1.1 Latar Belakang Masalah Planet bumi telah diciptakan untuk menjadi tempat kehidupan yang baik.

Didalamnya terdapat berbagai jenis makluk hidup yang memiliki peran dan fungsi berbeda. Segala perbedaan peran yang dijumpai dalam kehidupan mendukung fungsi kehidupan agar dapat berjalan dengan baik. Manusia sebagai makluk dengan tingkatan tertinggi, bertanggung jawab menjaga keseimbangan kehidupan dan kelestarian semua makluk hidup. Salah satu hewan yang berperan penting bagi lingkungan dan kesejahtraan manusia secara umum adalah cacing tanah. Hewan ini tidak asing lagi bagi masyarakat, terutama masyarakat pedesaan yang kebanyakan adalah petani. Hewan yang tampak lemah dan menjijikan ini, seolah-olah tidak memiliki manfaat apapun bagi manusia. Tetapi seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi, manusia mulai menyadari arti penting dan peranan cacing tanah. Seorang ilmuan biologi terkenal yang bernama Charles Darwin telah menghabiskan waktunya hampir selama 40 tahun untuk mengamati kehidupan cacing tanah. Ia menyebut cacing tanah sebagai salah satu penentu kesuburan tanah. Para petani pun telah mengetahui secara turuntemurun bahwa tanah yang mengandung cacing tanah kesuburannya meningkat. Cacing tanah dalam berbagai hal mempunyai arti penting, misalnya bagi lahan pertanian. Lahan yang banyak mengandung cacing tanah akan menjadi subur, sebab kotoran cacing tanah yang bercampur dengan tanah telah siap untuk diserap akar tumbuh-tumbuhan. Cacing tanah juga dapat menigkatkan daya serap air permukaan. Lubang-lubang yang dibuat oleh cacing tanah meningkatkan konsentrasi udara dalam tanah. Disamping itu pada saat musim hujan lubang tersebut akan melipatgandakan kemampuan tanah menyerap air. Secara singkat dapat dikatakan cacing tanah berperan memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah agar tetap gembur. Kemelimpahan cacing tanah pada suatu lahan dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik, keasaman tanah, kelembaban dan suhu atau temperatur. Cacing tanah akan berkembang dengan baik bila faktor lingkungan tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Tetapi sistem pertanian manusia akhir-akhir ini yang tergantung penuh pada penggunaan bahan kimia telah mengusik habitat cacing tanah. Keseimbangan lingkungan akan rusak dan berantakan bila cacing tanah sampai mengalami kepunahan, apalagi bila itu akibat ulah manusia. Menurut Neal D. Buffaloe dalam buku Animal and Plant Diversity maka sistematika cacing tanah dapat ditulis sebagai berikut : Kingdom : Animalia Phylum : Annelida Class : Oligochaeta

sedangkan pada pheretima letak klitelumnya pada segmen 14 s/d 16. Diplocardia. 1. sedangkan pada lumbricus jumlah segmennya antara 90-195. Glosscolidae.Famili : Lumbridae Genus : Lumbricus Spesies : Lumbricus sp Secara sederhana class Oligochaeta dibagi menjadi lima famili yaitu Moniligastridae. Pengkajian ini meliputi aspek tingkah laku dan adaptasi cara hidup dari cacing tanah di habitatnya. pada pheretima jumlah segmen berkisar antara 90-132. 1.4 Manfaat Penulisan . Pheretima. Lidrillus. Lumbridae dan Megascolidae. Perionyx. Misalnya pada lumbricus letak klitelumnya pada segmen 27 s/d 32. letak seta. Banyaknya segmen pada cacing tanah juga bervariasi. Allobophora. maka perlu dikaji secara lebih mendalam tentang karakteristik cacing tanah. banyaknya seta dan banyaknya segmen. adapaun tujuan penulisan makalah ini adalah : 1) Untuk mengetahui struktur tubuh cacing tanah 2) Untuk mengetahui habitat cacing tanah 3) Untuk mengetahui prilaku cacing tanah sehari-hari pada habitatnya. Cara kasar dapat dilakukan dengan dengan memperhatikan letak klitelum. Lumbridae dan Megascolidae adalah Oligochaeta yang bersifat teristris. Mengingat fungsinya yang penting secara ekologi dan kesejahtraan manusia. Jenis dari kedua famili ini meliputi : Lumbricus. Identifikasi cacing tanah secara kasar adalah dengan melihat bentuk luarnya (morfologi) dan yang lebih teliti dengan melihat organ-organ dan jaringan-jaringannya secara mikroskopis.3 Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1) Bagaimana struktur tubuh cacing tanah? 2) Bagaimana habitat cacing tanah? 3) Bagaimana prilaku cacing tanah sehari-hari pada habitatnya? 1. Eudrillidae. Eisenia. Eutyphoeus.

3 Alat Bantu Mengumpulkan Data Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan lembar observasi prilaku hewan harian. Bali. 2.1 Struktur Tubuh Cacing Tanah Cacing tanah memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. penulis juga memelihara beberapa ekor cacing tanah pada kotak kaca yang diisi dengan tanah dengan dicampur kulit kakao yang membusuk. dan anus. Proses pencernaan dibantu oleh enzim enzim yang dikeluarkan oleh getah pencernaan secara ekstrasel. penulis juga menggunakan kamera dan kamera video untuk merekam prilaku cacing tanah. Untuk membantu pengumpulan data dan pengamatan. Secara tidak langsung juga mengetahui arti penting cacing tanah bagi kelestarian lingkungan dan kesejahtraan manusia.1 Tempat Penelitian Penelitian tentang prilaku cacing tanah ini dilakukan pada habitat aslinya yaitu pada suatu kebun di Banjar Badingkayu. 2. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal). 2. Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana. Makanan cacing tanah berupa daun-daunan serta sampah organik yang sudah lapuk. esofagus (kerongkongan). Kebun tempat dilakukan penelitian merupakan kebun yang ditanami beranekaragam tanaman. seperti kakao. Sistem pencernaan cacing tanah sudah lengkap. sistem ekskresi. dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. Cacing tanah dapat mencerna senyawa . terdiri dari mulut. kopi. Untuk menambah pemahaman terkait struktur anatomi dan fisiologi cacing tanah peneliti juga menggunakan sumber-sumber dari internet. kelenjar kalsiferous usus. 3. Desa Pengeragoan. pisang. Rongga tubuh berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot. Waktu pengamatan kira-kira selama 2 minggu.2 Waktu Penelitian Proses pengamatan dilakukan pada libur Galungan-Kuningan pada pertengahan bulan Maret 2009.Makalah ini diharapkan semakin menambah wawasan dan informasi pembaca terkait tingkah laku dan adaptasi cacing tanah. faring. 2.4 Analisis Data Data yang sudah didapat dari hasil observasi selanjutnya dianalisis secara mendalam dengan menggunakan buku-buku pustaka yang terkait. Untuk memperjelas pengamatan. Pembuluh darah. cabai kelapa dan cengkeh.

nefrostom. pembuluh darah perut dan lima pasang lengkung aorta. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior. karena sedikitnya enzim pencernaan. Kulit cacing tanah memerlukan kelembabancukup tinggi agar dapat berfungsi normal dan tidak rusakyaitu berkisar 15% . Pengaruh pH Cacing tanah memiliki sistem pencernaan yang kurang sempurna. Lengkung aorta berfungsi sebagai jantung. subur dan suhunya tidak terlalu dingin. Pembuluh darah yang melingkari esopagus berfungsi memompa darah keseluruh tubuh. Keadaan makanan atau lingkungan yang terlalu basah. Nefrotor merupaka pori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Cacing yang terdehidrasi akan kehilangan sebagian besar berat tubuhnya dan tetap hidup walaupun .30%.2. sehingga berwarna merah. Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali. dan nefrotor. Cacing tanah memiliki sistem peredaran darah tertutup. sehingga sangatlah penting untuk menjaga media pemeliharaan tetap lembab (kelembaban optimum berkisar antara 15 . Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. Untuk pertumbuhan yang baik dan optimal diperlukan pH antara 6. Darahnya mengandung hemoglobin. Oleh karena itu cacing tanah memerlukan bantuan bakteri untuk merubah/memecahkan bahan makanan. Namun bila makanan terlalu asam sehingga aktivitas bakteri berlebihan.organik tersebut menjadi molekul yang sederhana yang dapat diserap oleh tubuhnya. Nefridia (tunggal ± nefridium) merupaka organ ekskresi yang terdiri dari saluran.2 Habitat Cacing Tanah Cacing ini hidup didalam liang tanah yang lembab. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan antara 15oC-25oC. Aktivitas bakteri yang kurang dalam makanannya menyebabkan cacing tanah kekurangan makanan dan akhirnya mati karena tidak ada yang membantu pencernaan senyawa karbohidrat dan protein. Pengaruh kelembaban Sebanyak 85 % dari berat tubuh cacing tanah berupa air. Tubuh cacing mempunyai mekanisme untuk menjaga keseimbangan air dengan mempertahankan kelembaban di permukan tubuh dan mencegah kehilangan air yang berlebihan.2. mengakibatkan cacing tanah kelihatan pucat dan kemudian mati. cacing ini memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau pH 6-7. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus. Hal ini akan menyebabkan terjadinya pembengkakan tembolok cacing tanah dan berakhir dengan kematian pula. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya 3.30 %).0 sampai 7. Untuk pertumbuhannya yang baik. Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia. Cacing tanah mempunyai alat peredaran darah yang terdiri atas pembuluh darah punggung.

Cacing tanah takut keluar pada siang hari karena tidak kuat terpapar panas matahari terlalu lama. peneliti juga memelihara beberapa ekor cacing tanah pada kotak kaca yang diisi dengan tanah dengan dicampur kulit kakao yang membusuk. Waktu pengamatan kira-kira selama 2 minggu. Hal ini terjadi karena cacing tanah mengambil oksigen dari udara bebas untuk pernafasannya melalui kulit. Desa Pengeragoan.75 % kandungan air tubuh. Lendir yang melapisi permukaan tubuh salah satunya berfungsi memudahkan proses difusi udara melalui permukaan kulit. Cacing tanah biasanya dijumpai ditanah sekitar tumpukan kulit-kulit kakao yang mulai membusuk atau pada busukan batang pisang. seperti kakao. 3. Bila kelembaban terlalu tinggi atau terlalu banyak air. perkembangbiakan dan metabolisme. Kebun tempat dilakukan penelitian merupakan kebun yang ditanami beranekaragam tanaman. cacing tanah tidak pernah keluar kepermukaan tanah. Pengaruh Suhu Suhu yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi akan mempengaruhi proses-proses fisiologis seperti pernafasan. pertumbuhan. Untuk memperjelas pengamatan. Cairan tubuh cacing tanah penting untuk menjaga tekanan osmotik koloidal tubuh dan bahan membuat lendir. Hal ini dilakukan karena sesaat setelah hujan. kecuali jika saat itu terjadi hujan yang cukup menggenangi liangnya. cabai kelapa dan cengkeh. Suhu yang lebih tinggi dari 25oC masih baik asalkan ada naungan yang cukup dan kelembaban yang optimal.3 Prilaku Cacing Tanah Sehari-hari Pada Habitatnya Penelitian tentang prilaku cacing tanah ini dilakukan pada habitat aslinya yaitu pada suatu kebun di Banjar Badingkayu. Suhu yang baik antara 15oC-25oC. kopi. Suhu yang hangat (sedang) menyebabkan cepat menetas dan pertumbuhan cacing tanah setra perkembangbiakannya akan berjalan sempurna. akan merusak keadaan kulit. cacing tanah segera lari untuk mencari tempat yang pertukaran udaranya (aerasinya) baik. Kekeringan yang berkepanjangan memaksa cacing tanah untuk bermigrasi ke lingkungan yang lebih cocok. Cacing tanah akan keluar terutama pada pagi hari sesudah hujan. Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana. Pada siang hari. Untuk menghindarinya cacing tanah segera masuk kedalam lubang dalam tanah. Suhu rendah menyebabkan kokon sulit menetas. biasanya liang mereka terendam air sehingga aerasi dalam liang tidak bagus sehingga mereka keluar dalam rangka menghindari keadaan kesulitan bernafas dalam liang. pisang. Bila udara terlalu kering. berhenti mencari makan dan akhirnya akan mati. . Kelembaban sangat diperlukan untuk menjaga agar kulit cacing tanah berfungsi normal. Berdasrkan pengamatan peneliti cacing tanah keluar permukaan hanya pada saat-saat tertentu.kehilangan 70 . Proses pengamatan dilakukan pada libur Galungan-Kuningan pada pertengahan bulan Maret 2009. Kelembaban yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15% sampai 30%. Pemanasan yang terlalu lama menyebabkan banyak cairan tubuhnya yang akan menguap.

Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur). Tanin bersifat toksik bagi cacing tanah. kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. kemudian kedalam faring. Makanan cacing tanah diambil melalui struktur organ yang disebut prostomium (setara bibir pada manusia). Sisa-sisa makanan yang tidak dicerna keluar bersama-sama kotoran lainnya dalam bentuk kotoran cacing tanah atau casting. dan mengeluarkannya kembali. mikroba akan mengubah kotoran cacing tanah menjadi humus yang kaya zat hara yang bisa diserap akar tanaman. lalu dimasukkan kedalam mulut. Cacing tanah berfungsi menyebarkan kembali zat-zat organik dalam tanah dengan cara mengonsumsi. Proses pencernaan cacing tanah sangat terkait dengan siklus nutrisi atau zat organik dalam tanah. Makanan yag telah halus masuk kedalam usus halus (intestinum). Lendir dalam hal ini berfungsi sebagai isolator yang mempertahankan suhu tubuh cacing tanah agar tidak terlalu jauh terpengaruh oleh suhu lingkungan. Dalam keadaan terlalu dingin atau sangat kering cacing tanah segera masuk kedalam liang. Hal ini terlihat dari pengamatan peneliti bahwa tanah di bawah tumpukan serasah daun cengkeh sama sekali tidak dijumpai adanya cacing tanah. Selanjutnya. ke esophagus lalu ketembolok (pro pentriculus).Cacing tanah juga tidak kuat bila terendam air terlalu lama sehingga cendrung menghindar dari genangan air yang dalam. Makanan utama cacing tanah adalah bahan organik. Kebanyakan materi yang dicerna cacing tanah tidak dapat dipecahkan. Namun cacing tanah tidak menyukai serasah daun yang mengandung tanin atau minyak seperti daun cengkeh. Beberapa mikroorganisme dari saluran pencernaan cacing keluar bersama kotoran cacing untuk meningkatkan proses penguraian di dalam tanah. bahkan peneliti juga mencoba menggali tanah samapi 30 cm namun cacing tanah tetap tidak berhasil dijumpai. memecahnya. dan sebagian besar dikeluarkan kembali tanpa dicerna. Didalam usus halus makanan dipecahkan dari bentuk kompleks menjadi bentuk sederhana sehingga dapat dipakai oleh tubuh. Pada malam suhu udara tidak panas dan kelembaban udara tinggi sehingga cacing tanah bisa bebas keluar untuk beraktivitas. beberapa cacing sering terdapat meligkar bersamasama dengan diatasnya terdapat lapisan tanah yang bercampur dengan lendir. Prilaku Makan Cacing Tanah Sistem pencernaan cacing tanah sangat adaptif dengan aktivitas makan dan menggali poriporitanah. aktivitas bakteri dan protozoa yang masuk bersama-sama makanan. Disini makanan disimpan untuk sementara kemudian masuk kedalam lambung otot. cacing tanah makan pasir atau benda lainnya dengan tujuan membantu menghancurkan makanan dalam lambung. pinus dan jeruk. Cacing tanah menyukai bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya. Didalam lambung otot makanan dihancurkan oleh gerakan otot lambung. Posisi melingkar dalam liang memperkecil kontak kulit dengan udara sehingga memperkecil pengaruh dari suhu udara luar. Aktivitas penghancur makanan menjadi zat makanan sederhana tadi dilakukan oleh enzim-enzim tertentu. Kotoran cacing yang banyak mengandung nitrogen. Zat makanan kemudian diabsorbsi oleh dinding usus halus masuk kedalam pembuluh darah dan strusnya diedarkan keseluruh tubuh. Dalam keadaan normal mereka akan pergi kepermukaan tanah pada malam hari. Bakteri tanah dan mikroorganisme tanah .

cacing tanah termasuk relatif kuat karena dengan susunan otot yang melingkar dan memanjang cacing tanah dapat menembus tanah.berperanan dalam mencerna makanan cacing. Pergerakan Cacing Tanah Tubuh cacing tanah terdiri dari segmen-segmen dan memiliki struktur organ-organ sederhana. otot badannya yang memanjang (longitudinal) dan otot badannya yang melingkar tebal (sirkuler) ternyata sangat berguna untuk pergerakan. Prilaku Kawin Cacing Tanah Cacing tanah memiliki alat kelamin jantan dan betina pada satu tubuh (hermaprodite). misalnya pada daun-daun dan ranting-ranting tanaman yang gugur. Cacing tanah I dan cacing tanah II masing-masing saling menerima spermatozoa setelah itu mereka akan berpisah. Pada waktu mengadakan perkawinan. . sehingga leluasa bergerak didalam lubang. Lendir (mucus) ini terus diproduksi untuk melapisi seluruh tubuhnya. Sinkronisasi kontraksi kedua jenis otot ini menimbulkan gaya gerak kedepan. Kalau diperhatikan kelihatan lemah. Cacing juga dapat menurunkan pH pada tanah yang berkadar garam tinggi. tetapi bila tidak dapat didorong. Hal ini disebabkan karen daya lekat seta. Guna lendir tersebut terutama untuk melindungi spermatozoa yang keluar dari lubang alat kelamin jantan masing-masing. Cacing tanah tidak memiliki alat gerak seperti kaki dan tangan. Aktivitas cacing tanah ini secara konstan dapat meningkatkan pH pada tanah asam. tubuhnya akan putus. cacing dapat mengeluarkan kapur dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) atau dolomit pada lapisan di bawah permukaan tanah. dengan posisi saling berlawanan. Bila seekor cacing tanah ditarik dari lubangnya. supaya lebih mudah bergerak ditempat-tempat yang kasar. tetapi sebetulnya tidak demikian. dan memperoleh keuntungan dari kotoran cacing. yang justru menyebabkan cacing tanah dapat terus beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Dalam posisi demikian klitelum masing-msing cacing akan mengeluarkan lendir. Kontraksi otot longitudinal menebabkan tubuh cacing tanah bisa memanjang dan memendek. Keadaan saling melekat ini diperkuat oleh seta. kedua cacing tanah saling melekat dibagian anterior. Ini karena. Spermatozoa yang keluar kemudian bergerak ke posterior dan masuk kedalam lubang kantong penerimaan sperma (reseptakulum seminalis). Tetapi cacing tanah tidak dapat membuahi dirinya sendiri. fungsinya adalah sebagai jangkar supaya lebih kokoh pada tempat bergeraknya. Lendir dipakai untuk memperlicin saluran atau lubang didalam tanah. tanah itu akan dimakannya dan setelah itu bersama-sama kotoran dikeluarkan atau disembulkan melalui anus Cacing tanah juga mempunyai struktur pembantu pergerakan yang disebut seta. Cacing tanah dapat mendorong suatu benda atau batu kecil yang 60x lebih berat dari tubuhnya sendiri. Kedua cacing ini berperan sebagai hewan jantan (keduanya mengeluarkan spermatozoa). Dari perkawinan masing-masing cacing tanah akan menghasilkan kokon yang berisi telur-telur. Alat bantu lainnya adalah lendir yang dihasilkan oleh kelenjar lendir pada epidermisnya. Sedangkan kontraksi otok sirkuler menyebabkan tubuh cacing tanah mengembang dan mengkerut.

Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom). Kokon berbentuk lonjong dan besarnya kira-kira 1/3 kali besarnya batang korek api. Kokon diletakkan ditempat yang lembab dan akan menetas dalam waktu 14-21 hari. bahan-bahan yang berguna seperti air. setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium. Telur yang telah dibuahi dalam selubung kokon terus bergerak kearah mulut. maka sperma ini akan masuk kedalam selubung kokon sehingga terjadi peristiwa pembuahan.000 cacing dalam waktu 1 tahun. disebut nefridiofor. setiap cacing dewasa dapat menghasilkan satu kokon setiap 7-10 hari. Pada saat melewati lubang penerima sperma. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. yaitu ureum. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik. Telur-telur kemudian keluar dari lubang tersebut dan masuk kedalam kokon. Setiap kokon akan menghasilkan cacing sebanyak 2-20 ekor. dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. Prilaku Melindungi Diri Dari Predator/Pemangsa . anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi. Zat sisa ada dua bentuk.Proses berikutnya adalah mula-mula klitelum membentuk selubung kokon. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua. molekul makanan. Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Prilaku Membuang Kotoran Cacing Tanah Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Selubung kokon selanjutnya bergerak kearah mulut. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar. sampai akhirnya selubung kokon itu lepas dari tubuh induknya dan membentuk kokon. rata-rata secara umum adalah 4 ekor. Sistem ekskresi Filum Anelida pada umumnya berupa tersusun dari organ nefridium yang sering juga disebut metanefridium. Cacing mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan. yang bergerak ke arah mulut dan bertemu dengan saluran telur. Lubang yang pertama berupa corong. kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya. Diperkirakan 100 ekor cacing dewasa dapat menghasilkan 100. disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. Metanefridium memiliki dua lubang. Sehingga secara singkat dapat dikatakan bahwa metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi. Cacing tanah merupakan salah satu anggota Filum Anelida.

saraf. 4. cacing tanah juga berkompetisi dengan semut merah dalam hal memperebutkan senyawa karbohidrat dan lemak dari sisa-sisa bahan organik yang ada di tanah. dan banyak senyawa organiknya dengan pH 6-7. kelembabab 15% . lintah. kutu.30% serta suhu 15oC-25oC. Sekresi lendir ini mengakibatkan permukaan kulit cacing tanah menjadi licin sehingga memudahkan pergerakan dan menyulitkan mangsa memegangnya. 3) Prilaku yang umum dijumpai pada cacing tanah adalah prilaku makan. Sehingga untuk menerangkan tingkah laku cacing tanah secara lebih mendalam perlu diteliti tentang beberapa aspek terkait proses-proses fisiologis cacing tanah . lalat. pernafasan yang cukup kompleks.2 Saran Dala penelitian ini penulis menganalisis data secara sederhana berdasarkan interpretasi secara langsung. Namun yang lebih penting adalah cacing tanah adalah insting hewan ini yang cendrung bersifat menghindari pemangsa. itik.1 Simpulan 1) Tubuh cacing tanah bersegmen-segmen dan dalam tubuhnya dapat dijumpai adanya sistem pencernaan. katak.Cacing tanah tidak memiliki alat pertahanan tubuh yang khusus. kelabang. 2) Cacing ini hidup didalam liang tanah yang lembab. prilaku membuang kotoran serta prilaku melindungi diri dari pemangsa/predator. burung. sirkulasi. ekskresi.2. Semut merah memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. kumbang. Padahal kedua zat ini bersifat esensial dan diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah. tikus. 4. lipan. reproduksi. Beberapa pemangsa atau predator yang pengamat amati berpotensi memangsa cacing tanah adalah semut. ayam. Selain menghadapi bahaya dari pemangsa. Mekanisme pertahanan dilakukan dengan mengeluarkan lendir di permukaan tubuhnya. pergerakan. Habitatnya yang berada dalam tanah memungkinkan cacing tanah aman dari predator. tupai. Selain itu cacing tanah aktif pada malam hari sehingga hanya sedikit predator yang dijumpai di malam hari. angsa. prilaku kawin. ular.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful