Mata Kuliah SKS Semester Program Studi

: Pencemaran Udara :2 :V : Teknik Lingkungan

Disusun Oleh : Haryono S Huboyo M.Arief Budihardjo

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008

A.TINJAUAN MATA KULIAH 1.Deskripsi Singkat Mata Kuliah Pencemaran Udara merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program strata 1 (S-1) semester IV Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Mata Kuliah ini berkaitan dengan mata kuliah sebelumnya yaitu Satuan Operasi, Mekanika Fluida dan Termodinamika. Mata kuliah ini menjadi pengantar untuk memahami mata kuliah manajemen rekayasa lingkungan, pemantauan dan analisis kualitas udara dan pencemaran udara dalam ruang. Didalamnya dibahas tentang konsep dari pencemaran udara, sumbersumber pencemar, perilaku udara, efek dari zat pencemar terhadap lingkungan, pengaruh, meteorology terhadap penyebaran polutan, model penyebaran dan transport polutan, cara pengambilan sampel kualitas udara, monitoring kualitas udara, teknik kontrol pencemaran udara dan alat-alat yang digunakan untuk mengontrol pencemaran udara. 2. Relevansi ( Kegunaan) Dalam merancang pengelolaan kualitas lingkungan, pengelolaan kualitas udara termasuk dalam parameter penting yang harus ditinjau. Berbagai aktivitas manusia baik di dunia industri, perdagangan maupun domestik banyak yang mengemisikan polutan udara. Untuk itu perlu dikaji oleh mahasiswa tentang besaran pencemaran udara yang ditimbulkan. Identifikasi pencemar merupakan langkah awal dalam pengelolaan kualitas udara ini. Tentunya pemahaman tentang klasifikasi pencemar, transport dan transformasi pencemar menjadi pengetahuan yang wajib dimiliki pada awal perkuliahan. Di dunia nyata, faktor meteorologis biasanya sudah tersedia oleh BMG, sehingga dengan pemahaman tentang faktor ini akan mempermudah tentang analisis kualitas udara. Monitoring sampel udara dan pemodelan pencemaran udara perlu dikuasai untuk memahami analisis distribusi pencemaran sebagaimana dalam perkiraan dampak terhadap kesehatan (mata kuliah Ekotoksikologi dan Pencemaran). Langkah-langkah pengendalian (basah-kering) menjadi keahlian

yang wajib dimiliki untuk melakukan analisis terhadap pemenuhan baku mutu dan dampak kesehatan. 3.1 Standar Kompetensi Mata kuliah ini mendukung pencapaian kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya dalam struktur kurikulum Jurusan Teknik Lingkungan FT Undip. Diharapkan mahasiswa yang telah menempuh kuliah ini akan mampu berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan. 3.2 Kompetensi Dasar (Tujuan Instruksional Umum) Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena pencemaran udara, menjelaskan aspek dasar meteorologi dalam fenomena pencemaran udara menggambarkan isu monitoring pencemaran udara menginventarisasi berbagai metode pengendalian pencemaran udara. 3.3 Indikator Indikator keberhasilan mahasiswa dalam setiap pertemuan/bahasan adalah akan dapat : • • • • • • • isu pencemaran udara terkini serta manfaat dan relevansi pencemaran udara di bidang teknik lingkungan. menerangkan jenis-jenis pencemar partikel serta perilaku zat pencemar gas dan partikel di atmosfer dampak keberadaan zat pencemar di udara terhadap cuaca, ekologi berbagai standar peraturan pencemaran udara (regional, nasional dan internasional) analisis sumber pencemar udara serta levelnya, inventory emisi dan kontribusi meteorologi udara di troposfer, microscale, mesoscale, macroscale pencemaran udara pengertian transport, dispersi, transformasi, model dispersi

• • • • •

kedudukan monitoring dalam manajemen kualitas udara (skala mikro, meso dan makro) kedudukan pengendalian dalam manajemen kualitas udara serta distribusi polutan dan gas pembawa metode pengendalian kering (settler, cyclone, EP, fabric filter) metode pengendalian basah (wet scrubber) metode pengendalian lain (absorpsi, adsorpsi, insinerasi)

B.POKOK BAHASAN I KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA I.1 SUB POKOK BAHASAN KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN PERANANNYA 1.1 Pendahuluan 1.1.1. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang komposisi bumi secara garis besar dan detail deskripsi atmosfer yang meliputi komposisi, struktur vertikal serta manfaatnya. 1.1.2. Relevansi Di dalam menganalisis perilaku pencemar dari permukaan bumi hingga ke receptor serta model di atmosfer dibutuhkan pengetahuan tentang prinsip dasar atmosfer ini. Untuk pengendalian pencemaran dan penilaian dampak kesehatan terhadap fungsi ekologi terutama manusia, manfaat atmosfer bisa menjadi bahan pertimbangan kebijakan pengendalian yang disusun. Sub pokok bahasan ini merupakan dasar bagi semua mata kuliah yang berhubungan dengan pencemaran udara di tingkat lanjut. 1.1.3.1 Standar Kompetensi

Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang atmosfer dan manfaatnya ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena atmosfer, presentasi studi manfaat atmosfer dan tugas mandiri tentang inventarisasi kebijakan dunia demi konservasi atmosfer. 1.1.3.2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena atmosfer dan menjelaskan manfaat keberadaan atmosfer bagi kehidupan di dunia.

1.2. Penyajian 1.2.1. Uraian Komposisi Lapisan Bumi Bumi dapat dianggap terdiri dari lima bagian: yang pertama, atmosfer, berupa gas; yang kedua, hidrosfir, berupa cairan; yang ketiga, keempat, dan kelima, litosfir, mantel dan inti, sebagian besar berupa bahan padat. Walaupun komponenkomponen ini dihubungkan dengan secara terpisah dalam sesi ini, mereka masingmasing membentuk sebuah komponen dari sebuah sistem interaktif. Atmosfer adalah lapisan luar yang mengelilingi badan planet yang padat. Meskipun atmosfer memiliki ketebalan lebih dari 1100 km sekitar setengah dari massanya dikonsentrasikan dalam kerendahan 5,6 km. Litosfir, utamanya terdiri dari kerak bumi yang dingin, keras dan berbatu, membentang hingga kedalaman sekitar 100 km. Hidrosfir adalah lapisan air yang dalam permukaan Bumi. Mantel dan inti merupakan bagian dalam bumi yang berat, yang membentuk sebagian besar massa Bumi. Bumi adalah planet ketiga dari Matahari dari mana bumi menerima hampir semua tenaganya. Dikarenakan oleh atmosfernya, bumi merupakan satu-satunya planet yang diketahui mempunyai kehidupan, walaupun sebagian dari planet-planet lainnya memiliki atmosfer dan mengandung air. Kondisi iklim ambien di bumi merupakan hasil dari sejumlah gerakan menuju ruang angkasa. Bumi beserta satelitnya, bulan, juga bergerak bersama-sama dalam sebuah orbit berbentuk ellips mengelilingi matahari. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur satu kali setiap kira-kira 23 jam 56 menit. Selain dari gerakan-gerakan primer ini, ada komponen-komponen total gerakan bumi yang lainnya. Mereka meliputi : Perubahan waktu siang dan malam (dari timur ke barat); dan Perputaran poros bumi, sebuah variasi periodik dalam iklinasi poros bumi yang disebabkan oleh tarikan gravitasi matahari dan bulan. Karena kemiringan poros bumi yang menuju ke orbitnya sebesar 23½o, maka tampaknya ini yang menyebabkan matahari bergerak antara 23½o lintang utara

yaitu musim dingin. mineral-mineral yang digunakan oleh manusia dan ciri-ciri kegiatan gunung berapi di kawasan rawan. Gerakan antara lempengan–lempengan terjadi disepanjang zona yang relatif sempit di mana kekuatan tektonik lempengan berada dalam kondisi paling aktif. lapisan bergerak yang secara realtif sempit dan padat. Atmosfer adalah lapisan gas yang menyebar dari permukaan lahan ke puncak atmosfer. meliputi lautan pedalaman danau. Litosfir Di atas litosfir terletak atmosfer dan hidrosfir. Sementara itu litosfir termasuk tanah dan segala kandungannya. .dan 23½ o lintang selatan. Di bawahnya terletak Atmosfer. Atmosfer Atmosfer merupakan campuran gas yang melingkungi setiap benda yang berhubungan dengan angkasa (seperti Bumi) yang memiliki medan gravitasi kekuatan cukup untuk mencegah agar gas tidak lolos. atau air laut. Hidrosfir Hidrosfir terdiri utamanya dari lautan. Keempat musim tersebut. sungai. disepanjang mana diketemukan mayoritas sangat besar kegiatan volkanik dan seismik di bumi. Uap air dalam jumlah besar juga pernah ada di dalam atmosfer. semi. dalam mantel atas. Ahli Geologi membedakan sekitar 12 lempengan litosfir besar dan sejumlah besar lempengan atmosfer kecil. tetapi termasuk seluruh permukaan air di dunia. atmosfer yang mendasarinya dipercayai terdiri dari bahan setengah lebur dan panas yang dapat melunak dan mengalir setelah diarahkan ke suhu dan tekanan tinggi selama masa geologis. Ini cenderung mengakibatkan pengalaman-pengalaman musim di berbagai tempat di atas permukaan bumi. yang ditentukan oleh posisi bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari. dan musim gugur digambarkan melalui perbedaan-perbedaan dalam suhu rata-rata dan panjangnya siang hari. dan air bawah tanah. Adalah zona ini. panas. Banyak wilayah beriklim sedang yang mengalami 4 musim iklim berbeda.

Oleh karena itu musim panas dibelahan bumi utara sama dengan musim dingin di belahan bumi selatan. musim panas adalah siang yang panjang dan musim dingin adalah malam yang panjang. Perubahan-perubahan suhu dan panjangnya siang hari yang menyertai perubahan musim adalah sangat berlainan di garis lintang yang berbeda. metan. helium.Penyebaran polutan dalam atmosfer bervariasi tergantung pada musim di sebagian besar daerah.2 di bawah. Komposisi Atmosfer Unsur-unsur pokok atmosfer bumi adalah nitrogen (78%) dan oksigen (21%). siang yang lebih pendek dan sedang mengalami musim dingin. Di kutub. Belahan bumi yang miring menjauhi matahari mengalami suhu rendah. komposisi atmosfer sebenarnya sama seperti permukaan tanah.9%). ozon.03%). karbondioksida (0. . Musim-musim terjadi karena poros bumi yang miring sehubungan dengan bidang orbitnya mengelilingi matahari. lebih banyak sinar matahari dan dianggap sedang mengalami musim panas. Sebaliknya. Homogenitas relatif ini dipertahankan oleh gerakan terus-menerus yang dihasilkan oleh arus atmosfer yang mencegah kecenderungan gas-gas berat mengendap di bawah gas-gas ringan. Struktur vertikal atmosfer Studi mengenal sampel udara menunjukkan bahwa hingga ketinggian 90 km di atas permukaan laut. kripton. didekat khatulistiwa. siang dan malam masing-masing tetap sekitar 12 jam lamanya di sepanjang tahun.1 dan 1. uap air dalam jumlah yang bervariasi. neon. serta sejumlah sangat kecil dari hidrogen. Unsur-unsur pokok ini lebih lanjut ditunjukkan dalam tabel 1. Gasgas atmosfer dalam sisanya yang 1% adalah argon(0. dan xenon. Perubahan lebih jauh dalam hasil pemanasan adalah karena tebalnya atmosfer melalui mana sinar matahari harus lewat sehubungan dengan sudut insidennya. Oleh karena itu Kutub Utara dan Kutub Selatan masing-masing contong ke arah matahari mengalami siang lebih lama. karbonmonoksida.

Atmosfer terdiri dari sejumlah lapisan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1.003 33.04) * 10-4 (1.Tabel 1.2 Gas-Gas Variabel Yang Membentuk Atmosfer Gas Variabel Uap (H2O) Karbondioksida (CO2) Ozon (O3) Sulfur Dioksida (SO2) Nitrogen Dioksida (NO2) % Dari Volume 0 hingga 0.999 39.1 Gas-Gas Permanen Yang Menyatukan Atmosfer Gas Permanen Nitrogen (N2) Oksiigen (O2) Argon (Ar) Neon (Ne) Helium (He) Kripton (Kr) Xenon (Xe) Hidrogen (H2) Metan (CH4) Nitrogen Oksida (N2O) Berat Molekuler 28.001 0.087 + 0.1) * 10-4 Tabel 1.934 + 0.800 131.192 4. Gambar 1.5 + 0.1 di bawah ini.5* 10-4 2 * 10-4 (0.016 16.004 20.1 Lapisan Atmosfer dan Gradasi Suhu .953 + 0.01 0 hingga 0.01) * 10-4 (0.043 44.105 % Dari Volume 78.14 + 0.7 0.016 31.24 + 0.110 + 0.032 0 hingga 0.000002 Berdasarkan pada suhu.01) * 10-4 (5.300 2.18 + 0.001 (18.001) * 10-4 0.942 20.001 0 hingga 0.

batas luar dari atmosfer. yang dihasilkan oleh tindakan radiasi ultraviolet matahari. disebut mesosfir. dan hujan elektronik dari matahari mengionisasi beberapa lapisan atmosfer. Troposfir terbentang hingga sekitar 16 km di daerah tropis ( hingga suhu sekitar – 79oC) dan hingga sekitar 9. secara praktis sehunya lebih konstan atau sedikit naik seiring dengan ketinggiannya. Daerah dibawah ionosfir disebut eksosfir. yang membentang ke sekitar 9600 km.x. karena suhunya yang tinggi dalam lapisan ini (naik sekitar 1200o C pada sekitar 400 km)./kmdbbd/unit1_images. Ini merupakan lapisan di mana terjadi sebagian besar awan dan cuaca sebagaimana kita mengalaminya di bumi.htm. Mereka termasuk : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari Lapisan atmosfer dari 19 hingga 48 ke atas mengandung lebih banyak ozon. Di dalam lapisan ozon suhu naik dengan lebih cepat. Dari penyelidikan-penyelidikan mengenai penyebarluasan dan refleksi gelombang radio diketahui bahwa mulai pada ketinggian 80 km. disebut ionosfir. radiasi ultraviolet.edu/. biasanya suhu menurunkan ke atas pada tingkat kecepatan sekitar 5. dan permukaan laut. menyebabkan mereka menghantarkan listrik.physics. Manfaat atmosfer Atmosfer melakukan sejumlah fungsi kritis dalam pelestarian kehidupan di bumi. Diatas troposfir terletak stratosfir. yaitu troposfir.(sumber : www. Lapisan ozon ini mulai diperdulikan pada awal tahun 1970-an ketika diketemukan bahwa . dan digambarkan oleh tajamnya penurunan dalam suhu ketika ketinggiannya naik. sinar . Karena konsentrasi ion yang secara relatif tinggi dalam udara di atas 80 km.isu. Di dalam stratosfir lebih rendah.. maka lapisan ini yang membentang ke suatu ketinggian sebesar 640 km. lapisan-lapisan ini memantulkan gelombang radio dari frekuensi tertentu kembali ke bumi.5 oC per 1000 m.7 km dalam garis lintang cuaca sedang (hingga suhu sekitar –5 o C). terutama di atas daerah tropis.. hampir sama dengan suhu di permukaan bumi lapisan dari 50 hingga 80 km. Idaho State University Weather and Climate) Dalam lapisan terendah. Ini juga disebut termosfir.

yang melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. atau menghasilkan bau-bau yang tidak dikehendaki Konsentrasi tinggi bahan-bahan berbahaya dalam kawasan pencemaran yang tinggi dan. dapat menyerang secara fotokimia dan menghancurkan ozon stratosfir. atau dapat menyerang bahanbahan. namun mereka yang paling beresiko adakah anak-anak. atau khlorofluorometan . atau salju. cairan atau bahas padat yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan kesehatan serta kesejahteraan tanaman dan hewan. di bawah kondisi yang parah. pekerja yang pekerjaannya memaksa mereka berhadapan dengan bahan-bahan beracun. sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis Gerakan air yang berkesinambungan antara bumi dan atmosfer dikenal sebagai siklus hidrologis. naik ke dalam atmosfer dalam jumlah besar. Air yang berpindah dari permukaan laut ke atmosfer dan daratan. Dibawah sejumlah pengaruh. menurunkan daya penglihatan. Efek-efek eksposur jangka panjang pada konsentrasi rendah tidak dapat dipastikan dengan baik. Efek buruk pencemaran udara lainnya adalah cedera potensial pada hewan ternak dan tanaman pangan. Efek ini telah dibahas secara detil pada sesi sebelumnya. dapat mengakibatkan luka-luka dan bahkan kematian. Kepedulian ini berpusat pada kemungkinan bahwa senyawa-senyawa ini melalui tindakan sinar matahari. . orang tua. perokok pasif. dimana panas cukup dominan. Sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan Pencemaran atmosfer oleh limbah atau produk samping gas. Uap ini bersirkulasi melalui atmosfer dan dijatuhkan dalam bentuk hujan. dan orang-orang yang sakit jantung dan paru-paru. air diuapkan dari permukaanair dan daratan dan dilepaskan dari sel-sel hidup.bahan kimia yang dikenal sebagai khlorofluorokarbon (CFC).

Studi bank dunia barubaru ini di Jakarta (Ostro 1994) dilakukan untuk mengestimasikan hubungan dose-response guna memperkirakan hasil-hasil kesehatan di akarta. kecepatan angin. Latihan Setelah anda melihat struktur vertikal gradasi suhu terhadap ketinggian seperti gambar dibawah ini. dimanakah fenomena pencemaran udara terjadi dan pada kisaran ketinggian berapa? Jawab : Dengan melihat gradasi temperatur.Untuk pencemaran udara. Sebutkan parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer! 2. maka akan terjadi pemerangkapan polutan dari bumi di daerah suhu troposfer yang karena berakibat perbedaan perbedaan kerapatan atmosfer.2. sebuah hubungan dose-response lazimnya digunakan untuk menghubungkan perubahan-perubahan dalam tingkat pencemaran ambien dengan hasil-hasil kesehatan. dan gerakan sistem tekanan tinggi dan rendah dan interaksinya dengan topografi setempat. misalnya gunung dan lembah.3. atmosfer perlu dilestarikan. Mengapa suhu memiliki pola gradasi terhadap ketinggian? .2. Sebagai perantara emisi Konsentrasi polutan turun oleh percampuran atmosfer. 1. Ketinggiannya sama dengan ketinggian troposfer yaitu 10 km 1. yang bergantung pada kondisi cuaca seperti suhu. Tes Formatif 1.3.1. Penutup 1. Sebagai perantara emisi.

100% 80% . litosfir dan Atmosfer) memiliki peran yang cukup strategis bagi kehidupan di bumi. hitunglah jawaban anda yang benar. melindungi bumi dari radiasi sinar matahari dan peranannya sebagai sink bagi pencemar-pencemar udara dari bumi.59% 1. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. 1. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Sebutkan gas apa saja yang cukup berperan dalam mencemari Atmosfer (minimal 4 macam) ! 1. memberikan fungsi kenyamanan bagi kehidupan dari komposisi kimianya. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3.2.4. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.89% 70% . Atmosfer berperan dalam siklus musim.69% 0% . Rangkuman Atmosfer yang merupakan bagian dari trilogi komposisi bumi (hidrosfer. Jelaskan peranan Atmosfer bagi kehidupan di bumi! 4.3.3.3.3. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .79% 60% . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.

berperan dalam siklus hidrologis dari atmosfer dan daratan. ITB. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan.1. Ardino Purbu. sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan dan sebagai perantara emisi. 2001.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Keberadaan radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi akan diproses berbeda pada tiap lapisan sesuai dengan kondisi komposisi dominan pada lapisan tersebut. Bandung. CFC DAFTAR PUSTAKA Neiburger. Ostro (1994) and Resosudamo (1996) presented in the Integrated Vehicle Emission Strategy Workshop October 16-18.Suhu dapat bergradasi terhadap ketinggian pada dasarnya dipengaruhi oleh komposisi kimia yang ada di tiap ketinggian (dalam hal ini diwakili oleh 4 lapisan). CO. 1995. NOx.Parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer adalah Nitrogen (78% volume) dan Oksigen (20.3. Sri.H (1999). sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis. Gas pencemar : SOx. diktat kuliah GM ITB. Meteorologi Pencemaran Udara. Jakarta. 3. Morris. Penerbit ITB SENARAI . Manfaat Atmosfer : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari.9% volume) 2. Indonesia Soemarno. 4.

2.1. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang definisi pencemaran udara. proses terjadinya dan identifikasi sumber pencemar udara.1. karakterisasi pencemar udara baik partikulat maupun gas 2.1. 1.1.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang identifikasi sumber dan karakterisasi fisik-kimia partikulat-gas ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.3. kreatif. presentasi kajian sumber pencemar di sekitar lingkungan sendiri dan kuis tentang karakteristik fisik-kimia partikulat.I. Indonesia berada di urutan ketiga negara terpolusi di dunia . 2.3. mandiri. United Nations Environmental Program pada ahun 1992. mahasiswa akan mampu mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan menganalisis besaran dampaknya.2 SUB POKOK BAHASAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA 2.2.1. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena pencemaran udara.2. Uraian Pendahuluan Menurut Badan Lingkungan Hidup Dunia.2. Relevansi Di dalam identifikasi pencemaran udara dan menganalisis dampaknya. karakteristik fisik dan kimia dari pencemar udara serta kemungkinan distribusinya di atmosfer. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1 Pendahuluan 2. Penyajian 2. 1.1. dibutuhkan pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar.

2007). hewan. asap. G. 1985). dan uap ke atmosfer dalam jumlah tertentu dan karakteristik tertentu serta dalam waktu tertentu pula yang dapat membahayakan kehidupan manusia. Miller. (1994). bau. Udara Bersih 0. Hal ini menunjukkan bahwa kota – kota di Indonesia mengindikasikan pencemaran udara yang cukup tinggi. dan menggangu kenyamanan dalam kehidupan.01 ppm 310 – 330 ppm < 1 ppm 0.001 -0. vegetasi atau material. gas.01 ppm 1 ppm 10 – 20 kg/mm 3 Udara Tercemar 0.02 – 2 ppm 350 – 700 ppm 5 – 200 ppm 0. perbedaan udara bersih dan tercemar bisa dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 1. tumbuhan. Selain polutan – polutan tersebut. hewan. mendefinisikan pencemaran udara adalah sebagian udara yang mengandung satu atau lebih bahan kimia konsentrasi yang cukup tinggi untuk membahayakan manusia. R.setelah Mexico dan Bangkok (UNEP. Berdasarkan pengalaman empiris. 1975): 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor Gambar 1.01 – 0.3 Perbandingan Tingkat Konsentrasi antara Udara Bersih dan Udara Tercemar Komponen SOx CO2 CO NOx HC Partikel lain Simpson. aktivitas manusia juga berperan besar dalam polusi udara (Peavy.001 -0. Pencemaran udara didefinisikan sebagai masuknya satu atau lebih kontaminan/polutan seperti debu. Tyler (1982).2 Proses Terjadinya Pencemaran Udara Sumber Pencemar Udara Udara di alam tidak pernah bersih tanpa polutan sama sekali. Secara skematik Pencemaran udara dapat diuraikan dalam 3 komponen dasar seperti diagram di bawah ini (Seinfeld.5 ppm 1 – 200 ppm 70 – 700 kg/m3 .

Karbon monoksida (CO) dan Timbal. Polutan sekunder. Yang termasuk kepada kategori pencemar sekunder adalah ozon yang dikenal sebagai oksidan fotokimia. Gambar 1. sumber-sumber emisi zat pencemar udara secara diagramatis disajikan pada gambar berikut ini. garam sulfat. Efek partikulat terhadap kesehatan dan pengurangan jarak pandang . b.3. dan partikel . Sulfur dioksida (SO2). terbentuk langsung dari emisi yang terdiri dari partikulat berukuran < 10 mikron (PM 10). yaitu: a. Sementara polutan partikel dapat digolongkan sebagai partikulat seperti debu. Polutan primer. dikelompokkan menjadi 2 golongan. merupakan bentuk lanjut dari pencemar primer yang telah mengalami reaksi kimia di lapisan atmosfer yang lebih rendah. Dari pengelompokan tersebut. Nitrogen dioksida (NO2). campuran kimia. nitrat dan sebagainya. Sementara Peavy (1985) menyatkan bahwa bahan pencemar udara dapat dibagi menjadi polutan alami. selain itu partikulat juga dapat terbentuk di atmosfer dari polutan gas.Menurut Warner (1981) pencemaran udara berdasarkan sumbernya. asap dan gas (polutan gas organik dan inorganik). Klasifikasi Sumber Emisi (Sumber : Colls. 2002) Wujud Fisik Pencemaran Udara Partikulat Keberadaan partikulat di atmosfer sebagian besar bersumber dari kendaraan bermotor dan industri.

Gambar 1. dan bentuk fisiknya. Pada partikulat. massa. dan kecepatan (Crawford. Partikulat mempunyai ukuran yang mikroskopis atau submikroskopis tetapi lebih besar dari dimensi molekul (Seinfeld. Menurut Hinds C. kecepatan mengendap. yang paling sering digunakan adalah diameter equivalen. yaitu: 1. W (2000) partikel secara umum dapat dibagi kedalam dua bagian. yang berada dibawah kondisi normal. 1975). komposisi kimianya.5 µm .tergantung pada ukuran partikel dan komposisi kimia yang terkandung didalamnya.4 Partikulat Yang Diperbesar Ribuan Kali Sejumlah cara dapat digunakan untuk menunjukkan ukuran partikel. kita mengenal beberapa substansi yang berupa fase cair dan padat di atmosfer. Deskripsi tentang partikulat tidak hanya meliputi konsentrasinya. tetapi juga dapat terbentuk dari kondensasi gas secara langsung atau melalui reaksi kimia. dll) dan sifat kimia berupa komposisi organik atau anorganik (Hinds C. Emisi partikulat tidak hanya dapat diemisikan dalam bentuk partikel. berdasarkan kesamaan volume. tempat terbentuknya. bentuk formasi. Partikulat dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik (ukuran. tetapi juga meliputi ukurannya. 2000). W. 1980). . Disamping itu untuk partikel nonspheric dinyatakan dengan equivalen spheres. Partikel halus (Fine partikel): Partikel berukuran lebih kecil dari 2.

5 µm. Partikel kasar (Coarse partikel): Partikel berukuran lebih besar dari 2.01 0. Merupakan gabungan dari smoke dan fog. Fume Aerosol padat yang dibentuk dari kondensasi uap atau gas hasil pembakaran. Asap (Smoke) Aerosol visible yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna. Rentang ukuran partikulat dapat diterangkan pada gambar berikut : Dust fly ash Spray fumes smoke mists 1000 100 10 1 0. Ukuran partikelnya antara submikrometer hingga 20 µm. Fog : Visible mist. Debu (dust) Aerosol padat yang dibentuk akibat pemecahan mekanik material besar seperti dari Crushing dan grounding. Ukuran partikelnya kurang dari 1 µm.5 µm . Fly ash yang merupakan hasil pembakaran batu bara.5 Ukuran Partikulat Dalam Mikrometer Sumber : Peavy. Ukuran partikelnya kurang dari 1 atau 2 µm.5 µm. Ukuran partikelnya (padat atau cair) < 1 µm.1 0. 5. Definisi ini berbeda dengan yang diketahui secara umum yang didasarkan pada adanya noxious contaminant. 4.001 mikrometer Gambar 1. 3. 2. Fine particle berukuran < 2. Ukuran partikelnya dari submikrometer sampai visibel. smog : hasil reaksi fotokimia yang tercampur dengan uap air. Menurut Crawford (1980) beberapa istilah yang dapat menggambarkan partikulat berdasarkan pembentukan dan ukurannya adalah sebagai berikut: 1. Coarse particle berukuran > 2. 1985 .2. Kabut (Mist) Aerosol cair yang terbentuk dari proses kondensasi atau atomisasi.

yaitu: a. Emisi partikulat tergantung pada aktivitas manusia. uap air laut. kopling. Partikulat terendapkan: ukurannya lebih besar dari 10 mikron dan lebih berat. Tabel 1. pengisian hingga transfer material. Pada tahun 1978.Menurut Seinfeld (1975) berdasarkan kecepatan pengendapan.3 125-385 Sumber emisi fugitif dari proses industri seperti penanganan. seperti ban. dll) dan sumber transportasi. b. Sumber transportasi terdiri dari 2 kategori: buangan knalpot kendaraan dan sumber lainnya. Emisi (Teragram/tahun) 10 3. sumber non industri (debu dari jalan. Partikulat tersuspensi: kecepatan pengendapannya sangat kecil sehingga jenis ini tetap tersuspensi di udara selama 10-30 hari sebelum tersisihkan melalui deposisi. proses vulkanis. Emisi fugitif dari sumber non industri (pada umumnya disebut fugitive dust) disebabkan dari debu jalanan umum. sumber TSP dari . erosi oleh angin. Ukurannya berkisar antara kurang dari 1 hingga 10 mikron. dan rem. 2005). Sumber debu fugitif banyak terdapat didaerah pedesaan (US EPA. proses pertanian. 25 % berasal dari debu fugitif dan 60 % berasal dari debu jalan di dalam kompleks industri. Kecuali yang disebut terakhir.3 110-370 1. partikulat dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan.4 Sumber Emisi Partikulat dari Aktivitas Antropogenik di Amerika Jenis Sumber Pembakaran bahan bakar dan proses industri Emisi fugitiv proses industri Emisi fugitiv bukan industri Transportasi Total Sumber : US EPA. konstruksi. pembakaran liar dan reaksi gas-gas alami. dan pembakaran. 15 % emisi TSP (Total Suspended Particulate) berasal dari stack. terutama dari pembakaran bahan bakar dan dari industri. semua proses itu terjadi akibat interaksi antara material dan mesin atau angin. Sumber emisi alami partikel yang penting termasuk debu tanah. 2005. Diperkirakan dari kompleks industri besi baja modern.

Partikulat yang berasal dari mesin. Sumber TSP akibat pengereman berukuran < 1 µm dan dibentuk terutama dari asbes dan karbon (US EPA.1 CH 39.2 21.7 NOx 54. Polutan gas Beberapa kategori polutan adalah SO2.transportasi mencapai 1300000 TG.5 3.6 3. NO.5 19.0 21.7 27.0 Dust 9.2 CO 65.5 Penyebab dari Emisi di Republik Federasi Jerman (1982) Uraian Lalu lintas Rumah tangga Keperluan lain Industri Industri Semen Total Sumber: Kroboth.7 1. NO2.0 0. Gas CO bersifat tidak berwarna. K.1 16.1 25. SO2 dihasilkan dari pembakaran sulfur atau materi lain yang mengandung sulfur.0 0.4 13. Sumber utama gas SO2 adalah pembakaran bahan bakar fosil dari instalasi pembangkit listrik serta beberapa industri lainnya. dan tidak berasa yang disebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon.1 8.3 17. Instalasi pembangkit tenaga listrik dan industri peleburan yang besar pada umumnya mampu mengoptimalkan setiap pembakaran yang ada sehingga dapat mengurangi emisi CO (Cooper & Aley. 2005). sulfat. Sumber berasal dari transportasi (sumber bergerak) serta sumber stasioner seperti instalasi pembangkit tenaga listrik.6 2.7 59. Latihan Identifikasi/perkirakan polutan yang berasal dari sektor transportasi.1 0.2. Keseluruhan TSP dari sumber gerak roda 40 % berukuran < 10 µm (20% < 1 µm) yang komponen utamanya terdiri dari karbon. tidak berbau.3 62.6 < 0.1 3. NOx terbentuk karena ada pembakaran di udara bebas.4 9.4 16.0 1.6 < 0.4 9. 1986).4 13. dan materi karbon yang berukuran < 1 µm. dan CO. 1986 Satuan SO2 % % % % % % 3.0 1.0 0. 75 % dari total TSP ini berasal dari kendaraan di jalan raya.2 < 0.7 14. sebagian besar terbentuk dari timbal halida.2.1 8. Tabel 1.2 Σ 47. bagaimana perilaku pencemarnya? .

karbon.69% 0% .3.3. Bisa juga berupa gas seperti NOx. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.HC.100% 80% . ada yang terdeposisi di permukaan yang ada di sepanjang jalan. CO. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.89% 70% . Jelaskan urutan proses terjadinya pencemaran udara! 2. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. 2. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Penutup 2. tetapi jika tingkat penguasaan anda : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Tes Formatif 1. asbes.59% 2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. sulfat. Apakah perbedaan polutan yang tergolong primer dan sekunder? 3. hitunglah jawaban anda yang benar.1. kopling dan rem) dan luar kendaraan (material jalan).3. Gas dan partikulat ini akan berada di udara begitu terlepas dari sumbernya. ada yang berubah komposisi (bereaksi dengan unsur lain) dan ada yang terevaporasi. Polutannya sangat beragam bisa berupa partikulat yang terdiri atas timbal halida.3.3. gesekan ban.79% 60% . Jelaskan pengertian emisi fugitif! 2. Mengapa dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres? 4.2.Jawab : Emisi yang berasal dari sektor transportasi bisa berasal dari 2 kategori yaitu : dari kendaraan (asap buangan.

. dan karakteristik kimia partikulat dapat dilihat dari kandungan unsur kimianya. Partikel/partikulat digolongkan menjadi partikel halus dan kasar dengan sumber yang berbeda pula. Polutan primer : polutan yang kondisinya tidak berubah seperti pertama kali diemisikan dari sumbernya.belum mencapai 80%. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. garam sulfat. Dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres karena bentuk dan dimensi partikulat tidak beraturan sehingga perlu penyamaan “parameter ukuran” melalui perbandingannya dengan bentuk materi bulat berdasar sifat aerodinamisnya.4.Urutan terjadinya pencemaran udara dimulai dari emisi polutan dari sumber emisi kemudian sebagian terjadi transformasi kimia terhadap polutan dan sampai ke reseptor melalui media atmosfer yang dinamis seperti dalam diagram dibawah : 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor 2. laju dan komposisi yang berbeda-beda. 4.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.3. 2. contohnya SO2. Polutan gas lebih spesifik untuk tiap senyawanya dan tidak dibedakan secara ukuran karena hampir seragam ukurannya. kecepatan aerodinamisnya. NO2. Sedangkan polutan sekunder merupakan bentuk lanjut polutan primer karena berinteraksi dengan komponen lain di atmosfer contoh ozon (oksidan fotokimia).3. 3. Karakteristik kimia lebih mengemuka untuk polutan gas karena kespesifikan kimianya. Rangkuman Pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar dapat dimulai dari identifikasi polutan primer-sekunder disamping polutan yang bersifat alami dan antropogenik. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. 2.Emisi fugitif merupakan emisi yang tidak memiliki saluran pembuangan (exhaust) sehingga emisinya lebih tersebar dengan kuantitas. Karakteristik fisik partikulat dapat dilihat dari bentuk fisik. nitrat.

London. Grifith University. (1985). Air pollution Control. (1994).unep. Tanggal 15 Oktober 2005. H and Kroboth. Zement-Kalk-Gips. Jeremy. Copper. Air Pollution. (1981). C. SENARAI . New Delhi. H. Xeller. K. United States Of America. Living in The Environment. William. F. R. (1980). Maveland Press Inc. (2000). (1986). Queensland.R. Phisical and Chemical Fundamental. Hinds. John. (2002). (1975). Graw-Hill Publishing Company Ltd. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. Spon Press Tylor & Francis Group. Tchobanoglous. Wark. Simpson. Martin. Illinois. www. Mc. Tata –Mc. Air Pollution. Air Pollution Control Quality. (1986). It`s Origin and Control.DAFTAR PUSTAKA UNEP (2007) http://www. Second Edition. David and Alley.html Miller. Howard S. California. J. George. Donald R. Crowford. Environmental Engineering. Wadsworth Publishing Co. Harper and Row.com.org/tnt-unep/toolkit/Awareness/Tool4/index. Peavy. Inc.(1982). C. third edition. Air pollution. Tyler. Notes on Lectures Devision of Environmental Scienc. Graw-Hill. Seinfield. McGraw Hill Inc. Warner. Rowe. G. C.Gooogle. Particulate Air Pollution. Singapore Colls.

Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran. material dan tanaman.3.1.C.1 SUB POKOK BAHASAN ASPEK KESEHATAN PENCEMARAN UDARA 1.2. 1.1.3. Pembahasan dimulai dari korelasi pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan. maka dapat dilakukan langkahlangkah pencegahan dini di sumber dan optimalisasi penghindaran reseptor dari paparan pencemaran udara yang bersifat akumulatif.1. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman.2. Relevansi Dengan mengetahui dampak pencemaran udara yang begitu luas bagi kehidupan manusia termasuk terhadap material dan tanaman.POKOK BAHASAN II PENCEMARAN PERATURAN II.1 Pendahuluan 1. mahasiswa akan mampu menjelaskan dampak pencemaran udara bagi manusia. 1. UDARA DITINJAU DARI ASPEK KESEHATAN DAN .1. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang dampak kesehatan dari pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui diskusi tugas identifikasi dampak pencemaran udara bagi manusia. material dan tanaman. presentasi simulasi dampak pencemar di sekitar lingkungan pabrik. 1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1.

serta angka kematian. kanker. Dalam waktu pemaparan yang pendek. orang tua dan golongan berpenghasilan rendah yang biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. Kesulitan dalam mendeteksi zat pencemar yang dapat menimbulkan bahaya pada konsentrasi yang sangat rendah. 5.1. Bukti penting yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa pencemaran udara mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan. karena manusia terpapar terhadap sejumlah banyak zat-zat pencemar yang berbahaya untuk jangka waktu yang sudah cukup lama. bronchitis kronik. kerusakan tanaman. perubahan iklim. cukup sulit. 6. 4. tanah dan material. Menelaah korelasi antara pencemaran udara dan kesehatan. Uraian Umum Pencemaran udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara. Hal ini karena: 1.1. Masalah dalam ekstrapolasi hasil percobaan laboratorium binatang ke manusia. Interaksi sinergestik di antara zat-zat pencemar. Kelompok yang terkena terutama bayi. Penyebab jamak dan masa inkubasi yang lama dari penyakit-penyakit (misalnya: emphysema. 2. menurunkan tingkat visibilitas dan penyinaran matahari dan pengaruh lainnya (Cooper & Aley. Kesulitan dalam mengisolasi faktor tunggal yang menjadi penyebab. .2. Catatan penyakit dan kematian yang tidak lengkap dan kurang dapat dipercaya. penurunan fungsi ginjal. 7. penyakit jantung). Efek Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia Data epidemi menunjukkan bahwa pemaparan partikulat dihubungkan dengan peningkatan terjadinya angka sakit saluran pernapasan.2. bronchitis. 3. Penyajian 1. antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Jumlah dan jenis zat pencemar yang bermacam-macam. 1986).

masuknya partikel ke dalam tubuh manusia ada dua cara. berdasarkan ukuran partikel yang < 2.5 – 10 µm (Cooper & Aley.pemaparan partikulat juga meningkatkan timbulnya angka sakit asma (Cooper & Aley. Partikel yang berukuran paling keil (diameter 0. 1986). prosesnya sebagai berikut : a. Mucocilliar clearance dari partikel terlarut mencakup transport partikel menuju saluran pernapasan atas oleh aliran mukosa dan aktivitas silier dalam tracheobronchial compartment dan nasopharyngeal compartment c. Menurut Anderson (1999). 1986).5 µm serta antara 2. sehingga dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi. Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tingkat konsentrasi. Alveolar clearance. Partikel yang berukuran sedang agak sukar dikeluarkan. yaitu : 1. tetapi juga oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya.2 berikut ini : . terutama yang bersifat inhalable. Coarse Particle didominasi oleh adanya dust. Hal ini dapat menunjukkan pentingnya mengetahui ukuran partikel sebagai pertimbangan. Partikel yang besar dapat dikeluarkan melalui impaksi dari hidung dan tenggorokan. Deposisi partikel pada saluran pernapasan b. yaitu merupakan transportasi partikel dari alveoli ke escalator mucociliar Bahan partikel yang halus dapat mempengaruhi saluran pernapasan dari hidung sampai alveoli. Absorbsi dari proses inhalasi. Fine Particle terbentuk dari senyawa sulfat dan senyawa sekunder lain yang mungkin bersifat toksik. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk melakukan pemantauan kualitas udara. 1977). Proses clearance debu pada saluran pernapasan dapat dilihat pada gambar 2. Sebagai contoh partikulat dengan ukuran > 10 µm dapat disisihkan sebelum masuk saluran pernapasan tetapi untuk yang berukuran < 2 atau 3 µm dapat mencapai paru-paru.1 mikron) dapat mencapai alveoli dan akan menyebabkan terjadinya difusi ke dinding alveoli (Goldsmith & Friberg.

1 Proses Clearance Debu Pada Saluran Pernapasan Sumber : Goldsmith & Friberg Keterangan dan mekanisme : D1 : semua debu yang terhirup D2 : debu yang dikeluarkan melalui pernapasan D3 : debu yang tersimpan dalam Nasopharyngeal compartment D4 : debu yang tersimpan dalam Tracheobronchial compartment D5 : debu yang tersimpan dalam Alveolar (pulmonary) compartment a :debu dari Nasopharyngeal compartment masuk langsung ke darah b :dengan proses mucociliary clearance dari Nasopharyngeal compartment masuk ke traktus gastrointestinal c :debu dari Tracheobronchial compartment masuk langsung ke darah d :dengan proses mucociliary clearance dari Tracheobronchial compartment ke traktus gastrointestinal e :debu dari alveolar compartment masuk langsung ke darah f :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe dan ke dalam darah J :Absorbsi debu oleh traktus gastrointestinal dan masuk ke darah . masuk ke dalam traktus gastrointestinal. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe I :Secara lambat.D2 D1 D3 D (a) Nasopharyngeal compartment (b) A (c) D4 (d) Sistem Gastrointestinal R Tracheobronchial compartment D5 A (e) Alveolar (pulmonary) compartment (f) H (h) (i) Limpa (g) (j) Gambar 2. masuk ke dalam traktus gastrointestinal g :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator. tetapi prosesnya lambat h :Secara lambat.

sifat kimia dan fisikanya. karena ditentukan oleh diameter. karena partikel yang lebih besar tidak dapat mencapai alveoli 2. Walaupun merokok hampir selalu menjadi urutan tertinggi sebagai penyebab dari penyakit pernafasan menahun akan tetapi sulfur oksida. Hubungan yang sebenarnya antara pencemaran udara dan kesehatan atau pun timbulnya penyakit yang disebabkannya sebetulnya masih belum dapat diterangkan dengan jelas betul dan merupakan problema yang sangat komplek. industri. Semakin lama ia dapat bertahan dalam udara. Kadar dan lamanya paparan. Sifat dari debu itu sendiri 4. Ukuran partikel. semakin besar kemungkinannya untuk dapat memasuki paru-paru. tetapi debu yang ada di udara juga berpengaruh meskipun pengaruhnya kecil. Hasil-hasil penelitian di Amerika Serikat sekitar tahun 70-an menunjukkan bahwa bronchitis kronik menyerang 1 di antara 5 orang laki-laki Amerika umur antara 4060 tahun dan keadaan ini berhubungan dengan merokok dan tinggal di daerah perkotaan yang udaranya tercemar. seperti angin. faktor utama penyebab kanker paru-paru adalah rokok. yang paling berbahaya adalah yang berukuran 1 sampai 5 µm. Debu yang bisa menimbulkan penyakit dipengaruhi oleh : 1. asam sulfur. perubahan temperatur Menurut Slamet (1994). dan paparan yang lama 3. . bronchitis menahun dan emphysema paru. efek partikulat terhadap paru-paru berbeda dari gas. Faktor meteorologi. dan nitrogen dioksida telah menunjukkan sebagai penyebab dan pencetusnya asthma brochiale. Terdapat korelasi yang kuat antara pencemaran udara dengan penyakit bronchitis kronik (menahun). partikulat. kepadatannya. baik yang berasal dari kendaraan bermotor. kelembaban. bentuk. sehingga kemungkinan masuknya ke dalam paru-paru akan berbeda pula. Partikulat yang kecil akan lebih lama tersuspensi di dalam udara. sedangkan ynag lebih besar akan mengendap dengan berbagai kecepatan. dan lain sebagainya.Berdasar penelitian Price (1994). biasanya yang diperlukan kadar tinggi untuk dapat mengalahkan kerja escalator silia.

akibat berbahaya pada tumbuh-tumbuhan. Tabel 2. . WHO Inter Regional Symposium on Criteria for Air Quality and Method of Measurement telah menetapkan beberapa tingkat konsentrasi pencemaran udara dalam hubungan dengan akibatnya terhadap kesehatan/lingkungan sebagai berikut: a.100 Disertai dengan 715 µg/m SO2 630 µg/m3 SO2 250 µg/m3 SO2 120 µg/m3 SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 3 Waktu Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata tahunan Rata-rata tahunan Rata-rata dua tahunan Pengaruh Peningkatan jumlah penyakit yang lebih besar Pasien bronkitis kronis menjadi akut Peningkatan ketidakhadiran pekerja-pekerja industri Peningkatan penyakit pernapasan pada anak-anak Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 tahun Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 sampai 69 tahun Sumber : Peavy (1985) Beberapa cara menghitung/memeriksa pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan adalah antara lain dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. pembatasan penglihatan dan akibat lain pada lingkungan (adverse level). jumlah sertifikat/surat keterangan dokter. Tingkat III : Konsentrasi di mana mungkin timbul hambatan pada fungsifungsi faali yang fital serta perubahan yang mungkin dapat menimbulkan penyakit menahun atau pemendekan umur (serious level). panca indera. c. baik secara langsung maupun tidak langsung. Tingkat II : Konsentrasi dan waktu expose di mana tidak ditemui akibat : Konsentrasi di mana mungkin dapat ditemui iritasi pada apa-apa.1 Pengaruh Partikulat Terhadap Kesehatan Manusia Berdasarkan Ukurannya Konsentrasi ( µg/m3 ) 750 300 200 100 – 130 100 80 . Namun dari data statistik dan epidemiologik hubungan ini dapat dilihat dengan nyata. jumlah perawatan dalam rumah sakit. Tingkat I b. d.Banyak faktor-faktor lain yang ikut menentukan hubungan sebab akibat ini. Tingkat IV : Konsentrasi di mana mungkin terjadi penyakit akut atau kematian pada golongan populasi yang peka (emergency level).

Menurut Goldsmith & Friberg (1977). paru dan sebagainya. syaraf. dengan juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh (misalnya udara. transport oksigen oleh hemoglobin. dan kemampuan sensorik 4. menghambat pertumbuhan dan perkembangan 3. massa jenis partikel serta arah dan kecepatan angin yang bertiup. baik yang akut maupun yang kronis 2. dan sebagainya). Tujuan studi ini juga diarahkan pada perhitungan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh pemaparan polutan. Iritasi sensorik 6. Sakit. Bahan pencemar udara yang ada di atmosfer dapat menyebabkan kelainan pada tubuh manusia. Penyakit yang tersembunyi yang dapat memperpendek umur. secara umum efek pencemaran udara terhadap individu atau masyarakat dapat berupa : 1. Penimbunan bahan berbahaya dalam tubuh 7. aktivitas motorik. Waktu hidup partikel berkisar antara beberapa detik sampai beberapa bulan. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. Mengganggu fungsi fisiologis dari paru. misalnya pada aktivitas atlet. Penyelidikan-penyelidikan ini harus dilakukan secara prospektif dan komparatif antara daerah-daerah dengan pencemaran udara hebat dan ringan. merokok.jumlah morbiditas pada anak-anak. Sedangkan kecepatan pengendapannya tergantung pada ukuran partikel. dan aktivitas belajar 5. Kemunduran penampilan. . jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. kebiasaan makan. Studi tentang pencemaran udara ditujukan untuk mengontrol sumber polutan sehingga dapat mengurangi konsentrasi pencemaran udara ambien hingga tidak membahayakan kondisi lingkungan. data meteorologik. Rasa tidak nyaman (bau) Partikel sebagai pencemar udara mempunyai waktu hidup yaitu pada saat partikel masih melayang-layang sebagai pencemar di udara sebelum jatuh ke bumi.

terutama sulfur dan materi korosif. Senyawa pencemar yang diketahui sebagai phytoxicants adalah SO 2 . iritasi tenggorokan. 1. Contoh dampak ini adalah rusak kulit. EPA. sakit kepala dan pusing. dapat dilihat dari daunnya. Dampak yang kurang serius bersifat mudah pulih (reversible). batuk.2. 1986). kemudian akan merusak klorofil dan menghambat fotosintesis tanaman. 1986). amonia. Peroxyacetyle Nitrate (PAN-hasil proses fotokimia pada smoge). 1991. Secara umum polutan akan masuk ke tubuh tanaman melalui proses respirasi. Dampak yang bersifat serius .S. serta etana.2. Ozon sangat efektif dalam mempercepat proses korosi karet (Cooper & Aley. Tingginya kadar asap dan partikulat dihubungkan dengan terjadinya proses korosi antara pelapis dan struktur material dengan senyawa asam atau alkalin. dimulai dari penurunan tingkat pertumbuhan hingga kematian tanaman (Cooper & Aley. Latihan Jelaskan pengaruh terhadap kesehatan dari adanya pencemaran udara seperti tercantum dalam gambar di bawah ini : Sumber : U. Kerusakan yang ditimbulkan. Disamping itu ada jumlah sedikit gas klorin. tidak merusak dan tidak mengancam nyawa. dan merkuri. hidrogen klorida.Efek Pencemaran Udara Terhadap Material dan Tanaman Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi. Jawab : Gambar tersebut menjelaskan menjelaskan tingkatan resiko yang mungkin timbul akibat pencemaran udara bagi kesehatan dari yang kurang serius sampai yang paling serius.

Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.89% 70% . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.2.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.59% 1.3. data apa saja yang perlu diketahui dalam survey! 4. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. kanker. 2.79% 60% .3. Sebutkan pengaruh utama pencemaran udara terhadap material! 1.seperti kerusakan ginjal dan lever.1.69% 0% . hitunglah jawaban anda yang benar. 1. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Penutup 1. Tes Formatif 1. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. kerusakan sistem saraf dan kelainan janin.3. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .100% 80% . Sebutkan parameter lain yang mempengaruhi besaran dampak pencemaran disamping faktor konsentrasinya. Jelaskan dalam studi epidemiologi. Sebutkan parameter dari debu yang berpengaruh terhadap timbulnya penyakit! 3.

Waveland Press.3. Parameter tersebut adalah ukuran partikel. jumlah morbiditas pada anak-anak. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter. C David & Alley. Studi tersebut bersifat prospektif dan komparatif dilakukan dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi. jumlah perawatan dalam rumah sakit. Vol 97. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung.1. A Design Approach. American College of Chest Physicians .3. DAFTAR PUSTAKA Cooper. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran. Partikulat halus (< 2. Second Edition. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. F. Pembahasan dimulai dari pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan. Chest. sifat dari debu itu sendiri. 1.C (1994). Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan juga ditentukan oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya. Partikulat dengan kandungan logam-logam berat lebih berbahaya dibanding partikulat dengan kandungan organik yang mudah terurai.4. United States. Rangkuman Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman. JD Wilson and FC Hiller (1990). 2. kadar dan lamanya paparan.5 – 10 µm ).5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 1115-1120. Anderson PJ. Air Pollution Control. 4. Inc.5 µm ) lebih mudah mencapai paru-paru dibanding partikulat kasar (antara 2. faktor meteorologi 3. paru dan sebagainya.

Penerbit Buku kedokteran EGC. Effects of air pollution on human health.2 SUB POKOK BAHASAN PERATURAN STANDAR PENCEMARAN UDARA 2. . Juli Soemirat (1994). Howard S. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia. (1991). R. Rowe. 2. T (1977). namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding. Deskripsi Singkat Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara.1. Air Pollution and Health Risk. http://Www. Donald R.Html. C. McGraw-Hill Book Company Slamet. nasional dan internasional maka siswa akan memiliki informasi yang dapat diperbandingkan dan dijadikan acuan dalam pembahasan pengelolaan pencemaran udara untuk skala lokal dan nasional.Gov/Ttn/Atw/ 3_90_022. Kesehatan Lingkungan. third edition USEPA.Epa. Wilson (1994) Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Buku 2 Edisi 4.). SENARAI II. Sylvia.2. George Tchobanoglous (1985).1 Pendahuluan 2. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara. A and Lorraine M. II. Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia. Environmental Engineering.1. and Friberg L. Universitas Gadjah Mada Press Goldsmith J. accessed 27 Desember 2005.1. Relevansi Dengan mengetahui berbagai aturan pencemaran udara baik dalam skala lokal. Jakarta Peavy. In Air Pollution (edited by Sten A. Vol.Price.

Clean Air Act terdiri atas 2 tipe standar yaitu Primary standards yang mengatur batasan untuk melindungi kesehatan publik termasuk yang berkategori golongan “sensitif” seperti penderita asma. tugas mandiri pengelompokan peraturan. Konvensi Stockholm Tetapi jika pencemaran udara yang terjadi tidak berdampak pada Negara lain.3. Clean Air Act yang diundangkan tahun 1990 diturunkan dalam bentuk National Ambient Air Quality Standards (40 CFR part 50) oleh EPA.2. mahasiswa akan mampu menjelaskan berbagai peraturan pencemaran udara terutama di Indonesia. Kyoto protocol b. Penyajian 2.1. hewan dan bangunan.2. Konvensi Wina c. . tanaman. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. anak serta lanjut usia dan secondary standards yang melindungi kesejahteraan publik seperti jarak pandang.1. kerusakan ke pertanian. 2. Contoh konvensi yang telah ada yaitu : a. Di Amerika menganut sistem common law. 2. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas identifikasi dan analisis peraturan pencemaran udara.2. Peraturan secara internasional ini digunakan jika terjadi pencemaran udara yang melibatkan beberapa Negara atau lintas Negara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang regulasi/peraturan pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.2. perturan yang digunakan merupakan peraturan yang berlaku di Negara itu sendiri. Uraian Peraturan di Negara-Negara Maju Peraturan yang mengatur tentang pencemaran udara secara internasional merupakan hasil konvensi dunia.1. yaitu hukum – hukumnya tidak dibukukan dan hanya mengandalkan putusan dari hakim. kreatif. mandiri.3.

5 µg/m3 0.2 National Ambient Air Quality Standards di Amerika Pollutant Carbon Monoxide Primary Standards Level Averaging Time 9 ppm (10 mg/m3) 35 ppm (40 mg/m3) 0.12 ppm Sulfur Dioxide 0.15 µg/m3 (2) 1.14 ppm Same as Primary 1-hour (8) (Applies only in limited areas) 0. Jepang menerapkan Environmental Quality Standards in Japan Air Quality yang meliputi Environmental Quality Standards. Tetrachloroethylene and Dichloromethane dan Environmental Quality Standards for Dioxins yang dikeluarkan oleh Ministry of the Environment Government of Japan.03 ppm 0. Trichloroethylene. Environmental Quality Standards for Benzene.5) 35 µg/m3 Ozone 0.0 µg/m3 Matter (PM2.5 ppm 3-hour (1) Annual (1300 (Arithmetic Mean) (1) µg/m3) 24-hour Di Inggris sudah diadopsi Clean Air Act 1993 CHAPTER 11 Statutory Instruments 2007 No.Tabel 2. .075 ppm (2008 std) 0.053 ppm (100 µg/m3) 150 µg/m3 8-hour (1) 1-hour (1) Rolling 3-Month Average Quarterly Average Annual (Arithmetic Mean) 24-hour (3) Annual (4) (Arithmetic Mean) 24-hour (5) 8-hour (6) 8-hour (7) Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Secondary Standards Level Averaging Time None Lead Nitrogen Dioxide Particulate Matter (PM10) Particulate 15. 64 serta The Air Quality Standards Regulations 2007 Made 15th January 2007.08 ppm (1997 std) 0.

35/93 tentang Standar Emisi untuk Kendaraan Bermotor 9 KepMen KLH No. Peraturan yang ada di Indonesia merupakan peraturan yang berkiblat pada Eropa karena masa lalu Indonesia yang pernah dijajah oleh Belanda.252/2004 tentang Keterbukaan Informasi baik Sumber Tidak Bergerak dan Sumber Bergerak 11 KepMen KLH No.KEP/MENLH/1995 tentang Emisi Sumber Tidak Bergerak 6 Kep Kepala Bappedal No. peraturan di indonesia tidak kalah dengan peraturan di amerika.129/2003 tentang Standar Emisi untuk Kegiatan Minyak dan Gas 8 KepMen KLH No. negara maju lebih responsif daripada di Indonesia.107/1997 tentang Perhitungan dan Pelaporan Informasi PSI 5 KepMen KLH No. dimana hukum. Caranya adalah dengan membuat UU mengenai ratifikasi ketentuan – ketentuan tersebut. Peraturan yang ada di Indonesia yang mengatur tentang pencemaran udara diantaranya yaitu (Tamin. biasanya berupa konvensi atau traktat (perjanjian). 50/96 tentang Standar Tingkat Kebauan .141/2003 tentang Standar Emisi untuk Tipe Baru dan Produksi Masa Kini Kendaraan Bermotor 10 KepMen KLH No. Bedanya pada aplikasi peraturannya saja.41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara 3 KepMen KLH No. Meratifikasi adalah memasukkan ketentuan asing. 2004) : 1 UU No. 205/1997 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara dari Sumber Tidak Bergerak 7 KepMen KLH No.45/1997 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara 4 Kep Kepala Bappedal No.hukumnya dibukukan ke dalam Undang – Undang.Peraturan Pencemaran Udara di Indonesia Dari segi ketentuan atau peraturan.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan 2 PP No.Indonesia telah meratifikasi hukum yang ada. Karena undang undang lingkungan di indonesia sangat bagus. Sistem yang dianut oleh Indonesia adalah sisil law.

status mutu udara ambien. Pihak – pihak yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran udara akan dikenai sanksi dan ganti rugi yang ketentuannya dijelaskan dalam PP ini. yang meliputi:baku mutu udara ambien. dan Gubernur. yaitu pengendalian terhadap pencemaran udara yang meliputi pencegahan pencemaran udara untuk persyaratan penataan lingkungan hidup. pihak berwenang yang terkait seperti Mentri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup.Vol Hi – Vol Hi – Vol AAS Cannister 7 8 9 . misalnya pengertian mengenai udara ambien.000 ug/Nm3 400 ug/Nm3 150 ug/Nm3 100 ug/Nm3 235 ug/Nm3 50 ug/Nm3 160 ug/Nm3 150 ug/Nm3 65 ug/Nm3 15 ug/Nm3 230 ug/Nm3 90 ug/Nm3 2 ug/Nm3 1 ug/Nm3 10 Ton/ Km2/ Bulan (Pemukiman) 20 Ton/Km2/ Bulan (Industri) 3 Metode Analisis Pararosanilin NDIR Saltzman Chemilumine scent Flame Ionization Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Ekstratif Pengabuan Gravimetric Peralatan Spektrofotometer NDIR Analyzer Spektrofotometer Spektrofotometer Gas Chomatogarfi Hi .PP NO 41 tahun 1999 ini memuat tentang definisi dari pencemaran udara. tingkat gangguan. Setelah perlindungan.Vol Hi – Vol Hi . Selain itu juga terdapat lampiran baku mutu udara ambien nasional seperti tercantum di bawah ini. Tabel 2. indeks standar pencemar.000 ug/Nm3 10.5* TSP (Debu) Pb(Timah Hitam) Dustfall (Debu Jatuh) Waktu Pengukuran 1 Jam 4 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 1 Thn 3 Jam 24 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 30 Hari Baku Mutu 900 ug/Nm 365 ug/Nm3 60 ug/Nm3 30.dan hal – hal yang terkait dengan pencemaran udara.3 Baku Mutu Udara Ambien Nasional Parameter 1 2 3 4 5 6 SO2 (Sulfur Dioksida) CO (Karbon Monoksida) NO2(Nitrogen Dioksida) O3 (Oksidan) HC (Hidro karbon) PM10 (Partikel <10 um) PM 2. Kemudian dibahas mengenai langkah-langkah perlindungan mutu udara. penanggulangan dan pemulihan akibat pencemaran udara. baku mutu emisi dan ambang batas. pemberitahuan keadan darurat oleh Menteri jika cemaran pada udara membahayakan. baku mutu udara ambien.

5 ug/Nm3 40 ug/100 cm2dari kertas limed filter 150 ug/Nm3 1 mg SO3/100 cm3 Dari Lead Peroksida 3 Metode Analisis Spesific ion Electrode Colourimetric Spesific ion Electrode Colourimetric Peralatan Impinger atau Continous Analyzer Limed Filter Paper Impinger atau Continous Analyzer Lead Peroxida Candle Catatan : (*) PM25 mulai diberitahukan tahun 2002 Nomor 10 s/d 13 Hanya berlakukan untuk daerah/kawasan Industri Kimia Dasar Contoh : Industri Petro Kimia.2. Sebutkan 3 konvensi dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara! 2. Latihan 1.3. Industri Pembuatan Asam Sulfat 2. apakah kegunaan primary standards dan secondary standards? Apakah Indonesia dapat mengadopsinya? Jawab : Primary standards digunakan untuk melindungi kesehatan manusia (publik).5 baru diberlakukan pada tahun 2002. Dalam peraturan pencemaran udara di Amerika. sedang secondary standards untuk melindungi kepentingan publik termasuk tanaman.3.1. Bagaimana konsekuensinya? . Tes Formatif 1. parameter PM2. Dalam baku mutu udara ambien nasional. Penutup 2. Mengapa dalam peraturan tersebut untuk suatu rentang waktu persyaratan paparan yang lebih rendah.Parameter 10 11 12 13 Total Fluorides (as F) Fluor Indeks Khlorine dan Khlorine Dioksida Sulphat Indeks Waktu Pengukuran 24 Jam 90 Hari 30 Hari 24 Jam 30 Hari Baku Mutu 3 ug/Nm 0. hewan dan bangunan.2. Indonesia belum/tidak mengadopsi primary dan secondary standards karena kebutuhan pengendalian pencemaran masih untuk kategori primer dan peraturan ke kepentingan publik diserahkan ke kebijakan tiap instansi dan pemerintah daerah yang bersangkutan. maka batas konsentrasinya parameter yang terkait menjadi lebih tinggi? 3. 2.

3. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding.79% 60% .4.69% 0% . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.3. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Mengapa dalam baku mutu udara ambien nasional.59% 2.2.100% 80% . 2.3.89% 70% .3. hitunglah jawaban anda yang benar.4. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia. metode pengukuran parameter-parameter juga dicantumkan? 2. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia. Rangkuman Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara.

2005. Konvensi tersebut adalah : a. Policy And Regulation Of Air Pollution In Indonesia. Konvensi Wina c. Ridwan D (2005).5 di udara ambien. paper presented in Training of Trainer BASIC URBAN AIR QUALITY MANAGEMENT CAI Net.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. September 19 – 23. Assistant Deputy for Vehicles Emissions Pollution Control. Konsekuensinya mulai tahun 2002 setiap daerah wajib melakukan pengukuran konsentrasi PM2. Untuk pengukuran suatu parameter sangat banyak metodenya.2. 4. Kyoto protocol b.3. Pihak-pihak yang mengemisikan PM2. Hal ini berhubungan dengan studi dosis-response dimana untuk keterpaparan konsentrasi yang kecil maka manusia dapat bertahan hidup lebih lama demikian sebaliknya 3. Metode yang dijadikan standar dalam baku mutu merupakan metode yang akurat dan dapat diusahakan di seluruh Indonesia. Bandung SENARAI .5 juga dianjurkan untuk mengukurnya agar tahu kontribusinya terhadap udara ambien. maka metodenya distandarkan. Konvensi Stockholm 2. Agar terjadi keseragaman untuk perbandingan dengan baku mutu. DAFTAR PUSTAKA Clean Air Act USA Clean Air Act UK Japan Environmental Quality Standards Tamin.

diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer.1 SUB POKOK BAHASAN METEOROLOGI PENCEMARAN UDARA 1. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara.1.1.1. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara.POKOK BAHASAN III METEOROLOGI DAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA II. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara.1 Pendahuluan 1. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran. peranan angin dalam distribusi polutan.2.1. difusi dan dispersi.3. dilusi.3. 1. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi. mandiri. dilusi.1. kreatif. adveksi. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer. . Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. faktor turbulensi di atmosfer. difusi dan dispersi.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang meteorologi pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi. 1. 1. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan.D.2.

Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi. Pola gerakan atmosfer atau dinamika atmosfer sangat berperan dalam . Proses penyebaran (adveksi) Penyebaran zat pencemar yang diemisikan dari sumbernya ke udara diakibatkan oleh adanya pengaruh down wind.1. peristiwa ini dikenal dengan reaksi fotokimia. Namun alam mempunyai prosesnya sendiri yang secara alamiah dapat mengurangi maupun memindahkan konsentrasi berbagai partikulat tersebut sebagai akibat faktor meteorologi (Neiburger. hidrokarbon.1. Proses perubahan (difusi) Zat pencemar selama berada di udara akan mengalami perubahan fisik dan kimia. profil pergerakan udara biasanya akan sangat kompleks. Smog sebagai contoh. 1995). Penyajian 1. Proses penghilangan (dispersi) Zat pencemar di atmosfer akan mengalami penghilangan atau pengurangan karena adanya proses-proses meteorologi. dispersi. seperti hujan. bahkan memunculkan jenis polutan baru. Proses pengenceran (dilusi) Pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. berbagai polutan udara akan melalui berbagai proses. dan energi matahari. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi). Dalam perhitungan harga kecepatan dan arah angin diperlukan sebagai indikasi pergerakan udara di suatu daerah. merupakan hasil interaksi di udara antara oksida nitrogen. sehingga membentuk zat pencemar sekunder. Bahkan untuk jarak yang pendek. Uraian Umum Di atmosfer. Baik percampuran antara polutan yang satu dengan yang lain yang pada akhirnya akan meningkatkan komposisi polutan itu sendiri. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. Fenomena ini dapat dipelajari dengan atau dari numerical atmospheric diffusion model.2.2.

Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara.penyebaran polutan pencemar yang masuk ke dalam atmosfer (udara ambien). Pada skala makro. Fenomena ini terjadi sampai jarak ribuan kilometer dan terlihat dengan munculnya area semipermanen bertekanan sedang di atas lautan dan daratan. dan pemanasan global adalah contoh-contoh dari pengaruh topografi regional dan lokal pada kondisi atmosfer. sehingga terjadi gerakan udara horisontal di atmosfer. keadaan topografi sangat berpengaruh pada pergerakan angin. akan dibahas di sub bab ini yaitu : sirkulasi angin. Transportasi atau pengangkutan zat oleh aliran udara horisontal atau angin. sistem presipitasi angin. Faktor-faktor dinamika yang mempengaruhi adalah : 1. temperatur. Perbedaan pemanasan udara menyebabkan naiknya gradien tekanan horisontal. Sirkulasi Angin Angin merupakan udara yang bergerak sebagai akibat perbedaan tekanan antara daerah yang satu dan lainnya. Difusi. Pada skala meso dan mikro. dan gerak rotasi bumi. Angin bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. Transportasi atmosfer vertikal atau konveksi 3. tetapi dengan adanya gaya Coriolis maka angin akan bergerak tidak sesuai dengan yang seharusnya. pergerakan angin sangat dipengaruhi oleh temperatur atmosfer. angin laut dan angin darat. kabut di pantai. Angin lokal terjadi akibat perbedaan temperatur setempat. baik difusi molekuler maupun difusi turbulensi. perbedaan temperatur antara atmosfer di kutub dan di ekuator (khatulistiwa). Perbedaan ketinggian permukaan tanah mempunyai efek pada kecepatan angin dan arah pergerakan angin. . turbulensi dan kestabilan atmosfer. Oleh karena itu. serta antara atmosfer di atas benua dengan di atas lautan menyebabkan gerakan udara dalam skala yang sangat besar. Fenomena skala meso akan terjadi sampai ratusan kilometer dan skala mikro mencapai 10 kilometer. Cahaya bulan. 2. angin lembah. tekanan pada permukaan tanah.

Dekat dengan permukaan bumi. efek sirkulasi angin terjadi tiap jam. Distribusi frekuensi dari arah angin menunjukkan daerah mana yang paling tercemar oleh polutan. 2000) Bila bumi tidak berputar. tiap hari.Gambar 3. gaya gravitasi mulai berperan sehingga mengakibatkan perubahan gradien arah pergerakan udara terhadap ketinggian.1. Siklus angin secara global (Sumber: Liu & Liptak. Dengan demikian arah pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke bertekanan rendah tidak tegak lurus lagi. Di samping adanya gradien tekanan. udara sering kali mengalami percepatan yang kecil dan tekanan rendah sehingga gaya-gaya yang bekerja pada bagian udara pada kasus ini akan berimbang dan gradien arah pergerakan udara sejajar dengan garis tekanan. dan dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda. Untuk sebuah daerah. Di lapisan atmosfer teratas. . ada suatu gaya yang harus dipertimbangkan yaitu gaya Coriolis yang ditimbulkan yang ditimbulkan akibat rotasi bumi (gaya ini kadangkadang disebut juga gaya defleksi horisontal). udara akan mempunyai kecenderungan mengalir langsung dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.

21 SOUTH 11 . dan kecepatan. 1986 Setelah matahari terbenam dan beberapa jam pendinginan oleh radiasi.11 4-7 1-4 Calms: 16. suhu udara di atas laut lebih rendah dibandingkan pada daratan. Lalu aliran .3. sehingga bahan polutan yang berada beberapa ratus meter di atas permukaan akan ikut tersebar. Pada siang hari. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Hal ini akan menyebabkan adanya angin laut.2.17 7 . kekuatan. Bunga Angin (Wind Rose) Adanya perbedaan daerah daratan dan daerah perairan akan mengakibatkan pengaruh formal yang berbeda akibat radiasi sinar matahari. suhu udara di daratan akan menjadi lebih rendah dibandingkan pada lautan. Skema Angin Darat dan Angin Laut Sumber: Cooper dan Alley. NORTH 35% 28% 21% 14% 7% WEST EAST WIND SPEED (Knots) >= 22 17 . Perbedaan ini akan menyebabkan perpindahan udara dari laut yang bersuhu rendah ke daratan yang bersuhu tinggi.67% Gambar 3. Angin Laut – Siang Hari Angin Darat – Malam Hari Gambar 3. Arah angin bisanya didefinisikan dengan wind rose. Wind rose adalah sebuah statistik angin yang terdiri dari frekuensi. yang mana berbentuk grafik (vektor) yang menggambarkan frekuensi distribusi dari arah angin pada berbagai variasi kecepatan yang terjadi pada suatu lokasi dengan waktu tertentu. arah.Salah satu hal penting dalam meramalkan penyebaran zat pencemar adalah mengetahui arah dan besarnya kecepatan angin.

baik arah horisontal maupun vertikal. Difusi turbulen terjadi pada aliran turbulen. Hal ini akan menyebabkan terjadinya angin darat. D. Dalam penelitian JICA (1995) dinyatakan bahwa parameter untuk mengetahui stabiltas atmosfer dikemukakan oleh Pasquill dan diperbarui oleh Gifford lalu dimodifikasi oleh Senshu. polutan-polutan di atmosfer terdispersi dalam 2 cara yaitu melalui kecepatan angin dan turbulensi atmosfer.6>γ U<2 2≤U<3 3≤U<4 4≤U<6 U≤6 A A-B B C C A-B B B-C C-D dD B C C dD dD dD dD dD dD dD nD nD nD nD nD G E nD nD nD G F E E E Sumber : The Study On The Integrated Air Quality Management For Jakarta Metropolitan Area Keterangan dari klasifikasi kelas : A B C D E F G = sangat tidak stabil = tidak stabil = sedikit tidak stabil = netral = stabil = sangat stabil = lebih stabil dari kelas F Secara umum. Turbulensi atmosfer terjadi akibat dari gerakan angin yang berfluktuasi dan memiliki frekuensi lebih dari 2 cycles/hr. Klasifikasi dari stabilitas atmosfer dapat dilihat pada tabel berikut ini. C. pola gerakan atmosfer dapat dibedakan menjadi dua macam.udara akan berpindah dari daratan yang bersuhu rendah ke lautan yang bersuhu tinggi. yang dibedakan dengan huruf A.1. B.5 7.6 -3. menyebabkan terjadinya percampuran dalam atmosfer. Klasifikasi stabilitas atmosfer Siang Hari Malam Hari Kecepatan Net Radiasi (γ. .5>γ≥0 0>γ≥-1. dan F. E.8>γ≥-3. Tabel 3. cal/cm2/h) Angin (m/sec) γ≥30 30>γ≥15 15>γ≥7.8 -1. yaitu aliran laminar dan aliran turbulen. Stabiltas atmosfer ini dibagi menjadi 7 (tujuh) kelas stabilitas. Turbulensi Secara garis besar. Komponen penentu tingkat turbulensi di atmosfer adalah stabilitas atmosfer atau stabilitas udara.

Pergerakan eddies yang berbeda mengakibatkan perbedaan bentuk penyebaran plume yang diemisikan oleh sumber ke atmosfer. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang kecil. akan berbeda. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang luas. Pada malam hari.Fluktuasi turbulensi terjadi pada arah vertikal dan horisontal. Perbedaan profil kecepatan angin ini juga dipengaruhi oleh faktor kekasaran permukaan. baik secara vertikal maupun horisontal. hal ini akan merubah gradien kecepatan angin karena ketinggian seperti terlihat pada gambar berikut ini. Plume ini akan bergerak pada angin permukaan (down wind) Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. akan menimbulkan bentuk yang kecil tetapi mempunyai liuk yang lebar 3. 2. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang bervariasi. akan membentuk plume berukuran besar dan mempunyai liuk yang besar. macam bentuk penyebaran plume tersebut adalah sebagai berikut : 1. Turbulensi menyebabkan terjadinya aliran udara melalui 2 cara : pusaran thermal dan . Akibat pergerakan eddies akan menimbulkan pencampuran dan pengenceran konsentrasi zat pencemar di udara. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. hal ini merupakan mekanisme yang efektif untuk menghilangkan polutan di udara. pusaran mekanis Pergerakan eddies (pergerakan pusaran) mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam proses turbulensi. plume bergerak dengan pusaran kecil dalam garis lurus dan pembesaran pada potongan melintang.

Keadaan atmosfer dalam kondisi di atas dikatakan tidak stabil (unstable).4. gerakan vertikal akan . sekumpulan duara itu akan kembali ke elevasinya semula. Variasi Angin Sesuai Ketinggian Untuk Tingkat Kekasaran Permukaan Yang Berbeda (Sumber: Liu & Liptak. 2000) Temperatur Perubahan temperatur pada setiap ketinggian mempunyai pengaruh yang besar pada pergerakan zat pencemar udara di atmosfer. Gerakan ke bawah akan menghasilkan sekumpulan udara yang lebih hangat dan akan kembali ke elevasi semula. Perubahan temperatur ini disebut lapse rate.Gambar 3. Dalam keadaan dimana temperatur sekumpulan udara lebih tinggi dari sekitarnya. Turbulensi yang terjadi tergantung pada temperatur. maka kerapatan dari udara yang bergerak naik dengan kecepatan rendah lebih kecil daripada kerapatan udara lingkungannya dan udara berhembus secara kontinu. Dalam kondisi atmosfer seperti ini. Di atmosfer sendiri diharapkan akan terjadi penurunan temperatur dan tekanan sesuai dengan pertambahan tinggi. Udara ambien dan adiabatic lapse rates mempengaruhi terbentuknya stabilitas atmosfer. Ketika sekumpulan udara menjadi lebih dingin dibandingkan dengan udara sekitarnya. Pada saat udara bergerak turun akan terbentuk aliran udara vertikal dan turbulensi terbentuk.

diabaikan oleh proses pendinginan adiabatik atau pemanasan, dan atmosfer akan menjadi stabil (stable). Jika sekumpulan udara terbawa ke atas akan melalui bagian yang mengalami penurunan tekanan dan akibatnya kumpulanan udara itu akan menyebar. Ekspansi tadi memerlukan kerja untuk melawan lingkungannya dan terjadi penurunan temperatur. Biasanya proses ini berlangsung singkat karena itu untuk menganalisanya dilakukan anggapan tidak terjadi transfer panas pada sekumpulan udara yang ditinjau serta sekumpulan udara mempunyai kerapatan dan temperatur sama. Kondisi atmosfer seperti ini dikatakan netral (neutral) dan dikenal dengan lapse rate adiabatic. Ketiga kondisi atmosfer ini terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 3.5 Kondisi Stabilitas Atmosfer
(Sumber: Cooper & Alley, 1994)

Berdasarkan pembagian keadaan yang terjadi di atmosfer maka akan muncul garis dry adiabtic lapse yang membatasi antara keadaan stabil dan tidak seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.6. Hubungan Ambient Lapse Rates Dengan Dry Adiabatic Rate
(Sumber: Liu & Liptak, 2000)

Pembagian keadaan atmosfer itu terdiri dari : 1. Superadiabtic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di atas adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi tidak stabil. 2. Neutral, keadaan dimana 2 lapse rates akan seimbang. 3. Subadiabatic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di bawah adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi stabil. 4. Isothermal, keadaan ketika temperatur udara konstan di atmosfer maka ambient lapse rate menjadi nol dan atmosfer stabil. 5. Inversion, keadaan ketika temperatur udara ambien meningkat sesuai dengan ketinggian maka lapse rate menjadi negatif atau keadaan dimana udara hangat menyelimuti udara dingin. Kelembaban Udara Kelembaban adalah konsentrasi uap air air di udara. Konsentrasi dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban spesifik, atau kelembaban relatif. Dalam kaitannya dengan penguapan air yang di udara yang menyebabkan berubahnya temperatur, kandungan air dalam suhu kamar dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak lebih dari sekitar 0.5 % pada 0 °C (32 °F). Kelembaban Relatif adalah perbandingan menyangkut tekanan uap air di dalam gas apapun terutama udara ke keseimbangan tekanan penguapan air, di mana gas dinyatakan jenuh pada temperatur tersebut, dinyatakan dalam persentase perbandingan antara

massa air saat ini per volume gas dan massa per volume dari gas jenuh (Roberts, 2005). Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan atmosfer secara vertikal adalah kepadatan atau densitas udara. Densitas udara sendiri menurut Nevers (2000) dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Hukum kesetimbangan gas menyatakan bahwa kerapatan dipengaruhi perubahan nilai berat molekul (M) dan suhu (T). Adapun berat molekul sendiri dipengaruhi oleh fraksi mol uap air sebesar 0,023 RH. Kerapatan merupakan massa volume satuan suatu zat. Massa adalah ukuran jumlah zat, dimana sifat massa itu menimbulkan kelembaban, yaitu menentang perubahan jumlah gerakan dan menghasilkan daya tarik gravitasi bahan-bahan lain (Neiburger, 1995). Kelembaban relatif dalam atmosfer merupakan unsur yang sangat penting untuk cuaca dan uap air dalam udara. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran. Sedangkan kelembaban udara juga dipengaruhi oleh bangunan gedung dan pohon penghijauan di pinggir jalan dan sinar matahari. Ditambahkan oleh Lakitan (1994), kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari disebabkan karena penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radiasi matahari selama siang hari tersebut. Pada malam hari akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara. Oleh karena itu kandungan uap air di udara dekat permukaan tersebut akan berkurang. Kelembaban udara umumnya adalah kelembaban relatif. Perbandingan antara tekanan uap air aktual dengan tekanan uap air pada kondisi tempat jenuh, umumnya dinyatakan dengan persen (%). Tekanan uap air adalah tekanan parsial uap air dalam udara bebas di suatu tempat tertentu dengan jumlah tertentu. . Urban Heat Island Akumulasi panas dalam daerah perkotaan pada siang hari akan mengakibatkan keseimbangan radiatif pada malam hari yang berbeda dengan daerah pedesaan di

Tes Formatif 1. Oleh karena itu. akan terjadi suatu gumpalan panas di daerah perkotaan. yang isotermalnya biasanya terletak di daerah pusat kota. Bagaimana perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari? 4.1. Penutup 1. Sebutkan aspek meteorologi yang erat kaitannya dengan sebaran polutan? 3. Lapisan pencampuran (mixing layer). Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : . Jawab : Lihat referensi yang sudah ada. besar kecepatan angin (bisa dalam km/jam atau knot). Intensitas gumpalan panas ini akan bergantung kepada : • • • Kecepatan angin kritis di atas gumpalan panas.3.3. Latihan Buatlah contoh bunga angin berdasar contoh data meteorologi (angin) yang anda peroleh minimum dalam waktu 1 hari (24 jam). dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Jelaskan pengertian dilusi dalam pencemaran udara 2.2. 1. Sebutkan keadaan-keadaan yang terjadi yang berhubungan dengan ambient lapse rate? 1. arah angin (dalam tiga angka derajat sudut). 1. data meteorologi dapat diperoleh dari stasiun BMG setempat. hitunglah jawaban anda yang benar.sekitarnya yang menyimpan panas lebih sedikit pada siang hari.3.2. Data angin yang harus ada isiannya adalah waktu terjadinya (jam). Awan dan presipitasi.2.

Proses adveksi. temperatur. Stabilitas atmosfer digunakan untuk menilai gerakan udara sehingga pengaruh pencampuran dan pengenceran zat pencemar di udara dapat diprediksi. 1. Kestabilan atmosfer dipengaruhi oleh temperatur ambien dan lapse rate.3.90% . . meso dan makro. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.3. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran.79% 60% . Rangkuman Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.100% 80% . turbulensi dan kestabilan atmosfer. 1.4.89% 70% .3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. dilusi. Pergerakan angin dapat terjadi pada skala mikro. difusi dan dispersi dapat terjadi secara simultan di atmosfer.69% 0% .3. Dilusi : pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi). Tindak Lanjut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. 2.59% 1. Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara adalah : sirkulasi angin. dispersi.

Béla G. Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. Indonesia. (1994). Neiburger. (1995). Raja Grafindo Persada.edu/bldg/science/ humidity (Januari 2006) Lakitan. Dasar-dasar Klimatologi. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). Jakarta. Second Edition. (1997).3. New York. (2000).F & Liptak. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. Liu.C. Roberts. Pada malam hari. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan Ardino Purbu. K Roddick. Inc Singapore. Benyamin. PT. Waveland Press. akan berbeda. Bapedal. http://www. (2005). Morris. DAFTAR PUSTAKA Cooper. ITB.ucf. C David & Alley. subadiabatic.fsec. Lewis Publishers. Inc. Superadiabtic. F. Air Pollution. Air Pollution Control Engineering. McGraw Hill. isothermal. neutral. 4. Humidity. (1995). (1995). United States. Bandung. A Design Approach. Noel De Nevers. SENARAI . Cetakan ke-6. Air Pollution Control. inversion. Main Report : The Study on The Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. David H.

maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang sebaran pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.1. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer. Penyajian 2.2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. kreatif. difusi dan dispersi.II. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi. dilusi. 2.3.2 SUB POKOK BAHASAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA 2. adveksi.1. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan 2.1. 2. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi.. Uraian .1. difusi dan dispersi.1. faktor turbulensi di atmosfer. 2. dilusi. mandiri.1. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara.2.2. peranan angin dalam distribusi polutan. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara.1 Pendahuluan 2. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran.3.2.

model sejenisnya. terutama dalam penyiapan data masukan sumber emisi dan intensitas emisi serta data meteorologi. model yang dikembangkan terdiri atas beberapa submodel. dan akan diolah datanya bersama-sama dengan hasil dari submodel meteorologi untuk membuat model dispersi pencemar. radiasi sinar matahari. Hasil keluaran submodel ini akan menjadi masukan dalam submodel dispersi bersama dengan data keluaran submodel emisi. membuat target emisi untuk sumber-sumber yang tingkat pencemarannya tinggi. memprediksi perubahan konsentrasi sesuai dengan waktu. Submodel dispersi pencemar . Model ini adalah model kualitas udara yang seperti. Submodel ini digunakan untuk menghitung frekuensi distribusi dari data meteorologi selama 1 tahun. Submodel meteorologi Data masukan untuk submodel meteorologi meliputi data arah dan kecepatan angin. Data yang masuk dalam submodel ini akan menghasilkan emission load dari sumber emisi transportasi. Ada banyak alasan mengapa model sangat diperlukan antara lain : dapat diketahui sumber mana yang bertanggungjawab atas besarnya konsentrasi polutan yang diterima oleh receptor. Dengan semakin berkembangnya sektor – sektor yang menimbulkan pencemaran udara akan membuat peningkatan kadar polutan di udara tetapi kita tidak akan tahu berapa konsentrasi polutan di masa datang. yaitu : 1. Menrut Soedomo (1990). 3. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model sebaran pencemaran udara yang membantu kita untuk mengetahui bagaimana perilaku polutan-polutan udara di lingkungan. memerlukan pekerjaan pendahuluan yang akan membutuhkan waktu. dan ketinggian lapisan pencampur. 2.Model Dispersi Pencemaran Udara Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). Submodel emisi sumber Data masukan untuk submodel emisi adalah informasi sumber pencemar yang ditekankan pada penggunaan energi pada sektor transportasi.

Model Lagrangian Berdasarkan proses dari pergerakan massa udara atau proses dari dispersi partikel. yang dikenal sebagai pemodelan pola dispersi polutan yang mana akan menggunakan rumus-rumus yang ada saat ini untuk menganalisa. seperti terlihat pada gambar berikut ini. 2. Model ini hampir sam dengan model eulerian tetapi lebih diperuntukkan dalam skala lebih besar. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan-perhitungan memadai. kecepatan angin. Alat untuk sensor eulerian adalah windvane atau anemometer.Menurut Colls (2002) untuk model dispersi pencemar dapat dibagi menjadi 3 model utama yaitu : 1. . dan sebagainya. dimana apabila data input yang diperlukan dimasukkan akan melakukan perhitungan-perhitungan yang dibutuhkan. dipengaruhi oleh faktor-faktor meteorologi seperti arah angin. Dalam pengukuran untuk model ini digunakan balon natural densitas. Pemodelan dispersi polutan berbasis komputer pada dasarnya dapat disebut sebagai sebuah “black box”. Model Gaussian Model ini dibuat berdasarkan distribusi probabilitas normal gaussian dari ektor angin dan fluktuasi konsentrasi polutan. maka yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar yang diterima oleh penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. 3. Model Eulerian Secara numerik model ini dapat digunakan untuk menyelesaikan perhitungan difusi atmosfer. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengetahui pergerakan emisi dari sumber titik di atmosfer. dan hasilnya adalah gambaran mengenai konsentrasi polutan pada tiap penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. Deskripsi Model Dispersi Dasar dari sebuah model dispersi dapat dijelaskan sebagai berikut : apabila sebuah sumber emisi misalnya kendaraan bermotor mengeluarkan emisi polutan NOx sebesar 1 ppm ke atmosfer.

3. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian. Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif. maka ketepatan/ketelitian inventarisasi sumber emisi dan kecocokan penggunaan data meteorologi sangat diperlukan. Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian.7 Model Black Box (Sumber: Soedomo. Kyy. Pendekatannya adalah dengan menggunakan persamaan Gauss. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengklarifikasikan hubungan antara masingmasing sumber. Dengan demikian maka diharapkan dapat memberikan hasil simulasi yang akan mewakili hubungan antara sumber emisi dan konsentrasi polutan di udara ambien. y. Kzz = koefisien difusi arah sumbu x. ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ dC = K xx ⎢ 2 ⎥ + K yy ⎢ 2 ⎥ + K zz ⎢ 2 ⎥ dt ⎣ ∂x ⎦ ⎣ ∂z ⎦ ⎣ ∂y ⎦ dimana : C = konsentrasi. demikian juga total emmision load masing-masing polutan yang diemisikan ke udara dan konsentrasi polutan di udara ambien. Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). Kxx. z . 1999) Penerapan Model Dispersi Dasar dari dispersion simulation model adalah persamaan Gauss dari plume dan puff. asumsi yang digunakan dalam simulasi ini adalah : 1. T = waktu. Berdasarkan Colls (2002). Untuk mendapatkan hubungan yang baik antara polutan yang diemisikan dengan konsentrasi polutan di udara ambien. Model ini menjelaskan hubungan antara polutan yang diemisikan dari sumbernya dengan konsentrasi polusi udara di ambien. 2.E m is i S um ber T ra n s p o rta s i B la c k B o x F a k to r fa k to r M e te o ro lo g i P e n e rim a ( R e c e p to r s ) Gambar 3.

Gambar 3. 1974) . Source Ground Image Source Gambar 3.9 Sumber dan Bayangan Sumber di Bawah Permukaan Tanah (Sumber: Perkins. Persamaan Gaussian menggunakan sistem koordinat seperti terlihat pada gambar berikut ini.Persamaan difusi Fickian dimodifikasi dan digunakan untuk mempelajari model penyebaran polutan dari sumber-sumber emisi. exp ⎜ 2σ 2 2πσ yσ z u y ⎝ Qp ⎞ ⎟.8 Sistem Koordinat untuk Distribusi Gaussian Pada Arah Horisontal Dan Vertikal (Sumber: Colls. z ) = .F ⎟ ⎠ dimana : ⎧ ⎡ ( z − He )2 ⎤ ⎡ ( z + He )2 ⎤ ⎫ ⎪ ⎪ + exp ⎢− F = ⎨exp ⎢− ⎥ ⎥⎬ 2 2 2σ z 2σ z ⎪ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦⎪ ⎩ ⎭ Persamaan asli Gaussian diatas mengansumsikan bahwa permukaan tanah sebagai dinding pembatas untuk difusi selanjutnya. 2002) Persamaan asli (original) dari Gauss adalah : 2 ⎛ ⎜− y C ( x. Jika tidak ada pengendapan dan absorpsi. y . maka dinding pembatas ini dapat dihitung dengan mengasumsikan adanya bayangan sumber yang simetris dengan sumber di bawah permukaan tanah.

kondisi ini disebut sebagai kondisi tenang (calm condition). persamaan diatas dapat disederhanakan. persamaan di atas disederhanakan menjadi : C= ⎤ 2Q ⎡ 1 ⎢ 2 3/ 2 2 2 ⎥ (2π ) γ ⎣ R + (α / γ ) He ⎦ Persamaan Gaussian Puff digunakan jika tidak terdapat angin di sumber emisi atau kecepatan anginnya sama dengan 0 (nol). sedangkan nilai (z+H) untuk sumber bayangannya. z ) = . y . exp⎜ − − 2 2 ⎜ (2π )1 / 2 σ σ yσ z 2σ x 2σ y ⎝ Qp ⎞ ⎟. pada ground level z = 0. Persamaan Puff model (calm condition) ⎛ ( x − ut )2 y2 C ( x. Oleh karena itu.F ⎟ ⎠ Persamaan Puff model (calm condition) disederhanakan karena terlalu banyak menggunakan faktor waktu.z = koefisien difusi dalam arah y dan z (m) α / γ = rate of increase of the horizontal/vertical plume width (m/dt) t = waktu dari stack atau pipa pembuangan gas (dt) . Keterangan persamaan Gaussian : C x y z Q u = konsentrasi pada titik perhitungan (ppm) = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) = jarak dari sumber ke titik perhitungan arah kanan atas dari arah angin = tinggi pada titik perhitungan (m) = emission rate dari polutan (m3/dt) = rata-rata kecepatan angin (m/dt) He = tinggi stack efektif σy. sehingga persamaannya menjadi : C= ⎡ y2 ⎤ ⎡ He 2 ⎤ exp ⎢− ⎥ exp ⎢− 2 2 ⎥ πσ y σ z u ⎢ 2σ z ⎥ ⎢ 2σ y ⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎣ Q Persamaan Gaussian Plume digunakan untuk keadaan dimana terdapat kecepatan angin di sumber emisi (windy condition).Persamaan Plume model (windy condition) Pada persamaan asli Gaussian diatas nilai (z-H) untuk sumber sebenarnya diatas permukaan tanah.

433 1.602 0.396 0. Nilai σy adalah lebar difusi kepulan secara horisontal.897 0.1105 0.924 0.0864 0.222 γy 0.0800 0.Nilai He (tinggi stack efektif) sama dengan tinggi stack awal.0733 0. sedangkan nilai σz untuk lebar vertikal difusi kepulan.851 0.000212 0.370 2.62 x 0~300 300~500 500~ 0~500 500~ 0~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~2000 2000~10000 10000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ G Sumber : JEA.1772 0.109 0.921 0.094 0.637 0.0452 γz 0.426 0.899 0.914 0.2 Nilai Konstanta Untuk Lebar Difusi Kepulan Persamaan Plume Kelas Stabilitas A B C D E F Arah horisontal αy 0.41 0.855 0.x α z αy.1107 0.784 0.232 0.431 0.1019 0.632 0.1272 0.565 0.865 0. 1993 . αz.x dimana : σ z ( x ) = γ z .964 1. Persamaannya sebagai berikut : αy σ y ( x ) = γ y .0380 0.00855 0.282 0.0373 0.0570 0. berbeda dengan cerobong industri dan rumah tangga yang diletakkan vertikal.415 0.2) x = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) Tabel 3.732 0.122 1. sehingga : He = Ho (tinggi awal stack) Lebar Difusi Kepulan Nilai dari σy.555 0.901 0.896 Arah vertikal x αz 1. σz menggambarkan lebar dari distribusi konsentrasi polutan yang keluar dari stack (pipa gas buang).1467 0.0928 0.929 0.921 0.400 0.889 0.918 0. karena cerobong kendaraan bermotor diletakkan horisontal (tidak ada penambahan tinggi).0621 0.929 0.1068 0.0554 0.323 0.826 0.529 3.794 0.514 2. γz = konstanta yang tergantung dari stabilitas atmosfer (Tabel 3.811 0.526 0.788 0. γy.1046 0. Persamaan JEA (Japan Environmental Agency) untuk mensimulasikan tabel Pasquill-Gifford digunakan untuk persamaan plume.

x.6.781 0.439 0.948 0.555.000 MW pada jarak 1 km dan 5 km. Jumlah sulfur = 10.700)mg/det = 55.2.700 mg/detik) Emisi SO2 = (64/32)(27.635 0.777.777.000 ton/hari x 1/100 = 100 ton/hari (27. Pada ground level concentration maximum (GLC).3. m 125 500 Kondisi atmosferik tidak stabil.439 γ 1.25 = 6.048 0.400 mg/det.6 m/det.208 0.470 0.Nilai α Dan γ Untuk Persamaan Puff Kelas Stabilitas A B C D E F G Sumber : JEA.14. tinggi stack efektif 250 m.474 0. km 1 5 τ y.6 x 140 x 125] exp-[{2502/2(125)2}] .113 0.400 /3. angin bergerak dengan kecepatan 3m/det. konsentrasi SO2 adalah: C1 km = [55. kadar sulfur 1%. diukur pada kondisi sedikit cerah. yang menggunakan 10.555.439 0. 1993 α 0. Latihan Perkiraan konsentrasi SO2 pada sisi hilir dari sebuah PLTU 1. kecepatan angin pada ketinggian stack efektif adalah sebesar: v = v1 (H/z1)n = 3(250/10)0.029 2.Lebar Difusi Kepulan untuk Persamaan Puff Tabel JEA yang diperoleh dari grafik Turner (1970) digunakan untuk persamaan puff terlihat pada tabel di bawah ini.000 ton batubara per hari sebagai bahan bakarnya. m 140 540 τz.067 0.569 0. siang hari pada ketinggian 10 m.2. Tabel 3.

: baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Sebutkan asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi model! 4.2.3.59% 2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . hitunglah jawaban anda yang benar. Secara umum sebutkan dua model utama dalam pencemaran udara! 2.3.79% 60% .= 750 mg/m3 C5km = [55. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.3.3.89% 70% .6 x 540 x 500] exp-[{2502/2(500)2}] = 315 mg/m3 2. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Penutup 2.3. Pendekatan apa yang digunakan dalam persamaan Gauss? 2. Sebutkan data apa yang diperlukan dalam submodel emisi sumber? 3.69% 0% .6. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.555.1. Tes Formatif 1. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.400 /3. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.14.100% 80% .

Second Edition. No. United States. Morris.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Workbook of Atmospheric Dispersion Estimates.C. Bandung.A. (1994). A Design Approach. Data faktor emisi. model lagrangian. New York Turner D. Model dispersi dan model reseptor 2. Air Pollution (International Student Edn) McGrawHill.S. Ardino Purbu.C. U. Model dispersi pencemar secara garis besar terdiri atas tiga model yaitu model eulerian. (1974).3. (1995). Air Pollution Control. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). 2002. Model dispersi digunakan untuk memperkirakan tingkat cemaran dari sumbernya terhadap fungsi jarak dan waktu. Waveland Press. Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian.AP-26. Inc. 2. 4. Rangkuman Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). Asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi ini adalah : 1. Cooper.2. meteorologi. Submodel dispersi terdiri atas emisi sumber. model gaussian. 2. ITB. jumlah emiter untuk mencari emission load 3. Environmental Protection Agency. Office of Air Programs Pub. (1995). Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian DAFTAR PUSTAKA Neiburger. Jeremy. London. Main Report : The Study on The . Colls. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. Second Edition. F. 3.B (1970). Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif. Perkins H. Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x).4. Spon Press Tylor & Francis Group. C David & Alley.3. Air Pollution. dispersi pencemar.

(1999). Bapedal. Kumpulan Karya Ilmiah Mengenai Pencemaran Udara.Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. Moestikahadi. Indonesia. Penerbit ITB. Soedomo. Bandung. SENARAI .

Polutan yang dipantau meliputi kelompok pencemar indikatif dan spesifik. 1.2.1. Dengan memahami metode pemantauan maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara.1. . diskusi kelompok tentang studi jaringan pemantauan kualitas udara di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran kualitas udara.1 SUB POKOK BAHASAN PEMANTAUAN PENCEMARAN UDARA 1.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang metode pemantauan kualitas udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum metode-metode pengukuran. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran. 1. Aspek yang dinilai adalah bagaiman data pemantauan dapat dinilai andal.1.2.3.POKOK BAHASAN IV PEMANTAUAN DAN INVENTORI EMISI DALAM PENCEMARAN UDARA II. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar pemantauan kualitas udara. 1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi bahasan terakhir di sub pokok bahasan pemantauan kualitas udara.1.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan dasar-dasar pemantauan kualitas udara.D.1 Pendahuluan 1. Jaringan stasiun pengamat melalui pendekatan kurva serta perhitungan juga menjadi bahasan di sini. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mata kuliah Pemantauan dan Analisis Kualitas Udara di semester VI.3.

dengan beberapa pembakuan bila diperlukan. Pencemaran udara di suatu daerah akan sangat ditentukan secara langsung oleh intensitas sumber emisi pencemarnya dan pola penyebarannya (dispersi. Penyajian 1. yang biasanya tercantum di dalam peraturan kualitas pencemaran udara yang berlaku. Dua jenis pencemar dapat dibedakan di sini. Uraian Umum Program pemantauan kualitas udara merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam pengendalan pencemaran udara. Zat pencemar indikatif merupakan zat pencemar yang telah dijadikan indikator pencemar udara secara umum. pencemaran udara juga ditentukan oleh jenis pencemar yang diemisikan oleh sumbernya. Hubungan skala ruang dan waktu menjadi variabel penentu besaran konsentrasi zat pencemar yang diamati.1. Di lain pihak. baik udara ambien maupun dari sumber emisi pencemaran udara. Keabsahan dan keterpecayaan data hasil pemantauan yang diperoleh sangat ditentukan oleh metoda sampling dan analisis yang diterapkan. Yang termasuk kelompok zat pencemar indikatif untuk daerah perkotaan dan pemukiman secara umum . difusi dan pengenceran) di dalam atmosfer. Seperti diketahui. program pemantauan kualitas udara. yaitu pencemar indikatif dan spefifik.1. Hal yang penting diperhatikan dalam program pemantauan udara adalah yang berhubungan dengan aspek pengambilan contoh udara (sampling) dan analisis di laboratoriumnya serta pengelolaan data dengan metoda statistika. hanya akan dapat terukur dari hasil pemantauan yang dilakukan karena pemantauan kualitas udara perlu dilandasi dengan perangkat lunak dan keras yang sesuai. metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan.2. bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengambil keputusan dalam program pengendalian pencemaran udara seperti halnya pemantauan kualitas udara yang diterapkan di suatu daerah. Konsentrasi pencemar udara akan berbeda dari satu tempat dengan waktu yang berbeda atau dengan tempat lainnya.2. Dalam hal ini.

karbon monoksida. hidrogen sulfida.1 Komponen Stasiun Pemantauan Kualitas Udara . Dengan mempertimbangkan faktor-faktor sumber pencemar. Kelompok pencemar spesifik merupakan zat pencemar udara yang bersifat spesifik yang diemisikan dari sumberntya. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon). ammonia. oksida-oksida nitrogen (NOx). maupun jenis zat pencemar yang telah diuraikan di atas. contohnya gas chlor. sedangkan pemantauan udara ambien dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang didasarkan atas pencemar indikatif yang umum. pemantauan udara ambien. total hidrokarbon (THC). formaldehida. merkaptan. medium tempat pencemaran berdispersi dan berdifusi. Udara Masuk Peralatan Sampling Pengkondisian Sampel Pengumpulan Sampel Pencatatan Data Kontrol Aliran & Pengukuran pada Analyzer Udara Bergerak ANALYZER Peralatan Kalibrasi Udara Keluar Gambar 4. dan lain-lain. Adanya pembedaan sistem pemantauan ini akan membedakan pula metoda sampling udara.adalah suspended particulate matter (debu). Pemantauan sumber emisi dilakukan terutama untuk mengetahui tingkat emisi dan unsur pencemar spesifik.

durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan Tujuan Pemantauan Kualitas Udara Ambien Beberapa tujuan dapat dicapai dalam pemantauan ini. termasuk lokasi. penyebaran pencemar dan inventori emisi. Untuk menyediakan pengumpulan data (data base) yang diperlukan dalam evaluasi pengaruh pencemaran dan pertimbangan perencanaan. Untuk mengamati kecenderungan tingkat pencemaran udara yang ada di daerah pengendalian pencemaran udara tertentu. perencanaan transportasi. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. Jaringan Stasiun Pengamat Perencanaan jaringan pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan tingkat konsentrasi pencemar.Pemantauan Kualitas Udara Ambien Dalam perencaaan pemantauan kualitas udara harus dipertimbangkan beberapa hal. Secara garis besar ada empat tujuan utama yaitu : Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang ada di suatu daerah dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan mengenai kualitas udara yang berlaku dan baku. seperti pengembangan kota dan tata guna lahan. validasi pengembangan model difusi dan dispersi pencemaran . evaluasi udara. Selain itu diperlukan pertimbangan-pertimbangan umum seperti: jaringan yang ideal penerapan strategi pengendalian pencemaran yang telah dilakukan. Untuk mengaktifkan dan menentukan prosedur pengendalian darurat untuk mencegah timbulnya episode pencemaran udara.

untuk masing-masing kelas populasi yang tergantung pada penyebaran dan tingkat pencemarannya. Berdasarkan populasi penduduk Penentuan jumlah stasiun monitoring berdasarkan jumlah penduduk yaitu di suatu wilayah dapat dilakukan menggunakan kurva pendekatan (aproksimasi) seperti diperlihatkan dalam gambar 7. HC. Perbedaan perkiraan antara jumlah sampler total (mekanis dan otomatis) dengan sampler otomatis adalah menunjukkan banyaknya sampler mekanis yang diperlukan. Sebagai contoh. untuk daerah yang berpenduduk 1 juta dengan masalah SO2 yang kritis diperlukan 20 stasiun pemantauan SO2. tingkat pencemaran dan keragamannya serta kebijakan-kebijakan yang berlaku. HC. Secara teknis. Pada gambar tersebut diperlihatkan jumlah minimum dan maksimum monitoring untuk masing-masing zat pencemar. sedangkan untuk masalah yang tidak kritis minimum diperlukan hanya 10 stasiun pemantauan SO2. NOx dan oksidan). karena pencemar tersebut (SO2 dan partikulat) sangat dipengaruhi oleh kompleksitas sektor industri dan pola penggunaan bahan . SO2. NOx. dan juga diperlukan pengetahuan mengenai tingkat dan pola penyebaran pencemaran udara.2.memerlukan sumber daya yang besar. Untuk parameter SO2 dan NOx membutuhkan alat ukur mekanik dan otomatis. SO2 dan oksidan tetapi bisa diterapkan langsung untuk parameter SO2 dan partikulat. penetapan besar jaringan dapat ditentukan berdasarkan: jumlah penduduk yaitu dengan membuat kurva aproksimasi (untuk pencemar CO2. dengan bantuan gambar 7. dan pencemar lainnya untuk sistem pengukuran automatik maupun mekanik. Penetapan besarnya jaringan sangat ditentukan oleh faktor-faktor jumlah penduduk. berdasarkan perhitungan. Meskipun kurva tersebut memberikan perkiraan yang tepat dan baik untuk pemantauan pencemar perkotaan dengan sumber emisi dari kendaraan bermotor seperti CO.2 diperoleh alat pemantauan mekanis dan pemantau total. Total suspended solid (debu). CO.

bakar di daerah tersebut.2 Kurva Aproksimasi Jumlah Stasiun Pemantauan Berdasarkan perhitungan Penentuan jumlah stasiun pemantauan berdasarkan perhitungan hanya digunakan untuk stasiun pemantauan pencemar SO2 dan TSP. dengan demikian akan berpengaruh terhadap ukuran jaringan monitoring. Gambar 4. Rumus perhitungan tersebut sebagai berikut: N = Nx + Ny + Nz .

semi kontinu dan sampling sesaat (grab sampling).0096 × Y Cs Nz = 0.0004Z Nx = 0. daerah pemukiman dan daerah komersial (perdagangan). yang tidak terlalu ditandai denga fluktuasi episodik yang tinggi. oleh karena itu maka penentuan periode dan frekuensi sampling harus memperhatikan hal-hal apakah sampling udara ambien dilakukan dengan sampling terus-menerus (kontinu). daerah sekitarnya (remote area). dengan nilai kontur 10 (ug/m3) Luas area dimana konsentrasi pencemar > baku mutu (km2) Luas area dimana konsentrasi pencemar < baku mutu > Luas area dimana konsentrasi pencemar ≤ background (km2) Kriteria Penempatan Stasiun Pemantauan Penempatan lokasi stasiun pemantauan perlu dilakukan pada titik-titik yang mewakili: pusat kota. Sampling semi kontinu dapat diterapkan di daerah-daerah yang agak tercemar. Periode dan Frekuensi Sampling Konsentrasi zat pencemar di udara ambien berkaitan erat dengan waktu dan tempat. misal menguji keabsahan data yang diperoleh dari sampling kontinu dan sampling semi kontinu. daerah industri. khususnya di daerah perkotaan.Cm − Cs X Cs Cs − Cb Ny = 0. Sampling sesaat biasanya merupakan suatu metoda yang hanya dilakukan untuk maksud tertentu. pedesaan. pinggir kota.0965 × dimana: N Cm Cs Cb X Y Z = = = = = = = Jumlah stasiun pemantauan Nilai isopleth maksimum (ug/m3) Nilai standar kualitas udara ambien (ug/m3) Nilai isopleth minimum. atau suatu langkah awal penentuan titik-titik sampling yang diperlukan di dalam pemantauan dan . Sampling kontinu merupakan metode yang paling ideal dalam suatu program pemantauan dan pengawasan kualitas udara.

Teknik absorpsi adalah teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber).pengawasan kualitas udara. adsorpsi. Sampling sesaat merupakan metode sampling yang permanen. terlebih dahulu dilakukan sampling yang dilanjutkan dengan analisa di laboratorium. Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas di udara ambien adalah teknik absorpsi. Untuk mengumpulkan gas dari udara ambien diperlukan suatu teknik pengumpulan dan peralatan tertentu.1.Area dengan konsentrasi Area urban di atas standar pler Kontinu per per Kontinu per per 3 hari 6 hari 3 hari 6 hari TSP M M M M M SO2 M/A A M M M CO A A A HC A A M A NO2 M/A A M M A M NOx M/A A M M A Oksidan M/A A A Area non urban per 6 hari M M Metode Sampling Udara Ambien Dalam pengukuran kualitas udara dengan menggunakan metode dan peralatan yang manual. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri.1 Frekuensi Sampling Kualitas Udara Parameter Sam. . pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sampler). Berikut ini pedoman untuk periode dan frekuensi sampling setiap parameter diberikan dalam tabel 4. misalnya pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline. Tabel 4. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas.

Untuk mengetahui volume udara ambien yang terkumpul digunakan flowmeter baik berupa dry gas meter. Kesalahan yang harus dihindari adalah kebocoran dari sistem pengambilan contoh. Collector berfungsi untuk mengumpulkan gas yang tertangkap. terutama untuk gas-gas hidrokarbon yang mampu terserap dalam permukaan karbon aktif. sedangkan pengumpulan contoh dengan kantong udara sering digunakan untuk gas pencemar yang tidak memerlukan pemekatan contoh udara.3 Susunan Peralatan Sampling Udara Ambien Metoda Analisa Berbagai jenis metode pengukuran analitik dapat digunakan untuk analisis zat pencemar udara. Susunan peralatan sampling udara ambien adalah sebagai berikut: Collector Flowmeter Vacuum Pump Gambar 4. yaitu menggunakan prinsip-prinsip fisiko-kimia yang mampu mengukur zat pencemar secara otomatis dengan waktu pengukuran berskala detik. dapat berupa impinger. flowmeter dan pompa vacuum. wet gas meter atau rotameter. Pompa vacuum dihindari digunakan untuk menghisap udara ke dalam collector. Teknik pendinginan yaitu teknik sampling dengan cara membekukan gas pada titik bekunya.Teknik adsorpsi yaitu berdasarkan kemampuan gas teradsorpsi pada permukaan padat adsorbent (karbon aktif atau aluminium oksida). Untuk pengumpulan contoh udara diperlukan peralatan pengambilan contoh udara yang pada umumnya terdiri dari collector. serta tidak memerlukan larutan pereaksi. fritted bubbler atau tube adsorber. . dari mulai metode analitik yang sederhana dengan waktu pengukuran yang lama seperti titrasi atau gravimetri sampai metode analitik yang paling mutakhir.

Latihan Gambarkan stasiun pemantauan kualitas udara beserta diagram komponennya! Jawab : 1. Jelaskan teknik absorpsi dalam pemantauan kualitas udara! 1. Sebutkan 2 hal pengakategorian zat pencemar dalam rangka pemantauan kualitas udara.2.1. Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemantauan kualitas udara ambien! 4. Sebutkan 2 hal yang menjadi tolok ukur keterpercayaan dan keabsahan data dalam pemantauan kualitas udara! 2.1. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.3. berikan pula contohnya! 3. Tes Formatif 1.2. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 .3.2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3. hitunglah jawaban anda yang benar. Penutup 1.

3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.4. Zat pencemar indikatif seperti suspended particulate matter (debu). Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. 1.Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Polutan yang dipantau secara garis besar dikelompokkan menjadi pencemar indikatif dan spesifik. formaldehida. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon) dan zat pencemar spesifik seperti gas chlor. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi hal yang diperhitungkan dalam pemantauan kualitas udara. ammonia. Jaringan stasiun pengamat dapat dirancang melalui pendekatan kurva serta perhitungan. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran. karbon monoksida. 1.69% 0% . dan lain-lain. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. merkaptan. Dalam hal ini. oksida-oksida nitrogen (NOx).79% 60% .100% 80% .59% 1. Rangkuman Aspek penting dalam pemantauan kualitas udara adalah bagaiman data dapat dinilai andal. metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan.3.3.3.89% 70% . total hidrokarbon (THC). : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . hidrogen sulfida. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.

E. Standard Method of Test for Oxides of Nitrogen in Gaseous Combustion Products (Phenoldisulfonic Acid Procedure) (1968). 1962. Quality Assurance Division. Development and Evaluation of Methods for Determining Carbon Monoxide Emissions. Vol. PA. durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan 4. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas. p.3. Recommendations for Occupational Exposure to Nitric Acid. Washington. Hal-hal yang yang harus dipertimbangkan beberapa hal. EPA-600/R-97/121 Butler. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. 149 Standard Methods of Chemical Analysis (1962). D. 1976. Research Triangle Park. Environmental Monitoring Systems Laboratory. Van Nostrand Co. 329-330.. Philadelphia. Bureau of National Affairs. In: 1968 Book of ASTM Standards.C. 33 pp. Midgett (1985). SENARAI . New York. Teknik absorpsi : teknik pengumpulan gas berdasar kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber). Part 26. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. NC. 6th ed. termasuk lokasi. National Institute for Occupational Safety and Health (1976). Environmental Protection Agency. In: Occupational Safety and Health Reporter.R. contoh pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline. Inc. 1. ASTM Designation D 1608—60. D. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri. F. June 1985. DAFTAR PUSTAKA “EPA (1997) Traceability Protocol for Assay and Certification of Gaseous Calibration Standards” September 1997 as amended. Inc. pp. and M. U.E.S. J. Knoll.

II. Penyajian 2. tahap-tahap perencanaan inventori emisi.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan penerapan inventori emisi. Inventori emisi menyediakan informasi . 2.1. diskusi kelompok tentang studi inventori emisi di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran (source test).1.2. cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi.3.2.2.2 SUB POKOK BAHASAN INVENTORI EMISI 2.2. 2. Bahasan dimulai dari dasar mengapa inventori emisi diperlukan. 2. Uraian Umum Inventori emisi merupakan kumpulan informasi secara kuantitas tentang pencemaran udara dari keseluruhan sumber yang berada pada suatu wilayah geografis selama periode waktu tertentu.1 Pendahuluan 2. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan kualitas lingkungan.1.1. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar dan teknik inventori emisi dalam pengelolaan kualitas udara. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1.3. Dengan memahami metode inventori emisi maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara. 2.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya pengetahuan tentang inventori emisi ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum tahap-tahap inventori emisi.

Inventori emisi dapat memberikan indikasi tentang kondisi udara di lingkungan dan gambaran kualitas udara yang ada. Terdapat hubungan antara pemantauan. 1996) Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya. Komponen selain inventori emisi dalam strategi pengolaan kualitas udara antara lain pemantauan.dari semua sumber emisi beserta lokasi.4 Kaitan Instrumen Pengelolaan Kualitas Udara . model dan inventori emisi seperti terlihat pada gambar di bawah ini : Gambar 4. pembuatan tujuan kualitas udara. durasi waktu. frekuensi. ukuran. analisis damapak meteorologi serta analisis biaya-manfaat. 2001). inventori emisi dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber permasalahan mengenai kuallitas udara dan membantu dalam mengidentifikasi alternatif pengelolaan untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran udara. Metodologi dasar dari enventori emisi menggunakan rata-rata emisi untuk setiap aktivitas yang didasarkan pada kuantitas penggunaan material seperti bahan bakar. Inventroi emisi tersebut nantinya dapat digunakan sebagi dasar acuan untuk tindakan pencegahan terhadap pencemaran udara pada masa yang akan datang serta membantu dalam menganalisa aktivitas yang berperan dalam peningkatan pencemaran di area geografi dalam studi yang dilakukan (Canter. serta kontribusi relatif emisi. Dalam kaitannya dengan instrumen pengelolaan kualitas udara. Penting untuk diperhatikan bahwa inventori emisi menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari (Wilton.

USEPA (2001) mengungkapkan bahwa inventori emisi diperlukan guna penentuan perijinan suatu kegiatan yang dapat bedampak terhadap lingkungan pada suatu wilayah tertentu.Perencanaan Inventori Emisi Inventori emisi diperlukan untuk penentuan perencanaan yang mencakup identifikasi kontributor utama. Dalam perencanaan inventori emisi. proses perencanaan dilakukan sebagai berikut : Gambar 4.5 Perencanaan Inventori Emisi (US EPA.cakupan inventori. Secara diagramatik. Suatu inventori emisi diperlukan untuk sumber informasi publik mengenai status kondisi kualitas udara dan sebagai alat untuk melacak emisi-emisi sepanjang waktu. ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. hal-hal dibawah ini harus diperhitungkan : Data yang digunakan (end use of the data). 2001) . menentukan tingkat pengendalian dan sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian.

Petugas inventori harus mempertimbangkan tipe emisi untuk dilaporkan. ketersediaan data dan biaya ketika memilih metode estimasi yang tepat. CO. Mengingat faktor waktu dan peralatan. Persamaan yang digunakan adalah : . jumlah dan jenis proses dan keberadaan alat pengendali. ventilasi dikarakterisasi 3. Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan 2. source test memerlukan sumber daya yang lebih banyak. Estimasi emisi dapat sederhana ataupun rumit tergantung pada ukuran fasilitas. Metode Source Tests Metode ini merupakan metode yang umum untuk estimasi proses emisi.CO2. Pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik Prosedur Estimasi Emisi Polusi udara dapat diemisikan dari berbagai sumber di dalam industri/aktivitas. Metode Kesetimbangan Massa (material balances) Menentukan emisi dengan mengevaluasi jumlah material yang masuk ke proses. jumlah sumber yang dikehendaki dan polutan apa yang dikehendaki. Source tests merupakan pengukuran emisi sesaat yang diambil dari stack atau vent. Beberapa metode estimasi emisi yang telah ada sebagai berikut : Metode CEMs Metode melalui CEMs Continuous emissions monitors (CEMs) yang mengukur dan mencatat emisi aktual sepanjang waktu.Cakupan Inventori Emisi Di dalam menentukan cakupan inventori. pertimbangan utamanya adalah tingkat kerincian. Pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack. SO2. CEMs umumnya digunakan untuk mengukur konsentrasi stack gas seperti NOx. Sumber-sumber titik dapat diinvetori pada tiga tingkat kerincian : 1. and total hydrocarbons (THC). yang meninggalkan proses dan jumlah seluruh atau sebagian yang menjadi produk.

Metode ini merupakan metode yang paling tidak dikehendaki dan hanya mendasarkan pada informasi yang tersedia dan beberapa asumsi Gambar dibawah ini menunjukkan grafik beberapa pendekatan untuk estimasi emisi dibandingkan dengan tingkat keakuratan dan biayanya. Contoh model TANKS untuk memperkirakan estimasi emisi dari tangki. Metode Pendekatan (Engineering Judgement) Metode ini merupakan metode pilihan akhir bila metode-metode diatas tidak mampu memperkirakan emisi sumber.C x RE) Dimana : E = estimasi emisi dari proses A = level aktivitas seperti keluaran EF = faktor emisi (asumsi tidak ada kontrol emisi) C = efisiensi penangkapan x efisiensi kontrol (dalam persen). atau dimana kombinasi berbagai parameter tidak menimbulkan korelasi langsung. Metode Model Emisi Model emisi digunakan dalam kondisi tidak ada pendekatan perhitungan yang sederhana. Rumus yang digunakan adalah : E = A x EF x (1 .Ex = (Qin . C = 0 bila tidak ada kontrol emisi RE = efektivias peraturan. recovery dan produk Cx = konsentrasi polutan x di material Metode Faktor Emisi Faktor emisi memperkirakan emisi tipikal dari sumber melalui berbagai studi source test yang telah distandarisasi. .Qout) x Cx dimana : Ex = total emissi untuk pollutan x Qin = jumlah material yang masuk ke proses Qout = jumlah material yang meninggalkan proses sebagai limbah.

2. 312 hari/tahun Solvent input rate (Mi) = 500 ton/tahun Molecular weight (toluene) = 92 Unit correction factor (f) = 1.Gambar 4.000 scf Emission concentration (Ce) = 96 ppm (as toluene) Fugitive emission capture (Effcap) = 0.6 Grafik Beberapa Pendekatan Untuk Estimasi Emisi Dibandingkan Dengan Tingkat Keakuratan Dan Biayanya (US EPA. Latihan Sebuah industri kertas akan melakukan test emisi VOC dalam bentuk toluene karena bahan dasar pelarut adalah toluene. Data yang dirata-rata kan dalam percobaan tiga kali test adalah sebagai berikut : Stack flow rate (Qs) = 10.2. 2001) 2.90 (reasonably available control technology (RACT) Data lain yang didapat : jam operasi = 16 jam/hari.58 x 10-7 (lb-mole-min)/(jam-ppm-scf) Rata-rata laju beban massa (the average mass loading rate) (Mo): .

maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.000) = 14 lb/hr The emission control efficiency (Effcon) is dihitung: Effcon = (Mi-Mo)/Mi = [500 .3.Informasi apa saja yang disediakan dalam inventori emisi? 2.89% 70% . hitunglah jawaban anda yang benar.3. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.93 (93 percent control) 2. Dimanakah inventori emisi pada sumber titik dilakukan ? 4.59% 2. Sebutkan berbagai cara metode perhitungan emisi! 2. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.100% 80% .000)]/500 = 0. hal apa saja yang harus dipersiapkan ? 3.1. Tes Formatif 1. Penutup 2.3.69% 0% .3.58 x 10-7)(92)(96)(10.79% 60% .3. Dalam perencanaan inventori emisi.2.Mo = (f)(MW)(Ce)(Qs) = (1.((14)(16)(312)/2.

3.4. frekuensi. 2. Inventori emisi menyediakan informasi dari semua sumber emisi beserta lokasi. Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya. 2. metode pendekatan (engineering judgement). Metode Kesetimbangan Massa (material balances). 3. Metode CEMs.terutama pada bagian yang anda belum kuasai. metode source tests. Prosedur estimasi emisi adalah : metode CEMs. menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari Inventori emisi meliputi tahap-tahap perencanaan inventori emisi. pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik 4. cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi.cakupan inventori.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Metode Faktor Emisi. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Rangkuman Teknik inventori emisi sangat bermanfaat dalam pengelolaan kualitas udara. metode faktor emisi. Perlu perencanaan yang komprehensif dalam melakukan inventori emisi. ukuran. ventilasi dikarakterisasi. Metode Pendekatan (Engineering Judgement) . Metode Source Tests. ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. serta kontribusi relatif emisi 2. metode model emisi. Metode Model Emisi. metode kesetimbangan massa (material balances). pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack. durasi waktu. Data yang digunakan (end use of the data).3. Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan.

Environmental Protection Agency. E. N. Eastern Research Group. Environmental Impact Assessment Second Edition : Impact Prediction and Assessment of Air Quality. U. (1992). (2001). Dobie. SENARAI . Procedures for Emission Inventory Preparation.. North Carolina.Sustainable Management Fund US EPA (2001). Ministry for The Environment . (1996). Introduction to Stationary Point Source Emission Inventory Development. Volume IV: Mobile Sources (Revised). Research Triangle Park.DAFTAR PUSTAKA Canter. EPA-450/4-81026d. Inc. Good Practice Guide for Preparing Emission Inventory.S. McGraw Hill Wilton.

penggunaan alat pengendali. Sub pokok bahasan ini merupakan bagian besar dari konsep pengelolaan kualitas lingkungan secara umum. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep pengendalian pencemaran udara.2.1 SUB POKOK BAHASAN KONSEP PENGENDALIAN 1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1 Pendahuluan 1.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang konsep pengendalian pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya individu inventarisasi alat pengendali di berbagai industri. Alat pengendali yang dipilih memenuhi best available control technology.3. 1.1. perubahan proses.D.1. tugas .1. Diharapkan mahasiswa dapat mengitegralkan konsep ini dalam pengelolaan kualitas lingkungan. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran.POKOK BAHASAN V PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA II. maka dapat dipilih metode pengendalian yang tepat dalam kasus pencemaran udara. Pembahasan dimulai dari siklus pencemaran udara yang dihubungkan dengan konsep pengendalian.1.2. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang konsep pengendalian pencemaran udara. melalui diskusi tugas konsep pengendalian pencemaran udara dari berbagai tempat di dunia. 1.1. Relevansi Dengan mengetahui konsep pengendalian pencemaran udara. 1.3.

2.1. Secara mudahnya dapat dikatakan bila tingkat pengencerannya selama di udara tinggi dan makin luas tersebar.2. Uraian Umum Mengacu pada tingkat bahaya yang ditimbulkan akibat jenis pencemar udara yang dikeluarkan dari suatu sumber maka harus diperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya sampai di reseptor. makin rendah pula pemaparan ke reseptor yang mungkin terjadi.1 Pola Pikir Pengendalian Pencemaran Udara .1. Secara umum pendekatan dilakukan dengan melihat siklus pencemaran udara berikut ini : Gambar 5. Fenomena ini yang mendasari pendekatan yang dilakukan untuk melakukan pengendalian terhadap sumber pencemar udara. Penyajian 1.

Bentuk modifikasi yang dilakukan dapat melalui substitusi bahan. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses Pendekatan ini lebih ditekankan pada konsep pencegahan polusi (cleaner production). baik dari aspek ekonomis maupun peningkatan kualitas produksi. Contoh penerapan pengendalian pencemaran udara dengan pendekatan ini adalah mempertinggi ukuran cerobong. Dalam menentukan peralatan kontrol yang tepat perlu pertimbangan karena instalasi peralatan kontrol juga terpengaruh beberapa persyaratan teknis dan . Penggunaan alat pengendali pencemaran udara yaitu pemasangan unit eksternal pada bagian akhir proses sebelum udara diemisikan.Secara umum pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan 3 alternatif pendekatan. Proses ini dinamakan juga dengan proses pengenceran. 1986) : Modifikasi pada tingkat penyebarannya Dasar pendekatan ini adalah memberikan modifikasi alat/desain pada proses akhir sehingga konsentrasi pencemar yang terpapar ke lingkungan tidak melebihi baku mutu. electrostatic precipitator dan wet scrubber. Sekarang proses ini sangat tidak direkomendasikan untuk diterapkan karena tidak adanya perubahan massa pencemar keseluruhan. yaitu (Cooper & Aley. dan relokasi sumber pencemar udara. perubahan proses produksi (misalnya oil based menjadi water based). Terdapat beberapa peralatan kontrol partikulat yang digunakan. yaitu melakukan modifikasi pada poses sedemikian rupa sehingga kuantitas maupun kualitas udara yang diemisikan di bawah baku mutu udara. perubahan durasi produksi dan sebagainya. fabric filter. yaitu mechanical separator misal : gravity settler atau cyclone. Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. pemilihan waktu pembuangan emisi yang dikaitkan dengan peluang kestabilan atmosfer. Pendekatan ini biasanya dapat diterapkan bila teknologi produksi yang akan menggantikannya mempunyai keunggulan.

2 Faktor Yang Dipertimbangkan Untuk Mengevaluasi Sistem Kontrol Pencemaran Udara .2. Standar kontrol Pencegahan korosi Persyaratan energi Bahan kimia Keyakinan Pemeliharaan Efisiensi Fleksibilitas Prekondisi gas Kapasitas beban Prinsip Parameter Penerapan Karakteristik Peralatan Performansi Alat Kelayakan Teknik Evaluasi Sumber Pemilihan Alat Kontrol Peraturan Total biaya pertahun Untuk tiap alternatif Pemilihan sistem kontrol terbaik Gambar 5. Secara diagramatik. pertimbangan dalam menentukan alat kontrol pencemaran udara dapat dilihat pada gambar 5.ekonomis.

Kata optimalisasi bisa jadi lebih tepat menggambarkan BACT.100% 80% . Penggunaan BACT lebih ditekankan pada integrasi pertimbangan dari sisi teknis. Penutup 1.2.3. Sebutkan tiga alternatif pendekatan pengendalian pencemaran udara ! 4. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.1. ekonomis dan pemiliknya. Latihan Jelaskan Pengertian pengertian sistem sistem kontrol terbaik (best available control teknologi technology/BACT)? kontrol terbaik mengacu maximum pada beragamnya control pengendalian sehingga terpenuhi available technology.1.79% 60% .2. Apa yang dimaksud dengan prakondisi gas dan fleksibilitas dalam pemilihan alat pengendali pencemaran udara? 1.69% 0% . Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Apakah mungkin dalam sebuah aktivitas manusia untuk memenuhi produksi barang tidak memerlukan alat pengendali pencemaran udara? 3.3. Dimanakah posisi konsep pengendalian dalam pola pikir pengendalian pencemaran udara? 2. Tes Formatif 1.89% 70% . 1.3.2.59% : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . hitunglah jawaban anda yang benar. economical available control technology dsb.

maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. . Alat pengendali yang dipilih haruslah memenuhi best available control technology setelah melalui pertimbangan teknis. 4. tidak memerlukan alat pengendali.2. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3. 1. Jadi apabila secara emisi kurang dari baku mutu yang ada. Konsep pengendalian dengan strategi penurunan emisi merupakan langkah awal untuk meminimalisasi dampak kesehatan. Rangkuman Konsep pengendalian pencemaran udara merupakan bagian penting dalam siklus pencemaran udara.3. penggunaan alat pengendali. ekonomis dan stakeholder yang terlibat.4. 1. Status pencemaran ditentukan oleh konsentrasi emisi yang dibandingkan dengan baku mutu yang ada. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran. Modifikasi pada tingkat penyebarannya. Prakondisi gas terkait dengan perlakuan terhadap emisi gas pembawa sebelum masuk ke alat pengendali agar dapat berfungsi dengan optimal. Contoh prakondisi gas adalah penyesuaian kelembaban air. 2.3. Fleksibilitas menyangkut kemudahan perubahan tempat (site) alat pengendali diletakkan karena ada perubahan proses/pengembangan pabrik sehingga berimbas pada pengubahan posisi alat. 3. penyesuaian resistivitas dsb. Konsep pengendalian berada diantara studi dampak kesehatan dan perbandingan dengan baku mutu.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. perubahan proses. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses.3.

3.2.2. (1994). mahasiswa akan mampu menjelaskan prinsip kerja alat pengendalian kering pencemaran udara. Untuk tiap alat pengendali akan dijelaskan prinsip kerja dan dilengkapi dengan keuntungan dan kerugian serta peruntukannya. 2. . 2.1.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang teknik pengendalian kering ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu inventarisasi peralatan pengendali kering di dunia invdustri. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. Second Edition. Relevansi Dengan mendalami aspek pengendalian kering ini maka diharapkan tingkat pemenuhan terhadap baku mutu akan terjadi sehingga dampak kesehatan yang muncul dapat diminimalisasi. Inc.1.2 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN KERING 2. Waveland Press.1.C. 2.1.DAFTAR PUSTAKA Cooper. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang jenis-jenis alat pengendali dimulai dari yang sederhana seperti settling chamber hingga yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. maka konsep mikro meteorologi di pokok bahasan III perlu dibuka kembali. United States. Air Pollution Control. C David & Alley.3. Dalam prinsip perancangan alat ini. A Design Approach. SENARAI II.1. diskusi kelompok tentang prinsip kerja alat pengendali. F.1 Pendahuluan 2.

Gambar 5.3 Settling Chamber Mekanisme : gaya gravitasi dan gaya inersia.2. efisiensi rendah. Sekarang sering dipakai sebagai pretreatment untuk menghilangkan partikel ukuran besar. Uraian SETTLING CHAMBER ( bak pengendap ) Pertama kali dipakai. jenis : settling chamber sederhana dan settling chamber Howard ( ada penambahan pelat-pelat ) Efisiensi teoritis dan setelah diperhitungkan dengan hukum Stokes : g dp rp r m K : percepatan gravitasi : diameter partikel : densitas partikel :densitas gas : viscositas gas : faktor cunningham L. H didesain untuk semua partikel yang lebih besar daripada dp* .2.1.2. B. Penyajian 2.

maka removal efisiensinya juga semakin besar (Bethea. 1978).4. Biaya pemeliharaan rendah. Gambar 5. Semakin tinggi velocity gas. 1998). Cyclone memiliki efisiensi yang rendah untuk partikel berukuran kecil dan efisiensi tinggi untuk ukuran partikel berukuran besar 5-15 µ m. Input berupa gas dan partikulat dipercepat dengan gerakan spiral. Skema Cyclone .Cyclone Cyclone adalah suatu jenis alat pengumpul debu mekanik yang digunakan untuk menciptakan aliran berputar (vortex) untuk mengalirkan partikel ke area dimana partikel tadi akan mengalami kehilangan energi dan terpisah dari aliran gas (Mycock. 1986): Modal awal rendah. Mampu beroperasi pada temperatur tinggi. Kekurangan (Cooper & Aley. Kelebihan dan Kekurangan Cyclone: Kelebihan (Cooper & Aley. Biaya operasi yang tinggi sebab terjadi kehilangan tekanan. Alat ini dapat diopeasikan dalam kondisi basah (melalui injeksi air di inlet) atau kering. 1995). Sedangkan gas yang bersih mengalir keluar melalui stack (Cornwell. 1986): Efisiensi rendah untuk partikel berukuran kecil. dimana partikel ukuran besar terlempar ke luar gas dan bertubrukan dengan dinding cyclone oleh gaya sentrifugal dan turun ke kerucut cyclone untuk ditangkap oleh hopper.

Conventional 1.75 0. S/D Panjang bodi.5 0.0 0.0 0. 1994): 1.0 0. 1986.5 1. D/D Tnggi inlet.0 2. W/D Diameter gas keluar De/D Panjang vortex. High-efficiency Cyclone Kecepatan gas inlet lebih tinggi dengan demikian memberi gaya sentrifugal yang lebih tinggi.5 0. Lb/D Panjang kerucut.25 0.5 0.75 0. selain cyclone conventional cyclone dibagi atas (Cooper & Alley. Lc/D Diameter outlet debu Dd/D Sumber: Cooper & Alley. Normalnya lapisan ini yang melakukan filtrasi. .5 2.5 0.Tipe-tipe Cyclone Berdasarkan efisiensi.5 0. Partikel debu membentuk pori-pori lebih atau kurang melekat pada permukaan fabric. High-throughput Cyclone Biasanya mempunyai diameter yang lebih besar dan menangani kecepatan yang lebih tinggi. 2.25 High Throughout 1.0 0.1 Standar Dimensi Cyclone Tipe Cyclone High Efficiency Diameter bodi.375 1.5 0. H/D Lebar inlet.375 Fabric filter/ Baghouses Fabric filter menyisihkan debu dari aliran gas dengan melewatkannya melalui fabric berpori.5 2.375 0.625 2.2 0. Tabel 5.875 1.

1995 Gambar 5.6 Mekanisme Filtrasi Dust Cake Sumber : Anonim.. yakni udara pembawa partikel debu didorong ke dalam suatu cloth bag.(1) Keterangan : (1) (2) : Bag Filter Tekanan Positif : Bag Filter Tekanan Negatif (2) Gambar 5. debu akan terakumulasi pada cloth dan menghasilkan suatu aliran . Saat udara melewati fabric.al. 2005 Fabric Filter atau baghouse beroperasi dengan prinsip seperti vacuum cleaner. et.5 Bag Filter Tekanan Positif dan Negatif Sumber : Beachler.

fabric dapat menjadi lengket. dan modul-modul tersebut dapat dirangkai di pabrik. Fabric dapat dirusak oleh temperatur tinggi dan korosi akibat bahan kimia. d. Memerlukan areal yang luas. Tidak dapat beroperasi pada lingkungan yang lembab. Desain baghouse yang paling umum adalah tipe reverse-air dan pulse-jet. 1994): a. c. Dapat beroperasi untuk berbagai tipe debu. penurunan tekanan di sepanjang sistem akan meningkat hingga jumlah yang melebihi batas. Fabric Filter terbatas untuk kondisi dengan temperatur rendah dan kering. Memerlukan penurunan tekanan rendah yang masuk akal. Efisiensi pengumpulan sangat tinggi meskipun untuk partikel yang sangat kecil. Berpotensi menimbulkan kebakaran atau ledakan. Jika debu tidak dibersihkan dengan baik. kebocoran debu yang berlebihan akan timbul ketika dihasilkan lapisan baru. Cara membersihkan debu dari fabric adalah faktor penting dalam kinerja sistem fabric filter. 1994): a. 2. c. Kelebihan dan Kekurangan Fabric filter/ Baghouses 1. . Kelebihan Fabric Filter (Cooper & Alley. Dapat beroperasi pada aliran volumetrik dengan skala luas. Seleksi parameter desain sangat penting untuk memperoleh kinerja optimum dari sistem fabric filter. karena fabric biasanya dibuat dalam bag silinder. Jika terlalu banyak lapisan yang hilang.udara bersih. Didesain berbentuk modul. d. b. Sistem fabric filter seringkali disebut sebagai baghouse. tetapi dapat digunakan untuk berbagai jenis debu dan mempunyai efisiensi yang cukup tinggi. e. Debu secara periodik disisihkan dari cloth dengan guncangan atau menggunakan aliran udara terbalik. Kekurangan Fabric Filter (Cooper & Alley. Nama ini mendeskripsikan sistem pembersihan yang digunakan dalam sistem. b.

Material serat harus memiliki karakteristik kekuatan yang cukup dan kesesuaian kimia dengan gas dan debu yang ditangkap. . shaker baghouse). debu dibersihkan oleh tenaga inersia ketika bag mengembang hingga maksimum. namun kehebatan teknik ini dan kadang-kadang pemasangan bag-to-cage yang pas cenderung membatasi waktu pemakaian bag dan juga meningkatkan migrasi debu keluar dari fabric. disebut cage. Electrostatic Precipitator (EP) Alat pengendali debu yang berfungsi untuk memisahkan gas dan abu sebelum gas tersebut keluar dari stack salah satunya adalah electrostatic precipitator atau EP. yang memungkinkan pengumpulan debu pada bagian luar bag. Lapisan debu dibersihkan secara periodik oleh semburan jet udara yang tertekan ke dalam bag menyebabkan bag mengembang tiba-tiba. Teknik pembersihan bag ini cukup efektif. dengan begitu. fabric terlindungi dari pergerakan yang berbahaya. Karena prosedur pembersihan dilakukan dengan kecepatan gas yang relatif rendah. 1992). Variasi desain reverse-air baghouse dan pelopor reverse-air baghouse (misal. bag digoncangkan selama interval pembersihan reverse-air (Buonicore dan Davis. sehingga lapisan debu yang terkumpul sebelumnya jatuh dari bag ke dalam hopper di bawah. Konstruksi fabric bulu kempa umumnya menghasilkan penyisihan yang lebih baik daripada fabric tenunan. Seleksi material serat dan konstruksi fabric penting untuk kinerja baghouse. sehingga mengurangi efisiensi pengumpulan debu. Namun tidak semua serat bisa dikempa ke dalam fabric dengan kekuatan cukup dan menjadikan fabric filter disusun dari filamen dan/atau serat yang awalnya dibelit menjadi benang. Bag-bag dibersihkan secara periodik dengan membalik arah aliran udara. pengumpulan debu terjadi di bagian dalam bag. dan kemudian ditenun atau dirajut menjadi fabric (Buonicore dan Davis.Reverse-air baghouse beroperasi dengan mengalirkan gas kotor ke dalam bagbag. Pulse-jet baghouse didesain dengan struktur rangka dalam. 1992). sehingga teknik pembersihan reverse-air menghasilkan masa pemakaian bag maksimum.

EP sangat efektif sebagai pengendali partikulat terutama yang berukuran kurang dari 10-20 µ m (dominan pada ukuran submikron). Pada sebagian besar aplikasinya EP memiliki efisiensi pengumpulan partikulat sebesar (80-99. Teknologi EP ditemukan oleh Frederick Cattrell dan telah digunakan sejak tahun 1900-an.9)%.Pengontrolan partikulat dari hasil proses industri telah merupakan masalah penting yang makin berkembang sejak mulai awal abad ke19. Kemudian dilanjutkan pada industri semen untuk menangkap debu klinker dan debu semen. Berikut di bawah ini gambar Electrostatic Precipitator (EP): Gambar 5. Setelah itu digunakan pada industri pengolahan batu bara yang menggunakan boiler. Sejak tahun 1920 desain awal EP terus berkembang seperti yang dikenal sampai saat sekarang ini seiring dengan adanya pengetatan aturan lingkungan. Gambar Electrostatic Presipitator Sumber: PTP Indarung V.7. 2005 . Instalasi pertama EP berhasil dengan sukses untuk digunakan sebagai penangkap asam Sulfat.

Collecting Plates (06) 7. Discharge Electrodes/ De (08) 9. Partikel yang sudah diberi muatan tadi berpindah dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan (positif). Tegangan yang dibutuhkan ± 15000100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator. Insulator Shaft (14) 15. Inti dari proses EP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi.Keterangan: 1. Precipitator Chamber (01) 2. Inspection Hatches (03) 4. Prinsip Dasar Electrostatic Precipitator Prinsip dari pengumpulan debu hanya sebatas pada penggunaan energi listrik untuk memberi muatan (negatif) ke partikulat di udara kotor atau aliran gas. EP sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. Partikel yang melewati EP akan mengalami ionisasi muatan oleh elektroda kawat. Terjadi proses particle charging. Proses ionisasi dimulai dengan pemberian muatan ke kawat elektroda (arus searah dengan tegangan tinggi) sehingga menimbulkan efek korona. sehingga efisiensi bertambah. Discharge Rapping Gear (09) 10. Supporting insulators (13) 14. Gas masuk melalui gas distribution ke dalam treatment zone 2. Inside Chain Drive (10) 11. Makin tinggi tegangan yang diberikan. Proses penangkapan debu pada EP secara umum terdiri atas tujuh langkah proses dasar yang berlangsung secara kontinu yaitu (Anonim. Tujuan akhirnya adalah membersihkan partikulat yang telah terkumpul tadi. Insulation (02) 3. Drive stations for rapping gear (05) 6. Slide Bearing (11) 12. 3. Corona Discharge . Guard Plates (12) 13. Insulator Cubicle (04) 5. makin rendah resistifitasnya. Gas Distribution Shields (15). Collecting rapping gear (07) 8. 2006): 1.

Partikel debu yang telah terkumpul pada collecting plate kemudian mengalami proses rapping yaitu proses pembersihan plat kolektor dari partikulat yang menempel. Sebagian daripada muatan tersebut tersusun kembali dan akan berkontribusi terhadap adanya kohesi dan adhesi antar molekul untuk tetap memegang partikel melekat pada collecting plate. 5. Partikel yang bermuatan negatif akan bergerak menuju collection electrode bermuatan positif dan kemudian disisihkan. Partikel-partikel yang tetap melekat pada collecting plate disebabkan karena adanya gaya adhesi. Collecting plate disentak pada saat lapisan debu yang terakumulasi memiliki ketebalan antara 0.27 cm. 2006). Pengumpulan Partikel Pada saat partikel bermuatan negatif tadi mencapai collecting electrode yang dihubungkan ke tanah. Efek korona ini akan mengionisasi udara disekeliling kawat dengan pelepasan muatan negatif (elektron) (Anonim. Ionisasi dari molekul gas Proses yang terjadi pada corona discharge kemudian akan membombardir partikel tersuspensi dalam aliran gas menjadi bermuatan negatif. maka hanya sebagian dari muatan tersebut yang akan terbuang (discharge). 2006).Efek ini terlihat dari adanya cahaya biru luminescence disekitar kawat. Muatan tersebut akan meluncur melalui collecting plate ke tanah secara perlahan. Akibatnya lapisan debu tersebut terlepas dari collecting plate (Anonim.08-1.27 cm. Sedangkan partikel-partikel yang baru saja datang dan melekat pada collecting plate disebabkan oleh karena adanya gaya kohesi. . Plat kolektor bermuatan positif karena biasanya dihubungkan dengan tanah (grounding). Hentakan-hentakan rapping yang terperiodik pada collecting plate sangat perlu dipertahankan untuk menjaga agar aliran gas tetap bersih secara kontinu.08 sampai 1. usaha ini akan menambah tingkat efisiensi EP dengan penempelan banyak partikel pada bagian permukaan plat tersebut. 4. Tebal lapisan debu yang diizinkan melekat pada collecting plate berkisar antara 0.

6. maka partikulat menjadi netral. Debu tersebut harus segera di transport secepat mungkin untuk menghindari permasalahan material handling seperti pengerasan dan penyumbatan. Makin tinggi tegangan yang diberikan. 2.2. digetarkan dengan rapping sehingga jatuh ke hopper dengan menggunakan hammer. berpindah. Latihan Pabrik semen akan memasang EP sebagai alat pengendali pencemaran udaranya. Inti dari proses ESP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi. dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan. Partikulat yang terkumpul cenderung membentuk layer (lapisan) (Buonicore dan Davis. Ukuran diameter yang partikel yang boleh lolos ke EP adalah <10 mikron. Laju aliran gas terukur masuk ke settling . Pemberian tegangan ada kaitannya dengan efektifitas kerja presipitator. Proses pemindahan debu yang tertangkap Debu yang terhempas dari collecting plate akan ditampung kedalam sebuah hopper yang sisi-sisinya memiliki kemiringan kira-kira 60° agar memudahkan debu jatuh secara bebas dari puncak hopper ke bukaan pelepasan dibawah hopper. 1992). Partikulat yang terkumpul tadi kemudian digoncangkan. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. Electrostatic Precipitator sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. maka efisiensi bertambah dan resistivitasnya tinggi. Arus ini akan terus bertambah sampai terjadi bunga api.2. 1992).5 m. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000-100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator (Buonicore dan Davis. Sebelum EP dipasang settling chamber sebagai pre-treatment dengan ukuran lebar 4 m. Corona Discharge adalah faktor utama yang mempengaruhi pemberian muatan partikel yang terjadi saat electric field (area antara discharge electrodes dan collecting surface) mencapai nilai tertentu dimana arus telah diterima. Setelah partikulat bermuatan. Penumpukan debu yang tertangkap 7. panjang 15 m dan tinggi 1.

maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. 2.3. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Bagaimana tahap-tahap pengolahan dengan EP? 2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3.6 m3/detik.chamber 0.59% 2.3.89% 70% .3. Apakah maksudnya settling chamber dapat dianggap sebagai pre-cleaner? 2.69% 0% . Dengan data : Berapakan efisiensi penangkapan untuk diameter 10 mikron tersebut ? Jawab : 2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Sebutkan 2 tipe fabric filter yang sering digunakan! 4.3.25. Rangkuman : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Bagaimana prinsip kerja cyclone? 3. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Penutup 2.4. Tes Formatif 1.100% 80% . hitunglah jawaban anda yang benar.1.79% 60% . Aliran udara mengikuti hukum Stokes dengan faktor Cunningham : 1.3.2.

sedangkan terendah adalah settling chamber. cyclone mengandalkan gaya sentrifugal dan gravitasi. Mick. . 2005.http://yosemite.Jnis-jenis alat pengendali kering dimulai dari yang sederhana adalah settling chamber sedang yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. DAFTAR PUSTAKA ______.flsmidth. http://yosemite.pdf. and Pompelia. New York: Van Nostrand Reinhold Company. Settling chamber dianggap sebagai pre cleaner karena efisiensinya cukup rendah untuk partikel ukuran kecil (<20 mikron). 3. Air Pollution Control Tecnology..epa. Efisiensi tertinggi dicapai EP disusul fabric filter. 1978. Fabric Filter Operation Review. 2. diakses pada 27 Desember 2005 ______.pdf.gov/oaqps/eogtrain. 1995. Jerry. Settling chamber hanya mengandalkan gaya gravitasi. pengumpulan partikel. Cyclone bekerja dengan 2 gaya yaitu sentrifugal yang dihasilkan dari inlet tangensial dan gaya gravitasi setelah partikel tertumbuk di dinding alat.com/flsmidth+airtech/english/contact/brochures/produc t+brochures/fabricfilterfabriclean. Joseph.nsf/DisplayView/SI_412A_05?OpenDocument. difusi. 2005. ionisasi molekul gas. 2.3. Tahapnya : entering gas. PTP Indarung V Beachler. 25 Februari 2006 ______.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. corona discharge. particle charging. http://www. Sehingga alat ini sering digunakan sebelum alat pengendali utama seperti cyclone.epa.. diakses pada 30 Desember 2005 Bethea. Fabric Clean Pulse-Jet Fabric Filter. USA : North Carolina State University. gravitasi dan EP dengan gaya elektrostatik dan gravitasi. Robert. penumpukan debu yang tertangkap serta proses pemindahan debu tertangkap.gov/ 12bles5. fabric filter dengan gaya intersepsi. David S.(2006) . fabric filter. M. EP dan scrubber. Tiap alat pengendali kering memiliki prinsip kerja yang berbeda. Tipe yang sering digunakan adalah reverse-air dan pulse-jet 4.

Mc. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota. Mycock. 3.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang. 1992. datum dan transformasi. John C. Singapore.et al. Davis and Cornwell. C. Illinois. 3. David and Alley.1998. hirarki. CRC Press Inc. 3.1.2.1.1. C. New York: Van Nostrand Reinhold Company.Buonicore and Davis.1. meliputi : sumbu. SENARAI II. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan. Maveland Press Inc.3 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN BASAH 3. irama. Copper.2.1.3. F. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar (100%). GrawHill Company Inc. simetri. Air Pollution Engineering Manual. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. 1995. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota. Air Pollution Control Engineering and Technology.1 Pendahuluan 3.. Introduction to Environmental Engineering. Kompetensi Dasar pembentukan ruang kota .3. 1986.

b. Penyajian 3. 1999): 1. Efisiensi pengumpulan dapat difariasikan. b. Cyclone spray chamber.1 Kelebihan dan Kekurangan Wet Scrubber 1. kekurangan (Cooper & Alley. Dapat menangani debu yang dapat terbakar dan meledak dengan resiko yang kecil. PTP.2.2. Korosi gas dan debu dapat divariasikan. 2. Dapat mengendalikan kabut. Cairan keluar dapat menyebabkan masalah pencemaran air. Prinsip scrubbers adalah mengurangi partikulat/ gas dengan menyerapnya menjadi cairan yang keluar dengan cepat karena sentuhan.2.3. Spray chamber scrubbers. 4. 2. c. Mekanisme sentuhan adalah melalui putaran inersia diikuti penurunan secara gravitasi. 1986): a. Berpotensi tinggi terhadap korosi.7. Kelebihan (Cooper & Alley. 2. e. Dapat mendinginkan gas panas. 2000). c. f. 2. 3. . Kebanyakan partikel halus akan melekat pada tetesan cairan jika bersentuhan (Nevers. Partikel terkumpul dapat terkontaminasi dan dapat tidak bisa digunakan kembali. Uraian Nova Wet Scrubber Scrubbers adalah alat pengumpul partikulat yang sangat halus pada tetesan cairan.1. Venturi and jet scrubbers.7. 1986): a.2. Orifice scrubber and wet impingement scrubber. Menyediakan absorpsi gas dan pengumpulan debu pada satu unit. d.2 Tipe-Tipe Scrubbers (Dep.

4. Low Energy Scrubber dan Spray Tower Scrubber. Latihan 3.4. Sumber: Anonim 2005 Gambar skematik dan instalsi wet scrubber di lapangan 3. Tindak Lanjut 3.3.2.3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA .3. Umpan Balik 3.3.1.3.2.3.3. Tes Formatif 3. Penutup 3.2. Rangkuman 3.Gambar 2.

Illinois.4 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN LAIN 4. F. David and Alley. datum dan transformasi.1. 4.1. simetri.1. Air Pollution Control Engineering 2nd Edition.1 Pendahuluan 4. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition.1. C. meliputi : sumbu. C. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang.Copper. 1986. GrawHill Company Inc. Penyajian 4. Mc. 4.3. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota. Maveland Press Inc. 4. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan.2. irama. hirarki.2. 2000. Noel De.3. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar 9(100%). Kompetensi Dasar 4. Singapore.2.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang. SENARAI II.1. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota.2. Nevers.1. Uraian pembentukan ruang kota .

HC. Berikut secara garis besar pengendalian emisi gas tersebut : Kontrol SOx Pengendaliannya juga dilakukan di sumbernya sehingga mengefisienkan pengendalian akhirnya. SO4. Contohnya dengan gasifikasi batubara. NO2. CO. Cakupan kontrolnya adalah sebagai berikut : Konversi bahan bakar ke rendah kandungan sulfurnya Contohnya memilih gas alam yang rendah kandungan sulfurnya. Bahkan ada yang hanya memiliki emisi gas tanpa partikulat sehingga pengendalian ini penting untuk diaplikasikan. ekstrasi pelarut Pembuatan cerobong yang tinggi Mereduksi konsentrasi di bagian bawah (ground level concentration). Desulfurisasi gas sisa (flue gas desulfurization) Pembuatan asam sulfat dari SO2 Reaksi – reaksi yang terjadi : SO2 + 1/2O2 SO3 + H2O Kontrol NOx Adapun pengendalian terhadap NOx hampir sama dengan kontrol SOx yaitu : Penerapan pembakaran di luar kondisi stoikiometris SO3 H2SO4 .Pengendalian emisi gas Beberapa instalasi pencemaran udara juga dilengkapi pengendalian emisi gas yang ikut dikeluarkan dengan partikulat. F. Cl. Catatan : bukan satu-satunya solusi untuk alat kontrol. Implikasi : biaya lebih mahal dan kelayakan bahan bakar berkurang Desulfurisasi Penyisihan sulfur dari bahan bakar. Pengendalian emisi gas ditujukan untuk mengendalikan gas-gas yang termasuk pencemar seperti tercantum dalam PP.41 Tahun 1999 yaitu : SO2.

Pembatasan penambahan oksigen selain untuk bahan bakar. stabilitas kimia. hasil penyisihannya sulit direcovery. gas –gas mengalir melalui lubang-lubang pada pelatnya. Kerugian absorber : korosif. Dua jenis absorber yang umum dipakai adalah plate absorber dan packed tower absorber. kekentalan (viscosity). . Sementara untuk packed absorber menggunakan packing material. melembabkan gas yang keluar. Keuntungan absorber : dapat dipakai untuk gas dengan suhu tinggi. Parameter desain absorber meliputi : jumlah pancaran. toksisitas dan biaya (kalau bukan pelarut air). diameter dan tinggi menara. Plate absorber menggunakan pelat-pelat horizontal yang dipasang pada menara absorber. tingkat korosif. Desain umum absorber seperti halnya wet scrubber. efisiensi maksimum tercapai bila : Tersedianya daerah kontak yang luas Terjadinya pencampuran yang baik antara gas dan cairan Tersedianya waktu kontak yang cukup antar fase Tingkat solubilitas yang tinggi dari polutan ke absorbent Jadi parameter yang harus diperhatikan : kelarutan gas. tidak memakan tempat. meminimalkan terjadinya kebakaran. Mekanisme : terjadi kontak yang sangat tinggi antara campuran gas dengan cairan sehingga sebagian besar gas-gas terlarut dalam cairan. Dalam desain absorber. menimbulkan masalah meteorologi. sehingga membatasi terbentuknya NO dan NO2 Adapun beberapa metode/mekanisme penyisihan emisi gas adalah : Absorpsi Definisi : penyisihan kontaminan gas dari suatu proses dengan melarutkan gas ke cairan. volatilitas gas. karena pada dasarnya pada penyisihan partikulat dengan wet scrubber polutan gas yang diemisikan juga ikut disisihkan.

maka proses adsorpsi akan semakin tinggi Kecepatan gas : semakin tinggi kecepatan akan menurunkan waktu kontak kontaminan dengan adsorbent sehingga menurunkan tingkat adsorpsi Kandungan partikulat : adanya partikulat akan menurunkan efisiensi proses adsorpsi.Adsorpsi Proses adsorpsi menempelkan satu atau lebih kontaminan gas ke permukaan padatan. silica gel . Adsorbent biasanya merupakan padatan yang memiliki porositas yang tinggi. Mekanisme : melekatnya gas-gas pada permukaan padat atau cair (adsorbent) akibat perbedaan konsentrasi. Jenis-jenis adsorbent yang dipakai : karbon aktif. activated alumina. sehingga proses adsorpsi berlangsung pada bagian internal padatan tersebut. Metode regenerasi : Injeksi udara panas ke dalam absorber kemudian dikondensasi. Jenisnya ada 2 : Adsorpsi fisik : hasil dari gaya-gaya tarik intermolekul antara adsorbent dengan material yang diserap Adsorpsi kimia : hasil interaksi kimia antara bahan adsorbent dengan material yang diserap Faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi : Temperatur : semakin tinggi suhu semakin menurunkan adsorpsi gas polutan Tekanan : semakin tinggi tekanan.

.Gambar Skematik Instalasi Adsorber (US EPA. 1991) Kondensasi Mekanisme : Konversi gas atau uap menjadi cairan melalui penurunan suhu dan atau penaikan tekanan. Tipenya : Kondenser kontak langsung : medium pendingin dengan uap-kondensat saling kontak dan bergabung Kondenser kontak tak langsung : medium pendingin dan uap-kondensat dipisahkan oleh suatu area permukaan Kondenser biasanya digunakan sebagai pre-treatment bagi alat kontrol gas lain karena dapat mengurangi volume gas yang harus diolah.

Dengan pembakaran sempurna akan didapat perubahan hidrokarbon menjadi CO2 dan air. limbah dan bahan bakar dengan kondisi temperatur yang tinggi. Terjadi oksidasi polutan dari gas yang sudah bersuhu tinggi tadi menjadi produk yang tidak berbahaya Operasi insinerasi bertipe : Otomatis Operator tinggal menyetel tombol on dan off . waktu tinggal yang cukup. namun operasi insinerator mencapai suhu lebih dari 980 C untuk menjamin pembakaran organik yang komplet. Destruksi termal kebanyakan senyawa organik terjadi antara 590 C – 650 C.Gambar Skematik Instalasi Kondenser (US EPA. pengadukan turbulen antar komponen. 1991) Insinerasi Pembakaran sempurna antara udara (oksigen). Ada 2 tahap dalam pembakaran : pembakaran bahan bakar terjadi cukup cepat dan irreversibel serta menghasilkan gas dengan suhu cukup tinggi pembakaran polutan.

2. Tes Formatif 4.3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA . Latihan 4. Penutup 4.1.2.3.3.3. 1991) 4.4.Semi-otomatis Operator harus menyetel input-input yang diminta sistem kontrol melalui tombol-tombol dan valve tertentu Manual Semua kontrol insinerasi disetel secara manual oleh operator kecuali kondisi darurat untuk dimatikan masih bersifat otomatis. Gambar Skematik Instalasi Insinerasi (US EPA. Tindak Lanjut 4.3.3.3.2. Rangkuman 4. Umpan Balik 4.

Handbook: Control Technologies for Hazardous Air Pollutants. 1978. 1991. SENARAI . Research Triangle Park. Technology Transfer Handbook--Industrial Guide for Air Pollution Control. EPA. North Carolina. Environmental Protection Agency.EPA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful