P. 1
Penanganan dan Pengolahan Limbah di PTPN VII Unit Usaha Way Berulu, Lampung

Penanganan dan Pengolahan Limbah di PTPN VII Unit Usaha Way Berulu, Lampung

|Views: 12,129|Likes:
Published by Ika Kartika

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Ika Kartika on Jan 30, 2011
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2015

pdf

text

Limbah gas dan partikel merupakan limbah yang banyak dibuang ke udara (Kristanto,

2004). Limbah gas suatu industri dapat menyebakan pencemaran udara. Menurut Anonim

(2010a), pencemaran udara ialah peristiwa pemasukan dan/atau penambahan senyawa, bahan,

atau energi ke dalam lingkungan udara akibat kegiatan alam dan manusia sehingga temperatur

dan karakteristik udara tidak sesuai lagi untuk tujuan pemanfaatan yang paling baik.

Pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian

pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Pengendalian pada sumber pencemar

38

merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah

gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan (Anonim, 2010a).

Penanganan limbah gas oleh PPKR UU Way Berulu adalah dengan setiap tahun

melakukan pengujian emisi gas buang yang dilakukan oleh UPTD Balai Hiperkes dan

Keselamatan Kerja, Sumatera Selatan. Pengujian limbah gas ini dilatarbelakangi oleh Undang-

undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup,

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 tahun 2010 tentang Pedoman Umum

Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Surat Pernyataan

Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah RI Nomor

41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Keputusan Menteri Negara Lingkungan

Hidup Nomor Kep. 13/MENLH/1995 tentang Baku Mutu Udara Emisi Sumber Tidak Bergerak,

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep. 48/MEN-LH/11/1996 tentang Baku Mutu

Kebisingan, Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep. 50/MEN-LH/11/1996 tentang Baku

Mutu Kebauan, dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep. 49/MEN-LH/11/1996

tentang Baku Mutu Getaran.

Berdasarkan Keputusan Kepalan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup No.

Kep 205/Bapedal/07/1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber

Tidak Bergerak, disebutkan bahwa cerobong udara harus dibuat dengan mempertimbangkan

aspek pengendalian pencemaran udara yang didasarkan pada lokasi dan tinggi cerobong. Tinggi

cerobong sebaiknya 2-2½ kali tinggi bangunan sekitarnya sehingga lingkungan sekitar tidak

terkena turbulensi. Cerobong asap di PPKR UU Way Berulu masih kurang tinggi jika ditinjau

dari keputusan kepala BAPEDAL tersebut. Namun dari hasil pengujian emisi gas buang, limbah

gas yang dikeluarkan PPKR UU Way Berulu masih di bawah norma yang diperbolehkan untuk

industri sehingga udara tidak tercemar.

Emisi adalah zat atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang termasuk

ke dalam udara ambien dan berpotensi sebagai unsur pencemar, sedangkan udara ambient adalah

udara bebas dipermukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan mempengaruhi

kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya dengan baku mutu

berupa kadar zat, energi, dan komponen lain yang ada di udara bebas. Sumber emisi adalah setiap

usaha dan/atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dari sumber bergerak, sumber bergerak

spesifik, sumber tidak bergerak maupun sumber tidak bergerak spesifik (Anonim, 2010c).

Pengujian emisi gas buang dilakukan pada kualitas udara emisi dan kualitas udara

ambient. Pengujian kualitas udara emisi dilakukan pada sumber dari limbah gas tersebut, yaitu

cerobong genset dan dryer. Pengujian ini dilakukan dengan beberapa parameter yang sesuai

dengan ketentuan pemerintah. Berdasarkan data hasil laporan pengujian kualitas udara emisi

diketahui bahwa emisi udara yang dikeluarkan oleh PPKR UU Way Berulu (Lampiran 7) masih

dalam kondisi yang aman yaitu di bawah baku mutu yang ditetapkan sehingga tidak menimbulkan

pencemaran udara.

Pengujian kualitas udara ambient dilakukan pada 3 (tiga) lokasi di sekitar pabrik. Lokasi

pertama berada pada ± 100 meter dari pabrik arah barat laut (depan Puskebun). Lokasi kedua

berada pada ±200 meter dari pabrik arah utara (perumahan karyawan Way Sema). Lokasi ketiga

berada pada ± 250 meter dari pabrik arah timur laut (perumahan karyawan Way Berulu). Uji yang

dilakukan adalah kualitas udara, kebauan, kebisingan, dan getaran. Dari hasil pengujian

(Lampiran 8) diketahui bahwa semua parameter yang diujikan pada setiap titik sampling masih di

bawah baku mutu yang telah ditetapkan sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara.

39

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->