MODUL PENDAMPING 2 MATAKULIAH FISIKA ZAT PADAT BAB I STRUKTUR KRISTAL

1.2. DIFRAKSI KISI KRISTAL

oleh Fitriyah (NIM: 103321465002) Parno (NIP: 131874698)

Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Fisika FMIPA UM September 2006

BAB I STRUKTUR KRISTAL 1. Mahasiswa dapat membedakan antara pandangan Bragg dan teori hamburan mengenai sinar-X yang mengenai permukaan bahan 4. Dalam modul selanjutnya. Dalam modul ini dijelaskan bagaimanakah proses difraksi sinar-X oleh kisi kristal. Selain itu. materi matakuliah yang tertulis dalam bahan ajar diktat Fisika Zat Padat. Panduan untuk mahasiswa Hasil angket balikan mahasiswa prodi Pendidikan Fisika peserta matakuliah pilihan Fisika Zat Padat semester gasal 2005/2006 menyatakan bahwa materi matakuliah ini diperlukan untuk menunjang pemahaman fisika sekolah menengah. Mahasiswa memahami kisi resiprok dan sifat-sifatnya. masih sulit dipahami. Tujuan pembelajaran modul pendamping 1. Mahasiswa memahami contoh merumuskan struktur kristal berdasarkan sebagai hasil difraksi sinar-X 8. DIFRAKSI KISI KRISTAL Alokasi waktu yang disediakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 1 minggu. maka mahasiswa memiliki peluang yang lebih besar untuk 1 . Mahasiswa dapat membedakan antara difraksi kisi optik dan difraksi kisi kristal sinar-X 3. Mahasiswa memahami faktor struktur kisi dan faktor struktur geometri berdasarkan teori hamburan 5.2. Jika hal ini dapat dilakukan. dan face centered aga Fhkl { 0 r 7. body centered. Mahasiswa dapat membedakan hasil difraksi sinar-X antara KCl dan KBr Deskripsi Pada modul pertama dijelaskan bahwa akibat simetri khas telah dihasilkan 7 sistem dan 14 macam kisi Bravais. Mahasiswa dapat membedakan antara perilaku gelombang optik dan sinar-X saat mengenai permukaan bahan 2. Tetapi. umumnya. akan dibahas gaya antaratom dan energi ikatan. Oleh karena itu tujuan utama ditulisnya modul pendamping ini adalah agar mahasiswa dapat mempalajarinya terlebih dahulu di luar jam perkuliahan atau di rumah secara mandiri sehingga dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum mengikuti perkuliahan Fisika Zat Padat. Menurut mahasiswa. base centered. dalam perkuliahan pembahasan materi-materi Fisika Zat Padat hendaknya didahului dengan pembahasan secara singkat tentang materi-materi dasar yang berkaitan. Mahasiswa memahami persyaratan bidang (hkl) dalam kristal yang memiliki sel satuan primitip. juga telah dijelaskan konsep bidang Miller (hkl) yang merupakan sekumpulan bidang paralel yang dibentuk oleh atom-atom dalam zat padat. dibuatlah Modul Pendamping Bahan Ajar Diktat Fisika Zat Padat. Dalam rangka merespon hasil angket balikan di atas. 6. Difraksi kisi menghasilkan rumusan hukum Bragg dan persyaratan indeks Miller (hkl).

Panduan untuk mahasiswa d. Secara berturutan Modul Pendamping Bahan Ajar Diktat Fisika Zat Padat ini berisikan hal-hal berikut. Uraian materi (materi dasar yang berkaitan. dan panduan untuk mahasiswa y Membaca dan memahami uraian materi. dan sekaligus mencoba menghubunghubungkannya dengan materi yang terdapat dalam Bahan Ajar Diktat Fisika Zat Padat y Mengerjakan evaluasi y Mengoreksi evaluasi berdasarkan kunci jawaban evaluasi yang telah tersedia y Membaca dan melakukan hal yang disarankan dalam umpan balik berdasarkan skor evaluasi yang diperoleh 2 . deskripsi. Kunci jawaban evaluasi i. Umpan balik Modul Pendamping Bahan Ajar Diktat Fisika Zat Padat ini dibagikan kepada mahasiswa sekitar satu minggu sebelum perkuliahan berlangsung. Daftar rujukan uraian materi g.dapat memahami materi bahan ajar diktat Fisika Zat Padat yang disampaikan pasa saat perkuliahan berlangsung. a. penekanan inti modul pendamping yang sedang dibahas. dan inti modul pendamping berikutnya) c. y Membaca dan memahami tujuan pembelajaran. Deskripsi (keterkaitan atau relevansi dengan inti modul pendamping sebelumnya. dan penjelasan atau penjabaran materi inti bahan ajar diktat) e. Rangkuman uraian materi f. Evaluasi h. Tujuan pembelajaran (sebagai petunjuk keberhasilan jika telah memenuhi kriteria dalam tujuan pembelajaran) b. Dalam menggunakan modul pendamping ini hendaknya mahasiswa melakukan secara berturut-turut hal-hal berikut.

berukuran 600 line/inch. misalnya. berbeda. Panjang gelombang sinar-X ini sebanding atau lebih kecil daripada konstanta kisi kristal. juga berbeda. Oleh karena itu kedua istilah itu memiliki arti yang berbeda. 3 . Kisi optik yang digunakan. Gelombang optik memiliki panjang gelombang dalam rentang 4000-7000 Å.109) nm = 41. Sedangkan kisi kristal adalah pola geometri kristal. Tetapi. i n1 n2 r Gb. Dengan demikian.5. Kisi optik adalah terjemahan dari ³grating´. Jelas bahwa sinar laser tersebut tercakup dalam rentang gelombang optik. Perhatikanlah ilustrasi berikut. Sebagai sumber gelombang optik.670 nm) > (P = 632 nm) terpenuhi. memang. yaitu sumber gelombang optik dan kisi optik. Dalam eksperimen difraksi kisi optik diperlukan dua alat utama.10-2. sinar-X dengan panjang gelombang yang sebanding atau lebih kecil daripada konstanta kisi (orde angstrom). keduanya berasal dari istilah asing yang.Uraian Materi Perbedaan gelombang optik dan sinar -X saat mengenai permukaan bahan Gelombang optik dan sinar-X memiliki perbedaan dalam hal panjang gelombang. menghasilkan berkas difraksi yang arahnya sangat berbeda dengan arah berkas datang dan memenuhi hukum Bragg. Melihat harga-harga di atas. (gambar 2) Perbedaan difraksi kisi optik dan difraksi kisi kristal sinar -X Kedua difraksi tersebut. 2 Hukum Bragg P = 2 dhkl sin U r P < 2dhkl sin i/sin r =n2/n1= tetap Gelombang optik mengenai permukaan bahan (gambar 1) menghasilkan gelombang terhambur elastis dengan atom-atom bahan sehingga terjadi refraksi optik biasa dan berlaku hukum Snellius. Kisi optik adalah alat yang terdiri dari celah dan tutup dengan ukuran sama yang dapat menyebabkan terjadinya difraksi (lenturan) gelombang optik yang melewatinya. sama-sama menggunakan kata ³kisi´.670 nm. pastilah eksperimen di atas dapat dilakukan. biasanya. sedangkan sinar-X sekitar 1. Ditinjau dari kajian teoritis dan praktis. keduanya.38 Å. digunakan sinar laser He-Ne dengan panjang gelombang sekitar 632 nm. Terdapat perbedaan perilaku antara gelombang optik dan sinar-X saat mengenai permukaan bahan. sedangkan kisi kristal adalah terjemahan dari ³lattice´. jelaslah bahwa syarat (d = 41. Artinya kisi ini memiliki konstanta kisi d=(1/600) inchi = (1/600)(2. yaitu antara 400 ± 700 nm. Secara teori difraksi kisi optik minimum terjadi jika: d sin U = m P dimana syarat d > P. 1 Hukum Snellius n1 sin i = n2 sin Gb. Tetapi.

Jadi tidak ada radiasi -3 tambahan dari efek hamburan Setiap bidang hanya merefleksikan 10 sampai 10-5 3 5 radiasi yang datang sehingga diperlukan 10 sampai 10 bidang untuk menghasilkan berkas refleksi Bragg yang sempurna. Perbedaan pandangan Bragg dan teori hamburan sinar -X yang mengenai permukaan bahan Bragg menjelaskan gejala berkas difraksi pada kristal dengan model sederhana. Hamburan sinar-X oleh elektronelektron dalam atom ini menghasilkan dua persamaan. Teori hamburan memandang bahwa berkas sinar-X yang mengenai permukaan bahan. Karena jarak antar atom-atom kristal padatan dalam orde angstom. Pandangan Bragg di atas menghasilkan persamaan Bragg: n P = 2 dhkl sin U Persamaan ini menuntut syarat agar terjadi pola difraksi yang dapat diamati maka haruslah P < 2dhkl. Jadi terdapat kontribusi dari atom-atom terhadap sinar-X yang dipantulkan.38 Å? Sebelum mencari sudut Bragg. yakni energi sinar-X tidak mengalami perubahan sebelum dan sesudah refleksi. jika digunakan sinar-X 1. maka faktor struktur geometri Fhkl { 0. Salah satu gelombang yang memenuhi kriteria ini adalah sinar-X yang berpanjang gelombang sekitar 1. sesungguhnya mengenai elektron-elektron dalam setiap atom-atom zat padat. Dengan demikian sudut difraksi dapat dicari U = sin-1 (n P / 2 d100) = sin-1 (1. Hamburan ini dianggap elastik.2. Bidang-bidang tersebut dibangun oleh atom-atom dan berperan sebagai cermin pasif. maka terjadi refleksi oleh kumpulan bidang paralel. Hal inilah yang menyebabkan mengapa harus digunakan sinar-X dalam eksperimen difraksi kisi kristal. Karena dimensi dhkl adalah dalam orde Å.Eksperimen kisi kristal menggunakan persamaan Bragg 2 dhkl sin Uhkl = P yang memerlukan syarat 2d > P. Dengan demikian teori hamburan memperoleh persamaan yang lebih luas daripada pandangan Bragg. terlebih dahulu harus dicek apakah syarat difraksi terpenuhi atau tidak.24) = 25. yang kemudian mengalami hamburan secara elastik. maka panjang gelombang yang digunakan haruslah dalam orde yang sama. Tampak bahwa Bragg hanya menganggap bahwa sinar-X hanya mengenai atom secara utuh. maka yang dapat digunakan untuk mengukur jarak antar bidang atom-atom kristal itu adalah sinar x. dan jelaslah bahwa eksperimen tersebut tidak bisa menggunakan gelombang optik.38 / 3.24 Å) secara jelas syarat difraksi terpenuhi. 4 . tanpa melihat atom tersebut tersusun oleh apa. sedangkan untuk cahaya tampak tidak bisa digunakan karena panjang gelombangnya terlalu besar untuk ukuran atom-atom kristal padatan.38 Å.1.a=2.38 Å) < (2d100=2. Jika sinar-X mengenai permukaan suatu kristal.62 Å. Dalam teori hamburan ini atom atom ketika berinteraksi dengan sinar-X bergetar sehingga meradiasikan gelombang elektro magnetik dengan frekuensi yang sam dengan sinar-X. yakni 1) Hukum Bragg P = 2 dhkl sin U yang menuntut syarat P < 2dhkl 2) Agar terjadi difraksi. Dari (P=1. Dalam hal ini dhkl adalah jarak antarbidang (hkl) dalam kristal.62 Å=3.21 o. Contohnya pada sudut Bragg berapakah terjadi refleksi oleh bidang (100) dalam suatu kristal kubik yang mempunyai konstanta kisi a=2. Dengan demikian jelaslah bahwa syarat terjadinya difraksi pada suatu bahan adalah sumber gelombang yang digunakan harus mempunyai panjang gelombang yang lebih kecil dari pada jarak antar celah atom-atonm pembentuk bahan tersebut.

Sedangkan faktor struktur geometri bergantung pada bentuk geometri dan isi sel satuan. Faktor struktur kisi dan faktor struktur geometri berdasarkan teori hamburan Intensitas parsial gelombang terhambur sebanding dengan kuadrat besarnya medan (faktor hamburan kristal) I w ( f kr ! § f al e is y Rl )2 l !1 N TT dengan fal = panjang hamburan atom ke-l T T T s ! k  k o adalah vektor hamburan yang merupakan selisih antara vektor gelombang T T akhir dan vektor gelombang awal (karena hamburan elastik k o ! k ! k .21o dapat dicari dan dianggap sebagai jawaban sudut Bragg. sehingga faktor hamburan kristal di atas dapat dinyatakan dalam bentuk faktorisasi fkr = F S dengan F ! § f aj e j TT is yH j dan S ! § e is y Rl ' . Tetapi. Saat kristal dikenai sinar-X. maka dihasilkan pola difraksi yang berbentuk kisi resiprok. Dengan demikian agar terjadi difraksi. yaitu Rl ! Rlc'  H j . dimana Rlc' adalah posisi sel satuan ke-l. Faktor struktur kisi tidak berharga nol. maka kedua syarat di atas harus terpenuhi. vektor kisi T T T T resiprok G n ! n1 a   n 2 b   n3 c  terdapat dalam kisi resiprok. tetapi sebenarnya intensitas hamburan pada sudut tersebut tidak pernah terjadi. Faktor struktur kisi hanya bergantung pada sistem kristal. akan dihasilkan pola difraksi yang merupakan peta kisi resiprok kristal tersebut. contoh di atas adalah kisi BCC. Tidak terjadi difraksi ditandai oleh tidak munculnya intensitas hamburan dari bidang (100) pada sudut 25. tetapi bernilai sama dengan jumlah atom T T dalam kristal Shkl=N terjadi bila vektor hamburan sama vektor kisi resiprok s ! G hkl . yaitu kisi kristal dan resiprok. Dengan kata lain bila sinar-X mengenai kristal sebagai kisi nyata. meskipun dalam hal ini syarat P<2d100 sudah terpenuhi. Misalnya. Vektor kisi nyata dan vektor kisi resiprok memiliki hubungan sebagai berikut. Kisi resiprok Setiap struktur kristal memiliki 2 kisi. yaitu kristal itu sendiri. Jadi meskipun sudut 25.Sebagai contoh untuk kisi Body Centered harga Fhkl { 0 jika (h + k + l)=genap. T T T T Vektor kisi nyata R ! n1 a  n2 b  n3 c adalah vektor yang menghubungkan satu titik dengan titik yang lain di dalam kisi nyata. Dari nilai s ! s ! 2k sin U dan d hkl hkl ! 2T serta k=2T/P didapatkan hukum Bragg 2 dhkl sin U = P .21 o. yaitu kisi hasil 5   . masing-masing l' TT c mengungkapkan faktor struktur geometri dan kisi. maka T T dihasilkan s ! s ! 2k sin U ) Rl adalah posisi atom dalam kristal T T T Posisi atom dapat ditinjau dalam sel satuannya. T T Syarat ini dinamakan syarat Bragg. Untuk bidang (100) tidak dapat terjadi difraksi karena (h+k+l)=ganjil sehingga Fhkl=0. dan Hj adalah posisi atom dalam sel satuan.

sedangkan T T T vektor basis a  . Dengan kata lain bila sinar-X mengenai kristal sebagai kisi nyata. b dan c * memiliki satuan m-1. dan c membentuk sel satuan dalam kisi nyata. dan c  membentuk sel satuan dalam kisi Antara vektor basis TT T T T T dalam kisi nyata adalah a . Dengan cara yang sama b  tegak T TT TT lurus terhadap bidang . b dan c dan dalam kisi resiprok a * . yang T sama dengan angka gelombang. maka a  tegak lurus terhadap bidang b .difraksi sinar-X. c . b . Karena vektor a  merupakan hasil perkalian silang T TT TT T b v c . b  . b * dan c * terdapat hubungan TT TT TT T T T b xc c xa a xb    a ! 2T T TT b ! 2T T TT c ! 2T T TT a y b xc b y c xa c y a xb T T T * * Tampak bahwa vektor basis kisi resiprok a . maka dihasilkan pola difraksi yang berbentuk kisi resiprok TT T Vektor basis a .

. dan c  tegak lurus terhadap bidang a . a . b . c .

.

T T T T T T Salah satu hubungan antara keduanya adalah a  y a ! b  y b ! c  y c ! 2T .

hkl g Fhkl 2 2 Misalnya. semua atom identik.hkl = Fhkl Shkl = N Fhkl w Fhkl dan intensitas parsial gelombang terhambur sebanding dengan kuadrat besarnya faktor struktur geometri I hkl g f kr . kedudukan atom ke-j dalam sel satuan T T T T T T T T T H j ! u j a  v j b  w j c dan kondisi Bragg terpenuhi s ! G hkl ! ha   kb   lc  serta T T T T T T berdasar hubungan a  y a ! b  y b ! c  y c ! 2T . maka didapatkan persamaan faktor struktur geometri hu 2T i . Vo ! o o Vo T T Jarak antarbidang dhkl dan G hkl direlasikan oleh d hkl G hkl ! 2T Karena Shkl=N. dengan V ! a y b xc dan V  ! a  y b  xc  T TT T T T .2T 3 . maka fkr.

25 Å. b=2.50 Å dan o K=120 dan resiproknya berikut. 120 d100 T G110 010 d010 T b O T a Gb. 4 Kisi Resiprok 6 . j  kv j  lw j Fhkl ! f a § e j Perhatikanlah perbandingan kisi nyata dua dimensi a=1. 3 Kisi Nyata T b* O 100 T a* Gb.

b * dan c * memiliki besar yang sama. Terbuktilah bahwa kisi resiprok dari kisi nyata SC adalah kisi SC juga. b ! aÖ.25 % d 010 2. tetapi dalam kisi resiprok harga a*=2b* b. c * ! ( 2T / a ) k .Pada gambar di atas tampak bahwa T T T T a. atau secara T T T T vektor dapat dituliskan H 1 ! 0 a  0 b  0 c sehingga diperoleh faktor struktur geometri Fhkl ! f a e 2T i . Dengan cara yang sama dapat dibuktikan juga bahwa kisi resiprok kisi BCC adalah kisi FCC. dan b  tegak lurus terhadap a T 2T T 2T 2T 2T 2T a ! T! b ! ! ! a d 100 1. b * ! ( 2T / a ) Ö. j T T T Ö Ö yaitu a * ! ( 2T / a )i . yaitu 2T/a dan sudut yang sama. Tampak bahwa vektor basis kisi j T T T resiprok a * . c ! ak . Sel satuan primitip (P). dan sebaliknya. setiap titik (hkl) dalam ruang resiprok terkait dengan perangkat bidang (hkl) dalam ruang nyata Berikut ini ditunjukkan bahwa kisi resiprok dari kisi nyata SC adalah kisi SC T T T juga. Kisi nyata SC memiliki ciri a ! b ! c ! a dan E=F=K=900 yang diungkapkan T Ö T T Ö dalam vektor a ! ai . a  tegak lurus terhadap b . yaitu 900. Sel satuan primitip hanya memiliki sebuah atom yang terletak di 000. Contoh menghitung faktor struktur geometri F hkl a. Ciri ini sama dengan yang dimiliki oleh kisi nyata SC.50 % Dalam kisi nyata harga a= ½ b . Dari sini dapatlah ditentukan kisi resiprok SC.

« sin T(h + k) = 0 atau (h+k) = 0.1 eTi(h + k) = . s1. 3.1.½ + l.0 + k. Sel satuan ³base centered´ C Sel satuan ini memiliki dua atom persel.1. yang terletak di 000 dan ½½0 sehingga Fhkl = fa (e2Ti(h. 7 . « sin T(h + k) = 0 atau (h+k) = 0.0 + l. s2.h 0 k 0 l 0 ! f a Berarti pada harga (hkl) berapapun akan didapatkan Fhkl{0. « Menentukan kondisi F hkl{0 dipenuhi saat eTi(h + k) { . Dengan demikian untuk kristal dengan sel satuan primitip semua bidang (hkl) berpeluang untuk menghasilkan difraksi sinar-X. 7. « Berarti untuk kristal dengan sel satuan ³base centered´ hanya bidang yang memenuhi syarat h+k=genap saja yang berpeluang untuk menghasilkan difraksi sinar-X. 5. dan Fhkl{0 dipenuhi saat eTi(h + k) { . s1. 2.½ + k.1 Menentukan kondisi F hkl=0 dipenuhi saat eTi(h + k) = . s 2. Misalnya eTi(h + k) = 1 cos T(h + k) + i sin T(h + k) = 1 Berarti cos T(h + k) = 1 atau (h+k) = 0. b. 4. « Dengan demikian Fhkl{0 hanya jika h+k=2n dengan n=0.0) ) = fa (1 + eTi(h + k) ) Fhkl=0 dipenuhi saat eTi(h + k) = .1 cos T(h + k) + i sin T(h + k) = . 6.1 Berarti cos T(h + k) = -1 atau (h+k) = 1. s2.0) + e2Ti(h. s1.

Gb. s 2.0 + l. « Berarti untuk kristal dengan sel satuan ³body centered´ hanya bidang yang memenuhi syarat h+k+l=genap saja yang berpeluang untuk menghasilkan difraksi sinar-X.1 eTi(h + k) { . serta eTi(k + l) { . Faktanya adalah KBr memiliki struktur sama dengan NaCl. ½0½ dan 0½½ sehingga Fhkl = fa (e2Ti(h.½ + k. dan eTi(h + l) = .½ + k.½ + l. yaitu FCC dengan basis. serta eTi(k + l) = .½ + k.0) + e2Ti(h. serta eTi(k + l) = .0 + k.1. 5 Intensitas refleksi kristal KBr sebagai hasil difraksi sinar-X 8 .0 + k. Sel satuan ³face centered´ F Sel ini memiliki empat atom persel di 000. d. Contoh intensitas refleksi kristal KBr sebagai hasil difraksi sinar-X Pada gambar disamping bidang-bidang yang menimbulkan difraksi adalah (111) (222) (200) (400) (220) (331) (311) (420) Perhatikanlah bahwa indek-indeks Miller (hkl) tersebut adalah semuanya genap atau semuanya ganjil. ½½0. s1. maka didapatkan Fhkl{0 hanya jika h+k+l=2n dengan n=0.1. sebenarnya dapat diringkas lagi menjadi hanya satu syarat saja.0 + k.1 Berturut-turut ketiga kemungkinan di atas memenuhi Fhkl { 0 jika (h+k) = 2n dan (k+l) = 2n (h+l) = 2n dan (k+l) = 2n (h+k) = 2n dan (h+l) = 2n Ketiga kemungkinan syarat di atas. Dengan demikian dapat diduga bahwa struktur kristal KBr adalah kubik FCC.0 + l.0) + e2Ti(h.1. yaitu Fhkl{0 hanya jika semua indeknya genap atau semua indeknya ganjil. Secara teori ciri tersebut dimiliki oleh struktur ³face centered´.c.½ + l. dan eTi(h + l) { . Sel satuan ³body centered´ I Sel satuan ini memiliki dua atom persel di 000 dan ½½½ sehingga Fhkl = fa (e2Ti(h.1.1 eTi(h + k) = .1. dan eTi(h + l) = .½ + l.0 + l.1.½) ) = fa (1 + eTi(h + k + l) ) Dengan cara yang sama seperti di atas.½) ) = fa (1 + eTi(h + k) + eTi(h + l) + eTi(k + l) ) Kondisi Fhkl=0 dipenuhi bila terdapat tiga kemungkinan harga eTi(h + k) = .0) + e2Ti(h.½) + e2Ti(h.

½ + k.½) + e2Ti(h. tidak muncul dalam difraksi kristal KCl.masing-masing memiliki jumlah elektron 18 dan 36 sehingga fK { fBr.0) + e2Ti(h. Andaikan (hkl) semuanya genap. yakni tidak semua indek ganjil atau tidak semua indek genap Fhkl { 0 bila semua indek (hkl) ganjil atau semua indek (hkl) genap Khusus untuk kasus Fhkl { 0 a. yang terjadi bila indek (hkl) bercampur. dan (331).0 + l.½ + l. Ion K+ dan ion Cl.½ + k. yaitu serupa dengan NaCl.Perbedaan hasil difraksi sinar-X antara KCl dan KBr Sel satuan KBr memiliki 4 ion K+ dan 4 ion Br. Dengan demikian indek-indek(hkl) yang semuanya genap atau semuanya ganjil dapat muncul dan menimbulkan difraksi sinar-X. Lain halnya dengan KCl.0) ) = fK (1 + eTi(h + k) + eTi(h + l) + eTi(k + l) ) + fBr (eTi(h + k + l) + eTi(l) + eTi(k)+ eTi(h)) = [fK + fBr eTi(h + k + l) ] [1 + eTi(h + k) + eTi(h + l) + eTi(k + l) ] Dalam ungkapan di atas Fhkl = 0 bila faktor kedua dalam ruas kanan sama dengan nol. 6 Hasil difraksi sinar-X dari KBr di atas dan KCl Faktor struktur geometri untuk kristal KBr adalah Fhkl = fK (e2Ti(h. 800 700 600 500 400 300 200 Tampak bahwa tiga bidang.½ + l.0) + e2Ti(h.0 + k.½) + e2Ti(h. yang terdapat dalam hasil difraksi KBr.½ + l. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut.0) + e2Ti(h.½ + k.½) ) + fBr (e2Ti(h. (311).½ + l. Beberapa kristal yang seperti KCl adalah NaF. yaitu (111).0 + l. maka Fhkl = [fK + fBr] [4] b. 9 . Padahal susunan kristal keduanya adalah sama.0 + k. yaitu 18 elektron. Andaikan (hkl) semuanya ganjil.0 + k.½) + e2Ti(h. RbBr. Oleh karena itu fK } fCl.0 + l.0 + l. maka Fhkl = [fK . dan CsI. 2U Gb.yang berkedudukan di K+ : 000 ½½0 ½0½ 0½½ Br-: ½½½ 00½ 0½0 ½00 Perhatikanlah hasil difraksi sinar-X dari KBr di atas dan KCl berikut. Dengan demikian untuk kristal KCl apabila indek (hkl) semuanya ganjil diperoleh Fhkl = 0.½ + k. Oleh karena itu dalam kristal KCl indek-indek (hkl) yang dapat muncul hanya yang semuanya genap saja.0 + k.masing-masing memiliki jumlah elektron yang sama.fBr] [4] Ion K+ dan ion Br.

Pada kristal dengan sel satuan primitip semua bidang (hkl) berpeluang untuk menghasilkan difraksi sinar-X.38 Å) menghasilkan berkas difraksi yang arahnya sangat berbeda dengan arah berkas datang dan memenuhi hukum Bragg. 4. 5. serta memenuhi persamaan d sin U = m P. pada kristal dengan sel satuan ³base centered´ hanya bidang yang memenuhi syarat h+k=genap saja yang berpeluang untuk menghasilkan difraksi sinar-X. Sedangkan fkr=FS. Teori hamburan ini menghasilkan dua persamaan. dan kisi optik. maka faktor struktur geometri Fhkl{0. Sedangkan eksperimen kisi kristal memenuhi persamaan Bragg 2dhkl sin Uhkl = n P dan menggunakan sinar-X yang berpanjang gelombang sekitar 1. Sedangkan teori hamburan memandang bahwa berkas sinar-X yang mengenai permukaan bahan.38 Å. gelombang optik (4000-7000 Å) menghasilkan gelombang terhambur elastis dengan atom-atom bahan sehingga terjadi refraksi optik biasa dan berlaku hukum Snellius. sinar-X (1. Difraksi kisi optik menggunakan gelombang optik (400 ± 700 nm). kristal dengan sel satuan ³face centered´ hanya jika semua indek genap atau semua indek ganjil yang berpeluang untuk menghasilkan difraksi sinar-X. 2. mengenai elektron-elektron dalam setiap atom-atom zat padat. kristal dengan sel satuan ³body centered´ hanya bidang yang memenuhi syarat h+k+l=genap saja yang berpeluang untuk menghasilkan difraksi sinar-X. yakni hukum Bragg P = 2 dhkl sin U dan agar terjadi difraksi. Faktor struktur kisi berharga tetap. Sedangkan faktor struktur geometri berharga 2T i . Pandangan Bragg ini menghasilkan persamaan hukum Bragg n P = 2 dhkl sin U. intensitas parsial gelombang terhambur sebanding dengan kuadrat besarnya medan (faktor hamburan kristal fkr). yang kemudian mengalami hamburan secara elastik. direfleksikan oleh kumpulan bidang paralel yang dibangun oleh atom-atom dan berperan sebagai cermin. Bragg menjelaskan gejala berkas difraksi kristal dimana sinar-X yang mengenai permukaan suatu kristal. yaitu perkalian antara faktor struktur kisi F (hanya bergantung pada sistem kristal) dan faktor struktur geometri S (bergantung pada bentuk geometri dan isi sel satuan). misalnya sinar laser He-Ne (632 nm). Saat mengenai permukaan bahan. Dalam teori hamburan. 3. Tetapi. misalnya berukuran 600 line/inch. sesungguhnya.Rangkuman uraian materi 1.

b * dan c * terdapat TT TT TT T T T a xb c xa b xc    . b dan c ) dan dalam kisi resiprok a * . hubungan a ! 2T T TT c ! 2T T TT kisi resiprok b ! 2T T TT c y a xb b y c xa a y b xc kisi SC adalah kisi SC juga. dan sebaliknya. Antara vektor TT T T T T basis dalam kisi nyata ( a . Dengan kata lain bila sinar-X mengenai kristal sebagai kisi nyata. maka dihasilkan pola difraksi yang berbentuk kisi resiprok. akan dihasilkan pola difraksi yang merupakan peta kisi resiprok kristal tersebut. 6. 10 ¡ j . Sedangkan kisi resiprok kisi BCC adalah kisi FCC. Saat kristal dikenai sinar-X. j  kv j  lw j hu dengan kedudukan atom ke-j dalam sel satuan adalah hkl ! f a § e T T T T H j ! u ja  v jb  w jc .

sedangkan sinar-X mengalami difraksi b. sedangkan sinar-X mengalami pemantulan c. KECUALI « a. Diktat Matakuliah Susunan Zat. kisi yang digunakan d. (400). sedangkan sinar-X tidak dapat mengungkapkan sifat mikro bahan 2. 1991.. Bragg memperoleh syarat hamburan Fhkl{0. Bidang-bidang Kristal KBr yang menimbulkan difraksi adalah (111). 1984. N. ND. (331). California: Addison Wesley Publishing Company Ashcroft. Gelombang optik dengan panjang gelombang ribuan angstrom dan sinar-X dengan panjang gelombang seorde angstrom memiliki perilaku bebeda saat mengenai permukaan bahan. Percobaan difraksi dengan gelombang optik berbeda dengan percobaan difraksi kisi kristal sinar-X dalam hal. (220). persamaan yang digunakan b. Daftar rujukan uraian materi Alonso. Pengantar Fisika Zat Padat. Fundamental of Solid State Physics. MA. Solid State Physics. FR. 1975. gelombang optik mengalami pembiasan. 1989. 1976. Berikut ini adalah pernyataan yang benar tentang pandangan Bragg atau teori hamburan saat sinar-X mengenai permukaan bahan. yang semuanya genap atau semuanya ganjil. C. 1976. Jakarta: Depdikbud Dirjendikti P2LPTK Evaluasi Pilihlah satu jawaban yang benar dari setiap soal evaluasi berikut! 1. EJ. (220). Bidang-bidang Kristal KBr yang menimbulkan difraksi yang semuanya genap atau semuanya ganjil. dan fK } fCl. Inc Omar. An Introduction to Statistical Physics for Student. NW. Singapura: John Wiley & Sons. tetapi pada KCl adalah yang semuanya yang genap saja. Finn. yang tidak didapatkan oleh teori hamburan 11 .. London: Longman Supangkat. H.7. gelombang optik memenuhi hukum Snellius. sedangkan sinar-X memenuhi hukum Bragg d. Bandung: Jurusan Fisika FMIPA ITB Suwitra. 1972. M. (222). (311). panjang gelombang sinar yang digunakan c. gelombang optik dapat mengungkapkan sifat mikro bahan. Reading-Massachusetts: Addison Wesley Publishing Company Pointon. 8. teori interferensi yang digunakan 3. Philadelphia: Sounders College Chrisman. Mermin. Berarti dapat diduga bahwa struktur kristal KBr adalah kubik FCC. dan (420). gelombang optik tidak mengalami pemantulan. Elementary Solid State Physics. yaitu « a. Inc Kittel. AJ. Introduction to Solid State Physics. Hal ini terjadi karena fK { fBr. Fundamental University Physics III: Quantum and Statistical Physics. Singapura: John Wiley & Sons. a.

c dalam kisi nyata . sedangkan menurut teori hamburan tidak elastik 4. a. Faktor struktur kisi dan geometri merupakan hasil dari teori difraksi Bragg 5. Kisi nyata SC memiliki kisi resiprok SC b. Bragg dan teori hamburan sama±sama memperoleh syarat hamburan 2dhkl>P sinar-X d. Setiap titik (hkl) dalam ruang nyata terkait dengan perangkat bidang (hkl) dalam ruang resiprok c. Faktor struktur kisi berharga sama dengan jumlah atom dalam kristal Shkl=N. Faktor struktur kisi dan geometri merupakan bagian dari faktor hamburan kristal b. KECULAI « a.b. sedangkan faktor struktur geometri bergantung pada bentuk geometri dan isi sel satuan d. Menurut Bragg. Vektor a  dalam kisi resiprok tegak lurus terhadap bidang b . KECUALI «. Berikut ini adalah pernyataan yang benar tentang kisi nyata dan kisi resiprok. bila T T vektor hamburan sama vektor kisi resiprok s ! G hkl c. Berikut ini adalah pernyataan yang benar tentang faktor struktur kisi atau geometri. sinar-X dihamburkan oleh elektron-elektron dalam atom secara tidak elastik c. Faktor struktur kisi hanya bergantung pada sistem kristal. Kisi resiprok merupakan peta hasil hamburan dari kristal yang dikenai sinar-X TT T d. Menurut Bragg hamburannya adalah elastik.

(331). dan (321) d. (400). keduanya hampir sama sehingga keduanya ³terlihat´ oleh sinar-X sebagai jenis atom yang sama d.. a. indek-indek Miller (hkl) tersebut adalah semuanya genap atau semuanya ganjil b. dan (220) b. dapat diduga bahwa struktur kristal KBr adalah struktur ³face centered´ c.sama banyak sehingga keduanya ³terlihat´ oleh sinar-X sebagai jenis atom yang sama c. Hal ini disebabkan oleh. (211). (220). Berdasarkan bidang-bidang (hkl) yang menimbulkan difraksi pada kristal KBr berikut (111). KECUALI «««. 8. (311). secara fakta KBr memiliki struktur sama dengan CsCl. dan (321) c. a. pada kristal BCC adalah (100). Tetapi. bidang-bidang tersebut memiliki F hkl{0 d. (220). (200). (420) dapatlah dikatakan « a. sedangkan pada KCl hanya yang genap saja. (200). faktor hamburan atom pada K+ dan Cl-. jumlah ion positip dan ion negatip pada keduanya adalah sama b. Berkaitan dengan persyaratan bidang (hkl) agar Fhkl{0. 6. difraksi sinar-X terhadap masing-masing menunjukkan hasil yang berbeda. keduanya. jumlah elektron pada K+ dan Cl. (211). maka sebagai contoh bidangbidang berikut yang menimbulkan difraksi sinar-X adalah ««. pada kristal FCC adalah (111). KCl dan KBr. pada kristal SC adalah (111). Indeks yang muncul pada KBr adalah genap atau ganjil semuanya. yaitu FCC dengan basis. memiliki struktur FCC. dan (220) 7. pada kristal ortorombik C adalah (100). indeks yang muncul dalam difraksi sinar-X sangat bergantung pada struktur kristal yang bersangkutan dan faktor hamburan atom penyusun kristal 12 . (222).

Pertahankan prestasi yang anda capai. Jumlah skor maksimum adalah sejumlah nomor soal evaluasi 5. Apabila jawanan Anda benar beri skor 1 3. d 8. d 5. Bersiap-siaplah untuk mengikuti perkuliahan Fisika Zat Padat 3 65 . Gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Tingkat penguasaan = (jumlah skor diperoleh/jumlah skor maksimum)x100% 6. d 3. c 2. Bersiap-siaplah untuk mengikuti perkuliahan Fisika Zat Padat 2 82 . c 4. b 6. Pelajari kembali modul ini secara berulang. Pertahankan prestasi yang anda capai. bandingkanlah hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban evaluasi yang telah tersedia.90 Baik Anda telah berhasil. Selanjutnya kerjakan kembali evaluasinya 13 . Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban evaluasi 2. c 7. a Umpan balik Untuk mengetahui tingkat keberhasilan Anda dalam mengerjakan evaluasi. Diskusikan dengan sesama teman dan bertanyalah kepada dosen tentang hal yang dirasa sulit atau belum dimengerti 5 < 54 Belum berhasil Pelajari kembali modul ini dengan sungguh-sungguh dari awal. Pelajari kembali bagian yang belum anda kuasai 4 55 .81 Cukup berhasil Anda masih perlu mempelajari modul ini dengan seksama. Lihat kriteria tingkat penguasaan materi yang Anda peroleh 1 Baik sekali u 91 Anda telah berhasil.64 Kurang berhasil Anda harus lebih giat lagi. Apabila jawanan Anda salah beri skor 0 4.Kunci jawaban evaluasi 1. Cara menentukan skor evaluasi: 1.