makalah pendidikan anak usia dini

2009 May 15 Posted by ujjenk KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat yang diberikan-Nya sehingga tugas Makalah yang berjudul “Peranan Guru TK Dalam Pembelajaran Terpadu” ini dapat saya selesaikan. Makalah ini saya buat sebagai kewajiban untuk memenuhi tugas. Dalam kesempatan ini, penulis menghaturkan terimakasih yang dalam kepada semua pihak yang telah membantu menyumbangkan ide dan pikiran mereka demi terwujudnya makalah ini. Akhirnya saran dan kritik pembaca yang dimaksud untuk mewujudkan kesempurnaan makalah ini penulis sangat hargai. Penyusun DAFTAR ISI Kata Pengantar 1 Daftar Isi 2 BAB I PENDAHULUAN 3 BAB II PERANAN GURU TK DALAM PEMBELAJARAN TERPADU 4 1. Peranan Guru TK Sebagai Perencana 4 2. Peranan Guru TK Sebagai Pelaksana 6 3. Peranan Guru TK Sebagai Evaluator 7 BAB III PENUTUP 11 1. Kesimpulan 11 DAFTAR PUSTAKA 12 BAB I PENDAHULUAN Sebagaimana kita lihat bahwa rentang usia TK (4 – 6 th) disebut dengan masa usia dini, yang merupakan masa keemasan bagi seseorang karena masa inilah seluruh informasi dapat diserap dengan mudah dan cepat oleh anak melalui seluruh panca indranya. Sebagai analoginya bahwa anak ibarat spons (karet busa) yang mampu menyerap air tanpa peduli apakah air itu bersih atau kotor, oleh karena itu masa ini sering disebut dengan masa kritis untuk memperkenalkan dan menanamkan segala hal yang positif dan berguna bagi perkembangan anak dimasa selanjutnya. Dengan pesatnya perkembangan pada seluruh aspek yang disebabkan oleh perkembangan otaknya yang dapat mencapai 90% dari otak orang dewasa. Oleh karena itu tugas utama dari seorang guru disekolah untuk menyediakan berbagai pengalaman belajar yang menentang anak untuk terus bereksplorasi. Pendekatan pembelajaran terpadu dinilai sesuai untuk digunakan pada anak usia TK karena karakteristik usia TK adalah senang bermain dan dengan bermain mereka belajar. Dengan pembelajaran terpadu anak diajak untuk bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Disini peranan guru sangat penting dan sangat menentukan keberhasilan atau tercapainya tujuan sesuai dengan yang ditetapkan. BAB II PERANAN GURU TK DALAM PEMBELAJARAN TEPADU 1. PERANAN GURU TK SEBAGAI PERENCANA Peranan guru sebagai perancana dalam pembelajaran terpadu adalah guru merencanakan suatu

kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan bersama anak didik. Bentuk-bentuk perencanaan dalam proses pembelajaran di TK adalah : a) Perencanaan Tahunan Dalam perencanaan tahunan sudah ditetapkan dan disusun kemampuan keterampilan dan pembiasaan-pembiasaan yang diharapkan dicapai oleh anak didik dalam satu tahun. Perencanaan tahunan dan semester juga memuat tema-tema yang sesuai dengan aspek perkembangan anak dan minat anak serta sesuai dengan lingkungan sekolah setempat. Perencanaan tahunan dibuat bersama antara guru-guru dan kepala sekolah. b) Perencanaan Semester Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi jaringan tema, bidang pengembangan, kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator yang ditata secara urut, serta sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap jaringan tema dan sebarannya kedalam semester I dan semester II. c) Perencanaan Mingguan (Satuan Kegiatan Mingguan) Perencanaan mingguan disusun dalam bentuk satuan kegiatan mingguan (SKM). SKM merupakan penjabaran dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu minggu sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema. d) Perencanaan Harian (Satuan Kegiatan Harian) Perencanaan harian disusun dalam bentuk satuan kegiatan harian (SKH). SKH merupakan penjabaran dari satuan kegiatan mingguan (SKM). SKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari. SKH terdiri atas kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat.makan dan kegiatan akhir. Kegiatan awal merupakan kegiatan untuk pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain : misalnya berdoa/mengucapkan salam, membicarakan tema atau sub tema. Kegiatan ini merupaka kegiatan yang dapat mengaktifkan perhatian kemampuan sosial dan emosional anak. Kegiatan ini dapat dicapai melalui kegiatan yang memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen sehingga dapat memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitas anak. Serta kegiatan yang dapat meningkatkan pengertianpengertian, konsentrasi dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang baik. Kegiatan inti merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara individu/kelompok. Istirahat/makan merupakan kegiatan yang digunakan untuk mengisi kemampuan anak yang berkaitan dengan makan : misalnya mengenalkan kesehatan makanan yang bergizi, tata tertib makan yang diawali dengan cuci tangan kemudian makan dan berdoa sebelum makan. Setelah kegiatan makan selesai, anak melakukan kegiatan bermain dengan alat permainan diluar kelas dengan maksud untuk mengembangkan motorik kasar anak dan bersosialisasi. Kegiatan ini sesuai dengan kemauan anak, anak makan kemudian bermain atau sebaliknya anak bermain terlebih dahulu baru setelah itu makan. Kegiatan akhir merupakan kegiatan penenangan yang dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan akhir yang dapat diberikan misalnya membacakan cerita dari buku, mendramatisasikan suatu cerita, mendiskusikan tentang kegiatan satu hari atau menginformasikan kegiatan esok harinya, menyanyi, berdoa dan sebagainya. Sebagai seorang perencana, guru TK harus memahami langkah-langkah perencanaan dalam pembelajaran terpadu. Sebaiknya perencana pembelajaran disusun untuk waktu tidak kurang dari dua minggu dan dapat diperluas untuk beberapa minggu setelah itu. Sebelum memulai langkah-langkah penyusunan, sebaiknya guru telah memilih dan menentukan tema serta menjabarkannya kedalam sub tema serta menentukan kemampuan yang akan dikembangkan. Langkah-langkah penyususanan perencanaan pembelajaran terpadu seperti yang disarankan oleh

Kostelnik adalah sebagai berikut : a. Menuangkan ide kedalam tulisan, masukkan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan tema kedalam rencana kita. Pertimbangkan waktu untuk melaksanakannya dan siapkan kegiatankegiatan yang tidak berhubungan dengan tema untuk memberikan kesempatan kepada anak yang tidak menyukai atau tidak tertarik dengan tema yang telah ditetapkan. b. Periksa rencana pembelajaran tersebut, pastikan bahwa paling sedikit ada tiga jenis kegiatan yang berhubungan dengan tema dalam satu hari. Pastikan dalam satu minggu seluruh aspek perkembangan yang akan dicapai sudah tercantum dan akan dilalsanakan. c. Jika dalam perencanaan kita terdapat kerjasama dengan ahli lain seperti dokter, guru musik, guru tari maka pastikan bahwa kita telah menyampaikan isi tema yang akan kita terapkan pada kegiatan pembelajaran agar kegiatan yang akan dilakukan dalam bidang tersebut dapat mendukung dan sejalan dengan kegiatan pembelajaran yang akan kita laksanakan. d. Persiapkan bahan, alat, media, narasumber dan sarana prasarana. e. Organisasikan kegiatan dengan baik sehingga setiap anak dapat terfokus pada tema. f. Pastikan bahwa dalam rencana kita seluruh konsep, istilah, fakta dan prinsip telah dikembangkan dengan baik dan kegiatan yang akan dilaksanakan cukup bervariasi. g. Ciptakan suasana tematik dalam kelas. 2. PERANAN GURU SEBAGAI PELAKSANA Setelah rencana pembelajaran selesai disusun maka tugas guru selanjutnya adalah melaksanakan apa yang telah direncanakan dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif, sebaiknya guru memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: a) Kembangkan rencana yang telah kita susun dan perhatikan kejadian atau peristiwa spontan yang ditunjukkan oleh anak terhadap materi yang dipelajari pada hari itu. b) Melaksanakan penilaian terhadap minat dan pemahaman anak mengenai tema tersebut dengan menggunakan pengamatan, wawancara, diskusi kelompok maupun contoh hasil kerja anak. c) Bantu anak untuk memahami tentang isi dan proses kegiatan pembelajaran. d) Lakukan percakapan dengan anak tentang hal-hal yang berkaita dengan tema sehingga kita dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman anak tentang tema yang dipelajari pada hari itu. Bantu dan doronglah anak untuk memuaskan rasa ingin tahunya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya dengan cara menjawab pertanyaannya atau memberikan kesempatan pada anak untuk mencari dan menemukan jawaban melalui kegiatan eksplorasi terhadap lingkungan sekitarnya. e) Adakan kerjasama dengan orang tua atau keluarga secara timbal balik mengenai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan, informasikan tema kepada pihak oang tua atau keluarga sehingga orang tua ikut serta mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran. 3. PERANAN GURU TK SEBAGAI EVALUATOR Peranan guru TK sebagai evaluator adalah melakukan penilaian terhadap proses kegiatan belajar dan penilaian hasil kegiatan. Penilaian dilakukan secara observasi dan pengamatan terhadap cara belajar anak baik individual atau kelompok. Tujuan penilaian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang dicapai oleh anak. Hasil karya anak dapat kita pajang ditempat pemajangan sebagai tanda hasil kegiatan yang telah dilakukan, hal ini dapat membangun rasa kebanggaan pada diri anak dan dapat memotivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Evaluasi harus mampu memperdayakan guru, anak dan orang tua. Guru sebagai evaluator harus melihat penilaian sebagai suatu kesempatan untuk menggambarkan pengalaman anak didik serta sebagai alat untuk mengetahui kemajuan proses maupun belajar anak didik. Setelah mempelajari dan memahami penjelasan mengenai peranan guru, tampaklah bahwa tugas dan tanggung jawab seorang guru TK tidaklah mudah dalam kegiatan pembelajaran terpadu.

d. Korektor Guru harus bisa membedakan nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. pengauran cahaya dan pengaturan penyimpanan barang. menyusun tata tertib sekolah dan menyusun kalender akademik. Pengelola Kelas Pengelolan kelas menunjukkan pada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. sikap dan perbuatan anak didik. Untuk materi yang sulit dipahami oleh anak didik. Untuk materi yang cukup berbahaya dilakukan oleh anak sendiri. alat maupun metode-metode pembelajaran. Kemudian guru harus mengembangkan dirinya dengan terus belajar tentang kemajuan-kemajuan teknologi agar tidak “gagap teknologi (gatek)” dan memiliki yang luas diberbagai hal. Jika dilihat anak tersebut mampu melaksanakan tugasnya. Informator Guru memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua kegiatan harus diorganisasikan dengan baik sehingga tercapai efektivitas dan efesiensi pembelajaran. sebaiknya guru bertindak sebagai demonstrator. Organisator Guru memiliki kegiatan pengelolan akademik. sehingga guru dapat menilai dan mengoreksi semua tingkah laku. j. g. Inisiator Peran guru sebagai pencetus ide-ide dalam kemajuan pendidikan dan pembelajaran. h. Jadi peran guru Tk sebagai korektor ialah mengembangkan kemampuan berprilaku melalui kebiasaan-kebaiasaan yang baik dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk. ventilasi. Motivator Guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar lebih bersemangat dan aktif dalam belajar. namun dia tampak manja atau tidak mau melakukannya maka cobalah untuk bersikap tegas dengan meminta anak untuk mencoba melakukannya sendiri dahulu sampai anak itu benar merasa membutuhkan bantuan barulah guru membantunya. Fasilitator Sebagai fasilitator guru hendaknya menyediakan fasilitas yang memudahkan kegiatan belajar dan dapat menyenangkan atau bisa membangkitkan anak didik untuk bereksplorasi serta menyalurkan minat dan keingintahuannya secara aktif. Demonstrator Dalam kegiatan pembelajaran tidak semua materi pelajaran dapat dipahami oleh anak mengingat kemampuan setiap anak berbeda-beda. b. selain materi yang telah diprogramkan sesuai kurikulum. sebaiknya guru memperagakan sehingga dapat membantu anak yang belum memahami materi tersebut. k. Disini peran guru ialah menuangkan ide-ide atau gagasan atau melakukan inovasi pembelajaran guna kemajuan anak didik. Inspirator Guru harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kemajuan belajar anak didik. motivasi ini lebih efektif bila dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan anak. Mediator . i.Peranan lain yang harus dilakukan guru sebagai pendidik. c. Misalnya menciptakan atau mengembangkan berbagai media. Guru harus mampu mengembangkan dan memberi sumbangsih pemikiran demi kemajuan pendidikan mulai dari yang terkecil seperti dalam kelas dan sampai yang terbesar dalam lingkup sekolah maupun wilayah yang lebih luas lagi. pembimbing dan pelatih adalah : a. f. e. termasuk pengaturan tempat duduk. Pembimbing Bimbingan yang diberikan guru sebaiknya sesuai dengan kebutuhan anak didik.

(2008). memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran. Supervisor Guru dapat membantu. peranan guru dalam pembelajaran terpadu adalah sebagai perencana. organisator. pembimbing dan pelatih adalah sbagai korektor. Selain sebagai mediator. pembimbing.Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya. fasilisator. Jakarta: Universitas Terbuka. Peranan lain yang harus dilakukan guru sebagai pendidik. pengelola kelas. inspirator. Dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan. inisiator. from → Uncategorized . pelaksanan dan sekaligus evaluator. Sehingga guru dapat menentukan media yang paling sesuai untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Siti. BAB III PENUTUP Kesimpulan Peranan guru sangat penting demi tercapainya tujuan sesuai dengan yang telah ditetapkan. guru juga harus memilki kesadaran untuk dapat menilai kinerjanya sendiri untuk meningkatkan kegiatan pembelajarannya. motivator. Kelebihan yang dimiliki supervisor selain posisinya ada juga karena pengalaman. Pembelajaran Terpadu Buku materi Pokok PGTK2501/25KS/Modul 1-6. DAFTAR PUSTAKA Aisyah. pendidikan. informator. Dengan peran guru sebagai supervisor. kecakapan atau keterampilan yang dimilikinya atau memiliki sifat-sifat kepribadian yang menonjol dari pada orang-orang disupervisinya. demonstrator. mediator dan supervisor. l. baik media material amaupun nonmaterial. guru juga sebagai penengah dalam proses belajar anak didik khususnya saat kegiatan diskusi kelompok.

Jadi jelas. BAB II PEMBAHASAN 2. dan pendidikan yang diperoleh dalam keluarga ini merupakan pendidikan yang terpenting atau utama terhadap perkembangan pribadi anak”. maka sasaran pendidikan luar sekolah. maka dikenallah berbagai bentuk penyelenggaraan pendidikan dan yang diarahkan bagi pendidikan anak. 2 Untuk mengetahui sasaran pendidikan luar sekolah kepada orang dewasa. yakni sistem pendidikan sekolah disatu pihak dan system pendidikan luar sekolah di lain pihak. tidak mudah ditetapkan seperti pendidikan sekolah. Kesejarahan Pada umumnya sementara orang beranggapan bahwa bila memperbincangkan masalah pendidikan maka arientasinya ke dunia sekolah dan menghubungkan guru dengan murid. remaja. anak-anak telah memperoleh pendidikan yang telah diberikan oleh keluarganya terutama ayah dan ibunya Anak-anak bayak belajar di rumah dari ibunya atau orang tuanya di mana dan kapan saja serta menyangkut berbagai hal yang mereka perlukan di dalam petumbuhannya ke arah sempurna Hal ini seperti diungkapkan oleh Drs.1 Latar Belakang UNESCO dengan komisi Edgar faure telah berhasil meletakan asas pendidikan yang fundamental dan berlaku untuk penyelenggaraan pendidikan. orang dewasa maupun orang tua baik mereka yang belum bekerja maupun mereka yang telah bekerja. Sebagaimana asas pendidikan seumur hidup. yakni asas pendidikan seumur hidup / Ife long edu cation. sistem pendidikan luar sekolah telah lama dikenal dan digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan baik di negara maju maupun negara yang sedang berkembang 1.2 Permasalahan Dengan meninjau ciri-ciri dan klasifikasi pendidikan luar sekolah.1 Alasan-alasan Timbulnya Sistem Pendidikan Luar Sekolah Secara terperinci dapat diungkapkan bahwa alasan-alasan timbulnya pendidikan luar sekolah adalah: 1 Alasan dari Segi Faktual-Historis a. Penyelenggaraan pendidikan demikian pasti berbeda satu sama lain dan pada umumnya dikenal berbeda system pendidikan yang digunakan. Oleh karena itu. SWARNO bahwa: “Di dalam keluargalah anak pertamatama menerima pendidikan. beberapa permasalahan dalam makalah ini diantaranya adalah. anggapan sementara orang seperti tersebut di atas merupakan pengingkaran terhadap . 1 Apa saja sasaran pendidikan luar sekolah untuk pemuda? 2 Apa saja sasaran pendidikan luar sekolah untuk orang dewasa? 1.3 Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini yaitu sebagai berikut: 1 Untuk mengetahui sasaran pendidikan luar sekolah kepada para pemuda. Mereka kurang menyadari bahwa sebelum seseorang anak menjadi murid.BAB I PENDAHULUAN 1. Sebagai dampak timbulnya asas pendidikan ini.

memberi lapangan bagi penyelenggaraan pendidikan luar sekolah baik berupa kursus dan latihan yang selama ini belum mereka dapatkan dan alami e. Pendidikan Populer 3 Fundamental Education ? Kecakapan berfikir dan bergaul dan berumah tangga ? Kecakapan kerajinan dan kesenian ? Kecakapan kejujuran ? Pengetahuan tentang Lingkungan alam ? Pendidikan jiwa. Potensi Sumber Belajar Di masyarakat teryata tersebar berbagai sumber belajar yang tidak terbilang banyaknya dan sumber belajar demikian dapat bersifat makhluk hidup maupun benda-benda mati Orang-oang yang ahli. Pendidikan Kader Organisasi d. Kebutuhan Pendidikan Kesadaran akan kebutuhan pendidikan dari masyarakat semakin meluas seiring dengan munculnya Negara-negara yang baru merdeka dengan segala kekurangannya akibat penjajahan di masa lampau yang berlangsung berpuluh-puluh tahun atau bahkan beratus-ratus tahun Sisi lain yang berpengaruh akan kesadaran kebutuhan pendidikan ini adalah kemajuan ilmu dan teknologi. perkembangan politik. orang-orang yang terampil penuh pengalaman merupakan sumber belajar yang bersifat manusiawi sedangkan kepustakaan desa. Keterbatasan Sistem Persekolahan Di sisi lain system persekolahan. d. Kaset. yang melanda hampir di semua belahan dunia Realitas lain adalah makin dibutuhkannya berbagai macam keahlian dalam menyongsong kehidupan yang semakin kompleks dan penuh tuntutan. sudah selayaknya orang tua mempunyai tanggung jawab moral terhadap pendidikan anak-anaknya agar mereka kelak menjadi orang desa yang tidak tercela b. Majalah. orang-orang yang pintar. pendidikan informal dan pendidikan non formal c. merupakan sumber belajar yang bisa memperoleh ilham untuk menemukan kebutuhan yang berguna bagi seseorang. dan bengkel kerja yang ada. Koran.kenyataan yang ada Di samping itu. Film. Sumber-sumber belajar tersebut. maka wajar masyarakat menghendaki berbagai penyelenggaraan pendidikan dengan program-program keahlian Hal ini berimplikasi pada system dan bentuk-bentuk pendidikan yang dilaksanakan seterusnya dikenal adanya system pendidikan sekolah dan system pendidikan luar sekolah serta ada bentuk pendidikan formal. perkembangan ekonomi. Pendidikan Lanjutan b. mengharuskan siswa berada dalam bentuk menyeluruh dan kahlian yang sejenis sehingga mereka terasing dari pengetahuan dan keahlian lain Kekurang / kelemahan sistem persekolahan inilah yang memungkinkan kegiatan pendidikan luar sekolah menerobosnya sehingga terungkaplah pengetahuan dan keahlian yang selama ini dirasakan sebagai kekurangan. akhlak dan kesehatan 4 Pendidikan Masyarakat . namun kegiatan-kegiatan banyak yang telah ditinggalkan orang 1 Masseducation pendidikan yang memberikan kecakapan 2 Adult Enducation a. Keterlantaran Pendidikan Luar Sekolah Pada mulanya orang telah menyelenggarakan berbagai kegiatan pendidikan yang pada hakikatnya menggunakan system di luar dunia sekolah dan dilaksanakan bersamaan denga pendidikan sekolah biasa. Pendidikan Pembaruan c.

Latar belakang pendidikan. . 3 Alasan dari Segi Formal-Kebijakan a. Mass media cetak dan kemudahan komunikasi antar daerah. termasuk kepramukaan. Garis-garis Besar Haluan Negara 1 Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga. Undang-undang Dasar 1945 1 Pembukaan UUD 1945 menyebutkan Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. b. dan masyarakat 2 Pendidikan juga menjangkau program-program luar sekolah yaitu pendidikan yang bersifat kemasyarakatan. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. ayat (1) : Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”.? Kursus dan Latihan ? Kumpulan Belajar ? Kelas Bebas ? Pama dan Pami ? Sekolah Keliling 5 Pendidikan kemasyarakatan dapat dicontohkan Balai Pengetahuan Rakyat 6 Extention Education ? Amerika Serikat dengan nama Defartemen of Continuation Education. Palestarian Indentitas Bangsa Perubahan-perubahan yang bermakna ditekankan pada adanya isi perubahan yang berhubunhan dengan identitas bangsa yakni penerusan kebudayaan nasional dari satu generasi ke generasi selanjutnya Tujuan perubahan ini menyangkut keselarasan dan keseniam perkembangan bangsa yang bersangkutan di tengah-tengah kemajuan zaman sekarang ini sehingga bangsa tersebut dapat hidup dan berperan aktif di dunia Perubahan secara sistemtis dimaksudkan bahwa perubahan tersebut melalui langkah-langkah dan saluran-saluran sehingga perubahan dapat diarahkan dan dipertanggung jawabkan tercapainya tujuan yang diinginkan b. Usia. latihan-latihan keterampilan dan pemberantasan buta huruf dengan mendaya gunakan sarana dan prasarana yang ada c. tempat tinggal dan kecenderungan ini juga diperkuat oleh kemajuan ilmu dan teknologi seperti: Radio. Tersebarnya ahli pengetahuan yang lebih propesional semakin dapat memenuhi keinginan belajar mendiri. 2 Batang tubuh UUD 1945 menyebutkan pula: Pasal 31. sekolah. yang diatur dengan undang-undang”. ayat (2) : Pemerintah mengusahakan dan menyelengarakan satu sistem pengajaran nasional. Kecenderungan Belajar Individual-Madiri Kecenderungan belajar seseorang tidak bisa dihalangi oleh siapapun dan keinginan untuk belajar ini dapat timbul kapan saja dengan tidak memendang Jenis Kelamin. Televisi. University Extention Departement ? Inggris dengan nama Departemen of Extra Mural Studies 2 Alasan dari segi Analisa-Perspektif a. Pelita Ketiga PLS merupakan salah satu subsistem dari satu sistem pendidikan nasional. yang turut membentuk manusia seutuhnya dan membina pelaksanaan konsep pendidikan seumur hidup. Pasal 31. perdamaian abadi dan keadilan social.

seperti: bentuk pendidikan. The diverse types of out-of school education are designed to accomplish many purposes 2. pelaksanaannya dan sebagainya. Guru-guru mungkin dilatih secara khusus untuk tugas tertentu atau hanya mempunyai kualifikasi professional di mana tidak termasuk identitas guru 6. Sebab dalam asas pendidikan seumur hidup ini semua orang dapat saja disebutkan sebagai anak didik.4 Sasaran Pendidikan Luar Sekolah Adapun sasaran pendidikan luar sekolah dapat dibagi menjadi 2 sasaran pokok yaitu: 1 Pendidikan Luar Sekolah untuk Pemuda a. The boundary is a skifting one between what many be considered as formal education and these many complementary types of education. yang saling menunjang dan saling melengkapi 2. 4. waktu. Tidak seperti pendidikan formal. Dengan sistem pendidikan luar sekolah berarti adanya suatu pola tertentu untuk melakukan pekerjaan / fungsi yakni mendidik. 2. Dalam hubungannya dengan penerapan asas pendidikan seumur hidup “ sistem pendidikan di sekolah disebut multi ezit etry system ”. pendidik. pekerjaan / fungsi mana berbeda dengan pekerjaan / fungsi system pendidikan formal. Penekanan pada penyebaran program teori dan praktek secara relatif dari pada pendidikan luar sekolah 7. 2. Tanggung jawab penyelenggaraan lembaga pendidikan luar sekoalah di bagi oleh pengawasan umum / masyarakat. teknologi modern. pengawasan pribadi atau kombinasi keduanya. Sehingga pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah dapat dipandang sebagai makro maupun mikro dalam hubungannya dengan sistem pendidikan. 3 Jadi dengan pendidikan luar sekolah telah terkandung semua unsure yang disyaratkan oleh sesuatu sistem seperti anak didik. 3. sasarannya. tujuannya. Kelompok-kelompok kegiatan pendidikan luar sekolah antara lain 1) Klub Pemuda . karena: 1 Pendidikan luar sekolah merupakan sistem baru dalam dunia pendidikan yang bentuk dan pelaksanaanya berbeda dengan system sekolah yang sudah ada 2 Dalam pendidikan luar sekolah terdapat hal-hal yang sama-sama pentingnya bila dibandingkan dengan pendidikan luar sekolah. tingkat sistem pendidikan luar sekolah terbatas yang diberikan kredensial.2 Definisi Pendidikan Luar Sekolah Penbahasan tentang pendidikan luar sekolah memang merupakan hal yang menarik. b.Kedua subsistem pendidikan sekolah dan luar sekolah. 4 Mengajar bagaimana caranya belajar 5 Peranan guru makin sebagai partner anak didik dalam hal belajar 6 Ada jalinan hubungan antara sekolah dengan masyarakat dan agar anak-anak tidak terasing dari masyarakat 7 Sekolah harus merupakan system nyang terbuka.3 Ciri-ciri Pendidikan Luar Sekolah 1. Sebab-sebab timbulnya 1) Banyak anak-anak usia sekolah tidak memperoleh pendidikan sekolah yang cukup 2) Mereka memperoleh pendidikan yang tradisional 3) Mereka memperoleh latihan kecakapan khusus melalui pola-pola pergaulan 4) Mereka dituntut mempelajari norma-norma dan tanggung jawab sebagai sangsi dari masyarakat. bagi anak-anak. materi dan tujuan. kelengkapan dan buku-buku bacaan 5. Beberapa lembaga pedidikan luar sekolah disiplinkan secara ketat tehadap waktu pengajaran.

Orang-orang dewasa tertarik terhadap profesi kerja. tidak dapat mengikuti program pendidikan persekolahan . Orang dewasa tertarik terhadap keahlian. b. seperti anak yatim piatu 2) Peserta didik yang karena berbagai sebab sosial. sehingga masyarakat perlu memperoleh tambahan tersebut melalui pemberian informasi dan khursuskhursus kilat 3) Masyarakat Terpencil Untuk itu masyarakat terpencil ini perlu ditolong melalui pendidikan luar sekolah yang mereka dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan nasional ? Berdasarkan kekhususan Sasaran Pelajar 1) Peseta didik yang dapat digolongkan terlantar. berupa: 1) Usia Pra-Sekolah (0-6 tahun) Fungsi lembaga ini mempersiapkan anak-anak menjelang mereka pergi sekolah (Pendidikan Formal) sehingga mereka telah terbiasa untuk hidup dalam situasi yang berbeda dengan lingkungan keluarga. siap kerja dan siap untuk usaha mandiri ? Ditinjau dari Jenis Kelamin Program ini secara tugas diarahkan pada kaum wanita oleh karena jumlah mereka yang besar dan partisipasinya kurang dalam rangka produktivitas dan eferiensi kerja maka pendidikan luar sekolah membanntu mereka melalui program-program PKK. Program KB dan lain-lainnya ? Berdasarkan Lingkungan Sosial Budaya Sasaran pendidikan luar sekolah dapat berupa: 1) Masyarakat Pendesaan Masyarakat ini meliputi sebagian besar masyarakat Indunesia dan program diarahkan pada program-program mata pencarian dan projgran pendayagunaan sumber-sumber alam 2) Masyarakat Perkotaan Masyarakat perkotaan yang cepat terkena perkembangan ilmu dan teknologi. sebagai pelenggkap dan penambah program pendidikan bagi mereka 4) Usia Pendidikan Tinggi (19-24 ntahun) Pendidikan luar sekolah menyiapakan mereka untuk siap bekerja melalui pemberian berbagai keterampilan sehingga mereka menjadi tenaga yang produktif. Dalam rangka memperoleh pendidikan di atas dapat ditempuh melalui: 1) Khursus-khursus Pendek 2) In Service-training 3) Surat-menyurat Sesuai dengan rancangan Peraturan Pemerintah maka sasaran pendidikan luar sekolah dapat meliputi: ? Ditinjau dari Segi Sasaran Pelayan.2) Klub-klub Pemuda tani 3) Kelompok Pergaulan 2 Pendidikan Luar Sekolah untuk orang Dewasa Pendidikan ini timbul oleh karena: a. 2) Usia Pendidikan Dasar (7-12 tahun) Usia ini dilaksanakan dengan penyelenggaraan program kejar paket A dan kepramukaan yang diselenggarakan secara sesame dan terpadu 3) Usia Pendidikan Menengah (13-18 tahun) Penyelenggaraan pendidikan luar sekolah untuk usia semacam ini diarahkan untuk pengganti pendidikan.

sumber belajar. ludruk. kebun percobaan dan lain-lain lembega-lembaga tersebut para peserta dapat memperoleh proses belajar-mengajar sesuai yang mereka inginkan 5 Keluarga Keluarga adalah lembaga pertama dan utama yang dialami oleh seseorang dimana proses belajar yang terjadi tidak berstruktur dan pelaksanaannya tidak terikat oleh waktu. ataupun teknologi modern seperti televisi. dan pertahanan keamanan. sosial politik. radio. PKN. 2) Kordinasi perencanaan dasa atau pelaksana program pembangunan 3) Tenaga pengarahan di tingkat pusat. diskusi. ? Berdasarkan Segi Pelembangan Program Pelembagaan program yang dimaksud keseluruhan proses pengintegrasian anhtara program pendidikan luar sekolah dan perkembangan masyarakat 1) Program antara sektoral dan swadaya masyarakat seperti PKK. Program ini meliputi: nilai-nilai sosial-budaya.? Berdasarkan Pranata Dalam pendidikan luar sekolah memiliki pranata yang bermacam-macam seperti: pendidikan keluarga. agama. modul. Dan pada akhirnya kursus ada evaluasi untuk menentukan keberhasilan dalam Bentuk STTB 2 Kelompok Belajar Kelompok belajar adalah lembaga kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu tergantung pada kebutuhan warga belajar. seperti wayang. pendidikan perluasan wawasan dasa dan pendidikan keterampilan ? Berdasarkan Sistem Pengajaran Sistem Pengajaran dalam proses penyelenggaraan dan pelaksanaan program pendidikan luar sekolah meliputi: 1) Kelompok.5 Wadah Kegiatan Pendidikan Luar Sekolah 1 Kursus Kursus tetap memenuhi unsur belajar-mengajar seperti warga belajar. program belajar. organisasi dan lembaga 2) Mekenisme sosial budaya seperti perlombaan dan pertandingan 3) Kesenian tradisioanal. gedung kesenian. sekolah dan alat-alat pelengkapan kerja. Program belajar dapat berupa paketpaket belajar dan dapat disusun bersama antara sumber belajar dan warga belajar 3 Pusat Pemagangan Pusat pemagangan adalah suatu lembaga kegiatan belajar mengajar yang merupakan pusat kegiatan kerja atau bengkel sehingga peserta didik dapat belajar dan bekerja Dalam hal ini ada 2 macam a) Apprenti peship b) Internaship 4 Pusat Kegiatan Belajar PKB terdapat di dalam masyarakat lyas seperti pesantren. 6 Belajar Sendiri Di pihak lain setiap individu dapat belajar sendiri di manapun dan kapanpun melalui buku-buku bacaan ilmiah. kabupaten. tempat belajar dan pasilitas. perpustakaan. dan sebagaimana 4) Prasarana dan sarana seperti balai desa. Sistem pengajaran dapat berupa ceramah. praktek dan penugasan. masjid. film. dan P2WKSS. kecamatan dan desa 2. latihan. rumah ibadat. buku paket belajar dan sebagainya 7 Kegiatan-kegiatan Lain . idielogi. propinsi. gereja. took.

Prof Drs. Kursus b. DAFTAR PUSTAKA Joesoef. Pendidikan ini jelas ditujukan kepada masyarakat dan daerah yang terbelakang agar masyarakat dan daerah ini dapat menyamai dengan masyarakat sekitarnya yang telah maju 3. diskusi panel dan sebgainya BAB III KONTRIBUSI 3. materi dan tujuan Dengan sistem pendidikan luar sekolah berarti adanya suatu pola tertentu untuk melakukan pekerjaan / fungsi yakni mendidik. Misalnya.2 Kajian Secara Praktis Kajian secara praktis pada makalah ini yaitu wahana untuk meleksanakan program-program belajar dalam usaha menciptakan suasana menunjang perkembangan peserta didik dalam kaitanya dengan perluasan wawasan peningkatan keterampilan dan kesejahteraan keluarga. 1992. lokakarya. Artinya sekolah hendaknya selalu memberi kesempatan pada anak setiap saat untuk memperoleh pendidikan. dakwah. waktu. Soeleiman. sumber-sumber dan sebagainya. Pusat Pemagangan BAB IV PENUTUP 4.2 Saran Sebagai suatu proses yang dinamis.1 Kajian Secara Teoritis Kajian secara teoritis pada makalah yang berjudul “ Pendidikan Luar Sekolah” ini yaitu. sara dan prasarana. alat bantu mengajar. Bumi Aksara. pendidik. Adapun bentuk-bentuknya yaitu: a. sosial maupun pribadi Oleh karena itu para siswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan setiap perkembangan pendidikan yang terjadi untuk mencapai sukses yang berarti dalam keseluruhan proses belajar. sehingga: sekolah harus merupakan sistem yang terbuka bagi anak-anak 4. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah.Kegiatan ini dapat meliputi penyuluhan. Jakarta . Kelompok Belajar c. agar dengan demikian mereka dapat menduduki tempat yang lanyak dalam dunia modern. sekolah tidak lagi bertugas utama memberikan pelajaran yang berupa faktor-faktor dan pengetahuan hafalan kepada murid dan sekolah tidak lagi merupakan sistem tertutup. Salah satu ciri dari perkembangan pendidikan adalah adanya perubahan-perubahan dalam berbagai komponen sistem pendidikan seperti kurikulum strategi belajar-mengajar. seminar. terutama menolong masyarakat untuk mencapai kemajuan sosial-ekonomi.1 Kesimpulan Pendidikan luar sekolah disebut juga suatu sistem pendidikan yang didalamnya terdapat keumpalan komponen (unsur-unsur) yang saling berhungan dan diorganisir untuk mencapai tujuan. pendidikan akan senantiasa berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lingkungan umumnya. Jadi dengan pendidikan luar sekolah telah terkandung semua unsur yang disyaratkan oleh suatu sistem seperti anak didik. Perkembangan ini sudah tentu akan mempengaruhi kehidupan para siswa baik dalam bidang akademik. Fundamental Education artinya Pendidikan Dasar yang dilancarkan sendiri oleh UNESCO. pekerjaan / fungsi mana berbeda dengan perjaklanan / fungsi sistem pendidikan formal.

Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya. training 3. B dan C 2. bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh didalam pendidikan sekolah. Contohnya: private. bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). try out. Artinya.1. les. Contohnya: Kejar Paket A. pelatihan dll . Contohnya: Kursus. keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Artinya. bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan.

terutama pada usia sekolah. dan tentunya kita masih punya satu sikap yakni optimis untuk dapat mengangkat SDM tersebut. Penuntasan buta aksara melalui program Keaksaraan Fungsional. . produktivitas. Seperti kita ketahui. jangkauan dan kualitas pelayanan Kejar Paket A setara SD dan B setara SLTP. 5. Pemanfaatan/pemberdayaan sumber-sumber potensi masyarakat. bahwa rendahnya SDM kita tidak terlepas dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Demikian pula kaitan dengan peningkatan kualitas manajemen pendidikan. 2.menyadari bahwa SDM kita masih rendah. Melaksanakan penelitian kesesuain program PLS dengan kebutuhan masyarakat dan pasar. Memperkuat dan memandirikan PKBM yang telah melembaga saat ini di berbagai daerah di Riau. Perluasan. 3. profesionalitas. Strategi PLS dalam rangka era otonomi daerah. maka yang perlu disusun Rencana strategis adalah : 1. Program Pendidikan Orang tua (Parenting). sebagai akibat dari kemiskinan yang melilit kehidupan keluarga. Meningkatkan pelaksanaan program kendali mutu melalui penetapan standard kompetensi. Dalam kaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan. 2. pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan perempuan (PKUP). dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil. dan daya saing dalam merebut peluang pasar dan peluang usaha. asosiasi profesi. Rendahnya kualitas SDM tersebut disebabkan oleh banyak hal. dan 6. Perluasan pemerataan dan jangkauan pendidikan anak usia dini. 3. 4. serta 5. maka program PLS lebih berorientasi pada kebutuhan pasar. Meningkatkan mutu sarana dan prasarana dapat memperluas pelayanan PLS. tanpa mengesampingkan aspek akademis. dan pemerintah ikut bertanggungjawab kelangsungan pendidikan non formal sebagai upaya untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun. standard kurikulum untuk kursus. hal yang sama disebabkan oleh factor ekonomi Oleh sebab itu. pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan melalui program pembinaan kursus. secara bertahap dan bergukir akan terus ditingkatkan jangkauan pelayanan serta peran serta masyarakat dan pemerintah daerah untuk menggali dan memanfaatkan seluruh potensi masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan PLS. Meningkatkan peranserta masyarakat dan pemerintah daerah. maka rencana strategi yang dilakukan adalah : 1. Oleh sebab itu Program PLS mampu meningkatkan pengetahuan. Salah satu pilar yang tidak mungkin terabaikan adalah melalui pendidikan non formal atau lebih dikenal dengan pendidikan luar sekolah (PLS). perlu menjadi perhatian pemerintah melalui semangat otonomi daerah adalah mengerakan program pendidikan non formal tersebut. lembaga diklat. Meningkatkan mutu tenaga kependidikan PLS. misalnya ketidakmampuan anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam kerangka perluasan dan pemerataan PLS. 4. 2. Peningkatan pemerataan. maka Rencana Strategis baik untuk tingkat propinsi maupun kabupaten kota. Pembinaan kelembagaan PLS. adalah : 1. Meningkatkan kemitraan dengan pihak berkepentingan (stakholder) seperti Dudi. karena UU Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara lugas dan tegas menyebutkan bahwa pendidikan non formal akan terus ditumbuhkembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat. 3. magang. Perluasan. atau bisa saja disebabkan oleh oleh angka putus sekolah. beasiswa/kursus. keterampilan. kelompok belajar usaha.

PLS perlu mempertahankan falsafah lebih baik mendengar dari pada didengar. PLS menjadi tanggungjawab masyarakat dan pemerintah sejalan dengan Pendidikan Berbasis Masyarakat. Diharapkan mereka mampu mengoptimalkan apa yang sudah mereka miliki. dan hasil pembelajaran dapat dirasakan langsung manfaatnya.. dan PLS sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan masyarakat. Meningkatkan fasilitas di bidang PLS Semangat Otonomi Daerah PLS memusatkan perhatiannya pada usaha pembelajaran di bidang keterampilan lokal. Selanjutnya Pendidikan Luar Sekolah harus mampu membentuk SDM berdaya saing tinggi. terutama anak usia sekolah yang tidak mampu melanjutkan pendidikan.4. karena mustahil peningkatan dan pemberdayaan masyarakat menjadi beban pendidikan formal saja. pendidikan dasar. penyelenggaraan PLS lebih memberdayakan masyarakat sebagai perencana. dan perempuan. Pendidikan Luar Sekolah menggunakan pembelajaran bermakna. 5. . kabupaten dan kota secara terus menerus memberi perhatian terhadap PLS sebagai upaya peningkatan SDM. Mengembangkan sistem komunikasi dan informasi di bidang PLS. pendidikan luar sekolah pada era otonomi daerah sebenarnya diberi kesempatan untuk berbuat. baik oleh masyarakat maupun peserta didik itu sendiri. artinya lebih berorientasi dengan pasar. pelaksanaan serta pengendali. yang perlu menjadi perhatian bahwa. dan sangat ditentukan oleh SDM muda (dini). dalam usaha memberdayakan masyarakat kiranya dapat membaca dan merebut peluang dari otonomi daerah.Semoga. sehingga dapat bekerja lebih produktif dan efisien. selanjutnya tidak menutup kemungkinan mereka dapat membuka peluang kerja. dan anak usia putus sekolah. .. akan tetapi pendidikan formal juga memiliki tanggungjawab yang sama. Di dalam pengembangan Pendidikan Luar Sekolah. dan tepatlah Pendidikan Luar sekolah sebagai alternative di dalam peningkatan SDM ke depan. Oleh sebab itu sasaran Pendidikan Luar Sekolah lebih memusatkan pada pendidikan anak usia dini. pendidikan berkelanjutan. baik secara sendiri maupun terintegrasi. Pemerintah daerah propinsi.

dan cultural yang ada di situ. jasa. desa memiliki definisi yang bermacam-macam menurut beberapa versi.Apa penyebab terjadinya penyempitan lahan pertanian di wilayah pedesaan? 2.1. dalam hubungannya dan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain. perdagangan. Definisi-definisi itu diantaranya : y Menurut Bintarto. 3. 1. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari penyempitan lahan pertanian? 3. Berbeda dengan di desa. desa adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsure-unsur geografis. Diharapkan dapat berusaha mencegah dan menanggulangi penyempitan lahan pertanian. desa adalah suatu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan .1. Latar Belakang Desa dan kota memiliki corak kehidupan yang berlatar belakang. Desa dan Kota 2. Namun. Banyak hal positif akibat interaksi tersebut. interaksi tersebut menimbulkan masalah yang sama sekali tidak menguntungkan. Diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyempitan lahan pertanian.2.Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari penyempitan lahan di pertanian.Mengetahui penyebab terjadinya penyempitan lahan di wilayah pedesaan. Rumusan Masalah 1. Di antara banyak masalah. dan lain-lain. Manfaat 1.4.BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuan 1.1. terlepas dari itu. desa adalah permukiman manusia yang letaknya di luar kota dan penduduknya berpangupa jiwa agraris. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 2 BAB II PEMBAHASAN 2. sosial. politis. kota berpenduduk padat dan umumnya ramai. 2.Mengetahui pencegahan dan penyempitan lahan pertanian.3. Diharapkan dapat menyadari akan dampak atau bahaya yang ditimbulkan dari penyempitan lahan pertanian. 2. ekonomis. salah satunya adalah penyempitan lahan pertanian di wilayah pedesaan. Secara khusus.1. Bagaimana pencegahan dan penanggulangan penyempitan lahan pertanian? 1. DesaDalam arti umum. Sedangkan kota banyak diartikan sebagai cermin dari pembangunan dan modernisasi yang identik dengan industri. Perbedaan corak kehidupan tersebut menimbulkan daya tarik masing-masing sehingga antara keduanya terjadilah interaksi. y Menurut Sutardjo Kartohadikusumo. 1. Umumnya desa bercorak agraris dan penuh dengan ketenangan serta kesederhanaan. 3.

desa besar (6-8 km2). KotaMenurut Bintarto. seperti aspek morfologi. Desa juga dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kategori. dll. serta mata pencaharian penduduknya. dan tata kehidupan. Desa memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari kota. rumah sakit (kesehatan). jumlah penduduk. dan lain sebagainya. rumah ibadat (agama).pemerintahan sendiri. Daerah dalam arti tanah-tanah pekarangan dan pertanian beserta penggunaannya termasuk pula aspek lokasi. hukum. ketiga unsure tersebut adalah kerangka (jaringan jalan). Kota dapat dibedakan dengan melihat beberapa aspek. Desa memiliki tiga unsur yang sangat penting. Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku.Menurut Berry. desa kecil (2-4 km2). y y Berdasarkan potensi desa : desa nelayan. batas. desa kecil (100-500 jiwa/km2). tiga unsur tersebut adalah konstruksi materi. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 3 y Berdasarkan kepadatan penduduk : desa terkecil (<100 jiwa/km2). kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya materialistis. kepadatan. yang kesemuanya merupakan lingkungan geografis setempat. desa sedang (500-1500 jiwa/km2). ekonomi.2. penduduk. dan desa terbesar (8-10 km2). pertambahan. y . kampus/sekolah (pendidikan). dan transportasi. yaitu : y Berdasarkan luas : desa terkecil (<2km2). desa swakarya (desa sedang berkembang). yaitu daerah. diantaranya : y Perbandingan lahan dengan manusia (man land ratio cukup besar). dan ikatan-ikatannya sebagai warga masyarakat desa. daging (kompleks perumahan penduduk).1. relasi sosial. Hubungan y antar warga masih sangat akrab. desa sedang (46 km2). dan darah (manusia dengan kegiatannya). y y Lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian. Kemudian penduduk meliputi jumlah. desa pertanian. dan sosial. Lalu tata kehidupan. Berdasarkan perkembangannya : desa swadaya (desa terbelakang). desa besar (1500-3000 jiwa/km2). luas. Kota juga dapat diartikan sebagai benteng budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non-alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya (hinterland). penyebaran. Sedangkan menurut Svend Riemer. berkaitan dengan ajaran tentang tata hidup. 2. dan desa swasembada (desa maju). Kota memiliki tiga unsure penting. dan desa terbesar (3000-4500 jiwa/km2).Ada pula geograf lain yang menafsirkan lebih luas bahwa daging sebagai lembaga-lembaga kemasyarakatan yang wadahnya berupa kompleks pasar (ekonomi). tata pergaulan.

000 jiwa). y Dilihat dari jumlah penduduknya. kota sedang (50.000-50. kota terdiri dari gedung. yaitu kota kecil (20. serta dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti pasar. rumah sakit. bioskop. listrik. kota memiliki jumlah penduduk yang besar. kota metropolitan (1 juta ± 10 juta jiwa). dan lain-lain.000-100.000 hingga 1 juta jiwa). ada standar yang menentukan besar kecilnya kota berdasarkan jumlah penduduk.gedung atau bangunan-bangunan besar yang saling berdekatan. pegadaian.Dilihat dari morfologi atau kenampakan fisiknya. jalan raya. dikaitkan dengan adanya hak-hak hukum tersendiri bagi penghuni kota. dibandingkan dengan desa.000 jiwa). kota besar (100. sekolah. y Pengertian kota dilihat dari hukum. . dll. Di Indonesia.

Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH. BAB II PEMBAHASAN A. IDENTIFIKASI MASALAH C. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. LATAR BELAKANG MASALAH B. Terima kasih. PEMBATASAN MASALAH. PERUMUSAN MASALAH. Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. D. B. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. . Makalah ini memuat tentang “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar.

Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat. harus terbentuk masyarakat belajar. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH. sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. kreatif. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. IDENTIFIKASI MASALAH (LATAR BELAKANG) Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah”. memungkinkan kita berpikir kritis. B. SIMPULAN B. BAB I PENDAHULUAN A. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. BAB III PENUTUP A. Dengan sistem pendidikan yang mapan. dan produktif. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita.C. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dalam dunia pendidikan. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. SARAN Daftar Pustaka. terkait dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah . Untuk mencapai bangsa yang cerdas. buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan. LATAR BELAKANG MASALAH Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan.

maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. mendukung. . Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ? BAB II PEMBAHASAN Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka. Memupuk rasa cinta. baik berupa buku maupun bukan buku. pembahasan meliputi tujuan perpustakaan. dan kebiasaan membaca. maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah : a. di samping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar. kesadaran. dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler. masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Berkaitan dengan judul tersebut. fungsi perpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan. Sesuai dengan judul makalah ini. Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut. D. Perumusan Masalah. Bagaimana deskripsi peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah ? 2. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ? C. Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah. ko-kurikuler dan ekstra kurikuler. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah 2. b. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan. diantaranya adalah : 1. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. PEMBATASAN MASALAH. A.dan fungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program tersebut.

sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik. sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang. Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah. mengembangkan kecakapan berbahasa. Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri. efektif dan efisien. Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler. efektif. 4. dan efisien. 7. maka dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu. 3. maupun ekstra kurikuler. 4. B. kokurikuler. 8. penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis. mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik. 3.2. mengembangkan daya ekspresi. Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa. Fungsi Informatif. Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu. 5. Fungsi Rekreatif. Fungsi Penelitian Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek penelitian sederhana dalam . 2. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik. terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi. Fungsi Edukatif. sebagai berikut : 1. Memperluas pengetahuan para siswa. 5. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH. Fungsi Administratif Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan. baik oleh siswa maupun oleh guru. 6.

Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan. 10. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar. 9. 2. Kegairahan / minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa. yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak. sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan. 14. 3. SIMPULAN Berdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu . Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain : 1.berbagai bidang studi. maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak. maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif. 7. 8. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat. yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa. Bila diperhatikan secara jenih. 4. 5. BAB III PENUTUP A. 11. 6. sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH. benar-benar telah terbangun. 12. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa. 13. C.

Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya B. SARAN Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan di sekolah. 2.kemenag.go. DAFTAR PUSTAKA . Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya. 3.ac. Peranan perpustakaan sangat menunjang prestasi pendidikan di sekolah. 2.id www. penyusun memberikan saran sebagai berikut: 1.ut.Buku Pendidikan Kewarganegaraan You might also like: • • • • Kumpulan Kata-kata Bijak dan Mutiara para Tokoh Ujian Nasional Yg Harus Diulang Situs/website Universitas Terbuka ( UT ) .id | info & cara daftar LinkWithin Diposkan oleh Admin 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Lagi Baca • • • • Video pesta seks Bintang Liga Inggris | download video bintang Premier Liga Foto Hantu Cekik di Bogor | Penampakan video Daftar Harga HP Nokia Terbaru 2011 | Handphone nokia Foto Kecelakaan Kereta api Banjar | Video tabrakan KA Banjar . Peran pengelola perpustakaan / pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan profesional.www. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan.Pendidikan di Sekolah” dapat disimpulkan bahwa : 1.

jasa. dll. didominasi oleh industri. y . perdagangan. struktur mata pencaharian kota termasuk nonagraris.• Foto Jupe Toples | Hot & syur waktu tidur • • • gemscool gemscool point blank redtube Pengikut Artists directory Indonesia directory Lagi Baca © 2009 | Simple SEO Template | Themes By tube8|redtube Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 4 y Dilihat dari segi ekonomi.

Penyempitan lahan pertanian merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi dimana lahan pertanian di pedesaan sudah banyak berkurang. Kota dipandang sebagai pusat-pusat kemajuan dan modernisasi. dan cenderung memiliki konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan produksinya. Karena itu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu dampak dari interaksi antara desa dan kota adalah terjadinya urbanisasi yang berimbas pada penyempitan lahan pertanian di wilayah pedesaan. Sebetulnya.1. berubah pangupajiwa dari bertani ke yang lain. Pedesaan tak memiliki sistem organisasi dan koordinasi yang mampu memaksa pihak kota untuk membayar hasilnya dengan harga yang lebih tinggi. yaitu orang bergaul serba lugas. PaulHarrison dalam bukunya yang berjudul Inside The Third World (1984). hubungan antarpenduduk kota disebut impersonal. Di Indonesia sendiri. Penyempitan Lahan Pertanian di Desa Lahan pertanian. migrasi masuk kota. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 5 2. pihak yang berwenang terus berusaha mengembangkan kota. hal yang hampir sama juga terjadi di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. masalah tersebut sudah terjadi selama bertahun- . Dilakukan urbanisasi besar yang bertahap. Dengan lengkapnya berbagai macam fasilitas.Mereka hidup seperti terkotak-kotak oleh kepentingan yang berbeda-beda dan bebas memilih hubungannya dengan siapa saja yang diinginkannya. Sedikit demi sedikit. 2. mendominasi pola manusiawi. mengadakan perluasan ke daerah-daerah pinggiran kota. mengganggu perkembangan kota-kota lain yang lebih kecil. menulis bahwa : Relasi antara kota dan pedesaan di Dunia Ketiga mirip sekali dengan relasi antara negara-negara yang kaya dan miskin.3.Dilihat dari segi sosial.barang yang serba murah dibandingkan dengan segalanya yang didatangkannya dari kota. tentu hampir semua orang tergiur oleh kehidupan di kota. menyedot tenaga manusia. sepintas lalu. budaya masyarakat desa diubah. identik dengan wilayah pedesaan yang corak mata pencahariannya bergerak di sektor agraris. Pedesaan menghasilkan barang. dalam artian menyangkut proses menjadi kawasan perkotaan. Interaksi Desa-Kota SosiologHoselitz mengatakan bahwa kota besar melancarkan sifat-sifat parasiternya terhadap pedesaan dengan perincian : menelaah habis investasi. dan tentu saja lahan-lahan di desa pun terambil demi melaksanakan urbanisasi yang dipandang sebagai suatu indikator modernisasi dan kemajuan ini. juga menyangkut perubahan dalam pola perilaku manusia.2.

Sementara itu.2002 diperkirakan mencapai 330. dan jasa.1. Dengan berkembangnya teknologi informasi. dari tahun 1999. dalam artian bermigrasi ke wilayah Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 6 perkotaan untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Di negara-negara yang sedang berkembang. Kota-kota menyedot sumber-sumber daya alam dan tenaga manusia. kota terus mengadakan perluasan ke beberapa daerah di sekitarnya untuk mencapai kemakmuran.Adapun hubungan dengan sektor pertanian di pedesaan acap kali bersifat ekstraktif atau eksploitatif. terjadi penularan mental orang-orang kota ke orang-orang desa menjadi materialistis. Struktur tersebut cenderung ditentukan oleh pengaruh kuat dari pihak yang bersistem kapitalis dunia. Gambaran lebih jelasnya. dibandingkan dengan sektor pertanian yang perputaran uangnya cenderung lambat.tahun.000 ha/tahun. meskipun hal tersebut terjadi sedikit demi sedikit.Migrasi ini menyebabkan lahan-lahan pertanian di wilayah pedesaan tersebut terbengkalai. Dalam rangka perluasan kota. 2. Kota yang menuntut cepatnya perputaran uang tentu lebih berpihak pada sektor industri. mungkin seperti ini : Kota. Urbanisasi yang menstimulasikan kebutuhan dan partisipasi menyediakan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk apa yang disebut tinggal landas oleh Rostow. Faktor Penyebab Menyempitnya Lahan Pertanian Penyempitan lahan pertanian disebabkan oleh berbagai macam faktor. desa berinteraksi dengan kota. perdagangan. pemerintah daerah dan beberapa pihak swasta rela membeli lahan-lahan pertanian untuk dikembangkan menjadi pusat . urbanisasi dan pertumbuhan kota dipandang sebagai suatu indikatordari modernisasi dan kemajuan. urbanisasi melampaui tingkat yang secara normal dapat diimbangi oleh struktur ekonomi dan sosial intern dari negara yang bersangkutan. baik di negara maju maupun berkembang merupakan cerminan hidup modern dan cenderung memiliki taraf hidup yang sedikit lebih tinggi darial pada desa.Menurut data dari Dinas Pertanian dan Peternakan. Perubahan mental inilah yang mendorong orang-orang desa berurbanisasi. yang berdampak pada perubahan mental yang terjadi pada orang-orang desa. atau interaksi dalam dunia maya (internet). Pada tahun 1958 sosiolog Daniel Lerner masih berpendapat bahwa urbanisasi di Dunia Ketiga merupakan prakondisi untuk modernisasi dan pembangunan.000 ha atau setara dengan 110. Dari tontonan di televisi.2. Urbanisasi Belum lama berselang. diantaranya adalah sebagai berikut : 1.

atau yang lainnya. menyebabkan lahan-lahan pertanian yang produktif semakin berkurang. Hal tersebut dikemukakan dalam laporan PBB tahun 1968.Harga tanah bergerak secara spiral. terjadi pengalihan mata pencaharian penduduk sekitar. Spekulasi Tanah di Perkotaan Kehidupan di kota-kota nampak mewah pada kaum etnik minoritas dan orang kaya. wisata. Disini.industri.Hal tersebut terjadi karena pembangunan kegiatan perekonomian baru yang dibangun ini pun merekrut banyak tenaga kerja sehingga muncul lapangan kerja baru. Di kota terjadi konsumsi yang serba mewah. perluasan kota jangkauannya lebih luas daripada daerah-daerah pinggiran kota dimana pembangunan kota berlangsung. Para pegawai negeri dan Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 7 perwira militer terlibat dalam pemborongan tanah pertanian di desa-desa. dari bertani menjadi industri. disertai hilangnya lapangan kerja lama karena hilangnya lahan pertanian. perdagangan. Dan sangat disayangkan pula. bahwa orang-orang desa sebagian besar bersedia menjual lahan-lahan pertanian mereka. terlihat sangat jelas bahwa urbanisasi. Sayangnya.Hal ini merupakan akibat dari berlakunya Undang-Undang Landreform tahun 1960 yang isinya : hanya anggotaABRI dan pejabat-pejabat pemerintah diperkenankan memiliki tanah di luar wilayah tempat tinggalnya. 3. atau apapun yang dapat menghasilkan uang dengan cepat dan dalam jumlah yang besar. daripada di negara-negara maju sekalipun. sehingga mendatangkan akibat serius bagi pemilikan tanah di kota. Disimpulkan bahwa bentuk khas pembangunan yang terjadi di pusat-pusat kota negara-negara Dunia Ketiga menjurus kepada meningkatnya spekulasi tanah. penggunaan tanah sebagai lambang status dan penumpukkan harta. bahkan kota-kota di Dunia Ketiga dilanda gelombang spekulasi tanah segera setelah terjadinya perkembangan ekonomi. perdagangan. lahan-lahan itu umumnya masih sangat produktif. PertumbuhanAlami Penduduk . timbul ketergantungan sosial ekonomi yang semakin besar dari daerah pedesaan kepada kota. seperti misalnya diMalaysia dan Indonesia. Spekulasi tanah di pusat-pusat metropolitanAsia memang telah meningkat sedemikian rupa. Hans-Dieter Evers dalam bukunyaSosi ol ogi Perkotaan (1982) menulis bahwa spekulasi tanah merajalela di Jakarta dan sekitarnya. maka lahan tersebut tidak dapat dipakai lagi menjadi lahan pertanian. 2. memperkaya kaum elit kota pemilik tanah. Lalu. Dari gambaran tersebut. dan apabila sudah dialihfungsikan. baik dalam artian perpindahan penduduk desa ke kota maupun dalam arti perluasan kota. Dengan demikian. dan meningkatkan pemilikan tanah secaraabs ent ee di kawasan pedesaan sekitar kota. sehingga harga tanah di kota lebih tinggi di negara-negara sedang berkembang di Asia.

dan hal ini sangat sulit dicegah. hutan bakau di pantai. dan lain. pertumbuhan terjadi secara alamiah sehingga pada suatu saat. muncul sumbersumber ekonomi baru di kota seperti industri modern. Kita mengetahui bahwa sifat setiap manusia berbeda.Hal itu dikarenakan oleh filosofi petani yang sifatnya senang mengumpulngumpulkan harta. Dan seiring berjalannya waktu. dan sisanya masih berupa lahan pertanian.Masuknya pengaruh dominasi kota ke desa memunculkan modernisasi di pertanian dalam arti luas. Karena itu. bank multinasional.Selain urbanisasi. ada faktor lain yang menyebabkan menyempitnya lahan pertanian. yaitu pertumbuhan penduduk yang berlangsung secara alami. Meskipun tidak mungkin semua lahan pertanian itu digunakan sebagai permukiman (tempat tinggal). maka disini penulis mengemukakan bahwa.Akibat hal tersebut.lain. lahan-lahan pertanian yang dimiliki mereka diwariskan kepada anak cucu mereka untuk dijadikan tempat tinggal. Didorong oleh meningkatnya kebutuhan pokok penduduk yang pesat bertambah dan menciutnya lahan pertanian. tetapi setidaknya lahan tersebut makin berkurang. badan-badan perniagaan.Adanya anggapan banyak anak banyak rejeki. maka diusahakan intensifikasi dan menjalar ke lahan-lahan marginal seperti rawa-rawa. meskipun sudah sangat sempit. untuk diwariskan kepada anak-cucunya.Hal tersebut mendorong kebutuhan akan tempat tinggal baru. Bersama itu.2. . Jika tadi diuraikan bahwa sebagian besar orang-orang desa rela menjual lahan pertaniannya. dan lereng-lereng gunung. Sementara itu. Perubahan tata ekologis pedesaan Pembangunan ekonomi nasional dilakukan salah satunya dengan industrialisasi. karena suatu rumah tidak mungkin dapat menampung sebuah keluarga yang nantinya anggotanya terus bertambah. Dampak-dampak tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Sebagian lahan pertanian µdikorbankan¶ untuk dibangun industri atau permukiman. maupun pada lingkungan. Penduduk tumbuh secara alami. sebagian kecil petani tidak rela menjual lahan pertaniannya. kebutuhan akan tempat tinggal baru bagi anak cucunya di masa depan akan muncul dan tentu saja lahan pertanian yang diwariskan turun temurun itu makin lama makin menyempit. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 8 2. kelestarian lingkungan menjadi terancam. Dampak dari Penyempitan Lahan Pertanian di Pedesaan Penyempitan lahan pertanian merupakan suatu akibat dari banyak faktor. mendorong sebagian orang desa yang pikirannya masih kolot terus bereproduksi. Selain itu. kota terus berkembang ke wilayah pedesaan. penyempitan lahan pertanian juga dapat berimbas pada hal-hal lain yang berdampak negatif baik pada orang-orang desa itu sendiri. Sementara itu jumlah anggota keluarga semakin bertambah. ditambah lagi terjadinya pernikahan pada anak-anak mereka.2.

dan dapat mengganggu kesehatan penduduk di sekitarnya. perlu penanggulangan yang tepat. Pencegahan dan Penanggulangan Penyempitan Lahan Pertanian Penyempitan lahan pertanian ternyata membawa banyak dampak negatif baik bagi lingkungan. y Air limbah industry dapat mematikan ikan. penduduk yang Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 9 semakin bertambah mengakibatkan lahan pertanian semakin sempit. Bila hujan deras.Andai saja interaksi tersebut tidak pernah ada. petani diharapkan dapat sebisa mungkin mengolah dan mempertahankan lahan pertaniannya agar tidak dijual kepada sektor non-agraris. y Hutan y bakau yang semula merupakan tempat bertelurnya ikan laut.Akhirnya. seperti yang kita ketahui bahwa interaksi antara desa dan kota sulit dicegah sehingga masalah ini pun sulit juga dicegah. Jika masalah ini sudah terjadi.y Pertanian di tanah rawa lekas macet juga. 3. setelah disawahkan. maka mungkin masalah penyempitan lahan pertanian ini pun tidak akan muncul. Karena air di sana asin. RUU yang direncanakan ini bernama Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. mencegah dan mengendalikan terjadinya alih fungsi lahan pertanian serta menjamin akses masyarakat petani terhadap lahan yang tersedia.Hal tersebut berdampak pada macetnya perkembangan pertanian. 2.Menurunnya produksi pangan yang berimbas pada sulitnya masyarakat untuk mengakses pangan sehingga masih bergantung pada impor. sehingga ketika panen harga jualnya tetap tinggi.Macetnya Perkembangan di Pedesaan Dengan menyempitnya lahan pertanian. para petani akan menggarap tanahnya secara intensif agar dapat bertahan hidup. fungsinya yang lama berhenti. yang terjadi adalah kemiskinan yang merata. y Peningkatan nilai jual produk pertanian yang dilakukan dengan pemilihan komoditas pertanian yang pas. tanaman. akhirnya tanahnya menjadi mati. Berikut ini adalah usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah bertambahnya penyempitan lahan pertanian : y Untuk menjamin ketersediaan lahan pertanian yang cukup. bahkan bangunan irigasi. pemerintah khususnya Komisi IV menegaskan perlunya ditopang peraturan perundang-undangan. 2. terutama di kalangan petani. Namun. Dengan tingginya nilai jual produk pertanian. .3.Hal tersebut dapat ditafsirkan sebagai macetnya perkembangan perekonomian. Selain itu. maupun manusia. Pembukaan hutan untuk membuka lahan pertanian baru mengakibatkan rusaknya lingkungan. karena bersama proses itu juga gotong royong masih berlaku di pedesaan.Masalah ini terjadi akibat adanya interaksi antara desa dan kota.2. terjadi erosi dan banjir yang dapat merusak permukiman penduduk.

sekaligus terbesar yang dapat kita lakukan dalam masalah ini adalah menanamkan pada diri masing-masing untuk lebih peduli akan dampak yang akan ditimbulkan akibat penyempitan lahan pertanian. Kesimpulan Dari uraian-uraian tersebut. namun belum tentu semuanya berhasil. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 10 masyarakat mengelabui pemerintah untuk membangun bangunan-bangunan di atas lahan-lahan pertanian yang produktif. masyarakat akan dengan mudah mendapatkan izin mendirikan bangunan. tapi berbagai macam pupuk dalam porsi yang seimbang agar hasilnya lebih baik. y . Dalam hal ini. sebetulnya tidak banyak yang dapat kita lakukan untuk mencegah atau menanggulangi penyempitan lahan pertanian di wilayah pedesaan. hal ini perlu kita renungkan pada diri kita masing-masing. tetap saja dijumpai kendala-kendala yang menghambat penanggulangan masalah tersebut. Oleh karena itu. mengingat banyak terjadi kasus suap oleh pihak-pihak swasta (atau pihak lainnya) yang bermaksud mendirikan bangunan di atas lahan yang masih produktif. Sebab. Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 11 BAB III PENUTUP 3. Banyak usaha yang telah dilakukan.y Meningkatkan produktivitas lahan dengan menggunakan tidak hanya urea. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah itu hampir tidak memiliki kecacatan. semua kebijakan-kebijakan itu akan dilaksanakan oleh kita dan dalam prakteknya sendiri semuanya tergantung kepada bagaimana kita melaksanakannya.Hal tersebut terjadi karena tiap-tiap orang memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda. Sehingga akhirnya. Dalam hal ini. y Memperketat pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada masyarakat. Dinas Tata Ruang Kota perlu ambil andil. terkadang pemerintah pun kurang bisa mempraktekkan hal-hal tersebut dengan baik.1. penulis dapat menyimpulkan bahwa : y Penyempitan lahan pertanian merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi dimana lahan pertanian di pedesaan sudah banyak berkurang. perlu diadakan penyuluhan bagi petani mengenai keterampilan dan pengetahuan mengenai bertani atau bercocok tanam.Mereka membuat lahan-lahan produktif menjadi tidak produktif dengan cara tidak mengairinya dengan irigasi. Selain kendala dari masyarakat. Seperti yang terjadi di kota Solok. Setelah lahan tersebut menjadi lahan kritis. Tidak semua orang dapat mengerti dan peduli terhadap akibat dari apa yang mereka telah atau akan mereka perbuat. Namun dalam prakteknya.Hal terkecil.

Saran Mengenai masalah penyempitan lahan pertanian ini. seperti mengadakan penyuluhan kepada masyarakat. dan pertumbuhan penduduk secara alamiah. juga macetnya perkembangan di pedesaan. y Dampak dari penyempitan lahan pertanian diantaranya adalah perubahan tata ekologis yang berhubungan dengan kerusakan lingkungan hidup. penulis menyarankan : y Bagi pemerintah.Penyempitan lahan pertanian diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah urbanisasi. spekulasi tanah di perkotaan. sebaiknya perlu menanamkan pemahaman dan rasa peduli terhadap lingkungan agar tidak merugikan pihak lain atau bahkan pihak sendiri hanya karena mengatasnamakan pembangunan. 3. khususnya kaum petani. sebaiknya lebih meningkatkan kualitas perealisasian dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan. y Pencegahan dan penanggulangan penyempitan lahan pertanian yang telah dilakukan oleh pemerintah yaitu berupa beberapa kebijakan perlindungan lahan pertanian. serta peningkatan nilai jual hasil produksi pertanian dan peningkatan produktivitas lahan. Dan kesemuanya itu diharapkan dapat terlaksana dengan jujur. .2. y Bagi masyarakat. dan menurunnya produktivitas pangan. juga mengadakan kontrol agar pembangunan kota tidak menggerogoti lahan-lahan pertanian dan diusahakan pembangunan tersebut tidak merugikan sebelah pihak.

15 Februari 2008. 10Agustus 2009.Penyempitan Lahan Pertanian di Wilayah Pedesaan | 12 DAFTAR PUSTAKA Buku Daldjoeni. Jakarta : LP3ES.s ej aht er a.deptan. Bandung :Alumni. Lahan Pertanian Perlu PerlindunganHukum. go.litbang. N. Sosiologi Perkotaan (Urbanisasi dan Sengketa Tanah di Indonesia dan Malaysia). Banten. bant enprov.htt p:// www.ht tp:// els. bappe nas.id. ---. 14 Desember 2009. S ol ok. Jakarta. Lahan Pertanian di Kota Solok TerusMenyusut. Jakarta.Geografi Kota dan Desa. com. Khairunnisa. ant ar a -s umbar. Artikel Dinas Pertanian dan Peternakan.go. i d.Hans-Dieter. 3Maret 2008. pk . ---. . Lahan Pertanian BelumMenjadi Prioritas.AtasiMasalah Penyempitan Lahan Nilai Jual Produk Pertanian Perlu Ditingkatkan. http://yogya.http:// www. Evers. go. 4 Februari 2009. di stanak. Rancangan Undang-Undang Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. ---.or g. i d. Yogyakarta. 1982.http:// www. 1998.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful