Mata Kuliah SKS Semester Program Studi

: Pencemaran Udara :2 :V : Teknik Lingkungan

Disusun Oleh : Haryono S Huboyo M.Arief Budihardjo

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008

A.TINJAUAN MATA KULIAH 1.Deskripsi Singkat Mata Kuliah Pencemaran Udara merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program strata 1 (S-1) semester IV Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Mata Kuliah ini berkaitan dengan mata kuliah sebelumnya yaitu Satuan Operasi, Mekanika Fluida dan Termodinamika. Mata kuliah ini menjadi pengantar untuk memahami mata kuliah manajemen rekayasa lingkungan, pemantauan dan analisis kualitas udara dan pencemaran udara dalam ruang. Didalamnya dibahas tentang konsep dari pencemaran udara, sumbersumber pencemar, perilaku udara, efek dari zat pencemar terhadap lingkungan, pengaruh, meteorology terhadap penyebaran polutan, model penyebaran dan transport polutan, cara pengambilan sampel kualitas udara, monitoring kualitas udara, teknik kontrol pencemaran udara dan alat-alat yang digunakan untuk mengontrol pencemaran udara. 2. Relevansi ( Kegunaan) Dalam merancang pengelolaan kualitas lingkungan, pengelolaan kualitas udara termasuk dalam parameter penting yang harus ditinjau. Berbagai aktivitas manusia baik di dunia industri, perdagangan maupun domestik banyak yang mengemisikan polutan udara. Untuk itu perlu dikaji oleh mahasiswa tentang besaran pencemaran udara yang ditimbulkan. Identifikasi pencemar merupakan langkah awal dalam pengelolaan kualitas udara ini. Tentunya pemahaman tentang klasifikasi pencemar, transport dan transformasi pencemar menjadi pengetahuan yang wajib dimiliki pada awal perkuliahan. Di dunia nyata, faktor meteorologis biasanya sudah tersedia oleh BMG, sehingga dengan pemahaman tentang faktor ini akan mempermudah tentang analisis kualitas udara. Monitoring sampel udara dan pemodelan pencemaran udara perlu dikuasai untuk memahami analisis distribusi pencemaran sebagaimana dalam perkiraan dampak terhadap kesehatan (mata kuliah Ekotoksikologi dan Pencemaran). Langkah-langkah pengendalian (basah-kering) menjadi keahlian

yang wajib dimiliki untuk melakukan analisis terhadap pemenuhan baku mutu dan dampak kesehatan. 3.1 Standar Kompetensi Mata kuliah ini mendukung pencapaian kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya dalam struktur kurikulum Jurusan Teknik Lingkungan FT Undip. Diharapkan mahasiswa yang telah menempuh kuliah ini akan mampu berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan. 3.2 Kompetensi Dasar (Tujuan Instruksional Umum) Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena pencemaran udara, menjelaskan aspek dasar meteorologi dalam fenomena pencemaran udara menggambarkan isu monitoring pencemaran udara menginventarisasi berbagai metode pengendalian pencemaran udara. 3.3 Indikator Indikator keberhasilan mahasiswa dalam setiap pertemuan/bahasan adalah akan dapat : • • • • • • • isu pencemaran udara terkini serta manfaat dan relevansi pencemaran udara di bidang teknik lingkungan. menerangkan jenis-jenis pencemar partikel serta perilaku zat pencemar gas dan partikel di atmosfer dampak keberadaan zat pencemar di udara terhadap cuaca, ekologi berbagai standar peraturan pencemaran udara (regional, nasional dan internasional) analisis sumber pencemar udara serta levelnya, inventory emisi dan kontribusi meteorologi udara di troposfer, microscale, mesoscale, macroscale pencemaran udara pengertian transport, dispersi, transformasi, model dispersi

• • • • •

kedudukan monitoring dalam manajemen kualitas udara (skala mikro, meso dan makro) kedudukan pengendalian dalam manajemen kualitas udara serta distribusi polutan dan gas pembawa metode pengendalian kering (settler, cyclone, EP, fabric filter) metode pengendalian basah (wet scrubber) metode pengendalian lain (absorpsi, adsorpsi, insinerasi)

B.POKOK BAHASAN I KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA I.1 SUB POKOK BAHASAN KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN PERANANNYA 1.1 Pendahuluan 1.1.1. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang komposisi bumi secara garis besar dan detail deskripsi atmosfer yang meliputi komposisi, struktur vertikal serta manfaatnya. 1.1.2. Relevansi Di dalam menganalisis perilaku pencemar dari permukaan bumi hingga ke receptor serta model di atmosfer dibutuhkan pengetahuan tentang prinsip dasar atmosfer ini. Untuk pengendalian pencemaran dan penilaian dampak kesehatan terhadap fungsi ekologi terutama manusia, manfaat atmosfer bisa menjadi bahan pertimbangan kebijakan pengendalian yang disusun. Sub pokok bahasan ini merupakan dasar bagi semua mata kuliah yang berhubungan dengan pencemaran udara di tingkat lanjut. 1.1.3.1 Standar Kompetensi

Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang atmosfer dan manfaatnya ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena atmosfer, presentasi studi manfaat atmosfer dan tugas mandiri tentang inventarisasi kebijakan dunia demi konservasi atmosfer. 1.1.3.2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena atmosfer dan menjelaskan manfaat keberadaan atmosfer bagi kehidupan di dunia.

1.2. Penyajian 1.2.1. Uraian Komposisi Lapisan Bumi Bumi dapat dianggap terdiri dari lima bagian: yang pertama, atmosfer, berupa gas; yang kedua, hidrosfir, berupa cairan; yang ketiga, keempat, dan kelima, litosfir, mantel dan inti, sebagian besar berupa bahan padat. Walaupun komponenkomponen ini dihubungkan dengan secara terpisah dalam sesi ini, mereka masingmasing membentuk sebuah komponen dari sebuah sistem interaktif. Atmosfer adalah lapisan luar yang mengelilingi badan planet yang padat. Meskipun atmosfer memiliki ketebalan lebih dari 1100 km sekitar setengah dari massanya dikonsentrasikan dalam kerendahan 5,6 km. Litosfir, utamanya terdiri dari kerak bumi yang dingin, keras dan berbatu, membentang hingga kedalaman sekitar 100 km. Hidrosfir adalah lapisan air yang dalam permukaan Bumi. Mantel dan inti merupakan bagian dalam bumi yang berat, yang membentuk sebagian besar massa Bumi. Bumi adalah planet ketiga dari Matahari dari mana bumi menerima hampir semua tenaganya. Dikarenakan oleh atmosfernya, bumi merupakan satu-satunya planet yang diketahui mempunyai kehidupan, walaupun sebagian dari planet-planet lainnya memiliki atmosfer dan mengandung air. Kondisi iklim ambien di bumi merupakan hasil dari sejumlah gerakan menuju ruang angkasa. Bumi beserta satelitnya, bulan, juga bergerak bersama-sama dalam sebuah orbit berbentuk ellips mengelilingi matahari. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur satu kali setiap kira-kira 23 jam 56 menit. Selain dari gerakan-gerakan primer ini, ada komponen-komponen total gerakan bumi yang lainnya. Mereka meliputi : Perubahan waktu siang dan malam (dari timur ke barat); dan Perputaran poros bumi, sebuah variasi periodik dalam iklinasi poros bumi yang disebabkan oleh tarikan gravitasi matahari dan bulan. Karena kemiringan poros bumi yang menuju ke orbitnya sebesar 23½o, maka tampaknya ini yang menyebabkan matahari bergerak antara 23½o lintang utara

atau air laut. semi. Atmosfer adalah lapisan gas yang menyebar dari permukaan lahan ke puncak atmosfer. Keempat musim tersebut. atmosfer yang mendasarinya dipercayai terdiri dari bahan setengah lebur dan panas yang dapat melunak dan mengalir setelah diarahkan ke suhu dan tekanan tinggi selama masa geologis. Ahli Geologi membedakan sekitar 12 lempengan litosfir besar dan sejumlah besar lempengan atmosfer kecil. Uap air dalam jumlah besar juga pernah ada di dalam atmosfer. Banyak wilayah beriklim sedang yang mengalami 4 musim iklim berbeda. Adalah zona ini. Di bawahnya terletak Atmosfer. dan musim gugur digambarkan melalui perbedaan-perbedaan dalam suhu rata-rata dan panjangnya siang hari. dalam mantel atas. Gerakan antara lempengan–lempengan terjadi disepanjang zona yang relatif sempit di mana kekuatan tektonik lempengan berada dalam kondisi paling aktif. sungai. yang ditentukan oleh posisi bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari. disepanjang mana diketemukan mayoritas sangat besar kegiatan volkanik dan seismik di bumi. Atmosfer Atmosfer merupakan campuran gas yang melingkungi setiap benda yang berhubungan dengan angkasa (seperti Bumi) yang memiliki medan gravitasi kekuatan cukup untuk mencegah agar gas tidak lolos. tetapi termasuk seluruh permukaan air di dunia. panas.dan 23½ o lintang selatan. Sementara itu litosfir termasuk tanah dan segala kandungannya. yaitu musim dingin. Hidrosfir Hidrosfir terdiri utamanya dari lautan. meliputi lautan pedalaman danau. Litosfir Di atas litosfir terletak atmosfer dan hidrosfir. dan air bawah tanah. lapisan bergerak yang secara realtif sempit dan padat. mineral-mineral yang digunakan oleh manusia dan ciri-ciri kegiatan gunung berapi di kawasan rawan. Ini cenderung mengakibatkan pengalaman-pengalaman musim di berbagai tempat di atas permukaan bumi. .

helium. siang dan malam masing-masing tetap sekitar 12 jam lamanya di sepanjang tahun. Perubahan lebih jauh dalam hasil pemanasan adalah karena tebalnya atmosfer melalui mana sinar matahari harus lewat sehubungan dengan sudut insidennya. Sebaliknya.2 di bawah. Di kutub. Oleh karena itu Kutub Utara dan Kutub Selatan masing-masing contong ke arah matahari mengalami siang lebih lama.03%). Oleh karena itu musim panas dibelahan bumi utara sama dengan musim dingin di belahan bumi selatan. Perubahan-perubahan suhu dan panjangnya siang hari yang menyertai perubahan musim adalah sangat berlainan di garis lintang yang berbeda.Penyebaran polutan dalam atmosfer bervariasi tergantung pada musim di sebagian besar daerah. musim panas adalah siang yang panjang dan musim dingin adalah malam yang panjang. serta sejumlah sangat kecil dari hidrogen. siang yang lebih pendek dan sedang mengalami musim dingin. Unsur-unsur pokok ini lebih lanjut ditunjukkan dalam tabel 1. neon.1 dan 1. .9%). karbondioksida (0. metan. Belahan bumi yang miring menjauhi matahari mengalami suhu rendah. Struktur vertikal atmosfer Studi mengenal sampel udara menunjukkan bahwa hingga ketinggian 90 km di atas permukaan laut. didekat khatulistiwa. Homogenitas relatif ini dipertahankan oleh gerakan terus-menerus yang dihasilkan oleh arus atmosfer yang mencegah kecenderungan gas-gas berat mengendap di bawah gas-gas ringan. karbonmonoksida. Komposisi Atmosfer Unsur-unsur pokok atmosfer bumi adalah nitrogen (78%) dan oksigen (21%). komposisi atmosfer sebenarnya sama seperti permukaan tanah. Musim-musim terjadi karena poros bumi yang miring sehubungan dengan bidang orbitnya mengelilingi matahari. kripton. ozon. dan xenon. Gasgas atmosfer dalam sisanya yang 1% adalah argon(0. uap air dalam jumlah yang bervariasi. lebih banyak sinar matahari dan dianggap sedang mengalami musim panas.

192 4.953 + 0.5* 10-4 2 * 10-4 (0.5 + 0.087 + 0.18 + 0.110 + 0.7 0.942 20.1) * 10-4 Tabel 1.800 131.1 Gas-Gas Permanen Yang Menyatukan Atmosfer Gas Permanen Nitrogen (N2) Oksiigen (O2) Argon (Ar) Neon (Ne) Helium (He) Kripton (Kr) Xenon (Xe) Hidrogen (H2) Metan (CH4) Nitrogen Oksida (N2O) Berat Molekuler 28.2 Gas-Gas Variabel Yang Membentuk Atmosfer Gas Variabel Uap (H2O) Karbondioksida (CO2) Ozon (O3) Sulfur Dioksida (SO2) Nitrogen Dioksida (NO2) % Dari Volume 0 hingga 0. Gambar 1.001 0 hingga 0.24 + 0.Tabel 1.032 0 hingga 0.1 di bawah ini.999 39.001 0.016 16.105 % Dari Volume 78.04) * 10-4 (1.01) * 10-4 (5.14 + 0.934 + 0.001) * 10-4 0.01) * 10-4 (0.016 31.300 2.003 33.000002 Berdasarkan pada suhu.01 0 hingga 0.004 20. Atmosfer terdiri dari sejumlah lapisan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1.043 44.1 Lapisan Atmosfer dan Gradasi Suhu .001 (18.

physics. Ini juga disebut termosfir. Idaho State University Weather and Climate) Dalam lapisan terendah. yang dihasilkan oleh tindakan radiasi ultraviolet matahari.. sinar .isu.. Diatas troposfir terletak stratosfir. Daerah dibawah ionosfir disebut eksosfir. menyebabkan mereka menghantarkan listrik. secara praktis sehunya lebih konstan atau sedikit naik seiring dengan ketinggiannya.7 km dalam garis lintang cuaca sedang (hingga suhu sekitar –5 o C).5 oC per 1000 m. disebut mesosfir. terutama di atas daerah tropis. radiasi ultraviolet. Ini merupakan lapisan di mana terjadi sebagian besar awan dan cuaca sebagaimana kita mengalaminya di bumi. maka lapisan ini yang membentang ke suatu ketinggian sebesar 640 km. dan permukaan laut.htm.x. Di dalam lapisan ozon suhu naik dengan lebih cepat. dan hujan elektronik dari matahari mengionisasi beberapa lapisan atmosfer./kmdbbd/unit1_images. batas luar dari atmosfer. yaitu troposfir.(sumber : www. karena suhunya yang tinggi dalam lapisan ini (naik sekitar 1200o C pada sekitar 400 km). dan digambarkan oleh tajamnya penurunan dalam suhu ketika ketinggiannya naik. disebut ionosfir. Di dalam stratosfir lebih rendah. Lapisan ozon ini mulai diperdulikan pada awal tahun 1970-an ketika diketemukan bahwa . Dari penyelidikan-penyelidikan mengenai penyebarluasan dan refleksi gelombang radio diketahui bahwa mulai pada ketinggian 80 km. hampir sama dengan suhu di permukaan bumi lapisan dari 50 hingga 80 km. lapisan-lapisan ini memantulkan gelombang radio dari frekuensi tertentu kembali ke bumi. Manfaat atmosfer Atmosfer melakukan sejumlah fungsi kritis dalam pelestarian kehidupan di bumi. Mereka termasuk : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari Lapisan atmosfer dari 19 hingga 48 ke atas mengandung lebih banyak ozon. biasanya suhu menurunkan ke atas pada tingkat kecepatan sekitar 5. yang membentang ke sekitar 9600 km. Karena konsentrasi ion yang secara relatif tinggi dalam udara di atas 80 km.edu/. Troposfir terbentang hingga sekitar 16 km di daerah tropis ( hingga suhu sekitar – 79oC) dan hingga sekitar 9.

Air yang berpindah dari permukaan laut ke atmosfer dan daratan. Uap ini bersirkulasi melalui atmosfer dan dijatuhkan dalam bentuk hujan.bahan kimia yang dikenal sebagai khlorofluorokarbon (CFC). atau menghasilkan bau-bau yang tidak dikehendaki Konsentrasi tinggi bahan-bahan berbahaya dalam kawasan pencemaran yang tinggi dan. namun mereka yang paling beresiko adakah anak-anak. dimana panas cukup dominan. sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis Gerakan air yang berkesinambungan antara bumi dan atmosfer dikenal sebagai siklus hidrologis. Dibawah sejumlah pengaruh. atau salju. cairan atau bahas padat yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan kesehatan serta kesejahteraan tanaman dan hewan. pekerja yang pekerjaannya memaksa mereka berhadapan dengan bahan-bahan beracun. perokok pasif. dan orang-orang yang sakit jantung dan paru-paru. air diuapkan dari permukaanair dan daratan dan dilepaskan dari sel-sel hidup. atau dapat menyerang bahanbahan. atau khlorofluorometan . Efek-efek eksposur jangka panjang pada konsentrasi rendah tidak dapat dipastikan dengan baik. Efek ini telah dibahas secara detil pada sesi sebelumnya. dapat mengakibatkan luka-luka dan bahkan kematian. orang tua. Sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan Pencemaran atmosfer oleh limbah atau produk samping gas. Efek buruk pencemaran udara lainnya adalah cedera potensial pada hewan ternak dan tanaman pangan. naik ke dalam atmosfer dalam jumlah besar. di bawah kondisi yang parah. Kepedulian ini berpusat pada kemungkinan bahwa senyawa-senyawa ini melalui tindakan sinar matahari. yang melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. dapat menyerang secara fotokimia dan menghancurkan ozon stratosfir. menurunkan daya penglihatan. .

Sebutkan parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer! 2. misalnya gunung dan lembah. Latihan Setelah anda melihat struktur vertikal gradasi suhu terhadap ketinggian seperti gambar dibawah ini. atmosfer perlu dilestarikan. Sebagai perantara emisi.Untuk pencemaran udara. Studi bank dunia barubaru ini di Jakarta (Ostro 1994) dilakukan untuk mengestimasikan hubungan dose-response guna memperkirakan hasil-hasil kesehatan di akarta. dimanakah fenomena pencemaran udara terjadi dan pada kisaran ketinggian berapa? Jawab : Dengan melihat gradasi temperatur.3.3.1.2. yang bergantung pada kondisi cuaca seperti suhu. Sebagai perantara emisi Konsentrasi polutan turun oleh percampuran atmosfer. Tes Formatif 1. maka akan terjadi pemerangkapan polutan dari bumi di daerah suhu troposfer yang karena berakibat perbedaan perbedaan kerapatan atmosfer. sebuah hubungan dose-response lazimnya digunakan untuk menghubungkan perubahan-perubahan dalam tingkat pencemaran ambien dengan hasil-hasil kesehatan. Ketinggiannya sama dengan ketinggian troposfer yaitu 10 km 1.2. dan gerakan sistem tekanan tinggi dan rendah dan interaksinya dengan topografi setempat. 1. Penutup 1. Mengapa suhu memiliki pola gradasi terhadap ketinggian? . kecepatan angin.

Rangkuman Atmosfer yang merupakan bagian dari trilogi komposisi bumi (hidrosfer. hitunglah jawaban anda yang benar. Sebutkan gas apa saja yang cukup berperan dalam mencemari Atmosfer (minimal 4 macam) ! 1.2. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. melindungi bumi dari radiasi sinar matahari dan peranannya sebagai sink bagi pencemar-pencemar udara dari bumi. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.4. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .79% 60% . memberikan fungsi kenyamanan bagi kehidupan dari komposisi kimianya.89% 70% .3.3.69% 0% . 1. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Jelaskan peranan Atmosfer bagi kehidupan di bumi! 4. Atmosfer berperan dalam siklus musim. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.100% 80% . maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.59% 1.3. litosfir dan Atmosfer) memiliki peran yang cukup strategis bagi kehidupan di bumi.3.

Ardino Purbu. Manfaat Atmosfer : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari. Jakarta. sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis. Keberadaan radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi akan diproses berbeda pada tiap lapisan sesuai dengan kondisi komposisi dominan pada lapisan tersebut. Gas pencemar : SOx.Parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer adalah Nitrogen (78% volume) dan Oksigen (20. Ostro (1994) and Resosudamo (1996) presented in the Integrated Vehicle Emission Strategy Workshop October 16-18. sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan dan sebagai perantara emisi. NOx. Penerbit ITB SENARAI . Morris. diktat kuliah GM ITB.H (1999). Meteorologi Pencemaran Udara.Suhu dapat bergradasi terhadap ketinggian pada dasarnya dipengaruhi oleh komposisi kimia yang ada di tiap ketinggian (dalam hal ini diwakili oleh 4 lapisan).3. 4. 2001.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 3. CO. Bandung. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. 1995. berperan dalam siklus hidrologis dari atmosfer dan daratan. CFC DAFTAR PUSTAKA Neiburger. ITB.1.9% volume) 2. Indonesia Soemarno. Sri.

1 Pendahuluan 2. 1. Indonesia berada di urutan ketiga negara terpolusi di dunia .1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang identifikasi sumber dan karakterisasi fisik-kimia partikulat-gas ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang definisi pencemaran udara. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. karakteristik fisik dan kimia dari pencemar udara serta kemungkinan distribusinya di atmosfer. Penyajian 2.2.1.1.2. 1.1.1. kreatif. United Nations Environmental Program pada ahun 1992. karakterisasi pencemar udara baik partikulat maupun gas 2.1. proses terjadinya dan identifikasi sumber pencemar udara.3. presentasi kajian sumber pencemar di sekitar lingkungan sendiri dan kuis tentang karakteristik fisik-kimia partikulat.2 SUB POKOK BAHASAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA 2. 2. Relevansi Di dalam identifikasi pencemaran udara dan menganalisis dampaknya.3. dibutuhkan pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar.1. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena pencemaran udara. mandiri. mahasiswa akan mampu mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan menganalisis besaran dampaknya. Uraian Pendahuluan Menurut Badan Lingkungan Hidup Dunia.2.2.I.

Hal ini menunjukkan bahwa kota – kota di Indonesia mengindikasikan pencemaran udara yang cukup tinggi.01 ppm 310 – 330 ppm < 1 ppm 0. hewan. asap. dan uap ke atmosfer dalam jumlah tertentu dan karakteristik tertentu serta dalam waktu tertentu pula yang dapat membahayakan kehidupan manusia.001 -0. Secara skematik Pencemaran udara dapat diuraikan dalam 3 komponen dasar seperti diagram di bawah ini (Seinfeld. gas.2 Proses Terjadinya Pencemaran Udara Sumber Pencemar Udara Udara di alam tidak pernah bersih tanpa polutan sama sekali. bau. Tyler (1982).02 – 2 ppm 350 – 700 ppm 5 – 200 ppm 0.01 – 0. Selain polutan – polutan tersebut. R.01 ppm 1 ppm 10 – 20 kg/mm 3 Udara Tercemar 0. Miller.setelah Mexico dan Bangkok (UNEP. mendefinisikan pencemaran udara adalah sebagian udara yang mengandung satu atau lebih bahan kimia konsentrasi yang cukup tinggi untuk membahayakan manusia. Udara Bersih 0. Pencemaran udara didefinisikan sebagai masuknya satu atau lebih kontaminan/polutan seperti debu. 1985). aktivitas manusia juga berperan besar dalam polusi udara (Peavy. hewan. dan menggangu kenyamanan dalam kehidupan. perbedaan udara bersih dan tercemar bisa dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 1. (1994).5 ppm 1 – 200 ppm 70 – 700 kg/m3 . Berdasarkan pengalaman empiris. vegetasi atau material. G. 2007). 1975): 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor Gambar 1.001 -0.3 Perbandingan Tingkat Konsentrasi antara Udara Bersih dan Udara Tercemar Komponen SOx CO2 CO NOx HC Partikel lain Simpson. tumbuhan.

Menurut Warner (1981) pencemaran udara berdasarkan sumbernya. Gambar 1. garam sulfat. Polutan primer. 2002) Wujud Fisik Pencemaran Udara Partikulat Keberadaan partikulat di atmosfer sebagian besar bersumber dari kendaraan bermotor dan industri. Sementara Peavy (1985) menyatkan bahwa bahan pencemar udara dapat dibagi menjadi polutan alami. Klasifikasi Sumber Emisi (Sumber : Colls.3. Sementara polutan partikel dapat digolongkan sebagai partikulat seperti debu. b. nitrat dan sebagainya. campuran kimia. Nitrogen dioksida (NO2). Yang termasuk kepada kategori pencemar sekunder adalah ozon yang dikenal sebagai oksidan fotokimia. Sulfur dioksida (SO2). selain itu partikulat juga dapat terbentuk di atmosfer dari polutan gas. merupakan bentuk lanjut dari pencemar primer yang telah mengalami reaksi kimia di lapisan atmosfer yang lebih rendah. sumber-sumber emisi zat pencemar udara secara diagramatis disajikan pada gambar berikut ini. dikelompokkan menjadi 2 golongan. terbentuk langsung dari emisi yang terdiri dari partikulat berukuran < 10 mikron (PM 10). Efek partikulat terhadap kesehatan dan pengurangan jarak pandang . Dari pengelompokan tersebut. Karbon monoksida (CO) dan Timbal. Polutan sekunder. dan partikel . asap dan gas (polutan gas organik dan inorganik). yaitu: a.

. 1980). kita mengenal beberapa substansi yang berupa fase cair dan padat di atmosfer. W (2000) partikel secara umum dapat dibagi kedalam dua bagian. yang paling sering digunakan adalah diameter equivalen. W.4 Partikulat Yang Diperbesar Ribuan Kali Sejumlah cara dapat digunakan untuk menunjukkan ukuran partikel. dan kecepatan (Crawford. komposisi kimianya. tetapi juga meliputi ukurannya. tempat terbentuknya. kecepatan mengendap.5 µm . dll) dan sifat kimia berupa komposisi organik atau anorganik (Hinds C. Partikulat dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik (ukuran. tetapi juga dapat terbentuk dari kondensasi gas secara langsung atau melalui reaksi kimia. Pada partikulat.tergantung pada ukuran partikel dan komposisi kimia yang terkandung didalamnya. Emisi partikulat tidak hanya dapat diemisikan dalam bentuk partikel. bentuk formasi. Partikulat mempunyai ukuran yang mikroskopis atau submikroskopis tetapi lebih besar dari dimensi molekul (Seinfeld. massa. yang berada dibawah kondisi normal. berdasarkan kesamaan volume. Gambar 1. Disamping itu untuk partikel nonspheric dinyatakan dengan equivalen spheres. Partikel halus (Fine partikel): Partikel berukuran lebih kecil dari 2. yaitu: 1. Menurut Hinds C. Deskripsi tentang partikulat tidak hanya meliputi konsentrasinya. 1975). 2000). dan bentuk fisiknya.

Ukuran partikelnya kurang dari 1 µm.5 µm.5 µm.001 mikrometer Gambar 1. Partikel kasar (Coarse partikel): Partikel berukuran lebih besar dari 2. smog : hasil reaksi fotokimia yang tercampur dengan uap air. Merupakan gabungan dari smoke dan fog. Menurut Crawford (1980) beberapa istilah yang dapat menggambarkan partikulat berdasarkan pembentukan dan ukurannya adalah sebagai berikut: 1. Kabut (Mist) Aerosol cair yang terbentuk dari proses kondensasi atau atomisasi. 4.1 0. Ukuran partikelnya (padat atau cair) < 1 µm. Fog : Visible mist. Ukuran partikelnya antara submikrometer hingga 20 µm.5 Ukuran Partikulat Dalam Mikrometer Sumber : Peavy.01 0. Definisi ini berbeda dengan yang diketahui secara umum yang didasarkan pada adanya noxious contaminant. 5. Asap (Smoke) Aerosol visible yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna. Rentang ukuran partikulat dapat diterangkan pada gambar berikut : Dust fly ash Spray fumes smoke mists 1000 100 10 1 0. Ukuran partikelnya dari submikrometer sampai visibel.5 µm . 2. Fume Aerosol padat yang dibentuk dari kondensasi uap atau gas hasil pembakaran. Coarse particle berukuran > 2. Debu (dust) Aerosol padat yang dibentuk akibat pemecahan mekanik material besar seperti dari Crushing dan grounding. Ukuran partikelnya kurang dari 1 atau 2 µm. 1985 . Fly ash yang merupakan hasil pembakaran batu bara. 3. Fine particle berukuran < 2.2.

Sumber transportasi terdiri dari 2 kategori: buangan knalpot kendaraan dan sumber lainnya. Tabel 1. partikulat dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan. Partikulat tersuspensi: kecepatan pengendapannya sangat kecil sehingga jenis ini tetap tersuspensi di udara selama 10-30 hari sebelum tersisihkan melalui deposisi. proses pertanian. erosi oleh angin. terutama dari pembakaran bahan bakar dan dari industri. 2005). Pada tahun 1978.3 110-370 1. yaitu: a. dan rem.3 125-385 Sumber emisi fugitif dari proses industri seperti penanganan. uap air laut. Emisi partikulat tergantung pada aktivitas manusia. seperti ban. Kecuali yang disebut terakhir. 2005. b.Menurut Seinfeld (1975) berdasarkan kecepatan pengendapan. pengisian hingga transfer material.4 Sumber Emisi Partikulat dari Aktivitas Antropogenik di Amerika Jenis Sumber Pembakaran bahan bakar dan proses industri Emisi fugitiv proses industri Emisi fugitiv bukan industri Transportasi Total Sumber : US EPA. sumber TSP dari . Diperkirakan dari kompleks industri besi baja modern. Emisi (Teragram/tahun) 10 3. sumber non industri (debu dari jalan. Partikulat terendapkan: ukurannya lebih besar dari 10 mikron dan lebih berat. proses vulkanis. semua proses itu terjadi akibat interaksi antara material dan mesin atau angin. dan pembakaran. Sumber debu fugitif banyak terdapat didaerah pedesaan (US EPA. 25 % berasal dari debu fugitif dan 60 % berasal dari debu jalan di dalam kompleks industri. 15 % emisi TSP (Total Suspended Particulate) berasal dari stack. Ukurannya berkisar antara kurang dari 1 hingga 10 mikron. pembakaran liar dan reaksi gas-gas alami. dll) dan sumber transportasi. kopling. Emisi fugitif dari sumber non industri (pada umumnya disebut fugitive dust) disebabkan dari debu jalanan umum. konstruksi. Sumber emisi alami partikel yang penting termasuk debu tanah.

Latihan Identifikasi/perkirakan polutan yang berasal dari sektor transportasi. NO2.0 1. dan materi karbon yang berukuran < 1 µm.6 < 0. Sumber berasal dari transportasi (sumber bergerak) serta sumber stasioner seperti instalasi pembangkit tenaga listrik.6 < 0.2 Σ 47. Tabel 1.0 0. Keseluruhan TSP dari sumber gerak roda 40 % berukuran < 10 µm (20% < 1 µm) yang komponen utamanya terdiri dari karbon.1 16. K.transportasi mencapai 1300000 TG. 2005). Sumber TSP akibat pengereman berukuran < 1 µm dan dibentuk terutama dari asbes dan karbon (US EPA.4 16.0 0.0 Dust 9. Polutan gas Beberapa kategori polutan adalah SO2.7 14. tidak berbau.6 3. dan CO. 1986 Satuan SO2 % % % % % % 3.7 59.2 CO 65. dan tidak berasa yang disebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon.2.1 CH 39.1 0. NO. bagaimana perilaku pencemarnya? .1 8.3 17.1 8.1 3. SO2 dihasilkan dari pembakaran sulfur atau materi lain yang mengandung sulfur.7 NOx 54.3 62.0 0.2 < 0. 75 % dari total TSP ini berasal dari kendaraan di jalan raya.4 9.1 25. 1986). sebagian besar terbentuk dari timbal halida.4 13.5 3.5 19.5 Penyebab dari Emisi di Republik Federasi Jerman (1982) Uraian Lalu lintas Rumah tangga Keperluan lain Industri Industri Semen Total Sumber: Kroboth. NOx terbentuk karena ada pembakaran di udara bebas. Sumber utama gas SO2 adalah pembakaran bahan bakar fosil dari instalasi pembangkit listrik serta beberapa industri lainnya.0 21.4 9.0 1.2.4 13. Gas CO bersifat tidak berwarna. Partikulat yang berasal dari mesin.2 21.6 2. sulfat.7 1.7 27. Instalasi pembangkit tenaga listrik dan industri peleburan yang besar pada umumnya mampu mengoptimalkan setiap pembakaran yang ada sehingga dapat mengurangi emisi CO (Cooper & Aley.

kopling dan rem) dan luar kendaraan (material jalan).59% 2. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Jelaskan pengertian emisi fugitif! 2. Mengapa dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres? 4. Tes Formatif 1.HC.2. ada yang terdeposisi di permukaan yang ada di sepanjang jalan. 2. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Polutannya sangat beragam bisa berupa partikulat yang terdiri atas timbal halida. Jelaskan urutan proses terjadinya pencemaran udara! 2.69% 0% .79% 60% . gesekan ban. Penutup 2. hitunglah jawaban anda yang benar. Bisa juga berupa gas seperti NOx.89% 70% .3. Apakah perbedaan polutan yang tergolong primer dan sekunder? 3.3.1. asbes.3. Gas dan partikulat ini akan berada di udara begitu terlepas dari sumbernya.100% 80% .Jawab : Emisi yang berasal dari sektor transportasi bisa berasal dari 2 kategori yaitu : dari kendaraan (asap buangan.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. tetapi jika tingkat penguasaan anda : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . sulfat. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. ada yang berubah komposisi (bereaksi dengan unsur lain) dan ada yang terevaporasi. karbon.3. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. CO.

nitrat. Karakteristik kimia lebih mengemuka untuk polutan gas karena kespesifikan kimianya. Sedangkan polutan sekunder merupakan bentuk lanjut polutan primer karena berinteraksi dengan komponen lain di atmosfer contoh ozon (oksidan fotokimia). Dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres karena bentuk dan dimensi partikulat tidak beraturan sehingga perlu penyamaan “parameter ukuran” melalui perbandingannya dengan bentuk materi bulat berdasar sifat aerodinamisnya.belum mencapai 80%. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Rangkuman Pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar dapat dimulai dari identifikasi polutan primer-sekunder disamping polutan yang bersifat alami dan antropogenik.3. Karakteristik fisik partikulat dapat dilihat dari bentuk fisik.4. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Polutan primer : polutan yang kondisinya tidak berubah seperti pertama kali diemisikan dari sumbernya. 2. 4.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.Emisi fugitif merupakan emisi yang tidak memiliki saluran pembuangan (exhaust) sehingga emisinya lebih tersebar dengan kuantitas. Polutan gas lebih spesifik untuk tiap senyawanya dan tidak dibedakan secara ukuran karena hampir seragam ukurannya.Urutan terjadinya pencemaran udara dimulai dari emisi polutan dari sumber emisi kemudian sebagian terjadi transformasi kimia terhadap polutan dan sampai ke reseptor melalui media atmosfer yang dinamis seperti dalam diagram dibawah : 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor 2. Partikel/partikulat digolongkan menjadi partikel halus dan kasar dengan sumber yang berbeda pula. kecepatan aerodinamisnya. 3. dan karakteristik kimia partikulat dapat dilihat dari kandungan unsur kimianya. . laju dan komposisi yang berbeda-beda. contohnya SO2. 2. NO2. garam sulfat.3.

R.Gooogle. C.unep. Spon Press Tylor & Francis Group. Wark. Martin.html Miller. Peavy. (1980).R. H and Kroboth. William. C. Air Pollution Control Quality. Tchobanoglous. Seinfield. Warner. Air Pollution. Queensland. K. (1994). G. Rowe. (1985). Tanggal 15 Oktober 2005. Zement-Kalk-Gips. Air pollution Control. F. Crowford. Tata –Mc.org/tnt-unep/toolkit/Awareness/Tool4/index. Living in The Environment. New Delhi. David and Alley. (1981). Singapore Colls. (2000). London.com. Illinois. Maveland Press Inc. McGraw Hill Inc. (2002). George. United States Of America. C. (1975). California. Simpson. Xeller. third edition. (1986). Phisical and Chemical Fundamental. Graw-Hill Publishing Company Ltd. www. Grifith University. Graw-Hill. It`s Origin and Control. H. Notes on Lectures Devision of Environmental Scienc. Air Pollution. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. Howard S. Hinds. Copper. Inc. Air pollution. Donald R. Environmental Engineering. (1986). Jeremy. Harper and Row. Mc. SENARAI . Particulate Air Pollution.(1982). Wadsworth Publishing Co. Tyler. J. Second Edition. John.DAFTAR PUSTAKA UNEP (2007) http://www.

1.3.2. presentasi simulasi dampak pencemar di sekitar lingkungan pabrik.1.C. Relevansi Dengan mengetahui dampak pencemaran udara yang begitu luas bagi kehidupan manusia termasuk terhadap material dan tanaman. maka dapat dilakukan langkahlangkah pencegahan dini di sumber dan optimalisasi penghindaran reseptor dari paparan pencemaran udara yang bersifat akumulatif.1.3. Pembahasan dimulai dari korelasi pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran.1. material dan tanaman. material dan tanaman. mahasiswa akan mampu menjelaskan dampak pencemaran udara bagi manusia. 1.2. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang dampak kesehatan dari pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui diskusi tugas identifikasi dampak pencemaran udara bagi manusia.POKOK BAHASAN II PENCEMARAN PERATURAN II.1 SUB POKOK BAHASAN ASPEK KESEHATAN PENCEMARAN UDARA 1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. 1. 1.1 Pendahuluan 1. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan.1. UDARA DITINJAU DARI ASPEK KESEHATAN DAN .

Jumlah dan jenis zat pencemar yang bermacam-macam. karena manusia terpapar terhadap sejumlah banyak zat-zat pencemar yang berbahaya untuk jangka waktu yang sudah cukup lama. Kesulitan dalam mendeteksi zat pencemar yang dapat menimbulkan bahaya pada konsentrasi yang sangat rendah. serta angka kematian. bronchitis.2. 2. 4. kerusakan tanaman. Bukti penting yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa pencemaran udara mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan. orang tua dan golongan berpenghasilan rendah yang biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. kanker. Dalam waktu pemaparan yang pendek. penurunan fungsi ginjal. Menelaah korelasi antara pencemaran udara dan kesehatan. Efek Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia Data epidemi menunjukkan bahwa pemaparan partikulat dihubungkan dengan peningkatan terjadinya angka sakit saluran pernapasan. 7. Interaksi sinergestik di antara zat-zat pencemar. perubahan iklim.2. 3. .1. Penyajian 1. Catatan penyakit dan kematian yang tidak lengkap dan kurang dapat dipercaya. Penyebab jamak dan masa inkubasi yang lama dari penyakit-penyakit (misalnya: emphysema. Hal ini karena: 1. 1986). menurunkan tingkat visibilitas dan penyinaran matahari dan pengaruh lainnya (Cooper & Aley. bronchitis kronik. Uraian Umum Pencemaran udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara. 5. Masalah dalam ekstrapolasi hasil percobaan laboratorium binatang ke manusia.1. 6. tanah dan material. Kelompok yang terkena terutama bayi. Kesulitan dalam mengisolasi faktor tunggal yang menjadi penyebab. penyakit jantung). antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. cukup sulit.

prosesnya sebagai berikut : a. sehingga dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi. 1986). berdasarkan ukuran partikel yang < 2. Hal ini dapat menunjukkan pentingnya mengetahui ukuran partikel sebagai pertimbangan.5 – 10 µm (Cooper & Aley. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk melakukan pemantauan kualitas udara. yaitu : 1. Menurut Anderson (1999). Mucocilliar clearance dari partikel terlarut mencakup transport partikel menuju saluran pernapasan atas oleh aliran mukosa dan aktivitas silier dalam tracheobronchial compartment dan nasopharyngeal compartment c. Sebagai contoh partikulat dengan ukuran > 10 µm dapat disisihkan sebelum masuk saluran pernapasan tetapi untuk yang berukuran < 2 atau 3 µm dapat mencapai paru-paru. Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tingkat konsentrasi. Fine Particle terbentuk dari senyawa sulfat dan senyawa sekunder lain yang mungkin bersifat toksik. yaitu merupakan transportasi partikel dari alveoli ke escalator mucociliar Bahan partikel yang halus dapat mempengaruhi saluran pernapasan dari hidung sampai alveoli.pemaparan partikulat juga meningkatkan timbulnya angka sakit asma (Cooper & Aley. Partikel yang berukuran sedang agak sukar dikeluarkan. Partikel yang berukuran paling keil (diameter 0.2 berikut ini : . tetapi juga oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya. Absorbsi dari proses inhalasi. Alveolar clearance. 1986). masuknya partikel ke dalam tubuh manusia ada dua cara.1 mikron) dapat mencapai alveoli dan akan menyebabkan terjadinya difusi ke dinding alveoli (Goldsmith & Friberg. Coarse Particle didominasi oleh adanya dust. Deposisi partikel pada saluran pernapasan b. Proses clearance debu pada saluran pernapasan dapat dilihat pada gambar 2. Partikel yang besar dapat dikeluarkan melalui impaksi dari hidung dan tenggorokan. terutama yang bersifat inhalable. 1977).5 µm serta antara 2.

masuk ke dalam traktus gastrointestinal. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe dan ke dalam darah J :Absorbsi debu oleh traktus gastrointestinal dan masuk ke darah .1 Proses Clearance Debu Pada Saluran Pernapasan Sumber : Goldsmith & Friberg Keterangan dan mekanisme : D1 : semua debu yang terhirup D2 : debu yang dikeluarkan melalui pernapasan D3 : debu yang tersimpan dalam Nasopharyngeal compartment D4 : debu yang tersimpan dalam Tracheobronchial compartment D5 : debu yang tersimpan dalam Alveolar (pulmonary) compartment a :debu dari Nasopharyngeal compartment masuk langsung ke darah b :dengan proses mucociliary clearance dari Nasopharyngeal compartment masuk ke traktus gastrointestinal c :debu dari Tracheobronchial compartment masuk langsung ke darah d :dengan proses mucociliary clearance dari Tracheobronchial compartment ke traktus gastrointestinal e :debu dari alveolar compartment masuk langsung ke darah f :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe I :Secara lambat. masuk ke dalam traktus gastrointestinal g :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator.D2 D1 D3 D (a) Nasopharyngeal compartment (b) A (c) D4 (d) Sistem Gastrointestinal R Tracheobronchial compartment D5 A (e) Alveolar (pulmonary) compartment (f) H (h) (i) Limpa (g) (j) Gambar 2. tetapi prosesnya lambat h :Secara lambat.

kepadatannya. kelembaban. Semakin lama ia dapat bertahan dalam udara. dan paparan yang lama 3. sifat kimia dan fisikanya. karena partikel yang lebih besar tidak dapat mencapai alveoli 2. sedangkan ynag lebih besar akan mengendap dengan berbagai kecepatan. Sifat dari debu itu sendiri 4. baik yang berasal dari kendaraan bermotor. semakin besar kemungkinannya untuk dapat memasuki paru-paru. Partikulat yang kecil akan lebih lama tersuspensi di dalam udara. sehingga kemungkinan masuknya ke dalam paru-paru akan berbeda pula. dan lain sebagainya. Walaupun merokok hampir selalu menjadi urutan tertinggi sebagai penyebab dari penyakit pernafasan menahun akan tetapi sulfur oksida. asam sulfur. perubahan temperatur Menurut Slamet (1994). seperti angin. faktor utama penyebab kanker paru-paru adalah rokok. biasanya yang diperlukan kadar tinggi untuk dapat mengalahkan kerja escalator silia. bronchitis menahun dan emphysema paru. . Terdapat korelasi yang kuat antara pencemaran udara dengan penyakit bronchitis kronik (menahun). tetapi debu yang ada di udara juga berpengaruh meskipun pengaruhnya kecil. Faktor meteorologi. dan nitrogen dioksida telah menunjukkan sebagai penyebab dan pencetusnya asthma brochiale. efek partikulat terhadap paru-paru berbeda dari gas.Berdasar penelitian Price (1994). Debu yang bisa menimbulkan penyakit dipengaruhi oleh : 1. Kadar dan lamanya paparan. industri. yang paling berbahaya adalah yang berukuran 1 sampai 5 µm. karena ditentukan oleh diameter. partikulat. Ukuran partikel. Hubungan yang sebenarnya antara pencemaran udara dan kesehatan atau pun timbulnya penyakit yang disebabkannya sebetulnya masih belum dapat diterangkan dengan jelas betul dan merupakan problema yang sangat komplek. Hasil-hasil penelitian di Amerika Serikat sekitar tahun 70-an menunjukkan bahwa bronchitis kronik menyerang 1 di antara 5 orang laki-laki Amerika umur antara 4060 tahun dan keadaan ini berhubungan dengan merokok dan tinggal di daerah perkotaan yang udaranya tercemar. bentuk.

pembatasan penglihatan dan akibat lain pada lingkungan (adverse level). Namun dari data statistik dan epidemiologik hubungan ini dapat dilihat dengan nyata. Tabel 2. panca indera. d. WHO Inter Regional Symposium on Criteria for Air Quality and Method of Measurement telah menetapkan beberapa tingkat konsentrasi pencemaran udara dalam hubungan dengan akibatnya terhadap kesehatan/lingkungan sebagai berikut: a. akibat berbahaya pada tumbuh-tumbuhan. . jumlah perawatan dalam rumah sakit. Tingkat I b. Tingkat IV : Konsentrasi di mana mungkin terjadi penyakit akut atau kematian pada golongan populasi yang peka (emergency level). c. baik secara langsung maupun tidak langsung. Tingkat II : Konsentrasi dan waktu expose di mana tidak ditemui akibat : Konsentrasi di mana mungkin dapat ditemui iritasi pada apa-apa.Banyak faktor-faktor lain yang ikut menentukan hubungan sebab akibat ini.1 Pengaruh Partikulat Terhadap Kesehatan Manusia Berdasarkan Ukurannya Konsentrasi ( µg/m3 ) 750 300 200 100 – 130 100 80 . jumlah sertifikat/surat keterangan dokter.100 Disertai dengan 715 µg/m SO2 630 µg/m3 SO2 250 µg/m3 SO2 120 µg/m3 SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 3 Waktu Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata tahunan Rata-rata tahunan Rata-rata dua tahunan Pengaruh Peningkatan jumlah penyakit yang lebih besar Pasien bronkitis kronis menjadi akut Peningkatan ketidakhadiran pekerja-pekerja industri Peningkatan penyakit pernapasan pada anak-anak Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 tahun Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 sampai 69 tahun Sumber : Peavy (1985) Beberapa cara menghitung/memeriksa pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan adalah antara lain dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. Tingkat III : Konsentrasi di mana mungkin timbul hambatan pada fungsifungsi faali yang fital serta perubahan yang mungkin dapat menimbulkan penyakit menahun atau pemendekan umur (serious level).

misalnya pada aktivitas atlet. Penimbunan bahan berbahaya dalam tubuh 7. secara umum efek pencemaran udara terhadap individu atau masyarakat dapat berupa : 1. Sedangkan kecepatan pengendapannya tergantung pada ukuran partikel. . Penyelidikan-penyelidikan ini harus dilakukan secara prospektif dan komparatif antara daerah-daerah dengan pencemaran udara hebat dan ringan. Sakit. data meteorologik.jumlah morbiditas pada anak-anak. merokok. aktivitas motorik. dengan juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh (misalnya udara. Bahan pencemar udara yang ada di atmosfer dapat menyebabkan kelainan pada tubuh manusia. Studi tentang pencemaran udara ditujukan untuk mengontrol sumber polutan sehingga dapat mengurangi konsentrasi pencemaran udara ambien hingga tidak membahayakan kondisi lingkungan. massa jenis partikel serta arah dan kecepatan angin yang bertiup. dan sebagainya). Kemunduran penampilan. Iritasi sensorik 6. menghambat pertumbuhan dan perkembangan 3. kebiasaan makan. Waktu hidup partikel berkisar antara beberapa detik sampai beberapa bulan. Tujuan studi ini juga diarahkan pada perhitungan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh pemaparan polutan. paru dan sebagainya. Rasa tidak nyaman (bau) Partikel sebagai pencemar udara mempunyai waktu hidup yaitu pada saat partikel masih melayang-layang sebagai pencemar di udara sebelum jatuh ke bumi. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. Menurut Goldsmith & Friberg (1977). Mengganggu fungsi fisiologis dari paru. Penyakit yang tersembunyi yang dapat memperpendek umur. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. dan kemampuan sensorik 4. dan aktivitas belajar 5. syaraf. transport oksigen oleh hemoglobin. baik yang akut maupun yang kronis 2.

Contoh dampak ini adalah rusak kulit. dapat dilihat dari daunnya.S. 1986).Efek Pencemaran Udara Terhadap Material dan Tanaman Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi. Jawab : Gambar tersebut menjelaskan menjelaskan tingkatan resiko yang mungkin timbul akibat pencemaran udara bagi kesehatan dari yang kurang serius sampai yang paling serius. Disamping itu ada jumlah sedikit gas klorin. tidak merusak dan tidak mengancam nyawa.2. Latihan Jelaskan pengaruh terhadap kesehatan dari adanya pencemaran udara seperti tercantum dalam gambar di bawah ini : Sumber : U. Secara umum polutan akan masuk ke tubuh tanaman melalui proses respirasi. Dampak yang bersifat serius . Kerusakan yang ditimbulkan. 1. Tingginya kadar asap dan partikulat dihubungkan dengan terjadinya proses korosi antara pelapis dan struktur material dengan senyawa asam atau alkalin. serta etana. terutama sulfur dan materi korosif. kemudian akan merusak klorofil dan menghambat fotosintesis tanaman. Senyawa pencemar yang diketahui sebagai phytoxicants adalah SO 2 . dimulai dari penurunan tingkat pertumbuhan hingga kematian tanaman (Cooper & Aley. Dampak yang kurang serius bersifat mudah pulih (reversible). Peroxyacetyle Nitrate (PAN-hasil proses fotokimia pada smoge). dan merkuri. sakit kepala dan pusing. batuk. 1991. 1986). EPA. amonia. Ozon sangat efektif dalam mempercepat proses korosi karet (Cooper & Aley. iritasi tenggorokan. hidrogen klorida.2.

Sebutkan parameter lain yang mempengaruhi besaran dampak pencemaran disamping faktor konsentrasinya. Tes Formatif 1. Penutup 1. 2.3.3. 1.3.seperti kerusakan ginjal dan lever. Sebutkan pengaruh utama pencemaran udara terhadap material! 1.100% 80% . Jelaskan dalam studi epidemiologi. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. kerusakan sistem saraf dan kelainan janin.3. Sebutkan parameter dari debu yang berpengaruh terhadap timbulnya penyakit! 3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.79% 60% .89% 70% . Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. kanker. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. hitunglah jawaban anda yang benar.2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3.59% 1.69% 0% .1. data apa saja yang perlu diketahui dalam survey! 4. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.

kadar dan lamanya paparan. Inc. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. 4.3. A Design Approach. 2. Chest. Partikulat dengan kandungan logam-logam berat lebih berbahaya dibanding partikulat dengan kandungan organik yang mudah terurai.C (1994). DAFTAR PUSTAKA Cooper. Studi tersebut bersifat prospektif dan komparatif dilakukan dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. Vol 97. Parameter tersebut adalah ukuran partikel. JD Wilson and FC Hiller (1990).5 – 10 µm ). Air Pollution Control. American College of Chest Physicians . Waveland Press. sifat dari debu itu sendiri. F.3. Partikulat halus (< 2.1. jumlah perawatan dalam rumah sakit. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman. Anderson PJ. Rangkuman Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan. faktor meteorologi 3. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan juga ditentukan oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 1115-1120. C David & Alley.5 µm ) lebih mudah mencapai paru-paru dibanding partikulat kasar (antara 2. United States. Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi. paru dan sebagainya.4. Pembahasan dimulai dari pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter. jumlah morbiditas pada anak-anak. Second Edition. 1.

.2 SUB POKOK BAHASAN PERATURAN STANDAR PENCEMARAN UDARA 2. Effects of air pollution on human health.2.Epa. Kesehatan Lingkungan. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara. 2. In Air Pollution (edited by Sten A. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia. Wilson (1994) Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Buku 2 Edisi 4. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding. C.).1 Pendahuluan 2. McGraw-Hill Book Company Slamet. Environmental Engineering. Deskripsi Singkat Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara. Donald R.1.Html.1. Juli Soemirat (1994). Air Pollution and Health Risk. Howard S.Gov/Ttn/Atw/ 3_90_022. third edition USEPA. SENARAI II. Sylvia. T (1977). http://Www. Rowe. Vol. A and Lorraine M. Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia. Relevansi Dengan mengetahui berbagai aturan pencemaran udara baik dalam skala lokal. (1991). Penerbit Buku kedokteran EGC. R. Universitas Gadjah Mada Press Goldsmith J. nasional dan internasional maka siswa akan memiliki informasi yang dapat diperbandingkan dan dijadikan acuan dalam pembahasan pengelolaan pencemaran udara untuk skala lokal dan nasional. and Friberg L.Price.1. Jakarta Peavy. accessed 27 Desember 2005. II. George Tchobanoglous (1985).

1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang regulasi/peraturan pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. Peraturan secara internasional ini digunakan jika terjadi pencemaran udara yang melibatkan beberapa Negara atau lintas Negara. kreatif.1.1.2. perturan yang digunakan merupakan peraturan yang berlaku di Negara itu sendiri. Clean Air Act yang diundangkan tahun 1990 diturunkan dalam bentuk National Ambient Air Quality Standards (40 CFR part 50) oleh EPA. tugas mandiri pengelompokan peraturan.2. tanaman.2. 2. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas identifikasi dan analisis peraturan pencemaran udara. Konvensi Wina c.2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. . kerusakan ke pertanian. hewan dan bangunan. Kyoto protocol b. Penyajian 2. Konvensi Stockholm Tetapi jika pencemaran udara yang terjadi tidak berdampak pada Negara lain.3. Di Amerika menganut sistem common law.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan berbagai peraturan pencemaran udara terutama di Indonesia. mandiri. anak serta lanjut usia dan secondary standards yang melindungi kesejahteraan publik seperti jarak pandang. Uraian Peraturan di Negara-Negara Maju Peraturan yang mengatur tentang pencemaran udara secara internasional merupakan hasil konvensi dunia. yaitu hukum – hukumnya tidak dibukukan dan hanya mengandalkan putusan dari hakim. 2.3. Contoh konvensi yang telah ada yaitu : a. Clean Air Act terdiri atas 2 tipe standar yaitu Primary standards yang mengatur batasan untuk melindungi kesehatan publik termasuk yang berkategori golongan “sensitif” seperti penderita asma.

053 ppm (100 µg/m3) 150 µg/m3 8-hour (1) 1-hour (1) Rolling 3-Month Average Quarterly Average Annual (Arithmetic Mean) 24-hour (3) Annual (4) (Arithmetic Mean) 24-hour (5) 8-hour (6) 8-hour (7) Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Secondary Standards Level Averaging Time None Lead Nitrogen Dioxide Particulate Matter (PM10) Particulate 15.5 µg/m3 0. .12 ppm Sulfur Dioxide 0.5 ppm 3-hour (1) Annual (1300 (Arithmetic Mean) (1) µg/m3) 24-hour Di Inggris sudah diadopsi Clean Air Act 1993 CHAPTER 11 Statutory Instruments 2007 No.15 µg/m3 (2) 1.03 ppm 0. Jepang menerapkan Environmental Quality Standards in Japan Air Quality yang meliputi Environmental Quality Standards. Environmental Quality Standards for Benzene.08 ppm (1997 std) 0. Tetrachloroethylene and Dichloromethane dan Environmental Quality Standards for Dioxins yang dikeluarkan oleh Ministry of the Environment Government of Japan.Tabel 2. Trichloroethylene.075 ppm (2008 std) 0.5) 35 µg/m3 Ozone 0.14 ppm Same as Primary 1-hour (8) (Applies only in limited areas) 0.0 µg/m3 Matter (PM2.2 National Ambient Air Quality Standards di Amerika Pollutant Carbon Monoxide Primary Standards Level Averaging Time 9 ppm (10 mg/m3) 35 ppm (40 mg/m3) 0. 64 serta The Air Quality Standards Regulations 2007 Made 15th January 2007.

Karena undang undang lingkungan di indonesia sangat bagus. Meratifikasi adalah memasukkan ketentuan asing. negara maju lebih responsif daripada di Indonesia. 2004) : 1 UU No. Caranya adalah dengan membuat UU mengenai ratifikasi ketentuan – ketentuan tersebut. Peraturan yang ada di Indonesia merupakan peraturan yang berkiblat pada Eropa karena masa lalu Indonesia yang pernah dijajah oleh Belanda.45/1997 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara 4 Kep Kepala Bappedal No. Sistem yang dianut oleh Indonesia adalah sisil law.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan 2 PP No.252/2004 tentang Keterbukaan Informasi baik Sumber Tidak Bergerak dan Sumber Bergerak 11 KepMen KLH No. biasanya berupa konvensi atau traktat (perjanjian). 50/96 tentang Standar Tingkat Kebauan . Bedanya pada aplikasi peraturannya saja.141/2003 tentang Standar Emisi untuk Tipe Baru dan Produksi Masa Kini Kendaraan Bermotor 10 KepMen KLH No. peraturan di indonesia tidak kalah dengan peraturan di amerika.107/1997 tentang Perhitungan dan Pelaporan Informasi PSI 5 KepMen KLH No.Peraturan Pencemaran Udara di Indonesia Dari segi ketentuan atau peraturan. dimana hukum.129/2003 tentang Standar Emisi untuk Kegiatan Minyak dan Gas 8 KepMen KLH No.41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara 3 KepMen KLH No.35/93 tentang Standar Emisi untuk Kendaraan Bermotor 9 KepMen KLH No.hukumnya dibukukan ke dalam Undang – Undang. Peraturan yang ada di Indonesia yang mengatur tentang pencemaran udara diantaranya yaitu (Tamin.KEP/MENLH/1995 tentang Emisi Sumber Tidak Bergerak 6 Kep Kepala Bappedal No.Indonesia telah meratifikasi hukum yang ada. 205/1997 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara dari Sumber Tidak Bergerak 7 KepMen KLH No.

tingkat gangguan. penanggulangan dan pemulihan akibat pencemaran udara.000 ug/Nm3 10. pemberitahuan keadan darurat oleh Menteri jika cemaran pada udara membahayakan. yaitu pengendalian terhadap pencemaran udara yang meliputi pencegahan pencemaran udara untuk persyaratan penataan lingkungan hidup. indeks standar pencemar. Kemudian dibahas mengenai langkah-langkah perlindungan mutu udara. Selain itu juga terdapat lampiran baku mutu udara ambien nasional seperti tercantum di bawah ini.5* TSP (Debu) Pb(Timah Hitam) Dustfall (Debu Jatuh) Waktu Pengukuran 1 Jam 4 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 1 Thn 3 Jam 24 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 30 Hari Baku Mutu 900 ug/Nm 365 ug/Nm3 60 ug/Nm3 30. pihak berwenang yang terkait seperti Mentri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup. misalnya pengertian mengenai udara ambien.Vol Hi – Vol Hi – Vol AAS Cannister 7 8 9 . yang meliputi:baku mutu udara ambien. Pihak – pihak yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran udara akan dikenai sanksi dan ganti rugi yang ketentuannya dijelaskan dalam PP ini. Setelah perlindungan. status mutu udara ambien.000 ug/Nm3 400 ug/Nm3 150 ug/Nm3 100 ug/Nm3 235 ug/Nm3 50 ug/Nm3 160 ug/Nm3 150 ug/Nm3 65 ug/Nm3 15 ug/Nm3 230 ug/Nm3 90 ug/Nm3 2 ug/Nm3 1 ug/Nm3 10 Ton/ Km2/ Bulan (Pemukiman) 20 Ton/Km2/ Bulan (Industri) 3 Metode Analisis Pararosanilin NDIR Saltzman Chemilumine scent Flame Ionization Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Ekstratif Pengabuan Gravimetric Peralatan Spektrofotometer NDIR Analyzer Spektrofotometer Spektrofotometer Gas Chomatogarfi Hi . baku mutu udara ambien. Tabel 2.3 Baku Mutu Udara Ambien Nasional Parameter 1 2 3 4 5 6 SO2 (Sulfur Dioksida) CO (Karbon Monoksida) NO2(Nitrogen Dioksida) O3 (Oksidan) HC (Hidro karbon) PM10 (Partikel <10 um) PM 2.dan hal – hal yang terkait dengan pencemaran udara. dan Gubernur.PP NO 41 tahun 1999 ini memuat tentang definisi dari pencemaran udara.Vol Hi – Vol Hi . baku mutu emisi dan ambang batas.

parameter PM2.5 ug/Nm3 40 ug/100 cm2dari kertas limed filter 150 ug/Nm3 1 mg SO3/100 cm3 Dari Lead Peroksida 3 Metode Analisis Spesific ion Electrode Colourimetric Spesific ion Electrode Colourimetric Peralatan Impinger atau Continous Analyzer Limed Filter Paper Impinger atau Continous Analyzer Lead Peroxida Candle Catatan : (*) PM25 mulai diberitahukan tahun 2002 Nomor 10 s/d 13 Hanya berlakukan untuk daerah/kawasan Industri Kimia Dasar Contoh : Industri Petro Kimia.5 baru diberlakukan pada tahun 2002. apakah kegunaan primary standards dan secondary standards? Apakah Indonesia dapat mengadopsinya? Jawab : Primary standards digunakan untuk melindungi kesehatan manusia (publik). maka batas konsentrasinya parameter yang terkait menjadi lebih tinggi? 3.1. hewan dan bangunan. Bagaimana konsekuensinya? . Tes Formatif 1.2.3. Indonesia belum/tidak mengadopsi primary dan secondary standards karena kebutuhan pengendalian pencemaran masih untuk kategori primer dan peraturan ke kepentingan publik diserahkan ke kebijakan tiap instansi dan pemerintah daerah yang bersangkutan. Dalam peraturan pencemaran udara di Amerika. sedang secondary standards untuk melindungi kepentingan publik termasuk tanaman.Parameter 10 11 12 13 Total Fluorides (as F) Fluor Indeks Khlorine dan Khlorine Dioksida Sulphat Indeks Waktu Pengukuran 24 Jam 90 Hari 30 Hari 24 Jam 30 Hari Baku Mutu 3 ug/Nm 0.3. Sebutkan 3 konvensi dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara! 2. Industri Pembuatan Asam Sulfat 2. Penutup 2. Latihan 1. Mengapa dalam peraturan tersebut untuk suatu rentang waktu persyaratan paparan yang lebih rendah. Dalam baku mutu udara ambien nasional. 2.2.

Rangkuman Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara.3.89% 70% . Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Mengapa dalam baku mutu udara ambien nasional. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. hitunglah jawaban anda yang benar. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .3.3.59% 2.4.100% 80% . metode pengukuran parameter-parameter juga dicantumkan? 2.4. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.69% 0% .2. 2. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding.79% 60% .

5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. maka metodenya distandarkan. Konvensi Stockholm 2. Ridwan D (2005). Pihak-pihak yang mengemisikan PM2. Untuk pengukuran suatu parameter sangat banyak metodenya. Konvensi tersebut adalah : a.5 di udara ambien.2. Konvensi Wina c. 4. Policy And Regulation Of Air Pollution In Indonesia. Konsekuensinya mulai tahun 2002 setiap daerah wajib melakukan pengukuran konsentrasi PM2.5 juga dianjurkan untuk mengukurnya agar tahu kontribusinya terhadap udara ambien. Hal ini berhubungan dengan studi dosis-response dimana untuk keterpaparan konsentrasi yang kecil maka manusia dapat bertahan hidup lebih lama demikian sebaliknya 3.3. 2005. Assistant Deputy for Vehicles Emissions Pollution Control. paper presented in Training of Trainer BASIC URBAN AIR QUALITY MANAGEMENT CAI Net. Agar terjadi keseragaman untuk perbandingan dengan baku mutu. DAFTAR PUSTAKA Clean Air Act USA Clean Air Act UK Japan Environmental Quality Standards Tamin. September 19 – 23. Bandung SENARAI . Metode yang dijadikan standar dalam baku mutu merupakan metode yang akurat dan dapat diusahakan di seluruh Indonesia. Kyoto protocol b.

1. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara.1 SUB POKOK BAHASAN METEOROLOGI PENCEMARAN UDARA 1. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara. adveksi. difusi dan dispersi.1.2. dilusi. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara. difusi dan dispersi. 1.2. faktor turbulensi di atmosfer.POKOK BAHASAN III METEOROLOGI DAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA II. . Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. mandiri. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada. 1.1. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan.3. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang meteorologi pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.D.1. dilusi. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer. kreatif. peranan angin dalam distribusi polutan. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi. 1.3.1.1 Pendahuluan 1.

Namun alam mempunyai prosesnya sendiri yang secara alamiah dapat mengurangi maupun memindahkan konsentrasi berbagai partikulat tersebut sebagai akibat faktor meteorologi (Neiburger. Fenomena ini dapat dipelajari dengan atau dari numerical atmospheric diffusion model. profil pergerakan udara biasanya akan sangat kompleks. Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi.1. seperti hujan. Smog sebagai contoh. Pola gerakan atmosfer atau dinamika atmosfer sangat berperan dalam . Baik percampuran antara polutan yang satu dengan yang lain yang pada akhirnya akan meningkatkan komposisi polutan itu sendiri.1. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. Uraian Umum Di atmosfer. hidrokarbon. Proses penghilangan (dispersi) Zat pencemar di atmosfer akan mengalami penghilangan atau pengurangan karena adanya proses-proses meteorologi. Dalam perhitungan harga kecepatan dan arah angin diperlukan sebagai indikasi pergerakan udara di suatu daerah. dan energi matahari. Proses perubahan (difusi) Zat pencemar selama berada di udara akan mengalami perubahan fisik dan kimia. bahkan memunculkan jenis polutan baru. merupakan hasil interaksi di udara antara oksida nitrogen.2. Proses penyebaran (adveksi) Penyebaran zat pencemar yang diemisikan dari sumbernya ke udara diakibatkan oleh adanya pengaruh down wind. 1995). Proses pengenceran (dilusi) Pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. Bahkan untuk jarak yang pendek. Penyajian 1. peristiwa ini dikenal dengan reaksi fotokimia. dispersi. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi). sehingga membentuk zat pencemar sekunder.2. berbagai polutan udara akan melalui berbagai proses.

angin lembah. tetapi dengan adanya gaya Coriolis maka angin akan bergerak tidak sesuai dengan yang seharusnya. Pada skala makro. Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara. Oleh karena itu. 2. akan dibahas di sub bab ini yaitu : sirkulasi angin. sehingga terjadi gerakan udara horisontal di atmosfer. kabut di pantai. pergerakan angin sangat dipengaruhi oleh temperatur atmosfer. Transportasi atmosfer vertikal atau konveksi 3. serta antara atmosfer di atas benua dengan di atas lautan menyebabkan gerakan udara dalam skala yang sangat besar. angin laut dan angin darat. turbulensi dan kestabilan atmosfer. Transportasi atau pengangkutan zat oleh aliran udara horisontal atau angin. Cahaya bulan. Fenomena skala meso akan terjadi sampai ratusan kilometer dan skala mikro mencapai 10 kilometer. . Faktor-faktor dinamika yang mempengaruhi adalah : 1. dan pemanasan global adalah contoh-contoh dari pengaruh topografi regional dan lokal pada kondisi atmosfer. temperatur. baik difusi molekuler maupun difusi turbulensi. perbedaan temperatur antara atmosfer di kutub dan di ekuator (khatulistiwa). Perbedaan ketinggian permukaan tanah mempunyai efek pada kecepatan angin dan arah pergerakan angin. Angin lokal terjadi akibat perbedaan temperatur setempat. Fenomena ini terjadi sampai jarak ribuan kilometer dan terlihat dengan munculnya area semipermanen bertekanan sedang di atas lautan dan daratan. dan gerak rotasi bumi. sistem presipitasi angin. Pada skala meso dan mikro. Difusi. keadaan topografi sangat berpengaruh pada pergerakan angin.penyebaran polutan pencemar yang masuk ke dalam atmosfer (udara ambien). tekanan pada permukaan tanah. Perbedaan pemanasan udara menyebabkan naiknya gradien tekanan horisontal. Sirkulasi Angin Angin merupakan udara yang bergerak sebagai akibat perbedaan tekanan antara daerah yang satu dan lainnya. Angin bergerak dari tekanan tinggi ke rendah.

efek sirkulasi angin terjadi tiap jam. 2000) Bila bumi tidak berputar. udara sering kali mengalami percepatan yang kecil dan tekanan rendah sehingga gaya-gaya yang bekerja pada bagian udara pada kasus ini akan berimbang dan gradien arah pergerakan udara sejajar dengan garis tekanan.1. dan dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda. Dengan demikian arah pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke bertekanan rendah tidak tegak lurus lagi. Di samping adanya gradien tekanan. Distribusi frekuensi dari arah angin menunjukkan daerah mana yang paling tercemar oleh polutan. gaya gravitasi mulai berperan sehingga mengakibatkan perubahan gradien arah pergerakan udara terhadap ketinggian. Di lapisan atmosfer teratas. Untuk sebuah daerah. Dekat dengan permukaan bumi. udara akan mempunyai kecenderungan mengalir langsung dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.Gambar 3. Siklus angin secara global (Sumber: Liu & Liptak. ada suatu gaya yang harus dipertimbangkan yaitu gaya Coriolis yang ditimbulkan yang ditimbulkan akibat rotasi bumi (gaya ini kadangkadang disebut juga gaya defleksi horisontal). . tiap hari.

Lalu aliran .3.Salah satu hal penting dalam meramalkan penyebaran zat pencemar adalah mengetahui arah dan besarnya kecepatan angin. 1986 Setelah matahari terbenam dan beberapa jam pendinginan oleh radiasi. NORTH 35% 28% 21% 14% 7% WEST EAST WIND SPEED (Knots) >= 22 17 . Arah angin bisanya didefinisikan dengan wind rose. arah. Angin Laut – Siang Hari Angin Darat – Malam Hari Gambar 3.2. Pada siang hari. Skema Angin Darat dan Angin Laut Sumber: Cooper dan Alley.67% Gambar 3. kekuatan. sehingga bahan polutan yang berada beberapa ratus meter di atas permukaan akan ikut tersebar. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. dan kecepatan.17 7 . yang mana berbentuk grafik (vektor) yang menggambarkan frekuensi distribusi dari arah angin pada berbagai variasi kecepatan yang terjadi pada suatu lokasi dengan waktu tertentu. Hal ini akan menyebabkan adanya angin laut.21 SOUTH 11 . suhu udara di atas laut lebih rendah dibandingkan pada daratan. Bunga Angin (Wind Rose) Adanya perbedaan daerah daratan dan daerah perairan akan mengakibatkan pengaruh formal yang berbeda akibat radiasi sinar matahari. suhu udara di daratan akan menjadi lebih rendah dibandingkan pada lautan.11 4-7 1-4 Calms: 16. Perbedaan ini akan menyebabkan perpindahan udara dari laut yang bersuhu rendah ke daratan yang bersuhu tinggi. Wind rose adalah sebuah statistik angin yang terdiri dari frekuensi.

Stabiltas atmosfer ini dibagi menjadi 7 (tujuh) kelas stabilitas. Tabel 3. Hal ini akan menyebabkan terjadinya angin darat. polutan-polutan di atmosfer terdispersi dalam 2 cara yaitu melalui kecepatan angin dan turbulensi atmosfer.udara akan berpindah dari daratan yang bersuhu rendah ke lautan yang bersuhu tinggi. Klasifikasi stabilitas atmosfer Siang Hari Malam Hari Kecepatan Net Radiasi (γ. B. yang dibedakan dengan huruf A.5 7.1. dan F. Turbulensi Secara garis besar.8 -1. baik arah horisontal maupun vertikal. . menyebabkan terjadinya percampuran dalam atmosfer. Turbulensi atmosfer terjadi akibat dari gerakan angin yang berfluktuasi dan memiliki frekuensi lebih dari 2 cycles/hr. Dalam penelitian JICA (1995) dinyatakan bahwa parameter untuk mengetahui stabiltas atmosfer dikemukakan oleh Pasquill dan diperbarui oleh Gifford lalu dimodifikasi oleh Senshu.5>γ≥0 0>γ≥-1. C. pola gerakan atmosfer dapat dibedakan menjadi dua macam. E. Difusi turbulen terjadi pada aliran turbulen. Klasifikasi dari stabilitas atmosfer dapat dilihat pada tabel berikut ini. D.8>γ≥-3.6 -3.6>γ U<2 2≤U<3 3≤U<4 4≤U<6 U≤6 A A-B B C C A-B B B-C C-D dD B C C dD dD dD dD dD dD dD nD nD nD nD nD G E nD nD nD G F E E E Sumber : The Study On The Integrated Air Quality Management For Jakarta Metropolitan Area Keterangan dari klasifikasi kelas : A B C D E F G = sangat tidak stabil = tidak stabil = sedikit tidak stabil = netral = stabil = sangat stabil = lebih stabil dari kelas F Secara umum. Komponen penentu tingkat turbulensi di atmosfer adalah stabilitas atmosfer atau stabilitas udara. yaitu aliran laminar dan aliran turbulen. cal/cm2/h) Angin (m/sec) γ≥30 30>γ≥15 15>γ≥7.

Akibat pergerakan eddies akan menimbulkan pencampuran dan pengenceran konsentrasi zat pencemar di udara. akan membentuk plume berukuran besar dan mempunyai liuk yang besar. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang kecil. macam bentuk penyebaran plume tersebut adalah sebagai berikut : 1. Perbedaan profil kecepatan angin ini juga dipengaruhi oleh faktor kekasaran permukaan. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang luas. hal ini merupakan mekanisme yang efektif untuk menghilangkan polutan di udara. Pergerakan eddies yang berbeda mengakibatkan perbedaan bentuk penyebaran plume yang diemisikan oleh sumber ke atmosfer. plume bergerak dengan pusaran kecil dalam garis lurus dan pembesaran pada potongan melintang. baik secara vertikal maupun horisontal. 2.Fluktuasi turbulensi terjadi pada arah vertikal dan horisontal. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang bervariasi. akan berbeda. Plume ini akan bergerak pada angin permukaan (down wind) Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. Pada malam hari. akan menimbulkan bentuk yang kecil tetapi mempunyai liuk yang lebar 3. hal ini akan merubah gradien kecepatan angin karena ketinggian seperti terlihat pada gambar berikut ini. pusaran mekanis Pergerakan eddies (pergerakan pusaran) mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam proses turbulensi. Turbulensi menyebabkan terjadinya aliran udara melalui 2 cara : pusaran thermal dan .

4. gerakan vertikal akan . Pada saat udara bergerak turun akan terbentuk aliran udara vertikal dan turbulensi terbentuk. Turbulensi yang terjadi tergantung pada temperatur. sekumpulan duara itu akan kembali ke elevasinya semula. Variasi Angin Sesuai Ketinggian Untuk Tingkat Kekasaran Permukaan Yang Berbeda (Sumber: Liu & Liptak. Dalam kondisi atmosfer seperti ini. 2000) Temperatur Perubahan temperatur pada setiap ketinggian mempunyai pengaruh yang besar pada pergerakan zat pencemar udara di atmosfer. Ketika sekumpulan udara menjadi lebih dingin dibandingkan dengan udara sekitarnya.Gambar 3. Udara ambien dan adiabatic lapse rates mempengaruhi terbentuknya stabilitas atmosfer. Keadaan atmosfer dalam kondisi di atas dikatakan tidak stabil (unstable). Gerakan ke bawah akan menghasilkan sekumpulan udara yang lebih hangat dan akan kembali ke elevasi semula. maka kerapatan dari udara yang bergerak naik dengan kecepatan rendah lebih kecil daripada kerapatan udara lingkungannya dan udara berhembus secara kontinu. Di atmosfer sendiri diharapkan akan terjadi penurunan temperatur dan tekanan sesuai dengan pertambahan tinggi. Perubahan temperatur ini disebut lapse rate. Dalam keadaan dimana temperatur sekumpulan udara lebih tinggi dari sekitarnya.

diabaikan oleh proses pendinginan adiabatik atau pemanasan, dan atmosfer akan menjadi stabil (stable). Jika sekumpulan udara terbawa ke atas akan melalui bagian yang mengalami penurunan tekanan dan akibatnya kumpulanan udara itu akan menyebar. Ekspansi tadi memerlukan kerja untuk melawan lingkungannya dan terjadi penurunan temperatur. Biasanya proses ini berlangsung singkat karena itu untuk menganalisanya dilakukan anggapan tidak terjadi transfer panas pada sekumpulan udara yang ditinjau serta sekumpulan udara mempunyai kerapatan dan temperatur sama. Kondisi atmosfer seperti ini dikatakan netral (neutral) dan dikenal dengan lapse rate adiabatic. Ketiga kondisi atmosfer ini terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 3.5 Kondisi Stabilitas Atmosfer
(Sumber: Cooper & Alley, 1994)

Berdasarkan pembagian keadaan yang terjadi di atmosfer maka akan muncul garis dry adiabtic lapse yang membatasi antara keadaan stabil dan tidak seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.6. Hubungan Ambient Lapse Rates Dengan Dry Adiabatic Rate
(Sumber: Liu & Liptak, 2000)

Pembagian keadaan atmosfer itu terdiri dari : 1. Superadiabtic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di atas adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi tidak stabil. 2. Neutral, keadaan dimana 2 lapse rates akan seimbang. 3. Subadiabatic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di bawah adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi stabil. 4. Isothermal, keadaan ketika temperatur udara konstan di atmosfer maka ambient lapse rate menjadi nol dan atmosfer stabil. 5. Inversion, keadaan ketika temperatur udara ambien meningkat sesuai dengan ketinggian maka lapse rate menjadi negatif atau keadaan dimana udara hangat menyelimuti udara dingin. Kelembaban Udara Kelembaban adalah konsentrasi uap air air di udara. Konsentrasi dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban spesifik, atau kelembaban relatif. Dalam kaitannya dengan penguapan air yang di udara yang menyebabkan berubahnya temperatur, kandungan air dalam suhu kamar dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak lebih dari sekitar 0.5 % pada 0 °C (32 °F). Kelembaban Relatif adalah perbandingan menyangkut tekanan uap air di dalam gas apapun terutama udara ke keseimbangan tekanan penguapan air, di mana gas dinyatakan jenuh pada temperatur tersebut, dinyatakan dalam persentase perbandingan antara

massa air saat ini per volume gas dan massa per volume dari gas jenuh (Roberts, 2005). Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan atmosfer secara vertikal adalah kepadatan atau densitas udara. Densitas udara sendiri menurut Nevers (2000) dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Hukum kesetimbangan gas menyatakan bahwa kerapatan dipengaruhi perubahan nilai berat molekul (M) dan suhu (T). Adapun berat molekul sendiri dipengaruhi oleh fraksi mol uap air sebesar 0,023 RH. Kerapatan merupakan massa volume satuan suatu zat. Massa adalah ukuran jumlah zat, dimana sifat massa itu menimbulkan kelembaban, yaitu menentang perubahan jumlah gerakan dan menghasilkan daya tarik gravitasi bahan-bahan lain (Neiburger, 1995). Kelembaban relatif dalam atmosfer merupakan unsur yang sangat penting untuk cuaca dan uap air dalam udara. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran. Sedangkan kelembaban udara juga dipengaruhi oleh bangunan gedung dan pohon penghijauan di pinggir jalan dan sinar matahari. Ditambahkan oleh Lakitan (1994), kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari disebabkan karena penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radiasi matahari selama siang hari tersebut. Pada malam hari akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara. Oleh karena itu kandungan uap air di udara dekat permukaan tersebut akan berkurang. Kelembaban udara umumnya adalah kelembaban relatif. Perbandingan antara tekanan uap air aktual dengan tekanan uap air pada kondisi tempat jenuh, umumnya dinyatakan dengan persen (%). Tekanan uap air adalah tekanan parsial uap air dalam udara bebas di suatu tempat tertentu dengan jumlah tertentu. . Urban Heat Island Akumulasi panas dalam daerah perkotaan pada siang hari akan mengakibatkan keseimbangan radiatif pada malam hari yang berbeda dengan daerah pedesaan di

Lapisan pencampuran (mixing layer). Data angin yang harus ada isiannya adalah waktu terjadinya (jam). Sebutkan keadaan-keadaan yang terjadi yang berhubungan dengan ambient lapse rate? 1.3. Jelaskan pengertian dilusi dalam pencemaran udara 2. 1. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.2. yang isotermalnya biasanya terletak di daerah pusat kota. Awan dan presipitasi. Bagaimana perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari? 4.2. hitunglah jawaban anda yang benar.sekitarnya yang menyimpan panas lebih sedikit pada siang hari.3. akan terjadi suatu gumpalan panas di daerah perkotaan. Latihan Buatlah contoh bunga angin berdasar contoh data meteorologi (angin) yang anda peroleh minimum dalam waktu 1 hari (24 jam). Tes Formatif 1.1. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : . Jawab : Lihat referensi yang sudah ada. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Sebutkan aspek meteorologi yang erat kaitannya dengan sebaran polutan? 3.3. 1. data meteorologi dapat diperoleh dari stasiun BMG setempat. arah angin (dalam tiga angka derajat sudut).2. Intensitas gumpalan panas ini akan bergantung kepada : • • • Kecepatan angin kritis di atas gumpalan panas. besar kecepatan angin (bisa dalam km/jam atau knot). Penutup 1. Oleh karena itu.

Dilusi : pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi). 1. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. dilusi. Proses adveksi.90% .79% 60% .100% 80% .3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. 2. turbulensi dan kestabilan atmosfer.4. dispersi. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Rangkuman Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi.3. .3. Stabilitas atmosfer digunakan untuk menilai gerakan udara sehingga pengaruh pencampuran dan pengenceran zat pencemar di udara dapat diprediksi. difusi dan dispersi dapat terjadi secara simultan di atmosfer. Kestabilan atmosfer dipengaruhi oleh temperatur ambien dan lapse rate. Pergerakan angin dapat terjadi pada skala mikro.69% 0% .5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.59% 1.89% 70% .3. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran. 1. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. meso dan makro. Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara adalah : sirkulasi angin. Tindak Lanjut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. temperatur.

Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. (1997). Liu. Neiburger. Raja Grafindo Persada. Bandung. http://www. Benyamin. Pada malam hari. C David & Alley. subadiabatic. Roberts. (2000). Béla G. Main Report : The Study on The Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. Noel De Nevers. (1994). New York. Air Pollution Control. McGraw Hill. Second Edition.C. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. Inc. Morris. PT. (1995). Air Pollution Control Engineering. ITB. Air Pollution. inversion.edu/bldg/science/ humidity (Januari 2006) Lakitan. K Roddick. Superadiabtic. David H.ucf. akan berbeda. neutral. Jakarta. Waveland Press. SENARAI . Indonesia. Dasar-dasar Klimatologi.fsec. United States. F. (1995). Lewis Publishers. isothermal. Bapedal. Humidity. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan Ardino Purbu. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). (2005). DAFTAR PUSTAKA Cooper. Inc Singapore.F & Liptak. A Design Approach. (1995). 4.3. Cetakan ke-6.

adveksi. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi. dilusi.3.2 SUB POKOK BAHASAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA 2.2.1. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini..1. difusi dan dispersi. faktor turbulensi di atmosfer. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang sebaran pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.1. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran. 2. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara.1.II.2.2. dilusi. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan 2. 2.2. difusi dan dispersi. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer. peranan angin dalam distribusi polutan. kreatif.1. Penyajian 2. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara.3.1 Pendahuluan 2. 2. Uraian . mandiri.

terutama dalam penyiapan data masukan sumber emisi dan intensitas emisi serta data meteorologi. radiasi sinar matahari.Model Dispersi Pencemaran Udara Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). Submodel emisi sumber Data masukan untuk submodel emisi adalah informasi sumber pencemar yang ditekankan pada penggunaan energi pada sektor transportasi. Model ini adalah model kualitas udara yang seperti. Menrut Soedomo (1990). Submodel ini digunakan untuk menghitung frekuensi distribusi dari data meteorologi selama 1 tahun. model yang dikembangkan terdiri atas beberapa submodel. Submodel meteorologi Data masukan untuk submodel meteorologi meliputi data arah dan kecepatan angin. memprediksi perubahan konsentrasi sesuai dengan waktu. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model sebaran pencemaran udara yang membantu kita untuk mengetahui bagaimana perilaku polutan-polutan udara di lingkungan. Data yang masuk dalam submodel ini akan menghasilkan emission load dari sumber emisi transportasi. Dengan semakin berkembangnya sektor – sektor yang menimbulkan pencemaran udara akan membuat peningkatan kadar polutan di udara tetapi kita tidak akan tahu berapa konsentrasi polutan di masa datang. 3. model sejenisnya. Hasil keluaran submodel ini akan menjadi masukan dalam submodel dispersi bersama dengan data keluaran submodel emisi. yaitu : 1. memerlukan pekerjaan pendahuluan yang akan membutuhkan waktu. Ada banyak alasan mengapa model sangat diperlukan antara lain : dapat diketahui sumber mana yang bertanggungjawab atas besarnya konsentrasi polutan yang diterima oleh receptor. 2. membuat target emisi untuk sumber-sumber yang tingkat pencemarannya tinggi. dan akan diolah datanya bersama-sama dengan hasil dari submodel meteorologi untuk membuat model dispersi pencemar. Submodel dispersi pencemar . dan ketinggian lapisan pencampur.

Deskripsi Model Dispersi Dasar dari sebuah model dispersi dapat dijelaskan sebagai berikut : apabila sebuah sumber emisi misalnya kendaraan bermotor mengeluarkan emisi polutan NOx sebesar 1 ppm ke atmosfer. yang dikenal sebagai pemodelan pola dispersi polutan yang mana akan menggunakan rumus-rumus yang ada saat ini untuk menganalisa. seperti terlihat pada gambar berikut ini. 3. Pemodelan dispersi polutan berbasis komputer pada dasarnya dapat disebut sebagai sebuah “black box”. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengetahui pergerakan emisi dari sumber titik di atmosfer. Model ini hampir sam dengan model eulerian tetapi lebih diperuntukkan dalam skala lebih besar. Dalam pengukuran untuk model ini digunakan balon natural densitas. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan-perhitungan memadai. Model Gaussian Model ini dibuat berdasarkan distribusi probabilitas normal gaussian dari ektor angin dan fluktuasi konsentrasi polutan. maka yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar yang diterima oleh penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. dan hasilnya adalah gambaran mengenai konsentrasi polutan pada tiap penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. Model Lagrangian Berdasarkan proses dari pergerakan massa udara atau proses dari dispersi partikel. 2. . kecepatan angin. Model Eulerian Secara numerik model ini dapat digunakan untuk menyelesaikan perhitungan difusi atmosfer. dimana apabila data input yang diperlukan dimasukkan akan melakukan perhitungan-perhitungan yang dibutuhkan.Menurut Colls (2002) untuk model dispersi pencemar dapat dibagi menjadi 3 model utama yaitu : 1. dan sebagainya. dipengaruhi oleh faktor-faktor meteorologi seperti arah angin. Alat untuk sensor eulerian adalah windvane atau anemometer.

3. Dengan demikian maka diharapkan dapat memberikan hasil simulasi yang akan mewakili hubungan antara sumber emisi dan konsentrasi polutan di udara ambien. 1999) Penerapan Model Dispersi Dasar dari dispersion simulation model adalah persamaan Gauss dari plume dan puff. Kxx. Pendekatannya adalah dengan menggunakan persamaan Gauss.E m is i S um ber T ra n s p o rta s i B la c k B o x F a k to r fa k to r M e te o ro lo g i P e n e rim a ( R e c e p to r s ) Gambar 3. Kyy. Kzz = koefisien difusi arah sumbu x. Berdasarkan Colls (2002). Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). 2. ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ dC = K xx ⎢ 2 ⎥ + K yy ⎢ 2 ⎥ + K zz ⎢ 2 ⎥ dt ⎣ ∂x ⎦ ⎣ ∂z ⎦ ⎣ ∂y ⎦ dimana : C = konsentrasi. demikian juga total emmision load masing-masing polutan yang diemisikan ke udara dan konsentrasi polutan di udara ambien. z . y. Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian. maka ketepatan/ketelitian inventarisasi sumber emisi dan kecocokan penggunaan data meteorologi sangat diperlukan. Untuk mendapatkan hubungan yang baik antara polutan yang diemisikan dengan konsentrasi polutan di udara ambien. asumsi yang digunakan dalam simulasi ini adalah : 1. Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif.7 Model Black Box (Sumber: Soedomo. T = waktu. Model ini menjelaskan hubungan antara polutan yang diemisikan dari sumbernya dengan konsentrasi polusi udara di ambien. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengklarifikasikan hubungan antara masingmasing sumber. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian.

Jika tidak ada pengendapan dan absorpsi. maka dinding pembatas ini dapat dihitung dengan mengasumsikan adanya bayangan sumber yang simetris dengan sumber di bawah permukaan tanah.8 Sistem Koordinat untuk Distribusi Gaussian Pada Arah Horisontal Dan Vertikal (Sumber: Colls. Gambar 3. y . 2002) Persamaan asli (original) dari Gauss adalah : 2 ⎛ ⎜− y C ( x. Persamaan Gaussian menggunakan sistem koordinat seperti terlihat pada gambar berikut ini. Source Ground Image Source Gambar 3. 1974) .F ⎟ ⎠ dimana : ⎧ ⎡ ( z − He )2 ⎤ ⎡ ( z + He )2 ⎤ ⎫ ⎪ ⎪ + exp ⎢− F = ⎨exp ⎢− ⎥ ⎥⎬ 2 2 2σ z 2σ z ⎪ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦⎪ ⎩ ⎭ Persamaan asli Gaussian diatas mengansumsikan bahwa permukaan tanah sebagai dinding pembatas untuk difusi selanjutnya. exp ⎜ 2σ 2 2πσ yσ z u y ⎝ Qp ⎞ ⎟.Persamaan difusi Fickian dimodifikasi dan digunakan untuk mempelajari model penyebaran polutan dari sumber-sumber emisi.9 Sumber dan Bayangan Sumber di Bawah Permukaan Tanah (Sumber: Perkins. z ) = .

Persamaan Plume model (windy condition) Pada persamaan asli Gaussian diatas nilai (z-H) untuk sumber sebenarnya diatas permukaan tanah. Oleh karena itu. z ) = . kondisi ini disebut sebagai kondisi tenang (calm condition).F ⎟ ⎠ Persamaan Puff model (calm condition) disederhanakan karena terlalu banyak menggunakan faktor waktu. y . sedangkan nilai (z+H) untuk sumber bayangannya. persamaan diatas dapat disederhanakan. pada ground level z = 0. Persamaan Puff model (calm condition) ⎛ ( x − ut )2 y2 C ( x. persamaan di atas disederhanakan menjadi : C= ⎤ 2Q ⎡ 1 ⎢ 2 3/ 2 2 2 ⎥ (2π ) γ ⎣ R + (α / γ ) He ⎦ Persamaan Gaussian Puff digunakan jika tidak terdapat angin di sumber emisi atau kecepatan anginnya sama dengan 0 (nol). sehingga persamaannya menjadi : C= ⎡ y2 ⎤ ⎡ He 2 ⎤ exp ⎢− ⎥ exp ⎢− 2 2 ⎥ πσ y σ z u ⎢ 2σ z ⎥ ⎢ 2σ y ⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎣ Q Persamaan Gaussian Plume digunakan untuk keadaan dimana terdapat kecepatan angin di sumber emisi (windy condition). exp⎜ − − 2 2 ⎜ (2π )1 / 2 σ σ yσ z 2σ x 2σ y ⎝ Qp ⎞ ⎟.z = koefisien difusi dalam arah y dan z (m) α / γ = rate of increase of the horizontal/vertical plume width (m/dt) t = waktu dari stack atau pipa pembuangan gas (dt) . Keterangan persamaan Gaussian : C x y z Q u = konsentrasi pada titik perhitungan (ppm) = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) = jarak dari sumber ke titik perhitungan arah kanan atas dari arah angin = tinggi pada titik perhitungan (m) = emission rate dari polutan (m3/dt) = rata-rata kecepatan angin (m/dt) He = tinggi stack efektif σy.

1105 0.1019 0.555 0.826 0.396 0. σz menggambarkan lebar dari distribusi konsentrasi polutan yang keluar dari stack (pipa gas buang).565 0. karena cerobong kendaraan bermotor diletakkan horisontal (tidak ada penambahan tinggi). sedangkan nilai σz untuk lebar vertikal difusi kepulan.094 0.526 0.865 0.851 0.x α z αy.222 γy 0.924 0.788 0.323 0.433 1.918 0.431 0. berbeda dengan cerobong industri dan rumah tangga yang diletakkan vertikal.897 0.929 0.889 0.514 2.0800 0.1046 0.921 0.1068 0.1467 0.41 0.0380 0.400 0.632 0.0928 0.0621 0.0733 0.921 0.122 1.415 0.964 1.899 0.855 0.0373 0.2 Nilai Konstanta Untuk Lebar Difusi Kepulan Persamaan Plume Kelas Stabilitas A B C D E F Arah horisontal αy 0.901 0.426 0. γz = konstanta yang tergantung dari stabilitas atmosfer (Tabel 3.232 0.62 x 0~300 300~500 500~ 0~500 500~ 0~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~2000 2000~10000 10000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ G Sumber : JEA.1107 0.896 Arah vertikal x αz 1.811 0.529 3.1772 0.784 0.794 0.282 0.109 0.x dimana : σ z ( x ) = γ z .0452 γz 0.2) x = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) Tabel 3. sehingga : He = Ho (tinggi awal stack) Lebar Difusi Kepulan Nilai dari σy. αz.0554 0. Nilai σy adalah lebar difusi kepulan secara horisontal.732 0.00855 0.0570 0. 1993 .602 0.0864 0.Nilai He (tinggi stack efektif) sama dengan tinggi stack awal.637 0.000212 0.370 2. Persamaan JEA (Japan Environmental Agency) untuk mensimulasikan tabel Pasquill-Gifford digunakan untuk persamaan plume.1272 0. Persamaannya sebagai berikut : αy σ y ( x ) = γ y .929 0.914 0. γy.

048 0.700 mg/detik) Emisi SO2 = (64/32)(27.555. angin bergerak dengan kecepatan 3m/det. siang hari pada ketinggian 10 m.777. m 125 500 Kondisi atmosferik tidak stabil.25 = 6. tinggi stack efektif 250 m. kadar sulfur 1%.569 0. 1993 α 0.439 γ 1.2.6 x 140 x 125] exp-[{2502/2(125)2}] .14. km 1 5 τ y.781 0.700)mg/det = 55.777.474 0.000 MW pada jarak 1 km dan 5 km. x.635 0. Pada ground level concentration maximum (GLC).000 ton/hari x 1/100 = 100 ton/hari (27.Lebar Difusi Kepulan untuk Persamaan Puff Tabel JEA yang diperoleh dari grafik Turner (1970) digunakan untuk persamaan puff terlihat pada tabel di bawah ini.400 /3.3.6 m/det.555.6. Tabel 3.208 0. Jumlah sulfur = 10.113 0.029 2.2. konsentrasi SO2 adalah: C1 km = [55. diukur pada kondisi sedikit cerah.948 0.439 0.439 0.400 mg/det.Nilai α Dan γ Untuk Persamaan Puff Kelas Stabilitas A B C D E F G Sumber : JEA.067 0. kecepatan angin pada ketinggian stack efektif adalah sebesar: v = v1 (H/z1)n = 3(250/10)0. m 140 540 τz. Latihan Perkiraan konsentrasi SO2 pada sisi hilir dari sebuah PLTU 1.000 ton batubara per hari sebagai bahan bakarnya. yang menggunakan 10.470 0.

555.3.3.1.3. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.2.3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.3.6 x 540 x 500] exp-[{2502/2(500)2}] = 315 mg/m3 2. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.400 /3.69% 0% .79% 60% .100% 80% .6. Sebutkan data apa yang diperlukan dalam submodel emisi sumber? 3. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .59% 2. Sebutkan asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi model! 4. hitunglah jawaban anda yang benar. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Pendekatan apa yang digunakan dalam persamaan Gauss? 2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.89% 70% . Tes Formatif 1. Secara umum sebutkan dua model utama dalam pencemaran udara! 2.14.= 750 mg/m3 C5km = [55. Penutup 2. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.

Ardino Purbu. Cooper. (1994). Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. Colls. London. Main Report : The Study on The . Model dispersi pencemar secara garis besar terdiri atas tiga model yaitu model eulerian. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian DAFTAR PUSTAKA Neiburger. 2. Waveland Press. Environmental Protection Agency. Submodel dispersi terdiri atas emisi sumber. Morris. Spon Press Tylor & Francis Group. ITB. Air Pollution Control. model lagrangian. Office of Air Programs Pub. 3. Rangkuman Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). 2002. 2. Perkins H. U. Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif.B (1970). Air Pollution (International Student Edn) McGrawHill. Inc.AP-26. Jeremy.4. model gaussian. Second Edition. No.A. C David & Alley.3. Data faktor emisi. (1995).C. 4. Bandung. Second Edition.S. jumlah emiter untuk mencari emission load 3. Asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi ini adalah : 1. Model dispersi digunakan untuk memperkirakan tingkat cemaran dari sumbernya terhadap fungsi jarak dan waktu. New York Turner D. A Design Approach.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. F. Model dispersi dan model reseptor 2. United States. meteorologi. (1974). Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian.3. Air Pollution. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia).2. Workbook of Atmospheric Dispersion Estimates.C. (1995). dispersi pencemar.

Moestikahadi. Soedomo. Bapedal. (1999). Kumpulan Karya Ilmiah Mengenai Pencemaran Udara. Indonesia.Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. Penerbit ITB. SENARAI . Bandung.

1 Pendahuluan 1. . 1.1 SUB POKOK BAHASAN PEMANTAUAN PENCEMARAN UDARA 1.1. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran. mahasiswa akan mampu menjelaskan dasar-dasar pemantauan kualitas udara. 1. Aspek yang dinilai adalah bagaiman data pemantauan dapat dinilai andal.POKOK BAHASAN IV PEMANTAUAN DAN INVENTORI EMISI DALAM PENCEMARAN UDARA II. Dengan memahami metode pemantauan maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara.3. Jaringan stasiun pengamat melalui pendekatan kurva serta perhitungan juga menjadi bahasan di sini.2. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar pemantauan kualitas udara. diskusi kelompok tentang studi jaringan pemantauan kualitas udara di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran kualitas udara.1.1.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang metode pemantauan kualitas udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum metode-metode pengukuran.1. Polutan yang dipantau meliputi kelompok pencemar indikatif dan spesifik.3. 1.1.2. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi bahasan terakhir di sub pokok bahasan pemantauan kualitas udara.D. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mata kuliah Pemantauan dan Analisis Kualitas Udara di semester VI. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.

metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan. Hubungan skala ruang dan waktu menjadi variabel penentu besaran konsentrasi zat pencemar yang diamati. Penyajian 1. Pencemaran udara di suatu daerah akan sangat ditentukan secara langsung oleh intensitas sumber emisi pencemarnya dan pola penyebarannya (dispersi. baik udara ambien maupun dari sumber emisi pencemaran udara. Dua jenis pencemar dapat dibedakan di sini.1. pencemaran udara juga ditentukan oleh jenis pencemar yang diemisikan oleh sumbernya.2. Di lain pihak. difusi dan pengenceran) di dalam atmosfer. bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengambil keputusan dalam program pengendalian pencemaran udara seperti halnya pemantauan kualitas udara yang diterapkan di suatu daerah. yaitu pencemar indikatif dan spefifik. program pemantauan kualitas udara. Hal yang penting diperhatikan dalam program pemantauan udara adalah yang berhubungan dengan aspek pengambilan contoh udara (sampling) dan analisis di laboratoriumnya serta pengelolaan data dengan metoda statistika. hanya akan dapat terukur dari hasil pemantauan yang dilakukan karena pemantauan kualitas udara perlu dilandasi dengan perangkat lunak dan keras yang sesuai.2. Seperti diketahui. Uraian Umum Program pemantauan kualitas udara merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam pengendalan pencemaran udara. yang biasanya tercantum di dalam peraturan kualitas pencemaran udara yang berlaku.1. dengan beberapa pembakuan bila diperlukan. Yang termasuk kelompok zat pencemar indikatif untuk daerah perkotaan dan pemukiman secara umum . Keabsahan dan keterpecayaan data hasil pemantauan yang diperoleh sangat ditentukan oleh metoda sampling dan analisis yang diterapkan. Zat pencemar indikatif merupakan zat pencemar yang telah dijadikan indikator pencemar udara secara umum. Konsentrasi pencemar udara akan berbeda dari satu tempat dengan waktu yang berbeda atau dengan tempat lainnya. Dalam hal ini.

oksida-oksida nitrogen (NOx). Udara Masuk Peralatan Sampling Pengkondisian Sampel Pengumpulan Sampel Pencatatan Data Kontrol Aliran & Pengukuran pada Analyzer Udara Bergerak ANALYZER Peralatan Kalibrasi Udara Keluar Gambar 4. Pemantauan sumber emisi dilakukan terutama untuk mengetahui tingkat emisi dan unsur pencemar spesifik. total hidrokarbon (THC). maupun jenis zat pencemar yang telah diuraikan di atas. sedangkan pemantauan udara ambien dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang didasarkan atas pencemar indikatif yang umum. Kelompok pencemar spesifik merupakan zat pencemar udara yang bersifat spesifik yang diemisikan dari sumberntya. karbon monoksida.adalah suspended particulate matter (debu). merkaptan. dan lain-lain. formaldehida. pemantauan udara ambien. ammonia. hidrogen sulfida. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon).1 Komponen Stasiun Pemantauan Kualitas Udara . contohnya gas chlor. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor sumber pencemar. medium tempat pencemaran berdispersi dan berdifusi. Adanya pembedaan sistem pemantauan ini akan membedakan pula metoda sampling udara.

Pemantauan Kualitas Udara Ambien Dalam perencaaan pemantauan kualitas udara harus dipertimbangkan beberapa hal. Untuk mengamati kecenderungan tingkat pencemaran udara yang ada di daerah pengendalian pencemaran udara tertentu. termasuk lokasi. validasi pengembangan model difusi dan dispersi pencemaran . Selain itu diperlukan pertimbangan-pertimbangan umum seperti: jaringan yang ideal penerapan strategi pengendalian pencemaran yang telah dilakukan. perencanaan transportasi. Jaringan Stasiun Pengamat Perencanaan jaringan pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan tingkat konsentrasi pencemar. evaluasi udara. Untuk mengaktifkan dan menentukan prosedur pengendalian darurat untuk mencegah timbulnya episode pencemaran udara. seperti pengembangan kota dan tata guna lahan. penyebaran pencemar dan inventori emisi. Secara garis besar ada empat tujuan utama yaitu : Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang ada di suatu daerah dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan mengenai kualitas udara yang berlaku dan baku. Untuk menyediakan pengumpulan data (data base) yang diperlukan dalam evaluasi pengaruh pencemaran dan pertimbangan perencanaan. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan Tujuan Pemantauan Kualitas Udara Ambien Beberapa tujuan dapat dicapai dalam pemantauan ini.

HC. Berdasarkan populasi penduduk Penentuan jumlah stasiun monitoring berdasarkan jumlah penduduk yaitu di suatu wilayah dapat dilakukan menggunakan kurva pendekatan (aproksimasi) seperti diperlihatkan dalam gambar 7. CO.2. berdasarkan perhitungan. tingkat pencemaran dan keragamannya serta kebijakan-kebijakan yang berlaku. Sebagai contoh. Meskipun kurva tersebut memberikan perkiraan yang tepat dan baik untuk pemantauan pencemar perkotaan dengan sumber emisi dari kendaraan bermotor seperti CO. NOx dan oksidan). Secara teknis. Pada gambar tersebut diperlihatkan jumlah minimum dan maksimum monitoring untuk masing-masing zat pencemar.2 diperoleh alat pemantauan mekanis dan pemantau total. penetapan besar jaringan dapat ditentukan berdasarkan: jumlah penduduk yaitu dengan membuat kurva aproksimasi (untuk pencemar CO2. NOx. Perbedaan perkiraan antara jumlah sampler total (mekanis dan otomatis) dengan sampler otomatis adalah menunjukkan banyaknya sampler mekanis yang diperlukan. Penetapan besarnya jaringan sangat ditentukan oleh faktor-faktor jumlah penduduk. karena pencemar tersebut (SO2 dan partikulat) sangat dipengaruhi oleh kompleksitas sektor industri dan pola penggunaan bahan . dan pencemar lainnya untuk sistem pengukuran automatik maupun mekanik. untuk daerah yang berpenduduk 1 juta dengan masalah SO2 yang kritis diperlukan 20 stasiun pemantauan SO2. Total suspended solid (debu). dengan bantuan gambar 7. SO2 dan oksidan tetapi bisa diterapkan langsung untuk parameter SO2 dan partikulat.memerlukan sumber daya yang besar. HC. dan juga diperlukan pengetahuan mengenai tingkat dan pola penyebaran pencemaran udara. untuk masing-masing kelas populasi yang tergantung pada penyebaran dan tingkat pencemarannya. SO2. sedangkan untuk masalah yang tidak kritis minimum diperlukan hanya 10 stasiun pemantauan SO2. Untuk parameter SO2 dan NOx membutuhkan alat ukur mekanik dan otomatis.

2 Kurva Aproksimasi Jumlah Stasiun Pemantauan Berdasarkan perhitungan Penentuan jumlah stasiun pemantauan berdasarkan perhitungan hanya digunakan untuk stasiun pemantauan pencemar SO2 dan TSP. Rumus perhitungan tersebut sebagai berikut: N = Nx + Ny + Nz . dengan demikian akan berpengaruh terhadap ukuran jaringan monitoring.bakar di daerah tersebut. Gambar 4.

Sampling semi kontinu dapat diterapkan di daerah-daerah yang agak tercemar. oleh karena itu maka penentuan periode dan frekuensi sampling harus memperhatikan hal-hal apakah sampling udara ambien dilakukan dengan sampling terus-menerus (kontinu).0965 × dimana: N Cm Cs Cb X Y Z = = = = = = = Jumlah stasiun pemantauan Nilai isopleth maksimum (ug/m3) Nilai standar kualitas udara ambien (ug/m3) Nilai isopleth minimum. atau suatu langkah awal penentuan titik-titik sampling yang diperlukan di dalam pemantauan dan . daerah industri.0096 × Y Cs Nz = 0.Cm − Cs X Cs Cs − Cb Ny = 0. daerah pemukiman dan daerah komersial (perdagangan). misal menguji keabsahan data yang diperoleh dari sampling kontinu dan sampling semi kontinu. semi kontinu dan sampling sesaat (grab sampling). dengan nilai kontur 10 (ug/m3) Luas area dimana konsentrasi pencemar > baku mutu (km2) Luas area dimana konsentrasi pencemar < baku mutu > Luas area dimana konsentrasi pencemar ≤ background (km2) Kriteria Penempatan Stasiun Pemantauan Penempatan lokasi stasiun pemantauan perlu dilakukan pada titik-titik yang mewakili: pusat kota. khususnya di daerah perkotaan. Sampling kontinu merupakan metode yang paling ideal dalam suatu program pemantauan dan pengawasan kualitas udara. pinggir kota. Periode dan Frekuensi Sampling Konsentrasi zat pencemar di udara ambien berkaitan erat dengan waktu dan tempat. daerah sekitarnya (remote area).0004Z Nx = 0. yang tidak terlalu ditandai denga fluktuasi episodik yang tinggi. pedesaan. Sampling sesaat biasanya merupakan suatu metoda yang hanya dilakukan untuk maksud tertentu.

1 Frekuensi Sampling Kualitas Udara Parameter Sam. Tabel 4. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri. adsorpsi.pengawasan kualitas udara. Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas di udara ambien adalah teknik absorpsi. Teknik absorpsi adalah teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber). Untuk mengumpulkan gas dari udara ambien diperlukan suatu teknik pengumpulan dan peralatan tertentu. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas. misalnya pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline. .Area dengan konsentrasi Area urban di atas standar pler Kontinu per per Kontinu per per 3 hari 6 hari 3 hari 6 hari TSP M M M M M SO2 M/A A M M M CO A A A HC A A M A NO2 M/A A M M A M NOx M/A A M M A Oksidan M/A A A Area non urban per 6 hari M M Metode Sampling Udara Ambien Dalam pengukuran kualitas udara dengan menggunakan metode dan peralatan yang manual. terlebih dahulu dilakukan sampling yang dilanjutkan dengan analisa di laboratorium. Berikut ini pedoman untuk periode dan frekuensi sampling setiap parameter diberikan dalam tabel 4.1. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. Sampling sesaat merupakan metode sampling yang permanen. pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sampler).

Susunan peralatan sampling udara ambien adalah sebagai berikut: Collector Flowmeter Vacuum Pump Gambar 4. . Untuk pengumpulan contoh udara diperlukan peralatan pengambilan contoh udara yang pada umumnya terdiri dari collector. Untuk mengetahui volume udara ambien yang terkumpul digunakan flowmeter baik berupa dry gas meter. serta tidak memerlukan larutan pereaksi. sedangkan pengumpulan contoh dengan kantong udara sering digunakan untuk gas pencemar yang tidak memerlukan pemekatan contoh udara. Collector berfungsi untuk mengumpulkan gas yang tertangkap. Kesalahan yang harus dihindari adalah kebocoran dari sistem pengambilan contoh. dari mulai metode analitik yang sederhana dengan waktu pengukuran yang lama seperti titrasi atau gravimetri sampai metode analitik yang paling mutakhir. Teknik pendinginan yaitu teknik sampling dengan cara membekukan gas pada titik bekunya. flowmeter dan pompa vacuum. dapat berupa impinger.3 Susunan Peralatan Sampling Udara Ambien Metoda Analisa Berbagai jenis metode pengukuran analitik dapat digunakan untuk analisis zat pencemar udara.Teknik adsorpsi yaitu berdasarkan kemampuan gas teradsorpsi pada permukaan padat adsorbent (karbon aktif atau aluminium oksida). Pompa vacuum dihindari digunakan untuk menghisap udara ke dalam collector. yaitu menggunakan prinsip-prinsip fisiko-kimia yang mampu mengukur zat pencemar secara otomatis dengan waktu pengukuran berskala detik. terutama untuk gas-gas hidrokarbon yang mampu terserap dalam permukaan karbon aktif. fritted bubbler atau tube adsorber. wet gas meter atau rotameter.

3.3. Jelaskan teknik absorpsi dalam pemantauan kualitas udara! 1.2. Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemantauan kualitas udara ambien! 4. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Tes Formatif 1. Sebutkan 2 hal yang menjadi tolok ukur keterpercayaan dan keabsahan data dalam pemantauan kualitas udara! 2. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 . Sebutkan 2 hal pengakategorian zat pencemar dalam rangka pemantauan kualitas udara.1. berikan pula contohnya! 3.1. Latihan Gambarkan stasiun pemantauan kualitas udara beserta diagram komponennya! Jawab : 1.3.2.2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Penutup 1. hitunglah jawaban anda yang benar.

formaldehida. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon) dan zat pencemar spesifik seperti gas chlor.4. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .69% 0% .100% 80% . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Rangkuman Aspek penting dalam pemantauan kualitas udara adalah bagaiman data dapat dinilai andal. oksida-oksida nitrogen (NOx).3. metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan. merkaptan.3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. dan lain-lain.89% 70% . 2. 1. Jaringan stasiun pengamat dapat dirancang melalui pendekatan kurva serta perhitungan.3. 1. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi hal yang diperhitungkan dalam pemantauan kualitas udara. Polutan yang dipantau secara garis besar dikelompokkan menjadi pencemar indikatif dan spesifik. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran. hidrogen sulfida. Zat pencemar indikatif seperti suspended particulate matter (debu). Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. ammonia. total hidrokarbon (THC).3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.79% 60% . Dalam hal ini. karbon monoksida.59% 1.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.

Hal-hal yang yang harus dipertimbangkan beberapa hal. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. D. Van Nostrand Co. Vol. In: Occupational Safety and Health Reporter. Washington. Teknik absorpsi : teknik pengumpulan gas berdasar kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber).. D. PA. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas. 149 Standard Methods of Chemical Analysis (1962). Research Triangle Park. J. p. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri. Part 26. termasuk lokasi. Development and Evaluation of Methods for Determining Carbon Monoxide Emissions. Environmental Monitoring Systems Laboratory.E. National Institute for Occupational Safety and Health (1976). Knoll. Philadelphia. F. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. In: 1968 Book of ASTM Standards. 33 pp. 1976. U. Environmental Protection Agency. SENARAI . EPA-600/R-97/121 Butler. 6th ed. Bureau of National Affairs. NC. Midgett (1985). Standard Method of Test for Oxides of Nitrogen in Gaseous Combustion Products (Phenoldisulfonic Acid Procedure) (1968). contoh pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline.C. June 1985.R. Recommendations for Occupational Exposure to Nitric Acid. pp. Quality Assurance Division.S. and M. 329-330. New York. durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan 4. 1. DAFTAR PUSTAKA “EPA (1997) Traceability Protocol for Assay and Certification of Gaseous Calibration Standards” September 1997 as amended. Inc. ASTM Designation D 1608—60. 1962. Inc.3.E.

II. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.2. 2.1. tahap-tahap perencanaan inventori emisi. Dengan memahami metode inventori emisi maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara.1.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya pengetahuan tentang inventori emisi ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum tahap-tahap inventori emisi. Bahasan dimulai dari dasar mengapa inventori emisi diperlukan. Uraian Umum Inventori emisi merupakan kumpulan informasi secara kuantitas tentang pencemaran udara dari keseluruhan sumber yang berada pada suatu wilayah geografis selama periode waktu tertentu. 2. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan kualitas lingkungan. mahasiswa akan mampu menjelaskan penerapan inventori emisi.2. 2. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar dan teknik inventori emisi dalam pengelolaan kualitas udara.2. Penyajian 2.1. diskusi kelompok tentang studi inventori emisi di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran (source test).2 SUB POKOK BAHASAN INVENTORI EMISI 2.3.1 Pendahuluan 2.3.1.2. 2. cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi. Inventori emisi menyediakan informasi .1.1.

Inventori emisi dapat memberikan indikasi tentang kondisi udara di lingkungan dan gambaran kualitas udara yang ada. Komponen selain inventori emisi dalam strategi pengolaan kualitas udara antara lain pemantauan. Metodologi dasar dari enventori emisi menggunakan rata-rata emisi untuk setiap aktivitas yang didasarkan pada kuantitas penggunaan material seperti bahan bakar. serta kontribusi relatif emisi. pembuatan tujuan kualitas udara. Inventroi emisi tersebut nantinya dapat digunakan sebagi dasar acuan untuk tindakan pencegahan terhadap pencemaran udara pada masa yang akan datang serta membantu dalam menganalisa aktivitas yang berperan dalam peningkatan pencemaran di area geografi dalam studi yang dilakukan (Canter. ukuran. durasi waktu. Terdapat hubungan antara pemantauan. analisis damapak meteorologi serta analisis biaya-manfaat. frekuensi. Penting untuk diperhatikan bahwa inventori emisi menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari (Wilton.dari semua sumber emisi beserta lokasi. inventori emisi dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber permasalahan mengenai kuallitas udara dan membantu dalam mengidentifikasi alternatif pengelolaan untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran udara. 1996) Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya.4 Kaitan Instrumen Pengelolaan Kualitas Udara . model dan inventori emisi seperti terlihat pada gambar di bawah ini : Gambar 4. 2001). Dalam kaitannya dengan instrumen pengelolaan kualitas udara.

2001) .5 Perencanaan Inventori Emisi (US EPA. ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. menentukan tingkat pengendalian dan sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian. USEPA (2001) mengungkapkan bahwa inventori emisi diperlukan guna penentuan perijinan suatu kegiatan yang dapat bedampak terhadap lingkungan pada suatu wilayah tertentu.Perencanaan Inventori Emisi Inventori emisi diperlukan untuk penentuan perencanaan yang mencakup identifikasi kontributor utama. Secara diagramatik. hal-hal dibawah ini harus diperhitungkan : Data yang digunakan (end use of the data). Dalam perencanaan inventori emisi. Suatu inventori emisi diperlukan untuk sumber informasi publik mengenai status kondisi kualitas udara dan sebagai alat untuk melacak emisi-emisi sepanjang waktu.cakupan inventori. proses perencanaan dilakukan sebagai berikut : Gambar 4.

Pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik Prosedur Estimasi Emisi Polusi udara dapat diemisikan dari berbagai sumber di dalam industri/aktivitas. SO2. Metode Source Tests Metode ini merupakan metode yang umum untuk estimasi proses emisi.CO2. yang meninggalkan proses dan jumlah seluruh atau sebagian yang menjadi produk. Persamaan yang digunakan adalah : . jumlah sumber yang dikehendaki dan polutan apa yang dikehendaki. CEMs umumnya digunakan untuk mengukur konsentrasi stack gas seperti NOx. Estimasi emisi dapat sederhana ataupun rumit tergantung pada ukuran fasilitas. Sumber-sumber titik dapat diinvetori pada tiga tingkat kerincian : 1. pertimbangan utamanya adalah tingkat kerincian. ventilasi dikarakterisasi 3. jumlah dan jenis proses dan keberadaan alat pengendali. ketersediaan data dan biaya ketika memilih metode estimasi yang tepat. Source tests merupakan pengukuran emisi sesaat yang diambil dari stack atau vent. CO. Beberapa metode estimasi emisi yang telah ada sebagai berikut : Metode CEMs Metode melalui CEMs Continuous emissions monitors (CEMs) yang mengukur dan mencatat emisi aktual sepanjang waktu. Metode Kesetimbangan Massa (material balances) Menentukan emisi dengan mengevaluasi jumlah material yang masuk ke proses. Pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack. Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan 2. Petugas inventori harus mempertimbangkan tipe emisi untuk dilaporkan. and total hydrocarbons (THC). source test memerlukan sumber daya yang lebih banyak. Mengingat faktor waktu dan peralatan.Cakupan Inventori Emisi Di dalam menentukan cakupan inventori.

C x RE) Dimana : E = estimasi emisi dari proses A = level aktivitas seperti keluaran EF = faktor emisi (asumsi tidak ada kontrol emisi) C = efisiensi penangkapan x efisiensi kontrol (dalam persen). Metode Pendekatan (Engineering Judgement) Metode ini merupakan metode pilihan akhir bila metode-metode diatas tidak mampu memperkirakan emisi sumber. . atau dimana kombinasi berbagai parameter tidak menimbulkan korelasi langsung. recovery dan produk Cx = konsentrasi polutan x di material Metode Faktor Emisi Faktor emisi memperkirakan emisi tipikal dari sumber melalui berbagai studi source test yang telah distandarisasi.Ex = (Qin .Qout) x Cx dimana : Ex = total emissi untuk pollutan x Qin = jumlah material yang masuk ke proses Qout = jumlah material yang meninggalkan proses sebagai limbah. C = 0 bila tidak ada kontrol emisi RE = efektivias peraturan. Contoh model TANKS untuk memperkirakan estimasi emisi dari tangki. Metode ini merupakan metode yang paling tidak dikehendaki dan hanya mendasarkan pada informasi yang tersedia dan beberapa asumsi Gambar dibawah ini menunjukkan grafik beberapa pendekatan untuk estimasi emisi dibandingkan dengan tingkat keakuratan dan biayanya. Rumus yang digunakan adalah : E = A x EF x (1 . Metode Model Emisi Model emisi digunakan dalam kondisi tidak ada pendekatan perhitungan yang sederhana.

90 (reasonably available control technology (RACT) Data lain yang didapat : jam operasi = 16 jam/hari. 2001) 2. Latihan Sebuah industri kertas akan melakukan test emisi VOC dalam bentuk toluene karena bahan dasar pelarut adalah toluene. 312 hari/tahun Solvent input rate (Mi) = 500 ton/tahun Molecular weight (toluene) = 92 Unit correction factor (f) = 1.6 Grafik Beberapa Pendekatan Untuk Estimasi Emisi Dibandingkan Dengan Tingkat Keakuratan Dan Biayanya (US EPA.Gambar 4.000 scf Emission concentration (Ce) = 96 ppm (as toluene) Fugitive emission capture (Effcap) = 0.2.2.58 x 10-7 (lb-mole-min)/(jam-ppm-scf) Rata-rata laju beban massa (the average mass loading rate) (Mo): . Data yang dirata-rata kan dalam percobaan tiga kali test adalah sebagai berikut : Stack flow rate (Qs) = 10.

Informasi apa saja yang disediakan dalam inventori emisi? 2.3. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.89% 70% .3. Dalam perencanaan inventori emisi.93 (93 percent control) 2. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Tes Formatif 1. Penutup 2. Dimanakah inventori emisi pada sumber titik dilakukan ? 4. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.1.69% 0% .79% 60% .2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .3.100% 80% . dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. hitunglah jawaban anda yang benar.58 x 10-7)(92)(96)(10.000)]/500 = 0. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .3. Sebutkan berbagai cara metode perhitungan emisi! 2.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.000) = 14 lb/hr The emission control efficiency (Effcon) is dihitung: Effcon = (Mi-Mo)/Mi = [500 .Mo = (f)(MW)(Ce)(Qs) = (1.((14)(16)(312)/2. hal apa saja yang harus dipersiapkan ? 3.59% 2.

5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. ventilasi dikarakterisasi. metode pendekatan (engineering judgement). metode kesetimbangan massa (material balances). durasi waktu. Rangkuman Teknik inventori emisi sangat bermanfaat dalam pengelolaan kualitas udara. Metode CEMs. Data yang digunakan (end use of the data). Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan. Metode Source Tests. Metode Kesetimbangan Massa (material balances).3.4. Perlu perencanaan yang komprehensif dalam melakukan inventori emisi. metode source tests. cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi. serta kontribusi relatif emisi 2. frekuensi. ukuran.terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Prosedur estimasi emisi adalah : metode CEMs. pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik 4.cakupan inventori. 2. 3. Metode Model Emisi.3. metode faktor emisi. 2. ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack. Metode Pendekatan (Engineering Judgement) . metode model emisi. menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari Inventori emisi meliputi tahap-tahap perencanaan inventori emisi. Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya. Inventori emisi menyediakan informasi dari semua sumber emisi beserta lokasi. Metode Faktor Emisi.

Inc. Procedures for Emission Inventory Preparation. SENARAI . (1996). Eastern Research Group. Environmental Protection Agency. Introduction to Stationary Point Source Emission Inventory Development. North Carolina. N.Sustainable Management Fund US EPA (2001). EPA-450/4-81026d.S. (1992). Research Triangle Park. Ministry for The Environment . Good Practice Guide for Preparing Emission Inventory. McGraw Hill Wilton. E. U. Environmental Impact Assessment Second Edition : Impact Prediction and Assessment of Air Quality. (2001). Volume IV: Mobile Sources (Revised).DAFTAR PUSTAKA Canter. Dobie..

melalui diskusi tugas konsep pengendalian pencemaran udara dari berbagai tempat di dunia. penggunaan alat pengendali.1 Pendahuluan 1. Diharapkan mahasiswa dapat mengitegralkan konsep ini dalam pengelolaan kualitas lingkungan. maka dapat dipilih metode pengendalian yang tepat dalam kasus pencemaran udara.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1 SUB POKOK BAHASAN KONSEP PENGENDALIAN 1.1. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang konsep pengendalian pencemaran udara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang konsep pengendalian pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya individu inventarisasi alat pengendali di berbagai industri. Sub pokok bahasan ini merupakan bagian besar dari konsep pengelolaan kualitas lingkungan secara umum.1. Pembahasan dimulai dari siklus pencemaran udara yang dihubungkan dengan konsep pengendalian.1. tugas . perubahan proses.2. 1.2.3.D. 1. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep pengendalian pencemaran udara. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran.1. Relevansi Dengan mengetahui konsep pengendalian pencemaran udara.3. 1. Alat pengendali yang dipilih memenuhi best available control technology.POKOK BAHASAN V PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA II.

2. makin rendah pula pemaparan ke reseptor yang mungkin terjadi. Secara mudahnya dapat dikatakan bila tingkat pengencerannya selama di udara tinggi dan makin luas tersebar.1. Fenomena ini yang mendasari pendekatan yang dilakukan untuk melakukan pengendalian terhadap sumber pencemar udara.1. Secara umum pendekatan dilakukan dengan melihat siklus pencemaran udara berikut ini : Gambar 5.2. Penyajian 1.1 Pola Pikir Pengendalian Pencemaran Udara . Uraian Umum Mengacu pada tingkat bahaya yang ditimbulkan akibat jenis pencemar udara yang dikeluarkan dari suatu sumber maka harus diperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya sampai di reseptor.

Terdapat beberapa peralatan kontrol partikulat yang digunakan. perubahan proses produksi (misalnya oil based menjadi water based). Bentuk modifikasi yang dilakukan dapat melalui substitusi bahan. perubahan durasi produksi dan sebagainya.Secara umum pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan 3 alternatif pendekatan. baik dari aspek ekonomis maupun peningkatan kualitas produksi. fabric filter. yaitu melakukan modifikasi pada poses sedemikian rupa sehingga kuantitas maupun kualitas udara yang diemisikan di bawah baku mutu udara. yaitu mechanical separator misal : gravity settler atau cyclone. Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. Sekarang proses ini sangat tidak direkomendasikan untuk diterapkan karena tidak adanya perubahan massa pencemar keseluruhan. 1986) : Modifikasi pada tingkat penyebarannya Dasar pendekatan ini adalah memberikan modifikasi alat/desain pada proses akhir sehingga konsentrasi pencemar yang terpapar ke lingkungan tidak melebihi baku mutu. Pendekatan ini biasanya dapat diterapkan bila teknologi produksi yang akan menggantikannya mempunyai keunggulan. dan relokasi sumber pencemar udara. Penggunaan alat pengendali pencemaran udara yaitu pemasangan unit eksternal pada bagian akhir proses sebelum udara diemisikan. pemilihan waktu pembuangan emisi yang dikaitkan dengan peluang kestabilan atmosfer. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses Pendekatan ini lebih ditekankan pada konsep pencegahan polusi (cleaner production). electrostatic precipitator dan wet scrubber. yaitu (Cooper & Aley. Dalam menentukan peralatan kontrol yang tepat perlu pertimbangan karena instalasi peralatan kontrol juga terpengaruh beberapa persyaratan teknis dan . Proses ini dinamakan juga dengan proses pengenceran. Contoh penerapan pengendalian pencemaran udara dengan pendekatan ini adalah mempertinggi ukuran cerobong.

Secara diagramatik. Standar kontrol Pencegahan korosi Persyaratan energi Bahan kimia Keyakinan Pemeliharaan Efisiensi Fleksibilitas Prekondisi gas Kapasitas beban Prinsip Parameter Penerapan Karakteristik Peralatan Performansi Alat Kelayakan Teknik Evaluasi Sumber Pemilihan Alat Kontrol Peraturan Total biaya pertahun Untuk tiap alternatif Pemilihan sistem kontrol terbaik Gambar 5.ekonomis.2. pertimbangan dalam menentukan alat kontrol pencemaran udara dapat dilihat pada gambar 5.2 Faktor Yang Dipertimbangkan Untuk Mengevaluasi Sistem Kontrol Pencemaran Udara .

2. Latihan Jelaskan Pengertian pengertian sistem sistem kontrol terbaik (best available control teknologi technology/BACT)? kontrol terbaik mengacu maximum pada beragamnya control pengendalian sehingga terpenuhi available technology. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Kata optimalisasi bisa jadi lebih tepat menggambarkan BACT. Penutup 1.69% 0% . Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. hitunglah jawaban anda yang benar. Penggunaan BACT lebih ditekankan pada integrasi pertimbangan dari sisi teknis. 1.89% 70% .1. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. ekonomis dan pemiliknya.2.3. Dimanakah posisi konsep pengendalian dalam pola pikir pengendalian pencemaran udara? 2. economical available control technology dsb.100% 80% . Sebutkan tiga alternatif pendekatan pengendalian pencemaran udara ! 4. Apakah mungkin dalam sebuah aktivitas manusia untuk memenuhi produksi barang tidak memerlukan alat pengendali pencemaran udara? 3.59% : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .3.1.79% 60% .2.3. Tes Formatif 1. Apa yang dimaksud dengan prakondisi gas dan fleksibilitas dalam pemilihan alat pengendali pencemaran udara? 1.

Contoh prakondisi gas adalah penyesuaian kelembaban air. 2. penggunaan alat pengendali. Fleksibilitas menyangkut kemudahan perubahan tempat (site) alat pengendali diletakkan karena ada perubahan proses/pengembangan pabrik sehingga berimbas pada pengubahan posisi alat. penyesuaian resistivitas dsb. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses.3. perubahan proses. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Konsep pengendalian berada diantara studi dampak kesehatan dan perbandingan dengan baku mutu.3. tidak memerlukan alat pengendali.3. Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.3. Jadi apabila secara emisi kurang dari baku mutu yang ada. Status pencemaran ditentukan oleh konsentrasi emisi yang dibandingkan dengan baku mutu yang ada. 3. Rangkuman Konsep pengendalian pencemaran udara merupakan bagian penting dalam siklus pencemaran udara. 4. 1. Alat pengendali yang dipilih haruslah memenuhi best available control technology setelah melalui pertimbangan teknis. . 1.4. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Prakondisi gas terkait dengan perlakuan terhadap emisi gas pembawa sebelum masuk ke alat pengendali agar dapat berfungsi dengan optimal.2. Modifikasi pada tingkat penyebarannya. Konsep pengendalian dengan strategi penurunan emisi merupakan langkah awal untuk meminimalisasi dampak kesehatan.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. ekonomis dan stakeholder yang terlibat.

mahasiswa akan mampu menjelaskan prinsip kerja alat pengendalian kering pencemaran udara. Waveland Press.1. F. Dalam prinsip perancangan alat ini.3. Air Pollution Control. diskusi kelompok tentang prinsip kerja alat pengendali. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang jenis-jenis alat pengendali dimulai dari yang sederhana seperti settling chamber hingga yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. United States. . 2.C. Second Edition.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. (1994). C David & Alley.DAFTAR PUSTAKA Cooper.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang teknik pengendalian kering ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu inventarisasi peralatan pengendali kering di dunia invdustri.3. SENARAI II. 2.2.2 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN KERING 2. 2. A Design Approach.2.1 Pendahuluan 2. Relevansi Dengan mendalami aspek pengendalian kering ini maka diharapkan tingkat pemenuhan terhadap baku mutu akan terjadi sehingga dampak kesehatan yang muncul dapat diminimalisasi. maka konsep mikro meteorologi di pokok bahasan III perlu dibuka kembali.1. Inc.1. Untuk tiap alat pengendali akan dijelaskan prinsip kerja dan dilengkapi dengan keuntungan dan kerugian serta peruntukannya.1.

1. Uraian SETTLING CHAMBER ( bak pengendap ) Pertama kali dipakai.2. Penyajian 2. B.2. Gambar 5. H didesain untuk semua partikel yang lebih besar daripada dp* .2. efisiensi rendah. jenis : settling chamber sederhana dan settling chamber Howard ( ada penambahan pelat-pelat ) Efisiensi teoritis dan setelah diperhitungkan dengan hukum Stokes : g dp rp r m K : percepatan gravitasi : diameter partikel : densitas partikel :densitas gas : viscositas gas : faktor cunningham L.3 Settling Chamber Mekanisme : gaya gravitasi dan gaya inersia. Sekarang sering dipakai sebagai pretreatment untuk menghilangkan partikel ukuran besar.

1986): Efisiensi rendah untuk partikel berukuran kecil. Gambar 5. Kekurangan (Cooper & Aley. Semakin tinggi velocity gas. Biaya pemeliharaan rendah. dimana partikel ukuran besar terlempar ke luar gas dan bertubrukan dengan dinding cyclone oleh gaya sentrifugal dan turun ke kerucut cyclone untuk ditangkap oleh hopper. 1998). Kelebihan dan Kekurangan Cyclone: Kelebihan (Cooper & Aley. Alat ini dapat diopeasikan dalam kondisi basah (melalui injeksi air di inlet) atau kering. 1978).Cyclone Cyclone adalah suatu jenis alat pengumpul debu mekanik yang digunakan untuk menciptakan aliran berputar (vortex) untuk mengalirkan partikel ke area dimana partikel tadi akan mengalami kehilangan energi dan terpisah dari aliran gas (Mycock. Mampu beroperasi pada temperatur tinggi. Cyclone memiliki efisiensi yang rendah untuk partikel berukuran kecil dan efisiensi tinggi untuk ukuran partikel berukuran besar 5-15 µ m. 1986): Modal awal rendah. 1995). Skema Cyclone .4. Sedangkan gas yang bersih mengalir keluar melalui stack (Cornwell. Input berupa gas dan partikulat dipercepat dengan gerakan spiral. maka removal efisiensinya juga semakin besar (Bethea. Biaya operasi yang tinggi sebab terjadi kehilangan tekanan.

5 0. 1994): 1. High-throughput Cyclone Biasanya mempunyai diameter yang lebih besar dan menangani kecepatan yang lebih tinggi.5 2. High-efficiency Cyclone Kecepatan gas inlet lebih tinggi dengan demikian memberi gaya sentrifugal yang lebih tinggi.5 0.5 0.5 0.5 1.0 0.5 0. Tabel 5.Tipe-tipe Cyclone Berdasarkan efisiensi. Normalnya lapisan ini yang melakukan filtrasi. Conventional 1.875 1.625 2. Partikel debu membentuk pori-pori lebih atau kurang melekat pada permukaan fabric.375 1.75 0.1 Standar Dimensi Cyclone Tipe Cyclone High Efficiency Diameter bodi.375 Fabric filter/ Baghouses Fabric filter menyisihkan debu dari aliran gas dengan melewatkannya melalui fabric berpori. 2. Lb/D Panjang kerucut.375 0. W/D Diameter gas keluar De/D Panjang vortex.75 0. selain cyclone conventional cyclone dibagi atas (Cooper & Alley. .0 0. 1986. D/D Tnggi inlet.25 0.0 2.0 0.25 High Throughout 1. S/D Panjang bodi.2 0.0 0. Lc/D Diameter outlet debu Dd/D Sumber: Cooper & Alley.5 0. H/D Lebar inlet.5 2.

yakni udara pembawa partikel debu didorong ke dalam suatu cloth bag.5 Bag Filter Tekanan Positif dan Negatif Sumber : Beachler. et.6 Mekanisme Filtrasi Dust Cake Sumber : Anonim.al. debu akan terakumulasi pada cloth dan menghasilkan suatu aliran . Saat udara melewati fabric. 1995 Gambar 5.(1) Keterangan : (1) (2) : Bag Filter Tekanan Positif : Bag Filter Tekanan Negatif (2) Gambar 5. 2005 Fabric Filter atau baghouse beroperasi dengan prinsip seperti vacuum cleaner..

b. dan modul-modul tersebut dapat dirangkai di pabrik. Kelebihan Fabric Filter (Cooper & Alley. Kekurangan Fabric Filter (Cooper & Alley. Sistem fabric filter seringkali disebut sebagai baghouse. Dapat beroperasi untuk berbagai tipe debu. Seleksi parameter desain sangat penting untuk memperoleh kinerja optimum dari sistem fabric filter. Didesain berbentuk modul. 1994): a. c. d. Debu secara periodik disisihkan dari cloth dengan guncangan atau menggunakan aliran udara terbalik. tetapi dapat digunakan untuk berbagai jenis debu dan mempunyai efisiensi yang cukup tinggi. karena fabric biasanya dibuat dalam bag silinder. 2. Cara membersihkan debu dari fabric adalah faktor penting dalam kinerja sistem fabric filter. Memerlukan areal yang luas. d. Efisiensi pengumpulan sangat tinggi meskipun untuk partikel yang sangat kecil. Jika debu tidak dibersihkan dengan baik. Memerlukan penurunan tekanan rendah yang masuk akal. c. Kelebihan dan Kekurangan Fabric filter/ Baghouses 1. Jika terlalu banyak lapisan yang hilang. kebocoran debu yang berlebihan akan timbul ketika dihasilkan lapisan baru. 1994): a. Desain baghouse yang paling umum adalah tipe reverse-air dan pulse-jet. Dapat beroperasi pada aliran volumetrik dengan skala luas. b. Berpotensi menimbulkan kebakaran atau ledakan. e. fabric dapat menjadi lengket. Tidak dapat beroperasi pada lingkungan yang lembab. . Fabric dapat dirusak oleh temperatur tinggi dan korosi akibat bahan kimia. Nama ini mendeskripsikan sistem pembersihan yang digunakan dalam sistem.udara bersih. penurunan tekanan di sepanjang sistem akan meningkat hingga jumlah yang melebihi batas. Fabric Filter terbatas untuk kondisi dengan temperatur rendah dan kering.

Konstruksi fabric bulu kempa umumnya menghasilkan penyisihan yang lebih baik daripada fabric tenunan. Bag-bag dibersihkan secara periodik dengan membalik arah aliran udara. yang memungkinkan pengumpulan debu pada bagian luar bag. fabric terlindungi dari pergerakan yang berbahaya. disebut cage. Karena prosedur pembersihan dilakukan dengan kecepatan gas yang relatif rendah. Material serat harus memiliki karakteristik kekuatan yang cukup dan kesesuaian kimia dengan gas dan debu yang ditangkap. Pulse-jet baghouse didesain dengan struktur rangka dalam. bag digoncangkan selama interval pembersihan reverse-air (Buonicore dan Davis.Reverse-air baghouse beroperasi dengan mengalirkan gas kotor ke dalam bagbag. pengumpulan debu terjadi di bagian dalam bag. Seleksi material serat dan konstruksi fabric penting untuk kinerja baghouse. Electrostatic Precipitator (EP) Alat pengendali debu yang berfungsi untuk memisahkan gas dan abu sebelum gas tersebut keluar dari stack salah satunya adalah electrostatic precipitator atau EP. . sehingga teknik pembersihan reverse-air menghasilkan masa pemakaian bag maksimum. Namun tidak semua serat bisa dikempa ke dalam fabric dengan kekuatan cukup dan menjadikan fabric filter disusun dari filamen dan/atau serat yang awalnya dibelit menjadi benang. Variasi desain reverse-air baghouse dan pelopor reverse-air baghouse (misal. debu dibersihkan oleh tenaga inersia ketika bag mengembang hingga maksimum. Teknik pembersihan bag ini cukup efektif. sehingga lapisan debu yang terkumpul sebelumnya jatuh dari bag ke dalam hopper di bawah. dan kemudian ditenun atau dirajut menjadi fabric (Buonicore dan Davis. dengan begitu. namun kehebatan teknik ini dan kadang-kadang pemasangan bag-to-cage yang pas cenderung membatasi waktu pemakaian bag dan juga meningkatkan migrasi debu keluar dari fabric. 1992). sehingga mengurangi efisiensi pengumpulan debu. shaker baghouse). Lapisan debu dibersihkan secara periodik oleh semburan jet udara yang tertekan ke dalam bag menyebabkan bag mengembang tiba-tiba. 1992).

2005 . Pada sebagian besar aplikasinya EP memiliki efisiensi pengumpulan partikulat sebesar (80-99. Instalasi pertama EP berhasil dengan sukses untuk digunakan sebagai penangkap asam Sulfat. Gambar Electrostatic Presipitator Sumber: PTP Indarung V. Setelah itu digunakan pada industri pengolahan batu bara yang menggunakan boiler.9)%. Teknologi EP ditemukan oleh Frederick Cattrell dan telah digunakan sejak tahun 1900-an.Pengontrolan partikulat dari hasil proses industri telah merupakan masalah penting yang makin berkembang sejak mulai awal abad ke19. EP sangat efektif sebagai pengendali partikulat terutama yang berukuran kurang dari 10-20 µ m (dominan pada ukuran submikron).7. Sejak tahun 1920 desain awal EP terus berkembang seperti yang dikenal sampai saat sekarang ini seiring dengan adanya pengetatan aturan lingkungan. Kemudian dilanjutkan pada industri semen untuk menangkap debu klinker dan debu semen. Berikut di bawah ini gambar Electrostatic Precipitator (EP): Gambar 5.

Collecting Plates (06) 7. Guard Plates (12) 13. 2006): 1. Slide Bearing (11) 12. Discharge Rapping Gear (09) 10. Makin tinggi tegangan yang diberikan. Insulator Shaft (14) 15. Terjadi proses particle charging. Proses penangkapan debu pada EP secara umum terdiri atas tujuh langkah proses dasar yang berlangsung secara kontinu yaitu (Anonim. Inti dari proses EP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi. Partikel yang sudah diberi muatan tadi berpindah dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan (positif). Insulation (02) 3. EP sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. Partikel yang melewati EP akan mengalami ionisasi muatan oleh elektroda kawat. Drive stations for rapping gear (05) 6. Insulator Cubicle (04) 5. Precipitator Chamber (01) 2.Keterangan: 1. Tujuan akhirnya adalah membersihkan partikulat yang telah terkumpul tadi. Discharge Electrodes/ De (08) 9. Corona Discharge . Inspection Hatches (03) 4. Inside Chain Drive (10) 11. 3. Proses ionisasi dimulai dengan pemberian muatan ke kawat elektroda (arus searah dengan tegangan tinggi) sehingga menimbulkan efek korona. Gas masuk melalui gas distribution ke dalam treatment zone 2. Gas Distribution Shields (15). Collecting rapping gear (07) 8. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator. sehingga efisiensi bertambah. Prinsip Dasar Electrostatic Precipitator Prinsip dari pengumpulan debu hanya sebatas pada penggunaan energi listrik untuk memberi muatan (negatif) ke partikulat di udara kotor atau aliran gas. makin rendah resistifitasnya. Supporting insulators (13) 14.

27 cm. 2006). Sedangkan partikel-partikel yang baru saja datang dan melekat pada collecting plate disebabkan oleh karena adanya gaya kohesi. 5. Partikel debu yang telah terkumpul pada collecting plate kemudian mengalami proses rapping yaitu proses pembersihan plat kolektor dari partikulat yang menempel. Pengumpulan Partikel Pada saat partikel bermuatan negatif tadi mencapai collecting electrode yang dihubungkan ke tanah.27 cm. Tebal lapisan debu yang diizinkan melekat pada collecting plate berkisar antara 0. Muatan tersebut akan meluncur melalui collecting plate ke tanah secara perlahan. Hentakan-hentakan rapping yang terperiodik pada collecting plate sangat perlu dipertahankan untuk menjaga agar aliran gas tetap bersih secara kontinu. Sebagian daripada muatan tersebut tersusun kembali dan akan berkontribusi terhadap adanya kohesi dan adhesi antar molekul untuk tetap memegang partikel melekat pada collecting plate. Partikel yang bermuatan negatif akan bergerak menuju collection electrode bermuatan positif dan kemudian disisihkan. Akibatnya lapisan debu tersebut terlepas dari collecting plate (Anonim. . 4. Ionisasi dari molekul gas Proses yang terjadi pada corona discharge kemudian akan membombardir partikel tersuspensi dalam aliran gas menjadi bermuatan negatif.Efek ini terlihat dari adanya cahaya biru luminescence disekitar kawat. 2006). Plat kolektor bermuatan positif karena biasanya dihubungkan dengan tanah (grounding). Efek korona ini akan mengionisasi udara disekeliling kawat dengan pelepasan muatan negatif (elektron) (Anonim.08 sampai 1. Partikel-partikel yang tetap melekat pada collecting plate disebabkan karena adanya gaya adhesi.08-1. usaha ini akan menambah tingkat efisiensi EP dengan penempelan banyak partikel pada bagian permukaan plat tersebut. Collecting plate disentak pada saat lapisan debu yang terakumulasi memiliki ketebalan antara 0. maka hanya sebagian dari muatan tersebut yang akan terbuang (discharge).

Pemberian tegangan ada kaitannya dengan efektifitas kerja presipitator. Debu tersebut harus segera di transport secepat mungkin untuk menghindari permasalahan material handling seperti pengerasan dan penyumbatan. Arus ini akan terus bertambah sampai terjadi bunga api. Latihan Pabrik semen akan memasang EP sebagai alat pengendali pencemaran udaranya. 1992). Sebelum EP dipasang settling chamber sebagai pre-treatment dengan ukuran lebar 4 m. Laju aliran gas terukur masuk ke settling .6. Ukuran diameter yang partikel yang boleh lolos ke EP adalah <10 mikron.5 m.2. panjang 15 m dan tinggi 1. Partikulat yang terkumpul tadi kemudian digoncangkan. Partikulat yang terkumpul cenderung membentuk layer (lapisan) (Buonicore dan Davis. Electrostatic Precipitator sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. 2. Penumpukan debu yang tertangkap 7. maka partikulat menjadi netral. 1992). Setelah partikulat bermuatan. dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan.2. maka efisiensi bertambah dan resistivitasnya tinggi. Inti dari proses ESP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi. Corona Discharge adalah faktor utama yang mempengaruhi pemberian muatan partikel yang terjadi saat electric field (area antara discharge electrodes dan collecting surface) mencapai nilai tertentu dimana arus telah diterima. digetarkan dengan rapping sehingga jatuh ke hopper dengan menggunakan hammer. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. berpindah. Proses pemindahan debu yang tertangkap Debu yang terhempas dari collecting plate akan ditampung kedalam sebuah hopper yang sisi-sisinya memiliki kemiringan kira-kira 60° agar memudahkan debu jatuh secara bebas dari puncak hopper ke bukaan pelepasan dibawah hopper. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000-100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator (Buonicore dan Davis. Makin tinggi tegangan yang diberikan.

Bagaimana tahap-tahap pengolahan dengan EP? 2.69% 0% . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.100% 80% . Apakah maksudnya settling chamber dapat dianggap sebagai pre-cleaner? 2.chamber 0.3.79% 60% . 2. Aliran udara mengikuti hukum Stokes dengan faktor Cunningham : 1.89% 70% .4. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Sebutkan 2 tipe fabric filter yang sering digunakan! 4.3.3. Rangkuman : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3.1.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Bagaimana prinsip kerja cyclone? 3.3.6 m3/detik.25. Tes Formatif 1.59% 2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Penutup 2.2. Dengan data : Berapakan efisiensi penangkapan untuk diameter 10 mikron tersebut ? Jawab : 2. hitunglah jawaban anda yang benar.

3. M.(2006) . David S.flsmidth. DAFTAR PUSTAKA ______. Settling chamber hanya mengandalkan gaya gravitasi. ionisasi molekul gas. Cyclone bekerja dengan 2 gaya yaitu sentrifugal yang dihasilkan dari inlet tangensial dan gaya gravitasi setelah partikel tertumbuk di dinding alat. Robert.. Mick. Air Pollution Control Tecnology. Fabric Clean Pulse-Jet Fabric Filter. fabric filter. EP dan scrubber. Joseph.epa. http://www.nsf/DisplayView/SI_412A_05?OpenDocument.pdf. 2. 2005. Tipe yang sering digunakan adalah reverse-air dan pulse-jet 4. New York: Van Nostrand Reinhold Company. Efisiensi tertinggi dicapai EP disusul fabric filter. pengumpulan partikel.. 25 Februari 2006 ______.pdf.com/flsmidth+airtech/english/contact/brochures/produc t+brochures/fabricfilterfabriclean.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 2. sedangkan terendah adalah settling chamber. Sehingga alat ini sering digunakan sebelum alat pengendali utama seperti cyclone. . Tiap alat pengendali kering memiliki prinsip kerja yang berbeda. corona discharge. fabric filter dengan gaya intersepsi.gov/ 12bles5.Jnis-jenis alat pengendali kering dimulai dari yang sederhana adalah settling chamber sedang yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. diakses pada 30 Desember 2005 Bethea. Jerry. cyclone mengandalkan gaya sentrifugal dan gravitasi.http://yosemite. 1995. difusi. 3. penumpukan debu yang tertangkap serta proses pemindahan debu tertangkap. Settling chamber dianggap sebagai pre cleaner karena efisiensinya cukup rendah untuk partikel ukuran kecil (<20 mikron). USA : North Carolina State University. Fabric Filter Operation Review. 1978. gravitasi dan EP dengan gaya elektrostatik dan gravitasi.gov/oaqps/eogtrain. particle charging. diakses pada 27 Desember 2005 ______. and Pompelia. PTP Indarung V Beachler. http://yosemite. Tahapnya : entering gas.epa. 2005.

David and Alley. New York: Van Nostrand Reinhold Company. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. C. meliputi : sumbu.3 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN BASAH 3. SENARAI II. hirarki. Mc. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan.3. Singapore.. GrawHill Company Inc.1. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota.2. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota. Introduction to Environmental Engineering.2. 3. 1986.1.1. Air Pollution Control Engineering and Technology. Illinois. 1995.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang. C.1 Pendahuluan 3. Davis and Cornwell. F. Air Pollution Engineering Manual.1. simetri.1. Maveland Press Inc. Kompetensi Dasar pembentukan ruang kota . 3. Copper. Mycock. irama. 3.3. CRC Press Inc. 1992. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang.Buonicore and Davis. John C. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar (100%).et al.1998. datum dan transformasi.

2.1. Venturi and jet scrubbers.2. Dapat mengendalikan kabut. Cyclone spray chamber. 1986): a. 3. 2000). 4. Prinsip scrubbers adalah mengurangi partikulat/ gas dengan menyerapnya menjadi cairan yang keluar dengan cepat karena sentuhan. 2. Menyediakan absorpsi gas dan pengumpulan debu pada satu unit. 1986): a. Kebanyakan partikel halus akan melekat pada tetesan cairan jika bersentuhan (Nevers. f. 1999): 1. Orifice scrubber and wet impingement scrubber. Mekanisme sentuhan adalah melalui putaran inersia diikuti penurunan secara gravitasi. d. . Efisiensi pengumpulan dapat difariasikan. c. Uraian Nova Wet Scrubber Scrubbers adalah alat pengumpul partikulat yang sangat halus pada tetesan cairan.7.2 Tipe-Tipe Scrubbers (Dep. Penyajian 3. Cairan keluar dapat menyebabkan masalah pencemaran air. Kelebihan (Cooper & Alley. b. 2. c. 2. PTP. Korosi gas dan debu dapat divariasikan. b. Partikel terkumpul dapat terkontaminasi dan dapat tidak bisa digunakan kembali. Spray chamber scrubbers. Dapat menangani debu yang dapat terbakar dan meledak dengan resiko yang kecil.1 Kelebihan dan Kekurangan Wet Scrubber 1.7. kekurangan (Cooper & Alley.2.3. Berpotensi tinggi terhadap korosi. Dapat mendinginkan gas panas.2. e. 2.

2. Latihan 3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA . Tes Formatif 3. Sumber: Anonim 2005 Gambar skematik dan instalsi wet scrubber di lapangan 3.3.2.3. Umpan Balik 3. Tindak Lanjut 3.1.3.2.3.3.4.3. Penutup 3.3.Gambar 2.4. Rangkuman 3. Low Energy Scrubber dan Spray Tower Scrubber.

Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition.3. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan. 4. Air Pollution Control Engineering 2nd Edition. C. Kompetensi Dasar 4. irama.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang. Penyajian 4.1 Pendahuluan 4. 4.1. datum dan transformasi. F.1. 2000. David and Alley. Noel De. Nevers. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar 9(100%).1. simetri. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota. meliputi : sumbu.3.2.1. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota.4 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN LAIN 4. Maveland Press Inc.2. Illinois.Copper. SENARAI II.2. C.1. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang. Uraian pembentukan ruang kota . hirarki. GrawHill Company Inc.1. Singapore. 1986.2. 4. Mc.

Bahkan ada yang hanya memiliki emisi gas tanpa partikulat sehingga pengendalian ini penting untuk diaplikasikan. Pengendalian emisi gas ditujukan untuk mengendalikan gas-gas yang termasuk pencemar seperti tercantum dalam PP. F. ekstrasi pelarut Pembuatan cerobong yang tinggi Mereduksi konsentrasi di bagian bawah (ground level concentration). Implikasi : biaya lebih mahal dan kelayakan bahan bakar berkurang Desulfurisasi Penyisihan sulfur dari bahan bakar.Pengendalian emisi gas Beberapa instalasi pencemaran udara juga dilengkapi pengendalian emisi gas yang ikut dikeluarkan dengan partikulat. Desulfurisasi gas sisa (flue gas desulfurization) Pembuatan asam sulfat dari SO2 Reaksi – reaksi yang terjadi : SO2 + 1/2O2 SO3 + H2O Kontrol NOx Adapun pengendalian terhadap NOx hampir sama dengan kontrol SOx yaitu : Penerapan pembakaran di luar kondisi stoikiometris SO3 H2SO4 . Catatan : bukan satu-satunya solusi untuk alat kontrol. HC. Cakupan kontrolnya adalah sebagai berikut : Konversi bahan bakar ke rendah kandungan sulfurnya Contohnya memilih gas alam yang rendah kandungan sulfurnya.41 Tahun 1999 yaitu : SO2. Contohnya dengan gasifikasi batubara. Berikut secara garis besar pengendalian emisi gas tersebut : Kontrol SOx Pengendaliannya juga dilakukan di sumbernya sehingga mengefisienkan pengendalian akhirnya. CO. SO4. NO2. Cl.

Keuntungan absorber : dapat dipakai untuk gas dengan suhu tinggi. toksisitas dan biaya (kalau bukan pelarut air). meminimalkan terjadinya kebakaran. diameter dan tinggi menara. sehingga membatasi terbentuknya NO dan NO2 Adapun beberapa metode/mekanisme penyisihan emisi gas adalah : Absorpsi Definisi : penyisihan kontaminan gas dari suatu proses dengan melarutkan gas ke cairan. Mekanisme : terjadi kontak yang sangat tinggi antara campuran gas dengan cairan sehingga sebagian besar gas-gas terlarut dalam cairan. stabilitas kimia. gas –gas mengalir melalui lubang-lubang pada pelatnya. hasil penyisihannya sulit direcovery. efisiensi maksimum tercapai bila : Tersedianya daerah kontak yang luas Terjadinya pencampuran yang baik antara gas dan cairan Tersedianya waktu kontak yang cukup antar fase Tingkat solubilitas yang tinggi dari polutan ke absorbent Jadi parameter yang harus diperhatikan : kelarutan gas.Pembatasan penambahan oksigen selain untuk bahan bakar. . Dalam desain absorber. karena pada dasarnya pada penyisihan partikulat dengan wet scrubber polutan gas yang diemisikan juga ikut disisihkan. Desain umum absorber seperti halnya wet scrubber. melembabkan gas yang keluar. Plate absorber menggunakan pelat-pelat horizontal yang dipasang pada menara absorber. Sementara untuk packed absorber menggunakan packing material. Kerugian absorber : korosif. volatilitas gas. menimbulkan masalah meteorologi. tingkat korosif. tidak memakan tempat. Parameter desain absorber meliputi : jumlah pancaran. Dua jenis absorber yang umum dipakai adalah plate absorber dan packed tower absorber. kekentalan (viscosity).

Jenisnya ada 2 : Adsorpsi fisik : hasil dari gaya-gaya tarik intermolekul antara adsorbent dengan material yang diserap Adsorpsi kimia : hasil interaksi kimia antara bahan adsorbent dengan material yang diserap Faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi : Temperatur : semakin tinggi suhu semakin menurunkan adsorpsi gas polutan Tekanan : semakin tinggi tekanan.Adsorpsi Proses adsorpsi menempelkan satu atau lebih kontaminan gas ke permukaan padatan. sehingga proses adsorpsi berlangsung pada bagian internal padatan tersebut. Jenis-jenis adsorbent yang dipakai : karbon aktif. silica gel . activated alumina. Mekanisme : melekatnya gas-gas pada permukaan padat atau cair (adsorbent) akibat perbedaan konsentrasi. Metode regenerasi : Injeksi udara panas ke dalam absorber kemudian dikondensasi. maka proses adsorpsi akan semakin tinggi Kecepatan gas : semakin tinggi kecepatan akan menurunkan waktu kontak kontaminan dengan adsorbent sehingga menurunkan tingkat adsorpsi Kandungan partikulat : adanya partikulat akan menurunkan efisiensi proses adsorpsi. Adsorbent biasanya merupakan padatan yang memiliki porositas yang tinggi.

Gambar Skematik Instalasi Adsorber (US EPA. . 1991) Kondensasi Mekanisme : Konversi gas atau uap menjadi cairan melalui penurunan suhu dan atau penaikan tekanan. Tipenya : Kondenser kontak langsung : medium pendingin dengan uap-kondensat saling kontak dan bergabung Kondenser kontak tak langsung : medium pendingin dan uap-kondensat dipisahkan oleh suatu area permukaan Kondenser biasanya digunakan sebagai pre-treatment bagi alat kontrol gas lain karena dapat mengurangi volume gas yang harus diolah.

Destruksi termal kebanyakan senyawa organik terjadi antara 590 C – 650 C. Terjadi oksidasi polutan dari gas yang sudah bersuhu tinggi tadi menjadi produk yang tidak berbahaya Operasi insinerasi bertipe : Otomatis Operator tinggal menyetel tombol on dan off . 1991) Insinerasi Pembakaran sempurna antara udara (oksigen). limbah dan bahan bakar dengan kondisi temperatur yang tinggi. Dengan pembakaran sempurna akan didapat perubahan hidrokarbon menjadi CO2 dan air. Ada 2 tahap dalam pembakaran : pembakaran bahan bakar terjadi cukup cepat dan irreversibel serta menghasilkan gas dengan suhu cukup tinggi pembakaran polutan. namun operasi insinerator mencapai suhu lebih dari 980 C untuk menjamin pembakaran organik yang komplet. pengadukan turbulen antar komponen.Gambar Skematik Instalasi Kondenser (US EPA. waktu tinggal yang cukup.

3. Tes Formatif 4. Tindak Lanjut 4.1. Latihan 4. 1991) 4.3.3.3. Penutup 4.3.2. Umpan Balik 4.2. Rangkuman 4.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA .2.3.3. Gambar Skematik Instalasi Insinerasi (US EPA.4.Semi-otomatis Operator harus menyetel input-input yang diminta sistem kontrol melalui tombol-tombol dan valve tertentu Manual Semua kontrol insinerasi disetel secara manual oleh operator kecuali kondisi darurat untuk dimatikan masih bersifat otomatis.

Technology Transfer Handbook--Industrial Guide for Air Pollution Control. Environmental Protection Agency. 1991.EPA. EPA. 1978. Research Triangle Park. North Carolina. SENARAI . Handbook: Control Technologies for Hazardous Air Pollutants.