an tersedia bagi atlet yang berhenti berlari tanpa mendapat cedera. Kemiringan ke samping maximum dari lintasan haruslah tidak melebihi 1 : 100 dan kemiringan ke arah-lari harus tidak melebihi 1 : 250 pada setiap titik dan 1 : 1000 keseluruhannya. 2. Sudut-tepian (Banking) Sudut tepian pada semua jalur-lintasan haruslah sama pada setiap persimpangan lintasan.Catatan ii) : Formulier standard tentang Aplikasi pemberian sertifikt untuk fasilitas atau dapat duiperoleh dengn mengkopi dari IAAF website. Start dan Finis. Pasal 213 LINTASAN LARI OVAL & JALUR-JALUR LARI Panjang nominal lintasan haruslah lebih disukai 200m.01m termasuk garis batas jalur di sisi kanan.90m dan maximum 1. Sisi sebelah dalam dari jalur-lintasan atau kerb haruslah horisontal di sepanjang lintasan dengan kemi. Jalur ini harus memiliki lebar yang sama dengan suatu lebar minimum 0.10m termasuk garisjalur di sebelah kanan. Jalur Lari (Lanes) Lintasan ini harus memiliki minimum 4 dan maximum 6 jalur-lari. atau dengan suatu garis-putih lebar 5 cm. Catatan: Sangat disarankan bahwa daerah kosong dibalik garis-finis haruslah 15m. Jalur lintasan haruslah dipisahkan dengan garis-putih lebar 5cm. 117 Pasal 212 JALUR LINTASAN LURUS (The Straight Track) 1.ringan maximum 1 : 1000.22m ± 0. Sebagai tambahan. Lintasan lari harus memiliki minimum 6 jalur dan maximum 8 jalur yang terpisah dan yang dibatasi pada dua sisinya oleh garis-putih lebar 5cm.25m. Bagian dalam lintasan harus dibatasi apakah dengan suatu pembatas (kerb) dari bahan yang sesuai. kira-kira 5cm tinggi dan lebar. 3. perobahan. yang jari-jari / radiusnya haruslah sama. Ini akan terdiri dari dua jalur paralel horisontal lurus dan dua tikungan. Catatan : Untuk semua lintasan lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004lintasan lari itu memiliki lebar maxuimum 1. Dalam rangka memperlancar perobahan dari lurus-datar ke tikungan bertepian.nya dibuat dengan suatu transisi yang gradual dan halus yang dapat diperpanjang sampai 5 m ke dalam (lintasan) yang lurus. Lintasan lari. Harus ada tempat kosong minimal 3m di belakang garis-start yang bebas dari segala macam gangguan. yang mungkin dibatasi. Sisi luar dari pembatas/kerb ini atau garis membentuk bagian dalam jalur-lintasan 1. Dan harus ada daerah kosong minimal 10m dibalik garis-finis. . Jalur lintasan ini lebar 1.

penggunaan pembatas (kerb) sebelah dalam adalah sangat disarankan. Garis-start dan Garis-finis untuk suatu Lintasan dengan nominal panjang 200m. Kerucut atau bendera itu harus ditempatkan pada garis-putih sehingga pinggiran dari dasar kerucut atau bendera berhimpitan dengan tepi garis-putih terdekat dengan lintasan. adalah bahwa jarak bagi setiap atlet. garis-start (daerah pertukaran/pergantian tongkat untuk estafet) haruslah tidak ada pada bagian yang tajam dari suatu tikungan dan juga tidak pada bagian tepian yang terjal/curam. Catatan : Untuk semua perlombaan atletik indoor yang langsung di bawah IAAF. langsung menyilang lintasan dan yang siku-siku terhadap garis jalurlintasan. berjenjang atau lengkung. suatu start-kelompok (group-start) seperti pada Pasal 162. Pergelaran Perlombaan (Concuct of the Races) Untuk lomba lari 400m atau kurang . minimal tinggi 45cm dan dipasang dengan sudut 120° ke permukaan lintasan. Perlombaan lebih jauh dari 800m harus dilarikan tanpa lintasan (terpisah) dengan mengguna kan garis-start lengkung atau start-kelompok/grup. bila mengambil arah terpendek yang diizinkan haruslah sama. lurus. dan itu haruslah pada suatu bagian yang lurus dari lintasan lari dan sepanjang dari yang lurus itu haruslah sebelum garis-finis. Persyaratan penting untuk semua garis-start. 118 Persyaratan Dasar. Dalam lomba 800m. Kerucut itu minimal setinggi 20cm. Garis-start pada jalur-lintasan 1 yang pokok haruslah ada di yang lurus. Kerucut atau bendera harus ditempatkan pada jarak tidak lebih dari 1. Garis-finis untuk semua perlombaan pada lintasan-oval haruslah perpanjangan garis-start pada jalur-lintasan 1. dan kurang dari 800m harus start dan diteruskan di lintasan sampai pada akhir tikungan ke dua. lihat butir 9) harus dalm posisi dimana tinggi tepian pada lintasan luar harus tidak llebih dari 12 derajat. b) dan c). Catatan ii): Pada lintasan dengan jalur kurang dari 6. Perlombaan lebih dari 200m. Catatan I ): Dalam kompetisi selain yang disebut di atas di bawah Pasal 1.Marka pada Tikungan (Marking of the Bend) Dimana bagian dalam dari pinggir lintasan dibatasi dengan suatu garis putih.9 dapat digunakan untuk mengizinkan 6 orang atlet untuk saling bersaing/berlomba.1 a). tiap atlet harus memiliki suatu lintasan terpisah pada saat start. Posisinya harus ditentukan sehingga garis-start berjenjang yang paling maju pada lintasan luar (dalam lomba 400m. Sejauh mungkin.5m pada tikungan dan 10m pada lintasan lurus. Bendera-kecil itu berukuran kira-kira 25cm X 20cm. Start & Finis suatu perlombaan harus ditandai dengan garis-putih lebar 5cm. Perlombaan sampai dan termasuk 200m harus dilarikan seluruhnya pada lintasan. Anggota yang bersangkutan boleh jadi mencapai kesepakatan untuk tidak menggunakan lintasan untuk lomba event 800m. Pasal 214 START & FINIS PADA LINTASAN OVAL Informasi teknis tentang konstruksi dan pembuatan marka pada suatu tepian lintasan indoor adalah diberikan secara rinci dalam “IAAF TRACK & FIELD FACILITIES MANUAL. Syarat untuk garis-finis adalah bila pada semua kemungkinan hanya ada satu untuk semua Jarak-lomba yang berbeda. . yang siku-siku terhadap garis-lintasan untuk bagian lintasan yang lurus dan sepanjang suatu garis radius untuk bagian lintasan tikungan. ini harus ditandai dengan tambahan pemasangan kerucut atau bendera –bendera kecil.” Prinsip-prinsip dasar untuk diadopsi adalah diberikan berikut di bawah ini. tiap atlet ditugaskan untuk berlari di lintasan terpisah atau suatu grup melakukan start lebih suka menggunakan lintasan 1 dan 3 dapat dugunakan.

Pengaturan ini dapat ditentukan ketika memberi marka/tanda garis putus-putus. garis itu harus diperpanjang menyilang lintasan dengan sudut siku-siku terhadap garis-jalur lintasan apabila pada suatu bagian yang lurus dari lintasan. Dalam rangka menghindari pembeberan tentang start kepada atlet di lintasan luar pada lintasan yang bertepian curam yang sangat tidak menguntungkan. Garis-start kemudian dapat diberi tanda dengan lebar 5 cm. di sepanjang garis-radius menuju ke pusat tikungan dan bila pada satu bagian transisi (Lihat Passal 213. adfalah tidak mungkin untuk memberi marka dua garis-start yang berbeda kecuali jika perbedaan posisi ini adalah melebihi kira-kira 7 cm untuk memungkinkan suatu celah yang jelas 2cm antara 2garis-start. dimana para atlet diizinkan untuk meninggalkan jalur-lintasannya. yang penting terutama untuk mengatur posisi garis-start untuk event 400m dan 800m di lintasan luar baru kemudian mengerjakan/ menggarap kembali semua garis-start. tabel berikut ini harus digunakan untuk menentukan jumlah babak (ronde) dan jumlah seri (heat) dalam setiap ronde (babak) untuk dilaksanakan dan merupakan prosedur kualifikasi bagi tiap babak dari event lari/lintasan. Dalam lintasan luar itu dimana pemisahannya cukup. Bila ada pada bagian yang lengkung pada lintasan.): . sampai dengan 800m. pemecahannya adalah untuk menggunakan garis-start yabng paling belakang. Adalah posisi garis-strat ini di lintasan luar yang menentukan posisi dari semua garis-start dan garis-finis pada lintasan. yang diwarnai sama dengan warna garis-putus-putus. Catatan : Untuk membantu atlet mengenali garis-putus kerucut-kerucut kecil atau prisma-prisma berukuran 5cm X 5cm dan yang tak lebih tinggi dari 15cm. Ini timbul dalam ljalur-intasan yang lebih dalam (yaitu: jalur 2dan 3) tetapi tidak terjadi pada jalur yang lebih luar(yaitu: jalur 5 dan 6) dimana pengaturan yang dikarenakan garis-putusputus adalah lebih besar daripada 7 cm. Dimana masalah ini timbul. Pada saat para atlet diizinkan meninggalkan jalur-lintasannya pada memasuki jalur-lurus setelah berlari satu atau dua tikungan dalam jalur-lintasan. dan akhirnya sampai pada garis-finis.4) memanjang garis-radius melalui pusat teoritis dari lekukan pada titik itu. Kualifikasi dari Babak-babak Pendahuluan (Preliminary Heats) Dalam perlombaan atletik indoor. pada sisi dari posisi yang diukur lebih dekat ke finis. suatu garis-start ke dua dapat diukur di depan garis-start yang pertama dengan ‘pengaturan’ yang dibutuhkan yang ditentukan dari garis putus-putus. apabila tidak adanya keadaan yang luar biasa. semua garis-start dan disini garis-finis digeser cukup jauh ke belakang dari tikungan pertama sehingga untuk membatasi penggunaan kecuraman tepi-pinggiran ke suatu tingkatan yang dapat diterima. Masalah ini tidak timbul pada jalur-lintasan 1 sejak sesuai sdefinisi tidak ada pengaturan untuk garis-putus-putus. 119 Garis-start Berjenjang untuk Lomba lebih dari 200m.Garis-start Berjenjang untuk suatu lomba lari 200m. Posisi garis-start pada lintasan 1 dan posisi garis-finis telah diciptakan. kelonggaran echelon yang normal adalah mirip dengan untuk suatu lomba lari 200m (Lihat butir 8 di atas)! Kedua. sejak garis-start lebar 5 cm. Karena itu. Sayangnya. posisi start harus mengambil dua faktor untuk dipertimbangkan. dapat dipasang pada interseksi/persimpangan dari tiap garis-lintasan dan garis-putus.2) Setelah menciptakan posisi garis-start dimana ini berpotongan garis-pengukuran 20cm keluar dari bagian dalam lintasan. Pengukuran pada tiap jalur-lintasan harus dilakukan dengan cara yang benar-benar sama seperti untuk jalur-lintasdan 1 ketika mengukur panjang lintasan (Lihat Pasal 160. Garis-start ke dua ini kemudian dapat diberi tanda dengan cara yang sama seperti untuk lomba lari 200m. posisi garis-start pada lintasan sisanya harus ditentukan dengan mengukur pada tiap jalur-lintasan kembali/ke belakang dari garis-finis. suatu pengaturan/penyetelan terhadap titik-start pada tiap jalur-lintasan untuk memberi kompensasi bagi para atlet yang ada di lintasan luar memiliki jarak yang lebih jauh dari pada mereka yang ada di lintasan dalam untuk mencapai posisi bagian dalam pada akhir lintasan lurus setelah garis putus-putus. Pertama.

48 Memenuhi kualifikasi babak R-1 Heats P T 2 4 4 3 3 3 4 2 4 Catatan : Prosedur kualifikasi di atas hanya akan valid / syah berlaku untuk 6 jalur lintasan keliling dan 8 jalur lintasan lurus. 4 x 400m Jumlah atlet Atlet lomba 7 – 12 13 – 18 19 – 24 25 – 30 31 – 36 37 – 42 43 – 48 49 – 54 55 – 60 Memenuhi kuali.Memenuhi kuali Atlet lomba kasi babak R1 fikasi babak R2 Heats P T Heats P T 9 – 16 2 3 2 17—24 3 2 2 25 –32 4 3 4 2 4 33 – 40 5 4 4 3 2 2 41 – 48 6 3 6 3 2 2 49 – 56 7 3 3 3 2 2 57 – 64 8 2 8 3 2 2 65 – 72 9 2 6 3 2 2 73 – 80 10 2 4 3 2 2 Event lari: 200m.Memenuhi kualifikasi babak R-1 fikasi babak R-2 Heats P T Heats P T 2 2 3 3 2 3 4 2 1 5 3 3 2 3 3 6 2 6 2 3 3 7 2 4 2 3 3 Event : 3000m Jumlah atlet Atlet lomba 16 – 24 25 – 36 37 . . 4 x 200m. 400m.120 Event lari: 60m. 800m.Memenuhi kualiMemenuhi kualifikasi babak R-1 fikasi babak R-2 fikasi babak R-3 Heats P T Heats P T Heats P 2 2 2 3 3 3 2 3 4 2 4 2 3 5 2 2 2 3 6 2 6 3 2 7 2 4 3 2 8 2 2 3 2 9 2 6 4 3 2 3 10 2 4 4 3 2 3 Event lari: 1500m Jumlah atlet Atlet lomba 12 – 18 19 – 27 28 – 36 37 – 45 46 – 54 55 – 63 Memenuhi kuali. 60mgw Jumlah atlet Memenuhi kuali.

untuk ronde/babak berikutnya atau babak final sesuai dengan prosedur yang di-identifisir dalam Pasal 166. Pasal 217 Lomba-lari Estafet (Relay Races) Pelaksanaan Lomba Dalam lomba lari estafet 4 x 200m semua tahap pertama dan tikungan pertama dari tahap ke dua harus dilarikan di dalam jalur-lintasan. dua lintasan berikutnya antara atlet ranking ke 3 dan 4 atau tim/regu. berlari sepenuhnya atau sebagian pada lintasan keliling suatu tikungan.00m 8. Rincian konstruksi. 2. Pasal 215 Pakaian.3 a). Susunan / layout dari gawang-gawang untuk perlombaan adalah sebagai berikut : Panjang jalur-lomba Tinggi gawang Jumlah gawang Jarak-jarak : . dimensi dan permukaan gawang ditentukan dalam Pasal 168 untuk lomba lari-gawang outdoors.4 dan Pasal 166.00m 3. Lomba lari gawang harus dilaksanakan dengan menempuh jarak 50m atau 60m pada lintasan lurus.067m 4/5 13. suatu undian lintasan harus dibuat untuk : dua lintasan luar antara dua orang atlet ranking tertinggi atau tim/regu.86m / 9. Sepatu & Nomor (dada) Atlet Dengan pengecualian berikut ini.Antar gawang .72m PUTRI 50m / 60m 0. Perlombaan harus dilaksanakan sesuai peraturan Pasal 168 untuk lomba lari-gawang outdoors. Pasal 216 Lomba Lari Gawang 1. sepatu dan nomor atlet untuk pergelaran lomba atletik indoor Bila suatu perlombaan dilaksanakan pada permukaan sinthetis.50m / 13.Garis-start ke gawang 1 . Pada akhir tikungan harus ada garis terputus- .72m 9. untuk sisa lintasan dalam lainnya antara para atlet atau regu yang lain. Untuk semua lomba yang lain urutan lintasan (lane order) harus diundi sesuai dengan Pasal 166.14m 8.840m 4/5 13.50m 11. dimana ada lari keliling berturut-turut dari suatu lomba. Paku-paku spike ini harus memiliki diameter maximum 4 mm.8.121 Penarikan Undian Lintasan (Draw for Lanes) Untuk semua event selain 800m. Pasal 143 harus berlaku untuk pakaian.Gawang akhir ke gr-finis PUTRA 50m / 60m 1. Ranking yang diacu harus ditentukan sebagai berikut : untuk seri/heat babak pertama dari daftar yang relevan tentang prestasi yang valid/syah yang dicapai selama periode pra-penentuan. bagian tiap paku sepatu (spikes) yang mencuat dari sol atau tumit haruslah tidak melebihi 6 mm (atau sebagaimana diminta / dituntut oleh pihak Panitya Penyelenggara).

putus 5cm secara jelas memotong semua jalur lintasan pada titik ini untuk menunjukkan dimana tiap atlet boleh keluar dari jalur-lintasannya. Pasal 170.7 haruslah tidak berlaku.

122

Dalam lomba lari estafet 4 x 400m, dua tikungan pertama harus ditempuh di dalam jalur lintasan masing-masing. Jadi garis-putus-putus, garis scratch dll. akan digunakan sebagai untuk lomba lari 400m individual. Dalam lari estafet 4 x 800m, tikungan pertama harus dilarikan dalam jalur-lintasan. Jadi garisputus-putus yang sama, garis scratch dll akan digunakan seperti untuk lomba lari 800m individual. Dalam lomba dimana atlet diizinkan meninggalkan jalur-lintasannya pada saat memasuki jalurlurus setelah berlari menempuh dua atau tiga tikungan dalam jalur larinya, layout / susunan untuk start echelon (berjenjang) di jelaskan dalam Pasal 214.9. Catatan : Disebabkan oleh sempitnya jalur-lintasan, lomba lari estafet indoors adalah lebih besar kemungkinan untuk berbenturan dan adanya gangguan yang tak disengaja daripada lomba lari estafet outdoors. Oleh karena itu disarankan bahwa bila mungkin, suatu jalurlintasan cadangan harus disisakan antara tiap tim. Jadi jalur-lintasan1, 3 dan 5 akan digunakan dan jalur lintasan 2, 4, dan 6 ditinggalkan tidak diisi/kosong. Pasal 218 Lompat Tinggi Daerah awalan dan Tempat bertumpu/bertolak 1. Daerah tempat bertolak/bertumpu haruslah datar dengan kemiringan keseluruhan 1 : 250. Bila bertolak/bertumpu dengan menggunakan matras portable, semua referensi/acuan dalam peraturan untuk menyamakan tingkatan dari daerah/tempat bertolak/bertumpu haruslah ditafsirkan sebagai mengacu kepada tingkatan permukaan bagian atas dari matras. Pondasi di atas mana permukaan daerah/tempat bertolak itu diletakkan haruslah solid/kokoh atau bila ini adalah konstruksi yang menggantung (seperti papan-kayu dinaikkan pada balok-silang), tanpa ada bagian khusus yang rusak. 2. Landasan ancang-ancang/awalan, di luar daerah bertolak/bertumpu, haruslah datar-rata dan tidak membal/ngeper dan yang tepat sama seperti daerah bertolak/bertumpu. Namun, atlet boleh memulai lari mendekatnya/ancang-ancngnya pada tepian lintasan oval asalkan 5m terakhir dari larinya ada pada lintasan-awalan yang datar-rata. Pasal 219 Lompat Tinggi - galah Lintasan lari Awalan / ancang-ancang Pondasi di atas mana permukaan lintasan lari awalan diletakkan haruslah solid / kokoh-kuat atau bila konstruksinya menggantung ( seperti papan-kayu ditumpangkan pada baloksilang / kaso) tanpa ada bagian khusus yang rusak. Atlet boleh memulai lari awalannya pada tepian lintasan oval, asalkan larinya yang 40m terakhir ada di atas tempat awalan yang datar-rata. Pasal 220 Lompatan Horisontal Lintasan lari awalan/Ancang-ancang

1. 2.

Pondasi di atas mana permukaan tempat lari ancang-ancang diletakkan haruslah solid, kokoh-kuat atau bila dari konstruksi yang menggantung (seperti papan-kayu ditumpangkan pada balok-silang) tanpa ada bagian-bagian khusus yang rusak. Atlet boleh memulai lari ancang-ancangnya dari tepian lintasan oval asalkan bahwa 40m terakhir dia berlari pada jalur-lintasan yang datar-rata.

123

Pasal 221 Tolak Peluru Sektor Pendaratan Peluru 1.. Sektor pendaratan lemparan harus terdiri dari material yang cocok di atas mana peluru akan membuat goresan bekas jatuh, tetapi akan memperkecil terjadinya lentingan-membal peluru. 3. Sektor pendaratan lemparan ini harus dikelilingi pada bagian ujung jauh dan pada kedua sisinya sedekat mungkin dengan lingkaran yang mungkin berguna bagi keamanan bagi atlet yang lain & petugas, dengan suatu alat penghalang yang harus menghentikan sebuah peluru yang lagi terbang/bergerak atau memantul dari permukaan tempat pendaratan. Mengingat terbatasnya ruang di dalam arena indoor, daerah yang dipagari dengan penghalangpeluru mungkin tidak cukup luas untuk meliputi sektor seluas 34.92°. Kondisi berikut ini harus berlaku terhadap setiap larangan/pembatasan. a) penghalang pada ujung jauh haruslah minimum 50cm di luar rekor tolak-peluru dunia yang sekarang untuk putra atau putri. b) Garis-sektor pada kedua sisi samping haruslah simetris terhadap garis-tengah sektorlemparan 34.92°. c) Garis-sektor di samping dimana mereka tidak membentuk bagian dari sektor 34.92° boleh berjalan secara
radial dari titik pusat lingkaran peluru dibuat sirkel dengan cara yang sama garsi-sektor 34.92°,. atau mungkin dibuat paralel satu sama lain dan garis yang sama dari sektor 34.92°. Dimana garis-sektor adalah paralel, pemisahan minimum dua garis-sektor haruslah 9m. Konstruksi Peluru Tergantung dari macam daerah pendaratan peluru (lihat butir 2) , peluru itu terbuat dari metal yang solid-kuat atau dibungkus metal atau secara alternatif dengan plastik lunak atau pembungkus karet dengan suatu isian yang cocok. Kedua macam, peluru tidak boleh digunakan di dalam perlombaan yang sama. Metal yang Solid atau Peluru dibungkus Metal Ini semua harus memenuhi peraturan Pasal 188.4 & 188.5 untuk tolak- peluru outdoors. Peluru dibungkus Plastik atau dibungkus Karet Peluru harus memiliki suatu kantong plastik lunak atau karet dengan suatu isian yang sesuai sehingga tak terjadi kerusakan yang disebabkan ketika jatuh mendarat pada lantai ruang-olahraga yang biasa. Ini harus bulat (spherical) berbentuk bola dan permukaannya harus tidak ada bagian yang kasar dan harus halus merata. Peluru ini harus sesuai/memenuhi spesifikasi-spesifikasi berikut :

PELURU Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam pembuatan suatu rekor dalam perlombaan dan untuk diterima 4.000 kg 7.260 kg

Informasi untuk pembuatan: Variasi berat alat untuk keperluan perlombaan 4.005kg 7.265kg 4.025kg 7.285kg Diameter Minimum Diameter Maximum 95 mm 130 mm 110 mm 145 mm

124

Pasal 222 Perlombaan Event Gabungan Panca Lomba Putra (Men Pentathlon) Pancalomba ini terdiri dari lima events, yang harus dilaksanakan dalam satu hari dengan urutan sebagai berikut : 60m larigawang, lp.jauh, tl.peluru, lp.tinggi, lari 1000m. Sapta-lomba Putra ( Men Heptathlon) Heptathlon ini terdiri dari 7 event yang harus dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dengan urutan sebagai berikut : - Hari Pertama: lari 60m, lp.jauh, tl.peluru, lp.tinggi - Hari Kedua : lari 60m gawang, lp.tinggi-galah, lari 1000m Pancalomba Putri (Women Pentathlon) Pentathlon ini terdiri 5 event yang dilaksanakan dalam satu hari dengan urutan sbb.: Lari 60m gawang, lp.tinggi, tl.peluru, lp.jauh, lari 800m. Heat-heat dan Grup-grup Lebih disukai ada empat atlet atau lebih, namun tidak pernah kurang dari tiga atlet yang ditempatkan dalam tiap heat atau grup.

Revisi IAAF RDC JKT: 05.12.2005 Aturan Lomba Atletik 2006-2007 Alih Bahasa : H. Suyono Ds.

Asisten Ketua Judge adalah untuk membantu dengan hanya membe ri tahukan tentang diskualifikasi dan tidak harus bertindak sebagai Judge Lomba Jalan-cepat. termasuk Ketua Judge yang bertugas.ta telanjang manusia.EVENT LOMBA JALAN-CEPAT Pasal 230 LOMBA JALAN-CEPAT (Race Walking) Batasan/definisi Lomba Jalan Cepat. e) Untuk lomba jalan-cepat di jalanan. dan hanya bertindak sebagai Judge dalam suatu situasi khusus yang dikemukakan pada butir a) diatas da lam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1. Dalam lomba sesuai peraturan Pasal 1.ruskan (tidak bengkok pada lutut) sejak saat persentuhan pertama de. b). d). Dalam lomba-atletik sesuai Pasal 1.dan d). harus segera memilih seorang Ketua Judge.Ketua Judge memiliki wewenang untuk menjatuhkan diskuali fikasi kepada seorang atlet hanya dari sirkuit lomba ke stadion dan di dalam stadion apabila lomba itu berakhir/finis di dalam stadion atau dalam jarak 100m terakhir bila lomba itu berlangsung sematamata di jalur lintasan atau pada jalur lomba di jalanan. d) Dalam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1. a) Semua 'Judges' (judge-judge) untuk lomba jalan-cepat yang ditunjuk/ diangkat.1 a). maximum dua Asisten Ketua Judge boleh diangkat oleh Komite Penyelenggara Lokal setelah berkonsultasi dengan Ketua Judge dan Delegasi Teknik. c). bila memang belum ada yang ditunjuk sebelumnya. semua Judge haruslah Judge Internasional/ Area untuk Lomba Jalan-cepat. Jalan-cepat adalah gerak-langkah maju yang dilakukan sedemikian rupa sehingga si-pejalan (kaki) tetap bersentuhan dengan tanah.1 a). biasanya harus ada minimal 6 orang & maximal 9 Judges. c). b) Ketua Judge harus bertindak sebagai petugas pengawas (supervising official) untuk perlombaan. biasanya harus ada 6 orang Judge termasuk Ketua Judge. Kaki yang digerakkan maju ke depan harus dilu.ngan tanah hingga mencapai posisi (badan) tegak/vertikal.125 SEKSI VII . b).1 b) dan c). dan c). dan tidak ada saat hilang kontak dengan tanah yang ter-amati/terlihat oleh ma. ketika cara bergerak majunya nyata-nyata gagal memenuhi aturan butir 1 di atas tanpa menghiraukan apakah dia telah menerima peringatan sebelumnya.1 . Pengawasan (Judging). g) Dalam lomba jalan-cepat yang dilaksanakan sesuai peraturan Pasal 1.1 a). b).1 a). c) Semua Judges harus bertindak dalam kapasitas individu masing-masing sing dan keputusan-keputusannya harus didasarkan atas hasil observasinya yang cermat yang dilancarkan dengan mata-kepala sendiri. semua Judge harus lah 'Judge Internasional Lomba Jalan-cepat'. Dalam lomba sesuai Pasal 1. f) Untuk lomba jalan-cepat di lintasan.

Dalam semua lomba-atletik. Sebuah tanda berwarna dasar 'kuning' dengan simbul pelanggaran pa da tiap sisi. Setelah memberikan perhatian kepada seorang atlet. Peringatan dan dis-kualifikasi. Tanda berwarna 'merah' menunjukkan penjatuhan 'diskualifikasi' ba gi atlet. Gagal untuk segera memberi tahukan tidak harus berkhir dengan menerima kembali seorang atlet yang telah dikenakan diskualifikasi. dua orang Judges dari kebangsaan yang sama tidak dapat memiliki wewenang/kekuasaan yang sama untuk menjatuhkan diskualifikasi. b) Bila seorang atlet menerima 'peringatan' dari tiga orang Judge yang berbeda. seorang atletlomba yang dijatuhi diskualifikasi harus secepatnya keluar mening galkan lintasan dan dalam lomba di jalan-raya dia setelah terkena diskualifikasi harus segera melepaskan/menanggalkan nomor-atlet nya yang dia pakai dan keluar meninggalkan jalur-lomba. Dan signal merah ini digunakan oleh Ketua Judge untuk memberi tahukan atlet atas diskualifikasi baginya. Mereka itu tidak berhak untuk mendapat perhatian ke dua kalinya dari Judge yang sama untuk pelanggaran yang sama pula.Atlet harus diberi ‘peringatan' apabila sesuai caranya bergerak maju. apakah dikontrol langsung oleh IAAF atau terjadi dengan seizin/permit IAAF. Untuk semua perlombaan sesuai Pasal 1.la pada saat berjalan. dan c). dapat dikenakan tindakan disipliner lebih lanjut sesuai dengan peraturan IAAF Pasal 22. harus ditunjukkan kepada atlet lomba. Atlet boleh juga diberi tahukan atas diskualifikasinya oleh Wakil/Deputy Ketua Judge.1 f) dan Pasal 145. mereka gaga memenuhi/ mentaati peraturan tersebut butir 1 di atas dengan menunjukkan hilangnya kontak kaki dengan tanah atau lutut-bengkok pada suatu saat dalam lomba. a) Setiap usul/proposal dari Judge untuk diskualifikasi ini disebut suatu 'peringatan'(warning). . Judge ini harus memberi tahukan kepada Ketua Judge atas tindakannya sesuai per Lombaan. terhadap mereka tidak akan diberikan'perhatian' ke dua kalinya dari Judge yang sama. bila suatu 'perhatian' ditujukan kepadanya.1 a). b). maka diskualifikasi ini akan dikenakan/dijatuhkan secepatnya setelah lomba usai. seorang Ofisial yang bertugas pada Papan Peringatan dan seorang Pencatat Ketua Judge harus ditunjuk/diangkat oleh Komite/Panitya Penyelenggara setelah berkonsultasi dengan Ketua Judge Lomba Jalan-cepat dan Delega si Teknik. Dalam lomba di jalur-lintasan (dalam stadion). Apabila menjadi tidak praktis untuk memberitahukan kepada atlet lomba tentang terjadinya diskualifikasi selama perlombaan. 126 Perhatian (caution).tidak lebih dari satu orang Judge dari tiap negara (atlet) yang boleh bertugas (officiating). cara mereka bergerak maju berada dalam bahaya me langgar batasan pengertian jalan-cepat. atlet ini terkena diskualifikasi dan dia harus diberi tahu tentang diskualifikasi ini oleh Ketua Judge atau Asisten Ketua Judge. Untuk kesalahan yg sama. Tiap atlet yang terkena diskualifikasi gagal untuk segera keluar jalur-lomba atau lintasan. Atlet jalan-cepat harus mendapat'perhatian'dari Judge apabi. gagal memenuhi ketentuan atu ran dimaksud dalam paragraf/butir 1 di atas.

atau lebih sering apabila cuaca menghendaki penyediaan demikian. Lomba jalan-cepat harus diberangkatkan dengan isyarat tembakan pistol-start. Pan-Pel harus menjamin bahwa jalan-raya yang digunakan sebagai jalur-lomba adalah tertutup bagi lalu-lintas bermotor dari semua arah. Seorang atlet yang mengambil penyegar di tempat lain di luar Pos Penyegar. Dalam lomba yang atletnya berlimpah-ruah. Start 5. b) dan c).Staf/Petugas Kesehatan ini harus diberi tanda yang jelas.c) maximum dua orang Petugas dari masing-masing negara dapat diberi 127 . dimana yang disediakan hanya air-saja. ditempatkan kira-kira di pertengahan antara dua pos-minum. Dalam lomba jalan-cepat sesuai peraturan IAAF Pasal 1. suatu peringatan lima menit sebelum start lomba harus diberikan.dan bila perlu dengan tambahan peringatan. Ini harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk dicapai/diraih. b). hal ini apabila kondisi cuaca memperingatkan untuk penyediaan yang demikian.1 a) alat komputer yang dipeganga di tangan dengan kemampuan transmisi/ penyebaran harus digunakan oleh para Judges dalam mengkomunikasikan semua peringatan kepada Pencatat dan Petugas Papan Peringatan. Dalam lomba sesuai Pasal 1. Pos-pos minum/guyur/penyegar. Bagi semua perlombaan sesuai Peraturan IAAF Pasal 1. atau dengan bantuan Petugas Pos memberikannya di tangan atlet. Untuk semua event lebih dari 10 Km.3. lomba jalan-cepat harus dijadwalkan untuk start & finis di siang hari (day-light). Prosedur dan Aba-aba baku untuk lomba lebih jauh dari jarak 400 m harus menggunakan aturan Pasal 162.rompi/jaket atau pun tanda lain yang menyolok. d) Seorang atlet harus segera keluar meninggalkan arenalomba bila diperintahkan demikian oleh anggota dari Tim Petugas Kesehatan/Medis dari Pan-Pel. guna memberi informasi kepada para atletlomba akan jumlah 'peringatan'(warning) yang telah diberikan kepada tiap atlet. pos-minum & pos-pos guyur harus diadakan dengan jarak interval yang sesuai. b) dan c). harus tersedia di pos-pos yang dikehendaki atlet yang bersangkutan. a) Panitya Penyelenggara Lomba Jalan-cepat harus menjamin keamanan/ keselamatan seluruh atlet dan para petugas/petugass. b) Untuk semua lomba (yang dilaksanakan di lintasan atau di jalanan) sampai jarak 10 km. Penyegar yang mungkin disediakan oleh Pan-Pel atau oleh para pe serta-lomba sendiri. Keamanan dan Kesehatan/Medis.Sebuah Papan-Peringatan harus ditempatkan di luar jalur-lintasan dekat garis-finis.1 a). membuka dirinya bertanggung-jawab terhadap diskualifikasi. pos penyegar harus diadakan pada tiap sekali-putar jalur-lomba (lap).1 a). b) Dalam lomba sesuai Pasal 1. a) Air & penyegar lain yang cocok harus tersedia di tempat start & finis untuk semua lomba. c) Suatu bantuan berupa pemeriksaan kesehatan/medis selama perlombaan berlangsung oleh Petugas Medis yang ditunjuk/diangkat oleh Pan-Pel.Sebagai tambahan. posminum/guyur. dengan diberi tanda yang jelas.hendaklah tidak dianggap sebagai pemberian bantuan kepada atlet.baik berupa ban-lengan.1a).

b) Jalur-lomba harus diukur sesuai dengan peraturan IAAF Pasal 240. Bagi event yang start dan finis di dalam stadion. 128 IAAF RDC-JKT: 08.5 km dan tidak lebih pendek dari 2 km. Revisi Aturan Lomba Atletik 2004/2005 Alih Bahasa: H.12. Masalah transponder: lihat peraturan Pasal 240.2004. seorang atlet boleh meninggalkan/keluar dari jalanan atau lintasan dengan seizin & dibawah pengawasan seorang Official(Judge/Judge). .3.tugas membantu di belakang meja-penyegar setiap saat. jalur sirkuit itu harus ditempatkan sedekat mungkin dengan stadion. a) Untuk lomba jalan-cepat yang dilaksanakan sesuai Pasal 1.10. Jalur-lomba di jalan-raya. asalkan dengan keluar jalur-lomba demikian dia tidak mengurangi jarak-lomba yang harus ditempuh. Tingkah-laku dalam lomba. Dalam Lomba Jalan-cepat di jalanan 20 km atau lebih.1 a). Suyono Ds. b). Tidak ada seorangpun petugas berlari disamping atlet sedangkan dia lagi mengambil air penyegar. dan c). maka jalur-lomba keliling(sirkuit) tidak lebih dari 2. 10.

1 a). Bagi atlet Junior.1 a). jalur-lombanya harus diukur melalui jarak terpendek yang memungkinkan seorang atlet dapat menempuhnya pada bagian jalan yang digunakan untuk lomba. 5km.5km. idealnya dilarikan dengan menempuh jalur-lomba berbentuk'loop'(cincin) sepanjang 5 km dengan pengaturan pentahapan sbb. Panjang jalur tidak boleh lebih pendek dari jarak resmi yang dilombakan.Sedangkan start & finis dapat mengambil tempat di dalam suatu Stadion atletik.1%. pengurangan kemiringan medan antara tempat start dan finis harus tidak melebihi 1:1.maka disarankan agar“faktor pence. Marathon(42.lur-speda atau jalan setapak sepanjang jalan besar dengan diberi tanda-tanda yang cukup. 25 km. bila mungkin b)dan c). dan pembuatan dokumennya atas keputusan demikian harus dimasukkan ke dalam laporan pengukuran.195 km). bi lamana lalu-lintas atau keadaan yang mirip membuatnya tidak sesuai lagi untuk dijadikan arena/jalur-lomba. 100 km dan Lari Estafet Jalan-raya (Road Relay). 15 km. Catatan : 1) Disarankan bahwa lomba lari estafet-jalan-raya dilombakan dengan menempuh jarak marathon. Catatan : Untuk keperluan pengukuran jalur-lomba. Lomba lari jalanan ini dilakukan di jalan yang diperkeras. Bila diniatkan bahwa bagian dari jalurlomba pada hari perlombaan baru akan ditentukan dengan menggunakan alat-alat yang tidak tetap/permanen. 20 km. .1% (yaitu 42m untuk Marathon) dan panjang-jalur lomba harus telah dibuatkan sertifikat lebih dulu dan disahkan oleh Ahli/Juru Ukur IAAF (PASI).Namun.5km. Untuk menghindari diketemukannya jalur-lomba menjadi kependekan pada pengukuran yg akan datang.LOMBA LARI JALANAN Pasal 240 LOMBA LARI JALANAN Jarak lomba-lari yang baku bagi atlet putra-putri adalah: 10 km. HalfMarathon. 30 km. Penempatannya harus ditentukan dan tidak lebih lama dari pengukur annya. 5km.estafet jalan-raya ini disarankan untuk menem puh jarak 'Half Marathon' dengan tahapan sbb: 5km.195km.jalur-lomba yang diukur harus dicat dengan warna monyolok yang tidak akan dikacaukan oleh tanda-tanda/marka lain.10km.7. yaitu 1 m per Km. dll.10km. tetapi tidak di atas permukaan tanah yang gembur seperti rumput dan sebagainya.129 SEKSI VIII . disarankan agar digunakan metoda “sepeda yang dikalibrasikan (Calibrated Bicycle Method)”. Disarankan bahwa untuk semua lomba-lari jalan-raya yang dilaksanakan atas jarakstandard.yang berarti tiap kilometer di jalanan akan terukur jarak jalur sepanjang 1001 m.maka titik-titik tempat start & finis.000. b) dan c) dan dalam lomba-lomba atletik yg diberi sank si IAAF langsung. palang-perintang/barikade.ngan menggunakan sepeda faktor ini sebesar 0. 2) Disarankan bahwa lomba lari estafet jalan-raya diadakan pada bu Lan April/Mei atau September s/d Desember. ketidak pastian dalam pengukuran tidak boleh lebih dari 0. Tempat Start dan finis lomba-lari ini harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm (minimal). Dalam lomba sesuai Pasar Pasal 1. maka dapat diadakan di ja.dan 6. Catatan: Disarankan bahwa untuk lomba-lari jalan-raya yang diatur tahapannya atas jarak-standar.:5km. diukur dengan garis-lurus antara keduanya tidak harus terpisah lebih jauh 50% daripada jarak yang dilombakan. Dalam lomba-lari jalanan.098km.gah kependekan” harus diperhitungkan di dalamnya bila sedang meng adakan pengukuran atas jalur-lomba dimaksud. Dalam lomba sesuai Pasal 1. seperti: kerucut. Untuk pengukuran de.

Jarak jalur-lomba yang dinyatakan dalam Kilometer harus terpampang jelas bagi semua atlet lari di sepanjang jalur dimaksud. garis selebar 5cm harus dibuat melintang jalur-lomba untuk memberi tanda jarak setiap tahapan dan memberi tanda garis permulaan/nol(scratch-line). harus tersedia di tempat start & finis semua perlombaan.4. 9. yang diberi identitas jelas oleh Komite Penyelenggara. atau atribut lain yang jelas. harus tidak dianggap sebagai 'pemberi-bantuan.Penyegar ini harus ditempatkan sedemikian rupa hingga si atlet mudah mengambilnya atau diberikan di tangan kepadanya oleh Petugas yang berwewenang. Lomba ini harus dimulai/di-start dengan tembakan start-pistol. asalkan dengan keluar meninggalkan jalur-lomba dia tidak memperpendek jarak-lomba yang harus ditempuh. Seorang atlet yang mengambil penyegar di tempat selain di Pos Penyegaran. pos-penyegar harus disediakan kira-kira pada setiap interval 5 km. seorang atlet boleh meninggalkan jalanan atau lintasan dengan seizin dan dibawah pengawasan seorang Judge/Judge. c) Untuk event lomba 10 Km atau lebih. Pos Penyegar : 8.Penyegar yang disediakan oleh atlet atlet harus selalu diawasi Petugas yang ditunjuk oleh PanPel sejak penyegar itu diserah kan oleh atlet atlet atau Perwakilannya. guna menunjukkan adanya daerah pergantian tongkat. rompi/jaket. misal: ban-lengan. ini apabila kondisi cuaca memberikan peringatan demikian untuk menyediakannya. b) Untuk semua event lomba sampai dengan jarak 10 km. 130 Keamanan dan Kesehatan/Medis 7. b).' Seorang atlet harus segera keluar/meninggalkan dari perlombaan bila diperintahkan begitu oleh seorang anggota Petugas Kesehatan resmi yg ditunjuk/diangkat oleh Panitia Penyelenggara. dan c) bila mungkin Panitia Penyelenggara harus menjamin bahwa jalanan yang untuk perlombaan ditutup dari semua arah bagi kendaraan/lalu lintas umum. a) Keamanan Panitia Penyelenggara lomba-lari jalanan harus menjamin keamanan/ keselamatan seluruh atlet. Untuk lomba lari-estafet jalan-raya. atau lebih sering bila kondisi cuaca mengingatkan untuk penyediaan demikian. dengan tambahan peringatan-peringatan bila diperlukan. a) Air-minum dan penyegar lain yang cocok.Sebagai tambahan. air-minum dan air-guyur harus disediakan pada setiap interval yg ditentukan kira-kira 2-3 km. Dalam lomba sesuai Pasal 1. pos-pos minum/guyur.3). selama perlomban berlangsung kepada atlet-lomba.topi-khas. Dalam lomba yang atletnya berlimpah-ruah. harus ditempat kirakira di tengah-tengah antara dua pos penyegar. Garis yang mirip itu harus dibuat 10m sesudah garis nol. 5. Pos Minum. yang hanya menyediakan air saja. Semua prosedur pergantian-tongkat (estafet) harus terjadi di dalam zona itu. Pos Guyur/Pembasuh. suatu tanda peringatan 5 menit sebelum start harus diberi kan. Start 6. Penyegar yang dapat disediakan baik oleh Panitia Penyelenggara atau oleh para atlet atlet. Dalam lomba-lari jalanan. harus dapat diperoleh/tersedia di pos -pos dimana dikehendaki oleh si atlet yg berkepentingan. . Staf atau Petugas demikian harus diperlengkapi dengan tanda-tanda yang men colok. Abaaba dan prosedur yang baku untuk event lari lebih-jauh dari 400m harus digunakan (Pasal 162. menempatkan dirinya layak untuk dijatuhi diskualifikasi. b b) Kesehatan Pertolongan yang diberikan oleh Petugas Kesehatan/Medis yang ditunjuk/diangkat.1 a).

Penggunaan sistem pencatat-waktu transponder dalam lomba lari jalan raya yang dilaksanakan sesuai Pasal 1. waktu -resmi adalah waktu yang telah berlalu antara tembakan pistolstart dan dengan atlet mencapai garis-finis. asalkan : sistem itu tidak memerlukan gerakan oleh atlet selama perlombaan berlangsung. resolusinya adalah 0.1 f).10. g) dan h) adalah diizinkan.1 detik). 131 . waktunya dia berlalu antara garis-start dan garis-finis dapat dibuat diketahui oleh atlet. bila seorang atlet melintas garis-start setelah pistol-start. Urutan dimana atlet mencapai garis-finis akan dinilai/difikirkan sebagai posisi/kedudukan finis resmi. tidak ada peralatan yang digunakan di tempat start. termasuk implementasi komponen-komponennya dan spesi fikasi-spesifikasi tekniknya. pada garis-finis atau selama semua garis finis atau sistem dikaitkan dengan hasil atau proses.disyahkan oleh Komitee Teknik IAAF. berat transponder dan perumahannya/wadahnya yang dibawa pada pakaian uniform atlet. Namun. tetepi akan tidak dianggap sebagai waktu-resmi.1 detik (yaitu: ini dapat memisahkan peser ta lomba yang masuk finis terpisah 0. penentuan waktu pemenang resmi adalah sesuai dengan peraturan Pasal 165 (Timing & Photo Finish). sistem ini.sepanjang jalur-lomba atau di garisfinis. Catatan : Untuk lomba lari jalan-raya dan lomba jalan-cepat jalanan. merupakan suatu rintangan yang signifikan atau penghalang kemajuan gerak atlet. nomor atlet lomba atau sepatu adalah tida signifikan. Sistem ini distart/dimulai dengan pistol-start dari Starter atau alat start yang disyah-kan.

500m yang pertama. maka haruslah diterima bahwa perbedaan antara event yang sangat sukses dan event yang tidak berhasil. baik sebagai olahraga tersendiri maupun sebagai suatu latihan tambahan bagi cabang atletik. Area jalur-lomba ini harus luas/lebar yang cukup guna mampu menampung bukan saja jalur-lombanya tetapi juga semua sarana-prasarana yang diperlukan. Untuk itu lihatlah “IAAF Distance Running Manual” untuk memperoleh informasi rinci tentang pengaturan/ peng-organisaiannya. 132 Jalur-lomba lari lintas-alam. jalur lomba itu disyaratkan sebagai berikut : jalur-lomba lari lintas-alam harus dirancang untuk dilaksanakan di alam terbuka. dan tiap rintangan yang menyimpan kesukaran yang tersembunyi dibalik tujuan perlombaan. yang dapat digunakan menjadi jalur lomba oleh perancang jalur-lomba guna membangun/menciptakan medan yang me. Lebih disukai bahwa rintangan buatan tidak boleh digunakan. dapat ditambahkan dalam rangka mengatur jarak-lomba yang diminta/diperlukan untuk jarak keseluruhan bagi berbagai events dimana loop-kecil ini harus ditempuh dalam tahap-tahap awal da.(utamanya berkaitan dengan perbedaan musim/cuaca dan jarak) dan kesulitan dalam mengatur/membuat peraturan internasional yang baku/standar mengenai olahraga ini.ri event.Untuk medan Kejuaraan-kejuaraan dan event internasional dan bila mungkin untuk keperluan perlombaan lainnya: a) suatu jalur-lomba berbentuk cincin harus dirancang. Namun. celah/lembah sempit atau rintangan lain yang akan membuat para atlet tertahan numpuk terhalang. Musim. disebabkan karena keadaan yang sangat beragam dalam kondisi dimana lari lintas-alam dilakukan di seluruh dunia.750m dan 2. Musim lari lintas-alam biasanya terbentang sepanjang bulan-bulan musim-dingin (winter) setelah musim atletik usai.juga parit /slokan yang curam. semak-belukar yang tebal. tanjakan yang tinggi dan turunan yang terjal & berbahaya. namun bila penggunaannya tidak bisa dihindari. Bila perlu.SEKSI IX .untuk jalur-lomba jarak 1. 2. Untuk keperluan suatu kejuaraan/lomba tingkat internasional. suatu loop kecil. Peraturan berikut ini dimaksudkan sebagai petunjuk dan perangsang dalam membantu negara-negara untuk mengembangkan lari lintas-alam. ladang berpepohonan ber-rumput yang luas. Merancang jalur-lomba Lintas Alam 4. b) Rintangan alami(natural) yang ada harus digunakan bila mungkin.dengan ukur. dengan rintangan alami.LOMBA LARI LINTAS-ALAM Pasal 250 LOMBA-LARI LINTAS-ALAM (Cross-Country Races) Umum Meskipun mengerti bahwa. . Dalam lomba yang atletnya berlimpah. Disarankan bahwa setiap loop harus memiliki kenaikan (ascent) total minimal 10 m.nantang dan menarik. sering terletak pada sifat-sifat alami dari medan/venue dan kemampuan dari pihak perencana jalur-lomba.an loop/cincin antara 1. harus dihindari. 3.000m. mereka harus dibuat untuk merangsang rintangan alami bertemu di medan terbuka. rintangan yang sangat tinggi harus dihindari.

jalur-lomba ini mempunyai lebar 5 m. Bila tidak mung kin menghindari keadaan demikian di satu atau dua area pada ja. kira-kira sepanjang : . Jarak-jarak lari lintas alam dalam "Kejuaraan Tim Lintas-alam Dunia IAAF. Start. 3menit. dipagar kuat-rapat dari sisi luar jalur-lomba. 8.Putri jalur-panjang 8 km .3) Dalam lomba internasional. Disarankan bahwa sepanjang satu sisi jalur ada koridor selebar 1 m. Air-minum & penyegar lain yang cocok harus tersedia di tempat start dan finis dari semua perlombaan. apabila kondisi cuaca memperingatkan kita untuk penyediaan itu. d) Selain tempat start dan finis. Disarankan bahwa selain daerah start dan finis. Pos minum/guyur dan Pos Penyegar. 7.Putri jalur-pendek 4 km . . Untuk semua event. jalur-lomba itu tidak boleh ter. Kotak-kotak pemberangkatan harus disediakan & anggota tiap-tiap regu/tim harus diatur berderet urut muka-belakang (berbanjar) pada saat start mulai l0mba. harus dipasang untuk digunakan hanya bagi para petu gas Official dan dari Media (yang wajib-hadir dalam Event Kejuaraan ini). dan 1 menit. Suatu medan yg 'alami' .Putra jalur-pendek 4 km. adalah yang paling cocok. Daerah-daerah yang kritis harus dipagar rapat-kuat utamanya daerah start(termasuk daerah/tempat pemanasan & ruang -panggil)dan daerah finis(termasuk zona pertemuan=mixed zone). tanah ataupun matras. termasuk tempat-tempat rintangan.Putra jalur-panjang 12 km.Junior Putri 6 km Disarankan bahwa jarak yang mirip-sama agar digunakan dalam Kejuaraan Nasional maupun Internasional lainnya. 133 Lomba lari di daerah pegunungan(Mountain Races) . . maka area itu harus diditutup dengan lapisan rumput. Jarak-jarak Lomba 6.Junior Putra 8 km. Lomba lari lintas-alam ini harus dimulai/distart dengan tembakan-pistol start. harus diberikan tanda peringatan : 5 menit. Orang/penonton umum hanya diizinkan untuk melintas jalur lomba dalam tahap-tahap awal lomba di tempat-tempat persimpangan yang diawasi/dijaga Petugas/Bagian Keamanan.c) Persimpangan jalan atau setiap macam permukaan jalan-aspal ha. Hanya orang-orang berakreditasi yang boleh mendekat-masuk ke daerah pertemuan ini. pos-pos minum/ guyur harus disediakan pada setiap putaran-lari.diri dari lintasan lurus yang panjang.lur-lomba. . Aba-aba standar dan prosedur untuk event lari jarak LEBIH DARI 400M harus digunakan (Pasal 162.a) Jalur-lomba ini harus diberi tanda yang jelas dengan pita pada sisi kanan dan kiri.permukaan bergelombang dengan pengkolan yang halus dan jalur-jalur lurus yang pendek.rus dihindari atau diupayakan seminim mungkin. Jalur-lomba (Course) 5.

Dan jalur-lomba itu dapat didesain sebagai suatu lari berputar/keliling. Lomba lari di daerah pegunungan mengambil tempat melintasi alam-ter buka utamanya di luar jalanan (off-road) dan sejumlah tanjakan (un tuk lomba yang 'hanya menanjak naik') atau menanjak & menurun (untuk lomba yang lokasi start & finish pada ketinggian yang sama).9. Jarak-lomba yang disarankan dan jumlah tanjakan untuk lomba internasional adalah sebagai berikut : 134 Khusus lomba hanya menanjak naik perbukitan Jarak-lomba Jarak-naik Putra Senior Putri Senior Putra Junior 12 km 7 km 7 km 1200 m 550 m 550 m Start / Finis pada ketinggian yang sama Jarak-lomba Jarak-naik 12 km 7 km 7 km 700 m 400 m 400 m Tidak lebih dari 20% jarak jalur-lomba itu adalah jalan berpermuka an aspal. .

Bila aplikasi itu menyangkut atlet asing (atau tim asing). . 5. dia telah menggunakan atau mengambil keuntung an dsari suatu zat/substance atau teknik yang terlarang pada waktu itu. 7. semua informasi yang dibutuhkan untuk pengesyahan/ratifikasi Rekor dimaksud oleh IAAF. Anggota dari negara dimana rekor diciptakan harus mengirimkan dengan lembaran formulir aplikasi resmi : a) Program perlombaan yang tercetak. tanpa menunda waktu. Apabila test itu hasilnya positif atau bila test demikian tidak dilakukan. 10.lah satu Anggota IAAF. 9. Bila seorang atlet telah mengakui bahwa beberapa waktu sebelum menca pai suatu Rekor Dunia. maka IAAF harus tidak akan mengesyahkan rekor dimaksud.kirim dalam tempo yang sama kepada Federasi Anggota IAAF dari atlet (atau tim/regu) yang bersangkutan. untuk dapat diterima oleh IAAF. Dalam ini adalah rekor suatu lari-esta fet. Apabila suatu erekor telah diciptakan oleh seorang atlet atau suatu Tim/regu. Kategori Rekor-rekor Dunia berikut ini diterima oleh IAAF : Rekor-rekor Dunia. kemudian terkena nasehat dari Komisi Anti-Doping & Medis. maka rekor yang demikian tidak akan diteruskan dianggap sebagai suatu rekor-dunia oleh IAAF.Formulir itu terse. Tiap atlet yang menciptakan suatu rekor-dunia harus tunduk kepada n kontrol-doping pada akhir dari evenbt itu sesuai dengan peraturan IAAF yang sekarang berlaku. diiklankan dan di.ai Pweraturan IAAF dan ada di bawah judgesdiksi (batas kekuasaan)sa. Rekor-rekor Indoor Dunia. Untuk event individual. minimal tiga orang atlet dan untuk lari estafet minmum dua tim. 6. 8. Rekor-rekor Junior Dunia. Tidak ada suatupun prestasi akan diakui sebagai suatu Rekor-Dunia sampai hal ini diratifikasi/disahkan oleh IAAF.REKOR-REKOR DUNIA Pasal 260 REKOR-REKOR DUNIA Kondisi Umum 135 Suatu rekor harus diciptakan dalam suatu kompetisi/perlombaan yang jujur (bona fide) yang telah sebagaimana diatur. Anggota IAAF di negara dimana prestasi rekor itu dicipta kan haruslah menghimpun.wenangkan/disyahkan sebelum hari suatu event oleh Anggota IAAF dima na event itu dilaksanakan dan diselenggarakan sesuai aturan-lomba IAAF.dia atas permintaan dari Markas IAAF. semua anggota tim estafet harus di-test. Rekor Dunia iru harus lebih baik/tajam atau sama dengan Rekor Dunia yang ada untuk event itu. a b) Hasil-lengkap perlombaan event dimaksud b c) Hasil foto dari foto-finis (photograph) (lihat Pasal 260. maka duplikat formulir itu harus di. haus berpartisipasi dalam event dimaksud.PERATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006-2007 SEKSI X .22 c)). Hasil dari test ini harus diberikan oleh suatu laboratorium yang mendapat akreditasi IAAF untuk ditambahkan kepada informasi lain yang diminta oleh IAAF untuk pengesahan rekor dimaksud. Atlet yang meraih rekor harus memenuhi syarat untuk berlomba sesu. Negara Anggota IAAF ini harus secepatnya/segera meng-informasikan kepada IAAF akan niat nya itu & segera menyerahkan dokumen prestasi yang diperlukan itu kepada IAAF. Formulir aplikasi resmi dari IAAF harus diisi lengkap dan dikirim per pos-udara ke Markas IAAF dalam tempo 30 hari.

yang memenuhi syarat-syarat tercantum dalam Pasal 211 dan Pasal 213. Presiden dan SEKJEN IAAF bersama-sama adalah berwewenang untuk mengakui Rekor-rekor Dunia. Untuk Rekor-rekor Lari dan Lomba Jalan-cepat.Suatu lintasan lari (running-track) atau jalur-awalan (run-way) yang digunakan harus dibuat di atas suatu pondasi yang kokoh-kuat (solid). kecuali dimana tikungannya dibentuk oleh dua radius yang berbeda. lintasan oval boleh tidak memiliki panjang yang biasa/normal dan lebih dari 201. Bila suatu Rekor Dunia telah disyahkan/ratifikasikan. dalam kasus mana yang lebih panjang dari kedua lengkungan harus tidak terhitung lebih dari 60° dari putaran 180°. Bila rekor itu tidak disyahkan. maka masalahnya harus diajukan untuk mendapat keputusan ke Dewan / Dewan IAAF.3m (440 yards) dan lomba itu harus distart pada bebera pa bagian dari perimeter. Tidak ada prestasi yang dibuat oleh seorang atlet akan diakui apabila hal ini telah dilakukan di dalam suatu perlombaan campuran (mixed competition). 19. Bila ada keraguan apakah rekor itu harus diterima atau tidak. 12. 21. Untuk lomba jarak 200m atau lebih . Untuk Rekor-rekor Dunia Indoor : Rekor itu harus telah diciptakan dalam suatu stadion. 262. 17. boleh diajukan untuk ratifikasi/pengesyahan. surat bukti-lahir atau dokumen resmi yang mirip yang sesuai benar tanggal lahir dia. aplikasi pertama atas nama atlet tersebut harus disertai dengan satu copy pasport dia. IAAF akan menyediakan Plaket Rekor Dunia yang resmi. Rekor itu harus diciptakan di atas suatu lintasan (track). dalam menentukan hasil-sama (tie) dan dalam event individual dalam Lomba Event Gabungan. maka IAAF akan memberikan alasanalasannya. Kecuali dalam Event-event Jalanan (jalan-raya): Rekor itu harus dibuat/diciptakan dalam suatu fasilitas (saranaprasarana)atletik. Rekor-rekor yang dibuat dalam heat/seri atau lomba kualifikasi. Federasi yang mengajukan untuk rekor dan Asosiasi Kawasan (Area) yang relevan. 13. 20.Pembatasan ini tidak berlaku bagi event Lari Halang-rintang (Steeple Chase) dimana rintangan bak air ditempatkan di luar lintasan 400m yang normal/biasa. dengan mengabaikan apakah si atlet menyelesai kan seluruh event dalam Event gabungan atau tidak. 22. IAAF akan selalu memperbaharui Daftar Rekor-rekor Dunia resmi setiap kali suatu Rekor Dunia baru telah disyahkan. IAAF akan menerbitkan daftar ini pada tanggal 1 Januari tiap tahun. Untuk suatu rekor pada tiap jarak 200m atau lebih untuk diakui. IAAF akan segera memberi informasi kepada Federasi Anggota (IAAF) dari si atlet pemecah rekor. 14. kondisi-kondisi 136 . untuk diberikan kepada para (atlet) Pemegang Rekor Dunia. Kondisi Khusus 18. kecuali jika tanggal-lahir si atlet telah terlebih dulu dikonfirmasikan oleh IAAF. Untuk Rekor Dunia Junior. lintasan di atas mana rekor itu diciptakan harus tidak melebihi jarak 402. Daftar ini harus me rupakan/mewakili prestasi yang diakui IAAF sebagai prestasi terbaik dari tanggal tercantum dalam daftar yang diciptakan oleh seorang atlet atau suatu tim/regu atlet dalam setiap event yg diakui yang tertera dalam Pasal 261.yang sesuai/memenuhi Pasal 140 dengan ataupun tanpa atap.2m (220 yards). 263.11. radius dari jalur lari yang luar tidak melebihi 50m. 16. Rekor-rekor outdoor boleh dibuat hanya di atas lintasan yang sesuai dan memenuhi Pasal 160. 15.

termasuk suatu sistem yang didasari video. Suatu Koloni (negara jajahan) yang adalah bukan suatu Anggota IAAF yang terpisah haruslah dianggap adalah bagian dari Negara Induknya.4). Namun.4. Untuk Rekor-rekor Lomba Jalan-cepat Dunia : Minimal tiga Judges yang berasal dari salah satu Panel IAAF dari International Race Walking Judges atau Area Level Judges harus menjadi petugas (officiating)selama perlombaan dan harus menandatangani formulir aplikasi. Dalam lomba lompat-jauh dan lompat-jangkit. 26. tidak akan ada rekor yang diterima dimana atlet telah berlari di atas atau di sebelah dalam dari batas lengkungan lebih dalam dari lintasan dia. c) Photograph Foto-finis dalam kasus suatu rekor lintasan dimana pencatatan waktu otomatik sedang digunakan. hanya prestasi yang dicatat oleh suatu alat photofinis otomatis penuh yang disyahkan yang meme. tidak diizinkan bagi seorang atlet untuk diberi kredit dengan suatu rekor pada suatu jarak yang lebih pendek. 25. semua dari anggotanya adalah warga-negara dari suatu negara Anggota tunggal. maka rekor itu tidak akan diterima. harus dimasukkan di dalam dokumentasi yang dikirim ke IAAF. Rekor-rekor Dunia mungkin diberikan untuk lebih dari satu presta si dalam suatu kompetisi. bila dia tidak menyelesaikan jarak yang penuh dari lomba itu. Diizinkan bagi beberapa orang atlet untuk melakukan beberapa rekor dalam lomba yang sama. 23.lah disyahkan (lihat Pasal 165). maka rekor itu tidak akan diterima. Namun. 137 . Bila kecepatan angin yg diukur diarah lari di belakang atlet yang rata-ratanya melebihi 2m per detik. d) Untuk semua rekor-rekor sampai dengan 200m. informasi tentang kecepatan angin yang diukur sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 184. yang diukur seperti yang dinyatakan dalam Pasal 163.apabila ada harus disediakan dalam semua perlombaan dimana suatu start-jongkok dan start-blok digunakan. 5 & 6 harus di ajukan/disertakan. 24. f) Waktu-reaksi. Adalah dapat diizinkan untuk atlet yang sama dalam lomba yang sama untuk membuat beberapa jumlah rekor.000m – lihat Pasal 164.nuhi seksi-seksi yang relevan dari Pasal 165 haruslah diterima. Waktu yang dicatat oleh atlet pertama dalam tim-estafet tidak boleh diajukan sebagai suatu rekor. b) Untuk lomba sampai dengan 400m.8. 9 & 10.akui haruslah sama atau lebih unggul/tajam daripada prestasi ter baik sebelumnya pada saat itu. Bila kecepatan angin yang diukur searah dengan arah lompatan di belakang si atlet dengan rata-rata lebih dari 2m per detik. adalah suatu hal yang wajib. Untuk Rekor-rekor Dunia Lari Estafet : Mereka ini hanya diciptakan oleh suatu tim. untuk maksud peraturan ini. e) Dalam lomba lari yang dilarikan dalam jalur-lintasan. Untuk lomba-lomba atas jarak yang beragam : Suatu lomba harus dinyatakan hanya menempuh satu jarak saja. asalkan bahwa setiap rekor begitu di.berikut ini untuk pencatatan waktu harus diperhatikan : a) Rekor –rekor itu harus diambil waktunya oleh para pencatat-waktu resmi atau oleh suatu alat photo-finis otomatis penuh yang te. informasi tentang kecepatan angin. harus disertakan. Untuk Rekor-rekor Dunia dalam Event-event Lapangan (Field events) Prestasinya harus diukur apakah oleh 3 orang Field Judges dengan menggunakan pitaukur baja yang di kalibrasi & diberi sertifikat atau dengan batangan (bar) atau dengan suatu alat pengukur ilmiah yang disyahkan. Kewarga-negaraan dapat diperoleh dalam suatu jalan yang mengacu kepada Pasal 5. ketepatannya telah dikonfirmasikan oleh seorang Judge Pengukur yang memenuhi syarat (qualified). suatu lomba sesuai atas jarak yang ditempuh dalam waktu yang ditentukan boleh dikombinasikan dengan suatu lomba untuk menempuh suatu jarak tertentu (misal: 1 jam dan 20.

5km.hapan: 5km.195km. Penurunan elevasi/kenaikan) antaraaa start dan finis harus tidak melebihi suatu rata-rata 1 : 1000. yaitu 1m per km. haruslah tidak terpisah lebih jauh daripada 50% dari jarak yang dilombakan. Catatan : Disarankan bahwa Badan Penguasa Nasional dan Asosiasi Kawasan/Area agar dapat mengadopsi Peraturan yang mirip-sama yang di atas itu dalam rangka pengakuan pencatatan rekor-rekor di ling kungan sendiri/masing-masing. 10km. Apakah pengukur-jalur yang memberi sertifikat jalur-lomba atau pengukur lain juru-ukur “A” atau “B” yang memiliki data & denah pengukuran lengkap harus mengesyahkan bahwa jalur-lomba yang diukur adalah jalur-lomba yang diukur dengan mengendarai speda pada kendaraan depan. 28. Untuk lari Estafet Jalanan. Untuk Rekor-rekor Dunia lomba di jalan-raya / jalanan : Jalur-lombanya harus diukur oleh seorang Juru-ukur Klas “A” atau “B” dari IAAF atau AIMS yang telah disyahkan sebagaimana ditentukan dalam peraturan IAAF Pasal 117. lebih disukai oleh juru-ukur yang ber. Jalur-lomba itu harus disyahkan di tempat (yaitu dua minggu sebelum. dibagi dengan jumlah event demikian) harus tidak melebihi plus 2m per detik. Rekor-rekor Dunia Lomba Jalanan yang diciptakan pada jarak pertengahan dalam suatu lomba harus sesuai benar dengan kondisi yang ditentukan dalam Pasal 260 dan dicatat-watu sesuai dengan peraturan IAAF. Jarah pertengahan haruslah telah diukur dan diberi marka/tanda selama pengukuran jalur. lebih disukai oleh seorang juru-ukur yang berbeda “A” atau “B” dari salah satu yang mengukur awal. seperti yang diukur untuk tiap event individual. Untuk Rekor-rekor Dunia dalam Event-event Gabungan : Kondisi-kondisi haruslah telah sesuai dengan tiap event individual. Apakah juru-ukur jalur-lomba yang memberi sertifikat jalur-lomba itu atau juru-ukur lain “A” atau “B” yang memiliki data & denah pengukuran lengkap harus mengsyahkan bahwa jalur-lomba yang diukur adalah jalur yang ditempuh. Titik-titik Start dan Finis dari suatu jalur-lomba. lomba itu harus dilarikan dalam ta. mini mal satu kondisi berikut ini harus dipenuhi : 138 Kecepatan angin di dalam tiap individual event harus tidak melebihi plus 4m perdetik.5km dengan suatu kemungkinan start & finis di dalam suatu Stadion. Kecepatan rata-rata ( sesuai atas beberapa kecepatan angin. 10km.27. 7. 29.beda “A” atau “B” dari salah satu pengukuran yang asli/orisinal. kecuali bahwa dalam event-event dimana kecepatan angin diukur. pada hari ‘H’ perlombaan atau segera mungkin yang praktis setelah perlombaan). . Untuk Rekor-rekor Lomba Jalan-cepat Jalan-raya / Jalanan : Jalur-lombanya harus diukur oleh seorang juru-ukur “A” atau “B” yang disyahkan oleh IAAF atau AIMS sebagaimana ditetapkan/diatur dalam Pasal 117 Sirkuit harus tidak lebih pendek dari jarak 2 km dan tidak lebih dari 2. 5km. yang diukur sepanjang garis-lurus antara mereka. Jalur-lomba ini harus dibuktikan di tempat (yaitu di dalam dua minggu sebelum. pada hari perlombaan atau segera sepraktis mung kin setelah perlombaan).

L C.peluru.L. 10.000m. 1 mil. Catatan: Alat pencatatan waktu yang disediakan dengan sistem transponder tidak akan diterima untuk rekor-rekor yang diciptakan dalam Event-event lomba jalanan/jalan-raya. l. 20.000 Halang-rintang (Steeple-chase) : 4 x 200m.peluru. 400m.cakram. Half Marathon 25km. 1000m. 100km. 200m. = catat listrik. C.Dasalomba/Decathlon.000m.jauh. C. 100km.20km. Half Marathon. 30km.jangkit.000m. 20. 25. Jalan-cepat (Jalanan) : 20km. 4 x 800m. 1500m. 4 x 400m. 1000m.t.000m.M) (C.t. 5000m. 50km. l. 20km. 30. 25km. l. 3000m. : . 4 x 100m. 200m. l. 15km.tinggi. Lari Estafet Jalanan (Hanya Jarak Marathon) Jalan-cepat (lintasan): 10.lembing. Dasalomba (Decathlon)* Hanya disyahkan bila melebihi 8000 points. 4 x 800m.000m.M. 30. : 800m. 20. 3000m. 3.jangkit. l. : l.galah. 1 Jam. 30.jauh.Prestasi dicatat dengan alat listrik otomatik penuh (C. : t. 10. 1500m.lembing Event gabungan : Sapta-lomba/Heptathlon.M : 100m.L) .000m. 1 Jam. 2000m. l.galah. 110mgw.L atau C.000m. : t. l.cakram.Prestasi dicatat waktunya dengan tangan/manual (C. Estafet Lomba Lari Jalanan : 10km.tinggi.000m. = catat manual) PUTRA Hanya C. 25.Marathon. 4 x 400m. 3. 5000m.000m. 1 Mil. lontar martil. 30km. 400m. 100mgw.Marathon. 50.000m. l.000m.L. Lari Estafet Jalanan (Hanya Jarak Marathon) Jalan-cepat (lintasan): 20.139 PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006-2007 Pasal 261 EVENT-EVENT ATLETIK YANG REKOR DUNIANYA DIAKUI .M : 100m. l. 4x100m : 800m. Lompat Lempar : l.L atau C. l. l. . Lompat Lempar Event gabungan PUTRI Hanya C. 4 x 1500m Lomba Lari Jalanan : 10km. 400mgw.martil.000m Halang-rintang (Steeple chase) Lari Estafet : 4 x 200m.000m Jalan-cepat (jalanan) : 20km. 400mgw.000m. 15km. 2000m.

000m.Prestasi dicatat waktunya dengan tangan/manual (C. 3. 200m. : t. PUTRI JUNIOR Hanya C. 1 Mil. 400m. l. l.cakram.L C.L atau C.galah. 3.000m.000m 5. 3000m st.tinggi. l.000m.ch. : Dasalomba.000m Jalan-cepat(Jalanan) : 10km Lompat Lempar Event gabungan : l. lontar martil.L atau C. C.lembing.M) (C. 4 x 400m.M.M : 100m. 100mgw. 110mgw. 4 x 400m. l. Jalan-cepat(lintasan) : 10.peluru.galah. l. 4 X 100m. 1000m.L) .M : 100m. l.t. : 800m.L. 10.000m. 400m. Catatan: Alat pencatat waktu yang disediakan dengan sistem transponder tidak akan diterima untuk rekor-rekor yang diciptakn dalam event-event jalanan / jalan-raya.peluru.jangkit.000m.jauh. C.140 Pasal 262 EVENT-EVENT UNTUK REKOR-DUNIA JUNIOR YANG DIAKUI . 200m.500m.t. l.lembing Event-gabungan : Saptalomba (Heptathlon).Prestasi dicatat dengan alat listrik otomatis penuh (C. 400mgw.000m st. l. Dasalomba. 1. : 800m. l. 1500m. . 3000m.tinggi. l.ch .jangkit. 400mgw. 10. lontar martil. = catat listrik. : t.cakram.jauh. 4 x 100m. Jalan-cepat(lintasan) : 10.L. 1. 5000m. Jalan-cepat(Jalanan) : 10km Lompat Lempar : l. = catat manual) PUTRA JUNIOR Hanya C.* * Hanya disyahkan bila melebihi 7300 points. 1 Mil.

4 x 800m Lomba Jalan-cepat : 3000m Lompat : l. 5000m.PERATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006-2007 141 Pasal 263 EVENT-EVENT untuk REKOR-REKOR DUNIA INDOOR yang diakui Prestasi dicatat dengan alat Elektrik Otomatis penuh (C.jauh. l. 1000m. 60m gawang : 800m.E atau C.E.11.jangkit Lempar : t. “ Maaf. Lompat : l.2005 ATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006/2007 Alih Bahasa: H. 1500m.1500m.1 mil. 400m. 200m. : 50m. 50m gawang. 3000m. 4 x 400m. l. Estafet: 4 x 200m. 3000m. 60m.Tinggi-galah. 60mgw : 800m.jangkit Lempar : t.peluru Event gabungan : Hepatathlon (Saptalomba) PUTRI Hnaya C. Suyono Ds. l. 200m.peluru Event Gabungan : Pancalomba (Pentathlon). l. tolong dicermati & dikoreksi !” IAAF RDC JKT: 19. 4 x 800m.1 Mil.M.tinggi-galah.E.M : 50m. l. 60m. C. l. Lomba Jalan-cepat : 5000m. Staf Sekretariat IAAF-RDC Jakarta “ Wassalaaam !!!!! Selamat meng-amalkannya !!!” . 400m 50m gw.E.jauh.tinggi. C. atau C.M) PUTRA Hanya C. 5000m Estafet: 4 x 200m. 1000m.E) Prestasi dicatat waktunya secara manual (C.tinggi. 4 x 400m.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful