Materi Pokok 04 PENDUGAAN TITIK 1.

Konsep Dasar pendugaan titik Tujuan pendugaan titik adalah menghitung berdasarkan contoh (sample). Satu nilai tunggal yang merupakan penerka terbaik dari nilai sesungguhnya parameter yang sedang diselidiki. Parameter yang sering menarik untuk diselidiki adalah: ± Nilai tengah populasi tunggal Q, ± Median populasi ~, ± Proporsi populasi tunggal p, ± Ragam (varians) W2 atau simpangan baku populasi W, ± Beda dua nilai tengah populasi berbeda Q1 - Q2, ± Beda dua proporsi p1-p2 dari dua populasi berbeda. Notasi U sering digunakan untuk melambangkan parameter secara umum, sehingga U mungkin mewakili Q atau W atau p1 ± p2 dst.

Parameter dan Pendugaannya x 1. penduga = .Q2. nilai tengah contoh. proporsi sukses dalam 3. parameter W. Parameter p. yang dihitung dari contoh (sample). Parameter = Q. ragam (varians) contoh 4. Parameter = Q1 . 5. penduga = (sample). simpangan baku contoh. Parameter = ~. 2 = S2. penduga = ~ = x . 2. yang digunakan sebagai terkaan nilai U yang sesungguhnya.1 Suatu penduga titik terhadap parameter U merupakan nilai tunggal. p = x/n .Definisi 4. penduga = S. penduga = = . median contoh. Parameter = W2. penduga = contoh (sample).

Xn dan Y1. . «. dengan X dan Y adalah banyaknya sukses contoh acak bebas berukuran m dan n.Y/n. Parameter = p1 ± p2. «. beda 6. beda antara dua nilai tengah contoh dari dua contoh acak bebas X1. 1 . Yn. p1 .Y .p 2 ! X/m .2 ! X . penduga = antara proporsi sukses.

3 Perhatikan penduga-penduga berikut sebagai hasil pendugaan terhadap Q: a) Penduga = x . 3 X 4 ! 28.4)/2 = 28. dugaan x = 7 Xi/10 = 28.1. Ambil contoh acak X1. 6 X 8 ! 28. 9 X 9 ! 27. 0 X 6 ! 30. Bila hasil pengamatan jangka hidup seperti berikut: X1 ! 26. 2 X10 ! 29. 1 X 5 ! 31. dugaan ~ = (28. «.0 + 28. 4 X 7 ! 25. 2 X 2 ! 35. X10 yang melambangkan jangka hidup dan diasumsikan contoh acak berasal dari populasi yang menyebar secara normal dengan parameter Q dan W.20 . 0 X 3 ! 23. x x b) Penduga = ~ .50.Contoh 4. X2.

dugaan [min (Xi) + max (Xi)]/2 = (23.0 + 35.c) Penduga = [min (Xi) + max (Xi)]/2 = rataan dari dua jangka hidup ekstrim.05 d) Penduga X tr .1)/2 = 29.

X tr . . nilai tengah hasil pangkasan 10% (10 10 persen dari masing-masing nilai terbesar dan terkecil dikeluarkan. kemudian baru dicari nilai tengahnya).

! 10 25.9  31.2  26.0  28.3  28.3  27.0 8 ! 28.36 Mana hasil pendugaan yang paling dekat dengan nilai sesungguhnya? .4  29.2  30.

Perusahaan mencoba tingkat ketahanan bumper tersebut dengan membenturkan sebanyak 25 kali.3 Suatu perusahaan cat sedang memperhatikan tentang variabilitas waktu pengeringan cat yang dihasilkannya.2 Suatu perusahaan produsen ingin mengembangkan tipe bumper baru yang lebih tahan terhadap kerusakan karena benturan. Jika ada n papan percobaan dengan waktu pengeringan X1. . dugaannya ! ! ! 0. Ambil X sebagai waktu pengeringan contoh cat yang dicobakan pada papan percobaan dan W2 = var(X) = varians populasi untuk semua waktu pengeringan.Contoh 4. Hasil pengamatan x = 15 X 15 maka penduga X p ! . X2. Xn maka penduga W2 adalah varians contoh. «. Bila X = banyaknya benturan yang tidak menimbulkan goresan.60 n n 20 Contoh 4.

dan kita gunakan 1.§ xi  x Ö2 ! 2 ! n 1 ¨ © © ª ¸ ¹ ¹ º 2 x 2  ¨©© § x ¸¹¹ 2n § i ª iº ! n 1 Misalkan data itu n = 10. maka: 2 2 § X i .

§ i n 2 ! S2 ! 9 .

90  .3 2  ! ! 11.26.

29.2 2 .

285 2 10 9 Penduga adalah ! S ! 11.90 ! 3.45 uatu alternatif penduga varians adalah mengganti n ± 1 dengan 2 n sehingga: § .

X i .X 2! n .

2 ! ! 2 X i  .

§ X i 2 § n n n § X i  .

71 10 2. ~ Suatu penduga titik dikatakan sebagai penduga tidak bias terhadap U jika E( ) ! untuk semua nilai U.2. Jika = penduga yang bias terhadap U adalah ( Ö )  . Penduga Tak Bias Definisi 4. 10 ! ! 10.§ X i 2 2 n2 Hasil dugaannya 2 107.

Suatu penduga adalah tidak bias jika pusat sebarannya mempunyai pusat yang sama dengan nilai parameter yang diduga = U.k.p Ö 2 2 ias ias 2 Grafik 4. f.1.p Ö 2 f. Grafik fungsi kepekatan penduga tidak bias Ö1 dan penduga bias Ö 2 .k.p Ö1 f.k.k.p Ö1 f.

1 maka: ¨x¸ 1 E (p) ! E © ¹ ! E (x) ! (np) ! p Ö n ªnº n Bila X adalah contoh acak yang menyebar secara binomial Ö dengan parameter n dan p.3. Bila X1. mempunyai sebaran binomial dengan parameter n dan p. maka proporsi contoh p ! x n merupakan penduga tidak bias terhadap p. X2. Prinsip Pemilihan Penduga. Pilih penduga yang tidak bias bila akan memilih beberapa penduga terhadap parameter = U Bila proporsi contoh X/n digunakan sebagai penduga p dimana X adalah banyaknya contoh terpilih yang sukses. Xn merupakan contoh acak dari sebaran dengan nilai tengah Q dan ragam (varians) W2 maka penduga 2 § . «.

X merupakan penduga tidak bias terhadap 2 2 Ö !S ! W2.X i . n -1 .

Bila X1. X2. . Bila sebarannya kontinu dan simetri maka ~ = x median dan x tr ! nilai tengah pangkasan merupakan penduga tidak bias terhadap Q. «. Xn merupakan contoh acak dari suatu sebaran dengan nilai tengah Q maka x merupakan penduga tidak bias terhadap Q.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful