1

INTERNATIONAL ASSOCIATION OF ATHLETICS FEDERATIONS

PERATURAN LOMBA ATLETIK - IAAF

2006-2007
( BAGIAN PERTAMA BAB 1 - BAB 4

)

IAAF – RDC JAKARTA Alih Bahasa : H. Suyono Ds. Staf Sekretariat RDC Stadion Madya Senayan Komplek GELORA BUNG KARNO Jakarta: 23.12.2005

2
PRAKATA Dua tahun lalu, saya dengan senang hati memperkenalkan sebuah buku petunjuk / handbook yang ringkas-padat dan menarik para penggunanya yang menghimpun semua ketentuan dan peraturan mengenai pengorganisasian/pelaksanaan perlombaanperlombaan atletik internasional. Sekarang, setelah mengikuti Kongres IAAF di Helsinki ke 45, lagi-lagi saya sangat gembira untuk memperkenalkan suatu edisi pembaharuan tentang Peraturan-peraturan Perlombaan atletik IAAF, yang memperhatikan semua perobahan yang disepakati oleh para delegasi dari 211 Anggota Federasi IAAF. Meskipun tidak ada perobahan yang utama terhadap ketentuan – peraturan yang telah ada, edisi kali ini berisikan sejumlah perobahan editorial guna menjamin ketetapan dan kejelasannya. Sebagaimana masyarakat atletik seluruh dunia, kita selalu mengikuti jalur menuju ke modernisasi, ‘handbook’ ini harus mampu melayani sebagai suatu denah / peta-jalan raya. Saya tidak dapat cukup menekankan bahwa inti-sari sport kita ini, yang adalah ‘fair-play’ dan menaruh respek terhadap ketentuan & peraturan-peraturan’, semuanya tertera di dalam lembar-lembar halaman buku petunjuk/manual ini. Fakta yang sangat nyata disini adalah bahwa perobahan-perobahan peraturan 279 buah yang diusulkan, setelah melalui debat panjang, akhirnya 206 buah (perobahan) disepakai oleh Kongres di Helsinki, sekedar penekanan betapa pentingnya keanggotaan kita yakin/percaya akan kerja ini. Bagi saya kini tinggal menyampaikan ungkapan rasa terima-kasih kepada semua mereka yang telah terlibat dalam penyusunan draft/rancangan bagi penerbitan baru ini, termasuk para anggota Keluarga Atletik Dunia, Dewan IAAF, Komite Teknik IAAF dan Komisi Judisial, dan juga para Staf (Markas Besar) IAAF. Lamine Diack Presiden IAAF

-

-

-

PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 – 2007 DAFTAR – ISI Peraturan/Pasal Halaman

3

BAB 1 – (Perlombaan Internasional) Pasdal 1- Pasal 8 Pasal 1. Lomba atletik Internasional dimana Peraturan harus berlakukan Wewenang menggelar Lomba atletik Internasional Perlomban: dunia, area, kawasan, wilayah atau grup, IAAF-Permit Persyaratan lomba dalam lomba atletik internasional Kewarganegaraan dan Perobahan-perobahan dalam kewarganegaraan Pembayaran kepada para atlet Perwakilan atlet Periklanan & pameran selama lomba internasional BAB 2 – (Keabsahan / eligibilitas) Pasal 20 – Pasal 22 Pasal 20. Definisi keabsahan atlet 21. Larangan berlomba bagi atlet yang sah 22. Ketidak absahan untuk ikut dalam lomba atletik domestik & internasional BAB 3 –(Anti Doping) Pasal 30 – Pasal 45 Pasal 30. Lingkup Peraturan Anti Doping 31. Orgtanisasi Anti Doping IAAF 32. Pelanggaran Peraturan Anti Doping 33. Standard Bukti dari Doping 34. Daftar zat Terlarang 35. Test 36. Analisis sampel 37. Mengelola hasil-hasil 38. Prosedur disipliner 39. Men-diskualifikasi hasil-hasil 40. Sanksi-sanksi terhadap individu-individu 41. Kewajiban melapor Anggota 42. Sanksi-sanksi terhadap Anggota 43. Pengakuan 44. Undang-undang pembatasan 45. Interpretasi BAB 4 (Disputes/sengketa/perselisihan) Pasal 60 Pasal 60. Disputes / perselisihan

Keanggotaan (Membership) Keanggotaan dari IAAF. Kompetisi/Perlombaan Internasional Tiap Kompetisi Internasional yang terdaftar sesuai peraturan Pasal 1 dari peraturan ini. lari jalanan. IAAF (The International Association of ATHLETICS Federations). Kewarganegaraan (Ciitizenship) Warga-negara sah dari suatu Negara atau dalam hal Teritori. Dewan (Dewan) IAAF Dewan Negara (Country) Suatu daerah geografis yang ber-pemerintahan sendiri yang diakui dunia sebagai suatu negara merdeka oleh hukum internasional dan badan-badan pemerintahan internasional . .DEFINISI – DEFINISI 4 Asosiasi Area Suatu asosiasi area/kawasan dari IAAF bertanggung jawab untuk membantu perkembangan atletik di dalam satu dari enam area / kawasan ke dalam mana para Anggota dibagi di dalam Konstitusi. Asosiasi Internasional Federasi-federasi Atletik . Konstitusi (undang-undang) Konstitusi IAAF. lari lintas-alam dan lari bukit/pegunungan. CAS (Court of Arbitration for Sport) Pengadilan Arbitrasi untuk sport. Atletik Kegiatan event di lintasan. IOC (International Olympic Committee) Komite Olimpiade Internasional (KOI) Anggota (Member) Suatu badan pemerintahan nasional untuk Atletik yang berafiliasi kepada IAAF. warga-negara sah dari Teritori Negara Induk dan status sah yang layak di dalam teritori itu di bawah hukum yang berlaku. Klub Suatu Klub atau masyarakat atlet yang ber-afiliasi kepada suatu Anggota Federasi (IAAF) sesuai dengan Peraturan dari Anggota (*Federasi IAAF). Citizen (warga-negara) Satu pribadi yang memiliki kewarganegaraan yang sah dari suatu Negara atau dalam hal suatu Teritori. lomba jalan-cepat. warganegara sah dari Negara Induk dari Teritori dan status sah yang layak di dalam Teritori di bawah hukumhukum yang berlaku. dan di lapangan. Komisi Suatu Komisi IAAF yang telah ditunjuk oleh Dewan / Dewan di bawah istilah-istilah Konstitusi.

Catatan 2 : Semua referensi di dalam Peraturan yang tertuju kepada gender. disahkan oleh Kongres IAAF 2005.5 Federasi Nasional Anggota IAAF ke dalam mana seorang atlet. Petunjuk Prosedural (Procedural Guidelines) Petunjuk Prosedural untuk Kontrol Doping sebagaimana telah disahkan oleh Dewan / Dewan. Teritori Suatu wilayah geografis atau suatu regional yang adalah bukan suatu negara. orang pendukung atlet atau orang lain di bawah peraturan ini berafiliasi. . Regulasi (Regulationms) Peraturan dari IAAF yang dapat melewati Dewan dari waktu ke waktu. minimal memiliki otonomi pengendalian/ kontrol terhadap kegiatan sport yang karenanya diakui oleh IAAF.maskulin juga harus termasuk referensi kepada kaum putri dan semua refensi tertuju kepada tunggal harus juga termasuk referensi kepada plural / jamak. yang utama di dalam program resmi Catatan 1 : Definisi-definisi tersebut di atas menerapkan semua Peraturan. Seri-seri Perlombaan Atletik Dunia Perlombaan-perlombaan atletik Internasional perlombaan atletik empat tahunan IAAF. Aturan / ketentuan (Rules) Aturan perlombaan / kompetisi dari IAAF sebagaimana yang ditentukan di dalam handbook Peraturan Perlombaan ini. adalah ditandai dengan dibubuhkan garis-ganda pada pinggir halaman buku/handbook. Ada definisi lebih lanjut dimuat di Chapter 3 yang hanya menerapkan Peraturan Anti Doping. namun memiliki aspek-aspek tertentu tentang pemerintahan sendiri. Catatan 3: Amandemen (selain dari amandemen editorial) kepada peraturan yang disamakan dalam Peraturan Lomba Atletik IAAF 2004-2005.

h) Perlombaan yang lain khususnya diwenangkan oleh satu Anggota sehingga atlet luar negeri boleh berpartisipasi (lihat Pasal 3.5). Asian Games. (ii) International Games yang lainnya. Pan American Games. b) Kejuaraan Area/kawasan. g) Pertandingan Invitasi Internasional khususnya diwenangkan oleh suatu Asosiasi Area (lihat Pasal 3. IAAF sendiri harus punya hak untuk mengatur atau memberi sanksi kepada: Kejuaraan Dunia. atau suatu kombinasi dari Anggota dan Perebutan Piala Klub. Regional atau Grup atau Games. untuk Perlombaan Inter-Area (di dalam Kawasan) dan untuk perlombaan atletik lainnya di dalam mana lima negara atau lebih atau Teritori berpartisipasi. Central American and Caribbean Games. bagi semua Kejuaraan Area. Mediteranean Games.5).4). b) Aplikasi/permohonan suatu permit/izin harus diajukan kepada IAAF disertai dengan sejumlah biaya sebesar US$150 (atau senilai itu dalam mata-uang asing) oleh Anggota IAAF di dalam negara/teritori mana Kejuaraan. 2. Kejuaraan Regional atau Kejuaraan Grup. Perlombaan antar Kawasan/Area. e) Pertandingan antara dua atau lebih Anggota-anggota. Area/Kawasan. f) Perlombaan Invitasi Internasional khususnya diwenangkan oleh IAAF (lihat Pasal 3. Pertandingan atau kompetisi lainnya.6 BAB – I PERLOMBAAN ATLETIK INTERNASIONAL Pasal 1 Perlombaan Atletik Internasional dimana Peraturan-peraturan harus diterapkan Pada perlombaan-perlombaan Internasional berikut ini. Regional atau Grup (misal: Games dimana perlombaan beberapa sport diselenggarakan) (i) African Games. IAAF harus mengatur suatu Kejuaraan atletik Dunia dalam tahun-tahun ganjil. c) Pada Games: Area. Afro Asian Games. Regional atau Grup IAAF Permits 1. kecuali Dewan/Dewan menentukan lain. peraturan-peraturan dan ketentuanketentuan harus diterapkan : a) (I) Kerjuaraan (atletik) Dunia dan Perebutan Piala Dunia (ii) Olimpiade. Games. Panitya Penyelenggara harus menjamin bahwa Negara-negara atau Teritori-teritori yang dikirim undangan adalah Anggota (IAAF) dan tiap Negara yang ingin berpartisipasi dan bukan/belum menjadi anggota (IAAF) harus mengajukan . Kejuaraan atletik: Area. Regional atau Grup dalam Atletik. Semua formulir aplikasi harus diisi lengkap dan rinci dan dikirim ke Markas Besar IAAF tidak lebih lambat dari tanggal 31 Desember dalam tahun sebelum/mendahului tanggal dilaksanakannya Kejuaraan. Perlombaan-perlombaan yang memerlukan Izin IAAF (IAAF Permit) 3. Pertandingan atau kompetisi lainnya akan dilaksanakan/dilangsungkan. Pasal 2 Kejuaraan atletik: Dunia. Perlombaan-perlombaan antara lima negara atau lebih atau teritori : a) Otorisasi dari IAAF diperlukan. Regional atau Grup atau Games. Area/Kawasan. Games. d) Perebutan Piala Area/Kawasan dan Kejuaraan Kelompok Umur Area/Kawasan atau Regional.

dan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum hak/otorisasi diberikan. 7 d) IAAF tidak punya wewenang kontrol secara exklusif atas Games: Area. Perlombaan Invitasi Internasional yang di-otorisasikan oleh suatu Kawasan/Area dan Perlombaan-perlombaan lain yang di otorisasikan oleh suatu Anggota (IAAF) sehingga atlet-atlet asing/luar-negeri boleh berpartisipasi. Namun. adalah tersedia dari Markas IAAF dan dapat diperoleh atas permintaan. IAAF harus memperoleh/menerima hal-hal yang diupayakan pihak Penyelenggara Perlombaan secara tertulis tentang : . a) Otorisasi oleh Asosiasi Kawasan/Area atau Anggota-anggota untuk Perlombaan menurut Pasal 1 g) dan h) secara pasti harus ditunjukkan kepada Dewan / Dewan IAAF guna pengesahan. Regional atau Grup sesuai Pasal 1 (b) tanpa lebih dulu mendapat suatu perlakukan tak bersyarat bahwa pentingnya izin bagi para atlet berkunjung dan para petugas untuk memasuki Negara atau Teritori dimana Kejuaraan itu akan dilaksanakan dimasa mendatang dengan cukup waktu guna memungkinkan mereka untuk membuat perjalanan dan berlomba di arena Kejuaraan dimaksud. ini tidak berwewenang mendukung perlombaan atletik di dalam Games demikian bila Dewan IAAF tidak puas bahwa Anggota di negara mana atau teritori mana Gamers itu dilaksanakan. c) IAAF tidak akan memberi wewenang kepada Kejuaraan atletik Kawasan. d) Sebelum memberikan hak/otorisasi suatu Perlombaan atletik Invitasi Internasional sesuai Pasal 1 f). b) Sebelum memberi otorisasi suatu Perlombaan menurut Pasal 1 g) atau h) di atas. maka Kejuaraan itu harus dipindahkan ke Negara lain atau Teritori yang dapat memenuhi dengan upaya itu. telah mengambil tidakan-tindakan praktis guna memastikan bahwa izin yang penting bagi para atlet yang berkunjung/datang dan petugas untuk masuk ke negara atau teritori akan datang dengan cukup jauh sebelumnya guna memungkinkan mereka berjalan dan bertanding di arena Games dimaksud. adalah tersediakan dari Kantor/Markas IAAF atas permintaan. disertai dengan sejumlah biaya sebesar US$150 atau senilai itu dalam mata-uang asing/lain. b) Aplikasi/permintaan suatu permit /surat-izin untuk menyelenggarakan suatu Perlombaan atletik Invitasi Internasional menurut Pasal 1 f) harus dibuat di atas formulir resmi. Aplikasi demikian harus diterima minimal tiga bulan sebelum hari tanggal pembukaan Kejuaraan/Games/Pertandingan atau kompetisi lain dimaksud. atas nama Panitya Penyelenggara perlombaan yang dimaksud.permohonan kepada IAAF untuk menjadi Anggota (IAAF).bahwa semua Rules & Regulations akan dipatuhi/ditaati. bila demikian yang diminta. a) Otorisasi/hak dari IAAF diperlukan bagi semua Perlombaan (atletik) Invitasi Internasional menurut Pasal 1 f). oleh Anggota (IAAF) di negera atau teritori mana perlombaan itu akan dilaksanakan. Bila akhirnya berlangsung bahwa usaha ini tidak dapat dipenuhi.1 f). Perlombaan Invitasi Internasional diwenangkan oleh IAAF 4. Catatan : Rincian lebih lanjut tentang bagaimana mendapatkan otorisasi untuk perlombaan menurut Pasal 1. Regional atau Grup termasuk di dalam Pasal 1 c). yang aplikasi itu harus telah diberikan mendahului pendaftaran dia untuk ikut berpartisipasi dapat diterima. c) Semua formulir aplikasi/permohonan harus diisi lengkap secara terinci dan dikirim ke Kantor Besar/Markas IAAF.bahwa informasi pada semua aspek dari pengorganisasian perlombaan itu akan dilapor/ diajukan dalam tempo 30 hari kepada IAAF. 5. Catatan : Lebih lanjut tentang bagaimana memperoleh otorisasi untuk Perlombaan menurut Pasal 1 b) dan kondisi/syarat yang harus dipenuhi sebelum otorisasi itu diberikan. . Asosiasi Area/Kawasan atau Anggota IAAF harus memperolehnya dari Panitia Penyelenggara suatu undertaking/pengupayaan secara tertulis akan : . tidak lebih lambat dari tanggal 1 September dalam tahun menjelang dilaksanakannya Perlombaan dimaksud.

dan Federasi Nasional yang asli harus mengirim suatu jawaban tertulis terhadap permohonan itu di dalam tempo 30 hari. guna meyakinkan bahwa peraturan dan ketentuan-ketentuan adalah dituruti. Pasal 4 Syarat-syarat untuk berlomba dalam Perlombaan Internasional 1. federasi nasional dari negara atau teritori dimana si atlet tinggal harus mengirim permohonan tertulis kepada Federasi Nasional yang asli. kecuali jika dia : a) adalah seorang anggota Klub yang berafiliasi kepada suatu Anggota (IAAF). 3. Tidak ada atlet atau klub bolehy berpartisipasi dalam suatu perlombaan atletik di luar negeri ataui Teritori tanpa pengesahan tertulis dari Anggota ke dalam mana si atlet berafiliasi. E-mail (surat per listrik)yang mencakup suatu fungsi penerimaan adalah dapat diterima untuk . atau c) telah menyetujui untuk mentaati peraturan dari satu Anggota.Peraturan ini mungkin bervariasi atau dirobah oleh Dewan/Dewan bila ini sesuai/cocok. dan tidak ada Anggota mengizinkan atlet luar-negeri atau klub untuk masuk kedalam perlombaan tanpa izin yang menjelaskan bahwa si atlet atau klub adalah sah dan diizinkan untuk ikut berlomba di Negara atau teritori dimaksud. 2. IAAF harus menentukan seorang perwakilan untuk menghadiri setiap perlombaan dimana otorisasi diperlukan. Ketentuan/regulasi dan Petunjuk Prosedural (yang dirobah dari waktu ke waktu) dan menyampaikan semua disput/perselisihan yang dia punya dengan IAAF atau Anggota hanya kepada arbitrasi/pengadilan sesuai dengan peraturan ini. menerima dengan tidak mengacu disput/perselisihan demikian ke Pengadiln lain atau otorita yang tidak disediakan dalam Peraturan ioni. Perwakilan demikian harus menyerahkan laporannya kepada IAAF di dalam tempo 30 hari kemudian. Bahkan kemudian Federasi Nasional dari negara atau teritori di mana si atlet tinggal tidak dapat memasukkan/mendaftarkan nama seorang atlet untuk berlomba di negara atau teritori lain tanpa otorisasi sebelumnya dari Federasi Nasional yang asli. penyelenggara perlombaan dan para Anggota (IAAF). 7. dan d) untuk Perloimbaan Internasional dimana IAAF bertanggung jawab untuk Kontrol Doping (lihat Pasal 35. Keduanya dari komunikasi ini harus menjadi sarana yang mempercepat pengakuan penerimaan. Tidak ada atlet boleh berpartisipasi dalam Perlombaan Internasional. atau b) adalah dia sendiri berafiliasi kepada satu Anggota (IAAF). perwakilan atlet. perjalanan udara klas busines pulang-pergi harus disediakan. Dewan/Dewan IAAF dapat menghasilkan Peraturan/regulasi yang mengatur pelaksanaan perlombaan yang digelar di bawah Peraturan dan mengatur hubungan antar atlet. Dalam semua kasus dibawah Peraturan ini. Peraturan yang mengatur pelaksanaan Perrlombaan atletik Internasional 6. bahwa informasi akan segala aspek tentang pengaturan/pengorganisasian perlombaan akan diajukan kepada Asosiasi Area/Kawasan atau Anggota yang memberi otorisasi dalam tempo 30 hari.7 di bawah). Pemilihan angkutan udara diserahkan kepada kebijakan perwakilan itu dan dalam hal melibatkan penerbangan lebih dari jarak 1500 mil. telah menanda-tangani suatu persetujuan dalam suatu formulir yang dibuat oleh IAAF yang dengan itu dia setuju terikat dengan Peraturan . Tidak ada atlet yang berafiliasi di luar negeri tanpa pemberian otorisasi sebelumnya dari Federasi Nasionalnya yang asli. bila demikian yang diminta. atas biaya pihak penyelenggara. Biaya akomodasi harus juga dibayar oleh pihak panitia-penyelenggara tidak lewat dari hari akhir Perlombaan/Kejuaraan atau seksi atletik dari Games atau pada hari Perlomban itu sendiri bila kompetisi itu hanya lomba satu hari. C) Tidak ada Anggota akan memberikan otorisasinya menurut Pasal 1 h) untuk suatu Perlombaan yang memberi/mengirim invitasi/undangan kepada para atlet yang tampil di dalam daftar prestasi 100 terbaik dunia dari tahun sebelumnya lebih dari 5 Anggota (selain Anggota tuan-rumah / penyelenggara).8 bahwa semua ketentuan dan peraturan akan dipatuhi/taati. Biaya perjalanan dari Perwakilan ini harus dibayarkan kepadanya oleh penyelenggara tak lewat dari 14 hari menjelang keberangkatannya menuju arena/venue.

5. Setelah sekali mewakili satu Anggota dalam Perlombaan Internsional menurut Pasal 1 a). c) Bahwa. dimana perlombaan itu dilaksanakan di negara/teritori yang bukan Anggota. 4. atau dari Anggota yang ingin mengirimkan atlet untuk bertanding di dalam suatu Negara/Teritori bukan Anggota (IAAF). b) Pembentukan suatu Negera baru yang disahkan dengan pakta (treaty) atau dengan jalan lain diakui pada tingkat dunia. dia terkena/terlibat peraturan lomba atletik dari negera atau teritori itu. c). b). c). kecuali dalam keadaan berikut ini : a) Penggabungan suatu Negara atau Teritori dengan yang lain. b). Anggota (IAAF) harus diwakili hanya oleh Warga-negara dari Negara atau Teritori itu yang Anggota yang berafiliasi mewakilinya. c). I) atau d) selama 3 tahun setelah penambahan kewarga-negaran baru menuruti aplikasi atlet.maksud ini. dan d). IAAF haru menerbitkan petunjuk untuk menghimpun dari suatu tuntutan menurut peraturan ini dan petunjuk ini harus tersedia pada IAAF website Catatan: Pasal 4. c). si atlet tidak harus mewakili Anggota barunya dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a). tidak ada atlet sesudah itu mewakili satu Anggota lain dalam Perlombaan Internasional sesuai Pasal 1 a). dengan pengesahan dari Dewan/Dewan. Tempo 3 tahun boleh dikurangi atau dibatalkan seperti ditetapkan di bawah ini : (i) jangka-waktu itu dapat dikurangi sampai 12 bulan dengan persetujuan dari Anggota yang bersangkutan. maka otorisasi harus dianggap telah diberikan. Apabila respons/jawaban dari federasi nasional yang asli si atlet diterima di dalam tempo 30 hari. Dalam Perlombaan Internasional sesuai Pasal 1 a). si atlet atau federasi Nasional dari negara atau teritori di mana si atlet tinggal dapat menuntut terhasdap setiap keputusan demikian kepada IAAF. b) Bahwa izin sebelumnya dari Dewan diberikan atas aplikasi dari Anggota didalam Negera atau Teritori dimana perlombaan itu dilaksanakan. Pengurangan itu harus efektif pada saat diterima oleh Kantor IAAF dari suatu notifikasi tertulis dari persetujuan Anggota yang telah ditanda-tangani oleh kedua pihak. kecuali untuk Perlombaan Internasional yang terdaftar di bawah Pasal 1 a) dan b). Dalam hal ini. i). asalkan : a) bahwa Federasi Nasional atau organisasi atletik yang bersangkutan tidak pada waktu yang relevan ditangguhkan dari IAAF atau dikeluarkan dari kategori-kategori tertentu dari kompetisi oleh IAAF. I) dan d). Peraturan tidak berlaku kepada atlet yang bukan Warganegara dari suatu negara atau teritori atau bagi pengungsi politik.3 tentang atlet berusia 18 tahun atau lebih pda saat tanggal 31 Desember pada tahun yang ditanyakan. (ii) jangka-waktu / periode itu dapat dikurangi atau dibatalkan dalam kasuskasus sungguh terkecuali. Anggota (IAAF) ingin mengirim para atletnya untuk bertanding di sana pertama harus memperoleh suatu undertaking (pengupayaan) dari pihak penyelenggara perlombaan bahwa dalam semua respek yang lain peraturan ini akan diikuti/dipatuhi. b). 2. Tiap atlet yang berlomba di luar negerinya atau teritori selain dari Perlomban Internasional sebagaimana ditentukan di atas harus menghormati/menghargai perlombaan demikian. Para atlet dari suatu Federasi Nasional atau dari organisasi atletik lainnya yang adalah bukan satu Anggota (IAAF) boleh berlomba di setiap perlombaan. c) Tambahan suatu kewarga-negaraan baru. Pasal 5 Kewarga-negaraan dan perobahan-perobahan dalam kewarga-negaraan 1. melawan / terhadap para atlet yang ada di bawah judgesdiksi satu Anggota. atau d). I). tidak 9 Dalam kejadian suatu respons/tanggapan yang negatif haruslah didukung dengan alasan-alasan. . b).

Waktu 3 tahun ini dapat dikurangi atau dibatalkan seperti yang ditetapkan di bawah ini : (i) periode itu boleh dikurangi sampai 12 bulan dengan persetujuan dari Anggota ybs. latihan / training. c). dengan setiap perwakilan dari satu Anggota yang ada dalam status under suspension (pen-sekoresan). e) Dalam tiap periode 365 hari terus-menerus. b) Seorang atlet yang memenuhi persyaratan peraturan Pasal 5.3 a) di atas boleh mewakili Federasi Nasionalnya yang baru dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a0—e) hanya setelah menyelesaikan periode waktu 3 tahun bertempat tinggal secara terus-menerus di dalam negara atau teritorinya yang baru dan setelah dia meminta kewarga-negaraan baru.3 a) tsb. I) atau d). dia tidak harus mewakili Anggota (IAAF) lainnya yang dia adalah seorang warga-negara dalam suatu perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a). seorang atlet boleh tidak menghabiskan waktu lebih dari 90 hari ada di luar-negeri atau teritori dari Anggota yang berstatus dalam penyekorsan (under suspension). Di atas boleh berlomba di dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 f). melatih/coaching. seorang atlet yang memegang kewarganegaraan dari dua atau lebih negara-negara atau teritori-teritori. dia boleh berlomba dalam perlombaan dalam-negeri / domestik yang diorganisir oleh Anggota yang tidak ditangguhkan atas syarat bahwa : . f) Seorang atlet sedang mencari guna memenuhi syarat sesuai peraturan ini haruslah menahan diri dari setiap kegiatan atletik. b). d) Lama waktu tinggal terus-menerus ini harus dihitung sesuai satu tahun 365 hari. a) Bila seorang warga-negara dari satu negara atau teritori dari satu Anggota yang keanggotaannya ditangguhkan dari IAAF sedang mencari untuk menjadi seorang warganegara dari satu negara atau teritori dari satu Anggota yang tidak ditangguhkan keanggotaannya.d) Kewarga-negaraan ganda. b). c) Seorang atlet yang telah memenuhi persyaratan peraturan Pasal 5.dia minimal menyelesaikan tinggal satu tahun penuh di dalam negara atau teritori baru ini. . tetapi tidak melarang untuk ikut : lomba ekshibisi. yang dia boleh memilihnya. Anggota dan para Petugasnya. di atas atau sebaliknya. I) atau d) selama periode 3 tahun dari sejak tanggal dia terakhir mewakili Anggota (IAAF) yang pertama. 10 Namun. boleh mewakili Anggota(IAAF) baik keduanya atau salah satu.dia mengumumkan ulang kebangsaan dia yang dahulu dalam proses pengajuan menjadi warga-negara dari negara atau teritori dari Anggota yang tidak ditangguhkan dan dia menyatakan secara luas – umum fakta ini dengan menasehati Anggota-anggota yang relevan. g) dan h) hanya setelah menyelesaikan periode dua tahun terus-menerus tinggal di dalam negara atau teritorinya yang baru. Dalam hal ini. Pengurangan itu harus efektif pada saat penerimaan oleh Kantor IAAF dari suatu pemberitahuan tertulis dari persetujuan Anggota tab the ditanda-tangani oleh dua belah pihak. c). 4. . melakukan interview/wawancara dan interview yang dipublikasikan.3 f) tsb. mengajar/memberi kuliah. (ii) 3. yang harus meliputi. . para pelatih dan para atlet adalah tidak untuk melakukan aktivitas sebagai yang ditentukan dalam Pasal 5. perwasitan/officiating.perlomban atletik domestik / dalam-negeri yang dia ikut di dalamnya tidak mengikut sertakan atlet dari Anggota-anggota lainnya. dimulai dari hari setelah seseorang mendarat di dalam negara atau teritori dimana dia mencari dan meminta /mengajukan kewarga-negaraan baru. setelah mewakili Anggota dalam Perlomban Internasional menurut Pasal 1 a). Periode itu dapat dikurangi atau dibatalkan dalam sungguh kasus-kasus dengan pengecualian pengesahan dari Dewan.

dalam bekerja-sama dengan Anggota (IAAF). Peraturan-peraturan ini harus melekat kepada minimal prinsip-prinsip di bawah ini a) Hanya periklanan dari suatu hal komersial atau kemurahan hati yang diizinkan pada perlombaan yang dilakukan menurut peraturan-peraturan ini. dan para atlet boleh dibayar secara tunai atau dalam berbagai cara yang cocok/layak untuk penampilan. dan tak ada Perwakilan atlet akan diberi wewenang. Tidak ada iklan yang tampil tidak jelas.bergabung dengan tiap perwakilan dari satu Anggota yang dalam status pen-sekoresan. 4. judge-judge para atlet dll. ketentuan-ketentuan guna menjamin bahwa tak ada atlet akan diberikan izin oleh Anggota untuk menggunakan suatu Perwakilan Atlet. Setiap Anggota harus memiliki judgesdiksi atas Perwakilan atlet bertindak atas nama para atlet mereka dan atas Perwakilan Atlet bertindak di dalam Negeri atau Teritiori mereka. 2. Anggota (IAAF) boleh meng-izinkan para atlet untuk menggunakan pelayanan dari suatu Perwakilan Atlet yang diwenangkan (an Authorised Athletes’ Representative) guna membantu atlet. tak sopan. ketentuan/ketetapan untuk pensekoresan dan saksi-sanksi yang tercantum dalam Konstitusi / Undang-undang harus berlaku/diterapkan. asalkan periklanan dan ekshibisi demikian memenuhi ketentuan Peraturan dan dengan tiap aturan yang di tampilkan di bawah ini. membingungkan. berpartisipasi atau bermain dalam tiap perlombaan atletik atau tergabung dalam tiap aktivitas komersial berkaitan dengan partisipasinya dalam atletik. b) Tidak ada iklan yang tampil yang menurut IAAF ini adalah hambar/tawar. Iklan dan pameran/ekshibisi dari suatu yang bersifat promosi dalam semua Perlombaan Internasional haruslah diizinkan sesuai peraturan Pasal 1 a) sampai h). baik itu domestik maupun internasional. menghalangi . Tidak ada periklanan yang memiliki tujuan dari perkara politik atau kepentingan grup penentang (presser group). Buku Catatan Petunjuk ini harus berisikan suatu daftar dari masalah-masalah yang harus diikut-sertakan di dalam setiap sistem peraturan Anggota-Anggota tentang Perwakilan Atlet. Adalah suatu kondisi/syarat keanggotaan bahwa setiap Anggota memasukkan di dalam konstitusi (undang-undang)-nya. yang diizinkan. dan juga bentuk-bentuk kontrak yang disarankan antara para atlet dan Perwakilan mereka. pengaturan dan dalam negosiasi / merundingkan program atletik mereka. saran-saran IAAF tentang praktek terbaik di bidang ini. Pasal 8 Per-iklanan dan Ekshi bisi selama Perlombaan Internasional 1. kecuali ada suatu kontrak tertulis antara si atlet dengan Perwakilannya yang berisikan jangka-waktu (term) minimum ditentukan di dalam Peraturan IAAF tentang Federasi nasional / Perwakilan Atlet. Anggota harus bertanggung-jawab untuk pemberian otorisasi / hak dari Perwakilan Atlet. 3. baik bagian-bagiannya atau sebaliknya. 11 Pasal 6 Pembayaran kepada para atlet Atletik adalah suatu sport terbuka dan terkena Ketentuan-ketentuan dan Peraturan-peraturan. dalam perencanaan. 5. memfitnah atau tidak pantas akan keadaan event. Dalam hal pelanggaran peraturan ini./Regulasi. Dewan akan memberikan peraturan-peraturan dari waktu ke waktu memberi petunjuk yang rinci seperti bentuk dari periklanan yang akan diambil dan cara-cara dimana promosi atau materi lainnya dapat dipertontonkan pada Perlombaan Internasional digarap sesuai Peraturan-peraturan ini. Setiap atlet yang menggunakan satu Perwakilan Atlet yang tidak diwenangkan dapat dikenakan sanksi menurut Peraturan dan Ketentuan-ketentuan. pelatih. para petugas. IAAF harus menerbitkan suatu Catatan Petunjuk bagi para Anggota pada peraturan dari Federasi Nasional/Perwakilan Atlet. Guna membantu Anggota dalam tugas ini. Pasal 7 Perwakilan Atlet 1. 2.

20 DEFINISI ATLET YANG MEMENUHI SYARAT (Definition of Eligible Athlete) 1. . Iklan produk alkohol dilarang.21 Pembatasan/pelarangan Perlombaan bagi Atlet yang memenuhi syarat 1. 2.pandangan kamera TV dari suatu perlombaan. Pasal 22 Ketidak absahan untuk ikut dalam Perlombaan Internasional dan Domestik 1. Orang-orang yang dimaksud itu adalah : a) Yang Federasi nasionalnya sekarang ini ditangguhkan oleh IAAF. Hal ini tidak berlaku bagi tiap perlombaan atletik yang dilarang untuk Kelompok umur Master (usia 35 tahun dan lebih). Perlombaan di bawah peraturan-peraturan ini adalah dilarang bagi para atlet yang adalah di bawah judgesdiksi dari satu Anggota dan yang memenuhi syarat untuk bertanding menurut peraturan. Dalam setiap perlombaan di bawah peratutran-peraturan ini. c) Periklanan produk tembakau adalah dilarang. Bila ada konflik/perselisihan antara peraturan eligibilitas IAAF dan peraturan eligibilitas dari satu Anggota. 12 BAB 2 ELIGIBILITAS (Pemenuhan syarat / Keabsahan) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------Pasal . kecuali secara cepat diizinkan oleh Dewan/Dewan IAAF. Peraturan eligibalitas/pemenuhan syarat para Anggota harus secara tepat dan tegas cocok sesuai dengan ketentuan IAAF dan tidak Anggota yang melampaui/melewati. ditangguhkan dari keikut sertaan atau tidak memenuhi untuk bertanding menurut peraturan. pemenuhan syarat bertanding seorang atlet harus dijamin oleh Anggota kemana si atlet berafiliasi/bergabung. 3. b) Yang telah berpartisipasi dalam tiap perlombaan atletik atau event dalam mana para atletnya adalah sepengetahuan dia. baik yang dilaksanakan sesuai Peraturan–peraturan ini ataupun peraturan domestik dari satu Anggota. Semua iklan harus memenuhi dengan peraturan keamanan yang diterapkan. Seorang atlet adalah memenuhi syarat apabila dia sepakat untuk mematuhi/mentaati Peraturan-peraturan dan tidak dinyatakan sebagai tidak memenuhi syarat. menyebar-luaskan atau menahannya di dalam konstitusi atau peraturan eligibilitas atau peraturan yang bertentangan langsung dengan suatu ketentuan atau peraturan. 3. maka peraturan pemenuhan syarat/eligibilitas IAAF harus diberlakukan. Pasal . Ketentuan-ketentuan dalam peraturan ini dapat dirobah oleh Dewan/Dewan (IAAF) pada setiap saat. Orang-orang berikut ini dapat dinyatakan sebagai tidak absah/tidak memenuhi syarat untuk ikut perlombaan. atau yang berlangsung di dalam Negara atau Teritori dari Anggota yang mendapat penangguhan IAAF. Ini tidak berlaku untuk perlombaan domestik/dalam-negeri yang diorganisir oleh Anggota yang sekarang ditangguhkan ini bagi Warga-negara dari Negara atau Teritori itu.

kecuali sebaliknya dinyatakan dalam peraturan yang relevan. Event / perlombaan Suatu lomba tunggal atau pertandingan dalam suatu kompetisi/perlombaan (misal: 100m atau Lempar lembing) . Bila seorang atlet berlomba sambil ditangguhkan atau tidak memenuhi syarat. Babak Final Atletik Dunia atau suatu Perlombaan Liga Emas individu. i) Yang telah dinyatakan tidak memenuhi syrat (ineligible) sesuaikan atas suatu pelanggaran Peraturan yang dilakukan sesuai ketentuan. 2.1 e)) adalah ditentukan dalam Pasal 60. Petugas Pembantu/pendukung Atlet Adalah setiap: coach. Perlombaan / kompetisi (Competition) Suatu event atau suatu seri event-event perlombaan yang dilaksanakan selama satu hari atau lebih (misal: Kejuaraan atletik Dunia. masa/saat ketidak absahan dia harus. anggota medis atau para medis atau orang lain yang bekerja dengan atau melayani para atlet dalam atau mempersiapkan mereka ikut perlombaan dalam atletik.c) Yang berpartisipasi dalam suatu perlombaan atlerik yang tidak diberi sanksi. Usaha/percobaan (Attempt) Sengaja terlibat dalam perbuatan yang terdiri suatu langkah nyata dalam suatu rangkaian tindak yang direncanakan guna mencapai puncak dalam komisi/perbuatan dari suatu ppelanggaran peraturan anti-doping. tidak diakui atau diberi sertifikat oleh Anggota di dalam Negara atau Teritori di dalam mana perlombaan itu dilaksanakan. atau telah bertanggung-jawab terhadap suatu pelanggaran peraturan atau perbuatan lain yang dinilai/difikirkan sebagai penghinaan atau tidak patut atau mungkin akan membawa sport ke dalam keburukan. e) Yang bertentangan dengan Peraturan Anti-Doping (lihat BAB 3 di bawah ini)! f) Yang telah melakukan suatu perbuatan atau membuat suatu pernyataan baik secara verbal atau secara tertulis. d) Yang ditangguhkan berpartisipasi atau tidak memenuhi syarat untuk berlomba dalam kompetisi di bawah judgesdiksi dari Federasi Nasionalnya. staf dari tim. perwakilan atlet yang diwenangkan. agen.4 di bawah. manajer. g) Yang bertentangan dengan Pasal 8 (Iklan & Pameran selama Perlombaan Internasional) atau tiap Peraturan yang disebutkan di bawah ini. petugas. memulai ulang dari saat terakhir dia berlomba seperti tidak ada bagian dari masa penangguhan atau ketidak absahan telah dilakukannya. yang sejauh ini ketidak absahan demikian tetap denga peraturan ini. Dalam suatu event dari suatu pelanggaran yang dinyatakan dari Peraturan ini . PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 – 2007 13 BAB 3 ANTI-DOPING DEFINISI-DEFINISI Penemuan Analitik Yang merugikan (Adverse Analytical Finding) Suatu laporan dari laboratorium atau test yang sungguh-sungguh disahkan yang menunjukkan dalam suatu sample adanya/hagirnya sutu zat terlarang atau zat metabolitnya atau tandatanda atau bukti dari penggunan suatu metoda terlarang. prosedur disipliner yang diikuti dalam menentukan suatu ketidak absahan atlet (selain dalam kasus suatu pelanggaran Pasal 22. pelatih. 3. Kode / sandi (Code) Kode/Sandi Dunia Anti-Doping. h) Yang menggunakan pelayanan dari Perwakilan Atlet lain dari pada satu yang disahkan oleh Anggota yang relevan sesuai Pasal 7.

Pemilikan (Possession) Pemilikan fisk secara aktual atau pemilikan konstruktif (yang akan ditemukan hanya apabila seseorang memiliki kontrol ekslusif atas zat/metoda terlarang atau premis-premis / alasanalasan di dalam mana zat/metoda terlarang ada) dari suatu zat terlrang atau metoda terlarang.7. asalkan bahwa bila orang itu tidak memiliki kontrol ekslusif atas zat/metoda terlarang yang ada. seorang atlet yang ada di dalam Daftar Pool Testing untuk ikut test di luar perlombaan atau yang lagi bertanding/berlomba dalam suatu perlombaan internasional sesuai Pasal 35. semuanya pada tingkat nasional. Marker / tanda Suatu bahan-campuran (senyawa). Standard Internasional Suatu standard yang dipakai oleh WADA dalam mendukung Kode. pengelolaan hasilhasil tetst. . apabila dipandang dalam keseluruhan dari keadaan. dan pelaksanaan dari dengar-pendapat (hearings). Metabolite / Zat metabolit Setiap zat yang dihasilkan oleh suatu proses bio-transformasi. Metoda Terlarang Tiap metoda yang dijelaskan/tercantum pada Daftar (zat) Terlarang . ppemilikan konstruktif hanya akan diketemukan bila orang itu tahu tentang hadirnya/adanya zat/metoda terlarang dan berniat melakukan kontrol atasnya. Pool Test Terdaftar Pool (sekelompok) atlet unggulan yang diterbitkan oleh IAAF yang terkena baik test dalam perlombaan dan di luar perlombaan adalah bagian dari program penge-tesan IAAF. grup dari bahan campuran atau parameter biologis yang menunjukkan pebnggunaan dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang. Daftar zat Terlarang (Prohibited List) Daftar zat terlarang diterbitkanb oleh WADA mengidentifikasikan / menunjukkan zat-zat terlarang dan metoda-metoda terlarang. Organisasi Nasional Anti-Doping Keseluruhan yang ditugaskan oleh setiap Negara atau Teritori sebagai yang memiliki wewenang utama dan tanggung-jawab untuk memaki dan mengimplementasikan peraturan anti-doping. Tidak ada Kesalahan atau Tidak ada Kelalaian/Ke-sembrono-an.14 Test dalam Kompetisi/perlombaan (In-competition Testing) Ini berarti dimana seorang atlet dipilih untuk di-test dalam kaitannya dengan suatu event khusus. Apabila ada perkecualian keadaan telah ditentukan dalam kasus seorang atlet sesuai Pasal 38 untuk mendemonstrasikan bahwa kesalahan atlet atau kealpaan. Zat Terlarang Tiap zat yang dijelaskan / tercantum pada Daftar Terlarang. Test di luar Perlombaan (Out-of-competition Testing) Ini berarti setiap upaya kontrol doping yang diadakan di luar perlombaan. namun. adalah tidak signifikan dalam hubungannya dengan pelanggaran peraturan anti-doping. Atlet Tingkat Internasional (International-Level athlete) Untuk maksud-maksud dari Peraturan Anti – Doping (Bab 3) dan Disputes (Bab 4). mearahkan pengumpulan dari sampel-sampel kontrol-doping.

otorisasi.tujuan pengontrolan doping. . Peraturan Anti-Doping ini harus berlaku untuk IAAF. kepada orang-orang pendukung atlet atau orang lain. orang pendukung atlet dan orang-orang klain yang berpartisipasi dalam IAAF. 4. atau mengaganggu merobah hasil-hasil atau untuk mencegah prosedur-prosedur yang normal terjadi. pengiriman. membawa pengaruh yang tidak layak terhadap kontrol doping atau proses disipliner. akreditasi atau partisipasi mereka dalam kegiatan mereka atau perlombaan-perlombaan. kedalam peraturan dari tiap Anggota dan Asosiasi Area dan tiap Anggota dan Asosiasi Area harus memasukkan peraturan prosedural dalam peraturannya penting untuk mengimplementasikan Peraturan Anti Doping dan Petunjuk Prosedural secara efektif (dan setiap perobahan yang mungkin dibuat untuk mereka). Peraturan Anti-Doping ini dan Petunjuk Prosedural harus berlaku untuk semua kontrol doping yang IAAF dan para Anggiota dan Asosiasi Area memiliki judgesdiksi. ingesi atau komsumsi dengan segala alat apa saja akan tiap zat terlarang atau metoda terlarang. Tampering ( merusak) Merobah tiap item untuk suatu maksud yabng tidak baik ataui dalam suatu cara yang tak patut dalam kaitannya dengan kontrol doping. baik secara langsung atau melalui pihak lain satu atau lebih. para Anggota (IAAF) dan Asosiasiasosiasi Area/Kawasan dan untuk para atlet. Pasal 30 Lingkup Peraturan-peraturan Anti Doping 1. Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya harus bergabung secara langsung atau dengan referensi. T U E = Therapeutic Use Exemption. 3. Test Sasaran (Target Testing) Pemilihan para atlet untuk menjalani testing dimana atlet atau grup khusus yang dipilih atas dasar tidak-acak (non-random) untuk menjalanmi test pada suatu waktu yang ditentukan.Peraturan dari tiap Anggota dan Asosiasi Area harus secaera khuusus menyediakan baha semua atlet. (Pembebasan penggunaan terapeutik). 2. pengangkutan. Penggunaan Aplikasi. IAAF harus memfokuskan testnya di bawah Peraturan Anti-Doping inii pada para atlet tingkat internasional dan pada para atlet yang berlomba atau yang sedang mengadakan persiapan ungtuk bertanding. menyebarkan akan zat terlarang atau metoda terlarang kepada seorang atlet.15 Sampel / Specimen Tiap zat/materi biologis yang dikumpulkan untuk maksud. afiliasi. Semua Anggota dan Asosiasi Area harus harus tunduk mentaati peraturan Anti-Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya. dalam perlombaan Internasional. tetapi tidak termasuk menjual atau membagikan (oleh petugas medis atau orang lain) suatu zat terlarang atau metoda terlarang untuk maksud-maksud sebenarnya dan sah therapeutic. orang-orang pendukung atlet dan orang-orang lain di bawah judgesdiksi dari Anggota atau Asosiasi Area harus terikat oleh Peraturan AntiDoping ini dan Petunjuk Proseduralnya. Anggota dan Asosiasi Area atas kebijakan persetujuan. keanggotaan. WADA (World Anti Doping Agency) Agen Anti Doping Dunia. injeksi. Trafficking Penjualan.

Dalam memberikan garansii keabsahan dari para atlet untuk Perlombaan Internasional (lihat Pasal21. Salah satu tujuan itu adalah untuk mempromoosikan/meningkatkan ‘fair-play’ terutama dalam sport. Dewan/Dewan memiliki suatu tugas pada Kongres IAAF untuk memeriksa dan mengawasi/ Menjaga aktivitas IAAF sesuai dengan Sasaran Tujuannya (lihat Butir/Artikel 6. referensi dalam Peraturan Anti Doping kepada Anggota atau Fedetrasi Nasional( atau para Officers yang rekevan) harus bila dapat diterapkan menjadi suatu referensi kepada orgabnisasi anti-doping Nasional atau pihak ketiga yang lain ( atau para Officer-nya yang relevan).12 a) dari Konstitusi). Berkaitan dengan Negara-negara. Pada prinsipnya IAAF harus bertindak sesuai Peraturan Anti Doping ini dengan orangorang atau badan-badan berikut ini : a) Dewan / Dewan IAAF. dan untuk mengembangkan dan memelihara program-program pendeteksian. Amandemen sementara harus dilaporkan kepada . Pasal 31 Organisasi Anti Doping IAAF 1.11 j) dari Konstitusi).2 di atas) .8 dari Konstitusi. atau sdebaliknya agar terakreditasikan pada suatu perlombaan Internasional. pencegahan dan edukasi yang diditujukan kepada pemberantasan dari momok/bencana doping dalam sport (lihat Artikel 3. Adalah tanggung-jawab dari masing-masing Anggota untuk meyakinkan bahwa semua test tingkat nsional pada para atletnya dan pengelolaan hasil-hasilnya dari test demikian sesuai dengan peraturan Anti-Doping dan Petunjuk Proseduralnya. c) Badan Review Doping. Anggota ini harus bertanggung-jawab untuk membuat kontak segera debngan orang kepada siapa peringatan nitu dapat diberlakukan. apakah bersifat sementara atau permanent. 7. Ini disadari bahwa di beberapa Negara. Anggotta akanb melakukan test dan memproses pengelolaan hasilnya sendiri. baik dalam atletik maupun di luar di dalam masyarakat sportr yang lebih luas. Peringatan atas Peraturan Anti Doping ini kepada seorang atlet. beberapa atau semua pertanggungan jawab Anggota dapat didelegasikan atau ditugaskan kepada (apakah oleh Anggota sendiri atau atas legiskasi nasional yang dfapat diterapkan atau peraturan) kepada suatu organisasi anti-doping atau pihak ke tigha. b) Komisi Medis dan Anti Doping. bahwa hal ini dirasa perklu bagi berfungsinya secara benar IAAF (lihat Artikel 6. 16 6. dalam suatu bentuk formulir untuk ditentukan oleh Dewan/Dewan IAAF. para atlet dan (bila dapat diterapkan ) orang-orang pendukung atlet dan orang-orang lainnya harus menanda-ttangani suatu pemberi tahuan tertulis sebelumnya dan persetujuan akan Peraturan Anti-Doping ini dan Petinjuk Proseduralnya.5. 3. sedangkan di negara lain. orang-orang pendukung atlet atau orang-orang lainnya yang ada di dalam judgesdiksi dari satu Asnggota dapat dilaksanakan dengan penyampaian peringatan kepada Anggota yang bersangkutan. para Anggota memberi garansi/jaminan bahwa para atklet telah menanda-tangani pemberi tahuan dan persetujuan tertulis dalam formulir yang diminta dan bahwa satu copy dari persetujuan yang ditandatangani telah dikirimke Kantor/Markas IAAF. Dewan / Dewan memiliki kekuatan/power berikut ini sesuai Konstitusi dalam menjaga dan mengawasi aktivitas IAAF : a) untuk membentuk Komisi atau sub-Komisi. b) Untuk memmbuat amandemen sementara terhadap Peraturan yang dipikirkan sebagai perlu antara Kongres-kongres dan untuk menentukan tanggal dimana amandemen demikian harus terjadi/berlangsung. dan d) Administrator Anti Doping IAAF Dewan / Dewan 2. memainkan peranan memimpin dalam perang melawan doping. Dalam rangka agar memenuhi syarat (eligible) untuk bertanding atau berpartisipasi dalam.

6. (ii) konsekuensi kesehatan dari doping. Dan d) Untuk menunda atau mengambil sanksi lain terhadap satu Anggota karena melanggar peraturan sesuai dengan ketentuan dari Artikel 14. yaitu : I) Daftar (zat) Terlarang.11 c) dari Konstitusi). (iii)prosedur kontrol doping. Komisi Medis dan Anti Doping akan terdiri dari 15 orang anggota yang akan bertemu/rapat minimal sekali dalam setahun. atau prosedur-prosedur lebih lanjut atau petunjuk-petunjuk. e) Menerbitkan petunjuk umum untuk memilih paera atlet dalam Pool Test Terdaftar. iii) Standard Internasional untuk Laboratories.Kongres berikut yang akan datang. Program ini harus menyediakan informasi yang diperbaharui dan yang tepat tentanhag minimal pada issue-issue berikut ini : (i)Zat terlarang dan metoda terlarang dalam Daftar Terlarang. menolak atau merobah Petunjuk Prosedural (lihat Artikel 6. harus ada pengaruhnya. Komisi Medis dan Anti doping dapat memanggil para ahli dalam upaya melaih tugastugas tersebut di atas. dalam rangka meninjau ulang aktivitas kegiatan anti-doping IAAF di dalam 12 bulan terdahulu dan untuk menerbitkan program anti-doping IAAF tahun mendatang. d) memberikan TUE sesuai dengan peraturan 34. yang akan menentukan apaakah mereka harus dibuat permanen (lihat Artikel 6. Dewan akan menentukan suatu tanggal pada saat mana Petunjuk Prosedural atau usul perobhan terhadabnya.11 c) dari Konstitusi. Setiap amandemen yang diusulkan untuk dibuat terhadap Peraturan Anti doping antara Kongres-kongres harus disahkan oleh Dewan dan diberi tahukan kepada Anggota-anggota sesuai dengan Artikel 6. 5. Petunjuk Prosedural. dan mengamandemenkan Petunjuk Prosedural. Komisi Medis & Anti Doping 17 4. sebagaimana dirasakan dibutuhkan adanya. b) memberi nasehat kepda Dewan tentang amandemen terhadap Peraturan Anti Doping yang mungkin penting dari saat ke saat. Komisi Medis dan Anti Doping ditunjuk sebagai suatu Komisi dari Dewan/Dewan sesuai Artikel 6. dan setiap amandemen yang diusulkan kepada mereka. Pada saat memberikan pengesahan. apakah langsung atau dengan referensi.11 j) dari Konstitusi guna menyediakan bagi IAAF dengan nasehat umum dan semua masalah Anti Doping dan yang terkait.11 I) dari Konmstitusi). biasanya pada akhir tiap tahun kalender. dan setiap amandemen yang diusulkan kepadanya. c) Untuk mengesahkan. dan iv) Standard Internasional untuk Perkecualaian penggunaan Therapeutik bersama dengan tiap tambahan atau modifikasi terhadap dokumen demikian. c) Perencanan.11 b) dari Konstitusi. sesering/sebanyak kali dibuutuhkan. Kantor IAAF harus memberi tahu Anggota tentang tanggal ini dan akan menerbitkan Petunjuk Prosedural. dan (iv)hak dan tanggung-jawab para atlet. termasuk yang bberkaitan dengan Peraturan Anti Doping dan Petunjuk Prosedural. Petunjuk Prosedural harus berisikan. Komisi Medis dan Anti-Doping harus juga berkonsultasi atas dasar hal rutine sepanjang tahun. kecualoi sebaliknya dinyatakan dalam Peraturan Anti Doping ini harus disahkan oleh Dewan/Dewan. yaitu : a) menerbitkan Petunjuk Prosedural. memanggil para cendekiawan/ ahli untuk memberikan nasehat nmedis dan ilmiah lebih lanjut sebagaimana diperlukan.5 a) di bawah. dokumen-dokumen berikut ini dikeluarkan oleh WADA. pada IAAF website. peng-implementyasian dan memonitor informasi anti-doping dan program pendidikan anti-doping. untuk disahkan oleh Dewan. ii) Standard Internasional untut Test. Komisi Medis dan Anti Doping memiliki tanggung-jawab untuk tugas khusus lebih lanjut berikut ini sesuai peraaturan Anti Doping. - . yang mungkin dirasakan penting untuk mengikuti Peraturan Anti Doping atau sebaliknya mengejar program Anti Doping IAAF.7 (lihat Artikel 6.

Administrator Anti-Doping IAAF adalaah ketua dari Departemen Medis dan Anti Doping IAAF. Administrator Anti Doping dapat setiap saat dalam rangka kerjanya mencari pendapat nasehat dari Pimpinan Komisi Medis dan Anti Doping. Tidaklah perlu bahwa maksud. kelalaian atau mengetahui penggunaan pada suatu bagian atlet didemonstrasikan dalam rangka untuk menetapkan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai Pasal32. Dia memiliki tanggung-jawab untuk meng-implementasikan program anti-doping yang telah dibuat/diterbitkan oleh Komisi Medis dan Anti Doping sesuai Pasal 31. adalah tugas pribadi seorang atlet guna meyakinkan/menjamin bahwa tidak ada zat terlarang masuk kedalam jaringan tubuh atau cairan tubuhnya. 9. Badan Peninjau ulang Doping dituaskan sebagai suatu Sub-Komisi dari Dewan sesuai Artikel 6. Dia harus melapor kepada Komisi Medis dan Anti Doping dalam hal ini minimal sekali dalam setahun pada saat rapat tahunan Komisi Medis dan Anti Doping dan yang lebih teratur apabila dirasakan perlunya. Badan Peninjau Doping harus mealpor kepada Dewan / Dewan atas aktivitasnya sebelum setiap rapat Dewan. Doping adalah ditetapkan sebagai kejadian atas seseorang atau lebih akan pelanggaran peraturan anti-doping berikut ini : adanya/hadirnya suatu zat terlarang atau zat metabolit atau marker (zat campuran) atau cairan di dalam jaringan tubuh atau cairan-tubuh seorang atlet. Para atlet diperingatkan bahwa mereka bertanggung-jawab terhadap setiap zat terlarang yang diketemukan ada/hadir di dalam tubuhnya.16 di bawah. dari Badan Peninjau Doping atau dari orang lain yang dia pikirkan sebagai yang layak.11 j) dari Konstitusi dengan minimal tugas – tugas sbb. 13. Komisi Medis dan Anti doping akan melapor kepada Dewan/Dewan akan aktivitasnya sebelum tiap Rapat Dewan. Terutama Administrator Anti Doping IAAF haruslah menjadi pribadi yang bertanggung-jawab untuk melakukan proses pengelolaan hasil-hasil yang berkaitan dengan Pasal 37 dan untuk menentukan akan ketentuan penangguhan atlet berkaitan dengan Pasal 38. Administrator Anti-Doping IAAF.3 di bawah apakah hasil-hasil kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IASAF. 18 Badan Peninjauan ulang Doping (The Doping Review Board). Badan Peninjau Doping akan terdiri dari 3 orang.7. Presiden memiliki wewenang setiap saat untuk menunjuk tambahan orang untuk Badan Peninjau Doping sebagaimana diperlukan atas dasar temporer/ sementara. Semua referensi kepada suatu zat terlarang di dalam Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural harus termasuk suatu referensi bila dapat diterapkan. terhadap zat metabolit atau markers. Ini harus berkomunikasi dengan Kantor IAAF pada semua masalah anti-doping dan hal-hal terkait melalui Departemen Medis dan Anti Doping IAAF. haruskah diakui oleh IAAF. Badan Peninjau ulang Doping dalam rangka menjalankan tugas-tugasnya tersebut di atas dapat mengacunya kepada Komisi Medis dan Anti Doping atau Dewan untuk memperoleh pendapat atau petunjuk dalam hubungannya dengan hal yang khusus atau kepada Dewan/Dewan mengenai setiap masalah dari kebijakan umum yang mungkin telh muncul.: Atas nama Dewan menentukan apakah ada keadaan perkecualian dalam kasus-kasus yang mengacu kepadanya sesuai Pasal 38. sesuai peraturan dan prosedur yang berbeda dengan yang dari IAAF. Administrator Anti Doping IAAF memiliki tanggung-jawab untuk administrasui sehari-hari tentang kasus-kasus doping yang timbul berdaasar Peraturan Anti Doping ini. dan untuk menentukan hal-hal yang diacu kepadanya sesuai Pasal 43.5 di atas. 8. 12. untuk menentukan apakah kasus-kasus iitu harus diacu kepada arbitrasi sebelum CAS sesuai Pasal 60. Pasal 32 Pelanggaran-pelanggaran Peraturan Anti Doping Doping adalah tegas-tegas dilarang sesuai Peraturan Anti Doping ini.2a) . 11. 10.23 di bawah dan apakah dalam kasus-kasus ini untuk menampilkan kembali penangguhan atlet menantikan keputusan CAS. salah satunya haruslah yang memenuhi syarat secara sah. kesalahan.

meng-administrasi atau mencoba mengadministrasi zat terlarang atau metoda terlarang kepada seorang atlet atau membantu. penilaian dari 3 test di luar perlombaan/kompetisi yang gagal (seperti ditentukan dalam Pasal 35.2 a). mendorong.untuk suatu pelanggar an peraturan anti-doping untuk dilakukan. Pemilikan oleh seorang atlet berarti pemilikan pada setiap sat atau tempat akan suatu zat yang adalah terlarang di luar kompetisi atau suatu metoda terlarang kecuali jika si atlet menentukan bahwa pemilikannya adalah menuruti suatu pemberian TUE (Therapeutic Use Exemption = Pembebasan Penggunaan Terapetik) kepada seorang atlet sesuai Pasal 34. Catatan : Bila seorang atlet suat7u test yang gagal sebagi akibat dari suatu pelanggaran dimana dia berada atau suatu test yang tak berhasil yang dibuat sebelum tanggal 1 November 2005.) suatu zat terlarang atau metoda terlarang. atau dicoba untuk digunakan. yang hadir yang dideteksi dari setiap jumlah zat terlarang di dalam suatu sampel dari atlet harsu merupakan suatu pelanggaran peraturan anti-doping. pemilikan suatu zat terlarang atau metoda terlarang.17 di bawah) di dalam masa waktu 5 tahun yang dimulai dari tanggal pelaksanaan test pertama yang gagal. menutup atau terlibat dalamtiap macam yang lain dari kelibatan menyangkut suatu pelanggaran peraturan anti doping atau mencoba-coba pelanggaran. bersekongkol. c) Penolakan atau kegagalan. Pasal 33 Standard dari Bukti Doping . atau pembenaran yang dapat diterima lainnya. Sebagai suatu perkecualian terhadap aplikasi umum dari Pasal 32.2 d) dari peraturan Perlombaan 2004-2005 tetap berpengaruh. perlombaan atau latihan. Periode 5 tahun diterapkan hanya kalau semua ketiga test gagal adalah sebagai hasil dari pelanggaran dimana dia berada atau test yang tidak sukses yang upayanya dibuat pada atau setelah 1 November 2005. melakukan trafficking (penjualan. untuk menyerahkan kepada kontrol doping yang telah diminta untuk melakukannya oleh seorang petugas yang bertanggung-jawab atau sebaliknya mencari untuk meng-elakkan kontrol doping. tanpa memaksakan dasar pembenaran. Daftar Terlarang dapat menetapkan kriteria khusus untuk penilaian dari zat-zat terlarang yang juga dapat dihasilkan secara endogenous. Suatu pernyataan namun harus tidak dapat diterima bilamana ini dibuat 8 tahun setelah fakta kepada mana ini terkait. Adalah cukup bahwa zat terlarang atau metoda terlatang itu digunakan . 19 Pemilikan oleh orang pendukung atlet berarti pemilikan akan suatu zat yang adalah dilarang di luar kompetisi/perlombaan atau suatu metoda terlarang dalam hubungannya cdengan seorang atlet. b) penggunaan atau percobaan menggunakan dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang.5 di bawah. kecuali jika orang pendukung atlet menentukan bahwa pemilikan adalah menurut suatu TUE yang diberikan kepada seorang atlet menurut Pasal 34. jangka waktu 18 bulan disediakan dalam Pasal 32. Suatu pengakuan penggunaan atau percobaan penggunaan suatu zat terlarng atau suatu metoda terlarang dapat dibuat baik secara lisan dalam suatu cara yang membuktikan atau dengan cara tertulis. keberhasilan atau kegagalan penggunaan suatu zat terlarang atau metoda terlarang adalah tidak penting. Bertanding atau mencoba untuk bertanding sambil ditangguhkan untuk sementara waktu atau tidak absah sesuai Peraturan Anti Doping ini.5 di bawah atau pembenaran yang dapat diterima lainnya. pengdaran dll. dengan setiap bagian dari proses kontrol doping dari prosedur-prosedur disipliner terkait. menolongg. merusak atau mencoba merusak.kecuali zat-zat terlarang itu untuk mna suatu ambang lporan adalah khususnya diidentifisir di dalam Daftar Terlarang.

Penentuan WADA tentang zat-zat terlarang dan metoda-metoda terlarangyang kan dimasukkan ke dalam Daftar hal-hal Terlarang adalah final dan tidak terkena tantangan yang legal oleh tiap atlt atau orang yang lain. atau dasar faktual yang sebenarnya untuk menentukan pelanggaran peraturan anti-doping yang lain adalah dilakukan sesuai PeraTURAN Anti Doping ini. maka IAAF. Dimana Peraturan Anti Doping ini meletakkan beban dari bukti pada seorang atlet. sebagai bagian dari program monitoring WADA. Anggota (IAAF) atau penguasa penuntut lain harus memikul beban dalam mementukan keberangkatan demikian tidak merusak validitas dari penemuan bahwa zat terlarang adalah ada/hadir dalam sampel. Para atlet dengan suatu kondisi medis yang terdokumentasikan membutuhkan penggunaan suatu zat terlarang atau suatu metoda terlarang harus pertama kali memperoleh suatu TUE. atau bahwa metoda terlarang telah digunakan. Kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam Daftar zat Terlarang dan atau ada revisi terhadap Daftar zat Terlarang dan revisi itu harus berlaku aktif di bawah Peraturan Anti Doping ini 3 bulan sesudah publikasi dari Daftar zat Terlarang oleh WADA tanpa meminta tindak lanjut oleh IAAF. Tiap Anggota harus secara berkesempatan menjamin bahwa Daftar zat Terlarang yang berlaku selalu tersedia a9apakah pada website atau sebakliknya) kepada semua atlet. orang pendukung atlet atau orang lain yang diduga keras telah berbuat suatu pelanggaran anti doping guna membantah suatu anggapan atau mengadakan /mendapatkan fakta khusus atau keadan. bukti yang standard harusdari suatu kemungkinan yang berimbang. Fakta yang dikaitkan dengan pelanggaran peraturan anti doping dapat diadakan dengan sarana yang dapat dipercaya. atau bahwa pelanggaran peraturan anti doping sesuai peraturan anti-doping telah dilakukan. Anggota atau Penguasa penuntut harus memiliki beban dalam menentukan bahwa keberangkatan demikian tidak merusak/meruntuhkan validitas dari penemuan analitis yang merugikan. IAAF akan membuat Daftar zat Terlarang yang berlaku sekarang yang tersedia bagi setiap Anggota (IAAF) dan ini akan tersedia pada website IAAF. Anggota (IAAF) atau yang berwewenang menuntut yang lain akan mendapat beban untuk mengadakan bahwa suatu pelanggaran peraturan anti-doping telah terjadi sesuai Peraturan Anti Doping ini. kecuali jika keberangkatan adalah demikian untuk merusak validitas dari penemuan yang ditanyakan. orang pendukung atlet dan orang-orang lain yang relevan di bawah judgesdiksinya. yaitu : Laboratorium WADA yang berakreditasi adalah dianggap telah melakukan analisis terhadap sampels dan prosedur penjagaan sesuai dengan Standard Internasionl untuk Laboratorium. Atlet dapat membantah anggapan/dugaan ini dengan menentukan bahwa suatu pemberangkatan dari Standard Internasional untuk Laboratorium telah terjadi. Suatu pemberangkatan dari Standard Internasional untuk Test (atau ketentuan aplikasi lainnya dalam Petunjuk Prosedural) harus tidak membuat tak berlaku suatu penemuan bahwa suaru zat terlarang adalah ada/terdapat dalam suatu sampel atau bahwa suatu metoda terlarang telah digunakan. 20 . dalam hal mana IAAF. Anggota atau Penguasa penuntut lain telah mengadakan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sampai kepuasan yang nyaman dari badan ‘hearing’yang relevan. Pasal 34 Daftar zat Terlarang Peraturan Anti Doping ini bersama Daftar zat Terlarang harus diterbitkan dan diadakan revisi oleh WADA. IAAF juga boleh meminta bahwa WADAmemasukkan zat-zat tambahan atau metoda-metoda tambahan yang memiliki potensi untuk di salah gunakan dalam atletik.IAAF. Standard bukti berikut ini harus dapat diterapkan dalam kasus-kasus doping. Bukti yang standard adalah lebih besar dari pada suatu kemungkinan yang berimbang tetapi kurang dari pada bukti dibalik suatu keraguan yang layak. Bukti standard harus apakah IAAF. dengan mengingat kesungguhan dari dugaan yang dibuat. Bila si atlet menentukan bahwa suatu keberangkatan dari Standard Internasional untuk Test (atau ketentuan-ketentuan lain yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedural ) telah terjadi.

Para atlet harus mendatangi lokasi kontrol-doping bila diminta oleh petugas yang bertanggung-jawab. Rincian prosedur untuk mengajukan aplikasiharus diketemukan di dalam Petunjuk Prosedural. Pasal 35 Test Setiap atlet di bawah Peraturan Anti Doping ini dapat dikenai test di dalam perlombaan dimana dia sedang berlomba dan juga test di luar perlombaan pada setiap saat atau tempat. pengumpulan sampel harus dimulai dan diarahkan oleh IAAF (lihat Pasal .3 di atas). atau sebaliknya memiliki wewenang kompentensi untuk memberikan TUE du dalam negeri atau teritori dari Federasi Nasional. para atlet dapat dikenakan terhadap testing.: Suatu ketetapan memberi Anggota (dan Asosiasi Area/Kawasan) wewenang untuk melakukan kontrol doping di dalam perlombaan atau di luiar perlombaan. TUE-TUE yang diberikan oleh IAAF sesuai peraturan ini harus dilaporkan kepada Federasi Nasional si atlet dan kepada WADA. (ii) organisasi anti-dopuing nasional dari Negara atau Teritori di mana mereka hadir. badan/agen pemerintahan. dan di luar perlombaan oleh (I) WADA. dan suatu kondisi/syarat berpartisipasi dalanm perlombaan yang diberi sanksi atau yang diorganisir oleh Anggota. Dalam perlombaan oleh suatu organisasi lain atau badan yang memiliki kompetensi wewenang untuk melakukan testing pada kompetisi/perlombaan di dalam mana mereka berpartisipasi. dimana tidak ada keuntungan kompetitif yang didapat bagi si atlet. IAAF dan para Anggota (IAAF) dapat mendelegasikan tetst menurut peraturan ini kepada tiap Anggota.Namun TUE ini akan diberikan hanya dalam kasus-kasus kebutuhan klinis yang jelas dan memaksa. Atlet yang mencari TUE harus mengajukan permohonan tertulis kepada Komisi Medis dan Anti Dopingh.Federasi-federasi nasional harus dalam semua hal bertanggung-jawab untuk segera melaporkan pemberian TUE sesuai peraturan kepada IAAF dabn kepada WADA. Suatu ketentuan yang memberi wewenang IAAF untuk melakukan kontrol doping pada Kejuaraan nasional Anggota (dan di Kejuaraan Kawasan dari Asosiasi Area). Atlet bukan tingkat internasional harus memperoleh suatu TUE dari Federasi Nasionalnya. Sebagai tambahan terhadap test oleh IAAF dan para Anggotanya (dan oleh keseluruhan kepada siapa IAAF dan Anggotanya telah mendelegasikan tanggunhg-jawab test mereka menurut peraturan Pasal 35. Suatu ketentuan yang memebri IAAF suatu wewenang untuk melakukan test di luar perlombaan yang tak diumumkan kepada para atlet Anggota. hal-hal sbb. 21 Atlet tingkat internasional harus mmemperoleh TUE dari IAAF menjelang berpartisipasi ( dengan mengabaikan apakah si atlet telah menerima suatu TUE sebelumnya pada tingkat nasional).4 di bawah). oleh IAAF atau oleh badan yang lain dengan kompetensi wewenang untuk meng-test di bawah/menurut peraturan perlombaan Anti Doping. harus diserahkan kepada IAAF atas dasar tahunan (lihat Pasal 41. organisasi nasional anti-doping atau pihak ketiga yang lain yang mereka dirasakan layak memenuhi syarat untuk tujuan ini. bzahwa para atlet setuju untuk dikenakan test di dalam perlombaan ataupun di luar perlombaan yang dilakukan oelegh Zanggota . Namun. Dalam Perlomban Internasional. suatu laporan dalam hal Anggota. Anggota yang lain. atau dari badan lain demikian yasng mungkin ditunjuk oleh Federasi Nasionalnya untuk memberikan TUE-TUE. dan suatu ketentuan membuat ini suatu kondisi dari keanggotaan atau afiliasi kepada Federasi Nasional. WADA. hanya suatu organisasi tunggal yang harus bertanggung-jawab untuk memprakarsai dan mengarahkan test selama perlombaan. atau (iii) oleh atau atas nama dari IOC dalam kaitannya dengan Olimpic Games. Adalah suatu kondisi/syarat dari Keanggotaan dari IAAF bahwas setiap Anggota (dan Asosiasi Area/Kawasan) memasukkan kedalam undang-undang / kinstitusinya.

Super Grand Prix. ini dapat menunjuk syatu perwakilan untuk hadir pada Perlombaan Internasional dalam ranmgka untuk menjamin bahwa Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya adalah telah diterapkan secara teliti-cermat.3 di atas.harus bertanggung-jawab atas prakarsa dan pengarahan test dalam pdrlombaan. Bila Anggotra telah mendelegasikan test-nya menurut Pasal 35. Para atlet yang harus ditest harus dipilih dengan cara sebagai berikut : atas dasar posisi pada babak final dan atau atas dasar acak / random. Adalah tugas kewajiban setiap Anggota. Seri-seri Pelombvaan Atletik Dunia. Grand Prix II Perlombaan atletik Dengan Izin / Permit IAAF. Dewan/Dewan akan mentukn jumlah atlet yang diantisipasi untuk ditest pada Perlombaan Internasional di atas atas rekomendasi dari Komisi Medis dan Anti Doping. IAAF dapat melakukan atau membantu dalanm melakukan kontrolo doping pada suatu Perlombaan Nasional Anggota atau Perrlombaan Area/Kawasan dari Asosiasi Area. Testing di luar Kompetisi / Perlombaan 12. Bila IAAF atau badan kuasa organisasi sport internasional lainnya menetapkan untuk tidak melakukan test pada suatu Kompetisi Internasional. atas dasar kebijakan IAAF ( bertindak atas ofosial atau badan yang relevan). organisasi anti-doping nasional di dalam negera atau teritori dimana perlombaan internasional dilaksanakan dapat dengan pengesahan IAAF dan WADA. Dalam banyak hal. dan Pada Perlombaan atletik Internasional yang lain yang Dewan/Dewan boleh menentukan atas rekomendsi dari Komisi Medis dan Anti Doping. IAAF harus memfokuskan testing di luar perlombaan terutama pada para atlet tingkat internasional. 22 Test Dalam Perlombaan/Kompetisi IAAF harus bertanggung-jawab untuk memprakarsai dan mengarahkan test dalamperlombaan pada Perlombaan-perlombaan Internasional berkit ini : Kejuaraan Atletik Dunuia. oleh suatu metoda yang harus memilih. Dalam berkonsultasi dengan Anggota yang relevan (dan dengan Asosiasi Area yang relevan) . memprakarsai melaksanakan test demikian. Test yang dilakukan oleh IAAF dan Anggotanya menurut Pasal ini harus dalam kecocokan yang besar dengan Test Standard Internasional ( dan ketentuan yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedural) berlaku pada saat testing. 13. Namun. Anggota yang melakukan kontrol. Apabila IAAF telah mendelegasikan tetst menurut Pasal 35. ini boleh atas kebijakan. setiap atlet yuang telah menumbangkan atau menyamai Rekor Area/Kawasan dan atau Dunia. adalah tanggung-jawab Anggota untuk menjamin bahwa test yang demikian dilaksanakan di dalam negara atau Teritori memenuhii /sesuai dengan Peraturan Anti doping dan Petunjuk Prosedural. Grand Prix.7 di bawah) atau badan yang kuasa organisasi sport internasional lainnya dalam hal suatu perlombaan internasional atas mana IAAF tak punya kontrol secara ekslusif (misal: IOC pada Olimpik Games atau Commonwealth Games Federation pada Commonwealth Games).3 di atas. termasuk test sasaran. IAAF dan para Anggotanya harus segera melapor semua test dalam perlombaan yang telah Selesai melalui clearing house Wada (DALAM HAL LAPORAN OLEH SAYU Anggota.35. sdengan satu copy laporan demikian duikirim kepada IAAF pada waktu yang sama) dalam rangka menghindari duplikasi testing yang tidak perlu. melakukan testing di luar perlombaan terhadap tiap atlet pada segtuiap saat. Perlomban Liga Emas. petugas dari satu Anggota dan orang lain di bawah . oleh IOC pada Olympic Games. testing ini harus dilakukan tanpa peringatan kepada si atlet arau ke[pada orang pendukung atlet atau Federasi Nasional. misalnya. atau di Negara atau Teritori mana suatu perlombaan dilaksanakan. Dalam semua kasus yang lain (kecuali dimana kontrol doping dilakukan di bawah peraturan dari badan kuasa organisasi sport internasional yang lain.

Tanggung jawab terakhiir untuk menyediakan informasi demikian terletak pada tiap atlet. mengganggu atau sebaliknya merusak dengan perbuatan test demikian dapat di kenakan sanksi sesuai peraturan Anti Doping. WADA atau badan yang lain yang memiliki kompetensi terhadap wewenang testing) dalam melakukan test di luar perlombaan di bawah peraturan ini. pada kondisi yang tegas bahwa informasi demikian hanya digunakan untuk maksud-maksud kontrol doping. 15. atau untuk menyediakan informasi yang cukup. Seorang atlet yang menolak atau gagal untuk datang ke kontrol doping atas perhtian atas fakta bahwa dia telah mengundurkan diri / pensiun atau telah memilih untuk tidak berlomba karena satu dan lain alasan.2 c). petugas dari Anggota atau orang lain di bawah judgesdiksi dari satu Anggota mencegah. atau tidak daopat ditempatkan untuk testing oleh seorang ofiser kontrol-doping pada dimana-mana menahan pada file/himpunan untuk atlet itu.judgesdiksi dari satu Anggota untuk membantu IAAF (dan bila cocok/layak . yang telah diminta untuk memelihara informasinya dalam suatu file/himpu nan. tak lama berharap dikenakan testing di luiar perlomban atas perhatian kepada fakta bahwa dia telah pensiun / mengundurkan diri. Para atlet darus diminta untuk menyimpan tentang informasi itu dalam file/himpunan atas dasar waktu kwartalan dan harus diminta untuk memberi tahukan IAAF segera bila ada perobahan terhadap informasi demikian guna menjamin bahwa ini dipelihara berlaku pada setiap saat. dia harus diminta untuk memberi catatan kepda IAAF dalam bentuk yang menjelaskan. Test di louar Perlombaan harus dilakukan dibawah Peraturan Anti Dopingberkaitan dengan zat dan metoda terlarang di laur perlombaan/kompetisi termuat di dalam Daftar Terlarang. 23 Dimana ada informasi/Test yang gagal. Tiap Anggota.16 di atas. Bila sebagai suatu hasil dari eveluasi demikian. Anggota yang lain. Kembali ke perlombaan mengikuti pengunduran diri atau periode non-perlombaan 18. Administrator Anti Doping IAAF menyimpulkan bahwa si atlet telah gagal dalam kewajibannya menyediakan informasi atau informasi dimana-mana yang cukup. 17. dia harus telah melakukan pelanggaran suatu peraturan anti-doping sesuai Pasal 32. Federasi Nasional seorang atlet harus menggunakan upaya terbaiknya untuk membantu IAAF dalam memperoleh informasi bagi si atlet . atau telah dipilih untuk tidak bertamding atas suatu alasan lain. Bila seorang atlet gagal atas permintan untuk menyediakan IAAF dengan informsi dia. dia harus dikenakan kepada suatu evalusi oleh Administrator Anti Doping IAAF untuk suatu test yang gagal. Bila seorang atlet. 14.2 (d)). Bila seorang atlet dinilai sebagai telah memiliki 3 test yang gagal dalam periode 5 tahun dimulai dari tanggal dari test pertama yang gagal. 16. Informasi dimana saja yang disediakan oleh seorang atlet menurut peraturan ini harus berbagi dengan WADA dan badan lain yang memilikikompetensi wewenang untuk men-tetst atlet. Atas permintaan IAAF. Pasal 36 Analisis Sampel-sampel Semua sampel yang dikumpulkan di bawah Peraturan Anti-Doping harus dianalisa sesuai dengan prinsip-prinsip umum berikut ini : . Administrator IAAF harus meng-evaluasi kegagalan itu sebnagai suatu test yang gagal dan si atlet harus diberi tahu secara tertulis. harus telah melakukan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai dengan peraturan Pasal 32. Statistik dari testing di luar perlombaan harus dipublisir sekali dalam setahun per atlet dalam Pool Testing Terdaftar dan per Anggota Federasi. bila demikian yang diminta oleh IAAF. tetapi yang belum menyediakan IAAF dengan peringatan sesaui peraturan. para atlet dalam Pool Testing Terdaftar harus diminta untuk menyediakan kepada IAAF dengan dimana ada informasi cukup untuk maksud-maksud test di luar kompetisi terhadap atlet-atlet itu. Atlet yang sama kemudiaan mengkin tidak meneruskan lagi perlombaan kecuali dia telah memberi IAAF peringatan 12 bulan dalam bentuk yang tertulis tentang diatnya untuk kembali ke arena perlombaan dan telah membuat dirinya siap sedia unt7uk testing di luar perlombasn oleh IAAF daklam periode itu dengan menyediakan untuk IAAF dengan informasi menurut peraturan 35. menghindari.

dalam semua ksus lainnya. atau yang diarahkan oleh WADA menurut program monitoring. orang yang bertanggung-jawab terhadap analisis di laboratorium (atau laboratorium hematologik atu unit testing bergerak/mobile) . Semua sample yang disediakan oleh Atl.24 Penggunaan Laboratorium yang disahkan (Use of Approval Laboratories) Sanmpel-sampel yang untuk dianalisa harus dikirim hanya kepada Laboratoriumlaboratorium berakreditsi darin WADA. kepada laboratoriumlaboratorium haematologiik atau unit-unit testing mobil) yang disahkan oleh IAAF. ini harus dilakukan oleh orang atau badan yang relevan dari Federasi nasional si atlet. laboratorium (atau unit testing mobile) boleh berbuat /bertindajk lebih lanjut kepada tetst yang lain yang diperlukan guna menjelaskan kepada pertanyaan atau issue yang timbul dan test demikian dapat digantungkan atas oleh IAAF ketika menentukan apakah sampel telah memberikan perkebangan kepada suatu penemuan analitis yang merugikan. Anggota masih harus menginformasikan kepada IAAF tentang penmemuan analitris yang merugikan dan nama si atlet segera setelah menerima informasi dari kaboratorium WADA yang berakreditasi dan dalam segala keadaan. Dalam hal test dari IAAF. Untuk masud dari peraturan ini dan peraturan Pasal 38 di bawah. ada pertanyaan atau issue yang timbul yang berkaitan dengan sampel. Tidak ada sampel yang digunakan untuk suatu maksud selain untuk menemukan/mendeteksi adanya zat-zat terlarang ( atau klas-kals zat-zat terlarang) atau metoda-netoda terlarang pada Daftar Terlarang. proses pengelolaan hasil-hasil harus dilakukan oleh Administrator Anti Doping IAAF. tiap petryanyaan atau issue yang timbul mengenai analisis aatau interpretasi dari hasil dari suatu sampel. Dalam hal test nasional. Bila. baik kepada IAAF dalam hal suatu tetst IAAGF atau ke Anggota yang brelevan dalam hal suatu test nsional (dengan satu copy kepada IAAF).Permintaan asisten/bantuan atau informasi dalam melakukan proses pengelolaan hasil-hasil dapat dilaakukan oleh Administtrator Anti Doping IAAF pada setiap sat. Laboratorium WADA g berakreditasi harus segera mengkomfirmasikan penemuan analitis yang merugikan secara tertulis.Badan atau orang yang relevan dari Federasi Nasional si atlet harus memelihara Administrator Anti Doping IAAF diperbharui pada proses pada setiap waktu. Research atas sampel-sampels. Bila dalam suatu tahap. Zat-zat yang terkena kepada deteksi Sampel-sampel harus dianalisa untuk mendeteksi adanya zat-zat terlarang dan metodametoda terlarang yang tertera pada Daftar Terlarang dan zat-zat lain demikian seperti mungkin diarahkan oleh WADA menurut program monitoring. tanpa izin tertulis si atlet. Dalam hal seorang atlett tingkat internasional. atau sebaliknya telah disahkan oleh WADA. di dalam tempo dua minggu setelah menrrimanmya. referensi setelah itu kepada Administrator Anti Doping IAAF bila mungkin harus referensi kepada orangg atau . masalahnya harus dikenakan kepada proses hasil-hasil pengelolaan yangb ditentukan di bawah ini. Dimana suatu analisis menunjukkan ada/hadirnya suatu zat terlarang atau penggunbaan suatu zat terlarang atau metoda terlarang. Standard Internsional untuk Laboratorium Laboratorium harus meng analisa sampel-sampel dan melaporkan hasilnya dalm memenuhi Standard Internasional untukLaboratorium.et dalam kontrol doping yang dilaksanakan di bawah tanggung jawab dari IAAF harus segera menjadi harta-milik IAAF. pada setiap tahap. sampel-sampel harus dikirim hanya kepadfa laboeratoriumlaboratorium berakreditasi dari WADA (atau bila dapat diterapkan. Pasal 37 Pengelolaan Hasil-hasil Pemberitahuan berikut ini atas penemuan analitis yang merugikan atau pelanggaran peraturan anti-doping yang lainnya sesuai peraturan Anti Doping ini.

Bila laboratorium yang bersangkutan tidak dapat meng akomodsikan analisis sampel “B” pada tanggal yang ditentukan. Pada pemberian catatan atas suatu penemuan analiitis yang merugikan. atau ada suatu pemberangkatan nyata dari Standard Testing Internasional (atau ketentuan lain yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedurakl) atau Standard Laboratorium Intyernasional seperti itu untuk menentukan keabsahan dari penemuan. Si atlet harus dinasehatkan pada waktu yang sama bahwa bila analisis sampel “B” diminta/diajukan.badan yang relevan dari Anggota dan referensi kepada si atrlet harus bila dapat diterapkan harus referensi bagi tiap orang pendukung atlet atau orang lain. Batas waktu dalam mana si atlet adalah untuk menyediakan kepada IAAF. Suatu perwakilan dari Federasi Nasionala si atlet juga boleh tampil dan hadir selama analisis. bila diminta oleh si atlet. Seorang atlet dapat menerima hasil.5 di bawah. semua biaya berkaitan dengan laboratorium harus dipenuhi oleh si atlet. Administrator Anmti-Doping IAAF harus segera memberi tahu si atlet tentang : 25 penemuan analitis yang merugikan. Bila ini masalahnya. Pemberi tahuan berikut ini kepada seorang atlet sesuai Pasal 37. di dalam jangka waktu terbatas yang ditentukan oleh Administrator Anti Dioping IAAF. Tanggal kapan analisis sampel “B” dimintakan/diusulkan. Administrator Anti Doping IAAF harus melakukan tindak penelitian/investigasi lanjutan yang mungkin diperlukan/diminta. Si atlet dan atau perwakilannya harus diizinkan untuk hadir pada analisis sampel “B” dan untuk hadir selama analisis sedang berlangsung. tanggal demikian biasanya tidak lebih dari 2 minggu setelah tanggall pemberi tahuan dari penemuan analitris yang merugikan . Hak dari atlet dan atau perwakilan dia untuk menghadiri prosedur pembukaan sampel “B” dan analisisnya. Setelah selesai penyelidikan lanjutan demikian. Tak ada alasan lain harus diterima untuk merobah tanggal analisis bagi sampel “B”. Administrator Anti Doping IAAF harus mengadakan suatu tinjauan ulang guna menentukan apakah : suatu TUE yang dapat diterapkan telah diberikan kepada atlet bagi zat terlarang. suatu penjelasan tebntang penemuan analitis yang merugikan. dalam hal mana biaya iitu harus dipenuhi oleh organisasi yang bertanggung-jawab untuk memprakarsai tetst dimaksud. Seorang . dan Hak si atlet untuk mengajukan permohonan lembar/copy dari dokumentasi laboratorium dari sampel “A” dan “B” yang jya harus termasuk informasi yang diperlukan oleh Standard Laboratorium-laboratorium Internasional.Namun. Administrator Anti Doping IAAF harus segar memberi tahu si atlet tentang hasil dari pennyelidikan lanjutan itu dan apakah ini dinyatakan dengan tegas bahwa pelanggaran suatu peraturan anti-doping telah dilakukan. bila analisis demikian itu diminta. dalam hal jatuh sesuai Pasal 37. Bila tinjauan ulang bagian awal sesuai Pasal 37.4 b) di atas. bahwa sampel “B” harus dianggap dilepaskan. secara klangsunga atau lewat Federasi Nasionalnya. kecuali sampel “B” gagal untuk mengkonfirmasikan sampel “:A”. seperti perwakilan dari IAAF. maka analisis harus terjadi pada tanggal yang tersediakan yang paling awal untuk laboratorium kemudian. atlet yangb bersangkutan kemudian harus di berikan suatu kesempatan.3 di atas tidak menampakkan suatu penerapan TUE atau pemberangkatan dari Standard Testing Internsional ( atau ketentuan yang dapat diterapkan yang lain di dalam Petunjuk Prosedural) atau Standard Laboratorium Internasional seperti untuk merusak keabsahan dari penemuan. Hak si atlet untuk segera meminta untuk penganalisaan dari sampel “B” dan gagal mengajukan permohonan itu. baik secara langsung atau melalui Federasi Nasionalnya. IAAF dapat meminta analisis sampel “B” pada setiap saat bila ini diyakini bahwa ana lisis demikian akan relevan terhadap pertimbangan dari kasus si atlet.. analisis sampel “A” dengan melepaskan haknya kepda analisis sampel “B”. telah ditentukan. pelanggaran peraturan anti-doping yang telah dilanggar atau. suatu penjelasan tentang tambahan penyelidikan/investigasi untuk dilakukan guna menentukan apakah suatu pelanggaran peraturan anti-doping telah terjadi. untuk menyediakan penjelasan dalam memberikan respons/tanggapan kepada pelanggaran peraturan anti-doping yang dinyatakan.

akukan tindak lanjut penyelidikan yang mungkin diminta oleh Daftar Terlarang. Federasi Nasional dari si atlet harus menjatuhkan penangguhan yang relevan dengan pemberitahuan secara tertulis kepada atlet ybs.. Pasal 38 Prosedur-prosedur Disipliner Dimana ini dinyatakan bahwa suatu peraturan pelanggaran anti-doping telah dilakukan berdsar Peraturan Anti Doping ini. Orang-orang yang dikaitkan dengan kontrol doping harus mengambil semua langkah yang layak guna memelihara kerahasiaan dalam suatu masalah sampai analisis sampel “B” telah berakhir (atau sampai suatu investigasi lanjutan terhadap analisis sampel “B” mungkin diperluikan oleh Daftar Terlarang sesuai Pasal 37. Administrasi Anti Doping IAAF harus melakukan penyeliidikanm sesuai atas fakta dari kasus yang dia rasakan adalah penting dan atas penyelesaian suatu penuelidikan demikian. sejauh untuk mementukan suatu sanksi bagi atlet dibalik diskualifikasi dari Perlombaan Internasional yang dipersoalkan. 26 Enangguhan sementara Bila tak ada penjelasan. pemeriksaan (hearing). si atlet harus ditunda/ditangguhkan. atau tidak cukup penjelasan.atlet harus tetap ketentuannya ditangguhkan (lihat Pasal 38.: penangguhan sementara. Setelah selesai investigasi lanjutan. atlet ini harus ditangguhkan oleh Administrator Anti Doping IAAF.11 di atas. sanksi atau exonerasi (=pembebasan dari tuduhan / pembuktian tak bersalah). untuk menyediakan suatu penjelasan dalam memberi respons terhadap pelanggaran peraturan anti doping yang dinyatakan. suatu laporan laboratoris lengkap harus dikirim kepada Administrator Anti Doping IAAF bersama dengan satu copy dari data relevan yang diminta oleh Standard Laboratorium Internasional. Dalam kasus dari seorang atlet Tingkat Internasional. Pada saat menerima laporan laboratoris sampel “B: Administrator Anti Dping IAAF harus mel. Identitas para atlet yang sampelnya telah menghasilkan dalam suatu penemuan analitis yang merugikan atau yang dinyatakan telah melakukan pelanggaran peraturan anti-doping dapat secara publik/umum disingkap/diperlihatkan dalam lingkungan yang normal tidak lebih awal dari pembebanan dari sutu ketentuan penangguhan menurut peraturan Pasal 38.2 di bawah) meskipun faktanya bahwa dia meminta analiosis dari sampel “B”. oleh IAAF sesuai dengan Peraturan Anti Doping ini. Dalam hal pelanggaran peraturan anti-doping dimana tidak ada penemuabn analitis yang merugikan. Bila ini masalahnya. si atlet harus diberi kesempatan .2 atau Pasal 38. di dalam batas wajktu yang ditentukan oleh Administrator Anti Doping .4 c) atau 37. Satu copy dari laporan ini dan semuadata yang relevan harus diajukan kepada si atlet bila dia memintanya. Sekali analisis dari sampel “B” telah berakhir.9 telah diselesaikan). bagi pelanggaran peraturan antidoping yang dinyatakan diterima dari atlet atau dari Federasi Nasional di dalam waktu terbatas yang ditentukan oleh Administrator Anti Doping IAAF dalam Pasal 37. Administrator Anti Doping IAAF harus segera memberi tahu si atlet tentang hasil-hsil dari investigasi lanjutan dan apakah IAAF menegaskan atau tidak atau terus menegaskan bahwa suatu peraturan anti-doping telah dilanggar. . penangguhan pada saat itu resolusi menunggu sementara dari kasus si atlet oleh Federasi Nasional. baik secara langsung ataumelalui Federasi Nasionalnya. atau sampai analisis sampel “B” dilepaskan oleh si atlet. harus segera memberi tahu si atlet yang bersangkutan apakah ini dilepaskan bahwa suatu pelanggaran peraturan anti doping telah dilakukan. Hasil hasil proses pengelolaan dari suatu test yang dilakukan oleh IOC atau oleh badan organisasi sport internasional yang lain melakukan testing pada suatu Perlombaan Internasional yang di atasnya IAAF tak memiliki kontrol secara eksklusif(misal: Common wealth Games atau Pan American Games) harus dikelola. Dalam semua kasus yang lainnya. Secara alternatif.si atlet dapat menerima suatu penanguhan sukarela asalkan bahwa hal ini diperkuat dengan tertulis kepada Federasi Nasionalnya. prosedur-prosedur disipliner harus terjadi dalam tiga tahap sbb.3 di bawah.

ini harus memberi tahu akan penangguhan itu kepada Anggota yang kemudian harus memulai melakukan prosedur-prosedur disipliner yang ditetepkan seperti di bawah ini. dia harus juga diberi tahu akan haknya untuk memohon diadakan hearing. untuk menjatuhkan suatu penanggughan sementara seperti yang diminta. Suatu keputusan untuk menjatuhkan suatu penengguhan sementara kepada seorang atlet harus tidak dikenakan kepada suatu tuntutan/appea. atau tiap keterlibatan lain dalam suatu kasus. 27 Hearing / Dengar pendapat. Anggota ini harus memelihara memberi penjelasan penuh kepada IAAF seperti tentang status dari semua kasus yang menunggu ‘hearing’ dan dari semua tanggal-tanggal diadakan ‘hearing’ segera setelah ditetapkan. seorang atlet yang telah dijatuhi penangguhan sementara. dia harus punya hak untuk memohon diadakan hearing apakah di depan pengadilan yang relevan dari Federasi Nasionalnya yang asli atau di depan pengadilan relevan dari Anggota yang afiliasinya telah diperolehnya/diterima. Namun. Apabila si atlet gagal untuk menegskan secara tertulis kepada Federasi Nasionalnya ataui badan relevan lainnya dalam tempo 14 hari dari pemberi tahuan demikian bahwa dia menginginkan untuk diadakan hearing. Bila seorang atlettelah mendapatkan status afiliasi di luar negeriu sesuai Pasal 4. hak untuk diwakili oleh counsel/penasehat yang sah dan seorang penterjemah (atas biaya si atlet) dan suatu keputusan yangb tepat waktu dan beralasan secara tertulis. Dengar-pendapat / hearing si atlet harus terjadi di depan badan hearing yang relevan pejabat yang diberi kuasa atau sebaliknya diberi wewenang oleh Anggota. harus tidak mempengaruhi haknya untuk menuntut keputusan Anggota menurut CAS sesuai Pasal 60. Apabila suatu ‘gearing’ diminta oleh seorang atlet. atau yang telah menerima suatu penengguhan sementara harus berhak untuk suatu ‘hearing’ (dengan pendapat) penuh yang cepat di depan Anggota sesuai Pasal 38. Bila . IAAF harus punya hak untuk menghadiri semua hearing sebagai seorang observer/peninjau. Suatu penangguhan sukarela harus efektif hanya dari sejak tanggal diterimanya konfirmasi tertulis si atlet yang demikian dari IAAF. pengadilan yang relevan harus memfikirkan pertama apakah pelanggaran peraturan anti-doping telah di lakukan atau tidak . Sekali penangguhan sementara itu dijatuhkan oleh Administrator Anti Doping IAAF. Anggota ini harus memperkuat fakta ini segera kepada IAAF dan si atlet harus sesudah itu dikenakan kepada prosedur-prosedur disipliner yang ditentukan di bawah. Fakta ini harus diperkuat dengan tertuliis kepada IAA oleh Anggota dalam tempo 5 hari-kerja. Kasus ini segara . Bila pengadilan relevan dari Anggota menilai bahwa pelanggaran peraturan angti-doping belum di lakukan. termasuk hak untuk memanggil dan bertanya kepada para saksi.23 di bawah.3 di atas.Dalam tiap hal dimana Anggota menjatuhkan penangguhan sementara atau seorang atlet menerima suatu penangguhan sukarela. Badan hearing yang relavan haruslah yang baik/fair dan tidak memihak dan pelaksanaan hearing harus menghormati prinsip-prinsip berikut ini : hak dari si atlet harus hadir di tempat hearing dan menghadirkan bukti. di akan dianggap telah melepaskan haknya untu suatu ‘heasring’ dan untuk menerima bahwa dia telah melakukan pelanggaran peraturan anti-doping. Setiap atlet harus punya hak untuk memohon suatu dengar-pendapat (hearing) di depan suatu pengadilan (tribunal) Federasi Nasional yang relevan sebelum sesuatu sanksi ditetapkan sesuai dengan Peratutran anti-doping ini. si Anggota gagal. dalam pendapat dari Administrator Anti Doping IAAF. ini harus memanggil untuk rapat tanpa ditunda dan hearing itu diselenggarakan di dalam tempo 2 bulan dari tanggal pemberi tahuan akan permohonan atlet kepada Anggota. Namun.2 di atas). maka Administrator Anti Doping IAAF akan menjatuhkan sendiri suatu penangguhan sementera demikian. hadirnya IAAF di dalam suatu hearing. Bila seorang atlet diberitahukan bahwa penjelasan dia telah ditolak dan bahwa dia adalah ditangguhkan sementara sesuai Pasal 38. Anggota atau penuntut umum lain yang berwewenang harus menanggung beban untuk membuktikan adanya pelanggaran peraturan anti-doping untuk mencapai suatu kepuasan yang menye nangkan dari pengadilan (lihat Pasal 33. keputusn ini harus diberi tahukan kepada Administrator Anti Doping IAAF secara tertulis di dalam tempo 5 hari-kerja dari keputusan yang dibuat (bersama dengan satu copy tentang alasan –alasan untuk keputusan itu secara tertulis). kebalikan dengan paragraf di atas. Dalam hearing dari kasus seorang atlet.2 di atas.7 di bawah.

dalam pandangannya. domisili. Bila telah memeriksa bukti yang dihadirkan. si atlet harus punya kesempatan untuk menentukan bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus ini membenarkan suatu penurunan sanksi sebaliknya dapat diterapkan menurut Pasal 40. keadaan dalam kasus atlet boleh jadi perkecualian. da mengundang si atlet dan atau Federasi Nasionalnya guna mendukung penyerahan dari pengadilan yang relevan atau untuk membuat kepatuhan yang bebas dalam mendukung penyerahan demikian. Bila pengadilan relevan dari Anggota menilai bahwa pelanggaran peraturan angti-doping telah dilakukan. Perkecualian Keadaan Semua keputusan diambil sesuai Peraturan Anti Doping ini mengenai keadaan perkecualian harus di selaraskan sehingga keadaan sah yang sama dapat dijamin bagi semua atlet .harus ditinjau kembali oleh Badan Peninjau Doping yang akan menentukan apakah ini harus di acu kepada arbitrase sebelum menurut CAS sesuai Pasal 60. dalam memikirkan soal keadaan perkecualian.1 di bawah. bila kasusnya melibatkan seorang atlet tingkat internasional. Federasi Nasional atau badan relevan lain yang telah menghasilkan di dalam IAAF. Bila Badan Peninjau Doping menentukan demikian. pengadilan yang relevan mempertimbangkan bahwa tidak ada keadaan perkecualaian dalam kasus atlet.2 h). Konsekuensinya. bila layak. ini harus menjatuhkan sanksi yang dijelaskan dalam Pasal 40.2 g) atau dministrasi kepada seorang atlet (menurutt 32.1 di bawah. suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang itu termakan/tertelan karena kesalahan.2 a) I) di atas). ketentuan penanggyuhan atlett menunggu resolusi dari tuntutan oleh CAS. tanpa memperhatikan kebangsaabn mereka.12 di atas. pengadilan relevan harus mempertimbangkan sesuai pada bukti yang dihadirkan. berikut ini tidak akan dianggap sebagai kasus-kasus yang adalah sunguh-sungguh terkecuali: suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang atau metoda terlarang yang diberikan kepada seorang atletoleh orang lain tanpa sepengetahuan dia.17 di bawah). trafficking (menurut Pasal 32. Penentuan dari keadaan perkecualian dalam kasus-kasus yang melibatkan para atlet Tingkat Internasional harus dibuat oleh Badan Peninjau Doping (lihat Pasal 38.23 di bawah. Bila telah memeriksabukti yng dihadirkan. mendahului pengenan suatu periode waktu dari ketidak absahan (ineligibility).2 f). Maka Anggota harus memberi tahukan IAAF dan si atlet secara teertulis tentang keputusan pengadilan yang relevan. Keadaan perkecualian dapat ada dimana seorang atlet telah menyediakan bukti substansial atau bantuan kepada IAAF. bersama dengan semua materi dan atau bukti yang dalam pandangannya mendemonstrasikan perkecualian yang alami dari keadan.12 (I) di atas. dan 28 . prinsip-prinsip berikut ini harus diterapkan : adalah tugas setiap atlet guna meyakinkan bahwa tak ada cairan dan zat terlarang yang masuk ke dalam jaringan tubuhnya. Federasi Nasional atau badan relevan lain menemukan atau membuat suatu pelanggaran peraturan anti-doping oleh orang lain melibatkan pemilikan (menurut Pasal 32. Para atlet diperingatkan bahwa mereka harus memegang tanggung-jawab terhadap tiap zat terlarang yang diketemukan ada/hadir di dalam tubuhnya (lihat Pasal 32. (ii)Perkecualian keadaan akan ada hanya dalam kasus0-kasus dimana keadaan itu sungguh terkecuali dan tidak di dalam kasus-kasus mayoritas yang luas. suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang dikarenakan dari mengambil makanan tambahan (suplemen) yang terkontaminasi atau suatu allegasi (=pernyataan tanpa bukti) bahwa obat/medikasi dijelaskan oleh orang pendukung atlet dengan mengabaikan fakta bahwa ini mengandung suatu zat terlarang. pengadilan yang relevan mempertimbangkan bahwa ada keadaan dalam kasus atlet yang boleh jadi peerkecualian. dan dengan berkaitan tegas dengan prinsip. Memikirkan tugas pribadi atlet sdalam Opasal 38. Bila seorang atlet mencari untuk membuat bahwa ada keadan perkecualian dalam kasus ini. dalam tempo 5 hari kerja sejak keputusan dibuat. ini harus : mengacu masalahnya kepada Badan Peninjau Doping (via Sekretaris Jendral). tingkat pengalaman.prinsip yang ditentukan sesuai Pasal 38. ini dapat pada waktun yang sama menampuilkan ulang.

menunda dengar-pendapat (hearing) dari kasus atlet yang menunggu penentuan Badan Peninjau Doping pada keadaan perkecualian. Penangguhan zsementara atlet harus tetap ditempat menunggu diterimanya keputusan Badan Peninjau Doping atas keadaan perkecualian. Seterimanya suatu referensi dari pengadilan relevan, Badan Peninjau Doping harus menguji pertanyan dari keadaan perkecualian hanya atas dsar matteri tertulis yang telah diserahkan untuk itu. Badan Peninjau Doping harus memiliki power : untuk bertukar pandangan tentang masalah melalui e-mail, telepon, fax atau kontak pribadi; untuk datang mengambil bukti atau dokumen lebih lanjut; untuk datang mengambill penjelasan lebih lanjut dari atlet; bila perlu, untuk memintahadirnya atlet sebelumnya. Sesuai tinjauan ulang atas materi tertulis yang diajukan, termasuk bnukti & dokumen lebih lanjutt, atau penjelasan lebih jauh yang disediakan oleh atlet, Badan Peninjaui Doping yang menjaga keras kan prinsip-prinsip yang ditentukan sesuai Pasal 38.12 di atas, harus membuat suatu penentuan atas apakah ada keadan perkecualian dalam kasus dan bila demikian, ke dalam kategori mana mereka jatuh, misal: apakah keadaan perkecualian mendemonstrasikan tidak ada kesalahan atau tidak ada kelalian pada pihak atlet (lihat Pasal 40.2 di bawah) atau tidak ada kesalahan yang signifikan atau tidak ada kelalaian yang signifikan pada pihak atlet (lihat Pasal 40.3 di bawah) atau bukti substansiall atau bantuan oleh atlet yangb berakhir dalam penemuan atau pengadaan pelanggaran peraturan anti doping oleh orang lain (lihat Pasal 40.4 di bawah). Penentuan ini harus disampaikan kepada Anggota secara tertulis oleh Sekretaris Jendral. Bila ketetapan Badan Peninjau Doping adalah tidfak ada keadaan perkecualian dalam kasus, ketetapan harus mengikat pada pengadilan yang relavan, yang harus menjatuhkan sanksi yang dijelaskan opada Pasal 40.1 di bawah. Anggota harus memneri tahuu IAAF dan sin atlet secara tertulis tentang keputrusan pengadilan relevan, yang harus menggabung ketetapan Badan Peninjau Doping, dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat. Apabila ketetapan Badan Peninjau Doping adalah bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus, pengadilan relevan harus menentukan sanksi atlet sesuai dengan Pasal 40.2 , 40.3 atau 40.4 di bawah, konsisten dengan kategorisasi Badan Peninjau Doping dari keadaan perkecualian dalam Pasal 38.17 di atas. Anggota harus memberi tahu IAAF dan si Atlet tentang keputusan pengadilan relevan secara tertulis, didalam tempo 5 hati-kerja sejak keptpuasn dibuat. Atlet harus memiliki hak untuk mencari tinjauan ulang tentang ketetapan Badan Peninjau Doping mengenaii keadaan perkecualian kepada CAS , baik sebagai bagian dari sutu tuntutan/appeal terhadap keputusan dari Anggota berkaitan dengan Pasal 60.10 a) di bawah atau menurut Pasal 60.10 b) di bawah. Dalam semua kasus, standard tinjauan dari ketetapan Badan Peninjau Doping tentang masalah keadaan perkecualian harus seperti yang ditentukan pada Pasal 60.27 di bawah. Dalam kasus yang tidak melibatkan atlet tingkat Internasional, pengadilan relevan harus mempertimbangkan, harus tegas-keras berkaitan dengan prinsip-prinsip yang ditenmtukan pada Pasal 38.12 di atas, apakah ada kweadaan perkecualian dalam kasus atlet dan menentukan atas sanksi atlet yang sesuai. Anggota harus memberi tahu kepada IAAF dan si atlet tentang keputusan pengadilan relevan secara tertulis, dalam tempo 5 hari-kerja sejak keputusan dibuat. Bila pengadilan relevan menyimpulkan bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus atlet, ini harus ditetapkan atas dasar hal yang faktual bagi keputusan demikian sebagai bagian dari keputusan tertulis. Pasal 39 Diskualifikasi dari Hasil-hasil Dimana pelanggaran peraturan anti-doping terjadi dalam kaitannya dengan suatu test dalam perlomban/kompetisi, si atlet harus secara otomatis dikenakan diskualifikasi dari event yang dipertanyakan dan dari semua event berikutnya dalam perlombaan, dengan semua konsekuensi hasil bagi atlet, termasuk kehilangan gelar, hadiah, medali, butir-nilai (score/points) dan hadiah dan dana-penampilan.

29

Dimana bila si atlet yang membuat/melakukan pelanggaran peraturan anti-doping menurut Pasal 39.1 adal;ah anggota suatu btim lari estafet, maka tweam/regu estafet harus secara otomatis dijatuhi diskualifikasi dari event dimaksud, dengan segala konsekuensi hasil untuk tim / regu estafet , termsuk kehilangan semua gelar/titel, hadiah/awards, medali, points/ nilai dan price/hadiah uang dan uang-penampilan (appearance money). Bila si atlet yang telah berbuat pelanggaran peraturan anti-doping ikutbberlomba dalam suatu tim lari dalam suatu event estafet berikutnya dalam kompetisi, maka tim estafet itu harus harus dijtuhi diskualifikasi dari event elanjutnya, dengan semua konsekuensi hasilnya yang sama untuk tim/regu lari estafet itu, termasuk hilangnya/pembatalan semua gelar/titel, hadiah, medali, nilai/points dan hadiah-uang dan ung-penampilan. Dimana atlet yang berbuat suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai Pasal 39.1 adalah anggota suatu tim selain tim/regu lari estafet, dalam suatu event dimana suatu ranking tim didasarkan atas tambahan hsil individu, maka tim itu tidak harus dikenakan diskualifikasi secara otomatis dari event terkait, tetapi hasil dari atlet yang berbuat suatu pelanggaran akan dikurangkan dari hasil tim dan diganti dengan hasil dari anggota tim berikut yang dapat diterapkan. Bila dengan mengurangkan hasil atlet dari hasil tim, jumlah dari atlet yang dihitung untuk tim adalah kurang dari pada jumlah yang diminta/diperlukan, maka tim itu harus di sisihkan dari urutan ranking. Prinsip yang sama ini harus berlaku/diterapkan kepada perhitungan suatu hasil tim, bila atlet yang berbuat pelanggaran peraturan anti-doping berlomba untuk tim dalam suatu event selanjutnya dalam kompetisi/perlombaan.

30

Sebgai tambahan kepada butir di atas, dimana seorang atlet telh dinyatakan tidak memenuhi syarat (ineligible) menurut Pasal 40 di bawah, semua hasil, perlomban yang diperoleh dari tanggal sampel positif disediakan (baik dalam kompetisi ataupun di luar kompetisi ) atau pelanggaran peraturan anti-doping lain terjadi melalui permulaan dari periode penangguhan sementara atau ketidak pemenuhan syarat, kecuali jika sebaliknya membutuhkan tindak yang sportif, haruslah dibatalkan, dengan segala konsekuensi hasilhasilnya bagi si atlet (dan bila dapat diterapkan, setiap tim dimana si atlet telah bertanding), termasuk kehilangan semua gelar/titel, hadiah/awards, medali, points dan hadiah-uang dan uang penampilan. Dimana seprang atlet berbuat pelanggaran peraturan anti-doping sesuai PaSAL 32.2 b) (ii), semua hasil perlombaan yang diperoleh sesudah dari pelanggaran yang diakuii (baik individu maupun bila dapat diterapkan, sebagai bagian dari tim), haruslah dibatalkan, dengan semua konsekuensi hasil bagi si atlet (dan bila dapat diterapkan, bagi tim dimna dimana si atlet berlomba, termasuk kehilangan semua gelar atau titel, hadiah/awards, medali, nilai/points dan hadiah-uang dan uang penampilan dan ini dari tanggal si atlet melakukan pelanggaran peraturan anti-doping. Pasal 40 Sanksi terhadap Individu Bila seseorang melakukan pelanggaran peraturan anti-doping di bawah Peraturan Anti doping ini, dia harus dikenakan sanksi-sanksi berkit ini : untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 a) , b) atau f)zat terlarangt dan metoda terlarang), kecuali dimana zat terlarang adalah suatu zat khusus dalam suatu kasus sesuai Pasal 40.5 di bawah, atau Pasal 32.2 I) (berlomba sambikl dikenakan penangguhan arau ketidak absahan): (i) pelanggaran pertama : untuk satu periode minimum dua tahun ‘ ketidak absahan.’ (ii) pelanggaran kedua : ketidak absahan aseumur hidup. unntuk pelanggaran mwenurut Pasal 32.2 c) (menolak atau gagal datang ke kontrol doping atau Pasaaaal 32.2 e) merusak dengan kontrol doping); (i) pelangaran pertama: untuk suatu periode minimum dua tahun ineligibility (ii) pelanggaran kedua : ineligibiliti seumur hidup. untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 d) (3x gagal test) : (i) pelanggaran pertama: untuk satu periode satu tahun ineligibiliti. (ii) pelanggaran ke dua dan seklanjutnya: untuk satu periode dua tahun ineligibiliti . untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 g) traficcking atau h) (administrasi dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang); (i) ineligibiliti seumur hidup/ Sebagai tambahan

pelanggaran menurut Pasal 40 d) yang juga melanggar hukum bukan sport dan peraturan dapat dilaporkan kepada penguasa yang berkompetensi akan hal administrasi, profesional atau judisial. Penisihan/eliminasi, pengurangan/reduksi atau penggantian dari periode ineligibiliti Bila dalam satu kasus melibatkan suatu pelanggaran peraturan anti-doping menurut : Pasal 32.2 a) (adanya suatu zat terlarang); atau Pasal 32.2 b) (penggunaan zat terlarang atau metroda terlarang);

31

Pengadilan relevan dari Anggota menentukan (dimana diterapkan, telah mengarahkan masalahnya kepada Badan Peninjau Doping untuk penetapannya sesuai Pasal 38.16 di atas) bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus itu sedemikian sehingga bahwa si atlet atau orang lain tidak ada yang menanggung salah atau pelanggaraanya diabaikan, sebaliknya periode yang dapat diterapkan dari ineligibiliti menurut Pasal 40.1 a) haruslah dihilangkan. Bila suatu zat terlarang ditemukan dalam suatu sampel atlet dalam melanggar Pasal 32,.2 a) (ada/hadirnya zat terlarang), si atlet harus menyatakan bagaimana zat terlarang itu bisa masuk ke dalam sistem dia dalam rangka periode (masa hyukuman) ineligibiliti-nya dihapuskan. Dalam event yang peraturan ini diterapkan dan periode ineligibiliti sebaliknya dapat diterapkan berdasaer Pasal 40.1 a) dihapuskan, pelanggaran peraturan anti-doping harus tidak dinilai suatu pelanggaran untuk tujuan-tujuan terbatas tertentu dari menentukan periode ineligibiliti untuk pelanggaran berganda/banyak menurut Pasal 40.1 a) – c) di atas dan Pasal 40.5 dan 40.6-8 di bawah. Apabila dalam suatu kasus melibatkan pelanggaran peraturan anti-doping di bawah : Pasal 32.2 a) (adanya zat terlarang); Pasal 32.2 b) penggunaan zat terlarang dan metoda terlarang); Pasal 32.2 c) menolak atau gagal tampil di lokasi kontrol doping; Pasal 32.2 h) administrasi dari zat/metoda terlarang; atau Pasal 32.2 I) berlomba sambil ditangguhkan atau ineligibel (tak memenuhi syarat) Pengadilan yang relevan dari Anggota menentukan (bila dapat diterapkan setelah mengacu masalahnya kepada Badan Peninjau Doping untuk ketetapannya menurut Pasal 38.16 di atas) bahwa ada keadaan perkecualian demikian bahwa si atlet atau orang lain tidak punya kesalahan yang signifikan atau tidak juga kelalaian yang signifikan untuk pelanggaran, maka periode/masa ineligibilitas dapat dikurangi tetapi waktu pengurangannya tidak boleh kurang dari setengah periode minimum dari ineligibilitii sebaliknya dapat diterapkan. Apabila periode yang diterapkan sebaliknya adalah seumurhidup, maka periode yang dikurangi sesuai Pasal ini tidak boleh kuirang dari 8 tahun. Apabila zat terlarang diketemukan ada di dalam smpel seorang atlet dalam melanggar peraturan Pasal 32.2 a) (ada/hadirnya zat terlarang), si atlet harus menyatakan bagaimana zat terlarang itu masuk ke dalam sistemnya dalam rangka Mengutangi periode/masa ineligibilitasnya. Pengadilan relevan dari Anggota dapat juga menentukan (bila dapat diterapkan, setelah mengacu masalahnya kepadfa Badan Peninjau Doping untuk penentuannya menurut Pasal 38.16 di atas) untuk mengurangi masa/periode ineligibilitas dalam kasus seorang individu dalam kaitannya dengan keadaan perkecualian sebab si atlet atau orang lain telah menyediakan bukti substansial atau bantuan kepada IAAF, Federasi Nasionalnya atau badan relevan yang lain yang berakhir dalam IAAF, Federasi Nasional atau badan relevan lain menemukan atau mengadakan suatu pelanggaaaaaaaaran peeraturan anti-doping oleh orang lain meliputi: pemillikan (Pasal 32.2 f), trafficking (Pasal 32.2 g) atau administrasi /memberi kepada seorang atlet (Pasal 32.2 h). Namun, periode yang dikurangi itu tidak bolah kurang dari setengah periode minimum dari ineliiigibilitas sebaliknya dapat diterapkan. Apabila periode sebaliknya dapat diterapkan adalah seumurhidup, periode yng dijurangi menurut Pasal ini tidak boleh kurang dari 8 tahun. Zata-zat Khusus Daftar zat Terlarangdapat mengenalkan sejumlah terbatas dari zat-zat khusus yang terutama mudah kena dengan pelanggaran peraturan anti-doping yang tidak disengaja disebabkan oleh dapat diperoleh secara gampang/umum dalam (toko) produk medis atau yang mungkin kurang berhasil disalah gunakan sebagai alat/agen doping. Dimana si atlet dapat mengadakan bahwa penggunaan zat khusus dermikian adalah bukan diniatkan

orang pendukung atlet atau orang lain yang telah dinyatakan ineligibel selama periode ineligibilitas boleh berpartisipasidalam suatu kapasitas dalam suatu perlombaan atau aktivitas ( selain dari pendidikan anti-doping yang diwenangkan atau progranm-program rehabilitasi) yang adalah diwenangkan atau diatur oleh IAAF atau Anggota. atau setelah Anggota membuat suatu alasan untuk mencoba membri peringatan. pada hari tanggal onrligibilitas itu diterima atau dijatuhkan sebaliknya. (iii) pelanggaran ke tiga: ineligibilitas untuk seumur-hidup. pelanggaran peraturan antidoping yang relevan harus dipikirkan sebagai suatu pelanggaran tunggal dan sanksi yang dijatuhkan harus didasarkan atas pelanggaran yang membawa bersamanya sanksi yang lebih berat.untuk meningkatkan prestasi. Dimulainy periode ineligibilitas Dalam tiap kasus dimana suatu periode ineligibilitas adalah untuk dijatuhkan di bawah Peraturan ini.5 dan yang lain melibatkan suatu zat terlarang atau metoda terlarang yang dikuasai oleh sanksi-sanksi dalam Pasal 40. Bila IAAF. Anggota atau pejabat penuntut yang lain dapat menentukan bahwa si atlet atau orang lain yang terkena peraturan anti-doping ini melakukan untuk kedua kalinya atau lebih lanjut pelanggaran peraturan anti-doping setelah dia menerima peringatan.1 (a) – (c) di atas dan Pasal 40. Dimana yang timbul/muncul dari test yang sama seorang atlet diketemukan telah berbut pelangaran peraturan anti-doping yang melibatkan zat terlarang dan zat terlarang lainnya atau metoda terlarang. Status selama ineligibilitas.1a) atau b). pelanggaran peraturan anti-doping ke dua dan seterusnya hanya boleh dipertimbangkan apabila IAAF . Tisdak ada atlet. tanpa menghiraukan urutan di dalam mana kedua pelanggaran dilakukan. periode ineligibilitas yang dijatuhkan untuk pelanggaran kedua haruslah minimum du tahun dan maximum 3 tahun. Anggota atau penguasa penuntut yang lain tidak dapat menentukan fakta ini . yang satu melibatkan sutu zat khusus yng dikuasai oleh sanksi-sanksi dalam Pasal 40. maka si atlet harus dipertimbangkan telah berbuat satu pelanggaran peraturan anti-doping tunggal tetapi sanksi yang dijatuhkan harus didasarkan atas pelanggaran yang membawa bersamanya sanksi yang lebih berat. beberapa atau semua sport berkaitan dengan dukungan dana atau . suatu periode demikian harus di kreditkan terhadap total periode dari ineligibilitas yang harus lakukan/dipenuhi.5 a) – c) harus menerima satu sanksi dari ineligibilitas seumur hidup. (ii) pelanggaran kedua: untuk suatu periode 2 tahun ineligibilitas. Apabila seorang atlet telah menjalani suatu periode dari penangguhan sementara menjelang dinyatakan ineligibel ( apaakah dijtuhkan atau diterima secara sukarela) . Seorang atlet diketemukan telah melakukan pelanggaran yang ke tiga kalinya melibatkan kombinasi pelanggaran dari satu pelanggaran untuk zat khusus menurut Pasal 40. untuk tiap pelanggaran peraturan anti-doping tidak melibatkan zat khusus. Sebagai tambahan. sebaliknya periode ineligibilitas yang diterapkan dalam Pasal 40.1 a) harus diganti dengan : pelanggaran pertama: minimum – suatu peringatan publik/umum (dan dikenai /dijatuhi diskualifikasi dari event dan event berikutnya di mana dia berlomba dalam kompetisi – liat Pasal 39 di atas) dan tidak ada ineligibilitas dari perlombaan di masa mendatang. maka periode ineligibilitas ini harus dimulai dari tanggal diadakannya ‘hearing’ (dengar-pendapat) keputusan menyediakan untuk ineligibilitas atau bila hearing itu dilepaskan . Dimana seorang atlet diketemukan telah melakukan dua pelanggaran peraturan antidoping secara terpisah ( yang belum timbul dari test yang sama). maximum – satu tahun ineligibilitas. dari pelanggaran pertama atau sebelumnya. 32 Peraturan untuk pelanggaran ganda / multipel Untuk maksud-maksud penjatuhan sanksi-sanksi menurut Pasal 40.5.1 a) atau pelanggaran lain yang dikuasai sanksi-sanksi dalam Pasal 40.

Bila seorang atlet telah dinyatakan ineligibel (tidak memenuhi syarat). asalkan dia telah memenuhi/mematuhi peraturan Pasal 40. telah menerima pembayaran. . Se lembar copy dari kesepakatan yang ditanda tangani ini harus dalam setiap kasus diajukan oleh para ANGGOTA (IAAF) ke Kantor Besar/Markas IAAF. Sekali periode ineligibilitas seorang atlet itu usai. ini akan merupakan suatu pelanggaran peraturan anti dopibng yang terpisah dan si atlet akan dikenai cara kerja disipliner dan sanksi-sanksi lebih lanjut sebgaimana layaknya. atas biaya si atlet. dia harus.keuntungan lain berkaitan dengan sport diterima oleh orang demikian akan di tahan oleh IAAF dan Anggota-anggotanya.12 di atas. IAAF bertanggung-jawab terhadap pelaksanan test-test yang pengting. membuat Dirinya bersedia untuk menjalani test di luar perlombaan oleh IAAF. Bila seorang atlet bertanding dalam event lari .16. minimaldua test pendudukan kembali dia harus dianalisi untuk rh-EPO dan zat-zat yang terkait. Bila hasil dari tiap test yang dilaksnakan menurut Pasal 40. dengan minimal 3 bulan antara tiap test. dan dia harus menyediakan informasi kepada IAAF untuk maksud ini sesuai dengan peraturan Pasal 35.gai suatu kondisi/syarat untuk memperoleh eligiibilitas (keadaan pemenuhan syarat)pada akhir periode khusus. dia tidak lagi berhak terhadap pembayaran terhadap mana dia telah berhak atas kebijakan dari penampilannya dan atau prestasinya apakah di perlombaan dimana sampel disediakan atau pada perlombaan setelah ketentuan dari sampel menjelang penangguhan sementara (atau menerima suatu penangguhan sementara secara sukarela) menurut Pasal 389. pada suatu saat selama periode ineligibilitas dia. Hasil semua test iitu bersama dengan copies dari formulirformulir kontrol doping yang relevan harus dikirim ke IAAF menjelang kembalinya si atlet ke perlombaan. Jalan-cepat.11 dan Pasal 40. Pasal 41 Kewajiban / Obligasi Melapor bagi Anggota Setiap Anggota (IAAF) harus melapor kepada IAAF segera nama-nama atlet yang telah menandatangani suatu pemberi tahuan tertulis dan persetujuan kepada Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural dalam rangka menjadi elkigibel (memenuhi syarat / absah) untuk ikut dalam perlombaan atletik internasional (lihat Pasal 30. sesuai dengan peraturan dan Petunjuk Prosedural. segera menjelang berakhirnya periode ineligibilitas.1 untuk suatu periode selain seumur hidup .12 di atas harus memberi kenaikan kepada penemuan analitis yang merugikan atau pelanggaran peraturan antidoping yang lain di bawah Peraturan Anti Doping ini. Federasi Nasionalnya dan oleh organisasi lain yang memiliki kompetensi kewenangan untuj mengetest di bawah peraturan Anti-Doping ini.2 di atas. asalkan sampels yang dikumpulkan telah dianalisis oleh satu laboratorium WADA yang berakreditasi. 33 Persyaratan untuk kembali keperlombaan setelah ineligib ilitas. Dimana seorang atlet tingkat internasional telah dinyatakan ineligibel (tidak memenuhi syarat) menurut Pasal 40. Sebagai tambahan. Dalam event bahwa si atlet berlawanan dengan peraturan ini. dia tidak harsu berhak untuk kembali untuk berlomba pada akhir periode ineliginbilitas sampai waktu demikian setiap dan semua pembayaran telah dibayar kembali kepada orang yang relevan atau keseluruhan. atau event gabungan telah diketemukan bersalah pada suatu pelanggaran peraturan anti-doping. Dimana seorang atlet telah menjalani ineligibilitas selama satu tahun atau lebih. seorang atlet harus mengalami test untukjangkauan penuh dari zat-zat terlarabng dan metoda-metoda terlarang.5 di atas). tetapi test yang dilajkyukab oleh badan penge-test yang kompeten dapat dipercaya untuk memuaskan persyaratan ini. suatu minimum 3x test di luar perlombaan harus dilakukan. dia harus sercara otomatis menjadi absah kembali (re-ekligible) dan tidak perlu ada aplikasi oleh si atlet atau Federasi Nasionalnya kepada IAAF yang diperlukan.

. untuk meng-issue-kan adanya denda-denda. termasuk pemenuhan para Anggota (IAAF). di dalam 14 hari dari peringatan ini. (f) Gagal untuk melaporkan kepada IAAF sebagai bagian dari laporan tahunan yang harus diserahkan di dalam waktu tiga bulan pertama dari tahun . IAAF harus melapor kepada WADA setiap tahun ke dua pada pemenuhan IAAF dengan Kode/Sandi. sesuai dengan Artikel 14.16 di atas). untuk menahan grants/pemberian/sumbangan atau subsidi dari Anggota.5 di atas). Setiap Anggota harus melapor. satu daftar doping-kantrol yang dilakukan oleh Anggota atau di dalam Negera atau Teritori di dalam tahyun sebelyumnya/terdahulu (lhat Pasal 41.4 di atas). bersama dengan nama si atlet yang bersangkutan (liat Pasal 41. maka Dewan / Dewan memiliki wewenang untuk bertindak dalam satu cara atau llebih sbb. (e) Gagal untuk melapor kepada IAAF suatu penemuan analitis yang merugikan diperoleh dalam jalur dari suatu kontrol dopingdilakukan oleh Anggota itu. bersama dengan nama-nama atlet yang terkait/bersangkutan. : menangguhkan Aanggota sampai saat rapat Kongres berikutnya atau untuk waktu yang lebih singkat. Apabila satu Anggota dianggap ada dalam pelanggaran dari tugas-kewajibannya menurut Peraturan Anti Doping. dan untuk meng-issue-kan adanya sanksi lain sejak ini dianggap layak. dengan membutuhkan tanda-tangan atlet suatu pemberi tahuan sebelumnya secara tertulis dan persetujuan terhadap Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural dan mengirim satu copy persetujuan yang ditanda tangani kepada Kantor IAAF (lihat Pasal 30. sebagai bagian dari laporan tahunan mereka kepada IAAF yang harus dimasukkan didalam waktu tiga bulan pertama dari tiap tahun (klihat Artikel 4. menjelaskan kapan atlet it di test. untuk mengeluarkan atlet dari Anggota dari keikut-sertan dalam satu atau lebih Perlombaan Internasional. Contoh contoh berikut ini akan dipertimbangkan menjadi suatu pelanggaran dari tugas kewajiban Anggota di bawahh Peraturan Anti Doping ini : (a) gagal untuk menjamin ke absahan/pemenuhan-syarat (eligibilitas) seorang atlet untuk ikut berlomba dalam perlombaan internassional. (c) Gagal untuk membuat upaya yang tekun guna membantu IAAF dalam mengumpulkan tentang informasi yang ada dimana-manabila IAAF harus membuat suatu reques demikian untuk bantuan (liht Pasal 35.5 b) (lihat Pasal 41.5 b) di atas. Laporan ini harus diisi dengan naaaaaaama atlet. setiap penemuan analitis yang merugikan yang diperoleh dalam jalur kontrol doping yang dilaksanakan oleh Anggota itu atau di dalam Negeri atau Teritori Anggota. atau di dalam Negara atau Teritori Anggota. di dalam tempo 14 hari sejak peringatan dari penemuan itu kepada Anggota. untuk memberi peringatan atau kecaman kepada Anggota. keseluruhan pelaksaan test dan apakah test adalah test dalam perlombaan atau di luar perlombaan.2 di ataas). Setiap Anggota harus melap kepada IAAF segera dan dalam segala keadaan. semua kontrol doping yang dilakukan oleh Anggota atau dilakukan di dalam Negeri atau Teritori Anggota di dalam tahun terdahulu (selain oleh IAAF). Pasal 42 Sanksi-sanksi terhadap para Anggota 34 Dewan/Dewan harus memiliki wewenang untuk mengambil sanksi terhadap tiap Anggota yang ada dalam pelanggaran dari obligasi tugas-tugasnya di bawah Peraturan Anti Doping ini. (d) Gagal untuk melapor ke IAAF dan WADA tentang pemberian TUE menurut Pasal 234. (b) Gagal untuk mengadakan acara ‘hearing’ (dengar pendapat) bagi seorang atlet dalam tempo 2 bulan sejak diminta untuk melakukan hal itu *(lihat Pasal 38. IAAF dapat memilih secara periodik untuk menerbitkan data demikian pada saat diterima dari para Anggota menurut peraturan ini.9 dari Konstitusi). untuk memindahkan atau mengungkiri akreditasi kepada offiser atau perwakilan Anggota yang lain.7 di atas). IAAF harus diminta untuk menjelaskan setiap alasan untuk yang bukan pemenuhan (non-compliance).7 dari Konstitusi.Setiap Anggota harus melaporkan kepada IAAF dan WADA segeera setiap TUE-TUE yang telah diberikan sesuai dengan peraturan Pasal 34.3 di atas).

ataupun internasional. Lebih lanjut . . satu keputusan demikian harus dilaporkan kepada Kongres yang akan datang.Dalam tiap hal dimna Dewan/Dewan telah mengeluarkan suatu sanksi terhadap satu Anggota untuk suatu pelanggaran dari tugas-kewajibannya sesuai Peraturan Anti Doping. dapat mengakui hasil-hasil kerja dari kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IAAF. dimana keputusan-keputusan telah diambil oleh IAAF atau Anggota tentang pelanggaran Peraturan Anti Doping . kawasan benua. 3. baik itu nasional. Dewan dapat mendelegasikan tanggung-jawabnya untuk pengakuan hasil-hasil kerja kontrol doping menurut Pasal 43. adalah untuk diakui. 2.2 di atas kepada Badan Peninjau Doping atau orang lain demikian atau badan sejak ini dianggap layak. Bila Dewan menentukan bahwa hasil dari kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IAAF. apabila ini memuaskan test itu dilaksanakan dengan sempurna baik dan peraturan dari badan yang melakukan test memberikan perlindungan yang cukup memadai bagi para atlet. 4. setiap Anggota harus mengakui keputusan demikian dan harus mengambil semua tindakan yang penting guna membuat keputusan demikian menjadi efektif. Semua Anggota harus mengambil semua tindakan yang penting guna menjamin bahwa setiap keputusan tentang suatu pelanggaran peraturan anti-doping dalam kasus demikian adalah efektif. maka si atlet harus dianggap telah melanggar Peraturan yang relevan dan akan terkena prosedur disiplin yang sama dan juga sanksi seperti untuk pelanggaran yang sepadan dari Peraturan Anti Doping ini. Asal 43 Pengakuan 35 1. Anggota (IAAF) atau satu Asosiasi Area/Kawasan menurut Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural. atau oleh satu anggota dari badan sport. setiap Anggota harus mengakui hasil-hasil kontrol doping demikian. di bawah peraturan dan prosedur berbeda dari IAAF. atau oleh pemerintah atau agen pemerintah. atau oleh badan pemerintah atau agen pemerintah. Dimana kontrol doping telah dilakukan oleh IAAF. regional. Dewan/Dewan atas nama semua Anggota.

PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 .36 Pasal 44 Undang-undang / ketentuan Permbatasan Tidak ada tindakan disipliner dapat dimulai menurut Peraturan Anti Doping ini terhadap seorang atlet atau orang lain untuk suatu pelanggaran peraturan anti-doping yang termuat dalam Peraturan Anti Doping ini. personil pendukung atlet dan orang-orang lain 2. peraturan perlombaan yang mengatur keadaan/kondisi di bawah/sesuai mana sport atletik dilaksanakan. apakah berkaitan dengan masalah doping atau don-doping. Kebijakan dan standard yang ditetapkan di dalam Code sebagai dasar untuk memerangi doping dalam sport. kecuali jika tindakan/aksi demikian adalah dimulai di dalam 8 tahun dari tanggal dimana pelanggaran peraturan anti doping itu terjadi. personil pendukung atlet atau orang-orang lain di bawah judgesdiksi (hak hukum)-nya. namun muncul/timbul. 2.2007 BAB 4 : DISPUTES Pasal 60 Perselisihan / Sengketa / Percekcokan / Disputes Umum 1. Peraturan Anti-Doping adalah menurut keadaannya . merupakan suatu konsensus yang luas dari mereka dengan suatu kecintaan dalam sport yang fair baik dan harus dihormati oleh semua pihak dan badan-badan yang bertindak sebagai hakim yang memutuskan. semua sengketa yang timbul menurut Peraturan ini harus dipecahkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan di bawah ini. Pasal 45 Interpretasi / penafsiran 1. 3. bahwa kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam suatu Ketentuan atau Peraturan khusus. Mereka tidak diniatkan untuk dikenakan kepada atau terbatasi oleh syarat-syarat dan standard-standard yang sah yang dapat diterapkan kepada carakerja yang curang / kriminal atau masalah pekerjaan. Kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam suatu Ketentuan atau Peraturan khusus (misal: dalam kaitan perselisihan yang timbul dari perlombaan di lapangan). Definisi-definisi termuat dalam Bab 3 harus dinilai sebagai suatu bagian integral dari Peraturan Anti-Doping ini. Dispute/sengketa yang melibatkan: atlet. Berbagai judul dan sub judul yang digunakan dalam Peraturan Anti Doping ini adalah hanya demi kenyamanan dan harus tidak dianggap menjadi bagian dari materi dari Peraturan Anti Doping ini atau untuk mempengaruhi dalam setiap cara/laku bahasa dari ketetapan/ ketentuan yang kepadanya mereka mengacu. harus diajukan ke suatu dengar-keterangan . Tiap Anggota (IAAF) harus memasukkan suatu ketetapan/ketentuan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa yang melibatkan atlet. dan yang diterima oleh IAAF di dalam Peraturan Anti Doping ini.

suatu badan nasional. komite atau tribune/pengadilan di luar dari Anggota adalah bertanggung-jawab untuk memberi seorang atlet. Dimana sengketa demikian timbul dalam suatu kontext non-disipliner. tidak harus mempengaruhi haknya untuk menuntut keputusan kepada CAS menurut Pasal 60.24 di bawah. maka badan hearing yang relevan harus diangkat sebagai suatu panel arbitrasi/pengadilan.4 b) di atas. setelah hearing fakta/bukti. Anggota harus menerapkan prosedur-prosedur disipliner yang ditetapkan di bawah ini : Pernyataannya harus dikurangi sampai ke penulisan dan diajukan kepada Anggota kemana si atlet. Dalam event/peristiwa dari suatu pelanggaran yang diduga keras atas Pasal 22 di atas berkaitan dengan ketidak absahan (ineligibility) untuk ikut dalam Perlombaan Domestik dan Internasional ( selain dalam suatu pelanggaran Pasal 22. menentukan bahwa si atlet atau orang lain yang terkait adalah melanggar Pasal 22. yang harus pendapatannya yang tepat waktu guna mengadakan penyelidikan ke dalam fakta dari persoalan. Dengar-pendapat/hearing demikian harus menghormati/menaruh respek terhadap prinsip-prinsip berikut ini: suatu hearing yang tepat waktu di depan badan-hearing yang baik dan tidak memihak.1 e)).(hearing) di depan badan hearing yang relevan yang diberi kuasa atau sebaliknya diwenangkan oleh Anggota. Bila badan hearing yang relevan dari Anggota. Anggota harus menginformasikan kepada IAAF segera setelah tanggal pelaksanaan hearing ditetapkan dan IAAF harus memiliki hak untuk menghadiri persidangan hearing dimaksud sebagai peninjau/observer. termasuk hak untuk memanggil dan menanya kepada para saksi. Anggota harus menginformasikan kepada IAAF secara tertulis tentang keputusan yang diambil di dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat (dan harus mengirimkan satu copy ke IAAF tentang alasan-alasan secara tertulis untuk keputusan itu. 5. personil pendukung atlet atau orang lain berafiliasi. akan menyatakan orang yang yang ineligibel (tak memenuhi syarat) untuk ikut perlombaan domestik maupun internasional untuk jangka waktu yang ditetapkan dalanm Petunjuk yang dihasilkan oleh Dewan/Dewan (atau Anggota harus melakukan begiitu bila si atlet atau orang lain telah melepaskan haknya terhadap suatu hearing). badan hearing yang relevan harus menentukan waktu yang layak/cocok dari ineligibilitas seseorang. Bila Petinjuk demikian tidak ada. Anggota harus segera memberitahu si atlet atau orang lain yang terrkait tentang tuduhan/tuntutan untuk dibawa dan haknya untuk suatu hearing / dengar-pendapat sebelum keputusan tentang ketidak-absahan dibuat. dia akan dianggap telah melepaskan haknya untuk hearing dan telah menerima bahwa dia telah melakukan suatu pelanggaran dari ketentuan yang relevan dari Pasal 22. keputusan badan itu . ). Hadirnya IAAF dalam persidangan hearing dalam kapasitas demikian atau keterlibatan lain dalam masalah.2 di atas harus diadakan dalam tempo tak lebih dari 2 bulan mengikuti pemberi tahuan tentang tuntutan dalam Pasal 60. Bila si atlet atau orang lain gagal untuk menegaskan dengan tertulis kepada Anggota atau badan relevan lain dalam tempo 14 hari dari peringatan demikian bahwa dia berharap untuk mengikuti hearing. Anggota (IAAF) harus menerapkan prosedur disipliner yang ditetapkan dalam Pasal 38. Anggota percaya bahwa ada bukti untuk menunjang dugaaan akan ineligibilitas (ketidak absahan). Dalam event suatu pelanggaran dari pelanggaran peraturan anti-doping dalam Bab 3 di atas. semua bukti yang relevan harus diberikan kepada orang yang keabsahannya (eligibilitasnya) tertantang dan suatu hearing dengan menghormati prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam Pasal 60. hak individu untuk diinformasikan tentang tuduhan/tuntutan yang dikenakan padanya. Bila. 4. komite atau tribunal/pengadilan harus dianggap menjadi keputusan dari Anggota dan kata “Anggota” 37 . hak untuk diwakili oleh penasehat yang sah dan seorang juru-bahasa (interpreter) (atas biaya individu) dan suatu keputusan tertulis yang tepat-waktu dan beralasan. mengikuti penyelidikan demikian. komite atau pengadilan/tribunal (apakah di dalam ataupun di luar Anggota). 3. Anggota ini harus menginformasikan kepada IAAF secara tertulis tentang keputusan yang diambil dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat (dan harus mengirim IAAF satu copy tentang alasan-alasan secara tertulis untuk pembuatan keputusan dalam bahasa Inggris atau Prancis. personil pendukung atlet atau orang lain hearingnya sesuai Peraturan ini. atau dimana untuk suatu alasan lain. Bila si atlet atau orang lain menegaskan bahwa dia ingin mengikuti suatu hearing. Dimana satu Anggota mendelegasikan pelaksanaan hearing kepada suatu badan . hak untuk menghadirkan bukti.

keputusan dari badan relevan dari Anggota dapat dimohon kepada suatu badan peninjau nasional . 38 Sengketa antara Anggota dan IAAF 6. Berikut ini adalah contoh-contoh keputusan yang mungkin terkena kepada appeal menurut peraturan ini : (i) Bila satu Anggota telah mengambil suatu keputusan bahwa satu atlet .dalam Peraturan demikian harus ditafsirkan begitu demi maksud dari peraturan Pasal 60. baik itu berkaitan dengan doping atau non-doping. 7. Semua keputusan terkena permohonan menurut Peraturan ini. Appeal / permohonan 9. keputusn dari badan relevan dari Anggota atau IAAF dapat dimohon secara ekslusif kepada CAS sesuai dengan ketetapan yang ditentukan dalam Pasal 60. kecuali sebaliknya dinyatakan dalam suatu ketentuan dan peraturan tertentu/khusus.10 di bawah. 11. baik itu berkaitan dengan masalah doping maupun bukan doping. (iii) Bila satu Anggota telah mengambil satu keputusan bahwa seorang atlet. Tiap Anggota harus mencantumkan suatu ketetapan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa yang timbul dari antara Anggota dan IAAF harus diacu kepada Dewan/Dewan. Dewan akan menentukan suatu prosedur untuk keputusan hakim tentang sengketa tergantung akan keadaan kasusnya. Dalam kejadian bahwa IAAF mencari untuk menangguhkan satu Anggota untuk pelanggaran suatu peraturan. (v) Dimana IAAF telah mengambil suatu keputusan untuk menyangkal seorang atlet ringkat Internasional pada TUE menurut Pasal 34.5 a).7. kecuali jika ditentukan lain/sebaliknya (lihat Pasal 60.25 – 60. (vi) Dimana IAAF telah menetapkan suatusanksi terhadap satu Anggota karena melanggar suatu peraturan. Anggota harus telah mengirim lebih dulu surat peringatan (note) secara tertulis dasar-dasar untuk penangguhan dan harus telah memberikan suatu kesempatan yang layak untuk di-dengar keterangannya tentang masalah berkaitan dengan prosedur-prosedur yang ditetapkan dalam Artikel 14. personil pendukung atlet atau orang lain telah tidak melakukan suatu pelanggaran peraturan anti-doping. (iv) Apabila test itu menunjukkan ada/hadirnya zat terlarang atau penggunaan suatu metode terlarang dan bertentangan dengan Pasal 38. personil pendukung atlet atau orang lain telah beberbuat satu pelanggaran peraturan antidoping. Maka Dewan akan menentukan suatu prosedur untuk bertindak sebagai hakim dari sengketa itu tergantung pada keadaan kasus yang dipersoalkan.10 dari Konstitusi/Undang-undang. 12.18 bahwa tidak ada keadaan perkecualian dalam hal membenarkan suatu pengurangan periode waktu dari ineligibilitas yang harus ditempuh/dijalani. Dalam kasus-kasus yang tidak menyangkut para atlet tingkat Internasional (atau personil pendukung atlet mereka). Tiap Anggota harus mencantumkan suatu ketetapan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa/disputes dengan Anggota lainnya harus diacu kepada Dewan/Dewan. personil pendukung atlet atau orang lain telah tidal melakukan suatu pelanggaran Pasal 22. 10. mungkin permohonan kepada CAS sesuai dengan ketetapan yang ditetapkan di bawah. Sengketa antara Anggota-anggota 8. Dalam kasus-kasus yang melibatkan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka).23-24 di bawah) . baik itu berkaitan dengan doping atau non-doping. Semua keputusan demikian harus tetap berpengaruh meskipun sedang diadakan appeal/permohonan. atau melibatkan sanksi dari satu Anggota oleh Dewan/Dewan untuk pelanggaran peraturan. (vii) Dimana satu Anggota telah mengambil suatu keputusan bahwa seorang atlet. (ii) Dimana seorang atlet menerima keputusan satu Anggota bahwa dia telah melakukan satu pelanggaran peraturan anti-dopng tetaapi mencari suatu tinjauan ulang akan keputusan Badan Peninjau Doping menurut Pasal 38. Anggota telah menolak atau gagal untuk menyediakan si atlet dengan suatu hearing (dengar-keterangan) di dalam periode waktu yang relevan.30 di bawah.

Namun apabila dalam kasus-kasus tak terkait dengan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka). asalkan permintaan CAS adalah dilakukan sesuai dengan ketetapan Pasal 60 di bawah. dan c. Tiap Anggota harus punya di tempat suatu prosedur permintaan pada tingkat nasional yang menaruh respek terhadap prinsip-prinsip berikut ini : suatu hearing (dengar-keterangan) di depan suatu badan hearing independent yang baik dan jujur / tidak memihak. yaitu : b. 16. Dalam tiap kasus yang melibatkan suatu keputusan oleh Dewan/Dewan untuk suatu pelanggaran peraturan. yaitu : (a) si atlet atau orang lain yang adalah subyek dari keputusan yang diminta. Anggota yang terkena pengaruh harus memiliki hak tunggal untuk memohon suatu keputusan kepada CAS. responden terhdap permintaan Cas menurut peraturan ini haruslah pihak yang telah mengambil keputusan yang adalah subyek dari appeal/permohonan. keputusan CAS haruslah final dan mengikat terhadap si atlet. yaitu : (a) atlet atau orang lain subyek dari keputusan yang sedang diminta. peraturan-peraturan dari satu Anggota tersediakan untuk hak IAAF dan WADA dalam kasus-kasus berkaitan dengan doping saja) untuk meminta keputusan langsung kepada CAS dari pada ke badan peninjau tingkat nasional seperti dalam Pasal 60. Namun bila. Respondents terhadap CAS Appeal 18. 15. Pihak-pihak yang berhak untuk memohon keputusan-keputusan. hak untuk diwakili oleh penasehat yang sah/legal dan seorang juru-bahasa (atas biaya pemohon) dan suatu keputusan yang tepat waktu dan beralasan secara tertulis. Dalam tiap kasus/hal yang tidak melibatkan para atlet tingkat Internasional (atau personil pendukung atlet mereka). para respondent kepada permintaan haruslah Anggota yang relevan dan IAAF dan mereka harus bergabung untuk menunjuk seorang arbitrator/wasit/juru-pemisah. dalam permintaan menurut Pasal 60.16 di bawah.16 di bawah. (b) pihak lain kepada kasus di dalam mana keputusan di sumbangkan/diberikan. WADA (dalam kasus-kasus berkaitan dengan doping). Keputusn dari badan peninjau nasional dapat diminta kepada CAS sesuai dengan Pasal 60. 14.15 di atas. d) atau g). IAAF dan WADA (dalam kasus berkaitan dengan doping saja) harus memiliki hak untuk menghadiri setiap acara hearing di depan badan peninjau tingkat nasionak sebagai seorang observer. IAAF.pihak-pihak (parties) yang memiliki hak untuk mengajukan permohonan (appeal) suatu keputusan kepada badan peninjau tingkat nasional harus seperti yang disediakan di dalam peraturan dari Anggota. Dalam kasus yang melibatkan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka). Kehadiran IAAF pada acara hearing dalam kapasitas demikian harus tidak mempengaruhi haknya untuk memohon/meminta keputusan dari badan peninjau tingkat nasional kepada CAS sesuai dengan Pasal 60. pihak-pihak berikut ini memiliki hak untuk memohon suatu keputusan kepada CAS.10 a). 19.. Bila ada ketidak 39 . tetapi harus memasukkan dalam jumlah minimal. IAAF. Anggota. Anggota yang relevan harus menjadi respondent. (c) Anggota. dan WADA (hanya masalah-masalah berkaitan dengan doping ). sebagai suatu peraturan umum. Pihak-pihak berikut ini harus memiliki hak untuk meminta keputusan dari badan peninjau tingkat nasional kepadfa CAS. IAAF dan WADA dan tak ada permohonan kepada CAS yang diajukan kemudian. 13.17. Dalam referensi kepada CAS menurut Pasal 60. IOC (dimana keputusan dapat memberi efek atas keabsahan /eligibilitas berkaitan dengan Olimpic Games). si pemohon mencari suatu tinjauan ulang dari suatu keputusan yang dibuat oleh Badan Peninjau Doping atas keadaan perkecualian menurut Pasal 38. 17.sesuai dengan peraturan dari Anggota.10 a). (b) pihak lain terhadap kasus di mana keputusan diserahkan . Tidak ada keputusan yang diminta kepada CAS sampai prosedur permintaan pada tingkat nasional telah kehabisan sesuai dengan hasil-hasil dari Anggota. Kecuali jika sebaliknya dinyatakan di bawah.

cocokan seperti kepada siapa penunjukan arbitrator itu seharusnya. kecuali pihak-pihak itu setuju menggunakan yang lain. maka respondent harus menghimpun jawabannya dCAS.10 b) atau menurut Pasal 60. 26. namun ini memilih untuk berpartisipasi dalam hearing CAS bila ini dinilai cocok untuk berbuat demikian. CAS dan Panel CAS harus diikat oleh Konstitusi IAAF. atau suatu sumbangan untuk biaya. Dalam hal ada konflik antara peraturan CAS yang sekarang berlakuu dan Konstitusi IAAF. 21. Dalam semua appeal kepada CAS dengan melibatkan IAAF. Dalam tempo 15 hari dari batas waktu untuk menghimpun pernyataan appeal/tuntutan. 29. 28. yang tidak se4cara konsisten di benarkan oleh fakta dari kasus. maka hearing di depan CAS atas pertanyaan pada keadaan perkecualian harus dibatasi sampai suatu tinjauan dari meteri di depan Badan Peninjau Doping dan sampai pada keputusannya. Ketetapabn dan Peraturan harus mengambil hak yang lebih tinggi. atau (c) bahwa penentuan yang dicapai oleh Badan Peninjau Doping adalah suatu penentuan bahwa tidak ada badan peninjau yang dapat mencapai. e) atau f). Keputusan oleh IAAF seperti untuk suatu kasus berkaitan dengan doping harus dimohonkan kepada CAS harus diambil oleh Badan Peninjau Doping . . Keputusan oleh IAAF seperti kepada apakah suatu kasus berkaitan dengan non-doping harus dimohon kepada CAS harus diambil oleh Dewan.27 di bawah) harus mengambil formulir suatu hearing ulangan dari issues yang timbul dari kasus dan Panel CAS harus dapat mengganti keputusanny untuk keputuan dari pengadilan relevan dari Anggota atau IAAF dimana ini menilai keputusn dari pengadilan relevan dari Anggota atau IAAF menjadi salah/keliiru atau tidak sehat (cacat) secara prosedural. Panel CAS hanya akan mengganggu dengan penentuan dari Badan Peninjau Doping apabila ini memuaskan : (a) bahwa tak ada basis yang faktual yang diadakan untuk penentuan Badan Peninjau Doping. 22. Kecuali Dewan/Dewan menentukan sebaliknya. 30. yang mangajukan appeal (appellant) harus punya waktu 30 hari dari sejak tanggal berkomunikasi tentang alasan-alasan tertulis dari keputuan yang di tuntutkan ( di negeri Inggris dan Prancis dimana IAAF adalah yang mengajukan appeal yang prospektif) dimana file / himpunan dari pernyataan appeal dia dengan CAS. 20. Ketentuan dabn Peraturan (termasuk Petunjuk Prosedural). Dalam semua referensi kepada CAS menurut Pasal 60. maka respondent itu adalah IAAF. 27.10 a) dan si atlet mencari sebagai bagian dari appealnya suatu tinjauan dari keputusan Badan Peninjau Doping opada keadaan perkecualian. atau (b) penentuan yang dicapai adalah secara signifikan tidak konsisten dengan badan terdahulu dari kasus-kasus yang dipertimbangkan oleh Badan Peninjau Doping. Badan Peninjau Doping ini bila dapat diterapkan harus pada waktu yang sama menentukan apakah atlet yang bersangkutan harus menunggu penangguhan-ulang akan keputusan CAS. 24. maka pilihan IAAF akan arbitrator harus berlaku. yang mengajukan appeal harus menghimpun appealnya yang singkat dengan CAS dan di dalam tempo 30 hari setelah diterima dari appealnya yang singkat. 40 Permohonan keputusan IAAF kepada CAS 23. Maka Dewan bila dapat diterapkan harus menentukan pada waktu yang sama apakah si atlet ybs harus ditangguhkan menunggu keputusan CAS. CAS Appeal 25. Bila appeal kepada CAS dalam kasus berkaitan dengan doping dibuat menurut Pasal 60. terjadi di dalam appeal CAS. respondent itu haruslah Anggota yang relevan dan si atlet.10 c).10 b). Dalam semua referensi kepada CAS menurut Pasal 60. Semua appeals di depan CAS ( menyimpan seperti ditentukan dalam Pasal 60. Ketentuan dan Peraturan. Dalam tiap hal dimana IAAF atau Anggota yang relevan bukanlah suatu pihak/party untuk meminta di depan CAS. Dalam semua appeal kepada CAS yang melibatkan IAAF. maka Konstitusi IAAF. Panel CAS dapat dalam kasus yang layak memberikan suatu pihak/ party akan biayanya . hukum yangmemerintah/ mengatur haruslah hukum yang “Monegasque” dan arbitrasi harus dilakukan dalam bahasa Inggris .

00 Selesai pada : Kamis Desember 22.31. Keputusan dari CAS haryuslah final dan mengikat semua pihak/parties. Pada: 16. .dampak segera dan semua Anggota harus mengambil tindakan penting guna menjamin bahwa hal ini adalah efektif. Suyono Ds Staf Sekretariat IAAF – RDC Stadion Madya – Komplek GELORA BUNG KARNO Senayan – Jakarta. 2005. 41 Sumber Asli : “”International Assosiation of Athletics Federations” COMPETITION Rules 2006 – 2007 Alih Bahasa: H. Fakta dari penyerahan kepada CAS dan keputusan CAS harus ditetapkan dalam catatan berikut untuk dikirim oleh Sekretaris Jendral kepada semua Anggota IAAF. dan pada semua Anggota. Kepuitusan CAS harus memiliki pengaruh/. dan tak ada hak appeal/menuntut akan terletak dari keputusan CAS.

(d) dan (i) dilakukan oleh Dewan IAAF. .Dalam lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1 (b) orang-orang ini akan dipilih oleh Asosiasi Area yang relevan. . . Pemilihan untuk butir (I) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari para anggota dari Panel IAAF Judges Foto Finis Internasional. petugas-petugas berikut ini harus ditunjuk secara internasional: a) Organisational Delegate(s) : Delegasi Organisasi (DO) b) Technical Delegate(s) : Delegasi Teknik (DT) c) Medical Delegate : Delegasi Medis (DM) d) Doping Control Delegate : Delegasi Kontrol Doping e) International /AreaTechnical Officials : Petugas Teknik Internasional /Area f) International / Area Race Walking Judge : Judge Jalan-cepat Internasional / Area g) International Road Race Measurer : Juru Ukur Lomba Jalan Raya Int’l h) International Photo Finish Judge : Judge Foto Finis Internasional i) Jury of Appeal : Dewan Hakim Jumlah Petugas yang diangkat pada tiap kategori harus dinyatakan di dalam Peraturan Perlombaan IAAF (Asosiasi Area) yang berlaku.Pemilihan orang-orang untuk butir (f) dilakukan oleh Dewan IAAF dari para anggota Panel International Race Walking Judge IAAF. harus diselenggarakan dengan menggunakan Peraturan IAAF dan hal ini harus dinyatakan dalam semua selebaran pengumuman. Pemilihan untuk butir (h) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari IAAF dari Panel Starter Internasional. Suyono Ds.PETUGAS Pasal 110 PETUGAS INTERNASIONAL (International Officials) Pada perlombaan atletik yang diatur sesuai peraturan Pasal 1 (a) dan (b).Pemilihan orang-orang untuk butir (e) dilakukan oleh Dewan IAAF dari para anggota Panel ITO (International Technical Officials) IAAF.Pemilihan orang-orang untuk butir (a). brosur. . (b).(c). reklame/iklan dan Buku Acara/ Buku Program Perlombaan dan barang-barang cetakan lainnya. barang-barang produk tertentu. Anggota IAAF harus memiliki hak untuk menyarankan pribadi-pribadi memenuhi syarat yang cocok untuk dipilih. . kualifikasi dan tugas-tugas dari para petugas tersebut. .) BAGIAN: V PERATURAN TEKNIK PERLOMBAAN ATLETIK INTERNASIONAL Pasal 100 UMUM Semua perlombaan atletik internasional sebagaimana diuraikan dalam peraturan IAAF Pasal 1. Pada perlombaan yang diatur sesuaikan Pasal 1(a) : .Pemilihan orang-orang untuk butir (g) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari para Anggota Panel IAAF/AIMS dari Juru Ukur Lomba Jalan raya Internasional.42 PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006-2007 (Alih Bahasa : H. Catatan: Disarankan agar Federasi Atletik Nasional (PASI) menggunakan Peraturan lomba atletik IAAF untuk menggelar lomba atletik di lingkungannya masing-masing.Dewan IAAF harus mengesahkan kriteria pemilihan. SEKSI 1 .

DT harus mengajukan proposal jadwal perlombaan. 43 Pasal 113 DELEGASI MEDIS (Medical Delegate) Delegasi Medis (DM) memiliki wewenang tertinggi atas semua masalah medis. . dan daftar peralatan lomba yang akan digunakan. Catatan: Petugas Internasional harus mengenakan pakaian tertentu. penanganan medis dan perawatan darurat di arena perlombaan.1. babak kualifikasi dan pembagian grup event gabungan. dan (c) DT harus memimpin pertemuan teknik dan harus memberikan pengearahan kepada para petugas Tehnik. DT harus mengontrol pendaftaran atlet dan berhak menolak berdasarkan alasan teknik atau sesuai dengan peraturan Pasal 146. Dan untuk lomba atletik yang dilaksanakan sesuai Pasal 1 (b). (a). dan harus menentukan standar kualifikasi untuk event lapangan (event lempar dan lompat) dan dasar pengaturan bagaimana seri-seri lari dan babak kualifikasi harus diundi untuk event lintasan. DT bertanggungjawab atas semua persiapan teknik yang diperlukan untuk penyelenggaraan perlombaan . IAAF dapat menunjuk seorang Komisioner Periklanan. DT harus membuat laporan tertulis mengenai persiapan perlombaan. (DM) juga berwenang mengatur pemeriksaan jenis kelamin (gender) atlet lomba bila diperlukan. Dalam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1. pemilihannya dilakukan oleh Asosiasi Area yang relevan dari daftar mereka sendiri dari Area Technical Officials dan Area Race Walking Judges. DT harus bekerja sama dengan DO. (b). setiap pengangkatan akan dilakukan oleh Asosiasi Area yang relevan dan untuk lomba atletik sesuai Pasal 1(c) oleh badan yang relevan dan untuk lomba atletik sesuai Pasal 1(e) dan (h). formulir pendaftaran atlet yang baku. Mereka harus bekerja sama dengan pihak Delegasi Teknik (DT). Delegasi Teknik (DT) bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa semua pengaturan teknis telah sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Teknik IAAF dan Buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF. (d) dan (g). DT harus yakin bahwa Peraturan Teknis perlombaan dikirimkan kepada semua Anggota yang ikut berlomba tepat waktu sebelum perlombaan. DT harus menyusun seri-seri. . Dia harus yakin atas ketersediaan fasilitas medis yang memadai untuk melakukan pemeriksaan medis.Dalam hal Area Technical Officials dan Area Race Walking Judges.. Pasal 111 DELEGASI ORGANISASI (Organisational Delegates) Delegasi Organisasi (DO) tetap memelihara hubungan erat dengan Panitia Penyelenggara setiap waktu dan melapor secara teratur kepada Dewan IAAF. dan di tempat penginapan atlet. dan mereka harus memperhatikan masalah yang berhubungan dengan tugas kewajiban dan tanggung jawab finansial dari Anggota Penyelenggara dan Panitia Pelaksana.Untuk lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1(a) dan (f). Pasal 112 DELEGASI TEKNIK (Technical Delegates) Dalam hubungannya dengan Panitia Penyelenggara yang akan memberikan bantuan yang diperlukan. (Penolakan dengan alasan lain harus merupakan keputusan dari Dewan IAAF atau Dewan Area yang bersangkutan). oleh negara Anggota IAAF yang relevan.

ITO harus selalu hadir sepanjang pelaksanaan suatu event dimana dia ditugaskan. Catatan ii): Jika Wasit tidak ada. ITO harus memberikan semua dukungan yang diperlukan bagi Wasit event tersebut. Ketentuan khusus dan keputusan-keputusan DT yang relevan. ITO harus menjamin bahwa pelaksanaan lomba berjalan sesuai dengan Peraturan Teknik Perlombaan Atletik IAAF yang berlaku. Ketentuan khusus atau keputusan DT. peraturan di atas juga juga berlaku bagi Petugas Teknik Area (ATO) yang diangkat/ditunjuk. IRM ini akan memeriksa dan mengesahkan jalur lomba jika menurutnya sudah sesuai dengan peraturan IAAF tentang Lomba Jalan Raya (Pasal 240. ITO harus bekerja dengan Ketua Judge yang relevan.3 dan Catatan-catatan terkait). IRM yang ditunjuk haruslah anggota dari Panel IRM dari AIMS / IAAF (Tingkat "A"atau "B").dan d). Pasal 116 JUDGE LOMBA JALAN CEPAT INTERNASIONAL (International Race Walking Judges) Suatu Panel Judge Lomba Jalan Cepat Internasional (IWJ) harus ditentukan oleh Komite Jalan Cepat IAAF dengan menggunakan kriteria yang disahkan oleh Dewan IAAF. Jalur lomba harus diukur pada waktu yang tepat sebelum perlombaan. Catatan : Judge Lomba Jalan Cepat yang ditunjuk untuk Perlombaan dibawah Pasal 1 (b) sampai (d) haruslah anggota Panel IWJ atau Panel dari Judge Jalan Cepat Area yang bersangkutan. maka ITO harus memutuskan. Pada akhir lomba event lapangan. ITO harus menandatangani kartu hasil perlombaan. Apabila masalahnya tetap tidak terpecahkan. DKD harus bertanggung jawab terhadap semua masalah yang berkaitan dengan kontrol doping. Ketua ITO harus menugaskan minimal satu ITO untuk setiap event yang tercantum dalam buku acara perlombaan. Pasal 117 JURU UKUR JALUR LOMBA JALAN RAYA INTERNASIONAL (International Road Race Measurer) Dalam semua perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (a) sampai dengan (h). Pasal 115 PETUGAS TEKNIK INTERNASIONAL (ITO) (International Technical Officials) DT harus menunjuk seorang Ketua Petugas Teknik Internasional (ITO) di antara ITO yang ditugaskan. IWJ yang ditunjuk untuk semua lomba sesuai peraturan Pasal 1 a) haruslah anggota Panel dari IWJ. seorang IRM harus ditunjuk untuk memverifikasi jalur lomba jalan raya yang sebagian atau seluruh jalurnya berada di luar stadion. Bila mungkin. . Bila masukan ini ditolak dan bila terjadi pelanggaran terhadap Peraturan Teknik Perlombaan IAAF.Pasal 114 DELEGASI KONTROL DOPING (Doping Control Delegate) 44 Delegasi Kontrol Doping (DKD) harus berhubungan dengan Panitia Penyelenggara guna meyakinkan bahwa fasilitas yang sesuai telah tersedia untuk melaksanakan pengontrolan doping. Catatan I) : Dalam lomba-atletik sesuai peraturan Pasal 1b). Bila suatu masalah timbul atau bila mereka melihat sesuatu masalah yang menurut pendapatnya memerlukan komentar. maka ITO harus segera mengutarakannya kepada wasit event dimaksud dan jika perlu memberikan masukan cara mengatasinya. bila belum ada penunjukan. hal ini harus diajukan kepada DT.

Tetapi keputusan tersebut dapat dipertimbangkan kembali apabila muncul bukti baru. suatu Dewan Hakim (DH) harus ditunjuk. sepanjang keputusan baru ini dapat diterapkan. Satu di antaranya harus menjadi Ketua Dewan Hakim dan satu lainnya sebagai Sekretaris. Keputusan yang melibatkan hal-hal yang tidak tercantum dalam peraturan harus segera dilaporkan oleh Ketua DH kepada Sekretaris Jenderal IAAF. Pasal 118 STARTER DAN JUDGE FOTO FINIS INTERNASIONAL (International Starter and International Photo Finish Judge) Pada semua lomba atletik yang sesuai dengan Pasal 1 a). Judge Foto finish Internasional harus menyelia /men supervisi semua perangkat Foto Finis. . Jika dianggap perlu. 45 Pasal 119 DEWAN HAKIM ( Jury of Appeal ) Pada semua perlombaan yang diselenggarakan sesuai Pasal 1 (a) .IRM harus bekerja sama dengan Panitia Penyelenggara dalam pengaturan jalur dan menyaksikan pelaksanaan perlombaan tersebut guna menjamin bahwa jalur lomba yang ditempuh oleh atlet sama dengan jalur yang telah diukur dan disahkan. Fungsi utama DH adalah menyelesaikan semua protes sesuai peraturan IAAF Pasal 146. Starter Internasional harus memberangkatkan lomba (dan menangani tugas lainya) yang ditugaskan padanya oleh DT. yang biasanya terdiri dari tiga. yang memerlukan penyelesaian. (b) dan (c). IRM akan menyerahkan suatu sertifikat yang sesuai kepada Delegasi Teknik. Keputusan DH bersifat final. seorang Starter Internasional dan seorang Judge Foto finis Internasional. sekretaris ini bisa saja seseorang yang tidak termasuk dalam dalam Dewan Hakim. DH dapat ditunjuk untuk lomba lainnya jika Panitia Penyelenggara menganggap perlu demi lancar dan suksesnya lomba. dan b). Lebih lanjut. lima atau tujuh orang. dan dan masalah lain yang timbul selama perlombaan berlangsung. harus ditunjuk oleh IAAF atau oleh Asosiasi Area yang bersangkutan.

Sate orang Manajer Teknik (Technical manager) . (Event Presentation Manager) PETUGAS PERLOMBAAN : .Satu (atau lebih) Wasit Event Luar Stadion (Outside Stadium Referee) . Bila event putri dilombakan. petugas dan wartawan. Namun harus tetap diperhatikan agar arena lomba sedapat mungkin bebas dari petugas.Satu Koordinator Starter & para Starter dan Re-caller dalam jumlah yang memadai. . dan (c) sesuai peraturan dan prosedur dari organisasi internasional yang bersangktutan.Satu Surveyor Resmi (juru ukur resmi) .Satu Ketua penghitung keliling dan para Penghitung keliling dalam jumlah yang memadai.Satu (atau lebih) Ahli Statistik .Satu Ketua Judge & 5 Judges untuk tiap event lomba Jalan cepat yang dilaksanakan di lintasan . Para Wasit dan Ketua Judge harus mengenakan pakaian atau lencana/ badge yang mencolok.Satu Ketua Judge & 8 Judges untuk tiap event jalan cepat yang dilaksanakan di jalan raya. Panitia Penyelenggara boleh mengadakan variasi yang disesuaikan dengan kondisi setempat.Satu Ketua Judge dan para Judge untuk tiap event lapangan dengan jumlah yang memadai .Petugas jalan cepat lainnya yang diperlukan meliputi : pencatat (recorder).Satu Ketua judge foto finis dan sejumlah asistennya .Satu ketua judge ruang panggil dan para judge dalam jumlah yang memadai PETUGAS TAMBAHAN : . .Satu orang Manajer Presentasi Lomba.Satu Ketua Judge dan para Judge Event Lintasan dengan jumlah yang memadai . (b).Satu Ketua Marshal dan para marshal dalam jumlah yang memadai . sesuai dengan peraturan negara Anggota IAAF dimana lomba itu dilaksanakan.Satu (atau lebih) Announcer (Penyiar) . . .Satu atau lebih Judge Pengukur Elektronik .Satu Sekretaris perlombaan (Pengolah hasil) dan sejumlah asisten .Satu (atau lebih) Wasit Event Lintasan (Track Events Referee) .Satu Ketua Pengawas lintasan & para Pengawas lintasan dalam jumlah yang memadai. operator papan pelanggaran. dan dalam hal lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1 (a).Satu atau lebih Operator pengukur angin .46 Pasal 120 PETUGAS – PETUGAS PERLOMBAAN (Officials of the Competition) Panitia Penyelenggara suatu perlombaan harus menunjuk / mengangkat semua petugas.satu (atau lebih) Wasit Event Lapangan (Field Events Referee) .Satu orang Direktur Perlombaan ( Competition Director) .Satu orang Manajer Lomba (Meeting Manager ) .Satu (atau lebih) Wasit Event Gabungan (Combined Events Referee) .Satu (atau lebih) Asisten Starter .Satu Wasit Ruang Panggil (Call Room Referee) . para petugas pembantu boleh diangkat/ditunjuk.Satu (atau lebih) Dokter . . dll. .Satu Ketua Pencatat waktu & para Pencatat waktu dalam jumlah yang memadai. Bila dinggap perlu. PETUGAS PENGELOLA (Management Officials) .Sejumlah Pramubakti untuk para atlet. .Satu Komisaris Periklanan . sedapat mungkin seorang dokter wanita harus ditunjuk. Daftar berikut ini berisikan petugas-petugas yang dianggap perlu untuk melayani perlombaan atletik internasional berskala besar.

dia harus mengatur bahwa hanya orang orang yang diberi wewenang saja yang diizinkan berada di arena lomba. sektor – sektor lemparan. lengkung batas lemparan. jalur . Bekerja sama dengan marshal. Dia akan mengarahkan interaksi antara atlet perlombaan. dan semua peralatan & alat lomba. Pasal 125 REFEREE / W A S I T 1.47 Pasal 121 DIREKTUR PERLOMBAAN (Competition Director) Direktur Perlombaan bekerja sama dengan DT harus merencanakan organisasi teknis perlombaan serta menjamin bahwa rencana ini dapat dilaksanakan dan mampu memecahkan semua masalah teknis yang timbul. Pasal 124 MANAJER PRESENTASI LOMBA (Event Presentation Manager) Manager Presentasi lomba bekerja sama dengan direktur. tempat tempat pendaratan untuk event – event lapangan. lingkaran-lingkaran lempar. Dia harus menjamin bahwa rencana ini dapat terlaksana. dan melalui sistem komunikasi selalu berhubungan dengan semua Petugas. direkomendasikan bahwa Manajer memiliki Asisten . Dia harus mencek bahwa semua petugas telah datang melapor untuk menjalankan tugasnya. dan DT. Wasit harus menjamin bahwa peraturan (dan ketentuan khusus) ditaati dan harus memutuskan semua masalah yang timbul selama perlombaan (termasuk yang terjadi di ruang panggil) serta yang belum tercantum dalam peraturan (atau ketentuan khusus).asisten Manajer. lintasan lari. Diapun harus mengarahkan interaksi antara anggota tim presentasi lomba dengan menggunakan sistim komunikasi. Wasit Lintasan dan event di luar stadion memiliki wewenang untuk menentukan kedudukan pemenang dalam suatu perlombaan. event lintasan. Pasal 123 MANAJER TEKNIK (Technical Manager) Manajer Teknik ini bertanggungjawab untuk menjamin bahwa. sesuai dengan peraturan IAAF. tidaklah memiliki wewenang yang terkait dengan tanggung jawab Ketua Judge event jalan cepat. Sejumlah Wasit harus ditunjuk terpisah untuk ruang panggil. dan event lari & jalan cepat di luar stadion. Pasal 122 MANAJER PERLOMBAAN (Meeting Manager) Manajer Perlombaan bertanggung jawab atas penyelenggaran perlombaan dengan benar. menunjuk pengganti bila perlu dan memiliki wewenang untuk memberhentikan seorang Petugas teknik bila tidak mematuhi peraturan. Wasit event lintasan dan event di luar stadion. menyelesaiakan setiap masalah yang muncul.jalur awalan. hanya jika para Judge tidak mampu memutuskannya. DO. harus merencanakan pengaturan presentasi perlombaan. . Catatan: Untuk perlombaan yang memakan waktu lebih dari empat jam atau lebih dari satu hari. 2. event lapangan event gabungan.

3. Wasit terkait harus memeriksa semua hasil akhir. selain dalam kasus start salah yang di deteksi oleh suatu alat pendeteksi start salah (yang disahkan IAAF) kecuali bila ia yakin bahwa informasi dari alat tersebut tidak akurat. Event – even Lapangan (lempar & lompat) : 3. pada tangga berjenjang. dasalomba) memiliki wewenang atas seluruh pelaksanaan lomba event gabungan. . Pasal 126 PARA JUDGE Judges Umum: 1. Dalam event loncat tinggi dan loncat galah pengukuran yang akurat harus dilakukan saat mistar dinaikkan. harus dicantumkan dalam kartu hasil. terutama bila upaya pemecahan rekor sedang berlangsung. Wasit Event gabungan (tri. Catatan: Para Judge ditempatkan minimal 5 m dari garis finis dan segaris dengannya. 7. Ketua Judge untuk event lintasan dan Ketua Judge untuk tiap event-lapangan harus mengkoordinasikan tugas-tugas para Judge untuk event masing-masing. dia harus mensupervisi pengukuran prestasi penciptaan rekor. Baik peringatan maupun pengusiran atlet. Wasit tidak boleh bertindak selaku judge atau pengawas lintasan. yang akan memutuskannya. harus menentukan kedudukan atlet lomba sewaktu memasuki garis-finis. merekalah yang harus melakukannya. dan bila Judge tidak dapat memutuskannya maka ia harus melapor kepada Wasit Lintasan. 6. dan pengusiran dengan menmperlihatkan kartu merah. menyelesaikan setiap masalah yang dipersengketakan. panca. Pemberian peringatan ini dapat ditujukan kepada atlet dengan memperlihatkan kartukuning kepadanya. dia memiliki wewenang untuk menyatakan bahwa event tersebut dibatalkan dan karenanya harus dilombaulangkan. 5.48 Wasit Lintasan memiliki wewenang untuk memutuskan segala sesuatu yang terkait dengan start bila dia tidak sependapat dengan keputusan yang dibuat oleh tim start. serta meneliti catatan masing – masing pada akhir tiap ronde. 4. Judge yang ditugasi. Wasit terkait harus menyelesaikan setiap protes atau keberatan terhadap jalannya perlombaan termasuk hal – hal yang muncul di ruang panggil. Para Judge yang harus berada di sisi yang sama pada lintasan atau jalur. ditanda tangani oleh Wasit yang bersangkutan serta disampaikan kepada Sekretaris Perlombaan. harus menyatakan sah atau tidak sahnya suatu trial dengan mengangkat bendera berwarna putih atau merah. Pada akhir tiap event. Dia memiliki wewenang untuk memberi peringatan atau pengusiran dari perlombaan kepada atlet lomba yang bersalah karena berkelakuan tidak baik. sapta. Bila menurut pendapat Wasit terkait. apakah pada hari yang sama ataupun pada kesempatan hari lain sesuai dengan keputusannya. Ia juga memiliki wewenang atas pelaksanaan masing-masing event dalam lomba event gabungan. Para Judge harus mewasiti dan mencatat setiap kesempatan lomba (trial) dan mengukur setiap hasil sah yang dibuat oleh setiap atlet dalam event lapangan. suatu keadaan timbul di dalam arena lomba dan menuntut keadilan bahwa suatu event atau bagian dari event tersebut perlu dilombaulangkan. Bila panitia lomba belum mengalokasikan tugas-tugas bagi para Judge. Sekurang-kurangnya dua orang Judge harus mencatat semua trial. kartu hasil-lomba harus segera dilengkapi. Event-event lintasan & jalan raya 2. dan dalam hal tidak ada Judge Pengukur elektronik.

Menjamin apakah yang diatur dalam peraturan Pasal 130. Mengumpulkan semua dokumen yang melibatkan prosedur start termasuk dokumen yang menunjukkan waktu reaksi dan atau gambar start-salah. Pasal 129 KOORDINATOR START. c. Satu diantaranya diangkat menjadi Ketua Pencatat Waktu. Setiap pelanggaran peraturan harus dikomunikasikan kepada wasit yang terkait dengan mengangkat bendera warna kuning atau peralatan handal lainnya yang disetujui oleh DT.1) oleh atlet atlet lomba atau oleh orang lain. atau pergantian tongkat estafet terjadi di luar zona pergantian yang semestinya. e. 2. para Judge.dia harus segera memberi tanda pada lintasan dengan menggunakan bahan yang cocok di tempat terjadinya pelanggaran. bahwa segala sesuatu sudah siap untuk dilakukannya start (yaitu: bahwa Para Pencatat-waktu. Pengawas Lintasan dalam jumlah yang memadai harus ditunjuk untuk mensupervisi zona pergantian tongkat dalam lomba lari estafet. Dalam hal pencatatan waktu secara manual. 3. 4. Mensupervisi tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh tiap anggota timnya. harus ditunjuk Pencatat waktu dalam jumlah yang memadai untuk atlet lomba yang terdaftar. seorang Ketua Judge Foto-Finis dan minimal dua orang Asisten Judge Foto Finis harus ditunjuk. 2. Pasal 128 PENCATAT WAKTU & JUDGE FOTO FINIS (Timekeepers and Photo Finish Judge) 1.Pencatat waktu tersebut harus bertugas sebagai pem-back-up bila perangkat Foto-Finis otomatis sedang digunakan. 2.2). Catatan: Bila seorang Pengawas Lintasan melihat bahwa seorang atlet telah berlari pada jalur lintasan yang lain dari lintasannya sendiri. Starter & Recall-Starter) 1. Membagi tugas kepada para Judge tim start. Dia harus membagi tugas kepada para Pencatat waktu lainnya. Ketua Judge Foto Finis dan Operator Alat Pengukur Angin dalam keadaan siaga). b. Bertindak sebagi seorang interlocutor (juru bicara) antara Staf Teknik perusahaan peralatan pencatat-waktu dengan para Judge. Memberikan informasi kepada Starter. Pengawas Lintasan harus ditempatkan oleh Wasit pada suatu posisi yang memungkinkan dia mengamati perlombaan dari dekat dan dalam hal terjadi kesalahan atau pelanggaran peraturan(selain Pasal 230. harus segera membuat laporan tertulis tentang insiden itu kepada Wasit. (lihat Pasal 161. STARTER & RECALLER (Start Coordinator.49 Pasal 127 PENGAWAS LINTASAN (EVENT –EVENT LARI & JALAN CEPAT) (Umpires) 1. d. Bila suatu perangkat kontrol start salah digunakan. f. Bila perangkat Photo Finish Otomatis digunakan.5 dipenuhi. Starter harus mampu mengendalikan atlet di garis start. Pada perlombaan sesuai pasal 1 a) dan b) penentuan event – event yang ditugaskan kepada starter internasional merupakan wewenang DT. Pengawas Lintasan adalah pembantu Wasit yang tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir. 3. setelah menerima perintah Direktur Perlombaan. Pencatat Waktu harus bertindak sesuai peraturan Pasal 165 (Timing & Photo Finish). Koordinator Start harus: a. maka Starter dan Re-caller harus mengenakan head phones agar dapat mendengar dengan jelas setiap signal akustik yang terpancar bila terjadi start salah. .

Starter harus menempatkan diri sedemikian rupa sehingga dia dapat mengamati seluruh atlet selama prosedur start dilakukan. dan nomor bib mereka dipasang dengan betul. 400m gawang. 7. Satu orang Recaller atau lebih harus ditunjuk untuk membantu starter. Bila tidak terdapat kartu kuning pada tempat nomor lintasan.4 dipatuhi. atlet (atlet-atlet) yang bertanggung jawab terhadap start salah tersebut harus diberi peringatan dengan kartu kuning yang dipasang pada tempat nomor lintasan. 50 Disarankan khususnya bagi start berjenjang. Apabila suatu start-baru akan dilakukan. 6. Setelah pembatalan start recaller harus melaporkan pengamatannya kepada starter yang akan memutuskan atlet mana yang harus diperingati (Lihat juga Pasal 161. maka pistol-start atau perangkat start lain yang sah. maka terhadap atlet yang bertanggung jawab terhadap start salah ditunjukkan juga kartu kuning di depannya. 4 x 200m. selanjunya memberitahukan kepada mereka bahwa setiap atlet yang melakukan kesalahan start berikutnya akan dijatuhi diskualifikasi. Pasal 130 ASISTEN STARTER (Starter’s Assistants) 1. harus didiskualifikasi dan kartu merah diletakkan di atas tempat nomor lintasan. Koordinator Start harus memberikan tugas & posisi khusus bagi setiap Recaller. 2. Catatan: Untuk event: 200m. Dalam perlombaan yang menggunakan start jongkok.2 & 162. . Pada waktu yang sama. Peringatan dan diskualifikasi sesuai dengan Pasal 162. sama juga di belakang garisstart masing-masing). atlet lain yang ikut dalam lomba ini harus diberi peringatan dengan menunjukkan kartu kuning di depannya oleh satu atau beberapa Asisten Starter. Apabila starter tidak dapat menempatkan dirinya pada posisi tersebut. Jika pengeras suara tidak digunakan dalam lomba-lomba dengan start berjenjang. atlet (atlet-atlet) yang bertanggung jawab atas start salah tersebut. 400m. 5. kira-kira 3 m di belakang garis start (dalam hal lomba yang garis startnya berjenjang. Setiap Recaller harus menempatkan diri sedemikian rupa sehingga dia dapat melihat dengan jelas atlet yang harus diawasinya. maka para asisten Starter harus menjamin bahwa peraturan Pasal 162. 7 dan 8 hanya dapat diberikan oleh Starter.2.3. Untuk perlombaan yang menggunakan start jongkok dia harus menempatkan dirinya sehingga dia yakin bahwa semua atlet ada dalam keadaan tenang pada posisi 'siaaap' sebelum pistol-start ditembakkan. harus ditempatkan di sana dan diledakkan dengan dikontak listrik. yang diwajibkan untuk membatalkan lomba jika terjadi pelanggaran peraturan. 4.8) 8. 4 x 100m. 5. disediakan pengeras suara di setiap lintasan untuk meneruskan aba-aba start kepada atlet. Asisten Starter bertanggung jawab atas tersedianya tongkat estafet bagi para atlet pertama dalam lomba lari estafet. diperlukan minimal dua orang Recaller. Catatan: Starter harus menempatkan dirinya sehingga seluruh atlet berada dalam sudut pandang yang sempit. Bila Starter telah memerintahkan para atlet untuk menuju ke garis start.4 X 400m. 4. 3. Asisten starter harus memeriksa bahwa para atlet berlomba dalam seri atau lomba yang benar. Mereka menempatkan setiap atlet pada lintasan yang benar. Bila hal ini telah selesai dia harus memberi isyarat kepada Starter bahwa semuanya telah siap. Dalam kasus terjadi start salah berikutnya. Dalam hal start salah pertama. atau ditunjukkan dihadapan atlet yang bersangkutan. maka asisten Starter kembali harus mengumpulkan atlet. harus digunakan alat pengontrol start salah yang disahkan IAAF sebagaimana dijelaskan pada Pasal 161. Starter harus menempatkan dirinya sehingga jarak antara dia dengan masing-masing atlet kira-kira sama.

serta meneruskan semua kartu hasil kepada Direktur Perlombaan. nama-nama dan nomor-nomor atlet yang berpartisipasi dalam tiap event. yang ditempatkan di garis finis. dan dilengkapi dengan kartu penghitung keliling untuk mencatat waktu setiap keliling (yang diperoleh dari Pencatat Waktu Resmi) bagi atletatlet yang menjadi tanggung jawabnya. Penyiar dan Direktur Perlombaan harus memiliki akses ke seluruh hasil lomba melalui komputer. Penghitung keliling harus mencatat jumlah putaran lari yang telah ditempuh oleh setiap atlet dalam lomba lari berjarak lebih dari 1. bila mungkin. lintasan. mencatatnya. Sebagai pengganti penghitung keliling secara manual. dan atlet yang akan berlomba atau mereka yang memiliki akreditasi sah untuk berada di dalam arena.Dalam event gabungan. tampilan secara manual harus diperlihatkan kepada atlet yang telah atau akan dilewati oleh atlet terdepan.dan waktu antara. 2. yang rinciannya harus diberikan oleh Wasit. Apabila digunakan sistem komputerisasi hasil perlombaan. . Hasil (kedudukan. atau dengan menunjukkannya kehadapan atlet yang bersangkutan. Dia harus segera meneruskan hasil ini kepada Penyiar. Pasal 131 PENGHITUNG KELILING (Lap Scorer) 51 1. Pasal 133 MARSHAL (Marshal) Marshal harus memiliki kendali atas arena lomba dan tidak mengizinkan orang. Bila sistem tersebut digunakan. atlet (atlet atlet) yang bertanggung jawab terhadap start salah harus diberi peringatan dengan kartu kuning yang dipasang pada tempat nomor lintasan. ketinggian dan jarak) dari tiap event harus diumumkan sesegera mungkin setelah diterimanya informasi tersebut. sejumlah Penghitung Keliling harus ditunjuk dan bertugas di bawah pengarahan Wasit. Pasal 132 SEKRETARIS PERLOMBAAN (Competition Secretary) Sekretaris Perlombaan harus mengumpulkan semua hasil lengkap dari tiap event perlombaan. Untuk lomba jarak 5. dan event lomba jalan cepat. tidak seorang pun Penghitung keliling yang mencatat waktu lebih dari empat atlet (enam untuk lomba jalan cepat). Putaran terakhir harus diberi tahukan kepada setiap atlet. Sebagai tambahan.000 m atau lebih. catatan waktu. Ketua Pencatat Waktu atau Ketua Judge Foto-finis dan operator pengkur angin. dan seluruh informasi yang relevan seperti susunan seri. selain para petugas. Tampilan ini harus diubah pada tiap kali putaran bila atlet terdepan mulai memasuki lintasan lurus yang menuju garis finis. Seorang penghitung keliling harus bertanggung jawab untuk selalu memperlihatkan suatu tampilan jumlah sisa putaran yang masih harus ditempuh atlet.500 m. operator komputer di setiap event lapangan harus yakin bahwa hasil lengkap dari tiap event dimasukkan ke dalam sistem komputer. Pasal 134 PENYIAR (Announcer) Penyiar harus menginformasikan kepada publik. dapat digunakan suatu sistem komputerisasi berupa transponder yang dibawa atau dipakai oleh setiap atlet. atau ditunjukkan dihadapan atlet yang bersangkutan. biasanya dengan membunyikan lonceng/bel. Atlet yang bertanggung jawab untuk dua kali start salah harus didiskualifikasi dan kartu merah ditempatkan di atas tempat nomor lintasan. Hasil event lintasan harus dimasukkan ke sistem komputer di bawah pengarahan Ketua Judge Foto finis.

9 (Event Lintasan) dan Pasal 184. dan bahwa barang-barang terlarang tidak boleh dibawa masuk arena lomba. Pasal 136 OPERATOR PENGUKUR ANGIN (Wind Gauge Operator) Operator pengukur angin harus menjamin bahwa alat ukur tersebut dipasang sesuai dengan Pasal 163. Dia harus memastikan pengukuran kecepatan angin pada arah lari dalam event tertentu. dia harus mensupervisi serangkaian pengukuran bersama dengan para judge dan wasit untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan pengukuran menggunakan pita baja yang sudah dikalibrasi.52 Pada lomba atletik sesuai dengan pasal 1 (a). penyiar tersebut bertanggung jawab terhadap semua masalah protokol penyiaran. Penyiar berbahasa Inggris & Prancis harus ditunjuk oleh IAAF. Pasal 138 JUDGE RUANG PANGGIL (Call Room Judge) Ketua Judge Ruang Panggil harus mensupervisi perpindahan antara tempat pemanasan dan tempat perlombaan untuk menjamin bahwa para atlet setelah diperiksa di ruang panggil. bahwa sepatu. hadir dan siap untuk berlomba sesuai jadual. bahwa nomor bib dipakai secara benar`dan sesuai dengan yang tercantum pada daftar atlet.5 (Event lapangan). Dia akan melaporkan kepada Wasit Event lapangan guna menyatakan bahwa peralatan itu akurat. jumlah & ukuran paku. Sebelum tiap event dia harus mensupervisi penempatan piranti ukur. memperhatikan seluruh kebutuhan teknis yang dialokasikan oleh Staf Tehnik. mencatat serta menandatanganinya dan kemudian menyampaikannya kepada Sekretaris Perlombaan. sebelum dan sesudah event. Para Judge harus merujuk kepada wasit ruang panggil untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dan belum terselesaikan . Dalam hubungannya dengan manager presentasi event dan di bawah arahan DO dan/atau DT. Untuk meyakinkan bahwa alat ukur itu bekerja dengan benar. Selama perlombaan berlangsung dia tetap bertanggung jawab penuh atas pengoperasian alat ukur tersebut. Pasal 137 JUDGE PENGUKUR ELEKTRONIK (Measurement Judge Electronics) Judge pengukur Elektronik harus ditunjuk apabila alat ukur jarak elektronik digunakan. Kepadanya harus disediakan akses sepenuhnya mengenai denah dan gambar stadion serta laporan pengukuran terakhir untuk tujuan verifikasi. dia harus bertemu dengan staf teknik terkait dan mengenali peralatan tersebut. Para judge ruang panggil harus yakin bahwa para atlet mengenakan pakaian seragam klub atau negaranya yang secara resmi disahkan oleh Badan Nasionalnya. Pasal 135 JURU UKUR RESMI (Official Surveyor) Juru Ukur resmi harus memeriksa ketepatan marka dan pemasangannya serta memberikan sertifikat-sertifikatnya kepada Manajer Teknik sebelum perlombaan dimulai. iklan pada pakaian dan tas atlet sesuai dengan Peraturan dan Ketentuan IAAF. Sebelum perlombaan dimulai.

Pasal 139 KOMISARIS PERIKLANAN (Advertising Commissioner)

53

Komisaris Periklanan (jika ditunjuk) harus mensupervisi dan menerapkan Ketentuan dan Peraturan Periklanan IAAF yang berlaku dan harus memutuskan setiap masalah periklanan yang timbul dan tak terpecahkan di Ruang Panggil bekerja sama dengan Wasit Ruang Panggil.

54
S E K S I II PERATURAN PERLOMBAAN UMUM Pasal 140 FASILITAS ATLETIK (The Athletic Facility) Setiap permukaan yang kokoh dan seragam, yang memenuhi spesifikasi yang tercantum dalam buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF, dapat digunakan untuk perlombaan atletik. Perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (a) dan yang langsung di bawah kendali IAAF hanya dapat dilaksanakan pada fasilitas berpermukaan sintetik yang sesuai dengan Spesifikasi Kinerja Permukaan Sintetik IAAF dan yang memiliki sertifikat pengesahan IAAF Kelas 1 yang masih berlaku. Disarankan, bila fasilitas tersebut tersedia, perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (b) sampai (h) juga harus dilaksanakan pada fasilitas tersebut. Fasilitas dengan sertifikat kelas 2 (dua) jika akan digunakan untuk perlombaan sesuai pasal 1(a) sampai (h) harus memenuhi akurasi ukuran dengan format dari Sistem Sertifikasi IAAF. Catatan i): Buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF, yang tersedia di Kantor IAAF, berisikan spesifikasi-spesifikasi lebih rinci, mengenai denah dan konstruksi fasilitas atletik termasuk diagram pengukuran lintasan dan pemarkaan. Catatan ii): Formulir standar Aplikasi Sertifikasi Fasilitas dan Laporan Pengukuran Fasilitas tersedia di kantor IAAF atau dapat diakses melalui IAAF Website. Catatan iii): Peraturan ini tidak perlu diterapkan untuk event-event lari dan jalan-cepat yang dilaksanakan di jalan raya atau jalur lintas-alam. Pasal 141 KELOMPOK UMUR (Age Group) Definisi berikut ini berlaku bagi Kelompok umur yang diakui oleh IAAF : Remaja Putra & Putri: Setiap atlet yang berumur 16 atau 17 tahun pada tanggal 31 Desember tahun perlombaan. Junior Putra & Putri : Setiap atlet yang berumur 18 atau 19 tahun pada tanggal 31 Desember tahun perlombaan. Master Putra & Putri : Setiap atlet yang sudah berulang tahun yang ke 35. Catatan I): Segala sesuatu yang berkaitan dengan perlomban atletik Master mengacu kepada IAAF/WMA Handbook yang disahkan oleh Dewan IAAF dan Dewan WMA. Catatan ii): Keabsahan mencakup umur minimum untuk berpartisipasi dalam perlombaan IAAF harus dicantumkan dalam Ketentuan Khusus Teknis. Pasal 142 PENDAFTARAN (Entries) 1. Perlombaan yang sesuai peraturan IAAF dibatasi bagi atlet yang memenuhi Peraturan keabsahan IAAF.(Lihat Bab 2). 2. Tidak seorangpun atlet diperkenankan berlomba di luar negaranya, kecuali jika keabsahannya dijamin oleh Federasi Anggota yang memberi izin padanya untuk turut berlomba. Dalam semua perlombaan internasional, jaminan keabsahan tersebut harus diterima, kecuali jika ada suatu keberatan tentang status atlet yang diajukan kepada DT (lihat juga Pasal 146.1).

Pendaftaran Simultan. 3. Jika seorang atlet didaftarkan baik dalam event lintasan dan lapangan sekaligus, atau lebih dari satu event lapangan yang pelaksanaannya berlangsung secara serentak, Wasit terkait dapat mengijinkan atlet untuk melakukan kesempatannya pada urutan yang berbeda dari yang telah ditentukan dengan undian sebelum perlombaan dimulai. Hal ini berlaku setiap kali dalam satu ronde, atau dalam tiap trial pada loncat tinggi dan loncat galah. Namun, bila seorang atlet kemudian tidak tampil untuk melakukan kesempatan/ trialnya, maka dia dianggap “pass” begitu waktu yang diberikan padanya telah habis. Untuk loncat tinggi dan loncat galah, bila seorang atlet tersebut tidak hadir ketika semua atlet lainnya telah menyelesaikan lomba, maka Wasit harus menganggap bahwa atlet tersebut telah meninggalkan perlombaan, begitu waktu trial berikutnya telah habis. Kegagalan berpartisipasi 4. Pada semua lomba sesuai Pasal 1 (a), (b) dan (c), seorang atlet harus dikeluarkan dari keikutsertaan dalam event-event selanjutnya dalam perlombaan tersebut, termasuk estafet, dalam masalah-masalah berikut: a. Konfirmasi akhir keikutsertaan atlet dalam suatu event telah diberikan namun dia gagal berpartisipasi. b. Dia lolos ke babak berikutnya namun kemudian gagal berpartisipasi lebih lanjut. Kekecualian: - Keterangan medis, yang dikeluarkan oleh petugas medis yang ditunjuk atau disahkan oleh IAAF dan/atau Panitia Penyelenggara, dapat diterima sebagai alasan yang cukup bagi atlet yang mengalami masalah di atas, untuk dapat berlomba pada eventevent selanjutnya pada hari-hari berikutnya. - Alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh DT (misalnya faktor-faktor di luar perbuatan atlet seperti masalah-masalah sistem transportasi resmi). Catatan: i) Suatu tengat waktu tertentu untuk konfirmasi akhir keikutsertaan harus diumumkan terlebih dahulu. ii) Gagal berpartisipasi mencakup juga gagal berlomba secara jujur dengan usaha yang bonafide. Wasit terkait akan memutuskan hal ini dan acuannya harus dicantumkan dalam hasil resmi. Hal yang tercantum dalam catatan ini tidak berlaku bagi event lepas dalam lomba event gabungan. Pasal 143 PAKAIAN, SEPATU & NOMOR BIB (Clothing, Shoes and Number Bibs)

55

Pakaian: 9. Dalam semua event, atlet harus mengenakan pakaian yang bersih, dan dengan desain sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan keberatan saat dipakai. Pakaian harus terbuat dari bahan yang tidak transparan bahkan saat basah. Atlet tidak boleh memakai pakaian yang dapat mengganggu pandangan para Judge. Pakaian lomba atlet harus memiliki warna yang sama pada bagian depan dan belakang. Dalam semua lomba sesuai Pasal 1 (a) sampai (e) (tanding antar negara), atlet harus berlomba dengan mengenakan pakaian seragam yang disahkan oleh Badan Nasionalnya. Pada semua perlombaan sesuai Pasal 1 (e) (Perebutan Piala Klub) sampai (h), atlet harus berlomba dengan mengenakan pakaian seragam nasional atau seragam Klub yang disahkan secara resmi oleh Badan Nasionalnya.Berkaitan dengan masalah pakaian,Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) dan victory lap (lari kemenangan) merupakan bagian dari perlombaan. Sepatu 10. Atlet boleh berlomba dengan kaki telanjang atau memakai sepatu pada satu atau kedua kakinya. Dalam perlombaan sepatu berfungsi untuk memberikan perlindungan dan keseimbangan pada kaki dan cengkeraman yang kokoh pada tanah. Tetapi sepatu tidak boleh dibuat untuk memberi bantuan tambahan yang tak diperkenankan bagi

. termasuk bagian-bagian alur. panjang maksimum paku 25 mm dan diameter maksimum 4 mm. Sol dan tumit sepatu harus dirancang sedemikian rupa untuk dapat dipasangi sampai dengan 11 buah paku. Pada event lainnya tebal bagian sol dan/atau tumit boleh berapa saja. atau yang dapat memberi keuntungan kepada sipemakai yang tidak akan diperoleh dari tipe sepatu yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya. Untuk permukaan non sintetik. Bila atlet mengenakan trainingspak untuk berlomba. dilipat atau dikaburkan sedemikian rupa. 56 Jumlah paku 11. maka Panitia Penyelenggara dapat meminta para atlet untuk memasang identifikasi nomor tambahan yang dapat melekat pada bagian samping celananya. Setiap atlet memperoleh dua nomor bib yang selama perlombaan harus dipasang dengan jelas di dada dan punggung. Waktu antara dan waktu kemenangan dalam babak pendahuluan/penyisihan dapat diumumkan dan/atau ditampilkan secara resmi. Sol dan Tumit. gerigi. tetapi jumlah posisi paku tidak boleh melebihi 11 buah. 8. atau tonjolan asalkan semuanya dibuat dari bahan yang sama atau mirip dengan sol itu sendiri.Tali sepatu yang melilit kura-kura kaki diizinkan. lekukan. Catatan : Tebal sol dan tumit adalah jarak antara sisi atas bagian dalam dan sisi bawah bagian luar. Nomor bib harus dipakai sebagaimana aslinya. dan tidak boleh dipotong. Sol dan/atau tumit sepatu boleh memiliki alur. 9. gerigi. Ukuran paku 12. Tambahan & Sisipan pada sepatu.sipemakai. 14. Semua macam sepatu perlombaan harus disahkan oleh IAAF. tebal maksimum sol 13 mm dan pada loncat tinggi tebal maksimum tumit 19 mm. Dalam perlombaan sesuai Pasal 1(e) sampai dengan (h). Pasal 144 BANTUAN KEPADA ATLET (Assistance to Athletes) Menunjukkan Waktu Antara. Atlet lomba tidak boleh menggunakan alat-alat tambahan. Informasi tersebut tidak boleh dikomunikasikan kepada para atlet oleh siapapun di arena lomba tanpa izin terlebih dulu dari Wasit terkait. 1. yang berdampak menambah ketebalan sol melebihi tebal maximum yang diizinkan. pada nomor bib dapat dicantumkan nama atlet atau identitas lainnya yang sesuai (misalnya posisi peringkat dunia IAAF). Jumlah paku sampai dengan 11 buah dapat digunakan. Atlet tidak diperkenankan berlomba tanpa memasang nomor bib dan/atau identifikasi yang berlaku baginya. lekukan. Apabila alat foto finis sedang dioperasikan dalam lomba ini. Dalam event lari jarak jauh nomor bib dapat dilobangi guna membantu sirkulasi udara. Paku-paku tersebut memiliki diameter maksimum 4 mm. 13. Apabila perlombaan dilaksanakan pada permukaan sintetik. tidak boleh melebihi 12 mm. Nomor Bib ( Number Bibs) 7. Nomor bib harus sesuai dengan nomor yang tercantum di dalam Buku Program Perlombaan. kecuali pada event loncat tinggi dan loncat tinggi galah hanya satu nomor bib yang dipakai di dada atau di punggung saja. maka tiap bagian paku yang mencuat dari sol atau tumit tidak boleh melebihi 9 mm kecuali pada event loncat tinggi dan lempar lembing. baik di dalam maupun di luar sepatu. nomor bib harus dipasang pada trainingspak tersebut dengan cara yang sama. Pada loncat tinggi dan lompat jauh. atau tonjolan tersebut dan termasuk segala macam bentuk dari bagian sol yang lepasdalam sepatu. namun tidak boleh merusak angka atau huruf yang nampak padanya.

Dalam kaitannya dengan peraturan ini. Untuk memfasilitasi komunikasi ini agar tidak mengganggu pelaksanaan perlombaan. Namun. 3. . semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. Namun.Di dalam arena perlombaan dapat diberikan oleh petugas staf medis resmi yang ditunjuk oleh Panitia Penyelenggara dan menggunakan ban lengan. jika hal ini diulangi. harus disediakan bagi para pelatih. Prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. namun atlet sudah meninggalkan ruang panggil. acuan aturan mana yang dilanggar harus dicantumkan dalam hasil resmi. Pasal 145 DISKUALIFIKASI (Disqualification) 1. Diskualifikasi semacam ini mengakibatkan ia tidak dapat . 57 Setiap atlet yang memberi atau menerima bantuan dari dalam arena perlombaan selama event berlangsung harus diberi peringatan oleh Wasit dan diberitahu bahwa. (b). telepongenggam atau perangkat sejenis di dalam arena lomba. Hal-hal berikut ini tidak dianggap sebagai bantuan: (a). (d) Pemilikan atau penggunaan video atau kaset. Jika seorang atlet kemudian didiskualifikasi dari event tersebut. Minuman/Guyur 4. Diskualifikasi karena suatu pelanggaran peraturan teknik dalam suatu event masih memungkinkan atlet untuk berpartisipasi dalam event selanjutnya. atau oleh suatu perangkat teknis. Pemeriksaan / penanganan dan/atau Physiotherapy yang diperlukan agar atlet dapat tetap berpartisipasi saat berada di dalam arena perlombaan. semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. oleh personil medis yang disahkan oleh DT atau DM. Panitia Penyelenggara harus menyediakan air dan guyur bagi para atlet. Bila seorang atlet didiskualifikasi. Suatu kantong angin harus ditempatkan pada posisi yang sesuai dalam semua event lompat. Informasi Angin. prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. lempar cakram dan lempar lembing agar atlet dapat mengetahui perkiraan arah dan kekuatan angin. 2.Pemberian Bantuan. Dalam event lintasan 5000 m atau lebih. suatu tempat di tribune.Di luar arena perlombaan namun dalam tempat yang disediakan khusus. jika kondisi cuaca menuntut hal tersebut. alasan penyebabnya harus dicantumkan pada lembar hasil resmi. rompi atau pakaian yang khas. CD. Perlakuan sejenis yang dilakukan oleh orang selain yang disebut di atas baik selama lomba ataupun sesaat sebelum lomba. 2. oleh atlet yang terlewat atau hampir terlewat. Prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. Kedua perlakuan medis tersebut tidak boleh mengakibatkan kelambatan pelaksanaan perlombaan atau perubahan urutan kesempatan. dia akan dikenakan diskualifikasi dari event tersebut. Bila seorang atlet didiskualifikasi dari suatu event karena bertindak tidak sportif atau tidak sopan. Namun. termasuk bantuan. dekat dengan tempat arena event lapangan yang bersangkutan. hal-hal berikut ini dianggap sebagai bantuan. dan karenanya tidak diperbolehkan: (c) Pengaturan kecepatan lari (pacing) oleh orang yang tidak ikut berlomba. Pemeriksaan / penanganan dan/atau Physiotherapy tersebut : . pemancar radio. radio. semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. Komunikasi antara atlet dengan pelatihnya yang tidak berada di arena perlombaan. karena melanggar Peraturan Teknik IAAF.

atlet yang telah menyelesaikan lomba. Wasit harus mempertimbangkan semua bukti yang ada yang dianggap perlu. 58 3. maka keputusan Wasit tetap berlaku. Jika protes ini diterima. protes dapat didasarkan atas kesalahan Starter untuk merecall start yang salah. Jika DT telah membuat suatu keputusan. atau bukti (rekaman) video lainnya yang tersedia.1(f). Terhadap keputusan Wasit ada hak untuk naik banding kepada Dewan Hakim. Panitia Penyelenggara perlombaan harus mencatat waktu pengumuman setiap hasil. dalam rangka melindungi hak semua pihak yang terkait. dan disertai penyerahan suatu deposito (sejumlah biaya) sebesar US $100. atau atas nama. Pasal 146 PROTES dan BANDING (Protest and Appeal) 1. bila seorang atlet mengajukan protes lisan karena kesempatannya dianggap gagal. atlet tersebut diperbolehkan ikut berlomba dengan status "under protest". dan masalahnya diajukan ke Dewan IAAF. atas kebijaksanaannya. Protes mengenai hasil atau pelaksanaan lomba suatu event harus diajukan dalam tempo 30 menit setelah hasil resmi event tersebut diumumkan. dapat memerintahkan agar hasilnya diukur dan dicatat. Bila pelanggaran itu dianggap serius. 6. harus dikenakan diskualifikasi. termasuk Wasit dan para Judge. Wasit lintasan boleh mengizinkan si atlet untuk ikut berlomba dengan status ‘under protest’ dalam rangka melindungi hak semua pihak yang terkait. Suatu banding diajukan kepada Dewan Hakim (Jury of Appeal) dalam tempo 30 menit setelah pengumuman resmi keputusan Wasit. kecuali jika Wasit menyatakan bahwa informasi yang diberikan oleh alat tersebut nyata-nyata tidak akurat. . Bila bukti-bukti demikian. secara tertulis. maka ada suatu hak untuk mengajukan banding kepada Dewan Hakim. maka Direktur Perlombaan harus melaporkannya kepada Badan Pengurus yang lebih tinggi untuk dipertimbangkan tindakan disipliner lebih lanjut sesuai Pasal 22. atau oleh seseorang yang bertindak atas namanya. tidak memuaskan. Protest demikian tidak bisa diterima bila start salah itu dideteksi oleh alat pengontrol start salah IAAF yang sah. termasuk bukti rekaman video yang tersedia. Jika alat kontrol start salah yang disahkan IAAF digunakan. (b) Dalam event lapangan. Untuk dapat sampai kepada suatu keputusan yang adil.7. bukti-bukti lain yang tersedia dapat dipertimbangkan. maka keputusan Wasit adalah final.mengikuti event selanjutnya dalam perlombaan tersebut. Apabila Dewan Hakim merasa ragu-ragu. Protes mengenai status seorang atlet untuk berpartisipasi dalam suatu perlombaan harus diajukan sebelum lomba itu dimulai kepada DT. Protes dapat diajukan oleh. maka Wasit event tersebut.atau bernilai setara itu. Bila masalahnya belum dapat diselesaikan secara memuaskan menjelang perlombaan. termasuk film atau gambar hasil rekaman video resmi. Catatan: Jika Dewan Hakim atau DT tidak ada. bila seorang atlet mengajukan protes lisan karena dinyatakan telah melakukan start-salah. setiap protes harus disampaikan secara lisan kepada Wasit terkait oleh atlet yang bersangkutan. yang akan hilang apabila protest itu tidak diterima. (a) Dalam event lintasan. Dewan Hakim harus berkonsultasi dengan semua orang yang terkait. Dalam tahap pertama.-. 4. Wasit dapat memutuskan atau meneruskan protes tersebut kepada Dewan Hakim. 5. atlet yang telah melakukan start salah. dan seharusnya didiskualifikasi sesuai peraturan Pasal 162. 2. ditandatangani oleh seorang Ofisial yang bertanggung jawab atas nama atlet yang bersangkutan.

26 (a). Pasal 150 REKAMAN VIDEO (Video Recording) Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a) dan (b) dan. mistar ukur atau suatu alat-ukur ilmiah. yang merekam akurasi prestasi dan pelanggaran Peraturan sebagai dokumentasi pendukung. lihat Pasal 260. alat ukur ilmiah harus diberi sertifikat oleh IAAF dan akurasi alat pengukur yang digunakan di dalam perlombaan harus telah diverifikasi oleh suatu organisasi berakreditasi yang layak oleh Jawatan Tera Nasional. disarankan digunakan suatu rekaman video resmi untuk semua event. Pasal 149 KEABSAHAN PRESTASI (Validity of Performance) Prestasi seorang atlet dinyatakan sah. mistar ukur. event-event .59 Pasal 147 PERLOMBAAN CAMPURAN (Mixed Competition) Untuk semua perlombaan yang seluruhnya dilaksanakan campuran antara atlet putra dan putri tidaklah diperbolehkan. Pasal 148 PENGUKURAN (Measurement) Untuk event lintasan dan lapangan dalam perlombaan sesuai Pasal 1 a) sampai c) termasuk. Pada perlombaan yang selain sesuai Pasal 1 (a) sampai (c). Catatan : Mengenai pengesahan rekor-rekor. jika dicapai dalam perlombaan resmi yang dilaksanakan sesuai dengan Peraturan IAAF yang berlaku. semua pengukuran harus dilakukan dengan suatu pita baja yang sudah dikalibrasi dan diberi sertifikat. Pita ukur dari baja. bila mungkin dalam perlombaan lainnya. di dalam stadion. pita-ukur fiberglass dapat digunakan. sehingga semua pengukuran sesuai dengan standard nasional dan internasional. sebelum perlombaan dimulai. Pasal 151 PENILAIAN (Scoring) Dalam suatu pertandingan yang hasilnya ditentukan berdasarkan penilaian. metoda penilaian harus disepakati bersama oleh semua negara atlet.

Hal ini juga berlaku pada bagian lintasan steeple chase di tempat para atlet berbelok dari lintasan utama menuju rintangan air. 2. sisi dalam lintasan harus dibatasi oleh suatu pinggiran (kerb) terbuat dari bahan yang cocok.01 m yang ditandai dengan garis putih selebar 5cm. Catatan (i): Untuk semua lintasan lari yang dibuat sebelum 1 Januari 2004. dan dipasang dengan interval tak lebih dari 4m. Jarak lomba harus diukur dari tepi garis start yang lebih jauh dari garis finis. Jika tidak ada kerb. tempatnya harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm dan dengan kerucut atau bendera yang tingginya minimum 20 cm. tepi dalam harus ditandai dengan garis selebar 5cm.) Pasal 160 PENGUKURAN LINTASAN (Track Measurements) 1. 165 juga berlaku untuk seksiseksi VII. 163. 4. sampai ke tepi garis finis yang lebih dekat ke garis start.22 m ± 0.60 SEKSI III EVENT. Bila ada bagian kerb yang harus dipindahkan sementara untuk event lapangan. . Panjang lintasan lari yang standar adalah 400m. ditempatkan pada garis putih tersebut. lebar maksimum lintasan boleh 1. 164. Juga harus dipasang bendera pada interval 4m. dan dimiringkan dengan sudut 60° terhadap tanah menjauhi lintasan.10). Bendera ini berukuran kira-kira 25cm x 20cm dan dipasang pada tiang sepanjang 45cm. Benderabendera ini harus ditempatkan pada garis untuk mencegah atlet berlari di atas garis tersebut.EVENT LINTASAN (Track Events) Pasal 163. setiap atlet harus mempunyai lintasan yang pisah dengan lebar 1.2. Untuk lintasan rumput tanpa kerb. Gambar : UKURAN-UKURAN LINTASAN LARI (pandangan dari sebelah dalam) 3.11 dan 240.6 (kecuali Pasal 230. pengukuran dilakukan 20cm dari garis tepi dalam lintasan.4). sedemikian sehingga ujung alas kerucut atau tiang bendera berpotongan dengan sisi garis putih terdekat pada lintasan. Dalam semua lomba berjarak 400 m atau kurang. sedang lintasan lainnya diukur 20 cm dari tepi luar garis lintasan. Semua lintasan harus punya lebar yang sama. dan IX. Pengukuran dilakukan 30cm ke arah luar dari kerb. VIII. Lintasan ini terdiri dari dua lintasan lurus yang sejajar dan dua tikungan yang jari-jarinya sama. kira-kira tingginya 5cm dan lebarnya minimum 5cm. Kecuali untuk lintasan rumput.25 m Catatan: (ii): Garis batas luar lintasan harus termasuk dalam ukuran lebar lintasan (lihat Pasal 163.3.3 dan 163. Lintasan dalam harus diukur seperti disebutkan pada ayat 2 di atas.

Tumpuan kaki harus dapat distel maju atau mundur sesuai kebutuhan atlet. Tumpuan kaki ini dipasang miring sesuai kemiringan letak kaki atlet. (b). Tumpuan kaki ini harus dipasang pada suatu kerangka yang kaku. Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a). Peraturan ini sekedar memberikan prinsip-prinsip dasar. Sistem ini sangat disarankan untuk digunakan pada perlombaan atletik lainnya. Kemiringan track yang diperbolehkan tidak melebihi 1:100 pada arah samping dan tidak melebihi 1:1000 menurun pada arah lari. Jumlah. Startblok harus memenuhi spesifikasi berikut: (a) Berkonstruksi kaku dan tidak memberikan keuntungan tak jujur bagi pemakainya. Pemasangan yang kokoh bertujuan agar startblok tidak goyang pada saat start yang sebenarnya. kemiringan ke arah samping menurun menuju lintasan dalam. maka startblok ini harus memenuhi ayat (a) dan (b) di atas. Pemasangan tumpuan kaki pada kerangka yang kaku seyogyanya dapat distel tetapi tidak goyah pada saat start sebenarnya. (b). (d) dan (e). yang tidak akan menghambat kaki atlet pada saat meninggalkan startblok. 7. Saat ditempatkan di track. Startblok tersebut boleh mempunyai desain dan konstruksi apapun asalkan tidak mengganggu atlet lainnya. besar dan panjang paku tergantung dari konstruksi track. jika startblok disediakan oleh Panitia Penyelenggara. Penyetelannya dikencangkan dengan penjepit atau mekanisme pengunci yang kuat yang dapat distel dengan mudah dan cepat oleh atlet. Dalam perlombaan lain pada track sintetik. 2. track harus dapat menampung 8 lintasan. 3. atau perangkat start sudah diaktifkan. dengan mempergunakan alur atau lubang pada permukaannya atau melapisi permukaannya dengan bahan yang sesuai sebagai tempat injakan paku sepatu atlet. maka harus ada recall (pemanggilan kembali) dan starter harus segera memeriksa waktu reaksi pada alat pendeteksi start salah guna memastikan atlet mana yang bertanggung jawab terhadap start salah tersebut. (c) Jika atlet menggunakan startbloknya sendiri. (c). Permukaan tumpuan kaki dibuat untuk bisa mengakomodasi paku sepatu atlet. Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). (b) Terpasang kokoh pada track dengan sejumlah paku yang dirancang agar kerusakan track yang ditimbulkannya sekecil mungkin. . tempat atlet menumpu saat posisi start. Begitu Starter dan/atau recaller mendengar sinyal akustik. Pemasangannya harus memungkinkan untuk dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat. (d) Selain memenuhi ketentuan di atas. Catatan: Disarankan untuk track baru. Pasal 161 STARTBLOK (Starting Block) 1. dan jika pistol sudah ditembakkan. Informasi teknis yang lengkap konstruksi. dapat merupakan permukaan rata atau cekung. (c). Dalam perlombaan atletik internasional sesuai Pasal 1 (a).61 5. dan pemarkaan track ada di dalam Panduan Fasilitas Atletik IAAF. Panitia Penyelenggara dapat menekankan bahwa atlet hanya boleh menggunakan startblok yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara saja. (b) dan (c) startblok harus dihubungkan dengan alat pendeteksi start salah yang disahkan IAAF. harus dipenuhi juga spesifikasi berikut ini : Start-blok harus terdiri dari dua buah tumpuan kaki. atlet harus menggunakan start blok yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara perlombaan. Sedangkan Starter dan atau Recaller harus memakai head phone agar dapat mendengar dengan jelas sinyal akustik yang terpancar ketika alat itu mendeteksi start salah (yaitu ketika waktu reaksi kurang dari 100/1000 detik). Startblok harus digunakan untuk semua lomba sampai dengan jarak 400m (termasuk atlet pertama pada estafet 4x200m dan 4x400m) dan tidak boleh digunakan untuk lomba lainnya. yang harus dipenuhi. tidak boleh ada bagian startblok yang menyentuh garis start atau melampaui batas lintasan. 6. denah.

bukti yang diberikan alat ini biasanya diterima sebagai keputusan oleh Starter. Dalam lomba lebih dari 400m aba-abanya adalah “on your mark” ("Bersedia”) dan jika semua atlet sudah siap pistol ditembakkan. tidak boleh memulai gerakan startnya sebelum tembakan pistol atau diaktifkannya alat start yang disahkan. dan kedua kakinya harus menyentuh start blok. Sesudah aba-aba “bersedia” atlet harus menuju ke garis start. Kedua tangan dan minimal satu lutut harus menyentuh tanah. 4. Jika menurut Starter atau Recaller. Tiap atlet yang melakukan start salah berikutnya dalam lomba tersebut harus didiskualifikasi. Semua lomba harus diberangkatkan dengan tembakan pistol starter atau alat start yang disahkan. Hal berikut juga harus dianggap sebagai start salah. Dalam semua lomba yang tidak menggunakan lintasan terpisah garis start ini dibuat melengkung. Kecuali di dalam event gabungan. Atlet tidak boleh menyentuh baik garis start ataupun tanah di depan garis start dengan tangannya atau kakinya apabila saat sudah “bersedia”. Catatan : Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a) dan (b). Jika semua atlet telah “siap”. 2. atlet tidak boleh menyentuh tanah dengan tangannya. (b) Seorang atlet setelah aba-aba “bersedia” mengganggu atlet lainnya dengan menggunakan suara atau cara lainnya. Baik pada aba-aba “bersedia” atau “siap”. atau alat start yang sah diaktifkan. Seorang atlet setelah mengambil posisi sesuai dengan aba-aba. kecuali yang disebut dibawah ini. aba-aba start harus diberikan hanya dalam bahasa Inggris. 3. 5. .2 tentang rincian operasional alat). Start suatu lomba harus ditandai dengan sebuah garis putih selebar 5 cm. atlet melakukannya lebih awal. maka hal tersebut dianggap sebagai start salah. mengambil posisi seluruhnya di dalam lintasan yang diperuntukkan baginya dan di belakang garis start. Bila menurut starter belum semua atlet siap untuk melakukan start sesudah mereka berada dalam posisi ‘bersedia’. Dalam semua lomba sampai dengan 400 m (termasuk atlet pertama 4x200 m dan 4x400m). untuk lomba sampai dengan jarak 400 m (termasuk 4x200 m dan 4x 400 m) harus berbunyi “On your marks” (bersedia) dan “Set” (siap). Setiap atlet yang telah melakukan start salah harus diberi peringatan. start-jongkok dan penggunaan start-blok adalah wajib. 7. atau alat start yang sah diaktifkan. pistol ditembakkan. ditembakkan ke atas setelah ia yakin bahwa semua atlet dalam keadaan siap dan dalam posisi start yang benar. Start Salah 6.62 Pasal 162 START 1. jika menurut Starter : (a) Seorang atlet gagal mentaati aba-aba “bersedia” atau “siap” setelah suatu tengat waktu yang layak. bahasa Inggris atau Perancis. aba-aba starter dalam bahasanya sendiri. Catatan: Apabila digunakan alat pengontrol start salah yang di sahkan IAAF (lihat peraturan Pasal 161. ia harus memerintahkan agar semua atlet untuk mundur dari garis start dan para Asisten Starter menempatkan mereka kembali di garis persiapan. hanya satu kali start salah yang diperbolehkan tiap lomba tanpa menjatuhkan diskualifikasi kepada atlet yang berbuat start salah. Dalam semua perlombaan internasional. Penempatan atlet untuk semua jarak lomba harus diberi nomor urut dari kiri ke kanan menghadap ke arah lari. Pada aba-aba “siap” atlet harus segera mengangkat dirinya menuju ke sikap akhir start dengan kedua tangan tetap menyentuh tanah dan kedua kaki menyentuh tumpuan kaki pada startblok. semua atlet secara serentak tanpa menunda waktu harus segera mengambil sikap yang sesuai dengan aba-aba tersebut. sehingga semua atlet akan menempuh jarak yang sama ke garis finis. Pada saat ini.

8. Kelompok lain ini harus berlari sampai dengan ujung tikungan pertama pada separuh lintasan luar. Hambatan. sebaiknya mereka dibagi menjadi dua kelompok. untuk ikut berlomba dalam babak berikutnya pada event tersebut. memperbolehkan atlet yang terkena akibatnya secara serius (selain yang dikenai diskualifikasi). atlet yang lain cenderung mengikutinya sehingga seharusnya tiap atlet yang melakukan hal demikian juga telah membuat start salah. Marka ini berukuran 5cm x 5cm pada perpotongan antara garis lintasan 4 dan 5 (lintasan 3 & 4 untuk track 6 lintasan) dan di atasnya ditempatkan kerucut atau bendera hingga kedua kelompok itu bergabung kembali. 2 Atlet lomba yang mendesak atau menghalangi atlet lain. 1000m. Kecuali yang dinyatakan pada ayat 4 berikut ini. Arah lari haruslah mengarah ke kiri (dengan tangan kiri ada di sebelah dalam). Lari di Lintasan Masing-masing.5 merupakan tempat atlet kelompok luar untuk event 2000m dan 10. “Breakline” untuk 800m seperti yang dijelaskan dalam Pasal 163.Dalam lomba event-gabungan. Starter atau Recaller yang berpendapat bahwa suatu start telah berlangsung dengan tidak jujur.000m. dan ‘kartu-hijau’ harus ditunjukkan kepada semua atlet. Dalam semua lomba lari di lintasan masing-masing. atas laporan Judge atau Pengawas lintasan atau keduanya. apabila seorang atlet bertanggung jawab terhadap dua kali start salah. Bila start-salah itu bukan karena kesalahan atlet. Track harus diberi marka pada awal lintasan lurus yang menuju finis bagi kelompok luar untuk bergabung dengan kelompok lainnya yang menggunakan garis start biasa untuk event 1000m. Garis start lengkung terpisah ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga semua atlet akan menempuh jarak yang sama. jika Wasit yakin. Lintasan harus diberi nomor urut yang dimulai dengan lintasan paling dalam bernomor 1. Biasanya atlet tersebut harus menyelesaikan lomba dengan upaya yang bonafide. sedangkan kelompok yang lain berada pada garis start lengkung terpisah yang ditandai dengan garis melintang separuh lintasan luar. Catatan : 63 Dalam praktek. 5000m dan 10. Pasal 163 LOMBA (The Race) 1. bila satu atlet atau lebih berbuat start salah. tidak ada peringatan yang perlu diberikan. wasit juga mempunyai wewenang untuk mengulang kembali lomba bila menurut pertimbangannya hal ini cukup beralasan. 9. 3. 3000m dan 5000m. 2000m. dapat dikenakan diskualifikasi dari event tersebut. dia harus didiskualifikasi.000m boleh bergabung dengan atlet lainnya yang menggunakan garis start yang biasa. dalam kasus seri. dengan satu kelompok berjumlah kira-kira 65% berada pada garis start lengkung yang biasa. dalam situasi tertentu. Hal ini juga berlaku untuk lomba yang sebagiannya dilaksanakan di lintasan yang terpisah. dia harus memanggil kembali atlet dengan menembakkan pistol startnya lagi. bahwa seorang atlet telah berlari di luar lintasan yang seharusnya. atlet harus tetap berada di lintasan yang dialokasikan kepadanya sejak start sampai finis. Hal ini bisa saja terjadi terhadap lebih dari satu orang atlet yang harus diberi peringatan. 3000m. Starter hanya akan memberi peringatan kepada atlet yang berbuat demikian yang menurut pendapatnya bertanggung jawab terhadap start salah. Bila terdapat lebih dari 12 atlet dalam suatu lomba. dia dikenakan diskualifikasi. sehingga menghambat gerak majunya. . Wasit memiliki wewenang untuk mengulang kembali lomba tanpa mengikut sertakan tiap atlet yang didiskualifikasi atau. Tanpa mempertimbangkan apakah telah terjadi diskualifikasi atau tidak.

9. dan ujungujungnya ditandai dengan bendera setinggi minimal 1. 7. melintang track. Meninggalkan Track. Periode pengukuran kecepatan angin sejak saat kilatan api pistol starter atau alat start yang sah adalah sebagai berikut : 100m 100m gawang 110m gawang Detik 10 13 13 Dalam event 200m. Catatan (i): Untuk membantu atlet mengenali breakline. . dan bila tak ada keuntungan material yang diperoleh. Seorang atlet. namun tidak ada keuntungan materil yang diperoleh atau (b) berlari di sebelah luar lintasannya pada tikungan. setelah dengan sukarela meninggalkan track. atlet tidak diperkenankan menggunakan “check mark” atau menempatkan benda pada track atau sepanjang sisi track lari sebagai bantuan. Pengukuran Angin.1. 8.22m dan tidak lebih dari 2m jauhnya dari track. kerucut atau prisma kecil (5cmx5cm).64 4. atlet tersebut tidak harus didiskualifikasi.03 m/detik harus dicatat sebagai +2. dalam arah positif/searah lari (misalnya pembacaan +2. 10. dengan tidak memperoleh keuntungan material dan tidak ada atlet lain yang terhambat karenanya dia juga tidak harus dikenakan diskualifikasi. sehingga semua pengukuran sesuai dengan standard nasional dan internasional. pembacaan -2. tidak diperkenankan untuk meneruskan lomba. dibulatkan ke perpuluhan yang lebih tinggi berikutnya dari meter per detik. Jika seorang atlet didorong atau dipaksa oleh atlet lain untuk berlari di luar lintasannya. 50m dari garis finis. Kecuali dalam lomba lari estafet yang sebagian atau seluruhnya dilarikan pada lintasan terpisah. negara peserta dapat menyepakati untuk tidak menggunakan lintasan terpisah. Alat ini ditempatkan pada ketinggian 1. Catatan (ii): Dalam pertandingan internasional. dapat ditempatkan pada garis lintasan tepat sebelum perpotongan garis lintasan dengan breakline. kecepatan angin harus diukur selama 10 detik yang dimulai ketika atlet terdepan memasuki lintasan lurus. Check Mark. ditancapkan di luar track 30 cm dari garis lintasan terdekat. event 800 m harus dilarikan pada lintasan terpisah sampai sejauh sisi terdekat “breakline” setelah tikungan pertama tempat atlet boleh meninggalkan lintasannya masing-masing. Bila seorang atlet: (a) berlari di luar lintasannya di bagian lurus. Pengukur angin untuk event lintasan harus ditempatkan di samping bagian lurus lintasan satu. 6. dan tingginya tak lebih dari 15 cm dengan warna yang berbeda dari breakline dan garis lintasan. Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a).03m/detik harus dicatat sebagai -2. dan (c). (b). Semua perangkat pengukur angin harus telah memiliki sertifikat IAAF dan akurasinya telah diverifikasi oleh suatu organisasi berakreditasi yang layak oleh Jawatan Tera nasional. Breakline merupakan garis lengkung selebar 5 cm.0). Alat ukur yang menghasilkan bacaan digital dinyatakan dalam perpuluhan meter per detik harus dirancang sesuai dengan Peraturan ini. Kecepatan angin harus dibaca dalam meter per detik. 5.50 m.

Jika mungkin. Untuk mendapatkan pandangan yang baik ke arah garis finis. 3. harus disediakan tangga berjenjang. Pengukur angin ultrasonic harus digunakan pada semua perlombaan internasional sesuai Pasal 1 (a) sampai (f). Pasal 164 FINIS (The Finish) 1. Finis suatu lomba harus ditandai dengan garis putih selebar 5 cm. 4. bila mungkin. Apabila menggunakan tabung maka panjang alat ukur ini minimal dua kali diameter tabung itu. tangan dan kaki) mencapai bidang vertikal dari sisi terdekat dengan garis finis. mereka ditempatkan minimal 5m dari lintasan terluar. tangan atau kaki) yang menyentuh bidang vertikal pada sisi terdekat garis finis seperti tersebut di atas. 12. Ada tiga metode pencatatan waktu yang diakui secara resmi : . Pencatatan Manual. yang dibedakan dari: kepala. Starter harus menembakkan pistolnya tepat satu menit sebelum akhir lomba untuk memberitahu atlet dan Judge bahwa lomba itu hampir berakhir. Catatan waktu harus diambil hingga saat bagian tubuh atlet (yaitu: torso. Catatan waktu dari semua atlet yang masuk finis harus dicatat. . Pasal 165 PENCATATAN WAKTU & FOTO FINIS 1. leher. maka perpotongan dari garis lintasan dengan garis finis harus dicat dengan warna hitam. tungkai. leher. Pengukur angin mekanik harus memiliki pelindung yang memadai guna mengurangi dampak dari komponen tiupan angin melintang. lengan. Untuk membantu pelurusan perangkat Foto Finis dan untuk memfasilitasi pembacaan gambar foto finis. dan pada saat yang tepat.Pencatatan yang disediakan oleh suatu Sistem Transponder untuk perlombaan sesuai Pasal 230 (lomba yang dilaksanakan tidak sepenuhnya di dalam stadion). 4. Alat pengukur angin ini dapat distart dan distop secara otomatis dan/atau dari jarak jauh (remote). Pada tembakan yang menandai akhir lomba. Pencatat waktu harus berada segaris dengan garis finis dan di sebelah luar dari track. 2. dia akan menandai berakhirnya lomba dengan menembakkan pistolnya lagi. Pasal 240 dan Pasal 250. para Judge yang ditunjuk harus menandai yang titik tepat tempat atlet menyentuh track untuk terakhir kalinya sebelum atau serentak bersamaan dengan tembakan pistol tersebut. harus dicatat pula dalam lomba lari 800m atau lebih “waktu satu putaran (lap)” dan dan “waktu antara” (intermediate times) setiap 1000m dalam lomba 3000m atau lebih. tungkai. Minimal satu Judge harus ditugasi untuk tiap atlet sebelum start lomba dimulai untuk tujuan penandaan jarak yang ditempuh. Sebagai tambahan. lengan.Pencatatan otomatis penuh yang diperoleh dari suatu Sistem Foto Finis. 2. dan informasinya diteruskan secara langsung ke komputer perlombaan. Dalam lomba yang ditentukan berdasar jarak yang ditempuh dalam suatu selang waktu tertentu. . yang dibedakan dari kepala. 3. Starter diarahkan oleh Ketua Pencatat Waktu.Pencatatan manual (Hand Timing) .65 11. Kedatangan atlet harus diurutkan menurut bagian tubuhnya (yaitu: torso. Jarak yang dicapai diukur ke meter yg lebih pendek di belakang titik tersebut.

sehingga tenggat waktu keseluruhan antara tembakan pistol start dan mulai bekerjanya sistem pencatatan waktu nilainya konstan dan kurang dari 1/1000 detik. 10. Jika yang digunakan adalah stopwatch dengan ketelitian 1/100 detik. Sistem ini harus dimulai secara otomatis oleh tembakan pistol starter. Ketua Pencatat Waktu. bukan merupakan pencatat waktu otomatis penuh dan juga bukan pencatat manual sehingga tidak dipakai untuk memperoleh catatan waktu resmi. atau pengukur waktu digital elektronik yang dioperasikan secara manual. Waktu harus diukur sejak terlihatnya kilatan api / asap dari pistol atau dari alat start yang disahkan. maka waktu yang lebih lama yang menjadi waktu resmi. Suatu sistem yang dioperasikan secara otomatis pada saat start atau pada waktu finis. Waktu satu lap dan waktu antara sesuai Pasal 165. setelah menandatanganinya. Catatan waktu untuk lomba yang sebagian atau seluruhnya dilaksanakan di diluar stadion harus diubah dan dicatat ke detik bulat lebih lama.3 harus dicatat sebagai 2:09:45. Sistem ini harus disahkan oleh IAAF. dengan menggunakan stopwatch yang bisa mencatat lebih dari satu. 15. memasukkan catatan waktunya ke dalam formulir resmi dan. menyerahkannya kepada Ketua Pencatat Waktu yang akan memeriksa stopwatch untuk verifikasi catatan waktu yang dilaporkan. Jika jarum stopwatch berhenti di antara dua garis waktu.2 11. Sistem Pencatatan Waktu Otomatis penuh dan Foto Finis yang disahkan oleh IAAF harus digunakan pada semua perlombaan. atau alat start yang sah. maka yang harus diambil adalah waktu yang lebih lama. atau oleh Pencatat waktu tambahan. 66 8. misalnya untuk lomba marathon: 2:09:44. 9. Dalam kasus ini. Jika dua dari tiga stopwatch mencatat waktu yang sama sedang yang ketiga berbeda. Pencatat waktu dapat menggunakan stopwatch atau alat pencatat waktu elektronik yang dioperasikan secara manual dengan bacaan digital.5. sehingga dalam semua lomba selalu ada tiga stopwatch yang mencatat waktu resmi pemenang. 6. Jika hanya digunakan dua stopwacth dan keduanya berbeda. Sistem 14. Jika ketiganya berbeda. semua catatan waktu yang tidak berakhir pada angka nol dalam desimal detik harus diubah dan dibaca menjadi 1/10 detik lebih lama. Tiga orang pencatat waktu resmi (satu diantaranya adalah Ketua Pencatat Waktu) dan satu atau dua pencatat waktu tambahan harus mencatat waktu pemenang setiap event. Waktu yang dicatat oleh stopwatch tambahan tidak perlu dimasukkan. 12. waktu yang terbaca apapun keadaanya tidak dianggap waktu . Setiap Pencatat waktu harus bertindak secara independen dan tanpa menunjukkan stopwatchnya. misalnya:10. namun tidak pada kedua-duanya. kecuali jika satu atau lebih stopwatch Pencatat Waktu resmi gagal mencatat waktu dengan benar. dalam kasus ini Pencatat Waktu yang digunakan dalam urutan sedemikian rupa sebagai mana yang telah ditentukan sebelumnya. atau mendiskusikannya dengan orang lain. harus menentukan waktu resmi bagi tiap atlet dan menyerahkan hasilnya kepada Sekretaris Perlombaan untuk didistribusikan. Semua perangkat pengukur waktu seperti itu diberi istilah 'stop watch' dalam Peraturan IAAF ini. Sistem Pencatatan Waktu Otomatis penuh dan Foto Finis 13. 7. maka waktu yang dicatat oleh dua stopwatch yang sama menjadi waktu resmi.3 harus dicatat baik oleh anggota tim pencatat waktu yang ditunjuk. berdasarkan suatu tes akurasi yang dilakukan selama 4 tahun menjelang perlombaan dilaksanakan.11 harus dicatat sebagai 10.waktu yang tengah menjadi waktu resmi. Untuk semua lomba di track yang waktunya dicatat secara manual. yang bertindak sesuai dengan peraturan di atas. waktu harus dibaca dan dicatat sampai 1/10 detik lebih lama.

Lebih disukai. tetapi dapat digunakan sebagai suatu pendukung sah untuk menentukan kedudukan atlet dan selisih waktu antar atlet. Catatan waktu dan kedudukan dari gambar kamera lain tidak perlu dipertimbangkan kecuali jika ada alasan yang meragukan akurasi dari kamera resmi atau jika diperlukan menggunakan gambar tambahan untuk mengatasi ketidakpastian urutan kedatangan (misal: atlet seluruhnya atau sebagian tidak jelas pada gambar dari kamera resmi). Dia harus yakin bahwa hasilnya dimasukkan secara benar ke dalam sistem pencatatan hasil perlombaan dan diteruskan kepada Sekretaris Perlombaan.32 harus dicatat sebagai 59:26. atau alat start yang sah. Dalam kerjasama dengan kedua Asistennya. Jika tidak tepat pada 1/100 detik. jika mungkin disusun berdasarkan informasi selisih waktu yang diperoleh dari gambar Foto Finis. 22. catatan waktu dari Pencatat Waktu back-up. 18. Pencatat Waktu back up ini harus ditunjuk jika terdapat kemungkinan terjadinya kegagalan sistem pencatatan waktu. misalnya untuk event 20. Ketua Judge Foto Finis harus menentukan prestasi catatan waktu atlet serta urutan kedatangannya. misal: menggunakan catu daya yang terpisah dan merekam serta meneruskan informasi pistol start. jika kedua sistem pencatat waktu secara teknis tidak saling bergantung. waktu harus dibaca sampai 1/100 detik dan dicatat sampai 1/10 detik. atau alat start yang disahkan secara terpisah. untuk menjamin bahwa setiap peralatan bekerja secara otomatis oleh tembakan pistol Start atau alat start yang disahkan. 20. Sistem ini harus mencatat secara otomatis waktu finis para atlet dan mampu menghasilkan gambar cetak yang menunjukkan catatan waktu setiap atlet.4. jika ada) sebelum perlombaan dimulai. waktunya dibaca dan dicatat sampai 1/100 detik. 17. satu di antaranya harus dinyatakan resmi oleh DT ( atau Judge Foto Finis Internasional. 59:26. Catatan waktu dari sistem foto finis harus menjadi catatan resmi kecuali jika ada alasan sehingga petugas terkait memutuskan bahwa sistem ini nyata-nyata tidak akurat. Dia harus mensupervisi penempatan dan pengetesan peralatan dan operasi pengontrolan titik nol. 23. Bekerja sama dengan Wasit Lintasan dan Starter. Catatan: Jika dua atau lebih kamera foto finis digunakan. sebelum dimulainya setiap sesi. Sistem harus merekam finis melalui kamera dengan celah vertikal.resmi. Sebelum perlombaan dimulai ia harus bertemu dengan staf teknik yang terlibat dan membiasakan dirinya dengan cara kerja semua peralatan. 16. Semua waktu yang terbaca tidak berakhir dengan nol harus diubah dan dicatat sampai 1/10 detik lebih lama. dia harus berinisiatif mengontrol. Gambar ini harus disinkronisasikan dengan skala waktu pada pembagian 1/100 detik. Operasional 19. yang akan menghasilkan gambar berkesinambungan. yang ditempatkan pada perpanjangan garis finis.000m. menjadi waktu resmi. Jika ini terjadi. Waktu harus dibaca dan dicatat dari gambar Foto Finis sebagai berikut : (a) Untuk lomba sampai dengan 10. Semua pembacaan waktu yang tidak berakhir dengan nol-nol harus diubah dan dicatat .000m. maka waktunya harus dibaca dan dicatat ke 1/100 detik lebih lama. dengan perangkat dan kabel yang terpisah. dan dipasang dengan posisi yang tepat. maka skala waktu yang ada pada gambar akan menunjukkan fakta ini secara otomatis. Jika mungkin.000m. 67 Catatan : Jika mekanisme pencatatan waktu tidak dimulai oleh pistol start. 21. Ketua Judge Foto Finis harus bertanggung jawab atas berfungsinya sistem ini. minimal harus tersedia dua buah kamera foto finis yang bekerja dari tiap sisi. (c) Untuk semua lomba yang dilaksanakan sebagian atau seluruhnya di luar stadion. (b) Untuk lomba di track yang lebih dari 10. waktu harus dibaca sampai 1/100 detik dan dicatat sampai ke detik bulat. Catatan waktu dan kedudukan atlet harus dibaca dari gambar dengan menggunakan cursor yang akan menjamin tegak lurusnya skala waktu dan garis baca.

misalnya: untuk Marathon. dan semi final. semua atlet harus berlomba dalam babak ini untuk dapat lolos ke babak berikutnya. (f) Sementara penentuan urutan masuk finis dan waktunya dapat dianggap resmi. jika jumlah atlet terlalu banyak untuk dilaksanakan dalam satu babak (final). (d) Sistem tidak membutuhkan tindakan khusus yang dilakukan oleh atlet selama perlombaan.namun tidak dapat diakui sebagai waktu resmi. 2:09:44. Tengat waktu antara saat atlet melewati garis start dan saat mencapai garis finis dapat diinformasikan kepada atlet. Catatan : Disarankan ada Judges dan/atau rekaman video yang juga disediakan untuk membantu penentuan urutan finis. (b) Berat transponder dan tempatnya yang melekat pada seragam. 100mGW. perempat final. dan prosedur kualifikasinya untuk setiap babak dari event lintasan : 100m. atau nomor bib atau sepatu. Jika tidak ada kondisi luar biasa. Seri. 400m. 1. UNDIAN DAN KUALIFIKASI DALAM EVENT LINTASAN (Seedings. Penggunaan Sistem Pencatat waktu Transponder yang disahkan oleh IAAF dalam events yang sesuai Pasal 230 (lomba yang tidak seluruhnya dilaksanakan di dalam stadion). misal: untuk lari Marathon. Draws & Qualification in Track Events) Babak dan Seri. (e) Resolusinya adalah 1/10 detik (misal: jadi dapat membedakan atlet masuk finis yang terpaut 1/10 detik). Pasal 240 dan Pasal 250 diperbolehkan dengan syarat: (a) Tidak ada peralatan yang digunakan saat start. maka tabel berikut harus digunakan untuk menentukan jumlah babak. 2. Semua pembacaan waktu yang tidak berakhir di nol harus diubah dan dicatat ke detik bulat yang lebih lama. pada garis finis atau pada semua tahap dalam pemrosesan hasil. waktu harus dibaca sampai 1/10 detik dan dicatat sampai ke detik bulat. Apabila babak penyisihan ini dilakukan. peraturan Pasal 164.3 harus dicatat sebagai 2:09:45 Catatan : Waktu resmi adalah tengat waktu antara tembakan pistol start dan saat atlet mencapai garis finis. Pasal 166 PENENTUAN PERINGKAT. harus disusun oleh DT.ke detik bulat yang lebih lama. Babak penyisihan (seri) harus diadakan dalam event lintasan.2 dapat diterapkan jika diperlukan. 68 Sistem Transponder 24. (c) Sistem dimulai dengan tembakan pistol Start atau alat start sah. sepanjang jalur atau di garis finis yang mengakibatkan hambatan yang cukup berarti bagi gerak majunya atlet. 400mGW Atlet terdaftar Babak I Babak II Babak III 9 -16 17 . 200m. 2:09:44.24 25 – 32 33 – 40 41 – 48 49 – 56 57 – 64 65 – 72 Seri 2 3 4 5 6 7 8 9 Posisi 3 2 3 4 4 4 3 3 Waktu 2 2 4 4 8 4 8 5 Seri 2 3 4 4 4 4 Posisi 4 4 4 4 4 4 Waktu Seri Posisi 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 . 110mGW.3 dan Pasal 165.32 harus dicatat sebagai 2:09:45. dapat diabaikan. Jika tidak ada penunjukan DT penyusunan ini dilakukan oleh Panitia Penyelenggara. Untuk semua lomba. jumlah seri dalam tiap babak.

24 25 . 4x400m Atlet terdaftar Babak I 2 7 4 9 6 4 5 5 6 6 4 3 3 2 2 Babak II 1 1 4 4 2 2 2 2 2 Babak III 69 4 4 4 4 4 Seri 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Posisi 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 Waktu 2 2 4 6 4 2 8 5 2 7 4 9 6 Seri Posisi Waktu Seri Posi si 9 -16 17 .108 Seri 2 3 4 Posisi 8 5 4 Waktu 4 5 4 .75 5000m Atlet terdaftar Babak I Babak II Seri 2 3 4 5 Posisi 4 6 5 4 Waktu 4 6 4 4 Seri 2 2 2 Posisi 5 5 5 Waktu 2 2 2 20 – 38 39 – 57 58 . 4x100m.24 25 – 32 33 – 40 41 – 48 49 – 56 57 – 64 65 – 72 73 – 80 81 – 88 89 – 96 97 – 104 105 – 112 1500m Atlet terdaftar 2 2 2 2 3 4 4 5 5 6 6 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 4 4 1 1 4 4 2 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 Babak I Babak II 16 .60 61 -72 Atlet terdaftar Seri 2 3 4 5 6 Posisi 4 6 5 4 3 Babak I Waktu 4 6 4 4 6 Seri 2 2 2 2 Posisi 5 5 5 5 Babak II Waktu 2 2 2 2 3000m SC.36 37 .76 77 . 3000m 16 – 30 31 – 45 46 – 60 61 .93 10000m Atlet terdaftar Seri 2 3 4 5 Posisi 5 8 6 5 Babak I Waktu 5 6 6 5 Seri 2 2 2 Posisi 6 6 6 Waktu 3 3 3 28 – 54 55 – 81 82 .73 – 80 10 3 81 – 88 11 3 89 – 96 12 3 97 – 104 13 3 105 – 14 3 112 800m.48 49 .

Atlet ditentukan peringkatnya sebagai berikut : * yang tercepat dari posisi pertama tiap seri * yang kedua tercepat dari posisi pertama tiap seri * yang ketiga tercepat dari posisi pertama tiap seri. Ditutup dengan : * Atlet tercepat dari kualifikasi waktu * Atlet kedua tercepat dari kualifikasi waktu * Atlet ketiga tercepat dari kualifikasi waktu. 4. (b) dan (c) ini biasanya hanya diterapkan dalam babak pertama. sistem di atas harus dimodifikasi seperlunya. Catatan (i): Apabila lintasan kurang dari 8. Catatan (iii): Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). C masih harus diundi. tetapi dengan peringkat yang ditentukan dari daftar prestasi sah yang dicapai sebelum perlombaan. atau dengan menggunakan start kelompok di belakang garis start lengkung. sehingga ada lebih banyak atlet dalam seri babak berikutnya daripada yang diperkirakan. misalnya 3 seri akan berisikan peringkat sebagai berikut: Seri A : 1 Seri B : 2 Seri C : 3 6 5 4 7 8 9 12 11 10 13 14 15 18 17 16 19 20 21 24 23 22 Urutan pelaksanaan lomba seri A. 2. jika ada beberapa babak yang berurutan dari suatu lomba. kecuali ada hasil sama atau keputusan Wasit. (b) Untuk babak berikutnya. dan estafet sampai dengan dan termasuk 4x400m. 4. Dua undian harus dibuat: (c) satu untuk empat atlet atau tim dengan peringkat terbaik untuk menempati lintasan 3. 7. dst. (d) Satu lagi untuk empat atlet atau tim dengan peringkat lebih rendah untuk menempati lintasan: 1. * yang tercepat dari posisi kedua tiap seri * yang kedua tercepat dari posisi kedua tiap seri * yang ketiga tercepat dari posisi kedua tiap seri. event 800m dapat dilaksanakan dengan satu atau dua atlet dalam tiap lintasan. Setelah babak pertama. . dan hanya dimodifikasi bila terjadi peningkatan prestasi di babak sebelumnya. dan 8. dst.3 (a) atau Pasal 166. atlet ditentukan peringkatnya setelah tiap babak sesuai dengan prosedur yang ditunjukkan dalam Pasal 166. maka lintasan harus diundi sebagai berikut: (a) Dalam babak pertama urutan lintasan harus diundi. daftar prestasi atlet sebelum perlombaan tetap digunakan untuk 'seeding'. B. tabel alternatif dapat dimasukkan dalam Peraturan Teknik 3. Untuk babak pertama. 5. penempatan atlet dalam seri serta undian urutan seri harus menggunakan sistem diatas. Kemudian atlet ditempatkan di dalam seri dalam distribusi peringkat secara zigzag. penentuan peringkat (seeding) harus berdasarkan atas kedudukan dan waktu yang dicapai dalam babak sebelumnya. (ii) Untuk Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.Jika mungkin. sehingga diharapkan atlet terbaik akan mencapai final. disarankan untuk mempertimbangkan sebanyak mungkin informasi tentang prestasi dari semua atlet. dan pengundian seri. perwakilan dari tiap negara atau tim harus ditempatkan dalam seri yang berbeda untuk semua babak perlombaan. para atlet ditempatkan di dalam seri babak berikutnya sesuai dengan prosedur berikut ini : (a) Untuk event 100m sampai dengan 400m. dan 6. dan estafet sampai dengan 4x400m. 70 Catatan: (i) Bila seri sedang disusun. Untuk event 100m sampai dengan 800m. Catatan (ii): Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (d) sampai (h). (b) Untuk event lain. dst.3 (b) dalam hal event 800m.

7. Pasal 168 LOMBA LARI-GAWANG (Hurdle Races) 1. Junior putra. dalam babak penentuan lolos ke babak berikutnya yang didasarkan atas waktu. Junior putri . Wasit berwenang untuk menentukan lomba ulang bagi atlet yang membuat hasil sama. Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). tengat waktu minimum antara seri terakhir dari tiap babak dengan seri pertama babak berikutnya atau final.Lebih dari 1000m tidak pada hari yg sama. Jika memungkinkan. dan Remaja putri : 100m . jika hal tersebut tidak memungkinkan. dan Remaja putra : 110m . Dalam semua babak penyisihan. dan Remaja Putra Jarak Jarak garis start ke lomba gawang 1 110m 13. Berikut ini adalah jarak standar event lari gawang: Putra. Ketentuan khusus atau yang ditentukan oleh DT. 71 6.Sampai dengan dan termasuk 200m 45 menit . harus dilaksanakan undian untuk menentukan siapa yang akan masuk ke babak berikutnya. yang dipasang sesuai tabel berikut: Putra. Junior Putra. (b) dan (c). kecuali dalam kasus yang menurut Wasit perlu adanya perubahan.72m 400m 45. 400m Putri. dan Remaja Putri Jarak Jarak garis start ke Jarak antar gawang 9.5. Jika atlet ditentukan lolos tidaknya berdasarkan waktu hanya satu sistem pencatatan waktu yang digunakan. untuk event lebih jauh dari 800m. maka hasil sama tetap berlaku. minimal kedatangan pertama dan kedua tiap seri berhak masuk babak berikutnya dan disarankan bahwa jika mungkin minimal tiga atlet dalam tiap seri dapat masuk ke babak berikutnya. atlet lainnya yang berhak masuk babak berikutnya harus ditentukan berdasarkan kedatanganan atau waktu sesuai Pasal 166. Atlet tidak diperkenankan berlomba di dalam seri lain selain dalam seri yang mencantumkan namanya. Ketua Judge Foto Finis harus memperhatikan waktu sebenarnya yang dicapai oleh atlet sampai 1/1000 detik. Jarak . lintasan/posisi start harus ditentukan dengan undian. Jika masih sama maka atlet-atlet yang memperoleh hasil sama ini harus dinyatakan maju ke babak berikutnya atau. Urutan pelaksanaan lomba seri harus diundi setelah komposisi seri terisi. Hasil sama untuk kedudukan lainnya tetap.14m 35. Babak Tunggal (final) 8. Jika kasus hasil sama terjadi pada kedudukan pertama dalam final.00m Putri.00m Jarak antar Jarak gawang akhir . estafet lebih jauh dari 4x400m dan event yang membutuhkan hanya satu babak (final). Junior Putri. bila memungkinkan. harus diatur sebagai berikut: .2.02m 40. 400m Terdapat 10 buah gawang pada tiap lintasan lari. Kecuali bila peraturan Pasal 167 diterapkan. Pasal 167 HASIL .SAMA (Ties) Hasil sama dipecahkan dengan cara sebagai berikut : Untuk menentukan adanya hasil sama.Lebih dari 200m sampai dengan dan termasuk 1000m 90 menit . Jika tidak memungkinkan.00m Jarak gawang akhir ke finis 14.

00m ke finis 10.6kg yang dikenakan secara horisontal pada pertengahan sisi atas palang gawang. Gawang terdiri dari dua kaki dan dua tiang yang menopang kerangka segi empat. 2.6kg sampai dengan 4kg. Gawang harus dirancang sedemikian rupa sehingga gaya minimal yang besarnya setara dengan bobot 3. dapat merobohkannya.50m 35. Gawang itu harus dipasang sedemikian rupa sehingga tepi palang gawang yang terdekat berhimpit dengan marka track yang terdekat dengan atlet.00m 45. tiangnya terpasang kokoh pada ujung alas. Sedang beban penahan harus dapat distel sehingga pada setiap ketinggian suatu gaya minimal setara dengan bobot antara 3. Konstruksi.00m 72 Setiap gawang harus ditempatkan pada track sehingga kaki gawang berada di sisi arah datangnya atlet.00m gawang 8.lomba 100m 400m gawang 1 13. mampu merobohkannya.50m 40. Contoh Gawang . Gawang harus dapat distel ketinggiannya untuk masing-masing event. Gawang harus dibuat dari logam atau bahan lain dengan palang atas terbuat dari kayu atau bahan lain yang cocok. yang diperkuat oleh satu atau lebih palang melintang.

73 .

Lebar gawang antara 1. jatuhnya gawang tidak mengakibatkan diskualifikasi atau tidak sahnya suatu rekor. Palang atas harus dicat dengan strip putih dan hitam atau dengan warna lain yang kontras. 4. Atlet harus diskualifikasi jika : (a) Tidak melompati setiap gawang.000 m. Palang harus dipasang kokoh pada penopangnya. Untuk Rekor Dunia semua gawang harus memenuhi spesifikasi yang disebutkan dalam peraturan ini. Tinggi palang atas 7cm.762m Catatan : Dikarenakan beragamnya pembuatan. Jarak standar adalah 2000m dan 3000m. maka garis finis harus dilewati dua kali sebelum lap pertama yang mempunyai lima rintangan lengkap. Semua lomba lari gawang harus menggunakan lintasan terpisah dan tiap atlet harus tetap berada di lintasannya masing-masing. Ukuran.840m Putri/Junior 0. karena variasi dalam pembuatannya. 8. (b) Menarik kaki atau tungkai di bawah bidang horisontal tepi atas gawang pada saat melompatinya. 6. Dalam event 3000m terdapat 28 rintangan gawang dan 7 rintangan air. Diperbolehkan ada toleransi 3mm. Pasal 169 LOMBA LARI HALANG-RINTANG (Steeplechase Races) 1.5cm berada di bagian luar.067m 0. (c) Melompati gawang yang bukan pada lintasannya. Panjang maksimum alas haruslah 70cm. 2. 5. terdapat 5 rintangan dalam setiap lap setelah garis finis di lewati pertama kali. Rintangan harus didistribusikan sedemikian. dan yang ke 4 adalah rintangan air.762m 0.5cm.840m 0.914m Remaja Putra 0.20m. Berat gawang tidak boleh kurang dari 10 kg. 3. Tinggi gawang yang standar sebagai berikut : Event 100m 110m 400m Putra 1. Catatan : Dalam event 2000m. Untuk event halang rintang. kecuali yang disebutkan pada Pasal 163.914m 0. sedang pada event 2000m terdapat 18 rintangan gawang dan 5 rintangan air. gawang sampai 1.914m Junior Putra 0.990m 0. 4. sejak start hingga awal keliling pertama dilakukan tanpa rintangan.762m 74 Remaja Putri 0. di atas atau di bawah ketinggian standar.4. sehingga strip yang berwarna lebih terang minimal selebar 22. jika rintangan air terletak di bagian dalam Track.18m sampai 1. Kecuali yang disebutkan pada ayat 7 (d) di atas. 9. gawang-gawang belum dipasang sampai atlet telah memasuki lap pertama. . Dalam event 3. atau (d) Menurut pendapat Wasit. sehingga jarak antara rintangan kira-kira seperlima dari panjang nominal satu lap. dan sisi bagian atas palang harus dibulatkan. 7. menjatuhkan gawang dengan sengaja.000m dapat digunakan dalam lari 110m gawang junior. Tebal palang ini antara 1cm dan 2.3.

2m dan 1.4cm untuk putra dan tinggi 76.Dalam event 2000m. Catatan: Disarankan bahwa gawang pertama lebarnya minimal 5m. 6. . Dari sana. Gawang harus ditempatkan pada track sedemikian rupa sehingga 30cm bagian atas gawang akan menjorok melewati sisi dalam track.7cm.4m (lihat gambar). dan memungkinkan paku sepatu (spikes) atlet menumpu dengan mantap. Setiap gawang harus mempunyai kaki dasar antara 1.02m. dan terpasang kokoh pada tanah. Tinggi gawang adalah 91. Kedalaman air yang terdekat dengan gawang 70cm sepanjang ± 30cm ke depan. sehingga tidak memungkin adanya gerakan arah horisontal.66m (± 0.7cm x 12. Gawang-gawang sebelumnya belum dipasang sampai para atlet melewati untuk pertama kalinya. termasuk gawangnya.66m ± 0. atau matras. Alas bak air harus berupa permukaan sintetis. mempunyai panjang 3. sehingga strip yang berwarna lebih terang minimal selebar 22.3cm untuk keduanya) sedang lebarnya minimal 3.02m dan lebar bak air 3. Palang atas gawang dan juga gawang air berpenampang persegi 12. dengan tebal yang memadai bagi keamanan pendaratan. Pada saat start lomba. permukaan air pada bak harus sama tinggi dengan permukaan track bertoleransi 2cm.5cm berada di bagian luar Berat tiap gawang antara 80kg -100 kg.94m. dasar bak ini miring lurus ke atas menuju permukaan track pada sisi terjauh air ini. Palang atas harus dicat dengan strip putih dan hitam atau dengan warna lain yang kontras. Rintangan air. 75 5. Contoh Gawang Halang rintang Gawang pada rintangan air harus memiliki lebar 3.66m ± 0.2cm untuk putri ( ± 0.02m). rintangan pertama terletak pada gawang ke tiga dari lap normal.

76 Contoh Rintangan Air untuk Halang rintang (a) (b) 7. Sepanjang peraturan ini dipatuhi. bila mungkin. 6. 4. 2. Dalam 4 x 200m (bila tidak seluruhnya menggunakan lintasan terpisah) dan 4x400m. lap pertama serta tikungan pertama lap kedua sampai dengan breakline. Breakline untuk pelari kedua (4 x 400m) dan pelari ketiga (4 x 200m). Scratch line zona pergantian tongkat pertama untuk 4x400m (atau zona kedua untuk 4x 200m) sama dengan garis start untuk event 800m. Zona pergantian tongkat kedua dan terakhir (4x400m) adalah garis 10m sebelum dan sesudah garis start/finis. Pasal 170 LOMBA ESTAFET (Relay Races) 1.5. Tiap zona pergantian tongkat mempunyai panjang 20m dengan scratch line berada ditengah. jika ia: Tidak melompati gawang Melangkah ke sisi luar rintangan air. harus menggunakan lintasan terpisah seluruhnya. Atlet akan didiskualifikasi. 3. . lomba 4 x 200m. Tiap atlet harus melewati atau melalui air. menggunakan lintasan terpisah. sesuai Pasal 163. atlet boleh melewati gawang dengan cara apapun. 5. Zona dibatasi oleh sisi garis zona terdekat dengan garis start pada arah lari. Lomba 4 x 100m dan. atau (c) menarik kaki atau tungkai di bawah bidang horisontal sisi atas gawang pada saat melewatinya. sama dengan breakline untuk event 800m. Garis selebar 5cm harus ditarik melintang track untuk menandai jarak setiap tahap dan menunjukkan garis batas pertengahan zona (scratch line).

12. sedang beratnya tidak kurang dari 50 gram. jika diikuti tidak lebih dari 4 tim. Jika pelari tidak mematuhi peraturan ini timnya akan didiskualifikasi. 8. . 13. berpenampang lingkaran. Pelari kedua pada setiap tim harus berlari di lintasan masing-masing sampai sisi terdekat breakline setelah tikungan pertama saat atlet boleh meninggalkan lintasan masing-masing. Dalam 4x200m dan 4x400m atlet yang menunggu harus mempertahankan urutan sesuai ayat 9. Catatan: Dalam lomba 4x200m (jika tidak seluruhnya menggunakan lintasan terpisah) pelari keempat berbaris sesuai urutan daftar start (dari dalam ke luar). 11. menggunakan pita perekat. 9. Dia boleh meninggalkan lintasannya untuk mengambil tongkat asalkan saat melakukannya. disarankan bahwa hanya tikungan pertama dari lap pertama saja yang menggunakan lintasan terpisah. menempatkan dirinya pada posisi menunggu dalam urutan yang sama (dari dalam ke luar) seperti urutan anggota timnya pada saat mencapai jarak 200m. Untuk track gravel atau rumput. Dalam event 4x400m pergantian tongkat pertama. Pelari ketiga dan keempat lomba 4x400m dengan arahan Petugas yang ditunjuk. asalkan mereka tidak saling mendesak atau mendorong sehingga menghambat gerak maju atlet. terbuat dari kayu. Bila jatuh. Tongkat harus dibawa di tangan sepanjang lomba. Checkmark lain tidak boleh digunakan. Jika lomba seluruhnya atau bagian pertama menggunakan lintasan terpisah. dalam satu potong. pelari yang menunggu harus mempertahankan urutan tersebut. 10.50m yang dipasang di luar track 30cm dari lintasan terdekat. Check mark. Dalam lomba 4x100m dan 4x200m. Tongkat harus berwarna sehingga jelas dilihat selama lomba.Catatan: Dalam event 4x200m dan 4x400m. yang masih dilakukan di lintasan masing-masing. Breakline merupakan garis lengkung selebar 5 cm melintang track dan ditandai ujung-ujungnya dengan sebuah bendera setinggi 1. atau logam atau sejenis bahan lain. atlet boleh membuat checkmark di dalam lintasannya sendiri dengan menggores track. kerucut atau prisma kecil (5cmx5cm). tongkat harus dipungut oleh atlet yang menjatuhkannya. Sepanjang prosedur ini dilakukan dan tidak ada atlet lain yang terhalang. pelari kedua tidak diperkenankan memulai lari dari luar zona pergantiannya. atlet boleh memasang sebuah Check mark pada track di dalam lintasannya. keliling penampangnya 12-13cm. yang panjangnya 28-30cm. Tongkat estafet berbentuk tabung halus berongga. dia tidak memperpendek jarak lomba. anggota tim selain pelari pertama boleh mulai berlari tak lebih dari 10m di luar zona pergantian (lihat ayat 2 di atas). atlet yang menunggu dapat mengambil posisi terdalam di track begitu anggota timnya mendekat. dan harus mulai dari dalam zona tersebut. Begitu pelari yang datang telah melewati titik ini. maksimum 5cmx40cm dengan warna mencolok yang tidak baur dengan marka permanen lainnya. dan tingginya tak lebih dari 15 cm dengan warna yang berbeda dari breakline dan garis lintasan. Catatan 1: Untuk membantu atlet mengenali breakline. 77 7. dan tidak boleh bertukar posisi pada awal zona pergantian tongkat. Atlet tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan atau menempatkan zat tertentu pada tangannya untuk mendapatkan pegangan yang lebih baik. Begitu pula pelari ketiga dan keempat harus mulai lari dari dalam zona pergantian. dapat ditempatkan pada garis lintasan tepat sebelum perpotongan garis lintasan dengan breakline. maka tongkat yang jatuh tidak mengakibatkan diskualifikasi. Dalam lomba estafet yang tidak menggunakan lintasan terpisah. Suatu marka yang mencolok harus dibuat pada tiap lintasan untuk menandai batas ini.

Jika marker tersebut tidak tersedia. kecuali untuk loncat tinggi marker dapat ditempatkan di jalur awalan. Begitu suatu tim estafet telah berlomba dalam suatu perlombaan. ia boleh menggunakan pita perekat tetapi bukan kapur atau zat sejenis yang meninggalkan bekas yang sukar dihapus. Atlet sebelum menerima dan/atau sesudah memberikan tongkat. timnya akan didiskualifikasi. Bantuan dengan cara mendorong atau dengan cara lain akan berakibat diskualifikasi. 17. Lingkaran awalan atau tanah di dalam sektor lemparan. Bila seorang atlet dengan sengaja menghalangi anggota tim lain dengan berlari di luar lintasan pada akhir tahapannya. Urutan Lomba 4. 15. Penggantian dalam suatu tim estafet hanya boleh dilakukan dari daftar atlet yang telah didaftarkan untuk perlombaan tersebut apapun eventnya. Sekali seorang atlet. Atlet boleh menggunakan satu atau dua marker (yang disediakan atau disetujui oleh Panitia Penyelenggara) untuk membantunya saat melakukan awalan dan tumpuan. SEKSI IV – EVENT LAPANGAN Pasal 180 Kondisi Umum Pemanasan Di Arena Lomba 1. c). Jika ada babak kualifikasi. Perubahan setelah itu harus diverifikasi oleh petugas medis yang ditunjuk oleh Panitia Penyelenggara dan hanya dapat dilakukan sebelum panggilan terakhir pada seri tim tersebut berlomba. Jika suatu tim tidak mematuhi peraturan ini. Atlet harus berlomba dalam urutan sesuai undian. atlet boleh melakukan percobaan (practice trial). hanya posisi tongkatlah yang menentukan. hanya ada dua atlet cadangan yang dapat digunakan sebagai pengganti dalam komposisi tim untuk babak berikutnya. Perpindahan tongkat dimulai saat pertama kali disentuh oleh pelari penerima dan berakhir saat tongkat berada hanya pada tangan pelari penerima. maka untuk babak final harus diselenggarakan undian baru (lihat juga ayat 5 di bawah ini). maka tim tersebut akan didiskualifikasi. Perpindahan tongkat di luar zona pergantian mengakibatkan diskualifikasi. Kesempatan (Trial) . untuk menghindari hambatan terhadap atlet lain. dia tidak boleh kembali ke tim. 78 16. 18. maka tim tersebut akan didiskualifikasi. Dalam kaitannya dengan zona pergantian. Dalam event lempar percobaan ini harus dilakukan sesuai urutan undian dan selalu di bawah supervisi para Judge. bukannya posisi badan atau anggota badan atlet. harus tetap berada di dalam lintasan masing-masing sampai lintasan itu aman. yang telah berlari di babak awal. Jika suatu tim tidak mematuhi peraturan ini. telah digantikan. Komposisi suatu tim estafet dan urutan pelarinya harus diumumkan secara resmi tidak kurang dari satu jam sebelum diumumkannya panggilan pertama untuk seri pertama dari tiap babak perlombaan. tongkat harus dipindahkan dalam zona pergantian. Jalur awalan atau daerah tumpuan. Dalam semua lomba estafet.3 dan 4 tidak berlaku bagi atlet ini. Pasal 163. Alat lomba. marker harus ditempatkan di pinggir jalur. Begitu perlombaan sudah dimulai atlet tidak boleh menggunakan: a). Dalam semua event lapangan yang menggunakan jalur awalan.14. b). 2. dengan atau tanpa alat lomba untuk keperluan latihan Marker 3. Di arena perlombaan dan sebelum dimulainya event.

11. (Outdoor. Prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi tidak diperhitungkan sebagai bagian perlombaan sesungguhnya. Dalam perlombaan Internasional. urutan berlomba pada kesempatan keempat dan kelima diurutkan kembali menurut kebalikan urutan peringkat setelah tiga kesempatan pertama. Untuk perlombaan sesuai pasal 1 (a).5. Jika terdapat delapan atlet atau kurang setiap atlet diberi kesempatan enam kali. 9. Bila tidak ada DT yang ditunjuk kondisi ini ditentukan oleh Panitia Penyelenggara. . penyelesaiannya seperti dalam ayat 20 berikut. dan Remaja). kecuali jika ada fasilitas yang dapat digunakan untuk perlombaan kelompok-kelompok tersebut pada waktu dan kondisi yang sama. Hal ini harus diputuskan oleh Badan Nasional atau Internasional yang bertanggung jawab atas perlombaan tersebut. dan Olympiade. Jika lebih dari satu atlet gagal memperoleh hasil sah setelah tiga kesempatan pertama. (ii) Untuk loncat vertikal. Dalam semua event lapangan. atlet tidak boleh dicatat lebih dari satu kesempatan dalam satu giliran lomba. 12. Junior.2 6. standar kualifikasi dan jumlah atlet di babak final ditentukan oleh DT. Jika atlet yang mencapai standar kualikasi yang telah ditetapkan kurang dari jumlah yang telah ditetapkan. disediakan satu hari istirahat di antara babak kualifikasi dan babak final dalam event loncat vertikal. 79 7. dalam urutan relatif sesuai undian awal. kelompok finalis harus diperbanyak sampai jumlah tersebut dengan menambahkan atlet menurut prestasi dalam babak kualifikasi. setiap kelompok harus segera siap melakukan percobaan setelah kelompok yang sebelumnya menyelesaikan lomba. atau bahkan tidak ada. setiap atlet diberi kesempatan tiga kali. Atlet harus dibagi menajdi dua kelompok atau lebih. Dalam babak kualifikasi untuk loncat tinggi dan loncat galah. Disarankan untuk perlombaan yang berjumlah lebih dari tiga hari. kecuali loncat tinggi dan loncat galah. 10. Babak kualifikasi harus diselenggarakan dalam event lapangan jika jumlah atlet terlampau banyak untuk dilombakan dalam suatu babak (final). lihat Pasal 181. 13. jumlah kesempatan dalam event lapangan horisontal boleh dikurangi. selain loncat tinggi dan loncat galah setiap atlet diberi tiga kesempatan. Indoor. atlet yang belum tereliminasi karena tiga kegagalan berturut-turut. harus terus berlomba sampai akhir kesempatan terakhir pada ketinggian yang menjadi standar kualifikasi. Dalam kedua kasus tersebut. Dalam babak kualifikasi. Kecuali untuk loncat tinggi dan loncat galah. Kondisi untuk kualifikasi. kecuali bila jumlah atlet untuk babak final sudah dicapai sesuai Pasal 180. atlet tersebut masih boleh berlomba pada kesempatan berikutnya sebelum atlet lain yang memperoleh hasil sah. Jika diadakan babak kualifikasi semua atlet harus berlomba dalam babak tersebut agar lolos. (b).8. 14. dan delapan atlet dengan prestasi sah terbaik diberi tiga kali kesempatan lagi. Jika terjadi hasil sama untuk kedudukan terakhir yang masih melanjutkan lomba. Begitu seorang atlet sudah mencapai standar kualifikasi ia tidak boleh melanjutkan lomba dalam babak tersebut. dan (c) minimal harus ada 12 atlet dalam babak final. Catatan: (i) Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (d) sampai (h) urutan berlomba untuk giliran terakhir boleh merupakan kebalikan dari urutan peringkat setelah tiga giliran pertama. Urutan berlomba untuk giliran terakhir harus mengikuti kebalikan urutan peringkat setelah lima giliran. bila terdapat lebih dari delapan atlet. Babak Kualifikasi 8. kecuali Kejuaraan Dunia.11. Hasil sama untuk kedudukan terakhir yang lolos pada urutan keseluruhan harus diselesaikan seperti diuraikan pada ayat 20 berikut atau Pasal 181.

kecuali waktu untuk kesempatan berturutan diterapkan saat atlet mempunyai dua atau lebih kesempatan berturutan. Jika kemudian atlet memutuskan tidak memanfaatkan kesempatan itu. Catatan: . dan perioda kesempatan yang bersangkutan dimulai sejak saat itu. Seorang atlet boleh meninggalkan arena perlombaan event itu dengan seizin dan didampingi oleh seorang petugas. Jika karena suatu sebab tertentu seorang atlet terhambat kesempatannya. Sebagai tambahan seorang petugas harus mengangkat sebuah bendera kuning atau tanda lain. Untuk loncat galah waktu dimulai saat tiang telah disetel sesuai keinginan sebelumnya dari atlet. (ii) Dalam loncat tinggi dan loncat galah. Penundaan 17. maka kesempatannya dianggap gagal begitu periodenya habis. dan tetap mengangkatnya sampai waktu habis. Disarankan pula kedua kelompok kira-kira memiliki kemampuan yang sama. Seorang atlet dalam event lapangan yang tanpa sebab menunda kesempatannya. Jika babak kualifikasi loncat tinggi dan loncat galah diselenggarakan dalam dua kelompok secara simultan. disarankan agar mistar dinaikkan pada tiap ketinggian pada waktu yang bersamaan di setiap kelompok. Catatan: (i) Jam yang menunjukkan sisa waktu yang tersedia harus terlihat jelas oleh atlet. perubahan periode waktu untuk suatu kesempatan baru diterapkan setelah mistar terpasang pada ketinggian yang baru.5 menit 2 menit * 2 menit 80 Loncat Galah 1 menit 2 menit 5 menit 3 menit Loncat Galah 1 menit 2 menit 3 menit * 3 menit Event Lainnya 1 menit 1 menit 2 menit Event Lainnya 1 menit 1 menit 2 menit *) Jika hanya tinggal satu atlet tersisa. Petugas terkait harus memberitahukan kepada atlet bahwa segala sesuatunya telah siap untuk memulai kesempatan.15. Pemindahan Arena Lomba 19.Jika waktu yang diberikan habis begitu atlet memulai kesempatanya. dapat mengakibatkan dirinya kehilangan kesempatan tersebut dan karenanya dicatat sebagai suatu kegagalan. wasit mempunyai wewenang untuk memberikan kesempatan pengganti. Tidak ada waktu tambahan untuk penyetelan lebih lanjut. Gangguan 16. Wasitlah yang berhak memutuskan bahwa penundaan itu termasuk “tanpa sebab”. hal tersebut diperbolehkan. Pemindahan ini dapat dilakukan hanya setelah satu giliran diselesaikan. yang menunjukkan sisa lima belas detik terakhir.5 menit 1 atlet 3 menit Kesempatan berturutan 2 menit Event Gabungan Jumlah atlet yang masih berlomba Lebih dari 3 atlet 2 atau 3 atlet 1 atlet Kesempatan berturutan Loncat Tinggi 1 menit 1. Waktu – waktu berikut biasanya tidak dilampaui : Event Individu Jumlah atlet yang masih berlomba Loncat Tinggi Lebih dari 3 atlet 1 menit 2 atau 3 atlet 1. Ketidakhadiran selama Perlombaan 18. waktu yang tercantum hanya berlaku untuk kesempatan pertama jika kesempatan sebelumnya dilakukan oleh atlet yang sama. Wasit terkait berwenang untuk memindahkan tempat perlombaan jika menurut pendapatnya kondisinya menuntut hal tersebut.

(b). seorang atlet masih berhak melanjutkan loncatannya sampai dia kehilangan haknya untuk melanjutkan lomba. Semua pengukuran. 81 Hasil Sama 20. Kesempatan Seorang atlet boleh mulai meloncat pada setiap ketinggian yang sebelumnya telah diumumkan oleh Ketua Judge dan dapat meloncat pada sembarang ketinggian berikutnya sesuai dengan keinginannya. Kecuali untuk loncat tinggi dan loncat galah. dilakukan tegak lurus dari tanah hingga bagian terendah sisi atas mistar. termasuk yang dicapai dalam memecahkan hasil sama untuk kedudukan pertama. 6. dan (b) Angka kenaikan mistar tidak bertambah. Catatan: Hal ini tidak berlaku untuk event gabungan. 3. A. Selanjutnya jika diperlukan.Kekuatan angin ataupun perubahan arah angin bukan merupakan kondisi untuk pemindahan tempat perlombaan. prestasi ketiga terbaik dan seterusnya. . Tiga kegagalan berturutan tanpa memperhatikan pada ketinggian mana kegagalan itu terjadi.4 (a) dan (b) ini tidak berlaku jika atlet yang masih berlomba setuju untuk menaikkannya langsung pada ketinggian Rekor Dunia. Setiap pengukuran suatu ketinggian baru harus dilakukan sebelum atlet meloncat untuk ketinggian tersebut. hingga hanya tersisa seorang atlet yang memenangkan perlombaan atau terdapat hasil sama untuk kedudukan pertama. dan (c). Jika seorang atlet melepas suatu kesempatan pada ketinggian tertentu dia tidak boleh meloncat lagi pada ketinggian tersebut kecuali dalam kasus hasil sama bagi kedudukan pertama. dalam centimeter bulat. Setelah seorang atlet memenangkan lomba kenaikan mistar ditentukan oleh altet setelah berkonsultasi dengan Judge atau Wasit terkait. Catatan: Untuk loncat vertikal lihat Pasal 181. Bahkan setelah semua atlet lain gagal. Pengukuran 5. setiap kenaikan mistar harus tetap 3cm untuk loncat tinggi. menyebabkan dia tidak dapat meloncat lebih lanjut. Dalam lomba event gabungan sesuai pasal 1 (a). Dampak dari peraturan ini adalah bahwa seorang atlet boleh tidak meloncat pada kesempatan kedua atau ketiga untuk suatu ketinggian tertentu (setelah gagal pada kesempatan pertama atau kedua) dan masih meloncat pada ketinggian berikutnya. Sebelum perlombaan dimulai. dan 10cm untuk loncat galah selama perlombaan. 4.8 Hasil 21. Prestasi atlet yang dicantumkan adalah hasil terbaik dari seluruh kesempatannya. 2. para judge harus memeriksa pengukuran ketika mistar ditempatkan pada ketinggian rekor dan kembali memeriksa pengukuran. Kecuali hanya jika tersisa satu atlet dan dia telah memenangkan lomba: (a) Mistar dinaikkan tidak kurang dari 2cm untuk loncat tinggi dan 5cm untuk loncat galah setelah tiap giliran. Ketua Judge mengumumkan kepada atlet ketinggian awal. dan ketinggian-ketinggian berikutnya pada akhir setiap giliran. Jika hasil sama masih belum terpecahkan dan menyangkut kedudukan pertama. maka atlet yang mencapai hasil sama harus berlomba lagi dengan urutan yang sama dalam kesempatan baru hingga hasil sama terpecahkan. prestasi terbaik kedua dari atlet yang mempunyai hasil sama menjadi dasar untuk menyelesaikan hasil sama. kecuali dalam kasus hasil sama bagi kedudukan pertama. Dalam semua kasus rekor. LONCAT VERTIKAL Pasal 181 KONDISI UMUM (General Conditions) 1. Pasal 181.

Permukaan datar ini tidak boleh lebih tinggi dari pusat lingkaran penampang mistar. Berat mksimum mistar adalah 2kg unutk loncat tinngi dan 2. jika dipasang.180cm. Hasil sama harus dipecahkan sebagai berikut: (a) Atlet dengan jumlah lompatan terkecil pada ketinggian hasil sama mendapat kedudukan yang lebih baik. atlet dengan jumlah kegagalan terkecil selama lomba sampai dengan dan termasuk ketinggian terakhir yang berhasil dilewati. Ujungnya tidak boleh ditutup dengan karet atau bahan lain yang dapat meningkatkan gesekan terhadap penyangga mistar. lengkungan kebawahnya maksimum 2cm untuk loncat tinggi dan 3cm untuk loncat galah. Panjang mistar seluruhnya 4.197cm. Diameter bagian lingkaran mistar 30mm (± 1mm). Contoh Loncat tinggi Ketinggian yang diumumkan oleh Ketua Judge pada awal lomba : 175cm. Mistar terdiri dari tiga bagian. atau bahan lain yang sesuai tetapi bukan logam. Atl et Ketinggian (dalam cm) Gag al Loncat ulang Posisi .. pemecahan recor berikutnya jika mistar tersentuh setelah 82 Mistar 7. Catatan: Ketentuan (c) ini tidak berlaku untuk event gabungan. (b) Jika hasil sama belum terpecahkan. Kedua bagian ujung tersebut harus melengkung atau setengah lingkaran dengan satu permukaan datar untuk meletakkannya pada penyangga mistar. (c) Jika hasil sama belum terpecahkan: (i)Bila menyangkut kedudukan pertama.50m (± 2cm) untuk loncat galah. Lengkungan maksimumnya 7cm untuk loncat tinggi dan 11 cm untuk loncat galah.sebelum tiap usaha pengukuran terakhir. Mereka melakukan satu loncatan pada tiap ketinggian sampai hasil sama ini dapat terpecahkan. mendapat kedudukan yang lebih baik. atlet bersangkutan harus meloncat sekali lagi pada ketinggian terendah yang mengakibatkan mereka kehilangan hak untuk melanjutkan loncatan. atau diturunkan jika gagal. Hasil Sama 8. dan jika masih belum terpecahkan.194cm. satu bagian lingkaran dan dua bagian ujung. Kontrol kelenturan: gantungkan beban 3kg di tengah mistar saat terpasang. Mistar tidak boleh menyimpang dan.191cm. berpenampang lingkaran kecuali pada kedua ujungnya. 184cm. Atlet yang terlibat dalam hasil sama harus meloncat pada tiap kesempatan saat pemecahan hasil sama ini (lihat contoh) (ii) Bila menyangkut kedudukan lain atlet diberikan kedudukan yang sama dalam lomba tersebut. Bagian ujung tersebut harus keras dan mulus. mistar harus dinaikkan jika mereka berhasil.199cm ….25kg untuk loncat galah.00m (± 2cm) untuk loncat tinggi dan 4. 2cm untuk loncat tinggi dan 5cm untuk loncat galah. yang masingmasing lebarnya 30-35mm dan panjangnya 15-20cm untuk ditaruh pada penyangga yang terdapat pada tiang.188cm. Mistar terbuat dari fiberglas.

B. Daerah tumpuan harus rata atau kemiringannya sesuai dengan pasal 182.dan “C” masih sama dan karena menyangkut kedudukan pertama. Segala macam tiang atau tonggak dapat digunakan asalkan kaku. Gaya Luar 9. panjang minimumnya 20m.4 dan buku panduan fasilitas atletik IAAF. X = Gagal. (b). Kedudukan “A”. Atlet harus menumpu dengan satu kaki. Judge mengisi kolom jumlah kegagalan. dua atlet lainnya “A” dan “B” harus meloncat lagi pada ketinggian 194cm yang hanya dilewati oleh “B” dan karenanya “B” dinyatakan menjadi pemenang. sampai dengan dan termasuk ketinggian terakhir yang berhasil dilewati yaitu 188cm. 17 5 O - 18 0 XO XO O 18 4 O XO 18 8 XO XO XO 19 4 X X X 19 2 O O X 19 4 X O 83 2 1 3 4 A. mereka harus meloncat sekali lagi pada ketinggian 194cm saat “A” dan “C” kehilangan hak untuk melanjutkan loncatan. Tetapi. Catatan: untuk membantu implementasi peraturan ini suatu garis putih selebar 50mm harus dibuat (biasanya menggunakan pita perekat atau bahan sejenis) diantara titik tiga meter diluar setiap tiang. “B”. Daerah pendaratan harus ditempatkan pada bagian yang lebih tinggi dari kemiringan tersebut. panjang minimum 25m. Tiang. maka loncatan tersebut dinyatakan berhasil. “D” mempunyai kegagalan lebih banyak dari “A”. karenanya menempati kedudukan keempat. tiang .C dan D semuanya berhasil pada ketinggian 188cm Peraturan mengenai hasil sama sekarang mulai dilaksanakan. Pasal 182 LONCAT TINGGI (High Jump) Perlombaan 1. 4. Perangkat Lomba 6. Kemiringan maksimum seluruh jalur awalan dan daerah tumpuan tidak boleh melebihi 1:250 searah jari-jari setengah lingkaran yang berpusat ditengah-tengah antara kedua tiang dan mempunyai jari-jari minimum sesuai pasal 182.3. Tiang harus dilengkapi dengan penyangga mistar yang terpasang secara kokoh padanya. . loncatan tersebut tidak dianggap gagal. jika saat meloncat. Loncatan atlet gagal jika : (a) Setelah loncatan. atau (b) Jika perpindahan ini terjadi dalam keadaan lain. yang sisi terdekatnya segaris dengan bidang vertikal melalui sisi terdekat mistar. dan (c).19 194 197 1 A XXX 2 B XXX 2 C XXX 2 D XX 3 XO XO XO X Keterangan : O =berhasil. kaki atlet menyentuh daerah pendaratan dan menurut judge tidak memperoleh keuntungan. Jika mistar jelas berpindah karena suatu gaya yang bukan terkait dengan atlet (misalnya tiupan angin) (a) Jika perpindahan ini terjadi setelah atlet melewati mistar tanpa menyentuhnya. atau (b) Atlet menyentuh tanah termasuk daerah pendaratan setelah bidang vertikal yang melalui sisi terdekat mistar baik di antara tiang ataupun di luarnya dengan bagian tubuhnya tanpa melewati mistar terlebih dahulu. Jalur awalan memiliki panjang minimum 15m. karena hanya “C” yang gagal pada ketinggian 192cm. 2. harus diberikan kesempatan loncatan yang baru. Jalur Awalan dan Daerah Tumpuan 3. mistar tidak berada pada penyangganya karena gerakan atlet saat meloncat. 5.= Tidak meloncat. kecuali dalam perlombaan sesuai pasal 1 (a). Karena ketiga atlet tersebut gagal. mistar diturunkan menjadi 192cm untuk satu loncatan lagi. “B” atau “C”. Jika keadaan memungkinkan.

Pasal 183 LONCAT GALAH (Pole Vault) Perlombaan 1. sebelum perlombaan dimulai. Jara antara tiang tidak boleh kurang dari 4m dan tidak boleh lebih dari 4. Kedua penyangga harus berada pada ketinggian yang sama di atas daerah tumpuan langsung di bawah tiap ujung mistar. bila mistar tersentuh oleh atlet. dan juga tidak boleh memiliki pegas dalam bentuk apapun. Ujung mistar diletakkan padanya sedemikian rupa sehingga.kan untuk lompatannya yang pertama dan posisi ini dicatat. mistar dengan mudah akan jatuh ke depan atau belakang. sekurang-kurangnya 10cm diatas ketinggian mistar yang sesungguhnya. High Jump Uprights & crossbar 84 9. 7. Atlet hanya boleh meminta tiang-lompat digeser searah dengan tempat pendaratan. Catatan: Tiang dan daerah pendaratan harus dirancang sedemikian rupa sehingga terdapat jarak minimal 10cm antara keduanya saat digunakan untuk mencegah jatuhnya mistar akibat persentuhan antara daerah pendaratan dengan kedua tiang. Penyangga terpasang kokoh pada tiang dan tidak bergerak saat loncatan dan keduanya saling berhadapan. Penyangga mistar. Tiang/tonggak tidak boleh dipindahkan selama lomba kecuali wasit m menganggab bahwa baik daerah tumpuan ataupun daerah pendaratan sudah tidak memadai. Harus terdapat ruang minimal 1cm antara ujung mistar dengan tiang. Penyangga tidak boleh dilapisi dengan karet atau bahan lain yang menyebabkan peningkatan gesekan antara penyangga dengan permukaan mistar. Daerah Pendaratan 10. Daerah pendaratan harus berukuran tidak kurang dari panjang 5m x lebar 3m. ddalam keadaan seperti itu perubahan dilakukan hanya setelah satu giliran selesai. Seorang atlet harus. dengan panjang 6cm dan lebar 4cm.04m. sehingga tepi dari mistar yang terdekat dengan atlet dapat diletakkan pada setiap titik dari situ langsung di ujung belakang dari box / peti ke suatu titik 80 cm se arah dengan tempat pendaratan.harus cukup tinggi.7m. . 8. Disarankan daerah pendaratan tidak lebih kecil dari panjang 6m x lebar 4m x tinggi 0. Penyangga harus datar dan berbentuk persegi panjang. Bila kemudian atlet ini ingin membuat perobahan posisi. memberi tahu Petugas yang bertanggung-jawab terhadap penempatan mistar yang dia perlu. dia harus segera memberitahu kepada Petugas yang bertanggung-jawab sebelum mistar ini dipasang sesuai dengan harapan/keinginannya semula.

ukuran panjang 1 m. Kemiringan kesamping jalur-awalan (ancang-ancang) ini yang masih dibenarkan tidak boleh lebih dari 1 : 100 dan kemiringan umum ke arah lari adalah 1 : 1000.bila seorang atlet berlari di luar garis putih yang menandai jalur ancang-ancang pada setiap titik. mistar lompat tidak tetap berada di atas penopang disebabkan oleh gerakan si pelompat pada waktu melompat. yang diukur dari bagian dasar dalam kotak.lebih suka dengan pinggiran atas yang dibulatkan dan harus ditanam rata dengan tanah/permukaan jalur lintasan.galah atlet mengalami patah. Ini haruslah lebar 1. Dengan terbuat dari bahan/materi yg cocok-kaku-keras. Namun. atau (c) setelah meninggalkan tanah. Panjang jalur-lari ancang-ancang/awalan minimum 40m. Peralatan. 4. 7. Apabila dalam melakukan kesempatan-lomba/lompatan. maka lompatan itu akan dicatat sebagai suatu kegagalan. dengan menggunakan tangannya. Catatan: Bukanlah suatu kegagalan. dan menurut pendapat Wasit bahwa mistar akan jatuh. 3.01m. Tidak seorangpun kecuali atlet diizinkan menyentuh galah. lebar 60 cm pada bagian depan dan semakin menciut menjadi 15 cm pada bagian dasar kotaklompat/penahan itu. Jalur lari ancang-ancang/awalan± 0. kecuali jika ini telah jatuh menjauh dari mistar atau tiang-lompat. 2. Jalur ancang6. pada permukaan sisi dalam bagian belakang kotak lompat. Tempat bertumpu/bertolak bagi lompat-tinggi-galah adalah berwujud sebuah kotak-galah/penahan. dia menempatkan tangannya yang lebih rendah di atas tangan yang atas atau menggerakkan tangan yang lebih atas lebih tinggi pada galah. hal ini tidak dihitung sebagai kegagalan dan kepada si pelompat diberikan hadiah dengan suatu kesempatan-lompat yang baru. Kotak-galah (box). Catatan: yang 85 Sepotong garis putih selebar 1cm dapat dipasang tegak-lurus dengan sumbu jalur lari ancang-ancang.Gagal untuk melakukan hal ini akan menjurus dimulainya dari batas waktu disediakan untuknya. Seorang atlet gagal lompatannya apabila : (a) setelah melompat. Para atlet selama perlombaan berlangsung diizinkan untuk memasang/menempatkan suatu zat pada tangannya atau pada galah. jalur-lintasan lari punya lebar maximum 1. atau (b) dia menyentuh tanah. Garis yang miripdapat ditarik pada permukaan tempat pendaratan dan dapat diperpanjang sejauh sisi luar dari tiang lompat. apabila galah disentuh. Penggunan pita-perekat pada tangan atau jari-jari tangan adalah dilarang kecuali dalam kasus diperlukan untuk menutup luka terbuka. tanpa lebih dulu melewati mistar-lompat. (d) selama melompat seorang atlet menempatkan kembali dengan sengaja mistarlompat yang hampir jatuh.dan bila kondisi memungkinkan 45m. melainkan ini untuk maksud-maksud mengganggu/intervensi. Kotak-lompat Lompat tinggi-galah .25m. 5. Panjang kotak-galah pada permukaan lintasan ancang-ancang & dalamnya kotak ditentukan oleh sudut sebesar 105° terbentuk antara dasar dan papan-penahan galah. termasuk tempat pendaratan di balik bidang vertikal sampai bagian paling atas dari kotak-penahan dengan setiap bagian badan atau dengan galah. dalam rangka memperoleh suatu pegangan/grip yang kuat-mantap.22m ancang ini harus ditandai dengan garis-putih selebar 5 cm. Catatan: Semua lintasan-lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004.

10.Segala model tiang-lompat atau tonggak boleh digunakan. Disarankan bahwa konstruksi metalik bagian bawah tiang harus dilapis dengan pelindung dengan bahan yang cocok dalam rangka memberikan perlindungan terhadap pelompat dan galah (sewaktu jatuh). Mistar lompat-galah harus diletakkan pada pasak-pasak sehingga bila tersentuh oleh si pelompat atau oleh galah. Pasak-pasak ini tidak boleh ada takik atau bergerigi. 9. Tiang-lompat. Pasak-pasak itu tidak boleh dilapis dengan karet atau dengan bahan lain yang mempunya dampak menambah geseran antara keduanya pada permukaan mistar-lompat.37m.ini akan mudah jatuh ke tanah ke arah tempat pendaratan.5mm sepanjang 80cm dari depan kotak-galah. . Penopang untuk mistar lompat-galah.Jarak antara penopang (pegs) harus tidak kurang dari 4. Catatan: Guna mengurangi peluang terjadi cedera pada seorang atlet atlet-lomba dengan dia jatuh tepat pada kaki tiang-lompat. pasak-pasak yang menopang mistar-lompat boleh dipasang pada lengan yang diperpanjang dengan tetap pada tiang-lompat.jadi memberi kemungkinan tiang-lompat untuk dipasang terpisah lebih lebar.Kotak-galah ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga kemiringan samping ke luar dan berakhir menjelang papan penahan dengan sudut kira-kira 120° pada bagian dasarnya. Bila kotak-galah ini dibuat dari kayu.86 Dasar kotak-galah ini harus miring dari permukaan tanah pada sisi depan sampai jarak vertikal di bawah permukaan tanah 20 cm.30m dan tidak juga lebih dari 4. Dan tidak boleh mencuat lebih dari 55mm dari tiang-lompat dan harus menjulur/mencuat 35-40mm diatas penopang.juga tidak boleh ada semacam per/pegas di pasang di situ. pada titik pertemuan dengan papanpenahan. bagian dasarnya harus dilapis dengan lembaran metal setebal 2. tanpa menambah panjang dari mistarlompat (Lihat Diagram). kedua pasak ini sama tebal dengan diameter tak lebih dari 13mm. asalkan kaku kuat/tegar.

.87 Penopang Mistar-lompat – pandangan dari daerah pendaratan dan Pandangan atas.

Galah-lompat ini terbuat dari satu bahan atau kombinasi macam-macam bahan. Sisi-sisi tempat pendaratan terdekat dengan kotak-galah harus terpisah 10-15 cm dari kotak-galah dan harus miring dari kotak-galah dengan sudut miring kira-kira 45°.22m ± 0. dengan ukuran panjang dan garis yang tidak ditentukan. 2. B. Jalur awalan ini harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm.Tempat pendaratan. .01m. Jalur lari ancang-ancang/awalan.8m.apabila jarak yang diukur tidaklah dalam sentimeter yang utuh/penuh. 1. Dalam semua event lompat-horisontal. 11. Lihat diagram ! Diagram: TEMPAT PENDARATAN LOMPAT TINGGI-GALAH. Tidak seorangpun atlet diizinka menggunakan galah dari atlet lain. Panjang jalur lari ancang-ancang/awalan minimum 40m. Tempat Pendaratan 12.pi permukaannya harus halus. Ini harus memiliki lebar 1.jarak harus dicatat ke seperseratus (0. yang diukur dari garis-tumpuan yang relevan menuju ke akhir jalur ancang-ancang awalan.1 a).kecuali dengan persetujuan pemilik galah yang bersangkutan. Ukuran tempat pendaratan tak kurang dari 5m X 5m (tidak termasuk potongan kasur-busa di depan). Galah ini boleh memakai lapisan pita pelindung pada tempat pegangan /grip dan pada ujung bawah. tempat pendaratan ini tidak boleh lebih kecil dari panjang 6 m (tidak termasuk potongan bagian depan) x lebar 6 m x tinggi 0. LOMPATAN HORISONTAL (Horisontal Jumps) Pasal 184 KONDISI UMUM (General Conditions) Pengukuran.01m) meter terdekat dibawah jarak yang diukur. Para atlet boleh menggunakan galahnya sendiri. teta. Potongan bagian depan haruslah panjang 2 m.88 Galah Lompat-galah. b) dan f). Untuk perlombaan atletik sesuai Pasal 1.

bila seorang atlet berjalan balik melalui tempat pendaratan setelah meninggalkan tempat pendaratan dengan suatyu cara yang benar. 89 3. Kecepatan hembusan angin harus diukur untuk suatu periode 5 detik dari saat seorang atlet melewati suatu tanda yang dipasang di samping lintasan. Alat pengukur angin harus dibaca seperti yang dijelaskan dalam per aturan Pasal 163. Alat pengukur kecepatan angin harus ditempatkan 20m dari papan-tumpuan/bertolak. di bawah butir 1 b) di atas. atau dalam gerakan mendarat dia menyentuh tanah di luar tempat penda.Catatan: Semua lintasan-lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004. Pengukuran Kecepatan angin. ketika meninggalkan tempat pendaratan.ta-lomba melakukan tolakan/tumpuan sebelum mencapai balok ini harus tidak dihitung sebagai suatu kegagalan. Catatan iv) : Ini bukan suatu kegagalan. atau garis perpanjangan garis-tumpuan. bila seorang atlet berjalanbalik melalui tempatpendaratan setelah meninggalkan tempat pendaratan dengan suatu cara yang benar. sebelum garis tumpuan. bila sebagian kaki/sepatu atlet menyentuh di luar baik itu diujung dari papan-tumupuan. Ini harus dioperasionalkan dan dibaca seperti yang dijelaskan dfalam peraturan Pasal 163.10. PASAL 185 LOMPAT . Catatan ii): Ini bukan suatu kegagalan. Semua lompatan harus diukur dari jejak/bekas tanda jatuh pada tempat pendaratan yang dibuat oleh setiap bagian tubuh atau anggota tubuh menuju ke garis tumpuan/tolakan.Ini diletakkan setinggi 1.kecepatan angin harus diukur dari saat dia memulai berlari.22m dan tak lebih dari 2m jauh nya dari jalur ancang-ancang. atau dia menyentuh tanah antara garis tumupuan dan tempat pendaratan. Catatan i):Ini bukan suatu kegagalan. apabila : 1 a) sembari bertolak/bertumpu. bila atlet berlari di luar garis-putih yang menandai jalur lari ancang-ancang pada tiap titik. 3. jalur-lintasan lari punya lebar maximum 1.JAUH (Long Jump) Peraturan Perlombaan. Kemiringan suatu jalur lari ancang-ancang lompat horisontal adalah 1:100 dan kemiringan umum ke arah lari awalan adalah: 1:1000.bila seorang peser. 5.Bila seorang atlet berlari kurang dari 40m atau 35m.10). Catatan iii): Ini bukan suatu kegagalan. Kecuali yang ditunjukkan pada butir 1 b)diatas. dia menyentuh tanah di balik garis batas tumpuan dengan bagian tubuh yang manapun. baik sewaktu berlari awalan tanpa membuat suatu lompatan atau dalam gerakan melompat yang sebenarnya. 4.baik sebelum atau sesudah perpanjangan garis batas tumpuan. 1. atau setelah selesai melompat.25m. termasuk setiap bekas di pasir yang dibuat saat menjaga keseimbangan waktu mendarat yang sepenuhnya terjadi di daerah tempat pendaratan namun lebih dekat dengan garis tumpuan dari pada bekas permulaan yang dibuat saat mendarat. kontaknya yang pertama dengan tanah di luar tempat-pendaratan adalah lebih dekat kepada garis tumpuan daripada dengan bekas yang terdekat dibuat di atas pasir saat mendarat. 2.Pengukurannya harus dilakukan tegak-lurus terhadap garis tumpuan atau perpanjangannya. untuk lompat-jauh 40m dari garis-tumpuan dan untuk lompat-jangkit 35m. Seorang atlet dinyatakan gagal.ratan lebih dekat kepada garis tumpuan daripada bekas yang terdekat yang dibuat di atas pasir. dia melakukan semacam gerakan salto pada lari awalan atau dalam gerakan melompat. 6. b) c) d) e) f) . atau bertumpu/bertolak dari luar ujung balok-tumpuan.

01m. Garis tumpuan harus ditempatkan antara 1 m dan 3 m dari sisi akhir lebih dekat dengan tempat pendaratan. Papan inti harus dinaikkan pada suatu lekukan pada jalur acang-ancang. Permukaan papan di bawah plastisin harus dari bahan yang mampu menyerap paku spikes atlet/memberikan injakan yang mantap / grip dan tidak akan gelincir/selip. Bila dipasang pada lekukan.Segera setelah garis batas-tumpuan ini maka dipasang suatu 'papan indikator plastisin'sebagai alat bantu petuga Judge/judge.21m ±0. Permukaannya harus naik dari permukaan balok-tumpuan setinggi 7 mm (±1mm). 4. Tempat bertumpu harus ditandai dengan suatu balok/papan yg ditanam datar-rata dengan permukaan lintasan jalur lari ancang-ancang dan tempat pendaratan. perlombaan dapat berlangsung terus tanpa .22m ±0. Balok/Papan tumpuan dan Papan Indikator Plastisin Bagian atas papan indikator plastisin harus juga ditutup sepertiga yang pertama ± 3mm dan seluruh panjangnya dengan suatu lapisan plastisin. lebar 20 cm (±2mm) dan tebal 10 cm. Catatan: Akan sangat membantu bila memiliki papan-plastisin cadangan yg siap pakai. pada sisi balok/papan-tumpuan yang dekat dengan tempat pendaratan. Harus dicat berwarna putih. Pinggirnya harus miring sampai 45 derajat dengan tepai yang dekat dengan jalur ancang-ancang ditutup dengn lapisan plas tisin memajang setebal 1mm atau harus dipotong sedemikian sehingga lekakukan itu bila diisi dengan plastisin akan miring dengan sudut 45 derajat (Lihat diagram)!.90 Balok/Papan-tumpuan. Konstruksi. 5. Papan Indikator Plastisin. 7. seluruh kumpulan konstruksi ini harus cukup tegar untuk menerima daya injakan dengan kekuatan penuh dari kaki-atlet atlet.ratan disebut 'garis batas tumpuan. sehingga sambil menghapus bekas injakan kaki. Ini berupa papan yang kaku-kokoh lebar 10 cm (±2mm) dan panjang 1. 8. Lapisan permukaan plastisin dengan mudah dapat diratakan lagi dengan menggunakan alatalat pelindas(roller)atau alat lain yang cocok untuk menghapuskan bekas injakan kaki atlet pelompat. 6.01m dari kayu atau material lain yang cocok. Tepi balok yang lebih dekat dengan tempat penda. Balok-tumpuan ini harus berbentuk segi ampat terbuat dari kayu atau bahan lain yang cocok & tegar dengan ukuran panjang 1. Jarak antara garis-tumpuan dan sisi jauh tempat pendaratan minimal 10 m.

1. yang dilakukan secara berurutan seperti itu. Tempat pendaratan harus diisi dengan pasir basah yang lembut sedang permukaannya harus datar-rata dengan permukaan balok tumpuan.3m. Catatan: Peraturan Pasal 185. Catatan: Bila poros/as jalur-lari ancang-ancang tidak segaris dengan garis tengah tempat pendaratan.rus tidak kurang dari 13 m untuk ‘putra’ dan 11 m untuk ‘putri’ dari sisi terdekat dengan tempat pendaratan. 2. Jingkat (hop) dilakukan dengan si pelompat mendarat dengan kaki yang sama sesuda bertolak (kaki tumpu/tolak itu digunakan juga sebagai kaki pendarat yang pertama). . Papan / Balok-tumpuan. harus dipasang se-utas tali/pita pembatas pembatas memanjang tempat pendaratan sehingga ketentuan di atas dapat tercapai/dipenuhi. lebar min. Tidaklah akan dianggap suatu kegagalan bila atlet pada waktu sedang melompat.Untuk perlombaan yang lain jarak ini hendaklah disesuaikan dengan tingkatan perlombaan. Tempat pendaratan ini berukuran. 3. Untuk lomba atletik internasional. Pasal 186 LOMPAT JANGKIT (Triple Jump) Peraturan untuk perlombaan Lompat-jauh berlaku untuk Lompat-jangkit dengan tambahantambahan sebagai berikut : Peraturan Perlombaan. disusul dengan membuat satu langkah penuh (step)dan harus mendarat pada kaki lain.disarankan bahwa balok-tumpuan ha.75m lebar max. kemudian diakhiri dengan gerak-lompat (jump). (lihat Diagram). 4. Diagram: Bak-pasir / Tempat pendaratan Lompat-jauh/jangkit terpadu 10.1 c) tidak berlaku pada pendaratan biasa dari tahap jingkat dan langkah.terganggu/tertunda. Lompat-jangkit ini adalah suatu lompatan yang harus terdiri dari suatu jingkat.kakinya yang'menggantung'(sleeping) menyentuh tanah.2. Bila mungkin. poros jalurlari ancang-ancang kalau diperpanjang akan berhimpit dengan tengah-tengah bak-pasir tempat pendaratan. 91 Tempat Pendaratan. suatu langkah dan satu lompat. Jarak antara papan/balok-tumpuan dengan tepi jauh bak/tempat pendaratan harus sekurang-kurangnya 21 m.

01m menyediakan tempat yang kokoh – rata-datar.5. 92 . Antara balok-tumpuan dengan tempat pendaratan harus ada suatu tempat untuk tahap'langkah'dan 'lompat'.dengan lebar minimum 1.22 m ± 0.

Dalam hal. seorang atlet boleh memakai sebuah alat pelindung siku. atau dapat diperoleh dengan memintanya kepada IAAF website. pembungkusan jari-jari masing-masing diizin kan dalam lontarmartil. Peralatan demikiantidak akan diterima apabila model yang sama adalah ada di dalam daftar dari semua yang disediakan oleh Panitya Penyelenggara. sarung tangan itu harus halus pada bagian punggung dan pada bagian depan dan ujung jarijari. yang akan diizinkan.Pembalutan ini harus ditunjukkan kepada Ketua Judge/Judge sebelum lomba dimulai. misalnya: pengikatan dua jari-jari atau lebih menjadi satu.25kg 2kg 7.26kg 800g Catatan: Suatu formulir standard untuk mengajukan permohonan ser tifikasi peralatan (lomba) sekarang telah telah tersedia atas permohonan dari Kantor/Markas besar IAAF. d) Dalam rangka melindungi tulang belakang dari cedera. Delegasi Teknik dapat mengizinkan para atlet perta lomba menggunakan peralatannya sendiri atau peralatan yang disediakan oleh suatu suppliier. c) Dalam rangka mendapatkan pegangan/grip yang mantap. dalam hal lontar-martil. e) Pada tolak-peluru.Tabel berikut ini menunjukkan implemen/peralatan yang digunakandalam tiap kelompok/grup-umur : Implemen / peralatan Peluru Cakram Martil Lembing Putri Remaja/Junior/ Senior 4kg 1kg 4kg 600g Putra Remaja 5kg 1.ini.atlet boleh memakai sabukkulit atau dari bahan yang cocok lainnya. di-cek dan ditandai sebagai telah disahkan oleh Panitya Penyelenggara sebelum perlombaan dan tersedia siap pakai bagi semua atlet atlet. peralatan yang diguna.EVENTS . atlet boleh mengenakan perban pada per gelangan tangannya sebagai pelindung dari cedera. 4 Pengamanan Pribadi.75kg 6kg 800g Putra Senior 7. a) Tidak ada perlengkapan dalam bentuk apapun. Penggunaan pita-perekat pada tangan harus dila. 2. semua peralatan lomba Semua peralatan lomba harus disediakan oleh Panitia Penyelenggara. asalkan peralatan demikian diberi/memiliki sertifikat dari IAAF. Kecuali seperti yang disediakan di bawah. 3.rang kecuali dalam hal diperlukan guna menutup suatu luka terbuka atau ‘koreng.LEMPAR Pasal 187 KONDISI UMUM Peralatan Resmi. atlet diizinkan menggunakan zat yang cocok hanya pada tangan saja atau pada sarung-tangan sebagai tambahan. b) Penggunaan sarung-tangan dilarang. f) Pada lempar lembing. Tidak ada perobahan yang dilakukan terhadap tiap peralatan selama perlombaan berlangsung.5kg 5kg 700g Putra Junior 6kg 1.kan harus sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi IAAF/PASI. kecuali untuk melontar-martil. 1. yang dengan cara ini akan membantu seorang atlet ketika melakukanlemparan. .’Namun. harus nampak jelas/terlihat (berlobang).Hanya peralatan yang memegang sertifikat IAAF yang sah yang digunakan .93 C . Sesuai atas peraturan teknik yang relevan. selain ibu-jari. Dalam semua perlombaan atletik internasional.

suatu lingkaran yang dapat dikemas(portable) yang memenuhi spesifikasi ini dapat dizinkan untuk digunakan.Ujung belakang garis putih harus membentuk perpanjangan garis khayal. Martil dapat dilontarkan dari lingkaran-lempar cakram asalkan diameter lingkran ini dikurangi dari 2.50m sampai 2. Denah Lingkaran Tolak-Peluru (Layout of Shot Circle) 7. Bagian dalam lingkaran-lempar ini dibuat dari beton.50m(±5mm) pada lempar-Cakram. Ini dapat dicat atau dibuat dari kayu atau bahan lain yang cocok. menembus titik-tengah lingkaran-lempar dengan sudut siku-siku kepada laris-tengah dari sektor lemparan/pendaratan.dan 2.6cm lebih rendah dari tepi atas pinggiran lingkaran/sirkel. 5.4cm .94 Lingkaran Lempar. Sebuah garis putih lebar 5cm harus ditarik dari pinggiran metal atas membentang minimal 75cm pada kedua sisi lingkaran-lempar. Pada Tolak-peluru. aspal atau bahan yang kokoh-kuat namun tidak licin.tar/rata dengan permukaan tanah di luarnya. boleh dari besi baja atau bahan lain yang cocok. 6. Bibir-pinggir lingkaran-lempar minimum tebal 6mm dan harus dicat putih. bagian atasnya harus da. Garis-tengah / diameter bagian dalam lingkaran-lempar adalah 2. Denah Lingkaran Lempar Cakram .2. Lingkaran-lempar harus dibuat dari besi yang dilengkungkan.135m (±5mm) pada Tolak-peluru dan Lontar-Martil.135m dengan memasang/ menempatkan satu ring melingkar di dalamnya.Permukaan pada bagian dalam ini harus datar rata dan 1.

. Atlet tidak boleh menyemprot atau menyebar zat apapun di dalam lingkaran-lempar atau pada sepatu yang dipakainya. 8.95 Denah lingkaran Lontar-Martil.

Ini harus dicat putih dan terpasang datar rata dengan tanah/lintasan.5m.Garis batas lengkung atau busur ini dicat putih dibuat dari kayu atau metal dengan lebar 7 cm. Garis-garis itu harus ditarik dari bagian-bagian yang jauh dari lengkungan/busur itu sikusiku dengan garis paralel yang membatasi jalur ancang-ancang. Kemiringan yang masih dibolehkan untuk kemiringan ke samping dari jalur ancang-ancang.5m diukur dari tepi dalam garis-batas lempar yang melengkung itu.Jalur lempar ini ditandai dengan dua garis-putih paralel selebar 5cm dan 4m terpisah. Jalur Lintasan lari awalan Lempar Lembing dan Sektor Pendaratan 96 . haruslah 1:100 dan miring keseluruhan dalam arah lari 1:1000. Apabila kondisinya memungkinkan panjang minimum 33. Dalam event lempar-lembing panjang minimum jalur-ancang-ancang adalah 30 m dan maximum 36. 9.5m.Lemparan itu dibuat dari belakang suatu garis batas lengkung dari sebuah sirkel yang dibuat dengan radius 8m. Catatan : Adalah suatu kegagalan bila seorang atlet memulai berlari jari jarak melebihi 36. panjang 75 cm dan lebar 7cm.Jalur lari ancang-ancang lempar lembing. Garis-garis ini harus dicat putih.

Kemiringan maximum untuk kecondongan ke bawah yang umum dari sektor pendaratan. jarak melintang harus meningkat dengan 60cm. Kesempatan Lomba (Trials) Dalam Tolak Peluru. Apabila meninggalkan lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang. dia menyentuh dengan setiap bagian dari tubuh nya.garis lengkung yang membatasi daerah lempar atau tanah di luarnya.Seorang atlet boleh menyentuh leng kungan besi sebelah dalam.dari suatu jalur ancang-ancang.97 Sektor Pendaratan 10.lam dari lengkungan/busur. sektor lemparan harus ditandai dengan ga ris putih 5cm lebar sedemikian rupa sehingga tepi dalam garis bila diperpanjang akan melintasi dua perpotongan dari sisi da. Pada tolak-peluru.92° dapat dibuat dengan tepat dengan cara membuat jarak antara dua titik pada garis sektor lempar 20m dari titik-pusat lingkaran.cakram. asalkan tidak ada ketentuan / peraturan lain yang dilanggar. Lempar Cakram dan Lontar Martil. d) pada lempar-lembing.92° sedemikian rupa sehingga sisi dalam dari garis bila diperpanjang akan melintasi titik pusat lingkaran. peraturan relatif terhadap tiap lemparan belum dilanggar. Asalkan dalam proses melakukan kesempatan-lomba (trial). Catatan: Ini tidak akan dinilai sebagai suatu kegagalan apabila cakram atau bagian manapun dari martil menyentuh sangkar setelah dilepaskan. Catatan: Sudut 34.ri ancang-ancang-lempar dan berpotongan pada titik-pusat ling. dia menyentuh dengan setiap bagian tubuhnya.karan yang lengkungan/busur itu adalah bagian darinya. tanah atau rumput. dia juga boleh menyentuh bagian dalam dari balok-penahan.dalam arah lemparan hendaknya tidak melebihi 1:1000. boleh meletakkan alat-lemparnya di dalam atau di luar lingkaran-lempar atau jalur-ancang-ancang dan boleh mening galkannya. dia akan melangkah keluar sebagaimana diminta sesuai paragraf/butir . (Lihat diagram). Jadi untuk setiap 1 m dari titik-pusat lingkaran. bagian atas dari lingkaran besi bagian atas atau tanah yang ada di luar lingkaran.sektor-lempar harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm dan suatu sudut sebesar 34.60). a) Kecuali untuk lempar-lembing. dan garis paralel menandai jalur la. dan dalam lempar-lembing. seorang atlet harus memulai dari sikap berdiri diam di dalam lingkaran-lempar. atau bahan/materi yang cocok di atas mana peralatan itu meninggalkan goresan bekas jatuhnya benda/alat dimaksud. b) Dalam lempar-lembing. jarak itu harus 12m terpi-sah (20 x 0.yang dijelaskan dalam Pasal 188.2. Dalam hal suatu percobaan lempar dilakukan dari suatu lingkaranlempar. c) pada tolak-peluru.martil) harus dilemparkan dari sebuah lingkaranlempar. dia menyentuh setiap bagian tubuhnya atau anggotanya. Adalah menjadi suatu kesalahan/ kegagalan bila seorang atletlomba dalam percobaan melakukan kesempatan-lombanya : a) melepaskan peluru atau lembing secara tidak sempurna. Jadi sektor lempar itu kurang-lebih 29°. bagian atas dari balok-penahan. alat-lempar (peluru.seorang atlet boleh melakukan interupsi (pemutusan) gerak percobaan lemparnya sekalipun telah dimulai. Sektor pendaratan harus terbuat dari sinder/gravel. b) setelah dia melangkah masuk ke dalam lingkaran-lempar dan mulai membuat lemparan.

Pasal 188 TOLAK PELURU 98 dai lemparan Ketentuan Perlombaan.Pada saat atlet penolak-peluru mengambil sikap berdiri di dalam lingkaran-tolak untuk memulai melempar.Pengukuran tiap lemparan kesempatan-lomba harus dilakukan segera setelah lemparan: dari jejak/bekas terdekat jatuhnya peluru.apabila jarak yang diukur bukan suatu sentimeter yang utuh.dimana ini akan dipasang di sepanjang luar garis -sektor. dalam event lempar-lembing.langkah pertama menginjak bagian atas besi lengkung atau tanah di luar lingkaran harus sepenuhnya di belakang garis putih yang ditarik di luar-garis membentang melewati titik te. Ini adalah suatu kegagalan apabila: peluru.Peluru ini tidak dibawa di belakang garis bahu. 1. peluru harus menyentuh atau dekat sekali dengan leher atau dagu si penolak/pelempar dan tangan-nya harus tidak turun ke bawah posisi ini pada saat tolakan berlangsung.Sebuah bendera yang menyolok atau marka dapat disediakan untuk menan terbaik bagi tiap atlet. Pengukuran. bila atlet meninggalkan jalur ancang-ancang lempar kontak pertama dengan garis paralel atau tanah di luar jalur awalan. 17. di-tarik pita ukurnya ke sisi sebelah dalam dari lingkaran-lempar sepanjang garis ke titik-pusat lingkaran.bila atlet mening galkan lingkaran-lempar. Dalam hal lempar lembing. Marka/Tanda-tanda. 19. cakram dan martil. pengukurannya ditarik ke sisi dalam lengkung an batas-lempar sepanjang garis ke titik-pusat lingkaran yang lengkungan/busur itu adalah bagiannya. Untuk lemparan yang dimulai dari lingkaran-lempar.Dalam semua event lempar. . harus sepenuhnya di belakang garis lengkungputih batas-lempar dengan sudut siku-siku dengan garis paralel.01m terdekat ke bawah. 21.dari lokasi dimana mata-lembing menyen tuh/menancap tanah. kepala martil atau mata-lembing pada saat kontak pertama dengan tanah menyentuh garis batas sektor lemparan atau tanah di luar sektor-lemparan. cakram.Atlet harus tidak meninggalkan lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang sampai alatnya jatuh ke tanah. Peluru harus didorong/ditolakkan dari bahu dengan hanya satu tangan.17 sebelum kembali ke lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang untuk memulai melakukan kesempatan-lomba yang baru. 20.17. Selesai tiap lemparan. alat-lempar harus dibawa kembali ke tempat dekat lingakaran-lempar atau tempat awalan dan jangan sekali-kali dilemparkan balik/kembali. Sebuah bendera yang menyolok atau tanda/marka boleh juga disediakan untuk menandai adanya Rekor Dunia dan Rekor-Benua ataupun Rekor Nasi onal.ngah lingkaran.hasil lemparan harus dicatat sampai jarak 0. Catatan: Semua gerak yang diizinkan dalam paragraf ini harus dimasukkan/diperhitungkan dalam waktu maximum untuk kesempatanlomba sesuai Pasal 180.

Ini harus berbentuk bulat-bola dengan permukaan yang kasar melainkan harus halus-licin.6um. yaitu suatu tingkat kekasaran N7 atau kurang. Diagram: POTONGAN BALOK-PENAHAN TOLAK-PELURU 99 Permukaan Lingkaran-tolak Peluru. kuningan atau logam lain yang tidak lebih lunak dari pada kuningan atau kulit suatu bahan metal yg keras dan diisi dengan timah atau bahan lain. 2. Konstruksi.Balok Penahan. 3. Konstruksi. 4. dg penghubung antara ke dua titik 1. dan dibuat sedemikian rupa sehingga terpasang kokoh-kuat pada tanah. Balok-penahan ini berukuran 11. Untuk bisa halus licin tinggi rata-rata permukaan harus tidak kurang dari 1.2cm sampai -30cm panjang. 5. Balok-penahan ini dibuat dari kayu dan dicat putih.Balok ini dipasang di tengah-tengah antara garis-sektor-lemparan.15m ± 0. Peluru ini harus sesuai dengan kekhususan-2 berikut ini: PELURU . Ukuran. Peluru harus terbuat dari besi utuh keras(solid iron). berbentuk sepotong lengkungan sehingga sisi sebelah dalam bertemu tepat dengan sisi sebelah dalam lingkaran-lempar.2cm dalam kaitannya dengan dataran lantai bagian dalam lingkaran.01m untuk suatu lengkungan yang sama dengan lingkaran dan dengan tinggi 10cm ± 0.

berprojeksi atau bertepian tajam.005 kg 7. Sisi sebelah atas dan bawah cakram itu harus identik.265 kg untuk keperlu an 4.025 kg 7.025 kg 6. termasuk permukaan dari bagian pinggirnya harus tidak ada bagian yang kasar dan bagian tengahnya harus halus & uniform/merata seluruhnya.000 kg 6.tebal cakram meningkat secara teratur sampai mencapai tebal minimum D.025kg 5.5mm dari poros cakram Y. Masing-masing sisi cakram harus sama dan tanpa ada gerigi. 1.100 Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam perlombaan dan dapat diterima untuk pembuatan suatu rekor: 4.005 kg 6. dengan pinggiran (rim) terbuat dari metal/logam.Ada bentuk cakram alternatif yang lain yang dibuat tanpa menggunakan pi.Ditengah badan-cakram terdapat piringan metal yang dipasang rata ke dalam pusat ke dua sisinya. yang pinggirannya harus dibuat membulat. Profil sebuah cakram harus didesain sebagai berikut. Konstruksi. Dari titik ini sampai poros Y tebal cakram adalah tetap.asalkan datarannya rata dan seimbang dan ukuran berat keseluruhan cakram itu sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.000 kg 7.260 kg Informasi untuk pembuatan: . Dari awal permulaan lengkungan dari pinggiran. Cakram.5 mm dari titik-pusat sebuah cakram.ringan metal. .Sisinya harus dibuat meruncing dalam garis lurus dari awal lengkungan sisi suatu lingkaran yang berjarijari antara 25-28.Variasi berat pe luru 4.005kg 5.000 kg 5. Penampang melintang pinggiran cakram membentuk bulat lingkaran penuh dengan radius/jari-jari 6mm. Nilai maximum ini dicapai pada jarak 25mm sampai 28.Badan cakram boleh jadi utuh (solid)atau berrongga dan di dibuat dari kayu atau bahan lain yang cocok.285 kg perlombaan -Diameter minimum -Diameter maximum 95 mm 110 mm 100 mm 120 mm 105 mm 125 mm 110 mm 130 mm Pasal 189 LEMPAR CAKRAM Cakram.juga cakram ini harus simetris berkaitan dengan putaran mengitari poros Y.

lam pembuatan suatu rekor: 1.025kg Diameter pinggiran metal sebelah luar Minimum 180mm 200mm 210mm 219mm Maximum 182mm 202mm 212mm 221mm Diameter keping-metal atau daerah datar-tengah Minimum Maximum 50mm 50mm 50mm 50mm 57mm 57mm 57mm 57mm Tebal dari keping me.750 kg 2.775kg 2.005kg 1. para Petugas dan para pe- .000 kg Informasi untuk pabrik Variasi berat untuk persediaan dl lomba Pembuatan: 1. Ini harus memenuhi spesifikasi/syarat-syarat berikut : CAKRAM Berat minimum untuk diizinkan dalam perlombaan dan diterima da.505kg 1.500 kg 1. Semua lempar cakram harus dilakukan dari dalam sebuah sangkar/kurungan guna menjamin keamanan penonton.755kg 2.025kg 1.525kg 1.005kg 1.tal atau daerah pusat yang datar Minimum Maximu 37mm 38mm 41mm 44mm 39mm 40mm 43mm 46mm Tebal rim/ lingkaran Minimum Maximum 12mm 13mm 12mm 13mm 12mm 13mm 12mm 13mm Pasal 190 SANGKAR LEMPAR CAKRAM 1.101 Profil sebuah CAKRAM (Discus) 2.000 kg 1.

4. dibikin dan dipelihara. tetapi kekuatan pemutus minimum harus 40 kg.atau dengan menggunakan perpanjangan pintu sangkar itu dengan suatu lingkaran-cakram terpisah yang dipasang di depan dari ling karan lempar-martil. Harus difikirkan dalam men-desain dan membangun sangkar untuk mencegah sebuah cakram menerobos keluar lewat sambungan sambungan panel sangkar atau menerobos di sela-sela panel kawat atau lobang jaringjaring atau menelusup di bawah panel jaring-jaring. baik dengan memasang lingkaran-lempar yang konsentris dengan garis-tengah 2.maka kiranya konstruksi yang lebih sederhana akan cukup memadai. Catatan ii): Desain yang innovatif yang memberikan tingkat perlindungan yang sama dan tidak menambah zona /daerah bahaya dibanding dengan desain yang konvensional dapat diberikan Sertifikat oleh IAAF. Sangkar itu harus didesain. sehingga mampu menahan sebuah cakram 2kg yang bergerak dengan kecepatan 25 m/detik. Catatan: Sangkar-martil sebagaimana dipaparkan pada Pasal 192 dapat juga digunakan untuk event lempar-cakram. Tetapi sebaiknya beberapa potongan panjang dari jaring sample standar harus dikerjakan oleh pabrik pembuatnya. Pengaturan sangkar ini harus sedemikian rupa sehingga tidak akan ada bahaya akibat lenting-balik(rikoset)atau memantul kembali terhadap si atlet pelempar atau melewati atas sangkar.135/2. 102 3. 2.Tinggi panel jaring-jaring kawat pada titik terendah minimal 4 m.Sangkar cakram yang dibahas dalam peraturan ini dimaksudkan untuk digunakan di dalam suatu stadion besar penuh dengan penonton berlimpah mengelilingi arena-lomba bersamaan dengan event lain yang sedang dilaksanakan. Catatan I): Pengaturan panel belakang/jaring-jaring adalah tidak penting asalkan jaring-jaring itu minimum 3. Lebar bagian mulut sangkar harus 6m dipasang 7m di depan pusat lingkaran-lempar. Dalam rangka menjamin keamanan sangkar terus-menerus jaring-jaring kawat-baja harus diinspeksi minimum 1 X tiap tahun.Ukuran lobang jaring maximum harus 5 cm untuk kawat-baja dan 44mm untuk jaring dari tali (alami). .serta-lomba. Catatan : Spesifikasi lebih lanjut untuk jaring-jaring dan prosedur pengawasan keamanan adalah tertera di dalam buku “The IAAF Track & Field Facilities Manual”.00 meter dari titik pusat lingkaran.Salah satu da ri ini dapat dipindahkan setiap 12 bulan dan diadakan pengetesan guna menjamin kekuatan jaring berkelanjutan. Asalkan semua persyaratan peraturan akan hal ini dipenuhi. Inspeksi secara visual saja tidaklah cukup untuk jaring-jaring dari serat-fibre.Posisi & penempatan sangkar di arena oleh karenanya sangat kritis terhadap penggunaannya yang aman. Sektor yang berbahaya maximal dalam lempar cakram dari sangkar ini adalah kira-kira 69° bila digunakan oleh atlet-kidal maupun yang normal dalam perlombaan yang sama.Nasehat/petunjuk pembuatannya ada tersedia atas permintaan dari organisasi/federasi nasional(PASI) atau dari Biro/ Kantor/Markas Besar IAAF. Jaring-jaring sangkar dapat dibuat dari jaring-alami yang cocok atau benang fibre-sintetis atau alternatif lain dari kawat-baja yang berdaya tegang sedang atau tinggi. Sangkar ini harus direncankan berbentuk 'U' seperti terlihat pada diagram. Ukuran minimal tali atau kawat tergantung kepada konstruksi sangkar. segala bentuk desain & kon struksi sangkar dapat digunakan.50 m. 5.Bila konstruksi ini tidak dapat diterapkan di lapangan latihan.

diizinkan meletakkan kepala martil (yang akan dilontarkannya) di tanah. Pasal 191 LONTAR . baik didalam ataupun di luar lingkaran-lempar. atau menyentuh bagian atas besi lengkung.Bila martil itu patah sewaktu dilontarkan atau sedang di udara. bila kepalamartil menyentuh tanah di dalam ataupun di luar lingkaran-lempar.MARTIL Peraturan Perlombaan. hal ini hendaklah tidak dihitung sebagai lontaran-martil yang gagal. hal ini tidak dihitung sebagai lontaran martil yang salah. (Dimensi dalam ukuran meter). asalkan cara melontarnya dilakukan sesuai peraturan. Hendaklah tidak dihitung sebagai lontaran-salah/gagal. Si atlet boleh berhenti dan akan memulai melontar lagi. 2.103 Rencana Denah Sangkar Lempar Cakram. Bila si pelontar-martil kehi langan keseimbangan dan akhirnya melanggar sebagian peraturan. asalkan tidak ada peraturan lain yang dilanggarnya. Seorang atlet atlet ada dalam posisi start sebelum melakukan ayunan pendahuluan atau putaran. dan . 3.

Kekuatan pemutus pegangan minimum haruslah sebesar 20 kN (2000kgf).Konstruksi. Pegangan-martil harus kuat(solid) dan kaku (rigid) dibuat dalam satu potong tanpa ada engsel dan semacamnya. 4. Ini harus berben tuk suatu segi-tiga iso-sceles atau suatu sektor dari suatu bentuk lingkaran. dari baja-pegas yang lurus dengan diameter tak kurang dari 3 mm dan harus tidak mulur (tambah-panjang) pada saat martil diayun untuk dilontarkan. tali dan pegangan. Martil.Tali kawat ini adalah dari kawat tunggal. Kawat ini dapat berbentuk cincin (loop) pada satu ujung atau kedua ujungnya sebagai alat pegangan. Sisi-sisi pegangan itu boleh lurus atau sedikit lengkung dimana sisi itu bertemu pegangan sehingga menyediakan ruang yang luas bagi tangan si pelontar. Tali-kawat. Kepala-martil dibuat dari besi yang solid atau metal yang lain tetapi tidak lebih lunak dari kuningan atau logam dilapis bahan keras diisi dengan timah atau bahan yang keras lainnya. Bila model pengisian. 104 Diagram : PEGANGAN MARTIL . ini harus dimasukkan sedemikian rupa sehingga isi ini tidak dapat bergerak dan bahwa titik pusat gravitasinya berkedudukan tidak lebih dari 6mm dari titik-pusat bulatan (peluru). 5.Kepala-martil. Pegangan martil boleh memiliki suatu pegangan yang lengkung atau yang lurus dengan lebar maximum sebelah dalam 130mm dan panjang maximum sebelam dalam 110mm. 6.si atlet itu diberi satu kesempatan-lempar yang baru. Pegangan ini hendaklah tidak mulur (bertambah-panjang) pada saat martil dilemparkan. 7. Martil terdiri dari tiga bagian: Kepala-besi. tidak putus. Ini harus diikatkan kepada tali-kawat sedemikian rupa hingga tidak dapat diputar di dalam loop (cincin) dari tali kawat untuk menambah panjang keseluruhan dari martil. Pegangan.

025kg 7. Sedangkan engsel-putar (kili-kili) tidak akan dipa kai disini. bisa dari model biasa atau model pakai pelor-putar(ball-bearing).265kg 4.000kg 6. Sambungan bagian tali. Bagian tali martil harus dihubungkan dengan bagian kepala-martil dengan menggunakan engsel-putar.8.285kg Panjang martil diukur dari bagian dalam peganganmartl . 9. pada sebuah lobang tajam datar berdiameter 12mm (lihat diagram). Sebuah martil harus memenuhi syarat-syarat ini : MARTIL / HAMMER 105 Berat minimum untuk dapat ditrima dalam perlombaan dan agar pembuatan rekor dapat diakui: 4.005kg 7. dikurangi pegangan dan tali-tangkai-martil.005kg 5. Alat yang disarankan untuk mengetest titik pusat gravitasi Kepala Martil . yaitu ini adalah mungkin untuk menyeimbangkan kepala-martil.Minimum 1160mm 1165mm 1175mm 1175mm Maximum 1195mm 1200mm 1215mm 1215mm Diameter kepala martil Minimum Maximu 95mm 110mm 100mm 120mm 105mm 125mm 110mm 130mm Titik Pusat Gravitasi Kepala Martil Tidak lebih dari pada 6mm dari pusat bulatan-bola besi.260kg Informasi bagi parik Variasi berat martil untuk disediakan bagi perlombaan pembuatnya: 4.000kg 5.025kg 5. Pegangan ini dihubungkan dengan bagian-tali dengan perantaraan kawat-baja berben tuk cincin(loop).000kg 7.005kg 6.025kg 6.

Sangkar ini perlu dibikin desain-nya. Dua buah panel-jaring lebar 2m yang dapat dipindah-pindahkan harus disediakan di depan sangkar. Dimana ini tidak diterapkan. panel-jaring yg dapat digerakkan harus dipasang pada posisi yg betul sesuai diagram.Penyiapan panel kanan atau kiri hendaklah disesuaikan akan kebutuhan para pelontar(kidal atau tidak)dan perobahannya sendiri harus berlangsung secara cepat tanpa membuang waktu & tenaga.Nasehat dapat diperoleh atas permintaan dari organisasi nasional atau dari Kantor IAAF. Sangkar-martil harus direncanakan berbentuk 'U'. Catatan ii): Posisi akhir dari kedua panel ditunjukkan dalam rencana meskipun dalam perlombaan hanya satu panel akan ditutup pada setiap saat selama perlombaan berlangsung.Oleh karenanya panel ini dalam mendesain harus diperhitungkan dapat dikunci pa da waktu operasional di arena-lomba.26kg) yang terbang-melayang lepas dengan kecepatan 32 m/detik. Catatan I):Panel yang sebelah kiri digunakan bagi pelontar martil yg tidak-kidal (yang memutar anti-arah jarum-jam).Tinggi jaring-jaring panel pada titik terendah adalah minimal 7 m untuk panel-panel/jaring-jaring di belakang sangkar dan minimal 10m untuk panel terakhir 2. Pengaturan sangkar ini harus sedemikian rupa sehingga tak akan ada bahaya rekoset (lenting-balik) martil itu kepada si pelontar atau lewat bagian atas sangkar. para Petugas dan atlet-lom ba. Harus difikirkan dalam pembuatan desain & konstruksi sangkar-martil untuk mencegah martil melejit keluar menerobos celah-celah sambung. Tinggi minimum panelpanel itu adalah 10m. Catatan iii): Bila lagi operasional.80m menuju ke titik poros-pintu.50m jauhnya dari pusat lingkaran-lempar. . seperti nampak pada diagram. dan terutama di tempat latihan konstruksi yang lebih sederhana akan cukup memadai. hanya satu yang akan dioperasionalkan pada suatu waktu. Asalkan semua ukuran & tuntutan peraturan dipenuhi sesuai ketentuan segala bentuk dan macam sangkar-martil dapat digunakan.106 Pasal 192 SANGKAR LONTAR-MARTIL Semua gerak lontar-martil harus dilakukan dari dalam sebuah sangkarmartil guna menjamin keamanan penonton. diletakkan 7m di de pan dari pusat lingkaran-lempar.dengan event-event lain sedang berlangsung pada waktu yang sama atau ketika event itu digelar diluar arena dengan penonton yang berlimpah banyak. dan panel yg kanan untuk pelontar yg kidal(yg berputar sesuai arah jarum-jam). Sangkar-martil dimaksud dalam peraturan ini diperuntukkan bagi penggunaannya di dalam suatu arena besar.Lebar mulut-sangkar haruslah 6m.an panel atau lobang jaring atau nyelonong lewat bawah panel-jaring Catatan: Pengaturan panel-panel belakang/jaring-jaring adalah tidak penting asalkan jaring-jaring itu adalah minimum 3. . dibuat (di pabrik) dipelihara agar mampu menyetop/menghentikan kelapa-martil(7.

Lobang tiap mata-jaring adalah 5 cm bila dibuat dari kawat-baja.an putus minimum daya tegangan/tahanan haruslah 300 kg. digandeng dengan poros vertikal atau horizon tal atau dengan secara dicopot(mudah-sambungan vertikal horisontal atau dengan cara mudah-dilepas & dipasang). Catatan v): Desain yang innovatif yang menyediakan tingkat perlindungan yang sama dan tidak menambah luasnya zone bahaya dengan desain konvensional. Pemeriksaan secara visual tidaklah cukup bagi tali rajut dari fibre Malahan. Dalam rangka menjamin keamanan sangkar yang berlanjut.tetapi harus memiliki kekuat. dari kawat-baja berdaya-regang sedang sampai tinggi. dapat diberi Sertifikat IAAF.jaring-kawat harus diperik. 107 . beberapa panjang sample dari tali standar harus digarap ke dalam jaring-jaring oleh pabrik pembuatnya.Satu hal yang penting un tuk diperhatikan adalah bahwa panel-panel jaring ini harus mampu menahan/menyetop martil yang menghantamnya dan tidak menimbulkan bahaya dikarenakan martil ini menerobos/menembus lewat celah antara panel tetap dan panel-yang dapat digerakkan. atau secara alternatif.wat-baja tergantung konstruksi sangkar.Ukuran tali minimum atau ka. Jaring-jaring untuk sangkar dapat dibuat dari tali rajut-alami atau dari rajut-fibre sintetis.Catetan iv):Pembuatan panel-panel jaring itu dan peng-operasiannya tergantung dari desain keseluruhan sangkar-martil yang dapat digerakkan secara digeser.dan 44mm bila dibuat dari tali-rajut biasa.sa minimal setiap 12 bulan sekali. Salah satu dari ini da pat dipindah/diambil setiap 12 bulan dan ditest guna menjamin kekuatan jaring-jaring terus-menerus.

.Sangkar Lontar Martil dan Lempar Cakram dengan Lingkaran lempar Konsentris 108 .

kedua lingkaran lempar itu harus ditempatkan satu di belakang yang lain dengan titik-pusat terpisah sejauh 2. posisi dan pengaturan sangkar di arena untuk penggu naan yang aman adalah sangat kritis/penting.135m/2.cakram.109 Bila dikehendaki sangkar-martil dapat dipakai bersama event lempar. panel-panel jaring yang dapat digerakkan harus digunakan untuk lempar cakram. Untuk lingkaran-lempar terpisah untuk lontar-martil & lempar-cakram di dalam satu sangkar yang sama. Sangkar lontar-martil harus digunakan untuk lempar cakram dengan memasang secara tetap panel jaring-jaring dapat digerakkan bebas dari mulut sangkar.Yang paling gampang dengan menggunakan lantai semen yang sama untuk lingkaran-lem par yang konsentris 2.50m jauhnya dari titik-pusat lingkaran yang konsentrik atau minimum 3. Oleh sebab itu. bila digunakan oleh pelontar kidal dan yang tidak-kidal dalam satu perlombaan yang sama. . Sektor yang mengandung bahaya maximum untuk lontar-martil dari sangkar ini adalah kira-kira 53°.37m pada garis-tengah dari sektor pendaratan/lemparan de.50m bagi lontar-martil& lempar-cakram.00m jauhnya dari titik-pusat lingkaran lempar cakram dari lingkaran lempar terpisah (lihat Pasal 192.ngan lingkaranlontar martil berada di depan. Dalam hal ini. Catatan: Pengaturan panel belakang/jaring-jaring tirai adalah tidak penting asalkan jaring-jaring adalah minimum 3.4 e).Pemasangannya dapat dilakukan dengan 2 cara.

110 Sangkar Lontar Martil dan Lempar Cakram dalam konfigurasi cakram (Terpisah) .

111 .

Penampang melintang sebuah lembing harus seluruhnya bulat.atau dari bahan/mate.Gaya-lempar non-orthodox tidak diizinkan.ri lain yang cocok. hal ini tidaklah dihitung sebagai lemparan salah. Dari pegangan ini lembing itu semakin meruncing ke ujung depan & ke ujung ekor di belakang. Pegangan lembing. yang menutupi titik-pusat gravitasi.4) dan uniform merata di sepanjang seluruh permukaannya.Lihat Catatan i! Diameter maximal badan-lembing harus tampil segera di depan tali pegangan/grip. segera di de pan sampai segera di belakang grip. lobang. di seluruh panjang lembing.112 Pasal 193 LEMPAR . Bagian tengah badan lembing. Permukaan badan lembing tidak boleh ada lesung-lesung pipit. Di bagian belakang kepala-lembing. Mata-lembing/bagian kepala ini terbuat sepenuhnya dari metal. Tidak sesaatpun selama proses melempar.dan-lembing. termasuk bagian di bawah grip.Badan lembing berongga/berlobang atau utuh-padat.25mm. dan talipegangan/grip. dan harus tidak ada perobahan tiba-tiba dalam diameter keseluruhannya.LEMBING Peraturan Perlombaan a) Lembing itu harus dipegang pada tempat pegangannya (grip-nya).tidak boleh melebihi diameter badan-lembing dari pada 8mm. menyempitnya diameter tidak boleh melebihi 2. Ini bo leh terdiri dari suatu ujung yang diperkuat dari metal lain yang dipatrikan diujung depan dari kepala-lembing (mata-lembing) asalkan seluruh kepala-lembing ini harus halus (lihat Pasal 188.asalkan lemparannya dilakukan sesuai peraturan yang berlaku.5mm dan permulaan ini dari tuntutan profil memanjang tidak boleh lebih dari 300 mm di belakang kepala-lembing. ba. Pegangan ini harus sama tebal. sehingga membentuk suatu benda keseluruhan yang terintegrasikan mantap. Pada badan-lembing terpasang di bagian depan mata-lembing (metal-head) yang berujung meruncing. Lihat Catatan ii)!.dan bagian yang ka sar dan harus licin uniform/merata sama pada seluruh permukaannya. kecuali segera setelah di belakang kepalalembing dan pada bagian depan & belakang pegangan/grip. Lembing Konstruksi. sampai lembing telah dile paskan terbangmelayang di udara. terbuat sepenuhnya dari metal.seorang pelempar boleh membuat gerakan memutar badan penuh sehingga punggungnya menghadap ke ba. Ini memiliki pola lilitan tali anti-selip biasa.Lembing terdiri dari tiga bagian-utama: mata-lembing. tetapi tanpa ada simpul. Apabila pelempar dengan itu kehilangan keseimbangan dan karenanya melanggar sebagian peraturan. Profil memanjang dari tempat grip ke ujung depan dan ke ujung ekor harus lurus atau sedikit cembung (convex).apabila ujung mata-lembing menyen tuh/menggores/menancap tanah sebelum bagian lembing lainnya. dan si atlet akan diberikan satu kesempatan-lempar yang baru. Apabila lembing patah sewaktu dilempar atau saat melayang di udara. dan harus tidak diayun atau dibandul(slung or hurled). namun pengecilan ini tidak boleh melebihi 0. dan harus dilempar lewat bahu atau bagian atas lengan pelempar.ataupun tonjolan. Suatu lemparan adalah hanya sah. ini tidak dihitung sebagai suatu lemparan-salah. bintilbintil ataupun alur-alur. benjolan dan lekuk-lekuk. .tas lengkungan lempar. berbentuk silindris atau sedikit meruncing ke arah belakang.

Diameter badan-lembing pada ujung ekor harus tidak kurang dari 3. Pengecilan badan-lembing ke arah ujung-ekor harus sedemikian sehingga diameter pada titik-tengah antara titik-pusat gravitasi dan ekor-lembing. 2.86m 1. Pada titik 150mm dari ujung ekor lembing.40m 2.Pada titik tengah antara pusat gravitasi ke ujung mata-lembing. Persyaratan/spesifikasi sebuah lembing : LEMBING 113 Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam perlombaan dan untuk syarat diterima dalam pembuatan suatu rekor ( termasuk tali pegangan) 600gr 700gr 800gr Informasi untuk pabrik pembuat alat: Variasi berat alat untuk disediakan bagi perlombaan 605gr 705gr 805gr 625gr 725gr 825gr Panjang keseluruhan Min.25mm.Untuk badan-lembing pada bagian yang sedikit cembung (convex) bagian yang lurus akan bergoyang bila bersentuhan kuat dengan bagian yang pendek. harus tidak kurang dari 90% diameter maximum badan-lembing. Catatan ii): Bentuk profil memanjang lembing dapat dengan cepat dicek dengan menggunakan metal panjang lurus minimal 500 mm panjang dan tebal 0. 2. Min.30m 0.50m 3. Diameter lembing pada jarak 150mm dari ujung tak boleh lebih dari 80% dari diameter max imum badan-lembing.Hal ini berlaku segera di belakang kepala dn badan lembing. Nilai rata-rata dari ke dua diameter itu sesaui benar dengan spesifikasi/syarat dari lingkaran bulat badan-lembing.20m 2.06m 25mm 30mm 150mm 160mm 7. Min.50m 3.00m 23mm 28mm 150mm 160mm 2. Max.50m 3.Catatan i) : Meski penampang melintang lembing harus bulat.90m 1. beda maximum antara diameter yang terbesar dan terkecil diperbolehkan hanya 2%.30m 2. Max. Max. Untuk bagian profil yg lurus. Pengecilan lembing sampai pada ujung mata-lembing sedemikian rupa dan sudut pengecilan tidak lebih dari 40°. . yang dapat merobah posisi titik-pusat gravitasi atau merobah sifat sifat lemparan.5mm.30m 2. Pada titik ini adalah tidak mungkin untuk memasukkan alat 1. diameter ini tidak kurang dari 40% dari diameter maximum badan-lembing.20mm anta ra lembing dengan sisi yang lurus dimana saja sepanjang perkenaannya. 2.30m 0. Max. Pada lembing tak boleh ada/dipasang benda atau alat yang bergerak/ bergeser pada saat lembing dilempar.70m Panjang mata-lembing (Length of metal-head) Jarak ujung mata-lembing ke titik pusat gravitasi Diameter badan-lembing pada bagian yg gemuk/tebal Lebar dari talipegangan/grip Min. Min.dengan sisi yang lurus dipegang kuat terhadapnya.20mm1.adalah tidak mungkin untuk memasukkan alat 0. 6. diameternya tak boleh lebih dari 90% dari dia meter maximum badan-lembing.25 mm.80m 0.92m 20mm 25mm 140mm 150mm 2.60m Max.30m 0.

lempar lembing.lembing. 2. yang dilakukan dalam waktu dua hari berturut-turut. dengan urutan sbb.: Hari I : 100m.t. Hari II : lompat jauh.500 m.500 m. lompat jauh. : Hari I : 100 m gawang. Octathlon terdiri dari delapan event.Diagram ‘LEMBING INTERNASIONAL’ 114 SEKSI V . lp. REMAJA PUTRA (BOYS YOUTH) (Octathlon = Hasta/delapan-lomba) 5. 200m. tolak peluru. lp. dan 1000m. lp. lari 200m. loncat tinggi.tinggi. lp.dan 1. dengan urutan sbb.peluru. lp.jauh. dan lari 1. lempar lembing. yang dilakukan dalam dua hari berturut-turut.peluru.galah.cakram. Dasalomba berisikan lomba atletik 10 event. loncat tinggi. 4. yang harus dilaksanakan dalam dua hari berturut-turut dengan urutan event sbb. tl. 1500m. Saptalomba berisikan lomba 7 event. tolak peluru. Hari II: 110m gawang.LOMBA EVENT GABUNGAN Pasal 200 PERLOMBAAN EVENT GABUNGAN (Combined Events Competitions) PUTRA JUNIOR & PUTRA SENIOR (Panca & Dasa Lomba) 1. lp. l. tinggi. Dasalomba Putri terdiri dari 10 events yang harus diselesaikan dalam dua hari berturutturut dengan urutan sbb. loncat galah.cakram. Hari II : 110m lari-gawang. . 400m. lp. tl.jauh. 800 m. : Hari I : 100m.lembing. lempar-cakram. PUTRI JUNIOR & PUTRI SENIOR (Sapta Lomba & Dasalomba) 3. lempar. Pancalomba berisikan lomba lima event yang harus dilakukan dalam satu hari. dengan urutan-lomba sebagai berikut: lompat-jauh.: Hari I : 100m. lempar lembing. 400m. Hari II : -100mgw. dan 400m.

Bila hal ini belum memecahkan masalahnya. bila mungkin hendak lah ada waktu interval minimal 30 menit antara waktu berakhirnya sa. Dalam tiap event terpisah dari suatu lomba Event Gabungan. waktu antara selesainya event terakhir pada hari pertama dan dimulainya event pertama pada hari ke dua sekurang-kurangnya ada waktu 10 jam (istirahat). Bila hal ini tidak bisa dicapai sebab karena jadwal event-event itu. Karenanya dia harus tidak diperhitungkan dalam pengelompokan/ klasifikasi akhir. sehingga paea atlet degan prestasi yang sama dalam tiap event individu selama periode waktu yang ditentukan. Heat-heat atau grup-grup untuk event berikutnya harus diatur seperti ketika atlet menjadi tersedia dari event sebelumnya. Atas dasar kebijaksanaan Wasit Event-gabungan. yang dilaksanakan dalam dua hari berturutturut dengan urutan sbb. loncat tinggi.tu event menuju dimulainya event berikutnya. dan jangan kurabng dari tiga. Bila terjadi 'hasil-sama'. Setiap atlet yang gagal melakukan start atau membuat kesempatan lomba dalam salah satu event harus tidak diizinkan ikut-serta di dalam event berikutnya. heat-heat harus diatur sehingga satu heat berisikan para atlet yang menonjol / leading setelah event kedua dari belakang. menurut Tabel Score IAAF yang mutahir harus diumumkan secara terpisah untuk tiap event dan sebagai suatu jumlah kumulatif. 13. tolak peluru. Peraturan Lomba IAAF untuk tiap event yang merupakan perlombaan akan diterapkan dengan perkecualian sebagai berikut : Dalam event lompat jauh dan tiap event lempar. UMUM 7. tetapi harus dianggap telah meninggalkan perlombaan. lempar lembing.harus diberlakukan kepada setiap atlet. dan 200m.115 REMAJA PUTRI (GIRLS YOUTH) (Heptathlon = sapta-lomba) 6. Hanya satu sistem pencatat-waktu yang digunakan selama lomba tiap event.: Hari I : 100m lari gawang. untuk keperluan pembuatan rekor. atlet harus ditempatkan dalam tiap heat atau grup. Heptathlon / sapta-lomba disini terdiri 7 event. Bila mungkin. Dalam event lari di lintasan. waktu yg diperoleh dari sistem Foto-Finis Otomatis Penuh harus digunakan/diterapkan tanpa menghiraukan apakah waktu demikian ada tersedia bagi atlet lomba yang lain dalam event. heat-heat dan grupgruo harus diatur oleh Delegasi Teknik atau Wasit Event Gabungan. 12. Hari II : lompat jauh. sebagaimana dapat diterapkan. Dalam hal alat Pencatat Waktu Otomatis penuh tidak tersedia. 8. pemenangnya adalah atlet yang mengumpulkan jumlah nilai . Delegasi Teknik atau Wasit Event Gabungan harus memiliki wewenang untuk mengatur tiap grup apabila menurut pendapatnya hal ini dikehen daki/diperlukan 9. dan lari 800m. Di dalam event terakhir dalam Event Gabungan. prestasi setiap atlet harus diambil/dicatat oleh tiga orang Judge Pencatat Waktu yang independen / bebas. Lebih disukai lima atau lebih. pemenangnya adalah atlet yang dalam banyak event mencatat nilai lebih banyak dari atlet yang lain yang memiliki hasil-sama itu. Pemenangnya adalah atlet yang mendapat catatan nilai tertinggi (dari semua event yang dilombakan). 10. setaip atlet harus diberikan hanya tiga trials (kesempatan-lomba). seorang atlet akan dikenakan diskualifikasi di mana dia telah membuat dua kali start-salah. Semua atlet yang menentukan akan menarik diri dari Lomba Event Gabungan harus segera memberi informasi kepada Wasit Event Gabungan atas keputusan yang dia ambil itu. Namun. harus ditempatkan dalam heat atau grup yang sama. Nilai. 11. untuk semua atlet setelah selesainya tiap event.

Pasal 211 STADION ATLETIK ‘INDOOR’ 1. jalur awalan atau permukaan tempat bertumpu/bertolak harus diditutup dengan suatu bahan sintetis atau memiliki permukaan terbuat dari kayu . Ketebalan alternatif akan disediakan oleh pihak pengelola stadion yang akan memberi tahu para atlet terhadap berapa panjang paku spikes yang masih dapat diizinkan digunakan. Direkomendasikan bahwa apabila fasilitas demikian itu tersedia. Yang pertama itu harus lebih disukai bisa menerima paku ‘spikes’ 6mm yang terpasang pada sepatu-sepatu-lari (running shoes). Catatan I) : The Track and Field Facilitiess Manual berisikan lebih rinci dan ketentuanketentuan spesifiksi-spesifikasi untuk perencanaan dan pembangunan stadion indoor. 116 SEKSI VI . Sebagai tambahan.terbanyak pada salah satu event. tiap jalur lari awalan/ancang-ancang harus memiliki daya-kenyal yang merata di sepanjang permukaan jalur dimaksud. Dan bila hal ini masih belum memecahkan masalah hasil-sama. (Lihat Pasal 143. . Hal ini akan dicek. 2. Hal ini juga berlaku untuk hasil sama bagi setiap kedudukan dalam perlombaan.PERLOMBAAN ATLETIK “INDOOR” Pasal 210 DAPAT DITERAPKANNYA PERATURAN LOMBA-ATLETIK ‘OUTDOOR’ KE DALAM LOMBA-ATLETIK ‘INDOOR’ Dengan pengecualian sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan-peraturan berikut dari Seksi VI ini. f). g) dan h) harus dilaksanakan di atas fasilitas ini.4) Perlombaan atletik indoor sesuai peraturan IAAF Pasal 1 a). 3. Stadion ini harus harus sepenuhnya tertutup dan terlindung (completely enclosed & covered). maka pe.2 dan 218. Penerangan. d) dan perlombaan yang dibawah pengawasan langsung IAAF harus dilaksanakan hanya pasa fasilitas yang telah memeiliki serifikat pengesahan IAAF.2). untuk daerah bertolak/bertumpu untuk event lompat sebelum setiap perlombaan (Lihat Pasal 218. Semua fasilitas (sarana-prasarana) harus memenuhi spesifikasi2 dalam “The Track& Field Facilities Manual).rapkan untuk/dalam Perlombaan Atletik ‘Indoor’. jalur-lintasan ancang-ancang/awalan dan tempat-tempat pendaratan untuk event lompat. dan seterusnya. Peraturan dari Seksi I sampai V untuk perlombaan atletik ‘outdoor’ adalah juga dapat dite. penghangatan dan ventilasi harus disediakan guna memberi kondisi yang memuaskan bagi perlombaan. baik secara tetap/permanen ataupun secara temporer/sementara.3 & 220. 219. suatu lintasan lari-lurus untuk lari sprint dan lari-gawang. Arena lomba harus termasuk suatu lintasan-lari berbentuk aval/lonjong-telor.menangnya adalah atlet yang mengumpulkan nilai tertinggi pada event ke dua. 4. Sejauh secara tehnis dimungkinkan. b) c). suatu lingakaran dan sektor pendaratan untuk tolak-peluru harus disediakan.3. perlombaan atletik sesuai Pasal 1 e). Semua jalur lintasan.

Sisi luar dari pembatas/kerb ini atau garis membentuk bagian dalam jalur-lintasan 1. perobahan. 3. Pasal 213 LINTASAN LARI OVAL & JALUR-JALUR LARI Panjang nominal lintasan haruslah lebih disukai 200m. Dan harus ada daerah kosong minimal 10m dibalik garis-finis. Jalur lintasan haruslah dipisahkan dengan garis-putih lebar 5cm. 117 Pasal 212 JALUR LINTASAN LURUS (The Straight Track) 1. kira-kira 5cm tinggi dan lebar. Start dan Finis. bebas dari ganggu an tersedia bagi atlet yang berhenti berlari tanpa mendapat cedera. . Catatan : Untuk semua lintasan lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004lintasan lari itu memiliki lebar maxuimum 1. Ini akan terdiri dari dua jalur paralel horisontal lurus dan dua tikungan. Sisi sebelah dalam dari jalur-lintasan atau kerb haruslah horisontal di sepanjang lintasan dengan kemi. Harus ada tempat kosong minimal 3m di belakang garis-start yang bebas dari segala macam gangguan.01m termasuk garis batas jalur di sisi kanan. Sebagai tambahan.25m. atau dengan suatu garis-putih lebar 5 cm. Bagian dalam lintasan harus dibatasi apakah dengan suatu pembatas (kerb) dari bahan yang sesuai. harus ada suatu transmisi vertikal.90m dan maximum 1. Jalur Lari (Lanes) Lintasan ini harus memiliki minimum 4 dan maximum 6 jalur-lari.22m ± 0. Lintasan lari harus memiliki minimum 6 jalur dan maximum 8 jalur yang terpisah dan yang dibatasi pada dua sisinya oleh garis-putih lebar 5cm. yang jari-jari / radiusnya haruslah sama. Sudut-tepian (Banking) Sudut tepian pada semua jalur-lintasan haruslah sama pada setiap persimpangan lintasan. Jalur ini harus memiliki lebar yang sama dengan suatu lebar minimum 0. Jalur lintasan ini lebar 1.Catatan ii) : Formulier standard tentang Aplikasi pemberian sertifikt untuk fasilitas atau dapat duiperoleh dengn mengkopi dari IAAF website.nya dibuat dengan suatu transisi yang gradual dan halus yang dapat diperpanjang sampai 5 m ke dalam (lintasan) yang lurus. yang mungkin dibatasi. Catatan: Sangat disarankan bahwa daerah kosong dibalik garis-finis haruslah 15m.ringan maximum 1 : 1000. Kemiringan ke samping maximum dari lintasan haruslah tidak melebihi 1 : 100 dan kemiringan ke arah-lari harus tidak melebihi 1 : 250 pada setiap titik dan 1 : 1000 keseluruhannya. Lintasan lari.10m termasuk garisjalur di sebelah kanan. 2. Dalam rangka memperlancar perobahan dari lurus-datar ke tikungan bertepian.

Kerucut itu minimal setinggi 20cm.5m pada tikungan dan 10m pada lintasan lurus. Bendera-kecil itu berukuran kira-kira 25cm X 20cm. Perlombaan lebih jauh dari 800m harus dilarikan tanpa lintasan (terpisah) dengan mengguna kan garis-start lengkung atau start-kelompok/grup. dan itu haruslah pada suatu bagian yang lurus dari lintasan lari dan sepanjang dari yang lurus itu haruslah sebelum garis-finis. Persyaratan penting untuk semua garis-start. dan kurang dari 800m harus start dan diteruskan di lintasan sampai pada akhir tikungan ke dua. Catatan I ): Dalam kompetisi selain yang disebut di atas di bawah Pasal 1. tiap atlet harus memiliki suatu lintasan terpisah pada saat start. penggunaan pembatas (kerb) sebelah dalam adalah sangat disarankan. bila mengambil arah terpendek yang diizinkan haruslah sama. langsung menyilang lintasan dan yang siku-siku terhadap garis jalurlintasan.” Prinsip-prinsip dasar untuk diadopsi adalah diberikan berikut di bawah ini. Kerucut atau bendera itu harus ditempatkan pada garis-putih sehingga pinggiran dari dasar kerucut atau bendera berhimpitan dengan tepi garis-putih terdekat dengan lintasan. Dalam lomba 800m.9 dapat digunakan untuk mengizinkan 6 orang atlet untuk saling bersaing/berlomba. . Start & Finis suatu perlombaan harus ditandai dengan garis-putih lebar 5cm. adalah bahwa jarak bagi setiap atlet. 118 Persyaratan Dasar. Garis-start pada jalur-lintasan 1 yang pokok haruslah ada di yang lurus. b) dan c). Catatan : Untuk semua perlombaan atletik indoor yang langsung di bawah IAAF.1 a). berjenjang atau lengkung.Marka pada Tikungan (Marking of the Bend) Dimana bagian dalam dari pinggir lintasan dibatasi dengan suatu garis putih. garis-start (daerah pertukaran/pergantian tongkat untuk estafet) haruslah tidak ada pada bagian yang tajam dari suatu tikungan dan juga tidak pada bagian tepian yang terjal/curam. suatu start-kelompok (group-start) seperti pada Pasal 162. Pergelaran Perlombaan (Concuct of the Races) Untuk lomba lari 400m atau kurang . Catatan ii): Pada lintasan dengan jalur kurang dari 6. Sejauh mungkin. yang siku-siku terhadap garis-lintasan untuk bagian lintasan yang lurus dan sepanjang suatu garis radius untuk bagian lintasan tikungan. Posisinya harus ditentukan sehingga garis-start berjenjang yang paling maju pada lintasan luar (dalam lomba 400m. Pasal 214 START & FINIS PADA LINTASAN OVAL Informasi teknis tentang konstruksi dan pembuatan marka pada suatu tepian lintasan indoor adalah diberikan secara rinci dalam “IAAF TRACK & FIELD FACILITIES MANUAL. Perlombaan lebih dari 200m. tiap atlet ditugaskan untuk berlari di lintasan terpisah atau suatu grup melakukan start lebih suka menggunakan lintasan 1 dan 3 dapat dugunakan. lurus. Perlombaan sampai dan termasuk 200m harus dilarikan seluruhnya pada lintasan. Syarat untuk garis-finis adalah bila pada semua kemungkinan hanya ada satu untuk semua Jarak-lomba yang berbeda. minimal tinggi 45cm dan dipasang dengan sudut 120° ke permukaan lintasan. Anggota yang bersangkutan boleh jadi mencapai kesepakatan untuk tidak menggunakan lintasan untuk lomba event 800m. ini harus ditandai dengan tambahan pemasangan kerucut atau bendera –bendera kecil. Kerucut atau bendera harus ditempatkan pada jarak tidak lebih dari 1. lihat butir 9) harus dalm posisi dimana tinggi tepian pada lintasan luar harus tidak llebih dari 12 derajat. Garis-start dan Garis-finis untuk suatu Lintasan dengan nominal panjang 200m. Garis-finis untuk semua perlombaan pada lintasan-oval haruslah perpanjangan garis-start pada jalur-lintasan 1.

pemecahannya adalah untuk menggunakan garis-start yabng paling belakang. posisi garis-start pada lintasan sisanya harus ditentukan dengan mengukur pada tiap jalur-lintasan kembali/ke belakang dari garis-finis. Dalam lintasan luar itu dimana pemisahannya cukup. Adalah posisi garis-strat ini di lintasan luar yang menentukan posisi dari semua garis-start dan garis-finis pada lintasan. garis itu harus diperpanjang menyilang lintasan dengan sudut siku-siku terhadap garis-jalur lintasan apabila pada suatu bagian yang lurus dari lintasan.2) Setelah menciptakan posisi garis-start dimana ini berpotongan garis-pengukuran 20cm keluar dari bagian dalam lintasan. Bila ada pada bagian yang lengkung pada lintasan. suatu garis-start ke dua dapat diukur di depan garis-start yang pertama dengan ‘pengaturan’ yang dibutuhkan yang ditentukan dari garis putus-putus. dimana para atlet diizinkan untuk meninggalkan jalur-lintasannya. Pengukuran pada tiap jalur-lintasan harus dilakukan dengan cara yang benar-benar sama seperti untuk jalur-lintasdan 1 ketika mengukur panjang lintasan (Lihat Pasal 160. 119 Garis-start Berjenjang untuk Lomba lebih dari 200m. suatu pengaturan/penyetelan terhadap titik-start pada tiap jalur-lintasan untuk memberi kompensasi bagi para atlet yang ada di lintasan luar memiliki jarak yang lebih jauh dari pada mereka yang ada di lintasan dalam untuk mencapai posisi bagian dalam pada akhir lintasan lurus setelah garis putus-putus. sejak garis-start lebar 5 cm. pada sisi dari posisi yang diukur lebih dekat ke finis. Garis-start ke dua ini kemudian dapat diberi tanda dengan cara yang sama seperti untuk lomba lari 200m.Garis-start Berjenjang untuk suatu lomba lari 200m. Ini timbul dalam ljalur-intasan yang lebih dalam (yaitu: jalur 2dan 3) tetapi tidak terjadi pada jalur yang lebih luar(yaitu: jalur 5 dan 6) dimana pengaturan yang dikarenakan garis-putusputus adalah lebih besar daripada 7 cm. Garis-start kemudian dapat diberi tanda dengan lebar 5 cm. kelonggaran echelon yang normal adalah mirip dengan untuk suatu lomba lari 200m (Lihat butir 8 di atas)! Kedua. apabila tidak adanya keadaan yang luar biasa. Dalam rangka menghindari pembeberan tentang start kepada atlet di lintasan luar pada lintasan yang bertepian curam yang sangat tidak menguntungkan. yang penting terutama untuk mengatur posisi garis-start untuk event 400m dan 800m di lintasan luar baru kemudian mengerjakan/ menggarap kembali semua garis-start. Pengaturan ini dapat ditentukan ketika memberi marka/tanda garis putus-putus. di sepanjang garis-radius menuju ke pusat tikungan dan bila pada satu bagian transisi (Lihat Passal 213. Pertama. dapat dipasang pada interseksi/persimpangan dari tiap garis-lintasan dan garis-putus. Dimana masalah ini timbul. tabel berikut ini harus digunakan untuk menentukan jumlah babak (ronde) dan jumlah seri (heat) dalam setiap ronde (babak) untuk dilaksanakan dan merupakan prosedur kualifikasi bagi tiap babak dari event lari/lintasan. yang diwarnai sama dengan warna garis-putus-putus. Catatan : Untuk membantu atlet mengenali garis-putus kerucut-kerucut kecil atau prisma-prisma berukuran 5cm X 5cm dan yang tak lebih tinggi dari 15cm. Sayangnya. posisi start harus mengambil dua faktor untuk dipertimbangkan. Pada saat para atlet diizinkan meninggalkan jalur-lintasannya pada memasuki jalur-lurus setelah berlari satu atau dua tikungan dalam jalur-lintasan. dan akhirnya sampai pada garis-finis. semua garis-start dan disini garis-finis digeser cukup jauh ke belakang dari tikungan pertama sehingga untuk membatasi penggunaan kecuraman tepi-pinggiran ke suatu tingkatan yang dapat diterima. Masalah ini tidak timbul pada jalur-lintasan 1 sejak sesuai sdefinisi tidak ada pengaturan untuk garis-putus-putus. adfalah tidak mungkin untuk memberi marka dua garis-start yang berbeda kecuali jika perbedaan posisi ini adalah melebihi kira-kira 7 cm untuk memungkinkan suatu celah yang jelas 2cm antara 2garis-start.): . sampai dengan 800m. Kualifikasi dari Babak-babak Pendahuluan (Preliminary Heats) Dalam perlombaan atletik indoor. Posisi garis-start pada lintasan 1 dan posisi garis-finis telah diciptakan. Karena itu.4) memanjang garis-radius melalui pusat teoritis dari lekukan pada titik itu.

48 Memenuhi kualifikasi babak R-1 Heats P T 2 4 4 3 3 3 4 2 4 Catatan : Prosedur kualifikasi di atas hanya akan valid / syah berlaku untuk 6 jalur lintasan keliling dan 8 jalur lintasan lurus. 400m. 4 x 400m Jumlah atlet Atlet lomba 7 – 12 13 – 18 19 – 24 25 – 30 31 – 36 37 – 42 43 – 48 49 – 54 55 – 60 Memenuhi kuali. 4 x 200m.Memenuhi kuali Atlet lomba kasi babak R1 fikasi babak R2 Heats P T Heats P T 9 – 16 2 3 2 17—24 3 2 2 25 –32 4 3 4 2 4 33 – 40 5 4 4 3 2 2 41 – 48 6 3 6 3 2 2 49 – 56 7 3 3 3 2 2 57 – 64 8 2 8 3 2 2 65 – 72 9 2 6 3 2 2 73 – 80 10 2 4 3 2 2 Event lari: 200m. . 60mgw Jumlah atlet Memenuhi kuali.Memenuhi kualiMemenuhi kualifikasi babak R-1 fikasi babak R-2 fikasi babak R-3 Heats P T Heats P T Heats P 2 2 2 3 3 3 2 3 4 2 4 2 3 5 2 2 2 3 6 2 6 3 2 7 2 4 3 2 8 2 2 3 2 9 2 6 4 3 2 3 10 2 4 4 3 2 3 Event lari: 1500m Jumlah atlet Atlet lomba 12 – 18 19 – 27 28 – 36 37 – 45 46 – 54 55 – 63 Memenuhi kuali.Memenuhi kualifikasi babak R-1 fikasi babak R-2 Heats P T Heats P T 2 2 3 3 2 3 4 2 1 5 3 3 2 3 3 6 2 6 2 3 3 7 2 4 2 3 3 Event : 3000m Jumlah atlet Atlet lomba 16 – 24 25 – 36 37 .120 Event lari: 60m. 800m.

Antar gawang .Gawang akhir ke gr-finis PUTRA 50m / 60m 1. untuk ronde/babak berikutnya atau babak final sesuai dengan prosedur yang di-identifisir dalam Pasal 166.121 Penarikan Undian Lintasan (Draw for Lanes) Untuk semua event selain 800m.Garis-start ke gawang 1 .72m 9. bagian tiap paku sepatu (spikes) yang mencuat dari sol atau tumit haruslah tidak melebihi 6 mm (atau sebagaimana diminta / dituntut oleh pihak Panitya Penyelenggara).86m / 9. suatu undian lintasan harus dibuat untuk : dua lintasan luar antara dua orang atlet ranking tertinggi atau tim/regu. Pasal 215 Pakaian. Lomba lari gawang harus dilaksanakan dengan menempuh jarak 50m atau 60m pada lintasan lurus. Sepatu & Nomor (dada) Atlet Dengan pengecualian berikut ini. Perlombaan harus dilaksanakan sesuai peraturan Pasal 168 untuk lomba lari-gawang outdoors. Pasal 143 harus berlaku untuk pakaian. dimana ada lari keliling berturut-turut dari suatu lomba.50m 11. Untuk semua lomba yang lain urutan lintasan (lane order) harus diundi sesuai dengan Pasal 166. Paku-paku spike ini harus memiliki diameter maximum 4 mm. untuk sisa lintasan dalam lainnya antara para atlet atau regu yang lain.067m 4/5 13.4 dan Pasal 166. Pasal 217 Lomba-lari Estafet (Relay Races) Pelaksanaan Lomba Dalam lomba lari estafet 4 x 200m semua tahap pertama dan tikungan pertama dari tahap ke dua harus dilarikan di dalam jalur-lintasan. Ranking yang diacu harus ditentukan sebagai berikut : untuk seri/heat babak pertama dari daftar yang relevan tentang prestasi yang valid/syah yang dicapai selama periode pra-penentuan. Susunan / layout dari gawang-gawang untuk perlombaan adalah sebagai berikut : Panjang jalur-lomba Tinggi gawang Jumlah gawang Jarak-jarak : .840m 4/5 13. sepatu dan nomor atlet untuk pergelaran lomba atletik indoor Bila suatu perlombaan dilaksanakan pada permukaan sinthetis. Pasal 216 Lomba Lari Gawang 1. 2.8. berlari sepenuhnya atau sebagian pada lintasan keliling suatu tikungan. Pada akhir tikungan harus ada garis terputus- . Rincian konstruksi. dua lintasan berikutnya antara atlet ranking ke 3 dan 4 atau tim/regu. dimensi dan permukaan gawang ditentukan dalam Pasal 168 untuk lomba lari-gawang outdoors.3 a).50m / 13.00m 8.72m PUTRI 50m / 60m 0.14m 8.00m 3.

putus 5cm secara jelas memotong semua jalur lintasan pada titik ini untuk menunjukkan dimana tiap atlet boleh keluar dari jalur-lintasannya. Pasal 170.7 haruslah tidak berlaku.

122

Dalam lomba lari estafet 4 x 400m, dua tikungan pertama harus ditempuh di dalam jalur lintasan masing-masing. Jadi garis-putus-putus, garis scratch dll. akan digunakan sebagai untuk lomba lari 400m individual. Dalam lari estafet 4 x 800m, tikungan pertama harus dilarikan dalam jalur-lintasan. Jadi garisputus-putus yang sama, garis scratch dll akan digunakan seperti untuk lomba lari 800m individual. Dalam lomba dimana atlet diizinkan meninggalkan jalur-lintasannya pada saat memasuki jalurlurus setelah berlari menempuh dua atau tiga tikungan dalam jalur larinya, layout / susunan untuk start echelon (berjenjang) di jelaskan dalam Pasal 214.9. Catatan : Disebabkan oleh sempitnya jalur-lintasan, lomba lari estafet indoors adalah lebih besar kemungkinan untuk berbenturan dan adanya gangguan yang tak disengaja daripada lomba lari estafet outdoors. Oleh karena itu disarankan bahwa bila mungkin, suatu jalurlintasan cadangan harus disisakan antara tiap tim. Jadi jalur-lintasan1, 3 dan 5 akan digunakan dan jalur lintasan 2, 4, dan 6 ditinggalkan tidak diisi/kosong. Pasal 218 Lompat Tinggi Daerah awalan dan Tempat bertumpu/bertolak 1. Daerah tempat bertolak/bertumpu haruslah datar dengan kemiringan keseluruhan 1 : 250. Bila bertolak/bertumpu dengan menggunakan matras portable, semua referensi/acuan dalam peraturan untuk menyamakan tingkatan dari daerah/tempat bertolak/bertumpu haruslah ditafsirkan sebagai mengacu kepada tingkatan permukaan bagian atas dari matras. Pondasi di atas mana permukaan daerah/tempat bertolak itu diletakkan haruslah solid/kokoh atau bila ini adalah konstruksi yang menggantung (seperti papan-kayu dinaikkan pada balok-silang), tanpa ada bagian khusus yang rusak. 2. Landasan ancang-ancang/awalan, di luar daerah bertolak/bertumpu, haruslah datar-rata dan tidak membal/ngeper dan yang tepat sama seperti daerah bertolak/bertumpu. Namun, atlet boleh memulai lari mendekatnya/ancang-ancngnya pada tepian lintasan oval asalkan 5m terakhir dari larinya ada pada lintasan-awalan yang datar-rata. Pasal 219 Lompat Tinggi - galah Lintasan lari Awalan / ancang-ancang Pondasi di atas mana permukaan lintasan lari awalan diletakkan haruslah solid / kokoh-kuat atau bila konstruksinya menggantung ( seperti papan-kayu ditumpangkan pada baloksilang / kaso) tanpa ada bagian khusus yang rusak. Atlet boleh memulai lari awalannya pada tepian lintasan oval, asalkan larinya yang 40m terakhir ada di atas tempat awalan yang datar-rata. Pasal 220 Lompatan Horisontal Lintasan lari awalan/Ancang-ancang

1. 2.

Pondasi di atas mana permukaan tempat lari ancang-ancang diletakkan haruslah solid, kokoh-kuat atau bila dari konstruksi yang menggantung (seperti papan-kayu ditumpangkan pada balok-silang) tanpa ada bagian-bagian khusus yang rusak. Atlet boleh memulai lari ancang-ancangnya dari tepian lintasan oval asalkan bahwa 40m terakhir dia berlari pada jalur-lintasan yang datar-rata.

123

Pasal 221 Tolak Peluru Sektor Pendaratan Peluru 1.. Sektor pendaratan lemparan harus terdiri dari material yang cocok di atas mana peluru akan membuat goresan bekas jatuh, tetapi akan memperkecil terjadinya lentingan-membal peluru. 3. Sektor pendaratan lemparan ini harus dikelilingi pada bagian ujung jauh dan pada kedua sisinya sedekat mungkin dengan lingkaran yang mungkin berguna bagi keamanan bagi atlet yang lain & petugas, dengan suatu alat penghalang yang harus menghentikan sebuah peluru yang lagi terbang/bergerak atau memantul dari permukaan tempat pendaratan. Mengingat terbatasnya ruang di dalam arena indoor, daerah yang dipagari dengan penghalangpeluru mungkin tidak cukup luas untuk meliputi sektor seluas 34.92°. Kondisi berikut ini harus berlaku terhadap setiap larangan/pembatasan. a) penghalang pada ujung jauh haruslah minimum 50cm di luar rekor tolak-peluru dunia yang sekarang untuk putra atau putri. b) Garis-sektor pada kedua sisi samping haruslah simetris terhadap garis-tengah sektorlemparan 34.92°. c) Garis-sektor di samping dimana mereka tidak membentuk bagian dari sektor 34.92° boleh berjalan secara
radial dari titik pusat lingkaran peluru dibuat sirkel dengan cara yang sama garsi-sektor 34.92°,. atau mungkin dibuat paralel satu sama lain dan garis yang sama dari sektor 34.92°. Dimana garis-sektor adalah paralel, pemisahan minimum dua garis-sektor haruslah 9m. Konstruksi Peluru Tergantung dari macam daerah pendaratan peluru (lihat butir 2) , peluru itu terbuat dari metal yang solid-kuat atau dibungkus metal atau secara alternatif dengan plastik lunak atau pembungkus karet dengan suatu isian yang cocok. Kedua macam, peluru tidak boleh digunakan di dalam perlombaan yang sama. Metal yang Solid atau Peluru dibungkus Metal Ini semua harus memenuhi peraturan Pasal 188.4 & 188.5 untuk tolak- peluru outdoors. Peluru dibungkus Plastik atau dibungkus Karet Peluru harus memiliki suatu kantong plastik lunak atau karet dengan suatu isian yang sesuai sehingga tak terjadi kerusakan yang disebabkan ketika jatuh mendarat pada lantai ruang-olahraga yang biasa. Ini harus bulat (spherical) berbentuk bola dan permukaannya harus tidak ada bagian yang kasar dan harus halus merata. Peluru ini harus sesuai/memenuhi spesifikasi-spesifikasi berikut :

PELURU Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam pembuatan suatu rekor dalam perlombaan dan untuk diterima 4.000 kg 7.260 kg

Informasi untuk pembuatan: Variasi berat alat untuk keperluan perlombaan 4.005kg 7.265kg 4.025kg 7.285kg Diameter Minimum Diameter Maximum 95 mm 130 mm 110 mm 145 mm

124

Pasal 222 Perlombaan Event Gabungan Panca Lomba Putra (Men Pentathlon) Pancalomba ini terdiri dari lima events, yang harus dilaksanakan dalam satu hari dengan urutan sebagai berikut : 60m larigawang, lp.jauh, tl.peluru, lp.tinggi, lari 1000m. Sapta-lomba Putra ( Men Heptathlon) Heptathlon ini terdiri dari 7 event yang harus dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dengan urutan sebagai berikut : - Hari Pertama: lari 60m, lp.jauh, tl.peluru, lp.tinggi - Hari Kedua : lari 60m gawang, lp.tinggi-galah, lari 1000m Pancalomba Putri (Women Pentathlon) Pentathlon ini terdiri 5 event yang dilaksanakan dalam satu hari dengan urutan sbb.: Lari 60m gawang, lp.tinggi, tl.peluru, lp.jauh, lari 800m. Heat-heat dan Grup-grup Lebih disukai ada empat atlet atau lebih, namun tidak pernah kurang dari tiga atlet yang ditempatkan dalam tiap heat atau grup.

Revisi IAAF RDC JKT: 05.12.2005 Aturan Lomba Atletik 2006-2007 Alih Bahasa : H. Suyono Ds.

Jalan-cepat adalah gerak-langkah maju yang dilakukan sedemikian rupa sehingga si-pejalan (kaki) tetap bersentuhan dengan tanah. b). dan hanya bertindak sebagai Judge dalam suatu situasi khusus yang dikemukakan pada butir a) diatas da lam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1. Asisten Ketua Judge adalah untuk membantu dengan hanya membe ri tahukan tentang diskualifikasi dan tidak harus bertindak sebagai Judge Lomba Jalan-cepat. Dalam lomba sesuai peraturan Pasal 1.1 a). Pengawasan (Judging).125 SEKSI VII . d).Ketua Judge memiliki wewenang untuk menjatuhkan diskuali fikasi kepada seorang atlet hanya dari sirkuit lomba ke stadion dan di dalam stadion apabila lomba itu berakhir/finis di dalam stadion atau dalam jarak 100m terakhir bila lomba itu berlangsung sematamata di jalur lintasan atau pada jalur lomba di jalanan. ketika cara bergerak majunya nyata-nyata gagal memenuhi aturan butir 1 di atas tanpa menghiraukan apakah dia telah menerima peringatan sebelumnya. semua Judge haruslah Judge Internasional/ Area untuk Lomba Jalan-cepat. b) Ketua Judge harus bertindak sebagai petugas pengawas (supervising official) untuk perlombaan.1 a). biasanya harus ada 6 orang Judge termasuk Ketua Judge. e) Untuk lomba jalan-cepat di jalanan.1 b) dan c). g) Dalam lomba jalan-cepat yang dilaksanakan sesuai peraturan Pasal 1.ta telanjang manusia.EVENT LOMBA JALAN-CEPAT Pasal 230 LOMBA JALAN-CEPAT (Race Walking) Batasan/definisi Lomba Jalan Cepat.ruskan (tidak bengkok pada lutut) sejak saat persentuhan pertama de.1 . maximum dua Asisten Ketua Judge boleh diangkat oleh Komite Penyelenggara Lokal setelah berkonsultasi dengan Ketua Judge dan Delegasi Teknik. semua Judge harus lah 'Judge Internasional Lomba Jalan-cepat'. dan tidak ada saat hilang kontak dengan tanah yang ter-amati/terlihat oleh ma. b). Dalam lomba-atletik sesuai Pasal 1. c) Semua Judges harus bertindak dalam kapasitas individu masing-masing sing dan keputusan-keputusannya harus didasarkan atas hasil observasinya yang cermat yang dilancarkan dengan mata-kepala sendiri. f) Untuk lomba jalan-cepat di lintasan. harus segera memilih seorang Ketua Judge. c).1 a). a) Semua 'Judges' (judge-judge) untuk lomba jalan-cepat yang ditunjuk/ diangkat. bila memang belum ada yang ditunjuk sebelumnya.ngan tanah hingga mencapai posisi (badan) tegak/vertikal. Dalam lomba sesuai Pasal 1. d) Dalam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1. Kaki yang digerakkan maju ke depan harus dilu. b). termasuk Ketua Judge yang bertugas.dan d).1 a). c). biasanya harus ada minimal 6 orang & maximal 9 Judges. dan c).

dapat dikenakan tindakan disipliner lebih lanjut sesuai dengan peraturan IAAF Pasal 22. cara mereka bergerak maju berada dalam bahaya me langgar batasan pengertian jalan-cepat. Gagal untuk segera memberi tahukan tidak harus berkhir dengan menerima kembali seorang atlet yang telah dikenakan diskualifikasi. mereka gaga memenuhi/ mentaati peraturan tersebut butir 1 di atas dengan menunjukkan hilangnya kontak kaki dengan tanah atau lutut-bengkok pada suatu saat dalam lomba. . seorang Ofisial yang bertugas pada Papan Peringatan dan seorang Pencatat Ketua Judge harus ditunjuk/diangkat oleh Komite/Panitya Penyelenggara setelah berkonsultasi dengan Ketua Judge Lomba Jalan-cepat dan Delega si Teknik. Dan signal merah ini digunakan oleh Ketua Judge untuk memberi tahukan atlet atas diskualifikasi baginya. harus ditunjukkan kepada atlet lomba. atlet ini terkena diskualifikasi dan dia harus diberi tahu tentang diskualifikasi ini oleh Ketua Judge atau Asisten Ketua Judge. dan c). terhadap mereka tidak akan diberikan'perhatian' ke dua kalinya dari Judge yang sama. Atlet boleh juga diberi tahukan atas diskualifikasinya oleh Wakil/Deputy Ketua Judge.la pada saat berjalan. dua orang Judges dari kebangsaan yang sama tidak dapat memiliki wewenang/kekuasaan yang sama untuk menjatuhkan diskualifikasi. gagal memenuhi ketentuan atu ran dimaksud dalam paragraf/butir 1 di atas. Dalam lomba di jalur-lintasan (dalam stadion). Mereka itu tidak berhak untuk mendapat perhatian ke dua kalinya dari Judge yang sama untuk pelanggaran yang sama pula. seorang atletlomba yang dijatuhi diskualifikasi harus secepatnya keluar mening galkan lintasan dan dalam lomba di jalan-raya dia setelah terkena diskualifikasi harus segera melepaskan/menanggalkan nomor-atlet nya yang dia pakai dan keluar meninggalkan jalur-lomba. Tiap atlet yang terkena diskualifikasi gagal untuk segera keluar jalur-lomba atau lintasan. Atlet jalan-cepat harus mendapat'perhatian'dari Judge apabi. Sebuah tanda berwarna dasar 'kuning' dengan simbul pelanggaran pa da tiap sisi. Tanda berwarna 'merah' menunjukkan penjatuhan 'diskualifikasi' ba gi atlet.1 f) dan Pasal 145. Setelah memberikan perhatian kepada seorang atlet.Atlet harus diberi ‘peringatan' apabila sesuai caranya bergerak maju. b) Bila seorang atlet menerima 'peringatan' dari tiga orang Judge yang berbeda.1 a). Apabila menjadi tidak praktis untuk memberitahukan kepada atlet lomba tentang terjadinya diskualifikasi selama perlombaan. Judge ini harus memberi tahukan kepada Ketua Judge atas tindakannya sesuai per Lombaan. 126 Perhatian (caution). Dalam semua lomba-atletik. Peringatan dan dis-kualifikasi. bila suatu 'perhatian' ditujukan kepadanya. apakah dikontrol langsung oleh IAAF atau terjadi dengan seizin/permit IAAF. a) Setiap usul/proposal dari Judge untuk diskualifikasi ini disebut suatu 'peringatan'(warning).tidak lebih dari satu orang Judge dari tiap negara (atlet) yang boleh bertugas (officiating). Untuk semua perlombaan sesuai Pasal 1. Untuk kesalahan yg sama. maka diskualifikasi ini akan dikenakan/dijatuhkan secepatnya setelah lomba usai. b).

Staf/Petugas Kesehatan ini harus diberi tanda yang jelas. atau dengan bantuan Petugas Pos memberikannya di tangan atlet. hal ini apabila kondisi cuaca memperingatkan untuk penyediaan yang demikian.1 a) alat komputer yang dipeganga di tangan dengan kemampuan transmisi/ penyebaran harus digunakan oleh para Judges dalam mengkomunikasikan semua peringatan kepada Pencatat dan Petugas Papan Peringatan. Seorang atlet yang mengambil penyegar di tempat lain di luar Pos Penyegar. atau lebih sering apabila cuaca menghendaki penyediaan demikian. ditempatkan kira-kira di pertengahan antara dua pos-minum. Dalam lomba jalan-cepat sesuai peraturan IAAF Pasal 1. suatu peringatan lima menit sebelum start lomba harus diberikan. a) Air & penyegar lain yang cocok harus tersedia di tempat start & finis untuk semua lomba. d) Seorang atlet harus segera keluar meninggalkan arenalomba bila diperintahkan demikian oleh anggota dari Tim Petugas Kesehatan/Medis dari Pan-Pel.1 a). membuka dirinya bertanggung-jawab terhadap diskualifikasi. Keamanan dan Kesehatan/Medis. posminum/guyur. dimana yang disediakan hanya air-saja. Ini harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk dicapai/diraih.rompi/jaket atau pun tanda lain yang menyolok. b) dan c).baik berupa ban-lengan.3.1 a). Prosedur dan Aba-aba baku untuk lomba lebih jauh dari jarak 400 m harus menggunakan aturan Pasal 162.Sebuah Papan-Peringatan harus ditempatkan di luar jalur-lintasan dekat garis-finis. b) Dalam lomba sesuai Pasal 1. a) Panitya Penyelenggara Lomba Jalan-cepat harus menjamin keamanan/ keselamatan seluruh atlet dan para petugas/petugass. c) Suatu bantuan berupa pemeriksaan kesehatan/medis selama perlombaan berlangsung oleh Petugas Medis yang ditunjuk/diangkat oleh Pan-Pel. Start 5.c) maximum dua orang Petugas dari masing-masing negara dapat diberi 127 . b). Dalam lomba sesuai Pasal 1. Pos-pos minum/guyur/penyegar. pos-minum & pos-pos guyur harus diadakan dengan jarak interval yang sesuai. Bagi semua perlombaan sesuai Peraturan IAAF Pasal 1. Untuk semua event lebih dari 10 Km.dan bila perlu dengan tambahan peringatan.hendaklah tidak dianggap sebagai pemberian bantuan kepada atlet. Dalam lomba yang atletnya berlimpah-ruah. harus tersedia di pos-pos yang dikehendaki atlet yang bersangkutan. b) Untuk semua lomba (yang dilaksanakan di lintasan atau di jalanan) sampai jarak 10 km. Penyegar yang mungkin disediakan oleh Pan-Pel atau oleh para pe serta-lomba sendiri. Lomba jalan-cepat harus diberangkatkan dengan isyarat tembakan pistol-start.1a). dengan diberi tanda yang jelas. b) dan c). Pan-Pel harus menjamin bahwa jalan-raya yang digunakan sebagai jalur-lomba adalah tertutup bagi lalu-lintas bermotor dari semua arah. pos penyegar harus diadakan pada tiap sekali-putar jalur-lomba (lap). guna memberi informasi kepada para atletlomba akan jumlah 'peringatan'(warning) yang telah diberikan kepada tiap atlet. lomba jalan-cepat harus dijadwalkan untuk start & finis di siang hari (day-light).Sebagai tambahan.

Tidak ada seorangpun petugas berlari disamping atlet sedangkan dia lagi mengambil air penyegar.tugas membantu di belakang meja-penyegar setiap saat. maka jalur-lomba keliling(sirkuit) tidak lebih dari 2. asalkan dengan keluar jalur-lomba demikian dia tidak mengurangi jarak-lomba yang harus ditempuh. b). Dalam Lomba Jalan-cepat di jalanan 20 km atau lebih. 10. 128 IAAF RDC-JKT: 08. b) Jalur-lomba harus diukur sesuai dengan peraturan IAAF Pasal 240.2004. dan c).12. Bagi event yang start dan finis di dalam stadion.5 km dan tidak lebih pendek dari 2 km.10. a) Untuk lomba jalan-cepat yang dilaksanakan sesuai Pasal 1. Jalur-lomba di jalan-raya. Suyono Ds. Tingkah-laku dalam lomba. jalur sirkuit itu harus ditempatkan sedekat mungkin dengan stadion. seorang atlet boleh meninggalkan/keluar dari jalanan atau lintasan dengan seizin & dibawah pengawasan seorang Official(Judge/Judge). Revisi Aturan Lomba Atletik 2004/2005 Alih Bahasa: H.3. Masalah transponder: lihat peraturan Pasal 240.1 a). .

jalur-lomba yang diukur harus dicat dengan warna monyolok yang tidak akan dikacaukan oleh tanda-tanda/marka lain. b) dan c) dan dalam lomba-lomba atletik yg diberi sank si IAAF langsung.10km. Penempatannya harus ditentukan dan tidak lebih lama dari pengukur annya. 25 km.129 SEKSI VIII . 30 km.5km. Untuk pengukuran de. bi lamana lalu-lintas atau keadaan yang mirip membuatnya tidak sesuai lagi untuk dijadikan arena/jalur-lomba. Dalam lomba sesuai Pasal 1. Tempat Start dan finis lomba-lari ini harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm (minimal).gah kependekan” harus diperhitungkan di dalamnya bila sedang meng adakan pengukuran atas jalur-lomba dimaksud. Catatan : 1) Disarankan bahwa lomba lari estafet-jalan-raya dilombakan dengan menempuh jarak marathon.1%.dan 6.LOMBA LARI JALANAN Pasal 240 LOMBA LARI JALANAN Jarak lomba-lari yang baku bagi atlet putra-putri adalah: 10 km. 5km. palang-perintang/barikade.estafet jalan-raya ini disarankan untuk menem puh jarak 'Half Marathon' dengan tahapan sbb: 5km.7. bila mungkin b)dan c).10km. 100 km dan Lari Estafet Jalan-raya (Road Relay).maka disarankan agar“faktor pence. 20 km. diukur dengan garis-lurus antara keduanya tidak harus terpisah lebih jauh 50% daripada jarak yang dilombakan.098km. Disarankan bahwa untuk semua lomba-lari jalan-raya yang dilaksanakan atas jarakstandard. 5km. ketidak pastian dalam pengukuran tidak boleh lebih dari 0. idealnya dilarikan dengan menempuh jalur-lomba berbentuk'loop'(cincin) sepanjang 5 km dengan pengaturan pentahapan sbb.:5km. Catatan : Untuk keperluan pengukuran jalur-lomba. Dalam lomba sesuai Pasar Pasal 1. 2) Disarankan bahwa lomba lari estafet jalan-raya diadakan pada bu Lan April/Mei atau September s/d Desember.maka titik-titik tempat start & finis.ngan menggunakan sepeda faktor ini sebesar 0.195 km). Panjang jalur tidak boleh lebih pendek dari jarak resmi yang dilombakan. yaitu 1 m per Km.1 a). jalur-lombanya harus diukur melalui jarak terpendek yang memungkinkan seorang atlet dapat menempuhnya pada bagian jalan yang digunakan untuk lomba. dll. Catatan: Disarankan bahwa untuk lomba-lari jalan-raya yang diatur tahapannya atas jarak-standar. Dalam lomba-lari jalanan. .195km. Bagi atlet Junior. disarankan agar digunakan metoda “sepeda yang dikalibrasikan (Calibrated Bicycle Method)”. Lomba lari jalanan ini dilakukan di jalan yang diperkeras.Namun.Sedangkan start & finis dapat mengambil tempat di dalam suatu Stadion atletik.lur-speda atau jalan setapak sepanjang jalan besar dengan diberi tanda-tanda yang cukup.5km. pengurangan kemiringan medan antara tempat start dan finis harus tidak melebihi 1:1. 15 km.1 a). seperti: kerucut. tetapi tidak di atas permukaan tanah yang gembur seperti rumput dan sebagainya. Marathon(42. dan pembuatan dokumennya atas keputusan demikian harus dimasukkan ke dalam laporan pengukuran.000. maka dapat diadakan di ja. Bila diniatkan bahwa bagian dari jalurlomba pada hari perlombaan baru akan ditentukan dengan menggunakan alat-alat yang tidak tetap/permanen.yang berarti tiap kilometer di jalanan akan terukur jarak jalur sepanjang 1001 m.1% (yaitu 42m untuk Marathon) dan panjang-jalur lomba harus telah dibuatkan sertifikat lebih dulu dan disahkan oleh Ahli/Juru Ukur IAAF (PASI). HalfMarathon. Untuk menghindari diketemukannya jalur-lomba menjadi kependekan pada pengukuran yg akan datang.

Staf atau Petugas demikian harus diperlengkapi dengan tanda-tanda yang men colok. selama perlomban berlangsung kepada atlet-lomba. ini apabila kondisi cuaca memberikan peringatan demikian untuk menyediakannya. Semua prosedur pergantian-tongkat (estafet) harus terjadi di dalam zona itu. Garis yang mirip itu harus dibuat 10m sesudah garis nol. atau atribut lain yang jelas. Abaaba dan prosedur yang baku untuk event lari lebih-jauh dari 400m harus digunakan (Pasal 162. c) Untuk event lomba 10 Km atau lebih. .1 a). harus dapat diperoleh/tersedia di pos -pos dimana dikehendaki oleh si atlet yg berkepentingan. atau lebih sering bila kondisi cuaca mengingatkan untuk penyediaan demikian. seorang atlet boleh meninggalkan jalanan atau lintasan dengan seizin dan dibawah pengawasan seorang Judge/Judge. a) Air-minum dan penyegar lain yang cocok. Dalam lomba sesuai Pasal 1. air-minum dan air-guyur harus disediakan pada setiap interval yg ditentukan kira-kira 2-3 km.Sebagai tambahan.Penyegar yang disediakan oleh atlet atlet harus selalu diawasi Petugas yang ditunjuk oleh PanPel sejak penyegar itu diserah kan oleh atlet atlet atau Perwakilannya. yang hanya menyediakan air saja. b b) Kesehatan Pertolongan yang diberikan oleh Petugas Kesehatan/Medis yang ditunjuk/diangkat. 9. asalkan dengan keluar meninggalkan jalur-lomba dia tidak memperpendek jarak-lomba yang harus ditempuh. guna menunjukkan adanya daerah pergantian tongkat. Dalam lomba-lari jalanan.' Seorang atlet harus segera keluar/meninggalkan dari perlombaan bila diperintahkan begitu oleh seorang anggota Petugas Kesehatan resmi yg ditunjuk/diangkat oleh Panitia Penyelenggara.3). garis selebar 5cm harus dibuat melintang jalur-lomba untuk memberi tanda jarak setiap tahapan dan memberi tanda garis permulaan/nol(scratch-line). b). Dalam lomba yang atletnya berlimpah-ruah. pos-pos minum/guyur. Jarak jalur-lomba yang dinyatakan dalam Kilometer harus terpampang jelas bagi semua atlet lari di sepanjang jalur dimaksud. Penyegar yang dapat disediakan baik oleh Panitia Penyelenggara atau oleh para atlet atlet. Pos Penyegar : 8.4. harus ditempat kirakira di tengah-tengah antara dua pos penyegar. Start 6. a) Keamanan Panitia Penyelenggara lomba-lari jalanan harus menjamin keamanan/ keselamatan seluruh atlet. Seorang atlet yang mengambil penyegar di tempat selain di Pos Penyegaran. Untuk lomba lari-estafet jalan-raya. dan c) bila mungkin Panitia Penyelenggara harus menjamin bahwa jalanan yang untuk perlombaan ditutup dari semua arah bagi kendaraan/lalu lintas umum. Pos Minum. 130 Keamanan dan Kesehatan/Medis 7. suatu tanda peringatan 5 menit sebelum start harus diberi kan.Penyegar ini harus ditempatkan sedemikian rupa hingga si atlet mudah mengambilnya atau diberikan di tangan kepadanya oleh Petugas yang berwewenang. misal: ban-lengan. rompi/jaket. Lomba ini harus dimulai/di-start dengan tembakan start-pistol. b) Untuk semua event lomba sampai dengan jarak 10 km.topi-khas. pos-penyegar harus disediakan kira-kira pada setiap interval 5 km. menempatkan dirinya layak untuk dijatuhi diskualifikasi. yang diberi identitas jelas oleh Komite Penyelenggara. 5. Pos Guyur/Pembasuh. dengan tambahan peringatan-peringatan bila diperlukan. harus tidak dianggap sebagai 'pemberi-bantuan. harus tersedia di tempat start & finis semua perlombaan.

Namun. Penggunaan sistem pencatat-waktu transponder dalam lomba lari jalan raya yang dilaksanakan sesuai Pasal 1.1 detik).1 f). waktunya dia berlalu antara garis-start dan garis-finis dapat dibuat diketahui oleh atlet.disyahkan oleh Komitee Teknik IAAF. berat transponder dan perumahannya/wadahnya yang dibawa pada pakaian uniform atlet. Sistem ini distart/dimulai dengan pistol-start dari Starter atau alat start yang disyah-kan.sepanjang jalur-lomba atau di garisfinis.10. pada garis-finis atau selama semua garis finis atau sistem dikaitkan dengan hasil atau proses. bila seorang atlet melintas garis-start setelah pistol-start. termasuk implementasi komponen-komponennya dan spesi fikasi-spesifikasi tekniknya. sistem ini. waktu -resmi adalah waktu yang telah berlalu antara tembakan pistolstart dan dengan atlet mencapai garis-finis. Catatan : Untuk lomba lari jalan-raya dan lomba jalan-cepat jalanan. asalkan : sistem itu tidak memerlukan gerakan oleh atlet selama perlombaan berlangsung. resolusinya adalah 0. Urutan dimana atlet mencapai garis-finis akan dinilai/difikirkan sebagai posisi/kedudukan finis resmi. nomor atlet lomba atau sepatu adalah tida signifikan. tidak ada peralatan yang digunakan di tempat start. 131 .1 detik (yaitu: ini dapat memisahkan peser ta lomba yang masuk finis terpisah 0. g) dan h) adalah diizinkan. tetepi akan tidak dianggap sebagai waktu-resmi. penentuan waktu pemenang resmi adalah sesuai dengan peraturan Pasal 165 (Timing & Photo Finish). merupakan suatu rintangan yang signifikan atau penghalang kemajuan gerak atlet.

Lebih disukai bahwa rintangan buatan tidak boleh digunakan. Namun. b) Rintangan alami(natural) yang ada harus digunakan bila mungkin.LOMBA LARI LINTAS-ALAM Pasal 250 LOMBA-LARI LINTAS-ALAM (Cross-Country Races) Umum Meskipun mengerti bahwa. tanjakan yang tinggi dan turunan yang terjal & berbahaya. 132 Jalur-lomba lari lintas-alam. Musim lari lintas-alam biasanya terbentang sepanjang bulan-bulan musim-dingin (winter) setelah musim atletik usai. baik sebagai olahraga tersendiri maupun sebagai suatu latihan tambahan bagi cabang atletik.Untuk medan Kejuaraan-kejuaraan dan event internasional dan bila mungkin untuk keperluan perlombaan lainnya: a) suatu jalur-lomba berbentuk cincin harus dirancang. 2.nantang dan menarik. jalur lomba itu disyaratkan sebagai berikut : jalur-lomba lari lintas-alam harus dirancang untuk dilaksanakan di alam terbuka. semak-belukar yang tebal.untuk jalur-lomba jarak 1. dengan rintangan alami. harus dihindari.500m yang pertama. dapat ditambahkan dalam rangka mengatur jarak-lomba yang diminta/diperlukan untuk jarak keseluruhan bagi berbagai events dimana loop-kecil ini harus ditempuh dalam tahap-tahap awal da.(utamanya berkaitan dengan perbedaan musim/cuaca dan jarak) dan kesulitan dalam mengatur/membuat peraturan internasional yang baku/standar mengenai olahraga ini.dengan ukur.000m. 3.750m dan 2. Disarankan bahwa setiap loop harus memiliki kenaikan (ascent) total minimal 10 m. mereka harus dibuat untuk merangsang rintangan alami bertemu di medan terbuka. Dalam lomba yang atletnya berlimpah.SEKSI IX .ri event. Untuk itu lihatlah “IAAF Distance Running Manual” untuk memperoleh informasi rinci tentang pengaturan/ peng-organisaiannya. dan tiap rintangan yang menyimpan kesukaran yang tersembunyi dibalik tujuan perlombaan.juga parit /slokan yang curam. yang dapat digunakan menjadi jalur lomba oleh perancang jalur-lomba guna membangun/menciptakan medan yang me. rintangan yang sangat tinggi harus dihindari. maka haruslah diterima bahwa perbedaan antara event yang sangat sukses dan event yang tidak berhasil. disebabkan karena keadaan yang sangat beragam dalam kondisi dimana lari lintas-alam dilakukan di seluruh dunia. celah/lembah sempit atau rintangan lain yang akan membuat para atlet tertahan numpuk terhalang. Untuk keperluan suatu kejuaraan/lomba tingkat internasional. Area jalur-lomba ini harus luas/lebar yang cukup guna mampu menampung bukan saja jalur-lombanya tetapi juga semua sarana-prasarana yang diperlukan. Musim. ladang berpepohonan ber-rumput yang luas. Bila perlu. Peraturan berikut ini dimaksudkan sebagai petunjuk dan perangsang dalam membantu negara-negara untuk mengembangkan lari lintas-alam. Merancang jalur-lomba Lintas Alam 4. sering terletak pada sifat-sifat alami dari medan/venue dan kemampuan dari pihak perencana jalur-lomba.an loop/cincin antara 1. suatu loop kecil. . namun bila penggunaannya tidak bisa dihindari.

d) Selain tempat start dan finis. 7. Disarankan bahwa sepanjang satu sisi jalur ada koridor selebar 1 m.Putri jalur-panjang 8 km . kira-kira sepanjang : . Kotak-kotak pemberangkatan harus disediakan & anggota tiap-tiap regu/tim harus diatur berderet urut muka-belakang (berbanjar) pada saat start mulai l0mba. Bila tidak mung kin menghindari keadaan demikian di satu atau dua area pada ja. 3menit. Pos minum/guyur dan Pos Penyegar. harus dipasang untuk digunakan hanya bagi para petu gas Official dan dari Media (yang wajib-hadir dalam Event Kejuaraan ini). . jalur-lomba ini mempunyai lebar 5 m. 133 Lomba lari di daerah pegunungan(Mountain Races) . maka area itu harus diditutup dengan lapisan rumput.Putra jalur-pendek 4 km.Junior Putra 8 km.a) Jalur-lomba ini harus diberi tanda yang jelas dengan pita pada sisi kanan dan kiri. Jalur-lomba (Course) 5. pos-pos minum/ guyur harus disediakan pada setiap putaran-lari.c) Persimpangan jalan atau setiap macam permukaan jalan-aspal ha.lur-lomba. . Air-minum & penyegar lain yang cocok harus tersedia di tempat start dan finis dari semua perlombaan.permukaan bergelombang dengan pengkolan yang halus dan jalur-jalur lurus yang pendek.Junior Putri 6 km Disarankan bahwa jarak yang mirip-sama agar digunakan dalam Kejuaraan Nasional maupun Internasional lainnya. apabila kondisi cuaca memperingatkan kita untuk penyediaan itu. Disarankan bahwa selain daerah start dan finis. Daerah-daerah yang kritis harus dipagar rapat-kuat utamanya daerah start(termasuk daerah/tempat pemanasan & ruang -panggil)dan daerah finis(termasuk zona pertemuan=mixed zone).3) Dalam lomba internasional. Lomba lari lintas-alam ini harus dimulai/distart dengan tembakan-pistol start.diri dari lintasan lurus yang panjang. jalur-lomba itu tidak boleh ter. tanah ataupun matras. harus diberikan tanda peringatan : 5 menit. adalah yang paling cocok. Suatu medan yg 'alami' . 8. Aba-aba standar dan prosedur untuk event lari jarak LEBIH DARI 400M harus digunakan (Pasal 162.rus dihindari atau diupayakan seminim mungkin.Putra jalur-panjang 12 km. dan 1 menit. Hanya orang-orang berakreditasi yang boleh mendekat-masuk ke daerah pertemuan ini. Orang/penonton umum hanya diizinkan untuk melintas jalur lomba dalam tahap-tahap awal lomba di tempat-tempat persimpangan yang diawasi/dijaga Petugas/Bagian Keamanan. dipagar kuat-rapat dari sisi luar jalur-lomba. Jarak-jarak Lomba 6. .Putri jalur-pendek 4 km . Jarak-jarak lari lintas alam dalam "Kejuaraan Tim Lintas-alam Dunia IAAF. Start. Untuk semua event. termasuk tempat-tempat rintangan.

Dan jalur-lomba itu dapat didesain sebagai suatu lari berputar/keliling. Jarak-lomba yang disarankan dan jumlah tanjakan untuk lomba internasional adalah sebagai berikut : 134 Khusus lomba hanya menanjak naik perbukitan Jarak-lomba Jarak-naik Putra Senior Putri Senior Putra Junior 12 km 7 km 7 km 1200 m 550 m 550 m Start / Finis pada ketinggian yang sama Jarak-lomba Jarak-naik 12 km 7 km 7 km 700 m 400 m 400 m Tidak lebih dari 20% jarak jalur-lomba itu adalah jalan berpermuka an aspal. .9. Lomba lari di daerah pegunungan mengambil tempat melintasi alam-ter buka utamanya di luar jalanan (off-road) dan sejumlah tanjakan (un tuk lomba yang 'hanya menanjak naik') atau menanjak & menurun (untuk lomba yang lokasi start & finish pada ketinggian yang sama).

10. Untuk event individual. 6. Dalam ini adalah rekor suatu lari-esta fet. semua informasi yang dibutuhkan untuk pengesyahan/ratifikasi Rekor dimaksud oleh IAAF. maka duplikat formulir itu harus di. maka rekor yang demikian tidak akan diteruskan dianggap sebagai suatu rekor-dunia oleh IAAF.lah satu Anggota IAAF. Tiap atlet yang menciptakan suatu rekor-dunia harus tunduk kepada n kontrol-doping pada akhir dari evenbt itu sesuai dengan peraturan IAAF yang sekarang berlaku. Negara Anggota IAAF ini harus secepatnya/segera meng-informasikan kepada IAAF akan niat nya itu & segera menyerahkan dokumen prestasi yang diperlukan itu kepada IAAF. 8. Bila seorang atlet telah mengakui bahwa beberapa waktu sebelum menca pai suatu Rekor Dunia. Kategori Rekor-rekor Dunia berikut ini diterima oleh IAAF : Rekor-rekor Dunia. Hasil dari test ini harus diberikan oleh suatu laboratorium yang mendapat akreditasi IAAF untuk ditambahkan kepada informasi lain yang diminta oleh IAAF untuk pengesahan rekor dimaksud.22 c)).REKOR-REKOR DUNIA Pasal 260 REKOR-REKOR DUNIA Kondisi Umum 135 Suatu rekor harus diciptakan dalam suatu kompetisi/perlombaan yang jujur (bona fide) yang telah sebagaimana diatur. Apabila suatu erekor telah diciptakan oleh seorang atlet atau suatu Tim/regu. 5. Anggota dari negara dimana rekor diciptakan harus mengirimkan dengan lembaran formulir aplikasi resmi : a) Program perlombaan yang tercetak.dia atas permintaan dari Markas IAAF. untuk dapat diterima oleh IAAF. Tidak ada suatupun prestasi akan diakui sebagai suatu Rekor-Dunia sampai hal ini diratifikasi/disahkan oleh IAAF.wenangkan/disyahkan sebelum hari suatu event oleh Anggota IAAF dima na event itu dilaksanakan dan diselenggarakan sesuai aturan-lomba IAAF.ai Pweraturan IAAF dan ada di bawah judgesdiksi (batas kekuasaan)sa. Bila aplikasi itu menyangkut atlet asing (atau tim asing). . Formulir aplikasi resmi dari IAAF harus diisi lengkap dan dikirim per pos-udara ke Markas IAAF dalam tempo 30 hari.Formulir itu terse. 7. Rekor-rekor Indoor Dunia. haus berpartisipasi dalam event dimaksud. Rekor Dunia iru harus lebih baik/tajam atau sama dengan Rekor Dunia yang ada untuk event itu. minimal tiga orang atlet dan untuk lari estafet minmum dua tim. 9.kirim dalam tempo yang sama kepada Federasi Anggota IAAF dari atlet (atau tim/regu) yang bersangkutan. diiklankan dan di. tanpa menunda waktu.PERATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006-2007 SEKSI X . kemudian terkena nasehat dari Komisi Anti-Doping & Medis. dia telah menggunakan atau mengambil keuntung an dsari suatu zat/substance atau teknik yang terlarang pada waktu itu. maka IAAF harus tidak akan mengesyahkan rekor dimaksud. semua anggota tim estafet harus di-test. Apabila test itu hasilnya positif atau bila test demikian tidak dilakukan. Anggota IAAF di negara dimana prestasi rekor itu dicipta kan haruslah menghimpun. Atlet yang meraih rekor harus memenuhi syarat untuk berlomba sesu. a b) Hasil-lengkap perlombaan event dimaksud b c) Hasil foto dari foto-finis (photograph) (lihat Pasal 260. Rekor-rekor Junior Dunia.

IAAF akan menerbitkan daftar ini pada tanggal 1 Januari tiap tahun. 20.Suatu lintasan lari (running-track) atau jalur-awalan (run-way) yang digunakan harus dibuat di atas suatu pondasi yang kokoh-kuat (solid). radius dari jalur lari yang luar tidak melebihi 50m. Untuk Rekor Dunia Junior.Pembatasan ini tidak berlaku bagi event Lari Halang-rintang (Steeple Chase) dimana rintangan bak air ditempatkan di luar lintasan 400m yang normal/biasa. Bila rekor itu tidak disyahkan. kecuali dimana tikungannya dibentuk oleh dua radius yang berbeda. 16. Rekor-rekor outdoor boleh dibuat hanya di atas lintasan yang sesuai dan memenuhi Pasal 160. 17. lintasan di atas mana rekor itu diciptakan harus tidak melebihi jarak 402. Bila suatu Rekor Dunia telah disyahkan/ratifikasikan. Rekor-rekor yang dibuat dalam heat/seri atau lomba kualifikasi. aplikasi pertama atas nama atlet tersebut harus disertai dengan satu copy pasport dia. IAAF akan selalu memperbaharui Daftar Rekor-rekor Dunia resmi setiap kali suatu Rekor Dunia baru telah disyahkan. IAAF akan segera memberi informasi kepada Federasi Anggota (IAAF) dari si atlet pemecah rekor. Bila ada keraguan apakah rekor itu harus diterima atau tidak. 263. surat bukti-lahir atau dokumen resmi yang mirip yang sesuai benar tanggal lahir dia.yang sesuai/memenuhi Pasal 140 dengan ataupun tanpa atap. dengan mengabaikan apakah si atlet menyelesai kan seluruh event dalam Event gabungan atau tidak. Daftar ini harus me rupakan/mewakili prestasi yang diakui IAAF sebagai prestasi terbaik dari tanggal tercantum dalam daftar yang diciptakan oleh seorang atlet atau suatu tim/regu atlet dalam setiap event yg diakui yang tertera dalam Pasal 261.11.2m (220 yards). Presiden dan SEKJEN IAAF bersama-sama adalah berwewenang untuk mengakui Rekor-rekor Dunia. Untuk Rekor-rekor Dunia Indoor : Rekor itu harus telah diciptakan dalam suatu stadion. 21. Untuk suatu rekor pada tiap jarak 200m atau lebih untuk diakui. IAAF akan menyediakan Plaket Rekor Dunia yang resmi. Untuk Rekor-rekor Lari dan Lomba Jalan-cepat. yang memenuhi syarat-syarat tercantum dalam Pasal 211 dan Pasal 213. Rekor itu harus diciptakan di atas suatu lintasan (track).3m (440 yards) dan lomba itu harus distart pada bebera pa bagian dari perimeter. Kecuali dalam Event-event Jalanan (jalan-raya): Rekor itu harus dibuat/diciptakan dalam suatu fasilitas (saranaprasarana)atletik. kondisi-kondisi 136 . boleh diajukan untuk ratifikasi/pengesyahan. dalam menentukan hasil-sama (tie) dan dalam event individual dalam Lomba Event Gabungan. 19. untuk diberikan kepada para (atlet) Pemegang Rekor Dunia. 15. 14. Tidak ada prestasi yang dibuat oleh seorang atlet akan diakui apabila hal ini telah dilakukan di dalam suatu perlombaan campuran (mixed competition). 13. Kondisi Khusus 18. Untuk lomba jarak 200m atau lebih . lintasan oval boleh tidak memiliki panjang yang biasa/normal dan lebih dari 201. Federasi yang mengajukan untuk rekor dan Asosiasi Kawasan (Area) yang relevan. 22. maka IAAF akan memberikan alasanalasannya. maka masalahnya harus diajukan untuk mendapat keputusan ke Dewan / Dewan IAAF. dalam kasus mana yang lebih panjang dari kedua lengkungan harus tidak terhitung lebih dari 60° dari putaran 180°. 12. 262. kecuali jika tanggal-lahir si atlet telah terlebih dulu dikonfirmasikan oleh IAAF.

Diizinkan bagi beberapa orang atlet untuk melakukan beberapa rekor dalam lomba yang sama. untuk maksud peraturan ini. Rekor-rekor Dunia mungkin diberikan untuk lebih dari satu presta si dalam suatu kompetisi. Namun.nuhi seksi-seksi yang relevan dari Pasal 165 haruslah diterima. e) Dalam lomba lari yang dilarikan dalam jalur-lintasan. Untuk Rekor-rekor Lomba Jalan-cepat Dunia : Minimal tiga Judges yang berasal dari salah satu Panel IAAF dari International Race Walking Judges atau Area Level Judges harus menjadi petugas (officiating)selama perlombaan dan harus menandatangani formulir aplikasi. Namun. 9 & 10. informasi tentang kecepatan angin yang diukur sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 184. Bila kecepatan angin yang diukur searah dengan arah lompatan di belakang si atlet dengan rata-rata lebih dari 2m per detik. 5 & 6 harus di ajukan/disertakan.akui haruslah sama atau lebih unggul/tajam daripada prestasi ter baik sebelumnya pada saat itu.4). asalkan bahwa setiap rekor begitu di. Waktu yang dicatat oleh atlet pertama dalam tim-estafet tidak boleh diajukan sebagai suatu rekor. ketepatannya telah dikonfirmasikan oleh seorang Judge Pengukur yang memenuhi syarat (qualified). tidak diizinkan bagi seorang atlet untuk diberi kredit dengan suatu rekor pada suatu jarak yang lebih pendek. b) Untuk lomba sampai dengan 400m. termasuk suatu sistem yang didasari video. 25. semua dari anggotanya adalah warga-negara dari suatu negara Anggota tunggal. d) Untuk semua rekor-rekor sampai dengan 200m. 23. yang diukur seperti yang dinyatakan dalam Pasal 163. Kewarga-negaraan dapat diperoleh dalam suatu jalan yang mengacu kepada Pasal 5. 26. maka rekor itu tidak akan diterima. informasi tentang kecepatan angin.lah disyahkan (lihat Pasal 165).berikut ini untuk pencatatan waktu harus diperhatikan : a) Rekor –rekor itu harus diambil waktunya oleh para pencatat-waktu resmi atau oleh suatu alat photo-finis otomatis penuh yang te. adalah suatu hal yang wajib. Untuk lomba-lomba atas jarak yang beragam : Suatu lomba harus dinyatakan hanya menempuh satu jarak saja. harus disertakan. Bila kecepatan angin yg diukur diarah lari di belakang atlet yang rata-ratanya melebihi 2m per detik.4. suatu lomba sesuai atas jarak yang ditempuh dalam waktu yang ditentukan boleh dikombinasikan dengan suatu lomba untuk menempuh suatu jarak tertentu (misal: 1 jam dan 20. f) Waktu-reaksi.8. Adalah dapat diizinkan untuk atlet yang sama dalam lomba yang sama untuk membuat beberapa jumlah rekor. Suatu Koloni (negara jajahan) yang adalah bukan suatu Anggota IAAF yang terpisah haruslah dianggap adalah bagian dari Negara Induknya. Dalam lomba lompat-jauh dan lompat-jangkit. bila dia tidak menyelesaikan jarak yang penuh dari lomba itu.000m – lihat Pasal 164. hanya prestasi yang dicatat oleh suatu alat photofinis otomatis penuh yang disyahkan yang meme. tidak akan ada rekor yang diterima dimana atlet telah berlari di atas atau di sebelah dalam dari batas lengkungan lebih dalam dari lintasan dia.apabila ada harus disediakan dalam semua perlombaan dimana suatu start-jongkok dan start-blok digunakan. Untuk Rekor-rekor Dunia Lari Estafet : Mereka ini hanya diciptakan oleh suatu tim. harus dimasukkan di dalam dokumentasi yang dikirim ke IAAF. maka rekor itu tidak akan diterima. 137 . Untuk Rekor-rekor Dunia dalam Event-event Lapangan (Field events) Prestasinya harus diukur apakah oleh 3 orang Field Judges dengan menggunakan pitaukur baja yang di kalibrasi & diberi sertifikat atau dengan batangan (bar) atau dengan suatu alat pengukur ilmiah yang disyahkan. 24. c) Photograph Foto-finis dalam kasus suatu rekor lintasan dimana pencatatan waktu otomatik sedang digunakan.

Apakah pengukur-jalur yang memberi sertifikat jalur-lomba atau pengukur lain juru-ukur “A” atau “B” yang memiliki data & denah pengukuran lengkap harus mengesyahkan bahwa jalur-lomba yang diukur adalah jalur-lomba yang diukur dengan mengendarai speda pada kendaraan depan. Untuk Rekor-rekor Lomba Jalan-cepat Jalan-raya / Jalanan : Jalur-lombanya harus diukur oleh seorang juru-ukur “A” atau “B” yang disyahkan oleh IAAF atau AIMS sebagaimana ditetapkan/diatur dalam Pasal 117 Sirkuit harus tidak lebih pendek dari jarak 2 km dan tidak lebih dari 2. Jarah pertengahan haruslah telah diukur dan diberi marka/tanda selama pengukuran jalur. lebih disukai oleh juru-ukur yang ber.27. Untuk Rekor-rekor Dunia lomba di jalan-raya / jalanan : Jalur-lombanya harus diukur oleh seorang Juru-ukur Klas “A” atau “B” dari IAAF atau AIMS yang telah disyahkan sebagaimana ditentukan dalam peraturan IAAF Pasal 117. 5km. seperti yang diukur untuk tiap event individual. kecuali bahwa dalam event-event dimana kecepatan angin diukur.195km. lebih disukai oleh seorang juru-ukur yang berbeda “A” atau “B” dari salah satu yang mengukur awal. Untuk Rekor-rekor Dunia dalam Event-event Gabungan : Kondisi-kondisi haruslah telah sesuai dengan tiap event individual. pada hari perlombaan atau segera sepraktis mung kin setelah perlombaan). lomba itu harus dilarikan dalam ta.5km dengan suatu kemungkinan start & finis di dalam suatu Stadion. 5km. 29. 10km. haruslah tidak terpisah lebih jauh daripada 50% dari jarak yang dilombakan. Kecepatan rata-rata ( sesuai atas beberapa kecepatan angin. Titik-titik Start dan Finis dari suatu jalur-lomba. Apakah juru-ukur jalur-lomba yang memberi sertifikat jalur-lomba itu atau juru-ukur lain “A” atau “B” yang memiliki data & denah pengukuran lengkap harus mengsyahkan bahwa jalur-lomba yang diukur adalah jalur yang ditempuh. pada hari ‘H’ perlombaan atau segera mungkin yang praktis setelah perlombaan). 10km. yaitu 1m per km.hapan: 5km. Catatan : Disarankan bahwa Badan Penguasa Nasional dan Asosiasi Kawasan/Area agar dapat mengadopsi Peraturan yang mirip-sama yang di atas itu dalam rangka pengakuan pencatatan rekor-rekor di ling kungan sendiri/masing-masing.beda “A” atau “B” dari salah satu pengukuran yang asli/orisinal. Untuk lari Estafet Jalanan. dibagi dengan jumlah event demikian) harus tidak melebihi plus 2m per detik. . Rekor-rekor Dunia Lomba Jalanan yang diciptakan pada jarak pertengahan dalam suatu lomba harus sesuai benar dengan kondisi yang ditentukan dalam Pasal 260 dan dicatat-watu sesuai dengan peraturan IAAF. yang diukur sepanjang garis-lurus antara mereka. 28. 7. Jalur-lomba ini harus dibuktikan di tempat (yaitu di dalam dua minggu sebelum. mini mal satu kondisi berikut ini harus dipenuhi : 138 Kecepatan angin di dalam tiap individual event harus tidak melebihi plus 4m perdetik. Jalur-lomba itu harus disyahkan di tempat (yaitu dua minggu sebelum. Penurunan elevasi/kenaikan) antaraaa start dan finis harus tidak melebihi suatu rata-rata 1 : 1000.

20km. 10. 20.20km. 3000m.000m. 5000m.000m. 25. 100km. l.000m.000m. l. 400mgw.000m.lembing Event gabungan : Sapta-lomba/Heptathlon. l. l.000m. 4 x 400m. 1000m. 400m. 400mgw. 25. Lari Estafet Jalanan (Hanya Jarak Marathon) Jalan-cepat (lintasan): 20.tinggi. 4x100m : 800m.galah. l. 30.cakram. 10. 2000m. : t. l.M. 5000m.000m. .000m. 15km. Jalan-cepat (Jalanan) : 20km. 4 x 100m. : t. lontar martil. 15km. 1000m. 30km. C.peluru. 4 x 1500m Lomba Lari Jalanan : 10km. 50. : . = catat manual) PUTRA Hanya C. 4 x 800m. 3. Half Marathon 25km. 100km. 30.jangkit.L atau C.L C. C. 1500m.000m.000m Halang-rintang (Steeple chase) Lari Estafet : 4 x 200m. Half Marathon.000 Halang-rintang (Steeple-chase) : 4 x 200m.Prestasi dicatat waktunya dengan tangan/manual (C. 200m. 200m.lembing. 3.jangkit.M : 100m. 30km. = catat listrik. Catatan: Alat pencatatan waktu yang disediakan dengan sistem transponder tidak akan diterima untuk rekor-rekor yang diciptakan dalam Event-event lomba jalanan/jalan-raya. 4 x 400m. 2000m.000m.t. 1 Jam.martil.t.jauh. : 800m. 50km.M) (C.jauh. 1 mil. Lompat Lempar : l. 1 Mil. Lompat Lempar Event gabungan PUTRI Hanya C. 3000m. l.M : 100m.Dasalomba/Decathlon.L atau C.Marathon.peluru. l.000m Jalan-cepat (jalanan) : 20km. 30. 1500m.139 PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006-2007 Pasal 261 EVENT-EVENT ATLETIK YANG REKOR DUNIANYA DIAKUI . 20.L) .000m.L. l.000m.Marathon. 4 x 800m. Dasalomba (Decathlon)* Hanya disyahkan bila melebihi 8000 points.tinggi. 1 Jam. 20.galah. l. 25km. Estafet Lomba Lari Jalanan : 10km.cakram. Lari Estafet Jalanan (Hanya Jarak Marathon) Jalan-cepat (lintasan): 10. 400m. 100mgw.L. : l. 110mgw.Prestasi dicatat dengan alat listrik otomatik penuh (C. l.

lembing.tinggi. l. l. . 3.ch . 400m.Prestasi dicatat waktunya dengan tangan/manual (C.peluru. 4 X 100m. l.ch.M.jauh. : Dasalomba.M) (C. l. 400mgw. = catat listrik.cakram. l.t. Catatan: Alat pencatat waktu yang disediakan dengan sistem transponder tidak akan diterima untuk rekor-rekor yang diciptakn dalam event-event jalanan / jalan-raya.500m.000m.cakram. 4 x 100m.000m st. l. PUTRI JUNIOR Hanya C. l. l.L.000m 5. 110mgw.000m Jalan-cepat(Jalanan) : 10km Lompat Lempar Event gabungan : l.000m. Dasalomba.tinggi.jauh. = catat manual) PUTRA JUNIOR Hanya C. Jalan-cepat(Jalanan) : 10km Lompat Lempar : l.galah.L C.jangkit. 1000m.* * Hanya disyahkan bila melebihi 7300 points. 3000m st. 200m.jangkit.peluru. lontar martil. l. 10.000m. 1 Mil. : 800m.lembing Event-gabungan : Saptalomba (Heptathlon).000m. : t.galah. : t. l. 400m.L atau C. Jalan-cepat(lintasan) : 10. 4 x 400m. 3. 3000m.M : 100m.M : 100m.Prestasi dicatat dengan alat listrik otomatis penuh (C. : 800m. 1500m. 200m.L. 100mgw.L) . 1 Mil. lontar martil.L atau C. C. 1. 1. 4 x 400m.140 Pasal 262 EVENT-EVENT UNTUK REKOR-DUNIA JUNIOR YANG DIAKUI . C. 10.t.000m. Jalan-cepat(lintasan) : 10. 400mgw. 5000m.

jangkit Lempar : t. 60m. 5000m. 4 x 400m. 1000m. 60m.E. Lomba Jalan-cepat : 5000m. 3000m. 200m. l.E.PERATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006-2007 141 Pasal 263 EVENT-EVENT untuk REKOR-REKOR DUNIA INDOOR yang diakui Prestasi dicatat dengan alat Elektrik Otomatis penuh (C.E. 4 x 400m.peluru Event gabungan : Hepatathlon (Saptalomba) PUTRI Hnaya C.jauh. Estafet: 4 x 200m. l. 400m.1500m. 3000m.E) Prestasi dicatat waktunya secara manual (C. 60mgw : 800m. : 50m.M : 50m.1 mil.1 Mil. l.jangkit Lempar : t. 5000m Estafet: 4 x 200m. Staf Sekretariat IAAF-RDC Jakarta “ Wassalaaam !!!!! Selamat meng-amalkannya !!!” .jauh. l.11. Suyono Ds.M) PUTRA Hanya C. atau C. C. 4 x 800m. 1000m.tinggi-galah. 4 x 800m Lomba Jalan-cepat : 3000m Lompat : l.2005 ATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006/2007 Alih Bahasa: H. C.tinggi. l. 400m 50m gw. tolong dicermati & dikoreksi !” IAAF RDC JKT: 19. “ Maaf. 1500m. l. 50m gawang. Lompat : l. 60m gawang : 800m.tinggi. 200m.M.Tinggi-galah.E atau C.peluru Event Gabungan : Pancalomba (Pentathlon).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful