P. 1
bpk_ri

bpk_ri

|Views: 212|Likes:
Published by low profile

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: low profile on Jan 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2015

pdf

text

original

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 01.

B/LK/XIII/12/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan Universitas Gadjah Mada (selanjutnya disebut “UGM”) tanggal 31 Desember 2004 serta laporan aktivitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan kami Nomor : 01.A/LK/XIII/12/2005 tanggal 9 Desember 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Kepatuhan terhadap hukum, peraturan, kontrak dan bantuan yang berlaku bagi UGM merupakan tanggung jawab manajemen. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, kami menguji kepatuhan UGM terhadap pasal-pasal tertentu hukum, peraturan, kontrak dan bantuan. Namun, tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Oleh karena itu, kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Hal material dari ketidakpatuhan adalah kegagalan untuk mematuhi persyaratan, atau pelanggaran terhadap larangan, yang terdapat dalam peraturan, kontrak atau bantuan yang menyebabkan kami mengambil kesimpulan bahwa kumpulan salah saji sebagai akibat dari kegagalan atau pelanggaran adalah material terhadap laporan keuangan. Hasil pengujian kepatuhan kami mengungkapkan hal material dari ketidakpatuhan berikut ini, yang berdampak terhadap kewajaran laporan keuangan. Nilai kekayaan awal UGM, yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, belum ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan yang dilakukan bersama oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Keuangan. Hal ini belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 61 Tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri Sebagai Badan Hukum, Bab IV Kekayaan, pasal 5 ayat (1) yang menyebutkan bahwa kekayaan awal perguruan tinggi berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan ayat (2) yang menyebutkan bahwa besarnya kekayaan awal perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah

1

BPK RI / AUDITAMA III

seluruh kekayaan negara yang tertanam pada perguruan tinggi yang bersangkutan, kecuali tanah, yang nilainya ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan yang dilakukan bersama oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen Keuangan. Untuk lebih jelasnya, masalah ini kami kemukakan dalam temuan nomor : 1 pada lampiran A. Kami mempertimbangkan hal material dari ketidakpatuhan tersebut dalam merumuskan pendapat kami apakah laporan keuangan UGM menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, dan laporan ini mempengaruhi laporan kami Nomor : 01.A/LK/XIII/12/2005 tanggal 9 Desember 2005 atas laporan keuangan. Kecuali sebagaimana dijelaskan di atas, hasil pengujian kepatuhan kami menujukkan bahwa, berkaitan dengan unsur yang diuji, UGM mematuhi, dalam semua hal yang material, pasal-pasal sebagaimana disebutkan dalam paragraf ketiga laporan ini, dan berkaitan dengan unsur yang diuji, tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa UGM tidak mematuhi, dalam semua hal yang material, pasal-pasal tersebut. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan UGM terhadap pasal-pasal tertentu hukum, peraturan, kontrak dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan dalam temuan nomor : 2 sampai dengan nomor : 7 pada lampiran A.

Auditor Utama Keuangan Negara V selaku Penanggungjawab Audit

Widodo H. Mumpuni Register Negara No : D- 3745 Jakarta, 9 Desember 2005

2

BPK RI / AUDITAMA III

LAMPIRAN A

1. Penyertaan Awal Pemerintah sebesar Rp2.531.691.640.961,36 belum ditetapkan oleh Menteri Keuangan sesuai PP No. 61 Tahun 1999. Kekayaan awal Universitas adalah berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dari APBN yang tercermin pada akun Penyertaan Awal Pemerintah (PAP) dalam kelompok Aktiva Bersih. Berdasarkan data yang disajikan dalam Laporan Keuangan diketahui bahwa: a. Saldo PAP per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp2.531.691.640.961,36 atau 75,85% dari total kewajiban dan aset bersih yaitu sebesar Rp3.337.937.521.987,64 , berasal dari aset bersih dana lancar bebas senilai Rp69.891.675.653,98 dan aset bersih dana lancar terikat dengan nilai Rp2.461.799.965.307,38. b. Nilai PAP tersebut telah mengalami penurunan sebesar Rp241.814.952,00 apabila dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2003. Penurunan aset bersih dana lancar bebas sebesar Rp1.072.668.605,00 terjadi karena adanya penghapusbukuan entitas Yayasan Dana Pembina dan selanjutnya direklasifikasi menjadi Dana Fakultas Teknik yang dipindah ke Dana Masyarakat Terikat Sementara. Sedangkan penambahan nilai PAP dari asset bersih dana lancar terikat sebesar Rp830.853.863,00 merupakan akibat reklasifikasi entitas Dana Fakultas Teknik yang dipindah dari Dana Masyarakat Bebas ke Dana Masyarakat Terikat Sementara. Seperti telah diungkapkan dalam pemeriksaan tahun lalu, PAP pada UGM belum ditetapkan oleh Menteri Keuangan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PP No. 61 Tahun 1999. Tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut, Rektor UGM pada tanggal 12 Mei 2005 telah mengirim surat kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas dengan Nomor 2315/P/Subdir-AP/2005 tentang permohonan untuk Penetapan Penyertaan Awal Pemerintah. Selanjutnya pada tanggal 12 September 2005 Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas telah menindaklanjuti surat Rektor UGM tersebut dengan mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan Nomor 3064/D/T/2005 perihal Permohonan Pemisahan Kekayaan Awal menjadi Aset BHMN-UGM. Namun sampai dengan pemeriksaan berakhir (9 Desember 2005) tidak diperoleh data adanya surat dari Mendiknas kepada Menteri Keuangan mengenai hal tersebut. Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. PP No. 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri Sebagai Badan Hukum, Bab IV Kekayaan, pasal 5, menyebutkan: 1) Kekayaan awal perguruan tinggi berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dari APBN

3

BPK RI / AUDITAMA III

2) Besarnya kekayaan awal perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah seluruh kekayaan negara yang tertanam pada perguruan tinggi yang bersangkutan, kecuali tanah, yang nilainya ditetapkan oleh Menkeu berdasarkan perhitungan yang dilakukan bersama oleh Depdiknas dan Depkeu. 3) Penatausahaan pemisahan kekayaan negara untuk ditempatkan sebagai kekayaan awal perguruan tinggi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Menkeu. 4) Kekayaan negara berupa tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan perguruan tinggi yang bersangkutan. 5) Hasil pemanfaatan kekayaan berupa tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) menjadi pendapatan dari perguruan tinggi dan dipergunakan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi perguruan tinggi. b. Dalam PP No. 153 tahun 2000 tentang Penetapan UGM sebagai BHMN, Bab XX Harta Kekayaan, pasal 47, disebutkan sebagai berikut : Ayat 2 : Kekayaan awal universitas sebagai badan hukum terdiri atas seluruh harta kekayaan negara yang dipisahkan yang pengelolaannya diserahkan kepada Universitas dalam bentuk gedung, instalasi, segala macam dan jenis peralatan baik untuk keperluan pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dan keperluan perkantoran dan pada umumnya semua benda yang dikuasai oleh Universitas, termasuk hasil penelitian, percobaan dan sebagainya, serta semua hubungan baik dengan pihak diluar Universitas dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Ayat(3) :Pelaksanaan penyerahan dan peralihan kekayaan negara untuk ditempatkan sebagai kekayaan awal Universitas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur oleh Mendiknas dan Menkeu. Kondisi di atas mengakibatkan nilai PAP sebesar Rp2.531.691.640.961,36 belum memiliki kekuatan / kepastian hukum dan belum dapat diyakini kewajarannya. Hal tersebut terjadi karena belum adanya mekanisme yang jelas dan baku atas implementasi PP No.61 tahun 1999. BPK-RI merekomendasikan kepada pimpinan UGM untuk a. Memantau perkembangan surat yang dikirimkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas ke Menteri Pendidikan Nasional agar segera mendapatkan penetapan mengenai kekayaan awal. b. Membuat pengungkapan yang memadai dalam catatan atas laporan keuangan tentang status penetapan PAP ini.

4

BPK RI / AUDITAMA III

2. Status keanggotaan Majelis Wali Amanat UGM tidak sesuai ketentuan. Majelis Wali Amanat (MWA) UGM diangkat berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No: 38/MPN/KP/2002 tanggal 1 Februari 2002. Jumlah anggota MWA berdasarkan keputusan tersebut adalah 25 orang, terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut : - Wakil Menteri : 1 orang - Wakil Pimpinan Universitas : 1 orang - Wakil Senat Akademik : 10 orang - Wakil Masyarakat : 7 orang - Wakil Alumni : 2 orang - Wakil Karyawan : 2 orang - Wakil Mahasiswa : 2 orang Jumlah 25 orang Pada tahun 2005 melalui Surat Keputusan Mendiknas No.129/MPN/KP/2005 tanggal 23 Agustus 2005 ditetapkan pemberhentian 9 (sembilan) anggota MWA yang terdiri dari 8 (delapan) orang Wakil Senat Akademik dan 1 (satu) orang Wakil Masyarakat. Daftar nama MWA-UGM tersebut dapat dilihat pada lampiran A-1. Hasil verifikasi menunjukkan hal-hal sebagai berikut : a. Anggota MWA yang mewakili Senat Akademik yang semula berjumlah 10 orang, dengan terbitnya SK Mendiknas No: 129/MPN/KP/2005 tanggal 23 Agustus 2005 tersebut tinggal berjumlah 2 (dua) orang. b. Dua orang anggota MWA dari unsur Wakil Senat Akademik yaitu Prof. Dr. Umar Anggoro Jenie dan Prof. Dr. Affan Gaffar telah diganti oleh Prof. Dr. Soeparna dan Prof. Dr. Asip F Hadipranata. Atas penggantian ini tidak diperoleh adanya keputusan dari Menteri Pendidikan Nasional. Kondisi di atas tidak sesuai dengan : a. PP No: 153 tahun 2000 tentang Penetapan UGM sebagai Badan Hukum Milik Negara, Pasal 9 ayat (3) yang menyatakan bahwa Anggota MWA diangkat dan diberhentikan oleh Menteri berdasarkan usulan dari Senat Akademik. b. PP No: 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) pasal 4 ayat 2 yang antara lain menyatakan bahwa usia pensiun untuk dosen dengan pangkat Lektor ke atas adalah 65 tahun. c. Keputusan MWA No: 12/SK/MWA/2003 tentang Anggaran Rumah Tangga UGM, yang antara lain menyatakan bahwa : • Pasal 10 : Anggota MWA berjumlah 23 orang yang berasal dari unsur : - Menteri atau yang mewakilinya.

5

BPK RI / AUDITAMA III

- Masyarakat Umum sebanyak 11 orang yang terdiri atas Sri Sultan Hamengkubuwono, 8 orang tokoh masyarakat dan 2 orang alumni Universitas. - Masyarakat Universitas sebanyak 11 orang, yang terdiri atas Rektor, 3 orang Guru Besar, 3 orang dosen bukan Guru Besar, 2 orang tenaga administrasi dan 2 orang mahasiswa. Pasal 12 : Pemilihan Anggota : - Pemilihan anggota MWA diselenggarakan oleh Senat Akademik (SA) selambat-lambatnya tiga bulan sebelum masa jabatan anggota berakhir. - Tatacara pemilihan anggota MWA diatur dalam keputusan MWA atas usul Senat Akademik. - Anggota MWA yang terpilih dan disahkan dalam rapat SA diusulkan kepada Menteri untuk mendapatkan ketetapannya. Pasal 13 : Berakhirnya status keanggotaan : - Keanggotaan MWA dapat berakhir karena salah satu sebab berikut : Telah menjadi guru besar bagi anggota yang mewakili dosen non guru besar; Telah pensiun bagi anggota yang mewakili dosen dan tenaga administrasi; Telah selesai masa studinya, atau tidak aktif studi, atau telah ditarik kembali oleh organisasi kemahasiswaan bagi anggota yang mewakili mahasiswa; Mengundurkan diri; Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota; Berhalangan tetap.

Kondisi keanggotaan MWA yang berasal dari Senat Akademik yang tidak memenuhi jumlah yang ditentukan , mengakibatkan kepentingan pemerintah, masyarakat dan universitas tidak terwakili dengan memadai sesuai dengan fungsinya. MWA yang merupakan organ Universitas yang mewakili kepentingan Pemerintah, kepentingan masyarakat dan kepentingan Universitas tidak dapat sepenuhnya efektif dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut disebabkan Pimpinan MWA tidak mempunyai komitmen yang cukup melaksanakan peraturan tentang status keanggotaan MWA melalui pembuatan keputusan tentang tata cara pemilihan MWA. Pimpinan MWA menyatakan bahwa akan menindaklanjuti semua rekomendasi BPKRI. BPK-RI merekomendasikan kepada : 1. Pimpinan MWA agar membuat keputusan tentang tata cara pemilihan anggota MWA.

6

BPK RI / AUDITAMA III

2. Senat Akademik mengusulkan penggantian anggota MWA yang telah diberhentikan dengan memperhatikan ketentuan mengenai komposisi dan batas usia pensiun sesuai dengan ketentuan yang telah disebutkan di atas. 3. Pimpinan MWA segera mengusulkan nama-nama pengganti anggota MWA yang diusulkan oleh Senat Akademik untuk memperoleh penetapan dari Mendiknas. 3. Keanggotaan 106 orang Majelis Guru Besar (MGB) UGM tidak sesuai dengan peraturan. Hasil pemeriksaan menunjukkan hal-hal sebagai berikut : Anggota MGB UGM berjumlah 296 orang, terdiri dari: - Guru Besar : 268 orang - Guru Besar Luar Biasa : 3 orang - Guru Besar yang telah melaporkan pensiun : 25 orang Jumlah : 296 orang Dari hasil audit didapatkan data bahwa dari 268 orang anggota MGB yang tercatat belum pensiun, ternyata sebanyak 81 orang telah berusia di atas 65 tahun sehingga seharusnya telah pensiun. Dengan demikian jumlah anggota MGB yang telah pensiun adalah 106 orang. Rincian anggota MGB yang telah berusia di atas 65 tahun dapat dilihat pada Lampiran A-2. Keputusan Majelis Wali Amanat No : 12/SK/MWA/2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang Anggaran Rumah Tangga UGM, Bab X pasal 36 tentang keanggotaan MGB, butir 3 menyatakan bahwa Keanggotaan MGB berakhir karena salah satu dari sebabsebab berikut : a. berhenti melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi Universitas; b. mengundurkan diri; c. dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana penjara lima tahun atau lebih dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap; d. dijatuhi sanksi karena melanggar Kode Etik Akademik dan atau Kode Etik Nonakademik; e. meninggal dunia. Penetapan berakhirnya keanggotaan MGB di atas tidak mencantumkan kriteria pensiun sebagai salah satu alasan berakhirnya keanggotaan sedangkan dalam butir 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga UGM disebutkan bahwa keanggotaan MGB adalah Guru Besar yang belum pensiun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aturan tentang keanggotaan MGB sangat rancu. Realisasi biaya untuk MGB yang telah dikeluarkan sampai 31 Desember 2004 berjumlah Rp475.135.530,00. Anggaran tahun 2004 yang tersedia untuk MGB adalah Rp406.606.771,00, sehingga realisasi pengeluaran tahun 2004 tersebut melampaui Rp68.528.759,00 atau 16,85% di atas anggarannya.

7

BPK RI / AUDITAMA III

Hal ini tidak sesuai dengan: 1. Keputusan Majelis Wali Amanat No : 12/SK/MWA/2003 tanggal 18 Desember 2003 tentang Anggaran Rumah Tangga UGM, Bab X pasal 36 tentang keanggotaan MGB, butir 1 dan 2 menyatakan bahwa : - Anggota MGB terdiri atas Guru Besar Tetap, Guru Besar Emeritius dan Guru Besar Luar Biasa. - Yang dimaksud dengan : a. Guru Besar Tetap adalah guru besar Universitas yang belum pensiun. b. Guru Besar Emeritus adalah guru besar Universitas yang telah pensiun dan diangkat kembali untuk melaksanakan tugas Tridharma. c. Guru besar Luar biasa adalah guru besar dengan integritas keilmuan yang berasal dari luar Universitas yang diberi tugas mengajar di Universitas. 2. PP No : 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) pasal 4 ayat 2 yang antara lain menyatakan bahwa usia pensiun untuk dosen dengan pangkat Lektor ke atas adalah 65 tahun. Hal ini mengakibatkan tugas yang harus dilaksanakan oleh MGB tidak efektif mengingat tidak adanya pembatasan yang tegas mengenai batas usia pensiun. Disamping itu, terdapat pengeluaran yang tidak hemat karena melebihi RKAT sebesar Rp68.528.759,00. Hal ini disebabkan aturan yang tidak jelas mengenai berakhirnya masa keanggotaan MGB. Pimpinan MGB- UGM menyatakan bahwa : a. Keanggotaan MGB adalah guru besar yang masih berusia dibawah 65 tahun dan guru besar yang mendapat perpanjangan sampai dengan 70 tahun. b. Saat ini Komisi Kehidupan Akademik bersama Komisi Organisasi dan Sumber Daya MGB sedang menyusun konsep peraturan tentang keanggotaan MGB. Agar MGB UGM dapat lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya, BPK-RI merekomendasikan : 1. MWA merevisi butir 3 Pasal 36 Anggaran Rumah Tangga UGM dengan menambahkan klausula bahwa keanggotaan MGB berakhir disebabkan telah memasuki masa pensiun. Hal ini sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam butir 2a Anggaran Rumah Tangga UGM. 2. Ketua MGB agar menerbitkan Surat Pemberhentian sebagai anggota MGB bagi anggota yang telah memasuki masa pensiun sebagaimana diatur dalam butir 2a Pasal 36 Anggaran Rumah Tangga UGM.

8

BPK RI / AUDITAMA III

4. Perangkapan Jabatan pada struktur organisasi yang berada dibawah UGM tidak sesuai dengan ketentuan. Hasil review terhadap struktur organisasi unit-unit/entitas yang berada dibawah UGM, ditemukan adanya perangkapan jabatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perangkapan jabatan tersebut terjadi pada unit/entitas berikut ini: 1). PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) Berdasarkan akta Notaris Endang Sukorini Atyanto SH No : 54 tanggal 24 Juni 2000 tentang akta pendirian perseroan terbatas GMUM, disebutkan bahwa Yayasan UGM menguasai 99 % saham PT GMUM. Berdasarkan Keputusan RUPS PT GMUM yang dituangkan dalam akta notaris Sumendro, SH No : 05 tanggal 14 Oktober 2004, terdapat Pimpinan UGM yang menjabat sebagai Komisaris dan Direksi PT GMUM, yaitu sebagai berikut : Jabatan pada PT. GMUM Rektor Komisaris Utama Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi Wakil Komisaris Utama Wakil Rektor Bidang Kerjasama & Pengembangan Direktur Utama Usaha Dalam keputusan tersebut tidak diatur mengenai besarnya honor Komisaris dan Direksi tetapi dari transaksi kas dan bank diperoleh data bahwa honor Direktur Utama adalah Rp 3.000.000,00 per bulan. 2). PT Gama Techno (GT) UGM memiliki saham pada PT GT melalui penyertaan langsung sebanyak 4.125 lembar saham dengan nilai Rp 825.000.000,- ( 55% kepemilikan) dan penyertaan tidak langsung melalui PT GMUM sebanyak 2.625 lembar saham dengan nilai Rp525.000.000,- ( 35% kepemilikan) sehingga total kepemilikan saham adalah 90%. Sesuai dengan akta notaris Sumendro, SH No: 01 tanggal 4 Januari 2005 tentang pendirian perusahaan diperoleh data adanya Pimpinan UGM yang menjabat sebagai Komisaris dan Direksi PT GT, yaitu sebagai berikut : Jabatan pada UGM Jabatan pada PT. Gama Techno Komisaris Utama Pengembangan Wakil Komisaris Utama Wakil Komisaris Jabatan pada UGM

Rektor Wakil Rektor Bidang Kerjasama & Usaha Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi

9

BPK RI / AUDITAMA III

Belum didapatkan data mengenai besarnya honorarium untuk komisaris tersebut. 3). Gadjah Mada University Press (GP) Gadjah Mada University Press (GP) adalah salah satu unit pelaksana teknis (unit penunjang) yang ada di UGM. Unit penunjang ini berada langsung dibawah rektorat UGM. Rektor UGM dengan keputusan No :227/P/SK/HKTL/2003 tanggal 1 Desember 2003 tentang pembentukan Dewan Pengawas dan pemberhentian Direktur serta pengangkatan Pimpinan Gadjah Mada University Press, telah mengangkat Pimpinan UGM pada jabatan berikut ini : Jabatan pada UGM Jabatan pada GP Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Ketua Dewan Pengawas Usaha Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengendalian Anggota Dewan Pengawas Mutu Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Anggota Dewan Pengawas Masyarakat Dalam keputusan tersebut tidak diatur mengenai besarnya honor atas dewan pengawas tetapi dalam tahun 2004 telah dikeluarkan honor untuk Ketua Dewan Pengawas dan Anggota Dewan Pengawas masing-masing sebesar Rp1.500.000,00 dan Rp 1.000.000,00 per bulan. Kondisi di atas tdak sesuai dengan ketentuan dibawah ini : a. PP No : 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum, antara lain menyatakan : - Pasal 14 : Pimpinan Perguruan Tinggi terdiri dari Rektor yang dibantu oleh beberapa orang Pembantu Rektor. - Pasal 16 : Pimpinan dilarang memangku jabatan rangkap sebagaimana tersebut dibawah ini : • Pimpinan dan jabatan struktural lainnya pada lembaga pendidikan tinggi lain; • Jabatan struktural dan fungsional lainnya dalam instansi/lembaga pemerintah pusat dan daerah; • Jabatan lainnya yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan dengan kepentingan Perguruan Tinggi. b. PP No: 153 tahun 2000 tentang Penetapan UGM sebagai BHMN antara lain dinyatakan bahwa : Pasal 17 :

10

BPK RI / AUDITAMA III

(1). Pimpinan Universitas terdiri dari Rektor yang dibantu oleh beberapa orang Wakil Rektor; (2). Jumlah dan pembidangan tugas Wakil Rektor ditetapkan dengan keputusan Rektor setelah mendapat persetujuan Majelis Wali Amanat; (3). Anggota Pimpinan Universitas harus memenuhi persyaratan untuk mampu melaksanakan perbuatan hukum; (4). Wakil Rektor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sama dengan Pembantu Rektor sebagaimana dimaksud dalam PP No: 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum. Pasal 23 : Pimpinan universitas dilarang merangkap jabatan sebagaimana tersebut berikut ini : (1). Pimpinan dan jabatan struktural lembaga universitas atau lembaga pendidikan lain; (2). Pimpinan badan usaha di dalam maupun di luar lingkungan universitas; (3). Jabatan struktural lainnya dalam instansi pemerintah pusat dan daerah; (4). Jabatan lainnya yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan dengan kepentingan pemerintah. Kondisi di atas mengakibatkan adanya konflik kepentingan dalam pengelolaan unitusaha yang berada dibawah UGM dan pemborosan biaya pada unit-unit dimaksud. Hal ini disebabkan Pimpinan Universitas dalam mengangkat pejabat pada unitunit/entitas yang berada dibawahnya tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku. Pihak UGM menyatakan hal-hal sebagai berikut : a. Kedudukan pimpinan universitas diberbagai unit usaha sebagai komisaris adalah mewakili kepentingan pemilik. Oleh karena itu kedudukan pimpinan universitas di unit usaha bukan merupakan rangkap tetapi lebih sebagai representasi dari pemilik. b. Perangkapan jabatan pimpinan UGM sebagai direktur GMUM terpaksa dilakukan karena untuk melakukan pembenahan internal. Para profesional yang ada di PT GMUM masih membutuhkan dukungan yang kuat dari pimpinan universitas untuk melakukan pembenahan dan konsolidasi pada PT GMUM. BPK-RI merekomendasikan agar perangkapan jabatan tersebut di atas ditinjau kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

11

BPK RI / AUDITAMA III

5. Pengadaan barang/jasa yang dilakukan dengan cara penunjukan langsung tidak sesuai dengan ketentuan. Dalam tahun 2004 , UGM melalui Kantor Pusat maupun Unit Pelaksana Kegiatan melakukan pembangunan gedung dan pengadaan barang/jasa. Dari hasil pengujian secara sampel atas pelaksanaan kegiatan tersebut, ditemukan adanya pembangunan gedung/pengadaan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan dengan rincian sebagai berikut : 1). Pengadaan jasa sewa kendaraan dinas senilai Rp 2.129.160.000,00 Pada tahun 2004, Rektorat UGM melalui Biro Administrasi dan Kepegawaian UGM membuat perjanjian /kontrak dengan Koperasi Serba Usaha Dosen UGM (Kosudgama) sesuai SPK No.400/AU/PL/2004 tanggal 19 Oktober 2004. Dalam perjanjian disebutkan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah pengadaan jasa sewa dengan hak opsi untuk membeli kendaraan dinas di UGM dengan masa sewa selama 30 bulan. Jumlah pembayaran sewa yang akan dilakukan oleh UGM sampai dengan bulan ke30 adalah sebesar Rp 2.129.160.000,00 dengan rincian sebagai berikut:
No Jenis mobil Jumlah Unit 1 4 1 2 3 11 Harga Sewa/ Bulan (Rp) Satuan Jumlah 10.000.000,00 7.362.000,00 7.812.000,00 4.578.000,00 4.852.000,00 10.000.000,00 29.448.000,00 7.812.000,00 9.156.000,00 14.556.000,00 70.972.000,00 Masa Sewa 30 30 30 30 30 Total pembayaran

1. Toyota Camry matic 2. Toyota Altis manual 3. Toyota Altis manual 4. Honda New City manual 5. Honda New City matic Jumlah

300.000.000,00 883.440.000,00 234.360.000,00 274.680.000,00 436.680.000,00 2.129.160.000,00

Sampai dengan 31 Desember 2004 belum ada uang sewa yang telah dibayarkan karena penyerahan mobil baru dilakukan pada tanggal 18 Desember 2004. Dari hasil audit diperoleh data bahwa penunjukan Kosudgama sebagai rekanan dilakukan melalui penunjukan langsung. Hal ini berdasarkan permohonan ijin penunjukan langsung No.701/As.PIII/PL/2004 tanggal 27 September 2004 yang diajukan oleh Ketua Panitia Pengadaan Kendaraan Dinas dan persetujuan Rektor yang dituangkan dalam Ijin penunjukan langsung No: 5604/PIII/PL/2004 tanggal 28 September 2004. Berdasarkan dokumen penawaran diketahui bahwa Ketua Kosudgama juga menjabat sebagai Direktur Keuangan UGM, sehingga terjadi konflik kepentingan dalam pelaksanaan pengadaan tersebut.

12

BPK RI / AUDITAMA III

2). Pengembangan dan Rp1.980.000.000,00.

Pemeliharaan

Sistem

Informasi

UGM

senilai

Berdasarkan Laporan Keuangan UGM Tahun Buku 2004 terdapat perkiraan asset dalam konstruksi berupa infrastruktur senilai Rp1.171.673.765,00 yang merupakan mutasi debet dari Kantor Pusat Tata Usaha UGM - Bagian Anggaran Masyarakat tahun 2004. Jumlah tersebut merupakan sebagian realisasi pembayaran kontrak selama tahun 2004 untuk pengembangan dan pemeliharaan Sistem Informasi UGM, yang dikerjakan oleh Gamatechno melalui kontrak nomor 2531/P/K/2004 tanggal 3 April 2004 senilai Rp1.980.000.000,00. Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut diketahui beberapa hal sebagai berikut: a) Universitas tidak membentuk panitia pengadaan secara resmi melalui suatu ketetapan untuk melakukan persiapan pengadaan termasuk dalam menentukan pelaksana pekerjaan. b) Pekerjaan tersebut dilakukan tanpa melalui proses pelelangan meskipun nilai pekerjaannya cukup material dan signifikan. Syarat-syarat pengadaan barang melalui pelelangan seperti pengumuman di media massa, seleksi calon peserta pengadaan melalui analisa kemampuan peserta dan analisa harga penawaran tidak dilakukan. c) Dalam dokumen kontrak disebutkan bahwa kedua belah pihak telah setuju dan sepakat dengan harga yang ditawarkan sebesar Rp1.980.000.000,00 melalui surat penawaran nomor 0434/MNG/PN/III/2004 tanggal 27 Maret 2004. Dokumen negosiasi harga juga tidak dibuat. Kesepakatan harga tersebut tidak dituangkan dalam berita acara kesepakatan harga. d) Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tidak dibuat sehingga tidak dapat diketahui estimasi harga pengadaan yang dapat digunakan sebagai pembanding dengan penawaran oleh calon pelaksana untuk menentukan nilai wajar pekerjaan. e) Kontrak yang disusun dan disepakati memiliki kelemahan antara lain: (1) Garansi pelaksanaan pekerjaan yang dituangkan dalam kontrak hanya menyatakan kesanggupan pihak ke-2 untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kesepakatan dan masa berlakunya garansi, namun tidak mencantumkan nilai garansi dan bentuk garansi dari pihak penjamin dalam dokumen kontrak. (2) Tidak menentukan dan mencantumkan nilai sanksi dan denda tentang keterlambatan penyelesaian dan penyerahan pekerjaan dalam keadaan yang tidak memaksa. (3) Tidak menyatakan dengan jelas dan spesifik tentang pekerjaan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum kontrak pekerjaan dilakukan, tidak ada perencanaan tentang cakupan pekerjaan yang dapat menggambarkan pekerjaan yang harus dilakukan karena rencana kerja baru disampaikan pada setiap tahunnya. Hal ini dapat dilihat dari pasal 4 yang menyatakan bahwa Rencana Tahunan Pengembangan dan Pemeliharaan

13

BPK RI / AUDITAMA III

Sistem Informasi UGM diserahkan paling lambat pada tanggal 15 April setiap tahunnya. (4) Tidak mencantumkan secara spesifik dan jelas tentang masa pelaksanaan pekerjaan dan saat dimulainya pekerjaan tidak berdasarkan Surat Perintah Mulai Pekerjaan (SPMK). (5) Cara pembayaran yang ditetapkan dalam kontrak hanya mengatur tentang kewajiban pihak ke-1 untuk membayar kepada pihak ke-2 setiap tanggal 10 tiap bulannya tanpa mengaitkan dengan kemajuan penyelesaian pekerjaan (prestasi) yang harus diselesaikan. Dari uraian tersebut di atas menunjukkan adanya kelemahan dalam pengendalian pengeluaran dana masyarakat UGM dan dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi UGM kurang mencerminkan azas keterbukaan, serta tidak ada kejelasan tentang hubungan pembangunan dan prestasi pekerjaan.

3). Pembangunan Perluasan Gedung Program Studi Magister Sains & Doktor Ilmu Ekonomi UGM senilai Rp 1.150.000.000,00 Tahun 2003 Program Studi Magister Sains & Doktor Ilmu Ekonomi melaksanakan Pembangunan Perluasan Gedung Program Studi Magister Sains & Doktor Ilmu Ekonomi UGM sebesar Rp1.150.000.000,00 yang dilaksanakan oleh PT. Jaya Pass Abadi dengan kontrak No.52/SE/MSI/UGM/IV/03 tanggal 26 April 2003 dan SPMK No.54/SE/MSI/UGM/IV/03 tanggal 26 April 2003. Jangka waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender terhitung sejak tanggal dikeluarkannya SPMK atau selesai tanggal 23 September 2003. Masa pemeliharaan selama 60 hari terhitung setelah sejak dilakukan penyerahan pertama tanggal 23 September 2003 atau selesai tanggal 22 Nopember 2003. Pekerjaan tersebut telah selesai sesuai dengan Berita Acara Penyerahan Pertama Pekerjaan tanpa nomor tanggal 23 September 2003 dan Berita Acara Penyerahan Kedua Pekerjaan tanpa nomor tanggal 1 Desember 2003. Dari pemeriksaan lebih lanjut diketahui bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Jaya Pass Abadi tersebut belum selesai seluruhnya, hal ini terbukti dengan ditunjuknya rekanan lain yaitu CV Rahayu Trade & Contractors pada tanggal 7 Oktober 2003 untuk melaksanakan pekerjaan tambah kurang sebesar Rp81.184.036,02 yang terdiri dari pekerjaan tambah sebesar Rp105.656.186,20 dan pekerjaan kurang sebesar Rp24.472.150,00. Pekerjaan tambah kurang ini kemudian dibayar pada tanggal 1 Mei 2004, sesuai dengan kuitansi pembayaran/cek No.515537. Dari data tersebut dapat diketahui hal-hal sebagai berikut: a) Adanya keterkaitan antara pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Jaya Pass Abadi dengan CV Rahayu Trade & Contractors yang mengerjakan pekerjaan tambah

14

BPK RI / AUDITAMA III

kurang. Pekerjaan tambah kurang ini merupakan bagian dari pekerjaan sebelumnya yang dilaksanakan oleh PT. Jaya Pass Abadi. b) Pekerjaan tambah kurang adalah perubahan-perubahan dari pekerjaan sebelumnya yang telah/sedang dilaksanakan. c) Pengajuan pekerjaan tambah kurang dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2003 yang berarti masih dalam masa pemeliharaan pekerjaan sebelumnya yang dilaksanakan oleh PT Jaya Pass Abadi yang berakhir pada tanggal 22 Nopember 2003. d) Dari keterangan pihak pengelola Pembangunan Perluasan Gedung Program Studi Magister Sains & Doktor Ilmu Ekonomi UGM dan rekanan diketahui bahwa CV Rahayu Trade & Contractors merupakan bagian/sub kontraktor dari PT Jaya Pass Abadi. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa : a) Adanya Pekerjaan tambah-kurang, berarti adanya perubahan pekerjaan sebelumnya, pekerjaan tambah merupakan penambahan pekerjaan atau perbaikan dari pekerjaan yang telah dilaksanakan sebesar Rp105.656.186,20, sedangkan pekerjaan kurang, terdapat pekerjaan yang tidak dilaksanakan sebesar Rp24.472.150,00. Dengan demikian terdapat pekerjaan yang tidak dilaksanakan oleh PT. PT Jaya Pass Abadi sebesar Rp24.472.150,00 dan denda keterlambatan pekerjaan karena tidak melaksanakan pekerjaan sebesar Rp57.500.000,00 (atau Rp1.150.000.000,00 x 5%). b) Sesuai kontrak pasal 14, seharusnya pekerjaan tambah kurang merupakan tanggung jawab dari PT Jaya Pass Abadi, apalagi pekerjaan tersebut dilaksanakan pada masa pemeliharaan yang merupakan tanggung jawab rekanan. c) PT Jaya Pass Abadi sebagai Penyedia barang/jasa dilarang mengalihkan tanggung jawab sebagian pekerjaan utama dengan mensubkontrakkan kepada pihak lain dengan cara dan alasan apapun, kecuali disub-kontrakkan kepada penyedia barang/jasa spesialis hal ini sesuai dengan Keppres No 80 Tahun 2003 Pasal 32 ayat (4). 4). Pembangunan gedung Fakultas Hukum senilai Rp 4.381.552.000,00. Dalam rangka pembangunan gedung Fakultas Hukum (FH) UGM, diperoleh data adanya pengeluaran dana sebesar Rp800.000.000,00 yang berasal dari Program S1FH Reguler dan Program S1- FH Ekstensi/Swadaya masing-masing sebesar Rp400.000.000,00. Realisasi pengeluaran dana tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : a) Dana yang berasal dari Program S1- Reguler sebesar Rp 400.000.000,00. Penyerahan uang dari Wakil Dekan II kepada Dekan Fakultas Hukum UGM pada tanggal 22 Juni 2004 sesuai dengan surat perintah menyerahkan uang No.1080/PT.01.H4.FH/B/2004. Uang tersebut kemudian ditransfer ke rekening

15

BPK RI / AUDITAMA III

BNI No: 770005433901 atas nama Ir. Syaukad Ali pada tanggal 28 Juni dan 1 Juli 2004, masing-masing sebesar Rp350.000.000,00 dan Rp50.000.000,00. b) Dana yang berasal dari Program S-1 Ekstensi/Swadaya sebesar Rp400.000.000,00. Sesuai surat pernyataan bersama No : UGM/FH.Eks/149a/R/H/2003 tanggal 1 November 2003 antara Ketua Program S1 Swadaya/Ekstensi FH UGM dengan Wakil Dekan II yang merupakan Bendahara Proyek Pembangunan disepakati akan dilakukan penyerahan uang sejumlah Rp 1.000.000.000,00 dalam 3 tahap yaitu : - Tahap 1 diserahkan tanggal 15 November 2003 sebesar Rp 400.000.000,00. - Tahap 2 diserahkan setelah pertanggungjawaban tahap 1 sebesar Rp300.000.000,00. - Tahap 3 diserahkan setelah pertanggungjawaban tahap 2 sebesar Rp300.000.000,00. Pernyataan bersama ini ditindaklanjuti dengan penyerahan cek sebesar Rp400.000.000,00 sesuai dengan Berita Acara Penyerahan Bantuan Biaya Pembangunan No : UGM/FH.Eks/158/R/H.-/2003 tanggal 15 November 2003 antara Ketua Program S1 Swadaya /Ekstensi FH UGM dengan Wakil Dekan II yang merupakan Bendahara Proyek Pembangunan. Cek sebesar Rp400.000.000,00 tersebut baru dicairkan pada tanggal 7 Januari 2004. Berdasarkan informasi lisan dari mantan Pengelola Bidang Kemahasiswaan S1 Swadaya/Ekstensi FH UGM, penyerahan uang tahap 2 dan 3 tidak jadi dilaksanakan disebabkan belum adanya pertanggungjawaban tahap 1. Tidak diperoleh data realisasi fisik yang telah dikerjakan dari pengeluaran dana sebesar Rp800.000.000,00 tersebut dan sampai dengan pemeriksaan berakhir (9 Desember 2005) belum ada pertanggungjawaban atas pengeluaran uang tersebut. Selanjutnya Rektor UGM menerbitkan Keputusan No : 262/PIII/SK/PL/2004 tanpa tanggal tentang pembentukan Panitia Lelang Pengadaan Jasa Konstruksi Pekerjaan Penyelesaian Pembangunan Gedung Kuliah Fakultas Hukum. Rektor UGM juga membentuk Panitia Pengawas sesuai Keputusan No : 263/PIII/SK/PL/2004 tanpa tanggal tentang pembentukan panitia pengawas/pemeriksa jasa konstruksi pekerjaan penyelesaian pembangunan gedung kuliah Fakultas Hukum. Tidak diperoleh data tentang proses pemilihan rekanan untuk pembangunan gedung. Data yang diperoleh adalah Surat Perjanjian Pekerjaan Pemborongan No : UGM/HK/2081A/PGK/PL/06/02 tanggal 18 Oktober 2004 tentang penyelesaian pembangunan gedung kuliah FH UGM antara Dekan Fakultas Hukum UGM dengan Direktur CV Rahayu Trade & Contractors (CV RTC). Nilai kontrak penyelesaian gedung FH adalah Rp3.816.552.000,00 dengan jangka waktu

16

BPK RI / AUDITAMA III

penyelesaian 120 hari kerja. Berdasarkan SPK sumber dana dari pembayaran tersebut adalah anggaran dana masyarakat Fakultas Hukum UGM tahun 2004-2005. Namun dalam pelaksanaannya selain membangun gedung, CV RTC juga melakukan pemasangan hydrant senilai Rp 100.000.000,00 dan pemasangan AC senilai Rp465.000.000,00, sehingga total pembayaran kewajiban kepada CV RTC senilai Rp4.381.552.000. Dari data-data di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. Belum adanya pertanggungjawaban atas pengeluaran uang Rp 800 juta pada pembangunan gedung Fakultas Hukum tahap 1. 2. Terdapat penunjukkan langsung rekanan baik untuk pembangunan gedung tahap 1 maupun tahap 2. Kondisi di atas tidak sesuai dengan : 1). Pasal 3 Kepres 80 tahun 2003 yang menyatakan bahwa dalam pengadaan barang/jasa wajib menerapkan prinsip-prinsip : a) efisien, berarti pengadaan barang/jasa harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan; b) efektif, berarti pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan; c) terbuka dan bersaing, berarti pengadaan barang/jasa harus terbuka bagi penyedia barang/jasa yang memenuhi persyaratan dan dilakukan melalui persaingan yang sehat di antara penyedia barang/jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas dan transparan; d) transparan, berarti semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan barang/jasa, termasuk syarat teknis administrasi pengadaan, tata cara evaluasi, hasil evaluasi, penetapan calon penyedia barang/jasa, sifatnya terbuka bagi peserta penyedia barang/jasa yang berminat serta bagi masyarakat luas pada umumnya; e) akuntabel, berarti harus mencapai sasaran baik fisik, keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pelayanan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang/jasa. 2). Pasal 13 Kepres 80 tahun 2003, yang menyatakan bahwa : a) Pengguna barang/jasa wajib memiliki harga perkiraan sendiri (HPS) yang dikalkulasikan secara keahlian dan berdasarkan data yang dapat dipertangungjawabkan

17

BPK RI / AUDITAMA III

b) HPS disusun oleh panitia/pejabat pengadaan dan ditetapkan oleh pengguna barang/jasa. c) HPS digunakan sebagai alat untuk menilai kewajaran harga penawaran termasuk rinciannya dan untuk menetapkan besaran tambahan nilai jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang dinilai terlalu rendah, tetapi tidak dapat dijadikan dasar untuk menggugurkan penawaran. d) Nilai total HPS terbuka dan tidak bersifat rahasia. e) HPS merupakan salah satu acuan dalam menentukan tambahan nilai jaminan. 3). Pasal 17 huruf 5 Kepres 80 tahun 2003, yang menyatakan bahwa penunjukan langsung baru dapat dilakukan “Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus, pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.” 4). Pasal 48 butir 2 Kepres 80 tahun 2003 yang menyatakan bahwa : Pengguna barang/jasa wajib melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan dan hasil kerja pada setiap kegiatan/proyek, baik kemajuan maupun hambatan dalam pelaksanaan tugasnya dan disampaikan kepada atasan langsung dan unit pengawasan intern instansi yang bersangkutan. Pengguna barang/jasa wajib menyimpan dan memelihara seluruh dokumen pelaksanaan pengadaan barang/jasa termasuk berita acara proses pelelangan/seleksi. Kondisi diatas mengakibatkan tidak dapat diyakininya kewajaran nilai baik pembangunan gedung maupun pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh UGM. Hal ini disebabkan tidak adanya pedoman pengadaan barang dan jasa yang sumber dananya berasal dari dana masyarakat di lingkungan UGM. Pihak UGM menjelaskan bahwa : a. Dana yang digunakan dalam pengadaan barang dan pembangunan gedung adalah dana masyarakat sehingga tidak tepat bila diterapkan Keppres 80 tahun 2003 yang mengatur mengenai pengunaan dana APBN. b. Pihak UGM melakukan penunjukkan secara langsung kepada Gama Techno karena mempertimbangkan dampak pengembangan kelembagaan yang besar, menjamin pelayanan pasca kontrak yang baik, menciptakan kemandirian dan menciptakan imej yang baik pada UGM sebagai universitas unggul; c. Pertanggungjawaban dana pembangunan gedung Fakultas Hukum tahap 1 sebesar Rp800 juta sudah termasuk dalam realisasi pengeluaran yang tertuang pada laporan akhir pekerjaan tahap 1 periode Agustus 2002 sampai dengan September 2004 sebesar Rp 2.711.243.082,00. d. Pelaksanaan pekerjaan tambah gedung Program MSI dan Doktor dilakukan dalam masa pemeliharaan yang dilakukan oleh CV Rahayu Trade & Contractor dan

18

BPK RI / AUDITAMA III

perusahaan tersebut merupakan mitra kerja dari PT Jaya Pas Abadi yang merupakan perusahaan yang melakukan pekerjaan sebelumnya. BPK-RI merekomendasikan kepada Pimpinan UGM agar : a. Segera membuat pedoman pengadaan barang dan jasa yang dananya berasal dari dana masyarakat dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik (good governance). b. Meminta pertanggungjawaban pada pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan perluasan gedung Program Studi Magister Sains dan Doktor. c. Menugaskan SAI (Satuan Audit Internal ) UGM untuk melakukan pemeriksaan atas pertanggungjawaban pembangunan gedung Fakultas Hukum tahap 1. d. Memperbaiki kelemahan yang ada pada kontrak dengan PT Gama Techno.

6. Pembayaran Gaji Dosen yang menjabat pada instansi lain/ pejabat negara tidak sesuai ketentuan. Dari hasil audit diperoleh data bahwa terdapat dosen UGM yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat pada instansi lain atau menjadi pejabat negara tetapi masih diberikan gaji dan tunjangan fungsional. Selama tahun 2004, pembayaran gaji dan tunjangan yang dikeluarkan untuk dosen yang menjabat pada instansi lain, antara lain : a. Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA yang menjabat sebagai Mendiknas sejak November 2004 mendapat gaji dan tunjangan dalam tahun 2004 sebesar Rp5.010.740,00. b. Dr. Budiono, MEc yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan mendapat gaji dan tunjangan dalam tahun 2004 sebesar Rp25.733.040,00 c. Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, MEc yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Wakil Presiden mendapat tunjangan dalam tahun 2004 sebesar Rp10.800.000,00 Sampai dengan audit berakhir (9 Desember 2005) pembayaran gaji dan tunjangan tersebut masih berlangsung. Hal ini tidak sesuai dengan : a. Undang-undang No: 8 tahun 1974 Pasal 11 yang menyatakan bahwa seorang pegawai negeri yang diangkat menjadi pejabat negara dibebaskan untuk sementara waktu dari jabatan organiknya selama menjadi pejabat negara tanpa kehilangan statusnya sebagai pegawai negeri kecuali Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda dan Hakim Makamah Agung karena secara administratif tetap berada pada lembaga yang bersangkutan. b. Peraturan Pemerintah No: 4 tahun 1976 tentang Pegawai Negeri Yang Menjadi Pejabat Negara Pasal 2 menyatakan bahwa pegawai negeri sipil yang diangkat menjadi pejabat negara menerima penghasilan menurut ketentuan yang berlaku bagi pejabat negara itu. Jika penghasilan pejabat negara itu lebih kecil dibandingkan

19

BPK RI / AUDITAMA III

dengan penghasilan sebagai pegawai negeri sipil, maka selisih tersebut diterima dari instansi induknya. c. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran No. SE-142/A/621/1295 tanggal 7 Desember 1995 butir 2 menyatakan PNS yang menduduki jabatan struktural berdasarkan Undang-undang atau Peraturan Pemerintah harus dirangkap dengan jabatan fungsional, tunjungan jabatannya hanya dibayarkan satu tunjangan jabatan yang lebih menguntungkan. d. Surat Keputusan Kepala BAKN No. 9 Tahun 1999 tanggal 3 Mei 1999 tentang Tata Cara Permintaan, Pemberian dan Penghentian Tunjangan Dosen Butir III menyatakan : Pembayaran tunjangan dosen dihentikan terhitung mulai bulan berikutnya apabila yang bersangkutan : a) Ditugaskan diluar jabatan dosen b) Diberhentikan dari jabatan dosen c) Dibebaskan sementara dari jabatan dosen berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku d) Dijatuhi hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan berdasarkan PP No. 30 Tahun 1980 e) Sedang menjalani cuti diluar tanggungan negara f) Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan. Kondisi di atas mengakibatkan ketidak hematan sebesar Rp41.543.780,00. Hal ini disebabkan : 1. Kurangnya pemahaman terhadap peraturan yang berkaitan dengan PNS yang menjadi Pejabat Negara dan/atau menjabat pada instansi lain. 2. Kurangnya kepedulian dari para tenaga dosen yang menjabat pada instansi lain untuk melaporkan penerimaan atau gaji yang diberikan oleh instansi yang memberikan jabatan tersebut. Rektor UGM telah mengirimkan surat ke fakultas-fakultas untuk menindaklanjuti masalah tersebut. Sebagai catatan, untuk tahun 2005 telah dikeluarkan SK Rektor No.1610/P/SK/KP/2005 tentang realisasi pemberian insentif bagi pegawai edukatif dan pejabat sktuktural di mana dalam diktum no.3 disebutkan bahwa pegawai edukatif yang memangku jabatan struktural atau yang disetarakan dengan jabatan struktural pada instansi di luar UGM tidak berhak atas insentif. BPK-RI merekomendasikan kepada Rektor UGM agar mendata kembali tenaga dosen UGM yang menjabat pada jabatan di luar UGM dan /atau pejabat negara serta meninjau kembali pemberian gaji dan tunjangan fungsional yang diberikan kepada mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu Rektor UGM agar memperhitungkan

20

BPK RI / AUDITAMA III

pembayaran gaji dan tunjangan yang telah dilakukan untuk diberitahukan kepada yang bersangkutan , ditarik kembali dan disetorkan ke Kas Negara.

7. Kewajiban Perpajakan sebesar Rp 3.562.701.537,52 belum dipungut dan disetorkan. Dari pengujian secara sampling terhadap kewajiban perpajakan, diperoleh data adanya kewajiban perpajakan yang belum dipungut/dipotong/diperhitungkan dan belum disetor ke Kas Negara per 31 Desember 2004 sebesar Rp 3.562.701.537,52 terdiri dari : - PPh Badan : Rp 3.308.366.364,53 - PPN : Rp 148.111.548,08 - PPh Pasal 23 : Rp 100.730.484,96 - PPh Pasal 21 : Rp 5.493.139,95 Jumlah Rp 3.562.701.537,52 Kewajiban perpajakan tersebut terjadi pada unit pelaksana sebagai berikut : 1). PPh Badan terutang sebesar Rp 3.308.366.364.53 a. Magister Administrasi Publik (MAP) PPh Badan sebesar Rp 657.629.991,21 belum diperhitungkan oleh MAP Berdasarkan data yang diperoleh, selama tahun 2004 MAP hanya melakukan pemotongan dan penyetoran PPh Pasal 21. Baik tahun 2004 maupun tahun sebelumnya MAP belum pernah memperhitungkan melaporkan kewajiban PPh Badan. MAP telah mempunyai NPWP yaitu No : 0.208.735.1.542.000. Perhitungan PPh Badan yang dilakukan oleh Tim BPK-RI belum memperhitungkan penyusutan disebabkan pihak UGM tidak membuat perhitungan penyusutan aktiva tetap dan juga tidak mempunyai rincian aktiva tetap tersebut per 31 Desember 2004. b. Magister Manajemen (MM) PPh Badan sebesar Rp2.650.736.373,24 belum diperhitungkan oleh MM Selama ini MM UGM hanya melakukan pemotongan PPh pasal 21 dan 23, sedangkan perhitungan PPh pasal 25 (badan) belum pernah dilakukan. PPh Badan yang dilakukan oleh Tim BPK-RI belum memperhitungkan penyusutan disebabkan pihak UGM tidak membuat perhitungan penyusutan aktiva tetap dan juga tidak mempunyai rincian aktiva tetap tersebut per 31 Desember 2004. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan perpajakan berikut ini : a. Surat Direktur Jenderal No. S-27/PJ.42/2003 Pajak15 Januari 2003 tentang lembaga penelitian universitas ABC dikemukan hal-hal sebagai berikut :

21

BPK RI / AUDITAMA III

- Berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 (UU PPh), Subjek Pajak dalam negeri antara lain adalah badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, termasuk antara lain BUMN dan BUMD, BUMN dan BUMD merupakan Subjek Pajak tanpa memperhatikan nama dan bentuknya, sehingga setiap unit tertentu dari badan Pemerintah (misalnya : lembaga, badan dan sebagainya yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah) yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan untuk memperoleh penghasilan merupakan Subjek Pajak - Berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Pajak Penghasilan yang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak. - Berdasarkan ketentuan Pasal 21, Pasal 23 dan Pasal 26 Undangundang Pajak Penghasilan, pemberi kerja membayar gaji, upah honorarium, tunjangan dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai, Subjek Pajak badan dalam negeri yang terutang/membayar bunga, dividen, royalty, sewa, imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan dan jasa lainnya, berkewajiban untuk memotong, menyetor dan melaporkan Pajak Penghasilan Pasal 21/23/26 yang terutang oleh pihak yang menerima penghasilan tersebut. - Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut diatas, dengan ini ditegaskan bahwa Lembaga Penelitian universitas ABC sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) merupakan Subjek Pajak dan atas penghasilan yang diperoleh dari penyelenggaraan kegiatan penelitian dan penghasilan lainnya yang tidak dimasukkan sebagai penerimaan APBN merupakan Objek Pajak Penghasilan. Lembaga Penelitian Universitas ABC mempunyai kewajiban sebagai pemotong/pemungut pajak atas penghasilan yang terutang atau dibayarkan kepada pihak lain baik yang dananya bersumber dari APBN maupun dari sumber sendiri sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. b. Surat Direktur Jenderal pajak No. S-629/PJ.332/2004 tanggal 16 Juli 2004 tentang perubahan status ABC dan permohonan rekomendasi pengurusan SKB pajak untuk kegiatan penelitian nirlaba. Dalam SE tersebut dikemukan hal-hal sebagai berikut :

22

BPK RI / AUDITAMA III

- Dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 diatur bahwa Pasal 2 ayat (3), Subjek Pajak dalam negeri antara lain adalah badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, termasuk antara lain BUMN dan BUMD merupakan Subjek Pajak tanpa memperhatikan nama dan bentuknya, sehingga setiap unit tertentu dari badan pemerintah (misalnya : lembaga, badan dan sebagainya yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah) yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan untuk memperoleh penghasilan. - Dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 diatur bahwa Pasal 16 ayat (1), Penghasilan Kena Pajak sebagai dasar penerapan tarif bagi Wajib Pajak dalam negeri dalam suatu tahun pajak dihitung dengan cara mengurangkan dari penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dengan pengurangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 7 ayat (1), dan Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, dan huruf e. - Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dengan ini ditegaskan bahwa: • ABC sebagai BHMN termasuk sebagai Subjek Pajak, karena tidak memenuhi persyaratan yang dikecualikan sebagai Subjek Pajak dan atas penghasilan yang diperoleh dari penyelenggaraan jasa pendidikan dan usaha lainnya merupakan Objek Pajak Penghasilan, namun demikian apabila tidak terdapat penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan, maka tidak terdapat PPh yang terutang. • Jasa penelitian tidak termasuk dalam jenis jasa yang dikecualikan dari pengenaan PPN sebagaimana dimaksud pada butir 5b. Berdasarkan ketentuan diatas, MAP dan MM sebagai unit dibawah UGM yang merupakan bagian dari BHMN yang mempunyai penghasilan kena pajak seharusnya menghitung dan melaporkan PPh Badan. Berdasarkan perhitungan yang kami lakukan dengan mengacu pada tarif PPh sesuai dengan UU No: 17 tahun 2000, PPh Badan yang terhutang adalah sebagai berikut : - MAP Berdasarkan Laporan Aktivitas MAP tahun 2004, PPh Badan yang terutang adalah Rp 657.629.991,29 dengan perhitungan sebagai berikut :

23

BPK RI / AUDITAMA III

Uraian S/d 50 juta 50 s/d 100 juta Diatas 100 juta Total

Tarif 10% 15% 30%

DPP (Rp) Pajak terutang (Rp) 50.000.000,00 5.000.000,00 50.000.000,00 7.500.000,00 2.150.433.304,29 645.129.991,29
2.250.433.304,29 657.629.991,29

- MM Berdasarkan data pada laporan audit yang dilakukan oleh KAP atas sumber dan penggunaan dana MM-UGM, didapatkan perhitungan PPh Badan terutang sebesar Rp2.650.736.373,24 dengan perhitungan sebagai berikut :
Uraian s/d 50 juta 50 s/d 100 juta Diatas 100 juta Total Tarif 10% 15% 30% DPP (Rp) 50.000.000,00 50.000.000,00 8.794.121.244,12 8.894.121.244,12 Pajak terutang (Rp) 5.000.000,00 7.500.000,00 2.638.236.373,24 2.650.736.373,24

Hal ini menyebabkan berkurangnya potensi penerimaan negara sebesar Rp3.308.366.364,53. Belum dihitungnya pajak terutang tersebut disebabkan belum dipahaminya ketentuan perpajakan oleh Pimpinan MAP dan MM. Pihak UGM menyatakan bahwa akan menindaklanjuti mengenai kewajiban perpajakan tersebut.

2). PPN yang tidak dipotong sebesar Rp 148.111.548,08 Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) PSKK telah melakukan kegiatan pembangunan gedung secara swakelola dengan biaya sebesar Rp3,785,004,202.00 yang belum dikenakan Pajak Pertambahan Nilai. Hal ini tidak sesuai dengan keputusan Dirjen Pajak No : KEP-387/PJ/2002 tanggal 19 Agustus 2002 tentang Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain, yang antara lain menyatakan :

24

BPK RI / AUDITAMA III

Pasal 1 : (1). Kegiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun sendiri bangunan yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat usaha dengan luas bangunan 200 m2 (dua ratus meter persegi) atau lebih. (2). Bangunan adalah bangunan permanen yang konstruksi utamanya terdiri dari: - tembok; dan atau - kayu tahan lama; dan atau - bahan lain yang mempunyai kekuatan sampai 20 (dua puluh) tahun atau lebih. (3). Tanah kaveling adalah sebidang tanah di dalam kawasan realestat yang telah dipersiapkan sesuai dengan persyaratan pembakuan dalam penggunaan, penguasaan, pemilikan tanah, dan rencana tata ruang lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian untuk membangun bangunan. Pasal 2 : (1). Atas kegiatan membangun sendiri dikenakan Pajak Pertambahan Nilai dengan tarif 10% (sepuluh persen) dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak. (2). Dasar Pengenaan Pajak atas kegiatan membangun sendiri adalah 40% (empat puluh persen) dari jumlah biaya yang dikeluarkan dan atau yang dibayarkan untuk membangun sendiri, tidak termasuk harga perolehan tanah. (3). Pajak Pertambahan Nilai yang terutang setiap bulan adalah sebesar 10% (sepuluh persen) dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak untuk setiap bulan. Pasal 3 : (1). Saat terutang Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri adalah pada saat dimulainya kegiatan membangun sendiri secara fisik seperti penggalian fondasi, pemasangan tiang pancang, atau kegiatan fisik lainnya. (2). Tempat pajak terutang atas kegiatan membangun sendiri adalah di tempat bangunan tersebut didirikan. Jumlah PPN yang belum dipungut dan disetorkan oleh PPSK adalah Rp148.111.548,08, dengan perhitungan sebagai berikut :

25

BPK RI / AUDITAMA III

Tahap I II Jumlah Biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan Oktober 2005 DPP 40% dari total biaya yang telah dikeluarkan sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp3,702,788,702.00 PPN 10% yang terutang

Jumlah (Rp) Keterangan 2.510.650.000,00 Dilakukan oleh Ir Syaukat Ali 1.274.354.202,00 Dilakukan secara mandiri oleh PSKK 3.785.004.202,00 1.481.115.480,80

148.111.548,08

Hal ini disebabkan tidak dipahaminya ketentuan perpajakan oleh Pimpinan PPSK. Hal ini mengakibatkan berkurangnya potensi penerimaan negara atas PPN sebesar Rp148.111.548,08. 3). PPh Pasal 21 dan Pasal 23 Magister Manajemen (MM) Selama tahun 2004 MM UGM belum seluruhnya memotong PPh Pasal 21 dan memungut PPh pasal 23 atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan dengan rincian sebagai berikut: Obyek Pajak Biaya Gaji Yang Belum Dipotong PPh Pasal 21 11,955,809,550.00 Biaya Jasa Yang Belum Dipungut PPh Pasal 23 1,678,841,416.00

Laporan Audit Tahun 2004 oleh KAP Drs Wiyoko Suwandi & Rekan SPT Tahunan dan SPT Masa Yang kurang dikenakan pajak PPh yang belum dipotong & dipungut

11,919,188,617.00 36,620,933.00

220,216,966.00 1,458.624.450,00

5,493,139.95

100,730,484.96

Hal ini tidak sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-23/PJ.43/2000, tanggal 28 Agustus 2000 tentang Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 dan atau Pasal 26 yang menyatakan bahwa Pemotong PPh Pasal 21

26

BPK RI / AUDITAMA III

dan atau Pasal 26 antara lain adalah pemberi kerja yang terdiri dari orang pribadi dan badan, baik merupakan pusat maupun cabang, bentuk usaha tetap, perwakilan atau unit, yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa dan kegiatan. Selain itu, berdasarkan pada SK Dirjen Pajak No.Kep-176/PJ/2000 tanggal 26 Juni 2000 tentang jenis jasa lain dan perkiraan penghasilan neto atas jenis jasa teknik, jasa manajemen, dan jasa lain yang atas imbalannya dipotong pajak penghasilan sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat (1) huruf c UU Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU Nomor 10 Tahun 1994. Hal ini disebabkan kelalaian Ketua Pengelola MM UGM dalam pemotongan dan pemungutan pajak-pajak tersebut di atas. Akibatnya terdapat PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 23 yang kurang dipotong/dipungut masing-masing sebesar Rp5.493.139,95 dan Rp100.730.484,96 Pihak UGM akan melakukan pengecekan kembali mengenai kewajiban perpajakan tersebut dan apabila memang terdapat kekurangan pembayaran pajak maka Pengelola MM akan menyelesaikan kewajiban perpajakan tersebut. Disamping itu terdapat juga kewajiban perpajakan investor yang seharusnya pihak UGM juga turut serta mengawasi pembayaran kewajiban pajak tersebut. Kewajiban pajak PT Neocelindo Intibeton (NI) dalam rangka pembangunan Gama Book Plaza per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp1.117.358.690,34 yang terdiri dari PPN sebesar Rp931.132.241,95 dan PPh sebesar Rp186.226.448,39 dengan rincian sebagai berikut : 1) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 931.132.241,95 Dalam pekerjaan pembangunan Gama Book Store, ditemukan adanya PPN yang belum dihitung dan disetorkan oleh Investor pelaksana pembangunan per 31 Desember 2004 dan 30 September 2005 masing-masing sebesar Rp931.132.241,95 dan Rp Rp 1.793.832.169,08, dengan perhitungan sebagai berikut : Uraian Per 31-12- 2004 Per 30 - 9 - 2005 % Kemajuan Pekerjaan 24,13 % 70,61 % Nilai Kemajuan Pekerjaan 9.311.322.420,00 27.249.644.110,25 PPN 10% 931.132.241,95 2.724.964.411,03 Keterangan : dalam rupiah penuh kecuali prosentase kemajuan pekerjaan 2) PPh pasal 23 sebesar Rp 186.226.448,39 Dalam pekerjaan pembangunan Gama Book Store, ditemukan adanya PPh Pasal 23 yang belum dihitung dan disetorkan oleh Investor pelaksana pembangunan per 31

27

BPK RI / AUDITAMA III

Desember 2004 dan 30 September 2005 masing-masing sebesar Rp186.226.448,39 dan Rp358.766.433,82, dengan perhitungan sebagai berikut : Uraian Per 31-12- 2004 Per 30 - 9 - 2005 % Kemajuan Pekerjaan 24,13 % 70,61 % Nilai Kemajuan Pekerjaan 9.311.322.420,00 27.249.644.110,25 PPN 2% 186.226.448,39 358.766.433,82 Keterangan : Dalam rupiah penuh kecuali prosentase kemajuan pekerjaan.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

28

BPK RI / AUDITAMA III

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 01.B/LK/XIII/12/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan Universitas Gadjah Mada (selanjutnya disebut “UGM”) tanggal 31 Desember 2004 serta laporan aktivitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan kami Nomor : 01.A/LK/XIII/12/2005 tanggal 9 Desember 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan UGM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen UGM bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektivitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang.

29

BPK RI / AUDITAMA III

Untuk tujuan lapran ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini : Penerimaan Dana Pemerintah Penerimaan Dana Masyarakat Pengeluaran Investasi Pengelolaan Aktiva Tetap. Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Kami menemukan masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya yang kami anggap sebagai kondisi yang dapat dilaporkan berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Kondisi yang dapat dilaporkan merupakan masalah-masalah yang kami ketahui berkaitan dengan kelemahan signifikan dalam desain atau operasi pengendalian intern yang berdasarkan pertimbangan kami dapat berakibat negatif terhadap kemampuan entitas dalam mencatat, mengolah, meringkas dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Proses penyusunan laporan keuangan UGM tahun 2004 belum sepenuhnya menyajikan transaksi-transaksi yang terjadi di tingkat Unit Pengelola Keuangan. Hal ini mengakibatkan tidak dapat ditelusurinya jumlah pengeluaran pada masing-masing kelompok pada laporan aktivitas dengan laporan aktivitas dan/atau catatan yang dibuat oleh masing-masing Unit Pengelola Keuangan. Selain itu, pengawasan internal yang dilakukan oleh Satuan Audit Internal baru mencakup 22,28% dari seluruh Unit Pengelola Keuangan yang ada sehingga belum dapat memberikan gambaran tentang kondisi pengendalian intern yang ada pada UGM. Kelemahankelemahan pengendalian intern yang mempengaruhi laporan keuangan secara keseluruhan antara lain meliputi hal-hal sebagai berikut : 1. Kas dan setara kas senilai Rp 10.357.560.421,00 belum dilaporkan dan kurang dilaporkan. 2. Laporan keuangan Gama Press tidak dapat diyakini kewajarannya. 3. Piutang kepada mahasiswa belum disajikan secara lengkap dan akurat. 4. Nilai persediaan buku di Gama Press sebesar Rp 1.140.926.402,01 tidak dapat diyakini kewajarannya. 5. Belum dilakukan rekonsiliasi antara catatan aktiva tetap menurut Direktorat Keuangan dengan Direktorat PPA dan Direktorat Keuangan tidak memiliki daftar rincian aktiva tetap yang mendukung nilai yang tercatat pada laporan keuangan. 6. Tanah dan bangunan yang belum dicatat pada laporan keuangan : a. Pembelian tanah dan bangunan eks Chika senilai Rp 4.700.000.000,00. b. Gedung Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan (PSKK) senilai Rp3.785.004.200,00.

30

BPK RI / AUDITAMA III

7. 8.

9. 10.

c. Gedung Student Internet Center (SIC) Fakultas MIPA yang dibangun sendiri pada tahun 2002 senilai Rp2.081.527.500,00 d. Pembangunan dan perluasan gedung Program MSI dan Doktor Ilmu Ekonomi UGM dengan nilai sebesar Rp1.150.000.000,00 Nilai penyertaan UGM pada PT Gama Multi Usaha Mandiri sebesar Rp4.409.710.005,00 tidak dapat diyakini kewajarannya. Penerimaan dana masyarakat dari sumbangan pendidikan, biaya operasional pendidikan dan sumbangan pengembangan mutuj pendidikan tahun 2004 belum memiliki mekanisme pengendalian yang memadai. Penerimaan hasil kerjasama dengan Pihak III sebesar Rp20.843.443.143,00 dan USD12,250.00 tidak tercatat Pengeluaran atas kontrak kerjasama pada beberapa lembaga penelitian dan pengembangan sebesar Rp25.241.855.920,00 belum didukung dengan bukti pertanggungjawaban.

Untuk lebih jelasnya, masalah ini kami kemukakan dalam temuan nomor : 1 sampai dengan nomor : 18 pada Lampiran B. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang didalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam pelaksanaan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kondisi yang dapat dilaporkan, oleh karena itu, tidak perlu mengungkapkan semua kondisi yang dapat dilaporkan yang mungkin juga dianggap sebagai kelemahan material sebagaimana didefinisikan di atas. Namun, kami yakin bahwa tidak ada satu pun kondisi yang dapat dilaporkan di atas merupakan kelemahan material.

31

BPK RI / AUDITAMA III

Kami juga menemukan masalah-masalah lain tentang pengendalian intern dan operasinya yang kami laporkan dalam temuan nomor : 19 sampai dengan nomor : 24 pada Lampiran B. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi bagi Dewan Audit, Manajemen dan Majelis Wali Amanat, Namun apabila laporan ini merupakan catatan publik distribusinya tidak dibatasi.

Auditor Utama Keuangan Negara V selaku Penanggungjawab Audit

Widodo H. Mumpuni Register Negara No : D- 3745 Jakarta , 9 Desember 2005

32

BPK RI / AUDITAMA III

LAMPIRAN B 1. Proses penyusunan Laporan Keuangan UGM Tahun 2004 belum sepenuhnya menyajikan transaksi-transaksi yang terjadi di tingkat Unit Pengelola Keuangan. Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Badan Hukum Milik Negara bersifat nirlaba sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik akuntansi bisnis. Sebagai lembaga yang bersifat nirlaba, laporan keuangan UGM disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No : 45 yang meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Untuk itu sistem akuntansi dana yang digunakan memisahkan dana menjadi dana lancar dan dana tidak lancar sesuai dengan masing-masing sumber dana yang dikelola. Dana diidentifikasikan sebagai suatu entitas akuntansi dan pelaporannya disajikan terpisah untuk masing-masing dana. Sumber dana untuk penyelenggaraan, pengelolaan dan pengembangan UGM sesuai dengan Pasal 42 PP No : 153 tahun 2000 berasal dari : Pemerintah, melalui anggaran rutin dan anggaran pembangunan. Masyarakat, yang berasal dari sumbangan pendidikan, seleksi masuk, kerjasama, sumbangan/hibah dan penerimaan lain dari masyarakat. Usaha dan Tabungan, terdiri dari penerimaan penjualan dan pemanfaatan sumber daya universitas, penerimaan hasil usaha tambahan, penerimaan bunga dan penerimaan hasil investasi. Luar negeri, yaitu dana yang diperoleh dari luar negeri dalam bentuk hibah, hadiah, donasi maupun hasil kerja sama dan kontrak internasional dan penerimaan dari pembayaran tution & admission fee oleh mahasiswa asing yang tidak disalurkan melalui dana pemerintah. Seluruh dana tersebut diklasifikasikan menjadi : Dana Lancar, yaitu dana yang tersedia untuk operasi universitas yang sepenuhnya berada dalam kendali universitas. Berdasarkan pembatasannya, dana ini diklasifikasikan menjadi : • Dana Lancar Terbatas/Terikat. • Dana Lancar Bebas/Tidak terikat. Dana Tidak Lancar, yaitu dana yang tidak digunakan untuk operasional kegiatan sehari-hari dan telah dirancang untuk suatu penggunaan tertentu. Dana Tidak Lancar terdiri dari : • Dana Bantuan • Dana Sumbangan • Dana Tahunan • Dana Pendapatan Jangka Panjang • Dana untuk Bangunan • Dana untuk Lembaga

33

BPK RI / AUDITAMA III

Sesuai dengan misi dan program universitas yang dimuat dalam Rencana Stratejik UGM, penggunaan seluruh sumber dana untuk tahun 2004 dikelompokkan kedalam : a. Pengeluaran Kelembagaan b. Pengeluaran Pendidikan c. Pengeluaran Penelitian d. Pengeluaran Pengabdian pada Masyarakat e. Pengeluaran Pengembangan SDM f. Pengeluaran Kemahasiswaan g. Pengeluaran Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi h. Pengeluaran Sarana, Prasarana dan Lingkungan Kampus. Laporan Keuangan UGM merupakan konsolidasi dari seluruh laporan Unit Pengelola Keuangan (UPK) yaitu 298 unit atau 85,39% dari 349 UPK yang ada. Sebanyak 51 UPK lainnya tidak menyampaikan laporan atau terlambat menyampaikan laporan ke Kantor Pusat, terdiri dari : a. Fakultas Biologi sebanyak 1 Unit b. Fakultas Ekonomi sebanyak 4 Unit c. Fakultas Farmasi sebanyak 1 Unit d. Fakultas Geografi 12 Unit e. Fakultas Hukum sebanyak 3 Unit f. Fakultas Kedokteran sebanyak 3 Unit g. Fakultas Peternakan sebanyak 1 Unit h. Fakultas Teknik sebanyak 4 Unit i. Pasca Sarjana sebanyak 6 Unit j. Pusat Studi sebanyak 15 Unit k. UPT sebanyak 1 Unit. Hasil pengujian terhadap pengendalian intern dalam proses penyusunan Laporan Keuangan UGM tahun 2004 menunjukkan hal-hal sebagai berikut: a. Kebijakan akuntansi dalam penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2004 baru ditetapkan pada bulan Oktober 2004, sehingga efektivitas penyusunan Laporan Keuangan terutama di tingkat UPK masih belum memadai. b. Pencatatan transaksi-transaksi di tingkat UPK yang mencakup penerimaan alokasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) yang diterima dari Kantor Pusat serta pengeluaran sesuai dengan bukti pertanggungjawabannya tidak sepenuhnya dilaporkan dalam bentuk Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Aktivitas, hanya mencatat transaksi ke dalam jurnal kas bank yang merupakan rekapitulasi masuk dan keluar kas.

34

BPK RI / AUDITAMA III

c. Pengelompokan pengeluaran sesuai program universitas tidak sepenuhnya menggambarkan pengeluaran yang sebenarnya terjadi pada masing-masing program. d. Prosedur rekonsiliasi antara Rektorat dengan UPK tidak pernah dilakukan. Sebagai laporan dukungan atas laporan keuangan UGM, seharusnya klasifikasi dan jumlah pengeluaran di tingkat UPK, menggambarkan kondisi yang sesuai dalam laporan UGM. Kondisi tersebut mengakibatkan angka yang tersaji pada laporan Keuangan UGM belum sepenuhnya didukung jumlah pengeluaran pada masing-masing kelompok pada Laporan Aktivitas dengan Laporan Aktivitas dan atau catatan yang dibuat oleh masingmasing Unit Pengelola Keuangan. Hal ini disebabkan : a. Untuk UPK yang hanya mengirimkan jurnal kas bank masuk dan keluar serta laporan mutasi barang, pengelompokan pengeluaran ke dalam kelompok sesuai program dilakukan oleh Kantor Pusat. Pengelompokan yang dilakukan oleh Kantor Pusat tersebut tanpa melakukan verifikasi ke masing-masing bukti pengeluarannya. b. UPK tidak mereklasifikasikan setiap pengeluaran yang dicatat pada jurnal kas bank keluar ke masing-masing kelompok pengeluaran pada Buku Pembantu yang telah disediakan. Pihak UGM menjelaskan bahwa : a. Kebijakan Akuntansi ditetapkan secara formal dengan SK Rektor bulan Oktober 2004, namun kebijakan tersebut sudah digunakan diseluruh UGM untuk penyusunan Laporan Keuangan tahun 2004 sejak awal tahun. b. Pencatatan transaksi ditingkat UPK akan diinstruksikan kembali agar seluruhnya dilaporkan ke Kantor Pusat. Pada tahun 2005 dengan aplikasi Sistem Informasi Akuntansi (SIMAKUN-GAMA) masalah tersebut akan diselesaikan. c. Pengelompokan program pengeluaran akan lebih disempurnakan ditahun 2005. Pada tahun 2005 dengan aplikasi sistem informasi akuntansi (SIMAKUN-GAMA) masalah tersebut akan terselesaikan. d. Rekonsiliasi antara rektorat dengan UPK telah dilakukan khususnya dan SPP/BOP/SPMA namun belum mencakup keseluruhan. Rekonsiliasi pada tahun 2005 akan ditingkatkan.

35

BPK RI / AUDITAMA III

2. Pengawasan internal yang dilakukan oleh Satuan Audit Internal (SAI) belum sepenuhnya menjalankan review yang memadai terhadap Laporan Keuangan tingkat UPK Sebagai upaya untuk mengoptimalkan pengendalian intern yang memadai dalam penyusunan Laporan Keuangan UGM, keberadaan Satuan Audit Internal (SAI) memegang peranan yang penting untuk mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan. SAI UGM telah melakukan audit dalam tahun 2004 terhadap 76 UPK, dengan uraian sebaga berikut : 1. Jenis Laporan : a. Laporan Keuangan dan Operasional sebanyak 41 buah. b. Laporan Keuangan sebanyak 24 buah. c. Laporan Keuangan dan Kepatuhan sebanyak 9 buah. d. Laporan Audit Fisik Pengadaan Barang sebanyak 1 buah. e. Laporan Kepatuhan Pengadaan Barang/Jasa sebanyak 1 buah,. 2. Hasil Audit SAI : Pendapat Menolak memberikan pendapat Wajar dengan pengecualian Tidak wajar Wajar tanpa pengecualian Wajar dengan penjelasan Tidak memberi pendapat dan Tidak wajar Tidak wajar dan menolak memberi pendapat Wajar dengan pengecualian dan menolak memberi pendapat Unit Kerja 22 19 20 7 5 1 1 1 % tase 28,95 25,00 26,32 9,21 6,58 1,32 1,32 1,32

Berdasarkan data di atas, SAI baru mengaudit 76 UPK dari 341 UPK yang ada pada UGM atau sebesar 22,28% dan belum diperoleh data tentang tindak lanjut hasil audit SAI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil audit SAI belum dapat memberikan gambaran tentang kondisi pengendalian intern yang ada pada UGM. Mekanisme review yang memadai termasuk tindak lanjut merupakan unsur pengendalian intern yang seharusnya dioptimalkan dalam proses penyusunan Laporan Keuangan. Hal tersebut mengakibatkan kewajaran nilai yang tersaji dalam laporan keuangan belum didukung dengan pengendalian intern yang memadai. Hal ini disebabkan terbatasnya jumlah personil yang dimiliki oleh SAI.

36

BPK RI / AUDITAMA III

Pihak UGM menjelaskan bahwa pada tahun 2005 pemeriksaan SAI akan ditingkatkan dengan menambah personil dan tindak lanjut setiap hasil pemeriksaan SAI akan dipantau secara periodik.

3. Kas dan Setara Kas sebesar Rp10.357.560.421,00 belum dilaporkan dan kurang dibukukan Kas dan Setara Kas yang dimiliki Universitas Gadjah Mada per 31 Desember 2004 terdiri dari: No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Keterangan Kas Tunai Rupiah Kas Valuta Asing Bank Rupiah (Giro) Bank Valuta Asing (Giro) Bank Rupiah Tabungan Bank Valuta Asing (Tabungan) Bank Rupiah Deposito Bank Valuta Asing Deposito Jumlah (Rp) 6.172.956.335 75.492.274 114.551.640.800 6.093.447.979 39.049.494.911 783.997.051 30.159.140.257 889.066.264 197.775.235.872

Hasil pengujian secara sampling pada Kantor Pusat Tata Usaha (KPTU), Pasca Sarjana, Fakultas Teknik, Lembaga Penelitian, Pusat Studi, Fakultas Kedokteran dan Magister Manajemen menunjukkan bahwa Kas dan Setara Kas milik Universitas Gadjah Mada yang belum dilaporkan dan kurang dibukukan sebesar Rp10.357.560.421,00 yang terdiri dari: a. Belum dilaporkan sebesar Rp8.235.233.715,00 atas transaksi Kas, Giro, Tabungan dan Deposito pada Pasca Sarjana, Pusat Studi, Lemlit dan Fakultas Teknik. b. Belum dilaporkan dan kepemilikan atas nama pribadi sebesar Rp2.198.145.800,00 atas transaksi Giro, Tabungan dan Deposito pada Pasca Sarjana dan Pusat Studi. c. Kurang dilaporkan sebesar Rp201.837.560,00 atas transaksi Giro pada Pusat Studi. d. Kurang dilaporkan dan kepemilikan atas nama pribadi sebesar Rp53.645.393,00 atas transaksi Giro pada Pusat Studi. Rincian kas dan setara kas yang belum dilaporkan dan kurang dibukukan dapat dilihat pada Lampiran B-1. Seharusnya semua transaksi Kas dan Setara Kas harus dilaporkan dan dicatat. Hal ini mengakibatkan Saldo Kas dan Setara Kas pada laporan keuangan UGM tidak dapat diyakini kewajarannya. Terdapatnya kas dan setara kas yang tidak dilaporkan tersebut disebabkan kelalaian masing-masing pengelola keuangan untuk melaporkan setiap transaksi yang terjadi.

37

BPK RI / AUDITAMA III

Pihak UGM menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti permasalahan ini telah diterbitkan surat Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi No.7134/PII/Subdir-Akt /2005 tanggal 14 Desember 2005 kepada pihak terkait untuk segera melaporkan data kas dan setara kas yang dimiliki serta agar merubah kepemilikan rekening unit yang semula atas nama pribadi ditambah qq unit yang bersangkutan. 4. Terdapat beberapa kelemahan dalam penyusunan laporan keuangan Gama Press (GP) Gama Press (GP) merupakan Unit Pelaksana Keuangan dibawah UGM dimana laporan keuangan dikonsolidasikan kedalam laporan keuangan UGM. Ikhtisar Posisi keuangan UPK GP per 31 Des 2004 adalah sebagai berikut : No Keterangan 1. Aktiva Lancar 2. Aktiva Tetap Total Aktiva 1. Kewajiban Lancar 2. Ekuitas Total Kewajiban & Ekuitas Nilai (Rp) 5.825.316.674,21 689.659.113,65 6.514.975.787,86 128.050.205,18 6.386.925.582,71 6.514.975.787,89

Laporan Laba-Rugi per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Penjualan Beban Pokok penjualan Laba Kotor Beban Operasional Laba operasional Beban dan pendapatan lain Laba Sebelum pajak 2.348.263.729,00 (852.982.464,19) 1.495.281.264,81 (1.297.908.622,38) 197.372.642,43 198.899.036,00 396.271.678,43

Dari hasil pemeriksaan didapatkan hal sebagai berikut : a). Tidak didapatkan rincian dari transaksi kas dan bank untuk semua rekening. b). Tidak ada rincian dari hutang royalti. c). Berdasarkan hasil pengecekan laporan penjualan buku dari bagian pemasaran didapatkan bahwa penjualan buku dan jasa cetak untuk tahun 2004 adalah Rp2.525.188.250,00 yang terdiri dari : Penjualan kredit Penjualan tunai Total Penjualan 2.175.581.750,00 349.606.500,00 2.525.188.250,00

38

BPK RI / AUDITAMA III

Namun berdasarkan laporan keuangan UPK GP, penjualan buku adalah sebesar Rp1.769.133.000,00 terdapat selisih sebesar Rp756.055.250,00 yang tidak dapat dijelaskan. Untuk penghasilan jasa cetak sebesar Rp 1.247.013.704,00 tidak dapat dijelaskan perinciannya dan biaya operasional sebesar Rp1.297.908.622,38 tidak terdapat rinciannya. Seharusnya dibuat UPK Gama Press membuat dokumentasi yang lengkap mengenai rincian dari masing-masing transaksi diatas. Hal tersebut mengakibatkan laporan keuangan UPK Gama Press tidak dapat diyakini kewajarannya. Hal ini terjadi disebabkan kelalaian UPK Gama Press dalam melakukan dokumentasi atas transaksi keuangan yang dilakukannya Pihak UGM menjelaskan bahwa akan menugaskan Satuan Audit Intern (SAI) untuk melaksanakan audit laporan keuangan Gama Press dan selanjutnya melakukan koreksi terhadap Laporan Keuangan UGM.

5.

Piutang Kepada Mahasiswa dalam Laporan Posisi Keuangan UGM Belum Disajikan secara Lengkap dan Akurat. Dari laporan posisi keuangan UGM per 31 Desember 2004 diketahui terdapat saldo Piutang Kepada Mahasiswa sebesar Rp 14.495.758.290,00. Piutang tersebut merupakan tunggakan pembayaran SPP Mahasiswa. Dari pemeriksaan atas Piutang Kepada Mahasiswa tersebut, diketahui hal-hal sebagai berikut: a. Piutang Kepada Mahasiswa tersebut merupakan piutang yang terdapat pada Neraca Lajur Pasca Sarjana yang tersebar pada beberapa UPK di bawah Pasca Sarjana. Saldo Piutang tersebut hanya dibentuk untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan S2, sedangkan untuk yang menempuh pendidikan S1 belum ada pengakuan dan belum ada catatan pendukung yang memadai yang berkaitan dengan tunggakan mahasiswa. Hal ini tampak dari kondisi berikut: 1) Tidak adanya pengakuan/pencatatan piutang pada neraca lajur fakultasfakultas atau KPTU UGM; 2) Pembayaran biaya pendidikan disetorkan langsung oleh mahasiswa ke rekening rektor yang telah ditentukan dan pembukuannya dilakukan oleh Bagian Anggaran Masyarakat di KPTU. KPTU tidak memiliki data besarnya jumlah yang seharusnya disetorkan oleh mahasiswa dan jumlah yang telah diterimanya. KPTU hanya mencatat penerimaan sejumlah yang telah diterima

39

BPK RI / AUDITAMA III

di rekening bank. Administrasi data mahasiswa dilakukan oleh Bagian Pendidikan KPTU dan masing-masing fakultas. b. Atas Piutang yang terbentuk di atas, belum ada pengklasifikasian umur piutang dan belum ada pembentukan penyisihan piutang. Selanjutnya diketahui bahwa untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2004, mahasiswa dapat melakukan pembayaran Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) secara angsuran. Tim BPK tidak dapat memperoleh data besarnya jumlah SPMA yang belum dibayarkan oleh mahasiswa baru tahun 2004 per 31 Desember 2004. Selain itu, dari pemeriksaan uji petik pada laporan dari UPK-UPK diketahui hal-hal sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil pengujian terinci atas sample yang dilakukan diketahui hal-hal sebagai berikut: a. Tidak terdapat baik buku besar maupun buku tambahaannya atas Piutang Tahun 2004 sehingga perbandingan jumlah yang terdapat dalam daftar dengan buku besar dan buku tambahannya tidak dapat dilakukan. b. Dalam jumlah piutang pada Fakultas MIPA senilai Rp687.541.719,00 yang merupakan piutang kepada dosen, karyawan dan lain-lain ternyata sumber dana bukan hanya berasal dari fakultas melainkan dari yayasan pembina fakultas MIPA. Yayasan ini merupakan yayasan yang berdiri sendiri yang didirikan oleh dosen MIPA. Nilai piutang yang berasal dari yayasan senilai Rp339.642.500,00. Selain itu dalam nilai piutang tersebut termasuk transaksi intern antar jurusan yang seharusnya tereliminasi senilai Rp21.784.719,00 c. Dari hasil pemeriksaan atas piutang mahasiswa pada program Magister Ekonomi Pembangunan (MAP) diketahui bahwa saldo akhir dari piutang mahasiswa adalah sebesar Rp2.417.741.470,00. Dari laporan konsolidasi diketahui bahwa pertambahan (kolom debet) dari piutang diketahui bahwa jumlah penerimaan pendidikan (SPP dan matrikulasi) seharusnya adalah sebesar Rp6.525.221.970,00. Karena telah terdapat pembayaran senilai Rp4.107.480.500 maka saldo piutang mahasiswa yang tercatat adalah sebesar Rp2.417.741.470,00. Namun dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa jumlah penerimaan pendidikan (SPP dan matrikulasi) untuk mahasiswa tahun 2004 adalah sebesar Rp7.143.000.000,00 sehingga piutang mahasiswa seharusnya adalah Rp3.035.519.500,00. Jumlah tersebut yang merupakan sisa SPP yang belum dibayarkan mahasiswa selama seluruh masa studi. Piutang kepada Mahasiswa seharusnya dicatat dengan basis accrual dan dicatat secara konsisten oleh seluruh UPK, tidak hanya untuk UPK di bawah Pasca Sarjana. KPTU

40

BPK RI / AUDITAMA III

atau fakultas yang bersangkutan seharusnya memiliki catatan yang memadai mengenai pembayaran yang seharusnya diterima dari mahasiswa dan pembayaran yang telah diterima. Selain itu, pencatatan piutang kepada mahasiswa seharusnya diawali dengan jurnal dan selanjutnya dibuat buku besarnya yang menjadi pendukung saldo pada neraca lajur. Piutang kepada Mahasiswa seharusnya dibuat klasifikasi umurnya sehingga dapat dibentuk penyisihan piutang yang tidak tertagih. Kondisi tersebut mengakibatkan piutang kepada mahasiswa pada laporan Posisi Keuangan UGM per 31 Desember 2004 belum disajikan secara lengkap dan tidak terdapat konsistensi pengakuan piutang serta KPTU tidak dapat melakukan monitoring yang memadai atas kelengkapan penerimaan dana masyarakat dari mahasiswa. Hal tersebut terjadi oleh karena petugas pencatatan yang ada pada UPK-UPK di UGM kurang memahami pengendalian dan pencatatan yang berkaitan dengan piutang kepada Mahasiswa dan pedoman akuntansi yang baku yang mencakup sistem dan kebijakan akuntansi berkaitan dengan piutang kepada mahasiswa belum ada. Pihak UGM akan menjelaskan bahwa a. Untuk menunjang keakuratan piutang dan akun lainnya mulai tahun 2005 telah disediakan rekening bank untuk setiap fakultas dan mulai diimplementasikan Sistem Informasi Akuntansi (SIMAKUN-GAMA) dan Sistem Informasi Anggaran (SIMA-GAMA) guna mempermudah dan mempercepat proses pencatatan dan pelaporan akuntasi serta meningkatkan akuntanbilitas dan pengendalian. b. Sosialisasi dan pelatihan di tahun 2005 dilakukan secara terpusat yaitu dengan melaksanakan diklat oleh Direktorat Keuangan serta help desk dan road show berkesinambungan untuk melayani permasalahan yang timbul di masing-masing unit. BPK-RI menyarankan Pimpinan UGM agar : a. Menyusun dan menetapkan sistem akuntansi dan keuangan yang baku yang mencakup sistem informasi akuntansi dan kebijakan yang antara lain meliputi penjurnalan dan buku besar, serta pengendalian yang berkaitan dengan piutang kepada mahasiswa seperti penertiban administrasi data mahasiswa, monitoring jumlah penerimaan yang seharusnya dari mahasiswa dan jumlah penerimaan yang telah diterima dari mahasiswa, dan monitoring periode tunggakan penerimaan dari mahasiswa. Selain itu, agar melakukan perbaikan dalam laporan keuangan tahun berikutnya. b. Mengadakan pelatihan dan sosialisasi sistem akuntansi dan keuangan kepada para petugas yang melaksanakan fungsi akuntansi dan fungsi terkait lainnya dan jika perlu merekrut tenaga-tenaga yang memiliki dasar akuntansi.

41

BPK RI / AUDITAMA III

6.

Nilai persediaan buku di Gama Press sebesar Rp 1.140.926.402,01 tidak dapat diyakini kewajarannya Pengujian kami selanjutnya terhadap Persediaan pada Gama Press (GP) diperoleh data sebagai berikut: a). Persediaan terdiri dari 2 jenis yaitu : No Keterangan 1. Persediaan bahan baku 2. Persediaan buku Total persediaan Nilai (Rp) 218.222.621,00 1.140.926.402,01 1.359.149.023,01

b). Tidak ada pedoman mengenai pembatasan umur buku sehingga sebahagian persediaan buku merupakan buku yang dicetak sebelum tahun 2000. Untuk bukubuku tersebut tingkat mutasinya sangat rendah sehingga hanya membebani GP dalam hal perawatan dan tempat penyimpanannya. Tidak adanya mutasi hingga bertahun-tahun menyebabkan pencatatan sebagai persediaan (aset lancar) yang akan habis dalam waktu satu tahun menjadi tidak tepat. c). Dari persediaan buku yang diperiksa ternyata terdapat persediaan yang berada diluar GP. Ini merupakan barang konsinyasi yang terjadi sebelum tahun 2002. Keberadaan buku konsinyasi tersebut diragukan karena tidak terdapat mekanisme pengecekan secara periodik. Belum diperoleh nilai barang konsinyasi tersebut. d). Terdapat 4.286 buku yang nilai satuannya dihitung sebesar Rp 1,00 yaitu sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Judul Buku Yang satu yang banyak Toward and bleu revolution Warisan Nehru Aspek organisasi sosial Bangsa yang penuh paradoks Dasar-dasar manajemen pramuka Equity achievement Heritage tourism and local Kaum muda jepang Paper Vol II Regional dan central Tanggapan dan disertasi Total Jumlah 139 464 1 461 609 1.336 155 1 310 72 251
487

4.286

42

BPK RI / AUDITAMA III

Belum didapatkan penjelasan mengenai mengapa buku tersebut tidak ada nilainya. e). Terdapat persediaan bahan baku yang nilai satuannya dihitung sebesar Rp1,00. Persediaan tersebut adalah sebagai berikut: No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. Nama persediaan Kertas malaga Kertas kundruk 100 gr Kertas mandat biru Kertas NCR Kuning Tinta DG 5253 GM Grey Tinta DG 5748 CG 42 Blue Tinta DG 5865 D green Tinta DIG DG 1657 GM BROWN 308 Tinta DIG DG Grey 701 Tinta G White Tinta Neorex Bliush Gold Tinta Neorex G 45 Green Tinta Premium prima Tinta RG W Black 550 Tinta Silk Glass 1007 Tinta Super nol Alunet Corium 103 Corium 251 DN-3C DP-4/DP-1 Film 50 X 60 CM Fixer GOM/ GU-7 Korek Negatip Korek Positip OPAQ Sisa 800 47.750 500 1.700 1 1 1 2 4 2 2 1 1 5 1 3 11 3 6 3 2 68 9 4 2 16 1

f). Pemberian discount (rabat) untuk penulis dan agen buku tidak didasarkan perjanjian yang jelas. Pada perjanjian kerjasama antara GP dan Penulis maupun Agen Penjual Buku tidak diatur adanya dan besarnya discount. Discount yang diberikan

43

BPK RI / AUDITAMA III

oleh GP bervariasi dari 20% sampai dengan 40 % dan selama tahun 2004 discount yang diberikan berjumlah Rp667.882.975,00. Dari penjelasan yang diterima, hal ini dilakukan berdasarkan kebiasaan dan negosiasi. Tidak adanya standar yang jelas dalam pemberian discount mengakibatkan lemahnya pengendalian dalam penjualan buku pada GP. Pihak UGM menjelaskan bahwa menugaskan Satuan Audit Intern (SAI) untuk melaksanakan audit laporan keuangan Gama Press dan selanjutnya melakukan koreksi terhadap Laporan Keuangan UGM.

7. Sistem Pencatatan Aset Tetap Belum Memadai Pelaporan aktiva tetap untuk keperluan penyusunan Laporan Keuangan 2004, UGM mendasarkan pada data-data yang dimiliki oleh Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset dan Pelaporan dari Direktorat Keuangan. Secara struktur organisasi, Direktorat PPA memiliki tanggungjawab dalam pengelolaan, penatausahaan dan administrasi aset sesuai dengan Keputusan Rektor UGM No.259/P/SK/HT/2004 tentang Organisasi dan Rincian Tugas Kantor Pimpinan Universitas, Lembaga, Direktorat, Biro, dan Unit Kerja di lingkungan UGM. Sedangkan Direktorat Keuangan hanya melakukan kompilasi data dari unit-unit untuk mutasi-mutasi asset yang terjadi pada tahun berjalan melalui pengeluaran keuangan yang dilakukan. Berdasarkan data-data catatan aset UGM yang dimiliki 2 (dua) unit ini diketahui sebagai berikut: a. Direktorat PPA Menurut LTI dan LMBT 2004 posisi aset yang dimiliki oleh UGM adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Tanah Gedung dan Bangunan Bangunan Air Jaringan Listrik Alat Kantor dan Kendaraan Jumlah Saldo LTI 2003 972,355,374,790.00 137,702,236,287.25 1,243,594,670.00 8,485,361,365.32 188,982,123,128.00 1,308,768,690,240.57 Mutasi Tambah 9,928,045,715.00 9,928,045,715.00 Mutasi Kurang Saldo LTI 2004 972,355,374,790.00 137,702,236,287.00 1,243,594,670.00 8,485,361,365.32 198,915,667,543.00 1,318,702,234,655.32

Pencatatan aset menurut Direktorat PPA adalah berdasarkan ketentuan tentang pengelolaan Barang Milik/Kekayaan Negara (BMKN) yang ditetapkan oleh Instruksi Presiden RI No. 3 tahun 1971, tanggal 30 Maret 1971, tentang: Inventarisasi Barangbarang Milik/Kekayaan Negara, Keputusan Menteri Keuangan RI No. KEP/225/MK/4/1971, tanggal 13 April 1971, tentang: Pedoman Pelaksanaan Tentang Inventarisasi Barang-barang Milik/Kekayaan Negara dan Kepmen Diknas

44

BPK RI / AUDITAMA III

No.072/U/2002 tanggal 10 Mei 2002 tentang Tatacara Inventaris Barang Milik/Kekayaan Negara dilingkungan Depdiknas. Ketentuan-ketentuan tersebut mengharuskan UGM melaporkan setiap mutasi dalam bentuk Laporan Mutasi Barang Triwulanan (LMBT) dan Laporan Tahunan Inventaris (LTI) yang menunjukkan nilai posisi inventaris yang dimiliki pada akhir tahun ke Departemen Pendidikan Nasional. Nilai aset yang dilaporkan adalah nilai perolehan dengan tidak mengenal penyusutan nilai aset. b. Direktorat Keuangan Direktorat Keuangan UGM hanya mencatat mutasi aktiva tetap berdasarkan laporan penggunaan dana yang dilakukan oleh unit-unit akuntansi. Mutasi aktiva tetap selama tahun 2004 menurut daftar mutasi barang versi Direktorat Keuangan UGM adalah sebagai berikut :
JENIS BARANG Infrastruktur Kendaraan Dan Alat Angkut Gedung Dan Bangunan Buku Dan Media Perpustakaan Peralatan Dan Mesin Tumbuhan, Hewan Dan Barang Bernyawa Aset Tetap Lainnya Jumlah Mutasi MUTASI TAMBAH (Rp) 1.525.849.885,00 1.175.783.000,00 9.704.864.863,92 2.433.112.428,00 32.495.168.209,00 34.315.140,00 338.195.000,00 47.707.288.525,92 MUTASI KURANG (Rp) 0 0 550.000.000,00 201.081.370,00 3.811.117.804,00 0 0 4.562.199,174,00

Mutasi asset versi keuangan ini sebagian besar adalah berdasarkan laporan penggunaan dana yang dilakukan oleh unit-unit akuntansi. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut baik di tingkat KPTU UGM maupun di tingkat Unit diketahui beberapa hal sebagai berikut: a. Bagian Akuntansi belum memiliki daftar rincian aset yang mendukung nilainilai aset yang tercatat di laporan keuangan per 31 Desember 2003 dan per 31 Desember 2004. b. Belum dilakukannya inventarisasi fisik secara keseluruhan dan rekonsiliasi catatan aset yang dimiliki UGM baik antara Unit Pengelola Barang, Direktorat PPA dan Direktorat Keuangan untuk mengetahui nilai aset yang sebenarnya untuk mendapatkan database yang sama tentang jumlah dan nilai seluruh aset UGM. Perbedaan tentang nilai dan jumlah asset yang tercatat dari unit-unit terkait tersebut muncul karena beberapa hal diantaranya:

45

BPK RI / AUDITAMA III

1) Hasil revaluasi aset yang dilakukan pada tahun 2003 oleh Sucofindo yang menghasilkan peningkatan nilai asset tetap UGM sebesar Rp1.177.246.356.371,00 dan dipakai untuk data bagian akuntansi tidak dapat diakomodasikan kedalam catatan aset oleh Direktorat PPA karena memang tidak ada aturan dari pemerintah untuk itu. Disamping itu jenis aset yang direvaluasi terbatas untuk aset-aset tertentu. 2) Terdapat asset-aset yang tidak dilaporkan oleh unit-unit baik ke Bagian Akuntansi maupun ke Direktorat PPA sehingga tidak tercatat. Diantara aset-aset tersebut berasal dari pengadaan dana masyarakat yang hanya tercatat oleh bagian akuntansi dan tidak dilaporkan atau terlambat dilaporkan ke Dir. PPA. Demikian juga dengan asset-aset yang merupakan hibah dari pihak ke-3 maupun perolehan lainnya diluar pengadaan yang tidak tercatat di mutasi aset pada Bagian Akuntansi karena Bagian Akuntansi hanya mencatat mutasi berdasarkan pengeluaran dana. Beberapa aset yang ditemukan selama pemeriksaan dilakukan adalah: a) Gedung dan Bangunan yang dibeli dari Cika Komputer senilai Rp4.700.000.000,00. b) Gedung SIC MIPA yang dibangun sendiri pada tahun 2002 senilai Rp2.081.527.500,00 c) Pembangunan Gedung Fakultas Hukum tahap I yang sudah selesai dilakukan namun nilainya belum diketahui karena sampai dengan pemeriksaan berakhir pertanggungjawaban belum dilakukan oleh Panitia Pembangunan Gedung d) Empat buah kendaraan roda empat sedan Camry hasil leasing dengan Kosudgama yang belum ditentukan nilainya. e) Komputer Server Xeon senilai Rp15.200.000,00; Modem CDMA senilai Rp7.929.000,00 dan Switch Hub senilai Rp3.315.800,00 yang dibeli oleh Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi. f) Inventaris milik Fakultas Kedokteran hasil hibah dari alumni yang belum dapat ditaksir nilainya. g) Hewan Ternak dari UPT Fakultas Peternakan senilai Rp206.500.000,00 yang belum dilaporkan ke Universitas. h) Pembangunan gedung milik Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) senilai Rp3.785.004.200,00 c. Unit-unit pengelola barang masih belum melakukan pencatatan, dan prosedur pengamanan yang memadai untuk asset-aset yang dikuasai. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi seperti belum dilakukannya pengkodean inventaris dan pembuatan Daftar Inventaris Ruangan (DIR), tidak memiliki daftar inventaris unit pada beberapa unit seperti pada Fakultas Ekonomi, Pasca Sarjana (KPTU), MSI, Program Magister Ekonomi Pembangunan, Program Magister

46

BPK RI / AUDITAMA III

d.

e.

Manajemen, Fakultas Kedokteran, sehingga apabila terjadi perpindahan lokasi inventaris tidak dapat dipantau. Terdapat 40.768 unit aset menurut Direktorat PPA yang tercatat dalam LTI yang tidak memiliki nilai dan belum dinilai, diantaranya: 1) Peralatan dan Mesin sejumlah 217 unit, 2) Buku-buku sebanyak 40.301 unit, 3) Rumah Negara Golongan I Tipe C Permanen sebanyak 1 unit, 4) Gedung Olah Raga Tertutup Permanen sebanyak 2 unit, 5) Aset lain-lain sebanyak 247 unit. Belum adanya kapitalisasi nilai atas kegiatan renovasi dan perbaikan gedung yang menambah masa manfaat, umur dan volume, diantaranya adalah: 1) Renovasi Gedung Kantor Pusat Tata Usaha Fakultas Kedokteran UGM dengan komponen biaya perencanaan renovasi senilai Rp94.750.000,00, pelaksanaan renovasi senilai Rp4.300.000.000,00 (sampai dengan pemeriksaan berakhir pembayaran baru dilaksanakan untuk termijn ke 1 sebesar Rp1.021.250.000,00), pelaksanaan pengawasan renovasi dengan nilai Rp49.500.000,00 (sampai dengan berakhirnya pemeriksaan belum dilakukan pembayaran). 2) Renovasi Gedung Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM yang dilakukan pada tahun 2003 dengan nilai berdasarkan addendum terakhir sebesar Rp865.896.000,00. 3) Penataan Ruang Laboratorium Psikodiagnostika Fakultas Psikologi UGM dengan nilai kontrak sebesar Rp196.203.000,00. 4) Pembangunan dan perluasan gedung Program MSI dan Doktor Ilmu Ekonomi UGM dengan nilai sebesar Rp1.150.000.000,00 dan pekerjaan tambah kurang sebesar Rp89.302.000,00.

Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. PSAK 16 menyatakan bahwa suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan. Laporan keuangan harus mengungkapkan, dalam hubungan dengan setiap jenis aktiva tetap: 1) dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto. Jika lebih dari satu dasar yang digunakan, jumlah tercatat bruto untuk dasar dalam setiap kategori harus diungkapkan; 2) metode penyusutan yang digunakan; 3) masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan; 4) jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode;

47

BPK RI / AUDITAMA III

5)

b.

suatu rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode memperlihatkan: penambahan, pelepasan, revaluasi yang dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah dan penyusutan; Keputusan Majelis Wali Amanat UGM Nomor 12/SK/MWA/2003 tentang Anggaran Rumah Tangga (ART) Bab XVI pasal 96 yang meyebutkan bahwa semua aktiva/aset tetap yang dikuasai atau dimanfaatkan penggunaannya oleh organ dan unit organisasi Universitas adalah milik Universitas dan organ/unit organisasi Universitas menyelenggarakan pembukuan Aktiva/Aset yang dikelolanya sesuai dengan Sistem Akuntansi dan Keuangan yang ditetapkan oleh Rektor.

Hal ini mengakibatkan nilai aset tetap yang tercatat dalam Laporan Keuangan UGM Tahun 2004 tidak dapat diyakini kewajarannya. Hal tersebut disebabkan oleh : a. Belum adanya database dan sistem pencatatan serta pelaporan atas aset tetap yang memadai dan seragam yang diterapkan di lingkungan UGM. b. Kurangnya pemahaman para pengelola barang tentang aturan-aturan yang harus digunakan baik antara aturan pemerintah tentang pengelolaan Barang Inventaris Milik/Kekayaan Negara (BMKN) dan metode pencatatan menurut kebijakan akuntansi. c. Kurangnya perhatian dari pimpinan unit-unit di lingkungan UGM terhadap kegiatan administrasi dan pelaporan aset. Pihak UGM menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan ini telah diterbitkan surat Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi No. 713/PII/Subdir-Akt/2005 tanggal 14 Desember 2005 yang ditujukan kepada unit dan organ dilingkungan UGM untuk melaporkan setiap perolehan aset tetapnya. Tim inventarisasi aset yang akan dibentuk melibatkan seluruh unit yang ada UGM dan akan melakukan pendataan ulang serta menyusun database untuk pencatatan aset yang dikuasai oleh UGM. BPK-RI merekomendasikan agar: a. Rektor menerbitkan Surat Edaran kepada unit dan organ dilingkungan UGM untuk melaporkan setiap perolehan aset-asetnya. b. Rektor segera membentuk tim inventarisasi aset yang melibatkan seluruh unit untuk melakukan pendataan ulang dan penyusunan database untuk pencatatan aset yang dikuasai oleh UGM.

48

BPK RI / AUDITAMA III

8. Pembelian tanah dan bangunan (eks chika) senilai Rp4.700.000.000,00 belum dicatat Pada tanggal 12 September 2003 PT Chika Sarana Komputerindo mengajukan penawaran harga tanah dan bangunan kepada Rektor UGM sesuai surat No.026/CHK/0903. Isi dari surat tersebut adalah penawaran penjualan tanah dan bangunan dengan alamat Jl. Cik Ditiro/Terban No.34 Yogyakarta dengan harga penawaran sebesar Rp5.000.000.000,00. Dalam dokumen tersebut juga dilampirkan surat keterangan harga pasar dari Lurah Terban dan Camat Gondokusuman tanggal 13 Maret 2003 dimana dinyatakan bahwa harga pasar tanah di Jl. Cik Di Tiro adalah sebesar Rp4.000.000,00 sampai dengan Rp4.500.000,00 per meter. Pada dokumen tersebut juga terdapat taksiran harga/nilai bangunan dari Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Diskimpraswil) Yogyakarta tanggal 24 Maret 2003 yang menyatakan bahwa nilai bangunan tersebut adalah Rp1.839.866.000,00. Berdasarkan data tersebut, taksiran harga adalah Rp4.300.704.000,00 (dengan asumsi harga tanah Rp4.000.000,00 per meter) atau Rp4.672.704.000,00 (dengan asumsi harga tanah Rp4.500.000,00 per meter). Tidak ada dokumentasi yang didapatkan yang menunjukkan mengenai terbentuknya harga sebesar Rp 4.700.000.000,00. Berdasarkan akta jual beli No.17, tanggal 20 Februari tahun 2004 yang dibuat didepan Notaris Ny. Soemi Sajogjo Noedito Moedito Mardjikoen SH, telah terjadi transaksi jual beli tanah dan bangunan seluas 744 meter di Jalan Cik Di Tiro Kelurahan Terban, Yogyakarta antara Penjual : Prof. Dr. Sofian Effendi yang memperoleh kuasa jual dari Ir. Hartono Sutanto dan Paul Kuntadi dengan Pembeli Prof. Dr. Sofian Effendi. Nilai transaksi tersebut adalah senilai Rp4.700.000.000,00. Berdasarkan penjelasan dari notaris/PPAT Sumendro, SH pencantuman sertifikat atas nama Prof Dr Sofian Effendi didasarkan atas dua hal yaitu a. Sesuai dengan PP No : 40 tahun 1996, apabila atas nama institusi UGM maka sertifikatnya yang semula hak milik akan turun menjadi hak pakai Derajat hak pakai sangat rendah sehingga nantinya pengurusannya menjadi HGB atau SHM akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. b. Nilai jual dari tanah dan bangunan akan turun drastis akibat penurunan sertifikat dari semula hak milik menjadi hak pakai. Namun untuk melindungi hak UGM maka dibuat Akta pernyataan bersama tentang pemilikan hak atas tanah dan perjanjian No.01, tanggal 5 Maret 2004 sebagai pernyataan bahwa tanah dan bangunan tersebut bukan milik pribadi Prof. Dr. Sofian Effendi tetapi milik UGM. Berdasarkan penjelasan lisan yang diperoleh dari Asisten Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan pengembangan Usaha, untuk pembiayaan pembelian tanah dan bangunan tersebut karena tidak dianggarkan dalam RKAT maka Prof. Dr. Sofian Effendi selaku Rektor UGM melakukan pinjaman kepada Bank

49

BPK RI / AUDITAMA III

Mandiri Cabang Yogyakarta sesuai dengan surat persetujuan kredit No.7.HB.YGS.CO/009/2004, tanggal 5 Januari 2004. Ketentuan kredit dari Bank Mandiri adalah sebagai berikut : a. Jenis kredit : Kredit Investasi b. Tujuan Kredit : Pembelian dan renovasi kantor c. Jangka Waktu : 6 tahun. d. Suku Bunga : 13 % (tiga belas persen) pa, bunga efektif e. Provisi : 0,5% (setengah persen). Dalam perjanjian kredit tersebut di sebutkan bahwa terdapat grace period (tidak membayar pokok) selama 1 tahun. Pencairan kredit tersebut dilakukan pada tanggal 28 Januari 2004 sesuai surat Rektor UGM No.504/P/KS/2004. Dalam surat rektor tersebut disebutkan bahwa penarikan kredit sebesar Rp4.700.000.000,00 ditransfer ke rekening No.137-0002035471 atas nama Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (WR II). Dari pengecekan ke rekening tersebut didapatkan transaksi sebagai berikut : No 1 2 Keterangan Penerimaan Pencairan pinjaman Pencairan pinjaman Total Pencairan Pengeluaran Tarik tunai Transfer RTGS Transfer RTGS Transfer RTGS Trnf -SSP Paul Kuntadi & Ir Hartono Total Pengeluaran Tgl transaksi 28-Jan-04 04-Feb-04 Nilai 4.465.000.000,00 235.000.000,00 4.700.000.000,00 350.000.000,00 1.028.750.000,00 1.028.750.000,00 2.057.500.000,00 235.000.000,00 4.700.000.000,00

1 2 3 4 5

28-Jan-04 29-Jan-04 29-Jan-04 29-Jan-04 04-Feb-04

Selanjutnya UGM melalui rekening dana masyarakat melakukan pembayaran bea perolehan hak atas tanah sebesar Rp 234.250.000. Didalam surat setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) didapatkan data bahwa Nilai NJOP PBB untuk tanah dan bangunan tersebut untuk periode tahun 2004 adalah Rp1.919.433.000,00. Pada tanggal 16 Februari 2005 Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi mengirim surat No.7340/PIIII/AM kepada Kepala Cabang Bank Mandiri Yogyakarta Sudirman, yang antara lain menyebutkan sebagai berikut : a. Fasilitas kredit investasi UGM diturunkan menjadi Rp1.700.000.000,00 dimana Rp3.000.000.000,00 ditutup dengan deposito yang menjadi cash collateral. b. UGM akan mengangsur pokok dan pinjaman bunga mulai 28 Februari 2005.

50

BPK RI / AUDITAMA III

Berdasarkan laporan Keuangan UGM tahun 2004, posisi kas dan setara kas per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp 55.156.058.110,75. Dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan tahun 2004 (revisi) untuk KPTU tercantum adanya rencana untuk melakukan pembelian tanah dan bangunan di atas (sebesar Rp4.900.000.000,00). Berdasarkan infomasi yang diperoleh, gedung tersebut sejak November 2004 digunakan oleh PT Gama Techno. Tidak diperoleh data-data tertulis besarnya sewa atau kompensasi lain dari Gama Techno sebagai akibat penggunaan gedung tersebut. Dalam proses pengadaan tanah dan bangunan tersebut tidak didapatkan data mengenai prosedur perencanaan peruntukan gedung dan bangunan. Gedung dan tanah tersebut tidak masuk dalam daftar aktiva tetap UGM tahun 2004. Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa pembentukan harga sebesar Rp4.700.000.000,00 tidak dapat diyakini berdasarkan hal-hal sebagai berikut : a. Dokumen mengenai harga pasar didasarkan oleh data yang didapat dari pihak penjual. Tidak ditemukan dokumen yang menunjukkan bahwa pihak UGM melakukan survey tersendiri untuk menyakinkan diri bahwa data tersebut wajar. b. Proses pembelian langsung ditangani oleh rektor dibantu oleh Wakil rektor senior bidang kerjasama dan pengembangan usaha dan asistennya. Hal ini tidak sesuai dengan keputusan rektor tentang organisasi dimana seharusnya merupakan tugas dari direktorat pengelolaan dan pemeliharan aset. Penanganan langsung oleh rektor dan wakil rektor senior menyebabkan kontrol (pengawasan) dari transaksi ini menjadi sangat lemah. c. Dalam melakukan pembelian tanah dan bangunan tidak ditemukan adanya analisa yang menunjukkan mengapa harus menggunakan kredit Bank karena posisi kas dan bank UGM (KPTU) per 31 Desember 2004 yang tersedia masih memungkinkan untuk melakukan pembelian secara tunai. Dari perhitungan yang kami lakukan, apabila menggunakan dana sendiri akan menghemat pengeluaran bunga sebesar Rp282.000.000,00 untuk tahun 2004. Pelaksanaan pengadaan tanah dan bangunan tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Rektor UGM No : 259/P/SK/HT/2004 tanggal 18 Oktober 2004 tentang organisasi dan rincian tugas kantor pimpinan universitas, lembaga, direktorat, biro dan unit kerja dilingkungan UGM pasal 23 dimana Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset bertugas mengelola dan melaksanakan pengadaan barang dan jasa. Kondisi tersebut mengakibatkan nilai tanah dan bangunan yang tersaji dalam laporan keuangan UGM tahun 2004 tidak dapat diyakini kewajarannya. Kurangnya koordinasi antara Bagian Akuntansi, Direktorat PPA dan Asisten Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dan Pengembangan Usaha

51

BPK RI / AUDITAMA III

Pihak UGM menjelaskan bahwa tanah dan bangunan akan dibukukan ditahun 2005 melalui jurnal koreksi. Perjanjian sewa atau kompensasi dari Gama Techno sebagai akibat pengunaan gedung sedang dalam proses. 9. Nilai penyertaan UGM pada PT GMUM sebesar Rp4.409.710.005,00 tidak dapat diyakini kewajarannya. Nilai Penyertaan di unit usaha dan Joint Operation berdasarkan laporan keuangan UGM per 31 desember 2004 adalah Rp5.305.867.505,00. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp4.409.710.005,00 atau 83,11 % merupakan penyertaan pada PT GMUM Dari pengujian yang dilakukan tidak ditemukan rincian dari nilai penyertaan tersebut. Berdasarkan dokumen yang diperoleh dari PT GMUM, nilai penyertaan dari UGM adalah sebesar Rp4.223.680.103,37. Nilai tersebut berdasarkan dokumen yang telah ditemukan pada PT GMUM sedangkan dari pihak rektorat UGM tidak didapatkan data dan dokumen yang menyebutkan nilai yang telah dikeluarkan oleh pihak rektorat. Pada catatan atas laporan keuangan UGM tahun 2004 disebutkan bahwa pencatatan atas penyertaan didasarkan prinsip substance over the form dimana GMUM didirikan dan dalam kendali sepenuhnya oleh UGM sehingga sejak tahun 2004 dibukukan sebagai penyertaan. Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa: a). Secara legal, klaim bahwa UGM memiliki PT GMUM sangat lemah (sebagimana telah diungkapkan dalam laporan BPK-RI untuk tahun buku 2003). Hal ini disebabkan berdasarkan akta Notaris Endang Sukorini Atyanto SH No 54 tanggal 24 Juni 2000 disebukan bahwa GMUM dimiliki oleh Yayasan UGM (99% kepemilikan). Sedangkan berdasarkan akta pendirian yayasan No.83 tanggal 29 Mei 2000 dinyatakan bahwa yayasan didirikan oleh Prof. Dr. Ichlasul Amal MA (Rektor pada saat itu) dan Prof. Dr. M dan tidak disebutkan UGM sebagai institusi pemilik yayasan. Tidak diperoleh data adanya perubahan berupa pengalihan saham dari pihak perorangan tersebut kepada UGM seperti yang telah dilakukan oleh Yayasan pada kepemilikannya pada BPR Duta Gama. b). Berdasarkan prinsip akuntansi tersebut UGM mencatat penyertaan pada PT GMUM dengan memakai metode biaya (cost method). Hal tersebut tidak sesuai dengan PSAK 04 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi yang menyebutkan bahwa kriteria penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi adalah: Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan seluruh perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaan, kecuali anak perusahaan sebagaimana dimaksud dalam paragraf 6. Pengendalian (control) dianggap ada apabila induk perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung (melalui anak perusahaan), lebih dari 50% hak suara pada suatu perusahaan. Walaupun suatu perusahaan memiliki hak suara 50%

52

BPK RI / AUDITAMA III

atau kurang, pengendalian tetap dianggap ada apabila dapat dibuktikan adanya salah satu kondisi berikut: - Mempunyai hak suara yang lebih dari 50% berdasarkan suatu perjanjian dengan investor lainnya; - Mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional perusahaan berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; - Mampu menunjuk atau memberhentikan mayoritas pengurus perusahaan; - Mampu menguasai suara mayoritas dalam rapat pengurus. Berdasarkan hal tersebut seharusnya PT GMUM dimasukkan sebagai laporan konsolidasi berdasarkan prinsip substance over the form. Kondisi tersebut mengakibatkan nilai Penyertaan tersebesar Rp4.409.710.005,00 tidak dapat diyakini kewajarannya. Hal tersebut disebabkan kelalaian pihak Rektorat dalam mendokumentasikan setiap penyertaan pada Unit-Unit Usaha. memantau dan

Pihak UGM menjelaskan bahwa nilai penyertaan tersebut adalah nilai yang dilaporkan PT GMUM untuk kondisi sampai dengan 2004, namun akan diklarifikasikan kembali mengenai jumlah penyertaan yang dapat diyakini kewajarannya. Sebagai tindak lanjut telah diterbitkan Surat Rektor No. 7129P/Sudit-Akt/2005, tanggal 14 Desember 2005. 10. Penyertaan pada PT Bank Perkreditan Rakyat Duta Gama sebesar Rp700.000.000,00 belum dikonsolidasi dalam laporan keuangan UGM tahun 2004 PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Duta Gama berdiri sejak tahun 1996 sesuai dengan akte Notaris Umar Syamhudi, SH No.11, tanggal 6 Agustus 1996. Akta ini disahkan dengan keputusan Menteri Kehakiman RI No.02-10423.HT.01.01, tanggal 19 November 1996. Sesuai akta jual beli saham No. 01, tanggal 1 Desember 2004 oleh Notaris H Budi Untung, SH. MM telah dilakukan peralihan hak kepemilikan saham PT BPR Duta Gama dari Prof. Dr. Soekanto Reksohadiprojo, M.Com kepada Prof. Dr. Agus Dwiyanto, SU, MPA bertindak atas nama Rektor UGM. Komposisi saham setelah akta jual beli tersebut adalah : No 1 2 3 Nama UGM a.n Prof Agus Dwiyanto .SU,MPA Agung N Fajar SE,Akt Nasyith Majidi, SE Jumlah Jumlah (lbr) 700 150 150 1.000 Nilai (Rp) 700.000.000,00 150.000.000,00 150.000.000,00 1.000.000.000,00 Prosentase Kepemilikan 70 % 15 % 15 % 100%

53

BPK RI / AUDITAMA III

Melihat komposisi kepemilikan saham tersebut maka seharusnya laporan PT BPR Duta Gama dikonsolidasikan ke laporan posisi keuangan per 31 Desember 2004. Sesuai dengan Laporan auditor independen Drs. Henry Susanto No.017/AKT/HS/II/2005 tanggal 23 Februari 2005, jumlah aktiva dan laba setelah taksiran PPh Badan PT BPR Duta Gama tahun 2004 masing-masing berjumlah Rp21.271.650.321,00 dan Rp108.670.921,00. Hal tersebut tidak sesuai dengan PSAK 04 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi yang menyebutkan bahwa : Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan seluruh perusahaan yang dikendalikan oleh induk perusahaan, kecuali anak perusahaan sebagaimana dimaksud dalam paragraf 6. Pengendalian (control) dianggap ada apabila induk perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung (melalui anak perusahaan), lebih dari 50% hak suara pada suatu perusahaan. Walaupun suatu perusahaan memiliki hak suara 50% atau kurang, pengendalian tetap dianggap ada apabila dapat dibuktikan adanya salah satu kondisi berikut: a. Mempunyai hak suara yang lebih dari 50% berdasarkan suatu perjanjian dengan investor lainnya; b. Mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional perusahaan berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; c. Mampu menunjuk atau memberhentikan mayoritas pengurus perusahaan; d. Mampu menguasai suara mayoritas dalam rapat pengurus. Berdasarkan hal tersebut seharusnya PT BPR Duta Gama dimasukkan dalam laporan konsolidasi UGM tahun 2004. Kondisi tersebut mengakibatkan laporan keuangan UGM yang disajikan belum menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Hal tersebut disebabkan oleh kelalaian UGM dalam melakukan konsolidasi atas Laporan Keuangan anak perusahaan. Pihak UGM menjelaskan bahwa akan dilakukan koreksi dalam penyajian Laporan Keuangan Tahun 2005. 11. Pencatatan PT Swaragama sebagai bagian PT GMUM tidak didasarkan pada landasan hukum yang tepat Berdasarkan laporan keuangan yang dibuat PT GMUM disebutkan bahwa laporan GMUM merupakan konsolidasi dari 8 unit yang berada dibawahnya, yaitu sebagai berikut : a. GMUM (holding) b. Swaragama

54

BPK RI / AUDITAMA III

c. d. e. f. g. h.

Kantor Pos Gama Wisata Home Stay Gama Tech Gama Giri Mandiri Gama Tecno

Laporan laba rugi konsolidasi PT GMUM untuk 8 unit tersebut menyebutkan laba sebesar Rp1.089.893.342,00. Berdasarkan akta notaris Umar Sjamhudi, SH No : 36 tanggal 27 Februari 1999 diperoleh data komposisi kepemilikan PT Swaragama adalah sebagai berikut : - Kosudgama menguasai 700 lembar saham dengan nilai Rp14.000.000 (70%). - Koperasi Wisesa menguasai 300 lembar saham dengan nilai Rp6.000.000 (30%). Data lain yang diperoleh menyebutkan bahwa sampai dengan 28 Juli 2005, GMUM masih berstatus sebagai kreditur utama. PT GMUM baru berstatus sebagai pemegang saham sesuai akta Notaris Sumendro, SH No : 23 tanggal 28 Juli 2005 dimana prosentase kepemilikannya sebesar 75%. Dengan demikian, laporan keuangan PT GMUM per 31 Desember 2004 yang telah mengkonsolidasikan laporan keuangan PT Swaragama tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Hal ini mengakibtkan laporan konsolidasi dari GMUM harus dikurangi porsi laba PT Swaragama sebesar Rp222.557.190,00 sehingga total laba sebelum koreksi sebesar Rp867.336.152,00. Hal tersebut tidak sesuai dengan PSAK 04 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi yang menyatakan bahwa: Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan seluruh perusahaan yang

dikendalikan oleh induk perusahaan, kecuali anak perusahaan sebagaimana dimaksud dalam paragraf 6. Pengendalian (control) dianggap ada apabila induk perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung (melalui anak
perusahaan), lebih dari 50% hak suara pada suatu perusahaan. Walaupun suatu perusahaan memiliki hak suara 50% atau kurang, pengendalian tetap dianggap ada apabila dapat dibuktikan adanya salah satu kondisi berikut: a. Mempunyai hak suara yang lebih dari 50% berdasarkan suatu perjanjian dengan investor lainnya; b. Mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional perusahaan berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian; c. Mampu menunjuk atau memberhentikan mayoritas pengurus perusahaan; d. Mampu menguasai suara mayoritas dalam rapat pengurus. Kondisi tersebut mengakibatkan laporan keuangan konsolidasi PT GMUM per 31 Desember 2004 overstated sebesar Rp222.557.190,00.

55

BPK RI / AUDITAMA III

Hal tersebut disebabkan ketidakcermatan pihak PT GMUM dalam melakukan konsolidasi laporan keuangan. Pihak UGM menjelaskan bahwa masalah tersebut akan disampaikan kepada PT GMUM dan akan menjadi bahan koreksi dalam penyajian Laporan Keuangan Tahun 2005. Untuk itu telah diterbitkan Surat Rektor No. 7129P/Sudit-Akt/2005 tanggal 14 Desember 2005. 12. Hutang Intern antar unit UGM (pos transitoris) dalam laporan posisi keuangan UGM belum disajikan akurat dan belum dieliminasi Dari laporan posisi keuangan UGM per 31 Desember 2004 diketahui bahwa terdapat saldo hutang-lain-lain sebesar Rp 22.700.659.107,97. Dalam catatan atas laporan keuangan disebutkan bahwa hutang intern tersebut adalah transaksi intern (utang piutang) antar unit-unit yang belum dilakukan rekonsiliasi dan eliminasi. Dari pemeriksaan secara sampel pada unit -unit diketahui bahwa 1. Untuk Kantor Pusat Tata Usaha (KPTU) senilai Rp5.712.945.510,00 adalah dengan rincian sebagai berikut:
Uraian transaksi Biologi Ekononomi Farmasi Geologi Mipa Energi Kemahasisawaan (asrama) Gama teck UKM Seni Rupa Ali Maffuf Usaha Budidaya Ikan Wagimin Usaha Catering SP2O/Dies UGM (lisdiyani) Pusat Studi Bencana Alam Bag.MPIK Paduan Suara (Indah) Total pos transitoris (aktiva) Nilai (Rp) 17.050.000,00 2.526.195.510,00 1.550.000.000,00 525.000.000,00 300.000.000,00 250.000.000,00 6.500.000,00 41.200.000,00 7.000.000,00 5.000.000,00 5.000.000,00 400.000.000,00 75.000.000,00 5.000.000,00 5.712.945.510,00

Masih bersaldonya pos transitoris tersebut terjadi karena masih bersaldonya dana yang seharusnya dialokasikan kepada fakultas.

56

BPK RI / AUDITAMA III

2. Untuk Pasca Sarjana (KPTU) senilai Rp 12.849.282.483,00 Nilai pos transitoris tersebut adalah saldo dana pasca sarjana UGM yang ada di rekening rektor No.004.525.002 per 31 Desember 2004. Namun KPTU tidak mencatat adanya pos transitoris (kredit) Transaksi hutang intern antar unit seharusnya dicatat sebagai rekening antar unit dan sedapat mungkin dilakukan elimanasi sehingga saldo rekening antar unit menjadi nihil. Kondisi diatas mengakibatkan saldo hutang intern (pos transitoris) pada laporan keuangan belum disajikan secara akurat dan belum dapat diyakini kewajarannya. Hal tersebut terjadi karena petugas pencatatan yang ada di UGM kurang memahami pengendalian dan pencatatan yang berkaitan dengan hutang intern ini dan petugas pencatatan tersebut belum memahami pedoman akuntansi yang baku yang mencakup sistem dan kebijakan akuntansi berkaitan dengan hutang/transaksi antar unit pengelola keuangan yang ada. Pihak UGM menjelaskan bahwa: a. Penggunaan akun rekening antara sudah digunakan, rekonsiliasi dan eliminasi antara transaksi intern telah dilaksanakan ditahun 2005. b. Pelatihan dan sosialisasi telah dilaksanakan pada tahun 2005 Kami merekomendasikan agar pimpinan UGM : a. Melaksanakan sistem akuntansi yang telah ditetapkan seperti pengunaan akun rekening antara atau transfer/dropping, rekonsiliasi secara rutin dan eliminasi antar transaksi intern antar unit universitas. b. Mengadakan pelatihan dan sosialisasi sistem akuntansi dan keuangan kepada para petugas yang melaksanakan fungsi akuntansi dan fungsi terkait lainnya.

13. Penerimaan Dana Masyarakat dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan, Biaya Operasional Pendidikan dan Sumbangan Pengembangan Mutu Pendidikan Tahun 2004 belum memiliki mekanisme pengendalian yang memadai Dari Laporan Aktivitas UGM tahun buku 2004 diketahui penerimaan Dana Masyarakat yang berasal dari SPP, BOP, SPMA adalah sebesar Rp255.304.512.885,52 yang berasal dari : a. Sumbangan Pembinaan Pendidikan Rp 119.199.798.028,68 b. Biaya Operasional Pendidikan Rp 40.019.202.135,17 c. Sumbangan Pengembangan Mutu Pendidikan Rp 96.085.512.721,67 Jumlah Rp 255.304.512.885,52

57

BPK RI / AUDITAMA III

Pelaporan atas Penerimaan Pendidikan yang berasal dari SPP, BOP dan SPMA dilakukan berdasarkan data-data penerimaan yang berasal dari KPTU UGM yaitu yang dikelola Bendahara Penerima (untuk Program Reguler) dan laporan dari unit (untuk Program Non Reguler). 1) KPTU UGM Penerimaan Uang Pendidikan di KPTU UGM pada tahun 2004 dibedakan melalui beberapa cara yaitu untuk mahasiswa angkatan 2004 dan angkatan sebelum 2004 Program Reguler dan Program Non Reguler. Untuk Penerimaan Pendidikan tahun 2004 yang berasal dari angkatan 2004 program reguler, diterima oleh Universitas melalui Rekening atas nama Rektor yang dipegang oleh Bendaharawan Penerima Universitas. Selanjutnya berdasarkan laporan yang diperoleh dari Bank terkait berupa rekening Koran. Rekening penerima tersebut dibedakan berdasarkan jenis penerimaannya yang terdiri dari Rekening SPP, BOP dan SPMA tanpa dibedakan per Fakultas. Sedangkan untuk mahasiswa angkatan sebelum 2004 Reguler, digunakan empat rekening Rektor yang berbeda tanpa dibedakan perjenis penerimaan dan Fakultas sehingga memungkinkan mahasiswa melakukan pembayaran ke nomor rekening yang dikehendaki. Oleh Direktorat Keuangan selanjutnya dilakukan rekapitulasi dan secara manual dipisahkan per Fakultas dan per jenis penerimaan oleh petugas. Setelah jumlah per Fakultas diketahui maka nilai alokasi ditentukan setelah dipotong fee untuk universitas. Alokasi untuk Fakultas selanjutnya ditransfer ke Rekening Bendahara Pengguna untuk ditransfer ke Fakultas atas permintaan dari PUMK Fakultas/Program. Untuk program Non Regular seperti Program Pasca Sarjana Magister sperti MEP, MM, MAP dan lain-lain, penerimaan pendidikan oleh Universitas hanya dikenakan berdasarkan tarif tertentu per mahasiswa yang harus disetor oleh pengelola program ke Rekening Rektor. Jumlah yang harus dibayarkan adalah Rp4.000.000,00 per mahasiswa. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap pengelolaan penerimaan pendidikan berupa SPP, BOP dan SPMA di KPTU UGM diketahui bahwa pengendalian untuk penerimaan pendidikan masih lemah. Hal ini dapat terlihat dengan tidak dilakukannya prosedur seperti pengujian data pembayaran uang pendidikan mahasiswa dari data penerimaan yang dimiliki oleh Direktorat Keuangan dengan data mahasiswa yang terdaftar di Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan Universitas untuk menguji apakah semua mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa UGM sudah seluruhnya melakukan pembayaran pada saat yang tepat dan jumlah yang sesuai dengan ketentuan. Misalnya untuk mahasiswa baru yang harus membayar uang SPMA yang jumlahnya berbedabeda tergantung dari kemampuan dan kesanggupan mahasiswa. Data tentang jumlah besarnya SPMA untuk masing-masing mahasiswa tersebut dimiliki oleh Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan. Dalam kondisi seperti ini Direktorat

58

BPK RI / AUDITAMA III

Keuangan tidak memiliki alat kontrol yang memadai untuk memastikan apakah jumlah yang diterima memang yang sudah menjadi hak Universitas seperti yang tertuang dalam komitmen antara mahasiswa dengan UGM, jika tidak dilakukan cross check dengan data Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan. Resiko kesalahan untuk mengidentifikasikan penerimaan per Fakultas juga tinggi karena beberapa faktor diantaranya karena adakalanya penyetor tidak menyebutkan nama mahasiswa atau fakultas, salah nomor rekening ataupun menyetor dengan tanpa merinci jenis pembayarannya kedalam satu rekening. Untuk merinci jenis penerimaan per fakultas dan per jenis penerimaan yang berasal dari mahasiswa angkatan sebelum 2004 juga memiliki resiko yang sangat tinggi karena menurut petugas akan sulit sekali untuk melakukan pengklasifikasian. Untuk penerimaan pendidikan berasal program non reguler, Universitas tidak pernah melakukan pengujian tentang berapa sebenarnya jumlah mahasiswa yang mengikuti program, sehingga Direktorat Keuangan tidak bisa memastikan apakah jumlah yang disetor oleh pengelola program memang yang sudah menjadi hak Universitas. 2) Unit Akuntansi Fakultas/Program Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan ke beberapa Fakultas dan Program terhadap pencatatan dan pelaporan penerimaan pendidikan diketahui adanya kelemahan dalam pengendalian atas penerimaan di tingkat unit akuntansi seperti masih terbatasnya petugas yang mampu memahami sistem pelaporan dan akuntansi, aplikasi sistem akuntansi 2004 yang belum sepenuhnya diimplementasikan di semua unit akuntansi dilingkungan UGM dan belum tertibnya penatausahaan dokumen menyebabkan pada saat penyusunan laporan keuangan di tingkat Universitas terjadi permasalahan seperti kesalahan pengelompokan atau klasifikasi perkiraan, kesalahan nilai yang harus tercatat yang menyangkut Cut off, sehingga Bagian Akuntansi harus melakukan revisi. Namun hasil revisi tersebut setelah dikembalikan ke unit akuntansi menjadi tidak sesuai dengan catatan dan data yang dimiliki oleh unit. Hasil penelusuran lebih lanjut yang dilakukan menunjukkan terdapatnya perbedaan-perbedaan pencatatan yang ditemukan oleh Tim BPK-RI baik antara Laporan Bagian Akuntansi, Laporan Unit maupun bukti-bukti pendukung yang ada. Selisih-selisih tersebut tidak dapat dijelaskan oleh unit akuntansi sehingga tidak dapat ditelusuri lagi, diantaranya adalah:
No 1 Unit Akuntansi Psikologi S 1 SPP Program Ekstensi (DIKS)/SPP Program Ekstensi S1 (SPA) 376,660,568.00 347,275,000.00 6,349,500.00 376,507,500.00 347,275,000.00 153,068.00 6,349,500.00 tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri Saldo Menurut UGM Saldo Menurut Tim BPK Selisih Keterangan

59

BPK RI / AUDITAMA III

Program Ekstensi S1 (SPA2) Program Profesi (BOP) Program Profesi (SPP) Program S1 (BOP) Ekstensi S1 (BOP) Program Profesi (SPA 2) Program Ekstensi - KKN S1 (SPA) 2 Pasca Sarjana MSI (S2) Magister Ekonomi Pembangunan Magister Manajemen IKM (Program) Pasca Sarjana (KPTU) Magister Administrasi Publik 3 Fakultas Ekonomi Program S1 (Ekstensi) 4 Kedokteran Umum Klas Internasional (SPP) Kedokteran D IV Bidan Pendidik (BOP) Profesi (Coas) D IV Perawat Gigi Pendidik (SPP) D IV Bidan Pendidik (SPP) D IV Bidan Pendidik (SPA) S 1 (BOP) D IV Bidan Pendidik (Pendaftaran) SPMA S1 Reguler D IV Perawat Gigi Pendidik (BOP) PS Ilmu Gizi Kesehatan (D IV) (SPP) PS Ilmu Gizi Kesehatan (D IV) (BOP) BOP Swadaya A BOP Swadaya B SPP Swadaya A KU Ekstensi (SPP) KU Ekstensi (SPA) KU Ekstensi (BOP) KU Ekstensi (Pendaftaran) Mahasiswa Asing (SPP)

5,745,000.00 204,063,660.00 103,078,990.00 607,024,075.00 255,400,000.00 28,500,000.00 80,569,208.11 856,008,000.00

124,500,000.00 62,500,000.00 474,700,000.00 189,500,000.00 665,500,000.00

5,745,000.00 79,563,660.00 40,578,990.00 132,324,075.00 65,900,000.00 28,500,000.00 80,569,208.11 190,508,000.00

tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri

9,872,859,029.00 6,480,868,254.00 22,924,592,266.00 10,914,134,525.00 36,160,209,875.00 2,335,968,363.00

6,697,859,029.00 7,262,254,200.00 23,116,679,579.00 10,989,588,525.00 36,160,209,875.00 5,869,937,788.00

3,175,000,000.00 (781,385,946.00) (192,087,313.00) (75,454,000.00) 3,529,969,425.00

tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri Tidak dapat dijelaskan

5,161,201,238.00

7,796,028,900.00

(2,634,827,662.00)

5,567,195,974.00 733,770,000.00 516,870,602.00 503,640,000.00 115,200,000.00 56,760,000.00 66,000,000.00 1,456,816,579.00 28,245,000.00 3,178,441,250.00 29,000,000.00 117,598,210.00 98,527,200.00 15,200,000.00 68,100,000.00 13,000,000.00 625,266,490.00 6,255,376.00 1,097,940,836.00 56,433,790.00 1,471,746,529.00

5,567,195,974.00 733,770,000.00 173,000,000.00 503,640,000.00 115,200,000.00 56,760,000.00 66,000,000.00 1,456,816,579.00 18,670,000.00 3,178,441,250.00 29,000,000.00 15,200,000.00 68,100,000.00 13,000,000.00 536,185,966.00 6,175,000.00 871,770,000.00 28,935,000.00 1,471,746,529.00

343,870,602.00 9,575,000.00 117,598,210.00 98,527,200.00 89,080,524.00 80,376.00 226,170,836.00 27,498,790.00 tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat dijelaskan tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri

60

BPK RI / AUDITAMA III

D IV Bidan (Matrikulasi) SPMA Swadaya A SPP PBUK 5 Kehutanan BOP S1 SPA D III D III (BOP) D IV (SPA) S1 (SPA) D III dan S1 (SPP) DIV dan S1 (BOP) D IV (SPP) 6 Hukum S1 Reguler Prog. Ekstension (SPA dan BOP) Prog. Ekstension (SPP)

28,500,000.00 30,364,332.00 84,000,000.00

28,500,000.00 1,950,000.00 84,000,000.00

28,414,332.00 Saldo awal 2003

532,289,000.00 58,481,036.00 173,250,000.00 45,375,000.00 381,231,091.00 1,074,091,134.00 110,000,000.00 41,250,000.00

515,570,000.00 825,000.00 173,250,000.00 45,375,000.00 202,106,250.00 1,074,091,134.00 110,000,000.00 41,250,000.00

16,719,000.00 57,656,036.00 179,124,841.00 -

tidak dapat ditelusuri tidak dapat dijelaskan

tidak dapat ditelusuri

150,000,000.00 42,187,500.00 640,900,000.00

3,301,093,840.00 43,162,500.00 639,925,000.00

3,151,093,840.00 975,000,000.00 (975,000,000.00)

tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri tidak dapat ditelusuri

Kondisi tersebut diatas mengakibatkan saldo penerimaan pendidikan UGM dalam tahun 2004 tidak dapat diyakini kewajarannya. Hal tersebut terjadi karena belum ada sistem akuntansi yang baku dan memadai untuk pencatatan penerimaan pendidikan universitas pada tahun 2004 dan kurangnya pemahaman dari petugas pencatatan yang ada pada unit-unit akuntansi terkait, mengenai sistem pengendalian dan pencatatan yang berkaitan dengan penerimaan pendidikan Pihak UGM akan menjelaskan bahwa a. Untuk menunjang keakuratan SPP, BOP, dan SPMA mulai tahun 2005 telah disediakan rekening bank untuk setiap fakultas dan mulai diimplementasikan Sistem Informasi Akuntasi (SIMAKUN-GAMA) dan Sistem Informasi Anggaran (SIMA-GAMA) guna mempermudah dan mempercepat proses pencatatan dan pelaporan akuntasi serta meningkatkan akuntanbilitas dan pengendalian. b. Sosialisasi dan pelatihan di tahun 2005 dilakukan secara terpusat yaitu dengan melaksanakan diklat oleh Direktorat Keuangan serta help desk dan road show berkesinambungan untuk melayani permasalahan yang timbul di masing-masing unit. BPK-RI merekomendasikan agar Rektor lebih memperhatikan dan meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar unit/bagian serta meningkatkan kemampuan SDM untuk pengelolaan keuangan ditingkat unit dan organ dilingkungan Universitas untuk lebih mewujudkan akuntabilitas yang memadai dalam mengelola penerimaan Dana Masyarakat dari Penerimaan Pendidikan

61

BPK RI / AUDITAMA III

14. Penerimaan Hasil Kerjasama dengan Pihak ke III sebesar Rp20.843.443.143,00 dan USD12,250.00 tidak tercatat Jumlah penerimaan kerjasama dan kontrak yang menurut Laporan Aktivitas UGM 2004 tercatat sebesar Rp62.108.596.071,57 yang merupakan penerimaan dari kegiatan pelayanan jasa pendidikan, jasa professional dan pemanfaatan sarana dan prasarana oleh Universitas yang dituangkan dalam perikatan. Hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap beberapa unit akuntansi dilingkungan UGM menunjukkan bahwa masingmasing fakultas dan unit dapat melakukan perjanjian kerjasama sendiri-sendiri tanpa melalui Pimpinan Universitas ataupun Pimpinan Fakultas, sehingga memungkinkan kontrak kegiatan kerjasamanya tidak tercatat sebagai penerimaan Fakultas dan Universitas karena tidak dilaporkan kepada Universitas. Kerjasama yang dapat diketahui dari hasil penelusuran lebih lanjut ke beberapa unit tersebut adalah sebagai berikut : 1). Fakultas Ekonomi a. Penelitian Dan Pengembangan Manajemen (PPM) FE-UGM Dari hasil pemeriksaan atas laporan kegiatan PPM Fakultas Ekonomi diketahui terdapat Proyek kerjasama yang dilakukan dalam tahun 2004 senilai Rp1.294.523.750,00, yang tidak dilaporkan sebagai penerimaan Fakultas Ekonomi dan Universitas serta tidak menyetor fee ke Universitas. Dari kerjasama tersebut PPM FE menerima fee sebesar Rp145.376.256,41. Rincian Proyek kerjasama tersebut adalah sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kegiatan Penelitian Asuransi Bumi Putera Muda (BUMIDA) Pelatihan Prapurna Karya PT. Badak NGL. Angkatan 16 Pelatihan Manajemen Terapan Angkatan I & II Perum Pegadaian Pelatihan Paripurna Karya PT Badak NGL Angkatan 17 Penelitian Studi Bisnis Portofolio Investasi Penempatan Langsung Pada Dana Pensiun PT Angkasa Pura II Studi Bentuk Lembaga/Organisasi Alternatif Rumah Sakit Dr.Sarjito (in proses) Studi Kelayakan Pendirian BPR/Syariah Pegadaian (in process) Pekerjaan Penyempurnaan Triple A (atlas, Agenda dan Aturan Main) BPEDA DIY Studi Corporate Governance Perusahaan Publik Indonesia (in process) Jumlah Nilai Proyek (Rp) 28.778.750,00 136.450.000,00 189.685.200,00 136.450.000,00 341.000.000,00 60.500.000,00 187.935.000,00 147.000.000,00 66.724.800,00 1.294.523.750,00

b. Penelitian Dan Pengembangan Akuntansi (PPA) Dari hasil pemeriksaan, PPA dalam tahun 2004 telah melakukan kegiatan berupa short course, workshop dan penyusunan sistem akuntansi sekurangnya penerimaan sebesar Rp341.812.500,00 dari kegiatan tersebut tidak dilaporkan sebagai penerimaan Fakultas dan Universitas. Rincian dari proyek tersebut sebagai berikut:

62

BPK RI / AUDITAMA III

No 1 2 3 4 5

Kegiatan Penyusunan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis Komputer Short Course Akuntansi Perbankan Syaria Workshop Pengendalian Intern Committe of Sponsoring Organization (COSO) Pelatihan Audit Sektor Publik Metodologi Penelitian & Pembimbingan Skripsi Jumlah

Nilai Proyek (Rp) 157.502.500,00 64.600.000,00 57.000.000,00 45.210.000,00 17.500.000,00 341.812.500,00

2). Fakultas Kehutanan Berdasarkan data yang diperoleh dari bagian kerjasama Fakultas Kehutanan, dalam tahun 2004 telah dilaksanakan Proyek kerjasama dengan pihak lain sedikitnya senilai Rp2.037.693.763,00 yang tidak dilaporkan sebagai penerimaan Fakultas dan Universitas dengan rincian sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Pembangunan Hutan Tanaman Meranti Di KPh Kedu Selatan Pengaruh Penanaman Campur Pinus dengan Puspa, Pusbanghut Cepu Pendampingan Kegiatan Pengelolaan Hutan Jati Prospektif Melalui Silvikultur Pelaksanaan Bantuan Teknis dan Penelitian Pengembangan Model Unit Manajemen Hutan Meranti CSM-BGD Project Phase I, MOA dengan Unila Socio Economic Survey on Local Communities in Madiun, East Java, Indonesia Penataan Hutan Kota Kegiatan Pemeliharaan Tanaman Hutan Kota, Demak Jumlah Nilai Proyek (Rp) 80.400.000,00 479.466.763,00 297.000.000,00 996.152.000,00 30.000.000,00 114. 675.000,00 40.000.000,00 2.037.693.763,00

3). Fakultas Peternakan Berdasarkan data yang diperoleh dari Fakultas Peternakan, diketahui terdapat proyek kerjasama dalam tahun 2004 sedikitnya senilai Rp905.000.000,00 yang tidak dilaporkan sebagai penerimaan Fakultas dan Universitas. Kegiatan tersebut merupakan pengabdian masyarakat dan aktivitas pengabdian lainnya dengan rincian sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kegiatan Kontes Kambang PE Sekolah pembaharuan desa Pembinaan RPA tradisional/rumah tangga Pemberian kredit ayam kampung sistem bagi hasil bobot badan Penggaduhan ternak dan pembinaan kelompok tani wanitaTani Mandiri Pengembangan alat pendingin hasil-hasil pertanian dari keramik berdinding 2 Pengembangan chopper dengan pisau doble Membentuk desa unggas bersama kelompok wanita dusun Brengosan Kerjasama Teknis Ujicoba sistem Rekording Perbibitan Ternak Rakyat Penyusunan Rencana Program Pembangunan Peternakan Kerjasama analisa potensi pembibitan ternak daerah Jumlah Nilai Proyek (Rp) 2.000.000,00 5.000.000,00 30.000.000,00 10.000.000,00 10.000.000,00 8.000.000,00 170.000.000,00 488.500.000,00 131.500.000,00 905.000.000,00

63

BPK RI / AUDITAMA III

4). Fakultas Psikologi Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LPKM) Berdasarkan laporan kegiatan 2004 yang diperoleh diketahui bahwa LPKM telah melakukan proyek kerjasama dengan berbagai instansi baik Pemerintah maupun Swasta untuk jasa asesmen, seleksi maupun penjualan alat tes dan penyewaan alat tes psikologi. Penerimaan tersebut sedikitnya sebesar Rp919.324.710,00 belum tercatat sebagai penerimaan Fakultas maupun Universitas. 5). Fakultas Kedokteran Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) Berdasarkan laporan kegiatan 2004, PMPK telah melaksanakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian dengan jumlah penerimaan sebesar Rp8.610.853.059,00, dengan rincian sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan Divisi Public Health Policy Devisi Strategik Divisi Akuntasni dan Keuangan Divisi Manajemen Mutu Divisi Sumberdaya Manusia Unit Seminar dan workshop Unit penerbitan Sekretariat Jumlah Nilai Proyek (Rp) 731.690.000,00 1.165.364.205,00 891.434.856,00 2.788.994.751,00 267.715.700,00 2.580.596.477,00 92.697.550,00 92.359.520,00 8.610.853.059,00

6). Fakultas Geografi Berdasarkan data yang diperoleh, Fakultas Geografi dalam tahun 2004 telah menerima pekerjaan dari instansi lain dengan nilai sedikitnya sebesar Rp890.266.000,00 dengan rincian sebagai berikut:
No 1 2 3 4 Kegiatan Pembuatan Peta Rupabumi Skala 1:250.000 Papua Penyususnan Rencana Induk Pengelolaan Lingkungan Hidup SWS Progo Penyususnan Rencana Induk Pengelolaan Lingkungan Hidup DAS Progo Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam Spasial Daerah Kab. Sintang Kalbar Jumlah Nilai Proyek (Rp) 345.386.000,00 194.880.000,00 360.000.000,00 890.266.000,00

7). Fakultas MIPA Berdasarkan data yang diperoleh, Fakultas MIPA dalam tahun 2004 telah menerima pekerjaan dari instansi lain dengan nilai sedikitnya Rp419.480.000,00, untuk kegiatan berikut:
No 1 Kegiatan Riset Unggulan Terpadu (RUTI) Jumlah Nilai Proyek (Rp) 419.480.000,00 419.480.000,00

64

BPK RI / AUDITAMA III

8). Fakultas Teknologi Pertanian Berdasarkan data yang diperoleh, Fakultas Teknologi Pertanian dalam tahun 2004, telah melaksanakan beberapa kerjasama dengan instansi lain dengan rincian berikut:
No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Atribut Clas Mild, PT NTI Mekanisme Pengadaan Pangan dan Pupuk di Jateng Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi di NTT Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi di Kab. Musi Rawas Kesepakatan Bersama dengan Pemda Bojonegoro Penyusunan Pengembangan Argoindustri Prov Jambi Jumlah Nilai Proyek (Rp) -

9). Magister Manajemen Farmasi Berdasarkan data yang diperoleh, Magister Manajemen Farmasi dalam tahun 2004, telah melaksanakan kerjasama dengan instansi lain dengan nilai sedikitnya Rp38.750.000,00 dengan rincian berikut:
No 1 Kegiatan Pengumpulan Dan Pencatatan Data Elektronik Jumlah Nilai Proyek (Rp) 38.750.000,00 38.750.000,00

10). Pusat-Pusat Studi a. Pusat Studi Bencana Alam Berdasarkan data yang diperoleh, dalam tahun 2004 PSBA mendapat kontrak pekerjaan senilai Rp 705.565.200,00 dan telah dilaporkan sebesar Rp438.010.000,00 sehingga penerimaan yang belum tercatat dalam laporan adalah sebesar Rp 267.555.200,00. b. Pusat Studi Pariwisata Berdasarkan data yang diperoleh, Pusat Studi Pariwisata dalam tahun 2004 telah melakukan kontrak kerjasama dengan berbagai instansi dengan nilai kerjasama sedikitnya sebesar Rp1.021.350.775,00 yang dapat dirinci sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kegiatan RIPOW Pantai Srau dan Klayar Kab Pacitan Analisis Pasar Pacitan RIPPDA Banggai RIPP Banten RIPPDA Waykanan tahap II Pengembangan ekowisata Mahakam RIPPDA Nunukan Poverty Alleviation Jumlah Nilai Proyek (Rp) 64.970.720,00 42.500.000,00 135.000.000,00 193.248.082,00 157.150.000,00 225.697,882,00 74.645.000,00 128.139.091,00 1.021.350.775,00

65

BPK RI / AUDITAMA III

c. Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Berdasarkan data yang diperoleh, Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan dalam tahun 2004 telah menerima kerjasama dengan instansi lain dengan nilai sedikitnya sebesar Rp 586.133.886,00, dengan rincian sebagai berikut:
No 1 Kegiatan Studi/kajian tentang tinjauan Peran dan Kerjasama Institusi Pemerintah dan Lembaga Non Pemerintah dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Miskin pada Program PIDRA Studi Penyusunan Garis Besar Panduan Program Livelihood Performance Evaluation Community Health Development Kajian Permasalahan Sosial Kemasyarakatan Sektor Pertambangan Penyusunan Design Pengembangan Biofarmaka di DIY Jumlah Nilai Proyek (Rp) 74.975.000,00

2 3 4 5

122.759.590,00 210.524.750,00 148.350.000,00 29.524.546,00 586.133.886,00

d. Pusat Studi Energi Berdasarkan data yang diperoleh, PSE dalam tahun 2004 telah melakukan kerjasama dengan instansi lain dengan nilai sedikitnya sebesar Rp561.215.000,00
No 1 2 3 4 Kegiatan Pengadaan dan pemasangan PLTS di Desa Gayamharjo dan Wukirharjo Kecamatan Prambanan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah Kabupaten Purworejo Pemasangan PLTS Kabupaten Purworejo Kajian Permasalahan Sosial Kemasyarakatan Sektor Pertambangan Jumlah Nilai Proyek (Rp) 103.040.000,00 30.000.000,00 279.825.000,00 148.350.000,00 561.215.000,00

e. Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) Berdasarkan data yang diperoleh, PUSTRAL dalam tahun 2004 telah melakukan kerjasama dengan instansi lain dengan nilai sedikitnya sebesar Rp2949.489.500,00 dan US$12,250.00 dengan rincian sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Studi Standar Pelayanan Angkutan Kereta Api di Perkotaan Kajian Pembiayaan Investasi Tranportasi Perkotaan dengan Skema Debt for Nature Swap Penyusunan Tataran Transportasi Wilayah Master Plan Bandara Bagan Punak Kabupaten Rokan Hilir Transportasi yang berkelanjutan di negara-negara berkembang Studi Kasus Kota Surabaya Perencanaan Pengembangan Bandara Adisutjipto Tahap I Studi Penyusunan Strategi Penanganan Simpang-Simpang di Kota Yogyakarta Nilai Proyek (Rp) 246.880.000,00 402.545.000,00 218.203.000,00 910.500.000,00 120.140.000,00 224.024.000,00 44.500.000,00

66

BPK RI / AUDITAMA III

8 9

10 11

Pra studi Kelayakan Pengembangan Peti Kemas di Pantai Utara Kabupaten Bangkalan Penyusunan Rencana Jaringan Trayek Angkutan Umum dan Barang di Kabupaten Sleman Jumlah Rupiah Indo-CCP/ICLEI Indo-CCP/ICLEI Jumlah US$

749.457.500,00 33.240.000,00 2.949.489.500,00 US $ 5,250.00 US $ 7,000.00 US $ 12,250.00

Hal tersebut tidak sesuai dengan: a. Keputusan Majelis Wali Amanat UGM Nomor 12/SK/MWA/2003 tentang Anggaran Rumah Tangga (ART) Bab XVI pasal 94 yang meyebutkan bahwa semua penerimaan organ dan unit organisasi Universitas harus dibukukan sebagai pendapatan Universitas sesuai Sistem Akuntansi dan Keuangan Universitas dan setiap Pimpinan organ dan unit organisasi Universitas wajib melaporkan semua penerimaannya kepada Pimpinan Universitas b. Surat Ketetapan Rektor No.4210/PIII/AM/2004 tanggal 7 Agustus 2004 tentang Dana Kontrak Kerjasama yang menyatakan bahwa selama masa transisi BHMN, semua pendapatan dari masyarakat wajib disetor ke rekening penerima a.n Rektor. Hal ini mengakibatkan : a. Penerimaan Dana Masyarakat yang berasal dari kerjasama Universitas dalam Laporan Keuangan 2004 belum menggambarkan jumlah yang sebenarnya dan diragukan kewajaran nilainya, b. Sekurangnya penerimaan sebesar Rp20.843.443.143,00 dan US$12,250.00 tidak tercatat sebagai penerimaan UGM, c. KPTU UGM tidak mendapatkan Fee yang seharusnya diterima. Hal tersebut disebabkan kurangnya kesadaran dan keengganan dari Pimpinan unit dan organ di lingkungan UGM untuk melaporkan semua kegiatan dan menyetor fee kontribusi ke universitas disamping lemahnya mekanisme kontrol dan kurang tegasnya Pimpinan Universitas dalam mengelola kerjasama dengan pihak ke-III. Pihak UGM menjelaskan bahwa akan menindaklanjuti melalui penetapan beberapa kebijakan kerjasama dibidang penelitian, yang dapat mendorong peneliti/pusat studi untuk mencatat dan melaporkan kerjasama yang dilaksanakannya BPK-RI merekomendasikan agar: a. Rektor UGM segera menertibkan sistem pelaporan kegiatan-kegiatan kerjasama dengan pihak ke-III yang dilakukan oleh seluruh Unit dan Organ dilingkungan UGM melalui Surat Edaran dengan menyatakan pengenaan sanksi yang jelas dan tegas.

67

BPK RI / AUDITAMA III

b. Rektor UGM menegur Unit dan Organ dilingkungan UGM yang tidak melaporkan kegiatan kerjasamanya dengan pihak ke-III. 15. Penerimaan SPMA pada Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tidak disetor dan tidak dicatat pada rekening UGM Sehubungan dengan pelaksanaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UGM menerbitkan keputusan sebagai berikut : a. No: UGM/KU/1945/I/01/04 tanggal 27 Mei 2003 tentang Sumbangan Pengembangan Akademik PPDS I, yang antara lain menyatakan bahwa : - Besarnya Sumbangan Pengembangan Akademik (SPA) PPDS I terhitung mulai angkatan 1 Januarai 2003 adalah : • Mahasiswa dengan biaya individu/Swadana/Beasiswa besarnya SPA minimal Rp3.000.000,00 maksimal Rp50.000.000,00. • Mahasiswa program kemitraan besarnya SPA sesuai dengan kesepakatan pada MOU antara FK UGM dengan Institusi pengirim. - Pembayaran SPA dilakukan pada Bank Mandiri Cabang RS Dr. Sardjito, Yogyakarta, rekening No: 137.0003010275 atas nama Dekan/Wakil Dekan Bidang Administrasi Keuangan FK UGM. b. No: UGM/KU/1946/I/01/04 tanggal 27 Mei 2003 tentang Sumbangan Pembinaan Pendidikan PPDS I, yang antara lain menyatakan bahwa : - Besarnya Sumbangan Pmbinaan Pendidikan (SPP) PPDS I terhitung mulai angkatan 1 Januarai 2003 adalah : • Program Reguler : Rp 3.000.000,00 per semester • Program MS-PPDS : - Semester I : Rp 7.000.000,00 - Semester II sampai selesai : Rp 3.000.000,00 per semester. - Pembayaran SPP dilakukan pada Bank Mandiri Cabang RS Dr. Sardjito, Yogyakarta, rekening No: 137.0003010275 atas nama Dekan/Wakil Dekan Bidang Administrasi Keuangan FK UGM. Atas penerimaan dana tersebut seluruhnya digunakan oleh FK dan masing-masing Bagian/ Spesialis dan tidak ada kontribusi yang disetorkan ke Rektorat. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah SPA yang diterima selama tahun 2004 adalah Rp4.825.000.000,00. Kondisi ini bertentangan dengan : Keputusan Rektor UGM No: 41/P/SK/AM/2004 tanggal 14 Februari 2004 yang antara lain menyatakan bahwa : - Dana masyarakat merupakan salah satu sumber pembiayaan UGM. Pembiayaan dimaksud digunakan untuk kegiatan rutin operasional, investasi dan sebagai dana pendamping bantuan yang diperoleh dari Pemerintah. - Seluruh pendapatan Dana Masyarakat wajib disetorkan ke rekening penerima atas nama Rektor yang dikelola oleh Bendaharawan Penerima.

68

BPK RI / AUDITAMA III

- Dana masyarakat yang telah disetor ke rekening penerima atas nama Rektor dipindahbukukan ke rekening pengguna atas nama Rektor secara berkala yang dikelola oleh Bendaharawan Pengguna. - Dana masyarakat yang dikelola Bendahara Pengguna digunakan untuk operasional UGM atas persetujuan atasan langsung Bendaharawan Pengguna, sesuai dengan kebutuhan dan berpedoman pada prosedur yang berlaku. Keputusan MWA UGM No: 12/SK/MWA/2003 tentang Anggaran Rumah Tangga UGM, yang antara lain menyatakan : Pasal 94 : - Penerimaan adalah dana yang diperoleh UGM sebagai hasil dari kegiatan jasa layanan yang diselenggarakan dan dari investasi yang dilakukan UGM dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. - Semua penerimaan organ dan unit organisasi UGM harus dibukukan sebagai pendapatan UGM sesuai dengan sistem akuntansi dan keuangan UGM. - Setiap Pimpinan Organ dan unit organisasi UGM wajib melaporkan semua penerimaannya kepada Pimpinan UGM. - Alokasi dana kepada organ dan unit organisasi UGM ditetapkan oleh Rektor setelah memperoleh persetujuan MWA. - Perencanaan penerimaan dituangkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) sesuai dengan sistem anggaran UGM. Pasal 95 : - Pengeluaran adalah pembelanjaan dana untuk kegiatan operasional dan untuk memperoleh aset jangka panjang. - Investasi adalah dana yang ditanamkan sebagai penyertaan modal. - Perencanaan pengeluaran dan investasi dituangkan dalam RKAT sesuai dengan Sistem Akuntansi dan Keuangan UGM. - Pelaksanaan atau realisasi pengeluaran dan investasi dibukukan dan dilaporkan seswuai dengan Sistem Akuntansi dan Keuangan UGM. - Perubahan jumlah pengeluaran dan investasi harus diajukan melalui revisi anggaran UGM yang diajukan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Agustus pada tahun berjalan. Kondisi tersebut mengakibatkan penerimaan yang disajikan pada laporan keuangan UGM tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Hal tersebut disebabkan kelalaian Dekan Fakultas Kedokteran dan Pengelola PPDS UGM dalam pengelolaan SPMA. Pihak UGM menjelaskan bahwa telah diterbitkan surat Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi Nomor 7133/PII/Subdir-Akt/2005 tanggal 14 Desember 2005 kepada Dekan Fakultas Kedokteran dan Pengelola mengenai masalah tersebut

69

BPK RI / AUDITAMA III

BPK-RI merekomendasikan kepada Rektor untuk memberikan teguran tertulis kepada Dekan Fakultas Kedokteran dan Pengelola PPDS sehubungan tidak disetorkannya SPA tersebut di atas. 16. Pengeluaran atas kontrak kerja sama pada beberapa lembaga penelitian dan pengembangan sebesar Rp25.241.855.920,00 belum didukung dengan bukti pertanggungjawaban Dari hasil pengujian secara sampling pada 7 Lembaga Penelitaian dan Pusat Studi, diperoleh data bahwa realisasi penerimaan kontrak yang diterima melalui Bendaharawan Lembaga sebesar Rp27.264.190.322,00. Dari jumlah tersebut sebesar Rp25.241.855.920,00 atau 92,58 % diserahkan kepada Penanggung Jawab/Peneliti untuk pelaksanaan penelitian, dengan rincian sebagai berikut :
No 1. 2. 4. 5. 6. 7. Unit Akuntansi LP LPM PS EKP PS Biotek PS Bencana Alam Dana Fak. Teknik Jumlah Jumlah Kontrak 13 14 12 1 3 17 60 Nilai (Rp) 4.285.210.000 5.276.764.885 2.603.572.840 274.400.000 705.565.200 17.104.362.943 30.249.875.868 Realisasi Penerimaan (Rp) 3.699.386.808 3.010.260.595 Diserahkan ke Peneliti (Rp) 2.647.099.631 2.674.982.808

% 71,56% 88,86% 95,24% 74,26% 83,70% 98,06% 92,58%

2.470.244.776
274.370.000 705.565.200 17.104.362.943 27.264.190.322

2.352.747.129
203.752.900

590.580.700
16.772.692.752 25.241.855.920

Pengujian lebih lanjut diperoleh data bahwa Bendaharawan Lembaga hanya mengelola dana berupa Fee yang menjadi porsi Lembaga dan sisanya diserahkan ke masing-masing Penanggungjawab Penelitian setelah dipotong PPh 21 atas honor yang diterimanya. Penanggungjawab Penelitian tidak memberikan bukti-bukti pengeluaran sebagai pertanggungjawaban atas dana yang diterimanya, yang dijadikan bukti adalah bukti penerimaan uang dari Bendaharawan Lembaga. Kondisi tersebut mengakibatkan pengeluaran dana masyarakat untuk kegiatan penelitian sebesar Rp25.241.855.920,00 tidak dapat diyakini kewajarannya. Hal tersebut disebabkan lemahnya pengendalian terhadap pengeluaran yang terjadi pada Lembaga Penelitian/Pusat Studi tersebut. Pihak UGM menjelaskan bahwa akan menindaklanjuti melalui penetapan beberapa kebijakan kerjasama dibidang penelitian, yang dapat mendorong peneliti/Pusat Studi untuk mencatat dan melaporkan kerjasama yang dilaksanakannya

70

BPK RI / AUDITAMA III

17. Pembayaran honor tidak sesuai ketentuan dan penyelesaian pekerjaan terlambat Sebagai tindak lanjut atas program percepatan BHMN, pada tahun 2004 UGM mendapatkan pekerjaan dari Depdiknas dengan kontrak hibah No: 03/KONTRAK/BPPK-SDM/V/2004 tanggal 12 Mei 2004 tentang pemberian bantuan (subsidi) percepatan transformasi PT-BHMN tahun anggaran 2004. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 7 (tujuh) bulan atau sampai dengan 12 Desember 2004. Program percepatan BHMN sepenuhnya dikelola oleh Sekretariat Pendukung Pelaksanaan Otonomi (SP20) yang telah dimiliki oleh UGM sejak tahun 2000. Dana hibah sebesar Rp6.000.000.000,00 tersebut telah diterima seluruhnya pada tanggal 20 Mei 2004 pada rekening giro No: 228.000.368628.001 atas nama Rektor UGM pada Bank BNI Cabang Bulak Sumur. Dana tersebut kemudian disalurkan secara bertahap pada rekening No: 228.002.142418.901 dan No: 228.002.142361.901 atas nama Pimpinan dan Bendahara Program qq PPT UGM pada bank yang sama. UGM kemudian membentuk struktur organisasi program percepatan BHMN melalui SK Rektor No: 150/P/SK/HT/2004 tanggal 10 Juni 2004 yang antara lain memutuskan membentuk Tim Pelaksana Program Percepatan Transformasi PT BHMN. Tim Pelaksana tersebut terdiri dari Tim Konsultan, Pejabat Struktural dan Nara Sumber Internal. Pada SK Rektor tersebut tugas dan wewenang Tim Konsultan Pelaksana dan susunan Tim Konsultan terdiri dari Penanggung Jawab yang dijabat oleh Wakil Rektor/Direktur, Konsultan Utama dan Konsultan Madya. Dari hasil audit diperoleh data sebagai berikut : a. UGM telah menyerahkan laporan akhir kepada pemberi kerja (Depdiknas) pada tanggal 13 Juni 2005 berupa sembilan laporan hasil penelitian dan bukti-bukti pertanggung jawaban keuangan. b. Sampai dengan akhir kegiatan per Februari 2005, masih terdapat sisa dana sebesar Rp532.555.074,00. Dari sisa dana tersebut, sebesar Rp499.002.470,00 dipindahkan ke rekening No: 228.00.396.525.00 atas nama Rektor pada Bank BNI dan sebesar Rp31.167.886,00 masih tersimpan pada rekening No: 228.002.142418.901 yang dimaksudkan untuk mengantisipasi kekurangan biaya administrasi termasuk pajak. Pemindahan dana sejumlah Rp 499.002.470 00 ke rekening No : 228.00.396.525.00 atas nama Rektor tersebut dimaksudkan untuk menggantikan kembali (reimburse) dana masyarakat yang telah digunakan untuk membayar pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi UGM pada Gamatechno berdasarkan kontrak No: 2531/P/KS/2004. Reimburse dana tersebut dilaksanakan berdasarkan memo Rektor UGM kepada Pelaksana PPT PT BHMN UGM tanggal 9 Maret 2005 tentang Reimburse dana masyarakat untuk program pengembangan dan pemeliharaan sisitem informasi UGM (Kontrak Perjanjian No: 2531/P/KS/2004). Pengeluaran untuk reimburse tersebut tidak diatur dalam

71

BPK RI / AUDITAMA III

kontrak No: 03/KONTRAK/BPPK-SDM/V/2004 tanggal 12 Mei 2004 yang diterima UGM dari Depdinas. c. Tim Sembilan yang membidangi administrasi proyek telah menetapkan dan membayar honor nara sumber internal secara bulanan dengan tarif mulai Rp1.250.000,00 sampai dengan Rp 2.000.000,00. Total honor nara sumber internal yang telah dibayarkan adalah Rp231.750.000,00 terdiri dari : - Bukti pembayaran tanggal 22 September 2004 sebesar Rp 114.750.000 untuk pembayaran honor periode Juni sampai dengan Agustus 2004 untuk 26 nara sumber internal yang merupakan pejabat struktural UGM. - Bukti pembayaran tanggal 9 Desember 2004 sebesar Rp117.000.000 untuk pembayaran honor periode September sampai dengan Nopember 2004 untuk 27 nara sumber internal yang merupakan pejabat struktural UGM. Kondisi di atas tidak sesuai dengan ketentuan sebagai berikut : a. Pasal 4 dan 6 Kontrak No: 03/BP-PKSDM/05/2004 tanggal 12 Mei 2004 yang antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan sampai pelaporan harus dipertanggung-jawabkan paling lambat 31 Desember 2004 dan bila terlambat dikenakan denda sebesar satu per mil per hari atau denda maksimum 5%. b. SE Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi No: 3467/PIII/Set.R/2004 tanggal 29 Juni 2004 antara lain menyatakan bahwa honorarium yang bersifat tetap ditujukan kepada mereka yang bertugas dan bertanggungjawab dalam merencanakan, melaksanakan dan mengikuti kegiatan secara harian yaitu Konsultan Utama, Konsultan Madya dan Konsultan Muda masing-masing sebesar Rp 1.450.000,00/OB, Rp 1.000.000,00/OB dan Rp 800.000,00/OB. Sedangkan honor nara sumber internal dibayarkan menurut ketentuan yaitu level program sebesar Rp 250.000,00/OJ dan level kegiatan sebesar Rp 300.000,00/OJ. Hal ini mengakibatkan : a. Terjadi kelebihan pembayaran honor sebesar Rp 47.750.000,00 b. Pihak Depdiknas belum mengenakan sanksi denda kelambatan maksimum dan UGM belum membayar denda tersebut sebesar Rp 300.000.000,00 (yaitu 5% x Rp6.000.000.000,00). c. Terjadinya pengeluaran untuk biaya pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi UGM pada Gama Techno sebesar Rp 499.002470,00 yang tidak diatur dalam kontrak. Hal tersebut disebabkan lemahnya mekanisme pengendalian biaya yang dilakukan oleh Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi.

72

BPK RI / AUDITAMA III

Pihak UGM menjelaskan bahwa: 1. Kelebihan pembayaran honor: SE Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi No.3467/PIII/Set.R/2004 hanya mengatur rate honor per orang per jam dan belum mengatur mengenai beban kerja perbulan untuk setiap narasumber internal. Penentuan beban kerja para nara sumber ditetapkan berdasarkan pengamatan selama 3 bulan (Juni-Agustus 2004) terbukti dengan surat persetujuan honorarium baru ditetapkan pada tanggal 1 September 2004. 2. Denda keterlambatan belum dibayarkan karena belum ada tagihan dari DEPDIKNAS. 3. Pengeluaran untuk Gama Techno: sementara tagihan atas denda keterlambatan belum muncul, dana tersebut dialokasikan untuk reimburse Program Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Informasi UGM yang dilaksanakan oleh Gama Techno 18. Pembayaran dari Gama Press sebesar Rp500.000.000,00 ke Rektorat UGM tidak ada dasar hukumnya Sesuai surat Rektor UGM No: 1885/P/Set-Eksekutif/2005 tanggal 20 April 2005 kepada Direktur Utama UPT Gama Press (GP) perihal transfer dividen disebutkan bahwa sebagai pemegang saham, universitas berharap agar UPT Gama Press membayar dividen tahun 2004 sebesar Rp 500.000.000,00. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan Gama Book Store. Selanjutnya GP mentransfer uang senilai tersebut pada tanggal 12 Mei 2005. Dana tersebut berasal dari pencairan deposito GP Bank Mandiri. Berdasarkan pemeriksaan dokumen diketahui bahwa : a) GP bukan berbentuk perseroan terbatas melainkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada dibawah UGM b) Dalam konteks hubungan antara UPT dengan Rektorat tidak terdapat ketentuan tertulis yang mewajibkan UPT memberikan kontribusi ke Rektorat. c). Berdasarkan laporan Laba-Rugi GP, laba untuk tahun 2004 adalah Rp396.000.000,00 namun kontribusi yang diminta Rektorat sebesar Rp500.000.000,00. d). Alasan permintaan dana tersebut untuk kepentingan pengembangan Gama Book Store juga kurang tepat karena Gama Book Store dibangun oleh investor PT Inti Beton tanpa adanya tambahan biaya apapun dari UGM. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengeluaran dana tersebut tidak mempunyai dasar hukum yang kuat (perjanjian tertulis) sehingga seharusnya tidak dapat dilakukan. Seharusnya dibuat kebijakan tertulis tentang pemberian kontribusi UPT ke Rektorat. Kondisi tersebut mengakibatkan penerimaan dari kontribusi UPT yang ada dibawah UGM tidak dapat diperkirakan jumlahnya.

73

BPK RI / AUDITAMA III

Hal tersebut disebabkan kelalaian Rektorat dalam pengelolaan kontribusi dari UPT yang berada dibawah UGM. Pihak UGM menjelaskan bahwa permintaan pembayaran tersebut sebenarnya merupakan kontribusiUPT kepada UGM. Terdapat kekeliruan istilah deviden dalam surat tersebut. Jumlah tersebut dinilai wajar karena merupakan akumulasi dari tahuntahun sebelumnya sampai dengan tahun 2005. Untuk masalah tersebut akan diadakan klarifikasi dengan Gama Press dan telah diterbitkan Surat Rektor Nomor:7128/P/SubditAkt/2005 tanggal 14 Desember 2005. 19. Penghapusan Gama Techno Rp147.286.797,34 tidak jelas menyebabkan kontrol atas aktiva senilai

Gama Tech dibentuk sesuai keputusan direksi GMUM No : 007/SK/GMULTI/TIA/GT/VII/2003 tanggal 1 Juli 2003 dan laporan keuangannya dikonsolidasikan pada laporan keuangan GMUM. Selajutnya sesuai dengan keputusan Direksi GMUM No : 023/SK/G-Multi/IV/2005 tanggal 14 April 2005, Gama Tech dihapuskan sebagai unit GMUM. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sampai dengan September 2005 Gama Tech tidak memasukkan laporannya ke UGM. Dari laporan keuangan per 31 Desember 2004, nilai aktiva Gama Tech berjumlah Rp147.286.797,34, terdiri dari : No Aktiva Nilai (Rp) 1. Kas ditangan 13.132.172,94 2. Kas di Bank 131.679.624,40 3. Giro 2.475.000,00 4. Piutang usaha 17.132.500,00 Total aset 147.286.797,34 Seharusnya setiap unit/organ dibawah UGM menyampaikan laporan keuangan ke UGM. Kondisi tersebut mengakibatkan nilai aktiva pada laporan keuangan UGM tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Pihak UGM menjelaskan bahwa akan disampaikan kepada GMUM dan akan menjadi bahan koreksi dalam penyajian Laporan Keuangan tahun 2005. Untuk itu telah diterbitkan surat Rektor Nomor 7219/P/Sudit-Akt/2005 tanggal 14 Desember 2005 20. Kedudukan Yayasan Dana Abadi (YDA) UGM tidak jelas Berdasarkan Laporan Keuangan UGM tahun 2004 terdapat perkiraan yang berkaitan dengan YDA UGM yaitu Dana Sumbangan (Endowment Fund) yang berupa Kas dan Setara Kas senilai Rp262.964.579,00 yang merupakan saldo rekening giro milik YDA

74

BPK RI / AUDITAMA III

dan investasi yang ditempatkan di BNI Sekuritas milik YDA sebesar Rp2.250.000.000,00. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan diketahui hal-hal sebagai berikut: a. Tim Pembinaan Dana Abadi dibentuk melalui Keputusan Rektor No : 44/P/SK/HKTL/2003 yang bertujuan untuk menghimpun dana sebagai pendukung pelaksanaan UGM sebagai BHMN. Kemudian pada tanggal 27 April 2004 dibentuk YDA UGM melalui Keputusan Rektor UGM No: 110/P/SK/HT/2004 tentang Pembentukan YDA UGM. Sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga UGM, YDA merupakan Unsur Kegiatan Usaha (UKU) Universitas maka seharusnya pengelolaan keuangan dan kegiatannya harus dilakukan oleh unit/satuan kerja yang memiliki tempat dan kedudukan yang jelas dan menyampaikan laporannya kepada Universitas. Namun pada kenyataannya pengelolaan dan administrasi keuangan YDA tidak jelas karena dipegang oleh individu dan tidak dilakukan oleh satuan kerja tertentu yang memiliki kedudukan dan tempat yang tetap. YDA juga tidak melaporkan kegiatannya dalam tahun 2004. b. Nilai aset berupa Kas dan Setara Kas senilai Rp262.964.579,00 dan investasi pada BNI Sekuritas milik YDA sebesar Rp2.250.000.000,00 merupakan nilai posisi per 31 Desember 2003. Tim Pemeriksa sudah meminta data pendukung untuk aset-aset tersebut untuk posisi 31 Desember 2004, namun sampai dengan berakhirnya pemeriksaan belum diterima. Hal ini tidak sesuai dengan keputusan Majelis Wali Amanat UGM No: 12/SK/MWA/2003 tentang Anggaran Rumah Tangga (ART) Bab XVI yang menyebutkan bahwa penerimaan dan pengeluaran organ/unit organisasi Universitas harus dibukukan dan dilaporkan sesuai Sistem Akuntansi dan Keuangan Universitas. Kondisi tersebut mengakibatkan kegiatan dan pengelolaan dana yang dikuasai oleh YDA tidak dapat diketahui dan aset-aset yang dimiliki tidak dapat dinilai kewajarannya. Hal tersebut terjadi karena: a. Pimpinan UGM tidak menetapkan struktur organisasi yang memadai mengenai organisasi YDA sebagai sebuah Unsur Kegiatan Usaha yang berada di bawah organisasi Universitas beserta tempat dan kedudukannya. b. Pimpinan UGM tidak tegas dalam menertibkan seluruh unit/organ Universitas untuk senantiasa memberikan laporan keuangan secara berkala ke Universitas. Dengan tidak adanya laporan keuangan yang disampaikan ke UGM, menyebabkan tidak tercatatnya aktiva serta pengendalian terhadap aktivitas Gama Techno menjadi sangat lemah.

75

BPK RI / AUDITAMA III

Pihak UGM menjelaskan bahwa akan ditinjau kembali struktur organisasi UGM dan mengirimkan surat kepada YDA agar YDA menunjuk staf/sekertariat yang akan mencatat dan melaporkan keuangan YDA secara periodik. Untuk itu telah diterbitkan surat Rektor Nomor 7135/Subdit-Akt/2005 tanggal 14 Desember 2005 21. Tidak adanya kontribusi GMUM selama tahun 2004 Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun 2004, GMUM memperoleh laba sebesar Rp 1.089.893.342,00, tetapi tidak terdapat kontribusi yang diberikan oleh GMUM kepada UGM. Selain penyertaan modal yang telah ditanamkan sebesar Rp4.223.680.103,37, GMUM juga mengunakan aset berupa gedung tanpa membayar sewa apapun kepadaUGM. Seharusnya unit usaha yang berada dibawah UGM memberikan kontribusi atas laba yang diperolehnya. Kondisi tersebut mengakibatkan berkurangnya kemampuan keuangan UGM dari yang seharusnya dalam mendukung pelaksanaan kegiatannya. Hal tersebut disebabkan kelalaian GMUM dalam memberikan kontribusi kepada UGM atas laba yang diperolehnya. Pihak UGM menjelaskan bahwa akan meninjau kembali hubungan UGM dan GMUM, dan akan dituangkan dalam produk hukum yang sesuai. 22. Pembayaran Management Fee Reksadana dari Rektorat ke GMUM sebesar Rp1.070.419.297,00 tidak didasarkan pada perjanjian. Berdasarkan perjanjian kerjasama antara GMUM dengan PT Niaga Aset Manajemen No : 005/SPK/G-Multi/V/2001 tanggal 28 Mei 2001 yang dirubah dengan Perubahan dan pernyataan kembali perjanjian kerjasama tanggal 17 Nopember 2003, antara lain disebutkan bahwa - Subscription fee / selling fee sebesar 1,25 % dari nilai yang diinvestasikan adalah milik GMUM. Management fee adalah 2 % pertahun yang dihitung harian. Sebelum tahun 2003 GMUM sesuai perjanjian mendapatkan 50% dari management fee, tetapi sejak adanya perubahan kontrak maka UGM menggantikan posisi GMUM. Pada tahun 2004 terdapat transfer dari pihak rektorat UGM sebesar Rp1.070.419.297,00 kepada GMUM. Nilai tersebut adalah 20 % dari hak management fee yang diterima rektorat UGM. Dari verifikasi terhadap dokumen pengeluaran uang diketahui bahwa pembagian tersebut merupakan hasil rapim pihak rektorat. Pembayaran management fee kepada GMUM tersebut seharusnya tidak dilakukan karena berdasarkan perjanjian yang ada, UGM tidak mempunyai kewajiban untuk membayar fee dimaksud. Sedangkan untuk biaya pemasaran (selling fee) menjadi sepenuhnya hak GMUM.

76

BPK RI / AUDITAMA III

Setiap pengeluaran yang dikeluarkan baik oleh rektorat maupun oleh unit-unit dibawah rektorat UGM seharusnya memiliki dasar yang jelas. Kondisi tersebut mengakibatkan berkurangnya kemampuan keuangan UGM dari yang seharusnya dalam mendukung pelaksanaan kegiatannya. Hal tersebut disebabkan kelalaian Rektorat dalam melakukan pembayaran management fee ke GMUM. Pihak UGM menjelaskan bahwa sebagai biaya untuk memasarkan reksadana yang dilakukan oleh GMUM maka UGM memberikan bantuan biaya pemasaran. Biaya tersebut belum dianggarkan dalam RKAT 2004, dalam arti sumber penerimaan yang ada dalam RKAT 2004 sudah dianggarkan untuk kegiatan lain, sehingga untuk pemasaran reksadana diambilkan dari uang management fee yang diterima UGM dari PT Niaga Aset Manajemen. 23. Pengelolaan dan dokumentasi atas kepemilikan Hak Atas Kekayaan Intelektual dan Patent yang dimiliki UGM belum tertib Perkiraan Hak Patent dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sesuai dengan saldo dalam Laporan Keuangan 2004 adalah sebesar Rp98.250.000,00 yang terdiri dari HAKI sebesar 53.050.000,00 dan Biaya Pendirian sebesar Rp45.200.000,00. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan diketahui bahwa : 1. HAKI senilai Rp53.050.000,00 merupakan pencatatan dua kali atas pembelian Software Pro Model (PMO) Profesor Package untuk Fakultas Teknik jurusan Teknik Mesin melalui SPMK nomor UGM/TK/370f/PL/02/03 tanggal 25 Januari 2003 senilai Rp26.525.000,00. 2. Software Product Microsoft International melalui PT Sarana Solusindo Informatika dengan kontrak nomor 04186078 tanggal 11 September 2003 senilai Rp727.762.020,00 belum tercatat laporan keuangan UGM tahun 2004. 3. Biaya Pendirian sebesar Rp45.200.000,00 merupakan biaya untuk mendirikan Pusat Pendidikan Profesi Akuntan Fakultas Ekonomi UGM. 4. Patent yang diperoleh dosen UGM atas Penelitian yang dilakukan dengan memakai fasilitas UGM masih atas nama pribadi dan belum dikelola atas nama UGM.Nilai keseluruhan mengenai pengelolaan hak tersebut belum diperoleh. Data mengenai Patent yang diketahui adalah a. Patent tentang Struktur Bambu Dengan Papan Dan Perekat atas nama DR.Ir.Morisco dengan nomor ID 0 000 516 S yang disahkan oleh Departemen Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia tanggal 17 Januari 2005. b. Patent tentang Nosel untuk Proses Pengawetan Bambu Dengan Tekanan atas nama DR.Ir.Morisco dengan nomor ID 0 000 524 S yang disahkan oleh Departemen Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia tanggal 17 September 2004.

77

BPK RI / AUDITAMA III

Biaya pengurusan patent tersebut masih ditanggung secara pribadi. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Rektor UGM No.259/P/SK/HT/2004 tentang Organisasi dan Rincian Tugas Kantor Pimpinan Universitas, Lembaga, Direktorat, Biro, dan Unit Kerja di lingkungan UGM Bab III tentang Kedudukan dan Rincian Tugas Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat pasal 10 yang menyatakan bahwa pengelolaan HAKI dan Patent dilingkungan UGM yang berada dibawah Bidang Layanan dan Pengembangan HAKI. Sebagai akibat nilai HAKI dan Patent yang tercatat dalam Laporan Keuangan UGM 2004 belum menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan tidak dapat diyakini kewajarannya. Hal tesebut disebabkan lemahnya pengendalian atas administrasi dan pengelolaan hasil-hasil dari research yang ada di lingkungan UGM serta belum adanya perhatian yang memadai dari Pimpinan Universitas atas hasi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Civitas Akademika UGM. Pihak UGM menanggapi bahwa akan menindaklanjuti rekomendasi Tim BPK-RI. BPK-RI menyarankan agar Pimpinan UGM segera menginventarisir kembali HAKI dan Patent dan menertibkan kegiatan penelitian dan pengembangan yang menghasilkan HAKI dan Patent bagi UGM .

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

78

BPK RI / AUDITAMA III

UMUM a. Penetapan Badan Hukum Milik Negara dan Informasi Umum Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 2000 (PP No: 153/2000), Universitas Gadjah Mada (selanjutnya disebut Universitas) ditetapkan menjadi Badan Hukum Milik Negara yang bersifat nirlaba yang menyelenggarakan pendidikan tinggi. Tujuan Universitas sesuai dengan PP No: 153/2000 adalah sebagai berikut : 1). Membentuk manusia yang cakap, beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, yang mempunyai keinsyafan yang bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya serta memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. 2). Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. 3). Mendukung pembangunan masyarakat dengan berperan sebagai kekuatan moral yang mandiri. 4). Mencapai keunggulan kompetitif melalui penerapan prinsip pengelolaan sumber daya sesuai dengan asas profesionalisme. 5). Berperan besar dalam pembangunan masyarakat yang demokratis, adil dan makmur. 6). Meningkatkan kualitas berlanjut untuk menempati posisi yang baik dalam persaingan dan kerjasama global. Entitas Universitas mencakup seluruh pos/objek yang dimiliki dan atau dikuasai oleh Universitas termasuk : Pos/objek yang dimiliki dan atau dikuasai Negara di UGM Pos/objek yang dimiliki dan atau dikuasai Yayasan Pembina UGM Pos/objek yang dimiliki dan atau dikuasai Yayasan UGM Pos/objek yang dimiliki dan atau dikuasai Yayasan Dana Abadi UGM. Seuai dengan PP No: 153/2000, organisasi universitas terdiri atas unsur-unsur Majelis Wali Amanat, Dewan Audit, Senat Akademik, Pimpinan, Majelis Guru Besar, Unsur Pelaksana Akademik, Unsur Pelaksana Administrasi, Unsur Penunjang dan unsur-unsur lain yang diperlukan.

79

BPK RI / AUDITAMA III

Susunan pejabat dan pimpinan Universitas pada tanggal 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Majelis Wali Amanat Ketua Pjs Sekretaris

Prof. Dr. Ir. Joedoro Soedarsono Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno

Senat Akademik Ketua Sekretaris Dewan Audit Ketua Sekretaris Majelis Guru Besar Ketua Sekretaris Pimpinan Universitas Rektor Wakil Rektor Wakil Rektor Senior Bidang Akademik Wakil Rektor Senior Bidang Administrasi Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Usaha

Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt. Dr. Faturochman, MA Drs. Herwidayatmo, MBA Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, Akt.

Prof. Dr. Ir. Boma Wikan Tyoso, MSc. Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, S.U.

Prof. Dr. Sofian Effendi, MPIA

Prof. Dr. Ir. Sudjarwadi, M.Eng. Prof. Dr. Marwan Asri, MBA Prof. Dr. Retno Sunarminingsih Sudibyo, M.Sc., Apt. Prof. Dr. Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc. Prof. Dr. Agus Dwiyanto, S.U., MPA.

b. Pelaporan Keuangan Dengan penetapan UGM sebagai Badan Hukum Milik Negara dan untuk kepentingan akuntabilitas, Universitas diwajibkan menyusun laporan keuangan tahunan yang disampaikan kepada Menteri Pendidikan Nasional. Pelaporan keuangan Badan Hukum Milik Negara dimaksudkan untuk menyajikan dan mengungkapkan secara penuh aktivitas Universitas termasuk unit-unit di dalamnya dan sumber daya ekonomi yang dipercayakan oleh para penyumbang, anggota organisasi universitas, kreditur dan pihak lain serta untuk mempertanggung jawabkannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan memperhatikan prinsip-

80

BPK RI / AUDITAMA III

prinsip akuntabilitas dan transparansi. Dengan demikian, penyusunan laporan keuangan universitas ini ditujukan untuk : 1). Memberikan informasi mengenai : - Jumlah dan sifat aset, kewajiban dan aset bersih Universitas. - Pengaruh transaksi, peristiwa dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat aset bersih. - Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam suatu periode dan hubungan antara keduanya. - Cara Universitas mendapatkan dan membelanjakan kas, memperoleh pinjaman dan melunasi suatu pinjaman dan faktor lainnya yang berpengaruh pada likuiditas. - Usaha jasa Universitas. 2). Menunjukan akuntabilitas kegiatan Universitas dengan cara mempertanggungjawabkan melalui laporan keuangan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 3). Mewujudkan transparansi dalam pelaporan keuangan Universitas dengan menyediakan informasi keuangan yang terbuka bagi masyarakat. 4). Menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk perencanaan dan pengelolaan keuangan serta memudahkan pengendalian yang efektif atas seluruh kekayaan, kewajiban dan aset bersih. Sebagai universitas yang bersifat nirlaba, pelaporan keuangan disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No: 45 yang meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Tujuan masing-masing laporan tersebut adalah : 1). Laporan Posisi Keuangan Menyediakan informasi mengenai aset, kewajiban dan aset bersih (ekuitas) serta informasi mengenai hubungan di antara elemen-elemen tersebut pada waktu tertentu. Laporan ini digunakan untuk menilai : a). Kemampuan Universitas untuk memberikan jasa secara berlanjut. b). Likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi kewajibannya dan kebutuhan pendanaan eksternal. 2). Laporan Aktivitas Menyediakan informasi mengenai pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aset bersih dan bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program dan kegiatan.

81

BPK RI / AUDITAMA III

Laporan ini digunakan untuk : a) Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode. b) Menilai upaya, kemampuan dan kesinambungan organisasi dalam memberikan jasa. c) Menilai pelaksanaan tanggungjawab dan kinerja pengelola Universitas. 3). Laporan Arus Kas Menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas dalam suatu periode serta peningkatan kas dan setara kas yang dihasilkan dalam satu periode. c. Ciri Dasar/Karakteristik Akuntansi Keuangan Universitas Universitas Gadjah Mada sebagai Badan Hukum Milik Negara adalah bersifat nirlaba sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik akuntansi bisnis. Oleh karena itu, laporan keuangan yang disusun memperhatikan karakteristik yang spesifik pada akuntansi untuk organisasi nirlaba, khususnya yang berlaku bagi organisasi pemerintah sehingga penyusunan laporan keuangan ini mengacu pada sistem akuntansi pemerintah serta sistem akuntansi yang diterapkan pada Universitas dan memperhatikan standar akuntansi keuangan Indonesia. Dengan demikian, ciri dasar/karakteristik akuntansi Universitas adalah : 1). Tidak bertujuan untuk mengukur laba Tujuan Universitas tidak untuk memperoleh laba tetapi memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian pada masyarakat sehingga harus memberikan informasi keuangan mengenai sumber daya ekonomi/keuangan yang digunakan untuk pelayanan dan asal sumber-sumber tersebut. Sesuai dengan PSAK No: 45 sumber daya tersebut diklasifikasikan dalam : a). Terikat yaitu sumber daya yang penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyedia dana. Pembatasan tersebut dapat bersifat temporer/sementara atau permanen. (1) Pembatasan temporer/sementara adalah pembatasan penggunaan sumber daya oleh penyumbang yang menetapkan agar sumber daya tersebut dipertahankan sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu. (2) Pembatasan permanen adalah pembatasan penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh penyumbang agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi organisasi diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan atau manfaat ekonomi lainnya yang berasal dari sumber daya tersebut. b). Tidak Terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyedia dana.

82

BPK RI / AUDITAMA III

2). Akuntansi Dana Universitas sebagai organisasi nirlaba menggunakan sistem akuntansi dana yang mencakup akuntansi yang memisahkan dana menjadi dana lancar dan dana tidak lancar sesuai dengan masing-masing sumber dana yang dipercayakan. Dana diidentifikasikan sebagai suatu entitas akuntansi dan pelaporannya disajikan terpisah untuk masing-masing dana. Sumber dana keuangan untuk penyelenggaraan, pengelolaan dan pengembangan Universitas sesuai PP 153/2000 Pasal 42 berasal dari : a). Pemerintah b). Masyarakat c). Usaha dan tabungan universitas d). Luar negeri Dana dari Pemerintah merupakan dana anggaran rutin dan pembangunan yang (DIK) dan Daftar Isian Proyek (DIP), kontrak/kerjasama di bidang pendidikan, dengan lembaga/instansi pemerintah. yang berasal dari penerimaan melalui tertuang dalam Daftar Isian Kegiatan penerimaan hibah/subsidi serta hasil penelitian dan pengabdian masyarakat

Dana dari masyarakat adalah dana yang berasal dari penerimaan pendidikan, seleksi masuk, kerja sama sesuai peran dan fungsi perguruan tinggi, sumbangan/ hibah dan penerimaan lain dari masyarakat. Dana dari usaha dan tabungan terdiri atas penerimaan penjualan dan pemanfaatan sumber daya universitas, penerimaan hasil usaha tambahan (auxiliary enterprises) dan penerimaan investasi. Dana dari luar negeri merupakan perolehan dari luar negeri dalam bentuk hibah, hadiah, donasi maupun hasil kerjasama dan kontrak internasional dan penerimaan dari pembayaran tution & admission fee oleh mahasiswa asing. Seluruh dana Universitas tersebut diklasifikasikan menjadi : a). Dana Lancar (Current Fund) Merupakan dana tersedia untuk operasi universitas yang sepenuhnya berada dalam kendali universitas. Berdasarkan pembatasannya, dana ini diklasifikasi menjadi : (1) Dana Lancar Terbatas/Terikat (2) Dana Lancar Bebas/Tidak Terikat. b). Dana Tidak Lancar (Non Current Fund)

83

BPK RI / AUDITAMA III

Dana Tidak Lancar merupakan dana yang tidak digunakan untuk operasional kegiatan sehari-hari dan telah dirancang untuk suatu penggunaan tertentu. Dana ini diklasifikasi menjadi : (1) Dana Bantuan (Loan Funds) (2) Dana Sumbangan (Endowment Funds) (3) Dana Tahunan (Annuity funds) (4) Dana Pendapatan Jangka Panjang (Life Income Funds) (5) Dana untuk Bangunan (Plant Funds) (6) Dana untuk Lembaga (Agency Funds) Dana Bantuan (Loan Funds) Dana bantuan merupakan dana yang menampung sumber dana pinjaman bagi mahasiswa, dosen dan karyawan. Pemberi pinjaman dapat menentukan dan bantuan yang dioperasikan dengan perputaran (revolving basis). Termasuk dalam dana ini adalah pemberian dari badan, pemerintah, hadiah, bantuan, warisan yang ditentukan oleh pemberi dana untuk diberikan kepada mahasiswa, dosen dan karyawan sebagai pinjaman dan dana lain yang sifatnya bebas tetapi ditentukan untuk digunakan sebagai dana pinjaman oleh pihak yang berwenang di Universitas. Dana bantuan dapat ditetapkan secara temporer yaitu pokok dan bunga pinjaman dikembalikan kepada pemberi dana setelah periode waktu tertentu. Dana Sumbangan ( Endowment Funds) Dana sumbangan merupakan dana yang tidak dapat digunakan sampai tanggal pelaporan dan diinvestasikan atau tersedia untuk diinvestasi dengan tujuan untuk menghasilkan pendapatan. Dana sumbangan diklasifikasikan dalam : (1) Dana Sumbangan /endowment funds pemberi dananya menentukan bahwa pokok dana tidak dapat diganggu gugat dan bersifat abadi, hanya pendapatan yang diperoleh dari investasi tersebut yang tersedia untuk digunakan. (2) Term Endowment Funds, yaitu dana yang akan dihentikan dari status dana abadi sampai dengan waktu atau kondisi yang ditetapkan oleh pemberi dana untuk selanjutnya dapat digunakan sesuai kesepakatan. (3) Quasi Endowment Funds, yaitu dana yang berfungsi sebagai dana abadi, karena ditentukan oleh universitas ( bukan oleh pemberi dana) untuk jangka waktu tertentu. Selanjutnya pokok pinjaman dapat digunakan untuk tujuan lainnya.

84

BPK RI / AUDITAMA III

Dana Tahunan/Annuity Funds Dana Tahunan merupakan dana dari pihak penyumbang dimana dengan kontrak tahunan Universitas mempunyai kewajiban untuk membayar sejumlah tertentu kepada pihak donor. Apabila perjanjian berakhir, sisa dananya menjadi milik Universitas. Dana Pandapatan Jangka Panjang/Life Income Funds Merupakan dana yang diberikan oleh penyumbang melalui dokumen kepercayaan (trust document) yang menentukan bahwa penghasilan dikurangi dengan biaya, dibayarkan kepada pihak yang ditentukan. Dana pokok menjadi milik Universitas kalau pihak yang ditentukan tersebut meninggal dunia. Dana untuk Bangunan/Plant Funds Dana ini menyerupai dana proyek dalam dana pemerintah yang menunjukkan dana yang ditetapkan untuk konstruksi baru dan perbaikan atau renovasi yang material. Dana ini dapat bersumber dari lembaga eksternal, bantuan mahasiswa, transfer dari dana tidak terbatas dan pendapatan dari sumbangan atau bantuan. Dana untuk bangunan meliputi : (1) Rekening dana untuk bangunan (unexpended plant funds) merupakan dana untuk menampung sumber-sumber dana yang dipakai untuk membiayai akuisisi atau konstruksi aset jangka panjang. Apabila pengeluaran dari dana ini atau fasilitas terkait sudah dibangun, asetnya dibukukan dalam jenis dana yang lain. (2) Dana pembaharuan dan pergantian (renewal and replacement funds) untuk menampung sumber-sumber yang digunakan untuk mendanai pembaharuan atau pergantian dan umumnya tidak dikapitalisasi. (3) Dana penghentian utang (retirement of indebtedness funds). Dana ini digunakan untuk pembayaran bunga dan pokok yang berhubungan dengan utang untuk pembangunan aset tetap. (4) Investasi bersih dalam dana untuk bangunan (net investment in plant funds). Dana ini digunakan untuk mempersiapkan dana untuk konstruksi modal atau aset yang akan diperoleh, terdiri dari semua aset jangka panjang dan utang yang terkait. Uang untuk pembayaran pokok dan bunga pinjaman ditransfer dari kelompok dana lancar yang tidak terbatas.

85

BPK RI / AUDITAMA III

Dana untuk Lembaga/Badan (Agency Funds) Merupakan dana lembaga/badan yang dikelola universitas namun kepemilikannya tidak pada Universitas. Universitas berfungsi sebagai pengelola catatan akuntansi, pemegang dana dan melakukan pengeluaran atas nama mereka. Sesuai dengan misi dan program universitas dalam Rencana Strategis Universitas Gadjah Mada, penggunaan seluruh sumber dana di atas dalam Laporan Aktivitas untuk tahun 2004 dikelompokkan dalam : (1) Pengeluran Kelembagaan (2) Pengeluaran Pendidikan (3) Pengeluaran Penelitian (4) Pengeluaran Pengabdian pada Masyarakat (5) Pengeluaran Pengembangan SDM (6) Pengeluaran Kemahasiswaan (7) Pengeluaran Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (8) Pengeluaran Sarana, Prasarana dan Lingkungan Umum (9) Pengeluaran Lain-lain. d. Satuan Akuntansi Satuan akuntansi merupakan unit/entitas pertanggungjawaban akuntansi, ditetapkan berdasarkan unit yang ada dalam struktur organisasi Universitas Gadjah Mada, yang mempunyai tanggungjawab dan wewenang untuk mengelola, mengadministrasikan/ membukukan dan melaporkan aset, kewajiban dan saldo dalam bentuk laporan keuangan. Satuan akuntansi struktural terdiri atas : 1). Kantor Pusat Universitas (Majelis Wali Amanat, Dewan Audit, Senat Akademik, Majelis Guru Besar, Pimpinan Universitas) 2). Fakultas-Fakultas beserta auxiliary activity 3). Pascasarjana 4). Lembaga, Pusat Studi dan Pusat Antar Universitas 5). Unit Pelaksana Teknis/Unit Penunjang (Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Unit Pengembangan Hewan Percobaan, Laboratorium, Rumah Sakit Pendidikan dan lain lain) 6). Unsur Pelaksana Administrasi 7). Unit Kegiatan Usaha (auxiliary enterprises) 8). Satuan Audit Internal 9). Satuan Keamanan Kampus.

86

BPK RI / AUDITAMA III

e. Lingkup Laporan 1) Laporan keuangan belum mencakup seluruh transaksi yang ada di UGM. Dari 349 unit pengelola keuangan di seluruh UGM yang tercakup dalam laporan keuangan yang disajikan ini adalah 298 unit atau 85,39%. 2) Saldo utang piutang antar unit per 31 Desember 2004 belum seluruhnya dieliminasi karena belum seluruh unit melakukan pencatatan secara berimbang yaitu adanya perbedaan pencatatan unit yang berpiutang dengan yang berutang. 3) Transaksi kas keluar dan kas masuk masih mencakup transaksi-transaksi pengiriman uang antar unit dilingkup Universitas Gadjah Mada, dan transaksi penyetoran/ pengambilan tunai di bank. Hal ini mengakibatkan laporan arus kas masih mencakup arus kas keluar untuk transaksi yang sama. 4) Penyajian sediaan per 31 Desember 2004 dilakukan dengan melakukan penyesuaian hasil opname akhir tahun terhadap biaya terkait yaitu dengan mendebit akun sediaan dan mengurangi biaya satu tahun/perioda senilai hasil opname. . KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Akuntansi Penyusunan Laporan Keuangan Universitas menggunakan basis akrual yang dimodifikasi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Semua ketentuan dalam Standar Akuntansi Keuangan berlaku untuk pelaporan keuangan Universitas kecuali secara spesifik dinyatakan lain. b. Periode Akuntansi Periode akuntansi adalah satu tahun dimulai tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember. Untuk menetapkan pisah batas pelaporan keuangan sebelum dan setelah beralih status menjadi Badan Hukum Milik Negara maka ditetapkan tanggal 31 Desember 2002 sebagai tanggal laporan keuangan awal Universitas. c. Penjabaran Kurs Valuta Asing Elemen laporan keuangan Universitas dalam valuta asing, dilaporkan dalam nilai Rupiah. Konversi didasarkan pada Kurs Tengah bank Indonesia pada tanggal laporan posisi keuangan. d. Kebijakan Akuntansi Pos-Pos Laporan Keuangan 1). Investasi Permanen Penyertaan modal dalam unit usaha Universitas dibukukan berdasarkan harga perolehan termasuk pengeluaran tambahan lainnya yang terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas investasi tersebut.

87

BPK RI / AUDITAMA III

2). Aset Tetap a). Tanah Terhadap aset tetap tanah dalam pelaporan keuangan ini telah dilakukan penilaian dengan menggunakan pendekatan harga pasar (market data approach). Penilaian tanah didasarkan pada perbandingan secara langsung objek yang dinilai dengan data transaksi pembanding yang telah dianalisa, dengan menggunakan faktor penyesuaian (adjustment). b). Infrastruktur Universitas Infrastruktur Universitas merupakan sarana dan prasarana dasar yang dimiliki dalam bentuk jalan, bangunan air, jaringan, instalasi dan peralatan, dan mesin yang digunakan dalam pengoperasian instalasi dan jaringan. Terhadap infrastruktur dalam pelaporan keuangan ini telah dilakukan penilaian dengan menggunakan pendekatan nilai pengganti berdasarkan data standar harga yang berlaku serta memperhatikan nilai sisa manfaat dari infrastruktur dimaksud. c). Gedung dan Bangunan Tehadap gedung dan bangunan dalam pelaporan keuangan ini telah dilakukan penilaian dengan pendekatan biaya (cost approach), yaitu dengan cara menghitung keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bangunan pada kondisi baru sesuai dengan penilaian. d). Kendaraan dan Alat Angkutan Terhadap kendaraan dan alat angkutan dalam pelaporan keuangan ini telah dilakukan penilaian dengan menggunakan pendekatan nilai pengganti berdasarkan nilai pasar yang wajar serta memperhatikan nilai sisa manfaat dari kendaraan dan alat angkutan. e). Peralatan dan Mesin Terhadap peralatan dan mesin dalam pelaporan keuangan ini telah dilakukan penilaian dengan menggunakan pendekatan nilai pasar (market data approach) dengan melakukan perbandingan harga penjualan kendaraan bermotor yang sejenis dan tahun yang sama. f). Buku dan Media Perpustakaan Buku dan media perpustakaan dalam pelaporan keuangan ini telah dilakukan penilaian dengan menggunakan pendekatan nilai pengganti berdasarkan nilai pasar yang wajar serta memperhatikan nilai sisa manfaat.

88

BPK RI / AUDITAMA III

g). Hewan, Tumbuhan dan Sejenisnya Hewan, tumbuhan dan sejenisnya dalam pelaporan keuangan ini telah dilakukan penilaian dengan menggunakan pendekatan nilai pengganti berdasarkan nilai pasar yang wajar serta memperhatikan nilai sisa manfaat. h). Heritage (Museum Kepurbakalaan) Aset tetap heritage adalah aset yang berkaitan dengan barang seni dan bersejarah termasuk barang-barang kepurbakalaan. i). Aset Tetap Lainnya Terhadap aset tetap lain dalam pelaporan keuangan ini telah dilakukan penilaian dengan menggunakan pendekatan nilai pengganti berdasarkan nilai pasar yang wajar serta memperhatikan nilai sisa manfaat aset tetap lain. 3). Aset Dalam Pengerjaan Aset dalam pengerjaan dinilai berdasarkan tingkat penyelesaian atas pengerjaan berdasarkan dokumen yang mendukung tingkat penyelesaian atas pekerjaan dimaksud. 4). Aset Lainnya Aset lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset lancar, aset tetap dan investasi permanen. 5). Aset Bersih/Ekuitas Dana Aset bersih/ekuitas dana merupakan selisih antara seluruh kekayaan dikurangi dengan kewajiban Universitas. Jumlah tersebut merupakan seluruh akumulasi dana yang dikelola dan dipertanggungjawabkan. Dalam laporan keuangan seluruh aset bersih per 1 Januari 2002 diklasifikasikan sebagai Penyertaan Modal Awal Pemerintah. 6). Utang/Piutang Utang piutang untuk biaya operasional antara Kantor Pusat Universitas dengan Fakultas, Program Pascasarjana dan Program Magister serta unit lainnya disebut Utang Piutang Luncuran dieliminasi semaksimal mungkin per tanggal Laporan Posisi Keuangan.

89

BPK RI / AUDITAMA III

PENJELASAN LAPORAN POSISI KEUANGAN A. ASET 3.1 ASET LANCAR 3.1.1 KAS DAN SETARA KAS Jumlah kas dan setara kas terdiri atas: 2004 (Rp) 6.172.956.335,47 75.492.274,00 114.551.640.800,18 6.093.447.979,15 39.049.494.911,45 783.997.051,02 30.159.140.256,94 889.066.264,12 197.775.235.872,33 2003 (Rp) 4.181.716.297,28 7.758.172,50 78.609.510.275,60 3.549.998.874,60 22.273.290.986,45 417.182.342,65 20.995.775.899,42 41.817.100,00 130.077.049.948,50

Kas Rupiah Kas Valuta Asing Bank Rupiah (Giro) Bank Valuta Asing (Giro) Bank Rupiah (Tabungan) Bank Valuta Asing (Tabungan) Bank Rupiah (Deposito) Bank Valuta Asing (Deposito) Jumlah

Jumlah kas dan setara kas seluruh Unit Universitas Gadjah Mada per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 197.775.235.872,33 dan Rp 130.077.049.948,50. Deposito yang digolongkan dalam kas dan setara kas merupakan deposito yang bersifat roll over dan dimanfaatkan sebagai upaya mendayagunakan uang kas sebelum digunakan untuk operasi Universitas. Nilai kas dan setara kas dalam valuta asing per 31 Desember 2004 berdasarkan konversi nilai kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 9.290,00 dan Rp 8.465,00. Jumlah kas dan setara kas dalam valuta asing per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar USD 849,901.81 dan USD 474,513.47. 3.1.2 INVESTASI JANGKA PENDEK Nilai Investasi Jangka Pendek per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp4.450.000.000,00 dan Rp1.250.000.000,00, dengan rincian sebagai berikut : 2004 (Rp) 1.500.000.000,00 100.000.000,00 1.000.000.000,00 50.000.000,00 300.000.000,00 2003 (Rp) 1.250.000.000,00 -

Fak. Ekonomi di BNI Sekuritas KPU UGM di Syariah Mandiri MSI di BNI Sekuritas Fak Teknik di Bank Niaga PS Kedokteran Tropis

90

BPK RI / AUDITAMA III

Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian Jumlah 3.1.3 PIUTANG Jumlah piutang terdiri atas:

1.000.000.000,00 500.000.000,00 4.450.000.000,00

1.250.000.000,00

2004 (Rp) Piutang kepada Mahasiswa Piutang kepada Dosen Piutang kepada Pegawai Piutang Lain-lain Cadangan Piutang Ragu-ragu Jumlah 14.495.758.290,00 385.755.900,00 734.342.285,00 2.383.512.117,81 17.999.368.592,81

2003 (Rp) 8.437.286.695,00 484.273.300,00 1.295.524.184,00 16.758.335.397,85 26.975.419.576,85

Piutang kepada mahasiswa per 31 Desenber 2004 sebesar Rp14.495.758.290,00 sebagian besar merupakan tunggakan pembayaran SPP Mahasiswa menurut fakultas/magister yang belum dapat diklasifikasi umurnya. Jumlah tagihan tersebut sebesar Rp 14.487.083.290,00 berada di Pascasarjana. Piutang kepada dosen sebesar Rp385.755.900,00 sebagian besar berupa kas bon dari dosen yang belum diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2004. Piutang kepada pegawai sebesar Rp734.342.285,00 sebagian besar berupa kas bon dari pegawai yang belum diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2004. Piutang lain-lain sebesar Rp2.383.512.117,81 merupakan tagihan lain-lain UGM kepada fihak ke III. Piutang lain-lain yang berjumlah cukup signifikan berada di Pasca Sarjana sebesar Rp865.693.400,00; Fakultas Teknik sebesar Rp 212.941.262,00; Fakultas Teknologi Pertanian sebesar Rp210.277.081,00; Unit Kegiatan Usaha(UKU) Gama Press sebesar Rp433.613.300,00; UKU Grha Sabha Pramana sebesar Rp 230.419.842,50; dan UKU Perpustakaan Universitas sebesar Rp 128.907.086,00.

91

BPK RI / AUDITAMA III

3.1.4 SEDIAAN Jumlah sediaan terdiri atas: 2004 (Rp) Bahan Habis Pakai (ATK dan Cetakan) Bahan Praktikum Bahan Laboratorium Bahan Bakar Bahan Perawatan dan Operasi (Bengkel) Barang Kemahasiswaan Barang Rumah Sakit Barang di Toko Universitas Lain-lain Jumlah 199.000.762,00 1.599.414.190,67 1.798.414.952,67 2003 (Rp) 833.142.040,00 52.289.600,00 613.270.257,00 229.614.037,30 1.728.315.934,30

Sediaan per 31 Desember 2004 sebesar Rp199.000.762,00 adalah sediaan berdasarkan hasil opname fisik dan catatan pembukuan Unit Pengelola Barang (UPB) di Kantor Pusat Universitas dan dari unit kerja lainnya. Sediaan lain-lain per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.599.414.190,67 merupakan sediaan obat-obatan di Gama Medical Centre Rp 20.630.667,00 dan apotik UGM Rp 219.634.500.66 serta sediaan di Gama Press berupa buku Rp 1.140.926.402.01 dan berupa barang cetakan Rp218.222.621,00. 3.1.5 POS TRANSITORIS (DEBET) 2004 (Rp) 402.248.339,00 22.368.410.768,97 22.770.659.107,97 2003 (Rp) -

Biaya Dibayar di Muka Pembayaran Dimuka kepada Rekanan Pendapatan yang Ditangguhkan R/K Antar Satuan Akuntansi (debet) Jumlah

Biaya dibayar dimuka sebesar Rp 402.248.339,00 merupakan pembayaran dimuka kepada pihak ke III di Magister Management sebesar Rp 195.763.085,00 dan biaya dibayar dimuka di UKU Gama Press sebesar Rp 206.485.254,00. R/K Antar Satuan Akuntansi sebesar Rp22.368.410.768,97 merupakan jumlah tagihan/piutang antar satuan akuntansi di UGM yang belum bisa diklarifikasi dan dilakukan eliminasi.

92

BPK RI / AUDITAMA III

3.2. ASET LANCAR LAINNYA (DANA) Aset lancar lainnya merupakan dana yang tidak sepenuhnya dikuasai penggunaannya oleh Universitas. Penggunaan atas aset lancar lainnya selain ditentukan oleh Universitas juga ditentukan oleh instansi/lembaga lain atau perorangan yang memberikan donasi kepada UGM (Endowment Fund), serta dana yang dikelola Panitia Pembangunan Gedung Fakultas Hukum (Plant Fund). Aset lancar lainnya terdiri atas: 3.2.1. DANA SUMBANGAN (ENDOWMENT FUND) Dana sumbangan (endowment fund) per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.002.610.395,00 merupakan himpunan sumbangan (endowment fund) yang diperoleh dari kerjasama dengan Nippon Foundation Jepang dan dana sumbangan yang dikelola Yayasan Dana Abadi Universitas Gadjah Mada. 3.2.1.1 KAS DAN SETARA KAS 2004 (Rp) Bank Rupiah Giro 262.964.579,00 262.964.579,00 2003 (Rp) 140.757.540,00 140.757.540,00

Kas dan setara kas sebesar Rp262.964.579,00 merupakan saldo rekening giro milik Yayasan Dana Abadi yang disimpan di Bank BNI. 3.2.1.2 INVESTASI Investasi Dana Sumbangan (Endowment Fund) pada tanggal 31 Desember 2004 adalah: 2004 (Rp) Investasi ditempatkan di Deutch Bank/Nippon Foundation Investasi yang ditempatkan di BNI Sekuritas/ Yayasan Dana Abadi UGM Jumlah 9.489.645.816,00 2.250.000.000,00 11.739.645.816,00 2.250.000.000,00 2.250.000.000,00 2003 (Rp)

Kerjasama antara UGM dengan Nippon Foundation adalah sebagai upaya pemberian bea siswa untuk program S2 dan program S3. Nippon Foundation sepakat menempatkan dana sebesar US $1,000,000 dan ditanamkan pada Global Investment Management, Deutsche

93

BPK RI / AUDITAMA III

Bank AG New York, dengan rekening atas nama Gadjah Mada University. Hasil dari penempatan tersebut (Interest Income) dengan proporsi 70% dapat dimanfaatkan oleh UGM sedangkan 30% ditempatkan kembali menambah pokok investasi di Deutsche Bank AG. Jumlah sebesar Rp 9.489.645.816,00 merupakan penjabaran dari saldo rekening investasi di Deutsche Bank AG sebesar US$ 1,021,490.40 dengan kurs tengah Bank Indonesia pertanggal 31 Desember 2004 (Rp9.290/USD). Nilai Investasi Rp2.250.000.000,00 merupakan investasi oleh Yayasan Dana Abadi UGM di BNI Sekuritas.

3.2.2 DANA UNTUK ASET TETAP (PLANT FUND) Dana untuk aset tetap pada tanggal 31 Desember merupakan dana yang dikelola Panitia Pembangunan Gedung Fakultas Hukum yaitu panitia yang dibentuk untuk menyelesaikan pembangunan gedung kuliah Fakultas Hukum. Panitia ini merupakan satuan akuntansi dana yang diperuntukkan untuk pembangunan gedung. Jumlah dana yang terhimpun sampai dengan 31 Desember 2004 sebesar Rp1.300.000.000,00. Realisasi riil penghimpunan dana dan kemajuan phisik gedung sampai dengan akhir penyusunan laporan keuangan belum dilaporkan. 3.3 ASET TETAP Aset Tetap Universitas Gadjah Mada diklasifikasikan dalam aset tetap tidak terikat dan aset tetap terikat dengan rincian sebagai berikut: 3.3.1 ASET TETAP TIDAK TERIKAT 2004 (Rp) 3.962.630.885,00 33.183.743.376,92 2.333.949.175,00 43.278.057.092,00 3.750.631.505,00 42.615.140,00 43.355.000,00 86.594.982.173,92 2003 (Rp) 3.199.975.000,00 24.740.073.513,00 1.317.896.175,00 20.121.414.572,00 2.343.867.188,00 8.300.000,00 51.731.526.448,00

Tanah Infrastruktur Gedung dan Bangunan Kendaraan dan Alat Angkutan Peralatan dan Mesin Buku & Media Perpustakaan Hewan, Tumbuhan dan sejenisnya. Heritage Aset Tetap Lain-lain Jumlah

94

BPK RI / AUDITAMA III

Aset tetap tidak terikat adalah aset tetap yang tidak ada pembatasan peruntukannya dari pemberi dana. Nilai aset tetap tidak terikat sebesar Rp 86.594.982.173,92 merupakan aset hasil pengadaan dari Dana Masyarakat dan pembangunan/hibah/sumbangan langsung dari masyarakat yang terakumulasi sampai dengan 31 Desember 2004.

3.3.2 ASET TETAP TERIKAT 2004 (Rp) Tanah Infrastruktur Gedung dan Bangunan Kendaraan dan Alat Angkutan Peralatan dan Mesin Buku & Media Perpustakaan Hewan, Tumbuhan dan sejenisnya Aset Tetap Lain-lain Jumlah 1.698.394.951.500,00 24.731.234.338,61 547.426.350.019,81 10.052.640.075,00 165.734.093.795,00 7.027.230.704,00 10.750.000,00 3.048.646.162,00 2.456.425.896.594,42 2003 (Rp) 1.698.394.951.500,00 23.968.040.338,61 546.734.816.519,81 9.892.910.075,00 160.187.024.410,00 6.201.963.963,00 10.750.000,00 2.753.806.162,00 2.448.144.262.968,42

Aset tetap terikat sebesar Rp2.456.425.896.594,42 merupakan aset tetap yang dibatasi peruntukannya oleh pemberi dana. Aset tetap tanah sebesar Rp1.698.394.951.500,00 merupakan tanah yang dikuasai oleh Universitas. Nilai tanah pada laporan keuangan ini termasuk nilai tanah yang dikuasakan oleh pemiliknya kepada Universitas untuk digunakan sebagai tempat pendidikan seluas 6.082.950 m2 dengan nilai Rp132.935.650.000,00 atau 63 % dari luas tanah keseluruhan 9.654.637 m2. Dalam nilai gedung dan bangunan sebesar Rp547.426.350.019,81 belum termasuk nilai Gedung Unit IV Fakultas Farmasi dan Gedung SIC (Student Internet Center) Fakultas MIPA serta Masjid Kampus UGM beserta bangunan penunjangnya yang telah selesai dalam tahun 2002 namun sampai dengan akhir tahun 2004 belum diserahkan kepada universitas. Nilai bangunan tersebut juga tidak mencakup penambahan nilai gedung sebagai akibat renovasi/perbaikan oleh unit kerja di UGM atau pihak lain yang terkait yang belum dilaporkan. Bangunan yang telah direnovasi tetapi pertambahan nilai bangunannya belum tercantum dalam laporan keuangan antara lain adalah bangunan ATM dan Kantor Kas Pembantu Bank Niaga, Bank BNI, Bank Mandiri dan bangunan rumah dinas yang digunakan untuk kantor Gama Medical Center, Jogya Medianet, GMUM dan BPR Duta Gama.

95

BPK RI / AUDITAMA III

Untuk mendukung kegiatan Universitas beberapa persil tanah Universitas telah dibangun gedung/bangunan oleh pihak pengguna tanah tersebut yaitu: RSUP Dr Sardjito dibangun oleh Departemen Kesehatan sebagai rumah sakit pendidikan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan jangka waktu pemanfaatan selama 25 tahun terhitung sejak 20 Februari 2001. Bangunan gedung kantor yang dibangun pihak Bank di atas tanah milik Universitas tersebut berikut fasilitasnya akan diserahkan ke Universitas setelah masa perjanjian berakhir. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan jangka waktu pemanfaatan selama 30 tahun terhitung sejak 23 Agustus 2000. PT Bank Mandiri (Persero) dengan jangka waktu pemanfaatan selama 10 tahun terhitung sejak 5 September 2000. Purna Budaya didirikan oleh Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat Pendidikan dan Ketrampilan Profesional (PPKP), Universitas Negeri Yogyakarta.

3.4 ASET LAIN LAIN Nilai aset lain-lain sebesar Rp 536.820.354.298,52 terdiri atas: 3.4.1 ASET DALAM KONSTRUKSI TIDAK TERIKAT 2004 (Rp) 1.180.676.135,00 21.227.807.930,00 22.408.484.065,00 2003 (Rp) 12.758.680.000,00 12.758.680.000,00

Tanah Infrastruktur Gedung dan Bangunan Kendaraan dan Alat Angkutan Peralatan dan Mesin Buku & Media Perpustakaan Hewan, Tumbuhan dan sejenisnya Aset Tetap Lain-lain Jumlah

Aset dalam konstruksi tidak terikat per 31 Desember 2004 sebesar Rp22.408.484.065,00 merupakan pengeluaran untuk pembangunan aset yang belum selesai 100%. Jumlah tersebut terdiri atas: • Pembangunan infrastruktur sebesar Rp1.180.676.135,00 yaitu di Kantor Pusat Universitas UGM dan di Fakultas Teknik. • Pembangunan gedung dan bangunan sebesar Rp21.227.807.930,00 merupakan pembangunan gedung di Magister Management sebesar Rp18.986.840.670,00 (s.d 2003

96

BPK RI / AUDITAMA III

audited); di Fakultas MIPA sebesar Rp268.546.260,00; dan di Fakultas Kedokteran Rp1.972.421.000,00.

3.4.2 ASET DALAM KONSTRUKSI TERIKAT 2004 (Rp) 45.134.206.713.17 360.589.265.285,35 103.284.280.730,00 509.007.752.728,52 2003 (Rp) 33.093.402.935,29 324.348.195.615,07 54.425.446.109,00 411.867.044.659,36

Tanah Infrastruktur Gedung dan Bangunan Kendaraan dan Alat Angkutan Peralatan dan Mesin Buku & Media Perpustakaan Hewan, Tumbuhan dan sejenisnya. Aset Tetap Lain-lain Jumlah

Aset dalam konstruksi terikat per 31 Desember 2004 sebesar Rp509.007.752.728,52 berasal dari penambahan dari Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi (P2T) berupa infrastruktur Rp45.134.206.713,17; gedung dan bangunan Rp351.223.684.756,11; peralatan dan mesin Rp103.284.280.730,00; serta dari pembangunan Gama Book Store yang dibangun oleh PT Neocelindo Intibeton sebesar Rp9.311.308.779,24 (lihat butir 3.6 Kewajiban Jangka Panjang). Aset hasil pembangunan/pengadaan oleh Proyek Peningkatan Perguruan Tinggi (P2T) sebagian besar telah diselesaikan namun belum dicatatkan dalam daftar aset tetap UGM, karena serah terima dari proyek ke UGM belum dilaksanakan.

3.4.3 HAK PATEN DAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI) 2004 (Rp) 53.050.000,00 45.200.000,00 98.250.000,00 2003 (Rp) -

Hak Paten HAKI Biaya Pendirian Jumlah

Biaya pendirian merupakan pengeluaran awal untuk mendapatkan pengakuan bagi suatu satuan usaha dari pihak luar. Jumlah sebesar Rp98.250.000,00 merupakan biaya pendirian di Program Pendidikan Profesi Akuntansi sebesar Rp45.200.000,00 dan pembangunan software di Fakultas Teknik sebesar Rp 53.050.000,00.

97

BPK RI / AUDITAMA III

3.4.4 PENYERTAAN DI UNIT USAHA & JOINT OPERATION Penyertaan di unit usaha dan Joint Operation sebesar Rp5.305.867.505,00 terdiri atas: 2004 (Rp) 500.000.000,00 4.409.710.005,00 396.157.500,00 5.305.867.505,00 2003 (Rp) 700.000.000,00 0,00 308.939.500,00 Rp1.008.939.500,00

Penyertaan Reksadana PT GMUM Bank Garansi Jumlah -

-

Penyertaan Reksadana sebesar Rp500.000.000,00 merupakan investasi dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan. Penyertaan Universitas Gadjah Mada kepada PT GMUM sebesar Rp 4.409.710.005,00 merupakan seluruh modal di setor yang dilaporkan oleh PT GMUM sejak berdirinya PT GMUM. Secara substance over form PT GMUM didirikan dan dalam kendali sepenuhnya oleh Universitas sehingga sejak tahun 2004 dibukukan sebagai penyertaan di Laporan Keuangan UGM . Bank Garansi sebesar Rp396.157.500,00 yaitu bank garansi di Magister Ekonomi Pembangunan sebesar Rp54.787.500,00; di Fakultas Teknik sebesar Rp176.370.000,00, dan sebesar Rp165.000.000,00 di Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik. KEWAJIBAN DAN ASET BERSIH (EKUITAS DANA)

3.5. KEWAJIBAN LANCAR 3.5.1. UTANG 2004 (Rp) Utang Kepada Rekanan Utang Kepada Mahasiswa Utang Kepada Dosen Utang Kepada Pegawai Utang Pajak Utang Lain-lain Jumlah 76.903.133,00 503.235.989,00 835.800,00 20.000.000,00 1.957.429.208,00 11.078.632.263,59 13.637.036.393,59 2003 (Rp) 100.000.000,00 547.810.869,00 26.520.500,00 911.611,00 22.792.630.845,00 23.467.873.825,00

Utang kepada rekanan sebesar Rp76.903.133,00 merupakan saldo utang UGM (di unit Kantor Pusat Pascasarjana) kepada rekanan yang bekerja untuk UGM per 31 Desember 2004.

98

BPK RI / AUDITAMA III

Utang kepada mahasiswa sebesar Rp503.235.989,00 merupakan perhitungan atas pembayaran biaya kuliah yang dibayar dimuka (sistem paket) sehingga belum diakui sebagai pendapatan Universitas untuk periode tahun 2004. Utang tersebut sebagian besar terjadi di Pascasarjana sebesar Rp482.750.058,00 Utang kepada dosen sebesar Rp835.800,00 merupakan perhitungan pinjaman dosen kepada kantor Pascasarjana. Utang kepada pegawai sebesar Rp20.000.000,00 di Magister Pengelolaan Lingkungan berupa utang Magister kepada individu pengelola. Utang Pajak sebesar Rp1.957.429.208,00 merupakan pajak-pajak yang dipungut tetapi belum disetorkan ke Kas Negara. Utang tersebut terjadi di Kantor Pusat Universitas dan Pascasarjana. Utang lain-lain sebesar Rp11.078.632.263,59 merupakan utang kepada pihak-pihak ke III di luar UGM. Jumlah tersebut terdiri atas utang kepada: 2004 (Rp) 4.700.000.000,00 2.129.160.000,00 638.924.300,00 21.560.000,00 65.007.795,00 5.625.000,00 16.100.000,00 2.047.922.575,00 419.090.522,00 1.035.192.071,59 11.078.632.263,59

Bank Mandiri Kosudgama CV Sumber Teknik PT Calmic Indonesia PT Prima Integrasi Network CV Wastu Buana Abdi Teknik Pembuatan Perangkat Lunak E-LISA Pihak ke III kontrak kerjasama F.Teknik Pihak ke III (di magister- magister) Pihak ke III (di satuan akuntansi lain) Jumlah

3.5.2 POS TRANSITORIS (KEWAJIBAN) Pos transitoris sisi kewajiban/utang terdiri atas: 2004 (Rp) 174.692.525,23 32.588.846.656,00 32.763.539.181,23 2003 (Rp) 518.516.510,00 518.516.510,00

Uang Titipan Jaminan R/K Antar Satuan Akuntansi (kredit) Jumlah

99

BPK RI / AUDITAMA III

Uang titipan sebesar Rp174.692.525,23 merupakan uang titipan di KPTU Pascasarjana sebesar Rp7.067.000,00 dan Fakultas Ekonomi sebesar Rp167.625.525,23. R/K Antar Satuan Akuntansi sisi kredit sebesar Rp 32.588.846.656,00 merupakan kewajiban antar satuan akuntansi yang belum bisa di eliminasi. Jumlah R/K yang terbesar berada di Kantor Pusat Universitas Bagian Anggaran Masyarakat sebesar Rp 15.204.472.821,00 yaitu alokasi ke unit-unit untuk tahun 2004 yang belum diambil, di Magister Administrasi Publik sebesar Rp 2.027.500.000,00 yaitu R/K dengan Pascasarjana. Jumlah lainnya sebesar Rp3.643.471.072,00 berada di Kantor Pusat Pascasarjana berupa titipan bea siswa program S3 yang tersimpan di rekening Pascasarjana. 3.6 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban Jangka Panjang sebesar Rp 9.311.308.779,24 merupakan kewajiban yang harus dibayar oleh UGM kepada PT Neocelindo Intibeton dalam rangka kerjasama pembangunan dan pengoperasian Gadjah Mada Bookstore sesuai perjanjian kontrak Nomor 5069/P/KS/2003 tanggal 26 September 2003. Nilai kewajiban jangka panjang disesuaikan dengan kemajuan pembangunan gedung sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu mencapai + 24% dari nilai biaya pembangunan secara keseluruhan sebesar Rp 38.591,939.435, 50.

3.7 ASET BERSIH Aset bersih (ekuitas) Universitas merupakan seluruh kekayaan dikurangi kewajiban Universitas. Aset bersih per 31 Desember 2004 terinci sebagai berikut:

3.7.1 ASET BERSIH DANA LANCAR Aset Bersih Dana Lancar terdiri atas: 3.7.1.1 Aset Bersih Dana Lancar Tidak Terikat 2004 (Rp) Dana Lancar Dana Masyarakat Penyertaan Awal Pemerintah Jumlah 225.415.948.746,84 69.891.675.653,98 295.307.624.400,82 2003 (Rp) 113.579.420.754,13 70.964.344.258,98 184.543.765.013,11

100

BPK RI / AUDITAMA III

Aset bersih dana lancar dana masyarakat merupakan selisih kekayaan dan kewajiban Universitas dari masyarakat yang tidak mengalami keterikatan dari pemberi dana. Penyertaan Awal Pemerintah yang dikelompokkan sebagai aset bersih dana lancar tidak terikat adalah kekayaan yang diperoleh universitas melalui kerjasama dan kontrak pemerintah, tetapi tidak berasal dari pengeluaran pemerintah langsung kepada UGM (DIK/DIP untuk UGM). Penurunan Penyertaan Awal Pemerintah tahun 2004 dibandingkan tahun 2003 merupakan penghapusbukuan entitas Yayasan Dana Pembina yang pada tahun 2003 telah dibukukan sebagai Penyertaan Awal Pemerintah dan reklasifikasi Dana Fakultas Teknik yang dipindahkan ke dana masyarakat terikat sementara.

3.7.1.2 Aset Bersih Dana Lancar Terikat Sementara Aset bersih dana lancar terikat sementara sebesar Rp2.973.615.402.747,76 merupakan selisih kekayaan dan kewajiban Universitas yang mengalami keterikatan sementara dari pemberi dana. 2004 (Rp) Dana Lancar Dana Masyarakat Penyertaan Awal Pemerintah Jumlah 511.815.437.530,38 2.461.799.965.307,38 2.973.615.402.837,76 2003 (Rp) 416.041.972.32,94 2.460.969.111.654,38 2.877.011.083.687,32

Dana lancar terikat sementara sebesar Rp 511.821.116.780,38 merupakan selisih kekayaan dan kewajiban Univeritas yang mengalami keterikatan dari pemberi dana yang berasal dari Dana Masyarakat. Penyertaan Awal Pemerintah sebesar Rp2.461.799.965.307,38 merupakan kekayaan dan kewajiban Universitas yang berasal dari anggaran pemerintah dan hasil inventarisasi awal kekayaan UGM ketika menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Penambahan Penyertaan Awal Pemerintah sebesar Rp 830.853.653,00 sebagai akibat reklasifikasi entitas Dana Fakultas Teknik yang dipindah dari dana Masyarakat Tidak Terikat ke Dana Masyarakat Terikat Sementara.

101

BPK RI / AUDITAMA III

3.7.2 ASET BERSIH DANA TIDAK LANCAR Aset bersih dana tidak lancar sebesar Rp13.302.610.395,00 merupakan aset bersih yang dikelola oleh Universitas yaitu: 2004 (Rp) Dana Sumbangan/Endowment fund Dana untuk Aset Tetap/Plant Fund Jumlah 12.002.610.395,00 1.300.000.000,00 13.302.610.395,00 2003 (Rp) 2.390.757.540,00 2.390.757.540,00

Aset bersih dana tidak lancar sebesar Rp12.002.610.395,00 merupakan dana sumbangan(endowment fund) per 31 Desember yang diperoleh dari kerjasama dengan Nippon Foundation Jepang dan dana sumbangan yang dikelola Yayasan Dana Abadi Universitas Gadjah Mada (lihat butir 3.2.1). Dana untuk aset tetap sebesar Rp1.300.000.000,00 merupakan dana yang dikelola Panitia Pembangunan Gedung Fakultas Hukum yaitu panitia yang dibentuk untuk penyelesaian pembangunan gedung kuliah Fakultas Hukum (lihat butir 3.2.2).

4. PENJELASAN LAPORAN AKTIVITAS 4.1 PENERIMAAN 4.1.1 PENERIMAAN DANA DARI PEMERINTAH Penerimaan dari dana pemerintah pada tahun 2004 adalah: (Rp) 101.691.311.358,00 120.801.150.720,74 6.059.895.600,00 7.286.061.711,00 235.838.419.389,74

Anggaran Rutin /DIK-APBN Anggaran Pembangunan /DIP-APBN Hibah Kerja sama dan kontrak dengan instansi pemerintah Jumlah

Penerimaan yang berasal dari dana pemerintah sebesar Rp101.691.311.358,00. dari anggaran rutin merupakan penerimaan berasal dari alokasi APBN Pemerintah Republik Indonesia melalui Daftar Isisan Kegiatan (DIK) UGM tahun 2004 untuk membiayai kegiatan rutin Universitas. Jumlah sebesar Rp120.801.150.720,74 merupakan penerimaan berasal dari anggaran pembangunan Pemerintah Republik Indonesia melalui Daftar Isian Proyek(DIP)

102

BPK RI / AUDITAMA III

Peningkatan Perguruan Tinggi (P2T) untuk pengembangan sarana dan prasarana serta kegiatan pengembangan lain Universitas. Penerimaan Hibah sebesar Rp6.000.000.000,00 merupakan hibah pemerintah pusat kepada UGM untuk percepatan BHMN UGM yang diterima Kantor Pusat Universitas. Sedangkan sebesar Rp37.770.000,00 hibah yang diterima di Pusat Studi Kedokteran Tropis dan sebesar Rp22.125.600,00 di Pusat Studi Perencanaan Pembangunan. Penerimaan kontrak dan kerjasama dengan instansi pemerintah sebesar Rp7.286.061.711,00 merupakan hasil kerjasama dan kontrak antara UGM dengan berbagai instansi pemerintah. Kontrak dan kerjasama yang signifikan ialah di Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik sebesar Rp1.972.824.370,00; berada di Pusat Studi Perencanaan dan Pembangunan Regional sebesar Rp2.078.292.000,00; dan berada di Lembaga Penelitian sebesar Rp2.978.478.750,00.

4.1.2 PENERIMAAN DANA MASYARAKAT Penerimaan Dana Masyarakat dalam tahun 2004 terdiri atas: Penerimaan Pendidikan dan Fee Penerimaan Hibah, Donasi dan Sumbangan Penerimaan Kerjasama dan Kontrak Penerimaan Lain dari Masyarakat Jumlah (Rp) 289.224.149.611,48 6.794.230,58 62.108.596.071,57 29.021.468.839,31 380.361.008.752,94

4.1.2.1 Penerimaan Pendidikan dan Fee Penerimaaan dana masyarakat sebesar Rp289.224.149.611,48 merupakan penerimaan pendidikan dan fee berupa iuran dari mahasiswa yang diterima oleh Universitas selama perioda tahun 2004. Jumlah tersebut terdiri atas: (Rp) Sumbangan Pembinaan Pendidikan(SPP) 119.199.798.028,68 Biaya Operasional Pendidikan (BOP) 40.019.202.135,17 Sumbangan Pengembangan Mutu Pendidikan (SPMA) 96.085.512.721,67 Uang Praktikum Mahasiswa 234.914.500,00 Fee Peneliti Asing 2.748.325,00 Penerimaan dari Calon Mahasiswa 9.243.972.695,34 Semester Pendek 689.735.791.22 Uang Ujian dan Wisuda 4.050.000,00 Penerimaan Pendidikan Lainnya 23.744.215.414,40 Jumlah 289.224.149.611,48

103

BPK RI / AUDITAMA III

4.1.2.2 Penerimaan Hibah, Donasi, dan Sumbangan Penerimaan hibah masyarakat sebesar Rp 6.794.230,58 merupakan hibah dari masyarakat ke UGM Hibah tersebut terjadi di Pusat Studi Pancasila sebesar Rp4.157.230,58 dan sebesar Rp 2.637.000,00 diterima oleh Pusat Studi Bencana Alam. 4.1.2.3 Penerimaan Kerjasama dan Kontrak Penerimaan kerjasama dan kontrak sebesar Rp62.108.596.071,57 merupakan penerimaan kontrak dan kerjasama yang diterima oleh Universitas selama perioda tahun 2004 sebagai akibat kegiatan pelayanan jasa pendidikan, jasa profesionals dan pemanfaatan sarana dan prasarana oleh Universitas yang dituangkan dalam perikatan. 4.1.2.4 Penerimaan Lain dari Masyarakat Penerimaan lain dari masyarakat sebesar Rp29.021.468.839,31 merupakan penerimaan yang diterima oleh Universitas selama perioda tahun 2004. Penerimaan tersebut terdiri atas: (Rp) 4.673.619.164,20 3.619.562.805,64 20.728.286.869,47 29.021.468.839,31

Institusional Fee Seminar, lokakarya, kursus dan pelatihan Penerimaan lain Jumlah

4.1.3

PENERIMAAN HASIL USAHA DAN TABUNGAN UNIVERSITAS Penerimaan hasil usaha dan tabungan universitas selama tahun 2004 dapat direalisir sebesar Rp 10.268.857.980,77. Jumlah tersebut merupakan penghasilan dari Unit Pelaksana Teknis/Unit Penunjang yang dibentuk oleh Universitas untuk melayani masyarakat atas jasa-jasa diluar Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan rincian sebagai berikut: (Rp) 8.252.062.935,12 1.774.387.827,00 192.236.223,65 10.218.685.985,77

Hasil Penjualan Produk dan Jasa Universitas Hasil Usaha Tambahan Hasil Hasil Investasi Jumlah

104

BPK RI / AUDITAMA III

4.1.4

PENERIMAAN LUAR NEGERI Penerimaan dari luar negeri untuk tahun 2004 sebesar Rp2.693.098.065,00 merupakan penerimaan Universitas yang berasal dari Luar Negeri. Jumlah tersebut terdiri atas: (Rp) 1.324.485.065,00 1.368.613.000,00 2.693.098.065,00

Penerimaan Pinjaman Luar Negeri Penerimaan Sumbangan, Hibah dan Donasi LN Penerimaan Kontrak dan Kerjasama LN Jumlah

Penerimaan sumbangan, hibah dan donasi luar negeri merupakan penerimaan dari masyarakat, lembaga atau pemerintah luar negeri kepada Universitas Gadjah Mada. Penerimaan kontrak dan kerjasama luar negeri merupakan penerimaan hasil kontrak dan kerjasama antara UGM dengan masyarakat, lembaga atau pemerintah luar negeri. 4.1.5 PENERIMAAN LAIN-LAIN Penerimaan lain-lain tahun 2004 sebesar Rp9.731.816.118,56 merupakan penerimaan non operasional yang berasal dari adanya penyimpanan uang Universitas yang di titipkan di bank, serta penerimaan lain dari masyarakat seperti seminar, workshop dan lain lain. Jumlah tersebut dengan rincian sebagai berikut: (Rp) 4.221.206.305,84 1.693.419.477,00 3.817.190.335,72 Jumlah 9.731.816.118,56

Penerimaan Bunga Penerimaan Sewa Penerimaan Lainnya

4.2 PENGELUARAN 4.2.1 PENGELUARAN KELEMBAGAAN Pengeluaran kelembagaan tahun 2004 sebesar Rp 226.548.195.669,14 merupakan pengeluaran untuk pendukung kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sebagian besar berupa kegiatan administrasi umum, pelatihan, perawatan sarana dan pra sarana dan penggajian Pegawai Negeri Sipil dari Dana Pemerintah. Pengeluaran kelembagaan terjadi di:

105

BPK RI / AUDITAMA III

KPU Universitas (termasuk P2T) Fakultas Biologi Fakultas Ekonomi Fakultas Farmasi Fakultas Filsafat Fakultas Geografi Fakultas Hukum Fakultas Ilmu Budaya Fakultas Isipol Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Hewan Fakultas Kehutanan Fakultas MIPA Fakultas Pertanian Fakultas Peternakan Fakultas Psikologi Fakultas Teknik Fakultas Teknologi Pertanian Pascasarjana UPT-UPT Lembaga Penelitian Pusat Studi LPM Jumlah

(Rp) 144.166.486.867,09 492.038.911,15 3.176.299.722,29 1.721.808.171,95 433.599.464,00 1.606.657.626,00 240.864.188,00 2.281.710.735,47 1.141.536.092,86 1.579.488.844,00 1.167.865.032,00 751.257.193,00 1.409.652.544,00 246.561.377,00 778.860.902,18 662.803.494,00 1.110.653.516,00 15.784.895.223,00 614.736.915,00 35.433.569.948,15 5.678.537.136,13 0 6.068.311.765,77 0 226.548.195.669,14

4.2.2

PENGELUARAN PENDIDIKAN Pengeluaran pendidikan tahun 2004 sebesar Rp 137.132.490.371,32 adalah pengeluaran yang terjadi di fakultas-fakultas berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. (Rp) 22.279.764.916,00 300.651.787,16 14.066.634.578,37 2.164.575.161,99 613.226.232,00 1.202.286.868,00 647.356.368,00 2.189.874.059,00 4.798.359.905,55 5.682.934.908,00 648.130.925,00 1.158.305.284,00

KPU Universitas (termasuk P2T) Fakultas Biologi Fakultas Ekonomi Fakultas Farmasi Fakultas Filsafat Fakultas Geografi Fakultas Hukum Fakultas Ilmu Budaya Fakultas Isipol Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Hewan

106

BPK RI / AUDITAMA III

Fakultas Kehutanan Fakultas MIPA Fakultas Pertanian Fakultas Peternakan Fakultas Psikologi Fakultas Teknik Fakultas Teknologi Pertanian Pascasarjana UPT-UPT Lembaga Penelitian Pusat Studi LPM Jumlah 4.2.3 PENGELUARAN PENELITIAN

977.201.246,00 4.571.713.912,00 1.897.117.970,00 861.642.308,00 1.116.989.957,00 1.602.910.140,61 659.292.858,00 68.562.952.076,64 864.728.222,00 0 265.840.688,00 0 137.132.490.371,32

Pengeluaran penelitian tahun 2004 sebesar Rp 42.233.427.481,60 merupakan pengeluaran yang terjadi di fakultas-fakultas berkaitan dengan penyelenggaraan penelitian yang dilakukan oleh pusat-pusat studi. (Rp) KPU Universitas (termasuk P2T) 21.239.431.770,00 Fakultas Biologi 25.000.000,00 Fakultas Ekonomi 79.800.000,00 Fakultas Farmasi 0 Fakultas Filsafat 15.200.000,00 Fakultas Geografi 309.085.350,00 Fakultas Hukum 0 Fakultas Ilmu Budaya 117.427.000,00 Fakultas Isipol 20.905.000,00 Fakultas Kedokteran 457.827.400,00 Fakultas Kedokteran Gigi 0 Fakultas Kedokteran Hewan 0 Fakultas Kehutanan 82.020.780,00 Fakultas MIPA 119.138.400,00 Fakultas Pertanian 149.541.500,00 Fakultas Peternakan 21.000.000,00 Fakultas Psikologi 6.600.000,00 Fakultas Teknik 4.105.816.195,00 Fakultas Teknologi Pertanian 70.000.000,00 Pascasarjana 751.017.076,00 UPT-UPT 183.721.527,00 Lembaga Penelitian 3.553.077.720,00 Pusat Studi 10.926.817.763,60 LPM 0 Jumlah 42.233.427.481,60

107

BPK RI / AUDITAMA III

4.2.4

PENGELUARAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Pengeluaran pengabdian pada masyarakat tahun 2004 sebesar Rp10.756.667.296,98 merupakan pengeluaran-pengeluaran yang terjadi di UPT, Pusat-pusat Studi dan Kantor Pusat Universitas berkaitan dengan penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat. (Rp) 1.152.954.066,00 46.743.210,00 19.250.000,00 0 3.000.000,00 0 0 45.000.000,00 0 29.260.000,00 233.210.600,00 0 15.890.000,00 50.168.680,00 24.260.000,00 7.000.000,00 11.470.000,00 252.471.036,00 20.000.000,00 971.654.338,98 1.668.158.250,00 0 3.551.525,00 6.202.625.591,00 10.756.667.296,98

KPU Universitas (termasuk P2T) Fakultas Biologi Fakultas Ekonomi Fakultas Farmasi Fakultas Filsafat Fakultas Geografi Fakultas Hukum Fakultas Ilmu Budaya Fakultas Isipol Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Hewan Fakultas Kehutanan Fakultas MIPA Fakultas Pertanian Fakultas Peternakan Fakultas Psikologi Fakultas Teknik Fakultas Teknologi Pertanian Pascasarjana UPT-UPT Lembaga Penelitian Pusat Studi LPM Jumlah

4.2.5

PENGELUARAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Pengeluaran pengembangan Sumber Daya Manusia tahun 2004 sebesar Rp5.275.757.032,00 merupakan pengeluaran untuk pengembangan karir tenaga akademik dan non akademik melalui diklat struktural, fungsional atau pelatihan tehnis. Pengeluaran ini terjadi di: (Rp) KPU Universitas (termasuk P2T) 3.346.479.890,00 Fakultas Biologi 853.000,00 Fakultas Ekonomi 1.995.600,00 Fakultas Filsafat 6.364.100,00

108

BPK RI / AUDITAMA III

Fakultas Geografi Fakultas Isipol Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Hewan Fakultas Kehutanan Fakultas MIPA Fakultas Pertanian Fakultas Peternakan Fakultas Psikologi Fakultas Teknik Pascasarjana Pusat Studi Jumlah

500.000,00 95.667.000,00 58.243.670,00 8.377.610,00 3.186.003,00 23.469.000,00 31.560.900,00 19.993.840,00 4.341.250,00 15.458.168,00 23.978.900,00 1.071.288.101,00 564.000.000,00 5.275.757.032,00

4.2.6

PENGELUARAN KEMAHASISWAAN Pengeluaran kemahasiswaan sebesar Rp30.025.432.354,00 merupakan pengeluaran untuk peningkatan kualitas mahasiswa, kegiatan ekstrakulikuler, kegiatan wisuda, dies natalis dan kegiatan mahasiswa lainnya. Pengeluaran ini terjadi di: (Rp) KPU Universitas (termasuk P2T) 26.040.579.406,00 Fakultas Biologi 3.481.500,00 Fakultas Ekonomi 178.956.900,00 Fakultas Farmasi 10.608.620,00 Fakultas Filsafat 13.639.300,00 Fakultas Geografi 28.483.280,00 Fakultas Hukum 9.008.000,00 Fakultas Ilmu Budaya 47.696.000,00 Fakultas Isipol 68.248.930,00 Fakultas Kedokteran 83.973.235,00 Fakultas Kedokteran Gigi 23.331.000,00 Fakultas Kedokteran Hewan 10.947.475,00 Fakultas Kehutanan 37.811.190,00 Fakultas MIPA 42.660.657,00 Fakultas Pertanian 80.703.000,00 Fakultas Peternakan 35.721.357,00 Fakultas Psikologi 108.975.342,00 Fakultas Teknik 255.671.213,00 Fakultas Teknologi Pertanian 54.641.750,00 Pascasarjana 2.890.294.199,00 Jumlah 30.025.432.354,00

109

BPK RI / AUDITAMA III

4.2.7

PENGELUARAN INFORMASI

PENGEMBANGAN

TEKNOLOGI

DAN

SISTEM

Pengeluaran pengembangan teknologi dan sistem informasi sebesar Rp7.867.619.246,05 merupakan pengeluaran untuk langganan internet dan pengembangan sistem informasi. Pengeluaran Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi terjadi di: (Rp) 5.296.233.535,00 0 2.600.000,00 0 11.358.050,00 11.360.400,00 0 33.371.938,00 62.765.000,00 339.927.409,00 0 12.275.115,00 2.836.613,00 163.854.465,00 127.094.507,00 3.770.000,00 20.727.300,00 21.838.765,00 10.124.886,00 1.717.731.263,05 0 0 29.750.000,00 0 7.867.619.246,05

KPU Universitas (termasuk P2T) Fakultas Biologi Fakultas Ekonomi Fakultas Farmasi Fakultas Filsafat Fakultas Geografi Fakultas Hukum Fakultas Ilmu Budaya Fakultas Isipol Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Hewan Fakultas Kehutanan Fakultas MIPA Fakultas Pertanian Fakultas Peternakan Fakultas Psikologi Fakultas Teknik Fakultas Teknologi Pertanian Pascasarjana UPT-UPT Lembaga Penelitian Pusat Studi LPM Jumlah 4.2.8

PENGELUARAN SARANA PRASARANA DAN LINGKUNGAN KAMPUS Pengeluaran sarana prasarana dan lingkungan kampus tahun 2004 sebesar Rp21.613.888.496,00 merupakan pengeluaran untuk pemeliharaan dan operasional, peralatan listrik, air, telepon dan untuk barang/bahan habis pakai. Perincian pengeluaran ini adalah: (Rp) KPU Universitas (termasuk P2T) 10.857.478.044,00 Fakultas Biologi 34.139.644,00 Fakultas Ekonomi 863.120.370,00 Fakultas Farmasi 203.959.600,00

110

BPK RI / AUDITAMA III

Fakultas Filsafat Fakultas Geografi Fakultas Hukum Fakultas Ilmu Budaya Fakultas Isipol Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Hewan Fakultas Kehutanan Fakultas MIPA Fakultas Pertanian Fakultas Peternakan Fakultas Psikologi Fakultas Teknik Fakultas Teknologi Pertanian Pascasarjana UPT-UPT Lembaga Penelitian Pusat Studi LPM Jumlah

54.676.127,00 114.092.879,00 403.265.500,00 278.196.080,00 317.110.678,00 1.205.031.348,00 34.919.720,00 262.516.548,00 387.458.575,00 342.143.070,00 575.006.918,00 294.325.710,00 377.512.341,00 32.146.265,00 13.853.250,00 4.514.375.746,00 144.910.082,00 0 303.650.001,00 0 21.613.888.496,00

4.3

SURPLUS/KENAIKAN ASET BERSIH Surplus/Kenaikan Aset Bersih tahun 2004 sebesar Rp157.389.550.364,92 terdiri dari : (Rp) 67.698.185.923,83 3.200.000.000,00 (8.976.050.984,04) 70.099.018,37 155.403.448.096,08 (60.006.131.689,32) 157.389.550.364,92

Kenaikan Kas dan Setara Kas Penambahan Investasi Perubahan Piutang Perubahan Sediaan Penambahan Aset Tetap dan Aset Lainnya Perubahan Utang/Transitoris dan lain-lain Jumlah Kenaikan Aset Bersih dalam tahun 2004 berasal dari:

KPU Universitas P2T Fakultas Biologi Fakultas Ekonomi

(Rp) 14.547.644.986,48 83.953.757.320,74 623.795.397,41 2.861.513.616,99

111

BPK RI / AUDITAMA III

Fakultas Farmasi Fakultas Filsafat Fakultas Geografi Fakultas Hukum Fakultas Ilmu Budaya Fakultas Isipol Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Hewan Fakultas Kehutanan Fakultas MIPA Fakultas Pertanian Fakultas Peternakan Fakultas Psikologi Fakultas Teknik Fakultas Teknologi Pertanian Pascasarjana UPT-UPT Lembaga Penelitian Pusat Studi LPM Jumlah PENJELASAN LAPORAN ARUS KAS

(405.026.181,70) 221.072.363,53 73.816.461,56 (413.290.784,36) 2.128.202.182,31 321.717.968,56 6.528.185.354,00 710.531.385,41 1.557.957.744,21 716.645.253,00 6.881.285.615,92 998.328.592,65 808.390.578,95 432.595.576,64 9.594.146.579,23 1.588.634.806,00 19.397.616.115,48 2.257.628.923,17 760.314.215,00 1.198.568.935,65 46.765.518,09 157.389.550.364,92

Kenaikan kas dan setara kas untuk tahun 2004 sebesar Rp46.290.472.044,58 merupakan penggabungan kenaikan dan penurunan kas dan setara kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.

5.1. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL UNIVERSITAS Arus kas dari aktivitas operasional universitas merupakan Arus kas yang bersumber dari kegiatan rutin universitas dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penjelasan arus kas dari operasional universitas adalah sebagai berikut : 5.1.1 Kas Masuk Jumlah kas masuk sebesar Rp787.295.349.034,92 berasal dari penerimaan sebagai berikut: (Rp) 1) Pendapatan Jasa a) Penerimaan Anggaran Pemerintah b) Penerimaan dari masyarakat 228.341.362.078,74 290.308.713.480,48

112

BPK RI / AUDITAMA III

c) Hasil penjualan produk d) Tution & Admission 2) Penyumbang (donasi) 3) Penerimaan hasil piutang 4) Bunga dan deviden yg diterima 5) Penerimaan Lain-lain 7) Utang yang diterima Jumlah

15.564.206.356,75 1.472.892.429,00 6.794.230,58 72.389.736.678,57 0 102.636.268.856,44 87.204.021.109,31 787.295.349.034,92

5.1.2. Kas Keluar Jumlah kas keluar sebesar Rp 615.994.483.867,70 berasal dari pengeluaran untuk penyelenggaraan universitas dalam rangka penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rincian pengeluaran dalam tahun 2004 adalah sebagai berikut: (Rp) 1) Pembayaran pegawai dan kontraktor/supplier a) Pengeluaran Kelembagaan b) Pengeluaran Pendidikan c) Pengeluaran Penelitian d) Pengeluaran Pengabdian kepada Masyarakat e) Pengeluaran Pengembangan SDM f) Pengeluaran Kemahasiswaan g) Pengeluaran Pengembangan TI h) Pengeluaran Sarana, Prasarana dan lingkungan kampus 2) Pelunasan Utang 3) Pemberian Piutang Jumlah 226.548.195.669,14 137.132.490.371,32 42.233.427.481,60 10.756.667.296,98 5.275.757.032,00 30.025.432.354,00 7.867.619.246,05 21.613.888.496,00 56.473.762.205,63 91.908.233.578,50 615.994.483.867,70

5.1.3. Penambahan Kas Bersih dari Operasi Penambahan kas bersih sebesar Rp171.300.865.168,32 dari hasil operasi universitas selama tahun 2004 merupakan selisih kas masuk dengan kas keluar dalam satu tahun.

113

BPK RI / AUDITAMA III

5.2. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 5.2.1. Kas Masuk Kas masuk dari aktivitas investasi sebesar Rp 255.439.500,00 merupakan hasil pencairan kembali Bank Garansi, yang sebelumnya merupakan jaminan atas pekerjaan yang diterima Universitas. 5.2.2. Kas Keluar Kas keluar untuk investasi merupakan belanja modal dan peningkatan penyertaan atau investasi universitas dengan rincian sebagai berikut: (Rp) 111.621.399.307,74 3.204.787.500,00 114.826.186.807,74

1) Pembelian Peralatan dan Pembangunan Gedung 2) Pembelian Investasi Jumlah

Pengurangan kas dan setara kas dalam tahun 2004 sebesar Rp114.570.747.307,74 merupakan selisih antara arus kas untuk belanja modal dikurangkan dengan hasil penjualan investasi.

5.3. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp10.439.645.816,00 merupakan dana tidak lancar di Yayasan Dana Abadi, Nippon Foundation dan Plant Fund pada Panitia Pembangunan Gedung Fakultas Hukum. 6. 6.1. PERISTIWA KEMUDIAN PERGANTIAN KETUA DEWAN AUDIT Berdasarkan Keputusan Majelis Wali Amanat UGM No: 03/SK/MWA/2005 tanggal 1 Maret 2005 dilakukan pergantian Ketua Dewan Audit dari Drs. Herwidayatmo, MBA kepada Drs. Agus Muhammad, M.Acc. Masa jabatan Ketua Dewan Audit yang baru terhitung sejak tanggal 1 Maret 2005 sampai dengan tahun 2007. 6.2. RESTATED DALAM PENYAJIAN LAPORAN AKTIVITAS Sesuai dengan Keputusan Majelis Wali Amanat, Rencana Stratejik (Renstra) UGM tahun 2003-2007 telah disempurnakan dan disahkan oleh Majelis Wali Amanat UGM dengan SK Ketua MWA Nomor: 01-K/SK/MWA/2004 tanggal 25 April 2004. Dalam

114

BPK RI / AUDITAMA III

Renstra tersebut program yang semula terdiri atas 8 program berubah menjadi 6 program, hal tersebut berpengaruh terhadap penyajian Laporan Aktivitas. Untuk keperluan komparasi dengan laporan Keuangan Tahun 2003, maka dalam Laporan Keuangan tahun 2004 ini Laporan Aktivitas tetap disajikan dengan pengeluaran yang diklasifikasi ke dalam 8 program. Namun untuk penyesuaian dengan program Rencana Stratejik UGM 2003-2007 dan komparasi dengan Laporan Keuangan tahun 2005 maka akan dilakukan restated pada Laporan Aktivitas tahun 2004 khususnya pada akun pengeluaran yaitu dari 8 program menjadi 6 program. Terhadap restated klasifikasi program tersebut tidak merubah jumlah pengeluaran tahun 2004 secara keseluruhan. Klasifikasi pengeluaran menurut 8 program Renstra adalah: 1. Kelembagaan 2. Pendidikan 3. Penelitian 4. Pengabdian kepada Masyarakat 5. Pengembangan Sumber Daya Manusia 6. Kemahasiswaan 7. Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi 8. Pengeluaran Sarana, Prasarana dan Lingkungan Umum 9. Pengeluaran lain lain penunjang program Dengan restated atas penyajian Laporan Keuangan tahun 2004 maka klasifikasi pengeluaran menjadi 6 program Renstra adalah: 1. Program peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan sarjana dan pascasarjana. 2. Program peningkatan kualitas dan relevansi penelitian dan relevansi penelitian dan pelayanan masyarakat. 3. Program penumbuhan budaya masyarakat Pancasila. 4. Program pengembangan pengelolaan universitas yang efisien dan produktif. 5. Program penyediaan sarana prasarana yang mendukung mutu universitas. 6. Pengembangan kemandirian organisasi dan jaringan kerjasama.

115

BPK RI / AUDITAMA III

UNIVERSITAS GADJAH MADA LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2004 dan 31 Desember 2003
(dalam rupiah penuh) KETERANGAN

Cat.

2004

(%)

2003

(%)

Aset :
Aset Lancar Kas dan setara kas Investasi Jangka Pendek Piutang Sediaan Transitoris Jumlah Aset Lancar Aset Lancar Lainnya Dana Bantuan (Loan Fund ) Dana Sumbangan (Endowment Fund ) Kas dan Setara Kas Investasi Dana Tahunan dan Pendapatan Jangka Panjang ( Annuity & Life Income Fund) Dana Untuk Aset Tetap (Plant Fund) Kas dan Setara Kas Investasi Dana Untuk Badan/Lembaga (Agency Fund) Jumlah Aset Lancar Lainnya Aset Tetap Aset Tetap Tidak Terikat Aset Tetap Terikat Jumlah Aset Tetap Aset Lain-lain Aset Dalam Konstruksi Tidak Terikat Aset Dalam Konstruksi Terikat Hak Paten & Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Penyertaan di Unit Usaha & Joint Operation Jumlah Aset Lain - Lain Jumlah Aset 3.4 3.4.1 3.4.2 3.4.3 3.4.4 3.1 3.1.1 3.1.2 3.1.3 3.1.4 3.1.5 197.775.235.872,33 4.450.000.000,00 17.999.368.592,81 1.798.414.952,67 22.770.659.107,97 244.793.678.525,78 0,00 0,00 0,00 262.964.579,00 11.739.645.816,00 0,00 1.300.000.000,00 0,00 0,00 13.302.610.395,00 5,93 0,13 0,54 0,05 0,68 7,33 130.077.049.948,50 1.250.000.000,00 26.975.419.576,85 1.728.315.934,30 0,00 160.030.785.459,65 0,00 0,00 0,00 140.757.540,00 2.250.000.000,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 2.390.757.540,00 4,21 0,04 0,87 0,06 4,79

3.2 3.2.1 3.2.1.1 3.2.1.2 3.2.2 3.2.2.1

0,01 0,35

0,00 0,07

0,04

0,00

0,40

0,08

3.3 3.3.1 3.3.2

86.594.982.173,92 2.456.425.896.594,42 2.543.020.878.768,34

2,59 73,59 76,19

51.731.526.448,00 2.448.144.262.968,42 2.499.875.789.416,42

1,68 79,28 80,96

22.408.484.065,00 509.007.752.728,52 98.250.000,00 5.305.867.505,00 536.820.354.298,52 3.337.937.521.987,64

0,67 15,25 0,00 0,16 16,08 100,00

12.758.680.000,00 411.867.044.659,36 0,00 1.008.939.500,00 425.634.664.159,36 3.087.931.996.575,43

0,41 13,34 0,00 0,03 13,78 100,00

Pasiva (Kewajiban) dan Ekuitas Dana :
Kewajiban Kewajiban Lancar Utang Transitoris Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Lancar Lainnya Kewajiban Jangka Panjang Total Kewajiban Aset Bersih Aset Bersih Dana Lancar Aset Bersih Dana Lancar Tidak Terikat Dana Lancar Penyertaan Awal Pemerintah Jumlah Aset Bersih Dana Lancar Tidak Terikat Aset Bersih Dana Lancar Terikat Sementara Dana Lancar Penyertaan Awal Pemerintah Jumlah Aset Bersih Dana Lancar Terikat Sementara Aset Bersih Dana Lancar Terikat Tetap Dana Lancar Penyertaan Awal Pemerintah Aset Bersih Dana Tidak Lancar (Fund Balance For Non Current Fund) Dana Bantuan (Loan Fund) Dana Sumbangan (Endowment Fund) Dana Tahunan dan Pendapatan Jangka Panjang (Annuity & Life Income Fund) Dana Untuk Aset Tetap (Plant Fund) Dana Untuk Badan/Lembaga (Agency Fund) Jumlah Aset Bersih Jumlah Kewajiban dan Aset Bersih 3.7.2 3.5 3.5.1 3.5.2 13.637.036.393,59 32.763.539.181,23 46.400.575.574,82 9.311.308.779,24 55.711.884.354,06 0,41 0,98 1,39 23.467.873.825,00 518.516.510,00 23.986.390.335,00 0,00 23.986.390.335,00 0,76 0,02 0,78

3.6

0,28 1,67

0,00 0,78

3.7.1 3.7.1.1 225.415.948.746,84 69.891.675.653,98 295.307.624.400,82 3.7.1.2 511.815.437.530,38 2.461.799.965.307,38 2.973.615.402.837,76 15,33 73,75 89,09 416.041.972.032,94 2.460.969.111.654,38 2.877.011.083.687,32 13,47 79,70 93,17 6,75 2,09 8,85 113.579.420.754,13 70.964.344.258,98 184.543.765.013,11 3,68 2,30 5,98

12.002.610.395,00 1.300.000.000,00 13.302.610.395,00 3.282.225.637.633,58 3.337.937.521.987,64

2.390.757.540,00 2.390.757.540,00 3.063.945.606.240,43 3.087.931.996.575,43

0,36 0,04 0,40 98,33 100,00

0,08

0,08 99,22 92,51

Lihat catatan atas laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

1

UNIVERSITAS GADJAH MADA
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004

SUMBER DANA

1 Cat

2

3

4

5
Lain-lain Terikat Sementara (5.2) (Rp) 7.593.176.541,09 6.794.230,58 3.650.677.847,00 0,00 19.078.299.951,44 573.081.990,00 0,00 (25.239.601.191,37) (106.372.327,00) (3.651.629.247,00) 1.904.427.794,74

KETERANGAN
Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Kas dari pendapatan jasa Kas dari penyumbang Kas dari piutang Bunga dan Deviden yang diterima Penerimaan Lain-lain Utang Diterima Bunga yang dibayarkan/uang titipan Kas yang dibayarkan kepada pegawai dan kontraktor Utang yang dilunasi Piutang Yang diberikan Kas bersih yang diterima(digunakan) untuk aktivitas opera Aliran Kas dari Aktivitas investasi: Ganti rugi dari asuransi Pembelian peralatan/Pembangunan Gedung Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima(digunakan) untuk aktivitas investa Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari kontribusi terbatas : Investasi dalam endowment (Sumbangan) Investasi dalam endowment (Sumbangan) berjangka Investasi Bangunan(Plant Fund) Investasi perjanjian tahunan & Penerimaan Jangka Panjang Jumlah Penerimaan dari Kontribusi Terbata Aktivitas pendanaan lain : Bunga dan deviden terbatas untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel Pembelian Bank Garansi Jumlah Penerimaan dari aktivitas Pendanaan Lai Kas bersih yang diterima(digunakan) untuk aktivitas pendanaa Kenaikan (Penurunan) bersih dalam kas dan setara kas Kas dan Setara Kas pada awal tahun Koreksi Saldo Awal Kas Kas dan Setara Kas akhir tahun Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2004 5.1

Masyarakat Pemerintah Terikat Sementara (1.2 Tidak Terikat (2.1) Terikat Sementara (2.2 Terikat Tetap (2.3) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 228.341.362.078,74 0,00 0,00 0,00 235.610.404,00 5.000,00 0,00 (142.428.472.208,00) (5.000,00) 0,00 86.148.500.274,74 228.576.972.482,74 288.813.588.874,48 0,00 65.736.457.981,57 0,00 46.977.636.422,84 84.747.547.910,27 0,00 (266.246.450.395,25) (54.325.548.497,63) (85.101.844.729,00) 80.601.387.567,28 335.791.225.297,32 0,00 (24.387.064.252,00) 124.565.000,00 (1.404.787.500,00) (25.667.286.752,00) 1.495.124.606,00 0,00 460.969.900,00 0,00 33.719.617.753,54 1.767.092.168,00 0,00 (35.418.093.759,70) (1.941.224.087,00) (79.180.100,00) 4.306.480,84 35.214.742.359,54 0,00 (89.389.600,00) 92.102.000,00 0,00 2.712.400,00

Luar Negeri Usaha danTabungan Tidak Terikat (3.1) Terikat Sementara (4.2) (Rp) (Rp) 7.971.029.815,68 0,00 2.540.499.500,00 0,00 2.625.104.324,62 116.294.041,04 0,00 (7.142.803.837,12) (100.612.294,00) (3.074.448.052,50) 2.935.063.497,72 1.472.892.429,00 0,00

Jumlah Seluruh Dana (Rp)

0,00 (1.765.712.876,00) 0,00 0,00 (292.820.447,00)

535.687.174.344,99 6.794.230,58 72.388.605.228,57 0,00 102.636.268.856,44 87.204.021.109,31 0,00 (478.241.134.267,44) (56.473.762.205,63) (91.907.102.128,50) 171.300.865.168,32

5.2 0,00 (86.153.800.410,74) 0,00 0,00 (86.153.800.410,74) 5.3 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1.300.000.000,00 0,00 1.300.000.000,00 (11.739.645.816,00) 0,00 0,00 (11.739.645.816,00) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 (11.739.645.816,00) 0,00 1.300.000.000,00 0,00 (10.439.645.816,00) 0,00 (228.666.400,00) 0,00 0,00 (228.666.400,00) 0,00 (266.476.520,00) 0,00 0,00 (266.476.520,00) 0,00 (496.002.125,00) 38.772.500,00 (1.800.000.000,00) (2.257.229.625,00) 0,00 (111.621.399.307,74) 255.439.500,00 (3.204.787.500,00) (114.570.747.307,74)

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 (5.300.136,00) 236.482.124,00 231.181.988,00 231.181.988,00

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 54.934.100.815,28 109.487.979.332,03 8.615.781.072,75 173.037.861.220,06 173.037.861.220,06

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1.300.000.000,00 1.307.018.880,84 2.919.061.753,35 1.477.958.616,00 5.704.039.250,19 5.704.039.250,19

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 (11.739.645.816,00) (11.739.645.816,00) 0,00 12.002.610.395,00 262.964.579,00 262.964.579,00

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 1.347.248.074,71 4.677.660.371,93 1.351.703.825,57 7.376.612.272,21 7.376.612.272,21

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 (559.296.967,00) 1.039.880.779,00 153.000,00 480.736.812,00 480.736.812,00

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 (352.801.830,26) 11.715.985.588,19 (418.379.428,06) 10.944.804.329,87 10.944.804.329,87

0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 (10.439.645.816,00) 44.931.323.021,57 130.077.049.948,50 23.029.827.481,26 198.038.200.451,33 198.038.200.451,33

Lihat catatan atas laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

3

UNIVERSITAS GADJAH MADA LAPORAN AKTIVITAS
Untuk tahun 2004 Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004 KETERANGAN
Penerimaan, pendapatan dan sumbangan 1. Dana Pemerintah: Penerimaan Anggaran Rutin Penerimaan Anggaran Pembangunan Penerimaan Hibah Penerimaan Kontrak Kerjasama dg Instansi Pemerintah Jumlah Dana Pemerintah 2. Dana Masyarakat Penerimaan Pendidikan dan Fee Penerimaan Hibah, Donasi dan Sumbangan Penerimaan Kerjasama dan Kontrak Penerimaan Lain dari masyarakat Jumlah Dana Masyarakat 3. Dana Hasil Usaha dan Tabungan Penerimaan hasil penjualan produk dan jasa Penerimaan Hasil Usaha Tambahan Penerimaan Hasil Investasi Jumlah Dana Hasil Usaha dan Tabungan 4. Dana Luar Negeri Penerimaan Pinjaman LN Penerimaan sumbangan, hibah dan donasi LN Penerimaan Kontrak & Kerjasama LN Jumlah Dana Luar Negeri 5. Dana Lain Penghasilan investasi jangka panjang Penghasilan investasi lain Lain-Lain Aktiva bersih yang berakhir pembatasannya (catatan D): Pemenuhan Program Pembatasan Pemenuhan Pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya pembatasan waktu Jumlah Dana Lain Lain Jumlah penerimaan pendapatan, dan sumbangan Pengeluaran Pengeluaran Kelembagaan Pengeluaran Pendidikan Pengeluaran Penelitian Pengeluaran Pengabdian Pada Masyarakat Pengeluaran Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengeluaran Kemahasiswaan Pengeluaran Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Pengeluaran Sarana, Prasarana dan Lingkungan Umum Pengeluaran Lain Lain Jumlah Pengeluaran Kerugian dan Wanprestasi Kerugian akibat kebakaran Kerugian akibat batalnya kontrak Kerugian Aktuarial dari kewajiban tahunan Jumlah Kerugian dan Wanprestasi Jumlah Pengeluaran Kerugian dan Wanprestasi Surplus 2004 Ekuitas Dana Awal tahun 2004 Koreksi Ekuitas Dana awal Tahun 2004 (Lap Posisi Keuangan Interim) Ekuitas Awal Tahun Terkoreksi Koreksi Ekuitas Dana Tahun 2004 Ekuitas Dana per 31 Desember 2004 Ekuitas Dana per 31 Desember 2004 (Lap Posisi keuangan Interim) 4.3 4.2 4.2.1 4.2.2 4.2.3 4.2.4 4.2.5 4.2.6 4.2.7 4.2.8 Cat 4.1 4.1.1 40.900.000,00 40.900.000,00 4.1.2 4.1.2.1 4.1.2.2 4.1.2.3 4.1.2.4 101.691.311.358,00 120.801.150.720,74 6.059.895.600,00 7.245.161.711,00 235.797.519.389,74 101.691.311.358,00 120.801.150.720,74 6.059.895.600,00 7.286.061.711,00 235.838.419.389,74

Tidak Terikat (Rp)

Terikat Sementara (Rp)

Terikat Permanen (Rp)

Jumlah (Rp)

287.687.313.674,48 20.825.190.947,00 18.770.887.233,11 327.283.391.854,59

1.536.835.937,00 6.794.230,58 41.283.405.124,57 10.250.581.606,20 53.077.616.898,35

-

289.224.149.611,48 6.794.230,58 62.108.596.071,57 29.021.468.839,31 380.361.008.752,94

4.1.3 8.173.277.958,12 1.750.548.310,00 84.725.372,56 10.008.551.640,68 4.1.4 1.311.192.565,00 1.311.192.565,00 4.1.5 8.256.114.257,35 8.256.114.257,35 346.900.150.317,62 9.731.816.118,56 9.731.816.118,56 638.843.028.312,01 13.292.500,00 1.368.613.000,00 1.381.905.500,00 1.324.485.065,00 1.368.613.000,00 2.693.098.065,00 78.784.977,00 23.839.517,00 107.509.851,09 210.134.345,09 8.252.062.935,12 1.774.387.827,00 192.235.223,65 10.218.685.985,77

1.475.701.861,21

1.475.701.861,21 291.942.877.994,39

(95.045.201.534,28) (124.274.858.512,71) (13.094.449.580,00) (4.550.230.180,98) (4.588.437.732,00) (9.922.768.554,00) (6.959.724.704,05) (18.167.156.251,00) (276.602.827.049,02)

(131.502.994.134,86) (12.857.631.858,61) (29.138.977.901,60) (6.206.437.116,00) (687.319.300,00) (20.102.663.800,00) (907.894.542,00) (3.446.732.245,00) (204.850.650.898,07)

-

(226.548.195.669,14) (137.132.490.371,32) (42.233.427.481,60) (10.756.667.296,98) (5.275.757.032,00) (30.025.432.354,00) (7.867.619.246,05) (21.613.888.496,00) (481.453.477.947,09)

(276.602.827.049,02) 70.297.323.268,60 184.543.765.013,11 40.466.536.119,11 225.010.301.132,22 295.307.624.400,82 295.307.624.400,82

(204.850.650.898,07) 87.092.227.096,32 2.879.401.841.227,32 9.512.092.054,12 2.888.913.933.281,44 (1.090.757.540,00) 2.974.915.402.837,76 2.974.915.402.837,76

12.002.610.395,00 12.002.610.395,00 12.002.610.395,00

(481.453.477.947,09) 157.389.550.364,92 3.061.554.848.700,43 49.978.628.173,23 3.111.533.476.873,66 3.268.923.027.238,58 3.268.923.027.238,58

Lihat catatan atas laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

2

Laporan Perubahan Ekuitas /Aset Bersih (Unaudited ) Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004

Tidak Terikat (Rupiah) DANA LANCAR Ekuitas Dana Lancar Awal Tahun 2004 Koreksi Ekuitas Dana Lancar Awal Tahun 2004 Ekuitas Dana Lancar Awal Tahun 2004 Terkoreksi Kenaikan Aset Bersih Tahun 2004 Ekuitas Dana Lancar 31 Desember 2004 DANA TIDAK LANCAR Ekuitas Dana Tidak Lancar Awal Tahun 2004 Koreksi Ekuitas Bana Lancar Awal Tahun 2004 Ekuitas Dana Tidak Lancar Awal Tahun 2004 Terkoreksi Penambahan/Pengurangan Tahun 2004 Ekuitas Dana Tidak Lancar 31 Desember 2004 Total Ekuitas 31 Desember 2004 184.543.765.013,11 40.466.536.119,11 225.010.301.132,22 70.297.323.268,60 295.307.624.400,82

Terikat Sementara (Rupiah) 2.877.011.083.687,32 9.512.092.054,12 2.886.523.175.741,44 87.092.227.096,32 2.973.615.402.837,76

Terikat Permanen (Rupiah)

Jumlah (Rupiah) 3.061.554.848.700,43 49.978.628.173,23 3.111.533.476.873,66 157.389.550.364,92 3.268.923.027.238,58

-

-

295.307.624.400,82

2.390.757.540,00 2.390.757.540,00 (1.090.757.540,00) 1.300.000.000,00 2.974.915.402.837,76

12.002.610.395,00 12.002.610.395,00 12.002.610.395,00

2.390.757.540,00 2.390.757.540,00 10.911.852.855,00 13.302.610.395,00 3.282.225.637.633,58

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->