Dalam aktifitas kita sehari2 kita pasti dihadapkan dengan istilah gaya dan gerak.

Misalkan : menendang, memukul, menekan dan menyundul. Maka kita dapat menyimpulkan, bahwa gaya adalah tarikan atau dorongan. Gaya inilah yang menyebabkan benda dapat bergerak. Nah, sekarang kita dapat membagi gaya dengan berbagai macam gaya diantaranya adalah : Gaya pegas, gaya gravitasi, gaya tarik, gaya dorong dan gaya gesek. Dalam keseharian kita akan kita dapati banyak ilmu, namun hanya orang yang berfikir yang mau ambil pelajaran. Oche.... Sekarang aku pingin tau seberapa peduli dan logisnya kamu pernah belajar IPA dalam praktek keseharian. Sambil bermain, ceritakan disini aplikasi gaya yang kamu temui disekitar kamu. Aku awali dari diriku ya.... >Aku lihat tukang baso lagi mendorong gerobaknya. Aku fikir dia sedang menggunakan gaya dorong. Aku jengkel melihat si Billy yang mencuri jatah makan siangku makanya aku menimpuknya dengan sendal. Aku melempar Billy menggunakan gaya apa ?

Hukum gerak Newton
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Hukum Newton pertama dan kedua, dalam bahasa Latin, dari edisi asli journal Principia Mathematica th 1687. Hukum gerak Newton adalah hukum sains yang ditemukan oleh Isaac Newton mengenai sifat gerak benda. Hukum-hukum ini merupakan dasar dari mekanika klasik. Newton pertama kali mengumumkan hukum ini dalam Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687) dan menggunakannya untuk membuktikan banyak hasil mengenai gerak

adalah hukum konservasi pertama yang ditemukan. orbit bulan dan planet. yang Newton kembangkan dari hukum kedua dan ketiganya. gerak benda dalam cairan. Tuhan berkata. akan terus bergerak dengan kecepatan tetap'' Hukum Newton I dapat diinterpretasikan sebagai berikut : y Sebuah benda.1 Perkembangan hukum I Newton 3 Pranala luar [sunting] Pentingnya hukum gerak Newton Alam dan Hukum alam tersembunyi dalam malam. gerak dalam bidang miring. akan tetap berada dalam keadaan diam atau akan terus bergerak. benda yang mula-mula bergerak.objek. ² Alexander Pope Hukum gerak Newton. Sedangkan. projektil. bersama dengan hukum gravitasi universal dan teknik matematika kalkulus. dapat menjelaskan Hukum gerakan planet Kepler. Hukum konservasi momentum. maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. masing-masing pemain ski saling mendorong dengan gaya yang sama tetapi berkebalikan arah Hukum ini juga disebut hukum inersia atau prinsip Galileo ''Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol. pasang-surut. Daftar isi [sembunyikan] y y y 1 Pentingnya hukum gerak Newton 2 Hukum pertama Newton : Hukum Inersia o 2. Hukum Newton dipastikan dalam eksperimen dan observasi selama 200 tahun. Biar Newton jadi! Dan semua menjadi terang. dia menunjukan bagaimana penggabungan Hukum gravitasi universal dan hukum gerak newton ini. kecuali jika dipaksa berubah dengan menerapkan gaya luar ke benda tersebut Pernyataan tersebut dapat dinyatakan dengan Keterangan : . Dalam volume ke tiga karyanya. memberikan untuk pertama kalinya sebuah kesatuan penjelasan kuantitatif untuk fenomena fisika yang luas seperti: gerak berputar benda. [sunting] Hukum pertama Newton : Hukum Inersia Hukum Newton ketiga. gerak pendulum.

benda berat jatuh kebawah. dalam hal gerak alami. Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk. yaitu gerak alami dan gerak paksa. dalam notasi kalkulus. Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah. Dari para pengamat Yunani ditemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit. khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. Aristoteles berpendapat bahwa gerak paksa disebabkan oleh gaya luar yang bekerja pada suatu benda dan jika pada suatu benda tidak bekerja gaya luar. Tata surya Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya Posted by ivie on Oct 5. bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan . Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru. dapat dinyatakan dengan Keterangan : adalah diferensial kecapatan terhadap waktu Hukum Newton I menjelaskan kerangka acuan di mana hukum II dan hukum III Newton dapat dibuktikan benar. Bumi. Pernyataan tersbut. 2006 in astronomy | 84 comments Share76 2 Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. atau bergerak dalam garis lurus dengan kecepatan tetap. pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata Surya. kecuali diberi gaya luar. Galileo melakukan percobaan sendiri mengenai gerak dengan menggunakan bola dan menyimpulkan bahwa bola yang bergerak akan diperlambat kelajuannya sampai berhenti oleh gaya gesek. [sunting] Perkembangan hukum I Newton Perkembangan hukum ini dapat ditelusuri hingga Aristoteles. menurutnya setiap benda akan mencari keadaan alaminya (eg. apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. tampak juga objek-objek yang mengembara dan dinamakan planet. Aristoteles membagi gerak menjadi dua. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka. Setelah Aristoteles. Kerangka acuan ini disebut kerangka acuan inersial atau kerangka acuan Galilean. Pengamatan dan kesimpulan Galileo kemudian dipelajari dan dikembangkan oleh Newton untuk menyusun hukum pertamanya. dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. benda ringan terbang keatas) dan menyatakan bahwa gerak melingkar adalah gerak alami yang tidak disebabkan oleh gaya. Dalam hal gerak paksa.adalah resultan vektor dari gaya y Sebuah benda akan tetap diam. berbagai penelitian. maka benda tersebut akan kembali ke keadaan alaminya yaitu diam. Jauh sebelum Masehi. Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari.

data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. ahirnya Hukum Kepler Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik. Untuk masalah orbit. Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Teori heliosentrik dan gereja Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya. Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Tahun 1576. Salah satunya. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. tidak semua orang setuju dengannya. Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy. menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Yang pertama. di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596. yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi. Di Prague. 2. Untuk mengatasi masalah ini. gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent. Namun jauh sebelum itu. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta. 3. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut. 1. Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari BumiMatahari. Pada era Alexandria. perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. Setelah kematian Brahe. Gerak yang kedua disebut epycycle. gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. . Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu . Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem. Ia menyimpulkan. Sampai dengan tahun 1960. dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Permulaan Perhitungan Ilmiah Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). dengan mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton. Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan. Ptolemy dan Teori Geosentrik Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.Matahari berbentuk pipih tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar). Giordano Bruno. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik. Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik. Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi. Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak ratarata dari matahari. Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven. dan Bumi-Bulan.

Dialogue of The Two Chief World System. Awal mula dipakainya teleskop Pada tahun 1608. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Dalam modifikasi yang diajukan Lyttleton. . Manurut Lyttleton. M. Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo. Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus. 2006 in astronomy | 2 comments Share 0 Bentuk awal dari teori ini diberikan oleh Schmidt (1944) tapi kemudian dikembangkan dan dimodifikasi oleh Lyttleton (1961). Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Dengan teleskopnya. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam Principia yang ia tulis selama 15 tahun. materi yang ditangkap akan mengalami pemipihan menjadi bentuk yang mirip piringan. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik.Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. De Revolutionibus Orbium Coelestium. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. akan terbentuk piringan debu yang tipis di tempat objek planet akan berkembang dan kemudian akan diakresi membentuk objek yang lebih besar. ia menunjukkan kalau ide Schmidt mengenai benda ketiga tidak diperlukan. Dalam proses akresi. Berdasarkan teori geosentrik. teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642). Dasar yang diletakkan Newton Di tahun kematian Galileo.Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku. semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. . Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja. diantaranya adalah Epitome of The Copernican Astronomy dan segera menjadi bagian dari daftar Index Librorum Prohibitorum yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. idenya adalah Matahari setelah melewati awan debu akan memiliki selubung gas dan debu dimana didalam selubung tersebut akan terjadi pembentukan planet dengan cara akresi. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Woolfson)artikel terkait Teori Akresi Posted by ivie on Dec 6. Secara umum. Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus.

salah satunya mengenai temperatur awan antar bintang yang terlalu rendah. Mereka menunjukkan akan ada distorsi pasang surut yang luas dan filamen materi akan tersapu keluar dari awan dan mengalami penangkapan. namun model yang ia berikan menjadi sebuah struktur yang baik dalam memecahkan permasalahan skala waktu pembentukan. Dengan latar belakang model dari Safronov. pada temperatur sedingin ini. Mereka mengasumsikan tidak semua materi yang ditangkap akan membentuk planet ± sebagian materi akan hilang dari sistem atau ditangkap Matahari -. Namun ada beberapa ide besar yang dominan digambarkan dalam teori nebula matahari ini. temperatur . dimanapun keluar dari orbit Merkurius. Safronov mempublikasikan teorinya tentang pembentukan planet dari materi-materi hamburan. Mekanisme akresi juga dipelajari dan dikritisi oleh Aust dan Woolfson (1973). Nah. teori baru ini bisa mengatasi masalah yang ada dalam teori sebelumnya. Dengan memberikan kondisi Matahari yang sudah ada. Aust dan Woolfson memberi parameter lain yang akan membuat teori akresi Lyttleton lebih dapat diterima.Menurut Harris yang juga mngerjakan dinamika akresi. Salah satu model simulasi yang menggunakan teori akresi sebagai teori terbentuknya Tata Surya adalah model ACRETE yang dikembangkan Dole (1969). Semenjak itu berbagai studi dilakukan untuk menelaah Teori Nebula Matahari. Hal ini semakin memperkuat ide materi di awal terbentuknya Tata Surya berada dalam bentuk gas panas. 2007 in astronomy | 14 comments Share27 0 Telah menjadi bukti di tahun 1960-an kalau banyak tanda di meteorit sedah dapat dipahami sebagai akibat dari kondensasi uap air panas. Teori Nebula Matahari Posted by ivie on Dec 3. Temperatur yang diajukan Lyttleton adalah 3. Di dalam proses akresi. yang menyebutkan pembentukan Matahari dan planet-planet terjadi secara spontan dari bola gas dan debu yang berputar lambat. Dengan mempertimbangkan juga percepatan yang terjadi pada awan dan bintang akibat gaya tarik gravitasi satu sama lainnya. Harga kecepatan tersebut tidak bisa diterima jika interaksi gravitasional antara Matahari dan dan awan juga diperhitungkan. meskipun hasil dari Safronov ini mengindikasikan jangka waktu yang sangat panjang dalam pembentukan planet-planet. planetesimal kecil tidak hanya terakresi tapi juga akan mengalami fragmentasi.3 km s-1. Kisaran temperatur yang bisa diterima untuk awan antar bintang yang dingin berada dalam rentang 10-100 K. Masalah lainnya adalah kecepatan 0. Mdel ini masih dalam pengembangan dan belum benar-benar mencapai tahap kesepakatan terhadap peristiwa yang membentuk Tata Surya sampai keadaan sekarang. akan sulit bagi Matahari untuk bisa mendekati awan. terjadi kebankitan kembali teori dualistik Laplace. teori ini mampu memecahkan masalah momentum sudut meskipun untuk itu planet harus terbentuk dari campuran gas dan debu yang tersebar.18 K.2 km s-1. Tahun 1972. Tidak dapat dipungkiri teori akresi ini cukup meyakinkan untuk beberapa alasan. Teori ini juga menjadi paradigma paling dominan dalam cosmogony sepanjang dekade terakhir abad 20. dan dengan kecepatan yang sangat rendah yang diberikan Lyttleton. Permasalahan yang dihadapi teori ini. Perbedaan teori ini dengan teori sebelumnya adalah. Kecepatan Matahari di Galaksi untuk bintang tipe Matahari ~20 km s-1. hidrogen dalam awan akan berbentuk atom. Harga inipun masih lebih besar dibanding harga kecepatan yang diberikan Lyttleton. maka kecepatan minimum yang dibutuhkan agar bisa terjadi kontak berkisar pada 0. Sejumlah studi teoretik dilakukan terkait dengan tahapan kondensasi dari materi yang membentuk Tata Surya. Ide awal muncul dari Cameron yang pada tahun 1978 menyatakan salah satu kesimpulan awal bahwa Disuatu tempat di nebula matahari. satelit di dalam sistem Tata Surya terbentuk dari akresi puing-puing debu yang tersisa disekitar planet yang baru terbentuk. Hasilnya pendinginan terjadi pada temperatur dan tekanan yang beragam.

ia akan mulai menarik gas di nebula untuk membentuk planet gas. antara lain : 1. Akresi planet terrestrial (kebumian) dan inti padat plant gas raksasa diasumsikan terjadi dalam 2 tahap. momentum sudut akan ditransfer dari bagian dalam materi yang terkondensasi ke bagian piringan yang terbentuk di bidang ekuatorial. Dalam teori Nebula Matahari.1 massa Matahari.01 ± 0. Masalahnya planet yang akan dibentuk sangat banyak. maka kemiringan sumbu putaran Tata Surya harus dapat dijelaskan. Pada kondisi ini keadaan sangat tidak stabil dan kondensasi materi padat di dalamnya akan membentuk planetesimal. Beberapa mekanisme atau kombinasi mekanisme harus ditunjukkan untuk dapat mentransfer momentum sudut yang cukup dari Matahari yang berkondensasi ke piringan. Karena itu. Piringannya sendiri tidak stabil secara gravitasi sehingga planet gas raksasa akan terbentuk secara spontan. Planetesimal (ukuran ratusan meter sampai puluhan kilo meter) merupakan kumpulan debu yang membentuk lapisan tipis di bidang piringan. 3. keruntuhan proto-planet harusnya membentuk piringan pada bidang ekuatorial dan kondensasi proto-satelit akan juga terbentuk didalamnya.dalam nebula matahari yang tidak diganggu cukup tinggi untuk dapat melelehkan materi padat dalam butiran antar bintang. Pemecahan yang diberikan kemudian adalah massa piringan hanya berkisar antara 0. titik awal pembentukan planet terjadi saat sebagian besar piringan terdiri dari komposisi gas dengan 1 ± 2% materi padat dan temperatur yang semakin dingin dengan pertambahan jarak. 2. Kelebihan materi piringan yang tersisa setelah pembentukan planet harus dibuang. Hal-hal penting dan permasalahan yang dihadapi Teori Nebula Matahari. Efek gravitasional yang mengacu pada pembentukan lengan spiral di piringan 3. Untuk pembentukan satelit. Pada beberapa versi awal teori ini. Kondisi ini konsisten dengan hasil pengamatan dan planet yang terbentuk juga harus melalui proses akresi. Jika inti planet gas sudah terbentuk. Tahap pertama melibatkan pembentukan planetesimal. Pada saat nebula terbentuk. Teori ini merupakan teori monistik yang secara simultan berurusan dengan pembagian massa dan momentum sudut. Turbulensi (perputaran) viskositas didalam piringan 2. Woolfson) Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton . Interaksi antara materi terionisasi yang meninggalkan area pusat dan bidang magnetik yang terbentuk didalamnya. tidak ada teori yang spesifik selain satelit merupakan objek yang terbentuk dengan mekanisme sama dalam skala ukuran yang lebih kecil. Pada setiap area cincin nebula. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. akan ada satu objek yang dominan dan kemudian menangkap dan mengakresi planetesimal disekelilingnya membentuk sbeuah objek baru. 4. M. Harus juga ditunjukkan kalau planet akan terbentuk pada skala waktu yang sesuai dengan masa hidup piringan yang sudah diamati ( < 107 tahun) 4. Sejumlah kemungkinan mekanisme juga diberikan untuk memecahkan bagaimana transfer momentum sudut itu terjadi : 1. Model ini hanya memprediksikan sistem planar. Proses ini terjadi dalam waktu yang cukup singkat sekitar 105 tahun. 5. piringannya cukup masif sekitar 1 massa Matahari dengan kerapatan dan temperatur didalamnya seperti yang ada di daerah Jupiter dan memenuhi kriteria Jeans. Problem terbesar dari teori Laplace adalah distribusi momentum sudut. sehingga para peneliti meninggalkan teori ini. Transport momentum sudut oleh gelombang yang terjadi di dalam piringan.

Hal inilah yang memberinya kesimpulan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula. Seandainya proses pemisahan bisa terlewati. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. 2006 in astronomy | 31 comments Share10 2 Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori ilmiah pembentukan Tata Surya. Teori Nebula Laplace Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace. massa cincin masih jauh lebih masif dibanding massa planet yang terbentuk. Jika momentum sudut intrinsik dari materi luar bisa membentuk planet. Pada saat keruntuhan. Dalam artikel ini akan dibahas teori pembentukan Tata Surya yang lahir sesudah era Newton sampai akhir abad ke-19. maka kondensasi pusat tidak mungkin runtuh untuk membentuk bintang. Teori Komet Buffon Tahun 1745. yang membentuk planet. Tahun 1873. Permasalahan lain muncul dari distribusi momentum sudut dimana tidak ada mekanisme tertentu yang bisa menjelaskan bahwa keberadaan materi dalam jumlah kecil. Roche menyempurnakan teori Laplace dengan analisis ⼠Matahari ditambah atmosfer . Materi yang terlepas kedalam piringan akan membentuk sejumlah cincin dan materi di dalam cincin akan mengelompok akibat adanya gravitasi. Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah. Kondensasi juga terjadi di setiap cincin yang menyebabkan terbentuknya sistem planet. Kelemahannya Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan. Penyempurnaan Teori Laplace Tahun 1854. Selama kontraksi ada materi yang tertinggal kedalam bentuk piringan sementara pusat massa terus berkontraksi. ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes tapi fluidanya berubah menjadi gas. dimulai dari filsuf Perancis. Edouard Roche (1820-1883) mengatakan bahwa awan yang diajukan Laplace dalam teorinya bisa memiliki kondensasi pusat yang tinggi sehingga sebagian besar massa berada dekat spin axis dan memiliki kaitan yang kecil dengan momentum angular. Seratus tahun kemudian Immanuel Kant (1724-1804) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih.Posted by ivie on Oct 11. Seharusnya sebagian besar momentum sudut berada di pusat objek. Menurut Maxwell cincin tidak bisa berkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar cincin. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda. Saat . Tahun 1791. George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Setelah adanya teleskop. Renè Descartes (1596-1650) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh ⼠fluida alam semesta⼠dan planet terbentuk dalam pusaran air. bisa memiliki semua momentum sudutnya. Namun menurut Clerk Maxwell (1831-1879) letak permasalahan teori ini cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat bukannya gas. Dalam model ini atmosfer berkorotasi terhadap matahari. Model ini berada diluar rentang planet dan mengalami keruntuhan saat mendingin. Dari teori-teori ini Pierre Laplace (1749-1827) menyatakan adanya awan gas dan debu yang berputar pelan dan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. yang memiliki kondensasi pusat yang tinggi. Materi di dalam awan yang runtuh dan memiliki massa dominan akan membentuk matahari. William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal.

maka objek yang terbentuk akan memiliki spin retrograde. Ia menunjukkan dengan distribusi nebula yang diberikan oleh Roche. Pada tahun 1890-an. Ia menawarkan adanya satu akumulasi yang membentuk planet atau inti planet (objek kecil terkondensasi diluar materi nebula) yang kemudian dikenal sebagai planetesimal. didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-1928) dan Forest Moulton (1872-1952). Jeans juga mennunjukkan bahwa untuk materi di dalam cincin yang mengalir dari nebula yang runtuh menuju kondensasi membutuhkan kerapatan yang lebih besar dari kerapatan sistem. Namun karena adanya perbedaan kecepatan partikel dalam dan partikel luar. Dalam membangun teorinya. planetesimal akan bergabung membentuk proto planet. Teori ini membutuhkan matahari yang aktif dengan prominensa yang masif. Walaupun ide planetesimal ini cukup baik. mereka melakukan komunikasi secara konstan. Keberatan dari James Jeans (1877-1946). Woolfson) artikel terkait : Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20 Posted by ivie on Oct 28. Akibat . Chamberlin menawarkan solusi untuk teori nebula Laplace. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet. materi yang terlontar ini bisa membentuk planet yang akan mengitari bintang induknya. namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah. sejak tahun 1900 Chamberlin dan Moulton mengembangkan teori alternatif untuk pembentukan planet. dimana partikel dalam bergerak lebih cepat dari partikel luar. Ia memberikan kemungkinan bahwa spiral nebula merupakan hasil interaksi pemisahan dari bintang yang berada dalam proses erupsi dengan bintang lainnya. Teori Pasang Surut Jeans Astronomi Inggris. Chamberlin kemudian membangun teori baru yang melibatkan erupsi matahari. James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. maka semua atmosfer diluar jarak akan membentuk cincin. Menurut mereka. bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul. Menurut Chamberlin. pasang surut yang ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Nebula spiral ini tidak diketahui asalnya dan berhasil dipotret oleh para pengamat. Keduanya mengembangkan teori tentang materi yang terlontar dari bintang membentuk nebula spiral. Tapi ide ini kemudian mereka tolak karena orbit yang mereka dapatkan terlalu eksentrik/lonjong. Jika jarak mengecil lebih cepat dari radius efektif atmosfer. Namun sayangnya gaya pasang surut bintang yang berinteraksi dengan matahari hanya mampu menahan materi prominensa di luar matahari tapi tidak mampu memindahkan materi dari matahari.sistem mengalami keruntuhan kecepatan sudut bertambah untuk mempertahankan momentum sudut sementara jarak mengecil. Hal ini akan menghasilkan massa atmosfer dengan magnitudo mendekati magnitudo di pusat massa. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. 2006 in astronomy | 25 comments Share18 2 Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20. M. Untuk itu dibutuhkan jarak matahari-bintang lebih besar dari limit Roche untuk matahari dan massa masif yang lebih besar dari massa matahari untuk bintang lainnya. Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya. materi luar akan menjadi renggang sehingga tidak dapat melawan gaya pasang surut terhadap pusat massanya dan kondensasi tidak akan terjadi. sehingga bisa menyelesaikan permasalahan momentum sudut. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin â¼³ Moulton terletak pada absennya prominensa.

Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans. maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini. Harold Jeffreys (18911989) yang sebelumnya mengkritik teori Chamberlin-Moulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans. Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet.pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. Teori yang diajukan Woolfson menyatakan kalau bintang yang berpapasan dengan Matahari yang menyediakan materi pembentuk planet yang kemudian ditangkap oleh Matahari. Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. yang kemudian dihamburkan dan membentuk bidang bagi bintang. Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Tahun 1964. keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997). Bentuk interaksi yang diajukan Woolfson. Garis kerapatan filamen cukup tinggi sehingga setiap blob (gumpalan) akan memiliki massa melampaui massa kritis Jeans dan . Tahun 1939. melibatkan Matahari dalam kaitannya untuk pembentukan Tata Surya dan protobintang dengan massa yang lebih kecil yang baru terbentuk dan masih berada dalam kondisi mengembang dan terhambur. Pembentukan bintang dalam gugus galaksi dalam hal ini dari pengamatan terhadap gugus muda. Pada saat berpapasan. Dalam lingkungan yang memiliki kerapatan cukup besar seperti pada gugus muda. dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. Woolfson) Teori Capture Posted by ivie on Mar 7. Materinya juga cukup dingin. interaksi antar bintang akan sering tering terjadi ⼳ ini merupakan interaksi yang memberikan cukup energi bagi bintang tunggal untuk melepaskan diri dari gugus tersebut. Dalam interaksinya. 2007 in astronomy | 0 comments Share 0 Teori pasang surut Jeans-Jeffreys mengajukan kalau materi yang disapu oleh bintang saat berpapasan dengan Matahari akan membentuk planet. Jeans memperbaharui teorinya. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi. Woolffson memperkenalkan model baru dari teori pasang surut. bintang pertama yang terbentuk memiliki massa lebih dari satu massa Matahari dan sesudah itu bintang dengan massa yang lebih kecil mulai terbentuk. sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit. Tahun 1919. proto bintang akan bergerak dalam orbit hiperbola relative terhadap Matahari dan melewatinya dalam batas jarak Roche sehingga terjadi penghamburan atau pemisahan materi dari protobintang tersebut. filament dari protobintang akan disapu keluar pada kondisi tidal bulge (betuk ellipsoid pada bintang yang terjadi akibat besarnya gaya pasang surut di ekuator) yang ekstrim dan ketidakstabilan gravitasi menyebabkan filamen pecah dalam beberapa rangkaian kondensasi. M. yang dikenal dengan nama teori capture.

Materi yang yang dating dari proto bintang ditangkap oleh bintang yang terkondensasi. Tahun 1952. Jeffreys mengkritik bahwa turbulensi merupakan fenomena yang berhubungan dengan kondisi kekacauan dan tidak terjadi secara spontan hingga menghasilkan struktur . Materi di bulge akan membentuk filamen dengan kumpulan blob tunggal yang kemudian akan membentuk satelit. Tapi materi akan mengalami tabrakan pada kecepatan relatif yang tinggi pada batas vortices. keduanya akan berakhir pada jarak yang tidak tentu. Jarak ini yang kemudian diadaptasi sebagai skala Tata Surya. Pada saat interaksi proto bintang memiliki radius sekitar 20 AU dan jarak aphelion orbitnya sekitar 40 AU. maka akan membentuk keluarga planet. pada kondisi seperti ini akan terbentuk pusaran-pusaran kecil dan materi akan berinteraksi dengan kuat. yang dalam pengamatannya melihat keberadaan awan yang dingin dan rapat di Galaksi. dan setelah lewat bintang akan diselubungi gas dan debu. Schmidt mengasumsikan dua titik massa itu untuk bintang dan awan dan ia mempostulatkan keberadaan objek ketiga disuatu tempat disekitar alur pertemuan bintang dan awan untuk menghilangkan sebagian energi dari sistem dua benda tersebut. yang menjadi masalah keberadaan benda ketiga justru membuat ide ini menjadi tidak mungkin. terungkap saat ada bintang yang lewat daerah tersebut cahayanya diblok oleh awan. Setiap pusaran berotasi searah jarum jam sementara keseluruhan sistem berotasi berlawanan jarum jam sehingga menyebabkan tiap elemen piringan bergerak mengitari pusat massa dalam orbit Keplerian. Menurut Schmidt dari waktu ke waktu bintang akan melewati awan seperti ini. Proses kondensasi protoplanet memberi kesempatan pada protoplanet untuk membentuk planet mayor sementara gaya pasang surut justru membuatnya mengembang. Carl von Weizsäker (1912-) meninjau kembali model proto planet.blob akan saling berkontraksi membentuk protoplanet. 2006 in astronomy | 4 comments Share 0 Tahun 1944 hadir sebuah teori baru yang merupakan bentuk lain dari teori dualistik. akan memperoleh spin momentum sudut. Perbedaan esensial antara model capture dan model Jeans : 1. Beberapa keberatan tehadap teori capture adalah ia merupakan bagian dari teori dualistic yang membutuhkan mekanisme lain untuk bisa menjelaskan spin Matahari yang lambat.7 â¼³ 0.9 dan jarak terjauh (aphelion) memiliki rentang lebih dari 100 AU. 2. Dalam sistem terdapat beberapa pusaran. Protoplanet terbentuk pada orbit bereksentrisitas (kelonjongan) tinggi antara 0. Akibatnya terjadi disipasi energi yang kecil karena pergerakan seluruh sistem. seorang peneliti Rusia. Materi yang membentuk planet merupakan materi yang dingin. Model von Weizsäker menyatakan. sehingga meniadakan keberatan yang diajukan terhadap teori pasang surut Jeans 3. Teori ini diajukan oleh Otto Schmidt (1892-1956). Teori Pembentukan Tata Surya s.d 1960 Posted by ivie on Nov 8. Dari awan inilah planet akan terbentuk. Pembentukan satelit dalam teori capture melalui keruntuhan protoplanet masih harus dibuktikan lagi. membentuk kelompok dan mengalami kondensasi. Protoplanet membutuhkan waktu dari puluhan sampai ratusan tahun untuk berkondensasi sebelum mereka harus memulai fasa menyelamatkan diri dari gaya pasang surut pada saat memasuki perihelion (jarak terdekat dengan Matahari). dan memperkenalkan model baru dengan pola piringan yang mengalami turbulensi hingga terbentuk pusaran-pusaran kecil. Ketika dua titik massa saling mendekati dan mengalami interaksi gravitasi namun tidak bertabrakan. Teori Pusaran von Weizsäker Tahun 1944. Keruntuhan protoplanet terjadi dan meninggalkan materi di bagian tidal bulge. tertarik dan materi terluar terutama di daerah tidal bulge. Kondensasi terbentuk dalam cincin dan saat semua kondensasi di cincin telah berada dalam cincin.

Jeans. Teori proto planet dikemukakan McCrea pada tahun 1960 dengan ide awal. Dan hasil kondensasi ini haruslah memenuhi kriteria massa Jeans. Woolfson) Teori Proto-Planet Posted by ivie on Nov 15. dan limit Roche. Teori Capture (Penangkapan) (1964). Dan bagian terbesar piringan akan terlepas memebntuk planet. teori dualistik yang dianut oleh Buffon. Sementara disisi lain model pusaran (vortices) von Weizsäker merupakan sistem berenergi tinggi yang tidak akan stabil sehingga tidak akan bisa membentuk apapun. Problema Distribusi Momentum Sudut Teori-teori monistik tidak bisa memecahkan bagaimana nebula tunggal bisa berevolusi secara spontan dan menghasilkan momentum sudut dengan fraksi yang yang kecil dari materi.yang diajukan oleh model von Weizsäker. M. teori monistik terdiri dari teori Laplace bersama dengan pendahulunya Descartes dan Kant serta model von Weizsäker. Sedangkan viskositas sistem akan membuat materi bergerak kedalam dan keluar (inwards dan outwards). Teori yang diajukan adalah lewat kondensasi di piringan tersebut. Belakangan. pembentukan . Hasil yang biasanya didapat dari piringan yang mengalami turbulensi adalah rotasi sistem dan semua bagian didalamnya dalam orbit sirkular mengeliligi pusat massa. Chamberlin dan Moulton. Sayangnya tidak ada mekanisme yang baik untuk memindahkan materi ke jarak tertentu dari Matahari atau dengan kata lain tidak bisa memberikan momentum sudut yang cukup. Teori Akresi (1961). Apalagi masing-masing teori yang dibangun masih menyisakan masalah mendasar yang belum terpecahkan. Sementara pendekatan lain mempostulatkan piringan yang tidak terlalu terpusat namun memiliki kerapatan yang cukup sehingga memiliki fraksi massa nebula sekitar 10-50% massa matahari. Yang pertama. Teori-teori dualistik. Pada pola evolusi seperti ini. Pembentukan Planet Schmidt dan teori monistik lainnya memulai sebuah permulaan yang baik dengan menyatakan pembentukan planet berasal dari materi di piringan. Jeffrey dan Schmidt. Permasalahannya bagaimana mekanisme materi-materi itu terakumulasi sehingga membentuk planet. yang melibatkan interaksi dua bintang mencoba menghindari masalah spin matahari yang lambat dengan mengasumsikan matahari pada kondisi pre-existence. Teori-teori yang lahir sejak tahun 1960 adalah Teori Proto-planet (1960. 1988). Salah satu yang mencoba memecahkan masalah ini adalah Roche dengan mempostulatkan nebula yang terkondensasi tinggi. viskositas akan menyebabkan terjadinya kehilangan energi dan menyisakan sistem berenergi lemah. Yang kedua. Setiap teori memiliki keberhasilan dalam memecahkan masalah yang ada namun masing-masing juga memiliki kelemahan. Sejak tahun 1960. ada dua kelompok yang terbagi berdasarkan teori yang dianut. Teori Proto-planet Proto planet merupakan embrio planet didalam piringan yang tarik menarik satu sama lainnya secara gravitasi dan bertubrukan. pendekatan baru maupun pengembangan dari pendekatan yang sudah ada menjadi perhatian dalam pencarian teori pembentukan Tata Surya. 2006 in astronomy | 1 comment Share 0 Pencarian teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 menunjukkan betapa tidak mudahnya menemukan satu teori yang paling memungkinkan. teori akresi bisa memecahkan masalah momentum sudut ini dengan mengajukan penangkapan materi dalam kondisi tersebar dan bisa menghasilkan momentum sudut yang pas untuk menjelaskan gerak planet saat penanangkapan. Proto planet akan saling mengganggu orbit satu sama lainnya dan bertabrakan membentuk planet (terjadi coalesce yang membentuk planet). sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. Teori Nebula Matahari (1973) dan Teori Laplace Modern (1974). Sampai dengan tahun 1960.

 Selain itu harus ada demonstrasi yang menunjukkan kalau momentum sudut yang hilang setelah terbentuk proto bintang memang diambil oleh orbit proto planet dan bukan hal lainnya. McCrea memperbaharui modelnya dan meningkatkan massa floccules menjadi lebih dari 100 kali massa Bumi dan kemudian didesain ulang sebagai proto-planet. Menurut McCrea pemisahan inti yang membentuk planet tersebut adalah pasangan Bumi ± Mars dan Merkurius ± Venus. terjadi tubrukan inelastik antar blob yang mengakibatkan terjadinya coalesce dan blob tersebut akan bertumbuh menjadi kumpulan yang lebih besar. Dalam model awal pada tahun 1960. fragmen yang kurang masif akan memiliki gerak relatif 8 kali gerak fragmen yang lebih masif. Tahun 1988. Untuk mendukung idenya. Tabrakan antar elemen terjadi didalamnya. Spin momentum sudut proto planet akan tampak sebagai gerak relatif antara kedua fragmen yang mengitari pusat massa. Asumsinya awan berada dalam kondisi turbulensi supersonik. Dalam proses keruntuhan. McCrea kemudian membangun teori untuk mendukung keberadaan idenya tersebut. Istilah blob akan dipakai untuk kumpulan massa tersebut sehingga dapat dibedakan dari proto planet. Proses yang berbeda terjadi di bagian dalam sistem. akan ada satu objek (kumpulan hasil coalesce / gabungan blob yang lebih besar dibanding materi dsekitarnya) di setiap daerah yang menjadi dominan dan menyerap hampir semua blobs yang ada disekitarnya. Hasil lain dari keruntuhan proto planet ke dalam 2 bagian kecil. Disini objek akan terbentuk dan objek yang kecil ini tidak akan memiliki kecepatan lepas yang cukup karena berada terlalu dekat dengan Matahari. Asumsinya. embrio (berasal dari coalesce blob) yang akan mengalami keruntuhan dan membentuk planet. Planet raksasa seperti Jupiter diperkirakan terbentuk dari hasil coalesce sejumlah blob.bintang dan planet harus dipertimbangkan secara bersamaan. kedua bagian tersebut akan terkondensasi dan tertahan oleh fragmen yang lebih besar menjadi satelit dari sistem tersebut (fragmen yang lebih besar merupakan planet yang terbentuk). Teori tersebut menunjukkan pembentukkan sebuah sistem. dan pada akhirnya membentuk proto bintang. Selain itu mekanisme dasar yang diberikan McCrea tidak menjelaskan sistem planet yang datar dalam orbit lingkaran. McCrea menunjukkan dalam hal ini jumlah blob atau kumpulan yang dibutuhkan kecil dan mendekati jumlah planet yang teramati saat itu. Teori ini juga menunjukkan bagaimana bintang bisa memiliki sebagian besar massa dan planet-planet memiliki sebagian besar momentum sudut sistem. Blobs yang kemudian menjadi proto bintang berasal dari berbagai arah. pemisahan rotasi akan mengambil alih setelah terjadinya pengumpulan materi dan terjadinya ketidakstabilan rotasi di inti. daerah yang dipadatkan tersebut disebut floccules dengan massa 3 kali massa Bumi. blobs haruslah stabil untuk beberapa lama untuk bergabung dan membentuk proto bintang atau kumpulan-kumpulan kecil. Momentum sudut yang hilang akan dimiliki oleh beberapa blob atau kumpulan blob yang sudah terakresi menjadi satu. akibatnya momentum sudut yang dihasilkan juga akan berasal dari hasil acak kontribusi salah satu blobs. bintang dan planet. . di orbit sekeliling proto bintang. Di setiap daerah dalam awan. Potensi Masalah yang dihadapi oleh teori ini. Kecepatan lepas di bagian terluar Tata Surya sangat kecil dan menurut McCrea kehilangan massa yang terjadi hanya sedikit di daerah planet-planet utama dan meninggalkan sebagian besar massanya (planet) tetap stabil berotasi dengan spin (putaran) yang cepat. Proto bintang ini akan memulai perjalanan evolusinya di Deret Utama. mengakibatkan hampir seluruh massa awan memiliki daerah yang dipadatkan dan berisi gas. Titik awal yang digunakan McCrea adalah awan antar bintang yang terdiri dari gas dan debu yang akan membentuk galactic cluster. Di dalam awan. proto planet akan menjadi tidak stabil dan pecah menjadi 2 bagian dnegan perbandingan massa 8 : 1. Tak mungkin pembentukan planet dipertimbangkan tanpa memikirkan bagaimana bintang terbentuk. Sekitar 1% massa awan berbentuk buiran sedangkan sisanya merupakan campuran kosmik daro hidrogen dan helium. Dalam gerakannya. McCrea juga mengasumsikan semua proto planet pada awalnya lebih masif dibanding planet yang tersisa saat ini dan tampaknya sebagian diantaranya mengalami kehilangan massa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful