P. 1
bab.1

bab.1

|Views: 4,176|Likes:
Published by Jonathan Britt

More info:

Published by: Jonathan Britt on Jan 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

Beberapa piston puncaknya bentuknya rata. Yang lain bentuknya setengah bulat.

Ada lagi bentuknya tidak teratur (sisir piston) yang maksudnya untuk membantu

pembuangan gas bekas dan juga untuk membantu membuat pusaran yang cepat untuk

membentuk percampuran bahan bakar pada langkah kompresi. Salah satu jenis dari

16

bentuk ruang bakar pada kepala piston, kemudian memungkinkan penggunaan

permukaan kepala silinder rata.

Gambar 19. Bentuk Kepala Piston

4). Celah Piston ( Celah Antara Piston denga Silinder)

Pada saat piston menjadi panas akan terjadi sedikit pemuaian dan mengakibatkan

diameternya akan bertambah. Untuk mencegah hal ini terjadi pada mesin harus ada semacam

celah yaitu jarak yang disediakan untuk temperatur ruang lebih kurang 250

C, antara piston dan

silinder. Jarak ini disebut celah piston (piston clearance).

Celah piston bervariasi dan ini tergantung dari model mesinnya dan umumnya antara

0,02 – 0,12 mm, Bentuk piston agak sedikit tirus, diameter bagian atasnya lebih kecil

dibandingkan diamater bagian bawahnya. Selain itu celah piston bagian atasnya lebih besar

daripada bagian bawahnya.

Gambar 20. Celah Piston

17

d. RING PISTON

Mengatasi masalah kebocoran digunakan ring piston. Konstruksi ring yang baik

dan dipasang akan merapat melawan dinding silinder dengan kontak yang baik sekeliling

silinder. Ring dipasang pada alur sekeliling kepala piston sisi ring dipasang pada alur

sangat rapat (celah kecil). Kelonggaran sisi sekitar 0,002 inch. Ring tidak bersinggungan

dengan dasar alur. Kemudian dengan kenyataan ring bersinggungan dengan dinding

silinder pada semua bagian tetapi tidak ring pada piston.

Ring dibuat harus menekan bersama pada tempatnya di dalam silinder. Hal ini

mengakibatkan ring berusaha menekan keluar dan diharapkan kuat melawan dinding silinder.

Ring tidaklah padu seluruh lingkaran tetapi pemotongan pada satu tempat. Pemotongan

ini membentuk celah dan ini disebut kelonggaran ujung.

Bila ring terpasang dalam silinder, kedua ujungnya tidak bersinggungan. Bila ring panas,

akan memanjang, selamanya ring tidak memuai keluar, celah ring tertutup. Jika tidak ada lagi

celah, ujungnya bersentuhan dan demikian ring seterusnya memanjang, ring akan patah dalam

beberapa bagian. Hal ini akan merusak mesin. Umumnya celah ring adalah 0,003 – 0,004 tiap

inch diameter silinder. Sebagai contoh 4 inch diameter silinder, celah ring 0,012 – 0,16 inch.

Gambar 21. Ring Piston

18

Banyak jenis sambungan ring digunakan mencoba untuk menahan kebocoran melalui

celah ring. Kebocoran umumnya berhubungan dengan peniupan. Hal ini ditemukan umumnya

tentang efektifnya sambungan tabung dan lebih sederhana untuk mengaturnya.

Illustrasi sederhana dari jenis sambungan yang digunakan. Ring ditempatkan dalam alur

dengan mengembangkannya keluar sampai melewati diameter kepala piston dan meluncur ke

bawah dan ke alur ring. Beberapa mesin menggunakan pena kecil dalam alur ring. Celah ring

harus normal dengan tambahan diameter pena. Pena tersebut harus ditempatkan di antara kedua

ujung ring dan kemudian mencegah ring bergerak sekeliling alur. Teknik pemasangan pena

sering digunakan pada mesin mobil..

1). Jenis Ring Piston

Ada dua jenis ring piston. Yang pertama disebut Ring Kompresi dan yang kedua disebut

Ring Pengatur Pelumas. Umumnya mesin menggunakan tiga buah ring piston, dua ring kompresi

dan satu ring pengatur pelumas. Cara lain dua ring kompresi dan dua ring pengatur pelumas.

Beberapa mesin diesel menggunakan lima atau lebih ring.

Semua ring dapat di atas pena piston, atau ring kedua dari ring pengatur pelumas

mungkin dipasang dalam alur pada bagian bawah piston. Ring kompresi selalu dipasang pada

alur atas dan ring pengatur pelumas pada alur bagian bawah.

a). Ring Kompresi

Ring kompresi dibuat untuk mencegah kebocoran di antara piston dan silinder. Beberapa

bentuk digunakan untuk mencapai kebaikan. Beberapa ide di belakang alur, bevel, chamfers

adalah lebih baik tekanan dalam dengan ring. Tekanan ring menggeliat di dalam seperti bentuk

tekanan rendah pada dinding silinder pada langkah pemasukan. Hal ini mengakibatkan ring

melakukan pengikisan yang lunak. Pengaruh pengikisan akan menimbulkan untuk menolong

mengikis pelumas yang surplus kemudian dapat mengurangi tugas ring pengontrol pelumas.

19

Gambar 22. Ring Kompresi

Pada langkah kompresi dan pembuangan, ring akan meluncur ringan di atas oli film. Hal

ini memperpanjang umur ring. Pada langkah usaha, tekanan pembakaran akan menekan

sudut atas ring ke bawah. Hal ini mengakibatkan ring menekan dinding silinder dengan

kontak penuh dan menimbulkan perapatan untuk menimbulkan tekanan yang kuat

dengan langkah usaha.

Khusus untuk ring kompresi yang dipengaruhi panas yang tinggi. Diusahakan

sedikit mungkin pemindahan panas dari kepala piston pada ring kompresi pertama, suatu

alur bendungan panas kadang-kadang digunakan. Alur bendungan panas ini adalah alur

yang tipis pada kepala piston di antara alur ring pertama dengan puncak atas piston.

Panas mengalir pada piston aluminium ke ring, kemudian ke alur bendungan panas. Alur

bendungan panas ini mentransfer panas seminimumnya.

Beberapa piston aluminium menggunakan besi nikel atau perpaduan logam besi

tuang pada kepala piston. Alur ring atas dibentuk pada bagian logam tersebut. Demikian

alur ring atas pada piston aluminium bentuk pelindung luar, alur ini disisip penuh

sepanjang alur ring.

b). Ring Pengatur Pelumas

Ring pengatur pelumas digunakan untuk mengikis minyak pelumas yang surplus

pada dinding silinder. Hal ini bukan pekerjaan yang mudah, banyak waktu dan uang

yang habis merencanakan ring pengatur pelumas.

20

Ring pengatur pelumas alur dan sisi pengikis yang direncanakan untuk mengikis

pelumas yang surplus dari dinding silinder. Minyak pelumas di antara sisi pengikis

melalui lubang pada ring pada lubang laluan atau lubang bor pada dasar alur ring. Dari

sana minyak pelumas keluar dan jatuh ke rongga engkol.

Gambar 23. Ring Pengatur Pelumasan ( Ring Oli)

Ring pengatur pelumas sering juga disebut ring ketiga (Third Ring). Ada dua tipe

ring pengatur pelumasan tipe integral dan tipe three piece yang sering digunakan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->