Rabu, 16 Desember 2009

KONFLIK YANG TERJADI DI MASYARAKAT
Bangsa Indonesia sejak tempo dulu masyarakatnya telah lama berjuang melawan kaum penjajah,dan senantiasa berhadapan dengan konflik. Perang terjadi pada abadabad yang lampau telah menyisakan pengaruh dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, berupa pengalaman dalam menghadapi konflik, bahkan kadang-kadang sulit dibayangkan tiada hari tanpa konflik dan stress selama dalam perjuangan. Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sejarah masih membuktikan sampai era reformasi sekarang dewasa ini, bangsa Indonesia dihadapkan dengan banyak pertentangan kelompok maupun politik, serta perseteruan kepentingan yang mengakibatkan konflik. Sementara itu masih sangat dirasakan bahwa sistem penegakan hukum kita masih lemah, misalnya dengan terjadinya salah persepsi antara dua kelompok masyarakat yang bertikai akan menambah daftar konflik menjadi meningkat. Konflik pribadi, konflik kepentingan antar individu ataupun konflik antar kelompok. Pertentangan maupun konflik tersebut dapat dijumpai di seluruh segi kehidupan sehingga muncul pilihan-pilihan yang saling bertentangan dan tidak selaras mengakibatkan rusaknya tatanan keadaan maupun kehidupan bermasyarakat. Kondisi ketentraman dan ketertiban (tramtib) komunitas (pemukiman) maupun kelompok-kelompok ataupun lapisan masyarakat diberbagai daerah di Indonesia dalam beberapa tahun terusik oleh berbagai jenis gangguan dan konflik. Oleh karena itu mengenali pekerjaan sosial secara serius sangat penting untuk dicermati dalam upaya mengatasinya, bila kita gagal dalam mengatasi konflik maupun mengendalikannya akan mengakibatkan situasi dekstruktif yang lebih dahsyat, konflik merupakan masalah pelik untuk segera dicarikan pemecahaannya. Lalu bagaimana pekerjaan sosial mengatasi konflik?,dalam mencari segi penyelesaiannya, kemanfaatan dan kemaslahatannya, dari berbagai upaya-upaya yang dilakukan seperti antara lain ; 1. Menciptakan kereativitas masyarakat dalam menyikapi suatu konflik 2. Melakukan perubahan sosial yang kondusif pada pasca konflik. 3. Membangun komitmen kebersamaan dalam kelompok yang pernah konflik. 4. Mencegah berulang lagi konflik yang dapat merugikan banyak pihak. 5. Meningkatan fungsi sosial kekeluargaan atas dasar kebersamaan sebagai nilai kearifan lokal yang dibangun dan diberdayakan dalam upaya dini menangani konflik. Namun dari pada itu masih belum dirasakan dapat menyelesaikan konflik secara baik, oleh karena itu perlu untuk diketahui secara mendasar sebagai pokok bahasan dalam upaya mengatasi konflik, berupa faktor penyebab dan sumber konflik, jenisjenis konflik, tahap-tahap konflik termasuk gejala dan ciri-cirinya serta penanganan, pengelolaan dan pengendalian konflik walaupun hal ini sangat sulit, tetapi dalam pekerjaan sosial perlu diketahui untuk dicari penyelesaiannya.

FAKTOR PENYEBAB DAN SUMBER KONFLIK

2. Struktural Banyak konflik yang melekat pada struktur organisasi dan masyarakat. sosial. baik dan buruk. SUMBER. Konfergensi Didalam situasi tertentu sumber-sumber konflik tergabung menjadi satu sehingga menimbulkan kompleksitas konflik itu sendiri. 3. 1.Konflik pada hakikatnya adalah segala sesuatu interaksi pertentangan antara dua pihak dan lebih didalam suatu kelompok masyarakat atau pun organisasi masyarakat. yang pada umumnya mengarah pada sikap dan perilaku manusia. Bio Sosial. Faktor penyebab dan sumber konflik antara lain dibagi dalam tiga hal berupa . bingung. Frustrasi juga dihasilkan dari kecenderungan ekspektasi pencapaian yang lebih cepat dari apa yang seharusnya diharapkan. Motivasi ini tidak hanya dari bagian keinginan pribadi seseorang. cemas. Nilai berada pada kedalaman akar pemikiran dan perasaan tentang benar dan salah. 3. tetapi juga dari peran dan statusnya karena adanya kepentingan. Kepentingan (Interest). penolakkan dan sebagainya. Sesuatu kepentingan yang memotivasi orang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Nilai (Value). tujuan atau nilai-nilai yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan tidak tercapai atau jauh dari .SUMBER KONFLIK Berbagai sumber-sumber konflik dapat saja terjadi mencuat kepermukaan namun bila kita telusuri dapat kita rinci dalam berbagai unsur sbb: 1. Emosi (Emotion). agama dan budaya. 2. dan sebagainya. 5. antara lain : marah. status. karena adanya kekuasaan. adanya gangguan psikologi. Emosi sering diwujudkan melalui perasaan yang menyertai sebagian besar interaksi manusia. takut. termasuk masalah yang timbul diantara masyarakat karena perbedaan system nilai. Bio sosial bisa dikatakan perasaan frustrasi yang sering menghasilkan agresi sehingga mengarah pada terjadinya konflik. status. tujuan. BERBAGAI JENIS KONFLIK 1. dimana masingmasing mempunyai perbedaan. kelas-kelas masyarakat yang semuanya berpotensi menjadi konflik apabila dikaitkan dengan hak asasi manusia. Konflik Pribadi ( Intra personal ) Konflik intrapersonal melibatkan ketidaksesuaian emosi bagi individu ketika kepetingan. nilai atau persepsi masing-masing. benci. Nilai ini merupakan komponen konflik yang paling susah dipecahkan karena nilai merupakan sesuatu hal yang tidak bisa diraba dan dinyatakan secara nyata. konflik dapat terjadi karena ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota dalam kelompok tersebut yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi atau berebut sumber-sumber daya yang terbatas serta merebutkan sumber kehidupan maupun lapangan kerja. Kepribadian dan Interaksi Termasuk dalam hal ini adalah kepribadian yang abrasif atau suka menghasut. kejengkelan karena ketidaksederajatan hubungan dan perbedaan gaya interaksi. 4. pengarusutamaan jender. Budaya dan Ideologi Intensitas konflik dari sumber ini sering dihasilkan dari perbedaaan politik.

b. Kebutuhan akan harga diri. Konflik ini merintangi kehidupan sehari-hari dan dapat mengganggu kegiatan orang lain. 2. GEJALA DAN CIRI KONFLIK 1. Kemungkinan konflik yang dilihat (Perceived Potential Conflict) Pada tahap ini satu atau kedua belah pihak mulai tampak perubahan kepribadian pada diri masingmasing orang. Konflik ini tidak dapat diatasi secara external tanpa orang tersebut memiliki kendali secara internal. kepentingan dan ingin memenuhi kebutuhan dasar psikologisnya dalam waktu yang bersamaan. kelas sosial. Ketika konflik ini dirasakan atau dialami baik secara fisik. Konflik inter Kelompok ( Inter Groups ) Konflik ini merupakan pertentangan berbagai individu dalam suatu kelompok. Kebutuhan menjadi orang yang konsisten 3. Konflik intrapersonal merupakan konflik yang terjadi pada perilaku seseorang dimana pikiran dan sikapnya tidak kontrol dan sering menimbulkan emosi yang sangat tinggi. Bila akibat konflik ini sampai pada tingkat stress yang mematikan maka akan berada dalam konflik intrapersonal tahap berikutnya yang memiliki sifat destruktif misalnya menjurus kearah tindakan bunuh diri. ras. b) Kebutuhan untuk memiliki sejumlah kontrol. sehingga dapat menimbulkan kegelisahan dan rintangan kehidupan banyak orang. Konflik antar pribadi Konflik antar pribadi merupakan konflik yang terjadi diantara dua orang atau lebih yang saling bertentangan karena masing-masing membutuhkan kebutuhan dasar psikologis yaitu : a). b. karena masing-masing individu biasanya memiliki kemauan. Konflik antara Pribadi ( InterPersonal) Konflik inter pribadi Konflik inter pribadi adalah konflik yang terjadi antara perilaku seseorang dengan mengaitkan kepentingan orang lain yang pikiran dan perilakunya tidak terkontrol. Konflik inter pribadi ini lebih jamak diassosiasikan dengan melibatkan sekelompok orang. . Kondisi yang mendahului (Antecendent Condition) Pada tahap ini terdapat unsur penyebab antara lain karena kecurigaan . agama. keyakinan yang kesemuanya dari faktor-faktor ini tercermin dalam perilaku kehidupan sosial kemasyarakatan. retaknya kesatuan kelompok dan solidaritas atau kesetiakawanan sosial mulai hilang. politik. TAHAPAN. Konflik antara Kelompok a. misalnya antar kelompok suku.menyenangkan. d) Kebutuhan untuk menentukan nasibnya sendiri e). TAHAPAN KONFLIK a. Bahkan sering dijumpai bahwa di dalam kelompoknya sendiri para anggotanya tidak bersesuaian. Konflik antar kelompok Antara kelompok satu dengan kelompok lainnya terjadi gesekan yang mengarah pada situasi perpecahan atau konflik antar warga anak bangsa. pertentangan pribadi. Kebutuhan untuk diperlakuakan sebagai seorang pribadi untuk dihargai. b. mental atau emosional maka dapat menimbulkan sakit kepala. c). dan golongan kelompok masyarakat tertentu. ras. sumber daya. pusing bahkan stress.

ejekan. saling menyerang akhirnya bermusuhan sampai dengan balas dendam yang berkepanjangan. Perilaku yang tampak (Manifest Behavior) Pada tahap ini orang-orang mulai menanggapi dan mengambil tindakan. menakutkan. Bentuk perbuatan yang nyata baik berupa lisan atau kata-kata maupun tindakan bergabung jadi satu kemasan. d. Contoh : mengirim surat tetapi tidak ada niat melaksanakan kegiatan yang berarti. Contoh : komentar-komentar yang merendahkan. dan sebagainya. celaan. GEJALA KONFLIK Timbulnya gejala konflik berupa : a. Satu pihak atau kedua belah pihak yang terlibat melihat keadaan yang tidak memuaskan.c. b. maka pihak-pihak yang terlibat perlu menindaklanjuti hasil pengelolaan itu secara konsekuen dan konsisten dengan melandasi apa yang telah menjadi kesepakatan bersama. Contoh: teriakan-teriakan. Terjadinya secara terus menerus sehingga merupakan kebiasaan dan hanya memerlukan sedikit perhatian. . kedua belah pihak yang terlibat akan menanggung akibatnya baik bagi dirinya sendiri. kemudian pertengkaran secara lisan. Penyelesaian sesudah konflik (Management Aftermath) Pada tahap ini apabila konflik tidak dikelola dan diselesaikan. berdebat. Konflik yang dikelola (Suppressed or Managed Conflict) Pada tahap ini konflik yang sudah terjadi dapat ditekan. d. Namun demikian meskipun secara lahiriah konflik itu tampaknya seperti sudah berakhir atau dapat diselesaikan namun masalah intinya belum ditanggani. agresif. cemas tidak mau menyelesaikan masalah. f. 3. bersaing. Tanda yang jelas nampak pasif Pada tahap ini terdapat tanda yang jelas nampak yang ditunjukan secara jelas dalam kejadian konflik secara pasif. maupun dalam lingkungan sosial khususnya hubungan sosial serta hubungan dengan beberapa orang yang diperlukan. meghambat. CIRI KONFLIK Ciri-ciri konflik dapat ditandai dari : A. Bila konflik dikelola dan berhasil. bahkan mulai mengancam. kekerasan dan sebagainya. Contoh : tidak mau berkerja sama. dimana pihak-pihak yang berkonflik hanya sekedar berdamping walaupun dalam hatinya berada dalam keadaan masih panas atau tegang. sejak dari saling mendiamkan. Kombinasi dari agresif dan tersembunyi Pada tahap ini terdapat tanda-tanda yang tersembunyi dari konflik yang ditunjukan secara agresif. e. Ciri peristiwa dalam sehari – hari Pada tahap ini tidak begitu mengancam dan paling mudah untuk dikelola karena memiliki ciri-ciri: a). tidak mau ikut pertemuan. c. Kombinasi jelas dan agresif Konflik tidak selalu digambarkan dalam bentuk nyata namun pada tahap ini terdapat tanda yang jelas dari konflik yang ditunjukan secara agresif. pelecehan. Konflik yang dirasa (Felt Conflict) Pada tahap ini benturan kepentingan dan kebutuhan sering terjadi. Tanda tersembunyi dari konflik yang ditunjukkan secara pasif Pada tahap ini terdapat tanda-tanda tersembunyi dari konflik yang ditunjukkan secara pasif. selalu mengkritik dan mencari-cari kesalahan orang. penghinaan. kebencian untuk mencoreng orang lain. Upaya-upaya maksimal untuk meniadakan konflik dilakuakan malalui kesepakatan bersama (negosiasi). 2.

b). Konflik yang dikelola (Suppressed or Managed Conflict) Pada tahap ini konflik yang sudah terjadi dapat ditekan. bersaing. B. Harus ada yang dihukum d). Kemungkinan konflik yang dilihat (Perceived Potential Conflict) Pada tahap ini satu atau kedua belah pihak mulai tampak perubahan kepribadian pada diri masingmasing orang. saling menyerang akhirnya bermusuhan sampai dengan balas dendam yang berkepanjangan. Ciri pertentangan /pertikaian Pada tahap ini keinginan untuk menang sangat kuat sekaligus untuk mencederai serta menghilangkan keberadaan kelompok lain. sumber daya. d). Konflik yang dirasa (Felt Conflict) Pada tahap ini benturan kepentingan dan kebutuhan sering terjadi. Muncul sikap putus asa akibatnya hanya saling sindir menyindir karena strategi yang digunakan hanya untuk mempertahankan sikapnya sendiri.b). HASIL KAJIAN ANALISA KONFLIK 1. 2. Namun demikian meskipun secara lahiriah konflik itu tampaknya seperti sudah berakhir atau dapat diselesaikan . pertentangan pribadi. Kelompok yang bersaing tidak suka mencari fakta yang akurat tentang lawan saingannya sebab tingkat kepercayaannya sudah menurun. kelas sosial. Harus ada korban c). C. Konflik telah meningkat dalam eskalasi yang sangat tinggi. 3. meghambat. kemudian pertengkaran secara lisan. Satu pihak atau kedua belah pihak yang terlibat melihat keadaan yang tidak memuaskan. dengan pemikiran bahwa: a). Pada tahap ini pengelolaannya tidak dapat dilakukan secara sabar dan hati-hati karena setiap orang berkaitan dengan masalah yang kompleks. Salah satu kelompok harus tidak eksis lagi. Ada upaya untuk memperpanjang konflik e). Upaya-upaya maksimal untuk meniadakan konflik dilakuakan malalui kesepakatan bersama (negosiasi). menakutkan. 5. agresif. keyakinan yang kesemuanya dari faktor-faktor ini tercermin dalam perilaku kehidupan sosial kemasyarakatan. c). Ditandai oleh perasaan jengkel sehari-hari namun berlalu begitu saja dan munculnya tidak menentu. Kondisi yang mendahului (Antecendent Condition) Pada tahap ini terdapat unsur penyebab antara lain karena kecurigaan . retaknya kesatuan kelompok dan solidaritas atau kesetiakawanan sosial mulai hilang. Bentuk perbuatan yang nyata baik berupa lisan atau kata-kata maupun tindakan bergabung jadi satu kemasan. Perilaku yang tampak (Manifest Behavior) Pada tahap ini orang-orang mulai menanggapi dan mengambil tindakan. Ciri tantangan Pada tahap ini ditandai dengan sikap kalah atau menang berupa: a). 4. b). politik. kadang-kadang marah tetapi emosinya cepat mereda. berdebat. bahkan mulai mengancam. c). ras. Walaupun ada perasaan tidak cocok. Kekalahan tampaknya lebih besar karena yang bersangkutan terikat dengan masalah. sejak dari saling mendiamkan.

Bila konflik dikelola dan berhasil. 8. maka pihak-pihak yang terlibat perlu menindaklanjuti hasil pengelolaan itu secara konsekuen dan konsisten dengan melandasi apa yang telah menjadi kesepakatan bersama. pekerja sosial mengumpulkan informasi utama tentang . ii). serta alternative penanganan. Ii). PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN KONFLIK Pekerja sosial pada prinsipnya memulai dengan kegiatan : pengumpulan data. Kolaborasi : Hubungan antara Pekerja Sosial dengan klien (penyandang masalah) untuk persetujuan kerja dan menyetujui tujuan serta proses perubahan social yang disepakatinya. dan membuat kesimpulan. Tawar-menawar : Persetujuan tawar-menawar antara Pekerja Sosial dengan system-sistem yang lain. Kedudukan/kekuatan beberapa aparatur pemerintah sebagai system sumber dapat dilibatkan dalam relasi tawar-menawar ini. Mempertimbangkan jenis-jenis human relations : a. Terjadi polarisasi diantara perbedaan-perbedaan. Pekerja Sosial melakukan persuasi kepada orang lain agar mereka mau bekerjasama (duduk dalam satu meja). Norma/nilai social yang menekankan perlunya orang berusaha bekerjasama menyelesaikan perbedaan-perbedaan. iv). maupun dalam lingkungan sosial khususnya hubungan sosial serta hubungan dengan beberapa orang yang diperlukan. Pada tahapan pengumpulan data/informasi. dimana : i). 7. b). walaupun memiliki tujuan yang berbeda-beda. Dalam relasi professional Pekerja Sosial mengabdikan dirinya untuk kepentingan klien (penyandang masalah) serta kebutuhan dan aspirasi warga masyarakat lainnya. tuntutan-tuntutan dan tujuan-tujuan. sehingga mereka harus diposisikan sebagai system sasaran. Relasi tawar-menawar tidak berhasil. mampu mengatasi atau melangkah keluar dari kesulitan emosionalnya. Tidak ada minat sama sekali bagi pihak-pihak yang bertikai untuk membicarakan perbedaan-perbedaan dan persetujuan. 9. Iii). pengelolaan dan pengendaliannya. peka terhadap kebutuhan orang lain. pihak-pihak yang terlibat tidak memahami hakikat persetujuan. tahap tantangan maupun tahap pertentangan. Pekerja Sosial menciptakan relasi-relasi (hubungan) untuk tujuan professional. b. Relasi tawar-menawar ini merupakan cara memperoleh sumber-sumber yang dapat diakses iii. 6. analisis data.namun masalah intinya belum ditanggani. Pekerja Sosial menciptakan human relations atas dasar obyektivitas dan mawas diri. PENANGANAN. Sesudah konflik diselesaikan (Management Aftermath) Pada tahap ini apabila konflik tidak dikelola dan diselesaikan. Relasi Konflik : Relasi ini dapat terwujud manakala : i). Gejala-gejala dan karakteristik konflik baik pada tahapan peristiwa sehari-hari. kedua belah pihak yang terlibat akan menanggung akibatnya baik bagi dirinya sendiri. pengetesan data. (bagian system dasar pekerjaan social). Memperhatikan ciri khas human relations dalam pekerjaan social : a). dimana pihak-pihak yang berkonflik hanya sekedar berdamping walaupun dalam hatinya berada dalam keadaan masih panas atau tegang. c. c. Tujuan bagi Pekerja Sosial dan warga masyarakat yang berkonflik dianggap gawat oleh pihak ketiga/pihak lain yang memiliki kepentingannya sendiri.

b). 1. yaitu dengan membangun suasana informal. c. d). Bertanyalah jika reaksi itu proporsional dengan keadaan. Penanganan penyelesaian konflik : a). Identifikasikan butir-butir kesepakatan dan segera menindaklanjutinya. d). c). a. Penangan konflik dapat dilakukan dalam tiga bahagian sbb. Tegaslah terhadap fakta tetapi lunak terhadap orang serta mengambil penambahan waktu untuk mendapakan data dan informasi secara detail. Kesulitan apa yang dihadapi atau ketidakenakan yang dirasakan. c). Seleksi penentuan tujuan dalam rangka penyusunan perencanaan pemecahan masalah. sehingga paling tidak membawa sisa emosi dari peristiwa lainnya untuk diselesaikan. faktor-faktor penyebabnya. Membuat pekerjaan resmi sebagai kegiatan team dengan membagi tanggung jawab sehingga setiap orang mempunyai kesamaan tanggung jawab serta mempunyai alternatif untuk menyesuaikan diri. Penanganan konflik dalam peristiwa sehari – hari : a). Mengetahui spesifikasi masalah. Fokus utama intervensi pekerjaan sosial adalah keberfungsian sosial (sosial fungtioning) yaitu interaksi antara orang dengan lingkungan sosialnya yang dapat menyebabkan timbulnya masalah atau terjadinya konflik. b). penyebab masalah. Pelaksanaan kegiatan dari upaya penanganan. PENANGANAN KONFLIK. Oleh karena itu hasil assessment dapat sangat bermanfaat dalam rangka sbb: a. e). serta akibat yang ditimbulkannya. b. dan kondisi atau situasi lingkungan sosialnya (person – problem – situation).diri klien itu sendiri. menetapkan kawasan netral. c. Membuat suasana yang aman termasuk menciptakan suatu lingkungan dimana setiap orang merasa aman. pengelolaan dan pengendalian serta cara pandang konflik sbb. pertimbangan alternative atau pendekatan-pendekatan untuk pemecahan masalah dan. namun harus diupayakan secara keras. Penggunaan informasi untuk penetapan keputusan-keputusan tentang prioritas masalah dan apa yang akan dikerjakan untuk pemecahan masalah tersebut. Memberikan waktu yang cukup untuk menarik kelompok yang bersaing agar dapat menerima kesepakatan tanpa memberikan konsesi atau mengeluarkan tekanan. serta mengindentifikasikan butir-butir ketidaksepakatan untuk tidak ditindak lanjuti. Membuat suatu proses yang menguji dari dua sisi untuk meningakatkan kesamaan pemahamam satu sama lain. Penanganan pertentangan konflik : a). Mencari kesepakatan minimal tetapi tidak dianjurkan begitu mudahnya membuat kompromi. berada dalam kendali dengan agenda kegiatan yang mudah diatur. b. maupun tetang masalah konflik yang sedang dihadapi. Informasi dan data secara detail adalah sangat penting sehingga campur tangan team dari luar harus mau dan mampu memperhatikan data dan informasi secara . Upaya ini sangat susah untuk mendudukkan orang-orang yang bertikai berada dalam satu meja. selama yang bersangkutan belum menyadari dan faham untuk membangun perdamaian (peach building).

dan sebagainya. d. maka dapat menemukan langkah positif menuju kearah penyelesaian konflik. trauma. Strategi pribadi Untuk mengendalikan rasaketidakenakan maka diperlukan strategi pribadi misalnya dengan gerakan-gerakan tubuh untuk memejamkan mata sejenak. Seorang mediator harus netral. d). Oleh karena itu harus berhati-hati menggunakan bahasa. Kalau faktor-faktor ketidakenakan tersebut dipelajari sebabsebabnya. tetapi kalau masih belum tercapai dapat ditempuh upaya kompromi. 2. berkonsentrasi kepada pokok permasalahan yang sesungguhnya. karena kentalnya perbedaan yang diunjukkan secara menyolok. Kecerdasan emosional (EQ) mencakup kemampuan memotivasi dirinya sendiri. sehingga dapat menyelami dan meperhitungkan emosi negatif secara cermat. PENGELOLAAN KONFLIK a. dan sebagainya yang dapat mengekspresikan tingkat emosinya. Waktu harus disediakan secara longgar untuk dapat mewawancari semua orang yang terlibat dalam konflik. Pendekatan win – win solution Prinsip-prinsip pendekatan sama-sama menang atau saling menguntungkan serta saling memuaskan. c). g. Mediasi Seni mediasi diperlukan bila suatu konflik semakin memburuk sehingga diperlukan pihak ketiga sebagai mediator. f. Untuk itu dicarikan sumber alternatif untuk menyalurkan energinya agar kadar konfliknya berada pada tahap yang lebih rendah. sehingga dengan demikan dapat dilakukan penggungkapan dan pemahaman masalah yang sesungguhnya dirasakan atau dihadapi masing-masing. frustrasi. kejengkelan. tetapi kalau merespon lebih banyak mendengarkan orang lain. Belajar merespon Merespon disini adalah belajar memberikan stimulus dalam bentuk pertimbangan yang arif dan bijaksana. kecemasan. kecuali dengan menghargai kearifan setiap orang. penyesalan. Alasan yang logis sering tidak efektif untuk menyadarkan kelompok yang sedang bertikai untuk mengakhiri konflik. perasaan bersalah. memiliki keterampilan . b. mengatur seni pernafasan. Artinya bahwa harga diri seseorang berada pada apa yang diucapkan melalui bibir dan lidahnya. karena kata-kata yang diucapkan biasanya bermakna. dimana kedua belah pihak menang dalam keberpihakan atas proses penegakan keadilan dan kebenaran. Dalam mediasi sangat diperlukan suatu keahlian dalam bernegosiasi. Penggunaan bahasa yang baik dan positif Ada pepatah bahasa kawi jawa kuno : Ajining diri dumunung ana ing lati. adil. Menjelaskan tujuan penanganan konflik dengan menciptakan suasana yang menumbuhkan rasa untuk tidak harus selalu menang. stress. e. c.detail. Mengenali terjadinya emosi Mengamati segala kejadian atau permasalahan yang dapat menimbulkan kemarahan yang diakibatkan adanya emosi yang tidak terkendalikan. b). dan mampu menangani atau mengendalikan dorongan hati. perasaan terluka hatinya. sehingga diupayakan menggunakan bahasa yang baik dan positif. melepaskan ketegangan. yang memerlukan pengharapan dan empati. Kalau bereaksi kecenderungannya hanya belajar mendengarkan kemauannya diri sendiri. ketakutan. untuk menengahi konflik-konflik yang terjadi. Faktor – faktor ketidak-enakan Faktor-faktor yang dapat menggerakkan timbulnya konflik adalah sesuatu yang tidak mengenakkan seperti : kemarahan. berperilaku yang baik.

mendominasi (dominating). dan sebagainya. evaluasi dampak yang ditimbulkan oleh konflik. pemilihan strategi yang digunakan. faham terhadap permasalahan yang terjadi. k. seperti : cemas. apa komponennya. Negosiasi Seni negosiasi adalah dimulai dengan belajar untuk mendengar terlebih dahulu permasalahan yang berkaitan dengan konflik. negosiasi. a. penghindaran. kreatif dan fleksibel serta mampu menemukenali dan mengembangkan perilaku pribadinya masingmasing. Mau mengakui adanya konflik. Bersedia melatih diri untuk mendengarkan dan mempelajari perbedaan . sehingga sering dijumpai unsur saling menyalahkan. kerelaan untuk membantu (obliging). Penghamburan tenaga. PENGENDALIAN KONFLIK Perlakuan pengendalian konflik dilaksanakan melalui . biaya dan waktu yang sia-sia. karena selama konflik berlangsung maka komunikasi yang baik sulit diwujudkan akibat banyaknya kata-kata yang dilontarkan mestinya tidak digunakan sebagaimana mestinya. . Proses pengendalian konflik Melakukan persepsi tentang konflik itu sendiri. h. Tindakan pengendalian konflik Menghindar. Hasil konflik dengan cara pandang negatif Mempertajam perbedaan. perasaan tertekan. peradilan. kekerasan. bagaimana realisasinya. keterbukaan dalam penanganan masalah. j. memberikan tanggapan (lari atau menyerang) dan refleksi yang seimbang. kemudian menghindari negosiasi yang bersifat konfrontatif. Akomodasi.kemarahan. Kontribusi untuk pengendalian konflik sebagai hasil asesmen. UPAYA HASIL PEKERJAAN SOSIAL TERHADAP KONFLIK. merahasiakan sesuatu. konsiliasi. l. menerima. Kompromi. Sanggup menyampaikan pokok masalah penyebab timbulnya konflik. abritasi. 4. implementasi penanganannya. cara menghindarinya. i. Kolaborasi. dari mana sumbernya. karena menganggu perasaan orang lain dan dapat menjadikan gap interpersonal. dan sebagainya. Kemudian minta satu pihak menempatkan diri pada posisi orang lain dengan memberikan argumentasi kuat terhadap posisi dimaksud. Refleksiologi emosional Perpindahan gerak dari kerjasama yang sifatnya terpaksa dan sering muncul pada saat eskalasi konflik meningkat. Sanggup mengajukan usul atau nasihat . Respon penolakkan Respon penolakan merupakan usaha untuk menghadapi aspek emosional konflik. mediasi. Pengembangan pendekatan pengelolaan konflik Pendekatan pengelolaan konflik dengan mempersatukan (integrating). Perlu diketahui upaya-upaya hasil dalam konflik sbb. 3. memiliki integritas dan etika yang baik. sehinga akan terwujud berbagai alternatif tindakan antara lain berupa: sikap sabar. Gap inter personal Komunikasi merupakan gap inter personal. Kompetisi. menghindar (avoiding). dan kompromi (compromising). b. menekan tuntutan-tuntutan yang diajukan salah satu pihak tanpa kejelasan titik persoalannya. Meminimalisasi ketidakcocokan. Cara pengendalian konflik Memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk mengemukakan pendapatnya tentang kondisi-kondisi penting yang diinginkan sesuai persepsi masing-masing yang harus dipenuhi disesuaikan dengan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia dan dapat dimanfaatkan. : a. c.untuk menganalisis.

Memisahkan orang dari masalah g. Mengumumkan penangguhan c. Menganjurkan partisipasi yang sederajat d. dapat dipenuhi dengan memnggunakan kemampuan dan sumber-sumber yang ada Cukup berat. melakukan voting untuk menentukan pihak yang kalah b. Melakukan parameter d. Memecah belah dan menaklukkan 2. memerlukan pengembangan kemampuan dan keterampilan-keterampilan baru atau perubahan kemampuan dan keterampilan termasuk realokasi sumber-sumber Sangat berat. Memilah-milahkan kelompok dan anggotaanggotanya merusak kerjasama. Mengurangi produktivitas / hasil karya b. KESIMPULAN Berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas dapat kami simpulkan upaya pekerjaan sosial dalam mengatasi konflik berupa tindakan atau langkah-langkah kegiatan sbb. Hasil konflik dengan jenis.Jangan melakukan tindakan selama menghadapi konflik antara lain : b. Melakukan pengumpulan data . Aktif mendengarkan e. Meningkatkan keterlibatan para anggota. PEKERJA SOSIAL KOLOBORASI: Kepercayaan dan persetujuan timbal-balik mengenai cara dan hasil TAWAR-MENAWAR: Pertentangan. Jangan terperangkap kengerian f. Pembentukkan team b. Memperbaiki kualitas pemecahan masalah.Menurunkan semangat beraktivitas. Jangan dibodohi oleh proyeksi 3.kontrol terhadap sumber-sumber. Hasil konflik dengan cara pandang positif Permasalahan konflik yang ada menjadi terbuka dan jelas. Meningkatkan produktivitas c. Jangan memberikan kesempatan untuk perjuangan mendapatkan kekuasaan c. Melakukan proses intervensi c. Memisahkan fakta dari opini f.Mewujudkan action team intervensi a. karena memerlukan perubahan relasi-relasi status dan kekuatan dasar. tetapi ada kemauan untuk membicarakan perbedaan-perbedaan RELASI KONFLIK: Ketidak percayaan dan ketidaksetujuan mengenai cara dan hasil HASIL PERSEPSI PIHAK LAIN: Diinginkan dan sesuai dengan minat-minat pribadi Tidak sepenuhnya sesuai dengan minat-minat pribadi Tidak diinginkan dan tidak sesuai dengan minat-minat pribadi BEBAN PERSEPSI PIHAK LAIN: Tidak berat. Jangan / tidak memihak dalam konflik d. Menciptakan pertumbuhan dan penguatan hubungan.jenis relasi yang dihasilkan akibat dari pengaruh human relations (Antara Pekerja Sosial dengan pihak lain yang terkait) dalam tabel sbb. Menciptakan pemenang. Memberikan kesempatan berkomunikasi secara spontan. Jangan membiarkan konflik menempati agenda anda e. 1. Menciptakan hubungan positif dalam kelompok dengan cara antara lain : a. Menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan.

Menciptakan alternative h.58 http://hadirwong. Wawancara f.html . Menyusun ulang issue g.e.blogspot. Evaluasi dan kesepakatan Diposkan oleh hadirwong di 22.com/2009/12/konflik-yang-terjadi-di-masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful