PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU NOMOR : 04 TAHUN 2001

TENTANG

POLA DASAR PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BANJARBARU TAHUN 2001 – 2005

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANJARBARU.

Menimbang

:

a.

Bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru sebagai wakil masyarakat memprakarsai pembuatan Pola Dasar Pembangunan Daerah yang merupakan perwujudan kehendak rakyat untuk dijadikan landasan dan wacana dalam melaksanakan tahapan pembangunan Kota Banjarbaru 5 Tahun kedepan;

b.

Bahwa Pola Dasar Pembangunan Daerah adalah dokumen induk Perencanaan Pembangunan Daerah yang memuat tentang Perencanaan Strategi, Visi dan Misi, arah kebijakan, serta kaidah pelaksanaan sebagai pernyataan kehendak Rakyat Kota Banjarbaru;

c

Bahwa pokok-pokok kebijakan yang termuat dalam Pola Dasar Pembangunan Daerah merupakan arah dan pedoman bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan guna mewujudkan Banjarbaru sebagai kota terdepan dan mandiri;

d

Bahwa untuk maksud tersebut huruf a dan b konsideran diatas, perlu disusun Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

Mengingat :

1. 2.

Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara; Undang-undang Nomor 7 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-undang DaruratNomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan sebagai Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1820);

3

Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3501);

4

Undang-undang Nomor 9 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarbaru;

2005 yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Peraturan daerah ini. 6 Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Perimbangan Kemajuan antara Pemerintah Pusat dengan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72. Bab VI PENDAHULUAN KONDISI DAN POTENSI VISI DAN MISI KOTA BANJARBARU ARAH KEBIJAKSANAAN KAIDAH PELAKSANAAN PENUTUP Pasal 2 Isi besrta uraian perincian sebagaimana tersebut dalam pasal 1 terdapat dalam naskah Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru Tahun 2001. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848). Bab III d. Pasal 1 (1) Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru adalah Pokok-pokok Kebijakan Sebagai Landasan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. Bab V f. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BANJARBARU MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU TENTANG POLA DASAR PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2005. Pasal 3 . Bab IV e. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). Bab I b. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839). 7 Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban serta bentuk dan Tata Cara Peran serta Masyarakat dalam Penataan Ruang.5 Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembar Negara Tahun 1999 Nomor 60. Untuk dapat memperoleh rangkaian hubungan yang menyeluruh maka sistematika Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru disusun sebagai berikut : (2) a. Bab II c. 9 Peraturan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan Nomor 7 Tahun 2000 tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan Tahun 2000 – 2005. 8 Peraturan Pemerintahan Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54.

Pasal 6 Peraturan Daerah ini berlaku sejak tanggal diundangkan.Berdasarkan Peraturan daerah ini disusun Program Pembangunan Daerah (PROPERDA) dalam kurun waktu lima tahun kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Strategi Pembangunan Daerah (RENSTRADA). Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (REPETADA) yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota dan selanjutnya setiap tahun disusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Pasal 4 Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru tahun 2001. memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan Penempatannya dalam lembaran Daerah Kota Banjarbaru. Ditetapkan di Banjarbaru. Pasal 5 Semua penyusunan rencana dan Program kegiatan dalam penyelenggaraan pembangunan Daerah yang sebelumnya telah ada agar disesuaiakan dengan Peraturan Daerah ini. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. Pada tanggal : 13 Juli 2001 WALIKOTA BANJARBARU RUDY RESNAWAN Diundangkan di Banjarbaru Pada tanggal : 14 Juli 2001 SEKRETARIS DAERAH KOTA BANJARBARU . perlu dimasyarakatkan dan dijadikan landasan dalam penyusunan rencana dan Program pelaksanaan kegiatan pembangunan Kota Banjarbaru.2005 merupakan dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang strategis.

Pemerintah Kota Banjarbaru harus mampu mengembangkan dan mengelola sumber daya alam regional dan sumber daya manusia yang ada secara optimal. Kemudian dengan diundangkannya Undang-undang Nomor : 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah. (2) Dapat memecahkan persoalan pelayanan kota karena hambatan yang bersifat kultural sosiologis melalui penggerakan partisipasi masyarakat. Pola Dasar Pembangunan Daerah tersebut juga merupakan dasar penyusunan perencanaan pembangunan menyeluruh. Inovasi dalam hal penyediaan pelayanan masyarakat kota seperti. Guna dapat melaksanakan inovasi tersebut Pemerintah Kota Banjarbaru memiliki komitmen untuk terus meningkatkan mekanisme kemitraan antara pemerintah. memuat tentang kondisi dan potensi. Mekanisme ini diharapkan. merupakan pokok-pokok kebijaksanaan pembangunan daerah sebagai penjabaran lebih lanjut dari GBHN yang disesuaikan dengan potensi dan situasi serta kondisi daerah sebagaimana diatur oleh UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999. (1) Dapat memberikan pelayanan yang optimal dengan beban biaya yang lebih ringan bagi Pemerintah Kota sehingga efisiensi anggaran dapat ditingkatkan. Agar Pemerintah Kota Banjarbaru tetap terjaga keberadaannya serta mampu berperan dalam kerangka pembangunan nasional diperlukan konsep pembangunan daerah yang terencana. melingkupi seluruh wilayah Kota Banjarbaru yang dilaksanakan secara terarah dan terpadu dengan tujuan pembangunan nasional di daerah. visi dan misi Kota Banjarbaru. tentang Pemerintahan Daerah. Mekanisme tersebut antara lain dapat dilakukan dengan penyediaan kebutuhan serta pelayanan masyarakat yang eskalasinya terus meningkat. Maksud dan Tujuan . Pola Dasar Pembangunan Daerah adalah dokumen induk perencanaan pembangunan Kota Banjarbaru. Format tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan pernyataan kehendak masyarakat Kota Banjarbaru sebagai landasan bagi pembangunan Kota Banjarbaru. proaktif dan kreatif agar dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di segala aspek. namun demikian khusus untuk visi karena berfisat filosofis idealnya tetap menjadi acuan untuk perencanaan pembangunan jangka panjang 25 (dua puluh lima) tahun. kondisi mengurus rumah tangga sendiri ini semakin diperjelas dengan konsep otonomi yang seluas-luasnya. Konsekuensi logis dari hal tersebut Pemerintah Kota Banjarbaru harus lebih bersifat inovatif. sejalan dengan perkembangan masyarakat kota. Pengertian Pola Dasar Pembangunan Daerah. swasta dan masyarakat umum. arah atau strategi kebijaksanaan serta kaidah pelaksanaan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. MUHAMMAD RUZAIDIN NOOR PEMBINA UTAMA MUDA NIP. dimana pelaksanaannya ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Dasar Pemikiran Undang-undang Nomor : 9 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarbaru mengandung konsekuensi Daerah harus mampu mengatur dan mengurus rumah tangganya dengan segenap potensi yang dimilikinya. 010 078 941 LEMBARAN DAERAH KOTA BANJARBARU TAHUN 2001 NOMOR 32 SERI D PENDAHULUAN A. seperti termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. B. administrasi dan sistem pengelolaan keuangan. birokrasi. untuk itu dalam pelaksanaan pembangunan. perubahan konsep berpikir seperti ini perlu mendapat prioritas dari pengelola Pemerintahan Kota. C.DRS. pengembangan sistem organisasi.

menengah maupun jangka panjang dengan pola Sustainable Development (pembangunan berkelanjutan). Permukiman. perguruan tinggi. Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru disusun dengan sistimatika sebagai berikut : BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI PENDAHULUAN KONDISI DAN POTENSI VISI DAN MISI KOTA BANJARBARU ARAH KEBIJAKSANAAN KAIDAH PELAKSANAAN PENUTUP BAB II KONDISI DAN POTENSI A. yang didasari kadar keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa Selanjutnya pengambilan keputusan harus didasari kesepakatan yang bersifat partisipatif. serta pemerintahan yang dilandasi oleh semangat juang yang tinggi masyarakat dengan selalu mengedepankan aspek harmonisasi budaya dan agama. local genius/local expert (tenaga ahli setempat) atau mitra pembangunan lainnya.Pola Dasar Pembangunan Daerah sebagai landasan operasional sebagai pedoman agar penyelenggaraan pembangunan daerah tetap pada arah dan jalur yang telah ditetapkan. yang terdiri dari tiga kecamatan : 1) Kecamatan Banjarbaru. Secara Astronomis letak Kota Banjarbaru pada 03°27’ sampai 03°29’ Lintang Selatan. lembaga-lembaga penelitian. yang sekaligus juga dapat berfungsi sebagai acuan para pelaksana pembangunan daerah.49 % ) . Luas Wilayah dan Batas Administratif a. dengan melibatkan berbagai pihak seperti. D.40 Km 2 2 ( 12. Letak Geografis Letak suatu kawasan / wilayah menunjukkan orientasi umum dari tempat tersebut pada bola bumi. sedang Pancasila dan Udang-Undang Dasar 1945 digunakan sebagai landasan Idiil dan Konstitusional. b. Letak Geografis. 114°45’ sampai 114°45’55” Bujur Timur.30 Km . demokratisasi. Sasaran Sasaran utama yang sangat esensial adalah memacu pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menggali semua potensi yang dimiliki pemerintah Kota Banjarbaru. 46. perdagangan dan industri. Kondisi dan Potensi Wilayah Kondisi umum Kota Banjarbaru secara umum meliputi : 1. rasa keadilan. E. Pola Dasar Pembangunan Daerah merupakan akselerasi untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin masyarakat Kota Banjarbaru baik dalam jangka pendek. Atas dasar tersebut Pemerintah Kota Banjarbaru memiliki komitmen untuk melaksanakan cita-cita terwujudnya Banjarbaru sebagai kota terdepan dan mandiri dengan arah kebijakan pembangunan pada 4 (empat ) pilar utama pembangunan kota yaitu sebagai kota Pendidikan. Landasan dan Ruang Lingkup Landasan Operasional yang digunakan untuk mencapai tujuan Pembangunan Daerah dan tujuan Pembangunan Nasional adalah Tap MPR Nomor IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Jasa. Luas Wilayah Kota Banjarbaru mempunyai luas wilayah 371.

Kelurahan Landasan Ulin Tengah. 2. Kondisi Hidrologi Dalam wilayah Banjarbaru terdapat 2 (dua) buah DAS / Sub DAS yaitu DAS Tabanio dan Sub DAS Barito (Riam Kanan). sehingga tidak ada perubahan musim yang jelas antara musim kemarau dengan musim hujan. dan Kelurahan Sungai Besar/Sei Ulin. dan Kelurahan Landasan Ulin Barat. Kecamatan Landasan Ulin. 3. Kelurahan Palam. 146. Bati-Bati Kab. 4. Banjarbaru masuk dalam Iklim Af dalam group A (tropical Rain Forest) atau iklim hujan tropis. Karang Intan Kab. Banjar Selanjutnya dari tiga Kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru terbagi ke dalam 12 Kelurahan sebagai berikut : Kecamatan Banjarbaru meliputi 4 (empat) Kelurahan. Martapura Kab. Kecamatan Cempaka meliputi 4 (empat) Kelurahan.5 mm/bln dengan hari hujan rata-rata 17 hari/bln. Tanah Laut Kec. Kelurahan Sei Tiung . Kelurahan Banjarbaru Kota.2) 3) c. Kondisi Topografi . dan Kelurahan Bangkal. yaitu 1) 2) 3) 4) Kelurahan Guntung Payung . Demikian juga dapat dilihat pada pembagian iklim Koppen.4 °C. Curah hujan rata-rata 222.20 Km Kecamatan Cempaka. yaitu : 1) 2) 3) 4) Kelurahan Loktabat . Kecamatan Landasan Ulin meliputi 4 (empat) Kelurahan. dengan suhu minimum 26. yaitu : 1) 2) 3) 4) Kelurahan Cempaka . Kondisi Iklim Pembagian iklim Kota Banjarbaru menurut Schmidt & Ferguson termasuk Tipe B.70 Km 2 2 ( 47. Namun sangat disayangkan karena berbagai aktifitas manusia ± 38 % dari luas lahan dalam DAS / Sub DAS tersebut termasuk dalam kategori lahan kritis. Kelurahan Landasan Ulin Timur . serta kelembaban udara sekitar 85 – 90 %. Gambut Kab.1 °C dan suhu maksimum 27. 178. Banjar Kec.99 % ) ( 39.52 % ) Batas Administratif Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kec. Banjar Kec. Kelurahan Banjarbaru Utara .

serta aluvium yang terdiri dari kerikil.889.127 jiwa. Pajak Daerah Pajak daerah ini meliputi . c. restoran dan perhotelan sebesar 29. Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum. tingkat inflasi regional serta perkembangan Industri. Selain itu. 1999 ). dengan kata lain jumlah laki-laki dan perempuan relatif seimbang.8 %. 223. Pajak Penerangan Jalan Umum. Retribusi Pelayanan Kesehatan.674 jiwa dan wanita 60.000..Secara umum kondisi kota Banjarbaru bervariasi antara datar sampai berbukit dengan kemiringan lereng 0 .(Tahun Anggaran 1988/1989) menjadi Rp.000 kondisi geologi Wilayah Kota Banjarbaru terdiri atas Formasi Dahor. Retribusi Terminal. Restribusi Daerah Sumber penerimaan dari retribusi daerah meliputi. Bidang Ekonomi Salah satu tolok ukur kinerja pembangunan secara makro adalah pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ). realisasi pencapaian rata-rata 96 %. Sebagai ilustrasi bahwa penerimaan PAD di Kota Banjarbaru dari Tahun Anggaran 1988/1989 sampai dengan Tahun Anggaran 1995/1996 (selama 7 tahun) mengalami peningkatan cukup tajam yakni Rp.11% Selanjutnya bidang usaha lain yang menonjol adalah usaha Pertambangan dan Penggalian dengan rerata 11. Pajak Hiburan. Kondisi dan Potensi Sosial Ekonomi Kota Banjarbaru 1. dan sebagian jenis Gambut khusus pada arah Barat di sisi Selatan Kota Banjarbaru. Retribusi Penyedotan Kakus.43% yang diikuti oleh bidang Industri dan Pengolahan sebesar 20. Rp 3. Retribusi Pasar. Kondisi Demografi Jumlah penduduk Kota Banjarbaru berdasarkan data BPS sampai dengan Agustus tahun 2000 adalah 122.. Rp 2. Pajak Bahan Galian C. Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) per kapita atas dasar harga yang berlaku di Kota Banjarbaru mengalami peningkatan berturut-turut pada tahun 1996.980 ( BPS . B.832. perkembangan struktur ekonomi. hal ini dikarenakan adanya krisis ekonomi demikian juga dengan realisasi pencapaiannya. Adapun penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kota Banjarbaru sampai saat ini masih bersumber pada Pendapatan Asli Daerah dan Bagi Hasil pajak /Bukan Pajak yang meliputi a. Kondisi Geologi Berdasarkan Peta Geologi Kalimantan Selatan pada skala 1 : 250.818. lanau dan lempung.569. Berdasarkan data yang ada diketahui rerata PDRB tertinggi selama tiga tahun terakhir pada bidang usaha perdagangan. 5. Laterit. 1998 adalah sebesar Rp 2.300. dengan ketinggian ± 5 – 75 m dari permukaan laut. 7. pasir. Retribusi IMB. Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan. Retribusi Ijin Gangguan (HO).16 %. pemerataan pendapatan.453 jiwa.712. Retribusi Khusus Parkir. b. Retribusi PBC KTP. PAD pada Tahun Anggaran berikutnya mengalami penurunan. Pajak Air Bawah Tanah dan Permukaan. Retribusi Sewa Tanah/Perumahan dan retribusi Sewa Toko. Pajak Hotel dan Restoran. Laba Perusahaan Sumber pendapatan daerah dari laba perusahaan yakni laba/deviden saham yang ada pada Bank Pembangunan .895.625. Kondisi Tanah Kondisi tanah sebagian besar didominasi oleh jenis tanah Potsolit Merah Kuning. Pajak Reklame. Bila dilihat komposisi dari jenis kelamin laki-laki 61. didominasi batu pasir kuarsa lepas yang mengandung endapan emas sekunder dan intan. 6. 1997. 2.(Tahun Anggaran 1995/1996). Retribusi Tempat Rekreasi dan OR.000.

SLTA sederajat berjumlah 23 buah. penerimaan ganti rugi keuangan Daerah. 78 buah SDN/SDS dan MIN/MI swasta . informasi dan media massa di Kota Banjarbaru telah berperan baik. 172 musholla . 1999). perumahan pendidikan dan kondisi kesehatan masyarakat. hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kesadaran hukum dan kesadaran politik masyarakat dalam memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa. Secara ideal jumlah tersebut dirasa masih kurang sehingga diperlukan upaya penambahan lembaga pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan pemerintah kota. Aparat Pemerintah. Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi hasil bukan pajak terdiri dari. Tingkat akademi berjumlah 3 buah. Komunikasi dan Media Massa Pembangunan bidang politik. . uang hak atas tanah. f. Pendidikan. berdasar data BPS tahun 1999 sebagian besar penduduk Kota Banjarbaru beragama Islam dan sebagian lagii beragama Kristen Protestan. d. c. Hukum dan Ketertiban Masyarakat Sarana dan prasarana Hukum di Kota Banjarbaru cukup memadai baik dari institusi dan para penegak hukum yang ada. demikian juga indikator kesejahteraan masyarakat cukup baik yakni tidak terjadi mess poverty (kemiskinan massal) dalam 10 tahun terakhir ini. Secara umum kondisi kesehatan masyarakat cukup baik. 1999). Variabel determinan kondisi kesehatan masyarakat cukup baik yakni tidak adanya wabah/epidemi penyakit. sandang. dan Royalties atas bahan tambang. Setoran kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga. komunikasi. sumbangan pihak ketiga. Penerimaan dari sumber ini meliputi jasa giro. penerangan. Kristen Katholik. Budaya dan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Kerukunan antar umat beragama di Kota Banjarbaru berjalan dengan baik. 2. Untuk menuju pada penguasaan bidang Iptek kota Banjarbaru telah memiliki : Lembaga pendidikan tingkat dasar terdiri dari 45 buah TK. Bidang Sosial dan Politik a. Bagi Hasil Pajak Sumber dari bagi hasil pajak yakni. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Masyarakat dan aparatur pemerintah Kota Banjarbaru masih dalam proses menuju pada penguasaan pengetahuan dan alih teknologi. aparat pemerintah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan BPHTB. d. b. Perguruan Tinggi berjumlah 8 buah serta badan diklat berjumlah 10 buah. Hindu. Budha dan penganut Kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Jumlah sarana peribadatan yang ada di Kota Banjarbaru terdiri dari 36 masjid . pemerintah Kota Banjarbaru perlu menata ulang. menertibkan. (BPS. Untuk mengantisipasi pelaksanaan otonomi daerah. Kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Kota Banjarbaru sangat majemuk. Iuran Hasil Hutan. Kondisi obyektif di atas menunjukkan bahwa pembangunan bidang kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru cukup baik. Masing-masing kelompok tersebut relatif taat menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya. (BPS . Lembaga pendidikan SLTP sederajat berjumlah 22 buah baik negeri dan swasta. Lain-lain Pendapatan. 6 gereja dan 1 pura. denda keterlambatan pekerjaan dan penerimaan lainnya e. sekalipun dalam kondisi krisis ekonomi pada tahun 1997 – 2000. Penerangan.Daerah Kalimantan Selatan. e. Politik. Kesejahteraan Rakyat Parameter utama bidang kesejahteraan rakyat adalah kebutuhan dasar (Basic Need) masyarakat yang tercermin dalam pola konsumsi meliputi. Agama. Namun demikian kesadaran dan ketaatan hukum baik bagi penegak hukum maupun bagi masyarakat masih perlu ditingkatkan. mengamankan sumber-sumber PAD dan menggali potensi PAD yang masih bisa dikembangkan. pangan. retribusi air bawah tanah dan retribusi air permukaan.

Dinas Pendidikan. Palam yang memberikan sumber-sumber air yang cukup bagi masyarakat. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat dan Badan Pengawas Daerah.135 Ha lahan produktif yang belum dikelola. 2.000 Kondisi geologi wilayah Kota Banjarbaru terdiri atas Formasi Dahor. demikian juga dengan tingkat pendidikan. Dinas Pengelolaan Pasar. perkebunan. mulai dari petani. Dinas Kesehatan. Bila dilihat komposisi jenis kelamin yaitu 61. Artinya Pemerintah Kota Banjarbaru perlu mensinergikan fungsi kontrol internal dengan fungsi kontrol masyarakat secara optimal. perikanan dan peternakan unggas. didominasi batupasir kuarsa lepas yang mengandung endapan emas sekunder dan intan. Potensi sumberdaya alam tersebut belum dikelola secara optimal. Secara umum tingkat kesehatan masyarakat Kota Banjarbaru tergolong baik. PNS. Dinas Tata Kota. peternakan. buruh. Kondisi dan potensi sumberdaya alam lainnya: (1) Dari aspek jenis dan kualitas tanah dapat dikembangkan menjadi lahan produktif. serta aluvium yang terdiri dari kerikil. pasir. lanau dan lempung. Selanjutnya pada wilayah Kota Banjarbaru terdapat beberapa Danau/Tandon baik alam maupun buatan seperti Danau Tambak Buluh. Dominansi mata pencaharian di Kota Banjarbaru masih di sektor Pertanian.453 jiwa wanita. Sumber Daya Lahan Produktif Kota Banjarbaru memiliki lahan yang berpotensi untuk dikembangkan bagi usaha pertanian dalam arti luas yaitu : a. . D. Dinas Pertanian dan Kehutanan. Lahan ini tersebar di Kecamatan Landasan Ulin dan Cempaka. holtikultura. Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah. perkebunan dan peternakan yang tersebar di Kecamatan Cempaka. 1. Dinas Industri dan Perdagangan Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi. pangan dan perumahan. 2. Komposisi jenis mata pencaharian bervariasi. terutama di sektor pertanian. Kondisi dan Potensi Sumber Daya Manusia Secara teoritis bahwa sumberdaya manusia merupakan unsur pendukung utama keberhasilan pembangunan daerah. Pensiunan dan bidang jasa lainnya. dapat dikembangkan usaha pertambangan (emas dan Intan).127 jiwa. Lahan kering yang berpotensi bagi pengembangan tanaman pangan. termasuk didalamnya terjalinnya komunikasi yang harmonis dan sinergis antara Pemerintah Kota dan media masa. TNI.Namun demikian untuk mewujudkan aparatur pemerintah yang bersih dan berwibawa masih diperlukan pembaharuan mekanisme kontrol dan pengendalian yang lebih baik. (2) Dari aspek kekayaan mineral bawah tanah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dinas Perhubungan. Badan Kepegawaian Daerah. Kondisi dan Potensi Sumber Daya Alam Potensi sumberdaya alam yang dapat diandalkan berupa tambang intan dan bahan galian tipe C yang hampir tersebar di seluruh kecamatan. Analisis tentang potensi sumberdaya manusia tentunya tidak terlepas dari bagaimana mencermati kuantitas dan kualitas penduduk kota Banjarbaru itu sendiri. Adapun Dinas dan yang dibentuk adalah. f. Dan Unit Kantor yang dibentuk ada 2 yaitu : Kantor Pengolahan Data Elektronik dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. Berdasarkan data dari tata ruang wilayah masih ada 22. Sumber Daya Air Terdapat sungai-sungai yang berair sepanjang tahun sebagai bagian dari DAS dan Sub DAS Tabanio dan Riam Kanan seperti Sungai Bangkal dan Sungai Cempaka. Selain itu wilayah Kota Banjarbaru sangat berpotensi bagi pemanfaatan air permukaan dan air bawah tanah. Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup. Berdasarkan Peta Geologi Kalimantan selatan pada skala 1 : 250. Lahan rawa monoton/pasang surut yang berpotensi bagi pengembangan pertanian tanaman pangan/hortikultura. disamping pada pola kebutuhan dasar (Basic Need) yakni sandang. Kuantitas SDM Secara kuantitas jumlah penduduk Kota Banjarbaru berdasarkan record data Biro Pusat Statistik Kabupaten Banjar sampai dengan Bulan Agustus Tahun 2000 = 122. b. Dinas Kependukan dan Catatan Sipil. Dinas Pertanahan. C. pedagang. 1. Kualitas SDM Parameter utama kualitas sumberdaya manusia adalah tingkat pendidikan dan kesehatan suatu masyarakat.926. Kelembagaan Pemerintah Kelembagaan Pemerintah di Kota Banjarbaru sesuai dengan Perda yaitu dibentuknya 14 Dinas dan 4 Badan Daerah dan 2 Kantor. Dinas Pendapatan Sedangkan badan yang dibentuk adalah : Bappeda Kota. Landasan Ulin dan Banjarbaru.674 jiwa laki-laki dan 60.

Mangan terdapat di Imban Korondum terdapat di Cempaka Emas terdapat di Cempaka dan Liang Anggang (termasuk endapan sekunder) memiliki mutu lebih baik dibandingkan dengan endapan emas primer. oker. pasir kwarsa. Pelabuhan udara Syamsuddin Noor b. Sirkuit Off Road di Perbatasan Cindai Alus dengan Gutung Payung . 5. g. Sumberdaya Buatan Sumberdaya buatan yang dimilki Pemerintah Kota Banjarbaru : a. c. Wisata pertambangan rakyat Wisata alam Wisata budaya Sarana dan prasarana pendukung pengembangan sektor pariwisata di Banjarbaru : a. b. Sumber Daya Tambang Kota Banjarbaru memiliki kekayaan bahan tambang dan bahan galian seperti mangan. lapangan tenis. d. lapangan bola volly. Intan terdapat di Cempaka Koalin terdapat di Liang Anggang Oker terdapat di Sei. Hotel / losmen / penginapan b. pasir kali dan kerikil. Pasar. super market dan mini market. emas. Sirkuit Motor Cross di Sungai Ulin d. Besar Pasir kwarsa terdapat di Liang Anggang dan Banjarbaru Pasir kali dan Kerikil terdapat di Cempaka d. b.3. Jasa perbankan. intan. lapangan sepak bola. Jasa telekomunikasi : wartel dan kantor pos Jasa transportasi : penyewaan mobil dan angkutan umum. Potensi bahan tambang dan bahan galian tersebut tersebar seperti : a. g. korondum. keuangan dan lain-lain. c. koalin. lapangan golf lapangan bulu tangkis. e. f. Rumah makan/ restoran/ catering Sarana olah raga : Kolam renang Lapangan basket. h. Sirkuit Road Race Candra Kirana di Landasan Ulin c. f. c. 4. Sumber Daya Pariwisata Jenis wisata yang potensial dikembangkan : a. e.

sesuai kemampuan dan kewenangan Pemerintah Kota Banjarbaru. . dan berwawasan lingkungan. Visi Kota Banjarbaru. Inflasi terendah dan Kependudukan yang terkendali. perdagangan dan industri yang ramah lingkungan dengan dilandasi oleh semangat ekonomi kerakyatan. Banjarbaru sebagai Kota Jasa. Peningkatan kemampuan Pemerintah Kota sebagai Daerah Otonom BAB IV ARAH KEBIJAKAN Agar proses pelaksanaan pembangunan Kota Banjarbaru merupakan suatu arah pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan. maka kebijakan yang disusun harus tetap mengacu pada visi yang disusun untuk jangka panjang 25 (dua puluh lima) tahun dan dalam pelaksanaannya adalah berupa pola dasar pembangunan dengan arah kebijakan pembangunan 5 (lima) tahun Kota Banjarbaru sebagai berikut : A. Peningkatan kemampuan ekonomi melalui penyediaan sarana dan prasarana serta kebijakan yang mampu mendorong dan menumbuhkembangkan investasi dalam bidang jasa. demografi dan kelembagaan. Peningkatan kualitas permukiman yang layak huni . Investasi terbesar. dengan mengutamakan kemampuan dan potensi yang dimikinya. Merupakan sasaran yang hendak dicapai dalam Pola Dasar Pembangunan Daerah yaitu : Banjarbaru sebagai Kota Empat Dimensi yang Mandiri dan Terdepan. kemampuan aparatur. Peningkatan kualitas Pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pada semua tingkatan 2. 3.representatif. Pemberian dukungan dan fasilitas kepada lembaga-lembaga pendidikan untuk dapat berkembang secara optimal. 4. PDRB tertinggi.e. 2. · Empat dimensi Kota meliputi : a. Ratio Ketenagakerjaan ideal . ekonomi. partisipasi masyarakat. Taman Bermain Anak-Anak dan Taman Kota BAB III VISI DAN MISI KOTA BANJARBARU A. 3. yakni mampu melaksanakan hak dan kewajiban sebagai daerah otonom (mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri) memiliki kemampuan keuangan. Banjarbaru sebagai Kota Pemerintahan · Mandiri. Industri dan Perdagangan c. Terwujudnya · B. Pengembangan iklim kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi bakat dan minat. Banjarbaru sebagai Kota Pendidikan b. Pendidikan : 1. Banjarbaru sebagai Kota Permukiman d. dan diharapkan Terdepan dalam pencapaian hasil-hasil pelaksanaan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat dengan capaian Indek Pembangunan Manusia tertinggi. Misi Kota Banjarbaru 1. Pengalangan kemitraan dan memberikan dorongan dengan seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam memajukan dunia pendidikan formal maupun non formal. Pengangguran terendah.

pemukiman dan perkantoran yang serasi dan selaras serta menerapkan lingkungan yang bersih dan sehat. 4. B. produk-produk unggulan daerah. 5. penghimpunan dana bantuan pendidikan melalui partisipasi masyarakat. Peningkatan keperdulian terhadap penyandang cacat. Penataan penambangan rakyat yang berwawasan lingkungan. Pengendalian pencemaran lingkungan hidup. miras dan kupon putih. obat-obat terlarang (narkoba) dan miras termasuk kupon putih. E. dan anak-anak terlantar. Industri. mempercepat pengembangan zona industri dan perdagangan sesuai Rencana Tata Ruang Kota Banjarbaru. 2. buta angka dan buta Bahasa Indonesia. . Pembebasan warga Kota Banjarbaru yang berusia 6 . 5. lapangan kerja. Peningkatan pengembangan ekonomi kerakyatan. Penurunan angka putus sekolah. Sosial. Pemanfaatan SDA dan lingkungan hidup denga konservasi. Pengaturan masalah kepadatan dan penyebaran penduduk. 2. 2. 3. industri. 6. Penataan sentra bisnis. 5. melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba. Seni dan Budaya. Pelaksanaan perbaikan gizi masyarkat dengan memanfaatkan potensi yang ada. penyediaan air bersih. Lingkungan Hidup 1. 3. 2. Penigkatan pemberian gizi kepada Balita. D. pendidikan moral dan agama dengan cara membudayakan nilai sikap dan kemampuan serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. 4. 3. kesehatan lingkungan dan kesehatan ibu dan anak. 5. C. bahkan dua belas (12) tahun. 4. Peningkatan kualitas penduduk melalui pengendalian kelahiran. Peningkatan kualitas pendidikan. 6. pemberantasan penyakit menular. Bekerja sama dengan seniman-seniman Kota Banjarbaru mendirikan Sanggar Budaya dalam rangka mengembang seni dan budaya masyarakat Banjarbaru. pembebasan SPP dan pemberian bea siswa bagi siswa berprestasi dan keluarga kurang mampu. fakir miskin. Kependudukan dan Kesehatan 1. Pembangunan basis ekonomi. Pemberian fasilitas dalam rangka upaya-upaya pengembangan olahraga Kota Banjarbaru. memperkecil angka kematian dan meningkatkan kualitas program. Jasa dan Perdagangan 1. Olahraga 1. Pelaksanaan tertib administrasi kependudukan. pelaksanaan program wajib belajar sembilan (9) tahun. Perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya detruktif terutama bahaya penyalahgunaan narkotika.4. pengobatan gratis kepada masyarakat kurang mampu. kesempatan berusaha.44 tahun dari buta aksara. Pemanfaatan secara optimal terhadap tata ruang yang tersedia sesuai dengan fungsinya. rehabilitasi dan penghematan penggunaan SDA menerapkan teknologi ramah lingkungan. Peningkatan upaya-upaya pengembangan obyek wisata pendulangan Intan di Kecamatan Cempaka serta tempat hiburan/ rekreasi lainnya. Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan memelihara daya dukung bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pemantapan dan pengembangan kawasan hijau minimal 30% dari luas wilayah untuk penciptaan keseimbangan lingkungan Pengendalian laju penurunan kualitas lahan (lahan kritis) serta pelaksanaan rehabilitasi lahan. 5. 2. baik berupa jalan. terminal kota. listrik. 6. 3. ternak dan ikan. kerjasama pelatihan tenaga kerja dengan instansi terkait. Penerapan teknplogi tepat guna (transfer of technology) pada usaha pertanian dan kehutanan. dan tanaman langka. Penyediaan Sistem Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja Terpadu. 4. 4. Penumbuh kembangan peran serta masyarakat dalam menciptakan ketertiban dilingkungan masing-masing. G. 7. 4. 4. Partisipasi Masyarakat 1. 5. Pencarian peluang untuk menjalin kerja sama dengan daerah lain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Pemberian berbagai kemudahan dan fasilitas bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang optimal dari Aparatur Pemerintah Kota. 7. Penyediaan infra struktur. Pertanian dan Kehutanan 1. Pengoptimalan penerimaan yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah. Pendayagunaan seluruh komponen masyarakat secara optimal dalam setiap tahapan kegiatan pembangunan. hingga dapat menopang Pendapatan Asli Daerah. F. 2. Pencarian peluang pinjaman dana dari dalam dan luar negeri untuk pembiayaan pembangunan produktif. 3. Penanaman Modal oleh investor untuk pembangunan pusat perbelanjaan representatif tanpa mematikan usaha pedagang pasar tradisional. 7. telekomunikasi. Pengembangan sentra bibit tanaman. air bersih. jembatan. 5. Pengembangan ternak unggas. Pengembangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan pembangunan daerah. Keuangan Daerah 1. 8. Penyediaan sarana dan prasarana pusat jasa pelayanan bisnis (Bisnis Center) yang represenatif. Peningkatan kerjasama yang harmonis dengan jajaran pers dan media massa dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sebagai fungsi kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan Kota Banjarbaru. terutama kawasan yang diprioritaskan untuk pengembangan laju pertumbuhan ekonomi rakyat. 3. ternak besar dan ternak kecil. Pembentukan BUMD. Pengupayaan perolehan kontribusi dari Bandara Syamsuddin Noor kepada Kota Banjarbaru. 6. Pengembangan budi daya ikan khususnya ikan hias Pengembangan perkebunan dalam wawasan agrobisnis dan agrowisata.3. 2. Peningkatan upaya-upaya untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan sosial. H. 6. . Pengendalian terpadu proses pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. transportasi.

Penyusunan rencana pembangunan Mesjid Raya Kota Banjarbaru. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaannya sebagai berikut : . Peningkatan dan mengembangkan budaya sadar hukum dikalangan masyarakat dalam rangka ketaatan terhadap hukum. spiritual dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan kota. 4. Peningkatan kualitas aparatur negara dengan memperbaiki kesejahteraan dan keprofesionalan serta memberlakukan sistem karier berdasarkan prestasi dengan prinsip memberikan penghargaan dan sanksi. dengan memberikan sanksi seberatberatnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Peningkatan upaya-upaya untuk mewujudkan Pemerintahan yang demokratis dan kredibel serta bebas KKN melalui peningkatan pembinaan aparatur guna menjadikan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Peningkatan pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah bebas dari Praktek KKN. meningkatkan efektivitas pengawan internal dan fungsional serta pengawasan masyarakat dan pengembangan etika moral. 6. Kelembagaan. 3. kerja sama antara tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat sehingga tercipta keharmonisan hidup antar umat beragama. 8. Penciptaan kerukunan hidup bermasyarakat. Pengupayaan setiap jenis pekerjaan. kegiatan terakomodasi dalam unit organisasi sesuai formasi. Penegakkan hukum secara konsisten dan konsekuen sehingga terwujudnya jaminan kepastian hukum. 1. Pemenuhan tenaga sesuai kualifikasi jabatan-jabatan dan mengisi formasi kepegawaiannya. Pemantapan fungsi peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral. Hukum Agama serta menjunjung supremasi hukum yang bersendikan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan dan penghargaan terhadap HAM. 2. Aparatur 2. 3. 5. Peningkatan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan dalam segala aspek kehidupan. 4.I. Pembentukan kelembagaan dinas/komponen/unit kerja secara bertahap. 2. Pemenuhan sarana/prasarana guna kelancaran kegiatan pemerintahan. Peningkatan ratio pegawai dengan jumlah penduduk yang harus dilayani. 4. K. Peningkatan peranan aparat keamanan untuk memelihara dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta stabilitas daerah. pembangunan dan kemasyarakatan. baik perundang-undangan Nasional maupun Daerah. J. Peningkatan kualitas SDM Aparatur dengan memberikan alokasi dana dan kesempatan kepada aparatur yang potensial untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (S1. 3. BAB V KAIDAH PELAKSANAAN Pola Dasar Pembangunan Daerah yang ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru. S2 dan S3). 7. Agama 1. Hukum Adat. harus menjadi arah dan dasar penyelenggaraan pembangunan bagi Pemerintah Kota Banjarbaru dan segenap masyarakat Kota Banjarbaru.

dengan segala hak dan kewajibannya dari segi usia dan pengalaman dapat dikatakan masih pada taraf pemula. Namun harapan yang tumbuh dari masyarakat luas. yang kemudian dijabarkan lagi ke dalam Rencana Startegi Pembangunan Daerah (RENSTRADA). F. Visi yang tercantum dalam dokumen pola dasar ini adalah visi yang disusun untuk jangka waktu 25 (dua puluh lima) tahun BAB VI PENUTUP Banjarbaru sebagai bagian dari mekanisme pemerintahan daerah/kota yang otonom. D. merupakan tantangan yang tidak boleh disia-siakan oleh segenap jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (REPETADA) yang memuat APBD Kota Banjarbaru. Setiap berakhirnya pelaksanaan pembangunan tahunan perlu dilakukan evaluasi terhadap program-program pembangunan dalam tahun yang bersangkutan. berkewajiban untuk mengerahkan segenap kekuatan pemerintahan dan seluruh potensi masyarakat dalam melaksanakan dan mengendalikan pembangunan. dengan menyusun Program Pembangunan Daerah Lima Tahunan (PROPEDA). Pemerintah Kota pada dasarnya hanyalah bagian dari sistem kemasyarakatan yang sangat luas. B. Segala bentuk dan tingkatan perencanaan yang disusun oleh Walikota harus memperhatikan segenap aspirasi dan pemikiran yang berkembang di dalam masyarakat Kota Banjarbaru. Peluang Otonomi pada dasarnya tidak dapat diraih dengan optimal tanpa upaya yang serius untuk melibatkan peran serta (partisipasi) masyarakat luas secara serius. G. selain itu harus dicari mekanisme lain. D. Sehingga dari seluruh pemaparan yang ada dapat disimpulkan : A.A. E. Dengan demikian agenda lain yang harus mendapat perhatian besar dari Pemerintah Kota Banjarbaru adalah peningkatan partisipasi masyarakat melalui jalinan kemitraan yang luas dengan berbagai komponen masyarakat. Mekanisme pemanfaatan peluang otonomi dengan optimal secara internal bagi pemerintah dapat dilakukan dengan melakukan penataan ulang dan evaluasi yang serius terhadap seluruh rencana (desain) kebijakan pemerintah. Kesejahteraan masyarakat. oleh karenanya upaya dan daya Pemerintah Kota Banjarbaru pada dasarnya tidak akan banyak meningkatkan effisiensi pemerintahan. Kemampuan mengejar ketinggalan dari Daerah dan Kota yang maju. Rencana Pembangunan yang baik berdasar konsep pemikiran ini adalah melalui upaya yang serius untuk menangkap keinginan kebutuhan masyarakat dengan seluas-luasnya tidak hanya melalui mekanisme formal seperti Temu Karya di tingkat Kecamatan dan Rakorbang di tingkat kota. Semua instansi berkewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan Pola Dasar Pembangunan Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kemampuan mengoptimalkan kesempatan melalui peluang otonomi bagi Pemerintah Kota Banjarbaru akan melahirkan : C. Pola Dasar Pembangunan Daerah dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Walikota Banjarbaru. Akan tetapi dalam konsep negara modern. DPRD Kota Banjarbaru berkewajiban melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan Pola Dasar Pembangunan Daerah oleh Walikota Banjarbaru. yang memungkinkan tertangkapnya keinginan dan . pembangunan dan kemasyarakatan yang dilakukan oleh Walikota akan dipertanggungjawabkan kepada DPRD Kota Banjarbaru. termasuk didalamnya rencana Pembangunan. B. jika tidak mendapat dukungan positif dari komponen masyarakat luas. Walikota sebagai Kepala Daerah menjalankan tugas penyelenggaraan pemerintahan kota. Sehingga pembenahan mekanisme dan operasionalisasi Pemerintahan Kota Banjarbaru agar dapat lebih efisien menjadi agenda utama yang harus segera diselesaikan secara internal. C. Otonomi harus dipandang sebagai hak dan kewajiban yang didalamnya tersirat amanat. E. harapan dan tantangan. Segala upaya dan tindakan dalam melaksanakan tugas pemerintahan. F. yang dipadu dengan keinginan menjalankan mekanisme desentralisasi yang lebih serius.

yang tidak terjangkau oleh mekanisme formal tersebut.kebutuhan masyarakat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful