P. 1
METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

|Views: 1,345|Likes:
Published by Fathuroji Chk

More info:

Published by: Fathuroji Chk on Jan 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2014

pdf

text

original

METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

Saya akan menitik beratkan kepada bab II ini, yang terdiri atas Sembilan bab yaitu bab 2 sampai dengan bab 9. Bab (2) berkenaan dengan proses penelitian, masalah, variable, dan paradigma penelitian. Bab (3) berkenaan dengan landasan teori, kerangka berfikir, dan pengajuan hipotesis. Bab (4) berkenaan dengan mmetode penelitian eksperimen. Bab (5) berkenaan dengan populasi dan sample. Bab (6) berkenaan dengan skala pengukuran dan instrument penelitian. Bab (7) berkenaan dengan teknik pengumpulan data. Bab (8) berkenaan dengan analisis data.

BAB 2
PROSES PENELITIAN, MASALAH, VARIABEL, DAN PARADIGMA PENELITIAN .

A. Proses Penelitian Kuantitatif
Setiap penelitian selalu berangkat dari masalah, namun masalah yang di bawa peneliti kuantitatif harus sudah jelas. Setelah masalah di identifikasikan, dan di batasi, maka selanjutnya masalah tersebut di rumuskan. Rumusan masalah pada umumnya di nyatakan dalam kalimat pernyataan. Dengan pernyataan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk kegiatan penelitian selanjutnya. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka peneliti menggunakan berbagai teori untuk menjawabnya. Jadi teori dalam penelitian kuantitatif ini di gunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian tersebut. Jawaban terhadap rumusan masalah yang baru menggunakan teori tersebut di namakan hipotesis, maka hipotesis dapat di artikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hipotesis yang masih merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah tersebut, selanjutnya akan di buktikan kebenarannya secara empiris berdasarkan data dari lapangan. Untuk itu peneliti melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data di lakukan pada populasi tertentu yang telah di tetapkan oleh peneliti. Bila populasi terlalu luas, sedangkan peneliti memiliki keterbatasan waktu, dana dan tenaga, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang di ambil dari populasi tersebut. Bila peneliti bermaksud membuat generalisasi, maka sampel yang di ambil harus representatif, dengan teknik random sampling. Meneliti adalah mencari data yang teliti / akurat. Untuk itu peneliti perlu menggunakan instrument penelitian. Dalam ilmu ± ilmu alam, teknik, dan ilmu ± ilmu empirik lainnya, instrument penelitian seperti thermometer untuk mengukur suhu, timbangan untuk mengukur berat semuanya sudah ada, sehingga tidak perlu membuat instrument. Tetapi dalam penelitian social seperti pendidikan, sering instrument yang akan di gunakan untuk

maka pekerjaan penelitian akan segera dapat di lakukan. maka kesimpulannya juga ada lima. Analisis di arahkan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang di ajukan. Oleh karena itu menemukan masalah dalam penelitian merupakan pekerjaan yang tidak mudah. 198). dapat di gunakan sebagai kuesioner. Statistic yang di gunakan dapat berupa statistic deskriptif dan inferensial/induktif. Jadi kalau rumusan masalah ada lima . tabel distribusi frekuensi. Saran yang di berikan harus berdasarkan kesimpulan hasil penelitian. maka perlu di cek apakah ada yang salah dalam penggunaan teori. Melalui saran . sehingga peneliti harus membuat atau mengembangkan sendiri. grafik garis. tetapi setelah masalah dapat di temukan. pengumpulan. Pembahasan terhadap hasil penelitian merupakan penjelasan yang mendalam dan interprestasi terhadap data ± data yang telah di sajikan.meneliti belum ada. Instrument untuk pengumpulan data dapat berbentuk test dan nontest. maka selanjutnya dapat di simpulakn. Untuk instrument yang berbentuk nontest.±aran tersebut di harapkan masalah dapat di pecahkan. Penyajian data dapat menggunakan tabel. grafik batang. dan pictogram. maka dapat di gunakan untuk mengukur variable yang telah di tetapkan untuk di teliti. Dengan demikian teknik pengumpulan data selain berupa test dalam penelitian ini dapat berupa kuesioner. observasi dan wawancara Data yang telah terkumpul selanjutnya di analisis. maka harus di uji validitas dan relibilitasnya. Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistic. karena peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk memecahkan masalah. Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul ± betul masalah. maka sebenarnya pekerjaan penelitian itu 50% telah selesai. pedoman observasi dan wawancara. Kesimpulan berisi jawaban singkat terhadap setiap rumusan masalah berdasarkan data yang telah terkumpul. walaupun di akui bahwa memilih masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit dalam proses penelitian (Tuckman. 1. Peneliti menggunakan statistic inferensial bila penelitian di lakukan pada sampel yang di ambil secara random. maka peneliti berkewajiban untuk memberikan saran ± saran. Statistic inferensial dapat berupa statistic parametris dan statistic nonparametris. Setelah instrument teruji validitas dan reliabilitasnya . Agar instrument dapat di percaya. instrument. analisis data. Jadi jangan membuat saran yang tidak berdasarkan hasil penelitian yang tidak di lakukan. piechart (diagram lingkaran). B. atau rumusan masalah yang di ajukan. Apabila hipotesis penelitian yang di ajukan tidak terbukti. Masalah Setiap penelitian yang yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah. Sumber Masalah . Setelah hasil penelitian di berikan pembahasan. Data hasil analisis selanjutnya di sajikan dan di berikan pembahasan.

Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah ± masalah dapat di ketahui atau di cari apabila : a. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah di rencanakan dengan kenyataan c. kompsrstif dan asosiatif . Kalau masalah itu merupakan kesenjangan antara yang di harapkan dengan yang terjadi. 1. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu : hubungan simetris. motivasi. kemudian di tarik kesimpulannya. atau pada waktu yang berbeda c. D. yang mempunyai ³variasi´ antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (Hatch dan Farhady. Rumusan Masalah Komparatif : adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan suatu variable atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. sikap. disiplin kerja. kepemimpinan. karena setiap rumusan masalah penelitian harus di dasarkan pada masalah. Adanya kompetisi C. Rumusan Masalah Deskriptif : adalah rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel atau lebih (variable yang berdiri sendiri) b. anatara terori dengan praktek. Namun demikian terdapat kaitan erat antara masalah dan rumusan masalah. maka rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan di carikan jawabannya melalui pengumpulan data. 1981). antara rencana dengan pelaksanaan. Rumusan Masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah. hubungan kausal. a. Variabel penelitian 1. Pengertian kalau ada pertanyaan tentang apa yang anda teliti. maka jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian. Bentuk ± bentuk Rumusan Masalah Penelitian Bentuk masalah dapat di kelompokan ke dalam bentuk masalah deskriptif. Secara teoritis variabel dapat di definisikan sebagai atribut seseorang. berat badan. Rumusan Masalah Asosiatif : adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. .Masalah dapat di artikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar ± benar terjadi. Variabel juga merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Adanya pengaduan d. Jadi variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari sehingga di peroleh informasi tentang hal tersebut. dan interaktif/reciprocal/timbale balik. antara peraturan dengan pelaksanaan. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan b. atau obyek . Tinggi.

d. koordinasi. yaitu dengan bantuan menyusun ke dalam pohon masalah. Macam ± macam Variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam ± macam variabel dalam penelitian dapat di bedakan menjadi : a. Jadi paradigma penelitian dalam hal ini di artikan sebagai pola fikir yang menunjukan hubungan antara variabel yang akan di teliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu di jawab melalui penelitian. Dengan analisis masalah. Dalam bahasa Indonesia sering di sebut sebagai variabel terikat. Variabel Independen : Variabel ini sering di sebut sebagai Variabel bebas. e. yang di landasi asumsi bahwa suatu gejala itu dapat di klasifikasikan. criteria. dan teknik analisis statistic yang akan di gunakan. Menemukan Masalah Untuk menemukan masalah dapat di lakukan dengan cara melakukan analisis masalah. teori yang di gunakan untuk merumuskan hipotesis. F. 2. ukuran. Melalui analisis masalah ini juga dapat di ketahui akar ± akar permasalahannya. Paradigma penelitian Dalam penelitian kuantitatif / positivistic. dan warna merupakan atribut ± atribut dari obyek. prosedur dan mekanisme kerja. adalah merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi pendidikan. jenis dan jumlah hipotesis. yang kurang penting dan yang tidak penting. karena adanya variabel bebas. Variabel Moderator : adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. kepemimpinan. Variabel bebas adalah merupakan Variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). maka peneliti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. b.merupakan atribut ± atribut dari setiap orang. Struktur organisasi. dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat). Variabel Dependen : sering di sebut sebagai variabel output. maka permasalahan dapat di ketahui mana masalah yang penting. bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan. Variabel control sering di gunakan oleh peneliti. deskripsi pekerjaan. konsekuen. Variabel control : adalah variabel yang di kendalikan atau di buat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak di pengaruhi oleh factor luar yang tidak di teliti. Variabel intervening : adalah variabel yang secara teoritis memperngaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat di amati dan di ukur. model pendelegasian. Pola hubungan antara variabel yang akan di teliti tersebut selanjutnya di sebut sebagai paradigma penelitian . E. . c. kebijakan. Yaitu variabel yang yang di pengaruhi atau yang menjadi akibat. bentuk. Berat.

B. dan proposi yang di susun secara sistematis. Konseptualisasi atau system pengertian ini di peroleh melalui. Teori menunjuk pada sekelompok hukum yang tersusun secara logis. Disini biasanya terdapat hubungan yang fungsional antara data dan pendapat yang teoritis Berdasarkan data tersebut di atas secara umum dapat di tarik kesimpulan bahwa.BAB 3 LANDASAN TEORI. Tingkatan dan Fokus Teori . Suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan yang menggeneralisasi. bila tidak. 2. 3. dalam (Sitirahayu Haditono. KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Mark 1963. yaitu untuk menjelaskan (explanation). membedakan adanya tiga macam teori. jalan yang sistematis. Dengan demikian dapat di bedakan antara lain : 1. Berdasarkan tiga pandangan ini dapatlah di simpulkan bahwa teori dapat di pandang sebagai berikut : 1. 1999). suatu teori adalah suatu konseptualisasi yang umum. Ketiga teori yang di maksud ini berhubungan dengan data empiris. yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data . dan pengendalian (control) suatu gejala. Teori yang fungsional : di sini tampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis. yang merupakan seperangkat konsep. 3. definisi. Pengertian Teori Teori adalah alur logika atau penalaran. 2. Hukum ± hukum ini biasanya sifat hubungan yang deduktif. Secara umum. Teori yang deduktif : memberi keterangan yang di mulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu kearah data akan di terangkan. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistic ini di jumpai pada kaum behaviourist . Suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai suatu kelompok hukum yang di peroleh secara empiris dalam suatu bidang tertentu. meramalkan (prediction). Disini orang mulai dari data yang di peroleh itu datang suatu konsep yang teoritis (induktif) . Suatu teori harus dapat di uji kebenarannya. Teori yang induktif : adalah cara menerangkan dari data ke arah teori. teori mempunyai tiga fungsi. dia bukan suatu teori .

The concept are usually not very abstract. Teori yang di gunakan untuk perumusan hipotesis yang akan di uji melalui pengumpulan data adalah teori subtantif. such as deviance. Contoh teori organisasi dan gerakan social. sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan di pakai .Numan (2003) mengemukakan tingkatan teori (level of theory) mwnjadi tiga : a. b. b. D. such as delinquent gangs. Meso level theory : attempt to link makro and mikro levels or to operate at an intermediate level. Bila dalam satu penelitian terdapat tiga variabel independen dan satu dependen. sacialization. Midle range theories can be formal or substantive. c. melalui pendifinisian. Selanjutnya focus teori di bedakan menjadi tiga yaitu : a. space. Midle range theory is principally used in sociology to guide empirical inquiry. semakin banyak variabel yang teliti. maka akan semakin banyak teori yang perlu di kemukakan. kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan di teliti menjadi lebih jelas dan terarah. Kegunaann teori dalam penelitian Dalam penelitian kuantitatif. Midle range theory are slightly more abstract than empirical generalization or specific hypotheses. c. maka kelompok teori yang perlu di deskripsikan ada empak kelompok teori. It uses more concepts that are abstract . or power . Micro level theory : small slices of time. karena teori disini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang di teliti. and whole societies. or ras relation. Formal theory is developed for a broad conceptual area in general theory. diforce. Macro level theory : concerns the operation of larger aggregates such as social institutions. karena teori ini lebih focus berlaku untuk obyek yang akan di teliti. . entire culture systems. sehingga ruang lingkup. teori yang yang di gunakan harus sudah jelas . dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi. substantive theory is developed for a specific area of social concern. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu di kemukakan/dideskripsikan. strikes. or a number of people. dan sebagai referensi untuk menyusun instrument penelitian. C. Deskripsi Teori Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil ± hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang teliti. Oleh karena itu. yaitu kelompok teori yang berkenaan dengan tiga variabel indenpen dan satu dependen. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabel ± variabel yang di teliti. atau komunitas tertentu. akan tergantung pada luasnya pemasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang di teliti.

Cari definisi setiap variabel yang akan di teliti pada setiap sumber bacaan. ( Untuk referensi yang berbentuk laporan penelitian. sampel sumber data. bandingkan anatara satu sumber dengan sumber yang lain. Bila dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening. selanjutnya di analisis secara kritis dan sistematis. Tetapkan nama variabel dan tentukan jumlah variabelnya . maka juga perlu di jelaskan. dan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang di baca. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variabel independen dan dependen. laporan penelitian. Tesis. Lihat daftar isi buku. Kerangka berfikir dalam suatu penelitian perlu di kemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih. dan pilih topic yang relevan dengan setiap variabel yang akan di teliti. Deskripsikan teori ± teori yang telah di baca dari berbagai sumber ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber ± sumber bacaan yang di kutip atau yang di gunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus di cantumkan. kamus. teknik pengumpulan data. ensiklopedia. 2. F. Jadi kerangkan berfikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang di susun dari berbagai teori yang telah di deskripsikan. juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang di teliti (Sapto Haryoko 1999). sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang di teliti. Kerangka Berfikir Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan di teliti. journal ilmiah. dimana rumusan masalah penelitian telah di nyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. 3. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri. analisis. Berdasarkan teori ± teori yang telah di deskripsikan tersebut. selanjutnya di gunakan untuk merumuskan hipotesis. maka yang di lakukan peneliti di samping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing ± masing variabel. Cari sumber ± sumber bacaan ( buku. kesimpulan dan saran yang di berikan ). lihat judul penelitian. Sintesa tentang hubungan variabel tersebut. Baca seluruh isi topic buku yang sesuai dengan variabel yang akan di teliti. mengapa variabel itu ikut di libatkan dalam penelitian. E. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian . 5. 4. Oleh karena itu pad a setiap penyusunan paradigma penelitian harus di dasarkan pada kerangka berfikir. Disertasi ) yang sebanyak ± banyak nya dan yang relevan dengan setiap variabel yang di teliti.Langkah ± langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut : 1. Dikatakan . dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan di lakukan. runungkan. lakukan analisa. 6. Skripsi.

Jadi hipotesis juga dapat di nyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian. yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih . Dapat di uji dengan data yang di kumpulkan dengan metode ilmiah BAB ( 4 ) METODE PENELITIAN EKSPERIMEN . Hipotesis Deskriptif Hipotesis deskriptif merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif. 3. Hipotesis kerja di nyatakan dalam kalimat positif dana hipotesis nol di nyatakan dalam kalimat negative. c. karena jawaban yang di berikan baru di dasarkan pada teori yang relevan. belum di dasarkan pada fakta ± fakta empiris yang di peroleh melalui pengumpulan data. Terdapat dua macam hipotesis penelitian yaitu hipotesis kerja dan hipotesis nol. Pada rumusan ini variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda. Bentuk ± bentuk Hipotesis a. yang selanjutnya dapat di gunakan untuk panduan dalam mengumpulan data dan analisis. perbandingan keadaan variabel pada berbagai sampel. Dalam statistic juga terdapat dua macam hipotesis yaitu hipotesis kerja dan hipotesis alternative ( hipotesis alternative tidak sama dengan hipotesis kerja) 1. dan hipotesis penelitiannya. Hipotesis Komparatif Hipotesis komparatif merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah komparatif. yaitu masalah deskriptif. yaitu yang berkenaan dengan variabel mandiri .sementara. atau keadaan itu terjadi pada waktu yang berbeda . belum jawaban yang empiric dengan data . peneliti dapat menggunakan sebagai panduan untuk merumuskan masalah . ( pada umumnya hipotesis deskriptif tidak di rumuskan)) b. 2. Karakteristik Hipotesis yang Baik a. sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran c. Rumusan Masalah dan Hipotesis Dengan paradigma penelitian itu. b. Dalam setiap paradigma penelitian minimal terdapat satu rumusan masalah penelitian. Paradigma penilitian. dan merupakan dugaan tentang hubungan antrara dua variabel atau lebih. Dinyatakan dalam kalimat yang jelas. Hipotesis Asosiatif Hipotesis asosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah asosiatif. Merupakaan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri.

karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh ± sungguh. survey dan naturalistic (kualitatif). Jadi populasi bukan hanya orang. Quasi Experimental Design Bentuk design eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa. 4. tetapi tidak dapat berfungsi mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.A. B. Walaupum demikian desain ini lebih baik dari pre ± experimental design. BAB ( 5 ) POPULASI DAN SAMPEL A. tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang di miliki oleh subyek atau obyek itu. Dalam penelitian eksperimen ada perlakuan (treatment).betul). karena dalam design ini. yang sulit di laksanakan. Populasi Pupulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya. Mengapa ? karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. yaitu penelitian eksperimen. 3. True Experimental Design Di katakan true experimental (ekspeerimen yang betul. tetapi juga obyek dan benda ± benda alam yang lain. Dengan demikian metode penelitian eksperimen dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Beberapa Bentuk Desain Eksperimen 1. sampel yang di gunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok control di ambil secara random dari populasi tertentu. Penelitian eksperimen di lakukan di laboratorium sedangkan penelitian nataralistik/kualitatif di lakukan pada kondisi yang alamiah. Factorial Design Design factorial merupakan modifikasi dari design true experimental. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang di pelajari. sedangkan dalam penelitian naturalistic tidak ada perlakuan. peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. . 2. Jadi cirinya adalah adanya kelompok control dan sampel dipilih secara random . Pengertian Bila di lihat dari tingkat kealamiahan (setting) tempat penelitian terdapat tiga metode penelitian. Pre ± Experimental Designs (nondesigns) Di katakana pre ± experimental design. Design ini mempunyai kelompok control . yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen).

Disproportionate stratified random d. kesimpulannya akan dapat di berlakukan untuk populasi. terdapat berbagai teknik sampling yang di gunakan. Teknik sampling pada dasarnya dapat di kelompokan menjadi dua yaitu : 1. Proportionate stratified random sampling c. Sampling Kuota c. C. dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi . Sampling Insidental d. Untuk menentukan sampel yang akan di gunakan dalam penelitian. Untuk itu sampel yang di ambill dari populasi harus betul ± betul representative (mewakili). Apa yang di pelajari dari sampel itu.B. Simple random sampling b. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki oleh populasi tersebut. Dengan demikian jumlah instrument yang akan di gunakan untuk penelitian akan tegantung pada . Teknik Sampling Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Sampling Purposive e. Sampling area (cluster) sampling (sampling menurut daerah) 2. Nonprobability Sampling Nonprobobabilty sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsure atau anggota populasi untuk di pilih menjadi sampel. misalnya karena keterbatasan dana. Sampling Sistematis b. Probability Sampling Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsure (anggota) populasi untuk di pilih menjadi anggota sampel. maka peneliti dapat menggunakan sampel yang di ambil dari pupulasi itu. Sampel ini meliputi : a. Bila populasi besar. Snowball Sampling BAB ( 6 ) SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENGUKURAN PENELITIAN Instrumen penelitian di gunakan untuk mengukur nilai variabel yang di teliti. Sampling Jenuh f. Teknik ini meliputi : a. tenaga dan waktu.

maka harus ada lat ukur yang baik. dan jawaban yang ³ sangat negatif¶ terletak di bagian kiri garis. Alat ukur dalam penelitian biasanya di namakan instrumen penelitian. Skala ini juga di gunakan untuk mengukur sikap. maka jumlah instrumen yang di gunakan untuk penelitian juga lima. tetapi masih ada yang harus di buat peneliti sendiri.jumlah variabel yang di teliti.6. 4. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang di gunakan mengukut fenomena dalam maupun social yang di amati. data yang di pe roleh semuanya adalah data kuantitatif yang kemudian di kuantitatifkan. Data yang di peroleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). . Bila variabel penelitiannya lima. pendapat. hanya bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist. atau sebaliknya. yang selanjutnya di sebut sebagai variabel penelitian. Macam ± macam skala pengukuran Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang di gunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur. Instrumen penelitian Karena pada perinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran. Rating Scale Dari ke tiga skala pengukuran seperti yang telah di kemukakan . Skala Guttman Skala pengukuran dengan tipe ini.7 interval. Skala Likert Skala Likert di gunakan untuk mengukur sikap. fenomena social ini telah di tetapkan secara spesifik oleh peneliti. tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawaban ³sangat positifnya´ terletak di bagian kanan garis. Secara specific semua fenomena ini di sebut variabel penelitian. Tetapi dengan rating ± scale data mentah yang di peroleh berupa angka kemudian di tafsirkan dalam pengertian kualitatif. Instrument ± instrument penelitian sudah ada yang di bakukan. sehingga alat ukur tersebut bila di gunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. ³ pernah ± tidak ³. Jadi kalau pada skala likert terdapat 3. maka setiap instrument harus mempunyai skala. B. dan biasanya skala ini di gunakan untuk mengukur sekap/karakteristik tertentu yang di punyai oleh seseorang . A.5. ³ positif ± negative ³ dan lain ± lain. Data yang di peroleh adalah daya interval.4. 3. Berbagai skala sikap yang dapat di gunakan untuk penelitian Administrasi. maka pada dalam skala Guttman hanya ada dua interval yaitu ³ setuju¶ atau ³ tidak setuju´. yaitu ³ya ± tidak´. Pendidikan dan Sosial antara lain : 1. akan di dapat jawaban yang tegas. 2. dan resepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social. Dalam penelitian. ³ benar ± salah ³. Karena instrument penelitian akan di gunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat. Penelitian menggunakan sakal Guttman di lakukan bila ingin mendaptkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang di tanyakan. dari kata ³ sangat setuju´ sampai ³ sangat tidak setuju ³. Semantic Deferensial Skala pengukuran yang berbentuk Semantic defferensial di kembangkan oleh Osgood.

Hal ini masih akan di pengaruhi oleh kondisi obyek yang di teliti. Untuk memudahkan penyusunan instrumen. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Dalam hal ini perlu di bedakan antara hasil penelitian yang valid dan reliable dengan instrumen yang valid dan reliable. maka di harapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel. Instrumen untuk mengukur prestasi belajr murid C. Pengujian Validitas (content Validity) . Hal ini tidak berarti bahwa dengan menggunakan instrument penelitian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. maka perlu di gunakan ³matrik pengembangan instrumen ³ atau ³ kisi ± kisi instrument ³. D. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila di gunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama. akan menghasilkan data yang sama. Alat ukur panjang dari karet adalah contoh instrumen yang tidak reliabel/konsisten. kendaraan. Pengujian Validitas Konstrak ( Construct Validity ) Untuk menguji validitas konstrak. 2)dimana letak rumah . Instrument yang valid berarti alat ukut yang di gunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Misalnya akan meneliti tentang ³ pengaruh kepemimpinan dan iklim kerja sekolah terhadap prestasi belajat anak ³. jenis makanan yang sering di makan. Sebagai contoh misalnya variabel penelitiannya ³ tingkat kekayaan´ Indikator kekayaan misalnya : rumah. Instrumen untuk mengukur iklim kerja sekolah 3. Valid berarti instrumen tersebut d apat di gunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur. dan kemampuan orang yang menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data. 3) berapa luas masing ± masing rumah.Jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian yang telah di tetapkan untuk di teliti. dapat di gunakan pendapat dari ahli (judgment experts). 4) bagaimana kualitas bangunan rumah dan sebagainya. b. Oleh karena itu peneliti harus mampu mengendalikan obyek yang di teliti dan meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrument untuk mengukur variabel yang di teliti. Dari indi ator ini kemudian di c jabarkan menjadi butir ± butir pertanyaan atau pernyataan. Dari variabel ± variabel tersebut di berikan definisi operasionalnya. Jadi instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Para ahli di minta pendapatnya tentang instrument yang telah di susun itu. Dalam hal ini stelah instrument di konstruksi tentang aspek ± aspek yang akan di ukur dengan berlandasan teori tertentu. otomatis hasil (data) penelitian menjadi valid dan relabel. jenis olah raga yang di lakukan dan sebagainya. Pengujian Validitas Instrumen a. Untuk indicator rumah . pendidikan. Dengan menggunakan instrument yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data. Cara Menyusun Instrumen Titik tolak dari penyusunan adalah variabel ± variabel penelitian yang di tetapkan untuk di teliti. tempat belanja. Pengujian Validitas dan reliabilitas Instrumen 1. bentuk pertanyaan nya misalnya : 1) berapa jumlah rumah. Instrumen untuk mengukur kepemimpinan 2. maka selanjutnya di konsultasikan dengan ahli. dan selanjutnya di tentukan indicator yang akan di ukur. Dalam hal ini ada tiga instrumen yang perlu di buat yaitu : 1. E.

Selanjutnya bila di lihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data. Pengujian Validitas Eksternal Validitas eksternal instrument di uji dengan cara membandingkan (untuk mencari kesamaan) antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta ± fakta empiris yang terjadi di lapangan . Secara ekternal pengujian di lakukan dengan test ± retest (stability). BAB ( 8 ) ANALISIS DATA Dalam penelitian kuantitatif.Untuk instrument yang berbentuk test. apanila instrumen tersebut tidak di gunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. data dapat di kumpulkan pada setting alamiah (natural setting). dana kualitas pengumpulan data. pada suatu seminar. Seorang dosen yang member ujian di luar pelajaran yang telah di tetapkan. Pengujian Reliabilitas Instrumen Pengujian reliabilitas instrumen dapat di lakukan eksternal maupun internal. maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. dana gabungan ketiganya. belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan variabel. maka teknik pengumpulan data dapat di lakukan dengan i terview (wawancara). di jalan dan lain-lain. observasi (pengamatan). berbagai sumber. Secara internal reliabilitas instrument dapat di uji dengan menganalisis konsistensi butir ± butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu. analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul kegiatan dalan anilisis data adalah : . Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. berarti instrument ujian tersebut tidak mempunyai validitas isi c. Pengumpulan data dapat di lakukan dalam berbagai setting. dan sumber sekunder merupakan sumber yan tidak langsung g memberikan data kepada pengumpul data. diskusi. Oleh karena itu. Bila di lihat dari sumber datanya. BAB ( 7 ) TEKNIK PENGUMPULAN DATA Terdapat dua hal unutk yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian. misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. kuesioner n (angket). kualitas instrument penelitian. pada laboratorium dengan metode eksperimen. pengujian validitas isi dapat di lakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah di ajarkan. Bila di lihat dari setting-nya. dan gabungan keduanya. dan berbagai cara. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketetapan cara ± cara yang di gunakan untuk mengumpulkan data. 2. dirumah dengan berbagai responden. equivalent. instrument yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. yaitu.

4. dan teknik statistic untuk analisis data (ketiganya sangat berkaitan) D. hipotesis. adalah teknik statistic yang di gunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya di berlakukan untuk populasi. atau menguji ukuran populasi melalui data sampel. ordinal. Judul penelitian b. (sering juga di sebut statistic induktif atau statistic probabilitas). Statistic parametris di gunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistic. Pengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden Mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden Menyajikan data tiap variabel yang di teliti Melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah Melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah di ajukan untuk penelitian yang tidak merumuskan hipotesis. 3. langkah terakhir tidak di lakukan Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Statistic parametris memerlukan terpenuhi banyak asumsi. . Statistic Parametris dan Nonparametris Pada statistic inferensial terdapat statistic parametris dan nonparametris. statistic inferensial melimputi : statistic parametris dan non parametris. Penggunaan kedua statistic tersebut juga tergantung pada jenis data yang di analisis. Statistic inferensial. Statistic nonparametris tidak menurut terpenuhi banyak asumsi. Asumsi yang utama adalah data yang akan di analisis harus berdistribusi normal. misalnya data yang akan di analisis tidak harus berdistribusi normal. Sedangkan secara statistic hipotesis di artikan sebagai pernyataan mengenai keadaan populasi (parameter) yang akan di uji kebenarannya berdasarkan data yang di peroleh dari sampel penelitian (statistik). Statistik deskriptif dan statistic inferensial Statistic deskriptif adalah statistic yang di gunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Terdapat dua macam statistic yang di gunakan untuk analisis data dalam penelitian yaitu : statistic deskriptif dan statistic inferensial. 2. Bentuk paradigmanya c. B.1. sedangkan statistic nonparametris kebanyakan di gunakan untuk menganalisis data nominal. Judul Penelitian dan Statistik yang di gunakan untuk Analisis Yang harus di lakukan adalah membuat : a. Rumusan masalah. Penggunaan statistic parametris dan nonparametris tergantung pada asumsi dan jenis data yang akan di analisis. Konsep Dasar Peengujian Hipotesis Kebenaran dari hipotesis itu harus di buktikan melalui data yang terkumpul. Statistic parametris kebanyakan di gunakan untuk menganalisis dan interval dan rasio. 5. A. C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->