P. 1
perda_no_6_tahun_1999_-_rencana_tata_ruang_wilayah_DKI_jakarta

perda_no_6_tahun_1999_-_rencana_tata_ruang_wilayah_DKI_jakarta

|Views: 324|Likes:
Published by Gladys Angelina

More info:

Published by: Gladys Angelina on Jan 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2011

pdf

text

original

PERATURAN DAERAH KHUSUS 6

DAERAH JAKARTA

IBUKOTA TAHUN

NOMOR

1999

TENTANG

RENCANA TATA DAERAH KHUSUS

RUANG W I L A Y A H IBUKOTA JAKARTA

DAFTAR

ISI

BAB BABU

I

KETENTUAN RUANG ASAS, Bagian Bagian

UMUM

LINGKUP VISI DAN MISI, Asas Visi, I 2 DAN Visi Misi dan dan Misi Tujuan P e m b a n g u n a n DKI Ruang TATA Ruang 14 Tata Tata Ruang Ruang Propinsi 15 15 16 RUANG Jakarta SERTA TUJUAN 12 12 n

B A B III

Pertama Kedua Paragraf Paragraf

Tujuan

Penataan

BAB

IV

KEBIJAKAN Bagian Bagian Bagian Pertama Kedua Ketiga Paragraf Paragraf

STRATEGI Kebijakan Wilayah Strategi

PENGEMBANGAN Pengembangan Pengembangan Tala

Pengembangan Pengembangan Stratey;i

I 2

Strategi Misi dan

Pengembangan

Tata R u a n a

Kotamadya BAB V STRUKTUR Bagian DAN POLA Struktur Umum Persebaran Kawasan Kawasan Kawasan Sistem Sistem Penduduk Hijau Permukiman Ekonomi Pusat Prospektif PEMANFAATAN Pemanfaatan RUANG Wilayah Propinsi 19 19 20 20 2i 22 23 25 31 Tata Ruang Wilayah Katamaciya 32 Penduduk Kawasan Kawasan Kawasan Hijau Pennukiman Bangunan • 32 33 36 40

Pertama Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf I 2 3 4 5 6 7 8

Ruang

Kegiatan Wilayah

Prasarana Ruang Struktur

Intensitas Rencana

Bagian

Kedua Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf I 2 3 4 5

Umum Persebaran Rencana Rencana Rencana Umum

Pengembangan Pengembangan Pengembangan

Paragraf

6

Rencana

Pengembangan

Kawasan

Industri

oan

45

Pergudangan Paragraf 7 Rencana Pengembangan Sistem Pusat Kegictan 47

Kotamadya Bagian Ketiga Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf I 2 3 4 Pola Umum Arahan Arahan Arahan Pengelolaan Pemanfaatan Pemanfaatan Kawasan Hijau Lindung Hijau Binaan Pemanfaatan Ruang Wilayah Propinsi
59 J9

Ruang Kawasan Ruang Kawasan

60 61

Peuinuknlian

Paragraf Paragraf

5 6

Arahan Arahan Kegiatan

Pemanfaatan Pemanfaatan

Ruang Ruang

Ekonomi Kawasan

Prospektif Pusat

62 63

Paragraf Paragraf Paragraf

7 8 9

Arahan Arahan Arahan Laut, Bawah

Pengembangan Pengembangan Kebijakan Tata Guna Tata

Sistem

Prasarana

Wilayah

63 68 69

Kawasan G u n a Air, dan

Prioritas Tata Guna Guna Ruang

Udara,

Tata

Tanah Ruang Wilay-ah Kotamadya 73 Kawasan Ruang Ruang Ruang Hijau Lindung Hijau Binaan 73 74 77 KDB 78

Bagian

Keempat Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf 1 2 3 4 5

Pemanfaatan Umum Pengelolaan Pemanfaatan Pemanfaatan Pemanfaatan Rendah

Kawasan Kawasan Kawasan

Permukiman Permukiman

Paragraf Paragraf

6 7

Pemanfaatan Pemanfaatan Rendah

Ruang Ruang

Kawasan Kawasan

Bangunan Bangunan

Umum Umum

79 80

Paragraf Paragraf

8 9

Pemanfaatan Pemanfaatan Pergudangan

Ruajig Ruang

Kawasan Kawasan

Campuran Industri dan

81 82

Paragraf Paragraf Paragraf BAB VI

10 11 12

Pemanfaatan Ruang Pengembangan Pengembangan

Sistem

Pusat Kegiatan

83 85 96

Sistem

Prasarana Wilayah Prioritas

Kawasan

PENGENDALIAN Bagian Bagian Bagian Bagian Pertama Kedua Ketiga Keempat

PEMANFAATAN Pedoman Pengawasan Penertiban Pengendalian Pemanfaatan Pemanfaatan

RUANG 98 Ruang Ruang Perizinan MASYARAKAT 99 100 101 Masyarakat Dalam 102 98 99 99

Pendayagunaan DAN

Mekanisme SERTA

BAB

Vll

HAK, Bagian Bagian Bagian Bagian

KEWAJIBAN Pertama Kedua Ketiga Keempat Hak

PERAN Masyarakat

Kewajiban Peran Tata Penataan Serta Cara

Masyarakat Masyarakat Peran Ruang Peran Serta Masyarakat Serta

Bagian BAB BAB BAB BAB BAB BAB Vlll IX X XI XII XIII SANKSI

Kelima

Pemberday>aan

103 104

KETENTUAN PENYIDIKAN KETENTUAN KETENTUAN KETENTUAN

PIDANA

104 105

LAIN-LAIN PERALIHAN PENUTUP

105 107 107

mewujudkan dan arahan secara keterpaduan maka yang dalam terpadu pembangunan Rencana Tata mang masyarakat. rangka seimbang. c. bahwa antar Ruang bagi secara usaha . semua Wilayah bersama rangka daerah. wilayah Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta . RAHMAT TUHAN YANG MAHA IBUKOTA ESA JAKARTA di Daerah wilayah berhasil Khusus secara guna. bahwa 1992 Nomor mang Tata meniagkatkan pertahanan . DAERAH untuk KHUSUS mengarahkan dengan pembangunan Jakarta selaras. Tahun tentang dan perlu Ruan^ Wilayah dalam Rencana Nasional. dan memanfaatkan berdaya dalam mang guna. merupakan oleh pemanfaatan kepentingan dilak:sanakan d a n / a t a u ^ dunia Pemerintah. berkelanjutan berbudaya kesejahteraan keamanan. b. DAERAH KHUSUS IBUKOT A KEPALA bahwa ibukota serasi. masyarakat disusun yang Rencana berkeadilan Tata R u a n g dam perlu Wilayah dalam sektor. dengan tentang 47 maka berlakunya Penataan 1997 strategi nasional Undang-Undang Ruang dan arahan Rencana dijabarkan Nomor Tata ke 24 Tahun Peraturan kebijakan Pernermtah pemanfaatan . masyarakat.LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN : 1999 NOMOR : 23 PERATURAN DAERAH DAERAH 6 KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 1999 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYA H JAKARTA DENGAN GUBERNUR Menimbang a.

Undang-Undang (Lembaran Nomor Negara Tahun Nomor Tambahan L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 1 86) 5.LD T a h u n 1999 N o . bahwa huruf dengan tingkat perkembangan . 6. Pengairan Tambahan 3. tentang Negara KetentuanTahun 1967 2. Undang-Undang Ketentuan Nomor 8. Ibukota Jakarta Mengingat 1-. 1990 Tambahan tentang 1985 tentang 75. Agraria (Lembaran Negara 1967 Negara Tahun Tambahan Nomor Lembaran 5 Tahun Nomor 2043). Undang-Undang Nomor (Lembaran Negara Lembaran Negara Nomor 9 Tahun 3427) . perlu Daerah tersebut pada Rencana Tata huruf a. Pokok Kehutanan (Lembaran Tambahan Lembaran Negara Nomor 2823). bahwa Jakarta Daerah Rencana Umum Tata Ruang Daerah dalam 5 Khusus Ibukota Daerah perlu dan sebagaimana Khusus Ibukota ditetapkan Jakarta Peraturan Tahun 1984 Nomor disesuaikan rujukan baru e. Undang-Undang Nomor (Lembaran Negara Lembaran Negara Nomor Rumah Susun Tahun 3318) 5 Hayati Nomor Nomor Tambahan 7. 11 Tahun 1974 . Undang-Undang Dasar Nomor Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan 1960 Pokok-pokok 104. 1988 ( L e m b a r a n Negara Tahun . c dan Wilayah Peraturan Propinsi Daerah. Ruang dengan b. telah Tahun 3234). Undang-Undang ketentuan Negara Nomor Pokok Nomor 20 Tahun Pertahanan Nomor Keamanan 5 1. masyarakat dari t i n g k a t n a s i o n a l d e n g a n hal menetapkan Khusus sehubungan d. 1982 Tambahan dimbah Lembaran dengan sebagaimana 1 Tahun Undang Nomor N o m o r 3. Jalan 1974 Nomor tentang 65. 1982 tentang Negara Ketentuan(Lembaran Negara Undang1988 1980 tentang 83. Undang-Undang (Lembaran Nomor Negara Tahim 3046) 13 Lembaran Negara Nomor 4. Konservasi (Lembaran Negara Ekosistemnya Lembaran 8. Nomor Alam 1990 Tahun dan 49. Tambahan Tahun 1990 Nomor . Undang-Undang Sumber Negara Nomor Daya Tahun 3419). Tahun 1980 . Tambahan L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3368) 16 Tahun 1990 . 2 3 2 d. 1990 tentang Kepariwisataan 78.

Angkutan Tambahan Nomor Jalan Lalu 1992 Lintas Nomor (Lembaran Negara Lembaran Negara Nomor Nomor 21 Tahun 1992 Indonesia Tahun 1992 . Tambahan (Lembaran Negara Lembaran . 2 3 3 9.U n d a n g (Lembaran Lembaran 1992 Nomor Nomor 1992 Pelayaran Tambahan Negara Negara Tahun Republik 15. U n d a n g . Lembaran Negara Nomor Tahun Negara 10.U n d a n g Daerah Pemerintahan 60. (Lembaran Negara Tahun 3821) 1999 1999 Lembaran Negara Nomor N o m o r 22 Negara Nomor Tahun Tahun 3839). tentang 74. tentang 115. 10 dan 11. U n d a n g . Susunan Republik Ibukota Tahun 3430) Jakarta (Lembaran Negara Nomor 84. U n d a n g . Kependudukan Negara Pembanguaan 1992 . 1995 14.U n d a n g N o m o r 4 Permukiman Tambahan (Lembaran 1992 tentang 1992 .LDTah^.U n d a n g Perkembangan Sejahtera Tambahan Nomor 3469) Tahun 1992 tentang Keluarga 35.- 1999 N o . U n d a n g . U n d a n g . Hidup (Lembaran Tahun . Lembaran Negara Nomor Nomor 8 Tahun 3699) 1999 18.U n d a n g (Lembaran Nomor Tahun 1995 . 34Q3). teniang Nomor Perlindungan Nomor 42. U n d a n g . Cagar (Lembaran Negara Tambahan Lembaran Negara Nomor 12. U n d a n g . tentang 98. Undang-Undang Pemerintahan Indonesia Tambahan Nomor Daerah 11 Khusus Tahun 1990 teniang Negara 1990 . Penamahan Nomor dan 23. U n d a n g .U n d a n g Konsumen Tambahan tentang 1999 . (Lembaran Lembaran Tahun 3475) 1992 Nomor Negara Nomor 14 Tahun 13.U n d a n g Lingkungan Tambahan Nomor 23 Tahun Negara 1997 tentang 1997 Pengelolaan Nomor 68. Tahun 3469) 1992 1992 Lembaran Negara Nomor 5 Tahun Tahun .U n d a n g Budaya Nomor tentang Nomor Benda 27. U n d a n g . 19. U n d a n g . Usaha Kecil Negara Tahun Nomor Tambahan L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3611) 17.U n d a n g dan 49. tentang Tahun 3480).U n d a n g Ruang Nomor 24 Penataan Tambahan (Lembaran Negara Tahun 5301) 9 Nomor Lembaran Negara Nomor 16.

Peraturan (Lembaran Lembaran 26. 35 Tahun 1991 tentang 44.U) T a h u n 1999 N o . 69 serta Tahun Bentuk 1996 dan tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Negara Nomor 27. Tambahan Lembaran 24. Jalan Nomor Tambahan Lembaran Negara Nomor 22. Daerah Tahun 3373). Peraturan Tata Serta Masyarakat Penataan Tambahan Ruang (Lembaran Negara Tahun 3660). Sungai 25. lahun Tahun 3225) Tahun . Peraturan Mengenai Pemerintah Nomor Dampak 27 Tahun 1999 tentang Negara Analisis Tahun . 2 3 4 20. 1996 N o m o r Lembaran Pemermtah Wilayah N o m o r 47 Nasional Tahun (Lembaran 1997 tentang Rencana 1997 Ruang Negara Tahun . 1982 1982 tentang Nomor lata 37. Peraturan Pemerintah Negara Negara Nomor Tahun 1991 3445). N o m o r 96. Peraturan Pengaturan Pemerintah Air Nomor 22 Negara Nomor 26 1985 . {Lembaran Negara Nomor Tahun Tambahan Lembaran 2 1 . 1986 Nomor Tambahan Lembaran PeratTiran Koordinasi Negara Nomor Pemerintah Kegiatan 1988 Tahun di 1988 tentang (Lembaran Negara Instansi Nomor Vertikal 10. 28. Jalan Tol Tambahan Nomor 3405). Peraturan (Lembaran Lembaran Pemenntah Negara Negara Nomor Tahun 8 Tahun 1990 1990 Nomor tentang 12. Alam Tambahan Negara 29. Tambahan Lembaran Negara Nomor 68 Tahun 1998 3721) tentang Peraturan Pemerintah N o m o r Suaka Negara 3776). Alam Tahun dan 1998 Kawasan (Lembaran Nomor Kawasan Nomor Pelestarian 132. Peraturan (Lembaran Pemerintah . Peraturan Penyediaan Sekitar 75. 23 Pemermtah dan 3239) Nomor 50 Tanah Tahun serta 1986 Ruang tentang Udara di Penggunaan Bandar Udara (Lembaran Negara Nomor Negara Nomor 6 Tahun 3343). dalam 104. Lingkungan (Lembaran 1999 N o m o r 5 9 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3838) . Nomor Tambahan Nomor Pemerintah Hak dan Nomor Kewajiban.Negara 1985 tentang 37.

Peraturan Tahun Seribu 38. Peraturan Tahun Daerah 35. Daerah 1992 Daerah Khusus Ibukota dan . Peraturan Tahun Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Jakarta Daerah Khusus Ibukota Nomor 7 1991 tentang : Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta 37. Instruksi Presiden 13 Tahun Bogor. 3 di tentang Penyidik Daerah Lingkungan 36. Dengan DEWAN DAERAH persetujuan RAKYAT DAFRAM PERWAKILAN KHUSUS IBUKOTA JAKARTA M E M U T U S K A N : Menetapkan PERATURAN JAKARTA DAERAH DAERAH DAERAH TATA KHUSUS RUANG IBUKOTA WILAYAH TENTANG KHUSUS RENCANA IBUKOTA JAKARTA. Bangunan Bertingkat Ibukota Jakarta Daerah Peraturan Tahun Daerah 1986 Khusus Ibukota Pegawai Jakarta Negeri Nomor Sipil . J N o . Kepulusan Pengendalian Bandar Udara Presiden Nomor Tanah Jakarta 64 dan lahun Ruang -- 1986 Udara Hatta 1990 di . Daerah 1975 Khusus Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor tentang Ketentuan . tentang Bekasi Pengembangan (JABOTABEK) 33. 1976 Tangerang. Dalam Jakarta. Keputusan Pengelolaan Nomor Lindung Nomor . Menteri Pedoman Negeri Nomor Peraturan Daerah 134 Tahun 1998 tentang 1 II dan : 4 di Penyusunan Wilayah Daerah Tingkat Tinskat Tata Ruang Propinsi Kabupaten R e n c a n a Tata R u a n g W i l a y a h 34. Keputusan tentang Rencana Kawasan . Tahun tentang 32. .LD T a h u n . Jakarta i^'omor ! 1 tentang Penataan Pengelolaan ICepulauan K o t a m a d y a Jakarta Utara Daerah Daerah Peraturan Tahun Tala Khusus Ibukoia Jakarta dan Nomor 8 1995 Ruang teniang penyelenggaraan Kawasan Pantai Utara Reklamasi Rencana Jakarta. 23 5 30. tentang sekitar Penggunaan Internasional Presiden Kawasan Soekamo 32 3 1.

dengan dan kawasan ditetapkan dasar utama sumber dibudidayakan alam. direncanakan adalah dan maupun proses 7. kondisi dan sumber daya manusia. adalah struktural tidak. Pemerintah Daerah Khusus Daerah adalah Daerah Daerah Khusus adalah Pemerintah Ibukota Jakarta. manusia serta dan r u a n g dan sebagai lainnya satu k e s a t u a n hidup dan makhluk melakukan memelihara Ruang baik kelangsungan wujud hidupnya. pemanfaatan 8. 9. 23 6 BAB KETENTUAN Pasal Dalam 1. Dewan Jakarta. 2. pengendalian adalah yang terkait hasil ruang. geografis batas dan dan atau Tata Ruang perencanaan tala adalah segenap ruang unsur merupakan padanya aspek kesatuan yang ditentukan berdasarkan adminsitrasi fungsional. perencanaan pemanfaatan tata ruang. sumber buatan. ruang tempat kegiatan Penvakilan Rakyat Daerah Daerah 4. Penata Ruang ruang.LD T a h u n 1999 N o . ruang. Gubernur Khusus Ibukota adalah Ibukota adalah Jakarta. wilayah. Kawasan fungsi Lindung adalah kawasan kelestarian dan yang ditetapkan hidup dengan yang utama melindungi lingkungan mencakup 12. )'ang I I UMUM dimaksud dengan-: Ibukota Jakarta. Ruang lautan. Peraturan Daerah ini. Rencana Wilayah beserta sistemnya aspek 10. Kepala Daerah adalah Gubemur Kepala Daerah 3. Kawasan fungsi potensi daya sumber daya Budi Daya untuk daya alam adalah sumber daya yang atas buatan. adalah segenap ruang unsur yang terkail berdasarkan merupakan padanya aspek kesatuan yang geografis batas dan serta Kawasan beserta sistemnya memiliki ditentukan ciri tertentu. fungsional 11. wadah udara yang meliputi ruang daratan. dan pola pemanfaatan 6. Dewan Khusus 5. . Tata ruang.

pemusatan sosial.LD T a h u n 1999 N o . Visi arah ke depan yang menggambarkan menyatukan pembangunan mjuan selumh dicapai serta akan koniitmen kota. Kawasan yang untuk tujuan 20. adalah nilai-nilai dan kinerja Propinsi yang dan telah mesti dicapai pembangunan Wilayah Kotamadya ditetapkan. dari maupun perlindungan Hijau lebih bagian Kawasan luar dibina maupun Binaan adalah kawasan hijau di kawasan melalui hijau lindung untuk mjuan penghijauan yang penanaman. Tujuan daiam berkaitan 17. dan kawasan hijau Lindung karaktensnk bagian yang memiliki tujuan alamiah habitat yang perlu dilestarikan untuk perlindungan wilayah setempat luas. budidaya adalah pengaman prasarana. jaringan 19. vegetasi diperlukan pengembangan. 15. pembangunan ditetapkan. yang selanjurnya tanah fungsi Wilayah yang telah Hijau Terbuka atau yang dan atau disebut yang RTH adalah oleh habitat areal permukaan untuk didominasi dibina sarana dan perlindungan dan atau kota/lingkungan. Ruang kawasan tumbuhan tertentu. pelayanan 14. Hijau atau pertanian. Strategi ruang dan pembangunan telah Propinsi. 2 3 7 13. distribusi kegiatan adalah dan pelayanan jasa ekonomi. penataan untuk dan d a i a m k e r a n g k a visi Pengembangan pengelolaan visi dan misi dan m i s i y a n g adalah kota yang langkah-langkah perlu dilakukan Propinsi mencapai Kotamadya 18. suatu pandangan yang mgin pemerintahan. yang baik diperlukan untuk didukung pemeliharaan dan sarana didukung ekologis sesuai pemulihan yang fasilitasnya maupun keperluan sarana untuk sosial fungsi kota y a n g dapat penghijauan fasilitas tersebut. Misi dan adalah pihak yang terlibat dalam komitmen dan panduan Propinsi yang arah dan bagi pembangunan untuk di pengelolaan visi Wilayah Kotamadya ditetapkan mencapai peringkat 16. . Kawasan kegiatan kawasan dan dan Perkotaan utama sebagai bukan tempat adalah kawasan dengan yang mempunyai fungsi pertanian susunan permukiman perkotaan.

Kawasan maksimum Campuran bagi kawasan yang diarahkan dan dipemntukkan bangunan umum pengembangan permukiman lebih kegiatan beserta besar dari campuran fasilitasnya 20%. menjadi adalah Bangunan kegiatan barang ekonomi yang dan mengolah atau bahan baku. 23 8 2 L Kawasan mempunyai Tangkapan pengaruh badan limbah Air secara air dan adalah kawasan atau situ. keberlangsungan pengolahan 22. sungai. adalah kawasan yang diarahkan atau dan Permukiman bagi beserta dipenmtukkan tinggal/hunian terstmkmr 20%. Dasar Bangunan l e b i h b e s a r dari 26. Kawasan Ekonomi nilai Prospektif bagi adalah kawasan ekonomi yang kota. Industri kegiatan industri. sosial beserta pemerintahan umum/fasilitas Koefisien fasilitas penunjangnya 20%. adalah kegiatan dengan industri Jakarta hemat yang kriteria kota tidak Selektif pemilihannya jasa. atau binaan areal yang alamiah terhadap kanal. Kawasan Rendah 25 pasal Bangunan adalah ini Umum Koefisien Dasar Bangunan pada huruf Dasar kawasan yang sebagaimana dimaksud secara 20%. sebagaimana keseluruhan dimaksud Koefisien pada yang Dasar Bangunannya maksimum 24. barang setengah jadi nilai yang barang jadi untuk dan dengan termasuk lebih rancang tinggi bangun penggvmaannya. lain-lain. yakni disesuaikan industri kondisi lahan. dan menggunakan teknologi tinggi.LD T a h u n 1999 N o . dan strategis pengembangan adalah yang Bangunan bagi Umum diarahkan diperunmkkan jasa. pengembangan dan fasilitas dengan perkotaan. . 23. sebagai air. Industn mentah. yang hemat berpolusi. Kawasan air seperti waduk. perekayasaan 29. adalah keseluruhan Koefisien Bangunannya 27. perdagangan. Kawasan adalah mi pengembangan prasarana dan permukiman sarana tempat yang dari lingkungan lebih besar dengan Koefisien Dasar Bangunan Permukiman Koefisien Dasar Bangunan huruf Rendah 22 pasal kawasan secara 20%. Kawasan mempunyai 25. bahan dengan Dasar dengan Koefisien 28.

kawasan yang 31. penelitian. strategis kegiatan pemerintahan. Kawasan Wisata Sejarah yang adalah nilai kawasan sejarah dan dan atau bangunan-bangunan lain yang memiliki penting kepentingan nilai-nilai dan dianggap untuk dan Wisata dianggap untuk dan Super untuk dilindungi dikembangkan dokumentasi 35. Intensitas yang Bangunan. Kawasan ditujukan (mixed Lantai kawasan 37. pelayanan utama dan kota yang sistem ekonomi. dan lokal. 2 3 9 30. internasional penunjang Sentra yang Primer adalah kawasan dalam sistem dalam pusat sistem menurut hirarkhmya termasuk utama. Blok adalah bisnis . dan atau bangunan-bangunan dilestarikan dokumentasi 36. kota yang untuk menampung tinggi berbagai memiliki peruntuk^an organisasi campuran Koefisien pengelolaan berorientasi komersial Bangunan tersendiri. memiliki fungsi sosial. Kawasan yang industri dengan Industri dan dan atau Pergudangan bagi adalah kawasan diarahkan dan atau dipemntukkan beserta pengembangan penunjangnya pergudangan Dasar Bangunan fasilitas Koefisien Sistem bagi yang berbagai serta maksimal adalah 5 0%. kepentingan kepariwisataan. kegiatan pusat menurut berskala pusat terdiri sistem kegiatan regional yang nasional berskala 32. Kawasan lain yang pendidikan. untuk pengembangan seperti berbagai wisata kegiatan serta Imgkungan agro. Ruang adalah besaran Dasar bagian mang untuk dan fungsi tertentu Lantai ditentukan tiap berdasarkan pengaturan Bangunan kota sesuai kota. kepariwisataan. Budaya yang penting adalah nilai unmk kawasan budaya dan dikembangkan pendidikan. Kawasan kegiatan pusat 33.LD T a h u n 1999 N o . K o e fisien dengan Koefisien kawasan dalam Ketinggian kedudukan pembangunan . hirarkhi kota. Bangunan dan fungsinya use) memiliki nilai-nilai dan/atau penelitian. Wisata Lingkungan adalah kawasan bagian kota wisata wisata Kawasan yang yang flora diarahkan mencakup dan fauna. kawasan dan bagian . Kawasan diarahkan maupun menarik budaya dari Pusat pemusatan Kegiatan berbagai kegiatan campuran dalam dan spesifik. 34.

yang daerah perencanaan dikuasai 42. terdiri 46. pola sarana kawasan lingkungan. sesuai yang kawasan. KB dari dan/atau peresapan perencanaan 43.LD Tahun 1999 N o . Koefisiensi adalah dan tanah angka Besmen luas yang tapak selanjutnya bangunan di disebut yang KTB prosentase dinding luas dihitung proyeksi terhadap sesuai terluar bangunan / bawah permukaan yang perpetakan tata r u a n g . KLB KLB KLB rata-rata adalah besaran ruang yang dihitung dari nilai nilai rata-rata pada suaOi kawasan ruang berdasarkan sejenis. Lingkungan untuk dan dan p e r a l i h a n . Kawasan dan kualitas penyediaan penggolongan dan dmamis. perencanaan dikuasai sesuai 40. 2 3 -10- 38. ketetapan menurut pemanfaatan Tapak yang 41. ruang kota. ada. adalah tujuan guna memperbaiki pola hngkungan yang dimungkinkan melakukan fisik pembongkaran penyempurnaan prasarana . Lantai perencanaan Koefisiensi adalah jumlah tata luas Bangunan yang lantai yang selanjutnya dari angka terhadap disebut laus KLB tanah besaran ruang seluruh dihitung yang perbandingan rencana bangunan perpetakan/daerah ruang kota. adalah rangka dan dihitung Kawasan kawasan yang diprioritaskan kota pembangunannya ke arah yang yang mendorong atau pertumbuhan direncanakan mendesak. adalah menanggulangi masalah- masalah 45. Ketinggian jumlah dasar 44. pemanfaatan prasarana dari kawasan mantap. Koefisiensi adalah luas Dasar Bangunan yang selanjutnya disebut KDB angka lantai prosentase dasar berdasarkan bangunan yang perbandingan luas sesuai jumlah tanah rencana terhadap dikuasai perpetakan/daerah tata 39. lantai sampai perpetakan/daerah Bangunan penuh lantai Prioritas dalam yang selanjutnya adalah lantai suatu b a n g u n a n tertinggi. lingkungan. pengembangan stmktur kawasan yang telah Perbaikan dengan telah terbatas ada. Tipologi karakter mang. rencana Koefisiensi adalah luas lahan Daerah terbuka air yang Hijau untuk selanjurnya disebut KDH jumlah angka prosentase terhadap dikuasai berdasarkan penanaman luas sesuai tanah dengan perbandingan tanaman rencana disebut mulai kota.

Lingkungan dengan dalam tujuan rangka mengadakan struktur 50. Panduan panduan teknis yang yang dan Kota (Urban Design yang Ouide/Incsj memuat standar suatu bangunan adalah uraian kualitas kawasan prasarana perencanaan terinci tentang kawasan kriteria. secara ketentuan-ketentuan. Lingkungan ditujukan budaya untuk dan lingkungan adalah atau pola bangunan pengembangan memelihara yang serta memiliki 48. dan-'atau keindahan/estetika. memberikan ditetapkan fasilitas umum. pembangunan merupakan peruntukan fasilitas kawasan Rancang pembia)aan penjabaran BAB RDANC Pasal {1) Ruang Khusus wilayah ruang Lingkup Ibukota ruang dan Rencana Jakarta wilayah sampai ruang yang il LINGKUP 2 Tata Ruang dan batas Wilayah dan kelinia mang dengan Daerah struktur bagian daratan. Peremajaan kawasan penyeluruh fungsi. Kotamadya sesuai perundang-undangan . 'dan yang yang Kota.LDTa 1999 N o . Pemugaran kawasan nilai yang mengamankan sejarah melestarikan. arahan mengenai standar bagi fungsi. peraturan mencakup propinsi dengan udara berlaku. persyaratan-persyaratan. pola kosong pengembangan dan atau belum kawasan pernah pembangunan Rancang bagi 51. pembangunan fisik sarana utilitas lingkungan. Pemeliharaan kawasan kualitas dengan yang lingkungan Lingkungan tujuan sudah untuk baik adalah agar tidak pola pengembangan kualitas suatu penumnaii mempertahankan mengalami lingkungan. bagi Kota perencanaan kawasan ketentuan-ketentuan pemanfaatan diperlukan. tata cara sistem lanjut 52 Pedoman Guidelines) memuat komposisi kebutuhan pembangunan pengelolaan dari Panduan uraian Pembangunan adalah panduan krieria. adalah pembaharuan pola pengembangan pembongkaran tisik dan 49. maupun dimensi. strategi pemanfaatan lautan. Pembangunan pada areal tanah dilakukan Baru yang adalah masih fisik. 23 II 47. (Urban yang ruang sena dan lebih Development yang mengatur kawasan.

. berbudaya b. sebagaimana ruang penataan wilayah : ditujukan untuk melaksanakan 3 (tiga) misi u t a m a . 3 dimaksud dalam Pasal sebagaimana 2 disusun berasaskan a. c. Pasal Untuk maka mewujudkan arahan visi 5 dimaksud akan dalam Pasai 4. keterbukaan. dan ruang selaras. kepentingan guna. d.LD T a h u n 1999 N o . keadilan Bagian Visi. visi dan pembangunan. VISI DAN Bagian 111 SERTA TUJUAN MISI. . s t r u k t u r dan pengendalian hak. pola p e m a n f a a t a n pemanfaatan dan peran ruang kewajiban serta m a s y a r a k a t . Misi Kedua dan I Khusus Ibukota Jakarta Tujuan Paragraf Visi dan Misi Pembangunan Daerah 4 Pasal Pembangunan Jakarta dengan sejahtera sebagai kota-kota dan Kota Jakarta diarahkan dengan visi mewujudkan }ang sejajar Ibukota Negara Republik dihuni Indonesia oleh besar negara berbudaya maju. y a i t u . BAB ASAS. ruang b. masyarakat yang kehidupan yang dalam lingkungan berkelanjutan. 2 3 - 12- (2) Rencana Tata Ruang : misi . Pertama Asas Pasal Rencana Tata Ruang Wilayah : bagi semua : dan perlindungan hukum. berdaya berkelanjutan persamaan. pemanfaatan serasi. seimbang. e. asas. serta tujuan penataan Kota Jakarta dan kebijakan strategi p e n g e m b a n g a n tata r u a n g ruang . guna. secara berhasil terpadu. Wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) p a s a l ini b e r i s i a.

penggunaan da\a buatan manusia dengan memperhatikan sebesar- sumberdaya d. pengembangan fungsi tata r u a n g kota . Jakarta sebagai kota j a s a skala nasional dan Paragraf Tujuan Penataan Pasal Tujuan a. : kota jasa skala memantapkan n a s i o n a l dan Jakarta sebagai internasional arah b. terselenggaranya lindung pengaturan budi pemanfaatan daya. membangun Jakarta yang berbasis pada nias\arakai. perkotaan yang mengembangkan berkelanjutan .. berbudaya. 23 13- a. dan b e r k e a d i l a n b. ruang pada kawasan dan k a w a s a n BAB KEBIJAKAN DAN IV PENGEMBANGAN STRATEGI RUANG Pertama TATA Bagian Kebijakan Pengembangan Pasal 7 adalah Tata Ruang Kebijakan a. penataan ruang adalah masyarakat 6 2 Ruang terwujudnya kehidupan . terselenggaranya berkelanjutan dengan serta c. yang sejahtera. pengembangan dan membatasi kota ke arah ke koridor ai-ah utara pengembangan . mengembangkan internasional. kemampuan pemerintah. b. kebijakan pembangunan nasional terwujudnya alam dan besam>'a keterpaduan sumber daya dalam . lingkungan kehidupan c. i999 No. sumber yang sesuai tampunu dan hidup. selatan barat. lingkungan pemanfaatan berwawasan daya kemampuan mang lingkungan dan dan masyarakat dukung w ila> a h hidup da\a dan daerah. agar tercapai keseimbangan ekosistem . memprioritaskan timur.LD Tahu.

melestarikan penataan daya fungsi dan keserasian lingkungan hidup di dalam dan ruang dengan lingkungan sistem mengoptimalkan hidup. WP a) nelayan sumber melalui daya konservasi terumbu karang Pantai Utara ( W P . tercantum dengan Peraturan kebijakan (WP) pembangunan sebagai masing-masing Pengembangan berikut: : kebijakan untuk kehidupan laut dan W i l a y a h P e n g e m b a n g a n ( W P ) U t a r a t e r d i r i atas 1. b) perdagangan sena berskala internasional. Pantai Lama : dan .LD T a h u n 1999 N o . 23 . pengembangan meningkatkan masyarakat pemanfaatan ekosistem 2. ini. mengembangkan berintegrasi internasional. WP Kepulauan Seribu yang kegiatan (WP-KS). utnuk dan jasa Pusat yang dengan pusat serta pengembangan pusat kegiatan diarahkan pemerintahan. perniagaan. dengan kebijakan meliputi : 1) M e n i n g k a t k a n Jakarta Utara 2) 3) b) melestarikan kualitas lingkungan Mempertahankan Mengembangkan Baru : pennukiman fungsi nelayan dan .P U ) . daya dukung tampung d. WP Tengah T e n g a h terdiri dari (WP-TP). (WP) il Jakarta utama Wila}ah pada Gambar Pengembangan 01 Lampiran untuk sebagaimana Daerah Wilayah a. intensitas tinggi . pelabuhan (WP) pariwisata. pennukiman perdagangan . prasarana sistem dan regional. : kebijakan Wilayah Pengembangan 1.14 c. sarana kota yang dan dengan nasional Bagian Wilayah Kedua Pengembangan Pasal Sesuai dibagi dengan atas 3 karkateristik (liga) fisik 8 dan perkembangannya. terutama pariwisata. peningkatan perikanan dan hutan dengan diarahkan kualitas budidaya dengan mangrove. yang pelabuhan Pantai terpisah melalui fisik dari pengembangan pantai lama reklamasi dengan secara dan kegiatan utama jasa perumahan.

dengan secara Bangunan kawasan kebijakan terbatas rendah resapan untuk dengan untuk air. mengembangkan pola dan penggunaan sistem pusal pemanfaatan campuaran k e g i a t a n kota Senira-Sentra dengan kawasan ekonomi prospektif b. S e l a t a n t e r d i r i atas dengan : untuk Wilayah P e n g e m b a n g a n (WP) 1. WP lengah Barat untuk Sentra (WP-TB). pengembangan penerapan permukiman Dasar Koefisien mempertahankan fungsinya sebagai Bagian Strategi Ketiga Tata Ruang Pengembangan Paragraf 1 Strategi Pengembangan Pasal Tata 9 Ruang Propinsi Untuk strategi a. di masa depan umum e. Vv'P sampai Selatan kawasan tinggi: Selatan permukiman intensitas (WP-SS).LD T a h u n . adalah terpadu : maka pengembangan Tata Ruang yang ruang di . WP Tengah ditunjaiiti : dengan P r i m e r Baru Timur untuk (WP-TT). Baru industri^pergudangan dengan pengembangan yang ditunjang Timur. 23 - 15- 2. Merdeka dan untuk bangunan . mengembangkan modal angkutan angkutan antar massal kegiatan cian sebagai antar pusat-pusai bagian-bagian . c. mengembangkan dan U t a r a : kawasan Primer Baru di Timur. menata umum Taman Medan umum. WP Selatan Utara (WP-SU). Barat. pusat pemerintahan. pusat kebijakan serta Sentra pengembangan permukiman Primer c. mengembangkan niaga terpadu kawasan pantai utara skala i n t e r n a s i o n a l sistem utama kota. sosial kawasan d. mewujudkan visi dan misi pembanguann ditempuh secara Daerah. pemukiman yang Barat dengan kebijakan dengan pengembangan pengembangan 3. kebijakan dengan pengembangan sedang 2. fasilitas fasilitas sebagai .

