PRINSIP DAN MODEL DEMOKRASI DALAM PEMERINTAHAN

1. 2. 3. 4. 5. PENGERTIAN DAN SEJARAH DEMOKRASI PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI MODEL PELAKSANAAN DEMOKRASI TEORI-TEORI PRASYARAT DEMOKRASI MODEL PELAKSANAAN PEMERINTAHAN DEMOKRATIS (MODEL PEMERINTAHAN SENTRALISASI, DESENTRALISASI, DAN KOMBINASI) FAKTOR-FAKTOR PENDORONG DESENTRALISASI DAN SENTRALISASI KEBAIKAN SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI

6. 7.

1. PENGERTIAN DAN SEJARAH DEMOKRASI
‡ Menurut Miriam Budiajo (1977), demokrasi berasal dari kata Yunani yakni demos (rakyat) dan kratos/kratien (kekuasaan). Jadi demokrasi adalah rakyat berkuasa atau government or rule by the people. ‡ Gagasan demokrasi berawal di negara kota (city-state) di Yunani Kuno, pada abad 6-3 sebelum masehi, berupa demokrasi langsung (direct democracy), dimana keputusan politik dijalankan langsung oleh seluruh warga negara berdasarkan suara mayoritas. Luas wilayah city-state terbatas dan jumlah penduduk 300.000 jiwa. Ketentuan demokrasi berlaku untuk warga negara asli, tidak berlaku untuk budak dan pendatang.

dan perebutan kekuasaan di kalangan bangsawan (kelas menengah). dan menjami hak atau privilages kaum bangsawan atas tanah dengan imbalan tertentu (penyerahan dana untuk mendukung perang). ditandai dengan adanya Piagam Magna Charta (1215) di Inggris antara Raja John dengan kaum bangsawan.Biarpun perjanjian berbau feodal (hanya mengatur hubungan raja dan bangsawan. pemusatan kekuasaan spiritual ditangan Paus. namun piagam tsb dianggap tonggak penting berkembangnya kembali gagasan demokrasi . tatkala bangsa Romawi dikalahkan oleh bangsa eropa yang lain dan demokrasi diganti dengan sistem feodal (hubungan tuan tanah dan budak). Raja John memberikan. mengakui. bukan raja dengan rakyat).‡ Gagasan demokrasi dilanjutkan bangsa Romawi (abad 3 SM²6 M). Namun mulai mengalami kemunduran sejak abad 6-14 masehi. ‡ Kebangkitan demokrasi.

dogma. Gerakan Rasionalisme menekankan pentingnya hak-hak asasi manusia. Gerakan renaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat pada kesusasteraan dan kebudayaan Yunani Kuno. dan bernegara serta mendesak agar adanya pembatasan kekuasaan raja dan agama dalam pengaturan kehidupan sosial politik masyarakat. menuntut melepaskan diri dari penguasaan gereja. Gerakan reformasi menuntut pemisahan gereja dan negara.‡ Gerakan Renaissance (1350-1600) dan Gerakan Reformasi (1500-1650) di Eropa. mendorong pentingnya penggunaan rasio atau akal dalam mengatur kehidupan bemasyarakat. Gerakan reformasi. membawa iklim segar bagi kebangkitan gagasan demokrasi di negara-negara eropa. ‡ Gerakan Rasionalisme (1650-1800) di Eropa. baik dibidang siprituil. maupun di bidang sosial politik. . berbangsa.

Prancis. tentang trias politica ± mengilhami dan memicu terjadinya Revolusi Perancis (akhir abad 18) dan Revolusi Amerika melawan Inggris (abad 18). . gagasan demokrasi (kemerdekaan individu. bahwa sistem pemerintahan demokrasi menjadi dasar dari kebanyakan negara di dunia. ‡ Pada akhir abad 19.seperti dicetuskan filsuf John Locke.‡ Ide bahwa manusia memiliki hak politik atau asasi-. tentang teori social-contract dan Montesquieu. dan hak pilih masyarakat) menyebar ke negara di berbagai penjuru dunia dan sistem pemerintahan demokratis konstitusional menjadi pilihan. Hasil penelitian PBB (UNESCO) pada tahun 1949. kesamaan hak. Inggris.

Adanya persetujuan 12.Adanya pemerintahan yang mayoritas 17.Adanya pemerintah yang mengutamakan musyawarah .Adanya mekanisme politik 19.Adanya persaingan keahlian 18. Adanya pembagian kekuasaan 2.Adanya pemerintahan yang konstitusional 13.Adanya ketentuan tentang pendemokrasian 14.2. Adanya pemerintahan yang berdasarkan hukum 8.Adanya kebebasan kebijaksanaan Negara 20. Adanya peradilan yang bebas 6.Adanya pengawasan terhadap administrasi Negara 15. Adanya manejemen yang terbuka 4.Adanya perlindungan hak asasi 16. PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI Prinsip-prinsip demokrasi menurut Inu Kencana Syafiie (2005): 1. Adanya pengakuan hak minoritas 7. Adanya pemilihan umum yang bebas 3.Adanya musyawarah 11. Adanya pers yang bebas 9. Adanya beberapa partai politik 10. Adanya kebebasan individu 5.

Kedaulatan Rakyat 7. Kebebasan berkelompok 3. Rasa saling percaya 8. Kerjasama . Kebebasan menyatakan pendapat 2. Kesetaraan Gender 6. Kebebasan berpartisipasi 4.‡ Prinsip-prinsip demokrasi menurut Asykuri Ibn Chamin (2003) : 1. Kebebasan antarwarga 5.

Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah (peaceful change in changing society) 3. Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman (diversity) 6. Menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur (orderly succession of rulers) 4. Menjamin tegaknya keadilan . Menyelesaikan perselisahan dengan damai dan secara melembaga (institutionalized peaceful settlement of conflict) 2. Mayo (1960) : 1.‡ Prinsip-prinsip demokrasi Henry B. Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum (minimum of coercion) 5.

terbagi 3 : (1) Demokrasi langsung ‡ Kedaulatan ada di tangan rakyat.3. rakyat secara langsung menyampaikan aspirasinya ‡ Adanya pemilu langsung untuk memilih eksekutif ‡ Rakyat langsung memberikan pengawasan terhadap pemerintah (eksekutif) . MODEL PELAKSANAAN DEMOKRASI Model pelaksanaan demokrasi. menurut Inu Kencana Syafiie (2005).

lembaga wakil rakyat yang memilih pimpinan eksekutif ‡ Rakyat memberikan kepercayaan kepada dewan rakyat untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintah (3) Kombinasi demokrasi langsung dan perwakilan ‡ Kedaulatan ada di tangan rakyat.(2) Demokrasi Perwakilan ‡ Kedaulatan ada di tangan rakyat. rakyat menyampaikan aspirasi melalui lembaga perwakilan (senat/parlemen/dewan) ‡ Adanya pemilu untuk memilih wakil rakyat. rakyat secara langsung dan tidak langsung menyampaikan aspirasinya ‡ Adanya pemilu langsung dan tidak langsung untuk memilih eksekutif ‡ Rakyat langsung dan tidak langsung memberikan pengawasan terhadap pemerintah (eksekutif) .

TEORI-TEORI PRASYARAT DEMOKRASI ‡ Prasyarat tegaknya demokrasi dalam suatu negara menurut Asykuri Ibn Chamin (2003) sbb: 1.4. Pluralisme 3. Pertumbuhan ekonomi 2. Hubungan yang seimbang negara dan masyarakat .

berorganisasi. Pendidikan kewarganegaraan . Perlindungan konstitusional terhadap hak-hak individu 2. Kebebasan berpendapat 5. Kebebasan berserikat. dan beroposisi 6.‡ Prasyarat tegaknya demokrasi dalam suatu negara menurut para ahli hukum internasional saat konferensi di Bangkok (1965) sbb: 1. Pemilihan umum yang bebas 4. Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak 3.

Mayo (1960) : 1. memungkinkan melaksanakan oposisi konstruktif.‡ Prasyarat tegaknya demokrasi dalam suatu negara menurut Henry B. Memiliki sistem dwi atau multi partai 4. 3. mewakili golongan dan kepentingan di masyarakat. Adanya pemerintahan yang bertanggungjawab 2. . Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak asasi dan keadilan. dan menilai kebijakan pemerintah. melakukan pengawasan. Adanya dewan perwakilan rakyat yang dipilih melalui pemilu. Pers dan media massa yang bebas 5.

DAN KOMBINASI) ‡ Menurut Inu Kencana Syafiie (2005). artinya pemerintah pusat menyerahkan urusan dan kewenangan kepada daerah. . MODEL PELAKSANAAN PEMERINTAHAN DEMOKRATIS (MODEL PEMERINTAHAN SENTRALISASI. Pemerintahan Sentralistis. artinya pemerintah pusat memiliki kewenangan tertentu terhadap daerah dan pemerintah daerah memiliki kewenang juga. Pemerintahan Kombinasi. artinya pemerintah pusat mendominasi atau memegang kendali terhadap seluruh kewenang dan urusan daerah. model pelaksanaan pemerintahan demokratis. Pemerintahan Desentralisasi.5. desentralisasi. meliputi model pemerintahan sentralisasi. dan kombinasi. DESENTRALISASI.

FAKTOR-FAKTOR PENDORONG DESENTRALISASI DAN SENTRALISASI ‡ Menurut Inu Kencana Syafiie (2005). maka cenderung melaksanakan sentralisasi. (2) Faktor Rezim yang Berkuasa ‡ Kalau rezim yang berkuasa dalam suatu negara adalah rezim yang otoriter. sedangkan negara kesatuan lebih baik melaksanakan sentralisasi dalam menjaga kesatuan dan kesatuan bangsa. sedangkan bila rezim yang berkuasa adalah yang memakai paham demokrasi maka cenderung dilaksanakan desentralisasi .6. yakni sebagai berikut: (1) Faktor Sifat dan Bentuk Negara ‡ Negara federal cenderungunutk melaksanakan asas desentralisas. ada 7 (tujuh) faktor yang mendorong suatu negara cenderung memakasi sistem pemerintahan desentralisasi (dispersion power) atau sentralisasi (concentration power).

. sebaliknya negara kontinental mudah mengatur dengan sentralisasi (4) Faktor Warganegara ‡ Negara yang homogen penduduknya cenderung untuk melaksanakan sentralisasi. (5) Faktor Sejarah ‡ Negara yang sering terjadi pemberontakan diimbangi dengan adanya sentralisasi begitu juga negara yang sering melakukan peperangan. sebaliknya negara yang sejak masa silamnya terkenal damai tetapi masyarakatnya banyak protes lebih baik dilaksanakan desentralisasi bagi mereka. sebaliknya negara yang heterogen penduduknya cenderung melaksanakan desentralisasi.(3) Faktor Geografis ‡ Nagara kepulauan karena terpisah-pisah maka untuk efisiensi kerja pemerintah biasanya melaksanakan desentralisasi.

sosial budaya dan pertimbangan hankam. sedang bila kebijaksanaan pemerintahdibidang politik. Selain itu pemerintah juga harus memperhatikan kemampuan ekonomi daerah.(6) Faktor Efisiensi dan Efektivitas ‡ Untuk memperoleh efisiensi dilaksanakan desentralisasi yaitu pemberian otonomi yang luas supaya lebih efisiens waktu dan tenaga. sedangkan untuk mencapai efektivitas dilakukan sentralisasi misalnya untuk keperluan-keperluan politik dan ekonomi. atau untuk membentuk kekuatan fisik (strategi militer) maka sebaiknya dilakukan sentralisasi. (7) Faktor Politik ‡ Bila hendak menciptakan wadah pendidikan politik bagi masyarakat maka sebaiknya dilangsungkan desentralisasi. luas wilayah. misalnya alasan ekonomi yaitu bertujuan untuk memperlaju pembangunan. . jumlah penduduk.

Timbulnya rasa persatuan dan kesatuan yang kuat dan kokoh. 2. karena pemerintah pusat diperkuat oleh peraturan perundang-undangan untuk tidak diganggu gugat. 5. Terpadu. jadi selain kebersamaan dalam ideologi dan falsafah hidup bangsa juga kebersamaan dalam berbagai segi termasuk uniform. KEBAIKAN SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI ‡ KEBAIKAN SENTRALISASI (Inu Kencana Syafiie. karena paham kebangsaan dan naionalisme senantiasa digemborgemborkan. Keseragaman terjadi diseluruh wilayah negara. Kekuasaan melengkapi pemerintah pusat.7. Penggunaan tenaga para ahli sepenuhnya. karena para ahli dari semua daerah berkumpuil di pusat dan diseleksi kemampuannya. 4. 3. karena kemungkinan untuk timbulnya sparatisme sangat kecil bahkan tidak ada sama sekali. . karena memang dibuat sedemikian rupa. 2005) 1.

Kontrol dapat diteliti.Terkumpulnya para ahli yang berkualitas. Terkoordinir. 9. 7. karena aparat pemerintah pusat sampai ke daerah-daerah dalam menjalankan kontrol serta sistem pemerintahan terpadu ini. karena selain selesai kemampuan tersebut diatas. . karena pendelegasian wewenang pada unitunit. Fungsi rangkap dapat ditekan. 10. 8. karena dengan berpijak pada rasa persatuan dan kesatuan bangsa. departemen-departemen ataupun instansi-instansi sangat kecil. karena tenaga para ahli terkumpul dari daerah pada pemerintah pusat. semuanya tunduk pada peraturan perundang-undangan sentral. Paham separatisme dapat ditekan. Dan kalaupun ada departemen-departemen dan sebagainya itu. segala ismeisme kedaerahan dapat dihilangkan dan jauh-jauh sebelumnya dikikis. juga diadakan seleksi kecintaan mereka kepada negara kesatuan. sehingga cukup banyak kemungkinan untuk menghindari jabatan rangkap. 6.

karena bila di puncak pemerintahan adalah rezim yang otoriter maka cara ini tepat sebagai sistem pemerintahan yang berlaku. Cocok untuk negara yang sering berperang baik dengan negara tetangga maupun maupun peperangan di dalam daerahnya sendiri. 15. 14. 13. bahkan konstitusi sendiri mengenai sentralisasi ini. kareba jenis penduduk yang sama maka sentralisasi sangat tepat. 12. Pengawasan mudah.11. Cocok untuk mempertahankan kekuasaan. Cocok untuk negara yang penduduknya homogen. sentralisasi yang terpusat sangat tepat. karena kalau negara yang melaksanakan sentralisasi ini ada negara myang terletak didaratan dan mudah dijangkau seperti Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. karena diperlukan persatuan angkatan bersenjata dalam penghimpunan kekuatan militer. . apalagi masyarakat tidak membutuhkan keanekaragaman. Cocok untuk negara kontinental. mudah karena didukung oleh undangundang dan peraturan.

Sentralistis juga membangkitkan kesadaran nasional rasa kebangsaan dan solidaritas (baik terpaksa ataupun timbul dari lubuk hati). rencana juga terpadu akan mempercepat pembangunan. 20. 19. Potensi nasional dapat diarahkan pada tujuan tertentu. 18.16. karena segala kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan ditentukan dan direncanakan oleh pemerintah pusat sendiri. tanpa komentar terhadap mohon kebijaksanaan yang bertele-tele. Kesamaan peraturan perundang-undangan serta keputusan bagi seluruh wilayah negara. 17. Cocok untuk faktor efektivitas (pencapaian hasil yang berhasil guna). Akhirnya diharapkan negara senantiasa dalam keadaan tertib dan aman. serta diharapkan dengan sentralisasi terpadu ini akan ada pembagian modal dan kekayaan nasional. Cocok bagi negara yang ingin mengutamakan pembangunan ekonomi. . secara nyata hasil mudah dicapai. karena memang hanya pemerintah pusat yang menentukan dan membuat. karena keterpaduan seperti pembiayaan terpadu. Disamping itu akan mewujudkan kesatuan dalam tindakan dan kepastian hukum. karena dengan kontrol yang ketat dan rencana seperti yang dikehendaki pemerintah pusat. pengawasan terpadu.

. jadi dalam sistem kepegawaian tidak diperlukan lagi pemindahan status kepegawaian. 3. 5. karena setiap person terpakai. karena seluruh lapisan masyarakat dengan segala macam kemampuannya dikembangkan. apalagi setiap person (individu) tersebut diakuai keberadaannya untuk mengabdi kepada daerahnya masing-masing. Efisiensi. 2. Gairah kerja timbul. 4. karena dalam penghematan waktu pemerintah tidak terlalu lama dalam formasi yang kosong. 2005) 1. Siap pakai. karena aparat Pusat tidak perlu lagi jauh-jauh kedaerah karena aparat Daerah sudah difungsikan.‡ KEBAIKAN DESENTRALISASI (Inu Kencana S. Generalistis berkembang. Meringankan beban. karena tenaga-tenagayang akan dipakai sudah berada di daerahnya masing-masing.

akan segera terlihat. tetapi juga dipikirkan penanggulannya oleh masyarakat daerah. karena batin masyarakat terpenuhi melalui pendemokrasian di daerah ini. 7. bukan hanya dipikirkan dan dipecahkan oleh aparat pusat. 6. 10. 8. Menghilangkan kerja yang menumpuk.Manfaat yang diperoleh besar. Unsur individu menonjol pengaruhnya. . karena pekerjaan dapat dibagi-bagi antara pusat dan daerah. Tepat untuk penduduk yang beraneka ragam. karena setiap individu yang memiliki keahlian didaerahnya. Resiko terbagi. 9. dan antara daerah denga bdaerah lain. karena masalah-masalah yang muncul di daerah. karena pemerintah tidak perlu lagi memaksakan uniformitas (disamping kebhinekaan adalah kedigjayaan).

11. karena setiap urusan dapat diselesaikan di daerah masingmasing (hasil dari pendelegasian wewenang kepengurusan secara menyeluruh). Keinginan bersaing dengan daerah lain. maka ketergantungan daerah berkurang begitu juga kesewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Kepengurusan yang berbelit-belit terhindarkan. . karena masyarakat termotivasi untuk mengejar ketinggalan dibandingkan daerah lain yang lebih maju. 15. 13. dilihatnya sendiri dimanfaatkan untuk tanah kelahirannya. 12. 14. Kesewenangan berkurang. dan keinginan ini keluardari kesadarannya sendiri. Masyarakat berpartisipasi pada daerahnya. Timbul jiwa korzak kedaerahan. akan memperdalam kecintaannya kepada daerahnya. karena setiap karya yang dihasilkan oleh setiap karyawan. karena setiap daerah yang berhasil dalam pembangunan. karena pemerintahan pusat telah memberikan otonomi kepada daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri.

maka pengawasan tidak lagi terlalu ketat dari pemerintah pusat. Meningkatkan kemampuan dan pengetahuanaparat pemerintrah daerah. inovatif dan kreatif. karena desentralisasi merupakan pendemokrasian di daerah. . Memperbanyak jumlah parlemen-parlemen daerah. Menciptakan administrasi yang relatif lebih fleksibel. Mengurangi pengawasan oleh pusat. karena kebutuhan mereka untuk ikut berpartisipasi selama ini terpenuhi.16. Mengurangi kemungkinan tantangan dari elite lokalterhadap pemerintah pusat. karena diberikan kesemapatan untuk berkembang dan berkarya. 18. karena telah memberikan otonomi kepada pemerintah daerah atau negara bagian. 17. 20. 19. karena dalam rangkia kerjasama untuk mencapai tujuan tersebut munculkreasi keinginan untuk maju berkembang serta luwes dalam menyelesaikan permasalahan kedaerahan.