PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU NOMOR : 04 TAHUN 2001

TENTANG

POLA DASAR PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BANJARBARU TAHUN 2001 – 2005

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANJARBARU.

Menimbang

:

a.

Bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru sebagai wakil masyarakat memprakarsai pembuatan Pola Dasar Pembangunan Daerah yang merupakan perwujudan kehendak rakyat untuk dijadikan landasan dan wacana dalam melaksanakan tahapan pembangunan Kota Banjarbaru 5 Tahun kedepan;

b.

Bahwa Pola Dasar Pembangunan Daerah adalah dokumen induk Perencanaan Pembangunan Daerah yang memuat tentang Perencanaan Strategi, Visi dan Misi, arah kebijakan, serta kaidah pelaksanaan sebagai pernyataan kehendak Rakyat Kota Banjarbaru;

c

Bahwa pokok-pokok kebijakan yang termuat dalam Pola Dasar Pembangunan Daerah merupakan arah dan pedoman bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan guna mewujudkan Banjarbaru sebagai kota terdepan dan mandiri;

d

Bahwa untuk maksud tersebut huruf a dan b konsideran diatas, perlu disusun Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

Mengingat :

1. 2.

Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara; Undang-undang Nomor 7 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-undang DaruratNomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan sebagai Undang-undang (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1820);

3

Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3501);

4

Undang-undang Nomor 9 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarbaru;

Bab IV e. Pasal 1 (1) Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru adalah Pokok-pokok Kebijakan Sebagai Landasan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). Bab V f. Bab II c. Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BANJARBARU MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU TENTANG POLA DASAR PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2005. 8 Peraturan Pemerintahan Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839). Bab VI PENDAHULUAN KONDISI DAN POTENSI VISI DAN MISI KOTA BANJARBARU ARAH KEBIJAKSANAAN KAIDAH PELAKSANAAN PENUTUP Pasal 2 Isi besrta uraian perincian sebagaimana tersebut dalam pasal 1 terdapat dalam naskah Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru Tahun 2001. Bab III d. Pasal 3 . 7 Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban serta bentuk dan Tata Cara Peran serta Masyarakat dalam Penataan Ruang. 6 Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Perimbangan Kemajuan antara Pemerintah Pusat dengan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72.2005 yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Peraturan daerah ini. Bab I b. Untuk dapat memperoleh rangkaian hubungan yang menyeluruh maka sistematika Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru disusun sebagai berikut : (2) a.5 Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembar Negara Tahun 1999 Nomor 60. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848). 9 Peraturan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan Nomor 7 Tahun 2000 tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Propinsi Kalimantan Selatan Tahun 2000 – 2005.

Berdasarkan Peraturan daerah ini disusun Program Pembangunan Daerah (PROPERDA) dalam kurun waktu lima tahun kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Strategi Pembangunan Daerah (RENSTRADA).2005 merupakan dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang strategis. perlu dimasyarakatkan dan dijadikan landasan dalam penyusunan rencana dan Program pelaksanaan kegiatan pembangunan Kota Banjarbaru. Ditetapkan di Banjarbaru. Pada tanggal : 13 Juli 2001 WALIKOTA BANJARBARU RUDY RESNAWAN Diundangkan di Banjarbaru Pada tanggal : 14 Juli 2001 SEKRETARIS DAERAH KOTA BANJARBARU . Pasal 6 Peraturan Daerah ini berlaku sejak tanggal diundangkan. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (REPETADA) yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota dan selanjutnya setiap tahun disusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Pasal 5 Semua penyusunan rencana dan Program kegiatan dalam penyelenggaraan pembangunan Daerah yang sebelumnya telah ada agar disesuaiakan dengan Peraturan Daerah ini. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan Penempatannya dalam lembaran Daerah Kota Banjarbaru. Pasal 4 Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru tahun 2001.

DRS. pengembangan sistem organisasi. arah atau strategi kebijaksanaan serta kaidah pelaksanaan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Mekanisme tersebut antara lain dapat dilakukan dengan penyediaan kebutuhan serta pelayanan masyarakat yang eskalasinya terus meningkat. kondisi mengurus rumah tangga sendiri ini semakin diperjelas dengan konsep otonomi yang seluas-luasnya. melingkupi seluruh wilayah Kota Banjarbaru yang dilaksanakan secara terarah dan terpadu dengan tujuan pembangunan nasional di daerah. dimana pelaksanaannya ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Inovasi dalam hal penyediaan pelayanan masyarakat kota seperti. Mekanisme ini diharapkan. Kemudian dengan diundangkannya Undang-undang Nomor : 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah. (1) Dapat memberikan pelayanan yang optimal dengan beban biaya yang lebih ringan bagi Pemerintah Kota sehingga efisiensi anggaran dapat ditingkatkan. seperti termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. memuat tentang kondisi dan potensi. Pemerintah Kota Banjarbaru harus mampu mengembangkan dan mengelola sumber daya alam regional dan sumber daya manusia yang ada secara optimal. perubahan konsep berpikir seperti ini perlu mendapat prioritas dari pengelola Pemerintahan Kota. merupakan pokok-pokok kebijaksanaan pembangunan daerah sebagai penjabaran lebih lanjut dari GBHN yang disesuaikan dengan potensi dan situasi serta kondisi daerah sebagaimana diatur oleh UndangUndang Nomor 22 Tahun 1999. untuk itu dalam pelaksanaan pembangunan. Pola Dasar Pembangunan Daerah tersebut juga merupakan dasar penyusunan perencanaan pembangunan menyeluruh. MUHAMMAD RUZAIDIN NOOR PEMBINA UTAMA MUDA NIP. Maksud dan Tujuan . administrasi dan sistem pengelolaan keuangan. (2) Dapat memecahkan persoalan pelayanan kota karena hambatan yang bersifat kultural sosiologis melalui penggerakan partisipasi masyarakat. 010 078 941 LEMBARAN DAERAH KOTA BANJARBARU TAHUN 2001 NOMOR 32 SERI D PENDAHULUAN A. Agar Pemerintah Kota Banjarbaru tetap terjaga keberadaannya serta mampu berperan dalam kerangka pembangunan nasional diperlukan konsep pembangunan daerah yang terencana. Guna dapat melaksanakan inovasi tersebut Pemerintah Kota Banjarbaru memiliki komitmen untuk terus meningkatkan mekanisme kemitraan antara pemerintah. Konsekuensi logis dari hal tersebut Pemerintah Kota Banjarbaru harus lebih bersifat inovatif. Dasar Pemikiran Undang-undang Nomor : 9 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarbaru mengandung konsekuensi Daerah harus mampu mengatur dan mengurus rumah tangganya dengan segenap potensi yang dimilikinya. sejalan dengan perkembangan masyarakat kota. Pola Dasar Pembangunan Daerah adalah dokumen induk perencanaan pembangunan Kota Banjarbaru. C. namun demikian khusus untuk visi karena berfisat filosofis idealnya tetap menjadi acuan untuk perencanaan pembangunan jangka panjang 25 (dua puluh lima) tahun. Format tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan pernyataan kehendak masyarakat Kota Banjarbaru sebagai landasan bagi pembangunan Kota Banjarbaru. visi dan misi Kota Banjarbaru. proaktif dan kreatif agar dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di segala aspek. swasta dan masyarakat umum. B. tentang Pemerintahan Daerah. Pengertian Pola Dasar Pembangunan Daerah. birokrasi.

114°45’ sampai 114°45’55” Bujur Timur. sedang Pancasila dan Udang-Undang Dasar 1945 digunakan sebagai landasan Idiil dan Konstitusional. perdagangan dan industri. Sasaran Sasaran utama yang sangat esensial adalah memacu pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menggali semua potensi yang dimiliki pemerintah Kota Banjarbaru. perguruan tinggi. Letak Geografis. Landasan dan Ruang Lingkup Landasan Operasional yang digunakan untuk mencapai tujuan Pembangunan Daerah dan tujuan Pembangunan Nasional adalah Tap MPR Nomor IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). local genius/local expert (tenaga ahli setempat) atau mitra pembangunan lainnya. Letak Geografis Letak suatu kawasan / wilayah menunjukkan orientasi umum dari tempat tersebut pada bola bumi. Jasa.Pola Dasar Pembangunan Daerah sebagai landasan operasional sebagai pedoman agar penyelenggaraan pembangunan daerah tetap pada arah dan jalur yang telah ditetapkan. b. yang terdiri dari tiga kecamatan : 1) Kecamatan Banjarbaru.30 Km . yang sekaligus juga dapat berfungsi sebagai acuan para pelaksana pembangunan daerah. rasa keadilan. Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru disusun dengan sistimatika sebagai berikut : BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI PENDAHULUAN KONDISI DAN POTENSI VISI DAN MISI KOTA BANJARBARU ARAH KEBIJAKSANAAN KAIDAH PELAKSANAAN PENUTUP BAB II KONDISI DAN POTENSI A. Luas Wilayah Kota Banjarbaru mempunyai luas wilayah 371. Atas dasar tersebut Pemerintah Kota Banjarbaru memiliki komitmen untuk melaksanakan cita-cita terwujudnya Banjarbaru sebagai kota terdepan dan mandiri dengan arah kebijakan pembangunan pada 4 (empat ) pilar utama pembangunan kota yaitu sebagai kota Pendidikan. Permukiman. E. menengah maupun jangka panjang dengan pola Sustainable Development (pembangunan berkelanjutan). serta pemerintahan yang dilandasi oleh semangat juang yang tinggi masyarakat dengan selalu mengedepankan aspek harmonisasi budaya dan agama. D.49 % ) . demokratisasi. dengan melibatkan berbagai pihak seperti.40 Km 2 2 ( 12. 46. Secara Astronomis letak Kota Banjarbaru pada 03°27’ sampai 03°29’ Lintang Selatan. Pola Dasar Pembangunan Daerah merupakan akselerasi untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin masyarakat Kota Banjarbaru baik dalam jangka pendek. lembaga-lembaga penelitian. yang didasari kadar keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa Selanjutnya pengambilan keputusan harus didasari kesepakatan yang bersifat partisipatif. Kondisi dan Potensi Wilayah Kondisi umum Kota Banjarbaru secara umum meliputi : 1. Luas Wilayah dan Batas Administratif a.

20 Km Kecamatan Cempaka. Kelurahan Landasan Ulin Timur . dengan suhu minimum 26. Kondisi Iklim Pembagian iklim Kota Banjarbaru menurut Schmidt & Ferguson termasuk Tipe B. Banjar Kec. Gambut Kab. 3. Banjar Selanjutnya dari tiga Kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru terbagi ke dalam 12 Kelurahan sebagai berikut : Kecamatan Banjarbaru meliputi 4 (empat) Kelurahan. Kelurahan Landasan Ulin Tengah. Martapura Kab. Kecamatan Landasan Ulin meliputi 4 (empat) Kelurahan. Tanah Laut Kec. 178. dan Kelurahan Landasan Ulin Barat. dan Kelurahan Bangkal. yaitu : 1) 2) 3) 4) Kelurahan Loktabat . Banjarbaru masuk dalam Iklim Af dalam group A (tropical Rain Forest) atau iklim hujan tropis.4 °C. Curah hujan rata-rata 222. dan Kelurahan Sungai Besar/Sei Ulin. yaitu : 1) 2) 3) 4) Kelurahan Cempaka . Kelurahan Banjarbaru Kota. Kelurahan Sei Tiung . Karang Intan Kab. serta kelembaban udara sekitar 85 – 90 %.5 mm/bln dengan hari hujan rata-rata 17 hari/bln. Kecamatan Landasan Ulin. Banjar Kec. yaitu 1) 2) 3) 4) Kelurahan Guntung Payung . sehingga tidak ada perubahan musim yang jelas antara musim kemarau dengan musim hujan. Kondisi Hidrologi Dalam wilayah Banjarbaru terdapat 2 (dua) buah DAS / Sub DAS yaitu DAS Tabanio dan Sub DAS Barito (Riam Kanan). 146. Kondisi Topografi .99 % ) ( 39. Kecamatan Cempaka meliputi 4 (empat) Kelurahan.1 °C dan suhu maksimum 27. Kelurahan Palam. 4.2) 3) c.52 % ) Batas Administratif Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kec. Bati-Bati Kab. Namun sangat disayangkan karena berbagai aktifitas manusia ± 38 % dari luas lahan dalam DAS / Sub DAS tersebut termasuk dalam kategori lahan kritis. 2. Kelurahan Banjarbaru Utara .70 Km 2 2 ( 47. Demikian juga dapat dilihat pada pembagian iklim Koppen.

B. Rp 3. Retribusi Pelayanan Kesehatan. Berdasarkan data yang ada diketahui rerata PDRB tertinggi selama tiga tahun terakhir pada bidang usaha perdagangan.(Tahun Anggaran 1995/1996). Pajak Hiburan. realisasi pencapaian rata-rata 96 %.895.300. Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum. 2. Retribusi Penyedotan Kakus.43% yang diikuti oleh bidang Industri dan Pengolahan sebesar 20. Pajak Hotel dan Restoran.453 jiwa. Laba Perusahaan Sumber pendapatan daerah dari laba perusahaan yakni laba/deviden saham yang ada pada Bank Pembangunan . Retribusi Khusus Parkir. Restribusi Daerah Sumber penerimaan dari retribusi daerah meliputi. pasir.. b. perkembangan struktur ekonomi. PAD pada Tahun Anggaran berikutnya mengalami penurunan. c. Kondisi dan Potensi Sosial Ekonomi Kota Banjarbaru 1. Sebagai ilustrasi bahwa penerimaan PAD di Kota Banjarbaru dari Tahun Anggaran 1988/1989 sampai dengan Tahun Anggaran 1995/1996 (selama 7 tahun) mengalami peningkatan cukup tajam yakni Rp. Kondisi Demografi Jumlah penduduk Kota Banjarbaru berdasarkan data BPS sampai dengan Agustus tahun 2000 adalah 122.674 jiwa dan wanita 60. Selain itu. Retribusi Sewa Tanah/Perumahan dan retribusi Sewa Toko.000.889. hal ini dikarenakan adanya krisis ekonomi demikian juga dengan realisasi pencapaiannya.625. Retribusi Ijin Gangguan (HO). restoran dan perhotelan sebesar 29. 6.16 %. lanau dan lempung. tingkat inflasi regional serta perkembangan Industri. Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan. dengan kata lain jumlah laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Pajak Daerah Pajak daerah ini meliputi . 1998 adalah sebesar Rp 2. Adapun penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kota Banjarbaru sampai saat ini masih bersumber pada Pendapatan Asli Daerah dan Bagi Hasil pajak /Bukan Pajak yang meliputi a.569. Retribusi Tempat Rekreasi dan OR.127 jiwa. serta aluvium yang terdiri dari kerikil. Retribusi Terminal.000 kondisi geologi Wilayah Kota Banjarbaru terdiri atas Formasi Dahor. Kondisi Tanah Kondisi tanah sebagian besar didominasi oleh jenis tanah Potsolit Merah Kuning.980 ( BPS . 5.818. Pajak Reklame. Laterit. Pajak Air Bawah Tanah dan Permukaan.11% Selanjutnya bidang usaha lain yang menonjol adalah usaha Pertambangan dan Penggalian dengan rerata 11. dan sebagian jenis Gambut khusus pada arah Barat di sisi Selatan Kota Banjarbaru. Retribusi PBC KTP. 1997..832. dengan ketinggian ± 5 – 75 m dari permukaan laut. didominasi batu pasir kuarsa lepas yang mengandung endapan emas sekunder dan intan. Pajak Penerangan Jalan Umum. Rp 2.(Tahun Anggaran 1988/1989) menjadi Rp. 1999 ). Bila dilihat komposisi dari jenis kelamin laki-laki 61. Retribusi Pasar. Bidang Ekonomi Salah satu tolok ukur kinerja pembangunan secara makro adalah pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ). Retribusi IMB. 7. pemerataan pendapatan.8 %. 223. Pajak Bahan Galian C. Kondisi Geologi Berdasarkan Peta Geologi Kalimantan Selatan pada skala 1 : 250. Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) per kapita atas dasar harga yang berlaku di Kota Banjarbaru mengalami peningkatan berturut-turut pada tahun 1996.712.Secara umum kondisi kota Banjarbaru bervariasi antara datar sampai berbukit dengan kemiringan lereng 0 .000.

sandang. Lain-lain Pendapatan. 172 musholla . hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kesadaran hukum dan kesadaran politik masyarakat dalam memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa. sumbangan pihak ketiga. uang hak atas tanah. f. Penerimaan dari sumber ini meliputi jasa giro. Kondisi obyektif di atas menunjukkan bahwa pembangunan bidang kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru cukup baik. Setoran kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga. Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi hasil bukan pajak terdiri dari. e. Budaya dan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Kerukunan antar umat beragama di Kota Banjarbaru berjalan dengan baik. Komunikasi dan Media Massa Pembangunan bidang politik. (BPS . Kristen Katholik. denda keterlambatan pekerjaan dan penerimaan lainnya e. Lembaga pendidikan SLTP sederajat berjumlah 22 buah baik negeri dan swasta. (BPS. Hindu. Untuk menuju pada penguasaan bidang Iptek kota Banjarbaru telah memiliki : Lembaga pendidikan tingkat dasar terdiri dari 45 buah TK. komunikasi. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Masyarakat dan aparatur pemerintah Kota Banjarbaru masih dalam proses menuju pada penguasaan pengetahuan dan alih teknologi. mengamankan sumber-sumber PAD dan menggali potensi PAD yang masih bisa dikembangkan. retribusi air bawah tanah dan retribusi air permukaan. berdasar data BPS tahun 1999 sebagian besar penduduk Kota Banjarbaru beragama Islam dan sebagian lagii beragama Kristen Protestan. demikian juga indikator kesejahteraan masyarakat cukup baik yakni tidak terjadi mess poverty (kemiskinan massal) dalam 10 tahun terakhir ini. . perumahan pendidikan dan kondisi kesehatan masyarakat. Namun demikian kesadaran dan ketaatan hukum baik bagi penegak hukum maupun bagi masyarakat masih perlu ditingkatkan. Untuk mengantisipasi pelaksanaan otonomi daerah. Kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Kota Banjarbaru sangat majemuk. Perguruan Tinggi berjumlah 8 buah serta badan diklat berjumlah 10 buah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan BPHTB. informasi dan media massa di Kota Banjarbaru telah berperan baik. d. b. menertibkan. aparat pemerintah. Secara umum kondisi kesehatan masyarakat cukup baik. 1999). Pendidikan. 78 buah SDN/SDS dan MIN/MI swasta . Aparat Pemerintah. dan Royalties atas bahan tambang. Masing-masing kelompok tersebut relatif taat menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya. 2. sekalipun dalam kondisi krisis ekonomi pada tahun 1997 – 2000. 1999). pangan. Variabel determinan kondisi kesehatan masyarakat cukup baik yakni tidak adanya wabah/epidemi penyakit. Budha dan penganut Kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Bidang Sosial dan Politik a. Bagi Hasil Pajak Sumber dari bagi hasil pajak yakni. SLTA sederajat berjumlah 23 buah. Iuran Hasil Hutan. Hukum dan Ketertiban Masyarakat Sarana dan prasarana Hukum di Kota Banjarbaru cukup memadai baik dari institusi dan para penegak hukum yang ada. penerangan. Politik. d. pemerintah Kota Banjarbaru perlu menata ulang. penerimaan ganti rugi keuangan Daerah. Jumlah sarana peribadatan yang ada di Kota Banjarbaru terdiri dari 36 masjid .Daerah Kalimantan Selatan. Tingkat akademi berjumlah 3 buah. Kesejahteraan Rakyat Parameter utama bidang kesejahteraan rakyat adalah kebutuhan dasar (Basic Need) masyarakat yang tercermin dalam pola konsumsi meliputi. 6 gereja dan 1 pura. Agama. Secara ideal jumlah tersebut dirasa masih kurang sehingga diperlukan upaya penambahan lembaga pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan pemerintah kota. c. Penerangan.

Potensi sumberdaya alam tersebut belum dikelola secara optimal. 1. Dinas Perhubungan. 1. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dinas Pertanian dan Kehutanan. termasuk didalamnya terjalinnya komunikasi yang harmonis dan sinergis antara Pemerintah Kota dan media masa. Palam yang memberikan sumber-sumber air yang cukup bagi masyarakat. (2) Dari aspek kekayaan mineral bawah tanah. PNS. . pangan dan perumahan. perkebunan dan peternakan yang tersebar di Kecamatan Cempaka. serta aluvium yang terdiri dari kerikil. holtikultura. 2. Adapun Dinas dan yang dibentuk adalah. Secara umum tingkat kesehatan masyarakat Kota Banjarbaru tergolong baik. Dinas Tata Kota. Badan Kepegawaian Daerah. Selain itu wilayah Kota Banjarbaru sangat berpotensi bagi pemanfaatan air permukaan dan air bawah tanah. Kelembagaan Pemerintah Kelembagaan Pemerintah di Kota Banjarbaru sesuai dengan Perda yaitu dibentuknya 14 Dinas dan 4 Badan Daerah dan 2 Kantor. disamping pada pola kebutuhan dasar (Basic Need) yakni sandang.127 jiwa. Dinas Pendapatan Sedangkan badan yang dibentuk adalah : Bappeda Kota. perkebunan. Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat dan Badan Pengawas Daerah. Dominansi mata pencaharian di Kota Banjarbaru masih di sektor Pertanian. Berdasarkan Peta Geologi Kalimantan selatan pada skala 1 : 250. Selanjutnya pada wilayah Kota Banjarbaru terdapat beberapa Danau/Tandon baik alam maupun buatan seperti Danau Tambak Buluh. Kuantitas SDM Secara kuantitas jumlah penduduk Kota Banjarbaru berdasarkan record data Biro Pusat Statistik Kabupaten Banjar sampai dengan Bulan Agustus Tahun 2000 = 122. Lahan ini tersebar di Kecamatan Landasan Ulin dan Cempaka. f. demikian juga dengan tingkat pendidikan. Dinas Kesehatan. Berdasarkan data dari tata ruang wilayah masih ada 22. perikanan dan peternakan unggas. Artinya Pemerintah Kota Banjarbaru perlu mensinergikan fungsi kontrol internal dengan fungsi kontrol masyarakat secara optimal. C. 2. Sumber Daya Air Terdapat sungai-sungai yang berair sepanjang tahun sebagai bagian dari DAS dan Sub DAS Tabanio dan Riam Kanan seperti Sungai Bangkal dan Sungai Cempaka. Lahan kering yang berpotensi bagi pengembangan tanaman pangan. Analisis tentang potensi sumberdaya manusia tentunya tidak terlepas dari bagaimana mencermati kuantitas dan kualitas penduduk kota Banjarbaru itu sendiri.926. Bila dilihat komposisi jenis kelamin yaitu 61. Kualitas SDM Parameter utama kualitas sumberdaya manusia adalah tingkat pendidikan dan kesehatan suatu masyarakat. buruh. pasir. Sumber Daya Lahan Produktif Kota Banjarbaru memiliki lahan yang berpotensi untuk dikembangkan bagi usaha pertanian dalam arti luas yaitu : a. Dinas Pertanahan. b. Komposisi jenis mata pencaharian bervariasi.000 Kondisi geologi wilayah Kota Banjarbaru terdiri atas Formasi Dahor. TNI. mulai dari petani. Dan Unit Kantor yang dibentuk ada 2 yaitu : Kantor Pengolahan Data Elektronik dan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja. Dinas Industri dan Perdagangan Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi. Dinas Pengelolaan Pasar. dapat dikembangkan usaha pertambangan (emas dan Intan). Lahan rawa monoton/pasang surut yang berpotensi bagi pengembangan pertanian tanaman pangan/hortikultura. didominasi batupasir kuarsa lepas yang mengandung endapan emas sekunder dan intan. Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup.Namun demikian untuk mewujudkan aparatur pemerintah yang bersih dan berwibawa masih diperlukan pembaharuan mekanisme kontrol dan pengendalian yang lebih baik. terutama di sektor pertanian.674 jiwa laki-laki dan 60.135 Ha lahan produktif yang belum dikelola. Dinas Pendidikan. Kondisi dan Potensi Sumber Daya Alam Potensi sumberdaya alam yang dapat diandalkan berupa tambang intan dan bahan galian tipe C yang hampir tersebar di seluruh kecamatan. Pensiunan dan bidang jasa lainnya. Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah. Kondisi dan Potensi Sumber Daya Manusia Secara teoritis bahwa sumberdaya manusia merupakan unsur pendukung utama keberhasilan pembangunan daerah. lanau dan lempung.453 jiwa wanita. D. peternakan. Landasan Ulin dan Banjarbaru. Dinas Kependukan dan Catatan Sipil. pedagang. Kondisi dan potensi sumberdaya alam lainnya: (1) Dari aspek jenis dan kualitas tanah dapat dikembangkan menjadi lahan produktif.

4. pasir kali dan kerikil. e. lapangan tenis. intan. Wisata pertambangan rakyat Wisata alam Wisata budaya Sarana dan prasarana pendukung pengembangan sektor pariwisata di Banjarbaru : a. c. Sumber Daya Tambang Kota Banjarbaru memiliki kekayaan bahan tambang dan bahan galian seperti mangan. f. g. korondum. g. Sumberdaya Buatan Sumberdaya buatan yang dimilki Pemerintah Kota Banjarbaru : a. f. Sumber Daya Pariwisata Jenis wisata yang potensial dikembangkan : a. lapangan bola volly. d. lapangan sepak bola. Pelabuhan udara Syamsuddin Noor b. c. keuangan dan lain-lain. h. Jasa telekomunikasi : wartel dan kantor pos Jasa transportasi : penyewaan mobil dan angkutan umum. koalin. e. 5. Sirkuit Road Race Candra Kirana di Landasan Ulin c. pasir kwarsa. Hotel / losmen / penginapan b. c. Sirkuit Off Road di Perbatasan Cindai Alus dengan Gutung Payung . b. Jasa perbankan. b. Sirkuit Motor Cross di Sungai Ulin d. Intan terdapat di Cempaka Koalin terdapat di Liang Anggang Oker terdapat di Sei. emas. Potensi bahan tambang dan bahan galian tersebut tersebar seperti : a.3. Pasar. Besar Pasir kwarsa terdapat di Liang Anggang dan Banjarbaru Pasir kali dan Kerikil terdapat di Cempaka d. oker. super market dan mini market. Rumah makan/ restoran/ catering Sarana olah raga : Kolam renang Lapangan basket. Mangan terdapat di Imban Korondum terdapat di Cempaka Emas terdapat di Cempaka dan Liang Anggang (termasuk endapan sekunder) memiliki mutu lebih baik dibandingkan dengan endapan emas primer. lapangan golf lapangan bulu tangkis.

Industri dan Perdagangan c. ekonomi. Banjarbaru sebagai Kota Permukiman d. kemampuan aparatur. Investasi terbesar. dan diharapkan Terdepan dalam pencapaian hasil-hasil pelaksanaan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat dengan capaian Indek Pembangunan Manusia tertinggi. Pengalangan kemitraan dan memberikan dorongan dengan seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam memajukan dunia pendidikan formal maupun non formal. Pemberian dukungan dan fasilitas kepada lembaga-lembaga pendidikan untuk dapat berkembang secara optimal. Banjarbaru sebagai Kota Jasa. 2. 4. perdagangan dan industri yang ramah lingkungan dengan dilandasi oleh semangat ekonomi kerakyatan. dengan mengutamakan kemampuan dan potensi yang dimikinya. PDRB tertinggi. Taman Bermain Anak-Anak dan Taman Kota BAB III VISI DAN MISI KOTA BANJARBARU A. sesuai kemampuan dan kewenangan Pemerintah Kota Banjarbaru. 3. maka kebijakan yang disusun harus tetap mengacu pada visi yang disusun untuk jangka panjang 25 (dua puluh lima) tahun dan dalam pelaksanaannya adalah berupa pola dasar pembangunan dengan arah kebijakan pembangunan 5 (lima) tahun Kota Banjarbaru sebagai berikut : A. Inflasi terendah dan Kependudukan yang terkendali. 3.representatif. Pengangguran terendah.e. Misi Kota Banjarbaru 1. Visi Kota Banjarbaru. · Empat dimensi Kota meliputi : a. Merupakan sasaran yang hendak dicapai dalam Pola Dasar Pembangunan Daerah yaitu : Banjarbaru sebagai Kota Empat Dimensi yang Mandiri dan Terdepan. Peningkatan kemampuan ekonomi melalui penyediaan sarana dan prasarana serta kebijakan yang mampu mendorong dan menumbuhkembangkan investasi dalam bidang jasa. Peningkatan kualitas Pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pada semua tingkatan 2. Pengembangan iklim kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi bakat dan minat. Pendidikan : 1. Peningkatan kemampuan Pemerintah Kota sebagai Daerah Otonom BAB IV ARAH KEBIJAKAN Agar proses pelaksanaan pembangunan Kota Banjarbaru merupakan suatu arah pembangunan yang komprehensif dan berkelanjutan. demografi dan kelembagaan. Ratio Ketenagakerjaan ideal . Banjarbaru sebagai Kota Pendidikan b. dan berwawasan lingkungan. Peningkatan kualitas permukiman yang layak huni . partisipasi masyarakat. . Banjarbaru sebagai Kota Pemerintahan · Mandiri. Terwujudnya · B. yakni mampu melaksanakan hak dan kewajiban sebagai daerah otonom (mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri) memiliki kemampuan keuangan.

dan anak-anak terlantar. rehabilitasi dan penghematan penggunaan SDA menerapkan teknologi ramah lingkungan. Peningkatan upaya-upaya pengembangan obyek wisata pendulangan Intan di Kecamatan Cempaka serta tempat hiburan/ rekreasi lainnya. 6. Penataan penambangan rakyat yang berwawasan lingkungan.4. 5. Olahraga 1. 2. Pemberian fasilitas dalam rangka upaya-upaya pengembangan olahraga Kota Banjarbaru. Industri. penyediaan air bersih. Pembebasan warga Kota Banjarbaru yang berusia 6 . . lapangan kerja. Peningkatan kualitas penduduk melalui pengendalian kelahiran. Seni dan Budaya. Penataan sentra bisnis. produk-produk unggulan daerah. Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan memelihara daya dukung bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. obat-obat terlarang (narkoba) dan miras termasuk kupon putih. buta angka dan buta Bahasa Indonesia. pembebasan SPP dan pemberian bea siswa bagi siswa berprestasi dan keluarga kurang mampu. B. kesempatan berusaha. Peningkatan kualitas pendidikan. Pelaksanaan tertib administrasi kependudukan. Pelaksanaan perbaikan gizi masyarkat dengan memanfaatkan potensi yang ada. 3. 5. pengobatan gratis kepada masyarakat kurang mampu. bahkan dua belas (12) tahun. 4. 2. Peningkatan keperdulian terhadap penyandang cacat. Kependudukan dan Kesehatan 1. Peningkatan pengembangan ekonomi kerakyatan. Jasa dan Perdagangan 1. Pengaturan masalah kepadatan dan penyebaran penduduk. 4. pendidikan moral dan agama dengan cara membudayakan nilai sikap dan kemampuan serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. pemberantasan penyakit menular. Pengendalian pencemaran lingkungan hidup. 5. 6. 2. fakir miskin. E. 3. pelaksanaan program wajib belajar sembilan (9) tahun. C. Pemanfaatan secara optimal terhadap tata ruang yang tersedia sesuai dengan fungsinya. 2. Pembangunan basis ekonomi. melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba. miras dan kupon putih. penghimpunan dana bantuan pendidikan melalui partisipasi masyarakat. 4. Lingkungan Hidup 1. Pemanfaatan SDA dan lingkungan hidup denga konservasi. mempercepat pengembangan zona industri dan perdagangan sesuai Rencana Tata Ruang Kota Banjarbaru. industri. pemukiman dan perkantoran yang serasi dan selaras serta menerapkan lingkungan yang bersih dan sehat. memperkecil angka kematian dan meningkatkan kualitas program. 3. D.44 tahun dari buta aksara. Penurunan angka putus sekolah. Penigkatan pemberian gizi kepada Balita. Perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya detruktif terutama bahaya penyalahgunaan narkotika. Sosial. 5. Bekerja sama dengan seniman-seniman Kota Banjarbaru mendirikan Sanggar Budaya dalam rangka mengembang seni dan budaya masyarakat Banjarbaru. kesehatan lingkungan dan kesehatan ibu dan anak.

terminal kota. Pengupayaan perolehan kontribusi dari Bandara Syamsuddin Noor kepada Kota Banjarbaru. 6. 4. terutama kawasan yang diprioritaskan untuk pengembangan laju pertumbuhan ekonomi rakyat. Pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan pembangunan daerah. Penanaman Modal oleh investor untuk pembangunan pusat perbelanjaan representatif tanpa mematikan usaha pedagang pasar tradisional. Keuangan Daerah 1. Pencarian peluang untuk menjalin kerja sama dengan daerah lain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. F. transportasi. Pemantapan dan pengembangan kawasan hijau minimal 30% dari luas wilayah untuk penciptaan keseimbangan lingkungan Pengendalian laju penurunan kualitas lahan (lahan kritis) serta pelaksanaan rehabilitasi lahan. 7. 3. 7. Pencarian peluang pinjaman dana dari dalam dan luar negeri untuk pembiayaan pembangunan produktif. Penyediaan Sistem Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja Terpadu. Pemberian berbagai kemudahan dan fasilitas bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang optimal dari Aparatur Pemerintah Kota. baik berupa jalan. Peningkatan upaya-upaya untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan sosial. Penerapan teknplogi tepat guna (transfer of technology) pada usaha pertanian dan kehutanan. Partisipasi Masyarakat 1. 2. 3. 2. Pendayagunaan seluruh komponen masyarakat secara optimal dalam setiap tahapan kegiatan pembangunan. G. Pengendalian terpadu proses pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. 3. ternak dan ikan. jembatan. telekomunikasi. Pengoptimalan penerimaan yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah. 4. hingga dapat menopang Pendapatan Asli Daerah. Penyediaan infra struktur. Penyediaan sarana dan prasarana pusat jasa pelayanan bisnis (Bisnis Center) yang represenatif. Pengembangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura. listrik. Pengembangan ternak unggas. 5. Pengembangan sentra bibit tanaman. ternak besar dan ternak kecil. 7. 8. 6. Peningkatan kerjasama yang harmonis dengan jajaran pers dan media massa dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat sebagai fungsi kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan Kota Banjarbaru. 5. . Pertanian dan Kehutanan 1. 5. Pembentukan BUMD. Pengembangan budi daya ikan khususnya ikan hias Pengembangan perkebunan dalam wawasan agrobisnis dan agrowisata. air bersih. H. kerjasama pelatihan tenaga kerja dengan instansi terkait. 2. Penumbuh kembangan peran serta masyarakat dalam menciptakan ketertiban dilingkungan masing-masing. 4.3. 4. 6. dan tanaman langka.

harus menjadi arah dan dasar penyelenggaraan pembangunan bagi Pemerintah Kota Banjarbaru dan segenap masyarakat Kota Banjarbaru. kegiatan terakomodasi dalam unit organisasi sesuai formasi. Pemenuhan sarana/prasarana guna kelancaran kegiatan pemerintahan. 3. Pemantapan fungsi peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral. meningkatkan efektivitas pengawan internal dan fungsional serta pengawasan masyarakat dan pengembangan etika moral. 7. Pembentukan kelembagaan dinas/komponen/unit kerja secara bertahap. 2. Hukum Adat. Penciptaan kerukunan hidup bermasyarakat. Peningkatan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan dalam segala aspek kehidupan. pembangunan dan kemasyarakatan. 6. 4. BAB V KAIDAH PELAKSANAAN Pola Dasar Pembangunan Daerah yang ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru. Peningkatan upaya-upaya untuk mewujudkan Pemerintahan yang demokratis dan kredibel serta bebas KKN melalui peningkatan pembinaan aparatur guna menjadikan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa. spiritual dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan kota. kerja sama antara tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat sehingga tercipta keharmonisan hidup antar umat beragama. Pengupayaan setiap jenis pekerjaan. Aparatur 2. 8. Penegakkan hukum secara konsisten dan konsekuen sehingga terwujudnya jaminan kepastian hukum. 1. Peningkatan dan mengembangkan budaya sadar hukum dikalangan masyarakat dalam rangka ketaatan terhadap hukum. Hukum Agama serta menjunjung supremasi hukum yang bersendikan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan dan penghargaan terhadap HAM.I. dengan memberikan sanksi seberatberatnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pemenuhan tenaga sesuai kualifikasi jabatan-jabatan dan mengisi formasi kepegawaiannya. 3. 5. Peningkatan ratio pegawai dengan jumlah penduduk yang harus dilayani. baik perundang-undangan Nasional maupun Daerah. S2 dan S3). Penyusunan rencana pembangunan Mesjid Raya Kota Banjarbaru. 4. Peningkatan peranan aparat keamanan untuk memelihara dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta stabilitas daerah. K. Peningkatan pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah bebas dari Praktek KKN. 3. 4. Peningkatan kualitas SDM Aparatur dengan memberikan alokasi dana dan kesempatan kepada aparatur yang potensial untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (S1. J. Peningkatan kualitas aparatur negara dengan memperbaiki kesejahteraan dan keprofesionalan serta memberlakukan sistem karier berdasarkan prestasi dengan prinsip memberikan penghargaan dan sanksi. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaannya sebagai berikut : . 2. Agama 1. Kelembagaan.

C. Pemerintah Kota pada dasarnya hanyalah bagian dari sistem kemasyarakatan yang sangat luas. Setiap berakhirnya pelaksanaan pembangunan tahunan perlu dilakukan evaluasi terhadap program-program pembangunan dalam tahun yang bersangkutan. jika tidak mendapat dukungan positif dari komponen masyarakat luas. Segala bentuk dan tingkatan perencanaan yang disusun oleh Walikota harus memperhatikan segenap aspirasi dan pemikiran yang berkembang di dalam masyarakat Kota Banjarbaru. Otonomi harus dipandang sebagai hak dan kewajiban yang didalamnya tersirat amanat. pembangunan dan kemasyarakatan yang dilakukan oleh Walikota akan dipertanggungjawabkan kepada DPRD Kota Banjarbaru. F. E. Rencana Pembangunan yang baik berdasar konsep pemikiran ini adalah melalui upaya yang serius untuk menangkap keinginan kebutuhan masyarakat dengan seluas-luasnya tidak hanya melalui mekanisme formal seperti Temu Karya di tingkat Kecamatan dan Rakorbang di tingkat kota. dengan menyusun Program Pembangunan Daerah Lima Tahunan (PROPEDA). yang dipadu dengan keinginan menjalankan mekanisme desentralisasi yang lebih serius. Visi yang tercantum dalam dokumen pola dasar ini adalah visi yang disusun untuk jangka waktu 25 (dua puluh lima) tahun BAB VI PENUTUP Banjarbaru sebagai bagian dari mekanisme pemerintahan daerah/kota yang otonom. G. Peluang Otonomi pada dasarnya tidak dapat diraih dengan optimal tanpa upaya yang serius untuk melibatkan peran serta (partisipasi) masyarakat luas secara serius.A. Mekanisme pemanfaatan peluang otonomi dengan optimal secara internal bagi pemerintah dapat dilakukan dengan melakukan penataan ulang dan evaluasi yang serius terhadap seluruh rencana (desain) kebijakan pemerintah. selain itu harus dicari mekanisme lain. B. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (REPETADA) yang memuat APBD Kota Banjarbaru. DPRD Kota Banjarbaru berkewajiban melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan Pola Dasar Pembangunan Daerah oleh Walikota Banjarbaru. termasuk didalamnya rencana Pembangunan. Walikota sebagai Kepala Daerah menjalankan tugas penyelenggaraan pemerintahan kota. B. berkewajiban untuk mengerahkan segenap kekuatan pemerintahan dan seluruh potensi masyarakat dalam melaksanakan dan mengendalikan pembangunan. dengan segala hak dan kewajibannya dari segi usia dan pengalaman dapat dikatakan masih pada taraf pemula. Kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian agenda lain yang harus mendapat perhatian besar dari Pemerintah Kota Banjarbaru adalah peningkatan partisipasi masyarakat melalui jalinan kemitraan yang luas dengan berbagai komponen masyarakat. Namun harapan yang tumbuh dari masyarakat luas. harapan dan tantangan. Pola Dasar Pembangunan Daerah dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Walikota Banjarbaru. oleh karenanya upaya dan daya Pemerintah Kota Banjarbaru pada dasarnya tidak akan banyak meningkatkan effisiensi pemerintahan. D. Kemampuan mengoptimalkan kesempatan melalui peluang otonomi bagi Pemerintah Kota Banjarbaru akan melahirkan : C. Akan tetapi dalam konsep negara modern. Semua instansi berkewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan Pola Dasar Pembangunan Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. D. E. Sehingga pembenahan mekanisme dan operasionalisasi Pemerintahan Kota Banjarbaru agar dapat lebih efisien menjadi agenda utama yang harus segera diselesaikan secara internal. yang kemudian dijabarkan lagi ke dalam Rencana Startegi Pembangunan Daerah (RENSTRADA). Segala upaya dan tindakan dalam melaksanakan tugas pemerintahan. merupakan tantangan yang tidak boleh disia-siakan oleh segenap jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru. Kemampuan mengejar ketinggalan dari Daerah dan Kota yang maju. F. Sehingga dari seluruh pemaparan yang ada dapat disimpulkan : A. yang memungkinkan tertangkapnya keinginan dan .

kebutuhan masyarakat. . yang tidak terjangkau oleh mekanisme formal tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful