Pengertian Novel 2.1.

Pengertian Novel Dari sekian banyak bentuk sastra seperti esei, puisi, novel, cerita pendek, drama, bentuk novel, cerita pendeklah yang paling banyak dibaca oleh para pembaca. Karya± karya modern klasik dalam kesusasteraan, kebanyakan juga berisi karya± karya novel. Novel merupakan bentuk karya sastra yang paling popular di dunia. Bentuk sastra ini paling banyak beredar, lantaran daya komunikasinya yang luas pada masyarakat. Sebagai bahan bacaan, novel dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu karya serius dan karya hiburan. Pendapat demikian memang benar tapi juga ada kelanjutannya. Yakni bahwa tidak semua yang mampu memberikan hiburan bisa disebut sebagai karya sastra serius. Sebuah novel serius bukan saja dituntut agar dia merupakan karya yang indah, menarik dan dengan demikian juga memberikan hiburan pada kita. Tetapi ia juga dituntut lebih dari itu. Novel adalah novel syarat utamanya adalah bawa ia mesti menarik, menghibur dan mendatangkan rasa puas setelah orang habis membacanya. Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri. Novel yang baik adalah novel yang isinya dapat memanusiakan para pembacanya. Sebaliknya novel hiburan hanya dibaca untuk kepentingan santai belaka. Yang penting memberikan keasyikan pada pembacanya untuk menyelesaikannya. Tradisi novel hiburan terikat dengan pola ± pola. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa novel serius punya fungsi social, sedang novel hiburan Cuma berfungsi personal. Novel berfungsi social lantaran novel yang baik ikut membina orang tua masyarakat menjadi manusia. Sedang novel hiburan tidak memperdulikan apakah cerita yang dihidangkan tidak membina manusia atau tidak, yang penting adalah bahwa novel memikat dan orang mau cepat±cepat membacanya. Banyak sastrawan yang memberikan yang memberikan batasan atau definisi novel. Batasan atau definisi yang mereka berikan berbeda-beda karena sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda-beda. Definisi ± definisi itu antara lain adalah sebagai berikut :

M. Dawud.Pd. Novel adalah bentuk sastra yang paling popular di dunia. M. moral.Pd. tempat. setting ini meliputi waktu. Unsur Intrinsik Unsure Intrinsik ini terdiri dari : a. Rostamaji.Pd) c. Abdul Roni. Agus Priantoro.1. Dra. 2.Pd) 2. M.Pd).Pd. Agus priantoro. Pd). social budaya (Drs. Yuni Pratiwi. dan pendidikan (Dr.Pd. Sudut Pandang . Setting Setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita. yaitu : undur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang kedua saling berhubungan karena sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra (Drs. Novel adalah bentuk karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya social. Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsure-unsur intrinsic (Paulus Tukam. Bentuk sastra ini paling banyak dicetak dan paling banyak beredar.1. S. Dra. S. Nurhadi.Pd) b. Tema Tema merupakan ide pokok atau permasalahan utama yang mendasari jalan cerita novel (Drs. Unsur-Unsur Novel Novel mempunyai unsure-unsur yang terkandung di dalam unsure-unsur tersebut adalah : 1. Dr. Rustamaji. S. S.M. Novel merupakan karya sastra yang mempunyai dua unsure. 3.1. M. Agus priantoro. lantaran daya komunitasnya yang luas pada masyarakat (Jakob Sumardjo Drs). Rustamaji. 4.

Pengarang menggunakan sudut pandang took dan kata ganti orang pertama. S. (Drs.Sudut pandang dijelaskan perry Lubback dalam bukunya The Craft Of Fiction (Lubbock. Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal.Pd. Gaya Bahasa . 1968). ciri fisik. ia sama sekali berdiri di luar cerita. Pengarang mengunakan sudut pandang tokoh bawahan. serba tahu. serba mendengar. ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlihat di dalam cerita pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga. mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri. 3. Pelaku bisa diketahu karakternya dari cara bertindak. yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Menurut Harry Show (1972 : 293) sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu : 1. Alur / Plot Alur / plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel.Pd) f.Pd) e. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh. M. ia serba melihat. d. Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung (Paulus Tukan. lingkungan tempat tinggal. Alur dibedakan menjadi 2 bagian. S. 2. Rustamaji. Agus Priantoro. Penokohan Penokohan menggambarkan karakter untuk pelaku.

di luar unsure intrinsic. Rustamaji.Sastra selalu bergerak.Kejadian atau pengalaman yang diceritakan dalam karya sastra bisa dialami atau sudah dialami oleh manusia mana saja dan kapan saja karya sastra membicarakan hal ± hal yang universal dan nyata. 2. . . M.Pd). Unsure ± unsure novel sastra serius adalah sebagai berikut : .Pd. . Masalah cinta dalam sastra kadangan hanya penting untuk sekedar menyusun plot cerita belaka.Karya sastra : Tidak berhenti pada gejala permukaan saja. tetapi selalu mencoba memahami secara mendalam dan mendasar suatu masalah.Merupakan gaya yang dominant dalam sebuah novel (Drs.Dalam teman : Karya sastra tidak hanya berputar ± putra dalam masalah cinta asmara muda ± mudi belaka. . biografi pengarang. dan lain ± lain. ia membuka diri terhadap semua masalah yang penting untuk menyempurnakan hidup manusia. Agus Priantoro. Unsur ± unsur Novel Sastra Novel sastra serius dan novel sastra hiburan mempunyai beberapa unsur yang membedakan keduanya. Penuh inovasi. Ia tidak mau berhenti pada konvensialisme. Rustamaji. sejarah. sedang masalah yang sebenarnya berkembang diluar itu.Pd. M. S. Perhatian terhadap unsur ± unsur ini akan membantu keakuratan penafsiran isi suatu karya sastra (Drs.2.Pd) 2. Unsur ± unsur yang ada di luar tubuh karya sastra. hal ini dengan sendirinya berhubungan dengan kematangan pribadi si sastrawan sebagai seorang intelektual. Unsur Ekstinsik Unsure ini meliputi latar belakang penciptaan. Tidak membicarakan kejadian yang artificial (yang dibikin ± bikin) dan bersifat kebetulan. selalu segar dan baru. Agus Priantoro. S.

Bahasa yang dipakai adalah bahasa standard an bukan silang atau mode sesaat. 2. Nilai Ethik . 2. . Nilai-nilai yang terkandung dalam novel sastra. Nilai Sosial Nilai sosial ini akan membuat orang lebih tahu dan memahami kehidupan manusia lain.Novel terlalu menekankan pada plot cerita. problem kehidupan dan unsur-unsur novel lain. . maka pengarang rata-ratatunduk pada hokum cerita konvensional. . akibatnya novel demikian hanya mengungkapkan permukaan kehidupan. tanpa pendalaman. Isi cerita hanya mungkin terjadi dalam cerita itu sendiri. .3.Karena cerita ditulis untuk konsumsi massa. Sedangkan novel sastra hiburan juga mempunya unsure ± unsure sebagai berikut : . tidak hanya dalam kehidupan ini. yang hidup dikalangan pergaulan muda-mudi kontenpores di Indonesia pengaruh gaya berbicara serta bahasa seharihariamat berpengaruh dalam novel jenis ini.Bahasa yang dipakai adalah bahasa yang actual. dangkal.3.Biasanya cerita disampaikan dengan gaya emosional cerita disusun dengan tujuan meruntuhkan air mata pembaca. sebab demikian itu akan meninggalkan masa pembacanya. tidak dalam kehidupan nyata. 2.1. dengan mengabaikan karakterisasi.. jarang kita jumpai usaha pembaharuan dalam jenis bacaan ini. .Tema yang selalu hanya menceritakan kisah asmara belaka.3. hanya itu tanpa masalah lain yang lebih serius.Masalah yang dibahas kadang-kadang juga artificial.2.

sehingga pembaca dapat mengetahui kebudayaan masyarakat lain daerah.4.3. Nilai Koleksi Novel yang bisa dibaca berkali-kali yang berakibat bahwa orang harus membelinya sendiri.3. Nilai Spirit Nialai sastra yang mempunyai nilai spirit isinya dapat menantang sikap hidup dan kepercayaan pembacanya.5. Jenis Novel Hiburan Jenis dari novel hiburan bermacam-macam menurut upaya. seperti : a. Novel mistery . Novel detektif b.4.3. Novel roman c.Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri yaitu novel yang isinya dapat memausiakan para pembacanya. 2. 2. Novel-novel demikian yang dicari dan dihargai oleh para pembaca yang selalu ingin belajar sesuatu dari seorang pengarang untuk menyempurnakan dirinya sebagai manusia.6. menyimpan dan diabadikan.3. Nilai Kultural Novel juga memberikan dan melestarikan budaya dan peradaban masyarakat. 2.3. Sehingga pembaca mendapatkan kepribadian yang tangguh percaya akan dirinya sendiri. Nilai Hedorik Nilai hedonik ini yang bisa memberikan kesenangan kepada pembacanya sehingga pembaca ikut terbawa ke dalam cerita novel yang diberikan 2. 2.

Novel criminal f. sehingga pembaca sangat menyukainya. .d. Novel hiburan juga menceritakan hal-hal yang indah seperti cerita percintaan yang sentimentil. Novel science fiction(sf) Novel hiburan ini merupakan bacaan ringan yang menghibur dan novel hiburan ini jauh lebih banyak ditulis dan diterbitkan serta lebih banyak dibaca orang sebagai pembaca untuk jenis novel hiburan ini jumlahnya amat banyak karena sifatnya yang personal dan isinya hanya kenyataan semua dan gambaran fantasi pengarang saja. baik laki-laki maupun dewasa. Novel hiburan ini juga diperhatikan oleh para kritisi yang menyangkut masalah komersialnya. Novel Gothis e. Novel ini gemari oleh semua golongan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful