Dalam aktifitas kita sehari2 kita pasti dihadapkan dengan istilah gaya dan gerak.

Misalkan : menendang, memukul, menekan dan menyundul. Maka kita dapat menyimpulkan, bahwa gaya adalah tarikan atau dorongan. Gaya inilah yang menyebabkan benda dapat bergerak. Nah, sekarang kita dapat membagi gaya dengan berbagai macam gaya diantaranya adalah : Gaya pegas, gaya gravitasi, gaya tarik, gaya dorong dan gaya gesek. Dalam keseharian kita akan kita dapati banyak ilmu, namun hanya orang yang berfikir yang mau ambil pelajaran. Oche.... Sekarang aku pingin tau seberapa peduli dan logisnya kamu pernah belajar IPA dalam praktek keseharian. Sambil bermain, ceritakan disini aplikasi gaya yang kamu temui disekitar kamu. Aku awali dari diriku ya.... >Aku lihat tukang baso lagi mendorong gerobaknya. Aku fikir dia sedang menggunakan gaya dorong. Aku jengkel melihat si Billy yang mencuri jatah makan siangku makanya aku menimpuknya dengan sendal. Aku melempar Billy menggunakan gaya apa ?

Hukum gerak Newton
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Hukum Newton pertama dan kedua, dalam bahasa Latin, dari edisi asli journal Principia Mathematica th 1687. Hukum gerak Newton adalah hukum sains yang ditemukan oleh Isaac Newton mengenai sifat gerak benda. Hukum-hukum ini merupakan dasar dari mekanika klasik. Newton pertama kali mengumumkan hukum ini dalam Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687) dan menggunakannya untuk membuktikan banyak hasil mengenai gerak

Sedangkan. pasang-surut. bersama dengan hukum gravitasi universal dan teknik matematika kalkulus. Biar Newton jadi! Dan semua menjadi terang. dia menunjukan bagaimana penggabungan Hukum gravitasi universal dan hukum gerak newton ini. Hukum Newton dipastikan dalam eksperimen dan observasi selama 200 tahun. kecuali jika dipaksa berubah dengan menerapkan gaya luar ke benda tersebut Pernyataan tersebut dapat dinyatakan dengan Keterangan : . ² Alexander Pope Hukum gerak Newton. yang Newton kembangkan dari hukum kedua dan ketiganya. Hukum konservasi momentum. Dalam volume ke tiga karyanya. projektil.objek. memberikan untuk pertama kalinya sebuah kesatuan penjelasan kuantitatif untuk fenomena fisika yang luas seperti: gerak berputar benda. [sunting] Hukum pertama Newton : Hukum Inersia Hukum Newton ketiga. akan terus bergerak dengan kecepatan tetap'' Hukum Newton I dapat diinterpretasikan sebagai berikut : y Sebuah benda. orbit bulan dan planet.1 Perkembangan hukum I Newton 3 Pranala luar [sunting] Pentingnya hukum gerak Newton Alam dan Hukum alam tersembunyi dalam malam. Tuhan berkata. masing-masing pemain ski saling mendorong dengan gaya yang sama tetapi berkebalikan arah Hukum ini juga disebut hukum inersia atau prinsip Galileo ''Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol. Daftar isi [sembunyikan] y y y 1 Pentingnya hukum gerak Newton 2 Hukum pertama Newton : Hukum Inersia o 2. adalah hukum konservasi pertama yang ditemukan. benda yang mula-mula bergerak. gerak dalam bidang miring. dapat menjelaskan Hukum gerakan planet Kepler. gerak pendulum. akan tetap berada dalam keadaan diam atau akan terus bergerak. maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. gerak benda dalam cairan.

kecuali diberi gaya luar. Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk. Tata surya Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya Posted by ivie on Oct 5. Kerangka acuan ini disebut kerangka acuan inersial atau kerangka acuan Galilean. dapat dinyatakan dengan Keterangan : adalah diferensial kecapatan terhadap waktu Hukum Newton I menjelaskan kerangka acuan di mana hukum II dan hukum III Newton dapat dibuktikan benar. tampak juga objek-objek yang mengembara dan dinamakan planet. Aristoteles berpendapat bahwa gerak paksa disebabkan oleh gaya luar yang bekerja pada suatu benda dan jika pada suatu benda tidak bekerja gaya luar. Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru. Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari.adalah resultan vektor dari gaya y Sebuah benda akan tetap diam. menurutnya setiap benda akan mencari keadaan alaminya (eg. apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. yaitu gerak alami dan gerak paksa. khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. dalam hal gerak alami. benda berat jatuh kebawah. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan . Jauh sebelum Masehi. bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut. maka benda tersebut akan kembali ke keadaan alaminya yaitu diam. berbagai penelitian. dalam notasi kalkulus. benda ringan terbang keatas) dan menyatakan bahwa gerak melingkar adalah gerak alami yang tidak disebabkan oleh gaya. Pernyataan tersbut. [sunting] Perkembangan hukum I Newton Perkembangan hukum ini dapat ditelusuri hingga Aristoteles. Pengamatan dan kesimpulan Galileo kemudian dipelajari dan dikembangkan oleh Newton untuk menyusun hukum pertamanya. Galileo melakukan percobaan sendiri mengenai gerak dengan menggunakan bola dan menyimpulkan bahwa bola yang bergerak akan diperlambat kelajuannya sampai berhenti oleh gaya gesek. Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah. pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata Surya. Aristoteles membagi gerak menjadi dua. dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. 2006 in astronomy | 84 comments Share76 2 Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. Bumi. Setelah Aristoteles. atau bergerak dalam garis lurus dengan kecepatan tetap. Dalam hal gerak paksa. Dari para pengamat Yunani ditemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit.

Untuk mengatasi masalah ini. 1. Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven. Teori heliosentrik dan gereja Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja. tidak semua orang setuju dengannya. Di Prague. Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. Namun jauh sebelum itu. Giordano Bruno. Tahun 1576. Salah satunya. 2. Untuk masalah orbit. Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik. Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Permulaan Perhitungan Ilmiah Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). Ptolemy dan Teori Geosentrik Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. dengan mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu . Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan. ahirnya Hukum Kepler Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik.Matahari berbentuk pipih tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar). Yang pertama. perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta. Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari BumiMatahari. dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Setelah kematian Brahe. Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama. yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi. sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem. gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent. 3. Gerak yang kedua disebut epycycle. Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy. gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). . Pada era Alexandria. data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Sampai dengan tahun 1960. dan Bumi-Bulan. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini. di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596. Ia menyimpulkan. menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik. Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi. Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak ratarata dari matahari.

Dialogue of The Two Chief World System.Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku. Awal mula dipakainya teleskop Pada tahun 1608. . materi yang ditangkap akan mengalami pemipihan menjadi bentuk yang mirip piringan. De Revolutionibus Orbium Coelestium. Dasar yang diletakkan Newton Di tahun kematian Galileo. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M.Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam Principia yang ia tulis selama 15 tahun. sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus. Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit. teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642). diantaranya adalah Epitome of The Copernican Astronomy dan segera menjadi bagian dari daftar Index Librorum Prohibitorum yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dengan teleskopnya. akan terbentuk piringan debu yang tipis di tempat objek planet akan berkembang dan kemudian akan diakresi membentuk objek yang lebih besar. M. Manurut Lyttleton. Dalam proses akresi. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Berdasarkan teori geosentrik. 2006 in astronomy | 2 comments Share 0 Bentuk awal dari teori ini diberikan oleh Schmidt (1944) tapi kemudian dikembangkan dan dimodifikasi oleh Lyttleton (1961). Secara umum. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik. menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja. ia menunjukkan kalau ide Schmidt mengenai benda ketiga tidak diperlukan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. idenya adalah Matahari setelah melewati awan debu akan memiliki selubung gas dan debu dimana didalam selubung tersebut akan terjadi pembentukan planet dengan cara akresi. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus. Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo. Woolfson)artikel terkait Teori Akresi Posted by ivie on Dec 6. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. . Dalam modifikasi yang diajukan Lyttleton.

Hal ini semakin memperkuat ide materi di awal terbentuknya Tata Surya berada dalam bentuk gas panas. Aust dan Woolfson memberi parameter lain yang akan membuat teori akresi Lyttleton lebih dapat diterima. meskipun hasil dari Safronov ini mengindikasikan jangka waktu yang sangat panjang dalam pembentukan planet-planet. Dengan latar belakang model dari Safronov. Masalah lainnya adalah kecepatan 0. Di dalam proses akresi. Namun ada beberapa ide besar yang dominan digambarkan dalam teori nebula matahari ini. Teori ini juga menjadi paradigma paling dominan dalam cosmogony sepanjang dekade terakhir abad 20. Temperatur yang diajukan Lyttleton adalah 3. Mereka menunjukkan akan ada distorsi pasang surut yang luas dan filamen materi akan tersapu keluar dari awan dan mengalami penangkapan. Nah. Dengan memberikan kondisi Matahari yang sudah ada. temperatur . Tahun 1972. Kecepatan Matahari di Galaksi untuk bintang tipe Matahari ~20 km s-1. Mereka mengasumsikan tidak semua materi yang ditangkap akan membentuk planet ± sebagian materi akan hilang dari sistem atau ditangkap Matahari -. Salah satu model simulasi yang menggunakan teori akresi sebagai teori terbentuknya Tata Surya adalah model ACRETE yang dikembangkan Dole (1969). Tidak dapat dipungkiri teori akresi ini cukup meyakinkan untuk beberapa alasan. pada temperatur sedingin ini. Dengan mempertimbangkan juga percepatan yang terjadi pada awan dan bintang akibat gaya tarik gravitasi satu sama lainnya. dimanapun keluar dari orbit Merkurius. satelit di dalam sistem Tata Surya terbentuk dari akresi puing-puing debu yang tersisa disekitar planet yang baru terbentuk. salah satunya mengenai temperatur awan antar bintang yang terlalu rendah. Mekanisme akresi juga dipelajari dan dikritisi oleh Aust dan Woolfson (1973). Sejumlah studi teoretik dilakukan terkait dengan tahapan kondensasi dari materi yang membentuk Tata Surya. hidrogen dalam awan akan berbentuk atom. akan sulit bagi Matahari untuk bisa mendekati awan.18 K. Kisaran temperatur yang bisa diterima untuk awan antar bintang yang dingin berada dalam rentang 10-100 K. Semenjak itu berbagai studi dilakukan untuk menelaah Teori Nebula Matahari. namun model yang ia berikan menjadi sebuah struktur yang baik dalam memecahkan permasalahan skala waktu pembentukan. Harga inipun masih lebih besar dibanding harga kecepatan yang diberikan Lyttleton. yang menyebutkan pembentukan Matahari dan planet-planet terjadi secara spontan dari bola gas dan debu yang berputar lambat. dan dengan kecepatan yang sangat rendah yang diberikan Lyttleton.3 km s-1. Hasilnya pendinginan terjadi pada temperatur dan tekanan yang beragam.2 km s-1. Ide awal muncul dari Cameron yang pada tahun 1978 menyatakan salah satu kesimpulan awal bahwa Disuatu tempat di nebula matahari. Harga kecepatan tersebut tidak bisa diterima jika interaksi gravitasional antara Matahari dan dan awan juga diperhitungkan. maka kecepatan minimum yang dibutuhkan agar bisa terjadi kontak berkisar pada 0. teori ini mampu memecahkan masalah momentum sudut meskipun untuk itu planet harus terbentuk dari campuran gas dan debu yang tersebar. terjadi kebankitan kembali teori dualistik Laplace.Menurut Harris yang juga mngerjakan dinamika akresi. Permasalahan yang dihadapi teori ini. planetesimal kecil tidak hanya terakresi tapi juga akan mengalami fragmentasi. teori baru ini bisa mengatasi masalah yang ada dalam teori sebelumnya. Teori Nebula Matahari Posted by ivie on Dec 3. Perbedaan teori ini dengan teori sebelumnya adalah. Mdel ini masih dalam pengembangan dan belum benar-benar mencapai tahap kesepakatan terhadap peristiwa yang membentuk Tata Surya sampai keadaan sekarang. 2007 in astronomy | 14 comments Share27 0 Telah menjadi bukti di tahun 1960-an kalau banyak tanda di meteorit sedah dapat dipahami sebagai akibat dari kondensasi uap air panas. Safronov mempublikasikan teorinya tentang pembentukan planet dari materi-materi hamburan.

Pemecahan yang diberikan kemudian adalah massa piringan hanya berkisar antara 0. Piringannya sendiri tidak stabil secara gravitasi sehingga planet gas raksasa akan terbentuk secara spontan. antara lain : 1. akan ada satu objek yang dominan dan kemudian menangkap dan mengakresi planetesimal disekelilingnya membentuk sbeuah objek baru. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. Akresi planet terrestrial (kebumian) dan inti padat plant gas raksasa diasumsikan terjadi dalam 2 tahap. 5. maka kemiringan sumbu putaran Tata Surya harus dapat dijelaskan. momentum sudut akan ditransfer dari bagian dalam materi yang terkondensasi ke bagian piringan yang terbentuk di bidang ekuatorial. titik awal pembentukan planet terjadi saat sebagian besar piringan terdiri dari komposisi gas dengan 1 ± 2% materi padat dan temperatur yang semakin dingin dengan pertambahan jarak. keruntuhan proto-planet harusnya membentuk piringan pada bidang ekuatorial dan kondensasi proto-satelit akan juga terbentuk didalamnya. Untuk pembentukan satelit. Kondisi ini konsisten dengan hasil pengamatan dan planet yang terbentuk juga harus melalui proses akresi. Model ini hanya memprediksikan sistem planar. Sejumlah kemungkinan mekanisme juga diberikan untuk memecahkan bagaimana transfer momentum sudut itu terjadi : 1.1 massa Matahari. Woolfson) Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton . Efek gravitasional yang mengacu pada pembentukan lengan spiral di piringan 3. Pada beberapa versi awal teori ini. Kelebihan materi piringan yang tersisa setelah pembentukan planet harus dibuang. Problem terbesar dari teori Laplace adalah distribusi momentum sudut. ia akan mulai menarik gas di nebula untuk membentuk planet gas. Masalahnya planet yang akan dibentuk sangat banyak. Turbulensi (perputaran) viskositas didalam piringan 2. Planetesimal (ukuran ratusan meter sampai puluhan kilo meter) merupakan kumpulan debu yang membentuk lapisan tipis di bidang piringan. Beberapa mekanisme atau kombinasi mekanisme harus ditunjukkan untuk dapat mentransfer momentum sudut yang cukup dari Matahari yang berkondensasi ke piringan. 2. Dalam teori Nebula Matahari. Hal-hal penting dan permasalahan yang dihadapi Teori Nebula Matahari. Transport momentum sudut oleh gelombang yang terjadi di dalam piringan. Interaksi antara materi terionisasi yang meninggalkan area pusat dan bidang magnetik yang terbentuk didalamnya. Tahap pertama melibatkan pembentukan planetesimal. Harus juga ditunjukkan kalau planet akan terbentuk pada skala waktu yang sesuai dengan masa hidup piringan yang sudah diamati ( < 107 tahun) 4. Proses ini terjadi dalam waktu yang cukup singkat sekitar 105 tahun. piringannya cukup masif sekitar 1 massa Matahari dengan kerapatan dan temperatur didalamnya seperti yang ada di daerah Jupiter dan memenuhi kriteria Jeans. 3. sehingga para peneliti meninggalkan teori ini. M. Jika inti planet gas sudah terbentuk. 4. Pada saat nebula terbentuk. tidak ada teori yang spesifik selain satelit merupakan objek yang terbentuk dengan mekanisme sama dalam skala ukuran yang lebih kecil. Pada setiap area cincin nebula. Pada kondisi ini keadaan sangat tidak stabil dan kondensasi materi padat di dalamnya akan membentuk planetesimal.01 ± 0. Karena itu.dalam nebula matahari yang tidak diganggu cukup tinggi untuk dapat melelehkan materi padat dalam butiran antar bintang. Teori ini merupakan teori monistik yang secara simultan berurusan dengan pembagian massa dan momentum sudut.

maka kondensasi pusat tidak mungkin runtuh untuk membentuk bintang. Setelah adanya teleskop. Jika momentum sudut intrinsik dari materi luar bisa membentuk planet. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya. massa cincin masih jauh lebih masif dibanding massa planet yang terbentuk. Permasalahan lain muncul dari distribusi momentum sudut dimana tidak ada mekanisme tertentu yang bisa menjelaskan bahwa keberadaan materi dalam jumlah kecil. yang membentuk planet. 2006 in astronomy | 31 comments Share10 2 Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori ilmiah pembentukan Tata Surya. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes tapi fluidanya berubah menjadi gas. Edouard Roche (1820-1883) mengatakan bahwa awan yang diajukan Laplace dalam teorinya bisa memiliki kondensasi pusat yang tinggi sehingga sebagian besar massa berada dekat spin axis dan memiliki kaitan yang kecil dengan momentum angular.Posted by ivie on Oct 11. Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah. Selama kontraksi ada materi yang tertinggal kedalam bentuk piringan sementara pusat massa terus berkontraksi. Penyempurnaan Teori Laplace Tahun 1854. Menurut Maxwell cincin tidak bisa berkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar cincin. Teori Nebula Laplace Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace. Tahun 1791. Seandainya proses pemisahan bisa terlewati. George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Materi yang terlepas kedalam piringan akan membentuk sejumlah cincin dan materi di dalam cincin akan mengelompok akibat adanya gravitasi. yang memiliki kondensasi pusat yang tinggi. Dalam model ini atmosfer berkorotasi terhadap matahari. Saat . Dari teori-teori ini Pierre Laplace (1749-1827) menyatakan adanya awan gas dan debu yang berputar pelan dan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. Renè Descartes (1596-1650) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh ⼠fluida alam semesta⼠dan planet terbentuk dalam pusaran air. bisa memiliki semua momentum sudutnya. Namun menurut Clerk Maxwell (1831-1879) letak permasalahan teori ini cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat bukannya gas. Tahun 1873. dimulai dari filsuf Perancis. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. Teori Komet Buffon Tahun 1745. momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Roche menyempurnakan teori Laplace dengan analisis ⼠Matahari ditambah atmosfer . ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal. Materi di dalam awan yang runtuh dan memiliki massa dominan akan membentuk matahari. Dalam artikel ini akan dibahas teori pembentukan Tata Surya yang lahir sesudah era Newton sampai akhir abad ke-19. Kondensasi juga terjadi di setiap cincin yang menyebabkan terbentuknya sistem planet. Pada saat keruntuhan. Kelemahannya Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. Model ini berada diluar rentang planet dan mengalami keruntuhan saat mendingin. Hal inilah yang memberinya kesimpulan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula. Seratus tahun kemudian Immanuel Kant (1724-1804) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih. Seharusnya sebagian besar momentum sudut berada di pusat objek.

Ia menawarkan adanya satu akumulasi yang membentuk planet atau inti planet (objek kecil terkondensasi diluar materi nebula) yang kemudian dikenal sebagai planetesimal. Menurut Chamberlin. Jika jarak mengecil lebih cepat dari radius efektif atmosfer. bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul. maka objek yang terbentuk akan memiliki spin retrograde. sejak tahun 1900 Chamberlin dan Moulton mengembangkan teori alternatif untuk pembentukan planet. planetesimal akan bergabung membentuk proto planet. M. Namun sayangnya gaya pasang surut bintang yang berinteraksi dengan matahari hanya mampu menahan materi prominensa di luar matahari tapi tidak mampu memindahkan materi dari matahari. mereka melakukan komunikasi secara konstan. Ia memberikan kemungkinan bahwa spiral nebula merupakan hasil interaksi pemisahan dari bintang yang berada dalam proses erupsi dengan bintang lainnya. Hal ini akan menghasilkan massa atmosfer dengan magnitudo mendekati magnitudo di pusat massa. Menurut mereka. 2006 in astronomy | 25 comments Share18 2 Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20. Tapi ide ini kemudian mereka tolak karena orbit yang mereka dapatkan terlalu eksentrik/lonjong. Jeans juga mennunjukkan bahwa untuk materi di dalam cincin yang mengalir dari nebula yang runtuh menuju kondensasi membutuhkan kerapatan yang lebih besar dari kerapatan sistem. Teori Pasang Surut Jeans Astronomi Inggris. Keduanya mengembangkan teori tentang materi yang terlontar dari bintang membentuk nebula spiral. maka semua atmosfer diluar jarak akan membentuk cincin. Namun karena adanya perbedaan kecepatan partikel dalam dan partikel luar. Dalam membangun teorinya. Ia menunjukkan dengan distribusi nebula yang diberikan oleh Roche. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. Untuk itu dibutuhkan jarak matahari-bintang lebih besar dari limit Roche untuk matahari dan massa masif yang lebih besar dari massa matahari untuk bintang lainnya. namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah. Chamberlin kemudian membangun teori baru yang melibatkan erupsi matahari. dimana partikel dalam bergerak lebih cepat dari partikel luar. Pada tahun 1890-an. Chamberlin menawarkan solusi untuk teori nebula Laplace.sistem mengalami keruntuhan kecepatan sudut bertambah untuk mempertahankan momentum sudut sementara jarak mengecil. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin â¼³ Moulton terletak pada absennya prominensa. pasang surut yang ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Akibat . materi luar akan menjadi renggang sehingga tidak dapat melawan gaya pasang surut terhadap pusat massanya dan kondensasi tidak akan terjadi. Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya. James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet. materi yang terlontar ini bisa membentuk planet yang akan mengitari bintang induknya. Woolfson) artikel terkait : Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20 Posted by ivie on Oct 28. sehingga bisa menyelesaikan permasalahan momentum sudut. Nebula spiral ini tidak diketahui asalnya dan berhasil dipotret oleh para pengamat. Keberatan dari James Jeans (1877-1946). didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-1928) dan Forest Moulton (1872-1952). Teori ini membutuhkan matahari yang aktif dengan prominensa yang masif. Walaupun ide planetesimal ini cukup baik.

Tahun 1939. Garis kerapatan filamen cukup tinggi sehingga setiap blob (gumpalan) akan memiliki massa melampaui massa kritis Jeans dan . bintang pertama yang terbentuk memiliki massa lebih dari satu massa Matahari dan sesudah itu bintang dengan massa yang lebih kecil mulai terbentuk. Bentuk interaksi yang diajukan Woolfson. Jeans memperbaharui teorinya. proto bintang akan bergerak dalam orbit hiperbola relative terhadap Matahari dan melewatinya dalam batas jarak Roche sehingga terjadi penghamburan atau pemisahan materi dari protobintang tersebut. Woolffson memperkenalkan model baru dari teori pasang surut. Pada saat berpapasan. Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil. maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini. yang dikenal dengan nama teori capture. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. yang kemudian dihamburkan dan membentuk bidang bagi bintang. Teori yang diajukan Woolfson menyatakan kalau bintang yang berpapasan dengan Matahari yang menyediakan materi pembentuk planet yang kemudian ditangkap oleh Matahari. Materinya juga cukup dingin. Tahun 1919. Tahun 1964. Harold Jeffreys (18911989) yang sebelumnya mengkritik teori Chamberlin-Moulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans. radius matahari sama dengan orbit Neptunus. interaksi antar bintang akan sering tering terjadi ⼳ ini merupakan interaksi yang memberikan cukup energi bagi bintang tunggal untuk melepaskan diri dari gugus tersebut. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans. keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997). Dalam lingkungan yang memiliki kerapatan cukup besar seperti pada gugus muda. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi. M. Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan. dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. Dalam interaksinya. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. filament dari protobintang akan disapu keluar pada kondisi tidal bulge (betuk ellipsoid pada bintang yang terjadi akibat besarnya gaya pasang surut di ekuator) yang ekstrim dan ketidakstabilan gravitasi menyebabkan filamen pecah dalam beberapa rangkaian kondensasi. 2007 in astronomy | 0 comments Share 0 Teori pasang surut Jeans-Jeffreys mengajukan kalau materi yang disapu oleh bintang saat berpapasan dengan Matahari akan membentuk planet. Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet. melibatkan Matahari dalam kaitannya untuk pembentukan Tata Surya dan protobintang dengan massa yang lebih kecil yang baru terbentuk dan masih berada dalam kondisi mengembang dan terhambur.pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. Pembentukan bintang dalam gugus galaksi dalam hal ini dari pengamatan terhadap gugus muda. Woolfson) Teori Capture Posted by ivie on Mar 7.

Pada saat interaksi proto bintang memiliki radius sekitar 20 AU dan jarak aphelion orbitnya sekitar 40 AU. Teori Pembentukan Tata Surya s. Dalam sistem terdapat beberapa pusaran. Proses kondensasi protoplanet memberi kesempatan pada protoplanet untuk membentuk planet mayor sementara gaya pasang surut justru membuatnya mengembang. Ketika dua titik massa saling mendekati dan mengalami interaksi gravitasi namun tidak bertabrakan. membentuk kelompok dan mengalami kondensasi. yang menjadi masalah keberadaan benda ketiga justru membuat ide ini menjadi tidak mungkin. Akibatnya terjadi disipasi energi yang kecil karena pergerakan seluruh sistem. 2. Pembentukan satelit dalam teori capture melalui keruntuhan protoplanet masih harus dibuktikan lagi. Keruntuhan protoplanet terjadi dan meninggalkan materi di bagian tidal bulge. Perbedaan esensial antara model capture dan model Jeans : 1. Setiap pusaran berotasi searah jarum jam sementara keseluruhan sistem berotasi berlawanan jarum jam sehingga menyebabkan tiap elemen piringan bergerak mengitari pusat massa dalam orbit Keplerian. Kondensasi terbentuk dalam cincin dan saat semua kondensasi di cincin telah berada dalam cincin. Materi di bulge akan membentuk filamen dengan kumpulan blob tunggal yang kemudian akan membentuk satelit. maka akan membentuk keluarga planet. Teori ini diajukan oleh Otto Schmidt (1892-1956). seorang peneliti Rusia. 2006 in astronomy | 4 comments Share 0 Tahun 1944 hadir sebuah teori baru yang merupakan bentuk lain dari teori dualistik. tertarik dan materi terluar terutama di daerah tidal bulge. dan memperkenalkan model baru dengan pola piringan yang mengalami turbulensi hingga terbentuk pusaran-pusaran kecil. Tahun 1952. yang dalam pengamatannya melihat keberadaan awan yang dingin dan rapat di Galaksi. Model von Weizsäker menyatakan. keduanya akan berakhir pada jarak yang tidak tentu. akan memperoleh spin momentum sudut. terungkap saat ada bintang yang lewat daerah tersebut cahayanya diblok oleh awan.9 dan jarak terjauh (aphelion) memiliki rentang lebih dari 100 AU. Tapi materi akan mengalami tabrakan pada kecepatan relatif yang tinggi pada batas vortices.blob akan saling berkontraksi membentuk protoplanet. Beberapa keberatan tehadap teori capture adalah ia merupakan bagian dari teori dualistic yang membutuhkan mekanisme lain untuk bisa menjelaskan spin Matahari yang lambat. sehingga meniadakan keberatan yang diajukan terhadap teori pasang surut Jeans 3. Menurut Schmidt dari waktu ke waktu bintang akan melewati awan seperti ini. Jeffreys mengkritik bahwa turbulensi merupakan fenomena yang berhubungan dengan kondisi kekacauan dan tidak terjadi secara spontan hingga menghasilkan struktur . Carl von Weizsäker (1912-) meninjau kembali model proto planet. dan setelah lewat bintang akan diselubungi gas dan debu. Protoplanet membutuhkan waktu dari puluhan sampai ratusan tahun untuk berkondensasi sebelum mereka harus memulai fasa menyelamatkan diri dari gaya pasang surut pada saat memasuki perihelion (jarak terdekat dengan Matahari). Jarak ini yang kemudian diadaptasi sebagai skala Tata Surya. Materi yang yang dating dari proto bintang ditangkap oleh bintang yang terkondensasi.7 â¼³ 0. Teori Pusaran von Weizsäker Tahun 1944. Schmidt mengasumsikan dua titik massa itu untuk bintang dan awan dan ia mempostulatkan keberadaan objek ketiga disuatu tempat disekitar alur pertemuan bintang dan awan untuk menghilangkan sebagian energi dari sistem dua benda tersebut. pada kondisi seperti ini akan terbentuk pusaran-pusaran kecil dan materi akan berinteraksi dengan kuat. Dari awan inilah planet akan terbentuk.d 1960 Posted by ivie on Nov 8. Materi yang membentuk planet merupakan materi yang dingin. Protoplanet terbentuk pada orbit bereksentrisitas (kelonjongan) tinggi antara 0.

Problema Distribusi Momentum Sudut Teori-teori monistik tidak bisa memecahkan bagaimana nebula tunggal bisa berevolusi secara spontan dan menghasilkan momentum sudut dengan fraksi yang yang kecil dari materi. Pada pola evolusi seperti ini. teori monistik terdiri dari teori Laplace bersama dengan pendahulunya Descartes dan Kant serta model von Weizsäker. M. Sementara pendekatan lain mempostulatkan piringan yang tidak terlalu terpusat namun memiliki kerapatan yang cukup sehingga memiliki fraksi massa nebula sekitar 10-50% massa matahari. Teori-teori yang lahir sejak tahun 1960 adalah Teori Proto-planet (1960. Teori Akresi (1961). Sampai dengan tahun 1960. yang melibatkan interaksi dua bintang mencoba menghindari masalah spin matahari yang lambat dengan mengasumsikan matahari pada kondisi pre-existence. Yang kedua. Jeffrey dan Schmidt. Teori Nebula Matahari (1973) dan Teori Laplace Modern (1974). Setiap teori memiliki keberhasilan dalam memecahkan masalah yang ada namun masing-masing juga memiliki kelemahan. Teori-teori dualistik. Dan bagian terbesar piringan akan terlepas memebntuk planet. pendekatan baru maupun pengembangan dari pendekatan yang sudah ada menjadi perhatian dalam pencarian teori pembentukan Tata Surya. Teori Capture (Penangkapan) (1964). Sejak tahun 1960. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. Teori yang diajukan adalah lewat kondensasi di piringan tersebut. Sayangnya tidak ada mekanisme yang baik untuk memindahkan materi ke jarak tertentu dari Matahari atau dengan kata lain tidak bisa memberikan momentum sudut yang cukup. Chamberlin dan Moulton. Woolfson) Teori Proto-Planet Posted by ivie on Nov 15. Pembentukan Planet Schmidt dan teori monistik lainnya memulai sebuah permulaan yang baik dengan menyatakan pembentukan planet berasal dari materi di piringan. 1988). viskositas akan menyebabkan terjadinya kehilangan energi dan menyisakan sistem berenergi lemah. pembentukan . 2006 in astronomy | 1 comment Share 0 Pencarian teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 menunjukkan betapa tidak mudahnya menemukan satu teori yang paling memungkinkan. Proto planet akan saling mengganggu orbit satu sama lainnya dan bertabrakan membentuk planet (terjadi coalesce yang membentuk planet). Sementara disisi lain model pusaran (vortices) von Weizsäker merupakan sistem berenergi tinggi yang tidak akan stabil sehingga tidak akan bisa membentuk apapun. ada dua kelompok yang terbagi berdasarkan teori yang dianut.yang diajukan oleh model von Weizsäker. Permasalahannya bagaimana mekanisme materi-materi itu terakumulasi sehingga membentuk planet. Hasil yang biasanya didapat dari piringan yang mengalami turbulensi adalah rotasi sistem dan semua bagian didalamnya dalam orbit sirkular mengeliligi pusat massa. Teori Proto-planet Proto planet merupakan embrio planet didalam piringan yang tarik menarik satu sama lainnya secara gravitasi dan bertubrukan. teori dualistik yang dianut oleh Buffon. Apalagi masing-masing teori yang dibangun masih menyisakan masalah mendasar yang belum terpecahkan. Dan hasil kondensasi ini haruslah memenuhi kriteria massa Jeans. Teori proto planet dikemukakan McCrea pada tahun 1960 dengan ide awal. Yang pertama. Jeans. Salah satu yang mencoba memecahkan masalah ini adalah Roche dengan mempostulatkan nebula yang terkondensasi tinggi. teori akresi bisa memecahkan masalah momentum sudut ini dengan mengajukan penangkapan materi dalam kondisi tersebar dan bisa menghasilkan momentum sudut yang pas untuk menjelaskan gerak planet saat penanangkapan. Sedangkan viskositas sistem akan membuat materi bergerak kedalam dan keluar (inwards dan outwards). Belakangan. dan limit Roche.

kedua bagian tersebut akan terkondensasi dan tertahan oleh fragmen yang lebih besar menjadi satelit dari sistem tersebut (fragmen yang lebih besar merupakan planet yang terbentuk). akibatnya momentum sudut yang dihasilkan juga akan berasal dari hasil acak kontribusi salah satu blobs. Menurut McCrea pemisahan inti yang membentuk planet tersebut adalah pasangan Bumi ± Mars dan Merkurius ± Venus. Hasil lain dari keruntuhan proto planet ke dalam 2 bagian kecil. Istilah blob akan dipakai untuk kumpulan massa tersebut sehingga dapat dibedakan dari proto planet. di orbit sekeliling proto bintang. Tak mungkin pembentukan planet dipertimbangkan tanpa memikirkan bagaimana bintang terbentuk. Untuk mendukung idenya. Proses yang berbeda terjadi di bagian dalam sistem. Spin momentum sudut proto planet akan tampak sebagai gerak relatif antara kedua fragmen yang mengitari pusat massa. Kecepatan lepas di bagian terluar Tata Surya sangat kecil dan menurut McCrea kehilangan massa yang terjadi hanya sedikit di daerah planet-planet utama dan meninggalkan sebagian besar massanya (planet) tetap stabil berotasi dengan spin (putaran) yang cepat. embrio (berasal dari coalesce blob) yang akan mengalami keruntuhan dan membentuk planet. McCrea memperbaharui modelnya dan meningkatkan massa floccules menjadi lebih dari 100 kali massa Bumi dan kemudian didesain ulang sebagai proto-planet. Teori ini juga menunjukkan bagaimana bintang bisa memiliki sebagian besar massa dan planet-planet memiliki sebagian besar momentum sudut sistem. Sekitar 1% massa awan berbentuk buiran sedangkan sisanya merupakan campuran kosmik daro hidrogen dan helium. Tabrakan antar elemen terjadi didalamnya. Selain itu mekanisme dasar yang diberikan McCrea tidak menjelaskan sistem planet yang datar dalam orbit lingkaran. Asumsinya awan berada dalam kondisi turbulensi supersonik. pemisahan rotasi akan mengambil alih setelah terjadinya pengumpulan materi dan terjadinya ketidakstabilan rotasi di inti. fragmen yang kurang masif akan memiliki gerak relatif 8 kali gerak fragmen yang lebih masif. Teori tersebut menunjukkan pembentukkan sebuah sistem. Proto bintang ini akan memulai perjalanan evolusinya di Deret Utama. Titik awal yang digunakan McCrea adalah awan antar bintang yang terdiri dari gas dan debu yang akan membentuk galactic cluster. Planet raksasa seperti Jupiter diperkirakan terbentuk dari hasil coalesce sejumlah blob.bintang dan planet harus dipertimbangkan secara bersamaan. Asumsinya. terjadi tubrukan inelastik antar blob yang mengakibatkan terjadinya coalesce dan blob tersebut akan bertumbuh menjadi kumpulan yang lebih besar. Selain itu harus ada demonstrasi yang menunjukkan kalau momentum sudut yang hilang setelah terbentuk proto bintang memang diambil oleh orbit proto planet dan bukan hal lainnya. bintang dan planet. Potensi Masalah yang dihadapi oleh teori ini. mengakibatkan hampir seluruh massa awan memiliki daerah yang dipadatkan dan berisi gas. blobs haruslah stabil untuk beberapa lama untuk bergabung dan membentuk proto bintang atau kumpulan-kumpulan kecil. akan ada satu objek (kumpulan hasil coalesce / gabungan blob yang lebih besar dibanding materi dsekitarnya) di setiap daerah yang menjadi dominan dan menyerap hampir semua blobs yang ada disekitarnya. Di dalam awan. Tahun 1988. Momentum sudut yang hilang akan dimiliki oleh beberapa blob atau kumpulan blob yang sudah terakresi menjadi satu. Blobs yang kemudian menjadi proto bintang berasal dari berbagai arah. Dalam gerakannya. Dalam proses keruntuhan. . McCrea menunjukkan dalam hal ini jumlah blob atau kumpulan yang dibutuhkan kecil dan mendekati jumlah planet yang teramati saat itu. Dalam model awal pada tahun 1960. dan pada akhirnya membentuk proto bintang. proto planet akan menjadi tidak stabil dan pecah menjadi 2 bagian dnegan perbandingan massa 8 : 1. Disini objek akan terbentuk dan objek yang kecil ini tidak akan memiliki kecepatan lepas yang cukup karena berada terlalu dekat dengan Matahari. Di setiap daerah dalam awan. McCrea juga mengasumsikan semua proto planet pada awalnya lebih masif dibanding planet yang tersisa saat ini dan tampaknya sebagian diantaranya mengalami kehilangan massa. daerah yang dipadatkan tersebut disebut floccules dengan massa 3 kali massa Bumi. McCrea kemudian membangun teori untuk mendukung keberadaan idenya tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful