P. 1
PENYUSUNAN SISTEM GAJI

PENYUSUNAN SISTEM GAJI

|Views: 5,944|Likes:
Published by aliyup98

More info:

Published by: aliyup98 on Jan 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

PENYUSUNAN SISTEM GAJI

Masalah Gaji/Pendapatan/Imbalan Kerja bagi Karyawan merupakan hal yang sensitif dan berpengaruh langsung pada produktivitas kerja individu. Bagi Perusahaan, sistem gaji yang telah ada bukan semata-mata hanya untuk memenuhi Peraturan Pemerintah dalam kaitannya dengan Upah Minimum Regional (UMR), tetapi yang lebih penting lagi yaitu untuk menciptakan “keseimbangan/ fairnesses” antara apa yang diberikan Karyawan pada Perusahaan diimbangi oleh apa yang diberikan Perusahaan untuk Karyawannya. Hal ini tampaknya sederhana, tetapi dalam prakteknya sangatlah sulit, terlebih lagi bila Perusahaan belum memiliki Sistem Gaji yang mengacu pada “obyektivitas” beban kerja (work load) bagi para karyawannya. Apabila Perusahaan telah memiliki Sistem Gaji melalui pendekatan metode tertentu yang bersifat kwantitatif, akan sangat membantu bagi peyelenggaraan pemeliharaan SDM. Namun pada kenyataannya banyak metode kwantitatif yang ditawarkan dan setelah diterapkan tetap menimbulkan masalah bagi Perusahaan. Hal ini biasanya timbul karena metode tersebut kurang sesuai dengan karakteristika lingkungan Perusahaan yang ada di Indonesia dimana faktor-faktor yang berkaitan dengan masa kerja dan pengakuan terhadap pengalaman kurang dipertimbangkan. Selain itu aspek perlindungan dan kesejahteraan seperti pemberian asuransi, program pensiun yang umumnya diberikan Perusahaan dan dikelola oleh Instansi lain, memiliki kaidahkaidah yang telah diatur oleh Perundangan Ketenagakerjaan tetapi tidak selaras dengan sistem gaji yang dianut oleh Perusahaan. Untuk itu adalah sangat bermanfaat bila Perusahaan menerapkan Sistem Gaji yang komprehensif, baik dari sisi aturan Pemerintah maupun untuk menciptakan kepastian dan kewajaran/fairnesses bagi Karyawannya serta setara untuk jenis dan skala Perusahaan yang serupa. Sistem Gaji dengan pendekatan “kwantitatif” pada umumnya akan lebih mudah diterima dan difahami bagi setiap pekerjaan memiliki nilai/skor sebagai hasil pembobotan. Skor tersebut akan mencerminkan beban kerja bagi individu yang memangku pekerjaan tersebut.

Pada umumnya masing-masing faktor memiliki nilai kepentingan yang berbeda-beda. untuk menyatakan perbedaan ini masing-masing faktor perlu diberikan “bobot” sesuai dengan nilai kontribusinya terhadap Perusahaan. Memelihara keberadaan Karyawan untuk tetap bergabung dengan Perusahaan. Merupakan “imbalan/kompensasi” yang setimpal atas prestasi yang telah diberikan Karyawan. maka akan diperoleh manfaat antara lain : • • • Terukur bagi setiap pekerjaan. Biasanya obyek jabatan yang diperbandingkan diperinci dalam sejumlah faktor. Tidak melebihi kemampuan keuangan Perusahaan.MANFAAT SISTEM PENGGAJIAN . Manfaat Umum: Kemanfaatan sistem penggajian pada umumnya merupakan gabungan antara Tujuan Manajemen Perusahaan dan harapan para Karyawan seperti antara lain : • • • • • • Sebagai daya tarik bagi tenaga kerja yang diperlukan oleh Perusahaan. karena masing-masing memiliki nilai/skor yang ditentukan atau disepakati secara bersama-sama. . Jadi obyek jabatan yang akan diperbandingkan dalam suatu penilaian jabatan adalah faktor-faktor jabatan. Mudah dilakukan penyesuaian terhadap keadaan/perkembangan ekonomi terutama atas terjadinya laju inflasi tahunan. tetapi juga cukup atraktif bagi perusahaan sejenis Manfaat Khusus : Dengan sistem penggajian yang mendasarkan diri pada “beban kerja” (work load) dan dilakukan pembobotan secara kwantitatif. Fair. Sesuai dengan tujuannya. Kontribusi yang dimaksud disini dapat memberikan pengertian yang bermacam-macam tergantung dari kebijakan yang diambil oleh Perusahaan. khususnya didalam mencapai tujuan Perusahaan. Mencerminkan adanya keadilan yang mendasari perhitungan pembayaran imbalan untuk setiap pekerjaan sesuai dengan perbedaan masing-masing kontribusinya pada Perusahaan. sehingga untuk kepentingan tersebut perlu diketahui karakteristik pekerjaan yang dapat dikompensasikan. Akan tetapi pada umumnya bobot-bobot faktor tersebut disesuaikan dengan manfaat yang diperoleh Perusahaan yang bersangkutan. karena sebanding dengan karya individu yang disumbangkan untuk tempat kerjanya. penilaian jabatan dilakukan dengan membandingkan antara suatu tugas/jabatan dengan jabatan lainnya. semakin banyak jumlah faktor. Karakteristik-karakteristik tersebut lazim disebut sebagai “faktor-faktor jabatan” (job factors). Dari perbandingan tersebut akan diperoleh nilai masing-masing jabatan yang merupakan nilai relatif suatu jabatan terhadap lainnya. METODE PENDEKATAN Pada prinsipnya. akan makin memberikan hasil yang lebih teliti. maka hasil penilaian jabatan akan digunakan untuk menyusun sistem gaji. Tidak bertentangan dengan peraturan Pemerintah.

BLOK DIAGRAM SISTEM GAJI . 6.Karena penilaian jabatan sifatnya merupakan perbandingan. Pada akhirnya setiap tugas/jabatan akan memiliki nilai dimana penilaiannya dilakukan dengan melibatkan individu/personnel kunci dari dalam Perusahaan yang mengetahui cakupan tugas dari masing-masing pekerjaan/jabatan yang tertera pada stuktur organisasi Perusahaan. Penelitian Pendahuluan (Preliminary Survey) : o Penelaahan Struktur Organisasi yang berlaku saat ini. Pembobotan Faktor dan Sub-faktor bersama-sama dengan Key Person (Counter-part). maka faktor-faktor yang digunakan harus merupakan ciri utama pada seluruh (sebagian besar) tugas/jabatan yang digunakan sebagai pedoman untuk menilai seluruh jabatan pada struktur organisasi yang telah ada (direncanakan untuk dibuat). 5. Pembuatan Disain Sistem Penggjian : o Penentuan Faktor-faktor dan Sub-faktor tugas/jabatan/pekerjaan. Sosialisasi (memperkenalkan) Sistem Gaji/Imbalan/Kompensasi kepada Karyawan bersama-sama Key Person masing-masing Unit Kerja. Untuk lebih mempertajam aspek faktor-faktor tersebut maka fator itu harus diuraikan lagi dalam sub-faktor yang lebih rinci dengan tetap mempertimbangkan bahwa subfaktor inipun mewakili/terdapat dalam seluruh jabatan. o Penelahaan berbagai jenis tugas/pekerjaan/jabatan di lapangan (on the spot). RUANG LINGKUP PELAKSANAAN Ruang lingup penyusunan Sistem Gaji mencakup : 1. Dengan lain perkataan. o Penyusunan Skala Gaji Pokok 3. o Evaluasi Pekerjaan/Jabatan (diasumsikan Job Description/Uraian Jabatan dan Spesifikasi Jabatan telah dimiliki). Pembuatan Laporan Akhir 7. Nilai hasil akhir pembobotan untuk suatu tugas/jabatan/pekerjaan disebut sebagai IMBALAN KINERJA yang diperoleh dengan “mengalikan” skor yang didapat sebagai hasil pembobotan dikalikan dengan “konstanta rupiah tertentu”. 2. o Penyusunan Skala Faktor Jabatan. Pembuatan Skala Gaji Pokok dengan dasar Pengalaman/Masa Kerja dan Latar Belakang Keakhlian. 4. Sedangkan Gaji/Imbalan/Kompensasi yang diterima Karyawan adalah berupa hasil penjumlahan GAJI POKOK ditambah dengan IMBALAN KINERJA. masing-masing jabatan dibandingkan berdasarkan faktor-faktor yang terdapat dalam seluruh jabatan. Penghitungan final Sistem Gaji/Imbalan/Kompensasi.

13 Comments 1. Suhaemi says: May 23. Suhaemi says: May 23. Tks 2. Bagaimana merombak dan menyusun kembali struktur gaji agar tercipta fairness. 2009 at 12:05 am Perusahaan saya sedang mengevalusi sistem renumerasi pegawai secara menyeluruh. 2009 at 12:07 am .

terimakasih. Secara umum memang dasar perubahan struktur gaji itu ibu dapat membuat atau memilih dasar / metode yang akan ibu gunakan dalam sistem ke HR an di perusahaan ibu. Gaji dan upah adalah komponen biaya yang secara rutin terjadi dalam penyelenggaraan perusahaan dan sangat penting. misalnya apabila ibu menggunakan metode Human Resouce berdasarkan competence. dari dasar itu nantinya tentu kita bisa mengetahui apa-apa saja yang seharusnya dilakukan perubahan atau penataan kembali dalam sturktur gaji di persuahaan tempat ibu bekerja. Pengertian Sistem Akuntansi Sistem dirancang untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau secara rutin terjadi. jadi kita harus berhati-hati dalam melakukan penyusunan ulang struktur gaji. Tks 3. mungkin tahapan yang tertera tersebu. kemana dan kepada siapa dapat saya hubungi. maka sudah barang tentu ibu harus membuat terlebih dahulu yang disebut kamus competence sebagai acuan ibu untuk nantinya melakukan pembobotan pada setiap jenis pekerjaan. itu bisa menjadi suatu langkah awal ibu dalam melakukan perombakan yang saat ini sedang ibu lakukan di perusahaan tempat ibu bekerja.Untuk diskusi dan konsultasi. jadi memang seperti yang sudah dikemukakan dalam artikel di atas. Karena apabila hal tersebut belum terjawab atau terungkap secara baik. untuk melakukan perombakan dalam struktur gaji. admin says: May 24. karena berkaitan dengan motivasi . terlebih yang sifatnya menyeluruh memang bukan merupakan tugas dan pekerjaan yang berat karena ini menyangkut masalah “perut” sehingga sangat sensitif. bisa saja perubahan yang dilakukan akan tetap menimbulkan problem yang sama. tentunya dalam melakukan perancangan / pembuatan struktur gaji aplagi secara menyeluruh yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah kajian mengenai dasar perubahan yang saat ini sedang ibu lakukan di perusahaan ibu. 2009 at 11:09 pm Ibu suhaemi yang terhormat. 1.

“Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi perusahaan”. Sehingga dapat mencapai sasaran dan menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat. . Pada perusahaan yang bergerak di sektor jasa. menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen. Sistem Akuntansi tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Untuk memudahkan pelaksanaan administrasinya maka diperlukan suatu sistem. Sedangkan menurut Widjajanto (2001 : 1) “Sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahap yaitu input. gaji dan upah merupakan biaya yang paling dominan. Menurut Cole dalam Baridwan (1999:3). yaitu sistem akuntansi gaji dan upah. Mulyadi (2000 : 1) menyatakan “Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”. Untuk lebih mengetahui arti pentingnya sistem akuntansi maka kita harus memahami pengertian dan fungsi sistem akuntansi tersebut melalui pendapat beberapa ahli. kreditur dan para pemakai laporan keuangan lain. para pemilik atau pemegang saham. Dengan adanya sistem akuntansi yang memadai. proses dan output”.karyawan.

Menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) dalam Baridwan (1999:1) “ Akuntansi adalah seni pencatatan. pengelompokan (classifying). . Secara klasik akuntansi merupakan proses pencatatan (recording). perangkuman (summarizing). peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam uang. Kusnadi (2000 : 7) mengemukakan bahwa: Akuntansi adalah suatu seni atau keterampilan mengolah transaksi atau kejadian yang setidak-tidaknya dapat diukur dengan uang menjadi laporan keuangan dengan cara sedemikian rupa sistematisnya berdasarkan prinsip yang diakui umum sehingga para pihak yang berkepentingan atas perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan dan hasil operasinya pada setiap waktu diperlukan dan daripadanya dapat diambil keputusan maupun pemilihan berbagai alternatif dibidang ekonomi. Setiap perusahaan menerapkannya sebagai alat komunikasi. Akuntasi merupakan bahasa bisnis.Selanjutnya Marom (2002 : 1) menyatakan “Sistem adalah suatu jaringan dari prosedur-prosedur yang disusun dalam rangkaian secara menyeluruh untuk melaksanakan berbagai kegiatan atau fungsi pokok dalam suatu badan usaha”. dan pelaporan (reporting) dari transaksi-transaksi perusahaan. berikut ini adalah pengertian akuntansi menurut beberapa ahli. Untuk lebih jelas. penggolongan. Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah bagian-bagian atau prosedur-prosuder yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya dalam rangkaian secara menyeluruh untuk berfungsi bersama-sama dalam mencapai tujuan tertentu. transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya bersifat keuangan dan penafsiran dari hasil-hasilnya”.

“Akuntansi adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi”. KemudianMarom (2002:1) menyatakan bahwa Sistem akuntansi adalah gabungan dari formulir-formulir. catatan. Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi merupakan suatu prosedur yang digunakan dalam menyampaikan data kegiatan perusahaan terutama yang berhubungan dengan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan. prosedur-prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data dalam suatu badan usaha dengan tujuan menghasilkan informasi-informasi keuangan yang diperlukan oleh manajemen dalam mengawasi usahanya untuk pihakpihak lain yang berkepentingan. catatan. peralatan. Sedangkan pengertian sistem akuntansi menurut Widjajanto (2001: 4) adalah Susunan berbagi formulir. Adapun unsur dari sistem akuntansi adalah formulir. tenaga pelaksananya dan laporan yang terkodinasi secara erat yang didisain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi yang dibutuhkan manajemen. . Selanjutnya menurut Mulyadi (2001:3) “Sistem akuntansi adalah organisasi formulir. Dari defenisi-defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting yang bersifat keuangan dalam kegiatan perusahaan dan kepada pihak-pihak tertentu yang memerlukannya untuk mengambil keputusan atau memilih alternatif ekonomi. catatan-catatan. termasuk komputer dan perlengkapan serta alat komunikasi.Kemudian Jusup (2001:4) menyatakan. catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

. juga sebagai motivator dalam bekerja. sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas penyeraha jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh).2. Sedangkan bagi perusahaan jasa. sedangkan upah dibayarkan berdasarkan hari kerja. gaji dan upah merupakan komponen biaya yang mempunyai dampak besar dalam mempengaruhi laba. Istilah upah (wages) biasanya digunakan untuk pembayaran kepada karyawan lapangan (pekerja kasar) baik yang terdidik maupun tidak terdidik. Tarif upah biasanya diekspresikan secara mingguan atau perjam. 2. Niswonger (1999:446) mengemukakan bahwa: Istilah gaji (salary) biasanya digunakan untuk pembayaran atas jasa manajerial. administratif. Sementara Mulyadi (2001:373) mengemukakan bahwa: Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manajer. dan jasa-jasa yang sama. Umumnya gaji dibayarkan secara tetap perbulan. Dan bagi karyawan ini merupakan nilai hak dari prestasi mereka. jam kerja atau jumlah satuan produk yang di hasilkan. Untuk dapat memahami lebih lanjut arti dari gaji dan upah perlu diketahui terlebih dahulu beberapa defenisi dari gaji dan upah menurut pendapat para ahli di bawah ini.peralatan yang digunakan untuk mengolah data dalam menghasilkan informasi keuangan yang diperlukan oleh manajemen.A. Pengertian Gaji dan Upah Gaji dan upah merupakan bagian dari kompensasi-kompensasi yang paling besar yang diberikan perusahaan sebagai balas jasa kepada karyawannya. sehingga harus terus menerus diawasi pengelolaannya. Tarif gaji biasanya diekspresikan dalam periode bulanan.

Neunar (1997:210) mengemukakan bahwa: Sistem akuntansi gaji dan upah untuk kebanyakan perusahaan adalah suatu sistem dari prosedur dan catatan-catatan yang memberikan kemungkinan untuk menentukan dengan cepat dan tepat berapa jumlah pendapatan kotor setiap pegawai. 2. para pemilik atau pemegang saham. Pengertian Sistem Akuntansi Gaji dan Upah Adanya sistem akuntansi yang memadai.A. Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan.3. Sistem akuntansi gaji dan upah juga dirancang oleh perusahaan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai gaji dan upah karyawan sehingga mudah dipahami dan mudah digunakan. menjadikan akuntan perusahaan dapat menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen. Berikut ini akan dibahas pengertian sistem akuntansi gaji dan upah menurut beberapa ahli. Untuk mengatasi adanya kesalahan dan penyimpangan dalam perhitungan dan pembayaran gaji dan upah maka perlu dibuat suatu sistem penggajian dan pengupahan.Dari pendapat di atas. dapat disimpulkan bahwa gaji merupakan balas jasa yang diberikan kepada karyawan yang mempunyai ikatan kerja kuat secara berkala berdasarkan ketentuan yang berlaku di perusahaan dan sifatnya tetap. Salah satu sistem yang dapat digunakan oleh manajemen perusahaan adalah sistem akuntansi gaji dan upah. berapa jumlah yang harus dikurangi dan pendapatan untuk berbagai . kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder) lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sedangkan upah merupakan balas jasa yang di berikan kepada karyawan yang ikatan kerjanya kurang kuat berdasarkan waktu kerja setiap hari ataupun setiap minggu.

dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi gaji dan upah merupakan rangkaian prosedur perhitungan dan pembayaran gaji dan upah secara menyeluruh bagi karyawan secara efisien dan efektif. perancangan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan ini harus dapat menjamin validitas. Tentunya dengan sistem akuntansi gaji dan upah yang baik perusahaan akan mampu memotivasi semangat kerja karyawan yang kurang produktif dan mempertahankan karyawannya yang produktif. Dokumen Yang Digunakan dalam Akuntansi Gaji dan Upah Dokumen atau formulir merupakan media untuk mencatat peristiwa yang taerjadi dalam organisasi ke dalam catatan.pajak dan potongan lainnya dan berapa saldo yang harus diberikan kepada karyawan. klasifikasi penilaian. 2. Sedangkan Baridwan (1999:102) menyatakan sistem akuntansi gaji dan upah adalah “Suatu kerangka dari prosedur yang saling berhubungan sesuai dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan kegiatan dan fungsi utama perusahaan”. Dokumen sangat penting dalam akuntansi sebab untuk mencatat dan menghitung gaji dan upah menggunakan bukti-bukti yang terdapat pada dokumen. Menurut Mulyadi (2001:374) dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi gaji dan upah adalah: . ketepatan waktu dan ketepatan posting serta ikhtisar dari setiap transaksi penggajian dan pengupahan. Selanjutnya menurut Mulyadi (2001:17) menyatakan Sistem akuntansi gaji dan upah dirancang untuk menangani transaksi perhitungan gaji dan upah karyawan dan pembayarannya. sehingga tujuan perusahaan untuk mencari laba tercapai dengan produktifitas kerja karyawan yang tinggi. otorisasi kelengkapan. Dari pendapat diatas.

-> Sistem manajemen sumber daya manusia atau sistem penggajian adalah serangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pengelolaan data terkait yang behubungan dengan pengelolaan karyawan secara efektif..” -> Dalam perusahaan manufaktur. . Kartu jam kerja 4. 2)Pelatihan (trainning).. jam kerja.GAJI adalah pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jejang jabatan manajer (jenjang karir). atau jumlah satuan produk. dan umumnya gaji dibayar secara tetap perbulan. pembayaran kepada karyawan dikelola oleh departemen keuangan. -> Kegiatan penting yang terkait dalam Sistem manajemen SDM adalah : 1)Seleksi calon karyawan. Daftar gaji dan upah 5. Surat pernyataan gaji dan upah 7. Rekap daftar gaji dan upah 6. Amplop gaji dan upah 8.UPAH adalah pembayaran atas jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh) yang pada umumnya dibayarkan berdasarkan hari kerja. Bukti kas keluar SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN “Star Point : Bagaimana mengefisiensikan gaji & upah dengan kinerja karyawan?. Kartu jam hadir 3. 2. pembayaran kepada karyawan dibagi menjadi 2 golongan : 1. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah 2.1.

tugasnya antara lain :  Mencari karyawan baru. . yaitu : a. Karenanya perlu dimonotor terus menerus mengenai kehadirannya. 6) Pemberhentian karyawan.Bagian Pencatatan Waktu. b. adalah fungsi utama dari sistem penggajian yang secara organisatoris. b. ==== Organisasi dari Fungsi Upah dan Gaji ==== -> Bagian yang terlibat dalam kegiatan gaji dan upah adalah : a. Dan gaji merupakan sebagian besar dari jumlah biaya tetap. upah potongan. Bagian Akuntansi Upah. d. Sehingga perlu disusun Sistem Adm yang baik. karenanya perlu dipertahankan efesiensinya.3)Penempatan atau pengajuan karyawan baru.Sedangkan kelima kativitas lainnya menjadi tanggung jawab dari manajer sumber daya manusia. Bagian akuntansi biaya. -> Dari keenam kegiatan diatas. c. aktivitas kerjanyadllnya. -> Uraian tugas per-bagian. 5)Evaluasi kinerja karyawan.Bagian Akuntansi Umum. Kasir. upah. yaitu: a. pada umumnya dibagi menjadi 2 kelompok aktivitas.  Sistem tarif dalam upah dapat berbagi bentuk antara lain : upah harian. Bagian Personalia. f. 4)Penggajian atau penentuan gaji.id Hal .1 Upah merupakan bagian terpenting dalam unsur biaya produksi (+ 30%).Aktivitas penggajian (no.  Buruh dan karyawan yang menerima upah terdiri dari manusia yang  berbagai ragaim sifat dan keterampilan.co. biasanya dikelola oleh manajer keuangan. e. atau insentif lainnya. upah borongan. dalam rangka mencapai efektifitasnya kerja dan promosi kerja. urut 4). -> Sistem gaji dan upah diperlukan oleh perusahaan industri menengah dan besar untuk mengatasi hal-hal sbb: Writer by : mys_owner@yahoo. Bagian Personalia.

a. Bagian Akuntansi Upah. menyediakan historis file masing-masing karyawan dan membuat daftar cuti karyawan. b. Mengeluarkan surat pengangkatan. tugasnya adalah mencatat dan menganalisa jam hadir dan jam pulang setiap karyawan dan melaporkanya ke bagian personalia setiap minggu. Melakukan tugas-tugas lainya seperti menyediakan data yang   berhubungan dengan pembayaran. tugasnya adalah melakukan pembayaran gaji dan upah kepada karyawan. Bagian Akuntansi Umum. 1. 3.2 b.id Hal . mungkin bisa dipromosikan kedalam kedudukan dan pangkat yang sedang diminta atau dengan tambahan pendidikan.co. d. Writer by : mys_owner@yahoo. yaitu : Tahap 1.Mencari diantara karyawan yang diberhentikan sementara. Mencari karyawan diantara para pelamar kerja yang dulunya belum . e. tugasnya adalah mencatat transaksi pengeluaran biaya upah yang akan dipakai untuk dasar menghitung harga pokok produksi. terdiri dari 3 sistem : 1. Berdasarkan permintaan tersebut bagian personalia melakukan aktivitas sebagai berikut : 1. Sistem dan Prosedur Pencatatan Waktu. serta mengalokasikannya ke biaya produksi. f. tugasnya adalah mencatat biaya gaji dan upah.Mencari diantara karyawan yang ada. 2. Mencari dalam file. ==== Pembagian Sistem Akuntansi Gaji dan Upah ==== -> Sistem Akuntansi Gaji dan Upah. Sistem dan prosedur penempatan karyawa terbagi kedalam 6 Tahap. data absensi. c. Sistem dan Prosedur Pengupahan dan Gaji.  Menyelenggarakan berbagai catatan dan arsip untuk mengalokasikan karyawan. c. Sistem dan Prosedur Penempatan Karyawan. Bagian Akuntansi Biaya. Bagian Pencatatan Waktu. Mengadakan wawancara. Bagian kasir. Bagian personalia mendapat permintaan tenaga kerja (karyawan) dalam jumlah tertentu dan bagian yang memerlukan. pemotongan. dan daftar gaji. tugasnya adalah mencatat transaksi pengeluaran biaya gaji dan upah kedalam buku besar.

Dalam sistem yang baik. ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Besar kecilnya dividen yang diterima tergantung dari porsi kepemilikan saham seseorang di dalam perusahaan tersebut serta kinerja keuangan organisasi. 3. Writer by : mys_owner@yahoo. Memasang iklan dalam surat kabar. serta hubungan gaji dengan performance pegawai. 2.co. Pertanyaan tersebut di sampaikan oleh salah satu karyawan Jasa Marga yang di tujukan kepada pengasuh Klinik HR yaitu Bapak Dewanto Windoe pengasuh klinik HR strategis. tanpa membebani organisasi di dalam menjalankannya. kebetulan saat gogling nemuin sebuah pertanyaan mengenai ” Menghitung Gaji dengan Sistem Merit dan Metode Diskonto”.id Hal . maka dari itu sengaja saya posting disini agar selalu . Saya kira jawaban dari pertanyaan Lusy Seba sangat bermanfaat untuk menambah wawasan tentang remunerasi. da sebuah pertanyaan mengenai sistem penggajian. Makin tinggi jabatan pegawai. bujet yang tersedia. bisa saja tidak perlu ada pembagian dividen karena perusahaanpun juga perlu menahan sebagian laba/keuntungan untuk dapat bertumbuh. ada perbedaan besar bonus dari pegawai yang memiliki kinerja baik dibandingkan dengan yang kurang-baik.diterima dan sekarang baru dibutuhkan. radia atau kontak pribadi. Kalau untung cuma sedikit. makin tinggi pulalah gaji yang diterima. Menghubungi sumber-sumber tenaga kerja atau sekolah-sekolah atau sumber-sumber lainya. Untuk itu.3 PreviousNext Pertanyaan Bagaimana Membuat Sistem Penggajian + Bonus yang Adil? Bagaimana membuat sistem penggajian + bonus yang adil dalam suatu perusahaan dan bagaimana cara membagi ke untungan ke pemilik saham (berapa persen dari keuntungan yang wajar di alokasikan ke pemilik saham dan perusahaan)? Lina Marlina Jawaban Sistem penggajian dan bonus dilihat "adil" bila itu diberikan sesuai dengan tingkat jabatan pegawai (grade atau level) maupun prestasi kerjanya. Sistem penggajian yang baik adalah sistem yang dapat memotivasi karyawan untuk berprestasi sebaik mungkin. seperti tingkat gaji pegawai terhadap tingkat gaji di pasar atau industri. jenis dan proporsi komponen-komponen gaji yang diberikan. Keuntungan perusahaan umumnya diberikan ke pemilik saham dalam bentuk dividen.

Besarnya merit increase (dalam %) ditentukan oleh 2 faktor: . misalnya Istimewa. semakin tinggi compa-ratio. Garis berwarna biru. Maka compa-ratio karyawan B adalah 3. Nilai Kinerja bisa didapatkan dari hasil performance appraisal.6 juta. dan menduduki sebuah jabatan di grade 8. semakin kecil persentase kenaikan merit yang diperoleh.Nilai Kinerja (performance rating) Berikut adalah gambaran untuk menjelaskan Compa-Ratio: .karyawan B gajinya Rp 3. Maka compa-ratio karyawan A adalah 5 / 4 atau 125%.Persentase Compa Ratio. . Sedang dst. yaitu rasio gaji karyawan tersebut terhadap mid salary di kelompoknya (job grade yang sama) . meritokrasi dalam remunerasi pada prinsipnya adalah sebuah sistim yang memberikan penghargaan kepada karyawan atas pencapaian kinerjanya (pay for performance). Mekanismenya adalah untuk kategori kinerja yang sama. hijau dan jingga adalah garis-garis kinerja. Mid salary di grade 8 adalah Rp 4 juta. Besarnya persentase kenaikan merit dapat dilihat dari grafik berikut : Perusahaan dapat membuat kebijakan untuk kenaikan merit dengan membuat grafik seperti di atas. Baik. Mid salary di grade 8 adalah Rp 4 juta.6 / 4 atau 90%. Salah satu implementasinya adalah melalui pemberian merit increase kepada karyawan. dan menduduki sebuah jabatan di grade 8. Berikut pertanyaan dari lusy dan jawaban dari Dewanto : Bagaimanakah perhitungan gaji berdasarkan sistem merit? Apakah hubungan perhitungan gaji dengan metode diskonto? Jawaban : Untuk pertanyaan pertama.karyawan A gajinya Rp 5 juta. . Sumbu mendatar menunjukkan Compa-Ratio sedangkan sumbu tegak menunjukkan persentase Merit Increase.bisa saya ingat dan mungkin bermanfaat buat yang lain juga.

Informasi ini bisa didapatkan antara lain dengan membeli data salary survey. misalnya job Supervisor nilainya 220. semakin jauh jarak antara garis kinerja Istimewa dan Sedang. Faktor market menentukan besarnya riil value dari pekerjaan (job) tsb di pasar saat ini. misalnya job staf akuntan standar saat ini memperoleh penghasilan di kisaran 3-5 juta. perhitungan kenaikan merit A dan B menjadi sbb: Misalkan Nilai Kinerja A dan B adalah sama yaitu “Baik” (lihat garis hijau). Untuk menentukan besarnya gaji dengan obyektif dan akurat. maka kenaikan merit A adalah 15% sedangkan B adalah 20%. Sedangkan dalam perhitungan dan penentuan gaji. pada dasarnya ada 3 faktor yang menjadi acuan yaitu faktor pekerjaan (job).Dalam contoh kasus kita sebelumnya. Manajer 300 dst. Informasi data gaji di market tsb juga akan memberikan gambaran kepada perusahaan mengenai praktek remunerasi perusahaan tsb dibandingkan dengan praktek remunerasi di market sehingga perusahaan dapat menentukan strategi remunerasinya ke depan sesuai dengan arah dan strategi perusahaan . perusahaan perlu untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana praktek remunerasi perusahaan lain di industri sejenis maupun di pasar secara keseluruhan. Baik. faktor kinerja (performance) dan harga di pasar (market). Nilai dari Faktor Pekerjaan (job) dapat diperoleh melalui proses evaluasi jabatan (job evaluation) yang akan menghasilkan bobot jabatan (job score atau job value). Sedangkan kemiringan garis kinerja bertujuan untuk menegakkan azas keadilan (fairness) serta menjaga agar gaji karyawan tetap berada di dalam rentang minimummaksimum dari struktur gaji yang telah ditetapkan perusahaan. Semakin perusahaan ingin memberikan perbedaan terhadap outstanding dan average performers. Nilai dari Faktor Kinerja diperoleh melalui proses evaluasi kinerja (performance appraisal) secara periodik. Untuk pertanyaan kedua. sedangkan compa-ratio A adalah 125% dan B adalah 90%. metode diskonto pada prinsipnya memperhitungkan nilai uang dan waktu dimana besarnya manfaat masa sekarang (net present value – NPV) maupun future value dihitung berdasarkan tingkat diskonto. Posisi dari garis-garis kinerja (kategori Istimewa. Sedang dst) ditentukan sesuai dengan strategi perusahaan serta tentunya besarnya alokasi anggaran untuk kenaikan merit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->