P. 1
TUGAS PROGRAM BAHASA RAKITAN

TUGAS PROGRAM BAHASA RAKITAN

|Views: 1,738|Likes:
Published by archieles

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: archieles on Jan 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

A.

Pengertian Assembly Bahasa Assembly (Assembler) adalah merupakan salah satu dari sekian banyak bahasapemrograman yang tergolong dalam Bahasa Pemrogaman Tingkat Rendah (Low Level Language) dan hanya setingkat diatas bahasa mesin (Machine Language). B. Kelebihan Menggunakan Assembly Assembly memiliki kelebihan yang tidak dapat digantikan oleh bahasa pemrogaman manapun. Diantaranya adalah : - Hasil program memiliki tingkat kecepatan yang tinggi. - Ukuran dari program kecil. - Sangat mudah untuk mengakses Sistem Komputer. C. Pengertian Segment dan Offset Segment dan Offset merupakan suatu angka 16 bit (direpresntasikan dalam bilangan hexa) yang menunjukkan suatu alamat tertentu di memory komputer. Pasangan segment : offset ini disebut juga alamat relatif. Selain alamat relatif, terdapat juga alamat mutlak berupa angka 20 bit (juga direpresentasikan dalam bilangan hexa). Alamat mutlak ini dapat dihitung dengan mengalikan segment dengan 10 hexa dan ditambahkan dengan offset. Contoh : segment : offset 0100 : 1234 Alamat relatifnya adalah : 02234 D. Interrupt Interrupt adalah permintaan kepada microprocessor untuk melakukan suatu perintah. Ketika terjadi permintaan interupsi, microprocessor akan mengeksekusi interrupt handler ,yaitu suatu program yang melayani interupsi. Setiap interrupt handler itu memiliki alamat masing - masing yang disimpan dalam bentuk array yang masing - masing terdiri dari 4 byte (2 offset dan 2 segment). Array ini disebut vektor interupsi . Vektor interupsi ini disusun berdasarkan nomor interupsi yaitu dari hexa. Selain itu, dikenal juga istilah service dan subservice, maksudnya adalah bahwa setiap interrupt itu dibagi menjadi beberapa bagian yang mempunyai tugas masing - masing. Tetapi ada juga interrupt yang tidak memiliki service,

Contoh: int 21h dengan service 09h untuk mencetak kalimat Int 21h dengan service 02h untuk mencetak karakter

E. Register Register adalah merupakan sebagian memory dari microprocessor yang neniliki kecepatan sangat tinggi. Dapat juga dianalogikan bahwa register merupakan kaki tangan dari microprocessor. Register dibagi menjadi lima bagian besar yaitu : 1) Segment Register (16 bit) :Register untuk menunjukkan alamat dari suatu segment. Yang termasuk register segment .

a) CS (Code Segment) Menunjukkan alamat segment dari program yang sedang aktif. b) DS (Data Segment) : digunakan untuk menunjukkan tempat segmen dimana datadata pada program disimpan c) SS (Stack Segment) : Menunjukkan alamat segment dari stack yang digunakan program. d) ES (Extra Segment) : Merupakan dan register segment cadangan. 2) Pointer dan Index Register Pointer dan Index Register (16 bit) :Register untuk menunjukkan alamat dari suatu offset.Yang termasuk register pointer dan index : a) Register SP(Stack Pointer) yang berpasangan dengan register segment SS(SS:SP) digunakan untuk mununjukkan alamat dari stack b) register BP(Base Pointer)yang berpasangan dengan register SS(SS:BP) mencatat suatu alamat di memory tempat data. c) DI (Destination Index) :Berpasangan dengan ES (ES : DI): dipakai untuk operasi string. d) SI (Source Index) :Berpasangna dengan DS (DS : SI). Dipakai untuk operasi string. Register SI(Source Index) dan register DI(Destination Index) biasanya digunakanpada operasi string dengan mengakses secara langsung pada alamat di memory yangditunjukkan oleh kedua register ini. Pada prosesor 80386 terdapat tambahan register32 bit, yaitu ESP,EBP,ESI dan EDI

3) General Purpose Register (16 bit) Register yang termasuk dalam kelompok ini adalah register AX,BX,CX dan DX yang masing-masing terdiri atas 16 bit. Register- register 16 bit dari kelompok ini mempunyai suatu ciri khas, yaitu dapat dipisah menjadi 2 bagian dimana masingmasing bagian terdiri atas 8 bit, seperti pada gambar 4.1. Akhiran H menunjukkan High sedangkan akhiran L menunjukkan Low. +AX++BX++CX++DX+ +-+--+--+-+ +-+--+--+-+ +-+--+--+-+ +-+--+--+-+ | AH | AL | | BH | BL | | CH | CL | | DH | DL | +----+----+ +----+----+ +----+----+ +----+----+ Secara umum register-register dalam kelompok ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, walaupun demikian ada pula penggunaan khusus dari masing-masing register ini yaitu : a) AX –> AH|AL (Accumulator) secara khusus digunakan pada operasi aritmatika terutama dalam operasi pembagian dan pengurangan. b) BX –> BH|BL (Base) biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu alamat offset dari suatu segmen. c) CX –> CH|CL (Counter) digunakan secara khusus pada operasi looping dimana register ini menentukan berapa banyaknya looping yang akan terjadi. d) DX –> DH|DL (Data) digunakan untuk menampung sisa hasil pembagian 16 bit. Pada prosesor 80386 terdapat tambahan register 32 bit, yaitu EAX,EBX,ECX dan EDX. 4) Index Pointer Register (16 bit) Register IP berpasangan dengan CS(CS:IP) menunjukkan alamat dimemory tempat dari intruksi(perintah) selanjutnya yang akan dieksekusi. Register IP juga merupakan register 16 bit. 5) Flags Register (1 bit) Sesuai dengan namanya Flags(Bendera) register ini menunjukkan kondisi dari suatu keadaan< ya atau tidak >. Karena setiap keadaan dapat digunakan 1 bit saja, maka sesuai dengan jumlah bitnya, Flags register ini mampu memcatat sampai 16 keadaan.Adapun flag yang terdapat pada mikroprosesor 8088 keatas adalah : - OF <OverFlow Flag>. Jika terjadi OverFlow pada operasi aritmatika, bit ini akan bernilai 1. - SF <Sign Flag>. Jika digunakan bilangan bertanda bit ini akan bernilai 1 - ZF <Zero Flag>. Jika hasil operasi menghasilkan nol, bit ini akan bernilai 1. - CF <Carry Flag>. Jika terjadi borrow pada operasi pengurangan atau carry pada penjumlahan, bit ini akan bernilai 1. - PF <Parity Flag>. Digunakan untuk menunjukkan paritas bilangan. Bit ini akan bernilai 1 bila bilangan yang dihasilkan merupakan bilangan genap. - DF <Direction Flag>. Digunakan pada operasi string untuk menunjukkan arah proses. - IF <Interrupt Enable Flag>. CPU akan mengabaikan interupsi yang terjadi jika bit ini 0. - TF <Trap Flag>. Digunakan terutama untuk Debugging, dengan operasi step by step. - AF <Auxiliary Flag>. Digunakan oleh operasi BCD, seperti pada perintah AAA. - NT <Nested Task>. Digunakan pada prosesor 80286 dan 80386 untuk menjaga jalannya interupsi yang terjadi secara beruntun. - IOPL <I/O Protection level>. Flag ini terdiri atas 2 bit dan digunakan pada prosesor 80286 dan 80386 untuk mode proteksi. - PE <Protection Enable>. Digunakan untuk mengaktifkan mode proteksi. Flag ini akan bernilai 1 pada mode proteksi dan 0 pada mode real. - MP <Monitor Coprosesor>. Digunakan bersama flag TS untuk menangani terjadinya intruksi WAIT. - EM <Emulate Coprosesor>. Flag ini digunakan untuk mensimulasikancoprosesor 80287 atau 80387.

- TS <Task Switched>. Flag ini tersedia pada 80286 keatas. - ET <Extension Type>. Flag ini digunakan untuk menentukan jenis coprosesor 80287 atau 80387. - RF <Resume Flag>. Register ini hanya terdapat pada prosesor 80386 keatas. - VF <Virtual 8086 Mode>. Bila flag ini bernilai 1 pada saat mode proteksi, mikroprosesor akan memungkinkan dijalankannya aplikasi mode real pada mode proteksi. Register ini hanya terdapat pada 80386 keatas. Perintah –Perintah Debug • A : Merakit intruksi simbolik (kode mesin) • D : menampilkan isi suatu daerah memori • E : memasukan data ke memori yang dimulai pad lokasi tertentu • G : run executable program ke memori • N : menamai program • P : eksekusi sekumpulan intruksi yang terkait • Q : quit • R : menampilkan isi satu atau lebih register • T : trace isi sebuah intruksi • U : unassembled kode mesin ke kode simbolik • W : menulis program ke disk F. Instruksi Bahasa Assembly Secara fisik, kerja dari sebuah komputer dapat dijelaskan sebagai siklus pembacaan instruksi yang tersimpan di dalam memori. komputer menentukan alamat dari memori program yang akan dibaca, dan melakukan proses baca data di memori.Data yang dibaca diinterprestasikan sebagai instruksi. Alamat instruksi disimpanoleh komputer di register, yang dikenal sebagai program counter. Instruksi ini misalnya program aritmatika yang melibatkan 2 register.
Dalam bahasa Assembly mempunyai 3 tipe intruksi dasar yaitu : mnemonic, operan1 dan 2 serta kometar mnemonic operand1 operand2 komentar (opcode) MOV A, #30H ;kirim 30H ke akumulator A Mnemonic atau opcode ialah kode yang akan melakukan aksi terhadap operand . Operand ialah data yang diproses oleh opcode. Sebuah opcode bisa membutuhkan 1 ,2 atau lebih operand, kadang juga tidak perlu operand. Sedangkan komentar dapat kita berikan dengan menggunakan tanda titik koma (;). Berikut contoh jumlah operand yang berbeda beda dalam suatu assembly.

CJNE R0,#22H, Tasmi ;dibutuhkan 3 buah operand MOVX @DPTR, A ;dibutuhkan 2 buah operand RR A ;1 buah operand NOP ; tidak memerlukan operand
Semua instruksi tersebut dapat dibagi menjadi lima kelompok menurut fungsinya, yaitu: Instruksi Pemindahan Data

Instruksi Aritmatika
1. PEMBAGIAN Operasi pada pembagian pada dasarnya sama dengan perkalian. Untuk operasi pembagian digunakan perintah DIV dengan syntax: DIV Sumber Bila sumber merupakan operand 8 bit seperti DIV BH, maka komputer akan mengambil nilai pada register AX dan membaginya dengan nilai BH. Hasil pembagian 8 bit ini akan disimpan pada register AL dan sisa dari pembagian akan disimpan pada register AH. Bila sumber merupakan operand 16 bit seperti DIV BX, maka komputer akan mengambil nilai yang terdapat pada register DX:AX dan membaginya dengan nilai BX. Hasil pembagian 16 bit ini akan disimpan pada register AX dan sisa dari pembagian akan disimpan pada register DX. AAD mengubah dua hasil digit BCD menjadi AH dan AL menjadi angka biner yang seimbang dalam AL. Pengaturan ini harus dibuat sebelum membagi dua hasil digit BCD dalam AX dengan byte hasil BCD. Setelah pembagian, AL akan berisi hasil bagi dari hasil BCD dan AH akan berisi sisa hasil BCD. PF, SF, dan ZF diperbaharui.

AF, CF, dan OF tidak diterangkan setelah AAD.
2. .PENAMBAHAN

Untuk menambah dalam bahasa assembler digunakan perintah ADD dan ADC serta INC. Perintah ADD digunakan dengan syntax : ADD Tujuan,Asal Perintah ADD ini akan menambahkan nilai pada Tujuan dan Asal. Hasil yang didapat akan ditaruh pada Tujuan, dalam bahasa pascal sama dengan instruksi Tujuan:=Tujuan + Asal. pada perintah ADD ini antara Tujuan dan Asal harus mempunyai daya tampung yang sama, misalnya register AH(8 bit) dan AL(8 bit), AX(16 bit) dan BX(16 bit).
Instruksi Logika dan Manipulasi Bit Instruksi Percabangan Instruksi Stack, I/O, dan Kontrol.

G. Memulai Assembly Bahasa assembly tidak seperti bahasa tingkat tinggi (High Level Language) yang biasanya memiliki IDE - Integrated Development Environment, bahasa assembly dapat diketikkan dalam berbagai macam editor teks, misalnya BC, TC, TURBO, NOTEPAD, EDIT, dan editor teks lainnya. Yang perlu diingat bahwa ekstensi dari program assembly haruslah .ASM. Setelah program assembly diketikkan dan disimpan dengan ekstensi .ASM, maka program tersebut harus dikompilasi menjadi Object File berekstensi .OBJ, dan kemudian harus dilink menjadi executable file (.EXE/.COM), executable file inilah yang baru dapat dijalankan. Untuk mengcompile : C:\TASM nama Untuk melink : C:\TLINK C:\Option /t untuk melink file ke .COM C:\Untuk melink menjadi .EXE, hilangkan option /t ini. atau pake cara langsung :

H. MODEL PROGRAM COM Untuk membuat program .COM yang hanya menggunakan 1 segment,. Bentuk yang digunakan disini adalah bentuk program yang dianjurkan(Ideal). Dipilihnya bentuk program ideal dalam buku ini dikarenakan pertimbangan dari berbagai keunggulan bentuk program ideal ini seperti, prosesnya lebih cepat dan lebih mudah digunakan oleh berbagai bahasa tingkat tinggi yang terkenal(Turbo Pascal dan C). ----------------------------------------------------------.MODEL SMALL .CODE ORG 100H Label1 : JMP Label2 +---------------------+ | TEMPAT DATA PROGRAM | +---------------------+ Label2 : +---------------------+ | TEMPAT PROGRAM | +---------------------+ INT 20H END Label1 -----------------------------------------------------------

Penggunaan memory

MODEL SMALL Tanda directive ini digunakan untuk memberitahukan kepada assembler bentuk memory yang digunakan oleh program kita. Supaya lebih jelas model-model yang bisa digunakan adalah : - TINY Jika program anda hanya menggunakan 1 segment seperti program COM. Model ini disediakan khusus untuk program COM. - SMALL Jika data dan code yang digunakan oleh program kurang dari ukuran 1 segment atau 64 KB. - MEDIUM Jika data yang digunakan oleh program kurang dari 64 KB tetapi code yang digunakan bisa lebih dari 64 KB. - COMPACT Jika data yang digunakan bisa lebih besar dari 64 KB tetapi codenya kurang dari 64 KB. - LARGE Jika data dan code yang dipakai oleh program bisa lebih dari 64 KB. - HUGE Jika data, code maupun array yang digunakan bisa lebih dari 64 KB. Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa pada program COM yang dibuat digunakan model SMALL dan bukannya TINY ? Hal ini disebabkan karena banyak dari compiler bahasa tingkat tinggi yang tidak bisa berkomunikasi dengan model TINY, sehingga kita menggunakan model SMALL sebagai pemecahannya. .CODE Tanda directive ini digunakan untuk memberitahukan kepada assembler bahwa kita akan mulai menggunakan Code Segment-nya disini. Code segment ini digunakan untuk menyimpan program yang nantinya akan dijalankan. . ORG 100h Pada program COM perintah ini akan selalu digunakan. Perintah ini digunakan untuk memberitahukan assembler supaya program pada saat dijalankan(diload ke memory) ditaruh mulai pada offset ke 100h(256) byte. Dapat dikatakan juga bahwa kita menyediakan 100h byte kosong pada saat program dijalankan. 100h byte kosong ini nantinya akan ditempati oleh PSP(Program Segment Prefix) dari program tersebut. PSP ini digunakan oleh DOS untuk mengontrol jalannya program tersebut. JMP Perintah JMP(JUMP) ini digunakan untuk melompat menuju tempat yang ditunjukkan oleh perintah JUMP. Adapun syntaxnya adalah: JUMP Tujuan . Dimana tujuannya dapat berupa label seperti yang digunakan pada bagan diatas. Mengenai perintah JUMP ini akan kita bahas lebih lanjut nantinya. Perintah JUMP yang digunakan pada bagan diatas dimaksudkan agar melewati tempat data program, karena jika tidak ada perintah JUMP ini maka data program akan ikut dieksekusi sehingga kemungkinan besar akan menyebabkan program anda menjadi Hang. INT 20h Perintah INT adalah suatu perintah untuk menghasilkan suatu interupsi INT NoInt Interupsi 20h berfungsi untuk mengakhiri program dan menyerahkan kendali sepenuhnya kepada Dos. Pada program COM cara ini bukanlah satu-satunya tetapi cara inilah yang paling efektif untuk digunakan. Bila anda lupa untuk mengakhiri sebuah program maka program anda tidak akan tahu kapan harus selesai, hal ini akan menyebabkan komputer menjadi hang. Perintah INC(Increment) digunakan khusus untuk pertambahan dengan 1. Perintah INC hanya menggunakan 1 byte memory, sedangkan perintah ADD dan ADC menggunakan 3 byte. Oleh sebab itu bila anda ingin melakukan operasi

pertambahan dengan 1 gunakanlah perintah INC. Syntax pemakainya adalah : INC Tujuan Nilai pada tujuan akan ditambah dengan 1, seperti perintah Tujuan:=Tujuan+1 dalam Turbo Pascal. Tujuan disini dapat berupa suatu register maupun memory. Contoh : perintah INC AL akan menambah nilai di register AL dengan 1. Adapun flag yang terpengaruh oleh perintah ini adalah OF,SF,ZF,AF dan PF. DEC Perintah DEC(Decrement) digunakan khusus untuk pengurangan dengan 1. Perintah DEC hanya menggunakan 1 byte memory, sedangkan perintah SUB dan SBB menggunakan 3 byte. Oleh sebab itu bila anda ingin melakukan operasi pengurangan dengan 1 gunakanlah perintah DEC. Syntax pemakaian perintah dec ini adalah: DEC Tujuan Nilai pada tujuan akan dikurangi 1, seperti perintah Tujuan:=Tujuan-1 dalam Turbo Pascal. Tujuan disini dapat berupa suatu register maupun memory. Contoh : perintah DEC AL akan mengurangi nilai di register AL dengan 1. LOMPAT TANPA SYARAT Perintah JMP(Jump), sudah pernah kita gunakan, dimana perintah ini digunakan untuk melompati daerah data program. Perintah JMP digunakan dengan syntax: JMP Tujuan Perintah JMP ini dikategorikan sebagai Unconditional Jump, karena perintah ini tidak menyeleksi keadaan apapun untuk melakukan suatu lompatan.Setiap ditemui perintah ini maka lompatan pasti dilakukan. Selain dari perintah jump tanpa syarat, masih banyak perintah Jump yang menyeleksi suatu keadaan tertentu sebelum dilakukan lompatan. Perintah jump dengan penyeleksian kondisi terlebih dahulu biasanya diikuti dengan perintah untuk melihat kondisi, seperti membandingkan dengan perintah "CMP"(Compare). MEMBANDINGKAN DENGAN CMP Perintah CMP(Compare) digunakan untuk membandingkan 2 buah operand, dengan syntax: CMP Operand1,Operand2 CMP akan membandingkan operand1 dengan operand2 dengan cara mengurangkan operand1 dengan operand2. CMP tidak mempengaruhi nilai Operand1 dan Operand2, perintah CMP hanya akan mempengaruhi flags register sebagai hasil perbandingan. Adapun flag-flag yang terpengaruh oleh perintah CMP ini adalah: - OF akan 1, jika operand1 lebih kecil dari operand2 pada operasi bilangan bertanda. - SF akan 1, bila operand1 lebih kecil dari operand2, pada operasi bilangan bertanda. - ZF akan 1, jika operand1 nilainya sama dengan operand2. - CF akan 1, jika operand1 lebih kecil dari operand2 pada operasi bilangan tidak bertanda. Perlu anda ingat bahwa CMP tidak dapat membandingkan antar 2 lokasi memory. LOMPAT YANG MENGIKUTI CMP Perintah CMP yang hanya mempengaruhi flag register, biasanya diikuti dengan perintah lompat yang melihat keadaan pada flags register ini. Jenis perintah lompat yang biasanya mengikuti perintah CMP, terdapat 10 buah seperti
Perintah Lompat JA <Jump If Above> JG <Jump If Greater> JE <Jump If Equal> JNE <Jump If Not Equal> JB <Jump If Below> JL <Jump If Less> JBE <Jump If Below or Equal> JLE <Jump If Less or Equal> JAE <Jump If Above or Equal> JGE <Jump If Greater or Equal> Kondisi Lompat, jika Operand1 > Operand2 untuk bilangan tidak bertanda Lompat, jika Operand1 > Operand2 untuk bilangan bertanda Lompat, jika Operand1 = Operand2 Lompat, jika Operand1 tidak sama dengan Operand2 Lompat, jika Operand1 < Operand2 untuk bilangan tidak bertanda JL <Jump If Less> Lompat, jika operand1 <= Operand2 untuk bilangan tidak bertanda Lompat, jika Operand1 <= Operand2 untuk bilangan bertanda Lompat, jika Operand1 >= Operand2 untuk bilangan tidak bertanda Lompat, jika Operand1 >= Operand2 untuk bilangan bertanda

APA ITU STACK Bila kita terjemahkan secara bebas, stack artinya adalah 'tumpukan'. Stack adalah bagian memory yang digunakan untuk menyimpan nilai dari suatu register untuk sementara. Operasi- operasi pada assembler yang langsung menggunakan stack misalnya pada perintah PUSH, POP, PUSF dan POPF. Pada program COM yang hanya terdiri atas satu segment, dimanakah letak dari memory yang digunakan untuk stack ?. Seperti pasangan CS:IP yang menunjukkan lokasi dari perintah selanjutnya yang akan dieksekusi, pada stack digunakan pasangan SS:SP untuk menunjukkan lokasi dari stack. PUSH DAN POP Stack dapat kita bayangkan sebagai sebuah tabung yang panjang. Sedangkan nilai pada register dapat dibayangkan berbentuk koin yang dapat dimasukkan dalam tabung tersebut. Untuk memasukkan nilai suatu register pada stack, digunakan perintah push dengan syntax: PUSH Reg16Bit

Sebagai contohnya pada perintah: MOV AX,12 MOV BX,33 MOV CX,99 PUSH AX ; Simpan nilai AX pada stack PUSH BX ; Simpan nilai BX pada stack PUSH CX ; Simpan nilai CX pada stack Untuk mengambil keluar koin nilai pada tabung stack, digunakan perintah pop dengan syntax: POP Reg16Bit Perintah POP akan mengambil koin nilai pada stack yang paling atas dan dimasukkan pada Reg16Bit. Dari sini dapat anda lihat bahwa data yang terakhir dimasukkan akan merupakan yang pertama dikeluarkan. Inilah sebabnya operasi stack dinamankan LIFO(Last In First Out). Sebagai contohnya, untuk mengambil nilai dari register AX, BX dan CX yang disimpan pada stack harus dilakukan pada register CX dahulu barulah BX dan AX, seperti: POP CX ; Ambil nilai pada puncak stack, masukkan ke CX POP BX ; Ambil nilai pada puncak stack, masukkan ke BX POP AX ; Ambil nilai pada puncak stack, masukkan ke AX Bila anda terbalik dalam mengambil nilai pada stack dengan POP AX kemudian POP BX dan POP CX, maka nilai yang akan anda dapatkan pada register AX, BX dan CX akan terbalik. Sehingga register AX akan bernilai 99 dan CX akan bernilai 12. LEA (load effective address ) LEA adalah perintah untuk mendapatkan alamat dari sebuah variabel. Syntaxnya adalah : LEA [register],[variabel] Contoh : lea si,bil1 ; si akan berisi offset Mov Register, OFFSET Variabel Note. Register = DX MOV mOV adalah perintah untuk mengisi nilai ke register, variabel, atau alamat memory tertentu. Syntaxnya adalah :MOV destination,source Contoh : MOV AX,5 ; nilai AX akan berisi 5 I. Perbedaan .COM dan .EXE Perbedaan program .COM dan .EXE adalah : Program .COM o Hanya menggunakan 1 segment untuk code, data, dan stack. o Ukuran program relatif kecil o Ukuran program relatif besar o Hanya dapat menangani program kecil

o o o o o J. Variabel dalam Assembly Dalam assembly dikenal beberapa jenis data, yaitu : - db (define byte) –> Besarnya 1 byte (0h - FFh) - dw (define word) –> Besarnya 2 byte (0h - FFFFh) - dd (define double word) –> Besarnya 4 byte (0h - FFFFFFFFh) - df (define far word) –> Besarnya 6 byte (0h - FFFFFFFFFFFFh) - dq (define quad word) –> Besarnya 8 byte (0h - FFFFFFFFFFFFFFFFh) - dt (define temp word) –> Besarnya 10 byte (0h - FFFFFFFFFFFFFFFFFFFFh) K. Tambahan Beberapa hal penting yang perlu diingat : . Bagian deklarasi variabel tidak boleh dijalankan, harus dilewati dengan melakukanlompatan ke label setelahnya. Semua perintah assembly yang membutuhkan 2 operand seperti MOV memiliki syarat sebagai berikut : - Kedua operand besarnya harus sama. Contoh : MOV ax,bl ; ini salah karena AX 16 bit dan bl 8 bit MOV al,bl ; ini benar, AL dan BL besarnya 8 bit - Kedua operand tidak boleh keduanya variabel Contoh : MOV a,b ; ini salah, kedua operand a dan b adalah variabel MOV al,b ; kedua perintah ini untuk menggantikan perintah MOV a,al ; yang salah diatas - Register segment tidak boleh diisi langsung, harus menggunakan perantara Contoh : MOV es,0b800h : salah, es tidak boleh diisi langsung MOV ax,0b800h ; kedua perintah ini untuk menggantikan perintah MOV es,ax ; yang salah diatas . Untuk intterupt, ingatlah bahwa setiap interrupt memiliki syarat - syarat sebelum dipanggil. Penuhi syarat - syarat itu sebelum melakukan intterupt. L. MEMULAI PROGRAM ASM Bahasa assembly tidak seperti bahasa tingkat tinggi (High Level Language) yang biasanya memiliki IDE - Integrated Development Environment, bahasa assembly dapat diketikkan dalam berbagai macam editor teks, misalnya BC, TC, TURBO, NOTEPAD, EDIT, dan editor teks lainnya. Yang perlu diingat bahwa ekstensi dari program assembly haruslah .ASM. Setelah program assembly diketikkan dan disimpan dengan ekstensi .ASM, maka program tersebut harus dikompilasi menjadi Object File berekstensi .OBJ, dan kemudian harus dilink menjadi executable file (.EXE/.COM), executable file inilah yang baru dapat dijalankan. Untuk mengcompile : 1) C:\TASM (nama folder).asm akan menghasilkan file berekstensi ‘OBJ’ pada folder asm 2) C:\TLINK (nama folder).obj akan menghasilkan file berekstensi “exe” 3) C:\tlink /t (nama folder).OBJ untuk menghasilkan file berekstensi “com” untuk melink file ke .COM Contoh tahap untuk menjalankan program asembly; a) Untuk memulai program ini kamu harus punya tools ASM ,silahkan download di b) Simpan folder asm tersebut di C c) Buka notepad lalu tulis program di notepad dan simpan dengan ekstensi “ASM” di folder asm misalkan “tes.asm” d) Lalu buka command prompt dengan klik star>assesoris>command prompt . akan keluar tampilan

Program .EXE Menggunakan banyak segment Hasil program lebih cepat Hasil program lebih lambat Dapat menangani program yang besar(<=64 KByte)

e) Lalu compire program terlebih dahulu seperti dibawah ini

f)

Untuk mengetehui out program ketikan nama program lalu enter

CONTOH BEBERAPA PROGRAM YANG TELAH DIAJARKAN DI KULIAH STMIK WIDYA UTAMA

1. Proses menampilkan karakter
.model small .code org 100h mulai: mov ah,2 mov dl,'E' int 21h int 20h end mulai

• •

• • •

Model small artinya menggunkan register dengan ukuran yang masih kecil yakni 16 bit memory Code dan org 100h adalah sebuah pasangan yang artinya kita memberi sebuah perintah pada komputer agar menyediakan kode segmen segmen sebesar 100h sebesar 256 bit memory. Mulai dan end Mulai adalah sebuah pasangan untuk awal dan akhir jalannya program dengan variabel yang kita deklarasikan bebas contoh jika kita mengawali dengan start maka pada akhir program berpasangan dengan end start untuk mengakhiri pengkodean sebuah program Mov ah,2 artinya pindahkan nilai dua pada register ah perintah mengopi pada sumber tujuan Mov dl,’E’ artinyapindahkan variabel ‘E’ ke dl Int 21h interup 21h berfungsi untuk mengerjakan service untuk layar , mencetak ke layar sesuai dengan perintah mov

Int 20h untuk menghentikan program

2. PENCETAKAN BEBERAPA KARAKTER
.model medium .code org 100h mulai: mov ah,2 mov dl,'F' int 21h mov dl,'A' int 21h mov dl,'J' int 21h mov dl,'A' int 21h mov dl,'R' int 21h int 20h end mulai

Untuk pencetakan beberapa karakterkita harus mengulang sintak tertentu yaitu Mov dl,’(karakter)’ Int 21h maka kita harus mengulang perintah tersebut sebanyak karakter yang kita inginkan kemudian file di compile menjadi file .exe dan akan menghasilkan file seperti di bawah ini

3. PROSES PERULANGAN
.model small .code org 100h mulai: mov ah, 02h mov dl, 'A' mov cx, 13 ulang: int 21h inc dl loop ulang int 20h end mulai

o jika pada praktek sebelumnya harus mengulang sintak untuk mencetak beberapa karakter, kali ini kita dapat menggunakan perintah loop untuk mencetak string tersebut o dengan register CX yang digunakan sebagai counter dalam perulangan o untuk mencetak string yang berurutan(A-Z) kita tambahkan register dl (inc dl) kedalam perulangan. o Perintah inc dl berarti nilai dl akan bertambah 1 setiap perulangan dilakukan, sehingga perulangan akan menghasilkan urutan secara Ascending o Hasilnya setelah di compile akan terlihat seperti di bawah ini

4. PENCETAKAN BEBERAPA KARAKTER SECARA DESCENDING
.model small .code org 100h mulai: mov ah, 02h mov dl, 'A' mov cx, 25 ulang: int 21h inc dl loop ulang int 20h end mulai

Dengan register cx yang digunakan sebagai counter dalam perulangan Untuk mencetak string berurutan secara descending gunakan “dec dl” ke dalam perulangan Lalu compile maka hasilnya

5. PENCETAKAN BEBERAPA KARAKTER DENGAN BACKGROUND WARNA
.model small .code org 100h mulai: mov ah,09h mov al,'j' mov bh,00h mov bl,011001b mov cx,10 ulang: int 10h Al untuk tulisan warna dec al Int 10h mencetak variabel dengan atribut loop ulang int 20h end mulai

“Dec al “mengurangi nilai al berdasarkan karakter ascii sampai sebanyak coding pada mov cx, 10 yakni sebanyak 10 karakter sebelum ‘j’ mov bh,00h artinya devide by zero berarti karakter atribut bh=0 sistem atibut

6. PROGRAM PENCETAKAN KALIMAT
.model small .code org 100h mulai: jmp proses vkal db 10,9,07,'mylove$' proses: mov ah,09h lea dx ,vkal int 21h int 20h end mulai

“Jmp proses” artinya menuju ke proses “vkal db artinya membuat variabel database bernilai string yakni kata ‘my

10 artinya turun kebawah (enter) , 9 artinya pemberian spasi dengan jarak tertentu , 07 artinya bunyi bip
love’ dengan artibut pengaturan karakter. “Mov ah,09h & int 21h untuk pencetakan kata ataupun kalimat

7. PROGRAM INPUTAN KEYBOARD
.model small .code org 100h mulai: jmp proses vkal db'apakah kamu liburan k pantai?$' vkal1 db 10, 'ya saya liburan$' vkal2 db 10,'kasihan$' proses: mov ah,09h lea dx,vkal int 21h mov ah,01h int 21h cmp al,'y' je ya jne ga ya: mov ah,09 lea dx,vkal1 int 21h int 20h ga: mov ah,09 lea dx,vkal2 int 21h int 20h end mulai

Vkal db

data base

Deklarasi variabel Artinya membuat variabel bernama vkal dengan data base /nilai tertentu Angka

10 dibelakang db artinya membuat pengaturan 1 baris

dibawah atau enter Pencetakan berupa string diawali dan diakhiri dengan tanda petik (‘) ditambah karakter absolut ($) sebelum petik yang terakhir. Mulai masuk ke jalannya program : ......... Proses : ......... Artinya code program tersebut dinamai dengan nama ‘proses’ .........
mov ah,09h

......... Syntax untukpemberian definisi ah yang lebih dari sebuah karakter
lea dx,vkal1 untuk pemanggilan data base memindahkannya kedalam dx kemudian ditampilkan dengan syntax int 21h mov ah, 01h untuk inputan karakter dan out put inputannya terlihat, dan dimasukan kedalam variabel al kemudian pada syntax cmp untuk membandingkan antara dua variabel maka cmp al,’y’ berarti membandingkan nilai al apakah sama dengan nilai karakter yang berupa huruf ‘y’ je (jump to if equal) artinya jika sama akan menuju jne(jump to if not equal) artinya jika tidak sama

8. PROGRAM UNTUK MERUBAH KARAKTER (PASSWORD)
.model small .code org 100h mulai: jmp proses vkal db 10,'MASUKAN PASWORD PAKE HURUF KAPITAL:$' vkal1 db 10,'INCORECT!! ulangi dari awal....$' vkal2 db 10, 'WELCOME ...$' proses: mov ah, 09h lea dx, vkal int 21h mov ah, 07h int 21h cmp al, 'Y' JE ya1 JNE ga1 ya1: mov ah,02h mOV dl, 2Ah int 21h mov ah, 07h int 21h cmp al, 'O' je ya2 jne ga1 ga1: mov ah, 09h lea dx, vkal1 int 21h jmp proses ya2: mov ah, 02h mOV dl, 2Ah int 21h mov ah, 07h int 21h cmp al, 'U' je ya3 jne ga1 ya3: mov ah, 02h mOV dl, 2Ah int 21h mov ah, 07h int 21h cmp al, 'R' je ya4 jne ga1 ya4: mov ah, 02h mOV dl, 2Ah int 21h mov ah, 09h lea dx, vkal2 int 21h int 20h int 20h end mulai

LOGIKANYA: • Program akan menampilkan nilai dari vkal yang telah disimpan dalam data base . kemudian variabel vkal akan dipanggil dengan mencari variabel nya dengan menggunakan sintak lea regiter,atribut .
mov ah, 09h

Pada lea dx, vkal
int 21h

menampilkan kalimat

• Mov ah 07 artinya sintak untuk inputan yang telah kita ketik tidak terlihat dan sintak mov ah,2Ah untuk menggganti inputan dengan karakter bintang
• cmp al,’Y’ .. ’ berarti membandingkan nilai al apakah sama dengan nilai karakter yang berupa huruf ‘y’’ • JE ya1 jika benar menuju ke blok ya1 • Pada blok ya1 cetak (*) lalu kita harus menginput pasword selanjutnya apabila benar kita harus input karakter pasword selanjutnya lagi sampai kata “YOUR” terpenuhi,jika semua benar akan muncul

• JNE GA1 jika salah menuju ke blok ga1 • Jika kita salah mengetikan kata “YOUR”maka akan muncul tampilan seperti berikut:

9. PROGRAM PENCARIAN KARAKTER DARI SEBUAH KALIMAT
.model small .code org 100h data: jmp mulai asal db 'widya utama$' kata db 'masukan huruf yang dicari:$' ket1 db 'huruf ditemukan$' ket2 db 'huruf tak ditemukan$' mulai: xor bx,bx; cek panjang kalimat cek: mov al,asal [bx] ;pindahan asal [index] ke al inc bx cmp al,'$' jne cek dec bx mov cx,dx xor bx,bx mov ah,9 mov dx, offset asal int 21h mov ah,2 mov dl,13 int 21h mov dl,10 int 21h mov ah,9 mov dx,offset kata int 21h mov ah,1 int 21h ulang: mov dl,asal [bx] inc bx cmp dl,'$' je salah cmp al,dl jne ulang jmp benar salah: mov ah,2 mov dl,13 int 21h mov dl,10 int 21h mov ah,9 mov dx,offset ket2 int 21h jmp barisbaru benar: mov ah,2 mov dl,13 int 21h mov dl,10 int 21h mov ah ,9 mov dx,offset ket1 int 21h jmp barisbaru barisbaru: mov ah,2 mov dl,13 int 21h mov dl,10 int 21h int 20h end data

LOGIKANYA: • Jmp mulai : menuju ke blok mulai • Xor bx,bx artinya mengembalikan nilai bx ke 0, bx=0 • lalu ke blok cek, pindahkann nilai asal [bx] ke al, berarti al=0 • inc bx : naikan nilai 1 pada bx, bx=1 yang berarti bx=w • cmp al,'$' bandingkan apakah nilai al= $ atau al bernilai 11 padahal kata” widya utama” hanya 10 karakter maka harus dikurangi 1, sedang di program ini $ akan tetep terhitung karakter walaupun Cuma berfungsi sebagai penutup/tanda string • jne cek Jika tidak lompat ke cek lagi ulangi program sampai al=$ • dec bx turunkan nilai 1 pada bx jadi bx=10 yang artinya sampai nilai karakter ke 10 yaitu a • mov cx,dx perulangan sebanyak cx • xor bx,bx Kembalikan nilai bx=0 • mov dx, offset asal Cetak asal (widyautama), mov ah,9 dan int 21h adalah pasangan untuk mencetak kalimat • mov dl,13 Untuk menurunkan tursor 13 dalam kode asci berarti enter ,10 berarti kembalikan tursor ke pojok kiri • mov dx,offset kata Cetak kata ( masukan huruf yang dicari) • mov ah,1 Masukan inputan • Pada blok ulang, pindahkan asal [bx] ke dl, nailkan nilai bx, • Bandingkan apakah nilai dl =$ • Jika benar menuju ke blok salah • Tapi kalau benar bandingkan apakah dl=al • Jika tidak lompat ke blok ulang kembali • Tapi kalau benar menuju ke blok benar • Pada blok salah cetak ket2(huruf tak ditemukan) • Pada blok benar cetak ket2 (huruf ditemukan) lalu lompat ke baris baru • Pada baris baru enter ,dan kemballikan tursor ke pojok kiri

10.

PROGRAM POP DAN PUSH Tulis program dibawah ini pada notepad nama “angka.asm”
.model small .code org 100h mulai: mov bl,9 mov al,38 div bl push ax mov dl,al add dl,31h mov ah,2 int 21h pop ax mov dl,ah mov ah,2 add dl,32h int 21h int 20h end mulai

LOGIKANYA: • bl=9 ,al=38 , bagi dengan bl berarti 38:9=4 sisa 2, sekarang al =4 dan ah=2 • pindahkan nilai al ke dl jadi dl=4 • tambahkan dl dengan31h dalam kode ascii=1 jadi dl=4+1=5 ,lalu cetak • pindahkan nilai ah ke dl jadin dl=2, tambahkan nilai dl dengan 32h dalam kode ascii =2 jadi dl=2+2=4 lalu cetak dl • output=54 lalu compire program maka outputnya

11. PROGRAM OPERASI PENJUMLAHAN
.model small .code org 100h mulai: mov ax, 15 mov bx, 80 add ax, bx mov bx, 10 xor cx, cx ulang: xor dx, dx div bx push dx inc cx cmp ax, 0 jne ulang cetak: pop dx add dl, '0' call cetak_k loop cetak int 20h cetak_k proc near mov ah, 02 int 21h ret cetak_k endp end mulai

12. PROGRAM PEMBAGIAN
.model small .code org 100h tdata: jmp proses test_angka dw 42 proses: mov ax,test_angka mov bx,5 xor cx,cx;cx ulang: xor dx,dx div bx push dx inc cx cmp ax,3 jne ulang cetak: pop dx add dl,'1' mov ah,02 int 21h loop cetak int 20h end tdata

LOGIKANYA

42 :5 =8 sisa 8 : 5 = 1 sisa 1 : 5 = 0 sisa

2 3 1

dibaca dari bawah

13.
.model small .code org 100h tdata:jmp res_kan pesan db 'dibelokan' noint equ 05h bag_res proc push ax push bx push cx push dx push es push di push ds push si mov ax,1300h mov bl,01001111b mov bh,00h mov dl,20h mov dh,12h;interupt prtscr mov cx,44h push cx push es lea bp,pesan int 10h pop si pop ds pop di pop es pop dx;kembalikan semua isi register pop cx pop bx pop ax iret ;akhir interep handler bag_res endp res_kan: mov ah,25h mov al,noint lea dx,res_kan int 27h end tdata

14.
code segment assume cs:code org 100h start: jmp mulai tanya db 'hello','$' mulai: mov ah,09h mov dx, offset tanya int 21h mov ah ,01h int 21h cmp al, 'y' je boot int 20h boot: int 18h code ends end start

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->