PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT STATISTISI (Lampiran Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 147 Tahun

2003 Tanggal 2 Desember 2003) I. PENDAHULUAN

Petunjuk Teknis Penilaian Angka kredit Statistisi ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Statistisi, anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman dalam pelaksanaan penilaian kegiatan Statistisi dan angka kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Statistisi pada instansi Pemerintah di pusat dan di daerah.

Dalam Keputusan ini diatur tentang kegiatan statistisi yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Statistisi dan angka kreditnya pada unit kerja statistik instansi pemerintah di pusat dan daerah.

II.

PENJELASAN UMUM 1. Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. 2. Analisis Statistik adalah penelaahan dan penguraian atas data hingga mengahasilkan simpulan-simpulan. 3. Analisis Statistik Sederhana adalah penelaahan dan penguraian atas tabel dan atau grafik sederhana hingga memberikan gambaran yang jelas. Contoh : analisis tabel atau grafik.

4.

Analisis Statistik Mendalam adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian dengan menggunakan metode statistik inferens untuk memperoleh gambaran yang tepat.

5.

Analisis Statistik Deskriptif Satu Sektor adalah penguraian suatu sector atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri untuk memperoleh gambaran yang tepat.

1

6.

Analisis Statistik Deskriptif Lintas ektor adalah penguraian beberapa sector dan berbagai bagiannya serta penelaa han sector itu sendiri maupun hubungan antar sector untuk memperoleh gambaran yang tepat.

7.

Analisis Statistik/Analtik Satu Sektor adalah penelaahan dan penguraian secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas sector hingga mengahsilkan simpulan-simpulan.

8.

Analisis Statistik/Analitik Lintas Sektor adalah penelaahan dan penguraian secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas data lintas sector hingga mengahsilkan simpulan-simpulan.

9.

Pengembangan Statistik adalah memajukan statistik yang meliputi : a. konsultasi statistik; b. pengarahan statistik; c. penyebarluasan statistik; dan d. pengembangan metode atau system statistik

10.

Statistik Kelembagaan adalah statistik yang diselenggarakan oleh badan, instansi pemerintah maupun swasta.

11.

Konsultasi statistik adalah suatu kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistik dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik kelembagaan.

12.

Pengarahan statistik adalah suatu kegiatan memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik dengan materi yang sudah disiapkan sebelumnya.

13.

Penyebarluasan statistik adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan suatu kegiatan statistik baik yang akan dilaksanakan maupun yang telah dilaksanakan.

14.

Inovasi metode statistik adalah melakukan suatu terobosan/penemuan baru metode statistik yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya dimana hasil inovasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan meningkat kualitas metode statistik yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sbelumnya dimana hasil inovasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas metode statistik

2

15.

Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di suatu daerah tertentu untuk memperoleh karekteristik suatu populasi pada saat tertentu.

16.

Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karekteristik suatu populasi pada saat tertentu.

17.

survey Terstruktur adalah cara pengump ulan data yang dilakukan dengan daftar pertanyaan yang telah ditentukan dan alternative jawaban yang sudah tersedia. a. Survei terstruktur sederhana (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) b. Survei terstruktur sedang (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) c. Survei terstruktur komplek (lebih dari 8 halaman)

18.

In-depth interview adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dengan menggunakan daftar inti pernyataan dimana semua informasi yang akan dikumpulkan harus dikembangkan sendiri oleh pewawancara in-depth interview ini dibedakan dalam tiga tingkatan yaitu : a. In-depth interview sederhana adalah cara pengumpulan data primer yang menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan pertanyaannya terbatas pada pola piker yang telah diberikan. b. In-depth interview sedang adalah cara pengumpulan data primer yang menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan pertanyaannya terbatas pada pola piker yang telah diberikan dan memerlukan perhitungan tersendiri dalam pengumpulan datanya. c. In-depth interview komplek adalah cara pengumpulan data primer yang menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan pertanyaannya berdasar kerangka teori tertentu yang telah dikuasai oleh pencacah.

19.

Pengamatan atau Obsevasi adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, pengalihan dan perhitungan.

20.

Data administrasi adalah catatan administrasi yang ada pada pemerintah atau swasta, lembaga atau perorangan.

3

21.

Kompilasi data administrasi adalah cara pengumpulan data pemungutan data administrasi pada satu atau beberapa

melalui instansi

pemerintah/lembaga. 22. 23. Obyek Statistik adalah sasaran dari suatu kegiatan pengumpulan data. Wilaya obyek statistik sensus/survey adalah wilayah geografisyang

mempunyai batas-batas yang jelas yang dipakai sebagai dasar penelitian. Wilayah ini bisa berupa wilayah dalam pengertian administrative, seperti : RT ataupun RW maupun wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian, seperti: segmen atau blok sensus. 24. Wilayah kerja adalah wilayah yang menjadi beban tugas seorang pejabat statistisi, bisa berupa wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian. 25. Non wilayah kerja adalah wilayah tugas seorang pejabat statistisi yang bukan berdasarkan wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian. 26. Kerangka penarikan sampel adalah daftar yang berisi nama wilayah kerja/perusahaan/kepala rumahtangga/ obyek statistik lainnya dengan

beberapa identitas pokok sebagai dasar dalam penarikan sampel. 27. Mengkaji adalah mengupas atau menelaah suatu kegiatan/permasalahan secara lebih dalam, dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk meningkatkan mutu dari kegiatan yang sedang dikaji. 28. Mengevaluasi adalah melakukan penilaian dari suatu kegiatan yang telah dilakukan dengan tujuan dapat memberikan masukan perbaikan dari kegiatan yang sedang dievaluasi. 29. Kerangka kegiatan analisis adalah suatu bagan atau alur tahapan kegiatan analisis dengan tujuan menyeragamkan dan mempermudah atau

memperlancar kegiatan tersebut. 30. Indikator dan ukuran statistik adalah angka yang menunjukan cirri suatu populasi. 31. Peta adalah gambar atau lukisan pada kertas atau lainnya yang menunjukan letak tanah, laut, sungai, gunung, arah mata angina, dsb; denah; reprensentasi

4

melalui gamb ar dari suatu daerah yang menyatakan sifat-sifatseperti batsan daerah, sifat permukaan. 32. Sketsa peta wilayah obyek statistik (peta analog) adalah peta yang dibuat secara manual dengan mengamati langsung ke obyek yang akan digambar, baik menggunakan peta dasar ataupun tidak. 33. Peta Termatik adalah peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan sensual, survey, data sekunder atau hasil observasi, informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau symbol dari penduduk, hewan, hasil pertanian atau lainnya. 34. Peta Digital adalah peta yang tediri dari sekumpulan file yang memuat unsur dasar pembuatan peta, yaitu titik, garis, serta ruang dimana masing-masing unsur dasar pembuatan peta tersebut sudah ditandai sesuai dengan kode wilayah administrasi yang tersimpan dalam media computer. 35. Monografi adalah penyajian informasi hasil kegiatan sensus, survey, data sekunder atau hasil observasi dalam bentuk tabel atau grafik melalui media dinding dalam tampilan yang mudah dilihat atau dibaca. 36. Peta Indeks adalah peta yang menapilkan urutan sistemtik wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi. 37. Rancangan jadwal Kegiatan adalah rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi melakukan kegiatan sensus/survey, kompilasi data

administrasi dan obsevasi yang akan dilak ukan, meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan.

III.

KEGIATAN YANG DAPAT DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

A. UNSUR KEGIATAN UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN a. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah PEndidikan sekolah dimasudkan adalah pendidikan formal baik di dalam maupun di luar negeri pada Sekolah Lanjutan Tingkat atas atau

5

perguruan tinggi atau setara yang terakreditasi oleh Departemen Penidikan Nasional.

Untuk pengangkatan pertama, gelar/ijazah diberikan angka kredit sebesar 25 untuk SLTA dan Diploma I, 40 untuk Diploma II, 60 untuk Diploma III, 75 untuk S1, 100 untuk S2, dan 150 untuk S3. Sedangkan Statistisi yang memperoleh gelar jejang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai statistisi, angka kredit yang diberikan adalah selisih antara angka kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan angka kredit ijazah yang pernah dilai sebelumnya.

Contoh:

Ahmad, Statistisi Pelaksana Pemula, dengan angka kredit SLTA pada pengangkatan pertama sebesar 25. Dalam masa jabatan Statistisinya , dia berhasil memperoleh ijazah D-III, maka ybs memperoleh tambahan angka kredit dari pendidikan sebanyak 60-25 = 35.

Bukti fisik :

1. Fotocopy ujazah dan transkip (daftar nilai dari matakuliah yang dilegalisir oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku bagi pengangkatan pertama

angkakredit. 2. Fotocopy Surat Tugas atau Ijin Belajar bagi Statistisi yang meningkatkan pendidikan.

b. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional/Penjenjangan di Bidang Statistik dan Memperoleh Surat Tanda tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Statistisi terdiri dari :

6

Lebih 960 jam pelajaran memperoleh 15 angka kredit. 31 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 angka kredit. Dasar Pemberian Angka Kredit : Kepada Statistisi yang telah menyelesaikan diklat bidang statistik. Bukti fisik : STTPP yang dikeluarkan oleh penyelenggara diklat terakreditasi dan surat penugasan mengikuti diklat.160 jam pelajaran memperoleh 2 angka kredit.1. 461.- Diklat Fungsional yang bersifat wajib dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jabatan Statistisi pada pengangkatan pertama (Kursus Statistik Dasar dan Kursus Statistik Lanjutan). dan - Diklat Teknis yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi di bidang Statistik. maka satu hari diperhitungkan + 8 (delapan) jam.5 angka kredit. f.STATISTISI TERAMPIL 7 . 37/KEP/M. 2. b. PENYEDIAAN DATA DAN INFORMASI STATISTIK 2.960 jam pelajaran memperoleh 9 angka kredit. g.460 jam pelajaran memperoleh 3 angka kredit. 10 – 30 jam pelajaran memperoleh 0. Apabila dalam STTPP lamanya pendidikan hanya tertulis dalam satuan hari. e. c. sebagaimana Lampiran 1 Kep MenPAN No.640 jam pelajaran memperoleh 6 angka kredit. d.PAN/4 2003. 161. 641. 81 . diberkan angka kredit yang bersarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1jam pelajaran + 45 menit) yaitu : a.

08) (b) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0. meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni. Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0.2) (c) Statistisi Penyelia (Angka Kredit) 0. Contoh : Sutjipto. Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan sensus/survey.08. ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan sensus/survey semester 1 tahun 2003. Jakarta Timur. Sensus /Survei (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Sensus/Survei : (a) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0. 8 .a. Statistisi Penyelia) Menyiapkan data input yang memenuhi kreteria yang ditentukan dengan menggunakan metode statistik untuk menyusun kerangka sampel dalam rangka menetukan sampel wilayah kerja.80. semester II: Juli s/d Desember). Bukti fisik : Laporan penyiapan Data input. Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Duren Sawit. (2) Merancang dan Menentukan Sampel Wilayah Kerja Survei di Bidang : (a). Penyiapan Data Input (Angka Kredit 1.4) Jadwal kegiatan sensus/survey dimaksud adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan sensus/survey yang akan dilakukan.

Contoh : Dalam rangka survey minat baca murid sekolah dasar. maka Fajar Handayani memperoleh angka kredit sebesar 0. (b) Penarikan Sampel (Angka Kredit 0. telah menarik sampel desa dalam rangka survey minat baca di kalangan murid sekolah dasar di Kabupaten Madiun.38. terdapat 50 desa yang SD-nya memiliki fasilitas perpustakaan. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Menentukan sampel wolayah kerja sesuai dengan metode statistik yang telah ditentukan. Purwanto. Dari 80 desa yang ada di Kabupaten Madiun. (c) Memeriksa hasil Penarikan Sampel Wilayah Kerja Survei (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia pada Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun ditugaskan untuk menyusun data fasulitas perpustakaan SD menurut desa. Bukti fisik: 9 . dalam hal ini Purwanto mendapatkan angka kredit sebesar 1. untuk dijadikan data input wilayah kerja.08. Statistisi Pelaksana Lanjutan. Contoh : Fajar Handayani. Statistisi Penyelia) Meneliti dan memeriksa apakah sampel wilayah kerja dimaksud sudah sesuai dengan metode yang telah ditentukan setelah sampel wilayah kerja suatu kegiatan survey ditentukan. Bukti fisik: Laporan Penarikan Sampel.38.06.

06. (4) Mengatur Alokasi Dokumen Sensus/Survei: a.06. Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia) Meneliti dan memeriksa apakah sampel wilayah kerja dimaksud sudah sesuai dengan metode yang telah ditentukan setelah sampel wilayah ker ja suatu kegiatan survey ditentukan.02. Statistisi Penyelia di Kabupaten madiun. Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0. Tingkat Propinsi (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia di Kabupaten Madiun. maka Ahmad memperoleh angka kredit sebesar 0.Laporan pemeriksaan penarikan sampel Contoh : Ahmad. memeriksa hasil penarikan sampel yang dilakukan oleh Fajar Handayani. (3) Memeriksa Hasil Penarikan Sampel Wilayah Kerja Survei (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) c. Kabupaten/kota dan 10 . memeriksa hasil penarikan sampel yang dilakukan oleh Fajar Handayani.06. Statistisi Penye lia) Pengaturan dokumen sensus/survey yang akan digunakan dalam kegiatan sensus/survey tingkat kecamatan. Statistisi Pelaksana) b. maka Ahmad memperoleh angka kredit sebesar 0.06. Bukti fisik : Laporan pemeriksaan penarikan sampel Contoh: Ahmad.004.

Penghitungan angka kredit untuk kegiatan ini berdasrkan jenis dokumen yang dialokasikan.03. Kabupaten Bantul telah mengatur alokasi dokumen survey.004 = 0. Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0.masing wilayah kerja. Dokumen yang dialokasikan sebanyak 500 kuesioner di Kecamatan Ngestihajo. Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Ngestiharjo. Contoh: Sutrisno. (5) Merekrut Petugas Pelaksana Sensus/Survei: a.012.02. Bukti fisik : Daftar alokasi dokumen per wilayah. hanya dapat membuat alokasi dokumen pada tingkat kecamatan. Dengan demikian bagi Statistisi yang berkedudukan di pusat. bukan berdasarkan jumlah dokumennya. Statistisi Pelaksana Lanjutan b. Statistisi Penyelia) Merekrut petugas pelaksana sensus/survey adalah mencari dan menyeleksi secara langsung petugas yang akan terlibat dalam 11 . terdiri dari 250 dokumen Daftar-1 150 dokumen kredit sebesar 3 x 0. Sedangkan Statistisi yang berkedudukan pada tingkat Kecamatan. dapat membuat alokasi dokumen pada tingkat propinsi atau kabupaten/kota atau kecamatan.tingkat propinsi yang meliputi penghitungan kebutuhan dokumen dan membuat daftar alokasi dokumen sesuai dengan beban tugas masing.

12 . Petugas yang direkrut sebanyak 30 orang. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegasir atau surat tugas.02. maka Andi Kurnia mendapat angka kredit sebesar 30 x 0.9. Pemeriksa/Pengawas (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia) Melatihan pemeriksa/pengawas kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner tersturktur untuk dapat melakukan pemeriksaan atau pengawasan suatu kegiatan pencacahan atau pengolahan sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Statistisi Penyelia pada BPS Kota Makasar telah merekrut petugas yang akan diterjunkan pada kegiatan Survei Sosial Ekonomi Nasional Kota Makassar. (6) Memberikan Pelatihan Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur bagi: a. Contoh: Andi Kumia.03 = 0.pengumpulan data tiap kegiatan sensus/survey baik pada tingkat kecamatan maupun kabupaten/kota Bukti fisik: Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasi per wilayah.

Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Garut ditugaskan untuk melatih petugas pengolah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional di garut selama 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 4 jam perhari.64 b.01.02 = 0.16 (7) Memberikan Pelatihan Survei In Depth Interview bagi Petugas Pencacah (angka Kredit . Dengan bukti fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas pelatihan maka Isnaini mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 0.Isnaini Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Sumatera Barat telah melatih petugas pemeriksa/pengawas Survei Sosial Ekonomi Nasional selama 4 hari di Padang dengan jumlah jam latihan 8 jam perhari. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melatih petugas pencacah sensus/survey atau pengolah hasil sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk dapat melakukan pengumpulan data atau pengolahan kegiatan sensus/survey sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Bukti Fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh: Ajat Sudrajat. maka Ajat Sudrajat mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 4 x 0. Statistisi Penyelia) Melatih petugas pencacah untuk dapat melakukan pencacahan dengan in-depth interview (teknik wawancara mendalam) tingkat sederhana atau sedang sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyyan sesuai dengan tujuan pelaksanaan sensus/survey 13 .01 = 0. Petugas Pencacahan ( Angka Kredit 0.

Statistisi 14 .32 (8) Mengikuti Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur sebagai : (a) Koordinator Teknis (Angka Kredit 0.02. Statistisi Penyelia pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur ditugaskan untuk melatih petugas survey in-depth interview Persepsi Konsumsi Kopi di Surabaya selama 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam perhari. Dengan demikian maka Nurhadi mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0. Statistisi Penyelia) Mengikuti pelatihan coordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan .Bukti Fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surta tugas Contoh : Nurhadi.01. Contoh : Nona Niode.02 = 0.4 (b) Pemeriksa/Pengawas Pelaksana Lanjutan) (Angka Kredit 0.02 = 0. Bukti fisik : Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 10 x 0. Statistisi Penyelia pada BS Propinsi Gorontalo ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis Survei Sosial Ekonomi Nasional di Gorontalo selam 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 10 jam per hari.

Contoh : Ngadimun. maka Ahmad Saleh mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0.16 (c) Pelaksana (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Sumbawa ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas Survei Sosial Ekonomi Nasional di Mataram selama 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jan per hari. Statistisi Pelaksana pada kecamatan Duren Sawit. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.004. BPS kota Jakarta Timur. ditugaskan untuk mnegikuti pelatihan sebagai pelaksana pendataan Pedagang Kaki Lima selam 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam 15 . Statistisi Pelaksana) Mengikuti pelatihan sebagai pelaksana sensus/survey atau pengolah hasil sensus/survey agar mamapu melaksanakan pencacahan lapangan atau pengelohan hasil sensus/survey.Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas agar mampu lapngan memeriksa/mengawasi atau pengolahan hasil jalannya pelaksanaan yang sensus/survey dilakukan oleh petugas pelaksana Bentuk fisik : Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh : Ahmad Saleh.01 = 0.

02 = 0.I. (Angka Kredit 0. maka Ngadimun mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0. Statistisi Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh : Sigit Budoyo.004 = 0. Yogyakarta ditigaskan untuk mengikuti pelatihan sebagain pemeriksa/pengawas in depth interview masalah kemiskinan di Yogyakarta selama 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam per hari. maka Sigit Budoyo mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0.64 (b) Pelaksana Lanjutan) Mengikuti pelatihan sebagai pelaksana in-depth interview sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan pelaksanaannya. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi D.128 (9) Mengikuti Pelatihan Survei In-depth Interview sebagai : (a) Pemeriksa/Pengawas Penyelia) Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas survey in-depth interview agar mampu memeriksa atau mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan surevei in depth interview yang dilakukan oleh petugas pelaksana (Angka Kredit 0.01 Statistisi Pelaksana Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas 16 .per hari.02.

21 (10) Membuat Kerangka Penarikan Sampel untuk : (a) Perusahaan/Lembaga Pelaksana Lanjutan) Membuat suatu daftar yang berisi atau memuat nama dan alamat perusahaan/lembaga pada wilayah tertentu yang akan dijadikan obyek penelitian suatu survey. (Angka Kredit 0.Conto h: Neti.08 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Membuat suatu daftar yang berisi atau memuat nama dan alamat rumahtangga pada wilayah tertentu yang akan 17 . maka Neti mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 7 x 0.01 = 0. Kerangka tersebut akan digunakan sebagai dasar penarikan sample terpilih dengan metode penarikan sample tertentu. maka Irwanto mendapatkan angka kredit sebesar 0.08 (b) Rumahtangga (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Sleman ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pelaksana in-depth interview masalah Narkoba di Yogyakarta selama 3 hari dengan jumlah jam pelatihan 7 jam per hari.08 statistisi Bentuk Fisik: Laporan pembuatan kerangka sample Contoh: Irwanto statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS kota Jakarta Timur ditugaskan untuk membuat kerangka sample survey Perusahaan Industri kecil di Jakarta Timur.

satukan wilayah yang diidentifikasi sebanyak 3 blok sensus. melakukan pengenalan wilayah obyek statistic dalam rangka survey social Ekonomi Nasional di Kabupaten Ciawi. Kerangka tersebut akan digunakan sebagai dasar penarikan sample terpilih dengan metode penarikan sample tertentu.084 18 . Bukti fisik: Laporan melakukan pengenalan wilayah obyek statistic Contoh: Arifin.08. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas untuk Perhubungan Kabupaten Cirebon ditugaskan membuat kerangka sample survey Pelanggan Telepon yang didasarkan pada buku Telepon di Cirebon. (11) Melakukan Pengenalan Wilayah Obyek Statistik Sensus/Survei (Angka Kredit 0. statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan identifikasi batas-batas wilayah obyek statistic baik batas alam maupun batas buatan sehingga mudah dikenali dan tidak ada terlewat cacah. BPS Kabupaten Bogor. Dengan bukti daftar kerangka sample tersebut maka Nunung mendapatkan angka kredit sebesar 0.028. ststistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Ciawi.028 = 0. maka Arifin mendapatkan angka kredit sebesar 3x 0.dijadikan obyek penelitian suatu survey. Bentuk Fisik : Laporan pembuatan kerangka sample Contoh : Nunung.

Hasil pendaftaran tercatat sebanyak 90 rumahtangga/bangunan. Bukti fisik : Laporan hasil pendaftaran Contoh : 19 .(12) Melakukan Pendaftaran (Listing) obyek statistic Sensus/survei berupa: (a) Rumahtangga/Bangunan (angka kredit 0. ditugaskan untuk melakukan pendaftaran rumahtangga/bangunan dalam rangka Survei Sosial Ekonomi Nasional pada Blok Sensus 07B. BPS Kabupetan Dairi. Statistisi Pelaksana Pemula kecamatan sidikalang. Statistisi perusahaan/usaha dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya.008.001 Statistisi Pelaksana Pemula) melakukan Pendaftaran (Listing) terhadap semua rumahtangga atau bangunan dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya Bukti Fisik: Laporan hasil pendaftaran (listing) Contoh : Poltak Sitorus.001 = 0.09 (b) Perusahaan/Usaha Pelaksana) Melakukan pendaftaran (Listing) terhadap semua (Angka Kredit 0. maka Poltak Sitorus mendapatkan angka kredit sebesar 90 x 0.

20 .1. Buksi fisik : Laporan hasil pendaftaran Contoh : La Oda Musarafe.008 = 0.2. melakukan pendaftaran perusahaan/usaha dalam rangka SurveiUsaha Terintegrasi pada Blok Sensus 01B Kecamayan Lubuk Pakam Hasil pendaftaran tercatat sebanyak 35 perusahaan/usaha. Statistisi Pelaksana di Kecamatan Lubuk Pakam.005 = 0. maka Tumpak Simbolon mendapatkan angka kredit sebesar 35x 0. maka La Ode Musarafa mendapatkan angka kredit sebesar 20 x 0. Dari bukti Laporan hasil pendaftaran diperoleh 20 persimpangan. (c) Lainnya (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Pemulan) Melakukan pendaftran (listing) terhadap semua obyek statistik selain rumah tangga atau perusahaan/usaha dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya.Tumpak Simbolon. Unit pendaftran yang digunakan adalah persimpangan yang belum menggunakan lampu pengatur lalu lintas. Statistisi Pelaksana Pemula pada Dinas Perhubungan Kota Makssar ditugaskan utnuk melakukan pendaftaran Survei Kebutuhan lampu Pengatur Lalu Lintas di Kota Makassar. BPS Kabupaten Deli Serdang.005.

21 . Bukti fisik : Laporan hasil pemeriksaan.70 (b) Perusahaan/Usaha (Angka Kredit 0.(13) Memeriksa Hasil Pendaftaran (Listing) Obyek Statistik Sensus/Survei berupa : (a) Rumahtangga/Bangunan (angka Kredit 0. Contoh : Umar Bakrie.07. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Wonogiri melakukan pemeriksaan hasil pendaftaran rumahtangga/bangunan dalam rangka Survei Sosial Ekonomi Nasional di Kabupaten Wonogiri.04. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemerikasaan untuk mengetahui tingkat kesahihan. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kesahihan. konsistensi dan kebenaran daftar hasil listing rumahtangga/bangunan yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya.07 = 0. Dengan bukti hasil pemerikasaan daftar listing dari 10 Blok Sensus. Bukti fisik : Laporan hasil pemeriksaan. konsistensi dan kebenaran daftar hasil listing perusahaan/usaha yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya. maka Umar Bakrie mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0.

16. (c) Lainnya (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Semarang melakukan pemeriksaan hasil pendaftaran perusahaan/usaha dalam rangka Survei Usaha Terintegrasi.Contoh : Sumarsono. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas Perhubungan Propinsi Bali melakukan pemerikhaan hasil pendaftaran persimpangan jalan yang belum menggunakan lampu pengatur lalu lintas di Kota Denpasar. Dengan bukti Laporan hasil pemeriksaan sebanyak 4 daftar listing. Dengan bukti laporan hasil pemeriksaan sebanyak 15 daftar listing. maka Ketut Suwarsana mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 0.6. Contoh : Ketut Suwarsana.04. maka Sumarsono mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0. Bukti fisik : Laporan hasil pemeriksaan. konsistensi dan kebenaran daftra listing obyek statistic selain rumahtangga atau perusahaan/usaha yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya.04 = 0. 22 . Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kesahihan.04 = 0.

Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Batu Ampar.(14) Melakukan Penarikan Sampel Rumahtangga/Usaha/Obyek Statistik : (a) Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Dengan laporan kegiatan ini. Contoh : Yudi Hartono.03.51. Bukti fisik : Laporan penarikan sanmpel dalam bentuk daftar sample. BPS Kota Batam. (b) Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan penarikan sample rumahtangga/usaha/obyek statistic yang bukan berdasarkan wilayah kerja misalnya wilayah administrasi.17.17 = 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan penarikan sample rumahtangga/usaha/obyektif statistik berdasarkan wilayah kerja yang dibentuk untuk keperluan penelitian. Bukti fisik : 23 . ditugaskan melakukan panarikan sample rumahtangga dalam rangka Susenas Tahun 2003 sebanyak 3 blok sensus. Yudi Hartono mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 0.

04. Contoh : I Ketut Sudimawa Statistisi Pelaksa Lanjutan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Propinsi Bali ditugaskan untuk melakukan penarikan sampel hotel berbintang dalam rangka Survei Penyerapan Tenaga Kerja Asing tahun 2003 di Wilayah Bali. Bukti Fisik: Laporan hasil pemeriksaan penarikan sample Contoh : Handoyo Statistisi Penyelia pada BPS Kota smarang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan hasil penarikan sample Survei Sosial Ekonomi Nasional dari satu wikayah kerja (blok sensus). I ketut Sudimawa mendapatkan angka kredit Sebesar 0.masing sample pada daftar sample yang dilaporkan telah diberikan identitas yang jela serta obyek statistic tersebut ada dalam kerangka penarikan sample yang digunakan.02 Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah cara pengambilan sample telah sesuai dengan metode yang ditetapkan masing. Dari laporan hasil kegiatan ini.Laporan penarikan sampel dalam bentuk daftar sample. Handoyo mendapatkan angka kredit sebesar 0. Statistisi Penyelia) (b) Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0.04.03. 24 . (15) Memeriksa Penarikan Sampel Rumahtangga/Usaha/Obyek Statistik: (a) Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Dengan bukti lpaoran kegiatan ini.

004. Statistisi Pelaksana Pemula) Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1s/d3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (b) Terstruktur Sedang (angka Kredit 0. Serang melakukan pembuatan sketsa peta blok sensus untuk kecamatan Cikonde. Statistisi Pelaksana pada BPS Kab.02 = 0. Bukti fisik: Laporan pembuatan sketsa peta wilayah obyek statistic Contoh : Muwardi. baik menggunakan peta dasar ataupun tidak.(16) Membuat Sketsa Peta Wilayah Obyek Statsistik Sensus/Survei atau Peta analog (angka Kredit 0. Sketsa peta wilayah dimaksud adalah peta wilayah terkecil di bawah desa/kelurahan. maka kredit yang yang diperole hnya sebesar 6 x 0.12 (17) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/survey dengan Obyek Rumahtangga : (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0. Muwardi telah membuat sebanyak 6 sketsa peta blok sensus.008. Statistisi Pelaksana) 25 .20 Statistisi Pelaksana) Membuat sketsa peta secara manual dengan mengamati langsung ke wilayah obyek statistic yang akan digambar.

Rusniansyah telah melakukan pencacahan senabyak 12 rumahtangga.Rusniansyah.04 statistisi Penyelia) Melakukan pengumpulan data primer in-depth Interview sedang dengan pengembangan pertanyaan pada tofik sederhana yang memerlukan perhitungan tersendiri atau dengan penggunaan bahasa asing dalam pengumpulan datanya 0.03 = 0.Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (d) In Depth Interview sederhana (Angka Kredit 0. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 12 x 0.02 Statistisi Penyelia) Melakukan pengumpulan data primer in-depth interview sederhana dengan pengembangan pertanyaan terbatas pada topic yang sederhana (e) In Depth Interview Sedang (Angka Kredit 0.03 Statistisi Bukti Fisik: Laporan Jumlah rumahtangga yang disurvei Contoh: . Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Banjarmasin melakukan pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner secara terstruktur komplek pada kegiatan survei biaya hidup.36 26 .

Muladi melakukan pencacahan sebanyak 10 rumahtangga. Statistisi Pelaksana Pemula Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (b) Terstruktur Pelaksana) Sedang (Angka Kredit 0.02 = 0. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 8 x 0.32 (18) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha : (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0.04 = 0. maka angka kredit yang diperolehnya sebasar 10 x 0. Statistisi Penyelia pada BPS kota Medan melaukan pengumpulan data primer secara in-depth interview sederhana pada survey persepsi komsumsi kopi.06 Statistisi Pelaksana Lanjutan) 27 . Statistisi Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman ) dan alternative jawatan yang sudah tersedia (c) Terstruktur Komplek (Angka kredit 0. Yongki Manupati melakukan pencacahan sebanyak 8 rumahtangga. melakukan pengumpulan data primer secara in-depth interview sedang pada survey konsumsi kopi. Statistisi peneyelia pada BPS Propinsi Papua.008.- Muladi.2 - Yongki Manupati.02.

maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 10 x 0.63 Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dan alternative jabawan yang sudah tersedia.1. Contoh: Nazaruddin Kiemas. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengumpulan data primer in-depth interview sederhana dengan pengembangan pertanyaan terbatas pada topik yang sederhana. (d) In Depth Interview Sederhana (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Palembang.1 Kuesioner terdiri 2 halaman yang terisi data.06 = 0.6. (e) Indepth Inteview Sedang (Angka Kredit 0. Nazaruddin Kiemas telah melakukan pencacahan sebanyak 10 perusahaan industri.315 x 2 x 0. 28 .06. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 1.depth interview sedang dengan pengembangan pertanyaan pada topic sederhana yang memerlukan penghitungan tersendiri atau dengan penggunaan bahasa asing dalam pengumpulan datanya. Statistisi Penyelia) Melakukan pengumpulan data primer i. Bukti fisik: Laporan jumlah perusahaan/lembaga/usaha yang disurvei.001 = 2. melakukan pengumpulan data primer secara tersturktur komplek pada Survei Tahunan Industri Besar Sedang di Kota Palembang.

Statistisi data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0. melakukan pengumpulan data primer in-depth Interview sederhana.12.- Pieter Sondakh. pada Survei Kualitas Produk Industri Makanan Olahan di Kota Manado.06. (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0. (b) Terstruktur Komplek (Angka Kredit Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan 0.06. Pieter Sondakh telah melakukan pencacahan sebanyak 2 perusahaan industri.06 = 0. Statistisi Penyelia pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Sulawesi Utara. (19) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: Mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan sensus/survey dengan obyek rumahtangga yang sedang dilaksanakan. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 2 x 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. Statistisi Penyelia) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 29 .01.

Contoh: Baharsyah.02. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 22 x 0.32. (b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lajutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.06 = 1.halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. 30 . Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Kalimantan Selatan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Survei Biaya Hidup (setiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di kota Banjarmasin. (a) Terstruktur Sederhana( Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan hasil pengawasan pelaksanaan sensus/survey. Baharsyah telah melakukan pengawasan sebanyak 22 rumah tangga.01. (20) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha : Mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan sensus/survey dengan obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha yang sedang dilaksanakan.

Statistisi Penyelia pada BPS Sumatera Selatan. melakukan pengawasan pelaksanaan Survei Tahunan Industri Besar Sedang (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Propinsi Sumatera Selatan. Bukti fisik: Laporan hasil pengawasan pelaksanaan sensus/survei Contoh : Iwan Isanto. 31 . Statistisi Penyelia) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0. (21) Memeriksa Hasil Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah semua rumah tangga yang menjadi obyek sensus/survey didata dan apakah semua pertanyaan dalam kuesioner sudah dijawab dengan benar sesuai dengan petunjuk pengisian/pedoman. Iwan Isanto telah mengawasi sebanyak 23 perusahaan.06 = 1.003. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.(c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0.38. maka angka angka kredit yang diperoleh sebesar 23 x 0.06.

48. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 30 x 0. Kalimantan Statistisi Selatan Penyelia melakukan pada BPS Propinsi hasil pemeriksaan pengumpulan data Survei Biaya Hidup (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Kota Banjarmasin. Baharsyah telah memeriksa sebanyak 30 rumah tangga.16 = 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) demikian alternative jawaban yang sudah tersedia (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0.005.016.(b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0. (22) Memeriksa Hasil Pengumpulan Data Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/ Usaha: Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah semua perusahaan/lembaga/usaha yang menjadi obyek sensus/survey sudah didata dan apakah semua pertanyaan dalam kuesioner 32 . Bukti fisik: Laporan pemeriksaan hasil pengumpulan data primer sensus/survey. Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. Contoh : Baharsyah.

Statistisi Penyelia) Melakuka n pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksanaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah dintentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.004. (b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0.016. Contoh : 33 . (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0.sudah dijawab dengan benar sesuai pengisian/pedoman. Bukti Fisik: Laporan pemeriksaan hasil pengumpulan data primer sensus/survey. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksanaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. dengan petunjuk (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0.002.

baik menggunakan peta dasar atau pun tidak. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 27 x 0. Statistisi Penyelia) 34 .06 = 0. Iwan Isanto telah memeriksa sebanyak 27 perusahaan. melakukan pembuatan sketsa peta desa/kelurahan. Kecamatan Cikonde terdiri dari 16 desa.4. Dari pembuatan 16 sketsa peta/kelurahan. Bukti fisik: Laporan pembuatan sketsa peta wilayah. BPS Kabupaten Serang. maka Muardi memperoleh angka kerdit sebesar 16 x 0.4. Sketsa peta wilayah dimaksud adalah peta wilayah minimal tingkat desa/kelurahan.96. (24) Memeriksa Hasil Pembuatan Sketsa Peta Wilayah Obyek Statistik Sensus/Survei atau Peta analog (Angka Kredit 0.43.016 = 0. Statistisi Penyelia pada BPS Sumatera Selatan. Statistisi Penyelia Pelaksana Lanjutan) Membuat Sketsa peta secara manual dengan mengamati langsung ke obyek yang akan digambar. Contoh: Muwardi. (23) Membuat Sketsa Peta Wilayah Obyek Statistisi Sensus / Survei atau Peta Analog (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana lanjutan Kecamatan Cikonde. melakukan pemerikasaan hasil pengumpulan data Survei Tahunan Industri Besar Sedang (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Propinsi Sumater Selatan.Iwan Isanto.

96.03 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Mengelola peta analog sensus/survey secara manual adalah kegiatan memelihara dan mengatur penyimpanan peta analog sensus/survey dalam media tertentu dalam periode 1 (satu) tahun kalender. yang terjaga keberadaannya. BPS Kabupaten Serang. Contoh : 35 . (25) Mengelola Peta Analog Sensus/ Survei secara Manual (Angka Kredit 0.Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah sketsa peta wilayah obyek statistik yang telah dibuat telah sesuai kondisi wilayah keadaan terakhir seperti batas-batas alam dan batasbatas buatan. Statistisi Penyelia. telah memeriksa sebanyak 24 sketsa peta desa sehingga ia mendapatkan angka kredit sebesar 24 x 0. Bukti fisik : Laporan pengelolaan peta analog suatu wilayah. Bukti fisik : Laporan pemeriksaan sketas peta wilayah. Sharoni. terpelihara serta mudah ditemukan sehingga dapat dipakai pada kegiatan sensus/survey selanjutnya.04 = 0. ditugaskan melakukan pemeriksaan sketsa peta desa untuk Kabupaten Serang. Contoh : Sahroni.

03 = 1. Contoh: Matsani. ditugaskan melakukan pengelolaan peta digital. Statistis i Pelaksana di Subdit Pemetaan BPS. Mudori telah mengelola sebanyak 60 peta analog selama tahun 2002.6. Bukti fisik: Laporan pengelolaan peta digital suatu wilayah.012. (27) Membuat Peta Tematik Manual Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana). Maka Matsani akan mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 20 x 0. agar terjaga keberadaannya serta mudah ditemukan sehingga dapat dipakai pada kegiatan selanjutnya. Informasi yang ditampilkan pada peta bisa berupa jumlah atau symbo l dari 36 . Besaran angka kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan Kabupaten Bekasi ditugaskan melakukan pengelolaan peta analog.Mundori.06 = 3. Matsani telah mengelola sebnyak 3 jenis peta dari 20 propinsi selama 1 (satu) tahun. maka angka kredit yang diperolehnya adalah 60 x 0.8. Statistisi Penyelia) Kegiatan memelihara dan mengatur penyimpanan peta digital sensus /survey dalam media computer dalam periode 1 (satu) tahun kalender. Peta tematik adalah peta wilayah kerja dengan dilengkapi informasi data hasil kegiatan sensus/survey. (26) Mengelola Peta Digital Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0.06.06 adalah merupakan pengelolaan per jenis peta per propinsi.

Statistisi Pelaksana Lanjutan). hasil pertanian atau potensi desa lainnya. Statistisi Pelaksana Lanjutan). (b) Terstruktur sedang (Angka Kredit 0.012 = 0. penyuntingan (editing). Peta tersebut dibuat dengan kreasi gambar dari obyek yang disajikan yaitu jumlah sapi.036.008. Dari pembuatan 3 (tiga) jenis peta pematik tersebut. hewan. kuda dan kerbau sebagai tema. (28) Melakukan Penandaan (Marking). Terdiri dari 1-3 halaman. dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan sensus/survey adalah 37 . Bukti fisik: Laporan pembuatan peta tematik pertema. Penyuntingan (Editing).012 merupakan nilai pembuatan peta tematik per tema. Statistisi Pelaksana di Propins i Maluku membuat beberapa peta tematik dari hasil Sensus Pertanian tahun 2003. (c) Terstruktur komplek (Angka Kredit 0. dan Penyandian (Coding) Kuesioner/ Daftar Isian Kegiatan Sensus/Survei: (a) Terstruktur sederhana (Angka Kredit 0.002. Penandaan (marking). Besaran angka kredit 0. Statistisi Penyelia). Terdiri dari 4-7 halaman.001.penduduk. Contoh : Pattiasina. Terdiri dari 8 halaman atau lebih. Pattiasina mendapat angka kredit sebesar 3 x 0.

Besaran angka kredit tersebut. Besaran angka kredit 0.kegiatan pengolahan manual dokumen hasil sensus/survey yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data untuk mendapatkan validasi dan memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer.315 kuesioner dan tiap (29) Melakukan Validasi Pengolahan Data sensus/survey secara Manual (Angka kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Jayapura. Contoh : Wilson.016 Statistisi penyelia) Validasi pengolahan data sensus/survey secara manual adalah kegiatan pemeriksaan data silang secara manual terhadap kebenaran hasil pengolahan isian kuesioner. Statistisi Penyelia di Propinsi Banten menyelesaikan validasi dokumen survey Peternakan sebanyak 50 dokumen. 38 .016 adalah merupakan nilai validasi perhalaman yang diperbaiki. Wilson telah menyelesaikan sebanyak 1. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman yang divalidasi Contoh : Budi. penyuntingan dan penyandian kuesioner P4B. Bukti fisik : Laporan jumlah halaman keseluruhan dari dokumen yang diolah. diperhitungkan hanya untuk halaman yang terisi data. melakukan serangkaian kegiatan mulai dari penandaan.

setiap dokumen terdiri dari 8 halaman. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang/membuat grafik kegiatan sensus/survei secara manual adalah penyajian data dalam bentuk lain selain angkaangka ( misalnya: balok.016 = 0.016.16 (31) Merancang/Membuat Grafik kegiatan sensus/survey secara Manual ( Angka Kredit 0.018. Angka kredit yang diperoleh sebesar 20 x 0. lingkaran) secara manual. statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang/membuat Tabel kegiatan Sensus/survei secara manual adalah membuat tabel dengan menggunakan media worksheet sebelum dituangkan dalam tabel.016 = 0.48 (30) Merancang/membuat Tabel kegiatan Sensus/survei secara manual (Angka kredit 0. garis-garis. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0. 39 . Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Argawani membuat 10 tabel secara manual dari kegiatan Statistik Pertanian. Jumlah halaman yang divalidasi adalah sebanyak 30 halaman. Tabel dimaksud adalah tabel inti yang akan di publikasikan atau untuk kebutuhan dinas Bukti Fisik: Laporan berupa jumlah tabel yang dib uat dilengkapi dengan surat tugas Contoh : Agus.

Angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 0.002.09 (32) Merancang/membuat monografi kegiatan sensus/survey (Angka kredit 0.18 (33) Memindahkan data sensus/survey ke media Komputer (Data Entry) dengan Validasi (angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana lanjutan di kecamatan Argawuni membuat grafik hasil data seri kegiatan sensus penduduk sebanyak 5 grafik.018 = 0.Grafik dimaksud adalah grafik yang akan dipublikasikan atau untuk kebutuhan dinas Bukti fisik: Laporan jumlah grafik yang dibuat dilengakapi dengan surat tugas Contoh: Jamilah. survey dalam bentuk tabel atau grafik melalui media dinding dalam tampilan yang mudah dilihat atau dibaca Bukti fisik: Laporan pembuatan monografi Contoh: Yahya.018.018 = 0. Statistisi Pelaksana) 40 . Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan di kecamatan Argawuni membuat monogram data sensus penduduk di 10 desa. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Monografi kegiatan sensus/survey adalah penyajian informasi hasil kegiatan sensus.

entry 41 .2 (34) Memindahkan Data sensus/Survei ke media Komputer (Data Entry) tanpa Validasi (Angka Kredit 0.001 per hala man setara dengan 250 karakter.000 : 250) x 0. Besaran angka kredit 0.entry Contoh: Hasan. terdiri 6 halaman. Statistisi pelaksana disub direktorat Statistik Harga Produsen telah memindahkan data survey Harga Produsen Pedesan Tahun 2003 dengan validasi ke media computer sebanyak 500 dokumen setiap dokume n yang dientry.000 karakter.002 per halaman setara dengan 250 karakter. Bukti Fisik : Laporan berupa jumlah halaman karakter yang di. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman yang di. Statistisi Pelaksana) Memindahkan data sensus/Survei ke media computer (data entry) tanpa validasi adalah memindahkan data tanpa perlakuan pemeriksaan silang antar isian dalam kuesioner.Memindahkan data sensus/survey ke media computer (data entry) dengan validasi adalah memindahkan data dengan perlakuan pemeriksaan silang antar isian dalam kuesioner. jumlah karakter yang di-entry sebanyak 150. Setelah di print. Besaran Angka kredit 0.001.002 = 1. Angka kredit yang diperoleh Hasan sebesar (150.

000:250) x 0.01 Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Tabel Data Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0. terdiri 6 halaman. Angka kredit yang diperoleh sebesar 200 x 0. Setiap dokumen yang di entry.6 (35) Memeriksa Tabel Hasil Sensus/Survei yang akan disajikan: (a) Tabel data kecamatan (Angka Kredit 0. jumlah karakter yang di-entry sebnayak 150.001 = 0. Setelah di-print. Statistisi Pelaksana di sub Direktorat statistik Ketenagakerjaan telah memindahkan data Survei Pekerja Anak Tahun 2002 tanpa validasi ke media computer sebnayak 500 dokumen. Tabel dimaksud adalah tabel inti yang akan dipublikasikan atau untuk kebutuhan dinas Bukti fisik : Laporan jumlah tabel yang diperiksa dilengkapi dengan surta tugas Contoh : Suhadi. Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kabupaten Maros memeriksa seluruh tabel (200 tabel) yang akan dipublikasikan dalam kabupaten dalam angka tahun 2003. Angka kredit yang diperoleh Bahdi sebesar ( 150.000 karakter.02 statistisi Penyelia) Memeriksa tabel hasil sensus/survey adalah memeriksa kelengkapan dan konsistensi antar sel dalam tabel atau antar tabel.Contoh : Bahdi.01 = 2 (36) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Sensus/survey: 42 .

Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka kredit 1. ulasan tabel dan grafik secara sistematis. me liputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam 43 . statistisi penyelia di kabupaten Maros menyusun tabel-tabel.94.06) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0.88.tabel. Kompilasi Administrasi (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Kompilasi Data Administrasi : (a) (b) (c) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0.(a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0.3) Membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat Statistisi untuk melakukan kegiatan kompilasi data administrasi yang akan dilakukan. Angka kredit yang diperolah Jamhuri sebesar 1. sehingga menjadi bentuk buku yang akan dipublikasikan dengan judul statistic Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Maros 2003. b.15) Statistisi Penyelia (Angka Kredit 0. ulasan tabel dan grafik secara sistematis yang akan dipublikasikan Bukti fisik: Surat tugas penyusunan publikasi statistic Contoh: Jamhuri.88 Statistisi Penyelia) Menyusun publikasi statistic hasil sensus/survei adalah kegiatan menyusun tata letak (lay out) tabel.

(2) Melakukan Penandaan (Marking).06. Contoh : Sutjipto. Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan kompilasi data administrasi. Jakarta Timur. Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0. dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan administrasi adalah kegiatan yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data administrasi agar memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer. Total angka kredit yang diperoleh sebesar 600 x 0. Penyuntingan (Editing). Statistisi Penyelia) Penandaan (marking). Contoh: Jolali. 44 . ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan kompilasi data administrasi semester I tahun 2003.4.perioedesemesteran (semester I: Januari s/d Juni. setiap dokumen terdiri 1 halaman. Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Duren Sawit. dan Penyandian (Coding) Hasil Pengumpulan Data Sekunder (Angka Kredit 0. semester II: Juli s/d Desember).004 = 2. Statistisi Penyelia di BPS Pusat menyelesaikan pekerjaan editing/coding sebanyak 600 dokumen.004. Bukti fisik: Laporan jumlah halaman dari dikumen yang diolah. Penyuntingan (editing).

pada BPS Kabupaten Kutai. Statistisi Pemula di Kab.(3) Melakukan Pengolahan Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0. maka Sudrajat mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0. Jonggol menyelesaikan pengolahan data registrasi penduduk secara manual sebanyak 500 dokumen.016. statistisi Pelaksana Lanjutan) 45 .006. Contoh: Loli. Bukti fisik : Laporan jumlah halaman yang divalidasi. Dengan laporan yang terdiri dari 50 halaman.03 Statistisi Penyelia) Validasi data sekunder dimaksud adalah mengecek keselisihan data sekunder atau hasil kegiatan administrasi yang dilakukan tanpa bantuan computer termasuk proses pengecekan pra computer. Contoh: Sudrajat.03 = 1. Statistisi Penyelia) Cuk up jelas. (4) Melakukan Validasi Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan jumlah halaman dari dokumen yang diolah.5.006 = 3. Total angka kredit yang diperoleh sebesar 500 x 0. setiap dokumen terdiri dari 1 halaman. (5) Merancang/Membuat Tabel hasil Pengumpulan Data Sekuder secara Manual (Angka Kredit 0. ditugaskan untuk melakukan validasi data jumlah pencari kerja yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja setempat. Statistisi Penyelia.

018.8.018 = 0.064. Statistisi Pelaksana lanjutan di Pemda Kabupaten Bogor membuat tabel hasil pengumpulan data Keluarga Sejahtera tahun 2001 sebanyak 5 tabel. amaka Diman memperoleh angka kredit sebesar 5 x 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor ditugaskan untuk membuat grafik Pendapatan Perkapita Penduduk Kab. Dengan laporan ini Ainum memperoleh angka kredit sebesar 4 x 0. Contoh: Ainum. Bukti fisik: Laporan berupa jumlah grafik.Merancang/membuat tabel berdasarkan informasi yang ada pada data sekunder tertentu dan dikerjakan secara manual untuk keperluan pelapor/penyajian data hasil kegiatan administrasi. (6) Merancang/ Membuat Grafik Hasil Pengolahan Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0.016 = 0. Bogor Tahun 2000 – 2003 yang didasarkan pada publikasi BPS Kabupaten Bogor sebanyak 4 grafik. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang/membuat grafik berdasarkan informasi yang ada pada data sekunder tertentu dan dikerjakan secara manual untuk keperluan pelaporan/penyajian data hasil kegiatan administrasi. Bukti fisik : Laporan berisi dummy table (tabel kosong) Contoh : Diman. 46 .

sebanyak 10 tabel. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman atau jumlah karakter yang dientry. Statistisi Pelaksana) Memindahkan data dengan validasi dimaksudkan adalah memasukkan data sekunder ke dalam media computer dengan validasi (perlakuan pemeriksan silang antar isian kuesioner). Dengan laporan ini Basofi memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0.07. Statistisi Pelaksana La njutan) Monografi yang dimaksud adalah pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah tabel yang disajikan. Penyajian data monografi dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat mengetahui gambaran umum suatu wilayah pada waktu tertentu. Contoh : 47 .002. Besaran angka kredit 0.002 per halaman setara dengan 250 karakter. (8) Memindahkan Data Sekunder ke Media Komputer (Data Entry) dengan Validasi ( Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan di Pemda Kabupaten Bekasi ditugaskan untuk membuat monografi Desa Jatibening Tahun 2002.07 = 0. Contoh : Basofi.7.(7) Membuat Monografi Hasil Pengolahan Data Sekunder (Angka Kredit 0.

48 . (10) Memindahkan Pengumpulan Data Sekunder (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan jumlah halaman yang di-entry.01. Statistisi Pelaksana Pemula) Pengumpulan data sekunder adalah kegiatan pengumpulan data dari hasil kegiatan administrasi suatu instansi atau beberapa sumber data. Dengan laporan ini Basirun memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0.001.001 = 0. Contoh: Basiska Statistisi Pelaksana di Pemda Kabupaten Bandung ditugaskan untuk meng-entry data penduduk per kecamatan yang diperoleh dari BPS Kabupaten Bandung sebanyak 10 halaman.012. dilampiri fotocopy sumbernya. Dengan laporan ini Basirun memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0. Statistisi Pelaksana Pemula) Memindahkan data tanpa validasi dimaksud adalah memasukkan data sekunder ke dalam media computer tanpa pemeriksaan silang antar isian.002 = 0. (9) Memindahkan Data Sekunder ke Media Komputer (Data Entry) tanpa Validasi (Angka Kredit 0.02.Basirun Statistisi Pelaksana di Pemda Kabupaten Karawang ditugaskan untuk meng-entry data penduduk per kecamatan yang diperoleh dari BPS Kabupaten Karawang sebanyak 10 halaman. Bukti fisik Laporan berisi data sekunder beserta jumlah daftar.

maka Sutikno mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0. Dengan laporan yang terdiri dari 15 halaman. jumlah sekolah dari Dinas Diknas setempat. Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 2. Bukti fisik: Fotocopy sampul publikasi dan daftar isi buku yang dibuat dan telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. untuk digunakan dalam publikasi Kabupaten Karo Dalam Angka Tahun 2002. Statistisi Penyelia) Menyusun publikasi statistik hasil pengumpulan data sekunder dimaksudkan adalah merancang dan membuat serta menggandakan publikasi yang didasarkan pada data sekunder di tingkat kecamatan/kabupaten/kota/propinsi/nasional.012 = 0. (11) Memeriksa Tabel yang Disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 1.Contoh: Sutikno. Statistisi Pelaksana Pemula. pada BPS Kabupaten Karo.6. Conto h: Sudirjo Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Jakarta Selatan.18. ditugaskan untuk menyusun publikasi Statistik Pendidikan Kecamatan jagakarsa Tahun 2002 dan publikasi Penduduk Jagakarsa 49 .23. ditugaskan untuk melakukan pengumpulan data jumlah pencari kerja terdaftar yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja.

Contoh : Sutjipto seorang statistisi Penyelia pada BPS Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang di tugaskan merancang dan membuat jadwal 3 kegiatan observasi/pengamatan selama semester II Tahun 2003. Dengan laporan rencana jadwal kegiatan itu maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 0. maka ybs mendapat angka kredit sebesar 2 x 1. Statistisi Pelaksana) Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0.23 = 2. c.2 = 0.46.1) Statistisi Penyelia (Angka Kredit 0.04) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0.6.berdasarkan Hasil Registrasi Tahun 2002.2) Jadwal kegiatan observasi dimaksudkan adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan observasi yang akan dilakukan meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni. Dengan laporan yang terdiri dari 2 publikasi.02. (2) Mengatur Alokasi Peralatan Obeservasi pada: (a) (b) Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0. Bukti fisik : Laporan berisi recana kegiatan. Statistisi Pelaksana Lanjutan) 50 .004. Observasi/Pengamatan (1) Merancang dan membuat Jadwal Kegiatan Observasi oleh: (a) (b) (c) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0. semester II: Juli s/d Desember).

Contoh: Djarih adalah seorang Statistisi Pelaksana pada BPS Kabupaten Bogor. Dendi mendapatkan angka kredit sebesar 2x0.(c) Tingkat Propinsi (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia) petugas pelaksana observasi adalah mencari dan Merekrut menyeleksi petugas yang akan terlibat langsung dalam proses pengumpulan data dengan cara pengukuran. Statistisi Penyelia) Mengatur alokasi peralatan observasi dimaksud adalah merancang dan membuat alokasi per jenis peralatan observasi di tingkat kecamatan/kabupaten/kota/propinsi.004 = 0.008.06. untuk mencari 10 petugas observasi kepadatan 51 .008. ditugaskan. pengalihan atau penghitungan (observasi) baik pada tingkat kecamatan/kabupaten/kota maupun tingkat propinsi. Bukti fisik: Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasikan. Statistisi Pelaksana pada BPS Kabupaten Bogor.015. Bukti fisik: Laporan berisi daftar alokasi jumlah peralatan yang dialokasikan. ditugaskan untuk melakukan alokasi peralatan obeservasi ubinan padi di 2 (dua) kecamatan.03. Statistisi Pelaksana) Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) (c) Tingkat Propinsi (angka Kredit 0. (3) Merekrut/Mengalokasikan Petugas Pelaksana Observasi pada: (a) (b) Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0. Contoh: Dendi.

lalulintas di Kecamatan Ciawi. Bukti fisik: Fotocopy Surat Tugas.01. (b) Petugas Observasi (Angka Kredit 0. maka Robert mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0.02 = 0. ditugaskan untuk melatih petugas observasi ubinan padi 52 . Contoh: Robert. Statistisi Penyelia) Melatih pemeriksa/pengawas kegiatan observasi untuk dapat melakukan pemeriksaan atau pengawasan dari suatu kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.08. (4) Memberikan Pelatihan Kegiatan Observasi bagi: (a) Pemeriksa/Pengawas (Angka Kredit 0. Contoh : Dedi seorang Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Bogor.64. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Sumatera Barat telah melatih petugas pemeriksa/pengawas Survei Saltaranas (asal dan tujuan barang nasional) selama 4 hari di Padang. Bukti fisik: Fotocopy Surat Tugas. maka Djarih mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0.008 = 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melatih petugas observasi untuk dapat melakukan kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.02.

32. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas agar mampu memeriksa atau mengawasi jalannya pelaksanaan kegiatan observasi yang dilakukan oleh petugas pelaksana sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0.01 = 0. (b) Pemeriks/Pengawas (Angka Kredit 0. Contoh: Nona Niode. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.01.selama 4 hari dan setiap hari 8 jam pelajaran. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis observasi tentang Meningkatnya Kriminalitas di Propinsi Lampung selama 2 hari.02 = 0.32.02. Statistisi Penyelia) Mengikuti pelatihan koordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Contoh : 53 . Bukti fisik : Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. (5) Mengikuti Pelatihan Kegiatan Observasi bagi : (a) Koordinator Teknis (Angka Kredit 0. maka Dedi mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0.

yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar pemilihan sample yang akan diobservasi 54 .128 (6) Membuat kerangka Penarikan Sampel Obyek Observasi (Angka Kredit 0.08. Statistisi Pelaksana pada BPS Kecamaatn Duren Jaya Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai petugas obsevasi tentang meningkatnya krimnalitas selama 4 hari. maka Ngadimun mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh: Ngadimun. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Kerangka Penarikan sample dimaksud adalah daftar yang terisi populasi dari obyek observasi seperti daftar nomor urut obyek observasi/daftar rumahtangga dalam satu blok sensus/daftar nama badan usaha sejenis.01 = 0.Ahmad Saleh.004.004 = 0. (c) Petugas Obsevasi (Angka Kredit 0.16. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Lampung Utara ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas kegiatan observasi Meningkatnya Kriminalitas di Propinsi Lampung selama 2 hari. maka Ahmad Saleh mendaptkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0. Statistisi Pelaksana) Mengikuti Pelatihan sebagai petugas observasi agar mampu melaksanakan obsevasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

12 per wilayah kerja.08 (7) Melakukan Pengenalan Wilayah Obyek Observasi (Angka Kredit 0.08 = 0.Bukti Fisik: Laporan kegiatan penyusunan kerangka sample yang dibuat Contoh: Barudin. maka Bambang akan mendapatkan angka kredit sebesar 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Pusat Penelitian dan Pengambangan (Puslitbang). Statistisi Pelaksan Pemula dan BPS Kabupaten Sleman. Dalam hal ini Bambang melakukan pengenalan wilayah observasi. melakukan observasi produksi salak pondok di kecamatan Turi.012. Angka kredit yang diperoleh sebesar 1 x 0. 55 . Kerangka sampel ini akan dipakai sebagai dasar pemilihan sampel pohon karet yang akan diobservasi. Departemen Pertanian membuat kerangka sample yang berupa daftar nomor urut pohon karet (obyek observasi) dalam Survei Produksi Getah Karet Jenis Unggul Baru. Statistisi Pelaksana Pemula) Pengenalan wilayah dimaksud adalah kegiatan mengenali batasbatas wilayah observasi baik batas alam maupun batas buatan agar tidak ada obyek obsevasi yang terlewat serta memudahkan pelaksanaan observasi Bukti fisik: Surat tugas Pengenalan wilayah obyek observasi Contoh: Bambang. Yogyakarta.

004 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Memeriksa hasil pendaftaran (listing) obyek observasi yang dimaksud adalah memeriksa kebenaran.(8) Melakukan Pendaftaran (Listing) Obyek Observasi (Angka Kredit 0. kelengkapan dan konsistensi isian daftar listing Bukti fisik : Laporan kegiatan pemeriksaan daftar listing Contoh: 56 .001 = 0. Statistisi Pelaksana Pemula Pendaftaran (listing) obyek observasi adalah kegiatan pengumpulan data langsung ke lapangan guna mendapatkan daftar obyek observasi yang masuk dalam wilayah kerja obyek observasi (daftar nomor urut obyek observasi/daftar nama. sehingga Abbas akan mendapatkan angka kredit sebesar 50 x0.05 (9) Memeriksa Hasil Pendaftaran (Listing) Obyek Observasi (Angka Kredit 0. Dalam wilayah observasi ini terdapat 50 rumahtangga. alamat rumahtangga dalam blok sensus/daftar nama dan alamat badan usaha sejenis) Bukti fisik: Laporan daftar (Listing) nama dan alamat pemilik atau nomor urut obyek observasi Contoh : Abas Siregar.001. Statistisi Pelaksana Pemula pada BPS kota Medan Melakukan Pendaftaran (Listing) rumahtangga dalam satu blok sensus dalam kegiatan ubinan padi di kecamatan jaga bonar.

ditugaskan untuk menarik sampel. Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel Contoh : Dalam survei tentang dampak penggunaan penyejuk ruangan (AC) terhadap produktivitas kerja. Cungki melakukan pemilihan sampel terhadap perusahaan industri yang ada di kecamatan Jatake. Melakukan penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja adalah memilih dan menetapkan sampel yang akan diobservasi. Cungki Hermawan sebagai pejabat statistisi pelaksana lanjutan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.Pandu Muhamad. statistisi Pelaksana Lanjutan) Obyek observasi berdasarkan wilayah kerja yang dimaksud adalah obyek observasi yang didasarkan pada batasan wilayah yang pada umumnya sudah ditentukan sebelumnya. statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Propinsi Bangka Belitung melakukan pemeriksaan hasil pendaftaran (listing) rumahtangga survei ubinan sebanyak 15 BS di kecamatan beli untung.06 (10) Melakukan Penarikan Sampel Obyek Observasi berdasarkan : (a). Dari kegiatan ini Cungki mendapatkan angka kredit sebesar 0.04. Wilayah Kerja (Angka Kredit 0.045 (b) Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia) 57 .004 = 0. Dari pemeriksaan ini Pandu Muhamad mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0. Dari daftar sampel yang ada.045.

Kerangka sampel yang digunakan sebagai dasar pemilihan obyek observasi adalah daftar nama dan alamat rumah makan/restoran dari sub Dinas Parawisata Daerah. kebenaran nama dan alamat serta indicator lainnya yang diperlukan sebagai dasar pemilihan sampel berdasarkan wilayah kerja. Dari kegiatan ini Hamdan Rifa’I menghasilkan 1 daftar sampel rumah makan/restoran yang akan diteliti lebih lanjut. 58 .04 (11) Memeriksa Penarikan Sampel Obyek Observasi berdasarkan Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. dan talam kencana) dalam observasi tentang pelayanan rumah makan/restoran terhadap para pengunjung. talam gangsa.04 statistisi Penyelia) Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja yang di maksud adalah memeriksa kebenaran penarikan sampel sesuai metode yang sudah ditentukan. Oleh karenanya angka kredit yang diperoleh sebesar 0. Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel Contoh: Hamdan Rifa’i sebagai pejabat Statistisi Penyelia di BPS kota Jakarta Selatan melakukan penarikan sampel terhadap rumah makan/restoran yang berklasifikasi (talam selaka.Obyek Observasi berdasarkan non wilayah kerja yang dimaksud adalah obyek observasi yang didasarkan tidak pada batasan wilayah (bisa antar wilayah) yang pada umumnya sudah ditentukan sebelumnya. seperti kelengkapan. Melakukan penarikan sampel obyek observasi yang bukan berdasarkan wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian.

04 (12) Melakukan Kegiatan Observasi : (a) Mudah (Angka Kredit 0.014 = 0. Dalam hal ini Wayiningsih mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0. penghitungan angka kredit tidak didasarkan pada jumlah kendaran yang dihitung 59 . Dalam hal ini Badri mendapatkan angka kredit sebesar 0. Badri memeriksa kelengkapan dan kebenaran isian satu daftar sampel yang terdiri dari beberapa rumahtangga terkena sampel yang akan dipakai sebagai dasar dalam penelitian perilaku korban kriminalitas. penglihatan dan penghitungan secara sederhana Bukti fisik : Laporan kegiatan observasi Contoh: Watiningsih sebagai pejabat Statistisi Pelaksana pemula di kota Makassar ditugaskan melakukan observasi kepadatan lalu lintas di 5 titik rawan kemacetan di kecamatan Jampang. Statistisi Pelaksana Pemula) Melakukan kegiatan observasi mudah adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran.014. Meskipun Watiningsih menghitung seluruh kendaran yang lalu lalang di 5 titik rawan kemacetan.07.Bukti fisik: Laporan Hasil Pemeriksaan Contoh : Dari hasil pengambilan sampel rumahtangga korban kriminalitas yang dilakukan oleh salah seorang pejabat statistisi pelaksana lanjutan di kabupaten Bondowoso.

07 = 3.07. penglihatan atau penghitungan terhadap obyek observasi yang agak sulit oleh petugas yang telah mengikuti pelatihan khusus (seperti pengukuran tingkat kebisingan ruang kerja. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan kegiatan observasi sedang yang dimaksud adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengukuran. penglihatan atau penghitungan secara sederhana Bukti fisik : Laporan kegiatan pengawasan Contoh : 60 . Dalam pengamatan ini Wagiono mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0.5 (13) Melakukan Pengawasan Observasi (a) Mudah (Angka Kredit 0.(b) Sedang (Angka Krdit 0. pengaruh suatu pupuk terhadap hasil produksi) Bukti fisik: Laporan kegiatan observasi Contoh : Wagiono sebagai pejabat statistisi Pelaksana Lanjutan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor ditugaskan untuk melakukan observasi terhadap produksi buah dari 50 pohon mangga Arum Banget di kecamatan Luano yang disemprot dengan pestisida jenis tertentu. statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan kegiatan observasi mudah adalah pengawasan dalam rangka pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran.035.

Statistisi Penyelia) Melakukan pengawasanobservasi sedang yang dimaksud adalah kegiatan pengawasan terhadap pengumpulan data melalui pengukuran. penglihatan atau penghitungan secara sederhana Bukti fisik: 61 .1 = 1 (14) Memeriksa Hasil Observasi : (a) Tingkat Mudah (angka Kredit 0.003. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan kegiatan observasi mudah adalah pemeriksaan seluruh terhadap hasil pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran.1.035 = 0. dalam pengawasan ini Sumanto mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0. penglihatan atau penghitungan terhadap obyek observasi yang agak sulit oleh petugas yang telah mengikuti pe latihan khusus Bukti fisik: Laporan kegiatan pengawasan Contoh : Suparjo sebagai pejabat Statsitisi Penyelia di Kabupaten Bogor melakukan pengawasan terhadap 10 pohon yang telah/sedang di observasi dan dampak penggunaan pestisida terhadap produksi mangga.Sumanto sebagai pejabat Statistisi Pelaksana Lanjutan di kota Kediri melakukan pengawasan terhadap 5 perusahaan yang sedang di observasi survei dampak kenaikan harga tembakau terhadap produksi pabrik rokok. Dalam pengawasan ini Suparjo mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0.175 (b) Sedang (Angka Kredit 0.

Dalam kegiatan ini Mahmud Subarno mendapatkan angka kredit sebesar 40 x 0.4 (15) Membuat Sketsa Peta Wilayah Obyek Observasi/Peta Analog (Angka Kredit 0.Laporan kegiatan pemeriksaan Contoh: Maryono sebagai pejabat Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas Pertanian di Kabupaten Boyolali melakukan pemeriksaan terhadap 50 daftar hasil observasi efektivitas penggunaan pupuk kandang terhadap tanaman cabai.003 = 0. Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan hasil observasi pada tingkat sedang yang dimaksud adalah kegiatan pemeriksaan terhadap pengumpulan data dengan obyek observasi yang agak sulit Bukti Fisik: Laporan Kegiatan Pemeriksaan Contoh. Dalam kegiatan ini Maryono mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0. Mahmud Subarno sebagai pejabat Statistisi Penyelia pada DIans Pertanian di Kabupaten Boyolali melakukan pemeriksaan terhadap 40 daftar hasil observasi Dampak Curah Hujan terhadap produksi Tanaman Padi.01.01 = 0.08 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Membuat Sketsa pada peta wilayah obyek observasi (Peta Analog) adalah membuat peta secara manual dengan mengamati langsung ke 62 .15 (b) Tingkat Sedang (Angka Kredit 0.

sebagai pejabat statistisi pelaksana Lanjutan di BPS Kabupten Wonosobo membuat 10 sketsa peta wilayah observasi pada 10 titik rawan kepadatan lalu lintas sepanjang jalan menuju daerah wisata Dieng. Bukti fisik: Laporan Jumlah sketsa peta yang diperiksa Contoh : Mu’min Iskandar.obyek observasi yang kan digambar.04.8 (16) Memeriksa Hasil Pembuatan Sketsa Peta Wilayah Obyek Observasi/Peta Analog (Angka Kredit 0. sebagai pejabat statistisi Penyelia di BPS Kabupaten Wonosobo memeriksa 10 sketsa peta wilayah obyek observasi yang dibuat oleh Marzuki sebelum dipakai sebagai petunjuk jalan dalam melakukan pengamatan tingkat kepadatan lalulintas di daerah wisata Dieng. baik menggunakan peta dasar ataupun tidak Bukti fisik: Laporan tentang jumlah sketsa yang dibuat Contoh : Marzuki. Dalam kegiatan ini Marzuki mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0.4 (17) Mengelola Peta Analog Observasi (Manual) (Angka Kredit 0.03 Statsistisi Pelaksana La njutan) 63 . baik menggunakan peta dasar ataupun tidak.04 = 0. Statistisi Penyelia) Memeriksa hasil pembuatan sketsa peta wilayah obyek observasi (peta analog) adalah memeriksa kebenaran atau kesahihan peta yang dibuat secara manual dengan mengamati obyek observasi yang digambar. Dalam hal ini Mu’min mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0.08 = 0.

6 (18) Mengelola Peta Digital kegiatan Observasi (Angka Kredit 0. Dari 600 yang ada disetujui dilakukan perbaikan sebanyak 20 peta. maka Indtiyanti mandapatkan angka krdeit sebesar 20 x 0. Angka kredit yang Legowo adalah sebesar 15 x 0. Menata dan melakukan perbaikan seperlunya) 600 peta-peta analog hasil observasi (manual) yang dibuat oleh para petugas pencacah terhadap peta-peta tersebut. mengetur dan menata serta melakukan perbaikan ( Updating) terhadap peta obyek observasi yang dibuat secara manual Bukti Fisik: Laporan jumlah peta analog yang dikelola Contoh: Indriyanti. statistisi Penyelia) Mengelola peta digital kegiata n observasi adalah menghimpun.03 = 0. Dari 200 Peta yang ada disetujui sebanyak 15 peta dilakukan perbaikan.06. mengatur dan menata serta melakukan perbaikan (updating) terhadap peta digital hasil observasi yang dibuat melalui proses komputerisasi Bukti fisik: Laporan jumlah peta digital yang dikelola Contoh : Bambang Legowo statistisi Penyelia pada Badan Koordinasi Survai dan Pemetaan Nasional. statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Wonosobo ditugaskan untuk mengelola (Mengumpulkan.Mengelola peta analog observasi (manual) adalah menghimpun. mengatur.9 diperoleh Bambang 64 .06 = 0. ditugasi untuk mengelola peta digital sebanyak 200 peta obyek observasi hutan lindung di Kalimantan Tengah.

hewan. penyuntingan (editing) dan penyandian (coding) daftar isian hasil observasi adalah kegiatan yang dilakukan setelah selesai observasi sehingga memudahkan untuk diolah secara manual atau computer Bukti fisik: Laporan berupa jumlah halaman serta fotocopy 1 (satu) kuesioner yang dikerjakan.(19) Membuat Peta Tematik Manual Kegiatan Observasi (Angka Kredit 0.0o2. Dari kegiatan ini Priyanto mendapatkan angka kredit sebesar 20 x 0. Priyanto. hasil pertanian atau lainnya Bukti fisik : Laporan jumlah peta tematik yang dibuat Contoh: Dalam rangka pameran pe mbangunan menyambut hari jadi kota palembang. Statistisi Pelaksana) Membuat peta tematik manual kegiatan observasi adalah membuat peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan hasil observasi atau pengamatan. Statistisi Pelaksana BPS kota Palembang ditugasi untuk membuat 20 peta tematik manual hasil kegiatan pengamatan tingkat kejahatan di kota Palembang. 012 = 0. 65 . Penyuntingan (Editing) dan Penyandian (coding) Daftar Isian hasil Observasi (Angka Kredit 0.012. Statistisi Penyelia) Melakukan penandaan (marking). Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau simbol dari penduduk.24 (20) Melakukan Penandaan (Marking).

hasil observasi survei garam yodium 2003.016 = 1. setiap blok sensus satu daftar yang terdiri dari 2 halaman maka Ambor memperolah angka kredit sebanyak 62 x 2 x 0. statistisi Penyelia di BPS Propinsi Papua. statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang dan memebuat tabel hasil observasi secara manual adalah kegiatan yang meliputi penentuan judul.ditugaskan untuk melakukan penandaan (marking). maka Bagus Susilo memperoleh angka kredit sebanyak 100 x 1 x 0. Statistisi Penyelia pada BPS Kabupaten jayapura. sumber data. Bukti fisik: 66 . penyuntingan (editing). Statistisi Penyelia) Melakukan validasi data observasi secara manual dimaksud meliputi mencari kesalahan isian serta memperbaiki sehingga menjadi sahih (valid) Bukti fisik: Laporan berupa data observasi yang divalidasi Contoh: Bagas susilo. dengan laporan sejumlah 62 blok sensus.6 (22) Merancang dan membuat Tabel HAsil Observasi secara Manual (Angka Kredit 0.016. ditugaskan melakukan validasi data hasil observasi ubinan sebanyak 100 daftar yang masing. bentuk tabel serta memasukkan data secara manual sehingga menjadi tabel siap dipublikasikan.masing terdiri 1 halaman.002 = 0.Contoh: Ambor.016.248 (21) Melakukan Validasi data observasi secara Manual (Angka Kredit 0. dan penyandian (coding).

018. penentuan judul grafik dan jenis atau bentuk grafik Bukti Fisik: Laporan berupa jumlah grafik yang dikerjakan Contoh: Mulyadi. Statistisi Pelaksana Lanjutan BPS Propinsi Papua ditugaskan untuk merancang dan membuat 20 judul tabel kependudukan maka Tabrani.002.32 (23) Merancang dan Membuat grafik Hasil Observasi secara Manual (Angka Kredit 0.36 (24) Memindahkan Data Observasi ke dalam Media Komputer tanpa Validasi (Angka Kredit 0. maka Mulyadi mendapat angka kredit sebanyak 20 x 0.018 = 0. Statsitisi Pelaksana Lanjutan) Merancang dan membuat grafik di sini meliputi pembuatan grafik.Laporan berupa jumlah tabel yang dibuat dan fotocopy cover buku publikasi serta daftar isi Contoh: Tabrani. statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Bogor ditugaskan merancang dan membuat grafik data hasil observasi ubinan sebanyak 20 grafik.016 = 0.002 per halaman setara 250 karakter Bukti fisik: Laporan Jumlah Halaman hasil observasi yang dikerjakan 67 . memperoleh angka kredit sebanyak 20 x 0. besaran angka kredit 0. Statistisi Pelaksana) Memindahkan data Observasi ked lam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke media computer.

Statistisi Pelaksana di BPS Kabupetn Majalengka ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan survei garam yodium sebanyak 300 daftar masing.masing terdiri 1 halaman. maka Ahmad mendapatkan angka kredit sebnayak 50 x 1 x 0.008.001 per halaman setara 250 karakter.masing terdiri 1 halaman . Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Karawang ditugaskan memindahkan data tanpa validasi hasil observasi ubinan sebnayak 50 daftar masing.001 = 0. Besaran angka kredit 0. maka Sujadi mendapatkan angka kredit sebanyak 300 x 1 x 0.002 = 0.1 (25) Memindahkan Data Observasi ke dakam Media Komputer dengan Validasi (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Direktirat Statistik Pertanian BPS ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan data observasi 68 . Statistsisi Pelaksana) Memindahkan Data Observasi ke dalam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke Media computer. Statistisi Pelaksanan Lanjutan) Melakukan Validasi data observasi hasil pengolahan yang meliputi perbaikan kesalahan Bukti fisik: Laporan jumlah halaman yang divalidasi Contoh : Rina.3 (26) Melakukan Validasi data Observasi Hasil Pengolhan Komputer (Angka Kredit 0.Contoh: Ahmad.001. Bukti fisik: Laporan jumlah halaman hasil observasi yang dikerjakan Contoh : Sujadi.

04.masing terdiri 1 halaman. Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota ( Angka Kredit 1.52. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Tumanggung.2 (28) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi : (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0.008 = 0. maka Rina mendapat angka kredit sebanyak 120 x 1 x 0. statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0.02. Statistisi Penyelia) Contoh: Ahmad Tantowi.01 = 0. Tabel yang diperiksa sebanyak 20 tabel. sehingga Ahmad Tantowi memperoleh angka kredit sebesar 20 x 0. ditugaskan untuk memeriksa tabel hasil pengamatan tentang perilaku konsumen rokok dan dampaknya terhadap produktivitas kerja di kecamatan Tretep. Statistisi Penyelia) Menyusun Publikasi statistik hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku Bukti fisik: Buku publikasi Contoh : 69 .01.ubinan sebanyak 120 desa masing.96 (27) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0.

Amzi. Maka Amzi mendapatkan angka kredit sebnayak 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS kota Tegal ditugaskan menyusun bahan publikasi Statistisi kecamatan.52 70 .

71 .

Bukti fisik : Laporan jumlah halaman hasil observasi yang dikerjakan. (26) Melakukan Validasi Data Observasi Hasil Pengolahan Komputer (Angka Kredit 0. Contoh: Rina.008=0. Maka Sujadi mendapatkan angka kredit sebanyak 300 x 1 x 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Direktorat Statistik Pertanian BPS ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan data observasi ubinan sebanyak 120 desa masing. Statistisi Pelaksana di BPS Kabupaten Majalengka ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan survey garam yodium sebanyak 300 daftar masing-masing terdiri 1 halaman.(25) Memindahkan Data Observasi ke Dalam Media Komputer dengan Validasi (Angka Kredit 0.masing terdiri 1 halaman.96. Contoh: Sujadi. 72 . Statistisi Pelaksana) Memindahkan Data Observasi ke Dalam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke media computer.001 per halaman setara 250 karakter. Bukti fisik: Laporan jumlah halaman yang divalidasi.001. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan validasi data observasi hasil pengolahan yang meliputi perbaikan kesahan. Maka Rina mendapat angka kredit sebanyak 120 x 1 x 0.001 =0. Besaran angka kredit 0.3.008.

52. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Tumananggung. 73 . Statistisi Penyelia). Bukti fisik: Buku publikasi Contoh: Amzi. Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kota Tegal ditugaskan menyusun bahan publikasi statistik kecamatan.01 = 0. (28) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0. Menyusun publikasi statistik hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku.02.52. sehingga Ahmad Tantowi memperoleh angka kredit sebesar 20 x 0.(27) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan Disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0. Maka Amzi mendapatkan angka kredit sebanyak 0. ditugaskan untuk memeriksa tebel hasil pengamatan tentang perilaku konsumen rokok dan dampaknya terhadap produktivitas kerja di Kecamatan Tretep. Tabel yang diperiksa sebanyak 20 tabel.2. Statistisi Penyelia). (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0. (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 1. Contoh : Ahmad Tantowi.04. Statistisi Pelaksana Lanjutan). Statistisi Pelaksana Lanjutan).01.

meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semesteran I: Januari s/d Juni.4. Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0. Statistisi Pertama) Penyusunan Konsep dan definisi (Angka Kredit 1. Sutjipto. Bukti fisik: Laporan berisi rencana kegiatan sensus/survey.67.2) Statistisi Muda (Angka Kredit 0.2. semesteran II : Juli s/d Desember). Statistisi Pertama) (c) Penyusunan system pengolahan (Angka Kredit 2.1.2. Statistisi Pertama pada BPS Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan sensus/survey semester I tahun 2003. Contoh: Ir. Sensus/Survei (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Sensus/Survei: (a) (b) (c) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0.2.6) Jadwal kegiatan sensus/survey dimaksud adalahmembuat rencangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan sensus/survey yang akan dilakukan.4) Statistisi Madya (Angka Kredit 0. (2) Mengumpulkan Bahan ?informasi Pendukung Sensus/Survei dalam rangka : (a) (b) Penyusunan daftar isian (Angka Kredit 1.STATISTISI AHLI a. Statistisi Pertama) 74 .

Dengan bukti laporan hasil telaah maka Alex Sid abutar mendapat angka kredit sebesar 1.Si. Bukti fisik: Laporan menelaah bahan/informasi pendukung. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera Utara telah mengumpulkan berbagai bahan/informasi yang akan dipakai dalam penyusunan daftar isian Survei Perekenomian di Kabupaten Karo. Contoh: Alex Sidabutar.96. 75 . (3) Menelaah Bahan/Informasi Pendukung Sensus/Survei dalam rangka: (a) (b) Penyusunan daftar isian (Angka Kredit 1.1. Statistisi Muda) Mempelajari bahan/informasi pendukung sensus/survey dengan tujuan apakah bahan/informasi pendukung tersebut dapat diaplikasikan atau digunakan. Alex Sidabutar.3.3.Bukti fisik: Laporan mengumpulkan bahan/informasi pendukung. Statistisi Muda pada BPS Propinsi Sumatera Utara telah menelaah dan mempelajari berbagai bahan/informasi yang akan dipakai dalam penyusunan daftar isian Survei Perekonomian di Kabupaten Karo. Dengan bukti laporan acuan tersebut maka Alex Sidabutar mendapat angka kredit sbesar 1. S.34. Statistisi Muda) (c) Penyusunan system pengolahan (Angka Kredit 1. Contoh: Ir. Statistisi Muda) Penyusunan konsep dan definisi (Angka Kredit 1.

daftar judul yang digunakan. (b) Sedang (Angka Kredit 0.78. Jumlah halaman dari kuesioner tersebut adalah 2 (dua). Contoh : Suryo Lontoh. Statistisi Pertama) Daftar isian/kuesioner yang terdiri dari 4-7 halaman. (c) Komplek (Angka Kredit 1.016. Statistisi Pertama) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survey berupa table satu arah.42. Bukti fisik: Laporan berupa jumlah tabul. S. (6) Merancang dan Membuat Rencana Tabulasi Sensus/Survei: (a) Sederahana (Angka Kredit 0. Bukti fisik : Kuesioner Contoh : Andi Mapajalos.(4) Merancang dan Membuat Daftar Isian/Kuesioner/ Instrumen Sensus/Survei : (a) Sederhana (Angka Kredit 0. Statistisi Pertama pada Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan telah merancang dan membuat kuesioner modul Balita yang akan digunakan pada Survei Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Wajo.42..Si. S.Si.84. Dengan bukti kuesioner yang dibuatnya maka Andi Mapajalos mendapat angka kreadit sebesar 0. Statistisi Pertama) Daftar isian/kuesioner yng terdiri dari 1-3 halaman. Statistisi Muda) Daftar isian/kuesioner yang terdiri dari 8 halaman atau lebih. Statistisi Pertama pada Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10 76 ..

016 = 0. Statistisi Madya) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survei berupa table multi arah.4.04. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah table. Bukti fisik: Laporan berupa jumlah table.. daftar judul yang digunakan.. Contoh: Roy Tomohon. daftar judul yang digunakan.16.04 = 0. Statistisi Madya pada DInas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10 rencana tabulasi multi arah pada Survei Dampak Lingkungan 77 .Si.rencana tabulasi satu arah pada Survei Dampak Lingkungan pada Sektor Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka Roy Tomohon mendapat angka kredit sebesar 10 x 0. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka Suryo Lontoh mendapat angka kredit sebesar 10 x 0. Statistisi Muda) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survey berupa table dua arah. (c) Komplek (Angka Kredit 0. Contoh: George Tuerah. (b) Sedang (Angka Kredit 0.Si. S. Statistisi Muda pada Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10 rencana tabulasi dua arah pada Survei Dampak Lingkungan pada sector Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara.12. S.

mendapatangka kredit sebesar 1. Dengan pedoma n yang dibuatnya.Si. Statistisi Madya pada BPS Pusat telah membuat buku pedoman pemeriksaan kuesioner Survei Ilkim 78 . Statistisi Pertama) Contoh: Permadi. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Satrio Juwono. S. yang diklasifikasikan sebagai berikut : (a) Sederhana (Angka Kredit 0. maka Permadi mendapatkan angka kredit sebesar 0.. S. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka George Tuerah.42.6 Statistisi Madya) Contoh: Sagap AT. (7) Membuat Pedoman Pengisian Daftar/Isian Kuesioner/Instrumen Sensus/Survei : Pedoman pengisian daftar isian/kuesioner/instrument sunsus/survey dimaksudkan adalah pedoman yang dipakai agar dalam pelaksanaan pencacahan dapat berjalan sesuai dengan tujuan sensus/survey.Si. S.2.Si. Statistisi Muda) Contoh: Satrio Juwono...58. Statistisi Pertama pada Kanwil Departemen Perindustrian dan perdagangan Propinsi Kalimantan Timur telah membuat buku pedoman pengisian kuesioner Survei Usaha Kecil di Balikpapan. (b) Sedang (Angka Kredit 2. mendapat angka kredit sebesar 10 x 0.. (d) Komplek (Angka Kredit 3.pada Sektor Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara. Statistisi muda pada BPS Propinsi Banten telah membuat buku pedoman pemeriksaan kuesioner Survei Khusus Penyus unan Angka PDRB Propinsi Banten.Si.. S.58.12 = 1.Si. S.

Statistisi Muda) Nara Sumber (Angka Kredit 0.16. Statistisi Madya) Peserta (Angka Kredit 0.Si.Si.Investasi Sektor Industri.2. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Sagap AT.Si. Contoh: Laksamana. Statistisi Pertama) Kegiatan ini dimaksudkan untuk membahas materi pertanyaan yang akan dituangkan da lam format kuesioner sehingga materi pertanyaan tersebut akan dapat mewujudkan tujuan dari pelaksanaan suatu kegiatan sensus/survey Bukti fisik: Surat tugas.42. (9) Merancang dan Membuat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 1. dan dengan demikian maka Laksamana. S.. Statistisi Muda pada Dinas Pertanian Propinsi Lampung telah bertugas s ebagai penyaji dalam rapat pembahasan materi kuesioner yang akan digunakan untuk Survei Monitoring Harga Gabah dan Palawija.38. Bukti fisik: Buku pedoman.2. telah mendapatkan angka kredit sebesar 0.6. S. Statistisi Madya) Pedoman pelaksanaan kegiatan sensus/survey meliputi rangkaian suatu kegiatan sensus/survey yang dituangkan dalam satu pedoman 79 . (8) Mengikuti pembahasan Materi Kuesioner dan Instrumen Lainnya dari Kegiatan Sensus/Survei sebagai : (a) (b) (c) Penyaji (Angka Kredit 0. S. mendapat angka kredit sebesar 3.

Statistsi Madya pada BPS Pusat. pengolahan sampai dengan pelaporan.. Statistisi Muda) Menentukan metode penarikan sampel dan estimasi yang sesuai dengan rancangan survey dan menggunakan metode statistik untuk menyusun kerangka sampel dalam rangka menentukan sampel wilayah kerja. organisasi lapangan. Contoh: Syahrul Jahja. mendapatkan angka kredit sebesar 1. (10) Merancang dan Menentukan Sampel Wilayah Kerja Survei di bidang: (a) Penentuan metode penarikan sampel dan estimasi (Angka Kredit 156. Ir.56. Statistisi Pertama) 80 . Habibie. Statistisi Muda pada Kanwil Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jambi telah merancang metode penarikan sampel dan estimasi yang akan digunakan sebagai sampel wilayah kerja. Dengan demikian Hebibie mendapatkan angka kredit sebesar 1. (b) Penyusunan kerangka sampel (Angka Kredit 0.mulai dari maksud dan tujuan. Bukti fisik: Buku Pedoman.38. pencacahan. S. Contoh: Dalam rangka Survei Tingkat Kesejahteraan Guru SD di Propinsi Jambi. telah merancang dan membuat buku pedoman pelaksanaan kegiatan Survei Biaya Hidup.Si.Si. Dengan buku pedoman yang telah dibuatnya maka Syahrul Jahja. S. Bukti fisik: Laporan penentuan metode penarikan sampel dan estimasi.46.

Si.Si. Statistisi Madya) 81 . Statistisi Pertama pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Kerinci.26. mendapat angka kredit sebesar 1. (12) Merancang dan Membuat Klasifikasi. Konsep dan Definisi Obyek Sensus/Survei (Angka Kredit 2. S.. dengan demikian maka Lily Sugiono.46. Bukti fisik: Laporan Penyiapan kerangka sampel. Statistisi Muda pada Direktorat Metodologi Statistik BPS telah menghitung besarnya sampling error Survei Usaha Terintegrasi.Menyusun kerangka sampel sesuai dengan metode penarikan sampel yang telah ditentukan.26. Contoh: Lili Sugiono. S. telah menyusun kerangka sampel dalam rangka Survei Tingkat Kesejahteraan Guru SD di Kab. (11) Menghitung Tingkat Kesalahan Penarikan Sampel (Angka Kredit 1. Bukti fisik : Laporan menghitung tingkat kesalahan penarikan sampel. Dengan demikian Ghosfar mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Muda) Menghitung tingkat kesalahan dimaksudkan adalah menentukan sampling error dan non sampling error yang terjadi dalam penerapan metode sampling untuk pelaksanaan sensus/survey. Contoh: Ghosfar. Kerinci.34.

(16) Memberikan Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur bagi: (a) Pelatihan /instruktur (TOT) (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasikan per wilayah.. M.Si.02. Bentuk fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegasir atau surat tugas. Petugas yang direkrut sebanyak 30 orang.Merekrut petugas pelaksana sensus/survey adalah mencari dan menyeleksi petugas yang akan terlibat langsung dalam proses pengumpulan data tiap kegiatan sensus/survey pada tingkat propinsi. Contoh: Nanny Kurniani. Statistisi Muda pada Sub Direktorat Analisis dan Konsistensi Statistik BPS mendapat tugas me njadi Instruktur Nasional (TOT) bagi calon Instruktur Daerah pada 82 . Statistisi Muda) Melatih Pelatih/Instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk dapat memberikan pelatihan kepada pemeriksa/pengawas/pe tugas pencacah sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Contoh: Maukena.015 = 0. maka nanny Kurniani mendapatkan angka kredit sebesar 30 x 0.45. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sulawesi Selatan telah merekrut petugas yang akan terjunkan pada kegiatan Survei Sosia Ekonomi Nasional Propinsi Sulawesi Selatan.

(17) Memberikan Pelatihan Survei In-Depth Interview bagi: (a) (b) (c) Pelatih/instruktur (TOT) (Angka Kredit 0.01.01 = 0.72. Statistisi Pertama) Melatih instruktur/coordinator teknis/pengawas pencacah dengan indepth interview (teknik wawancara yang lebih mendalam) sederhana atau sedang sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan pelaksanaan sensus/survey. Statistisi Madya) Koodinator teknis (Angka Kredit 0.01. Setiap gelombang dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam per hari.03. Statistisi Muda) Pemeriksa/pengawas (Angka Kredit 0. 83 . Angka kredit yang diperoleh sebesar 2 x 3 x 8 x 0. Statistisi Pertama) Melatih seseorang petugas sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur agar mampu menjdai coordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Setiap gelombang dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam per hari.02 = 0. (b) Koordinator teknis (Angka Kredit 0.02.96. Contoh: Hilda Kaunang. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 3 x 8 x 0.. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera barat mendapat tugas menjadi Instruktur Daerah bagi para coordinator teknis pada kegiatan Susenas Tahun 2003 sebanyak tiga gelombang Kota Padang.Si. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.kegiatan Susenas Tahun 2003 sebanyak dua gelombang di Cisarua Bogor. S.

S. Statistisi Pertama) Mengikuti pelatihan sebagai pelatih/Instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terseturk untuk dapat memberikan pelatihan kepada pelatihan/instruktur sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Survei Pola Konsumsi masyarakat Pasca Kritis dengan indepth interview di Propinsi Nanggroe Ache Darussalam sebanyak satu gelombang selama 5 hari.02 = 0. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Jawa Timur mendapat tugas mengikuti pelatihan Survei Kemiskinan sebagai Instruktur Daerah selama 3 hari.02. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.01 = 0.. Statistisi Muda) Mengikuti pelatihan sebagai pelatih/instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey In-depth interview untuk dapat memberikan 84 .01. (18) Mengikuti Pelatihan Sensus/Survei terstruktur sebagai Pelatihan/Instruktur (TOT) (Angka Kredit 0. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0.Si.Sc.24. M.8. (19) Mengikuti Pe latihan Survei In-Depth Interview sebagai: (a) Pelatih/instrusktur (TOT) (Angka Kredit 0. Angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 8 x 0. Statistisi Muda pada Sub Dit Statistisi harga Konsumen BPS mendapat tugas menjdai instruktur untuk pada coordinator teknis. Contoh: Candraningtias.Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. Contoh: Yahya Muharam.

(b) Koordinator teknis (Angka Kredit 0. SE Statistisi Muda Propinsi DKI Jakarta. mendapat tugas mengikuti pelatihan Survei Kemiskinan melalui in-depth interview sebagai Instruktur Daerah selama 3 hari.01. 85 .02 = 0. Contoh: Nona Niode.48.16. maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0. Contoh: Darbeni. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0. statistisi Pertama) Mengikuti pelatihan coordinator teknis survey in-depth interview sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.01 = 0. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Gorontalo ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis survey kemiskinan di Gorontalo selama 2 hari. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.pelatihan kepada pemeriksa/pengawas/petugas pencacah sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Si.03. Bukti fisik: Laporan jumlah rumahtangga yang disurvei.03 = 0. Contoh: 86 . Statistisi Pertama) Melakukan wawancara langsung secara mendalam dengan teknik pengembangan pertanyaan sendiri kepada rumahtangga yang terkena sampel terhadap masalah yang disurvei. Yogyakarta mendapat tugas melakukan wawancara mendalam survey mobilitas pangan antar wilayah Jumlah rumahtangga yang disurvei sebanyak 10 rumahtangga di Kecamatan Jetis. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi D.3. (21) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha In-Depth Interview Komplek (Angka Kredit 0.. Bukti fisik : Laporan jumlah perusahaan/lembaga/usaha yang survey. Angka kredit diperoleh sebesar 10 x 0. S.I.06 Statistisi Pertama) Melakukan wawancara langsung secara mendalam dengan teknik pengembangan pertanyaan sendiri kepada perusahaan/lembaga/usaha yang terkena sampel terhadap masalah yang disurvei. Contoh: Sriyati.(20) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga In-depth Interview Komplek (Angka Kredit 0.

02 = 0. Angka kredit ya ng diperoleh sebesar 2 x 10 x 0. Contoh: Jajak.Si.06. MA. Statistisi Pertama pada Kanwil Perindustrian dan Perdagangan Propinsi DKI Jakarta mendapat tugas melakukan wawancara mendalam survey perdagangan barang bekas dari luar negeri. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0. Yogyakarta mendapat tugas mengawasi pelaksanaan Survei Mobolitas pangan antar wilayah dengan indepth interview sedang di Kecamatan Jetis dan Kecamatan Tugu masing-masing sebanyak 10 rumahtangga.Indar Taufik. S.01.I.. 87 . Statistisi Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0.4. Jumlah usaha yang disurvei sebanyak 10 usaha garmen di Kecamatan Kapuk. Bukti fisik : Laporan jumlah rumahtangga yang diawasi. Statistisi Pertanian) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0.6. Statistisi Muda) Pengawasan terhadap jalannya pengumpulan data atau informasi melalui in-depth interview pada rumahtangga yang terkena sampel agar tidak menyimpang dari tujuan dan cakupan survey. (22) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit 0.02.06 = 0. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi D.

Angka kredit yang diperoleh sebesar 40 x 0. Bukti fisik: 88 . Statistisi Muda) Memeriksa seluruh hasil pengumpulan data atau informasi melalui in-depth interview terhadap rumahtangga yang terkena sampel pada cakupan daerah survey yang menjadi tanggungjawabnya.016.(23) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha : (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit. Bukti Fisik: Laporan jumlah rumahtangga yang diperiksa.005. 0. Jawa Barat menyelesaikan tugas memriksa 40 hasil wawancara langsung (indepth interview sederhana) survey persepsi konsumen gas terhadap rencana pipanisasi di Kecamatan Geger Kalong. Statistisi Pertama di BPS Prop. S.003. Statistisi Pertama) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0.12.003 = 0. (24) Memeriksa hasil Pengumpulan Data Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha: Meneliti/memriksa peta analog adalah meneliti dan memeriksa batas-batas dan legenda peta yang dibuat secara manual pada kegiatan sensus/survey.. Contoh: Yuyun. Statistisi Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0.Si.

02.Laporan Banyaknya peta yang diteliti. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera Selatan menyelesaikan pembuatan peta indeks desa miskin 10 kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu. batas-batas. Bukti fisik: Laporan banyaknya peta indeks yang dibuat. (28) Meneliti Peta Indeks Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Contoh: Sodikin. Statistisi Pertama pada BPS Kabupaten Tidore selesai memeriksa sebanyak 15 peta desa analog yang dibuat secara manual. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0.002. Bukti fisik: Laporan banyaknya peta yang dibuat. S. S.03 = 0.. 89 . Statistisi Pertama) Membuat peta yang menampilkan urutan sistematik wilayah sesuai dengan kode wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi. Angka kredit yang diperoleh sebesar 15 x 0.002 = 0.45.. (27) Membuat Peta Indeks Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Contoh: Samiat.Si. Statistisi Muda) Meneliti/memeriksa peta indeks adalah meneliti dan memeriksa urutan kode wilayah. dan legenda dari peta indeks pada kegiatan sensus/survey.002.Si.

Contoh: Juanda Karta. 90 . Jumlah peta yang dihalkan sebanyak 5 buah.14. Statistisi Muda pada BPS Propinsi Sumatera Selatan selesai meneliti 200 peta indeks Sensus Penduduk 2000 Propinsi Sumatera Selatan. (30) Membuat Program Data Enrety dan Validasi Pengolahan Data Sensus/Survei (Angka Kredit 2. (29) Membuat Peta Tematik Digital Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Statistisi Muda) Membuat program data entry dan validasi adalah membuat program computer yang dipakai untuk memindahkan (memasukkan) data ke dalam media kompeter yang disertai dengan konsisten antar isian kuesioner. Angka kredit yang diperoleh sebesar 200 x 0.002 = 0. Statistisi Pertama Dinas Pertanian Propinsi Lampung ditugaskan membuat peta tematik digital hasil pedataan hewan tematik kabupaten Lampung Utara. Dengan laporan kegiatan ini Suprapto mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0..03 = 0.. Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau symbol dari penduduk. hasil pertanian atau lainnya dan pembuatannya dilakukan melalui media computer (digitasi). S. Bukti fisik : Laporan banyaknya peta yang dibuat.4.Sc.Si.15. M. Contoh: Suprapto. hewan.03 Statistisi Pertama) Membuat peta tematik digital adalah membuat peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan sensus atau survey.

14. (31) Membuat Program Tabulasi Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugaskan membuat program data entry dan validasi pengolahan data hasil Survei kendaraan Bermotor Tahun 2003.9. Suprapti. Suprapti mendapatkan angka kredit sebesar 2. Dengan laporan kegiatan ini. Ir. Statistisi Pertama) Membuat program data entry dan validasi adalah membuat program computer yang dipakai untuk memindahkan (memasukkan) data ke dalam media computer yang disertai dengan konsisten antar isian kuesioner. Statistisi Pertama) Membuat program tabulasi adalah program yang digunakan untuk memperoleh hasil olahan data dalam bentuk tabel-tabel. Contoh: Ir.9.14.Bukti fisik: Laporan pembuatan program data entry dan validasi. Bukti fisik: Laporan pembuat program data entry dan validasi. Dengan laporan kegiatan ini. Suprapti. Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugaskan membuat program data entry dan validasi pengolahan data hasil Survei Kendaraan Bermotor Tahun 2003. (30) Membuat Program Tabulasi Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Contoh. Suprapti mendapatkan angka kredit sebesar 2. Bukti fisik: 91 .

Jenis tabulasi yang dibuat programnya sesuai dengan rencana tabulasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.Si.Laporan pembuatan program data entry dan validasi. Penyuntingan (Editing).001. Dari laporan kegiatan ini Suprapto mendapatkan angka kredit sebesar 0. dan Penyadian (Coding) Kuesioner/Daftar Isian Kegiatan Sensus/Survei: (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit 0. Statistisi Muda) Penandaan (marking). ditugaskan membuat program tabulasi kegiatan Survei Gizi di Kabupaten Bantul. Conto h: Suprapto.002. penyuntingan (editing). dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan sensus/survey adalah kegiatan pengolahan manual dokumen hasil sensus/survey yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data untuk mendapatkan vasilitas dan memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer. Bukti fisik: Laporan jumlah halaman keseluruhan dari dokumen yang diolah. S.9. Statistisi Pertama) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0.. Statistis i Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0.008. Contoh: 92 . (32) Melakukan Penandaan (Marking). Statistisi Pertama BPS Propinsi DI Yogyakarta.

Sehingga dari kegiatan ini Arianto.Si.07 = 0.. memperoleh angka kredit sebesar 10 x 0. Arianto. Sebanyak 10 File telah di-convert ke dalam format dbf. Contoh: Dalam menyajikan data ringkas hasil Survei Usaha Terintregrasi (SUSI). Bukti fisik: Laporan jumlah file yang di-convert ke format lain. S.5. penyuntingan dan penyandian pada kuesioner hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan dengan mutu kuesioner in-depth interview sederhana sebanyak 50 dikumen masing. Statistisi Pertama pada Direktorat Statistik Kependudukan BPS ditugaskan untuk melakukan penandaan. Supartini mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 10 x 0.masing terdiri dari 10 halaman. ditugai mereformat data dari raw data Survei Usaha Terintergrasi ke. Statistisi Pertama pada Direktur Statistik Perdagangan dan Jasa BPS. dalam file dbf. Statistisi Pertama) Melakukan reformat data sensus/survey dari satu format lainnya dalam media computer adalah membuat format data baru dari raw data hasil sensus/survey yang akan digunakan untuk pengolahan data sesuai kebutuhan.. S. MA.001 = 0.7.Si.Supartini. Dari laporan kegiatan ini. (33) Melakukan Reformat Data Sensus/Survei dari Satu Format ke Format Lainnya dalam Media Komputer (Angka Kredit 0.07. (34) Memeriksa Tabel Hasil Sensus/Survei yang akan Disajikan pada: 93 .

Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Bangka Belitung melakukan pemeriksaan tabel-tabel yang akan disajikan dalam lingkup publikasi tingkat propinsi. 94 .9. Statistisi Pertama) Publikasi Nasional ( Angka Kredit 1.01. ulasan tabel dan grafik yang akan dipublikasikan agar datanya. Contoh: Dalam rencana publikasi hasil inventarisasi data hotel.(a) (b) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0. (35) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Sensus/Survei berupa: (a) (b) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0. Supriyoko.14.01 = 0. Statistisi Muda) Memeriksa tabel hasil sensus/survey adalah memeriksa konsistensi antar sel dalam tabel serta relevan isian dalam tabel realita atau kondisi saat sensus/survey tersebut dilakukan. Supriyoko melakukan pemeriksaan sebanyak 14 tabel.8. Ir. memudahkan pengguna Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi hasil publikasi yang telah dilegalisir.04. sehingga angka kredit yang diperoleh seba nyak 14 x 0. Statistisi Muda) Menyusun publikasi statistik hasil sensus/survey adalah kegiatan menyusun publikasi secara sistematis tabel-tabel. Dari kegiatan ini Ir. Statistisi Pertama) Publikasi Nasional (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan jumlah tabel yang diperiksa.

Sebagai penyusun naskah utama.Contoh: Ir. Joshua Simbolon. Abas Siregar.15) Statistisi Muda (Angka Kredit 0. Abas Siregar memperoleh angka kredit sebesar 60 % x 1. sedangkan Drs. meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam perioede semesteran (semesteran I: Januari s/d Juni.72.08. Joshua Simbolon melakukan pekerjaan setingkat lebih tinggi dari apa yang harus dia lakukan sehingga masih harus dikalikan 80 % lagi. Joshua Simbolon memperoleh angka kredit sebesar 40% x 80%x1. Statistisi Pertama pada Subdit yang sama ditugasi menyusun publikasi Statistik Angkutan Udara dalam tingkat nasional.3) Statistisi Madya (Angka Kerdit 0. semester II: Juli s/d Desember). Statistisi Muda pada Subdirektori Statistisi Perhubungan BPS dibantu Drs. Contoh : Sunarto. Statistisi Pertama ditugaskan untuk melakukan pembuatan jadwal kompilasi data administrasi tentang sekolah dasar yang ada di 95 . Ir. Kompilasi Administrasi (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Kompilasi Data Administrasi oleh: (a) (b) (c) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0. Dalam hal ini Drs.8 = 1. b.45) Membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan kompilasi data administrasi yang akan dilakukan. Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan kompilasi data administrasi.8 = 0.

Kabupaten Demak selama periode Januari – Juni 2002. jadawal kompilasi data admintrasi di buat per kecamatan setiap harinya. (3) Merancang dan Pemebuat Pedoman Pengolahan Data Sekunder untuk: (a) Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data sekunder (Angka Kredit 1. Statistisi Pertama) Mengumpulkan/menelaah bahan/informasi data adaministrasi adalah mengumpulkan atau menelaah informasi dari sumber lain berupa studi literature. S.22. Statistisi Pertama.. Contoh: Hanggoro. ditugaskan untuk mengumpulkan/ menelaah bahan pustaka untuk bahan penyusun laporan penyajian data adminstrasi tentang tindak Kriminalitas selama Tahun 2002.Dengan laporan kegiatan ini. Statistisi Muda) Merancang dan membuat pedoman penyuntinagandan penyandian data sekunder adalah membuat buku pedoman 96 . hasil kajian/penelitian atau media massa sebagai bahan acuan yang diperlukan untuk kajian data administrasi.Si. Bukti fisik: Laporan jumlah bahan acuan yang digunakan.15 untuk bahan acuan yang dikumpulkan/ditelaah.15. Dengan laporan kegiatan ini Hanggoro mendapat angka kredit sebesar 0. Sunarto mendapatkan angka kredit sebesar 0.15. (2) Mengumpulkan/Menelaah Bahan/Informasi Data Admintrasi (Angka Kredit 0. Dalam rancangannya.

Contoh: Handoyo.yang memuat tentang tatacara melakukan penyuntingan dan penyandian terhadap data sekunder yang telah dikumpulkan Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir. Handayani. Statistisi Muda.96.22. Statistisi Muda) Merancang dan membuat pedoman validasi data sekunder adalah membuat buku yang memuat tentang tatacara melakukan validasi data sekunder yang telah dikumpulkan. ditugaskan untuk menyusun pedoman penyuntingan dan penyandian dalam pengolahan data Daerah Aliran Sungai di jawa Barat Tahun 2002. (c) Tabulasi (Angka Kredit 0. Dengan laporan kegiatan ini Handoyo mendapat angka kredit sebesar 1. Contoh: Ir.Si. ditugaskan untuk membuat pedoman validasi dalam pengolahan data bioskop di Jakarta Tahun2001. Statistisi Pertama) Merancang dan membuat pedoman tabulasi hasil pengumpulan data sekunder untuk tabulasi adalah merancang buku pedoman 97 .. Handayani mendapat angka kredit 0. Dengan laporan kegiatan ini. (b) Validasi data (Angka Kredit 0. S.96. Bukti fisik: Fotocopy dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir. Statistisi Muda.38.

Si.14.. Statistisi Muda. Mardono. ditugaskan untuk membuat pedoman tabulasi data hasil re gistrasi penduduk Kecamatan Kajengan Bulan April – Oktober 2002. Dengan laporan kegiatan ini Mardono mendapat angka kredit sebesar 0. Handini mendapatkan angka kredit sebesar 2.yang memuat tentang tatacara melakukan tabulasi data sekunder yang telah dikumpulkan. Contoh : Drs.38. Statistisi Muda) Membuat program data entry dan validasi untuk pengolahan data sekunder dimaksud adalah pembuatan program computer untuk data entry termasuk validasinya sehingga diperoleh raw data yang bebas dari kesalahan. 98 . Bukti fisik: Laporan jumlah paket program yang dibuat. Statistisi Pertama. ditugaskan untuk membuat program data entry dan validasi dalam Pengolahan Data Pendidikan Non PDK Kabupaten Wajo Tahun 2002.14. S. dengan laporan kegiatan ini. Contoh : Handini. (4) Membuat Program Data Entry dan Validasi untuk Pengolahan Data Sekunder (Angka Kredit 2. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir.

(5)

Membuat Program Tabulasi Pengolahan Data Sekunder (Angka Kredit 0,9, Statistisi Pertama) Mebuat program tabulasi pengolah data sekunder dimaksud dimaksud adalah membuat program, sehingga dapat menghasilkan tabel-tabel sesuai dengan yang telah direncanakan.

Bukti fisik : Laporan jumlah paket program yang dibuat.

Contoh: Hamidah, S.Si., Statistisi Pertama, ditugaskan untuk membuat program tabulasi data kendaraan bermotor roda 4 di Kabupaten Bekasi Tahun . Dengan laporan kegiatan ini Hamidah mendapatkan angka kredit sebesar 0,9.

(6)

Memeriksa Tabel yang akan Disajikan pada: (a) (b) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0,01, Statistisi Muda) Publikasi Nasional (Angka Kredit 0,02, Statistisi Pertama)

Memeriksa tabel dimaksud adalah mengecek kebenaran, kesahihan, kewajaran dan cek silang antar tabel dalam publikasi tingkat propinsi/nasional yang akan disajikan.

Bukti fisik: Fotocopy publikasi dan daftar isi yang dilegalisir, serta laporan jumlah tabel yang diperiksa.

Contoh:

Sudirman, Statistisi Muda pada BPS DKI Jakarta, ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan tabel-tabel yang akan disajikan dalam

99

publikasi Jakarta Dalam Angka 2002. Dengan laporan yang terdiri dari 20 tabel, maka Sudirman mendapatkan angka kredit sebesar 20 x 0,01 = 0,2.

(7)

Menyusun Publikasi Statistik Hasil Pengumpulan Data Sekunder berupa : (a) (b) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 1,3, Statistisi Pertama) Publikasi Nasional (Angka Kredit 2,6, Statistisi Muda)

Menyusun publikasi statistik hasil pengumpulan data sekunder dimaksud adalah merancang dan membuat serta menggandakan publikasi yang didasarkan pada data sekunder di tingkat propinsi/nasional.

Bukti Fisik: Fotocopy sampul publikasi dan daftar isi buku yang dibuat dan telah dilegalisir Oleh pejabat yang berwenang

Contoh: Anang, S.si, Statistisi Pertama di BPS Propinsi Jawa Barat, ditugasi untuk menyusun publikasi penduduk Jawa Barat 2003 Hasil Registrasi ( 2 publikasi). Dari laporan kegiatan tersebut, Anang, S, si, Mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 1,3 = 2,6

C.

Observasi/Pengamatan (1) Merancang dan membuat Jadwal kegiatan observasi oleh : (a) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0,1) (b) Statistisi Muda ( Angka Kredit 0,2) (c) Statistisi Madya ( Angka Kredit 0,3)

100

Jadwal kegiatan observasi dimaksud adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan observasi yang akan Dilakukan, meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni. Semester II : Juli s/d Desember )

Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegaitan

Contoh : Tarzan, S,si, seorang statistisi pertama pada Dinas Pertanian Kab. Semarang, ditugaskan merancang dan membuat 3 jadwal kegaitan observasi semester I tahun 2003 di Kab. Semarang, yaitu ubinan padi, ubinan ketela pohon, ubinan kacang tanah. Dengan renacna jadwal yang dihasilkan, yang bersangkutan mendapatkan angka sebesar 3 x 0,01 = 0,03 (2) Mengumpulkan Bahan/Informasi Pendukung Observasi untuk : (a) Penyusunan klasifikasi konsep dan definsi (Angka Kredit 0,24, statistisi Pertama (b) Penyusunan sistem Pengolahan (Angka kredit 0,8, Statistisi Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang ada kaitannya dengan kegiatan observasi baik bersumber dari buku, majalah, Koran dan publikasi lainnya, yang akan digunakan untuk penyusunan. Konsep dan difinisi maupun sistem pengolahannya.

Bukti fisik : Laporan jumlah buku/majalah/publikasi yang dikumpulkan Contoh:

101

ybs mengumpulkan buku Teknik mengubin dan majalah Trubus. Dalam rangka penyusunan konsep pelaksanaan observasi produksi padi. maupun sistem pengolahannya. Dengan demikian ybs mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 0. statistisi Muda) Menelaah dimaksud adalah mempelajari buku/bahan informasi untuk dapat dituangkan dalam pedoman pelaksanaan observasi.24 = 0. Statistisi Pertama) Pedoman Observasi adalah buku yang memuat tentang tatacara pelaksanaan observasi. Statistisi muda) (b) Penyusunan sitem pengolahan (Angka kredit 2.2 = 0.Siswadi adalah seorang statistisi pertama Subdit Pertanian Tanaman Pangan.48 (3) Menelaah Bahan/Informasi Pendukung Observasi : (a) Penyusunan Klasifikasikan konsep dan definisi (Angka kredit 2.4 (4) Membuat Pedoman Observasi (Angka kredit 1. Bukti fisik: Laporan/ringkasan hasil telaah Contoh : Dalam rangka penyusunan pedoman pelaksanaan observasi produksi padi. membuat ringkasan dari hasil mempelajari buku Teknik mengubin dan majalah Trubus. Sugeng seorang Statistisi Muda. termasuk maksud dan tujuan observasi tersebut. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftra isi buku pedoman yang dilegalisir Contoh : 102 . Dengan demikian ybs mendapat angka kredit sebesar 2 x 0.

Statistisi Muda pada BPS Pusat. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman pelaksanaan observasi yang dilegalisir Contoh : Syahrul Jahja. Statistisi Muda) Merancang dan menentukan metode dimaksud adalah menentukan metode penarikan sampel observasi dengan mempertimbangkan kemampuan dan tujuan survei serta kendala yang dihadapi Bukti fisik: Laporan kegiatan merancang dan menentukan metode penarikan sampel yang dibuat Contoh Merancang metode bukan mengambil sampel: Dengan jumlah dana yang tersedia.56 = 1.46. menyusun buku pedoman pelaksanaan Ubinan dengan demikan ybs mendapat angka kredit sebesar 1 x 1 = 1 (5) Merancang dan menentukan metode Pe narikan Sampel Observasi (angka Kredit 1. Siswono seorang Statistisi pertama. Dengan buku pedoman yang telah dibuatnya maka Syahrul Jahja mendapatkan angka kredit sebesar 1. Dengan demikian Dendi mendapatkan angka kredit sebesar 1 x 1. 103 . organisasi lapangan dan pencacahan.56 (6) Merancang dan Membuat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Observasi (Angka Kredit 1. Bogor.56. untuk menghitung angka produksi padi per Ha di Kab. statistisi Pertama) Kerangka Penarikan sampel dimaksud adalah daftar yang berisi populasi dari obyek observasi yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar pemilihan desa/kecamatan/wilayah kerja observasi.2 Statistisi Muda) Pedoman pelaksanaan kegiatan observasi meliputi rangkaian suatu kegiatan observasi yang ditunagkan dalam satu pedoman mulai dari maksud dan tujuan.2 (7) Membuat Kerangka Penarikan sampel Wilayah Kerja Observasi (Angka Kredit 0.Dalam rangka pelaksanaan observasi produksi padi. telah merancang dan membuat buku pedoman pelaksanaan observasi kegiatan Survei Dampak Polusi Pabrik Kertas. maka Dendi. Statistisi Muda di BPS Kabupaten Bogor menentukan metode penarikan sampel observasi per kecamatan yang bisa mewakili produksi padi di kabupaten Bogor.

65.06.04. Statistisi Muda) Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja adalah memeriksa hasil penarikan sampel berdasarkan wilayah kerja atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian Bukti fisik: Laporan pemeriksaan hasil penarikan sampel wilayah kerja observasi (10) Menghitung Tingkat Kesalahan Penarikan Sampel Observasi (Angka Kredit 0.02. Bukti Fisik: Laporan hasil perhitungan standard error Contoh: Setelah selesai dilakukan observasi angka produksi padi di Kab Bogor.Bukti fisik: Daftar populasi (8) Melakukan Penarikan sampel Wialyah Kerja Observasi (Angka Kredit 0. Statistisi Muda) Menghitung tingkat kesalahan dimaksud adalah menetukan sampling error yang terjadi akibat penerapan metode sampling dalam pelaksanaan observasi. Statistsisi Pertama) Melakukan penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja atau wilayah yang dibentik untuk keperluan penelitian Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel wilayah kerja (9) Memeriksa hasil penarikan sampel wilayah kerja observasi ( Angka Kredit 0. 104 . Dendi menghitung standard error yang terjadi sebesar 0.

78 (12) Menghitung Penimbang dalam Pena rikan Sampel Observasi ( Angka kredit 1. Bukti fisik: Laporan hasil penghitungan factor pengali/penimbang Contoh: 105 . konsep dan definisi kegiatan Observasi ( Angka Kredit 0.2.02 (11) Merancang dan membuat Klasifikasi. konsep dan definisi dari kegiatan survei peranan wanita legislative dalam memperjuangkan kaumnya. Statistisi pertamadi BPS ditugaskan membuat klasifikasi.02 = 0. Statistisi Pertama) Merancang dan membuat klasifikasi dimaksud adalah menentukan Klasifikasi.78. SE. Statistisi Muda) Penimbang yang dimaksud adalah factor pengali yaitu besarnya perkiraan populasi dibagi dengan nilai observasi berdasarkan sampel. konsep dan definisi kegiatan dari aspek yang terkait dengan kegiatan observasi agar terdapat keseragaman dan kesamaan pandang sehingga dapat menghindari multi interprestasi Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku klasifikasi. konsep dan definisi kegiatan observasi yang dilegalisir Contoh: Peni Banget.Dengan demikan Dendi memperoleh angka kredit sebesar 1 x 0. Maka Peni mendapatkan angka kredit sebesar 0.

5 (b) Validasi data (Angka Kredit 1. Dengan pedoman yang telah dibuatnya maka Rudi Hartono mendapatkan angka kredit sebesar 1.5. Statistisi Muda pada BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman penyuntingan dan penyandian data observasi dari hasil survei dampak polusi di beberapa kota besar.5 Statistisi Muda) Membuat pedoman validasi data adalah pedoman yang berisi tatacara memperbaiki data isian agar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir 106 . Statistisi Muda) Dari kegiatan ini diharapkan data yang dihasilkanpada pelaksanaan observasi dapat diolah dengan cepat. Badrun. Statistisi Muda di Kab Bogor ditugaskan untuk menghitung factor pengali dari kegiatan observasi ubinan padi di kab Bogor. SSt.2 (13) Merancang dan membuat Pedoman Pengolahan Data Observasi untuk: (a) Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data (Angka kredit 1. maka besarnya factor penagli adalah 40.Jika jumlah rumahtangga tanaman padi tahun 2003 di Kab Bogor diperkirakan sebanyak 1000 rumahtangga. Angka Kredit yang diperoleh sebesar 1. sedangkan yang diobservasi hamya sebanyak 25 rumahtangga. tepat dan benar dan mengikuti sistematika yang telah ditentukan Bukti fisik : Pedoman Pengolahan Contoh: Rudi Hartono.

Statistisi Pertama) Membuat pedoman tabulasi hasil pengolahan data observasi adalah tatacara membuat tabel pokok yang telah direncanakan dari hasil observasi baik secara manual maupun dengan computer Bentuk fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman tabulasi yang dilegalisir Contoh: Nujaman.Contoh: Nurhidayat.st mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Muda pada BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman untuk mengetahui validitas data hasil observasi kepadatan lalulintas di DKI Jakarta.85).5 (c) Tabulasi (Angka Kredit 0. S.02 Statistisi Muda) Melatih pelatihan/instruktur (TOT) untuk dapat memberikan pelatihan kepada petugas yang terlibat kegiatan observasi sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan observasi Bukti Fisik: 107 . S.85 (14) Membuat Pelatihan Kegiatan Observasi bagi : (a) Pelatih/Instruktur (TOT) (Angka Kredit 0. Statistisi Pertama di BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman tabulasi data observasi pengaruh insentif terhadap produktivitas pekerja. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Nujaman.St. Dengan pedoman yang telah dibuatnya maka Nurhidayat mendapat angka kredit sebesar 1.

M.24 (15) Mengikuti pelatihan kegiatan observasi sebagai pelatih/instruksi/TOT ( angka Kredit 0.32 (b) Koordinator teknis (Angka Kredit 0. Dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam perhari. Dengan demikian maka Sri Handayani. Statistisi Muda di BPS ditugaskan untuk melatih pelatih/instruktur observasi Saltranas selama 2 hari.01. S.Fotocopy sertifikat atau surat tugas Contoh : Sri Handayani.Sc.Si.02 = 0. Statistisi Pertama Sub Direktorat Analisa dan konsistensi Statistik mendapat tugas melatih koordinator teknis Saltranas tahun 2003 di Prop. Statistisi Pertama) Melatih seseorang agar mampu menjadi coordinator teknis kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Bukti fisik: Fotocopy sertifikat atau surat tugas Contoh: Hilda Kaunang. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0.01.Sc mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0.01 = 0. M. statistisi Pertama ) memeriksa pelatihan kegiatan observasi sebagai pelatih/instruktur (TOT) adalah mengikuti pelatihan yang selanjutnya akan bertugas sebagai pelatih/instruktur dalam pengumpulan data melalui pengamatan atau observasi 108 .Sumatera Barat.

Statistisi Pertama) Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan non wilayah kerja adalah memeriksa hasil penarikan sampel yang tidak didasarkan pada wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian Bukti Fisik: Laporan pemeriksaan penarikan sampel Contoh : Abdul Kadir. pejabat Statistisi Pertama.01 = 0.4 (16) Memeriksa Penarikan sampel obyek Observasi berdasarkan Non Wilayah Kerja (Angka kredit 0.1 Statistisi Pertama) 109 .05 (16) Melakukan kegiatan Observasi sulit ( Angka Kredit 0. BPS Propinsi Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pelatih/Instruktur dalam rangka observasi tentang meningkatnya Kriminalitas di tanjung Karang selama 5 hari setiap hari pelatihan dilakukan selama 8 jam.si. sehingga angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 0. sehingga Joko Sumarno mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 8x 0. Statistisi Pertama Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan memeriksa daftar penarikan sampel observasi kapasitas pelabuhan laut di Pekalongan selam 5 jam.01.Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh: Ir.01 = 0. Joko Sumarno. S.

Statistisi Muda) Melakukan pengawasan kegiatan observasi sulit adalah pengawasan dalam rangka pengumpulan data atau informasi yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran.Melakukan kegiatan observasi sulit yang dimaksud adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengukuran. penglihatan atau penghitungan terhadap obyek observasi yang sulit yang dilakukan oleh petugas yang telah memiliki/mengikuti pendidikan khusus (seperti pengukuran tingkat kesehatan dari dampak mengkonsumsi rokok. penglihatan dan penglihatan dan penghitungan dengan menggunakan rumus-rumus matematis dan atau menggunkan alat Bantu/penunjang observasi di medaan penelitian yang sulit Bukti Fisik: Laporan kegiatan pengawasan Contoh: 110 . Sagiono mendapatkan angka kredit sebesar 50 X 0.13. mengukur dampak polusi pabrik) Bukti fisik: Laporan kegiatan observasi Contoh : Ir.1 = 5 (18) Melakukan Pengawasan Observasi Sulit (Angka Kredit 0. Sagiono sabagai pejabat Statistisi Pertama di dinas Pertanian Kabupaten Bogor ditugaskan untuk melakukan observasi terhadap 50 rumahtangga di sekitar radius 500 meter dari pabrik Semen Cibinong untuk meneliti dampak polusi pabrik. Dalam pengamatan ini Ir.

045 (20) Meneliti Peta Analaog Observasi (Manual) (Angka Kredit 0.015. Statistisi Muda) Melakukan pemeriksaan kegiatan observasi sulit adalah pemeriksaan terhadap hasil pengumpulan data atau informasi yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran.39 (19) Memeriksa Hasil Observasi Tingkat Sulit (Angka Kredit 0.13 = 0. penglihatan teerhadap obyek observasi yang sulit Bukti fisik: Laporan kegiatan pemeriksaan Contoh: Selain sebagai petugas pengawas. sehingga angka kredit yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebesar 3 x 0. 111 . Statistisi Pertama) Meneliti peta analog observasi (Manual) adalah meneliti batas-batas dan legenda dari peta yang dibuat secara apakah sudah benar atau belum. Dalam kegiatan ini andre. Andre. Statistisi Muda Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali juga ditugasi sebagai pemeriksa hasil penelitian tentang lokasi yang cocok untuk ditanami pohon jati di tiga kelurahan yang terletak di lereng gunung Merapi. MA.03.015 = 0. Statistisi Muda Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali ditugasi melakukan pengawasan dalam penelitian terhadap lokasi yang cocok untuk ditanami pohon jati di tiga desa yang terletak dilereng gunung Merapi.Andre. MA memperoleh angka kredit sebesar 3 x 0.

002.03 untuk setiap peta yang diperiksa (21) Membuat Peta Indeks Kegiatan Observasi (Angka Kredit 0.si. S. Dari hasil pekerjaan ini Dwi Harmoko. Statistisi Pertama BPS Propinsi Bengkulu meneliti dahulu batas-batas dan legenda peta yang akan dipakai sebagai petunjuk jalan dalam rangka observasi dampak jumlah kendaran terhadap polusi udara di kota Bengkulu.Si memperoleh angka kredit 0. Statistisi Pertama) Membuat peta indeks kegiatan observasi adalah membuat peta yang menampilkan urutan sistematik wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi dari hasil pengumpulan data melalui pengamatan atau observasi Bukti fisik: Laporan pembuatan peta indeks Contoh: Ir.002. Statistisi Pertama BPS Propinsi Maluku Utara.Bukti Fisik: Laporan penelitian peta Contoh: Dwi Harmoko. David Mulahela.01 (22) Meneliti Peta Indeks Kegiatan Obsevasi (Angka Kredit 0. sehingga ia memperoleh angka kredit sebesar 5 X 0. ditugasi memb uat 5 peta indeks hasil pengamatan dampak konflik antar warga di Propinsi Maluku Utara. Statistisi Muda) 112 .002 = 0. S.

hewan. Statistisi Pertama) Membuat peta tematik digital ke giatan observasi adalah membuat peta yang menyanjikan informasi hasil kegiatan observasi. Dari kegiatan ini Drs.002 = 0. Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau simbol dari penduduk.03. 113 . Bukti fisik: Laporan meneliti peta indeks Contoh: Drs. Statistisi Pertama BPS Pusat ditugasi membuat peta tematik digital hasil kegiatan observasi dampak polusi udara.Meneliti peta Indeks ke giatan observasi adalah meneliti batas-batas dan legenda apakah sudah benar dari peta indeks yang dibuat berdasarkan hasil penegamatan atau observasi. Sumartoyo. Frederick Ambow. Bukti Fisik : Laporan membuat peta indeks Contoh : Drs. statistisi Muda BPS Propinsi Sulawesi Utara.03 untuk setiap peta yang dibuat. meneliti 5 (lima) peta indeks kegiatan observasi.01 (23) Membuat Peta Tematik Digital kegiatan Observasi (Angka Kredit 0.Sumartoyo memperoleh angka kredit sebesar 0. sehingga ia memperoleh angka kredit sebesar 5 x 0. hasil pertanian atau lainnya yang tersimpan dalam media computer.

Dala m hal ini Ir. Statistisi Muda) Membuat program entry dan validasi data observasi adalah membuat program yang dipakai untuk entry dan validasi data hasil pengataman atau observasi ke media computer Bukti fisik: Laporan pembuatan program data entry Contoh: Ir. Sudjatmiko.14 (25) Membuat Program Tabulasi Data Observasi ( Angka Kredit 0. Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugasi membuat program data entry dan validasi kegiatan pbservasi Survei Balita Berambut Jambang.14. sehingga dia memperoleh angka kredit sebesar 0.(24) Membuat Program Data Entry dan Validasi Data Observasi (Angka Kredit 2. Statistisi Pertama BPS Jawa Tengah ditugasi untuk membuat program tabulasi. Drs.9 114 . Sudjatmiko memperolah angka kredit sebesar 2.tabel hasil observasi berdasarkan rencana tabel yang telah dibuat’ Bukti fisik: Laporan pembuatan program tabulasi data observasi Contoh: Dalam rangka menyusun publikasi hasil pengamatan terhadap balita berambut Jambang di Prop Jawa Tengah. Margianto.9 Statistisi Pertama) Membuat program tabulasi data observasi adalah membuat program yang bisa menghasilkan tabel.

Statistisi Pertama) Publikasi propinsi adalah publikasi yang memuat data atau informasi di tingkat propinsi yang terdiri dari beberapa daerah tingkat II (Kabupaten/Kota) (b) Publikasi nasional(Angka Kredit 1.14 (27) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi : (a) Publikasi Propinsi (angka Kredit 0.(26) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan disajikan pada : (a) (b) Publikasi Propinsi (Angka kredit 0. statistisi Pertama BPS Propinsi DKI Jakarta ditugasi untuk memeriksa 14 tabel yang akan dipakai sebagai bahan publikasi tersebut.52. Drs Sumiarto. Statistisi Pertama) Publikasi Nasioanl (Angka Kredit 0. Sumiarto memperoleh angka kredit sebesar 14 x 0. Dalam hal ini Drs.01 = 0.02 Statistisi Muda) Contoh: Dalam rangka menyusun publikasi hasil pengamatan terhadap penyebab terjadinya tawuran pelajar SMTA di DKI Jakarta.04 Statistisi Muda) Publikasi nasioanl adalah publiaksi yang memuat data atau informasi di tingkat nasional(Indonesia) yang terdiri dari beberapa daerah tingkat I ( Propinsi) Menyusun publiaksi statistic hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi yang telah dilegalisir Contoh: 115 .01.

Bambang sebagai penulis pembantu memperoleh angka kredit sebesar 40% x 1.04 = 0. observasi atau kompilasi data statistik. Statistisi Pertama BPS Kota Medan ditugasi menyusun publikasi hasil observasi tentang lingkar lengan Ibu hamil. Sudiono dan Drs.52 - Ir. survey atau observasi. kompilasi data statistik atau observasi 116 . sementara Drs.416. Membuat metode estimasi dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan. survey. kompilasi data administrasi atau observasi.624. Melakukan analisa statistik secara mendalam satu sector atau lintas sector.- Drs. Inovasi metode statistik dalam rangka penyusunan kegiatan sensus. Ir. 3. survey atau observasi. Mengkaji/mengevaluasi metode penarikan sampel dalam rangka penyusunan kegiatan sensus. Amirul. survey. Statistisi Muda BS Pusat ditugasi untuk menyusun publikasi hasil observasi dampak curah hujan terhadap produksi palawija di wilayah Indonesia bagian timur. Menentukan kerangka kegiatan analisa data dalam rangka analisa hasil sensus. Melakukan analisa statistik sederhana analitik lintas sector. Membuat estimasi parameter dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan. ANALISIS DAN PENGEMBANGAN STATISTIK Butir-butir analisis statistik terdiri dari : Mengkaji hasil kegiatan sensus/survey. Melakukan analisa statistik sederhana analitik lintas sector. Sudiono sebagai penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 1. Bambang. Merancang dan membuat metode analisa hasil sensus.04 = 0. Amirul memperoleh angka kredit 0. Dalam hal ini DRs.

Tabel 1. Penghitung Butir-butir Kegiatan Analisa Statistik No Jumlah Halaman Terampil Deskriptif Satu Lintas Sektor Sektor (3) (4) 3,60 3,00 2,40 1,80 1,20 1,08 0,84 0,60 0,48 0,36 5,70 4,75 3,80 2,85 1,90 1,71 1,33 0,95 0,76 0,57 Ahli Mendalam Satu Lintas Sektor Sektor (7) (8) 9,60 8,00 6,40 4,80 3,20 2,88 2,24 1,60 1,28 0,96 14,40 12,00 9,60 7,20 4,80 4,32 3,36 2,40 1,92 1,44

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(2) > 150 101 - 150 76 – 100 51 – 75 41 - 50 31 - 40 21 – 30 11 – 20 11 – 20 <6

Analitik Satu Sektor (5) 4,80 4,00 3,20 2,40 1,60 1,44 1,12 0,80 0,64 0,48

Analitik Lintas Sektor (6) 4,80 4,00 3,20 2,40 1,60 1,44 1,12 0,80 0,64 0,48

Tabel 2. Penghitungan Butir-butir Analisa Statistik Lainnya.
No Jumlah halaman Kaji hasil kegiatan sensus/ survey. Dll Kaji/evaluasi Metode tarik sampel Buat metode estimasi Inovasi Metode Statistik Estimasi parameter
Menentukan Kerangka Kegiatan Analisa

(1) 1 2 3 4 5 6 7

(2) > 150 101-150 76-100 51-75 41-50 31-40 21-30

(3) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

(4) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

(5) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

(6) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

(7) 6.0 5.0 4.0 3.0 2.0 1.8 1.4

(8) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

117

8 9 10

11-20 6-10 <6

1.5 1.2 0.9

1.5 1.2 0.9

1.5 1.2 0.9

1.5 1.2 0.9

1.0 0.8 0.6

1.5 1.2 0.9

3.1.STATISTISI TERAMPIL a. Analisis Statistik Melakukan analisis statistik sederhana: (1) Deskriptif satu sector (Angka Kredit Lihan Tabel 1. Kolom (3) Statistisi Pelaksana) Melakukan analisis statistik deskriptif satu sector adalah

mengulas/menguraikan suatu sector atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri memperoleh gambaran yang tepat. Yang dimaksud dengan analisis sector di atas adalah subjek/pokok bahasan yang dianalisis. Besaran angka kredit tergantung dari jumlah halaman hasil analisis dalam bentuk naskah (tidak termasuk cover, kata pengantar, daftar isi, lampiran). Lihat Tabel 1. Kolom (2).

Bukti fisik: Fotocopy naskah atau cover, kata pengantar dan daftar isi yang dilegalisir.

Contoh: Ahmad Surahmat, Statistisi Pelaksana pada Dinas Pendapatan

Daerah Kabupaten Sumedang, ditugaskan untuk menganalisis tentang pajak yang berasal dari usaha hotel dan restoran. Hasil analisis ini berupa buku terdiri dari 17 halaman yang memuat ulasan diskrptif (membaca tabel dan grafik) dari pajak hotel dan restoran. Dalam hal ini Ahmad Surahmat mendapatkan angka kredit sebesar 0,6.

118

(2)

Deskriptif lintas sector (Angka Kredit Lihat Tabel 1. Kolom (4), Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan analisis statistik deskriptif lintas sector adalah

mengulas/menguraikan beberapa dan berbagai bagiannya serta penelahan sector itu sendiri maupun hubungan antar sector untuk gambaran yang tepat.

Bukti fisik : Fotocopy naskah atau cove r, kata pengantar dan daftar isi yang dilegalisir.

Contoh:

Dwi Haryanto, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Sub Direktorat Statistik Demografi, ditugaskan untuk menganalisis tentang

Hubungan Tenaga Kerja dan Pendidikan yang dimiliki. Hasil Analisis berupa buku terdiri dari 25 halaman. Dalam hal ini Dwi Haryanto mendapatkan angka kredit sebesar 1,33.

(3)

Analitik satu sector (Angka Kredit Lihat Tabel 1. Kolom (5), Statistisi Penyelia) Melakukan analisis statistik analitik satu sector adalah

mengulas/menguraikan secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas data satu sector hingga mengahsilkan simpulan-simpulan.

Bukti fisik: Fotocopy naskah atau cover, kata pengantar dan daftar isi yang dilegalisir.

Contoh:

119

ditugaskan untuk mengalisis tentang pola Pendapatan Petani di Jawa Tengah. Dalam hal ini Dedi Waluyo mendapatkan angka kredit sebesar 1. Hasil analisis ini berupa buku terdiri dari 35 halaman. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Jawa Tengah. I Wayan Pitana. Pengembangan Statistik (1) Memberikan Konsultasi Statistik Dalam Rangka Penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat: (a) Dasar (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan pemberian konsultasi stataistik kelembagaan tingkat dasar. b.44. adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penetapan ilmu statistik yang meliputi antara lain pengumpulan data. petugas UPT Imigrasi Ngurah Rai Denpasar meminta konsultasi ke BPS Kabupaten Bandung.Dedi Waluyo. Contoh: Dalam rangka menyusun laporan statistik semesteran keberangkatan penduduk Indonesia yang pergi ke luar negeri. pengolahan dan analisis secara sederhana dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik kelembagaan. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Memberikan konsultasi statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat dasar.1. Statistisi Pelaksana Lanjutan BPS Kabupaten Bandung ditugasi untuk memberikan konsultasi tentang bagaimana cara penyajikan data 120 .

2. Contoh: Murni Handayani. Untuk setiap pertemuan. Murni Handayani mendapatkan angka kredit 0. Bukti fisik: Laporan pemberian konsultasi statistik kelembagaan tingkat menengah. Tujuan konsultasi adalah untuk mendapatkan masukan terhadap rencana penelitian terhadap calon TKI yang akan di kirim ke luar negeri yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Setempat. Materi yang diberikan oleh Murni Handayani adalah bagaimana cara membuat kuesioner sederhana. Statsitisi Penyelia) Memberikan konsultasi statsitik dalam rangka penyusunan statistisi kelembagaan pada tingkat menengah adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistik yang meliputi antara lain pengumpulan data. Dengan melayani konsultasi ini I Wayan Pitana memperoleh angka kredit sebesar 0. pengolahan dan analisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik kelembangaan. cara menyajikan grafik.1 untuk setiap kali pertemuan. (b) Menengah (Angka Kredit 0. (2) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik: (a) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik Dasar (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia BPS Kota Tegal melayani konsultasi pegawai Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Tegal.2.15. Statistisi Pelaksana Lanjutan) 121 . serta cara mengartikan data/indokatornya. cara pengambilan sampel dan cara mengolah serta menyajikannya.dalam bentuk tabel.

Menyiapkan materi pengarahan statistik dasar adalah kegiatan penyiapan dan pembuatan naskah materi pengarahan yang akan digunakan untuk memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik tingkat dasar. cara pengolahan manual. yang anatara lain meliputi tata cara pengumpulan data. Bukti fisik: 122 . Angka kredit yang diperoleh Sumarsono dari naskah yang dibuat adalah 0. Contoh: Untuk pengarahan tentang kegiatan statistik diBapeda Magetan. dan cara menyajikan hasil pengumpulan data. Statistik Pelaksana Lanjutan BPS Kabupaten Magetan ditugasi untuk menyiapkan naskah/materi pengarahan yang berisi tentang tata cara pengumpulan data dengan kuesioner sederhana.15. pngolahan dan analisis dengan metode statistik diskriptif. (b) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik Menengah (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan tentang penyusunan materi pengarahan statistik dasar. Sumarsono. Statistisi Penyelia) Menyiapkan materi pengarahan statistik menengah adalah kegiatan penyiapan dan pembuatan naskah/materi pengarahan yang akan digunakan untuk memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik tingkat menengah yang antara lain meliputi tatacara pengumpulan data. pengolahan dan analisis sederhana.3.

Dari kegiatan ini 123 .03 dari setiap pertemuan yang dilakukan. Statistisi Penyelia) Memberikan pengarahan statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan tingkat menengah adalah suatu kegiatan memberikan arahanatau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik pada suatu lembaga tertentu dengan materi statistik tingkat menengah yang sudah disiapkansebelumnya. Statistik Penyelia BPS Propinsi Bangka Belitung. Contoh: Hermanto.Laporan menengah. Materi yang disampaikan mencakup tentang tatacara membuat tabel-tabel distribusi serta cara mengulasnya. ditugasi memberikan pengarahan kepada staf Bapeda tingkat II dalam rangka menyiapkan laporan tahunan Bapeda tingkat II. Statistisi Pelaksana untuk Lanjutan di BPS Kabupaten Temanggung ditugasi mensosialisasikan pentingnya statistik kepada para pegawai kecamatan Ngadirejo. Dari kegiatan ini Dodi Hermawan memperoleh angka kredit 0. Kabupaten Temanggung. Bukti fisik: Laporan tentang pemberian pengarahan statistik menengah pada suatu lembaga tertentu.06. tentang penyusunan materi pengarahan statistik Contoh: Dodi Hermawan. (b) Menengah (Angka Kredit 0.

06. Materi yang disampaikan adalah temuan dalam survei tersebut dalam bentuk tabel-tabel dan grafik sederhana.06 untuk setiap pertemuan yang dilakukan. (b) Menengah (Angka Kredit 0. (4) Melakukan Penyebarluasan Hasil Pengumpulan Data Statistik dalam Rangka Evaluasi Kegiatan Kelembagaan Dalam Bidang Statistik: (a) Dasar (Angka Kredit 0. Statistik Pelaksana Lanjutan) Melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik dasar adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil suatu kegiatan statistik dengan tingkat statistik dasar dalam evaluasi terhadap kegiatan hasil yang telah dilaksanakan. Statistisi Pelaksana Lanjutan Dinas Sosial ditugasi mensosialisasikan hasil survei kriminalitas kepada aparat Dinas Sosial. Statistik Penyelia) Melakukan penbarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik menengah adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk 124 . Contoh: Imam Suwandi. Bukti fisik: Laporan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik kelembagaan tingkat dasar.03.03 untuk setiap pertemuan.Hermanto memperoleh angka kredit sebesar 0. Dalam kegiatan ini Imam Suwandi mendapatkan angka kredit 0.

06 untuk setiap kali pertemuan. Materi yang disampaikan antara lain tentang tingkat penghunian kamar hotel (TPK) dikaitkan dengan situasi pariwisata di Yogyakarta. Statistisi Penyelia pada Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Hal 100 125 . Contoh: Dalam rnagka sosialisasi hasil pengumpulan data perhotelan. ditugasi menyampaikan sosialisasi hasil pengumpulan data hotel ini kepada staf Diperda dan Bapeda stempat. Bukti fisik: Laporan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik kelembagaan tingkat menengah.mensosialisasikan hasil suatu kegiatan statistik kelembagaan dengan tingkat menengah dalam rangka evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan laporan kegiatan ini Sumanto memperoleh angka kredit 0. sumanto.

5 = 2. Kolom (4).8 (Tabel 2. SE. Bambang Subagio dan Ir. Statistisi Madya BPS Propinsi Bengkulu ditugaskan mengkaji terhadap hasil kompilasi data penduduk di desa/kelurahan yang selama ini pemungutan datanya dilakukan oleh para mantra Statistik di Propinsi Bengkulu. Sedangkan Ir. Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan tentang hasil kerja kegiatan sensus/survei yang bersifat komprehensif. Contoh: Drs. Analisa Statistik (1) Mengkaji Hasil Kegiatan: Mengkaji hasil kegiatan adalah mengupas atau menelaah suatu kegiatan/hasil pelaksanaan secara lebih dalam.2. Naskah laporan terdiri dari 67 halaman. Hari Sasono sebagai penulis pembantu memperoleh angka kredit 40% x 4. Sebagai penyusun utama naskah kajian adalah Drs.5 = 1. kolom (3) No. Kolom(3) No.7. Bambang Subagio memperoleh angka kredit sebesar 60% x 4. survei dan Observasi (Angka Kredit lihat Tabel 2. statistis i Madya) Mengkaji/mengevaluasi metode penarikan sampel adalah mengupas. Arianto SE memperoleh angka kredit sebesar 3 (Tabel 2. Contoh: Ir. menelaah secara lebih dalam metode penarikan sampel. Kolom (3) Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan tentang hasil kerja kegiatan kompilasi data administrasi yang bersifat komprehensif. Dari kegiatan ini Ir. (a) Sensus/Survei (Angka kredit lihat Tabel 2. dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk mneingkatkan mutu dari 126 .5). (b) Komplikasi data administrasi (Angka Kredit lihat Tabel. secara sistematis serta rekomendasi untuk peningkatan mutu hasil pelaksanaan SUSI. Hari Sasono. Arianto. dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk meningkatkan mutu dari pelaksanaan kegiatan yangs sedang dikaji. Kolom(3).. STATISTISI AHLI a.4) (2) Mengkaji/Mengevaluasi Metode Penarikan Sampel dalam rangka penyusunan Kegiatan Sensus. Naskah yang dihasilkan terdiri dari 47 halaman yang memuat kajian hasil survei. Statist isi Madya dari direktorat Statistik Perdagangan dan Jasa ditugasi untuk mengkaji hasil kegiatan Survei Usaha Terintegrasi (SUSI).

Maksum memperoleh angka kredit 4. ditugaskan untuk menyusun metode estimasi dari hasil survei sector pertanian subsektor kehutanan. survei atau observasi.6) (4) Inovasi Metode Statistik dalam rangka penyusunan Kegiatan Sensus.pelaksanaan kegiatan penarikan sampel dala m rangka penyusunan kegiatan sensus. Ir. statistisi Madya Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS ditugaskan mengkaji metode penarikan sampel modul kriminalitas dalm survei Sosial Ekonomi Sosial (Susenas).5 (3) Membuat Metode Estimasi dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan (angka Kredit Tabel 2. Mohamad Basuki.5 (Tabel 2 kolom .4) 127 . Ahmad Santosa memperoleh angka Kredit sebesar 1. statistisi Madya Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Selatan. Maksum. Mohamad Basuki menyusun naskah laporan sebanyak 39 halaman sehingga angka kredit yang ia peroleh sebesar 2. Dengan laporan kegiatan sebanyak 60 halaman ini Dr. Bukti fisik: Laporan tentang hasil kajian/evaluasi metode penarikan sampel pada sensus/survei/observasi Contoh: Drs. Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan penemuan inovasi me tode statistic yang telah diakui dan atau digunakan/akan digunakan dalam sensus/survei/observasi Contoh: Dr.(6) No. Statistisi Madya) Membuat metode estimasi dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan adalah penyusunan metode/cara memperkirakan populasi berdasarkan data sampel yang ada termasuk cara menghitung tingkat ketelitiannya Bukti fisik : Laporan tentang penyusunan metoda estimasi dalam rangka penyusunan Statistik kelembagaan Contoh: Dalam menyusun statistic tenaga kerja sub sector kehutanan. Kolom (6).7 (Tabel 2. Dari kegiatan ini Ir. Ahmad Santosa. statistisi Madya di BPS berhasil menyusun kegiatan sensus Pertanian 2003 dengan metode statistik yang baru. Dari hasil kegiatan ini Drs. Naskah laporan yang dibuat terdiri dari 14 halaman. kolom(5) No. Survei dan obsevasi (Angka kredit lihat Tabel 2. kolom (5).

mendapatkan angka kredit sebesar 1.5 (7) Melakukan Analisis Statistik Sederhana Analitik Lintas Sektor (Angka Kredit lihat Tabel 1 Kolom (6). S. MSc. Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 34 halaman ini. Statistik Pertama pada Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS ditugaskan untuk menyusun analisis diskriptif hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2003. Siahaan. survei. observasi atau kompilasi data administrasi Contoh : S. Statistisi Pertanma) Bukti Fisik: Laporan Penyusunan analisis statistic sederhana analitik lintas sector Contoh: Dwi. Observasi dan Kompilasi Data Administrasi (Angka Kredit lihat Tabel 2.6.(5) Membuat Estimasi Parameter dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan (Angka Kredit lihat Tabel 2. S. Kolom (7). Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 43 halaman ini Dwi. Statistisi Muda) Membuat estimasi parameter ada lah menyusun analisis populasi berdasarkan estimasi parameter hail suravei/observasi dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan Bukti fisik: Laporan estimasi parameter Contoh: Dr. Kolom (7) No. Mendapat angka kredit sebesar 1. Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan penyusunan kerangka analisis data hasil sensus. Arifin.8 (Tabel 2.6) (6) Menentukan Kerangka Kegiatan Analisis Data dalam rangka Analisis hasil sensus. Statistisi Muda) Bukti fisik: Buku (Laporan) penyusunan analisis statistic secara mendalam satu sector 128 .Kolom (8).Si. Kolom (7) No. Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 17 halaman ini S.6 (Tabel 1 No. Dr Arifin mendapat angka kredit sebesar 1. Msc. Siahaan.5 Kolom (6)) (8) Melakukan Analisis Statistik secara mendalam : (a) Satu sector (Angka Kredit lihat Tabel 1. Statistisi Muda di BPS. ditugaskan menyusun Statistik Kesejahteraan Rakyat Tahun 2002 berdasarkan estimasi parameter hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2002. Statistisi Madya di BPS ditugaskan membuat kerangka analisis data hasil Survei Mobilitas Pekerja di Wilayah Jabotabek.si.

Si mendapat angka kredit sebesar 2. Statistisi Madya di Departemen Pertanian ditugasi membuat analisis statistic secara mendalam Hasil Survei Pendapatan Petani 2002. Survei dan Observasi (Angka Kredit 3.24 (Tabel 1 No. Kompilasi Data Administrasi dan Observasi (angka Kredit 3. S. sehingga didapat keseragaman terhadap interprestasi data hasil kegiatan statistic tersebut Bukti Fisik: Buku (Laporan) menyusun metode analisis hasil sensus/survei/kompilasi data administrasi/observasi Contoh: S. Contoh: Ali Suwarno. Statistisi Madya) Bukti fisik : Buku (Laporan) Analisis Statistik secara mendalam lintas sector. S.Si mendapat angka kredit sebesar 2. Dengan laporan kegiatan ini S. Ritonga. Ritonga.8 Kolom (8)) (9) Merancang dan Membuat Metoda analisis Hasil Sensus.7 Kolom (7)) (b) Lintas Sektor (Angka Kredit lihat Tabel 1. Kolom (8). S. S.Si mendapat angka kredit sebesar 3 b. S. Dengan laporan yang terdiri dari 26 halaman ini Ahmad. Statistisi Madya) Mengembangkan metode penarikan sampel dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis penarikan sampel yang telah dilaksanakan dalam rangka kegiatan sensus/survei/observasi dengan tujuan untuk mendapatkan mutu sampel yang paling representative Bukti Fisik: Laporan upaya pengembangan sensus/survei/observasi metode penatikan sampel 129 .Contoh: Ahmad.Si. dengan Laporan kegiatan yang terdiri dari 15 halaman ini Ali Suwarno. Statistisi Madya) Merancang dan membuat metoda analisis dimaksud adalah menyusun metoda analisis data hasil sensus/survei/kompilasi data administrasi/observasi tertentu.Si. S.4 (Tabel 1 No.Si. Statistisi Madya di BPS ditugasi menutusun metode analisis data hasil Survei Kesehatan 2003. Pengembangan Statistik (1) Mengembangkan Metode Penarikan Sampel dalam rangka Penyusunan Kegiatan Sensus. Survei. Statistisi Muda pada Direktorat Statistik Industri BPS ditugaskan untuk meyusun analisis secara mendalam hasil Survei Industri Besar 2002.

penglihatan dan penghitungan yang telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan sistem administrasi yang lebih baik. S. Statistisi Madya) Mengembangkan Sistem Administrasi dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis terhadap sistem pemungutan data hasil kompilasi data administrasi yang telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan sistem administrasi yang lebih baik. Bukti Fisik: Laporan upaya pengembangan Sisitem Administrasi Contoh: Mandi. Msc mendapat angka kredit sebesar 3 (3) Mengembangkan Metoda Observasi dalam rangka penyempurnaan Kegiatan Observasi (Angka Kredit 3. Statistisi Madya) Mengembangkan metode observasi dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis terhadap sistem pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran. Statistisi Madya) rangka Mengembangkan sistem informasi data administrasi dimaksud adalah upaya pengembangan dan penyebarluasan data statistic administrasi melalui media/jaringan informasi data administrasi yang terkoordinasi dengan tujuan agar makin mudah untuk diakses Bukti fisik: 130 .Si Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengevaluasi metode penarikan sampel Survei Usaha Pertanian Hortikultura 2002 dalam rangka mengembangkan metoda penarikan sampel yang diduga sudah kurang cocok dengan Laporan ini Rifai. Statistisi Madya di BPS mengembangkan Sistem Administrasi Pencatatan Hasil Industri setiap bulan.Contoh: Rifai. MSc. Siahaan. Dengan laporan ini S. Dengan laporan ini mandi. Bukti fisik: Laporan upaya pengembangan metode observasi Contoh: S. S. MSc mendapat angka kredit sebesar 3 (4) Mengembangkan Sistem Informasi Data Administrasi dalam penyebarluasan Data Statistik ( Angka Kredit 3. Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengembangkan metode observasi Kesehatan Balita 2002.Si mendapat angka kredit sebesar 3 (2) Mengembangkan Sistem Administrasi dalam rangka pembaharuan Sistem Administrasi (Angka Kredit 3. Siahaan. MSc.

Si. siregar. Statistisi Muda di BPS memberikan konsultasi statistic lanjutan yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan dalam rangka penyusunan Statistik Pertanian di Departemen Pertanian. Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengembangkan sistem informasi dalam rangka penyebarluasan data hasil Survei Sosial Ekono mi Nasional.Si. S. Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan Upaya pengembangan sistem informasi hasil sensus/survei/observasi Contoh: M. Bukti Fisik: Laporan memberikan konsultasi statistic Contoh: Sri Astuti. Siregar.2 = 0.Si. Dengan laporan ini Sri Astuti. Dengan laporan ini M.Laporan upaya pengembangan sistem informasi data administrasi Contoh: M. S. medapatkan angka kredit sebesar 4 x 0. Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengevaluasi sistem informasi dalam rangka penyebarluasan data administrasi dari Departemen Kesehatan dan usulan pengembangannya. Simamora. S.Si medapat angka kredit sebesar 3 (6) Memberikan Konsultasi Statistik dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat: (a) Lanjutan (Angka Kredit 0.2. Statistisi Muda) Memberikan konsultasi statistic dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan pada tingkat lanjutan adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistic dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistic kelembagaan yang meliputi antara lain pengola han dengan media computer.8 (b) Khusus (Angka Kredit 0. S. Bukti fisik: Laporan memberikan kosultasi statistic khusus 131 .Si mendapatkan angka kredit sebesar 3 (5) Mengembangkan Sistem Informasi Hasil Sensus/Survei dan observasi dalam rangka penyebarluasan data statistic (Angka Kredit 3.3. Statistisi Madya) Memberikan konsultasi statistic dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan pada tingkat khusus adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan Ilmu statistik dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistic kelembagaan yang meliputi antara lain pemilihan model-model analisis/Indikator statistic dan tatacara penyusunan analisanya.Si. Dengan Laporan ini M. Simamora. S. S. inteprestasi hasil dan penyusunan analisisnya.

Sc mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan penyiapan materi pengarahan statistic khusus Contoh: Robert. Dengan laporan ini Haryati.Contoh: Rini. Dengan laporan ini Robert.Sc mendapat angka kredit sebesar 0.3 (b) Khusus (Angka Kredit 0.45 (8) Memberikan Pengarahan Statistik dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0. S. Statistisi Muda di BPS memberikan pengarahan statistic lanjutan dalam rangka penyusunan Statistik Perhubungan Darat di Departemen Perhubungan.3. Mendapat angka kredit sebesar 4 x 0. Msc.Si. Dengan laporan ini Robert.09. Dengan laporan ini Rahmat M. Statistisi Madya di BPS Propinsi Riau memberikan pengarahan Statistik Umum dalam rangka Penyusunan Statistik Energi pada Dinas Pertambangan Propinsi Riau. M. Dengan laporan ini Rini.06. Statistisi Muda di BPS menyiapkan materi pengarahan statistic lanjutan dalam rangka penyusunan Statistik Kendaran bermotor di Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta.06 (b) Khusus (Angka Kredit 0.Si.S. Msc. S. MSc.45. Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan memberikan pengarahan statistic kelembagaan tingkat lanjutan Contoh: Haryati. Statistisi Madya pada BPS Propinsi Riau menyiapkan materi pengarahan statistic khusus dalam rangka penyusunan statistic Energi pada Dinas Pertambangan Propinsi Riau.09 132 .3 = 1. Statistisi Madya di BPS memberikan konsultasi statistic khusus dalam 4 kali pertemuan dalam rangka Penyusunan Statistik Kriminal kepada para analisis data di Kantor Departemen Sosial.Si mendapat angka kredit sebesar 0.Si. S.2 (7) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0. Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan memberikan pengarahan statistic kelembagaan tingkat khusus Contoh: Robert. MSc. mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan naskah materi pengarahan statistic lanjutan Contoh: Rahmat.

MA. S. semua jenjang) 133 . Statistisi Muda di BPS ditugaskan untuk melakukan penyebarluasan hasil survei Kesehatan di Dinas Kesehatan Propinsi Bali. Survei dan atau Evaluasi di bidang Statistik yang Dipublikasikan: (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka Kredit 12.09 (10) Menentukan Indikator dan Ukuran.5. Statistik Madya) Bukti fisik: Laporan mennetukan Indikator dan Ukuran Statistik Contoh : Halip Kejora. Statistisi Madya di BPS Propinsi Jawa Barat telah menentukan Indikator dan ukuran Statistik Kesejahteraan Sosial berdasarkan hasil Survei Sosial di Propinsi Jawa Barat. mendapatkan angka kredit sebesar 3 4.09.Pengkajian.(9) Melakukan Penyebarluasan Hasil Pengumpulan Data Statistik dalam rangka Evaluasi Kegiatan Kelembagaan dalam bidang statistic : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0. Dengan laporan ini Halip Kejora.ukuran Statistik (Angka Kredit 3. Sub Pembuatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di bidang Statistik (semua Jenjang Jabatan): Penilaian umum . M. S.Ms.Si.06 (b) Khusus (Angka Kredit 0. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI STATISTISI a. Dengan laporan ini Robert. Dengan laporan ini Haryati. Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data Contoh: Robert.Si mendapat angka kredit sebesar 0.Sc mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data Contoh: Haryati. M. Statistisi Madya di BPS Propinsi Riau ditugaskan untuk melakukan penyebarluasan data Angkutan Darat di Dinas Perhubungan Propinsi Riau dalam rangka evaluasi Kegiatan Perhubungan Darat.60% untuk penulis utama 40% dibagi rata untuk penulis pembantu Jumlah penulis pembantu sebanyak-bnayaknya 3 (tiga) orang (1) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah Hasil Penelitian. MA.06.

Sihar.Makmur Bukit.Sc. terdiri sari 4 (empat) orang dari Bapeda Propinsi Irian Jaya melakukan penelitian mengenai “Pola Migrasi di Irian Jaya” Hasil penelitian mereka diterbitkan dalam bentuk buku dan diedarkan secara nasional.5. Gunadi.5.Sc (masing. sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 12.Sc. Biwarto(penulis utama) serta Drs. Dr.Sc (penulis utama) dan Ir.5 = 7. mendapatkan angka kredit sebesar 60 % x12. Sihar M. Sunaryo. semua jenjang) Bukti fisik: 134 .5 = 5 Dr. M. sebagai pneulis pembantu). Msc (penulis pembantu). sudah diterbitkan.masing.M. masing-masing sebagai penulis pembantu mendapat angka kredit (40% x 12. Statistisi pada BPS Propinsi Jawa Timur.5 = 7.Sunaryo dan Drs. perhitungan angka kredit untuk masing-masing sebagai penulis sama dengan buku volume I. MSc.5 = 7.Bukti fisik: Konsep buku dan buku yang sudah diterbitkan Contoh: Dr. Membuat kajian dalam bentuk buku berjudul ‘Pola Migrasi di Jawa Timur’ Dalam dua volume (I dan II).5 Sedangkan Drs. Untuk buku volume I. sebagai penulis utama Dr. Makmur Bukit. M. dan diedarkan secara nasional. Sebagai penulis utama. Total Dr.MS dan Drs. MSc. membuat karya ilmiah dalam bentuk buku berjudul “Pengaruh Suku Bunga Terhadap Investasi”. masing-masing mendapatkan angka kredit sebesar 5 Sekelompok Statistisi. dan diedarkan secara nasional. Untuk buku volume II.67 (b) Dalam Majalah Ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka Kredit 6.5)/2 = 2. sudah diterbitkan. Makmur Bukit. sedangkan Drs. Gunadi. Biwarto mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 12. Sunaryo dan Drs. Dalam hal ini penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 12. Biwarto mendapatkan angka kredit sebesar 15.5)/3 = 1.5 dan Ir. sedangkan penulis pembantu masing-masing mendapatkan angka kreit sebesar ( 40% x12.

Untuk itu Dr. Meskipun demikian buku ini dapat dinilai dengan criteria lain misalnya kegiatan dalam penyediaan data dan informasi statistik (2) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah Hasil Penelitian. Ratna mendapatkan angka kredit sebesar 8 (b) Dalam bentuk makalah (Angka kredit 4 untuk setiap makalah. Sebagai penulis utama Ir. Nina. unutk setiap judul buku: semua jenjang) Bukti fisik: Buku hasil karya tulis yang direkomendasikan oelh pimpinan instansi yang juga memuat/daftar pustaka. Contoh: Dr. sebagai penulis pembnatu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 6 = 2.4 Sekelomp ok statistisi terdiri dari 5(lima) orang dari Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah melakukan penelitian mengenai “Dampak Krisis Moneter terhadap Pendapatan Petani Gula”. maka buku ini tidak dinilai. Statistisi Muda. sedangkan Dra. MSc. MSc (penulis utama) dan Dra. Sondang.Konsep artikel dan fotocopy majalah yang memuat artikel dimaksud Contoh: Ir. (a). Nina. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 8. Survei dan atau Evaluasi dibidang Statistik yang tidak dipublikasikan: Yang dimaksud dengan tidak dipublikasikan adalah karya tulis/karya ilmiah yang tidak dipublikasikan secara nasional. Sindang. Karya tulis/karya ilmiah tersebut digunakan sebagai salah satu referensi atau acuan dalam pengambilan kebijaksanaan internal suatu instansi. Pengkajian. Mengingat jumlah penulis lebih dari yang disyaratkan. MSc mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 6 = 3. Hasil penelitian ini dimuat sebagai artikel majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI.Ratna. pada Direktorat Metodologi Statistik membuat karya tulis yang berjudul “Pemilihan petugas sensus/survei yang efektif” Hasil Karya tulis ini dipergunakan BPS sebagai acuan/referensi dalam rekrutmen petugas sensus/survei. semua jenjang) 135 .6. tetapi hanya pada lingkup internal. MSc (penulis pembantu) menulis artikel mengenai “Pengaruh Kenaikan suku Bunga Terhadap Investasi di sector Industri” dan di muat dalam majalah Statistik (diakui oleh LIPI).

Statistisi Penyelia pada Departemen Perindustrian dan Perdagangan telah membuat karya tulis berjudul” Pengaruh Musim pada Pola Perdaga ngan Komoditas Pertanian” karya tulis dimaksud telah dipresentasikan di lingkungan Deperindag. statistisi Pelaksana Lanjutan (Penulis kedua).8 sedangkan Daryanto sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 8.2 (b) Dalam Majalah Ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka kredit 4 untuk setiap artikel yang dimuat. S. menulis tinjauan ilmiah mengenai “Teknik Pemilihan Metode Sampel dalam berbagai Ciri Populasi” diterbitkan dalam bentuk buku. Sebagai penulis Farid. (3) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah berupa Tinjauan atau Ulasan Ilmiah HAsil Gagasan sendiri di bidang statistik yang Dipublikasikan : (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka kredit 8 untuk setiap judul buku. semua jenjang) Bukti fisik: Konsep buku dan buku yang sudah diterbitkan.Makalah yang dimaksud disini adalah yang dipresentasikan dalam pertemuan internal suatu instansi Bukti fisik: Fotocopy makalah yang sudah disajikan. Contoh: Farid. Contoh: Laely Sugiyono. Sebagai penulis utama.Si. Laely Sugiyono MSi mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 8. dan dipublikasikan secara nasional.0 = 3. semua jenjang) Bukti fisik: Konsep artikel dan majalah yang memuat artikel dimaksud Contoh: 136 . Keduanya pada Direktorat Metodologi Statistik BPS. S.Si mendapatkan angka kredit sebesar 4. Statistisi Muda (penulis utama) dan Dryanto.0 =4. MSc.

4. namun digunakan sebagai salah satu bahan mata kulaih (modul) dalam diklat statistik di Jakarta.- Amanullah. Contoh: Budianti.M. 137 . penulis utama mendapatkan angka kredit 60% x 4 = 2. Sebagai penulis utama. Statistisi Muda pada BPS Pusat. Buku tersebut hanya dapat dinilai apabila digunakan sebagai bahan dik lat statistik atau mata kuliah lain di luar diklat statistik Bukti fisik: Konsep buku dan silabus yang memuat buku tersebut sebagai salah satu referensi.8 (4) Membuat Karya Tulis/Karya ilmiah Berupa tinjauan atau Ulasan Ilmiah Hasil Gagasan sendiri di Bidang Statistik yang tidak dipublikasikan (a) Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 untuk setiap judul buku.MS mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 7 = 4. MSi mendapatkan anka kredit sebesar 60% x 4 = 2. Dalam hal ini.2. menulis buku berjudul “ Pencacahan Survei di Pedesaan. Buku tersebut tidak dipublikasikan. Fariz (penulis Pembantu). mengulas tentang ‘Kinerja Industri Parawisata Bali Pasca Wabah SARS” dan dimuat dalam salah satu jurnal ekonomi Universitas Udayana yang sudah diakui oleh LIPI. sedangkan penulis pembnatu masing-masing mendapatkan angka kredit sebesar (40% x 4)/2 = 0. MSi. Amanullah. statistisi Pelaksana Lanjutan(penulis kedua) menulis tinjauan singkat dalam bentuk artikel mengenai “Tingkat Pendidikan Penduduk Daerah Pedesaan berdasarkan hasil Susenas 2002” serta dimuat dalam majalah Statistik (diakui oleh LIPI).. Budianti. semua jenjang) Karya Tulis/Ilmiah berupa tinjauan atau tulisan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang statistik dalam bentuk buku yang tidak dipublikasikan. Statistisi Muda pada Direktorat Analisa Statistik Sosial (penulis Utama) dan Alexander.S (penulis utama) dan Ir.4 dan Alexander sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 4 = 1.6 - Sekelompok Statistisi Penyelia (terdiri dari 3 orang) pada dinas Parawista Prop insi Bali. Sebagai penulis utama. Teori dan Aplikasinya”.

menulis makalah mengenai “Statistik Sosial Propinsi Sumatera Selatan”. Sebagai penulis utama. Anwar Fuadi mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 3. semua jenjang) Makalah yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila makalah tersebut digunakan sebagai salah satu referensi dalam kegiatan diklat statistisi atau mata kuliah lain diluar diklat statistik Bukti fisik: Konsep makalah dan silabus mata kuliah yang memuat makalah dimaksud sebagai salah satu referensinya Contoh: Anwar Fuadi (penulis utama) dan Tantowi (penulis pembantu).5 = 1. sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 7 = 2. statistisi Penyelia pada Bappeda Propinsi Sumatera selatan. Fariz.4 138 .sedangkan Ir.8 (b) Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3.5 untuk setiap artikel yang dimuat.5 = 2.1 dan Tantowi sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40 % x 3. Makalah tersebut digunakan sebagai salah satu bahan mata kuliah diklat statistik di Palembang.

139

(5)

Membuat karya Tulis/Karya Ilmiah Populer di Bidang Statsitik yang Disebarluaskan melakui Media masa (Angka Kredit 2,5, semua jenjang)

Angka kredit sebesar 2,5 diberikan untuk setiap karya tulis ilmiah popular yang dimuat dalam media masa, baik media dengan jangkauan local maupun nasional.

Bukti fisik :

Konsep artikel yang dikirim dan media cetak yang memuat artikel dimaksud.

Contoh: Mulyono, SE., Statistisi Pertama pada Direktorat Statistik Keuangan dan Harga BPS, menulis artikel popular mengenai “Dampak Inflasi pada Pendapatan Buruh Sektor Industri” dan dimuat dalam harian umum Kompas. Sebagai penulis, Mulyono, SE. mendapatkan angka kredit sebesar 2,5.

(6)

Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah berupa Tinjauan atau Ulasan Ilmiah Hasil Gagasan Sendiri di Bidang Statistik yang Disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah (Angka Kredit 2,5, semua jenjang)

Pertemuan ilmiah dimaksud adalah pertemuan yang melibatkan beberapa instansi terkait. Angka kredit sebesar 2,5 diberikan untuk setiap makalah (gagasan) yang diseminarkan dalam pertemuan ilmiah di bidang statistic.

140

Bukti fisik:

Konsep makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta seminar.

Contoh:

Ir. Dame Riana, Statsitisi Madya pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, mempunyai gagasan mengenai “ Indikator Penyimpangan Subsidi BBM Sektor Industri”, yang kemudian disampaikan dalam seminar Pola Penyimpangan Subsidi BBM Sektor Industri yang melibatkan beberapa instansi terkait. Sebagai penulis makalah Ir. Dame Riana mendapatkan angka kredit sebesar 2,5.

b. Penyusunan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengolahan Kegiatan Statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengolahan kegiatan statistic (Angka Kredit 3, untuk setiap naskah, semua jenjang)

Petunjuk teknis pelaksanaan pengelola statistik adalah suatu petunjuk yang dapat dipakaidalam mengelola kegiatan statistic agar kegiatan dimaksud dapat berjalan baik sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Bukti fisik:

Naskah/buku.

Contoh:

141

142 . Setyo Nugraha sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 7 = 2. Bukti fisik: Buku saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan secara nasional Contoh: Ir. Statistisi Muda pada Direktorat Statistik Demografi BPS. Bambang Juanda sebagai penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 7 = 4. M. Penerjemahan/Penyaduran Buku atau Karya Ilmiah di Bidang Statsitik (1) Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statsitik yang dipublikasikan: (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka Kredit 7. Setyo Nugraha (penulis pembantu). membuat Petunjuk Teknis Pengelolaan Survei Perusahaan Industri Besar Sedang.Sc. Untuk setiap volumenya. Ir. M. Sebagai penyusun Suryaminto. semua jenjang) Angka kredit 7 diberikan untuk setiap buku saduran yang diterbitkan. c.2. menyadur buku “Population Growth of Indonesia” dalam dua volume (I dan II).Sc.Suryaminto. mendapatkan angka kredit sebesar 3.8. Penyunting buku tidak mendapt angka kredit. sedangkan Ir. Bambang Juanda (penulis utama) dan Ir.

Si. sedangkan Ir. (2) Menerjemahkan/ Menyadur Buku atau Karya Ilmiah di Bidang Statistik yang Tidak Dipublikasikan: (a) Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3. Dyah Utami (penulis pembantu). semua jenjang) Angka kredit 3.(a) Dalam Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka Kredit 3.4. Angka kredit sebesar 3.5 = 2.5. Sebagai penulis utama. Bukti fisik: Konsep makalah saduran dan majalah yang memuat makalah saduran tersebut.1.5 diberikan untuk setiap buku saduran yang tidak diterbitkan. (Penulis utama) dan Ir. Dyah utami sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40 % x 3.Si. Contoh: Indra Kusuma.5 = 1. menyadur makalah mengenai ‘The Sociology of Human Fertility’ dan dumuat dalam jurnal Sosial Ekonomi Universitas Indonesia yang diakui oleh LIPI. 143 . S.5.5 diberikan untuk setiap makalah saduran yang diterbitkan. semua jenjang) Buku terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila buku tersebut digunakan sebagai salah satu referensi kegiatan pendidikan dan latihan. S. mendapatkan angka kredit sebesar 60 % x 3. Indra Kusuma. Statistisi Muda pada BPS DKI Jakarta.

Contoh: Ir. Bukti fisik: - Makalah saduran dan daftar hadir seminar atau silabus yang memuat makalah dimaksud sebagai salah satu referensinya. Ir. Contoh : 144 .5.5 diberikan untuk setiap makalah terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan. Rose Marie Simanjuntak.5. Angka kredit sebesar 1. (b) Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 1. tetapi digunakan sebagai bahan kuliah pada salah satu universitas swasta di bandung. - Surat keterangan dari perguruan tinggi yang melegalisir silabus tersebut. Statistisi Muda pada Dinas Pertanian Propinsi Jawa barat.Bukti fisik: - Buku saduran dan silabus yang memuat buku dimaksud sebagai salah satu refensinya. semua jenjang) Makalah terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila maka lah tersebut diseminarkan atau digunakan sebagai salah satu refensi dalam kegiatan pendidikan dan latihan. Rose marie Simanjuntak mendapatkan angka kredit sebesar 3. Untuk setiap volumenya. - Surat keterangan dari perguruan tinggi/penyelenggara diklat dalam bidang statistik yang dapat melegalisir silabus tersebut. menerjemahkan buku ‘Experimental Design’ tidak diterbitkan.

PENDUKUNG KEGIATAN STATISTISI A Pengajaran/Pelatihan di Bidang Statistik Mengajar atau melatih pada unit/unit organisasi Pemerintah dalam Kegiatan Statsitik (Angka Kredit 0. SE. Dalam hal ini. Contoh: Drs. mendapat angka kredit sebesai 1. semua jenjang) Abstrak tulisan ilmiah dimaksud adalah tulisan yang berisi tentang rangkuman atau uraian singkat dari suatu tulisan ilmiah dengan tujuan untuk memperkenalkannya. Puji Sunarto..Ano Herwana. Statistik Muda pada Direktorat Statistik Demografi. semua jenjang 145 . Sebagai penuli abstraksi Drs. Bukti fisik: Naskah abstrak. Statistisi Madya pada Direktorat Analisis dan Konsistensi Statistik BPS. Puji Sunarto. Abstraksi ini harus dimuat dalam majalah ilmiah. mendapatkan angka kredit sebesar 1.03. SE. menulis abstraksi dari buku ‘Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia has il Survei Penduduk 2000’ yang dimuat dalam majalah Varia Statistik. (3) Membuat Abstrak Tulisan Ilmiah yang Dimuat dalam Majalah Ilmiah (Angka Kredit 1. V. BPS menyadur makalah mengenai konsep ‘Education and Life Expectation In The Health of Nation ‘ dan memaparkannya dalam seminar intern. Ano Hrewana.. MM.5. MM.

Margo Ertianto mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 0. B.12. (Umumnya 1 jam pelajaran = 45 menit) Contoh: Margo Ertianto. Bukti fisik: Surat tugas atau surat keterangan mengajar dari penyelenggara diklat. Penilaian: 146 .03 diberikan kepada statistisi yang dapat menunjukkan bukti fisik mengajar/melatih/membimbing selama 2 jam pelajaran. Namun frekuensi sebagai peserta seminar/lokakarya yang bisa dinilai hanya 2 (dua) kali dalam satu tahun. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Jawa Timur. ditugaskan mengajar mata kuliah Statistik Ekonomi pada suatu diklat teknis fungsional di Propinsi Jawa Timur sebanyak 4 jam pelajaran. Bukti fisik: Sertifikat dari penyelenggara seminar. Kriteria penilaian: Angka kredit sebesar 0. Peran Serta Dalam Seminar/Lokakarya/Konferensi Statistisi yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebaga i pemasaran/pembahas/nara sumber/moderator atau peserta.Kegiatan dimaksud adalah mengajar/melatih pada pendidikan dan pelatihan Pegawai Negeri Sipil dalam bidang statsitik.03 = 0. Dengan menunjukkan surat tugas mengajar dan surat keterangan mengajar dari penyelenggaran diklat.

Sc. Statistisi yang berlaku sebagai peserta dalam seminar local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya. Yulia. Billy Budiarjo. Billy Budiarjo.Sc. Seminar di ITB Bandung dan seminar di FISIP UI. M. Dengan menunjukkan sertifikat sebagai peserta pada beberapa seminar dan workshop tersebut. Ir. Dengan mununjukkan surat keterangan dari panitia seminar tersebut. Dr. Ir. Suryadiningrat.Sc. Statistisi Muda pada Departemen Kesehatan diundang untuk menjadi moderator. Seminar yang dapat diberikan angka kredit sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.. Suryadiningrat. 147 . Yulia menghadiri Seminar Ketahanan Sosial di Bandung. Dengan menunjukkan surat keterangan dari penyelenggara seminar. Statistisi Madya pada Direktorat Statistik Industri BPS. maka yang dapat diakui dan mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 1 = 3.- Statistisi yang diundang sebagai pamasaran dalam seminar local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. Contoh: - Dr. Statistisi yang berlaku sebagai moderator/pembahas/nara sumber dalam seminar local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya.S. pada tahun 2002 diundang oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi sebagai peserta workshop di Universitas Brawijaya Malang. mendapatkan angka kredit sebesar 2. Pada Tahun 2003. MSc. Statistisi Penyelia pada Departemen Pendidikan Nasional. Cipto Mangunkusumo. diundang sebagai pembicara pada sebuah seminar nasional dengan topic “Iklim Investasi Perusahaan Industri Besar Sedang di Indonesia Periode 1997 – 2002 “ di Universitas Indonesia. Jakarta. M. M.. Memperoleh angka kredit sebesar 3 Dalam seminar Kesehatan Ibu dan Anak yang diselenggarakan oleh R.

5 setiap satu tahun. Pada Tahun 2002. maka yang bersangkutan mendapatkan angka kredit sebesar 2 Tahun x 1 = 2 (Tahun 2000 dan 2001).yaitu angka kredit yang berasal dari 2 seminar pada Tahun 2002 dan 1 seminar pada 2003. Keanggotaan dalam Tim Penilaian Jabatan Fungsional Statistisi (Angka Kredit 1 setiap satu tahun. semua jenjang) b) Tingkat propinsi/kabupaten/kota sebagai : 148 . Yezua. semua jenjang) Kriteria penilaian: Statistisi yang menjadi anggota Tim Penilai Angka Kredit pada instansinya dapat memperoleh angka kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa kenggotaan. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi a) Tingkat nasional/internasional sebagai: (1) (2) Pengurus aktif (Angka Kredit 1 setiap satu tahun. Bukti fisik : - Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit tentang pembentukan dan penetapan Tim Penilaian Angka Kredit. semua jenjang) Anggota aktif (Angka Kredit 0. Yezua memasukkan kegiatan keanggotaan Tim Penialai sebagai salah satu kegiatan yang dinilai. C. Ir. D. Statistisi Muda pada BPS Propinsi NTT ditunjuk menjadi wakil ketua merangkap anggota Tim Penilai Propinsi dalam masa jabatan 20002003. - Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan. Contoh: Ir.

(1) Pengurus aktif (Angka Kredit 0. semua jenjang). E. maka pada saat penilaian Tahun 2002. Ali Mursidi mendapatkan angka kredit sebesar 1. Contoh : Dr. Bukti fisik: Surat keterangan pengurus organisasi profesi.15 setiap satu tahun. semua jenjang) (2) Anggota aktif (Angka Kredit 0. Dr. Yang dimaksud dengan keanggotaan dalam organiasi profesi aktif adlah statistisi yang menjadi pengurus atau anggota organisasi professional dalam bidang statistik. Dengan menunjukkan surat keterangan surat keterangan pimpinan ISI Pusat. lingkup internasional/nasional atau propinsi/kabupaten/kota. Statistisi Madya pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral diangkat sebagai Wakil Ketua Ikatan Statistisi Indonesia (ISI) periode 2001 – 2003. Perolehan Piagam Kehormatan Memperoleh pengahrgaan tanda jasa Satya Lencana karya Satya: a) 30 (tiga p uluh) Tahun (Angka Kredit 3) b) 20 (dua puluh) Tahun (Angka Kredit 2 c) 10 (sepuluh) Tahun (Angka Kredit 1 Bukti fisik: 149 . Ali Mursidi.25 setiap satu tahun.

Diploma III sebsar 3 dan Diploma II sebesar 2. Apabila suatu instansi/unit statistisi tidak menetapkan kualifikasi pendidikan (jurusan) tertentu sebagai ‘jurusan yang diperlukan’ bagi dan ‘sesuai dengan bidang tugas’ statistisi. maka yang dimaksud dengan ‘memperoleh gelar kesarjanaan lainnya’ adalah perolehan gelar yang tidak sesuai dengan bidang tugas statistisi. jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi 150 . 37/KEP/M. KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT 1.Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenag mengeluarkan tanda saja atau dari perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. Perolehan Gelar Kesarjanaan Lainnya (berlaku untuk semua jenjang) Kriteria Penilai : Apabila suatu instansi/unit statistik memiliki kualifikasi pendidikan (jurusan) yang secara spesifik ditetapkan sebagai ‘jurusan yang diperlukan’ bagi dan sesua i dengan bidang tugas ‘statistisi di lingkungan instansi/unit statistisi yang bersangkutan. Sarjana (S1) sebesar 5 . maka angka kredit yang diberikan untuk perolehan gelar kesarjanaan mengacu kepada ketentuan penilaian untuk unsure pendidikan sebagai bagian Kegiatan Utama. Sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 12 dan Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No.PAN/4/2003 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya. angka kredit yang akan diberikan untuk : Doktor (S3) sebesar 15. Dalam hal ini. Bukti fisik: Fotocopy ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisir instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Master (S2) sebesar 10. A. F.

Apabila hasil penilaian angka kredit tidak memenuhi komposisi angka kredit sebagaimana butir 1 dan 2 di atas. harus berasal dari unsure utama sekurang-kurangnya 80 %dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. proses penetapan angka kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut dipenuhi. b. Dr. Kegiatan Penyelia Data dan Informasi Statistik serta Analisis dan Pengembangan Statistik sekurang-kurangnya 25 %. 2. harus mengandung angka kredit yang berasal dari unsur kegiatan statistik dan pengembangan profesi bagi statistisi dengan jabatan statistisi Madya yang naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I/Golongan ruang (IV/b) dan Pembina Utama Muda/Golongan ruang (IV/c) dengan komposisi sebagai berikut: a. Angka kredit yang berasal dari unsur utama 80% tersebut.oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan statistisi. Soedarti Surbakti NIP. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 2 Desember 2003 Kepala Badan Pusat Statistik. 340001648 151 . Kegiatan Pengembangan Profesi sebanyak-banyaknya 75% dan sekurang-kurangnya 12 angka kredit. 3.

152 .

153 .