P. 1
PTK BIG

PTK BIG

|Views: 150|Likes:
Published by auryan

More info:

Published by: auryan on Jan 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2015

pdf

text

original

1

PENGGUNAAN KOMIK TERHADAP PEMAHAMAN NOUN PHRASE SISWA DI KELAS VII SMP 2 KEBONAGUNG PACITAN

KARYA TULIS ILMIAH

Oleh:

Eko Wurianto, S.Pd.
NIP: 19800918 200801 1 004 NUPTK: 8250758659200013

Eko Wurianto, http://guruindo.blogspot.com

2

KATA PENGANTAR

Saat ini kita hidup di tengah revolusi yang mengubah cara hidup, bagaimana cara kita berkomunikasi, dan bagaimana kita berpikir dan mendapatkan kemakmuran. Revolusi ini akan menentukan bagaimana kita bekerja, bertahan hidup dan menikmati seluruh kehidupan. Kita, dengan begitu, membutuhkan revolusi pembelajaran yang untuk menyeimbangkan revolusi informasi agar setiap orang dapat mengambil keuntungan yang sama dari potensi manusia yang luar biasa. Bahasa Inggris, yang merupakan alat revolusi informasi, harus dipelajari oleh pelajar Indonesia sejak SD sampai mahasiswa. Sayangnya, hasil yang diharapkan belum terwujud. Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi bisa jadi karena teknik mengajar guru yang belum baik. Hal ini menyemangati penulis untuk mengkaji efektifitas komik sebagai alat pembelajaran Bahasa Inggris. And menurutnya, akan lebih baik jika karya tulisnya ini diberi judul: “Penggunaan Komik Terhadap Pemahaman Noun Phrase Siswa di Kelas VII SMP 2 Kebonagung Pacitan” Dalam kajian ini, kita akan mendiskusikan pengaruh komik terhadap pemahaman siswa dalam mempelajari Noun Phrase. Penulis menggunakan “Let’s Talk” untuk kelas VII sebagai bahan utama. Kajian ini dilangsungkan di kelas VII SMP 2 Kebonagung Pacitan yang melibatkan 40 siswa. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan beberapa literature dan juga mengakses internet. Data utama diambil dari hasil tes yang diberikan kepada siswa. Setelah melakukan penelitian, penulis berkesimpulan bahwa jika komik digunakan sebagai media pembelajaran, siswa akan secara total terlibat dalam proses pembelajaran dan ini akan mempengaruhi kesuksesan belajar. Penulis berharap bahwa kajian ini akan bermanfaat bagi guru Bahasa Inggris dalam mengembangkan metode pembelajarannya dan pada saatnya nanti dapat mengubah pembelajaran menjadi lebih revolusioner.

Eko Wurianto, http://guruindo.blogspot.com

3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sejak 1971, revolusi komunikasi tidak dapat dibendung lagi. Dunia telah berubah menjadi sebuah tempat besar untuk saling berbagi informasi. Dengan berkomunikasi, orang – orang di seluruh dunia dapat membagi pengetahuan yang mereka miliki. Menurut UNESCO statistical yearbook (1992) dunia telah mencetak 800.000 judul buku setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa informasi begitu dibutuhkan untuk mengadakan revolusi di berbagai bidang. Setiap orang harus menyesuaikan dirinya sendiri terhadap perubahan. Permasalahannya muncul ketika bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa Inggris. Seorang pembelajar harus mampu menggunakan bahasa Inggris untuk membaca dan berbicara yang kedua hal itu tidak akan dapat terlaksana tanpa penguasaan vocabulary (kosa kata bahasa Inggris) yang baik. Di Indonesia, penguasaan atas kedua ketrampilan berbahasa di atas terlihat masih sangat sulit untuk dicapai. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor itu adalah hambatan psikologis sebagaimana dikatakan oleh Georgi Lozanov (1979) bahwa kurang percaya diri dalam melakukan sesuatu dapat berdampak pada hasil akhirnya. Jika kita yakin bahwa kita mampu melakukan sesuatu, kita benar – benar akan mampu melakukannya. Tapi, jika kita ragu dan tidak percaya bahwa kita mampu melakukannya, pikiran negatif ini benar – benar akan mewujud. Ketika seorang bayi dilahirkan, dia memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi jenius. Hal ini bisa dibuktikan ketika dia berumur dua tahun. Seorang bayi mulai berkomunikasi dengan berbicara, suatu ketrampilan yang tidak ia pelajari melalui buku tata bahasa, belajar di sekolah, atau melalui ujian. Dan ketika seorang bayi tinggal di sebuah keluarga yang berbicara dengan dua bahasa, dia akan berbicara dalam kedua bahasa itu dengan kefasihan yang sama

Eko Wurianto, http://guruindo.blogspot.com

jika otak mengalami stress. http://guruindo.com . maka pembelajaran yang baik mestinya menjauhinya. Ketika seorang bayi berulang tahun yang pertama. Merupakan tugas guru untuk menyediakan suasana yang menyenangkan selama proses belajar. 1990) Jika emosi negatif yang kuat selama proses belajar merupakan musuh dari pembelajaran yang baik. kita tak dapat menghitung berapa kali ia jatuh. Dia takut jika gagal. Seorang bayi tidak mengenal kegagalan.blogspot. Dia kehilangan kepercayaan diri. Orang tuanya selalu menjaganya. orang tua menunjukkan kegembiraan dengan bersorak dan bertepuk tangan. menyemangatinya bahwa ia mampu melakukannya. Kita bisa melihat praktek pembelajaran di kelas sebagai contoh. Guru harus mencari cara untuk Eko Wurianto. kapasitas saraf untuk berpikir secara rasional tidak akan mencapai tingkat paling maksimum. Selama proses belajar itu.4 Tetapi ketika bayi tumbuh. Dan bagi banyak orang ini merupakan awal dari pencitraan diri yang negative. dia mulai tidak mau mengambil resiko. menghentikan proses pembelajaran di saat ini dan di masa depan (Mac Lean. Sang guru. Teman – temannya tertawa mendengar jawaban itu. dengan wajah masam. Hal ini membuat ia malu. Seorang murid mengacungkan tangannya dan menjawabnya dengan penuh rasa percaya diri. Siswa di atas mendapatkan umpan balik negatif dari guru dan juga teman – temannya. bangun dan mencoba lagi. Seorang guru menanyakan sesuatu kepada muridnya. dia belajar berjalan. Dan. Proses pembelajaran harusnya menyenangkan bagi seluruh siswa. umpan balik negatif terus menerus menyerang kepercayaan dirinya. Sekali sang bayi berhasil. Padahal. Dan kekuatan berpikir positif ini akhirnya membawa sang bayi pada kemampuan berjalan. berkata bahwa jawaban itu salah. Dan selangkah demi selangkah. keadaan ini juga menghambat High Order Thinking Skill (HOTS). Kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh seorang bayi di awal kehidupannya hilang. Jack Canfield (1982) melaporkan penemuannya bahwa setiap anak menerima kira – kira 460 umpan balik negatif dan hanya menerima 75 umpan balik positif.

harapan penulis. 2. Bagaimana respon siswa terhadap penggunaan komik sebagai media pembelajaran? 2.com . Tujuan Penulis ingin mengetahui apakah: 1. sebagaimana orang dewasa juga. Eko Wurianto. mereka akan terlibat total dalam proses pembelajaran itu. Siswa merespon positif terhadap komik untuk media pembelajaran. http://guruindo. Meskipun noun phrase merupakan materi yang mudah. menyukai komik. Siswa paham benar dengan penggunaan noun phrase setelah mereka belajar dengan menggunakan komik. jika media yang menyenangkan ini dipakai dalam proses pembelajaran. Salah satu cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan adalah dengan menggunakan komik sebagai media pembelajaran. B. Umumnya anak – anak menyukai komik. dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap noun phrase dan mampu menguatkan ingatan siswa terhadap penggunaannya. Jika siswa mendapati suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Maka.blogspot. Mengapa kita memilih komik? Karena anak – anak. siswa seringkali membuat kesalahan dalam mengimplementasikannya. Komik. ia akan membawa suasana menyenangkan dalam proses pembelajaran. Keterlibatan secara total ini penting untuk melahirkan hasil akhir yang sukses. Permasalahan Penulis merumuskan masalah dari kajian ini sebagai berikut: 1. Penulis menggunakan komik untuk mengajar noun phrase ke kelas VII dari SMP Negeri 2 Kebonagung. Apakah siswa akan mendapatkan pemahaman yang sebenarnya terhadap penggunaan noun phrase setelah belajar dengan menggunakan komik? C.5 membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan mengkesampingkan ancaman selama proses pembelajaran.

& Rampal. komik tidak lagi ditemukan di ruang pembelajaran. Robert Schoof menganggap komik berguna untuk pembelajaran bahasa. Buku komik moderen lahir secara tidak disengaja oleh dua orang pekerja di Eastern Color Printing Company yang mengoleksi sejumlah komik strip terkenal dari koran dan menatanya kedalam bentuk majalah (Wright. berisi berbagai hal negatif yang membuat orang tua khawatir jika anak – anak mereka akan menirunya Tapi sebenarnya. Anak – anak dan orang dewasa menyukainya.com . Orang – orang mulai percaya bahwa komik telah berperan dalam menciptakan kenakalan remaja. dan menyebabkan iritasi mata (Dorrell. Berikut ini adalah tokoh yang membawa komik ke ruang kelas lagi. Sejak 1933. Tapi komik belum. 1995). Robert Thorndike bekerja sama dengan DC Comics dan Harold Downes menciptakan buku latihan bahasa yang menggunakan gambar – gambar Superman (Sones. komik telah menjadi semakin populer. Campbell mengintegrasikan komik kedalam program membaca (Koenke. & Rampal. Curtis. komik telah digunakan sebagai media pembelajaran.blogspot. imajinasi. khususnya dalam mengajarkan dialek dan karakterisasi (Koenke. Komik untuk Pembelajaran Komik menjadi semakin populer saat ini. 1995). 2001). 1981). Kondisi ini berlanjut sampai 1970an. Richard W. Karena asumsi – asumsi negatif ini. ratusan orang lainnya percaya bahwa komik tidak bagus untuk anak – anak. http://guruindo. 1981). Tapi itu tidak berlangsung lama. Para pendidik di Amerika juga menciptakan komik yang mendukung kurikulum pendidikan. Kajian Pustaka a. 1944). Meskipun komik disukai banyak orang. Yang lain percaya bahwa komik menghalangi minat baca. Dalam jurnal Eko Wurianto. Curtis. Kebanyakan komik.6 BAB II INOVASI PEMBELAJARAN A. tahun dimana kedua pekerja melahirkan komik moderen pertama. Musik dan film telah umum digunakan dalam proses belajar. memang. Komik juga dituduh sebagai musuh dari membaca serius (Dorrell.

Kelebihan itu adalah: 1. hl. Masing – masing kelompok seimbang dalam pembagian kelas dan kecakapannya. sebagaimana ditulis’ “mampu membuat siswa menyelesaikan tugas yang seharusnya diselesaikan dalam satu minggu menjadi satu hari saja” (Sones. Visual Komik terdiri dari gambar – gambar yang merupakan media visual. Satu guru bahkan mengatakan bahwa komik membuat pembelajaran menjadi "pembelajaran yang sangat mudah" (Hutchinson.com . 244). hl. Televisi. Menurut Gene Yang (2003) komik memiliki lima kelebihan jika dipakai dalam pembelajaran. http://guruindo. 2002). Adalah Sones’ (1944) yang berkesimpulan bahwa kualitas gambar komik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran: Sones membagi empat ratus siswa kelas enam sampai kelas Sembilan kedalam dua kelompok. dan Bruce Brocka (1979) menganjurkan komik sebagai benteng pertahanan terhadap alat yang mengancam budaya membaca. DC Comics. Mereka menemukan bahwa siswa memiliki “ketertarikan yang tak biasa” dan. komik akhirnya mendapat tempat di dunia pendidikan. 1949. sedangkan 79% mengatakan komik "meningkatkan partisipasi individu" (hl. dan Downes juga menemukan bahwa komik juga mampu memotivasi siswa ketika mereka memperkenalkan buku latihan bahasa Superman ke kelasnya. Eko Wurianto. Dan banyak pustakawan yang percaya bahwa komik dapat mengalihkan perhatian pelajar dari televisi dan video games (Bacon. 1944. 244). Memotivasi Hutchinson (1949) menemukan bahwa 74% guru yang disurvei menganggap bahwa komik "membantu memotivasi" (hl. Neil William mengganti buku ESLnya yang masih tradisional dengan komik Calvin and Hobbes untuk mengajar di American Language Institute of New York University (1995). 244). pendidik Kay Haugaard (1973) dan Constance Alongi (1974) merekomendasikan komik bagi siswa yang tidak suka membaca. Thorndike.7 perdagangan. 2. 233). Beberapa tahun kemudian.blogspot. Hasil eksperimen di atas menunjukkan kepada kita bahwa komik benar – benar mampu memotivasi siswa selama proses belajar mengajar.

com . Sederhananya.8 Kelompok pertama disuguhi pembelajaran ceritadengan menggunakan komik dan yang kedua hanya menggunakan teks saja. 5. http://guruindo. Haugaard (1973) mengatakan bahwa komik bisa mengubah siswanya yang tidak suka membaca menjadi siswa penyuka Jules Verne and Ray Bradbury. Tes pertama menunujukkan bahwa kelompok pertama mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada kelompok kedua. Meskipun film dan animasi juga merupakan media visual. Komik. Perantara Karl Koenke (1981) mengatakan bahwa komik bisa mengarahkan siswa untuk disiplin membaca khususnya mereka yang tidak suka membaca atau yang memiliki kekhawatiran akan kesalahan. Populer Eko Wurianto. Sones (1944) menekankan bahwa murid yang "memiliki kecerdasan rendah dan menengah" (hl. Komik bisa menjadi jembatan untuk membaca buku yang lebih serius. Sones berkesimpulan bahwa kelompok pertama mendapatkan pencerahan setelah membaca komik tanpa harus banyak mempelajari teks. Sones (1944) berkesimpulan bahwa "pengaruh gambar terlihat dalam hasil tes" (hl. berbeda dengannya. mereka bisa mengulangi sesuka hati mereka. Permanen Menggunakan komik sebagai media pembelajaran jauh berbeda dengan menggunakan film atau animasi. 239) terbantu dengan adanya gambar yang baik kualitasnya. mereka dites untuk mengetahui isi dari pembelajaran cerita itu. merupakan media yang permanen. Setelah seminggu.blogspot. Akhirnya. Di tes kedua kelompok kedua mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada kelompok pertama. 238). Kemudian kedua grup dites lagi. 3. kelompok pertama disuguhi teks saja sedang yang kedua diberikan komik. 4. prosesnya diubah. jika siswa tidak memahami suatu adegan film atau animasi. mereka hanya dapat dilihat tanpa bisa mengulanginya sekehendak kita. mereka tidak bisa mengulanginya. Tapi dengan komik. Setelah itu. Sedang kelompok kedua tidak mendapatkan pencerahan itu kecuali setelah membaca ulang teks dalam bentuk komik.

menyopir mobil. Dalam fase perencanaan. Eko Wurianto. Ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam belajar.test. Lima Tipe Memori Menurut teori paling mutakhir. Proses Inovasi Pembelajaran Penulis mengambil dua fase dalam penelitian ini yaitu fase perencanaan dan fase pelaksanaan. Kita tidak pernah lupa permainan tradisional yang kita mainkan ketika kita kecil. d. e. penulis mengadakan pre. b. menentukan sumber data. Ini disebut memori yang tidak disadari. and George Chilcoat (2002) mengatakan bahwa dengan memasukkan budaya populer kedalam kurikulum bisa menjembatani kesenjangan perasaan siswa ketika di dalam dan luar sekolah. Implisit: Sekali kita mempelajari sesuatu seperti bersepeda. Kerja: Memori ini adalah memori terpendek. atau berenang. c. Atau. Ketika informasi penting secara emosional memuaskan – sebuah film atau cerita – biasanya kita akan tetap mengingatnya. B. Ketika kita melambaikan tangan ke seseorang di saat itu kita juga tengah berbicara pada orang lain misalnya. Gregory Bryan. kita tidak pernah lupa minuman favorit kita.9 Kita bisa mengatakan bahwa siswa kita saat ini berada dalam budaya populer. Memori kerja juga membantu kita mengerjakan beberapa hal berbeda di waktu yang sama.com . b. Ia bisa menyimpan dan mengingat beberapa hal dalam waktu yang bersamaan. dan melaksanakan pre-test. Remote: Ini adalah kumpulan informasi sepanjang kita hidup. Semantik: Memori terhadap kata dan symbol merupakan tipe memori yang tidak akan pernah dapat dilupakan.blogspot. http://guruindo. Timothy Morrison. Tidak lebih dari beberapa menit saja. Kita tahu bahwa Spiderman and Batman adalah film yang diambil dari komik. Komik adalah bagian dari budaya populer. mungkin bagi kita untuk tidak melupakan cara melakukannya. ada lima tipe memori yaitu: a. kita masih ingat kalimat yang diucapkan oleh seorang yang pembicara hingga titik. Misalnya. Episodik: Memori ini adalah memori tentang pengalaman khusus.

Model Arikunto terdiri dari empat fase yaitu perencanaan. http://guruindo.com . Fase Tindakan Noun phrase adalah materi yang sederhana dalam pelajaran bahasa Inggris. Di fase perencanaan. dan refleksi. penulis menggunakan model yang ditulis oleh Suharsimi Arikunto (2007). dan menyiapkan kertas observasi. mereka sudah melupakannya. Bahkan sangat mudah. Dalam fase refleksi.blogspot. Keempat fase itu merupakan satu siklus. penulis mendiskusikan hasil tes. Siklus Pertama a. Murid – murid biasanya mengatakan bahwa ini merupakan pelajaran yang mudah. Di fase pelaksanaan. Banyak siswa yang memahami konsep noun phrase dengan sangat mudah dan cepat. hasil observasi. dan wawancara dengan siswa dengan guru bahasa Inggris yang lain sehingga penulis bisa menarik kesimpulan dan membuat pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik di waktu berikutnya. Mereka biasanya dapat memecahkan masalah noun phrase dengan baik sesaat setelah mereka mempelajarinya. penulis juga menentukan tujuan penelitian dan menyusun aktivitas pembelajaran menggunakan komik. menyusun komik yang akan digunakan dalam pembelajaran. Fase berikutnya adalah fase observasi.10 Selain itu. Penulis mengadakan observasi terhadap aktivitas siswa selama proses belajar menggunakan kertas observasi. penulis menulis Rencana Pembelajaran. menyiapkan alat – alat yang akan digunakan dalam pembelajaran. Tapi setelah seminggu atau lebih. banyak siswa yang kesulitan dalam mengimplementasikannya. tindakan. Penulis dapat mengambil satu atau lebih siklus. Sebuah siklus selesai jika hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah dilakukan dengan baik dan tiap murid mendapatkan nilai yang baik 1. penulis melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan komik sebagai media. Eko Wurianto. Dalam fase tindakan. Tapi meskipun begitu. observasi.

Noun phrase dalam bahasa Indonesia adalah kata benda diletakkan sebelum kata sifat. http://guruindo. Untuk penelitian ini penulis menggunakan komik Tin Tin berjudul “Tin – Tin in America”. Sedang “Rusak”. “Anak”. Siswa biasanya membaca Manga. Tapi mereka tidak dapat menemukan buku komik di sekolah sehingga mereka pun membacanya meskipun pada akhirnya buku cerita itupun menarik bagi mereka. Konsep noun phrase dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memang jauh berbeda. Di rumah pun mereka juga masih membaca buku komik. Berawal dari asumsi ini. Maka tidak heran jika mereka kemudian menggunakan konsep Indonesia ini meskipun mereka berbicara dalam bahasa asing. penulis tahu bahwa siswa sebenarnya lebih menyukai komik daripada buku cerita. Itulah sebabnya penulis menggunakan komik Tin Tin edisi bahasa Inggris untuk memenuhi tujuan ini. Dalam bahasa Inggris. Dari berbagai wawancara dengan siswa. bentuk noun phrase adalah kata sifat diletakkan sebelum kata benda. Penulis menggunakan komik untuk mewujudkan hal itu.11 Kesalahan yang dibuat oleh siswa biasanya merupakan pengaruh pemahaman awal mereka mengenai noun phrase yang dipakai dalam bahasa Indonesia. dan “Baju” adalah kata benda. Kata “Jalan”. “Anak Pandai”. komik Jepang yang telah banyak diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. bahasa Indonesia menggunakan pola yang berbeda. penulis yakin bahwa pasti ada cara untuk membuat para siswa mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai noun phrase dan dapat mengimplementasikannya kapanpun dibutuhkan. Siswa menyukai film kartun dan komik.blogspot. Sehingga orang Indonesia akan mengatakan “Jalan Rusak”. atau “Baju Baru”. “Pandai” dan “Baru” adalah kata sifat yang menerangkan kata benda. Tentu saja manga tidak bisa digunakan untuk belajar bahasa Inggris. Siswa biasanya mendengar dan menggunakan noun phrase dalam konsep bahasa Indonesia. Eko Wurianto. Berbeda dengan itu. Penulis sering menjumpai siswa yang mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku cerita selama jam istirahat.com .

Kebanyakan mereka berkata bahwa mereka tidak menemukannya. Lalu penulis mengajak para siswa untuk mengeksplorasi perbedaan antara noun phrase dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris. http://guruindo. Hanya satu siswa saja yang mengatakan bahwa ada noun phrase dalam halaman komik itu. Gambar 1: Contoh halaman komik yang mengandung noun phrase. Setelah membaca sekitar lima menit.12 Penulis memilih Tin Tin karena dialog yang digunakan dalam komik itu relatif mudah dipahami. Untuk kegiatan ini penulis membutuhkan waktu sekitar lima belas menit dan menghentikannya setelah menanyakan tentang apakah mereka telah paham konsep noun phrase atau belum. Berikutnya. Komik ini penuh dengan kata – kata slang yang tentu saja sulit untuk dipahami oleh siswa kecuali mereka mau membuka kamus slang yang akan menghabiskan lebih banyak waktu. penulis bertanya kepada mereka apakah di dalam halaman itu terdapat noun phrase atau tidak.blogspot. Penulis membagi siswa dalam lima kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari delapan siswa. Berbeda dengan komik strip “Spiderman” di harian KOMPAS misalnya.com . Eko Wurianto. memberikan beberapa halaman komik Tin Tin kepada tiap kelompok dan meminta mereka untuk membaca halaman komik itu.

Guntingan dialog untuk kelompok 1. Gambar 2. Mereka menjawab tidak untuk pertanyaan ini. Penulis mengira bahwa mungkin siswa akan menemukan noun phrase jika mereka diberi bagian dari halaman yang mengandung noun phrase. Semua siswa mengatakan bahwa mereka tidak memahaminya. Penulis menanyakan noun phrase lain yang mungkin ditemukan. tapi Eko Wurianto. http://guruindo. Penulis mengira bahwa kelompok dapat menemukan noun phrase “Fresh Air” karena kata itu telah cukup dikenal.blogspot. Penulis memberitahukan kepada siswa bahwa di masing – masing guntingan itu terdapat noun phrase dan meminta mereka mencarinya namun mereka dilarang membuka kamus. bukan seluruh halaman yang mengandung banyak dialog yang mungkin akan membuat mereka bingung.com . dialog dalam halaman yang mengandung noun phrase digunting dan diberikan kepada masing – masing kelompok. Mereka hanya membacanya dan menerka – nerka jalan ceritanya dengan melihat gambarnya. Maka. Jawaban ini menunjukkan bahwa siswa tidak dapat menemukan noun phrase di dalam halaman komik karena mereka tidak tahu arti dari kata – kata yang tertulis di dalamnya. Penulis bertanya kepada kelompok pertama apakah mereka telah menemukan noun phrase itu. Kelompok mengatakan bahwa mereka menemukan satu noun phrase yaitu “Fresh air”. Asumsi ini terbukti karena sebenarnya masih ada noun phrase lain di dialog itu yaitu “Rush hour”.13 Penulis lalu bertanya kepada siswa apakah mereka memahami cerita dari halaman komik itu tanpa membuka kamus.

Penulis berkata bahwa sebenarnya mereka dapat menemukan lebih banyak lagi noun phrase.blogspot. Gambar 3. penulis juga menanyakan noun phrase yang mereka temukan. Dan kata “Sedan”. http://guruindo. Penulis memuji mereka dan bertanya mengapa mereka begitu percaya diri mengatakan bahwa “Red Sedan” adalah noun phrase. “Famous Reporter” dan “Big Ideas” adalah sisanya.14 mereka tidak menyebutkannya sebagai noun phrase. penulis berkesimpulan bahwa mereka memiliki masalah yang sama dengan masalah yang dihadapi kelompok pertama. Kelompok tiga juga ditanya tentang potongan dialog yang diberikan kepada mereka. Kelompok pertama mengenal dua noun phrase di potongan itu. “Red” sudah cukup mereka kenal bahkan sejak mereka belajar di SD. mereka mengatakan bahwa mereka mengetahui arti dari “Hour” tapi mereka tidak mengetahui arti dari “Rush”. Ketika penulis menanyakan “Rush Hour”. Dan memang potongan yang diberikan kepada mereka hanya berisi satu noun phrase. Maka bisa dikatakan bahwa kelompok ketiga ini telah menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Mereka kembali mencarinya tapi tak dapat menemukannya. Yaitu “Little kid” dan “Good job”. “Famous” dan “Ideas” karena kata “Big” begitu dikenal oleh mereka. Dari kelompok kedua. seorang siswa Eko Wurianto. Potongan gambar untuk kelompok dua. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa itu mudah. Sebagaimana kelompok pertama. Lalu penulis beralih ke kelompok kedua. Tapi mungkin mereka tidak mengetahui makna dari “Reporter”. Semua anggota kelompok mengatakan “Red Sedan”.com .

Hal ini mungkin disebabkan dua hal. Semua anggota kelompok tidak dapat menyebutkan noun phrase yang sebenarnya terdapat dalam potongan itu. Potongan untuk kelompok tiga. Gambar 4. Anggota kelompok tidak mengetahui kata “great” Eko Wurianto. Potongan gambar untuk kelompok empat.blogspot. mereka gagal menemukan “Great Manitou” sebagai noun phrase. Mereka berkata bahwa mungkin penulis telah salah memberikan potongan komik kepada mereka.15 mengatakan dengan bercanda bahwa mereka tidak perlu sekolah untuk mengetahui arti kata “sedan” karena biasanya orang Jawa menyebut nasi yang dibungkus dengan daun pisang sebagai “Sedan Ijo”. Potongan komik ini diberikan kepada kolompok empat: Gambar 5. http://guruindo.com .

Polisi itu mengatakan banyak kata ketika menelepon.blogspot. Beberapa menit kemudian mereka menyerah. Mungkin siswa melihat gambar itu dengan seksama namun beberapa kata membuat mereka bingung. banyaknya kata – kata yang diucapkan oleh polisi mungkin benar – benar mengganggu konsentrasi mereka. “Gang-land king”. http://guruindo. Penulis mengatakan bahwa mereka akan menemukannya dan memerintahkan mereka untuk kembali mencarinya. mereka mengaku tahu arti dari kata itu tapi mereka benar – benar tidak tahu bahwa kata . Potongan gambar untuk kelompok lima Eko Wurianto. dan “immediate release” terlewat dari perhatian mereka.com . Siswa mengatakan bahwa mereka tidak menemukan noun phrase di dalamnya. Gambar 6.16 sehingga mereka melewatkan noun phrase itu. “Favorite newshounds”. “Special delivery”.kata setelahnya merupakan kata yang membuatnya menjadi noun phrase Meskipun ukuran potongan dialog itu kecil. Ketika penulis menanyakan arti kata “Favorite” dan “Special”. Atau mereka tidak mengetahui makna kata “Manitou” karena itu merupakan kosa kata Indian. Kelompok ini mendapatkan gambar seorang polisi yang sedang menelepon. Penulis meninggalkan kelompok empat dan menuju ke kelompok terakhir.

4.A. penulis ( P ) mewawancarai siswa dengan inisial D. Berikut dialognya: P D.A P DA P DA P : “Kamu suka pelajaran bahasa Inggris hari ini? : “Ya pak. Jika noun phrase dikombinasikan dari kata yang mereka kenali dengan kata yang tidak mereka ketahui. Dua puluh menit berikutnya digunakan untuk mengetes pemahaman siswa tentang noun phrase.com . b.A P D. 5. Fase Observasi Hasil dari observasi penulis selama fase tindakan adalah sebagai berikut: 1. Untuk melengkapi observasi.blogspot. kelompok kami tidak menemukan satupun. 3. mereka tidak dapat menemukan noun phrase itu. suka sekali. Siswa tidak dapat menemukan noun phrase di satu halaman penuh komik Tin Tin karena banyaknya dialog di halaman itu malah membuat siswa bingung.17 Fase tindakan ini membutuhkan waktu 60 menit. Siswa tidak dapat menemukan noun phrase karena mereka tidak mengetahui arti dari masing – masing kata.” : “Mengapa?” : “Karena pelajaran hari ini berbeda dengan pelajaran biasanya” : “Maksudmu?” : “Hari ini kita menggunakan komik” : “Menurutmu noun phrase itu mudah?” : “Tidak pak. P D. 2.A.” : “Mengapa tidak?” : “Karena kami tidak mengerti artinya” : “Terima kasih ya” Eko Wurianto. Siswa dapat menemukan noun phrase jika kata itu mereka kenali. Ada sepuluh pertanyaan yang meminta siswa untuk menulis noun phrase dari gambar yang ada di samping kiri kertas. http://guruindo. Beberapa siswa dapat menemukan noun phrase dalam dialog setelah penulis memotong–motong halaman komik kedalam beberapa bagian.

P Y. Eko Wurianto. 2. penulis tahu bahwa Tin Tin. Kata sifat dan kata benda yang tercetak di komik belum mereka kenali. P Y.” : “Kamu bisa menemukan noun phrasenya?” : “Ya mudah sekali” : “Kok mudah?” : “Karena kata – katanya mudah” : “Baiklah. Banyak siswa yang suka film kartun dan komik. 3. Komik dapat memotivasi mereka dalam belajar. Fase Refleksi Dengan mendiskusikannya dengan guru bahasa Inggris yang lain. Guru seharusnya menjadi lebih kreatif dengan menggambar komik yang sederhana tapi menarik untuk pembelajaran siswa.sama” c. Siswa suka buku komik sebagai media belajar. Dengan mewawancarai beberapa siswa penulis tahu bahwa siswa menyukai komik sebagai media belajar. Komik memotivasi mereka untuk belajar lebih baik.D. P YD P YD : “Kamu suka dengan pelajaran hari ini”? : “Ya pak. P Y.com . Berdasarkan data di atas penulis membuat rencana berikut untuk siklus berikutnya: 1. Siswa sebenarnya memahami konsep noun phrase tapi mereka tidak dapat menemukan noun phrase itu di dalam halaman komik Tin Tin yang diberikan kepada mereka.blogspot. suka sekali” : “Mengapa?” : “Karena kami menggunakan komik. terima kasih” : “Sama . terlalu sulit bagi siswa.D.sama” Dan berikut wawancara dengan YD.D.18 DA : “Sama . http://guruindo. Tin Tin in America. Guru seharusnya tidak menggunakan komik yang memiliki kata – kata sulit bagi siswa meskipun itu menarik bagi mereka.

Tapi berbeda dengan fase pertama.com . Penulis mengatakan kepada para siswa bahwa mereka masih akan belajar dengan menggunakan komik Tin Tin. Mereka hanya diperbolehkan mendiskusikannya dengan temannya. Eko Wurianto. di fase ini penulis tidak menggunakan komik Tin Tin yang asli.blogspot. Untuk membuat suasana yang menyenangkan dalam belajar. Siklus Kedua a. 1. Penulis masih menggunakan karakter Tin Tin tetapi dia menuliskan dialog dengan kata – kata yang diambil dari buku “Let’s Talk” untuk kelas VII. Gambar – gambar itu diberikan kepada masing – masing kelompok dan membiarkan mereka mendiskusikan gambar itu. penulis masih menggunakan karakter Tin Tin untuk menyampaikan konsep noun phrase di siklus berikutnya. Fase Tindakan Sekali lagi penulis meminta siswa untuk berkelompok. Penulis kembali mengingatkan tentang konsep noun phrase. Berikut ini adalah gambar untuk kelompok pertama: Gambar 7. http://guruindo.19 4. Mereka tidak diperkenankan membuka kamus. Gambar untuk kelompok pertama.

Gambar untuk kelompok kedua Mereka dengan benar dapat menyebutkan “Beautiful Garden” sebagai noun phrase. Inilah gambar untuk ketiga kelompok: Eko Wurianto. Berikutnya. Ketiga kelompok terakhir juga sama. Dan inilah gambar untuk kelompok kedua. mereka dapat menyebutkan semua noun phrase yang ada. mereka juga diberikan gambar dengan kata – kata sederhana dan sekali lagi penulis dengan tepat dapat menebak bahwa siswa mampu menemukan noun phrase yang ada di dalam gambar. Sebagaimana kelompok sebelumnya. http://guruindo.com . secara mengejutkan. Gambar 8. Mereka dapat menemukan noun phrase dengan mudah.20 Ketika penulis menanyakan tentang noun phrase yang dapat mereka temukan dalam gambar itu. penulis memberikan gambar kepada kelompok lainnya.blogspot.

Penulis mengatakan bahwa memang bahasa Inggris mudah untuk dipelajari. http://guruindo. Mereka menemukan bahwa bahasa Inggris merupakan pelajaran yang mudah untuk dipelajari. Penulis mengetahui betul hal ini karena hal itu tergambar di wajah dan perilaku mereka. Tapi gambar yang terakhir ini berbeda dengan gambar sebelumnya.com .blogspot. Siswa benar – benar termotivasi. Gambar untuk kelompok tiga. Penulis meminta siswa untuk mengisi gelembung bicara itu dengan noun phrase mereka sendiri. Inilah noun phrase yang mereka tulis di gelembung – gelembung bicara yang ada di gambar mereka masing – masing: Eko Wurianto. Saat ini mereka diperkenankan untuk membuka kamus. gelembung bicaranya kosong. Hal ini merupakan kondisi terbaik untuk belajar dan penulis yakin bahwa bahwa siswa – siswa itu akan dapat mengisi gelembung bicara yang masih kosong itu dengan jawaban terbaik mereka.21 Gambar 9. Penulis berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain membagikan gambar Tin Tin yang telah diberikannya sebelumnya. Lalu penulis mengatakan kepada siswa bahwa ia akan memberikan tantangan yang lebih kepada mereka. Siswa mendapatkan kepercayaan dirinya. Siswa menyambut tantangan itu dengan antusias. Mereka bisa menuliskan noun phrase apapun selama masih berkaitan dengan gambar yang dibagikan kepada mereka. empat dan lima.

22 - White dog Fast dog Thin boy Orange hair Brown trousers Yellow shirt Long coat - Green tree Black man Curly hair White dog Tired boy - Dead man White dog White socks Dirty place Yellow shirt Green paper - White dog Handsome boy Fast boy Red cheeks Long shirt Eko Wurianto.com .blogspot. http://guruindo.

http://guruindo. 3. saya bisa memahami konsepnya dengan mudah dan cepat. Siswa dapat membuat membuat noun phrase dari gambar yang diberikan kepada mereka. pak” P : “Apakah pembelajaran yang tadi membantumu memahami konsep noun phrase?” PC : “Ya. Lalu penulis ( P ) mewawancarai siswa dengan inisial PC.” Eko Wurianto. 2.23 - Good photo Sharp nose Interesting news Long beard Perkiraan penulis benar. b. Siswa dapat menulis noun phrase mereka sendiri yang mereka ambil dari gambar. 4. Berikut wawancaranya: P : “Selamat pagi” PC : “Selamat pagi . Siswa dapat menemukan noun phrase karena gambar yang diberikan kepada mereka sederhana dan tidak tertata sebagai sebuah cerita yang panjang. Penulis dapat menemukan noun phrase itu karena kata – kata yang digunakan sudah mereka kenali. Siswa dapat menemukan noun phrase di dalam gambar dengan mudah.com . Fase Observasi Berikut ini observasi penulis selama siklus kedua: 1. dan ini dapat meningkatkan kesuksesan dalam belajar. 5.blogspot. Siswa terlibat dalam pembelajaran secara penuh. 6. Memberikan contoh yang sederhana dan mudah di saat awal dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa.

apa yang membuatmu mudah memahaminya?” PC : “Gambar yang warna warni membuat saya memahami konsep dengan mudah” P : “Kamu memilih seluruh komik atau potongan komik untuk belajar noun phrase?” PC : “Saya lebih suka seluruh komik tapi lebih mudah belajar dengan potongan komik” P : “Terima kasih” PC : “Sama – sama” Sekarang penulis mewawancarai siswa dengan inisial RM.com . untuk pembelajar pemula. Tapi malah membuat pembelajaran terlalu mudah sehingga saya malah bosan. lebih baik jika menggunakan potongan dari keseluruhan komik. http://guruindo. Tapi komik yang akan digunakan harus diseleksi terlebih dulu.” P : “Kalau begitu apa yang kau inginkan?” RM : “Pokoknya yang menantang” P : “Terima kasih” RM : “Terima kasih” c. Tidak segala macam komik bisa digunakan. Selain itu. Hanya komik yang sederhana yang bisa digunakan.blogspot. Fase Refleksi Penulis tahu bahwa komik akan menjadi media pembelajaran bahasa Inggris yang efektif.24 P : “Menurutmu. Eko Wurianto. P : “Halo” RM : “Ya pak” P : “Bagaimana pembelajaran hari ini?” RM : “Menyenangkan” P : “Komiknya bagaimana?” RM : “Bagus. Menggunakan seluruh komik hanya akan membuat siswa bingung dan target belajar tidak akan tercapai.

Tujuan dari hal ini adalah agar mereka dapat berdiskusi.25 Untuk hasil terbaik. http://guruindo. siswa dimotivasi untuk mendiskusikan permasalahan yang ada. Mereka juga termotivasi. Hasil dari tes. Kemudian siswa diminta untuk menuliskan noun phrase berdasarkan gambar yang diberikan kepada mereka. Berikutnya. Dengan berkelompok. bukan jaminan mereka akan mampu mengidentifikasi noun phrase. Memang bukan nilai terbaik. awal. disarankan untuk mengganti dialog yang digunakan di komik dengan kata – kata yang sudah dikenal siswa. Di awal.blogspot. siswa yang pandai akan dapat membantu siswa yang kurang pandai. Saat ini. Kata – kata dalam komik seringkali terdengar asing bagi siswa. Penulis meminta membacanya dan menemukan noun phrase yang ada di dalamnya. Tes kedua terdapat 67.3. Ini berarti tes kedua lebih baik daripada tes pertama.5 % siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 65. Hasil dari Inovasi Pembelajaran Proses pembelajaran dari penelitian ini dilaksanakan dalam tiga fase. menantang. Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran akan membuat mereke gembira dan puas. tapi cukup bagus. Sedang di siklus kedua mereka terlibat dan termotivasi Eko Wurianto. siswa tidak begitu termotivasi dan terlibat. siswa terlibat secara total dalam pembelajaran. Mereka mendapati pembelajarannya lebih menyenangkan dan bagi beberap siswa. ada 67.5 % siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 65 dan rata – ratanya adalah 71. D. Meskipun siswa tahu konsep noun phrase.com . Hal ini terjadi karena di siklus pertama. Tes tulis pertama menunjukkan bahwa 37 % siswa mendapatkan nilai lebih dari 65. Di akhir pembelajaran. siswa diberi komik. penulis meminta siswa untuk duduk berkelompok. Proses Evaluasi Di akhir pembelajaran. penulis memberikan tes tertulis. 25 nomor dari soal pilihan ganda harus diselesaikan siswa dalam waktu tiga puluh menit. tengah dan akhir. C.

B.com . Tapi guru hendaknya benar – benar dapat memilih komik yang sesuai. http://guruindo. Kesimpulan Komik terbukti sebagai media pembelajaran bahasa Inggris yang efektif. Guru hendaknya tidak memakai seluruh komik melainkan potongan – potongan dari komik itu saja. Dengan menggunakan komik buatan sendiri.blogspot. Disarankan guru membuat komik mereka sendiri meskipun dengan masih menggunakan karakter komik yang terkenal. kita bisa memilih kata terbaik untuk siswa kita. Memakai keseluruhan komik hanya akan membuat siswa bingung. Untuk hasil terbaik. Saran Disarankan agar guru bahasa Inggris memakai komik untuk media pembelajaran noun phrase dan materi bahasa Inggris lainnya. lebih baik jika kata – kata yang tertulis di komik diganti dengan kata – kata yang lebih dikenal siswa karena sering mereka tidak memahami kata – kata itu.26 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Hasil terbaik akan tercapai jika kata – kata yang dipilih sudah dikenal oleh siswa karena hal ini akan lebih memotivasi mereka. Eko Wurianto.

Baltimore.com . 34. (http://books. Diane. (online). Bandung: Kaifa Haugaard. K. Comic book nation: The transformation of iouth Culture in America.mozilla:id: official&hl=id&tab=wp.co. 801-803. Hongkong: Oxford University Press Wright. http://guruindo.co. 1986. Gordon & Vos Jeannette.google.id/bkshp?client=firefoxa&rls=org. Reading Teacher. K. 27.id/bkshp?client=firefoxa&rls=org. Response to Kay Haugaard: Comic books revisited. 1973.co.google. (online) (http://books. MD: Johns Hopkins University Press.google. Revolusi Cara Belajar: Belajar akan Efektif Kalau Anda dalam Keadaan “Fun” Bagian I dan II (2nd Ed) Translated by Word ++ Translation Service. accessed at Nopember 8th 2008) Dryden. B. Gene. Comic books: Conduits to culture? Reading Teacher. Reading Teacher. 1981.co.mozilla:id: official&hl=id&tab=wp. accessed at Nopember 5th 2008) Yang. 2001.id/bkshp?client=firefoxa&rls=org. accessed at Nopember 7th 2008) Larsen-freeman. accessed at Nopember 5th 2008) Eko Wurianto. accessed at Nopember 7th 2008) (online). The careful use of comic books.id/bkshp?client=firefoxa&rls=org.blogspot.google.mozilla:id: official&hl=id&tab=wp. (1974).google. (http://books. 2003.co. 5455. 27. C. Comic in Education. official&hl=id&tab=wp.id/bkshp?client=firefoxa&rls=org.1999. (online). 592-595.mozilla:id: official&hl=id&tab=wp.27 Daftar Pustaka Alongi.2001. (online) (http://books. Techniques and Principles in Language Teaching.mozilla:id: Koenke. (http://books.

blogspot.28 LAMPIRAN Foto – foto proses pembelajaran Penulis membantu siswa mengeksplorasi noun phrase Siswa mendiskusikan komik Eko Wurianto.com . http://guruindo.

29 Siswa mencoba menemukan noun phrase di komik Siswa menunjukkan noun phrase yang ditemukannya Eko Wurianto.com .blogspot. http://guruindo.

30 Menunjukkan noun phrase yang ditemukannya Siswa mendiskusikan komik Eko Wurianto.com .blogspot. http://guruindo.

http://guruindo. Eko Wurianto.blogspot.com .31 Siswa mengerjakan soal tes.

place. nice.technique 4. Kegiatan Pendahuluan Greeting. room. lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat dalam teks berbentuk descriptive. Kompetensi Dasar : 10. Metode Pembelajaran/Teknik: Three – phase . building. Langkah-langkah kegiatan Pertemuan ke 1 ( 2 x 40’ ) a. small. large. Materi Pembelajaran Rumus dari noun phrase: Adjective + Noun Kata sifat seperti: beautiful.blogspot. boy 3.com . cat. house. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran siswa dapat: Menjelaskan benda dan tempat dengan bahasa Inggris 2. perfect. call the roll Me Eko Wurianto. Mengungkapkan makna dalam monolog pendek sangat sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat.32 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMP Pacitan Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi : : SMP Negeri 2 Kebonagung : Bahasa Inggris : VII / II (dua) 10. young Kata benda seperti: garden. yard. big. village. http://guruindo. Indikator : Menjelaskan benda dan tempat menggunakan bahasa Inggris Jenis Teks Aspek/skill Alokasi waktu : : : Deskriptif Berbicara 4 x 40 menit 1. student. wide. old. clever.2. Berbicara Mengungkapkan makna dalam teks lisan fungsional dan monolog pendek sangat sederhana berbentuk descriptive untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

Buku teks Let’s Talk Grade VII b. Kegiatan Penutup Menanyakan kesulitan siswa selama PBM Menyimpulkan materi pembelajaran 5.com . Instrumen Contoh: : Tes tulis dan lisan : Melengkapi kalimat dengan noun phrase yang ada dalam pilihan ganda : Lembar pengamatan 1) Choose the best answer for the blanks below. Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang pola noun phrase Mencari dan menunjukkan noun phrase dalam halaman komik secara berkelompok Mendiskusikan noun phrase yang ada dalam halaman komik Sharing hasil diskusi antar kelompok. Bentuk b. call the roll b. 2) Describe the things around you. Pedoman Penilaian skor perolehan Nilai = x 100 skor maksimal Eko Wurianto. http://guruindo. Kegiatan Penutup Menanyakan kesulitan siswa selama PBM Menyimpulkan materi pembelajaran Pertemuan ke 2 ( 2 x 40’ ) a. Komik Tin Tin “ Tin Tin in America” 6.blogspot. d. Student’s work sheet c.33 Memotivasi siswa dalam berbagai hal belajar bahasa Inggris. Penilaian a. Sumber Belajar a. Menanyakan siswa tentang ciri – ciri sesuatu b. Kegiatan Pendahuluan Greeting. Teknik a. c. Kegiatan Inti Mengenali noun phrase dalam halaman komik sederhana Menuliskan noun phrase berdasarkan gambar yang ada dalam halaman komik c.

2. Rubrik Penilaian: No. 1.blogspot. http://guruindo. KHAMIM Pembina Tk.com . 3 Nopember 2008 Guru Mata Pelajaran Drs. 131 638 265 EKO WURIANTO.34 c. S.Pd. NIP. I NIP. Uraian Menjawab dengan benar Menjawab salah/ Tidak menjawab Skor 4 0 Mengetahui : Kepala UPT SMP Negeri 2 Kebonagung Pacitan. 510 205 682 Eko Wurianto.

LBB dan Perannya ( dimuat dalam majalah MEDIA. 2007) . ( dimuat dalam majalah MEDIA.blogspot. S.Pd. Pekerjaan / Jabatan 7. 2007) . Nama lengkap dan gelar 2.Pendidikan yang Jalan di Tempat ( dimuat dalam majalah MEDIA. 2007) . Instansi 8. (0357) 481034 10. Rumah/HP 11. Just Write.Kyoiku Mama (Bercermin pada Ibu Pendidikan di Jepang) ( dimuat dalam majalah MEDIA. Pangkat / Golongan 6. Pengalaman penelitian dan karya lainnya dalam 3 tahun terakhir yang relevan dengan bidangnya . 2007) . http://guruindo. Kantor Ketrowonojoyo.com . NUPTK 5. 2007) . Jenis Kelamin 3. Alamat dan Telp. Bukan Hasil ( dimuat dalam majalah MEDIA. Telp. 9. Pacitan – Lorok KM 15. Alamat dan Telp. NIP 4.Budaya Konsumtif Siswa dan Televisi Kita ( dimuat dalam majalah MEDIA. Laki – laki 19800918 200801 1 004 8250758659200013 / III/a Guru Bidang Studi Bahasa Inggris UPT SMP Negeri 2 Kebonagung Jl.Students with Multiple Intelegences ( Eko Wurianto.Yang Terpenting Proses. 2007) .35 BIODATA PEMAKALAH 1. Pacitan. Bidang Keahlian Eko Wurianto.Take No Notice of Mistake.

2007) .blogspot.Trampil Menulis dengan NgeBlog ( dimuat dalam majalah MEDIA. 2008) Pacitan.com . S.36 dimuat dalam majalah MEDIA. 2008) .Pd. NIP. 16 Mei 2009 Yang membuat pernyataan Eko Wurianto.Yang Harus Anda Ketahui Sebelum Memilih SBI ( dimuat dalam majalah MEDIA. http://guruindo. 19800918 200801 1 004 Eko Wurianto.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->