Minggu, 21 September 2008 dinamika Fatwa MUI

Dinamika Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) (Antara Independensi dan Intervensi Politik) Oleh : Pamela Maher Wijaya[2] Abstraksi Hukum Islam yang dalam penerapannya selalu berhadapan dengan normativitas dan dinamika perkembangan pemikiran dan kebutuhan manusia dituntut untuk dapat mencari bentuk agar dapat mengadopsi kedua kepentingan tersebut. Dalam kaitan ini, untuk melihat dinamikanya secara integral dengan melihat produk hukum yang dihasilkan oleh Majelis Ulama Indonesia (fatwa) selama ini. Ketidak-sinkronan pertumbuhan antara fungsi dan struktur hukum itu disebabkan oleh terjadinya gangguan oleh tindakantindakan politik terhadap upaya penegakkan fungsi hukum tersebut.[3]Realitas sejarah perjalanan hukum islam ternyata bahwa factor social budaya telah mempunyai pengaruh penting dalam mewarnai produk-produk pemikiran hukum islam, baik yang berbentuk kitab fiqh, peraturan perundangan di negeri muslim, keputusan pengadilan, maupun fatwa-fatwa ulama. Oleh karena itu maka yang disebut hukum islam itu pada kenyataan sebenarnya adalah produk pemikiran hukum islam yang merupakan hasil interaksi antara ulama sebagai pemikir dengan lingkungan sosialnya. Meskipun al-Qur¶an dan Hadis mempunyai aturan yang bersifat hukum, tetapi jumlahnya amat sedikit dibanding dengan jumlah persoalan hidup yang memerlukan ketentuan hukumnya. Untuk mengisi kekosongan itu maka para ulama telah menggunkan akalnya dan hasilnya adalah produk pemikiran hukum yang ada sekarang. Key Word : Dinamika, Pemikiran Hukum Islam, Majelis Ulama Indonesia, Politik.

[7] Sejak berdirinya pada tahun 1975 sampai akhir tahun 1988 Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan lebih dari 39 buah fatwa. Pertama. atau dengan kata lain. Ketiga. baik dalam kehidupan social maupun politik. paham keagamaan. bertepatan dengan 26 Juli 1975. Wadah ini dicetuskan dalam Musyawarah Nasional pertama Majelis Ulama seIndonesia di Jakarta. serta penerapan status halal makanan dan minuman.[6] Peranan ulama dalam dinamika bangsa di Indonesia sangat besar. dan pengaruhnya luas sekali. umara (pemerintah). menimbulkan pertanyaan seperti: seberapa jauh fatwa-fatwa itu absah dari segi hukum islam dan factorfaktor social politik ikut melatarbelakangi lahirnya fatwa-fatwa itu.d. 1997) MUI telah mengeluarkan sebanyak 76 fatwa.[5] Cita-cita pendirinya merupakan wadah musyawarah para ulama. dan cendikiawan Muslim. menciptakan. Visinya. sebagai pembimbing rohani bangsa. sebagai penampung dan perumus aspirasi masyarakat. sebagai pemimpin dan pengarah gerakan masyarakat. Peranan para ulama dalam gerak dinamika bangsa Indonesia ini dapat ditunjuk dalam beberapa peran. Bahkan. dan kenegaraan yang baik sebagai hasil penggalangan potensi dan partisipasi umat Islam dan umat islam (izzu al-islam wa al-muslimin). . ³Terciptanya kondisi kehidupan kemasyarakatan.[9] Tetapi dalam kenyataan bermasyarakat hasil produk pemikiran hukum islam Majelis Ulama Indonesia yang berbentuk sebuah fatwa. masalah social kemasyarakatan. yakni ibadah. ulama adalah ahli ilmu pengetahuan.A. Pendahuluan Majelis Ulama Indonesia (MUI) didirikan pada 17 Rajab 1395 H. Untuk melihat realitas tersebut kita memerlukan pendekatan secara tekstual dan kontekstual. kebangsaan. [4] Kata ³Ulama´ yang berasal dari bahasa Arab ini sebagai bentuk jamak (plural) dari kata ³alim´ secara lughat berarti ³orang-orang yang mempunyai pengetahuan´.[8] Selama kurun waktu 22 tahun (1975 s. Kedua. seringkali fatwa-fatwa MUI itu menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Isi fatwa itu dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori. ilmu pengetahuan dan teknologi.

tawaran teoritis dan metode ijtihad apapun dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hukum islam harus mengacu pada terwujudnya kemaslahatan tersebut.[12] Pengembangan hukum Islam. Basis teori ini secara sistematis dan rinci dikembangkan oleh Abu Ishaq al-Syatibi dan dileberalisasikan oleh Najamuddin at-Tufi. Basis teori hukum Islam sebagaimana dibahas oleh para ahli teori hukum islam terdahulu. dilanjutkan oleh Abu Hamid al-Gazali. Secara histories. Tentu yang dimaksud dengan persoalan hukum dalam hubungan ini adalah persoalan-persoalan hukum kontemporer yang menyangkut bidang mu¶amalah. munculnya teori ijtihad dalam islam adalah karena adanya persentuhan antara ajaran Islam di satu pihak dan tuntutan realitas kehidupan manusia di lain pihak. formulasi dan rekonstruksi peraturan perundang-undangan. Ijtihad menurut ulama Ushul ialah usaha seseorang yang ahli fiqh yang menggunakan seluruh kemampuan menggali hukum yang bersifat amaliah (praktis) dari dalil-dalil yang terperinci. disamping dilandasi oleh epistemologisnya yang kokoh juga perlu memformulasikan dan merekonstruksi basis teorinya. diteruskan oleh Izzuddin ibn Abd al-Salam. ijtihad sebagai suatu prinsip dan gerak dinamis dalam khazanah Islam. bahwa salah satu persyaratan penting mujtahid dalam melakukan ijtihadnya adalah keharusan mengetahui tujuan ditetapkannya hukum dalam Islam. Kajian utama dalam teori maqasid al-syari¶ah adalah mengenai tujuan hukum islam yang diwujudkan dalam bentuk kemaslahatan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat. Kegiatan ijtihad telah dimulai sejak masa Rasulullah dan akan terus berlanjut sesuai dengan dinamika zaman. Pernyataan ini untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Abd al-Malik al-Juwani. Fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia selama ini sebagai hasil Ijtihad para ulama Indonesia.Fatwa Sebagai Produk Hasil Pemikiran Hukum Islam (Ijtihad). Untuk melihat tingkat keabsahan fatwa-fatwa MUI sebagai bentuk Ijtihad dari segi syar¶i .[10] Dengan demikian.[11] Ijtihad mempunyai pengertian upaya mengerahkan seluruh kemampuan dan potensi untuk sampai pada suatu perkara atau perbuatan. merupakan aktivitas daya nalar yang dilakukan para fuqaha¶ (para mujtahidin) dalam menggali hukum Islam.[13]Oleh karena itu. Teori ijtihad dalam hukum Islam menimbulkan dan merupakan permulaan epistemologis hukum islam karena menyangkut persoalan wahyu dan akal.

maka dilakukan tarjih. dengan urutan seperti itu. hadis. ijma¶. memahami al-Qur¶an dalam konteks kesejarahan dan harfiyah. Ada fatwa yang langsung saja melihat hadis tanpa meninjau argumen al-Qur¶an terlebih dahulu. bahkan ada pula fatwa yang tidak memberikan argumen sama sekali dan langsung saja kepada pernyataan fatwa itu sendiri. Keempat. diperlukan pendekatan soiso-historis dalam penetapan hukum. dalam menghadapi dua atau beberapa dalil kekuatannya sama dan dhahirnya bertentangan (ta¶rrud al-adilah). Bidang ini meliputi segala tatatanan yang qat¶iyah dan merupakan jati diri hukum agama Islam. ada pula yang langsung saja mengutip teks sesuatu kitab fiqh tanpa melihat tiga sumber sebelumnya. menekankan pentingnya memahami kondisi-kondisi aktual ketika al-Qur¶an diturunkan. Ketiga. disamping sebagai penetap hukum manakala al-Qur¶an tidak menentukan hukumnya. Di antara nilai-nilai dalam dimensi ini adalah yang dirumuskan dalam tujuan hukum Islam .) melakukan pengumpulan isi kandungan dalil. mempunyai fungsi hukum sebagai sosial kontrol merupakan aspek yuridis normatif dari kehidupan sosial masyarakat.[16] Atau dengan kata lain. dalam rangka menafsirkan pernyataan legal dan sosial-ekonomisnya. mengacu pada al-Qur¶an sebagai sumber utama (sumber dari segala sumber dalam hukum Islam). merujuk ke sunnah sebagai penjelas al-Qur¶an. Secara teoritis MUI mempunyai pedoman bahwa dasar pengeluaran suatu fatwa ialah setelah meneliti secara tuntas dasar-dasar atau argumen-argumen dari al-Qur¶an. b) terhadap dalil al-Sunnah. lalu memproyeksikan kepada situasi masa kini kemudian membawa fenomena-fenomena sosial kedalam naungan tujuan-tujuan al-Qur¶an. terhadap nash yang mengandung dalalah dhanniyah dilakukan ijtihad. tidak akan berubah dan tidak akan diubah. Kedua.[15] Selain itu.[17]Sejatinya dalam penentuan produk hukum. dapat dilakukan penelitian waktu wurudnya dan yang lebih dahulu dinasakh dengan yang datang kemudian.[18] Di dalam hukum Islam terkandung nilai-nilai fitriyah yang abadi dan bertumpu pada prinsip-prinsip yang solid. maka diambil jalan.diperlukan pengamatan ushul al-fiqh terhadap proses perumusan fatwa-fatwa tersebut. pertama. a. c) apabila tidak dapat dikumpulkan dan tidak dapat dinyatakan adanya nasakh mansukh. sehingga dapat diamalkan semuanya. dan qiyas. Di dalam kenyataan prosedur itu tidak diikuti secara konsisten.[14] Sementara itu harus dipegangi pula prinsip-prinsip istidlal dalam menetapkan hukum yaitu.

ditandai oleh adanya kehendak bagi kemandirian eksistensi MUI agar bekerja secara tidak memihak dan bebas dari intervensi politik. [20] Selain fatwa itu dipandang melakukan talfiq (karena mengambil pendapat mazhab Syafi¶i untuk keharaman memakannya dan mazhab Maliki untuk kehalalan pembudidayaannya). yaitu kebahagiaan manusia. selain pertimbangan-pertimbangan murni keagamaan. Fatwa tentang pembudidayaan kodok adalah contoh kuat dalam hal ini. Pertama. maka peran MUI dapat menjadi sandaran dan pelipis ketidakpuasan Umat Islam terhadap peran pemerintah. keadilan.(maqasid al-syari¶ah). ialah faktor keinginan MUI untuk turut menunjang kebijakan pemerintah. Independensi kekuasaan MUI dalam mengeluarkan fatwa merupakan salah satu hal yang amat penting di dalam penetapannya sebagai sebuah Ijtihadi. di mana MUI mengharamkan hukum memakan kodok tetapi menghalalkan pembudidayaan yang ketika itu sedang digalakkan pemerintahan. Begitulah kuatnya pengaruh keinginan untuk turut mendukung kebijakan pemerintah itu dalam fatwa tersebut. ternyata ada beberapa faktor sosial dan politik yang ikut melatarbelakangi lahirnya fatwa-fatwa MUI dalam bentuk dan bunyinya. Tidak terlalu banyak peran fatwa MUI yang dapat memberikan kepuasan bagi Umat Islam. Dr. MUI pada masa orde baru. maka fatwa-fatwa hukum Islam kebanyakan dikeluarkan untuk melancarkan program pemerintah. Tetapi yang terjadi antara idealisme dan realitasnya perlu adanya sebuah independensi.[21] Dalam situasi pemerintah yang secara fungsional terdapat berbagai kelemahan. oleh banyak pihak fatwa itu juga dipandang tidak mempunyai integritas karena seolaholah biar saja orang lain yang memakan kodok itu asalkan kita sendiri tidak memakannya bahkan mendapatkan uang daripadanya. yang dapat dijabarkan dalam kemaslahatan. Ibrahim Musen. Kasus Porkas tahun 1988 merupakan .[19] Latar Belakang Sosial Politik Fatwa MUI Dari segi isinya. dan rahmat. kenikmatan. H. terutama ketika Majelis Fatwa dipegang oleh Prof.

upaya menjaga independensi MUI bukan tidak pernah dilakukan. karena berbagai impitan persoalan dan keterbatasan yang melingkupinya. Faktor ini sebagai usaha MUI untuk menjawab tantangan tersebut. Buya Hamka menggambarkan bahwa jika tidak bekerja sungguh-sungguh MUI akan menghadapi berbagai kesulitan. yaitu keinginan untuk menjawab tantangan perkembangan zaman modern. akhirnya Porkas dimusnahkan selain tertekan 1992. Kedudukan ulama yang diharapkan menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat memang serba sulit.[23] Kalau kita lihat di dalam aspek politik hukum Islam adalah membangun tata cara kehidupan dan penghidupan yang diatur dan damai. ketika harus memilih mundur dari jabatannya sebagai ketua umum MUI waktu itu akibat fatwa "perayaan natal" yang dikeluarkan berbeda dengan sikap dan kepentingan pemerintah.kasus nasional menjadi bukti bagaimana pemerintah orde baru tidak mau menerima apresiasi umat Islam. Prof Hamka mengibaratkan MUI sebagai "kue bika". atau lebih tepatnya adalah faktor keinginan untuk memelihara aqidah umat Islam dari segi kuantitas. Buya Hamka menggambarkannya seperti kue bika yang sedang dimasak di periuk belanga yang terdiri atas dan bawah dijepit api. sementara dari atas . tetapi disisi yang lain menyebabkan fatwa-fatwa yang independen itu jatuh sama dengan keinginan pemerintah. dipanasi dari bawah karena masyarakat berharap banyak terhadap peran MUI.[24] Faktor yang kedua yang mempengaruhi fatwa-fatwa MUI. cendekiawan. Pemerintah (dari atas) menginginkan ulama membuat masyarakat mengerti dan turut atas kebijakan pemerintah. Karena itulah. sedangkan masyarakat (dari bawah) mendesak ulama untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Faktor ketiga.Atas dasar pengalamannya. berdasarkan hukum-hukum perdamaian yang harus terus menerus diperjuangkan. menyangkut soal hubungan antar agama.[25] Upaya untuk memosisikan MUI sebagai wadah ulama. Prof Hamka adalah saksi sejarah dari upaya itu.[22] Faktor untuk mendukung kebijakan pemerintahan ini lah yang membuat MUI belum bisa independen dalam mengeluarkan Ijtihad. terasa tidak mudah. Setelah desakan kuat mat Islam.Sebenarnya. dan zu'ama yang independen.

tetapi harus "dipaksakan" dengan membebani MUI untuk mendukungnya. Penulis seperti Roscue Pound telah lama berbicara ´law as a tool of social engineering´. seperti Dana Abadi Umat (DAU) dan dana-dana lain seperti yang pernah disinyalir mantan Presiden Abdurrahman Wahid.pemerintah juga "memanasi" dengan berbagai program dan kebijakannya yang sering kontroversial. kita bisa melihat bahwa hukum sebagai produk politik. Sebagai keiginan tentu saja wajar jika ada upaya untuk meletakkan hukum sebagai penentu arah perjalanan masyarakat karena dengan itu fungsi hukum untuk menjamin ketertiban dan melindungi kepentingan masyarakatnya akan menjadi lebih relevan. Ketika itu. dalam hal ini tampak sekali kontribusi dari Departemen Agama (DEPAG). Kaum idealis yang lebih berdiri pada sudut das sollen mengatakan bahwa hukum harus mampu mengendalikan dan merekayasa perkembangan masyarakat. dan dinyatakan halal).[26] Bukti kedua adalah ketika MUI mengeluarkan fatwa tentang haramnya Ajino Moto saat dalam produksinya dicampuri zat tertentu yang berasal dari babi (sekarang sudah kembali kepada semula. Salah saatu bukti adanya keinginan MUI mendapatkan dana dari pemerintah. masjid yang dibangun pemerintah pada jaman Soekarno untuk kantor MUI. Bukti dukungan itu dengan diberikannya salah satu ruangan di Masjid Istiqlal. Begitu pula dengan kucuran dana-dana rutin dari pemerintah.[28] Menurut sebuah sumber. Sokongan-sokongan dana kepada MUI ini beberapa kali justru memancing persoalan di masyarakat karena dampak dari kucuran dana itu sendiri yang melahirkan bias keputusan maupun fatwa di masyarakat. Tetapi kaum realis seperti . Majalah Gatra. termasuk kehidupan politiknya. fatwa tersebut berbeda dengan pernyataan presiden Gus Dur.[27] Secara kelembagaan MUI mendapat dukungan penuh pemerintah. Di kalangan ahli hukum minimal ada dua pendapat mengenai hubungan kausalitas antara politik dan hukum. April 2005 menampilkan Menteri Agama Maftuh Basyuni menjelang penyelenggaraan Kongres Umat Islam II di Jakarta mengeluh atas permohonan Din Syamsuddin (sebelum menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah) yang meminta dana dari pemerintah dengan alasan untuk kepentingan umat Islam.[29] Dari realitas yang mempengaruhi fatwa MUI. konon MUI juga tidak tertutup menerima sokongan dari kelompok pengusaha.

konfigurasi politik demokratis dan non-otoriter akan melahirkan hukum-hukum yang berkarakter responsif/populistis. konfigurasi politik otoriter dan non demokratis akan melahirkan hukum-hukum yang berkarakter ortodoks/konservatif/elitis. terutama keadaan politiknya.Savigny mengatakan bahwa ³hukum selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakatnya´. fungsi ulama diperlukan untuk melakukan penataan ulang atas nilai-nilai dan norma-norma yang telah goncamh di satu pihak. Konteks perubahan social yang semakin komleks.[35] Gagasan Ibrahim Hosen tentang kewenangan pemerintah dalam persoalan hukum islam. dari Macrocosmos sampai dengan micro-cosmos. menjadi independent variable atas keadaan di luarnya. Pelopor perubahan pemimpin masyarakat dalam mengubah system social dan di dalam melaksanakan hal itu langsung tersangkut tekanan-tekanan untuk melakukan perubahan.[31] Realitas keulamaan di Indonesia. Konfigurasi politik tertentu akan melahirkan karakter produk hukum tertentu dengan spesifikasi yang pertama. Dengan kata lain. dan pihak lain memberikan arahan dan penjelasan kepada masyarakat dalam kerangka norma apa yang harus mereka pegangi.[33] Memang di dalam kenyataan hukum itu lahir sebagai refleksi dari konfigurasi politik yang melatarbelakanginya. Kedua. Sehingga aspek hukum Islam mencakup segi nilai dan tujuan hukum sesuai dengan kriteria dan pedoman Allah Yang Maha Sempurna. mau tidak mau. kepemimpinan Ulama lebih dipersepsikan sebagai kepemimpinan ´karismatik´ atau kepemimpinan ³tradisional´.[32] Dengan kepemimpinan tersebut diharapkan mampu untuk melakukan rekayasa sosial.[34] Hukum Islam mencakup peraturan gerak semesta alam. Gagasan ini . Ibrahim Hosen mengungkapkan bahwa pemerintah diberi kewenangan untuk membatasi makna umum dari nash dan membatasi kemutlakan kata-kata yang Muthlaq.[30] Perubahan masyarakat dimaksud terjadi bila seseorang atau sekelompok orang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin lembaga-lembaga kemasyarakatan. kalimat-kalimat yang ada di dalam aturan hukum itu tidak lain merupakan kristalisasi dari kehendak-kehendak politik yang saling bersaingan. Ini berarti bahwa hukum.

[36] Kalau melihat kerangka fiqih. Melalui Majelis Ulama hampir seluru elite santri ditempatkan di bawah kontrol pemerintah.kelihatannya diilhami oleh kaidah ´ ´ (Keputusan hakim dapat menghilangkan perbedaan pendapat. secara historis fiqih merupakan produk sejarah panjang umat manusia yang dilanggengkan oleh lembaga keulamaan dan seringkali juga rezim kekuasaan.[37] Strukturisasi ideologi dan kebijakan politik pada masa Orde Baru melakukan usaha penyerapan tokoh dan pimpinan Islam serta ulama ke dalam kekuasaan birokrasi melalui organisasi-organisasi sosial politik dan organisasi keagamaan di samping Partai.[38] .

Arif. Yogyakarta. Th. Mencairkan Kebaikan Fikih: Membaca KHI dab CLD KHI bersama Musdah Mulia. 1999 ___________. ( Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Sosiologi Hukum. Zaenal. 1999) Mubarok. Suara Merdeka 25 Juli 2005 Salam. Thontowi. Islam Dalam Perspektif Sosio Kultural. Titian Ilahi Press. 2002) Ahmad. Mochamad. 2005) Mahfud.Atho. 2002) . Amrullah. (Jakarta: Pustaka Firdaus. Gema Insani Press. Ushul Fiqih. Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional. M. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara tradisi dan Liberasi. (Yogyakarta: Madyan Press. Gama Media. Suryadilaga. Muhammad Tholhah. 2005) Mudzhar.1998 Mu¶allim. Pelanggeng Pragmatisme Religius.Yogyakarta. Abdul Munir. Yogyakarta. dan Hukum. Http://www. Jakarta. (Yogyakarta: Teras. Amir.M.2004. Muhammad. Abd.org Abu Zahrah. 38 No. LESFI. Politik. Fatwa MUI yang Mengayomi. Hukum dan Pilar-Pilar Demokrasi. 1994) Rofiq. 2001 Mulkhan. 2006) Hasan. Konfigurasi Pemikiran Hukum Islam. Pembaruan Pemikiran Hukum Islam Antara Fakta dan Realita: Kajian Pemikiran Hukum Syaikh Mahmud Syaltut. ( Jakarta : Lantabaora Press. (Jakarta: Sinar Grafika. (Yogyakarta: Gama Media. Jalil.dkk. Metodologi Ilmu Tafsir.MD.Pergulatan Politik dan Hukum di Indonesia. 2003 Sodik. (Yogyakarta: Sipress.H. Runtuhnya Mitos Politik Santri: Strategi Kebudayaan dalam Dakwah Islam.icrp-online.dkk. Jurnal Asy-Syir¶ah Vol. Yogyakarta: UII Press.II. Jawahir. Ijtihad Kemanusiaan di Indonesia.Daftar Pustaka Abidin.1999 Alfatih. Zainuddin. Moh. Ahmad. 2005) Ali. Islam.

M. (Jakarta: Sinar Grafika. Pembaruan Pemikiran Hukum Islam Antara Fakta dan Realita: Kajian Pemikiran Hukum Syaikh Mahmud Syaltut.. (Yogyakarta: UII Press. Sosiologi Hukum.H. Islam Dalam Perspektif Sosio Kultural. Muhammad Tholhah..1999). Zainuddin. [22] Thontowi. hal 21 [16] Alfatih. Ibid. (Yogyakarta: LESFI. (Yogyakarta: Teras.[2] Mahasiswa Studi Politik dan Pemerintahan dalam Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta [3] Mahfud.org [5] Hasan. hal 137-138 [21] Ibid. Jawahir. hal 19 [23] Mahfud. Zaenal.MD. Ibid [10] Mu¶allim. (Yogyakarta: Titian Ilahi Press.. Moh.dkk. hal 142 [17] Ibid. hal 223 [6] Abidin. Pelanggeng Pragmatisme Religius.Atho. [7] Hasan. 2005). 1999) hal 3 [4] Abidin..H. 2002). [18] Ali.dkk. hal 232-233 [8] Mudzhar.. Abd. hal 134 [15] Salam. dan Hukum.Atho. Muhammad Tholhah.1998) hal 133 [9] Abidin. hal 259 .. Muhammad. Arif. hal 37 [19] Ahmad.2003).2001) hal 3 [11] Salam. Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional. (Jakarta: Pustaka Firdaus. Hal 4 [14] Mudzhar. Islam. Zaenal. Http://www. 2005)..MD. Metodologi Ilmu Tafsir.M. Ushul Fiqih. 2006). hal 567 [13] Ibid.Pergulatan Politik dan Hukum di Indonesia. Abd. Politik. Amir. Zaenal. ( Jakarta : Lantabaora Press. Arif.Atho. M. 2002). (Jakarta: Gema Insani Press. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara tradisi dan Liberasi. (Yogyakarta: Madyan Press. Amrullah. Suryadilaga.H.icrp-online.(Yogyakarta: Gama Media.M. Moh. hal 54 [20] Mudzhar. Konfigurasi Pemikiran Hukum Islam. hal 15 [12] Abu Zahrah.

2004. Ibid [29] Ibid.. hal 144 [36] Mubarok.MD.. Suara Merdeka 25 Juli 2005 [27] Ibid. Runtuhnya Mitos Politik Santri: Strategi Kebudayaan dalam Dakwah Islam. hal 22 [33] Ibid.html . MUI http://jurnalpamel. Mochamad. Moh. Fatwa MUI yang Mengayomi..com/2008/09/dinamika-fatwa-mui. 2005) [37] Sodik. (Yogyakarta: Sipress. Mencairkan Kebaikan Fikih: Membaca KHI dab CLD KHI bersama Musdah Mulia. 1999). Jalil.dkk. Th.M.. hal 38 [32] Hasan. Jurnal Asy-Syir¶ah Vol.56 Label: Dinamika.II.blogspot. [30] Mahfud. Muhammad Tholhah. 38 No. Ahmad... ( Bandung: Pustaka Bani Quraisy. Zaenal.H. Zainuddin. hal 141 [26] Rofiq. hal 154-155 [35] Ahmad. hal 194 [38] Mulkhan..Atho. hal 71 [31] Ali. fatwa. 1994).[24] Ahmad. Moh. hal 141 [25] Mudzhar.MD. [28] Abidin. Hukum dan Pilar-Pilar Demokrasi. Abdul Munir. Amrullah. (Yogyakarta: Gama Media.. hal 41 Diposkan oleh Islamic Studies di 23. Amrullah. Ijtihad Kemanusiaan di Indonesia. hal 242 [34]Mahfud.

Senin (22/3). 23 Maret 2010 13:08 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait arah kiblat sebagai konsekuensi dari pergeseran lempeng bumi. Konferensi pers tersebut disampaikan oleh Ketua MUI Drs. Letak georafis Indonesia yang berada di bagian timur Ka¶bah/Mekkah. MUI mengingatkan umat Islam agar tak perlu bingung dengan arah kiblat. MA. Untuk itu. KH Ali Mustafa Yaqub. Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Prof. 27 Maret 2010 07:22 ) . (2) Kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka¶bah adalah arah Ka¶bah (jihat al-Ka¶bah). tentang ketentuan hukum. rekomendasi. dengan mengubah bahkan membongkar masjid atau musala agar mengarah ke kiblat. maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap kea rah barat. Dalam kententuan hukum tersebut disebutkan bahwa: (1) Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat ka¶bah adalah menghadap ke bangunan Ka¶bah (ainul ka¶bah). Nazri Adlani. H. MUI menegaskan pergeseran tersebut tak mempengaruhi arah kiblat.Fatwa tentang Arah Kiblat Selasa. Aminudin Yakub. dibongkar. Terlebih. H Amrullah Ahmad. (ws) Terakhir Diperbaharui ( Sabtu. Dr. 03 Tahun 2010 tentang Kiblat disebutkan. H. MA. Diktum Fatwa Tentang diktum dari fatwa MUI No. (3). didampingi Sekretaris MUI Dr. pertama. tidak perlu diubah. Kedua. dan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Drs. Dalam konferensi pers di Jakarta. MUI merekomendasikan agar bangunan masjid/mushalla di Indonesia sepanjang kiblatnya menghadap kea rah barat. dan sebagainya.

com/2008/08/15/fatwa-haram-majlis-ulama-indonesiamui-tentang-rokok/ Sebagai seorang guru yang harus mengajar jam pertama. 39 Semarang. saya selalu disibukkan dengan persiapan untuk mengajar pada pagi hari. Selama ini MUI hanya mengeluarkan fatwa makruh bagi perokok. serangan jantung dan pembusukan jaringan (gangren) merupakan akibat terganggunya aliran darah . Merokok Mengganggu Aliran Darah Stroke. Merokok memperlemah Paru-paru Orang yang terbiasa merokok kemungkinan mengalami sesak nafas.FATWA HARAM MAJLIS ULAMA INDONESIA (MUI) TENTANG ROKOK 15 Agustus 2008 http://ardansirodjuddin. saya mendapatkan penjelasan panjang lebar tentang pengaruh rokok terhadap kesehatan. Satu berita yang menarik perhatian saya bukan lagi kasus BLBI yang melebar kemana-mana atau kasus Ryan pembunuh berantai yang mulai kadaluarsa. Saya coba mengulas berita ini dari segi kesehatan bukan agama. Saya terbiasa sarapan pagi sambil ditemani Televisi yang menayangkan berita pagi. menderita TBC dan bronkhitis lebih besar dibandingkan dengan yang bukan perokok 2. Suatu rutinitas yang selalu saya jalani dari hari ke hari. Achmad Dahlan No. Berita pagi itu yang menarik perhatian saya adalah rencana Majlis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk merokok.wordpress. Ketika saya mengantar istri berobat ke Balai Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru (BP4) di Jalan KH. Pengaruh asap rokok terhadap kesehatan antara lain : 1.

pengaruh rokok thd kesehatan. Selain itu asap rokok juga menyebabkan adanya hambatan perkembangan otak dan gangguan belajar. Merokok merupakan masalah kesehatan keluarga Anak-anak yang terkena asap rokok lebih sering menderita sesak nafas.3. kanker lambung dan kanker tenggorokan 5. Merokok meningkatkan resiko kanker Merokok meningkatkan kemungkinan untuk menderita semua jenis kanker terutama kanker paru-paru. melahirkan bayi prematur (tidak cukup bulan) ataupun melahirkan bayi dengan badan lahir rendah 6. . Merokok meningkatkan impotensi dan infertilitas Orang yang setiap hari menghabiskan berbatang-batang rokok akan mengalami peningkatan terjadinya impotensi dan infertitilitas (kemandunlan) 4. kanker mulut. berhenti merokok adalah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan derajat kesahatan diri dan keluarga. alergi. Berdasarkan paparan bahaya akibat rokok di atas. asma. Entry filed under: Lingkungan. Tags: Akibat rokok. Fatwa haram rokok. Untuk itu. bronkhitis. fatwa haram MUI tentang rokok patut kita tunggu. dan infeksi telinga. Merokok merupakan masalah bagi kesehatan wanita Wanita hamil yang terkena asap rokok memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami keguguran.

Letak georafis Indonesia yang berada di bagian timur Kabah/Mekkah.Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa No 03 Tahun 2010 tentang Kiblat.id/index. Kiblat bagi orang yang salat dan tidak dapat melihat Kabah adalah arah Kabah (jihat al-Ka¶bah). MUI pun menghimbau agar semua wilayah di Indonesia harus menyesuaikan arah kiblat sesuai dengan ralat dari fatwa sebelumnya. Adapun diktum fatwa MUI No. Rabu (14/7/2010). 2. maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat http://www.mui." ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Ma'ruf Amin saat berbincang dengan detikcom. "Indonesia itu letaknya tidak di timur pas Kabah tapi agak ke selatan.php?option=com_content&view=article&id=249:muiralat-fatwa-arah-kiblat-salat ." terangnya. Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat Kabah adalah menghadap ke bangunan Kabah (ainul ka¶bah). 03 Tahun 2010 tentang Kiblat disebutkan 1. jadi arah kiblat kita juga tidak barat pas tapi agak miring yaitu arah barat laut. Fatwa yang diralat tersebut adalah fatwa yang dikeluarkan MUI Tanggal 22 Maret 2010 lalu. 3. Arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap barat kini telah direvisi menjadi ke arah barat laut.or. "Untuk Indonesia secara umum kiblat menghadap ke barat laut.MUI Ralat Fatwa Arah Kiblat Salat Rabu. 14 Juli 2010 10:01 Jakarta-detiknews . ini sekaligus merevisi fatwa kita yang tempo hari. bukan barat.

Letak georafis . MUI melangsungkan jumpa pers soal Fatwa MUI nomor 3 Tahun 2010 tentang Kiblat. Alasanya. belum disebar ke masyarakat karena masih berupa draft. Dalam waktu dekat. ³Setelah melalui kajian dengan beberapa pakar ilmu falak dan astronomi. arah yang ditentukan MUI justru menghadap ke Afrika.MUI: Fatwa Arah Kiblat MUI Ternyata Keliru Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia. revisi fatwa itu akan segera disebarkan ke masyarakat. pada tanggal 22 Maret 2010. Kenya. Jombang pada Selasa kemarin. Sopar RA. Sopar juga menambahkan. dan Tanzania. (3). menyebutkan bahwa fatwa MUI nomor 3 tahun 2010 tentang Arah Kiblat Masjid di Indonesia ternyata keliru. Tapi." jelas Sopar.´ ucap Sopar dalam Seminar Arah Kiblat dan Penentuan Waktu Shalat di Pondok Pesantren Tebuireng. (2) Kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat Ka¶bah adalah arah Ka¶bah (jihat al-Ka¶bah). melencengnya arah kiblat tidak dipengaruhi oleh pergeseran lempeng bumi akibat gempa. Sebelumnya. "Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa bergeser sesuai rentang itu. MUI sudah merevisi fatwa itu. setelah ditandatangani ketua. rentang pergeseran antara Indonesia dengan titik kiblat itu sebesar 140 sentimeter. Menurut Sopar. Jika pergeseran hanya 7 sentimeter itu tidak ada artinya. Ada tiga diktum dalam fatwa tersebut: (1) Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat ka¶bah adalah menghadap ke bangunan Ka¶bah (ainul ka¶bah). Somalia Selatan.

Secara geografis. Dia akan Dukung Penuh Relawan untuk Gaza Kamis. letak Indonesia tidak persis berada di sebelah timur Makkah. 14/07/2010 09:47 WIB | email | print | share Berita Nasional Lainnya y Din Syamsuddin Akhirnya Terpilih Secara Aklamasi Rabu.eramuslim. 06/07/2010 11:53 WIB Din Syamasuddin Memimpin Muhammadiyah Lagi? Selasa. 24/06/2010 17:07 WIB Putra Indonesia Raih Anugerah Buku Karya Terbaik di Malaysia Selasa. 02/07/2010 14:02 WIB Politisi PKS Misbakhun Menjalani Sidang Perdana Rabu. sesuai dengan letak geografis. maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat. Jadi.com/berita/nasional/mui-fatwa-arah-kiblat-mui-ternyata- . 06/07/2010 11:52 WIB Di Gaza.Indonesia yang berada di bagian timur Ka¶bah/Mekkah. 22/06/2010 14:04 WIB y y y y y y http://www. 07/07/2010 13:25 WIB Surat Mujahidah Palestina untuk Muslimah di Indonesia Selasa. Mnh/tempo Rabu. bukan ke arah barat seperti yang disebutkan dalam diktum fatwa tersebut. Listrik Hanya Menyala 4 Jam Dalam Sehari Jumat. 30/06/2010 13:21 WIB Mer-C: Kalau SBY Cerdas. Diktum ketiga itulah yang mengalami koreksi. Arah kiblat masjid yang benar adalah menghadap ke barat laut dengan kemiringan yang bervariasi.

keliru.htm .