16 f.LD T a h u n 1999 N o . Sentra kota tua. perdagangan : dan j a s a . sena Barat pengembangan kegiaian Primer Baru wilayah. sarana RTH kota di setiap maupun wilayah untuk ekologi dan mengembangkan berdasarkan tipologi mengoptimalkan penataan ruang kawasan. Kotamadya Jakarta L Mewujudkan pembangunan 2. b. Mewujudkan melanjutkan sebagai pusat wisata budaya-sejarah. secara vertikal Pusat dan t e r k e n d a l i pusat Meningkatkan perkantoran. Jakarta sebagai pemerintahan. . waduk. Paragraf Misi dan Strategi Pengembangan Pasal Untuk mewujudkan dimaksud visi dalam dan Pasal 10 2 Tata Ruang Kotamadya misi 4 pembangunan dan Pasal : 5. sebagai Wilayah . terpadu industri berskala niaga internasional c. M e n g e m b a n g k a n kawasan wisata . Propinsi maka misi sebagaimana p e n g e m b a n g a n tata r u a n g a. mengembangkan aliran 13 air dan mengoptimalkan situ. Jakana Mengembangkan dan tinggi di permukiman barat. Kotamadya 1. 23 . penataan banjir kanal ruang dan daerah lokasi sesuai air sungai. Pantura. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. dan tangkapan dengan orientasi pengembangan (WP) kawasan tempat fungsi Pengembangan badan tersebut berlokasi g. mempertahankan Kotamadya keseimbangan h. Jakarta bahari Utara sebagai kota pantai dan dengan menjaga kelestarian lingkungannya 2. baik mengembangkan sebagai kota . Kotamadya : kota jasa adalah Pusat pusat fisik terpadu dengan mendorong . kepadatan sedang wilayah pusat bagian 2. Mendukung selektif di pengembangan bagian di limur bagian Barat: kawasan dan tengah kawasan pusat pelabuhan.

k a w a s a n hijau Mengembangkan melanjutkan Pulo Gebang sebagai kawasan pusat Pasal industn Sentra kegiatan 11 Kotamadya Kotamadya Primer wilayah.17 d. pengembangan Untuk mewujudkan dalam misi pembangunan 10. Waduk Kemayoran. temtama Melati.LD T a h u n 1999 N o . M e n d o r o n g wisata niaga 2. revitalisasi guna kota sarana di tua sebagai dan objek pusat dengan baru meningkatkan mendorong prasarana pendukungnya pengembangan bertaraf internasional kawasan kawasan r e k l a m a s i . K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. Kotamadya Jakarta Timur: kawasan sebagai permukiman resapan air. mengoptimalkan pemanfaatan 4. Pasal strategi pengembangan ditempuh di Jakarta Kotamadya 1. Mengembangkan kawasan terbatas imtuk program kumuh hijau. Mendorong sungai kawasan penataan kawasan sekitar daerah aliran 13 ruang dengan tersebut. dengan p e n g e m b a n g a n reklamasi 3. pembangunan terbuka : kawasan peremajaan berat rumah dengan susun lingkungan peremajaan murah dan permukiman ruang penyediaan b.p u l a u di kelestarian Kepulauan lingkungan Senbu . resapan 2. Pusat: kawasan pada sekitar strategis kawasan Medan Karet skala ekonomi Merdeka. Mengembangkan mendukung massal. Tengsin. M e n g e m b a n g k a n kan 2. kawasan perairan . selektif Baru Timur dan di dan mempertahan¬ 1. Thamrin-Sudirman. K o t a m a d y a Jakarta 1. bagian utara Jakarta Selatan sebagai e. 2. 23 . Selatan : bagian selatan Jakarta Selatan Mempertahankan sebagai daerah wilayah air. sarana/fasilitas sistem transportasi angkutan yang umum pengembangan 3. Mendorong Nasional prospektif dan dan pengembangan Internasional di kawasan Senayan. Mewujudkan pusat niaga wilayah terpadu. Mempertahankan dan p u l a u . maka masing-masing sebagaimana Tata : adalah dimaksud Ruang yang a. lama secara terpadu Menata kembah pantai .

pembangunan jalan lingkar luar dan sistem terminal Buaya Barat kemudahan sebagai untuk terwujudnya Sentra Primer dan pusat perkantoran. 2. 2 3 4. Menata sebagai kawasan upaya hilir sungai dengan banjir badan dengan . air lainnya pengendali penduduk sistem penyediaan p e r m u k i m a n bagi 5. . untuk sekitarnya jaringan transportasi dan darat dan angkutan dengan Barat: penumpang angkutan makro. serta n-ansportasi umum janngan mendorong penataan pengembangan termmal . Memberikan Baru jasa 3. barang terpadu Jakarta sistem transportasi Mendorong wisata revitalisasi kawasan kota sarana tua sebagai dan objek dengan meningkatkan prasarana pendukungnya. Mendorong nasional prospektif Manggarai Baru 2. . dengan sistem angkutan d. 3. aliran Selatan 13 wisata serta hijau bagian mendukung selatan atraksi memanfaatkan badan air u n t u k . dan di dan Selatan : kawasan pada strategis kawasan skala ekonomi Casablanca. Mengembangkan sungai dengan di Imgkungan hijau pada yang daerah Jakara wisata . K o t a m a d y a Jakarta 1. dan serta pembangunan di penumpang angkutan barang pengembangan Rawa terintegrasi api. kawasan pola wilayah Blok angkutan sistem Selatan-Utara 4.LD T a h u n 1999 N o . Blok M Mengakomodasikan sedang pada wilayah permukiman bagian utara dengan Jakarta kepadatan Selatan dan mempertahankan kepadatan Selatan. Kotamadya 1. Mendukimg dan rendah pengembangan pada wilayah permukiman bagian selatan dengan Jakarta pembangunan jalan lingkar luar ke arah barat yang massal jalan mengembangkan sarana/fasilitas sistem M. perdagangan Mendukung jaringan angkutan yang kereta jalan Barat-Timur. Mengembangkan laut secara c. Kebayoran pengembangan internasional kawasan penataan Segitiga kawasan Kunmgan.

penduduk dijabarkan jumlah tempat sebagaimana ke dalam kerja dimaksud besaran pada Kebijakan ayat (1) persebaran pasal dan daya ini jumlah ber¬ penduduk dasarkan angka maupun besaran tampung tenaga kerja baik dukung formal dengan memperhatikan alami tampung pertambahan migrasi hidup. kawasan dan industri seiekiil" per¬ . Mengembangkan serta pengembangan pusat p e m b i b i t a n kegiatan agro. Mengoptimalkan di Pulo Gadung.LD T a h u n >9 N o . 23 - 19- 5. Pekayon membatasi arteri kembangan 3. ruang. : Sentra tanaman penelitian dan perikanan agro dan pengembangan wisata rimur e. penduduk. pengendalian BAB STRUKTUR DAN POLA Bagian Struktur Pemanfaatan V PEMANFAATAN Pertama RUANG Ruang 1 Wilayah Propinsi Paragraf U m u m Pasal (1) Rencana diwujudkan arahan serta (2) arahan struktur 12 pemanfaatan dalam ruang Pasal 2 wilayah ayat (2) Propinsi huruf b penduduk. baru pengembangan Ciracas. Mendukung jaringan yang 4. iiijau pelabuhan pada industri aliran dan Mengembangkan sungai untuk dan daerah situ melestarikan kawasan hijau. K o l a m a d y a Jakarta 1. Mendorong dengan pembangunan Primer jalan Baru aaeri Timur dan menyelesaikan : pembangunan pendukungnya 2. penumpang kegiatan industri jalan serta pada j alan-j alan lingkar titik luar pembangunan Timur-Barat barang dan dan bagian sistem terminal timur . daya pertambahan dan daya serta lingkungan . sebagaimana dimaksud berdasarkan intensitas kebijakan komponen persebaran utama pengembangan pembentuk ruang. 13 rawa jalan pembangunan simpul dan sebagai menunjang pengembangan kawasan banjir.

000 jiwa sebanyak Kotamadya 25. Jumlah 2010 tenaga kerja fonnal P e r a t u r a n D a e r a h ini ditampung pada dapat tahun sebanyak-banyaknya 8. yang 02 Gambar sistem Lampiran sistem ini.8% Jakarta di Jakarta 11 di Litara.500.20 (3) Komponen pada ayat permukiman kegiatan. dimaksud kawasan pusat 11 pasal kawasan meliputi ekonomi pada prospektif. 3 Hijau 14 Hijau y a n g terdiri dari Paragraf Kawasan Pasal (1) Kawasan Kawasan hijau hijau adalah Ruang Terbuka l i n d u n g d a n hijau binaan. Paragraf Persebaran Pasal Untuk dimaksud sebagai a.000 j i w a . 12.6% di Kotamadya Selatan. 23 . mewujudkan dalam berikut: penduduk Jakarta sampai pada : 10.4% Barat. pemanfaatan prasarana digambarkan tercantum (4) Dalam ruang rangka kawasan-kawasan pada a)'at (3) pembentuk pasal ini untuk yang sebagaimana kawasan dimaksud prioritas ditetapkan mempercepat direncanakan. dan Jakarta 22.6% di tahun 2010 dibatasi Pasal struktur 12 2 Penduduk 13 ruang wilayah kebijakan sebagaimana kcpendudukan ditetapkan Jumlah sebanyak-banyaknya b. Persebarannya Jakarta Pusat. sebagaimana Peraturan ulama (1) dan Daerah pembentuk ini ruang sebagaimana kawasan hijau.6% diaralikan 17. . Kotamad)'a 23. (5) Arahan daya serta sebagai tata upaya ruang terwujudnya struktur intensitas dan ruang daya dilakukan tampung >'ang berdasarkan lingkungan sudah ada pertimbangan hidup kawasan atau akan dukung kapasitas prasarana dan terpasang.LD T a h u n 1999 N o . di Kotamadya Timur Jakarta Kotamadya Lampiran yang sebagaimana : t e r c a n t u m pada G a m b a r 03 c.200.

LD T a h u n . untuk kawalan hijau binaan dan kawasan Pemanfaatan hijau ruang lindung untuk tercantum ini. ini binaan meliputi: berbeniuk : berbentuk jalur dan untuk fungsi pengaman. c. sebagaimana dimaksud pada ayal (1) (3) Kawasan pasal a. sebagaimana tercantum l a b e l 01 (5) Kawasan dirubah (6) Lampiran I hijau fungsi P e r a t u r a n D a e r a h ini. norma permukiman 1 (satu) secara unit rumah (3) Setiap dengan kawasan sarana permukiman lingkungan secara yang bertahap dan dilengkapi jumlahnya setempat jenis disesuaikan berdasarkan dengan standar kebutuhan fasilitas masyarakat sosiaL umum/fasiltas . skala pada tingkat propinsi 04 direncanakan Lampiran 11 sebagaimana Peraturan Gambar Daerah Paragraf Kawasan Pasal (1) Kawasan dengan peimukiman kepadatan dengan terdiri tinggi kepadatan 4 Permukiman 15 atas dan kawasan sedang. . 2 3 -21 (2) Kawasan pasal di Laut ini hijau lindung sebagaimana lindung. permukiman dan kawasan pennukiman (2) rendah. Taman Nasional Kepulauan hijau Seribu.94% Jakarta. serta dan hutan bakau pantai di Jakarta. dan/atau hijau binaan tidak dapai lindung dan peruntukannya. RTH penyangga. hijau berbentuk luas Prosentase binaan luas keseluruhan tahun Kota 2010 kawasan ditetapkan lindung dan hijau dari pada sampai wilayah sebanyak 13. areal dengan fungsi sebagai fasilitas RTII umum b. bertahap yang diarahkan layak untuk untuk tiap Pengembangan mencapai keluarga. (4) RTH atau k e i n d a h a n hijau budida\'a lingkungan pertanian./99 [No. peneduh. barat dimaksud pada ayat (1) meliputi hutan lama bagian cagar alam.

tangga terdiri dari perumahan atau industri dengan rumah perdagangan. b. Sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (3) m e l i p u t i a. d. .22 (4) Fasihtas Umum/Fasilitas : . Memantapkan untuk dan c. e. Meningkatkan memanfaatkan ekonomi. b. . mendorong Meningkatkan prospektif jasa serta kapasitas ekonomi dan sekaligus terhadap campuran kegiatan-kegiatan perumahan secara perdagangan untuk m e n i n g k a t k a n kualitas ruang kota . dengan kawasan serta pemanfaatan campuran. campuran antara pada bangunan campuran industri beserta kawasan pennukiman jasa.LD T a h u n 1999 N o . 23 . (5) Fasilitas Fasilitas Pendidikan Kesehatan Fasilitas P e r i b a d a t a n Fasilitas Fasilitas Olah Raga/Kesenian/Rekreasi: Pemerintah . . kawasan ekonomi ini prospektif untuk : dalam globalisasi sebagaimana Pengembangan d i m a k s u d p a d a ayat (i) pasal a. dan kawasan dan pergudangan pelabuhan. Paragraf Kawasan Ekonomi Pasal (1) Kawasan ekonomi 16 5 Prospektif p r o s p e k t i f terdiri perdagangan industri atas dan kawasan jasa. h. . Pelayanan Fasilitas Bina Sosial Fasilitas Fasilitas Perbelanjaan/Niaga Transportasi. kawasan (2) perkantoran. secara terbalas kecil dan fasilitasnya. g. c. bertujuan kota kemampuan peluang yang Jakarta oleh ditawarkan kawasan-kawasan dampak sebagai tampung yang diprioritaskan ekonomi mengakomodasikan Kota Jakarta globalisasi kota j a s a kawasan vertikal : . f.

campur¬ skala Sentra Bandar . hanya dan air. ekonomi. Mengembangkan daerah arteri industri di mdustri yang memiliki akses langsung Soekarno kawasan Tanjung kawasan sekitar Priok. dan b a g i a n t e n g a h k a w a s a n kawasan yang industri yang Pantura b. (2) Sistem pasal pusat pusat ini. perwakilan dan b u d a y a . ruang kecil foimal bagi secara besar sektor dari unformal berbagai dan jenis terintegrasi dengan perekonomian dan e. ditetapkan memeratakan ekonomi. : kawasan ekonomi prospektif dilakukan Mengembangkan an berintensitas Baru pelayanan Primer Baru kegiatan tinggi dan di Sentra perdagangan/jasa WP Tengah Pusat di Baru dan kawasan Timur. untuk nasional Barat.LD T a h u i . . Mengembangkan untuk jenis tidak industri dibatasi lahan hemat penggunaan teknologi yang berpolusi dan menggunakan perakitan tinggi. . Bandara Pelabuhan (5) Pengembangan 2010 pasal mi ekonomi pada im. ayat (1) dibedakan struktur kawasan sebagai sebagai pasat pembentuk kegiatan mang kawasan pemerintahan. pelayanan. Meningkatkan golongan aktifitas usaha pengembangan alokasi skala sektor . Primer Kemayoran. internasional. dilakukan sebagai bagian (3) Penataan integral kawasan dari penataan (4) Pengembangan melalui a. 6 prospektif ayat (4) tercantum sampai huruf a tahun dan b 05 sebagaimana ditetapkan II dmiaksud sebagaimana pada Gambar Lampiran Peraturan Daerah Paragraf Sistem Pusat Pasal Kegiatan 17 untuk pusat menunjang kegiatan serta Jakarta pemerin¬ kegiatan (1) Sistem sebagai tahan. pusat kegiatan dan sosial. diarahkan ke Hatta pada jalan dan c. sosial. Mengembangkan prospektif di negeri kelima k o n d u k s i f untuk maupun dan prasarana menata kota bagi asing. kawasan menjadi penanam yang rnodal ekonomi lokasi yang dalam dengan wilayah berinvestasi pemodal sarana yang pelabuhan mang kota. /99 N o . didukung memadai. 23 23 d. kegiatan sebagaimana berdasarkan dan pusat dimaksud kegiatan fungsi negara pada khusus asing. kota j a s a kegiatan budaya.

Sentra tekstil f Pusat . Pusat Pusat Bahan Kesenian Distribusi Bakar Rumah Taman Ismail di Marzuki. ruang sebagaimana p a d a a y a t (2) a. menurut fungsi khusus ditetap¬ Kegiatan berikut: sebagai Pusat Pemerintahan . c. jasa d. Pasar Distribusi Bahan Barang di Minyak Plumpang. Pusat Impian Negara . Pusat mformasi Utama bisnis. di dan Perkemahan Cibubur. dan j a s a keuangan dan . Rekreasi Jaya Mini Indonesia Indah. Pusat Niaga perkantoran. b. Angkatan Tjipto Darat Mangunkusumo Gatot Subroto f. Sentra perkantoran. Asing di kawasan Kuningan dan Thamrin . pemerintahan . Pusat P e r w a k i l a n Jalan M H . Margasatwa d. Terpadu perdagangan sebagai Pantura dan niaga bidang perdagangan. bam . dan Induk Pangan di K i a m a t Jati. 2 3 -24 - (3) Sistem pasal pusat ini. Sudirman. Sentra (3) p a s a l Baru ditetapkan sebagai sebagai berikut: pusat pemenntahabn . Dr.LD T a h u n 1999 N o . Nasional dan Propinsi di kawasan Medan Merdeka b. Pusat Kegiatan Utama menurut fungsi kawasan dimaksud pembentuk dan struktur ini. kegiatan terdiri dan sebagaimana Pusat dimaksud pada ayat dan (2) Kegiatan Utama Pusat Kegiatan (4) Sistem sebagai Penunjang. Ragunan. Rawa Buaya. e. g. Casablanca g. Baru perdagangan sebagai dan j a s a pusat dan j a s a pusat Primer Barat kotamadya. Taman Ancol. Sentra nik . Pusat sebagai pusat perkantoran Mangga Niaga Terpadu pakaian Terpadu dan jadi. e. c. . Dua sebagai pusat perdagangan h. Niaga Terpadu Primer Tanah Primer Glodok lembaga keuangan pusat perdagangan sebagai Abang sebagai pusat perdagangan Kuningan. Taman Taman Kepulauan Bumi . elektro¬ di Primer Timur kotamadya. Cipinang. Pusat Niaga Bandar Bam Kemayoran sebagai pusat eksibisi (5) Sistem kan a. Pusat Olahraga Pusat Senayan di Kesehatan dan . Tanjung Priok. Rumah Sakit Sakit Pusat Seribu.

tenib. dan energi dan banjir drainase. barang meningkamya laut. pelayanan angkutan . meningkamya pengguna masyarakat pengguna angkutan. prasarana telekomunikasi. kendaraan danau udara dan yang untuk angkutan sungai. penyeberangan. sebagai tersusunnya efisiensi dan efektif. lalu lintas dan angkutan aman.25 (6) Persebaran ditetapkan Lampiran I! lokasi pusal kegiatan tercantum ini. terselenggaranya dengan angkutan barang dan yang sesuai perkembangan angkutan sarana . udara dan keterpaduan darat disiplin antara sistem angkutan darat. dikembangkan lintas lokal. meningkatnya kelancaran terselenggaranya nyaman. 19 melipLiti prasarana kcrcia Pasal (1) Prasarana transportasi untuk api. Paragraf Sistem Prasarana Pasal 18 dalam air 7 Wilayah Sistem meliputi prasarana sebagaimana dimaksud transportasi. sistem berikut: suatu jaringan sistem transportasi yang transportasi diarahkan untuk mencapai Pengembangan tujuan a. irigasi. air limbah.LD T a h u n 1999 N o . yang l a n c a r dan efisien pclaN'anan d. c. dan maupun antar m o d a angkutan jaian f. b. laut pejalan angkutan dan kaki dan yang dikembangkan bennoior. angkutan angkutan dan pelayanan nasional (2) terpadu lalu internasional. baik angkutan teknologi transportasi e. . 23 . di pada tingkat propinsi 06 sebagaimana G ambar Peraturan Daerah Kegiatan (7) Sistem sebagai Kegiatan Pusal Penunjang ruang menurut dan mcnumt fungsi fungsi Sistem kawasan khusus Pusal pembentuk pada struktur Rencana ditetapkan Pengembangan Kotamadya. Pasal dnn 12 air ayat (3) prasarana sumber bcisili. teratur. pengendalian persampahan. angkutan sebagai regional. .

Muara perikanan nusantara di tradisional pelayaran dari rakyat dan ke Sunda serta p e l a b u h a n p e n y e b e r a n g a n di Muara Angke Seribu 10 dan di Kepulauan khusus pelabuhan/den-naga Marina Ancol wisata Kepulauan pada Gambar sebagaimana ini. 11 pengembangan jaringan rel dan layang. Seribu ke ekspor/impor. II sistem jaringan jalan bis angkutan sesuai antar jalan dengan melalui fungsi terminal Gambar dan bis 08 serta tenninal kota dan sebagaimana Peraturan Daerah angkutan tercanmm ini. dan dan pada penggunaannya angkutan diarahkan serta primer. umum yang pada Lampiran (5) Menata hirarkhi (6) pelayanan jalan. bawah kereta permukaan maupun kereta sistem Gambar Pengembangan jaringan sebagaimana Peraturan (4) tercantum ini. dengan lintas termasuk lampu pada di lalu sistem pengaturan lalu dan kebijakan pembatasan pada daerah II sebagaimana tercantum Daerah ini. disesuaikan dengan Melaksanakan dalamnya lintas. pelabuhan kegiatan di Tanjung Baru. lalu lintas. tertentu Peraturan penerapan satu manajemen arah. penum¬ perikanan di Muara Kelapa. tercantum L a m p i r a n II Peraturan Daerah . 23 -26 (3) Mengembangkan kereta api melalui sistem jaringan dan kereta kapasitas api api angkutan pada tanah. dan (9) Lokasi terminal truk barang pada lokasi dengan kawasan yang fasilitasn>a pelabuhan ditetapkan pangkalan industri/pergudangan jaringan jalan 10) arteri Mengembangkan sebagai pang dan berikut barang di : laut dan dermaga penyeberangan angkutan Baru. stasiun 07 pada Lampiran Daerah Mengembangkan pengembangan hirarkhi jalan dalam kota. api.LD T a h u n !999 N o . Gambar 09 Lampiran (7) Membangun pusat-pusat jalan secara gedung-gedung kegiatan bertahap. fasilitas untuk dan atau taman parkir parkir pada pada badan menghilangkan (8) Mengembangkan memperhitungkan pejalan kaki bagi yang pcn\ memadai andang dengan cacat. Priok dan Kali samudera Angke.

jaringan angkutan Mengembangkan untuk Negara lainnya mendukung Republik temiasuk Pelabuhan fungsi Indonesia pelayanan Pasal Udara Kota dan tamu 20 air Halim Jakarta Perdana sebagai Kusuma Ibukota pelayanan haji. sumber air dan sumber seluruh air bersih (2) Pengembangan dilakukan sebesar konsumsi untuk 38. prasarana : lingkungan 21 banjir dan drainase pengendalian kota yang bebas banjir dan . Instalasi air 11 (3) Pembagian jaringan Pengolahan direncanakan Lampiran 11 pelayanan air dan pengaliran Air (iPA). baku.LD Tahun lvv9 No. terlaksananya pengendalian tanah. penurunan kerusakan prasarana struktur tanah. prioritas pelayanan.'.egra^i api dan dengan jaringan pengembangan angkutan (12) jalan. daya pemakaian air tanah air dan tanah air dan terpeliharanya sebagai air permukaan b. mencapai prasarana tujuan : sumber dan air b e r s i h diarahkan berkurangnya sumber baku . distribusi air bersih untuk seluruh lapisan c. lokasi-lokasi pusat pada lokasi-lokasi tercantum distribusi Gambar sebagaimana P e r a t u r a n D a e r a h ini. Menciptakan genangan air. 23 -27- (11) Mengembangkan dimaksud pada ayat pelabuhan-pelabuhan (9) pasal ini secara kereia sebagaimana lerii. terlaksananya masyarakat. untuk negara memenuhi dan pelayanan (1) Pengembangan untuk a. bersih. dan konservasi penurunan muka air bawah tanah untuk muka air tanah. Pasal (1) Pengembangan d i s e r a h k a n untuk a.00 memenuhi m3/detik sebesar pada kebutuhan tahun penduduk tingkat 2010 dengan maksimal zona 175 air liierorang/hari.

sempadan fijngsinya simgai yaitu sejalan dengan pengendali penataan banjir. sebagaimana : dimaksud pada a\at Pengembangan (1) p a s a l a. Penyempurnaan pada bagian dan penambahan sistem polder terutama utara. banjir ditujukan banjir prasarana pengendalian prasarana meningkatkan tahunan mantap dengan beserta kapasitas tetap pengendalian debit mempertimbangkan minimal kualitasnya. prasarana ayat (2). sub memadukan mikro. aliran barat Kanal . Kota 1 penampungan atau palung dan daerah cekungan mencakup tahun secara terbatas. (4) Penataan sungai drainase. Penyempumaan Sunter. Menata sebagai daerah bagian aliran atau koridor dari 13 unsur sungai kota . prasarana ini d i l a k u k a n m e l a l u i 13 N o n n a l i s a s i aliran Penyempumaan Cengkareng Drain sungai . diarahkan umum. (4). waduk seluas tercantum 4. dari Tabel banjir luas 02 (6) Rasio kanal. Drain. 2010 kali.LD T a h u n 1999 N o . Timur Sungai untuk Barat dan sistem untuk bagian sistem aliran c. sungai. II pengendali (3). Cakung Kanal pembangunan Banjir d.92% pada Jakarta. b. bagian dan timur. utama dengan penting menjadikannya c. wilayah air y a n g dan saluran. dalam tampungan (waduk/situ) (2) Pengembangan untuk 100 aliran (3) pengelolaan sistem kawasan. dan banjir (5) sebagaimana tercantum pada Pengembangan dimaksud Gambar pada 12 L a m p i r a n P e r a t u r a n D a e r a h ini. dan fungsi j a r i n g a n lokasi saluran air makro. 2 3 -28- b. situ bagian sebagai hulu badan situ. sebagaimana Lampiran (7) P e r a t u r a n D a e r a h ini. sebagai dan orientasi kawasan Mengoptimalkan makro. sebagai saluran air hujan (8) Pengembangan yang merupakan drainase saluran . peningkatan lokasi tempat dan pengembangan air fungsi terutama situdi (5) Pembangunan. kembali menurut dan sebagai penggelontor.

23 -29- (9) Badan waduk air b e r u p a tidak dapat saluran. prasarana irigasi air 22 untuk : \ ang terdapat serta diarahkan bagi lahan Menunjang penyediaan di kawasan T i m u r dan . fungsi pencemaran sanitasi kota meningkatkan melalui pengaturan drainase. 24 persampahan dan diarahkan untuk prasarana sampah dengan pengemhan^zan yang teknologi berwawasan Pengembangan mencapai yang target persampahan 90% pada ditujukan total untuk sampah. Pasal Pengembangan a. diubah kali. kegiatan dan hasil pertanian pada lokasi Pasal (1) Pengembangan meminimalkan serta prasarana tingkat air 23 limbah pada diarahkan badan air dan untuk tanah. pengolahan pada air Gambar limbah 13 zona pelayanan direncanakan Lampiran II sebagaimana Peraturan Daerah tercantum ini. banjir k a n a l . situ dan peruntukannya. (2) Memperluas perpipaan kawasan dan pela>anan melalui pengelolaan air limbah sistem sistem di tertutup pengembangan pusat bisnis. proses Tempat dari j u m l a h dilakukan sumbernya. serta yang kawasan kawasan modular industri dengan pelabuhan terbaik pengembangan dapat teknologi (3) Pembagian diterapkan. prasarana penanganan baik maupun (TPA). pertanian dan Timur Laut. Barat Barat Laut Selatan Jakarta b. sistem terpusat permukaan. sungai. Mengintensifkan pertanian.LDTahL m No. Pasal (1) Pengembangan meminimalkan pengolahan lingkungan (2) prasarana volume sampah hidup. di pengangkutannya Pembuangan Akhir pengelolaannya .

23 -30- (3) Pengelolaan tepat guna prasarana untuk sampah dilakukan dengan efisiensi teknologi dan meningkatkan prasarana sampah mengoptimalkan (4) Pengembangan beracun teknologi (B3) yang pemanfaatan prasarana serta tepat. T e n g a h dan distribusi untuk perumahan : saluran d i p r i o r i t a s k a n di b.LD T a h u n 1999 N o . prasarana dilakukan Pengembangan kawasan pelayanan melalui jaringan jasa. Memperluas dan p e r u m a h a n induk dan baru gardu pengadaan gardu Pasal 26 Pengembangan mencapai kota dan tujuan antar Kota prasarana mewujudkan negara Jakarta telekomunikasi sistem dan diarahkan lokal. dan tersedian>'a keandalan kesinambungan energi gas penyediaannya. sistem jaringaji dimaksud pada pada listrik. gas 25. untuk antar untuk telekomunikasi terjamin kota j a s a . sampah. dan dan air 26 bersih secara (ducting) 20. berbahaya dilakukan dan dengan bahan pengelolaannya Pasal 25 (1) Pengembangan terlaksananya tangga terjamin dan prasarana pemanfaatan energi energi dan diarahkan gas bagi untuk tujuan mmah yang kebutuhan tenaga listrik transportasi. dan industri. diarahkan jaringan perpipaan . melalui: pipa untuk (2) Pengembangan a. c. 23. WP perdagangan. WP Pantai listrik kawasan Utara Pengembangan jaringan kabel bawah tanah industri melalui perkantoran. . perdagangan/jasa. keandalannya menunjang sebagai Pasal 27 Pengembangan sebagaimana bertahap terpadu. Pasal sistem telepon. distribusi. .

nilai KDB dan nilai nilai dalam KLB P e r a t u r a n D a e r a h ini komponen yang intensitas ditetapkan ruang pada mengikuti alokasi / maksimal besaran dan nilai KTB KDH maksimal minimal tidak tidak dilampaui dikurangi. dan T a b e l 05 L a m p i r a n I d. Penetapan kawasan dukung dalam intensitas didasarkan dan daya ruang pada tampung pada di pola tiap sitrat lokasi dan/atau da\a lingkungan. intensitas b. Intensitas pasal sebagaimana komponen dimaksud KLB. a ini m e n g g u n a k a n : nilai KDH dan KTB c. yang dan kawasan nilai KLB diwujudkan komponen besaran lainnya ruang ruang . melalui pembangunan p e n e t a p a n pola intensitas ruang dengan ketentuan a. besaran tercantum ruang pada menurut Tabel 03. sebagaimana Tabel 04. ^ 10 dan yang diperkenankan bangunan kawasan yaitu dibangun lebih tinggi dengan dari 97 ketinggian pada dibatasi hanya ekonomi kawasan bisnis prospektif yang Bandar pada Baru bagian dan pembangunajinya Kemayoran. tengah Sentra diprioritaskan.LD T a h u n 1999 N o . serta pusat Kawasan Primer Sentra Primer Baru Barat Baru Timur. Penetapan penetapan komponen intensitas ruang cdimulai n ilai dari KLR. . Besaran ketetapan kawasan e. . Batasan dapat dapat . huruf KB. 23 -31 Paragraf Intensitas Pasal 8 Ruang 28 (1) Untuk meningkatkan fisik kota efisiensi didorong penggunaan secara vertikal : lahan. (2) Kawasan-kawasan KLB lantai. Kawasan Pantura Semanggi. pada KDB.

visi dan kegiatan.200. dibatasi tenaga sebanyak-banyaknya kerja formal .950. Paragraf Persebaran Pasal 2 Penduduk 30 (1) Untuk dimaksud mewujudkan dalam pasal persebaran 13. Kotamadya kebijakan hijau. pengembangan permukiman.000jiwa penduduk Kotamadya Utara pada tahun Jiwa. rencana pengembangan sejalan intensitas wilayah ruang. pembangunan propinsi. 2 3 02 Bagian Rencana Struktur Tata Kedua Ruang 1 Wilayah Kotamadya Paragraf Umum Pasal Struktur kt dalam pemanfaatan struktur persebaran ruang 29 wilayah ruang tingkat propinsi yang dijabarkan meliputi kawasan rencana pemanfaatan penduduk.000jiwa .000 dapat ditampung K400. sebanyak-banyaknya kerja formal . Jumlah 2010 dengan sebanyak penduduk sebagai penduduk dibatasi tenaga dan berikut: di tenaga masing-masing Kotamadya Jakarta Pusat pada tahun jiwa.350. rencana rencana pengembangan kawasan dan bangunan pengembangan kawasan pusat rencana pengembangan sistem dan misi industri pergudangan. rencana p e n g e m b a n g a n sistem dengan prasarana. rencana kawasan umum.000 dapat ditampung 1. Jakarta yang 2.000 dapat ditampung L800. Jakarta yang 1. Jumlah 2010 dengan sebanyak c. Jumlah 2010 dengan sebanyak b.800. penduduk ditetapkan di sebagaimana kebijakan maka kerja persebaran Kotamadya a. yang 2.LD T a h u n 1999 N o .000 j i w a penduduk Kotamadya Barat pada tahun jiwa. dibatasi tenaga sebanyak-banyaknya kerja formal .

Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olah raga yajig ada : . dan Taman Hutan Barat Muara taman pembibitan cagar alam Pulau Tinmr Inti mangrove. Pulau K e c a m a t a n Penjaringan Penjaliran lainnya yang sebagai Rambut dalam Bokor. di hijau Senayan. G a m b a r diaralikan Kecamatan di (2) Persebaran masing-masing 17.200. G a m b a r 18 p a d a L a m p i r a n U P e r a i u r a n Da^^rah ini. 23 .33 d. 2.000 1. hijau binaan termasuk Pelindung Nas ional Kepulauan (2) Kanasan dijabarkan di mas i n g . dan k e p a d a t a n p e n d u d u k m e n u r u t Kotamadya 14. dilampun*.600. 3. L K o t a m a d y a Jakarta Pusat m e h p u l i : Mengembangkan Tanah Abang dan sepanjang j a l a n .000 j i w a c. G a m b a r I 6. dan Zona serta p u l a u .600.LD T a h u n 1999 N o .m a s i n g K o t a m a d y a sebagai berikut : a. J u m l a h p e n d u d u k K o t a m a d y a Jakarta 2010 dengan sebanyak dibatasi tenaga sebanyak-han\aknya kerja formal . j a l u r berbunga serta p r o d u k t i f di p e k a r a n g a n . jalur sungai hijau dan di kcrcia kawasan hijau api Gambir. dan Angke Pulau melalui : Hutan kebun sebagai dan Zona Laul Penjaliraii kawasan sesuai dengan fungsinya. J u m l a h p e n d u d u k K o t a m a d y a Jakaila 2010 dengan sebanyak dibatasi tenaga sebanyak-banyaknya kerja formal yang l'imur p a d a 2. alam Pulau meliputi K a p u k sebagai sebagai dan k a w a s a n hutan wisata . dilanipung 1.800-O00 dapal tahun jiwa. Paragraf Rencana Pengembangan Pasal (1) Pengembangan pembinaan Hutan Kamal Angke Muara di kawasan 31 3 Kawasan Hijau hijau lindung dilakukan lindung. dan G a m b a r sebagaimana t e r c a n t u m pada G a m b a r 15. yang Selaian dapal p a d a tahun jiua.00 j i w a .p u l a u Seribu.

Menata bagian luas hilir m u a r a ruang daerah aliran hijau sungai. Menata pada jalan . RTH pengembangan dan pada ruang budi daya tanaman sebagai pertanian sementara luas perikanan lahan \ang berfungsi tidur.LD T a h u n 1999 N o . hijau tahun 2010. Mempertahankan olah r a g a y a n g 3. lingkungan pohon-pohon ruas jalan. jalur hijau pemakaman Mengembangkan garis pantai .94% dari luas k o t a J a k a r t a 7. RTH terbuka dengan di sepanjang budi daya yang dipadukan perikanan 4. Mendorong pada penanaman rumah. Cakung C i l i n c i n g dan tol p e l a b u h a n 5. besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama padat. lingkungan pohon-pohon ruas jalan. padat. pembangunan Kemayoran areal 5. tol Scdiatmo. Prosentase Kotamadya dari terbuka Jakarta Pusat . Meniagkatkan pennukiman Abang. Kemayoran sosialisasi sebagai 4.66% luas k o t a J a k a r t a 7. : kota : dan lapangan di sekitar Waduk K o t a m a d y a Jakarta Utara meliputi 1. Melestarikan permukiman program beberapa khusus di taman-taman serta lingkungan RTH di umum kawasan melalui di baru pengadaan perbaikan Kecamatan B a n d a r Baru lingkungan. 6. ditargetkan sebesar 3. berfungsi Johar Baru. dan program . 23 -34- 3. Mendorong pada penanaman rumah. ada kota dan taman Sunter Utara lahan . . besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama b. yang warga ruang padat terbuka seperti dan j a l u r di hijau di daerah Tanah Kecamatan dan sarana Cempaka sekaligus Putih. peremajaan. Mendorong hias. di 6. Menata hutan P l u i t dan W a d u k 2. ditargetkan sebesar 0. tahun 2010 di Prosentase Kotamadya terbuka Jakarta Utara .

Menbienibaniikan Ragunan. besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama lingkungan padat.68% di dari Kotamadya luas kota ditargetkan sebesar Mendorong pada penanaman rumah. Menata Minggu. pohon-pohon ruas jalan. Barat . besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama d. Mempertahankan olah raga y a n g ada pemakaman dan lapangan 3.94*% kota Jakarta Mendorong pada penanaman rumah. Mempertahankan o l a h r a g a y a n g ada J. Kebayoran Indonesia luas sekitar situ-situ tahun 2010 di lainnya RTH Kotamad)'a dari luas Selatan . Prosentase Jakarta Jakarta 7. padat. Kotamadya 1. kegiatan di dan Kecamatan pusat-pusal kawasan . Menata pengembangan kegiatan . 23 -3 5 c. Margasatwa Kampus . lainnya 4. Mengembangkan Kembangan. hutan P dan h i a s dan p e r t a n i a n 2. Mengembangkan tempat rekreasi kota Srengseng sebagai 5. budi daya tanaman hias di k a w a s a n 6. Jakarta Barat RTH meliputi: di sekitar kawasan Keselamatan Hatta Mengamankan Operasi terpadu Penerbangan dengan budi Bandar Udara . Soekarno daya pertanian lahan . penghijauan kota tua. hutan alam . Universitas Prosentase Jakarta Blok pemakaman dan lapangan kota di Taman Baru. luas Rawa Belong RTH tahun 2010 1. lingkungan pohon-pohon ruas jalan.LD T a h u n 1999 N o . 2. lahan . dengan Selatan meliputi resapan dan air ka\\asan Cilandak Jagakarsa kegiatan budi pengembangan . ditargetkan sebesar 2. . : di Kecamatan secara daya. Pasar terpadu tanaman Kotamadya Jakarta 1.

T i m u r dan Kawasan di Industri sepanjang Menata jalur Bogor. Paragraf Rencana Pengembangan Pasal Rencana pengembangan 15 kawasan 4 Kawasan 32 permukiman sebagaimana : Permukiman d i m a k s u d dalam pasal a. pelestarian dan Sawah pada dan lingkungan bangunan Besar.72% kota Jakarta 6. kawasan Membatasi khusus bersejarah di pemanfaatan kawasan Menteng. besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama padat. peiumahan . Jakarta. Halim Perdana Primer . Perkemahan Cibubur.m a s i n g K o t a m a d \ a adalah Kotamadya Jakarta Pusat: 1. Prosentase Jakarta Kotamadya dari luas Timur .j a l a n tahun 2010 di 5. dan Gambir. Kusuma. Mempertahankan mantap . 23 -36- e. M e n a t a luar kawasan resapan air . Kotamadya Jakarta Timur meliputi 1. di selatan j a l a n kegiatan lingkar budi terpadu dengan pengembangan : daya t a n a m a n hias dan p e r t a n i a n 2. fungsi pada pemugaran 4. Melanjutkan melalui 3. luas RTH serta j a l a n . Mengembangkan kawasan temiasuk pola perbaikan kumuh lingkungan berat dan pada sedang sungai permukiman pada . Bumi pemakaman dan lapangan Menata hutan kota di Rawa Dongkol. lingkungan pohon-pohon ruas jalan. di m a s i n g . Mempertahankan o l a h r a g a y a n g ada 3lahan . Mendorong pada penanaman rumah. Baru 4. ditargetkan sebesar 4. Pulo Cilangkap. peremajaan kawasan sepanjang bantaran dan k e r e t a api 2. lingkungan kumuh berat pembangunan vertikal. Mabes Sentra Gadung tol arteri TN! Situ di Kopasus Cijantung. hijau jalan Jakarta-Cikanipek.LD T a h u n 1999 N o .

dan meniadai 3. Melengkapi Prosentase fasilitas luas dari umum kawasan luas di kawasan pennukiman premukiman : ditargetkan sebesar 2 . Mengembangkan kawasan 2.LD Tahun (999 No. kualitas kumuh ringan lingkungannya pada di lingkungan dan sedang kawasan Kepulauan Mengembangkan bernuansa di di kawasan Kepulauan wisata Pantai Seribu dan permukiman berwawasan dan nelayan lingkungan yang yang hidup dihuni Uama . Kecamatan kawasan permukiman baru : terutama C i l i n c i n g dan P e n j a r i n g a n fungsi kawasan dan Membatasi kawasan perubahan Kota permukiman Pelabuhan : di Tua^ersejarah Sunda K''. Mengembangkan pemukiman pantai masyarakat utara . P r o s e n t a s e sebesar KDB luas dari permukiman Jakarta dan ditargetkan pennukiman luas Kota 7. . nienengah- atas p a d a areal r e k l a m a s i 4. Melengkapi permukiman . 4 3 % dari Jakarta.98% Kota rendah ditargetkan sebesar 0 . Meningkatkan permukiman Seribu 7. 1. 23 -37- 5. Mempertahankan mantap . fungsi perumahan padci kawasan 9. Kota Jakarta. pemukiman KCDB rendah pada kawasan pantai 11.lapa s e k a l i g u s m e l e s t a r i k a n 6. M e n g e m b a n g k a n kawasan lama kawasan luas . fasilitas umum di kawasan kawasan 10. pulau-pulau 8. kawasan permukinian untuk lingkungan pada Mendorong secara pengembangan dan vertikal memperkecil golongan sarana perpetakan penyediaan yang perumahan dengan menengah-bawah prasarana yang dilengkapi . Mengembangkan di 5. permukiman peremajaan kumuh berat. K o t a m a d y a Jakarta Utara . 9 5 % b. 6. .

Mengarahkan KDB rendah pengembangan di sekitar K a w a s a n kawasan pennukiman Operasi upaya Keselamatan dengan dan Penerbangan Bandara Soekamo-Hatta tanaman hias mengembangkan produktif. . 23 -3 8- c. 2.26% ditargetkan sebesar 9 . Melengkapi pennukiman . 6 2 % KDB rendah dari dan p e n n u k i m a n dari luas Kota ditargetkan sebesar Jakarta. sepanjang j a l u r 4. Kotamadya Jakarta Barat !. Angke. Mengembangkan di Kecamatan Jeruk kawasan permukiman Kalidercs. Buaya. Tambora. terutama Kapuk. Mendorong secara vertikal : kawasan pennukiman untuk pengembangan dan memperkecil golongan sarana dan perpetakan penyediaan yang perumahan dengan menengah-bawah prasarana yang dilengkapi memadai. baru terutama Kembangan. 9. perbaikan ringan Cengkareng. . Mendorong pada pengembangan permukiman di Rawa Kali peremajaan kumuh Angke. dan K e b o n 3. Prosentase luas budidaya pertanian kawasan luas Kota permukiman Jakarta 0. fasilitas umum di kawasan kawasan 7.LD T a h u n 1999 N o . Angke. Mendorong KDB rendah pengembangan beserta baru . ilmgsi perumahan pada kawasan Mempertahankan mantap . kawasan pennukiman terutama pada fasilitasn3'a pembangunan 8. Anyar. Kali 5. Kali lingkungan berat Duri secara Utara. 6. Kedaung kawasan terbatas. Mengembangkan permukiman sekitar lingkungan dan pada kawasan terutama Duri dan kumuh sedang Stasiun kawasan Stasiun kereta api.

67 kawasan untuk kawasan 0. fungsi permukiman baru terutama Kebayoran Pesanggrahan. Mengembangkan Cakung. Mengembangkan vertikal melalui Selatan : kawasan pemiuknnan di pelestarian . . resapan luas 7. air dan kawasan permukiman ditargetkan Kota untuk kawasan resapan e. Lama.93 % Jakarta. Kotamadya Jakarta 1. Kotamadya Jakarta Timur . KDB rendah s e l a t a n j a l a n I m g k a r luar kawasan permukiman 8.85 % permukiman non air untuk dari ditargetkan air dan Kota rendah non air dari luas KDB kawasan kawasan resapan % resapan sedangkan sebesar 2. Melengkapi permukiman . Sawit. fasilitas umum di kawasan-kawasan 7. Mengembangkan di daerah sebelah kawasan pemiukiman KIDB . bam terutama . pada kawasan kumuh s e d a n g dan 4. 2 3 -39 d. bam Mengembangkan permukiman perbaikan lingkungan rmgan kawasan kumuh s e d a n g dan kawasan 4. 5.LDTah. kawasan peremajaan berat. Cilandak Mempertahankan mantap .43 Jakarta. 1999 N o . M e m p e r t a h a n k a n K e b a y o r a n baru 2.. 9. luas % unmk rendah di sebelah utara Minggu. Kopi yang 1. Mempertahankan y a n g ada Cilandak. Mengembangkan di Kecamatan dan kawasan Jagakarsa. Prosentase sebesar 0. M e m p e r t a h a n k a n teratur Ambon. Duren dan C i p a y u n g p^da . seperti Pondok di lingkungan Kawasan Kelapa. di dan P u l o G e b a n g . Kampung dan Duren Pondok kawasan permukiman Sawit. lingkar luar k h u s u s Kebayoran Lama. K r a m a t Jati pennukiman . perumahan pada kawasan 6. Cakung. perbaikan permukiman terutama pada lokasi secara yang kondisinya 3. Mengembangkan di K e c a m a t a n 3. Pesanggrahan di daerah Pasar . 2. kumuh Mengembangkan pennukiman lingkungan ringan . permukiman Rawamangun.

P r o s e n t a s e sebesar kawasan 2. Mempertahankan mantap. Mempertahankan yang di ada di kawasan sebelah permukiman Utara rendah khusus . M e n d o r o n g KDB rendah pengembangan beserta pemiukiman temtama . Senen dan K e m a y o r a n bangunan umum Mengarahkan yang dengan memadai. 9. Melengkapi fasilitas rumah fungsi pemmahan pada kawasan umum di kawasan pemiukiman KDB luar. kebutuhan jangkauan b) Mendorong yang Abang. L K o t a m a d y a Jakarta Pusat. 7. Makasar. Sawah Besar. umum yang bertaraf Gambir.20% luas kawasan dari luas KDB non secara vertikal permukiman Kota rendah resapan luas Jakarta. 8. untuk k a w a s a n resapan air d a r i 5 Kota Paragraf Rencana Pengembangan Kawasan 33 Bangunan Umum Pasal a. 23 -4 0 5. KDB luar .44% pada fasilitasnya kawasan p e m b a n g u n a n bam 11. daerah hngkar K r a m a t Jati.LD T a h u n 1999 N o . secara berat permukiman susun murah melalui p e m b a n g u n a n 6. c) pelayanarmya pengembangan internasional kawasan di multifungsi Tanah . dan C i p a y u n g kawasan 10. Mengembangkan terbatas pada peremajaan kawasan hngkungan kumuh . lebih pengembangan nyaman dan fasi litas berwawasan lingkungan menyediakan d) Mendorong terintegrasi sungai. pengembangan dengan bangunan umum yang sekitar penataan kawasan .06% permukiman untuk kawasan ditargetkan air dan Jakarta. Mengembangkan pada daerah kawasan permukiman lingkar rendah bagian selatan jalan 9. P a s a r R e b o . Pengembangan Kawasan a) Mengembangkan untuk pasar Bangunan Umum : temtama dan fasilitas perdagangan sesuai tradisional . ditargetkan sedangkan sebear 0.

KDB 2. yang hidup . b. c) Mengembangkan berpolusi tidak dan b e r w a w a s a n d) Mengembangkan jalan arteri dan bangunan kolektor. di Mengembangkan nyaman pada dengan berbagai Johar kawasan lokasi di campuran mengefektifkan B a m dan lokasi Sirih dan industn penggunaan Kecamatan Abang Kemayoran. Kawasan Bangunan Urnium Membatasi u m u m di pengembangan kawasan . perdagangan. bangunan S e n a y a n dan C e m p a k a P u t i h luas kawasan sebesar bangunan 0.98% dan bangunan luas Kota umum Jakarta. i999 N o . luas M a s M a n s y u r secara t e r b a t a s kawasan campuran dari luas KDB Kota Prosentase ditargetkan sebesar 0 . Pengembangan a) Kawasan Campuran : yang lebili lahan Senen. rendah Matraman Jl.18% b) Prosentase rendah Jakarta. a) P e n g e m b a n g a n Kawasan Bangunan L'mum Mengembangkan untuk pasar fasilitas perdagangan sesuai . kota lua/bersej ^rah untuk mendukung perkantoran. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. Pengembangan rendah a) . 7 3 % . b) Tanah Mengembangkan kawasan Kebon pariwisata sekitarnya mmahan lingkungan multi-strata . Utara di : temtama dan tradisional kebutuhan jangkauan b) pelayanamiya Pantai pola dengan Mengembangkan tengah Super dengan Blok sub-kawasan nnultifungsi/ yaag bertaraf pengembangan fasihtasnya internasional. c) Menala fungsi kawasan kegiatan .KH. umum luas KDB Kota ditargetkan dari 3.LD T a h u i . Jakarta. 23 -4 1 e) Prosentase ditargetkan luas sebesar kawasan 1. e) Kramat Cideng . j a s a dan p a r i w i s a t a . . Raya ~ campuran meliputi Senen dan sepanjang Jalan sepanjang .

umum luas KDB Kota KDB daerah kawasan terbatas selatan Jalan L i n g k a r luas kawasan sebesar Prosentase rendah Jakarta. Kawasan bangunan a) Mengembangkan rendah sebelah b) secara umum KDB rendah bangunan terutama Selatan : umum pada . kebutuhan jangkauan b) pelayanannya Mengembangkan intennasional prospektif. arteri di luar ekonomi luas sebesar prospektif. kawasan pengembangan dan j a s a sepanjang jalan perkantoran. luas kawasan selatan campuran dari Jalan d) Prosentase ditargetkan resapan kawasan 0.52%o campuran untuk KDB kawasan resapan rendah non air. secara kawasan terpadu multifungsi di kawasan Niaga bertaraf ekonomi Terpadu dan meliputi Kawasan Kawasan Segitiga Kuningan.90% dari ditargetkan 3. Casablanca .1%) air d a n untuk kawasan . 2. Sudirman.69% dari bangunan luas umum d) Prosentase ditargetkan Kota Jakarta. kawasan 1. dengan ketentuan yang berlaku perkembangan daerah sebelah c) Mengendalikan terutama Lingkar pada Luar. 2 3 -44 a) Mengembangkan untuk pasar fasilitas perdagangan sesuai terutama dan tradisional . sebesar 0.LD T a h u n 1999 N o . c) Membatasi perdagangan. bangunan 0. Pengembangan a) kawasan campuran kawasan da\a : campuran tampung pada : yang tidak hidup untuk penduduk beberapa Mengembangkan membantu yang peningkatan dikembangkan sekitar Jalan secara vertikal lokasi di b) L i n g k a r Selatan rumahan Mengembangkan berpolusi sesuai dan industri benva\\"asan lingkungan .

kawasan sebesar ditargetkan 3. Sentra . K o t a m a d y a Jakarta Pusat Merelokasi industri menengah dan b e s a r dari p u s a t kota. ekonomi wilayah kebutuhan jangkauan b) Menata kawasan prospektif sebagai pusat pengembangan c) Mengembangkan jalan arteri timur. . umum KDB kawasan bangunan Mengembangkan terbatas pada bangunan kawasan Taman dan umum Pulo Mini KDB Mas. Pengembangan rendah a) : luas sebesar Kota Jakarta.49%o dari Paragraf Rencana Pengembangan dan luas K o t a J a k a r t a . Perdanakusuma. 23 . bangunan 1. 6 Kawasan Industri Pergudangan Pasal 34 industri . L Kotamadya Jakarta Timur: : terutama dan Pengembangan kawasan bangunan umum a) Mengembangkan untuk pasar fasilitas perdagangan sesuai tradisional pelayanannya.55% dari bangunan luas umum Primer Baru Timur yang Mengembangkan bertaraf internasional e) Prosentase ditergetkan 2. Pengembangan a) kawasan campuran kawasan daya : campuran tampung .72 % umum dari luas K[)B kota Prosentase rendah Jakarta. Mabes b) TNI Indonesia Cilangkap luas Cibubur.LD T a h u n 1999 N o . rendah I lalim Indah. diproyeksikan untuk penduduk Mengembangkan membantu peningkatan yang dikembangkan b) Prosentase luas secara vertikal kawasan campuran s e b e s a r 0. kawasan 1.4 5 e. umum di di luar sepanjang kawasan bangunan terbatas secara ekonomi d) prospektif. dan pergudangan di Rencana pengembangan kawasan adalah : masing-masing Kotamadya a.

industri luas Kota pergudangan s e b e s a r 0. industri selektif di pergudangan dan yang . lahan berwawasan dengan memenuhi 2. Cakung. Jakarta Utara kegiatan : industri pada kawasan yang Cilincing di . Merelokasi industri menengah . Mengarahkan dan bukan 4. Kalideres perdagangan jasa industri pengembangan untuk kawasan Kapuk yang menampung . Mengembangkan berwawasan industri kecil : yang tidak berpolusi dan lingkungan kegiatan hidup 2. sebesar Kota Jakarta. pergudangan pelabuhan Tanjung dan j a s a untuk Priok . Mengembangkan Cilincing. M e n g a r a h k a n C e n g k a r e n g dan 2. Mengarahkan pengembangan Kalideres kawasan industri . industri dari luas kota tua pergudangan diproyeksikan c. 2 3 -46- b. Kotamadya luas Selatan secara b e r t a h a p industri luas kawasan s e l e k t i f dan pergudangan s e b e s a r 0. K o t a m a d y a Jakarta 1. dan besar ke luar wilasah Jakarta 3. Kotamadya 1. 5. Kelapa G a d i n g dan 2. lingkungan . di dapat menunjang kegiatan 3.86%o Selatan . 5.LD Tahun 1999 N o . di kawasan industri Pulo Pekayon untuk j e n i s hemat hidup industri dan yang berteknologi hemat air serta berpolusi. . industri Ciracas tinggi. Jakana 1. persyaratan yang berlaku industri berteknologi hidup Mengarahkan mengganggu tinggi dengan yang tidak lingkungan bangunan bertingkat di k a w a s a n industri Pulo Gadung : . Mengembangkan mengantisipasi dan kawasan perkembangan industri. Jakarta. menunjang kegiatan perdagangan kawasan dan 4. Marunda dan sudah ada Membatasi di Penjaringan. kegiatan industri pada p e r u n t u k a n n y a kawasan luas Merelokasi Prosentase ditargetkan pergudangan kawasan dari dari kawasan dan kota tua . Merelokasi Prosentase k a w a s a n p e r g u d a n g a n dari luas kawasan 3. K o t a m a d y a Jakaita Barat 1.75% . industri selektif 3. Prosentase ditargetkan e. M e n g e m b a n g k a n Gadung.01 % d a n Timur : besar dan tidak Kota Jakarta. d.

kawasan kegiatan pergudangan dan yang perdagangan dapat jasa industri Cakung : sepanjang jalan Pulo Cilincing. Kramaljati 4.LD T a h u n 1999 N o . 0 3 % dari Kota Jakarta. pada Gambar Lampiran dan G a m b a r 23 Daerah Paragraf Rencana Pengembangan Sistem Pasal (1) Rencana menurut menurut Kotamadya dan (3) pengembangan kegiatan kegiatan sebagai 7 Pusat 36 Pusat Kegiatan struktur berfungsi Pasal 1 dan Penunjang i'uang khusus 7 ayat dan di (2) Kegiatan Kotamadya Sistem pembentuk yang pelayanan sebagaimana dimaksud dengan dalam ditetapkan di bawah besaran kegiatan utama. Mengarahkan menunjang terutama Luar. rencana disebut kawasan 35 hijau sebagaimana kawasan rencana p^da dan disebut pada pengembangan pada Pasal 32. digambarkan struktur masing-masing 19. permukiman pengembangan pasal 33. ini. 2 3 47 3. Mcnf'arahkan pemiukiman tidak kcuiatan haii^a industri vaue berlokasi industri Duren di kecil Sawit dekat dan dan untuk di jenis-jenis Penggilingan. Prosentase ditargetkan kawasan industri luas dan pergudangan s e b e s a r 2 . Pasal Rencana Pasal pengembangan 3 i. polutif terutama . Kegiatan di Penunjang sebagaimana ayat masing-masing K o t a m a d y a adalah . II G a m b a r 20. Peraturan Kotamadya C j a m b a r 2 i. dan sebagaimana kawasan rencana bangunan umum sebagaimana kawasan Pasal ruang disebut industri pengembangan disebut pada tata pergudangan ke dalam sebagaimana rencana 34. jalan Lingkar C a k u n g dan luas Gadung 5. sebagaimana tercantum G a m b a r 22. jangkauan pelayanan (2) Rencana pusat kegiatan Sistem pada pengembangan dimaksud : Pusat (1).

LD T a h u n 1999 N o . Rumah dan Pasar C a k u n g pusat berfungsi Bunga Kantor berdasarkan ditetapkan Pacuan Rumah Rekreasi Kuda Sakit terutama Taman Islam. Rumah Situ Olah Walikota. Manggarai. dan Pusat pada Penunjang khusus. Jatinegara. Kelender. Pertamina. ayat Walikota. Pasar B u m n g 2. 2 3 49- d. berdasarkan ditetapkan Rumah Sakit Raga Babakan. Sistem kegiatan terutama Pasar Jakarta Pusal sebagai pada Selatan: Kegiatan pembentuk Pasar Penunjang struktur ruang. 27. Pasar Mampang Pasar dan Prapatan. 28 sebagaimana masing-masing Gambar Gambar tercantum Gambar ini. Sistem kegiatan terutama Pusat sebagai pada Kegiatan pembentuk lokasi Pasar Penunjang struktur ruang. Sistem kegiatan terutama Indah Mangga Bulusr e. Koiamadva \. Kegiatan di pada dan Peimnjang 24. Cibubur. dan K o t a m a d y a Jakarta Timur : 1. Sistem pelayanan lokasi dan Sakit Rumah laman Sakit Haji. P r a m u k a dan penunjang khusus. Pasar Cilandak. Sakit Halim. Ra\\amangun. kegiatan pada Mas Mas. Pasar Pasar Pulo . transportasi di masing- Kotamadva . Sistem pada 26. Rumah Raga Pulo Pulo UKL Olah berdasarkan ditetapkan Pasar Gadung. Kebayoran Mayestik Kegiatan . Rekreasi Lapangan lauuawati. Blok M Pasar Lama. Sakit Pondok Situ Lebak pelayanan lokasi Rumah Bolong berfungsi Kantor Sakit MMC. Lapangan Rawamangun (3) Rencana Kotamadya Gambar Lampiran 25. II pengembangan dimaksud Gambar sebagaimana Pusat (2). Persahabatan. Pasar Minggu 2. berdasarkan ditetapkan Baru. Peraturan Daerah Paragraf Rencana 8 Prasarana Pengembangan Pasal 37 (1) Rencana masins pengembangan adalah prasarana . lokasi Kebayoran Tebet.

S.LD Tahun 1999 N o . Walikota. Cengkareng 2. Sistem kegiatan terutama Senayan. dan R o \ i . Walikota dan Pasar berdasarkan ditetapkan Rumah Ikan Sakit Muara pelayanan pada lokasi dan berfungsi Kantor Atma Jaya Cilincing Karang. Walikota. Pasar Sabang. Pasar lokasi Reges. Menteng. dan Tanjung Duren. Kotamadya 1. berdasarkan ditetapkan Kelapa Mandara Kegiatan pembentuk lokasi Cakung. ruang. Koja. Pusat Kegiatan pelayanan pada Hias Rawa Waras lokasi Rawa Buaya. Pusat sebagai pada Pasar : Penunjang struktur ruang. Grogol.olaniadva Jakarta Pusal 1 . Sistem kegiatan temtama Koja. Lapangan Rumah Raga Rawasari Cikini. Sistem kegiatan terutama Tanaman Pangan Sumber Deres. Rumah Husada. Sistem kegiatan terutama Pasar Jakarta Pusat sebagai pada Barat: Kegiatan pembentuk Pasar Pasar Kali Penunjang struktur Asem ruang. Pluit. Pasar Sakit berdasarkan ditetapkan Pasar Induk Harapan Bunga Bahan Kita. Pasar lokasi Bendungan Cempaka P u t i h dan Pai M e r a h 2. berdasarkan ditetapkan Taman Ria Penunjang struktur Senen. Pusal sebagai pada Kegiatan pembentuk Pasar Hilir. Sakit C a r o l u s dan P G I b. Pasar Cilincing Kegiatan Pusat Penunjang khusus. dan berfungsi Kantor Belong. 2 3 -48- a. K. Sistem kegiatan terutama Gading. c. Pasar Pasar . berdasarkan ditetapkan Baru. i . Sistem kegiatan terutama Cikini. : Penunjang khusus. Pasar Pasar P e r m a i dan 2. Pusat Kegiatan pelayanan pada lokasi berfungsi Kantor Olah St. Roxi. Penunjang khusus. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. berdasarkan ditetapkan Parman.

kolektor. Di Kotamadya Jakarta rel Utara. jaringan dan KA. arteri KA. KA. Di Kotamadya Jakarta rel Pusat. pelabuhan pelabuhan direncanakan U sebagaimana Daerah arteri lokasi ini dan tercantum . pada Daerah pengembangan pengendalian sampah. di prasarana banjir. d. Di Kotamadya rel Lampiran Jakarta lokasi Peraturan Barat. sanitasi dan prasarana Kotamadya pada masing-masing pengembangan wilayah prasarana dimaksud propinsi. jaringan jalan KA. jaringan -stasiun jalan KA arteri dan dan lokasi pada kolektor. bus p a d a G a m b a r 30 c.LD T a h u n 1999 N o . prasarana sumber air dan air b e r s i h . Di Kotamadya Jakarta rel Peraturan Daerah Timur. dan prasarana energi. Di pada G a m b a r 31 Lampiran Peraturan Kotamadya Jakarta rel Selatan. tenninal dan jaringan bus. Paragraf Rencana 9 Ruang Intensitas Pasal 38 (1) Rencana intensitas dalam adalah rencana sebagai ruang tingkat propinsi ruang di yang dijabarkan ke intensitas berikut: masing-masing Kotamadya . jaringan tenninal bus direncanakan sebagaimana tercantum ini . lokasi direncanakan sebagaimana tercantum ini . j a r i n g a n stasiun barang KA. jaringan tenninal bus KA. arteri KA. lokasi angkutan Gambar jalan dan lokasi kolektor. terminal laut angkutan barang. G a m b a r 32 L a m p i r a n II e. G a m b a r 29 L a m p i r a n II P e r a t u r a n D a e r a h b. terminal tenninal angkutan direncakan II sebagaimana Daerah tercantum ini. jaringan jalan lokasi stasiun dan lokasi udara kolektor. tenninal jaringan bus dan stasiun barang 33 terminal direncanakan Lampiran II sebagaimana Peraturan (2) Rencana prasarana pengolahan telekomunikasi mengikuti tingkat arahan tercantum ini. 23 -50 a. jaringan KA. lokasi stasiun KA arteri dan dan lokasi pada kolektor.

Kecamatan d) 3. KLB a) r a t a .LD T a h u n . KDB Menteng rendah dan di Cempaka d) kawasan Sawah campuran Besar. : Tanah .0 d i a r a h k a n p a d a : di rata-rata kawasan Cempaka Sawah pennukiman Putih. Rencana hitensitas 5 Ruang di Kotamadya . bangunan Cempaka Johar Kecamatan Baru. dan Kemayoran b) kawasan Abang. Kecamatan B e s a r dan umum Kemayoran di b) kawasan Abang.0 d i a r a h k a n p a d a bangunan Putih. campuran Sawah B e s a r dan 4. Kemayoran Gambir. dan Gambir. di Kecamatan Kemayoran dan 2. dan Kecamatan Cempaka Senen. Senen. Tanah Putih. bangunan Tanah umum Abang. Senen. Kecamatan Putih. Besar.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Senen. unnnn di kawasan Cempaka Besar. Menteng. bangunan Menteng. 23 . KLB a) r a t a . Jakana Pusat dibagi dalam L KLB a) (lima) tingkatan K L B yaitu 1.r a t a 2. kawasan campuran di selumh Kecamatan .0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Sawah di kawasan Menteng. : Kecamatan Kemayoran. Johar Bam. dan kawasan Menteng.r a t a 3. Besar. ^ 9 9 No. Cempaka Kemayoran b) c) kawasan kawasan bangunan umum bangunan Tanah di seluruh KDB Kecamatan rendah . umum Putih. Cempaka b) kawasan Putih. di Kecamatan Gambir. di Kecamatan dan Tanah Sawah Kemayoran c) kawasan Kecamatan Putih . Sawah KLB a) r a t a . di umum Abang.5! a. Abang. di : Tanah Abang.r a t a 4. . Gambir.

Kelapa Cilincing.r a t a 2.0 diarahkan pada di . di Kecamatan Penjaringan dan industri/pergudangan Tanjung Priok. Koja. r a t a . dan bangunan umum KDB rendah Priok. KDB rendah di dan K c m a } oaran C e m p a k a Putih d) kawasan Menteng. K e l a p a G a d i n g dan bangunan umum b) kawasan Priok : Kecamatan lanjung c) kawasan Kecamatan bangunan Koja. Rencana Intensitas Ruang di Kotamadya : Jakarta Utara dibagi dalam 5 1. kawasan Koja. di umum Abang. B a) ( l i m a ) t i n g k a t a n K L B yaitij 1. 5.0 Bandar sampai Baru dengan Kemayoran. . dan 2. KLB aj . K l . Cilincing d) kawasan Kecamatan Gading. Tanjung Kelapa dan C i l i n c i n g campuran . b) kawasan di Kecamatan Penjaringan dan C i l i n c i n g c) kawasan Penjaringan. Padcmangan. pennukiman . 10. di umum KDB rendah di d) kawasan campuran Kecamatan Padcmangan : .0 diarahkan pada kawasan b. KLB lebih besar campuran Kecamatan Kemayoran dan dari 5. di Kelapa Kecamatan Gading. di Kecamatan Gading. permukiman Kecamatan Cilincing di .D Tahun 1999 \ o . Gading. bangunan Tanjung umum Priok. . e) kawasan Cilincing O kawasan Penjaringan.0 d i a r a h k a n p a d a di : rata-rata kawasan Tanjung Cilincing : pennukiman Priok. 2 3 - 52- c) kawasan Kecamatan bangunan Tanah . dan Koja. Kecamatan Kelapa Penjaringan. di Penjaringan.

di Penjaringan.0 d i a r a h k a n p a d a pemiukiman di . KLB a) Tanjung industri/pergudangan Pademangan. Kelapa Cilincing. Kelapa d) 5. : di Kecamatan 3. bangunan KDB Koja rendah dan di Pademangan. umum di Kecamatan Priok. KLB a) rata-rata 3.r a t a 4. Cilincing . e) bangunan umum KDB rendah di Penjaringan. Gading Pademangan. Kecamatan Priok. kawasan campuran besar di dari Kecamatan 5. umum Tanjung c) kawasan Kecamatan Gading .0 d i a r a h k a n p a d a di kawasan permukiman Tanjung Kecamatan Koja.0 utama KLB diarahkan Pantura. dan K e p a l a Pademangan. Gading . Koja : Penjaimgan. Pademangan. Penjaringan. Rencana Intensitas Ruang di Koumadya : Jakarta Barat dibagi d a l a m 5 (lima) t m g k a t a n K L B yaitu . dan b) Priok. Tanjung K e l a p a G a d i n g dan campuran dan di kawasan Kecamatan Priok . Koja. dan 4. Pademangan f) kawasan Penjaringan. Penja¬ Kelapa rendah di Kecamatan kawasan P a d e m a n g a n dan c) kawasan ringan. dengan 10.LD T a h u n 1999 N o . lebih sampai pada kawasan pusat kegiatan c. r a t a . di Kecamatan Priok. Koja Tanjung Cilincing. kawasan Koja Kecamatan dan P a d e m a n g a n bangunan b) kawasan Penjaringan. 2 3 -53 e) kawasan Penjaringan industri/pergudangan dan Cilincing. banguan Cilincing umum Pademangan. permukiman KDB . : Tanjung G a d i n g dan C i l i n c i n g d) kawasan Kecamatan Priok.0 Penjaringan.

rendah . dan kawasan Kalideres. P e t a m b u r a n d a n Pai bangunan umum Kecamatan Kalideres.r a t a 2.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Grogol . Petamburan. Cengkareng. KDB di : Kebon Tambora Jemk. Kembangan. f) kawasan Cengkareng Cengkareng. KLB a) r a t a . di Kecamatan Pai M e r a h di kawasan bangunan kawasan Kecamatan Cengkareng. Kebon Grogol Kembangan. industri/pergudangan dan Kalideres. rendah Kecamatan C e n g k a r e n g dan K a l i d e r e s g) kawasan Kebon pemukiman Jemk. campuran di Kecamatan Kalideres. Merah di . KDB di Kecamatan . Kecamatan Petamburan. Merah. . Taman Petamburan. K L B a) rata-rata 1. Jemk. di bangunan Kebon Kalideres di umum Kembangan. Kecamatan Kalideres. Pai dan Grogol Petamburan Kebon e) kawasan campuran Kecamatan Grogol Sari . di M e r a h dan T a m b o r a KDB rendah permukiman Jeruk. 2 3 -54 1. Grogol Kembangan. di Kecamatan 2. Pai Cengkareng. b) kawasan Kebon Grogol c) kawasan Jemk.0 d i a r a h k a n p a d a di : Kebon Jemk. T a m b o r a dan industri/pergudangan . Grogol kawasan permukiman Kecamatan Kembangan. Merah . Petamburan dan Kalideres. Petamburan. . Pai M e r a h e) kawasan . P e t a m b u r a n dan d) kawasan Kecamatan Cengkareng. di Kembangan. Grogol Kembangan. f) kawasan Cengkareng.D T a h u n 1999 N o . bangunan Kebon umum KDB rendah di Jemk. Kebon dan Jeruk. umum selumh Kecamatan KDB Jemk. Pai Cengkareng. Kalideres. T a m a n Sari b) kawasan Grogol c) d) permukiman Petamburan dan rendah .

Mampang c) kawasan kecuali d) kawasan Pasar Prapatan. Jeruk kawasan Kecamatan dan Grogol bangunan Kebon umum KDB rendah di Jemk. b) kawasan Kebon c) K a l d i e r e s dan T a m a n KDB rendah pemiukiman . . KLB a) r a t a . G r o g o l P e t a m b u r a n dan T a m a n 5. dan Kecamatan Jagakarsa. (lima) t i n g k a t a n K L B yaitu 1. KLB diarahkan d.0 d i a r a l i k a n p a d a di . Petamburan.r a t a 3. umum KDB di Tebet. Petamburan. Kecamatan selumh Kecamatan bangunan kecuali . Tambora : kawasan permukiman kawasan Kembangan. KDB T a m b o r a dan Taman c) kawasan Kecamatan d) kawasan bangunan umum .LD T a h u n 1999 N o . bangunan Pancoran. rendah di seluruh Prapatan Kecamatan Kecamatan Mamj>ang dan Setiabudi e) kawasan campuran di selumh Kecamatan. bangunan Grogol Kecamatan umum di Kecamatan Pa! Merah.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman di : Kembangan.r a t a 4.55 3. Taman 4.0 kawasan Ruang Primer B a m Intensitas Kotamadya : Jakarta Selatan dibagi dalam 5 1. Pesanggrahan.0 d i a r a h k a n p a d a : selumh KLB rata-rata a) b) k a w a s a n p e r m u k i m a n di kawasan permukiman Kecamatan di . rendah di Kembangan campuran di Kecamatan Sari sampai . Rencana lebih pada besar dari 5. Kecamatan kawasan Kecamatan Sari di Cengkareng. Sari . KDB rendah Minggu. . Kembangan. 23 . r a t a . Kembangan. 10. dan Kembangan.0 Sentra di dengan Barat. umum Tebet. KLB a) b) San. . Cengkareng Petamburan di d) kawasan campuran Grogol Kecamatan ICebon Pai Merah Jeruk.

Kebayoran b) kawasan Kebayoran Setia Budi bangunan Lama. dan Setia 4. Pesanggrahan. di Kecamatan Bam. J a g a k a r s a dan Kecamatan Pesanggrahan.0 diarahkan pada di Pasar kawasan Lama. Mampang 3. umum di selumh . Tebet. Cilandak. e) kawasan Lama. campuran di Budi. kawasan Lama.r a t a 3. Pancoran. e) kawasan Cilandak Pesanggrahan.. dan J a g a k a r s a di selumh dan bangunan Kecamatan bangunan umum Pasar M m g g u umum KDB Kebayoran dan J a g a k a r s a campuran di . permukiman Pesanggrahan. Setia Budi. KDB rendah di . Pesanggrahan. dan r a t a . Budi. Kebayoran Tebet. c) kawasan kecuali d) kawasan Kecamatan Cilandak.r a t a 4. KLB a) Cilandak. Kebayoran Jagakarsa. rendah di Kecamatan bangunan Kecamatan bangunan Pasar Minggu umum KDB Lama.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Bam di dan : Kecamatan Setia Budi. dan umum Pancoran. KLB a) r a t a . Bam. Prapatan.r a t a 2.D T a h u n 1999 N o . rendah di Kecamatan b) kawasan permukiman Pesanggrahan. Kebayoran dan Setia b) kawasan permukiman Lama. dan KDB rendah di Kecamatan Pasar Kebayoran Minggu.5 6 2. Kecamatan Setiabudi. Pesanggrahan. . Kecamatan Cilandak.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Pesanggrahan. Kebayoran Pasar Minggu. dan di : Kecamatan Kebayoran Jagakarsa. : Kecamatan Minggu. Kebayoran Cilandak. Jagakarsa. Lama. Kebayoran kawasan Lama. c) kawasan kecuali d) kawasan Kecamatan Cilandak. 23 . KLB a) r a t a .

0 d i a r a h k a n p a d a : KLB rata-rata a) b) k a w a s a n p e r m u k i m a n di kawasan Pasar permukiman selumh Kecamatan di . di Jati. di Kecamatan Duren Cipayung.0 d i a r a h k a n p a d a bangunan Setia umum di : Kebayoran kawasan Bam e. Jatinegara. M a k a s a r dan c) kawasan Rebo. Cakung . dan C a k u n g O kawasan Rebo. Rencana dan Kecamatan Budi. Matraman. Cakung di Kecamatan Duren .0 d i a r a h k a n p a d a a) Kawasan Kiamat Pulo b) permukiman Jati. Ciracas.r a t a 2. campuran Setia B u d i . Pulo K r a m a t Jati.L D T a u u n 1 9 9 9 N o . Pulau Jatinegara. Pulo Makasar. d) kawasan Lama dan di Kecamatan Kebayoran 5. Makasar. G a d u n g dan kawasan Cipayung permukiman . Ciracas. Pulo di Gadung Duren dan Cakung campuran Duren . bangunan umum di Kecamatan Duren . . G a d u n g dan C a k u n g umum . Cipayung. Gadung Sawit.5 7 c) kawasan Kecamatan Setia B u d i bangunan Mampang . Cipayung. 23 . Kecamatan Matraman. Cipayung. KLB l e b i h b e s a r dari 5. Ruang di Kotamadya : Jakarta Timur Intensitas dibagi dalam 5 L (lima) tingkatan KLB yaitu 1. KDB rendah Kecamatan Kramat Jali. e) kawasan Jatinegara. KDB Kecamatan c) kawasan bangunan Kramat Jati. Rebo. rendah Kramat Pasar Sawit. 2. industri/pergudangan dan Cakung. : di Kecamatan Pasar Ciracas K L B r a t a . rendah di Sawit. d) kawasan Kecamatan Makasar. Matraman. Sav/it . G a d u n g dan C a k u n g umum KDB bangunan Ciracas. Sawit. umum KDB rendah Pancoran di dan Prapatan.

23 -5 8 d) kawasan bangunan umum Pulo di KDB dan rendah Cakung Kramat Matraman . 4. permukiman KDB di Kecamatan c) kawasan Rebo. G a d u n g dan Cakung kawasan Cakung . Kecamatan Pulo Jatinegara. Jatinegara.r a t a 3.0 Sentra sampai Primer dengan Bam Timur. Cakung . Kecamatan Jatinegara. K L B r a t a . rendah Duren Sawit.0 diarahkan pada kawasan . Kramat Pulo k a w a s a n p e r m u k i m a n di kawasan Jati. : di Kecamatan Pulo dan 3.LD T a h u n 1999 N o . campuran Jatinegara. dan Duren kawasan gadung industri/pergudangan Cakung. Gadung. bangunan Kecamatan di umum Kecamatan Cakung dan Jatinegara. KLB lebih bangunan umum Pulo KDB Gadung . Jati. G a d u n g dan umum KDB d) kawasan Kecamatan bangunan Pasar rendah di Rebo. Pasar Duren Kramat Pulo Matraman. bangunan Ciracas. 5. Gadung .0 d i a r a h k a n p a d a a) kawasan Pulo b) permukiman di Kecamatan . Cakung O . Mati aman. 10.r a t a 4. c) kawasan Kecamatan d) kawasan Matraman.0 a) b) diarahkan pada : Cakung . industn/pergudangan di Kecamatan K L B r a t a . Ciracas. umum di Jati. K r a m a t Jati. Sawit. Gadung Kecamatan Sawit. di Kecamatan Cipayung e) kawasan Makasar. e) kawasan Duren Cakung. rendah di M a k a s a r dan can^uran dan Pulo besar dari di Kecamatan Gadung. Cipayung. Gadung dan Matraman. f) kawasan Cakung. 5. M a k a s a r dan P u l o di campuran Sawit.

udara. ruang Zona di pulau-pulau Inti dan Zona Seribu dan perairan laut yang Taman untuk dalam Laut Pelindung dibatasi satwa dalam hanya dan Kepulauan habitat. pola sebagai . plasma pendidikan dan . d. dan intensitas pada ruang di masing-masing Gambar Kotamadya 36. . Lampiran ruang Rinci Gambar 35. h. dan tata guna tanah. ini. pusat k e g i a t a n pengembangan pengembangan kebijakan bawah tata prasarana wilayah prioritas tata guna . f g. permukiman ekonomi prospektif . b.LDI. lebih lanjut Gambar G a m b a r 34. Paragraf Arahan Pengelolaan 2 Hijau Lindung Kawasan 40 Pasal (1) Pemanfaatan tennasuk Nasional kegiatan nutfah'. }n 1999 N o . ruang pemanfaatan berikut : wilavah ruang sebagaimana wilayah a. Bagian Pola Pemanfaatan Ketiga Wilayah I Propinsi Ruang Paragraf Umum Pasal Untuk mewujudkan dimaksud struktur dalam Pasal 39 pemanfaatan 12. pemeliharaan kegiatan tumbuhan. U G a m b a r 38 intensitas Rencana Peraturan Daerah dijabarkan Wilayah (3) Rencana ke dalam Kotamadya Tata Ruang Kecamatan. . e. penelitian. ruang kawasan sistem kawasan guna air. c. 23 - 59- (2) Rencana tercantum 37. dilaksanakan berdasarkan pengelolaan pemanfaatan pemanfaatan pemanfaatan pemanfaatan arahan arahan arahan arahan arahan arahan arahan arahan arahan ruang k a w a s a n hijau ruang kawasan ruang ruang kawasan kawasan lindung hijau binaan : .

RTH hutan kota baru di setiap Kotamadya fungsi Pengembalian Pengembangan sepanjang jalan tegangan yang telah pada di terkonversi. olah yang raga. d. sebagai Pulau cagar Bokor. serta e. dan ruang untuk di Hutan Lindung Angke/Kapuk tumbuhan. Pemeliharaan wilayah c. secara kegiatan nutfah. pemeliharaan kegiatan dan habitat. kelestarian fungsi alami (3) Pemanfaatan diarahkan satwa kebun terbatas. Pemeliharaan pengembangan besar. alam di dan luar pada yang Zona ini di sebagaimana Kepulauan dan dan dimaksud Seribu penelitian pasal untuk Kecamatan dibatasi serta pulau kegiatan pendidikan lingkungaii pembinaan tersebut. diatur RTH fungsi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam dan kuantitas kawasan (2) Peningkatan kualitas : dan binaan dilakukan melalui a. penelitian. 23 -60- (2) Pemanfaatan pulau-pulau Zona ayat hanya Inti (1) ruang lain dan di Pulau ditetapkan Pelindung Rambut. listrik jalur kereta hijau api dan bawah jaringan tinggi. penggunaannya rekreasi. dan plasma pendidikan wisata bibit mangrove kegiatan alam Paragraf Arahan Pemanfaatan Ruang Pasal 3 Kawasan 41 Hijau Binaan (1) Pemanfaatan berdasarkan sesuai ruang penetapan pada kawasan dari hijau setiap binaan kawasan Pasal hijau 14. b. Pengembangan dapat taman sekaligus sebagai lingkungan perumahan . pengadaan baru RTH keras dengan berkanopi penggunaan tanaman dan pengadaan .LD T a h u n 1999 N o . sempadan sungai. RTH dilingkungan sarana .

dilakukan program pembangunan perumahan kondisi pada bagian sendiri melalui yang disesuaikan a. 23 -61 f. buah-buahan sebagai Condei (3) Pemanfaatan diarahkan ruang cagar untuk khas pengembangan setempat wisata acro. pemeliharaan yang sudah lingkungan . . Pengadaan terbangun . terhadap kawasan perumahan kumuh kategori e. bangun siap baik bangun merupakan yang berdiri kawasan pemugaran perumahan terhadap bersejarah atau bangunan berciri dan lingkungan tertentu : khas budaya c. yaitu siap lingkungan dari . RTH baru pada peremajaan kawasan-kawasan g.. pembangunan yang maupun b. memiliki serta terhadap perumahan kawasan jaringan jalan yang terletak pada kawasan di dalam berdekatan atau berada ekonomi prospektif.iiun 1999 No. dengan baru k a w a s a n . perumahan terhadap kawasan mantap d. murah/sederhana kawasan diprioritaskan dalam \an^ dikaitkan kumuh yang di peremajaan sedang di dan perumahan pada k a w a s a n yang tinggi sekitar jalan luar arteri lingkar serta akses berada lingkar yang tersebut. {2) Pembangunan dengan kategori terletak bagian rumah susun pada berat. perbaikan lingkungan ringan . Meningkatkan pemeliharaan peran dan serta aktif masyarakat dalam pengembangan pada kawasan RTH. potcnsin)a rangka penghasil buah-buahan seba"ai dalam pengembangannya kawasan Paragraf Arahan Pemanfaatan Ruang Pasal (1) Pemanfaatan dengan ruang untuk 42 4 Ka\>asan Permukiman kawasan pennukiman berbagai . peremajaan sedang dan terhadap berat kawasan dengan perumahan membangun kumcih Rumah kategori Susun Murah/Sederhana.

dan UJsitektur. atau rendah resapan dibatasi upaya m e m p e n a h a n k a n di sebelah fungsi mantap. dan perdagangan dan jasa yang dari memperhitungkan untuk menyediakan dampak kawasan yang fasilitas timbul dibutuhkan aktifitas (2) yang mengatasi pada berlangsung fasilitas tersebut. (4) Pemanfaatan bangunan proporsi dari ekonomi untuk dan prospektif dibarengi golongan usaha skala ruang-ruang rektor informal ruang-ruang terbuka ruang pada kawasan berbentuk campuran pita atau pemmahan superblok dan umum ruang dapat untuk dengan 65% perumahan ruang yang berkisar 3 5% sampai sesuai total pola besaran sifat dibangun dengan kategori lingkungan setempat. 23 62 (3) I.LD T a h u n 1999 N n . . ruang nilai pada kawasan-kawasan budaya Kchn\ serta memiliki kawasan sejarah. khas. (5) Pembangunan kawasan disertai kawasan (6) Perubahan yang telah perumahan air pada kawasan dengan fungsi konservasi kepadatan air. sopcili secara Mctucng baru dikendalikan khusus. 5 Ekonomi Prospektif Paragraf Arahan Pemanfaatan Ruang Pasal (1) Pengembangan wajib kawasan 43 perkantoran. selatan j a l a n pemanfaatan dan resapan khususnya l i n g k a r luar.okasi dimaksud pcngenil^angan pada aj-ai (I) kawasan diarahkan II perudiahan sebagaimana tercantum sebagaimana Daerah ini pada G a m b a r 39 (4) Urutan diarahkan prioritas Lampiran Peraturan pembangunan tercantum rumah pada susun Gambar 40 sederhana lampiran sebagaimana 11 P e r a t u r a n D a e r a h ini. antar usaha usaha kebutuhan semua bagi termasuk pengetiibangan (3) Pembentukan kompleks golongan areal usaha penghubung daiam rangka bangunan dan/atau integrasi dengan kecil bersifat bangunan kawasan meningkatkan pembangunan penyediaan tennasuk umum. dilaksanakan yang ditata Pembangunan dengan secara memenuhi adil perdagangan'jasa sarana tempat golongan kecil.

pelaksanaan pembangunan. prasarana sistem pejalan kaki.LD" in 1999 N o . Dapat kegiatan dengan . pembiayaan. Panduan . dilakukan sebadai bagian (6) Penataan integral penataan Paragraf Arahan Pemanfaatan Ruang Pasal Pemanfaatan perdagangan perbelanjaan a. perdagangan horizontal c. perumahan. Pengembangan masyarakat kemitraan antara pemerintah. dan dalam perencanaan. kawasan (estate pengelolaan f. campuran antara baik kegiatan secara Rancang Kota dan Dilaksanakan Pedoman berdasarkan Kota Pembangunan diisi dengan dan jasa b. 23 -6 3- (5) Kawasan sarana industri dan pergudangan wajib dilengkapi dengan pengolahan kawasan dari limbah. pelabuhan r u a n g kota. dan swasta. Paragraf Arahan Pengembangan 7 Prasarana Wilayah Sistem 45 Pasal Pengembangan prasarana transportasi diarahkan melalui : . keseimbangan p r a s a r a n a dan untuk ruang . ruang dan jasa pada sistem 6 Kawasan 44 pusat pada kegiatan pusal bisnis perkantoran. maupun per vertikal persil Pembangunan Rancang Kota dilakukan berdasarkan Kota Panduan dengan dan dan Pedoman Pembangunan antara manfaat memperhitungkan kewajiban d. e. dan pusat Pusat Kegiatan khususnya sebagai diarahkan berikut. penyediaan fasilitas umum Pengembangan Pengembangan tnanu^cmcnlj .

angkutan yang terpadu pelayanan b. sistem pembangunan p r a s a r a n a baru c.LD T a h u n 1999 N o . Pembangunan menumbuhkan perjalanan f yang fasilitas buda} a jalan berjalan . umum. keselamatan Pasal Pengembangan masyarakat a. fisik dengan dapat menyediakan diperoleh jasa penghubung (inierface). optimalisasi pembangunan pemanfaatan prasarana baru ruang serta lingkungan hidup e.64 a. . prasarana sumber : dan 46 air dan air bersih bagi diarahkan melalui kuantitas melalui: Peningkatan jaringan 1. kaki kaki >'ang memadai untuk untuk jarak terutama relatif p e n d e k ketertiban dan Peningkatan dilakukan keselamatan disiplin lalu berlalu bagi lintas seluruh melalui peningkatan peningkatan lintas kelaikan yang pengguna jalan. Peningkatan melalui perbaikan dengan j a r i n g a n kelancaran bawah lalu secara p r o p o r s i o n a l kendaraan arus dilakukan jalan. Pengembangan peningkatan lingkar baru angkutan pelayanan umum yang kereta sudah api ada dimulai yaitu dari jalur jaringan (loop line) dan j a l u r t e n g a h pada jalur (central - line). Kota serta dan lintasan Duri : diprioritaskan Fatmawati tanah lintas Kemayoran d. Peningkaian dengan fasiltias layanan moda integrasi angkutan antara darat nioda angkutan laut dan udara dilakukan sehingga .• 2. pipa yang baru untuk m e m p e r l u a s p e l a y a n a n kemampuan jangkauan air b e r s i h instalasi . Peningkatan upaya angkutan perbaikan dilakukan dan dengan optimalisasi. 23 . mendukung pembangunan berlalu fasi litas-t asi litas lintas. produksi dan jaringan . kualitas upaya fisik dan . Peningkatan penjernihan air g u n a m e n j a m i n k u a l i t a s . pipa kualitas pelayanan air bersih Pembangunan distribusi instalasi. serta pengawasan kendaraan.

Pengendalian resapan i. resapan terutama cii kawasan air dan r a w a n terhadap dan Perlindungan pencemaran air hidup. dan di dan terhadap situ-situ memperhatikan hulu serta kuantitas sumber-sumber kapasitas tampung dan b a n g u n a n e. kawasan Pembangunan yang namun hidrant umum terminal dan pada air berkepadatan belum penduduk tinggi pipa rawan bersih terlayani j a r i n g a n air distribusi. penggunaan airtanah kaw^asan air b e r s i h airtanah. 23 . airtanah pada dan merintis pengisian r e s e r v o i r air b a w a h t a n a h g. Perluasan pemanfaatan hujan dan sebagai buatan alternatif melalui d. b. Meningkatkan manajemen dan pengelolaan air air bersih. Perlindungan waduk kualitas dan r e s e r v o i r alam rehabilitasi dengan air . .LD hun 1999 N o . yang sudah terlayani j a r i n g a n pipa d i s t r i b u s i h. 100 dan tahunan daya untuk tampung Banjir prasarana Kanal barat Peningkatan pengendalian menjadi 500 peningkatan daya t a m p u n g Cengkareng . dari kemungkinan perusakan lingkungan 47 Pasal Pengembangan diarahkan a. Pencegahan penanggulangan pencemaran terhadap s u m b e r air b a k u 5.6 5 3. prasarana pengendalian banjir dan drainase melalui: kapasitas banjir m3/deiik. . efisiensi . Rehabilitasi mengurangi seluruh kebocoran dan . Pengurangan penggunaan kawasan . Penyeimbangan membangun airtanah yang reservoirnya kebutuhan penyediaan pada airtanah dengan pengguna melalui pengisian banyak. jaringan pipa distribusi untuk 4. sumber : resevoir air berupa dan air bersih c. airtanah baik secara kawasan maupun alamiah penggunaan teknologi f Perluasan pembangunan sumur resapan .

Pengelolaan sistem daur ulang menyeluruh di K a w a s a n P a n t u r a . yang belum memper¬ P e n g e m b a n g a n p r a s a r a n a irigasi a. c. dari dimulainya 370 pelaksanaan dengan 13 m3/detik. ada saluran melalui penampungan . 48 melalui : dengan aliran irigasi . kapasitas utama . optimalisasi sistem nonnalisasi sungai rendah bebas dari serta p e n g e m b a n g a n b. kembali dan polder pada kawasan sempadan sebagai sungai bagian kawasan menjadikan . pengerukan d. air sub yang makro. sungai halaman (front yard) Peningkatan mikro dan kapasitas lokasi saluran makro.LD T a h u n 1999 Na 23 . Pembangunan memenuhi dan kontinuitas saluran pemeliharaan standar teknis. k u a l i t a s dan b. Penataan bangunan depan c. pembangunan dengan Kanal kapasitas Timur saluran 220 peng- Suntcr-Cakung Banjir dan mS/detik. dengan diterapkan. Perlindungan bangunan diarahkan jaringan irigasi h a t i k a n k u a n t i t a s . Pasal 49 diarahkan melalui sewerage terpusat terbaik : tertutup) modular Pengembangan prasarana a. secara b e r k a l a dan Pembangunan sebagai pengembalian fungsi air dan .66 Drain hubung menjadi sungai 510 m3/delik. Perluasan melalui dengan b. situ-situ dan waduk lokasi t e m p a t p e n a m p u n g a n antar dan pemerintah pengelolaan sungai e. Kerjasama pembangunan banjir dan masyarakat dalam prasarana/sarana dalam hal pengendalian pembiayaan penataan dan terutama pembangunan pemanfaatan Pasal hasilnya. instalasi Pengembangan pengolahan fungsi sebagai air l i m b a h air limbah . pelayanan air l i m b a h sistem sistem (perpipaan dan yang sistem dapat lokasi pengembangan menggunakan teknologi waduk .

Perluasan sampah). Pengembangan volume e. prasarana persampahan diarahkan melalui 1 . penggunaan TPA incinerator TPA .6 7- d.LL . Pengembalian fungsi drainase sebagai air saluran limbah. air h u j a n secara b e r t a h a p y a n g disertai pengelolaan Pasal 50 Pengembangan a. b a g i a n b a r a t dan teknik pengembangan dengan sanitary laut yang bagian reklamasi untuk melayani wila)ah Pengembangan teknologi transfer stalion lokasi untuk : untuk meningkatkan k a p a s i t a s daya angkut s a m p a h ke d.U t a r a dan recycle plant Selatan-Selatan f Pembangunan untuk m e n g u r a n g i WP volume leiigah r^ampah Pusat . Pencegahan (TPS) sungai. 23 . Penjajagan terpadu utara . y a n g akan d i a n g k u t k e g. Pengembangan bagian dari dalam proses pengangkutan lokasi pengumpulan sampah sampah 83 sebagai sarana p e n g e l o l a a n serta n i e n i n g k a t k a n sampah B3 . Peningkatan persampahan ulang) peran melalui TPA k h u s u s n y a di masyarakat serta dalam konsep penanggulangan Rcc> eling dan (daur pelaksanaan Reused (penggunaan kembali) Reduced (pengurangan h. m a u p u n di B3 baik TPA di : penggunaan sumber sampah. sementara pencemaran kesadaran masyarakat terhadap j. di : Pengembangan lokasi baru bagi kegiatan bagian sanitar\ selatan landfill andfill y a n g melayani wilayah b.hun 1999 N o . Pemanfaatan b a w a h tanah : areal R FH u n t u k instalasi pengolahan air limbah c. metode pemilahan sampah. i. mengurangi sampah yang d i a n g k u t ke penggunaan lainnya WP dalam teknik Perluasan teknologi sebagian komposling sampah dan allernalif pada pengolahan WP khususnya : S e l a t a n . di lokasi-lokasi pinggir sungai pemahaman tempat untuk penampungan menghindari .

2 3 -68 Pasal Pengembangan a. komersial tenaga dan t r a n s p o r t a s i listrik. Perluasan ke t e t a p dan distribusi warung telekomunikasi kota. maupun dengan sistem bawah bagi gelombang mikro jaringan tanah. dan : umum k o r i d o r frekuensi c. melalui Pengembangan jaringan bawah industri tanah terutama distribusi untuk kawasan . Pembangunan baru. Peningkatan kabel b. dan terutama taksi. Pasal Pengembangan a. telepon seluruh wilayah Paragraf Arahan Pengembangan Pasal (1) Pengembangan ditetapkan yang kota Jakarta diberikan kawasan dalam 8 Kawasan 53 Prioritas prioritas besar dan di kota tingkat untuk propinsi kontribusi berdasarkan sebagai strategisnya pembangunan kota j a s a mewujudkan internasional. Pengembangan kawasan c.' ( . melalui dengan : sistem digital. prasarana telekomunikasi penggunaan sistem diarahkan baik . b. prasarana energi pelayanan tanah 51 melalui : jaringan dan diarahkan gas serta Pengembangan pipa gas dengan dengan penambahan bawah memperbaiki ada di meningkatkan pemeliharaan jaringan yang kawasan . (SPBG) minibus melayani angkutan umum e. pelanggan sentral sistem Pengembangan jaringan kabel telepon telepon fasilitas dan fiber bergerak umum optik. dan k o m e r s i a l energi t e r u t a m a di bahan bakar WT T e n g a h minyak pela^'anan bagi : kabel industri. industri. bahan bakar gas Bus.LD T a h u n 1999 N o . dan p e n n u k i m a n b a m stasiun-stasiun untuk d. p e n n u k i m a n . komersial. Pengembangan tenaga listrik pengadaan PLTU energi listrik dan melalui Tanjung pembangkit Priok ke Muara Karang -- sistem j a r i n g a n intcr k o n e k s i Jawa 52 Bali. pompa perkantoran. p e n n u k i m a n .

Ma. banjir. 23 . kegiatan keperluan : . pertanian dan peternakan. Umum 9 Air. . seluas ± perairan Penataan koridor 1) Penataan sungai. kembali orientasi b a n t a r a n kali Banjir kawasan pinggir dan suneai lingkungan dengan dan bangunan bebas dari bangunan. pembangunan (3) Kawasan a. Tanah Tata Tata Guna 54 air Pasal (1) . meliputi: Kawasan Pantura 1) P e r b a i k a n k u a l i t a s 2) Reklamasi 2. .69 (2) Kawasan berdasarkan Prioritas untuk wilayah terhadap KotamadNa upaya yang ditetapkan misi kontribusi wilayah pencapaian bersangkutan. Tata dan Guna Tata Ruang Guna Bawah Li»u(. Koridor Sistem Angkutan Massal. pengembangan perikanan. Pembangunan Diupayakan prasarana Kanal Timur: selain juga fungsi untuk sebagai pemanfaatannya pengendali . air m i n u m usaha perkotaan wisata dan transportasi. permukaan dilakukan dan waduk Pengembangan melalui meliputi: a. . Paragraf Arahan Guna Kebijakan Udara. d i t e t a p k a n untuk 1. 3. sungai : dan ruang Gambar koridor 41 13 pada kembali dimensi sebagaimana tercantum ini . 4.LL hun 1999 N o . Lampiran Peraturan Daerah 2) Menata merubah saluran c.Arahan tala (2) kebijakan tata guna dan meliputi kebijakan terhadap g u n a air p e r m u k a a n tata g u n a aiiair aiilanah. Kotamadya tingkat propinsi. 13 lingkungan laut Pantai Teluk Lama Jakarta . s u m b e r air b a k u 2. kepentingan t r a n p o r t a s i dan r e k r e a s i d. penatagunaan peruntukan penetapan sungai.700 b. situ Air sungai.

LD Tahun 1999 N o . Mencegah merembesnya dalam tanah. c. Situ-situ Waduk ditetapkan ditetapkan air untuk untuk perikanan dan rekreasi. selatan kota Jakarta limbah cair ke e. maupun secara pengambilan . Meningkatkan secara dengan tersebut. resapan zona rawan realisasi bagian bagian tengah Kota Jakana sumur d. . banjir dan pengendalian pengolahan (3) Arahan limbah. Peningkatan dilakukan sesuai kualitas secara dan volume air situ daerah dan waduk terpadu mencakup tangkapan air situ dan airnya dengan atau (4) Untuk wilayah adalah pihak waduk. penatagunaan air permukaan adalah pengembangan : sebagai beriktu a. kebijakan berada yang di luar administrasi melakukan ditempuh pihak- koordinasi serta ikut dengan berupaya instansi memelihara dan yang terkait air. Pengawasan airtanah b. 2 3 -70- b. di kondisi adalah : ainanah dangkal a. c. Melakukan U t a r a dan injeksi air t a n a h d a l a m di zona kritis di bagian . dewaicring langsung dan t e r u t a m a a i n a n a h secara ruang bawah Mengendalikan pembangunan dalam c. sumber berpedoman kepada peruntukan air k e b u t u h a n Kota Kota J a k a n a yang Jakana. Mengawasi t e r u t a m a di kewajiban pembuatan . kelestarian sumber-sumber (5) Arahan untuk pengembangan memelihara dan dan pemeliharaan yang ditempuh permukaan memperbaiki ainanah dalam ketat pada dalam ketat tanah . terpadu kualitas dan debit daerah air sungai dilakukan (DAS) sungai mencakup aliran sungai air berpedoman kepada peruntukan b. Stasiun pemantauan di kualitas lokasi-loaksi dan yang debit air sungai dengan ditempatkan peruntukannya.

ekosistemnya Jakarta dan b. transponasi keselamatan dilakukan operasi pengamanan penerbangan sekitar b a n d a r udara . sum b e r d a y a ekosistemn>a d. laut. (2) Arahan berikut. lindung. 23 -71 Pasal (1) Arahan kebijakan lata hijau air ruang guna 55 laut meliputi rehabilitasi. a. laut kualitas penggunaan mendayagunakan pengembangan bagi tata guna adalah hijau sebagai lindung Pantai berikut: sesuai Teluk konservasi kawasan-kawasan di wilayah . dukung olah kepentingan -lingkungannya raga. mempertimbangkan perhubungan. jalur bawah pipa laut.LL )iun 1999 N o . bawah laut rekreasi serta k a b e l telekomunikasi 56 udara Pasal (1) Arahan ruang kebijakan udara tata guna meliputi kehidupan. Mendayagunakan secara terpadu pemanfaatan untuk da\a dan penggunaan ruang lautan dengan seperti min)ak berbaga. air dan tata telekomunikasi. Arahan kehidupan transmisi atas tinggi. dan konservasi mem¬ kawasan-kawasan pertahankan pemanfaatan (2) Arahan a. Pantai Teluk Mempertahankan mutu besena untuk kualitas air laut yang memenuhi terumbu baku karang pelestarian . atas t a n a h . pencemaran Jakarta dan khususnya Kepulauan c. bangunan ruang pandang. udara dan udara dengan program gas untuk atmosphere kota atau meny «bimbangkan penghijauan bakar dan hasil pengembangan dengan perubahan b. udara adalah sebagai pengembangan guna pemanfaatan dilakukan hutan ruang kota . Rehabilitasi telah khususnya pesisir Kepulauan untuk Seribu memulihkan kerusakan pesisir tatanan dan ekosistem atau yang mengalami wilayah Seribu . bangunan : pemanfaatan transportasi. lautan. bangunan untuk atmosphere listrik. besarnya beban emisi iklim m i k r o ruang Pemanfaatan dengan untuk jalur .

atas susun. tanah meliputi pribadi dan Pengembangan pengembangan areal bawah areal lahan kepemilikan kepemrlikan umum. pengembangan untuk sistim diarahkan Massal pengembangan beserta fasilitas penunjangnya . atas air antara . . Pemanfaaian lain untuk ruang frekuensi udara radio. Pemanfaatan bentang kawasan. 23 -11- c. alam ruang atau a n j u n g a n dan c o t t a g e ruang yang pandang dijadikan udara unsur terhadap orientasi Pasal (!) Arahan kebijakan ruang tata guna 57 ruang bawah tanah meliputi dan fungsi pemanfaatan perkotaan (2) untuk prasarana secara jaringan beserta fasilitasnya tata ruang di bawah terpadu. bangunan gudang besena pemanfaatannya komersil fasilitas (4) Arahan lahan a. untuk telekomunikasi micro wave antara dan gelombang sellular . lain ruang untuk udara jalan berlaku untuk layang. pengembangan areal kepemilikan untuk yang Umum tata ruang bawah tanah di baw-ah umum adalah sebagai berikut: prasarana Sistim . tala guna ruang bawah tanah di (3) Arahan bawah pengembangan lahan areal kepemilikan dan pribadi dilakukan berdasarkan vanu ruang ruang ketentuan bangunan batasan untuk intensitas parkir.LD T a h u n 1999 N o . bangunan simpang orang . untuk buatan Pemanfaatan bangunan lain u n t u k j e m b a t a n h. tanah kereta dan j e m b a t a n ruang pen\eberangan udara atas untuk sungai. dan terutama ruang untuk kepentingan militer penunjangnya. Pemanfaatan transportasi Angkutan . ruang tegangan dan j a r i n g a n distribusi e. d. Pemanfaatan lain ruang udara listrik untuk transmisi tinggi listrik antara untuk j a r i n g a n listrik . Pemanfaatan pclaksanananya udara untuk sesuai bangunan dengan tinggi peraturan diatur perundang-undangan yang f Pemanfaatan antara layang g.

Pusat Kegiatan Sistem Prasarana W i l a y a h K a w a s a n Prioritas. b.73 b. penunjangnya untuk c. j. Pemanfaaian transportasi fasilitas unmk kendaraan jalur penghubung dan pejalan dalam kaki sislini besena umum . . Paragraf Pengelolaan Kawasan Pasal (1) Kawasan Jakarta Hijau Utara Lindung di 59 2 Hijau Lindung terdapat pada wilayah K . . KDB . KDB Rendah . . 23 . Pemanfaatan sanitasi.LL Jiun 1 9 9 9 N o . Permukiman Pemiukiman Bangunan Umum Bangunan Umum Campuran Industri dan . c. e. pengembangan jaringan utilitas dan (5) Pembangunan struktur ba geologi mang dan tanah bawah tanah hams serta di memperhatikan keterpaduan atasnya. h. Bagian Pemanfaatan Ruang Empat Wilayah 1 Kotamadya Paragraf Umum Pasal Rencana dengan Struktur Tata Ruang di 58 Wilayah Kotamadya diwujudkan yang pemanfaatan ruang masing-masing Kotamadya t e r d i r i atas : a.o t a m a d y a Kepulauan Seribu dan Kecamatan Penjaringan. k. : . i. antar geohidrologi m a u p u n ngunan bawah b a n g u n a n (6) Pengaturan akan yang lebih rinci tentang b a n g u n a n b a w a h tanah diatur tersendiri. r g. Pergudangan . Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Sistem Hijau Hijau Lindung Binaan . Rendah . d.

Penghijauan habitat burung dengan di tanaman yang berbiji pada koridor Monas. hijau lindung hutan bakau mangrove : : di (. pariw isala b. kawasan dilakukan hijau dengan lindung : di Kepulauan Seribu dan Meieslariakan bakauAnangrove ekosistem sebagai terumbu b a g i a n dari potensi karang kegiatan dan hutan . dan kereta Banteng. Peningkatan Nasional Laut efektifitas Taman pembangunan daerah penyangganya. Pengendalian kawasan kegiatan reklamasi . pencemaran sekitar c. sumber genetik¬ wilayahnya serta kehidupan keanekaragaman c. Pelestarian rehabilitasi mangrove bakau dengan . Penyelamatan baik daya nya : potensi keutuhan fisik keanekaragaman (habitat). Paragraf Pemanfaatan Ruang 3 Hijau Binaan Kawasan 60 Pasal Pemanfaatan Kotamadya a. Senayan sungai lapangan . T h a m r i n dan Penghijauan jalur jalan. tanaman berbunga sesuai api .^) PcngeU)laan kawasan bagian a. pantura terutama pada sekitar hutan b a k a u vegetasi tanaman efisiensi dan d. pengelolaan kegiatan sekitar hutan dan e. potensi sumber hayati.LD T a h u n 1999 N o . Pembatasan daerah yang kegiatan fisik dan kegiatan pelayaran sekitar dilindungi. darat K e c a m a t a n Penjaringan air laul fisik dilakukan dengan PencegaJian pencemaran Pembalasan dapat bakau sekitar hutan b a k a u terutama air laul yang pembangunan langsung hutan menimbulkan . b. dengan jenis dengan wilayahnya . Sudirman 2. ruang adalah : kawasan hijau binaan di masing-masing K o t a m a d y a Jakarta Pusat m e l i p u t i : 1. Kemayoran. 2 3 74 (2) Pengelolaan Penjaringan a.

ahun

1999 N o . 23

-7 5

3.

Penaiaan

areal

pemakaman sebagai

dan

penanaman ; pada 30

polion

p e l i n d u n g >'ang b e r f u n g s i 4. Melaksanakan seluas >. ±

peneduh (aman

refungsionalisasi

lokasi

9 lia ; lahan yang untuk padat ruang terbuka hijau di di Johar kawasan Karang Baru.

Pengadaan permukiman Anyar, Duri Galur,

penduduk, Pctojo

terutama Selatan,

Kebon

Kosong,

Pulo,

Tanah

Tinggi dan K a m p u n g R a w a ; untuk budi daya mengikuti ; pantai dan pelestarian ikan h i a s ;

6. 7. b.

Pengadaan Penanaman

r u a n g t e r b u k a hijau pohon pelindung

sempadan

sungai.

K o t a m d a y a Jakarta Utara meliputi 1. Penanaman hutan bakau : kota Waduk ; pelindung peneduh ; di

kawasan

h u t a n b a k a u di 2. Pembangunan produktif Waduk 3. di

Angke taman sekitar

dengan Pluit.

penanaman Waduk Sunter

pohon dan

Kemayoran pohon

Penanaman berfungsi

di

areal

pemakaman

\ang

sebagai pohon

4.

Penanaman jalan Tol ;

pelindung

di

Jalan serta

Tol jalan

Scdiatmo tol

dan

Cakung-Cilincing

menuju

pelabuhan 5. 6. Penanaman

pohon pelindung

mengikuti taman,

sempadan pada

sungai 26

:

Melaksanakan seluas ±

refungsionalisasi

lokasi

12.17 Ha lahan untuk ruang terbuka di hijau di kawasan

7.

Pengadaan pennukiman Penjaringan,

padat, dan

terutama

ka\sasan

Pademangan.

Cilincing. ; Kawasan Soekamo Kleselamatan hfana ; pohon dan

c

K o t a m a d y a Jakana Barat meliputi 1. Intensifikasi Operasi 2. pertanian di

sekitar

Penerbangan taman Sentra

Bandar Udara kota Primer dan Baru

i^cmbangunan pelindung ' T a m a n Sari di ;

penanaman Barat, Tambora

3.

Penanaman berfungsi

pohon

pelindung peneduh ; di

di

areal

pemakaman

yang

sebagai

4.

Pengembangan wisata ;

hutan

kota

Srengseng

untuk

kegiatan

LD T a h u n

1999 N o . 23

- 76

5.

Penataan hias;

kawasan

Rawa

Belong

sebagai

pusat

tanaman

6.

Melaksanakan seluas ±

reiungsionalisasi : pelindung

taman

pada

14

lokasi

3,44 Ha pohon

7. d.

Penanaman

mengikuti :

sempadan

sungai.

K o t a m a d y a Jakarta Selatan m e l i p u t i 1. P e n g e m b a n g a n budi di daya

tanaman Pasar

hias

dan

tanaman Jagakarsa

produktif terutama dan C i l a n d a k 2. Pengembangan ;

Kecamatan

Minggu,

hutan

kota Baru

di ; da>a

taman

Margasatwa

Ragunan

dan Blok P K e b a y o r a n 3. Pengembangan Manggabolong, dan 4. areal Situ ;

budi

perikanan Situ

terutama Situ

di

Situ

Babakan.

Ulujami,

Kalibata,

Situ P a n c o r a n pohon sebagai

Penanam berfungsi

pelindung peneduh kota ; di

di

areal

pemakaman

yang

5.

Pengembangan

hutan

sekitar

Situ

Babakan. ; 18

Situ

M a n g g a b o l o n g dan 6. Melaksanakan s e l u a s + 7,63 7. Pengadaan pemuikiman 8. c. Penanaman

Situ

K a m p u s UI

Jagakarsa pada

refungsionalisasi Ha ; kawasan ruang ;

taman

lokasi

lahan

terbuka

hijau

di

kawasan

padat p e n d u d u k pohon pelindung

mengikuti :

sempadan

sungai.

K o t a m a d \ a Jakarta Timur meliputi 1. Pengembangan selatan Ciracas 2. jalan dan program lingkar luar

pertanian di

pada

wilayah Pasar

bagian Rebo,

Kecamatan

Cipayung ; budidaya Cibubur tanaman dan hias tanaman di kawasan buah-buahan TMII. di

Peningkatan taman Condet; bunga

3.

Penanaman berfungsi

pohon

pelindung peneduh kota Kuda TNI ; di

di

area!

pemakaman

yang

sebagai

4.

Peningkatan Cijantung, Gadung, Kusuma

hutan Pacuan

Rawa

Dongkel,

Kopasus Pulo

Pulomas.

Kawasan Kompleks

industri Halim

Mabes ;

Cilangkap,

Perdana

LD

lahun

1999 N o . 2 3

-77-

5.

Pengembangan situ Tipar, Rawa kelapa

Taman

Kota

untuk Rawa Bujana

rekieasi Dongkel Tirta

alam Baru,

di

sekitar Rorotan, dan

Dua

Wetan,

Waduk Bening,

Pulomas,

Penggilingan

6.

Pembangunan Primer Bam

taman

kota

antara

lain

di

kawasan ;

Sentra

T i m u r dan

kawasan pada

p e m u k i m a n baru jalur jalan & jalan antara arteri

7.

Peningkatan jalan Tol

penghijauan Tol aliran Cipinang, Kramat);

lain serta ke

di di

Jagorawi, daerah

Cikampek sungai

sepanjang kota

yang

menjorok

dalam Dram,

(Ciliwung, & Jati

Sunter,

Cakung,

Cakung

Buaran 8.

Melaksanakan ± 2,26 Ha;

refungsionalisasi taman

pada

16

hikasi

9.

Pengadaan permukiman

lahan padat

unmk

mang

terbuka

hijau

di

kawasan

penduduk. Paragraf 4 Permukiman

Pemanfaatan

Ruang

Kawasan 61

Pasal Pemanfaatan Kotamadya a. mang adalah : kawasan

permukiman

di

masing-masing

K o t a m a d y a Jakarta Pusat; 1. Pembangunan kumuh berat dan mmah untuk tinggi susun di kawasan permukiman rendah, Karet Tinggi.

masyarakat di Hilir, Bundar dan

berpenghasilan Petamburan, T^anah

menengah, Tengsin,

Kelurahan

Bendungan dan Jati

Kelurahan ;

Kampung Rawa, 2. Perbaikan permukiman 3. Pelestarian pemugaran b

bangunan kumuh bentuk di daerah

mmah

Imgkungan program bangunan

di

kawasan ; rangka

ringan melalui dan fungsi

Tribma dalam

Menteng. ; susun berat di Koja, sederhana sekitar Cilincing, pada kawasan Tanjung dan

K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. P e m b a n g u n a n permukiman Priok, Kamal, ; mmah dan Penjaringan 2. mmah kumuh Kali

pelabuhan

Bam,

Pademangan

Pembangunan hasilan Utara,

susun tinggi

untuk pada

masyarakat areal ;

berpeng¬ Pantai

menengah

reklamasi

K e l a p a G a d i n g dan

Penjaringan

Prapatan. Gadung.78 3. Pembanguann Kramat Jati dan permukiman Saw'it. susun Angke. Kedaung dan kawasan Selatan permukiman : kota di dengan Setia bam. intensitas Budi. Mampang Jakarta e. Perbaikan penduduk dan lingkungan relatif padat Tebet dan r a w a n b a n j i r . lingkungan Program kawasan permukiman c. Perbaikan Perbaikan lingkungan pennukiman bangunan kumuh mmah ringan dan melalui di Kepulauan di Seribu . Kotamadya 1. lain- Tambora. Pembangunan Buaya. 4. Angke Anyar. yang kawasan vertikal Pancoran. dan permukiman padat di selumh 3. Kali pada permukiman Kapuk. sepanjang j a l u r j a l a n k e r e t a api 2. Perbaikan kawasan Tribina. Timur: kawasan Duren Kecamatan Pancoran.LD T a h u n 1999 N o . d. dan m a m p a n g pada di Prapatan kawasan 3. Peremajaan dengan Mampang 2. K o t a m a d y a Jakarta 1. Pembangunan k u m u h berat di Rawa lain . 5 Permukiman 62 KDB rendah di masingKDB Rendah permukiman K o t a m a d y a adalah . 23 . Paragraf Pemanfaatan Ruang Kawasan Pasal Pemanfaatan mang masing kawasan . Pancoran. sederhana Duri Utara. pada bam di Kecamatan 2. dan peningkatan Pondok mmah Kelapa. susun Bidara di Cipinang Cina. Jakarta Barat: pada stasiun daerah Duri kumuh dan temtama lingkungan stasiun . kawasan tinggi P r a p a t a n dan mmah perumahan Tebet. . Pisangan. Pesanggrahan susun di sederhana Kecamatan Pembangunan penduduk Kebayoran padat temtama Lama Tebet. Pembangunan Besar Utara. Pulo Kelender. Perbaikan Kecamatan lingkungan . Kotamadya 1. mmah Kali Kali Angke. 3. di .

ICeselamatan c. K o t a m a d y a Jakarta Pengendalian Mmggu. program Kotamadya ruang pemanfaaian b. Selatan pembangunan dan pemiukiman di Kecamatan Pasar Cilandak. Penataan Abang dan kawasan Sawah sentra Besar. pusat eksibisi Kemayoran pusat perkantoran. dan jasa Sudinnan-Thamrin kaki yang Umum terpaciu Masai melalui dengan Jakarta fasilitas pejalan pengembangan Sistem M - Angkutan Kota. Pemanfaatan Ruang Kawasan Pasal 63 Pemanfaatan ruang : kawasan bangunan umum di masing-masing K o t a m a d y a adalah a K o t a m a d y a Jakarta Pusat: 1. primer Senen dan lemah perdagangan Kemayoran : di kawasan Tanah dengan memperhatikan 2. Jakarta Kecamatan Jagakarsa. pada koridor Blok . e. fungsi Pusat tidak terdapat KDB rendah. pennukiman K o t a m a d y a Jakarta Pengendalian Cilincing. Kotamadya Pengendalian Cipa}'ung. Kotamadya Pengendalian Operasi pembangunan Bandara : i'enerbangan Sukanio d. lingkungan dan pembangunan Penjaringan menjamin pelestarian hidup. Pasar Rebo. Penataan disepanjang penyediaan pedagang ekonomi perkantoran dan . Penibangunan B a n d a r Baru 3.Ihun 1999 N o . koridor perdagangan. Timur: pennukiman dan 6 Bangunan Umum di Kecamatan pembangunan K r a m a t Jati. 23 -7 9- a. Paragraf Ciracas. Jakarta Barat: bam di kawasan Hatta. Kotamadya Di Jakarta Pusat: Jakarta kawasan Utara : pemmahan untuk baru di Pademangan.

Kawasan Segitiga e. K o t a m a d y a Jakarta Pusat Pembatasan hanya raga untuk dan fungsi bangunan umum di kawasan Senayan olah mendukung sebagai pusat pemerintahan. Penataan Melayu. K o t a m a d y a Jakarta Selatan Pengembangan Terpadu Casablanca. K o t a m a d y a Jakarta T i m u r : 1. dengan penyediaan perdagangan danjasa pariwisata Baru serta Pembangunan perdagangan Kotamadya. Timur pusat sebagai pusat jasa di Kampung J a t i n e g a r a dan Sentra dan Pembangunan perdagangan Kotamadya. Kotamadya L Penataan Taman sarana 2. 2.8 0 b. 23 . K o t a m a d y a Jakarta Utara Penataan Sudarso kawasan untuk : dan jasa di kawasan Tanjung Yos perdagangan kegiatan menunjang Barat: Pelabuhan Priok. perkantoran pemerintahan Paragraf Pemanfaatan Ruang Kawasan Rendah Pasal 64 7 Bangunan Umum KDB Pemanfaatan ruang kawasan : : bangunan umum KDB di masing- m a s i n g K o t a m a d y a adalah a. Niaga dan Sudirman.LD T a h u n 1999 N o . Barat pusat Tambora pejalan dan kaki. . Jakarta kawasan Sari kota tua di Kecamatan fasilitas . kawasan : niaga terpadu di Kawasan Kuningan. rekreasi. Sentra dan Primer sebagai pusat perkantoran pemerintahan b. kawasan perdagangan K r a m a t Jati Primer Baru serta dan . c.

Timur: pembangunan Cilandak. b. . K o t a m a d y a Jakarta Utara Pengembangan pemmahan Martadinata. Jakarta Peningkatan disertai Johar dan intensitas bangunan dan perbaikan lingkungan memadai di dengan Bam. . 2 3 -8 1- b. Kelapa Gading. Pademangan. Gambir Kemayoran 2. K o t a m a d y a Jakarta Utara Pengembangan Kapuk. K o t a m a d y a Jakarta Selatan 1. Penataan Jaksa kawasan bangunan umum campuran di Jalan untuk mendukung : pariwisata multistrata. mang adalah : Pusat: kawasan Kawasan 65 campuran Campuran di masing-masing Kotamadya 1. c. Besar. Kotamadya Jakarta Pengembangan K a w a s a n Pulo bangunan Mas. bangunan : umum KDB dan rendah di Kamal. program orientasi sungai muka bangunan. dengan Cilangkap. Taman umum Mini.odan. Cilincing. bangunan Pengendalian di Kecamatan pelaksanaan Jagakarsa. Pengembangan Pinang 2. Cihnciag. Sawah Tanah . dan bangunan umum Pasar M i n g g u . penyediaan Abang. kawasan vertikal Yos campuran temtama bangunan di kawasan Kelapa umum Jalan dengan L. c K o t a m a d y a Jakarta Barat: Penataan bangunan dan umum Kali KDB Grogol sebagai : umum KDB rendah di Pondok rendah melalui di koridor sungai Prokasih Pesanggrahan dengan d. Cjadmg. Sunter. dan secara Sudarso. inlrastmktur yang Senen. 8 KDB dan rendah Cibubur. di Paragraf Pemanfaatan Ruang Pasal Pemanfaatan Kotamadya a.LD T a h u n 1999 N o .

Revolusi. Raden secara Dewi Inten. Kotamadya Relokasi bertahap b. Menteng Pondok Paragraf Pemanfaatan Ruang Kawasan Pasal Pemanfaatan ruang kawasan : : industri 9 t Industri 66 dan dan Pergudangan p e r g u d a n g a n di masing- m a s i n g K o t a m a d y a adalah a. industii menengah dan besar . c. . Penataan industn kecil tennasuk . perbaikan Taman d. Raya Jalan Pahlawan dan Jalan Kalimalang. penyediaan pengelolaan l i m b a h d i C i l i n c i n g dan K a l i B a m 2. perdagangan Gading. disetai dan dengan San. M a m n d a dan fasilitas Cilincing Penyediaan kegiatan Kelapa pergudangan «dan jasa di untuk menunjang Koja. K o t a m a d y a Jakarta Barat Peningkatan lingkungan di intensitas Kecamatan bangunan Tambora : campuran vertikal bangunan di umum Setiabudi. K o t a m a d y a Jakarta Timur : Peningkatan Jalan Otto kawasan campuran DI dilakukan Panjaitan.LD Tahun 1999 N o . Ujung di Iskandardinala. Jakarta Pusat kegiatan industri menengah Besar. K o t a m a d y a Jakarta Selatan L Pengembangan dengan Tebet. Relokasi Ancol 3. dan Penjaringan. Cilincing. yang berpolusi dan Barat. dan besar secara dari Kecamatan : Sawah K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. 2 3 -82- c. dan K e b a y o r a n Pengembangan berpolusi Kebayoran dan industri berwawasan kecil/mmah lingkungan tangga hidup yang tidak di temtama Lama. 2. pemmahan Pesanggrahan kawasan secara temtama Lama . Gede. vertikal Sarlika.

. Penataan Ciracas 2. menyediakan serrta penataan angkutan pengusaha penumpang terpadu dengan k e r e t a api di K a w a s a n S e n e n . Pembangunan industri. Kotamadya 1. menengah secara industri Kecamatan Jakarta Kebayoran e. . pemiukiman limbah Sawit kawasan dan Pekayon kawasan di industri yang berlokasi fasilitas Pondok penyediaan di Penggilingan. industri dekat Cakung. Kotamadya Jakarta Barat: industri Sungai di di Cengkareng. Kalideres 1. selektif. P e m b a n g u n a n serta 2. dan Kalideres. di dan pergudangan perdagangan jalan di yang menunjang Cakung dan jalan kegiatan temtama Lingkar Kecamatan Cilincing sepanjang Cakung Luar. 2 3 -83- c. kawasan sepanjang koridor Mookervaart Cengkareng Pembangunan pergudangan d. Duren dan K r a m a t j a t i 3. Pembangunan kembali lingkungan mang terminal bagi fasilitas fasilitas p e r d a g a n g a n dengan lemah dan perbaikan perdagangan ekonomi secara . pengolahian Bambu.LDTa' 1999 N 0 . K o t a m a d y a Jakarta Relokasi bertahap kegiatan dari Selatan : besar dan Lama. Paragraf Pemanfaatan Ruang 10 Pusat Kegiatan Sistem Pasal 67 Pemanfaatan mang untuk adalah : Sistem Pusat Kegiatan di masing- masing Kotamadya a. K o t a m a d y a Jakarta Pusat: 1. Penataan dengan temtama Timur: industri menjadi di Pulo Gadang.

Pembangunan peningkatan kembali sarana fasilitas perdagangan serta penyediaan dengan sarana peiparkiran . p e n g e m b a n g a n disertai Selatan sarana : perparkiran pasar terpadu mduk dengan baru sistem transportasi terpadu dengan terminal pada penataan . Kotamadya 1. Perbaikan penanaman penataan Kelapa Imgkungan pohon sarana dan fasihtas pelindung prasarana Gading. lama di dengan Cengkareng sebagai pusat peningkatan . 2. c. d. umum dengan terpadu prasarana a n g k u t a n k a r e t a api di K e b a y o r a n L a m a . Perbaikan Parman lingkungan pasar s a r a n a dan p r a s a r a n a p e j a l a n k a k i 3.D T a h u n 1999 N o . Perbaikan penyediaan lingkungan sarana fasilitas perdagangan angkutan . Perbaikan penataan lingkungan sarana dan . sarana pedagang Kaki Lima K a w a s a n Blok M 2. Jakarta Barat: bam temtama fasilitasnya . 2 3 -84 2. K o t a m a d y a Jakarta 1. moda angkutan Kawasan Bendungan b. distribusi di Rawa fasilitas serta perkantoran dan RTH Pembangunan mmah susun beserta pengembangan K a w a s a n J a l a n S. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. perdagangan secara pejalan terpadu kaki di dengan melalui Kawasan prasarana pendukung secara pusat terpadu pemerintahan Kotamadya di k a w a s a n Jalan Yos 2. Peremajaan umum pada pasar lama pengaturan Hilir. P e m b a n g u n a n kegiatan sarana : dan tingkat Sudarso . dan dan p r a s a r a n a p e j a l a n k a k i 3. Pembangunan bahan pangan Buaya. fasilitas perdagangan kaki dan dengan parkir di prasarana pejalan Kawasan Mayestik 3.

persimpangan jalan yang diprioritaskan perlintasan jalan Tanah Aban^ mas Gadung. induk pusat sistem distribusi bahan di Peningkatan pangan Cipinang. lama terpadu deng. e.Pai lintas lalu di melalui Imtas kawasan penerapan (resthcted Sawah . 11 Prasarana 68 di masing-masing Wilayah transportasi K o t a m a d y a Jakarta Pusat: 1.an sistem Pasar Minggu lingkungan sarana dan fasihtas perdagangan kaki dan dengan parkir di prasarana pejalan K o t a m a d y a Jakarta Timur : 1. Peremajaan distribusi 3. adalah prasarana . Perbaikan penataan Cilandak. pasar beras dengan transportasi Paragraf Pengembangan Sistem Pasal Pengembangan Kotamadya a. sebagai jalan tembus t e m t a m a di kawasan . Perbaikan penataan hngkungan sarana dan . kembah pasar . 2 3 -8 5- 4. B e s a r dan Gajah 3. kebijakan zone) serta Mangga Besar. Pembangunan jaringan jalan berfung^si Kramat . Perbaikan peningkatan dengan lingkungan fasilitas fasilitas perdagangan dan perdagangan batu aji lama yang kaki : pusat dan disertai terpadu penataan sarana prasarana pejalan dengan sistem t r a n s p o r t a s i 2.L D T a h u n 1999 N o . Pembatasan kawasan pengaturan lalu terbatas perparkuan Mada A n c o l . Hayam Wumk lokal yang Cikini. Pengembangan mas Timur arteri pada dan Barat. lingkungan bahan pangan kapasitas terpadu di di K a w a s a n J a t i n e g a r a Pasar Induk sebagai Kramat Jati. Jatinegara 2. fasihtas perdagangan kaki dan dengan parku di prasarana pejalan M a m p a n g Prapatan 5. T a n a h A b a n g . termasuk p e n y e l e s a i a n kereta Merah api Pulo . Pembangunan t r a n s p o r t a s i di 6.

. terminal Johar seperti kawasan Bendungan b. Jakarta Utara Pembangunan yang terpadu fasilitas. lalu di lalu lintas sekitai di lintas pada dan kawasan bus Bam. . Primer Barat sejajar k e r e t a 2. . sungai Kali dan jalan Kali sepanjang . Kotamadya Jakarta 1. penyediaan yang dan Kali padat stasiun Bam. termasuk perbaikan dan Kembangan. Penataan kelengkapan lalu kereta lintas api nianajemen sarana temtama serta Jago. dan pembangunan Yos Sudarso. dengan sarana dan prasarana umum yang transportasi sistem dan angkutan jalan massal. Kotamadya 1. LItan K a y u . Peningkatan sistem janngan arteri di transportasi Raya . pejalan temtama kawasan Cilmcing. Penataan moda . antar wilayah kawasan jalan Kamal 3. Pembangunan jalan kereta api di mspeksi Kah sepanjang Sentiong. 2 3 -86- 4. Peningkatan berfungsi jaringan jalan . P e m b a n g u n a n Kodya pada perbatasan jalan . Pembangunan penyeberangan Abang 6. dan kapasitas jalan temtama lokal pada yang pusat sebagai terobosan p e r d a g a n g a n d a n j asa 4. api Mookervart. Ciliwung. di perbatasan c. Peningkatan simpang Tambora : di Rawa Buaya manajemen kawasan lalulintas Kebon Jemk. dengan sistem angkutan umum umum yang massal 7. Peningkatan fasilitas manajemen kaki lalu lintas di .L D T a h u n i 999 N o . 5. K a l i J t e m 5. angkutan disesuaikan hirarkhijalan 8. fasilitas dengan fasilitas temtama di pejalan kawasan kaki Senen temiasuk dan Tanah Pembangunan yang terpadu sarana dan prasarana transportasi . mendukung Mamnda dan 2. Tangerang. M a r t a d i n a t a dan L o d a n P e m b a n g u n a n dan p e n i n g k a t a n j a r i n g a n j alan Kabupaten Tangerang Barat: dan peningkatan sisi selatan serta jalan Kali Sentra dan Kotamadya Bekasi.

5. Pembangunan Selatan fasilitas. Pembangunan yang d. .k a w a s a n yang rawan 4. 23 3. Peningkatan penyediaan Segitiga Prapatan manajemen kaki temtama Bam lalulintas di Kawasan mampang Kebayoran dan 4. jalan K o t a m a d y a Jakarta 1. penunjang Sentra kegiatan Primer lainnya sebagai Bam . Penyediaan gedung fasilitas di paikir di luar badan serta jalan seperti parkir . Penataan jalan. . terpadu pejalan kaki k e m a c e t a n lalu di kawasan Kota penumpang . Peningkatan antar yang mendukung Kabupaten lalu Bogor lintas dan wilayah . dengan sarana dan prasarana umum transportasi sistem : angkutan massal. umum fasilitas Timur yang disesuaikan dengan hirarkhi berikut penunjangnya. K o t a m a d y a Jakarta 1. P e m b a n g u n a n fasilitas Melanjutkan Buaya berikut 6. Pembangunan tembus jalan berfungsi seilajalan mspeksi dan 3. parkir kawasan Glodok. lintas Tua pembangunan terminal Rawa sarana dan p r a s a r a n a p e n u n j a n g fasilitas. srana . Pembangunan Kampung prasarana relokasi penunjang Terminal Terminal penumpang Rambutan . e. Jatinegara sarana 4. Pulo G a d u n g . arteri dan prasarana sistem angkutan u m u m massal 2. Pembangunan jaringan jalan transportasi antar dan fasilitas Kuningan. Pembangunan jaringan jalan T i m u r dan y a n g melayani lokal pusat-pusat yang sungai .LD Tahu» i999 No. jaringan di jalan yang mendukung ke arah sistem wilayah yang penerapan pejalan menuju barat. penataan pada k a w a s a n . serta 3. dan dan manajemen di lalu lintas Sentra dan pejalan kawasan Primer Timur. Peningkatan fasilitas Bam penerapan kaki temtama . . moda perbatasan Tangerang 5. 2.

Jakarta Timur: pelayanan air bersih dan terlayani melalui penyediaan air bersih. Kotamadya 1. di kawasan melalui penyediaan air bersih. dangkal di kawasan 3. kawasan hijau air m e l a l u i penambahan ruang K o t a m a d y a Jakarta 1. Perluasan peningkatan hidrant terutama 2. air melalui penambahan ruang t e r b u k a hijau 5. resapan airtanah . resapan airtanah . umum pada Selatan : pelayanan air bersih dan terlayani . 23 . Pencegahan pencemaran Cilandak e. Perluasan terbuka d. Perluasan kawasan . padat c. jaringan kegiatan* di pendistribusian yang belum umum lokasi pada kawasan permukiman yang 2. padat Perluasan peningkatan hidrant terutama umum jaringan kegiatan di lokasi pendistribusian yang belum pada .LD T a h i W N O . Pelarangan airtanah dalam terutama di Zona kritis airtanah 4. Pembatasan pennukiman pengambilan secara bertahap pengambilan .8 9 5. dan peresapan air limbah air ke dalam di tanah dan sumber-sumber Pasar Minggu. Perluasan terbuka kawasan resapan air m e l a l u i penambahan ruang hijau. Kotamadya 1. terutama Jagakarsa. 3. Pelarangan airtanah dalam terutama di Zona kritis airtanah 4. kawasan pennukiman yan g penduduknya . Jakarta Barat: pelayanan air bersih dan terlayani melakii penyediaan air bersih. Perluasan peningkatan hidrant terutama penduduk . jaringan kegiatan di pendisU-ibusian yang belum lokasi kawasan yang padat penduduk dangkal Pembatasan pemiukiman pengambilan secara bertahap pengambilan .

Pembatasan Pelarangan airtanah . penggunaan resen/oir. Melati bersih. a. air dalam k a w a s a n zona kritis 5. dangkal di kawasan secara bertahap pengambilan . Perluasan terbuka b. 4. Pemanfaatan waduk dan Waduk reservoir Waduk Senayan.LD T a h u n 1999 N o . Pembangunan yang terpadu fasilitas penunjangnya dan fasilitas. melalui penambahan mang Jakarta Utara jaringan kegiatan di : pelayanan air bersih dan terlayani melalui penyediaan air . Pelarangan airtanah . Peningkatan antar w i l a y a h janngan jalan yang mendukung lalu Bekasi . air laut peningkatan hasil olahan 3. Seribu bersih. pelayanan air bersih dan terlayani melalui penyediaan air . di 3. dengan hirarkhi jalan berikut 7. 1. Kotamadya daerah hijau. Perluasan peningkatan hidrant temtama 2. Jakarta Pusat. Penataan moda disesuaikan .88 5. Prasarana adalah . 23 . pengambilan pengambilan airtanah resapan airtanah dangkal secara b e r t a h a p temtama . lintas d i p e r b a t a s a n K o d y a B o g o r dan angkutan umum yang 6. Perluasan peningkatan hidrant temtama jaringan kegiatan di lokasi pendistribusian yang belum umum pada k a w a s a n yang padat sebagai penduduknya air d i 2. airtanah dalam temtama di zona kritis airtanah . pendistribusian yang belum umum pada lokasi kawasan yang air padat p e n d u d u k n y a untuk Peningkatan dengan jaringan pelayanan mmum sistem Kepulauan pengembangan perpipaan . dengan sarana prasarana umum transportasi sistem Pasal a^igkutan 69 di massal. Pembatasan permukiman 4. pengambilan serta pengangkutan. sumber air d a n air b e r s i h masing-masing Kotamadya Kotamadya 1.

Penataan bantaran sungai melalui penertiban Ciliwung bangunan . kapasitas air saluran di untuk kawasan masalah Mangga temtama Dua Mangga dan Jati 3. melalui Kali penertiban Sunter. tanah dan pencemaran Pasar sumber-sumber Rebo. prasarana dan sarana air dan pengendalian masing-masing Jakarta Kotamadya Pusat: Kali adalah Kotamadya 1- Peningkatan kapasitas M a l a n g . dan Polder ilegal d i Banjir K a n a l . Ciliw^ung. 6.LD T a h u n 1999 N o . 2 3 -90- 2. Tugu : Utara. Pengembangan banjir di a. Perluasan kawasan . Kali C i l i w u n g . dan Kamal peningkatan terutama genangan kawasan jalan kawasan Pluit. Penataan ilegal di R a w a B a d a k dan sungai Banjir . resapan airtanah . Besar. Pembatasan pennukiman pengambilan secara b e r t a h a p pengambilan . Kali Sentiong. : Kali Kali Cakung . Kali Item. K r a m a t Jati d a n dan Makasar Pengamanan peningkatan Pasal fungsi 70 tata : Kanal Tamm Barat. air air melalui penambahan ruang t e r b u k a hijau 5. 2. Kali Kali Mati 2. dan peningkatan genangan Besar. dangkal di kawasan 3. terutama Cipayung. 3. Kepala Gading. Peningkatan kapasitas L a m a . Pembangunan menyelesaikan Sediyatmo. dan Kali C i l i w u n g . Ciracas. Pencegahan limbah air ke dalam di . kapasitas di saluran untuk tol Drain. Kebon Bawang. . Kali bangunan Cakung Kanal. 4. kapasitas K a l i D u r i dan K a l i sungai serta saluran penghubung sistem lingkungan dataran pengembangan areal rendah. Pelarangan airtanah dalam terutama di Zona kritis airtanah 4. Pembangunan menyelesaikan Sawah Pinggir. Peningkatan saluran pada b. Pademangan bantaran Kamal. Kali Cakung K o t a m a d y a Jakarta Utara 1.

c. Mookervart. Pembangunan Penjaringan. Pasar Minggu. . 3. Kali Kali Tubagus . Kali kapasitas Sepah. G r o g o l dan Kali 4. air di Peningkatan saluran p a d a areal saluran penghubung sistem dan Polder lingkungan pengembangan dataran rendah tangkapan 5. Tubagus G r o g o l dan K a l i kapasitas Banjir Kanal sungai. e. . 2. saluran untuk Bintaro. Pembangunan Cilandak. peningkatan air kapasitas di saluran kawasan Tegai genangan Kapuk terutama Muara. air d i saluran dan penghubung sistem dan lingkungan pengembangan Polder dataran rendah tangkapan Barat: 5. Kotamadya 1.arahan. sungai serta . Jakarta Peningkatan Angke. dan Kali Kali Mookervart. Peningkatan Kali K r u k u i . serta . . Pembangunan menyelesaikan Ulujami. K o t a m a d y a Jakarta 1. kawasan Ciledug Gandaria dan bantaran sungai Kali melalui Kali penertiban bangunan Kali di bantaran Ciliwung. air t e r u t a m a Petogogan. kawasan Kembangan dan d. Pembangunan menyelesaikan Merah. Bukit Kali Grogol. Duri . . Peningkatan Kali Cipinang. Pembangunan Kali D e r e s . air di Pesangg. Penataan ilegal Kali 4. 23 -91 4. Jelambar. untuk Pai Alur. Kotamadya 1. serta . dan Kamal Kedaung Angke 3. kapasitas Kali S u n t e r dan Kramat. di Rawa Buaya sungai Kali bantaran bantaran melalui penertiban Kali bangunan Angke. Penataan ilegal Selatan : Kali Pesanggrahan. tangkapan dan kawasan Lama. Banjir K a n a l dan Grogol 2.LD T a h u n 1999 N o . Peningkatan saluran Baru kapasitas saluran penghubung sistem dan Polder lingkungan pengembangan p a d a areal d a t a r a n r e n d a h 5. Jagakarsa Jakarta Kebayoran Timur: Kali Ciliwung. kapasitas Kali dan B a r u d a n Kali C i l i w u n g peningkatan kapasitas di genangan Raya. Peningkatan saluran p a d a areal kapasitas sungai. . Kali Jati Kali Baru Timur.

Pengembangan dianiaranya pada yang kawasan belum penggunaan penggunaan pennukiman teknologi incinerator padat di pengolahan yang sisi sampah ditempatkan sungai bantaran sepenuhnya lokasi . Kali Kali Ciliwung. kawasan Halim Perdana Pasar R e b o . 23 92 Seri : D N o m o r : 23 2. penghubung sistem dan Polder Peningkatan saluran p a d a areal kapasitas sungai. Pembangunan menyelesaikan Kampung Dewi dan peningkatan air kapasitas di saluran kawasan Pala. P e m b a n g u n a n j a r i n g a n Jalan Hayam limbah 2. Rambutan. Pengembangan masing-masing a. Penataan ilegal di bantaran bantaran Kali melalui penertiban Kali Baru bangunan Timur. genangan terutama Makasar. penerapan (reused. Kali Jali Cipinang. septicktank komunal penduduk pada sedang kawasan terutama Pembangunan permukiman pada kawasan dengan kumuh kepadatan . Nanas. Sunter dan Kratnat. dengan recycling). air di saluran lingkungan pengembangan dataran r e n d a h tangkapan 5. dan masyarakat konsep dalam 3R pengelolaan reduced. C i p i n a n g M u a r a dan 3. Peningkatan saunpah. serta .LD T a h u n 1999 N o . peran serta terlayani. prasarana di 3. Pembangunan jaringan pengolahan Kemayoran . . Pengadaan Kelurahan penampungan 6. . Jaya. prasarana Kotamadya dan sarana : dan persampahan di adalah K o t a m a d y a Jakarta P u s a t : 1. Sudirman. Pembangunan Kusuma. sementara pada setiap 5. Pondok sungai Kebon Bambu Kebon Cipinang Sartika. air air limbah dan Bandar instalasi Baru limbah kawasan 4. C i l a n g k a p dan Pasal 71 sanitasi Ciracas. Otista Kampung Raya. air Jalan limbah pada kawasan Jalan air G a j a h m a d a dan pembangunan instalasi pengolahan Melati. Wuruk Waduk Jalan dan prasarana Thamrin. 4.

sementara pada setiap 5. dengan Waduk 2.LD Tahi. Peningkatan pembangunan Cilincing . g kawasan temtama Pembangunan permukiman pada kawasan dengan kumuh kepadatan . kapasitas transfer station Pluit. septicktank komunal penduduk pada sedan. P e m b a n g u n a n j a r i n g a n Glodok. 4. 23 -93 b. transfer station 3. 9 9 9 N o . dan masyarakat konsep dalam 3R pengelolaan reduced. Pengembangan diantaranya pada yang kawasan belum penggunaan teknologi incinerator padat di pengolahan yang sisi sampah penggunaan pennukiman sepenuhnya lokasi . air limbah pacia kawasan Duren di sekitar Parman. di pengolahian yang sisi penggunaan permukiman ditempatkan sungai bantaran yang belum 5. Pengadaan Kelurahan : sepenuhnya terlayani lokasi penampungan sementara pada setiap . dan Instalasi Pengolahan Waduk Sunter. Pengadaan Kelurahan penampungan 6. komunal penduduk pada sedang kawasan temtama pada kawasan k u m u h 3. Grogol. Kotamadya Jakarta 1. dengan . Penanganan sampah/limbah Barat: di perairan laut. Pantai Mutiara. P e m b a n g u n a n transfer station di Pengembangan diantaranya pada kawasan penggunaan Duri Kosambi . di Sunter Sunter Utara dan dan di 4. Air pembangunan Pluit 2. penerapan (reused. recycling) 7. prasarana Jl. sampah teknologi incinerator padat . S. . limbah Waduk Tomang Pembangunan permukiman septicktank dengan kepadatan . K o t a m a d y a Jakarta Litara L : prasarana air limbah dan Limbah pada Pluit di kawasan serta Waduk Pembangunan jaringan Tanjung Priok. peran serta ditempatkan sungai bantaran terlayani. Tanjung air pembangunan Grogol dan instalasi pengolahan . Peningkatan sampah. c.

dan . Pasal Pengembangan Kotamadya a. telepon peningkatan permukiman telekomunikasi penduduk. rumah d. Pemerataan lingkungan jalan serta umum pelayanan permukiman pada jalan penerangan dan peningkatan jalan kualitas penerangan taman protokol. pengadaan Pengadaan Pasal Pengembangan wilayah a. Pengembangan diantaranya pada kawasan penggunaan penggunaan pemiukiman teknologi incinerator padat . prasarana adalah sistem dan : 73 Telekomunikasi cii setiap sarana Kotamadya Pengembangan penerapan pelayanan telekomunikasi yang memadai. kawasan indutri.elolaan reduced. dan penambahan jaringan perdagangan distribusi serta c. sepenuhnya terlayani lokasi penampungan sementara pada setiap peran serta masN'arakat konsep dalam 3R peng. Pengadaan Kelurahan 6. penetapan (reused. jalan umum pada seluruh b. telepon dan kawasan melalui teknologi telekomunikasi b. sektor : Listrik 72 dan Gas di setiap wilayah adalah Pengembangan jaringan untuk memenuhi transmisi dan distribusi tenaga listrik kebutuhan masyarakat.LD Tahun i ^ 9 9 N o . dengan recycling). Pengembangan melalui Bakar pelayanan energi gas Stasiun untuk transportasi Bahan pemerataan Gas (SPBBG). 23 -95 4. Penambahan Perluasan pelayanan padat dan p e m b a n g u n a n pengadaan warung sentral-sentral umum di baru . . Peningkatan sampah. dan j a s a . penghubung- pusat-pusat aktifitas pelayanan masyarakat. c. Pengembangan gas terutama susun di . di pengolahan yang sisi sampah ditempatkan sungai bantaran yang belum 5.

LD T a h u n

1999 N o . 2 3

-94

6.

Peningkatan sampah, dan

peran

serta

masyarakat konsep

dalam 3R

pengelolaan reduced.

dengan recycling).

penerapan

(reused.

d.

K o t a m a d y a Jakarta 1.

Selatan

: prasarana air limbah Tebet pada dan kawasan

Pembangunan jaringan Kuningan, serta Setiabudi,

Casablanca, kapasitas ;

Manggarai Air

peningkatan

Instalasi

Pengolahan

Limbah Waduk 2. Pembangunan permukiman pada kawasan 3. Pembangunan lingkar 4. luar;

Setiabudi

septicktank dengan kumuh transfer kepadatan ; station

komunal penduduk

pada sedang

kawasan temtama

di

bagian

selatan

jalan

Pengembangan di pada yang antaranya kawasan belum

penggunaan penggunaan permukiman

teknologi incinerator padat di

pengolahan yang sisi

sampah

ditempatkan sungai

bantaran

sepenuhnya lokasi

terlayani; sementara pada setiap

5.

Pengadaan Kelurahan,

penampungan ^

6.

Peningkatan sampah, dan

peran

serta penerapan

masyarakat konsep

dalam 3R

pengelolaan reduced,

dengan recycling). Jakarta

(reused.

e.

Kotamadya

Timm

: prasarana Kelapa air Gading limbah pada kawasan dengan Waduk instalasi

1. Peningkatan j a r i n g a n Pulo Mas dan

sekaligus Air Limbah dari ;

pembangunan Pulo Mas

Instalasi

Pengolahan prasarana air Pulo

dan j a r i g a n

limbah

p e n g o l a h an 2. Pembangunan permukiman

limbah pada kawasan septicktankdengan kepadatan ; transfer station

Gadung pada

komunal penduduk

kawasan temtama

sedang

pada kawasan kumuh 3. Peningkatan pembanguann lingkar luar; kapasitas transfer

station di

di

Cakung selatan

dan jalan

bagian

LD T a h u n

1999 N o . 2 3

-

96-

Paragraf Pengembangan

12 Prioritas

Kawasan 74

Pasal (1) Pengembangan diarahkan dan fungsi pada kawasan bagian

prioritas kota

di yang

tingkat

Kotamadya peranan ekonomi,

wilayah

memiliki kegiatan :

strategis

bagi

pengembangan meliputi

sosial, a.

b u d a y a dan

l i n g k u n g a n kota. Pusat: Medan

Kotamadya 1. Kawasan

Jakarta Taman :

Merdeka

sebagai

pusat

Pemerintahan 2. Pengembangan

Bandar

Baru dan

Kemayoran intemational

sebagai ; pusat

pusat

bisnis berskala nasional 3. Penataan Kawasan dan j a s a

Tanah ;

Abang

sebagai

utama

perdagangan 4.

Pengembangan sebagai kawasan

Kawasan

Terpadu Jasa dan

Waduk

Melati

Perdagangan ;

pennukiman.

b.

K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. Pengembangan pusat pariwisata

Kawasan yang

Kepulauan

Seribu,

sebagai

didukung dan

dengan

peningkatan dengan cagar

kualitas

lingkungan

perhubungan dan pelestarian

pemberdayaan budaya; 2. Pengembangan pariwisata lingkungan 3.

masyarakat

Kawasan

Sunda

Kelapa

sebagai

pusat

dengan dan

penataan ;

pelabuhan,

perbaikan

pemugaran kawasan kawasan laut;

Pengembangan Angke kegiatan sebagai

permukiman pariwisata

nela}an dan

Muara tempat

bahari

perikanan kawasan lindung. Barat

4.

Pelestarian kawasan

Hutan

Angke

Kapuk

sebagai

c.

K o t a m a d y a Jakarta 1. Pengembangan sebagai pusat

: Sentra Primer Baru Barat

Kawasan

Pemerintahan Jasa:

wilayah

Kotamadya,

Perdagangan

dan

; 9 9 9 N o . 23

-

97 -

2.

Pengembangan Pancoran sebagai

Kawasan kawasan

Kota bersejarah Sentra

Tua ;

Glodok

-

3.

Pengembangan sebagai

kawasan

Bunga

Ra-wa

Belong ; pasai

p u s a t p e m a s a r a n b u n g a dan t a n a m a n h i a s kawasan pangan stasiun Selatan kawasan bisnis Rawa Buaya sebagai dengan

4.

Pengembangan induk bahan

yang kereta : Segi

terpadu api.

terminal

penumpang d.

dan

K o t a m a d y a Jakarta 1. Pengembangan pusat kegiatan :

Tiga

Kuningan dan pusat

sebagai kegiatan

Internasional

Diplomatik 2.

Pengembangan kawasan

Niaga

Terpadu bertaraf

Sudirman

sebagai

multifungsi

internasional; sebagai didukung stasiun dengan

3.

Pengembangan kereta tenninal api

stasiun antar ;

Manggarai kota yang

utama

penumpang

4.

Pengembangan mempakan didukung budaya;

Kawasan

Situ Budaya serasi untuk

Babakan Betawi kawasan

yang yang wisata

perkampungan h u t a n k o t a .yang

5.

Pengembangan lokasi wisata

Kawasan lingkungan. Timur: Kawasan

Situ

Mangga

Bolong

sebagai

e.

Kotamadya

Jakarta

1. P e n g e m b a n g a n sebagai Pusat

Sentra

Primer Wilayah

Bam

Timur

Pemerintahan ; Industri industri

Kotamadya,

perdagangan 2. Penataan sebagai 3.

dan j a s a

Kawasan kawasan

Pulogadung

dan

Cakung tinggi; Perdana

selektif b e r t e k n o l o g i kawasan Halim

Pembangunan Kusuma.

waduk

pada

(2)

Persebaran ditetapkan 43,

kawasan

prioritas

di

masing-masing pada 46 Gambar

Kotamadya 42, Gambar Peraturan

sebagaimana 45, dan

tercantum Gambar

Gambar ini.

Lampiran

II

Daerah

Bagian Pendayagunaan Keempat Mekanisme Pasal 78 mendapat berlaku. mengetahui Daerah terbuka Ruang Rinci Tata Wilayah Ruang Letak Khusus Ibukota Jakarta. proses berperan pemanfaatan dalam dan pengendalian Rencana b. ruang wilayah. Rencana Kota.LD Tah b99 N o . VII SERTA MASYARAKAT i/in sesuai dengan Perizinan Setiap pemanfaatan ruang harus peraturan perundang-undangan BAB yang HAK. 23 -9 9- Bagian Penertiban Ketiga Ruang Pemanfaatan Pasal 77 pemanfaatan ruang Kegiatan sesuai penertiban dengan sanksi terhadap tata ruang yang deng. secara 79 masyarakat berhak perencanaan pemanfaatan Tata tata ruang : ruang.an tidak cara rencana sesuai dilakukan pengenaan yang dengan peraturan perundang-undangan berlaku. Kecamatan. pertambahan nilai ruang a k i b a t dari p e n a t a a n r u a n g penggantian sebagai dengan akibat yang memperoleh dialaminya yang sesuai layak atas kegiatan k o n d isi yang pelaksanaan pembangunan r e n c a n a tata r u a n g . Pemerintah masyarakat b Ruang sebagaimana dapat (1) Untuk dimaksud mengetahui dalam dari Rencana pasal 79 masyarakat mengetahui atau Lembaran oleh melalui Daerah pengumuman pada tempatdengan penyebarluasan yang tempat mudah. Pasal 80 Tata huruf Daerah. . memungkinkan mengetahui . kegiatan penataan serta ruang. . KEWAJIBAN DAN Bagian Hak PERAN Pertama Masyarakat Pasal Dalam a. Rencana Teknik Ruang Rencana Tata manfaat ruang dan/atau . menikmati sebagai d. Bangunan c.

LD T a h u n 1999 N o . Kedua Ruang Pengawasan Pemanfaatan Pasal 76 mang Kegiatan pada Pasal a. terhadap air laut. adalah kegiatan Pemantauan. 23 98 BAB PENGENDALIAN VI RUANG PEMANFAATAN Pertama Pengendalian 75 Bagian Pedoman Pasal (1) Pedoman dimaksud pengendahan dalam pasal 2 pemanfaatan ayat (2) mang sebagaimana didasarkan atas humf d pada arahan-arahan tata mang dan sebagaimana pemanfaatan dimaksud ruang di rencana suiiktur dan tingkat propinsi Kotamadya. k a w a s a n p e n n u k i m a n . sesuai secara objektif yang pemanfaatan mang maupun sesuai d e n g a n r e n c a n a tata m a n g adalah mang usaha dalam untuk Evaluasi menilai tujuan kemajuan rencana tata kegiatan mang. bawah penertiban dan pemanfaatan air turmasuk tanah. sistem mang prospektif. pemanfaatan mencapai . (2) Pengendalian p a d a ayat ekonomi wilayah. kualitas rencana memeriksa lingkungan dengan yang pembahan dengan tidak sesuai tata m a n g b. sistem prioritas pusat dan kegiatan. Pelaporan mengenai tidak c. mengawasi tata mang usaha atau perbuatan cermat mengamati. melalui terhadap air 1 pemanfaatan mang sebagaimana dimaksud kawasan prasarana di k a w a s a n hijau. permukaan. pengawasan 75 pemanfaatan atas: sebagaiman dimaksud ayat (2) t e r d i r i adalah dan dan . mang pemanfaatan bawah Bagian tanah. memberi baik informasi yang . mang. kawasan kegiatan intensitas dilaksanakan perizinan pemanfaatan udara serta pengawasan.

pada ayat menikmati (1) dan yang sebagaimana manfaat atas hak dimaksud ekonomi. 2 3 100- (2) Pengumuman pada ayat atau (1) penyebarluasan pasai ini peta sebagaimana dimaksud dari yang diketahui Rencana umum. ketentuan tertentu yang berdasarkan berlaku. tercapai kesepakatan dimaksud sesuai berlaku. pihak yang diselenggarakan berkepentingan dengan dengan musyawarah memegang (2) Dalam yang hal layak hak tidak masyarakat.LD T a h u n 1999 N o . lingkungan atau dilaksanakan pemberian penguasaan. pemilikan. Kedua Masyarakat 83 masyarakat wajib . 82 yang dan peraturan perundang-undangan Pasal (1) Hak memperoleh pembahan oleh penggantian status tanah layak mang atas kerugian terhadap dimiliki Tata udara semula yang Rencana dengan cara tetap masyarakat Wilayah lebih antara dan sebagai semua akibat pelaksanaan tata ruang Ruang yang rencana hirarkhi rendah. (2) Untuk daya ruang bempa peraturan perundang-undangan kaidah menikmati alam yang dan memanfaatkan di mang beserta sumber manfaat dapat terkandung dalamnya. masyarakat Tata Ruang penempelan/pemasangan bersangkutan dan tata pada tempat-tempat secara kantor Kelurahan rencana kantor-kantor yang ruang tersebut. . fungsional menangani Pasal (1) Dalam ruang dalam menikmati sebagai Pasal manfaat 81 dan/atau ruang pertambahan nilai ruang akibat 79. dasar sosial. - mengenai pada ayat penggantian (1) maka sebagaimana dilakukan yang Bagian Kewajiban penyelesaiannya perundang-undangan dengan peraturan Pasal Dalam kegiatan penataan mang wilayah. penataan sebagaimana sesuai dimaksud dengan yang pelaksanaannya dilakukan atau ketentuan berlaku.

pemberian wilayah b. berperan berlaku serta d a l a m tertib tata m e m c H h a r a kualitas ruang keikutsenaannya pemanfaatan ruang. dalam proses dalam ruang. masyarakat mematuhi dan daiam penataan mang kriteria. daya dan memperhatikan lingkungan pemanfaatan y a n g serasi. strategi . lingkungan. dalam dalam wilayah meliputi a. ruang dapat yang dipraktekkan sepanjang tampung struktur ruang kaidah turun pemanfaatan temurun daya secara diterapkan dan lokasi. terhadap : perencanaan tata ruang pemberian dalam infonnasi. atas ruang di berbagai bantuan potensi untuk pula dan masalah hak tata termasuk wilayah : memperjelas pelaksanaan dan tennasuk ruang kawasan c. ruang selaras. perencanaan pemanfaatan yang berlaku c. menaati dan pengendalian ruang . baku kewajiban dengan mutu. sesuai peraturan perundang-undangan r e n c a n a tata r u a n g y a n g Pasal telah 84 ditetapkan. Ketiga Masyarakat 85 proses perencanaan tata r u a n g Bagian Peran Serta Pasal (1) Peran Serta M a s \ arakat .LD T a h u . . . b. (1) Pelaksanaan dilaksanakan kaidah.101 a. pertimbangan dan struktur atau pendapat penyusunan pemanfaatan ruang wilayah propinsi e. bantuan wilayah d. 23 . pengajuan keberatan rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi . saran. . masukan penentuan arah pengembangan pengidentifikasian pembangunan. faktor-faktor estetika sena dan dukung hidup. yang menerapkan penataan dan aturan-aturan ruang ditetapkan (2) Peraturan masyarakat dengan dan peraturan perundang-undangan. untuk propinsi merumuskan . > N o . menjamin dapat pemanfaatan seimbang.

keberatan. p e m a n f a a t a n m a n g meliputi ruang lautan. Ruang pemanfaatan Wilayah mang Kotamadya sesuai yang Rencana telah ditetapkan e. kegiatan kelestarian (3) Peran ruang a. Keempat Dalam dengan penertiban pemanfaatan Bagian Tata Cara Peran Serta Masyarakat Pasal 86 Penataan Ruang (1) Tata tata cara ruang peran serta masyarakat dengan dalam proses perencanaan pertim¬ terhadap dilaksanakan pemberian saran. dan meningkatkan lingkungan dalam masyarakat pengendalian pemanfaatan meliputi: terhadap pemanfaatan Kecamatan. penyelenggaraan Rencana Jakarta lebih d. adat.LD T a h u n 1999 N o . niasukan . perundang-undangan. b. tanggapan. laporan dimaksud pelaksanaan dan/atau : s u m b e r d a y a tanah. hidup. pelaksanaan pemanfaatan lebih dari kegiatan Ruang rencana wilayah yang mencakup c. atau kawasan udara. dan ruang dan skala Propinsi. bantuan dan/atau f. peraturan pemanfaatan berdasarkan mang udara agama. : atau k e b i a s a a n y a n g b e r l a k u b. kawasan. dan : (2) Peran a. dan pengelolaan dalam pemanfaatan ruang menjaga. pemberian pemanfaatan informasi ruang air. kerjasama bantuan dalam penelitian dan pengembangan dan atau tenaga ahli.102 f. pendapat. fungsi memelihara. bantuan pemikiran s u m b e r d a y a lainnya berkenaan atau pertimbangan ruang. serta m a s y a r a k a t d a l a m ruang daratan. berdasarkan Ibukota meliputi Wilayah lata ruang Khusus yang dari satu w i l a y a h atau Kotamadya pembahan dengan konversi Tata . bantuan pemikiran dan pertimbangan ruang berkenaan dan dengan kawasan . temiasuk pengawasan wilayah Kotamadya. bangan. 23 . serta teknik . Tata dan satu w i l a y a h Kotamadya pembangunan Daerah kawasan .

upaya daiam peningkatan penataan tata ruang atau Masyarakat laksana melalui pelatihan hak memprakarsai kewajiban diskusi. lisan atau potensi tertulis dan pada masalah Gubernur yang Kepala (2) Tata dilakukan Daerah. peran sesuai cara serta masyarakat peraturan dalam pemanfaatan ruang yang dilakukan berlaku Kepala (3) Tata dengan perundang-undangan oleh yang pelaksanaannya dikoordinasikan Gubernur Daerah. tujuan penataan tata a^'at pendidikan ruang.LD T a h u n I )MO. teknik. Menghomiari dimiliki masyarakat : . dorongan. hak tercapainya upaya (3) Untuk terlaksananya peningkaian dalam untuk dan kewajiban sebagaimana dimaksud Pemerintah serta menyelenggarakan mengembangkan kan (4) pemberdayaan kesadaran. diskusi pelayanan. masyarakat kegiatan unmk bimbingan. laksana (2). dan tukar bantuan . tata Menyebarluaskan penataan proses mang kepada masyarakat dan secara terbuka rencana c. p e n d i d i k a n . hak yang d. ayat : tanggung jawab masyarakat penataan dalam Pemberdayaan d i l a k u k a n oleh a. b. Mengumumkan kepada menyebarluaskan ruang masyarakat. sebagaimana instansi dan yang dimaksud (3) b e r w e n a n g dengan cara menyelenggarakan pengayoman. cara peran serta masyarakat secara dalam pengendalian atau pejabat tertulis yang pemanfaatan kepada ruang disampaikan Kepala lisan dan Gubemur Daerah berwenang. Memberikan pendapat. Bagian Pemberdayaan Peran Pasal (1) Pemerintah rencana cetak. menumbuhkan dan memberdayakan dalam meningkatruan^. (2) tata media menyediakan mang secara atau Kelima Serta 87 informasi mudah fomm dan penataan cepat ruang melalui dan media Masyaraklat elektronik dapat dan pertemuan. 23 - 103 iutbiTnasi teniang arah secara pengembangan. b a n t u a n h u k u m . dan semua informasi atau p e l a t i h a n mengenai .

perdata. (2) Selain sanksi sebagaimana dimaksud pada dapat atau ayat (1) pasal ini. 2. rangka usul. pembangunan sesuai Mehndungi proses yang hak masyarakat tata dan yang untuk berperan serta manfaat ruang dalam ruang akibat menaati perencanaan berkualitas tata tata ruang ruang. dan hukum sebagaimana d i m a k s u d p a d a ayat (2) p a s a l . 3. pidana.000. ini terhadap dapat dikenakan administrasi. . BAB peningkatan pelayanan Vlil S A N K S I Pasal Pelanggaran Daerah 1. 2 3 104- e. biaya terhadap paksaan (3) Gubemur besarnya pelanggaran penegakan Kepala biaya dimaksud dikenakan sebagian. Memberikan atas kondisi penggantian yang yang layak sebagai kepada akibat dengan masyarakat pelaksanaan rencana tata dialaminya yang kegiatan ruang f. menikmati nilai serta pertambahan ditetapkan rencana rencana g. IX PIDANA 88 dalam Peraturan ketentuan-ketentuan sanksi b e r u p a : sanksi sanksi sanksi pidana kurungan selama-lamanya Rp. pelaksanaan hukum Daerah paksaan seluruhnya menetapkan penegakan ini. atau masyarakat ruang.LD T a h u n 1999 N o . dan ruang.000. B A B KETENTUAN Pasal (1) Pelanggaran terhadap Peraturan 89 Daerah 6 ini diancam bulan (lima atau dengan denda rupiah) Daerah.00 barang dalam juta untuk merampas lain tertentu ditentukan peraturan perundang- undangan. (enam) sebanyak-banyaknya dengan kecuali atau jika tidak 5. dalam Memperhatikan keberatan mutu dari menindaklanjuti dalam saran.

23 I05- B A B P L N Y I D I Pasal (!) Pejabat Daerah Pegawai diberi Negeri wewenang Sipil X KAN 90 di Lingkungan sebagai Pemerintah untuk khusus terhadap penyidik melakukan Daerah (2) ini. lain . menerima. : bahan serta pembukuan. meminta tugas bantuan tenaga terhadap B A B KETENTUAN Pasal Rencana dalam Tata Ruang Daerah ahli bahan bukti dalam tersebut rangka pelaksanaan penyidikan pelanggaran. melakukan bukti penggeledahan pencatatan untuk dan mendapatkan dokumen lain.000 ini. meneliti. dengan pelanggaran memeriksa dokumen pelanggaran catatan-catatan dengan dokumentindakan berkenaan adanya e. penyidikan pelanggaran Peraturan Wewenang Penyidik : sebagaimana dimaksud pada ayat (1) p a s a l ini a d a l a h a. r-'eminta atau d. atau laporan mengumpulkan berkenaan Daerah lebih dan ini.LD Tahu m N o . m e l a k u k a n p e n ) itaan t e r h a d a p f. dalam mencari. dan dan j e l a s mengumpulkan atau Badan tentang keterangan kebenaran adanya Pribadi dilakukan sehubungan dengan keterangan bahan bukti dari O-^mg . XI LAIN-LAIN 91 Ibukota berskala Jakarta di g a m b a r k a n 1 : I Daerah 5 0. keterangan pidana laporan b. mengenai perbuatan pelanggaran c. tersebut menjadi mencari Orang yang . lengkap dan meneliti pelanggaran atau dengan agar Peraturan keterangan .000 : untuk 20. dan Pribadi badan sehubungan buku-buku. Khusus peta dengan untuk tingkat ketelitian propinsi dan wilayah dalam Kotamadya lampiran berskala sebagaimana tercantum Peraturan .

ketentuan kebijakan Khusus permintakatan dan strategi .000. maupun Kecamatan dalam r e n c a n a y a n g lebih rinci . dan R e n c a n a P r a s a r a n a W i l a y a h p a d a s k a l a . pengarahan atau lokasi investasi yang dilaksanakan Pemerintah dan masyarakat.000. Kotamadya mewujudkan perkembangan sektor. antar w i l a y a h keseimbangan keserasian antar e. Rencana Teknik R u a n g Kota pada skala 1 : LOOO 1. penyusunan Rencana Pembangunan Pasal Rencana digunakan a. ruang di Daerah Ibukota Jakarta keterkaitan. Rinci 5. keterpaduan. 2 3 - 106- Pasal Rencana Pola Tata Ruang Wilayah Daerah 92 sebagal matra ruang dari berfungsi untuk Pembangunan Daerah.LD T a h u n 1999 N o . pada Rencana Pasal 93 Prasarana huruf a Wilayah ditetapkan sebagaimana oleh dimaksud Gubemur. Tata Ruang Wilayah bagi 93 Daerah : Tata Ruang Wilayah Kecamatan Khusus Ibukota Jakarta sebagai p e d o m a n Rencana 1 : penyusunan pada skala 1 . c. Teknik Ruang Kota. pemanfaatan : dan serta atau s k a l a 1 b. Pasal 95 dimaksud pada Pasal sebagai Wilayah ke (1) Ketentuan 93 huruf b permintakatan meinuat sebagaimana teknis Rencana kriteria yang Tata digunakan Ruang pedoman baik dalam penjabaran tingkat Propinsi. penyusunan perumusan Wilayah d. Kotamadya . Pasal 94 Wilayah huruf Kecamatan a sebagaimana dengan (1) Rencana dimaksud Rinci pada Tata Ruang 93 dengan Pasai ditetapkan Dewan Keputusan Rakyat (2) Rencana Gubemur persetujuan Penvakilan Daerah. 500 .

LD T a h v

W N o . 23

-

107-

(2)

Ketentuan Daerah

permintakatan

akan

diatur

dalam

suatu

Peraturan

tersendiri. Pasal 96 lautan, lebih berlaku. 97 Rencana sampai Tata Ruang lahun Wilayah 2010. Tata ruang udara, dan

Ketentuan ruang

mengenai tanah

penataan akan

ruang

bawah

diatur yang Pasal

lanjut

sesuai

dengan

peraturan

perundang-udangan

(1)

Jangka Daerah

waktu Khusus

berlakunya

Ibukota Jakarta dan atau Khusus pasal

dengan

(2)

Peninjauan Ruang

kembali

penyempumaan Ibukota ini Jakarta

Rencana

Wilayah pada

Daerah ayat (I)

sebagaimana dalam

dimaksud waktu 5

dapat

dilakukan

(lima) tahun sekali. BAB KETENTUAN Pasal Xf! PERALIHAN 98

Pada

saat

mulai mang

berlakunya wilayah di

Peraturan dan

Daerah yang

ini,

maka

semua dengan tidak

rencana penaiaan

tata

ketentuan tetap Daerah XIII

berkaitan sepanjang

ruang

daerah Peraturan BAB

berlaku ini.

bertentangan

dengan

KETENTUAN Pasal (I)

PENUTUP 99 ini. maka dan ; bangunan

Dengan berlakunya Peraturan Daeiah a. Peraturan (KTV. b. Peraturan 5 Tahun Lingkungan 1941); Daerah 1984 Daerah teniang Khusus

Peruntukan

jeni s

Ibukota Umum

Jakarta Tata

Nomor Ruang ;

Rencana

Daerah Daerah K h u s u s I b u k o t a Jakarta Tahun dinyatakan tidak berlaku lagi.

I 985-2005

LD T a h u n

1999 N o . 2 3

108

(2)

Peraturan Tahun Kota

Daerah 1987

Daerah

Kliusus

Ibukota Rencana di Daerah lagi

Jakarta Bagian

Nomor

3

tentang Wilayah

Penetapan Kecamatan tidak

Wilayah ibukota RRTW 94 ayal

untuk

Khusus setelah pasai

Jakarta

dinyatakan disyahkan

berlaku

Kecamatan (1); (3) Hal-hal

sebagaimana

dimaksud

yang oleh

merupakan Gubemur

pelaksanaan Kepala 100 disebut

Peraturan

Daerah

ini

ditetapkan

Daerah.

Pasal (1) Peraturan 2010. (2)
P e r a t u r a n

Daerah

ini

dapat

Peraturan

RTRW

Jakarta

Daerah

ini

mulai

berlaku

pada

tanggal

diundangkan.
A g a r s e t i a p o r a n g d a

pat

mengetahuinya, ini Khusus dengan Ibukota

memerintahkan penempatannya Jakarta.

p

e

n

g

u

n

d

a

n

g

a

n

P

e

r

a

t

u

r

a

n

Daerah Daerah

d

a

l

a

m

L e m b

aran

Daerah

Ditetapkan Pada tanggal

di 28

Jakarta Juli 1999 DAERAH KHLSUS

GL'BERNLR

KEPALA

IBUKOTA

JAKARTA,

SLTIVOSO Diundangkan Pada tanggal di 24 Jakarta September 1999

SEKRETARIS

Wll

AVAli

OAFR\II

Klll

Sl'S

IBCKOTA

JAK-ARIA,

11.

FAl ZI

BOWO

NIP

470044314

LD T a h i

^99 N o .

23

-

109 -

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH DAERAH 6 KHUSUS 1999 IBUKOTA JAKARTA

NOMOR

TAHUN

TENTANG RENCANA DAERAH I. PENJELASAN UMUM Ketentuan diatur 1984 di mengenai daiam Tata Ruang Daerah Tata Daerah Daerah Ruang Khusus Khusus Ibukota Jakarta Jakarta Nomor selama 5 ini TATA RUANG WILAYAH JAKARTA

KHUSUS

IBUKOTA

Peraturan Umum

Tahun dan 1987 Khusus

tentang

Rencana

Daerah

Khusus

Ibukota 3

Jakarta, Tahun

Peraturan tentang Ibukota Dengan Ruang

Daerah Penetapan Jakarta. berlakunya

Daerah Rencana

Khusus Bagian

Ibukota Wilayah

Jakarta

Nomor di

Kecamatan

Daerah

Undang-undang maupun Rencana

Nomor

24

Tahun

1992 Tata

tentang Ruang

Penataan Daerah

maka

materi

terminologi Bagian

Rencana Kota

Umum (RBWK) diatur

(RUTRD) dengan tersebut. Selain tentang kebijakan Rencana itu

maupun materi

Wilayah

perlu

disesuaikan

dan

terminologi

sebagaimana

dalam

undang-undang

dengan

ditetapkannya Tata Ruang mang Wilayah

Peraturan Wilayah

Pemerintah

Nomor

47

Tahun dan ke

1997 arahan dalam

Rencana

Nasional, nasional

maka perlu

strategi dijabarkan

pemanfaatan Tata Ruang

wilayah Daerah di

Khusus Daerah

Ibukota Khusus

Jakarta. Ibukota maka Jakarta Rencana Rencana bukan Tata Tata (untuk dalam

Mengingat daerah Ruang Ruang kelima satu

Wilayah tetapi

Kotamadya merupakan Khusus dan

otonom Wilayah Wilayah wilayah

wilayah Ibukota Tata

administratif, Jakarta Ruang

Daerah Propinsi

mencakup Wilayah

Rencana dan kedua

Kotamadya ditetapkan

kotamadya), Daerah. Ruang

tingkatan

rencana

ini

Peraturan Tata

Rencana merupakan wilayah Daerah a. visi strategi

Wilayah strategi dalam

Daerah dan

Khusus arahan

Ibukota

Jakarta

dhnaksud ruang wilayah

penjabaran ke

kebijakan

pemanfaatan mang

nasional Khusus dan

strategi

dan

struktur :

pemanfaatan

Ibukota Jakarta, misi

yang meliputi Kota ruang

pembangunan tata ;

Jakarta, untuk

kebijakan,

pendekatan

dan

pengembangan

tercapainya

tujuan

pemanfaatan

mang yang berkualitas

b. Daerah di pembangunan implementasi bidang ekonomi pembangunan Khusus di budaya. lingkungan prasarana pengelolaan d. dengan (2) (2) dan sasaran Khusus dengan (4) Ibukota cara keter¬ : (4) sasaran optimal. penataan dari Daerah merupakan dan b i d a n g mencapai yang keterpaduan pembangunan budaya. yang meliputi air : dan prasarana pengembangan transportasi. antara Selanjurnya. pelayanan pemberdayaan ekonomi masyarakat peningkatan masyarakat. 23 - 110 b. untuk peningkatan c. hijau tata binaan guna laut dan tata tala lata bawah tanah sistem p r a s a r a n a w i l a y a h telekomunikasi. Arahan pengelolaan pengelolaan kegiatan pengelolaan kebijakan mang permukiman ekonomi prospektif dan pengembangan kawasan kawasan guna hijau air. melalui meningkatkan ekonomi pertumbuhan produktivitas daerah. masyarakat. Propinsi Kotamadya Daerah menjadi Khusus Ibukota untuk Jakarta dan Rencana Rencana Rencana Rencana wadah sosial Jakarta ekonomi Untuk Jakarta Sasaran kebutuhan kaitan (1) hasil ditempu}i Ruang Ruang Tata Tata Rinci Tata spasial pedoman penyusunan Wilayah Kecamatan. Rencana a. Tata . pedoman Jakarta. lain kerja. Arahan tata rencana Tata intensitas Wilayah Wilayah Ruang ruang.LD T a h u n 1999 N o . energi. pemenuhan pemerataan hasil- pertumbuhan investasi. Khusus mang Ibukota dan di Jakarta merupakan bidang Ibukota bidang Ruang dari Oleh Wilayah karena sosial itu. meningkatkan pemerataan dan pemerataan peluang berusaha kesempatan pembangunan. pembangunan konsep melalui dan antar dan ekonomi kebijakan ekonomi Daerah sektoral sektoral. kebijakan (3) sektoral. dan kesejahteraan pola pertahanan wilayah pemanfaatan ruang Daerah Khusus Ibukota pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Daerah Khusus Ibukota Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta berisi ketenagakerjaan dalam benmk pola : Arahan Arahan rencana rencana penyebaran penduduk aktifitas dan kota pengembangan : kawasan peruntukan yang mencakup • • arahan arahan sistem • • arahan arahan guna c. . struktur Jakarta d. lindung guna dan udara. : (1) (3) antar digunakan ditempuh laju sektor efisiensi dan lintas "pertumbuhan melalui pemerataan". tujuan pemanfaatan ruang wilayah masyarakat Daerah dan Khusus Ibukota kemanan Jakarta .

I I. . Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan industri pilihan (ciean industry) . akan bagi memainkan kestabilan ibukota besar. Pengembangan di enam atas pusat pariwisata pula nasional Pilar-pilar memiliki mencerminkan sebagai aspirasi : (1) Jakarta sebagai kota yang strategi berikut serta (3) pusat pelayanan dalam (4) masyarakat yang (2) memungkinkan pusat yang besar peningkatan dan peran masyarakat pusal pembangunan. . maupun maka dirumuskan (sebelas) dinilai strategis bagi sarana p e m b a n g u n a n ekonomi Jakarta. center) (business are^) . kegiatan peran yang semakin Jakarta akan merupakan . pariwisata. pusat distribusi pusat keuangan pusat pusat Sistem infonnasi andalan (distribution (flnancial bisnis (prime center) .LD T a h u n ) N o . Jasa. 9. berwawasan bisnis ekonomi ekonomi yaitu Perluasan daji {economic masyarakat infmsinuiure) (sosial . ekonomi. Pengembangan gemenl) . 7. pusai yang (5) perdagangan mampu dan distribusi. 10. yang terjadi dengan masyarakat pada Berdasarkan serta ketiga basis pembangunan yang ekonomi akan disebutkan baik 11 : dalam di atas. peluang Jakarta meningkatkan yang kualitas Sumber Manusia informasi informasi dan bisnis mampu negeri memberikan maupun ekonomi barometer investasi sebagai p e m a s a r a n baik negara dan dalam pusat ekspor. 23 . antisipasi terhadap perkembangan internasional. 2. 8. prasarana sosial . semakin pusat menarik mancanegara daerah dengan jumlah wisata mampu sebagai (6) pusat meneruskan upaya untuk tujuan lainya. pembangunan akan Jakarta lain. regional. economic Pengembangan community kualitas development) aparatur 3. Daya akses pelatihan (SDM). konteks pilar nasional. Angkutan Umum Massal (mass (national rapid tourism iraasport) center). 6. diperlukan yang (1) pula bersifat pendekatan spesifik sebagai k±usus yang didasarkan basis yang (2) peluang yaitu : dan kota mempakan internasional tahun 2020. manajemen tanah dan properti (land and properiy mana- 5. wisatawan ke keuangan. (business oriented public 4. yang 1. Jakarta pasar menghadapi sebagai (3) diberlakukannya kegiatan sebagai ekonomi ekonomi yang terbuka pusat Jakarta golongan ekonomi pusat lemah mendorong pem^bangunan pemihakan wilayah kepada pembangunan dan menengah. infromation center) .111 Di samping pendekatan pada potensi di dan atas. Peningkatan servant).

d. keseimbangan antar serta ruang yang wilayah. A jalur pengaman sungai. taman taman. mengakomodasikan dimaksud sosial di penataan pencapaian bagi ruang tujuan dilalrukan menunjang Sebagai pembangunan sosial budaya atas. tegangan olah raga. kegiatan Sedangkan dalam daya lahir dan pemanfaaian mang berkelanjutan dapal alam dimaksud penataan dukung batin menjamin dengan kelestarian kemampuan kepentingan sumber antar memperhatikan generasi. kegiatan ruang secara secara selaras. persebaran sektor. p e r m m b u h a n dan sektor dan daerah antar antar kesatuan. Bakau hijau K o t a m a d y a Jakarta terdiri kota. selaras. serasi. masyarakat yang dan efektif t e r m a s u k pengambilan hal ini pelaksanaan kota pemantauan untuk pembangunan. kawasan Hutan Lindung. 19 PASAL 18 DEMl cukup PASAL jelas hijau lindung dimaksud dalam dan Alam di meliputi zona inti Laul dengan Nasional Alam dan Kawasan dan zona pelindung Seribu Cagar serta di Taman Nasional Kepulauan peruntukan tersebut. IL Pasal 1 PENJELASAN angka 1 angka s. 23 112 A poUiik. tinggi. seimbang seimbang Pemanfaatan penataan dan dalam yang harus dapat menjamin dan pola terwujudnya pemanfaatan perkembang¬ dalam satu adalah keserasian. Hutan angka 20 pulau-pulau luar Taman Cagar Utara. antar yang harus daya struktur penduduk daerah. dan listrik lapangan dilengkapi umum. keamanan peran dan yang perekonomian semakin nasional. sebagai Jakarta juga akan dituntut memainkan tinggi akan dinamisator peranan pembangunan penting daiam wilayah-wilayah mempersiapkan menjelang perdagangan Pembangunan meningkatkan formal dan lainnya. Kawasan hijau dapat . itu. Khusus kuantitas dan lembaga makin Ibukota ekonomi internasional terbuka di khususnya bidang diberlakukannya dan investasi budaya pada di sosial Jakarta ditujukan dalam untuk ani kualitas nilai manusia masyarakat melalui baik maupun fasilitas partisipasi dalam segenap proses Dalam dan golongan dan lapisan keputusan.LD T a h u n 1999 N o . kereta situ pemakaman api. dan Jakarta juga memainkan mengantisipasi sistem tahun Daerah dan perkembangan pasar 2020. waduk. bandara. ruang an bagi keselarasan. wadah kegiatan harus pembangunan dilakukan mang ruang ekonomi serasi. dan budaya dan dan maka pemanfaatan serta adalah berkelanjutan. hutan binaan pertani¬ kota. binaan dari Kawasan an.

seluas-luasnya niasyarakai diberikan berperan kepada serta yang dan untuk pengembangannya Pemerintah tanah melalui prinsip kemitraan Daerah campuran. terpadu dan Penataan menyeluruh aspek daya Dalam ruang mencakup modal. tertib kebutuhan ruang pemanfaatan kan secara Penataan sehmgga serta diselenggara^ proses dan memenuhi konsisten. tampung daya dan lingkungan geopolitik.LD Tahi ^99 N o . hidup pertimbangan dukung dan waktu. suatu adanya yang mempertimbangkan tata ruang ruang persepsi serta aspek waJctu. masyarakat golongan Yang yakni secara kepentingan adil lemah. prosedur yang berlaku . dengan pemerintah memperhatikan ekonomi dimaksud ruang dengan dianalisis terpadu dan adalah bahwa menjadi penataan satu ruang dirumuskan kegiatan kesatuan baik oleh dari berbagai pemanfaatan pemerintah dilakukan maupun secara lain masyarakat. perencanaan aspek memperhatik: an lingkup yang wilayah prakiraan. panduan rancang dimaksud penataan dengan ruang semua dapat kepentingan menjamin adalah seluruh dan kepentingan. Pengembangan diprakarsai Kesempatan pihak dalam dengan swasta oleh kawasan prioritas didorong dan Pemerintah. direncanakan. ekologi kota keseluruhan. Cukup Yang bahwa jelas.d 43 Cukup jelas. Penataan kota.d 52 Cukup jelas. ditujukan berbagai sebagai fasihtas pendukung angka 21 Penetapan kan dan untuk melestari¬ yang mengembangkan meningkatkan terbuka kegiatan berorientasi kawasan ruang kualitas dan badan lingkungan air untuk hijau kepentingan a n g k a 22 angka 44 s. dengan mengutamakan ruangn^'a penggunaan diatur melalui angka Pasal Pasal 2 3 45 s. antara optimasi. 23 113 dengan bangunan fungsi kawasan sangat hijau ini terbatas dimaksud. berbagai mengungkapkan <lan mjuan kemginan mang.

c Cukup Cukup Cukup Sebagai sebagai memiliki lain b a i k lingkungan Undang-undang Perkembangan Keluarga jelas. huruf huruf Termasuk tampung alam. jelas.d. dengan mteraksi di daerah-daerah dalam maupun luar n e g e r i . ruang dan dapat seimbang menjamin dan ruang terwujudnya keselarasan.LD Tahun 1999 N o . penataan keserasian.d 5 a b Cukup Cukup menjamin fisik dan non pembangunan fisik serta memper¬ budaya. dimaksud adalah dengan berdaya guna dan berhasil mewujud¬ dan bahwa ruang penataan yang ruang dapat sesuai dengan potensi fungsi Yang dengan bahwa serasi. dalam dengan kepentingan berbudaya antar generasi. antar keseimbangan bagi struktur persebaran dan penduduk antar antar pertumbuhan daerah Wawasan Yang bahwa serta perkembangan sektor sektor. jelas. jelas. satu antara daiam kesatuan Nusantara. dan pola selaras. bahwa yang adalah penataan seimbang hatikan Pasal Pasal 4 6 s. . dimaksud penataan daya dengan ruang dukung berkelanjutan menjamin sumber adalah kelestarian daya alam kemampuan dengan Yang memperhatikan dimaksud ruang antara aspek jelas. negara yang sekaligus berfungsi Jakarta berskala yang kuat ke internasional. ibukota kota jasa sebagaimana 10 dimaksud 1992 Pemba¬ Nomor tahun dan Kependudukan Sejahtera. pengertian hidup daya dukung daya dan daya lingkungan tampung adalah dukung dan daya daya lingkungan sosial binaan. pemanfaatan wilayah. 23 114 Yang guna kan dimaksud adalah kualitas ruang. tampung dalam tentang ngunan huruf huruf Pasal 7 huruf huruf c d a d s.

d. kawasan terutama sekitarnya permukiman. adalah luas termasuk Ibukota Daerah minibus api. sektor program perlu kota dikembangkan baik di tingkat dan internasional. tipologi kawasan dan yang terdiri dari Penggolongan tipologi ciri mantap. menentukan akan hujan huruf huruf g h Cukup terjadi besarnya pada daerah limpahan/aliran tersebut dengan intensitas tertentu. tangkapan dengan air suatu daerah yang air peren¬ akan yang besaran tertentu. jelas. unggulan terutama Untuk unggulan sistem regional. jelas. jelas. fungsi Sektor di ruang Daerah sebagai unggulan daratan Khusus Pusat Ibukota Kegiatan Jakarta industri. sektor Kepulauan Seribu dan sekitarnya pariwisata. dimaksud angkutan dalam tercakup dengan umum jumlah Angkutan yang besar. Umum Massal dapat yang mengangkut beroperasi daa berfre¬ Utama penumpang secara kuensi adalah sedang angkutan kereta huruf f Lokasi canaan cepat. k a w a s a n dapat diklasifikasikan . sistem nasional. peralihan dinamis. Sedangkan dan pariwisata. sistem regional. prasarana inter¬ dan pengertian tersebut kota. Modal umum Angkutan yang berkapasitas dalam Jakarta pola seperti yang Khusus dan bus. mengemban (PKN). d Cukup Cukup Yang adalah perikanan pelaksanaan maka dan sarana pertambangan. jenis dan di sedangkan angkutan besar. mendukung dimaksud prasarana nasional Dalam nasional sarana Pasal Pasal 8 9 huruf huaif a e s. nyaman.LD T a h u n ] )No. sebagai rnenurut berikut . perdagangan kawasan dan j a s a . 23 115- Di dalam Rencana Tata Ruang Jakarta Nasional dan Wilayah Nasional. terjadwal tinggi. aman.

dan terjadi dengan kota. menumt perkembangannya. lingkungan. bila tetapi sudah dengan sebagian masih terbangun sebagian belum terbangun menurun. menurut sudah peralihan perkembangannya terbangun secara dan kawasan sebagian belum sebagian kondisinya yang terbangun. ini. 2 3 -116- 1. hasil tidak pembahan mempakan cukup dan umumnya perencanaan kawasan kota matang. masih dan cukup pada umum maupun bagian Pada yang kondisinya yang fungsi cendemng kawasan beberapa cepat.J) Tahun 1999 N o . ini. sarana sehingga perencanaan Terhadap pengelolaan pemugaran dengan prasarana kawasan kawasan dan/atau sangat memadai. 4. dengan tipologi dilakukan mantap melalui program pemeliharaan bersifat pembahan 2. umum menurun pembahan penyediaan Pengelolaan dilakukan dan fungsi kurang dan diimbangi sarana seperti prasarana terhadap kawasan melalui program dengan perbaikan lingkungan bersifat peremajaan. perencanaan lleksibel. Tipologi ini dilakukan dan lingkungan bersifat pemugaran. Tipologi kawasan umum mantap ini sudah . atau tidak perencanaan peluang memberi peralihan menuju kawasan kondisi lagi mantap ini fisik . menumt sudah perkembangannya. namun Pengelolaan melalui kondisinya terhadap program dengan cenderung kawasan perbaikan perencanaan 3. berkembang ini dengan umumnya kawasan mempakan kawasan . fleksibel. fisiknya dan dan secara banyak ini yang terbangun masih Pada dari baik kondisinya fungsi. perkembangannya terbangun baik. Tipologi rigid . Tipologi kawasan pula duiamis ini . terbangun Secara baik dan ada sebagian belum ada yang bumk yang terbangun. menumt sudah relatif atau. menuju dinamis ini lagi .

Kawasan b. pembangunan fleksibel . Perindus¬ Pengembangan Pertanian. Arahan Kawasan c. jelas. diprioritaskan intensitas niang. Pusat P a r i w i s a t a dan Pengembangan dan permukim¬ an p e r d e s a a n e. 2. memperhatikan daya manusia dengan daya sumber buatan. sehingga kurang peren¬ sarana ini memadai. . melalui dengan Pengelolaan peremajaan kawasan dan/atau dilakukan baru. Pengelolaan Perkotaan dan Pengelolaan Tingkat I Kawasan Lindung Kawasan Kawasan Kawasan Perdesaan. Kawasan sistem lainnya. Kehutanan trian. Tertentu. serta Sumber keter¬ dan lainya. Permukiman. dalam Undang-Undang Ruang Nomor 4 tahun 1992 tentang Penataan ditetapkan baliwa berisi Rencana : dan Tata R u a n g W i l a y a h P r o p i n s i Arahan a. kondisi kota Jakarta arahan maka Rencana hijau. pengelolaan f. Sesuai Tata dengan Ruang Wilayah meliputi kawasan sistem dan kawasan kawasan sistem kawasan permukiman. g lingkungan. wilayah. p e r e n c a n a a n bersifat Pasal Pasal 10 12 s. Arahan Budidaya. Arahan ritaskan. Arahan Pertambangan. ekonomi prasarana prospekuf. sistem prasarana pengairan Prasarana transportasi. d.d 11 a y a l (1) d a n (2) ayat 3 Cukup Cukup Di jelas. kawasan yang diprio¬ pengembangan Arahan Guna Daya paduan sumber Kebijaksanaan Tata Guna Tata Guna Tata Tanah Guna . Alam Udara. pusat kegiatan. dan prasarana Pengembangan yang meliputi energi.1 117- kurang canaan terencana prasarana dengan dan baik. Tata Air.LD Tahun No. Arahan Wilayah perkotaan. telekomunikasi.

pengaman tinggi. ruang Atas Pusal dasar persebaran dapal penduduk direncanakan Jakarta menampung dapat (10. dengan berbentuk jalur adalah areal areal fungsi berbentuk memanjang yang dapat sesuai mempakan tanaman fungsinya pengaman kereta dan api. olah kota.6%).2 j u t a (17. bermain.8%). RTH umum tanaman hutan 3.35 juta pemanfaatan tersebut. sebagai peng¬ yang berupa dengan sungai.LD T a h u n 1999 N o . berbentuk mempakan dan areal dengan fungsi sebagai yang terdiri fasilitas berupa dari areal penghijauan yang atau taman pepohonan kota. penghijauan dan terdiri atau rumput yang pepohonan : dari pengaman pantai. penduduk berdasarkan Jakarta : Jakarta dan Tahun 2010 di¬ Persebaran rencanakan a) Perkembangan Botabek 15 Kependudukan tahun terakhir per k e c a m a t a n mang yang ditetapkan b) Rencana dalam pemanfaatan 2005.6%). pengaman bandara. pung dapat Timur Utara direncanakan Jakarta juta jiwa Barat menam- 2.2 j u t a j i w a (25. taman dan hngkungan/tempat pemakaman. 2. Jakarta 1. pengaman jalan listrik pengaman tegangan .4%) Jakarta Selatan direncanakan menampung Pasal 14 ayal (1) d a n (2) ayat (3) h u r u f a Cukup jelas. waduk/sim.6%). ayat (3) huruf b RTH aman lapangan raga. tampung lingkungan e) Kebijakan bangan persebaran penduduk yang guna ingin keseim¬ dicapai. RUTR c) Perkembangan fungsinya pemanfaatan ruang menurut d) Daya hidup dukung hingga dan tahun daya 2010.8 j u t a j i w a dapat (22.95 direncanakan Jakana menampung direncanakan dan (23. pengaman tol. 23 118 ayat (4) Pasal 13 d a n (5) Cukup Jelas. dapat menampung 2.

pengaman fungsi khusus dan 723 seluas Milik (Pelabuhan Besar Halim Perdanakusuma seluas menjadi di ± Vlarkas Cilangkap) tahun 2010 Ha d i r e n c a n a k a n ± 2. Luas areal RTH direncanakan seluas ± menjadi binaan eksisting yang ± dikelola 3. umum/ sosial direncanakan seluas dalam dari sampai Ha. fasilitas perluasan ± 2.538 mang Penjaringan ±17 1 hijau ±170 Ha dan di seluas terbuka binaan hutan eksisting kota. 23 119- ayat (3) h u r u f c RTH areal milik berbentuk yang hijau budidaya untuk hukum. di darat kota.94% diarahkan atau ruang terbuka Ha seluas ± 9.LD Tahun No. hijau sebesar areal yang ayat (4) - Prosentase 13. seluas Ha.Luas mang terbuka seluas seluas lindung lindung. pertanian budidaya atau adalah pertanian difungsikan badan perorangan. sebagai 1.A57 sebagai Ha y a n g tahun budidaya pertanian akan seluas keberadaannya 2010. sebagai Ha sampai termasuk Luas penghijauan binaan pulau sampai Daerah yang 51 2010 RTH eksisting seluas tahun ± dikelola Ha.544 adalah dan diperuntukkan lindung binaan hijau hutan bagi ± ± pengembangan 340 9.818 Jalan. penghijauan perluasan 190 Ha. tahun menjadi hijau RTH tennasuk hijau 43 Ha. Ha ruang private dan terbuka dan persil sebagai ± 179 peremajaan taman Luas jalur dan Udara TNI di ± RTH dari refungsionalisasi binaan eksisting yang dikelola jalan tol. luas pemerintah. eksisting cagar dikelola sebagian hutan wisata di daratan pulau . yang alam. dan m a n g t e r b u k a hijau r u a n g t e r b u k a hijau . dipertahankan sampai . sebagai sungai pengaman RTH tegangan tinggi.Luas yang taman raga. olah dikelola sebagai taman lapangan lingkungan.204 Ha Ha. dan tempat bermain.852 2010 pemakaman seluas ± fasilitas Ha.

ayat (2) Cukup jelas. 23 -12 0 ayat Pasal 15 (5) Cukup Cukup jelas jelas. sejenis. fasilitas permukhnan kebutuhan berdasarkan umum/fasilitas dilakukan penduduk jumlah sosial pada memper¬ kawasan Untuk ayat (1) d a n (2) ayat (3) Penetapan kawasan hitungkan tersebut itu dengan pada penduduknya. ayat Pasa! 17 ayat (5) (1) Cukup Pusat ruang dengan lain jasa. Lampiran P e r d a ini.LD Tahun 1999 N o . Cukup Cukup Cukup s. perkantoran. jelas. kegiatan kota yang adalah berupa yang unsur pembenmk yang suukmr luas antara kawasan bersifat cukup fungsi kegiatan mulii pusal pemerintahan. secara pusat pennukiman terbatas. jelas. sosial yang fasilitas umum/fasilitas kebutuhan Daerah digunakan sebagaimana jumlah dasar fasilitas 4. jelas. Peraturan setiap unit Adapun sebagai rumah/keluarga penetapan umum/fasilitas unmk ayat (4) Rincian jenis setiap perhitungan sosial unit kebutuhan rata-rata ditetapkan mmah/keluarga. sarana lingkungan sosial dan standar sesuai dengan kebutuhan fasihtas umum/fasilitas penduduk dilihat di pada dan berdasarkan pada sosial besaran kawasan dan ayal Pasal 16 (5) s. dan perdagangan. b Industri ayat (1) ayal (4) huruf a huruf c perakitan ringan yang produk terurai dunaksud industri meliputi mainan adalah yang perakitan diterima alat barang-barang dalam keadaan perakitan anak-anak. .5 jiwa sebagai Lampiran jiwa pada standar ditetapkan ini.d. pelayanan. olahraga. lain-lain y a n g komputer.d (3) jumlah itu dapat umum jenisnya fasilitas fasihtas jelas. dan kedokteran.

M. Cukup jelas. fasilitas pusal kegiatan dengan dan sosial skala p e l a y a n a n internasional. oleh j a l a n Timur. minimal Yang adalah atau Untuk tmgkat ayat ayat (4) (5) huruf a regional. Pusat Kegiatan skaja wilayah fasilitas Penunjang lokal dimaksud pusat Sistem kegiatan tingkat umum dengan bagian dan pelayanan maksunal fasilitas kotamadya. ini civic dan center pusat mengandung pemerintahan yang nasional daerah tempat kegiatan museum dibatasi Merdeka Medan ditetapkan dengan secara bersifat u m u m yaitu gallery Medan Medan Barat. nasional. nasional umum/fasilitas pelayanan tingkat Kotamadya. serta tempat masih Kebayoran selain masih menampung asing negara bertahap diarahkan Jalan Said kawasan Gatot Jalan antara Jalan dan Sudirman. olahraga pelayanan Kawasan sebagai gelanggang pusat Senayan difungsikan dan olahraga tingkat nasional internasional. Merdeka maka nasional. Selatan ini Medan dan peraturan yang tidak pemanfaatan tata ruang sesuai Merdeka rencana bertahap huruf b Untuk an kawasan Medan akan ditata kembali. Kawasan yang Medan Merdeka kegiaian dan : merupakan sosial budaya serta ibadah. Jalan perkantoran perwakil¬ ke Jend. di di kawasan unmk sedangkan lokasi perkantoran terseb ut ada sekarang. perwakilan Khusus negara Menteng kegiatan untuk asing dan kediaman ditetapkan Baru. . Thamrin.R. Merdeka Merdeka Sejak ruang Kawasan Utara. H. kegiatan secara Jend. Rasuna Subroto. 23 121 ayal (3) Pusal Kegiatan Utama tingkat Untuk adalah kota.LO T a h u n I' jNo. H. dengan skala yang pada ditetapkan lokasi yang diperkenankan huruf c Pusat rekreasi dimaksud sesuai fungsi pengembangannya tingkat huruf d propinsi dan mempunyai nasional. sosial minimal kecamatan.

lebih tinggi System diberlakukanya Proyeksi 38 pelayanan pada air bersih 2010 ditingkatkan yang dihitung menjadi berdaper m3/dtk tahun sarkan kebumhan domestik/mmah dengan tangga o r a n g per hari ditambah proyeksi kebutuh- . . jelas. huruf f Pusal kesenian dan yang dimaksud pertunjukan yang merupakan tingkat pusat kesenian huruf g Pusat tempat regional gedung propinsi. 23 -122- huruf e Pusat kesehatan yang dimaksud dan merupakan mjukan pusat dari pelayanan rumah sakit kesehatan di merupakan dengan bawahnya pelayanan tingkat propinsi. Pasal Pasal 18 19 ayal (1) s. . dalam rangka Cara-cara pembatasan pada dapat diterapkan pribadi yang sangat tergantung antara lain kondisi tepat y a n g dilakukan pengaturan dan biaya perparkiran. izin tahunan "Area diberlakukannya yang Licensing ayat (7) Pasal 20 ayat ayat (1) (2) s.d (4) ayat (5) Cukup Cukup Secara umum . . jelas. ayat (6) jelas. sarana angkutan a n g k u t a n bis a n g k u t a n bis angkutan besar hanya pada jalan sedang hanya pada jalan hanya pada jalan lalu lintas kolektor lokal.LD Tahun 1999 No. mempakan tingkat fasilitas distribusi distribusi dan barang jenis dimaksud barang propinsi tertentu dengan tingkat penunjangnya. mikrolet Kebijakan dimaksudkan angkutan juga sistem pembatasan untuk tidak para hanya pemakai tetapi mendorong ke pribadi beralih angkutan agar dapat umum untuk mengarahkan umum akan lintas situasi melalui perpajakan maupun yang disediakan angkutan yang lalu dan memadai.d 1) Cukup Cukup jelas. bertahap akan diatur lintasan sebagai operasi berikut : arteri .

mengop¬ hams oleh pembuangan dan sampah diduKung meningkatkan efisiensi pemanfaatan pengelolaan tepat guna. lahan yang menyalurkan wilayah pertani¬ Laul terutama Selatan. Kondisi 1999 menjadi mencapai ayat Pasal 21 (3) dan (2) Cukup Cukup eksisting adalah 17. huruf b Saluran berfungsi an dan Pasal Pasai 23 24 ayat (1) dan ayat (3) (2) irigasi untuk adalah saluran air air permukaan ke Laut. industri dan pelabuhan. jelas. jelas. dan d (8) Cukup Cukup jelas. pada Barat Timur Cukup Cukup Pengelolaan tangga sampah dari sumber. jelas. prasarana yang Pembakaran lama dilarang sampah melalui secara individu sudah sejak Kepala Keputusan Gubernur . sementara Untuk timalkan diupayakan teknologi lebih penampungan akhir. baik dari rumah secara maupun dari sampai instansional sumber ke ke lokasi ditangani lokasi berjenjang.LD Tahun 1 No. sungai adalah upaya yang dilakukan badan a y a t (i) ayat (3) huruf a Normalisasi terhadap sungai dengan sungainya.13 pada produksi m3/dtk tahun 2010. m3/dtk meningkat 2000 dan m3/dtk pada tahun jelas. perdagangan. jasa. badan sesuai masih sungai dengan sehingga debit air kapasitas yang pola diinginkan alamiali memperiahankau huruf b s. 23 -123- an perkantoran. pada tahun sebesar.d. jelas. besar Jakarta kebutuhan dipenuhi dari dan air dari di hasil Daerah Khusus air a y a t (4) Pasal 22 huruf a Sebagian Ibukota baku Kanal pengolahan Jatiluhur yang Tamm berasal Barat waduk sebagian melalui sungai kecil dari Cisadane.68 38 kemampuan 16.

pembuangan lokasi temtama dekat mengamankan disediakan sementara memenuhi mengganggu keselamatan Cibinong. dan penampungan lokasinya kriteria hidup. dimaksud pelayanan yang telekomunikasi kualitas tinggi. kerja. Pasal Pasal 25 26 Cukup Fasilitas nya jelas. penanganan beberapa yang kriteria. sehingga kegiatan membentuk ekonomi pola . Teknologi incenerator yang dimanfaatkan adalah incenerator gas udara dalam menghasilkan ketenman sebagaimana Kepala ayai(4) Lokasi beracun oleh hasilkan khusus tersebut diatur limbah Daerah emisi/limbah mutu sesuai yang Surat baku ditetapkan Khusus Ibukota Jakarta. bahan yang yang di berbahaya dikelola meng¬ Daerah limbah lebih sumber perlu harus tidak kriteria arteri menuju pembuangan (83) limbah Ibukota ke dalam sampai terletak swasta. berlangsung k e c e p a t a n dan Pasal 27 a y a t (1) h u r u f a Cukup Yang adalah kawasan jelas. sysiem) Penimbunan juga tidak (dumping Cara p e n a n g a n a n tempat Dalam yang dilakukan adalah hingga saat ini di pembuangan rangka akhir sanitary landllll.LD Tahun 1999 No. Khusus secara Ibukota terbuka Jakarta. 23 -124- Daerah sampah dilakukan. P a s a l 28 dimaksud dengan pola lokasi sifat lingkungan atau segi dan yang pengelompokan yanA memiliki lingkungan dkinjau dari kesamaan kependudukan. meningkatkan perlu efisiensi pemanfaatan lanjuti cara yang mampu dengan diijinkan Keputusan prasarana pemanfaatan pembakaran akan sampah segera incenerator ditindak sebagai teknologi sampah. akhir di limbah Cibinong kegiatan dan wajib pihak Berbagai berbahaya Jakarta ketetapan cara ke tempat beracun yang di membuang Untuk lokasi akhir lokasi dimaksud pelaksanaannya tersendiri. pemilihan lingkungan ke j a l a n telekomunikasi adalah 24 jam ketepatan yang dengan akses terjamin keandalan¬ suara. nilai tanah bangunan.

. ini. dan j u m l a h dapat dukung dan daya besaran dan beberapa kelayakan penduduk dan variabel investasi. tenaga ditampung. dan daya Berdasarkan tampung Koefisien ini. huruf huruf b c Cukup Dalam atau KLB jelas. dukung indikator tampung suatu kemampuan menampung dukung mendukung Penetapan dipengaruhi infrastmkmr. yainj dan Tabei nilai KTB 03. Gambar 38 sebagaimana 35.LD T a h u n 199'. lingkungan dan nilai KLB ukuran KDB. yang daya ruang di pada 37. Gambar Daerah Gambar Lampiran yang Peramran sudah Terhadap perizinan boleh renovasi tidak bangunan sebelum berdiri dengan ini penetapan Peraturan dan yang dapat Daerah tetap sesuai dilaksanakan dengan struktur dengan melekat izin melakukan selama masa memiliki dan atau merubah utama tetap bangunannya denda dimiliki. intensitas Ketinggian sebagaimana dan Daya kan Tabel ruang Bangunan. ditetapkan Tabel 04. pertimbangan intensitas dijabarkan tiap Gambar dan menjadi Lantai Bangunan kotamadya 34. kawasan kawasan fungsi daya yaitu arsitektur kerja formal merupa¬ untuk ruang. Gambar II tercantum 36. 23 -125- digolongkan Padat dan dalam Daerah Tidak sifat Padat.' tercantum 05 pada L a m p i r a n I dan daya P e r a t u r a n D a e r a h ini. Daerah Kurang Daerah pola Padat. yang melunasi dalam kewajiban yang di perizinan penetapan kawasan mempakan besaran ruang di tiap lokasi dan nilai berdasarkan komponen mang fungsi awal tertentu. Berdasarkan yang ditetapkan pada setiap lainnya KDH pada lokasi/kawasan. dapat luas yang meng¬ lantai gambarkan bangunan) untuk yang besaran yang (seluruh dan direncanakan dapat digunakan lainnya penetapan terdapat pada komponen-komponen tabel intensitas ruang. tampung kondisi kota.

800 Kemayoran Sawah Gambir daya formal dukung tahun dan 2010 Besar daya untuk Kotamadya yang dapat sebesar Pusat.Kecamatan . jelas.000 kecamatan P a s a l 30 Persebaran Jakarta jiwa Pusat taliun mempakan : penjumlahan penduduk sebagai berikut .Kecamatan . sentase. nilai dalam ketinggian KDH dalam bangunan lapis/lantai. dan huruf ayat Pasal 29 huruf a e (2) dan (3) nilai minimal KTB dalam prosentase.600 452.300 137.600 jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa tampung Menteng Senen Cempaka Johar Baru Putih 118. penduduk pada di Wilayah 2010 sebesar Kotamadya 1.000 j i w a huruf b Persebaran Jakarta jiwa Utara penduduk pada di Wilayah 2010 sebesar Kotamadya 2. tenaga kerja formal ditampung termasuk .800. jelas.Kecamatan . 23 -126- ayat (1) huruf d Besaran akan nilai diperoleh pada dalam dari suatu nilai maksimal nilai komponen tabel lokasi maksimal intensitas nilai atau mang KLB setelah dan KDB ditetapkan kawasan prodalam masing-masing.600 159.Kecamatan Berdasarkan tenaga Jakarta kerja Tanah Abang 246.000 kecamatan tahun merupakan : penjumlahan penduduk sebagai berikut Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Penjaringan Pademangan Tanjung Koja Kelapa Gading Priok 440.Kecamatan .600 430. 1.800 119. tenaga kerja penglaju.200.000 208.Kecamatan .Kecamatan . maksimal prosentase.500 143.LD Tahun 1999 N o .350.Kecamatan .400 288.400 jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa .700 296.000 136. Cukup Cukup Cukup jelas.

Kecamatan .K e c a m a t a n Grogol P e t a m b u r a n .Kecamatan Palmerah .900 jiwa Pesanggrahan K e c a m a t a n Pasar Kecamatan Jagakarsa Kecamatan Mampang Kecamatan Kecamatan Pancoran Kebayoran : 239.900 jiwa 211.Kecamatan K e b o n Jeruk Kembangan Cengkareng Kalideres : : 490.700 jiwa daya untuk tampung Kotamadya yang dapat sebesar dan formal tenaga ditampung termasuk penglaju.Kecamatan .000 j i w a huruf d Persebaran jiwa penduduk Wilayah 2010 sebesar penduduk Kotamadya 3.00 j i w a huruf c Persebaran Jakarta jiwa Barat Wilayah 2010 sebesar penduduk Kotamadya 2.700 jiwa 402.700 jiwa 294. 23 -12 7- . .200 jiwa 365.900 jiwa daya untuk tampung Kotamadya yang dapat sebesar tenaga formal ditampung termasuk kerja penglaju.100 jiwa 222.800 jiwa 295. 100 j i w a .9 00 j i w a 376.000 jiwa 100 j i w a : 444. : : 435. .200. 1.000 kecamatan tahun merupakan penjumlahan sebagai b e r i k u t .300 jiwa 333.800 jiwa 293.000 jiwa 29 5.000 jiwa 31. di daya formal dukung tahun tenaga kerja 2010 : : : dan 3 18.K e c a m a t a n T a m a n Sari Berdasarkan tenaga Jakarta kerja Barat.Kecamatan .950.600 jiwa 283. 1.Kecamatan Tambora .000 jiwa 389.IJ ) T a h u : ?9 N o .000 kecamatan Jakarta Selatan merupakan pada tahun penjumlahan sebagai b e r i k u t : Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kebayoran Cilandak Minggu Prapatan Bam Lama : : : : : : : : : 458.OOO j i w a K e c a m a t a n Setia Budi K e c a m a t a n Tebet . penduduk pada : di daya formal dukung tahun tenaga kerja 2010 kerja : : 340.400.800.Kecamatan Cihncing K e c a m a t a n K e p u l a u a n Seribu Berdasarkan tenaga Jakarta kerja Utara.

800.Kecamatan . tenaga formal yang termasuk tenaga kerja p e n g l a j u . 23 128- Berdasarkan tenaga kerja Jakarta ditampung daya formal dukung tahun kerja dan 2010 daya untuk tampung Kotamadya dapal sebesar Selatan.Kecamatan .Kecamatan . tenaga kerja formal termasuk tenaga . huruf a b u t i r Ib Pertumbuhan pesat sejak 1965-1985 perumahan.Kecamatan .Kecamatan .600.600. kerja penglaju. 1.600 j i w a 162.Kecamatan . .Kecamatan B e r d a s a r k a n Pasar Rebo 130. . rangka penunahan kawasan-kawasan mengakibatkan pada pelaksanaan program perbaikan Peme- l i n g k u n g a n dan p e m b a n g u n a n r u m a h susun.Kecamatan .800 j i w a 489.000 jiwa 3 02.LD Tahun 1999 No.300 j i w a 203.000 jiwa 214.500 j i w a 196.Kecamatan .000 j i w a Pasal 31 Pasal 32 Cukup j e l a s .Kecamatan . Daerah siap bangun penduduk pelaksanaan berakibat Terbatasnya penyediaan dan relatif kota pada Jakarta yang Induk sangat Jakarta lahan yang Rencana penyediaan pemmahan kemampuan lahan untuk kumuh rendahnya Pemerintah kemampuan membiayai terbenbeberapa dalam finansial m a s y a k a r a t pembangunan tuknya bagian Dalam kota.100 jiwa Ciracas Cipayung K r a m a t Jati Jatinegara Duren Sawit Matraman Pulo Gadung Makasar Cakung d a y a d u k u n g dan 2010 daya untuk tampung Kotamadya yang dapat sebesar tenaga kerja Jakarta ditampung formal tahun Timur.000 penduduk Timur pada tahun merupakan akumulasi k e c a m a t a n sebagai b e r i k u t .100 jiwa 344.600 j i w a 438.000 jiwa 3 19.000 j i w a humf e Persebaran Jakarta jiwa penduduk di Wilayah 2010 : sebesar persebaran Kotamadya 2. 1.

limbah dan kepadatan pembuangan keadaan jalan. prosentase KLB. P a s a l 33 huruf huruf b a bulir 2. meliputi : kepadatan keadaan penduduk konstruksi. asli pulau dan atau khas vegetasi tetap kepulauan huruf c Pasal 34 s. dikembangkan .LD Tahui }9 N o . dilakukan pulau sisanya Kotamadya mempertahankan penetapan penghijauan.d. pembobotan telah terhadap dibakukan.0 t e r t e n t u dari r e n c a n a tata nilai KLB Lima tingkatan 1. air Kriteria k e k u m u h a n eksisting. KTB.a Cukup tata letak bangunan. dengan 5 (lima) ruang tingkatan auiu nilai KLB Yang dimaksud adalali lantai di telah 5 tingkatan besaran luas seluruli dibangun yang fungsi bangunan yang diperkenankan / daerah uatuk dalam perpetakan perencanaan berdasarkan ditetapkan batas-batasnya mang. kriteria Berdasarkan kekumuhan digolong¬ berat.Pengembangan diamr di dalam Jakarta dan Daerah 11 tahun Ibukota Penataan Pengelolaan Jakarta hijau luas sedangkan sarana alami Kepulauan Utara. ruang KB.d 37 (1) s.4 sampai dengan . 3 (tiga) kawasan kategori kumuh dalam dan yaitu kumuh sedang ringan. bersih. jelas. dipertahankan. P a s a l 38 ayal dimaksud angka dan dan dengan komponen dan intensitas KDB. ventilasi.6 • a n t a r a a n g k a 0. jelas. sampah. 23 129- rintah Daerah memprioritaskan secara peremaj aan kawas¬ an-kawasan metode yang kan kumuh bertahap. Nilai KLB sebagai berikut nilai : KLB rata-rata mempakaJi 1. adalah 1. pariwisata Peraturan Nomor di Kepulauan Daerah 1992 Seribu Khusus tentang Seribu Upaya melalui untuk dapat . c Cukup Cukup Yang adalah KDH jelas. bangunan.Selain itu 40% areal pariwisata.

Kepulauan kawasan inti ditetapkan sisik.0 merupakan dari 3.000 Keputusan Menteri Perubahan Seribu Daerah menjadi Zona habitat dan pada untuk kegiatan lingkungan Pulau-pulau Pulau yang tersebut Kehutanan Fungsi terletak diperbahami nomor Cagar di dengan kepumsan teniang 162/Kpts-11/95 Alam Laut Kepulauan Utara Ha Kotamadya Jakarta Laut seluas Jakarta Khusus Taman Ibukota Nasional ±108. KLB angka rata-rata lebih 2. kan zona pemanfaatan ditetapkan Nomor berdasar¬ 527/Kpts/ sekitar Khusus Cagar Keputusan Menteri Pertanian Um/7/1982 Kepulauan Ibukota Alam tentang Seribu di seluas Penunjukkan Teluk Jakarta Ha Perairan Daerah sebagai Jakarta Laut.0. KLB angka rata-raU lebih 3. KLB lebih b e s a r dari 5.0 merupakan dari 1. dalam Pulau zona mti adalah Barat. 108. Nilai 10. Batas-batas inti. Nilai antara 5. yang habitat untuk ekosistem menunjang ^perlindungan tercakup Rengat.5 nilai KLB dengan besar sampai 5. penyu perlmdimgan Kegiatan temmbu hutan zona mangrove. Nilai antara 3.000 Seribu.5.4 nilai KLB dengan besar sampai 4. pelindung. Nilai antara 2.LD Tahun 1999 No.4. Gosong Peteloran . jelas. Kepulauan dalam serta Laut Seribu terdiri Nasional di luar atas kawasan yang Kepuluan Taman zona Pasal 40 ayal(l) Wilayah termasuk Seribu Nasional Taman Laut kawasan zona kawasan tersebut. 23 130- 2.0 sampai maksimal ayat Pasal 39 (2) Cukup Cukup jelas. sebagai perlindungan karang. ini yang diperkenankan yang bertujuan serta hanyalah kegiatan dan perlindungan penelitin tersebut.0.6 nilai KLB dengan besar sampai 3. KLB angka rata-rata lebih 4.0 merupakan dari 2.

shelter. pantai. sional pemanfaatan pemanfaatan dan pariwisata alam secara dari sumberdaya perlindungan luar. kawasan gangguan masyarakat Khusus cagar terhadap alam pada pulau-pulau Zona yang peruntukaimya dan lebih zona ketat tidak olah pemanfaatan ketentuan temmbu yang penyangga agar msak. Pulau Pulau Yu tercakup Barat. ekosistem Camping fasilitas air pemanfaatan rekreasi MCK. berkanopi baru relatif besar penggunaan pemeliharaan hijau mang (lebih tanaman dan Pengembangan besar ruang dalam terbuka keras pembangunan untuk sebagai dimaksudkan t e r b u k a hijau meningkatkan pam-paru k:ota efektivitas (pengha- . Rengat. raga diberlakukan pulau dan ekologi karangnya aktifuas tidak kiarang. Pulau Pulau Penjaliran Kayu Barat. Timur. Sebaru Pulau Kecil. tangki-tangki sampah. Pelindung dengan Ground. penampungan yang Kelor Pulau Barat. Bira Pulau daii Angin Belanda. bersih tempat Zona Kelor Pulau Pulau-pulau adalah Pulau Lipan. Nyamplung Zona pemanfaatan dan zona unmk penyangga mempakan secara tradi¬ kawasan intensif.LDTahm ^9 N o . dan sebagai kawasan terbatas olah raga pelindung meliputi perahu. Sebam Pulau dan ayat (2) dalam Pulau Besar. Yu Pulau Timur. Pulau Bunder. meng¬ serta benda ground ganggu tidak lam yang ayat Pasal 41 (3) Cukup Cukup huruf a habitat temmbu mengambil sebagai tidak jelas jelas keras patahan-patahan dan kegiatan karang suvenir memsak camping vegetasi-pulau. 23 131 Peteloran Penja-liran Pulau Zona Timur. atau Kegiatan perairan dan wisata terbatas pantai adalah yang rekreasi ikan hias. ayat(l) ayat (2) Tanaman jenis yang berkanopi berdaun diameter dari 5 besar lebat dan adalah tumbuhan panjang daun pepohonan memiliki berusia tutupan lingkaran meter). Pelindung Timur.

LD

Tahun

1999 N o .

23

132

sil dan

oksigen), fungsi cocok

kehijauan

kota,

estetika Pepohonan sepanjang

lingkungan, berkanopi sisi sungai, gedung, di

sebagai

peneduh. di

besar

dikembangkan lapangan olah

sekeliling lapangan

raga,

halaman Unaik

parkir

dan

sebagainya.

peneduh yang yang

pinggir jalan, guguran memsak huruf b ayat(3) Pasal 42 ayat(l) ayat (6) s.d. (5) s.d. g Cukup Cukup Cukup

dipilih j e n i s rendah

pepohonan

tingkat tidak

daunnya

serta

perakaran

jalan/trotoar. jelas jelas jelas ke Undang-Undang Cagar Daerah Nomor 5 dan tahun 1992

Mengacu tentang Gubemur tentang Kebayoran golong

Benda Kepala

Budaya Khusus

Keputusan Jakarta dan ter¬ serta

Ibukota Menteng yang

Pemugaran Baru, maka memiliki harus fungsi

Kawasan kawasan nilai

telah budaya

mantap, khas

sejarah, dengan

arsitektur Pembahan

dikelola

cermat. ruang untuk

pemanfaatan seperti ini harus

kawasan-kawasan secara yang cagar P a s a l 43 avat (1) khusus berlaku budaya. yang

dikendalikan ketenman

dengan yang

berpedoman berkaitan

kepada

dengan

pengelolaan

Fasilitas

dibutuhkan yang mang

kawasan hams

perkantoran, berupa terbuka fasilitas jembatan pekerja berbagai bagian terpadu. dalam pasar

perdagangan kantin, untuk laiimya,

dan j a s a parkir,

disediakan mang dan

tempat umum, di

mnggu,

fasilitas dalam dan persil

peribadatan atau

gedung, bagi

penyeberangan setempat fasilitas integral ayat (2) maupun tersebut dari

sebagainya

pengunjung. hams

Penyediaan sebagai secara

dilakukan

pengembangan kawasan fasilitas menyaai dan

Kebutuhan ruang yang

perdagangan/pertokoan seperti mall, hams Golongan dari luas plaza,

swalayan, ruangan Kecil lantai

pertokoan usaha seluas bagi 10% yang

^menyediakan Usaha Skala

tempat (GUSK) tempat

keseluruhan Keseluruhan

usaha

dibangun.

LD

Tahu^

19 N o .

23

133

ruang

untuk

perdagangan sewa dan agar

dikelola usaha

sedemikian dapat

rupa

sehingga oleh GUSK kegiatan bangunan usaha bagi lain ayat ayat (3) (4) atau

harga

tempat

dijangkau oleh dengan

GUSK, diatur utama

barang/jasa dapat saling di

yang

dijual

melengkiapi

perdagangan

bangunan/komplek ruangan d i a h h k a n ke apapun. tempat lokasi

tersebut. GUSK diganti ini

Penyediaan tidak boleh bentuk

dengan

Cukup jelas Pada kawasan campuran perumahan : dan parkir dan bangunan

u m u m t e r b e n t u k pita, 1. Kebutuhan mang

dipersyaratkan untuk

manuver di dalam

kendaraan harus 2. Menyediakan secara m e n e r u s 3. Menanam perpetakan. Pada umum 1. kawasan berbenmk

disediakan untuk

perpetakan; pejalan kaki

ruang ;

fasilitas

pepohonan

untuk

peneduh

di

dalam

campuran

perumahan

dan

bangunan ; sarana dikelola dengan

superblok,

dipersyaratkan sosial areal dan yang

Fasilitas parkir yang

umum,

fasilitas di dalam

disediakan jenis ; Dasar dan

jumlahnya

disesuaikan

standar 2.

Koefisien mang

Hijau yang

diwujudkan mengandung

dengan tanaman

terbuka

hijau

pepohonan Besarnya suaikan setempat, 1. Pada 3 5% 2. Pada

pelindung. ruang kategori berikut padat, : ruang untuk ; ruang 50% untuk ; peru¬ perumalian untuk pola perumahan sifat dise¬

proporsi dengan sebagai kategori

lingkungan

dan b u k a n p e r u m a h a n 6 5 % kategori 50% kurang padat,

perumahan 3. Pada mahan Pola sifat

dan b u k a n p e m m a h ; a n tidak padat, ruang

kategori 65%

lontuk 3 5%.

dan

bukan

pemmahan

lingkungan Gubernur.

dimaksud

ditetapkan

dengan

Keputusan

LD

Tahun

1999 N o .

23

134-

ayal

(5)

Keputusan Ibukota Tindakan Kegiatan Pencemaran Jakarta memenuhi

Gubernur Nomor

Kepala 1893 Bagi

Daerah tahun 1991

Khusus tentang

Jakarta

Administratif yang

Perusahaan/Industri/ Kerusakan Khusus Cair dan Ibukota agar

Menimbulkan di Daerah

Lingkungan

Wajib Baku

Mengolah Mutu

Limbah

Limbah.

ayat(6) P a s a l 44 huruf a

Cukup Panduan

jelas Rancang dari bersifat kota Kota (PRK) disusun atas sebagai kawasanpusat-pusat tidak per yang

penjabaran kawasan kegiatan bersifat kawasan terpadu. dalam 1:500. tiga

RRTRW

Kecamatan dan

strategis sehingga atau

atau

pembangunannya per persil penataan Kota tetapi ruang

individual sehingga Panduan dimensi

diperoleh Rancang dalam

digambarkan dan atau

skala

1:1.000 Kota

Pedoman lanjutan

Pembangunan dari Panduan

(kawasan) Kota dan

merupakan yang antara

Rancang dari PRK

memuat lain

rencana berisikan

implementasi uraian

mengenai

pembagian sosial,

kewajiban dan an

pembangunan umum yang

prasarana,

fasilitas

fasilitas mang

berdasarkan

alokasi

pemanfaat¬ pemilik

diperoleh

masing-masing dan Kota dan

tanah, kawasan.

tahapan

pembangunan, Rancang (kawasan) dan menjadi

pengelolaan Pedoman dengan penetapan SIPPT.

Panduan Kota

Pembangunan keputusan kewajiban huruf b Pasal 45 s.d f

ditetapkan dasar

Gubernur pengembang

dalam

penerbitan

Cukup Cukup Lintasan

jelas jelas Fatmawati HI tanah sampai di Duri atas ~ Kota melalui jalur dengan mulai Blok M di

h u r u f a s.d b huruf c

Bundaran bawah Senayan dibangun Lintasan an

Harmoni {sub-way) dengan tanah

pembangunan dari

Bundaran selebihnya

Harmoni, (elevated) melalui jalur Besar -

Kemayoran Duri -

perbatas¬

Tangerang

Sawah

Kemayoran sebagian di kemungkin¬

sampai

perbatasan sebagian

Bekasi, di atas

dibangun tanah dan

permukaan, an

s e b a g i a n di

bawah

tanah.

Drain saluran dengan saluran Cengkareng pembanguaan Cakang 510 M3/detik. butir 5 dimaksudkan sebagai Peningkatan dilaksanakan atas prinsip yang dimaksud dengan kerjasama kesetaraan. 23 135 huruf d Pasal 46 huruf a s. dimaksud resapan air dengan dari perlindungan kemungkinan adalah terhadap pencemaran yang perusakan unmk lingkungan mencegah upaya-paya dilakukan seperti memenuhi domestik. tampuag prasarana 100 500 - Peningkatan pengendalian tahunan M3/detik. Tarif air bersih bagi harus terjangkau dan berkeadilan huruf huruf b c Cukup jelas. masyarakat.LD Tahun 9 No. sesungguhnya Pengisian dengan mempakan secara reservoir b e b e r a p a cara langsung. sungai Sunter penghubung kapasitas 220 M 3 / d e t i k . injeksi. pembangunan .d f Cukup jelas efisiensi manajemen berikut pengelolaan : adalah pihak dan dapat swasta saling air Meningkatkan bersih a. Reservoir penyimpanan dibedakan buatan. mengolah P a s a l 47 huruf a terjadinya yang pencemaran baik dan limbah terkendali. b. Cisadane peningkatan menjadi kapasitas banjir Banjir dan pada daya tingkat Barat banjir menjadi Ciliwung untuk Kanal pembangunan dengan daya sodetan 600 kapasitas tampung M3/detik. permukaan tertekan tanah.d h Cukup Yang daerah dan jelas. dilakukan metode buatan pada air atas dasarnya sebagai reservoir akifer baik akifer merupakan persediaan alami di bebas dan. bawah maupun reservoir buatan lain yang tempat dapat reservoir lapisan akifer bawah dapal melalui infiltrasi Cekungan tanah. membuat standar septictank untuk sampah dan mengolah hams pembuangan limbah industri lain-lain. antara pemasukan dan metode metode huruf d huruf i s. keadilan menguntungkan.

dialokasikan yang hijau Hal terbangun pengaman dimaksudkan melaksanakan program huruf P a s a l 52 Pasal 54 s.LD Tahun 1999 No.d h Cukup Lihat penjelasan Cukup s. ini SPBG di baru atas sungai unmk penambahan pemntukan jalur sebagainya. huruf b P a s a l 50 huruf a huruf d s. jelas. ayat (1) d a n ayat huruf (3) b huruf a pemantauan Jakarta letaknya kiaalitas yang dan debit diperdan utama sungai adalah wilayah yang lokasi-lokasi di terletak Botabek dengan lokasi-lokasi sungai-sungai .d 53 (2) e Cukup Cukup Cukup Cukup Lokasi air batasan jelas jelas jelas jelas penting pada "langit b u u " secara b e r t a h a p . jelas mempunyai terhadap huruf e huruf huruf Pasal 51 i j s.d e c Cukup Cukup jelas jelas (modul-modul) kapasitas incinerator menggunakan sehingga maran yaitu alat prinsip pembakar sampah yang pembakaran dampak sempurna pence¬ tidak udara.d s. dimaksud sistem ini (permodul) dan n o r m a l i s a s i P a s a l 49 dengan air dengan sistem limbah kapasitas sesuai modular yang kecil adalah per pengolahan dapal dibuat (terbatas).d e Cukup Cukup Yang suatu paket Sistem jelas. c Cukup SPBU Bahan SPBG Bahan Yang adalah tuaknya tanah dan jelas jelas adalah Bakar adalah Bakar Pasal 24 ayat (4) huruf a huruf d singkatan Umum singkatan Gas dengan SPBU dari Stasiun Penyalur dari Stasiun Penyalur dimaksud pada pembangunan SPBG yang telah taman. dimulainya kapasitas 13 pelaksanaan sungai utama. 23 136- penghubung kapasitas Banjir 135 Kanal sungai Timur Angke dengan - Cisadane 370 dengan M3/detik M3/detik. menambah yang diperluas dengan pakte-paket dibutuhkan. serta o p t i m a l i s a s i huruf Pasal 48 huruf a b s.d.

tranportasi. 23 137- setelah muara. pelaksanaan program udara yakni pengembangan kota dan pengendalian pencemar kualitas bergerak sumber-sumber bermotor yakni dan dan sumber-sumber bangunan sampali pencemar umum. memperhati¬ Penurunan penurunan komponen dan populasi terdapat dalam juga udara untuk nikasi. Pantai Oleh pulau dengan ayal (2) huruf a karena tempat cermat.LD Tahu 99 No. mencegah lingkungan program penghijauan terhadap kendaraan tidak rumah perlu ditingkatkan hutan kota. atas penyediaan transmisi tanah. pembakaran yang gas-gas bahan yang dengan memenuhi hasil proses C02. serta Pulau dari burung mengakibatkan vegetasi pulau-pulau Dua kecil. penting telekomu¬ bangunan pandang. Jakarta negara memanfaatkan udara perlu sebagai bumng tempat dari mencari kawasan pemanfaatan migrasi jalur-jalur terbang tersebut Pembangunan manfaat kerugian penurunan gulangi dan bagi kota Jakarta selam juga membawa menimbulkan kepada menang¬ kualitas masyarakatnya yang lingkungan kesehatan sekaligus tersebut berakibat Untuk penurunan masyarakat. untuk ke dikelola pantai merupakan lain juga mang persinggahan musiman. atas udara penataan nilai koridor mang. tidak gas akibat gas bergerak tangga industri. ayal Pasal Pasal 55 56 ayal (1) (4) dan (5) Cukup Cukup Di pertemuan beberapa sungai atau sebelum jelas jelas kegiatan memiliki listrik. bakar ketentuan adalah dimaksud yang bakar terbentuk khususnya pembakaran . tempat secara makan. yang penatagunaan sangat tinggi. kawasan Pulau kualitas lingkungan pengendalian udara kesehatan lainnya pantai dan burung Populasi itu Sebagai hutan Rambut akan kualitas masyarakat terutama kota pantai. air d a n r u a n g juga hams udara. dan di Jakarta bangunan bangunan ruang Pemanfaatan kan derajat bumng.

tanah merupakan Pemanfaatan dengan tata bagian mang mang dan ruang Rencana Tata Ruang. Lantai di pengembangan antaranya dan bentang dengan Tinggi susun. berkesesuaian menjaga Mengingat demi geohidrologi prasarana baik y a n g keterkaitan stabilitas s6rta tuiggi kawasan pemanfaatan geologi di pengaturan individu tersebut. alam . udara frekuensi sellular dan lokasi penggunaan radio. 23 138 huruf b Penatagunaan beberapa an yaitu antara : udara secara yang khusus mengandung persinggung¬ dengan tanah kebijakan menyangkut ruang udara pemanfaatan . transmisi tinggi.Mengoptimalkan (skyline) Koefisien kota. huruf d huruf h s. dan distribusi tenaga .Pengamran jalur listrik huruf c tegangan Pemanfaatan antara batasan ditetapkan laui microwave ruang untuk dan untuk dengan telekomunikasi gelombang yang memperhatikan bangunan radio.Menjaga dan lokasi zona pengamanan udara dari lintas penerbangan pem¬ bandar yang kemungkinan dengan bangunan tidak relevan fungsinya. jelas ruang hams bawah manfaatnya masyarakat Pasal 57 ayat (1) d a n ayal (5) (4) Pengaturan dari bawah muka ruang tanah tanah. ruang pada ketinggian' tersebut. elektromagnetik.Pengaturan frekuensi dan/atau koridor-koridor microwave.LD Tahun 1999 No. kawasan buatan kan Cukup berkaitan kawasan maupun perlu perencanaannya orientasi diupaya¬ terciptanya pembentukan Nasional) Monumen keberadaannya banyak.d g Cukup jelas panduan bangunan mang Untuk berupa untuk baik (contoh rancang sangat udara itu unsur dan yang suatu alam kota dan penataan dengan yang unsur bagi Penyusunan tata letak pemanfaatan ditujukan berkualitas. dan mengatur Bangunan Bangunan termasuk jalan-layang . kontmuitas keterkaitan bawah bangunan tanah m e n y a n g k u t hak .

Setelali mendukung dan pusat pemerin¬ keolahrdgaan berlakunya yang sebagai tidak rekreasi.d 63 a Cukup Cukup bawah jalan/gunung. dimaksud ayat dan ini mang dengan adalah udara. piliak piliak yang yang berkepenungan memanfaatkan jelas jelas bangunan Peramran yang Daerali dibangun ini. tersebut bawah air digunakan untak jalur kaki. ruang terbuat dan atau yang dari di batasi berbagai dan yang oleh macam dapat ber- masif yang (beton. 23 139- inaupun tersendiri publik yaitu perlu diatur di dalam tentang Hak Hak ketentuan Pedoman Pemilikan Pengelolaan ketentuan tentang Dewatering.peralatan . Bawah Tanah. memanjang.LD Tah D99No. berupa baja dan sebagainya) segi banyak:. ketentuan Ketentuan Bawah adalah tentang Infrastruktur Terowongan dinding material dibentuk bentuk Tanah. Daerah dari ini. peng¬ lainnya. suplay pejalan untuk pengaliran seperti di mengalirkan atau sungai/danau gunaan Yang dalam tanah ayat (6) P a s a l 58 P a s a l 64 s. fungsi olah niaka yang raga Peraturan menyimpang pusat pembangunan mendukung dan humf P a s a l 65 P a s a l 71 s.de rekreasi jelas jelas jelas pemerintalian. d 70 humf a butir 3 bs. Cukup Cukup Cukup Transfer kapi station adalah suatu lokasi yang yang dileng¬ berfungsi dengan peralatan . maka sebelimi pemntukan untuk humf Terhadap berlakunya dan penggunaan yang bangunan tersebut sebagai >Aajib kegiatan tahan. diperkenankan. rel atau air Terowongan kereta api tanali/laut.

meminimalkan jumlah Konsep 3R ini yang sehingga kembali dan di dimulai pemilahan dengan kan sumber bak sampah sampah dilakukan memudah{reused). 23 140- memindahkan daya angkut sampah efekuf butir 4 angkut yang ke dan sampah kecil lebih Tempat ke dari alat besar.LD T a h u n 1999 N o . Cukup j e l a s Konsep suatu menuju reused. reduced dan recycling (3R) adalah sampah dari konsep zero di unmk waste. dilanjutkan mendesain sampah untuk jumlali digunakan sanipali. (LPS) melayani di Peralatan dengan ditempatkan 100 m 2 . incinerator Untuk terganmng kapasitas 1.200 lokasi dipo dari kapasitas m3 Penempauin alatnya per hari. dan Penerapan LPA. h u m f b butir butir 2 1 3R j u g a dilakukan Cukup j e l a s Pembangunan permukiman yaitu kiman dari sepuctank komunal dilakukan untuk sedang permu¬ (kurang individu. (lebih dengan orang kepadatan per penduduk Untuk rendah 100-300 dengan 100 hektar. utara Jakaru dilakukan pembangunan untuk tinggi sistem wilayah Seprictank dengan air komunal permukaan dilakukan modified dengan dan di penerapan bagian teknologi . perhari tersebut areal butir 5 butir 6 ± dapat incinerator 20 KK.selatan / septictank dikembangkan sepdctank standar. kepadatan penduduk orang/lia) untuk dibangun septictank sedangkan dari 300 kepadatan penduduk melalui tinggi orang/ha) sewerage. sampah pengurangan dengan mendaur konsep ulang tempat di LPS lain. butir 3 s. alat pengangkut dengan daya f)cngangkut sehingga dengan pembuangan menjadi Pembuangan Akliir efisien.d 6 Cukup j e l a s .

dan/atau terbawa perairan sampah di laut melalui muara sungai. Daerah Keputusan Khusus Ibukota .LD Tah i999 N o . huruf c Pasal Pasal Pasal 72 75 76 s. rencana 1:1000 lokasi yang ruang pedoman dengan Pengawasan melalui mengacu Ketetapan tertentu pemantauan. Daerah Daerah Gubernur Jakarta Pemntuk- Klmsus Kepala tentang an dan Keputusan Kliusus Ibukota Pelaksanaan air di Penetapan air sungai/badan wilayah serta baku muoi Ibukota Daerah Daerah Gubc^rnur Jakarta Khusus Kepala tentang Jakarta. menggambarkan yang selanjutnya fisik pemanfaatan sebagai pembangunan Pengawasan pengawasan pemanfaatan pasca mang juga temtama mencakup terhadap Instansi konstmksi dan kegiatan-kegiatan yang dan berwenang evaluasi industri wajib instansional. melaksanakan kualitas yang pemantauan ruang sesuai temtama Daerah penetapan air penegelolaan dengan Keputusan Khusus ketentuan-ketenman Gubernur Ibukoui dan muoi Ibukota Daerah Petunjuk baku limbah mutu cair baku ada Daerah Kepala Jakarta mutu cair tentang air di peruntukan serta baku sungai/badan wilayah limbah Jakarta.d e Cukup Cukup Cukup jelas jelas jelas pemanfaatan pelaporan ruang dan dilaksanakan evaluasi Kota. kepada Ketetapan Kota Rencana peui skala Rencana pada adalali kedalaman informasi digunakan kota. akan saluran pembuang¬ Sampah kali akan sampah masuk ke tidak ke mencakup umum 100%. hutan temtama Kali Angke-Kapuk. Cilincing.d 74 s. 23 141 butir 7 Berhubung lokasi an yang adanya kendala peuangauan maka pelayanan sampah di sumber sampah. Akumulasi perairan pantai menimbulkan di kawasan Bam dan permasalahan pantai eks lingkungan.

an Gangguan.LD T a h u n 1999 N o . 0 pemnmkan rekomendasi Pasal Pasal 79 80 Cukup jelas Pengumuman ruang yang yang Rencana Ketetapan atau telah penyebarluasan rencana uta ditetapkan sebagaimana dimaksud . Izin Mendirikan Izin dan Bangunan. dilakukan ruang bentuk pemanfaatan perizinan dimihki. Daerah Keputusan Ibukota Gubernur Jakarta Gubernur Jakarta Daerah dngkat Daerah undakan Khusus kebisingan. Penerbitan pertanahan. berkaitan adalah dan Izin dengan Izin Mendirikan pemanfaatan Pemntukan Bangunan. Undang-undang atau perizinan harus tetap Penggunaan Izin Bangunan. Daerah Keputusan Ibukota bagi Khusus administrasi yang pemsahaan/ pengmsakan Khusus lain yang industri/kegiatan dan pencemaran Jakarta menimbulkan di lingkungan dan Daerah Ibukota berlaku. Evaluasi ketentuan-ketentuan kesesuaian ruang rencana tata mang dengan dan terhadap cara pemanfaatan menelaah yang Salah dasi. di atas oleh Penggunaan Penerbitan didukung instansi sebagaimana rekomendasi temtama dimaksud yang diterbitkan dari kota rekomendasi di bidang Kota tata instansi dalam Tata yang bertanggung jawab bentuk Letak Ketetapan Bangunan. atas lain pengguna¬ kepada dalam tanah/bangunan tanah didasarkan ditetapkan Kota. Rencana dan Rencana dan rekomendasi Komisi instansi AMDAL. rekomendasi izin rekomendasi Manajemen Lalu Lintas. Pariwisata. jelas Cukup Perizinan ntang yang temtama Tanah izin oleh terkait. satu yakni hasil evaluasi tindak tidak adalah lanjut sesuai mmusan terliadap dengan rekomen¬ kegiatan rencana saran yang pembangunan tata Pasal Pasal 77 78 ruang. 23 142 A baku Kepala tentang Kepala tentang mutu udara ambien.

pemanfaatan ruang ruang pengendalian dalam timbul Kcgitan bentuk atas pemanfaatan berbagai dan tata diselenggarakan masyarakat sendiri. Pasal 81 ayat (1) ayat (2) Cukup pasal ini merupakan kewajiban Pemerintah jelas musyawarah untuk kerugian semula antara pihak yang Penyelenggaraan berkepentingan yang ruang harus layak udara atas yang menetapkan terhadap dimiliki hak status oleli penggantian tanah dan masyarakat masyarakat. dalam yang perubahan semula status tanah dan ruang tidak Apabila udara tercapai tingan. masyarakat tata di dalam kegiatan penyu¬ dan rencana ruang. layak pajak atau dapat atau ditentukan harga pasar berdasarkan yang modal seperti kan berlaku atau berupa atau bentuk penyertaan fisik lain urun saham. sebagai dengan dari adanya nilai mengurangi yang kesejahteraan masyarakat bersangkutan. masya¬ mempertimbangkan yang layak private Pasal 82 Penggantian rakat hak yang atas diberikan sebagian akibat kepada atau dari melepaskan ruang tata sebagai ruang sepenuhnya pelaksanaan peraturan kebiasaan rencana berdasarkan adat. yang berlaku.LDTab 1999 N o . dimiliki antara tidak pihak masyarakat yaiig kesepakatan maka hal untuk lain ini berkepen¬ perdata tanahnya kepada m e n i a d a k a n hak hak atas hanya masyarakat kepada pihak Pasal 83 huruf a humf b Cukup Peran sunan melepaskan tidak pihak yang jelas serta telah terbatas Pemerintah ditunjuk Daerah. atau perundang-undangan. kehendak penyusunan pemanfaatan . penggantian nilai j u a l saat hukum Besarnya yang objek itu. 23 143 dalam Daerah. tanah yang dan yang konsolidasi tambah pembahan tingkat ditentukan berdasar¬ akibat tidak nilai ditimbulkan ruang. ruang yang kegiatan keinginan ruang.

Rencana Rinci Kotamadya^ Kecamatan Peran : serta Rencana dan Rencana masyarakat sebagai berikut Dalam rangka peran penyusunan Khusus serta tata Rencana Ibukota dan Tata ruang Jakarta Wilayali lingkup perumusan Daerah tujuan. masyarakat kebijakan mang masyarakat wilayah institusi dengan mencakup sasaran propinsi. 23 144 dan kepada yang baik pengendalian kaidah. masyarakat dalam penyusunan dan hak Rencana pemanfaatan ruang ruang pengendalian masyarakat. Rencana Ibukota Wilayah Tata Tata Teknik dimaksud Jakarta. pemerintah serta pemanfaaian dan ruang mengacu peraturan Dalam maupun wajib pedoman-pedoman kewajiban. yang ikut profesi pengem¬ kelompok pengembangan serta pemuda dan bangan Cara dengan antara dan tata serta intelektual Kelompok-kelompok lain tokoh yang ruang meliputi agama. pemanfaatan sehingga kan merupakan Daerali Pemerintali agar wajib menyelenggara¬ peran serta baik. tahun melalui penyelenggaraan kan setiap lima Waktu sekali Tata serta yckni Ruang dan pada" penyusunan Daerah Rencana Ibukota Wilayah aiau p a d a Khusus Jakarta . peran rencana masyarakat Ruang di Bagi serta tata di pembinaan dapat kegiatan masyarakat Daerah terselenggara Ibukota dengan peran dengan Khusus Jakarta hirarki serta Tata masyarakat ruang dalam Daerah Ruang Ruang Ruang diatur a. yang dikaitkan meliputi penyusunan Khusus Wilayah Wilayah Kota.LD Tahun 1999 No. kelompok berkaitan Kotamadya. jelas jelas serta Ruang. yang ikut melaksanakan masyarakat berperan yang huruf Pasal Pasal 84 85 c Cukup Cukup Peran Tata mentaati peraturan-peraturan ditetapkan. pendapat angket dilakukan dan atau dilaku¬ saat penyampaian penyebaran diskusi. berlaku.

. oleh Kelembagaan Komisi sertanya pelaksanaannya ciibentuk oleh Tetap y a n g yang dari keanggotaannya Instansi Pemerintah merupakan Daerah dan Masyarakat. Rencana lingkup Rinci peran Tata serta masyarakat lingkungan kelompok lain meliputi dan pengkajian atau proyek. dengan berperan peran Rencana serta Teknik Dalam Ruang rangka Kota masyarakat lahan penyam¬ Kelompok adalah badan untuk mencakup kepemilikan paian pengembangan Cara serta pendapat yang diskusi. setiap penyelenggaraan Ruang Wilayah atau pada penyusunan Kecamatan. yang PKK ikut dan pengembangan Kelompokserta Karang 5 lahun antara Taruna. rangka Wilayah Penyusunan Kecamatan. Penyusunan lingkup pengkajian masyarakat. masukan pengembangan potensi ruang. ini Rencana Ruang Wilayah Kelembagaan tersendiri menangani tidak kegiatan dibentuk permanen. ini Daerah Jakarta Kelembagaan dibentuk yang menangani dan bersifat kegiatan tidak b. dilakukan saat Tata saat meliputi serta pada Rinci Waktu yakni Rencana dan Tata yang dan c.Waktu kasus.LD Tahi ^9No. 23 - 1 45- saal Ruang dan penyelenggaraan Wilayah pada Daerah saat evaluasi Khusus Rencana Ibukota Tata Jakarta Tata atau penyusunan Kliusus Hencana Ibukota Ruang yang Wilayah baru. tentang tata arah keberatan. informasi masalah dalam pemberian pertimbangan. peran tata sena ruang Pasal saran. Dalam Ruang tersendiri permanen. 86 masyarakat wilayah ayat (1) dalam proses perencanaan dimaksud dengan sebagaimana dilaksanakan pendapat. sekali evaluasi Kecamatan Rinci masyarakat LKMD. terhadap dan tanggapan. serta masyarakat usaha setiap ditangani Gubernur gabungan Unsur Pasal 86 : Tata cara swasta/individu.

LD Tahun 1999 No. . Pencabutan dalam izin mendirikan bangunan. antara lain b e r u p a izin Pencabutan tanah . masyarakat a. dalam kepada serta penimbangan. masyarakat (4) sebagaimana oleh dikoordinasikan Daerah. sebagai¬ secara Daerah. pemanfaperaturan dimaksud atau cara ruang tertulis peran dilakukan Kepala dalam sesuai Gubernur masyarakat dilakukan wilayah perundang-undangan Pelaksanaan dimaksud Gubernur Peran peran dalam Kepala serta yang serta ayat berlaku. Termasuk pengenaan faatan sanksi administrasi retribusi dan atau penyesuaian pelampauan sesuai Tabel I rencana KLB 03. yang lahan Ketinggian dan Tabel Bangunan 05 Lampiran sebagai pengenaan retribusinya Sedangkan terhadap rencana peraturan lain tergolong sanksi pegawai penaUi. mana lisan Tata atan saran. dan ayat atau (1) masukan pendapat. disini adalali peman¬ dan Tabel atau 04. 23 146- Penyampaian tanggapan. surat penunjukan penggunaan b. masyarakat dalam pcngciidalian secara Daerah. yang dikenakan pelanggaran dalam antara tentang Peme¬ Disiplin administrasi yang melakukan atas yang Tahun tala ruang didasarkan ketentuan berlaku 1974 perundang-undangan Nomor 8 Undang-Undang Pokok-pokok rintah Pegawai Nomor Kepegawaian 30 Tahun dan 1980 Peraturan teniang Negeri Sipil. pemanfaatan lisan Pasal 87 Cukup atau ruang wilayah kepada disampaikan Kepala tertulis Gubernur jelas P a s a l 88 angka 1 Sanksi an administrasi dikenakan tata terhadap yang pelanggar¬ dilakukan perizinan rencana ruang . keberatan.

LD Tahun ^9 No. instrumen harus pelaksanaan informasi yang tata jelas memberikan tata mengenai Dengan akan rencana skala ruang rencana yang dimaksud. ini atau sehingga di lainnya apabila Kantor dapai rencana ruang dipasang lokasi Kcluralian. 23 147 angka 2 dan 3 Pengenaan dilakukan ruang pegawai baik sanksi terhadap yang yang perdaia dan sanJvsi rencana pidana tata penyimpangan dilakukan berwenang dalam masyarakat berdasarkan maupun atas ketentuan-ketentuan yang Pasal Pasal 89 91 s.DO0. diperaga¬ karena bidang terlalu huruf b Peraturan memuat rencana mintakat merupakan dan produk mctoda tata hukum yang prinsip-prinsip tata ruang ke penjabaran lebih rencana ruan^ yang terperinci (detail). jelas Tata Ruang Wilayah Kecamatan dalam yang sebagai ruang.j a l a n . Berdasarkan studi y a n g dilaku- . memberikan mengenai ruang informasi rencana suatu letak mudah dan dipahami hitensitas dari peruntukan lingkungan. dimengerti kan di j a l a n .000.d 90 Cukup Luas berlaku. peta yang pasal garis mengatasi 1:20. atau pada dikenali nama jalan.000 dikon¬ sebagaimana versikan informasi Pasal Pasal 92 93 huruf a Cukup Rencana digunakan pemanfaatan yang jelas ke dimaksud dalam pada dapat skala mengurangi yang dimuat pada peta l:20. jelas wilayah perundang-undangan administrasi kotamadya faktor dan bentuk sangat geografis bervariasi di dalam masing-masing sehingga teknik kesulitan menimbulkan penyajian tersebut kesulitan Untuk berskala ini tanpa petanya. yang geografis orientasi """peta kawasan tata dimaksud. ruang dan laiian yang ini 1:5. oleh masyarakat peta tidak dan mudah besar.

ruang hanya tipologi dinamis. jumlahnya struktur hijau. bangunan bangunan taman fasilitas penyempurnaan karya karya karya dan pemerintahan dengan serta fasilitasnya. Daerah menjadi 40 sub sub sedangkan Jakarta dapat dibagi digolongkan ke (delapan) Wilayali mintakat. pendukungnya. sekurang-kurangnya Mengacu telah ruang yang sebanyak-banyak komponen'utama kawasan dan prospektif. fasilitas karya wilayah. ruang tipologi Penyesuaian dapat fasilitas sional sosial sesuai peruntukan sarana umum harus atau memenuhi dengan standar fasilitas kota ini. prasarana beserta pergudangan. pusat hijau kegiatan dijabarkan hijau wisma umum umum mintakat wisma penyempurnaan binaan. wilayah (WP). ke dalam blok-blok telah kriteria yang Cukup jelas Untuk an atan dapat mengakomodasikan sosial secara perekonomian. melakukan Rencana efektif Kepala Wilayah Kecamatan dengan ketentuan a) Penyesuaian diperkenankan dinamis.LD T a h u n 1999 N o . secara propor¬ Peraturan Daerah . tuntutan dan rangka dan dan kebutuh¬ pengaruh pemanfa¬ sesuai dapat dalam kebutuhan Daerah ruang ayat (1) perkembangan ruang ekonomi globalisasi dinamika masyarakat.d e industri umum ruang ditetapkan yakni kawasan pembentuk pemukiman. blok-blok fasilitasnya. daiam tiap yang dan maka rencana kawasan ekonomi ke dalam dengan dengan beserta beserta lindung. peruntukan berpedoman di dalam tersebut kepada metodologi. kota maka perkembangan Gubernur Ruang berikut perubahan Rinci Tata' sebagai rencana di peralihan rencana dan dalam efisien kota peruntukan . Penjabaran mintakat ditetapkan huruf c P a s a l 94 s. fasilitasnya. 23 148 kan uniuk 8 Daerali Khusus Khusus Ibukota Ibukoia Jakarta. fasilitasnya. Pengembangan dan permintakannya dibagi 25 berdasarkan terdiri tata selanjutnya blok-blok 10 ke blok mintakat menjadi blok. dan b) tipologi peruntukan kawasan peralihan menuju dengan menuju mantap. fasilitasnya.

tipologi wilayah waktu 5 f) tipologi peralihan peralihan menuju yang menuju dinamis di mantap kecamatan (lima) tahun.LD Tahui No. bersangkutan Penyesuaian secara Gubernur sekali kan rencana peruntukan ruang tersebut oleh keseluruhan kepada Dewan diberitahukan selambat-lambatnya selanjutnya disah¬ dalam setahun untuk oleh jelas jelas Dewan. 23 14 9 - c) Tanah yang rencana harus sesuai peruntukan dikuasai ruangnya oleh akan disesuaikan secara an yang d) sah telah pemohon peraturan perundang-undang- berlaku. rencana peruntukan dengan ruang lidai( Daerah Penyesuaian boleh ini. ayat P a s a l 95 100 (2) Cukup Cukup . bertentangan Peraturan e) Luas keseluruhan tanah yang rencana melampaui dengan perun10% tipologi dan tiap dalam tukannya dari luas disesuaikan total tidak kawasan dinamis.

INDUSTRI/PER¬ CAMPURAN KOEFISIEN UNTUK DASAR TIPE BANGUNAN (KDB) 20% BANGUNAN TUNGGAL/ RENGGANG Tabel 04. INTENSITAS BANGUNAN DANGAN LEBIH DERET Tabel 06. INTENSITAS DAN RUANG UNTUK PEMANFAATAN DENGAN 20% PERMUKIMAN DASAR BANGUNAN (KDB) UMUM MAKSIMAL KOEFISIEN TIPE BANGUNAN UNTUK BANGUNAN TUNGGAL/RENGGANG Tabel 05. STANDAR KEBUTUHAN SARANA KOTA (FASUM/FASOS) RUANG UMUM. KONDISI DAERAH RENCANA IBUKOTA UNTUK BADAN JAKARTA AIR PERMUKAAN DI KHUSUS Tabel 03. DENGAN DARI PEMANFAATAN DAN PERMUKIMAN. INTENSITAS BANGUNAN GUDANGAN LEBIH BESAR RUANG UMUM. CAMPURAN KOEFISIEN 20% UNTUK INDUSTRI/PERGU¬ BANGUNAN BANGUNAN (KDB) RAPAT/ BESAR .LD Tahun 1999 N o . RENCANA IBUKOTA RUANG JAKARTA DAN TERBUKA HIJAU DI DAERAH KHUSUS Tabel 02. DENGAN DARI UNTUK PEMANFAATAN DAN DASAR TIPE PERMUKIMAN. 23 150 LAMPIRAN PERATURAN IBUKOTA NOMOR 6 I DAERAH DAERAH KHUSUS JAKARTA TAHUN 28 JULI 1999 1999 TANGGAL DAfTAR LAMPIRAN I Tabel 01.

Normalisasi Nonnalisasi Kali/Sungai Sal.01 Ha Sub m a k r o .151 - Penjelasan Tabel 02 Pencapaian peningkaian luas badan air d i l a k u k a n melalui : L P e r l u a s a n situ B a b a k a n d a r i Perluasan Perluasan Perluasan Perluasan Perluasan situ situ situ Mangga Rawa Kelapa 23 Ha m e n j a d i dari ll. di Daerah Khusus seluas 40.00 32 Ha menjadi 12. Pembangunan Lama seluas Ha. Kecamatan Kecamatan Penjaringan 3. Kali Wetan Rebo rendah Penghubung 30. Kecamatan 24 Kembangan Ha.02 Sunter 40 32 Ha.4 Ha 5.5 lokasi 23. Bebek seputar di Ha 29. Normalisasi Kali/Sungai yang melalui 2 Propinsi seluas 195.96 Ha Ha.OO 9.02 10. Pembangunan a. Kecamatan Kali Deres Kebayoran 19. Waduk aliran tahap Ciliwung 45 Kecamatan seluas di Halim 187 Ha. Kecamatan 12 Cilandak 45 Ha.5 Ha menjadi 2.5 menjadi W e t a n dari dari 20 situ R a w a R o r o t a n situ K e n d a l dari 10 Ha menjadi 27.02 12. Kali 494. 6. 23 . seluas kawasan-kawasan 136 Ha.68 Ha. untuk parkir Rawa air di kawasan seluas situ Kali Cakung Ha.68 Kali yang Ha. Jakarta Utara seluas 130 Ha 4.83 Ibukota Jakarta Ha seluas 47. potensial Sal. Jakarta Banjir Kanal Timur seluas Timur 100 Ha seluas 230 Ha y a n g terdapat di wilayah : b.00 50 Ha Ha Ha Ha Ha Bolong Ha Dongkel Dua dari Ha menjadi 4. Kecamatan Lama Pasar Minggu 6 Ha.LD T a h u n \ N o . Cipinang 35 Kawasan Kali II Kelapa Dua Pasar Cilangkap Ha. Kecamatan Jagakarsa Ha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->