P. 1
Pt Bank Artha Graha Internasional Tbk. Dan Anak an

Pt Bank Artha Graha Internasional Tbk. Dan Anak an

|Views: 350|Likes:
Published by low profile

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: low profile on Jan 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI Per 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham)

Catatan ASET Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Pihak ketiga Dikurangi : penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Penempatan pada bank Indonesia dan bank lain Pihak ketiga Dikurangi : penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Efek - efek - pihak ketiga Diperdagangkan Dimiliki hingga jatuh tempo Dikurangi : penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Obligasi rekapitalisasi Pemerintah Tagihan derivatif Dikurangi : penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Kredit yang diberikan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Dikurangi : penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Tagihan akseptasi Pihak ketiga Dikurangi : penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Penyertaan saham Dikurangi : penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Pendapatan yang masih akan diterima Beban dibayar di muka Aset tetap Dikurangi : akumulasi penyusutan aset tetap Nilai buku Agunan yang diambil alih Dikurangi : penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Aset lain - lain Aset pajak tangguhan Jumlah aset 2d, 3 2e, 2f, 4 2f, 5 2h 2g, 6 2h 2i, 7

2009 236.037 553.237 82.902 (829) 82.073 355.957 (1.110) 354.847 30.300 1.404.506 0 1.434.806 329.420 0 0 0 3.500 10.334.829 (171.965) 10.166.364 75.267 (753) 74.514 137 (1) 136 141.069 37.393 224.091 (75.292) 148.799 191.228 (15.234) 175.994 680.228 26.019 14.440.936

2008

231.298 630.250 26.370 (264) 26.106 65.528 (655) 64.873 454 824.911 (485) 824.880 302.634 712 (7) 705 37.100 8.169.109 (175.584) 8.030.625 66.861 (669) 66.192 137 (1) 136 129.108 33.592 217.778 (80.876) 136.902 122.111 (9.271) 112.840 733.255 31.721 11.355.117

2h 2i, 8 2j, 9

2c, 2k, 10 41 2h 2l, 11 2h 2m,12 2h 13 2o,14 2n,15

2p,16 2h 2q,17 2z

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini

2

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI Per 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham)

Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Kewajiban segera Simpanan Giro Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Tabungan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga 41 41 41 2s, 18 2c, 2t,19

2009

2008

52.154

38.258

20.340 1.229.038 1.249.378 4.285 715.637 719.922 291.837 9.837.634 10.129.471

17.279 1.083.468 1.100.747 10.695 715.167 725.862 276.344 7.156.478 7.432.822 3.000 (64) 2.936 155.839 66.861 14.495 34.366 9.167 58.719 60.551 1.037.827 10.738.450

Sertifikat deposito - pihak ketiga Dikurangi : Bunga yang belum diamortisasi Simpanan dari bank lain - pihak ketiga Kewajiban akseptasi pihak ketiga Pinjaman diterima Bunga yang masih harus dibayar Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi Kewajiban imbalan pasti pasca kerja Kewajiban lain - lain Pinjaman subordinasi - Pihak ketiga Jumlah kewajiban 2u, 20 2l, 21 22 23 2h, 24 2x, 25 26 27

0 0 0 55.108 75.267 12.152 53.048 8.389 77.027 36.573 1.030.517 13.499.006

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini

3

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI Per 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham)

Catatan Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan yang dikonsolidasi EKUITAS Modal saham Tambahan modal disetor Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efekefek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah tersedia untuk dijual Saldo laba (defisit) Telah ditentukan penggunaannya Tidak ditentukan penggunaannya Jumlah ekuitas Jumlah kewajiban dan ekuitas 30 30 28 29

2009

2008

90

107

950.805 418.787

651.980 419.374

2i, 7, 8

(1.908) 2.585 (428.429) 941.840 14.440.936

(1.985) 2.585 (455.394) 616.560 11.355.117

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini

4

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham)

Catatan Pendapatan dan beban operasional Pendapatan bunga Pendapatan bunga Provisi dan komisi kredit Jumlah pendapatan bunga Beban bunga Beban bunga Pendapatan bunga - bersih Pendapatan dan beban operasional lainnya Pendapatan operasional lainnya Pendapatan - bersih transaksi mata uang asing Pendapatan provisi dan komisi lainnya Keuntungan penjualan efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah Laba bersih yang belum direalisasi atas efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah yang diperdagangkan Pendapatan lainnya Jumlah pendapatan operasional lainnya Beban (pendapatan) penyisihan kerugian aktiva produktif Beban operasional lainnya Kerugian atas penjualan efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah yang diperdagangkan Rugi bersih yang belum direalisasi atas efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah yang diperdagangkan Beban administrasi dan umum Beban karyawan Beban operasi Jumlah beban operasional lainnya Pendapatan (beban) operasional lainnya Laba operasional Pendapatan non operasional - bersih Laba sebelum pajak penghasilan Beban (penghasilan) pajak Beban pajak kini Beban pajak tangguhan Jumlah beban pajak Laba setelah pajak Hak minoritas atas rugi bersih anak perusahaan yang dikonsolidasi Laba bersih Laba bersih per saham dasar (angka penuh) 2aa, 40 2z 36 2w, 32 7, 8 7, 8 33 2v, 34 2v, 31 2w

2009

2008

810.805 24.308 835.113 597.362 237.751

511.986 30.766 542.752 339.883 202.869

7.852 6.473 920 323 9.293 24.861 2.000

2.148 16.735 2.131 0 8.867 29.881 0

7, 8 7, 8 35, 41 35 35

356 824 32.786 118.601 76.208 228.775 (205.914) 31.837 458 32.295 6.036 4.046 10.082 22.213 (1) 22.212 2,59

0 1.430 33.161 105.606 65.099 205.296 (175.415) 27.454 845 28.299 8.951 2.234 11.185 17.114 6 17.120 2,91

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini

5

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham)

Saldo laba (defisit) Modal ditempatkan disetor dan Tambahan modal disetor bersih Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah tersedia untuk dijual 1.094 0 Tidak ditentukan penggunaannya Disajikan kembali (443.295) (29.219) 631.738 (29.219)

Catatan

Ditentukan penggunaannya

Jumlah ekuitas

Saldo per 31 Desember 2007 Koreksi laba ditahan Kerugian yang belum direalisasi dari efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah tersedia untuk dijual Laba bersih periode berjalan Saldo per 30 Juni 2008 Saldo per 31 Desember 2008 Kerugian yang belum direalisasi dari efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah tersedia untuk dijual Laba bersih periode berjalan Saldo per 30 Juni 2009 30

651.980 0

419.374 0

2.585 0

2i 40

0 0 651.980 950.805

0 0 419.374 418.787

(3.079) 0 (1.985) (2.091)

0 0 2.585 2.585

0 17.120 (455.394) (450.641)

(3.079) 17.120 616.560

919.445

2i 40

0 0 950.805

0 0 418.787

183 0 (1.908)

0 0 2.585

0 22.212 (428.429)

183 22.212 941.840

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini

6

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Catatan Arus kas dari aktivitas operasi Penerimaan bunga, hasil investasi, komisi dan lainnya Beban bunga dan beban keuangan lainnya Beban operasional lainnya Keuntungan kurs mata uang asing - bersih Beban umum dan administrasi Beban tenaga kerja Pendapatan non-operasional - bersih Arus kas operasional sebelum perubahan aset dan kewajiban operasi Penurunan (kenaikan) aset/kewajiban operasi: Penempatan pada bank lain Efek-efek Obligasi rekapitalisasi Pemerintah Kredit Aset lain-lain Kewajiban segera Simpanan dan simpanan dari bank lain Hutang pajak Kewajiban lain-lain Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) hasil usaha Pembayaran pajak penghasilan Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi Hasil penjualan aset tetap Perolehan aset tetap Perolehan dividen Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi Arus kas dari aktivitas pendanaan Pembayaran pinjaman diterima Pembayaran pinjaman subordinasi Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal periode Pengaruh perubahan kurs mata uang asing Kas dan setara kas pada akhir periode Pengungkapan Tambahan Kas dan setara kas terdiri dari: Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Jumlah Transaksi bukan kas Laba (rugi) yang belum direalisasi atas kenaikan nilai wajar efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah 2009 2008

854.180 (600.469) (56.347) 11.479 (22.846) (118.601) 281 67.677 (115.196) (858.676) (27.398) (517.296) 37.372 28.188 1.525.008 (2.311) (5.586) 131.782 (4.750) 127.032 692 (7.632) 2 (6.938) (1.170) (3.655) (4.825) 115.269 764.584 (7.677) 872.176

567.403 (332.608) (62.250) 3.981 (24.722) (105.606) 495 46.693 103.895 670.672 (102.677) (675.108) (118.240) (16.239) 105.815 (150) 4.147 18.808 (6.593) 12.215 369 (7.217) 0 (6.848) (1.257) (3.655) (4.912) 455 887.928 (465) 887.918

236.037 553.237 82.902 872.176

231.298 630.250 26.370 887.918

7, 8

(1.908)

(3.079)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini

7

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 1 UMUM PT Bank Artha Graha Internasional, Tbk. dan Anak Perusahaan ("Bank"), semula didirikan dengan nama PT Inter-Pacific Financial Corporation berdasarkan Akta Nomor 12 tanggal 7 September 1973 dibuat dihadapan Bagijo, S.H., pengganti dari Eliza Pondaag, S.H., Notaris di Jakarta, dengan ruang lingkup usaha sebagai lembaga keuangan bukan bank, dan Akta tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 6 tanggal 21 Januari 1975 Tambahan Nomor 47. Berdasarkan persetujuan Ketua Badan Pelaksana dan Pengawas Pasar Modal Nomor SI-124/SHM/MK.10/1990 tanggal 10 Juli 1990, PT Inter-Pacific Financial Corporation melakukan Penawaran Umum Perdana dan mencatatkan 5.000.000 lembar sahamnya dengan nilai nominal (angka penuh) Rp1.000 per lembar saham, yang merupakan 20% dari modal yang ditempatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Penawaran Umum Perdana ini telah mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal atau ’Bapepam’ (sekarang Bapepam dan LK) No. 1432/PN/1990 tanggal 10 September 1990. Berhubung tidak ada transaksi saham Bank di Bursa Efek Surabaya dan untuk melakukan penghematan, pada tanggal 9 April 1999 Bank mengajukan permohonan pembatalan pencatatan (delisting) di Bursa Efek Surabaya. Dan pada tanggal 19 April 1999, Direksi Bursa Efek Surabaya memberikan persetujuan atas permohonan pembatalan pencatatan saham-saham Bank pada Bursa Efek Surabaya. Berdasarkan Akta Nomor 67 tanggal 19 Mei 1992, dibuat dihadapan Adam Kasdarmadji, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 10 tanggal 2 Februari 1993 Tambahan Nomor 591, PT Inter-Pacific Financial Corporation berubah nama menjadi PT Inter-Pacific Bank. Pada tanggal 24 Februari 1993, PT Inter-Pacific Bank mendapatkan izin usaha sebagai bank umum melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 176/KMK.017/1993. Berdasarkan Akta Nomor 44 tanggal 13 Juni 1997 juncto Akta Nomor 8 tanggal 15 Januari 1998, keduanya dibuat dihadapan Sri Nanning, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 70 tanggal 1 September 1998 Tambahan Nomor 5056, nama PT Inter-Pacific Bank berubah menjadi PT Bank Inter-Pacific, Tbk. Sehubungan dengan program rekapitalisasi perbankan dan untuk memperkuat struktur permodalan Bank, pada 27 September 1999, Bank meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp62.500 menjadi Rp206.875 dengan mengeluarkan saham baru sebanyak 9.625.000.000 lembar saham biasa atas nama seri B dengan nilai nominal (angka penuh) Rp15 per lembar saham melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) I (dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). PUT I memberikan hak setiap pemegang 1 saham lama untuk membeli 154 saham baru dengan harga (angka penuh) Rp100 per saham. PUT I ini telah mendapat pernyataan efektif dari Bapepam melalui surat No. S-176/PM/1999 pada 24 September 1999. Pada tanggal 14 April 2005, PT Bank Inter-Pacific, Tbk., telah menandatangani Akta Penggabungan Nomor 17, dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta, dimana PT Bank Artha Graha menggabungkan diri ke dalam PT Bank Inter-Pacific, Tbk. Penggabungan tersebut berlaku efektif pada tanggal 11 Juli 2005, yang sebelumnya telah mendapat izin dari Bank Indonesia dengan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 7/32/KEP.GBI/2005 tanggal 15 Juni 2005. Berkaitan dengan penggabungan usaha (merger) tersebut, PT Bank Inter-Pacific, Tbk. telah merubah seluruh Anggaran Dasar sebagaimana dinyatakan dalam Akta Nomor 18 tanggal 14 April 2005, dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 67 tanggal 23 Agustus 2005 Tambahan Nomor 8983. Berdasarkan Akta Nomor 27 tanggal 12 Juli 2005, dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta yang telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia dengan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor 7/49/KEP.GBI/2005 tanggal 16 Agustus 2005, PT Bank Inter-Pacific, Tbk. berganti nama menjadi PT Bank Artha Graha Internasional, Tbk. Perubahan nama tersebut telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 101 tanggal 19 Desember 2006 Tambahan Nomor 13128. Pada tanggal 18 Desember 2006, Bank melakukan perubahan nilai nominal saham melalui penggabungan saham yang mengakibatkan pengurangan jumlah saham secara proporsional (reverse stock).Pelaksanaan reverse stock tersebut mengakibatkan jumlah saham pada modal ditempatkan dan disetor Bank menjadi pecahan setelah dilakukan pengurangan saham secara proporsional. Maka sebelum dilaksanakan reverse stock, Bank terlebih dahulu meningkatkan modal dasar dari semula Rp1.500.576 yang terbagi atas 81.200.000.000 saham menjadi Rp1.502.424 yang terbagi atas 81.300.000.000 saham, serta penambahan modal ditempatkan dan disetor dengan mengeluarkan saham baru yang masih dalam simpanan (portepel) kepada pihak tertentu sebanyak 2 lembar saham dengan nilai nominal (angka penuh) Rp18,48 per saham atau seluruhnya sebesar (angka penuh) Rp36,96 yang dilakukan sesuai dengan Peraturan Bapepam Nomor IX.D.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-44/PM/1998 tanggal 14 Agustus 1998, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Nomor 60 tanggal 18 Desember 2006 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 12 tanggal 9 Februari 2007 Tambahan Nomor 1265. Penambahan modal disetor sebanyak 2 lembar saham dengan nilai nominal (angka penuh) Rp18,48 per saham atau seluruhnya (angka penuh) Rp36,96 dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2007. Pelaksanaan reverse stock tersebut merupakan bagian dari rencana penambahan modal dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) guna memenuhi seluruh ketentuan Pasar Modal yang berlaku termasuk didalamnya Keputusan Direksi PT. Bursa Efek Jakarta Nomor Kep-305/BEJ/07-2004 Peraturan IA Pasal V tentang Pencatatan Saham Tambahan yang mengatur bahwa harga teoritis hasil tindakan penerbitan saham baru sekurang-kurangnya (angka penuh) Rp100 per saham. Untuk itu, Bank merubah nilai nominal saham dengan rasio peningkatan sebanyak 6 kali dari semula (angka penuh) Rp18,48 per saham menjadi (angka penuh) Rp110,88 per saham, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Nomor 61 tanggal 18 Desember 2006 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 12 tanggal 9 Februari 2007 Tambahan Nomor 147. Pelaksanaan reverse stock telah dilakukan pada tanggal 12 Januari 2007. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 18 April 2007 secara musyawarah dan mufakat menyetujui Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham sebanyak-banyaknya 840.007.286 saham biasa atas nama. Setelah proses PUT II selesai, jumlah modal ditempatkan dan modal disetor meningkat dari Rp558.840 yang terbagi atas 5.040.043.717 saham menjadi sebesar Rp651.980 yang terbagi atas 5.880.051.003 saham sebagaimana dinyatakan dalam Akta Nomor 49 tanggal 28 Mei 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 51 tanggal 26 Juni 2007 Tambahan Nomor 688.

8

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Nomor 95 yang dibuat dihadapan Masjuki, S.H., pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta, tanggal 30 Juni 2008, para pemegang saham menyetujui untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Bank dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang "Perseroan Terbatas" dan peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.J.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor KEP-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 1 Desember 2008 secara musyawarah dan mufakat menyetujui Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) III dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu kepada para pemegang saham sebesar 2.695.025.224 saham biasa atas nama. Setelah proses PUT III selesai, jumlah modal ditempatkan dan disetor meningkat dari Rp651.980 yang terbagi atas 5.880.051.003 saham menjadi sebesar Rp950.804 yang terbagi atas 8.575.076.227 saham biasa atas nama sebagaimana dinyatakan dalam Akta Perubahan Anggaran Dasar Nomor 74 tanggal 31 Desember 2008 dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Bank beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1975 dan Bank berkantor pusat di Gedung Artha Graha, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman Kaveling 52-53, Jakarta Selatan, dan per tanggal 30 Juni 2009 memiliki 33 Kantor Cabang, 37 Kantor Cabang Pembantu, 6 Kantor Kas, dan 10 Payment Point, serta 52 jaringan ATM. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank adalah sebagai berikut : 2009 Dewan Komisaris : Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Direksi : Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur Direktur : Kiki Syahnakri : Tomy Winata : Sugianto Kusuma : Suryani Purwita (Inge) : Andry Siantar, SH : Reggie Harjadi : Andy Kasih : BN Wisnu Tjandra : Henny Angelino Nangoi : Alex Susanto : Robertus Rudy Tjandra Thie : Witadinata Sumantri *) Dewan Komisaris : Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Direksi : Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Operasi Direktur Kepatuhan Direktur Kredit dan Konsumer : Kiki Syahnakri : Tomy Winata : Sugianto Kusuma : Suryani Purwita (Inge) : Andry Siantar, SH : Reggie Harjadi : Andy Kasih : BN Wisnu Tjandra : Henny Angelino Nangoi : Alex Susanto : Cecilia Limas **) : Robertus Rudy Tjandra Thie 2008

*) Masih dalam proses persetujuan dari Bank Indonesia **) Telah meninggal dunia Sebagai perusahaan publik dan guna memenuhi ketentuan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004 dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) IX.I.5, Lampiran Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Nomor KEP-29/PM/2004 tanggal 24 September 2004 tentang Pembentukan Dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, Bank memiliki Komite Audit yang beranggotakan 3 orang dan seluruhnya berasal dari pihak independen serta dipimpin oleh seorang Komisaris Independen. Susunan Komite Audit per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : Ketua Anggota Anggota : Reggie Harjadi : Andry Siantar : Wim Hero Kurniawan

Dalam tugasnya membantu Dewan Komisaris, Komite Audit memantau dan menelaah pelaksanaan aspek pengelolaan dan pengendalian, memberikan pendapat profesional yang independen terhadap laporan yang disampaikan oleh Direksi, serta mengidentifikasi hal-hal penting dan perlu memperoleh perhatian Dewan Komisaris. Komite Audit mengadakan pertemuan sedikitnya 1 bulan sekali, dimana tanggung jawabnya adalah mengawasi dan memeriksa laporan keuangan, pengendalian internal, dan proses audit. Jumlah karyawan Bank per 30 Juni 2009 dan 2008, masing-masing mencapai 2.457 dan 2.472 orang. 2 IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan asumsi dasar : 1. Dasar akrual, kecuali pendapatan bunga atas aset produktif yang digolongkan sebagai non-performing dicatat secara dasar kas; 2. Biaya historis, kecuali untuk efek-efek yang diklasifikasikan diperdagangkan dan tersedia untuk dijual dinilai berdasarkan nilai wajar, dan agunan yang diambil alih dicatat sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi.

9

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Laporan keuangan konsolidasi Bank disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 31 (Revisi 2000) tentang "Akuntansi Perbankan" yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang diterbitkan atas kerjasama Ikatan Akuntan Indonesia dengan Bank Indonesia, peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) Nomor VIII. G.7 tanggal 13 Maret 2000 dan lampiran keputusan Bapepam Nomor KEP-06/PM/2000 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, serta Surat Edaran Bapepam dan LK Nomor SE-02/BL/2008 tanggal 31 Januari 2008 Tentang Pedoman Penyajian Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Pertambangan Umum, Minyak dan Gas Bumi, dan Perbankan. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung untuk aktivitas investasi dan pendanaan, sedangkan untuk aktivitas operasi menggunakan metode langsung dengan modifikasi. b. Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan, PT Inter-Pacific Securities (‘IPS’). IPS didirikan di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1991 dan mulai beroperasi secara komersial pada saat yang sama. Adapun bidang usaha IPS adalah bergerak di bidang perdagangan surat-surat berharga (sekuritas). Kepemilikan Induk Perusahaan pada IPS pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar 99%. Jumlah aset IPS (sebelum eliminasi) per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp9.008 (tidak diaudit) dan Rp11.219 (diaudit). Hak minoritas atas laba (rugi) bersih dan ekuitas Anak Perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba (rugi) bersih dan ekuitas Anak Perusahaan tersebut. c. Transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa digunakan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 7 tentang "Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa", sebagai berikut : (i) perusahaan yang mempunyai satu atau lebih perantara (intermediaries), mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiariesdan fellow subsidiaries); (ii) perusahaan asosiasi (associated company); (iii) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor); (iv) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; (v) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam (iii) atau (iv), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Semua transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik yang dilakukan atau tidak dilakukan dengan syarat normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam laporan keuangan". d. Kas dan setara kas Kas dan setara kas dalam laporan keuangan konsolidasi terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain yang tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya. e. Giro Wajib Minimum Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008 yang diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum Pada Bank Indonesia Dalam Rupiah Dan Valuta Asing, yang mewajibkan setiap bank untuk menempatkan sejumlah persentase atas simpanan pihak ketiga untuk mata uang rupiah Giro Wajib Minimum utama sebesar 5% dan Giro Wajib Minimum sekunder sebesar 2,5%, sementara untuk mata uang asing sebesar 1%. f. Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain disajikan sebesar saldo giro, dimana untuk giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain adalah setelah dikurangi penyisihan penghapusan yang dibentuk berdasarkan penelaahan manajemen terhadap kolektibilitas masing-masing saldo giro pada bank lain. g. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain adalah penanaman dana Bank pada Bank Indonesia dan/atau bank lain berupa intervensi Rupiah Bank Indonesia, deposito berjangka dan call money. Akun ini dinyatakan sebesar nilai nominal penyetoran atau nilai yang diperjanjikan sesuai perjanjian dikurangi bunga yang belum diamortisasi dan penyisihan penghapusan. h. Penyisihan penghapusan aset Aset adalah aset produktif dan non produktif Aset produktif terdiri atas giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, kredit yang diberikan, penyertaan saham, tagihan akseptasi, tagihan dan surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan derivatif, transaksi rekening administratif serta bentuk penyediaan dana lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Aset non produktif adalah aset Bank, selain aset produktif yang memiliki potensi kerugian antara lain dalam bentuk agunan yang diambil alih, properti terbengkalai (abandoned property), rekening antar kantor dan suspense account.

10

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Penyisihan penghapusan aset dibentuk berdasarkan penelaahan manajemen terhadap masing-masing kualitas aset pada setiap tanggal laporan dengan minimum penyisihan penghapusan sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang Penggolongan Aktiva (Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan dan Macet) dan ketentuan tentang Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva sebagai acuan. Penggolongan aset produktif sebagai Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan dan Macet ditentukan berdasarkan penelaahan manajemen terhadap prospek usaha, kondisi keuangan dan kemampuan membayar dari masing-masing debitur. Penentuan kualitas aset dan penyisihan penghapusan aset mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, serta Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 7/3/DPNP tanggal 31 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, dengan perubahan terakhir melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007. Aset produktif diklasifikasikan dalam 5 kategori dengan besarnya persentase penyisihan penghapusan sebagai berikut : 1) Penyisihan umum, sekurang-kurangnya sebesar 1% dari aset produktif yang digolongkan Lancar, tidak termasuk Sertifikat Bank Indonesia dan surat hutang Pemerintah Republik Indonesia. 2) Penyisihan khusus, sekurang-kurangnya sebesar : a) 5% dari aset produktif yang digolongkan Dalam Perhatian Khusus setelah dikurangi agunan b) 15% dari aset produktif yang digolongkan Kurang Lancar setelah dikurangi agunan c) 50% dari aset produktif yang digolongkan Diragukan setelah dikurangi agunan d) 100% dari aset produktif yang digolongkan Macet setelah dikurangi agunan Aset non produktif diklasifikasikan dalam 4 kategori dengan besarnya persentase penyisihan penghapusan sebagai berikut : a) Lancar, apabila dimiliki sampai dengan 1 tahun; besarnya penyisihan 1% b) Kurang lancar, apabila dimiliki lebih dari 1 tahun sampai dengan 3 tahun; besarnya penyisihan 15% c) Diragukan, apabila dimiliki lebih dari 3 tahun sampai dengan 5 tahun; besarnya penyisihan 50 % d) Macet, apabila dimiliki lebih dari 5 tahun; besarnya penyisihan 100% Ketentuan Bank Indonesia tentang penerapan kualitas dan penyisihan penghapusan aset non produktif, mulai berlaku 12 bulan sejak Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005. Agunan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang dalam pembentukan penyisihan penghapusan aset produktif terdiri atas giro, deposito, tabungan dan setoran jaminan dalam Rupiah dan mata uang asing yang diblokir disertai dengan surat kuasa pencairan, Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Hutang Pemerintah, 50% nilai pasar yang tercatat di bursa efek pada akhir periode untuk agunan berupa surat berharga, persentase tertentu dari nilai pasar tanah, persentase tertentu dari nilai pasar dan kalkulasi biaya rumah tinggal dan persentase tertentu dari nilai pasar, kalkulasi biaya dan kapitalisasi pendapatan untuk gedung, pesawat udara dan kapal laut. Aset produktif dihapusbukukan dari penyisihan penghapusan aset produktif pada saat manajemen berpendapat bahwa aset produktif tersebut harus dihapuskan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar dan atau sulit untuk ditagih. Penerimaan kembali aset produktif yang telah dihapuskan dicatat sebagai pemulihan penyisihan penghapusan aset produktif yang bersangkutan pada saat diterima kembali. Jika jumlah yang diterima kembali lebih besar daripada nilai pokok, kelebihan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. Estimasi kerugian untuk komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit disajikan di sisi kewajiban pada neraca . i. Efek-efek Efek-efek terdiri dari saham, Sertifikat Bank Indonesia, Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah (termasuk obligasi rekapitalisasi Pemerintah Indonesia) dan wesel ekspor. Efek-efek diklasifikasikan berdasarkan tujuan manajemen pada saat perolehan, sebagai berikut : 1) Untuk diperdagangkan dinyatakan berdasarkan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat perubahan nilai wajar dilaporkan dalam laba rugi tahun berjalan. 2) Untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi (ditambah) dengan amortisasi premi (diskonto). 3) Tersedia untuk dijual dinyatakan berdasarkan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat perubahan nilai wajar tidak diakui dalam laporan laba rugi berjalan melainkan disajikan secara terpisah sebagai komponen ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut dilaporkan dalam laporan laba rugi pada saat realisasi. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang berlaku. Pemindahan efek antar kelompok dicatat sebagai berikut : 1) Efek yang dipindahkan dari kelompok diperdagangkan, laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggal transfer telah tercatat sebagai penghasilan dan oleh karena itu tidak boleh dihapus. 2) Efek yang dipindahkan ke kelompok diperdagangkan, laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggal pemindahan diakui sebagai penghasilan pada saat tersebut. 3) Efek yang dipindahkan ke kelompok tersedia untuk dijual dari kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, laba atau rugi yang belum direalisasi diakui dalam kelompok ekuitas secara terpisah pada tanggal pemindahan kelompok. 4) Efek yang dipindahkan ke kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dari kelompok tersedia untuk dijual, laba atau rugi yang belum direalisasi tetap dilaporkan dalam komponen ekuitas dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama sisa umur efek tersebut. Untuk menghitung laba atau rugi yang direalisasi, biaya perolehan efek ekuitas ditentukan berdasarkan metode biaya perolehan rata-rata, sedangkan biaya perolehan efek hutang yang dimiliki hingga jatuh tempo ditentukan berdasarkan metode identifikasi khusus. Penurunan nilai efek-efek yang bersifat permanen dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi periode berjalan. Penyisihan penghapusan disajikan sebagai pengurang dari akun efek-efek.

11

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) j. Tagihan dan kewajiban derivatif Tagihan dan kewajiban derivatif disajikan sebesar keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi yang berasal dari kontrak derivatif untuk tujuan trading atau lindung nilai atas arus kas, nilai wajar mata uang asing, dan investasi bersih pada kegiatan usaha di luar negeri. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara nilai kontrak dengan nilai wajar instrumen derivatif pada tanggal laporan. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa.

Keuntungan atau kerugian dari instrumen derivatif diperlakukan sebagai berikut : (i) Keuntungan atau kerugian dari instrumen derivatif lindung nilai atas nilai wajar saling hapus (offsetting) dengan keuntungan atau kerugian aktiva atau kewajiban yang dilindung nilai (hedged item). Setiap selisih yang terjadi menunjukkan ketidakefektifan lindung nilai yang diakui sebagai laba rugi tahun berjalan. Keuntungan atau kerugian dari instrumen derivatif yang tidak ditujukan untuk lindung nilai (tidak memenuhi kriteria untuk dapat diklasifikasikan sebagai lindung nilai) atau bagian yang tidak efektif dari instrumen derivatif yang ditujukan untuk lindung nilai diakui sebagai laba rugi tahun berjalan. Keuntungan atau kerugian dari bagian efektif instrumen derivatif yang ditujukan untuk lindung nilai arus kas disajikan ke dalam pendapatan komprehensif lain sebagai bagian dari ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari bagian efektif instrumen derivatif yang ditujukan untuk lindung nilai atas investasi bersih atas kegiatan usaha di luar negeri disajikan ke dalam penyesuaian penjabaran kumulatif sebagai bagian dari ekuitas.

(ii)

(iii) (iv)

k. Kredit yang diberikan Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara Bank dengan debitur yang mewajibkan debitur untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga. Kredit dinyatakan sebesar pokok kredit dikurangi dengan penyisihan penghapusan. Kredit yang diberikan terdiri dari Revolving Loans, Fixed Loans, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Rekening Koran (PRK), Kredit Pemilikan Mobil (KPM), Kredit Wira Usaha, pinjaman karyawan dan kredit sindikasi. Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai non performing pada saat manajemen berpendapat bahwa penerimaan atas bunga atau pokok kredit tersebut diragukan. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi), kredit kelolaan, dan penerusan kredit dinyatakan sebesar pokok kredit sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank. Restrukturisasi kredit dilakukan antara lain dengan cara : - Pengurangan tingkat bunga untuk sisa masa utang - Perpanjangan jangka waktu pelunasan/pengunduran tanggal jatuh tempo dengan tingkat bunga yang lebih rendah dari tingkat bunga yang berlaku di pasar untuk utang baru dengan resiko yang sama. - Pengurangan (absolut atau kontinjen) jumlah pokok atau jumlah yang harus dibayar pada saat jatuh tempo utang piutang sebagaimana yang tercantum dalam instrumen utang piutang atau dokumen perjanjian. - Pengurangan (absolut atau kontinjen) bunga yang terutang. Kredit dari Program Penjualan Asset Kredit BPPN (PPAK-BPPN) Pembelian kredit dari BPPN dicatat sebesar harga belinya. Selisih yang terjadi antara harga pembelian kredit dengan pokok kredit yang dialihkan tidak dicatat sebagai pendapatan ditangguhkan atau penyisihan penghapusan aset produktif. l. Tagihan dan kewajiban akseptasi Tagihan dan kewajiban akseptasi dinyatakan sebesar nilai L/C atau nilai realisasi L/C yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank). Tagihan akseptasi disajikan setelah dikurangi penyisihan penghapusan. m. Penyertaan saham Penyertaan saham dengan persentase kepemilikan 20% sampai dengan 50%, kecuali untuk penyertaan saham hasil konversi kredit yang diberikan menjadi saham dicatat dengan metode ekuitas yaitu penyertaan dicatat sebesar biaya perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian Bank atas ekuitas perusahaan dikurangi dengan penerimaan dividen sejak tanggal perolehan. Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 4, laporan keuangan konsolidasi perusahaan harus digabungkan apabila induk perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung (melalui anak perusahaan) lebih dari 50% hak suara pada suatu perusahaan. Penyertaan saham sementara pada perusahaan debitur hasil dari konversi kredit yang diberikan menjadi saham dicatat dengan metode biaya tanpa memperhatikan persentase kepemilikan dikurangi penyisihan penghapusan. Penyertaan saham lainnya dengan persentase kepemilikan kurang dari 20% dicatat dengan metode biaya yaitu sebesar biaya perolehan dikurangi dengan penyisihan penghapusan. n. Aset tetap Perusahaan dan anak perusahaan telah menerapkan PSAK Nomor 16 (Revisi 2007) “Aset Tetap” yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2008. Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Perusahaan dan anak perusahaan konsisten dengan kebijakan akuntansi tahun-tahun sebelumnya, kecuali untuk ketentuan tertentu yang diatur dalam PSAK revisi tersebut yang diterapkan secara prospektif. PSAK Nomor 16 (Revisi 2007) “Aset Tetap”, mengatur perlakuan akuntansi untuk aset tetap dengan tujuan membantu pemakai laporan keuangan untuk mendapatkan informasi tentang kebijakan akuntansi investasi pada aset tetap serta perubahan-perubahan yang terjadi pada investasi tersebut. Standar revisi tersebut mengatur antara lain mengenai pengakuan aset, penentuan nilai tercatat, penyusutan, serta penurunan nilai. Berdasarkan standar revisi tersebut, entitas wajib memilih antara metode biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi atas aset tetap. Standar revisi tersebut menggantikan PSAK Nomor 16 (1994) “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan PSAK Nomor 17 (1994) “Akuntansi Penyusutan”.

12

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Bank memilih untuk menerapkan metode biaya untuk seluruh aset tetapnya. Sebelum penerapan PSAK ini, Bank telah melakukan revaluasi aset tetap pada tahun 1978 dan 1986. Sesuai dengan ketentuan pada PSAK ini, Bank melakukan reklasifikasi saldo selisih penilaian kembali aset tetap tersebut ke saldo defisit per 1 Januari 2006 (catatan 15), sedangkan nilai aset tetap yang telah direvaluasi tersebut dianggap sebagai biaya perolehan (deemed cost). Pemilikan langsung Aset tetap pemilikan langsung dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Beberapa aset dinilai ulang berdasarkan penilaian yang ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah. Penilaian ulang dalam aset tetap disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk bangunan dan untuk harta berwujud lainnya menggunakan metode persentase tetap dari nilai buku. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada perhitungan laba rugi pada tahun terjadinya, sedangkan untuk pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar yang menambah masa manfaat aset tetap dikapitalisasi ke akun aset tetap yang bersangkutan. Dengan menambah akun bangunan atau inventaris aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh dilaporkan dalam perhitungan laba rugi konsolidasi periode berjalan. Penentuan kelompok dan tarif penyusutan harta berwujud sebagai berikut : Kelompok harta berwujud I. Bukan bangunan Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 II. Bangunan Permanen Tidak permanen Masa manfaat (tahun) 4 8 16 20 20 10 Tarif penyusutan berdasarkan metode garis lurus 5% 10% Tarif penyusutan berdasarkan metode saldo menurun 50% 25% 12,50% 10% -

Aset tetap yang tidak digunakan dinyatakan berdasarkan nilai tercatat atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah, dan disajikan sebagai bagian dari akun “Aset lain-lain”. Aset tetap dalam rangka Bangun, Kelola dan Serah (Build, Operate, and Transfer atau BOT) Bank akan membukukan aset dalam rangka bangun, kelola dan serah pada saat akhir masa kontrak. Hak menguasai dan pengusahaannya diserahkan kepada Bank pada tahun 2033. o. Biaya dibayar di muka Biaya dibayar di muka (termasuk dalam akun aset lain-lain) diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

p. Agunan yang diambil alih Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit (disajikan dalam akun aset lain-lain) diakui sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Nilai bersih yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan. Selisih lebih saldo kredit di atas nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih yang telah diterima pada saat kredit diambil alih, dibebankan ke dalam akun penyisihan penghapusan aset produktif. Sedangkan selisih lebih nilai realisasi bersih di atas saldo kredit, agunan yang diambil alih diakui maksimum sebesar saldo kredit. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan. Biaya-biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan agunan yang diambil alih dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi periode berjalan. q. Aset lain-lain Aset lain-lain terdiri dari aset yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam pos-pos sebelumnya dan tidak cukup material disajikan dalam pos tersendiri. Termasuk dalam aset lain-lain adalah aset tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha. Aset lain-lain disajikan sebesar nilai tercatat, yaitu biaya perolehan setelah dikurangi dengan amortisasi dan penurunan nilai. Aset tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan. r. Penurunan nilai aset Bank mengakui rugi penurunan nilai aset apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari suatu aset lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pada setiap tanggal neraca Bank melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat indikasi pemulihan penurunan nilai. Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai laba periode terjadinya pemulihan. s. Kewajiban segera Kewajiban segera merupakan kewajiban Bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Kewajiban segera dinyatakan sebesar nilai kewajiban Bank. t. Simpanan Giro merupakan simpanan pihak lain dan bank lain pada Bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek, atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya. Giro dinyatakan sebesar nilai kewajiban Bank kepada pemegang giro. Tabungan merupakan simpanan pihak lain pada Bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro atau alat lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Tabungan dinilai sebesar jumlah kewajiban Bank kepada pemilik tabungan.

13

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Deposito berjangka merupakan simpanan pihak lain yang hanya dapat dilakukan penarikan pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian dengan penyimpan. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai nominal yang tercantum dalam bilyet deposito atau sebesar kewajiban Bank yang diperjanjikan. Serifikat deposito merupakan simpanan pihak lain dalam bentuk deposito yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan (atas tunjuk). Bunga sertifikat dihitung dengan cara diskonto. Sertifikat deposito dinilai sebesar nilai nominal dikurangi saldo bunga dibayar di muka; selisih antara jumlah tunai yang diterima dan nilai nominal (diskonto) dinilai sebagai bunga dibayar di muka dan diamortisasi selama jangka waktu sertifikat deposito. u. Simpanan dari bank lain Simpanan dari bank lain terdiri dari kewajiban terhadap bank lain dalam bentuk giro, deposito berjangka dan interbank call money dengan periode jatuh tempo menurut perjanjian kurang dari atau 90 hari. Simpanan dari bank lain dinyatakan sebesar jumlah kewajiban kepada bank lain tersebut. v. Pendapatan dan beban bunga Pendapatan dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode akrual, kecuali pendapatan bunga atas aset produktif yang diklasifikasikan sebagai nonperforming (Kurang Lancar, Diragukan dan Macet) yang diakui pada saat uang diterima (cash basis). Piutang bunga yang telah diakui secara akrual, dibatalkan pada saat aset produktif diklasifikasikan sebagai non-performing dan dibebankan pada periode berjalan. Pendapatan bunga dari aset produktif non-performing yang belum diterima (tagihan bunga dalam penyelesaian) diungkapkan dalam Informasi mengenai Komitmen dan Kontinjensi (catatan 38). Penerimaan tunai atas kredit yang diberikan yang diklasfikasikan sebagai diragukan atau macet dipergunakan terlebih dahulu untuk mengurangi pokok kredit. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi konsolidasi. w. Pendapatan provisi dan komisi Pendapatan provisi dan komisi yang jumlahnya signifikan yang berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan dan atau mempunyai jangka waktu yang ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan metode garis lurus sesuai dengan jangka waktunya. Untuk perjanjian yang diselesaikan sebelum jatuh temponya, saldo pendapatan provisi dan komisi yang ditangguhkan diakui sebagai pendapatan pada saat komitmen tersebut diselesaikan. Pendapatan provisi dan komisi lainnya yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu, diakui sebagai pendapatan pada saat transaksi dilakukan.

x. Imbalan pasca kerja Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek merupakan upah, gaji, dan iuran jaminan sosial. Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai kewajiban pada neraca setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar, dan sebagai beban pada laba rugi konsolidasi periode berjalan. Imbalan pasca-kerja Imbalan pasca-kerja merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan pendanaan khusus didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun. Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini cadangan imbalan pasti, beban jasa kini yang terkait dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa lalu yang telah menjadi hak karyawan dan dampak kurtailmen atau penyelesaian (jika ada) diakui pada laba rugi konsolidasi periode berjalan. Beban jasa lalu dan keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum menjadi hak karyawan diamortisasi selama jangka waktu rata-rata sisa masa kerja karyawan. Cadangan imbalan pasti pasca-kerja disajikan bersih sebesar nilai kini cadangan imbalan pasti setelah memperhitungkan keuntungan atau kerugian aktuarial yang tidak diakui dan beban jasa lalu yang belum diakui. y. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Bank menyelenggarakan pembukuannya dalam Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah yang ditetapkan Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut, yaitu kurs spot reuters pukul 16.00 WIB. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikredit atau dibebankan pada periode berjalan. Per 30 Juni 2009 dan 2008 nilai tukar yang digunakan untuk US$ 1 masing-masing adalah sebesar (angka penuh) Rp10.207,50 dan Rp9.220. Kurs mata uang asing per 30 Juni 2009 dan 2008 (angka penuh) adalah sebagai berikut : Mata uang asing USD 1,-AUD 1,-GBP 1,-HKD 1,-JPY 1,-SGD 1,-EUR 1,-2009 Rupiah 10.207,50 8.303,30 16.981,20 1.316,76 106,95 7.051,31 14.386,96 9.220,00 8.909,75 18.395,44 1.182,18 87,66 6.801,17 14.593,42 2008

14

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) z. Pajak Penghasilan 1. Beban (penghasilan) pajak kini merupakan taksiran pajak penghasilan atau laba periode berjalan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. 2. Sesuai PSAK Nomor 46, Bank mengakui pajak tangguhan (deferred tax) sebagai konsekuensi pajak dimasa depan akibat perbedaan dasar pelaporan aset dan kewajiban untuk tujuan komersial dan pajak. Bank juga mengakui aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan memadai untuk dikompensasi dengan kerugian pajak yang bersangkutan. aa. Laba bersih per saham dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih konsolidasi dengan jumlah rata-rata tertimbang dari jumlah saham yang beredar pada masing-masing periode. Perhitungan laba bersih per saham dasar ini berdasarkan atas jumlah saham yang beredar yaitu 8.575.076.227 lembar saham pada tanggal 30 Juni 2009 dan 5.880.051.003 lembar pada tanggal 30 Juni 2008. ab. Pelaporan segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis. Segmen usaha adalah komponen Bank yang dapat dibedakan dalam menghasilkan jasa (baik jasa individual maupun kelompok atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Segmen geografis adalah komponen Bank yang dapat dibedakan dalam menghasilkan jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. ac. Penggunaan estimasi Dalam menyusun laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, manajemen telah menggunakan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Adanya unsur ketidakpastian yang melekat dalam melakukan estimasi dapat menyebabkan jumlah sebenarnya yang dilaporkan pada periode yang akan datang berbeda dengan jumlah yang diestimasikan.

3 KAS 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah 213.123 22.914 236.037 2008 211.139 20.159 231.298

Dari jumlah kas dalam rupiah, termasuk didalamnya saldo kas yang terdapat pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebesar Rp2.928 dan Rp1.893 per 30 Juni 2009 dan 2008. Jumlah kas dalam valuta asing (equivalen rupiah) per 30 Juni 2009 dan 2008, dengan rincian sebagai berikut : Jenis valuta USD AUD JPY SGD EUR Jumlah 4 GIRO PADA BANK INDONESIA Akun ini terdiri dari : 2009 Rupiah Dollar Amerika Serikat Jumlah 538.436 14.801 553.237 2008 596.597 33.653 630.250

2009 15.127 734 438 5.581 1.034 22.914

2008 17.364 839 422 767 767 20.159

Giro pada Bank Indonesia dalam mata uang Dollar Amerika Serikat per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar USD 1.450.000 dan USD 3.650.000. Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, setiap bank di Indonesia diwajibkan memiliki saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk cadangan likuiditas sebesar persentase tertentu dari dana pihak ketiga baik dalam rupiah maupun valuta asing. Per 30 Juni 2009 persentase GWM rupiah terbagi atas GWM utama yaitu sebesar 5,00% (Rp533.336) dan GWM sekunder sebesar 2,50% (Rp266.668) sedangkan per 30 Juni 2008 Giro Wajib Minimum (GWM) Bank sebesar 7% (Rp587.199). GWM mata uang asing per 30 Juni 2009 dan 2008 masing masing sebesar 1% (Rp14.232) dan 3,00% (Rp33.653). GWM per 30 Juni 2009 ditentukan berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008 sedangkan GWM per 30 Juni 2008 ditentukan berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/49/PBI/2005 tanggal 29 November 2005.

15

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Rasio Giro Wajib Minimum Bank untuk rekening rupiah dan valuta asing (Dolar Amerika Serikat) per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah : 2009 Rupiah Valuta asing 5 GIRO PADA BANK LAIN Giro pada bank lain terdiri dari : 2009 Pihak ketiga ANZ Bank Bank Central Asia Bank Mandiri Bank CIMB Niaga Bank Negara Indonesia Bank Tabungan Negara Citibank Indover Bank Standard Chartered Bank Sumitomo Mitsui Bank Wachovia Bank (First Union Bank) Bank Permata BPD Jabar Overseas Chinese Banking Corporation (OCBC) Bank Of China Bank Rakyat Indonesia Jumlah Penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Dari jumlah tersebut terdiri dari : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah 3.915 78.987 82.902 2008 7.188 19.182 26.370 216 4.247 3.892 2.323 140 4 7.195 1.557 9.638 494 51.772 53 23 710 633 5 82.902 (829) 82.073 3.716 800 3.054 6.154 138 4 4.807 3.885 1.983 238 543 60 5 49 929 5 26.370 (264) 26.106 2008 5,05% 1,04% 2008 7,11% 3,09%

Per 30 Juni 2009 dan 2008 termasuk dalam giro pada bank lain adalah giro pada Bank Indover, Belanda yang telah dibekukan operasinya pada tanggal 7 Oktober 2008. Bank berkeyakinan bahwa penyediaan dana pada Bank Indover dapat direalisasikan dan diselesaikan oleh Bank Indonesia sebagai pemegang saham Bank Indover. Berdasarkan penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas giro pada bank lain per 30 Juni 2009 dan 2008 diklasifikasikan lancar. Per 30 Juni 2009 dan 2008, tidak terdapat saldo giro pada bank lain yang diblokir. Jumlah giro pada bank lain dalam valuta asing (equivalen rupiah) per 30 Juni 2009 dan 2008, dengan rincian sebagai berikut : Jenis valuta USD AUD GBP HKD JPY SGD EUR Jumlah Tingkat suku bunga per tahun berkisar antara : 2009 Rupiah Valuta asing 0,00% - 4,00% 0,00% - 1,00% 2008 0,00% - 4,00% 0,00% - 1,00% 2009 73.279 216 1.437 20 494 1.228 2.313 78.987 2008 9.676 3.716 184 271 238 1.212 3.885 19.182

16

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Perubahan penyisihan penghapusan giro pada bank lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : 2009 Rupiah Saldo awal Pembentukan (pemulihan) Saldo akhir 2009 Valuta asing Saldo awal Pembentukan (pemulihan) *) Saldo akhir Saldo akhir 133 657 790 829 233 (41) 192 264 184 (145) 39 2008 93 (21) 72 2008

*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya giro pada bank lain. 6 PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN Penempatan pada bank lain per 30 Juni 2009 dan 2008, terdiri dari : 2009 Pihak ketiga Bank Indonesia - Intervensi rupiah Call money Deposito berjangka Pinjaman diberikan Jumlah Penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Penempatan Bank Indonesia - Fasilitas simpanan dengan rincian sebagai berikut : 2009 Bank Indonesia - Intervensi rupiah -/- Bunga diterima di muka 245.000 0 245.000 Penempatan dalam bentuk call money dan deposito berjangka, dengan rincian sebagai berikut : Call money 2009 Bank ANZ Panin Bank Bukopin Bank Panin Jumlah call money 2009 Deposito Bank Bukopin Bank Mandiri Bank Panin Jumlah deposito 0 0 0 0 2.700 249 2.000 4.949 20.000 10.000 50.000 80.000 2008 2008 0 0 30.000 30.000 2008 0 0 0 245.000 80.000 0 30.957 355.957 (1.110) 354.847 0 30.000 4.949 30.579 65.528 (655) 64.873 2008

17

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Penempatan dalam bentuk pinjaman diberikan, dengan rincian sebagai berikut : 2009 Rupiah Bank CIMB Niaga BPR Artha Tual Bank NISP Sub-Debt Bank Permata Sub-Debt +/+ Premi dibayar di muka Jumlah rupiah Penempatan pada bank lain berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut : 2009 Rupiah Call Money Kurang dari 1 bulan Deposito berjangka 1 - 3 bulan Pinjaman diberikan 1 - 2 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah rupiah Jumlah penempatan pada bank lain Penempatan pada bank lain berdasarkan sisa umur sampai saat jatuh tempo adalah sebagai berikut : 2009 Rupiah Call Money Kurang dari 1 bulan Deposito berjangka 1 - 3 bulan Pinjaman diberikan 1 - 3 bulan 1 - 2 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah rupiah Jumlah penempatan pada bank lain Seluruh penempatan pada bank lain dalam valuta asing adalah penempatan dalam mata uang USD. Berdasarkan penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas penempatan pada bank lain per 30 Juni 2009 dan 2008 diklasifikasikan lancar. Suku bunga per tahun penempatan pada bank lain untuk rupiah per 30 Juni 2009 dan 2008 berkisar antara 6,00% - 14,00% dan 6,00% - 12,25%. Perubahan penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut: 500 167 30.290 355.957 355.957 0 0 30.579 65.528 65.528 0 4.949 325.000 30.000 2008 2008 167 500 20.000 10.000 30.667 290 30.957 2008 250 0 20.000 10.000 30.250 329 30.579

325.000 0 667 30.290 355.957 355.957

30.000 4.949 0 30.579 65.528 65.528

18

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 2009 Rupiah Saldo awal Pembentukan (pemulihan) Saldo akhir 2009 Valuta asing Saldo awal Pembentukan (pemulihan) *) Saldo akhir Saldo akhir *) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya penempatan pada bank lain. 7 EFEK - EFEK Efek-efek Bank per 30 Juni 2009 dan 2008, terdiri dari : 2009 Pihak ketiga Dimiliki untuk tujuan diperdagangkan Dimiliki hingga jatuh tempo Jumlah Penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Per 30 Juni 2009 Harga pasar / nilai wajar Efek-efek untuk tujuan diperdagangkan : Rupiah Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kenaikan nilai wajar yang belum direalisasi Nilai wajar Jumlah efek untuk tujuan diperdagangkan Nilai Tercatat Efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo : Rupiah Sertifikat Bank Indonesia -/- Pendapatan diterima di muka Jumlah - bersih Saham Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah -/- Diskonto yang belum diamortisasi Jumlah - bersih Jumlah rupiah 1.175.000 (9.578) 1.165.422 3 80.000 (8.111) 71.889 1.237.314 30.000 300 30.300 30.300 30.300 1.404.506 1.434.806 0 1.434.806 454 824.911 825.365 (485) 824.880 2008 0 0 0 1.110 281 (281) 0 655 310 800 1.110 2008 763 (108) 655 2008

19

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Nilai Tercatat Efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo : Valuta asing Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah +/+ Premi yang belum diamortisasi Jumlah - bersih Jumlah valuta asing Jumlah efek yang dimiliki hingga jatuh tempo Per 30 Juni 2008 Harga pasar / nilai wajar Efek-efek untuk tujuan diperdagangkan : Rupiah Saham Penurunan nilai wajar yang belum direalisasi Nilai wajar Jumlah efek untuk tujuan diperdagangkan Nilai Tercatat Efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo : Rupiah Sertifikat Bank Indonesia -/- Pendapatan diterima di muka Jumlah - bersih Saham Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah -/- Diskonto yang belum diamortisasi Jumlah - bersih Wesel ekspor Jumlah rupiah Valuta asing Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah +/+ Premi yang belum diamortisasi Jumlah - bersih Jumlah valuta asing Jumlah efek yang dimiliki hingga jatuh tempo Efek-efek menurut jatuh temponya : 2009 Diperdagangkan : Jatuh tempo kurang dari 1 tahun Jatuh tempo antara 1 hingga 5 tahun Jumlah Yang dimiliki hingga jatuh tempo : Jatuh tempo kurang dari 1 tahun Jatuh tempo antara 1 hingga 5 tahun Jatuh tempo antara 5 hingga 10 tahun Jatuh tempo lebih dari 15 tahun Jumlah 1.165.422 82.410 146.390 10.284 1.404.506 546.241 127.198 0 151.472 824.911 0 30.300 30.300 454 0 454 2008 500.000 (1.451) 498.549 3 138.750 (11.552) 127.198 47.692 673.442 147.520 3.949 151.469 151.469 824.911 527 (73) 454 454

163.320 3.872 167.192 167.192 1.404.506

20

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Berdasarkan nama penerbit : Penerbit Untuk tujuan diperdagangkan : Rupiah :
Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah

Jenis

30 Juni 2009 Jatuh tempo

Suku bunga

Peringkat

Nilai Tercatat/ Nilai Wajar

SUN

12/03/2012

9,50%

-

Jumlah efek untuk tujuan diperdagangkan Dimiliki hingga jatuh tempo Rupiah : Saham
Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah

30.300 30.300

SUN -

12/03/2012 - 20/02/2013 02/07/2009 - 08/10/2009

0,00% 7,00% - 9,25%

-

3 71.889 1.165.422 1.237.314

Sertifikat Bank Indonesia Jumlah Rupiah Valuta asing :
Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah

ROI - Loan

10/03/2014 - 17/01/2038

6,75% - 7,75%

-

167.192 1.404.506

Jumlah efek dimiliki hingga jatuh tempo 30 Juni 2008 Jatuh tempo

Penerbit Untuk tujuan diperdagangkan : Rupiah : International Nickel Corporation Aneka Tambang Telkom Astra Agro Lestari Indonesia Perusahaan Gas Negara Astra Internasional Indonesia Bumi Resources Tunas Baru Lampung Jumlah efek untuk tujuan diperdagangkan Dimiliki hingga jatuh tempo Rupiah :
PT Signal Link Nusantara PT Elektrika Karya Tama Saham Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Sertifikat Bank Indonesia

Jenis

Suku bunga

Peringkat

Nilai Tercatat/ Nilai Wajar

Saham Saham Saham Saham Saham Saham Saham Saham

-

-

-

61 48 37 59 65 67 82 35 454

Wesel ekspor Wesel ekspor SUN -

07/07/2008-19/11/2008 02/07/2008-07/07/2008

17/01/2038
03/07/2008-24/07/2008

12,00% - 15,00% 14,00% 6,875% - 7,75% 8,30% - 8,35%

-

22.254 25.438 3 127.198 498.549

Valuta asing :
Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah

ROI - Loan

17/01/2038

6,875% - 7,75%

-

Jumlah efek dimiliki hingga jatuh tempo

151.469 824.911

21

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Penerbit efek-efek berdasarkan Pemerintah dan bukan Pemerintah : 2009 Pemerintah Bukan Pemerintah Jumlah Efek-efek berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah 1.237.314 167.192 1.404.506 2008 673.896 151.469 825.365 1.404.503 3 1.404.506 2008 777.216 48.149 825.365

Seluruh efek-efek dalam valuta asing yang dimiliki Bank merupakan efek-efek yang ditempatkan dalam mata uang USD. Periode Januari s/d Juni tahun 2009, Bank melakukan perubahan tujuan investasi obligasi pemerintah dari "dimiliki hingga jatuh tempo" ke "diperdagangkan" dan "tersedia untuk dijual" dengan nilai buku masing-masing sebesar Rp50.000 dan Rp8.750. Berdasarkan penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas efek-efek per 30 Juni 2009 dan 2008 diklasifikasikan lancar. Perubahan penyisihan penghapusan efek-efek untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : 2009 Rupiah Saldo awal Pembentukan (pemulihan) Saldo akhir Valuta asing Saldo awal Pembentukan (pemulihan) *) Saldo akhir Saldo akhir *) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing Bank melakukan penjualan efek-efek masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 dengan nilai tercatat sebesar Rp29.417 dan Rp7.817 dengan harga jual sebesar Rp29.729 dan Rp9.739. Keuntungan atas penjualan efek-efek tersebut dibukukan ke dalam akun keuntungan penjualan efekefek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah. Selain itu, Anak Perusahaan mencatat keuntungan dan kerugian penjualan efek untuk tahun-tahun yang berakhir pada 30 Juni 2009 masing-masing sebesar Rp358 dan Rp356. Saldo rugi yang belum direalisasi atas efek yang berubah tujuan investasi dari kelompok diperdagangkan pada tanggal 30 Juni 2009 sebesar Rp824. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan efek-efek tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya efek-efek tersebut. 8 OBLIGASI REKAPITALISASI PEMERINTAH Obligasi rekapitalisasi Pemerintah per 30 Juni 2009 dan 2008, terdiri dari : 2009 Tersedia untuk dijual Dimiliki hingga jatuh tempo Jumlah 28.000 301.420 329.420 2008 0 302.634 302.634 0 0 0 0 0 0 0 485 0 0 0 704 (219) 485 2008

22

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Per 30 Juni 2009 Harga pasar/ nilai wajar Tersedia untuk dijual : Rupiah Obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kenaikan nilai wajar yang belum direalisasi Penurunan nilai wajar yang belum direalisasi Nilai wajar Jumlah obligasi rekapitulasi pemerintah tersedia untuk dijual Nilai Tercatat Dimiliki hingga jatuh tempo : Rupiah Nilai Nominal -/- Diskonto yang belum diamortisasi +/+ Premi yang belum diamortisasi Jumlah - bersih Jumlah obligasi rekapitulasi pemerintah dimiliki hingga jatuh tempo Per 30 Juni 2008 Nilai Tercatat Dimiliki hingga jatuh tempo : Rupiah Nilai Nominal -/- Diskonto yang belum diamortisasi +/+ Premi yang belum diamortisasi Jumlah - bersih Jumlah obligasi rekapitalisasi pemerintah dimiliki hingga jatuh tempo 30 Juni 2009 Penerbit Tersedia untuk dijual Rupiah : Obligasi Rekap FR 0036 15 September 2019 11,50% 10,00% 10.000 20.000 10.400 17.600 28.000 Obligasi Rekap FR 0044 15 September 2024 Jumlah obligasi rekapitulasi pemerintah tersedia untuk dijual Dimiliki hingga jatuh tempo Rupiah : Obligasi Rekap FR 0026 15 Oktober 2014 Obligasi Rekap FR 0027 15 Juni 2015 Obligasi Rekap FR 0028 15 Juli 2017 Obligasi Rekap FR 0030 15 Mei 2016 Obligasi Rekap FR 0031 15 November 2020 Obligasi Rekap FR 0034 15 Juni 2021 Obligasi Rekap FR 0036 15 September 2019 Obligasi Rekap FR 0038 15 Agustus 2018 Obligasi Rekap FR 0039 15 Agustus 2023 Obligasi Rekap FR 0043 15 Juli 2022 Obligasi Rekap FR 0046 20 Februari 2010 Jumlah obligasi rekapitulasi pemerintah dimiliki hingga jatuh tempo Jenis Jatuh tempo Suku bunga Nilai Nominal Nilai Tercatat / Nilai Wajar 290.000 (1.560) 14.194 302.634 302.634 290.000 (1.437) 12.857 301.420 301.420 30.000 400 (2.400) 28.000 28.000

11,00% 9,50% 10,00% 10,75% 11,00% 12,80% 11,50% 11,60% 11,75% 10,25% 9,50%

10.000 20.000 40.000 30.000 40.000 10.000 10.000 40.000 10.000 50.000 30.000

10.578 19.834 39.912 31.731 42.316 11.787 10.995 43.480 11.127 50.845 28.815 301.420

23

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 30 Juni 2008 Penerbit Jenis Jatuh tempo Suku bunga Nilai Nominal Nilai Tercatat / Nilai Wajar Dimiliki hingga jatuh tempo Rupiah : Obligasi Rekap FR 0026 15 Oktober 2014 Obligasi Rekap FR 0027 15 Juni 2015 Obligasi Rekap FR 0028 15 Juli 2017 Obligasi Rekap FR 0030 15 Mei 2016 Obligasi Rekap FR 0031 15 November 2020 Obligasi Rekap FR 0034 15 Juni 2021 Obligasi Rekap FR 0036 15 September 2019 Obligasi Rekap FR 0038 15 Agustus 2018 Obligasi Rekap FR 0039 15 Agustus 2023 Obligasi Rekap FR 0043 15 Juli 2022 Obligasi Rekap FR 0046 15 Juli 2023 Jumlah obligasi rekapitulasi pemerintah dimiliki hingga jatuh tempo

11,00% 9,50% 10,00% 10.75% 11,00% 12,80% 11,50% 11,60% 11,75% 10,25% 9,50%

10.000 20.000 40.000 30.000 40.000 10.000 10.000 40.000 10.000 50.000 30.000

10.687 19.807 39.903 31.984 42.520 11.937 11.092 43.861 11.203 50.911 28.729 302.634

Periode pembayaran bunga obligasi rekap Pemerintah baik Rupiah dan valuta asing dilakukan setiap 6 bulan. Obligasi rekapitalisasi Pemerintah berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah 301.420 0 301.420 2008 302.634 0 302.634

Saldo laba yang belum direalisasi atas obligasi rekapitalisasi Pemerintah yang berubah tujuan investasi dari kelompok diperdagangkan dan tersedia untuk dijual pada tanggal 30 Juni 2009 masing-masing sebesar Rp23 dan Rp92. Bank melakukan penjualan obligasi rekapitalisasi Pemerintah untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing dengan nilai tercatat sebesar Rp20.680 dan Rp 28.536 dengan harga jual sebesar Rp20.930 dan Rp28.745. Keuntungan atas penjualan obligasi rekapitalisasi Pemerintah tersebut dibukukan ke dalam akun keuntungan penjualan efek-efek dan obligasi rekapitalisasi Pemerintah. 9 TAGIHAN DERIVATIF Tagihan derivatif per 30 Juni 2008 kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut : Per 30 Juni 2008 Terkait dengan nilai tukar Transaksi SWAP Pihak ketiga : - Bank Permata Jumlah Penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Jatuh tempo 09 Juli 2008 Nilai kontrak 37.592 37.592 Nilai wajar 36.880 36.880 Tagihan 712 712 (7) 705

Berdasarkan penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas tagihan derivatif pada tanggal 30 Juni 2008 diklasifikasikan lancar. Perubahan penyisihan penghapusan tagihan derivatif untuk periode yang berakhir 30 Juni 2009 dan 2008, sebagai berikut : 2009 Rupiah Saldo awal tahun Pembentukan / reklasifikasi periode berjalan Saldo akhir periode 0 0 0 2008 0 7 7

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya tagihan derivatif.

24

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 10 KREDIT YANG DIBERIKAN Baki debet kredit, terdiri dari : Berdasarkan jenis : 2009 Rupiah Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Revolving loan Pinjaman karyawan 3.500 0 3.500 2009 Pihak ketiga Revolving loan Fixed loan Kredit pemilikan rumah Pinjaman rekening koran Pinjaman karyawan Kredit pemilikan mobil Kredit wirausaha Kredit sindikasi Kredit mahasiswa Pendapatan ditangguhkan Kredit restruktur KPR ex. BPPN Jumlah rupiah 2009 Valuta asing Pihak ketiga Revolving loan Fixed loan Kredit pemilikan rumah Trust receipt Jumlah valuta asing Jumlah Penyisihan penghapusan Jumlah - bersih Berdasarkan sektor ekonomi 2009 Rupiah Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Lainnya Perdagangan Jasa bisnis 0 3.000 500 3.500 32 17.568 19.500 37.100 2008 532.743 585.760 8.409 9.820 1.136.732 10.338.329 (171.965) 10.166.364 352.894 434.601 11.614 49.323 848.432 8.206.209 (175.584) 8.030.625 3.880.195 4.390.538 334.093 501.748 13.297 44.439 32.523 1.200 142 9.198.175 (78) 9.201.597 2008 2008 3.350.140 3.094.946 341.542 418.360 14.943 58.379 41.167 1.200 0 7.320.677 0 7.357.777 37.068 32 37.100 2008

25

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 2009 Pihak ketiga Pertanian dan pertambangan Industri Konstruksi Perdagangan Restoran dan hotel Transportasi dan komunikasi Jasa bisnis Lainnya Pendapatan ditangguhkan Kredit restruktur KPR ex. BPPN Jumlah rupiah 2009 Valuta asing Pihak ketiga Pertanian dan pertambangan Industri Konstruksi Perdagangan Transportasi dan komunikasi Jasa bisnis Restoran dan hotel Lainnya Jumlah valuta asing Jumlah kredit yang diberikan Berdasarkan jangka waktu : 2009 Rupiah Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Kurang dari 1 tahun 1 - 2 tahun Lebih dari 5 tahun 0 3.500 0 3.500 Pihak ketiga Kurang dari 1 tahun 1 - 2 tahun 2 - 5 tahun Lebih dari 5 tahun Pendapatan ditangguhkan Kredit restruktur KPR ex. BPPN Jumlah rupiah (78) 9.201.597 0 7.357.777 21.000 16.068 32 37.100 2008 56.242 383.817 9.761 166.229 322.693 70.314 105.132 22.544 1.136.732 10.338.329 136.518 227.082 11.892 152.482 140.719 60.397 94.961 24.381 848.432 8.206.209 (78) 9.201.597 2008 0 7.357.777 561.090 882.526 318.105 1.354.293 226.557 194.745 4.866.546 794.313 9.198.175 301.903 763.289 281.619 1.823.546 130.616 123.025 3.368.041 528.638 7.320.677 2008

2.507.055 1.276.939 3.202.505 2.211.676 9.198.175

488.953 2.111.705 2.229.066 2.490.953 7.320.677

26

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 2009 Valuta asing Pihak ketiga Kurang dari 1 tahun 1 - 2 tahun 2 - 5 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah valuta asing Jumlah kredit yang diberikan Berdasarkan sisa jangka waktu kredit : 2009 Rupiah Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Kurang dari 1 tahun Lebih dari 5 tahun 2009 Pihak ketiga Kurang dari 1 tahun 1 - 2 tahun 2 - 5 tahun Lebih dari 5 tahun Pendapatan ditangguhkan Kredit restruktur KPR ex. BPPN Jumlah rupiah 2009 Valuta asing Pihak ketiga Kurang dari 1 tahun 1 - 2 tahun 2 - 5 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah valuta asing Jumlah kredit yang diberikan Berdasarkan kolektibilitas : 2009 Rupiah Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Lancar Pihak ketiga Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet 7.979.984 898.377 65.105 117.226 137.483 9.198.175 5.826.323 1.173.154 34.429 139.547 147.224 7.320.677 3.500 37.100 2008 516.420 41.711 208.959 369.642 1.136.732 10.338.329 497.179 2.817 139.208 209.228 848.432 8.206.209 (78) 9.201.597 2008 0 7.357.777 4.048.986 958.600 2.331.709 1.858.880 9.198.175 3.435.158 903.047 2.713.299 269.173 7.320.677 3.500 0 3.500 2008 37.068 32 37.100 2008 450.832 78.132 70.150 537.618 1.136.732 10.338.329 215.302 178.608 29.306 425.216 848.432 8.206.209 2008

27

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 2009 Pendapatan ditangguhkan Kredit restruktur KPR ex. BPPN Jumlah rupiah Valuta asing Pihak ketiga Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Macet Jumlah valuta asing Jumlah kredit yang diberikan Rincian kredit bermasalah menurut sektor ekonomi : 2009 Kurang Lancar Pertanian dan pertambangan Industri Konstruksi Perdagangan Restoran dan hotel Transportasi dan komunikasi Jasa bisnis Lainnya 4.137 9.175 0 22.922 21 5.730 30.170 2.125 74.280 Diragukan 0 99.564 0 8.228 0 0 7.800 1.634 117.226 2008 Kurang Lancar Pertanian dan pertambangan Industri Konstruksi Perdagangan Restoran dan hotel Transportasi dan komunikasi Jasa bisnis Lainnya 4.137 8.441 0 25.316 5 0 693 4.145 42.737 Diragukan 0 99.580 367 8.569 0 0 29.446 1.585 139.547 Macet 1.323 2.772 0 10.266 0 29.760 57.163 46.349 147.633 Jumlah 5.460 110.793 367 44.151 5 29.760 87.302 52.079 329.917 Macet 223 2.701 17.987 7.149 0 29.760 40.663 39.453 137.936 Jumlah 4.360 111.440 17.987 38.299 21 35.490 78.633 43.212 329.442 952.420 174.684 9.175 453 1.136.732 10.338.329 564.887 274.828 8.308 409 848.432 8.206.209 (78) 9.201.597 0 7.357.777 2008

Berikut adalah informasi pokok sehubungan dengan kredit yang diberikan tersebut : a. Kredit dijamin dengan jaminan tunai (cash collateral), benda bergerak dan atau tidak bergerak dengan pengikatan secara hak pertanggungan, fiducia atau surat kuasa untuk menjual atau jaminan lain yang umumnya diterima oleh Bank. b. Suku bunga kredit per tahun dalam rupiah untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing berkisar antara 14,50% - 18,00% dan 12,00% - 19,00%, sedangkan suku bunga kredit per tahun dalam valuta asing untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 berkisar antara 10,00% - 12,00% dan 8,00% - 10,00%. c. Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama (sindikasi) dengan bank-bank lain. Bagian Bank dalam kredit sindikasi dimana keikutsertaan Bank sebagai anggota per 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar Rp1.200 dengan persentase keikutsertaan per 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar 5,00%.

28

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) d. Dari jumlah tersebut termasuk didalamnya kredit yang berasal dari pembelian kredit Program Penjualan Aset Kredit BPPN (PPAK BPPN) dengan baki debet dan kolektibilitas per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : 2009 2008 Lancar 221.128 109.232 Dalam Perhatian Khusus 0 134.962 Macet 1.950 1.950 Jumlah 223.078 246.144 e. Jumlah kredit termasuk kredit pemilikan kios Mangga Dua Square dengan Sertifikat Bonus per 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar Rp3.805 dan Rp6.471. Sertifikat bonus diterbitkan sebesar 100% dari nilai kredit yang akan ditagih kepada Bank oleh debitur pada saat jatuh tempo kredit. Nilai investasi awal sertifikat bonus sebesar 29,75% dari harga jual kios (catatan 19). f. Kredit yang direstrukturisasi Periode 1 Januari sampai dengan Juni 2009, Bank telah melakukan restrukturisasi sebesar Rp120.088 (6 debitur) dengan penyisihan penghapusan sebesar Rp7.304 juta. Sedangkan periode yang sama tahun 2008 Bank telah melakukan restrukturisasi sebesar Rp101.092 (6 debitur) dengan penyisihan penghapusan sebesar Rp3.434. Bank memberikan perpanjangan jangka waktu kredit dan pengurangan tingkat bunga. g. Kredit yang telah dihentikan pembebanan bunganya (stop akrual) per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp329.442 dan Rp329.917. h. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Bank (secara bruto) per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar 3,19% dan 4,02%, sedangkan secara neto masing-masing adalah sebesar 2,53% dan 2,96%. i. j. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 tidak terdapat pelanggaran/pelampauan BMPK. Rasio kredit usaha kecil terhadap kredit per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar 3,37% dan 4,61%.

Perubahan penyisihan penghapusan kredit untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut : 2009 Rupiah Saldo awal Penghapusan kredit Pembalikan PPAP Penerimaan kredit yang telah dihapuskan Pembentukan (pemulihan) Saldo akhir 2009 Valuta asing Saldo awal Pembentukan (pemulihan) *) Saldo akhir Jumlah penyisihan PPAP yang wajib dibentuk *) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan kredit tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit tersebut. Manajemen berkeyakinan bahwa agunan yang diterima atas kredit yang diberikan cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan. Per 30 Juni 2009 dan 2008, Bank melakukan penghapusan kredit masing-masing sebesar Rp848 dan Rp1.273. Namun demikian, Bank terus melakukan usahausaha penagihan atas kredit yang telah dihapusbukukan tersebut. 11 TAGIHAN AKSEPTASI Tagihan akseptasi per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Valuta asing : Tagihan kepada pihak ketiga - nasabah Penyisihan penghapusan Jumlah - bersih 75.267 (753) 74.514 66.861 (669) 66.192 2008 12.197 (1.118) 11.079 171.965 170.667 11.588 634 12.222 175.584 175.584 168.009 (848) 0 1 (6.276) 160.886 2008 171.926 (1.273) 0 9 (7.300) 163.362 2008

29

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Berdasarkan sisa jangka waktu jatuh tempo adalah sebagai berikut : 2009 Kurang dari 1 bulan Lebih dari 1 s/d 3 bulan Lebih dari 3 s/d 6 bulan Jumlah 22.086 35.989 17.192 75.267 2008 0 52.411 14.450 66.861

Berdasarkan penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas tagihan akseptasi per 30 Juni 2009 dan 2008 diklasifikasikan lancar. Perubahan penyisihan penghapusan tagihan akseptasi untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008, sebagai berikut : 2009 Saldo awal Pembentukan (pemulihan) *) Saldo akhir *) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan tagihan akseptasi tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya tagihan akseptasi tersebut. 12 PENYERTAAN SAHAM Rincian penyertaan per 30 Juni 2009 dan 2008, dengan rincian sebagai berikut :
Nama perusahaan Metode Biaya PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia PT Lintasarta Jumlah Penyisihan penghapusan Jumlah - bersih

2008 528 225 753 717 (48) 669

Jenis usaha

Persentase kepemilikan

Kolektibilitas

2009

2008

Pembiayaan Komunikasi

1,87% 0,09%

Lancar Lancar

131 6 137 (1) 136

131 6 137 (1) 136

Perubahan penyisihan penghapusan penyertaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut : 2009 Saldo awal Pembentukan (pemulihan) Saldo akhir 1 0 1

2008 1 0 1

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan penyertaan tersebut telah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya penyertaan tersebut. 13 PENDAPATAN YANG MASIH AKAN DITERIMA Pendapatan bunga yang masih akan diterima per 30 Juni 2009 dan 2008, terdiri dari : 2009 Bunga pinjaman diberikan Bunga penempatan dana pada bank dan non bank Bunga efek-efek Provisi dan komisi 125.583 200 15.055 231 141.069 Pendapatan yang masih akan diterima berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah 113.636 27.433 141.069 2008 97.118 31.990 129.108 2008 115.055 190 13.818 45 129.108

30

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 14 BEBAN DIBAYAR DI MUKA 2009 Karyawan Uang muka bangunan kantor Operasi Pemasaran Uang Muka Pajak Lainnya Jumlah Beban dibayar dimuka - operasi meliputi: 2009 Sewa gedung Benda pos dan barang cetakan Lainnya Jumlah 15 ASET TETAP Saldo nilai buku aset tetap sebagai berikut : 2009 Nilai perolehan Dikurangi : Akumulasi penyusutan Nilai buku bersih 2009 Saldo awal Nilai Perolehan : Kepemilikan langsung Tanah Bangunan Inventaris kantor Instalasi Jumlah nilai perolehan Akumulasi Penyusutan : Kepemilikan langsung Bangunan Inventaris kantor Instalasi Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku 98.322 53.476 78.607 3.683 234.088 0 1.469 5.814 473 7.756 1.502 3.152 12.826 273 17.753 96.820 51.793 71.595 3.883 224.091 Penambahan Pengurangan Saldo akhir 224.091 (75.292) 148.799 2008 217.778 (80.876) 136.902 11.230 690 14.771 26.691 2008 9.568 748 13.539 23.855 5.733 4.254 26.691 681 34 0 37.393 2008 5.936 3.251 23.855 337 128 85 33.592

26.638 54.556 2.365 83.559 150.529

1.556 6.859 107 8.522

3.283 13.247 259 16.789

24.911 48.168 2.213 75.292 148.799

2008 Saldo awal Nilai Perolehan : Kepemilikan langsung Tanah Bangunan Inventaris kantor Instalasi Jumlah nilai perolehan 86.484 49.966 85.471 3.693 225.614 0 76 7.103 37 7.216 0 166 14.789 97 15.052 86.484 49.876 77.785 3.633 217.778 Penambahan Pengurangan Saldo akhir

31

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 2008 Saldo awal Akumulasi Penyusutan : Kepemilikan langsung Bangunan Inventaris kantor Instalasi Jumlah akumulasi penyusutan Nilai buku 24.202 61.154 2.277 87.633 137.981 1.255 6.690 107 8.052 122 14.593 94 14.809 25.335 53.251 2.290 80.876 136.902 Penambahan Pengurangan Saldo akhir

Beban penyusutan aset tetap untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp7.358 dan Rp8.052 dibukukan dalam beban umum dan administrasi (catatan 35). Bank melakukan penilaian kembali aset tetapnya berdasarkan peraturan Pemerintah. Aset tetap yang dinilai kembali adalah aset pada tanggal 31 Desember 1978 dan 1986. Selisih penilaian kembali aset tetap masing-masing sebesar Rp2 untuk tahun 1978 dan Rp165 untuk tahun 1986 dicatat sebagai bagian dari ekuitas. Sesuai dengan ketentuan PSAK 16 (Revisi 2007) yang berlaku efektif 1 Januari 2008, Bank melakukan reklasifikasi saldo selisih penilaian kembali aset tetap tersebut sebesar Rp167 ke saldo defisit per 1 Januari 2006 (catatan 2n). Selama periode 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2009 dan 2008, Bank telah menjual aset tetapnya dengan nilai buku masing-masing sebesar Rp587 dan Rp3, dengan harga jual sebesar Rp692 dan Rp369. Keuntungan (kerugian) atas penjualan aset tetap tersebut dibukukan ke dalam akun pendapatan (beban) non operasional (catatan 36). Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap per 30 Juni 2009 dan 2008. Beberapa aset tetap berupa tanah dan bangunan Bank eks PT Bank Artha Pratama dijaminkan sehubungan dengan pinjaman subordinasi (catatan 27) serta tanah yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Lot 25 Jakarta Selatan dijaminkan untuk perusahaan grup Bank kepada PT Bank Central Asia, Tbk., qq Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) qq Kingleigh Ltd. (catatan 41). Pada tanggal 1 Desember 1993, Bank mengadakan kerjasama pembangunan gedung di atas tanah milik Bank yang terletak di Kawasan Niaga Terpadu Sudirman Jalan Jend. Sudirman Kav. 52-53 Lot 25 Jakarta Selatan dengan PT Buanagraha Artha Prima sesuai dengan perjanjian Nomor 098/XII/BOT/93. Metode perjanjian tersebut adalah BOT (Build, Operate and Transfer / bangun, kelola dan serah) dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa hak pengusahaan oleh PT Buanagraha Artha Prima selama 40 tahun. Setelah masa hak tersebut, hak menguasai dan pengusahaannya diserahkan kepada Bank. Bank telah mengasuransikan aset tetap (tidak termasuk hak atas tanah) untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap risiko kebakaran dan pencurian kepada PT Artha Graha General Insurance (pihak ketiga) dengan nilai pertanggungan asuransi tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp208.360 dan Rp202.112. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. 16 AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH (AYDA) 2009 Agunan yang diambil alih Penyisihan penghapusan Jumlah 191.228 (15.234) 175.994 2008 122.111 (9.271) 112.840

Bank melakukan penjualan agunan yang diambil alih untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2008 yang mempunyai nilai buku sebesar Rp135 dengan nilai jual sebesar Rp118. Periode Januari sampai Juni 2009 tidak ada transaksi penjualan agunan yang diambil alih. Sebesar Rp596.674 dari nilai buku agunan yang diambil alih yang dijual pada tahun 2007 merupakan penjualan kepada beberapa investor (pihak ketiga) dengan nilai penjualan sebesar Rp647.741. Adapun pembayaran dari investor tersebut dilakukan secara bertahap sampai dengan tahun 2010 (catatan 17). Berikut adalah jadwal cicilan penjualan agunan yang diambil alih : Jadwal Cicilan Desember 2008 Desember 2009 sampai dengan Februari 2009 11.000 3.500 7.558 5.331 4.200 31.589 sampai dengan Februari 2010 10.400 0 13.800 4.691 13.354 42.245

Investor

Desember 2007 sampai dengan Februari 2008 3.000 2.590 500 7.664 1.500 15.254

Juni sampai dengan Agustus 2010 221.191 44.977 89.741 110.187 92.557 558.653

Jumlah

PT Amphibi Citra Perkasa Jaya PT Kianjatama Sejati Nusa PT Aneka Permata Sari PT Mitrasari Arthamulia PT Bintang Muda Gemilang Jumlah

245.591 51.067 111.599 127.873 111.611 647.741

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai agunan yang diambil alih per 30 Juni 2009 dan 2008.

32

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Perubahan penyisihan penghapusan agunan yang diambil alih untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008, sebagai berikut : 2009 Saldo awal Pembentukan / pemulihan Saldo akhir 9.416 5.818 15.234 2008 0 9.271 9.271

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan agunan yang diambil alih tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak terjualnya agunan tersebut. 17 ASET LAIN-LAIN 2009 Persediaan barang cetakan dan alat tulis kantor Persediaan meterai dan perangko Tagihan penjualan agunan yang diambil alih (catatan 16) Administrasi kredit Setoran jaminan Uang muka pembelian inventaris kantor Uang muka renovasi gedung kantor Beban ditangguhkan Setoran kliring Lainnya Jumlah 18 KEWAJIBAN SEGERA Saldo kewajiban segera terdiri dari : 2009 Beban masih harus dibayar Pajak PPh psl 21 PPh psl 23 PPh psl 26 PPN PPh lainnya Operasi Bank Lainnya Jumlah Jumlah kewajiban berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah Kewajiban segera operasi terdiri dari: 2009 Deposito yang telah jatuh tempo Setoran sehubungan dengan penjualan agunan yang diambil alih Transfer Kewajiban sehubungan dengan administrasi kredit Setoran sehubungan pelunasan kredit Personalia Lain-lain Jumlah 2.208 0 10.669 7.207 454 597 3.024 24.159 2008 174 6.240 2.070 2.768 702 449 8.332 20.735 48.847 3.307 52.154 2008 35.908 2.350 38.258 1.147 526 13 15 1 24.159 32 2.411 52.154 1.608 31 619 13 6 20.735 30 2.632 38.258 23.850 2008 12.584 2.379 451 606.230 0 9.726 677 2.641 8.574 21 49.529 680.228 2008 2.262 661 632.488 17.591 10.331 493 166 8.641 38.418 22.204 733.255

33

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 19 SIMPANAN Saldo simpanan dana pihak ketiga, terdiri dari : 2009 Giro Tabungan Deposito berjangka Sertifikat deposito - bersih Jumlah Giro Berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah Berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga : 2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Jumlah Giro yang menjadi jaminan per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar RpNihil. Tingkat bunga per tahun per 30 Juni 2009 dan 2008 untuk giro rupiah berjenjang berkisar antara 0,00% - 6,00% dan 0,00% - 8,50%, sedangkan tingkat bunga untuk giro valuta asing berkisar antara 0,00% - 2,00% dan 0,00% - 5,00%. Tabungan Rincian tabungan per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : 2009 Rupiah Tabungan Gemilang Tabungan Prestasi Gemilang Tabungan Artha Tabungan Pratama Jumlah Berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga : 2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Jumlah Tingkat bunga per tahun untuk tabungan per 30 Juni 2009 dan 2008 berkisar antara 0,00% - 5,00%. 4.285 715.637 719.922 2008 10.695 715.167 725.862 318.630 28.137 359.540 13.615 719.922 330.961 30.431 356.210 8.260 725.862 2008 20.340 1.229.038 1.249.378 2008 17.279 1.083.468 1.100.747 938.199 311.179 1.249.378 2008 912.616 188.131 1.100.747 1.249.378 719.922 10.129.471 0 12.098.771 2008 1.100.747 725.862 7.432.822 2.936 9.262.367

34

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Deposito berjangka Berdasarkan jangka waktu : 2009 Rupiah < 1 bulan 1 - 3 bulan 3 - 6 bulan 6 - 12 bulan > 12 bulan Jumlah rupiah Valuta asing < 1 bulan 1 - 3 bulan 3 - 6 bulan 6 - 12 bulan Jumlah valuta asing Jumlah Berdasarkan sisa umur jatuh tempo : 2009 Rupiah < 1 bulan 1 - 3 bulan 3 - 6 bulan 6 - 12 bulan Jumlah rupiah Valuta asing < 1 bulan 1 - 3 bulan 3 - 6 bulan 6 - 12 bulan Jumlah valuta asing Jumlah Berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga : 2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Jumlah 291.837 9.837.634 10.129.471 2008 276.344 7.156.478 7.432.822 6.018.748 1.623.118 1.219.317 154.293 9.015.476 5.429.197 995.966 120.229 111.328 6.656.720 2008 946.127 102.410 43.519 21.939 1.113.995 10.129.471 5.156 751.663 11.710 7.573 776.102 7.432.822 5.849.222 2.651.618 162.709 351.927 0 9.015.476 228.058 6.131.691 127.288 169.683 0 6.656.720 2008

909.145 112.085 72.544 20.221 1.113.995 10.129.471

643.207 120.270 5.695 6.930 776.102 7.432.822

Deposito yang dijadikan jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp675.813 dan Rp264.868. Termasuk dalam deposito dijaminkan tersebut adalah deposito milik pihak yang mempunyai hubungan istimewa per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp204.506 dan Rp185.366 (catatan 41), yang dijadikan jaminan berkaitan dengan pinjaman restruktur 2 eks debitur PT Bank Artha Prima sebesar Rp670.451. Deposito tersebut tidak dapat dicairkan, baik pokok maupun bunganya sampai nilai deposito tersebut mencapai nilai pinjamannya.

35

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Tingkat bunga per tahun deposito berjangka per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah berkisar masing-masing 0,00% - 15,50% dan 3,75% - 10,00% untuk mata uang rupiah, dan sebesar masing-masing 1,00% - 6,00% dan 1,00% - 4,50% untuk valuta asing. Dari jumlah deposito yang ada untuk per 30 Juni 2009 dan 2008 tersebut termasuk didalamnya Sertifikat Bonus masing-masing sebesar Rp9.122 dan Rp8.358 (catatan 10e), yang diterbitkan berkaitan dengan fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank kepada pihak ketiga untuk pembelian kios di Mangga Dua Square.

Sertifikat deposito 2009 Rupiah - Pihak ketiga Nilai nominal -/- Bunga diterima di muka Jumlah Tingkat suku bunga per tahun untuk sertifikat deposito per 30 Juni 2008 adalah sebesar 8,25%. Sertifikat deposito tersebut mempunyai jangka waktu 1 tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 8 Oktober 2008. 20 SIMPANAN DARI BANK LAIN Jangka Waktu Rupiah - Pihak ketiga Giro Deposit On Call BPR Artha Niaga Finatama BPR Lexi Pratama Mandiri BPR Ratna Artha Pusaka BPR Sarikusuma Surya BPD Sultra BPD Utomo Manunggal Deposito berjangka Bank Nusantara Parahyangan BPD Sultra BPR Artha Niaga Finatama BPR Artha Tual BPR Bina Maju Usaha BPR Dana Nagoya BPR Dana Putra Mandiri BPR Daya Lumbung Asia BPR Duta Adiarta BPR Gunung Kinibalu BPR Jelita Arta BPR Mandiri Artha Abadi BPR Mutiara Artha Pratam BPR Ragam Peran Mandiri BPR Ratna Artha Pusaka BPR Sarikusuma Surya BPR Sentral Ekonomi Nusantara BPR Sukasada Dewan Gubernur BI QQ BPR Bina Maju Usaha Dewan Gubernur BI QQ BPR Kita Dewan Gubernur BI QQ BPR TLM BPR Dana Nusantara BPR Pedungan mingguan mingguan mingguan mingguan mingguan mingguan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 1 bulan 3 bulan 3 bulan 2009 20.600 1.750 0 500 0 0 2.500 0 0 2.642 2.500 200 1.000 0 6.300 0 1.585 0 0 0 0 0 0 0 1.500 400 8 2.659 0 600 2008 8.461 0 100 0 100 10.000 0 3.750 40.000 0 500 250 0 1.000 0 1.200 1.612 3.047 500 2.500 400 1.000 200 750 0 0 0 0 600 1.725 0 0 0 2008 3.000 (64) 2.936

36

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Jangka Waktu Call money Bank Rakyat Indonesia Jumlah rupiah Valuta asing -Pihak ketiga Deposito berjangka Bank Nusantara Parahyangan Jumlah valuta asing Jumlah 1 bulan 10.364 10.364 55.108 28.144 28.144 155.839 < 1 bulan 0 44.744 50.000 127.695 2009 2008

Suku bunga per 30 Juni 2009 dan 2008 untuk mata uang rupiah masing-masing berkisar 7,25% - 10,00% dan 7,00% - 8,75%, serta untuk mata uang asing masingmasing sebesar 3,00% dan 3,25%. 21 KEWAJIBAN AKSEPTASI Kewajiban akseptasi merupakan kewajiban kepada beneficiary atas akseptasi wesel berjangka sehubungan dengan pembukaan L/C impor dengan akseptasi dalam mata uang USD per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp75.267 dan Rp66.861. Berdasarkan sisa jangka waktu jatuh tempo adalah sebagai berikut : 2009 Kurang dari 1 bulan Lebih dari 1 s/d 3 bulan Lebih dari 3 s/d 6 bulan Jumlah 22.086 35.989 17.192 75.267 2008 0 52.411 14.450 66.861

22 PINJAMAN DITERIMA Pinjaman yang diterima merupakan pinjaman dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) (sebagai bank koordinator) yang diberikan dalam rangka pembiayaan kredit pemilikan rumah sederhana / rumah sangat sederhana (KP-RS/RSS) tahun anggaran 2001 sesuai dengan persetujuan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor S-485/MK.06/2001 tanggal 2 November 2001. Dari fasilitas tersebut, Bank memperoleh plafon kredit sebesar Rp24.456 untuk 2.000 unit rumah sederhana tanpa jaminan. Pembayaran kembali pokok pinjaman dilakukan dalam 22 kali angsuran per semester yang sama besarnya setiap tanggal 1 Maret dan tanggal 1 September setiap tahunnya, dengan angsuran pertama dilakukan pada tanggal 1 Maret 2004 dan berakhir pada tanggal 1 September 2014. Tingkat bunga per tahun yang dibebankan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) kepada Bank per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar 6,00%. Tingkat bunga per tahun yang dibebankan oleh Bank kepada debitur per 30 Juni 2009 dan 2008 berkisar antara 18,00% - 20,00%. Saldo untuk pinjaman diterima dari BTN per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp12.152 dan Rp14.495. 23 BUNGA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2009 Bunga penempatan dari bank lain Bunga deposito berjangka Bunga pinjaman diterima Bunga tabungan Bunga jasa giro Bunga pajak deposito Bunga pinjaman diberikan Jumlah Bunga yang masih harus dibayar berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah 49.926 3.122 53.048 2008 32.475 1.891 34.366 62 40.133 677 1.765 2.392 8.019 0 53.048 2008 283 24.258 548 1.689 2.107 5.190 291 34.366

37

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 24 ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI Transaksi komitmen dan kontinjensi (catatan 37) dalam kegiatan usaha Bank yang mempunyai risiko kredit adalah sebagai berikut : 2009 Rupiah Garansi yang diterbitkan L/C yang masih berjalan Fasilitas pinjaman diberikan belum digunakan Jumlah rupiah Valuta asing Garansi yang diterbitkan L/C yang masih berjalan Fasilitas pinjaman diberikan belum digunakan Jumlah valuta asing Jumlah 29.501 69.796 25.449 124.746 838.900 73.760 59.780 77.972 211.512 916.730 52.841 212 661.101 714.154 91.547 6.485 607.186 705.218 2008

Perubahan penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut : 2009 Saldo awal Pembentukan (pemulihan) *) Saldo akhir *) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing Jumlah minimum penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi telah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya komitmen dan kontinjensi tersebut. 25 KEWAJIBAN IMBALAN PASTI PASCA-KERJA Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni KEP-150/MEN/2000 (KepMen 150) yang berlaku sejak tahun 2000 dan kemudian disesuaikan menjadi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Perubahan mendasar pada Undang-undang baru tersebut terdapat pada penambahan jumlah pesangon dan uang penghargaan masa kerja untuk masa kerja tertentu. Asumsi utama yang digunakan untuk menghitung imbalan pasti pasca-kerja adalah sebagai berikut : Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji Tingkat pengunduran diri 11% 9% 5,00% per tahun untuk umur 18-44 tahun dan 0,00% per tahun untuk umur 45-54 tahun 7.235 1.154 8.389 2008 11.422 -2.255 9.167

Perhitungan aktuaria terakhir atas cadangan imbalan pasti pasca-kerja dilakukan untuk laporan keuangan per 31 Desember 2008 dan dilakukan oleh PT Dian Artha Tama, aktuaris independen dengan laporan No. 088/PSAK/DAT/II/2009 tanggal 25 Februari 2009. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasti pasca-kerja pada tanggal 31 Desember 2008 sebanyak 2.170 orang. Per 30 Juni 2009 dan 2008, saldo akhir kewajiban imbalan pasti pasca-kerja masing-masing sebesar Rp77.027 dan Rp58.719. 26 KEWAJIBAN LAIN-LAIN 2009 Setoran jaminan Pendapatan diterima di muka Setoran KPR eks debitur BPPN Hutang pajak penghasilan badan Setoran nasabah Lainnya Jumlah 3.228 24.176 3.371 1.496 395 3.907 36.573 2008 2.530 20.963 5.333 3.175 138 28.412 60.551

38

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Kewajiban lain-lain berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah Setoran nasabah adalah setoran titipan dari nasabah untuk transaksi-transaksi di luar transaksi simpanan. Hutang pajak penghasilan badan per 30 Juni 2009 dan 2008, terdiri dari : 2009 Hutang pajak PPh pasal 25 Hutang pajak PPh pasal 29 Jumlah 27 PINJAMAN SUBORDINASI 2009 Rupiah Pihak ketiga Two Step Loans Bank Indonesia Jumlah 10.965 1.019.552 1.030.517 18.275 1.019.552 1.037.827 2008 1.496 0 1.496 2008 1.662 1.513 3.175 34.326 2.247 36.573 2008 58.341 2.211 60.552

a. Pinjaman two step loan adalah pinjaman diterima dari Japan Bank for International Cooperation ("JBIC") yang merupakan merger dari The Export-Import Bank of Japan dan The Overseas Economic Cooperation Fund melalui Bank Indonesia untuk pembiayaan kredit usaha kecil sesuai Surat Perjanjian Kredit TSL ke VI Nomor 29/32/DIR/UK tanggal 21 Nopember 1996 dengan plafon kredit penerusan sebagai berikut : Yen Two Step Loan VI 1.800.000.000 Equivalen Rp 80.412 Jangka waktu 14 tahun Jatuh tempo 15/08/2010

Pinjaman KLBI-TSL JBIC disajikan sebagai pinjaman subordinasi yang sebelumnya dicatat sebagai pinjaman diterima, atas persetujuan dari Bank Indonesia Nomor 30/1276/UPB2/AdB2 tanggal 23 September 1997 dan surat permohonan dari Bank Nomor CPRM/021/VII/97 tanggal 21 Oktober 1997. Angsuran per semester sebesar Rp3.655 dilakukan setiap tanggal 15 Februari dan 15 Agustus. Sampai dengan 30 Juni 2009 dan 2008, kredit TSL VI telah dilunasi sebesar Rp69.446 dan Rp62.136. b. Pinjaman subordinasi dari Bank Indonesia adalah pinjaman diterima oleh Bank (eks - PT Bank Arta Pratama) dalam rangka membantu Bank untuk melakukan penyehatan Bank (eks - PT Bank Arta Pratama). Berdasarkan akta perjanjian kredit No. 21 sampai dengan 29 tanggal 21 Oktober 1997 dari Notaris Koesbiono Sarmanhadi, S.H., MH, bahwa untuk mendukung usaha penyelamatan dan penyehatan tersebut, Bank Indonesia telah menyetujui pemberian pinjaman subordinasi sebesar Rp1.019.552 yang terdiri dari Rp489.552 yang merupakan konversi dari pinjaman Bank Indonesia sebelumnya sebesar Rp615.000, dikurangi denda bunga dan saldo debet yang dibebankan dari tanggal 1 April 1996 sampai 24 September 1997 sebesar Rp125.448 dan Rp530.000 yang merupakan tambahan pinjaman baru, yang diberikan kepada manajemen baru PT Bank Arta Pratama. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Bank Indonesia dan Bank (eks - PT Bank Arta Pratama) sepakat untuk mengadakan suatu perjanjian pinjaman subordinasi dengan ketentuan dan syarat sebagai berikut : 1) Jangka waktu kredit 25 tahun dengan masa tenggang selama 15 tahun sejak perjanjian kredit ditandatangani, atau sampai dengan tanggal 21 Oktober 2022. 2) Suku bunga kredit sebesar 6% per tahun, secara "caping". Selanjutnya sesuai surat dari Bank Indonesia No. 11/8/DPB3/TPB3-5/Rahasia tanggal 15 Februari 2009, Bank Indonesia telah menyetujui penurunan tingkat suku bunga pinjaman subordinasi ke Bank Indonesia menjadi 3,25% per tahun yang berlaku efektif sejak 21 Oktober 2008. 3) Pembayaran pokok pinjaman dilakukan setelah masa tenggang berakhir, dalam 10 angsuran yang sama besarnya dimulai pada akhir bulan Oktober tahun ke 16 sampai dengan pelunasannya pada akhir bulan Oktober tahun ke - 25. 4) Jaminan kredit adalah : - Segala harta kekayaan eks PT Bank Artha Pratama, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, baik yang sudah ada maupun yang akan ada di kemudian hari. - Jaminan perusahaan (company guarantee) dari para pemegang saham Bank untuk kredit dengan maksimum Rp489.552 dan untuk sisanya dengan jaminan pribadi (personal guarantee) dari Tn. Tomy Winata dan Tn. Sugianto Kusuma. 5) Atas pinjaman subordinasi tersebut, Bank Indonesia memberikan beberapa batasan-batasan yang harus ditaati oleh Bank yaitu melakukan merger, memindahtangankan/menyewakan Bank, mengubah status hukum Bank, membayar hutang kepada pemegang saham, melakukan investasi, membayar dividen, mengambil lease dari perusahaan leasing, membuka cabang/perwakilan baru, mengikatkan diri sebagai penjamin, menjaminkan harta kekayaan, dan membubarkan Bank.

39

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 28 MODAL Modal Bank per 30 Juni 2009 dan 2008, terdiri dari : Komposisi modal ditempatkan dan disetor Bank per 30 Juni 2008 sesuai dengan laporan dari PT Blue Chip Mulia Nomor SA/BAG/137/VII/08 tanggal 4 Juli 2008, adalah sebagai berikut : Komposisi permodalan Jumlah saham (lembar) Modal dasar Modal ditempatkan dan disetor Komposisi pemegang saham Nama pemegang saham PT Arthamulia Sentosajaya PT Cerana Arthaputra PT Karya Nusantara Permai PT Pirus Platinum Murni PT Puspita Bisnispuri Masyarakat Jumlah Persentase 14,04% 22,49% 12,12% 14,04% 14,04% 23,27% 100,00% Jumlah saham (lembar) 825.529.475 1.322.157.253 712.647.774 825.529.475 825.529.472 1.368.657.554 5.880.051.003 Jumlah (Rp) 91.535 146.601 79.018 91.535 91.535 151.757 651.980 13.550.000.000 5.880.051.003 Nilai Nominal (Rp) (angka penuh) 110,88 110,88 Jumlah (Rp) 1.502.424 651.980

Komposisi modal ditempatkan dan disetor Bank pada tanggal 30 Juni 2009 sesuai dengan laporan dari PT Blue Chip Mulia Nomor SA/BAG/131/VII/09 tanggal 9 Juli 2009 adalah sebagai berikut : Komposisi permodalan Jumlah saham (lembar) Modal dasar Modal ditempatkan dan disetor Komposisi pemegang saham Nama pemegang saham PT Cerana Arthaputra PT Arthamulia Sentosajaya PT Pirus Platinum Murni PT Puspita Bisnispuri PT Karya Nusantara Permai Masyarakat Jumlah 29 TAMBAHAN MODAL DISETOR Perubahan saldo tambahan modal disetor per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : 2009 Saldo awal Penambahan (pengurangan) Saldo akhir 419.374 (587) 418.787 2008 419.374 0 419.374 Persentase 15,42% 9,63% 9,63% 9,63% 8,31% 47,38% 100,00% Jumlah saham (lembar) 1.322.157.253 825.529.475 825.529.475 825.529.472 712.647.774 4.063.682.778 8.575.076.227 Jumlah (Rp) 146.601 91.535 91.535 91.535 79.018 450.581 950.805 13.550.000.000 8.575.076.227 Nilai Nominal (Rp) (angka penuh) 110,88 110,88 Jumlah (Rp) 1.502.424 950.804

Pengurangan tambahan modal disetor per 30 Juni 2009 sebesar Rp587 terdiri dari penambahan agio saham sebesar Rp101 dan biaya Rp688 yang berasal dari hasil penjualan saham dalam rangka PUT III dengan HMETD yang selesai dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2008 dengan total saham yang terjual sebanyak 840.007.286 lembar dengan harga jual sebesar (angka penuh) Rp111 per lembar saham.

40

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 30 SALDO LABA (DEFISIT) a. Koreksi saldo defisit pada tanggal 1 Januari 2008 sehubungan dengan pengakuan pendapatan bunga atas debitur yang sudah diklasifikasikan non performing loans pada tahun 2008 sesuai dengan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia. b. Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya per 30 Juni 2009 dan 2008 sebesar Rp2.585 merupakan saldo laba yang dibentuk untuk cadangan sesuai dengan hasil Risalah Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan dalam Akta Notaris Nomor 43 tanggal 13 Juni 1997 dan Nomor 13 tanggal 30 Juni 1998 dari Notaris Sri Nanning,S.H., masing-masing sebesar Rp1.000, sedangkan sebesar Rp585 merupakan saldo laba yang dibentuk untuk dividen yang belum diambil (dibentuk pada tahun 1992 sampai 1996) oleh pemegang saham dan telah melampaui waktu lebih dari 5 tahun. Sesuai dengan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, serta hasil RUPS PT Bank Inter-Pacific Tbk, tanggal 14 April 2005 (sebelum merger) tentang Perubahan Anggaran Dasar, atas hutang dividen yang tidak diambil oleh pemegang saham yang telah melebihi jangka waktu 5 tahun maka hutang dividen tersebut dipindahbukukan ke dalam akun Modal - Cadangan Khusus.

31 PENDAPATAN BUNGA 2009 Kredit yang diberikan Surat berharga Obligasi Pemerintah Penempatan pada bank lain Bank Indonesia Lainnya Jumlah Bunga yang diperoleh lainnya dari Bank Indonesia terdiri dari : 2009 SBI Jasa Giro Call Money Fine Tune Kontraksi Jumlah Pendapatan bunga berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah 32 PROVISI DAN KOMISI LAINNYA 2009 Bank garansi Asuransi Letter of credit Surat berharga jaminan Kiriman uang Administrasi kredit Kredit Wirausaha Arranger Sewa safe deposit box Imbalan jasa Lainnya Jumlah 726 372 1.560 112 993 1.257 303 177 171 477 325 6.473 2008 1.517 369 8.695 108 1.388 1.314 450 216 172 347 2.159 16.735 739.283 71.522 810.805 2008 470.948 41.038 511.986 53.117 0 2.950 3.952 60.019 2008 44.156 1.292 517 0 45.965 718.486 6.074 21.686 4.513 60.019 27 810.805 2008 439.827 4.149 17.933 4.112 45.965 0 511.986

41

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 33 PENDAPATAN LAINNYA 2009 Denda bunga Administrasi giro dan tabungan Pendapatan lain-lain Jumlah 34 BUNGA YANG DIBAYAR 2009 Jasa giro nasabah Tabungan nasabah Deposito nasabah Beban bunga lainnya Jumlah beban bunga pihak ketiga bukan bank Bank lain dan lembaga keuangan bukan bank Bank Indonesia Jumlah beban pihak ketiga bank Premi asuransi jaminan kewajiban bank Jumlah beban bunga Bunga yang dibayar berdasarkan mata uang : 2009 Rupiah Valuta asing Jumlah 35 BEBAN OPERASIONAL LAINNYA 2009 Beban umum dan administrasi : Pemeliharaan bangunan Pemasaran Penyusutan Amortisasi Jumlah beban umum dan administrasi Beban karyawan Beban operasi : Jasa profesional Barang cetakan Alat tulis kantor Asuransi Pemeliharaan Sewa Pelatihan dan pengembangan karyawan Komunikasi Beban imbalan pasti pasca kerja Biaya bahan bakar, listrik, gas dan air Biaya keamanan Biaya keperluan kantor 5.251 1.976 2.203 994 3.719 8.811 3.340 7.156 10.569 5.954 9.917 1.212 5.359 1.999 1.877 987 3.349 9.706 2.306 6.572 3.389 5.941 9.736 2.393 16.624 8.222 7.358 582 32.786 118.601 15.705 9.017 8.052 387 33.161 105.606 2008 569.450 27.912 597.362 2008 321.790 18.093 339.883 14.572 10.658 531.110 930 557.270 5.657 23.900 29.557 10.535 597.362 2008 12.890 10.454 291.358 557 315.259 4.907 10.309 15.216 9.408 339.883 632 8.658 3 9.293 2008 278 8.513 76 8.867

42

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 2009 Biaya perjalanan dinas Biaya administrasi bank Lainnya Jumlah beban operasi Jumlah beban operasional lainnya 1.106 735 13.265 76.208 227.595 2008 1.157 718 9.610 65.099 203.866

Beban operasional lainnya sebesar Rp6.264 dan Rp5.774 masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 dibayarkan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 41). Jumlah gaji kotor, tunjangan dan bonus Direksi dan Dewan komisaris untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : 2009 Direksi Dewan Komisaris Komite Audit Jumlah 36 PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL Pendapatan non operasional 2009 Keuntungan penjualan aset tetap Alto Card center Sewa Dividen Lainnya Jumlah 2009 Beban non operasional Kerugian penjualan agunan yang diambil alih Denda-denda Alto Sewa Lainnya Jumlah Pendapatan non operasional - bersih 2 1 42 0 129 174 458 17 2 37 89 33 178 845 176 45 18 7 2 384 632 2008 2008 366 43 17 0 3 594 1.023 3.315 5.020 1.349 9.684 2008 4.467 6.098 1.067 11.632

37 KEWAJIBAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI Bank memiliki kewajiban komitmen dan kontinjensi sebagai berikut : 2009 Kewajiban komitmen Fasilitas kredit yang belum digunakan (Catatan 24) L/C yang masih berjalan (Catatan 24) Penjualan valuta asing Jumlah 769.424 70.008 0 839.432 2008 685.158 66.266 78.370 829.794

43

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 2009 Kewajiban kontinjensi Garansi yang diterbitkan (Catatan 24) Setoran titipan Lainnya Jumlah Jumlah kewajiban komitmen dan kontinjensi 82.339 447.459 50.000 579.798 1.419.230 165.307 226.924 50.000 442.231 1.272.025 2008

Berdasarkan penelaahan dan evaluasi manajemen Bank, kolektibilitas letter of credit dan garansi yang diterbitkan diklasifikasikan lancar. 38 TAGIHAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI 2009 Tagihan komitmen Pembelian valuta asing Jumlah Tagihan kontinjensi Bunga dalam penyelesaian Jumlah Jumlah tagihan komitmen dan kontinjensi 39 PENERUSAN KREDIT Penerusan kredit adalah penerusan Kredit Pengusaha Kecil dan Menengah (KPKM) yang berasal dari Bank Indonesia. Saldo penerusan kredit dengan kolektibilitas dan jangka waktu sebagai berikut : Berdasarkan kolektibilitas 2009 Diragukan Macet Jumlah 2.694 4.090 6.784 2008 2.725 4.090 6.815 13.733 13.733 36.830 36.830 50.563 0 0 43.983 43.983 43.983 2008

Bank menerima fasilitas kredit program dalam bentuk Kredit Pengusaha Kecil dan Mikro (KPKM) pada tahun 1999 dengan jumlah plafon sebesar Rp31.472. Kredit ini telah disalurkan seluruhnya dengan jangka waktu 2 - 6 tahun dengan tingkat bunga 13,00% per tahun. Bank tidak menanggung risiko kredit atas penyaluran KPKM tersebut. 40 LABA BERSIH PER SAHAM 2009 Laba bersih konsolidasi Laba bersih konsolidasi untuk perhitungan laba konsolidasi per saham dasar Jumlah saham Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan laba konsolidasi per saham dasar Laba konsolidasi per saham dasar (angka penuh) 8.575.076.227 2,59 5.880.051.003 2,91 22.212 17.120 2008

44

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 41 TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan normal usahanya, Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Selain dengan karyawan kunci, Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa antara lain :
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PT Buanagraha Artha Prima PT Andana Utamagraha Tomy Winata Sugianto Kusuma PT Arthamulia Sentosajaya PT Cerana Arthaputra PT Karya Nusantara Permai PT Pirus Platinum Murni PT Puspita Bisnispuri Sifat hubungan istimewa Dimiliki pemegang saham akhir yang sama dengan Bank Dimiliki pemegang saham akhir dan pengurus yang sama dengan Bank Pemegang saham akhir Bank dan pengurus Bank Pemegang saham akhir Bank dan pengurus Bank Pemegang saham Bank Pemegang saham Bank Pemegang saham Bank Pemegang saham Bank Pemegang saham Bank Transaksi Bangun, kelola dan serah (BOT), giro, deposito Giro, deposito Giro, tabungan, deposito dan jaminan pribadi Giro, tabungan, deposito dan jaminan pribadi Jaminan Perusahaan Jaminan Perusahaan Jaminan Perusahaan Jaminan Perusahaan Jaminan Perusahaan

Transaksi dan saldo dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa serta persentase terhadap masing-masing jumlah transaksi dan saldo akun-akun yang terkait, dengan rincian sebagai berikut : 2009 Persentase Jumlah Terhadap Jumlah Aset/ Kewajiban (%) Aset Kredit yang diberikan PT Graha Sudirman Center PT Electronic City Indonesia PT Lokta Karya Perbakin PT Citra Wiradaya Lain-lain (dibawah Rp 500 juta) Jumlah Kewajiban Simpanan Giro PT Andana Utamagraha PT Buana Graha Arthaprima PT Jakarta Int'l Hotel Dev. PT Electronic City Indonesia Rebecca Halim (Tzu Chi) Lain-lain (dibawah Rp 1 Milyar) Jumlah giro Tabungan Kiki Syahnakri Richard Halim Kusuma Sugianto Kusuma Santoso Gunara Suparman & Lareina Kusuma Lain-lain (dibawah Rp 1 Milyar) Jumlah tabungan 0 3.000 500 0 0 3.500 0,00% 0,02% 0,00% 0,00% 0,00% 0,05% 17.568 0 1.000 18.500 32 37.100 0,15% 0,00% 0,01% 0,16% 0,01% 0,33% Jumlah 2008 Persentase Terhadap Jumlah Aset/ Kewajiban (%)

4.763 2.306 4.577 2.827 0 5.867 20.340

0,04% 0,02% 0,03% 0,02% 0,00% 0,04% 0,15%

1.870 3.402 6.937 0 1.516 3.554 17.279

0,02% 0,03% 0,06% 0,00% 0,01% 0,03% 0,15%

665 646 559 582 0 1.833 4.285

0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01% 0,01%

1.038 0 0 2.241 4.098 3.318 10.695

0,01% 0,00% 0,00% 0,02% 0,04% 0,03% 0,10%

45

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 2009 Jumlah Deposito Sugianto Kusuma Tomy Winata dan Dr Soetjahjo Tomy Winata dan Sugianto Kusuma PT Andana Utamagraha PT Buana Graha Arthaprima PT Jakarta Int'l Hotel Dev. Budiman Efendi Susanto Kusumo Susanto Kusumo dan Sylvia E. T. Andy Kasih Lain-lain (dibawah Rp 1 Milyar) Jumlah deposito Jumlah Persentase Terhadap Jumlah Aset/ Kewajiban (%) 2.204 2.156 204.506 0 7.653 36.150 0 32.243 1.352 2.364 3.209 291.837 316.462 0,02% 0,02% 1,51% 0,00% 0,06% 0,27% 0,00% 0,24% 0,01% 0,02% 0,02% 2,17% 2,33% Jumlah 2008 Persentase Terhadap Jumlah Aset/ Kewajiban (%) 5.528 1.998 185.366 6.001 6.473 20.817 1.345 46.653 0 0 2.163 276.344 304.318 0,05% 0,02% 1,73% 0,06% 0,06% 0,19% 0,01% 0,43% 0,00% 0,00% 0,02% 2,57% 2,82%

Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilakukan dengan kebijakan dan syarat yang sama seperti transaksi dengan pihak ketiga. a. Transaksi Build Operate Transfer (BOT) atas Gedung Artha Graha dengan PT Buanagraha Artha Prima selama jangka waktu 40 tahun. PT Buanagraha Artha Prima (hubungan kepemilikan dan/atau kepengurusan) merupakan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 15). b. Bank menjaminkan tanah yang dimilikinya yang terletak di Jalan Jendral Sudirman Kav. 52-53 Lot 25, Jakarta Selatan sehubungan dengan fasilitas kredit yang diterima oleh pihak yang mempunyai hubungan istimewa dari bank lain sebesar Rp50.000 (catatan 15). c. Bank melakukan transaksi sewa gedung dengan PT Buanagraha Artha Prima untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 masingmasing sebesar Rp6.264 dan Rp5.774. d. Deposito milik pihak yang mempunyai hubungan istimewa per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp204.506 dan Rp185.366 dijadikan jaminan berkaitan dengan pinjaman restruktur 2 eks debitur PT Bank Arta Pratama sebesar Rp670.451. Deposito tersebut tidak dapat dicairkan baik pokok maupun bunganya sampai nilai deposito tersebut mencapai nilai pinjamannya (catatan 19). e. Pinjaman subordinasi dari Bank Indonesia dijamin oleh jaminan perusahaan dari PT Arthamulia Sentosajaya, PT Cerana Arthaputra, PT Karya Nusantara Permai, PT Pirus Platinum Murni dan PT Puspita Bisnispuri dan jaminan pribadi dari Tomy Winata dan Sugianto Kusuma. f. Tidak terdapat benturan kepentingan atas transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1.

42 ASET DAN KEWAJIBAN DALAM VALUTA ASING Posisi aset dan kewajiban dalam valuta asing adalah sebagai berikut : Mata Uang Aset Kas USD AUD JPY SGD EUR Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain USD USD AUD GBP HKD 1.482 88 4.095 791 72 1.450 7.179 26 85 15 15.127 734 438 5.581 1.034 14.801 73.279 216 1.437 20 1.883 94 4.818 113 53 3.650 1.049 417 10 230 17.364 839 422 767 767 33.653 9.676 3.716 184 271 Nilai Nominal (ribuan) 2009 Equivalen (Rp) Nilai Nominal (ribuan) 2008 Equivalen (Rp)

46

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Mata Uang JPY SGD EUR Penyisihan giro pada bank lain USD AUD GBP HKD JPY SGD EUR Penempatan pada bank lain Penyisihan penempatan pada bank lain Efek-efek Penyisihan efek-efek Obligasi rekapitalisasi Pemerintah Kredit yang diberikan Penyisihan penghapusan kredit Tagihan akseptasi Penyisihan akseptasi Pendapatan yang masih harus diterima USD USD USD USD USD USD USD USD USD USD GBP EUR Biaya dibayar dimuka Aset lain-lain Rekening administratif Jumlah aset Kewajiban Kewajiban segera USD SGD AUD USD SGD USD USD USD SGD USD GBP JPY EUR USD USD JPY EUR AUD GBP 31 378 40 139.444 255 1.015 7.374 306 0 120 0 45 1 220 13.947 4.544 135 6 4 SGD USD USD SGD Nilai Nominal (ribuan) 4.619 174 161 (63) (0) (1) (0) (42) (2) (2) 0 0 16.379 0 0 111.362 (1.085) 7.374 (74) 2.687 0 0 0 40 1.000 500 2009 Equivalen (Rp) 494 1.228 2.313 (733) (2) (14) (0) (5) (12) (23) 0 0 167.192 0 0 1.136.732 (11.079) 75.267 (753) 27.432 1 0 0 406 10.210 3.526 1.524.846 312 2.662 333 1.423.378 1.796 10.364 75.267 3.121 1 1.222 1 5 19 2.247 142.366 486 1.938 49 62 1.665.629 (140.783) 254 1 0 104.070 692 3.053 7.252 204 1 229 0 0 0 240 26.432 0 0 0 0 Nilai Nominal (ribuan) 2.717 178 266 (10) (4) (0) (2) (27) (2) (3) 0 0 16.428 0 0 92.021 (1.326) 7.252 (73) 3.470 0 0 0 80 0 0 2008 Equivalen (Rp) 238 1.212 3.885 (97) (37) (2) (3) (2) (12) (39) 0 0 151.469 0 0 848.432 (12.222) 66.861 (669) 31.990 0 1 0 735 2 0 1.159.402 2.344 6 0 959.523 4.710 28.144 66.861 1.884 7 2.115 0 0 0 2.211 243.702 0 0 0 0 1.311.507 (152.105)

Simpanan Simpanan dari bank lain Kewajiban akseptasi Bunga yang masih harus dibayar Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi

Kewajiban lain-lain Rekening administratif

Jumlah kewajiban Aset/(kewajiban) - bersih

47

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Bank mempunyai posisi valuta asing sebagian besar dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dalam bentuk simpanan nasabah dan bank lain disisi kewajiban serta kredit diberikan, efek-efek dan penempatan pada bank lain disisi aset. Untuk mengelola dan mitigasi risiko nilai tukar, Bank selalu mengupayakan pembiayaan dengan valuta yang sama dengan pendanaan untuk melindungi posisi valuta asing yang terbuka. Perlindungan valuta asing yang terbuka ini dilakukan dengan instrumen derivatif seperti spot, forward dan swap.

43 PELAPORAN JATUH TEMPO Pelaporan jatuh tempo aset dan kewajiban adalah sebagai berikut : Per 30 Juni 2009
Keterangan Aset Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain Efek-efek Obligasi Pemerintah rekapitalisasi
0 1.279.215 22.086 0 141.069 37.393 0 8.181 3.851.042 0 357.334 35.989 0 0 0 0 0 393.323 0 0 0 1.735.203 0 1.000 35.989 1.035 0 0 0 0 0 1.773.227 0 2.932.279 17.192 0 0 0 191.228 71.147 3.211.846 0 0 0 1.291.861 0 1.000 17.192 1.112 0 0 0 36.573 3.655 1.351.393 0 1.000.311 0 0 0 0 0 600.900 1.601.378 0 0 0 174.514 0 0 0 2.223 0 0 0 0 3.655 180.392 0 2.540.668 0 0 0 0 0 0 2.642.857 0 0 0 0 0 0 0 6.670 0 0 0 0 105.610 112.280 329.420 2.228.522 0 137 0 0 0 0 2.755.564 0 0 0 0 0 0 0 1.112 0 0 77.027 0 917.597 995.736 329.420 10.338.329 75.267 137 141.069 37.393 191.228 680.228 14.456.010 52.154 1.249.378 719.922 10.129.471 0 55.108 75.267 12.152 53.048 8.389 77.027 36.573 1.030.517 13.499.006 236.037 553.237 82.902 325.500 1.165.422 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 167 0 0 0 0 0 102.189 0 0 0 30.290 167.195 236.037 553.237 82.902 355.957 1.434.806

Sampai dengan 1 bulan

1 - 3 bulan

3 - 12 bulan

1 - 2 tahun

2 - 5 tahun

Diatas 5 tahun

Jumlah

Kredit yang diberikan Tagihan akseptasi Penyertaan saham Pendapatan yang masih akan diterima Beban dibayar dimuka Agunan yang diambil alih Aset lain-lain Kewajiban Kewajiban segera Simpanan Giro Tabungan Deposito berjangka Sertifikat deposito Simpanan dari bank lain Kewajiban akseptasi Pinjaman diterima Bunga yang masih harus dibayar Estimasi kerugian komitmen dan kontijensi Kewajiban imbalan pasca-kerja Kewajiban lain-lain Pinjaman subordinasi pasti

52.154 1.249.378 719.922 6.927.893 0 53.108 22.086 0 53.048 8.389 0 0 0 9.085.978

Per 30 Juni 2008
Keterangan Aset Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain Efek-efek Obligasi Pemerintah Tagihan derivatif Kredit yang diberikan Tagihan akseptasi Penyertaan saham rekapitalisasi
0 712 1.590.732 29.719 0 0 0 389.565 22.692 0 0 0 1.989.109 14.450 0 0 0 905.865 0 0 0 0 2.852.506 0 0 302.634 0 478.432 0 137 302.634 712 8.206.209 66.861 137 231.298 630.250 26.370 34.949 546.695 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7.590 0 0 0 0 119.608 0 0 0 30.579 151.472 231.298 630.250 26.370 65.528 825.365

Sampai dengan 1 bulan

1 - 3 bulan

3 - 12 bulan

1 - 2 tahun

2 - 5 tahun

Diatas 5 tahun

Jumlah

48

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham)
Keterangan Pendapatan yang masih akan diterima Beban dibayar dimuka Agunan yang diambil alih Aset lain-lain Kewajiban Kewajiban segera Simpanan Giro Tabungan Deposito berjangka Sertifikat deposito Simpanan dari bank lain Kewajiban akseptasi Pinjaman diterima Bunga yang masih harus dibayar Estimasi kerugian komitmen dan kontijensi Kewajiban imbalan pasca-kerja Kewajiban lain-lain Pinjaman subordinasi pasti
0 3.175 0 8.159.537 0 0 3.655 1.153.738 0 57.376 0 320.056 0 0 7.310 9.533 0 0 7.310 13.980 58.719 0 1.019.552 1.081.606 58.719 60.551 1.037.827 10.738.450 1.100.747 725.862 6.072.404 0 145.839 29.719 0 34.366 9.167 0 0 1.116.236 0 10.000 22.692 1.155 0 0 0 0 244.182 2.936 0 14.450 1.112 0 0 0 0 0 0 0 0 2.223 0 0 0 0 0 0 0 0 6.670 0 0 0 0 0 0 0 0 3.335 0 0 1.100.747 725.862 7.432.822 2.936 155.839 66.861 14.495 34.366 9.167 38.258 0 0 0 0 0 38.258

Sampai dengan 1 bulan

1 - 3 bulan
0 0 0 61.690 473.947

3 - 12 bulan
0 0 122.111 31.589 2.157.259

1 - 2 tahun
0 0 0 42.245 955.700

2 - 5 tahun
0 0 0 558.654 3.530.768

Diatas 5 tahun
0 0 0 0 963.254

Jumlah
129.108 33.592 122.111 733.255 11.373.430

129.108 33.592 0 39.077 3.292.502

Langkah utama yang diambil Bank untuk mengantisipasi maturity gap antara aset dan kewajiban moneter yang jatuh tempo dengan meningkatkan pelayanan kepada nasabah simpanan serta menawarkan produk dan bunga yang menarik kepada nasabah untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas jumlah simpanan. Disamping itu, Bank juga mengintensifkan usaha penagihan kepada debitur bermasalah dan penjualan agunan yang diambil alih.

44 POSISI DEVISA NETO Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) Bank per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar 1,42% dan 1,99%. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/20/PBI/2004 tanggal 15 Juli 2004 dan perubahan kedua Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/37/PBI/2005 tanggal 30 September 2005 tentang Posisi Devisa Neto, bank umum diharuskan untuk mempertahankan posisi devisa neto setinggi-tingginya 20% dari jumlah Modal. Berdasarkan pedoman Bank Indonesia, rasio posisi devisa neto merupakan penjumlahan absolut atas selisih aset dan kewajiban untuk setiap mata uang asing dan selisih bersih tagihan dan kewajiban berupa komitmen dan kontinjensi di rekening administratif, untuk setiap mata uang, yang semuanya dinyatakan dalam rupiah.

Per 30 Juni 2009 Aset dan rekening administratif aset Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Poundsterling Inggris Dolar Australia Yen Jepang Dolar Hongkong Euro Jumlah posisi devisa neto USD SGD GBP AUD YEN HKD EUR 1.506.573 10.335 1.438 950 932 20 3.347 1.523.595 Kewajiban dan rekening administratif kewajiban 1.514.852 4.461 0 385 0 0 0 1.519.698

Nilai bersih absolut 8.279 5.874 1.438 565 932 20 3.347 20.455

49

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Per 30 Juni 2008 Aset dan rekening administratif aset Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Poundsterling Inggris Dolar Australia Yen Jepang Dolar Hongkong Euro Jumlah posisi devisa neto 45 INFORMASI SEGMEN Aktivitas Bank dan anak perusahaan dan lokasi geografisnya sebagai berikut : Nama perusahaan - PT Bank Artha Graha Internasional, Tbk. - PT Inter Pacific Securities Jenis usaha Perbankan Sekuritas Lokasi geografis Jakarta - Indonesia Jakarta - Indonesia USD SGD GBP AUD YEN HKD EUR 1.144.834 1.978 184 4.555 660 271 4.653 1.157.135 Kewajiban dan rekening administratif kewajiban 1.139.437 4.722 0 0 0 0 0 1.144.159

Nilai bersih absolut 5.397 2.744 184 4.555 660 271 4.653 18.464

Informasi yang berkaitan dengan segmen usaha Perusahaan dan anak perusahaan (sekuritas) adalah sebagai berikut : 30 Juni 2009 Bank Aset produktif Jumlah aset Simpanan Pinjaman diterima Ekuitas Pendapatan bunga - bersih Laba Operasional Laba bersih 13.547.590 14.449.854 12.098.771 12.152 941.840 237.577 31.723 22.212 Sekuritas 0 0 0 0 9.008 174 115 115 30 Juni 2008 Bank Aset produktif Jumlah aset Simpanan Pinjaman diterima Ekuitas Pendapatan bunga - bersih Laba Operasional Laba bersih 9.195.532 11.359.463 9.267.375 14.495 616.560 202.542 28.023 17.120 Sekuritas 10.472 11.219 0 0 10.664 327 (569) (656) Eliminasi (15.565) (15.565) (5.008) 0 (10.664) 0 0 656 Konsolidasi 9.190.439 11.355.117 9.262.367 14.495 616.560 202.869 27.454 17.120 Eliminasi 0 (8.918) 0 0 (9.008) 0 0 (115) Konsolidasi 13.547.590 14.440.936 12.098.771 12.152 941.840 237.751 31.838 22.212

50

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Informasi yang berkaitan dengan segmen sekunder berdasarkan letak geografis adalah sebagai berikut : 30 Juni 2009
Jakarta Pendapatan operasional Pendapatan operasional antar segmen Pendapatan operasional termasuk antar segmen Beban operasional Beban operasional antar segmen Beban operasional termasuk antar segmen Laba operasional Laba bersih Jumlah aset Persentase 1.668.835 (60.342) (70.085) 11.538.484 79,90% 208.507 35.745 35.817 2.082.250 14,42% 129.093 46.711 46.735 1.538.108 10,65% 70.783 6.708 6.730 730.147 5,06% 19.589 3.015 3.015 321.557 2,23% (1.269.025) 0 0 (1.769.610) 827.782 31.837 22.212 14.440.936 100,00% 1.105.326 88.867 47.171 26.310 1.351 (1.269.025) 0 1.608.493 563.509 244.252 119.640 175.804 81.922 77.491 44.473 22.604 18.238 (1.269.025) 0 859.619 827.782 817.365 223.054 137.691 71.054 19.861 (1.269.025) 0 791.128 Jawa 21.198 Sumatera 38.113 Sulawesi 6.437 Lain - lain 2.743 Eliminasi 0 Konsolidasi 859.619

30 Juni 2008
Jakarta Pendapatan operasional Pendapatan operasional antar segmen Pendapatan operasional termasuk antar segmen Beban operasional Beban operasional antar segmen Beban operasional termasuk antar segmen Laba operasional Laba bersih Jumlah aset Persentase 1.089.376 (7.614) (18.548) 8.311.421 73,20% 123.594 16.779 16.813 1.643.167 14,47% 70.482 18.039 18.036 1.081.140 9,52% 37.780 (265) (167) 482.444 4,25% 10.983 515 986 227.234 2,00% (787.035) 0 0 (390.289) 545.180 27.454 17.120 11.355.117 100,00% 704.651 44.993 24.293 12.241 857 (787.035) 0 1.081.762 384.725 140.373 78.601 88.521 46.189 37.515 25.539 11.498 10.126 (787.035) 0 572.634 545.180 553.213 121.565 69.854 32.502 9.901 (787.035) 0 528.549 Jawa 18.808 Sumatera 18.667 Sulawesi 5.013 Lain - lain 1.597 Eliminasi 0 Konsolidasi 572.634

46 MANAJEMEN RISIKO Bank menyadari bahwa dalam melaksanakan kegiatannya, selalu terdapat risiko melekat dalam setiap kegiatan Bank yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategik dan risiko kepatuhan. Untuk itu, Bank terus mengembangkan serta menyempurnakan kebijakan, sistem dan prosedur pengelolaan risiko guna mengidentifikasi, mengukur, memonitor, mengendalikan serta membatasi dampak risiko secara luas dan menyeluruh. Sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 perihal Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum, Bank telah mengembangkan kerangka pengelolaan risiko secara terpadu dengan mengalokasikan sejumlah besar daya bagi pengembangan struktur organisasi, personil, sistem dan prasarana teknologi informasi serta penyelenggaraan pelatihan dan sosialisasi pengelolaan risiko di lingkungan Bank. Untuk memastikan pengelolaan risiko berjalan dengan baik, Bank telah membangun infrastruktur dengan membentuk Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko yang merupakan fungsi yang independen dan terpisah dari aktivitas operasional. Komite Manajemen Risiko (KMR) diketuai oleh Direktur Kepatuhan yang beranggotakan seluruh Direksi dan Kepala Divisi yang terkait pengelolaan risiko. KMR melakukan kajian paparan risiko dan mengawasi pengembangan serta penerapan kebijakan pengelolaan risiko yang diterapkan.

51

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) Dalam mengelola risiko, Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko bermitra dengan unit kerja Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) dalam hal memastikan terpenuhinya kepatuhan Bank terhadap seluruh kebijakan dan prosedur pengelolaan risiko yang diterapkan. Selain itu, Bank juga telah membentuk Komite Pemantauan Risiko yang bertugas membantu Dewan Komisaris untuk memantau dan mengawasai kualitas pelaksanaan manajemen risiko dalam rangka pencapaian serta tata kelola yang baik (good corporate governance). a. Perkembangan Penerapan Manajemen Risiko Bank terus melakukan pengembangan penerapan manajemen risiko untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia dan Basel II. Bank telah menyusun Profil Risiko usaha secara triwulanan dan telah disampaikan ke Bank Indonesia sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan. b. Risiko Kredit Risiko kredit secara garis besar didefinisikan sebagai kemungkinan kerugian yang timbul akibat kegagalan debitur ataupun counter-party untuk memenuhi kewajibannya terhadap Bank. Credit Risk Management bersama unit kerja lainnya bertanggung jawab terhadap mitigasi risiko kredit. Selama semester pertama tahun 2009, Credit Risk Management melakukan berbagai aktivitas mencakup implementasi dan penyempurnaan Credit Risk Management System, sosialisasi dan pelatihan serta penerapan aplikasi Credit Risk Rating (CRR) ke seluruh cabang secara on-line dan pengembangan modul profil risiko. c. Risiko Pasar Risiko pasar merupakan risiko yang timbul akibat terjadinya pergerakan variabel pasar yang berpengaruh negatif terhadap portofolio Bank secara signifikan. Variabel ini mencakup suku bunga dan nilai tukar termasuk deviasi dari kedua jenis risiko pasar tersebut. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas treasury serta investasi, kegiatan pembiayaan dan pendanaan serta kegiatan pembiayaan perdagangan. d. Risiko Likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko yang timbul akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Ruang lingkup risiko likuiditas meliputi portofolio on balance sheet dan off balance sheet. Pemantauan risiko likuiditas dilakukan melalui rapat Assets Liabilities Committee (ALCO), pemantauan likuiditas harian dan pengukuran profil risiko secara reguler dengan menggunakan parameter-parameter likuiditas. e. Risiko Operasional Risiko operasional merupakan peluang kerugian yang disebabkan adanya kegagalan proses, kelemahan sistem atau personil, kelalaian, kejahatan, kombinasi faktor di atas maupun karena faktor luar yang tidak selalu berada di bawah kendali Bank termasuk didalamnya pengelolaan 4 risiko lainnya, yaitu risiko kepatuhan, risiko reputasi, risiko strategik dan risiko hukum. Pengelolaan risiko operasional dilakukan secara terpadu, melibatkan seluruh komponen organisasi maupun personil terkait di risk taking unit. Bank senantiasa melakukan pengelolaan risiko operasional secara enterprise-wide, mencakup keseluruhan aktivitas operasional mulai dari tahap perencanaan strategis di area bisnis maupun di luar kegiatan bisnis. Untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia Nomor 7/25/PBI/2005 tanggal 3 Agustus 2005 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, Bank telah merencanakan untuk mengikuti ujian sertifikasi tersebut secara bertahap. a. Sampai dengan 30 Juni 2009 jumlah Komisaris dan Direksi perusahaan yang telah mengikuti ujian Sertifikasi Manajemen Risiko adalah sebanyak 8 orang dengan rincian Komisaris sebanyak 3 orang dan Direktur sebanyak 5 orang. Jumlah pejabat dan karyawan yang lulus ujian Sertifikasi sebanyak 261 orang di level 1, 156 orang di level 2 dan 43 orang di level 3, yang diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR). b. Kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan perusahaan untuk mengatasi risiko-risiko yang timbul, antara lain sebagai berikut : 1) Penerapan dan penyempurnaan Manajemen Risiko secara bertahap dan berkesinambungan diharapkan mampu memantau dan mengendalikan eksposur risiko Bank. 2) 3) 4) 5) 6) 7) Monitoring secara ketat perkembangan kredit dan usaha untuk memperbaiki kualitas kredit termasuk recovery kredit bermasalah serta potensial bermasalah. Peningkatan wawasan dan kemampuan sumber daya manusia di bidang perkreditan, baik yang berhubungan dengan Manajemen Risiko Kredit maupun analisa pengajuan proposal kredit melalui training baik in-house maupun ex-house. Melakukan pemantauan periodik baik harian atau bulanan oleh SKMR terhadap rasio-rasio yang penting dan analisanya sebagai dasar pertimbangan keputusan Direksi. Pelaksanaan uji coba contingency funding plan secara berkala untuk menentukan jumlah dana yang dapat diperoleh dari reguler counterparty atau dari pasar dengan skenario tanpa jaminan dan tanpa fasilitas overnight. Melakukan "stress testing" terhadap risiko perbankan secara periodik untuk mengukur kemampuan kelangsungan hidup Bank jika terjadi kondisi yang merugikan Bank. Pengembangan tools/aplikasi Manajemen Risiko, seperti tools Manajemen Risiko Pasar, Tools Loss Event dan Potential Loss Event, Tools. Manajemen Risiko Likuiditas dan tools Profil Risiko yang diharapkan dapat menggambarkan potensi kerugian yang mungkin dialami Bank sehingga dapat mencegah terjadinya peristiwa risiko yang dapat merugikan Bank. Peningkatan sistem pengendalian intern khususnya aspek front end control maupun back end control pada Satuan Kerja Operasional (Risk Taking Unit) dan unit control diharapkan dapat menghindari potensi risiko yang tidak dikehendaki. Pemantauan secara periodik yang lebih ketat terhadap pencapaian target dengan budget yang telah ditetapkan dalam business plan tahun berjalan. Sosialisasi dan pelatihan mengenai Manajemen Risiko secara bertahap dan berkesinambungan keseluruh Satuan Kerja Operasional (Risk Taking Unit) yang diharapkan mampu memberikan output bagi tercapainya efektivitas penerapan Manajemen Risiko.

8) 9) 10)

52

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 11) 12) Pelatihan internal Manajemen Risiko dalam rangka persiapan "Sertifikasi Manajemen Risiko" dengan instruktur internal dan eksternal. Peningkatan pengetahuan, kemampuan dan wawasan tentang manajemen risiko kepada pejabat Bank yang banyak terkait dengan pengelolaan risiko khususnya Satuan Kerja Manajemen Risiko (Risk Management Unit) dengan melakukan in-house dan ex-house training yang diselenggarakan oleh pihak luar.

Hasil penilaian profil risiko Bank terakhir posisi bulan Desember 2008 yang disampaikan ke Bank Indonesia pada tanggal 21 Januari 2009 menunjukkan bahwa risiko keseluruhan bisnis Bank pada tanggal 31 Desember 2008 adalah ‘low’ dengan eksposur risiko inheren ‘low’ dan kualitas sistem pengendalian risiko adalah ‘acceptable’. 47 JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM Sejak tahun 2005 program penjaminan Pemerintah dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) yang ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 pada tanggal 22 September 2004 tentang Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Pemerintah membebankan premi berkaitan dengan program penjaminan tersebut sebesar 0,1% dari rata-rata saldo bulanan jumlah simpanan dalam setiap periode yang dibayarkan 2 kali dalam setahun. Jumlah premi yang dibayarkan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah Rp10.535 dan Rp9.408 (catatan 34).

48 PRINSIP MENGENAL NASABAH (KNOW YOUR CUSTOMER PRINCIPLES) Penerapan prinsip mengenal nasabah (Know Your Customer atau 'KYC') pada Bank telah dilakukan sebagai bagian komitmen Bank terhadap pelaksanaan UU Nomor 15 tahun 2002 dan perubahannya UU Nomor 25 tahun 2003 mengenai Tindak Pidana Pencucian Uang dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/10/PBI/2001 dengan perubahannya Nomor 3/23/PBI/2001 serta Nomor 5/15/PBI/2003 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah, sebagai berikut : - Bank telah membentuk Unit Khusus Pengenalan Nasabah (UKPN) yang bertugas untuk memastikan bahwa pemantauan transaksi nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan (STR) dan transaksi tunai (CTR) telah dilakukan sesuai dengan ketentuan. - Sosialisasi secara rutin dan berkesinambungan kepada seluruh jajaran mengenai penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. - Melakukan pengkinian data nasabah secara intensif dengan tujuan untuk mempermudah pelaksanaan prinsip mengenal nasabah (KYC). - Penyelenggaraan sistem pemantauan transaksi perbankan yang efektif yang didukung oleh sistem IT, yang dapat membantu Bank dalam memantau transaksi nasabah diluar karakteristik dan kebiasaannya. - Pelaporan STR dan CTR kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Berbagai upaya dilakukan oleh Bank dengan tujuan Bank dapat terhindar dari praktek pencucian uang yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. 49 KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM (KPMM) Rasio kecukupan modal per 30 Juni 2009 dan 2008 dihitung sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/13/PBI/2007 tanggal 1 November 2007 tentang "Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan memperhitungkan Risiko Pasar". Perhitungan kewajiban penyediaan modal minimum (CAR) dengan memperhitungkan risiko kredit per 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : Konsolidasi 2009 Aset tertimbang menurut risiko-ATMR : - Neraca *) - Administratif Jumlah ATMR Modal : - Modal inti - Modal pelengkap - Penyertaan (-/-) Jumlah modal Modal minimum 8% x ATMR Kelebihan modal Rasio kecukupan modal (CAR) CAR Minimum *) Tidak termasuk aset pajak tangguhan Sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) Induk Perusahaan dengan memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/12/PBI/2003 tanggal 11 Juli 2003 per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar 14,01% dan 10,83%. 9.868.876 413.208 10.282.084 904.433 548.410 (137) 1.452.706 822.567 630.139 14,13% 8,00% 8.106.552 459.472 8.566.024 575.970 363.261 (137) 939.093 685.282 253.811 10,96% 8,00% 9.868.876 413.208 10.282.084 904.433 548.410 (9.054) 1.443.789 822.567 621.222 14,04% 8,00% 8.104.379 459.472 8.563.851 575.863 363.207 (10.694) 928.376 685.108 243.267 10,84% 8,00% 2008 2009 Induk Perusahaan 2008

53

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) 50 INFORMASI PENTING LAINNYA a. Bank menjalankan aktivitas kustodian berdasarkan surat keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) Nomor KEP-298/PM/1992 tanggal 27 November 1992 dan surat dari Bank Indonesia Nomor 25/397/UPSD/PBnD tanggal 3 November 1992. Kegiatan kustodian ini meliputi penyimpanan surat-surat berharga yang terdiri dari saham, obligasi, deposito berjangka, reksa dana dan sertifikat waran. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 dan 2008 Bank menerima penyimpanan surat-surat berharga. b. Rasio pinjaman diberikan terhadap jumlah dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio - LDR) per 30 Juni 2009 dan 2008 masing-masing adalah 85,45% dan 88,55%. c. Per 30 Juni 2009 dan 2008, rasio aset produktif yang diklasifikasikan terhadap jumlah aset produktif masing-masing sebesar 3,92% dan 6,03%. d. Sehubungan dengan program pemberdayaan usaha mikro dan penciptaan lapangan pekerjaan serta program kemitraan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan usaha kecil dan program bina lingkungan dari Pemerintah, Bank yang sudah memiliki program kredit wira usaha menawarkan diri untuk ikut serta dalam program tersebut dengan cara mengalihkan sebagian Kredit Wira Usaha (KWU) yang sudah tersalurkan kepada pihak BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., (Bank Mandiri) dengan tujuan untuk mendapat dana baru dan disalurkan kembali kepada pengusaha mikro dan kecil yang belum mendapat pinjaman (KWU). Hal tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor PKS.DIR/089/2004 dan Nomor 016/PKS-KUM-LTA/VI/2004 tanggal 30 Juni 2004 dengan jumlah pengalihan kredit berdasarkan baki debet pada tanggal 10 Agustus 2004 sebesar Rp80.669 untuk 14.313 debitur. Berdasarkan PKS tersebut, Bank wajib menyetorkan angsuran baik pokok maupun bunga yang diterima dari debitur kepada Bank Mandiri. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, jumlah setoran yang telah diterima Bank dan belum dibayarkan kepada Bank Mandiri adalah sebesar Rp32 dan Rp30 (catatan 18). e. Laporan keuangan telah direvisi sesuai dengan persyaratan yang dinyatakan pada PBI No. 3/22/PBI/2005 sebagaimana diubah dengan PBI No. 7/50/PBI/2005 tanggal 29 Nopember 2005, SEBI No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 sebagaimana diubah dengan SEBI No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005, PBI No. 417/PBI/2002 tanggal 27 September 2002, Surat dari Bank Indonesia No. 5/559/DPNP/IDPnP tanggal 24 Desember 2003 dan SEBI No 7/56/DPbS/2005 tanggal 9 Desember 2005 sebagaimana diubah SE BI No. 8111/DPbs tanggal 7 Maret 2006. f. Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) revisi yang berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009, sebagai berikut : 1. PSAK Nomor 50 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan”, berisi ketentuan untuk penyajian instrumen keuangan dan jenis informasi yang harus diungkapkan. Ketentuan penyajian berlaku terhadap klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan di mana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. Pernyataan ini mengharuskan pengungkapan, antara lain, informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah, saat, dan kepastian arus kas masa depan suatu entitas berkaitan dengan instrumen keuangannya serta kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut. PSAK Nomor 50 (Revisi 2006) menggantikan PSAK Nomor 50 tentang “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”.

2. PSAK Nomor 55 (Revisi 2006) tentang “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, menetapkan prinsip-prinsip untuk pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan kontrak pembelian atau penjualan item non-keuangan. Pernyataan ini juga mengatur antara lain definisi dan karakteristik derivatif, pengkategorian instrumen keuangan serta pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai serta penentuan hubungan lindung nilai. PSAK Nomor 55 (Revisi 2006) menggantikan PSAK Nomor 55 (revisi 1999) tentang “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai”. Pada saat ini, manajemen sedang melakukan analisa dampak penerapan PSAK baru tersebut di atas terhadap laporan keuangan konsolidasi Bank. g. PT Bank Artha Graha Internasional, Tbk., telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas III dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui surat No. 015/DIRUT/X/08 tanggal 22 Oktober 2008 kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Jumlah efek yang ditawarkan kepada para pemegang saham sebanyak-banyaknya 2.695.025.224 (dua miliar enam ratus sembilan puluh lima juta dua puluh lima ribu dua ratus dua puluh empat) saham biasa atas nama dengan nilai nominal (angka penuh) Rp110,88 (seratus sepuluh koma delapan delapan rupiah) per saham. h. Sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Terbatas III, Bank telah mengadakan perjanjian-perjanjian sebagai berikut: 1. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas III antara Bank dengan PT Blue Chip Mulia, yang diaktakan oleh Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta berdasarkan Akta No. 30 tanggal 14 Oktober 2008. 2. Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas III antara Bank dengan PT Asia Kapitalindo Securities Tbk yang diaktakan oleh Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta berdasarkan Akta No. 06 tanggal 3 November 2008. i. Pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas III dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu telah selesai dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2008, dan telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak independen yaitu Kantor Akuntan Publik Tambun Hutabarat Dan Rekan dengan laporan No. 01/JA/THR/I/2009 tanggal 16 Januari 2009. Komposisi permodalan dan susunan pemegang saham setelah pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas III sesuai dengan laporan dari PT Blue Chip Mulia Nomor SA/BAG/215/XII/08 tanggal 30 Desember 2008.

54

PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN Catatan atas laporan keuangan konsolidasi Untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2009 (tidak diaudit) dan 2008 (diaudit) (Dalam jutaan rupiah kecuali jumlah dalam mata uang asing dan lembar saham) j. Pada tanggal 12 Desember 2008, para pemegang saham PT. Inter-Pacific Securities (IPS) memutuskan, terhitung sejak tanggal 12 Desember 2008 membubarkan IPS dan menunjuk Endah Listyarini, Reggie Harjadi, dan Lingga Djaja Atmadja sebagai likuidator untuk melakukan pemberesan harta kekayaan IPS, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Diluar Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 22 Desember 2008 No. 56 dibuat oleh Sinta Susikto, S.H., Notaris di Jakarta.

k. Sehubungan pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas III dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu pada tanggal 31 Desember 2008, Laporan Keuangan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2008 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Arifin, Halid dan Rekan dengan pendapat wajar tanpa pengecualian sesuai surat Nomor 044/LAP-BAGI/AWH/0811 tanggal 17 November 2008.

55

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->