1

INTERNATIONAL ASSOCIATION OF ATHLETICS FEDERATIONS

PERATURAN LOMBA ATLETIK - IAAF

2006-2007
( BAGIAN PERTAMA BAB 1 - BAB 4

)

IAAF – RDC JAKARTA Alih Bahasa : H. Suyono Ds. Staf Sekretariat RDC Stadion Madya Senayan Komplek GELORA BUNG KARNO Jakarta: 23.12.2005

2
PRAKATA Dua tahun lalu, saya dengan senang hati memperkenalkan sebuah buku petunjuk / handbook yang ringkas-padat dan menarik para penggunanya yang menghimpun semua ketentuan dan peraturan mengenai pengorganisasian/pelaksanaan perlombaanperlombaan atletik internasional. Sekarang, setelah mengikuti Kongres IAAF di Helsinki ke 45, lagi-lagi saya sangat gembira untuk memperkenalkan suatu edisi pembaharuan tentang Peraturan-peraturan Perlombaan atletik IAAF, yang memperhatikan semua perobahan yang disepakati oleh para delegasi dari 211 Anggota Federasi IAAF. Meskipun tidak ada perobahan yang utama terhadap ketentuan – peraturan yang telah ada, edisi kali ini berisikan sejumlah perobahan editorial guna menjamin ketetapan dan kejelasannya. Sebagaimana masyarakat atletik seluruh dunia, kita selalu mengikuti jalur menuju ke modernisasi, ‘handbook’ ini harus mampu melayani sebagai suatu denah / peta-jalan raya. Saya tidak dapat cukup menekankan bahwa inti-sari sport kita ini, yang adalah ‘fair-play’ dan menaruh respek terhadap ketentuan & peraturan-peraturan’, semuanya tertera di dalam lembar-lembar halaman buku petunjuk/manual ini. Fakta yang sangat nyata disini adalah bahwa perobahan-perobahan peraturan 279 buah yang diusulkan, setelah melalui debat panjang, akhirnya 206 buah (perobahan) disepakai oleh Kongres di Helsinki, sekedar penekanan betapa pentingnya keanggotaan kita yakin/percaya akan kerja ini. Bagi saya kini tinggal menyampaikan ungkapan rasa terima-kasih kepada semua mereka yang telah terlibat dalam penyusunan draft/rancangan bagi penerbitan baru ini, termasuk para anggota Keluarga Atletik Dunia, Dewan IAAF, Komite Teknik IAAF dan Komisi Judisial, dan juga para Staf (Markas Besar) IAAF. Lamine Diack Presiden IAAF

-

-

-

PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 – 2007 DAFTAR – ISI Peraturan/Pasal Halaman

3

BAB 1 – (Perlombaan Internasional) Pasdal 1- Pasal 8 Pasal 1. Lomba atletik Internasional dimana Peraturan harus berlakukan Wewenang menggelar Lomba atletik Internasional Perlomban: dunia, area, kawasan, wilayah atau grup, IAAF-Permit Persyaratan lomba dalam lomba atletik internasional Kewarganegaraan dan Perobahan-perobahan dalam kewarganegaraan Pembayaran kepada para atlet Perwakilan atlet Periklanan & pameran selama lomba internasional BAB 2 – (Keabsahan / eligibilitas) Pasal 20 – Pasal 22 Pasal 20. Definisi keabsahan atlet 21. Larangan berlomba bagi atlet yang sah 22. Ketidak absahan untuk ikut dalam lomba atletik domestik & internasional BAB 3 –(Anti Doping) Pasal 30 – Pasal 45 Pasal 30. Lingkup Peraturan Anti Doping 31. Orgtanisasi Anti Doping IAAF 32. Pelanggaran Peraturan Anti Doping 33. Standard Bukti dari Doping 34. Daftar zat Terlarang 35. Test 36. Analisis sampel 37. Mengelola hasil-hasil 38. Prosedur disipliner 39. Men-diskualifikasi hasil-hasil 40. Sanksi-sanksi terhadap individu-individu 41. Kewajiban melapor Anggota 42. Sanksi-sanksi terhadap Anggota 43. Pengakuan 44. Undang-undang pembatasan 45. Interpretasi BAB 4 (Disputes/sengketa/perselisihan) Pasal 60 Pasal 60. Disputes / perselisihan

CAS (Court of Arbitration for Sport) Pengadilan Arbitrasi untuk sport. . dan di lapangan. Kewarganegaraan (Ciitizenship) Warga-negara sah dari suatu Negara atau dalam hal Teritori. Dewan (Dewan) IAAF Dewan Negara (Country) Suatu daerah geografis yang ber-pemerintahan sendiri yang diakui dunia sebagai suatu negara merdeka oleh hukum internasional dan badan-badan pemerintahan internasional . Kompetisi/Perlombaan Internasional Tiap Kompetisi Internasional yang terdaftar sesuai peraturan Pasal 1 dari peraturan ini. Atletik Kegiatan event di lintasan. warga-negara sah dari Teritori Negara Induk dan status sah yang layak di dalam teritori itu di bawah hukum yang berlaku. warganegara sah dari Negara Induk dari Teritori dan status sah yang layak di dalam Teritori di bawah hukumhukum yang berlaku.DEFINISI – DEFINISI 4 Asosiasi Area Suatu asosiasi area/kawasan dari IAAF bertanggung jawab untuk membantu perkembangan atletik di dalam satu dari enam area / kawasan ke dalam mana para Anggota dibagi di dalam Konstitusi. Komisi Suatu Komisi IAAF yang telah ditunjuk oleh Dewan / Dewan di bawah istilah-istilah Konstitusi. IAAF (The International Association of ATHLETICS Federations). Klub Suatu Klub atau masyarakat atlet yang ber-afiliasi kepada suatu Anggota Federasi (IAAF) sesuai dengan Peraturan dari Anggota (*Federasi IAAF). lomba jalan-cepat. Asosiasi Internasional Federasi-federasi Atletik . Konstitusi (undang-undang) Konstitusi IAAF. lari jalanan. IOC (International Olympic Committee) Komite Olimpiade Internasional (KOI) Anggota (Member) Suatu badan pemerintahan nasional untuk Atletik yang berafiliasi kepada IAAF. lari lintas-alam dan lari bukit/pegunungan. Keanggotaan (Membership) Keanggotaan dari IAAF. Citizen (warga-negara) Satu pribadi yang memiliki kewarganegaraan yang sah dari suatu Negara atau dalam hal suatu Teritori.

Aturan / ketentuan (Rules) Aturan perlombaan / kompetisi dari IAAF sebagaimana yang ditentukan di dalam handbook Peraturan Perlombaan ini. minimal memiliki otonomi pengendalian/ kontrol terhadap kegiatan sport yang karenanya diakui oleh IAAF. disahkan oleh Kongres IAAF 2005. Seri-seri Perlombaan Atletik Dunia Perlombaan-perlombaan atletik Internasional perlombaan atletik empat tahunan IAAF. Ada definisi lebih lanjut dimuat di Chapter 3 yang hanya menerapkan Peraturan Anti Doping. orang pendukung atlet atau orang lain di bawah peraturan ini berafiliasi. Teritori Suatu wilayah geografis atau suatu regional yang adalah bukan suatu negara. namun memiliki aspek-aspek tertentu tentang pemerintahan sendiri. adalah ditandai dengan dibubuhkan garis-ganda pada pinggir halaman buku/handbook. yang utama di dalam program resmi Catatan 1 : Definisi-definisi tersebut di atas menerapkan semua Peraturan. Petunjuk Prosedural (Procedural Guidelines) Petunjuk Prosedural untuk Kontrol Doping sebagaimana telah disahkan oleh Dewan / Dewan. Catatan 3: Amandemen (selain dari amandemen editorial) kepada peraturan yang disamakan dalam Peraturan Lomba Atletik IAAF 2004-2005. Catatan 2 : Semua referensi di dalam Peraturan yang tertuju kepada gender.5 Federasi Nasional Anggota IAAF ke dalam mana seorang atlet. . Regulasi (Regulationms) Peraturan dari IAAF yang dapat melewati Dewan dari waktu ke waktu.maskulin juga harus termasuk referensi kepada kaum putri dan semua refensi tertuju kepada tunggal harus juga termasuk referensi kepada plural / jamak.

Asian Games. Area/Kawasan. Kejuaraan atletik: Area. Perlombaan-perlombaan yang memerlukan Izin IAAF (IAAF Permit) 3. Regional atau Grup IAAF Permits 1. f) Perlombaan Invitasi Internasional khususnya diwenangkan oleh IAAF (lihat Pasal 3. Regional atau Grup atau Games. g) Pertandingan Invitasi Internasional khususnya diwenangkan oleh suatu Asosiasi Area (lihat Pasal 3. Perlombaan-perlombaan antara lima negara atau lebih atau teritori : a) Otorisasi dari IAAF diperlukan. c) Pada Games: Area. 2. Mediteranean Games. d) Perebutan Piala Area/Kawasan dan Kejuaraan Kelompok Umur Area/Kawasan atau Regional. Perlombaan antar Kawasan/Area. IAAF harus mengatur suatu Kejuaraan atletik Dunia dalam tahun-tahun ganjil. Pertandingan atau kompetisi lainnya akan dilaksanakan/dilangsungkan. peraturan-peraturan dan ketentuanketentuan harus diterapkan : a) (I) Kerjuaraan (atletik) Dunia dan Perebutan Piala Dunia (ii) Olimpiade. Regional atau Grup (misal: Games dimana perlombaan beberapa sport diselenggarakan) (i) African Games. kecuali Dewan/Dewan menentukan lain. Panitya Penyelenggara harus menjamin bahwa Negara-negara atau Teritori-teritori yang dikirim undangan adalah Anggota (IAAF) dan tiap Negara yang ingin berpartisipasi dan bukan/belum menjadi anggota (IAAF) harus mengajukan . b) Aplikasi/permohonan suatu permit/izin harus diajukan kepada IAAF disertai dengan sejumlah biaya sebesar US$150 (atau senilai itu dalam mata-uang asing) oleh Anggota IAAF di dalam negara/teritori mana Kejuaraan. Games. (ii) International Games yang lainnya. untuk Perlombaan Inter-Area (di dalam Kawasan) dan untuk perlombaan atletik lainnya di dalam mana lima negara atau lebih atau Teritori berpartisipasi. IAAF sendiri harus punya hak untuk mengatur atau memberi sanksi kepada: Kejuaraan Dunia. Kejuaraan Regional atau Kejuaraan Grup. Games. Pan American Games.4). Pertandingan atau kompetisi lainnya. Semua formulir aplikasi harus diisi lengkap dan rinci dan dikirim ke Markas Besar IAAF tidak lebih lambat dari tanggal 31 Desember dalam tahun sebelum/mendahului tanggal dilaksanakannya Kejuaraan. Area/Kawasan. Regional atau Grup dalam Atletik. Regional atau Grup atau Games. e) Pertandingan antara dua atau lebih Anggota-anggota.5). Afro Asian Games. bagi semua Kejuaraan Area.5). atau suatu kombinasi dari Anggota dan Perebutan Piala Klub. h) Perlombaan yang lain khususnya diwenangkan oleh satu Anggota sehingga atlet luar negeri boleh berpartisipasi (lihat Pasal 3. b) Kejuaraan Area/kawasan.6 BAB – I PERLOMBAAN ATLETIK INTERNASIONAL Pasal 1 Perlombaan Atletik Internasional dimana Peraturan-peraturan harus diterapkan Pada perlombaan-perlombaan Internasional berikut ini. Central American and Caribbean Games. Pasal 2 Kejuaraan atletik: Dunia.

Regional atau Grup termasuk di dalam Pasal 1 c).bahwa informasi pada semua aspek dari pengorganisasian perlombaan itu akan dilapor/ diajukan dalam tempo 30 hari kepada IAAF. a) Otorisasi/hak dari IAAF diperlukan bagi semua Perlombaan (atletik) Invitasi Internasional menurut Pasal 1 f). tidak lebih lambat dari tanggal 1 September dalam tahun menjelang dilaksanakannya Perlombaan dimaksud. Namun. 7 d) IAAF tidak punya wewenang kontrol secara exklusif atas Games: Area. atas nama Panitya Penyelenggara perlombaan yang dimaksud. c) Semua formulir aplikasi/permohonan harus diisi lengkap secara terinci dan dikirim ke Kantor Besar/Markas IAAF. c) IAAF tidak akan memberi wewenang kepada Kejuaraan atletik Kawasan. Catatan : Rincian lebih lanjut tentang bagaimana mendapatkan otorisasi untuk perlombaan menurut Pasal 1. adalah tersediakan dari Kantor/Markas IAAF atas permintaan. ini tidak berwewenang mendukung perlombaan atletik di dalam Games demikian bila Dewan IAAF tidak puas bahwa Anggota di negara mana atau teritori mana Gamers itu dilaksanakan. IAAF harus memperoleh/menerima hal-hal yang diupayakan pihak Penyelenggara Perlombaan secara tertulis tentang : . 5. b) Aplikasi/permintaan suatu permit /surat-izin untuk menyelenggarakan suatu Perlombaan atletik Invitasi Internasional menurut Pasal 1 f) harus dibuat di atas formulir resmi. Catatan : Lebih lanjut tentang bagaimana memperoleh otorisasi untuk Perlombaan menurut Pasal 1 b) dan kondisi/syarat yang harus dipenuhi sebelum otorisasi itu diberikan. oleh Anggota (IAAF) di negera atau teritori mana perlombaan itu akan dilaksanakan. dan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum hak/otorisasi diberikan. a) Otorisasi oleh Asosiasi Kawasan/Area atau Anggota-anggota untuk Perlombaan menurut Pasal 1 g) dan h) secara pasti harus ditunjukkan kepada Dewan / Dewan IAAF guna pengesahan. b) Sebelum memberi otorisasi suatu Perlombaan menurut Pasal 1 g) atau h) di atas. d) Sebelum memberikan hak/otorisasi suatu Perlombaan atletik Invitasi Internasional sesuai Pasal 1 f). bila demikian yang diminta. .1 f). telah mengambil tidakan-tindakan praktis guna memastikan bahwa izin yang penting bagi para atlet yang berkunjung/datang dan petugas untuk masuk ke negara atau teritori akan datang dengan cukup jauh sebelumnya guna memungkinkan mereka berjalan dan bertanding di arena Games dimaksud.permohonan kepada IAAF untuk menjadi Anggota (IAAF). yang aplikasi itu harus telah diberikan mendahului pendaftaran dia untuk ikut berpartisipasi dapat diterima. Perlombaan Invitasi Internasional diwenangkan oleh IAAF 4. Perlombaan Invitasi Internasional yang di-otorisasikan oleh suatu Kawasan/Area dan Perlombaan-perlombaan lain yang di otorisasikan oleh suatu Anggota (IAAF) sehingga atlet-atlet asing/luar-negeri boleh berpartisipasi. maka Kejuaraan itu harus dipindahkan ke Negara lain atau Teritori yang dapat memenuhi dengan upaya itu. disertai dengan sejumlah biaya sebesar US$150 atau senilai itu dalam mata-uang asing/lain. Regional atau Grup sesuai Pasal 1 (b) tanpa lebih dulu mendapat suatu perlakukan tak bersyarat bahwa pentingnya izin bagi para atlet berkunjung dan para petugas untuk memasuki Negara atau Teritori dimana Kejuaraan itu akan dilaksanakan dimasa mendatang dengan cukup waktu guna memungkinkan mereka untuk membuat perjalanan dan berlomba di arena Kejuaraan dimaksud. adalah tersedia dari Markas IAAF dan dapat diperoleh atas permintaan. Asosiasi Area/Kawasan atau Anggota IAAF harus memperolehnya dari Panitia Penyelenggara suatu undertaking/pengupayaan secara tertulis akan : .bahwa semua Rules & Regulations akan dipatuhi/ditaati. Bila akhirnya berlangsung bahwa usaha ini tidak dapat dipenuhi. Aplikasi demikian harus diterima minimal tiga bulan sebelum hari tanggal pembukaan Kejuaraan/Games/Pertandingan atau kompetisi lain dimaksud.

Peraturan yang mengatur pelaksanaan Perrlombaan atletik Internasional 6. IAAF harus menentukan seorang perwakilan untuk menghadiri setiap perlombaan dimana otorisasi diperlukan. Pemilihan angkutan udara diserahkan kepada kebijakan perwakilan itu dan dalam hal melibatkan penerbangan lebih dari jarak 1500 mil. federasi nasional dari negara atau teritori dimana si atlet tinggal harus mengirim permohonan tertulis kepada Federasi Nasional yang asli. Bahkan kemudian Federasi Nasional dari negara atau teritori di mana si atlet tinggal tidak dapat memasukkan/mendaftarkan nama seorang atlet untuk berlomba di negara atau teritori lain tanpa otorisasi sebelumnya dari Federasi Nasional yang asli. Ketentuan/regulasi dan Petunjuk Prosedural (yang dirobah dari waktu ke waktu) dan menyampaikan semua disput/perselisihan yang dia punya dengan IAAF atau Anggota hanya kepada arbitrasi/pengadilan sesuai dengan peraturan ini. perjalanan udara klas busines pulang-pergi harus disediakan. C) Tidak ada Anggota akan memberikan otorisasinya menurut Pasal 1 h) untuk suatu Perlombaan yang memberi/mengirim invitasi/undangan kepada para atlet yang tampil di dalam daftar prestasi 100 terbaik dunia dari tahun sebelumnya lebih dari 5 Anggota (selain Anggota tuan-rumah / penyelenggara). bila demikian yang diminta. Dalam semua kasus dibawah Peraturan ini. Perwakilan demikian harus menyerahkan laporannya kepada IAAF di dalam tempo 30 hari kemudian. Keduanya dari komunikasi ini harus menjadi sarana yang mempercepat pengakuan penerimaan. guna meyakinkan bahwa peraturan dan ketentuan-ketentuan adalah dituruti. 7. dan Federasi Nasional yang asli harus mengirim suatu jawaban tertulis terhadap permohonan itu di dalam tempo 30 hari. Biaya perjalanan dari Perwakilan ini harus dibayarkan kepadanya oleh penyelenggara tak lewat dari 14 hari menjelang keberangkatannya menuju arena/venue.7 di bawah).8 bahwa semua ketentuan dan peraturan akan dipatuhi/taati. atau b) adalah dia sendiri berafiliasi kepada satu Anggota (IAAF). atau c) telah menyetujui untuk mentaati peraturan dari satu Anggota. E-mail (surat per listrik)yang mencakup suatu fungsi penerimaan adalah dapat diterima untuk . Tidak ada atlet yang berafiliasi di luar negeri tanpa pemberian otorisasi sebelumnya dari Federasi Nasionalnya yang asli. menerima dengan tidak mengacu disput/perselisihan demikian ke Pengadiln lain atau otorita yang tidak disediakan dalam Peraturan ioni. dan d) untuk Perloimbaan Internasional dimana IAAF bertanggung jawab untuk Kontrol Doping (lihat Pasal 35. Dewan/Dewan IAAF dapat menghasilkan Peraturan/regulasi yang mengatur pelaksanaan perlombaan yang digelar di bawah Peraturan dan mengatur hubungan antar atlet. Tidak ada atlet boleh berpartisipasi dalam Perlombaan Internasional. dan tidak ada Anggota mengizinkan atlet luar-negeri atau klub untuk masuk kedalam perlombaan tanpa izin yang menjelaskan bahwa si atlet atau klub adalah sah dan diizinkan untuk ikut berlomba di Negara atau teritori dimaksud. atas biaya pihak penyelenggara. perwakilan atlet. kecuali jika dia : a) adalah seorang anggota Klub yang berafiliasi kepada suatu Anggota (IAAF). penyelenggara perlombaan dan para Anggota (IAAF).Peraturan ini mungkin bervariasi atau dirobah oleh Dewan/Dewan bila ini sesuai/cocok. Tidak ada atlet atau klub bolehy berpartisipasi dalam suatu perlombaan atletik di luar negeri ataui Teritori tanpa pengesahan tertulis dari Anggota ke dalam mana si atlet berafiliasi. Pasal 4 Syarat-syarat untuk berlomba dalam Perlombaan Internasional 1. Biaya akomodasi harus juga dibayar oleh pihak panitia-penyelenggara tidak lewat dari hari akhir Perlombaan/Kejuaraan atau seksi atletik dari Games atau pada hari Perlomban itu sendiri bila kompetisi itu hanya lomba satu hari. 2. telah menanda-tangani suatu persetujuan dalam suatu formulir yang dibuat oleh IAAF yang dengan itu dia setuju terikat dengan Peraturan . bahwa informasi akan segala aspek tentang pengaturan/pengorganisasian perlombaan akan diajukan kepada Asosiasi Area/Kawasan atau Anggota yang memberi otorisasi dalam tempo 30 hari. 3.

dengan pengesahan dari Dewan/Dewan. . Dalam Perlombaan Internasional sesuai Pasal 1 a). Pengurangan itu harus efektif pada saat diterima oleh Kantor IAAF dari suatu notifikasi tertulis dari persetujuan Anggota yang telah ditanda-tangani oleh kedua pihak. atau dari Anggota yang ingin mengirimkan atlet untuk bertanding di dalam suatu Negara/Teritori bukan Anggota (IAAF).maksud ini. dimana perlombaan itu dilaksanakan di negara/teritori yang bukan Anggota. b). 4. i). c). Anggota (IAAF) harus diwakili hanya oleh Warga-negara dari Negara atau Teritori itu yang Anggota yang berafiliasi mewakilinya. b). tidak ada atlet sesudah itu mewakili satu Anggota lain dalam Perlombaan Internasional sesuai Pasal 1 a). 5. Peraturan tidak berlaku kepada atlet yang bukan Warganegara dari suatu negara atau teritori atau bagi pengungsi politik. tidak 9 Dalam kejadian suatu respons/tanggapan yang negatif haruslah didukung dengan alasan-alasan. melawan / terhadap para atlet yang ada di bawah judgesdiksi satu Anggota. Pasal 5 Kewarga-negaraan dan perobahan-perobahan dalam kewarga-negaraan 1. I) atau d) selama 3 tahun setelah penambahan kewarga-negaran baru menuruti aplikasi atlet. Tiap atlet yang berlomba di luar negerinya atau teritori selain dari Perlomban Internasional sebagaimana ditentukan di atas harus menghormati/menghargai perlombaan demikian. Setelah sekali mewakili satu Anggota dalam Perlombaan Internsional menurut Pasal 1 a). si atlet atau federasi Nasional dari negara atau teritori di mana si atlet tinggal dapat menuntut terhasdap setiap keputusan demikian kepada IAAF. (ii) jangka-waktu / periode itu dapat dikurangi atau dibatalkan dalam kasuskasus sungguh terkecuali. asalkan : a) bahwa Federasi Nasional atau organisasi atletik yang bersangkutan tidak pada waktu yang relevan ditangguhkan dari IAAF atau dikeluarkan dari kategori-kategori tertentu dari kompetisi oleh IAAF. I) dan d). atau d). c) Tambahan suatu kewarga-negaraan baru.3 tentang atlet berusia 18 tahun atau lebih pda saat tanggal 31 Desember pada tahun yang ditanyakan. dia terkena/terlibat peraturan lomba atletik dari negera atau teritori itu. b) Pembentukan suatu Negera baru yang disahkan dengan pakta (treaty) atau dengan jalan lain diakui pada tingkat dunia. kecuali untuk Perlombaan Internasional yang terdaftar di bawah Pasal 1 a) dan b). maka otorisasi harus dianggap telah diberikan. Tempo 3 tahun boleh dikurangi atau dibatalkan seperti ditetapkan di bawah ini : (i) jangka-waktu itu dapat dikurangi sampai 12 bulan dengan persetujuan dari Anggota yang bersangkutan. kecuali dalam keadaan berikut ini : a) Penggabungan suatu Negara atau Teritori dengan yang lain. IAAF haru menerbitkan petunjuk untuk menghimpun dari suatu tuntutan menurut peraturan ini dan petunjuk ini harus tersedia pada IAAF website Catatan: Pasal 4. c). si atlet tidak harus mewakili Anggota barunya dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a). c). I). Apabila respons/jawaban dari federasi nasional yang asli si atlet diterima di dalam tempo 30 hari. c) Bahwa. dan d). Para atlet dari suatu Federasi Nasional atau dari organisasi atletik lainnya yang adalah bukan satu Anggota (IAAF) boleh berlomba di setiap perlombaan. c). b) Bahwa izin sebelumnya dari Dewan diberikan atas aplikasi dari Anggota didalam Negera atau Teritori dimana perlombaan itu dilaksanakan. Anggota (IAAF) ingin mengirim para atletnya untuk bertanding di sana pertama harus memperoleh suatu undertaking (pengupayaan) dari pihak penyelenggara perlombaan bahwa dalam semua respek yang lain peraturan ini akan diikuti/dipatuhi. 2. Dalam hal ini. b). b).

boleh mewakili Anggota(IAAF) baik keduanya atau salah satu. c). b). . di atas atau sebaliknya. Dalam hal ini. b). dia boleh berlomba dalam perlombaan dalam-negeri / domestik yang diorganisir oleh Anggota yang tidak ditangguhkan atas syarat bahwa : .3 a) di atas boleh mewakili Federasi Nasionalnya yang baru dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a0—e) hanya setelah menyelesaikan periode waktu 3 tahun bertempat tinggal secara terus-menerus di dalam negara atau teritorinya yang baru dan setelah dia meminta kewarga-negaraan baru. yang harus meliputi. tetapi tidak melarang untuk ikut : lomba ekshibisi. Periode itu dapat dikurangi atau dibatalkan dalam sungguh kasus-kasus dengan pengecualian pengesahan dari Dewan. g) dan h) hanya setelah menyelesaikan periode dua tahun terus-menerus tinggal di dalam negara atau teritorinya yang baru. perwasitan/officiating. I) atau d). dimulai dari hari setelah seseorang mendarat di dalam negara atau teritori dimana dia mencari dan meminta /mengajukan kewarga-negaraan baru. c). . c) Seorang atlet yang telah memenuhi persyaratan peraturan Pasal 5.perlomban atletik domestik / dalam-negeri yang dia ikut di dalamnya tidak mengikut sertakan atlet dari Anggota-anggota lainnya.3 a) tsb. 4. e) Dalam tiap periode 365 hari terus-menerus. melatih/coaching. (ii) 3. Di atas boleh berlomba di dalam Perlombaan Internasional menurut Pasal 1 f). Pengurangan itu harus efektif pada saat penerimaan oleh Kantor IAAF dari suatu pemberitahuan tertulis dari persetujuan Anggota tab the ditanda-tangani oleh dua belah pihak.d) Kewarga-negaraan ganda. para pelatih dan para atlet adalah tidak untuk melakukan aktivitas sebagai yang ditentukan dalam Pasal 5. . b) Seorang atlet yang memenuhi persyaratan peraturan Pasal 5. Anggota dan para Petugasnya. Waktu 3 tahun ini dapat dikurangi atau dibatalkan seperti yang ditetapkan di bawah ini : (i) periode itu boleh dikurangi sampai 12 bulan dengan persetujuan dari Anggota ybs. yang dia boleh memilihnya.dia minimal menyelesaikan tinggal satu tahun penuh di dalam negara atau teritori baru ini. a) Bila seorang warga-negara dari satu negara atau teritori dari satu Anggota yang keanggotaannya ditangguhkan dari IAAF sedang mencari untuk menjadi seorang warganegara dari satu negara atau teritori dari satu Anggota yang tidak ditangguhkan keanggotaannya. dia tidak harus mewakili Anggota (IAAF) lainnya yang dia adalah seorang warga-negara dalam suatu perlombaan Internasional menurut Pasal 1 a). d) Lama waktu tinggal terus-menerus ini harus dihitung sesuai satu tahun 365 hari. f) Seorang atlet sedang mencari guna memenuhi syarat sesuai peraturan ini haruslah menahan diri dari setiap kegiatan atletik. melakukan interview/wawancara dan interview yang dipublikasikan. 10 Namun.3 f) tsb. I) atau d) selama periode 3 tahun dari sejak tanggal dia terakhir mewakili Anggota (IAAF) yang pertama. setelah mewakili Anggota dalam Perlomban Internasional menurut Pasal 1 a). latihan / training. mengajar/memberi kuliah. seorang atlet yang memegang kewarganegaraan dari dua atau lebih negara-negara atau teritori-teritori. seorang atlet boleh tidak menghabiskan waktu lebih dari 90 hari ada di luar-negeri atau teritori dari Anggota yang berstatus dalam penyekorsan (under suspension). dengan setiap perwakilan dari satu Anggota yang ada dalam status under suspension (pen-sekoresan).dia mengumumkan ulang kebangsaan dia yang dahulu dalam proses pengajuan menjadi warga-negara dari negara atau teritori dari Anggota yang tidak ditangguhkan dan dia menyatakan secara luas – umum fakta ini dengan menasehati Anggota-anggota yang relevan.

Iklan dan pameran/ekshibisi dari suatu yang bersifat promosi dalam semua Perlombaan Internasional haruslah diizinkan sesuai peraturan Pasal 1 a) sampai h). Anggota harus bertanggung-jawab untuk pemberian otorisasi / hak dari Perwakilan Atlet. yang diizinkan. tak sopan. IAAF harus menerbitkan suatu Catatan Petunjuk bagi para Anggota pada peraturan dari Federasi Nasional/Perwakilan Atlet. Dewan akan memberikan peraturan-peraturan dari waktu ke waktu memberi petunjuk yang rinci seperti bentuk dari periklanan yang akan diambil dan cara-cara dimana promosi atau materi lainnya dapat dipertontonkan pada Perlombaan Internasional digarap sesuai Peraturan-peraturan ini. Anggota (IAAF) boleh meng-izinkan para atlet untuk menggunakan pelayanan dari suatu Perwakilan Atlet yang diwenangkan (an Authorised Athletes’ Representative) guna membantu atlet. pelatih. Tidak ada periklanan yang memiliki tujuan dari perkara politik atau kepentingan grup penentang (presser group).bergabung dengan tiap perwakilan dari satu Anggota yang dalam status pen-sekoresan. Buku Catatan Petunjuk ini harus berisikan suatu daftar dari masalah-masalah yang harus diikut-sertakan di dalam setiap sistem peraturan Anggota-Anggota tentang Perwakilan Atlet. saran-saran IAAF tentang praktek terbaik di bidang ini. Guna membantu Anggota dalam tugas ini. 5. Pasal 8 Per-iklanan dan Ekshi bisi selama Perlombaan Internasional 1. judge-judge para atlet dll. baik bagian-bagiannya atau sebaliknya. 11 Pasal 6 Pembayaran kepada para atlet Atletik adalah suatu sport terbuka dan terkena Ketentuan-ketentuan dan Peraturan-peraturan. dan tak ada Perwakilan atlet akan diberi wewenang. asalkan periklanan dan ekshibisi demikian memenuhi ketentuan Peraturan dan dengan tiap aturan yang di tampilkan di bawah ini. dan para atlet boleh dibayar secara tunai atau dalam berbagai cara yang cocok/layak untuk penampilan. baik itu domestik maupun internasional. 4. Dalam hal pelanggaran peraturan ini. 2. dan juga bentuk-bentuk kontrak yang disarankan antara para atlet dan Perwakilan mereka. memfitnah atau tidak pantas akan keadaan event. dalam perencanaan. ketentuan/ketetapan untuk pensekoresan dan saksi-sanksi yang tercantum dalam Konstitusi / Undang-undang harus berlaku/diterapkan. kecuali ada suatu kontrak tertulis antara si atlet dengan Perwakilannya yang berisikan jangka-waktu (term) minimum ditentukan di dalam Peraturan IAAF tentang Federasi nasional / Perwakilan Atlet. Tidak ada iklan yang tampil tidak jelas. Setiap Anggota harus memiliki judgesdiksi atas Perwakilan atlet bertindak atas nama para atlet mereka dan atas Perwakilan Atlet bertindak di dalam Negeri atau Teritiori mereka./Regulasi. Pasal 7 Perwakilan Atlet 1. pengaturan dan dalam negosiasi / merundingkan program atletik mereka. Adalah suatu kondisi/syarat keanggotaan bahwa setiap Anggota memasukkan di dalam konstitusi (undang-undang)-nya. membingungkan. 2. Setiap atlet yang menggunakan satu Perwakilan Atlet yang tidak diwenangkan dapat dikenakan sanksi menurut Peraturan dan Ketentuan-ketentuan. ketentuan-ketentuan guna menjamin bahwa tak ada atlet akan diberikan izin oleh Anggota untuk menggunakan suatu Perwakilan Atlet. menghalangi . 3. Peraturan-peraturan ini harus melekat kepada minimal prinsip-prinsip di bawah ini a) Hanya periklanan dari suatu hal komersial atau kemurahan hati yang diizinkan pada perlombaan yang dilakukan menurut peraturan-peraturan ini. para petugas. b) Tidak ada iklan yang tampil yang menurut IAAF ini adalah hambar/tawar. berpartisipasi atau bermain dalam tiap perlombaan atletik atau tergabung dalam tiap aktivitas komersial berkaitan dengan partisipasinya dalam atletik. dalam bekerja-sama dengan Anggota (IAAF).

menyebar-luaskan atau menahannya di dalam konstitusi atau peraturan eligibilitas atau peraturan yang bertentangan langsung dengan suatu ketentuan atau peraturan. Ini tidak berlaku untuk perlombaan domestik/dalam-negeri yang diorganisir oleh Anggota yang sekarang ditangguhkan ini bagi Warga-negara dari Negara atau Teritori itu. 3. Peraturan eligibalitas/pemenuhan syarat para Anggota harus secara tepat dan tegas cocok sesuai dengan ketentuan IAAF dan tidak Anggota yang melampaui/melewati. Pasal . Ketentuan-ketentuan dalam peraturan ini dapat dirobah oleh Dewan/Dewan (IAAF) pada setiap saat. Hal ini tidak berlaku bagi tiap perlombaan atletik yang dilarang untuk Kelompok umur Master (usia 35 tahun dan lebih). 3. pemenuhan syarat bertanding seorang atlet harus dijamin oleh Anggota kemana si atlet berafiliasi/bergabung. kecuali secara cepat diizinkan oleh Dewan/Dewan IAAF. 2.21 Pembatasan/pelarangan Perlombaan bagi Atlet yang memenuhi syarat 1. Orang-orang yang dimaksud itu adalah : a) Yang Federasi nasionalnya sekarang ini ditangguhkan oleh IAAF. b) Yang telah berpartisipasi dalam tiap perlombaan atletik atau event dalam mana para atletnya adalah sepengetahuan dia. Iklan produk alkohol dilarang. c) Periklanan produk tembakau adalah dilarang. Orang-orang berikut ini dapat dinyatakan sebagai tidak absah/tidak memenuhi syarat untuk ikut perlombaan. atau yang berlangsung di dalam Negara atau Teritori dari Anggota yang mendapat penangguhan IAAF. Dalam setiap perlombaan di bawah peratutran-peraturan ini. baik yang dilaksanakan sesuai Peraturan–peraturan ini ataupun peraturan domestik dari satu Anggota.20 DEFINISI ATLET YANG MEMENUHI SYARAT (Definition of Eligible Athlete) 1.pandangan kamera TV dari suatu perlombaan. . ditangguhkan dari keikut sertaan atau tidak memenuhi untuk bertanding menurut peraturan. Bila ada konflik/perselisihan antara peraturan eligibilitas IAAF dan peraturan eligibilitas dari satu Anggota. Seorang atlet adalah memenuhi syarat apabila dia sepakat untuk mematuhi/mentaati Peraturan-peraturan dan tidak dinyatakan sebagai tidak memenuhi syarat. Semua iklan harus memenuhi dengan peraturan keamanan yang diterapkan. 12 BAB 2 ELIGIBILITAS (Pemenuhan syarat / Keabsahan) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------Pasal . Pasal 22 Ketidak absahan untuk ikut dalam Perlombaan Internasional dan Domestik 1. Perlombaan di bawah peraturan-peraturan ini adalah dilarang bagi para atlet yang adalah di bawah judgesdiksi dari satu Anggota dan yang memenuhi syarat untuk bertanding menurut peraturan. maka peraturan pemenuhan syarat/eligibilitas IAAF harus diberlakukan.

h) Yang menggunakan pelayanan dari Perwakilan Atlet lain dari pada satu yang disahkan oleh Anggota yang relevan sesuai Pasal 7. kecuali sebaliknya dinyatakan dalam peraturan yang relevan. Dalam suatu event dari suatu pelanggaran yang dinyatakan dari Peraturan ini . Petugas Pembantu/pendukung Atlet Adalah setiap: coach. d) Yang ditangguhkan berpartisipasi atau tidak memenuhi syarat untuk berlomba dalam kompetisi di bawah judgesdiksi dari Federasi Nasionalnya. Perlombaan / kompetisi (Competition) Suatu event atau suatu seri event-event perlombaan yang dilaksanakan selama satu hari atau lebih (misal: Kejuaraan atletik Dunia.4 di bawah. pelatih. PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 – 2007 13 BAB 3 ANTI-DOPING DEFINISI-DEFINISI Penemuan Analitik Yang merugikan (Adverse Analytical Finding) Suatu laporan dari laboratorium atau test yang sungguh-sungguh disahkan yang menunjukkan dalam suatu sample adanya/hagirnya sutu zat terlarang atau zat metabolitnya atau tandatanda atau bukti dari penggunan suatu metoda terlarang. Event / perlombaan Suatu lomba tunggal atau pertandingan dalam suatu kompetisi/perlombaan (misal: 100m atau Lempar lembing) . masa/saat ketidak absahan dia harus. e) Yang bertentangan dengan Peraturan Anti-Doping (lihat BAB 3 di bawah ini)! f) Yang telah melakukan suatu perbuatan atau membuat suatu pernyataan baik secara verbal atau secara tertulis. Bila seorang atlet berlomba sambil ditangguhkan atau tidak memenuhi syarat. Babak Final Atletik Dunia atau suatu Perlombaan Liga Emas individu. memulai ulang dari saat terakhir dia berlomba seperti tidak ada bagian dari masa penangguhan atau ketidak absahan telah dilakukannya.c) Yang berpartisipasi dalam suatu perlombaan atlerik yang tidak diberi sanksi. petugas. 2. 3. Kode / sandi (Code) Kode/Sandi Dunia Anti-Doping. anggota medis atau para medis atau orang lain yang bekerja dengan atau melayani para atlet dalam atau mempersiapkan mereka ikut perlombaan dalam atletik. atau telah bertanggung-jawab terhadap suatu pelanggaran peraturan atau perbuatan lain yang dinilai/difikirkan sebagai penghinaan atau tidak patut atau mungkin akan membawa sport ke dalam keburukan. manajer. i) Yang telah dinyatakan tidak memenuhi syrat (ineligible) sesuaikan atas suatu pelanggaran Peraturan yang dilakukan sesuai ketentuan. g) Yang bertentangan dengan Pasal 8 (Iklan & Pameran selama Perlombaan Internasional) atau tiap Peraturan yang disebutkan di bawah ini.1 e)) adalah ditentukan dalam Pasal 60. staf dari tim. perwakilan atlet yang diwenangkan. prosedur disipliner yang diikuti dalam menentukan suatu ketidak absahan atlet (selain dalam kasus suatu pelanggaran Pasal 22. Usaha/percobaan (Attempt) Sengaja terlibat dalam perbuatan yang terdiri suatu langkah nyata dalam suatu rangkaian tindak yang direncanakan guna mencapai puncak dalam komisi/perbuatan dari suatu ppelanggaran peraturan anti-doping. agen. tidak diakui atau diberi sertifikat oleh Anggota di dalam Negara atau Teritori di dalam mana perlombaan itu dilaksanakan. yang sejauh ini ketidak absahan demikian tetap denga peraturan ini.

Pool Test Terdaftar Pool (sekelompok) atlet unggulan yang diterbitkan oleh IAAF yang terkena baik test dalam perlombaan dan di luar perlombaan adalah bagian dari program penge-tesan IAAF. Pemilikan (Possession) Pemilikan fisk secara aktual atau pemilikan konstruktif (yang akan ditemukan hanya apabila seseorang memiliki kontrol ekslusif atas zat/metoda terlarang atau premis-premis / alasanalasan di dalam mana zat/metoda terlarang ada) dari suatu zat terlrang atau metoda terlarang. semuanya pada tingkat nasional. pengelolaan hasilhasil tetst. namun. adalah tidak signifikan dalam hubungannya dengan pelanggaran peraturan anti-doping. grup dari bahan campuran atau parameter biologis yang menunjukkan pebnggunaan dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang. dan pelaksanaan dari dengar-pendapat (hearings). Zat Terlarang Tiap zat yang dijelaskan / tercantum pada Daftar Terlarang. Tidak ada Kesalahan atau Tidak ada Kelalaian/Ke-sembrono-an. Apabila ada perkecualian keadaan telah ditentukan dalam kasus seorang atlet sesuai Pasal 38 untuk mendemonstrasikan bahwa kesalahan atlet atau kealpaan. Atlet Tingkat Internasional (International-Level athlete) Untuk maksud-maksud dari Peraturan Anti – Doping (Bab 3) dan Disputes (Bab 4). Test di luar Perlombaan (Out-of-competition Testing) Ini berarti setiap upaya kontrol doping yang diadakan di luar perlombaan. Standard Internasional Suatu standard yang dipakai oleh WADA dalam mendukung Kode.14 Test dalam Kompetisi/perlombaan (In-competition Testing) Ini berarti dimana seorang atlet dipilih untuk di-test dalam kaitannya dengan suatu event khusus. asalkan bahwa bila orang itu tidak memiliki kontrol ekslusif atas zat/metoda terlarang yang ada. Organisasi Nasional Anti-Doping Keseluruhan yang ditugaskan oleh setiap Negara atau Teritori sebagai yang memiliki wewenang utama dan tanggung-jawab untuk memaki dan mengimplementasikan peraturan anti-doping.7. Metabolite / Zat metabolit Setiap zat yang dihasilkan oleh suatu proses bio-transformasi. seorang atlet yang ada di dalam Daftar Pool Testing untuk ikut test di luar perlombaan atau yang lagi bertanding/berlomba dalam suatu perlombaan internasional sesuai Pasal 35. mearahkan pengumpulan dari sampel-sampel kontrol-doping. . Metoda Terlarang Tiap metoda yang dijelaskan/tercantum pada Daftar (zat) Terlarang . Daftar zat Terlarang (Prohibited List) Daftar zat terlarang diterbitkanb oleh WADA mengidentifikasikan / menunjukkan zat-zat terlarang dan metoda-metoda terlarang. Marker / tanda Suatu bahan-campuran (senyawa). ppemilikan konstruktif hanya akan diketemukan bila orang itu tahu tentang hadirnya/adanya zat/metoda terlarang dan berniat melakukan kontrol atasnya. apabila dipandang dalam keseluruhan dari keadaan.

orang-orang pendukung atlet dan orang-orang lain di bawah judgesdiksi dari Anggota atau Asosiasi Area harus terikat oleh Peraturan AntiDoping ini dan Petunjuk Proseduralnya.tujuan pengontrolan doping. otorisasi.Peraturan dari tiap Anggota dan Asosiasi Area harus secaera khuusus menyediakan baha semua atlet. Test Sasaran (Target Testing) Pemilihan para atlet untuk menjalani testing dimana atlet atau grup khusus yang dipilih atas dasar tidak-acak (non-random) untuk menjalanmi test pada suatu waktu yang ditentukan. atau mengaganggu merobah hasil-hasil atau untuk mencegah prosedur-prosedur yang normal terjadi. orang pendukung atlet dan orang-orang klain yang berpartisipasi dalam IAAF. akreditasi atau partisipasi mereka dalam kegiatan mereka atau perlombaan-perlombaan. pengangkutan. Penggunaan Aplikasi. Peraturan Anti-Doping ini dan Petunjuk Prosedural harus berlaku untuk semua kontrol doping yang IAAF dan para Anggiota dan Asosiasi Area memiliki judgesdiksi.15 Sampel / Specimen Tiap zat/materi biologis yang dikumpulkan untuk maksud. 3. Peraturan Anti-Doping ini harus berlaku untuk IAAF. kedalam peraturan dari tiap Anggota dan Asosiasi Area dan tiap Anggota dan Asosiasi Area harus memasukkan peraturan prosedural dalam peraturannya penting untuk mengimplementasikan Peraturan Anti Doping dan Petunjuk Prosedural secara efektif (dan setiap perobahan yang mungkin dibuat untuk mereka). . (Pembebasan penggunaan terapeutik). menyebarkan akan zat terlarang atau metoda terlarang kepada seorang atlet. Semua Anggota dan Asosiasi Area harus harus tunduk mentaati peraturan Anti-Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya. 4. para Anggota (IAAF) dan Asosiasiasosiasi Area/Kawasan dan untuk para atlet. Pasal 30 Lingkup Peraturan-peraturan Anti Doping 1. T U E = Therapeutic Use Exemption. pengiriman. membawa pengaruh yang tidak layak terhadap kontrol doping atau proses disipliner. 2. Anggota dan Asosiasi Area atas kebijakan persetujuan. IAAF harus memfokuskan testnya di bawah Peraturan Anti-Doping inii pada para atlet tingkat internasional dan pada para atlet yang berlomba atau yang sedang mengadakan persiapan ungtuk bertanding. afiliasi. WADA (World Anti Doping Agency) Agen Anti Doping Dunia. keanggotaan. Tampering ( merusak) Merobah tiap item untuk suatu maksud yabng tidak baik ataui dalam suatu cara yang tak patut dalam kaitannya dengan kontrol doping. ingesi atau komsumsi dengan segala alat apa saja akan tiap zat terlarang atau metoda terlarang. kepada orang-orang pendukung atlet atau orang lain. injeksi. Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya harus bergabung secara langsung atau dengan referensi. tetapi tidak termasuk menjual atau membagikan (oleh petugas medis atau orang lain) suatu zat terlarang atau metoda terlarang untuk maksud-maksud sebenarnya dan sah therapeutic. Trafficking Penjualan. dalam perlombaan Internasional. baik secara langsung atau melalui pihak lain satu atau lebih.

orang-orang pendukung atlet atau orang-orang lainnya yang ada di dalam judgesdiksi dari satu Asnggota dapat dilaksanakan dengan penyampaian peringatan kepada Anggota yang bersangkutan. Dewan/Dewan memiliki suatu tugas pada Kongres IAAF untuk memeriksa dan mengawasi/ Menjaga aktivitas IAAF sesuai dengan Sasaran Tujuannya (lihat Butir/Artikel 6. Pada prinsipnya IAAF harus bertindak sesuai Peraturan Anti Doping ini dengan orangorang atau badan-badan berikut ini : a) Dewan / Dewan IAAF. Dewan / Dewan memiliki kekuatan/power berikut ini sesuai Konstitusi dalam menjaga dan mengawasi aktivitas IAAF : a) untuk membentuk Komisi atau sub-Komisi. apakah bersifat sementara atau permanent. bahwa hal ini dirasa perklu bagi berfungsinya secara benar IAAF (lihat Artikel 6. Anggotta akanb melakukan test dan memproses pengelolaan hasilnya sendiri. para Anggota memberi garansi/jaminan bahwa para atklet telah menanda-tangani pemberi tahuan dan persetujuan tertulis dalam formulir yang diminta dan bahwa satu copy dari persetujuan yang ditandatangani telah dikirimke Kantor/Markas IAAF. para atlet dan (bila dapat diterapkan ) orang-orang pendukung atlet dan orang-orang lainnya harus menanda-ttangani suatu pemberi tahuan tertulis sebelumnya dan persetujuan akan Peraturan Anti-Doping ini dan Petinjuk Proseduralnya. sedangkan di negara lain.12 a) dari Konstitusi). memainkan peranan memimpin dalam perang melawan doping.11 j) dari Konstitusi). referensi dalam Peraturan Anti Doping kepada Anggota atau Fedetrasi Nasional( atau para Officers yang rekevan) harus bila dapat diterapkan menjadi suatu referensi kepada orgabnisasi anti-doping Nasional atau pihak ketiga yang lain ( atau para Officer-nya yang relevan). dalam suatu bentuk formulir untuk ditentukan oleh Dewan/Dewan IAAF. Pasal 31 Organisasi Anti Doping IAAF 1. c) Badan Review Doping. Anggota ini harus bertanggung-jawab untuk membuat kontak segera debngan orang kepada siapa peringatan nitu dapat diberlakukan. b) Untuk memmbuat amandemen sementara terhadap Peraturan yang dipikirkan sebagai perlu antara Kongres-kongres dan untuk menentukan tanggal dimana amandemen demikian harus terjadi/berlangsung. dan untuk mengembangkan dan memelihara program-program pendeteksian. Dalam rangka agar memenuhi syarat (eligible) untuk bertanding atau berpartisipasi dalam. 3. dan d) Administrator Anti Doping IAAF Dewan / Dewan 2. atau sdebaliknya agar terakreditasikan pada suatu perlombaan Internasional. Adalah tanggung-jawab dari masing-masing Anggota untuk meyakinkan bahwa semua test tingkat nsional pada para atletnya dan pengelolaan hasil-hasilnya dari test demikian sesuai dengan peraturan Anti-Doping dan Petunjuk Proseduralnya. beberapa atau semua pertanggungan jawab Anggota dapat didelegasikan atau ditugaskan kepada (apakah oleh Anggota sendiri atau atas legiskasi nasional yang dfapat diterapkan atau peraturan) kepada suatu organisasi anti-doping atau pihak ke tigha. 7. b) Komisi Medis dan Anti Doping.5.8 dari Konstitusi. 16 6. Berkaitan dengan Negara-negara. baik dalam atletik maupun di luar di dalam masyarakat sportr yang lebih luas.2 di atas) . pencegahan dan edukasi yang diditujukan kepada pemberantasan dari momok/bencana doping dalam sport (lihat Artikel 3. Dalam memberikan garansii keabsahan dari para atlet untuk Perlombaan Internasional (lihat Pasal21. Salah satu tujuan itu adalah untuk mempromoosikan/meningkatkan ‘fair-play’ terutama dalam sport. Peringatan atas Peraturan Anti Doping ini kepada seorang atlet. Amandemen sementara harus dilaporkan kepada . Ini disadari bahwa di beberapa Negara.

Setiap amandemen yang diusulkan untuk dibuat terhadap Peraturan Anti doping antara Kongres-kongres harus disahkan oleh Dewan dan diberi tahukan kepada Anggota-anggota sesuai dengan Artikel 6. yaitu : I) Daftar (zat) Terlarang. termasuk yang bberkaitan dengan Peraturan Anti Doping dan Petunjuk Prosedural. Komisi Medis & Anti Doping 17 4. c) Perencanan. yaitu : a) menerbitkan Petunjuk Prosedural. Program ini harus menyediakan informasi yang diperbaharui dan yang tepat tentanhag minimal pada issue-issue berikut ini : (i)Zat terlarang dan metoda terlarang dalam Daftar Terlarang. d) memberikan TUE sesuai dengan peraturan 34. apakah langsung atau dengan referensi. dan mengamandemenkan Petunjuk Prosedural. ii) Standard Internasional untut Test. atau prosedur-prosedur lebih lanjut atau petunjuk-petunjuk. Komisi Medis dan Anti-Doping harus juga berkonsultasi atas dasar hal rutine sepanjang tahun. dan (iv)hak dan tanggung-jawab para atlet. Komisi Medis dan Anti Doping ditunjuk sebagai suatu Komisi dari Dewan/Dewan sesuai Artikel 6. 6. dokumen-dokumen berikut ini dikeluarkan oleh WADA.11 I) dari Konmstitusi). untuk disahkan oleh Dewan. pada IAAF website. yang akan menentukan apaakah mereka harus dibuat permanen (lihat Artikel 6. sebagaimana dirasakan dibutuhkan adanya. menolak atau merobah Petunjuk Prosedural (lihat Artikel 6. (iii)prosedur kontrol doping. dan setiap amandemen yang diusulkan kepada mereka.11 j) dari Konstitusi guna menyediakan bagi IAAF dengan nasehat umum dan semua masalah Anti Doping dan yang terkait. Dan d) Untuk menunda atau mengambil sanksi lain terhadap satu Anggota karena melanggar peraturan sesuai dengan ketentuan dari Artikel 14. Komisi Medis dan Anti Doping memiliki tanggung-jawab untuk tugas khusus lebih lanjut berikut ini sesuai peraaturan Anti Doping. - .11 c) dari Konstitusi. dan setiap amandemen yang diusulkan kepadanya. Komisi Medis dan Anti Doping akan terdiri dari 15 orang anggota yang akan bertemu/rapat minimal sekali dalam setahun. Kantor IAAF harus memberi tahu Anggota tentang tanggal ini dan akan menerbitkan Petunjuk Prosedural. Petunjuk Prosedural.11 c) dari Konstitusi). Dewan akan menentukan suatu tanggal pada saat mana Petunjuk Prosedural atau usul perobhan terhadabnya.5 a) di bawah. iii) Standard Internasional untuk Laboratories. peng-implementyasian dan memonitor informasi anti-doping dan program pendidikan anti-doping.7 (lihat Artikel 6. biasanya pada akhir tiap tahun kalender. yang mungkin dirasakan penting untuk mengikuti Peraturan Anti Doping atau sebaliknya mengejar program Anti Doping IAAF. e) Menerbitkan petunjuk umum untuk memilih paera atlet dalam Pool Test Terdaftar. Komisi Medis dan Anti doping dapat memanggil para ahli dalam upaya melaih tugastugas tersebut di atas. dalam rangka meninjau ulang aktivitas kegiatan anti-doping IAAF di dalam 12 bulan terdahulu dan untuk menerbitkan program anti-doping IAAF tahun mendatang. 5. dan iv) Standard Internasional untuk Perkecualaian penggunaan Therapeutik bersama dengan tiap tambahan atau modifikasi terhadap dokumen demikian. Pada saat memberikan pengesahan. c) Untuk mengesahkan. memanggil para cendekiawan/ ahli untuk memberikan nasehat nmedis dan ilmiah lebih lanjut sebagaimana diperlukan. b) memberi nasehat kepda Dewan tentang amandemen terhadap Peraturan Anti Doping yang mungkin penting dari saat ke saat.Kongres berikut yang akan datang. (ii) konsekuensi kesehatan dari doping. harus ada pengaruhnya. sesering/sebanyak kali dibuutuhkan. Petunjuk Prosedural harus berisikan. kecualoi sebaliknya dinyatakan dalam Peraturan Anti Doping ini harus disahkan oleh Dewan/Dewan.11 b) dari Konstitusi.

kelalaian atau mengetahui penggunaan pada suatu bagian atlet didemonstrasikan dalam rangka untuk menetapkan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai Pasal32. Badan Peninjau ulang Doping dalam rangka menjalankan tugas-tugasnya tersebut di atas dapat mengacunya kepada Komisi Medis dan Anti Doping atau Dewan untuk memperoleh pendapat atau petunjuk dalam hubungannya dengan hal yang khusus atau kepada Dewan/Dewan mengenai setiap masalah dari kebijakan umum yang mungkin telh muncul. Pasal 32 Pelanggaran-pelanggaran Peraturan Anti Doping Doping adalah tegas-tegas dilarang sesuai Peraturan Anti Doping ini. Dia harus melapor kepada Komisi Medis dan Anti Doping dalam hal ini minimal sekali dalam setahun pada saat rapat tahunan Komisi Medis dan Anti Doping dan yang lebih teratur apabila dirasakan perlunya. dari Badan Peninjau Doping atau dari orang lain yang dia pikirkan sebagai yang layak. Badan Peninjau Doping harus mealpor kepada Dewan / Dewan atas aktivitasnya sebelum setiap rapat Dewan. 11. Administrator Anti Doping dapat setiap saat dalam rangka kerjanya mencari pendapat nasehat dari Pimpinan Komisi Medis dan Anti Doping. Tidaklah perlu bahwa maksud. 9. kesalahan. Para atlet diperingatkan bahwa mereka bertanggung-jawab terhadap setiap zat terlarang yang diketemukan ada/hadir di dalam tubuhnya. sesuai peraturan dan prosedur yang berbeda dengan yang dari IAAF. untuk menentukan apakah kasus-kasus iitu harus diacu kepada arbitrasi sebelum CAS sesuai Pasal 60. Dia memiliki tanggung-jawab untuk meng-implementasikan program anti-doping yang telah dibuat/diterbitkan oleh Komisi Medis dan Anti Doping sesuai Pasal 31. haruskah diakui oleh IAAF.23 di bawah dan apakah dalam kasus-kasus ini untuk menampilkan kembali penangguhan atlet menantikan keputusan CAS. Presiden memiliki wewenang setiap saat untuk menunjuk tambahan orang untuk Badan Peninjau Doping sebagaimana diperlukan atas dasar temporer/ sementara. 10. Doping adalah ditetapkan sebagai kejadian atas seseorang atau lebih akan pelanggaran peraturan anti-doping berikut ini : adanya/hadirnya suatu zat terlarang atau zat metabolit atau marker (zat campuran) atau cairan di dalam jaringan tubuh atau cairan-tubuh seorang atlet. Komisi Medis dan Anti doping akan melapor kepada Dewan/Dewan akan aktivitasnya sebelum tiap Rapat Dewan. Badan Peninjau ulang Doping dituaskan sebagai suatu Sub-Komisi dari Dewan sesuai Artikel 6. 18 Badan Peninjauan ulang Doping (The Doping Review Board).: Atas nama Dewan menentukan apakah ada keadaan perkecualian dalam kasus-kasus yang mengacu kepadanya sesuai Pasal 38.11 j) dari Konstitusi dengan minimal tugas – tugas sbb. Administrator Anti-Doping IAAF. 12.7.16 di bawah. Administrator Anti Doping IAAF memiliki tanggung-jawab untuk administrasui sehari-hari tentang kasus-kasus doping yang timbul berdaasar Peraturan Anti Doping ini. Ini harus berkomunikasi dengan Kantor IAAF pada semua masalah anti-doping dan hal-hal terkait melalui Departemen Medis dan Anti Doping IAAF.3 di bawah apakah hasil-hasil kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IASAF. 13. 8. terhadap zat metabolit atau markers. salah satunya haruslah yang memenuhi syarat secara sah. adalah tugas pribadi seorang atlet guna meyakinkan/menjamin bahwa tidak ada zat terlarang masuk kedalam jaringan tubuh atau cairan tubuhnya.2a) .5 di atas. Semua referensi kepada suatu zat terlarang di dalam Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural harus termasuk suatu referensi bila dapat diterapkan. Administrator Anti-Doping IAAF adalaah ketua dari Departemen Medis dan Anti Doping IAAF. Terutama Administrator Anti Doping IAAF haruslah menjadi pribadi yang bertanggung-jawab untuk melakukan proses pengelolaan hasil-hasil yang berkaitan dengan Pasal 37 dan untuk menentukan akan ketentuan penangguhan atlet berkaitan dengan Pasal 38. Badan Peninjau Doping akan terdiri dari 3 orang. dan untuk menentukan hal-hal yang diacu kepadanya sesuai Pasal 43.

melakukan trafficking (penjualan. Pemilikan oleh seorang atlet berarti pemilikan pada setiap sat atau tempat akan suatu zat yang adalah terlarang di luar kompetisi atau suatu metoda terlarang kecuali jika si atlet menentukan bahwa pemilikannya adalah menuruti suatu pemberian TUE (Therapeutic Use Exemption = Pembebasan Penggunaan Terapetik) kepada seorang atlet sesuai Pasal 34. bersekongkol. menutup atau terlibat dalamtiap macam yang lain dari kelibatan menyangkut suatu pelanggaran peraturan anti doping atau mencoba-coba pelanggaran. Daftar Terlarang dapat menetapkan kriteria khusus untuk penilaian dari zat-zat terlarang yang juga dapat dihasilkan secara endogenous.2 d) dari peraturan Perlombaan 2004-2005 tetap berpengaruh.kecuali zat-zat terlarang itu untuk mna suatu ambang lporan adalah khususnya diidentifisir di dalam Daftar Terlarang. Suatu pengakuan penggunaan atau percobaan penggunaan suatu zat terlarng atau suatu metoda terlarang dapat dibuat baik secara lisan dalam suatu cara yang membuktikan atau dengan cara tertulis.5 di bawah atau pembenaran yang dapat diterima lainnya. atau pembenaran yang dapat diterima lainnya. Catatan : Bila seorang atlet suat7u test yang gagal sebagi akibat dari suatu pelanggaran dimana dia berada atau suatu test yang tak berhasil yang dibuat sebelum tanggal 1 November 2005. meng-administrasi atau mencoba mengadministrasi zat terlarang atau metoda terlarang kepada seorang atlet atau membantu. merusak atau mencoba merusak. perlombaan atau latihan. Periode 5 tahun diterapkan hanya kalau semua ketiga test gagal adalah sebagai hasil dari pelanggaran dimana dia berada atau test yang tidak sukses yang upayanya dibuat pada atau setelah 1 November 2005. yang hadir yang dideteksi dari setiap jumlah zat terlarang di dalam suatu sampel dari atlet harsu merupakan suatu pelanggaran peraturan anti-doping. Pasal 33 Standard dari Bukti Doping . atau dicoba untuk digunakan.5 di bawah. penilaian dari 3 test di luar perlombaan/kompetisi yang gagal (seperti ditentukan dalam Pasal 35. pengdaran dll. Adalah cukup bahwa zat terlarang atau metoda terlatang itu digunakan . Suatu pernyataan namun harus tidak dapat diterima bilamana ini dibuat 8 tahun setelah fakta kepada mana ini terkait. pemilikan suatu zat terlarang atau metoda terlarang. kecuali jika orang pendukung atlet menentukan bahwa pemilikan adalah menurut suatu TUE yang diberikan kepada seorang atlet menurut Pasal 34. Bertanding atau mencoba untuk bertanding sambil ditangguhkan untuk sementara waktu atau tidak absah sesuai Peraturan Anti Doping ini.untuk suatu pelanggar an peraturan anti-doping untuk dilakukan. 19 Pemilikan oleh orang pendukung atlet berarti pemilikan akan suatu zat yang adalah dilarang di luar kompetisi/perlombaan atau suatu metoda terlarang dalam hubungannya cdengan seorang atlet.17 di bawah) di dalam masa waktu 5 tahun yang dimulai dari tanggal pelaksanaan test pertama yang gagal. dengan setiap bagian dari proses kontrol doping dari prosedur-prosedur disipliner terkait. c) Penolakan atau kegagalan. menolongg. keberhasilan atau kegagalan penggunaan suatu zat terlarang atau metoda terlarang adalah tidak penting.) suatu zat terlarang atau metoda terlarang. Sebagai suatu perkecualian terhadap aplikasi umum dari Pasal 32. b) penggunaan atau percobaan menggunakan dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang.2 a). untuk menyerahkan kepada kontrol doping yang telah diminta untuk melakukannya oleh seorang petugas yang bertanggung-jawab atau sebaliknya mencari untuk meng-elakkan kontrol doping. tanpa memaksakan dasar pembenaran. mendorong. jangka waktu 18 bulan disediakan dalam Pasal 32.

Tiap Anggota harus secara berkesempatan menjamin bahwa Daftar zat Terlarang yang berlaku selalu tersedia a9apakah pada website atau sebakliknya) kepada semua atlet.IAAF. dalam hal mana IAAF. IAAF akan membuat Daftar zat Terlarang yang berlaku sekarang yang tersedia bagi setiap Anggota (IAAF) dan ini akan tersedia pada website IAAF. Bukti yang standard adalah lebih besar dari pada suatu kemungkinan yang berimbang tetapi kurang dari pada bukti dibalik suatu keraguan yang layak. Bukti standard harus apakah IAAF. IAAF juga boleh meminta bahwa WADAmemasukkan zat-zat tambahan atau metoda-metoda tambahan yang memiliki potensi untuk di salah gunakan dalam atletik. Dimana Peraturan Anti Doping ini meletakkan beban dari bukti pada seorang atlet. Atlet dapat membantah anggapan/dugaan ini dengan menentukan bahwa suatu pemberangkatan dari Standard Internasional untuk Laboratorium telah terjadi. Para atlet dengan suatu kondisi medis yang terdokumentasikan membutuhkan penggunaan suatu zat terlarang atau suatu metoda terlarang harus pertama kali memperoleh suatu TUE. 20 . bukti yang standard harusdari suatu kemungkinan yang berimbang. yaitu : Laboratorium WADA yang berakreditasi adalah dianggap telah melakukan analisis terhadap sampels dan prosedur penjagaan sesuai dengan Standard Internasionl untuk Laboratorium. dengan mengingat kesungguhan dari dugaan yang dibuat. orang pendukung atlet dan orang-orang lain yang relevan di bawah judgesdiksinya. atau dasar faktual yang sebenarnya untuk menentukan pelanggaran peraturan anti-doping yang lain adalah dilakukan sesuai PeraTURAN Anti Doping ini. orang pendukung atlet atau orang lain yang diduga keras telah berbuat suatu pelanggaran anti doping guna membantah suatu anggapan atau mengadakan /mendapatkan fakta khusus atau keadan. Anggota atau Penguasa penuntut harus memiliki beban dalam menentukan bahwa keberangkatan demikian tidak merusak/meruntuhkan validitas dari penemuan analitis yang merugikan. Bila si atlet menentukan bahwa suatu keberangkatan dari Standard Internasional untuk Test (atau ketentuan-ketentuan lain yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedural ) telah terjadi. Fakta yang dikaitkan dengan pelanggaran peraturan anti doping dapat diadakan dengan sarana yang dapat dipercaya. Penentuan WADA tentang zat-zat terlarang dan metoda-metoda terlarangyang kan dimasukkan ke dalam Daftar hal-hal Terlarang adalah final dan tidak terkena tantangan yang legal oleh tiap atlt atau orang yang lain. Anggota (IAAF) atau penguasa penuntut lain harus memikul beban dalam mementukan keberangkatan demikian tidak merusak validitas dari penemuan bahwa zat terlarang adalah ada/hadir dalam sampel. atau bahwa metoda terlarang telah digunakan. sebagai bagian dari program monitoring WADA. Pasal 34 Daftar zat Terlarang Peraturan Anti Doping ini bersama Daftar zat Terlarang harus diterbitkan dan diadakan revisi oleh WADA. Suatu pemberangkatan dari Standard Internasional untuk Test (atau ketentuan aplikasi lainnya dalam Petunjuk Prosedural) harus tidak membuat tak berlaku suatu penemuan bahwa suaru zat terlarang adalah ada/terdapat dalam suatu sampel atau bahwa suatu metoda terlarang telah digunakan. atau bahwa pelanggaran peraturan anti doping sesuai peraturan anti-doping telah dilakukan. Standard bukti berikut ini harus dapat diterapkan dalam kasus-kasus doping. Anggota (IAAF) atau yang berwewenang menuntut yang lain akan mendapat beban untuk mengadakan bahwa suatu pelanggaran peraturan anti-doping telah terjadi sesuai Peraturan Anti Doping ini. kecuali jika keberangkatan adalah demikian untuk merusak validitas dari penemuan yang ditanyakan. maka IAAF. Kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam Daftar zat Terlarang dan atau ada revisi terhadap Daftar zat Terlarang dan revisi itu harus berlaku aktif di bawah Peraturan Anti Doping ini 3 bulan sesudah publikasi dari Daftar zat Terlarang oleh WADA tanpa meminta tindak lanjut oleh IAAF. Anggota atau Penguasa penuntut lain telah mengadakan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sampai kepuasan yang nyaman dari badan ‘hearing’yang relevan.

dimana tidak ada keuntungan kompetitif yang didapat bagi si atlet. Adalah suatu kondisi/syarat dari Keanggotaan dari IAAF bahwas setiap Anggota (dan Asosiasi Area/Kawasan) memasukkan kedalam undang-undang / kinstitusinya. Atlet bukan tingkat internasional harus memperoleh suatu TUE dari Federasi Nasionalnya. Suatu ketentuan yang memebri IAAF suatu wewenang untuk melakukan test di luar perlombaan yang tak diumumkan kepada para atlet Anggota. dan suatu kondisi/syarat berpartisipasi dalanm perlombaan yang diberi sanksi atau yang diorganisir oleh Anggota. Pasal 35 Test Setiap atlet di bawah Peraturan Anti Doping ini dapat dikenai test di dalam perlombaan dimana dia sedang berlomba dan juga test di luar perlombaan pada setiap saat atau tempat. suatu laporan dalam hal Anggota. IAAF dan para Anggota (IAAF) dapat mendelegasikan tetst menurut peraturan ini kepada tiap Anggota.Namun TUE ini akan diberikan hanya dalam kasus-kasus kebutuhan klinis yang jelas dan memaksa. oleh IAAF atau oleh badan yang lain dengan kompetensi wewenang untuk meng-test di bawah/menurut peraturan perlombaan Anti Doping. hanya suatu organisasi tunggal yang harus bertanggung-jawab untuk memprakarsai dan mengarahkan test selama perlombaan. Suatu ketentuan yang memberi wewenang IAAF untuk melakukan kontrol doping pada Kejuaraan nasional Anggota (dan di Kejuaraan Kawasan dari Asosiasi Area). atau (iii) oleh atau atas nama dari IOC dalam kaitannya dengan Olimpic Games. bzahwa para atlet setuju untuk dikenakan test di dalam perlombaan ataupun di luar perlombaan yang dilakukan oelegh Zanggota . Rincian prosedur untuk mengajukan aplikasiharus diketemukan di dalam Petunjuk Prosedural. TUE-TUE yang diberikan oleh IAAF sesuai peraturan ini harus dilaporkan kepada Federasi Nasional si atlet dan kepada WADA. Namun. harus diserahkan kepada IAAF atas dasar tahunan (lihat Pasal 41. WADA. pengumpulan sampel harus dimulai dan diarahkan oleh IAAF (lihat Pasal . dan di luar perlombaan oleh (I) WADA. atau sebaliknya memiliki wewenang kompentensi untuk memberikan TUE du dalam negeri atau teritori dari Federasi Nasional.Federasi-federasi nasional harus dalam semua hal bertanggung-jawab untuk segera melaporkan pemberian TUE sesuai peraturan kepada IAAF dabn kepada WADA. organisasi nasional anti-doping atau pihak ketiga yang lain yang mereka dirasakan layak memenuhi syarat untuk tujuan ini. Anggota yang lain. atau dari badan lain demikian yasng mungkin ditunjuk oleh Federasi Nasionalnya untuk memberikan TUE-TUE. para atlet dapat dikenakan terhadap testing. Dalam Perlomban Internasional. badan/agen pemerintahan. (ii) organisasi anti-dopuing nasional dari Negara atau Teritori di mana mereka hadir.: Suatu ketetapan memberi Anggota (dan Asosiasi Area/Kawasan) wewenang untuk melakukan kontrol doping di dalam perlombaan atau di luiar perlombaan.Para atlet harus mendatangi lokasi kontrol-doping bila diminta oleh petugas yang bertanggung-jawab. Dalam perlombaan oleh suatu organisasi lain atau badan yang memiliki kompetensi wewenang untuk melakukan testing pada kompetisi/perlombaan di dalam mana mereka berpartisipasi.4 di bawah). Sebagai tambahan terhadap test oleh IAAF dan para Anggotanya (dan oleh keseluruhan kepada siapa IAAF dan Anggotanya telah mendelegasikan tanggunhg-jawab test mereka menurut peraturan Pasal 35.3 di atas). 21 Atlet tingkat internasional harus mmemperoleh TUE dari IAAF menjelang berpartisipasi ( dengan mengabaikan apakah si atlet telah menerima suatu TUE sebelumnya pada tingkat nasional). hal-hal sbb. Atlet yang mencari TUE harus mengajukan permohonan tertulis kepada Komisi Medis dan Anti Dopingh. dan suatu ketentuan membuat ini suatu kondisi dari keanggotaan atau afiliasi kepada Federasi Nasional.

sdengan satu copy laporan demikian duikirim kepada IAAF pada waktu yang sama) dalam rangka menghindari duplikasi testing yang tidak perlu. adalah tanggung-jawab Anggota untuk menjamin bahwa test yang demikian dilaksanakan di dalam negara atau Teritori memenuhii /sesuai dengan Peraturan Anti doping dan Petunjuk Prosedural. Adalah tugas kewajiban setiap Anggota. IAAF dan para Anggotanya harus segera melapor semua test dalam perlombaan yang telah Selesai melalui clearing house Wada (DALAM HAL LAPORAN OLEH SAYU Anggota. Super Grand Prix.3 di atas. ini dapat menunjuk syatu perwakilan untuk hadir pada Perlombaan Internasional dalam ranmgka untuk menjamin bahwa Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Proseduralnya adalah telah diterapkan secara teliti-cermat. Grand Prix II Perlombaan atletik Dengan Izin / Permit IAAF. Apabila IAAF telah mendelegasikan tetst menurut Pasal 35. Dalam banyak hal. misalnya. 13. Bila IAAF atau badan kuasa organisasi sport internasional lainnya menetapkan untuk tidak melakukan test pada suatu Kompetisi Internasional. termasuk test sasaran. atau di Negara atau Teritori mana suatu perlombaan dilaksanakan. dan Pada Perlombaan atletik Internasional yang lain yang Dewan/Dewan boleh menentukan atas rekomendsi dari Komisi Medis dan Anti Doping. atas dasar kebijakan IAAF ( bertindak atas ofosial atau badan yang relevan). Dalam berkonsultasi dengan Anggota yang relevan (dan dengan Asosiasi Area yang relevan) . Testing di luar Kompetisi / Perlombaan 12.3 di atas. Bila Anggotra telah mendelegasikan test-nya menurut Pasal 35. Perlomban Liga Emas. oleh IOC pada Olympic Games. oleh suatu metoda yang harus memilih. Dewan/Dewan akan mentukn jumlah atlet yang diantisipasi untuk ditest pada Perlombaan Internasional di atas atas rekomendasi dari Komisi Medis dan Anti Doping. melakukan testing di luar perlombaan terhadap tiap atlet pada segtuiap saat. setiap atlet yuang telah menumbangkan atau menyamai Rekor Area/Kawasan dan atau Dunia. Anggota yang melakukan kontrol.7 di bawah) atau badan yang kuasa organisasi sport internasional lainnya dalam hal suatu perlombaan internasional atas mana IAAF tak punya kontrol secara ekslusif (misal: IOC pada Olimpik Games atau Commonwealth Games Federation pada Commonwealth Games).harus bertanggung-jawab atas prakarsa dan pengarahan test dalam pdrlombaan. Seri-seri Pelombvaan Atletik Dunia. petugas dari satu Anggota dan orang lain di bawah . Para atlet yang harus ditest harus dipilih dengan cara sebagai berikut : atas dasar posisi pada babak final dan atau atas dasar acak / random. 22 Test Dalam Perlombaan/Kompetisi IAAF harus bertanggung-jawab untuk memprakarsai dan mengarahkan test dalamperlombaan pada Perlombaan-perlombaan Internasional berkit ini : Kejuaraan Atletik Dunuia. organisasi anti-doping nasional di dalam negera atau teritori dimana perlombaan internasional dilaksanakan dapat dengan pengesahan IAAF dan WADA. Namun. Grand Prix.35. memprakarsai melaksanakan test demikian. Dalam semua kasus yang lain (kecuali dimana kontrol doping dilakukan di bawah peraturan dari badan kuasa organisasi sport internasional yang lain. Test yang dilakukan oleh IAAF dan Anggotanya menurut Pasal ini harus dalam kecocokan yang besar dengan Test Standard Internasional ( dan ketentuan yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedural) berlaku pada saat testing. IAAF dapat melakukan atau membantu dalanm melakukan kontrolo doping pada suatu Perlombaan Nasional Anggota atau Perrlombaan Area/Kawasan dari Asosiasi Area. testing ini harus dilakukan tanpa peringatan kepada si atlet arau ke[pada orang pendukung atlet atau Federasi Nasional. ini boleh atas kebijakan. IAAF harus memfokuskan testing di luar perlombaan terutama pada para atlet tingkat internasional.

atau telah dipilih untuk tidak bertamding atas suatu alasan lain. 15. dia harus diminta untuk memberi catatan kepda IAAF dalam bentuk yang menjelaskan. 16.judgesdiksi dari satu Anggota untuk membantu IAAF (dan bila cocok/layak . Para atlet darus diminta untuk menyimpan tentang informasi itu dalam file/himpunan atas dasar waktu kwartalan dan harus diminta untuk memberi tahukan IAAF segera bila ada perobahan terhadap informasi demikian guna menjamin bahwa ini dipelihara berlaku pada setiap saat. dia harus telah melakukan pelanggaran suatu peraturan anti-doping sesuai Pasal 32. Seorang atlet yang menolak atau gagal untuk datang ke kontrol doping atas perhtian atas fakta bahwa dia telah mengundurkan diri / pensiun atau telah memilih untuk tidak berlomba karena satu dan lain alasan. para atlet dalam Pool Testing Terdaftar harus diminta untuk menyediakan kepada IAAF dengan dimana ada informasi cukup untuk maksud-maksud test di luar kompetisi terhadap atlet-atlet itu. tak lama berharap dikenakan testing di luiar perlomban atas perhatian kepada fakta bahwa dia telah pensiun / mengundurkan diri. Bila seorang atlet dinilai sebagai telah memiliki 3 test yang gagal dalam periode 5 tahun dimulai dari tanggal dari test pertama yang gagal. Test di louar Perlombaan harus dilakukan dibawah Peraturan Anti Dopingberkaitan dengan zat dan metoda terlarang di laur perlombaan/kompetisi termuat di dalam Daftar Terlarang. Administrator IAAF harus meng-evaluasi kegagalan itu sebnagai suatu test yang gagal dan si atlet harus diberi tahu secara tertulis. tetapi yang belum menyediakan IAAF dengan peringatan sesaui peraturan. bila demikian yang diminta oleh IAAF. harus telah melakukan suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai dengan peraturan Pasal 32. Informasi dimana saja yang disediakan oleh seorang atlet menurut peraturan ini harus berbagi dengan WADA dan badan lain yang memilikikompetensi wewenang untuk men-tetst atlet. petugas dari Anggota atau orang lain di bawah judgesdiksi dari satu Anggota mencegah. Bila sebagai suatu hasil dari eveluasi demikian. Pasal 36 Analisis Sampel-sampel Semua sampel yang dikumpulkan di bawah Peraturan Anti-Doping harus dianalisa sesuai dengan prinsip-prinsip umum berikut ini : . 23 Dimana ada informasi/Test yang gagal. mengganggu atau sebaliknya merusak dengan perbuatan test demikian dapat di kenakan sanksi sesuai peraturan Anti Doping. Bila seorang atlet. Bila seorang atlet gagal atas permintan untuk menyediakan IAAF dengan informsi dia. Federasi Nasional seorang atlet harus menggunakan upaya terbaiknya untuk membantu IAAF dalam memperoleh informasi bagi si atlet . atau tidak daopat ditempatkan untuk testing oleh seorang ofiser kontrol-doping pada dimana-mana menahan pada file/himpunan untuk atlet itu.2 (d)). Tanggung jawab terakhiir untuk menyediakan informasi demikian terletak pada tiap atlet. pada kondisi yang tegas bahwa informasi demikian hanya digunakan untuk maksud-maksud kontrol doping. Statistik dari testing di luar perlombaan harus dipublisir sekali dalam setahun per atlet dalam Pool Testing Terdaftar dan per Anggota Federasi. Atlet yang sama kemudiaan mengkin tidak meneruskan lagi perlombaan kecuali dia telah memberi IAAF peringatan 12 bulan dalam bentuk yang tertulis tentang diatnya untuk kembali ke arena perlombaan dan telah membuat dirinya siap sedia unt7uk testing di luar perlombasn oleh IAAF daklam periode itu dengan menyediakan untuk IAAF dengan informasi menurut peraturan 35. dia harus dikenakan kepada suatu evalusi oleh Administrator Anti Doping IAAF untuk suatu test yang gagal.2 c). 17. Anggota yang lain. yang telah diminta untuk memelihara informasinya dalam suatu file/himpu nan. atau untuk menyediakan informasi yang cukup. menghindari. Tiap Anggota. Administrator Anti Doping IAAF menyimpulkan bahwa si atlet telah gagal dalam kewajibannya menyediakan informasi atau informasi dimana-mana yang cukup.16 di atas. Kembali ke perlombaan mengikuti pengunduran diri atau periode non-perlombaan 18. 14. Atas permintaan IAAF. WADA atau badan yang lain yang memiliki kompetensi terhadap wewenang testing) dalam melakukan test di luar perlombaan di bawah peraturan ini.

Research atas sampel-sampels. Bila dalam suatu tahap. Dalam hal seorang atlett tingkat internasional. referensi setelah itu kepada Administrator Anti Doping IAAF bila mungkin harus referensi kepada orangg atau . masalahnya harus dikenakan kepada proses hasil-hasil pengelolaan yangb ditentukan di bawah ini. dalam semua ksus lainnya. Pasal 37 Pengelolaan Hasil-hasil Pemberitahuan berikut ini atas penemuan analitis yang merugikan atau pelanggaran peraturan anti-doping yang lainnya sesuai peraturan Anti Doping ini.et dalam kontrol doping yang dilaksanakan di bawah tanggung jawab dari IAAF harus segera menjadi harta-milik IAAF. ini harus dilakukan oleh orang atau badan yang relevan dari Federasi nasional si atlet. baik kepada IAAF dalam hal suatu tetst IAAGF atau ke Anggota yang brelevan dalam hal suatu test nsional (dengan satu copy kepada IAAF). laboratorium (atau unit testing mobile) boleh berbuat /bertindajk lebih lanjut kepada tetst yang lain yang diperlukan guna menjelaskan kepada pertanyaan atau issue yang timbul dan test demikian dapat digantungkan atas oleh IAAF ketika menentukan apakah sampel telah memberikan perkebangan kepada suatu penemuan analitis yang merugikan. sampel-sampel harus dikirim hanya kepadfa laboeratoriumlaboratorium berakreditasi dari WADA (atau bila dapat diterapkan. Dimana suatu analisis menunjukkan ada/hadirnya suatu zat terlarang atau penggunbaan suatu zat terlarang atau metoda terlarang. atau yang diarahkan oleh WADA menurut program monitoring. ada pertanyaan atau issue yang timbul yang berkaitan dengan sampel. pada setiap tahap. Tidak ada sampel yang digunakan untuk suatu maksud selain untuk menemukan/mendeteksi adanya zat-zat terlarang ( atau klas-kals zat-zat terlarang) atau metoda-netoda terlarang pada Daftar Terlarang. Bila. orang yang bertanggung-jawab terhadap analisis di laboratorium (atau laboratorium hematologik atu unit testing bergerak/mobile) . kepada laboratoriumlaboratorium haematologiik atau unit-unit testing mobil) yang disahkan oleh IAAF. Semua sample yang disediakan oleh Atl. tiap petryanyaan atau issue yang timbul mengenai analisis aatau interpretasi dari hasil dari suatu sampel. Zat-zat yang terkena kepada deteksi Sampel-sampel harus dianalisa untuk mendeteksi adanya zat-zat terlarang dan metodametoda terlarang yang tertera pada Daftar Terlarang dan zat-zat lain demikian seperti mungkin diarahkan oleh WADA menurut program monitoring. Laboratorium WADA g berakreditasi harus segera mengkomfirmasikan penemuan analitis yang merugikan secara tertulis. Anggota masih harus menginformasikan kepada IAAF tentang penmemuan analitris yang merugikan dan nama si atlet segera setelah menerima informasi dari kaboratorium WADA yang berakreditasi dan dalam segala keadaan.24 Penggunaan Laboratorium yang disahkan (Use of Approval Laboratories) Sanmpel-sampel yang untuk dianalisa harus dikirim hanya kepada Laboratoriumlaboratorium berakreditsi darin WADA.Badan atau orang yang relevan dari Federasi Nasional si atlet harus memelihara Administrator Anti Doping IAAF diperbharui pada proses pada setiap waktu. Dalam hal test dari IAAF. atau sebaliknya telah disahkan oleh WADA. proses pengelolaan hasil-hasil harus dilakukan oleh Administrator Anti Doping IAAF.Permintaan asisten/bantuan atau informasi dalam melakukan proses pengelolaan hasil-hasil dapat dilaakukan oleh Administtrator Anti Doping IAAF pada setiap sat. Untuk masud dari peraturan ini dan peraturan Pasal 38 di bawah. di dalam tempo dua minggu setelah menrrimanmya. Dalam hal test nasional. Standard Internsional untuk Laboratorium Laboratorium harus meng analisa sampel-sampel dan melaporkan hasilnya dalm memenuhi Standard Internasional untukLaboratorium. tanpa izin tertulis si atlet.

atlet yangb bersangkutan kemudian harus di berikan suatu kesempatan. dan Hak si atlet untuk mengajukan permohonan lembar/copy dari dokumentasi laboratorium dari sampel “A” dan “B” yang jya harus termasuk informasi yang diperlukan oleh Standard Laboratorium-laboratorium Internasional. untuk menyediakan penjelasan dalam memberikan respons/tanggapan kepada pelanggaran peraturan anti-doping yang dinyatakan. di dalam jangka waktu terbatas yang ditentukan oleh Administrator Anti Dioping IAAF. pelanggaran peraturan anti-doping yang telah dilanggar atau. seperti perwakilan dari IAAF. Batas waktu dalam mana si atlet adalah untuk menyediakan kepada IAAF. baik secara langsung atau melalui Federasi Nasionalnya.5 di bawah. Bila laboratorium yang bersangkutan tidak dapat meng akomodsikan analisis sampel “B” pada tanggal yang ditentukan. Seorang atlet dapat menerima hasil. bahwa sampel “B” harus dianggap dilepaskan. secara klangsunga atau lewat Federasi Nasionalnya. Tak ada alasan lain harus diterima untuk merobah tanggal analisis bagi sampel “B”. Administrator Anmti-Doping IAAF harus segera memberi tahu si atlet tentang : 25 penemuan analitis yang merugikan. atau ada suatu pemberangkatan nyata dari Standard Testing Internasional (atau ketentuan lain yang dapat diterapkan dalam Petunjuk Prosedurakl) atau Standard Laboratorium Intyernasional seperti itu untuk menentukan keabsahan dari penemuan. Si atlet harus dinasehatkan pada waktu yang sama bahwa bila analisis sampel “B” diminta/diajukan.4 b) di atas. dalam hal mana biaya iitu harus dipenuhi oleh organisasi yang bertanggung-jawab untuk memprakarsai tetst dimaksud. IAAF dapat meminta analisis sampel “B” pada setiap saat bila ini diyakini bahwa ana lisis demikian akan relevan terhadap pertimbangan dari kasus si atlet. dalam hal jatuh sesuai Pasal 37. Administrator Anti Doping IAAF harus segar memberi tahu si atlet tentang hasil dari pennyelidikan lanjutan itu dan apakah ini dinyatakan dengan tegas bahwa pelanggaran suatu peraturan anti-doping telah dilakukan. suatu penjelasan tebntang penemuan analitis yang merugikan. Bila tinjauan ulang bagian awal sesuai Pasal 37. Administrator Anti Doping IAAF harus melakukan tindak penelitian/investigasi lanjutan yang mungkin diperlukan/diminta. analisis sampel “A” dengan melepaskan haknya kepda analisis sampel “B”.3 di atas tidak menampakkan suatu penerapan TUE atau pemberangkatan dari Standard Testing Internsional ( atau ketentuan yang dapat diterapkan yang lain di dalam Petunjuk Prosedural) atau Standard Laboratorium Internasional seperti untuk merusak keabsahan dari penemuan. telah ditentukan. maka analisis harus terjadi pada tanggal yang tersediakan yang paling awal untuk laboratorium kemudian. semua biaya berkaitan dengan laboratorium harus dipenuhi oleh si atlet. Seorang .. Si atlet dan atau perwakilannya harus diizinkan untuk hadir pada analisis sampel “B” dan untuk hadir selama analisis sedang berlangsung. Bila ini masalahnya. tanggal demikian biasanya tidak lebih dari 2 minggu setelah tanggall pemberi tahuan dari penemuan analitris yang merugikan . Pada pemberian catatan atas suatu penemuan analiitis yang merugikan. Administrator Anti Doping IAAF harus mengadakan suatu tinjauan ulang guna menentukan apakah : suatu TUE yang dapat diterapkan telah diberikan kepada atlet bagi zat terlarang. Hak si atlet untuk segera meminta untuk penganalisaan dari sampel “B” dan gagal mengajukan permohonan itu. Pemberi tahuan berikut ini kepada seorang atlet sesuai Pasal 37. suatu penjelasan tentang tambahan penyelidikan/investigasi untuk dilakukan guna menentukan apakah suatu pelanggaran peraturan anti-doping telah terjadi. Setelah selesai penyelidikan lanjutan demikian. bila analisis demikian itu diminta. Hak dari atlet dan atau perwakilan dia untuk menghadiri prosedur pembukaan sampel “B” dan analisisnya. kecuali sampel “B” gagal untuk mengkonfirmasikan sampel “:A”.badan yang relevan dari Anggota dan referensi kepada si atrlet harus bila dapat diterapkan harus referensi bagi tiap orang pendukung atlet atau orang lain.Namun. Tanggal kapan analisis sampel “B” dimintakan/diusulkan. bila diminta oleh si atlet. Suatu perwakilan dari Federasi Nasionala si atlet juga boleh tampil dan hadir selama analisis.

Dalam kasus dari seorang atlet Tingkat Internasional.akukan tindak lanjut penyelidikan yang mungkin diminta oleh Daftar Terlarang. Dalam hal pelanggaran peraturan anti-doping dimana tidak ada penemuabn analitis yang merugikan.atlet harus tetap ketentuannya ditangguhkan (lihat Pasal 38.2 di bawah) meskipun faktanya bahwa dia meminta analiosis dari sampel “B”. Setelah selesai investigasi lanjutan. si atlet harus ditunda/ditangguhkan. Bila ini masalahnya. penangguhan pada saat itu resolusi menunggu sementara dari kasus si atlet oleh Federasi Nasional. suatu laporan laboratoris lengkap harus dikirim kepada Administrator Anti Doping IAAF bersama dengan satu copy dari data relevan yang diminta oleh Standard Laboratorium Internasional. Federasi Nasional dari si atlet harus menjatuhkan penangguhan yang relevan dengan pemberitahuan secara tertulis kepada atlet ybs. Pasal 38 Prosedur-prosedur Disipliner Dimana ini dinyatakan bahwa suatu peraturan pelanggaran anti-doping telah dilakukan berdsar Peraturan Anti Doping ini. si atlet harus diberi kesempatan . Satu copy dari laporan ini dan semuadata yang relevan harus diajukan kepada si atlet bila dia memintanya. Administrator Anti Doping IAAF harus segera memberi tahu si atlet tentang hasil-hsil dari investigasi lanjutan dan apakah IAAF menegaskan atau tidak atau terus menegaskan bahwa suatu peraturan anti-doping telah dilanggar.3 di bawah. Dalam semua kasus yang lainnya. atlet ini harus ditangguhkan oleh Administrator Anti Doping IAAF. pemeriksaan (hearing). atau tidak cukup penjelasan. Hasil hasil proses pengelolaan dari suatu test yang dilakukan oleh IOC atau oleh badan organisasi sport internasional yang lain melakukan testing pada suatu Perlombaan Internasional yang di atasnya IAAF tak memiliki kontrol secara eksklusif(misal: Common wealth Games atau Pan American Games) harus dikelola.. 26 Enangguhan sementara Bila tak ada penjelasan.9 telah diselesaikan). sanksi atau exonerasi (=pembebasan dari tuduhan / pembuktian tak bersalah). baik secara langsung ataumelalui Federasi Nasionalnya.11 di atas. . Administrasi Anti Doping IAAF harus melakukan penyeliidikanm sesuai atas fakta dari kasus yang dia rasakan adalah penting dan atas penyelesaian suatu penuelidikan demikian. di dalam batas wajktu yang ditentukan oleh Administrator Anti Doping .4 c) atau 37. harus segera memberi tahu si atlet yang bersangkutan apakah ini dilepaskan bahwa suatu pelanggaran peraturan anti doping telah dilakukan. Secara alternatif. sejauh untuk mementukan suatu sanksi bagi atlet dibalik diskualifikasi dari Perlombaan Internasional yang dipersoalkan.si atlet dapat menerima suatu penanguhan sukarela asalkan bahwa hal ini diperkuat dengan tertulis kepada Federasi Nasionalnya.: penangguhan sementara. Sekali analisis dari sampel “B” telah berakhir. atau sampai analisis sampel “B” dilepaskan oleh si atlet.2 atau Pasal 38. bagi pelanggaran peraturan antidoping yang dinyatakan diterima dari atlet atau dari Federasi Nasional di dalam waktu terbatas yang ditentukan oleh Administrator Anti Doping IAAF dalam Pasal 37. oleh IAAF sesuai dengan Peraturan Anti Doping ini. Orang-orang yang dikaitkan dengan kontrol doping harus mengambil semua langkah yang layak guna memelihara kerahasiaan dalam suatu masalah sampai analisis sampel “B” telah berakhir (atau sampai suatu investigasi lanjutan terhadap analisis sampel “B” mungkin diperluikan oleh Daftar Terlarang sesuai Pasal 37. untuk menyediakan suatu penjelasan dalam memberi respons terhadap pelanggaran peraturan anti doping yang dinyatakan. Pada saat menerima laporan laboratoris sampel “B: Administrator Anti Dping IAAF harus mel. prosedur-prosedur disipliner harus terjadi dalam tiga tahap sbb. Identitas para atlet yang sampelnya telah menghasilkan dalam suatu penemuan analitis yang merugikan atau yang dinyatakan telah melakukan pelanggaran peraturan anti-doping dapat secara publik/umum disingkap/diperlihatkan dalam lingkungan yang normal tidak lebih awal dari pembebanan dari sutu ketentuan penangguhan menurut peraturan Pasal 38.

Fakta ini harus diperkuat dengan tertuliis kepada IAA oleh Anggota dalam tempo 5 hari-kerja. maka Administrator Anti Doping IAAF akan menjatuhkan sendiri suatu penangguhan sementera demikian.23 di bawah. di akan dianggap telah melepaskan haknya untu suatu ‘heasring’ dan untuk menerima bahwa dia telah melakukan pelanggaran peraturan anti-doping. Anggota atau penuntut umum lain yang berwewenang harus menanggung beban untuk membuktikan adanya pelanggaran peraturan anti-doping untuk mencapai suatu kepuasan yang menye nangkan dari pengadilan (lihat Pasal 33. Bila seorang atlet diberitahukan bahwa penjelasan dia telah ditolak dan bahwa dia adalah ditangguhkan sementara sesuai Pasal 38. Suatu penangguhan sukarela harus efektif hanya dari sejak tanggal diterimanya konfirmasi tertulis si atlet yang demikian dari IAAF. hak untuk diwakili oleh counsel/penasehat yang sah dan seorang penterjemah (atas biaya si atlet) dan suatu keputusan yangb tepat waktu dan beralasan secara tertulis. seorang atlet yang telah dijatuhi penangguhan sementara. dalam pendapat dari Administrator Anti Doping IAAF.2 di atas. Setiap atlet harus punya hak untuk memohon suatu dengar-pendapat (hearing) di depan suatu pengadilan (tribunal) Federasi Nasional yang relevan sebelum sesuatu sanksi ditetapkan sesuai dengan Peratutran anti-doping ini. Apabila suatu ‘gearing’ diminta oleh seorang atlet.2 di atas). Dengar-pendapat / hearing si atlet harus terjadi di depan badan hearing yang relevan pejabat yang diberi kuasa atau sebaliknya diberi wewenang oleh Anggota. Sekali penangguhan sementara itu dijatuhkan oleh Administrator Anti Doping IAAF. Apabila si atlet gagal untuk menegskan secara tertulis kepada Federasi Nasionalnya ataui badan relevan lainnya dalam tempo 14 hari dari pemberi tahuan demikian bahwa dia menginginkan untuk diadakan hearing. termasuk hak untuk memanggil dan bertanya kepada para saksi. harus tidak mempengaruhi haknya untuk menuntut keputusan Anggota menurut CAS sesuai Pasal 60. Namun. Bila seorang atlettelah mendapatkan status afiliasi di luar negeriu sesuai Pasal 4. IAAF harus punya hak untuk menghadiri semua hearing sebagai seorang observer/peninjau. 27 Hearing / Dengar pendapat.Dalam tiap hal dimana Anggota menjatuhkan penangguhan sementara atau seorang atlet menerima suatu penangguhan sukarela. ini harus memanggil untuk rapat tanpa ditunda dan hearing itu diselenggarakan di dalam tempo 2 bulan dari tanggal pemberi tahuan akan permohonan atlet kepada Anggota.3 di atas. Bila pengadilan relevan dari Anggota menilai bahwa pelanggaran peraturan angti-doping belum di lakukan. hadirnya IAAF di dalam suatu hearing. atau tiap keterlibatan lain dalam suatu kasus. Namun.7 di bawah. kebalikan dengan paragraf di atas. ini harus memberi tahu akan penangguhan itu kepada Anggota yang kemudian harus memulai melakukan prosedur-prosedur disipliner yang ditetepkan seperti di bawah ini. atau yang telah menerima suatu penengguhan sementara harus berhak untuk suatu ‘hearing’ (dengan pendapat) penuh yang cepat di depan Anggota sesuai Pasal 38. Bila . dia harus juga diberi tahu akan haknya untuk memohon diadakan hearing. Dalam hearing dari kasus seorang atlet. Badan hearing yang relavan haruslah yang baik/fair dan tidak memihak dan pelaksanaan hearing harus menghormati prinsip-prinsip berikut ini : hak dari si atlet harus hadir di tempat hearing dan menghadirkan bukti. Kasus ini segara . Suatu keputusan untuk menjatuhkan suatu penengguhan sementara kepada seorang atlet harus tidak dikenakan kepada suatu tuntutan/appea. keputusn ini harus diberi tahukan kepada Administrator Anti Doping IAAF secara tertulis di dalam tempo 5 hari-kerja dari keputusan yang dibuat (bersama dengan satu copy tentang alasan –alasan untuk keputusan itu secara tertulis). untuk menjatuhkan suatu penanggughan sementara seperti yang diminta. pengadilan yang relevan harus memfikirkan pertama apakah pelanggaran peraturan anti-doping telah di lakukan atau tidak . si Anggota gagal. Anggota ini harus memperkuat fakta ini segera kepada IAAF dan si atlet harus sesudah itu dikenakan kepada prosedur-prosedur disipliner yang ditentukan di bawah. Anggota ini harus memelihara memberi penjelasan penuh kepada IAAF seperti tentang status dari semua kasus yang menunggu ‘hearing’ dan dari semua tanggal-tanggal diadakan ‘hearing’ segera setelah ditetapkan. dia harus punya hak untuk memohon diadakan hearing apakah di depan pengadilan yang relevan dari Federasi Nasionalnya yang asli atau di depan pengadilan relevan dari Anggota yang afiliasinya telah diperolehnya/diterima.

Federasi Nasional atau badan relevan lain menemukan atau membuat suatu pelanggaran peraturan anti-doping oleh orang lain melibatkan pemilikan (menurut Pasal 32.2 h). Memikirkan tugas pribadi atlet sdalam Opasal 38.2 a) I) di atas). da mengundang si atlet dan atau Federasi Nasionalnya guna mendukung penyerahan dari pengadilan yang relevan atau untuk membuat kepatuhan yang bebas dalam mendukung penyerahan demikian. ini harus menjatuhkan sanksi yang dijelaskan dalam Pasal 40.12 (I) di atas. prinsip-prinsip berikut ini harus diterapkan : adalah tugas setiap atlet guna meyakinkan bahwa tak ada cairan dan zat terlarang yang masuk ke dalam jaringan tubuhnya. dalam memikirkan soal keadaan perkecualian.12 di atas. dalam pandangannya. Perkecualian Keadaan Semua keputusan diambil sesuai Peraturan Anti Doping ini mengenai keadaan perkecualian harus di selaraskan sehingga keadaan sah yang sama dapat dijamin bagi semua atlet . ini harus : mengacu masalahnya kepada Badan Peninjau Doping (via Sekretaris Jendral).2 f). pengadilan relevan harus mempertimbangkan sesuai pada bukti yang dihadirkan. tanpa memperhatikan kebangsaabn mereka.harus ditinjau kembali oleh Badan Peninjau Doping yang akan menentukan apakah ini harus di acu kepada arbitrase sebelum menurut CAS sesuai Pasal 60. dan dengan berkaitan tegas dengan prinsip. si atlet harus punya kesempatan untuk menentukan bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus ini membenarkan suatu penurunan sanksi sebaliknya dapat diterapkan menurut Pasal 40. Bila Badan Peninjau Doping menentukan demikian. tingkat pengalaman.23 di bawah. Bila telah memeriksa bukti yang dihadirkan. Maka Anggota harus memberi tahukan IAAF dan si atlet secara teertulis tentang keputusan pengadilan yang relevan. dalam tempo 5 hari kerja sejak keputusan dibuat. ini dapat pada waktun yang sama menampuilkan ulang. mendahului pengenan suatu periode waktu dari ketidak absahan (ineligibility). Keadaan perkecualian dapat ada dimana seorang atlet telah menyediakan bukti substansial atau bantuan kepada IAAF. keadaan dalam kasus atlet boleh jadi perkecualian. Penentuan dari keadaan perkecualian dalam kasus-kasus yang melibatkan para atlet Tingkat Internasional harus dibuat oleh Badan Peninjau Doping (lihat Pasal 38. Bila pengadilan relevan dari Anggota menilai bahwa pelanggaran peraturan angti-doping telah dilakukan. suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang itu termakan/tertelan karena kesalahan.prinsip yang ditentukan sesuai Pasal 38. dan 28 . suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang dikarenakan dari mengambil makanan tambahan (suplemen) yang terkontaminasi atau suatu allegasi (=pernyataan tanpa bukti) bahwa obat/medikasi dijelaskan oleh orang pendukung atlet dengan mengabaikan fakta bahwa ini mengandung suatu zat terlarang. Bila telah memeriksabukti yng dihadirkan. pengadilan yang relevan mempertimbangkan bahwa ada keadaan dalam kasus atlet yang boleh jadi peerkecualian. berikut ini tidak akan dianggap sebagai kasus-kasus yang adalah sunguh-sungguh terkecuali: suatu pernyataan tanpa bukti bahwa zat terlarang atau metoda terlarang yang diberikan kepada seorang atletoleh orang lain tanpa sepengetahuan dia. Bila seorang atlet mencari untuk membuat bahwa ada keadan perkecualian dalam kasus ini. pengadilan yang relevan mempertimbangkan bahwa tidak ada keadaan perkecualaian dalam kasus atlet. bersama dengan semua materi dan atau bukti yang dalam pandangannya mendemonstrasikan perkecualian yang alami dari keadan. Para atlet diperingatkan bahwa mereka harus memegang tanggung-jawab terhadap tiap zat terlarang yang diketemukan ada/hadir di dalam tubuhnya (lihat Pasal 32. bila kasusnya melibatkan seorang atlet tingkat internasional. trafficking (menurut Pasal 32. Federasi Nasional atau badan relevan lain yang telah menghasilkan di dalam IAAF. domisili.1 di bawah. (ii)Perkecualian keadaan akan ada hanya dalam kasus0-kasus dimana keadaan itu sungguh terkecuali dan tidak di dalam kasus-kasus mayoritas yang luas. ketentuan penanggyuhan atlett menunggu resolusi dari tuntutan oleh CAS. Konsekuensinya. bila layak.2 g) atau dministrasi kepada seorang atlet (menurutt 32.1 di bawah.17 di bawah).

menunda dengar-pendapat (hearing) dari kasus atlet yang menunggu penentuan Badan Peninjau Doping pada keadaan perkecualian. Penangguhan zsementara atlet harus tetap ditempat menunggu diterimanya keputusan Badan Peninjau Doping atas keadaan perkecualian. Seterimanya suatu referensi dari pengadilan relevan, Badan Peninjau Doping harus menguji pertanyan dari keadaan perkecualian hanya atas dsar matteri tertulis yang telah diserahkan untuk itu. Badan Peninjau Doping harus memiliki power : untuk bertukar pandangan tentang masalah melalui e-mail, telepon, fax atau kontak pribadi; untuk datang mengambil bukti atau dokumen lebih lanjut; untuk datang mengambill penjelasan lebih lanjut dari atlet; bila perlu, untuk memintahadirnya atlet sebelumnya. Sesuai tinjauan ulang atas materi tertulis yang diajukan, termasuk bnukti & dokumen lebih lanjutt, atau penjelasan lebih jauh yang disediakan oleh atlet, Badan Peninjaui Doping yang menjaga keras kan prinsip-prinsip yang ditentukan sesuai Pasal 38.12 di atas, harus membuat suatu penentuan atas apakah ada keadan perkecualian dalam kasus dan bila demikian, ke dalam kategori mana mereka jatuh, misal: apakah keadaan perkecualian mendemonstrasikan tidak ada kesalahan atau tidak ada kelalian pada pihak atlet (lihat Pasal 40.2 di bawah) atau tidak ada kesalahan yang signifikan atau tidak ada kelalaian yang signifikan pada pihak atlet (lihat Pasal 40.3 di bawah) atau bukti substansiall atau bantuan oleh atlet yangb berakhir dalam penemuan atau pengadaan pelanggaran peraturan anti doping oleh orang lain (lihat Pasal 40.4 di bawah). Penentuan ini harus disampaikan kepada Anggota secara tertulis oleh Sekretaris Jendral. Bila ketetapan Badan Peninjau Doping adalah tidfak ada keadaan perkecualian dalam kasus, ketetapan harus mengikat pada pengadilan yang relavan, yang harus menjatuhkan sanksi yang dijelaskan opada Pasal 40.1 di bawah. Anggota harus memneri tahuu IAAF dan sin atlet secara tertulis tentang keputrusan pengadilan relevan, yang harus menggabung ketetapan Badan Peninjau Doping, dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat. Apabila ketetapan Badan Peninjau Doping adalah bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus, pengadilan relevan harus menentukan sanksi atlet sesuai dengan Pasal 40.2 , 40.3 atau 40.4 di bawah, konsisten dengan kategorisasi Badan Peninjau Doping dari keadaan perkecualian dalam Pasal 38.17 di atas. Anggota harus memberi tahu IAAF dan si Atlet tentang keputusan pengadilan relevan secara tertulis, didalam tempo 5 hati-kerja sejak keptpuasn dibuat. Atlet harus memiliki hak untuk mencari tinjauan ulang tentang ketetapan Badan Peninjau Doping mengenaii keadaan perkecualian kepada CAS , baik sebagai bagian dari sutu tuntutan/appeal terhadap keputusan dari Anggota berkaitan dengan Pasal 60.10 a) di bawah atau menurut Pasal 60.10 b) di bawah. Dalam semua kasus, standard tinjauan dari ketetapan Badan Peninjau Doping tentang masalah keadaan perkecualian harus seperti yang ditentukan pada Pasal 60.27 di bawah. Dalam kasus yang tidak melibatkan atlet tingkat Internasional, pengadilan relevan harus mempertimbangkan, harus tegas-keras berkaitan dengan prinsip-prinsip yang ditenmtukan pada Pasal 38.12 di atas, apakah ada kweadaan perkecualian dalam kasus atlet dan menentukan atas sanksi atlet yang sesuai. Anggota harus memberi tahu kepada IAAF dan si atlet tentang keputusan pengadilan relevan secara tertulis, dalam tempo 5 hari-kerja sejak keputusan dibuat. Bila pengadilan relevan menyimpulkan bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus atlet, ini harus ditetapkan atas dasar hal yang faktual bagi keputusan demikian sebagai bagian dari keputusan tertulis. Pasal 39 Diskualifikasi dari Hasil-hasil Dimana pelanggaran peraturan anti-doping terjadi dalam kaitannya dengan suatu test dalam perlomban/kompetisi, si atlet harus secara otomatis dikenakan diskualifikasi dari event yang dipertanyakan dan dari semua event berikutnya dalam perlombaan, dengan semua konsekuensi hasil bagi atlet, termasuk kehilangan gelar, hadiah, medali, butir-nilai (score/points) dan hadiah dan dana-penampilan.

29

Dimana bila si atlet yang membuat/melakukan pelanggaran peraturan anti-doping menurut Pasal 39.1 adal;ah anggota suatu btim lari estafet, maka tweam/regu estafet harus secara otomatis dijatuhi diskualifikasi dari event dimaksud, dengan segala konsekuensi hasil untuk tim / regu estafet , termsuk kehilangan semua gelar/titel, hadiah/awards, medali, points/ nilai dan price/hadiah uang dan uang-penampilan (appearance money). Bila si atlet yang telah berbuat pelanggaran peraturan anti-doping ikutbberlomba dalam suatu tim lari dalam suatu event estafet berikutnya dalam kompetisi, maka tim estafet itu harus harus dijtuhi diskualifikasi dari event elanjutnya, dengan semua konsekuensi hasilnya yang sama untuk tim/regu lari estafet itu, termasuk hilangnya/pembatalan semua gelar/titel, hadiah, medali, nilai/points dan hadiah-uang dan ung-penampilan. Dimana atlet yang berbuat suatu pelanggaran peraturan anti-doping sesuai Pasal 39.1 adalah anggota suatu tim selain tim/regu lari estafet, dalam suatu event dimana suatu ranking tim didasarkan atas tambahan hsil individu, maka tim itu tidak harus dikenakan diskualifikasi secara otomatis dari event terkait, tetapi hasil dari atlet yang berbuat suatu pelanggaran akan dikurangkan dari hasil tim dan diganti dengan hasil dari anggota tim berikut yang dapat diterapkan. Bila dengan mengurangkan hasil atlet dari hasil tim, jumlah dari atlet yang dihitung untuk tim adalah kurang dari pada jumlah yang diminta/diperlukan, maka tim itu harus di sisihkan dari urutan ranking. Prinsip yang sama ini harus berlaku/diterapkan kepada perhitungan suatu hasil tim, bila atlet yang berbuat pelanggaran peraturan anti-doping berlomba untuk tim dalam suatu event selanjutnya dalam kompetisi/perlombaan.

30

Sebgai tambahan kepada butir di atas, dimana seorang atlet telh dinyatakan tidak memenuhi syarat (ineligible) menurut Pasal 40 di bawah, semua hasil, perlomban yang diperoleh dari tanggal sampel positif disediakan (baik dalam kompetisi ataupun di luar kompetisi ) atau pelanggaran peraturan anti-doping lain terjadi melalui permulaan dari periode penangguhan sementara atau ketidak pemenuhan syarat, kecuali jika sebaliknya membutuhkan tindak yang sportif, haruslah dibatalkan, dengan segala konsekuensi hasilhasilnya bagi si atlet (dan bila dapat diterapkan, setiap tim dimana si atlet telah bertanding), termasuk kehilangan semua gelar/titel, hadiah/awards, medali, points dan hadiah-uang dan uang penampilan. Dimana seprang atlet berbuat pelanggaran peraturan anti-doping sesuai PaSAL 32.2 b) (ii), semua hasil perlombaan yang diperoleh sesudah dari pelanggaran yang diakuii (baik individu maupun bila dapat diterapkan, sebagai bagian dari tim), haruslah dibatalkan, dengan semua konsekuensi hasil bagi si atlet (dan bila dapat diterapkan, bagi tim dimna dimana si atlet berlomba, termasuk kehilangan semua gelar atau titel, hadiah/awards, medali, nilai/points dan hadiah-uang dan uang penampilan dan ini dari tanggal si atlet melakukan pelanggaran peraturan anti-doping. Pasal 40 Sanksi terhadap Individu Bila seseorang melakukan pelanggaran peraturan anti-doping di bawah Peraturan Anti doping ini, dia harus dikenakan sanksi-sanksi berkit ini : untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 a) , b) atau f)zat terlarangt dan metoda terlarang), kecuali dimana zat terlarang adalah suatu zat khusus dalam suatu kasus sesuai Pasal 40.5 di bawah, atau Pasal 32.2 I) (berlomba sambikl dikenakan penangguhan arau ketidak absahan): (i) pelanggaran pertama : untuk satu periode minimum dua tahun ‘ ketidak absahan.’ (ii) pelanggaran kedua : ketidak absahan aseumur hidup. unntuk pelanggaran mwenurut Pasal 32.2 c) (menolak atau gagal datang ke kontrol doping atau Pasaaaal 32.2 e) merusak dengan kontrol doping); (i) pelangaran pertama: untuk suatu periode minimum dua tahun ineligibility (ii) pelanggaran kedua : ineligibiliti seumur hidup. untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 d) (3x gagal test) : (i) pelanggaran pertama: untuk satu periode satu tahun ineligibiliti. (ii) pelanggaran ke dua dan seklanjutnya: untuk satu periode dua tahun ineligibiliti . untuk pelanggaran sesuai Pasal 32.2 g) traficcking atau h) (administrasi dari suatu zat terlarang atau metoda terlarang); (i) ineligibiliti seumur hidup/ Sebagai tambahan

pelanggaran menurut Pasal 40 d) yang juga melanggar hukum bukan sport dan peraturan dapat dilaporkan kepada penguasa yang berkompetensi akan hal administrasi, profesional atau judisial. Penisihan/eliminasi, pengurangan/reduksi atau penggantian dari periode ineligibiliti Bila dalam satu kasus melibatkan suatu pelanggaran peraturan anti-doping menurut : Pasal 32.2 a) (adanya suatu zat terlarang); atau Pasal 32.2 b) (penggunaan zat terlarang atau metroda terlarang);

31

Pengadilan relevan dari Anggota menentukan (dimana diterapkan, telah mengarahkan masalahnya kepada Badan Peninjau Doping untuk penetapannya sesuai Pasal 38.16 di atas) bahwa ada keadaan perkecualian dalam kasus itu sedemikian sehingga bahwa si atlet atau orang lain tidak ada yang menanggung salah atau pelanggaraanya diabaikan, sebaliknya periode yang dapat diterapkan dari ineligibiliti menurut Pasal 40.1 a) haruslah dihilangkan. Bila suatu zat terlarang ditemukan dalam suatu sampel atlet dalam melanggar Pasal 32,.2 a) (ada/hadirnya zat terlarang), si atlet harus menyatakan bagaimana zat terlarang itu bisa masuk ke dalam sistem dia dalam rangka periode (masa hyukuman) ineligibiliti-nya dihapuskan. Dalam event yang peraturan ini diterapkan dan periode ineligibiliti sebaliknya dapat diterapkan berdasaer Pasal 40.1 a) dihapuskan, pelanggaran peraturan anti-doping harus tidak dinilai suatu pelanggaran untuk tujuan-tujuan terbatas tertentu dari menentukan periode ineligibiliti untuk pelanggaran berganda/banyak menurut Pasal 40.1 a) – c) di atas dan Pasal 40.5 dan 40.6-8 di bawah. Apabila dalam suatu kasus melibatkan pelanggaran peraturan anti-doping di bawah : Pasal 32.2 a) (adanya zat terlarang); Pasal 32.2 b) penggunaan zat terlarang dan metoda terlarang); Pasal 32.2 c) menolak atau gagal tampil di lokasi kontrol doping; Pasal 32.2 h) administrasi dari zat/metoda terlarang; atau Pasal 32.2 I) berlomba sambil ditangguhkan atau ineligibel (tak memenuhi syarat) Pengadilan yang relevan dari Anggota menentukan (bila dapat diterapkan setelah mengacu masalahnya kepada Badan Peninjau Doping untuk ketetapannya menurut Pasal 38.16 di atas) bahwa ada keadaan perkecualian demikian bahwa si atlet atau orang lain tidak punya kesalahan yang signifikan atau tidak juga kelalaian yang signifikan untuk pelanggaran, maka periode/masa ineligibilitas dapat dikurangi tetapi waktu pengurangannya tidak boleh kurang dari setengah periode minimum dari ineligibilitii sebaliknya dapat diterapkan. Apabila periode yang diterapkan sebaliknya adalah seumurhidup, maka periode yang dikurangi sesuai Pasal ini tidak boleh kuirang dari 8 tahun. Apabila zat terlarang diketemukan ada di dalam smpel seorang atlet dalam melanggar peraturan Pasal 32.2 a) (ada/hadirnya zat terlarang), si atlet harus menyatakan bagaimana zat terlarang itu masuk ke dalam sistemnya dalam rangka Mengutangi periode/masa ineligibilitasnya. Pengadilan relevan dari Anggota dapat juga menentukan (bila dapat diterapkan, setelah mengacu masalahnya kepadfa Badan Peninjau Doping untuk penentuannya menurut Pasal 38.16 di atas) untuk mengurangi masa/periode ineligibilitas dalam kasus seorang individu dalam kaitannya dengan keadaan perkecualian sebab si atlet atau orang lain telah menyediakan bukti substansial atau bantuan kepada IAAF, Federasi Nasionalnya atau badan relevan yang lain yang berakhir dalam IAAF, Federasi Nasional atau badan relevan lain menemukan atau mengadakan suatu pelanggaaaaaaaaran peeraturan anti-doping oleh orang lain meliputi: pemillikan (Pasal 32.2 f), trafficking (Pasal 32.2 g) atau administrasi /memberi kepada seorang atlet (Pasal 32.2 h). Namun, periode yang dikurangi itu tidak bolah kurang dari setengah periode minimum dari ineliiigibilitas sebaliknya dapat diterapkan. Apabila periode sebaliknya dapat diterapkan adalah seumurhidup, periode yng dijurangi menurut Pasal ini tidak boleh kurang dari 8 tahun. Zata-zat Khusus Daftar zat Terlarangdapat mengenalkan sejumlah terbatas dari zat-zat khusus yang terutama mudah kena dengan pelanggaran peraturan anti-doping yang tidak disengaja disebabkan oleh dapat diperoleh secara gampang/umum dalam (toko) produk medis atau yang mungkin kurang berhasil disalah gunakan sebagai alat/agen doping. Dimana si atlet dapat mengadakan bahwa penggunaan zat khusus dermikian adalah bukan diniatkan

maka periode ineligibilitas ini harus dimulai dari tanggal diadakannya ‘hearing’ (dengar-pendapat) keputusan menyediakan untuk ineligibilitas atau bila hearing itu dilepaskan .1 a) atau pelanggaran lain yang dikuasai sanksi-sanksi dalam Pasal 40.1a) atau b). 32 Peraturan untuk pelanggaran ganda / multipel Untuk maksud-maksud penjatuhan sanksi-sanksi menurut Pasal 40. tanpa menghiraukan urutan di dalam mana kedua pelanggaran dilakukan. pada hari tanggal onrligibilitas itu diterima atau dijatuhkan sebaliknya. Status selama ineligibilitas. Tisdak ada atlet.5 dan yang lain melibatkan suatu zat terlarang atau metoda terlarang yang dikuasai oleh sanksi-sanksi dalam Pasal 40.1 (a) – (c) di atas dan Pasal 40. orang pendukung atlet atau orang lain yang telah dinyatakan ineligibel selama periode ineligibilitas boleh berpartisipasidalam suatu kapasitas dalam suatu perlombaan atau aktivitas ( selain dari pendidikan anti-doping yang diwenangkan atau progranm-program rehabilitasi) yang adalah diwenangkan atau diatur oleh IAAF atau Anggota. untuk tiap pelanggaran peraturan anti-doping tidak melibatkan zat khusus. (iii) pelanggaran ke tiga: ineligibilitas untuk seumur-hidup. maka si atlet harus dipertimbangkan telah berbuat satu pelanggaran peraturan anti-doping tunggal tetapi sanksi yang dijatuhkan harus didasarkan atas pelanggaran yang membawa bersamanya sanksi yang lebih berat.untuk meningkatkan prestasi. maximum – satu tahun ineligibilitas.1 a) harus diganti dengan : pelanggaran pertama: minimum – suatu peringatan publik/umum (dan dikenai /dijatuhi diskualifikasi dari event dan event berikutnya di mana dia berlomba dalam kompetisi – liat Pasal 39 di atas) dan tidak ada ineligibilitas dari perlombaan di masa mendatang. yang satu melibatkan sutu zat khusus yng dikuasai oleh sanksi-sanksi dalam Pasal 40. Anggota atau penguasa penuntut yang lain tidak dapat menentukan fakta ini . atau setelah Anggota membuat suatu alasan untuk mencoba membri peringatan. Seorang atlet diketemukan telah melakukan pelanggaran yang ke tiga kalinya melibatkan kombinasi pelanggaran dari satu pelanggaran untuk zat khusus menurut Pasal 40. beberapa atau semua sport berkaitan dengan dukungan dana atau .5. pelanggaran peraturan antidoping yang relevan harus dipikirkan sebagai suatu pelanggaran tunggal dan sanksi yang dijatuhkan harus didasarkan atas pelanggaran yang membawa bersamanya sanksi yang lebih berat. sebaliknya periode ineligibilitas yang diterapkan dalam Pasal 40. pelanggaran peraturan anti-doping ke dua dan seterusnya hanya boleh dipertimbangkan apabila IAAF . Bila IAAF. Dimulainy periode ineligibilitas Dalam tiap kasus dimana suatu periode ineligibilitas adalah untuk dijatuhkan di bawah Peraturan ini. Apabila seorang atlet telah menjalani suatu periode dari penangguhan sementara menjelang dinyatakan ineligibel ( apaakah dijtuhkan atau diterima secara sukarela) . Anggota atau pejabat penuntut yang lain dapat menentukan bahwa si atlet atau orang lain yang terkena peraturan anti-doping ini melakukan untuk kedua kalinya atau lebih lanjut pelanggaran peraturan anti-doping setelah dia menerima peringatan. (ii) pelanggaran kedua: untuk suatu periode 2 tahun ineligibilitas. periode ineligibilitas yang dijatuhkan untuk pelanggaran kedua haruslah minimum du tahun dan maximum 3 tahun. Dimana yang timbul/muncul dari test yang sama seorang atlet diketemukan telah berbut pelangaran peraturan anti-doping yang melibatkan zat terlarang dan zat terlarang lainnya atau metoda terlarang. Dimana seorang atlet diketemukan telah melakukan dua pelanggaran peraturan antidoping secara terpisah ( yang belum timbul dari test yang sama). Sebagai tambahan. suatu periode demikian harus di kreditkan terhadap total periode dari ineligibilitas yang harus lakukan/dipenuhi.5 a) – c) harus menerima satu sanksi dari ineligibilitas seumur hidup. dari pelanggaran pertama atau sebelumnya.

gai suatu kondisi/syarat untuk memperoleh eligiibilitas (keadaan pemenuhan syarat)pada akhir periode khusus. dia harus sercara otomatis menjadi absah kembali (re-ekligible) dan tidak perlu ada aplikasi oleh si atlet atau Federasi Nasionalnya kepada IAAF yang diperlukan. sesuai dengan peraturan dan Petunjuk Prosedural. . segera menjelang berakhirnya periode ineligibilitas. Sebagai tambahan.5 di atas). asalkan dia telah memenuhi/mematuhi peraturan Pasal 40.12 di atas. Se lembar copy dari kesepakatan yang ditanda tangani ini harus dalam setiap kasus diajukan oleh para ANGGOTA (IAAF) ke Kantor Besar/Markas IAAF. Hasil semua test iitu bersama dengan copies dari formulirformulir kontrol doping yang relevan harus dikirim ke IAAF menjelang kembalinya si atlet ke perlombaan.12 di atas harus memberi kenaikan kepada penemuan analitis yang merugikan atau pelanggaran peraturan antidoping yang lain di bawah Peraturan Anti Doping ini. 33 Persyaratan untuk kembali keperlombaan setelah ineligib ilitas. Bila seorang atlet telah dinyatakan ineligibel (tidak memenuhi syarat). seorang atlet harus mengalami test untukjangkauan penuh dari zat-zat terlarabng dan metoda-metoda terlarang. Dalam event bahwa si atlet berlawanan dengan peraturan ini. dia tidak lagi berhak terhadap pembayaran terhadap mana dia telah berhak atas kebijakan dari penampilannya dan atau prestasinya apakah di perlombaan dimana sampel disediakan atau pada perlombaan setelah ketentuan dari sampel menjelang penangguhan sementara (atau menerima suatu penangguhan sementara secara sukarela) menurut Pasal 389. Pasal 41 Kewajiban / Obligasi Melapor bagi Anggota Setiap Anggota (IAAF) harus melapor kepada IAAF segera nama-nama atlet yang telah menandatangani suatu pemberi tahuan tertulis dan persetujuan kepada Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural dalam rangka menjadi elkigibel (memenuhi syarat / absah) untuk ikut dalam perlombaan atletik internasional (lihat Pasal 30. atas biaya si atlet. IAAF bertanggung-jawab terhadap pelaksanan test-test yang pengting. dan dia harus menyediakan informasi kepada IAAF untuk maksud ini sesuai dengan peraturan Pasal 35. dengan minimal 3 bulan antara tiap test.1 untuk suatu periode selain seumur hidup . atau event gabungan telah diketemukan bersalah pada suatu pelanggaran peraturan anti-doping. dia tidak harsu berhak untuk kembali untuk berlomba pada akhir periode ineliginbilitas sampai waktu demikian setiap dan semua pembayaran telah dibayar kembali kepada orang yang relevan atau keseluruhan. minimaldua test pendudukan kembali dia harus dianalisi untuk rh-EPO dan zat-zat yang terkait.2 di atas. pada suatu saat selama periode ineligibilitas dia.11 dan Pasal 40. tetapi test yang dilajkyukab oleh badan penge-test yang kompeten dapat dipercaya untuk memuaskan persyaratan ini. telah menerima pembayaran. asalkan sampels yang dikumpulkan telah dianalisis oleh satu laboratorium WADA yang berakreditasi. Dimana seorang atlet tingkat internasional telah dinyatakan ineligibel (tidak memenuhi syarat) menurut Pasal 40. suatu minimum 3x test di luar perlombaan harus dilakukan. ini akan merupakan suatu pelanggaran peraturan anti dopibng yang terpisah dan si atlet akan dikenai cara kerja disipliner dan sanksi-sanksi lebih lanjut sebgaimana layaknya.keuntungan lain berkaitan dengan sport diterima oleh orang demikian akan di tahan oleh IAAF dan Anggota-anggotanya.16. Bila hasil dari tiap test yang dilaksnakan menurut Pasal 40. Federasi Nasionalnya dan oleh organisasi lain yang memiliki kompetensi kewenangan untuj mengetest di bawah peraturan Anti-Doping ini. Sekali periode ineligibilitas seorang atlet itu usai. dia harus. Jalan-cepat. Dimana seorang atlet telah menjalani ineligibilitas selama satu tahun atau lebih. Bila seorang atlet bertanding dalam event lari . membuat Dirinya bersedia untuk menjalani test di luar perlombaan oleh IAAF.

semua kontrol doping yang dilakukan oleh Anggota atau dilakukan di dalam Negeri atau Teritori Anggota di dalam tahun terdahulu (selain oleh IAAF). untuk meng-issue-kan adanya denda-denda.9 dari Konstitusi). (d) Gagal untuk melapor ke IAAF dan WADA tentang pemberian TUE menurut Pasal 234.3 di atas). maka Dewan / Dewan memiliki wewenang untuk bertindak dalam satu cara atau llebih sbb. menjelaskan kapan atlet it di test.7 dari Konstitusi. dan untuk meng-issue-kan adanya sanksi lain sejak ini dianggap layak.5 b) (lihat Pasal 41. keseluruhan pelaksaan test dan apakah test adalah test dalam perlombaan atau di luar perlombaan. untuk memberi peringatan atau kecaman kepada Anggota. Setiap Anggota harus melapor. (c) Gagal untuk membuat upaya yang tekun guna membantu IAAF dalam mengumpulkan tentang informasi yang ada dimana-manabila IAAF harus membuat suatu reques demikian untuk bantuan (liht Pasal 35. sesuai dengan Artikel 14.7 di atas). setiap penemuan analitis yang merugikan yang diperoleh dalam jalur kontrol doping yang dilaksanakan oleh Anggota itu atau di dalam Negeri atau Teritori Anggota. dengan membutuhkan tanda-tangan atlet suatu pemberi tahuan sebelumnya secara tertulis dan persetujuan terhadap Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural dan mengirim satu copy persetujuan yang ditanda tangani kepada Kantor IAAF (lihat Pasal 30. Contoh contoh berikut ini akan dipertimbangkan menjadi suatu pelanggaran dari tugas kewajiban Anggota di bawahh Peraturan Anti Doping ini : (a) gagal untuk menjamin ke absahan/pemenuhan-syarat (eligibilitas) seorang atlet untuk ikut berlomba dalam perlombaan internassional. IAAF dapat memilih secara periodik untuk menerbitkan data demikian pada saat diterima dari para Anggota menurut peraturan ini.4 di atas). termasuk pemenuhan para Anggota (IAAF). Laporan ini harus diisi dengan naaaaaaama atlet. bersama dengan nama-nama atlet yang terkait/bersangkutan. IAAF harus diminta untuk menjelaskan setiap alasan untuk yang bukan pemenuhan (non-compliance). untuk mengeluarkan atlet dari Anggota dari keikut-sertan dalam satu atau lebih Perlombaan Internasional.2 di ataas). (b) Gagal untuk mengadakan acara ‘hearing’ (dengar pendapat) bagi seorang atlet dalam tempo 2 bulan sejak diminta untuk melakukan hal itu *(lihat Pasal 38. Apabila satu Anggota dianggap ada dalam pelanggaran dari tugas-kewajibannya menurut Peraturan Anti Doping. Setiap Anggota harus melap kepada IAAF segera dan dalam segala keadaan. sebagai bagian dari laporan tahunan mereka kepada IAAF yang harus dimasukkan didalam waktu tiga bulan pertama dari tiap tahun (klihat Artikel 4. bersama dengan nama si atlet yang bersangkutan (liat Pasal 41. IAAF harus melapor kepada WADA setiap tahun ke dua pada pemenuhan IAAF dengan Kode/Sandi. untuk memindahkan atau mengungkiri akreditasi kepada offiser atau perwakilan Anggota yang lain. untuk menahan grants/pemberian/sumbangan atau subsidi dari Anggota. .5 b) di atas. : menangguhkan Aanggota sampai saat rapat Kongres berikutnya atau untuk waktu yang lebih singkat. di dalam tempo 14 hari sejak peringatan dari penemuan itu kepada Anggota.Setiap Anggota harus melaporkan kepada IAAF dan WADA segeera setiap TUE-TUE yang telah diberikan sesuai dengan peraturan Pasal 34. di dalam 14 hari dari peringatan ini. atau di dalam Negara atau Teritori Anggota. (e) Gagal untuk melapor kepada IAAF suatu penemuan analitis yang merugikan diperoleh dalam jalur dari suatu kontrol dopingdilakukan oleh Anggota itu. satu daftar doping-kantrol yang dilakukan oleh Anggota atau di dalam Negera atau Teritori di dalam tahyun sebelyumnya/terdahulu (lhat Pasal 41.16 di atas).5 di atas). Pasal 42 Sanksi-sanksi terhadap para Anggota 34 Dewan/Dewan harus memiliki wewenang untuk mengambil sanksi terhadap tiap Anggota yang ada dalam pelanggaran dari obligasi tugas-tugasnya di bawah Peraturan Anti Doping ini. (f) Gagal untuk melaporkan kepada IAAF sebagai bagian dari laporan tahunan yang harus diserahkan di dalam waktu tiga bulan pertama dari tahun .

satu keputusan demikian harus dilaporkan kepada Kongres yang akan datang. baik itu nasional. Bila Dewan menentukan bahwa hasil dari kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IAAF. . 2. 4. dapat mengakui hasil-hasil kerja dari kontrol doping yang dilakukan oleh suatu badan sport selain IAAF. atau oleh satu anggota dari badan sport. Anggota (IAAF) atau satu Asosiasi Area/Kawasan menurut Peraturan Anti Doping ini dan Petunjuk Prosedural. maka si atlet harus dianggap telah melanggar Peraturan yang relevan dan akan terkena prosedur disiplin yang sama dan juga sanksi seperti untuk pelanggaran yang sepadan dari Peraturan Anti Doping ini. Dewan/Dewan atas nama semua Anggota. atau oleh badan pemerintah atau agen pemerintah. ataupun internasional. Dewan dapat mendelegasikan tanggung-jawabnya untuk pengakuan hasil-hasil kerja kontrol doping menurut Pasal 43. setiap Anggota harus mengakui keputusan demikian dan harus mengambil semua tindakan yang penting guna membuat keputusan demikian menjadi efektif. Dimana kontrol doping telah dilakukan oleh IAAF. adalah untuk diakui.Dalam tiap hal dimna Dewan/Dewan telah mengeluarkan suatu sanksi terhadap satu Anggota untuk suatu pelanggaran dari tugas-kewajibannya sesuai Peraturan Anti Doping. kawasan benua. regional. setiap Anggota harus mengakui hasil-hasil kontrol doping demikian. Lebih lanjut . Semua Anggota harus mengambil semua tindakan yang penting guna menjamin bahwa setiap keputusan tentang suatu pelanggaran peraturan anti-doping dalam kasus demikian adalah efektif. di bawah peraturan dan prosedur berbeda dari IAAF. atau oleh pemerintah atau agen pemerintah. dimana keputusan-keputusan telah diambil oleh IAAF atau Anggota tentang pelanggaran Peraturan Anti Doping .2 di atas kepada Badan Peninjau Doping atau orang lain demikian atau badan sejak ini dianggap layak. 3. apabila ini memuaskan test itu dilaksanakan dengan sempurna baik dan peraturan dari badan yang melakukan test memberikan perlindungan yang cukup memadai bagi para atlet. Asal 43 Pengakuan 35 1.

Definisi-definisi termuat dalam Bab 3 harus dinilai sebagai suatu bagian integral dari Peraturan Anti-Doping ini. Berbagai judul dan sub judul yang digunakan dalam Peraturan Anti Doping ini adalah hanya demi kenyamanan dan harus tidak dianggap menjadi bagian dari materi dari Peraturan Anti Doping ini atau untuk mempengaruhi dalam setiap cara/laku bahasa dari ketetapan/ ketentuan yang kepadanya mereka mengacu. PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006 . peraturan perlombaan yang mengatur keadaan/kondisi di bawah/sesuai mana sport atletik dilaksanakan. personil pendukung atlet dan orang-orang lain 2.2007 BAB 4 : DISPUTES Pasal 60 Perselisihan / Sengketa / Percekcokan / Disputes Umum 1. merupakan suatu konsensus yang luas dari mereka dengan suatu kecintaan dalam sport yang fair baik dan harus dihormati oleh semua pihak dan badan-badan yang bertindak sebagai hakim yang memutuskan. apakah berkaitan dengan masalah doping atau don-doping. dan yang diterima oleh IAAF di dalam Peraturan Anti Doping ini. Dispute/sengketa yang melibatkan: atlet. 2. Pasal 45 Interpretasi / penafsiran 1. kecuali jika tindakan/aksi demikian adalah dimulai di dalam 8 tahun dari tanggal dimana pelanggaran peraturan anti doping itu terjadi.36 Pasal 44 Undang-undang / ketentuan Permbatasan Tidak ada tindakan disipliner dapat dimulai menurut Peraturan Anti Doping ini terhadap seorang atlet atau orang lain untuk suatu pelanggaran peraturan anti-doping yang termuat dalam Peraturan Anti Doping ini. namun muncul/timbul. Mereka tidak diniatkan untuk dikenakan kepada atau terbatasi oleh syarat-syarat dan standard-standard yang sah yang dapat diterapkan kepada carakerja yang curang / kriminal atau masalah pekerjaan. Tiap Anggota (IAAF) harus memasukkan suatu ketetapan/ketentuan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa yang melibatkan atlet. Peraturan Anti-Doping adalah menurut keadaannya . 3. personil pendukung atlet atau orang-orang lain di bawah judgesdiksi (hak hukum)-nya. harus diajukan ke suatu dengar-keterangan . Kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam suatu Ketentuan atau Peraturan khusus (misal: dalam kaitan perselisihan yang timbul dari perlombaan di lapangan). Kebijakan dan standard yang ditetapkan di dalam Code sebagai dasar untuk memerangi doping dalam sport. bahwa kecuali jika sebaliknya dinyatakan dalam suatu Ketentuan atau Peraturan khusus. semua sengketa yang timbul menurut Peraturan ini harus dipecahkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan di bawah ini.

personil pendukung atlet atau orang lain hearingnya sesuai Peraturan ini.4 b) di atas. atau dimana untuk suatu alasan lain. Hadirnya IAAF dalam persidangan hearing dalam kapasitas demikian atau keterlibatan lain dalam masalah. Anggota harus segera memberitahu si atlet atau orang lain yang terrkait tentang tuduhan/tuntutan untuk dibawa dan haknya untuk suatu hearing / dengar-pendapat sebelum keputusan tentang ketidak-absahan dibuat.2 di atas harus diadakan dalam tempo tak lebih dari 2 bulan mengikuti pemberi tahuan tentang tuntutan dalam Pasal 60. keputusan badan itu . komite atau tribune/pengadilan di luar dari Anggota adalah bertanggung-jawab untuk memberi seorang atlet. maka badan hearing yang relevan harus diangkat sebagai suatu panel arbitrasi/pengadilan.1 e)). akan menyatakan orang yang yang ineligibel (tak memenuhi syarat) untuk ikut perlombaan domestik maupun internasional untuk jangka waktu yang ditetapkan dalanm Petunjuk yang dihasilkan oleh Dewan/Dewan (atau Anggota harus melakukan begiitu bila si atlet atau orang lain telah melepaskan haknya terhadap suatu hearing). Dalam event suatu pelanggaran dari pelanggaran peraturan anti-doping dalam Bab 3 di atas. hak untuk diwakili oleh penasehat yang sah dan seorang juru-bahasa (interpreter) (atas biaya individu) dan suatu keputusan tertulis yang tepat-waktu dan beralasan. yang harus pendapatannya yang tepat waktu guna mengadakan penyelidikan ke dalam fakta dari persoalan. hak individu untuk diinformasikan tentang tuduhan/tuntutan yang dikenakan padanya. Anggota harus menerapkan prosedur-prosedur disipliner yang ditetapkan di bawah ini : Pernyataannya harus dikurangi sampai ke penulisan dan diajukan kepada Anggota kemana si atlet.24 di bawah. setelah hearing fakta/bukti. komite atau tribunal/pengadilan harus dianggap menjadi keputusan dari Anggota dan kata “Anggota” 37 . Bila si atlet atau orang lain menegaskan bahwa dia ingin mengikuti suatu hearing. semua bukti yang relevan harus diberikan kepada orang yang keabsahannya (eligibilitasnya) tertantang dan suatu hearing dengan menghormati prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam Pasal 60. Bila Petinjuk demikian tidak ada. mengikuti penyelidikan demikian. hak untuk menghadirkan bukti. Dengar-pendapat/hearing demikian harus menghormati/menaruh respek terhadap prinsip-prinsip berikut ini: suatu hearing yang tepat waktu di depan badan-hearing yang baik dan tidak memihak. Anggota ini harus menginformasikan kepada IAAF secara tertulis tentang keputusan yang diambil dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat (dan harus mengirim IAAF satu copy tentang alasan-alasan secara tertulis untuk pembuatan keputusan dalam bahasa Inggris atau Prancis. 3. Bila si atlet atau orang lain gagal untuk menegaskan dengan tertulis kepada Anggota atau badan relevan lain dalam tempo 14 hari dari peringatan demikian bahwa dia berharap untuk mengikuti hearing. menentukan bahwa si atlet atau orang lain yang terkait adalah melanggar Pasal 22. Dimana sengketa demikian timbul dalam suatu kontext non-disipliner.(hearing) di depan badan hearing yang relevan yang diberi kuasa atau sebaliknya diwenangkan oleh Anggota. Anggota (IAAF) harus menerapkan prosedur disipliner yang ditetapkan dalam Pasal 38. Anggota harus menginformasikan kepada IAAF secara tertulis tentang keputusan yang diambil di dalam tempo 5 hari-kerja dari sejak keputusan dibuat (dan harus mengirimkan satu copy ke IAAF tentang alasan-alasan secara tertulis untuk keputusan itu. Anggota percaya bahwa ada bukti untuk menunjang dugaaan akan ineligibilitas (ketidak absahan). personil pendukung atlet atau orang lain berafiliasi. 4. badan hearing yang relevan harus menentukan waktu yang layak/cocok dari ineligibilitas seseorang. Bila. termasuk hak untuk memanggil dan menanya kepada para saksi. 5. tidak harus mempengaruhi haknya untuk menuntut keputusan kepada CAS menurut Pasal 60. Anggota harus menginformasikan kepada IAAF segera setelah tanggal pelaksanaan hearing ditetapkan dan IAAF harus memiliki hak untuk menghadiri persidangan hearing dimaksud sebagai peninjau/observer. Dimana satu Anggota mendelegasikan pelaksanaan hearing kepada suatu badan . ). dia akan dianggap telah melepaskan haknya untuk hearing dan telah menerima bahwa dia telah melakukan suatu pelanggaran dari ketentuan yang relevan dari Pasal 22. komite atau pengadilan/tribunal (apakah di dalam ataupun di luar Anggota). suatu badan nasional. Bila badan hearing yang relevan dari Anggota. Dalam event/peristiwa dari suatu pelanggaran yang diduga keras atas Pasal 22 di atas berkaitan dengan ketidak absahan (ineligibility) untuk ikut dalam Perlombaan Domestik dan Internasional ( selain dalam suatu pelanggaran Pasal 22.

7. Semua keputusan demikian harus tetap berpengaruh meskipun sedang diadakan appeal/permohonan. (iii) Bila satu Anggota telah mengambil satu keputusan bahwa seorang atlet. 10. Anggota telah menolak atau gagal untuk menyediakan si atlet dengan suatu hearing (dengar-keterangan) di dalam periode waktu yang relevan. 11. Anggota harus telah mengirim lebih dulu surat peringatan (note) secara tertulis dasar-dasar untuk penangguhan dan harus telah memberikan suatu kesempatan yang layak untuk di-dengar keterangannya tentang masalah berkaitan dengan prosedur-prosedur yang ditetapkan dalam Artikel 14. 12.dalam Peraturan demikian harus ditafsirkan begitu demi maksud dari peraturan Pasal 60. (ii) Dimana seorang atlet menerima keputusan satu Anggota bahwa dia telah melakukan satu pelanggaran peraturan anti-dopng tetaapi mencari suatu tinjauan ulang akan keputusan Badan Peninjau Doping menurut Pasal 38. Dalam kejadian bahwa IAAF mencari untuk menangguhkan satu Anggota untuk pelanggaran suatu peraturan. Maka Dewan akan menentukan suatu prosedur untuk bertindak sebagai hakim dari sengketa itu tergantung pada keadaan kasus yang dipersoalkan. personil pendukung atlet atau orang lain telah tidal melakukan suatu pelanggaran Pasal 22. mungkin permohonan kepada CAS sesuai dengan ketetapan yang ditetapkan di bawah. Dalam kasus-kasus yang melibatkan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka). (iv) Apabila test itu menunjukkan ada/hadirnya zat terlarang atau penggunaan suatu metode terlarang dan bertentangan dengan Pasal 38. keputusan dari badan relevan dari Anggota dapat dimohon kepada suatu badan peninjau nasional .25 – 60. (vi) Dimana IAAF telah menetapkan suatusanksi terhadap satu Anggota karena melanggar suatu peraturan.30 di bawah. Dewan akan menentukan suatu prosedur untuk keputusan hakim tentang sengketa tergantung akan keadaan kasusnya. Sengketa antara Anggota-anggota 8.23-24 di bawah) . Appeal / permohonan 9. Dalam kasus-kasus yang tidak menyangkut para atlet tingkat Internasional (atau personil pendukung atlet mereka).18 bahwa tidak ada keadaan perkecualian dalam hal membenarkan suatu pengurangan periode waktu dari ineligibilitas yang harus ditempuh/dijalani.5 a). Berikut ini adalah contoh-contoh keputusan yang mungkin terkena kepada appeal menurut peraturan ini : (i) Bila satu Anggota telah mengambil suatu keputusan bahwa satu atlet . baik itu berkaitan dengan doping atau non-doping. baik itu berkaitan dengan doping atau non-doping. Tiap Anggota harus mencantumkan suatu ketetapan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa/disputes dengan Anggota lainnya harus diacu kepada Dewan/Dewan. kecuali sebaliknya dinyatakan dalam suatu ketentuan dan peraturan tertentu/khusus. personil pendukung atlet atau orang lain telah beberbuat satu pelanggaran peraturan antidoping. 38 Sengketa antara Anggota dan IAAF 6. personil pendukung atlet atau orang lain telah tidak melakukan suatu pelanggaran peraturan anti-doping. (v) Dimana IAAF telah mengambil suatu keputusan untuk menyangkal seorang atlet ringkat Internasional pada TUE menurut Pasal 34. keputusn dari badan relevan dari Anggota atau IAAF dapat dimohon secara ekslusif kepada CAS sesuai dengan ketetapan yang ditentukan dalam Pasal 60. (vii) Dimana satu Anggota telah mengambil suatu keputusan bahwa seorang atlet. Semua keputusan terkena permohonan menurut Peraturan ini. Tiap Anggota harus mencantumkan suatu ketetapan di dalam AD/ART-nya bahwa semua sengketa yang timbul dari antara Anggota dan IAAF harus diacu kepada Dewan/Dewan. baik itu berkaitan dengan masalah doping maupun bukan doping. kecuali jika ditentukan lain/sebaliknya (lihat Pasal 60.10 dari Konstitusi/Undang-undang. 7.10 di bawah. atau melibatkan sanksi dari satu Anggota oleh Dewan/Dewan untuk pelanggaran peraturan.

keputusan CAS haruslah final dan mengikat terhadap si atlet.16 di bawah. Namun apabila dalam kasus-kasus tak terkait dengan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka). Anggota. (b) pihak lain kepada kasus di dalam mana keputusan di sumbangkan/diberikan. 14. peraturan-peraturan dari satu Anggota tersediakan untuk hak IAAF dan WADA dalam kasus-kasus berkaitan dengan doping saja) untuk meminta keputusan langsung kepada CAS dari pada ke badan peninjau tingkat nasional seperti dalam Pasal 60.10 a). Dalam referensi kepada CAS menurut Pasal 60. Dalam tiap kasus yang melibatkan suatu keputusan oleh Dewan/Dewan untuk suatu pelanggaran peraturan.16 di bawah. 16..sesuai dengan peraturan dari Anggota. IAAF. Respondents terhadap CAS Appeal 18. yaitu : (a) atlet atau orang lain subyek dari keputusan yang sedang diminta. tetapi harus memasukkan dalam jumlah minimal.17.10 a). (b) pihak lain terhadap kasus di mana keputusan diserahkan . Namun bila. WADA (dalam kasus-kasus berkaitan dengan doping). Pihak-pihak berikut ini harus memiliki hak untuk meminta keputusan dari badan peninjau tingkat nasional kepadfa CAS. IOC (dimana keputusan dapat memberi efek atas keabsahan /eligibilitas berkaitan dengan Olimpic Games). 15. Kehadiran IAAF pada acara hearing dalam kapasitas demikian harus tidak mempengaruhi haknya untuk memohon/meminta keputusan dari badan peninjau tingkat nasional kepada CAS sesuai dengan Pasal 60. responden terhdap permintaan Cas menurut peraturan ini haruslah pihak yang telah mengambil keputusan yang adalah subyek dari appeal/permohonan. si pemohon mencari suatu tinjauan ulang dari suatu keputusan yang dibuat oleh Badan Peninjau Doping atas keadaan perkecualian menurut Pasal 38. Tidak ada keputusan yang diminta kepada CAS sampai prosedur permintaan pada tingkat nasional telah kehabisan sesuai dengan hasil-hasil dari Anggota. yaitu : b. Kecuali jika sebaliknya dinyatakan di bawah. 17. asalkan permintaan CAS adalah dilakukan sesuai dengan ketetapan Pasal 60 di bawah. Anggota yang relevan harus menjadi respondent. Dalam tiap kasus/hal yang tidak melibatkan para atlet tingkat Internasional (atau personil pendukung atlet mereka). Dalam kasus yang melibatkan para atlet tingkat internasional ( atau personil pendukung atlet mereka). IAAF dan WADA (dalam kasus berkaitan dengan doping saja) harus memiliki hak untuk menghadiri setiap acara hearing di depan badan peninjau tingkat nasionak sebagai seorang observer. dan c. hak untuk diwakili oleh penasehat yang sah/legal dan seorang juru-bahasa (atas biaya pemohon) dan suatu keputusan yang tepat waktu dan beralasan secara tertulis. sebagai suatu peraturan umum. Keputusn dari badan peninjau nasional dapat diminta kepada CAS sesuai dengan Pasal 60.pihak-pihak (parties) yang memiliki hak untuk mengajukan permohonan (appeal) suatu keputusan kepada badan peninjau tingkat nasional harus seperti yang disediakan di dalam peraturan dari Anggota. IAAF. Tiap Anggota harus punya di tempat suatu prosedur permintaan pada tingkat nasional yang menaruh respek terhadap prinsip-prinsip berikut ini : suatu hearing (dengar-keterangan) di depan suatu badan hearing independent yang baik dan jujur / tidak memihak. para respondent kepada permintaan haruslah Anggota yang relevan dan IAAF dan mereka harus bergabung untuk menunjuk seorang arbitrator/wasit/juru-pemisah.15 di atas. 13. dalam permintaan menurut Pasal 60. d) atau g). (c) Anggota. yaitu : (a) si atlet atau orang lain yang adalah subyek dari keputusan yang diminta. IAAF dan WADA dan tak ada permohonan kepada CAS yang diajukan kemudian. Pihak-pihak yang berhak untuk memohon keputusan-keputusan. dan WADA (hanya masalah-masalah berkaitan dengan doping ). 19. Anggota yang terkena pengaruh harus memiliki hak tunggal untuk memohon suatu keputusan kepada CAS. Bila ada ketidak 39 . pihak-pihak berikut ini memiliki hak untuk memohon suatu keputusan kepada CAS.

10 b) atau menurut Pasal 60. Dalam tempo 15 hari dari batas waktu untuk menghimpun pernyataan appeal/tuntutan. hukum yangmemerintah/ mengatur haruslah hukum yang “Monegasque” dan arbitrasi harus dilakukan dalam bahasa Inggris . 22. 24. Keputusan oleh IAAF seperti untuk suatu kasus berkaitan dengan doping harus dimohonkan kepada CAS harus diambil oleh Badan Peninjau Doping . CAS dan Panel CAS harus diikat oleh Konstitusi IAAF. Ketentuan dan Peraturan. maka hearing di depan CAS atas pertanyaan pada keadaan perkecualian harus dibatasi sampai suatu tinjauan dari meteri di depan Badan Peninjau Doping dan sampai pada keputusannya. Semua appeals di depan CAS ( menyimpan seperti ditentukan dalam Pasal 60. Dalam semua appeal kepada CAS yang melibatkan IAAF.27 di bawah) harus mengambil formulir suatu hearing ulangan dari issues yang timbul dari kasus dan Panel CAS harus dapat mengganti keputusanny untuk keputuan dari pengadilan relevan dari Anggota atau IAAF dimana ini menilai keputusn dari pengadilan relevan dari Anggota atau IAAF menjadi salah/keliiru atau tidak sehat (cacat) secara prosedural. Bila appeal kepada CAS dalam kasus berkaitan dengan doping dibuat menurut Pasal 60. maka pilihan IAAF akan arbitrator harus berlaku. Dalam semua referensi kepada CAS menurut Pasal 60. atau (c) bahwa penentuan yang dicapai oleh Badan Peninjau Doping adalah suatu penentuan bahwa tidak ada badan peninjau yang dapat mencapai. Panel CAS dapat dalam kasus yang layak memberikan suatu pihak/ party akan biayanya . 20. yang mengajukan appeal harus menghimpun appealnya yang singkat dengan CAS dan di dalam tempo 30 hari setelah diterima dari appealnya yang singkat. CAS Appeal 25. Keputusan oleh IAAF seperti kepada apakah suatu kasus berkaitan dengan non-doping harus dimohon kepada CAS harus diambil oleh Dewan. Dalam hal ada konflik antara peraturan CAS yang sekarang berlakuu dan Konstitusi IAAF. maka respondent harus menghimpun jawabannya dCAS. 28. 27. 29. yang tidak se4cara konsisten di benarkan oleh fakta dari kasus. 21.10 b). yang mangajukan appeal (appellant) harus punya waktu 30 hari dari sejak tanggal berkomunikasi tentang alasan-alasan tertulis dari keputuan yang di tuntutkan ( di negeri Inggris dan Prancis dimana IAAF adalah yang mengajukan appeal yang prospektif) dimana file / himpunan dari pernyataan appeal dia dengan CAS. namun ini memilih untuk berpartisipasi dalam hearing CAS bila ini dinilai cocok untuk berbuat demikian. Ketentuan dabn Peraturan (termasuk Petunjuk Prosedural). Dalam tiap hal dimana IAAF atau Anggota yang relevan bukanlah suatu pihak/party untuk meminta di depan CAS. Maka Dewan bila dapat diterapkan harus menentukan pada waktu yang sama apakah si atlet ybs harus ditangguhkan menunggu keputusan CAS. atau (b) penentuan yang dicapai adalah secara signifikan tidak konsisten dengan badan terdahulu dari kasus-kasus yang dipertimbangkan oleh Badan Peninjau Doping. maka respondent itu adalah IAAF. Ketetapabn dan Peraturan harus mengambil hak yang lebih tinggi. maka Konstitusi IAAF. Dalam semua referensi kepada CAS menurut Pasal 60.10 a) dan si atlet mencari sebagai bagian dari appealnya suatu tinjauan dari keputusan Badan Peninjau Doping opada keadaan perkecualian. kecuali pihak-pihak itu setuju menggunakan yang lain. respondent itu haruslah Anggota yang relevan dan si atlet. atau suatu sumbangan untuk biaya. Dalam semua appeal kepada CAS dengan melibatkan IAAF. Badan Peninjau Doping ini bila dapat diterapkan harus pada waktu yang sama menentukan apakah atlet yang bersangkutan harus menunggu penangguhan-ulang akan keputusan CAS. Panel CAS hanya akan mengganggu dengan penentuan dari Badan Peninjau Doping apabila ini memuaskan : (a) bahwa tak ada basis yang faktual yang diadakan untuk penentuan Badan Peninjau Doping. 40 Permohonan keputusan IAAF kepada CAS 23.10 c). e) atau f).cocokan seperti kepada siapa penunjukan arbitrator itu seharusnya. 26. . 30. terjadi di dalam appeal CAS. Kecuali Dewan/Dewan menentukan sebaliknya.

Suyono Ds Staf Sekretariat IAAF – RDC Stadion Madya – Komplek GELORA BUNG KARNO Senayan – Jakarta. dan pada semua Anggota. 2005. Kepuitusan CAS harus memiliki pengaruh/. .00 Selesai pada : Kamis Desember 22. Pada: 16. dan tak ada hak appeal/menuntut akan terletak dari keputusan CAS. Fakta dari penyerahan kepada CAS dan keputusan CAS harus ditetapkan dalam catatan berikut untuk dikirim oleh Sekretaris Jendral kepada semua Anggota IAAF. Keputusan dari CAS haryuslah final dan mengikat semua pihak/parties.31. 41 Sumber Asli : “”International Assosiation of Athletics Federations” COMPETITION Rules 2006 – 2007 Alih Bahasa: H.dampak segera dan semua Anggota harus mengambil tindakan penting guna menjamin bahwa hal ini adalah efektif.

Pemilihan orang-orang untuk butir (f) dilakukan oleh Dewan IAAF dari para anggota Panel International Race Walking Judge IAAF. Suyono Ds. Pemilihan untuk butir (h) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari IAAF dari Panel Starter Internasional. barang-barang produk tertentu.42 PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006-2007 (Alih Bahasa : H.Dalam lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1 (b) orang-orang ini akan dipilih oleh Asosiasi Area yang relevan. petugas-petugas berikut ini harus ditunjuk secara internasional: a) Organisational Delegate(s) : Delegasi Organisasi (DO) b) Technical Delegate(s) : Delegasi Teknik (DT) c) Medical Delegate : Delegasi Medis (DM) d) Doping Control Delegate : Delegasi Kontrol Doping e) International /AreaTechnical Officials : Petugas Teknik Internasional /Area f) International / Area Race Walking Judge : Judge Jalan-cepat Internasional / Area g) International Road Race Measurer : Juru Ukur Lomba Jalan Raya Int’l h) International Photo Finish Judge : Judge Foto Finis Internasional i) Jury of Appeal : Dewan Hakim Jumlah Petugas yang diangkat pada tiap kategori harus dinyatakan di dalam Peraturan Perlombaan IAAF (Asosiasi Area) yang berlaku. reklame/iklan dan Buku Acara/ Buku Program Perlombaan dan barang-barang cetakan lainnya. harus diselenggarakan dengan menggunakan Peraturan IAAF dan hal ini harus dinyatakan dalam semua selebaran pengumuman.Pemilihan orang-orang untuk butir (a). . . . (b).Pemilihan orang-orang untuk butir (e) dilakukan oleh Dewan IAAF dari para anggota Panel ITO (International Technical Officials) IAAF.PETUGAS Pasal 110 PETUGAS INTERNASIONAL (International Officials) Pada perlombaan atletik yang diatur sesuai peraturan Pasal 1 (a) dan (b).(c).Dewan IAAF harus mengesahkan kriteria pemilihan. . Pada perlombaan yang diatur sesuaikan Pasal 1(a) : . brosur. Catatan: Disarankan agar Federasi Atletik Nasional (PASI) menggunakan Peraturan lomba atletik IAAF untuk menggelar lomba atletik di lingkungannya masing-masing. kualifikasi dan tugas-tugas dari para petugas tersebut. (d) dan (i) dilakukan oleh Dewan IAAF. Anggota IAAF harus memiliki hak untuk menyarankan pribadi-pribadi memenuhi syarat yang cocok untuk dipilih. .) BAGIAN: V PERATURAN TEKNIK PERLOMBAAN ATLETIK INTERNASIONAL Pasal 100 UMUM Semua perlombaan atletik internasional sebagaimana diuraikan dalam peraturan IAAF Pasal 1. SEKSI 1 . Pemilihan untuk butir (I) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari para anggota dari Panel IAAF Judges Foto Finis Internasional.Pemilihan orang-orang untuk butir (g) dilakukan oleh Delegasi Teknik dari para Anggota Panel IAAF/AIMS dari Juru Ukur Lomba Jalan raya Internasional. .

Dan untuk lomba atletik yang dilaksanakan sesuai Pasal 1 (b).Untuk lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1(a) dan (f). Dia harus yakin atas ketersediaan fasilitas medis yang memadai untuk melakukan pemeriksaan medis. pemilihannya dilakukan oleh Asosiasi Area yang relevan dari daftar mereka sendiri dari Area Technical Officials dan Area Race Walking Judges. DT harus yakin bahwa Peraturan Teknis perlombaan dikirimkan kepada semua Anggota yang ikut berlomba tepat waktu sebelum perlombaan. IAAF dapat menunjuk seorang Komisioner Periklanan. DT bertanggungjawab atas semua persiapan teknik yang diperlukan untuk penyelenggaraan perlombaan . (a). DT harus mengajukan proposal jadwal perlombaan. Catatan: Petugas Internasional harus mengenakan pakaian tertentu. . DT harus menyusun seri-seri. DT harus bekerja sama dengan DO. dan mereka harus memperhatikan masalah yang berhubungan dengan tugas kewajiban dan tanggung jawab finansial dari Anggota Penyelenggara dan Panitia Pelaksana. setiap pengangkatan akan dilakukan oleh Asosiasi Area yang relevan dan untuk lomba atletik sesuai Pasal 1(c) oleh badan yang relevan dan untuk lomba atletik sesuai Pasal 1(e) dan (h). babak kualifikasi dan pembagian grup event gabungan.Dalam hal Area Technical Officials dan Area Race Walking Judges. Pasal 111 DELEGASI ORGANISASI (Organisational Delegates) Delegasi Organisasi (DO) tetap memelihara hubungan erat dengan Panitia Penyelenggara setiap waktu dan melapor secara teratur kepada Dewan IAAF. oleh negara Anggota IAAF yang relevan. DT harus membuat laporan tertulis mengenai persiapan perlombaan. penanganan medis dan perawatan darurat di arena perlombaan.. Delegasi Teknik (DT) bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa semua pengaturan teknis telah sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Teknik IAAF dan Buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF. 43 Pasal 113 DELEGASI MEDIS (Medical Delegate) Delegasi Medis (DM) memiliki wewenang tertinggi atas semua masalah medis. formulir pendaftaran atlet yang baku. (d) dan (g). dan daftar peralatan lomba yang akan digunakan. dan di tempat penginapan atlet. (b). Mereka harus bekerja sama dengan pihak Delegasi Teknik (DT). dan (c) DT harus memimpin pertemuan teknik dan harus memberikan pengearahan kepada para petugas Tehnik.1. . dan harus menentukan standar kualifikasi untuk event lapangan (event lempar dan lompat) dan dasar pengaturan bagaimana seri-seri lari dan babak kualifikasi harus diundi untuk event lintasan. (DM) juga berwenang mengatur pemeriksaan jenis kelamin (gender) atlet lomba bila diperlukan. Pasal 112 DELEGASI TEKNIK (Technical Delegates) Dalam hubungannya dengan Panitia Penyelenggara yang akan memberikan bantuan yang diperlukan. (Penolakan dengan alasan lain harus merupakan keputusan dari Dewan IAAF atau Dewan Area yang bersangkutan). DT harus mengontrol pendaftaran atlet dan berhak menolak berdasarkan alasan teknik atau sesuai dengan peraturan Pasal 146. Dalam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1.

Pasal 114 DELEGASI KONTROL DOPING (Doping Control Delegate) 44 Delegasi Kontrol Doping (DKD) harus berhubungan dengan Panitia Penyelenggara guna meyakinkan bahwa fasilitas yang sesuai telah tersedia untuk melaksanakan pengontrolan doping. Catatan ii): Jika Wasit tidak ada. Ketentuan khusus dan keputusan-keputusan DT yang relevan.3 dan Catatan-catatan terkait). Pasal 115 PETUGAS TEKNIK INTERNASIONAL (ITO) (International Technical Officials) DT harus menunjuk seorang Ketua Petugas Teknik Internasional (ITO) di antara ITO yang ditugaskan. Catatan I) : Dalam lomba-atletik sesuai peraturan Pasal 1b). ITO harus menjamin bahwa pelaksanaan lomba berjalan sesuai dengan Peraturan Teknik Perlombaan Atletik IAAF yang berlaku. IRM yang ditunjuk haruslah anggota dari Panel IRM dari AIMS / IAAF (Tingkat "A"atau "B"). DKD harus bertanggung jawab terhadap semua masalah yang berkaitan dengan kontrol doping. Pasal 116 JUDGE LOMBA JALAN CEPAT INTERNASIONAL (International Race Walking Judges) Suatu Panel Judge Lomba Jalan Cepat Internasional (IWJ) harus ditentukan oleh Komite Jalan Cepat IAAF dengan menggunakan kriteria yang disahkan oleh Dewan IAAF. Ketentuan khusus atau keputusan DT. Bila masukan ini ditolak dan bila terjadi pelanggaran terhadap Peraturan Teknik Perlombaan IAAF. maka ITO harus memutuskan. bila belum ada penunjukan.dan d). Pada akhir lomba event lapangan. . Bila suatu masalah timbul atau bila mereka melihat sesuatu masalah yang menurut pendapatnya memerlukan komentar. IWJ yang ditunjuk untuk semua lomba sesuai peraturan Pasal 1 a) haruslah anggota Panel dari IWJ. Bila mungkin. maka ITO harus segera mengutarakannya kepada wasit event dimaksud dan jika perlu memberikan masukan cara mengatasinya. Pasal 117 JURU UKUR JALUR LOMBA JALAN RAYA INTERNASIONAL (International Road Race Measurer) Dalam semua perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (a) sampai dengan (h). ITO harus bekerja dengan Ketua Judge yang relevan. IRM ini akan memeriksa dan mengesahkan jalur lomba jika menurutnya sudah sesuai dengan peraturan IAAF tentang Lomba Jalan Raya (Pasal 240. peraturan di atas juga juga berlaku bagi Petugas Teknik Area (ATO) yang diangkat/ditunjuk. hal ini harus diajukan kepada DT. seorang IRM harus ditunjuk untuk memverifikasi jalur lomba jalan raya yang sebagian atau seluruh jalurnya berada di luar stadion. Apabila masalahnya tetap tidak terpecahkan. Catatan : Judge Lomba Jalan Cepat yang ditunjuk untuk Perlombaan dibawah Pasal 1 (b) sampai (d) haruslah anggota Panel IWJ atau Panel dari Judge Jalan Cepat Area yang bersangkutan. ITO harus menandatangani kartu hasil perlombaan. Ketua ITO harus menugaskan minimal satu ITO untuk setiap event yang tercantum dalam buku acara perlombaan. Jalur lomba harus diukur pada waktu yang tepat sebelum perlombaan. ITO harus memberikan semua dukungan yang diperlukan bagi Wasit event tersebut. ITO harus selalu hadir sepanjang pelaksanaan suatu event dimana dia ditugaskan.

yang memerlukan penyelesaian. Judge Foto finish Internasional harus menyelia /men supervisi semua perangkat Foto Finis. Jika dianggap perlu. Satu di antaranya harus menjadi Ketua Dewan Hakim dan satu lainnya sebagai Sekretaris. harus ditunjuk oleh IAAF atau oleh Asosiasi Area yang bersangkutan. . 45 Pasal 119 DEWAN HAKIM ( Jury of Appeal ) Pada semua perlombaan yang diselenggarakan sesuai Pasal 1 (a) . dan dan masalah lain yang timbul selama perlombaan berlangsung. sepanjang keputusan baru ini dapat diterapkan. Starter Internasional harus memberangkatkan lomba (dan menangani tugas lainya) yang ditugaskan padanya oleh DT. yang biasanya terdiri dari tiga. Tetapi keputusan tersebut dapat dipertimbangkan kembali apabila muncul bukti baru. Pasal 118 STARTER DAN JUDGE FOTO FINIS INTERNASIONAL (International Starter and International Photo Finish Judge) Pada semua lomba atletik yang sesuai dengan Pasal 1 a). Keputusan DH bersifat final. (b) dan (c).IRM harus bekerja sama dengan Panitia Penyelenggara dalam pengaturan jalur dan menyaksikan pelaksanaan perlombaan tersebut guna menjamin bahwa jalur lomba yang ditempuh oleh atlet sama dengan jalur yang telah diukur dan disahkan. Keputusan yang melibatkan hal-hal yang tidak tercantum dalam peraturan harus segera dilaporkan oleh Ketua DH kepada Sekretaris Jenderal IAAF. Fungsi utama DH adalah menyelesaikan semua protes sesuai peraturan IAAF Pasal 146. suatu Dewan Hakim (DH) harus ditunjuk. dan b). Lebih lanjut. lima atau tujuh orang. seorang Starter Internasional dan seorang Judge Foto finis Internasional. sekretaris ini bisa saja seseorang yang tidak termasuk dalam dalam Dewan Hakim. DH dapat ditunjuk untuk lomba lainnya jika Panitia Penyelenggara menganggap perlu demi lancar dan suksesnya lomba. IRM akan menyerahkan suatu sertifikat yang sesuai kepada Delegasi Teknik.

Satu (atau lebih) Dokter .Satu Ketua Judge dan para Judge untuk tiap event lapangan dengan jumlah yang memadai .Satu Ketua Marshal dan para marshal dalam jumlah yang memadai .Satu Ketua judge foto finis dan sejumlah asistennya . dan (c) sesuai peraturan dan prosedur dari organisasi internasional yang bersangktutan.Petugas jalan cepat lainnya yang diperlukan meliputi : pencatat (recorder).Satu (atau lebih) Wasit Event Lintasan (Track Events Referee) . PETUGAS PENGELOLA (Management Officials) . Bila event putri dilombakan.Satu Komisaris Periklanan .Satu Sekretaris perlombaan (Pengolah hasil) dan sejumlah asisten . Daftar berikut ini berisikan petugas-petugas yang dianggap perlu untuk melayani perlombaan atletik internasional berskala besar. . Namun harus tetap diperhatikan agar arena lomba sedapat mungkin bebas dari petugas. Panitia Penyelenggara boleh mengadakan variasi yang disesuaikan dengan kondisi setempat.Satu orang Direktur Perlombaan ( Competition Director) .Sate orang Manajer Teknik (Technical manager) . .satu (atau lebih) Wasit Event Lapangan (Field Events Referee) .Satu (atau lebih) Announcer (Penyiar) .Satu Ketua Pencatat waktu & para Pencatat waktu dalam jumlah yang memadai.Satu ketua judge ruang panggil dan para judge dalam jumlah yang memadai PETUGAS TAMBAHAN : .Sejumlah Pramubakti untuk para atlet. .46 Pasal 120 PETUGAS – PETUGAS PERLOMBAAN (Officials of the Competition) Panitia Penyelenggara suatu perlombaan harus menunjuk / mengangkat semua petugas. Para Wasit dan Ketua Judge harus mengenakan pakaian atau lencana/ badge yang mencolok.Satu orang Manajer Presentasi Lomba.Satu (atau lebih) Asisten Starter .Satu (atau lebih) Wasit Event Gabungan (Combined Events Referee) . dan dalam hal lomba atletik yang diatur sesuai Pasal 1 (a). sesuai dengan peraturan negara Anggota IAAF dimana lomba itu dilaksanakan. sedapat mungkin seorang dokter wanita harus ditunjuk.Satu Ketua Pengawas lintasan & para Pengawas lintasan dalam jumlah yang memadai.Satu (atau lebih) Ahli Statistik .Satu Ketua penghitung keliling dan para Penghitung keliling dalam jumlah yang memadai. para petugas pembantu boleh diangkat/ditunjuk. . .Satu Surveyor Resmi (juru ukur resmi) . operator papan pelanggaran.Satu Wasit Ruang Panggil (Call Room Referee) .Satu atau lebih Judge Pengukur Elektronik . .Satu orang Manajer Lomba (Meeting Manager ) .Satu Koordinator Starter & para Starter dan Re-caller dalam jumlah yang memadai. . Bila dinggap perlu.Satu atau lebih Operator pengukur angin .Satu Ketua Judge & 5 Judges untuk tiap event lomba Jalan cepat yang dilaksanakan di lintasan .Satu Ketua Judge & 8 Judges untuk tiap event jalan cepat yang dilaksanakan di jalan raya. (b). dll.Satu (atau lebih) Wasit Event Luar Stadion (Outside Stadium Referee) . (Event Presentation Manager) PETUGAS PERLOMBAAN : . petugas dan wartawan.Satu Ketua Judge dan para Judge Event Lintasan dengan jumlah yang memadai .

lintasan lari.asisten Manajer. 2.47 Pasal 121 DIREKTUR PERLOMBAAN (Competition Director) Direktur Perlombaan bekerja sama dengan DT harus merencanakan organisasi teknis perlombaan serta menjamin bahwa rencana ini dapat dilaksanakan dan mampu memecahkan semua masalah teknis yang timbul. event lapangan event gabungan. sektor – sektor lemparan. Catatan: Untuk perlombaan yang memakan waktu lebih dari empat jam atau lebih dari satu hari. Pasal 124 MANAJER PRESENTASI LOMBA (Event Presentation Manager) Manager Presentasi lomba bekerja sama dengan direktur. menyelesaiakan setiap masalah yang muncul. Bekerja sama dengan marshal. dia harus mengatur bahwa hanya orang orang yang diberi wewenang saja yang diizinkan berada di arena lomba. DO. Dia akan mengarahkan interaksi antara atlet perlombaan. dan event lari & jalan cepat di luar stadion. dan DT. Wasit harus menjamin bahwa peraturan (dan ketentuan khusus) ditaati dan harus memutuskan semua masalah yang timbul selama perlombaan (termasuk yang terjadi di ruang panggil) serta yang belum tercantum dalam peraturan (atau ketentuan khusus). Dia harus menjamin bahwa rencana ini dapat terlaksana. lengkung batas lemparan. menunjuk pengganti bila perlu dan memiliki wewenang untuk memberhentikan seorang Petugas teknik bila tidak mematuhi peraturan.jalur awalan. lingkaran-lingkaran lempar. jalur . hanya jika para Judge tidak mampu memutuskannya. tempat tempat pendaratan untuk event – event lapangan. dan semua peralatan & alat lomba. sesuai dengan peraturan IAAF. Pasal 125 REFEREE / W A S I T 1. event lintasan. direkomendasikan bahwa Manajer memiliki Asisten . Dia harus mencek bahwa semua petugas telah datang melapor untuk menjalankan tugasnya. Wasit Lintasan dan event di luar stadion memiliki wewenang untuk menentukan kedudukan pemenang dalam suatu perlombaan. tidaklah memiliki wewenang yang terkait dengan tanggung jawab Ketua Judge event jalan cepat. Wasit event lintasan dan event di luar stadion. dan melalui sistem komunikasi selalu berhubungan dengan semua Petugas. harus merencanakan pengaturan presentasi perlombaan. Sejumlah Wasit harus ditunjuk terpisah untuk ruang panggil. Diapun harus mengarahkan interaksi antara anggota tim presentasi lomba dengan menggunakan sistim komunikasi. Pasal 122 MANAJER PERLOMBAAN (Meeting Manager) Manajer Perlombaan bertanggung jawab atas penyelenggaran perlombaan dengan benar. Pasal 123 MANAJER TEKNIK (Technical Manager) Manajer Teknik ini bertanggungjawab untuk menjamin bahwa. .

panca. 7. dia memiliki wewenang untuk menyatakan bahwa event tersebut dibatalkan dan karenanya harus dilombaulangkan. Wasit Event gabungan (tri. ditanda tangani oleh Wasit yang bersangkutan serta disampaikan kepada Sekretaris Perlombaan. Bila menurut pendapat Wasit terkait. harus dicantumkan dalam kartu hasil. dan pengusiran dengan menmperlihatkan kartu merah. . Catatan: Para Judge ditempatkan minimal 5 m dari garis finis dan segaris dengannya. kartu hasil-lomba harus segera dilengkapi. Wasit terkait harus menyelesaikan setiap protes atau keberatan terhadap jalannya perlombaan termasuk hal – hal yang muncul di ruang panggil. Baik peringatan maupun pengusiran atlet. Dia memiliki wewenang untuk memberi peringatan atau pengusiran dari perlombaan kepada atlet lomba yang bersalah karena berkelakuan tidak baik. harus menyatakan sah atau tidak sahnya suatu trial dengan mengangkat bendera berwarna putih atau merah. Dalam event loncat tinggi dan loncat galah pengukuran yang akurat harus dilakukan saat mistar dinaikkan. apakah pada hari yang sama ataupun pada kesempatan hari lain sesuai dengan keputusannya. dia harus mensupervisi pengukuran prestasi penciptaan rekor. 6. dasalomba) memiliki wewenang atas seluruh pelaksanaan lomba event gabungan. Para Judge yang harus berada di sisi yang sama pada lintasan atau jalur. Para Judge harus mewasiti dan mencatat setiap kesempatan lomba (trial) dan mengukur setiap hasil sah yang dibuat oleh setiap atlet dalam event lapangan. terutama bila upaya pemecahan rekor sedang berlangsung. yang akan memutuskannya. serta meneliti catatan masing – masing pada akhir tiap ronde. Pemberian peringatan ini dapat ditujukan kepada atlet dengan memperlihatkan kartukuning kepadanya. dan bila Judge tidak dapat memutuskannya maka ia harus melapor kepada Wasit Lintasan. Judge yang ditugasi. menyelesaikan setiap masalah yang dipersengketakan. Wasit tidak boleh bertindak selaku judge atau pengawas lintasan. Pasal 126 PARA JUDGE Judges Umum: 1. harus menentukan kedudukan atlet lomba sewaktu memasuki garis-finis. selain dalam kasus start salah yang di deteksi oleh suatu alat pendeteksi start salah (yang disahkan IAAF) kecuali bila ia yakin bahwa informasi dari alat tersebut tidak akurat. pada tangga berjenjang. 4. Sekurang-kurangnya dua orang Judge harus mencatat semua trial.48 Wasit Lintasan memiliki wewenang untuk memutuskan segala sesuatu yang terkait dengan start bila dia tidak sependapat dengan keputusan yang dibuat oleh tim start. Ia juga memiliki wewenang atas pelaksanaan masing-masing event dalam lomba event gabungan. Ketua Judge untuk event lintasan dan Ketua Judge untuk tiap event-lapangan harus mengkoordinasikan tugas-tugas para Judge untuk event masing-masing. 5. Wasit terkait harus memeriksa semua hasil akhir. Bila panitia lomba belum mengalokasikan tugas-tugas bagi para Judge. sapta. dan dalam hal tidak ada Judge Pengukur elektronik. Event-event lintasan & jalan raya 2. merekalah yang harus melakukannya. suatu keadaan timbul di dalam arena lomba dan menuntut keadilan bahwa suatu event atau bagian dari event tersebut perlu dilombaulangkan. Pada akhir tiap event. Event – even Lapangan (lempar & lompat) : 3. 3.

Pasal 128 PENCATAT WAKTU & JUDGE FOTO FINIS (Timekeepers and Photo Finish Judge) 1. Satu diantaranya diangkat menjadi Ketua Pencatat Waktu. Koordinator Start harus: a. Memberikan informasi kepada Starter. Setiap pelanggaran peraturan harus dikomunikasikan kepada wasit yang terkait dengan mengangkat bendera warna kuning atau peralatan handal lainnya yang disetujui oleh DT. Pengawas Lintasan dalam jumlah yang memadai harus ditunjuk untuk mensupervisi zona pergantian tongkat dalam lomba lari estafet. . Pencatat Waktu harus bertindak sesuai peraturan Pasal 165 (Timing & Photo Finish).1) oleh atlet atlet lomba atau oleh orang lain. Pengawas Lintasan adalah pembantu Wasit yang tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir. Ketua Judge Foto Finis dan Operator Alat Pengukur Angin dalam keadaan siaga).2). Catatan: Bila seorang Pengawas Lintasan melihat bahwa seorang atlet telah berlari pada jalur lintasan yang lain dari lintasannya sendiri. para Judge. Mensupervisi tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh tiap anggota timnya. b.49 Pasal 127 PENGAWAS LINTASAN (EVENT –EVENT LARI & JALAN CEPAT) (Umpires) 1. maka Starter dan Re-caller harus mengenakan head phones agar dapat mendengar dengan jelas setiap signal akustik yang terpancar bila terjadi start salah. 2. setelah menerima perintah Direktur Perlombaan. Mengumpulkan semua dokumen yang melibatkan prosedur start termasuk dokumen yang menunjukkan waktu reaksi dan atau gambar start-salah. seorang Ketua Judge Foto-Finis dan minimal dua orang Asisten Judge Foto Finis harus ditunjuk.5 dipenuhi. Bertindak sebagi seorang interlocutor (juru bicara) antara Staf Teknik perusahaan peralatan pencatat-waktu dengan para Judge.Pencatat waktu tersebut harus bertugas sebagai pem-back-up bila perangkat Foto-Finis otomatis sedang digunakan. harus ditunjuk Pencatat waktu dalam jumlah yang memadai untuk atlet lomba yang terdaftar. Pengawas Lintasan harus ditempatkan oleh Wasit pada suatu posisi yang memungkinkan dia mengamati perlombaan dari dekat dan dalam hal terjadi kesalahan atau pelanggaran peraturan(selain Pasal 230. Dalam hal pencatatan waktu secara manual. 3. atau pergantian tongkat estafet terjadi di luar zona pergantian yang semestinya. Pada perlombaan sesuai pasal 1 a) dan b) penentuan event – event yang ditugaskan kepada starter internasional merupakan wewenang DT. 3. Starter & Recall-Starter) 1. 2. 2. Bila perangkat Photo Finish Otomatis digunakan. Menjamin apakah yang diatur dalam peraturan Pasal 130. harus segera membuat laporan tertulis tentang insiden itu kepada Wasit. Bila suatu perangkat kontrol start salah digunakan. 4. bahwa segala sesuatu sudah siap untuk dilakukannya start (yaitu: bahwa Para Pencatat-waktu. (lihat Pasal 161.dia harus segera memberi tanda pada lintasan dengan menggunakan bahan yang cocok di tempat terjadinya pelanggaran. Pasal 129 KOORDINATOR START. f. c. Dia harus membagi tugas kepada para Pencatat waktu lainnya. Membagi tugas kepada para Judge tim start. STARTER & RECALLER (Start Coordinator. e. d. Starter harus mampu mengendalikan atlet di garis start.

harus ditempatkan di sana dan diledakkan dengan dikontak listrik. 4. Untuk perlombaan yang menggunakan start jongkok dia harus menempatkan dirinya sehingga dia yakin bahwa semua atlet ada dalam keadaan tenang pada posisi 'siaaap' sebelum pistol-start ditembakkan. Apabila starter tidak dapat menempatkan dirinya pada posisi tersebut. disediakan pengeras suara di setiap lintasan untuk meneruskan aba-aba start kepada atlet. 7 dan 8 hanya dapat diberikan oleh Starter. harus didiskualifikasi dan kartu merah diletakkan di atas tempat nomor lintasan. maka pistol-start atau perangkat start lain yang sah. Catatan: Untuk event: 200m. harus digunakan alat pengontrol start salah yang disahkan IAAF sebagaimana dijelaskan pada Pasal 161. Starter harus menempatkan diri sedemikian rupa sehingga dia dapat mengamati seluruh atlet selama prosedur start dilakukan.8) 8. 400m. Setelah pembatalan start recaller harus melaporkan pengamatannya kepada starter yang akan memutuskan atlet mana yang harus diperingati (Lihat juga Pasal 161. Asisten starter harus memeriksa bahwa para atlet berlomba dalam seri atau lomba yang benar. maka terhadap atlet yang bertanggung jawab terhadap start salah ditunjukkan juga kartu kuning di depannya. Mereka menempatkan setiap atlet pada lintasan yang benar. atlet (atlet-atlet) yang bertanggung jawab terhadap start salah tersebut harus diberi peringatan dengan kartu kuning yang dipasang pada tempat nomor lintasan. yang diwajibkan untuk membatalkan lomba jika terjadi pelanggaran peraturan.4 X 400m.4 dipatuhi. atlet (atlet-atlet) yang bertanggung jawab atas start salah tersebut. sama juga di belakang garisstart masing-masing). Bila hal ini telah selesai dia harus memberi isyarat kepada Starter bahwa semuanya telah siap. 7. Setiap Recaller harus menempatkan diri sedemikian rupa sehingga dia dapat melihat dengan jelas atlet yang harus diawasinya. 4 x 100m.3. dan nomor bib mereka dipasang dengan betul. 5. Dalam kasus terjadi start salah berikutnya. Bila tidak terdapat kartu kuning pada tempat nomor lintasan. Apabila suatu start-baru akan dilakukan. Pada waktu yang sama. Jika pengeras suara tidak digunakan dalam lomba-lomba dengan start berjenjang. 400m gawang. Satu orang Recaller atau lebih harus ditunjuk untuk membantu starter. maka asisten Starter kembali harus mengumpulkan atlet. Starter harus menempatkan dirinya sehingga jarak antara dia dengan masing-masing atlet kira-kira sama. Dalam perlombaan yang menggunakan start jongkok. maka para asisten Starter harus menjamin bahwa peraturan Pasal 162. 4. . 3. selanjunya memberitahukan kepada mereka bahwa setiap atlet yang melakukan kesalahan start berikutnya akan dijatuhi diskualifikasi. 5. Bila Starter telah memerintahkan para atlet untuk menuju ke garis start. Asisten Starter bertanggung jawab atas tersedianya tongkat estafet bagi para atlet pertama dalam lomba lari estafet. Dalam hal start salah pertama. diperlukan minimal dua orang Recaller. kira-kira 3 m di belakang garis start (dalam hal lomba yang garis startnya berjenjang.2 & 162. atlet lain yang ikut dalam lomba ini harus diberi peringatan dengan menunjukkan kartu kuning di depannya oleh satu atau beberapa Asisten Starter. atau ditunjukkan dihadapan atlet yang bersangkutan. 4 x 200m.2. 50 Disarankan khususnya bagi start berjenjang. 2. Koordinator Start harus memberikan tugas & posisi khusus bagi setiap Recaller. Peringatan dan diskualifikasi sesuai dengan Pasal 162. Pasal 130 ASISTEN STARTER (Starter’s Assistants) 1. 6. Catatan: Starter harus menempatkan dirinya sehingga seluruh atlet berada dalam sudut pandang yang sempit.

tampilan secara manual harus diperlihatkan kepada atlet yang telah atau akan dilewati oleh atlet terdepan. dan event lomba jalan cepat.dan waktu antara. Tampilan ini harus diubah pada tiap kali putaran bila atlet terdepan mulai memasuki lintasan lurus yang menuju garis finis. tidak seorang pun Penghitung keliling yang mencatat waktu lebih dari empat atlet (enam untuk lomba jalan cepat). yang rinciannya harus diberikan oleh Wasit.Dalam event gabungan. catatan waktu. atau ditunjukkan dihadapan atlet yang bersangkutan. dan seluruh informasi yang relevan seperti susunan seri. Ketua Pencatat Waktu atau Ketua Judge Foto-finis dan operator pengkur angin. 2. Penghitung keliling harus mencatat jumlah putaran lari yang telah ditempuh oleh setiap atlet dalam lomba lari berjarak lebih dari 1. Dia harus segera meneruskan hasil ini kepada Penyiar. lintasan. Pasal 131 PENGHITUNG KELILING (Lap Scorer) 51 1. Seorang penghitung keliling harus bertanggung jawab untuk selalu memperlihatkan suatu tampilan jumlah sisa putaran yang masih harus ditempuh atlet. Putaran terakhir harus diberi tahukan kepada setiap atlet. . Hasil event lintasan harus dimasukkan ke sistem komputer di bawah pengarahan Ketua Judge Foto finis. nama-nama dan nomor-nomor atlet yang berpartisipasi dalam tiap event.000 m atau lebih. Sebagai tambahan. sejumlah Penghitung Keliling harus ditunjuk dan bertugas di bawah pengarahan Wasit. dan dilengkapi dengan kartu penghitung keliling untuk mencatat waktu setiap keliling (yang diperoleh dari Pencatat Waktu Resmi) bagi atletatlet yang menjadi tanggung jawabnya. atlet (atlet atlet) yang bertanggung jawab terhadap start salah harus diberi peringatan dengan kartu kuning yang dipasang pada tempat nomor lintasan. dan atlet yang akan berlomba atau mereka yang memiliki akreditasi sah untuk berada di dalam arena. Sebagai pengganti penghitung keliling secara manual. operator komputer di setiap event lapangan harus yakin bahwa hasil lengkap dari tiap event dimasukkan ke dalam sistem komputer. serta meneruskan semua kartu hasil kepada Direktur Perlombaan. Pasal 133 MARSHAL (Marshal) Marshal harus memiliki kendali atas arena lomba dan tidak mengizinkan orang. yang ditempatkan di garis finis. Bila sistem tersebut digunakan. Pasal 134 PENYIAR (Announcer) Penyiar harus menginformasikan kepada publik. dapat digunakan suatu sistem komputerisasi berupa transponder yang dibawa atau dipakai oleh setiap atlet. atau dengan menunjukkannya kehadapan atlet yang bersangkutan. Atlet yang bertanggung jawab untuk dua kali start salah harus didiskualifikasi dan kartu merah ditempatkan di atas tempat nomor lintasan. Apabila digunakan sistem komputerisasi hasil perlombaan. Untuk lomba jarak 5. bila mungkin. mencatatnya. Hasil (kedudukan. ketinggian dan jarak) dari tiap event harus diumumkan sesegera mungkin setelah diterimanya informasi tersebut. biasanya dengan membunyikan lonceng/bel. Pasal 132 SEKRETARIS PERLOMBAAN (Competition Secretary) Sekretaris Perlombaan harus mengumpulkan semua hasil lengkap dari tiap event perlombaan. Penyiar dan Direktur Perlombaan harus memiliki akses ke seluruh hasil lomba melalui komputer. selain para petugas.500 m.

52 Pada lomba atletik sesuai dengan pasal 1 (a). Pasal 138 JUDGE RUANG PANGGIL (Call Room Judge) Ketua Judge Ruang Panggil harus mensupervisi perpindahan antara tempat pemanasan dan tempat perlombaan untuk menjamin bahwa para atlet setelah diperiksa di ruang panggil. Dia harus memastikan pengukuran kecepatan angin pada arah lari dalam event tertentu. jumlah & ukuran paku. memperhatikan seluruh kebutuhan teknis yang dialokasikan oleh Staf Tehnik. Sebelum perlombaan dimulai. Para Judge harus merujuk kepada wasit ruang panggil untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dan belum terselesaikan . iklan pada pakaian dan tas atlet sesuai dengan Peraturan dan Ketentuan IAAF. hadir dan siap untuk berlomba sesuai jadual.5 (Event lapangan). dia harus mensupervisi serangkaian pengukuran bersama dengan para judge dan wasit untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan pengukuran menggunakan pita baja yang sudah dikalibrasi. dia harus bertemu dengan staf teknik terkait dan mengenali peralatan tersebut. mencatat serta menandatanganinya dan kemudian menyampaikannya kepada Sekretaris Perlombaan. Kepadanya harus disediakan akses sepenuhnya mengenai denah dan gambar stadion serta laporan pengukuran terakhir untuk tujuan verifikasi. Penyiar berbahasa Inggris & Prancis harus ditunjuk oleh IAAF. bahwa sepatu. Selama perlombaan berlangsung dia tetap bertanggung jawab penuh atas pengoperasian alat ukur tersebut. Para judge ruang panggil harus yakin bahwa para atlet mengenakan pakaian seragam klub atau negaranya yang secara resmi disahkan oleh Badan Nasionalnya. Sebelum tiap event dia harus mensupervisi penempatan piranti ukur. Untuk meyakinkan bahwa alat ukur itu bekerja dengan benar. Dia akan melaporkan kepada Wasit Event lapangan guna menyatakan bahwa peralatan itu akurat. Pasal 137 JUDGE PENGUKUR ELEKTRONIK (Measurement Judge Electronics) Judge pengukur Elektronik harus ditunjuk apabila alat ukur jarak elektronik digunakan. Pasal 135 JURU UKUR RESMI (Official Surveyor) Juru Ukur resmi harus memeriksa ketepatan marka dan pemasangannya serta memberikan sertifikat-sertifikatnya kepada Manajer Teknik sebelum perlombaan dimulai. sebelum dan sesudah event. penyiar tersebut bertanggung jawab terhadap semua masalah protokol penyiaran.9 (Event Lintasan) dan Pasal 184. bahwa nomor bib dipakai secara benar`dan sesuai dengan yang tercantum pada daftar atlet. Dalam hubungannya dengan manager presentasi event dan di bawah arahan DO dan/atau DT. dan bahwa barang-barang terlarang tidak boleh dibawa masuk arena lomba. Pasal 136 OPERATOR PENGUKUR ANGIN (Wind Gauge Operator) Operator pengukur angin harus menjamin bahwa alat ukur tersebut dipasang sesuai dengan Pasal 163.

Pasal 139 KOMISARIS PERIKLANAN (Advertising Commissioner)

53

Komisaris Periklanan (jika ditunjuk) harus mensupervisi dan menerapkan Ketentuan dan Peraturan Periklanan IAAF yang berlaku dan harus memutuskan setiap masalah periklanan yang timbul dan tak terpecahkan di Ruang Panggil bekerja sama dengan Wasit Ruang Panggil.

54
S E K S I II PERATURAN PERLOMBAAN UMUM Pasal 140 FASILITAS ATLETIK (The Athletic Facility) Setiap permukaan yang kokoh dan seragam, yang memenuhi spesifikasi yang tercantum dalam buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF, dapat digunakan untuk perlombaan atletik. Perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (a) dan yang langsung di bawah kendali IAAF hanya dapat dilaksanakan pada fasilitas berpermukaan sintetik yang sesuai dengan Spesifikasi Kinerja Permukaan Sintetik IAAF dan yang memiliki sertifikat pengesahan IAAF Kelas 1 yang masih berlaku. Disarankan, bila fasilitas tersebut tersedia, perlombaan atletik sesuai Pasal 1 (b) sampai (h) juga harus dilaksanakan pada fasilitas tersebut. Fasilitas dengan sertifikat kelas 2 (dua) jika akan digunakan untuk perlombaan sesuai pasal 1(a) sampai (h) harus memenuhi akurasi ukuran dengan format dari Sistem Sertifikasi IAAF. Catatan i): Buku Panduan Fasilitas Atletik IAAF, yang tersedia di Kantor IAAF, berisikan spesifikasi-spesifikasi lebih rinci, mengenai denah dan konstruksi fasilitas atletik termasuk diagram pengukuran lintasan dan pemarkaan. Catatan ii): Formulir standar Aplikasi Sertifikasi Fasilitas dan Laporan Pengukuran Fasilitas tersedia di kantor IAAF atau dapat diakses melalui IAAF Website. Catatan iii): Peraturan ini tidak perlu diterapkan untuk event-event lari dan jalan-cepat yang dilaksanakan di jalan raya atau jalur lintas-alam. Pasal 141 KELOMPOK UMUR (Age Group) Definisi berikut ini berlaku bagi Kelompok umur yang diakui oleh IAAF : Remaja Putra & Putri: Setiap atlet yang berumur 16 atau 17 tahun pada tanggal 31 Desember tahun perlombaan. Junior Putra & Putri : Setiap atlet yang berumur 18 atau 19 tahun pada tanggal 31 Desember tahun perlombaan. Master Putra & Putri : Setiap atlet yang sudah berulang tahun yang ke 35. Catatan I): Segala sesuatu yang berkaitan dengan perlomban atletik Master mengacu kepada IAAF/WMA Handbook yang disahkan oleh Dewan IAAF dan Dewan WMA. Catatan ii): Keabsahan mencakup umur minimum untuk berpartisipasi dalam perlombaan IAAF harus dicantumkan dalam Ketentuan Khusus Teknis. Pasal 142 PENDAFTARAN (Entries) 1. Perlombaan yang sesuai peraturan IAAF dibatasi bagi atlet yang memenuhi Peraturan keabsahan IAAF.(Lihat Bab 2). 2. Tidak seorangpun atlet diperkenankan berlomba di luar negaranya, kecuali jika keabsahannya dijamin oleh Federasi Anggota yang memberi izin padanya untuk turut berlomba. Dalam semua perlombaan internasional, jaminan keabsahan tersebut harus diterima, kecuali jika ada suatu keberatan tentang status atlet yang diajukan kepada DT (lihat juga Pasal 146.1).

Pendaftaran Simultan. 3. Jika seorang atlet didaftarkan baik dalam event lintasan dan lapangan sekaligus, atau lebih dari satu event lapangan yang pelaksanaannya berlangsung secara serentak, Wasit terkait dapat mengijinkan atlet untuk melakukan kesempatannya pada urutan yang berbeda dari yang telah ditentukan dengan undian sebelum perlombaan dimulai. Hal ini berlaku setiap kali dalam satu ronde, atau dalam tiap trial pada loncat tinggi dan loncat galah. Namun, bila seorang atlet kemudian tidak tampil untuk melakukan kesempatan/ trialnya, maka dia dianggap “pass” begitu waktu yang diberikan padanya telah habis. Untuk loncat tinggi dan loncat galah, bila seorang atlet tersebut tidak hadir ketika semua atlet lainnya telah menyelesaikan lomba, maka Wasit harus menganggap bahwa atlet tersebut telah meninggalkan perlombaan, begitu waktu trial berikutnya telah habis. Kegagalan berpartisipasi 4. Pada semua lomba sesuai Pasal 1 (a), (b) dan (c), seorang atlet harus dikeluarkan dari keikutsertaan dalam event-event selanjutnya dalam perlombaan tersebut, termasuk estafet, dalam masalah-masalah berikut: a. Konfirmasi akhir keikutsertaan atlet dalam suatu event telah diberikan namun dia gagal berpartisipasi. b. Dia lolos ke babak berikutnya namun kemudian gagal berpartisipasi lebih lanjut. Kekecualian: - Keterangan medis, yang dikeluarkan oleh petugas medis yang ditunjuk atau disahkan oleh IAAF dan/atau Panitia Penyelenggara, dapat diterima sebagai alasan yang cukup bagi atlet yang mengalami masalah di atas, untuk dapat berlomba pada eventevent selanjutnya pada hari-hari berikutnya. - Alasan-alasan lain yang dapat diterima oleh DT (misalnya faktor-faktor di luar perbuatan atlet seperti masalah-masalah sistem transportasi resmi). Catatan: i) Suatu tengat waktu tertentu untuk konfirmasi akhir keikutsertaan harus diumumkan terlebih dahulu. ii) Gagal berpartisipasi mencakup juga gagal berlomba secara jujur dengan usaha yang bonafide. Wasit terkait akan memutuskan hal ini dan acuannya harus dicantumkan dalam hasil resmi. Hal yang tercantum dalam catatan ini tidak berlaku bagi event lepas dalam lomba event gabungan. Pasal 143 PAKAIAN, SEPATU & NOMOR BIB (Clothing, Shoes and Number Bibs)

55

Pakaian: 9. Dalam semua event, atlet harus mengenakan pakaian yang bersih, dan dengan desain sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan keberatan saat dipakai. Pakaian harus terbuat dari bahan yang tidak transparan bahkan saat basah. Atlet tidak boleh memakai pakaian yang dapat mengganggu pandangan para Judge. Pakaian lomba atlet harus memiliki warna yang sama pada bagian depan dan belakang. Dalam semua lomba sesuai Pasal 1 (a) sampai (e) (tanding antar negara), atlet harus berlomba dengan mengenakan pakaian seragam yang disahkan oleh Badan Nasionalnya. Pada semua perlombaan sesuai Pasal 1 (e) (Perebutan Piala Klub) sampai (h), atlet harus berlomba dengan mengenakan pakaian seragam nasional atau seragam Klub yang disahkan secara resmi oleh Badan Nasionalnya.Berkaitan dengan masalah pakaian,Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) dan victory lap (lari kemenangan) merupakan bagian dari perlombaan. Sepatu 10. Atlet boleh berlomba dengan kaki telanjang atau memakai sepatu pada satu atau kedua kakinya. Dalam perlombaan sepatu berfungsi untuk memberikan perlindungan dan keseimbangan pada kaki dan cengkeraman yang kokoh pada tanah. Tetapi sepatu tidak boleh dibuat untuk memberi bantuan tambahan yang tak diperkenankan bagi

Waktu antara dan waktu kemenangan dalam babak pendahuluan/penyisihan dapat diumumkan dan/atau ditampilkan secara resmi. tebal maksimum sol 13 mm dan pada loncat tinggi tebal maksimum tumit 19 mm. Dalam event lari jarak jauh nomor bib dapat dilobangi guna membantu sirkulasi udara. dilipat atau dikaburkan sedemikian rupa. kecuali pada event loncat tinggi dan loncat tinggi galah hanya satu nomor bib yang dipakai di dada atau di punggung saja. gerigi. Pada event lainnya tebal bagian sol dan/atau tumit boleh berapa saja. . atau tonjolan tersebut dan termasuk segala macam bentuk dari bagian sol yang lepasdalam sepatu. yang berdampak menambah ketebalan sol melebihi tebal maximum yang diizinkan. Tambahan & Sisipan pada sepatu. Pasal 144 BANTUAN KEPADA ATLET (Assistance to Athletes) Menunjukkan Waktu Antara. Apabila perlombaan dilaksanakan pada permukaan sintetik.Tali sepatu yang melilit kura-kura kaki diizinkan. Pada loncat tinggi dan lompat jauh. Bila atlet mengenakan trainingspak untuk berlomba. termasuk bagian-bagian alur. pada nomor bib dapat dicantumkan nama atlet atau identitas lainnya yang sesuai (misalnya posisi peringkat dunia IAAF). 13. Nomor bib harus dipakai sebagaimana aslinya. Atlet tidak diperkenankan berlomba tanpa memasang nomor bib dan/atau identifikasi yang berlaku baginya. Untuk permukaan non sintetik. atau tonjolan asalkan semuanya dibuat dari bahan yang sama atau mirip dengan sol itu sendiri. Ukuran paku 12. 1. 56 Jumlah paku 11. 9. gerigi. 8. Sol dan Tumit. tetapi jumlah posisi paku tidak boleh melebihi 11 buah. tidak boleh melebihi 12 mm. lekukan. Nomor bib harus sesuai dengan nomor yang tercantum di dalam Buku Program Perlombaan. Nomor Bib ( Number Bibs) 7. Semua macam sepatu perlombaan harus disahkan oleh IAAF. nomor bib harus dipasang pada trainingspak tersebut dengan cara yang sama. Informasi tersebut tidak boleh dikomunikasikan kepada para atlet oleh siapapun di arena lomba tanpa izin terlebih dulu dari Wasit terkait. Sol dan tumit sepatu harus dirancang sedemikian rupa untuk dapat dipasangi sampai dengan 11 buah paku. Apabila alat foto finis sedang dioperasikan dalam lomba ini. Sol dan/atau tumit sepatu boleh memiliki alur. lekukan. atau yang dapat memberi keuntungan kepada sipemakai yang tidak akan diperoleh dari tipe sepatu yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya. namun tidak boleh merusak angka atau huruf yang nampak padanya. maka Panitia Penyelenggara dapat meminta para atlet untuk memasang identifikasi nomor tambahan yang dapat melekat pada bagian samping celananya. dan tidak boleh dipotong.sipemakai. panjang maksimum paku 25 mm dan diameter maksimum 4 mm. Jumlah paku sampai dengan 11 buah dapat digunakan. 14. Setiap atlet memperoleh dua nomor bib yang selama perlombaan harus dipasang dengan jelas di dada dan punggung. Catatan : Tebal sol dan tumit adalah jarak antara sisi atas bagian dalam dan sisi bawah bagian luar. baik di dalam maupun di luar sepatu. Dalam perlombaan sesuai Pasal 1(e) sampai dengan (h). Atlet lomba tidak boleh menggunakan alat-alat tambahan. maka tiap bagian paku yang mencuat dari sol atau tumit tidak boleh melebihi 9 mm kecuali pada event loncat tinggi dan lempar lembing. Paku-paku tersebut memiliki diameter maksimum 4 mm.

Diskualifikasi semacam ini mengakibatkan ia tidak dapat . Prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. Prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. acuan aturan mana yang dilanggar harus dicantumkan dalam hasil resmi. Perlakuan sejenis yang dilakukan oleh orang selain yang disebut di atas baik selama lomba ataupun sesaat sebelum lomba. Dalam event lintasan 5000 m atau lebih. harus disediakan bagi para pelatih. Pemeriksaan / penanganan dan/atau Physiotherapy tersebut : . Kedua perlakuan medis tersebut tidak boleh mengakibatkan kelambatan pelaksanaan perlombaan atau perubahan urutan kesempatan. (d) Pemilikan atau penggunaan video atau kaset. CD. semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. pemancar radio. karena melanggar Peraturan Teknik IAAF. Jika seorang atlet kemudian didiskualifikasi dari event tersebut. Bila seorang atlet didiskualifikasi dari suatu event karena bertindak tidak sportif atau tidak sopan. 2. alasan penyebabnya harus dicantumkan pada lembar hasil resmi. namun atlet sudah meninggalkan ruang panggil. jika hal ini diulangi. Hal-hal berikut ini tidak dianggap sebagai bantuan: (a). semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. 3. Informasi Angin. lempar cakram dan lempar lembing agar atlet dapat mengetahui perkiraan arah dan kekuatan angin. Minuman/Guyur 4. Komunikasi antara atlet dengan pelatihnya yang tidak berada di arena perlombaan. Panitia Penyelenggara harus menyediakan air dan guyur bagi para atlet.Di dalam arena perlombaan dapat diberikan oleh petugas staf medis resmi yang ditunjuk oleh Panitia Penyelenggara dan menggunakan ban lengan. Namun. telepongenggam atau perangkat sejenis di dalam arena lomba. prestasi yang dicapai hingga saat tersebut dalam babak yang sama event itu harus dibatalkan. . Untuk memfasilitasi komunikasi ini agar tidak mengganggu pelaksanaan perlombaan. dan karenanya tidak diperbolehkan: (c) Pengaturan kecepatan lari (pacing) oleh orang yang tidak ikut berlomba. oleh atlet yang terlewat atau hampir terlewat. jika kondisi cuaca menuntut hal tersebut. oleh personil medis yang disahkan oleh DT atau DM. Dalam kaitannya dengan peraturan ini. Namun. termasuk bantuan. dia akan dikenakan diskualifikasi dari event tersebut. 2. hal-hal berikut ini dianggap sebagai bantuan. Bila seorang atlet didiskualifikasi. Suatu kantong angin harus ditempatkan pada posisi yang sesuai dalam semua event lompat.Pemberian Bantuan. Namun. radio. suatu tempat di tribune.Di luar arena perlombaan namun dalam tempat yang disediakan khusus. (b). atau oleh suatu perangkat teknis. Pasal 145 DISKUALIFIKASI (Disqualification) 1. semua prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi sebelumnya dari event tersebut tetap sah. Pemeriksaan / penanganan dan/atau Physiotherapy yang diperlukan agar atlet dapat tetap berpartisipasi saat berada di dalam arena perlombaan. dekat dengan tempat arena event lapangan yang bersangkutan. Diskualifikasi karena suatu pelanggaran peraturan teknik dalam suatu event masih memungkinkan atlet untuk berpartisipasi dalam event selanjutnya. rompi atau pakaian yang khas. 57 Setiap atlet yang memberi atau menerima bantuan dari dalam arena perlombaan selama event berlangsung harus diberi peringatan oleh Wasit dan diberitahu bahwa.

maka Wasit event tersebut. Jika protes ini diterima. Bila bukti-bukti demikian. 6. termasuk bukti rekaman video yang tersedia. bukti-bukti lain yang tersedia dapat dipertimbangkan. Jika alat kontrol start salah yang disahkan IAAF digunakan.mengikuti event selanjutnya dalam perlombaan tersebut. ditandatangani oleh seorang Ofisial yang bertanggung jawab atas nama atlet yang bersangkutan. kecuali jika Wasit menyatakan bahwa informasi yang diberikan oleh alat tersebut nyata-nyata tidak akurat. Wasit harus mempertimbangkan semua bukti yang ada yang dianggap perlu. 58 3. (b) Dalam event lapangan. Protest demikian tidak bisa diterima bila start salah itu dideteksi oleh alat pengontrol start salah IAAF yang sah. Protes mengenai hasil atau pelaksanaan lomba suatu event harus diajukan dalam tempo 30 menit setelah hasil resmi event tersebut diumumkan. protes dapat didasarkan atas kesalahan Starter untuk merecall start yang salah. Pasal 146 PROTES dan BANDING (Protest and Appeal) 1. atlet yang telah melakukan start salah. Bila pelanggaran itu dianggap serius. (a) Dalam event lintasan. tidak memuaskan. Wasit lintasan boleh mengizinkan si atlet untuk ikut berlomba dengan status ‘under protest’ dalam rangka melindungi hak semua pihak yang terkait. dalam rangka melindungi hak semua pihak yang terkait. maka keputusan Wasit tetap berlaku. Apabila Dewan Hakim merasa ragu-ragu.1(f). Terhadap keputusan Wasit ada hak untuk naik banding kepada Dewan Hakim.-. dan disertai penyerahan suatu deposito (sejumlah biaya) sebesar US $100. atas kebijaksanaannya. termasuk film atau gambar hasil rekaman video resmi. Dalam tahap pertama. maka Direktur Perlombaan harus melaporkannya kepada Badan Pengurus yang lebih tinggi untuk dipertimbangkan tindakan disipliner lebih lanjut sesuai Pasal 22. dan masalahnya diajukan ke Dewan IAAF. . 4. atau atas nama. Protes mengenai status seorang atlet untuk berpartisipasi dalam suatu perlombaan harus diajukan sebelum lomba itu dimulai kepada DT. atau bukti (rekaman) video lainnya yang tersedia. Suatu banding diajukan kepada Dewan Hakim (Jury of Appeal) dalam tempo 30 menit setelah pengumuman resmi keputusan Wasit. dan seharusnya didiskualifikasi sesuai peraturan Pasal 162. secara tertulis. 2. atlet yang telah menyelesaikan lomba. 5. harus dikenakan diskualifikasi.atau bernilai setara itu. Untuk dapat sampai kepada suatu keputusan yang adil. Panitia Penyelenggara perlombaan harus mencatat waktu pengumuman setiap hasil. atau oleh seseorang yang bertindak atas namanya. Wasit dapat memutuskan atau meneruskan protes tersebut kepada Dewan Hakim. atlet tersebut diperbolehkan ikut berlomba dengan status "under protest".7. yang akan hilang apabila protest itu tidak diterima. maka keputusan Wasit adalah final. Jika DT telah membuat suatu keputusan. bila seorang atlet mengajukan protes lisan karena kesempatannya dianggap gagal. Dewan Hakim harus berkonsultasi dengan semua orang yang terkait. maka ada suatu hak untuk mengajukan banding kepada Dewan Hakim. Catatan: Jika Dewan Hakim atau DT tidak ada. Bila masalahnya belum dapat diselesaikan secara memuaskan menjelang perlombaan. bila seorang atlet mengajukan protes lisan karena dinyatakan telah melakukan start-salah. setiap protes harus disampaikan secara lisan kepada Wasit terkait oleh atlet yang bersangkutan. dapat memerintahkan agar hasilnya diukur dan dicatat. Protes dapat diajukan oleh. termasuk Wasit dan para Judge.

bila mungkin dalam perlombaan lainnya. semua pengukuran harus dilakukan dengan suatu pita baja yang sudah dikalibrasi dan diberi sertifikat. Pasal 148 PENGUKURAN (Measurement) Untuk event lintasan dan lapangan dalam perlombaan sesuai Pasal 1 a) sampai c) termasuk. mistar ukur. Pita ukur dari baja. sebelum perlombaan dimulai. yang merekam akurasi prestasi dan pelanggaran Peraturan sebagai dokumentasi pendukung.26 (a). Pada perlombaan yang selain sesuai Pasal 1 (a) sampai (c). Pasal 151 PENILAIAN (Scoring) Dalam suatu pertandingan yang hasilnya ditentukan berdasarkan penilaian. mistar ukur atau suatu alat-ukur ilmiah. Catatan : Mengenai pengesahan rekor-rekor. metoda penilaian harus disepakati bersama oleh semua negara atlet.59 Pasal 147 PERLOMBAAN CAMPURAN (Mixed Competition) Untuk semua perlombaan yang seluruhnya dilaksanakan campuran antara atlet putra dan putri tidaklah diperbolehkan. lihat Pasal 260. alat ukur ilmiah harus diberi sertifikat oleh IAAF dan akurasi alat pengukur yang digunakan di dalam perlombaan harus telah diverifikasi oleh suatu organisasi berakreditasi yang layak oleh Jawatan Tera Nasional. pita-ukur fiberglass dapat digunakan. disarankan digunakan suatu rekaman video resmi untuk semua event. jika dicapai dalam perlombaan resmi yang dilaksanakan sesuai dengan Peraturan IAAF yang berlaku. Pasal 149 KEABSAHAN PRESTASI (Validity of Performance) Prestasi seorang atlet dinyatakan sah. sehingga semua pengukuran sesuai dengan standard nasional dan internasional. di dalam stadion. event-event . Pasal 150 REKAMAN VIDEO (Video Recording) Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a) dan (b) dan.

3. lebar maksimum lintasan boleh 1. tepi dalam harus ditandai dengan garis selebar 5cm. . dan dimiringkan dengan sudut 60° terhadap tanah menjauhi lintasan.EVENT LINTASAN (Track Events) Pasal 163.01 m yang ditandai dengan garis putih selebar 5cm.6 (kecuali Pasal 230. sisi dalam lintasan harus dibatasi oleh suatu pinggiran (kerb) terbuat dari bahan yang cocok.10). ditempatkan pada garis putih tersebut. dan IX. Gambar : UKURAN-UKURAN LINTASAN LARI (pandangan dari sebelah dalam) 3. Juga harus dipasang bendera pada interval 4m. tempatnya harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm dan dengan kerucut atau bendera yang tingginya minimum 20 cm. sampai ke tepi garis finis yang lebih dekat ke garis start.) Pasal 160 PENGUKURAN LINTASAN (Track Measurements) 1. Catatan (i): Untuk semua lintasan lari yang dibuat sebelum 1 Januari 2004. Hal ini juga berlaku pada bagian lintasan steeple chase di tempat para atlet berbelok dari lintasan utama menuju rintangan air. 2. Semua lintasan harus punya lebar yang sama. Dalam semua lomba berjarak 400 m atau kurang. 163. pengukuran dilakukan 20cm dari garis tepi dalam lintasan.25 m Catatan: (ii): Garis batas luar lintasan harus termasuk dalam ukuran lebar lintasan (lihat Pasal 163. sedemikian sehingga ujung alas kerucut atau tiang bendera berpotongan dengan sisi garis putih terdekat pada lintasan. Bendera ini berukuran kira-kira 25cm x 20cm dan dipasang pada tiang sepanjang 45cm.2. dan dipasang dengan interval tak lebih dari 4m. Kecuali untuk lintasan rumput. Bila ada bagian kerb yang harus dipindahkan sementara untuk event lapangan.4). Untuk lintasan rumput tanpa kerb. setiap atlet harus mempunyai lintasan yang pisah dengan lebar 1. Jika tidak ada kerb. Jarak lomba harus diukur dari tepi garis start yang lebih jauh dari garis finis.60 SEKSI III EVENT. 164. VIII. Benderabendera ini harus ditempatkan pada garis untuk mencegah atlet berlari di atas garis tersebut. 165 juga berlaku untuk seksiseksi VII. Lintasan dalam harus diukur seperti disebutkan pada ayat 2 di atas. Pengukuran dilakukan 30cm ke arah luar dari kerb. kira-kira tingginya 5cm dan lebarnya minimum 5cm. Panjang lintasan lari yang standar adalah 400m.3 dan 163. 4.11 dan 240.22 m ± 0. Lintasan ini terdiri dari dua lintasan lurus yang sejajar dan dua tikungan yang jari-jarinya sama. sedang lintasan lainnya diukur 20 cm dari tepi luar garis lintasan.

atlet harus menggunakan start blok yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara perlombaan. Startblok tersebut boleh mempunyai desain dan konstruksi apapun asalkan tidak mengganggu atlet lainnya. Peraturan ini sekedar memberikan prinsip-prinsip dasar. Jumlah. Dalam perlombaan lain pada track sintetik. Pemasangan yang kokoh bertujuan agar startblok tidak goyang pada saat start yang sebenarnya. Tumpuan kaki ini harus dipasang pada suatu kerangka yang kaku. Startblok harus memenuhi spesifikasi berikut: (a) Berkonstruksi kaku dan tidak memberikan keuntungan tak jujur bagi pemakainya. (c) Jika atlet menggunakan startbloknya sendiri. (b) dan (c) startblok harus dihubungkan dengan alat pendeteksi start salah yang disahkan IAAF. (b) Terpasang kokoh pada track dengan sejumlah paku yang dirancang agar kerusakan track yang ditimbulkannya sekecil mungkin. 3. Pemasangannya harus memungkinkan untuk dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat. tempat atlet menumpu saat posisi start. harus dipenuhi juga spesifikasi berikut ini : Start-blok harus terdiri dari dua buah tumpuan kaki. maka startblok ini harus memenuhi ayat (a) dan (b) di atas. besar dan panjang paku tergantung dari konstruksi track. kemiringan ke arah samping menurun menuju lintasan dalam. Sistem ini sangat disarankan untuk digunakan pada perlombaan atletik lainnya. dapat merupakan permukaan rata atau cekung. Saat ditempatkan di track. dan jika pistol sudah ditembakkan. (d) dan (e). Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). Panitia Penyelenggara dapat menekankan bahwa atlet hanya boleh menggunakan startblok yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara saja. (b). atau perangkat start sudah diaktifkan. Informasi teknis yang lengkap konstruksi. Kemiringan track yang diperbolehkan tidak melebihi 1:100 pada arah samping dan tidak melebihi 1:1000 menurun pada arah lari. 2. jika startblok disediakan oleh Panitia Penyelenggara. yang tidak akan menghambat kaki atlet pada saat meninggalkan startblok. Begitu Starter dan/atau recaller mendengar sinyal akustik. dan pemarkaan track ada di dalam Panduan Fasilitas Atletik IAAF. maka harus ada recall (pemanggilan kembali) dan starter harus segera memeriksa waktu reaksi pada alat pendeteksi start salah guna memastikan atlet mana yang bertanggung jawab terhadap start salah tersebut. Pemasangan tumpuan kaki pada kerangka yang kaku seyogyanya dapat distel tetapi tidak goyah pada saat start sebenarnya. tidak boleh ada bagian startblok yang menyentuh garis start atau melampaui batas lintasan. 6. 7. (c).61 5. Penyetelannya dikencangkan dengan penjepit atau mekanisme pengunci yang kuat yang dapat distel dengan mudah dan cepat oleh atlet. Tumpuan kaki ini dipasang miring sesuai kemiringan letak kaki atlet. Pasal 161 STARTBLOK (Starting Block) 1. Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a). Tumpuan kaki harus dapat distel maju atau mundur sesuai kebutuhan atlet. dengan mempergunakan alur atau lubang pada permukaannya atau melapisi permukaannya dengan bahan yang sesuai sebagai tempat injakan paku sepatu atlet. Catatan: Disarankan untuk track baru. Dalam perlombaan atletik internasional sesuai Pasal 1 (a). (c). (b). Startblok harus digunakan untuk semua lomba sampai dengan jarak 400m (termasuk atlet pertama pada estafet 4x200m dan 4x400m) dan tidak boleh digunakan untuk lomba lainnya. yang harus dipenuhi. track harus dapat menampung 8 lintasan. Permukaan tumpuan kaki dibuat untuk bisa mengakomodasi paku sepatu atlet. (d) Selain memenuhi ketentuan di atas. . denah. Sedangkan Starter dan atau Recaller harus memakai head phone agar dapat mendengar dengan jelas sinyal akustik yang terpancar ketika alat itu mendeteksi start salah (yaitu ketika waktu reaksi kurang dari 100/1000 detik).

Penempatan atlet untuk semua jarak lomba harus diberi nomor urut dari kiri ke kanan menghadap ke arah lari. . Pada saat ini. 4.62 Pasal 162 START 1. Dalam semua perlombaan internasional. 3. 2. mengambil posisi seluruhnya di dalam lintasan yang diperuntukkan baginya dan di belakang garis start. semua atlet secara serentak tanpa menunda waktu harus segera mengambil sikap yang sesuai dengan aba-aba tersebut. Seorang atlet setelah mengambil posisi sesuai dengan aba-aba. kecuali yang disebut dibawah ini. Setiap atlet yang telah melakukan start salah harus diberi peringatan. Dalam semua lomba sampai dengan 400 m (termasuk atlet pertama 4x200 m dan 4x400m). untuk lomba sampai dengan jarak 400 m (termasuk 4x200 m dan 4x 400 m) harus berbunyi “On your marks” (bersedia) dan “Set” (siap). Bila menurut starter belum semua atlet siap untuk melakukan start sesudah mereka berada dalam posisi ‘bersedia’. Jika menurut Starter atau Recaller. pistol ditembakkan. bukti yang diberikan alat ini biasanya diterima sebagai keputusan oleh Starter. Start suatu lomba harus ditandai dengan sebuah garis putih selebar 5 cm. Start Salah 6. sehingga semua atlet akan menempuh jarak yang sama ke garis finis. 5. bahasa Inggris atau Perancis. dan kedua kakinya harus menyentuh start blok. Dalam lomba lebih dari 400m aba-abanya adalah “on your mark” ("Bersedia”) dan jika semua atlet sudah siap pistol ditembakkan. start-jongkok dan penggunaan start-blok adalah wajib. Catatan: Apabila digunakan alat pengontrol start salah yang di sahkan IAAF (lihat peraturan Pasal 161. Tiap atlet yang melakukan start salah berikutnya dalam lomba tersebut harus didiskualifikasi. aba-aba start harus diberikan hanya dalam bahasa Inggris. Baik pada aba-aba “bersedia” atau “siap”. Hal berikut juga harus dianggap sebagai start salah.2 tentang rincian operasional alat). maka hal tersebut dianggap sebagai start salah. Jika semua atlet telah “siap”. ia harus memerintahkan agar semua atlet untuk mundur dari garis start dan para Asisten Starter menempatkan mereka kembali di garis persiapan. hanya satu kali start salah yang diperbolehkan tiap lomba tanpa menjatuhkan diskualifikasi kepada atlet yang berbuat start salah. 7. tidak boleh memulai gerakan startnya sebelum tembakan pistol atau diaktifkannya alat start yang disahkan. Semua lomba harus diberangkatkan dengan tembakan pistol starter atau alat start yang disahkan. atlet tidak boleh menyentuh tanah dengan tangannya. (b) Seorang atlet setelah aba-aba “bersedia” mengganggu atlet lainnya dengan menggunakan suara atau cara lainnya. Atlet tidak boleh menyentuh baik garis start ataupun tanah di depan garis start dengan tangannya atau kakinya apabila saat sudah “bersedia”. Kedua tangan dan minimal satu lutut harus menyentuh tanah. jika menurut Starter : (a) Seorang atlet gagal mentaati aba-aba “bersedia” atau “siap” setelah suatu tengat waktu yang layak. atlet melakukannya lebih awal. aba-aba starter dalam bahasanya sendiri. Pada aba-aba “siap” atlet harus segera mengangkat dirinya menuju ke sikap akhir start dengan kedua tangan tetap menyentuh tanah dan kedua kaki menyentuh tumpuan kaki pada startblok. Kecuali di dalam event gabungan. Sesudah aba-aba “bersedia” atlet harus menuju ke garis start. Catatan : Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a) dan (b). Dalam semua lomba yang tidak menggunakan lintasan terpisah garis start ini dibuat melengkung. atau alat start yang sah diaktifkan. atau alat start yang sah diaktifkan. ditembakkan ke atas setelah ia yakin bahwa semua atlet dalam keadaan siap dan dalam posisi start yang benar.

3. 3000m. Hal ini juga berlaku untuk lomba yang sebagiannya dilaksanakan di lintasan yang terpisah. sedangkan kelompok yang lain berada pada garis start lengkung terpisah yang ditandai dengan garis melintang separuh lintasan luar. Starter atau Recaller yang berpendapat bahwa suatu start telah berlangsung dengan tidak jujur. dalam situasi tertentu. sehingga menghambat gerak majunya. Garis start lengkung terpisah ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga semua atlet akan menempuh jarak yang sama.000m.000m boleh bergabung dengan atlet lainnya yang menggunakan garis start yang biasa.Dalam lomba event-gabungan. untuk ikut berlomba dalam babak berikutnya pada event tersebut. dia dikenakan diskualifikasi. . Biasanya atlet tersebut harus menyelesaikan lomba dengan upaya yang bonafide. Dalam semua lomba lari di lintasan masing-masing. dia harus memanggil kembali atlet dengan menembakkan pistol startnya lagi. 5000m dan 10. Kelompok lain ini harus berlari sampai dengan ujung tikungan pertama pada separuh lintasan luar. dan ‘kartu-hijau’ harus ditunjukkan kepada semua atlet. wasit juga mempunyai wewenang untuk mengulang kembali lomba bila menurut pertimbangannya hal ini cukup beralasan. Catatan : 63 Dalam praktek. Track harus diberi marka pada awal lintasan lurus yang menuju finis bagi kelompok luar untuk bergabung dengan kelompok lainnya yang menggunakan garis start biasa untuk event 1000m. atlet yang lain cenderung mengikutinya sehingga seharusnya tiap atlet yang melakukan hal demikian juga telah membuat start salah. atas laporan Judge atau Pengawas lintasan atau keduanya. Hambatan. dalam kasus seri. apabila seorang atlet bertanggung jawab terhadap dua kali start salah. jika Wasit yakin.5 merupakan tempat atlet kelompok luar untuk event 2000m dan 10. Pasal 163 LOMBA (The Race) 1. 2 Atlet lomba yang mendesak atau menghalangi atlet lain. “Breakline” untuk 800m seperti yang dijelaskan dalam Pasal 163. sebaiknya mereka dibagi menjadi dua kelompok. Lari di Lintasan Masing-masing. Starter hanya akan memberi peringatan kepada atlet yang berbuat demikian yang menurut pendapatnya bertanggung jawab terhadap start salah. 3000m dan 5000m. atlet harus tetap berada di lintasan yang dialokasikan kepadanya sejak start sampai finis. Wasit memiliki wewenang untuk mengulang kembali lomba tanpa mengikut sertakan tiap atlet yang didiskualifikasi atau. memperbolehkan atlet yang terkena akibatnya secara serius (selain yang dikenai diskualifikasi). 8. Bila terdapat lebih dari 12 atlet dalam suatu lomba. bahwa seorang atlet telah berlari di luar lintasan yang seharusnya. Bila start-salah itu bukan karena kesalahan atlet. 9. 1000m. Lintasan harus diberi nomor urut yang dimulai dengan lintasan paling dalam bernomor 1. Hal ini bisa saja terjadi terhadap lebih dari satu orang atlet yang harus diberi peringatan. Arah lari haruslah mengarah ke kiri (dengan tangan kiri ada di sebelah dalam). dia harus didiskualifikasi. dengan satu kelompok berjumlah kira-kira 65% berada pada garis start lengkung yang biasa. Kecuali yang dinyatakan pada ayat 4 berikut ini. 2000m. tidak ada peringatan yang perlu diberikan. Marka ini berukuran 5cm x 5cm pada perpotongan antara garis lintasan 4 dan 5 (lintasan 3 & 4 untuk track 6 lintasan) dan di atasnya ditempatkan kerucut atau bendera hingga kedua kelompok itu bergabung kembali. bila satu atlet atau lebih berbuat start salah. dapat dikenakan diskualifikasi dari event tersebut. Tanpa mempertimbangkan apakah telah terjadi diskualifikasi atau tidak.

tidak diperkenankan untuk meneruskan lomba. dan ujungujungnya ditandai dengan bendera setinggi minimal 1. dibulatkan ke perpuluhan yang lebih tinggi berikutnya dari meter per detik. negara peserta dapat menyepakati untuk tidak menggunakan lintasan terpisah. Catatan (i): Untuk membantu atlet mengenali breakline. Alat ini ditempatkan pada ketinggian 1. dan bila tak ada keuntungan material yang diperoleh.64 4. dan tingginya tak lebih dari 15 cm dengan warna yang berbeda dari breakline dan garis lintasan. atlet tersebut tidak harus didiskualifikasi.50 m. namun tidak ada keuntungan materil yang diperoleh atau (b) berlari di sebelah luar lintasannya pada tikungan. 10. 9.03 m/detik harus dicatat sebagai +2. Pengukuran Angin. Kecepatan angin harus dibaca dalam meter per detik. dapat ditempatkan pada garis lintasan tepat sebelum perpotongan garis lintasan dengan breakline. Check Mark. atlet tidak diperkenankan menggunakan “check mark” atau menempatkan benda pada track atau sepanjang sisi track lari sebagai bantuan. kecepatan angin harus diukur selama 10 detik yang dimulai ketika atlet terdepan memasuki lintasan lurus. melintang track. Seorang atlet. . event 800 m harus dilarikan pada lintasan terpisah sampai sejauh sisi terdekat “breakline” setelah tikungan pertama tempat atlet boleh meninggalkan lintasannya masing-masing. 7. Semua perangkat pengukur angin harus telah memiliki sertifikat IAAF dan akurasinya telah diverifikasi oleh suatu organisasi berakreditasi yang layak oleh Jawatan Tera nasional.03m/detik harus dicatat sebagai -2. 50m dari garis finis. Alat ukur yang menghasilkan bacaan digital dinyatakan dalam perpuluhan meter per detik harus dirancang sesuai dengan Peraturan ini. sehingga semua pengukuran sesuai dengan standard nasional dan internasional. Pengukur angin untuk event lintasan harus ditempatkan di samping bagian lurus lintasan satu.0). kerucut atau prisma kecil (5cmx5cm). Kecuali dalam lomba lari estafet yang sebagian atau seluruhnya dilarikan pada lintasan terpisah.1. setelah dengan sukarela meninggalkan track. dalam arah positif/searah lari (misalnya pembacaan +2. Periode pengukuran kecepatan angin sejak saat kilatan api pistol starter atau alat start yang sah adalah sebagai berikut : 100m 100m gawang 110m gawang Detik 10 13 13 Dalam event 200m.22m dan tidak lebih dari 2m jauhnya dari track. dan (c). 6. dengan tidak memperoleh keuntungan material dan tidak ada atlet lain yang terhambat karenanya dia juga tidak harus dikenakan diskualifikasi. (b). pembacaan -2. Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (a). ditancapkan di luar track 30 cm dari garis lintasan terdekat. Catatan (ii): Dalam pertandingan internasional. Jika seorang atlet didorong atau dipaksa oleh atlet lain untuk berlari di luar lintasannya. Meninggalkan Track. Bila seorang atlet: (a) berlari di luar lintasannya di bagian lurus. 8. Breakline merupakan garis lengkung selebar 5 cm. 5.

Pencatatan yang disediakan oleh suatu Sistem Transponder untuk perlombaan sesuai Pasal 230 (lomba yang dilaksanakan tidak sepenuhnya di dalam stadion). yang dibedakan dari: kepala. mereka ditempatkan minimal 5m dari lintasan terluar. Pencatat waktu harus berada segaris dengan garis finis dan di sebelah luar dari track. leher. dia akan menandai berakhirnya lomba dengan menembakkan pistolnya lagi.Pencatatan manual (Hand Timing) . Minimal satu Judge harus ditugasi untuk tiap atlet sebelum start lomba dimulai untuk tujuan penandaan jarak yang ditempuh. Finis suatu lomba harus ditandai dengan garis putih selebar 5 cm. 4. 2. Sebagai tambahan. bila mungkin. para Judge yang ditunjuk harus menandai yang titik tepat tempat atlet menyentuh track untuk terakhir kalinya sebelum atau serentak bersamaan dengan tembakan pistol tersebut. maka perpotongan dari garis lintasan dengan garis finis harus dicat dengan warna hitam. dan informasinya diteruskan secara langsung ke komputer perlombaan. Untuk mendapatkan pandangan yang baik ke arah garis finis. Catatan waktu dari semua atlet yang masuk finis harus dicatat. 2. Starter harus menembakkan pistolnya tepat satu menit sebelum akhir lomba untuk memberitahu atlet dan Judge bahwa lomba itu hampir berakhir. harus disediakan tangga berjenjang.65 11. . Pasal 165 PENCATATAN WAKTU & FOTO FINIS 1. Pencatatan Manual. lengan. yang dibedakan dari kepala. Jarak yang dicapai diukur ke meter yg lebih pendek di belakang titik tersebut. leher. Apabila menggunakan tabung maka panjang alat ukur ini minimal dua kali diameter tabung itu. Catatan waktu harus diambil hingga saat bagian tubuh atlet (yaitu: torso. Alat pengukur angin ini dapat distart dan distop secara otomatis dan/atau dari jarak jauh (remote). Dalam lomba yang ditentukan berdasar jarak yang ditempuh dalam suatu selang waktu tertentu. 3.Pencatatan otomatis penuh yang diperoleh dari suatu Sistem Foto Finis. tungkai. Pasal 240 dan Pasal 250. tangan dan kaki) mencapai bidang vertikal dari sisi terdekat dengan garis finis. Pada tembakan yang menandai akhir lomba. Kedatangan atlet harus diurutkan menurut bagian tubuhnya (yaitu: torso. 12. dan pada saat yang tepat. 4. Pengukur angin ultrasonic harus digunakan pada semua perlombaan internasional sesuai Pasal 1 (a) sampai (f). Jika mungkin. lengan. tungkai. Starter diarahkan oleh Ketua Pencatat Waktu. 3. . harus dicatat pula dalam lomba lari 800m atau lebih “waktu satu putaran (lap)” dan dan “waktu antara” (intermediate times) setiap 1000m dalam lomba 3000m atau lebih. Pengukur angin mekanik harus memiliki pelindung yang memadai guna mengurangi dampak dari komponen tiupan angin melintang. Untuk membantu pelurusan perangkat Foto Finis dan untuk memfasilitasi pembacaan gambar foto finis. Ada tiga metode pencatatan waktu yang diakui secara resmi : . Pasal 164 FINIS (The Finish) 1. tangan atau kaki) yang menyentuh bidang vertikal pada sisi terdekat garis finis seperti tersebut di atas.

Sistem 14. Ketua Pencatat Waktu. sehingga tenggat waktu keseluruhan antara tembakan pistol start dan mulai bekerjanya sistem pencatatan waktu nilainya konstan dan kurang dari 1/1000 detik. waktu yang terbaca apapun keadaanya tidak dianggap waktu . waktu harus dibaca dan dicatat sampai 1/10 detik lebih lama. Sistem Pencatatan Waktu Otomatis penuh dan Foto Finis yang disahkan oleh IAAF harus digunakan pada semua perlombaan. Sistem ini harus dimulai secara otomatis oleh tembakan pistol starter. setelah menandatanganinya. menyerahkannya kepada Ketua Pencatat Waktu yang akan memeriksa stopwatch untuk verifikasi catatan waktu yang dilaporkan. Catatan waktu untuk lomba yang sebagian atau seluruhnya dilaksanakan di diluar stadion harus diubah dan dicatat ke detik bulat lebih lama. memasukkan catatan waktunya ke dalam formulir resmi dan. sehingga dalam semua lomba selalu ada tiga stopwatch yang mencatat waktu resmi pemenang. dengan menggunakan stopwatch yang bisa mencatat lebih dari satu.2 11. namun tidak pada kedua-duanya. Waktu harus diukur sejak terlihatnya kilatan api / asap dari pistol atau dari alat start yang disahkan. maka yang harus diambil adalah waktu yang lebih lama. Semua perangkat pengukur waktu seperti itu diberi istilah 'stop watch' dalam Peraturan IAAF ini. Jika jarum stopwatch berhenti di antara dua garis waktu. Jika hanya digunakan dua stopwacth dan keduanya berbeda. harus menentukan waktu resmi bagi tiap atlet dan menyerahkan hasilnya kepada Sekretaris Perlombaan untuk didistribusikan. 6.11 harus dicatat sebagai 10. maka waktu yang lebih lama yang menjadi waktu resmi. atau alat start yang sah. Sistem Pencatatan Waktu Otomatis penuh dan Foto Finis 13. 12. Setiap Pencatat waktu harus bertindak secara independen dan tanpa menunjukkan stopwatchnya. maka waktu yang dicatat oleh dua stopwatch yang sama menjadi waktu resmi. Pencatat waktu dapat menggunakan stopwatch atau alat pencatat waktu elektronik yang dioperasikan secara manual dengan bacaan digital. kecuali jika satu atau lebih stopwatch Pencatat Waktu resmi gagal mencatat waktu dengan benar. Sistem ini harus disahkan oleh IAAF. 10. 66 8. Dalam kasus ini. misalnya untuk lomba marathon: 2:09:44. atau oleh Pencatat waktu tambahan. Waktu yang dicatat oleh stopwatch tambahan tidak perlu dimasukkan. Jika yang digunakan adalah stopwatch dengan ketelitian 1/100 detik. Jika dua dari tiga stopwatch mencatat waktu yang sama sedang yang ketiga berbeda. berdasarkan suatu tes akurasi yang dilakukan selama 4 tahun menjelang perlombaan dilaksanakan. bukan merupakan pencatat waktu otomatis penuh dan juga bukan pencatat manual sehingga tidak dipakai untuk memperoleh catatan waktu resmi. Suatu sistem yang dioperasikan secara otomatis pada saat start atau pada waktu finis. Untuk semua lomba di track yang waktunya dicatat secara manual. dalam kasus ini Pencatat Waktu yang digunakan dalam urutan sedemikian rupa sebagai mana yang telah ditentukan sebelumnya. misalnya:10. 7. semua catatan waktu yang tidak berakhir pada angka nol dalam desimal detik harus diubah dan dibaca menjadi 1/10 detik lebih lama.3 harus dicatat baik oleh anggota tim pencatat waktu yang ditunjuk. yang bertindak sesuai dengan peraturan di atas.5. Jika ketiganya berbeda. 9. Tiga orang pencatat waktu resmi (satu diantaranya adalah Ketua Pencatat Waktu) dan satu atau dua pencatat waktu tambahan harus mencatat waktu pemenang setiap event. 15. atau mendiskusikannya dengan orang lain. atau pengukur waktu digital elektronik yang dioperasikan secara manual. Waktu satu lap dan waktu antara sesuai Pasal 165.waktu yang tengah menjadi waktu resmi.3 harus dicatat sebagai 2:09:45.

Catatan waktu dari sistem foto finis harus menjadi catatan resmi kecuali jika ada alasan sehingga petugas terkait memutuskan bahwa sistem ini nyata-nyata tidak akurat. Sistem ini harus mencatat secara otomatis waktu finis para atlet dan mampu menghasilkan gambar cetak yang menunjukkan catatan waktu setiap atlet. waktunya dibaca dan dicatat sampai 1/100 detik. 67 Catatan : Jika mekanisme pencatatan waktu tidak dimulai oleh pistol start. misalnya untuk event 20. 21. atau alat start yang sah. maka waktunya harus dibaca dan dicatat ke 1/100 detik lebih lama. Lebih disukai. dan dipasang dengan posisi yang tepat.000m.000m. Pencatat Waktu back up ini harus ditunjuk jika terdapat kemungkinan terjadinya kegagalan sistem pencatatan waktu. yang akan menghasilkan gambar berkesinambungan. waktu harus dibaca sampai 1/100 detik dan dicatat sampai 1/10 detik. Bekerja sama dengan Wasit Lintasan dan Starter. Ketua Judge Foto Finis harus menentukan prestasi catatan waktu atlet serta urutan kedatangannya. Semua waktu yang terbaca tidak berakhir dengan nol harus diubah dan dicatat sampai 1/10 detik lebih lama. waktu harus dibaca sampai 1/100 detik dan dicatat sampai ke detik bulat. atau alat start yang disahkan secara terpisah. Jika tidak tepat pada 1/100 detik. Dia harus mensupervisi penempatan dan pengetesan peralatan dan operasi pengontrolan titik nol. 22. untuk menjamin bahwa setiap peralatan bekerja secara otomatis oleh tembakan pistol Start atau alat start yang disahkan. Jika ini terjadi. Sistem harus merekam finis melalui kamera dengan celah vertikal. Ketua Judge Foto Finis harus bertanggung jawab atas berfungsinya sistem ini. sebelum dimulainya setiap sesi. (c) Untuk semua lomba yang dilaksanakan sebagian atau seluruhnya di luar stadion.4. 23. Sebelum perlombaan dimulai ia harus bertemu dengan staf teknik yang terlibat dan membiasakan dirinya dengan cara kerja semua peralatan. yang ditempatkan pada perpanjangan garis finis. tetapi dapat digunakan sebagai suatu pendukung sah untuk menentukan kedudukan atlet dan selisih waktu antar atlet. jika mungkin disusun berdasarkan informasi selisih waktu yang diperoleh dari gambar Foto Finis. misal: menggunakan catu daya yang terpisah dan merekam serta meneruskan informasi pistol start. 16. 20. jika kedua sistem pencatat waktu secara teknis tidak saling bergantung. Dia harus yakin bahwa hasilnya dimasukkan secara benar ke dalam sistem pencatatan hasil perlombaan dan diteruskan kepada Sekretaris Perlombaan. dia harus berinisiatif mengontrol. Jika mungkin. Waktu harus dibaca dan dicatat dari gambar Foto Finis sebagai berikut : (a) Untuk lomba sampai dengan 10. Catatan: Jika dua atau lebih kamera foto finis digunakan. 17. maka skala waktu yang ada pada gambar akan menunjukkan fakta ini secara otomatis. jika ada) sebelum perlombaan dimulai. satu di antaranya harus dinyatakan resmi oleh DT ( atau Judge Foto Finis Internasional. Gambar ini harus disinkronisasikan dengan skala waktu pada pembagian 1/100 detik. 18. 59:26. Operasional 19. (b) Untuk lomba di track yang lebih dari 10. Catatan waktu dan kedudukan dari gambar kamera lain tidak perlu dipertimbangkan kecuali jika ada alasan yang meragukan akurasi dari kamera resmi atau jika diperlukan menggunakan gambar tambahan untuk mengatasi ketidakpastian urutan kedatangan (misal: atlet seluruhnya atau sebagian tidak jelas pada gambar dari kamera resmi).32 harus dicatat sebagai 59:26.resmi.000m. Catatan waktu dan kedudukan atlet harus dibaca dari gambar dengan menggunakan cursor yang akan menjamin tegak lurusnya skala waktu dan garis baca. minimal harus tersedia dua buah kamera foto finis yang bekerja dari tiap sisi. Semua pembacaan waktu yang tidak berakhir dengan nol-nol harus diubah dan dicatat . Dalam kerjasama dengan kedua Asistennya. catatan waktu dari Pencatat Waktu back-up. menjadi waktu resmi. dengan perangkat dan kabel yang terpisah.

sepanjang jalur atau di garis finis yang mengakibatkan hambatan yang cukup berarti bagi gerak majunya atlet. Jika tidak ada penunjukan DT penyusunan ini dilakukan oleh Panitia Penyelenggara. UNDIAN DAN KUALIFIKASI DALAM EVENT LINTASAN (Seedings. Semua pembacaan waktu yang tidak berakhir di nol harus diubah dan dicatat ke detik bulat yang lebih lama.3 harus dicatat sebagai 2:09:45 Catatan : Waktu resmi adalah tengat waktu antara tembakan pistol start dan saat atlet mencapai garis finis. jika jumlah atlet terlalu banyak untuk dilaksanakan dalam satu babak (final). Jika tidak ada kondisi luar biasa. 68 Sistem Transponder 24. (f) Sementara penentuan urutan masuk finis dan waktunya dapat dianggap resmi. (e) Resolusinya adalah 1/10 detik (misal: jadi dapat membedakan atlet masuk finis yang terpaut 1/10 detik). Babak penyisihan (seri) harus diadakan dalam event lintasan. misal: untuk lari Marathon.namun tidak dapat diakui sebagai waktu resmi. 2:09:44. dan semi final. 400m.3 dan Pasal 165. atau nomor bib atau sepatu. harus disusun oleh DT. maka tabel berikut harus digunakan untuk menentukan jumlah babak. 110mGW.2 dapat diterapkan jika diperlukan. Pasal 240 dan Pasal 250 diperbolehkan dengan syarat: (a) Tidak ada peralatan yang digunakan saat start. Seri.ke detik bulat yang lebih lama. Draws & Qualification in Track Events) Babak dan Seri. Pasal 166 PENENTUAN PERINGKAT.24 25 – 32 33 – 40 41 – 48 49 – 56 57 – 64 65 – 72 Seri 2 3 4 5 6 7 8 9 Posisi 3 2 3 4 4 4 3 3 Waktu 2 2 4 4 8 4 8 5 Seri 2 3 4 4 4 4 Posisi 4 4 4 4 4 4 Waktu Seri Posisi 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 . 2:09:44. (b) Berat transponder dan tempatnya yang melekat pada seragam. pada garis finis atau pada semua tahap dalam pemrosesan hasil. waktu harus dibaca sampai 1/10 detik dan dicatat sampai ke detik bulat. dan prosedur kualifikasinya untuk setiap babak dari event lintasan : 100m. Tengat waktu antara saat atlet melewati garis start dan saat mencapai garis finis dapat diinformasikan kepada atlet. misalnya: untuk Marathon. 1. 2. 200m. (c) Sistem dimulai dengan tembakan pistol Start atau alat start sah. Apabila babak penyisihan ini dilakukan.32 harus dicatat sebagai 2:09:45. Penggunaan Sistem Pencatat waktu Transponder yang disahkan oleh IAAF dalam events yang sesuai Pasal 230 (lomba yang tidak seluruhnya dilaksanakan di dalam stadion). peraturan Pasal 164. 100mGW. 400mGW Atlet terdaftar Babak I Babak II Babak III 9 -16 17 . (d) Sistem tidak membutuhkan tindakan khusus yang dilakukan oleh atlet selama perlombaan. jumlah seri dalam tiap babak. dapat diabaikan. Catatan : Disarankan ada Judges dan/atau rekaman video yang juga disediakan untuk membantu penentuan urutan finis. perempat final. Untuk semua lomba. semua atlet harus berlomba dalam babak ini untuk dapat lolos ke babak berikutnya.

108 Seri 2 3 4 Posisi 8 5 4 Waktu 4 5 4 . 4x400m Atlet terdaftar Babak I 2 7 4 9 6 4 5 5 6 6 4 3 3 2 2 Babak II 1 1 4 4 2 2 2 2 2 Babak III 69 4 4 4 4 4 Seri 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Posisi 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 Waktu 2 2 4 6 4 2 8 5 2 7 4 9 6 Seri Posisi Waktu Seri Posi si 9 -16 17 .60 61 -72 Atlet terdaftar Seri 2 3 4 5 6 Posisi 4 6 5 4 3 Babak I Waktu 4 6 4 4 6 Seri 2 2 2 2 Posisi 5 5 5 5 Babak II Waktu 2 2 2 2 3000m SC.48 49 . 4x100m.36 37 .24 25 – 32 33 – 40 41 – 48 49 – 56 57 – 64 65 – 72 73 – 80 81 – 88 89 – 96 97 – 104 105 – 112 1500m Atlet terdaftar 2 2 2 2 3 4 4 5 5 6 6 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 4 4 1 1 4 4 2 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 Babak I Babak II 16 .73 – 80 10 3 81 – 88 11 3 89 – 96 12 3 97 – 104 13 3 105 – 14 3 112 800m.93 10000m Atlet terdaftar Seri 2 3 4 5 Posisi 5 8 6 5 Babak I Waktu 5 6 6 5 Seri 2 2 2 Posisi 6 6 6 Waktu 3 3 3 28 – 54 55 – 81 82 .76 77 . 3000m 16 – 30 31 – 45 46 – 60 61 .24 25 .75 5000m Atlet terdaftar Babak I Babak II Seri 2 3 4 5 Posisi 4 6 5 4 Waktu 4 6 4 4 Seri 2 2 2 Posisi 5 5 5 Waktu 2 2 2 20 – 38 39 – 57 58 .

Dua undian harus dibuat: (c) satu untuk empat atlet atau tim dengan peringkat terbaik untuk menempati lintasan 3. (b) Untuk event lain. dst. disarankan untuk mempertimbangkan sebanyak mungkin informasi tentang prestasi dari semua atlet. * yang tercepat dari posisi kedua tiap seri * yang kedua tercepat dari posisi kedua tiap seri * yang ketiga tercepat dari posisi kedua tiap seri. sistem di atas harus dimodifikasi seperlunya. dst. misalnya 3 seri akan berisikan peringkat sebagai berikut: Seri A : 1 Seri B : 2 Seri C : 3 6 5 4 7 8 9 12 11 10 13 14 15 18 17 16 19 20 21 24 23 22 Urutan pelaksanaan lomba seri A. (ii) Untuk Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. daftar prestasi atlet sebelum perlombaan tetap digunakan untuk 'seeding'. tetapi dengan peringkat yang ditentukan dari daftar prestasi sah yang dicapai sebelum perlombaan. . 4. sehingga ada lebih banyak atlet dalam seri babak berikutnya daripada yang diperkirakan. para atlet ditempatkan di dalam seri babak berikutnya sesuai dengan prosedur berikut ini : (a) Untuk event 100m sampai dengan 400m. Catatan (ii): Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (d) sampai (h). dan estafet sampai dengan dan termasuk 4x400m. Ditutup dengan : * Atlet tercepat dari kualifikasi waktu * Atlet kedua tercepat dari kualifikasi waktu * Atlet ketiga tercepat dari kualifikasi waktu. Catatan (iii): Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). C masih harus diundi. Kemudian atlet ditempatkan di dalam seri dalam distribusi peringkat secara zigzag. (b) Untuk babak berikutnya.Jika mungkin. penempatan atlet dalam seri serta undian urutan seri harus menggunakan sistem diatas. Setelah babak pertama. event 800m dapat dilaksanakan dengan satu atau dua atlet dalam tiap lintasan. dan hanya dimodifikasi bila terjadi peningkatan prestasi di babak sebelumnya. dst. Catatan (i): Apabila lintasan kurang dari 8. 70 Catatan: (i) Bila seri sedang disusun. atlet ditentukan peringkatnya setelah tiap babak sesuai dengan prosedur yang ditunjukkan dalam Pasal 166.3 (b) dalam hal event 800m. dan estafet sampai dengan 4x400m. tabel alternatif dapat dimasukkan dalam Peraturan Teknik 3. dan 8. 7. Atlet ditentukan peringkatnya sebagai berikut : * yang tercepat dari posisi pertama tiap seri * yang kedua tercepat dari posisi pertama tiap seri * yang ketiga tercepat dari posisi pertama tiap seri. perwakilan dari tiap negara atau tim harus ditempatkan dalam seri yang berbeda untuk semua babak perlombaan. (b) dan (c) ini biasanya hanya diterapkan dalam babak pertama. Untuk event 100m sampai dengan 800m. 2. dan pengundian seri. (d) Satu lagi untuk empat atlet atau tim dengan peringkat lebih rendah untuk menempati lintasan: 1. B. sehingga diharapkan atlet terbaik akan mencapai final. 5. atau dengan menggunakan start kelompok di belakang garis start lengkung. kecuali ada hasil sama atau keputusan Wasit. dan 6. Untuk babak pertama. jika ada beberapa babak yang berurutan dari suatu lomba. penentuan peringkat (seeding) harus berdasarkan atas kedudukan dan waktu yang dicapai dalam babak sebelumnya.3 (a) atau Pasal 166. maka lintasan harus diundi sebagai berikut: (a) Dalam babak pertama urutan lintasan harus diundi. 4.

jika hal tersebut tidak memungkinkan. harus dilaksanakan undian untuk menentukan siapa yang akan masuk ke babak berikutnya. atlet lainnya yang berhak masuk babak berikutnya harus ditentukan berdasarkan kedatanganan atau waktu sesuai Pasal 166.Lebih dari 200m sampai dengan dan termasuk 1000m 90 menit . Jika masih sama maka atlet-atlet yang memperoleh hasil sama ini harus dinyatakan maju ke babak berikutnya atau. untuk event lebih jauh dari 800m. kecuali dalam kasus yang menurut Wasit perlu adanya perubahan. Hasil sama untuk kedudukan lainnya tetap. dan Remaja putra : 110m . harus diatur sebagai berikut: . dan Remaja Putri Jarak Jarak garis start ke Jarak antar gawang 9. bila memungkinkan.00m Jarak antar Jarak gawang akhir . tengat waktu minimum antara seri terakhir dari tiap babak dengan seri pertama babak berikutnya atau final. Kecuali bila peraturan Pasal 167 diterapkan. maka hasil sama tetap berlaku.00m Putri. dan Remaja Putra Jarak Jarak garis start ke lomba gawang 1 110m 13. Pasal 168 LOMBA LARI-GAWANG (Hurdle Races) 1. dalam babak penentuan lolos ke babak berikutnya yang didasarkan atas waktu. Dalam semua babak penyisihan. 400m Terdapat 10 buah gawang pada tiap lintasan lari. Ketentuan khusus atau yang ditentukan oleh DT.Sampai dengan dan termasuk 200m 45 menit . minimal kedatangan pertama dan kedua tiap seri berhak masuk babak berikutnya dan disarankan bahwa jika mungkin minimal tiga atlet dalam tiap seri dapat masuk ke babak berikutnya. 400m Putri. Junior putri . 7. estafet lebih jauh dari 4x400m dan event yang membutuhkan hanya satu babak (final). Atlet tidak diperkenankan berlomba di dalam seri lain selain dalam seri yang mencantumkan namanya.00m Jarak gawang akhir ke finis 14. Jika atlet ditentukan lolos tidaknya berdasarkan waktu hanya satu sistem pencatatan waktu yang digunakan. Dalam lomba sesuai Pasal 1 (a). Urutan pelaksanaan lomba seri harus diundi setelah komposisi seri terisi. Junior Putri. Jika kasus hasil sama terjadi pada kedudukan pertama dalam final. Jika tidak memungkinkan. Ketua Judge Foto Finis harus memperhatikan waktu sebenarnya yang dicapai oleh atlet sampai 1/1000 detik.Lebih dari 1000m tidak pada hari yg sama. dan Remaja putri : 100m .5.72m 400m 45. lintasan/posisi start harus ditentukan dengan undian. Junior Putra. Pasal 167 HASIL . 71 6. yang dipasang sesuai tabel berikut: Putra.2. Babak Tunggal (final) 8. Berikut ini adalah jarak standar event lari gawang: Putra. Junior putra. (b) dan (c). Jika memungkinkan. Wasit berwenang untuk menentukan lomba ulang bagi atlet yang membuat hasil sama.02m 40.SAMA (Ties) Hasil sama dipecahkan dengan cara sebagai berikut : Untuk menentukan adanya hasil sama. Jarak .14m 35.

6kg sampai dengan 4kg. Gawang harus dibuat dari logam atau bahan lain dengan palang atas terbuat dari kayu atau bahan lain yang cocok. tiangnya terpasang kokoh pada ujung alas.50m 40. mampu merobohkannya. Sedang beban penahan harus dapat distel sehingga pada setiap ketinggian suatu gaya minimal setara dengan bobot antara 3. Gawang itu harus dipasang sedemikian rupa sehingga tepi palang gawang yang terdekat berhimpit dengan marka track yang terdekat dengan atlet. Gawang harus dirancang sedemikian rupa sehingga gaya minimal yang besarnya setara dengan bobot 3. yang diperkuat oleh satu atau lebih palang melintang. Gawang harus dapat distel ketinggiannya untuk masing-masing event.00m gawang 8.00m ke finis 10. Konstruksi.6kg yang dikenakan secara horisontal pada pertengahan sisi atas palang gawang.00m 72 Setiap gawang harus ditempatkan pada track sehingga kaki gawang berada di sisi arah datangnya atlet.50m 35. Contoh Gawang . dapat merobohkannya. 2.lomba 100m 400m gawang 1 13.00m 45. Gawang terdiri dari dua kaki dan dua tiang yang menopang kerangka segi empat.

73 .

kecuali yang disebutkan pada Pasal 163. 6.067m 0. sehingga jarak antara rintangan kira-kira seperlima dari panjang nominal satu lap. atau (d) Menurut pendapat Wasit.3.5cm. dan yang ke 4 adalah rintangan air. Tinggi gawang yang standar sebagai berikut : Event 100m 110m 400m Putra 1. Atlet harus diskualifikasi jika : (a) Tidak melompati setiap gawang. 4. terdapat 5 rintangan dalam setiap lap setelah garis finis di lewati pertama kali. gawang sampai 1. Ukuran. 3. karena variasi dalam pembuatannya. Semua lomba lari gawang harus menggunakan lintasan terpisah dan tiap atlet harus tetap berada di lintasannya masing-masing. 7. gawang-gawang belum dipasang sampai atlet telah memasuki lap pertama. 5. (c) Melompati gawang yang bukan pada lintasannya. 9. Pasal 169 LOMBA LARI HALANG-RINTANG (Steeplechase Races) 1. Untuk event halang rintang. Kecuali yang disebutkan pada ayat 7 (d) di atas. sehingga strip yang berwarna lebih terang minimal selebar 22.5cm berada di bagian luar. dan sisi bagian atas palang harus dibulatkan.914m 0.000m dapat digunakan dalam lari 110m gawang junior. maka garis finis harus dilewati dua kali sebelum lap pertama yang mempunyai lima rintangan lengkap.762m 74 Remaja Putri 0. 2. Rintangan harus didistribusikan sedemikian. Tinggi palang atas 7cm. sedang pada event 2000m terdapat 18 rintangan gawang dan 5 rintangan air. Palang harus dipasang kokoh pada penopangnya. 8.762m Catatan : Dikarenakan beragamnya pembuatan. Tebal palang ini antara 1cm dan 2. Dalam event 3000m terdapat 28 rintangan gawang dan 7 rintangan air. Untuk Rekor Dunia semua gawang harus memenuhi spesifikasi yang disebutkan dalam peraturan ini.000 m.914m Remaja Putra 0.914m Junior Putra 0. Palang atas harus dicat dengan strip putih dan hitam atau dengan warna lain yang kontras. Diperbolehkan ada toleransi 3mm. 4. jatuhnya gawang tidak mengakibatkan diskualifikasi atau tidak sahnya suatu rekor. Berat gawang tidak boleh kurang dari 10 kg. menjatuhkan gawang dengan sengaja. sejak start hingga awal keliling pertama dilakukan tanpa rintangan.840m Putri/Junior 0.840m 0. jika rintangan air terletak di bagian dalam Track.18m sampai 1. Lebar gawang antara 1.762m 0. Panjang maksimum alas haruslah 70cm.990m 0. Jarak standar adalah 2000m dan 3000m.4. Catatan : Dalam event 2000m. (b) Menarik kaki atau tungkai di bawah bidang horisontal tepi atas gawang pada saat melompatinya. .20m. di atas atau di bawah ketinggian standar. Dalam event 3.

Kedalaman air yang terdekat dengan gawang 70cm sepanjang ± 30cm ke depan. atau matras.5cm berada di bagian luar Berat tiap gawang antara 80kg -100 kg. mempunyai panjang 3. dasar bak ini miring lurus ke atas menuju permukaan track pada sisi terjauh air ini. termasuk gawangnya. Palang atas gawang dan juga gawang air berpenampang persegi 12.66m (± 0.7cm x 12.02m.3cm untuk keduanya) sedang lebarnya minimal 3. Gawang harus ditempatkan pada track sedemikian rupa sehingga 30cm bagian atas gawang akan menjorok melewati sisi dalam track.4m (lihat gambar).66m ± 0.4cm untuk putra dan tinggi 76. Setiap gawang harus mempunyai kaki dasar antara 1. Tinggi gawang adalah 91. Catatan: Disarankan bahwa gawang pertama lebarnya minimal 5m. Gawang-gawang sebelumnya belum dipasang sampai para atlet melewati untuk pertama kalinya. . permukaan air pada bak harus sama tinggi dengan permukaan track bertoleransi 2cm.2cm untuk putri ( ± 0. dengan tebal yang memadai bagi keamanan pendaratan.Dalam event 2000m.02m). Palang atas harus dicat dengan strip putih dan hitam atau dengan warna lain yang kontras. Rintangan air. rintangan pertama terletak pada gawang ke tiga dari lap normal.94m. dan terpasang kokoh pada tanah. sehingga tidak memungkin adanya gerakan arah horisontal. Pada saat start lomba. 75 5.2m dan 1. dan memungkinkan paku sepatu (spikes) atlet menumpu dengan mantap. Alas bak air harus berupa permukaan sintetis.02m dan lebar bak air 3.7cm. Contoh Gawang Halang rintang Gawang pada rintangan air harus memiliki lebar 3.66m ± 0. 6. sehingga strip yang berwarna lebih terang minimal selebar 22. Dari sana.

Zona pergantian tongkat kedua dan terakhir (4x400m) adalah garis 10m sebelum dan sesudah garis start/finis. Breakline untuk pelari kedua (4 x 400m) dan pelari ketiga (4 x 200m). menggunakan lintasan terpisah. Sepanjang peraturan ini dipatuhi. lomba 4 x 200m.76 Contoh Rintangan Air untuk Halang rintang (a) (b) 7. 5. 2. sama dengan breakline untuk event 800m. Tiap atlet harus melewati atau melalui air. lap pertama serta tikungan pertama lap kedua sampai dengan breakline. 4. Scratch line zona pergantian tongkat pertama untuk 4x400m (atau zona kedua untuk 4x 200m) sama dengan garis start untuk event 800m. Atlet akan didiskualifikasi. jika ia: Tidak melompati gawang Melangkah ke sisi luar rintangan air. Dalam 4 x 200m (bila tidak seluruhnya menggunakan lintasan terpisah) dan 4x400m. Garis selebar 5cm harus ditarik melintang track untuk menandai jarak setiap tahap dan menunjukkan garis batas pertengahan zona (scratch line). atau (c) menarik kaki atau tungkai di bawah bidang horisontal sisi atas gawang pada saat melewatinya. Zona dibatasi oleh sisi garis zona terdekat dengan garis start pada arah lari. 6. Tiap zona pergantian tongkat mempunyai panjang 20m dengan scratch line berada ditengah. Pasal 170 LOMBA ESTAFET (Relay Races) 1. bila mungkin. sesuai Pasal 163. Lomba 4 x 100m dan. harus menggunakan lintasan terpisah seluruhnya. atlet boleh melewati gawang dengan cara apapun. 3.5. .

Dalam lomba 4x100m dan 4x200m. Check mark. dan harus mulai dari dalam zona tersebut. 77 7. 10. 11. tongkat harus dipungut oleh atlet yang menjatuhkannya.Catatan: Dalam event 4x200m dan 4x400m. disarankan bahwa hanya tikungan pertama dari lap pertama saja yang menggunakan lintasan terpisah. Begitu pelari yang datang telah melewati titik ini. keliling penampangnya 12-13cm. 9. atlet boleh membuat checkmark di dalam lintasannya sendiri dengan menggores track. anggota tim selain pelari pertama boleh mulai berlari tak lebih dari 10m di luar zona pergantian (lihat ayat 2 di atas). Breakline merupakan garis lengkung selebar 5 cm melintang track dan ditandai ujung-ujungnya dengan sebuah bendera setinggi 1. berpenampang lingkaran. dapat ditempatkan pada garis lintasan tepat sebelum perpotongan garis lintasan dengan breakline. yang panjangnya 28-30cm. Tongkat estafet berbentuk tabung halus berongga. Dia boleh meninggalkan lintasannya untuk mengambil tongkat asalkan saat melakukannya. dalam satu potong. dan tidak boleh bertukar posisi pada awal zona pergantian tongkat. . jika diikuti tidak lebih dari 4 tim. Catatan 1: Untuk membantu atlet mengenali breakline. Untuk track gravel atau rumput. dia tidak memperpendek jarak lomba. Jika lomba seluruhnya atau bagian pertama menggunakan lintasan terpisah. maka tongkat yang jatuh tidak mengakibatkan diskualifikasi. dan tingginya tak lebih dari 15 cm dengan warna yang berbeda dari breakline dan garis lintasan. Dalam event 4x400m pergantian tongkat pertama. Pelari kedua pada setiap tim harus berlari di lintasan masing-masing sampai sisi terdekat breakline setelah tikungan pertama saat atlet boleh meninggalkan lintasan masing-masing.50m yang dipasang di luar track 30cm dari lintasan terdekat. Tongkat harus berwarna sehingga jelas dilihat selama lomba. 12. menempatkan dirinya pada posisi menunggu dalam urutan yang sama (dari dalam ke luar) seperti urutan anggota timnya pada saat mencapai jarak 200m. asalkan mereka tidak saling mendesak atau mendorong sehingga menghambat gerak maju atlet. Dalam lomba estafet yang tidak menggunakan lintasan terpisah. atlet boleh memasang sebuah Check mark pada track di dalam lintasannya. pelari kedua tidak diperkenankan memulai lari dari luar zona pergantiannya. sedang beratnya tidak kurang dari 50 gram. Dalam 4x200m dan 4x400m atlet yang menunggu harus mempertahankan urutan sesuai ayat 9. terbuat dari kayu. Bila jatuh. 13. Checkmark lain tidak boleh digunakan. pelari yang menunggu harus mempertahankan urutan tersebut. Suatu marka yang mencolok harus dibuat pada tiap lintasan untuk menandai batas ini. maksimum 5cmx40cm dengan warna mencolok yang tidak baur dengan marka permanen lainnya. Begitu pula pelari ketiga dan keempat harus mulai lari dari dalam zona pergantian. atau logam atau sejenis bahan lain. Atlet tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan atau menempatkan zat tertentu pada tangannya untuk mendapatkan pegangan yang lebih baik. Pelari ketiga dan keempat lomba 4x400m dengan arahan Petugas yang ditunjuk. Catatan: Dalam lomba 4x200m (jika tidak seluruhnya menggunakan lintasan terpisah) pelari keempat berbaris sesuai urutan daftar start (dari dalam ke luar). yang masih dilakukan di lintasan masing-masing. atlet yang menunggu dapat mengambil posisi terdalam di track begitu anggota timnya mendekat. Sepanjang prosedur ini dilakukan dan tidak ada atlet lain yang terhalang. Tongkat harus dibawa di tangan sepanjang lomba. Jika pelari tidak mematuhi peraturan ini timnya akan didiskualifikasi. kerucut atau prisma kecil (5cmx5cm). menggunakan pita perekat. 8.

telah digantikan. Kesempatan (Trial) . 18. Jalur awalan atau daerah tumpuan. SEKSI IV – EVENT LAPANGAN Pasal 180 Kondisi Umum Pemanasan Di Arena Lomba 1. maka tim tersebut akan didiskualifikasi. bukannya posisi badan atau anggota badan atlet. Perpindahan tongkat di luar zona pergantian mengakibatkan diskualifikasi. 2. hanya posisi tongkatlah yang menentukan.3 dan 4 tidak berlaku bagi atlet ini. Penggantian dalam suatu tim estafet hanya boleh dilakukan dari daftar atlet yang telah didaftarkan untuk perlombaan tersebut apapun eventnya. kecuali untuk loncat tinggi marker dapat ditempatkan di jalur awalan. b). yang telah berlari di babak awal. Di arena perlombaan dan sebelum dimulainya event. Perpindahan tongkat dimulai saat pertama kali disentuh oleh pelari penerima dan berakhir saat tongkat berada hanya pada tangan pelari penerima. marker harus ditempatkan di pinggir jalur. c). Urutan Lomba 4. timnya akan didiskualifikasi. 15. Alat lomba. Sekali seorang atlet. Begitu suatu tim estafet telah berlomba dalam suatu perlombaan. 78 16. untuk menghindari hambatan terhadap atlet lain. maka tim tersebut akan didiskualifikasi. Dalam event lempar percobaan ini harus dilakukan sesuai urutan undian dan selalu di bawah supervisi para Judge. 17. Jika ada babak kualifikasi. Jika suatu tim tidak mematuhi peraturan ini. Atlet sebelum menerima dan/atau sesudah memberikan tongkat. dia tidak boleh kembali ke tim. Komposisi suatu tim estafet dan urutan pelarinya harus diumumkan secara resmi tidak kurang dari satu jam sebelum diumumkannya panggilan pertama untuk seri pertama dari tiap babak perlombaan. Atlet harus berlomba dalam urutan sesuai undian. Pasal 163. maka untuk babak final harus diselenggarakan undian baru (lihat juga ayat 5 di bawah ini). Dalam semua event lapangan yang menggunakan jalur awalan. Atlet boleh menggunakan satu atau dua marker (yang disediakan atau disetujui oleh Panitia Penyelenggara) untuk membantunya saat melakukan awalan dan tumpuan. Jika marker tersebut tidak tersedia. Perubahan setelah itu harus diverifikasi oleh petugas medis yang ditunjuk oleh Panitia Penyelenggara dan hanya dapat dilakukan sebelum panggilan terakhir pada seri tim tersebut berlomba. Lingkaran awalan atau tanah di dalam sektor lemparan. Bila seorang atlet dengan sengaja menghalangi anggota tim lain dengan berlari di luar lintasan pada akhir tahapannya. Bantuan dengan cara mendorong atau dengan cara lain akan berakibat diskualifikasi. hanya ada dua atlet cadangan yang dapat digunakan sebagai pengganti dalam komposisi tim untuk babak berikutnya. ia boleh menggunakan pita perekat tetapi bukan kapur atau zat sejenis yang meninggalkan bekas yang sukar dihapus. Jika suatu tim tidak mematuhi peraturan ini. atlet boleh melakukan percobaan (practice trial). tongkat harus dipindahkan dalam zona pergantian. Begitu perlombaan sudah dimulai atlet tidak boleh menggunakan: a). harus tetap berada di dalam lintasan masing-masing sampai lintasan itu aman. Dalam semua lomba estafet.14. dengan atau tanpa alat lomba untuk keperluan latihan Marker 3. Dalam kaitannya dengan zona pergantian.

. harus terus berlomba sampai akhir kesempatan terakhir pada ketinggian yang menjadi standar kualifikasi. kecuali bila jumlah atlet untuk babak final sudah dicapai sesuai Pasal 180.2 6. Jika terdapat delapan atlet atau kurang setiap atlet diberi kesempatan enam kali. Bila tidak ada DT yang ditunjuk kondisi ini ditentukan oleh Panitia Penyelenggara. Jika diadakan babak kualifikasi semua atlet harus berlomba dalam babak tersebut agar lolos. Untuk perlombaan sesuai pasal 1 (a). standar kualifikasi dan jumlah atlet di babak final ditentukan oleh DT. kelompok finalis harus diperbanyak sampai jumlah tersebut dengan menambahkan atlet menurut prestasi dalam babak kualifikasi. 9. Dalam babak kualifikasi untuk loncat tinggi dan loncat galah. Indoor. bila terdapat lebih dari delapan atlet. disediakan satu hari istirahat di antara babak kualifikasi dan babak final dalam event loncat vertikal. Catatan: (i) Dalam perlombaan sesuai Pasal 1 (d) sampai (h) urutan berlomba untuk giliran terakhir boleh merupakan kebalikan dari urutan peringkat setelah tiga giliran pertama. lihat Pasal 181. penyelesaiannya seperti dalam ayat 20 berikut. dan delapan atlet dengan prestasi sah terbaik diberi tiga kali kesempatan lagi. Begitu seorang atlet sudah mencapai standar kualifikasi ia tidak boleh melanjutkan lomba dalam babak tersebut. Dalam semua event lapangan. Jika terjadi hasil sama untuk kedudukan terakhir yang masih melanjutkan lomba. 10. dalam urutan relatif sesuai undian awal. Atlet harus dibagi menajdi dua kelompok atau lebih. 11. setiap atlet diberi kesempatan tiga kali. kecuali loncat tinggi dan loncat galah. (Outdoor. Kondisi untuk kualifikasi. Disarankan untuk perlombaan yang berjumlah lebih dari tiga hari. dan Remaja). dan (c) minimal harus ada 12 atlet dalam babak final. Urutan berlomba untuk giliran terakhir harus mengikuti kebalikan urutan peringkat setelah lima giliran. (ii) Untuk loncat vertikal. Jika atlet yang mencapai standar kualikasi yang telah ditetapkan kurang dari jumlah yang telah ditetapkan. atlet tidak boleh dicatat lebih dari satu kesempatan dalam satu giliran lomba. atau bahkan tidak ada. 12. Hal ini harus diputuskan oleh Badan Nasional atau Internasional yang bertanggung jawab atas perlombaan tersebut. kecuali Kejuaraan Dunia. urutan berlomba pada kesempatan keempat dan kelima diurutkan kembali menurut kebalikan urutan peringkat setelah tiga kesempatan pertama. Dalam babak kualifikasi. jumlah kesempatan dalam event lapangan horisontal boleh dikurangi. Babak kualifikasi harus diselenggarakan dalam event lapangan jika jumlah atlet terlampau banyak untuk dilombakan dalam suatu babak (final). dan Olympiade. kecuali jika ada fasilitas yang dapat digunakan untuk perlombaan kelompok-kelompok tersebut pada waktu dan kondisi yang sama. atlet yang belum tereliminasi karena tiga kegagalan berturut-turut. (b). selain loncat tinggi dan loncat galah setiap atlet diberi tiga kesempatan.8. Babak Kualifikasi 8.5. 13. 79 7. Kecuali untuk loncat tinggi dan loncat galah. Hasil sama untuk kedudukan terakhir yang lolos pada urutan keseluruhan harus diselesaikan seperti diuraikan pada ayat 20 berikut atau Pasal 181. Dalam perlombaan Internasional. Dalam kedua kasus tersebut. setiap kelompok harus segera siap melakukan percobaan setelah kelompok yang sebelumnya menyelesaikan lomba.11. Jika lebih dari satu atlet gagal memperoleh hasil sah setelah tiga kesempatan pertama. 14. Prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi tidak diperhitungkan sebagai bagian perlombaan sesungguhnya. atlet tersebut masih boleh berlomba pada kesempatan berikutnya sebelum atlet lain yang memperoleh hasil sah. Junior.

kecuali waktu untuk kesempatan berturutan diterapkan saat atlet mempunyai dua atau lebih kesempatan berturutan. Ketidakhadiran selama Perlombaan 18. disarankan agar mistar dinaikkan pada tiap ketinggian pada waktu yang bersamaan di setiap kelompok. Sebagai tambahan seorang petugas harus mengangkat sebuah bendera kuning atau tanda lain. Seorang atlet dalam event lapangan yang tanpa sebab menunda kesempatannya. dapat mengakibatkan dirinya kehilangan kesempatan tersebut dan karenanya dicatat sebagai suatu kegagalan. Wasit terkait berwenang untuk memindahkan tempat perlombaan jika menurut pendapatnya kondisinya menuntut hal tersebut. Petugas terkait harus memberitahukan kepada atlet bahwa segala sesuatunya telah siap untuk memulai kesempatan. waktu yang tercantum hanya berlaku untuk kesempatan pertama jika kesempatan sebelumnya dilakukan oleh atlet yang sama. maka kesempatannya dianggap gagal begitu periodenya habis. Jika karena suatu sebab tertentu seorang atlet terhambat kesempatannya. Catatan: (i) Jam yang menunjukkan sisa waktu yang tersedia harus terlihat jelas oleh atlet. Untuk loncat galah waktu dimulai saat tiang telah disetel sesuai keinginan sebelumnya dari atlet. Tidak ada waktu tambahan untuk penyetelan lebih lanjut. dan tetap mengangkatnya sampai waktu habis.5 menit 2 menit * 2 menit 80 Loncat Galah 1 menit 2 menit 5 menit 3 menit Loncat Galah 1 menit 2 menit 3 menit * 3 menit Event Lainnya 1 menit 1 menit 2 menit Event Lainnya 1 menit 1 menit 2 menit *) Jika hanya tinggal satu atlet tersisa. dan perioda kesempatan yang bersangkutan dimulai sejak saat itu.15. Waktu – waktu berikut biasanya tidak dilampaui : Event Individu Jumlah atlet yang masih berlomba Loncat Tinggi Lebih dari 3 atlet 1 menit 2 atau 3 atlet 1. perubahan periode waktu untuk suatu kesempatan baru diterapkan setelah mistar terpasang pada ketinggian yang baru. Jika babak kualifikasi loncat tinggi dan loncat galah diselenggarakan dalam dua kelompok secara simultan. hal tersebut diperbolehkan. wasit mempunyai wewenang untuk memberikan kesempatan pengganti. Pemindahan ini dapat dilakukan hanya setelah satu giliran diselesaikan. Pemindahan Arena Lomba 19.Jika waktu yang diberikan habis begitu atlet memulai kesempatanya. Disarankan pula kedua kelompok kira-kira memiliki kemampuan yang sama. (ii) Dalam loncat tinggi dan loncat galah.5 menit 1 atlet 3 menit Kesempatan berturutan 2 menit Event Gabungan Jumlah atlet yang masih berlomba Lebih dari 3 atlet 2 atau 3 atlet 1 atlet Kesempatan berturutan Loncat Tinggi 1 menit 1. Penundaan 17. Wasitlah yang berhak memutuskan bahwa penundaan itu termasuk “tanpa sebab”. yang menunjukkan sisa lima belas detik terakhir. Seorang atlet boleh meninggalkan arena perlombaan event itu dengan seizin dan didampingi oleh seorang petugas. Catatan: . Gangguan 16. Jika kemudian atlet memutuskan tidak memanfaatkan kesempatan itu.

setiap kenaikan mistar harus tetap 3cm untuk loncat tinggi. para judge harus memeriksa pengukuran ketika mistar ditempatkan pada ketinggian rekor dan kembali memeriksa pengukuran. dan ketinggian-ketinggian berikutnya pada akhir setiap giliran. 6. Pengukuran 5. A. Catatan: Untuk loncat vertikal lihat Pasal 181. Tiga kegagalan berturutan tanpa memperhatikan pada ketinggian mana kegagalan itu terjadi. LONCAT VERTIKAL Pasal 181 KONDISI UMUM (General Conditions) 1. Dalam lomba event gabungan sesuai pasal 1 (a). Selanjutnya jika diperlukan. maka atlet yang mencapai hasil sama harus berlomba lagi dengan urutan yang sama dalam kesempatan baru hingga hasil sama terpecahkan. (b). termasuk yang dicapai dalam memecahkan hasil sama untuk kedudukan pertama.8 Hasil 21. . Catatan: Hal ini tidak berlaku untuk event gabungan.Kekuatan angin ataupun perubahan arah angin bukan merupakan kondisi untuk pemindahan tempat perlombaan. 3. 2. 81 Hasil Sama 20. Prestasi atlet yang dicantumkan adalah hasil terbaik dari seluruh kesempatannya. dan (c). Jika seorang atlet melepas suatu kesempatan pada ketinggian tertentu dia tidak boleh meloncat lagi pada ketinggian tersebut kecuali dalam kasus hasil sama bagi kedudukan pertama. 4. Setiap pengukuran suatu ketinggian baru harus dilakukan sebelum atlet meloncat untuk ketinggian tersebut. dilakukan tegak lurus dari tanah hingga bagian terendah sisi atas mistar. hingga hanya tersisa seorang atlet yang memenangkan perlombaan atau terdapat hasil sama untuk kedudukan pertama. Kecuali hanya jika tersisa satu atlet dan dia telah memenangkan lomba: (a) Mistar dinaikkan tidak kurang dari 2cm untuk loncat tinggi dan 5cm untuk loncat galah setelah tiap giliran. prestasi ketiga terbaik dan seterusnya. dan 10cm untuk loncat galah selama perlombaan. menyebabkan dia tidak dapat meloncat lebih lanjut. dalam centimeter bulat. Setelah seorang atlet memenangkan lomba kenaikan mistar ditentukan oleh altet setelah berkonsultasi dengan Judge atau Wasit terkait. seorang atlet masih berhak melanjutkan loncatannya sampai dia kehilangan haknya untuk melanjutkan lomba. prestasi terbaik kedua dari atlet yang mempunyai hasil sama menjadi dasar untuk menyelesaikan hasil sama.4 (a) dan (b) ini tidak berlaku jika atlet yang masih berlomba setuju untuk menaikkannya langsung pada ketinggian Rekor Dunia. Sebelum perlombaan dimulai. Bahkan setelah semua atlet lain gagal. kecuali dalam kasus hasil sama bagi kedudukan pertama. dan (b) Angka kenaikan mistar tidak bertambah. Kecuali untuk loncat tinggi dan loncat galah. Jika hasil sama masih belum terpecahkan dan menyangkut kedudukan pertama. Semua pengukuran. Dalam semua kasus rekor. Pasal 181. Dampak dari peraturan ini adalah bahwa seorang atlet boleh tidak meloncat pada kesempatan kedua atau ketiga untuk suatu ketinggian tertentu (setelah gagal pada kesempatan pertama atau kedua) dan masih meloncat pada ketinggian berikutnya. Kesempatan Seorang atlet boleh mulai meloncat pada setiap ketinggian yang sebelumnya telah diumumkan oleh Ketua Judge dan dapat meloncat pada sembarang ketinggian berikutnya sesuai dengan keinginannya. Ketua Judge mengumumkan kepada atlet ketinggian awal.

197cm. satu bagian lingkaran dan dua bagian ujung.180cm. Lengkungan maksimumnya 7cm untuk loncat tinggi dan 11 cm untuk loncat galah. pemecahan recor berikutnya jika mistar tersentuh setelah 82 Mistar 7. Contoh Loncat tinggi Ketinggian yang diumumkan oleh Ketua Judge pada awal lomba : 175cm. 184cm. Berat mksimum mistar adalah 2kg unutk loncat tinngi dan 2. Bagian ujung tersebut harus keras dan mulus. atau diturunkan jika gagal. dan jika masih belum terpecahkan. Atlet yang terlibat dalam hasil sama harus meloncat pada tiap kesempatan saat pemecahan hasil sama ini (lihat contoh) (ii) Bila menyangkut kedudukan lain atlet diberikan kedudukan yang sama dalam lomba tersebut. Ujungnya tidak boleh ditutup dengan karet atau bahan lain yang dapat meningkatkan gesekan terhadap penyangga mistar. Diameter bagian lingkaran mistar 30mm (± 1mm). Kontrol kelenturan: gantungkan beban 3kg di tengah mistar saat terpasang. Catatan: Ketentuan (c) ini tidak berlaku untuk event gabungan. 2cm untuk loncat tinggi dan 5cm untuk loncat galah. Atl et Ketinggian (dalam cm) Gag al Loncat ulang Posisi . Panjang mistar seluruhnya 4. mendapat kedudukan yang lebih baik.50m (± 2cm) untuk loncat galah. Kedua bagian ujung tersebut harus melengkung atau setengah lingkaran dengan satu permukaan datar untuk meletakkannya pada penyangga mistar. jika dipasang. lengkungan kebawahnya maksimum 2cm untuk loncat tinggi dan 3cm untuk loncat galah. mistar harus dinaikkan jika mereka berhasil. Permukaan datar ini tidak boleh lebih tinggi dari pusat lingkaran penampang mistar. Mistar terdiri dari tiga bagian. Hasil sama harus dipecahkan sebagai berikut: (a) Atlet dengan jumlah lompatan terkecil pada ketinggian hasil sama mendapat kedudukan yang lebih baik.194cm.191cm. atau bahan lain yang sesuai tetapi bukan logam. (c) Jika hasil sama belum terpecahkan: (i)Bila menyangkut kedudukan pertama. yang masingmasing lebarnya 30-35mm dan panjangnya 15-20cm untuk ditaruh pada penyangga yang terdapat pada tiang.25kg untuk loncat galah.. Mistar terbuat dari fiberglas.sebelum tiap usaha pengukuran terakhir.188cm. berpenampang lingkaran kecuali pada kedua ujungnya. Mereka melakukan satu loncatan pada tiap ketinggian sampai hasil sama ini dapat terpecahkan. atlet bersangkutan harus meloncat sekali lagi pada ketinggian terendah yang mengakibatkan mereka kehilangan hak untuk melanjutkan loncatan.199cm …. Hasil Sama 8. atlet dengan jumlah kegagalan terkecil selama lomba sampai dengan dan termasuk ketinggian terakhir yang berhasil dilewati. Mistar tidak boleh menyimpang dan. (b) Jika hasil sama belum terpecahkan.00m (± 2cm) untuk loncat tinggi dan 4.

mistar diturunkan menjadi 192cm untuk satu loncatan lagi.4 dan buku panduan fasilitas atletik IAAF. 4. Kemiringan maksimum seluruh jalur awalan dan daerah tumpuan tidak boleh melebihi 1:250 searah jari-jari setengah lingkaran yang berpusat ditengah-tengah antara kedua tiang dan mempunyai jari-jari minimum sesuai pasal 182.= Tidak meloncat. dua atlet lainnya “A” dan “B” harus meloncat lagi pada ketinggian 194cm yang hanya dilewati oleh “B” dan karenanya “B” dinyatakan menjadi pemenang. Jalur awalan memiliki panjang minimum 15m. . “B”. atau (b) Atlet menyentuh tanah termasuk daerah pendaratan setelah bidang vertikal yang melalui sisi terdekat mistar baik di antara tiang ataupun di luarnya dengan bagian tubuhnya tanpa melewati mistar terlebih dahulu.3. jika saat meloncat. maka loncatan tersebut dinyatakan berhasil. Daerah pendaratan harus ditempatkan pada bagian yang lebih tinggi dari kemiringan tersebut. Loncatan atlet gagal jika : (a) Setelah loncatan. kaki atlet menyentuh daerah pendaratan dan menurut judge tidak memperoleh keuntungan. 2. panjang minimumnya 20m. loncatan tersebut tidak dianggap gagal.C dan D semuanya berhasil pada ketinggian 188cm Peraturan mengenai hasil sama sekarang mulai dilaksanakan. tiang . Atlet harus menumpu dengan satu kaki. “B” atau “C”. Catatan: untuk membantu implementasi peraturan ini suatu garis putih selebar 50mm harus dibuat (biasanya menggunakan pita perekat atau bahan sejenis) diantara titik tiga meter diluar setiap tiang. mereka harus meloncat sekali lagi pada ketinggian 194cm saat “A” dan “C” kehilangan hak untuk melanjutkan loncatan. yang sisi terdekatnya segaris dengan bidang vertikal melalui sisi terdekat mistar. Kedudukan “A”. sampai dengan dan termasuk ketinggian terakhir yang berhasil dilewati yaitu 188cm. Segala macam tiang atau tonggak dapat digunakan asalkan kaku. 5. X = Gagal. Tiang harus dilengkapi dengan penyangga mistar yang terpasang secara kokoh padanya. kecuali dalam perlombaan sesuai pasal 1 (a).dan “C” masih sama dan karena menyangkut kedudukan pertama. (b). dan (c). Gaya Luar 9. Daerah tumpuan harus rata atau kemiringannya sesuai dengan pasal 182. Jika mistar jelas berpindah karena suatu gaya yang bukan terkait dengan atlet (misalnya tiupan angin) (a) Jika perpindahan ini terjadi setelah atlet melewati mistar tanpa menyentuhnya.19 194 197 1 A XXX 2 B XXX 2 C XXX 2 D XX 3 XO XO XO X Keterangan : O =berhasil. panjang minimum 25m. karena hanya “C” yang gagal pada ketinggian 192cm. Judge mengisi kolom jumlah kegagalan. mistar tidak berada pada penyangganya karena gerakan atlet saat meloncat. Jalur Awalan dan Daerah Tumpuan 3. harus diberikan kesempatan loncatan yang baru. karenanya menempati kedudukan keempat. atau (b) Jika perpindahan ini terjadi dalam keadaan lain. Pasal 182 LONCAT TINGGI (High Jump) Perlombaan 1. Tiang. Karena ketiga atlet tersebut gagal. “D” mempunyai kegagalan lebih banyak dari “A”. 17 5 O - 18 0 XO XO O 18 4 O XO 18 8 XO XO XO 19 4 X X X 19 2 O O X 19 4 X O 83 2 1 3 4 A. Jika keadaan memungkinkan. Tetapi.B. Perangkat Lomba 6.

. Bila kemudian atlet ini ingin membuat perobahan posisi. mistar dengan mudah akan jatuh ke depan atau belakang. Kedua penyangga harus berada pada ketinggian yang sama di atas daerah tumpuan langsung di bawah tiap ujung mistar. sehingga tepi dari mistar yang terdekat dengan atlet dapat diletakkan pada setiap titik dari situ langsung di ujung belakang dari box / peti ke suatu titik 80 cm se arah dengan tempat pendaratan. Penyangga tidak boleh dilapisi dengan karet atau bahan lain yang menyebabkan peningkatan gesekan antara penyangga dengan permukaan mistar. Daerah Pendaratan 10. Penyangga harus datar dan berbentuk persegi panjang. dan juga tidak boleh memiliki pegas dalam bentuk apapun. ddalam keadaan seperti itu perubahan dilakukan hanya setelah satu giliran selesai. Pasal 183 LONCAT GALAH (Pole Vault) Perlombaan 1. memberi tahu Petugas yang bertanggung-jawab terhadap penempatan mistar yang dia perlu.harus cukup tinggi. Disarankan daerah pendaratan tidak lebih kecil dari panjang 6m x lebar 4m x tinggi 0. dia harus segera memberitahu kepada Petugas yang bertanggung-jawab sebelum mistar ini dipasang sesuai dengan harapan/keinginannya semula. High Jump Uprights & crossbar 84 9. Penyangga mistar. Jara antara tiang tidak boleh kurang dari 4m dan tidak boleh lebih dari 4. Harus terdapat ruang minimal 1cm antara ujung mistar dengan tiang. Ujung mistar diletakkan padanya sedemikian rupa sehingga. Tiang/tonggak tidak boleh dipindahkan selama lomba kecuali wasit m menganggab bahwa baik daerah tumpuan ataupun daerah pendaratan sudah tidak memadai.kan untuk lompatannya yang pertama dan posisi ini dicatat. sekurang-kurangnya 10cm diatas ketinggian mistar yang sesungguhnya. Penyangga terpasang kokoh pada tiang dan tidak bergerak saat loncatan dan keduanya saling berhadapan. 7. bila mistar tersentuh oleh atlet. Catatan: Tiang dan daerah pendaratan harus dirancang sedemikian rupa sehingga terdapat jarak minimal 10cm antara keduanya saat digunakan untuk mencegah jatuhnya mistar akibat persentuhan antara daerah pendaratan dengan kedua tiang. Daerah pendaratan harus berukuran tidak kurang dari panjang 5m x lebar 3m. Atlet hanya boleh meminta tiang-lompat digeser searah dengan tempat pendaratan. sebelum perlombaan dimulai. 8.04m.7m. Seorang atlet harus. dengan panjang 6cm dan lebar 4cm.

termasuk tempat pendaratan di balik bidang vertikal sampai bagian paling atas dari kotak-penahan dengan setiap bagian badan atau dengan galah. 7. 4.galah atlet mengalami patah. 5.bila seorang atlet berlari di luar garis putih yang menandai jalur ancang-ancang pada setiap titik. 2. Panjang kotak-galah pada permukaan lintasan ancang-ancang & dalamnya kotak ditentukan oleh sudut sebesar 105° terbentuk antara dasar dan papan-penahan galah. dia menempatkan tangannya yang lebih rendah di atas tangan yang atas atau menggerakkan tangan yang lebih atas lebih tinggi pada galah. Catatan: Bukanlah suatu kegagalan.Gagal untuk melakukan hal ini akan menjurus dimulainya dari batas waktu disediakan untuknya.25m. Tidak seorangpun kecuali atlet diizinkan menyentuh galah. Jalur lari ancang-ancang/awalan± 0. Ini haruslah lebar 1. dalam rangka memperoleh suatu pegangan/grip yang kuat-mantap. ukuran panjang 1 m. Garis yang miripdapat ditarik pada permukaan tempat pendaratan dan dapat diperpanjang sejauh sisi luar dari tiang lompat.dan bila kondisi memungkinkan 45m. atau (b) dia menyentuh tanah. dan menurut pendapat Wasit bahwa mistar akan jatuh. Kotak-galah (box). dengan menggunakan tangannya. Apabila dalam melakukan kesempatan-lomba/lompatan. (d) selama melompat seorang atlet menempatkan kembali dengan sengaja mistarlompat yang hampir jatuh. Dengan terbuat dari bahan/materi yg cocok-kaku-keras. tanpa lebih dulu melewati mistar-lompat. Catatan: Semua lintasan-lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004. Panjang jalur-lari ancang-ancang/awalan minimum 40m. Para atlet selama perlombaan berlangsung diizinkan untuk memasang/menempatkan suatu zat pada tangannya atau pada galah. Kotak-lompat Lompat tinggi-galah . Jalur ancang6. pada permukaan sisi dalam bagian belakang kotak lompat. Namun.22m ancang ini harus ditandai dengan garis-putih selebar 5 cm. Kemiringan kesamping jalur-awalan (ancang-ancang) ini yang masih dibenarkan tidak boleh lebih dari 1 : 100 dan kemiringan umum ke arah lari adalah 1 : 1000. maka lompatan itu akan dicatat sebagai suatu kegagalan. hal ini tidak dihitung sebagai kegagalan dan kepada si pelompat diberikan hadiah dengan suatu kesempatan-lompat yang baru. Peralatan. atau (c) setelah meninggalkan tanah. kecuali jika ini telah jatuh menjauh dari mistar atau tiang-lompat.01m. Tempat bertumpu/bertolak bagi lompat-tinggi-galah adalah berwujud sebuah kotak-galah/penahan. Seorang atlet gagal lompatannya apabila : (a) setelah melompat. apabila galah disentuh. mistar lompat tidak tetap berada di atas penopang disebabkan oleh gerakan si pelompat pada waktu melompat.lebih suka dengan pinggiran atas yang dibulatkan dan harus ditanam rata dengan tanah/permukaan jalur lintasan. yang diukur dari bagian dasar dalam kotak. melainkan ini untuk maksud-maksud mengganggu/intervensi. lebar 60 cm pada bagian depan dan semakin menciut menjadi 15 cm pada bagian dasar kotaklompat/penahan itu. Penggunan pita-perekat pada tangan atau jari-jari tangan adalah dilarang kecuali dalam kasus diperlukan untuk menutup luka terbuka. 3. jalur-lintasan lari punya lebar maximum 1. Catatan: yang 85 Sepotong garis putih selebar 1cm dapat dipasang tegak-lurus dengan sumbu jalur lari ancang-ancang.

86 Dasar kotak-galah ini harus miring dari permukaan tanah pada sisi depan sampai jarak vertikal di bawah permukaan tanah 20 cm.Jarak antara penopang (pegs) harus tidak kurang dari 4. pasak-pasak yang menopang mistar-lompat boleh dipasang pada lengan yang diperpanjang dengan tetap pada tiang-lompat.Segala model tiang-lompat atau tonggak boleh digunakan. Tiang-lompat. Dan tidak boleh mencuat lebih dari 55mm dari tiang-lompat dan harus menjulur/mencuat 35-40mm diatas penopang. Mistar lompat-galah harus diletakkan pada pasak-pasak sehingga bila tersentuh oleh si pelompat atau oleh galah. 9.5mm sepanjang 80cm dari depan kotak-galah. 10. Bila kotak-galah ini dibuat dari kayu. tanpa menambah panjang dari mistarlompat (Lihat Diagram).30m dan tidak juga lebih dari 4.37m.Kotak-galah ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga kemiringan samping ke luar dan berakhir menjelang papan penahan dengan sudut kira-kira 120° pada bagian dasarnya. Pasak-pasak ini tidak boleh ada takik atau bergerigi.juga tidak boleh ada semacam per/pegas di pasang di situ. asalkan kaku kuat/tegar. Catatan: Guna mengurangi peluang terjadi cedera pada seorang atlet atlet-lomba dengan dia jatuh tepat pada kaki tiang-lompat. Disarankan bahwa konstruksi metalik bagian bawah tiang harus dilapis dengan pelindung dengan bahan yang cocok dalam rangka memberikan perlindungan terhadap pelompat dan galah (sewaktu jatuh). Penopang untuk mistar lompat-galah.ini akan mudah jatuh ke tanah ke arah tempat pendaratan.jadi memberi kemungkinan tiang-lompat untuk dipasang terpisah lebih lebar. pada titik pertemuan dengan papanpenahan. . bagian dasarnya harus dilapis dengan lembaran metal setebal 2. kedua pasak ini sama tebal dengan diameter tak lebih dari 13mm. Pasak-pasak itu tidak boleh dilapis dengan karet atau dengan bahan lain yang mempunya dampak menambah geseran antara keduanya pada permukaan mistar-lompat.

.87 Penopang Mistar-lompat – pandangan dari daerah pendaratan dan Pandangan atas.

Tempat pendaratan.22m ± 0. 11. Tempat Pendaratan 12. Jalur lari ancang-ancang/awalan. dengan ukuran panjang dan garis yang tidak ditentukan. Lihat diagram ! Diagram: TEMPAT PENDARATAN LOMPAT TINGGI-GALAH.kecuali dengan persetujuan pemilik galah yang bersangkutan. Para atlet boleh menggunakan galahnya sendiri.01m) meter terdekat dibawah jarak yang diukur. yang diukur dari garis-tumpuan yang relevan menuju ke akhir jalur ancang-ancang awalan. Ukuran tempat pendaratan tak kurang dari 5m X 5m (tidak termasuk potongan kasur-busa di depan). tempat pendaratan ini tidak boleh lebih kecil dari panjang 6 m (tidak termasuk potongan bagian depan) x lebar 6 m x tinggi 0.apabila jarak yang diukur tidaklah dalam sentimeter yang utuh/penuh. 1. Panjang jalur lari ancang-ancang/awalan minimum 40m. Galah ini boleh memakai lapisan pita pelindung pada tempat pegangan /grip dan pada ujung bawah.88 Galah Lompat-galah.1 a). Galah-lompat ini terbuat dari satu bahan atau kombinasi macam-macam bahan. Dalam semua event lompat-horisontal. b) dan f). 2. . teta. B.jarak harus dicatat ke seperseratus (0.pi permukaannya harus halus.01m. Tidak seorangpun atlet diizinka menggunakan galah dari atlet lain. Untuk perlombaan atletik sesuai Pasal 1. Ini harus memiliki lebar 1. Sisi-sisi tempat pendaratan terdekat dengan kotak-galah harus terpisah 10-15 cm dari kotak-galah dan harus miring dari kotak-galah dengan sudut miring kira-kira 45°. LOMPATAN HORISONTAL (Horisontal Jumps) Pasal 184 KONDISI UMUM (General Conditions) Pengukuran. Jalur awalan ini harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm. Potongan bagian depan haruslah panjang 2 m.8m.

bila seorang atlet berjalan balik melalui tempat pendaratan setelah meninggalkan tempat pendaratan dengan suatyu cara yang benar. Semua lompatan harus diukur dari jejak/bekas tanda jatuh pada tempat pendaratan yang dibuat oleh setiap bagian tubuh atau anggota tubuh menuju ke garis tumpuan/tolakan. atau garis perpanjangan garis-tumpuan. atau setelah selesai melompat. atau dia menyentuh tanah antara garis tumupuan dan tempat pendaratan. bila atlet berlari di luar garis-putih yang menandai jalur lari ancang-ancang pada tiap titik.baik sebelum atau sesudah perpanjangan garis batas tumpuan. ketika meninggalkan tempat pendaratan. 3.25m. di bawah butir 1 b) di atas. 6.Ini diletakkan setinggi 1. Pengukuran Kecepatan angin. Alat pengukur kecepatan angin harus ditempatkan 20m dari papan-tumpuan/bertolak. kontaknya yang pertama dengan tanah di luar tempat-pendaratan adalah lebih dekat kepada garis tumpuan daripada dengan bekas yang terdekat dibuat di atas pasir saat mendarat. atau bertumpu/bertolak dari luar ujung balok-tumpuan. Catatan iii): Ini bukan suatu kegagalan. Kemiringan suatu jalur lari ancang-ancang lompat horisontal adalah 1:100 dan kemiringan umum ke arah lari awalan adalah: 1:1000.Pengukurannya harus dilakukan tegak-lurus terhadap garis tumpuan atau perpanjangannya. Catatan ii): Ini bukan suatu kegagalan. PASAL 185 LOMPAT . b) c) d) e) f) .ratan lebih dekat kepada garis tumpuan daripada bekas yang terdekat yang dibuat di atas pasir. 4.JAUH (Long Jump) Peraturan Perlombaan. termasuk setiap bekas di pasir yang dibuat saat menjaga keseimbangan waktu mendarat yang sepenuhnya terjadi di daerah tempat pendaratan namun lebih dekat dengan garis tumpuan dari pada bekas permulaan yang dibuat saat mendarat. untuk lompat-jauh 40m dari garis-tumpuan dan untuk lompat-jangkit 35m. Kecepatan hembusan angin harus diukur untuk suatu periode 5 detik dari saat seorang atlet melewati suatu tanda yang dipasang di samping lintasan. atau dalam gerakan mendarat dia menyentuh tanah di luar tempat penda. 1. dia menyentuh tanah di balik garis batas tumpuan dengan bagian tubuh yang manapun.Bila seorang atlet berlari kurang dari 40m atau 35m. 89 3. bila seorang atlet berjalanbalik melalui tempatpendaratan setelah meninggalkan tempat pendaratan dengan suatu cara yang benar. apabila : 1 a) sembari bertolak/bertumpu.10. jalur-lintasan lari punya lebar maximum 1. Catatan i):Ini bukan suatu kegagalan.Catatan: Semua lintasan-lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004. Alat pengukur angin harus dibaca seperti yang dijelaskan dalam per aturan Pasal 163. sebelum garis tumpuan.22m dan tak lebih dari 2m jauh nya dari jalur ancang-ancang. bila sebagian kaki/sepatu atlet menyentuh di luar baik itu diujung dari papan-tumupuan. Seorang atlet dinyatakan gagal. Ini harus dioperasionalkan dan dibaca seperti yang dijelaskan dfalam peraturan Pasal 163. baik sewaktu berlari awalan tanpa membuat suatu lompatan atau dalam gerakan melompat yang sebenarnya.kecepatan angin harus diukur dari saat dia memulai berlari. 5. dia melakukan semacam gerakan salto pada lari awalan atau dalam gerakan melompat. Catatan iv) : Ini bukan suatu kegagalan.10).ta-lomba melakukan tolakan/tumpuan sebelum mencapai balok ini harus tidak dihitung sebagai suatu kegagalan. 2.bila seorang peser. Kecuali yang ditunjukkan pada butir 1 b)diatas.

Papan Indikator Plastisin. seluruh kumpulan konstruksi ini harus cukup tegar untuk menerima daya injakan dengan kekuatan penuh dari kaki-atlet atlet. 7.ratan disebut 'garis batas tumpuan. 5.21m ±0. pada sisi balok/papan-tumpuan yang dekat dengan tempat pendaratan. Catatan: Akan sangat membantu bila memiliki papan-plastisin cadangan yg siap pakai. Tempat bertumpu harus ditandai dengan suatu balok/papan yg ditanam datar-rata dengan permukaan lintasan jalur lari ancang-ancang dan tempat pendaratan. 4. Permukaan papan di bawah plastisin harus dari bahan yang mampu menyerap paku spikes atlet/memberikan injakan yang mantap / grip dan tidak akan gelincir/selip.01m dari kayu atau material lain yang cocok. Konstruksi.01m.90 Balok/Papan-tumpuan. perlombaan dapat berlangsung terus tanpa . Lapisan permukaan plastisin dengan mudah dapat diratakan lagi dengan menggunakan alatalat pelindas(roller)atau alat lain yang cocok untuk menghapuskan bekas injakan kaki atlet pelompat. Garis tumpuan harus ditempatkan antara 1 m dan 3 m dari sisi akhir lebih dekat dengan tempat pendaratan. Jarak antara garis-tumpuan dan sisi jauh tempat pendaratan minimal 10 m. Balok/Papan tumpuan dan Papan Indikator Plastisin Bagian atas papan indikator plastisin harus juga ditutup sepertiga yang pertama ± 3mm dan seluruh panjangnya dengan suatu lapisan plastisin. 8. Tepi balok yang lebih dekat dengan tempat penda. 6.Segera setelah garis batas-tumpuan ini maka dipasang suatu 'papan indikator plastisin'sebagai alat bantu petuga Judge/judge. sehingga sambil menghapus bekas injakan kaki. lebar 20 cm (±2mm) dan tebal 10 cm. Bila dipasang pada lekukan. Permukaannya harus naik dari permukaan balok-tumpuan setinggi 7 mm (±1mm). Ini berupa papan yang kaku-kokoh lebar 10 cm (±2mm) dan panjang 1. Pinggirnya harus miring sampai 45 derajat dengan tepai yang dekat dengan jalur ancang-ancang ditutup dengn lapisan plas tisin memajang setebal 1mm atau harus dipotong sedemikian sehingga lekakukan itu bila diisi dengan plastisin akan miring dengan sudut 45 derajat (Lihat diagram)!. Papan inti harus dinaikkan pada suatu lekukan pada jalur acang-ancang. Balok-tumpuan ini harus berbentuk segi ampat terbuat dari kayu atau bahan lain yang cocok & tegar dengan ukuran panjang 1.22m ±0. Harus dicat berwarna putih.

91 Tempat Pendaratan. kemudian diakhiri dengan gerak-lompat (jump). Jarak antara papan/balok-tumpuan dengan tepi jauh bak/tempat pendaratan harus sekurang-kurangnya 21 m. 4. yang dilakukan secara berurutan seperti itu. Pasal 186 LOMPAT JANGKIT (Triple Jump) Peraturan untuk perlombaan Lompat-jauh berlaku untuk Lompat-jangkit dengan tambahantambahan sebagai berikut : Peraturan Perlombaan.kakinya yang'menggantung'(sleeping) menyentuh tanah. suatu langkah dan satu lompat. . Tidaklah akan dianggap suatu kegagalan bila atlet pada waktu sedang melompat. Catatan: Peraturan Pasal 185.terganggu/tertunda. (lihat Diagram).2. 2. Lompat-jangkit ini adalah suatu lompatan yang harus terdiri dari suatu jingkat. 1.75m lebar max. harus dipasang se-utas tali/pita pembatas pembatas memanjang tempat pendaratan sehingga ketentuan di atas dapat tercapai/dipenuhi. Untuk lomba atletik internasional.rus tidak kurang dari 13 m untuk ‘putra’ dan 11 m untuk ‘putri’ dari sisi terdekat dengan tempat pendaratan.Untuk perlombaan yang lain jarak ini hendaklah disesuaikan dengan tingkatan perlombaan. Diagram: Bak-pasir / Tempat pendaratan Lompat-jauh/jangkit terpadu 10. Tempat pendaratan ini berukuran. poros jalurlari ancang-ancang kalau diperpanjang akan berhimpit dengan tengah-tengah bak-pasir tempat pendaratan.1 c) tidak berlaku pada pendaratan biasa dari tahap jingkat dan langkah. Tempat pendaratan harus diisi dengan pasir basah yang lembut sedang permukaannya harus datar-rata dengan permukaan balok tumpuan. disusul dengan membuat satu langkah penuh (step)dan harus mendarat pada kaki lain. 3. Papan / Balok-tumpuan. Catatan: Bila poros/as jalur-lari ancang-ancang tidak segaris dengan garis tengah tempat pendaratan. Jingkat (hop) dilakukan dengan si pelompat mendarat dengan kaki yang sama sesuda bertolak (kaki tumpu/tolak itu digunakan juga sebagai kaki pendarat yang pertama). Bila mungkin. lebar min.disarankan bahwa balok-tumpuan ha.3m.

5.dengan lebar minimum 1.22 m ± 0. Antara balok-tumpuan dengan tempat pendaratan harus ada suatu tempat untuk tahap'langkah'dan 'lompat'.01m menyediakan tempat yang kokoh – rata-datar. 92 .

93 C . b) Penggunaan sarung-tangan dilarang. c) Dalam rangka mendapatkan pegangan/grip yang mantap. a) Tidak ada perlengkapan dalam bentuk apapun. . 4 Pengamanan Pribadi.75kg 6kg 800g Putra Senior 7. Penggunaan pita-perekat pada tangan harus dila. 3. e) Pada tolak-peluru.Tabel berikut ini menunjukkan implemen/peralatan yang digunakandalam tiap kelompok/grup-umur : Implemen / peralatan Peluru Cakram Martil Lembing Putri Remaja/Junior/ Senior 4kg 1kg 4kg 600g Putra Remaja 5kg 1. 1.kan harus sesuai dengan spesifikasi-spesifikasi IAAF/PASI. Sesuai atas peraturan teknik yang relevan. seorang atlet boleh memakai sebuah alat pelindung siku. Peralatan demikiantidak akan diterima apabila model yang sama adalah ada di dalam daftar dari semua yang disediakan oleh Panitya Penyelenggara.LEMPAR Pasal 187 KONDISI UMUM Peralatan Resmi. Kecuali seperti yang disediakan di bawah.atlet boleh memakai sabukkulit atau dari bahan yang cocok lainnya. atlet boleh mengenakan perban pada per gelangan tangannya sebagai pelindung dari cedera. pembungkusan jari-jari masing-masing diizin kan dalam lontarmartil. di-cek dan ditandai sebagai telah disahkan oleh Panitya Penyelenggara sebelum perlombaan dan tersedia siap pakai bagi semua atlet atlet. peralatan yang diguna. f) Pada lempar lembing.Hanya peralatan yang memegang sertifikat IAAF yang sah yang digunakan . semua peralatan lomba Semua peralatan lomba harus disediakan oleh Panitia Penyelenggara. dalam hal lontar-martil.’Namun.25kg 2kg 7. selain ibu-jari. atau dapat diperoleh dengan memintanya kepada IAAF website. Dalam hal. Dalam semua perlombaan atletik internasional. misalnya: pengikatan dua jari-jari atau lebih menjadi satu.ini. 2. yang akan diizinkan. yang dengan cara ini akan membantu seorang atlet ketika melakukanlemparan.rang kecuali dalam hal diperlukan guna menutup suatu luka terbuka atau ‘koreng.EVENTS . d) Dalam rangka melindungi tulang belakang dari cedera.5kg 5kg 700g Putra Junior 6kg 1. atlet diizinkan menggunakan zat yang cocok hanya pada tangan saja atau pada sarung-tangan sebagai tambahan.Pembalutan ini harus ditunjukkan kepada Ketua Judge/Judge sebelum lomba dimulai. harus nampak jelas/terlihat (berlobang). kecuali untuk melontar-martil. sarung tangan itu harus halus pada bagian punggung dan pada bagian depan dan ujung jarijari. asalkan peralatan demikian diberi/memiliki sertifikat dari IAAF. Tidak ada perobahan yang dilakukan terhadap tiap peralatan selama perlombaan berlangsung. Delegasi Teknik dapat mengizinkan para atlet perta lomba menggunakan peralatannya sendiri atau peralatan yang disediakan oleh suatu suppliier.26kg 800g Catatan: Suatu formulir standard untuk mengajukan permohonan ser tifikasi peralatan (lomba) sekarang telah telah tersedia atas permohonan dari Kantor/Markas besar IAAF.

2.4cm . Denah Lingkaran Lempar Cakram . menembus titik-tengah lingkaran-lempar dengan sudut siku-siku kepada laris-tengah dari sektor lemparan/pendaratan. boleh dari besi baja atau bahan lain yang cocok.50m(±5mm) pada lempar-Cakram.Permukaan pada bagian dalam ini harus datar rata dan 1. Bibir-pinggir lingkaran-lempar minimum tebal 6mm dan harus dicat putih. Ini dapat dicat atau dibuat dari kayu atau bahan lain yang cocok. aspal atau bahan yang kokoh-kuat namun tidak licin.dan 2.suatu lingkaran yang dapat dikemas(portable) yang memenuhi spesifikasi ini dapat dizinkan untuk digunakan. Garis-tengah / diameter bagian dalam lingkaran-lempar adalah 2. bagian atasnya harus da.135m (±5mm) pada Tolak-peluru dan Lontar-Martil. Denah Lingkaran Tolak-Peluru (Layout of Shot Circle) 7.tar/rata dengan permukaan tanah di luarnya. Sebuah garis putih lebar 5cm harus ditarik dari pinggiran metal atas membentang minimal 75cm pada kedua sisi lingkaran-lempar.6cm lebih rendah dari tepi atas pinggiran lingkaran/sirkel. 5. Pada Tolak-peluru. Bagian dalam lingkaran-lempar ini dibuat dari beton.Ujung belakang garis putih harus membentuk perpanjangan garis khayal.135m dengan memasang/ menempatkan satu ring melingkar di dalamnya.94 Lingkaran Lempar. 6.50m sampai 2. Martil dapat dilontarkan dari lingkaran-lempar cakram asalkan diameter lingkran ini dikurangi dari 2. Lingkaran-lempar harus dibuat dari besi yang dilengkungkan.

95 Denah lingkaran Lontar-Martil. 8. . Atlet tidak boleh menyemprot atau menyebar zat apapun di dalam lingkaran-lempar atau pada sepatu yang dipakainya.

Garis-garis itu harus ditarik dari bagian-bagian yang jauh dari lengkungan/busur itu sikusiku dengan garis paralel yang membatasi jalur ancang-ancang. Jalur Lintasan lari awalan Lempar Lembing dan Sektor Pendaratan 96 . haruslah 1:100 dan miring keseluruhan dalam arah lari 1:1000.5m diukur dari tepi dalam garis-batas lempar yang melengkung itu. Apabila kondisinya memungkinkan panjang minimum 33. 9.Jalur lari ancang-ancang lempar lembing. Kemiringan yang masih dibolehkan untuk kemiringan ke samping dari jalur ancang-ancang.5m. Ini harus dicat putih dan terpasang datar rata dengan tanah/lintasan.5m.Garis batas lengkung atau busur ini dicat putih dibuat dari kayu atau metal dengan lebar 7 cm. panjang 75 cm dan lebar 7cm. Catatan : Adalah suatu kegagalan bila seorang atlet memulai berlari jari jarak melebihi 36.Jalur lempar ini ditandai dengan dua garis-putih paralel selebar 5cm dan 4m terpisah. Dalam event lempar-lembing panjang minimum jalur-ancang-ancang adalah 30 m dan maximum 36.Lemparan itu dibuat dari belakang suatu garis batas lengkung dari sebuah sirkel yang dibuat dengan radius 8m. Garis-garis ini harus dicat putih.

peraturan relatif terhadap tiap lemparan belum dilanggar.92° sedemikian rupa sehingga sisi dalam dari garis bila diperpanjang akan melintasi titik pusat lingkaran. dia menyentuh dengan setiap bagian tubuhnya.ri ancang-ancang-lempar dan berpotongan pada titik-pusat ling.dari suatu jalur ancang-ancang.sektor-lempar harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm dan suatu sudut sebesar 34.karan yang lengkungan/busur itu adalah bagian darinya.92° dapat dibuat dengan tepat dengan cara membuat jarak antara dua titik pada garis sektor lempar 20m dari titik-pusat lingkaran. bagian atas dari lingkaran besi bagian atas atau tanah yang ada di luar lingkaran. b) setelah dia melangkah masuk ke dalam lingkaran-lempar dan mulai membuat lemparan.97 Sektor Pendaratan 10. b) Dalam lempar-lembing. dan dalam lempar-lembing. Jadi untuk setiap 1 m dari titik-pusat lingkaran. Dalam hal suatu percobaan lempar dilakukan dari suatu lingkaranlempar. seorang atlet harus memulai dari sikap berdiri diam di dalam lingkaran-lempar. asalkan tidak ada ketentuan / peraturan lain yang dilanggar. alat-lempar (peluru. dia menyentuh dengan setiap bagian dari tubuh nya. sektor lemparan harus ditandai dengan ga ris putih 5cm lebar sedemikian rupa sehingga tepi dalam garis bila diperpanjang akan melintasi dua perpotongan dari sisi da. jarak melintang harus meningkat dengan 60cm. tanah atau rumput.seorang atlet boleh melakukan interupsi (pemutusan) gerak percobaan lemparnya sekalipun telah dimulai. Catatan: Ini tidak akan dinilai sebagai suatu kegagalan apabila cakram atau bagian manapun dari martil menyentuh sangkar setelah dilepaskan.cakram.lam dari lengkungan/busur.60). Asalkan dalam proses melakukan kesempatan-lomba (trial). Apabila meninggalkan lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang. d) pada lempar-lembing. boleh meletakkan alat-lemparnya di dalam atau di luar lingkaran-lempar atau jalur-ancang-ancang dan boleh mening galkannya. atau bahan/materi yang cocok di atas mana peralatan itu meninggalkan goresan bekas jatuhnya benda/alat dimaksud.2. Sektor pendaratan harus terbuat dari sinder/gravel. a) Kecuali untuk lempar-lembing.garis lengkung yang membatasi daerah lempar atau tanah di luarnya. dan garis paralel menandai jalur la. (Lihat diagram). jarak itu harus 12m terpi-sah (20 x 0. dia menyentuh setiap bagian tubuhnya atau anggotanya. Kemiringan maximum untuk kecondongan ke bawah yang umum dari sektor pendaratan. dia akan melangkah keluar sebagaimana diminta sesuai paragraf/butir . dia juga boleh menyentuh bagian dalam dari balok-penahan.martil) harus dilemparkan dari sebuah lingkaranlempar. bagian atas dari balok-penahan. c) pada tolak-peluru. Kesempatan Lomba (Trials) Dalam Tolak Peluru. Adalah menjadi suatu kesalahan/ kegagalan bila seorang atletlomba dalam percobaan melakukan kesempatan-lombanya : a) melepaskan peluru atau lembing secara tidak sempurna. Pada tolak-peluru. Catatan: Sudut 34.dalam arah lemparan hendaknya tidak melebihi 1:1000.Seorang atlet boleh menyentuh leng kungan besi sebelah dalam. Lempar Cakram dan Lontar Martil. Jadi sektor lempar itu kurang-lebih 29°.yang dijelaskan dalam Pasal 188.

Dalam hal lempar lembing. pengukurannya ditarik ke sisi dalam lengkung an batas-lempar sepanjang garis ke titik-pusat lingkaran yang lengkungan/busur itu adalah bagiannya. dalam event lempar-lembing.Peluru ini tidak dibawa di belakang garis bahu. Selesai tiap lemparan.17. Catatan: Semua gerak yang diizinkan dalam paragraf ini harus dimasukkan/diperhitungkan dalam waktu maximum untuk kesempatanlomba sesuai Pasal 180. Ini adalah suatu kegagalan apabila: peluru. Sebuah bendera yang menyolok atau tanda/marka boleh juga disediakan untuk menandai adanya Rekor Dunia dan Rekor-Benua ataupun Rekor Nasi onal. 21.Sebuah bendera yang menyolok atau marka dapat disediakan untuk menan terbaik bagi tiap atlet. Pengukuran. Untuk lemparan yang dimulai dari lingkaran-lempar. 19.ngah lingkaran.apabila jarak yang diukur bukan suatu sentimeter yang utuh. alat-lempar harus dibawa kembali ke tempat dekat lingakaran-lempar atau tempat awalan dan jangan sekali-kali dilemparkan balik/kembali. 17.Dalam semua event lempar. 1.dari lokasi dimana mata-lembing menyen tuh/menancap tanah. cakram dan martil. . 20. cakram. peluru harus menyentuh atau dekat sekali dengan leher atau dagu si penolak/pelempar dan tangan-nya harus tidak turun ke bawah posisi ini pada saat tolakan berlangsung. di-tarik pita ukurnya ke sisi sebelah dalam dari lingkaran-lempar sepanjang garis ke titik-pusat lingkaran. bila atlet meninggalkan jalur ancang-ancang lempar kontak pertama dengan garis paralel atau tanah di luar jalur awalan.langkah pertama menginjak bagian atas besi lengkung atau tanah di luar lingkaran harus sepenuhnya di belakang garis putih yang ditarik di luar-garis membentang melewati titik te. kepala martil atau mata-lembing pada saat kontak pertama dengan tanah menyentuh garis batas sektor lemparan atau tanah di luar sektor-lemparan. Marka/Tanda-tanda.Pada saat atlet penolak-peluru mengambil sikap berdiri di dalam lingkaran-tolak untuk memulai melempar.01m terdekat ke bawah.Pengukuran tiap lemparan kesempatan-lomba harus dilakukan segera setelah lemparan: dari jejak/bekas terdekat jatuhnya peluru.bila atlet mening galkan lingkaran-lempar.17 sebelum kembali ke lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang untuk memulai melakukan kesempatan-lomba yang baru.Atlet harus tidak meninggalkan lingkaran-lempar atau jalur ancang-ancang sampai alatnya jatuh ke tanah. Peluru harus didorong/ditolakkan dari bahu dengan hanya satu tangan.hasil lemparan harus dicatat sampai jarak 0. harus sepenuhnya di belakang garis lengkungputih batas-lempar dengan sudut siku-siku dengan garis paralel.dimana ini akan dipasang di sepanjang luar garis -sektor. Pasal 188 TOLAK PELURU 98 dai lemparan Ketentuan Perlombaan.

berbentuk sepotong lengkungan sehingga sisi sebelah dalam bertemu tepat dengan sisi sebelah dalam lingkaran-lempar.Balok Penahan. Peluru harus terbuat dari besi utuh keras(solid iron). yaitu suatu tingkat kekasaran N7 atau kurang. Konstruksi. 4. 5.2cm dalam kaitannya dengan dataran lantai bagian dalam lingkaran. Untuk bisa halus licin tinggi rata-rata permukaan harus tidak kurang dari 1. Ukuran.Balok ini dipasang di tengah-tengah antara garis-sektor-lemparan.2cm sampai -30cm panjang.15m ± 0.Ini harus berbentuk bulat-bola dengan permukaan yang kasar melainkan harus halus-licin. 3. Peluru ini harus sesuai dengan kekhususan-2 berikut ini: PELURU .6um. Balok-penahan ini dibuat dari kayu dan dicat putih. dan dibuat sedemikian rupa sehingga terpasang kokoh-kuat pada tanah. Konstruksi.01m untuk suatu lengkungan yang sama dengan lingkaran dan dengan tinggi 10cm ± 0. Balok-penahan ini berukuran 11. Diagram: POTONGAN BALOK-PENAHAN TOLAK-PELURU 99 Permukaan Lingkaran-tolak Peluru. 2. kuningan atau logam lain yang tidak lebih lunak dari pada kuningan atau kulit suatu bahan metal yg keras dan diisi dengan timah atau bahan lain. dg penghubung antara ke dua titik 1.

025 kg 7. Masing-masing sisi cakram harus sama dan tanpa ada gerigi. Konstruksi.265 kg untuk keperlu an 4.000 kg 5.260 kg Informasi untuk pembuatan: .Variasi berat pe luru 4.005 kg 7.000 kg 6. Dari titik ini sampai poros Y tebal cakram adalah tetap. Nilai maximum ini dicapai pada jarak 25mm sampai 28.285 kg perlombaan -Diameter minimum -Diameter maximum 95 mm 110 mm 100 mm 120 mm 105 mm 125 mm 110 mm 130 mm Pasal 189 LEMPAR CAKRAM Cakram.ringan metal.5 mm dari titik-pusat sebuah cakram.005kg 5.tebal cakram meningkat secara teratur sampai mencapai tebal minimum D.asalkan datarannya rata dan seimbang dan ukuran berat keseluruhan cakram itu sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. 1.100 Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam perlombaan dan dapat diterima untuk pembuatan suatu rekor: 4. Sisi sebelah atas dan bawah cakram itu harus identik. berprojeksi atau bertepian tajam.Ada bentuk cakram alternatif yang lain yang dibuat tanpa menggunakan pi.juga cakram ini harus simetris berkaitan dengan putaran mengitari poros Y. yang pinggirannya harus dibuat membulat. Profil sebuah cakram harus didesain sebagai berikut. Dari awal permulaan lengkungan dari pinggiran. Cakram. .025 kg 6.005 kg 6.025kg 5.Badan cakram boleh jadi utuh (solid)atau berrongga dan di dibuat dari kayu atau bahan lain yang cocok. termasuk permukaan dari bagian pinggirnya harus tidak ada bagian yang kasar dan bagian tengahnya harus halus & uniform/merata seluruhnya. Penampang melintang pinggiran cakram membentuk bulat lingkaran penuh dengan radius/jari-jari 6mm.Ditengah badan-cakram terdapat piringan metal yang dipasang rata ke dalam pusat ke dua sisinya. dengan pinggiran (rim) terbuat dari metal/logam.Sisinya harus dibuat meruncing dalam garis lurus dari awal lengkungan sisi suatu lingkaran yang berjarijari antara 25-28.000 kg 7.5mm dari poros cakram Y.

505kg 1.025kg Diameter pinggiran metal sebelah luar Minimum 180mm 200mm 210mm 219mm Maximum 182mm 202mm 212mm 221mm Diameter keping-metal atau daerah datar-tengah Minimum Maximum 50mm 50mm 50mm 50mm 57mm 57mm 57mm 57mm Tebal dari keping me.000 kg 1.005kg 1.025kg 1.101 Profil sebuah CAKRAM (Discus) 2. para Petugas dan para pe- .005kg 1. Semua lempar cakram harus dilakukan dari dalam sebuah sangkar/kurungan guna menjamin keamanan penonton.000 kg Informasi untuk pabrik Variasi berat untuk persediaan dl lomba Pembuatan: 1.tal atau daerah pusat yang datar Minimum Maximu 37mm 38mm 41mm 44mm 39mm 40mm 43mm 46mm Tebal rim/ lingkaran Minimum Maximum 12mm 13mm 12mm 13mm 12mm 13mm 12mm 13mm Pasal 190 SANGKAR LEMPAR CAKRAM 1.525kg 1.lam pembuatan suatu rekor: 1. Ini harus memenuhi spesifikasi/syarat-syarat berikut : CAKRAM Berat minimum untuk diizinkan dalam perlombaan dan diterima da.775kg 2.755kg 2.500 kg 1.750 kg 2.

tetapi kekuatan pemutus minimum harus 40 kg. Catatan: Sangkar-martil sebagaimana dipaparkan pada Pasal 192 dapat juga digunakan untuk event lempar-cakram.Ukuran lobang jaring maximum harus 5 cm untuk kawat-baja dan 44mm untuk jaring dari tali (alami).50 m. Catatan ii): Desain yang innovatif yang memberikan tingkat perlindungan yang sama dan tidak menambah zona /daerah bahaya dibanding dengan desain yang konvensional dapat diberikan Sertifikat oleh IAAF. Catatan I): Pengaturan panel belakang/jaring-jaring adalah tidak penting asalkan jaring-jaring itu minimum 3. Inspeksi secara visual saja tidaklah cukup untuk jaring-jaring dari serat-fibre. Sangkar itu harus didesain. 4. 2.Bila konstruksi ini tidak dapat diterapkan di lapangan latihan.Nasehat/petunjuk pembuatannya ada tersedia atas permintaan dari organisasi/federasi nasional(PASI) atau dari Biro/ Kantor/Markas Besar IAAF. Tetapi sebaiknya beberapa potongan panjang dari jaring sample standar harus dikerjakan oleh pabrik pembuatnya. dibikin dan dipelihara. 102 3. Ukuran minimal tali atau kawat tergantung kepada konstruksi sangkar.maka kiranya konstruksi yang lebih sederhana akan cukup memadai. Jaring-jaring sangkar dapat dibuat dari jaring-alami yang cocok atau benang fibre-sintetis atau alternatif lain dari kawat-baja yang berdaya tegang sedang atau tinggi. baik dengan memasang lingkaran-lempar yang konsentris dengan garis-tengah 2. 5. Harus difikirkan dalam men-desain dan membangun sangkar untuk mencegah sebuah cakram menerobos keluar lewat sambungan sambungan panel sangkar atau menerobos di sela-sela panel kawat atau lobang jaringjaring atau menelusup di bawah panel jaring-jaring. Asalkan semua persyaratan peraturan akan hal ini dipenuhi. Lebar bagian mulut sangkar harus 6m dipasang 7m di depan pusat lingkaran-lempar. .atau dengan menggunakan perpanjangan pintu sangkar itu dengan suatu lingkaran-cakram terpisah yang dipasang di depan dari ling karan lempar-martil. sehingga mampu menahan sebuah cakram 2kg yang bergerak dengan kecepatan 25 m/detik. Pengaturan sangkar ini harus sedemikian rupa sehingga tidak akan ada bahaya akibat lenting-balik(rikoset)atau memantul kembali terhadap si atlet pelempar atau melewati atas sangkar. Sektor yang berbahaya maximal dalam lempar cakram dari sangkar ini adalah kira-kira 69° bila digunakan oleh atlet-kidal maupun yang normal dalam perlombaan yang sama. Dalam rangka menjamin keamanan sangkar terus-menerus jaring-jaring kawat-baja harus diinspeksi minimum 1 X tiap tahun.135/2. Catatan : Spesifikasi lebih lanjut untuk jaring-jaring dan prosedur pengawasan keamanan adalah tertera di dalam buku “The IAAF Track & Field Facilities Manual”. segala bentuk desain & kon struksi sangkar dapat digunakan.serta-lomba.Posisi & penempatan sangkar di arena oleh karenanya sangat kritis terhadap penggunaannya yang aman. Sangkar ini harus direncankan berbentuk 'U' seperti terlihat pada diagram.Tinggi panel jaring-jaring kawat pada titik terendah minimal 4 m.00 meter dari titik pusat lingkaran.Salah satu da ri ini dapat dipindahkan setiap 12 bulan dan diadakan pengetesan guna menjamin kekuatan jaring berkelanjutan.Sangkar cakram yang dibahas dalam peraturan ini dimaksudkan untuk digunakan di dalam suatu stadion besar penuh dengan penonton berlimpah mengelilingi arena-lomba bersamaan dengan event lain yang sedang dilaksanakan.

diizinkan meletakkan kepala martil (yang akan dilontarkannya) di tanah. baik didalam ataupun di luar lingkaran-lempar. (Dimensi dalam ukuran meter).103 Rencana Denah Sangkar Lempar Cakram. asalkan cara melontarnya dilakukan sesuai peraturan. Bila si pelontar-martil kehi langan keseimbangan dan akhirnya melanggar sebagian peraturan. dan . asalkan tidak ada peraturan lain yang dilanggarnya. Pasal 191 LONTAR .MARTIL Peraturan Perlombaan. hal ini tidak dihitung sebagai lontaran martil yang salah. hal ini hendaklah tidak dihitung sebagai lontaran-martil yang gagal.Bila martil itu patah sewaktu dilontarkan atau sedang di udara. bila kepalamartil menyentuh tanah di dalam ataupun di luar lingkaran-lempar. 3. Si atlet boleh berhenti dan akan memulai melontar lagi. Hendaklah tidak dihitung sebagai lontaran-salah/gagal. 2. atau menyentuh bagian atas besi lengkung. Seorang atlet atlet ada dalam posisi start sebelum melakukan ayunan pendahuluan atau putaran.

Kepala-martil dibuat dari besi yang solid atau metal yang lain tetapi tidak lebih lunak dari kuningan atau logam dilapis bahan keras diisi dengan timah atau bahan yang keras lainnya. Pegangan-martil harus kuat(solid) dan kaku (rigid) dibuat dalam satu potong tanpa ada engsel dan semacamnya.Kepala-martil. Kawat ini dapat berbentuk cincin (loop) pada satu ujung atau kedua ujungnya sebagai alat pegangan. dari baja-pegas yang lurus dengan diameter tak kurang dari 3 mm dan harus tidak mulur (tambah-panjang) pada saat martil diayun untuk dilontarkan.si atlet itu diberi satu kesempatan-lempar yang baru. Tali-kawat.Konstruksi. 5. Sisi-sisi pegangan itu boleh lurus atau sedikit lengkung dimana sisi itu bertemu pegangan sehingga menyediakan ruang yang luas bagi tangan si pelontar. Ini harus berben tuk suatu segi-tiga iso-sceles atau suatu sektor dari suatu bentuk lingkaran. Pegangan martil boleh memiliki suatu pegangan yang lengkung atau yang lurus dengan lebar maximum sebelah dalam 130mm dan panjang maximum sebelam dalam 110mm. Ini harus diikatkan kepada tali-kawat sedemikian rupa hingga tidak dapat diputar di dalam loop (cincin) dari tali kawat untuk menambah panjang keseluruhan dari martil. Kekuatan pemutus pegangan minimum haruslah sebesar 20 kN (2000kgf). Martil terdiri dari tiga bagian: Kepala-besi. Pegangan. 6. 7. Pegangan ini hendaklah tidak mulur (bertambah-panjang) pada saat martil dilemparkan. 104 Diagram : PEGANGAN MARTIL . tidak putus. Bila model pengisian. tali dan pegangan. 4. Martil.Tali kawat ini adalah dari kawat tunggal. ini harus dimasukkan sedemikian rupa sehingga isi ini tidak dapat bergerak dan bahwa titik pusat gravitasinya berkedudukan tidak lebih dari 6mm dari titik-pusat bulatan (peluru).

Sedangkan engsel-putar (kili-kili) tidak akan dipa kai disini.005kg 6. bisa dari model biasa atau model pakai pelor-putar(ball-bearing).025kg 7.005kg 7.025kg 6.265kg 4.260kg Informasi bagi parik Variasi berat martil untuk disediakan bagi perlombaan pembuatnya: 4. Sambungan bagian tali.000kg 5. Sebuah martil harus memenuhi syarat-syarat ini : MARTIL / HAMMER 105 Berat minimum untuk dapat ditrima dalam perlombaan dan agar pembuatan rekor dapat diakui: 4. Bagian tali martil harus dihubungkan dengan bagian kepala-martil dengan menggunakan engsel-putar. Alat yang disarankan untuk mengetest titik pusat gravitasi Kepala Martil .Minimum 1160mm 1165mm 1175mm 1175mm Maximum 1195mm 1200mm 1215mm 1215mm Diameter kepala martil Minimum Maximu 95mm 110mm 100mm 120mm 105mm 125mm 110mm 130mm Titik Pusat Gravitasi Kepala Martil Tidak lebih dari pada 6mm dari pusat bulatan-bola besi. 9. yaitu ini adalah mungkin untuk menyeimbangkan kepala-martil. pada sebuah lobang tajam datar berdiameter 12mm (lihat diagram). Pegangan ini dihubungkan dengan bagian-tali dengan perantaraan kawat-baja berben tuk cincin(loop).005kg 5.285kg Panjang martil diukur dari bagian dalam peganganmartl . dikurangi pegangan dan tali-tangkai-martil.000kg 7.8.000kg 6.025kg 5.

dan panel yg kanan untuk pelontar yg kidal(yg berputar sesuai arah jarum-jam). Catatan I):Panel yang sebelah kiri digunakan bagi pelontar martil yg tidak-kidal (yang memutar anti-arah jarum-jam).106 Pasal 192 SANGKAR LONTAR-MARTIL Semua gerak lontar-martil harus dilakukan dari dalam sebuah sangkarmartil guna menjamin keamanan penonton. Pengaturan sangkar ini harus sedemikian rupa sehingga tak akan ada bahaya rekoset (lenting-balik) martil itu kepada si pelontar atau lewat bagian atas sangkar.Nasehat dapat diperoleh atas permintaan dari organisasi nasional atau dari Kantor IAAF. seperti nampak pada diagram.Tinggi jaring-jaring panel pada titik terendah adalah minimal 7 m untuk panel-panel/jaring-jaring di belakang sangkar dan minimal 10m untuk panel terakhir 2. .80m menuju ke titik poros-pintu. Catatan ii): Posisi akhir dari kedua panel ditunjukkan dalam rencana meskipun dalam perlombaan hanya satu panel akan ditutup pada setiap saat selama perlombaan berlangsung. panel-jaring yg dapat digerakkan harus dipasang pada posisi yg betul sesuai diagram.Oleh karenanya panel ini dalam mendesain harus diperhitungkan dapat dikunci pa da waktu operasional di arena-lomba. Harus difikirkan dalam pembuatan desain & konstruksi sangkar-martil untuk mencegah martil melejit keluar menerobos celah-celah sambung. Dua buah panel-jaring lebar 2m yang dapat dipindah-pindahkan harus disediakan di depan sangkar. .Lebar mulut-sangkar haruslah 6m. Sangkar-martil harus direncanakan berbentuk 'U'. dibuat (di pabrik) dipelihara agar mampu menyetop/menghentikan kelapa-martil(7.26kg) yang terbang-melayang lepas dengan kecepatan 32 m/detik. Catatan iii): Bila lagi operasional. hanya satu yang akan dioperasionalkan pada suatu waktu. para Petugas dan atlet-lom ba. Asalkan semua ukuran & tuntutan peraturan dipenuhi sesuai ketentuan segala bentuk dan macam sangkar-martil dapat digunakan.Penyiapan panel kanan atau kiri hendaklah disesuaikan akan kebutuhan para pelontar(kidal atau tidak)dan perobahannya sendiri harus berlangsung secara cepat tanpa membuang waktu & tenaga.dengan event-event lain sedang berlangsung pada waktu yang sama atau ketika event itu digelar diluar arena dengan penonton yang berlimpah banyak. Tinggi minimum panelpanel itu adalah 10m.50m jauhnya dari pusat lingkaran-lempar. dan terutama di tempat latihan konstruksi yang lebih sederhana akan cukup memadai.an panel atau lobang jaring atau nyelonong lewat bawah panel-jaring Catatan: Pengaturan panel-panel belakang/jaring-jaring adalah tidak penting asalkan jaring-jaring itu adalah minimum 3. Sangkar-martil dimaksud dalam peraturan ini diperuntukkan bagi penggunaannya di dalam suatu arena besar. Sangkar ini perlu dibikin desain-nya. Dimana ini tidak diterapkan. diletakkan 7m di de pan dari pusat lingkaran-lempar.

beberapa panjang sample dari tali standar harus digarap ke dalam jaring-jaring oleh pabrik pembuatnya. Lobang tiap mata-jaring adalah 5 cm bila dibuat dari kawat-baja.sa minimal setiap 12 bulan sekali. Pemeriksaan secara visual tidaklah cukup bagi tali rajut dari fibre Malahan. 107 . Catatan v): Desain yang innovatif yang menyediakan tingkat perlindungan yang sama dan tidak menambah luasnya zone bahaya dengan desain konvensional.dan 44mm bila dibuat dari tali-rajut biasa.Satu hal yang penting un tuk diperhatikan adalah bahwa panel-panel jaring ini harus mampu menahan/menyetop martil yang menghantamnya dan tidak menimbulkan bahaya dikarenakan martil ini menerobos/menembus lewat celah antara panel tetap dan panel-yang dapat digerakkan. digandeng dengan poros vertikal atau horizon tal atau dengan secara dicopot(mudah-sambungan vertikal horisontal atau dengan cara mudah-dilepas & dipasang).Catetan iv):Pembuatan panel-panel jaring itu dan peng-operasiannya tergantung dari desain keseluruhan sangkar-martil yang dapat digerakkan secara digeser. Dalam rangka menjamin keamanan sangkar yang berlanjut.Ukuran tali minimum atau ka. dari kawat-baja berdaya-regang sedang sampai tinggi. Jaring-jaring untuk sangkar dapat dibuat dari tali rajut-alami atau dari rajut-fibre sintetis.an putus minimum daya tegangan/tahanan haruslah 300 kg. Salah satu dari ini da pat dipindah/diambil setiap 12 bulan dan ditest guna menjamin kekuatan jaring-jaring terus-menerus.wat-baja tergantung konstruksi sangkar.tetapi harus memiliki kekuat.jaring-kawat harus diperik. dapat diberi Sertifikat IAAF. atau secara alternatif.

Sangkar Lontar Martil dan Lempar Cakram dengan Lingkaran lempar Konsentris 108 ..

bila digunakan oleh pelontar kidal dan yang tidak-kidal dalam satu perlombaan yang sama. Dalam hal ini. Catatan: Pengaturan panel belakang/jaring-jaring tirai adalah tidak penting asalkan jaring-jaring adalah minimum 3. Untuk lingkaran-lempar terpisah untuk lontar-martil & lempar-cakram di dalam satu sangkar yang sama.ngan lingkaranlontar martil berada di depan.00m jauhnya dari titik-pusat lingkaran lempar cakram dari lingkaran lempar terpisah (lihat Pasal 192.37m pada garis-tengah dari sektor pendaratan/lemparan de.Pemasangannya dapat dilakukan dengan 2 cara.Yang paling gampang dengan menggunakan lantai semen yang sama untuk lingkaran-lem par yang konsentris 2. Oleh sebab itu.4 e). .109 Bila dikehendaki sangkar-martil dapat dipakai bersama event lempar. posisi dan pengaturan sangkar di arena untuk penggu naan yang aman adalah sangat kritis/penting. kedua lingkaran lempar itu harus ditempatkan satu di belakang yang lain dengan titik-pusat terpisah sejauh 2. Sangkar lontar-martil harus digunakan untuk lempar cakram dengan memasang secara tetap panel jaring-jaring dapat digerakkan bebas dari mulut sangkar.135m/2. Sektor yang mengandung bahaya maximum untuk lontar-martil dari sangkar ini adalah kira-kira 53°.cakram.50m jauhnya dari titik-pusat lingkaran yang konsentrik atau minimum 3.50m bagi lontar-martil& lempar-cakram. panel-panel jaring yang dapat digerakkan harus digunakan untuk lempar cakram.

110 Sangkar Lontar Martil dan Lempar Cakram dalam konfigurasi cakram (Terpisah) .

111 .

Lembing terdiri dari tiga bagian-utama: mata-lembing. terbuat sepenuhnya dari metal.dan-lembing. Ini bo leh terdiri dari suatu ujung yang diperkuat dari metal lain yang dipatrikan diujung depan dari kepala-lembing (mata-lembing) asalkan seluruh kepala-lembing ini harus halus (lihat Pasal 188. dan talipegangan/grip. Lihat Catatan ii)!. dan si atlet akan diberikan satu kesempatan-lempar yang baru. Mata-lembing/bagian kepala ini terbuat sepenuhnya dari metal. dan harus tidak diayun atau dibandul(slung or hurled). Pada badan-lembing terpasang di bagian depan mata-lembing (metal-head) yang berujung meruncing. lobang. Apabila pelempar dengan itu kehilangan keseimbangan dan karenanya melanggar sebagian peraturan.seorang pelempar boleh membuat gerakan memutar badan penuh sehingga punggungnya menghadap ke ba. Pegangan lembing. kecuali segera setelah di belakang kepalalembing dan pada bagian depan & belakang pegangan/grip.LEMBING Peraturan Perlombaan a) Lembing itu harus dipegang pada tempat pegangannya (grip-nya). Pegangan ini harus sama tebal. dan harus tidak ada perobahan tiba-tiba dalam diameter keseluruhannya.ataupun tonjolan. di seluruh panjang lembing. menyempitnya diameter tidak boleh melebihi 2. ini tidak dihitung sebagai suatu lemparan-salah. Apabila lembing patah sewaktu dilempar atau saat melayang di udara. . namun pengecilan ini tidak boleh melebihi 0. sampai lembing telah dile paskan terbangmelayang di udara. hal ini tidaklah dihitung sebagai lemparan salah.5mm dan permulaan ini dari tuntutan profil memanjang tidak boleh lebih dari 300 mm di belakang kepala-lembing. termasuk bagian di bawah grip. yang menutupi titik-pusat gravitasi.Badan lembing berongga/berlobang atau utuh-padat.ri lain yang cocok. Lembing Konstruksi.tas lengkungan lempar. benjolan dan lekuk-lekuk.atau dari bahan/mate. bintilbintil ataupun alur-alur. sehingga membentuk suatu benda keseluruhan yang terintegrasikan mantap. Di bagian belakang kepala-lembing. tetapi tanpa ada simpul.apabila ujung mata-lembing menyen tuh/menggores/menancap tanah sebelum bagian lembing lainnya.Lihat Catatan i! Diameter maximal badan-lembing harus tampil segera di depan tali pegangan/grip. Permukaan badan lembing tidak boleh ada lesung-lesung pipit.dan bagian yang ka sar dan harus licin uniform/merata sama pada seluruh permukaannya.Gaya-lempar non-orthodox tidak diizinkan. Dari pegangan ini lembing itu semakin meruncing ke ujung depan & ke ujung ekor di belakang. Profil memanjang dari tempat grip ke ujung depan dan ke ujung ekor harus lurus atau sedikit cembung (convex).tidak boleh melebihi diameter badan-lembing dari pada 8mm.4) dan uniform merata di sepanjang seluruh permukaannya. berbentuk silindris atau sedikit meruncing ke arah belakang. Ini memiliki pola lilitan tali anti-selip biasa. dan harus dilempar lewat bahu atau bagian atas lengan pelempar. ba. segera di de pan sampai segera di belakang grip.25mm.112 Pasal 193 LEMPAR . Bagian tengah badan lembing. Suatu lemparan adalah hanya sah. Tidak sesaatpun selama proses melempar. Penampang melintang sebuah lembing harus seluruhnya bulat.asalkan lemparannya dilakukan sesuai peraturan yang berlaku.

Pada titik 150mm dari ujung ekor lembing.25mm.Untuk badan-lembing pada bagian yang sedikit cembung (convex) bagian yang lurus akan bergoyang bila bersentuhan kuat dengan bagian yang pendek. Min.20m 2. Min. Diameter lembing pada jarak 150mm dari ujung tak boleh lebih dari 80% dari diameter max imum badan-lembing.50m 3.70m Panjang mata-lembing (Length of metal-head) Jarak ujung mata-lembing ke titik pusat gravitasi Diameter badan-lembing pada bagian yg gemuk/tebal Lebar dari talipegangan/grip Min.86m 1. beda maximum antara diameter yang terbesar dan terkecil diperbolehkan hanya 2%.50m 3.00m 23mm 28mm 150mm 160mm 2. Untuk bagian profil yg lurus. Pada titik ini adalah tidak mungkin untuk memasukkan alat 1. 2. 6. yang dapat merobah posisi titik-pusat gravitasi atau merobah sifat sifat lemparan.20mm anta ra lembing dengan sisi yang lurus dimana saja sepanjang perkenaannya. harus tidak kurang dari 90% diameter maximum badan-lembing. Nilai rata-rata dari ke dua diameter itu sesaui benar dengan spesifikasi/syarat dari lingkaran bulat badan-lembing. Pada lembing tak boleh ada/dipasang benda atau alat yang bergerak/ bergeser pada saat lembing dilempar.Pada titik tengah antara pusat gravitasi ke ujung mata-lembing. Min.20mm1. Max. Pengecilan badan-lembing ke arah ujung-ekor harus sedemikian sehingga diameter pada titik-tengah antara titik-pusat gravitasi dan ekor-lembing.30m 2.30m 0.80m 0. diameternya tak boleh lebih dari 90% dari dia meter maximum badan-lembing. Max. Persyaratan/spesifikasi sebuah lembing : LEMBING 113 Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam perlombaan dan untuk syarat diterima dalam pembuatan suatu rekor ( termasuk tali pegangan) 600gr 700gr 800gr Informasi untuk pabrik pembuat alat: Variasi berat alat untuk disediakan bagi perlombaan 605gr 705gr 805gr 625gr 725gr 825gr Panjang keseluruhan Min. Diameter badan-lembing pada ujung ekor harus tidak kurang dari 3.adalah tidak mungkin untuk memasukkan alat 0.30m 2.Hal ini berlaku segera di belakang kepala dn badan lembing. Max. .Catatan i) : Meski penampang melintang lembing harus bulat. diameter ini tidak kurang dari 40% dari diameter maximum badan-lembing. Pengecilan lembing sampai pada ujung mata-lembing sedemikian rupa dan sudut pengecilan tidak lebih dari 40°. 2.90m 1.25 mm. Catatan ii): Bentuk profil memanjang lembing dapat dengan cepat dicek dengan menggunakan metal panjang lurus minimal 500 mm panjang dan tebal 0.30m 0.dengan sisi yang lurus dipegang kuat terhadapnya.06m 25mm 30mm 150mm 160mm 7.92m 20mm 25mm 140mm 150mm 2.60m Max. 2.40m 2.50m 3.5mm. Max.30m 0.

400m. : Hari I : 100 m gawang. tl. 4. l.cakram. lempar. tl. Hari II : -100mgw.500 m. 1500m. loncat galah. tinggi. lp.dan 1. tolak peluru. loncat tinggi. Dasalomba berisikan lomba atletik 10 event.Diagram ‘LEMBING INTERNASIONAL’ 114 SEKSI V . tolak peluru. : Hari I : 100m. 2. . lempar lembing.500 m. loncat tinggi.: Hari I : 100m. Pancalomba berisikan lomba lima event yang harus dilakukan dalam satu hari. REMAJA PUTRA (BOYS YOUTH) (Octathlon = Hasta/delapan-lomba) 5. lompat jauh.lembing. dan lari 1. lp.t. 200m. dan 1000m. lp.cakram.galah. 400m. Hari II : 110m lari-gawang. lari 200m. Dasalomba Putri terdiri dari 10 events yang harus diselesaikan dalam dua hari berturutturut dengan urutan sbb. Saptalomba berisikan lomba 7 event. lempar lembing. yang dilakukan dalam dua hari berturut-turut.: Hari I : 100m. PUTRI JUNIOR & PUTRI SENIOR (Sapta Lomba & Dasalomba) 3. lp.jauh. yang harus dilaksanakan dalam dua hari berturut-turut dengan urutan event sbb. 800 m.peluru. yang dilakukan dalam waktu dua hari berturut-turut.LOMBA EVENT GABUNGAN Pasal 200 PERLOMBAAN EVENT GABUNGAN (Combined Events Competitions) PUTRA JUNIOR & PUTRA SENIOR (Panca & Dasa Lomba) 1. dengan urutan sbb. lp. dengan urutan sbb. dengan urutan-lomba sebagai berikut: lompat-jauh.jauh. lp.tinggi. lempar-cakram. Hari II: 110m gawang. Octathlon terdiri dari delapan event. lempar lembing.lembing. lp.peluru. dan 400m. Hari II : lompat jauh.

sehingga paea atlet degan prestasi yang sama dalam tiap event individu selama periode waktu yang ditentukan. Lebih disukai lima atau lebih. seorang atlet akan dikenakan diskualifikasi di mana dia telah membuat dua kali start-salah. UMUM 7. prestasi setiap atlet harus diambil/dicatat oleh tiga orang Judge Pencatat Waktu yang independen / bebas. 8. dan jangan kurabng dari tiga. 12. untuk keperluan pembuatan rekor.tu event menuju dimulainya event berikutnya. harus ditempatkan dalam heat atau grup yang sama. tolak peluru. lempar lembing. Hanya satu sistem pencatat-waktu yang digunakan selama lomba tiap event.115 REMAJA PUTRI (GIRLS YOUTH) (Heptathlon = sapta-lomba) 6. Delegasi Teknik atau Wasit Event Gabungan harus memiliki wewenang untuk mengatur tiap grup apabila menurut pendapatnya hal ini dikehen daki/diperlukan 9. tetapi harus dianggap telah meninggalkan perlombaan. Di dalam event terakhir dalam Event Gabungan. sebagaimana dapat diterapkan. menurut Tabel Score IAAF yang mutahir harus diumumkan secara terpisah untuk tiap event dan sebagai suatu jumlah kumulatif. yang dilaksanakan dalam dua hari berturutturut dengan urutan sbb. untuk semua atlet setelah selesainya tiap event. pemenangnya adalah atlet yang dalam banyak event mencatat nilai lebih banyak dari atlet yang lain yang memiliki hasil-sama itu. Dalam hal alat Pencatat Waktu Otomatis penuh tidak tersedia. heat-heat dan grupgruo harus diatur oleh Delegasi Teknik atau Wasit Event Gabungan. Bila terjadi 'hasil-sama'. Setiap atlet yang gagal melakukan start atau membuat kesempatan lomba dalam salah satu event harus tidak diizinkan ikut-serta di dalam event berikutnya. Heat-heat atau grup-grup untuk event berikutnya harus diatur seperti ketika atlet menjadi tersedia dari event sebelumnya. bila mungkin hendak lah ada waktu interval minimal 30 menit antara waktu berakhirnya sa. 13.harus diberlakukan kepada setiap atlet. Heptathlon / sapta-lomba disini terdiri 7 event. Nilai. Pemenangnya adalah atlet yang mendapat catatan nilai tertinggi (dari semua event yang dilombakan). waktu yg diperoleh dari sistem Foto-Finis Otomatis Penuh harus digunakan/diterapkan tanpa menghiraukan apakah waktu demikian ada tersedia bagi atlet lomba yang lain dalam event. Atas dasar kebijaksanaan Wasit Event-gabungan.: Hari I : 100m lari gawang. Peraturan Lomba IAAF untuk tiap event yang merupakan perlombaan akan diterapkan dengan perkecualian sebagai berikut : Dalam event lompat jauh dan tiap event lempar. heat-heat harus diatur sehingga satu heat berisikan para atlet yang menonjol / leading setelah event kedua dari belakang. pemenangnya adalah atlet yang mengumpulkan jumlah nilai . atlet harus ditempatkan dalam tiap heat atau grup. Karenanya dia harus tidak diperhitungkan dalam pengelompokan/ klasifikasi akhir. dan 200m. Bila hal ini belum memecahkan masalahnya. 10. Dalam tiap event terpisah dari suatu lomba Event Gabungan. Dalam event lari di lintasan. 11. Hari II : lompat jauh. loncat tinggi. setaip atlet harus diberikan hanya tiga trials (kesempatan-lomba). dan lari 800m. Semua atlet yang menentukan akan menarik diri dari Lomba Event Gabungan harus segera memberi informasi kepada Wasit Event Gabungan atas keputusan yang dia ambil itu. Namun. Bila hal ini tidak bisa dicapai sebab karena jadwal event-event itu. waktu antara selesainya event terakhir pada hari pertama dan dimulainya event pertama pada hari ke dua sekurang-kurangnya ada waktu 10 jam (istirahat). Bila mungkin.

suatu lingakaran dan sektor pendaratan untuk tolak-peluru harus disediakan. Direkomendasikan bahwa apabila fasilitas demikian itu tersedia. 3. Stadion ini harus harus sepenuhnya tertutup dan terlindung (completely enclosed & covered). baik secara tetap/permanen ataupun secara temporer/sementara.2).menangnya adalah atlet yang mengumpulkan nilai tertinggi pada event ke dua. Arena lomba harus termasuk suatu lintasan-lari berbentuk aval/lonjong-telor. Yang pertama itu harus lebih disukai bisa menerima paku ‘spikes’ 6mm yang terpasang pada sepatu-sepatu-lari (running shoes). . suatu lintasan lari-lurus untuk lari sprint dan lari-gawang.rapkan untuk/dalam Perlombaan Atletik ‘Indoor’. g) dan h) harus dilaksanakan di atas fasilitas ini. tiap jalur lari awalan/ancang-ancang harus memiliki daya-kenyal yang merata di sepanjang permukaan jalur dimaksud. 219.3. Catatan I) : The Track and Field Facilitiess Manual berisikan lebih rinci dan ketentuanketentuan spesifiksi-spesifikasi untuk perencanaan dan pembangunan stadion indoor. Peraturan dari Seksi I sampai V untuk perlombaan atletik ‘outdoor’ adalah juga dapat dite. Sebagai tambahan. Hal ini akan dicek. Hal ini juga berlaku untuk hasil sama bagi setiap kedudukan dalam perlombaan. (Lihat Pasal 143. f). Semua jalur lintasan. 2.PERLOMBAAN ATLETIK “INDOOR” Pasal 210 DAPAT DITERAPKANNYA PERATURAN LOMBA-ATLETIK ‘OUTDOOR’ KE DALAM LOMBA-ATLETIK ‘INDOOR’ Dengan pengecualian sebagaimana dinyatakan dalam Peraturan-peraturan berikut dari Seksi VI ini. 116 SEKSI VI . jalur-lintasan ancang-ancang/awalan dan tempat-tempat pendaratan untuk event lompat. Penerangan. maka pe. Pasal 211 STADION ATLETIK ‘INDOOR’ 1. 4. d) dan perlombaan yang dibawah pengawasan langsung IAAF harus dilaksanakan hanya pasa fasilitas yang telah memeiliki serifikat pengesahan IAAF.3 & 220.2 dan 218.terbanyak pada salah satu event. untuk daerah bertolak/bertumpu untuk event lompat sebelum setiap perlombaan (Lihat Pasal 218. Semua fasilitas (sarana-prasarana) harus memenuhi spesifikasi2 dalam “The Track& Field Facilities Manual). Ketebalan alternatif akan disediakan oleh pihak pengelola stadion yang akan memberi tahu para atlet terhadap berapa panjang paku spikes yang masih dapat diizinkan digunakan.4) Perlombaan atletik indoor sesuai peraturan IAAF Pasal 1 a). perlombaan atletik sesuai Pasal 1 e). penghangatan dan ventilasi harus disediakan guna memberi kondisi yang memuaskan bagi perlombaan. Sejauh secara tehnis dimungkinkan. b) c). dan seterusnya. jalur awalan atau permukaan tempat bertumpu/bertolak harus diditutup dengan suatu bahan sintetis atau memiliki permukaan terbuat dari kayu . Dan bila hal ini masih belum memecahkan masalah hasil-sama.

22m ± 0.ringan maximum 1 : 1000.Catatan ii) : Formulier standard tentang Aplikasi pemberian sertifikt untuk fasilitas atau dapat duiperoleh dengn mengkopi dari IAAF website. Jalur lintasan ini lebar 1. harus ada suatu transmisi vertikal. Catatan : Untuk semua lintasan lari yang dibangun sebelum 1 Januari 2004lintasan lari itu memiliki lebar maxuimum 1. 117 Pasal 212 JALUR LINTASAN LURUS (The Straight Track) 1. Sisi luar dari pembatas/kerb ini atau garis membentuk bagian dalam jalur-lintasan 1. bebas dari ganggu an tersedia bagi atlet yang berhenti berlari tanpa mendapat cedera. Jalur Lari (Lanes) Lintasan ini harus memiliki minimum 4 dan maximum 6 jalur-lari.10m termasuk garisjalur di sebelah kanan. Bagian dalam lintasan harus dibatasi apakah dengan suatu pembatas (kerb) dari bahan yang sesuai.90m dan maximum 1. Lintasan lari. yang jari-jari / radiusnya haruslah sama. Dalam rangka memperlancar perobahan dari lurus-datar ke tikungan bertepian. 2. Pasal 213 LINTASAN LARI OVAL & JALUR-JALUR LARI Panjang nominal lintasan haruslah lebih disukai 200m. Jalur ini harus memiliki lebar yang sama dengan suatu lebar minimum 0. 3. atau dengan suatu garis-putih lebar 5 cm. Harus ada tempat kosong minimal 3m di belakang garis-start yang bebas dari segala macam gangguan. Kemiringan ke samping maximum dari lintasan haruslah tidak melebihi 1 : 100 dan kemiringan ke arah-lari harus tidak melebihi 1 : 250 pada setiap titik dan 1 : 1000 keseluruhannya. Jalur lintasan haruslah dipisahkan dengan garis-putih lebar 5cm. Dan harus ada daerah kosong minimal 10m dibalik garis-finis. Catatan: Sangat disarankan bahwa daerah kosong dibalik garis-finis haruslah 15m.25m. Ini akan terdiri dari dua jalur paralel horisontal lurus dan dua tikungan. Lintasan lari harus memiliki minimum 6 jalur dan maximum 8 jalur yang terpisah dan yang dibatasi pada dua sisinya oleh garis-putih lebar 5cm. Start dan Finis. yang mungkin dibatasi. . Sudut-tepian (Banking) Sudut tepian pada semua jalur-lintasan haruslah sama pada setiap persimpangan lintasan. Sebagai tambahan.nya dibuat dengan suatu transisi yang gradual dan halus yang dapat diperpanjang sampai 5 m ke dalam (lintasan) yang lurus. Sisi sebelah dalam dari jalur-lintasan atau kerb haruslah horisontal di sepanjang lintasan dengan kemi.01m termasuk garis batas jalur di sisi kanan. perobahan. kira-kira 5cm tinggi dan lebar.

Garis-finis untuk semua perlombaan pada lintasan-oval haruslah perpanjangan garis-start pada jalur-lintasan 1. minimal tinggi 45cm dan dipasang dengan sudut 120° ke permukaan lintasan. Anggota yang bersangkutan boleh jadi mencapai kesepakatan untuk tidak menggunakan lintasan untuk lomba event 800m.1 a). Dalam lomba 800m. b) dan c). Catatan : Untuk semua perlombaan atletik indoor yang langsung di bawah IAAF. Garis-start dan Garis-finis untuk suatu Lintasan dengan nominal panjang 200m. 118 Persyaratan Dasar. penggunaan pembatas (kerb) sebelah dalam adalah sangat disarankan. garis-start (daerah pertukaran/pergantian tongkat untuk estafet) haruslah tidak ada pada bagian yang tajam dari suatu tikungan dan juga tidak pada bagian tepian yang terjal/curam. . suatu start-kelompok (group-start) seperti pada Pasal 162. Perlombaan sampai dan termasuk 200m harus dilarikan seluruhnya pada lintasan. lurus. Garis-start pada jalur-lintasan 1 yang pokok haruslah ada di yang lurus. tiap atlet ditugaskan untuk berlari di lintasan terpisah atau suatu grup melakukan start lebih suka menggunakan lintasan 1 dan 3 dapat dugunakan. adalah bahwa jarak bagi setiap atlet. Start & Finis suatu perlombaan harus ditandai dengan garis-putih lebar 5cm. Persyaratan penting untuk semua garis-start. dan itu haruslah pada suatu bagian yang lurus dari lintasan lari dan sepanjang dari yang lurus itu haruslah sebelum garis-finis.9 dapat digunakan untuk mengizinkan 6 orang atlet untuk saling bersaing/berlomba. bila mengambil arah terpendek yang diizinkan haruslah sama. Pasal 214 START & FINIS PADA LINTASAN OVAL Informasi teknis tentang konstruksi dan pembuatan marka pada suatu tepian lintasan indoor adalah diberikan secara rinci dalam “IAAF TRACK & FIELD FACILITIES MANUAL. lihat butir 9) harus dalm posisi dimana tinggi tepian pada lintasan luar harus tidak llebih dari 12 derajat. Kerucut atau bendera itu harus ditempatkan pada garis-putih sehingga pinggiran dari dasar kerucut atau bendera berhimpitan dengan tepi garis-putih terdekat dengan lintasan.” Prinsip-prinsip dasar untuk diadopsi adalah diberikan berikut di bawah ini. Bendera-kecil itu berukuran kira-kira 25cm X 20cm. Kerucut atau bendera harus ditempatkan pada jarak tidak lebih dari 1. Syarat untuk garis-finis adalah bila pada semua kemungkinan hanya ada satu untuk semua Jarak-lomba yang berbeda. ini harus ditandai dengan tambahan pemasangan kerucut atau bendera –bendera kecil. langsung menyilang lintasan dan yang siku-siku terhadap garis jalurlintasan. yang siku-siku terhadap garis-lintasan untuk bagian lintasan yang lurus dan sepanjang suatu garis radius untuk bagian lintasan tikungan. Catatan ii): Pada lintasan dengan jalur kurang dari 6. dan kurang dari 800m harus start dan diteruskan di lintasan sampai pada akhir tikungan ke dua. tiap atlet harus memiliki suatu lintasan terpisah pada saat start. Posisinya harus ditentukan sehingga garis-start berjenjang yang paling maju pada lintasan luar (dalam lomba 400m. Sejauh mungkin. Kerucut itu minimal setinggi 20cm. Perlombaan lebih jauh dari 800m harus dilarikan tanpa lintasan (terpisah) dengan mengguna kan garis-start lengkung atau start-kelompok/grup.Marka pada Tikungan (Marking of the Bend) Dimana bagian dalam dari pinggir lintasan dibatasi dengan suatu garis putih. Pergelaran Perlombaan (Concuct of the Races) Untuk lomba lari 400m atau kurang .5m pada tikungan dan 10m pada lintasan lurus. berjenjang atau lengkung. Catatan I ): Dalam kompetisi selain yang disebut di atas di bawah Pasal 1. Perlombaan lebih dari 200m.

dan akhirnya sampai pada garis-finis. Sayangnya.4) memanjang garis-radius melalui pusat teoritis dari lekukan pada titik itu. yang penting terutama untuk mengatur posisi garis-start untuk event 400m dan 800m di lintasan luar baru kemudian mengerjakan/ menggarap kembali semua garis-start. kelonggaran echelon yang normal adalah mirip dengan untuk suatu lomba lari 200m (Lihat butir 8 di atas)! Kedua. pada sisi dari posisi yang diukur lebih dekat ke finis. garis itu harus diperpanjang menyilang lintasan dengan sudut siku-siku terhadap garis-jalur lintasan apabila pada suatu bagian yang lurus dari lintasan. Pertama.2) Setelah menciptakan posisi garis-start dimana ini berpotongan garis-pengukuran 20cm keluar dari bagian dalam lintasan. Posisi garis-start pada lintasan 1 dan posisi garis-finis telah diciptakan. Dalam lintasan luar itu dimana pemisahannya cukup. Karena itu. Dimana masalah ini timbul. Garis-start ke dua ini kemudian dapat diberi tanda dengan cara yang sama seperti untuk lomba lari 200m. Ini timbul dalam ljalur-intasan yang lebih dalam (yaitu: jalur 2dan 3) tetapi tidak terjadi pada jalur yang lebih luar(yaitu: jalur 5 dan 6) dimana pengaturan yang dikarenakan garis-putusputus adalah lebih besar daripada 7 cm. apabila tidak adanya keadaan yang luar biasa. adfalah tidak mungkin untuk memberi marka dua garis-start yang berbeda kecuali jika perbedaan posisi ini adalah melebihi kira-kira 7 cm untuk memungkinkan suatu celah yang jelas 2cm antara 2garis-start. yang diwarnai sama dengan warna garis-putus-putus. Pengaturan ini dapat ditentukan ketika memberi marka/tanda garis putus-putus. sejak garis-start lebar 5 cm. Bila ada pada bagian yang lengkung pada lintasan. tabel berikut ini harus digunakan untuk menentukan jumlah babak (ronde) dan jumlah seri (heat) dalam setiap ronde (babak) untuk dilaksanakan dan merupakan prosedur kualifikasi bagi tiap babak dari event lari/lintasan. pemecahannya adalah untuk menggunakan garis-start yabng paling belakang. Pada saat para atlet diizinkan meninggalkan jalur-lintasannya pada memasuki jalur-lurus setelah berlari satu atau dua tikungan dalam jalur-lintasan. dimana para atlet diizinkan untuk meninggalkan jalur-lintasannya. Adalah posisi garis-strat ini di lintasan luar yang menentukan posisi dari semua garis-start dan garis-finis pada lintasan. Dalam rangka menghindari pembeberan tentang start kepada atlet di lintasan luar pada lintasan yang bertepian curam yang sangat tidak menguntungkan. suatu pengaturan/penyetelan terhadap titik-start pada tiap jalur-lintasan untuk memberi kompensasi bagi para atlet yang ada di lintasan luar memiliki jarak yang lebih jauh dari pada mereka yang ada di lintasan dalam untuk mencapai posisi bagian dalam pada akhir lintasan lurus setelah garis putus-putus. di sepanjang garis-radius menuju ke pusat tikungan dan bila pada satu bagian transisi (Lihat Passal 213. Masalah ini tidak timbul pada jalur-lintasan 1 sejak sesuai sdefinisi tidak ada pengaturan untuk garis-putus-putus.): . Kualifikasi dari Babak-babak Pendahuluan (Preliminary Heats) Dalam perlombaan atletik indoor. posisi start harus mengambil dua faktor untuk dipertimbangkan. suatu garis-start ke dua dapat diukur di depan garis-start yang pertama dengan ‘pengaturan’ yang dibutuhkan yang ditentukan dari garis putus-putus. posisi garis-start pada lintasan sisanya harus ditentukan dengan mengukur pada tiap jalur-lintasan kembali/ke belakang dari garis-finis. Pengukuran pada tiap jalur-lintasan harus dilakukan dengan cara yang benar-benar sama seperti untuk jalur-lintasdan 1 ketika mengukur panjang lintasan (Lihat Pasal 160. semua garis-start dan disini garis-finis digeser cukup jauh ke belakang dari tikungan pertama sehingga untuk membatasi penggunaan kecuraman tepi-pinggiran ke suatu tingkatan yang dapat diterima. 119 Garis-start Berjenjang untuk Lomba lebih dari 200m.Garis-start Berjenjang untuk suatu lomba lari 200m. sampai dengan 800m. Catatan : Untuk membantu atlet mengenali garis-putus kerucut-kerucut kecil atau prisma-prisma berukuran 5cm X 5cm dan yang tak lebih tinggi dari 15cm. dapat dipasang pada interseksi/persimpangan dari tiap garis-lintasan dan garis-putus. Garis-start kemudian dapat diberi tanda dengan lebar 5 cm.

400m.Memenuhi kualifikasi babak R-1 fikasi babak R-2 Heats P T Heats P T 2 2 3 3 2 3 4 2 1 5 3 3 2 3 3 6 2 6 2 3 3 7 2 4 2 3 3 Event : 3000m Jumlah atlet Atlet lomba 16 – 24 25 – 36 37 . 800m. 60mgw Jumlah atlet Memenuhi kuali.120 Event lari: 60m. .48 Memenuhi kualifikasi babak R-1 Heats P T 2 4 4 3 3 3 4 2 4 Catatan : Prosedur kualifikasi di atas hanya akan valid / syah berlaku untuk 6 jalur lintasan keliling dan 8 jalur lintasan lurus. 4 x 400m Jumlah atlet Atlet lomba 7 – 12 13 – 18 19 – 24 25 – 30 31 – 36 37 – 42 43 – 48 49 – 54 55 – 60 Memenuhi kuali. 4 x 200m.Memenuhi kuali Atlet lomba kasi babak R1 fikasi babak R2 Heats P T Heats P T 9 – 16 2 3 2 17—24 3 2 2 25 –32 4 3 4 2 4 33 – 40 5 4 4 3 2 2 41 – 48 6 3 6 3 2 2 49 – 56 7 3 3 3 2 2 57 – 64 8 2 8 3 2 2 65 – 72 9 2 6 3 2 2 73 – 80 10 2 4 3 2 2 Event lari: 200m.Memenuhi kualiMemenuhi kualifikasi babak R-1 fikasi babak R-2 fikasi babak R-3 Heats P T Heats P T Heats P 2 2 2 3 3 3 2 3 4 2 4 2 3 5 2 2 2 3 6 2 6 3 2 7 2 4 3 2 8 2 2 3 2 9 2 6 4 3 2 3 10 2 4 4 3 2 3 Event lari: 1500m Jumlah atlet Atlet lomba 12 – 18 19 – 27 28 – 36 37 – 45 46 – 54 55 – 63 Memenuhi kuali.

Pasal 215 Pakaian. bagian tiap paku sepatu (spikes) yang mencuat dari sol atau tumit haruslah tidak melebihi 6 mm (atau sebagaimana diminta / dituntut oleh pihak Panitya Penyelenggara). dimensi dan permukaan gawang ditentukan dalam Pasal 168 untuk lomba lari-gawang outdoors. Susunan / layout dari gawang-gawang untuk perlombaan adalah sebagai berikut : Panjang jalur-lomba Tinggi gawang Jumlah gawang Jarak-jarak : . Ranking yang diacu harus ditentukan sebagai berikut : untuk seri/heat babak pertama dari daftar yang relevan tentang prestasi yang valid/syah yang dicapai selama periode pra-penentuan. Lomba lari gawang harus dilaksanakan dengan menempuh jarak 50m atau 60m pada lintasan lurus.Garis-start ke gawang 1 . Sepatu & Nomor (dada) Atlet Dengan pengecualian berikut ini.Gawang akhir ke gr-finis PUTRA 50m / 60m 1. sepatu dan nomor atlet untuk pergelaran lomba atletik indoor Bila suatu perlombaan dilaksanakan pada permukaan sinthetis.8. suatu undian lintasan harus dibuat untuk : dua lintasan luar antara dua orang atlet ranking tertinggi atau tim/regu.86m / 9. Pasal 216 Lomba Lari Gawang 1.121 Penarikan Undian Lintasan (Draw for Lanes) Untuk semua event selain 800m.72m 9.4 dan Pasal 166. untuk sisa lintasan dalam lainnya antara para atlet atau regu yang lain. 2. Rincian konstruksi. Paku-paku spike ini harus memiliki diameter maximum 4 mm. Pasal 143 harus berlaku untuk pakaian. Perlombaan harus dilaksanakan sesuai peraturan Pasal 168 untuk lomba lari-gawang outdoors. Pasal 217 Lomba-lari Estafet (Relay Races) Pelaksanaan Lomba Dalam lomba lari estafet 4 x 200m semua tahap pertama dan tikungan pertama dari tahap ke dua harus dilarikan di dalam jalur-lintasan.50m / 13.3 a).50m 11.Antar gawang .00m 8. dimana ada lari keliling berturut-turut dari suatu lomba. dua lintasan berikutnya antara atlet ranking ke 3 dan 4 atau tim/regu.067m 4/5 13. Pada akhir tikungan harus ada garis terputus- .14m 8. untuk ronde/babak berikutnya atau babak final sesuai dengan prosedur yang di-identifisir dalam Pasal 166.840m 4/5 13. berlari sepenuhnya atau sebagian pada lintasan keliling suatu tikungan.72m PUTRI 50m / 60m 0.00m 3. Untuk semua lomba yang lain urutan lintasan (lane order) harus diundi sesuai dengan Pasal 166.

putus 5cm secara jelas memotong semua jalur lintasan pada titik ini untuk menunjukkan dimana tiap atlet boleh keluar dari jalur-lintasannya. Pasal 170.7 haruslah tidak berlaku.

122

Dalam lomba lari estafet 4 x 400m, dua tikungan pertama harus ditempuh di dalam jalur lintasan masing-masing. Jadi garis-putus-putus, garis scratch dll. akan digunakan sebagai untuk lomba lari 400m individual. Dalam lari estafet 4 x 800m, tikungan pertama harus dilarikan dalam jalur-lintasan. Jadi garisputus-putus yang sama, garis scratch dll akan digunakan seperti untuk lomba lari 800m individual. Dalam lomba dimana atlet diizinkan meninggalkan jalur-lintasannya pada saat memasuki jalurlurus setelah berlari menempuh dua atau tiga tikungan dalam jalur larinya, layout / susunan untuk start echelon (berjenjang) di jelaskan dalam Pasal 214.9. Catatan : Disebabkan oleh sempitnya jalur-lintasan, lomba lari estafet indoors adalah lebih besar kemungkinan untuk berbenturan dan adanya gangguan yang tak disengaja daripada lomba lari estafet outdoors. Oleh karena itu disarankan bahwa bila mungkin, suatu jalurlintasan cadangan harus disisakan antara tiap tim. Jadi jalur-lintasan1, 3 dan 5 akan digunakan dan jalur lintasan 2, 4, dan 6 ditinggalkan tidak diisi/kosong. Pasal 218 Lompat Tinggi Daerah awalan dan Tempat bertumpu/bertolak 1. Daerah tempat bertolak/bertumpu haruslah datar dengan kemiringan keseluruhan 1 : 250. Bila bertolak/bertumpu dengan menggunakan matras portable, semua referensi/acuan dalam peraturan untuk menyamakan tingkatan dari daerah/tempat bertolak/bertumpu haruslah ditafsirkan sebagai mengacu kepada tingkatan permukaan bagian atas dari matras. Pondasi di atas mana permukaan daerah/tempat bertolak itu diletakkan haruslah solid/kokoh atau bila ini adalah konstruksi yang menggantung (seperti papan-kayu dinaikkan pada balok-silang), tanpa ada bagian khusus yang rusak. 2. Landasan ancang-ancang/awalan, di luar daerah bertolak/bertumpu, haruslah datar-rata dan tidak membal/ngeper dan yang tepat sama seperti daerah bertolak/bertumpu. Namun, atlet boleh memulai lari mendekatnya/ancang-ancngnya pada tepian lintasan oval asalkan 5m terakhir dari larinya ada pada lintasan-awalan yang datar-rata. Pasal 219 Lompat Tinggi - galah Lintasan lari Awalan / ancang-ancang Pondasi di atas mana permukaan lintasan lari awalan diletakkan haruslah solid / kokoh-kuat atau bila konstruksinya menggantung ( seperti papan-kayu ditumpangkan pada baloksilang / kaso) tanpa ada bagian khusus yang rusak. Atlet boleh memulai lari awalannya pada tepian lintasan oval, asalkan larinya yang 40m terakhir ada di atas tempat awalan yang datar-rata. Pasal 220 Lompatan Horisontal Lintasan lari awalan/Ancang-ancang

1. 2.

Pondasi di atas mana permukaan tempat lari ancang-ancang diletakkan haruslah solid, kokoh-kuat atau bila dari konstruksi yang menggantung (seperti papan-kayu ditumpangkan pada balok-silang) tanpa ada bagian-bagian khusus yang rusak. Atlet boleh memulai lari ancang-ancangnya dari tepian lintasan oval asalkan bahwa 40m terakhir dia berlari pada jalur-lintasan yang datar-rata.

123

Pasal 221 Tolak Peluru Sektor Pendaratan Peluru 1.. Sektor pendaratan lemparan harus terdiri dari material yang cocok di atas mana peluru akan membuat goresan bekas jatuh, tetapi akan memperkecil terjadinya lentingan-membal peluru. 3. Sektor pendaratan lemparan ini harus dikelilingi pada bagian ujung jauh dan pada kedua sisinya sedekat mungkin dengan lingkaran yang mungkin berguna bagi keamanan bagi atlet yang lain & petugas, dengan suatu alat penghalang yang harus menghentikan sebuah peluru yang lagi terbang/bergerak atau memantul dari permukaan tempat pendaratan. Mengingat terbatasnya ruang di dalam arena indoor, daerah yang dipagari dengan penghalangpeluru mungkin tidak cukup luas untuk meliputi sektor seluas 34.92°. Kondisi berikut ini harus berlaku terhadap setiap larangan/pembatasan. a) penghalang pada ujung jauh haruslah minimum 50cm di luar rekor tolak-peluru dunia yang sekarang untuk putra atau putri. b) Garis-sektor pada kedua sisi samping haruslah simetris terhadap garis-tengah sektorlemparan 34.92°. c) Garis-sektor di samping dimana mereka tidak membentuk bagian dari sektor 34.92° boleh berjalan secara
radial dari titik pusat lingkaran peluru dibuat sirkel dengan cara yang sama garsi-sektor 34.92°,. atau mungkin dibuat paralel satu sama lain dan garis yang sama dari sektor 34.92°. Dimana garis-sektor adalah paralel, pemisahan minimum dua garis-sektor haruslah 9m. Konstruksi Peluru Tergantung dari macam daerah pendaratan peluru (lihat butir 2) , peluru itu terbuat dari metal yang solid-kuat atau dibungkus metal atau secara alternatif dengan plastik lunak atau pembungkus karet dengan suatu isian yang cocok. Kedua macam, peluru tidak boleh digunakan di dalam perlombaan yang sama. Metal yang Solid atau Peluru dibungkus Metal Ini semua harus memenuhi peraturan Pasal 188.4 & 188.5 untuk tolak- peluru outdoors. Peluru dibungkus Plastik atau dibungkus Karet Peluru harus memiliki suatu kantong plastik lunak atau karet dengan suatu isian yang sesuai sehingga tak terjadi kerusakan yang disebabkan ketika jatuh mendarat pada lantai ruang-olahraga yang biasa. Ini harus bulat (spherical) berbentuk bola dan permukaannya harus tidak ada bagian yang kasar dan harus halus merata. Peluru ini harus sesuai/memenuhi spesifikasi-spesifikasi berikut :

PELURU Berat minimum untuk diizinkan digunakan dalam pembuatan suatu rekor dalam perlombaan dan untuk diterima 4.000 kg 7.260 kg

Informasi untuk pembuatan: Variasi berat alat untuk keperluan perlombaan 4.005kg 7.265kg 4.025kg 7.285kg Diameter Minimum Diameter Maximum 95 mm 130 mm 110 mm 145 mm

124

Pasal 222 Perlombaan Event Gabungan Panca Lomba Putra (Men Pentathlon) Pancalomba ini terdiri dari lima events, yang harus dilaksanakan dalam satu hari dengan urutan sebagai berikut : 60m larigawang, lp.jauh, tl.peluru, lp.tinggi, lari 1000m. Sapta-lomba Putra ( Men Heptathlon) Heptathlon ini terdiri dari 7 event yang harus dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dengan urutan sebagai berikut : - Hari Pertama: lari 60m, lp.jauh, tl.peluru, lp.tinggi - Hari Kedua : lari 60m gawang, lp.tinggi-galah, lari 1000m Pancalomba Putri (Women Pentathlon) Pentathlon ini terdiri 5 event yang dilaksanakan dalam satu hari dengan urutan sbb.: Lari 60m gawang, lp.tinggi, tl.peluru, lp.jauh, lari 800m. Heat-heat dan Grup-grup Lebih disukai ada empat atlet atau lebih, namun tidak pernah kurang dari tiga atlet yang ditempatkan dalam tiap heat atau grup.

Revisi IAAF RDC JKT: 05.12.2005 Aturan Lomba Atletik 2006-2007 Alih Bahasa : H. Suyono Ds.

Dalam lomba sesuai peraturan Pasal 1.dan d).Ketua Judge memiliki wewenang untuk menjatuhkan diskuali fikasi kepada seorang atlet hanya dari sirkuit lomba ke stadion dan di dalam stadion apabila lomba itu berakhir/finis di dalam stadion atau dalam jarak 100m terakhir bila lomba itu berlangsung sematamata di jalur lintasan atau pada jalur lomba di jalanan. b). e) Untuk lomba jalan-cepat di jalanan. Dalam lomba sesuai Pasal 1.ngan tanah hingga mencapai posisi (badan) tegak/vertikal. c). a) Semua 'Judges' (judge-judge) untuk lomba jalan-cepat yang ditunjuk/ diangkat. dan hanya bertindak sebagai Judge dalam suatu situasi khusus yang dikemukakan pada butir a) diatas da lam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1. Asisten Ketua Judge adalah untuk membantu dengan hanya membe ri tahukan tentang diskualifikasi dan tidak harus bertindak sebagai Judge Lomba Jalan-cepat. Pengawasan (Judging). b) Ketua Judge harus bertindak sebagai petugas pengawas (supervising official) untuk perlombaan. biasanya harus ada minimal 6 orang & maximal 9 Judges.1 a). ketika cara bergerak majunya nyata-nyata gagal memenuhi aturan butir 1 di atas tanpa menghiraukan apakah dia telah menerima peringatan sebelumnya. bila memang belum ada yang ditunjuk sebelumnya. Jalan-cepat adalah gerak-langkah maju yang dilakukan sedemikian rupa sehingga si-pejalan (kaki) tetap bersentuhan dengan tanah. maximum dua Asisten Ketua Judge boleh diangkat oleh Komite Penyelenggara Lokal setelah berkonsultasi dengan Ketua Judge dan Delegasi Teknik. Dalam lomba-atletik sesuai Pasal 1. f) Untuk lomba jalan-cepat di lintasan. b). Kaki yang digerakkan maju ke depan harus dilu. biasanya harus ada 6 orang Judge termasuk Ketua Judge. harus segera memilih seorang Ketua Judge. d) Dalam perlombaan sesuai peraturan Pasal 1.1 a). dan tidak ada saat hilang kontak dengan tanah yang ter-amati/terlihat oleh ma. d). dan c).ruskan (tidak bengkok pada lutut) sejak saat persentuhan pertama de.ta telanjang manusia. g) Dalam lomba jalan-cepat yang dilaksanakan sesuai peraturan Pasal 1.1 .125 SEKSI VII .1 b) dan c).EVENT LOMBA JALAN-CEPAT Pasal 230 LOMBA JALAN-CEPAT (Race Walking) Batasan/definisi Lomba Jalan Cepat. b). c) Semua Judges harus bertindak dalam kapasitas individu masing-masing sing dan keputusan-keputusannya harus didasarkan atas hasil observasinya yang cermat yang dilancarkan dengan mata-kepala sendiri. semua Judge haruslah Judge Internasional/ Area untuk Lomba Jalan-cepat. semua Judge harus lah 'Judge Internasional Lomba Jalan-cepat'. termasuk Ketua Judge yang bertugas. c).1 a).1 a).

Judge ini harus memberi tahukan kepada Ketua Judge atas tindakannya sesuai per Lombaan.1 f) dan Pasal 145. Dalam semua lomba-atletik.tidak lebih dari satu orang Judge dari tiap negara (atlet) yang boleh bertugas (officiating).1 a). maka diskualifikasi ini akan dikenakan/dijatuhkan secepatnya setelah lomba usai. mereka gaga memenuhi/ mentaati peraturan tersebut butir 1 di atas dengan menunjukkan hilangnya kontak kaki dengan tanah atau lutut-bengkok pada suatu saat dalam lomba. Untuk kesalahan yg sama. dapat dikenakan tindakan disipliner lebih lanjut sesuai dengan peraturan IAAF Pasal 22. Untuk semua perlombaan sesuai Pasal 1. dua orang Judges dari kebangsaan yang sama tidak dapat memiliki wewenang/kekuasaan yang sama untuk menjatuhkan diskualifikasi. seorang Ofisial yang bertugas pada Papan Peringatan dan seorang Pencatat Ketua Judge harus ditunjuk/diangkat oleh Komite/Panitya Penyelenggara setelah berkonsultasi dengan Ketua Judge Lomba Jalan-cepat dan Delega si Teknik. Setelah memberikan perhatian kepada seorang atlet. atlet ini terkena diskualifikasi dan dia harus diberi tahu tentang diskualifikasi ini oleh Ketua Judge atau Asisten Ketua Judge. apakah dikontrol langsung oleh IAAF atau terjadi dengan seizin/permit IAAF. Tiap atlet yang terkena diskualifikasi gagal untuk segera keluar jalur-lomba atau lintasan. harus ditunjukkan kepada atlet lomba. Dan signal merah ini digunakan oleh Ketua Judge untuk memberi tahukan atlet atas diskualifikasi baginya. Mereka itu tidak berhak untuk mendapat perhatian ke dua kalinya dari Judge yang sama untuk pelanggaran yang sama pula. . seorang atletlomba yang dijatuhi diskualifikasi harus secepatnya keluar mening galkan lintasan dan dalam lomba di jalan-raya dia setelah terkena diskualifikasi harus segera melepaskan/menanggalkan nomor-atlet nya yang dia pakai dan keluar meninggalkan jalur-lomba. 126 Perhatian (caution). dan c). Apabila menjadi tidak praktis untuk memberitahukan kepada atlet lomba tentang terjadinya diskualifikasi selama perlombaan. b). cara mereka bergerak maju berada dalam bahaya me langgar batasan pengertian jalan-cepat. a) Setiap usul/proposal dari Judge untuk diskualifikasi ini disebut suatu 'peringatan'(warning). terhadap mereka tidak akan diberikan'perhatian' ke dua kalinya dari Judge yang sama. Tanda berwarna 'merah' menunjukkan penjatuhan 'diskualifikasi' ba gi atlet. bila suatu 'perhatian' ditujukan kepadanya. Atlet jalan-cepat harus mendapat'perhatian'dari Judge apabi. Sebuah tanda berwarna dasar 'kuning' dengan simbul pelanggaran pa da tiap sisi. b) Bila seorang atlet menerima 'peringatan' dari tiga orang Judge yang berbeda.Atlet harus diberi ‘peringatan' apabila sesuai caranya bergerak maju. gagal memenuhi ketentuan atu ran dimaksud dalam paragraf/butir 1 di atas. Peringatan dan dis-kualifikasi. Atlet boleh juga diberi tahukan atas diskualifikasinya oleh Wakil/Deputy Ketua Judge. Gagal untuk segera memberi tahukan tidak harus berkhir dengan menerima kembali seorang atlet yang telah dikenakan diskualifikasi.la pada saat berjalan. Dalam lomba di jalur-lintasan (dalam stadion).

atau dengan bantuan Petugas Pos memberikannya di tangan atlet.c) maximum dua orang Petugas dari masing-masing negara dapat diberi 127 . b) Untuk semua lomba (yang dilaksanakan di lintasan atau di jalanan) sampai jarak 10 km. Pan-Pel harus menjamin bahwa jalan-raya yang digunakan sebagai jalur-lomba adalah tertutup bagi lalu-lintas bermotor dari semua arah.baik berupa ban-lengan.Sebagai tambahan. a) Panitya Penyelenggara Lomba Jalan-cepat harus menjamin keamanan/ keselamatan seluruh atlet dan para petugas/petugass.Staf/Petugas Kesehatan ini harus diberi tanda yang jelas. pos penyegar harus diadakan pada tiap sekali-putar jalur-lomba (lap). dimana yang disediakan hanya air-saja. b) dan c). Dalam lomba jalan-cepat sesuai peraturan IAAF Pasal 1. b) Dalam lomba sesuai Pasal 1. posminum/guyur.1 a). Penyegar yang mungkin disediakan oleh Pan-Pel atau oleh para pe serta-lomba sendiri.dan bila perlu dengan tambahan peringatan. Lomba jalan-cepat harus diberangkatkan dengan isyarat tembakan pistol-start.rompi/jaket atau pun tanda lain yang menyolok. dengan diberi tanda yang jelas. c) Suatu bantuan berupa pemeriksaan kesehatan/medis selama perlombaan berlangsung oleh Petugas Medis yang ditunjuk/diangkat oleh Pan-Pel.Sebuah Papan-Peringatan harus ditempatkan di luar jalur-lintasan dekat garis-finis. Untuk semua event lebih dari 10 Km. Prosedur dan Aba-aba baku untuk lomba lebih jauh dari jarak 400 m harus menggunakan aturan Pasal 162. d) Seorang atlet harus segera keluar meninggalkan arenalomba bila diperintahkan demikian oleh anggota dari Tim Petugas Kesehatan/Medis dari Pan-Pel. Pos-pos minum/guyur/penyegar. membuka dirinya bertanggung-jawab terhadap diskualifikasi. Dalam lomba sesuai Pasal 1.3. Keamanan dan Kesehatan/Medis. ditempatkan kira-kira di pertengahan antara dua pos-minum. a) Air & penyegar lain yang cocok harus tersedia di tempat start & finis untuk semua lomba. Bagi semua perlombaan sesuai Peraturan IAAF Pasal 1. guna memberi informasi kepada para atletlomba akan jumlah 'peringatan'(warning) yang telah diberikan kepada tiap atlet.hendaklah tidak dianggap sebagai pemberian bantuan kepada atlet. Seorang atlet yang mengambil penyegar di tempat lain di luar Pos Penyegar.1a). pos-minum & pos-pos guyur harus diadakan dengan jarak interval yang sesuai.1 a) alat komputer yang dipeganga di tangan dengan kemampuan transmisi/ penyebaran harus digunakan oleh para Judges dalam mengkomunikasikan semua peringatan kepada Pencatat dan Petugas Papan Peringatan. harus tersedia di pos-pos yang dikehendaki atlet yang bersangkutan. suatu peringatan lima menit sebelum start lomba harus diberikan. lomba jalan-cepat harus dijadwalkan untuk start & finis di siang hari (day-light). Dalam lomba yang atletnya berlimpah-ruah. b) dan c). hal ini apabila kondisi cuaca memperingatkan untuk penyediaan yang demikian. Ini harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk dicapai/diraih. atau lebih sering apabila cuaca menghendaki penyediaan demikian. Start 5. b).1 a).

seorang atlet boleh meninggalkan/keluar dari jalanan atau lintasan dengan seizin & dibawah pengawasan seorang Official(Judge/Judge). a) Untuk lomba jalan-cepat yang dilaksanakan sesuai Pasal 1.12. Bagi event yang start dan finis di dalam stadion. dan c). Suyono Ds.2004. Dalam Lomba Jalan-cepat di jalanan 20 km atau lebih.tugas membantu di belakang meja-penyegar setiap saat. 10.5 km dan tidak lebih pendek dari 2 km. Tingkah-laku dalam lomba. Tidak ada seorangpun petugas berlari disamping atlet sedangkan dia lagi mengambil air penyegar. jalur sirkuit itu harus ditempatkan sedekat mungkin dengan stadion. . 128 IAAF RDC-JKT: 08. b). maka jalur-lomba keliling(sirkuit) tidak lebih dari 2. b) Jalur-lomba harus diukur sesuai dengan peraturan IAAF Pasal 240. Revisi Aturan Lomba Atletik 2004/2005 Alih Bahasa: H.10. Masalah transponder: lihat peraturan Pasal 240.1 a).3. asalkan dengan keluar jalur-lomba demikian dia tidak mengurangi jarak-lomba yang harus ditempuh. Jalur-lomba di jalan-raya.

yaitu 1 m per Km.lur-speda atau jalan setapak sepanjang jalan besar dengan diberi tanda-tanda yang cukup. 30 km. seperti: kerucut. .jalur-lomba yang diukur harus dicat dengan warna monyolok yang tidak akan dikacaukan oleh tanda-tanda/marka lain. Penempatannya harus ditentukan dan tidak lebih lama dari pengukur annya.maka disarankan agar“faktor pence. bi lamana lalu-lintas atau keadaan yang mirip membuatnya tidak sesuai lagi untuk dijadikan arena/jalur-lomba.10km. 15 km. HalfMarathon. tetapi tidak di atas permukaan tanah yang gembur seperti rumput dan sebagainya.1% (yaitu 42m untuk Marathon) dan panjang-jalur lomba harus telah dibuatkan sertifikat lebih dulu dan disahkan oleh Ahli/Juru Ukur IAAF (PASI). 5km. dan pembuatan dokumennya atas keputusan demikian harus dimasukkan ke dalam laporan pengukuran.yang berarti tiap kilometer di jalanan akan terukur jarak jalur sepanjang 1001 m. Tempat Start dan finis lomba-lari ini harus ditandai dengan garis putih selebar 5cm (minimal).Sedangkan start & finis dapat mengambil tempat di dalam suatu Stadion atletik.1%.1 a).ngan menggunakan sepeda faktor ini sebesar 0. Catatan : 1) Disarankan bahwa lomba lari estafet-jalan-raya dilombakan dengan menempuh jarak marathon. bila mungkin b)dan c). dll.195km.gah kependekan” harus diperhitungkan di dalamnya bila sedang meng adakan pengukuran atas jalur-lomba dimaksud. 20 km. Panjang jalur tidak boleh lebih pendek dari jarak resmi yang dilombakan. b) dan c) dan dalam lomba-lomba atletik yg diberi sank si IAAF langsung.5km. diukur dengan garis-lurus antara keduanya tidak harus terpisah lebih jauh 50% daripada jarak yang dilombakan. Dalam lomba sesuai Pasar Pasal 1.129 SEKSI VIII .10km. maka dapat diadakan di ja.estafet jalan-raya ini disarankan untuk menem puh jarak 'Half Marathon' dengan tahapan sbb: 5km. Bila diniatkan bahwa bagian dari jalurlomba pada hari perlombaan baru akan ditentukan dengan menggunakan alat-alat yang tidak tetap/permanen.195 km). Catatan : Untuk keperluan pengukuran jalur-lomba.7.5km. Dalam lomba sesuai Pasal 1. pengurangan kemiringan medan antara tempat start dan finis harus tidak melebihi 1:1. idealnya dilarikan dengan menempuh jalur-lomba berbentuk'loop'(cincin) sepanjang 5 km dengan pengaturan pentahapan sbb. Lomba lari jalanan ini dilakukan di jalan yang diperkeras. Untuk menghindari diketemukannya jalur-lomba menjadi kependekan pada pengukuran yg akan datang.maka titik-titik tempat start & finis.LOMBA LARI JALANAN Pasal 240 LOMBA LARI JALANAN Jarak lomba-lari yang baku bagi atlet putra-putri adalah: 10 km. Catatan: Disarankan bahwa untuk lomba-lari jalan-raya yang diatur tahapannya atas jarak-standar. Bagi atlet Junior. Marathon(42.1 a). ketidak pastian dalam pengukuran tidak boleh lebih dari 0. disarankan agar digunakan metoda “sepeda yang dikalibrasikan (Calibrated Bicycle Method)”.:5km.Namun.098km. Dalam lomba-lari jalanan. Untuk pengukuran de.dan 6. 100 km dan Lari Estafet Jalan-raya (Road Relay). 25 km. Disarankan bahwa untuk semua lomba-lari jalan-raya yang dilaksanakan atas jarakstandard. jalur-lombanya harus diukur melalui jarak terpendek yang memungkinkan seorang atlet dapat menempuhnya pada bagian jalan yang digunakan untuk lomba. palang-perintang/barikade.000. 2) Disarankan bahwa lomba lari estafet jalan-raya diadakan pada bu Lan April/Mei atau September s/d Desember. 5km.

rompi/jaket. selama perlomban berlangsung kepada atlet-lomba. Dalam lomba-lari jalanan. Staf atau Petugas demikian harus diperlengkapi dengan tanda-tanda yang men colok. yang diberi identitas jelas oleh Komite Penyelenggara. garis selebar 5cm harus dibuat melintang jalur-lomba untuk memberi tanda jarak setiap tahapan dan memberi tanda garis permulaan/nol(scratch-line). harus ditempat kirakira di tengah-tengah antara dua pos penyegar. ini apabila kondisi cuaca memberikan peringatan demikian untuk menyediakannya.Sebagai tambahan. atau atribut lain yang jelas. Start 6. 130 Keamanan dan Kesehatan/Medis 7.topi-khas. Untuk lomba lari-estafet jalan-raya. Pos Penyegar : 8.Penyegar yang disediakan oleh atlet atlet harus selalu diawasi Petugas yang ditunjuk oleh PanPel sejak penyegar itu diserah kan oleh atlet atlet atau Perwakilannya.3). asalkan dengan keluar meninggalkan jalur-lomba dia tidak memperpendek jarak-lomba yang harus ditempuh.4. Penyegar yang dapat disediakan baik oleh Panitia Penyelenggara atau oleh para atlet atlet.1 a). b).Penyegar ini harus ditempatkan sedemikian rupa hingga si atlet mudah mengambilnya atau diberikan di tangan kepadanya oleh Petugas yang berwewenang. dan c) bila mungkin Panitia Penyelenggara harus menjamin bahwa jalanan yang untuk perlombaan ditutup dari semua arah bagi kendaraan/lalu lintas umum. harus tidak dianggap sebagai 'pemberi-bantuan. harus dapat diperoleh/tersedia di pos -pos dimana dikehendaki oleh si atlet yg berkepentingan.' Seorang atlet harus segera keluar/meninggalkan dari perlombaan bila diperintahkan begitu oleh seorang anggota Petugas Kesehatan resmi yg ditunjuk/diangkat oleh Panitia Penyelenggara. pos-penyegar harus disediakan kira-kira pada setiap interval 5 km. Jarak jalur-lomba yang dinyatakan dalam Kilometer harus terpampang jelas bagi semua atlet lari di sepanjang jalur dimaksud. harus tersedia di tempat start & finis semua perlombaan. a) Air-minum dan penyegar lain yang cocok. Dalam lomba yang atletnya berlimpah-ruah. suatu tanda peringatan 5 menit sebelum start harus diberi kan. c) Untuk event lomba 10 Km atau lebih. atau lebih sering bila kondisi cuaca mengingatkan untuk penyediaan demikian. misal: ban-lengan. Pos Minum. 9. seorang atlet boleh meninggalkan jalanan atau lintasan dengan seizin dan dibawah pengawasan seorang Judge/Judge. guna menunjukkan adanya daerah pergantian tongkat. Seorang atlet yang mengambil penyegar di tempat selain di Pos Penyegaran. Abaaba dan prosedur yang baku untuk event lari lebih-jauh dari 400m harus digunakan (Pasal 162. air-minum dan air-guyur harus disediakan pada setiap interval yg ditentukan kira-kira 2-3 km. menempatkan dirinya layak untuk dijatuhi diskualifikasi. Dalam lomba sesuai Pasal 1. b b) Kesehatan Pertolongan yang diberikan oleh Petugas Kesehatan/Medis yang ditunjuk/diangkat. a) Keamanan Panitia Penyelenggara lomba-lari jalanan harus menjamin keamanan/ keselamatan seluruh atlet. pos-pos minum/guyur. Pos Guyur/Pembasuh. . b) Untuk semua event lomba sampai dengan jarak 10 km. Garis yang mirip itu harus dibuat 10m sesudah garis nol. dengan tambahan peringatan-peringatan bila diperlukan. Semua prosedur pergantian-tongkat (estafet) harus terjadi di dalam zona itu. yang hanya menyediakan air saja. 5. Lomba ini harus dimulai/di-start dengan tembakan start-pistol.

1 detik (yaitu: ini dapat memisahkan peser ta lomba yang masuk finis terpisah 0. termasuk implementasi komponen-komponennya dan spesi fikasi-spesifikasi tekniknya. resolusinya adalah 0.1 f). Catatan : Untuk lomba lari jalan-raya dan lomba jalan-cepat jalanan.1 detik). sistem ini. tetepi akan tidak dianggap sebagai waktu-resmi. Namun. tidak ada peralatan yang digunakan di tempat start. Urutan dimana atlet mencapai garis-finis akan dinilai/difikirkan sebagai posisi/kedudukan finis resmi.sepanjang jalur-lomba atau di garisfinis. penentuan waktu pemenang resmi adalah sesuai dengan peraturan Pasal 165 (Timing & Photo Finish). asalkan : sistem itu tidak memerlukan gerakan oleh atlet selama perlombaan berlangsung. g) dan h) adalah diizinkan. Penggunaan sistem pencatat-waktu transponder dalam lomba lari jalan raya yang dilaksanakan sesuai Pasal 1. Sistem ini distart/dimulai dengan pistol-start dari Starter atau alat start yang disyah-kan. nomor atlet lomba atau sepatu adalah tida signifikan. pada garis-finis atau selama semua garis finis atau sistem dikaitkan dengan hasil atau proses. 131 . waktu -resmi adalah waktu yang telah berlalu antara tembakan pistolstart dan dengan atlet mencapai garis-finis. berat transponder dan perumahannya/wadahnya yang dibawa pada pakaian uniform atlet. bila seorang atlet melintas garis-start setelah pistol-start.disyahkan oleh Komitee Teknik IAAF. merupakan suatu rintangan yang signifikan atau penghalang kemajuan gerak atlet. waktunya dia berlalu antara garis-start dan garis-finis dapat dibuat diketahui oleh atlet.10.

dapat ditambahkan dalam rangka mengatur jarak-lomba yang diminta/diperlukan untuk jarak keseluruhan bagi berbagai events dimana loop-kecil ini harus ditempuh dalam tahap-tahap awal da. disebabkan karena keadaan yang sangat beragam dalam kondisi dimana lari lintas-alam dilakukan di seluruh dunia. Musim. Merancang jalur-lomba Lintas Alam 4.500m yang pertama. b) Rintangan alami(natural) yang ada harus digunakan bila mungkin. yang dapat digunakan menjadi jalur lomba oleh perancang jalur-lomba guna membangun/menciptakan medan yang me. maka haruslah diterima bahwa perbedaan antara event yang sangat sukses dan event yang tidak berhasil. 2. sering terletak pada sifat-sifat alami dari medan/venue dan kemampuan dari pihak perencana jalur-lomba. semak-belukar yang tebal.an loop/cincin antara 1. baik sebagai olahraga tersendiri maupun sebagai suatu latihan tambahan bagi cabang atletik. Bila perlu. Dalam lomba yang atletnya berlimpah. Disarankan bahwa setiap loop harus memiliki kenaikan (ascent) total minimal 10 m. 132 Jalur-lomba lari lintas-alam. Untuk itu lihatlah “IAAF Distance Running Manual” untuk memperoleh informasi rinci tentang pengaturan/ peng-organisaiannya. Namun.750m dan 2.ri event. celah/lembah sempit atau rintangan lain yang akan membuat para atlet tertahan numpuk terhalang. Musim lari lintas-alam biasanya terbentang sepanjang bulan-bulan musim-dingin (winter) setelah musim atletik usai. suatu loop kecil.000m. namun bila penggunaannya tidak bisa dihindari. ladang berpepohonan ber-rumput yang luas.dengan ukur.LOMBA LARI LINTAS-ALAM Pasal 250 LOMBA-LARI LINTAS-ALAM (Cross-Country Races) Umum Meskipun mengerti bahwa. harus dihindari. Peraturan berikut ini dimaksudkan sebagai petunjuk dan perangsang dalam membantu negara-negara untuk mengembangkan lari lintas-alam. dan tiap rintangan yang menyimpan kesukaran yang tersembunyi dibalik tujuan perlombaan.SEKSI IX .nantang dan menarik. Lebih disukai bahwa rintangan buatan tidak boleh digunakan.juga parit /slokan yang curam. . Untuk keperluan suatu kejuaraan/lomba tingkat internasional. dengan rintangan alami.(utamanya berkaitan dengan perbedaan musim/cuaca dan jarak) dan kesulitan dalam mengatur/membuat peraturan internasional yang baku/standar mengenai olahraga ini. mereka harus dibuat untuk merangsang rintangan alami bertemu di medan terbuka.untuk jalur-lomba jarak 1. 3. rintangan yang sangat tinggi harus dihindari.Untuk medan Kejuaraan-kejuaraan dan event internasional dan bila mungkin untuk keperluan perlombaan lainnya: a) suatu jalur-lomba berbentuk cincin harus dirancang. jalur lomba itu disyaratkan sebagai berikut : jalur-lomba lari lintas-alam harus dirancang untuk dilaksanakan di alam terbuka. Area jalur-lomba ini harus luas/lebar yang cukup guna mampu menampung bukan saja jalur-lombanya tetapi juga semua sarana-prasarana yang diperlukan. tanjakan yang tinggi dan turunan yang terjal & berbahaya.

Junior Putra 8 km. Jarak-jarak lari lintas alam dalam "Kejuaraan Tim Lintas-alam Dunia IAAF. Jarak-jarak Lomba 6. d) Selain tempat start dan finis. Orang/penonton umum hanya diizinkan untuk melintas jalur lomba dalam tahap-tahap awal lomba di tempat-tempat persimpangan yang diawasi/dijaga Petugas/Bagian Keamanan. 7. dipagar kuat-rapat dari sisi luar jalur-lomba. . termasuk tempat-tempat rintangan. Jalur-lomba (Course) 5. adalah yang paling cocok. Bila tidak mung kin menghindari keadaan demikian di satu atau dua area pada ja. 133 Lomba lari di daerah pegunungan(Mountain Races) . Daerah-daerah yang kritis harus dipagar rapat-kuat utamanya daerah start(termasuk daerah/tempat pemanasan & ruang -panggil)dan daerah finis(termasuk zona pertemuan=mixed zone). kira-kira sepanjang : .rus dihindari atau diupayakan seminim mungkin. Suatu medan yg 'alami' . .3) Dalam lomba internasional. 3menit. harus dipasang untuk digunakan hanya bagi para petu gas Official dan dari Media (yang wajib-hadir dalam Event Kejuaraan ini). Disarankan bahwa sepanjang satu sisi jalur ada koridor selebar 1 m. maka area itu harus diditutup dengan lapisan rumput. harus diberikan tanda peringatan : 5 menit. Start.Putri jalur-pendek 4 km .Junior Putri 6 km Disarankan bahwa jarak yang mirip-sama agar digunakan dalam Kejuaraan Nasional maupun Internasional lainnya. Kotak-kotak pemberangkatan harus disediakan & anggota tiap-tiap regu/tim harus diatur berderet urut muka-belakang (berbanjar) pada saat start mulai l0mba.Putra jalur-panjang 12 km. Air-minum & penyegar lain yang cocok harus tersedia di tempat start dan finis dari semua perlombaan.a) Jalur-lomba ini harus diberi tanda yang jelas dengan pita pada sisi kanan dan kiri. jalur-lomba itu tidak boleh ter. tanah ataupun matras. Pos minum/guyur dan Pos Penyegar. Disarankan bahwa selain daerah start dan finis.lur-lomba. apabila kondisi cuaca memperingatkan kita untuk penyediaan itu. dan 1 menit.c) Persimpangan jalan atau setiap macam permukaan jalan-aspal ha. jalur-lomba ini mempunyai lebar 5 m. . Hanya orang-orang berakreditasi yang boleh mendekat-masuk ke daerah pertemuan ini. 8.diri dari lintasan lurus yang panjang.permukaan bergelombang dengan pengkolan yang halus dan jalur-jalur lurus yang pendek.Putra jalur-pendek 4 km.Putri jalur-panjang 8 km . pos-pos minum/ guyur harus disediakan pada setiap putaran-lari. Aba-aba standar dan prosedur untuk event lari jarak LEBIH DARI 400M harus digunakan (Pasal 162. Untuk semua event. Lomba lari lintas-alam ini harus dimulai/distart dengan tembakan-pistol start.

Jarak-lomba yang disarankan dan jumlah tanjakan untuk lomba internasional adalah sebagai berikut : 134 Khusus lomba hanya menanjak naik perbukitan Jarak-lomba Jarak-naik Putra Senior Putri Senior Putra Junior 12 km 7 km 7 km 1200 m 550 m 550 m Start / Finis pada ketinggian yang sama Jarak-lomba Jarak-naik 12 km 7 km 7 km 700 m 400 m 400 m Tidak lebih dari 20% jarak jalur-lomba itu adalah jalan berpermuka an aspal. Lomba lari di daerah pegunungan mengambil tempat melintasi alam-ter buka utamanya di luar jalanan (off-road) dan sejumlah tanjakan (un tuk lomba yang 'hanya menanjak naik') atau menanjak & menurun (untuk lomba yang lokasi start & finish pada ketinggian yang sama). Dan jalur-lomba itu dapat didesain sebagai suatu lari berputar/keliling. .9.

wenangkan/disyahkan sebelum hari suatu event oleh Anggota IAAF dima na event itu dilaksanakan dan diselenggarakan sesuai aturan-lomba IAAF. Rekor Dunia iru harus lebih baik/tajam atau sama dengan Rekor Dunia yang ada untuk event itu. Tiap atlet yang menciptakan suatu rekor-dunia harus tunduk kepada n kontrol-doping pada akhir dari evenbt itu sesuai dengan peraturan IAAF yang sekarang berlaku.Formulir itu terse. 5.REKOR-REKOR DUNIA Pasal 260 REKOR-REKOR DUNIA Kondisi Umum 135 Suatu rekor harus diciptakan dalam suatu kompetisi/perlombaan yang jujur (bona fide) yang telah sebagaimana diatur. Tidak ada suatupun prestasi akan diakui sebagai suatu Rekor-Dunia sampai hal ini diratifikasi/disahkan oleh IAAF. Anggota dari negara dimana rekor diciptakan harus mengirimkan dengan lembaran formulir aplikasi resmi : a) Program perlombaan yang tercetak. Apabila test itu hasilnya positif atau bila test demikian tidak dilakukan. maka duplikat formulir itu harus di. 7. Atlet yang meraih rekor harus memenuhi syarat untuk berlomba sesu. semua anggota tim estafet harus di-test. maka rekor yang demikian tidak akan diteruskan dianggap sebagai suatu rekor-dunia oleh IAAF. tanpa menunda waktu. Negara Anggota IAAF ini harus secepatnya/segera meng-informasikan kepada IAAF akan niat nya itu & segera menyerahkan dokumen prestasi yang diperlukan itu kepada IAAF. semua informasi yang dibutuhkan untuk pengesyahan/ratifikasi Rekor dimaksud oleh IAAF. haus berpartisipasi dalam event dimaksud. Hasil dari test ini harus diberikan oleh suatu laboratorium yang mendapat akreditasi IAAF untuk ditambahkan kepada informasi lain yang diminta oleh IAAF untuk pengesahan rekor dimaksud. 9. diiklankan dan di.kirim dalam tempo yang sama kepada Federasi Anggota IAAF dari atlet (atau tim/regu) yang bersangkutan.PERATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006-2007 SEKSI X . Formulir aplikasi resmi dari IAAF harus diisi lengkap dan dikirim per pos-udara ke Markas IAAF dalam tempo 30 hari. Rekor-rekor Junior Dunia. Dalam ini adalah rekor suatu lari-esta fet. dia telah menggunakan atau mengambil keuntung an dsari suatu zat/substance atau teknik yang terlarang pada waktu itu. . 8. minimal tiga orang atlet dan untuk lari estafet minmum dua tim.lah satu Anggota IAAF. maka IAAF harus tidak akan mengesyahkan rekor dimaksud. Rekor-rekor Indoor Dunia. Apabila suatu erekor telah diciptakan oleh seorang atlet atau suatu Tim/regu.22 c)). 10.ai Pweraturan IAAF dan ada di bawah judgesdiksi (batas kekuasaan)sa. untuk dapat diterima oleh IAAF. Bila aplikasi itu menyangkut atlet asing (atau tim asing). kemudian terkena nasehat dari Komisi Anti-Doping & Medis. Kategori Rekor-rekor Dunia berikut ini diterima oleh IAAF : Rekor-rekor Dunia. Untuk event individual. Anggota IAAF di negara dimana prestasi rekor itu dicipta kan haruslah menghimpun. Bila seorang atlet telah mengakui bahwa beberapa waktu sebelum menca pai suatu Rekor Dunia. a b) Hasil-lengkap perlombaan event dimaksud b c) Hasil foto dari foto-finis (photograph) (lihat Pasal 260. 6.dia atas permintaan dari Markas IAAF.

Bila ada keraguan apakah rekor itu harus diterima atau tidak. yang memenuhi syarat-syarat tercantum dalam Pasal 211 dan Pasal 213. IAAF akan segera memberi informasi kepada Federasi Anggota (IAAF) dari si atlet pemecah rekor. 21. Kondisi Khusus 18. 13.Suatu lintasan lari (running-track) atau jalur-awalan (run-way) yang digunakan harus dibuat di atas suatu pondasi yang kokoh-kuat (solid). kecuali dimana tikungannya dibentuk oleh dua radius yang berbeda. Rekor-rekor outdoor boleh dibuat hanya di atas lintasan yang sesuai dan memenuhi Pasal 160. 262. Bila rekor itu tidak disyahkan.yang sesuai/memenuhi Pasal 140 dengan ataupun tanpa atap. Rekor-rekor yang dibuat dalam heat/seri atau lomba kualifikasi. 15. Untuk suatu rekor pada tiap jarak 200m atau lebih untuk diakui. IAAF akan menyediakan Plaket Rekor Dunia yang resmi. 14. kecuali jika tanggal-lahir si atlet telah terlebih dulu dikonfirmasikan oleh IAAF. IAAF akan menerbitkan daftar ini pada tanggal 1 Januari tiap tahun. radius dari jalur lari yang luar tidak melebihi 50m. surat bukti-lahir atau dokumen resmi yang mirip yang sesuai benar tanggal lahir dia. Untuk Rekor-rekor Lari dan Lomba Jalan-cepat. Untuk lomba jarak 200m atau lebih . dalam menentukan hasil-sama (tie) dan dalam event individual dalam Lomba Event Gabungan. lintasan di atas mana rekor itu diciptakan harus tidak melebihi jarak 402. Kecuali dalam Event-event Jalanan (jalan-raya): Rekor itu harus dibuat/diciptakan dalam suatu fasilitas (saranaprasarana)atletik. Daftar ini harus me rupakan/mewakili prestasi yang diakui IAAF sebagai prestasi terbaik dari tanggal tercantum dalam daftar yang diciptakan oleh seorang atlet atau suatu tim/regu atlet dalam setiap event yg diakui yang tertera dalam Pasal 261. 12. IAAF akan selalu memperbaharui Daftar Rekor-rekor Dunia resmi setiap kali suatu Rekor Dunia baru telah disyahkan. 16. Rekor itu harus diciptakan di atas suatu lintasan (track). Bila suatu Rekor Dunia telah disyahkan/ratifikasikan. aplikasi pertama atas nama atlet tersebut harus disertai dengan satu copy pasport dia. lintasan oval boleh tidak memiliki panjang yang biasa/normal dan lebih dari 201. 263. Federasi yang mengajukan untuk rekor dan Asosiasi Kawasan (Area) yang relevan.3m (440 yards) dan lomba itu harus distart pada bebera pa bagian dari perimeter. Presiden dan SEKJEN IAAF bersama-sama adalah berwewenang untuk mengakui Rekor-rekor Dunia. 19. Untuk Rekor-rekor Dunia Indoor : Rekor itu harus telah diciptakan dalam suatu stadion. untuk diberikan kepada para (atlet) Pemegang Rekor Dunia.11. maka masalahnya harus diajukan untuk mendapat keputusan ke Dewan / Dewan IAAF.Pembatasan ini tidak berlaku bagi event Lari Halang-rintang (Steeple Chase) dimana rintangan bak air ditempatkan di luar lintasan 400m yang normal/biasa. dengan mengabaikan apakah si atlet menyelesai kan seluruh event dalam Event gabungan atau tidak. boleh diajukan untuk ratifikasi/pengesyahan. dalam kasus mana yang lebih panjang dari kedua lengkungan harus tidak terhitung lebih dari 60° dari putaran 180°. 17. Tidak ada prestasi yang dibuat oleh seorang atlet akan diakui apabila hal ini telah dilakukan di dalam suatu perlombaan campuran (mixed competition). Untuk Rekor Dunia Junior. kondisi-kondisi 136 .2m (220 yards). 22. 20. maka IAAF akan memberikan alasanalasannya.

b) Untuk lomba sampai dengan 400m. maka rekor itu tidak akan diterima. Waktu yang dicatat oleh atlet pertama dalam tim-estafet tidak boleh diajukan sebagai suatu rekor.lah disyahkan (lihat Pasal 165).apabila ada harus disediakan dalam semua perlombaan dimana suatu start-jongkok dan start-blok digunakan.berikut ini untuk pencatatan waktu harus diperhatikan : a) Rekor –rekor itu harus diambil waktunya oleh para pencatat-waktu resmi atau oleh suatu alat photo-finis otomatis penuh yang te. Untuk Rekor-rekor Lomba Jalan-cepat Dunia : Minimal tiga Judges yang berasal dari salah satu Panel IAAF dari International Race Walking Judges atau Area Level Judges harus menjadi petugas (officiating)selama perlombaan dan harus menandatangani formulir aplikasi. harus dimasukkan di dalam dokumentasi yang dikirim ke IAAF. bila dia tidak menyelesaikan jarak yang penuh dari lomba itu. e) Dalam lomba lari yang dilarikan dalam jalur-lintasan. Suatu Koloni (negara jajahan) yang adalah bukan suatu Anggota IAAF yang terpisah haruslah dianggap adalah bagian dari Negara Induknya. 137 . ketepatannya telah dikonfirmasikan oleh seorang Judge Pengukur yang memenuhi syarat (qualified). Kewarga-negaraan dapat diperoleh dalam suatu jalan yang mengacu kepada Pasal 5. Namun. Namun. Dalam lomba lompat-jauh dan lompat-jangkit. tidak akan ada rekor yang diterima dimana atlet telah berlari di atas atau di sebelah dalam dari batas lengkungan lebih dalam dari lintasan dia. semua dari anggotanya adalah warga-negara dari suatu negara Anggota tunggal. harus disertakan. Bila kecepatan angin yang diukur searah dengan arah lompatan di belakang si atlet dengan rata-rata lebih dari 2m per detik. 24. untuk maksud peraturan ini. maka rekor itu tidak akan diterima. asalkan bahwa setiap rekor begitu di. 9 & 10.akui haruslah sama atau lebih unggul/tajam daripada prestasi ter baik sebelumnya pada saat itu. Untuk Rekor-rekor Dunia dalam Event-event Lapangan (Field events) Prestasinya harus diukur apakah oleh 3 orang Field Judges dengan menggunakan pitaukur baja yang di kalibrasi & diberi sertifikat atau dengan batangan (bar) atau dengan suatu alat pengukur ilmiah yang disyahkan. 26. informasi tentang kecepatan angin yang diukur sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 184. informasi tentang kecepatan angin.8. termasuk suatu sistem yang didasari video. Diizinkan bagi beberapa orang atlet untuk melakukan beberapa rekor dalam lomba yang sama.4. hanya prestasi yang dicatat oleh suatu alat photofinis otomatis penuh yang disyahkan yang meme. Rekor-rekor Dunia mungkin diberikan untuk lebih dari satu presta si dalam suatu kompetisi. Bila kecepatan angin yg diukur diarah lari di belakang atlet yang rata-ratanya melebihi 2m per detik. yang diukur seperti yang dinyatakan dalam Pasal 163. Untuk Rekor-rekor Dunia Lari Estafet : Mereka ini hanya diciptakan oleh suatu tim. adalah suatu hal yang wajib. c) Photograph Foto-finis dalam kasus suatu rekor lintasan dimana pencatatan waktu otomatik sedang digunakan. 23.nuhi seksi-seksi yang relevan dari Pasal 165 haruslah diterima. tidak diizinkan bagi seorang atlet untuk diberi kredit dengan suatu rekor pada suatu jarak yang lebih pendek. 25. f) Waktu-reaksi.000m – lihat Pasal 164. Adalah dapat diizinkan untuk atlet yang sama dalam lomba yang sama untuk membuat beberapa jumlah rekor. 5 & 6 harus di ajukan/disertakan. suatu lomba sesuai atas jarak yang ditempuh dalam waktu yang ditentukan boleh dikombinasikan dengan suatu lomba untuk menempuh suatu jarak tertentu (misal: 1 jam dan 20.4). d) Untuk semua rekor-rekor sampai dengan 200m. Untuk lomba-lomba atas jarak yang beragam : Suatu lomba harus dinyatakan hanya menempuh satu jarak saja.

. 10km. Penurunan elevasi/kenaikan) antaraaa start dan finis harus tidak melebihi suatu rata-rata 1 : 1000. dibagi dengan jumlah event demikian) harus tidak melebihi plus 2m per detik. Titik-titik Start dan Finis dari suatu jalur-lomba.5km dengan suatu kemungkinan start & finis di dalam suatu Stadion. kecuali bahwa dalam event-event dimana kecepatan angin diukur. Catatan : Disarankan bahwa Badan Penguasa Nasional dan Asosiasi Kawasan/Area agar dapat mengadopsi Peraturan yang mirip-sama yang di atas itu dalam rangka pengakuan pencatatan rekor-rekor di ling kungan sendiri/masing-masing. pada hari perlombaan atau segera sepraktis mung kin setelah perlombaan).27.195km. mini mal satu kondisi berikut ini harus dipenuhi : 138 Kecepatan angin di dalam tiap individual event harus tidak melebihi plus 4m perdetik. 29. Jalur-lomba itu harus disyahkan di tempat (yaitu dua minggu sebelum.hapan: 5km. lomba itu harus dilarikan dalam ta. 10km. Jalur-lomba ini harus dibuktikan di tempat (yaitu di dalam dua minggu sebelum. Untuk lari Estafet Jalanan. Apakah juru-ukur jalur-lomba yang memberi sertifikat jalur-lomba itu atau juru-ukur lain “A” atau “B” yang memiliki data & denah pengukuran lengkap harus mengsyahkan bahwa jalur-lomba yang diukur adalah jalur yang ditempuh. Untuk Rekor-rekor Dunia lomba di jalan-raya / jalanan : Jalur-lombanya harus diukur oleh seorang Juru-ukur Klas “A” atau “B” dari IAAF atau AIMS yang telah disyahkan sebagaimana ditentukan dalam peraturan IAAF Pasal 117. pada hari ‘H’ perlombaan atau segera mungkin yang praktis setelah perlombaan). Untuk Rekor-rekor Lomba Jalan-cepat Jalan-raya / Jalanan : Jalur-lombanya harus diukur oleh seorang juru-ukur “A” atau “B” yang disyahkan oleh IAAF atau AIMS sebagaimana ditetapkan/diatur dalam Pasal 117 Sirkuit harus tidak lebih pendek dari jarak 2 km dan tidak lebih dari 2.beda “A” atau “B” dari salah satu pengukuran yang asli/orisinal. 5km. 28. seperti yang diukur untuk tiap event individual. 7. Jarah pertengahan haruslah telah diukur dan diberi marka/tanda selama pengukuran jalur. yang diukur sepanjang garis-lurus antara mereka. lebih disukai oleh seorang juru-ukur yang berbeda “A” atau “B” dari salah satu yang mengukur awal. yaitu 1m per km. Apakah pengukur-jalur yang memberi sertifikat jalur-lomba atau pengukur lain juru-ukur “A” atau “B” yang memiliki data & denah pengukuran lengkap harus mengesyahkan bahwa jalur-lomba yang diukur adalah jalur-lomba yang diukur dengan mengendarai speda pada kendaraan depan. haruslah tidak terpisah lebih jauh daripada 50% dari jarak yang dilombakan. Rekor-rekor Dunia Lomba Jalanan yang diciptakan pada jarak pertengahan dalam suatu lomba harus sesuai benar dengan kondisi yang ditentukan dalam Pasal 260 dan dicatat-watu sesuai dengan peraturan IAAF. 5km. lebih disukai oleh juru-ukur yang ber. Kecepatan rata-rata ( sesuai atas beberapa kecepatan angin. Untuk Rekor-rekor Dunia dalam Event-event Gabungan : Kondisi-kondisi haruslah telah sesuai dengan tiap event individual.

000 Halang-rintang (Steeple-chase) : 4 x 200m.20km.000m. 200m. : t. 1 mil. : 800m. Lari Estafet Jalanan (Hanya Jarak Marathon) Jalan-cepat (lintasan): 10.000m. 20.cakram.M : 100m. l. Catatan: Alat pencatatan waktu yang disediakan dengan sistem transponder tidak akan diterima untuk rekor-rekor yang diciptakan dalam Event-event lomba jalanan/jalan-raya. Dasalomba (Decathlon)* Hanya disyahkan bila melebihi 8000 points.000m. : l. . l.lembing. l. 3000m. 1500m.L) .martil. C. l. l.Marathon. 3.t.peluru. 3000m. 30km.000m. 50. 25. Lari Estafet Jalanan (Hanya Jarak Marathon) Jalan-cepat (lintasan): 20. l.000m. 4 x 400m.000m. l.000m Jalan-cepat (jalanan) : 20km. 3. 1 Jam. 10. 400mgw. Half Marathon. 4 x 100m.000m. = catat listrik. 400m. 200m. Estafet Lomba Lari Jalanan : 10km. 1 Mil.galah. 1500m. 1 Jam. 110mgw.000m.cakram.t.L atau C.M) (C. 20. 4x100m : 800m.000m. 30. 400m. 1000m. 15km. 100km.000m. l. 10. 4 x 1500m Lomba Lari Jalanan : 10km. 30.L. l. 2000m. 5000m. C.L atau C.M : 100m. 1000m.jauh. = catat manual) PUTRA Hanya C.Marathon. l.jangkit.jauh.tinggi. l.L.Prestasi dicatat waktunya dengan tangan/manual (C. 30km.L C.lembing Event gabungan : Sapta-lomba/Heptathlon. Jalan-cepat (Jalanan) : 20km. 25. : . : t.000m Halang-rintang (Steeple chase) Lari Estafet : 4 x 200m. 400mgw. Half Marathon 25km. 30. 2000m.jangkit. Lompat Lempar : l. lontar martil.M.139 PERATURAN PERLOMBAAN ATLETIK IAAF 2006-2007 Pasal 261 EVENT-EVENT ATLETIK YANG REKOR DUNIANYA DIAKUI .Dasalomba/Decathlon. 4 x 800m. 100mgw.Prestasi dicatat dengan alat listrik otomatik penuh (C. 5000m.galah.peluru.000m. 20. 20km. 15km. 50km.000m. 25km.tinggi. 4 x 400m. 4 x 800m. Lompat Lempar Event gabungan PUTRI Hanya C. 100km.

M : 100m. lontar martil. : Dasalomba.lembing Event-gabungan : Saptalomba (Heptathlon).L atau C. . l. 4 x 400m.L atau C. Dasalomba.jauh.jangkit.M : 100m. PUTRI JUNIOR Hanya C. = catat manual) PUTRA JUNIOR Hanya C. 400m.000m. 10.tinggi. 4 x 100m.000m.t. 1 Mil. l. 400mgw. : 800m. 1500m. = catat listrik. l.Prestasi dicatat waktunya dengan tangan/manual (C.tinggi.000m Jalan-cepat(Jalanan) : 10km Lompat Lempar Event gabungan : l. 3.L. : 800m. 10. 1 Mil.galah. 5000m.L. 1000m.M. l. 400m.000m.peluru.jauh. 100mgw. 4 x 400m. C.Prestasi dicatat dengan alat listrik otomatis penuh (C.cakram. 1. l.500m. 3. 400mgw. 3000m st. : t.cakram. Catatan: Alat pencatat waktu yang disediakan dengan sistem transponder tidak akan diterima untuk rekor-rekor yang diciptakn dalam event-event jalanan / jalan-raya.ch.t. Jalan-cepat(lintasan) : 10. l. lontar martil.galah.peluru.* * Hanya disyahkan bila melebihi 7300 points.000m.jangkit. 1. l. 200m. l.ch .L) . l.000m 5.L C.000m. 110mgw. C.M) (C. Jalan-cepat(Jalanan) : 10km Lompat Lempar : l.lembing. 4 X 100m. Jalan-cepat(lintasan) : 10. 3000m.000m st. : t. l.140 Pasal 262 EVENT-EVENT UNTUK REKOR-DUNIA JUNIOR YANG DIAKUI . 200m.

l.tinggi-galah. l. 60m. 3000m. 60m. 400m. Lompat : l.Tinggi-galah. 1500m. 4 x 400m. l.jangkit Lempar : t.E. C.M) PUTRA Hanya C.11. 60m gawang : 800m.jangkit Lempar : t.E. 50m gawang. 5000m.M : 50m. 3000m. 200m.peluru Event gabungan : Hepatathlon (Saptalomba) PUTRI Hnaya C. atau C. l.E atau C. tolong dicermati & dikoreksi !” IAAF RDC JKT: 19. 400m 50m gw.tinggi.E. “ Maaf.1 Mil. Lomba Jalan-cepat : 5000m. C.M. 60mgw : 800m.tinggi. 4 x 800m Lomba Jalan-cepat : 3000m Lompat : l.jauh. l.1 mil. Suyono Ds. 5000m Estafet: 4 x 200m.2005 ATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006/2007 Alih Bahasa: H. Staf Sekretariat IAAF-RDC Jakarta “ Wassalaaam !!!!! Selamat meng-amalkannya !!!” .jauh. Estafet: 4 x 200m. 1000m. l. 4 x 400m.peluru Event Gabungan : Pancalomba (Pentathlon).1500m. 1000m. 4 x 800m.PERATURAN LOMBA ATLETIK IAAF 2006-2007 141 Pasal 263 EVENT-EVENT untuk REKOR-REKOR DUNIA INDOOR yang diakui Prestasi dicatat dengan alat Elektrik Otomatis penuh (C. : 50m. 200m.E) Prestasi dicatat waktunya secara manual (C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful