P. 1
makalah pendidikan anak usia dini

makalah pendidikan anak usia dini

|Views: 2,438|Likes:
Published by Satria Pratama

More info:

Published by: Satria Pratama on Jan 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

makalah pendidikan anak usia dini

2009 May 15 Posted by ujjenk KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat yang diberikan-Nya sehingga tugas Makalah yang berjudul “Peranan Guru TK Dalam Pembelajaran Terpadu” ini dapat saya selesaikan. Makalah ini saya buat sebagai kewajiban untuk memenuhi tugas. Dalam kesempatan ini, penulis menghaturkan terimakasih yang dalam kepada semua pihak yang telah membantu menyumbangkan ide dan pikiran mereka demi terwujudnya makalah ini. Akhirnya saran dan kritik pembaca yang dimaksud untuk mewujudkan kesempurnaan makalah ini penulis sangat hargai. Penyusun DAFTAR ISI Kata Pengantar 1 Daftar Isi 2 BAB I PENDAHULUAN 3 BAB II PERANAN GURU TK DALAM PEMBELAJARAN TERPADU 4 1. Peranan Guru TK Sebagai Perencana 4 2. Peranan Guru TK Sebagai Pelaksana 6 3. Peranan Guru TK Sebagai Evaluator 7 BAB III PENUTUP 11 1. Kesimpulan 11 DAFTAR PUSTAKA 12 BAB I PENDAHULUAN Sebagaimana kita lihat bahwa rentang usia TK (4 – 6 th) disebut dengan masa usia dini, yang merupakan masa keemasan bagi seseorang karena masa inilah seluruh informasi dapat diserap dengan mudah dan cepat oleh anak melalui seluruh panca indranya. Sebagai analoginya bahwa anak ibarat spons (karet busa) yang mampu menyerap air tanpa peduli apakah air itu bersih atau kotor, oleh karena itu masa ini sering disebut dengan masa kritis untuk memperkenalkan dan menanamkan segala hal yang positif dan berguna bagi perkembangan anak dimasa selanjutnya. Dengan pesatnya perkembangan pada seluruh aspek yang disebabkan oleh perkembangan otaknya yang dapat mencapai 90% dari otak orang dewasa. Oleh karena itu tugas utama dari seorang guru disekolah untuk menyediakan berbagai pengalaman belajar yang menentang anak untuk terus bereksplorasi. Pendekatan pembelajaran terpadu dinilai sesuai untuk digunakan pada anak usia TK karena karakteristik usia TK adalah senang bermain dan dengan bermain mereka belajar. Dengan pembelajaran terpadu anak diajak untuk bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Disini peranan guru sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan atau tercapainya tujuan sesuai dengan yang ditetapkan. BAB II PERANAN GURU TK DALAM PEMBELAJARAN TEPADU 1. PERANAN GURU TK SEBAGAI PERENCANA Peranan guru sebagai perancana dalam pembelajaran terpadu adalah guru merencanakan suatu

kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan bersama anak didik. Bentuk-bentuk perencanaan dalam proses pembelajaran di TK adalah : a) Perencanaan Tahunan Dalam perencanaan tahunan sudah ditetapkan dan disusun kemampuan keterampilan dan pembiasaan-pembiasaan yang diharapkan dicapai oleh anak didik dalam satu tahun. Perencanaan tahunan dan semester juga memuat tema-tema yang sesuai dengan aspek perkembangan anak dan minat anak serta sesuai dengan lingkungan sekolah setempat. Perencanaan tahunan dibuat bersama antara guru-guru dan kepala sekolah. b) Perencanaan Semester Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pengembangan, kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator yang ditata secara urut, serta sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema dan sebarannya kedalam semester I dan semester II. c) Perencanaan Mingguan (Satuan Kegiatan Mingguan) Perencanaan mingguan disusun dalam bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema. d) Perencanaan Harian (Satuan Kegiatan Harian) Perencanaan harian disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari. SKH terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat.makan dan kegiatan akhir. Kegiatan awal merupakan kegiatan untuk pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : misalnya berdoa/mengucapkan salam, membicarakan tema atau sub tema. Kegiatan ini merupaka kegiatan yang dapat mengaktifkan perhatian kemampuan sosial dan emosional anak. Kegiatan ini dapat dicapai melalui kegiatan yang memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen sehingga dapat memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitas anak. Serta kegiatan yang dapat meningkatkan pengertianpengertian, konsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang baik. Kegiatan inti merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara individu/kelompok. Istirahat/makan merupakan kegiatan yang digunakan untuk mengisi kemampuan anak yang berkaitan dengan makan : misalnya mengenalkan kesehatan makanan yang bergizi, tata tertib makan yang diawali dengan cuci tangan kemudian makan dan berdoa sebelum makan. Setelah kegiatan makan selesai, anak melakukan kegiatan bermain dengan alat permainan diluar kelas dengan maksud untuk mengembangkan motorik kasar anak dan bersosialisasi. Kegiatan ini sesuai dengan kemauan anak, anak makan kemudian bermain atau sebaliknya anak bermain terlebih dahulu baru setelah itu makan. Kegiatan akhir merupakan kegiatan penenangan yang dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan akhir yang dapat diberikan misalnya membacakan cerita dari buku, mendramatisasikan suatu cerita, mendiskusikan tentang kegiatan satu hari atau menginformasikan kegiatan esok harinya, menyanyi, berdoa dan sebagainya. Sebagai seorang perencana, guru TK harus memahami langkah-langkah perencanaan dalam pembelajaran terpadu. Sebaiknya perencana pembelajaran disusun untuk waktu tidak kurang dari dua minggu dan dapat diperluas untuk beberapa minggu setelah itu. Sebelum memulai langkah-langkah penyusunan, sebaiknya guru telah memilih dan menentukan tema serta menjabarkannya kedalam sub tema serta menentukan kemampuan yang akan dikembangkan. Langkah-langkah penyususanan perencanaan pembelajaran terpadu seperti yang disarankan oleh

Kostelnik adalah sebagai berikut : a. Menuangkan ide kedalam tulisan, masukkan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan tema kedalam rencana kita. Pertimbangkan waktu untuk melaksanakannya dan siapkan kegiatankegiatan yang tidak berhubungan dengan tema untuk memberikan kesempatan kepada anak yang tidak menyukai atau tidak tertarik dengan tema yang telah ditetapkan. b. Periksa rencana pembelajaran tersebut, pastikan bahwa paling sedikit ada tiga jenis kegiatan yang berhubungan dengan tema dalam satu hari. Pastikan dalam satu minggu seluruh aspek perkembangan yang akan dicapai sudah tercantum dan akan dilalsanakan. c. Jika dalam perencanaan kita terdapat kerjasama dengan ahli lain seperti dokter, guru musik, guru tari maka pastikan bahwa kita telah menyampaikan isi tema yang akan kita terapkan pada kegiatan pembelajaran agar kegiatan yang akan dilakukan dalam bidang tersebut dapat mendukung dan sejalan dengan kegiatan pembelajaran yang akan kita laksanakan. d. Persiapkan bahan, alat, media, narasumber dan sarana prasarana. e. Organisasikan kegiatan dengan baik sehingga setiap anak dapat terfokus pada tema. f. Pastikan bahwa dalam rencana kita seluruh konsep, istilah, fakta dan prinsip telah dikembangkan dengan baik dan kegiatan yang akan dilaksanakan cukup bervariasi. g. Ciptakan suasana tematik dalam kelas. 2. PERANAN GURU SEBAGAI PELAKSANA Setelah rencana pembelajaran selesai disusun maka tugas guru selanjutnya adalah melaksanakan apa yang telah direncanakan dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif, sebaiknya guru memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: a) Kembangkan rencana yang telah kita susun dan perhatikan kejadian atau peristiwa spontan yang ditunjukkan oleh anak terhadap materi yang dipelajari pada hari itu. b) Melaksanakan penilaian terhadap minat dan pemahaman anak mengenai tema tersebut dengan menggunakan pengamatan, wawancara, diskusi kelompok maupun contoh hasil kerja anak. c) Bantu anak untuk memahami tentang isi dan proses kegiatan pembelajaran. d) Lakukan percakapan dengan anak tentang hal-hal yang berkaita dengan tema sehingga kita dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman anak tentang tema yang dipelajari pada hari itu. Bantu dan doronglah anak untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dengan cara menjawab pertanyaannya atau memberikan kesempatan pada anak untuk mencari dan menemukan jawaban melalui kegiatan eksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya. e) Adakan kerjasama dengan orang tua atau keluarga secara timbal balik mengenai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, informasikan tema kepada pihak oang tua atau keluarga sehingga orang tua ikut serta mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 3. PERANAN GURU TK SEBAGAI EVALUATOR Peranan guru TK sebagai evaluator adalah melakukan penilaian terhadap proses kegiatan belajar dan penilaian hasil kegiatan. Penilaian dilakukan secara observasi dan pengamatan terhadap cara belajar anak baik individual atau kelompok. Tujuan penilaian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang dicapai oleh anak. Hasil karya anak dapat kita pajang ditempat pemajangan sebagai tanda hasil kegiatan yang telah dilakukan, hal ini dapat membangun rasa kebanggaan pada diri anak dan dapat memotivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Evaluasi harus mampu memperdayakan guru, anak dan orang tua. Guru sebagai evaluator harus melihat penilaian sebagai suatu kesempatan untuk menggambarkan pengalaman anak didik serta sebagai alat untuk mengetahui kemajuan proses maupun belajar anak didik. Setelah mempelajari dan memahami penjelasan mengenai peranan guru, tampaklah bahwa tugas dan tanggung jawab seorang guru TK tidaklah mudah dalam kegiatan pembelajaran terpadu.

c. Pengelola Kelas Pengelolan kelas menunjukkan pada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. namun dia tampak manja atau tidak mau melakukannya maka cobalah untuk bersikap tegas dengan meminta anak untuk mencoba melakukannya sendiri dahulu sampai anak itu benar merasa membutuhkan bantuan barulah guru membantunya. e. selain materi yang telah diprogramkan sesuai kurikulum. Pembimbing Bimbingan yang diberikan guru sebaiknya sesuai dengan kebutuhan anak didik. Disini peran guru ialah menuangkan ide-ide atau gagasan atau melakukan inovasi pembelajaran guna kemajuan anak didik.Peranan lain yang harus dilakukan guru sebagai pendidik. motivasi ini lebih efektif bila dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan anak. sikap dan perbuatan anak didik. g. ventilasi. sehingga guru dapat menilai dan mengoreksi semua tingkah laku. k. h. Guru harus mampu mengembangkan dan memberi sumbangsih pemikiran demi kemajuan pendidikan mulai dari yang terkecil seperti dalam kelas dan sampai yang terbesar dalam lingkup sekolah maupun wilayah yang lebih luas lagi. j. f. Untuk materi yang cukup berbahaya dilakukan oleh anak sendiri. Demonstrator Dalam kegiatan pembelajaran tidak semua materi pelajaran dapat dipahami oleh anak mengingat kemampuan setiap anak berbeda-beda. Informator Guru memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. menyusun tata tertib sekolah dan menyusun kalender akademik. Inspirator Guru harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kemajuan belajar anak didik. Jadi peran guru Tk sebagai korektor ialah mengembangkan kemampuan berprilaku melalui kebiasaan-kebaiasaan yang baik dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk. Inisiator Peran guru sebagai pencetus ide-ide dalam kemajuan pendidikan dan pembelajaran. Untuk materi yang sulit dipahami oleh anak didik. d. i. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya menyediakan fasilitas yang memudahkan kegiatan belajar dan dapat menyenangkan atau bisa membangkitkan anak didik untuk bereksplorasi serta menyalurkan minat dan keingintahuannya secara aktif. alat maupun metode-metode pembelajaran. Motivator Guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar lebih bersemangat dan aktif dalam belajar. b. pembimbing dan pelatih adalah : a. pengauran cahaya dan pengaturan penyimpanan barang. termasuk pengaturan tempat duduk. Organisator Guru memiliki kegiatan pengelolan akademik. Semua kegiatan harus diorganisasikan dengan baik sehingga tercapai efektivitas dan efesiensi pembelajaran. Misalnya menciptakan atau mengembangkan berbagai media. Mediator . Korektor Guru harus bisa membedakan nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. Kemudian guru harus mengembangkan dirinya dengan terus belajar tentang kemajuan-kemajuan teknologi agar tidak “gagap teknologi (gatek)” dan memiliki yang luas diberbagai hal. Jika dilihat anak tersebut mampu melaksanakan tugasnya. sebaiknya guru memperagakan sehingga dapat membantu anak yang belum memahami materi tersebut. sebaiknya guru bertindak sebagai demonstrator.

pendidikan. l. memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran. inspirator. informator. from → Uncategorized . kecakapan atau keterampilan yang dimilikinya atau memiliki sifat-sifat kepribadian yang menonjol dari pada orang-orang disupervisinya. Siti. Supervisor Guru dapat membantu. demonstrator. guru juga harus memilki kesadaran untuk dapat menilai kinerjanya sendiri untuk meningkatkan kegiatan pembelajarannya. Selain sebagai mediator. guru juga sebagai penengah dalam proses belajar anak didik khususnya saat kegiatan diskusi kelompok. mediator dan supervisor. pelaksanan dan sekaligus evaluator. pembimbing. Dengan peran guru sebagai supervisor. Sehingga guru dapat menentukan media yang paling sesuai untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. (2008). Jakarta: Universitas Terbuka. pembimbing dan pelatih adalah sbagai korektor. DAFTAR PUSTAKA Aisyah. motivator. peranan guru dalam pembelajaran terpadu adalah sebagai perencana. Pembelajaran Terpadu Buku materi Pokok PGTK2501/25KS/Modul 1-6. Peranan lain yang harus dilakukan guru sebagai pendidik. inisiator. fasilisator. Kelebihan yang dimiliki supervisor selain posisinya ada juga karena pengalaman. baik media material amaupun nonmaterial. BAB III PENUTUP Kesimpulan Peranan guru sangat penting demi tercapainya tujuan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan.Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya. organisator. pengelola kelas.

BAB I PENDAHULUAN 1. Oleh karena itu. remaja. dan pendidikan yang diperoleh dalam keluarga ini merupakan pendidikan yang terpenting atau utama terhadap perkembangan pribadi anak”.1 Alasan-alasan Timbulnya Sistem Pendidikan Luar Sekolah Secara terperinci dapat diungkapkan bahwa alasan-alasan timbulnya pendidikan luar sekolah adalah: 1 Alasan dari Segi Faktual-Historis a. Penyelenggaraan pendidikan demikian pasti berbeda satu sama lain dan pada umumnya dikenal berbeda system pendidikan yang digunakan. tidak mudah ditetapkan seperti pendidikan sekolah. Sebagaimana asas pendidikan seumur hidup. Sebagai dampak timbulnya asas pendidikan ini. 1 Apa saja sasaran pendidikan luar sekolah untuk pemuda? 2 Apa saja sasaran pendidikan luar sekolah untuk orang dewasa? 1. Kesejarahan Pada umumnya sementara orang beranggapan bahwa bila memperbincangkan masalah pendidikan maka arientasinya ke dunia sekolah dan menghubungkan guru dengan murid. sistem pendidikan luar sekolah telah lama dikenal dan digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan baik di negara maju maupun negara yang sedang berkembang 1. Jadi jelas. beberapa permasalahan dalam makalah ini diantaranya adalah. maka dikenallah berbagai bentuk penyelenggaraan pendidikan dan yang diarahkan bagi pendidikan anak.3 Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini yaitu sebagai berikut: 1 Untuk mengetahui sasaran pendidikan luar sekolah kepada para pemuda.2 Permasalahan Dengan meninjau ciri-ciri dan klasifikasi pendidikan luar sekolah. Mereka kurang menyadari bahwa sebelum seseorang anak menjadi murid.1 Latar Belakang UNESCO dengan komisi Edgar faure telah berhasil meletakan asas pendidikan yang fundamental dan berlaku untuk penyelenggaraan pendidikan. orang dewasa maupun orang tua baik mereka yang belum bekerja maupun mereka yang telah bekerja. BAB II PEMBAHASAN 2. 2 Untuk mengetahui sasaran pendidikan luar sekolah kepada orang dewasa. yakni sistem pendidikan sekolah disatu pihak dan system pendidikan luar sekolah di lain pihak. anggapan sementara orang seperti tersebut di atas merupakan pengingkaran terhadap . yakni asas pendidikan seumur hidup / Ife long edu cation. SWARNO bahwa: “Di dalam keluargalah anak pertamatama menerima pendidikan. maka sasaran pendidikan luar sekolah. anak-anak telah memperoleh pendidikan yang telah diberikan oleh keluarganya terutama ayah dan ibunya Anak-anak bayak belajar di rumah dari ibunya atau orang tuanya di mana dan kapan saja serta menyangkut berbagai hal yang mereka perlukan di dalam petumbuhannya ke arah sempurna Hal ini seperti diungkapkan oleh Drs.

yang melanda hampir di semua belahan dunia Realitas lain adalah makin dibutuhkannya berbagai macam keahlian dalam menyongsong kehidupan yang semakin kompleks dan penuh tuntutan. Kaset. Pendidikan Pembaruan c. Keterbatasan Sistem Persekolahan Di sisi lain system persekolahan. Sumber-sumber belajar tersebut. pendidikan informal dan pendidikan non formal c. akhlak dan kesehatan 4 Pendidikan Masyarakat . namun kegiatan-kegiatan banyak yang telah ditinggalkan orang 1 Masseducation pendidikan yang memberikan kecakapan 2 Adult Enducation a. perkembangan ekonomi. orang-orang yang pintar. Kebutuhan Pendidikan Kesadaran akan kebutuhan pendidikan dari masyarakat semakin meluas seiring dengan munculnya Negara-negara yang baru merdeka dengan segala kekurangannya akibat penjajahan di masa lampau yang berlangsung berpuluh-puluh tahun atau bahkan beratus-ratus tahun Sisi lain yang berpengaruh akan kesadaran kebutuhan pendidikan ini adalah kemajuan ilmu dan teknologi. Majalah. dan bengkel kerja yang ada. merupakan sumber belajar yang bisa memperoleh ilham untuk menemukan kebutuhan yang berguna bagi seseorang. Pendidikan Populer 3 Fundamental Education ? Kecakapan berfikir dan bergaul dan berumah tangga ? Kecakapan kerajinan dan kesenian ? Kecakapan kejujuran ? Pengetahuan tentang Lingkungan alam ? Pendidikan jiwa. sudah selayaknya orang tua mempunyai tanggung jawab moral terhadap pendidikan anak-anaknya agar mereka kelak menjadi orang desa yang tidak tercela b. mengharuskan siswa berada dalam bentuk menyeluruh dan kahlian yang sejenis sehingga mereka terasing dari pengetahuan dan keahlian lain Kekurang / kelemahan sistem persekolahan inilah yang memungkinkan kegiatan pendidikan luar sekolah menerobosnya sehingga terungkaplah pengetahuan dan keahlian yang selama ini dirasakan sebagai kekurangan. Keterlantaran Pendidikan Luar Sekolah Pada mulanya orang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pendidikan yang pada hakikatnya menggunakan system di luar dunia sekolah dan dilaksanakan bersamaan denga pendidikan sekolah biasa. orang-orang yang terampil penuh pengalaman merupakan sumber belajar yang bersifat manusiawi sedangkan kepustakaan desa. Koran. memberi lapangan bagi penyelenggaraan pendidikan luar sekolah baik berupa kursus dan latihan yang selama ini belum mereka dapatkan dan alami e.kenyataan yang ada Di samping itu. Pendidikan Kader Organisasi d. Pendidikan Lanjutan b. maka wajar masyarakat menghendaki berbagai penyelenggaraan pendidikan dengan program-program keahlian Hal ini berimplikasi pada system dan bentuk-bentuk pendidikan yang dilaksanakan seterusnya dikenal adanya system pendidikan sekolah dan system pendidikan luar sekolah serta ada bentuk pendidikan formal. Potensi Sumber Belajar Di masyarakat teryata tersebar berbagai sumber belajar yang tidak terbilang banyaknya dan sumber belajar demikian dapat bersifat makhluk hidup maupun benda-benda mati Orang-oang yang ahli. Film. d. perkembangan politik.

University Extention Departement ? Inggris dengan nama Departemen of Extra Mural Studies 2 Alasan dari segi Analisa-Perspektif a. Televisi. Undang-undang Dasar 1945 1 Pembukaan UUD 1945 menyebutkan Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. tempat tinggal dan kecenderungan ini juga diperkuat oleh kemajuan ilmu dan teknologi seperti: Radio.? Kursus dan Latihan ? Kumpulan Belajar ? Kelas Bebas ? Pama dan Pami ? Sekolah Keliling 5 Pendidikan kemasyarakatan dapat dicontohkan Balai Pengetahuan Rakyat 6 Extention Education ? Amerika Serikat dengan nama Defartemen of Continuation Education. Pasal 31. Tersebarnya ahli pengetahuan yang lebih propesional semakin dapat memenuhi keinginan belajar mendiri. 2 Batang tubuh UUD 1945 menyebutkan pula: Pasal 31. . Garis-garis Besar Haluan Negara 1 Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga. Latar belakang pendidikan. 3 Alasan dari Segi Formal-Kebijakan a. Usia. termasuk kepramukaan. yang diatur dengan undang-undang”. dan masyarakat 2 Pendidikan juga menjangkau program-program luar sekolah yaitu pendidikan yang bersifat kemasyarakatan. latihan-latihan keterampilan dan pemberantasan buta huruf dengan mendaya gunakan sarana dan prasarana yang ada c. yang turut membentuk manusia seutuhnya dan membina pelaksanaan konsep pendidikan seumur hidup. sekolah. Pelita Ketiga PLS merupakan salah satu subsistem dari satu sistem pendidikan nasional. ayat (2) : Pemerintah mengusahakan dan menyelengarakan satu sistem pengajaran nasional. perdamaian abadi dan keadilan social. Palestarian Indentitas Bangsa Perubahan-perubahan yang bermakna ditekankan pada adanya isi perubahan yang berhubunhan dengan identitas bangsa yakni penerusan kebudayaan nasional dari satu generasi ke generasi selanjutnya Tujuan perubahan ini menyangkut keselarasan dan keseniam perkembangan bangsa yang bersangkutan di tengah-tengah kemajuan zaman sekarang ini sehingga bangsa tersebut dapat hidup dan berperan aktif di dunia Perubahan secara sistemtis dimaksudkan bahwa perubahan tersebut melalui langkah-langkah dan saluran-saluran sehingga perubahan dapat diarahkan dan dipertanggung jawabkan tercapainya tujuan yang diinginkan b. b. ayat (1) : Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”. Kecenderungan Belajar Individual-Madiri Kecenderungan belajar seseorang tidak bisa dihalangi oleh siapapun dan keinginan untuk belajar ini dapat timbul kapan saja dengan tidak memendang Jenis Kelamin. Mass media cetak dan kemudahan komunikasi antar daerah.

3 Ciri-ciri Pendidikan Luar Sekolah 1.Kedua subsistem pendidikan sekolah dan luar sekolah. karena: 1 Pendidikan luar sekolah merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan yang bentuk dan pelaksanaanya berbeda dengan system sekolah yang sudah ada 2 Dalam pendidikan luar sekolah terdapat hal-hal yang sama-sama pentingnya bila dibandingkan dengan pendidikan luar sekolah. teknologi modern. b. bagi anak-anak. seperti: bentuk pendidikan. 4 Mengajar bagaimana caranya belajar 5 Peranan guru makin sebagai partner anak didik dalam hal belajar 6 Ada jalinan hubungan antara sekolah dengan masyarakat dan agar anak-anak tidak terasing dari masyarakat 7 Sekolah harus merupakan system nyang terbuka. Sebab-sebab timbulnya 1) Banyak anak-anak usia sekolah tidak memperoleh pendidikan sekolah yang cukup 2) Mereka memperoleh pendidikan yang tradisional 3) Mereka memperoleh latihan kecakapan khusus melalui pola-pola pergaulan 4) Mereka dituntut mempelajari norma-norma dan tanggung jawab sebagai sangsi dari masyarakat. Beberapa lembaga pedidikan luar sekolah disiplinkan secara ketat tehadap waktu pengajaran. materi dan tujuan. pengawasan pribadi atau kombinasi keduanya. tingkat sistem pendidikan luar sekolah terbatas yang diberikan kredensial. Dalam hubungannya dengan penerapan asas pendidikan seumur hidup “ sistem pendidikan di sekolah disebut multi ezit etry system ”. Tanggung jawab penyelenggaraan lembaga pendidikan luar sekoalah di bagi oleh pengawasan umum / masyarakat. 3.4 Sasaran Pendidikan Luar Sekolah Adapun sasaran pendidikan luar sekolah dapat dibagi menjadi 2 sasaran pokok yaitu: 1 Pendidikan Luar Sekolah untuk Pemuda a. 3 Jadi dengan pendidikan luar sekolah telah terkandung semua unsure yang disyaratkan oleh sesuatu sistem seperti anak didik. The boundary is a skifting one between what many be considered as formal education and these many complementary types of education. Guru-guru mungkin dilatih secara khusus untuk tugas tertentu atau hanya mempunyai kualifikasi professional di mana tidak termasuk identitas guru 6. Tidak seperti pendidikan formal. 2. waktu. pekerjaan / fungsi mana berbeda dengan pekerjaan / fungsi system pendidikan formal. tujuannya. pendidik. sasarannya. Penekanan pada penyebaran program teori dan praktek secara relatif dari pada pendidikan luar sekolah 7. kelengkapan dan buku-buku bacaan 5. The diverse types of out-of school education are designed to accomplish many purposes 2. 2.2 Definisi Pendidikan Luar Sekolah Penbahasan tentang pendidikan luar sekolah memang merupakan hal yang menarik. 4. Sebab dalam asas pendidikan seumur hidup ini semua orang dapat saja disebutkan sebagai anak didik. Kelompok-kelompok kegiatan pendidikan luar sekolah antara lain 1) Klub Pemuda . pelaksanaannya dan sebagainya. Dengan sistem pendidikan luar sekolah berarti adanya suatu pola tertentu untuk melakukan pekerjaan / fungsi yakni mendidik. Sehingga pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah dapat dipandang sebagai makro maupun mikro dalam hubungannya dengan sistem pendidikan. yang saling menunjang dan saling melengkapi 2.

2) Klub-klub Pemuda tani 3) Kelompok Pergaulan 2 Pendidikan Luar Sekolah untuk orang Dewasa Pendidikan ini timbul oleh karena: a. b. 2) Usia Pendidikan Dasar (7-12 tahun) Usia ini dilaksanakan dengan penyelenggaraan program kejar paket A dan kepramukaan yang diselenggarakan secara sesame dan terpadu 3) Usia Pendidikan Menengah (13-18 tahun) Penyelenggaraan pendidikan luar sekolah untuk usia semacam ini diarahkan untuk pengganti pendidikan. Program KB dan lain-lainnya ? Berdasarkan Lingkungan Sosial Budaya Sasaran pendidikan luar sekolah dapat berupa: 1) Masyarakat Pendesaan Masyarakat ini meliputi sebagian besar masyarakat Indunesia dan program diarahkan pada program-program mata pencarian dan projgran pendayagunaan sumber-sumber alam 2) Masyarakat Perkotaan Masyarakat perkotaan yang cepat terkena perkembangan ilmu dan teknologi. siap kerja dan siap untuk usaha mandiri ? Ditinjau dari Jenis Kelamin Program ini secara tugas diarahkan pada kaum wanita oleh karena jumlah mereka yang besar dan partisipasinya kurang dalam rangka produktivitas dan eferiensi kerja maka pendidikan luar sekolah membanntu mereka melalui program-program PKK. sebagai pelenggkap dan penambah program pendidikan bagi mereka 4) Usia Pendidikan Tinggi (19-24 ntahun) Pendidikan luar sekolah menyiapakan mereka untuk siap bekerja melalui pemberian berbagai keterampilan sehingga mereka menjadi tenaga yang produktif. seperti anak yatim piatu 2) Peserta didik yang karena berbagai sebab sosial. tidak dapat mengikuti program pendidikan persekolahan . Orang-orang dewasa tertarik terhadap profesi kerja. Dalam rangka memperoleh pendidikan di atas dapat ditempuh melalui: 1) Khursus-khursus Pendek 2) In Service-training 3) Surat-menyurat Sesuai dengan rancangan Peraturan Pemerintah maka sasaran pendidikan luar sekolah dapat meliputi: ? Ditinjau dari Segi Sasaran Pelayan. Orang dewasa tertarik terhadap keahlian. berupa: 1) Usia Pra-Sekolah (0-6 tahun) Fungsi lembaga ini mempersiapkan anak-anak menjelang mereka pergi sekolah (Pendidikan Formal) sehingga mereka telah terbiasa untuk hidup dalam situasi yang berbeda dengan lingkungan keluarga. sehingga masyarakat perlu memperoleh tambahan tersebut melalui pemberian informasi dan khursuskhursus kilat 3) Masyarakat Terpencil Untuk itu masyarakat terpencil ini perlu ditolong melalui pendidikan luar sekolah yang mereka dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan nasional ? Berdasarkan kekhususan Sasaran Pelajar 1) Peseta didik yang dapat digolongkan terlantar.

rumah ibadat.5 Wadah Kegiatan Pendidikan Luar Sekolah 1 Kursus Kursus tetap memenuhi unsur belajar-mengajar seperti warga belajar. sumber belajar. Dan pada akhirnya kursus ada evaluasi untuk menentukan keberhasilan dalam Bentuk STTB 2 Kelompok Belajar Kelompok belajar adalah lembaga kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu tergantung pada kebutuhan warga belajar. perpustakaan. latihan. modul. ? Berdasarkan Segi Pelembangan Program Pelembagaan program yang dimaksud keseluruhan proses pengintegrasian anhtara program pendidikan luar sekolah dan perkembangan masyarakat 1) Program antara sektoral dan swadaya masyarakat seperti PKK. sosial politik. tempat belajar dan pasilitas. praktek dan penugasan. organisasi dan lembaga 2) Mekenisme sosial budaya seperti perlombaan dan pertandingan 3) Kesenian tradisioanal. Program ini meliputi: nilai-nilai sosial-budaya. Program belajar dapat berupa paketpaket belajar dan dapat disusun bersama antara sumber belajar dan warga belajar 3 Pusat Pemagangan Pusat pemagangan adalah suatu lembaga kegiatan belajar mengajar yang merupakan pusat kegiatan kerja atau bengkel sehingga peserta didik dapat belajar dan bekerja Dalam hal ini ada 2 macam a) Apprenti peship b) Internaship 4 Pusat Kegiatan Belajar PKB terdapat di dalam masyarakat lyas seperti pesantren. ludruk. gereja. dan P2WKSS. dan sebagaimana 4) Prasarana dan sarana seperti balai desa. PKN. kecamatan dan desa 2. pendidikan perluasan wawasan dasa dan pendidikan keterampilan ? Berdasarkan Sistem Pengajaran Sistem Pengajaran dalam proses penyelenggaraan dan pelaksanaan program pendidikan luar sekolah meliputi: 1) Kelompok. ataupun teknologi modern seperti televisi. radio. gedung kesenian. took. 6 Belajar Sendiri Di pihak lain setiap individu dapat belajar sendiri di manapun dan kapanpun melalui buku-buku bacaan ilmiah. Sistem pengajaran dapat berupa ceramah. propinsi. buku paket belajar dan sebagainya 7 Kegiatan-kegiatan Lain . masjid. kabupaten. seperti wayang. film. kebun percobaan dan lain-lain lembega-lembaga tersebut para peserta dapat memperoleh proses belajar-mengajar sesuai yang mereka inginkan 5 Keluarga Keluarga adalah lembaga pertama dan utama yang dialami oleh seseorang dimana proses belajar yang terjadi tidak berstruktur dan pelaksanaannya tidak terikat oleh waktu. diskusi. agama.? Berdasarkan Pranata Dalam pendidikan luar sekolah memiliki pranata yang bermacam-macam seperti: pendidikan keluarga. dan pertahanan keamanan. idielogi. program belajar. sekolah dan alat-alat pelengkapan kerja. 2) Kordinasi perencanaan dasa atau pelaksana program pembangunan 3) Tenaga pengarahan di tingkat pusat.

pendidik. waktu.1 Kesimpulan Pendidikan luar sekolah disebut juga suatu sistem pendidikan yang didalamnya terdapat keumpalan komponen (unsur-unsur) yang saling berhungan dan diorganisir untuk mencapai tujuan. dakwah. sumber-sumber dan sebagainya. Adapun bentuk-bentuknya yaitu: a. lokakarya. Salah satu ciri dari perkembangan pendidikan adalah adanya perubahan-perubahan dalam berbagai komponen sistem pendidikan seperti kurikulum strategi belajar-mengajar. Jadi dengan pendidikan luar sekolah telah terkandung semua unsur yang disyaratkan oleh suatu sistem seperti anak didik. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. diskusi panel dan sebgainya BAB III KONTRIBUSI 3. Pendidikan ini jelas ditujukan kepada masyarakat dan daerah yang terbelakang agar masyarakat dan daerah ini dapat menyamai dengan masyarakat sekitarnya yang telah maju 3. alat bantu mengajar. pendidikan akan senantiasa berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lingkungan umumnya. sara dan prasarana. Kursus b. sehingga: sekolah harus merupakan sistem yang terbuka bagi anak-anak 4.1 Kajian Secara Teoritis Kajian secara teoritis pada makalah yang berjudul “ Pendidikan Luar Sekolah” ini yaitu. Bumi Aksara. Soeleiman. agar dengan demikian mereka dapat menduduki tempat yang lanyak dalam dunia modern.Kegiatan ini dapat meliputi penyuluhan. Artinya sekolah hendaknya selalu memberi kesempatan pada anak setiap saat untuk memperoleh pendidikan. sosial maupun pribadi Oleh karena itu para siswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan setiap perkembangan pendidikan yang terjadi untuk mencapai sukses yang berarti dalam keseluruhan proses belajar. DAFTAR PUSTAKA Joesoef. materi dan tujuan Dengan sistem pendidikan luar sekolah berarti adanya suatu pola tertentu untuk melakukan pekerjaan / fungsi yakni mendidik. seminar. Pusat Pemagangan BAB IV PENUTUP 4.2 Saran Sebagai suatu proses yang dinamis. Fundamental Education artinya Pendidikan Dasar yang dilancarkan sendiri oleh UNESCO. Prof Drs.2 Kajian Secara Praktis Kajian secara praktis pada makalah ini yaitu wahana untuk meleksanakan program-program belajar dalam usaha menciptakan suasana menunjang perkembangan peserta didik dalam kaitanya dengan perluasan wawasan peningkatan keterampilan dan kesejahteraan keluarga. sekolah tidak lagi bertugas utama memberikan pelajaran yang berupa faktor-faktor dan pengetahuan hafalan kepada murid dan sekolah tidak lagi merupakan sistem tertutup. Perkembangan ini sudah tentu akan mempengaruhi kehidupan para siswa baik dalam bidang akademik. pekerjaan / fungsi mana berbeda dengan perjaklanan / fungsi sistem pendidikan formal. 1992. Kelompok Belajar c. Jakarta . Misalnya. terutama menolong masyarakat untuk mencapai kemajuan sosial-ekonomi.

1. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. B dan C 2. pelatihan dll . try out. bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan. training 3. bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh didalam pendidikan sekolah. bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: private. Contohnya: Kejar Paket A. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya. Artinya. Artinya. les. Contohnya: Kursus.

lembaga diklat. Melaksanakan penelitian kesesuain program PLS dengan kebutuhan masyarakat dan pasar. Salah satu pilar yang tidak mungkin terabaikan adalah melalui pendidikan non formal atau lebih dikenal dengan pendidikan luar sekolah (PLS). 4. karena UU Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara lugas dan tegas menyebutkan bahwa pendidikan non formal akan terus ditumbuhkembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat. Oleh sebab itu Program PLS mampu meningkatkan pengetahuan. Meningkatkan pelaksanaan program kendali mutu melalui penetapan standard kompetensi. dan pemerintah ikut bertanggungjawab kelangsungan pendidikan non formal sebagai upaya untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Demikian pula kaitan dengan peningkatan kualitas manajemen pendidikan. adalah : 1. Program Pendidikan Orang tua (Parenting). Pembinaan kelembagaan PLS. keterampilan. 2. sebagai akibat dari kemiskinan yang melilit kehidupan keluarga. dan daya saing dalam merebut peluang pasar dan peluang usaha. kelompok belajar usaha. serta 5. profesionalitas. Seperti kita ketahui. pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan melalui program pembinaan kursus. Meningkatkan mutu tenaga kependidikan PLS. terutama pada usia sekolah. 3. Dalam kaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan. standard kurikulum untuk kursus. hal yang sama disebabkan oleh factor ekonomi Oleh sebab itu. maka Rencana Strategis baik untuk tingkat propinsi maupun kabupaten kota. Perluasan pemerataan dan jangkauan pendidikan anak usia dini. Dalam kerangka perluasan dan pemerataan PLS. produktivitas. dan 6. Strategi PLS dalam rangka era otonomi daerah. beasiswa/kursus. tanpa mengesampingkan aspek akademis. Perluasan. 3. 4. secara bertahap dan bergukir akan terus ditingkatkan jangkauan pelayanan serta peran serta masyarakat dan pemerintah daerah untuk menggali dan memanfaatkan seluruh potensi masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan PLS. 5. Rendahnya kualitas SDM tersebut disebabkan oleh banyak hal. Perluasan. asosiasi profesi. . atau bisa saja disebabkan oleh oleh angka putus sekolah. Meningkatkan kemitraan dengan pihak berkepentingan (stakholder) seperti Dudi. Memperkuat dan memandirikan PKBM yang telah melembaga saat ini di berbagai daerah di Riau. maka program PLS lebih berorientasi pada kebutuhan pasar. jangkauan dan kualitas pelayanan Kejar Paket A setara SD dan B setara SLTP. 2. pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan perempuan (PKUP).menyadari bahwa SDM kita masih rendah. 2. 3. maka rencana strategi yang dilakukan adalah : 1. perlu menjadi perhatian pemerintah melalui semangat otonomi daerah adalah mengerakan program pendidikan non formal tersebut. dan tentunya kita masih punya satu sikap yakni optimis untuk dapat mengangkat SDM tersebut. misalnya ketidakmampuan anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penuntasan buta aksara melalui program Keaksaraan Fungsional. Peningkatan pemerataan. Meningkatkan peranserta masyarakat dan pemerintah daerah. dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil. magang. bahwa rendahnya SDM kita tidak terlepas dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. maka yang perlu disusun Rencana strategis adalah : 1. Meningkatkan mutu sarana dan prasarana dapat memperluas pelayanan PLS. Pemanfaatan/pemberdayaan sumber-sumber potensi masyarakat.

. dan sangat ditentukan oleh SDM muda (dini). dan hasil pembelajaran dapat dirasakan langsung manfaatnya. Mengembangkan sistem komunikasi dan informasi di bidang PLS.Semoga.4.. terutama anak usia sekolah yang tidak mampu melanjutkan pendidikan. selanjutnya tidak menutup kemungkinan mereka dapat membuka peluang kerja. yang perlu menjadi perhatian bahwa. dan tepatlah Pendidikan Luar sekolah sebagai alternative di dalam peningkatan SDM ke depan. Meningkatkan fasilitas di bidang PLS Semangat Otonomi Daerah PLS memusatkan perhatiannya pada usaha pembelajaran di bidang keterampilan lokal. dan anak usia putus sekolah. dan perempuan. penyelenggaraan PLS lebih memberdayakan masyarakat sebagai perencana. 5. kabupaten dan kota secara terus menerus memberi perhatian terhadap PLS sebagai upaya peningkatan SDM. pendidikan dasar. akan tetapi pendidikan formal juga memiliki tanggungjawab yang sama. karena mustahil peningkatan dan pemberdayaan masyarakat menjadi beban pendidikan formal saja. PLS perlu mempertahankan falsafah lebih baik mendengar dari pada didengar. Selanjutnya Pendidikan Luar Sekolah harus mampu membentuk SDM berdaya saing tinggi. sehingga dapat bekerja lebih produktif dan efisien. artinya lebih berorientasi dengan pasar. Oleh sebab itu sasaran Pendidikan Luar Sekolah lebih memusatkan pada pendidikan anak usia dini. . . Di dalam pengembangan Pendidikan Luar Sekolah. baik oleh masyarakat maupun peserta didik itu sendiri. pendidikan luar sekolah pada era otonomi daerah sebenarnya diberi kesempatan untuk berbuat. pelaksanaan serta pengendali. Pemerintah daerah propinsi. pendidikan berkelanjutan. Pendidikan Luar Sekolah menggunakan pembelajaran bermakna. dan PLS sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan masyarakat. Diharapkan mereka mampu mengoptimalkan apa yang sudah mereka miliki. PLS menjadi tanggungjawab masyarakat dan pemerintah sejalan dengan Pendidikan Berbasis Masyarakat. baik secara sendiri maupun terintegrasi. dalam usaha memberdayakan masyarakat kiranya dapat membaca dan merebut peluang dari otonomi daerah.

1. 2. jasa. Umumnya desa bercorak agraris dan penuh dengan ketenangan serta kesederhanaan.Mengetahui pencegahan dan penyempitan lahan pertanian. 1. 3. y Menurut Sutardjo Kartohadikusumo. Di antara banyak masalah. Secara khusus. Diharapkan dapat menyadari akan dampak atau bahaya yang ditimbulkan dari penyempitan lahan pertanian. desa adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsure-unsur geografis. kota berpenduduk padat dan umumnya ramai. Tujuan 1. 1. politis. Diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyempitan lahan pertanian. Namun. Definisi-definisi itu diantaranya : y Menurut Bintarto. Perbedaan corak kehidupan tersebut menimbulkan daya tarik masing-masing sehingga antara keduanya terjadilah interaksi. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari penyempitan lahan pertanian? 3.Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari penyempitan lahan di pertanian. Bagaimana pencegahan dan penanggulangan penyempitan lahan pertanian? 1. Latar Belakang Desa dan kota memiliki corak kehidupan yang berlatar belakang. ekonomis. Desa dan Kota 2. sosial. interaksi tersebut menimbulkan masalah yang sama sekali tidak menguntungkan.BAB I PENDAHULUAN 1. 2.1.2.3.4. 3. desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan .Apa penyebab terjadinya penyempitan lahan pertanian di wilayah pedesaan? 2. Berbeda dengan di desa. Rumusan Masalah 1. dalam hubungannya dan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain.1. Sedangkan kota banyak diartikan sebagai cermin dari pembangunan dan modernisasi yang identik dengan industri. desa memiliki definisi yang bermacam-macam menurut beberapa versi. dan lain-lain.Mengetahui penyebab terjadinya penyempitan lahan di wilayah pedesaan. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 2 BAB II PEMBAHASAN 2. desa adalah permukiman manusia yang letaknya di luar kota dan penduduknya berpangupa jiwa agraris. dan cultural yang ada di situ. DesaDalam arti umum.1. terlepas dari itu. Manfaat 1. Diharapkan dapat berusaha mencegah dan menanggulangi penyempitan lahan pertanian. salah satunya adalah penyempitan lahan pertanian di wilayah pedesaan. Banyak hal positif akibat interaksi tersebut. perdagangan.

Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku.Ada pula geograf lain yang menafsirkan lebih luas bahwa daging sebagai lembaga-lembaga kemasyarakatan yang wadahnya berupa kompleks pasar (ekonomi). kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya materialistis. dan ikatan-ikatannya sebagai warga masyarakat desa. y y Lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian. yaitu : y Berdasarkan luas : desa terkecil (<2km2). Desa memiliki tiga unsur yang sangat penting. relasi sosial. desa kecil (2-4 km2). Hubungan y antar warga masih sangat akrab. dll. daging (kompleks perumahan penduduk). pertambahan. dan tata kehidupan. penduduk. dan darah (manusia dengan kegiatannya). tiga unsur tersebut adalah konstruksi materi. berkaitan dengan ajaran tentang tata hidup. diantaranya : y Perbandingan lahan dengan manusia (man land ratio cukup besar). dan lain sebagainya. dan sosial. Sedangkan menurut Svend Riemer. Kemudian penduduk meliputi jumlah. desa sedang (500-1500 jiwa/km2). Lalu tata kehidupan. seperti aspek morfologi. desa besar (6-8 km2). Kota dapat dibedakan dengan melihat beberapa aspek. dan desa swasembada (desa maju). Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 3 y Berdasarkan kepadatan penduduk : desa terkecil (<100 jiwa/km2). ekonomi.2.1. batas.Menurut Berry. Desa memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari kota. ketiga unsure tersebut adalah kerangka (jaringan jalan). tata pergaulan. luas. dan desa terbesar (3000-4500 jiwa/km2). Kota juga dapat diartikan sebagai benteng budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non-alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya (hinterland). serta mata pencaharian penduduknya. Kota memiliki tiga unsure penting. hukum. desa pertanian. yang kesemuanya merupakan lingkungan geografis setempat. penyebaran. y y Berdasarkan potensi desa : desa nelayan. Desa juga dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kategori. desa besar (1500-3000 jiwa/km2). y . dan transportasi. rumah ibadat (agama). rumah sakit (kesehatan). 2. Berdasarkan perkembangannya : desa swadaya (desa terbelakang). desa swakarya (desa sedang berkembang). kampus/sekolah (pendidikan). KotaMenurut Bintarto. jumlah penduduk. desa sedang (46 km2). Daerah dalam arti tanah-tanah pekarangan dan pertanian beserta penggunaannya termasuk pula aspek lokasi. yaitu daerah.pemerintahan sendiri. dan desa terbesar (8-10 km2). kepadatan. desa kecil (100-500 jiwa/km2).

kota memiliki jumlah penduduk yang besar. dll.000-50. pegadaian. rumah sakit. yaitu kota kecil (20.000 hingga 1 juta jiwa). kota metropolitan (1 juta ± 10 juta jiwa). kota besar (100. sekolah.gedung atau bangunan-bangunan besar yang saling berdekatan. dikaitkan dengan adanya hak-hak hukum tersendiri bagi penghuni kota. y Dilihat dari jumlah penduduknya. Di Indonesia. y Pengertian kota dilihat dari hukum. dibandingkan dengan desa. kota terdiri dari gedung. listrik. serta dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti pasar. ada standar yang menentukan besar kecilnya kota berdasarkan jumlah penduduk. .000 jiwa). bioskop. jalan raya.000 jiwa).000-100. kota sedang (50.Dilihat dari morfologi atau kenampakan fisiknya. dan lain-lain.

LATAR BELAKANG MASALAH B. B. BAB II PEMBAHASAN A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. PEMBATASAN MASALAH. . IDENTIFIKASI MASALAH C. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. D. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih. PERUMUSAN MASALAH. Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.

buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. kreatif. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. SIMPULAN B. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat. BAB III PENUTUP A. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. Dalam dunia pendidikan. Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. memungkinkan kita berpikir kritis. Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. LATAR BELAKANG MASALAH Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan. sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. BAB I PENDAHULUAN A. Untuk mencapai bangsa yang cerdas. terkait dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah . IDENTIFIKASI MASALAH (LATAR BELAKANG) Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah”. dan produktif. Dengan sistem pendidikan yang mapan. harus terbentuk masyarakat belajar. SARAN Daftar Pustaka. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.C. B. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH. maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

dan fungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program tersebut. mendukung. b. ko-kurikuler dan ekstra kurikuler. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. kesadaran. fungsi perpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan. Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah 2. Memupuk rasa cinta. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ? C. Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Perumusan Masalah. D. Sesuai dengan judul makalah ini. maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah : a. di samping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar. pembahasan meliputi tujuan perpustakaan. A. baik berupa buku maupun bukan buku. maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler. . diantaranya adalah : 1. Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan. Bagaimana deskripsi peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah ? 2. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang. Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah. dan kebiasaan membaca. Berkaitan dengan judul tersebut. Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ? BAB II PEMBAHASAN Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka. PEMBATASAN MASALAH. masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.

3. mengembangkan daya ekspresi. dan efisien.2. mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik. maupun ekstra kurikuler. 5. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH. kokurikuler. sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang. penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis. Fungsi Penelitian Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek penelitian sederhana dalam . Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler. 3. Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis. 4. Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa. Fungsi Rekreatif. Fungsi Informatif. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik. 2. 7. baik oleh siswa maupun oleh guru. B. Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah. 6. 5. Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik. Fungsi Edukatif. sebagai berikut : 1. Fungsi Administratif Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan. efektif dan efisien. maka dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan. efektif. 8. terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi. sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya. mengembangkan kecakapan berbahasa. 4. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri. Memperluas pengetahuan para siswa.

Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam. sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu. SIMPULAN Berdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu . 13. 9. 5. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat. BAB III PENUTUP A. 10. maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain : 1. yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak.berbagai bidang studi. 6. 14. 8. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi. 7. 11. Kegairahan / minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya. Bila diperhatikan secara jenih. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar. maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa. benar-benar telah terbangun. 12. sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan. 4. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif. 3. C. yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka. 2.

SARAN Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan di sekolah. DAFTAR PUSTAKA . 3.go.Pendidikan di Sekolah” dapat disimpulkan bahwa : 1. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan.kemenag.Buku Pendidikan Kewarganegaraan You might also like: • • • • Kumpulan Kata-kata Bijak dan Mutiara para Tokoh Ujian Nasional Yg Harus Diulang Situs/website Universitas Terbuka ( UT ) .www. Peran pengelola perpustakaan / pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan profesional.id www.ac.ut. penyusun memberikan saran sebagai berikut: 1. 2. Peranan perpustakaan sangat menunjang prestasi pendidikan di sekolah. 2. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya B.id | info & cara daftar LinkWithin Diposkan oleh Admin 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Lagi Baca • • • • Video pesta seks Bintang Liga Inggris | download video bintang Premier Liga Foto Hantu Cekik di Bogor | Penampakan video Daftar Harga HP Nokia Terbaru 2011 | Handphone nokia Foto Kecelakaan Kereta api Banjar | Video tabrakan KA Banjar .

didominasi oleh industri.• Foto Jupe Toples | Hot & syur waktu tidur • • • gemscool gemscool point blank redtube Pengikut Artists directory Indonesia directory Lagi Baca © 2009 | Simple SEO Template | Themes By tube8|redtube Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 4 y Dilihat dari segi ekonomi. jasa. y . perdagangan. dll. struktur mata pencaharian kota termasuk nonagraris.

Karena itu.2. migrasi masuk kota. Di Indonesia sendiri. tentu hampir semua orang tergiur oleh kehidupan di kota. masalah tersebut sudah terjadi selama bertahun- . Sedikit demi sedikit. pihak yang berwenang terus berusaha mengembangkan kota. menyedot tenaga manusia. mendominasi pola manusiawi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu dampak dari interaksi antara desa dan kota adalah terjadinya urbanisasi yang berimbas pada penyempitan lahan pertanian di wilayah pedesaan. dan tentu saja lahan-lahan di desa pun terambil demi melaksanakan urbanisasi yang dipandang sebagai suatu indikator modernisasi dan kemajuan ini. hubungan antarpenduduk kota disebut impersonal. PaulHarrison dalam bukunya yang berjudul Inside The Third World (1984).1.3. berubah pangupajiwa dari bertani ke yang lain. dalam artian menyangkut proses menjadi kawasan perkotaan. Kota dipandang sebagai pusat-pusat kemajuan dan modernisasi. mengadakan perluasan ke daerah-daerah pinggiran kota. Penyempitan lahan pertanian merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi dimana lahan pertanian di pedesaan sudah banyak berkurang. mengganggu perkembangan kota-kota lain yang lebih kecil. Pedesaan tak memiliki sistem organisasi dan koordinasi yang mampu memaksa pihak kota untuk membayar hasilnya dengan harga yang lebih tinggi. juga menyangkut perubahan dalam pola perilaku manusia. Sebetulnya. Interaksi Desa-Kota SosiologHoselitz mengatakan bahwa kota besar melancarkan sifat-sifat parasiternya terhadap pedesaan dengan perincian : menelaah habis investasi. sepintas lalu. dan cenderung memiliki konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan produksinya.Dilihat dari segi sosial. hal yang hampir sama juga terjadi di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 5 2.barang yang serba murah dibandingkan dengan segalanya yang didatangkannya dari kota. yaitu orang bergaul serba lugas. Dilakukan urbanisasi besar yang bertahap. budaya masyarakat desa diubah. Penyempitan Lahan Pertanian di Desa Lahan pertanian. Pedesaan menghasilkan barang. menulis bahwa : Relasi antara kota dan pedesaan di Dunia Ketiga mirip sekali dengan relasi antara negara-negara yang kaya dan miskin. Dengan lengkapnya berbagai macam fasilitas.Mereka hidup seperti terkotak-kotak oleh kepentingan yang berbeda-beda dan bebas memilih hubungannya dengan siapa saja yang diinginkannya. identik dengan wilayah pedesaan yang corak mata pencahariannya bergerak di sektor agraris. 2.

2. pemerintah daerah dan beberapa pihak swasta rela membeli lahan-lahan pertanian untuk dikembangkan menjadi pusat . dari tahun 1999. Urbanisasi Belum lama berselang. desa berinteraksi dengan kota.1. dalam artian bermigrasi ke wilayah Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 6 perkotaan untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik.2002 diperkirakan mencapai 330. kota terus mengadakan perluasan ke beberapa daerah di sekitarnya untuk mencapai kemakmuran. urbanisasi dan pertumbuhan kota dipandang sebagai suatu indikatordari modernisasi dan kemajuan. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. mungkin seperti ini : Kota. Struktur tersebut cenderung ditentukan oleh pengaruh kuat dari pihak yang bersistem kapitalis dunia. urbanisasi melampaui tingkat yang secara normal dapat diimbangi oleh struktur ekonomi dan sosial intern dari negara yang bersangkutan. baik di negara maju maupun berkembang merupakan cerminan hidup modern dan cenderung memiliki taraf hidup yang sedikit lebih tinggi darial pada desa.000 ha atau setara dengan 110. yang berdampak pada perubahan mental yang terjadi pada orang-orang desa. meskipun hal tersebut terjadi sedikit demi sedikit. Sementara itu. Gambaran lebih jelasnya. Perubahan mental inilah yang mendorong orang-orang desa berurbanisasi.tahun. dibandingkan dengan sektor pertanian yang perputaran uangnya cenderung lambat. dan jasa. Kota-kota menyedot sumber-sumber daya alam dan tenaga manusia. Dengan berkembangnya teknologi informasi.000 ha/tahun. 2. Pada tahun 1958 sosiolog Daniel Lerner masih berpendapat bahwa urbanisasi di Dunia Ketiga merupakan prakondisi untuk modernisasi dan pembangunan. Kota yang menuntut cepatnya perputaran uang tentu lebih berpihak pada sektor industri.Menurut data dari Dinas Pertanian dan Peternakan. perdagangan. Di negara-negara yang sedang berkembang. Dalam rangka perluasan kota.Adapun hubungan dengan sektor pertanian di pedesaan acap kali bersifat ekstraktif atau eksploitatif. Faktor Penyebab Menyempitnya Lahan Pertanian Penyempitan lahan pertanian disebabkan oleh berbagai macam faktor. Dari tontonan di televisi. Urbanisasi yang menstimulasikan kebutuhan dan partisipasi menyediakan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk apa yang disebut tinggal landas oleh Rostow. atau interaksi dalam dunia maya (internet).Migrasi ini menyebabkan lahan-lahan pertanian di wilayah pedesaan tersebut terbengkalai. terjadi penularan mental orang-orang kota ke orang-orang desa menjadi materialistis.

Hal tersebut dikemukakan dalam laporan PBB tahun 1968. Dan sangat disayangkan pula. dari bertani menjadi industri. Sayangnya. perdagangan. seperti misalnya diMalaysia dan Indonesia.Hal ini merupakan akibat dari berlakunya Undang-Undang Landreform tahun 1960 yang isinya : hanya anggotaABRI dan pejabat-pejabat pemerintah diperkenankan memiliki tanah di luar wilayah tempat tinggalnya. atau yang lainnya.Harga tanah bergerak secara spiral. perdagangan. daripada di negara-negara maju sekalipun. terlihat sangat jelas bahwa urbanisasi. atau apapun yang dapat menghasilkan uang dengan cepat dan dalam jumlah yang besar. menyebabkan lahan-lahan pertanian yang produktif semakin berkurang. Spekulasi Tanah di Perkotaan Kehidupan di kota-kota nampak mewah pada kaum etnik minoritas dan orang kaya. penggunaan tanah sebagai lambang status dan penumpukkan harta. 3. Di kota terjadi konsumsi yang serba mewah. maka lahan tersebut tidak dapat dipakai lagi menjadi lahan pertanian. Disini. sehingga mendatangkan akibat serius bagi pemilikan tanah di kota. bahkan kota-kota di Dunia Ketiga dilanda gelombang spekulasi tanah segera setelah terjadinya perkembangan ekonomi. Para pegawai negeri dan Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 7 perwira militer terlibat dalam pemborongan tanah pertanian di desa-desa. dan apabila sudah dialihfungsikan. terjadi pengalihan mata pencaharian penduduk sekitar. disertai hilangnya lapangan kerja lama karena hilangnya lahan pertanian. perluasan kota jangkauannya lebih luas daripada daerah-daerah pinggiran kota dimana pembangunan kota berlangsung. 2. Spekulasi tanah di pusat-pusat metropolitanAsia memang telah meningkat sedemikian rupa. bahwa orang-orang desa sebagian besar bersedia menjual lahan-lahan pertanian mereka. Hans-Dieter Evers dalam bukunyaSosi ol ogi Perkotaan (1982) menulis bahwa spekulasi tanah merajalela di Jakarta dan sekitarnya. lahan-lahan itu umumnya masih sangat produktif. Dari gambaran tersebut. Disimpulkan bahwa bentuk khas pembangunan yang terjadi di pusat-pusat kota negara-negara Dunia Ketiga menjurus kepada meningkatnya spekulasi tanah.Hal tersebut terjadi karena pembangunan kegiatan perekonomian baru yang dibangun ini pun merekrut banyak tenaga kerja sehingga muncul lapangan kerja baru. dan meningkatkan pemilikan tanah secaraabs ent ee di kawasan pedesaan sekitar kota. wisata. timbul ketergantungan sosial ekonomi yang semakin besar dari daerah pedesaan kepada kota. PertumbuhanAlami Penduduk . baik dalam artian perpindahan penduduk desa ke kota maupun dalam arti perluasan kota. Dengan demikian.industri. memperkaya kaum elit kota pemilik tanah. Lalu. sehingga harga tanah di kota lebih tinggi di negara-negara sedang berkembang di Asia.

dan hal ini sangat sulit dicegah.lain. Meskipun tidak mungkin semua lahan pertanian itu digunakan sebagai permukiman (tempat tinggal). Penduduk tumbuh secara alami. Karena itu.Hal itu dikarenakan oleh filosofi petani yang sifatnya senang mengumpulngumpulkan harta. lahan-lahan pertanian yang dimiliki mereka diwariskan kepada anak cucu mereka untuk dijadikan tempat tinggal.Adanya anggapan banyak anak banyak rejeki.Selain urbanisasi. ada faktor lain yang menyebabkan menyempitnya lahan pertanian. Bersama itu. maka diusahakan intensifikasi dan menjalar ke lahan-lahan marginal seperti rawa-rawa. Selain itu. Sementara itu jumlah anggota keluarga semakin bertambah. kebutuhan akan tempat tinggal baru bagi anak cucunya di masa depan akan muncul dan tentu saja lahan pertanian yang diwariskan turun temurun itu makin lama makin menyempit. pertumbuhan terjadi secara alamiah sehingga pada suatu saat.Masuknya pengaruh dominasi kota ke desa memunculkan modernisasi di pertanian dalam arti luas. Didorong oleh meningkatnya kebutuhan pokok penduduk yang pesat bertambah dan menciutnya lahan pertanian. Sebagian lahan pertanian µdikorbankan¶ untuk dibangun industri atau permukiman. badan-badan perniagaan. kelestarian lingkungan menjadi terancam. penyempitan lahan pertanian juga dapat berimbas pada hal-hal lain yang berdampak negatif baik pada orang-orang desa itu sendiri. Dampak dari Penyempitan Lahan Pertanian di Pedesaan Penyempitan lahan pertanian merupakan suatu akibat dari banyak faktor. Dampak-dampak tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. maupun pada lingkungan. bank multinasional. karena suatu rumah tidak mungkin dapat menampung sebuah keluarga yang nantinya anggotanya terus bertambah. Dan seiring berjalannya waktu. dan lereng-lereng gunung. maka disini penulis mengemukakan bahwa. tetapi setidaknya lahan tersebut makin berkurang. yaitu pertumbuhan penduduk yang berlangsung secara alami. mendorong sebagian orang desa yang pikirannya masih kolot terus bereproduksi. Jika tadi diuraikan bahwa sebagian besar orang-orang desa rela menjual lahan pertaniannya. sebagian kecil petani tidak rela menjual lahan pertaniannya. ditambah lagi terjadinya pernikahan pada anak-anak mereka.Akibat hal tersebut. meskipun sudah sangat sempit. dan lain. muncul sumbersumber ekonomi baru di kota seperti industri modern. Sementara itu. . Kita mengetahui bahwa sifat setiap manusia berbeda. dan sisanya masih berupa lahan pertanian. Perubahan tata ekologis pedesaan Pembangunan ekonomi nasional dilakukan salah satunya dengan industrialisasi.Hal tersebut mendorong kebutuhan akan tempat tinggal baru. hutan bakau di pantai. kota terus berkembang ke wilayah pedesaan.2.2. untuk diwariskan kepada anak-cucunya. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 8 2.

y Peningkatan nilai jual produk pertanian yang dilakukan dengan pemilihan komoditas pertanian yang pas.Masalah ini terjadi akibat adanya interaksi antara desa dan kota.y Pertanian di tanah rawa lekas macet juga. . yang terjadi adalah kemiskinan yang merata. maka mungkin masalah penyempitan lahan pertanian ini pun tidak akan muncul. setelah disawahkan. karena bersama proses itu juga gotong royong masih berlaku di pedesaan. Dengan tingginya nilai jual produk pertanian. petani diharapkan dapat sebisa mungkin mengolah dan mempertahankan lahan pertaniannya agar tidak dijual kepada sektor non-agraris.Akhirnya. terutama di kalangan petani. seperti yang kita ketahui bahwa interaksi antara desa dan kota sulit dicegah sehingga masalah ini pun sulit juga dicegah.Macetnya Perkembangan di Pedesaan Dengan menyempitnya lahan pertanian. Jika masalah ini sudah terjadi. Pembukaan hutan untuk membuka lahan pertanian baru mengakibatkan rusaknya lingkungan. perlu penanggulangan yang tepat. sehingga ketika panen harga jualnya tetap tinggi. tanaman. 2.Menurunnya produksi pangan yang berimbas pada sulitnya masyarakat untuk mengakses pangan sehingga masih bergantung pada impor. y Hutan y bakau yang semula merupakan tempat bertelurnya ikan laut.3. penduduk yang Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 9 semakin bertambah mengakibatkan lahan pertanian semakin sempit. mencegah dan mengendalikan terjadinya alih fungsi lahan pertanian serta menjamin akses masyarakat petani terhadap lahan yang tersedia. terjadi erosi dan banjir yang dapat merusak permukiman penduduk. Berikut ini adalah usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah bertambahnya penyempitan lahan pertanian : y Untuk menjamin ketersediaan lahan pertanian yang cukup. Bila hujan deras.Hal tersebut berdampak pada macetnya perkembangan pertanian.Hal tersebut dapat ditafsirkan sebagai macetnya perkembangan perekonomian. bahkan bangunan irigasi. Karena air di sana asin. pemerintah khususnya Komisi IV menegaskan perlunya ditopang peraturan perundang-undangan. para petani akan menggarap tanahnya secara intensif agar dapat bertahan hidup.2. RUU yang direncanakan ini bernama Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. maupun manusia. 3. Pencegahan dan Penanggulangan Penyempitan Lahan Pertanian Penyempitan lahan pertanian ternyata membawa banyak dampak negatif baik bagi lingkungan.Andai saja interaksi tersebut tidak pernah ada. Selain itu. dan dapat mengganggu kesehatan penduduk di sekitarnya. Namun. 2. y Air limbah industry dapat mematikan ikan. fungsinya yang lama berhenti. akhirnya tanahnya menjadi mati.

Selain kendala dari masyarakat. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 11 BAB III PENUTUP 3. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 10 masyarakat mengelabui pemerintah untuk membangun bangunan-bangunan di atas lahan-lahan pertanian yang produktif. Sebab. tapi berbagai macam pupuk dalam porsi yang seimbang agar hasilnya lebih baik. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah itu hampir tidak memiliki kecacatan. mengingat banyak terjadi kasus suap oleh pihak-pihak swasta (atau pihak lainnya) yang bermaksud mendirikan bangunan di atas lahan yang masih produktif. sekaligus terbesar yang dapat kita lakukan dalam masalah ini adalah menanamkan pada diri masing-masing untuk lebih peduli akan dampak yang akan ditimbulkan akibat penyempitan lahan pertanian. Dalam hal ini. Tidak semua orang dapat mengerti dan peduli terhadap akibat dari apa yang mereka telah atau akan mereka perbuat. sebetulnya tidak banyak yang dapat kita lakukan untuk mencegah atau menanggulangi penyempitan lahan pertanian di wilayah pedesaan.y Meningkatkan produktivitas lahan dengan menggunakan tidak hanya urea. penulis dapat menyimpulkan bahwa : y Penyempitan lahan pertanian merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi dimana lahan pertanian di pedesaan sudah banyak berkurang. perlu diadakan penyuluhan bagi petani mengenai keterampilan dan pengetahuan mengenai bertani atau bercocok tanam. y . Sehingga akhirnya. hal ini perlu kita renungkan pada diri kita masing-masing.1.Hal terkecil. Seperti yang terjadi di kota Solok. semua kebijakan-kebijakan itu akan dilaksanakan oleh kita dan dalam prakteknya sendiri semuanya tergantung kepada bagaimana kita melaksanakannya. y Memperketat pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada masyarakat. Setelah lahan tersebut menjadi lahan kritis. tetap saja dijumpai kendala-kendala yang menghambat penanggulangan masalah tersebut. Kesimpulan Dari uraian-uraian tersebut. namun belum tentu semuanya berhasil. Dalam hal ini.Hal tersebut terjadi karena tiap-tiap orang memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda. terkadang pemerintah pun kurang bisa mempraktekkan hal-hal tersebut dengan baik. masyarakat akan dengan mudah mendapatkan izin mendirikan bangunan. Oleh karena itu. Banyak usaha yang telah dilakukan. Namun dalam prakteknya.Mereka membuat lahan-lahan produktif menjadi tidak produktif dengan cara tidak mengairinya dengan irigasi. Dinas Tata Ruang Kota perlu ambil andil.

. juga mengadakan kontrol agar pembangunan kota tidak menggerogoti lahan-lahan pertanian dan diusahakan pembangunan tersebut tidak merugikan sebelah pihak. sebaiknya perlu menanamkan pemahaman dan rasa peduli terhadap lingkungan agar tidak merugikan pihak lain atau bahkan pihak sendiri hanya karena mengatasnamakan pembangunan. Dan kesemuanya itu diharapkan dapat terlaksana dengan jujur. seperti mengadakan penyuluhan kepada masyarakat. serta peningkatan nilai jual hasil produksi pertanian dan peningkatan produktivitas lahan. penulis menyarankan : y Bagi pemerintah. dan pertumbuhan penduduk secara alamiah. 3.Penyempitan lahan pertanian diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah urbanisasi. khususnya kaum petani. sebaiknya lebih meningkatkan kualitas perealisasian dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan. y Dampak dari penyempitan lahan pertanian diantaranya adalah perubahan tata ekologis yang berhubungan dengan kerusakan lingkungan hidup. spekulasi tanah di perkotaan. juga macetnya perkembangan di pedesaan. Saran Mengenai masalah penyempitan lahan pertanian ini. y Pencegahan dan penanggulangan penyempitan lahan pertanian yang telah dilakukan oleh pemerintah yaitu berupa beberapa kebijakan perlindungan lahan pertanian. y Bagi masyarakat. dan menurunnya produktivitas pangan.2.

10Agustus 2009. Bandung :Alumni.Geografi Kota dan Desa.go. go. Khairunnisa.htt p:// www. S ol ok.id.http:// www. 3Maret 2008.deptan. ---.s ej aht er a. Yogyakarta. Jakarta. go. ---. 14 Desember 2009. Artikel Dinas Pertanian dan Peternakan. ant ar a -s umbar.litbang. Lahan Pertanian di Kota Solok TerusMenyusut. bappe nas. com. pk . i d. N.ht tp:// els. Jakarta. di stanak. ---. 15 Februari 2008. bant enprov. Lahan Pertanian Perlu PerlindunganHukum. 1998. i d.or g.AtasiMasalah Penyempitan Lahan Nilai Jual Produk Pertanian Perlu Ditingkatkan. . Banten. Lahan Pertanian BelumMenjadi Prioritas. Sosiologi Perkotaan (Urbanisasi dan Sengketa Tanah di Indonesia dan Malaysia). Jakarta : LP3ES.Hans-Dieter. Evers. Rancangan Undang-Undang Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. http://yogya. 1982.http:// www. 4 Februari 2009.Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 12 DAFTAR PUSTAKA Buku Daldjoeni.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->