P. 1
Buku-Ajar-Pencemaran-Udara

Buku-Ajar-Pencemaran-Udara

|Views: 4,526|Likes:
Published by kyodri

More info:

Published by: kyodri on Jan 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2013

pdf

text

original

Mata Kuliah SKS Semester Program Studi

: Pencemaran Udara :2 :V : Teknik Lingkungan

Disusun Oleh : Haryono S Huboyo M.Arief Budihardjo

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008

A.TINJAUAN MATA KULIAH 1.Deskripsi Singkat Mata Kuliah Pencemaran Udara merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program strata 1 (S-1) semester IV Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Mata Kuliah ini berkaitan dengan mata kuliah sebelumnya yaitu Satuan Operasi, Mekanika Fluida dan Termodinamika. Mata kuliah ini menjadi pengantar untuk memahami mata kuliah manajemen rekayasa lingkungan, pemantauan dan analisis kualitas udara dan pencemaran udara dalam ruang. Didalamnya dibahas tentang konsep dari pencemaran udara, sumbersumber pencemar, perilaku udara, efek dari zat pencemar terhadap lingkungan, pengaruh, meteorology terhadap penyebaran polutan, model penyebaran dan transport polutan, cara pengambilan sampel kualitas udara, monitoring kualitas udara, teknik kontrol pencemaran udara dan alat-alat yang digunakan untuk mengontrol pencemaran udara. 2. Relevansi ( Kegunaan) Dalam merancang pengelolaan kualitas lingkungan, pengelolaan kualitas udara termasuk dalam parameter penting yang harus ditinjau. Berbagai aktivitas manusia baik di dunia industri, perdagangan maupun domestik banyak yang mengemisikan polutan udara. Untuk itu perlu dikaji oleh mahasiswa tentang besaran pencemaran udara yang ditimbulkan. Identifikasi pencemar merupakan langkah awal dalam pengelolaan kualitas udara ini. Tentunya pemahaman tentang klasifikasi pencemar, transport dan transformasi pencemar menjadi pengetahuan yang wajib dimiliki pada awal perkuliahan. Di dunia nyata, faktor meteorologis biasanya sudah tersedia oleh BMG, sehingga dengan pemahaman tentang faktor ini akan mempermudah tentang analisis kualitas udara. Monitoring sampel udara dan pemodelan pencemaran udara perlu dikuasai untuk memahami analisis distribusi pencemaran sebagaimana dalam perkiraan dampak terhadap kesehatan (mata kuliah Ekotoksikologi dan Pencemaran). Langkah-langkah pengendalian (basah-kering) menjadi keahlian

yang wajib dimiliki untuk melakukan analisis terhadap pemenuhan baku mutu dan dampak kesehatan. 3.1 Standar Kompetensi Mata kuliah ini mendukung pencapaian kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya dalam struktur kurikulum Jurusan Teknik Lingkungan FT Undip. Diharapkan mahasiswa yang telah menempuh kuliah ini akan mampu berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan. 3.2 Kompetensi Dasar (Tujuan Instruksional Umum) Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena pencemaran udara, menjelaskan aspek dasar meteorologi dalam fenomena pencemaran udara menggambarkan isu monitoring pencemaran udara menginventarisasi berbagai metode pengendalian pencemaran udara. 3.3 Indikator Indikator keberhasilan mahasiswa dalam setiap pertemuan/bahasan adalah akan dapat : • • • • • • • isu pencemaran udara terkini serta manfaat dan relevansi pencemaran udara di bidang teknik lingkungan. menerangkan jenis-jenis pencemar partikel serta perilaku zat pencemar gas dan partikel di atmosfer dampak keberadaan zat pencemar di udara terhadap cuaca, ekologi berbagai standar peraturan pencemaran udara (regional, nasional dan internasional) analisis sumber pencemar udara serta levelnya, inventory emisi dan kontribusi meteorologi udara di troposfer, microscale, mesoscale, macroscale pencemaran udara pengertian transport, dispersi, transformasi, model dispersi

• • • • •

kedudukan monitoring dalam manajemen kualitas udara (skala mikro, meso dan makro) kedudukan pengendalian dalam manajemen kualitas udara serta distribusi polutan dan gas pembawa metode pengendalian kering (settler, cyclone, EP, fabric filter) metode pengendalian basah (wet scrubber) metode pengendalian lain (absorpsi, adsorpsi, insinerasi)

B.POKOK BAHASAN I KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA I.1 SUB POKOK BAHASAN KARAKTERISTIK ATMOSFER DAN PERANANNYA 1.1 Pendahuluan 1.1.1. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang komposisi bumi secara garis besar dan detail deskripsi atmosfer yang meliputi komposisi, struktur vertikal serta manfaatnya. 1.1.2. Relevansi Di dalam menganalisis perilaku pencemar dari permukaan bumi hingga ke receptor serta model di atmosfer dibutuhkan pengetahuan tentang prinsip dasar atmosfer ini. Untuk pengendalian pencemaran dan penilaian dampak kesehatan terhadap fungsi ekologi terutama manusia, manfaat atmosfer bisa menjadi bahan pertimbangan kebijakan pengendalian yang disusun. Sub pokok bahasan ini merupakan dasar bagi semua mata kuliah yang berhubungan dengan pencemaran udara di tingkat lanjut. 1.1.3.1 Standar Kompetensi

Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang atmosfer dan manfaatnya ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis, mandiri, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena atmosfer, presentasi studi manfaat atmosfer dan tugas mandiri tentang inventarisasi kebijakan dunia demi konservasi atmosfer. 1.1.3.2. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini, mahasiswa akan mampu menggambarkan fenomena atmosfer dan menjelaskan manfaat keberadaan atmosfer bagi kehidupan di dunia.

1.2. Penyajian 1.2.1. Uraian Komposisi Lapisan Bumi Bumi dapat dianggap terdiri dari lima bagian: yang pertama, atmosfer, berupa gas; yang kedua, hidrosfir, berupa cairan; yang ketiga, keempat, dan kelima, litosfir, mantel dan inti, sebagian besar berupa bahan padat. Walaupun komponenkomponen ini dihubungkan dengan secara terpisah dalam sesi ini, mereka masingmasing membentuk sebuah komponen dari sebuah sistem interaktif. Atmosfer adalah lapisan luar yang mengelilingi badan planet yang padat. Meskipun atmosfer memiliki ketebalan lebih dari 1100 km sekitar setengah dari massanya dikonsentrasikan dalam kerendahan 5,6 km. Litosfir, utamanya terdiri dari kerak bumi yang dingin, keras dan berbatu, membentang hingga kedalaman sekitar 100 km. Hidrosfir adalah lapisan air yang dalam permukaan Bumi. Mantel dan inti merupakan bagian dalam bumi yang berat, yang membentuk sebagian besar massa Bumi. Bumi adalah planet ketiga dari Matahari dari mana bumi menerima hampir semua tenaganya. Dikarenakan oleh atmosfernya, bumi merupakan satu-satunya planet yang diketahui mempunyai kehidupan, walaupun sebagian dari planet-planet lainnya memiliki atmosfer dan mengandung air. Kondisi iklim ambien di bumi merupakan hasil dari sejumlah gerakan menuju ruang angkasa. Bumi beserta satelitnya, bulan, juga bergerak bersama-sama dalam sebuah orbit berbentuk ellips mengelilingi matahari. Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur satu kali setiap kira-kira 23 jam 56 menit. Selain dari gerakan-gerakan primer ini, ada komponen-komponen total gerakan bumi yang lainnya. Mereka meliputi : Perubahan waktu siang dan malam (dari timur ke barat); dan Perputaran poros bumi, sebuah variasi periodik dalam iklinasi poros bumi yang disebabkan oleh tarikan gravitasi matahari dan bulan. Karena kemiringan poros bumi yang menuju ke orbitnya sebesar 23½o, maka tampaknya ini yang menyebabkan matahari bergerak antara 23½o lintang utara

Gerakan antara lempengan–lempengan terjadi disepanjang zona yang relatif sempit di mana kekuatan tektonik lempengan berada dalam kondisi paling aktif. Ahli Geologi membedakan sekitar 12 lempengan litosfir besar dan sejumlah besar lempengan atmosfer kecil. yang ditentukan oleh posisi bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Hidrosfir Hidrosfir terdiri utamanya dari lautan. Adalah zona ini. dalam mantel atas. atmosfer yang mendasarinya dipercayai terdiri dari bahan setengah lebur dan panas yang dapat melunak dan mengalir setelah diarahkan ke suhu dan tekanan tinggi selama masa geologis. Ini cenderung mengakibatkan pengalaman-pengalaman musim di berbagai tempat di atas permukaan bumi. Di bawahnya terletak Atmosfer. tetapi termasuk seluruh permukaan air di dunia. Sementara itu litosfir termasuk tanah dan segala kandungannya. Atmosfer adalah lapisan gas yang menyebar dari permukaan lahan ke puncak atmosfer. lapisan bergerak yang secara realtif sempit dan padat. . Banyak wilayah beriklim sedang yang mengalami 4 musim iklim berbeda. Keempat musim tersebut. atau air laut. dan air bawah tanah. yaitu musim dingin. sungai. semi. disepanjang mana diketemukan mayoritas sangat besar kegiatan volkanik dan seismik di bumi. mineral-mineral yang digunakan oleh manusia dan ciri-ciri kegiatan gunung berapi di kawasan rawan. meliputi lautan pedalaman danau. Litosfir Di atas litosfir terletak atmosfer dan hidrosfir. Atmosfer Atmosfer merupakan campuran gas yang melingkungi setiap benda yang berhubungan dengan angkasa (seperti Bumi) yang memiliki medan gravitasi kekuatan cukup untuk mencegah agar gas tidak lolos. Uap air dalam jumlah besar juga pernah ada di dalam atmosfer. panas. dan musim gugur digambarkan melalui perbedaan-perbedaan dalam suhu rata-rata dan panjangnya siang hari.dan 23½ o lintang selatan.

Komposisi Atmosfer Unsur-unsur pokok atmosfer bumi adalah nitrogen (78%) dan oksigen (21%). ozon. uap air dalam jumlah yang bervariasi. siang dan malam masing-masing tetap sekitar 12 jam lamanya di sepanjang tahun. Di kutub. metan. Struktur vertikal atmosfer Studi mengenal sampel udara menunjukkan bahwa hingga ketinggian 90 km di atas permukaan laut. Oleh karena itu musim panas dibelahan bumi utara sama dengan musim dingin di belahan bumi selatan.03%). kripton. serta sejumlah sangat kecil dari hidrogen. dan xenon. neon. Homogenitas relatif ini dipertahankan oleh gerakan terus-menerus yang dihasilkan oleh arus atmosfer yang mencegah kecenderungan gas-gas berat mengendap di bawah gas-gas ringan. lebih banyak sinar matahari dan dianggap sedang mengalami musim panas. komposisi atmosfer sebenarnya sama seperti permukaan tanah.1 dan 1. Belahan bumi yang miring menjauhi matahari mengalami suhu rendah. Perubahan-perubahan suhu dan panjangnya siang hari yang menyertai perubahan musim adalah sangat berlainan di garis lintang yang berbeda.Penyebaran polutan dalam atmosfer bervariasi tergantung pada musim di sebagian besar daerah. Sebaliknya. helium.9%). Perubahan lebih jauh dalam hasil pemanasan adalah karena tebalnya atmosfer melalui mana sinar matahari harus lewat sehubungan dengan sudut insidennya. Musim-musim terjadi karena poros bumi yang miring sehubungan dengan bidang orbitnya mengelilingi matahari. didekat khatulistiwa. siang yang lebih pendek dan sedang mengalami musim dingin. Gasgas atmosfer dalam sisanya yang 1% adalah argon(0. karbonmonoksida. musim panas adalah siang yang panjang dan musim dingin adalah malam yang panjang. .2 di bawah. Unsur-unsur pokok ini lebih lanjut ditunjukkan dalam tabel 1. Oleh karena itu Kutub Utara dan Kutub Selatan masing-masing contong ke arah matahari mengalami siang lebih lama. karbondioksida (0.

016 31.1 Lapisan Atmosfer dan Gradasi Suhu .105 % Dari Volume 78. Gambar 1.7 0.934 + 0.003 33.1 Gas-Gas Permanen Yang Menyatukan Atmosfer Gas Permanen Nitrogen (N2) Oksiigen (O2) Argon (Ar) Neon (Ne) Helium (He) Kripton (Kr) Xenon (Xe) Hidrogen (H2) Metan (CH4) Nitrogen Oksida (N2O) Berat Molekuler 28.Tabel 1.043 44.016 16.5* 10-4 2 * 10-4 (0.032 0 hingga 0.942 20.1 di bawah ini.04) * 10-4 (1.800 131.1) * 10-4 Tabel 1.001 (18.14 + 0.001) * 10-4 0.110 + 0.001 0 hingga 0.192 4.001 0.953 + 0.300 2.01 0 hingga 0.24 + 0.087 + 0.999 39.5 + 0.01) * 10-4 (5.01) * 10-4 (0.000002 Berdasarkan pada suhu.004 20. Atmosfer terdiri dari sejumlah lapisan sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1.2 Gas-Gas Variabel Yang Membentuk Atmosfer Gas Variabel Uap (H2O) Karbondioksida (CO2) Ozon (O3) Sulfur Dioksida (SO2) Nitrogen Dioksida (NO2) % Dari Volume 0 hingga 0.18 + 0.

Mereka termasuk : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari Lapisan atmosfer dari 19 hingga 48 ke atas mengandung lebih banyak ozon. yang dihasilkan oleh tindakan radiasi ultraviolet matahari. dan digambarkan oleh tajamnya penurunan dalam suhu ketika ketinggiannya naik. Troposfir terbentang hingga sekitar 16 km di daerah tropis ( hingga suhu sekitar – 79oC) dan hingga sekitar 9. yaitu troposfir. Manfaat atmosfer Atmosfer melakukan sejumlah fungsi kritis dalam pelestarian kehidupan di bumi. Ini merupakan lapisan di mana terjadi sebagian besar awan dan cuaca sebagaimana kita mengalaminya di bumi. Idaho State University Weather and Climate) Dalam lapisan terendah. Di dalam stratosfir lebih rendah. Karena konsentrasi ion yang secara relatif tinggi dalam udara di atas 80 km. maka lapisan ini yang membentang ke suatu ketinggian sebesar 640 km. radiasi ultraviolet. disebut mesosfir. Di dalam lapisan ozon suhu naik dengan lebih cepat. hampir sama dengan suhu di permukaan bumi lapisan dari 50 hingga 80 km.5 oC per 1000 m. biasanya suhu menurunkan ke atas pada tingkat kecepatan sekitar 5.(sumber : www. Lapisan ozon ini mulai diperdulikan pada awal tahun 1970-an ketika diketemukan bahwa ./kmdbbd/unit1_images.7 km dalam garis lintang cuaca sedang (hingga suhu sekitar –5 o C). Dari penyelidikan-penyelidikan mengenai penyebarluasan dan refleksi gelombang radio diketahui bahwa mulai pada ketinggian 80 km. dan hujan elektronik dari matahari mengionisasi beberapa lapisan atmosfer. Diatas troposfir terletak stratosfir. sinar .. lapisan-lapisan ini memantulkan gelombang radio dari frekuensi tertentu kembali ke bumi. dan permukaan laut.x..physics. menyebabkan mereka menghantarkan listrik.edu/. disebut ionosfir. yang membentang ke sekitar 9600 km.isu. Ini juga disebut termosfir. terutama di atas daerah tropis. batas luar dari atmosfer. Daerah dibawah ionosfir disebut eksosfir.htm. secara praktis sehunya lebih konstan atau sedikit naik seiring dengan ketinggiannya. karena suhunya yang tinggi dalam lapisan ini (naik sekitar 1200o C pada sekitar 400 km).

atau khlorofluorometan . di bawah kondisi yang parah. atau dapat menyerang bahanbahan. orang tua. namun mereka yang paling beresiko adakah anak-anak. Efek buruk pencemaran udara lainnya adalah cedera potensial pada hewan ternak dan tanaman pangan. Uap ini bersirkulasi melalui atmosfer dan dijatuhkan dalam bentuk hujan. air diuapkan dari permukaanair dan daratan dan dilepaskan dari sel-sel hidup. Dibawah sejumlah pengaruh. pekerja yang pekerjaannya memaksa mereka berhadapan dengan bahan-bahan beracun. dapat menyerang secara fotokimia dan menghancurkan ozon stratosfir. . dan orang-orang yang sakit jantung dan paru-paru. Air yang berpindah dari permukaan laut ke atmosfer dan daratan. atau salju. Efek-efek eksposur jangka panjang pada konsentrasi rendah tidak dapat dipastikan dengan baik. naik ke dalam atmosfer dalam jumlah besar. yang melindungi permukaan bumi dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis Gerakan air yang berkesinambungan antara bumi dan atmosfer dikenal sebagai siklus hidrologis. Sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan Pencemaran atmosfer oleh limbah atau produk samping gas.bahan kimia yang dikenal sebagai khlorofluorokarbon (CFC). dimana panas cukup dominan. Kepedulian ini berpusat pada kemungkinan bahwa senyawa-senyawa ini melalui tindakan sinar matahari. dapat mengakibatkan luka-luka dan bahkan kematian. cairan atau bahas padat yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan kesehatan serta kesejahteraan tanaman dan hewan. menurunkan daya penglihatan. Efek ini telah dibahas secara detil pada sesi sebelumnya. perokok pasif. atau menghasilkan bau-bau yang tidak dikehendaki Konsentrasi tinggi bahan-bahan berbahaya dalam kawasan pencemaran yang tinggi dan.

Ketinggiannya sama dengan ketinggian troposfer yaitu 10 km 1. misalnya gunung dan lembah. Sebagai perantara emisi Konsentrasi polutan turun oleh percampuran atmosfer. Sebagai perantara emisi. dan gerakan sistem tekanan tinggi dan rendah dan interaksinya dengan topografi setempat. yang bergantung pada kondisi cuaca seperti suhu. Mengapa suhu memiliki pola gradasi terhadap ketinggian? . atmosfer perlu dilestarikan. kecepatan angin. Sebutkan parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer! 2. Latihan Setelah anda melihat struktur vertikal gradasi suhu terhadap ketinggian seperti gambar dibawah ini. sebuah hubungan dose-response lazimnya digunakan untuk menghubungkan perubahan-perubahan dalam tingkat pencemaran ambien dengan hasil-hasil kesehatan.2. Tes Formatif 1. 1. Penutup 1.2. dimanakah fenomena pencemaran udara terjadi dan pada kisaran ketinggian berapa? Jawab : Dengan melihat gradasi temperatur. maka akan terjadi pemerangkapan polutan dari bumi di daerah suhu troposfer yang karena berakibat perbedaan perbedaan kerapatan atmosfer. Studi bank dunia barubaru ini di Jakarta (Ostro 1994) dilakukan untuk mengestimasikan hubungan dose-response guna memperkirakan hasil-hasil kesehatan di akarta.Untuk pencemaran udara.3.3.1.

Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.79% 60% . Atmosfer berperan dalam siklus musim.59% 1. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.69% 0% .3.3. Rangkuman Atmosfer yang merupakan bagian dari trilogi komposisi bumi (hidrosfer. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. litosfir dan Atmosfer) memiliki peran yang cukup strategis bagi kehidupan di bumi.3. Sebutkan gas apa saja yang cukup berperan dalam mencemari Atmosfer (minimal 4 macam) ! 1. melindungi bumi dari radiasi sinar matahari dan peranannya sebagai sink bagi pencemar-pencemar udara dari bumi. Jelaskan peranan Atmosfer bagi kehidupan di bumi! 4. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. memberikan fungsi kenyamanan bagi kehidupan dari komposisi kimianya.3. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. 1.4.3.89% 70% .2. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.100% 80% . : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . hitunglah jawaban anda yang benar.

Manfaat Atmosfer : Melindungi bumi dari radiasi sinar matahari. Indonesia Soemarno.3.9% volume) 2. diktat kuliah GM ITB. Ardino Purbu. 4.H (1999). ITB.Suhu dapat bergradasi terhadap ketinggian pada dasarnya dipengaruhi oleh komposisi kimia yang ada di tiap ketinggian (dalam hal ini diwakili oleh 4 lapisan).1. 2001.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. CO. Gas pencemar : SOx. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. 3.Parameter gas dominan yang dikandung Atmosfer adalah Nitrogen (78% volume) dan Oksigen (20. sebagai sumberdaya alam yang dibutuhkan untuk pernafasan dan pertumbuhan dan sebagai perantara emisi. CFC DAFTAR PUSTAKA Neiburger. Sri. Jakarta. Ostro (1994) and Resosudamo (1996) presented in the Integrated Vehicle Emission Strategy Workshop October 16-18. Meteorologi Pencemaran Udara. Bandung. sebagaimana terlihat dalam siklus hidrologis. Morris. Keberadaan radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi akan diproses berbeda pada tiap lapisan sesuai dengan kondisi komposisi dominan pada lapisan tersebut. NOx. berperan dalam siklus hidrologis dari atmosfer dan daratan. Penerbit ITB SENARAI . 1995.

3. mahasiswa akan mampu mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan menganalisis besaran dampaknya. presentasi kajian sumber pencemar di sekitar lingkungan sendiri dan kuis tentang karakteristik fisik-kimia partikulat. mandiri. Uraian Pendahuluan Menurut Badan Lingkungan Hidup Dunia. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. 2.2.1. karakterisasi pencemar udara baik partikulat maupun gas 2. proses terjadinya dan identifikasi sumber pencemar udara.2. 1.I. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang definisi pencemaran udara. Penyajian 2.1. kreatif. karakteristik fisik dan kimia dari pencemar udara serta kemungkinan distribusinya di atmosfer.1.2.1.2 SUB POKOK BAHASAN FENOMENA PENCEMARAN UDARA 2. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas fenomena pencemaran udara. Indonesia berada di urutan ketiga negara terpolusi di dunia .1 Pendahuluan 2. 1.2.1.3.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang identifikasi sumber dan karakterisasi fisik-kimia partikulat-gas ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.1. United Nations Environmental Program pada ahun 1992. dibutuhkan pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar. Relevansi Di dalam identifikasi pencemaran udara dan menganalisis dampaknya.

2007).001 -0.5 ppm 1 – 200 ppm 70 – 700 kg/m3 . Berdasarkan pengalaman empiris. hewan.01 – 0.2 Proses Terjadinya Pencemaran Udara Sumber Pencemar Udara Udara di alam tidak pernah bersih tanpa polutan sama sekali. gas. dan uap ke atmosfer dalam jumlah tertentu dan karakteristik tertentu serta dalam waktu tertentu pula yang dapat membahayakan kehidupan manusia. Selain polutan – polutan tersebut. Pencemaran udara didefinisikan sebagai masuknya satu atau lebih kontaminan/polutan seperti debu. Udara Bersih 0.02 – 2 ppm 350 – 700 ppm 5 – 200 ppm 0. G.setelah Mexico dan Bangkok (UNEP. (1994).001 -0. mendefinisikan pencemaran udara adalah sebagian udara yang mengandung satu atau lebih bahan kimia konsentrasi yang cukup tinggi untuk membahayakan manusia. bau.3 Perbandingan Tingkat Konsentrasi antara Udara Bersih dan Udara Tercemar Komponen SOx CO2 CO NOx HC Partikel lain Simpson. 1975): 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor Gambar 1. Secara skematik Pencemaran udara dapat diuraikan dalam 3 komponen dasar seperti diagram di bawah ini (Seinfeld.01 ppm 1 ppm 10 – 20 kg/mm 3 Udara Tercemar 0. tumbuhan. dan menggangu kenyamanan dalam kehidupan. Tyler (1982). 1985). aktivitas manusia juga berperan besar dalam polusi udara (Peavy. Hal ini menunjukkan bahwa kota – kota di Indonesia mengindikasikan pencemaran udara yang cukup tinggi. vegetasi atau material.01 ppm 310 – 330 ppm < 1 ppm 0. asap. perbedaan udara bersih dan tercemar bisa dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 1. Miller. R. hewan.

terbentuk langsung dari emisi yang terdiri dari partikulat berukuran < 10 mikron (PM 10). b. dikelompokkan menjadi 2 golongan. Sementara Peavy (1985) menyatkan bahwa bahan pencemar udara dapat dibagi menjadi polutan alami.3. Karbon monoksida (CO) dan Timbal. Dari pengelompokan tersebut. Sementara polutan partikel dapat digolongkan sebagai partikulat seperti debu. dan partikel . 2002) Wujud Fisik Pencemaran Udara Partikulat Keberadaan partikulat di atmosfer sebagian besar bersumber dari kendaraan bermotor dan industri. selain itu partikulat juga dapat terbentuk di atmosfer dari polutan gas. Gambar 1. merupakan bentuk lanjut dari pencemar primer yang telah mengalami reaksi kimia di lapisan atmosfer yang lebih rendah. yaitu: a. Sulfur dioksida (SO2). nitrat dan sebagainya. garam sulfat.Menurut Warner (1981) pencemaran udara berdasarkan sumbernya. campuran kimia. Polutan primer. sumber-sumber emisi zat pencemar udara secara diagramatis disajikan pada gambar berikut ini. Klasifikasi Sumber Emisi (Sumber : Colls. Efek partikulat terhadap kesehatan dan pengurangan jarak pandang . asap dan gas (polutan gas organik dan inorganik). Nitrogen dioksida (NO2). Yang termasuk kepada kategori pencemar sekunder adalah ozon yang dikenal sebagai oksidan fotokimia. Polutan sekunder.

komposisi kimianya. Gambar 1. Partikel halus (Fine partikel): Partikel berukuran lebih kecil dari 2. Emisi partikulat tidak hanya dapat diemisikan dalam bentuk partikel. 2000). 1975).4 Partikulat Yang Diperbesar Ribuan Kali Sejumlah cara dapat digunakan untuk menunjukkan ukuran partikel. Partikulat dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik (ukuran. tetapi juga meliputi ukurannya. 1980). yang berada dibawah kondisi normal.5 µm . tempat terbentuknya. Deskripsi tentang partikulat tidak hanya meliputi konsentrasinya. dan kecepatan (Crawford. dan bentuk fisiknya. Pada partikulat. . tetapi juga dapat terbentuk dari kondensasi gas secara langsung atau melalui reaksi kimia. bentuk formasi. dll) dan sifat kimia berupa komposisi organik atau anorganik (Hinds C. Partikulat mempunyai ukuran yang mikroskopis atau submikroskopis tetapi lebih besar dari dimensi molekul (Seinfeld. kecepatan mengendap.tergantung pada ukuran partikel dan komposisi kimia yang terkandung didalamnya. Disamping itu untuk partikel nonspheric dinyatakan dengan equivalen spheres. W. massa. yang paling sering digunakan adalah diameter equivalen. Menurut Hinds C. berdasarkan kesamaan volume. kita mengenal beberapa substansi yang berupa fase cair dan padat di atmosfer. yaitu: 1. W (2000) partikel secara umum dapat dibagi kedalam dua bagian.

1985 . smog : hasil reaksi fotokimia yang tercampur dengan uap air. Coarse particle berukuran > 2. Fly ash yang merupakan hasil pembakaran batu bara.001 mikrometer Gambar 1.1 0. Ukuran partikelnya (padat atau cair) < 1 µm.5 µm . Debu (dust) Aerosol padat yang dibentuk akibat pemecahan mekanik material besar seperti dari Crushing dan grounding. Rentang ukuran partikulat dapat diterangkan pada gambar berikut : Dust fly ash Spray fumes smoke mists 1000 100 10 1 0. Ukuran partikelnya kurang dari 1 atau 2 µm. Merupakan gabungan dari smoke dan fog. Definisi ini berbeda dengan yang diketahui secara umum yang didasarkan pada adanya noxious contaminant. Ukuran partikelnya antara submikrometer hingga 20 µm. 4. Ukuran partikelnya dari submikrometer sampai visibel. Menurut Crawford (1980) beberapa istilah yang dapat menggambarkan partikulat berdasarkan pembentukan dan ukurannya adalah sebagai berikut: 1.2.5 Ukuran Partikulat Dalam Mikrometer Sumber : Peavy. Fog : Visible mist. Ukuran partikelnya kurang dari 1 µm. 5. 2. Fume Aerosol padat yang dibentuk dari kondensasi uap atau gas hasil pembakaran. 3. Kabut (Mist) Aerosol cair yang terbentuk dari proses kondensasi atau atomisasi. Fine particle berukuran < 2. Asap (Smoke) Aerosol visible yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna.01 0. Partikel kasar (Coarse partikel): Partikel berukuran lebih besar dari 2.5 µm.5 µm.

2005). pembakaran liar dan reaksi gas-gas alami. Kecuali yang disebut terakhir. Ukurannya berkisar antara kurang dari 1 hingga 10 mikron. Partikulat tersuspensi: kecepatan pengendapannya sangat kecil sehingga jenis ini tetap tersuspensi di udara selama 10-30 hari sebelum tersisihkan melalui deposisi. b. Diperkirakan dari kompleks industri besi baja modern. erosi oleh angin.3 110-370 1. terutama dari pembakaran bahan bakar dan dari industri. proses pertanian.4 Sumber Emisi Partikulat dari Aktivitas Antropogenik di Amerika Jenis Sumber Pembakaran bahan bakar dan proses industri Emisi fugitiv proses industri Emisi fugitiv bukan industri Transportasi Total Sumber : US EPA. Emisi (Teragram/tahun) 10 3. kopling. Pada tahun 1978.3 125-385 Sumber emisi fugitif dari proses industri seperti penanganan. dan rem. proses vulkanis. Sumber transportasi terdiri dari 2 kategori: buangan knalpot kendaraan dan sumber lainnya. yaitu: a.Menurut Seinfeld (1975) berdasarkan kecepatan pengendapan. uap air laut. Partikulat terendapkan: ukurannya lebih besar dari 10 mikron dan lebih berat. Tabel 1. dll) dan sumber transportasi. sumber TSP dari . seperti ban. Sumber emisi alami partikel yang penting termasuk debu tanah. 25 % berasal dari debu fugitif dan 60 % berasal dari debu jalan di dalam kompleks industri. Emisi fugitif dari sumber non industri (pada umumnya disebut fugitive dust) disebabkan dari debu jalanan umum. dan pembakaran. konstruksi. sumber non industri (debu dari jalan. 15 % emisi TSP (Total Suspended Particulate) berasal dari stack. 2005. Emisi partikulat tergantung pada aktivitas manusia. pengisian hingga transfer material. partikulat dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan. semua proses itu terjadi akibat interaksi antara material dan mesin atau angin. Sumber debu fugitif banyak terdapat didaerah pedesaan (US EPA.

1 CH 39. Instalasi pembangkit tenaga listrik dan industri peleburan yang besar pada umumnya mampu mengoptimalkan setiap pembakaran yang ada sehingga dapat mengurangi emisi CO (Cooper & Aley.4 13.0 0. bagaimana perilaku pencemarnya? . Partikulat yang berasal dari mesin.2 CO 65. Keseluruhan TSP dari sumber gerak roda 40 % berukuran < 10 µm (20% < 1 µm) yang komponen utamanya terdiri dari karbon.2. 75 % dari total TSP ini berasal dari kendaraan di jalan raya.1 3.7 NOx 54. sulfat. tidak berbau.3 17.1 8. dan CO. Tabel 1.0 21.4 9. Latihan Identifikasi/perkirakan polutan yang berasal dari sektor transportasi.0 0.0 0. 1986). sebagian besar terbentuk dari timbal halida.1 25.2 21. K.2.6 < 0. Sumber TSP akibat pengereman berukuran < 1 µm dan dibentuk terutama dari asbes dan karbon (US EPA.5 3.2 Σ 47.7 59. Gas CO bersifat tidak berwarna. 2005). dan materi karbon yang berukuran < 1 µm.0 1. Sumber utama gas SO2 adalah pembakaran bahan bakar fosil dari instalasi pembangkit listrik serta beberapa industri lainnya. NOx terbentuk karena ada pembakaran di udara bebas.0 Dust 9. 1986 Satuan SO2 % % % % % % 3.1 8. NO.6 < 0.6 3.2 < 0.0 1.transportasi mencapai 1300000 TG.4 9. dan tidak berasa yang disebabkan adanya pembakaran yang tidak sempurna dari bahan-bahan yang mengandung karbon.6 2. Sumber berasal dari transportasi (sumber bergerak) serta sumber stasioner seperti instalasi pembangkit tenaga listrik.3 62.1 16. NO2.4 13. SO2 dihasilkan dari pembakaran sulfur atau materi lain yang mengandung sulfur.7 14.5 Penyebab dari Emisi di Republik Federasi Jerman (1982) Uraian Lalu lintas Rumah tangga Keperluan lain Industri Industri Semen Total Sumber: Kroboth.4 16.7 27.5 19.1 0.7 1. Polutan gas Beberapa kategori polutan adalah SO2.

Jawab : Emisi yang berasal dari sektor transportasi bisa berasal dari 2 kategori yaitu : dari kendaraan (asap buangan.89% 70% .2.100% 80% . Jelaskan pengertian emisi fugitif! 2. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .3. tetapi jika tingkat penguasaan anda : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Penutup 2.3.3.3.1. sulfat.79% 60% . karbon.59% 2. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.69% 0% . Tes Formatif 1. 2. asbes. Bisa juga berupa gas seperti NOx. ada yang berubah komposisi (bereaksi dengan unsur lain) dan ada yang terevaporasi. Gas dan partikulat ini akan berada di udara begitu terlepas dari sumbernya. Apakah perbedaan polutan yang tergolong primer dan sekunder? 3. ada yang terdeposisi di permukaan yang ada di sepanjang jalan. kopling dan rem) dan luar kendaraan (material jalan).3. Mengapa dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres? 4. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. hitunglah jawaban anda yang benar.HC. Polutannya sangat beragam bisa berupa partikulat yang terdiri atas timbal halida. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. gesekan ban. Jelaskan urutan proses terjadinya pencemaran udara! 2. CO.

3. NO2. Rangkuman Pengetahuan tentang identifikasi sumber pencemar dapat dimulai dari identifikasi polutan primer-sekunder disamping polutan yang bersifat alami dan antropogenik. Sedangkan polutan sekunder merupakan bentuk lanjut polutan primer karena berinteraksi dengan komponen lain di atmosfer contoh ozon (oksidan fotokimia). Dimensi partikulat menggunakan equivalent spheres karena bentuk dan dimensi partikulat tidak beraturan sehingga perlu penyamaan “parameter ukuran” melalui perbandingannya dengan bentuk materi bulat berdasar sifat aerodinamisnya. Partikel/partikulat digolongkan menjadi partikel halus dan kasar dengan sumber yang berbeda pula. . 2.Urutan terjadinya pencemaran udara dimulai dari emisi polutan dari sumber emisi kemudian sebagian terjadi transformasi kimia terhadap polutan dan sampai ke reseptor melalui media atmosfer yang dinamis seperti dalam diagram dibawah : 1 Sumber emisi Polutan 2 Atmosfer Transformasi kimia 3 Reseptor 2. kecepatan aerodinamisnya. nitrat. laju dan komposisi yang berbeda-beda.4. 4.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.3.Emisi fugitif merupakan emisi yang tidak memiliki saluran pembuangan (exhaust) sehingga emisinya lebih tersebar dengan kuantitas. contohnya SO2. Karakteristik fisik partikulat dapat dilihat dari bentuk fisik. Polutan primer : polutan yang kondisinya tidak berubah seperti pertama kali diemisikan dari sumbernya. 3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.belum mencapai 80%. Karakteristik kimia lebih mengemuka untuk polutan gas karena kespesifikan kimianya. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. dan karakteristik kimia partikulat dapat dilihat dari kandungan unsur kimianya. garam sulfat. Polutan gas lebih spesifik untuk tiap senyawanya dan tidak dibedakan secara ukuran karena hampir seragam ukurannya. 2.

Air pollution Control. Illinois. George. Spon Press Tylor & Francis Group. K.DAFTAR PUSTAKA UNEP (2007) http://www. Graw-Hill. Wadsworth Publishing Co. It`s Origin and Control. Simpson. David and Alley. (1981). third edition. (2000). Graw-Hill Publishing Company Ltd. SENARAI . McGraw Hill Inc. Notes on Lectures Devision of Environmental Scienc. Particulate Air Pollution.(1982). Environmental Engineering. Crowford. Air Pollution. (1994). G. www.com.org/tnt-unep/toolkit/Awareness/Tool4/index. C. Martin. Queensland. Xeller. Air Pollution. Living in The Environment. Copper. Zement-Kalk-Gips. Tanggal 15 Oktober 2005. (1980).R. J. Rowe. Maveland Press Inc. Hinds. Donald R. Peavy. London. (1986). Wark. Tyler. Jeremy. F. (1986). Singapore Colls. John. William. (2002). Inc.html Miller. C. California.Gooogle. R. Air Pollution Control Quality. Tchobanoglous. Howard S. Seinfield. New Delhi. Warner. United States Of America. Mc. (1975). Air pollution. Grifith University.unep. (1985). Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. Phisical and Chemical Fundamental. C. Tata –Mc. H and Kroboth. Second Edition. H. Harper and Row.

Pembahasan dimulai dari korelasi pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan.POKOK BAHASAN II PENCEMARAN PERATURAN II. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.1 SUB POKOK BAHASAN ASPEK KESEHATAN PENCEMARAN UDARA 1. maka dapat dilakukan langkahlangkah pencegahan dini di sumber dan optimalisasi penghindaran reseptor dari paparan pencemaran udara yang bersifat akumulatif. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran.1.3.C. 1. presentasi simulasi dampak pencemar di sekitar lingkungan pabrik.1. material dan tanaman. 1.3.2. Relevansi Dengan mengetahui dampak pencemaran udara yang begitu luas bagi kehidupan manusia termasuk terhadap material dan tanaman. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang dampak kesehatan dari pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui diskusi tugas identifikasi dampak pencemaran udara bagi manusia.2. mahasiswa akan mampu menjelaskan dampak pencemaran udara bagi manusia. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman. material dan tanaman. UDARA DITINJAU DARI ASPEK KESEHATAN DAN .1.1 Pendahuluan 1.1.1. 1.

2. cukup sulit. Kesulitan dalam mendeteksi zat pencemar yang dapat menimbulkan bahaya pada konsentrasi yang sangat rendah. antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Uraian Umum Pencemaran udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara. . kanker. penyakit jantung). 6. karena manusia terpapar terhadap sejumlah banyak zat-zat pencemar yang berbahaya untuk jangka waktu yang sudah cukup lama. Dalam waktu pemaparan yang pendek. Kelompok yang terkena terutama bayi. tanah dan material. Kesulitan dalam mengisolasi faktor tunggal yang menjadi penyebab. kerusakan tanaman. Masalah dalam ekstrapolasi hasil percobaan laboratorium binatang ke manusia. perubahan iklim. 3. bronchitis. bronchitis kronik.1. Hal ini karena: 1.1. 5. serta angka kematian. penurunan fungsi ginjal. Catatan penyakit dan kematian yang tidak lengkap dan kurang dapat dipercaya. Jumlah dan jenis zat pencemar yang bermacam-macam. 2. Bukti penting yang telah dikumpulkan menunjukkan bahwa pencemaran udara mempengaruhi kesehatan manusia dan hewan. Interaksi sinergestik di antara zat-zat pencemar. Menelaah korelasi antara pencemaran udara dan kesehatan. 4. Efek Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia Data epidemi menunjukkan bahwa pemaparan partikulat dihubungkan dengan peningkatan terjadinya angka sakit saluran pernapasan. Penyebab jamak dan masa inkubasi yang lama dari penyakit-penyakit (misalnya: emphysema. Penyajian 1. menurunkan tingkat visibilitas dan penyinaran matahari dan pengaruh lainnya (Cooper & Aley.2. orang tua dan golongan berpenghasilan rendah yang biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. 7. 1986).

Sebagai contoh partikulat dengan ukuran > 10 µm dapat disisihkan sebelum masuk saluran pernapasan tetapi untuk yang berukuran < 2 atau 3 µm dapat mencapai paru-paru.5 – 10 µm (Cooper & Aley.2 berikut ini : . Proses clearance debu pada saluran pernapasan dapat dilihat pada gambar 2. Deposisi partikel pada saluran pernapasan b. Alveolar clearance.1 mikron) dapat mencapai alveoli dan akan menyebabkan terjadinya difusi ke dinding alveoli (Goldsmith & Friberg. Mucocilliar clearance dari partikel terlarut mencakup transport partikel menuju saluran pernapasan atas oleh aliran mukosa dan aktivitas silier dalam tracheobronchial compartment dan nasopharyngeal compartment c. masuknya partikel ke dalam tubuh manusia ada dua cara. 1977). yaitu merupakan transportasi partikel dari alveoli ke escalator mucociliar Bahan partikel yang halus dapat mempengaruhi saluran pernapasan dari hidung sampai alveoli. Absorbsi dari proses inhalasi. terutama yang bersifat inhalable. Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tingkat konsentrasi. Partikel yang berukuran sedang agak sukar dikeluarkan. Coarse Particle didominasi oleh adanya dust. sehingga dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi. 1986). Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk melakukan pemantauan kualitas udara. Partikel yang besar dapat dikeluarkan melalui impaksi dari hidung dan tenggorokan. Menurut Anderson (1999).5 µm serta antara 2. tetapi juga oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya. Fine Particle terbentuk dari senyawa sulfat dan senyawa sekunder lain yang mungkin bersifat toksik. prosesnya sebagai berikut : a. Partikel yang berukuran paling keil (diameter 0. 1986). Hal ini dapat menunjukkan pentingnya mengetahui ukuran partikel sebagai pertimbangan. berdasarkan ukuran partikel yang < 2. yaitu : 1.pemaparan partikulat juga meningkatkan timbulnya angka sakit asma (Cooper & Aley.

masuk ke dalam traktus gastrointestinal g :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator. masuk ke dalam traktus gastrointestinal. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe I :Secara lambat. debu dikeluarkan dari alveolar compartment oleh sistem limfe dan ke dalam darah J :Absorbsi debu oleh traktus gastrointestinal dan masuk ke darah .1 Proses Clearance Debu Pada Saluran Pernapasan Sumber : Goldsmith & Friberg Keterangan dan mekanisme : D1 : semua debu yang terhirup D2 : debu yang dikeluarkan melalui pernapasan D3 : debu yang tersimpan dalam Nasopharyngeal compartment D4 : debu yang tersimpan dalam Tracheobronchial compartment D5 : debu yang tersimpan dalam Alveolar (pulmonary) compartment a :debu dari Nasopharyngeal compartment masuk langsung ke darah b :dengan proses mucociliary clearance dari Nasopharyngeal compartment masuk ke traktus gastrointestinal c :debu dari Tracheobronchial compartment masuk langsung ke darah d :dengan proses mucociliary clearance dari Tracheobronchial compartment ke traktus gastrointestinal e :debu dari alveolar compartment masuk langsung ke darah f :debu dari alveolar compartment oleh makrofag ditransfer secara mucociliary escalator. tetapi prosesnya lambat h :Secara lambat.D2 D1 D3 D (a) Nasopharyngeal compartment (b) A (c) D4 (d) Sistem Gastrointestinal R Tracheobronchial compartment D5 A (e) Alveolar (pulmonary) compartment (f) H (h) (i) Limpa (g) (j) Gambar 2.

sehingga kemungkinan masuknya ke dalam paru-paru akan berbeda pula.Berdasar penelitian Price (1994). sifat kimia dan fisikanya. dan paparan yang lama 3. Hubungan yang sebenarnya antara pencemaran udara dan kesehatan atau pun timbulnya penyakit yang disebabkannya sebetulnya masih belum dapat diterangkan dengan jelas betul dan merupakan problema yang sangat komplek. Ukuran partikel. biasanya yang diperlukan kadar tinggi untuk dapat mengalahkan kerja escalator silia. faktor utama penyebab kanker paru-paru adalah rokok. dan lain sebagainya. bentuk. tetapi debu yang ada di udara juga berpengaruh meskipun pengaruhnya kecil. kelembaban. seperti angin. . efek partikulat terhadap paru-paru berbeda dari gas. Walaupun merokok hampir selalu menjadi urutan tertinggi sebagai penyebab dari penyakit pernafasan menahun akan tetapi sulfur oksida. semakin besar kemungkinannya untuk dapat memasuki paru-paru. partikulat. perubahan temperatur Menurut Slamet (1994). kepadatannya. Kadar dan lamanya paparan. asam sulfur. karena ditentukan oleh diameter. baik yang berasal dari kendaraan bermotor. sedangkan ynag lebih besar akan mengendap dengan berbagai kecepatan. Sifat dari debu itu sendiri 4. industri. Semakin lama ia dapat bertahan dalam udara. dan nitrogen dioksida telah menunjukkan sebagai penyebab dan pencetusnya asthma brochiale. Partikulat yang kecil akan lebih lama tersuspensi di dalam udara. Faktor meteorologi. bronchitis menahun dan emphysema paru. Hasil-hasil penelitian di Amerika Serikat sekitar tahun 70-an menunjukkan bahwa bronchitis kronik menyerang 1 di antara 5 orang laki-laki Amerika umur antara 4060 tahun dan keadaan ini berhubungan dengan merokok dan tinggal di daerah perkotaan yang udaranya tercemar. Debu yang bisa menimbulkan penyakit dipengaruhi oleh : 1. yang paling berbahaya adalah yang berukuran 1 sampai 5 µm. karena partikel yang lebih besar tidak dapat mencapai alveoli 2. Terdapat korelasi yang kuat antara pencemaran udara dengan penyakit bronchitis kronik (menahun).

Tingkat III : Konsentrasi di mana mungkin timbul hambatan pada fungsifungsi faali yang fital serta perubahan yang mungkin dapat menimbulkan penyakit menahun atau pemendekan umur (serious level). panca indera. d.1 Pengaruh Partikulat Terhadap Kesehatan Manusia Berdasarkan Ukurannya Konsentrasi ( µg/m3 ) 750 300 200 100 – 130 100 80 . Tingkat I b. Tingkat II : Konsentrasi dan waktu expose di mana tidak ditemui akibat : Konsentrasi di mana mungkin dapat ditemui iritasi pada apa-apa.100 Disertai dengan 715 µg/m SO2 630 µg/m3 SO2 250 µg/m3 SO2 120 µg/m3 SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 Rata-rata Sulfur diatas 30 mg/cm2/mo SO2 3 Waktu Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata 24 jam Rata-rata tahunan Rata-rata tahunan Rata-rata dua tahunan Pengaruh Peningkatan jumlah penyakit yang lebih besar Pasien bronkitis kronis menjadi akut Peningkatan ketidakhadiran pekerja-pekerja industri Peningkatan penyakit pernapasan pada anak-anak Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 tahun Peningkatan angka kematian jika lebih dari 50 sampai 69 tahun Sumber : Peavy (1985) Beberapa cara menghitung/memeriksa pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan adalah antara lain dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. akibat berbahaya pada tumbuh-tumbuhan. jumlah perawatan dalam rumah sakit. Tingkat IV : Konsentrasi di mana mungkin terjadi penyakit akut atau kematian pada golongan populasi yang peka (emergency level). pembatasan penglihatan dan akibat lain pada lingkungan (adverse level). baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun dari data statistik dan epidemiologik hubungan ini dapat dilihat dengan nyata. Tabel 2. WHO Inter Regional Symposium on Criteria for Air Quality and Method of Measurement telah menetapkan beberapa tingkat konsentrasi pencemaran udara dalam hubungan dengan akibatnya terhadap kesehatan/lingkungan sebagai berikut: a. c. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter.Banyak faktor-faktor lain yang ikut menentukan hubungan sebab akibat ini. .

menghambat pertumbuhan dan perkembangan 3. dan kemampuan sensorik 4. Penyakit yang tersembunyi yang dapat memperpendek umur. kebiasaan makan. baik yang akut maupun yang kronis 2. dan sebagainya). Penyelidikan-penyelidikan ini harus dilakukan secara prospektif dan komparatif antara daerah-daerah dengan pencemaran udara hebat dan ringan. secara umum efek pencemaran udara terhadap individu atau masyarakat dapat berupa : 1.jumlah morbiditas pada anak-anak. Rasa tidak nyaman (bau) Partikel sebagai pencemar udara mempunyai waktu hidup yaitu pada saat partikel masih melayang-layang sebagai pencemar di udara sebelum jatuh ke bumi. data meteorologik. massa jenis partikel serta arah dan kecepatan angin yang bertiup. Kemunduran penampilan. Mengganggu fungsi fisiologis dari paru. dan aktivitas belajar 5. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. Sakit. Penimbunan bahan berbahaya dalam tubuh 7. Sedangkan kecepatan pengendapannya tergantung pada ukuran partikel. Waktu hidup partikel berkisar antara beberapa detik sampai beberapa bulan. dengan juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh (misalnya udara. Tujuan studi ini juga diarahkan pada perhitungan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh pemaparan polutan. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. aktivitas motorik. Iritasi sensorik 6. misalnya pada aktivitas atlet. . transport oksigen oleh hemoglobin. paru dan sebagainya. Menurut Goldsmith & Friberg (1977). syaraf. merokok. Bahan pencemar udara yang ada di atmosfer dapat menyebabkan kelainan pada tubuh manusia. Studi tentang pencemaran udara ditujukan untuk mengontrol sumber polutan sehingga dapat mengurangi konsentrasi pencemaran udara ambien hingga tidak membahayakan kondisi lingkungan.

Disamping itu ada jumlah sedikit gas klorin. dimulai dari penurunan tingkat pertumbuhan hingga kematian tanaman (Cooper & Aley. Contoh dampak ini adalah rusak kulit.2. hidrogen klorida. EPA. iritasi tenggorokan.2.Efek Pencemaran Udara Terhadap Material dan Tanaman Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi. Senyawa pencemar yang diketahui sebagai phytoxicants adalah SO 2 . Ozon sangat efektif dalam mempercepat proses korosi karet (Cooper & Aley. dapat dilihat dari daunnya. Dampak yang kurang serius bersifat mudah pulih (reversible). serta etana. 1986). amonia. 1986). Dampak yang bersifat serius . 1. batuk. Jawab : Gambar tersebut menjelaskan menjelaskan tingkatan resiko yang mungkin timbul akibat pencemaran udara bagi kesehatan dari yang kurang serius sampai yang paling serius. Kerusakan yang ditimbulkan. Tingginya kadar asap dan partikulat dihubungkan dengan terjadinya proses korosi antara pelapis dan struktur material dengan senyawa asam atau alkalin. Latihan Jelaskan pengaruh terhadap kesehatan dari adanya pencemaran udara seperti tercantum dalam gambar di bawah ini : Sumber : U. kemudian akan merusak klorofil dan menghambat fotosintesis tanaman. terutama sulfur dan materi korosif. sakit kepala dan pusing. Secara umum polutan akan masuk ke tubuh tanaman melalui proses respirasi.S. 1991. tidak merusak dan tidak mengancam nyawa. dan merkuri. Peroxyacetyle Nitrate (PAN-hasil proses fotokimia pada smoge).

1.100% 80% . kanker.3. data apa saja yang perlu diketahui dalam survey! 4. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.69% 0% . Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Jelaskan dalam studi epidemiologi. Sebutkan parameter lain yang mempengaruhi besaran dampak pencemaran disamping faktor konsentrasinya. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Sebutkan pengaruh utama pencemaran udara terhadap material! 1.3. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.79% 60% .3. hitunglah jawaban anda yang benar.3.3. Tes Formatif 1.1. Penutup 1. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.59% 1. 2. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. kerusakan sistem saraf dan kelainan janin.89% 70% . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Sebutkan parameter dari debu yang berpengaruh terhadap timbulnya penyakit! 3.seperti kerusakan ginjal dan lever.2. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.

2. Air Pollution Control. A Design Approach. Partikulat dengan kandungan logam-logam berat lebih berbahaya dibanding partikulat dengan kandungan organik yang mudah terurai. DAFTAR PUSTAKA Cooper. F.4. jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut. jumlah morbiditas pada anak-anak.1.C (1994).5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. United States. JD Wilson and FC Hiller (1990). paru dan sebagainya. Rangkuman Pokok bahasan ini menjelaskan tentang deteksi pencemaran udara dihubungkan dengan dampak kesehatan. Second Edition. sifat dari debu itu sendiri. Pembahasan dimulai dari pencemaran udara dengan insidensi gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan diulas mendalam terutama dari pencemar partikulat karena efek keterhirupannya ke saluran pernafasan berdasar ukuran. Studi tersebut bersifat prospektif dan komparatif dilakukan dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas. jumlah perawatan dalam rumah sakit. Parameter tersebut adalah ukuran partikel. Dampak pencemaran udara juga dibahas terhadap material dan tanaman. Anderson PJ. Vol 97. C David & Alley. Pencemaran udara berpengaruh pada material dengan proses soiling atau korosi.5 – 10 µm ). faktor meteorologi 3.3. Potensi pengaruh partikulat terhadap kesehatan juga ditentukan oleh kondisi fisik dan kimia yang terkandung di dalamnya. kadar dan lamanya paparan. 1.5 µm ) lebih mudah mencapai paru-paru dibanding partikulat kasar (antara 2. jumlah sertifikat/surat keterangan dokter. 1115-1120. Waveland Press. Chest. jumlah morbiditas anggota-anggota tentara penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung. Inc. American College of Chest Physicians .3. 4. Partikulat halus (< 2.

Environmental Engineering. Kesehatan Lingkungan.1.2 SUB POKOK BAHASAN PERATURAN STANDAR PENCEMARAN UDARA 2. 2. Rowe. Air Pollution and Health Risk. Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia. In Air Pollution (edited by Sten A. sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara. T (1977). Effects of air pollution on human health.Gov/Ttn/Atw/ 3_90_022.Price. Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia.2. http://Www. and Friberg L. Relevansi Dengan mengetahui berbagai aturan pencemaran udara baik dalam skala lokal. R. Jakarta Peavy. Juli Soemirat (1994). McGraw-Hill Book Company Slamet. Deskripsi Singkat Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding. . Sylvia. (1991). SENARAI II.1. Donald R. Vol. George Tchobanoglous (1985).1. Howard S.Epa. Wilson (1994) Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Buku 2 Edisi 4. II.1 Pendahuluan 2.). Universitas Gadjah Mada Press Goldsmith J. C. A and Lorraine M. nasional dan internasional maka siswa akan memiliki informasi yang dapat diperbandingkan dan dijadikan acuan dalam pembahasan pengelolaan pencemaran udara untuk skala lokal dan nasional. accessed 27 Desember 2005.Html. Penerbit Buku kedokteran EGC. third edition USEPA.

anak serta lanjut usia dan secondary standards yang melindungi kesejahteraan publik seperti jarak pandang. mahasiswa akan mampu menjelaskan berbagai peraturan pencemaran udara terutama di Indonesia. Penyajian 2. 2. mandiri.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang regulasi/peraturan pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. Clean Air Act yang diundangkan tahun 1990 diturunkan dalam bentuk National Ambient Air Quality Standards (40 CFR part 50) oleh EPA. Clean Air Act terdiri atas 2 tipe standar yaitu Primary standards yang mengatur batasan untuk melindungi kesehatan publik termasuk yang berkategori golongan “sensitif” seperti penderita asma. Contoh konvensi yang telah ada yaitu : a. Di Amerika menganut sistem common law.2.2. tanaman.2. tugas mandiri pengelompokan peraturan. Konvensi Stockholm Tetapi jika pencemaran udara yang terjadi tidak berdampak pada Negara lain.1.1. Kyoto protocol b. Uraian Peraturan di Negara-Negara Maju Peraturan yang mengatur tentang pencemaran udara secara internasional merupakan hasil konvensi dunia. 2. kreatif. kerusakan ke pertanian. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui diskusi tugas identifikasi dan analisis peraturan pencemaran udara.1. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.2. . perturan yang digunakan merupakan peraturan yang berlaku di Negara itu sendiri. yaitu hukum – hukumnya tidak dibukukan dan hanya mengandalkan putusan dari hakim. Konvensi Wina c.3.3. hewan dan bangunan. Peraturan secara internasional ini digunakan jika terjadi pencemaran udara yang melibatkan beberapa Negara atau lintas Negara.

08 ppm (1997 std) 0.15 µg/m3 (2) 1.5 µg/m3 0.5) 35 µg/m3 Ozone 0.5 ppm 3-hour (1) Annual (1300 (Arithmetic Mean) (1) µg/m3) 24-hour Di Inggris sudah diadopsi Clean Air Act 1993 CHAPTER 11 Statutory Instruments 2007 No.2 National Ambient Air Quality Standards di Amerika Pollutant Carbon Monoxide Primary Standards Level Averaging Time 9 ppm (10 mg/m3) 35 ppm (40 mg/m3) 0. 64 serta The Air Quality Standards Regulations 2007 Made 15th January 2007.075 ppm (2008 std) 0. Trichloroethylene. Tetrachloroethylene and Dichloromethane dan Environmental Quality Standards for Dioxins yang dikeluarkan oleh Ministry of the Environment Government of Japan. Environmental Quality Standards for Benzene.0 µg/m3 Matter (PM2.12 ppm Sulfur Dioxide 0.03 ppm 0.Tabel 2. .053 ppm (100 µg/m3) 150 µg/m3 8-hour (1) 1-hour (1) Rolling 3-Month Average Quarterly Average Annual (Arithmetic Mean) 24-hour (3) Annual (4) (Arithmetic Mean) 24-hour (5) 8-hour (6) 8-hour (7) Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Same as Primary Secondary Standards Level Averaging Time None Lead Nitrogen Dioxide Particulate Matter (PM10) Particulate 15.14 ppm Same as Primary 1-hour (8) (Applies only in limited areas) 0. Jepang menerapkan Environmental Quality Standards in Japan Air Quality yang meliputi Environmental Quality Standards.

2004) : 1 UU No.141/2003 tentang Standar Emisi untuk Tipe Baru dan Produksi Masa Kini Kendaraan Bermotor 10 KepMen KLH No.252/2004 tentang Keterbukaan Informasi baik Sumber Tidak Bergerak dan Sumber Bergerak 11 KepMen KLH No. peraturan di indonesia tidak kalah dengan peraturan di amerika.KEP/MENLH/1995 tentang Emisi Sumber Tidak Bergerak 6 Kep Kepala Bappedal No.Peraturan Pencemaran Udara di Indonesia Dari segi ketentuan atau peraturan. dimana hukum. 205/1997 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara dari Sumber Tidak Bergerak 7 KepMen KLH No. 50/96 tentang Standar Tingkat Kebauan .hukumnya dibukukan ke dalam Undang – Undang. Peraturan yang ada di Indonesia merupakan peraturan yang berkiblat pada Eropa karena masa lalu Indonesia yang pernah dijajah oleh Belanda.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan 2 PP No. Meratifikasi adalah memasukkan ketentuan asing.41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara 3 KepMen KLH No. Sistem yang dianut oleh Indonesia adalah sisil law.107/1997 tentang Perhitungan dan Pelaporan Informasi PSI 5 KepMen KLH No. Caranya adalah dengan membuat UU mengenai ratifikasi ketentuan – ketentuan tersebut.35/93 tentang Standar Emisi untuk Kendaraan Bermotor 9 KepMen KLH No. Peraturan yang ada di Indonesia yang mengatur tentang pencemaran udara diantaranya yaitu (Tamin. Karena undang undang lingkungan di indonesia sangat bagus. Bedanya pada aplikasi peraturannya saja.129/2003 tentang Standar Emisi untuk Kegiatan Minyak dan Gas 8 KepMen KLH No. negara maju lebih responsif daripada di Indonesia.45/1997 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara 4 Kep Kepala Bappedal No.Indonesia telah meratifikasi hukum yang ada. biasanya berupa konvensi atau traktat (perjanjian).

dan Gubernur. yang meliputi:baku mutu udara ambien.5* TSP (Debu) Pb(Timah Hitam) Dustfall (Debu Jatuh) Waktu Pengukuran 1 Jam 4 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 24 Jam 1 Thn 1 Jam 1 Thn 3 Jam 24 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 24 Jam 1 Jam 30 Hari Baku Mutu 900 ug/Nm 365 ug/Nm3 60 ug/Nm3 30.000 ug/Nm3 10. pemberitahuan keadan darurat oleh Menteri jika cemaran pada udara membahayakan. penanggulangan dan pemulihan akibat pencemaran udara.Vol Hi – Vol Hi .PP NO 41 tahun 1999 ini memuat tentang definisi dari pencemaran udara.Vol Hi – Vol Hi – Vol AAS Cannister 7 8 9 . status mutu udara ambien. Setelah perlindungan. baku mutu emisi dan ambang batas. misalnya pengertian mengenai udara ambien.dan hal – hal yang terkait dengan pencemaran udara. Kemudian dibahas mengenai langkah-langkah perlindungan mutu udara. yaitu pengendalian terhadap pencemaran udara yang meliputi pencegahan pencemaran udara untuk persyaratan penataan lingkungan hidup.3 Baku Mutu Udara Ambien Nasional Parameter 1 2 3 4 5 6 SO2 (Sulfur Dioksida) CO (Karbon Monoksida) NO2(Nitrogen Dioksida) O3 (Oksidan) HC (Hidro karbon) PM10 (Partikel <10 um) PM 2. tingkat gangguan. Pihak – pihak yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran udara akan dikenai sanksi dan ganti rugi yang ketentuannya dijelaskan dalam PP ini. pihak berwenang yang terkait seperti Mentri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup. Selain itu juga terdapat lampiran baku mutu udara ambien nasional seperti tercantum di bawah ini. Tabel 2.000 ug/Nm3 400 ug/Nm3 150 ug/Nm3 100 ug/Nm3 235 ug/Nm3 50 ug/Nm3 160 ug/Nm3 150 ug/Nm3 65 ug/Nm3 15 ug/Nm3 230 ug/Nm3 90 ug/Nm3 2 ug/Nm3 1 ug/Nm3 10 Ton/ Km2/ Bulan (Pemukiman) 20 Ton/Km2/ Bulan (Industri) 3 Metode Analisis Pararosanilin NDIR Saltzman Chemilumine scent Flame Ionization Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Gravimetric Ekstratif Pengabuan Gravimetric Peralatan Spektrofotometer NDIR Analyzer Spektrofotometer Spektrofotometer Gas Chomatogarfi Hi . indeks standar pencemar. baku mutu udara ambien.

Dalam peraturan pencemaran udara di Amerika. Industri Pembuatan Asam Sulfat 2.1. Penutup 2. Tes Formatif 1.Parameter 10 11 12 13 Total Fluorides (as F) Fluor Indeks Khlorine dan Khlorine Dioksida Sulphat Indeks Waktu Pengukuran 24 Jam 90 Hari 30 Hari 24 Jam 30 Hari Baku Mutu 3 ug/Nm 0. Mengapa dalam peraturan tersebut untuk suatu rentang waktu persyaratan paparan yang lebih rendah. parameter PM2. hewan dan bangunan.2. Dalam baku mutu udara ambien nasional. 2. maka batas konsentrasinya parameter yang terkait menjadi lebih tinggi? 3. Latihan 1. sedang secondary standards untuk melindungi kepentingan publik termasuk tanaman. apakah kegunaan primary standards dan secondary standards? Apakah Indonesia dapat mengadopsinya? Jawab : Primary standards digunakan untuk melindungi kesehatan manusia (publik).5 baru diberlakukan pada tahun 2002. Indonesia belum/tidak mengadopsi primary dan secondary standards karena kebutuhan pengendalian pencemaran masih untuk kategori primer dan peraturan ke kepentingan publik diserahkan ke kebijakan tiap instansi dan pemerintah daerah yang bersangkutan.2.3.5 ug/Nm3 40 ug/100 cm2dari kertas limed filter 150 ug/Nm3 1 mg SO3/100 cm3 Dari Lead Peroksida 3 Metode Analisis Spesific ion Electrode Colourimetric Spesific ion Electrode Colourimetric Peralatan Impinger atau Continous Analyzer Limed Filter Paper Impinger atau Continous Analyzer Lead Peroxida Candle Catatan : (*) PM25 mulai diberitahukan tahun 2002 Nomor 10 s/d 13 Hanya berlakukan untuk daerah/kawasan Industri Kimia Dasar Contoh : Industri Petro Kimia. Bagaimana konsekuensinya? .3. Sebutkan 3 konvensi dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara! 2.

4. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. 2. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang regulasi/aturan yang digunakan dalam mengendalikan fenomena pencemaran udara. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . hitunglah jawaban anda yang benar. metode pengukuran parameter-parameter juga dicantumkan? 2. kemudian gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.4.2.59% 2. Rangkuman Setelah mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara.3. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.3. namun juga dilengkapi secara garis besar peraturan tentang polusi udara di negara maju sebagai pembanding.89% 70% . Mengapa dalam baku mutu udara ambien nasional. Tentunya sebagai bahan referensi adalah kesehatan manusia.100% 80% .3.79% 60% .69% 0% . Aturan yang akan dibahas tidak hanya yang ada di Indonesia. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.

Konvensi tersebut adalah : a. DAFTAR PUSTAKA Clean Air Act USA Clean Air Act UK Japan Environmental Quality Standards Tamin. Assistant Deputy for Vehicles Emissions Pollution Control. Konvensi Stockholm 2. Bandung SENARAI . Pihak-pihak yang mengemisikan PM2. paper presented in Training of Trainer BASIC URBAN AIR QUALITY MANAGEMENT CAI Net. Agar terjadi keseragaman untuk perbandingan dengan baku mutu. September 19 – 23. maka metodenya distandarkan. Policy And Regulation Of Air Pollution In Indonesia.5 di udara ambien. Hal ini berhubungan dengan studi dosis-response dimana untuk keterpaparan konsentrasi yang kecil maka manusia dapat bertahan hidup lebih lama demikian sebaliknya 3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.2.5 juga dianjurkan untuk mengukurnya agar tahu kontribusinya terhadap udara ambien. Konsekuensinya mulai tahun 2002 setiap daerah wajib melakukan pengukuran konsentrasi PM2. Ridwan D (2005). Untuk pengukuran suatu parameter sangat banyak metodenya. Konvensi Wina c. 2005. Metode yang dijadikan standar dalam baku mutu merupakan metode yang akurat dan dapat diusahakan di seluruh Indonesia.3. 4. Kyoto protocol b.

1. 1.3. mandiri.1. dilusi. Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara. 1. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara.1. difusi dan dispersi.POKOK BAHASAN III METEOROLOGI DAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA II. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi. adveksi. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer.2.3.2.1. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi. 1. faktor turbulensi di atmosfer.1.1 Pendahuluan 1. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada. peranan angin dalam distribusi polutan.D.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang meteorologi pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis. difusi dan dispersi. . dilusi.1 SUB POKOK BAHASAN METEOROLOGI PENCEMARAN UDARA 1. kreatif. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan.

hidrokarbon. berbagai polutan udara akan melalui berbagai proses.2.2. Proses pengenceran (dilusi) Pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. 1995). Bahkan untuk jarak yang pendek. sehingga membentuk zat pencemar sekunder. bahkan memunculkan jenis polutan baru. Smog sebagai contoh. Proses perubahan (difusi) Zat pencemar selama berada di udara akan mengalami perubahan fisik dan kimia. seperti hujan. Penyajian 1. Pola gerakan atmosfer atau dinamika atmosfer sangat berperan dalam . profil pergerakan udara biasanya akan sangat kompleks. dan energi matahari. Uraian Umum Di atmosfer.1. Proses penyebaran (adveksi) Penyebaran zat pencemar yang diemisikan dari sumbernya ke udara diakibatkan oleh adanya pengaruh down wind.1. Proses penghilangan (dispersi) Zat pencemar di atmosfer akan mengalami penghilangan atau pengurangan karena adanya proses-proses meteorologi. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. Dalam perhitungan harga kecepatan dan arah angin diperlukan sebagai indikasi pergerakan udara di suatu daerah. merupakan hasil interaksi di udara antara oksida nitrogen. Fenomena ini dapat dipelajari dengan atau dari numerical atmospheric diffusion model. peristiwa ini dikenal dengan reaksi fotokimia. Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi. dispersi. Namun alam mempunyai prosesnya sendiri yang secara alamiah dapat mengurangi maupun memindahkan konsentrasi berbagai partikulat tersebut sebagai akibat faktor meteorologi (Neiburger. Baik percampuran antara polutan yang satu dengan yang lain yang pada akhirnya akan meningkatkan komposisi polutan itu sendiri. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi).

dan pemanasan global adalah contoh-contoh dari pengaruh topografi regional dan lokal pada kondisi atmosfer. tekanan pada permukaan tanah. Fenomena skala meso akan terjadi sampai ratusan kilometer dan skala mikro mencapai 10 kilometer. Fenomena ini terjadi sampai jarak ribuan kilometer dan terlihat dengan munculnya area semipermanen bertekanan sedang di atas lautan dan daratan. Pada skala makro. angin lembah. sehingga terjadi gerakan udara horisontal di atmosfer. Transportasi atmosfer vertikal atau konveksi 3. turbulensi dan kestabilan atmosfer. dan gerak rotasi bumi. tetapi dengan adanya gaya Coriolis maka angin akan bergerak tidak sesuai dengan yang seharusnya.penyebaran polutan pencemar yang masuk ke dalam atmosfer (udara ambien). baik difusi molekuler maupun difusi turbulensi. Cahaya bulan. perbedaan temperatur antara atmosfer di kutub dan di ekuator (khatulistiwa). Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara. sistem presipitasi angin. kabut di pantai. akan dibahas di sub bab ini yaitu : sirkulasi angin. Angin lokal terjadi akibat perbedaan temperatur setempat. serta antara atmosfer di atas benua dengan di atas lautan menyebabkan gerakan udara dalam skala yang sangat besar. Perbedaan pemanasan udara menyebabkan naiknya gradien tekanan horisontal. Sirkulasi Angin Angin merupakan udara yang bergerak sebagai akibat perbedaan tekanan antara daerah yang satu dan lainnya. 2. pergerakan angin sangat dipengaruhi oleh temperatur atmosfer. . Transportasi atau pengangkutan zat oleh aliran udara horisontal atau angin. Pada skala meso dan mikro. temperatur. angin laut dan angin darat. Angin bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. Perbedaan ketinggian permukaan tanah mempunyai efek pada kecepatan angin dan arah pergerakan angin. Faktor-faktor dinamika yang mempengaruhi adalah : 1. Oleh karena itu. Difusi. keadaan topografi sangat berpengaruh pada pergerakan angin.

. udara sering kali mengalami percepatan yang kecil dan tekanan rendah sehingga gaya-gaya yang bekerja pada bagian udara pada kasus ini akan berimbang dan gradien arah pergerakan udara sejajar dengan garis tekanan. Di lapisan atmosfer teratas. gaya gravitasi mulai berperan sehingga mengakibatkan perubahan gradien arah pergerakan udara terhadap ketinggian. tiap hari. ada suatu gaya yang harus dipertimbangkan yaitu gaya Coriolis yang ditimbulkan yang ditimbulkan akibat rotasi bumi (gaya ini kadangkadang disebut juga gaya defleksi horisontal). Untuk sebuah daerah. Siklus angin secara global (Sumber: Liu & Liptak. Distribusi frekuensi dari arah angin menunjukkan daerah mana yang paling tercemar oleh polutan. dan dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda. Dengan demikian arah pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke bertekanan rendah tidak tegak lurus lagi.1. efek sirkulasi angin terjadi tiap jam. udara akan mempunyai kecenderungan mengalir langsung dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Di samping adanya gradien tekanan.Gambar 3. Dekat dengan permukaan bumi. 2000) Bila bumi tidak berputar.

yang mana berbentuk grafik (vektor) yang menggambarkan frekuensi distribusi dari arah angin pada berbagai variasi kecepatan yang terjadi pada suatu lokasi dengan waktu tertentu. sehingga bahan polutan yang berada beberapa ratus meter di atas permukaan akan ikut tersebar.67% Gambar 3. Lalu aliran . Bunga Angin (Wind Rose) Adanya perbedaan daerah daratan dan daerah perairan akan mengakibatkan pengaruh formal yang berbeda akibat radiasi sinar matahari.2. Hal ini akan menyebabkan adanya angin laut.3. Arah angin bisanya didefinisikan dengan wind rose. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Skema Angin Darat dan Angin Laut Sumber: Cooper dan Alley.Salah satu hal penting dalam meramalkan penyebaran zat pencemar adalah mengetahui arah dan besarnya kecepatan angin. Pada siang hari. 1986 Setelah matahari terbenam dan beberapa jam pendinginan oleh radiasi.21 SOUTH 11 . arah. kekuatan.17 7 . NORTH 35% 28% 21% 14% 7% WEST EAST WIND SPEED (Knots) >= 22 17 . dan kecepatan. Wind rose adalah sebuah statistik angin yang terdiri dari frekuensi. suhu udara di daratan akan menjadi lebih rendah dibandingkan pada lautan. Perbedaan ini akan menyebabkan perpindahan udara dari laut yang bersuhu rendah ke daratan yang bersuhu tinggi.11 4-7 1-4 Calms: 16. suhu udara di atas laut lebih rendah dibandingkan pada daratan. Angin Laut – Siang Hari Angin Darat – Malam Hari Gambar 3.

Komponen penentu tingkat turbulensi di atmosfer adalah stabilitas atmosfer atau stabilitas udara.8 -1. Turbulensi Secara garis besar.6 -3. baik arah horisontal maupun vertikal.5>γ≥0 0>γ≥-1. yaitu aliran laminar dan aliran turbulen. yang dibedakan dengan huruf A.6>γ U<2 2≤U<3 3≤U<4 4≤U<6 U≤6 A A-B B C C A-B B B-C C-D dD B C C dD dD dD dD dD dD dD nD nD nD nD nD G E nD nD nD G F E E E Sumber : The Study On The Integrated Air Quality Management For Jakarta Metropolitan Area Keterangan dari klasifikasi kelas : A B C D E F G = sangat tidak stabil = tidak stabil = sedikit tidak stabil = netral = stabil = sangat stabil = lebih stabil dari kelas F Secara umum. menyebabkan terjadinya percampuran dalam atmosfer.1. D. Difusi turbulen terjadi pada aliran turbulen. Klasifikasi stabilitas atmosfer Siang Hari Malam Hari Kecepatan Net Radiasi (γ. Tabel 3. Dalam penelitian JICA (1995) dinyatakan bahwa parameter untuk mengetahui stabiltas atmosfer dikemukakan oleh Pasquill dan diperbarui oleh Gifford lalu dimodifikasi oleh Senshu. Turbulensi atmosfer terjadi akibat dari gerakan angin yang berfluktuasi dan memiliki frekuensi lebih dari 2 cycles/hr. polutan-polutan di atmosfer terdispersi dalam 2 cara yaitu melalui kecepatan angin dan turbulensi atmosfer.udara akan berpindah dari daratan yang bersuhu rendah ke lautan yang bersuhu tinggi. C. Hal ini akan menyebabkan terjadinya angin darat. dan F. cal/cm2/h) Angin (m/sec) γ≥30 30>γ≥15 15>γ≥7. .5 7. pola gerakan atmosfer dapat dibedakan menjadi dua macam.8>γ≥-3. Stabiltas atmosfer ini dibagi menjadi 7 (tujuh) kelas stabilitas. B. Klasifikasi dari stabilitas atmosfer dapat dilihat pada tabel berikut ini. E.

Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang bervariasi. 2. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang luas. plume bergerak dengan pusaran kecil dalam garis lurus dan pembesaran pada potongan melintang. hal ini akan merubah gradien kecepatan angin karena ketinggian seperti terlihat pada gambar berikut ini. Pergerakan eddies yang berbeda mengakibatkan perbedaan bentuk penyebaran plume yang diemisikan oleh sumber ke atmosfer. Akibat pergerakan eddies akan menimbulkan pencampuran dan pengenceran konsentrasi zat pencemar di udara. Perbedaan profil kecepatan angin ini juga dipengaruhi oleh faktor kekasaran permukaan. pusaran mekanis Pergerakan eddies (pergerakan pusaran) mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam proses turbulensi. akan membentuk plume berukuran besar dan mempunyai liuk yang besar. baik secara vertikal maupun horisontal. Plume ini akan bergerak pada angin permukaan (down wind) Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. macam bentuk penyebaran plume tersebut adalah sebagai berikut : 1. akan menimbulkan bentuk yang kecil tetapi mempunyai liuk yang lebar 3. Pada malam hari. Penyebaran plume pada pergerakan eddies yang kecil. hal ini merupakan mekanisme yang efektif untuk menghilangkan polutan di udara.Fluktuasi turbulensi terjadi pada arah vertikal dan horisontal. Turbulensi menyebabkan terjadinya aliran udara melalui 2 cara : pusaran thermal dan . akan berbeda. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari.

Dalam keadaan dimana temperatur sekumpulan udara lebih tinggi dari sekitarnya.Gambar 3. Turbulensi yang terjadi tergantung pada temperatur. Gerakan ke bawah akan menghasilkan sekumpulan udara yang lebih hangat dan akan kembali ke elevasi semula. sekumpulan duara itu akan kembali ke elevasinya semula. Udara ambien dan adiabatic lapse rates mempengaruhi terbentuknya stabilitas atmosfer. Keadaan atmosfer dalam kondisi di atas dikatakan tidak stabil (unstable). Perubahan temperatur ini disebut lapse rate. Pada saat udara bergerak turun akan terbentuk aliran udara vertikal dan turbulensi terbentuk. gerakan vertikal akan . Variasi Angin Sesuai Ketinggian Untuk Tingkat Kekasaran Permukaan Yang Berbeda (Sumber: Liu & Liptak. Ketika sekumpulan udara menjadi lebih dingin dibandingkan dengan udara sekitarnya. Dalam kondisi atmosfer seperti ini. maka kerapatan dari udara yang bergerak naik dengan kecepatan rendah lebih kecil daripada kerapatan udara lingkungannya dan udara berhembus secara kontinu. 2000) Temperatur Perubahan temperatur pada setiap ketinggian mempunyai pengaruh yang besar pada pergerakan zat pencemar udara di atmosfer. Di atmosfer sendiri diharapkan akan terjadi penurunan temperatur dan tekanan sesuai dengan pertambahan tinggi.4.

diabaikan oleh proses pendinginan adiabatik atau pemanasan, dan atmosfer akan menjadi stabil (stable). Jika sekumpulan udara terbawa ke atas akan melalui bagian yang mengalami penurunan tekanan dan akibatnya kumpulanan udara itu akan menyebar. Ekspansi tadi memerlukan kerja untuk melawan lingkungannya dan terjadi penurunan temperatur. Biasanya proses ini berlangsung singkat karena itu untuk menganalisanya dilakukan anggapan tidak terjadi transfer panas pada sekumpulan udara yang ditinjau serta sekumpulan udara mempunyai kerapatan dan temperatur sama. Kondisi atmosfer seperti ini dikatakan netral (neutral) dan dikenal dengan lapse rate adiabatic. Ketiga kondisi atmosfer ini terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 3.5 Kondisi Stabilitas Atmosfer
(Sumber: Cooper & Alley, 1994)

Berdasarkan pembagian keadaan yang terjadi di atmosfer maka akan muncul garis dry adiabtic lapse yang membatasi antara keadaan stabil dan tidak seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.6. Hubungan Ambient Lapse Rates Dengan Dry Adiabatic Rate
(Sumber: Liu & Liptak, 2000)

Pembagian keadaan atmosfer itu terdiri dari : 1. Superadiabtic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di atas adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi tidak stabil. 2. Neutral, keadaan dimana 2 lapse rates akan seimbang. 3. Subadiabatic, keadaan dimana ambient lapse rate berada di bawah adiabatic lapse rate dan atmosfer menjadi stabil. 4. Isothermal, keadaan ketika temperatur udara konstan di atmosfer maka ambient lapse rate menjadi nol dan atmosfer stabil. 5. Inversion, keadaan ketika temperatur udara ambien meningkat sesuai dengan ketinggian maka lapse rate menjadi negatif atau keadaan dimana udara hangat menyelimuti udara dingin. Kelembaban Udara Kelembaban adalah konsentrasi uap air air di udara. Konsentrasi dapat dinyatakan sebagai kelembaban mutlak, kelembaban spesifik, atau kelembaban relatif. Dalam kaitannya dengan penguapan air yang di udara yang menyebabkan berubahnya temperatur, kandungan air dalam suhu kamar dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak lebih dari sekitar 0.5 % pada 0 °C (32 °F). Kelembaban Relatif adalah perbandingan menyangkut tekanan uap air di dalam gas apapun terutama udara ke keseimbangan tekanan penguapan air, di mana gas dinyatakan jenuh pada temperatur tersebut, dinyatakan dalam persentase perbandingan antara

massa air saat ini per volume gas dan massa per volume dari gas jenuh (Roberts, 2005). Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan atmosfer secara vertikal adalah kepadatan atau densitas udara. Densitas udara sendiri menurut Nevers (2000) dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Hukum kesetimbangan gas menyatakan bahwa kerapatan dipengaruhi perubahan nilai berat molekul (M) dan suhu (T). Adapun berat molekul sendiri dipengaruhi oleh fraksi mol uap air sebesar 0,023 RH. Kerapatan merupakan massa volume satuan suatu zat. Massa adalah ukuran jumlah zat, dimana sifat massa itu menimbulkan kelembaban, yaitu menentang perubahan jumlah gerakan dan menghasilkan daya tarik gravitasi bahan-bahan lain (Neiburger, 1995). Kelembaban relatif dalam atmosfer merupakan unsur yang sangat penting untuk cuaca dan uap air dalam udara. Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran. Sedangkan kelembaban udara juga dipengaruhi oleh bangunan gedung dan pohon penghijauan di pinggir jalan dan sinar matahari. Ditambahkan oleh Lakitan (1994), kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari disebabkan karena penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radiasi matahari selama siang hari tersebut. Pada malam hari akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara. Oleh karena itu kandungan uap air di udara dekat permukaan tersebut akan berkurang. Kelembaban udara umumnya adalah kelembaban relatif. Perbandingan antara tekanan uap air aktual dengan tekanan uap air pada kondisi tempat jenuh, umumnya dinyatakan dengan persen (%). Tekanan uap air adalah tekanan parsial uap air dalam udara bebas di suatu tempat tertentu dengan jumlah tertentu. . Urban Heat Island Akumulasi panas dalam daerah perkotaan pada siang hari akan mengakibatkan keseimbangan radiatif pada malam hari yang berbeda dengan daerah pedesaan di

Penutup 1. Oleh karena itu. Jawab : Lihat referensi yang sudah ada. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : . akan terjadi suatu gumpalan panas di daerah perkotaan. 1. 1. Intensitas gumpalan panas ini akan bergantung kepada : • • • Kecepatan angin kritis di atas gumpalan panas. Tes Formatif 1. Sebutkan aspek meteorologi yang erat kaitannya dengan sebaran polutan? 3.2. Lapisan pencampuran (mixing layer). Sebutkan keadaan-keadaan yang terjadi yang berhubungan dengan ambient lapse rate? 1. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. hitunglah jawaban anda yang benar.3. Jelaskan pengertian dilusi dalam pencemaran udara 2. Awan dan presipitasi. data meteorologi dapat diperoleh dari stasiun BMG setempat. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. yang isotermalnya biasanya terletak di daerah pusat kota.2. Latihan Buatlah contoh bunga angin berdasar contoh data meteorologi (angin) yang anda peroleh minimum dalam waktu 1 hari (24 jam).sekitarnya yang menyimpan panas lebih sedikit pada siang hari. Data angin yang harus ada isiannya adalah waktu terjadinya (jam).1.2.3.3. Bagaimana perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari? 4. besar kecepatan angin (bisa dalam km/jam atau knot). arah angin (dalam tiga angka derajat sudut).

tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.3. . 1. Pergerakan angin dapat terjadi pada skala mikro. atau pengumpulan karena kondisi meteorologi maupun topografi. dispersi. Tindak Lanjut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Kestabilan atmosfer dipengaruhi oleh temperatur ambien dan lapse rate.100% 80% .3.4.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Kondisi udara pada umumnya mempunyai kecepatan pengenceran yang diakibatkan oleh pencampuran (turbulensi).3.90% .79% 60% . Beberapa konsep meteorologi yang sangat berkaitan dengan pencemaran udara adalah : sirkulasi angin. temperatur. meso dan makro. difusi dan dispersi dapat terjadi secara simultan di atmosfer. Stabilitas atmosfer digunakan untuk menilai gerakan udara sehingga pengaruh pencampuran dan pengenceran zat pencemar di udara dapat diprediksi. Proses adveksi. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.69% 0% . Tinggi rendahnya kelembaban udara dapat menentukan besar kecilnya kandungan bahan pencemar baik di ruang tertutup dan ruang terbuka akibat adanya pelarut bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. Rangkuman Pencemar udara akan dipancarkan oleh sumbernya dan kemudian mengalami transportasi. turbulensi dan kestabilan atmosfer. Dilusi : pengenceran dan pencampuran zat pencemar di udara diakibatkan oleh adanya gerakan turbulen. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. dilusi.59% 1.89% 70% .3. 1. 2.

4. Noel De Nevers. Second Edition. Benyamin. SENARAI . (1995). Neiburger. Jakarta. Waveland Press. Inc Singapore. Lewis Publishers. (1997). Air Pollution Control Engineering. isothermal. (2000). Pada malam hari. David H. Inc. Roberts. neutral. Raja Grafindo Persada. akan berbeda. DAFTAR PUSTAKA Cooper. McGraw Hill. Cetakan ke-6. C David & Alley. (2005). Main Report : The Study on The Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). United States.3.F & Liptak. Superadiabtic. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan Ardino Purbu. A Design Approach. Humidity. Béla G. http://www. inversion. New York. Liu.C. Perubahan profil kecepatan angin selama siang dan malam hari karena kondisi atmosfer. kondisi atmosfer lebih stabil sehingga profil kecepatan angin lebih landai dibandingkan profil pada siang hari. F. Dasar-dasar Klimatologi. (1994).fsec. K Roddick. ITB. PT. Air Pollution Control. subadiabatic. Air Pollution. Morris. Indonesia. Bandung.edu/bldg/science/ humidity (Januari 2006) Lakitan. (1995). Bapedal.ucf. (1995).

. difusi dan dispersi.1. faktor turbulensi di atmosfer. Relevansi Materi ini diharapkan sebagai jembatan penghubung antara materi dasar pengetahuan atmosfer dengan pengetahuan tentang model sebaran. 2. Setiap tahap penjelasan akan diberikan rumus-rumus ataupun bagan untuk memperjelas keterangan 2. Penyajian 2. peranan angin dalam distribusi polutan.2. difusi dan dispersi. diskusi kelompok tentang studi kasus kestabilan atmosfer.3. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.3. kreatif.2. maka diharapkan mahasiswa lebih mudah mempelajari sistem model pencemaran udara.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang sebaran pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya (berpikir kritis.2 SUB POKOK BAHASAN SEBARAN PENCEMARAN UDARA 2. 2. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar sebaran polutan dalam pencemaran udara.1. inovatif dan tanggap terhadap lingkungan) melalui tugas individu merangkum dasar-dasar sebaran dari berbagai teori yang ada. dilusi.1.1 Pendahuluan 2. Uraian . Dengan mengetahui dasar-dasar sebaran polutan di atmosfer. Berbagai tahap sebaran tersebut adalah proses adveksi.2.1. temperatur dan kestabilan atmosfer serta kelembaban udara.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep sebaran polutan di atmosfer dengan dasar meteorologi.2. 2.1. adveksi. dilusi.II. mandiri.

membuat target emisi untuk sumber-sumber yang tingkat pencemarannya tinggi. Dengan semakin berkembangnya sektor – sektor yang menimbulkan pencemaran udara akan membuat peningkatan kadar polutan di udara tetapi kita tidak akan tahu berapa konsentrasi polutan di masa datang. Data yang masuk dalam submodel ini akan menghasilkan emission load dari sumber emisi transportasi. memerlukan pekerjaan pendahuluan yang akan membutuhkan waktu. Menrut Soedomo (1990). model yang dikembangkan terdiri atas beberapa submodel. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model sebaran pencemaran udara yang membantu kita untuk mengetahui bagaimana perilaku polutan-polutan udara di lingkungan. terutama dalam penyiapan data masukan sumber emisi dan intensitas emisi serta data meteorologi. 3. dan akan diolah datanya bersama-sama dengan hasil dari submodel meteorologi untuk membuat model dispersi pencemar. dan ketinggian lapisan pencampur. yaitu : 1. Submodel meteorologi Data masukan untuk submodel meteorologi meliputi data arah dan kecepatan angin. Model ini adalah model kualitas udara yang seperti. 2. Submodel dispersi pencemar . model sejenisnya. Hasil keluaran submodel ini akan menjadi masukan dalam submodel dispersi bersama dengan data keluaran submodel emisi. Ada banyak alasan mengapa model sangat diperlukan antara lain : dapat diketahui sumber mana yang bertanggungjawab atas besarnya konsentrasi polutan yang diterima oleh receptor. Submodel ini digunakan untuk menghitung frekuensi distribusi dari data meteorologi selama 1 tahun. Submodel emisi sumber Data masukan untuk submodel emisi adalah informasi sumber pencemar yang ditekankan pada penggunaan energi pada sektor transportasi. radiasi sinar matahari. memprediksi perubahan konsentrasi sesuai dengan waktu.Model Dispersi Pencemaran Udara Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model).

Model Eulerian Secara numerik model ini dapat digunakan untuk menyelesaikan perhitungan difusi atmosfer. Pemodelan dispersi polutan berbasis komputer pada dasarnya dapat disebut sebagai sebuah “black box”. maka yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar yang diterima oleh penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. seperti terlihat pada gambar berikut ini. Dalam pengukuran untuk model ini digunakan balon natural densitas.Menurut Colls (2002) untuk model dispersi pencemar dapat dibagi menjadi 3 model utama yaitu : 1. dipengaruhi oleh faktor-faktor meteorologi seperti arah angin. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan-perhitungan memadai. yang dikenal sebagai pemodelan pola dispersi polutan yang mana akan menggunakan rumus-rumus yang ada saat ini untuk menganalisa. Alat untuk sensor eulerian adalah windvane atau anemometer. Model Gaussian Model ini dibuat berdasarkan distribusi probabilitas normal gaussian dari ektor angin dan fluktuasi konsentrasi polutan. Deskripsi Model Dispersi Dasar dari sebuah model dispersi dapat dijelaskan sebagai berikut : apabila sebuah sumber emisi misalnya kendaraan bermotor mengeluarkan emisi polutan NOx sebesar 1 ppm ke atmosfer. Model Lagrangian Berdasarkan proses dari pergerakan massa udara atau proses dari dispersi partikel. dan hasilnya adalah gambaran mengenai konsentrasi polutan pada tiap penerima (receptor) yang dalam hal ini adalah manusia. dimana apabila data input yang diperlukan dimasukkan akan melakukan perhitungan-perhitungan yang dibutuhkan. 3. kecepatan angin. Model ini hampir sam dengan model eulerian tetapi lebih diperuntukkan dalam skala lebih besar. . 2. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengetahui pergerakan emisi dari sumber titik di atmosfer. dan sebagainya.

3.E m is i S um ber T ra n s p o rta s i B la c k B o x F a k to r fa k to r M e te o ro lo g i P e n e rim a ( R e c e p to r s ) Gambar 3. asumsi yang digunakan dalam simulasi ini adalah : 1. y. 2. Kyy. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mengklarifikasikan hubungan antara masingmasing sumber. Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif. Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian.7 Model Black Box (Sumber: Soedomo. T = waktu. Dengan demikian maka diharapkan dapat memberikan hasil simulasi yang akan mewakili hubungan antara sumber emisi dan konsentrasi polutan di udara ambien. Pendekatannya adalah dengan menggunakan persamaan Gauss. Model ini menjelaskan hubungan antara polutan yang diemisikan dari sumbernya dengan konsentrasi polusi udara di ambien. maka ketepatan/ketelitian inventarisasi sumber emisi dan kecocokan penggunaan data meteorologi sangat diperlukan. 1999) Penerapan Model Dispersi Dasar dari dispersion simulation model adalah persamaan Gauss dari plume dan puff. Berdasarkan Colls (2002). Kzz = koefisien difusi arah sumbu x. ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ ⎡ ∂ 2C ⎤ dC = K xx ⎢ 2 ⎥ + K yy ⎢ 2 ⎥ + K zz ⎢ 2 ⎥ dt ⎣ ∂x ⎦ ⎣ ∂z ⎦ ⎣ ∂y ⎦ dimana : C = konsentrasi. Kxx. Untuk mendapatkan hubungan yang baik antara polutan yang diemisikan dengan konsentrasi polutan di udara ambien. z . demikian juga total emmision load masing-masing polutan yang diemisikan ke udara dan konsentrasi polutan di udara ambien.

F ⎟ ⎠ dimana : ⎧ ⎡ ( z − He )2 ⎤ ⎡ ( z + He )2 ⎤ ⎫ ⎪ ⎪ + exp ⎢− F = ⎨exp ⎢− ⎥ ⎥⎬ 2 2 2σ z 2σ z ⎪ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦⎪ ⎩ ⎭ Persamaan asli Gaussian diatas mengansumsikan bahwa permukaan tanah sebagai dinding pembatas untuk difusi selanjutnya. z ) = . maka dinding pembatas ini dapat dihitung dengan mengasumsikan adanya bayangan sumber yang simetris dengan sumber di bawah permukaan tanah. Gambar 3. exp ⎜ 2σ 2 2πσ yσ z u y ⎝ Qp ⎞ ⎟. Jika tidak ada pengendapan dan absorpsi.Persamaan difusi Fickian dimodifikasi dan digunakan untuk mempelajari model penyebaran polutan dari sumber-sumber emisi.9 Sumber dan Bayangan Sumber di Bawah Permukaan Tanah (Sumber: Perkins. y . Persamaan Gaussian menggunakan sistem koordinat seperti terlihat pada gambar berikut ini. 2002) Persamaan asli (original) dari Gauss adalah : 2 ⎛ ⎜− y C ( x. Source Ground Image Source Gambar 3.8 Sistem Koordinat untuk Distribusi Gaussian Pada Arah Horisontal Dan Vertikal (Sumber: Colls. 1974) .

sedangkan nilai (z+H) untuk sumber bayangannya. y . Oleh karena itu. Persamaan Puff model (calm condition) ⎛ ( x − ut )2 y2 C ( x. kondisi ini disebut sebagai kondisi tenang (calm condition). sehingga persamaannya menjadi : C= ⎡ y2 ⎤ ⎡ He 2 ⎤ exp ⎢− ⎥ exp ⎢− 2 2 ⎥ πσ y σ z u ⎢ 2σ z ⎥ ⎢ 2σ y ⎥ ⎣ ⎦ ⎦ ⎣ Q Persamaan Gaussian Plume digunakan untuk keadaan dimana terdapat kecepatan angin di sumber emisi (windy condition). Keterangan persamaan Gaussian : C x y z Q u = konsentrasi pada titik perhitungan (ppm) = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) = jarak dari sumber ke titik perhitungan arah kanan atas dari arah angin = tinggi pada titik perhitungan (m) = emission rate dari polutan (m3/dt) = rata-rata kecepatan angin (m/dt) He = tinggi stack efektif σy.z = koefisien difusi dalam arah y dan z (m) α / γ = rate of increase of the horizontal/vertical plume width (m/dt) t = waktu dari stack atau pipa pembuangan gas (dt) . persamaan diatas dapat disederhanakan.F ⎟ ⎠ Persamaan Puff model (calm condition) disederhanakan karena terlalu banyak menggunakan faktor waktu. z ) = . exp⎜ − − 2 2 ⎜ (2π )1 / 2 σ σ yσ z 2σ x 2σ y ⎝ Qp ⎞ ⎟.Persamaan Plume model (windy condition) Pada persamaan asli Gaussian diatas nilai (z-H) untuk sumber sebenarnya diatas permukaan tanah. pada ground level z = 0. persamaan di atas disederhanakan menjadi : C= ⎤ 2Q ⎡ 1 ⎢ 2 3/ 2 2 2 ⎥ (2π ) γ ⎣ R + (α / γ ) He ⎦ Persamaan Gaussian Puff digunakan jika tidak terdapat angin di sumber emisi atau kecepatan anginnya sama dengan 0 (nol).

526 0.637 0.826 0. 1993 .1068 0.426 0. sedangkan nilai σz untuk lebar vertikal difusi kepulan.1467 0.1105 0.415 0.0800 0.929 0.921 0.855 0.2 Nilai Konstanta Untuk Lebar Difusi Kepulan Persamaan Plume Kelas Stabilitas A B C D E F Arah horisontal αy 0.1046 0.811 0.632 0.794 0.109 0.788 0.0733 0.897 0. Persamaan JEA (Japan Environmental Agency) untuk mensimulasikan tabel Pasquill-Gifford digunakan untuk persamaan plume.0928 0.094 0.1019 0.0373 0.282 0.921 0.0554 0. Nilai σy adalah lebar difusi kepulan secara horisontal.602 0.924 0.0452 γz 0.x dimana : σ z ( x ) = γ z .2) x = jarak dari sumber ke titik perhitungan searah arah angin (m) Tabel 3.851 0. γz = konstanta yang tergantung dari stabilitas atmosfer (Tabel 3. berbeda dengan cerobong industri dan rumah tangga yang diletakkan vertikal.784 0.964 1.514 2.0570 0.1772 0.232 0.222 γy 0.899 0. sehingga : He = Ho (tinggi awal stack) Lebar Difusi Kepulan Nilai dari σy.0864 0.732 0. Persamaannya sebagai berikut : αy σ y ( x ) = γ y . σz menggambarkan lebar dari distribusi konsentrasi polutan yang keluar dari stack (pipa gas buang).370 2.889 0.896 Arah vertikal x αz 1.122 1.929 0.914 0.555 0. γy. karena cerobong kendaraan bermotor diletakkan horisontal (tidak ada penambahan tinggi).433 1.1107 0.918 0.00855 0.431 0.Nilai He (tinggi stack efektif) sama dengan tinggi stack awal.901 0.0621 0.400 0.000212 0.323 0.396 0.565 0.x α z αy.41 0.0380 0.1272 0.62 x 0~300 300~500 500~ 0~500 500~ 0~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~10000 10000~ 0~1000 1000~2000 2000~10000 10000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ 0~1000 1000~ G Sumber : JEA. αz.529 3.865 0.

Pada ground level concentration maximum (GLC). m 125 500 Kondisi atmosferik tidak stabil.555. m 140 540 τz. x.Nilai α Dan γ Untuk Persamaan Puff Kelas Stabilitas A B C D E F G Sumber : JEA.470 0.029 2.400 /3. diukur pada kondisi sedikit cerah.635 0.2.25 = 6.3. Latihan Perkiraan konsentrasi SO2 pada sisi hilir dari sebuah PLTU 1.474 0.6.439 0.777. 1993 α 0.555.777. kadar sulfur 1%. kecepatan angin pada ketinggian stack efektif adalah sebesar: v = v1 (H/z1)n = 3(250/10)0.Lebar Difusi Kepulan untuk Persamaan Puff Tabel JEA yang diperoleh dari grafik Turner (1970) digunakan untuk persamaan puff terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.439 0.2.6 x 140 x 125] exp-[{2502/2(125)2}] . siang hari pada ketinggian 10 m.048 0.208 0.6 m/det. angin bergerak dengan kecepatan 3m/det.569 0.113 0.000 ton batubara per hari sebagai bahan bakarnya.781 0.400 mg/det.700 mg/detik) Emisi SO2 = (64/32)(27.000 MW pada jarak 1 km dan 5 km.14. km 1 5 τ y.000 ton/hari x 1/100 = 100 ton/hari (27. konsentrasi SO2 adalah: C1 km = [55.067 0. tinggi stack efektif 250 m.948 0. yang menggunakan 10. Jumlah sulfur = 10.439 γ 1.700)mg/det = 55.

6 x 540 x 500] exp-[{2502/2(500)2}] = 315 mg/m3 2.= 750 mg/m3 C5km = [55.3. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.59% 2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.1. hitunglah jawaban anda yang benar.3.3.69% 0% .555. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.3. Sebutkan data apa yang diperlukan dalam submodel emisi sumber? 3.400 /3.2. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.100% 80% . Tes Formatif 1. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.79% 60% . Penutup 2.6. Pendekatan apa yang digunakan dalam persamaan Gauss? 2. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .14.3. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Secara umum sebutkan dua model utama dalam pencemaran udara! 2.89% 70% . Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Sebutkan asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi model! 4. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.

Bentuk dari kepulan asap sesuai dengan arah datangnya angin (sumbu x). United States.C. Second Edition. Workbook of Atmospheric Dispersion Estimates. Material polutan yang berbentuk gas di udara bentuknya tidak reaktif. Bandung. Data faktor emisi. Asumsi yang digunakan dalam pembuatan simulasi ini adalah : 1. London. C David & Alley.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. Second Edition. Jeremy. Ardino Purbu. 4. JICA (Japan International Cooperation Agency) dan EIMA (Environmental Impact Management Agency of Indonesia). model lagrangian. Model dispersi pencemar secara garis besar terdiri atas tiga model yaitu model eulerian. Inc. Colls.4. meteorologi. Kecepatan angin dan arah angin konstan terhadap ketinggian. Submodel dispersi terdiri atas emisi sumber. (1995). Air Pollution Control. Environmental Protection Agency. Rangkuman Secara umum model pencemaran udara terdiri atas dua model utama yaitu model sebaran (dispersion model) dan model penerima (receptor model). (1994). Perkins H. Morris. A Design Approach. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita-Terjemahan. 2. ITB. Air Pollution. Cooper. Spon Press Tylor & Francis Group.3.A. New York Turner D. dispersi pencemar. (1995). jumlah emiter untuk mencari emission load 3. Model dispersi digunakan untuk memperkirakan tingkat cemaran dari sumbernya terhadap fungsi jarak dan waktu. No. Air Pollution (International Student Edn) McGrawHill.AP-26. U. Main Report : The Study on The . Model dispersi dan model reseptor 2. Office of Air Programs Pub. 2002.S. F.B (1970). (1974). model gaussian.C. Dasar pendekatan adalah model difusi Eddy dalam tiga kordinat atau disebut persamaan difusi Fickian DAFTAR PUSTAKA Neiburger. 2.2.3. Waveland Press. 3.

Integrated Air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area. Soedomo. (1999). Kumpulan Karya Ilmiah Mengenai Pencemaran Udara. Penerbit ITB. Bandung. SENARAI . Indonesia. Bapedal. Moestikahadi.

1.1 Pendahuluan 1. .1. 1. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mata kuliah Pemantauan dan Analisis Kualitas Udara di semester VI.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang metode pemantauan kualitas udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum metode-metode pengukuran. 1. 1.2. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran.POKOK BAHASAN IV PEMANTAUAN DAN INVENTORI EMISI DALAM PENCEMARAN UDARA II.1. Dengan memahami metode pemantauan maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara. Polutan yang dipantau meliputi kelompok pencemar indikatif dan spesifik. Jaringan stasiun pengamat melalui pendekatan kurva serta perhitungan juga menjadi bahasan di sini. diskusi kelompok tentang studi jaringan pemantauan kualitas udara di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran kualitas udara. Aspek yang dinilai adalah bagaiman data pemantauan dapat dinilai andal.1.1. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar pemantauan kualitas udara.1 SUB POKOK BAHASAN PEMANTAUAN PENCEMARAN UDARA 1.D. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.3. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi bahasan terakhir di sub pokok bahasan pemantauan kualitas udara.3.2. mahasiswa akan mampu menjelaskan dasar-dasar pemantauan kualitas udara.

Konsentrasi pencemar udara akan berbeda dari satu tempat dengan waktu yang berbeda atau dengan tempat lainnya. dengan beberapa pembakuan bila diperlukan.2. yaitu pencemar indikatif dan spefifik. Dalam hal ini. pencemaran udara juga ditentukan oleh jenis pencemar yang diemisikan oleh sumbernya.1. Seperti diketahui. Hal yang penting diperhatikan dalam program pemantauan udara adalah yang berhubungan dengan aspek pengambilan contoh udara (sampling) dan analisis di laboratoriumnya serta pengelolaan data dengan metoda statistika. Zat pencemar indikatif merupakan zat pencemar yang telah dijadikan indikator pencemar udara secara umum. Yang termasuk kelompok zat pencemar indikatif untuk daerah perkotaan dan pemukiman secara umum . difusi dan pengenceran) di dalam atmosfer. Dua jenis pencemar dapat dibedakan di sini. bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengambil keputusan dalam program pengendalian pencemaran udara seperti halnya pemantauan kualitas udara yang diterapkan di suatu daerah. program pemantauan kualitas udara. Penyajian 1. Uraian Umum Program pemantauan kualitas udara merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam pengendalan pencemaran udara. metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan. yang biasanya tercantum di dalam peraturan kualitas pencemaran udara yang berlaku.1. Keabsahan dan keterpecayaan data hasil pemantauan yang diperoleh sangat ditentukan oleh metoda sampling dan analisis yang diterapkan. Pencemaran udara di suatu daerah akan sangat ditentukan secara langsung oleh intensitas sumber emisi pencemarnya dan pola penyebarannya (dispersi. hanya akan dapat terukur dari hasil pemantauan yang dilakukan karena pemantauan kualitas udara perlu dilandasi dengan perangkat lunak dan keras yang sesuai. Di lain pihak. baik udara ambien maupun dari sumber emisi pencemaran udara.2. Hubungan skala ruang dan waktu menjadi variabel penentu besaran konsentrasi zat pencemar yang diamati.

contohnya gas chlor. dan lain-lain. hidrogen sulfida. Adanya pembedaan sistem pemantauan ini akan membedakan pula metoda sampling udara. maupun jenis zat pencemar yang telah diuraikan di atas. Kelompok pencemar spesifik merupakan zat pencemar udara yang bersifat spesifik yang diemisikan dari sumberntya.adalah suspended particulate matter (debu). pemantauan udara ambien. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor sumber pencemar. Pemantauan sumber emisi dilakukan terutama untuk mengetahui tingkat emisi dan unsur pencemar spesifik.1 Komponen Stasiun Pemantauan Kualitas Udara . merkaptan. oksida-oksida nitrogen (NOx). karbon monoksida. sedangkan pemantauan udara ambien dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang didasarkan atas pencemar indikatif yang umum. ammonia. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon). Udara Masuk Peralatan Sampling Pengkondisian Sampel Pengumpulan Sampel Pencatatan Data Kontrol Aliran & Pengukuran pada Analyzer Udara Bergerak ANALYZER Peralatan Kalibrasi Udara Keluar Gambar 4. formaldehida. medium tempat pencemaran berdispersi dan berdifusi. total hidrokarbon (THC).

Untuk mengaktifkan dan menentukan prosedur pengendalian darurat untuk mencegah timbulnya episode pencemaran udara. seperti pengembangan kota dan tata guna lahan. Jaringan Stasiun Pengamat Perencanaan jaringan pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan tingkat konsentrasi pencemar. evaluasi udara. termasuk lokasi. perencanaan transportasi. Untuk mengamati kecenderungan tingkat pencemaran udara yang ada di daerah pengendalian pencemaran udara tertentu. Selain itu diperlukan pertimbangan-pertimbangan umum seperti: jaringan yang ideal penerapan strategi pengendalian pencemaran yang telah dilakukan.Pemantauan Kualitas Udara Ambien Dalam perencaaan pemantauan kualitas udara harus dipertimbangkan beberapa hal. Untuk menyediakan pengumpulan data (data base) yang diperlukan dalam evaluasi pengaruh pencemaran dan pertimbangan perencanaan. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. Secara garis besar ada empat tujuan utama yaitu : Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang ada di suatu daerah dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan mengenai kualitas udara yang berlaku dan baku. durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan Tujuan Pemantauan Kualitas Udara Ambien Beberapa tujuan dapat dicapai dalam pemantauan ini. penyebaran pencemar dan inventori emisi. validasi pengembangan model difusi dan dispersi pencemaran .

dan pencemar lainnya untuk sistem pengukuran automatik maupun mekanik. tingkat pencemaran dan keragamannya serta kebijakan-kebijakan yang berlaku. Meskipun kurva tersebut memberikan perkiraan yang tepat dan baik untuk pemantauan pencemar perkotaan dengan sumber emisi dari kendaraan bermotor seperti CO. Perbedaan perkiraan antara jumlah sampler total (mekanis dan otomatis) dengan sampler otomatis adalah menunjukkan banyaknya sampler mekanis yang diperlukan.2. Untuk parameter SO2 dan NOx membutuhkan alat ukur mekanik dan otomatis. karena pencemar tersebut (SO2 dan partikulat) sangat dipengaruhi oleh kompleksitas sektor industri dan pola penggunaan bahan . Total suspended solid (debu). dengan bantuan gambar 7. HC. sedangkan untuk masalah yang tidak kritis minimum diperlukan hanya 10 stasiun pemantauan SO2. NOx dan oksidan). SO2 dan oksidan tetapi bisa diterapkan langsung untuk parameter SO2 dan partikulat. untuk masing-masing kelas populasi yang tergantung pada penyebaran dan tingkat pencemarannya. HC. penetapan besar jaringan dapat ditentukan berdasarkan: jumlah penduduk yaitu dengan membuat kurva aproksimasi (untuk pencemar CO2. CO. SO2. Pada gambar tersebut diperlihatkan jumlah minimum dan maksimum monitoring untuk masing-masing zat pencemar. Sebagai contoh. berdasarkan perhitungan. Secara teknis. untuk daerah yang berpenduduk 1 juta dengan masalah SO2 yang kritis diperlukan 20 stasiun pemantauan SO2. Penetapan besarnya jaringan sangat ditentukan oleh faktor-faktor jumlah penduduk. dan juga diperlukan pengetahuan mengenai tingkat dan pola penyebaran pencemaran udara. Berdasarkan populasi penduduk Penentuan jumlah stasiun monitoring berdasarkan jumlah penduduk yaitu di suatu wilayah dapat dilakukan menggunakan kurva pendekatan (aproksimasi) seperti diperlihatkan dalam gambar 7.memerlukan sumber daya yang besar.2 diperoleh alat pemantauan mekanis dan pemantau total. NOx.

2 Kurva Aproksimasi Jumlah Stasiun Pemantauan Berdasarkan perhitungan Penentuan jumlah stasiun pemantauan berdasarkan perhitungan hanya digunakan untuk stasiun pemantauan pencemar SO2 dan TSP.bakar di daerah tersebut. dengan demikian akan berpengaruh terhadap ukuran jaringan monitoring. Rumus perhitungan tersebut sebagai berikut: N = Nx + Ny + Nz . Gambar 4.

dengan nilai kontur 10 (ug/m3) Luas area dimana konsentrasi pencemar > baku mutu (km2) Luas area dimana konsentrasi pencemar < baku mutu > Luas area dimana konsentrasi pencemar ≤ background (km2) Kriteria Penempatan Stasiun Pemantauan Penempatan lokasi stasiun pemantauan perlu dilakukan pada titik-titik yang mewakili: pusat kota. daerah pemukiman dan daerah komersial (perdagangan).0096 × Y Cs Nz = 0. atau suatu langkah awal penentuan titik-titik sampling yang diperlukan di dalam pemantauan dan . Sampling semi kontinu dapat diterapkan di daerah-daerah yang agak tercemar.Cm − Cs X Cs Cs − Cb Ny = 0. yang tidak terlalu ditandai denga fluktuasi episodik yang tinggi. pedesaan. Sampling sesaat biasanya merupakan suatu metoda yang hanya dilakukan untuk maksud tertentu. khususnya di daerah perkotaan. daerah industri. oleh karena itu maka penentuan periode dan frekuensi sampling harus memperhatikan hal-hal apakah sampling udara ambien dilakukan dengan sampling terus-menerus (kontinu). pinggir kota. misal menguji keabsahan data yang diperoleh dari sampling kontinu dan sampling semi kontinu. Periode dan Frekuensi Sampling Konsentrasi zat pencemar di udara ambien berkaitan erat dengan waktu dan tempat. semi kontinu dan sampling sesaat (grab sampling).0004Z Nx = 0.0965 × dimana: N Cm Cs Cb X Y Z = = = = = = = Jumlah stasiun pemantauan Nilai isopleth maksimum (ug/m3) Nilai standar kualitas udara ambien (ug/m3) Nilai isopleth minimum. Sampling kontinu merupakan metode yang paling ideal dalam suatu program pemantauan dan pengawasan kualitas udara. daerah sekitarnya (remote area).

1. Tabel 4. selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas.pengawasan kualitas udara. Sampling sesaat merupakan metode sampling yang permanen.Area dengan konsentrasi Area urban di atas standar pler Kontinu per per Kontinu per per 3 hari 6 hari 3 hari 6 hari TSP M M M M M SO2 M/A A M M M CO A A A HC A A M A NO2 M/A A M M A M NOx M/A A M M A Oksidan M/A A A Area non urban per 6 hari M M Metode Sampling Udara Ambien Dalam pengukuran kualitas udara dengan menggunakan metode dan peralatan yang manual. Teknik absorpsi adalah teknik pengumpulan gas berdasarkan kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber). terlebih dahulu dilakukan sampling yang dilanjutkan dengan analisa di laboratorium. Untuk mengumpulkan gas dari udara ambien diperlukan suatu teknik pengumpulan dan peralatan tertentu. . pendinginan dan pengumpulan pada kantong udara (bag sampler atau tube sampler). Berikut ini pedoman untuk periode dan frekuensi sampling setiap parameter diberikan dalam tabel 4. misalnya pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline. Teknik pengumpulan gas yang umum digunakan untuk menangkap gas di udara ambien adalah teknik absorpsi.1 Frekuensi Sampling Kualitas Udara Parameter Sam. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. adsorpsi. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri.

. wet gas meter atau rotameter. dapat berupa impinger. Susunan peralatan sampling udara ambien adalah sebagai berikut: Collector Flowmeter Vacuum Pump Gambar 4. Untuk mengetahui volume udara ambien yang terkumpul digunakan flowmeter baik berupa dry gas meter. Kesalahan yang harus dihindari adalah kebocoran dari sistem pengambilan contoh. serta tidak memerlukan larutan pereaksi. Collector berfungsi untuk mengumpulkan gas yang tertangkap.3 Susunan Peralatan Sampling Udara Ambien Metoda Analisa Berbagai jenis metode pengukuran analitik dapat digunakan untuk analisis zat pencemar udara. flowmeter dan pompa vacuum. Untuk pengumpulan contoh udara diperlukan peralatan pengambilan contoh udara yang pada umumnya terdiri dari collector. yaitu menggunakan prinsip-prinsip fisiko-kimia yang mampu mengukur zat pencemar secara otomatis dengan waktu pengukuran berskala detik. Pompa vacuum dihindari digunakan untuk menghisap udara ke dalam collector. sedangkan pengumpulan contoh dengan kantong udara sering digunakan untuk gas pencemar yang tidak memerlukan pemekatan contoh udara. terutama untuk gas-gas hidrokarbon yang mampu terserap dalam permukaan karbon aktif.Teknik adsorpsi yaitu berdasarkan kemampuan gas teradsorpsi pada permukaan padat adsorbent (karbon aktif atau aluminium oksida). dari mulai metode analitik yang sederhana dengan waktu pengukuran yang lama seperti titrasi atau gravimetri sampai metode analitik yang paling mutakhir. Teknik pendinginan yaitu teknik sampling dengan cara membekukan gas pada titik bekunya. fritted bubbler atau tube adsorber.

Tes Formatif 1. Jelaskan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemantauan kualitas udara ambien! 4. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini.1. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 .3. Penutup 1. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini. Sebutkan 2 hal yang menjadi tolok ukur keterpercayaan dan keabsahan data dalam pemantauan kualitas udara! 2.3.2. berikan pula contohnya! 3.2.3. Jelaskan teknik absorpsi dalam pemantauan kualitas udara! 1. hitunglah jawaban anda yang benar.2.1. Latihan Gambarkan stasiun pemantauan kualitas udara beserta diagram komponennya! Jawab : 1. Sebutkan 2 hal pengakategorian zat pencemar dalam rangka pemantauan kualitas udara.

Polutan yang dipantau secara garis besar dikelompokkan menjadi pencemar indikatif dan spesifik. 1.3.Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .3. 2.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. dan lain-lain. formaldehida. Jaringan stasiun pengamat dapat dirancang melalui pendekatan kurva serta perhitungan. total hidrokarbon (THC).100% 80% . 1. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Rangkuman Aspek penting dalam pemantauan kualitas udara adalah bagaiman data dapat dinilai andal. karbon monoksida. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. merkaptan. oksida-oksida nitrogen (NOx). Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas. Frekuensi sampling kualitas udara dan metode-metode pengukuran menjadi hal yang diperhitungkan dalam pemantauan kualitas udara. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Dalam hal ini. sulfur dioksida (SO2) dan oksidan fotokimia (ozon) dan zat pencemar spesifik seperti gas chlor.79% 60% .3.3. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%.69% 0% .4. hidrogen sulfida. : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . metode sampling dan analisis udara akan menjadi landasan pokok yang menjamin keterpercayaan dan keabsahan data yang diperoleh dalam program pemantauan yang dilaksanakan. ammonia.89% 70% . Zat pencemar indikatif seperti suspended particulate matter (debu).59% 1. dapat dipercaya dan memiliki rentang toleransi keakuratan pengukuran.

selalu menggunakan teknik absorpsi untuk mengumpulkan contoh gas. 149 Standard Methods of Chemical Analysis (1962). Philadelphia. pp. June 1985. Environmental Protection Agency. NC. Knoll. Bureau of National Affairs. Environmental Monitoring Systems Laboratory. 33 pp. 1. ASTM Designation D 1608—60.. and M. durasi periode sampling serta metode sampling yang digunakan Metode pengukuran yang digunakan 4. 6th ed. Washington. New York. 329-330. p. 1962. J. D. DAFTAR PUSTAKA “EPA (1997) Traceability Protocol for Assay and Certification of Gaseous Calibration Standards” September 1997 as amended. Hal-hal yang yang harus dipertimbangkan beberapa hal. National Institute for Occupational Safety and Health (1976). contoh pengukuran gas SO2 dengan metode pararosaniline. In: 1968 Book of ASTM Standards. F. Vol. Quality Assurance Division. D. Midgett (1985). Development and Evaluation of Methods for Determining Carbon Monoxide Emissions.E. EPA-600/R-97/121 Butler. PA. yaitu: Tujuan pemantauan kualitas ambien Parameter zat pencemar yang akan diukur Jumlah stasiun pengamat. Untuk beberapa jenis gas pencemar yang dianalisis dengan metode colorimetri. Van Nostrand Co. termasuk lokasi. SENARAI . Part 26. Inc. Recommendations for Occupational Exposure to Nitric Acid. In: Occupational Safety and Health Reporter. Pereaksi kimia yang digunakan harus spesifik artinya hanya dapat bereaksi dengan gas pencemar tertentu yang akan dianalisis. 1976. Teknik absorpsi : teknik pengumpulan gas berdasar kemampuan gas pencemar bereaksi dengan pereaksi kimia (absorber).C. Research Triangle Park.R. Inc.3. Standard Method of Test for Oxides of Nitrogen in Gaseous Combustion Products (Phenoldisulfonic Acid Procedure) (1968). U.E.S.

Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang dasar-dasar dan teknik inventori emisi dalam pengelolaan kualitas udara.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan penerapan inventori emisi. Dengan memahami metode inventori emisi maka akan mempermudah memahami aspek pengendalian pencemaran udara.2.2. Relevansi Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan kualitas lingkungan. 2. Inventori emisi menyediakan informasi . Penyajian 2. 2. diskusi kelompok tentang studi inventori emisi di kota-kota besar di Indonesia serta tugas kecil tentang berbagai metode pengukuran (source test).1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya pengetahuan tentang inventori emisi ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu merangkum tahap-tahap inventori emisi.1.1. 2. Bahasan dimulai dari dasar mengapa inventori emisi diperlukan.3.3.1. cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi. Uraian Umum Inventori emisi merupakan kumpulan informasi secara kuantitas tentang pencemaran udara dari keseluruhan sumber yang berada pada suatu wilayah geografis selama periode waktu tertentu.2. 2.2 SUB POKOK BAHASAN INVENTORI EMISI 2.2.1 Pendahuluan 2.1.1. tahap-tahap perencanaan inventori emisi.II. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini.

ukuran. 1996) Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya. model dan inventori emisi seperti terlihat pada gambar di bawah ini : Gambar 4. inventori emisi dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber permasalahan mengenai kuallitas udara dan membantu dalam mengidentifikasi alternatif pengelolaan untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran udara. Inventroi emisi tersebut nantinya dapat digunakan sebagi dasar acuan untuk tindakan pencegahan terhadap pencemaran udara pada masa yang akan datang serta membantu dalam menganalisa aktivitas yang berperan dalam peningkatan pencemaran di area geografi dalam studi yang dilakukan (Canter. Metodologi dasar dari enventori emisi menggunakan rata-rata emisi untuk setiap aktivitas yang didasarkan pada kuantitas penggunaan material seperti bahan bakar. frekuensi. serta kontribusi relatif emisi.dari semua sumber emisi beserta lokasi. Dalam kaitannya dengan instrumen pengelolaan kualitas udara.4 Kaitan Instrumen Pengelolaan Kualitas Udara . analisis damapak meteorologi serta analisis biaya-manfaat. pembuatan tujuan kualitas udara. 2001). Komponen selain inventori emisi dalam strategi pengolaan kualitas udara antara lain pemantauan. Terdapat hubungan antara pemantauan. durasi waktu. Inventori emisi dapat memberikan indikasi tentang kondisi udara di lingkungan dan gambaran kualitas udara yang ada. Penting untuk diperhatikan bahwa inventori emisi menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari (Wilton.

Suatu inventori emisi diperlukan untuk sumber informasi publik mengenai status kondisi kualitas udara dan sebagai alat untuk melacak emisi-emisi sepanjang waktu.Perencanaan Inventori Emisi Inventori emisi diperlukan untuk penentuan perencanaan yang mencakup identifikasi kontributor utama.5 Perencanaan Inventori Emisi (US EPA. Dalam perencanaan inventori emisi. 2001) . ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. proses perencanaan dilakukan sebagai berikut : Gambar 4. hal-hal dibawah ini harus diperhitungkan : Data yang digunakan (end use of the data).cakupan inventori. USEPA (2001) mengungkapkan bahwa inventori emisi diperlukan guna penentuan perijinan suatu kegiatan yang dapat bedampak terhadap lingkungan pada suatu wilayah tertentu. menentukan tingkat pengendalian dan sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian. Secara diagramatik.

SO2. pertimbangan utamanya adalah tingkat kerincian. Metode Kesetimbangan Massa (material balances) Menentukan emisi dengan mengevaluasi jumlah material yang masuk ke proses. Pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik Prosedur Estimasi Emisi Polusi udara dapat diemisikan dari berbagai sumber di dalam industri/aktivitas. Persamaan yang digunakan adalah : . yang meninggalkan proses dan jumlah seluruh atau sebagian yang menjadi produk.CO2. Petugas inventori harus mempertimbangkan tipe emisi untuk dilaporkan. Estimasi emisi dapat sederhana ataupun rumit tergantung pada ukuran fasilitas. Metode Source Tests Metode ini merupakan metode yang umum untuk estimasi proses emisi. ketersediaan data dan biaya ketika memilih metode estimasi yang tepat. CO. and total hydrocarbons (THC). Source tests merupakan pengukuran emisi sesaat yang diambil dari stack atau vent. Sumber-sumber titik dapat diinvetori pada tiga tingkat kerincian : 1. Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan 2. CEMs umumnya digunakan untuk mengukur konsentrasi stack gas seperti NOx. jumlah dan jenis proses dan keberadaan alat pengendali. Mengingat faktor waktu dan peralatan. Beberapa metode estimasi emisi yang telah ada sebagai berikut : Metode CEMs Metode melalui CEMs Continuous emissions monitors (CEMs) yang mengukur dan mencatat emisi aktual sepanjang waktu. source test memerlukan sumber daya yang lebih banyak. ventilasi dikarakterisasi 3. jumlah sumber yang dikehendaki dan polutan apa yang dikehendaki.Cakupan Inventori Emisi Di dalam menentukan cakupan inventori. Pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack.

Contoh model TANKS untuk memperkirakan estimasi emisi dari tangki. Metode Model Emisi Model emisi digunakan dalam kondisi tidak ada pendekatan perhitungan yang sederhana. Rumus yang digunakan adalah : E = A x EF x (1 . atau dimana kombinasi berbagai parameter tidak menimbulkan korelasi langsung. . C = 0 bila tidak ada kontrol emisi RE = efektivias peraturan.Ex = (Qin .Qout) x Cx dimana : Ex = total emissi untuk pollutan x Qin = jumlah material yang masuk ke proses Qout = jumlah material yang meninggalkan proses sebagai limbah.C x RE) Dimana : E = estimasi emisi dari proses A = level aktivitas seperti keluaran EF = faktor emisi (asumsi tidak ada kontrol emisi) C = efisiensi penangkapan x efisiensi kontrol (dalam persen). Metode ini merupakan metode yang paling tidak dikehendaki dan hanya mendasarkan pada informasi yang tersedia dan beberapa asumsi Gambar dibawah ini menunjukkan grafik beberapa pendekatan untuk estimasi emisi dibandingkan dengan tingkat keakuratan dan biayanya. Metode Pendekatan (Engineering Judgement) Metode ini merupakan metode pilihan akhir bila metode-metode diatas tidak mampu memperkirakan emisi sumber. recovery dan produk Cx = konsentrasi polutan x di material Metode Faktor Emisi Faktor emisi memperkirakan emisi tipikal dari sumber melalui berbagai studi source test yang telah distandarisasi.

2.2. 2001) 2.Gambar 4.000 scf Emission concentration (Ce) = 96 ppm (as toluene) Fugitive emission capture (Effcap) = 0.58 x 10-7 (lb-mole-min)/(jam-ppm-scf) Rata-rata laju beban massa (the average mass loading rate) (Mo): .90 (reasonably available control technology (RACT) Data lain yang didapat : jam operasi = 16 jam/hari. Latihan Sebuah industri kertas akan melakukan test emisi VOC dalam bentuk toluene karena bahan dasar pelarut adalah toluene. 312 hari/tahun Solvent input rate (Mi) = 500 ton/tahun Molecular weight (toluene) = 92 Unit correction factor (f) = 1. Data yang dirata-rata kan dalam percobaan tiga kali test adalah sebagai berikut : Stack flow rate (Qs) = 10.6 Grafik Beberapa Pendekatan Untuk Estimasi Emisi Dibandingkan Dengan Tingkat Keakuratan Dan Biayanya (US EPA.

3. Sebutkan berbagai cara metode perhitungan emisi! 2. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.3.59% 2.3.000) = 14 lb/hr The emission control efficiency (Effcon) is dihitung: Effcon = (Mi-Mo)/Mi = [500 .93 (93 percent control) 2. Tes Formatif 1.000)]/500 = 0. Dalam perencanaan inventori emisi.((14)(16)(312)/2.Mo = (f)(MW)(Ce)(Qs) = (1. hal apa saja yang harus dipersiapkan ? 3. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.3. Penutup 2.2.3.89% 70% .69% 0% .58 x 10-7)(92)(96)(10. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% .1.Informasi apa saja yang disediakan dalam inventori emisi? 2. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Dimanakah inventori emisi pada sumber titik dilakukan ? 4. hitunglah jawaban anda yang benar.79% 60% .100% 80% .

ventilasi dikarakterisasi.terutama pada bagian yang anda belum kuasai.3. pada level cerobong (stack) dimana emisi ke ambien dari stack. 2. 2. Pada level sumber yang mengindikasikan fasilitas-aktivitas yang dapat mengemisikan polutan. metode model emisi. ketersediaan dan kemanfaatan data eksisting dan strategi pengumpulan dan manajemen data. durasi waktu. Metode Kesetimbangan Massa (material balances). metode source tests. Metode Pendekatan (Engineering Judgement) . cakupan inventori emisi dan prosedur estimasi emisi. serta kontribusi relatif emisi 2. ukuran. pada level proses yang mewakili unit operasi pada kategori yang spesifik 4. Inventori emisi menyajikan perhitungan kuantitas suatu kontaminan yang diemisikan oleh sumber tertentu dan dikombinasikan dengan emisi yang berasal dari sumber lainnya. Metode Source Tests. 3.cakupan inventori. Perlu perencanaan yang komprehensif dalam melakukan inventori emisi. Metode Model Emisi. metode kesetimbangan massa (material balances). metode pendekatan (engineering judgement).4. Inventori emisi menyediakan informasi dari semua sumber emisi beserta lokasi. Metode CEMs.3. Data yang digunakan (end use of the data). menampilkan perhitungan rata-rata emisi dalam periode waktu tertentu dan tidak mengindikasikan emisi yang aktual dalam satuan hari Inventori emisi meliputi tahap-tahap perencanaan inventori emisi. frekuensi. Metode Faktor Emisi. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. metode faktor emisi. Rangkuman Teknik inventori emisi sangat bermanfaat dalam pengelolaan kualitas udara. Prosedur estimasi emisi adalah : metode CEMs.

Introduction to Stationary Point Source Emission Inventory Development. Procedures for Emission Inventory Preparation. Environmental Impact Assessment Second Edition : Impact Prediction and Assessment of Air Quality. Environmental Protection Agency. Volume IV: Mobile Sources (Revised). SENARAI . (1992). N. Eastern Research Group. Dobie. EPA-450/4-81026d.. Good Practice Guide for Preparing Emission Inventory.DAFTAR PUSTAKA Canter. (1996).Sustainable Management Fund US EPA (2001).S. U. McGraw Hill Wilton. North Carolina. E. Ministry for The Environment . (2001). Inc. Research Triangle Park.

1. Diharapkan mahasiswa dapat mengitegralkan konsep ini dalam pengelolaan kualitas lingkungan. 1.1. mahasiswa akan mampu menjelaskan konsep pengendalian pencemaran udara. perubahan proses.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang konsep pengendalian pencemaran udara ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya individu inventarisasi alat pengendali di berbagai industri.1 SUB POKOK BAHASAN KONSEP PENGENDALIAN 1. Deskripsi Singkat Pokok bahasan ini menjelaskan tentang konsep pengendalian pencemaran udara.D. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. Relevansi Dengan mengetahui konsep pengendalian pencemaran udara. Pembahasan dimulai dari siklus pencemaran udara yang dihubungkan dengan konsep pengendalian. melalui diskusi tugas konsep pengendalian pencemaran udara dari berbagai tempat di dunia. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran. 1.1 Pendahuluan 1. penggunaan alat pengendali. maka dapat dipilih metode pengendalian yang tepat dalam kasus pencemaran udara.1. 1.1.POKOK BAHASAN V PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA II.2. Sub pokok bahasan ini merupakan bagian besar dari konsep pengelolaan kualitas lingkungan secara umum. tugas .2.3. Alat pengendali yang dipilih memenuhi best available control technology.3.1.

Penyajian 1.2. Uraian Umum Mengacu pada tingkat bahaya yang ditimbulkan akibat jenis pencemar udara yang dikeluarkan dari suatu sumber maka harus diperhatikan bagaimana tingkat konsentrasinya sampai di reseptor.2.1 Pola Pikir Pengendalian Pencemaran Udara .1. makin rendah pula pemaparan ke reseptor yang mungkin terjadi. Secara umum pendekatan dilakukan dengan melihat siklus pencemaran udara berikut ini : Gambar 5.1. Secara mudahnya dapat dikatakan bila tingkat pengencerannya selama di udara tinggi dan makin luas tersebar. Fenomena ini yang mendasari pendekatan yang dilakukan untuk melakukan pengendalian terhadap sumber pencemar udara.

1986) : Modifikasi pada tingkat penyebarannya Dasar pendekatan ini adalah memberikan modifikasi alat/desain pada proses akhir sehingga konsentrasi pencemar yang terpapar ke lingkungan tidak melebihi baku mutu. yaitu mechanical separator misal : gravity settler atau cyclone. Proses ini dinamakan juga dengan proses pengenceran. perubahan proses produksi (misalnya oil based menjadi water based). Penggunaan alat pengendali pencemaran udara yaitu pemasangan unit eksternal pada bagian akhir proses sebelum udara diemisikan. yaitu melakukan modifikasi pada poses sedemikian rupa sehingga kuantitas maupun kualitas udara yang diemisikan di bawah baku mutu udara. Bentuk modifikasi yang dilakukan dapat melalui substitusi bahan. Terdapat beberapa peralatan kontrol partikulat yang digunakan. dan relokasi sumber pencemar udara.Secara umum pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan 3 alternatif pendekatan. Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. Dalam menentukan peralatan kontrol yang tepat perlu pertimbangan karena instalasi peralatan kontrol juga terpengaruh beberapa persyaratan teknis dan . Sekarang proses ini sangat tidak direkomendasikan untuk diterapkan karena tidak adanya perubahan massa pencemar keseluruhan. perubahan durasi produksi dan sebagainya. Contoh penerapan pengendalian pencemaran udara dengan pendekatan ini adalah mempertinggi ukuran cerobong. electrostatic precipitator dan wet scrubber. fabric filter. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses Pendekatan ini lebih ditekankan pada konsep pencegahan polusi (cleaner production). pemilihan waktu pembuangan emisi yang dikaitkan dengan peluang kestabilan atmosfer. Pendekatan ini biasanya dapat diterapkan bila teknologi produksi yang akan menggantikannya mempunyai keunggulan. yaitu (Cooper & Aley. baik dari aspek ekonomis maupun peningkatan kualitas produksi.

2. Secara diagramatik. Standar kontrol Pencegahan korosi Persyaratan energi Bahan kimia Keyakinan Pemeliharaan Efisiensi Fleksibilitas Prekondisi gas Kapasitas beban Prinsip Parameter Penerapan Karakteristik Peralatan Performansi Alat Kelayakan Teknik Evaluasi Sumber Pemilihan Alat Kontrol Peraturan Total biaya pertahun Untuk tiap alternatif Pemilihan sistem kontrol terbaik Gambar 5.2 Faktor Yang Dipertimbangkan Untuk Mengevaluasi Sistem Kontrol Pencemaran Udara .ekonomis. pertimbangan dalam menentukan alat kontrol pencemaran udara dapat dilihat pada gambar 5.

ekonomis dan pemiliknya. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Apakah mungkin dalam sebuah aktivitas manusia untuk memenuhi produksi barang tidak memerlukan alat pengendali pencemaran udara? 3.3.3.69% 0% . Latihan Jelaskan Pengertian pengertian sistem sistem kontrol terbaik (best available control teknologi technology/BACT)? kontrol terbaik mengacu maximum pada beragamnya control pengendalian sehingga terpenuhi available technology. Sebutkan tiga alternatif pendekatan pengendalian pencemaran udara ! 4. Tes Formatif 1.1.2. 1.2.79% 60% .3. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Dimanakah posisi konsep pengendalian dalam pola pikir pengendalian pencemaran udara? 2.59% : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal . Penggunaan BACT lebih ditekankan pada integrasi pertimbangan dari sisi teknis.100% 80% . hitunglah jawaban anda yang benar. Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.2.89% 70% . economical available control technology dsb. Apa yang dimaksud dengan prakondisi gas dan fleksibilitas dalam pemilihan alat pengendali pencemaran udara? 1.1. Penutup 1. Kata optimalisasi bisa jadi lebih tepat menggambarkan BACT.

Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.3.4. Alat pengendali yang dipilih haruslah memenuhi best available control technology setelah melalui pertimbangan teknis. Konsep pengendalian berada diantara studi dampak kesehatan dan perbandingan dengan baku mutu.3.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1. 1. penyesuaian resistivitas dsb.2. Jadi apabila secara emisi kurang dari baku mutu yang ada. . ekonomis dan stakeholder yang terlibat. 2. Jenis-jenis pengendalian dapat berupa modifikasi pada sebaran. 1. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah. tidak memerlukan alat pengendali.3. 4. 3. Konsep pengendalian dengan strategi penurunan emisi merupakan langkah awal untuk meminimalisasi dampak kesehatan. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. perubahan proses. Menggunakan alat pengendali pencemaran udara. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai. Contoh prakondisi gas adalah penyesuaian kelembaban air. Prakondisi gas terkait dengan perlakuan terhadap emisi gas pembawa sebelum masuk ke alat pengendali agar dapat berfungsi dengan optimal. Status pencemaran ditentukan oleh konsentrasi emisi yang dibandingkan dengan baku mutu yang ada.3. penggunaan alat pengendali. Modifikasi pada tingkat penyebarannya. Rangkuman Konsep pengendalian pencemaran udara merupakan bagian penting dalam siklus pencemaran udara. maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya. Fleksibilitas menyangkut kemudahan perubahan tempat (site) alat pengendali diletakkan karena ada perubahan proses/pengembangan pabrik sehingga berimbas pada pengubahan posisi alat. Pengendalian emisi dengan perubahan pada proses.

Air Pollution Control. (1994). .1.1 Pendahuluan 2. A Design Approach. F.1.2.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip dasar pengetahuan tentang teknik pengendalian kering ini maka diharapkan mahasiswa memperoleh standar kompetensi dalam sikap dan perilaku berkarya melalui tugas individu inventarisasi peralatan pengendali kering di dunia invdustri.1. Second Edition. Dalam prinsip perancangan alat ini.2 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN KERING 2.3. SENARAI II.1. maka konsep mikro meteorologi di pokok bahasan III perlu dibuka kembali. diskusi kelompok tentang prinsip kerja alat pengendali. 2. Inc. 2. Waveland Press. mahasiswa akan mampu menjelaskan prinsip kerja alat pengendalian kering pencemaran udara.2.DAFTAR PUSTAKA Cooper.C. C David & Alley. Kompetensi Dasar Setelah menyelesaikan perkuliahan ini. 2. Untuk tiap alat pengendali akan dijelaskan prinsip kerja dan dilengkapi dengan keuntungan dan kerugian serta peruntukannya. Deskripsi Singkat Sub pokok bahasan ini menjelaskan tentang jenis-jenis alat pengendali dimulai dari yang sederhana seperti settling chamber hingga yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. Relevansi Dengan mendalami aspek pengendalian kering ini maka diharapkan tingkat pemenuhan terhadap baku mutu akan terjadi sehingga dampak kesehatan yang muncul dapat diminimalisasi.3.1. United States.

Uraian SETTLING CHAMBER ( bak pengendap ) Pertama kali dipakai. H didesain untuk semua partikel yang lebih besar daripada dp* .3 Settling Chamber Mekanisme : gaya gravitasi dan gaya inersia. Gambar 5.2.2. Penyajian 2.2. jenis : settling chamber sederhana dan settling chamber Howard ( ada penambahan pelat-pelat ) Efisiensi teoritis dan setelah diperhitungkan dengan hukum Stokes : g dp rp r m K : percepatan gravitasi : diameter partikel : densitas partikel :densitas gas : viscositas gas : faktor cunningham L. efisiensi rendah.1. Sekarang sering dipakai sebagai pretreatment untuk menghilangkan partikel ukuran besar. B.

1986): Modal awal rendah. Kelebihan dan Kekurangan Cyclone: Kelebihan (Cooper & Aley. 1986): Efisiensi rendah untuk partikel berukuran kecil. Semakin tinggi velocity gas.Cyclone Cyclone adalah suatu jenis alat pengumpul debu mekanik yang digunakan untuk menciptakan aliran berputar (vortex) untuk mengalirkan partikel ke area dimana partikel tadi akan mengalami kehilangan energi dan terpisah dari aliran gas (Mycock. Gambar 5. 1995). Mampu beroperasi pada temperatur tinggi. Alat ini dapat diopeasikan dalam kondisi basah (melalui injeksi air di inlet) atau kering. dimana partikel ukuran besar terlempar ke luar gas dan bertubrukan dengan dinding cyclone oleh gaya sentrifugal dan turun ke kerucut cyclone untuk ditangkap oleh hopper. Biaya operasi yang tinggi sebab terjadi kehilangan tekanan. maka removal efisiensinya juga semakin besar (Bethea. 1978). Skema Cyclone .4. Cyclone memiliki efisiensi yang rendah untuk partikel berukuran kecil dan efisiensi tinggi untuk ukuran partikel berukuran besar 5-15 µ m. Sedangkan gas yang bersih mengalir keluar melalui stack (Cornwell. Biaya pemeliharaan rendah. Input berupa gas dan partikulat dipercepat dengan gerakan spiral. 1998). Kekurangan (Cooper & Aley.

. W/D Diameter gas keluar De/D Panjang vortex. 1994): 1.625 2. Conventional 1.25 0. Normalnya lapisan ini yang melakukan filtrasi.875 1.0 0. Partikel debu membentuk pori-pori lebih atau kurang melekat pada permukaan fabric.0 0.5 2.5 1.1 Standar Dimensi Cyclone Tipe Cyclone High Efficiency Diameter bodi.0 0.0 0.375 1.5 0. Lc/D Diameter outlet debu Dd/D Sumber: Cooper & Alley.5 0.25 High Throughout 1.375 Fabric filter/ Baghouses Fabric filter menyisihkan debu dari aliran gas dengan melewatkannya melalui fabric berpori. Tabel 5.5 2.375 0.2 0.5 0.5 0.0 2.Tipe-tipe Cyclone Berdasarkan efisiensi.75 0. High-efficiency Cyclone Kecepatan gas inlet lebih tinggi dengan demikian memberi gaya sentrifugal yang lebih tinggi.5 0. 2. H/D Lebar inlet. Lb/D Panjang kerucut. selain cyclone conventional cyclone dibagi atas (Cooper & Alley.75 0.5 0. D/D Tnggi inlet. 1986. High-throughput Cyclone Biasanya mempunyai diameter yang lebih besar dan menangani kecepatan yang lebih tinggi. S/D Panjang bodi.

yakni udara pembawa partikel debu didorong ke dalam suatu cloth bag..(1) Keterangan : (1) (2) : Bag Filter Tekanan Positif : Bag Filter Tekanan Negatif (2) Gambar 5. Saat udara melewati fabric. 1995 Gambar 5.6 Mekanisme Filtrasi Dust Cake Sumber : Anonim.5 Bag Filter Tekanan Positif dan Negatif Sumber : Beachler.al. et. 2005 Fabric Filter atau baghouse beroperasi dengan prinsip seperti vacuum cleaner. debu akan terakumulasi pada cloth dan menghasilkan suatu aliran .

karena fabric biasanya dibuat dalam bag silinder. Fabric dapat dirusak oleh temperatur tinggi dan korosi akibat bahan kimia. Seleksi parameter desain sangat penting untuk memperoleh kinerja optimum dari sistem fabric filter. Dapat beroperasi pada aliran volumetrik dengan skala luas. Kekurangan Fabric Filter (Cooper & Alley. c. Memerlukan areal yang luas. Fabric Filter terbatas untuk kondisi dengan temperatur rendah dan kering. 1994): a. Efisiensi pengumpulan sangat tinggi meskipun untuk partikel yang sangat kecil. e. Nama ini mendeskripsikan sistem pembersihan yang digunakan dalam sistem. Desain baghouse yang paling umum adalah tipe reverse-air dan pulse-jet. Dapat beroperasi untuk berbagai tipe debu. c. Kelebihan dan Kekurangan Fabric filter/ Baghouses 1. kebocoran debu yang berlebihan akan timbul ketika dihasilkan lapisan baru. Jika terlalu banyak lapisan yang hilang. Didesain berbentuk modul. Cara membersihkan debu dari fabric adalah faktor penting dalam kinerja sistem fabric filter. penurunan tekanan di sepanjang sistem akan meningkat hingga jumlah yang melebihi batas. d. Memerlukan penurunan tekanan rendah yang masuk akal. . fabric dapat menjadi lengket. tetapi dapat digunakan untuk berbagai jenis debu dan mempunyai efisiensi yang cukup tinggi. Tidak dapat beroperasi pada lingkungan yang lembab. Sistem fabric filter seringkali disebut sebagai baghouse. b. Berpotensi menimbulkan kebakaran atau ledakan. dan modul-modul tersebut dapat dirangkai di pabrik. Jika debu tidak dibersihkan dengan baik. 2. Kelebihan Fabric Filter (Cooper & Alley. 1994): a. b. Debu secara periodik disisihkan dari cloth dengan guncangan atau menggunakan aliran udara terbalik. d.udara bersih.

disebut cage. Lapisan debu dibersihkan secara periodik oleh semburan jet udara yang tertekan ke dalam bag menyebabkan bag mengembang tiba-tiba. sehingga teknik pembersihan reverse-air menghasilkan masa pemakaian bag maksimum. sehingga mengurangi efisiensi pengumpulan debu. Pulse-jet baghouse didesain dengan struktur rangka dalam. yang memungkinkan pengumpulan debu pada bagian luar bag. 1992). sehingga lapisan debu yang terkumpul sebelumnya jatuh dari bag ke dalam hopper di bawah.Reverse-air baghouse beroperasi dengan mengalirkan gas kotor ke dalam bagbag. Seleksi material serat dan konstruksi fabric penting untuk kinerja baghouse. fabric terlindungi dari pergerakan yang berbahaya. dan kemudian ditenun atau dirajut menjadi fabric (Buonicore dan Davis. Namun tidak semua serat bisa dikempa ke dalam fabric dengan kekuatan cukup dan menjadikan fabric filter disusun dari filamen dan/atau serat yang awalnya dibelit menjadi benang. Karena prosedur pembersihan dilakukan dengan kecepatan gas yang relatif rendah. bag digoncangkan selama interval pembersihan reverse-air (Buonicore dan Davis. debu dibersihkan oleh tenaga inersia ketika bag mengembang hingga maksimum. . Konstruksi fabric bulu kempa umumnya menghasilkan penyisihan yang lebih baik daripada fabric tenunan. namun kehebatan teknik ini dan kadang-kadang pemasangan bag-to-cage yang pas cenderung membatasi waktu pemakaian bag dan juga meningkatkan migrasi debu keluar dari fabric. Material serat harus memiliki karakteristik kekuatan yang cukup dan kesesuaian kimia dengan gas dan debu yang ditangkap. 1992). Teknik pembersihan bag ini cukup efektif. shaker baghouse). Electrostatic Precipitator (EP) Alat pengendali debu yang berfungsi untuk memisahkan gas dan abu sebelum gas tersebut keluar dari stack salah satunya adalah electrostatic precipitator atau EP. dengan begitu. Variasi desain reverse-air baghouse dan pelopor reverse-air baghouse (misal. pengumpulan debu terjadi di bagian dalam bag. Bag-bag dibersihkan secara periodik dengan membalik arah aliran udara.

Pada sebagian besar aplikasinya EP memiliki efisiensi pengumpulan partikulat sebesar (80-99.Pengontrolan partikulat dari hasil proses industri telah merupakan masalah penting yang makin berkembang sejak mulai awal abad ke19. Berikut di bawah ini gambar Electrostatic Precipitator (EP): Gambar 5. Gambar Electrostatic Presipitator Sumber: PTP Indarung V. Teknologi EP ditemukan oleh Frederick Cattrell dan telah digunakan sejak tahun 1900-an. Instalasi pertama EP berhasil dengan sukses untuk digunakan sebagai penangkap asam Sulfat.9)%. 2005 .7. EP sangat efektif sebagai pengendali partikulat terutama yang berukuran kurang dari 10-20 µ m (dominan pada ukuran submikron). Setelah itu digunakan pada industri pengolahan batu bara yang menggunakan boiler. Kemudian dilanjutkan pada industri semen untuk menangkap debu klinker dan debu semen. Sejak tahun 1920 desain awal EP terus berkembang seperti yang dikenal sampai saat sekarang ini seiring dengan adanya pengetatan aturan lingkungan.

Terjadi proses particle charging. Gas masuk melalui gas distribution ke dalam treatment zone 2. Proses penangkapan debu pada EP secara umum terdiri atas tujuh langkah proses dasar yang berlangsung secara kontinu yaitu (Anonim. Gas Distribution Shields (15). Proses ionisasi dimulai dengan pemberian muatan ke kawat elektroda (arus searah dengan tegangan tinggi) sehingga menimbulkan efek korona. Insulation (02) 3. Inti dari proses EP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi. Inspection Hatches (03) 4. sehingga efisiensi bertambah. Precipitator Chamber (01) 2. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. EP sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri. Partikel yang melewati EP akan mengalami ionisasi muatan oleh elektroda kawat. Prinsip Dasar Electrostatic Precipitator Prinsip dari pengumpulan debu hanya sebatas pada penggunaan energi listrik untuk memberi muatan (negatif) ke partikulat di udara kotor atau aliran gas. Partikel yang sudah diberi muatan tadi berpindah dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan (positif). Inside Chain Drive (10) 11. Discharge Rapping Gear (09) 10. Collecting rapping gear (07) 8. Guard Plates (12) 13. Tujuan akhirnya adalah membersihkan partikulat yang telah terkumpul tadi. Discharge Electrodes/ De (08) 9. Insulator Shaft (14) 15. 2006): 1. Supporting insulators (13) 14. Collecting Plates (06) 7. 3. Corona Discharge . Insulator Cubicle (04) 5. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator. makin rendah resistifitasnya. Slide Bearing (11) 12. Drive stations for rapping gear (05) 6.Keterangan: 1. Makin tinggi tegangan yang diberikan.

Ionisasi dari molekul gas Proses yang terjadi pada corona discharge kemudian akan membombardir partikel tersuspensi dalam aliran gas menjadi bermuatan negatif. 4. maka hanya sebagian dari muatan tersebut yang akan terbuang (discharge). usaha ini akan menambah tingkat efisiensi EP dengan penempelan banyak partikel pada bagian permukaan plat tersebut.27 cm. Hentakan-hentakan rapping yang terperiodik pada collecting plate sangat perlu dipertahankan untuk menjaga agar aliran gas tetap bersih secara kontinu.Efek ini terlihat dari adanya cahaya biru luminescence disekitar kawat. Sedangkan partikel-partikel yang baru saja datang dan melekat pada collecting plate disebabkan oleh karena adanya gaya kohesi. Efek korona ini akan mengionisasi udara disekeliling kawat dengan pelepasan muatan negatif (elektron) (Anonim. Collecting plate disentak pada saat lapisan debu yang terakumulasi memiliki ketebalan antara 0. Akibatnya lapisan debu tersebut terlepas dari collecting plate (Anonim.08 sampai 1. . Pengumpulan Partikel Pada saat partikel bermuatan negatif tadi mencapai collecting electrode yang dihubungkan ke tanah. Sebagian daripada muatan tersebut tersusun kembali dan akan berkontribusi terhadap adanya kohesi dan adhesi antar molekul untuk tetap memegang partikel melekat pada collecting plate. Partikel-partikel yang tetap melekat pada collecting plate disebabkan karena adanya gaya adhesi. Tebal lapisan debu yang diizinkan melekat pada collecting plate berkisar antara 0.27 cm. Partikel yang bermuatan negatif akan bergerak menuju collection electrode bermuatan positif dan kemudian disisihkan. 2006). 5. Partikel debu yang telah terkumpul pada collecting plate kemudian mengalami proses rapping yaitu proses pembersihan plat kolektor dari partikulat yang menempel. Plat kolektor bermuatan positif karena biasanya dihubungkan dengan tanah (grounding). Muatan tersebut akan meluncur melalui collecting plate ke tanah secara perlahan.08-1. 2006).

Electrostatic Precipitator sebenarnya merupakan usaha pengembangan prinsip presipitasi untuk dimanfaatkan dalam industri-industri.5 m. Latihan Pabrik semen akan memasang EP sebagai alat pengendali pencemaran udaranya. Ukuran diameter yang partikel yang boleh lolos ke EP adalah <10 mikron. Arus ini akan terus bertambah sampai terjadi bunga api. maka partikulat menjadi netral. Debu tersebut harus segera di transport secepat mungkin untuk menghindari permasalahan material handling seperti pengerasan dan penyumbatan. panjang 15 m dan tinggi 1. Penumpukan debu yang tertangkap 7.6. dan terikat pada collecting surface yang muatannya berlawanan. Sebelum EP dipasang settling chamber sebagai pre-treatment dengan ukuran lebar 4 m. 2. Partikulat yang terkumpul tadi kemudian digoncangkan. Setelah partikulat bermuatan. Partikulat yang terkumpul cenderung membentuk layer (lapisan) (Buonicore dan Davis. dengan menggunakan muatan negatif pada discharge electrodes dan muatan positif pada collecting surface. Corona Discharge adalah faktor utama yang mempengaruhi pemberian muatan partikel yang terjadi saat electric field (area antara discharge electrodes dan collecting surface) mencapai nilai tertentu dimana arus telah diterima. Laju aliran gas terukur masuk ke settling . Makin tinggi tegangan yang diberikan. 1992). maka efisiensi bertambah dan resistivitasnya tinggi. Tegangan yang dibutuhkan ± 15000-100000 V tergantung dari konfigurasi presipitator (Buonicore dan Davis.2. berpindah. 1992). Inti dari proses ESP sendiri terjadi diantara dua elektroda tadi.2. digetarkan dengan rapping sehingga jatuh ke hopper dengan menggunakan hammer. Pemberian tegangan ada kaitannya dengan efektifitas kerja presipitator. Proses pemindahan debu yang tertangkap Debu yang terhempas dari collecting plate akan ditampung kedalam sebuah hopper yang sisi-sisinya memiliki kemiringan kira-kira 60° agar memudahkan debu jatuh secara bebas dari puncak hopper ke bukaan pelepasan dibawah hopper.

3. Apakah maksudnya settling chamber dapat dianggap sebagai pre-cleaner? 2. Dengan data : Berapakan efisiensi penangkapan untuk diameter 10 mikron tersebut ? Jawab : 2. Penutup 2.69% 0% . Umpan Balik Cocokkan jawaban anda dengan kunci jawaban test formatif yang ada pada bahasan berikut ini.89% 70% . Rangkuman : baik sekali : baik : cukup : kurang : gagal .25. Aliran udara mengikuti hukum Stokes dengan faktor Cunningham : 1. Bagaimana tahap-tahap pengolahan dengan EP? 2. maka anda harus mengulangi kegiatan belajar bab tersebut terutama pada bagian yang anda belum kuasai.6 m3/detik. dan gunakan rumus ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi dalam bab ini. Rumus : Tingkat penguasaan = Σ jawaban yang benar x 100% 4 Arti tingkat penguasaan yang anda capai adalah : 90% . Tes Formatif 1.3.1.3.chamber 0. hitunglah jawaban anda yang benar. Bagaimana prinsip kerja cyclone? 3. Untuk mencapai pemahaman tersebut anda dapat menghubungi dosen pengampu di luar waktu kuliah.3.3.100% 80% . maka anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar bab selanjutnya.79% 60% .59% 2. 2.3.2.4. Sebutkan 2 tipe fabric filter yang sering digunakan! 4. tetapi jika tingkat penguasaan anda belum mencapai 80%. Tindak Lanjut Jika anda mencapai tingkat kepuasan 80% keatas.

pdf. Air Pollution Control Tecnology.3. corona discharge. Settling chamber hanya mengandalkan gaya gravitasi.epa. Fabric Clean Pulse-Jet Fabric Filter. . PTP Indarung V Beachler. M. gravitasi dan EP dengan gaya elektrostatik dan gravitasi. Robert.com/flsmidth+airtech/english/contact/brochures/produc t+brochures/fabricfilterfabriclean. Jerry.flsmidth.pdf. 3. fabric filter.. penumpukan debu yang tertangkap serta proses pemindahan debu tertangkap. Settling chamber dianggap sebagai pre cleaner karena efisiensinya cukup rendah untuk partikel ukuran kecil (<20 mikron).(2006) . cyclone mengandalkan gaya sentrifugal dan gravitasi. pengumpulan partikel. USA : North Carolina State University. difusi. Tipe yang sering digunakan adalah reverse-air dan pulse-jet 4. diakses pada 30 Desember 2005 Bethea. Tiap alat pengendali kering memiliki prinsip kerja yang berbeda. Cyclone bekerja dengan 2 gaya yaitu sentrifugal yang dihasilkan dari inlet tangensial dan gaya gravitasi setelah partikel tertumbuk di dinding alat. http://yosemite. Tahapnya : entering gas.5 Kunci Jawaban Tes Formatif 1.Jnis-jenis alat pengendali kering dimulai dari yang sederhana adalah settling chamber sedang yang rumit dan mahal seperti Electrostatic Presipitator. David S. 2. Mick. 2. 25 Februari 2006 ______.gov/oaqps/eogtrain. 2005.http://yosemite.epa. fabric filter dengan gaya intersepsi. Efisiensi tertinggi dicapai EP disusul fabric filter. diakses pada 27 Desember 2005 ______. 1978. DAFTAR PUSTAKA ______. New York: Van Nostrand Reinhold Company. Joseph..gov/ 12bles5. sedangkan terendah adalah settling chamber. EP dan scrubber. 2005. Sehingga alat ini sering digunakan sebelum alat pengendali utama seperti cyclone. 1995. and Pompelia. http://www.nsf/DisplayView/SI_412A_05?OpenDocument. Fabric Filter Operation Review. particle charging. ionisasi molekul gas.

3 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN BASAH 3. Maveland Press Inc.1.. datum dan transformasi.2.1. CRC Press Inc. Introduction to Environmental Engineering. Mc. 3.1. Davis and Cornwell. Mycock. C. 3.3. C.Buonicore and Davis. GrawHill Company Inc.1998. SENARAI II. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota.2. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan.1.et al. 1995. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition. Air Pollution Control Engineering and Technology. John C.1 Pendahuluan 3. Illinois. meliputi : sumbu. Kompetensi Dasar pembentukan ruang kota . Air Pollution Engineering Manual. 1992. simetri. irama. Copper.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang.1. hirarki. David and Alley. F. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota. 3. 1986. New York: Van Nostrand Reinhold Company. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar (100%). Singapore.3.

Mekanisme sentuhan adalah melalui putaran inersia diikuti penurunan secara gravitasi. .2. Berpotensi tinggi terhadap korosi. Cairan keluar dapat menyebabkan masalah pencemaran air. b. Kebanyakan partikel halus akan melekat pada tetesan cairan jika bersentuhan (Nevers. Kelebihan (Cooper & Alley. Cyclone spray chamber. Uraian Nova Wet Scrubber Scrubbers adalah alat pengumpul partikulat yang sangat halus pada tetesan cairan. Spray chamber scrubbers. e. 4. c. Partikel terkumpul dapat terkontaminasi dan dapat tidak bisa digunakan kembali. 1986): a. Korosi gas dan debu dapat divariasikan. 2. 2000). 2.7. Efisiensi pengumpulan dapat difariasikan. c. 2. Dapat mendinginkan gas panas. 1986): a. d. f. Prinsip scrubbers adalah mengurangi partikulat/ gas dengan menyerapnya menjadi cairan yang keluar dengan cepat karena sentuhan. kekurangan (Cooper & Alley.2 Tipe-Tipe Scrubbers (Dep.3. b.2. 3.7.1 Kelebihan dan Kekurangan Wet Scrubber 1. Penyajian 3. Dapat mengendalikan kabut. PTP. Venturi and jet scrubbers.2.2. Dapat menangani debu yang dapat terbakar dan meledak dengan resiko yang kecil. 1999): 1.1. Menyediakan absorpsi gas dan pengumpulan debu pada satu unit. Orifice scrubber and wet impingement scrubber. 2.

Tindak Lanjut 3.2.3. Rangkuman 3.3.3. Penutup 3.Gambar 2. Umpan Balik 3.4. Low Energy Scrubber dan Spray Tower Scrubber.3. Latihan 3. Sumber: Anonim 2005 Gambar skematik dan instalsi wet scrubber di lapangan 3.1. Tes Formatif 3.3.2.4.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA .2.3.3.

David and Alley. datum dan transformasi. simetri.1.2.1.1. Deskripsi Singkat Menjelaskan tentang prinsip-prinsip yang menjadi dasar penyusunan ruang-ruang kota. Penyajian 4. Air Pollution Control A Design Approach 2nd Edition.Copper. Uraian pembentukan ruang kota . hirarki. mahasiswa semester II Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota akan mampu menjelaskan kaidah-kaidah rancang bangun 3 dimensi yang menjadi penguat dengan benar 9(100%).2. GrawHill Company Inc. SENARAI II. pemahaman mengenai prinsip penyusunan ruangruang kota sangat diperlukan. Air Pollution Control Engineering 2nd Edition. Singapore. Illinois.1 Pendahuluan 4. 2000. irama. C.3. Noel De. 1986. Relevansi Didalam Interpretasi Ruang. 4. meliputi : sumbu. terutama bertujuan untuk memudahkan mahasiswa menyusun massa 3d pada suatu tapak dengan memperhatikan faktor-faktor penguat keberadaan suatu ruang kota. Maveland Press Inc. Kompetensi Dasar 4.1.1 Standar Kompetensi Dengan diberikannya prinsip-prinsip penyusunan ruang. C.4 SUB POKOK BAHASAN PENGENDALIAN LAIN 4. F. Nevers.3. Mc. 4.2. 4.1.1.2.

Berikut secara garis besar pengendalian emisi gas tersebut : Kontrol SOx Pengendaliannya juga dilakukan di sumbernya sehingga mengefisienkan pengendalian akhirnya. CO. F. Cl. Pengendalian emisi gas ditujukan untuk mengendalikan gas-gas yang termasuk pencemar seperti tercantum dalam PP. Catatan : bukan satu-satunya solusi untuk alat kontrol. Contohnya dengan gasifikasi batubara. HC. Implikasi : biaya lebih mahal dan kelayakan bahan bakar berkurang Desulfurisasi Penyisihan sulfur dari bahan bakar. Bahkan ada yang hanya memiliki emisi gas tanpa partikulat sehingga pengendalian ini penting untuk diaplikasikan. ekstrasi pelarut Pembuatan cerobong yang tinggi Mereduksi konsentrasi di bagian bawah (ground level concentration). NO2. Desulfurisasi gas sisa (flue gas desulfurization) Pembuatan asam sulfat dari SO2 Reaksi – reaksi yang terjadi : SO2 + 1/2O2 SO3 + H2O Kontrol NOx Adapun pengendalian terhadap NOx hampir sama dengan kontrol SOx yaitu : Penerapan pembakaran di luar kondisi stoikiometris SO3 H2SO4 . Cakupan kontrolnya adalah sebagai berikut : Konversi bahan bakar ke rendah kandungan sulfurnya Contohnya memilih gas alam yang rendah kandungan sulfurnya.Pengendalian emisi gas Beberapa instalasi pencemaran udara juga dilengkapi pengendalian emisi gas yang ikut dikeluarkan dengan partikulat.41 Tahun 1999 yaitu : SO2. SO4.

toksisitas dan biaya (kalau bukan pelarut air). menimbulkan masalah meteorologi. Sementara untuk packed absorber menggunakan packing material. tingkat korosif. . volatilitas gas. Parameter desain absorber meliputi : jumlah pancaran. Keuntungan absorber : dapat dipakai untuk gas dengan suhu tinggi. Dua jenis absorber yang umum dipakai adalah plate absorber dan packed tower absorber. Mekanisme : terjadi kontak yang sangat tinggi antara campuran gas dengan cairan sehingga sebagian besar gas-gas terlarut dalam cairan. Plate absorber menggunakan pelat-pelat horizontal yang dipasang pada menara absorber. sehingga membatasi terbentuknya NO dan NO2 Adapun beberapa metode/mekanisme penyisihan emisi gas adalah : Absorpsi Definisi : penyisihan kontaminan gas dari suatu proses dengan melarutkan gas ke cairan. Kerugian absorber : korosif. Dalam desain absorber. kekentalan (viscosity). gas –gas mengalir melalui lubang-lubang pada pelatnya. tidak memakan tempat. stabilitas kimia. karena pada dasarnya pada penyisihan partikulat dengan wet scrubber polutan gas yang diemisikan juga ikut disisihkan. meminimalkan terjadinya kebakaran. efisiensi maksimum tercapai bila : Tersedianya daerah kontak yang luas Terjadinya pencampuran yang baik antara gas dan cairan Tersedianya waktu kontak yang cukup antar fase Tingkat solubilitas yang tinggi dari polutan ke absorbent Jadi parameter yang harus diperhatikan : kelarutan gas.Pembatasan penambahan oksigen selain untuk bahan bakar. diameter dan tinggi menara. melembabkan gas yang keluar. hasil penyisihannya sulit direcovery. Desain umum absorber seperti halnya wet scrubber.

Mekanisme : melekatnya gas-gas pada permukaan padat atau cair (adsorbent) akibat perbedaan konsentrasi.Adsorpsi Proses adsorpsi menempelkan satu atau lebih kontaminan gas ke permukaan padatan. Metode regenerasi : Injeksi udara panas ke dalam absorber kemudian dikondensasi. silica gel . activated alumina. maka proses adsorpsi akan semakin tinggi Kecepatan gas : semakin tinggi kecepatan akan menurunkan waktu kontak kontaminan dengan adsorbent sehingga menurunkan tingkat adsorpsi Kandungan partikulat : adanya partikulat akan menurunkan efisiensi proses adsorpsi. Adsorbent biasanya merupakan padatan yang memiliki porositas yang tinggi. Jenisnya ada 2 : Adsorpsi fisik : hasil dari gaya-gaya tarik intermolekul antara adsorbent dengan material yang diserap Adsorpsi kimia : hasil interaksi kimia antara bahan adsorbent dengan material yang diserap Faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi : Temperatur : semakin tinggi suhu semakin menurunkan adsorpsi gas polutan Tekanan : semakin tinggi tekanan. sehingga proses adsorpsi berlangsung pada bagian internal padatan tersebut. Jenis-jenis adsorbent yang dipakai : karbon aktif.

. Tipenya : Kondenser kontak langsung : medium pendingin dengan uap-kondensat saling kontak dan bergabung Kondenser kontak tak langsung : medium pendingin dan uap-kondensat dipisahkan oleh suatu area permukaan Kondenser biasanya digunakan sebagai pre-treatment bagi alat kontrol gas lain karena dapat mengurangi volume gas yang harus diolah. 1991) Kondensasi Mekanisme : Konversi gas atau uap menjadi cairan melalui penurunan suhu dan atau penaikan tekanan.Gambar Skematik Instalasi Adsorber (US EPA.

namun operasi insinerator mencapai suhu lebih dari 980 C untuk menjamin pembakaran organik yang komplet. Ada 2 tahap dalam pembakaran : pembakaran bahan bakar terjadi cukup cepat dan irreversibel serta menghasilkan gas dengan suhu cukup tinggi pembakaran polutan. limbah dan bahan bakar dengan kondisi temperatur yang tinggi.Gambar Skematik Instalasi Kondenser (US EPA. waktu tinggal yang cukup. Destruksi termal kebanyakan senyawa organik terjadi antara 590 C – 650 C. Dengan pembakaran sempurna akan didapat perubahan hidrokarbon menjadi CO2 dan air. 1991) Insinerasi Pembakaran sempurna antara udara (oksigen). pengadukan turbulen antar komponen. Terjadi oksidasi polutan dari gas yang sudah bersuhu tinggi tadi menjadi produk yang tidak berbahaya Operasi insinerasi bertipe : Otomatis Operator tinggal menyetel tombol on dan off .

Penutup 4.3. Latihan 4.Semi-otomatis Operator harus menyetel input-input yang diminta sistem kontrol melalui tombol-tombol dan valve tertentu Manual Semua kontrol insinerasi disetel secara manual oleh operator kecuali kondisi darurat untuk dimatikan masih bersifat otomatis.2. Umpan Balik 4. Gambar Skematik Instalasi Insinerasi (US EPA.5 Kunci Jawaban Tes Formatif DAFTAR PUSTAKA .2.3.3.4.1.3.3.3. Tes Formatif 4.3. 1991) 4. Tindak Lanjut 4.2. Rangkuman 4.

1991. North Carolina. Technology Transfer Handbook--Industrial Guide for Air Pollution Control.EPA. SENARAI . Handbook: Control Technologies for Hazardous Air Pollutants. Environmental Protection Agency. Research Triangle Park. EPA. 1978.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->