Mata Kuliah SKS Semester Program Studi

: Pencemaran Udara :2 :V : Teknik Lingkungan

Disusun Oleh : Haryono S Huboyo M.Arief Budihardjo

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008

A.TINJAUAN MATA KULIAH 1.Deskripsi Singkat Mata Kuliah Pencemaran Udara merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program strata 1 (S-1) semester IV Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Mata Kuliah ini berkaitan dengan mata kuliah sebelumnya yaitu Satuan Operasi, Mekanika Fluida dan Termodinamika. Mata kuliah ini menjadi pengantar untuk memahami mata kuliah manajemen rekayasa lingkungan, pemantauan dan analisis kualitas udara dan pencemaran udara dalam ruang. Didalamnya dibahas tentang konsep dari pencemaran udara, sumbersumber pencemar, perilaku udara, efek dari zat pencemar terhadap lingkungan, pengaruh, meteorology terhadap penyebaran polutan, model penyebaran dan transport polutan, cara pengambilan sampel kualitas udara, monitoring kualitas udara, teknik kontrol pencemaran udara dan alat-alat yang digunakan untuk mengontrol pencemaran udara. 2. Relevansi ( Kegunaan) Dalam merancang pengelolaan kualitas lingkungan, pengelolaan kualitas udara termasuk dalam parameter penting yang harus ditinjau. Berbagai aktivitas manusia baik di dunia industri, perdagangan maupun domestik banyak yang mengemisikan polutan udara. Untuk itu perlu dikaji oleh mahasiswa tentang besaran pencemaran udara yang ditimbulkan. Identifikasi pencemar merupakan langkah awal dalam pengelolaan kualitas udara ini. Tentunya pemahaman tentang klasifikasi pencemar, transport dan transformasi pencemar menjadi pengetahuan yang wajib dimiliki pada awal perkuliahan. Di dunia nyata, faktor meteorologis biasanya sudah tersedia oleh BMG, sehingga dengan pemahaman tentang faktor ini akan mempermudah tentang analisis kualitas udara. Monitoring sampel udara dan pemodelan pencemaran udara perlu dikuasai untuk memahami analisis distribusi pencemaran sebagaimana dalam perkiraan dampak terhadap kesehatan (mata kuliah Ekotoksikologi dan Pencemaran). Langkah-langkah pengendalian (basah-kering) menjadi keahlian

yang wajib dimiliki untuk melakukan analisis terhadap pemenuhan baku mutu dan dampak kesehatan. 3.1 Standar Kompetensi Mata kuliah ini mendukung pencapaian kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya dalam struktur kurikulum Jurusan Teknik Lingkungan FT Undip. Diharapkan mahasiswa yang telah menempuh kuliah ini akan mampu berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan. 3.2 Kompetensi Dasar (Tujuan Instruksional Umum) Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena pencemaran udara, menjelaskan aspek dasar meteorologi dalam fenomena pencemaran udara menggambarkan isu monitoring pencemaran udara menginventarisasi berbagai metode pengendalian pencemaran udara. 3.3 Indikator Indikator keberhasilan mahasiswa dalam setiap pertemuan/bahasan adalah akan dapat : • • • • • • • isu pencemaran udara terkini serta manfaat dan relevansi pencemaran udara di bidang teknik lingkungan. menerangkan jenis-jenis pencemar partikel serta perilaku zat pencemar gas dan partikel di atmosfer dampak keberadaan zat pencemar di udara terhadap cuaca, ekologi berbagai standar peraturan pencemaran udara (regional, nasional dan internasional) analisis sumber pencemar udara serta levelnya, inventory emisi dan kontribusi meteorologi udara di troposfer, microscale, mesoscale, macroscale pencemaran udara pengertian transport, dispersi, transformasi, model dispersi

• • • • •

kedudukan monitoring dalam manajemen kualitas udara (skala mikro, meso dan makro) kedudukan pengendalian dalam manajemen kualitas udara serta distribusi polutan dan gas pembawa metode pengendalian kering (settler, cyclone, EP, fabric filter) metode pengendalian basah (wet scrubber) metode pengendalian lain (absorpsi, adsorpsi, insinerasi)

B.POKOK BAHASAN I KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA I.1 SUB POKOK BAHASAN KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN PERANANNYA 1.1 Pendahuluan 1.1.1. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang komposisi bumi secara garis besar dan detail deskripsi atmosfer yang meliputi komposisi, struktur vertikal serta manfaatnya. 1.1.2. Relevansi Di dalam menganalisis perilaku pencemar dari permukaan bumi hingga ke receptor serta model di atmosfer dibutuhkan pengetahuan tentang prinsip dasar atmosfer ini. Untuk pengendalian pencemaran dan penilaian dampak kesehatan terhadap fungsi ekologi terutama manusia, manfaat atmosfer bisa menjadi bahan pertimbangan kebijakan pengendalian yang disusun. Sub pokok bahasan ini merupakan dasar bagi semua mata kuliah yang berhubungan dengan pencemaran udara di tingkat lanjut. 1.1.3.1 Standar Kompetensi

Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang atmosfer dan manfaatnya ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena atmosfer, presentasi studi manfaat atmosfer dan tugas mandiri tentang inventarisasi kebijakan dunia demi konservasi atmosfer. 1.1.3.2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena atmosfer dan menjelaskan manfaat keberadaan atmosfer bagi kehidupan di dunia.

1.2. Penyajian 1.2.1. Uraian Komposisi Lapisan Bumi Bumi dapat dianggap terdiri dari lima bagian: yang pertama, atmosfer, berupa gas; yang kedua, hidrosfir, berupa cairan; yang ketiga, keempat, dan kelima, litosfir, mantel dan inti, sebagian besar berupa bahan padat. Walaupun komponenkomponen ini dihubungkan dengan secara terpisah dalam sesi ini, mereka masingmasing membentuk sebuah komponen dari sebuah sistem interaktif. Atmosfer adalah lapisan luar yang mengelilingi badan planet yang padat. Meskipun atmosfer memiliki ketebalan lebih dari 1100 km sekitar setengah dari massanya dikonsentrasikan dalam kerendahan 5,6 km. Litosfir, utamanya terdiri dari kerak bumi yang dingin, keras dan berbatu, membentang hingga kedalaman sekitar 100 km. Hidrosfir adalah lapisan air yang dalam permukaan Bumi. Mantel dan inti merupakan bagian dalam bumi yang berat, yang membentuk sebagian besar massa Bumi. Bumi adalah planet ketiga dari Matahari dari mana bumi menerima hampir semua tenaganya. Dikarenakan oleh atmosfernya, bumi merupakan satu-satunya planet yang diketahui mempunyai kehidupan, walaupun sebagian dari planet-planet lainnya memiliki atmosfer dan mengandung air. Kondisi iklim ambien di bumi merupakan hasil dari sejumlah gerakan menuju ruang angkasa. Bumi beserta satelitnya, bulan, juga bergerak bersama-sama dalam sebuah orbit berbentuk ellips mengelilingi matahari. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur satu kali setiap kira-kira 23 jam 56 menit. Selain dari gerakan-gerakan primer ini, ada komponen-komponen total gerakan bumi yang lainnya. Mereka meliputi : Perubahan waktu siang dan malam (dari timur ke barat); dan Perputaran poros bumi, sebuah variasi periodik dalam iklinasi poros bumi yang disebabkan oleh tarikan gravitasi matahari dan bulan. Karena kemiringan poros bumi yang menuju ke orbitnya sebesar 23½o, maka tampaknya ini yang menyebabkan matahari bergerak antara 23½o lintang utara

yaitu musim dingin. tetapi termasuk seluruh permukaan air di dunia. dan air bawah tanah. . atau air laut. mineral-mineral yang digunakan oleh manusia dan ciri-ciri kegiatan gunung berapi di kawasan rawan.dan 23½ o lintang selatan. Banyak wilayah beriklim sedang yang mengalami 4 musim iklim berbeda. Adalah zona ini. Ahli Geologi membedakan sekitar 12 lempengan litosfir besar dan sejumlah besar lempengan atmosfer kecil. Sementara itu litosfir termasuk tanah dan segala kandungannya. dan musim gugur digambarkan melalui perbedaan-perbedaan dalam suhu rata-rata dan panjangnya siang hari. meliputi lautan pedalaman danau. semi. Litosfir Di atas litosfir terletak atmosfer dan hidrosfir. Di bawahnya terletak Atmosfer. Hidrosfir Hidrosfir terdiri utamanya dari lautan. dalam mantel atas. sungai. panas. yang ditentukan oleh posisi bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Atmosfer adalah lapisan gas yang menyebar dari permukaan lahan ke puncak atmosfer. lapisan bergerak yang secara realtif sempit dan padat. atmosfer yang mendasarinya dipercayai terdiri dari bahan setengah lebur dan panas yang dapat melunak dan mengalir setelah diarahkan ke suhu dan tekanan tinggi selama masa geologis. Atmosfer Atmosfer merupakan campuran gas yang melingkungi setiap benda yang berhubungan dengan angkasa (seperti Bumi) yang memiliki medan gravitasi kekuatan cukup untuk mencegah agar gas tidak lolos. Gerakan antara lempengan–lempengan terjadi disepanjang zona yang relatif sempit di mana kekuatan tektonik lempengan berada dalam kondisi paling aktif. Uap air dalam jumlah besar juga pernah ada di dalam atmosfer. Ini cenderung mengakibatkan pengalaman-pengalaman musim di berbagai tempat di atas permukaan bumi. Keempat musim tersebut. disepanjang mana diketemukan mayoritas sangat besar kegiatan volkanik dan seismik di bumi.

helium. didekat khatulistiwa. Belahan bumi yang miring menjauhi matahari mengalami suhu rendah. Di kutub. . Perubahan lebih jauh dalam hasil pemanasan adalah karena tebalnya atmosfer melalui mana sinar matahari harus lewat sehubungan dengan sudut insidennya. kripton. karbondioksida (0.03%). Komposisi Atmosfer Unsur-unsur pokok atmosfer bumi adalah nitrogen (78%) dan oksigen (21%). Gasgas atmosfer dalam sisanya yang 1% adalah argon(0. Struktur vertikal atmosfer Studi mengenal sampel udara menunjukkan bahwa hingga ketinggian 90 km di atas permukaan laut. uap air dalam jumlah yang bervariasi. Unsur-unsur pokok ini lebih lanjut ditunjukkan dalam tabel 1. Musim-musim terjadi karena poros bumi yang miring sehubungan dengan bidang orbitnya mengelilingi matahari. Oleh karena itu Kutub Utara dan Kutub Selatan masing-masing contong ke arah matahari mengalami siang lebih lama.1 dan 1. Perubahan-perubahan suhu dan panjangnya siang hari yang menyertai perubahan musim adalah sangat berlainan di garis lintang yang berbeda.Penyebaran polutan dalam atmosfer bervariasi tergantung pada musim di sebagian besar daerah. musim panas adalah siang yang panjang dan musim dingin adalah malam yang panjang. siang dan malam masing-masing tetap sekitar 12 jam lamanya di sepanjang tahun. Sebaliknya.2 di bawah. lebih banyak sinar matahari dan dianggap sedang mengalami musim panas. ozon. komposisi atmosfer sebenarnya sama seperti permukaan tanah. metan. siang yang lebih pendek dan sedang mengalami musim dingin. Homogenitas relatif ini dipertahankan oleh gerakan terus-menerus yang dihasilkan oleh arus atmosfer yang mencegah kecenderungan gas-gas berat mengendap di bawah gas-gas ringan. serta sejumlah sangat kecil dari hidrogen. dan xenon. neon. Oleh karena itu musim panas dibelahan bumi utara sama dengan musim dingin di belahan bumi selatan. karbonmonoksida.9%).

934 + 0.003 33.110 + 0.105 % Dari Volume 78.01) * 10-4 (0.14 + 0.016 31.5 + 0.087 + 0.1 Lapisan Atmosfer dan Gradasi Suhu .001 (18.953 + 0. Atmosfer terdiri dari sejumlah lapisan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1.001) * 10-4 0.800 131.01 0 hingga 0.300 2.1) * 10-4 Tabel 1.5* 10-4 2 * 10-4 (0.004 20.2 Gas-Gas Variabel Yang Membentuk Atmosfer Gas Variabel Uap (H2O) Karbondioksida (CO2) Ozon (O3) Sulfur Dioksida (SO2) Nitrogen Dioksida (NO2) % Dari Volume 0 hingga 0.1 Gas-Gas Permanen Yang Menyatukan Atmosfer Gas Permanen Nitrogen (N2) Oksiigen (O2) Argon (Ar) Neon (Ne) Helium (He) Kripton (Kr) Xenon (Xe) Hidrogen (H2) Metan (CH4) Nitrogen Oksida (N2O) Berat Molekuler 28.999 39.001 0.192 4.000002 Berdasarkan pada suhu.7 0.032 0 hingga 0.Tabel 1.016 16.18 + 0.04) * 10-4 (1.043 44.001 0 hingga 0.942 20.1 di bawah ini.24 + 0. Gambar 1.01) * 10-4 (5.

Daerah dibawah ionosfir disebut eksosfir. disebut mesosfir. lapisan-lapisan ini memantulkan gelombang radio dari frekuensi tertentu kembali ke bumi. Ini merupakan lapisan di mana terjadi sebagian besar awan dan cuaca sebagaimana kita mengalaminya di bumi. Mereka termasuk : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari Lapisan atmosfer dari 19 hingga 48 ke atas mengandung lebih banyak ozon. Diatas troposfir terletak stratosfir. secara praktis sehunya lebih konstan atau sedikit naik seiring dengan ketinggiannya. maka lapisan ini yang membentang ke suatu ketinggian sebesar 640 km. radiasi ultraviolet. batas luar dari atmosfer. yaitu troposfir.. dan digambarkan oleh tajamnya penurunan dalam suhu ketika ketinggiannya naik. hampir sama dengan suhu di permukaan bumi lapisan dari 50 hingga 80 km. Di dalam stratosfir lebih rendah. Dari penyelidikan-penyelidikan mengenai penyebarluasan dan refleksi gelombang radio diketahui bahwa mulai pada ketinggian 80 km. Ini juga disebut termosfir.edu/. dan hujan elektronik dari matahari mengionisasi beberapa lapisan atmosfer. dan permukaan laut./kmdbbd/unit1_images.isu. menyebabkan mereka menghantarkan listrik. Troposfir terbentang hingga sekitar 16 km di daerah tropis ( hingga suhu sekitar – 79oC) dan hingga sekitar 9. Manfaat atmosfer Atmosfer melakukan sejumlah fungsi kritis dalam pelestarian kehidupan di bumi. yang dihasilkan oleh tindakan radiasi ultraviolet matahari. Karena konsentrasi ion yang secara relatif tinggi dalam udara di atas 80 km.7 km dalam garis lintang cuaca sedang (hingga suhu sekitar –5 o C). disebut ionosfir. Di dalam lapisan ozon suhu naik dengan lebih cepat..physics. yang membentang ke sekitar 9600 km.5 oC per 1000 m. biasanya suhu menurunkan ke atas pada tingkat kecepatan sekitar 5.(sumber : www. terutama di atas daerah tropis. Lapisan ozon ini mulai diperdulikan pada awal tahun 1970-an ketika diketemukan bahwa . sinar . karena suhunya yang tinggi dalam lapisan ini (naik sekitar 1200o C pada sekitar 400 km).htm.x. Idaho State University Weather and Climate) Dalam lapisan terendah.

dimana panas cukup dominan. yang melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. pekerja yang pekerjaannya memaksa mereka berhadapan dengan bahan-bahan beracun. Uap ini bersirkulasi melalui atmosfer dan dijatuhkan dalam bentuk hujan. naik ke dalam atmosfer dalam jumlah besar. Air yang berpindah dari permukaan laut ke atmosfer dan daratan. Efek ini telah dibahas secara detil pada sesi sebelumnya. Efek buruk pencemaran udara lainnya adalah cedera potensial pada hewan ternak dan tanaman pangan. . atau menghasilkan bau-bau yang tidak dikehendaki Konsentrasi tinggi bahan-bahan berbahaya dalam kawasan pencemaran yang tinggi dan. perokok pasif. Dibawah sejumlah pengaruh. menurunkan daya penglihatan. dan orang-orang yang sakit jantung dan paru-paru. orang tua. dapat menyerang secara fotokimia dan menghancurkan ozon stratosfir. dapat mengakibatkan luka-luka dan bahkan kematian. atau dapat menyerang bahanbahan. namun mereka yang paling beresiko adakah anak-anak. di bawah kondisi yang parah. air diuapkan dari permukaanair dan daratan dan dilepaskan dari sel-sel hidup. Efek-efek eksposur jangka panjang pada konsentrasi rendah tidak dapat dipastikan dengan baik. Kepedulian ini berpusat pada kemungkinan bahwa senyawa-senyawa ini melalui tindakan sinar matahari. Sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan Pencemaran atmosfer oleh limbah atau produk samping gas.bahan kimia yang dikenal sebagai khlorofluorokarbon (CFC). sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis Gerakan air yang berkesinambungan antara bumi dan atmosfer dikenal sebagai siklus hidrologis. atau salju. atau khlorofluorometan . cairan atau bahas padat yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan kesehatan serta kesejahteraan tanaman dan hewan.

dimanakah fenomena pencemaran udara terjadi dan pada kisaran ketinggian berapa? Jawab : Dengan melihat gradasi temperatur. maka akan terjadi pemerangkapan polutan dari bumi di daerah suhu troposfer yang karena berakibat perbedaan perbedaan kerapatan atmosfer. 1.1.2. Sebutkan parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer! 2. sebuah hubungan dose-response lazimnya digunakan untuk menghubungkan perubahan-perubahan dalam tingkat pencemaran ambien dengan hasil-hasil kesehatan. Ketinggiannya sama dengan ketinggian troposfer yaitu 10 km 1. Sebagai perantara emisi Konsentrasi polutan turun oleh percampuran atmosfer. Sebagai perantara emisi. atmosfer perlu dilestarikan. dan gerakan sistem tekanan tinggi dan rendah dan interaksinya dengan topografi setempat. misalnya gunung dan lembah.Untuk pencemaran udara. Latihan Setelah anda melihat struktur vertikal gradasi suhu terhadap ketinggian seperti gambar dibawah ini. Mengapa suhu memiliki pola gradasi terhadap ketinggian? . Studi bank dunia barubaru ini di Jakarta (Ostro 1994) dilakukan untuk mengestimasikan hubungan dose-response guna memperkirakan hasil-hasil kesehatan di akarta. yang bergantung pada kondisi cuaca seperti suhu. Penutup 1.2. Tes Formatif 1.3. kecepatan angin.3.

79% 60% . Jelaskan peranan Atmosfer bagi kehidupan di bumi! 4.69% 0% . Sebutkan gas apa saja yang cukup berperan dalam mencemari Atmosfer (minimal 4 macam) ! 1. memberikan fungsi kenyamanan bagi kehidupan dari komposisi kimianya.3. Atmosfer berperan dalam siklus musim. 1.3.3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.4. hitunglah jawaban anda yang benar.59% 1. Rangkuman Atmosfer yang merupakan bagian dari trilogi komposisi bumi (hidrosfer.2. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .100% 80% . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. litosfir dan Atmosfer) memiliki peran yang cukup strategis bagi kehidupan di bumi. melindungi bumi dari radiasi sinar matahari dan peranannya sebagai sink bagi pencemar-pencemar udara dari bumi. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .3.89% 70% .

sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan dan sebagai perantara emisi.H (1999).5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.9% volume) 2. CO.Parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer adalah Nitrogen (78% volume) dan Oksigen (20. 1995.1. 4. Sri. Meteorologi Pencemaran Udara. berperan dalam siklus hidrologis dari atmosfer dan daratan. ITB. Gas pencemar : SOx. Ostro (1994) and Resosudamo (1996) presented in the Integrated Vehicle Emission Strategy Workshop October 16-18.3. Penerbit ITB SENARAI . Bandung. Jakarta. Ardino Purbu. 2001. 3. NOx. diktat kuliah GM ITB. CFC DAFTAR PUSTAKA Neiburger.Suhu dapat bergradasi terhadap ketinggian pada dasarnya dipengaruhi oleh komposisi kimia yang ada di tiap ketinggian (dalam hal ini diwakili oleh 4 lapisan). sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis. Manfaat Atmosfer : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari. Morris. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. Indonesia Soemarno. Keberadaan radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi akan diproses berbeda pada tiap lapisan sesuai dengan kondisi komposisi dominan pada lapisan tersebut.

Relevansi Di dalam identifikasi pencemaran udara dan menganalisis dampaknya.2.2. Indonesia berada di urutan ketiga negara terpolusi di dunia .2. United Nations Environmental Program pada ahun 1992. 2. karakteristik fisik dan kimia dari pencemar udara serta kemungkinan distribusinya di atmosfer. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. dibutuhkan pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar. Uraian Pendahuluan Menurut Badan Lingkungan Hidup Dunia.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang identifikasi sumber dan karakterisasi fisik-kimia partikulat-gas ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.1 Pendahuluan 2. 1.1.1.1.3.I. Penyajian 2. proses terjadinya dan identifikasi sumber pencemar udara. karakterisasi pencemar udara baik partikulat maupun gas 2.1. mandiri.2 SUB POKOK BAHASAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA 2. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang definisi pencemaran udara.1. kreatif.3.2. presentasi kajian sumber pencemar di sekitar lingkungan sendiri dan kuis tentang karakteristik fisik-kimia partikulat. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena pencemaran udara. mahasiswa akan mampu mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan menganalisis besaran dampaknya.1. 1.

Udara Bersih 0. Tyler (1982).01 – 0. tumbuhan.01 ppm 310 – 330 ppm < 1 ppm 0. dan menggangu kenyamanan dalam kehidupan. Berdasarkan pengalaman empiris. dan uap ke atmosfer dalam jumlah tertentu dan karakteristik tertentu serta dalam waktu tertentu pula yang dapat membahayakan kehidupan manusia. hewan. Pencemaran udara didefinisikan sebagai masuknya satu atau lebih kontaminan/polutan seperti debu.01 ppm 1 ppm 10 – 20 kg/mm 3 Udara Tercemar 0. gas. (1994). hewan.02 – 2 ppm 350 – 700 ppm 5 – 200 ppm 0. vegetasi atau material.001 -0. Miller. perbedaan udara bersih dan tercemar bisa dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 1. Selain polutan – polutan tersebut.3 Perbandingan Tingkat Konsentrasi antara Udara Bersih dan Udara Tercemar Komponen SOx CO2 CO NOx HC Partikel lain Simpson. aktivitas manusia juga berperan besar dalam polusi udara (Peavy.001 -0. 1985). R. G. 1975): 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor Gambar 1. Hal ini menunjukkan bahwa kota – kota di Indonesia mengindikasikan pencemaran udara yang cukup tinggi. asap.2 Proses Terjadinya Pencemaran Udara Sumber Pencemar Udara Udara di alam tidak pernah bersih tanpa polutan sama sekali. bau. mendefinisikan pencemaran udara adalah sebagian udara yang mengandung satu atau lebih bahan kimia konsentrasi yang cukup tinggi untuk membahayakan manusia.5 ppm 1 – 200 ppm 70 – 700 kg/m3 .setelah Mexico dan Bangkok (UNEP. 2007). Secara skematik Pencemaran udara dapat diuraikan dalam 3 komponen dasar seperti diagram di bawah ini (Seinfeld.

dan partikel . garam sulfat. Sulfur dioksida (SO2). Efek partikulat terhadap kesehatan dan pengurangan jarak pandang . yaitu: a. terbentuk langsung dari emisi yang terdiri dari partikulat berukuran < 10 mikron (PM 10). Yang termasuk kepada kategori pencemar sekunder adalah ozon yang dikenal sebagai oksidan fotokimia.3. Polutan primer. dikelompokkan menjadi 2 golongan. Dari pengelompokan tersebut. asap dan gas (polutan gas organik dan inorganik). campuran kimia. Sementara Peavy (1985) menyatkan bahwa bahan pencemar udara dapat dibagi menjadi polutan alami. Nitrogen dioksida (NO2). Klasifikasi Sumber Emisi (Sumber : Colls. 2002) Wujud Fisik Pencemaran Udara Partikulat Keberadaan partikulat di atmosfer sebagian besar bersumber dari kendaraan bermotor dan industri. Karbon monoksida (CO) dan Timbal. Gambar 1. sumber-sumber emisi zat pencemar udara secara diagramatis disajikan pada gambar berikut ini. merupakan bentuk lanjut dari pencemar primer yang telah mengalami reaksi kimia di lapisan atmosfer yang lebih rendah. b. Polutan sekunder. selain itu partikulat juga dapat terbentuk di atmosfer dari polutan gas. Sementara polutan partikel dapat digolongkan sebagai partikulat seperti debu. nitrat dan sebagainya.Menurut Warner (1981) pencemaran udara berdasarkan sumbernya.

kita mengenal beberapa substansi yang berupa fase cair dan padat di atmosfer.tergantung pada ukuran partikel dan komposisi kimia yang terkandung didalamnya. Gambar 1. yaitu: 1. komposisi kimianya. Partikulat mempunyai ukuran yang mikroskopis atau submikroskopis tetapi lebih besar dari dimensi molekul (Seinfeld. massa. Partikulat dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik (ukuran. . kecepatan mengendap. dan kecepatan (Crawford. tetapi juga dapat terbentuk dari kondensasi gas secara langsung atau melalui reaksi kimia. 2000). dan bentuk fisiknya. Deskripsi tentang partikulat tidak hanya meliputi konsentrasinya. tetapi juga meliputi ukurannya. berdasarkan kesamaan volume. 1975). Partikel halus (Fine partikel): Partikel berukuran lebih kecil dari 2. Menurut Hinds C. 1980).4 Partikulat Yang Diperbesar Ribuan Kali Sejumlah cara dapat digunakan untuk menunjukkan ukuran partikel.5 µm . yang berada dibawah kondisi normal. tempat terbentuknya. Emisi partikulat tidak hanya dapat diemisikan dalam bentuk partikel. Pada partikulat. W (2000) partikel secara umum dapat dibagi kedalam dua bagian. W. Disamping itu untuk partikel nonspheric dinyatakan dengan equivalen spheres. bentuk formasi. yang paling sering digunakan adalah diameter equivalen. dll) dan sifat kimia berupa komposisi organik atau anorganik (Hinds C.

Fine particle berukuran < 2. 4.01 0.5 µm. Fog : Visible mist. 2. 3. Merupakan gabungan dari smoke dan fog. Asap (Smoke) Aerosol visible yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna. smog : hasil reaksi fotokimia yang tercampur dengan uap air.001 mikrometer Gambar 1. Rentang ukuran partikulat dapat diterangkan pada gambar berikut : Dust fly ash Spray fumes smoke mists 1000 100 10 1 0. Fly ash yang merupakan hasil pembakaran batu bara. Ukuran partikelnya kurang dari 1 atau 2 µm. Kabut (Mist) Aerosol cair yang terbentuk dari proses kondensasi atau atomisasi. Ukuran partikelnya kurang dari 1 µm. Coarse particle berukuran > 2.5 µm . 5. Menurut Crawford (1980) beberapa istilah yang dapat menggambarkan partikulat berdasarkan pembentukan dan ukurannya adalah sebagai berikut: 1. 1985 . Fume Aerosol padat yang dibentuk dari kondensasi uap atau gas hasil pembakaran.5 Ukuran Partikulat Dalam Mikrometer Sumber : Peavy. Debu (dust) Aerosol padat yang dibentuk akibat pemecahan mekanik material besar seperti dari Crushing dan grounding. Ukuran partikelnya antara submikrometer hingga 20 µm.1 0.2. Partikel kasar (Coarse partikel): Partikel berukuran lebih besar dari 2. Definisi ini berbeda dengan yang diketahui secara umum yang didasarkan pada adanya noxious contaminant.5 µm. Ukuran partikelnya (padat atau cair) < 1 µm. Ukuran partikelnya dari submikrometer sampai visibel.

seperti ban. terutama dari pembakaran bahan bakar dan dari industri. dan pembakaran. Sumber debu fugitif banyak terdapat didaerah pedesaan (US EPA. proses vulkanis.4 Sumber Emisi Partikulat dari Aktivitas Antropogenik di Amerika Jenis Sumber Pembakaran bahan bakar dan proses industri Emisi fugitiv proses industri Emisi fugitiv bukan industri Transportasi Total Sumber : US EPA. erosi oleh angin. Pada tahun 1978. Partikulat tersuspensi: kecepatan pengendapannya sangat kecil sehingga jenis ini tetap tersuspensi di udara selama 10-30 hari sebelum tersisihkan melalui deposisi. Ukurannya berkisar antara kurang dari 1 hingga 10 mikron. konstruksi. pembakaran liar dan reaksi gas-gas alami. kopling. Emisi partikulat tergantung pada aktivitas manusia. Emisi fugitif dari sumber non industri (pada umumnya disebut fugitive dust) disebabkan dari debu jalanan umum. semua proses itu terjadi akibat interaksi antara material dan mesin atau angin. sumber TSP dari . Diperkirakan dari kompleks industri besi baja modern. yaitu: a.Menurut Seinfeld (1975) berdasarkan kecepatan pengendapan. uap air laut. 15 % emisi TSP (Total Suspended Particulate) berasal dari stack. 2005. partikulat dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan. 25 % berasal dari debu fugitif dan 60 % berasal dari debu jalan di dalam kompleks industri. sumber non industri (debu dari jalan. dll) dan sumber transportasi. Sumber transportasi terdiri dari 2 kategori: buangan knalpot kendaraan dan sumber lainnya. Emisi (Teragram/tahun) 10 3. b. dan rem. Kecuali yang disebut terakhir. 2005). Sumber emisi alami partikel yang penting termasuk debu tanah. proses pertanian. pengisian hingga transfer material. Tabel 1.3 125-385 Sumber emisi fugitif dari proses industri seperti penanganan.3 110-370 1. Partikulat terendapkan: ukurannya lebih besar dari 10 mikron dan lebih berat.

1 16. Tabel 1.0 0. bagaimana perilaku pencemarnya? . sebagian besar terbentuk dari timbal halida. Sumber utama gas SO2 adalah pembakaran bahan bakar fosil dari instalasi pembangkit listrik serta beberapa industri lainnya. sulfat. tidak berbau.2 CO 65. Instalasi pembangkit tenaga listrik dan industri peleburan yang besar pada umumnya mampu mengoptimalkan setiap pembakaran yang ada sehingga dapat mengurangi emisi CO (Cooper & Aley. SO2 dihasilkan dari pembakaran sulfur atau materi lain yang mengandung sulfur.3 17.0 0. 2005).4 9.1 25.2 < 0. K. NO2.7 NOx 54. NO.1 8. 1986 Satuan SO2 % % % % % % 3.4 13.1 0.6 3. NOx terbentuk karena ada pembakaran di udara bebas.1 CH 39. Latihan Identifikasi/perkirakan polutan yang berasal dari sektor transportasi.0 1. 75 % dari total TSP ini berasal dari kendaraan di jalan raya. 1986).3 62.4 9. Partikulat yang berasal dari mesin.4 16.4 13.0 Dust 9.transportasi mencapai 1300000 TG. Sumber berasal dari transportasi (sumber bergerak) serta sumber stasioner seperti instalasi pembangkit tenaga listrik.5 3. Polutan gas Beberapa kategori polutan adalah SO2.2 21.0 1.7 14.6 < 0. Sumber TSP akibat pengereman berukuran < 1 µm dan dibentuk terutama dari asbes dan karbon (US EPA. dan CO.6 2. dan tidak berasa yang disebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon.5 19.0 21.7 27.2 Σ 47.2.1 8.5 Penyebab dari Emisi di Republik Federasi Jerman (1982) Uraian Lalu lintas Rumah tangga Keperluan lain Industri Industri Semen Total Sumber: Kroboth. Gas CO bersifat tidak berwarna.7 1. dan materi karbon yang berukuran < 1 µm.0 0.7 59.1 3.6 < 0.2. Keseluruhan TSP dari sumber gerak roda 40 % berukuran < 10 µm (20% < 1 µm) yang komponen utamanya terdiri dari karbon.

hitunglah jawaban anda yang benar.HC.1. Penutup 2.3.59% 2. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.3. Tes Formatif 1. Gas dan partikulat ini akan berada di udara begitu terlepas dari sumbernya. Mengapa dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres? 4.Jawab : Emisi yang berasal dari sektor transportasi bisa berasal dari 2 kategori yaitu : dari kendaraan (asap buangan. Jelaskan pengertian emisi fugitif! 2.69% 0% . Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . ada yang terdeposisi di permukaan yang ada di sepanjang jalan. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Apakah perbedaan polutan yang tergolong primer dan sekunder? 3. CO. sulfat. Polutannya sangat beragam bisa berupa partikulat yang terdiri atas timbal halida. karbon. 2. Jelaskan urutan proses terjadinya pencemaran udara! 2.2. gesekan ban. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.3. ada yang berubah komposisi (bereaksi dengan unsur lain) dan ada yang terevaporasi. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.89% 70% .79% 60% .3.100% 80% . asbes. tetapi jika tingkat penguasaan anda : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . kopling dan rem) dan luar kendaraan (material jalan).3. Bisa juga berupa gas seperti NOx.

Polutan gas lebih spesifik untuk tiap senyawanya dan tidak dibedakan secara ukuran karena hampir seragam ukurannya. nitrat. contohnya SO2. laju dan komposisi yang berbeda-beda. Dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres karena bentuk dan dimensi partikulat tidak beraturan sehingga perlu penyamaan “parameter ukuran” melalui perbandingannya dengan bentuk materi bulat berdasar sifat aerodinamisnya. 3. dan karakteristik kimia partikulat dapat dilihat dari kandungan unsur kimianya. Partikel/partikulat digolongkan menjadi partikel halus dan kasar dengan sumber yang berbeda pula. garam sulfat. Karakteristik fisik partikulat dapat dilihat dari bentuk fisik. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3.Urutan terjadinya pencemaran udara dimulai dari emisi polutan dari sumber emisi kemudian sebagian terjadi transformasi kimia terhadap polutan dan sampai ke reseptor melalui media atmosfer yang dinamis seperti dalam diagram dibawah : 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor 2.Emisi fugitif merupakan emisi yang tidak memiliki saluran pembuangan (exhaust) sehingga emisinya lebih tersebar dengan kuantitas. Polutan primer : polutan yang kondisinya tidak berubah seperti pertama kali diemisikan dari sumbernya.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. .belum mencapai 80%. Karakteristik kimia lebih mengemuka untuk polutan gas karena kespesifikan kimianya. Rangkuman Pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar dapat dimulai dari identifikasi polutan primer-sekunder disamping polutan yang bersifat alami dan antropogenik. kecepatan aerodinamisnya.4.3. NO2. 4. 2. Sedangkan polutan sekunder merupakan bentuk lanjut polutan primer karena berinteraksi dengan komponen lain di atmosfer contoh ozon (oksidan fotokimia). 2.

David and Alley. Jeremy.com. Particulate Air Pollution. It`s Origin and Control. Zement-Kalk-Gips. (2002). (1994).unep.org/tnt-unep/toolkit/Awareness/Tool4/index. J. California. Living in The Environment. Martin. New Delhi. Mc. Graw-Hill. Tata –Mc. Environmental Engineering.DAFTAR PUSTAKA UNEP (2007) http://www. G.(1982). Xeller. Air pollution. Notes on Lectures Devision of Environmental Scienc. Second Edition. Tyler. United States Of America. (1981). (1985). Donald R.Gooogle. Phisical and Chemical Fundamental.R. Simpson. (1986). (1975). Wark. Seinfield. C. John. Rowe. Tanggal 15 Oktober 2005. Crowford. Hinds. Air Pollution Control Quality. Singapore Colls. H. K. Air pollution Control. Graw-Hill Publishing Company Ltd. London. third edition. Spon Press Tylor & Francis Group. Air Pollution. Copper. George. William. C. Wadsworth Publishing Co. Illinois. Maveland Press Inc. F. Harper and Row. R. Warner.html Miller. C. Tchobanoglous. Inc. (2000). (1986). www. Grifith University. H and Kroboth. Peavy. (1980). Howard S. Queensland. SENARAI . Air Pollution. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. McGraw Hill Inc.

presentasi simulasi dampak pencemar di sekitar lingkungan pabrik.1 SUB POKOK BAHASAN ASPEK KESEHATAN PENCEMARAN UDARA 1.3.3. mahasiswa akan mampu menjelaskan dampak pencemaran udara bagi manusia. Relevansi Dengan mengetahui dampak pencemaran udara yang begitu luas bagi kehidupan manusia termasuk terhadap material dan tanaman. 1. UDARA DITINJAU DARI ASPEK KESEHATAN DAN . Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.POKOK BAHASAN II PENCEMARAN PERATURAN II.1.1 Pendahuluan 1. maka dapat dilakukan langkahlangkah pencegahan dini di sumber dan optimalisasi penghindaran reseptor dari paparan pencemaran udara yang bersifat akumulatif.2.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang dampak kesehatan dari pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui diskusi tugas identifikasi dampak pencemaran udara bagi manusia.1.1.1. 1.C. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran.1. material dan tanaman. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan. material dan tanaman.2. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman. Pembahasan dimulai dari korelasi pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan. 1.

Efek Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia Data epidemi menunjukkan bahwa pemaparan partikulat dihubungkan dengan peningkatan terjadinya angka sakit saluran pernapasan. serta angka kematian. Kelompok yang terkena terutama bayi. Dalam waktu pemaparan yang pendek. Masalah dalam ekstrapolasi hasil percobaan laboratorium binatang ke manusia. 5. tanah dan material. Hal ini karena: 1. 1986). Kesulitan dalam mengisolasi faktor tunggal yang menjadi penyebab. bronchitis. Menelaah korelasi antara pencemaran udara dan kesehatan.2. Penyebab jamak dan masa inkubasi yang lama dari penyakit-penyakit (misalnya: emphysema. Kesulitan dalam mendeteksi zat pencemar yang dapat menimbulkan bahaya pada konsentrasi yang sangat rendah.2. orang tua dan golongan berpenghasilan rendah yang biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. karena manusia terpapar terhadap sejumlah banyak zat-zat pencemar yang berbahaya untuk jangka waktu yang sudah cukup lama. kanker. 2.1. menurunkan tingkat visibilitas dan penyinaran matahari dan pengaruh lainnya (Cooper & Aley. Bukti penting yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa pencemaran udara mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan. antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Uraian Umum Pencemaran udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara. Catatan penyakit dan kematian yang tidak lengkap dan kurang dapat dipercaya. penurunan fungsi ginjal. 3. 4. 6. perubahan iklim. Penyajian 1. cukup sulit. Jumlah dan jenis zat pencemar yang bermacam-macam. penyakit jantung). 7. . kerusakan tanaman.1. bronchitis kronik. Interaksi sinergestik di antara zat-zat pencemar.

Alveolar clearance. terutama yang bersifat inhalable. Fine Particle terbentuk dari senyawa sulfat dan senyawa sekunder lain yang mungkin bersifat toksik. Absorbsi dari proses inhalasi. Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tingkat konsentrasi. 1986). Proses clearance debu pada saluran pernapasan dapat dilihat pada gambar 2. Deposisi partikel pada saluran pernapasan b.pemaparan partikulat juga meningkatkan timbulnya angka sakit asma (Cooper & Aley. yaitu merupakan transportasi partikel dari alveoli ke escalator mucociliar Bahan partikel yang halus dapat mempengaruhi saluran pernapasan dari hidung sampai alveoli. sehingga dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi. 1977).2 berikut ini : .5 µm serta antara 2. Partikel yang berukuran sedang agak sukar dikeluarkan. tetapi juga oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya. Partikel yang berukuran paling keil (diameter 0. prosesnya sebagai berikut : a. Menurut Anderson (1999). Sebagai contoh partikulat dengan ukuran > 10 µm dapat disisihkan sebelum masuk saluran pernapasan tetapi untuk yang berukuran < 2 atau 3 µm dapat mencapai paru-paru. Hal ini dapat menunjukkan pentingnya mengetahui ukuran partikel sebagai pertimbangan. berdasarkan ukuran partikel yang < 2. Partikel yang besar dapat dikeluarkan melalui impaksi dari hidung dan tenggorokan. Mucocilliar clearance dari partikel terlarut mencakup transport partikel menuju saluran pernapasan atas oleh aliran mukosa dan aktivitas silier dalam tracheobronchial compartment dan nasopharyngeal compartment c.5 – 10 µm (Cooper & Aley. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk melakukan pemantauan kualitas udara.1 mikron) dapat mencapai alveoli dan akan menyebabkan terjadinya difusi ke dinding alveoli (Goldsmith & Friberg. yaitu : 1. 1986). masuknya partikel ke dalam tubuh manusia ada dua cara. Coarse Particle didominasi oleh adanya dust.

D2 D1 D3 D (a) Nasopharyngeal compartment (b) A (c) D4 (d) Sistem Gastrointestinal R Tracheobronchial compartment D5 A (e) Alveolar (pulmonary) compartment (f) H (h) (i) Limpa (g) (j) Gambar 2. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe I :Secara lambat. tetapi prosesnya lambat h :Secara lambat. masuk ke dalam traktus gastrointestinal. masuk ke dalam traktus gastrointestinal g :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe dan ke dalam darah J :Absorbsi debu oleh traktus gastrointestinal dan masuk ke darah .1 Proses Clearance Debu Pada Saluran Pernapasan Sumber : Goldsmith & Friberg Keterangan dan mekanisme : D1 : semua debu yang terhirup D2 : debu yang dikeluarkan melalui pernapasan D3 : debu yang tersimpan dalam Nasopharyngeal compartment D4 : debu yang tersimpan dalam Tracheobronchial compartment D5 : debu yang tersimpan dalam Alveolar (pulmonary) compartment a :debu dari Nasopharyngeal compartment masuk langsung ke darah b :dengan proses mucociliary clearance dari Nasopharyngeal compartment masuk ke traktus gastrointestinal c :debu dari Tracheobronchial compartment masuk langsung ke darah d :dengan proses mucociliary clearance dari Tracheobronchial compartment ke traktus gastrointestinal e :debu dari alveolar compartment masuk langsung ke darah f :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator.

dan paparan yang lama 3. bronchitis menahun dan emphysema paru. Ukuran partikel. kelembaban. perubahan temperatur Menurut Slamet (1994). Semakin lama ia dapat bertahan dalam udara. efek partikulat terhadap paru-paru berbeda dari gas. asam sulfur. bentuk. sedangkan ynag lebih besar akan mengendap dengan berbagai kecepatan. yang paling berbahaya adalah yang berukuran 1 sampai 5 µm. seperti angin. Faktor meteorologi. faktor utama penyebab kanker paru-paru adalah rokok. Sifat dari debu itu sendiri 4. Partikulat yang kecil akan lebih lama tersuspensi di dalam udara. dan lain sebagainya.Berdasar penelitian Price (1994). Debu yang bisa menimbulkan penyakit dipengaruhi oleh : 1. Walaupun merokok hampir selalu menjadi urutan tertinggi sebagai penyebab dari penyakit pernafasan menahun akan tetapi sulfur oksida. Terdapat korelasi yang kuat antara pencemaran udara dengan penyakit bronchitis kronik (menahun). . Kadar dan lamanya paparan. partikulat. karena partikel yang lebih besar tidak dapat mencapai alveoli 2. tetapi debu yang ada di udara juga berpengaruh meskipun pengaruhnya kecil. dan nitrogen dioksida telah menunjukkan sebagai penyebab dan pencetusnya asthma brochiale. sifat kimia dan fisikanya. kepadatannya. semakin besar kemungkinannya untuk dapat memasuki paru-paru. Hubungan yang sebenarnya antara pencemaran udara dan kesehatan atau pun timbulnya penyakit yang disebabkannya sebetulnya masih belum dapat diterangkan dengan jelas betul dan merupakan problema yang sangat komplek. biasanya yang diperlukan kadar tinggi untuk dapat mengalahkan kerja escalator silia. karena ditentukan oleh diameter. Hasil-hasil penelitian di Amerika Serikat sekitar tahun 70-an menunjukkan bahwa bronchitis kronik menyerang 1 di antara 5 orang laki-laki Amerika umur antara 4060 tahun dan keadaan ini berhubungan dengan merokok dan tinggal di daerah perkotaan yang udaranya tercemar. baik yang berasal dari kendaraan bermotor. industri. sehingga kemungkinan masuknya ke dalam paru-paru akan berbeda pula.

. jumlah perawatan dalam rumah sakit. Tingkat I b. WHO Inter Regional Symposium on Criteria for Air Quality and Method of Measurement telah menetapkan beberapa tingkat konsentrasi pencemaran udara dalam hubungan dengan akibatnya terhadap kesehatan/lingkungan sebagai berikut: a. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter.100 Disertai dengan 715 µg/m SO2 630 µg/m3 SO2 250 µg/m3 SO2 120 µg/m3 SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 3 Waktu Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata tahunan Rata-rata tahunan Rata-rata dua tahunan Pengaruh Peningkatan jumlah penyakit yang lebih besar Pasien bronkitis kronis menjadi akut Peningkatan ketidakhadiran pekerja-pekerja industri Peningkatan penyakit pernapasan pada anak-anak Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 tahun Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 sampai 69 tahun Sumber : Peavy (1985) Beberapa cara menghitung/memeriksa pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan adalah antara lain dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. c. Tingkat IV : Konsentrasi di mana mungkin terjadi penyakit akut atau kematian pada golongan populasi yang peka (emergency level). Tingkat II : Konsentrasi dan waktu expose di mana tidak ditemui akibat : Konsentrasi di mana mungkin dapat ditemui iritasi pada apa-apa. Tingkat III : Konsentrasi di mana mungkin timbul hambatan pada fungsifungsi faali yang fital serta perubahan yang mungkin dapat menimbulkan penyakit menahun atau pemendekan umur (serious level). Namun dari data statistik dan epidemiologik hubungan ini dapat dilihat dengan nyata. pembatasan penglihatan dan akibat lain pada lingkungan (adverse level). Tabel 2. panca indera. baik secara langsung maupun tidak langsung.Banyak faktor-faktor lain yang ikut menentukan hubungan sebab akibat ini.1 Pengaruh Partikulat Terhadap Kesehatan Manusia Berdasarkan Ukurannya Konsentrasi ( µg/m3 ) 750 300 200 100 – 130 100 80 . akibat berbahaya pada tumbuh-tumbuhan. d.

kebiasaan makan. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. Rasa tidak nyaman (bau) Partikel sebagai pencemar udara mempunyai waktu hidup yaitu pada saat partikel masih melayang-layang sebagai pencemar di udara sebelum jatuh ke bumi. Bahan pencemar udara yang ada di atmosfer dapat menyebabkan kelainan pada tubuh manusia. Menurut Goldsmith & Friberg (1977). Penyelidikan-penyelidikan ini harus dilakukan secara prospektif dan komparatif antara daerah-daerah dengan pencemaran udara hebat dan ringan. Penyakit yang tersembunyi yang dapat memperpendek umur.jumlah morbiditas pada anak-anak. Waktu hidup partikel berkisar antara beberapa detik sampai beberapa bulan. secara umum efek pencemaran udara terhadap individu atau masyarakat dapat berupa : 1. Sakit. Kemunduran penampilan. transport oksigen oleh hemoglobin. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. Mengganggu fungsi fisiologis dari paru. menghambat pertumbuhan dan perkembangan 3. Iritasi sensorik 6. dan sebagainya). dan aktivitas belajar 5. massa jenis partikel serta arah dan kecepatan angin yang bertiup. Sedangkan kecepatan pengendapannya tergantung pada ukuran partikel. paru dan sebagainya. merokok. data meteorologik. Tujuan studi ini juga diarahkan pada perhitungan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh pemaparan polutan. baik yang akut maupun yang kronis 2. dan kemampuan sensorik 4. Penimbunan bahan berbahaya dalam tubuh 7. dengan juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh (misalnya udara. misalnya pada aktivitas atlet. aktivitas motorik. Studi tentang pencemaran udara ditujukan untuk mengontrol sumber polutan sehingga dapat mengurangi konsentrasi pencemaran udara ambien hingga tidak membahayakan kondisi lingkungan. syaraf. .

1991. batuk. dan merkuri. amonia. Kerusakan yang ditimbulkan. Dampak yang kurang serius bersifat mudah pulih (reversible). 1. kemudian akan merusak klorofil dan menghambat fotosintesis tanaman.S. Dampak yang bersifat serius . Contoh dampak ini adalah rusak kulit. serta etana. Tingginya kadar asap dan partikulat dihubungkan dengan terjadinya proses korosi antara pelapis dan struktur material dengan senyawa asam atau alkalin. Disamping itu ada jumlah sedikit gas klorin.2. Senyawa pencemar yang diketahui sebagai phytoxicants adalah SO 2 . terutama sulfur dan materi korosif. iritasi tenggorokan. Secara umum polutan akan masuk ke tubuh tanaman melalui proses respirasi. 1986). dimulai dari penurunan tingkat pertumbuhan hingga kematian tanaman (Cooper & Aley. sakit kepala dan pusing. dapat dilihat dari daunnya.Efek Pencemaran Udara Terhadap Material dan Tanaman Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi. EPA. Peroxyacetyle Nitrate (PAN-hasil proses fotokimia pada smoge). Latihan Jelaskan pengaruh terhadap kesehatan dari adanya pencemaran udara seperti tercantum dalam gambar di bawah ini : Sumber : U. tidak merusak dan tidak mengancam nyawa.2. Ozon sangat efektif dalam mempercepat proses korosi karet (Cooper & Aley. 1986). hidrogen klorida. Jawab : Gambar tersebut menjelaskan menjelaskan tingkatan resiko yang mungkin timbul akibat pencemaran udara bagi kesehatan dari yang kurang serius sampai yang paling serius.

Jelaskan dalam studi epidemiologi.3.79% 60% . hitunglah jawaban anda yang benar.seperti kerusakan ginjal dan lever. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.1.2.3. Sebutkan pengaruh utama pencemaran udara terhadap material! 1. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.3. kerusakan sistem saraf dan kelainan janin.89% 70% .3. Sebutkan parameter lain yang mempengaruhi besaran dampak pencemaran disamping faktor konsentrasinya.59% 1. kanker. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Penutup 1. 1. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. data apa saja yang perlu diketahui dalam survey! 4. Sebutkan parameter dari debu yang berpengaruh terhadap timbulnya penyakit! 3.69% 0% . Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Tes Formatif 1. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .3. 2.100% 80% .

United States. Vol 97.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Air Pollution Control. paru dan sebagainya. faktor meteorologi 3. Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan juga ditentukan oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya.4. Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi. Anderson PJ.3. Studi tersebut bersifat prospektif dan komparatif dilakukan dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. Second Edition. DAFTAR PUSTAKA Cooper. Partikulat halus (< 2. Rangkuman Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan. 1115-1120. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter. Chest. jumlah morbiditas pada anak-anak. JD Wilson and FC Hiller (1990). jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman. 4. Waveland Press. sifat dari debu itu sendiri. Parameter tersebut adalah ukuran partikel. Pembahasan dimulai dari pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan. 1.5 µm ) lebih mudah mencapai paru-paru dibanding partikulat kasar (antara 2. 2. jumlah perawatan dalam rumah sakit. Partikulat dengan kandungan logam-logam berat lebih berbahaya dibanding partikulat dengan kandungan organik yang mudah terurai. Inc. C David & Alley.5 – 10 µm ). F.3. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran. kadar dan lamanya paparan.C (1994). American College of Chest Physicians . A Design Approach. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung.1.

Environmental Engineering.Html.).1 Pendahuluan 2. McGraw-Hill Book Company Slamet. R. http://Www. A and Lorraine M. Howard S. Effects of air pollution on human health. T (1977). Sylvia. nasional dan internasional maka siswa akan memiliki informasi yang dapat diperbandingkan dan dijadikan acuan dalam pembahasan pengelolaan pencemaran udara untuk skala lokal dan nasional. Deskripsi Singkat Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara.1. third edition USEPA. Penerbit Buku kedokteran EGC. SENARAI II. .2. II. (1991). and Friberg L.1. Kesehatan Lingkungan.Epa. Vol. Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia. Air Pollution and Health Risk. accessed 27 Desember 2005.2 SUB POKOK BAHASAN PERATURAN STANDAR PENCEMARAN UDARA 2. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding. Jakarta Peavy. Donald R. Wilson (1994) Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Buku 2 Edisi 4. 2. Universitas Gadjah Mada Press Goldsmith J. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia. Rowe. In Air Pollution (edited by Sten A.1. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara.Gov/Ttn/Atw/ 3_90_022. C.Price. Juli Soemirat (1994). George Tchobanoglous (1985). Relevansi Dengan mengetahui berbagai aturan pencemaran udara baik dalam skala lokal.

2. Uraian Peraturan di Negara-Negara Maju Peraturan yang mengatur tentang pencemaran udara secara internasional merupakan hasil konvensi dunia.1.2. yaitu hukum – hukumnya tidak dibukukan dan hanya mengandalkan putusan dari hakim. Contoh konvensi yang telah ada yaitu : a. mandiri. Kyoto protocol b.1. Konvensi Stockholm Tetapi jika pencemaran udara yang terjadi tidak berdampak pada Negara lain.2. tugas mandiri pengelompokan peraturan.3. Penyajian 2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.2.1. kerusakan ke pertanian.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang regulasi/peraturan pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. Peraturan secara internasional ini digunakan jika terjadi pencemaran udara yang melibatkan beberapa Negara atau lintas Negara. . Konvensi Wina c. Di Amerika menganut sistem common law.3. anak serta lanjut usia dan secondary standards yang melindungi kesejahteraan publik seperti jarak pandang. kreatif. hewan dan bangunan. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas identifikasi dan analisis peraturan pencemaran udara.2. perturan yang digunakan merupakan peraturan yang berlaku di Negara itu sendiri. mahasiswa akan mampu menjelaskan berbagai peraturan pencemaran udara terutama di Indonesia. tanaman. Clean Air Act yang diundangkan tahun 1990 diturunkan dalam bentuk National Ambient Air Quality Standards (40 CFR part 50) oleh EPA. Clean Air Act terdiri atas 2 tipe standar yaitu Primary standards yang mengatur batasan untuk melindungi kesehatan publik termasuk yang berkategori golongan “sensitif” seperti penderita asma. 2.

Jepang menerapkan Environmental Quality Standards in Japan Air Quality yang meliputi Environmental Quality Standards.08 ppm (1997 std) 0. 64 serta The Air Quality Standards Regulations 2007 Made 15th January 2007.Tabel 2.14 ppm Same as Primary 1-hour (8) (Applies only in limited areas) 0.075 ppm (2008 std) 0. Tetrachloroethylene and Dichloromethane dan Environmental Quality Standards for Dioxins yang dikeluarkan oleh Ministry of the Environment Government of Japan.2 National Ambient Air Quality Standards di Amerika Pollutant Carbon Monoxide Primary Standards Level Averaging Time 9 ppm (10 mg/m3) 35 ppm (40 mg/m3) 0. Trichloroethylene.15 µg/m3 (2) 1. Environmental Quality Standards for Benzene.5 ppm 3-hour (1) Annual (1300 (Arithmetic Mean) (1) µg/m3) 24-hour Di Inggris sudah diadopsi Clean Air Act 1993 CHAPTER 11 Statutory Instruments 2007 No.0 µg/m3 Matter (PM2.03 ppm 0.5 µg/m3 0.053 ppm (100 µg/m3) 150 µg/m3 8-hour (1) 1-hour (1) Rolling 3-Month Average Quarterly Average Annual (Arithmetic Mean) 24-hour (3) Annual (4) (Arithmetic Mean) 24-hour (5) 8-hour (6) 8-hour (7) Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Secondary Standards Level Averaging Time None Lead Nitrogen Dioxide Particulate Matter (PM10) Particulate 15.12 ppm Sulfur Dioxide 0.5) 35 µg/m3 Ozone 0. .

2004) : 1 UU No.Indonesia telah meratifikasi hukum yang ada.hukumnya dibukukan ke dalam Undang – Undang. 205/1997 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara dari Sumber Tidak Bergerak 7 KepMen KLH No. negara maju lebih responsif daripada di Indonesia. Peraturan yang ada di Indonesia merupakan peraturan yang berkiblat pada Eropa karena masa lalu Indonesia yang pernah dijajah oleh Belanda.45/1997 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara 4 Kep Kepala Bappedal No.KEP/MENLH/1995 tentang Emisi Sumber Tidak Bergerak 6 Kep Kepala Bappedal No. biasanya berupa konvensi atau traktat (perjanjian).129/2003 tentang Standar Emisi untuk Kegiatan Minyak dan Gas 8 KepMen KLH No. Sistem yang dianut oleh Indonesia adalah sisil law. peraturan di indonesia tidak kalah dengan peraturan di amerika.141/2003 tentang Standar Emisi untuk Tipe Baru dan Produksi Masa Kini Kendaraan Bermotor 10 KepMen KLH No. Meratifikasi adalah memasukkan ketentuan asing.41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara 3 KepMen KLH No. 50/96 tentang Standar Tingkat Kebauan .Peraturan Pencemaran Udara di Indonesia Dari segi ketentuan atau peraturan. Caranya adalah dengan membuat UU mengenai ratifikasi ketentuan – ketentuan tersebut.35/93 tentang Standar Emisi untuk Kendaraan Bermotor 9 KepMen KLH No. Bedanya pada aplikasi peraturannya saja.107/1997 tentang Perhitungan dan Pelaporan Informasi PSI 5 KepMen KLH No. Peraturan yang ada di Indonesia yang mengatur tentang pencemaran udara diantaranya yaitu (Tamin.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan 2 PP No. dimana hukum. Karena undang undang lingkungan di indonesia sangat bagus.252/2004 tentang Keterbukaan Informasi baik Sumber Tidak Bergerak dan Sumber Bergerak 11 KepMen KLH No.

status mutu udara ambien. dan Gubernur. Kemudian dibahas mengenai langkah-langkah perlindungan mutu udara.Vol Hi – Vol Hi . Selain itu juga terdapat lampiran baku mutu udara ambien nasional seperti tercantum di bawah ini.PP NO 41 tahun 1999 ini memuat tentang definisi dari pencemaran udara. penanggulangan dan pemulihan akibat pencemaran udara. Tabel 2.3 Baku Mutu Udara Ambien Nasional Parameter 1 2 3 4 5 6 SO2 (Sulfur Dioksida) CO (Karbon Monoksida) NO2(Nitrogen Dioksida) O3 (Oksidan) HC (Hidro karbon) PM10 (Partikel <10 um) PM 2. Pihak – pihak yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran udara akan dikenai sanksi dan ganti rugi yang ketentuannya dijelaskan dalam PP ini.dan hal – hal yang terkait dengan pencemaran udara. yang meliputi:baku mutu udara ambien. yaitu pengendalian terhadap pencemaran udara yang meliputi pencegahan pencemaran udara untuk persyaratan penataan lingkungan hidup.000 ug/Nm3 10.5* TSP (Debu) Pb(Timah Hitam) Dustfall (Debu Jatuh) Waktu Pengukuran 1 Jam 4 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 1 Thn 3 Jam 24 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 30 Hari Baku Mutu 900 ug/Nm 365 ug/Nm3 60 ug/Nm3 30. tingkat gangguan. baku mutu emisi dan ambang batas. pemberitahuan keadan darurat oleh Menteri jika cemaran pada udara membahayakan. misalnya pengertian mengenai udara ambien.000 ug/Nm3 400 ug/Nm3 150 ug/Nm3 100 ug/Nm3 235 ug/Nm3 50 ug/Nm3 160 ug/Nm3 150 ug/Nm3 65 ug/Nm3 15 ug/Nm3 230 ug/Nm3 90 ug/Nm3 2 ug/Nm3 1 ug/Nm3 10 Ton/ Km2/ Bulan (Pemukiman) 20 Ton/Km2/ Bulan (Industri) 3 Metode Analisis Pararosanilin NDIR Saltzman Chemilumine scent Flame Ionization Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Ekstratif Pengabuan Gravimetric Peralatan Spektrofotometer NDIR Analyzer Spektrofotometer Spektrofotometer Gas Chomatogarfi Hi . Setelah perlindungan. indeks standar pencemar. baku mutu udara ambien.Vol Hi – Vol Hi – Vol AAS Cannister 7 8 9 . pihak berwenang yang terkait seperti Mentri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup.

hewan dan bangunan. Industri Pembuatan Asam Sulfat 2. Sebutkan 3 konvensi dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara! 2. Bagaimana konsekuensinya? . 2. apakah kegunaan primary standards dan secondary standards? Apakah Indonesia dapat mengadopsinya? Jawab : Primary standards digunakan untuk melindungi kesehatan manusia (publik).2.5 ug/Nm3 40 ug/100 cm2dari kertas limed filter 150 ug/Nm3 1 mg SO3/100 cm3 Dari Lead Peroksida 3 Metode Analisis Spesific ion Electrode Colourimetric Spesific ion Electrode Colourimetric Peralatan Impinger atau Continous Analyzer Limed Filter Paper Impinger atau Continous Analyzer Lead Peroxida Candle Catatan : (*) PM25 mulai diberitahukan tahun 2002 Nomor 10 s/d 13 Hanya berlakukan untuk daerah/kawasan Industri Kimia Dasar Contoh : Industri Petro Kimia.5 baru diberlakukan pada tahun 2002. Mengapa dalam peraturan tersebut untuk suatu rentang waktu persyaratan paparan yang lebih rendah. Penutup 2.Parameter 10 11 12 13 Total Fluorides (as F) Fluor Indeks Khlorine dan Khlorine Dioksida Sulphat Indeks Waktu Pengukuran 24 Jam 90 Hari 30 Hari 24 Jam 30 Hari Baku Mutu 3 ug/Nm 0. parameter PM2. Indonesia belum/tidak mengadopsi primary dan secondary standards karena kebutuhan pengendalian pencemaran masih untuk kategori primer dan peraturan ke kepentingan publik diserahkan ke kebijakan tiap instansi dan pemerintah daerah yang bersangkutan. Dalam peraturan pencemaran udara di Amerika. maka batas konsentrasinya parameter yang terkait menjadi lebih tinggi? 3.1. sedang secondary standards untuk melindungi kepentingan publik termasuk tanaman. Latihan 1. Dalam baku mutu udara ambien nasional. Tes Formatif 1.2.3.3.

3. 2. Mengapa dalam baku mutu udara ambien nasional.4. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara.100% 80% .3. Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia.59% 2. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia. metode pengukuran parameter-parameter juga dicantumkan? 2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.4. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.79% 60% . : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Rangkuman Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara.89% 70% . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. hitunglah jawaban anda yang benar.3.3.69% 0% .2.

2005. Konvensi tersebut adalah : a. Policy And Regulation Of Air Pollution In Indonesia. Konsekuensinya mulai tahun 2002 setiap daerah wajib melakukan pengukuran konsentrasi PM2. Agar terjadi keseragaman untuk perbandingan dengan baku mutu. paper presented in Training of Trainer BASIC URBAN AIR QUALITY MANAGEMENT CAI Net. Bandung SENARAI . Metode yang dijadikan standar dalam baku mutu merupakan metode yang akurat dan dapat diusahakan di seluruh Indonesia. September 19 – 23. Pihak-pihak yang mengemisikan PM2.3. Ridwan D (2005).2. Kyoto protocol b.5 di udara ambien. maka metodenya distandarkan.5 juga dianjurkan untuk mengukurnya agar tahu kontribusinya terhadap udara ambien. Konvensi Wina c. Untuk pengukuran suatu parameter sangat banyak metodenya. Konvensi Stockholm 2. Hal ini berhubungan dengan studi dosis-response dimana untuk keterpaparan konsentrasi yang kecil maka manusia dapat bertahan hidup lebih lama demikian sebaliknya 3. DAFTAR PUSTAKA Clean Air Act USA Clean Air Act UK Japan Environmental Quality Standards Tamin. Assistant Deputy for Vehicles Emissions Pollution Control. 4.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.

3. kreatif.1.3. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi.1 SUB POKOK BAHASAN METEOROLOGI PENCEMARAN UDARA 1. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara. mandiri. difusi dan dispersi.2.D.1 Pendahuluan 1.1. . temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. dilusi. 1. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan. difusi dan dispersi. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada. peranan angin dalam distribusi polutan. faktor turbulensi di atmosfer. 1.POKOK BAHASAN III METEOROLOGI DAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA II. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer. 1. adveksi.2. dilusi.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang meteorologi pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara.1.

sehingga membentuk zat pencemar sekunder. berbagai polutan udara akan melalui berbagai proses. Penyajian 1. Smog sebagai contoh. hidrokarbon. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. Pola gerakan atmosfer atau dinamika atmosfer sangat berperan dalam . Proses perubahan (difusi) Zat pencemar selama berada di udara akan mengalami perubahan fisik dan kimia.1. Proses pengenceran (dilusi) Pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. bahkan memunculkan jenis polutan baru. seperti hujan. Baik percampuran antara polutan yang satu dengan yang lain yang pada akhirnya akan meningkatkan komposisi polutan itu sendiri. profil pergerakan udara biasanya akan sangat kompleks.2. Dalam perhitungan harga kecepatan dan arah angin diperlukan sebagai indikasi pergerakan udara di suatu daerah. Fenomena ini dapat dipelajari dengan atau dari numerical atmospheric diffusion model. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi). Uraian Umum Di atmosfer. Proses penyebaran (adveksi) Penyebaran zat pencemar yang diemisikan dari sumbernya ke udara diakibatkan oleh adanya pengaruh down wind. dispersi. Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi. Namun alam mempunyai prosesnya sendiri yang secara alamiah dapat mengurangi maupun memindahkan konsentrasi berbagai partikulat tersebut sebagai akibat faktor meteorologi (Neiburger. Bahkan untuk jarak yang pendek. merupakan hasil interaksi di udara antara oksida nitrogen. dan energi matahari. 1995).1.2. Proses penghilangan (dispersi) Zat pencemar di atmosfer akan mengalami penghilangan atau pengurangan karena adanya proses-proses meteorologi. peristiwa ini dikenal dengan reaksi fotokimia.

temperatur. turbulensi dan kestabilan atmosfer. Sirkulasi Angin Angin merupakan udara yang bergerak sebagai akibat perbedaan tekanan antara daerah yang satu dan lainnya. kabut di pantai. angin lembah. Perbedaan pemanasan udara menyebabkan naiknya gradien tekanan horisontal. Pada skala meso dan mikro. Faktor-faktor dinamika yang mempengaruhi adalah : 1. Fenomena ini terjadi sampai jarak ribuan kilometer dan terlihat dengan munculnya area semipermanen bertekanan sedang di atas lautan dan daratan. Transportasi atmosfer vertikal atau konveksi 3. Fenomena skala meso akan terjadi sampai ratusan kilometer dan skala mikro mencapai 10 kilometer. dan pemanasan global adalah contoh-contoh dari pengaruh topografi regional dan lokal pada kondisi atmosfer. sistem presipitasi angin. sehingga terjadi gerakan udara horisontal di atmosfer. tekanan pada permukaan tanah. Pada skala makro. Oleh karena itu. perbedaan temperatur antara atmosfer di kutub dan di ekuator (khatulistiwa). serta antara atmosfer di atas benua dengan di atas lautan menyebabkan gerakan udara dalam skala yang sangat besar. dan gerak rotasi bumi. baik difusi molekuler maupun difusi turbulensi. pergerakan angin sangat dipengaruhi oleh temperatur atmosfer. Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara. Transportasi atau pengangkutan zat oleh aliran udara horisontal atau angin. keadaan topografi sangat berpengaruh pada pergerakan angin. 2. Perbedaan ketinggian permukaan tanah mempunyai efek pada kecepatan angin dan arah pergerakan angin. Cahaya bulan. Angin lokal terjadi akibat perbedaan temperatur setempat. angin laut dan angin darat. akan dibahas di sub bab ini yaitu : sirkulasi angin.penyebaran polutan pencemar yang masuk ke dalam atmosfer (udara ambien). . Difusi. tetapi dengan adanya gaya Coriolis maka angin akan bergerak tidak sesuai dengan yang seharusnya. Angin bergerak dari tekanan tinggi ke rendah.

Siklus angin secara global (Sumber: Liu & Liptak. ada suatu gaya yang harus dipertimbangkan yaitu gaya Coriolis yang ditimbulkan yang ditimbulkan akibat rotasi bumi (gaya ini kadangkadang disebut juga gaya defleksi horisontal).1. tiap hari. Untuk sebuah daerah. Dekat dengan permukaan bumi.Gambar 3. . Distribusi frekuensi dari arah angin menunjukkan daerah mana yang paling tercemar oleh polutan. udara sering kali mengalami percepatan yang kecil dan tekanan rendah sehingga gaya-gaya yang bekerja pada bagian udara pada kasus ini akan berimbang dan gradien arah pergerakan udara sejajar dengan garis tekanan. Di lapisan atmosfer teratas. Di samping adanya gradien tekanan. dan dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda. 2000) Bila bumi tidak berputar. Dengan demikian arah pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke bertekanan rendah tidak tegak lurus lagi. gaya gravitasi mulai berperan sehingga mengakibatkan perubahan gradien arah pergerakan udara terhadap ketinggian. udara akan mempunyai kecenderungan mengalir langsung dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. efek sirkulasi angin terjadi tiap jam.

Wind rose adalah sebuah statistik angin yang terdiri dari frekuensi. Skema Angin Darat dan Angin Laut Sumber: Cooper dan Alley. Hal ini akan menyebabkan adanya angin laut.17 7 .21 SOUTH 11 . suhu udara di atas laut lebih rendah dibandingkan pada daratan. 1986 Setelah matahari terbenam dan beberapa jam pendinginan oleh radiasi. kekuatan. Perbedaan ini akan menyebabkan perpindahan udara dari laut yang bersuhu rendah ke daratan yang bersuhu tinggi. suhu udara di daratan akan menjadi lebih rendah dibandingkan pada lautan. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. dan kecepatan.3.67% Gambar 3. Pada siang hari.11 4-7 1-4 Calms: 16. yang mana berbentuk grafik (vektor) yang menggambarkan frekuensi distribusi dari arah angin pada berbagai variasi kecepatan yang terjadi pada suatu lokasi dengan waktu tertentu. arah. Lalu aliran . NORTH 35% 28% 21% 14% 7% WEST EAST WIND SPEED (Knots) >= 22 17 . Arah angin bisanya didefinisikan dengan wind rose. sehingga bahan polutan yang berada beberapa ratus meter di atas permukaan akan ikut tersebar.Salah satu hal penting dalam meramalkan penyebaran zat pencemar adalah mengetahui arah dan besarnya kecepatan angin. Bunga Angin (Wind Rose) Adanya perbedaan daerah daratan dan daerah perairan akan mengakibatkan pengaruh formal yang berbeda akibat radiasi sinar matahari.2. Angin Laut – Siang Hari Angin Darat – Malam Hari Gambar 3.

D. Dalam penelitian JICA (1995) dinyatakan bahwa parameter untuk mengetahui stabiltas atmosfer dikemukakan oleh Pasquill dan diperbarui oleh Gifford lalu dimodifikasi oleh Senshu. cal/cm2/h) Angin (m/sec) γ≥30 30>γ≥15 15>γ≥7.udara akan berpindah dari daratan yang bersuhu rendah ke lautan yang bersuhu tinggi.5>γ≥0 0>γ≥-1. Klasifikasi stabilitas atmosfer Siang Hari Malam Hari Kecepatan Net Radiasi (γ.8 -1. polutan-polutan di atmosfer terdispersi dalam 2 cara yaitu melalui kecepatan angin dan turbulensi atmosfer. pola gerakan atmosfer dapat dibedakan menjadi dua macam. . Turbulensi atmosfer terjadi akibat dari gerakan angin yang berfluktuasi dan memiliki frekuensi lebih dari 2 cycles/hr. E. yaitu aliran laminar dan aliran turbulen. Difusi turbulen terjadi pada aliran turbulen. baik arah horisontal maupun vertikal.5 7. Komponen penentu tingkat turbulensi di atmosfer adalah stabilitas atmosfer atau stabilitas udara. Stabiltas atmosfer ini dibagi menjadi 7 (tujuh) kelas stabilitas.1. yang dibedakan dengan huruf A. B. Tabel 3.6 -3. Turbulensi Secara garis besar.6>γ U<2 2≤U<3 3≤U<4 4≤U<6 U≤6 A A-B B C C A-B B B-C C-D dD B C C dD dD dD dD dD dD dD nD nD nD nD nD G E nD nD nD G F E E E Sumber : The Study On The Integrated Air Quality Management For Jakarta Metropolitan Area Keterangan dari klasifikasi kelas : A B C D E F G = sangat tidak stabil = tidak stabil = sedikit tidak stabil = netral = stabil = sangat stabil = lebih stabil dari kelas F Secara umum. dan F. Hal ini akan menyebabkan terjadinya angin darat. Klasifikasi dari stabilitas atmosfer dapat dilihat pada tabel berikut ini. C. menyebabkan terjadinya percampuran dalam atmosfer.8>γ≥-3.

hal ini merupakan mekanisme yang efektif untuk menghilangkan polutan di udara. Turbulensi menyebabkan terjadinya aliran udara melalui 2 cara : pusaran thermal dan .Fluktuasi turbulensi terjadi pada arah vertikal dan horisontal. Pergerakan eddies yang berbeda mengakibatkan perbedaan bentuk penyebaran plume yang diemisikan oleh sumber ke atmosfer. pusaran mekanis Pergerakan eddies (pergerakan pusaran) mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam proses turbulensi. Akibat pergerakan eddies akan menimbulkan pencampuran dan pengenceran konsentrasi zat pencemar di udara. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang luas. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang kecil. macam bentuk penyebaran plume tersebut adalah sebagai berikut : 1. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. Pada malam hari. hal ini akan merubah gradien kecepatan angin karena ketinggian seperti terlihat pada gambar berikut ini. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang bervariasi. Plume ini akan bergerak pada angin permukaan (down wind) Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. Perbedaan profil kecepatan angin ini juga dipengaruhi oleh faktor kekasaran permukaan. akan menimbulkan bentuk yang kecil tetapi mempunyai liuk yang lebar 3. baik secara vertikal maupun horisontal. 2. plume bergerak dengan pusaran kecil dalam garis lurus dan pembesaran pada potongan melintang. akan membentuk plume berukuran besar dan mempunyai liuk yang besar. akan berbeda.

4.Gambar 3. Udara ambien dan adiabatic lapse rates mempengaruhi terbentuknya stabilitas atmosfer. Di atmosfer sendiri diharapkan akan terjadi penurunan temperatur dan tekanan sesuai dengan pertambahan tinggi. Pada saat udara bergerak turun akan terbentuk aliran udara vertikal dan turbulensi terbentuk. Dalam kondisi atmosfer seperti ini. Variasi Angin Sesuai Ketinggian Untuk Tingkat Kekasaran Permukaan Yang Berbeda (Sumber: Liu & Liptak. Ketika sekumpulan udara menjadi lebih dingin dibandingkan dengan udara sekitarnya. 2000) Temperatur Perubahan temperatur pada setiap ketinggian mempunyai pengaruh yang besar pada pergerakan zat pencemar udara di atmosfer. Dalam keadaan dimana temperatur sekumpulan udara lebih tinggi dari sekitarnya. maka kerapatan dari udara yang bergerak naik dengan kecepatan rendah lebih kecil daripada kerapatan udara lingkungannya dan udara berhembus secara kontinu. sekumpulan duara itu akan kembali ke elevasinya semula. Keadaan atmosfer dalam kondisi di atas dikatakan tidak stabil (unstable). gerakan vertikal akan . Perubahan temperatur ini disebut lapse rate. Gerakan ke bawah akan menghasilkan sekumpulan udara yang lebih hangat dan akan kembali ke elevasi semula. Turbulensi yang terjadi tergantung pada temperatur.

diabaikan oleh proses pendinginan adiabatik atau pemanasan, dan atmosfer akan menjadi stabil (stable). Jika sekumpulan udara terbawa ke atas akan melalui bagian yang mengalami penurunan tekanan dan akibatnya kumpulanan udara itu akan menyebar. Ekspansi tadi memerlukan kerja untuk melawan lingkungannya dan terjadi penurunan temperatur. Biasanya proses ini berlangsung singkat karena itu untuk menganalisanya dilakukan anggapan tidak terjadi transfer panas pada sekumpulan udara yang ditinjau serta sekumpulan udara mempunyai kerapatan dan temperatur sama. Kondisi atmosfer seperti ini dikatakan netral (neutral) dan dikenal dengan lapse rate adiabatic. Ketiga kondisi atmosfer ini terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 3.5 Kondisi Stabilitas Atmosfer
(Sumber: Cooper & Alley, 1994)

Berdasarkan pembagian keadaan yang terjadi di atmosfer maka akan muncul garis dry adiabtic lapse yang membatasi antara keadaan stabil dan tidak seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.6. Hubungan Ambient Lapse Rates Dengan Dry Adiabatic Rate
(Sumber: Liu & Liptak, 2000)

Pembagian keadaan atmosfer itu terdiri dari : 1. Superadiabtic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di atas adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi tidak stabil. 2. Neutral, keadaan dimana 2 lapse rates akan seimbang. 3. Subadiabatic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di bawah adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi stabil. 4. Isothermal, keadaan ketika temperatur udara konstan di atmosfer maka ambient lapse rate menjadi nol dan atmosfer stabil. 5. Inversion, keadaan ketika temperatur udara ambien meningkat sesuai dengan ketinggian maka lapse rate menjadi negatif atau keadaan dimana udara hangat menyelimuti udara dingin. Kelembaban Udara Kelembaban adalah konsentrasi uap air air di udara. Konsentrasi dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban spesifik, atau kelembaban relatif. Dalam kaitannya dengan penguapan air yang di udara yang menyebabkan berubahnya temperatur, kandungan air dalam suhu kamar dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak lebih dari sekitar 0.5 % pada 0 °C (32 °F). Kelembaban Relatif adalah perbandingan menyangkut tekanan uap air di dalam gas apapun terutama udara ke keseimbangan tekanan penguapan air, di mana gas dinyatakan jenuh pada temperatur tersebut, dinyatakan dalam persentase perbandingan antara

massa air saat ini per volume gas dan massa per volume dari gas jenuh (Roberts, 2005). Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan atmosfer secara vertikal adalah kepadatan atau densitas udara. Densitas udara sendiri menurut Nevers (2000) dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Hukum kesetimbangan gas menyatakan bahwa kerapatan dipengaruhi perubahan nilai berat molekul (M) dan suhu (T). Adapun berat molekul sendiri dipengaruhi oleh fraksi mol uap air sebesar 0,023 RH. Kerapatan merupakan massa volume satuan suatu zat. Massa adalah ukuran jumlah zat, dimana sifat massa itu menimbulkan kelembaban, yaitu menentang perubahan jumlah gerakan dan menghasilkan daya tarik gravitasi bahan-bahan lain (Neiburger, 1995). Kelembaban relatif dalam atmosfer merupakan unsur yang sangat penting untuk cuaca dan uap air dalam udara. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran. Sedangkan kelembaban udara juga dipengaruhi oleh bangunan gedung dan pohon penghijauan di pinggir jalan dan sinar matahari. Ditambahkan oleh Lakitan (1994), kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari disebabkan karena penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radiasi matahari selama siang hari tersebut. Pada malam hari akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara. Oleh karena itu kandungan uap air di udara dekat permukaan tersebut akan berkurang. Kelembaban udara umumnya adalah kelembaban relatif. Perbandingan antara tekanan uap air aktual dengan tekanan uap air pada kondisi tempat jenuh, umumnya dinyatakan dengan persen (%). Tekanan uap air adalah tekanan parsial uap air dalam udara bebas di suatu tempat tertentu dengan jumlah tertentu. . Urban Heat Island Akumulasi panas dalam daerah perkotaan pada siang hari akan mengakibatkan keseimbangan radiatif pada malam hari yang berbeda dengan daerah pedesaan di

data meteorologi dapat diperoleh dari stasiun BMG setempat. Intensitas gumpalan panas ini akan bergantung kepada : • • • Kecepatan angin kritis di atas gumpalan panas. Jelaskan pengertian dilusi dalam pencemaran udara 2.2. Latihan Buatlah contoh bunga angin berdasar contoh data meteorologi (angin) yang anda peroleh minimum dalam waktu 1 hari (24 jam).2. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : . dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. hitunglah jawaban anda yang benar. yang isotermalnya biasanya terletak di daerah pusat kota.sekitarnya yang menyimpan panas lebih sedikit pada siang hari. Jawab : Lihat referensi yang sudah ada. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3.3. 1. Awan dan presipitasi. akan terjadi suatu gumpalan panas di daerah perkotaan. arah angin (dalam tiga angka derajat sudut). Sebutkan keadaan-keadaan yang terjadi yang berhubungan dengan ambient lapse rate? 1. Data angin yang harus ada isiannya adalah waktu terjadinya (jam).3.2. Bagaimana perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari? 4. 1. Tes Formatif 1. Lapisan pencampuran (mixing layer).1. Sebutkan aspek meteorologi yang erat kaitannya dengan sebaran polutan? 3. besar kecepatan angin (bisa dalam km/jam atau knot). Penutup 1. Oleh karena itu.

1.3. dispersi.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.4. 1. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi). Proses adveksi.69% 0% . maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Rangkuman Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi. dilusi. 2.59% 1. difusi dan dispersi dapat terjadi secara simultan di atmosfer. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran.89% 70% . Dilusi : pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. Stabilitas atmosfer digunakan untuk menilai gerakan udara sehingga pengaruh pencampuran dan pengenceran zat pencemar di udara dapat diprediksi. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.3. meso dan makro.3.90% . Tindak Lanjut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.3. . Pergerakan angin dapat terjadi pada skala mikro.79% 60% . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. temperatur.100% 80% . turbulensi dan kestabilan atmosfer. Kestabilan atmosfer dipengaruhi oleh temperatur ambien dan lapse rate. Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara adalah : sirkulasi angin.

(2000). akan berbeda. PT. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan Ardino Purbu. Lewis Publishers. SENARAI . David H. Inc Singapore. (1997). Air Pollution Control Engineering.3. Second Edition.C. 4.fsec. Neiburger. Superadiabtic. Inc. (1995).edu/bldg/science/ humidity (Januari 2006) Lakitan. Pada malam hari. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. Dasar-dasar Klimatologi. Humidity. Morris. Roberts. F. Bandung. isothermal. Béla G. Liu. Bapedal. Jakarta. Indonesia. Benyamin. inversion. ITB. K Roddick. Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. http://www. United States. Main Report : The Study on The Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. DAFTAR PUSTAKA Cooper. Air Pollution Control. neutral.ucf. subadiabatic. (1995). (1995). New York. Raja Grafindo Persada. Noel De Nevers.F & Liptak. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). McGraw Hill. (2005). A Design Approach. (1994). Cetakan ke-6. C David & Alley. Air Pollution. Waveland Press.

faktor turbulensi di atmosfer.2. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan 2. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran. dilusi. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara.3. adveksi. difusi dan dispersi.2 SUB POKOK BAHASAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA 2.1. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer.II. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara. 2. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi. dilusi.3. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi. 2.2. mandiri.1. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. Uraian .1. peranan angin dalam distribusi polutan.2. 2. kreatif. difusi dan dispersi.1.1.1 Pendahuluan 2.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang sebaran pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. Penyajian 2..2. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer.1.

Data yang masuk dalam submodel ini akan menghasilkan emission load dari sumber emisi transportasi. yaitu : 1. 3. memprediksi perubahan konsentrasi sesuai dengan waktu. membuat target emisi untuk sumber-sumber yang tingkat pencemarannya tinggi. dan akan diolah datanya bersama-sama dengan hasil dari submodel meteorologi untuk membuat model dispersi pencemar. Dengan semakin berkembangnya sektor – sektor yang menimbulkan pencemaran udara akan membuat peningkatan kadar polutan di udara tetapi kita tidak akan tahu berapa konsentrasi polutan di masa datang.Model Dispersi Pencemaran Udara Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). Submodel meteorologi Data masukan untuk submodel meteorologi meliputi data arah dan kecepatan angin. Submodel emisi sumber Data masukan untuk submodel emisi adalah informasi sumber pencemar yang ditekankan pada penggunaan energi pada sektor transportasi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model sebaran pencemaran udara yang membantu kita untuk mengetahui bagaimana perilaku polutan-polutan udara di lingkungan. Submodel ini digunakan untuk menghitung frekuensi distribusi dari data meteorologi selama 1 tahun. 2. Ada banyak alasan mengapa model sangat diperlukan antara lain : dapat diketahui sumber mana yang bertanggungjawab atas besarnya konsentrasi polutan yang diterima oleh receptor. radiasi sinar matahari. terutama dalam penyiapan data masukan sumber emisi dan intensitas emisi serta data meteorologi. Hasil keluaran submodel ini akan menjadi masukan dalam submodel dispersi bersama dengan data keluaran submodel emisi. model sejenisnya. Menrut Soedomo (1990). memerlukan pekerjaan pendahuluan yang akan membutuhkan waktu. Model ini adalah model kualitas udara yang seperti. Submodel dispersi pencemar . model yang dikembangkan terdiri atas beberapa submodel. dan ketinggian lapisan pencampur.

kecepatan angin. 2. Model ini hampir sam dengan model eulerian tetapi lebih diperuntukkan dalam skala lebih besar. seperti terlihat pada gambar berikut ini. dan hasilnya adalah gambaran mengenai konsentrasi polutan pada tiap penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. yang dikenal sebagai pemodelan pola dispersi polutan yang mana akan menggunakan rumus-rumus yang ada saat ini untuk menganalisa. Model Lagrangian Berdasarkan proses dari pergerakan massa udara atau proses dari dispersi partikel. Model Eulerian Secara numerik model ini dapat digunakan untuk menyelesaikan perhitungan difusi atmosfer. dimana apabila data input yang diperlukan dimasukkan akan melakukan perhitungan-perhitungan yang dibutuhkan. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengetahui pergerakan emisi dari sumber titik di atmosfer. dipengaruhi oleh faktor-faktor meteorologi seperti arah angin. 3. dan sebagainya.Menurut Colls (2002) untuk model dispersi pencemar dapat dibagi menjadi 3 model utama yaitu : 1. Model Gaussian Model ini dibuat berdasarkan distribusi probabilitas normal gaussian dari ektor angin dan fluktuasi konsentrasi polutan. Dalam pengukuran untuk model ini digunakan balon natural densitas. Pemodelan dispersi polutan berbasis komputer pada dasarnya dapat disebut sebagai sebuah “black box”. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan-perhitungan memadai. . Deskripsi Model Dispersi Dasar dari sebuah model dispersi dapat dijelaskan sebagai berikut : apabila sebuah sumber emisi misalnya kendaraan bermotor mengeluarkan emisi polutan NOx sebesar 1 ppm ke atmosfer. Alat untuk sensor eulerian adalah windvane atau anemometer. maka yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar yang diterima oleh penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia.

3. Model ini menjelaskan hubungan antara polutan yang diemisikan dari sumbernya dengan konsentrasi polusi udara di ambien.E m is i S um ber T ra n s p o rta s i B la c k B o x F a k to r fa k to r M e te o ro lo g i P e n e rim a ( R e c e p to r s ) Gambar 3. Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ dC = K xx ⎢ 2 ⎥ + K yy ⎢ 2 ⎥ + K zz ⎢ 2 ⎥ dt ⎣ ∂x ⎦ ⎣ ∂z ⎦ ⎣ ∂y ⎦ dimana : C = konsentrasi. Dengan demikian maka diharapkan dapat memberikan hasil simulasi yang akan mewakili hubungan antara sumber emisi dan konsentrasi polutan di udara ambien. Berdasarkan Colls (2002). z . Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian. Kxx. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian. 1999) Penerapan Model Dispersi Dasar dari dispersion simulation model adalah persamaan Gauss dari plume dan puff. demikian juga total emmision load masing-masing polutan yang diemisikan ke udara dan konsentrasi polutan di udara ambien. asumsi yang digunakan dalam simulasi ini adalah : 1. 2. y.7 Model Black Box (Sumber: Soedomo. Untuk mendapatkan hubungan yang baik antara polutan yang diemisikan dengan konsentrasi polutan di udara ambien. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengklarifikasikan hubungan antara masingmasing sumber. Kyy. Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif. Pendekatannya adalah dengan menggunakan persamaan Gauss. T = waktu. maka ketepatan/ketelitian inventarisasi sumber emisi dan kecocokan penggunaan data meteorologi sangat diperlukan. Kzz = koefisien difusi arah sumbu x.

8 Sistem Koordinat untuk Distribusi Gaussian Pada Arah Horisontal Dan Vertikal (Sumber: Colls.F ⎟ ⎠ dimana : ⎧ ⎡ ( z − He )2 ⎤ ⎡ ( z + He )2 ⎤ ⎫ ⎪ ⎪ + exp ⎢− F = ⎨exp ⎢− ⎥ ⎥⎬ 2 2 2σ z 2σ z ⎪ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦⎪ ⎩ ⎭ Persamaan asli Gaussian diatas mengansumsikan bahwa permukaan tanah sebagai dinding pembatas untuk difusi selanjutnya. Jika tidak ada pengendapan dan absorpsi. y . z ) = . 2002) Persamaan asli (original) dari Gauss adalah : 2 ⎛ ⎜− y C ( x.9 Sumber dan Bayangan Sumber di Bawah Permukaan Tanah (Sumber: Perkins.Persamaan difusi Fickian dimodifikasi dan digunakan untuk mempelajari model penyebaran polutan dari sumber-sumber emisi. Persamaan Gaussian menggunakan sistem koordinat seperti terlihat pada gambar berikut ini. Source Ground Image Source Gambar 3. exp ⎜ 2σ 2 2πσ yσ z u y ⎝ Qp ⎞ ⎟. maka dinding pembatas ini dapat dihitung dengan mengasumsikan adanya bayangan sumber yang simetris dengan sumber di bawah permukaan tanah. 1974) . Gambar 3.

Oleh karena itu. persamaan diatas dapat disederhanakan. Persamaan Puff model (calm condition) ⎛ ( x − ut )2 y2 C ( x. kondisi ini disebut sebagai kondisi tenang (calm condition). Keterangan persamaan Gaussian : C x y z Q u = konsentrasi pada titik perhitungan (ppm) = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) = jarak dari sumber ke titik perhitungan arah kanan atas dari arah angin = tinggi pada titik perhitungan (m) = emission rate dari polutan (m3/dt) = rata-rata kecepatan angin (m/dt) He = tinggi stack efektif σy.F ⎟ ⎠ Persamaan Puff model (calm condition) disederhanakan karena terlalu banyak menggunakan faktor waktu. y . sedangkan nilai (z+H) untuk sumber bayangannya. exp⎜ − − 2 2 ⎜ (2π )1 / 2 σ σ yσ z 2σ x 2σ y ⎝ Qp ⎞ ⎟. z ) = . pada ground level z = 0. sehingga persamaannya menjadi : C= ⎡ y2 ⎤ ⎡ He 2 ⎤ exp ⎢− ⎥ exp ⎢− 2 2 ⎥ πσ y σ z u ⎢ 2σ z ⎥ ⎢ 2σ y ⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎣ Q Persamaan Gaussian Plume digunakan untuk keadaan dimana terdapat kecepatan angin di sumber emisi (windy condition).Persamaan Plume model (windy condition) Pada persamaan asli Gaussian diatas nilai (z-H) untuk sumber sebenarnya diatas permukaan tanah.z = koefisien difusi dalam arah y dan z (m) α / γ = rate of increase of the horizontal/vertical plume width (m/dt) t = waktu dari stack atau pipa pembuangan gas (dt) . persamaan di atas disederhanakan menjadi : C= ⎤ 2Q ⎡ 1 ⎢ 2 3/ 2 2 2 ⎥ (2π ) γ ⎣ R + (α / γ ) He ⎦ Persamaan Gaussian Puff digunakan jika tidak terdapat angin di sumber emisi atau kecepatan anginnya sama dengan 0 (nol).

000212 0.1019 0.433 1. αz. σz menggambarkan lebar dari distribusi konsentrasi polutan yang keluar dari stack (pipa gas buang).851 0.0570 0. Persamaannya sebagai berikut : αy σ y ( x ) = γ y .889 0. 1993 . sedangkan nilai σz untuk lebar vertikal difusi kepulan.323 0. Persamaan JEA (Japan Environmental Agency) untuk mensimulasikan tabel Pasquill-Gifford digunakan untuk persamaan plume. berbeda dengan cerobong industri dan rumah tangga yang diletakkan vertikal.897 0.0621 0.232 0.1272 0.899 0.415 0.784 0.865 0. karena cerobong kendaraan bermotor diletakkan horisontal (tidak ada penambahan tinggi).400 0.637 0.788 0.122 1.921 0.094 0.0554 0.431 0.x dimana : σ z ( x ) = γ z .0864 0.632 0.964 1.732 0.924 0.794 0.1068 0.370 2.222 γy 0.811 0.0373 0.00855 0.2 Nilai Konstanta Untuk Lebar Difusi Kepulan Persamaan Plume Kelas Stabilitas A B C D E F Arah horisontal αy 0.602 0.0452 γz 0.41 0.1107 0.0928 0.1046 0.529 3.565 0.0733 0.426 0.0800 0.901 0.282 0.Nilai He (tinggi stack efektif) sama dengan tinggi stack awal. γy.555 0.826 0. γz = konstanta yang tergantung dari stabilitas atmosfer (Tabel 3.855 0.914 0.929 0.1105 0.x α z αy.1467 0.921 0.526 0. sehingga : He = Ho (tinggi awal stack) Lebar Difusi Kepulan Nilai dari σy. Nilai σy adalah lebar difusi kepulan secara horisontal.0380 0.896 Arah vertikal x αz 1.2) x = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) Tabel 3.396 0.109 0.514 2.918 0.1772 0.929 0.62 x 0~300 300~500 500~ 0~500 500~ 0~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~2000 2000~10000 10000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ G Sumber : JEA.

2.439 γ 1.14.029 2.474 0. konsentrasi SO2 adalah: C1 km = [55. m 140 540 τz. siang hari pada ketinggian 10 m.25 = 6. 1993 α 0.Lebar Difusi Kepulan untuk Persamaan Puff Tabel JEA yang diperoleh dari grafik Turner (1970) digunakan untuk persamaan puff terlihat pada tabel di bawah ini.470 0.000 ton/hari x 1/100 = 100 ton/hari (27.635 0.2.781 0.777. tinggi stack efektif 250 m.048 0.6 m/det.439 0.555. angin bergerak dengan kecepatan 3m/det. Pada ground level concentration maximum (GLC).948 0.777.Nilai α Dan γ Untuk Persamaan Puff Kelas Stabilitas A B C D E F G Sumber : JEA. kadar sulfur 1%. Jumlah sulfur = 10.439 0. Latihan Perkiraan konsentrasi SO2 pada sisi hilir dari sebuah PLTU 1.400 mg/det.569 0.000 MW pada jarak 1 km dan 5 km.700)mg/det = 55. diukur pada kondisi sedikit cerah.208 0. x. km 1 5 τ y. yang menggunakan 10. m 125 500 Kondisi atmosferik tidak stabil.700 mg/detik) Emisi SO2 = (64/32)(27.067 0. Tabel 3.3.400 /3.6 x 140 x 125] exp-[{2502/2(125)2}] .555.113 0.6. kecepatan angin pada ketinggian stack efektif adalah sebesar: v = v1 (H/z1)n = 3(250/10)0.000 ton batubara per hari sebagai bahan bakarnya.

: baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .59% 2.79% 60% . Sebutkan asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi model! 4.14. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.100% 80% .3. Tes Formatif 1.1.89% 70% . hitunglah jawaban anda yang benar. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.3. Sebutkan data apa yang diperlukan dalam submodel emisi sumber? 3.2. Secara umum sebutkan dua model utama dalam pencemaran udara! 2.6 x 540 x 500] exp-[{2502/2(500)2}] = 315 mg/m3 2.3.3.6. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Pendekatan apa yang digunakan dalam persamaan Gauss? 2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.400 /3.69% 0% .555.3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.= 750 mg/m3 C5km = [55. Penutup 2.

Office of Air Programs Pub. No. model gaussian. (1995). Ardino Purbu. Colls.B (1970). Submodel dispersi terdiri atas emisi sumber. Second Edition. Air Pollution (International Student Edn) McGrawHill. Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian. Asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi ini adalah : 1. Main Report : The Study on The . C David & Alley. Model dispersi digunakan untuk memperkirakan tingkat cemaran dari sumbernya terhadap fungsi jarak dan waktu. 4. 2002. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian DAFTAR PUSTAKA Neiburger. Jeremy. 3. United States. jumlah emiter untuk mencari emission load 3. Spon Press Tylor & Francis Group. F. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). (1995). Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). Model dispersi pencemar secara garis besar terdiri atas tiga model yaitu model eulerian. 2. Waveland Press. Rangkuman Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). New York Turner D.AP-26. model lagrangian. Cooper. Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif.C.4.C. Workbook of Atmospheric Dispersion Estimates. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. ITB. Model dispersi dan model reseptor 2. Data faktor emisi.S. London. Second Edition. Bandung. dispersi pencemar. Perkins H. Environmental Protection Agency. meteorologi.3. Morris. 2. (1974). U. Air Pollution. Air Pollution Control. A Design Approach. Inc. (1994).A.3.2.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.

Moestikahadi. Penerbit ITB. Bandung. Soedomo. Kumpulan Karya Ilmiah Mengenai Pencemaran Udara.Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. (1999). Bapedal. SENARAI . Indonesia.

D.1 Pendahuluan 1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. 1. .1. 1. diskusi kelompok tentang studi jaringan pemantauan kualitas udara di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran kualitas udara.3. Jaringan stasiun pengamat melalui pendekatan kurva serta perhitungan juga menjadi bahasan di sini. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran.1.2.POKOK BAHASAN IV PEMANTAUAN DAN INVENTORI EMISI DALAM PENCEMARAN UDARA II. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi bahasan terakhir di sub pokok bahasan pemantauan kualitas udara. Aspek yang dinilai adalah bagaiman data pemantauan dapat dinilai andal.2.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang metode pemantauan kualitas udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum metode-metode pengukuran.3.1.1 SUB POKOK BAHASAN PEMANTAUAN PENCEMARAN UDARA 1. Polutan yang dipantau meliputi kelompok pencemar indikatif dan spesifik. 1. Dengan memahami metode pemantauan maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mata kuliah Pemantauan dan Analisis Kualitas Udara di semester VI.1. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar pemantauan kualitas udara.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan dasar-dasar pemantauan kualitas udara.

1. Konsentrasi pencemar udara akan berbeda dari satu tempat dengan waktu yang berbeda atau dengan tempat lainnya. Penyajian 1. Zat pencemar indikatif merupakan zat pencemar yang telah dijadikan indikator pencemar udara secara umum. Uraian Umum Program pemantauan kualitas udara merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam pengendalan pencemaran udara.2. Dalam hal ini. Keabsahan dan keterpecayaan data hasil pemantauan yang diperoleh sangat ditentukan oleh metoda sampling dan analisis yang diterapkan. Seperti diketahui. hanya akan dapat terukur dari hasil pemantauan yang dilakukan karena pemantauan kualitas udara perlu dilandasi dengan perangkat lunak dan keras yang sesuai. Hubungan skala ruang dan waktu menjadi variabel penentu besaran konsentrasi zat pencemar yang diamati. metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan. yang biasanya tercantum di dalam peraturan kualitas pencemaran udara yang berlaku.1. dengan beberapa pembakuan bila diperlukan. Di lain pihak. Pencemaran udara di suatu daerah akan sangat ditentukan secara langsung oleh intensitas sumber emisi pencemarnya dan pola penyebarannya (dispersi. pencemaran udara juga ditentukan oleh jenis pencemar yang diemisikan oleh sumbernya. Yang termasuk kelompok zat pencemar indikatif untuk daerah perkotaan dan pemukiman secara umum . Dua jenis pencemar dapat dibedakan di sini. bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengambil keputusan dalam program pengendalian pencemaran udara seperti halnya pemantauan kualitas udara yang diterapkan di suatu daerah. difusi dan pengenceran) di dalam atmosfer.2. program pemantauan kualitas udara. baik udara ambien maupun dari sumber emisi pencemaran udara. Hal yang penting diperhatikan dalam program pemantauan udara adalah yang berhubungan dengan aspek pengambilan contoh udara (sampling) dan analisis di laboratoriumnya serta pengelolaan data dengan metoda statistika. yaitu pencemar indikatif dan spefifik.

Pemantauan sumber emisi dilakukan terutama untuk mengetahui tingkat emisi dan unsur pencemar spesifik. Adanya pembedaan sistem pemantauan ini akan membedakan pula metoda sampling udara. karbon monoksida. oksida-oksida nitrogen (NOx). hidrogen sulfida. pemantauan udara ambien. Udara Masuk Peralatan Sampling Pengkondisian Sampel Pengumpulan Sampel Pencatatan Data Kontrol Aliran & Pengukuran pada Analyzer Udara Bergerak ANALYZER Peralatan Kalibrasi Udara Keluar Gambar 4. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon). contohnya gas chlor. medium tempat pencemaran berdispersi dan berdifusi. formaldehida.adalah suspended particulate matter (debu). Kelompok pencemar spesifik merupakan zat pencemar udara yang bersifat spesifik yang diemisikan dari sumberntya. maupun jenis zat pencemar yang telah diuraikan di atas. sedangkan pemantauan udara ambien dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang didasarkan atas pencemar indikatif yang umum. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor sumber pencemar.1 Komponen Stasiun Pemantauan Kualitas Udara . dan lain-lain. ammonia. merkaptan. total hidrokarbon (THC).

termasuk lokasi. Secara garis besar ada empat tujuan utama yaitu : Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang ada di suatu daerah dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan mengenai kualitas udara yang berlaku dan baku. Jaringan Stasiun Pengamat Perencanaan jaringan pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan tingkat konsentrasi pencemar. Untuk mengaktifkan dan menentukan prosedur pengendalian darurat untuk mencegah timbulnya episode pencemaran udara. perencanaan transportasi. Selain itu diperlukan pertimbangan-pertimbangan umum seperti: jaringan yang ideal penerapan strategi pengendalian pencemaran yang telah dilakukan. validasi pengembangan model difusi dan dispersi pencemaran . Untuk mengamati kecenderungan tingkat pencemaran udara yang ada di daerah pengendalian pencemaran udara tertentu. seperti pengembangan kota dan tata guna lahan. evaluasi udara. penyebaran pencemar dan inventori emisi.Pemantauan Kualitas Udara Ambien Dalam perencaaan pemantauan kualitas udara harus dipertimbangkan beberapa hal. Untuk menyediakan pengumpulan data (data base) yang diperlukan dalam evaluasi pengaruh pencemaran dan pertimbangan perencanaan. durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan Tujuan Pemantauan Kualitas Udara Ambien Beberapa tujuan dapat dicapai dalam pemantauan ini. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat.

sedangkan untuk masalah yang tidak kritis minimum diperlukan hanya 10 stasiun pemantauan SO2. SO2. dengan bantuan gambar 7. Pada gambar tersebut diperlihatkan jumlah minimum dan maksimum monitoring untuk masing-masing zat pencemar. NOx dan oksidan). HC. berdasarkan perhitungan.2 diperoleh alat pemantauan mekanis dan pemantau total.memerlukan sumber daya yang besar. Meskipun kurva tersebut memberikan perkiraan yang tepat dan baik untuk pemantauan pencemar perkotaan dengan sumber emisi dari kendaraan bermotor seperti CO. Total suspended solid (debu). Secara teknis. untuk masing-masing kelas populasi yang tergantung pada penyebaran dan tingkat pencemarannya. dan pencemar lainnya untuk sistem pengukuran automatik maupun mekanik. Perbedaan perkiraan antara jumlah sampler total (mekanis dan otomatis) dengan sampler otomatis adalah menunjukkan banyaknya sampler mekanis yang diperlukan. HC. NOx. dan juga diperlukan pengetahuan mengenai tingkat dan pola penyebaran pencemaran udara. tingkat pencemaran dan keragamannya serta kebijakan-kebijakan yang berlaku. untuk daerah yang berpenduduk 1 juta dengan masalah SO2 yang kritis diperlukan 20 stasiun pemantauan SO2. CO.2. Penetapan besarnya jaringan sangat ditentukan oleh faktor-faktor jumlah penduduk. penetapan besar jaringan dapat ditentukan berdasarkan: jumlah penduduk yaitu dengan membuat kurva aproksimasi (untuk pencemar CO2. karena pencemar tersebut (SO2 dan partikulat) sangat dipengaruhi oleh kompleksitas sektor industri dan pola penggunaan bahan . SO2 dan oksidan tetapi bisa diterapkan langsung untuk parameter SO2 dan partikulat. Untuk parameter SO2 dan NOx membutuhkan alat ukur mekanik dan otomatis. Berdasarkan populasi penduduk Penentuan jumlah stasiun monitoring berdasarkan jumlah penduduk yaitu di suatu wilayah dapat dilakukan menggunakan kurva pendekatan (aproksimasi) seperti diperlihatkan dalam gambar 7. Sebagai contoh.

bakar di daerah tersebut. Rumus perhitungan tersebut sebagai berikut: N = Nx + Ny + Nz . Gambar 4.2 Kurva Aproksimasi Jumlah Stasiun Pemantauan Berdasarkan perhitungan Penentuan jumlah stasiun pemantauan berdasarkan perhitungan hanya digunakan untuk stasiun pemantauan pencemar SO2 dan TSP. dengan demikian akan berpengaruh terhadap ukuran jaringan monitoring.

0096 × Y Cs Nz = 0.Cm − Cs X Cs Cs − Cb Ny = 0.0965 × dimana: N Cm Cs Cb X Y Z = = = = = = = Jumlah stasiun pemantauan Nilai isopleth maksimum (ug/m3) Nilai standar kualitas udara ambien (ug/m3) Nilai isopleth minimum.0004Z Nx = 0. pedesaan. misal menguji keabsahan data yang diperoleh dari sampling kontinu dan sampling semi kontinu. dengan nilai kontur 10 (ug/m3) Luas area dimana konsentrasi pencemar > baku mutu (km2) Luas area dimana konsentrasi pencemar < baku mutu > Luas area dimana konsentrasi pencemar ≤ background (km2) Kriteria Penempatan Stasiun Pemantauan Penempatan lokasi stasiun pemantauan perlu dilakukan pada titik-titik yang mewakili: pusat kota. Periode dan Frekuensi Sampling Konsentrasi zat pencemar di udara ambien berkaitan erat dengan waktu dan tempat. khususnya di daerah perkotaan. pinggir kota. daerah industri. Sampling kontinu merupakan metode yang paling ideal dalam suatu program pemantauan dan pengawasan kualitas udara. oleh karena itu maka penentuan periode dan frekuensi sampling harus memperhatikan hal-hal apakah sampling udara ambien dilakukan dengan sampling terus-menerus (kontinu). semi kontinu dan sampling sesaat (grab sampling). Sampling semi kontinu dapat diterapkan di daerah-daerah yang agak tercemar. daerah sekitarnya (remote area). Sampling sesaat biasanya merupakan suatu metoda yang hanya dilakukan untuk maksud tertentu. yang tidak terlalu ditandai denga fluktuasi episodik yang tinggi. atau suatu langkah awal penentuan titik-titik sampling yang diperlukan di dalam pemantauan dan . daerah pemukiman dan daerah komersial (perdagangan).

. pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sampler).1 Frekuensi Sampling Kualitas Udara Parameter Sam. Sampling sesaat merupakan metode sampling yang permanen.Area dengan konsentrasi Area urban di atas standar pler Kontinu per per Kontinu per per 3 hari 6 hari 3 hari 6 hari TSP M M M M M SO2 M/A A M M M CO A A A HC A A M A NO2 M/A A M M A M NOx M/A A M M A Oksidan M/A A A Area non urban per 6 hari M M Metode Sampling Udara Ambien Dalam pengukuran kualitas udara dengan menggunakan metode dan peralatan yang manual.pengawasan kualitas udara. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas. Untuk mengumpulkan gas dari udara ambien diperlukan suatu teknik pengumpulan dan peralatan tertentu.1. adsorpsi. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. Tabel 4. Teknik absorpsi adalah teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber). Berikut ini pedoman untuk periode dan frekuensi sampling setiap parameter diberikan dalam tabel 4. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri. Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas di udara ambien adalah teknik absorpsi. misalnya pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline. terlebih dahulu dilakukan sampling yang dilanjutkan dengan analisa di laboratorium.

Collector berfungsi untuk mengumpulkan gas yang tertangkap. Kesalahan yang harus dihindari adalah kebocoran dari sistem pengambilan contoh. wet gas meter atau rotameter. Susunan peralatan sampling udara ambien adalah sebagai berikut: Collector Flowmeter Vacuum Pump Gambar 4. Untuk pengumpulan contoh udara diperlukan peralatan pengambilan contoh udara yang pada umumnya terdiri dari collector. terutama untuk gas-gas hidrokarbon yang mampu terserap dalam permukaan karbon aktif. Pompa vacuum dihindari digunakan untuk menghisap udara ke dalam collector. Untuk mengetahui volume udara ambien yang terkumpul digunakan flowmeter baik berupa dry gas meter.Teknik adsorpsi yaitu berdasarkan kemampuan gas teradsorpsi pada permukaan padat adsorbent (karbon aktif atau aluminium oksida). .3 Susunan Peralatan Sampling Udara Ambien Metoda Analisa Berbagai jenis metode pengukuran analitik dapat digunakan untuk analisis zat pencemar udara. flowmeter dan pompa vacuum. sedangkan pengumpulan contoh dengan kantong udara sering digunakan untuk gas pencemar yang tidak memerlukan pemekatan contoh udara. serta tidak memerlukan larutan pereaksi. fritted bubbler atau tube adsorber. dapat berupa impinger. yaitu menggunakan prinsip-prinsip fisiko-kimia yang mampu mengukur zat pencemar secara otomatis dengan waktu pengukuran berskala detik. Teknik pendinginan yaitu teknik sampling dengan cara membekukan gas pada titik bekunya. dari mulai metode analitik yang sederhana dengan waktu pengukuran yang lama seperti titrasi atau gravimetri sampai metode analitik yang paling mutakhir.

hitunglah jawaban anda yang benar. Jelaskan teknik absorpsi dalam pemantauan kualitas udara! 1. Latihan Gambarkan stasiun pemantauan kualitas udara beserta diagram komponennya! Jawab : 1. Sebutkan 2 hal yang menjadi tolok ukur keterpercayaan dan keabsahan data dalam pemantauan kualitas udara! 2.1.1.2. berikan pula contohnya! 3. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Penutup 1.3.3. Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemantauan kualitas udara ambien! 4.3. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 .2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.2. Sebutkan 2 hal pengakategorian zat pencemar dalam rangka pemantauan kualitas udara. Tes Formatif 1.

89% 70% . 2.100% 80% . karbon monoksida. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi hal yang diperhitungkan dalam pemantauan kualitas udara. Jaringan stasiun pengamat dapat dirancang melalui pendekatan kurva serta perhitungan.69% 0% .3. Dalam hal ini. merkaptan. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Polutan yang dipantau secara garis besar dikelompokkan menjadi pencemar indikatif dan spesifik. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. total hidrokarbon (THC). 1.79% 60% .3. Rangkuman Aspek penting dalam pemantauan kualitas udara adalah bagaiman data dapat dinilai andal. oksida-oksida nitrogen (NOx).4. dan lain-lain. 1. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. hidrogen sulfida.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. formaldehida. metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran.3.59% 1. ammonia. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Zat pencemar indikatif seperti suspended particulate matter (debu).Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon) dan zat pencemar spesifik seperti gas chlor.

National Institute for Occupational Safety and Health (1976). durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan 4. termasuk lokasi. NC. Recommendations for Occupational Exposure to Nitric Acid. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. Teknik absorpsi : teknik pengumpulan gas berdasar kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber). SENARAI . Quality Assurance Division. Philadelphia. June 1985.E. New York. 1962. D. Development and Evaluation of Methods for Determining Carbon Monoxide Emissions. Environmental Monitoring Systems Laboratory. Research Triangle Park. 149 Standard Methods of Chemical Analysis (1962). EPA-600/R-97/121 Butler. Environmental Protection Agency. Standard Method of Test for Oxides of Nitrogen in Gaseous Combustion Products (Phenoldisulfonic Acid Procedure) (1968). Part 26. D. Washington. 1.R.S.C. In: Occupational Safety and Health Reporter. F. J. Midgett (1985). and M. 6th ed. 1976. U. Bureau of National Affairs. PA.. 33 pp. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri. ASTM Designation D 1608—60. Inc. pp. Knoll. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. p. In: 1968 Book of ASTM Standards. Inc. Hal-hal yang yang harus dipertimbangkan beberapa hal.E. 329-330. Vol. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas.3. DAFTAR PUSTAKA “EPA (1997) Traceability Protocol for Assay and Certification of Gaseous Calibration Standards” September 1997 as amended. contoh pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline. Van Nostrand Co.

2. 2. 2.1.1. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan kualitas lingkungan.3.2.1 Pendahuluan 2.2.3.1.2. Inventori emisi menyediakan informasi . cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi.1. Uraian Umum Inventori emisi merupakan kumpulan informasi secara kuantitas tentang pencemaran udara dari keseluruhan sumber yang berada pada suatu wilayah geografis selama periode waktu tertentu.II. 2. Dengan memahami metode inventori emisi maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan penerapan inventori emisi.1. diskusi kelompok tentang studi inventori emisi di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran (source test). Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar dan teknik inventori emisi dalam pengelolaan kualitas udara. tahap-tahap perencanaan inventori emisi. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. Penyajian 2. Bahasan dimulai dari dasar mengapa inventori emisi diperlukan. 2.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya pengetahuan tentang inventori emisi ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum tahap-tahap inventori emisi.2 SUB POKOK BAHASAN INVENTORI EMISI 2.

analisis damapak meteorologi serta analisis biaya-manfaat.4 Kaitan Instrumen Pengelolaan Kualitas Udara . model dan inventori emisi seperti terlihat pada gambar di bawah ini : Gambar 4. ukuran. serta kontribusi relatif emisi. Dalam kaitannya dengan instrumen pengelolaan kualitas udara. Inventori emisi dapat memberikan indikasi tentang kondisi udara di lingkungan dan gambaran kualitas udara yang ada. Penting untuk diperhatikan bahwa inventori emisi menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari (Wilton. Inventroi emisi tersebut nantinya dapat digunakan sebagi dasar acuan untuk tindakan pencegahan terhadap pencemaran udara pada masa yang akan datang serta membantu dalam menganalisa aktivitas yang berperan dalam peningkatan pencemaran di area geografi dalam studi yang dilakukan (Canter. Metodologi dasar dari enventori emisi menggunakan rata-rata emisi untuk setiap aktivitas yang didasarkan pada kuantitas penggunaan material seperti bahan bakar. 1996) Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya. frekuensi. inventori emisi dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber permasalahan mengenai kuallitas udara dan membantu dalam mengidentifikasi alternatif pengelolaan untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran udara. 2001). Terdapat hubungan antara pemantauan. durasi waktu.dari semua sumber emisi beserta lokasi. pembuatan tujuan kualitas udara. Komponen selain inventori emisi dalam strategi pengolaan kualitas udara antara lain pemantauan.

cakupan inventori.5 Perencanaan Inventori Emisi (US EPA.Perencanaan Inventori Emisi Inventori emisi diperlukan untuk penentuan perencanaan yang mencakup identifikasi kontributor utama. hal-hal dibawah ini harus diperhitungkan : Data yang digunakan (end use of the data). Dalam perencanaan inventori emisi. 2001) . Suatu inventori emisi diperlukan untuk sumber informasi publik mengenai status kondisi kualitas udara dan sebagai alat untuk melacak emisi-emisi sepanjang waktu. ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. Secara diagramatik. menentukan tingkat pengendalian dan sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian. USEPA (2001) mengungkapkan bahwa inventori emisi diperlukan guna penentuan perijinan suatu kegiatan yang dapat bedampak terhadap lingkungan pada suatu wilayah tertentu. proses perencanaan dilakukan sebagai berikut : Gambar 4.

jumlah sumber yang dikehendaki dan polutan apa yang dikehendaki. Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan 2. Source tests merupakan pengukuran emisi sesaat yang diambil dari stack atau vent. Persamaan yang digunakan adalah : . Metode Source Tests Metode ini merupakan metode yang umum untuk estimasi proses emisi. source test memerlukan sumber daya yang lebih banyak.CO2. Petugas inventori harus mempertimbangkan tipe emisi untuk dilaporkan. jumlah dan jenis proses dan keberadaan alat pengendali.Cakupan Inventori Emisi Di dalam menentukan cakupan inventori. Metode Kesetimbangan Massa (material balances) Menentukan emisi dengan mengevaluasi jumlah material yang masuk ke proses. SO2. ketersediaan data dan biaya ketika memilih metode estimasi yang tepat. yang meninggalkan proses dan jumlah seluruh atau sebagian yang menjadi produk. Pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack. pertimbangan utamanya adalah tingkat kerincian. Mengingat faktor waktu dan peralatan. CEMs umumnya digunakan untuk mengukur konsentrasi stack gas seperti NOx. CO. and total hydrocarbons (THC). ventilasi dikarakterisasi 3. Estimasi emisi dapat sederhana ataupun rumit tergantung pada ukuran fasilitas. Beberapa metode estimasi emisi yang telah ada sebagai berikut : Metode CEMs Metode melalui CEMs Continuous emissions monitors (CEMs) yang mengukur dan mencatat emisi aktual sepanjang waktu. Pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik Prosedur Estimasi Emisi Polusi udara dapat diemisikan dari berbagai sumber di dalam industri/aktivitas. Sumber-sumber titik dapat diinvetori pada tiga tingkat kerincian : 1.

recovery dan produk Cx = konsentrasi polutan x di material Metode Faktor Emisi Faktor emisi memperkirakan emisi tipikal dari sumber melalui berbagai studi source test yang telah distandarisasi.C x RE) Dimana : E = estimasi emisi dari proses A = level aktivitas seperti keluaran EF = faktor emisi (asumsi tidak ada kontrol emisi) C = efisiensi penangkapan x efisiensi kontrol (dalam persen). .Ex = (Qin . Rumus yang digunakan adalah : E = A x EF x (1 . Metode ini merupakan metode yang paling tidak dikehendaki dan hanya mendasarkan pada informasi yang tersedia dan beberapa asumsi Gambar dibawah ini menunjukkan grafik beberapa pendekatan untuk estimasi emisi dibandingkan dengan tingkat keakuratan dan biayanya. Contoh model TANKS untuk memperkirakan estimasi emisi dari tangki. Metode Pendekatan (Engineering Judgement) Metode ini merupakan metode pilihan akhir bila metode-metode diatas tidak mampu memperkirakan emisi sumber.Qout) x Cx dimana : Ex = total emissi untuk pollutan x Qin = jumlah material yang masuk ke proses Qout = jumlah material yang meninggalkan proses sebagai limbah. C = 0 bila tidak ada kontrol emisi RE = efektivias peraturan. Metode Model Emisi Model emisi digunakan dalam kondisi tidak ada pendekatan perhitungan yang sederhana. atau dimana kombinasi berbagai parameter tidak menimbulkan korelasi langsung.

90 (reasonably available control technology (RACT) Data lain yang didapat : jam operasi = 16 jam/hari.2.6 Grafik Beberapa Pendekatan Untuk Estimasi Emisi Dibandingkan Dengan Tingkat Keakuratan Dan Biayanya (US EPA. 2001) 2.Gambar 4. Latihan Sebuah industri kertas akan melakukan test emisi VOC dalam bentuk toluene karena bahan dasar pelarut adalah toluene.2. 312 hari/tahun Solvent input rate (Mi) = 500 ton/tahun Molecular weight (toluene) = 92 Unit correction factor (f) = 1.000 scf Emission concentration (Ce) = 96 ppm (as toluene) Fugitive emission capture (Effcap) = 0. Data yang dirata-rata kan dalam percobaan tiga kali test adalah sebagai berikut : Stack flow rate (Qs) = 10.58 x 10-7 (lb-mole-min)/(jam-ppm-scf) Rata-rata laju beban massa (the average mass loading rate) (Mo): .

Penutup 2. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.3. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. hitunglah jawaban anda yang benar. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.3.93 (93 percent control) 2. hal apa saja yang harus dipersiapkan ? 3.79% 60% .3.59% 2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3.69% 0% .3.89% 70% .1. Dimanakah inventori emisi pada sumber titik dilakukan ? 4.Informasi apa saja yang disediakan dalam inventori emisi? 2.58 x 10-7)(92)(96)(10.2.Mo = (f)(MW)(Ce)(Qs) = (1. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .((14)(16)(312)/2. Tes Formatif 1. Sebutkan berbagai cara metode perhitungan emisi! 2. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .000)]/500 = 0.000) = 14 lb/hr The emission control efficiency (Effcon) is dihitung: Effcon = (Mi-Mo)/Mi = [500 .100% 80% . Dalam perencanaan inventori emisi. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.

pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik 4. metode model emisi. metode kesetimbangan massa (material balances). durasi waktu. Metode Pendekatan (Engineering Judgement) . Inventori emisi menyediakan informasi dari semua sumber emisi beserta lokasi. Perlu perencanaan yang komprehensif dalam melakukan inventori emisi. Metode CEMs. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan. metode pendekatan (engineering judgement). Data yang digunakan (end use of the data).5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Metode Faktor Emisi. metode source tests.3. Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya. ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. Rangkuman Teknik inventori emisi sangat bermanfaat dalam pengelolaan kualitas udara.3. ventilasi dikarakterisasi. pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack. cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi. 2. frekuensi.4.terutama pada bagian yang anda belum kuasai. 2. serta kontribusi relatif emisi 2. menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari Inventori emisi meliputi tahap-tahap perencanaan inventori emisi. metode faktor emisi. Prosedur estimasi emisi adalah : metode CEMs. 3. Metode Model Emisi. Metode Source Tests.cakupan inventori. ukuran. Metode Kesetimbangan Massa (material balances).

Introduction to Stationary Point Source Emission Inventory Development. U. McGraw Hill Wilton. Volume IV: Mobile Sources (Revised). Eastern Research Group. Research Triangle Park. N. Environmental Protection Agency.. Dobie.DAFTAR PUSTAKA Canter.Sustainable Management Fund US EPA (2001). North Carolina.S. Environmental Impact Assessment Second Edition : Impact Prediction and Assessment of Air Quality. Procedures for Emission Inventory Preparation. Inc. EPA-450/4-81026d. Ministry for The Environment . E. (1996). Good Practice Guide for Preparing Emission Inventory. SENARAI . (1992). (2001).

mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep pengendalian pencemaran udara. 1. 1. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran.1 Pendahuluan 1.3. tugas . Pembahasan dimulai dari siklus pencemaran udara yang dihubungkan dengan konsep pengendalian. Sub pokok bahasan ini merupakan bagian besar dari konsep pengelolaan kualitas lingkungan secara umum.1. melalui diskusi tugas konsep pengendalian pencemaran udara dari berbagai tempat di dunia. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang konsep pengendalian pencemaran udara. 1.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.2.1. perubahan proses.1.POKOK BAHASAN V PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA II. Diharapkan mahasiswa dapat mengitegralkan konsep ini dalam pengelolaan kualitas lingkungan. penggunaan alat pengendali.1 SUB POKOK BAHASAN KONSEP PENGENDALIAN 1.3.1. maka dapat dipilih metode pengendalian yang tepat dalam kasus pencemaran udara.D.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang konsep pengendalian pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya individu inventarisasi alat pengendali di berbagai industri. Alat pengendali yang dipilih memenuhi best available control technology.2. Relevansi Dengan mengetahui konsep pengendalian pencemaran udara.

1. Uraian Umum Mengacu pada tingkat bahaya yang ditimbulkan akibat jenis pencemar udara yang dikeluarkan dari suatu sumber maka harus diperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya sampai di reseptor.1 Pola Pikir Pengendalian Pencemaran Udara . Fenomena ini yang mendasari pendekatan yang dilakukan untuk melakukan pengendalian terhadap sumber pencemar udara.2. Secara mudahnya dapat dikatakan bila tingkat pengencerannya selama di udara tinggi dan makin luas tersebar. makin rendah pula pemaparan ke reseptor yang mungkin terjadi. Secara umum pendekatan dilakukan dengan melihat siklus pencemaran udara berikut ini : Gambar 5.1. Penyajian 1.2.

Secara umum pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan 3 alternatif pendekatan. Penggunaan alat pengendali pencemaran udara yaitu pemasangan unit eksternal pada bagian akhir proses sebelum udara diemisikan. fabric filter. Terdapat beberapa peralatan kontrol partikulat yang digunakan. yaitu melakukan modifikasi pada poses sedemikian rupa sehingga kuantitas maupun kualitas udara yang diemisikan di bawah baku mutu udara. Proses ini dinamakan juga dengan proses pengenceran. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses Pendekatan ini lebih ditekankan pada konsep pencegahan polusi (cleaner production). Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. perubahan proses produksi (misalnya oil based menjadi water based). dan relokasi sumber pencemar udara. Sekarang proses ini sangat tidak direkomendasikan untuk diterapkan karena tidak adanya perubahan massa pencemar keseluruhan. perubahan durasi produksi dan sebagainya. baik dari aspek ekonomis maupun peningkatan kualitas produksi. Pendekatan ini biasanya dapat diterapkan bila teknologi produksi yang akan menggantikannya mempunyai keunggulan. yaitu mechanical separator misal : gravity settler atau cyclone. pemilihan waktu pembuangan emisi yang dikaitkan dengan peluang kestabilan atmosfer. electrostatic precipitator dan wet scrubber. 1986) : Modifikasi pada tingkat penyebarannya Dasar pendekatan ini adalah memberikan modifikasi alat/desain pada proses akhir sehingga konsentrasi pencemar yang terpapar ke lingkungan tidak melebihi baku mutu. Bentuk modifikasi yang dilakukan dapat melalui substitusi bahan. yaitu (Cooper & Aley. Dalam menentukan peralatan kontrol yang tepat perlu pertimbangan karena instalasi peralatan kontrol juga terpengaruh beberapa persyaratan teknis dan . Contoh penerapan pengendalian pencemaran udara dengan pendekatan ini adalah mempertinggi ukuran cerobong.

2 Faktor Yang Dipertimbangkan Untuk Mengevaluasi Sistem Kontrol Pencemaran Udara .ekonomis. Standar kontrol Pencegahan korosi Persyaratan energi Bahan kimia Keyakinan Pemeliharaan Efisiensi Fleksibilitas Prekondisi gas Kapasitas beban Prinsip Parameter Penerapan Karakteristik Peralatan Performansi Alat Kelayakan Teknik Evaluasi Sumber Pemilihan Alat Kontrol Peraturan Total biaya pertahun Untuk tiap alternatif Pemilihan sistem kontrol terbaik Gambar 5. pertimbangan dalam menentukan alat kontrol pencemaran udara dapat dilihat pada gambar 5.2. Secara diagramatik.

79% 60% .2. hitunglah jawaban anda yang benar. 1. Dimanakah posisi konsep pengendalian dalam pola pikir pengendalian pencemaran udara? 2. Latihan Jelaskan Pengertian pengertian sistem sistem kontrol terbaik (best available control teknologi technology/BACT)? kontrol terbaik mengacu maximum pada beragamnya control pengendalian sehingga terpenuhi available technology.3. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Tes Formatif 1. Sebutkan tiga alternatif pendekatan pengendalian pencemaran udara ! 4.3. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .1.89% 70% . Apakah mungkin dalam sebuah aktivitas manusia untuk memenuhi produksi barang tidak memerlukan alat pengendali pencemaran udara? 3.69% 0% . economical available control technology dsb.100% 80% . Penutup 1. Kata optimalisasi bisa jadi lebih tepat menggambarkan BACT.2.2.3. ekonomis dan pemiliknya.59% : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Penggunaan BACT lebih ditekankan pada integrasi pertimbangan dari sisi teknis. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.1. Apa yang dimaksud dengan prakondisi gas dan fleksibilitas dalam pemilihan alat pengendali pencemaran udara? 1.

penyesuaian resistivitas dsb. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Modifikasi pada tingkat penyebarannya. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. 2. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses. perubahan proses. tidak memerlukan alat pengendali. . Prakondisi gas terkait dengan perlakuan terhadap emisi gas pembawa sebelum masuk ke alat pengendali agar dapat berfungsi dengan optimal. Alat pengendali yang dipilih haruslah memenuhi best available control technology setelah melalui pertimbangan teknis. Status pencemaran ditentukan oleh konsentrasi emisi yang dibandingkan dengan baku mutu yang ada. penggunaan alat pengendali.3.2. Fleksibilitas menyangkut kemudahan perubahan tempat (site) alat pengendali diletakkan karena ada perubahan proses/pengembangan pabrik sehingga berimbas pada pengubahan posisi alat.4. 3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Konsep pengendalian dengan strategi penurunan emisi merupakan langkah awal untuk meminimalisasi dampak kesehatan. Contoh prakondisi gas adalah penyesuaian kelembaban air. Rangkuman Konsep pengendalian pencemaran udara merupakan bagian penting dalam siklus pencemaran udara. 1. 1.3. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 4. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Jadi apabila secara emisi kurang dari baku mutu yang ada. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran. ekonomis dan stakeholder yang terlibat. Konsep pengendalian berada diantara studi dampak kesehatan dan perbandingan dengan baku mutu. Menggunakan alat pengendali pencemaran udara.3.

2. Untuk tiap alat pengendali akan dijelaskan prinsip kerja dan dilengkapi dengan keuntungan dan kerugian serta peruntukannya.2. C David & Alley.2. A Design Approach. Second Edition. Inc. 2.1. Air Pollution Control.1. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang jenis-jenis alat pengendali dimulai dari yang sederhana seperti settling chamber hingga yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. maka konsep mikro meteorologi di pokok bahasan III perlu dibuka kembali.1 Pendahuluan 2.3. Relevansi Dengan mendalami aspek pengendalian kering ini maka diharapkan tingkat pemenuhan terhadap baku mutu akan terjadi sehingga dampak kesehatan yang muncul dapat diminimalisasi.2 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN KERING 2. F.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. United States. mahasiswa akan mampu menjelaskan prinsip kerja alat pengendalian kering pencemaran udara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang teknik pengendalian kering ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu inventarisasi peralatan pengendali kering di dunia invdustri.C. SENARAI II. Waveland Press. (1994). Dalam prinsip perancangan alat ini.1.DAFTAR PUSTAKA Cooper. . 2. diskusi kelompok tentang prinsip kerja alat pengendali.1.3.

jenis : settling chamber sederhana dan settling chamber Howard ( ada penambahan pelat-pelat ) Efisiensi teoritis dan setelah diperhitungkan dengan hukum Stokes : g dp rp r m K : percepatan gravitasi : diameter partikel : densitas partikel :densitas gas : viscositas gas : faktor cunningham L. efisiensi rendah. H didesain untuk semua partikel yang lebih besar daripada dp* .2.1. Uraian SETTLING CHAMBER ( bak pengendap ) Pertama kali dipakai.2. Penyajian 2. Sekarang sering dipakai sebagai pretreatment untuk menghilangkan partikel ukuran besar.2. Gambar 5.3 Settling Chamber Mekanisme : gaya gravitasi dan gaya inersia. B.

Biaya operasi yang tinggi sebab terjadi kehilangan tekanan. Mampu beroperasi pada temperatur tinggi. Semakin tinggi velocity gas. 1986): Modal awal rendah. 1978). Sedangkan gas yang bersih mengalir keluar melalui stack (Cornwell. 1986): Efisiensi rendah untuk partikel berukuran kecil. Kelebihan dan Kekurangan Cyclone: Kelebihan (Cooper & Aley. maka removal efisiensinya juga semakin besar (Bethea. Cyclone memiliki efisiensi yang rendah untuk partikel berukuran kecil dan efisiensi tinggi untuk ukuran partikel berukuran besar 5-15 µ m. Kekurangan (Cooper & Aley. Skema Cyclone . Gambar 5.Cyclone Cyclone adalah suatu jenis alat pengumpul debu mekanik yang digunakan untuk menciptakan aliran berputar (vortex) untuk mengalirkan partikel ke area dimana partikel tadi akan mengalami kehilangan energi dan terpisah dari aliran gas (Mycock. 1998). Biaya pemeliharaan rendah.4. Alat ini dapat diopeasikan dalam kondisi basah (melalui injeksi air di inlet) atau kering. dimana partikel ukuran besar terlempar ke luar gas dan bertubrukan dengan dinding cyclone oleh gaya sentrifugal dan turun ke kerucut cyclone untuk ditangkap oleh hopper. Input berupa gas dan partikulat dipercepat dengan gerakan spiral. 1995).

Conventional 1.0 2.375 1.2 0. 1994): 1.0 0.75 0.5 2. High-efficiency Cyclone Kecepatan gas inlet lebih tinggi dengan demikian memberi gaya sentrifugal yang lebih tinggi.5 0.0 0. D/D Tnggi inlet.5 0. .875 1.5 0.25 0. 1986.625 2. Lb/D Panjang kerucut.375 0. Tabel 5. S/D Panjang bodi.5 1.25 High Throughout 1. High-throughput Cyclone Biasanya mempunyai diameter yang lebih besar dan menangani kecepatan yang lebih tinggi.0 0. W/D Diameter gas keluar De/D Panjang vortex. Normalnya lapisan ini yang melakukan filtrasi.1 Standar Dimensi Cyclone Tipe Cyclone High Efficiency Diameter bodi.375 Fabric filter/ Baghouses Fabric filter menyisihkan debu dari aliran gas dengan melewatkannya melalui fabric berpori.Tipe-tipe Cyclone Berdasarkan efisiensi.5 0.5 0.75 0.5 0. Lc/D Diameter outlet debu Dd/D Sumber: Cooper & Alley. selain cyclone conventional cyclone dibagi atas (Cooper & Alley. H/D Lebar inlet. Partikel debu membentuk pori-pori lebih atau kurang melekat pada permukaan fabric.0 0.5 2. 2.

Saat udara melewati fabric.al.6 Mekanisme Filtrasi Dust Cake Sumber : Anonim.. debu akan terakumulasi pada cloth dan menghasilkan suatu aliran .(1) Keterangan : (1) (2) : Bag Filter Tekanan Positif : Bag Filter Tekanan Negatif (2) Gambar 5. 1995 Gambar 5. 2005 Fabric Filter atau baghouse beroperasi dengan prinsip seperti vacuum cleaner. et.5 Bag Filter Tekanan Positif dan Negatif Sumber : Beachler. yakni udara pembawa partikel debu didorong ke dalam suatu cloth bag.

Tidak dapat beroperasi pada lingkungan yang lembab. Cara membersihkan debu dari fabric adalah faktor penting dalam kinerja sistem fabric filter. Fabric Filter terbatas untuk kondisi dengan temperatur rendah dan kering. tetapi dapat digunakan untuk berbagai jenis debu dan mempunyai efisiensi yang cukup tinggi. kebocoran debu yang berlebihan akan timbul ketika dihasilkan lapisan baru. Kekurangan Fabric Filter (Cooper & Alley. c. Debu secara periodik disisihkan dari cloth dengan guncangan atau menggunakan aliran udara terbalik. Jika debu tidak dibersihkan dengan baik. fabric dapat menjadi lengket. Nama ini mendeskripsikan sistem pembersihan yang digunakan dalam sistem. Memerlukan penurunan tekanan rendah yang masuk akal. c. Seleksi parameter desain sangat penting untuk memperoleh kinerja optimum dari sistem fabric filter. d. Kelebihan dan Kekurangan Fabric filter/ Baghouses 1. Memerlukan areal yang luas. Dapat beroperasi pada aliran volumetrik dengan skala luas. dan modul-modul tersebut dapat dirangkai di pabrik. Jika terlalu banyak lapisan yang hilang. b. Sistem fabric filter seringkali disebut sebagai baghouse. b. karena fabric biasanya dibuat dalam bag silinder. Kelebihan Fabric Filter (Cooper & Alley. penurunan tekanan di sepanjang sistem akan meningkat hingga jumlah yang melebihi batas. . e. 1994): a. Didesain berbentuk modul. 2. Efisiensi pengumpulan sangat tinggi meskipun untuk partikel yang sangat kecil. Berpotensi menimbulkan kebakaran atau ledakan. Desain baghouse yang paling umum adalah tipe reverse-air dan pulse-jet. 1994): a. Dapat beroperasi untuk berbagai tipe debu. Fabric dapat dirusak oleh temperatur tinggi dan korosi akibat bahan kimia.udara bersih. d.

bag digoncangkan selama interval pembersihan reverse-air (Buonicore dan Davis. Namun tidak semua serat bisa dikempa ke dalam fabric dengan kekuatan cukup dan menjadikan fabric filter disusun dari filamen dan/atau serat yang awalnya dibelit menjadi benang. debu dibersihkan oleh tenaga inersia ketika bag mengembang hingga maksimum. Lapisan debu dibersihkan secara periodik oleh semburan jet udara yang tertekan ke dalam bag menyebabkan bag mengembang tiba-tiba. dan kemudian ditenun atau dirajut menjadi fabric (Buonicore dan Davis. sehingga mengurangi efisiensi pengumpulan debu. shaker baghouse). sehingga teknik pembersihan reverse-air menghasilkan masa pemakaian bag maksimum. Karena prosedur pembersihan dilakukan dengan kecepatan gas yang relatif rendah. Teknik pembersihan bag ini cukup efektif. yang memungkinkan pengumpulan debu pada bagian luar bag. disebut cage. fabric terlindungi dari pergerakan yang berbahaya. Seleksi material serat dan konstruksi fabric penting untuk kinerja baghouse. namun kehebatan teknik ini dan kadang-kadang pemasangan bag-to-cage yang pas cenderung membatasi waktu pemakaian bag dan juga meningkatkan migrasi debu keluar dari fabric.Reverse-air baghouse beroperasi dengan mengalirkan gas kotor ke dalam bagbag. dengan begitu. Variasi desain reverse-air baghouse dan pelopor reverse-air baghouse (misal. . pengumpulan debu terjadi di bagian dalam bag. sehingga lapisan debu yang terkumpul sebelumnya jatuh dari bag ke dalam hopper di bawah. Konstruksi fabric bulu kempa umumnya menghasilkan penyisihan yang lebih baik daripada fabric tenunan. Material serat harus memiliki karakteristik kekuatan yang cukup dan kesesuaian kimia dengan gas dan debu yang ditangkap. Bag-bag dibersihkan secara periodik dengan membalik arah aliran udara. 1992). 1992). Pulse-jet baghouse didesain dengan struktur rangka dalam. Electrostatic Precipitator (EP) Alat pengendali debu yang berfungsi untuk memisahkan gas dan abu sebelum gas tersebut keluar dari stack salah satunya adalah electrostatic precipitator atau EP.

Instalasi pertama EP berhasil dengan sukses untuk digunakan sebagai penangkap asam Sulfat. EP sangat efektif sebagai pengendali partikulat terutama yang berukuran kurang dari 10-20 µ m (dominan pada ukuran submikron).Pengontrolan partikulat dari hasil proses industri telah merupakan masalah penting yang makin berkembang sejak mulai awal abad ke19. Gambar Electrostatic Presipitator Sumber: PTP Indarung V. Teknologi EP ditemukan oleh Frederick Cattrell dan telah digunakan sejak tahun 1900-an. Pada sebagian besar aplikasinya EP memiliki efisiensi pengumpulan partikulat sebesar (80-99. Setelah itu digunakan pada industri pengolahan batu bara yang menggunakan boiler. Berikut di bawah ini gambar Electrostatic Precipitator (EP): Gambar 5. Kemudian dilanjutkan pada industri semen untuk menangkap debu klinker dan debu semen.9)%. 2005 . Sejak tahun 1920 desain awal EP terus berkembang seperti yang dikenal sampai saat sekarang ini seiring dengan adanya pengetatan aturan lingkungan.7.

Insulation (02) 3. Inspection Hatches (03) 4. Discharge Electrodes/ De (08) 9.Keterangan: 1. makin rendah resistifitasnya. Terjadi proses particle charging. Insulator Cubicle (04) 5. Drive stations for rapping gear (05) 6. Prinsip Dasar Electrostatic Precipitator Prinsip dari pengumpulan debu hanya sebatas pada penggunaan energi listrik untuk memberi muatan (negatif) ke partikulat di udara kotor atau aliran gas. Collecting rapping gear (07) 8. EP sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. Makin tinggi tegangan yang diberikan. Discharge Rapping Gear (09) 10. Supporting insulators (13) 14. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. 2006): 1. Insulator Shaft (14) 15. Collecting Plates (06) 7. Tujuan akhirnya adalah membersihkan partikulat yang telah terkumpul tadi. Proses penangkapan debu pada EP secara umum terdiri atas tujuh langkah proses dasar yang berlangsung secara kontinu yaitu (Anonim. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator. Partikel yang melewati EP akan mengalami ionisasi muatan oleh elektroda kawat. Gas Distribution Shields (15). Precipitator Chamber (01) 2. sehingga efisiensi bertambah. Inti dari proses EP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi. Inside Chain Drive (10) 11. Guard Plates (12) 13. Partikel yang sudah diberi muatan tadi berpindah dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan (positif). Gas masuk melalui gas distribution ke dalam treatment zone 2. Corona Discharge . 3. Proses ionisasi dimulai dengan pemberian muatan ke kawat elektroda (arus searah dengan tegangan tinggi) sehingga menimbulkan efek korona. Slide Bearing (11) 12.

Plat kolektor bermuatan positif karena biasanya dihubungkan dengan tanah (grounding). Hentakan-hentakan rapping yang terperiodik pada collecting plate sangat perlu dipertahankan untuk menjaga agar aliran gas tetap bersih secara kontinu.08-1. usaha ini akan menambah tingkat efisiensi EP dengan penempelan banyak partikel pada bagian permukaan plat tersebut.27 cm. maka hanya sebagian dari muatan tersebut yang akan terbuang (discharge).27 cm. 2006). Partikel-partikel yang tetap melekat pada collecting plate disebabkan karena adanya gaya adhesi. Ionisasi dari molekul gas Proses yang terjadi pada corona discharge kemudian akan membombardir partikel tersuspensi dalam aliran gas menjadi bermuatan negatif. 4. Sedangkan partikel-partikel yang baru saja datang dan melekat pada collecting plate disebabkan oleh karena adanya gaya kohesi. Sebagian daripada muatan tersebut tersusun kembali dan akan berkontribusi terhadap adanya kohesi dan adhesi antar molekul untuk tetap memegang partikel melekat pada collecting plate. Efek korona ini akan mengionisasi udara disekeliling kawat dengan pelepasan muatan negatif (elektron) (Anonim. Partikel yang bermuatan negatif akan bergerak menuju collection electrode bermuatan positif dan kemudian disisihkan. Akibatnya lapisan debu tersebut terlepas dari collecting plate (Anonim. 5.Efek ini terlihat dari adanya cahaya biru luminescence disekitar kawat. 2006).08 sampai 1. Tebal lapisan debu yang diizinkan melekat pada collecting plate berkisar antara 0. Muatan tersebut akan meluncur melalui collecting plate ke tanah secara perlahan. . Collecting plate disentak pada saat lapisan debu yang terakumulasi memiliki ketebalan antara 0. Partikel debu yang telah terkumpul pada collecting plate kemudian mengalami proses rapping yaitu proses pembersihan plat kolektor dari partikulat yang menempel. Pengumpulan Partikel Pada saat partikel bermuatan negatif tadi mencapai collecting electrode yang dihubungkan ke tanah.

digetarkan dengan rapping sehingga jatuh ke hopper dengan menggunakan hammer. Pemberian tegangan ada kaitannya dengan efektifitas kerja presipitator. Latihan Pabrik semen akan memasang EP sebagai alat pengendali pencemaran udaranya. Corona Discharge adalah faktor utama yang mempengaruhi pemberian muatan partikel yang terjadi saat electric field (area antara discharge electrodes dan collecting surface) mencapai nilai tertentu dimana arus telah diterima. Penumpukan debu yang tertangkap 7.6. Sebelum EP dipasang settling chamber sebagai pre-treatment dengan ukuran lebar 4 m. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. Makin tinggi tegangan yang diberikan. Partikulat yang terkumpul tadi kemudian digoncangkan.2. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000-100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator (Buonicore dan Davis. dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan. Ukuran diameter yang partikel yang boleh lolos ke EP adalah <10 mikron. 1992). Debu tersebut harus segera di transport secepat mungkin untuk menghindari permasalahan material handling seperti pengerasan dan penyumbatan.2. Inti dari proses ESP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi. panjang 15 m dan tinggi 1. Proses pemindahan debu yang tertangkap Debu yang terhempas dari collecting plate akan ditampung kedalam sebuah hopper yang sisi-sisinya memiliki kemiringan kira-kira 60° agar memudahkan debu jatuh secara bebas dari puncak hopper ke bukaan pelepasan dibawah hopper.5 m. Laju aliran gas terukur masuk ke settling . berpindah. 1992). 2. Setelah partikulat bermuatan. Arus ini akan terus bertambah sampai terjadi bunga api. maka efisiensi bertambah dan resistivitasnya tinggi. maka partikulat menjadi netral. Electrostatic Precipitator sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. Partikulat yang terkumpul cenderung membentuk layer (lapisan) (Buonicore dan Davis.

Bagaimana prinsip kerja cyclone? 3.4.3. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3.3.89% 70% . dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.6 m3/detik. Rangkuman : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .1. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .25.3. Bagaimana tahap-tahap pengolahan dengan EP? 2. hitunglah jawaban anda yang benar. 2.69% 0% . Dengan data : Berapakan efisiensi penangkapan untuk diameter 10 mikron tersebut ? Jawab : 2. Penutup 2. Apakah maksudnya settling chamber dapat dianggap sebagai pre-cleaner? 2.79% 60% . Tes Formatif 1.chamber 0. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.59% 2.3. Aliran udara mengikuti hukum Stokes dengan faktor Cunningham : 1.100% 80% . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Sebutkan 2 tipe fabric filter yang sering digunakan! 4.2.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.

difusi. 1978. cyclone mengandalkan gaya sentrifugal dan gravitasi. Robert. http://yosemite. Tipe yang sering digunakan adalah reverse-air dan pulse-jet 4. Tiap alat pengendali kering memiliki prinsip kerja yang berbeda. and Pompelia. corona discharge. Efisiensi tertinggi dicapai EP disusul fabric filter. 2005. Settling chamber hanya mengandalkan gaya gravitasi..gov/ 12bles5..3.com/flsmidth+airtech/english/contact/brochures/produc t+brochures/fabricfilterfabriclean. Sehingga alat ini sering digunakan sebelum alat pengendali utama seperti cyclone. Joseph. Settling chamber dianggap sebagai pre cleaner karena efisiensinya cukup rendah untuk partikel ukuran kecil (<20 mikron). 2. 25 Februari 2006 ______.Jnis-jenis alat pengendali kering dimulai dari yang sederhana adalah settling chamber sedang yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. sedangkan terendah adalah settling chamber. Fabric Clean Pulse-Jet Fabric Filter.pdf. diakses pada 30 Desember 2005 Bethea.http://yosemite. http://www. 2005. New York: Van Nostrand Reinhold Company. David S.flsmidth. 2.pdf.epa. . Jerry. particle charging. PTP Indarung V Beachler.(2006) .epa. gravitasi dan EP dengan gaya elektrostatik dan gravitasi. diakses pada 27 Desember 2005 ______. Fabric Filter Operation Review. Tahapnya : entering gas. Mick. USA : North Carolina State University. fabric filter. penumpukan debu yang tertangkap serta proses pemindahan debu tertangkap.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 1995. Air Pollution Control Tecnology. pengumpulan partikel. M. DAFTAR PUSTAKA ______. fabric filter dengan gaya intersepsi.gov/oaqps/eogtrain. ionisasi molekul gas. 3. EP dan scrubber.nsf/DisplayView/SI_412A_05?OpenDocument. Cyclone bekerja dengan 2 gaya yaitu sentrifugal yang dihasilkan dari inlet tangensial dan gaya gravitasi setelah partikel tertumbuk di dinding alat.

3 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN BASAH 3. Air Pollution Control Engineering and Technology.2.1. hirarki.et al. New York: Van Nostrand Reinhold Company. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan. GrawHill Company Inc. simetri. 1992. Kompetensi Dasar pembentukan ruang kota . 3. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang. irama.1. Illinois. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota. CRC Press Inc.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang.1998. Mc. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar (100%). 1995.3. 3. Singapore. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. Davis and Cornwell.1 Pendahuluan 3. Copper. SENARAI II. datum dan transformasi. C. David and Alley. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota. C. F. 3.3.1. Maveland Press Inc.2. Introduction to Environmental Engineering. 1986. John C.Buonicore and Davis. meliputi : sumbu. Air Pollution Engineering Manual. Mycock.1.1..

f. Spray chamber scrubbers. b. Orifice scrubber and wet impingement scrubber. Korosi gas dan debu dapat divariasikan. 2. e. Cyclone spray chamber. Prinsip scrubbers adalah mengurangi partikulat/ gas dengan menyerapnya menjadi cairan yang keluar dengan cepat karena sentuhan. c. PTP.2. Venturi and jet scrubbers.7.3. 4. 1986): a.2. d. b. Uraian Nova Wet Scrubber Scrubbers adalah alat pengumpul partikulat yang sangat halus pada tetesan cairan. 2000).7. Partikel terkumpul dapat terkontaminasi dan dapat tidak bisa digunakan kembali. 1986): a.2. c.1 Kelebihan dan Kekurangan Wet Scrubber 1. 2.2 Tipe-Tipe Scrubbers (Dep.2.1. Dapat menangani debu yang dapat terbakar dan meledak dengan resiko yang kecil. 1999): 1. 2. Efisiensi pengumpulan dapat difariasikan. Dapat mendinginkan gas panas. Kebanyakan partikel halus akan melekat pada tetesan cairan jika bersentuhan (Nevers. 2. Mekanisme sentuhan adalah melalui putaran inersia diikuti penurunan secara gravitasi. Kelebihan (Cooper & Alley. kekurangan (Cooper & Alley. Penyajian 3. Cairan keluar dapat menyebabkan masalah pencemaran air. . Menyediakan absorpsi gas dan pengumpulan debu pada satu unit. Berpotensi tinggi terhadap korosi. 3. Dapat mengendalikan kabut.

Tes Formatif 3.3.3.2.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA .3.1. Low Energy Scrubber dan Spray Tower Scrubber.3.2.4.3. Sumber: Anonim 2005 Gambar skematik dan instalsi wet scrubber di lapangan 3.Gambar 2. Tindak Lanjut 3. Penutup 3.4.3.2.3. Latihan 3. Rangkuman 3. Umpan Balik 3.

datum dan transformasi. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang. Singapore. Nevers. C. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan.1. Kompetensi Dasar 4.1. simetri. SENARAI II.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang. GrawHill Company Inc.1. Air Pollution Control Engineering 2nd Edition. 4. C. David and Alley. 4.4 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN LAIN 4. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota.3. meliputi : sumbu. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition.2.Copper. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar 9(100%). hirarki.1.1. 4.1 Pendahuluan 4.1. Maveland Press Inc. Mc.3. Noel De. Uraian pembentukan ruang kota . 1986. Illinois. Penyajian 4. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota. F. 2000.2.2. irama.2.

Berikut secara garis besar pengendalian emisi gas tersebut : Kontrol SOx Pengendaliannya juga dilakukan di sumbernya sehingga mengefisienkan pengendalian akhirnya. ekstrasi pelarut Pembuatan cerobong yang tinggi Mereduksi konsentrasi di bagian bawah (ground level concentration). Cl. Catatan : bukan satu-satunya solusi untuk alat kontrol. Pengendalian emisi gas ditujukan untuk mengendalikan gas-gas yang termasuk pencemar seperti tercantum dalam PP. Contohnya dengan gasifikasi batubara. Implikasi : biaya lebih mahal dan kelayakan bahan bakar berkurang Desulfurisasi Penyisihan sulfur dari bahan bakar. F. Cakupan kontrolnya adalah sebagai berikut : Konversi bahan bakar ke rendah kandungan sulfurnya Contohnya memilih gas alam yang rendah kandungan sulfurnya. HC. NO2.Pengendalian emisi gas Beberapa instalasi pencemaran udara juga dilengkapi pengendalian emisi gas yang ikut dikeluarkan dengan partikulat. CO. Desulfurisasi gas sisa (flue gas desulfurization) Pembuatan asam sulfat dari SO2 Reaksi – reaksi yang terjadi : SO2 + 1/2O2 SO3 + H2O Kontrol NOx Adapun pengendalian terhadap NOx hampir sama dengan kontrol SOx yaitu : Penerapan pembakaran di luar kondisi stoikiometris SO3 H2SO4 . Bahkan ada yang hanya memiliki emisi gas tanpa partikulat sehingga pengendalian ini penting untuk diaplikasikan. SO4.41 Tahun 1999 yaitu : SO2.

tidak memakan tempat. kekentalan (viscosity). Parameter desain absorber meliputi : jumlah pancaran. volatilitas gas. Kerugian absorber : korosif. melembabkan gas yang keluar. toksisitas dan biaya (kalau bukan pelarut air). Sementara untuk packed absorber menggunakan packing material. Dalam desain absorber. meminimalkan terjadinya kebakaran. karena pada dasarnya pada penyisihan partikulat dengan wet scrubber polutan gas yang diemisikan juga ikut disisihkan. diameter dan tinggi menara. Plate absorber menggunakan pelat-pelat horizontal yang dipasang pada menara absorber. tingkat korosif. Keuntungan absorber : dapat dipakai untuk gas dengan suhu tinggi. gas –gas mengalir melalui lubang-lubang pada pelatnya.Pembatasan penambahan oksigen selain untuk bahan bakar. Dua jenis absorber yang umum dipakai adalah plate absorber dan packed tower absorber. hasil penyisihannya sulit direcovery. efisiensi maksimum tercapai bila : Tersedianya daerah kontak yang luas Terjadinya pencampuran yang baik antara gas dan cairan Tersedianya waktu kontak yang cukup antar fase Tingkat solubilitas yang tinggi dari polutan ke absorbent Jadi parameter yang harus diperhatikan : kelarutan gas. Mekanisme : terjadi kontak yang sangat tinggi antara campuran gas dengan cairan sehingga sebagian besar gas-gas terlarut dalam cairan. . Desain umum absorber seperti halnya wet scrubber. menimbulkan masalah meteorologi. stabilitas kimia. sehingga membatasi terbentuknya NO dan NO2 Adapun beberapa metode/mekanisme penyisihan emisi gas adalah : Absorpsi Definisi : penyisihan kontaminan gas dari suatu proses dengan melarutkan gas ke cairan.

Jenisnya ada 2 : Adsorpsi fisik : hasil dari gaya-gaya tarik intermolekul antara adsorbent dengan material yang diserap Adsorpsi kimia : hasil interaksi kimia antara bahan adsorbent dengan material yang diserap Faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi : Temperatur : semakin tinggi suhu semakin menurunkan adsorpsi gas polutan Tekanan : semakin tinggi tekanan. activated alumina. maka proses adsorpsi akan semakin tinggi Kecepatan gas : semakin tinggi kecepatan akan menurunkan waktu kontak kontaminan dengan adsorbent sehingga menurunkan tingkat adsorpsi Kandungan partikulat : adanya partikulat akan menurunkan efisiensi proses adsorpsi. Adsorbent biasanya merupakan padatan yang memiliki porositas yang tinggi. Metode regenerasi : Injeksi udara panas ke dalam absorber kemudian dikondensasi. sehingga proses adsorpsi berlangsung pada bagian internal padatan tersebut.Adsorpsi Proses adsorpsi menempelkan satu atau lebih kontaminan gas ke permukaan padatan. Mekanisme : melekatnya gas-gas pada permukaan padat atau cair (adsorbent) akibat perbedaan konsentrasi. silica gel . Jenis-jenis adsorbent yang dipakai : karbon aktif.

Gambar Skematik Instalasi Adsorber (US EPA. 1991) Kondensasi Mekanisme : Konversi gas atau uap menjadi cairan melalui penurunan suhu dan atau penaikan tekanan. . Tipenya : Kondenser kontak langsung : medium pendingin dengan uap-kondensat saling kontak dan bergabung Kondenser kontak tak langsung : medium pendingin dan uap-kondensat dipisahkan oleh suatu area permukaan Kondenser biasanya digunakan sebagai pre-treatment bagi alat kontrol gas lain karena dapat mengurangi volume gas yang harus diolah.

1991) Insinerasi Pembakaran sempurna antara udara (oksigen).Gambar Skematik Instalasi Kondenser (US EPA. Dengan pembakaran sempurna akan didapat perubahan hidrokarbon menjadi CO2 dan air. Destruksi termal kebanyakan senyawa organik terjadi antara 590 C – 650 C. Ada 2 tahap dalam pembakaran : pembakaran bahan bakar terjadi cukup cepat dan irreversibel serta menghasilkan gas dengan suhu cukup tinggi pembakaran polutan. namun operasi insinerator mencapai suhu lebih dari 980 C untuk menjamin pembakaran organik yang komplet. Terjadi oksidasi polutan dari gas yang sudah bersuhu tinggi tadi menjadi produk yang tidak berbahaya Operasi insinerasi bertipe : Otomatis Operator tinggal menyetel tombol on dan off . pengadukan turbulen antar komponen. waktu tinggal yang cukup. limbah dan bahan bakar dengan kondisi temperatur yang tinggi.

3.2. Penutup 4.2.3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA .3.4. Rangkuman 4.2. 1991) 4. Umpan Balik 4.Semi-otomatis Operator harus menyetel input-input yang diminta sistem kontrol melalui tombol-tombol dan valve tertentu Manual Semua kontrol insinerasi disetel secara manual oleh operator kecuali kondisi darurat untuk dimatikan masih bersifat otomatis. Tes Formatif 4.3.1.3. Gambar Skematik Instalasi Insinerasi (US EPA. Tindak Lanjut 4.3. Latihan 4.3.

Technology Transfer Handbook--Industrial Guide for Air Pollution Control. North Carolina. EPA. Handbook: Control Technologies for Hazardous Air Pollutants. Environmental Protection Agency. 1991. 1978. Research Triangle Park. SENARAI .EPA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful