P. 1
PP.28.99.Merger,Konsolodasi Dan Akuisisi Bank

PP.28.99.Merger,Konsolodasi Dan Akuisisi Bank

|Views: 139|Likes:
Published by low profile

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: low profile on Jan 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2011

pdf

text

original

MERGER.

, KONSOLIDASI DAN AKUlSISI BANK

(Peraturan Pemerlntah RepubUk Indonesia No. 28 Tabun 1999 tangga17 Mel 1999)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menlmbanq;

a. bahwa untuk menciptakan sistem perbankan yang sehat, efisien, tangguh dan mampu bersaing dalam efa g!obalisasi dan perdagangan bebas, diperlukan upava yang dapat rnandorong bank mernperkuat drnnva rnelalut Merger, Korisohdasi dan Akuists]:

b. bahwa mengingat Bank adalah badan usaha yang kegiatan utamanya menghimpun dan menvalurkan dana masyarakat maka ketentuan Merger, Konsolldasi dan Akuisist Bank perlu dratur secara khusus dalarn Peraturan Pemerintah.

Mengingat ;

1. Pasal 5 ayat (21 Undang·Undang Dasar 1945:

2. Und a ng·und a ng NomOI 1 3 Tahun 1 968 (BN No. 1723 hat. 5A ·14A) lentang Bank Sentr al (Lembar an Negar a Tahun 1 968 Nomor 63. Tarnbahan Lembaran Negara Nomor 28651;

3. Undang-undang NomOI 7 Tahun 1992,(BN No. 5240 hal. 7B· 10B dstJ tentang Perbankan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 3 1. Tam bahan l.ernbaran Negar a Nomor 34721 seba- 9 aimana tel ah diubah dengan Undang·undang Nomor 10 Tahun 1 998 (BN No. 6240 hal. 4B·' OB dst) (Lembar an Nagar a 1 998 Nornor 182, Ta mbahan Lembar an Negara Nomor 3790);

r> Undang·undang NomOI 1 Tahun 1995 (8N No. 5686 hill. 18- 218) tent<lng Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 13. Tambahan Lembaran Nagara Nomor 3587);

5. Undang·undang NomOI 8 Tahun 1995 (8N No. 5790 hM. 58- 228 dstJ tentang Pasar Modal (lembaran Nagara Tahun 1995 Nomor 64. Tambahan Lembaran Negara Nomor 360B):

6. Peraturan Pemcrintah Nomor 27 Tahun 199B (BN No. 6732 hal. 708-148) tontanq Penggabungan, Peleburan, dan Pengo ambilahhan Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 40. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3741).

MEMUTUSKAN:

Manetapkan :

PE~ATURAN PEMERINTAH TENTANG MERGER, KONSOLIOASI, DAN AKUISISI BANK.

8ABI KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Pemerintah ini yg dimaksud denqan :

1. Bank adalah Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang·undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sabaqaimana telah diubah denqan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998;

2 Merger adalah penggilbungan dan 2 tdua) Bank atau leblh, dengan cara tetap marnnertahankan berdirinva salah satu

_'-- Bank dan rnernbuharx an Bank-bank larnnva tanpa rnehkurdasi terlebrh dahulu;

KOllsohdasi arlnlah penggabunoan dan 2 [dua) Bank atau lebih, dengan c ar a rnerrdmk an Bank baru dan membvborkao Bank·bank tersebut tanpa rnehkuidasi terlebih dahulu;

4. AkUlsisi adalah Ilengambllahhan kepemilikan suatu Bank Y<lng rnanqaktbntk an ber ahhrwa pengendahan terbadap Bank;

5. Pengendallan adalab kernarnpuan untuk rnansntukan, baik secara langsung rnaupun tidak langsung dengan care apapun, pcngelolaan dan atau kebiJaksanaan Bank;

6. Saham Bank adalah bukti penyetoran modal a1<,S nama perneqanqnva bagl Bank yang berbentuk Psr seroan Terbatas atau bent uk lain Yimg disamakan dengan saharn bagl B,1nk yang berbentuk badan hukum larnnva.

Pasal 2

Merger dan Konsohdas' sebagalmana dimaksud dalam Pasal 1 mengaklbatkan :

a. pemegang saham Bank yang melakukan Merger atau Konso· hdasl menlad, pemegang saham Bank hasil Merger atau Bank hasil Konsolidasl;

b. akllva dim p,lsiva Bank yang melakukan Merger atau Konso· lidasi. beralih karena hukum kepada Bank 11asll Merger atau Bank has,l Konsolidasi.

Business News 6316/28-5-1999

BAB II

SYARAT-SYARAT MERGER. KONSOLIDASI DAN AKUfSISI Pasal 3

Merger, Konsolidasi dan Akuisisi Bank dapat dilakukan

etas :

a. lnisiatif Bank yang bersangkutan; atau

b. permintaan Bank Indonesia: atau

C. inisiati! badan khusus yang bersifat sementara dalam rangka penyehatan perbankan.

Pasal4

(1 ) Merger, Konsolidasi dan Akuisisi Bank yang dllakukan atas inisiatif Bank yang bersangkutan, wajib terlebih dahulu memperoieh izin dari Pimpinan Bank Indonesia.

(2) Kewajiban untuk terlebih dahulu memperoleh izin dari Pirnpinan Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam ayat ~ I). berlaku pula untuk Merger dan Konsolidasi yang dilakukan atas inisiati! badan khusus yang bersilat sementara datarn ranqka penyehatan perbankan.

Pasal5

Merger, Konsolidasl dan Akuisisi Bank dilakukan dang an

memperhatikan : .

a. kepentingan Bank, kreditor, pemagang saham minoritas dan karyawan Bank; dan

b. kepentmgan rakvat banyak dan persaingan yang sehat dalam melakukan usaha Bank.

Pasal 6

II! Merger. Konsofidasi dan Akuisisi tidak mengurangi hak pemegang saham minoritas untuk. menjual saharnnva dengan harga yang wajar.

121 Pemegang saham minoritas sebagaimana dimaksud dalam aya! 111, hanya dapat menggunakan haknya agar saham yang dimihki dibefi oleh Bank dengan hargs yang watar sesuai dengan ketsntuan Pasal 55 Undang·undang Nomor 1 Tahun 1995 tenlilng Perseroan Terbatas.

13) Pelak sanaan hak sebaqaunana dimaksud data m avar 121. tidak menghentikan proses pelaksanaan Merger. Konsohdasi dan AkulSisl.

Pasal7

11) Merge(, Konsolidasi dan Akuisisi hanya dapat dilakukan dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham bagi Bank yang berbentuk Perseroan Terbatas atau rapat sejerus bagi Bank yang berbentuk hukum lainnya.

(21 Merger, Konsolidasi dan Akuisis] dilakukan berdasark an kcputusan Rapat Umum Pemeg<lng Saham yang dihadiri oleh pemegang saham yang rnawahki sekurang-kurangnya 3,4 {tlga per empatl bagian dari jumlah seluruh saham dengan ha~ suara yang sah dan drsatujui oleh sekur anqkurangnya 3/4 (t'ga per em pat) baqran dan [urnlah suar a pemegang s aharn yang hadir.

~3) Bag' Bank yang berberituk Per saroan Terbuk a. datarn '1<'11 parsvaratan sabaqarrnana drmak surt d<1l"rn avat ,21 tld.lk tcrcapar, rnaka svarat kehadrran dan pengilmbilan keputusan ditetapkan sesuai dengan per atur an perundanq-undanuan yang berlaku dl bidang Pasar Modal.

Pasal 8

Untu~ dapat memperoleh izin Merger atau Konsolidasl, wajib dipenuht persvar atan sebagai berrkut :

a. Telah memperoleh persetuiuan dad Rapat Umllm Pemegang Saharn bagl Bank yang berbentuk Perseroan Terbatas atau rapat sejenis bagi Bank yang berbentuk hukum lainnva sebagaimana drrnaksud dalam Pasal 7.

b. Pada saat terjadmya Merger a\au Konsolidasl. juml<lh aktlva Bank has,1 Merger atau Konsol,dasi tidak melebihl 20% Idua puluh per seratuSj daro jumlah aktiva snluruh Bilnk dl Indonfl· sla.

C. Permodalan Bank hasll Merger atau Konsolldasl harus "'erne nuhi ketentuan rasio kecukupan modal yang d,\etapkan tlleh Bank. IndoneSI".

d. Calon anggOla OlrekSI dan Dewan KOffilsaros yang dltunluk tldak tercantum dalam daftar olang yang melakukan perbuatan tercela dl bidang palbankan.

I

f~r 111

Pasal9

,IIkuisisi Bank dilakukan dengan cara mengambil alih seluruh atau sebagian saham yang mengakibatkan berahhnya pengendalian Bank kepada pihak yang mengakuisisi. Pengambilalihan saham Bank baik secara langsung maupun melalui Bursa Efek, yang mengakibatkan kepemilikan saham oleh pemegang saham perorangan atau badan hukum menjadi lebih dari 25% (dua puluh lima per seratus) dari sa ham Bank yang telah dikeluarkan dan mempunyai hak suara. dianggap mengakibatkan beralihnya pengendalran Bank sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). kecuali yang bersangkutan dapat membuktikan sebaliknya. . Pengambilalihan saham Bank yang rnenqakibatkan kepernilikan saham oleh pihak yang mengambil alih menjadi 25% (dua puluh lima per seratusl atau kurang dari saham Bank yang telah dikeluarkan da~ mempunyai hak suara dianggap tidak mengakibatkan berahhnya pengendahan Bank, kecuaf yang bersangkutan menyatakan kehendaknya untuk mengendalikan atau dapat dibuktikan bahwa yang bersangkutan secara langsung atau tidak langsung mengendalikan Bank terse but.

(3)

Pasal 10

Untuk memperoleh izin Akuisisi wajib dipenuhi persvaratan sebagai berikut :

a. Telah memperoleh persetujuan .Ra~at Umum Pemegang . Saham dari Bank yang akan diakuisisi atau rapat serems dan

~. Bank yang berbadan hukum bukan Perseroan Terbatas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7.

Pihak yang melakukan akuisisi tidak tercantum dalam daftar orang yang melakukan perbuatan tercela di bidang perbankan,

c. Dalam hal Akuisisi dilakukan oleh Bank. maka Bank w31'b memenuhi ketentuan mengenai penyertaan modal oleh Bank yang diatur oleh Bank Indonesia.

(1)

BAB III

TATA CARA MERGER

Pasal 11

Direksi Bank yang akan menggabungkan diri dan menerirna penggabungan masing-masing menyusun usulan rencana

MM~~ .

Usulan sebagaimana dirnaksud dalam avat (11 wajib mendapat persetujuan Komisaris dan sekurang-kur angnya mernuat :

(2)

a.
b.
c.
d.
e.
.r< f. nama dan ternpat kedudukan Bank yang akan molukukan Merger;

alas an serta penjelasan masing-masing Direksi Bank yan~J akan rnelakukan Merger dan per svar atan Merger;

tata car a konversi saham dart rnasinq-rnasinq Bank Yim!) akan melakukan Merger terhadap saharn Bank hasil Merger;

rancangan perubahan Anggaran Dasar;

neraca, purhitungan laba rugi yang meliputi 3 (tlgal tahun buku terakhir dari sernua Bank yang akan melakuk an Merger. dan

hal-hal yang perlu diketahui oleh pemegang saharn masing-masing Bank. antara lain ;

') neraca proforma Bank hasil Merger sesuai denqan standar akuntansi keuangan. serta perkiraan mengenai hal-hal yang berk aitan dengan keuntungan dan kerugian serta masa depan Bank yang dapat diperoleh dari Merger berdasarkan hasil penilaian ahli yang independen;

2) c ar a penyelesaian status karyawan Bank yang ak an melakukan Merger;

3) cara penyelesaian hak dan kewajiban Bank terhadap

pihak ketiga; . .

4) cara penyelesaian hak-hak pemegang saham mmontas;

5) susunan, gaji dan tunjanqan lain bagi Direksi dan Korrusaris Bank basil Merger;

6) perkiraan jangka waktu pelaksanaan Merger;

7) laporan mengenai keadaan dan jalannya Bank serta hasil yang telah dic apai:

8) kegiatan utama Bank dan perubahanselama tahun buku yang sedang berjalan;

9) rincian masalah yang urnbui selama tahun buku yallg sedang berjalan yang mempengaruhi kegiatan Bunk;

10) nama anggota Direksi dan Komisaris; dan

, l' .... -:i _1-:,:-" ~'.~:~;:r,C'~~ 1_:- '-"~;i ....... -:c-,..,ta r.j"rl~ .... ; ~., ....

,<Ui.lj,jtili'::;,

98

Pasal 12

Dalam hal Bank akan melakukan Merger tergabung dalarn 1 (satu) grup atau antar grup. us ulan rencana Merger memuat neraca konsohdasi dan neraca proforma dari Bank hasil Merger.

Pasal 13

(1) Usulan sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 11 dan Pasal 12. merupakan bahan untuk menyusun Rancangan Merger yang disusun bersama oleh Direksi Bank yang akan melakukan Merger.

(2) Rancangan Merger sebagaimana dimaksud dalam avat (1). sekurang-kurangnya memuat hal-hal yang tercantum dalam usulan rencana Merger sebagaimana dirnakaud dalarn Pasal 11 dan Pasal 12.

(3) Selain hal-hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (21.

Rancangan Merger harus rnernuat penegasan dari Bank yang akan menerima penggabungan mengenai penerimaan peralihan segala hak dan kewajiban dari Bank yang akan menggabungkan diri,

Pasal 14

(1) Sebelum pernarqqilan Rapat Umum Pemegang Saham masing-masing Bank, Direksi berkewajiban untuk mengumumkan ringkasan Rancangan Merger selambat-Iambatnya :

a. 30 (tiga puluh) hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham dalam 2 (dua) surat kabar harian yang berperedaran luas;

b. 14 (empat betas) hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham kepada karyawan Bank secara tertulis.

(2) Khusus untuk Bank Perkreditan Rakyat yang asetnya kurang dari Rp 10.000.000.000.00 (sepuluh miliar rupiah). pengumuman sebagaimana dirnaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan dengan cara lain.

(1)

Pasal 15

Rancangan Merger sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 berikut konsep Akta Merger. wajib disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saharn masing-masing Bank. Konsep Akta Merger yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham s ebaqairnana dirnaksud dalarn ayat (11. dituanqkan dalam Akta Merger yang dibuat dl hadapan Notaris dalarn bahasa lndonesra.

(2)

Pasal I G

(1) Setelah memperoleh persetuiuan Rapat Umum Pemegang Saham untuk melakukan Merger. Direksi masinq-rnasinq Bank secara bersama-sarna menqaiuk an pcrmohonan ilin Merger kcpada Bank Indonesia denqan ternbusan kepada Menteri Kehakiman.

(2) Permohonan izin Merger sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diajuk an dengan melamprrkan Akta Perubahan Anggaran Dasar beserta Akta Merger.

(3) Persetujuan atau penolakan atas permohonan izin Merqor sebagaimana dimaksud dalam avat (1), diberikan oleh Bank Indonesia dalarn waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak uermohonan diterima sec ar a lenqk ap.

(4) Apabila dalarn batas waktu sebaqairnana dirnaksud dalarn ayat (3) Bank Indonesia tidak memberik an tanggapan atas permohonan izin Merger. maka Bunk indonesia dianqqap telah menyetujui permohonan rzm Merger.

(5) Dalam hal perrnohonan duolak. mak a penolak an tersebut harus diberitahukan kepada pemohon sec ar a tertulis beserra alasannya.

(6) Tembusan persetujuan atau penolakan sebagaimana drmaksud dalam ayat (3) disampaikan kepada Menteri Kehakiman.

Pasa: 17

(1) Dalam hal perubahan Anggaran Dasar Bank hasil Merger memerlukan persetujuan Menteri Kehakiman. maka bersamaan dengan pengajuan permohonan izm Merger kepada Bank Indonesia. Direksi Bank hasil Merger mengajukan permohonan psrsetujuan perubahan Anggaran Dasar kepada Menteri Kehakiman.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam avat (1~. diajuk an secara tertulis dengan rr.elarnpirk an :

a. Akta Perubahan Anggaran Dasar: dan

b. Akta Merger.

(3) Mentell Kehakirnan hanya dapat memberikan per se tujuan

... + ... ,... ..., ..... :",j""'."h., .... "nr.J0.'~:""''''' n'"! .... ~ .. D;-"",!Lc. h;~C"''' "~I"\"n~r ~l"\t~I.""", :-.i.;.:I;:'';:8:~h lC~~~:.JS':::-", ;::;. .• .' _'_ oJ:;: t~~:1 [Ll.~' Ij'" -; ,·',:_':_l::.

(4) Persetujuan atau penallkln Mentar! Kehlkimln atas perrnohonan seblgaimana dimaksud dalarn aVlt (I), diberi· kin dalam waktu paling lama 14 (empa! belas) hari setelah d-perolehnva izin Merger dari Bank Indonesia.

(51 Oalam hal permohonan ditotak, maka penolakan tersebut harus diberitahukan kepada pemohon secara tertulis beserta alasannya.

Pasal 18

Oalam waktu paling lama 30 Itiga puluh) hari sejak Akta Perubahan Anggaran Dasar memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman, Drreks: Bank hasil Merger wajib mendaltarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar dalam Oaf tar Perusahaan dan mengumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik lndoneS'(I.

Pasal 19

(11 Dala m hal perubahan Anggar an Dasar Bank hasil Merger tidak memerlukan persetujuan Menteri Kehakiman, rnaka dalam jangka waktu paling lama 14 lempat betas} hari terhitung seiak Rapat Umum Pemegang Saharn, Diraksi Bank hasil Merger wajib melaporkan Akta Merger dan Akta Perubahan Anggaran Dasar tersabut kepada Menteri Ke· hakiman.

12) Menteri Kehakiman hanya dapat manqeluarkan surat tanda penerimaan laporan sebagaimana dim a ksud da la m ayat (l), setelah diperolehnya izin Merger dari Bank Indonesia.

13) Direksi Bank hasil Merger dalam jangka waktu paling lama 30 Illga puluh) hari terhitung sejak penerimaan laporan oleh Menten Kehakiman sebagaimana dimaksud dalam ayat (21, wajrb mendaftarkan Akta Merger dan Akta Perubahan Anggar,1n Dasar dalarn Oaf tar Perusahaan. serta mengumumkan dalam Tambahan Berita Negara.

Pasal 20

11 ) Apabrla Merger dilaks a nakan sasuai dengan ketentuan sebilg a' mana dim aksud dalam Pasal 1 7. rna ka Bank yang mcnggabungkan diri bubar demi hukum, terhitung sejak tanggal persetujuan Menteri Kehakiman atas perubahan Anggaran Oasar.

12) Apahila Merger ollilksanakan sesual dengan ketentuan sebaoaimana dimak sud dalam Pasal 19, rnaka Bank yang men{Jgailungkan dlrl bubar demi hukum, terhitunq sejak tanggal penda+taran Akla Merger dan Akta Perubahan AnggMan Dasar (j,llam Oaf tar Perusahaan.

{31 Bank yang rnernpunvai bontuk hukum selain Perseroan Terbatas, berlakunva Merger dan bubarnvc Bank yang menqqnbunqk an diri mula' berlaku terhitung sejak tanggal per setujuan perubahan Anggaran Dasar Bank hasil Merger dari pejabut y,ong berwenang sesuai dengan peraturan perundanq-undanqan yang barlaku.

III

P(lsa121

Terhitung sej;:lk tanggal penandatanganan Rapat Umum Pemegang Saham alas Akta Merger sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayal 121, Oireksi Bank yang menggabungkan diri tidak dapat rnelakuk an perbuatan hukum berkaitan dengan aset Bank yang ber sanqkutan, kecuali dalam ranqk a pelaks anaan Merger.

t'elangg¥an terhadap ketentuan sebaqairnana dimaksud dalam ayat 11 ) mcrupakan tanggung jawab Dlreksl Bank yang bill sang k utan.

111

Pasal22

Direksi Bank hasil Merger wajib mengumumkan hasi! Merger dalam 2 (dual surat kabar harlan yang be,peredaran luas palmg lambat 30 Olga puluhJ ha" terhitung seJak tanggal berlakunya Merger.

Khu~us untuk Bank Perkredltan Aakyat yang asetnya kmang dari Ap 10.000_000.000.00 Isepuluh miliar rupiah!. pengo umu man sebag aimJ na dimak sud dalam ayat {I 1 dapat dilakukan dengan cara lam.

121

(1 )

BAB IV

TATA CARA KONSOLIDASI

Pasal23

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Pasa( 12. Pasal 13. Pasal 14. P~sal 15 dan Pasal 22 berJaku juga untuk Konsolidasi Bank_

Akta Konsolidasi yang dibuat sebagalrnana dimaksud dalam rJ~~! 15 ::lyat (2). :;c'_- .. ;..:.!: Ja~~r pcn~b,-,,'J': /,,:::.:. r ~ndirian Bank hasi! Konsolidal>'.

(2)

IS Business News 631 6/2B·5-1 999

10B

Pesel24

(1) Delam waktu yang bersamaan dengan pengejuan '%In Konsolidasi kepada Bank Indonesia. Direksi Bank ha.il Konsolidasi wajib mengajukan permohonan persetuiuar. Akta Pendirian Bank hasil Konsolidasi kepada Menteri Kehakiman dengan tembusan kepade Bank Indonesia.

(21 Permohonan izin Konsolidasi sebagaimana dimaksud dalam ayat ~ 11. diajukan dengan melampirkan :

a. Akta Pendirian Bank hasil Konsolidasi;

b. Akta Konsolidasi.

Pasal25

11) Menter; Kehakiman hanya dapat memberikan persetujuan atas permohonan Akta Pengesahan Pendirian Bank hasil Konsolidasi setelah terlebih dahulu memperoleh izin Konsolidasi dad Bank Indonesia.

12) Persetujuan atau penolakan Menteri Kehakiman atas permohonan pengesahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1 J. diberikan dalarn jangka waktu paling lama 14 (ernpat belas) hari setelah diperolehnya izin Konsotidasi dari Bank Indonesia.

(3) Apabila dalam batss waktu sebagaimana drrnaksud dalarn ayat (2) Menteri Kehakiman tidak memberikan tanggapa'" atas permohonan pengesahan, rnaka Menteri Kehakiman dianggap telah menyetujui permohonan pengesahan dirnaksud.

(4) Oalam hal permohonan pengesahan ditolak, rnaka penolakan tersebut harus diberitahukan kepada pemohon secara tertulis beserta alasannya.

Pasal26

Dalam waktu paling lama 30 (tiga puluhl hari sejak Akta Pendirian Bank hasil Konsolidasi memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman. Direksi Bank hasil Konsolidasi wajib mendaftarkan Akta Pendirian Bank hasil Konsolidasi dalam Daltar Perusahaan dan mengumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.

Pasal27

Bank yang rneleburkan dlri bubar terhitung sejak Akta Pendirian Bank hasi! Konsolidasi disahkan oleh Menteri Kehakiman,

Pasal28

~ 1) Terhitung seiak tanggal penandatanganan Akta Konsolidasi, Direksi Bank yang meleburkan diri dilarang melakuk an porbuatan hukum berkaitan dengan aset Bank yang bersangkutan, kacuali dipertukan dalam rangka pelak anaan Konsolidasi.

(2) Pnl<lnggaran terhadap ketentuan sebanarmana dimaksud dalam avat (1 J. merupakan tanggung jawab Direksi Bank yang bersangkutan.

(11

BAB V

TATA CARA AKUIS!SI

Pasal29

Pihak yang alean mengakuisisi menyampaikan rnsksud untuk melakukan Akuisisi kepada Dlreksi Bank yang akan diakul' sisi.

Direksi Bank yang akan diakuisrsi dan pihak yang akan menqakuisisi rnasinq-rnasinq menyusun usulan rene ana Akuisisi.

Usulan sebagaimana drmaksud dalam avat 11 L masmg· masing wajlb mendapat persetu)uan Komisarls Bank yang akan dlakuisisi dan yang mengakuisisl alau lembaga serupa da" piak yang mengakuislsi dengan memuat sekurang· kurangnya :

a. nama dan tempat kedudukan Bank serta badan hukum lain, atau identitas peroranC'Ja~ 'lang melakukan AkuISISI;

b. alasan serta pen)elas~n d. _ mas,ng DirekSI Bank

pengurus badan hukum a,.'u perorangan yang melaku· kan Akuisisi.

c. neracil. perhitungan laba rugi yang mellputi 3 Itiga) tahun buku terakhir, terutama perhitungan tahunan tahun buku terakhir darl Bank dan badan hukum lain yang melakukan Akuisisl;

d_ tata cara konversi saham dari masing·masing pihak yang melakuan Akuisisi apabila pembayaran Akuisisi dilakukan dengan saham;

e. rancangan perubahan Anggaran Dasar Bank hasil Akusisl;

f. jumlah saham yang akan diakuisisi;

g. kesiapan pendanaan;

h. cara penVelesaian hak·hak pemegang saham mmOfltas;

cara ~ S :-j,' ~:.:..:..;. i ~:': :; ~J tu~ k.3:'. ':_:·r·' ~~~.; :"~ . .Jr".\. y .1nJ ;;:;'~.j"j

diakuisisi;

j. perkiraan jangka waktu pelaksanaan Akulsis,.

121

(3)

f'asa130

Usulan sebagaimana dimalc.sud dalam Pasal 29 merupaken bahan untuk menyusun Rancangan Al<.uisisi yang disusun befsama antara Direksi Bank yang akan dlakuisisi dengan pihak yang akan mengakuisisl.

Pasal31

Rancanqan Akuisisi sebagaimana dimaksud dalem Pasal 30 sekurang-kurangnya memuat I'Ial·hal yang tercantum dalam usulan rencana Akuisisi sebaqaimana rlimaksud dalam Pasal 29

Pa:>a! 32

(1) Sebelum pemanggilan Rapat Urnum P'!megang Saham rnasing-masing Sank, Olreksi berxew;)jlban untuk mengumumkan rinqkas an Rancangan A !<. 1.:0 SIS I selambat·lamblltnya :

a. 30 (tiga puluh) hari sebelurn Hapat Umum Pemegang Saham dalam 2 Idua) surat k ahar harlan yang beroerederan luas:

b. 14 (emp,1t belas) hari sebeiurn Rapat Umum Pemegang Saham kspada karyawan Bank secare tertulis.

(2) Khusus untuk Bank Perkreditan Rakyat yang asetnya kurang dari Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah), pengumuman sebaqairnana dlmi)~~\h~ dalarn ayat (1) dapat

dilakukan denqan cara falil. .

Pasal33

Rancangan Akuisrs! barikut konsep Akta Akuisisi wajib mendapatkan persetujuan dad ;

a. Rapa! Umum Pemegang Saham Bank yang akan diakuisisi; dan

'l. pihak yang al<.an melakukan Akuisisi.

Pasal34

Rancangan Akuisisi berikut konsep Akta Akuisisi yang telah disetujui sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 dituangkan dalam Akta Akuisisi.

Pasal35

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.

Pasal 17, Pasat 18, Pasal 19 dan Pasal 22 bertaku pula untuk Akuisisi.

(1) 12)

Pasal36

Akuisisi Bank mula; berlaku sejak tanggal ponandatanganan Akta Akuisisi.

Akta Akuisisi dibuat dan ditandatangani setelah adanya itin Akuisisi dari Bank Indonesia.

(11

BAS VI

KEBERATAN ATAS MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK

Pas,,137

Kfeditor dan para pemegano saham rninorltas dapat rnenqajukan keberatnn kepada Bank paling lambat 7 (tujuhl had sebelum pernanqqilan Rapat Umum Pemegang Saham yang akan rnernutus mengenal r encana Merger, Konsolidasi dan AkUlsisi yang telah dituanqkan dalarn Ranc,1ngan tersebut. Apabrla dalarn langka waktu sebaqairnana dimaksud dalarn avat (11 kredftor dan para Ilemegallg snham minoritas trdak mengajukan keberatan, mak a kred.tor dan pemegang saharn minoritas dlanggap menvetujui Merger, Konsolidasi dan Akuisisi.

Keberatan krennor dan pemegang saham rninoritas seba- 9 a I mana di rnaks ud dalarn avat (ll. disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham guna rnendapat penvelesaran.

Selarna penvelesaran sebaqairnana dimaksud dalam ayat (3) beJum tercepai, make Merger, Konsolidasi dan Akuisisi tidak dapat dilaksanakan.

(3)

(4)

(1)

BAB VII KETENTUAN LA!N·LAIN

Pasal38

Dal<lm melaksanakan tugilsnya dalam ral1gk'l Merger. Kon· solidasi dan Akulsls,. Dircks; bertindak semata ·mati! untuk kepentlflgan Bank_

Dalam hal UHladl benturan kepentingan af1tara Sank dan Direksi, maka Dlreks; wajl\) mengungkapkan hal lerscbu! dalam usulan tencan'l dan Raneangan Merger. Konsohdasl dan Akuisisi.

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan avat (21 berlaku pula bagl Kom~s<lris.

12)

(3)

Business News 6316/28·5· 1999

11 B

Pasal39

Persyaratan dan rata cera Merger, Konsolidasi dan Akuisisl yang belum diatur dalam Peraturan Pernerintah ini, diatur lobih taniut oleh PImp' nan Bank Indonesia.

Pasal40

11 j Akuisisi Sank yang dilakukan tanpa tBrlebih dahulu rnemperoleh illn dari PlmpiMn Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dmvatakan tidak s ah, dan plhak yang rnelakukan AkUlsrsi dllalaf1g melakukan tindakan-undaken sebdgai t:emilgang saham Bank.

(2) Bank yang b,Jrsang)(utan dilaranq melakukan penc atatan alas Akuisisi dan atau rnemoerikan hak·hak sebagai pernegang saham kspada pihak yang meiakukan Akuisisr dimaksud.

(3l Pelangga,an terhadap katentuan sebagaimana dimaksud da!am avet 121. dikenakan sanks] administratif oleh Bank Indonesia sebaoairnana oratur dalam Pasal 52 avat 121 Undang·undang Nornor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang·undang Nomor 10 Tahun 1998.

BAB WI KETENTUAN PERALIHAN Pasa! 41

BanI< yang pada saat rnulai berlakunya Peraturan Peme· tintah ini talah :

8. memiliki perselujuan prinsip Merger atau Konsotidasi dari Menteri Keuangan; atat.

b. mengajukan permohonan persatujuan at as okta perubahan Anggaran Oasor kepada Mentari KeMkiman dan belum mernperoteh persetujuan; atau

c. mernperoleh persetujuan atas akta perubahan Anggaran Dasar dari Menteri !(ehakiman,

wajib memperoleh izin Merger atau Konsolidasi dan Bank tndonesia sesuai Peraturan Pemerintah ini.

P~sal 42

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mUlai berlaku, semu". peraturan pelaksenaan yang_ berk aitan dengan Merger, Konsoudas! dan AkulSISI Bank rnasih tetap berlaku sepaniang tidak oerternanqan dan beium dicabut atau dlganti berdasarkan Peraluran Pemerintah ml,

BAB1X KETENTUAN PENUTUP Pas.al 43

Bank yang berbernuk hukurn Perseroan Terbuka bertaku Peraturan Pernerintah iru, kecuali diatur lain dalam peraturan penmdanq-undanqan vong berlaku di bldang Pasar Modal.

Pasal 44

Ketenruan dalam Peraturan Pemerintah Ini sepenuhnya berlaku untuk Baf1k yang tidak berbontuk Perseroan Terberas sepanjang tidak. bertsntanqan dengan peratur on perundartqundangan yang bertaku di bidang Koperasi dan Perusenaan D~erah.

Pasal 45

Ketentuan leblh lanjut bagi pelaksanaan Paraturan Pemerintah Inl diatUl oleh Bank Indonesia.

P'lsai 46

Peratuean Pcmerintah I!'.I mu!ai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya. memennlahkan pengundangan Peraturan Pernetiruao ini dengan penernpatannva dalam Lembaran Negara Republik indcnesra.

Ditetapkan d, Jakarta

pad a tanggal 7 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ltd BACHARUDDIN JUSUF HABISIE

Diundangkan dl J~karta pada tanggal 7 Mel 1999

MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA RI IllI

AKBAR TANDJUNG

LEMBARAN NEGARA REPU8L1K INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 61

PENJELASAN ~

PENJELASAN AlAS

PE!"IATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999

TENTANG

MERGER. KONSOLIOASI DAN AKUISISI BANK

UMUM

Perbankan memiliki peran yang strateqts karana lungsi utama perbankan sebagai penghimpun dan penvalur dana rnasvarakat dalarn rangka menunjang perekonomian nasionat. Dalam kehidupan parakonomian yang semakin terbuka dan berkembang cepat, dibutuhkan layanan jasa perbankan yang semakin luas, baik dan berkualitas.

Sehubungan dengan hal tersabut diperlukan sistem perbankan yang sehat, elisian dan mampu bersaing dalam era globalissi dan perdagangan bebas.Untuk itu perbankan perlu didorong untuk memperkuat dirinya melalui berbagai upava, antara lain Merger, Konsolidasi dan Akuisisi. Sinergi antara dua bank atau tebih dapat terjadi akibat dari Merger dan Konsolidasi, sehingga diharapkan muncul bank yang kuat dengan kinerja yang labih baik. Dcmikian juga, Akuisisi bank dapat menunjang terciptanya sistem pnrbankan yang sehat dan elisien melalui masuknya investor yang mempunyai modal kuat.

Merger, Konsolidasi dan Akuisisi, yang dalam Undang-

-r> undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas drsabut dengan penqqabunqan, peleburan dan pengambilalihan, secara umum telah dlatur baik dalam Undang-und<lng tentang Perseroan Terbatas maupun dalam peraturan petaksanaanrwa, yakn; Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1998 tentang Penggabungan, Peleburan, dan Pengambilalihan Perseroan Terbatas. Dalam f'"rMuran Pemerilah J,m,)~suJ dlbuka kCfTlungkin;:ln bcrlakunya kotentuan khusus yang mengatur tentang penggabungan, petehuran, dan pflngambilalihan perseroan untuk bid,mg,tJidang tertentu. sapor n Perbankan dan Pasar Modal. H,ll iru diperkuat ';~.j-I~"""I' ~"L!nn~i II,;.IJLJI y ~ ~ ...... mu; 7" T ..... : lun 1892 tt;!'l L~~, j~ ~i,'i lJ.J1 '~d.n sebaqaimana tclah diubah dengan Undang -undanq Nomor 10 Tahcn 1998 yang menetapkan perlunva pcngaturan Merger, Konsohdusi dan Akuisis. Bank dalam Peraturan Pernarintah.

Pcngaturan mcngenai Mcrgor, Konsolidasi dan Akuisisi S<lnk dalarn Pcraluran Pernenntah ini drrnaksudkan t.:n!lJ~ lubih memlJ.erikan kepasuan hukum dan kernunahan bagi Bank yang ekan melakukan Mllrger, Konsolidasi dan Akuisisi.

PASAL OEMI PASAL

Pasal !

Cukup jelas

Pa5al2 Huruf a

Cukup jelal

Hurufb

Yang termttSuk dalam pengenian .aktiva dan plIsiva Bank meliputr seluruh hak dan kawajiban Bank yang tercatat da'am neraca rnaupun dalarn rekening administratif.

Pasal3 Huruf .II

Huruf b

Cukup jela:; Cukup jelas

Huru'r:

Yang dimaksud dengan badan khusus yang hersrfat sementara dnlarn rangka penyehatan perbankan adalah badan khusus schanaim a na dimaksud dalarn Pesat 37 A Und ang- undllng Nomor 7 T~hu;' 1 992 tentang Perbankan sebagaimana telah diuhah dcnuan U ndang -undanq Nomor 10 Tahun 1 998.

Pasal 4

Ayat (1) dan Avat {2)

Datarn mernberlkan iZIn Merger. Konsolidasi dan A kuiSISi. Bank indonesra akan menilai apakah pelakanaan Merger. Konsohdilsl dan A~UISj51 tersebut :

a. d"pat mer;do'ong kinerja Bank dan slstem pe(b<ln~an nasmnal;

b. tidak memmbulkan pemusatan kekuatan ckonomi pada 1 ~salUl orang atau kelompok dalam bentuk monopoli yang merugtkan masyarakat;

c tldak merugikan nJsaban Bank.

Business News 6316/28-5-1999

129

Pasal5 Huruf II

Kepentingan Bank dalam hal lni antara lain banwa ~.

Merger, Konsolidas: atau Akuisisi ditakukan dalam ranqka meningkatkan kesehatan dan atau permodalan bank.

K<lpenllngan krecuor dalam hal in! menyangkut pengembalian dana terhadap kreditor yang bersangkutan, tarrna. suk pula nasabah penyimpan dana.

Kepentmgan pemegang saharn rntncntas adatah hail: perneqanq saharn rninontas untuk menjual sahamnya kapada Bank dengan harga yang walar. Kepentingan karyawan Bank adalah hak-hak karyawan Bank sesuai dengan k erentuan d, btdang katenagakerjaan,

Hurul b

Cukup jellS -

Pasa'6

Ayat (1) sid Ayat (3) Cukup jelas

Pasal7 Ayat (1)

Untuk Bank yang berbentuk hukum Kooerasl. dirnaksud denqan rapat sej,mis adalah Rapat Anggota.

Ayat (2) dan Ayat (3)

Cukup jelas

yang i

Pasal B

Cukup jeles

Pasal9 Ayal (1)

Akulsisi Bank yang dimahud dalam pasal inl adalah Akuisisi yang d.lakukan baik secara langsung maupun melalu] Bursa Elek, dan dilakuk an baik oleh Warga Negara Indonesia dan ~t tl1 ~ ~~rl,n "'110 trr" '''rl("l.ru:~,~j~ """ ~llrllp nih,", \M~r'~ ~ N(l-C'- ··n"~ A I,~i""~ dan atau badan hukum aSll'lg.

Akuisisi yang dilakukan melalui Bursa Elak dalam pfakteknva dapat juga d,lakukan dengan maksud untuk memiliki dan rnempenqan.hi pengelolaan Bank TNhadap pihak -pihak sepp'tl In; perlu rnbenknn perlakuan yang sama dengan pihak-plhak yang melakukan Akuisisi secora langsung.

Ayat (2) dan Ayat 13)

Cukup jelas

Pasal 10

Cukup jeias

Pasal 11 Ayat III

Cukup jelas

Ayat 121

Huruf II sid Hurul e Cukup jelas

Huruf d

Rancangan perubahan Anggaran Dasar dalam hal ini hanya diwajibkan sebagill baglan usulsn aoabila Merger tarsebut menyebabkan adanya pefubahan Anggaran Dasar.

Hurul e dan Huruf I

Cukup ielas

Pasat 12

Cukup jetas

Pa'iat 13

Ayat n! sId Aya! 131 Cukup lelas

Pas al 14 Ayat {11

P~ngumum~" d' 5'''1 dimaksudk aa untuk rnernbenkan kcnernpatan keped a p'Mk-p;hak yang bO;lrkepentlngan untuk rnenqetahui adanvn r~"ca"'l M€'rgef, Konsotldasi dan Akuisisi_

Aoablla t .. ·d'C2' pih3~. yang merasa kepcntingilnnya dirugikan j,lla renc:o','- :e,;,,~·~t dd"k.~anakan. maka pihak tFJrs8bul dapat mengllluka., ~d~ - ~:, - 9c:'"' ~ membela ke pemi ng anny a

Ayat (2)

Yang dimaksud ::!f;i1~an cara lam dalam pasal in; m,,,a:' !lya dengan menem.,,1Tka:-. p<lngul'\lUfllan p(wa papan pengumumiln d (lri k~ntor kec a m~ (~" d a,) l1i kalltor Bank PerkrcJltan Aak vat yang borsanQkuta:-._

Pasal 15 Ayat 111

Konsep Akta Margf'lr bp.rillikl'm pokok isi sernua hal yang termuat dalam Rancangan Merger.

Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal 16 Ayat (1)

Untuk Bank yang berbentuk hukum setain Perseroan Terbatas, tembusan permohonan izin Merger disampaikan kepada instans, yang berwenang untuk menvetuiui perubahan Anggaran Oasar sesuai dengan peraturan perundanq-undanqan yang barlaku.

Ayat 12) sid Ayat (6) Cukup jelas

Pasa! 17 Ayat IH

Untuk Bank yang berbentuk hukum selain Perseroan Tarbatas, tarnbusan parmohonan izin Merger disampaikan kepada instansi yang barwanang menyetujui perubahan Anggaran Dasar sesuai dangan peraturan perundanq-undanqan yang berlaku.

Ayat (2) sid Ayat (5)

Cukup jelas

Pasal 18

. Yang dirnaksud dengan "Dattar Perusahaan" adalah ,--. ;ftar sebagaimana dunaksud dalam Undang-undang Nomor 3 hun 1982 tentang Wajib Daltar Parusahaan.

Pasal 19

Ayat 111 sid Aya! (3) Cukup ietas

Pasai 20

Aya! (1 I sid Ayat (3) Cukup jetas

Pasal 21 Aya! f1)

Perbuatan hukum barkaitan dengan aset Bank antara )a,n manlual, rnenqahhk an, menghapuskan, rneruarrun, rnonvewaken aset d.ln mernbenk an kred,t.

Kut(Jntuan In, udak mernbatas: kewunanqan o,rnks' untuk melakukan porbuatan nukum yllng duierluk an dalam ra"'Jka manjalankan keuiatan usaha rnenqhtrnpun dan menernpatknn dana yllnl] {k;etuIU' olch RJpat Umurn PemegilflU Saharn.

Ayat (2)

Cukup jetas.

Pasal 22 Ayat (11

Penqurnurnan di sini dimaksudkan untuk memberik an kesempatan keplld~ plhak-pihak yang berk epentinqan untuk ~engetahui bahwa telah terjadt Merger, Konsohdasr d~n Akuisrs: lat (21

Yang dirnaksud dr.ng,ln eMil l"ln dalarn nasal 111' nusalnva, dengan rnenernpatkan pengumuman pada napan. pengo umuman dari k antor kac arnatan dan d, k antor Bank Pefkredltan Rakyat vang bersangkutan.

Pasa: 23

Aya! (1) dan Ayat (2) Cukup jelas

Pasal24

Ayat (1) dan Ayat (2) Cukup jelas

Pasal 25

Avat (1) s/d Ayat (4) Cukuo [etas

Pasal 26 dan P;sal 27 Cukup jelas

Pasal 28 Ayat III

Perbuatan hukum berkaltan dengan aset Bank antara '~ain menjua!. rnenqauhkan, rnenqhepuskan, manjamm, menyewa· an aset dan memberikan kredit.

Business News 6316/28-5- 1999

138

Kelentuan ini tidak rnambatasi kewenangan oireksi untuk melakukan perbuatan hukum yang d'perlukan dalam rangka menjalankan kegiatan usaha mcnghlmpun dan rnenernpatkar. dana yang disetujut oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

Ayat (2)

Cukup jelas

Pasal29 Ayat In

Yang dirnaksud dengan • pihak" dalam hal in; daoat berupa perseroan, badan hukum lain yang bukan perseroan, atau perorangan.

Ayat (21

Untuk Bank yang berbentuk Perseroan Terbatas, ketentuan mengenai prosedur Akuisisi dalam hal ini merupakan ceruabaran lebih lanjut dari ketentuan Pasal 103 ayat (3), aYllt (4) dan ayat (5) Undariq undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, vaitu Akuisis: yang dilakukan dengan rnelibatkan olreksi 8ank, baik yang diakursrs: rnaupun yang mengakuisisi.

Ayat (3)

Hurut a

Yang dimaksud dengan "identitas" sekurang-kurangnya adafah nama lanqk ap, tempat dan tanggal lahir. pekerjaan, tempat tinggal dan kewarganegaraan orang yang bersangkutan.

Huruf b sid Huruf d

Cukup jelas

HUfUf e

Rancangan pe.unehan Anggaran Dasar dalam hal iru hanva d,wajibkan sebaqai bag,an dari usulan apabila AkulslSi tersebut menyebabkan adanya perubahan Anggaran Dasar,

Huruf f sid HUfUf j

Cukup jelas

Pasal 30 dan Pasal 31 Cukup lelas

Pasal 32

Avat (1) dan Ayat (2) Cukup lelas Pasal 33 s/d Pas"l 35 Cukup relas

Pas al 36

Ayat (t) d,ln Aya! 12) Cukup ielas

Pilsal37

Avat (1) dim Ayat (2) Cukup 1000<ls

AYill (31

Pengertlilrl penvelcsa.an dalam hill ini tidak h,'rus berarti pernbavaran k(Jrnb.1i1 p,utang seket.ka, telap, dapat lug., berupa kusepakatao tentang pcnvele sa.an k eber atan kr editor dan pernegang saham rrunoritns.

Ayat (4)

Cukup jetas

Pasal 38

Ayat (11 s/d Ayat 131 Cukup jelas

Pasal39

Cukup ielas

Pasal40 Ayat 11)

Nama prhak yang melakukan Akuisrs: tanpa terleb,h dahulu memperoleh izm P'mp,nan Bank lndonasra ndak daoar drcatat dalam dattar pemegang saham Bank.

Ayat 121

Hak·hak sebaqai pemegang saham yang dtrnakaud dalam avat m, ant ara lam adatah untuk hadir dan memberikan suara dalam Rapal Umum Pemegang Saham, serta hak untuk memperoleh devrden.

Aya! (3)

Cukup jelas

Pasal 41 sid Pasal 46 Cukup jelas

TAMBAHAN lEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NoMoR 3840

I T I

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->