Mata Kuliah SKS Semester Program Studi

: Pencemaran Udara :2 :V : Teknik Lingkungan

Disusun Oleh : Haryono S Huboyo M.Arief Budihardjo

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008

A.TINJAUAN MATA KULIAH 1.Deskripsi Singkat Mata Kuliah Pencemaran Udara merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program strata 1 (S-1) semester IV Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Mata Kuliah ini berkaitan dengan mata kuliah sebelumnya yaitu Satuan Operasi, Mekanika Fluida dan Termodinamika. Mata kuliah ini menjadi pengantar untuk memahami mata kuliah manajemen rekayasa lingkungan, pemantauan dan analisis kualitas udara dan pencemaran udara dalam ruang. Didalamnya dibahas tentang konsep dari pencemaran udara, sumbersumber pencemar, perilaku udara, efek dari zat pencemar terhadap lingkungan, pengaruh, meteorology terhadap penyebaran polutan, model penyebaran dan transport polutan, cara pengambilan sampel kualitas udara, monitoring kualitas udara, teknik kontrol pencemaran udara dan alat-alat yang digunakan untuk mengontrol pencemaran udara. 2. Relevansi ( Kegunaan) Dalam merancang pengelolaan kualitas lingkungan, pengelolaan kualitas udara termasuk dalam parameter penting yang harus ditinjau. Berbagai aktivitas manusia baik di dunia industri, perdagangan maupun domestik banyak yang mengemisikan polutan udara. Untuk itu perlu dikaji oleh mahasiswa tentang besaran pencemaran udara yang ditimbulkan. Identifikasi pencemar merupakan langkah awal dalam pengelolaan kualitas udara ini. Tentunya pemahaman tentang klasifikasi pencemar, transport dan transformasi pencemar menjadi pengetahuan yang wajib dimiliki pada awal perkuliahan. Di dunia nyata, faktor meteorologis biasanya sudah tersedia oleh BMG, sehingga dengan pemahaman tentang faktor ini akan mempermudah tentang analisis kualitas udara. Monitoring sampel udara dan pemodelan pencemaran udara perlu dikuasai untuk memahami analisis distribusi pencemaran sebagaimana dalam perkiraan dampak terhadap kesehatan (mata kuliah Ekotoksikologi dan Pencemaran). Langkah-langkah pengendalian (basah-kering) menjadi keahlian

yang wajib dimiliki untuk melakukan analisis terhadap pemenuhan baku mutu dan dampak kesehatan. 3.1 Standar Kompetensi Mata kuliah ini mendukung pencapaian kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya dalam struktur kurikulum Jurusan Teknik Lingkungan FT Undip. Diharapkan mahasiswa yang telah menempuh kuliah ini akan mampu berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan. 3.2 Kompetensi Dasar (Tujuan Instruksional Umum) Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena pencemaran udara, menjelaskan aspek dasar meteorologi dalam fenomena pencemaran udara menggambarkan isu monitoring pencemaran udara menginventarisasi berbagai metode pengendalian pencemaran udara. 3.3 Indikator Indikator keberhasilan mahasiswa dalam setiap pertemuan/bahasan adalah akan dapat : • • • • • • • isu pencemaran udara terkini serta manfaat dan relevansi pencemaran udara di bidang teknik lingkungan. menerangkan jenis-jenis pencemar partikel serta perilaku zat pencemar gas dan partikel di atmosfer dampak keberadaan zat pencemar di udara terhadap cuaca, ekologi berbagai standar peraturan pencemaran udara (regional, nasional dan internasional) analisis sumber pencemar udara serta levelnya, inventory emisi dan kontribusi meteorologi udara di troposfer, microscale, mesoscale, macroscale pencemaran udara pengertian transport, dispersi, transformasi, model dispersi

• • • • •

kedudukan monitoring dalam manajemen kualitas udara (skala mikro, meso dan makro) kedudukan pengendalian dalam manajemen kualitas udara serta distribusi polutan dan gas pembawa metode pengendalian kering (settler, cyclone, EP, fabric filter) metode pengendalian basah (wet scrubber) metode pengendalian lain (absorpsi, adsorpsi, insinerasi)

B.POKOK BAHASAN I KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA I.1 SUB POKOK BAHASAN KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN PERANANNYA 1.1 Pendahuluan 1.1.1. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang komposisi bumi secara garis besar dan detail deskripsi atmosfer yang meliputi komposisi, struktur vertikal serta manfaatnya. 1.1.2. Relevansi Di dalam menganalisis perilaku pencemar dari permukaan bumi hingga ke receptor serta model di atmosfer dibutuhkan pengetahuan tentang prinsip dasar atmosfer ini. Untuk pengendalian pencemaran dan penilaian dampak kesehatan terhadap fungsi ekologi terutama manusia, manfaat atmosfer bisa menjadi bahan pertimbangan kebijakan pengendalian yang disusun. Sub pokok bahasan ini merupakan dasar bagi semua mata kuliah yang berhubungan dengan pencemaran udara di tingkat lanjut. 1.1.3.1 Standar Kompetensi

Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang atmosfer dan manfaatnya ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena atmosfer, presentasi studi manfaat atmosfer dan tugas mandiri tentang inventarisasi kebijakan dunia demi konservasi atmosfer. 1.1.3.2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena atmosfer dan menjelaskan manfaat keberadaan atmosfer bagi kehidupan di dunia.

1.2. Penyajian 1.2.1. Uraian Komposisi Lapisan Bumi Bumi dapat dianggap terdiri dari lima bagian: yang pertama, atmosfer, berupa gas; yang kedua, hidrosfir, berupa cairan; yang ketiga, keempat, dan kelima, litosfir, mantel dan inti, sebagian besar berupa bahan padat. Walaupun komponenkomponen ini dihubungkan dengan secara terpisah dalam sesi ini, mereka masingmasing membentuk sebuah komponen dari sebuah sistem interaktif. Atmosfer adalah lapisan luar yang mengelilingi badan planet yang padat. Meskipun atmosfer memiliki ketebalan lebih dari 1100 km sekitar setengah dari massanya dikonsentrasikan dalam kerendahan 5,6 km. Litosfir, utamanya terdiri dari kerak bumi yang dingin, keras dan berbatu, membentang hingga kedalaman sekitar 100 km. Hidrosfir adalah lapisan air yang dalam permukaan Bumi. Mantel dan inti merupakan bagian dalam bumi yang berat, yang membentuk sebagian besar massa Bumi. Bumi adalah planet ketiga dari Matahari dari mana bumi menerima hampir semua tenaganya. Dikarenakan oleh atmosfernya, bumi merupakan satu-satunya planet yang diketahui mempunyai kehidupan, walaupun sebagian dari planet-planet lainnya memiliki atmosfer dan mengandung air. Kondisi iklim ambien di bumi merupakan hasil dari sejumlah gerakan menuju ruang angkasa. Bumi beserta satelitnya, bulan, juga bergerak bersama-sama dalam sebuah orbit berbentuk ellips mengelilingi matahari. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur satu kali setiap kira-kira 23 jam 56 menit. Selain dari gerakan-gerakan primer ini, ada komponen-komponen total gerakan bumi yang lainnya. Mereka meliputi : Perubahan waktu siang dan malam (dari timur ke barat); dan Perputaran poros bumi, sebuah variasi periodik dalam iklinasi poros bumi yang disebabkan oleh tarikan gravitasi matahari dan bulan. Karena kemiringan poros bumi yang menuju ke orbitnya sebesar 23½o, maka tampaknya ini yang menyebabkan matahari bergerak antara 23½o lintang utara

dalam mantel atas. Atmosfer adalah lapisan gas yang menyebar dari permukaan lahan ke puncak atmosfer. Adalah zona ini. Sementara itu litosfir termasuk tanah dan segala kandungannya.dan 23½ o lintang selatan. dan musim gugur digambarkan melalui perbedaan-perbedaan dalam suhu rata-rata dan panjangnya siang hari. tetapi termasuk seluruh permukaan air di dunia. panas. semi. lapisan bergerak yang secara realtif sempit dan padat. Gerakan antara lempengan–lempengan terjadi disepanjang zona yang relatif sempit di mana kekuatan tektonik lempengan berada dalam kondisi paling aktif. Atmosfer Atmosfer merupakan campuran gas yang melingkungi setiap benda yang berhubungan dengan angkasa (seperti Bumi) yang memiliki medan gravitasi kekuatan cukup untuk mencegah agar gas tidak lolos. yang ditentukan oleh posisi bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Ini cenderung mengakibatkan pengalaman-pengalaman musim di berbagai tempat di atas permukaan bumi. disepanjang mana diketemukan mayoritas sangat besar kegiatan volkanik dan seismik di bumi. atau air laut. Banyak wilayah beriklim sedang yang mengalami 4 musim iklim berbeda. atmosfer yang mendasarinya dipercayai terdiri dari bahan setengah lebur dan panas yang dapat melunak dan mengalir setelah diarahkan ke suhu dan tekanan tinggi selama masa geologis. Hidrosfir Hidrosfir terdiri utamanya dari lautan. dan air bawah tanah. yaitu musim dingin. sungai. Uap air dalam jumlah besar juga pernah ada di dalam atmosfer. Ahli Geologi membedakan sekitar 12 lempengan litosfir besar dan sejumlah besar lempengan atmosfer kecil. . mineral-mineral yang digunakan oleh manusia dan ciri-ciri kegiatan gunung berapi di kawasan rawan. meliputi lautan pedalaman danau. Di bawahnya terletak Atmosfer. Keempat musim tersebut. Litosfir Di atas litosfir terletak atmosfer dan hidrosfir.

karbondioksida (0. musim panas adalah siang yang panjang dan musim dingin adalah malam yang panjang. kripton.Penyebaran polutan dalam atmosfer bervariasi tergantung pada musim di sebagian besar daerah. Oleh karena itu Kutub Utara dan Kutub Selatan masing-masing contong ke arah matahari mengalami siang lebih lama. Sebaliknya. Oleh karena itu musim panas dibelahan bumi utara sama dengan musim dingin di belahan bumi selatan. didekat khatulistiwa. Perubahan-perubahan suhu dan panjangnya siang hari yang menyertai perubahan musim adalah sangat berlainan di garis lintang yang berbeda. Unsur-unsur pokok ini lebih lanjut ditunjukkan dalam tabel 1. Di kutub.9%). serta sejumlah sangat kecil dari hidrogen. uap air dalam jumlah yang bervariasi. Belahan bumi yang miring menjauhi matahari mengalami suhu rendah. Perubahan lebih jauh dalam hasil pemanasan adalah karena tebalnya atmosfer melalui mana sinar matahari harus lewat sehubungan dengan sudut insidennya. dan xenon. Komposisi Atmosfer Unsur-unsur pokok atmosfer bumi adalah nitrogen (78%) dan oksigen (21%). metan. siang yang lebih pendek dan sedang mengalami musim dingin. neon. helium. siang dan malam masing-masing tetap sekitar 12 jam lamanya di sepanjang tahun. komposisi atmosfer sebenarnya sama seperti permukaan tanah. Struktur vertikal atmosfer Studi mengenal sampel udara menunjukkan bahwa hingga ketinggian 90 km di atas permukaan laut. lebih banyak sinar matahari dan dianggap sedang mengalami musim panas.2 di bawah. Gasgas atmosfer dalam sisanya yang 1% adalah argon(0.03%). karbonmonoksida.1 dan 1. Homogenitas relatif ini dipertahankan oleh gerakan terus-menerus yang dihasilkan oleh arus atmosfer yang mencegah kecenderungan gas-gas berat mengendap di bawah gas-gas ringan. . Musim-musim terjadi karena poros bumi yang miring sehubungan dengan bidang orbitnya mengelilingi matahari. ozon.

001 0.5 + 0.1 Lapisan Atmosfer dan Gradasi Suhu .01 0 hingga 0.934 + 0.016 31.300 2.Tabel 1.110 + 0.003 33.7 0.18 + 0.000002 Berdasarkan pada suhu.2 Gas-Gas Variabel Yang Membentuk Atmosfer Gas Variabel Uap (H2O) Karbondioksida (CO2) Ozon (O3) Sulfur Dioksida (SO2) Nitrogen Dioksida (NO2) % Dari Volume 0 hingga 0.016 16.105 % Dari Volume 78.032 0 hingga 0.01) * 10-4 (5.800 131.001 (18.001 0 hingga 0.14 + 0.5* 10-4 2 * 10-4 (0.1) * 10-4 Tabel 1.999 39.1 di bawah ini.04) * 10-4 (1.942 20.004 20.24 + 0.01) * 10-4 (0.192 4.087 + 0.1 Gas-Gas Permanen Yang Menyatukan Atmosfer Gas Permanen Nitrogen (N2) Oksiigen (O2) Argon (Ar) Neon (Ne) Helium (He) Kripton (Kr) Xenon (Xe) Hidrogen (H2) Metan (CH4) Nitrogen Oksida (N2O) Berat Molekuler 28.953 + 0.043 44.001) * 10-4 0. Gambar 1. Atmosfer terdiri dari sejumlah lapisan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1.

Daerah dibawah ionosfir disebut eksosfir. lapisan-lapisan ini memantulkan gelombang radio dari frekuensi tertentu kembali ke bumi. Diatas troposfir terletak stratosfir. Troposfir terbentang hingga sekitar 16 km di daerah tropis ( hingga suhu sekitar – 79oC) dan hingga sekitar 9. yang membentang ke sekitar 9600 km. Di dalam lapisan ozon suhu naik dengan lebih cepat. hampir sama dengan suhu di permukaan bumi lapisan dari 50 hingga 80 km. Di dalam stratosfir lebih rendah./kmdbbd/unit1_images. secara praktis sehunya lebih konstan atau sedikit naik seiring dengan ketinggiannya. yang dihasilkan oleh tindakan radiasi ultraviolet matahari. biasanya suhu menurunkan ke atas pada tingkat kecepatan sekitar 5. Mereka termasuk : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari Lapisan atmosfer dari 19 hingga 48 ke atas mengandung lebih banyak ozon. Karena konsentrasi ion yang secara relatif tinggi dalam udara di atas 80 km. batas luar dari atmosfer. Idaho State University Weather and Climate) Dalam lapisan terendah. Ini merupakan lapisan di mana terjadi sebagian besar awan dan cuaca sebagaimana kita mengalaminya di bumi. Ini juga disebut termosfir. dan permukaan laut. karena suhunya yang tinggi dalam lapisan ini (naik sekitar 1200o C pada sekitar 400 km). dan hujan elektronik dari matahari mengionisasi beberapa lapisan atmosfer. dan digambarkan oleh tajamnya penurunan dalam suhu ketika ketinggiannya naik. menyebabkan mereka menghantarkan listrik.. Lapisan ozon ini mulai diperdulikan pada awal tahun 1970-an ketika diketemukan bahwa .x. sinar . disebut mesosfir.isu. Dari penyelidikan-penyelidikan mengenai penyebarluasan dan refleksi gelombang radio diketahui bahwa mulai pada ketinggian 80 km. Manfaat atmosfer Atmosfer melakukan sejumlah fungsi kritis dalam pelestarian kehidupan di bumi. disebut ionosfir. terutama di atas daerah tropis.5 oC per 1000 m. yaitu troposfir.physics.(sumber : www. maka lapisan ini yang membentang ke suatu ketinggian sebesar 640 km. radiasi ultraviolet..htm.edu/.7 km dalam garis lintang cuaca sedang (hingga suhu sekitar –5 o C).

pekerja yang pekerjaannya memaksa mereka berhadapan dengan bahan-bahan beracun. naik ke dalam atmosfer dalam jumlah besar. atau dapat menyerang bahanbahan. menurunkan daya penglihatan. sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis Gerakan air yang berkesinambungan antara bumi dan atmosfer dikenal sebagai siklus hidrologis. dapat mengakibatkan luka-luka dan bahkan kematian. Efek buruk pencemaran udara lainnya adalah cedera potensial pada hewan ternak dan tanaman pangan. atau menghasilkan bau-bau yang tidak dikehendaki Konsentrasi tinggi bahan-bahan berbahaya dalam kawasan pencemaran yang tinggi dan.bahan kimia yang dikenal sebagai khlorofluorokarbon (CFC). dan orang-orang yang sakit jantung dan paru-paru. Air yang berpindah dari permukaan laut ke atmosfer dan daratan. atau khlorofluorometan . perokok pasif. yang melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. di bawah kondisi yang parah. air diuapkan dari permukaanair dan daratan dan dilepaskan dari sel-sel hidup. atau salju. Efek ini telah dibahas secara detil pada sesi sebelumnya. Efek-efek eksposur jangka panjang pada konsentrasi rendah tidak dapat dipastikan dengan baik. namun mereka yang paling beresiko adakah anak-anak. . Sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan Pencemaran atmosfer oleh limbah atau produk samping gas. dimana panas cukup dominan. Kepedulian ini berpusat pada kemungkinan bahwa senyawa-senyawa ini melalui tindakan sinar matahari. orang tua. Dibawah sejumlah pengaruh. dapat menyerang secara fotokimia dan menghancurkan ozon stratosfir. cairan atau bahas padat yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan kesehatan serta kesejahteraan tanaman dan hewan. Uap ini bersirkulasi melalui atmosfer dan dijatuhkan dalam bentuk hujan.

Sebutkan parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer! 2.2. Tes Formatif 1. Penutup 1.3. Studi bank dunia barubaru ini di Jakarta (Ostro 1994) dilakukan untuk mengestimasikan hubungan dose-response guna memperkirakan hasil-hasil kesehatan di akarta. sebuah hubungan dose-response lazimnya digunakan untuk menghubungkan perubahan-perubahan dalam tingkat pencemaran ambien dengan hasil-hasil kesehatan.1. kecepatan angin. Latihan Setelah anda melihat struktur vertikal gradasi suhu terhadap ketinggian seperti gambar dibawah ini. Ketinggiannya sama dengan ketinggian troposfer yaitu 10 km 1.2. atmosfer perlu dilestarikan.3. Sebagai perantara emisi.Untuk pencemaran udara. Mengapa suhu memiliki pola gradasi terhadap ketinggian? . misalnya gunung dan lembah. maka akan terjadi pemerangkapan polutan dari bumi di daerah suhu troposfer yang karena berakibat perbedaan perbedaan kerapatan atmosfer. dimanakah fenomena pencemaran udara terjadi dan pada kisaran ketinggian berapa? Jawab : Dengan melihat gradasi temperatur. dan gerakan sistem tekanan tinggi dan rendah dan interaksinya dengan topografi setempat. 1. yang bergantung pada kondisi cuaca seperti suhu. Sebagai perantara emisi Konsentrasi polutan turun oleh percampuran atmosfer.

3. Sebutkan gas apa saja yang cukup berperan dalam mencemari Atmosfer (minimal 4 macam) ! 1.79% 60% .3. litosfir dan Atmosfer) memiliki peran yang cukup strategis bagi kehidupan di bumi.3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.59% 1.100% 80% . memberikan fungsi kenyamanan bagi kehidupan dari komposisi kimianya. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . melindungi bumi dari radiasi sinar matahari dan peranannya sebagai sink bagi pencemar-pencemar udara dari bumi. Rangkuman Atmosfer yang merupakan bagian dari trilogi komposisi bumi (hidrosfer. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. hitunglah jawaban anda yang benar. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.2.3.4. 1. Jelaskan peranan Atmosfer bagi kehidupan di bumi! 4. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.69% 0% . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .89% 70% .3. Atmosfer berperan dalam siklus musim.

3. Penerbit ITB SENARAI . CO. Sri. Ostro (1994) and Resosudamo (1996) presented in the Integrated Vehicle Emission Strategy Workshop October 16-18. NOx.Parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer adalah Nitrogen (78% volume) dan Oksigen (20. Morris. Jakarta. Keberadaan radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi akan diproses berbeda pada tiap lapisan sesuai dengan kondisi komposisi dominan pada lapisan tersebut.H (1999). Gas pencemar : SOx.3.1.Suhu dapat bergradasi terhadap ketinggian pada dasarnya dipengaruhi oleh komposisi kimia yang ada di tiap ketinggian (dalam hal ini diwakili oleh 4 lapisan). Meteorologi Pencemaran Udara. 4.9% volume) 2.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 2001. sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis. CFC DAFTAR PUSTAKA Neiburger. berperan dalam siklus hidrologis dari atmosfer dan daratan. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. Bandung. Manfaat Atmosfer : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari. diktat kuliah GM ITB. sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan dan sebagai perantara emisi. Ardino Purbu. ITB. Indonesia Soemarno. 1995.

1. 1.2. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena pencemaran udara.2.2. mahasiswa akan mampu mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan menganalisis besaran dampaknya.1.1.1. mandiri. dibutuhkan pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar. 1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1. kreatif.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang identifikasi sumber dan karakterisasi fisik-kimia partikulat-gas ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.1 Pendahuluan 2. Uraian Pendahuluan Menurut Badan Lingkungan Hidup Dunia.1. proses terjadinya dan identifikasi sumber pencemar udara. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang definisi pencemaran udara. Penyajian 2.2 SUB POKOK BAHASAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA 2. Indonesia berada di urutan ketiga negara terpolusi di dunia .3. 2.I.3. presentasi kajian sumber pencemar di sekitar lingkungan sendiri dan kuis tentang karakteristik fisik-kimia partikulat. karakterisasi pencemar udara baik partikulat maupun gas 2.2. Relevansi Di dalam identifikasi pencemaran udara dan menganalisis dampaknya. United Nations Environmental Program pada ahun 1992. karakteristik fisik dan kimia dari pencemar udara serta kemungkinan distribusinya di atmosfer.

vegetasi atau material. 1985).001 -0. 1975): 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor Gambar 1. Miller. bau.setelah Mexico dan Bangkok (UNEP. tumbuhan. 2007).5 ppm 1 – 200 ppm 70 – 700 kg/m3 . Pencemaran udara didefinisikan sebagai masuknya satu atau lebih kontaminan/polutan seperti debu. dan menggangu kenyamanan dalam kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa kota – kota di Indonesia mengindikasikan pencemaran udara yang cukup tinggi.3 Perbandingan Tingkat Konsentrasi antara Udara Bersih dan Udara Tercemar Komponen SOx CO2 CO NOx HC Partikel lain Simpson.01 – 0. dan uap ke atmosfer dalam jumlah tertentu dan karakteristik tertentu serta dalam waktu tertentu pula yang dapat membahayakan kehidupan manusia. mendefinisikan pencemaran udara adalah sebagian udara yang mengandung satu atau lebih bahan kimia konsentrasi yang cukup tinggi untuk membahayakan manusia. hewan. aktivitas manusia juga berperan besar dalam polusi udara (Peavy.2 Proses Terjadinya Pencemaran Udara Sumber Pencemar Udara Udara di alam tidak pernah bersih tanpa polutan sama sekali. asap. Selain polutan – polutan tersebut. Secara skematik Pencemaran udara dapat diuraikan dalam 3 komponen dasar seperti diagram di bawah ini (Seinfeld.001 -0. Berdasarkan pengalaman empiris. (1994). perbedaan udara bersih dan tercemar bisa dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 1. Tyler (1982). hewan.01 ppm 1 ppm 10 – 20 kg/mm 3 Udara Tercemar 0.01 ppm 310 – 330 ppm < 1 ppm 0. Udara Bersih 0. R. G. gas.02 – 2 ppm 350 – 700 ppm 5 – 200 ppm 0.

asap dan gas (polutan gas organik dan inorganik). Polutan sekunder. dan partikel . Efek partikulat terhadap kesehatan dan pengurangan jarak pandang . Yang termasuk kepada kategori pencemar sekunder adalah ozon yang dikenal sebagai oksidan fotokimia. dikelompokkan menjadi 2 golongan. b. sumber-sumber emisi zat pencemar udara secara diagramatis disajikan pada gambar berikut ini.Menurut Warner (1981) pencemaran udara berdasarkan sumbernya. Klasifikasi Sumber Emisi (Sumber : Colls. nitrat dan sebagainya. terbentuk langsung dari emisi yang terdiri dari partikulat berukuran < 10 mikron (PM 10). selain itu partikulat juga dapat terbentuk di atmosfer dari polutan gas. Sementara polutan partikel dapat digolongkan sebagai partikulat seperti debu. 2002) Wujud Fisik Pencemaran Udara Partikulat Keberadaan partikulat di atmosfer sebagian besar bersumber dari kendaraan bermotor dan industri. Gambar 1. Karbon monoksida (CO) dan Timbal. Dari pengelompokan tersebut. garam sulfat.3. Sementara Peavy (1985) menyatkan bahwa bahan pencemar udara dapat dibagi menjadi polutan alami. campuran kimia. yaitu: a. merupakan bentuk lanjut dari pencemar primer yang telah mengalami reaksi kimia di lapisan atmosfer yang lebih rendah. Polutan primer. Sulfur dioksida (SO2). Nitrogen dioksida (NO2).

tetapi juga dapat terbentuk dari kondensasi gas secara langsung atau melalui reaksi kimia. komposisi kimianya. W. bentuk formasi. Emisi partikulat tidak hanya dapat diemisikan dalam bentuk partikel. kita mengenal beberapa substansi yang berupa fase cair dan padat di atmosfer. . Partikulat mempunyai ukuran yang mikroskopis atau submikroskopis tetapi lebih besar dari dimensi molekul (Seinfeld. Partikulat dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik (ukuran. yang berada dibawah kondisi normal. Gambar 1.4 Partikulat Yang Diperbesar Ribuan Kali Sejumlah cara dapat digunakan untuk menunjukkan ukuran partikel. massa. 1975). Pada partikulat. yaitu: 1.tergantung pada ukuran partikel dan komposisi kimia yang terkandung didalamnya. dan kecepatan (Crawford. kecepatan mengendap. W (2000) partikel secara umum dapat dibagi kedalam dua bagian.5 µm . dan bentuk fisiknya. 1980). tetapi juga meliputi ukurannya. yang paling sering digunakan adalah diameter equivalen. 2000). berdasarkan kesamaan volume. Disamping itu untuk partikel nonspheric dinyatakan dengan equivalen spheres. dll) dan sifat kimia berupa komposisi organik atau anorganik (Hinds C. Deskripsi tentang partikulat tidak hanya meliputi konsentrasinya. tempat terbentuknya. Partikel halus (Fine partikel): Partikel berukuran lebih kecil dari 2. Menurut Hinds C.

5 µm. Fine particle berukuran < 2.1 0. 2. Fly ash yang merupakan hasil pembakaran batu bara. 3. Rentang ukuran partikulat dapat diterangkan pada gambar berikut : Dust fly ash Spray fumes smoke mists 1000 100 10 1 0. smog : hasil reaksi fotokimia yang tercampur dengan uap air. Definisi ini berbeda dengan yang diketahui secara umum yang didasarkan pada adanya noxious contaminant.5 µm . Asap (Smoke) Aerosol visible yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna. 4. Partikel kasar (Coarse partikel): Partikel berukuran lebih besar dari 2. 1985 . Ukuran partikelnya kurang dari 1 µm. Fog : Visible mist. Ukuran partikelnya dari submikrometer sampai visibel. Ukuran partikelnya (padat atau cair) < 1 µm.001 mikrometer Gambar 1. Ukuran partikelnya antara submikrometer hingga 20 µm. Fume Aerosol padat yang dibentuk dari kondensasi uap atau gas hasil pembakaran.2. Kabut (Mist) Aerosol cair yang terbentuk dari proses kondensasi atau atomisasi.5 Ukuran Partikulat Dalam Mikrometer Sumber : Peavy. Coarse particle berukuran > 2.01 0. Merupakan gabungan dari smoke dan fog. Ukuran partikelnya kurang dari 1 atau 2 µm.5 µm. Menurut Crawford (1980) beberapa istilah yang dapat menggambarkan partikulat berdasarkan pembentukan dan ukurannya adalah sebagai berikut: 1. 5. Debu (dust) Aerosol padat yang dibentuk akibat pemecahan mekanik material besar seperti dari Crushing dan grounding.

Partikulat tersuspensi: kecepatan pengendapannya sangat kecil sehingga jenis ini tetap tersuspensi di udara selama 10-30 hari sebelum tersisihkan melalui deposisi. terutama dari pembakaran bahan bakar dan dari industri.3 125-385 Sumber emisi fugitif dari proses industri seperti penanganan. pembakaran liar dan reaksi gas-gas alami. dan rem. 2005. 15 % emisi TSP (Total Suspended Particulate) berasal dari stack. proses vulkanis.Menurut Seinfeld (1975) berdasarkan kecepatan pengendapan. sumber non industri (debu dari jalan. semua proses itu terjadi akibat interaksi antara material dan mesin atau angin. dan pembakaran. kopling. seperti ban. b. yaitu: a. partikulat dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan. Tabel 1. konstruksi. uap air laut.4 Sumber Emisi Partikulat dari Aktivitas Antropogenik di Amerika Jenis Sumber Pembakaran bahan bakar dan proses industri Emisi fugitiv proses industri Emisi fugitiv bukan industri Transportasi Total Sumber : US EPA. Ukurannya berkisar antara kurang dari 1 hingga 10 mikron. Diperkirakan dari kompleks industri besi baja modern. Sumber emisi alami partikel yang penting termasuk debu tanah. pengisian hingga transfer material. proses pertanian. Emisi partikulat tergantung pada aktivitas manusia. Sumber debu fugitif banyak terdapat didaerah pedesaan (US EPA.3 110-370 1. Pada tahun 1978. dll) dan sumber transportasi. Emisi (Teragram/tahun) 10 3. Kecuali yang disebut terakhir. Emisi fugitif dari sumber non industri (pada umumnya disebut fugitive dust) disebabkan dari debu jalanan umum. erosi oleh angin. 25 % berasal dari debu fugitif dan 60 % berasal dari debu jalan di dalam kompleks industri. Sumber transportasi terdiri dari 2 kategori: buangan knalpot kendaraan dan sumber lainnya. Partikulat terendapkan: ukurannya lebih besar dari 10 mikron dan lebih berat. 2005). sumber TSP dari .

0 0. Polutan gas Beberapa kategori polutan adalah SO2. tidak berbau. Sumber TSP akibat pengereman berukuran < 1 µm dan dibentuk terutama dari asbes dan karbon (US EPA. dan materi karbon yang berukuran < 1 µm.1 CH 39.4 9.0 1. Sumber berasal dari transportasi (sumber bergerak) serta sumber stasioner seperti instalasi pembangkit tenaga listrik.1 8.5 19. NOx terbentuk karena ada pembakaran di udara bebas.0 0.1 8. NO2. 1986).7 59.1 3.1 16.2 Σ 47. dan CO.4 13. 75 % dari total TSP ini berasal dari kendaraan di jalan raya.0 1.5 3. Sumber utama gas SO2 adalah pembakaran bahan bakar fosil dari instalasi pembangkit listrik serta beberapa industri lainnya.7 1. NO. Instalasi pembangkit tenaga listrik dan industri peleburan yang besar pada umumnya mampu mengoptimalkan setiap pembakaran yang ada sehingga dapat mengurangi emisi CO (Cooper & Aley.0 Dust 9.1 0.2 < 0. Latihan Identifikasi/perkirakan polutan yang berasal dari sektor transportasi. bagaimana perilaku pencemarnya? . K.2 CO 65.6 < 0. Gas CO bersifat tidak berwarna.3 17.4 13.transportasi mencapai 1300000 TG.6 2.0 21.0 0.1 25.7 NOx 54.4 9.6 3.4 16. SO2 dihasilkan dari pembakaran sulfur atau materi lain yang mengandung sulfur. 2005).2.5 Penyebab dari Emisi di Republik Federasi Jerman (1982) Uraian Lalu lintas Rumah tangga Keperluan lain Industri Industri Semen Total Sumber: Kroboth. dan tidak berasa yang disebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon.6 < 0.3 62. sulfat. sebagian besar terbentuk dari timbal halida.2 21.7 27.2. Tabel 1. 1986 Satuan SO2 % % % % % % 3.7 14. Keseluruhan TSP dari sumber gerak roda 40 % berukuran < 10 µm (20% < 1 µm) yang komponen utamanya terdiri dari karbon. Partikulat yang berasal dari mesin.

sulfat.HC.3. karbon. Jelaskan urutan proses terjadinya pencemaran udara! 2. Mengapa dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres? 4. Apakah perbedaan polutan yang tergolong primer dan sekunder? 3.3. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.89% 70% . CO. gesekan ban. kopling dan rem) dan luar kendaraan (material jalan). Tes Formatif 1.3.Jawab : Emisi yang berasal dari sektor transportasi bisa berasal dari 2 kategori yaitu : dari kendaraan (asap buangan. 2. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.79% 60% .1. tetapi jika tingkat penguasaan anda : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .69% 0% .2. ada yang terdeposisi di permukaan yang ada di sepanjang jalan. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3. Gas dan partikulat ini akan berada di udara begitu terlepas dari sumbernya. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.100% 80% . ada yang berubah komposisi (bereaksi dengan unsur lain) dan ada yang terevaporasi. asbes. Polutannya sangat beragam bisa berupa partikulat yang terdiri atas timbal halida.59% 2. Jelaskan pengertian emisi fugitif! 2.3. Penutup 2. hitunglah jawaban anda yang benar. Bisa juga berupa gas seperti NOx.

3. kecepatan aerodinamisnya. . 2. Rangkuman Pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar dapat dimulai dari identifikasi polutan primer-sekunder disamping polutan yang bersifat alami dan antropogenik. Polutan gas lebih spesifik untuk tiap senyawanya dan tidak dibedakan secara ukuran karena hampir seragam ukurannya. nitrat. contohnya SO2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.4. Polutan primer : polutan yang kondisinya tidak berubah seperti pertama kali diemisikan dari sumbernya. garam sulfat.Urutan terjadinya pencemaran udara dimulai dari emisi polutan dari sumber emisi kemudian sebagian terjadi transformasi kimia terhadap polutan dan sampai ke reseptor melalui media atmosfer yang dinamis seperti dalam diagram dibawah : 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor 2. Partikel/partikulat digolongkan menjadi partikel halus dan kasar dengan sumber yang berbeda pula. dan karakteristik kimia partikulat dapat dilihat dari kandungan unsur kimianya. 3. 4. Dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres karena bentuk dan dimensi partikulat tidak beraturan sehingga perlu penyamaan “parameter ukuran” melalui perbandingannya dengan bentuk materi bulat berdasar sifat aerodinamisnya.belum mencapai 80%. Karakteristik kimia lebih mengemuka untuk polutan gas karena kespesifikan kimianya.3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Sedangkan polutan sekunder merupakan bentuk lanjut polutan primer karena berinteraksi dengan komponen lain di atmosfer contoh ozon (oksidan fotokimia). NO2. 2.Emisi fugitif merupakan emisi yang tidak memiliki saluran pembuangan (exhaust) sehingga emisinya lebih tersebar dengan kuantitas. Karakteristik fisik partikulat dapat dilihat dari bentuk fisik. laju dan komposisi yang berbeda-beda.

Crowford. Phisical and Chemical Fundamental. London.com. (2000). (2002). SENARAI . K. Queensland. McGraw Hill Inc. Environmental Engineering. www. Air Pollution. Grifith University. third edition. Xeller. (1986). Wadsworth Publishing Co. David and Alley. Peavy. Martin. Living in The Environment. C. Jeremy. Air Pollution Control Quality. Air pollution Control. Rowe.html Miller. New Delhi. California. Seinfield. Graw-Hill. Zement-Kalk-Gips. H.Gooogle. Copper. Tchobanoglous. Tanggal 15 Oktober 2005. Graw-Hill Publishing Company Ltd. United States Of America.org/tnt-unep/toolkit/Awareness/Tool4/index. Simpson. (1986). (1981). (1975). Air pollution. Wark. Particulate Air Pollution. George. F. C. Notes on Lectures Devision of Environmental Scienc. John. Tyler.unep.DAFTAR PUSTAKA UNEP (2007) http://www. Illinois. Warner. R. J. Air Pollution. C. (1985). Donald R. Maveland Press Inc. Tata –Mc. Howard S. Harper and Row. G. Hinds. Spon Press Tylor & Francis Group. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. It`s Origin and Control. (1994). H and Kroboth. Second Edition. (1980). Singapore Colls.R. Mc. Inc.(1982). William.

2. 1. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1 Pendahuluan 1.1 SUB POKOK BAHASAN ASPEK KESEHATAN PENCEMARAN UDARA 1.3.1.3.1. 1.1. maka dapat dilakukan langkahlangkah pencegahan dini di sumber dan optimalisasi penghindaran reseptor dari paparan pencemaran udara yang bersifat akumulatif. material dan tanaman. 1. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan. mahasiswa akan mampu menjelaskan dampak pencemaran udara bagi manusia.C. Relevansi Dengan mengetahui dampak pencemaran udara yang begitu luas bagi kehidupan manusia termasuk terhadap material dan tanaman. material dan tanaman.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang dampak kesehatan dari pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui diskusi tugas identifikasi dampak pencemaran udara bagi manusia.POKOK BAHASAN II PENCEMARAN PERATURAN II. presentasi simulasi dampak pencemar di sekitar lingkungan pabrik.1. Pembahasan dimulai dari korelasi pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan.1. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran. UDARA DITINJAU DARI ASPEK KESEHATAN DAN .2.

bronchitis kronik. serta angka kematian. Bukti penting yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa pencemaran udara mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan. 5. orang tua dan golongan berpenghasilan rendah yang biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. Kesulitan dalam mendeteksi zat pencemar yang dapat menimbulkan bahaya pada konsentrasi yang sangat rendah.2. Catatan penyakit dan kematian yang tidak lengkap dan kurang dapat dipercaya. Kesulitan dalam mengisolasi faktor tunggal yang menjadi penyebab. kerusakan tanaman. Dalam waktu pemaparan yang pendek. bronchitis. antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Hal ini karena: 1. tanah dan material. penurunan fungsi ginjal. Penyebab jamak dan masa inkubasi yang lama dari penyakit-penyakit (misalnya: emphysema.1.2. penyakit jantung). Jumlah dan jenis zat pencemar yang bermacam-macam. menurunkan tingkat visibilitas dan penyinaran matahari dan pengaruh lainnya (Cooper & Aley. 1986). Kelompok yang terkena terutama bayi. 7. Uraian Umum Pencemaran udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara. kanker. karena manusia terpapar terhadap sejumlah banyak zat-zat pencemar yang berbahaya untuk jangka waktu yang sudah cukup lama. 6. Penyajian 1. 4. perubahan iklim. Masalah dalam ekstrapolasi hasil percobaan laboratorium binatang ke manusia. . Menelaah korelasi antara pencemaran udara dan kesehatan. Interaksi sinergestik di antara zat-zat pencemar. cukup sulit.1. 3. 2. Efek Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia Data epidemi menunjukkan bahwa pemaparan partikulat dihubungkan dengan peningkatan terjadinya angka sakit saluran pernapasan.

1986).5 – 10 µm (Cooper & Aley. sehingga dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi. Partikel yang besar dapat dikeluarkan melalui impaksi dari hidung dan tenggorokan. 1977). terutama yang bersifat inhalable. 1986). Partikel yang berukuran paling keil (diameter 0. Absorbsi dari proses inhalasi. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk melakukan pemantauan kualitas udara.pemaparan partikulat juga meningkatkan timbulnya angka sakit asma (Cooper & Aley.5 µm serta antara 2. tetapi juga oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya. Fine Particle terbentuk dari senyawa sulfat dan senyawa sekunder lain yang mungkin bersifat toksik. Proses clearance debu pada saluran pernapasan dapat dilihat pada gambar 2. Coarse Particle didominasi oleh adanya dust. Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tingkat konsentrasi. berdasarkan ukuran partikel yang < 2. masuknya partikel ke dalam tubuh manusia ada dua cara. Partikel yang berukuran sedang agak sukar dikeluarkan. Mucocilliar clearance dari partikel terlarut mencakup transport partikel menuju saluran pernapasan atas oleh aliran mukosa dan aktivitas silier dalam tracheobronchial compartment dan nasopharyngeal compartment c. prosesnya sebagai berikut : a. Menurut Anderson (1999). yaitu merupakan transportasi partikel dari alveoli ke escalator mucociliar Bahan partikel yang halus dapat mempengaruhi saluran pernapasan dari hidung sampai alveoli.1 mikron) dapat mencapai alveoli dan akan menyebabkan terjadinya difusi ke dinding alveoli (Goldsmith & Friberg. Sebagai contoh partikulat dengan ukuran > 10 µm dapat disisihkan sebelum masuk saluran pernapasan tetapi untuk yang berukuran < 2 atau 3 µm dapat mencapai paru-paru. Alveolar clearance.2 berikut ini : . Deposisi partikel pada saluran pernapasan b. yaitu : 1. Hal ini dapat menunjukkan pentingnya mengetahui ukuran partikel sebagai pertimbangan.

tetapi prosesnya lambat h :Secara lambat. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe dan ke dalam darah J :Absorbsi debu oleh traktus gastrointestinal dan masuk ke darah .1 Proses Clearance Debu Pada Saluran Pernapasan Sumber : Goldsmith & Friberg Keterangan dan mekanisme : D1 : semua debu yang terhirup D2 : debu yang dikeluarkan melalui pernapasan D3 : debu yang tersimpan dalam Nasopharyngeal compartment D4 : debu yang tersimpan dalam Tracheobronchial compartment D5 : debu yang tersimpan dalam Alveolar (pulmonary) compartment a :debu dari Nasopharyngeal compartment masuk langsung ke darah b :dengan proses mucociliary clearance dari Nasopharyngeal compartment masuk ke traktus gastrointestinal c :debu dari Tracheobronchial compartment masuk langsung ke darah d :dengan proses mucociliary clearance dari Tracheobronchial compartment ke traktus gastrointestinal e :debu dari alveolar compartment masuk langsung ke darah f :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator.D2 D1 D3 D (a) Nasopharyngeal compartment (b) A (c) D4 (d) Sistem Gastrointestinal R Tracheobronchial compartment D5 A (e) Alveolar (pulmonary) compartment (f) H (h) (i) Limpa (g) (j) Gambar 2. masuk ke dalam traktus gastrointestinal g :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator. masuk ke dalam traktus gastrointestinal. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe I :Secara lambat.

Hasil-hasil penelitian di Amerika Serikat sekitar tahun 70-an menunjukkan bahwa bronchitis kronik menyerang 1 di antara 5 orang laki-laki Amerika umur antara 4060 tahun dan keadaan ini berhubungan dengan merokok dan tinggal di daerah perkotaan yang udaranya tercemar. seperti angin. baik yang berasal dari kendaraan bermotor. Semakin lama ia dapat bertahan dalam udara. bronchitis menahun dan emphysema paru. industri. perubahan temperatur Menurut Slamet (1994). sedangkan ynag lebih besar akan mengendap dengan berbagai kecepatan. tetapi debu yang ada di udara juga berpengaruh meskipun pengaruhnya kecil. efek partikulat terhadap paru-paru berbeda dari gas. dan paparan yang lama 3. Hubungan yang sebenarnya antara pencemaran udara dan kesehatan atau pun timbulnya penyakit yang disebabkannya sebetulnya masih belum dapat diterangkan dengan jelas betul dan merupakan problema yang sangat komplek. kepadatannya. Walaupun merokok hampir selalu menjadi urutan tertinggi sebagai penyebab dari penyakit pernafasan menahun akan tetapi sulfur oksida. kelembaban. yang paling berbahaya adalah yang berukuran 1 sampai 5 µm. dan lain sebagainya. faktor utama penyebab kanker paru-paru adalah rokok. . partikulat. Sifat dari debu itu sendiri 4. Ukuran partikel. Faktor meteorologi.Berdasar penelitian Price (1994). asam sulfur. Kadar dan lamanya paparan. sehingga kemungkinan masuknya ke dalam paru-paru akan berbeda pula. semakin besar kemungkinannya untuk dapat memasuki paru-paru. Debu yang bisa menimbulkan penyakit dipengaruhi oleh : 1. Terdapat korelasi yang kuat antara pencemaran udara dengan penyakit bronchitis kronik (menahun). dan nitrogen dioksida telah menunjukkan sebagai penyebab dan pencetusnya asthma brochiale. karena ditentukan oleh diameter. bentuk. sifat kimia dan fisikanya. karena partikel yang lebih besar tidak dapat mencapai alveoli 2. Partikulat yang kecil akan lebih lama tersuspensi di dalam udara. biasanya yang diperlukan kadar tinggi untuk dapat mengalahkan kerja escalator silia.

.1 Pengaruh Partikulat Terhadap Kesehatan Manusia Berdasarkan Ukurannya Konsentrasi ( µg/m3 ) 750 300 200 100 – 130 100 80 .Banyak faktor-faktor lain yang ikut menentukan hubungan sebab akibat ini. d.100 Disertai dengan 715 µg/m SO2 630 µg/m3 SO2 250 µg/m3 SO2 120 µg/m3 SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 3 Waktu Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata tahunan Rata-rata tahunan Rata-rata dua tahunan Pengaruh Peningkatan jumlah penyakit yang lebih besar Pasien bronkitis kronis menjadi akut Peningkatan ketidakhadiran pekerja-pekerja industri Peningkatan penyakit pernapasan pada anak-anak Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 tahun Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 sampai 69 tahun Sumber : Peavy (1985) Beberapa cara menghitung/memeriksa pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan adalah antara lain dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. Namun dari data statistik dan epidemiologik hubungan ini dapat dilihat dengan nyata. Tingkat III : Konsentrasi di mana mungkin timbul hambatan pada fungsifungsi faali yang fital serta perubahan yang mungkin dapat menimbulkan penyakit menahun atau pemendekan umur (serious level). Tabel 2. akibat berbahaya pada tumbuh-tumbuhan. WHO Inter Regional Symposium on Criteria for Air Quality and Method of Measurement telah menetapkan beberapa tingkat konsentrasi pencemaran udara dalam hubungan dengan akibatnya terhadap kesehatan/lingkungan sebagai berikut: a. c. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter. jumlah perawatan dalam rumah sakit. pembatasan penglihatan dan akibat lain pada lingkungan (adverse level). baik secara langsung maupun tidak langsung. Tingkat I b. Tingkat IV : Konsentrasi di mana mungkin terjadi penyakit akut atau kematian pada golongan populasi yang peka (emergency level). Tingkat II : Konsentrasi dan waktu expose di mana tidak ditemui akibat : Konsentrasi di mana mungkin dapat ditemui iritasi pada apa-apa. panca indera.

dan kemampuan sensorik 4. Rasa tidak nyaman (bau) Partikel sebagai pencemar udara mempunyai waktu hidup yaitu pada saat partikel masih melayang-layang sebagai pencemar di udara sebelum jatuh ke bumi. Kemunduran penampilan. . Mengganggu fungsi fisiologis dari paru. dengan juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh (misalnya udara. dan aktivitas belajar 5. baik yang akut maupun yang kronis 2. Sedangkan kecepatan pengendapannya tergantung pada ukuran partikel. syaraf. Penyelidikan-penyelidikan ini harus dilakukan secara prospektif dan komparatif antara daerah-daerah dengan pencemaran udara hebat dan ringan. Waktu hidup partikel berkisar antara beberapa detik sampai beberapa bulan. Tujuan studi ini juga diarahkan pada perhitungan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh pemaparan polutan. Bahan pencemar udara yang ada di atmosfer dapat menyebabkan kelainan pada tubuh manusia. Penyakit yang tersembunyi yang dapat memperpendek umur. transport oksigen oleh hemoglobin. dan sebagainya). data meteorologik.jumlah morbiditas pada anak-anak. misalnya pada aktivitas atlet. massa jenis partikel serta arah dan kecepatan angin yang bertiup. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. kebiasaan makan. aktivitas motorik. Penimbunan bahan berbahaya dalam tubuh 7. paru dan sebagainya. Sakit. secara umum efek pencemaran udara terhadap individu atau masyarakat dapat berupa : 1. merokok. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. menghambat pertumbuhan dan perkembangan 3. Menurut Goldsmith & Friberg (1977). Studi tentang pencemaran udara ditujukan untuk mengontrol sumber polutan sehingga dapat mengurangi konsentrasi pencemaran udara ambien hingga tidak membahayakan kondisi lingkungan. Iritasi sensorik 6.

Latihan Jelaskan pengaruh terhadap kesehatan dari adanya pencemaran udara seperti tercantum dalam gambar di bawah ini : Sumber : U. 1986). Disamping itu ada jumlah sedikit gas klorin. amonia. 1986).Efek Pencemaran Udara Terhadap Material dan Tanaman Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi.2. Peroxyacetyle Nitrate (PAN-hasil proses fotokimia pada smoge). tidak merusak dan tidak mengancam nyawa. Secara umum polutan akan masuk ke tubuh tanaman melalui proses respirasi. Dampak yang kurang serius bersifat mudah pulih (reversible). Jawab : Gambar tersebut menjelaskan menjelaskan tingkatan resiko yang mungkin timbul akibat pencemaran udara bagi kesehatan dari yang kurang serius sampai yang paling serius. Senyawa pencemar yang diketahui sebagai phytoxicants adalah SO 2 . dimulai dari penurunan tingkat pertumbuhan hingga kematian tanaman (Cooper & Aley. 1991. iritasi tenggorokan.S. Kerusakan yang ditimbulkan. 1. dan merkuri. serta etana. sakit kepala dan pusing. EPA. hidrogen klorida. Tingginya kadar asap dan partikulat dihubungkan dengan terjadinya proses korosi antara pelapis dan struktur material dengan senyawa asam atau alkalin. Contoh dampak ini adalah rusak kulit. terutama sulfur dan materi korosif. Dampak yang bersifat serius . batuk. Ozon sangat efektif dalam mempercepat proses korosi karet (Cooper & Aley. dapat dilihat dari daunnya. kemudian akan merusak klorofil dan menghambat fotosintesis tanaman.2.

Sebutkan pengaruh utama pencemaran udara terhadap material! 1. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .59% 1. hitunglah jawaban anda yang benar.1. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.69% 0% .3. Penutup 1.100% 80% . 1. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Jelaskan dalam studi epidemiologi. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Sebutkan parameter lain yang mempengaruhi besaran dampak pencemaran disamping faktor konsentrasinya. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Tes Formatif 1. Sebutkan parameter dari debu yang berpengaruh terhadap timbulnya penyakit! 3.3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3.3.seperti kerusakan ginjal dan lever. kerusakan sistem saraf dan kelainan janin. 2.79% 60% . kanker. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.2.89% 70% . data apa saja yang perlu diketahui dalam survey! 4.

4.3.C (1994). Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman. F.5 µm ) lebih mudah mencapai paru-paru dibanding partikulat kasar (antara 2. C David & Alley.3. jumlah perawatan dalam rumah sakit. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. Chest. Parameter tersebut adalah ukuran partikel. sifat dari debu itu sendiri. Partikulat halus (< 2.1. Air Pollution Control. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran. Partikulat dengan kandungan logam-logam berat lebih berbahaya dibanding partikulat dengan kandungan organik yang mudah terurai. American College of Chest Physicians . Pembahasan dimulai dari pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan. DAFTAR PUSTAKA Cooper. Studi tersebut bersifat prospektif dan komparatif dilakukan dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. jumlah morbiditas pada anak-anak. 4. Second Edition. 1. 2. Anderson PJ. paru dan sebagainya.5 – 10 µm ). Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan juga ditentukan oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya. Inc. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. 1115-1120. Vol 97. Waveland Press. JD Wilson and FC Hiller (1990). kadar dan lamanya paparan. Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi. A Design Approach. Rangkuman Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan. faktor meteorologi 3. United States.

Kesehatan Lingkungan. SENARAI II.). McGraw-Hill Book Company Slamet. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding. Deskripsi Singkat Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara. II. Effects of air pollution on human health. nasional dan internasional maka siswa akan memiliki informasi yang dapat diperbandingkan dan dijadikan acuan dalam pembahasan pengelolaan pencemaran udara untuk skala lokal dan nasional. R. Wilson (1994) Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Buku 2 Edisi 4. Air Pollution and Health Risk. Relevansi Dengan mengetahui berbagai aturan pencemaran udara baik dalam skala lokal. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara.1.Html.Gov/Ttn/Atw/ 3_90_022. Sylvia. Howard S. Penerbit Buku kedokteran EGC. Donald R.1. Environmental Engineering.2. C. Universitas Gadjah Mada Press Goldsmith J.Price. third edition USEPA. Rowe. Vol. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia. George Tchobanoglous (1985). Jakarta Peavy.2 SUB POKOK BAHASAN PERATURAN STANDAR PENCEMARAN UDARA 2.Epa. and Friberg L. A and Lorraine M. Juli Soemirat (1994). 2. http://Www. T (1977). accessed 27 Desember 2005.1 Pendahuluan 2. (1991). Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia. In Air Pollution (edited by Sten A.1. .

mandiri. mahasiswa akan mampu menjelaskan berbagai peraturan pencemaran udara terutama di Indonesia.2. Uraian Peraturan di Negara-Negara Maju Peraturan yang mengatur tentang pencemaran udara secara internasional merupakan hasil konvensi dunia. Clean Air Act yang diundangkan tahun 1990 diturunkan dalam bentuk National Ambient Air Quality Standards (40 CFR part 50) oleh EPA. Peraturan secara internasional ini digunakan jika terjadi pencemaran udara yang melibatkan beberapa Negara atau lintas Negara. hewan dan bangunan. Clean Air Act terdiri atas 2 tipe standar yaitu Primary standards yang mengatur batasan untuk melindungi kesehatan publik termasuk yang berkategori golongan “sensitif” seperti penderita asma.1. Konvensi Stockholm Tetapi jika pencemaran udara yang terjadi tidak berdampak pada Negara lain. Kyoto protocol b. 2. Konvensi Wina c.1. tugas mandiri pengelompokan peraturan. . anak serta lanjut usia dan secondary standards yang melindungi kesejahteraan publik seperti jarak pandang. Penyajian 2. perturan yang digunakan merupakan peraturan yang berlaku di Negara itu sendiri. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas identifikasi dan analisis peraturan pencemaran udara.2.3. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. 2.1. tanaman.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang regulasi/peraturan pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. kreatif.3. yaitu hukum – hukumnya tidak dibukukan dan hanya mengandalkan putusan dari hakim.2. Contoh konvensi yang telah ada yaitu : a.2. Di Amerika menganut sistem common law. kerusakan ke pertanian.

.15 µg/m3 (2) 1.14 ppm Same as Primary 1-hour (8) (Applies only in limited areas) 0.08 ppm (1997 std) 0.053 ppm (100 µg/m3) 150 µg/m3 8-hour (1) 1-hour (1) Rolling 3-Month Average Quarterly Average Annual (Arithmetic Mean) 24-hour (3) Annual (4) (Arithmetic Mean) 24-hour (5) 8-hour (6) 8-hour (7) Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Secondary Standards Level Averaging Time None Lead Nitrogen Dioxide Particulate Matter (PM10) Particulate 15. Trichloroethylene.12 ppm Sulfur Dioxide 0. Environmental Quality Standards for Benzene.03 ppm 0.075 ppm (2008 std) 0. Tetrachloroethylene and Dichloromethane dan Environmental Quality Standards for Dioxins yang dikeluarkan oleh Ministry of the Environment Government of Japan.5 µg/m3 0.Tabel 2.2 National Ambient Air Quality Standards di Amerika Pollutant Carbon Monoxide Primary Standards Level Averaging Time 9 ppm (10 mg/m3) 35 ppm (40 mg/m3) 0.5 ppm 3-hour (1) Annual (1300 (Arithmetic Mean) (1) µg/m3) 24-hour Di Inggris sudah diadopsi Clean Air Act 1993 CHAPTER 11 Statutory Instruments 2007 No. 64 serta The Air Quality Standards Regulations 2007 Made 15th January 2007.5) 35 µg/m3 Ozone 0.0 µg/m3 Matter (PM2. Jepang menerapkan Environmental Quality Standards in Japan Air Quality yang meliputi Environmental Quality Standards.

205/1997 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara dari Sumber Tidak Bergerak 7 KepMen KLH No. dimana hukum. Peraturan yang ada di Indonesia merupakan peraturan yang berkiblat pada Eropa karena masa lalu Indonesia yang pernah dijajah oleh Belanda. Sistem yang dianut oleh Indonesia adalah sisil law.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan 2 PP No. peraturan di indonesia tidak kalah dengan peraturan di amerika.Peraturan Pencemaran Udara di Indonesia Dari segi ketentuan atau peraturan. 50/96 tentang Standar Tingkat Kebauan .252/2004 tentang Keterbukaan Informasi baik Sumber Tidak Bergerak dan Sumber Bergerak 11 KepMen KLH No.107/1997 tentang Perhitungan dan Pelaporan Informasi PSI 5 KepMen KLH No.141/2003 tentang Standar Emisi untuk Tipe Baru dan Produksi Masa Kini Kendaraan Bermotor 10 KepMen KLH No.129/2003 tentang Standar Emisi untuk Kegiatan Minyak dan Gas 8 KepMen KLH No. 2004) : 1 UU No. Peraturan yang ada di Indonesia yang mengatur tentang pencemaran udara diantaranya yaitu (Tamin. Caranya adalah dengan membuat UU mengenai ratifikasi ketentuan – ketentuan tersebut. biasanya berupa konvensi atau traktat (perjanjian).hukumnya dibukukan ke dalam Undang – Undang. Bedanya pada aplikasi peraturannya saja. Meratifikasi adalah memasukkan ketentuan asing.Indonesia telah meratifikasi hukum yang ada. Karena undang undang lingkungan di indonesia sangat bagus.41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara 3 KepMen KLH No.35/93 tentang Standar Emisi untuk Kendaraan Bermotor 9 KepMen KLH No. negara maju lebih responsif daripada di Indonesia.KEP/MENLH/1995 tentang Emisi Sumber Tidak Bergerak 6 Kep Kepala Bappedal No.45/1997 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara 4 Kep Kepala Bappedal No.

PP NO 41 tahun 1999 ini memuat tentang definisi dari pencemaran udara. tingkat gangguan. Tabel 2.Vol Hi – Vol Hi . status mutu udara ambien. yaitu pengendalian terhadap pencemaran udara yang meliputi pencegahan pencemaran udara untuk persyaratan penataan lingkungan hidup.dan hal – hal yang terkait dengan pencemaran udara.Vol Hi – Vol Hi – Vol AAS Cannister 7 8 9 .3 Baku Mutu Udara Ambien Nasional Parameter 1 2 3 4 5 6 SO2 (Sulfur Dioksida) CO (Karbon Monoksida) NO2(Nitrogen Dioksida) O3 (Oksidan) HC (Hidro karbon) PM10 (Partikel <10 um) PM 2. baku mutu udara ambien.000 ug/Nm3 10.5* TSP (Debu) Pb(Timah Hitam) Dustfall (Debu Jatuh) Waktu Pengukuran 1 Jam 4 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 1 Thn 3 Jam 24 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 30 Hari Baku Mutu 900 ug/Nm 365 ug/Nm3 60 ug/Nm3 30. Selain itu juga terdapat lampiran baku mutu udara ambien nasional seperti tercantum di bawah ini. indeks standar pencemar. Pihak – pihak yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran udara akan dikenai sanksi dan ganti rugi yang ketentuannya dijelaskan dalam PP ini. Kemudian dibahas mengenai langkah-langkah perlindungan mutu udara. Setelah perlindungan. pemberitahuan keadan darurat oleh Menteri jika cemaran pada udara membahayakan. misalnya pengertian mengenai udara ambien. baku mutu emisi dan ambang batas. pihak berwenang yang terkait seperti Mentri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup. dan Gubernur. penanggulangan dan pemulihan akibat pencemaran udara. yang meliputi:baku mutu udara ambien.000 ug/Nm3 400 ug/Nm3 150 ug/Nm3 100 ug/Nm3 235 ug/Nm3 50 ug/Nm3 160 ug/Nm3 150 ug/Nm3 65 ug/Nm3 15 ug/Nm3 230 ug/Nm3 90 ug/Nm3 2 ug/Nm3 1 ug/Nm3 10 Ton/ Km2/ Bulan (Pemukiman) 20 Ton/Km2/ Bulan (Industri) 3 Metode Analisis Pararosanilin NDIR Saltzman Chemilumine scent Flame Ionization Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Ekstratif Pengabuan Gravimetric Peralatan Spektrofotometer NDIR Analyzer Spektrofotometer Spektrofotometer Gas Chomatogarfi Hi .

Parameter 10 11 12 13 Total Fluorides (as F) Fluor Indeks Khlorine dan Khlorine Dioksida Sulphat Indeks Waktu Pengukuran 24 Jam 90 Hari 30 Hari 24 Jam 30 Hari Baku Mutu 3 ug/Nm 0. maka batas konsentrasinya parameter yang terkait menjadi lebih tinggi? 3.5 baru diberlakukan pada tahun 2002. apakah kegunaan primary standards dan secondary standards? Apakah Indonesia dapat mengadopsinya? Jawab : Primary standards digunakan untuk melindungi kesehatan manusia (publik). Tes Formatif 1.2. Industri Pembuatan Asam Sulfat 2.2. Mengapa dalam peraturan tersebut untuk suatu rentang waktu persyaratan paparan yang lebih rendah. sedang secondary standards untuk melindungi kepentingan publik termasuk tanaman. Bagaimana konsekuensinya? .3. Indonesia belum/tidak mengadopsi primary dan secondary standards karena kebutuhan pengendalian pencemaran masih untuk kategori primer dan peraturan ke kepentingan publik diserahkan ke kebijakan tiap instansi dan pemerintah daerah yang bersangkutan.1. Latihan 1. parameter PM2. Penutup 2. Sebutkan 3 konvensi dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara! 2.3. 2. Dalam peraturan pencemaran udara di Amerika. hewan dan bangunan. Dalam baku mutu udara ambien nasional.5 ug/Nm3 40 ug/100 cm2dari kertas limed filter 150 ug/Nm3 1 mg SO3/100 cm3 Dari Lead Peroksida 3 Metode Analisis Spesific ion Electrode Colourimetric Spesific ion Electrode Colourimetric Peralatan Impinger atau Continous Analyzer Limed Filter Paper Impinger atau Continous Analyzer Lead Peroxida Candle Catatan : (*) PM25 mulai diberitahukan tahun 2002 Nomor 10 s/d 13 Hanya berlakukan untuk daerah/kawasan Industri Kimia Dasar Contoh : Industri Petro Kimia.

kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. 2.89% 70% .2.4.100% 80% .79% 60% . metode pengukuran parameter-parameter juga dicantumkan? 2. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding.4. Rangkuman Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara. Mengapa dalam baku mutu udara ambien nasional. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia.3.69% 0% . maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. hitunglah jawaban anda yang benar. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.3.59% 2. Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .3.

5 juga dianjurkan untuk mengukurnya agar tahu kontribusinya terhadap udara ambien. DAFTAR PUSTAKA Clean Air Act USA Clean Air Act UK Japan Environmental Quality Standards Tamin. Kyoto protocol b. maka metodenya distandarkan. Hal ini berhubungan dengan studi dosis-response dimana untuk keterpaparan konsentrasi yang kecil maka manusia dapat bertahan hidup lebih lama demikian sebaliknya 3. Metode yang dijadikan standar dalam baku mutu merupakan metode yang akurat dan dapat diusahakan di seluruh Indonesia. Bandung SENARAI . paper presented in Training of Trainer BASIC URBAN AIR QUALITY MANAGEMENT CAI Net. Konvensi Wina c. Assistant Deputy for Vehicles Emissions Pollution Control.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. September 19 – 23. Policy And Regulation Of Air Pollution In Indonesia.5 di udara ambien. Konvensi Stockholm 2. Untuk pengukuran suatu parameter sangat banyak metodenya. 2005. Ridwan D (2005).2. Konsekuensinya mulai tahun 2002 setiap daerah wajib melakukan pengukuran konsentrasi PM2. Konvensi tersebut adalah : a. 4. Agar terjadi keseragaman untuk perbandingan dengan baku mutu. Pihak-pihak yang mengemisikan PM2.3.

1 SUB POKOK BAHASAN METEOROLOGI PENCEMARAN UDARA 1. .2. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang meteorologi pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. difusi dan dispersi. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi. 1. difusi dan dispersi. dilusi. dilusi. peranan angin dalam distribusi polutan. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1 Pendahuluan 1. 1.2. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer.1. mandiri. 1. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara. adveksi. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran.1. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada.D.1.3. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan. faktor turbulensi di atmosfer.1.3.POKOK BAHASAN III METEOROLOGI DAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA II. kreatif.1.

Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi. merupakan hasil interaksi di udara antara oksida nitrogen.1. Uraian Umum Di atmosfer. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi). sehingga membentuk zat pencemar sekunder.1. Pola gerakan atmosfer atau dinamika atmosfer sangat berperan dalam . Proses pengenceran (dilusi) Pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. Proses penghilangan (dispersi) Zat pencemar di atmosfer akan mengalami penghilangan atau pengurangan karena adanya proses-proses meteorologi.2. Fenomena ini dapat dipelajari dengan atau dari numerical atmospheric diffusion model. bahkan memunculkan jenis polutan baru. Penyajian 1. Namun alam mempunyai prosesnya sendiri yang secara alamiah dapat mengurangi maupun memindahkan konsentrasi berbagai partikulat tersebut sebagai akibat faktor meteorologi (Neiburger. dan energi matahari. profil pergerakan udara biasanya akan sangat kompleks.2. peristiwa ini dikenal dengan reaksi fotokimia. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. dispersi. Bahkan untuk jarak yang pendek. hidrokarbon. Dalam perhitungan harga kecepatan dan arah angin diperlukan sebagai indikasi pergerakan udara di suatu daerah. seperti hujan. Baik percampuran antara polutan yang satu dengan yang lain yang pada akhirnya akan meningkatkan komposisi polutan itu sendiri. berbagai polutan udara akan melalui berbagai proses. Smog sebagai contoh. Proses penyebaran (adveksi) Penyebaran zat pencemar yang diemisikan dari sumbernya ke udara diakibatkan oleh adanya pengaruh down wind. 1995). Proses perubahan (difusi) Zat pencemar selama berada di udara akan mengalami perubahan fisik dan kimia.

Pada skala makro. Sirkulasi Angin Angin merupakan udara yang bergerak sebagai akibat perbedaan tekanan antara daerah yang satu dan lainnya. Fenomena skala meso akan terjadi sampai ratusan kilometer dan skala mikro mencapai 10 kilometer. dan pemanasan global adalah contoh-contoh dari pengaruh topografi regional dan lokal pada kondisi atmosfer. Transportasi atau pengangkutan zat oleh aliran udara horisontal atau angin. kabut di pantai. . Transportasi atmosfer vertikal atau konveksi 3. temperatur.penyebaran polutan pencemar yang masuk ke dalam atmosfer (udara ambien). turbulensi dan kestabilan atmosfer. tetapi dengan adanya gaya Coriolis maka angin akan bergerak tidak sesuai dengan yang seharusnya. angin lembah. keadaan topografi sangat berpengaruh pada pergerakan angin. angin laut dan angin darat. Difusi. Angin lokal terjadi akibat perbedaan temperatur setempat. Pada skala meso dan mikro. Oleh karena itu. pergerakan angin sangat dipengaruhi oleh temperatur atmosfer. dan gerak rotasi bumi. Perbedaan pemanasan udara menyebabkan naiknya gradien tekanan horisontal. sehingga terjadi gerakan udara horisontal di atmosfer. akan dibahas di sub bab ini yaitu : sirkulasi angin. perbedaan temperatur antara atmosfer di kutub dan di ekuator (khatulistiwa). Fenomena ini terjadi sampai jarak ribuan kilometer dan terlihat dengan munculnya area semipermanen bertekanan sedang di atas lautan dan daratan. Perbedaan ketinggian permukaan tanah mempunyai efek pada kecepatan angin dan arah pergerakan angin. Angin bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. Cahaya bulan. baik difusi molekuler maupun difusi turbulensi. Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara. tekanan pada permukaan tanah. 2. sistem presipitasi angin. serta antara atmosfer di atas benua dengan di atas lautan menyebabkan gerakan udara dalam skala yang sangat besar. Faktor-faktor dinamika yang mempengaruhi adalah : 1.

Distribusi frekuensi dari arah angin menunjukkan daerah mana yang paling tercemar oleh polutan. efek sirkulasi angin terjadi tiap jam. ada suatu gaya yang harus dipertimbangkan yaitu gaya Coriolis yang ditimbulkan yang ditimbulkan akibat rotasi bumi (gaya ini kadangkadang disebut juga gaya defleksi horisontal). gaya gravitasi mulai berperan sehingga mengakibatkan perubahan gradien arah pergerakan udara terhadap ketinggian.1. tiap hari. . Dekat dengan permukaan bumi. Di lapisan atmosfer teratas. dan dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda. Untuk sebuah daerah. Siklus angin secara global (Sumber: Liu & Liptak. udara sering kali mengalami percepatan yang kecil dan tekanan rendah sehingga gaya-gaya yang bekerja pada bagian udara pada kasus ini akan berimbang dan gradien arah pergerakan udara sejajar dengan garis tekanan. Dengan demikian arah pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke bertekanan rendah tidak tegak lurus lagi. udara akan mempunyai kecenderungan mengalir langsung dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.Gambar 3. 2000) Bila bumi tidak berputar. Di samping adanya gradien tekanan.

Perbedaan ini akan menyebabkan perpindahan udara dari laut yang bersuhu rendah ke daratan yang bersuhu tinggi.2. Bunga Angin (Wind Rose) Adanya perbedaan daerah daratan dan daerah perairan akan mengakibatkan pengaruh formal yang berbeda akibat radiasi sinar matahari.21 SOUTH 11 .11 4-7 1-4 Calms: 16. sehingga bahan polutan yang berada beberapa ratus meter di atas permukaan akan ikut tersebar. Arah angin bisanya didefinisikan dengan wind rose. 1986 Setelah matahari terbenam dan beberapa jam pendinginan oleh radiasi. arah. Hal ini akan menyebabkan adanya angin laut. NORTH 35% 28% 21% 14% 7% WEST EAST WIND SPEED (Knots) >= 22 17 . Lalu aliran . kekuatan. suhu udara di daratan akan menjadi lebih rendah dibandingkan pada lautan. Skema Angin Darat dan Angin Laut Sumber: Cooper dan Alley. seperti terlihat pada gambar di bawah ini.17 7 . Angin Laut – Siang Hari Angin Darat – Malam Hari Gambar 3.67% Gambar 3. Pada siang hari. Wind rose adalah sebuah statistik angin yang terdiri dari frekuensi.Salah satu hal penting dalam meramalkan penyebaran zat pencemar adalah mengetahui arah dan besarnya kecepatan angin. yang mana berbentuk grafik (vektor) yang menggambarkan frekuensi distribusi dari arah angin pada berbagai variasi kecepatan yang terjadi pada suatu lokasi dengan waktu tertentu. suhu udara di atas laut lebih rendah dibandingkan pada daratan. dan kecepatan.3.

Stabiltas atmosfer ini dibagi menjadi 7 (tujuh) kelas stabilitas. B.6>γ U<2 2≤U<3 3≤U<4 4≤U<6 U≤6 A A-B B C C A-B B B-C C-D dD B C C dD dD dD dD dD dD dD nD nD nD nD nD G E nD nD nD G F E E E Sumber : The Study On The Integrated Air Quality Management For Jakarta Metropolitan Area Keterangan dari klasifikasi kelas : A B C D E F G = sangat tidak stabil = tidak stabil = sedikit tidak stabil = netral = stabil = sangat stabil = lebih stabil dari kelas F Secara umum.5 7. Klasifikasi dari stabilitas atmosfer dapat dilihat pada tabel berikut ini. Komponen penentu tingkat turbulensi di atmosfer adalah stabilitas atmosfer atau stabilitas udara. D.1. Turbulensi atmosfer terjadi akibat dari gerakan angin yang berfluktuasi dan memiliki frekuensi lebih dari 2 cycles/hr.udara akan berpindah dari daratan yang bersuhu rendah ke lautan yang bersuhu tinggi. menyebabkan terjadinya percampuran dalam atmosfer. yaitu aliran laminar dan aliran turbulen. Hal ini akan menyebabkan terjadinya angin darat. Difusi turbulen terjadi pada aliran turbulen. polutan-polutan di atmosfer terdispersi dalam 2 cara yaitu melalui kecepatan angin dan turbulensi atmosfer. E.6 -3. baik arah horisontal maupun vertikal. Dalam penelitian JICA (1995) dinyatakan bahwa parameter untuk mengetahui stabiltas atmosfer dikemukakan oleh Pasquill dan diperbarui oleh Gifford lalu dimodifikasi oleh Senshu.8 -1.8>γ≥-3. yang dibedakan dengan huruf A. pola gerakan atmosfer dapat dibedakan menjadi dua macam. Klasifikasi stabilitas atmosfer Siang Hari Malam Hari Kecepatan Net Radiasi (γ.5>γ≥0 0>γ≥-1. . cal/cm2/h) Angin (m/sec) γ≥30 30>γ≥15 15>γ≥7. Turbulensi Secara garis besar. Tabel 3. dan F. C.

baik secara vertikal maupun horisontal.Fluktuasi turbulensi terjadi pada arah vertikal dan horisontal. 2. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang luas. hal ini merupakan mekanisme yang efektif untuk menghilangkan polutan di udara. Pergerakan eddies yang berbeda mengakibatkan perbedaan bentuk penyebaran plume yang diemisikan oleh sumber ke atmosfer. hal ini akan merubah gradien kecepatan angin karena ketinggian seperti terlihat pada gambar berikut ini. macam bentuk penyebaran plume tersebut adalah sebagai berikut : 1. Pada malam hari. Turbulensi menyebabkan terjadinya aliran udara melalui 2 cara : pusaran thermal dan . Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang bervariasi. pusaran mekanis Pergerakan eddies (pergerakan pusaran) mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam proses turbulensi. Akibat pergerakan eddies akan menimbulkan pencampuran dan pengenceran konsentrasi zat pencemar di udara. Perbedaan profil kecepatan angin ini juga dipengaruhi oleh faktor kekasaran permukaan. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. akan membentuk plume berukuran besar dan mempunyai liuk yang besar. Plume ini akan bergerak pada angin permukaan (down wind) Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. akan menimbulkan bentuk yang kecil tetapi mempunyai liuk yang lebar 3. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang kecil. plume bergerak dengan pusaran kecil dalam garis lurus dan pembesaran pada potongan melintang. akan berbeda.

Perubahan temperatur ini disebut lapse rate. Pada saat udara bergerak turun akan terbentuk aliran udara vertikal dan turbulensi terbentuk. Ketika sekumpulan udara menjadi lebih dingin dibandingkan dengan udara sekitarnya. Keadaan atmosfer dalam kondisi di atas dikatakan tidak stabil (unstable). Variasi Angin Sesuai Ketinggian Untuk Tingkat Kekasaran Permukaan Yang Berbeda (Sumber: Liu & Liptak. Dalam keadaan dimana temperatur sekumpulan udara lebih tinggi dari sekitarnya. Udara ambien dan adiabatic lapse rates mempengaruhi terbentuknya stabilitas atmosfer. 2000) Temperatur Perubahan temperatur pada setiap ketinggian mempunyai pengaruh yang besar pada pergerakan zat pencemar udara di atmosfer.4. gerakan vertikal akan . Gerakan ke bawah akan menghasilkan sekumpulan udara yang lebih hangat dan akan kembali ke elevasi semula. Dalam kondisi atmosfer seperti ini. sekumpulan duara itu akan kembali ke elevasinya semula. Di atmosfer sendiri diharapkan akan terjadi penurunan temperatur dan tekanan sesuai dengan pertambahan tinggi. maka kerapatan dari udara yang bergerak naik dengan kecepatan rendah lebih kecil daripada kerapatan udara lingkungannya dan udara berhembus secara kontinu.Gambar 3. Turbulensi yang terjadi tergantung pada temperatur.

diabaikan oleh proses pendinginan adiabatik atau pemanasan, dan atmosfer akan menjadi stabil (stable). Jika sekumpulan udara terbawa ke atas akan melalui bagian yang mengalami penurunan tekanan dan akibatnya kumpulanan udara itu akan menyebar. Ekspansi tadi memerlukan kerja untuk melawan lingkungannya dan terjadi penurunan temperatur. Biasanya proses ini berlangsung singkat karena itu untuk menganalisanya dilakukan anggapan tidak terjadi transfer panas pada sekumpulan udara yang ditinjau serta sekumpulan udara mempunyai kerapatan dan temperatur sama. Kondisi atmosfer seperti ini dikatakan netral (neutral) dan dikenal dengan lapse rate adiabatic. Ketiga kondisi atmosfer ini terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 3.5 Kondisi Stabilitas Atmosfer
(Sumber: Cooper & Alley, 1994)

Berdasarkan pembagian keadaan yang terjadi di atmosfer maka akan muncul garis dry adiabtic lapse yang membatasi antara keadaan stabil dan tidak seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.6. Hubungan Ambient Lapse Rates Dengan Dry Adiabatic Rate
(Sumber: Liu & Liptak, 2000)

Pembagian keadaan atmosfer itu terdiri dari : 1. Superadiabtic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di atas adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi tidak stabil. 2. Neutral, keadaan dimana 2 lapse rates akan seimbang. 3. Subadiabatic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di bawah adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi stabil. 4. Isothermal, keadaan ketika temperatur udara konstan di atmosfer maka ambient lapse rate menjadi nol dan atmosfer stabil. 5. Inversion, keadaan ketika temperatur udara ambien meningkat sesuai dengan ketinggian maka lapse rate menjadi negatif atau keadaan dimana udara hangat menyelimuti udara dingin. Kelembaban Udara Kelembaban adalah konsentrasi uap air air di udara. Konsentrasi dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban spesifik, atau kelembaban relatif. Dalam kaitannya dengan penguapan air yang di udara yang menyebabkan berubahnya temperatur, kandungan air dalam suhu kamar dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak lebih dari sekitar 0.5 % pada 0 °C (32 °F). Kelembaban Relatif adalah perbandingan menyangkut tekanan uap air di dalam gas apapun terutama udara ke keseimbangan tekanan penguapan air, di mana gas dinyatakan jenuh pada temperatur tersebut, dinyatakan dalam persentase perbandingan antara

massa air saat ini per volume gas dan massa per volume dari gas jenuh (Roberts, 2005). Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan atmosfer secara vertikal adalah kepadatan atau densitas udara. Densitas udara sendiri menurut Nevers (2000) dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Hukum kesetimbangan gas menyatakan bahwa kerapatan dipengaruhi perubahan nilai berat molekul (M) dan suhu (T). Adapun berat molekul sendiri dipengaruhi oleh fraksi mol uap air sebesar 0,023 RH. Kerapatan merupakan massa volume satuan suatu zat. Massa adalah ukuran jumlah zat, dimana sifat massa itu menimbulkan kelembaban, yaitu menentang perubahan jumlah gerakan dan menghasilkan daya tarik gravitasi bahan-bahan lain (Neiburger, 1995). Kelembaban relatif dalam atmosfer merupakan unsur yang sangat penting untuk cuaca dan uap air dalam udara. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran. Sedangkan kelembaban udara juga dipengaruhi oleh bangunan gedung dan pohon penghijauan di pinggir jalan dan sinar matahari. Ditambahkan oleh Lakitan (1994), kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari disebabkan karena penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radiasi matahari selama siang hari tersebut. Pada malam hari akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara. Oleh karena itu kandungan uap air di udara dekat permukaan tersebut akan berkurang. Kelembaban udara umumnya adalah kelembaban relatif. Perbandingan antara tekanan uap air aktual dengan tekanan uap air pada kondisi tempat jenuh, umumnya dinyatakan dengan persen (%). Tekanan uap air adalah tekanan parsial uap air dalam udara bebas di suatu tempat tertentu dengan jumlah tertentu. . Urban Heat Island Akumulasi panas dalam daerah perkotaan pada siang hari akan mengakibatkan keseimbangan radiatif pada malam hari yang berbeda dengan daerah pedesaan di

besar kecepatan angin (bisa dalam km/jam atau knot). Tes Formatif 1. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Sebutkan aspek meteorologi yang erat kaitannya dengan sebaran polutan? 3. data meteorologi dapat diperoleh dari stasiun BMG setempat.2. 1. Data angin yang harus ada isiannya adalah waktu terjadinya (jam). Jelaskan pengertian dilusi dalam pencemaran udara 2. Bagaimana perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari? 4. hitunglah jawaban anda yang benar. Lapisan pencampuran (mixing layer). dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.2. Latihan Buatlah contoh bunga angin berdasar contoh data meteorologi (angin) yang anda peroleh minimum dalam waktu 1 hari (24 jam).3.1. Jawab : Lihat referensi yang sudah ada.3.2.3. Sebutkan keadaan-keadaan yang terjadi yang berhubungan dengan ambient lapse rate? 1. Penutup 1. Awan dan presipitasi. arah angin (dalam tiga angka derajat sudut). Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : . Intensitas gumpalan panas ini akan bergantung kepada : • • • Kecepatan angin kritis di atas gumpalan panas.sekitarnya yang menyimpan panas lebih sedikit pada siang hari. 1. yang isotermalnya biasanya terletak di daerah pusat kota. akan terjadi suatu gumpalan panas di daerah perkotaan. Oleh karena itu.

dilusi.59% 1.3.100% 80% . 1. . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.89% 70% .69% 0% . turbulensi dan kestabilan atmosfer. meso dan makro. Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara adalah : sirkulasi angin. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. 1. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.3. Proses adveksi.3.3. 2. Pergerakan angin dapat terjadi pada skala mikro. Kestabilan atmosfer dipengaruhi oleh temperatur ambien dan lapse rate. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi). dispersi. Rangkuman Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi. Stabilitas atmosfer digunakan untuk menilai gerakan udara sehingga pengaruh pencampuran dan pengenceran zat pencemar di udara dapat diprediksi.79% 60% . temperatur.4. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran.90% . Dilusi : pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. difusi dan dispersi dapat terjadi secara simultan di atmosfer.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Tindak Lanjut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.

Superadiabtic. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. 4. Second Edition. inversion. Benyamin. SENARAI . http://www. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan Ardino Purbu. Main Report : The Study on The Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. Lewis Publishers. A Design Approach. Cetakan ke-6. Bapedal. subadiabatic. (1995). David H. Inc. Roberts. Dasar-dasar Klimatologi. neutral. New York.fsec. (1997). PT. (1995). Air Pollution. Air Pollution Control. ITB. Liu. (1995). Béla G. Jakarta. (1994). (2005).3. Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. Humidity. Inc Singapore.C. F. akan berbeda. Bandung. Pada malam hari. C David & Alley. Indonesia. McGraw Hill. DAFTAR PUSTAKA Cooper. Noel De Nevers. Raja Grafindo Persada. K Roddick. isothermal. Morris.ucf.F & Liptak. Waveland Press. (2000). JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). United States. Air Pollution Control Engineering. Neiburger.edu/bldg/science/ humidity (Januari 2006) Lakitan.

2. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran. difusi dan dispersi. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara.1 Pendahuluan 2. dilusi. adveksi.2.2.1. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer.2. dilusi.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang sebaran pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.2 SUB POKOK BAHASAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA 2. Uraian . peranan angin dalam distribusi polutan. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi. kreatif. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer.2. difusi dan dispersi.1.3. faktor turbulensi di atmosfer.II.3. Penyajian 2. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi. 2.. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan 2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. 2.1.1. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada. mandiri.1.

3. model sejenisnya. Dengan semakin berkembangnya sektor – sektor yang menimbulkan pencemaran udara akan membuat peningkatan kadar polutan di udara tetapi kita tidak akan tahu berapa konsentrasi polutan di masa datang. Submodel ini digunakan untuk menghitung frekuensi distribusi dari data meteorologi selama 1 tahun. membuat target emisi untuk sumber-sumber yang tingkat pencemarannya tinggi. Menrut Soedomo (1990). Hasil keluaran submodel ini akan menjadi masukan dalam submodel dispersi bersama dengan data keluaran submodel emisi. memprediksi perubahan konsentrasi sesuai dengan waktu. Ada banyak alasan mengapa model sangat diperlukan antara lain : dapat diketahui sumber mana yang bertanggungjawab atas besarnya konsentrasi polutan yang diterima oleh receptor. dan akan diolah datanya bersama-sama dengan hasil dari submodel meteorologi untuk membuat model dispersi pencemar. yaitu : 1. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model sebaran pencemaran udara yang membantu kita untuk mengetahui bagaimana perilaku polutan-polutan udara di lingkungan. radiasi sinar matahari. Data yang masuk dalam submodel ini akan menghasilkan emission load dari sumber emisi transportasi. dan ketinggian lapisan pencampur. 2. memerlukan pekerjaan pendahuluan yang akan membutuhkan waktu.Model Dispersi Pencemaran Udara Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). Submodel dispersi pencemar . Model ini adalah model kualitas udara yang seperti. model yang dikembangkan terdiri atas beberapa submodel. Submodel emisi sumber Data masukan untuk submodel emisi adalah informasi sumber pencemar yang ditekankan pada penggunaan energi pada sektor transportasi. Submodel meteorologi Data masukan untuk submodel meteorologi meliputi data arah dan kecepatan angin. terutama dalam penyiapan data masukan sumber emisi dan intensitas emisi serta data meteorologi.

Pemodelan dispersi polutan berbasis komputer pada dasarnya dapat disebut sebagai sebuah “black box”. dipengaruhi oleh faktor-faktor meteorologi seperti arah angin. Alat untuk sensor eulerian adalah windvane atau anemometer. Model ini hampir sam dengan model eulerian tetapi lebih diperuntukkan dalam skala lebih besar. Dalam pengukuran untuk model ini digunakan balon natural densitas. dan hasilnya adalah gambaran mengenai konsentrasi polutan pada tiap penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. Model Lagrangian Berdasarkan proses dari pergerakan massa udara atau proses dari dispersi partikel. Model Gaussian Model ini dibuat berdasarkan distribusi probabilitas normal gaussian dari ektor angin dan fluktuasi konsentrasi polutan.Menurut Colls (2002) untuk model dispersi pencemar dapat dibagi menjadi 3 model utama yaitu : 1. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengetahui pergerakan emisi dari sumber titik di atmosfer. yang dikenal sebagai pemodelan pola dispersi polutan yang mana akan menggunakan rumus-rumus yang ada saat ini untuk menganalisa. 2. 3. maka yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar yang diterima oleh penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. dimana apabila data input yang diperlukan dimasukkan akan melakukan perhitungan-perhitungan yang dibutuhkan. seperti terlihat pada gambar berikut ini. Deskripsi Model Dispersi Dasar dari sebuah model dispersi dapat dijelaskan sebagai berikut : apabila sebuah sumber emisi misalnya kendaraan bermotor mengeluarkan emisi polutan NOx sebesar 1 ppm ke atmosfer. . dan sebagainya. Model Eulerian Secara numerik model ini dapat digunakan untuk menyelesaikan perhitungan difusi atmosfer. kecepatan angin. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan-perhitungan memadai.

y. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengklarifikasikan hubungan antara masingmasing sumber. demikian juga total emmision load masing-masing polutan yang diemisikan ke udara dan konsentrasi polutan di udara ambien. Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif. 1999) Penerapan Model Dispersi Dasar dari dispersion simulation model adalah persamaan Gauss dari plume dan puff.7 Model Black Box (Sumber: Soedomo. Kxx. Model ini menjelaskan hubungan antara polutan yang diemisikan dari sumbernya dengan konsentrasi polusi udara di ambien. maka ketepatan/ketelitian inventarisasi sumber emisi dan kecocokan penggunaan data meteorologi sangat diperlukan. Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). z . Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian. Kyy. Dengan demikian maka diharapkan dapat memberikan hasil simulasi yang akan mewakili hubungan antara sumber emisi dan konsentrasi polutan di udara ambien. T = waktu. Berdasarkan Colls (2002). 2. Kzz = koefisien difusi arah sumbu x. Untuk mendapatkan hubungan yang baik antara polutan yang diemisikan dengan konsentrasi polutan di udara ambien. ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ dC = K xx ⎢ 2 ⎥ + K yy ⎢ 2 ⎥ + K zz ⎢ 2 ⎥ dt ⎣ ∂x ⎦ ⎣ ∂z ⎦ ⎣ ∂y ⎦ dimana : C = konsentrasi. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian.E m is i S um ber T ra n s p o rta s i B la c k B o x F a k to r fa k to r M e te o ro lo g i P e n e rim a ( R e c e p to r s ) Gambar 3. asumsi yang digunakan dalam simulasi ini adalah : 1. Pendekatannya adalah dengan menggunakan persamaan Gauss. 3.

exp ⎜ 2σ 2 2πσ yσ z u y ⎝ Qp ⎞ ⎟. z ) = . y . Jika tidak ada pengendapan dan absorpsi. 2002) Persamaan asli (original) dari Gauss adalah : 2 ⎛ ⎜− y C ( x. 1974) .9 Sumber dan Bayangan Sumber di Bawah Permukaan Tanah (Sumber: Perkins.8 Sistem Koordinat untuk Distribusi Gaussian Pada Arah Horisontal Dan Vertikal (Sumber: Colls. Source Ground Image Source Gambar 3. Persamaan Gaussian menggunakan sistem koordinat seperti terlihat pada gambar berikut ini. maka dinding pembatas ini dapat dihitung dengan mengasumsikan adanya bayangan sumber yang simetris dengan sumber di bawah permukaan tanah.F ⎟ ⎠ dimana : ⎧ ⎡ ( z − He )2 ⎤ ⎡ ( z + He )2 ⎤ ⎫ ⎪ ⎪ + exp ⎢− F = ⎨exp ⎢− ⎥ ⎥⎬ 2 2 2σ z 2σ z ⎪ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦⎪ ⎩ ⎭ Persamaan asli Gaussian diatas mengansumsikan bahwa permukaan tanah sebagai dinding pembatas untuk difusi selanjutnya.Persamaan difusi Fickian dimodifikasi dan digunakan untuk mempelajari model penyebaran polutan dari sumber-sumber emisi. Gambar 3.

pada ground level z = 0.z = koefisien difusi dalam arah y dan z (m) α / γ = rate of increase of the horizontal/vertical plume width (m/dt) t = waktu dari stack atau pipa pembuangan gas (dt) . y . kondisi ini disebut sebagai kondisi tenang (calm condition). sedangkan nilai (z+H) untuk sumber bayangannya. Persamaan Puff model (calm condition) ⎛ ( x − ut )2 y2 C ( x. persamaan di atas disederhanakan menjadi : C= ⎤ 2Q ⎡ 1 ⎢ 2 3/ 2 2 2 ⎥ (2π ) γ ⎣ R + (α / γ ) He ⎦ Persamaan Gaussian Puff digunakan jika tidak terdapat angin di sumber emisi atau kecepatan anginnya sama dengan 0 (nol). Keterangan persamaan Gaussian : C x y z Q u = konsentrasi pada titik perhitungan (ppm) = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) = jarak dari sumber ke titik perhitungan arah kanan atas dari arah angin = tinggi pada titik perhitungan (m) = emission rate dari polutan (m3/dt) = rata-rata kecepatan angin (m/dt) He = tinggi stack efektif σy. z ) = . exp⎜ − − 2 2 ⎜ (2π )1 / 2 σ σ yσ z 2σ x 2σ y ⎝ Qp ⎞ ⎟.F ⎟ ⎠ Persamaan Puff model (calm condition) disederhanakan karena terlalu banyak menggunakan faktor waktu. persamaan diatas dapat disederhanakan. Oleh karena itu. sehingga persamaannya menjadi : C= ⎡ y2 ⎤ ⎡ He 2 ⎤ exp ⎢− ⎥ exp ⎢− 2 2 ⎥ πσ y σ z u ⎢ 2σ z ⎥ ⎢ 2σ y ⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎣ Q Persamaan Gaussian Plume digunakan untuk keadaan dimana terdapat kecepatan angin di sumber emisi (windy condition).Persamaan Plume model (windy condition) Pada persamaan asli Gaussian diatas nilai (z-H) untuk sumber sebenarnya diatas permukaan tanah.

811 0.396 0.370 2. berbeda dengan cerobong industri dan rumah tangga yang diletakkan vertikal.632 0.x α z αy.788 0.282 0.0928 0.426 0.000212 0.094 0.0800 0.921 0.109 0.0452 γz 0.62 x 0~300 300~500 500~ 0~500 500~ 0~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~2000 2000~10000 10000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ G Sumber : JEA.851 0.1272 0. Persamaannya sebagai berikut : αy σ y ( x ) = γ y .431 0.0621 0.514 2.899 0. αz.896 Arah vertikal x αz 1.1046 0.222 γy 0.00855 0.529 3. karena cerobong kendaraan bermotor diletakkan horisontal (tidak ada penambahan tinggi).784 0. Persamaan JEA (Japan Environmental Agency) untuk mensimulasikan tabel Pasquill-Gifford digunakan untuk persamaan plume.865 0.929 0.637 0.889 0.794 0.826 0.41 0.x dimana : σ z ( x ) = γ z .901 0.0554 0. 1993 .964 1.1107 0.565 0.914 0.1068 0.929 0.897 0.732 0. sedangkan nilai σz untuk lebar vertikal difusi kepulan. Nilai σy adalah lebar difusi kepulan secara horisontal.2) x = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) Tabel 3.122 1.Nilai He (tinggi stack efektif) sama dengan tinggi stack awal.1105 0. γz = konstanta yang tergantung dari stabilitas atmosfer (Tabel 3. σz menggambarkan lebar dari distribusi konsentrasi polutan yang keluar dari stack (pipa gas buang).921 0.918 0.433 1.1019 0.855 0. sehingga : He = Ho (tinggi awal stack) Lebar Difusi Kepulan Nilai dari σy. γy.323 0.0373 0.924 0.232 0.400 0.602 0.0864 0.0380 0.1772 0.0733 0.0570 0.1467 0.555 0.415 0.526 0.2 Nilai Konstanta Untuk Lebar Difusi Kepulan Persamaan Plume Kelas Stabilitas A B C D E F Arah horisontal αy 0.

Tabel 3.474 0.000 ton/hari x 1/100 = 100 ton/hari (27.948 0. 1993 α 0. kadar sulfur 1%. Pada ground level concentration maximum (GLC). Latihan Perkiraan konsentrasi SO2 pada sisi hilir dari sebuah PLTU 1. x.067 0.439 0. angin bergerak dengan kecepatan 3m/det.700)mg/det = 55. kecepatan angin pada ketinggian stack efektif adalah sebesar: v = v1 (H/z1)n = 3(250/10)0. diukur pada kondisi sedikit cerah.Nilai α Dan γ Untuk Persamaan Puff Kelas Stabilitas A B C D E F G Sumber : JEA.000 MW pada jarak 1 km dan 5 km. m 125 500 Kondisi atmosferik tidak stabil.777.555.3.439 γ 1.2.6.555. m 140 540 τz.25 = 6.781 0.048 0.208 0.400 /3.113 0.2.400 mg/det.439 0. tinggi stack efektif 250 m. yang menggunakan 10.000 ton batubara per hari sebagai bahan bakarnya.Lebar Difusi Kepulan untuk Persamaan Puff Tabel JEA yang diperoleh dari grafik Turner (1970) digunakan untuk persamaan puff terlihat pada tabel di bawah ini.6 m/det. siang hari pada ketinggian 10 m. km 1 5 τ y. konsentrasi SO2 adalah: C1 km = [55.6 x 140 x 125] exp-[{2502/2(125)2}] .635 0.777.14.470 0.029 2.569 0.700 mg/detik) Emisi SO2 = (64/32)(27. Jumlah sulfur = 10.

3.79% 60% . Penutup 2. Pendekatan apa yang digunakan dalam persamaan Gauss? 2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.= 750 mg/m3 C5km = [55.1. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Sebutkan asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi model! 4. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . hitunglah jawaban anda yang benar. Sebutkan data apa yang diperlukan dalam submodel emisi sumber? 3.69% 0% . Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Secara umum sebutkan dua model utama dalam pencemaran udara! 2.3.3.100% 80% .14. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.400 /3. Tes Formatif 1.59% 2. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.89% 70% .3. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .555.6.3.6 x 540 x 500] exp-[{2502/2(500)2}] = 315 mg/m3 2. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.2.

Asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi ini adalah : 1. Bandung. Second Edition. Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian. Air Pollution. Jeremy.A. (1994). Colls. Cooper. Rangkuman Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. dispersi pencemar. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). Model dispersi dan model reseptor 2. Data faktor emisi.3.4. ITB. F. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian DAFTAR PUSTAKA Neiburger. Office of Air Programs Pub. Perkins H. (1974).3. Air Pollution (International Student Edn) McGrawHill. (1995). United States. New York Turner D. Submodel dispersi terdiri atas emisi sumber. model lagrangian. 3. (1995). Main Report : The Study on The .S.B (1970). meteorologi. Inc. 2. 4. Workbook of Atmospheric Dispersion Estimates. Waveland Press. C David & Alley. Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif. model gaussian. Model dispersi digunakan untuk memperkirakan tingkat cemaran dari sumbernya terhadap fungsi jarak dan waktu. Ardino Purbu. A Design Approach. U. London. Spon Press Tylor & Francis Group. No.2. Morris. Air Pollution Control. Environmental Protection Agency. 2. Second Edition.AP-26. Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). 2002.C.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.C. Model dispersi pencemar secara garis besar terdiri atas tiga model yaitu model eulerian. jumlah emiter untuk mencari emission load 3.

Penerbit ITB. Moestikahadi.Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. (1999). Bandung. Soedomo. Indonesia. Kumpulan Karya Ilmiah Mengenai Pencemaran Udara. Bapedal. SENARAI .

Aspek yang dinilai adalah bagaiman data pemantauan dapat dinilai andal.2.1. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar pemantauan kualitas udara.3. Polutan yang dipantau meliputi kelompok pencemar indikatif dan spesifik. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran. 1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi bahasan terakhir di sub pokok bahasan pemantauan kualitas udara.D.1.1 Pendahuluan 1.1 SUB POKOK BAHASAN PEMANTAUAN PENCEMARAN UDARA 1. Jaringan stasiun pengamat melalui pendekatan kurva serta perhitungan juga menjadi bahasan di sini.1.3. 1.1. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mata kuliah Pemantauan dan Analisis Kualitas Udara di semester VI.1.2. 1. .POKOK BAHASAN IV PEMANTAUAN DAN INVENTORI EMISI DALAM PENCEMARAN UDARA II. mahasiswa akan mampu menjelaskan dasar-dasar pemantauan kualitas udara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang metode pemantauan kualitas udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum metode-metode pengukuran. diskusi kelompok tentang studi jaringan pemantauan kualitas udara di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran kualitas udara. Dengan memahami metode pemantauan maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara.

Yang termasuk kelompok zat pencemar indikatif untuk daerah perkotaan dan pemukiman secara umum . dengan beberapa pembakuan bila diperlukan. Hubungan skala ruang dan waktu menjadi variabel penentu besaran konsentrasi zat pencemar yang diamati.2. program pemantauan kualitas udara. Dua jenis pencemar dapat dibedakan di sini.2. Uraian Umum Program pemantauan kualitas udara merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam pengendalan pencemaran udara. bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengambil keputusan dalam program pengendalian pencemaran udara seperti halnya pemantauan kualitas udara yang diterapkan di suatu daerah.1.1. Dalam hal ini. metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan. hanya akan dapat terukur dari hasil pemantauan yang dilakukan karena pemantauan kualitas udara perlu dilandasi dengan perangkat lunak dan keras yang sesuai. Zat pencemar indikatif merupakan zat pencemar yang telah dijadikan indikator pencemar udara secara umum. pencemaran udara juga ditentukan oleh jenis pencemar yang diemisikan oleh sumbernya. Keabsahan dan keterpecayaan data hasil pemantauan yang diperoleh sangat ditentukan oleh metoda sampling dan analisis yang diterapkan. difusi dan pengenceran) di dalam atmosfer. Seperti diketahui. Pencemaran udara di suatu daerah akan sangat ditentukan secara langsung oleh intensitas sumber emisi pencemarnya dan pola penyebarannya (dispersi. baik udara ambien maupun dari sumber emisi pencemaran udara. Di lain pihak. Penyajian 1. yaitu pencemar indikatif dan spefifik. yang biasanya tercantum di dalam peraturan kualitas pencemaran udara yang berlaku. Konsentrasi pencemar udara akan berbeda dari satu tempat dengan waktu yang berbeda atau dengan tempat lainnya. Hal yang penting diperhatikan dalam program pemantauan udara adalah yang berhubungan dengan aspek pengambilan contoh udara (sampling) dan analisis di laboratoriumnya serta pengelolaan data dengan metoda statistika.

oksida-oksida nitrogen (NOx). sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon).adalah suspended particulate matter (debu). hidrogen sulfida. karbon monoksida. ammonia. pemantauan udara ambien. sedangkan pemantauan udara ambien dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang didasarkan atas pencemar indikatif yang umum. Adanya pembedaan sistem pemantauan ini akan membedakan pula metoda sampling udara. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor sumber pencemar. Kelompok pencemar spesifik merupakan zat pencemar udara yang bersifat spesifik yang diemisikan dari sumberntya. total hidrokarbon (THC). Pemantauan sumber emisi dilakukan terutama untuk mengetahui tingkat emisi dan unsur pencemar spesifik. maupun jenis zat pencemar yang telah diuraikan di atas. medium tempat pencemaran berdispersi dan berdifusi. formaldehida. Udara Masuk Peralatan Sampling Pengkondisian Sampel Pengumpulan Sampel Pencatatan Data Kontrol Aliran & Pengukuran pada Analyzer Udara Bergerak ANALYZER Peralatan Kalibrasi Udara Keluar Gambar 4.1 Komponen Stasiun Pemantauan Kualitas Udara . contohnya gas chlor. dan lain-lain. merkaptan.

Jaringan Stasiun Pengamat Perencanaan jaringan pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan tingkat konsentrasi pencemar. Untuk menyediakan pengumpulan data (data base) yang diperlukan dalam evaluasi pengaruh pencemaran dan pertimbangan perencanaan. seperti pengembangan kota dan tata guna lahan. termasuk lokasi. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. Untuk mengamati kecenderungan tingkat pencemaran udara yang ada di daerah pengendalian pencemaran udara tertentu. Secara garis besar ada empat tujuan utama yaitu : Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang ada di suatu daerah dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan mengenai kualitas udara yang berlaku dan baku. penyebaran pencemar dan inventori emisi. durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan Tujuan Pemantauan Kualitas Udara Ambien Beberapa tujuan dapat dicapai dalam pemantauan ini. perencanaan transportasi. evaluasi udara. Selain itu diperlukan pertimbangan-pertimbangan umum seperti: jaringan yang ideal penerapan strategi pengendalian pencemaran yang telah dilakukan. Untuk mengaktifkan dan menentukan prosedur pengendalian darurat untuk mencegah timbulnya episode pencemaran udara. validasi pengembangan model difusi dan dispersi pencemaran .Pemantauan Kualitas Udara Ambien Dalam perencaaan pemantauan kualitas udara harus dipertimbangkan beberapa hal.

berdasarkan perhitungan. karena pencemar tersebut (SO2 dan partikulat) sangat dipengaruhi oleh kompleksitas sektor industri dan pola penggunaan bahan . tingkat pencemaran dan keragamannya serta kebijakan-kebijakan yang berlaku. Perbedaan perkiraan antara jumlah sampler total (mekanis dan otomatis) dengan sampler otomatis adalah menunjukkan banyaknya sampler mekanis yang diperlukan. Meskipun kurva tersebut memberikan perkiraan yang tepat dan baik untuk pemantauan pencemar perkotaan dengan sumber emisi dari kendaraan bermotor seperti CO. penetapan besar jaringan dapat ditentukan berdasarkan: jumlah penduduk yaitu dengan membuat kurva aproksimasi (untuk pencemar CO2. Secara teknis. untuk daerah yang berpenduduk 1 juta dengan masalah SO2 yang kritis diperlukan 20 stasiun pemantauan SO2. SO2 dan oksidan tetapi bisa diterapkan langsung untuk parameter SO2 dan partikulat.memerlukan sumber daya yang besar. Total suspended solid (debu). Sebagai contoh. HC. dan juga diperlukan pengetahuan mengenai tingkat dan pola penyebaran pencemaran udara. untuk masing-masing kelas populasi yang tergantung pada penyebaran dan tingkat pencemarannya. Berdasarkan populasi penduduk Penentuan jumlah stasiun monitoring berdasarkan jumlah penduduk yaitu di suatu wilayah dapat dilakukan menggunakan kurva pendekatan (aproksimasi) seperti diperlihatkan dalam gambar 7. Penetapan besarnya jaringan sangat ditentukan oleh faktor-faktor jumlah penduduk. NOx dan oksidan). Untuk parameter SO2 dan NOx membutuhkan alat ukur mekanik dan otomatis.2. HC. sedangkan untuk masalah yang tidak kritis minimum diperlukan hanya 10 stasiun pemantauan SO2. SO2. Pada gambar tersebut diperlihatkan jumlah minimum dan maksimum monitoring untuk masing-masing zat pencemar. NOx. CO. dengan bantuan gambar 7. dan pencemar lainnya untuk sistem pengukuran automatik maupun mekanik.2 diperoleh alat pemantauan mekanis dan pemantau total.

2 Kurva Aproksimasi Jumlah Stasiun Pemantauan Berdasarkan perhitungan Penentuan jumlah stasiun pemantauan berdasarkan perhitungan hanya digunakan untuk stasiun pemantauan pencemar SO2 dan TSP. dengan demikian akan berpengaruh terhadap ukuran jaringan monitoring. Rumus perhitungan tersebut sebagai berikut: N = Nx + Ny + Nz . Gambar 4.bakar di daerah tersebut.

Sampling sesaat biasanya merupakan suatu metoda yang hanya dilakukan untuk maksud tertentu. dengan nilai kontur 10 (ug/m3) Luas area dimana konsentrasi pencemar > baku mutu (km2) Luas area dimana konsentrasi pencemar < baku mutu > Luas area dimana konsentrasi pencemar ≤ background (km2) Kriteria Penempatan Stasiun Pemantauan Penempatan lokasi stasiun pemantauan perlu dilakukan pada titik-titik yang mewakili: pusat kota. yang tidak terlalu ditandai denga fluktuasi episodik yang tinggi. khususnya di daerah perkotaan.0965 × dimana: N Cm Cs Cb X Y Z = = = = = = = Jumlah stasiun pemantauan Nilai isopleth maksimum (ug/m3) Nilai standar kualitas udara ambien (ug/m3) Nilai isopleth minimum. daerah sekitarnya (remote area). daerah pemukiman dan daerah komersial (perdagangan).0004Z Nx = 0. daerah industri. Periode dan Frekuensi Sampling Konsentrasi zat pencemar di udara ambien berkaitan erat dengan waktu dan tempat.0096 × Y Cs Nz = 0. pedesaan. misal menguji keabsahan data yang diperoleh dari sampling kontinu dan sampling semi kontinu. Sampling kontinu merupakan metode yang paling ideal dalam suatu program pemantauan dan pengawasan kualitas udara. Sampling semi kontinu dapat diterapkan di daerah-daerah yang agak tercemar. semi kontinu dan sampling sesaat (grab sampling). pinggir kota. atau suatu langkah awal penentuan titik-titik sampling yang diperlukan di dalam pemantauan dan . oleh karena itu maka penentuan periode dan frekuensi sampling harus memperhatikan hal-hal apakah sampling udara ambien dilakukan dengan sampling terus-menerus (kontinu).Cm − Cs X Cs Cs − Cb Ny = 0.

Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri. Teknik absorpsi adalah teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber).1 Frekuensi Sampling Kualitas Udara Parameter Sam.pengawasan kualitas udara. . misalnya pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline. pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sampler). terlebih dahulu dilakukan sampling yang dilanjutkan dengan analisa di laboratorium. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas. adsorpsi. Sampling sesaat merupakan metode sampling yang permanen. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. Berikut ini pedoman untuk periode dan frekuensi sampling setiap parameter diberikan dalam tabel 4. Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas di udara ambien adalah teknik absorpsi.Area dengan konsentrasi Area urban di atas standar pler Kontinu per per Kontinu per per 3 hari 6 hari 3 hari 6 hari TSP M M M M M SO2 M/A A M M M CO A A A HC A A M A NO2 M/A A M M A M NOx M/A A M M A Oksidan M/A A A Area non urban per 6 hari M M Metode Sampling Udara Ambien Dalam pengukuran kualitas udara dengan menggunakan metode dan peralatan yang manual.1. Tabel 4. Untuk mengumpulkan gas dari udara ambien diperlukan suatu teknik pengumpulan dan peralatan tertentu.

Susunan peralatan sampling udara ambien adalah sebagai berikut: Collector Flowmeter Vacuum Pump Gambar 4. sedangkan pengumpulan contoh dengan kantong udara sering digunakan untuk gas pencemar yang tidak memerlukan pemekatan contoh udara. Untuk pengumpulan contoh udara diperlukan peralatan pengambilan contoh udara yang pada umumnya terdiri dari collector. flowmeter dan pompa vacuum. Pompa vacuum dihindari digunakan untuk menghisap udara ke dalam collector. serta tidak memerlukan larutan pereaksi. yaitu menggunakan prinsip-prinsip fisiko-kimia yang mampu mengukur zat pencemar secara otomatis dengan waktu pengukuran berskala detik.3 Susunan Peralatan Sampling Udara Ambien Metoda Analisa Berbagai jenis metode pengukuran analitik dapat digunakan untuk analisis zat pencemar udara. wet gas meter atau rotameter. fritted bubbler atau tube adsorber. Kesalahan yang harus dihindari adalah kebocoran dari sistem pengambilan contoh. Collector berfungsi untuk mengumpulkan gas yang tertangkap.Teknik adsorpsi yaitu berdasarkan kemampuan gas teradsorpsi pada permukaan padat adsorbent (karbon aktif atau aluminium oksida). dapat berupa impinger. . Teknik pendinginan yaitu teknik sampling dengan cara membekukan gas pada titik bekunya. terutama untuk gas-gas hidrokarbon yang mampu terserap dalam permukaan karbon aktif. dari mulai metode analitik yang sederhana dengan waktu pengukuran yang lama seperti titrasi atau gravimetri sampai metode analitik yang paling mutakhir. Untuk mengetahui volume udara ambien yang terkumpul digunakan flowmeter baik berupa dry gas meter.

1. Jelaskan teknik absorpsi dalam pemantauan kualitas udara! 1. Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemantauan kualitas udara ambien! 4. Sebutkan 2 hal yang menjadi tolok ukur keterpercayaan dan keabsahan data dalam pemantauan kualitas udara! 2. Tes Formatif 1. Sebutkan 2 hal pengakategorian zat pencemar dalam rangka pemantauan kualitas udara.2.3. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 . Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.1.3.2. Latihan Gambarkan stasiun pemantauan kualitas udara beserta diagram komponennya! Jawab : 1.3. hitunglah jawaban anda yang benar.2. Penutup 1. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. berikan pula contohnya! 3.

Zat pencemar indikatif seperti suspended particulate matter (debu).3.3.89% 70% . metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.79% 60% . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.3. formaldehida. oksida-oksida nitrogen (NOx). Dalam hal ini.3. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Rangkuman Aspek penting dalam pemantauan kualitas udara adalah bagaiman data dapat dinilai andal. Jaringan stasiun pengamat dapat dirancang melalui pendekatan kurva serta perhitungan. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon) dan zat pencemar spesifik seperti gas chlor. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi hal yang diperhitungkan dalam pemantauan kualitas udara.69% 0% . Polutan yang dipantau secara garis besar dikelompokkan menjadi pencemar indikatif dan spesifik.Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .100% 80% . dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran.4. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.59% 1. 1. karbon monoksida. hidrogen sulfida. total hidrokarbon (THC). 2. merkaptan.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. dan lain-lain. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . ammonia. 1.

Standard Method of Test for Oxides of Nitrogen in Gaseous Combustion Products (Phenoldisulfonic Acid Procedure) (1968).. Midgett (1985). F. ASTM Designation D 1608—60. contoh pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline.C. 33 pp. 1. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri. Research Triangle Park. Washington. J. Development and Evaluation of Methods for Determining Carbon Monoxide Emissions. Recommendations for Occupational Exposure to Nitric Acid. PA. Quality Assurance Division. Part 26. Inc. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. Van Nostrand Co. 6th ed. In: Occupational Safety and Health Reporter. Bureau of National Affairs.E.3. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas. termasuk lokasi. Inc. Hal-hal yang yang harus dipertimbangkan beberapa hal. Philadelphia.S. pp. 1962. Teknik absorpsi : teknik pengumpulan gas berdasar kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber).E. durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan 4. In: 1968 Book of ASTM Standards. SENARAI . Knoll. Environmental Monitoring Systems Laboratory. and M. p. D. 329-330. New York. U. 149 Standard Methods of Chemical Analysis (1962). yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. D.R. June 1985. Vol. 1976. National Institute for Occupational Safety and Health (1976). Environmental Protection Agency. NC. EPA-600/R-97/121 Butler. DAFTAR PUSTAKA “EPA (1997) Traceability Protocol for Assay and Certification of Gaseous Calibration Standards” September 1997 as amended.

1. 2. tahap-tahap perencanaan inventori emisi.2.3.1.3. Penyajian 2.II.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya pengetahuan tentang inventori emisi ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum tahap-tahap inventori emisi. Dengan memahami metode inventori emisi maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan kualitas lingkungan. mahasiswa akan mampu menjelaskan penerapan inventori emisi. Uraian Umum Inventori emisi merupakan kumpulan informasi secara kuantitas tentang pencemaran udara dari keseluruhan sumber yang berada pada suatu wilayah geografis selama periode waktu tertentu. Bahasan dimulai dari dasar mengapa inventori emisi diperlukan. 2. Inventori emisi menyediakan informasi .2 SUB POKOK BAHASAN INVENTORI EMISI 2.1.2. cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi.1.1. 2.2. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar dan teknik inventori emisi dalam pengelolaan kualitas udara.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. 2. diskusi kelompok tentang studi inventori emisi di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran (source test).1 Pendahuluan 2.2.

Inventori emisi dapat memberikan indikasi tentang kondisi udara di lingkungan dan gambaran kualitas udara yang ada. Dalam kaitannya dengan instrumen pengelolaan kualitas udara. durasi waktu. model dan inventori emisi seperti terlihat pada gambar di bawah ini : Gambar 4. Komponen selain inventori emisi dalam strategi pengolaan kualitas udara antara lain pemantauan. analisis damapak meteorologi serta analisis biaya-manfaat. 2001). 1996) Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya. serta kontribusi relatif emisi. pembuatan tujuan kualitas udara. Inventroi emisi tersebut nantinya dapat digunakan sebagi dasar acuan untuk tindakan pencegahan terhadap pencemaran udara pada masa yang akan datang serta membantu dalam menganalisa aktivitas yang berperan dalam peningkatan pencemaran di area geografi dalam studi yang dilakukan (Canter. inventori emisi dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber permasalahan mengenai kuallitas udara dan membantu dalam mengidentifikasi alternatif pengelolaan untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran udara. frekuensi. Metodologi dasar dari enventori emisi menggunakan rata-rata emisi untuk setiap aktivitas yang didasarkan pada kuantitas penggunaan material seperti bahan bakar.dari semua sumber emisi beserta lokasi. Terdapat hubungan antara pemantauan. Penting untuk diperhatikan bahwa inventori emisi menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari (Wilton. ukuran.4 Kaitan Instrumen Pengelolaan Kualitas Udara .

5 Perencanaan Inventori Emisi (US EPA. hal-hal dibawah ini harus diperhitungkan : Data yang digunakan (end use of the data).cakupan inventori. menentukan tingkat pengendalian dan sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian. Dalam perencanaan inventori emisi.Perencanaan Inventori Emisi Inventori emisi diperlukan untuk penentuan perencanaan yang mencakup identifikasi kontributor utama. Secara diagramatik. USEPA (2001) mengungkapkan bahwa inventori emisi diperlukan guna penentuan perijinan suatu kegiatan yang dapat bedampak terhadap lingkungan pada suatu wilayah tertentu. proses perencanaan dilakukan sebagai berikut : Gambar 4. Suatu inventori emisi diperlukan untuk sumber informasi publik mengenai status kondisi kualitas udara dan sebagai alat untuk melacak emisi-emisi sepanjang waktu. 2001) . ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data.

Estimasi emisi dapat sederhana ataupun rumit tergantung pada ukuran fasilitas. Source tests merupakan pengukuran emisi sesaat yang diambil dari stack atau vent. CEMs umumnya digunakan untuk mengukur konsentrasi stack gas seperti NOx.Cakupan Inventori Emisi Di dalam menentukan cakupan inventori. Beberapa metode estimasi emisi yang telah ada sebagai berikut : Metode CEMs Metode melalui CEMs Continuous emissions monitors (CEMs) yang mengukur dan mencatat emisi aktual sepanjang waktu. yang meninggalkan proses dan jumlah seluruh atau sebagian yang menjadi produk. ketersediaan data dan biaya ketika memilih metode estimasi yang tepat. Petugas inventori harus mempertimbangkan tipe emisi untuk dilaporkan. CO. Pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack. Metode Kesetimbangan Massa (material balances) Menentukan emisi dengan mengevaluasi jumlah material yang masuk ke proses. source test memerlukan sumber daya yang lebih banyak.CO2. Persamaan yang digunakan adalah : . pertimbangan utamanya adalah tingkat kerincian. SO2. Mengingat faktor waktu dan peralatan. Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan 2. ventilasi dikarakterisasi 3. and total hydrocarbons (THC). jumlah sumber yang dikehendaki dan polutan apa yang dikehendaki. jumlah dan jenis proses dan keberadaan alat pengendali. Pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik Prosedur Estimasi Emisi Polusi udara dapat diemisikan dari berbagai sumber di dalam industri/aktivitas. Sumber-sumber titik dapat diinvetori pada tiga tingkat kerincian : 1. Metode Source Tests Metode ini merupakan metode yang umum untuk estimasi proses emisi.

atau dimana kombinasi berbagai parameter tidak menimbulkan korelasi langsung.Ex = (Qin .Qout) x Cx dimana : Ex = total emissi untuk pollutan x Qin = jumlah material yang masuk ke proses Qout = jumlah material yang meninggalkan proses sebagai limbah. Metode Model Emisi Model emisi digunakan dalam kondisi tidak ada pendekatan perhitungan yang sederhana. Rumus yang digunakan adalah : E = A x EF x (1 . recovery dan produk Cx = konsentrasi polutan x di material Metode Faktor Emisi Faktor emisi memperkirakan emisi tipikal dari sumber melalui berbagai studi source test yang telah distandarisasi.C x RE) Dimana : E = estimasi emisi dari proses A = level aktivitas seperti keluaran EF = faktor emisi (asumsi tidak ada kontrol emisi) C = efisiensi penangkapan x efisiensi kontrol (dalam persen). C = 0 bila tidak ada kontrol emisi RE = efektivias peraturan. Contoh model TANKS untuk memperkirakan estimasi emisi dari tangki. Metode ini merupakan metode yang paling tidak dikehendaki dan hanya mendasarkan pada informasi yang tersedia dan beberapa asumsi Gambar dibawah ini menunjukkan grafik beberapa pendekatan untuk estimasi emisi dibandingkan dengan tingkat keakuratan dan biayanya. . Metode Pendekatan (Engineering Judgement) Metode ini merupakan metode pilihan akhir bila metode-metode diatas tidak mampu memperkirakan emisi sumber.

2001) 2.6 Grafik Beberapa Pendekatan Untuk Estimasi Emisi Dibandingkan Dengan Tingkat Keakuratan Dan Biayanya (US EPA. 312 hari/tahun Solvent input rate (Mi) = 500 ton/tahun Molecular weight (toluene) = 92 Unit correction factor (f) = 1.000 scf Emission concentration (Ce) = 96 ppm (as toluene) Fugitive emission capture (Effcap) = 0. Latihan Sebuah industri kertas akan melakukan test emisi VOC dalam bentuk toluene karena bahan dasar pelarut adalah toluene.58 x 10-7 (lb-mole-min)/(jam-ppm-scf) Rata-rata laju beban massa (the average mass loading rate) (Mo): .2.2.Gambar 4.90 (reasonably available control technology (RACT) Data lain yang didapat : jam operasi = 16 jam/hari. Data yang dirata-rata kan dalam percobaan tiga kali test adalah sebagai berikut : Stack flow rate (Qs) = 10.

89% 70% . Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.Informasi apa saja yang disediakan dalam inventori emisi? 2.100% 80% .79% 60% . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. hal apa saja yang harus dipersiapkan ? 3. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.3.3.Mo = (f)(MW)(Ce)(Qs) = (1.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.1. Penutup 2.69% 0% .2.3.58 x 10-7)(92)(96)(10. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Sebutkan berbagai cara metode perhitungan emisi! 2.59% 2. Dimanakah inventori emisi pada sumber titik dilakukan ? 4. Dalam perencanaan inventori emisi.3. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Tes Formatif 1.((14)(16)(312)/2. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .93 (93 percent control) 2.000)]/500 = 0.000) = 14 lb/hr The emission control efficiency (Effcon) is dihitung: Effcon = (Mi-Mo)/Mi = [500 . hitunglah jawaban anda yang benar.

Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan. pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack.4. Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya.cakupan inventori. Metode Kesetimbangan Massa (material balances). Data yang digunakan (end use of the data). Metode Pendekatan (Engineering Judgement) . cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi. durasi waktu. Metode Faktor Emisi.terutama pada bagian yang anda belum kuasai. ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari Inventori emisi meliputi tahap-tahap perencanaan inventori emisi. 3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. metode pendekatan (engineering judgement). Inventori emisi menyediakan informasi dari semua sumber emisi beserta lokasi. metode faktor emisi. Perlu perencanaan yang komprehensif dalam melakukan inventori emisi. frekuensi. pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik 4. 2. 2. metode kesetimbangan massa (material balances).5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Metode Source Tests. metode model emisi. Metode Model Emisi. ventilasi dikarakterisasi. ukuran.3. serta kontribusi relatif emisi 2.3. Metode CEMs. Prosedur estimasi emisi adalah : metode CEMs. Rangkuman Teknik inventori emisi sangat bermanfaat dalam pengelolaan kualitas udara. metode source tests.

S. (2001). North Carolina. SENARAI . U. Ministry for The Environment . Procedures for Emission Inventory Preparation. (1996).. Eastern Research Group. (1992).Sustainable Management Fund US EPA (2001). N.DAFTAR PUSTAKA Canter. Good Practice Guide for Preparing Emission Inventory. Introduction to Stationary Point Source Emission Inventory Development. E. Environmental Protection Agency. Dobie. Inc. EPA-450/4-81026d. Research Triangle Park. Volume IV: Mobile Sources (Revised). McGraw Hill Wilton. Environmental Impact Assessment Second Edition : Impact Prediction and Assessment of Air Quality.

2. penggunaan alat pengendali. Diharapkan mahasiswa dapat mengitegralkan konsep ini dalam pengelolaan kualitas lingkungan. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep pengendalian pencemaran udara.1. maka dapat dipilih metode pengendalian yang tepat dalam kasus pencemaran udara. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. 1. 1. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang konsep pengendalian pencemaran udara. tugas .1 Pendahuluan 1. 1. melalui diskusi tugas konsep pengendalian pencemaran udara dari berbagai tempat di dunia.D. Sub pokok bahasan ini merupakan bagian besar dari konsep pengelolaan kualitas lingkungan secara umum.2.1. Alat pengendali yang dipilih memenuhi best available control technology.3. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran. Pembahasan dimulai dari siklus pencemaran udara yang dihubungkan dengan konsep pengendalian.1.1.3. Relevansi Dengan mengetahui konsep pengendalian pencemaran udara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang konsep pengendalian pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya individu inventarisasi alat pengendali di berbagai industri.POKOK BAHASAN V PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA II. perubahan proses.1.1 SUB POKOK BAHASAN KONSEP PENGENDALIAN 1.

makin rendah pula pemaparan ke reseptor yang mungkin terjadi.2.2. Secara mudahnya dapat dikatakan bila tingkat pengencerannya selama di udara tinggi dan makin luas tersebar. Penyajian 1. Fenomena ini yang mendasari pendekatan yang dilakukan untuk melakukan pengendalian terhadap sumber pencemar udara.1 Pola Pikir Pengendalian Pencemaran Udara . Uraian Umum Mengacu pada tingkat bahaya yang ditimbulkan akibat jenis pencemar udara yang dikeluarkan dari suatu sumber maka harus diperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya sampai di reseptor.1. Secara umum pendekatan dilakukan dengan melihat siklus pencemaran udara berikut ini : Gambar 5.1.

Bentuk modifikasi yang dilakukan dapat melalui substitusi bahan. 1986) : Modifikasi pada tingkat penyebarannya Dasar pendekatan ini adalah memberikan modifikasi alat/desain pada proses akhir sehingga konsentrasi pencemar yang terpapar ke lingkungan tidak melebihi baku mutu. Dalam menentukan peralatan kontrol yang tepat perlu pertimbangan karena instalasi peralatan kontrol juga terpengaruh beberapa persyaratan teknis dan . Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. yaitu (Cooper & Aley. yaitu melakukan modifikasi pada poses sedemikian rupa sehingga kuantitas maupun kualitas udara yang diemisikan di bawah baku mutu udara. electrostatic precipitator dan wet scrubber. Contoh penerapan pengendalian pencemaran udara dengan pendekatan ini adalah mempertinggi ukuran cerobong. Pendekatan ini biasanya dapat diterapkan bila teknologi produksi yang akan menggantikannya mempunyai keunggulan. dan relokasi sumber pencemar udara. fabric filter. Proses ini dinamakan juga dengan proses pengenceran.Secara umum pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan 3 alternatif pendekatan. yaitu mechanical separator misal : gravity settler atau cyclone. perubahan durasi produksi dan sebagainya. baik dari aspek ekonomis maupun peningkatan kualitas produksi. Terdapat beberapa peralatan kontrol partikulat yang digunakan. pemilihan waktu pembuangan emisi yang dikaitkan dengan peluang kestabilan atmosfer. Penggunaan alat pengendali pencemaran udara yaitu pemasangan unit eksternal pada bagian akhir proses sebelum udara diemisikan. Sekarang proses ini sangat tidak direkomendasikan untuk diterapkan karena tidak adanya perubahan massa pencemar keseluruhan. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses Pendekatan ini lebih ditekankan pada konsep pencegahan polusi (cleaner production). perubahan proses produksi (misalnya oil based menjadi water based).

2 Faktor Yang Dipertimbangkan Untuk Mengevaluasi Sistem Kontrol Pencemaran Udara . pertimbangan dalam menentukan alat kontrol pencemaran udara dapat dilihat pada gambar 5.2.ekonomis. Secara diagramatik. Standar kontrol Pencegahan korosi Persyaratan energi Bahan kimia Keyakinan Pemeliharaan Efisiensi Fleksibilitas Prekondisi gas Kapasitas beban Prinsip Parameter Penerapan Karakteristik Peralatan Performansi Alat Kelayakan Teknik Evaluasi Sumber Pemilihan Alat Kontrol Peraturan Total biaya pertahun Untuk tiap alternatif Pemilihan sistem kontrol terbaik Gambar 5.

2. 1.69% 0% . Latihan Jelaskan Pengertian pengertian sistem sistem kontrol terbaik (best available control teknologi technology/BACT)? kontrol terbaik mengacu maximum pada beragamnya control pengendalian sehingga terpenuhi available technology. Penggunaan BACT lebih ditekankan pada integrasi pertimbangan dari sisi teknis. Penutup 1.2.1. Apa yang dimaksud dengan prakondisi gas dan fleksibilitas dalam pemilihan alat pengendali pencemaran udara? 1. hitunglah jawaban anda yang benar. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.3.59% : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .100% 80% .89% 70% .1. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Kata optimalisasi bisa jadi lebih tepat menggambarkan BACT.2. Sebutkan tiga alternatif pendekatan pengendalian pencemaran udara ! 4.3. Tes Formatif 1.3.79% 60% . Apakah mungkin dalam sebuah aktivitas manusia untuk memenuhi produksi barang tidak memerlukan alat pengendali pencemaran udara? 3. ekonomis dan pemiliknya. economical available control technology dsb. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Dimanakah posisi konsep pengendalian dalam pola pikir pengendalian pencemaran udara? 2.

5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 1. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran.3. penggunaan alat pengendali. Fleksibilitas menyangkut kemudahan perubahan tempat (site) alat pengendali diletakkan karena ada perubahan proses/pengembangan pabrik sehingga berimbas pada pengubahan posisi alat. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. ekonomis dan stakeholder yang terlibat.3.4. Jadi apabila secara emisi kurang dari baku mutu yang ada. Alat pengendali yang dipilih haruslah memenuhi best available control technology setelah melalui pertimbangan teknis. Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. Prakondisi gas terkait dengan perlakuan terhadap emisi gas pembawa sebelum masuk ke alat pengendali agar dapat berfungsi dengan optimal. tidak memerlukan alat pengendali. penyesuaian resistivitas dsb. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Konsep pengendalian berada diantara studi dampak kesehatan dan perbandingan dengan baku mutu. Contoh prakondisi gas adalah penyesuaian kelembaban air. Rangkuman Konsep pengendalian pencemaran udara merupakan bagian penting dalam siklus pencemaran udara. Konsep pengendalian dengan strategi penurunan emisi merupakan langkah awal untuk meminimalisasi dampak kesehatan. Status pencemaran ditentukan oleh konsentrasi emisi yang dibandingkan dengan baku mutu yang ada.3. 2. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. 3. perubahan proses. 4. 1. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses.3.2. Modifikasi pada tingkat penyebarannya.

diskusi kelompok tentang prinsip kerja alat pengendali.1. .1 Pendahuluan 2.3. Waveland Press.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.2. C David & Alley. 2.2 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN KERING 2. Air Pollution Control. 2.1. (1994). F.1. Inc. Relevansi Dengan mendalami aspek pengendalian kering ini maka diharapkan tingkat pemenuhan terhadap baku mutu akan terjadi sehingga dampak kesehatan yang muncul dapat diminimalisasi. Untuk tiap alat pengendali akan dijelaskan prinsip kerja dan dilengkapi dengan keuntungan dan kerugian serta peruntukannya. 2. Dalam prinsip perancangan alat ini. A Design Approach. United States. maka konsep mikro meteorologi di pokok bahasan III perlu dibuka kembali.1.2. Second Edition.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang teknik pengendalian kering ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu inventarisasi peralatan pengendali kering di dunia invdustri.DAFTAR PUSTAKA Cooper.C.3. SENARAI II. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang jenis-jenis alat pengendali dimulai dari yang sederhana seperti settling chamber hingga yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. mahasiswa akan mampu menjelaskan prinsip kerja alat pengendalian kering pencemaran udara.

Sekarang sering dipakai sebagai pretreatment untuk menghilangkan partikel ukuran besar.2. jenis : settling chamber sederhana dan settling chamber Howard ( ada penambahan pelat-pelat ) Efisiensi teoritis dan setelah diperhitungkan dengan hukum Stokes : g dp rp r m K : percepatan gravitasi : diameter partikel : densitas partikel :densitas gas : viscositas gas : faktor cunningham L.2.1. efisiensi rendah. B. Penyajian 2.2. H didesain untuk semua partikel yang lebih besar daripada dp* .3 Settling Chamber Mekanisme : gaya gravitasi dan gaya inersia. Uraian SETTLING CHAMBER ( bak pengendap ) Pertama kali dipakai. Gambar 5.

Cyclone Cyclone adalah suatu jenis alat pengumpul debu mekanik yang digunakan untuk menciptakan aliran berputar (vortex) untuk mengalirkan partikel ke area dimana partikel tadi akan mengalami kehilangan energi dan terpisah dari aliran gas (Mycock. Kelebihan dan Kekurangan Cyclone: Kelebihan (Cooper & Aley. 1986): Efisiensi rendah untuk partikel berukuran kecil. Input berupa gas dan partikulat dipercepat dengan gerakan spiral. dimana partikel ukuran besar terlempar ke luar gas dan bertubrukan dengan dinding cyclone oleh gaya sentrifugal dan turun ke kerucut cyclone untuk ditangkap oleh hopper. Sedangkan gas yang bersih mengalir keluar melalui stack (Cornwell. Alat ini dapat diopeasikan dalam kondisi basah (melalui injeksi air di inlet) atau kering. 1978). Biaya pemeliharaan rendah. 1998).4. Cyclone memiliki efisiensi yang rendah untuk partikel berukuran kecil dan efisiensi tinggi untuk ukuran partikel berukuran besar 5-15 µ m. maka removal efisiensinya juga semakin besar (Bethea. Mampu beroperasi pada temperatur tinggi. 1995). Gambar 5. 1986): Modal awal rendah. Skema Cyclone . Kekurangan (Cooper & Aley. Biaya operasi yang tinggi sebab terjadi kehilangan tekanan. Semakin tinggi velocity gas.

25 0. 1986. D/D Tnggi inlet.875 1.5 0. selain cyclone conventional cyclone dibagi atas (Cooper & Alley.5 1.5 2.0 0.5 0.5 0.75 0. Tabel 5. . 1994): 1.0 0.5 0. Lb/D Panjang kerucut.0 2. 2. H/D Lebar inlet. Conventional 1.625 2.75 0. High-throughput Cyclone Biasanya mempunyai diameter yang lebih besar dan menangani kecepatan yang lebih tinggi.1 Standar Dimensi Cyclone Tipe Cyclone High Efficiency Diameter bodi. W/D Diameter gas keluar De/D Panjang vortex.5 0.375 Fabric filter/ Baghouses Fabric filter menyisihkan debu dari aliran gas dengan melewatkannya melalui fabric berpori.0 0. Lc/D Diameter outlet debu Dd/D Sumber: Cooper & Alley.375 0.0 0.5 0. High-efficiency Cyclone Kecepatan gas inlet lebih tinggi dengan demikian memberi gaya sentrifugal yang lebih tinggi.5 2.25 High Throughout 1. Normalnya lapisan ini yang melakukan filtrasi. S/D Panjang bodi.Tipe-tipe Cyclone Berdasarkan efisiensi. Partikel debu membentuk pori-pori lebih atau kurang melekat pada permukaan fabric.375 1.2 0.

2005 Fabric Filter atau baghouse beroperasi dengan prinsip seperti vacuum cleaner. Saat udara melewati fabric. 1995 Gambar 5.6 Mekanisme Filtrasi Dust Cake Sumber : Anonim.al. debu akan terakumulasi pada cloth dan menghasilkan suatu aliran .(1) Keterangan : (1) (2) : Bag Filter Tekanan Positif : Bag Filter Tekanan Negatif (2) Gambar 5.. yakni udara pembawa partikel debu didorong ke dalam suatu cloth bag.5 Bag Filter Tekanan Positif dan Negatif Sumber : Beachler. et.

Cara membersihkan debu dari fabric adalah faktor penting dalam kinerja sistem fabric filter. 2. Desain baghouse yang paling umum adalah tipe reverse-air dan pulse-jet. b. d. dan modul-modul tersebut dapat dirangkai di pabrik. 1994): a. Fabric Filter terbatas untuk kondisi dengan temperatur rendah dan kering.udara bersih. Didesain berbentuk modul. Kelebihan dan Kekurangan Fabric filter/ Baghouses 1. Kekurangan Fabric Filter (Cooper & Alley. Berpotensi menimbulkan kebakaran atau ledakan. Dapat beroperasi untuk berbagai tipe debu. c. Debu secara periodik disisihkan dari cloth dengan guncangan atau menggunakan aliran udara terbalik. Memerlukan areal yang luas. Tidak dapat beroperasi pada lingkungan yang lembab. Memerlukan penurunan tekanan rendah yang masuk akal. fabric dapat menjadi lengket. tetapi dapat digunakan untuk berbagai jenis debu dan mempunyai efisiensi yang cukup tinggi. 1994): a. Nama ini mendeskripsikan sistem pembersihan yang digunakan dalam sistem. Sistem fabric filter seringkali disebut sebagai baghouse. b. c. Seleksi parameter desain sangat penting untuk memperoleh kinerja optimum dari sistem fabric filter. Dapat beroperasi pada aliran volumetrik dengan skala luas. penurunan tekanan di sepanjang sistem akan meningkat hingga jumlah yang melebihi batas. Kelebihan Fabric Filter (Cooper & Alley. karena fabric biasanya dibuat dalam bag silinder. . Jika debu tidak dibersihkan dengan baik. Efisiensi pengumpulan sangat tinggi meskipun untuk partikel yang sangat kecil. Jika terlalu banyak lapisan yang hilang. Fabric dapat dirusak oleh temperatur tinggi dan korosi akibat bahan kimia. d. e. kebocoran debu yang berlebihan akan timbul ketika dihasilkan lapisan baru.

Lapisan debu dibersihkan secara periodik oleh semburan jet udara yang tertekan ke dalam bag menyebabkan bag mengembang tiba-tiba. Namun tidak semua serat bisa dikempa ke dalam fabric dengan kekuatan cukup dan menjadikan fabric filter disusun dari filamen dan/atau serat yang awalnya dibelit menjadi benang. namun kehebatan teknik ini dan kadang-kadang pemasangan bag-to-cage yang pas cenderung membatasi waktu pemakaian bag dan juga meningkatkan migrasi debu keluar dari fabric. Seleksi material serat dan konstruksi fabric penting untuk kinerja baghouse. dan kemudian ditenun atau dirajut menjadi fabric (Buonicore dan Davis. pengumpulan debu terjadi di bagian dalam bag. bag digoncangkan selama interval pembersihan reverse-air (Buonicore dan Davis.Reverse-air baghouse beroperasi dengan mengalirkan gas kotor ke dalam bagbag. sehingga teknik pembersihan reverse-air menghasilkan masa pemakaian bag maksimum. disebut cage. Electrostatic Precipitator (EP) Alat pengendali debu yang berfungsi untuk memisahkan gas dan abu sebelum gas tersebut keluar dari stack salah satunya adalah electrostatic precipitator atau EP. Konstruksi fabric bulu kempa umumnya menghasilkan penyisihan yang lebih baik daripada fabric tenunan. sehingga mengurangi efisiensi pengumpulan debu. yang memungkinkan pengumpulan debu pada bagian luar bag. shaker baghouse). sehingga lapisan debu yang terkumpul sebelumnya jatuh dari bag ke dalam hopper di bawah. 1992). Bag-bag dibersihkan secara periodik dengan membalik arah aliran udara. dengan begitu. Teknik pembersihan bag ini cukup efektif. Karena prosedur pembersihan dilakukan dengan kecepatan gas yang relatif rendah. fabric terlindungi dari pergerakan yang berbahaya. Material serat harus memiliki karakteristik kekuatan yang cukup dan kesesuaian kimia dengan gas dan debu yang ditangkap. . Variasi desain reverse-air baghouse dan pelopor reverse-air baghouse (misal. Pulse-jet baghouse didesain dengan struktur rangka dalam. debu dibersihkan oleh tenaga inersia ketika bag mengembang hingga maksimum. 1992).

EP sangat efektif sebagai pengendali partikulat terutama yang berukuran kurang dari 10-20 µ m (dominan pada ukuran submikron). 2005 .Pengontrolan partikulat dari hasil proses industri telah merupakan masalah penting yang makin berkembang sejak mulai awal abad ke19. Pada sebagian besar aplikasinya EP memiliki efisiensi pengumpulan partikulat sebesar (80-99. Berikut di bawah ini gambar Electrostatic Precipitator (EP): Gambar 5. Teknologi EP ditemukan oleh Frederick Cattrell dan telah digunakan sejak tahun 1900-an. Sejak tahun 1920 desain awal EP terus berkembang seperti yang dikenal sampai saat sekarang ini seiring dengan adanya pengetatan aturan lingkungan. Setelah itu digunakan pada industri pengolahan batu bara yang menggunakan boiler.7. Gambar Electrostatic Presipitator Sumber: PTP Indarung V. Kemudian dilanjutkan pada industri semen untuk menangkap debu klinker dan debu semen. Instalasi pertama EP berhasil dengan sukses untuk digunakan sebagai penangkap asam Sulfat.9)%.

Guard Plates (12) 13. Makin tinggi tegangan yang diberikan. 3. 2006): 1. makin rendah resistifitasnya. Insulator Shaft (14) 15. Discharge Electrodes/ De (08) 9. Slide Bearing (11) 12. Prinsip Dasar Electrostatic Precipitator Prinsip dari pengumpulan debu hanya sebatas pada penggunaan energi listrik untuk memberi muatan (negatif) ke partikulat di udara kotor atau aliran gas. Inside Chain Drive (10) 11. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. sehingga efisiensi bertambah. Corona Discharge . Partikel yang sudah diberi muatan tadi berpindah dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan (positif). Insulation (02) 3. Drive stations for rapping gear (05) 6. Inti dari proses EP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi. Terjadi proses particle charging. Proses penangkapan debu pada EP secara umum terdiri atas tujuh langkah proses dasar yang berlangsung secara kontinu yaitu (Anonim. Gas Distribution Shields (15).Keterangan: 1. Proses ionisasi dimulai dengan pemberian muatan ke kawat elektroda (arus searah dengan tegangan tinggi) sehingga menimbulkan efek korona. Precipitator Chamber (01) 2. Collecting rapping gear (07) 8. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator. Insulator Cubicle (04) 5. Partikel yang melewati EP akan mengalami ionisasi muatan oleh elektroda kawat. Tujuan akhirnya adalah membersihkan partikulat yang telah terkumpul tadi. EP sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. Supporting insulators (13) 14. Discharge Rapping Gear (09) 10. Inspection Hatches (03) 4. Gas masuk melalui gas distribution ke dalam treatment zone 2. Collecting Plates (06) 7.

Ionisasi dari molekul gas Proses yang terjadi pada corona discharge kemudian akan membombardir partikel tersuspensi dalam aliran gas menjadi bermuatan negatif.27 cm. 5.08-1. Sedangkan partikel-partikel yang baru saja datang dan melekat pada collecting plate disebabkan oleh karena adanya gaya kohesi. Muatan tersebut akan meluncur melalui collecting plate ke tanah secara perlahan. Hentakan-hentakan rapping yang terperiodik pada collecting plate sangat perlu dipertahankan untuk menjaga agar aliran gas tetap bersih secara kontinu.08 sampai 1. Plat kolektor bermuatan positif karena biasanya dihubungkan dengan tanah (grounding). maka hanya sebagian dari muatan tersebut yang akan terbuang (discharge). Tebal lapisan debu yang diizinkan melekat pada collecting plate berkisar antara 0. Efek korona ini akan mengionisasi udara disekeliling kawat dengan pelepasan muatan negatif (elektron) (Anonim. usaha ini akan menambah tingkat efisiensi EP dengan penempelan banyak partikel pada bagian permukaan plat tersebut. Partikel-partikel yang tetap melekat pada collecting plate disebabkan karena adanya gaya adhesi. 2006). .27 cm. Partikel debu yang telah terkumpul pada collecting plate kemudian mengalami proses rapping yaitu proses pembersihan plat kolektor dari partikulat yang menempel. Partikel yang bermuatan negatif akan bergerak menuju collection electrode bermuatan positif dan kemudian disisihkan. Pengumpulan Partikel Pada saat partikel bermuatan negatif tadi mencapai collecting electrode yang dihubungkan ke tanah. Collecting plate disentak pada saat lapisan debu yang terakumulasi memiliki ketebalan antara 0. Sebagian daripada muatan tersebut tersusun kembali dan akan berkontribusi terhadap adanya kohesi dan adhesi antar molekul untuk tetap memegang partikel melekat pada collecting plate. 2006).Efek ini terlihat dari adanya cahaya biru luminescence disekitar kawat. Akibatnya lapisan debu tersebut terlepas dari collecting plate (Anonim. 4.

Corona Discharge adalah faktor utama yang mempengaruhi pemberian muatan partikel yang terjadi saat electric field (area antara discharge electrodes dan collecting surface) mencapai nilai tertentu dimana arus telah diterima. berpindah. dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. Debu tersebut harus segera di transport secepat mungkin untuk menghindari permasalahan material handling seperti pengerasan dan penyumbatan.2. Arus ini akan terus bertambah sampai terjadi bunga api. digetarkan dengan rapping sehingga jatuh ke hopper dengan menggunakan hammer.2. maka partikulat menjadi netral. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000-100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator (Buonicore dan Davis. Partikulat yang terkumpul tadi kemudian digoncangkan. 2. 1992). Penumpukan debu yang tertangkap 7. Latihan Pabrik semen akan memasang EP sebagai alat pengendali pencemaran udaranya. maka efisiensi bertambah dan resistivitasnya tinggi. Ukuran diameter yang partikel yang boleh lolos ke EP adalah <10 mikron. Pemberian tegangan ada kaitannya dengan efektifitas kerja presipitator. Partikulat yang terkumpul cenderung membentuk layer (lapisan) (Buonicore dan Davis. Inti dari proses ESP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi.6. Electrostatic Precipitator sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. Makin tinggi tegangan yang diberikan. Proses pemindahan debu yang tertangkap Debu yang terhempas dari collecting plate akan ditampung kedalam sebuah hopper yang sisi-sisinya memiliki kemiringan kira-kira 60° agar memudahkan debu jatuh secara bebas dari puncak hopper ke bukaan pelepasan dibawah hopper. Setelah partikulat bermuatan. Sebelum EP dipasang settling chamber sebagai pre-treatment dengan ukuran lebar 4 m.5 m. 1992). panjang 15 m dan tinggi 1. Laju aliran gas terukur masuk ke settling .

Aliran udara mengikuti hukum Stokes dengan faktor Cunningham : 1.89% 70% .3.chamber 0.3.79% 60% .4.2.59% 2.25.6 m3/detik. hitunglah jawaban anda yang benar. Apakah maksudnya settling chamber dapat dianggap sebagai pre-cleaner? 2.3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Penutup 2. Sebutkan 2 tipe fabric filter yang sering digunakan! 4. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Bagaimana tahap-tahap pengolahan dengan EP? 2. 2.100% 80% .3.69% 0% . Bagaimana prinsip kerja cyclone? 3. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.1. Dengan data : Berapakan efisiensi penangkapan untuk diameter 10 mikron tersebut ? Jawab : 2. Tes Formatif 1.3. Rangkuman : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.

2.3. Jerry.nsf/DisplayView/SI_412A_05?OpenDocument. PTP Indarung V Beachler.. gravitasi dan EP dengan gaya elektrostatik dan gravitasi. ionisasi molekul gas. Air Pollution Control Tecnology. 25 Februari 2006 ______. Cyclone bekerja dengan 2 gaya yaitu sentrifugal yang dihasilkan dari inlet tangensial dan gaya gravitasi setelah partikel tertumbuk di dinding alat.epa. 1995.gov/ 12bles5. Fabric Clean Pulse-Jet Fabric Filter.. 1978. New York: Van Nostrand Reinhold Company.pdf. penumpukan debu yang tertangkap serta proses pemindahan debu tertangkap.flsmidth. corona discharge. difusi. pengumpulan partikel. Tipe yang sering digunakan adalah reverse-air dan pulse-jet 4. Mick. Sehingga alat ini sering digunakan sebelum alat pengendali utama seperti cyclone. Joseph. particle charging.Jnis-jenis alat pengendali kering dimulai dari yang sederhana adalah settling chamber sedang yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. Robert. DAFTAR PUSTAKA ______. http://yosemite. Settling chamber hanya mengandalkan gaya gravitasi. EP dan scrubber. fabric filter. . diakses pada 27 Desember 2005 ______. Tiap alat pengendali kering memiliki prinsip kerja yang berbeda.pdf. Efisiensi tertinggi dicapai EP disusul fabric filter. David S. cyclone mengandalkan gaya sentrifugal dan gravitasi. 2005.com/flsmidth+airtech/english/contact/brochures/produc t+brochures/fabricfilterfabriclean. http://www.epa. 3.(2006) . diakses pada 30 Desember 2005 Bethea. and Pompelia. Tahapnya : entering gas.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 2005. M. sedangkan terendah adalah settling chamber.http://yosemite.gov/oaqps/eogtrain. USA : North Carolina State University. fabric filter dengan gaya intersepsi. Fabric Filter Operation Review. 2. Settling chamber dianggap sebagai pre cleaner karena efisiensinya cukup rendah untuk partikel ukuran kecil (<20 mikron).

New York: Van Nostrand Reinhold Company. 3.Buonicore and Davis. 1995. 3. C.1. Air Pollution Engineering Manual. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar (100%).3 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN BASAH 3. GrawHill Company Inc. simetri.1 Pendahuluan 3. meliputi : sumbu.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang.et al.1998.1. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. 1986.1. SENARAI II. irama. John C.1. Mycock.2. Singapore.1. Davis and Cornwell. C. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota. Illinois. CRC Press Inc. David and Alley. datum dan transformasi. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang. hirarki. F. Introduction to Environmental Engineering. Air Pollution Control Engineering and Technology. Mc. 1992. Copper. Kompetensi Dasar pembentukan ruang kota .2.3. 3.3. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan.. Maveland Press Inc.

c. 2. 2.2. Cyclone spray chamber.1 Kelebihan dan Kekurangan Wet Scrubber 1. Dapat mendinginkan gas panas.2.7. Dapat menangani debu yang dapat terbakar dan meledak dengan resiko yang kecil. 1999): 1. Kelebihan (Cooper & Alley. b. 2. d. 1986): a.2. Partikel terkumpul dapat terkontaminasi dan dapat tidak bisa digunakan kembali. 2000). 2.2 Tipe-Tipe Scrubbers (Dep. . Venturi and jet scrubbers. Korosi gas dan debu dapat divariasikan. Penyajian 3. e. PTP.7. Kebanyakan partikel halus akan melekat pada tetesan cairan jika bersentuhan (Nevers. Spray chamber scrubbers. Uraian Nova Wet Scrubber Scrubbers adalah alat pengumpul partikulat yang sangat halus pada tetesan cairan. Dapat mengendalikan kabut. Efisiensi pengumpulan dapat difariasikan.2. Orifice scrubber and wet impingement scrubber. kekurangan (Cooper & Alley. b. Berpotensi tinggi terhadap korosi. Menyediakan absorpsi gas dan pengumpulan debu pada satu unit. 3. 4.3. Cairan keluar dapat menyebabkan masalah pencemaran air. f. c.1. Mekanisme sentuhan adalah melalui putaran inersia diikuti penurunan secara gravitasi. 1986): a. Prinsip scrubbers adalah mengurangi partikulat/ gas dengan menyerapnya menjadi cairan yang keluar dengan cepat karena sentuhan.

Penutup 3.3.3.3.2.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA .1. Latihan 3. Low Energy Scrubber dan Spray Tower Scrubber.3. Tindak Lanjut 3. Umpan Balik 3.4. Tes Formatif 3. Sumber: Anonim 2005 Gambar skematik dan instalsi wet scrubber di lapangan 3.Gambar 2. Rangkuman 3.2.3.3.2.4.3.

3.Copper. 4.2.1. Singapore. GrawHill Company Inc.1.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang. Kompetensi Dasar 4. Maveland Press Inc. C. SENARAI II.2. simetri. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition.3.1.1. Nevers. Penyajian 4. C. meliputi : sumbu. 2000.1.2. 4.1 Pendahuluan 4. Air Pollution Control Engineering 2nd Edition. irama. 1986. Mc. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota. datum dan transformasi.4 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN LAIN 4. 4. Illinois. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan. hirarki.2. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang. David and Alley. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar 9(100%). Uraian pembentukan ruang kota .1. Noel De. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota. F.

41 Tahun 1999 yaitu : SO2. Berikut secara garis besar pengendalian emisi gas tersebut : Kontrol SOx Pengendaliannya juga dilakukan di sumbernya sehingga mengefisienkan pengendalian akhirnya. NO2. ekstrasi pelarut Pembuatan cerobong yang tinggi Mereduksi konsentrasi di bagian bawah (ground level concentration). Pengendalian emisi gas ditujukan untuk mengendalikan gas-gas yang termasuk pencemar seperti tercantum dalam PP. HC. F. Implikasi : biaya lebih mahal dan kelayakan bahan bakar berkurang Desulfurisasi Penyisihan sulfur dari bahan bakar. Bahkan ada yang hanya memiliki emisi gas tanpa partikulat sehingga pengendalian ini penting untuk diaplikasikan. Cakupan kontrolnya adalah sebagai berikut : Konversi bahan bakar ke rendah kandungan sulfurnya Contohnya memilih gas alam yang rendah kandungan sulfurnya. Catatan : bukan satu-satunya solusi untuk alat kontrol. SO4. Contohnya dengan gasifikasi batubara.Pengendalian emisi gas Beberapa instalasi pencemaran udara juga dilengkapi pengendalian emisi gas yang ikut dikeluarkan dengan partikulat. Desulfurisasi gas sisa (flue gas desulfurization) Pembuatan asam sulfat dari SO2 Reaksi – reaksi yang terjadi : SO2 + 1/2O2 SO3 + H2O Kontrol NOx Adapun pengendalian terhadap NOx hampir sama dengan kontrol SOx yaitu : Penerapan pembakaran di luar kondisi stoikiometris SO3 H2SO4 . CO. Cl.

Keuntungan absorber : dapat dipakai untuk gas dengan suhu tinggi. kekentalan (viscosity). stabilitas kimia. gas –gas mengalir melalui lubang-lubang pada pelatnya. sehingga membatasi terbentuknya NO dan NO2 Adapun beberapa metode/mekanisme penyisihan emisi gas adalah : Absorpsi Definisi : penyisihan kontaminan gas dari suatu proses dengan melarutkan gas ke cairan. tidak memakan tempat. karena pada dasarnya pada penyisihan partikulat dengan wet scrubber polutan gas yang diemisikan juga ikut disisihkan. tingkat korosif. Mekanisme : terjadi kontak yang sangat tinggi antara campuran gas dengan cairan sehingga sebagian besar gas-gas terlarut dalam cairan. melembabkan gas yang keluar. Sementara untuk packed absorber menggunakan packing material. Plate absorber menggunakan pelat-pelat horizontal yang dipasang pada menara absorber. . hasil penyisihannya sulit direcovery. efisiensi maksimum tercapai bila : Tersedianya daerah kontak yang luas Terjadinya pencampuran yang baik antara gas dan cairan Tersedianya waktu kontak yang cukup antar fase Tingkat solubilitas yang tinggi dari polutan ke absorbent Jadi parameter yang harus diperhatikan : kelarutan gas. Kerugian absorber : korosif. toksisitas dan biaya (kalau bukan pelarut air).Pembatasan penambahan oksigen selain untuk bahan bakar. Desain umum absorber seperti halnya wet scrubber. diameter dan tinggi menara. volatilitas gas. Dua jenis absorber yang umum dipakai adalah plate absorber dan packed tower absorber. menimbulkan masalah meteorologi. meminimalkan terjadinya kebakaran. Parameter desain absorber meliputi : jumlah pancaran. Dalam desain absorber.

Metode regenerasi : Injeksi udara panas ke dalam absorber kemudian dikondensasi. silica gel . sehingga proses adsorpsi berlangsung pada bagian internal padatan tersebut. maka proses adsorpsi akan semakin tinggi Kecepatan gas : semakin tinggi kecepatan akan menurunkan waktu kontak kontaminan dengan adsorbent sehingga menurunkan tingkat adsorpsi Kandungan partikulat : adanya partikulat akan menurunkan efisiensi proses adsorpsi. activated alumina.Adsorpsi Proses adsorpsi menempelkan satu atau lebih kontaminan gas ke permukaan padatan. Mekanisme : melekatnya gas-gas pada permukaan padat atau cair (adsorbent) akibat perbedaan konsentrasi. Jenis-jenis adsorbent yang dipakai : karbon aktif. Jenisnya ada 2 : Adsorpsi fisik : hasil dari gaya-gaya tarik intermolekul antara adsorbent dengan material yang diserap Adsorpsi kimia : hasil interaksi kimia antara bahan adsorbent dengan material yang diserap Faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi : Temperatur : semakin tinggi suhu semakin menurunkan adsorpsi gas polutan Tekanan : semakin tinggi tekanan. Adsorbent biasanya merupakan padatan yang memiliki porositas yang tinggi.

1991) Kondensasi Mekanisme : Konversi gas atau uap menjadi cairan melalui penurunan suhu dan atau penaikan tekanan. Tipenya : Kondenser kontak langsung : medium pendingin dengan uap-kondensat saling kontak dan bergabung Kondenser kontak tak langsung : medium pendingin dan uap-kondensat dipisahkan oleh suatu area permukaan Kondenser biasanya digunakan sebagai pre-treatment bagi alat kontrol gas lain karena dapat mengurangi volume gas yang harus diolah.Gambar Skematik Instalasi Adsorber (US EPA. .

Terjadi oksidasi polutan dari gas yang sudah bersuhu tinggi tadi menjadi produk yang tidak berbahaya Operasi insinerasi bertipe : Otomatis Operator tinggal menyetel tombol on dan off .Gambar Skematik Instalasi Kondenser (US EPA. namun operasi insinerator mencapai suhu lebih dari 980 C untuk menjamin pembakaran organik yang komplet. limbah dan bahan bakar dengan kondisi temperatur yang tinggi. waktu tinggal yang cukup. 1991) Insinerasi Pembakaran sempurna antara udara (oksigen). Destruksi termal kebanyakan senyawa organik terjadi antara 590 C – 650 C. Ada 2 tahap dalam pembakaran : pembakaran bahan bakar terjadi cukup cepat dan irreversibel serta menghasilkan gas dengan suhu cukup tinggi pembakaran polutan. pengadukan turbulen antar komponen. Dengan pembakaran sempurna akan didapat perubahan hidrokarbon menjadi CO2 dan air.

Semi-otomatis Operator harus menyetel input-input yang diminta sistem kontrol melalui tombol-tombol dan valve tertentu Manual Semua kontrol insinerasi disetel secara manual oleh operator kecuali kondisi darurat untuk dimatikan masih bersifat otomatis.2. Tes Formatif 4. Penutup 4.3.3.3. 1991) 4. Rangkuman 4. Gambar Skematik Instalasi Insinerasi (US EPA.3.2.3. Tindak Lanjut 4.1.3.2. Latihan 4. Umpan Balik 4.4.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA .3.

Handbook: Control Technologies for Hazardous Air Pollutants. Environmental Protection Agency. North Carolina. EPA. 1991.EPA. Research Triangle Park. SENARAI . 1978. Technology Transfer Handbook--Industrial Guide for Air Pollution Control.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful