AUTISME

Pembimbing : dr. Sonny K.Y,SpA

Oleh : Robby M Edih S Yupiter W Stefanus

paling jelas terlihat antara umur 2-5 tahun. Gangguan gangguan kualitatif pada komunikasi verbal dan nonverbal. dan mempengaruhi anak secara mendalam.PENDAHULUAN ´ ´ ´ ´ ´ Autisme : kelainan perkembangan yang luas dan berat. Beberapa kasus terlihat pada masa sekolah. Gejala autisme berbeda ² beda dalam kuantitas dan kualitas. Merupakan ketidaknormalan perkembangan neuro/syaraf berbagai gangguan dalam dirinya. Gejala autisme mulai tampak pada anak sebelum usia 3 tahun. pada aktifitas imajinatif. dan pada interaksi sosial timbal balik. .

Laki-laki > sering daripada wanita(3-4:1) Menurut Pusponegoro (2005: 9) Pada tahun 1966.000 anak berumur sampai 8-10 tahun.5 per 100. Saat ini mencapai 1 per 10. angka kejadian di seluruh dunia terus meningkat. Menurut Sufehmi (2006). ditemukan 4. Anak laki-laki 4-5 kali lebih sering dibandingkan perempuan.EPIDEMIOLOGI ´ ´ ´ Prevalensi diperkirakan ada 3-4/10000 anak.000 anak. Berikut ditampilkan data tentang penderita autisme . bahkan menurut laporan dari berbagai tempat menunjukkan angka 1 per 150 anak.

perubahan struktur serebellum dan lesi hipokampus otak depan. terutama sindrom X yg mdh pecah jg lebih lazim pd keluarga dgn autisme Kelainan temuan2 neurokimia tlh terkait dgn autisme. Pe kdr serotonin jg ditemukan. berkembang afasia. . Berbagai kmgknan lain meliputi cedera otak. abnormalitas kognitif dan kemampuan berbicara lebih lazim pd sanak keluarga anak autistik drpd pd populasi umum. Baru2 ini kelainan ditunjukkan dlm jumlah jalur katekolamin. defisit pd sistem pengaktif retikulum. Berlawanan dgn pengertian dimasa lalu. kerentanan utama.ETIOLOGI ´ ´ ´ ´ ´ ´ Penyebab autis belum diketahui pasti. Ada 80% angka persesuaian untuk kembar monozigot dan 20% angka persesuain utk kembar dizigot. keadaan yg saling tdk menguntungkan antara faktor-faktor psikogenik dan perkembangan saraf. Apa yg sbnrnya diwariskan tdk seluruhnya jelas. Kelainan kromosom. autisme tdk diimbas oleh orangtua.

ETIOLOGI Menurut Sufehmi (2006) . antara lain : 1.berbagai hal yg dicurigai berpotensi autisme. Genetik 4. Folic Acid. 2. Sekolah lebih awal. Vaksin yg mengandung Thimerosal Thimerosal(zat pengawet vaksin). Radiasi pada janin / bayi 6. pewarna dan lain-lain) 5. 7. Televisi 3. . Makanan Berbagai zat kimia yang ada pada makanan modern (pengawet.

´ . ´ kelainan pola berbicara. ´ Ledakan amarah dapat menyertai gangguan rutin. ´ Kontak mata minimal atau tidak ada. ´ menarik diri dan bermain sendiri. dan ketidakmampuan untuk berteman. ´ kebutuhan kesamaan yang mencolok. ´ Sering gerakan tubuh stereotipik. tiadanya empati. ´ permainan sosial yang abnormal. dan keasyikan dengan bagian-bagian tubuh.MANIFESTASI KLINIS Kemampuan komunikasi verbal dan non verbal tidak atau kurang berkembang. gangguan kemampuan mempertahankan percakapan. minat yang sangat sempit.

Ciri khas anak autistik adalalah defisit dalam keteraturan verbal. Intelegensi dengan uji psikologi konvensional biasanya jatuh pada kisaran retardasi secara fungsional. . abstraksi. Juga menunjukkan defisit dlm pemahaman mengenai apa yang mungkin dirasakan atau dipikirkan orang lain. dan bentuk-bentuk bahasa lainnya dapat menonjol. pembalikan kata ganti (pronomial). dan pertukaran verbal timbal balik. apa yang disebut kekurangan ´teori bepikirµ. berpuisi yang tak berujung pangkal.´ ´ ´ Jika berbicara memperlihatkan ekholatia. namun defisit dalam kemampuan bebicara dan sosialisasi membuatnya sulit memperoleh estimasi yang tepat dari potensi intelektual anak autistik. memori rutin.

sangat baik digunakan untuk usia dibawah 3 tahun. hubungan dengan lingkungan. The CHAT (Checklist for Autism in Toddlers) Screen. Indikator perilaku autistik pada anak-anak. hubungan dengan orang lain. Dengan screening ini kita dapat lebih cepat mencari gejala-gejala awal. ´ 1.DIAGNOSIS Deteksi dini mengenali tanda-tanda atau gejalagejala autisme. respon terhadap rangsangan indera/sensoris. Check list dari ICD-10 WHO diagnosa pasti tentang autisme. dan kesenjangan perkembangan perilaku. ´ 2. Indikator perilaku autistik yang dinilai antara lain meliputi bahasa/komunikasi. ´ 3. ´ .

sedangkan pemeriksaan lain hanya dilakukan atas indikasi. jamur. misalnya analisis rambut. analisis tinja. alergi. 4. 2. cukup dgn wawancara dan observasi. Pemeriksaan lanjutan Menurut Pusponegoro (2005: 16).´ 1. . 3. antibodi Anti Myelin Basic Protein. Sebanyak 25% penyandang autisme mengalami epilepsi. Pemeriksaan genetik bila dicurigai mengalami gangguan kromosom misalnya Fragile-x. tiroid dan lain-lain. Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain Pencitraan dengan MRI atau CT-Scan bila ada kelainan syaraf yang mencolok. EEG bila anak mengalami kejang. Berbagai pemeriksaan lain masih kontroversial.

apakah anak anda akan melihat ke arah mainan tersebut? .´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ Untuk dapat mengetahui gejala autisme sejak dini. telah dikembangkan suatu checklist yang dinamakan M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddlers). Berikut adalah pertanyaan penting bagi orangtua : Apakah anak anda tertarik pada anak-anak lain? Apakah anak anda dapat menunjuk untuk memberitahu ketertarikannya pada sesuatu? Apakah anak anda pernah membawa suatu benda untuk diperlihatkan pada orangtua? Apakah anak anda dapat meniru tingkah laku anda? Apakah anak anda berespon bila dipanggil namanya? Bila anda menunjuk mainan dari jarak jauh.

PENGOBATAN ´ ´ ´ ´ Ada 10 jenis terapi yang diakui oleh para professional dan bagus untuk autisme. Terapi jenis apapun yang dilakukan akan memerlukan waktu yang lama. 1) Applied Behavioral Analysis (ABA) 2) Terapi Wicara 3) Terapi Okupasi ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ 4) Terapi Fisik 5) Terapi Sosial 6) Terapi Bermain 7) Terapi Perilaku. 8) Terapi Perkembangan 9) Terapi Visual 10) Terapi Biomedik .

Setelah berinteraksi dengan dolphin didapatkan bahwa anakanak tersebut menjadi lebih tenang. Suatu penelitian dilakukan di Dolphin-Human Therapy Center di Key Largo. dan terjadi pelepasan hormone atau endorphin yang merangsang pembentukan sel-T (system kekebalan). Florida. . Cole percaya bahwa hal ini bisa merubah metabolisme selular.´ ´ ´ ´ ´ Terapi lain yang dikenal ialah Dolphin therapy DOLPHIN THER APY Getaran sonar dolphin yang unik dapat mengindentifikasi gangguan saraf pada manusia. Enerji tersebut dapat membuat robekan. bahkan lubang pada struktur molekuler dan tissue yang lembut. Menurutnya enerji dari dolphin bisa menimbulkan suatu phenomena "cavitasi" (pembuatan lubang). David Cole. seorang ilmuwan dalam bidang neurology menciptakan alat khusus untuk mengukur effek dari dolphin pada otak manusia. lalu menenangkannya sehingga lebih mudah bisa menerima pelajaran dan penyembuhan.

Prognosis ´ Beberapa anak. dapat tumbuh pada kehidupan marginal. dan kurangnya gejala-gejala dan perilaku aneh. sekalipun terisolasi. terutama mereka yang mengalami gangguan bicara. kemampuan berbicara fungsional. . dapat berdiri sendiri. hidup dalam kehidupan bermasyarakat. ´ Prognosis yang lebih baik berhubungan dengan intelegensi yang lebih tinggi.

sebagai berikut.Perbedaan Autisme dengan ADHD ´ Ada beberapa perbedaan mendasar yg dpt kita amati dr perilaku anak dengan GPPH /Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas (ADHD/Attention Defisit & Hiperactivity Disorder) dengan autisme. namun lebih mudah utk diarahkan melakukan . ´ Sementara anak hiperaktif konsentrasinya memang terbatas juga dan sgt mdh sekali teralih perhatiannya pd aktivitas lain yang lebih baru. ´ Aktivitas & Kemampuan Berkonsentrasinya Anak autisme cenderung kurang mampu berkonsentrasi dan sgt sukar diarahkan utk melakukan tugas-tugas tertentu. Cenderung monoton dan bersifat pasif.

tetapi mudah untuk diredakan dengan bujuk rayuan. tetapi karena impulsivitas dan agresivitasnya mereka sering jadi ¶troublemaker· dihindari dan dijauhi teman-teman bermainnya.Aspek Sosial & Emosinya Anak dengan gejala autisme. ´ . masih mau disentuh. masih menyukai pelukan. minat bersosialisasinya sangat rendah. Emosinya cenderung meledak-ledak. Mereka lebih asyik untuk bermain sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sosialnya. ´ Sementara minat untuk bersosialisasi yang ditunjukkan anak yang hiperaktif masih normal.

´ Sementara anak hiperaktif kebanyakan juga menderita kelambatan bicara. misalnya mereka ingin minum. mungkin tangan kita akan ditariknya dan dengan isyarat menunjuk tempat minum sambil berbicara ¶ah ah uh· sebagai usaha menjelaskan apa yang diinginkannya ´ . Salah satu ciri khas anak autis adalah rendahnya kemampuan menunjukkan kemauan/pervasif.Komunikasi. Kata-kata yang diucapkannya terdengar aneh dan mereka sering memakai istilah-istilah yang tidak lazim digunakan. Namun mereka masih mampu menunjukkan kemauan/pervasi meskipun dengan bahasa nonverbal. Pervasi & Perilakunya Anak autis sering tidak memahami perintah dan tidak mampu melakukan komunikasi secara aktif.

Terima kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful