Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.

com

PELUANG SANGAT BESAR BISNIS WARNET DAN CARA PEMBUATANNYA

1

SINOPSIS

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Diberbagai kota besar bahkan di sudut kota kecilpun sangat banyak warnet berdiri dan dipadati oleh pengunjung yang ingin berinternetan ria. Mengapa warnet sangat banyak didirikan di berbagai kota di Indonesia? Alasannya tidak lain memang warnet adalah salah satu usaha yang sangat menggiurkan keutungannya, bisa Anda bayangkan dengan hanya dengan 10 komputer dalam sehari dapat menghasilkan uang sejumlah uang Rp 500.000,00- 1.000.000. dahsyat bukan. Yang lebih gila lagi di salah berita yang pernah penulis baca di www.detik.com menjelaskan bahwa siaran TV kalah pamor dengan internet. Yang artinya peluang bisnis warnet masih sangat bagus peluangnya untuk masa depan. Jadi tunggu apalagi bangunlah bisnis warnet untuk menjadikan Anda kaya dan mapan. Di buku ini akan dibahas step by step cara membangun warnet mulai proses perencanaan, proses pembangunan warnet, konfigurasi router warnet, hinggga proses pemasaran. Pokok Bahasan buku ini: • • • • • • • • • • • • Pengetahuan Tentang Warnet Contoh kasus pembuatan warnet Praktek pembuatan jaringan komputer warnet Praktek instalasi dan konfigurasi router warnet dengan MikroTik Praktek konfigurasi Billing warnet dan Komputer client warnet Mememaksimalkan kinerja komputer warnet Perijinan warnet Investasi warnet,Masa depan bisnis warnet Strategi membangun warnet Tips memilih ISP Marketing warnet Maintenance Jaringan komputer client warnet

2

PROFIEL PENULIS

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Moch. Linto Herlambang adalah penulis yang sangat tertarik dengan dunia komputer, dan jaringan komputer. Berpengalaman bekerja sebagai teknisi warnet, NOC ISP, dan Administrator di salah satu rumah sakit pemerintah. Anda dapat menghubungi penulis melalui: Website www.lintoherlambang.com e-mail:linto@lintoherlambang.com,lintoherlambang@yahoo.com Telepon :HP 081 2527 23455 Foto

3

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Persembahan

Untuk kedua orang tuaku bapak Tohan Hasibuan dan ibu Suherlina dan kakak-kakaku tercinta Mbak ririk, Mbak Luki, Mbak Wulan.

4

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah Subhana wata’ala yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah kepada hamba-Nya. Semoga sholawat dan salam selalu terlimpah pada Nabi Muhammad Sholallahu ’alaihi wassalam. Di era globalisasi orang yang mengusai informasi akan lebih sukses. Warnet adalah salah satu tempat untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya nyaris tanpa batas. Untuk itu bisnis warnet sangatlah mempunyai potensi yang menggiurkan pasar yang sangat terbuka lebar mulai dari pelajar, mahasiswa, eksekutif muda, pekerja, karyawan dan masih banyak lainnya yang membutuhkan keberadaan warnet. Untuk itu semoga Anda yang membaca buku ini tertarik dengan membangun warnet karena keuntungannya yang begitu besar. Menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempuranaannya. Akhir kata, semoga buku ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Lumajang, Januari 2009

Penulis

5

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

BAB I

PENGETAHUAN TENTANG WARNET

1.1 PENGERTIAN WARNET
Warung Internet (disingkat: warnet) adalah salah satu jenis wirausaha yang menyewakan jasa internet kepada khalayak umum.

1.2 PENGGUNAAN WARNET
Warnet banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa, pelajar, profesional dan wisatawan asing. Warnet digunakan untuk bermacam-macam tujuan, bagi pelajar, dan mahasiswa warnet banyak digunakan untuk: 1. 2. 3. Mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah. Melakukan riset. Menulis skripsi

Bagi masyarakat umum warnet digunakan untuk: 4. 5. Memeriksa kiriman surat-e terbaru. Melamar pekerjaan.

6

6.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com
Bersosialisasi sebagainya. dan berkomunikasi (chatting) dan

lain

1.3 BIAYA
Biaya akses internet umumnya dipatok per jam atau per menit.

1.4 WARNET di DUNIA
Di negara dunia ketiga, warnet adalah tempat kebanyakan orang mengakses internet. Di negara-negara atau daerah-daerah maju di mana akses internet sudah ada pada hampir setiap rumah, warnet jarang didapatkan dan mahal tarifnya. Di daerah perkotaan (urban) sebuah warnet memiliki nama-nama umum panggilan lain seperti; Net Cafe, Cyber Cafe, atau Pusat Permainan Dalam Jaringan yang sambungan internetnya dikhususkan untuk melakukan permainan komputer dalam jaringan. Sementara di daerah atau pinggir kota umumnya dikenal sebagai telecenter. Di beberapa negara yang banyak mengandalkan sensor seperti RRC dan Singapura warnet-warnet dikontrol. Tetapi di negaranegara lain malahan diberi bilik-bilik pribadi supaya bisa mengakses pornografi tanpa dibatasi. Di Los Angeles, Amerika Serikat, warnet juga diawasi karena menarik geng-geng jalanan.

1.5 PENYEBARAN WARNET
Umumnya warnet paling banyak terdapat/tersebar terutama di kota-kota besar (ibukota propinsi, kabupaten, dan di kota-kota kecil sebagai penyedia jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah tersebut dalam mengakses informasi. Kebanyakan warnet tersebar di dekat tempat pendidikan seperti Universitas atau SMA. Warnet juga banyak terdapat di tempat-

7

tempat umum yang memungkinkan orang bersosialisasi seperti Mal, town square, dan sejenisnya. Namun beberapa dari tempat ini atau kafe-kafe tertentu ditempat ini memberikan jasa internet berupa koneksi Wifi (hotspot) yang biasanya gratis karena sudah satu paket dengan biaya yang kita keluarkan saat minum atau makan. Biasanya pengunjung akan mendapat akun untuk memakai internet. Penyebaran warnet di Indonesia pernah dipresentasikan dalam lokakarya di Mexico City, 16-19 November 2004 sebagai persiapan data ICT readiness di negara berkembang pada tahun

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

1.6 BILLING WARNET
Tarif merupakan bagian terpenting dalam billing. Kecanggihan suatu billing ditentukan oleh bagaimana kelengkapan fasilitas serta kemudahan proses konfigurasi dan penggunaannya, baik oleh kasir maupun pengguna warnet. Tarif juga merupakan salah satu strategi marketing. Bila tidak diperhitungkan dengan matang, warnet Anda dapat kalah bersaing dengan warnet lain.Keuntungan pemakaian program billing adalah memudahkan Anda dalam melakukan perhitungan keuangan, pencatatan waktu lebih akurat, dan pengawasan. Dengan begitu Anda dapat mengurangi kecurigaan terhadap kasir, dan menjalin hubungan kemitraan dengan penyedia jasa program ini.Aplikasi yang bertujuan untuk mencatat berapa lama pengguna internet disebut billing warnet. Ada beberapa aplikasi warnet yang bertujuan mencatat siapa yang masuk dan berapa lama pengguna warnet memakai komputer. Yaitu: 1. Billing Manual Adalah cara aplikasi yang paling sederhana dan tradisional. Penjaga warnet mencatat penggunaan internet

8

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

menggunakan kertas. Salah satu kekurangannya adalah penjaga warnet yang memutuskan apakah konsumen harus membayar lebih atau tidak. Karena beberapa masalah seperti konsumen gagal memakai komputer tapi tagihan bayaran tetap jalan. Billing otomatis Adalah berbasis Jaringan adalah aplikasi otomatis dalam jaringan. Perhitungan dilakukan saat pengguna memasukkan identitas. Aplikasi ini lebih memudahkan penjaga karena terdapat fungsi-fungsi lainnya selain mencatat waktu seperti memberi diskon atau mengendalikan komputer dari jarak jauh.

2.

1.7 PERMASALAH SEPUTAR WARNET
Warnet sendiri tidak terlepas dari berbagai masalah seperti: 1. Pornografi Banyak negara memandang internet adalah salah satu media dimana pornografi dapat diakses oleh pengguna. RRC contohnya telah mengontrol hal ini dengan ketat dan dianggap efektif. Hal ini dikarenakan medianya yang visual dan kemudahan untuk mendownload berkas seperti: AntiVirus, beep dan film yang mengandung fotografi dalam bentuk AVI (terbesar) hingga 3gp untuk kapasitas telepon genggam. 2. Pengunduhan/download Pengunduhan/download program-program komputer ilegal atau program-program komputer yang sudah di kodenya

9

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com
3. Penyebaran virus dan worm

sudah dipecahkan ulang, atau dikenal juga sebagai Cracker APP/WAREZ.

Virus/worm ini menyebar melalui situs, dokumen yang di download / di unduh dari e-mail, flashdisk, dan lain sebagainya. 4. 5. Perjudian dalam jaringan HAKI /lisensi HAKI / lisensi dalam penggunaan perangkat lunak oleh warnet tersebut. Namun beberapa warnet juga sudah menggunakan perangkat lunak sah baik dengan membeli izin proprietary maupun menggunakan perangkat lunak bersumber bebas (Open Source/free ) seperti Linux. Software Linux yang populer diwarnet seperti Ubuntu, IGOS, SimplyMepis, Suse dll. 6. Kejahatan melalui jaringan Kejahatan melalui jaringan seperti penipuan, scam, penyedia layanan game online seperti Real-Money trans, botting, cheat hingga manipulasi karakter seperti penipuan.

1.8 MAlLING LIST
Di Indonesia ada beberapa asosiasi yang terkait dengan warnet seperti AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia) dan APWKomitel (Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika).

1.9 SWEEPING
Aksi sweeping yang heboh dilakukan terhadap warnet pertengahan tahun 2005 oleh aparat kepolisian memberikan

10

satu di antara dua pilihan bagi pengusaha warnet. Menggunakan software legal dengan mengikuti aturan dan harga yang tinggi atau beralih ke software open source-yang tentu saja dapat digunakan dengan cuma-cuma. Beberapa warnet responden telah mempertimbangkan untuk beralih ke OS open source seperti Linux dan FreeBSD. Tapi, kendala yang dihadapi cukup beralasan untuk masih menunda penggunaan OS open source tersebut. Alasan-alasan tersebut antara lain belum terbiasanya user / pelanggan dalam menggunakannya walau sebenarnya kompatibilitas dan keandalannya dapat dibilang cukup user friendly. Ada juga yang beralasan, komunitas open source adalah komunitas yang eksklusif, dan pelit untuk berbagi ilmu ke masyarakat pengguna komputer. Namun, ada jalan supaya OS open source menjadi familiar yaitu dengan semakin seringnya membiasakan masyarakat menggunakan OS open source. Ini seperti istilah ‘apa yang lebih dulu, telur atau ayam?’ Apakah menunggu OS open source menjadi familiar buat orang banyak atau kita yang mem-familiarkan OS open source? Beberapa warnet diketahui telah berani mengambil langkah untuk migrasi ke penggunaan OS open source. Ada beberapa warnet yang sukses, namun ada juga sebagian dari mereka yang akhirnya tutup atau berbalik menggunakan Windows keluaran Microsoft. Namun, untuk menggunakan software legalpun dibutuhkan kocek besar dan kantong tebal. Tidak hanya membeli sistem operasinya saja, seperti Window XP Professional yang dijual seharga US$ 295, namun software-software pendukung Internet lainnya pun harus dibeli dengan harga yang cukup tinggi pula. Mengenai tanggapan terhadap komunitas open source, Irwin Day mengatakan bahwa sejak tahun 1998 ia menggunakan OS open source dan bergaul dengan komunitas tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat dan ilmu pengetahuan

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

11

dari komunitas tersebut. Menurut kesimpulannya bahwa komunitas open source sama sekali tidak pelit. Yang perlu diperhatikan adalah komunitas open source punya budaya yang berbeda dengan komunitas lainnya. Oleh karena itu, diperlukan adaptasi dengan budaya tersebut dulu jika kita ingin bisa diterima dengan baik dan mendapatkan manfaat dari bergabung dengan komunitas tersebut. AWARI (www.awari.or.id atau mailing listnya: http://groups.yahoo.com/group/ asosiasi-warnet) telah meminta penyedia software legal, dalam hal ini Microsoft, untuk memberikan harga khusus untuk Indonesia. Pihak Microsoft membuka pintu bagi terciptanya kerja sama antara Microsoft dan Awari, namun dengan skema bisnis yang jelas dan tuntutan yang tidak berlebihan. Microsoft akan membantu warnet dalam penggunaan software legal, asalkan bisa menghasilkan nilai tambah bagi kedua industri tersebut. Namun, Awari tidak mengkampanyekan OS semata, tapi juga mengkampanyekan Legalitas Peranti Lunak yang digunakan di warnet. Setiap saat Awari memberikan edukasi ke warnet-warnet melalui milis mengenai pentingnya menggunakan peranti lunak legal guna menghindari “gangguan” dalam berbisnis warnet. Dalam kampanye tersebut termasuk di antaranya mempelajari bentukbentuk lisensi yang ada di peranti lunak yang sering digunakan di warnet. Beberapa diantaranya ternyata tidak memenuhi syarat untuk digunakan sehingga direkomendasikan untuk menggunakan peranti lunak lainnya. Awari pun menyayangkan masih adanya pihak-pihak warnet yang merasa bisa berkelit menghadapi aturan legalitas perangkat lunak. Awari sendiri sikapnya jelas: legalkan perangkat lunak di warnet (bukan hanya OS saja). Bagi warnet yang masih bertahan dengan peranti lunak bajakan, Awari mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu melanggar

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

12

hukum dan setiap saat usahanya terancam untuk diberhentikan oleh aparat. Sampai saat ini, sweeping HAKI masih berlangsung secara teratur. Hari ini lolos bukan jaminan besok lolos lagi.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

1.10 PERSIAPAN PEMBANGUNAN WARNET
Bukan hanya dana yang diperlukan pada pembangunan warnet, rencana yang matang dan tidak setengah-setengah perlu dipersiapkan dengan baik pula. Biasanya, persiapan membangun warnet kurang lebih 3 bulan, mulai dari pencarian tempat, pencarian SDM yang andal, pembelian alat-alat dan perlengkapannya, pengurusan jasa provider untuk koneksi Internet, juga pengurusan badan hukumnya.Menggunakan jasa konsultan untuk membangun dan mengelola warnet sah saja dilakukan sepanjang modal yang dimiliki mencakup untuk itu. Biasanya jasa konsultan perlu digunakan selama tahun pertama operasional. Lebih dari 1 tahun, pengusaha dapat lebih mandiri dalam pengelolaannya. Namun, jika dana tidak memadai untuk pengeluaran ekstra jasa konsultan, Anda tidak perlu berkecil hati. Membangun dan mengelola warnet dengan usaha sendiri pun merupakan tantangan tersendiri. Tempat (Sewa/Beli): merupakan biaya yang dikeluarkan selama warnet berjalan meskipun renovasi seperti pengecetan ulang, pembersihan ruangan, dan menaikkan daya listrik (bila diperlukan). Server : Diusahakan memiliki spesifikasi yang lebih baik dari client. Server dapat digabung dengan komputer kasir. Untuk client, dapat digunakan komputer-komputer bekas dengan catatan, diperiksa dahulu secara keseluruhan.

13

1.11 PERANGKAT JARINGAN

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Hub/Switch yang menghubungkan antarclient, jumlah portnya dapat disesuaikan dengan jumlah client. Modem digunakan bila koneksi dilakukan melalui saluran telepon atau ADSL. Access Point dan antena akan diperlukan jika koneksi Internetnya menggunakan wireless. Panjang kabel UTP dan jumlah RJ45 disesuaikan dengan hasil pengukuran dari setiap client ke hub/ switch dan perhitungan jumlah client. Untuk penyatuan kabel dan RJ45, digunakan crimpping tool dan bila perlu, gunakan LAN tester untuk mengetahui penyatuan kabel yang dilakukan berhasil atau tidak.

1.12 FURNITURE
Furniture yang diperlukan meliputi meja-kursi kasir (bisa sekaligus merangkap admin), meja billing dan meja-kursi client. Berbagai furniture biasanya di buat sesuai dengan kebutuhan meliputi berapa jumlah komputer yang digunakan untuk warnet. Beberapa pertimbangan pembuatan furniture: 1. Pembuatan furniture tergantung luas tempat Semakin luas tempat maka dimungkinkan untuk membuat furniture yang lebih besar dan nyaman. 2. Pembuatan furniture tergantung keuangan Anda dapat membuat furniture yang bagus sekali tetapi juga harus di danai dengan jumlah dana yang tidak sedikit. Misal untuk membuat pengguna warnet nyaman Anda membuat tempat duduk yang nyaman empuk sekali. Hal ini pasti akan membuat pengguna lebih nyaman dan krasan. 3. Pembuatan furniture tergantung konsep warnet

14

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Anda dapat membuat furniture dengan konsep tertentu, misal konsep lesehan, duduk-duduk di lantai beralaskan karpet atau tempat tertentu yang memungkinkan pengguna dapat duduk dengan nyaman. Kebutuhan Privasi Pengguna warnet biasanya mendambakan privasi, dalam arti apa yang dibuka di internet tidak dapat diketahui oleh orang lain. Secara kasat mata, saran penulis buatlah tempat yang bisa menjamin privasi tetapi jangan terlalu tertutup karena dapat menjadikan tempat mesum para pengguna internet.

4.

Target yang ingin di capai dalam pembuatan furniture adalah pengguna warnet dapat melakukan aktivitas berinternet dengan sangat nyaman sehingga tidak terasa sudah berjam-berjam dia duduk tapi masih kerasan berlama-lama di tempat duduk warnet, jika pengguna krasan omset pendapatan Anda juga akan meningkat. Untuk pemesanan furniture Anda dapat memesan di toko pembuat meubel, ataupun di toko pengrajin kayu. Atau mencari info di internet.

1.13 KABEL ATAU WIRELESS
Kepraktisan bisa jadi bahan pertimbangan untuk koneksi Internet di warnet. Penggunaan wireless saat ini mendominasi sebagian besar koneksi ke warnet. Kondisi ini sudah berlangsung sejak 3-4 tahun yang lalu dan semakin meluas sejak penggunaan frekuensi 2,4 Ghz dibebaskan dari biaya lisensi. Meskipun demikian, penggunaan frekuensi radio ini ada batasan-batasan teknis. Namun dalam beberapa tahun ke depan, bisa dipastikan penggunaan wireless Internet link akan

15

tetap menjadi primadona kecuali terjadi perubahan biaya akses via kabel / fiber optic yang signifikan. Sebab walau bagaimanapun, mutu akses melalui kabel atau fiber optic lebih bagus dibanding melalui jalur wireless. Secara teknis, ini menunjukkan kemampuan orang Indonesia dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk memenuhi kebutuhan akan akses Internet yang murah dan cepat.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

16

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

2011

BAB II

PENGANTAR JARINGAN KOMPUTER

2.1 JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling dihubungkan satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi (Dharma Oetomo (1), 2003, hal 7), sehingga dapat berbagi data, informasi, program aplikasi, dan perangkat keras seperti printer, scanner, CD-Drive ataupun harddisk, serta memungkinkan untuk saling berkomunikasi secara elektronik. Adapun sejumlah potensi jaringan komputer, antara lain: 1. Mengintegrasikan dan berbagi pakai peralatan Jaringan komputer memungkinkan penggunaan bersama peralatan komputer berbagai merek, yang semula tersebar di berbagai ruangan, unit dan departemen sehingga meningkatkan efektifitas dari penggunaan sumber daya tersebut.

2.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com
Komunikasi Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pemakai komputer. Selain itu juga tersedia aplikasi teleconference yang memungkinkan dilakukannya rapat atau pertemuan tanpa harus meninggalkan meja kerja.

3.

Mengintegrasikan data Jaringan komputer diperlukan untuk mengintegrasikan data antar komputer-komputer client sehingga dapat diperoleh suatu data yang relevan.

4.

Perlindungan data dan informasi Jaringan komputer memudahkan upaya perlindungan data yang terpusat pada server, melalui pengaturan hak akses dari para pemakai serta penerapan sistem password.

5.

Sistem terdistribusi Jaringan komputer juga dimanfaatkan untuk mendistribusikan proses dan aplikasi sehingga dapat mengurangi terjadinya bottleneck atau tumpukan pekerjaan pada satu bagian.

6.

Keteraturan aliran informasi Jaringan komputer mampu mengalirkan data-data komputer client dengan cepat untuk diintegrasikan dalam komputer server. Selain itu, jaringan juga mampu untuk mendistribusikan informasi secara kontinu kepada pihakpihak terkait yang membutuhkannya.

2.2 JENIS JARINGAN
Jaringan komputer dapat dikelompokkan berdasarkan luas area yang dapat dijangkau atau dilayani. Secara umum jaringan komputer terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Local Area Network

18

(LAN), Metropolitan Area Network (MAN), dan Wide Area Network (WAN).

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

2.2.1 LOKAL AREAN NETWORK(LAN)
Adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah.

Gambar 2. 1 Local Area Network

2.2.2 METROPOLITAN AREA NETWORK (MAN)
Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan MAN menghubungkan beberapa buah jaringanjaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu jaringan kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya.

19

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Gambar 2. 2 Metropolitan Area Network

2.2.3 WIDE AREA NETWORK (WAN)
Sebuah WAN adalah jaringan yang ruang lingkupnya sudah menggunakan sarana satelit, wireless, ataupun kabel fiber optic karena jangkauannya yang lebih luas hingga wilayah otoritas negara lain. Menggunakan sarana WAN, sebuah perusahaan yang ada di Indonesia bisa menghubungi kantor pusatnya yang ada di Jepang hanya dalam waktu beberapa menit.

Gambar 2. 3 Wide Area Network

20

2.3 KOMPONEN JARINGAN
2.3.1 KABEL

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Setiap kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda. Beberapa jenis kabel yang menjadi standar dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer adalah: 1. Coaxial Cable Jenis kabel dengan inti dari tembaga dan dikelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lain, diantaranya terdapat isolator.

Gambar 2. 4 Coaxial Cable Braided Shield dan Coaxial Cable Foil Shield

Dikenal dua jenis tipe coaxial cable untuk jaringan komputer, yaitu thick coax cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coax cable (mempunyai diameter lebih kecil). Untuk perangkat jaringan, kabel jenis coaxial yang dipakai adalah kabel RG-58. Jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet. Setiap perangkat dihubungkan dengan konektor BNC-T.

Gambar 2. 5 Kabel coaxial RG-58, konektor BNC-T, terminator 2. Twisted Pair Cable

21

Ethernet juga dapat mengunakan jenis kabel lain, yaitu UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twister Pair). Kabel UTP atau STP yang umum dipakai adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel terpilin.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Gambar 2. 6 Kabel UTP dan Konektor RJ-45

untuk menghubungkan client ke hub/router Terdapat tipe penyambungan kabel jenis UTP, yaitu straight trough cable, crossover cable ditambah satu jenis pemasangan khusus untuk cisco router yaitu roll over cable. Perbedaannya, straight cable dipakai untuk menghubungkan beberapa unit komputer melalui perantara konsentrator (hub/switch) maupun repeater, sedangkan crossover cable digunakan untuk media komunikasi antar komputer (tanpa hub/ switch) atau dalam kasus tertentu berguna untuk menghubungkan hub ke hub. Adapun cara pemasangan kabel UTP model straight trough: • Straight trough T568A

Gambar 2. 7 Pemasangan kabel straight trough T568A

• Straight trought T568B

22

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Gambar 2. 8 Pemasangan kabel straight trough T568B

Pemasangan kabel model cross over merupakan penggabungan dari model straight trough T568A (ujung A) dan T568B (ujung B). Jadi, pemasangan kabel pada pin 1, 2 pada ujung A menjadi pin 3, 6 pada ujung kabel B.

Gambar 2. 9 Pemasangan kabel cross over

Sedangkan pemasangan kabel jenis roll over adalah warna kabel dari sisi yang satu berbalik pada sisi kabel di ujung yang lain. Misalnya kabel putih orange yang berada pada pin 1 ujung kabel A, akan berada pada pin 8 ujung kabel B.

23

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com
Gambar 2. 10 Pemasangan kabel roll over

3.

Fiber Optic Cable

Merupakan kabel yang memiliki inti serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal. Sering dipakai sebagai saluran backbone karena kehandalannya yang tinggi dibanding dengan kabel coaxial cable atau kabel UTP.

Gambar 2. 11 Kabel fiber optic beserta konektornya

2.3.2 ETHERNET CARD
Ethernet card atau lancard berfungsi sebagai media penghubung antara komputer dengan jaringan. Ada beberapa jenis port koneksi yang dapat digunakan. Jika didesain untuk kabel jenis coaxial maka konektor yang dipakai adalah konektor BNC (Barrel Nut Connector atau Bayonet Net Connector), sedangkan jika didesain untuk kabel twisted pair maka konektor yang dipakai adalah konektor RJ-45.

Gambar 2. 12 Ethernet card (dari kiri ke kanan port BNC dan port RJ-45)

24

2.3.3 HUB DAN SWITCH (KONSENTRATOR)

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Konsentrator adalah perangkat untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lainnya. Konsentrator biasa dipakai pada topologi star. Hub dan switch umumnya mempunyai port RJ-45 sebagai port tempat menghubungkan komputer.

Gambar 2. 13 Konsentrator

Perbedaannya, switch merupakan konsentrator yang memiliki kemampuan manajemen trafik data lebih baik dibanding hub.

2.3.4 REPEATER
Berfungsi untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel lalu memancarkan kembali sinyal tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lain. Sehingga jarak antara kabel dapat diperpanjang.

Gambar 2. 14 Sinyal yang diperkuat oleh Repeater

2.3.5 BRIDGE
Fungsi dari perangkat ini hampir sama dengan fungsi repeater, tetapi bridge mampu menghubungkan antar jaringan yang

25

menggunakan transmisi berbeda. Misalnya jaringan ethernet baseband dengan ethernet broadband. Bridge juga dapat menghubungkan jaringan yang mengguna-kan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula. Bridge dapat mengetahui alamat setiap komputer pada tiap-tiap jaringan.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Gambar 2. 15 Bridge

2.3.6 ROUTER
Router merupakan perangkat yang dikhususkan untuk menangani koneksi antara dua atau lebih network yang terhubung melalui packet switching. Router bekerja dengan melihat alamat asal dan alamat tujuan dari paket yang melewatinya dan memutuskan rute yang akan dilewati paket tersebut untuk sampai ke tujuan. Router mengetahui alamat masing-masing komputer di lingkungan jaringan localnya, mengetahui alamat bridge dan router lainnya.

Gambar 2. 16 Router

2.4 TOPOLOGI JARINGAN
Topologi atau arsitektur jaringan merupakan pola hubungan antar terminal dalam suatu sistem jaringan komputer. Topologi

26

ini akan mempengaruhi tingkat efektifitas kinerja jaringan. Ada beberapa jenis topologi yang dapat diimplementasikan dalam jaringan. Namun, bentuk topologi yang utama adalah topologi Bus, topologi Ring, dan topologi Star.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

2.4.1 TOPOLOGI BUS
Merupakan topologi yang menghubungkan semua terminal ke satu jalur komunikasi yang kedua ujungnya ditutup dengan terminator. Terminator adalah perangkat yang menyediakan resistansi listrik untuk menyerap sinyal pada akhir transmisi sambungan agar sinyal tidak terlontar kembali dan diterima lagi oleh stasiun jaringan.

Gambar 2. 17 Topologi Bus

Keuntungan: • Murah, karena tidak memakai banyak media dan kabel yang dipakai sudah umum. • Setiap komputer dapat saling berhubungan langsung. Kerugian: • Sering terjadi hang (crass talk) ketika lebih dari satu pasang memakai jalur diwaktu yang sama.

27

2.4.2 TOPOLOGI RING

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Pola dari topologi ring hampir sama dengan topologi bus, tetapi kedua terminal yang berada di ujung saling dihubungkan sehingga hubungan antar terminal berlangsung dalam suatu lingkaran tertutup.

Gambar 2. 18 Topologi Ring

Keuntungan: • Kegagalan koneksi akibat gangguan media dapat diatasi dengan jalur lain yang masih terhubung. • Penggunaan sambungan point to point membuat transmission error dapat diperkecil.

2.4.3 TOPOLOGI STAR
Pada topologi star, terdapat sebuah terminal pusat (hub/switch) yang mengatur dan mengendalikan semua kegiatan komunikasi data. Trafik data mengalir dari node ke terminal pusat dan diteruskan ke node (station) tujuan.

28

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Gambar 2. 19 Topologi Star

Keuntungan: • Akses ke station lain (client atau server) cepat. • Dapat menerima workstation baru selama port di central node (hub/switch) tersedia. • Hub/switch bertindak sebagai konsentrator. • Hub/switch dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah station yang terkoneksi di jaringan. • Mendukung user yang banyak dibanding topologi bus, maupun ring.

Kerugian: • Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, semua komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan/ dipersilahkan dengan cara random ketika hub/switch mendeteksi tidak ada jalur yang sedang gunakan oleh node lain.

2.5 IP ADDRESS VERSI 4
IP address merupakan pengenal yang digunakan untuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan. Alamat IP

29

merupakan representasi dari 32 bit bilangan biner yang ditampilkan dalam bentuk desimal dengan dipisah tanda titik. IP address terdiri atas network ID dan host ID. Network ID (NetID) menunjukkan nomor network sedangkan host ID menginden-tifikasikan host dalam satu network. Contoh valid dari alamat IP adalah 10.150.0.2.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

2.5.1 CLASSFULL ADDRESSING
Merupakan metode pembagian IP address ke dalam lima kelas, yaitu:

1.

Kelas A • Nilai 1 bit pertama IP address adalah ‘0’. • Menggunakan 8 bit alamat network dan 24 bit untuk alamat host. nnnnnnn NetID hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh HostID

• Mempunyai 126 jaringan (0 dan 127 dicadangkan) dengan 16.777.214 host untuk setiap jaringan. • Dialokasikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar. 2. Kelas B • Nilai 2 bit pertama IP address adalah ‘10’. • Menggunakan 16 bit alamat network dan 16 bit untuk alamat host.
10 nnnnnn.nnnnnnnn NetID hhhhhhhh.hhhhhhhh HostID

30

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

• Mempunyai 16.384 jaringan dengan 65.532 host untuk setiap jaringan. • Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang. Kelas C • Nilai 3 bit pertama IP address adalah ‘110’. • Menggunakan 24 bit alamat network dan 8 bit untuk alamat host.
110 nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn NetID hhhhhhhh HostID

3.

• Mempunyai 2.097.152 jaringan dengan 254 host untuk setiap jaringan. • Dialokasikan untuk jaringan dengan jumlah host tidak sampai 254. 4. Kelas D • Nilai 4 bit pertama IP address adalah ‘1110’.

1110

mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm Multicast

• Digunakan untuk keperluan IP multicasting. 5. Kelas E • Nilai 4 bit pertama IP address adalah ‘1111’. 1111 rrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr Research

• Kelas E dicadangkan untuk keperluan eksperimen (research).

31

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

2.5.2 CLASSLESS ADDRESSING
Metode ini mulai banyak diterapkan, yakni pengalokasian IP address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIDR). Dalam implementasinya, tidak terlepas dari istilah network prefix. Network prefix adalah istilah lain untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik. Penulisan network prefix suatu kelas IP address menggunakan garis miring (slash) “/” lalu diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit. Misalnya, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP 10.xxx.xxx.xxx, network prefixnya dituliskan sebagai 10/8. Angka /8 menunjukan notasi CIDR yang merupakan jumlah bit yang digunakan oleh network prefix, yang berarti netmask-nya 255.0.0.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 16.777.214 node.

2.5.3 SUBNET
Subneting merupakan proses memecah satu kelas IP address menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih sedikit. Sedangkan subnet mask digunakan untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet.

2.5.3.1

CLASSLESS INTER-DOMAIN ROUTING (CIDR)

Metode classless addressing (pengalamatan tanpa klas) dilakukan dengan mengalokasikan IP address dalam notasi Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Istilah lain yang

32

digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik, disebut juga dengan Network Prefix. Penulisan network prefix suatu kelas dengan menggunakan tanda garis miring (slash) “/”, dan diikuti dengan angka yang menunjukkan panjang network prefix. Setiap bagian (subnet) menerima porsi IP address yang sama dengan lainnya. Contoh: IP address 202.91.8/24 dibagi dalam beberapa jaringan (subnet).
Subnet 1 = 62 host – network address = 202.91.8.0/26 Subnet 2 = 62 host – network address = 202.91.8.64/26 Subnet 3 = 62 host – network address = 202.91.8.128/26 Subnet 4 = 62 host – network address = 202.91.8.192/26 Subnet Mask = 255.255.255.192

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Jika subnet 4 ingin dipecah lagi menjadi 2 jaringan, maka 62 IP address yang sebelumnya dialokasikan untuk host subnet 4 dipecah menjadi 2 subnet dengan jumlah host yang sama.
Subnet 4 = 30 host – network address = 202.91.8.192/27 Subnet 5 = 30 host – network address = 202.91.8.224/27 Subnet Mask = 255.255.255.224

2.5.3.2

VARIABLE LENGT SUBNET MASK (VLSM)

VLSM memberikan suatu network address lebih dari satu subnet mask. Contoh : IP address 169.254.0.0/20 dibagi menjadi 16.
Subnet 1 = 4096 host – Net address = 169.254.0.0/20 Subnet 2 = 4096 host – Net address = 169.254.16.0/20 ...

33

...

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Subnet 16 = 4096 host – Net address = 169.254.240.0/20 Subnet Mask = 255.255.240.0

Berikutnya Subnet 2 dipecah menjadi 16 subnet lagi yang lebih kecil.
Subnet 2.1 = 254 host – Net address = 169.254.16.0/24 Subnet 2.2 = 254 host – Net address = 169.254.17.0/24 ... ... Subnet 2.16 = 254 host – Net address = 169.254.31.0/24 Subnet Mask = 255.255.255.0

Bila Subnet 2.1 dipecah lagi misal menjadi 4 subnet, maka:
Subnet 2.1.1 = 62 host – Net address = 169.254.16.0/26 Subnet 2.1.2 = 62 host – Net address = 169.254.16.64/26 ... ... Subnet 2.1.3 = 62 host – Net address = 169.254.16.192/26 Subnet Mask = 255.255.255.192

Perbedaannya, CIDR merupakan sebuah konsep untuk pembagian IP Publik yang telah didistribusikan dari IANA (Internet Assigned Number Authority – Badan yang memiliki resources intenet), sedangkan VLSM merupakan implementasi pengalokasian IP yang dilakukan oleh pemilik network (network administrator) dari IP yang telah diberikan kepadanya tetapi bersifat local dan tidak dikenal di internet.

2.6 Pengalokasian IP Address
34

Terdapat beberapa aturan dasar dalam penggunaan network ID dan host ID, yaitu : 1. 2. Network ID 127.0.0.0 tidak dapat digunakan karena IP tersebut merupakan alamat loopback dari sistem local. Host ID tidak boleh semua bitnya diset 1, (contoh klas A: 10.255.255.255) karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota network tersebut. Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0 seperti 0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat untuk menunjuk suatu jaringan dan tidak menunjukan suatu host. Host ID harus unik dalam suatu network. Artinya, dalam satu network, tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama. IP Private yang dapat digunakan dalam jaringan local yaitu: 10/8, 172.16.0.0/12, 192.168.0/16, 224.0.0.0/4 (class D multicast), 240.0.0.0/5 (class E research) karena IP ini tidak dipergunakan (di-publish) di internet

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

3.

4.

5.

35

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

2011

BAB III

CONTOH KASUS PEMBUATAN WARNET

Untuk menjelaskan proses pembuatan warnet agar mudah di mengerti penulis akan memberikan contoh kasus pembuatan warnet. Berikut contohnya: Pak Tohar Hasibuan ingin menjadi pengusaha dibidang IT. Setelah survey, bisnis warnet menjadi salah satu pilihan terbaik. Kapasitas ruangan hanya cukup untuk 12 komputer. Jadi berencana membuat warnet dengan 10 komputer client, 1 billing warnet, 1 router warnet(PC router = komputer biasa/desktop yang dijadikan router) Dan koneksi internet yang tersedia di daerahnya adalah koneksi melalui telepon menggunakan modem ADSL milik PT TELKOM, akhirkanya pak Tohar Hasibuan memutuskan kerja sama dengan pak Moch. Linto Herlambang seorang mantan teknisi warnet dan mantan teknisi internet service provider(NOC), pak Tohar mengerti sedikit ilmu jaringan komputer dan mempunyai beberapa pertanyaan yang di ajukan kepada pak Moch. Linto Herlambang. Adapun pertanyaannya: 1. Pengetahuan saya sedikit sekali tentang warnet bagaimana mengatasinya?

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com
Jaringan komputer apakah itu? Bagaimana agar saya mempunyai gambaran lebih jelas tentang langkah-langkah pembuatan warnet? Bagaimanakah warnet? proses pembuatan komputer jaringan

PC router /server apakah yang cocok untuk warnet? Bagaimana konfigurasi router yang telah dipilih? Bagaimana Konfigurasi masing-masing komputer client warnet? Bagaimana cara perhitungan pembayaran pengguna warnet dihitung? Apakah yang dilakukan agar kinerja warnet tetap bagus?

10. Bagaimana proses perijinan dibuat? 11. Investasi apakah yang diperlukan untuk membangun warnet? 12. Bagaimana masa depan bisnis warnet? 13. Strategi apakah yang digunakan agar warnet tetap bertahan lama? 14. Bagaimana cara memilih penyedia layanana koneksi warnet/Internet Service Provier yang baik? 15. Bagaimana memasarkan bisnis warnet yang telah di bangun? 16. Bagaimana memaintenance jaringan dan komputer warnet? 17. Anda masih banyak pertanyaan seputar warnet?

38

18. Anda bukan orang yang mengerti tentang jaringan komputer warnet, bagaimana agar mengerti istilah-istilah di dunia jaringan warnet?

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

Jawaban: 19. Pengetahuan tentang warnet Anda sedikit jangan kuatir Anda akan di bantu pada bagian “Bab I Pengetahuan tentang warnet. 20. Pengetahuan Tentang Jaringan akan akan membantu Anda di bahas pada “Bab II Pengantar Jaringan Komputer”. 21. Agar Anda mempunyai gambaran langkah-langkah membangun warnet dibahas pada “Bab III tentang contoh kasus pembuatan warnet” 22. Pembuatan jaringan komputer memerlukan pengetahuan dan ketrampilan pengkabelan yang baik. Hal ini akan dibahas pada “ Bab IV Pembuatan Jaringan Komputer Warnet”. 23. Jenis sistem operasi PC router banyak sekalik. Router yang dipilih menggunakan MikroTik, merupakan teknologi router yang handal,terbaru, dan sangat user friendly dalam melakukan berbagai hal di dalam jaringan. Hal ini dibahas pada “Bab V Instalasi MikroTik RouterOS™” 24. Mengkonfigurasi router menggunakan MikroTik sangatlah mudah dibanding lainnya. Karena mengkonfigurasi dapat dilakukan melakui GUI/tampilan yang mudah dipahami. Hal ini akan dibahas pada “Bab VI Konfigurasi Router Warnet dengan MikroTik”. 25. Komputer client warnet haruslah dikonfigurasi dengan aplikasi yang bagus agar nyaman menggunakan fasilitas

39

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

warnet dan konfigurasi IP address. Hal ini akan dibahas pada bab “Bab VII Konfigurasi Komputer Client Warnet”.

26. Keinginan dari usaha warnet mendapat keuntungan dari pembayaran yang telah dilakukan oleh pengguna warnet.Tentunya tugas ini akan dilakukan oleh perangkat yang cukup canggih untuk menghitung pembayaran tiap waktunya, program Billinglah yang bisa mengatasi hal ini.Untuk menghitung pembayaran yang dilakukan oleh pengguna warnet akan dijelaskan pada “Bab VIII Konfigurasi Billing Warnet”. 27. Warnet beroperasi setiap hari bekerja keras melayani pengguna warnet. Tentunya agar komputer dan router warnet kondisinya tetap bagus melayani pengguna warnet, memerlukan cara-cara yang handal. Hal tersebut akan dibahas pada “Bab IX Memaksimalkan Kinerja Warnet” 28. Dijaman sekarang apakah ada sesuatu yang gratis, kendaran dibiarkan di depan toko saja harus bayar kepada tukang parkir, apalagi membuka usaha warnet, hal ini tentunya tidak gratis, usaha warnet memerlukan perijinan. Hal ini akan dibahas pada “Bab X Perijinan Warnet” 29. Investasi apa saja yang akan dikeluarkan akan dibahas pada “Bab XI Investasi Warnet”. 30. Era sekarang adalah era informasi dan globalisasi. Orang yang dapat menguasai informasi adalah orang yang berhasil. Warnet salah satu tempat untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya secara bebas. Jadi bagaimanakah masa depan usaha warnet. Hal ini akan dibahas pada “Bab XII Masa Depan Bisnis Warnet”. 31. Tentunya jika Anda ingin mempunyai usaha warnet yang berhasil dan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama memerlukan strategi yang cukup matang. Bagaimana

40

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

strategi membangun warnet akan dibahas pada bab “Bab XIII Strategi Dalam Membangun warnet”

32. Banyak sekali penyedia jasa koneksi Internet atau yang lebih dikenal dengan ISP menawarkan paket koneksi internet dengan berbagai macam penawarannya. Untuk memilih penyedia jasa internet ini Anda tidak boleh terburu-buru, tanyalah beberapa hal yang penting kepada ISP. Hal ini akan dibahas pada bab “Tips Memilih Penyedia Jasa Koneksi Internet(ISP)”. 33. Bisnis warnet yang telah dibangun tidak akan tiba-tiba ramai, untuk itu diperlukan pemberitahuan kepada khalayak masyarakat, hal ini akan dibahas pada “Bab XV Marketing Warnet” 34. Jaringan komputer dan komputer warnet adalah benda buatan manusia, pasti ada kelemahannya, agar menutup berbagai kelemahan yang ditimbulkan akan di bahas pada “Bab XVI Memaintenance jaringan komputer dan komputer warnet” 35. Pertanyaan-pertanyaan lain seputar warnet akan terjawab pada “Bab XVII FAQ Warnet”, FAQ adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh sesorang tentang permasalahan tertentu. 36. Anda bukan orang yang mengerti tentang komputer jaringan, warnet. Sementara banyak istilah-istilah tentang jaringan warnet. Jangan kuatir dengan mengenal dan membaca istilah-istilah bidang komputer Anda akan mengerti berbagai istilah yang berhubungan dengan jaringan komputer warnet. Hal ini akan dibahas pada “Bab XVIII Daftar Istilah”.

41

Contoh Materi Buku Pembuatan Warnet Untuk File Lengkapnya Kunjungi: www.lintoherlambang.com

42

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas

BAB IV
PRAKTEK PEMBUATAN JARINGAN KOMPUTER WARNET

4.1 PEMBAGIAN IP ADDRESS
Pada konfigurasi suatu PC router syarat yang harus dipenuhi adalah minimal mempunyai 2 lancard sehingga mempunyai 2 IP address seperti tabel di atas IP 192.168.1.2 dan IP 10.10.10.254. catatan yang di maksud PC router adalah komputer biasa yang fungsinya dijadikan sebagai router. IP 192.168.1.2 adalah IP yang satu kelas dengan modem. Karena kebanyakan default IP address modem ADSL adalah 192.168.1.1 sedangkan 10.10.10.254 adalah IP address yang satu kelas dengan Client atau komputer pengguna internet.
No. 1 2 3 3 4 5 6 7 8 Nama Komputer Modem PC Router PC Router Billing Client 1 Client 2 Client 3 Client 4 Client 5 IP address 192.168.1.1 192.168.1.2 10.10.10.254 10.10.10.253 10.10.10.1 10.10.10.2 10.10.10.3 10.10.10.4 10.10.10.5 Subnet mask 255.255.255.0 255.255.255.0 255255255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0

43

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas
9 10 11 12 13 Client 6 Client 7 Client 8 Client 9 Client 10 10.10.10.6 10.10.10.7 10.10.10.8 10.10.10.9 10.10.10.10 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0 255.255.255.0

Tabel 4.1 IP address client

4.2 DISAIN JARINGAN YANG AKAN DIBUAT
Pada disain yang dibuat penulis menunjukkan koneksi yang dipilih adalah menggunakan modem ADSL PT TELKOM, dengan alasan dengan menggunakan modem, warnet akan dihubungkan ke internet dengan menggunakan media kabel. Dengan media kabel koneksi yang terjadi relatif cukup cepat dan stabil. Daripada menggunakan koneksi radio.

Gambar 4.1 Topologi yang akan dibuat.

44

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas

Penulis mendefinisikan lancard router warnet yang terhubung langsung dengan modem disebut interface internet, sedangkan lancard router warnet yang terhubung lansung dengan switch disebut interface lan. Pada gambar 4.1 yang perlu di ingat adalah konfigurasi pengkabelan Jika perangkat yang dihubungkan sama maka kabel crossover Jika perangkat yang dihubungkan berbeda maka kabel straight. Kesimpulan Konfigurasi Pengkabelan UTP: 1. 2. 3. 4. Swith dengan switch = crossover Router dengan switch = straight Client dengan switch = straight Router dengan modem = straight

Pada gambar 4.1 yang perlu dibuatkan jaringan komputer adalah mulai dari router ke client, router ke internet adalah wewenang pihak penyedia jasa interntnya. Swith dibagi menjadi 2 agar maintenance lebih mudah dan performance jaringan bekerja dengan maksimal. Mengapa masih menggunakan kabel untuk jaringan komputer warnet, mungkin terlintas seperti di benak Anda karena kabel UTP hingga saat ini kecepatannya relative lebih cepat daripada menggunakan wireless. Alternatif lainnya jika Anda tidak menggunakan modem atau menggunakan jasa internet service provider(ISP) lainnya kebanyakan menggunakan Antena Radio dengan frekuensi 2,4 GigaHz atau 5 GigaHz dengan diberikan IP address, IP publik / IP internet.

45

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas

4.3 PERALATAN YANG DIPERSIAPKAN
Beberapa peralatan yang dipersiapkan dalam membangun jaringan komputer warnet antara lain: 1. Kabel = UTP

Gambar 4.2 Kabel UTP

Kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar komputer di jaringan warnet. 2. Konektor = RJ-45

Gambar 4.3 Konektor RJ-45

46

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas
Konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel utp dengan perangkat ethernet/lancard. 3. Konsentrator = 2 switch

Gambar 4.3 Switch

Digunakan sebagai konsentrator/ kabel UTP. 4. Modem = 1 modem adsl, biasanya disediakan oleh provider

Gambar 4.4 Modem ADSL

Digunakan sebagai penghubung jaringan komputer warnet dengan internet. 5. Client = Sejumlah 10 komputer

47

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas

Gambar 4.5 Komputer Client

Komputer yang digunakan untuk mengakses internet bagi pengguna warnet. 6. Billing = 1 komputer

Gambar 4.6 Komputer Billing

Komputer yang digunakan untuk menghitung penggunaan biaya berinternet bagi pengguna warnet. 7. PC Router = 1 komputer

Gambar 4.7 PC Router

Komputer yang difungsikan sebagai router, bertugas melakukan limit bandwidth, dan bertindak sebagai router. 8. LAN Tester Kabel UTP

48

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas

Gambar 4.8 Lan tester

Digunakan untuk mengetes hubungan antara kabel UTP. 9. Crimping Tool RJ 45

Gambar 4.9 Crimping tool

4.4 CARA MERANGKAI KABEL UTP DENGAN RJ-45
cara merangkainya kabel dengan konektor sering dikenal dengan istilah mengkrimping, urutan kabel Anda bisa lihat di bab dasar jaringan. karena alat yang digunakan adalah krimping tool. Berikut caranya 1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.

49

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas
2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas).

Gambar 4.9 Kabel UTP yang dipotong

3.

Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Straight ( T568A-T568A) CrossOver (T568A-T568B). Apabila Anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.

4.

5.

50

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas

Gambar 4.9 Gambar kabel UTP yang dipotong rata

6.

Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah. Setelah Anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool Anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-4. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ45.

7.

Gambar 4.10 Kabel UTP Siap di masukkan kedalam RJ-45

51

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas

8.

Kemudian Anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila Anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.

Gambar 4.10 Konektor RJ-45 dan kabel UTP siap di crimp

9.

Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.

10. Apabila Anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila Anda tidak memiliki LAN tester jangan takut Anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa Anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses

52

Sample materi buku warnet dari http://lintoherlambang.com/e-book-berkualitas

4.5 TATA LETAK KABEL YANG BAIK
Tata letak kabel yang baik adalah yang tidak terlihat langsung oleh pengguna warnet. Artinya tidak langsung dapat dilihat oleh kasat mata. Diberikan penutup kabel atau jika lewat lantai di tutup oleh karpet.

53

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful