Teori yang Mendasari Berdasarkan judul penelitian, yakni Perbandingan Penerapan Pembelajaran Konvensional dan Pembelajaran Kooperatif tipe

STAD dalam pencapaian Tujuan Kognitif pada Siswa kelas VII B dan VII C SMP Negeri 28 Surabaya Tahun 2006/2007, maka dalam bab ini peneliti menggemukakan teori yang berkaitan dengan variabel yang terdiri dari penerapan pembelajaran konvensional dan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pembelajaran Kooperatif Menurut Suyanto (2005), pembelajaran kooperatif adalah suatu metode pembelajaran yang mengupayakan peserta didik untuk mampu mengajarkan kepada peserta lain. Pengorganisasian pembelajaran dicirikan siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama, dan mereka akan berbagi penghargaan bila mereka berhasil sebagai kelompok. Pembelajaran kooperatif ini mengacu kepada metode pengajaran dimana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil dan saling membantu dalam belajar. Banyak terdapat pendekatan kooperatif yang berbeda antara satu dengan lainnya. Kebanyakan melibatkan siswa dalam kelompok yang terdiri dari empat siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda (Slavin, dalam Nur dan Wikandari, 2000:25). Lebih lanjut lagi, aktivitas pembelajaran kooperatif dapat memainkan banyak peran dalam pelajaran. Dalam satu pelajaran tertentu, pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk tiga tujuan berbeda. Pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk memecahkan sebuah masalah yang kompleks. Pembelajaran kooperatif berbeda dengan metode diskusi yang biasanya dilaksanakan dikelas karena didalamnya menekankan pembelajaran dalam kelompok kecil dimana siswa belajar dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang optimal. Pembelajaran kooperatif meletakan tanggung jawab individu sekaligus kelompok sehingga percaya diri siswa tumbuh dan berkembang secara positif. Kondisi ini dapat mendorong siswa untuk belajar, bekerja, dan bertanggung jawab secara sungguh sungguh untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Suyanto, 2005). Menurut Rustarmadi (2006) dan Ibrahim, dkk (2000:6 7), Pembelajaran kooperatif memiliki ciri khusus, antara lain: (1) siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya, (2) kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, (3) siswa dituntut untuk bekerja sama dalam kesamaan dan perbedaan, (4) pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang silih asah, silih asih, dan silih asuh antar sesama siswa, sebagai latihan hidup bermasyarakat, (5) penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu. Menurut Ibrahim, dkk (2000:7), pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu hasl belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan ketrampilan sosial. Menurut Lie (1999), pembelajaran kooperatif mempunyai banyak manfaat bagi siswa. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut: (1) siswa dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama, (2) siswa mempunyai lebih banyak kesempatan untuk menghargai perbedaan, (3) partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, (4) mengurangi kecemasan siswa, (5) menngkatkan motivasi, harga diri, dan sikap positif, dan (6) meningkatkan prestasi akademis siswa.

dkk. Tabel II Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif NO-FASE-PERAN GURU 1-Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa-Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar 2-Menyajikan informasi-Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan 3-Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar-Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar 4-Membimbing kelompok bekerja dan belajar-Guru membimbing kelompok belajar 5-Evaluasi-Guru mengevaluasi hasil belajar dan mempresentasikan hasil kerjanya 6-Memberi penghargaan-Guru memberi penghargaan untuk upaya hasil belajar individu dan kelompok Pembelajaran kooperatif ini memiliki berbagai jenis atau tipe. TGT (Teams-Games-Tournament). dan Investigasi Kelompok. Hal ini sejalan dengan pendapat Ibrahim dkk (2000:20 21). walaupun memiliki ciri yang sama. Lebih lanjut lagi. menurut Slavin (dalam Nur dan Wikandari. seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu. menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks. Guru menyajikan pelajaran. 2000:26). yang menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model pembelajaran yang paling sederhana. Tipe-tipe tersebut memiliki metode yang berbeda-beda. satu sama lain dan atau melakukan diskusi. terdiri dari laki dan perempuan yang berasal dari berbagai suku. Siswa dalam suatu kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4 5 orang. Guru memberikan pelajaran dan selanjutnya siswa bekerja dalam kelompok masing-masing untuk memastikan bahwa anggota kelompok telah menguasai pelajaran yang diberikan. dan suku. juga mengacu kepada belajar kelompok siswa. Jigsaw. Guru yang menggunakan STAD. Learning Together. kuis. Setiap kelompok haruslah heterogen. STAD terdiri dari siklus kegiatan pengajaran biasa . jenis kelamin. antara lain: STAD (Student TeamsAchievement Divisions). dan rendah. pada waktu kuis ini mereka tidak dapat saling membantu. sedang. dalam STAD. siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran mnurut tingkat prestasi. Kemudian. siswa melaksanakan tes atas materi yang diberikan dan mereka harus mengerjakan sendiri tanpa bantuan siswa lainnya. dan memiliki kemampuan tinggi. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial. TAI (Team-Assisted-Individualization). Akhirnya. Menurut Nur dan Wikandari (2000:31 32). Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD STAD merupakan salah satu sistem pembelajaran kooperatif yang didalamnya siswa dibentuk ke dalam kelompok belajar yang terdiri dari 4 atau 5 anggota yang mewakili siswa dengan tingkat kemampuan dan jenis kelamin yang berbeda. CIRC (Cooperative Integraded Reading and Composition). dan kemudian siswa bekerja di dalam tim mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut.Pada pembelajaran kooperatif dapat dilihat langkah-langkah model pembelajaran kooperatif (Suharto. 2006:78) pada tabel II.

atau papan pengumuman digunakan untuk memberi penghargaan kep tim ada yang berhasil mencetak skor tinggi. Pada saat siswa sedang bekerja dalam tim. Mintalah anggota tim bekerja sama mengatur bangku atau meja-kursi mereka. Berikan kesempatan kepada siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka. Langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai berikut (Nur dan Wikandari. Apabila siswa-siswa itu sedang mengerjakan soal-soal jawaban singkat. dan sertifikat. bacakan tugas-tugas yang harus dikerjakan tim. Pastikan siswa memahami bahwa LKS itu untuk belajar. 2000:32 35): 1. Apabila mereka sedang mengerjakan soal. teman satu tim siswa itu memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan soal itu. mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman satu timnya sebelum mengajukan kepada anda. bukan untuk diisi dan dikumpulkan. Bagilah kelompok ke dalam kelompok-kelompok masing-masing terdiri dari empat atau lima anggota. Apabila ada siswa yang tidak dapa t mengerjakan soal itu. Untuk menempatkan siswa dalam kelompok. laporan berkala kelas. dan berikan siswa kesempatan sekitar 10 menit untuk memilih nama tim mereka. partner secara bergantian memegang lembar jawaban atau mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Beri penekanan kepada siswa bahwa mereka tidak boleh mengakhiri kegiatan belajar sampai mereka yakin bahwa seluruh anggota tim mereka dapat menjawab 100% benar soal soal kuis tersebut. Oleh karena itu. berkelilinglah di dalam kelas. Sebaiknya empat anggota.seperti berikut ini: Mengajar: menyajikan pelajaran Belajar dalam tim: siswa bekerja di dalam tim mereka dengan dipandu oleh lembar kegiatan siswa untuk menuntaskan materi pelajaran Tes: siswa mengerjakan kuis atau tugas lain secara individual Penghargaan tim: skor tim dihitung berdasarkan skor peningkatan anggota tim. Pada saat anda menjelaskan STAD. setiap siswa dalam suatu pasangan atau tigaan hendaknya mengerjakannya diantara teman dalam pasangan atau tigaan itu. Bagilah LKS atau materi belajar lain (dua set untuk tiap tim). urutkan mereka dari atas ke bawah berdasarkan kinerja akademik tertentu dan bagilah daftar siswa yang telah urut itu menjadi empat. Kemudian ambil satu siswa dari tiap perempatan itu sebagai anggota tiap tim. Anjurkan agar siswa pada tiap-tiap tim bekerja dalam duaan (berpasangan) atau tigaan. membuat tim terdiri dari lima anggota hanya apabila kelas tidak dapat dibagi habis dengan empat anggota. Siswa mendapat LKS atau materi pelajaran lain yang dapat mereka gunakan untuk latihan keterampilan yang sedang diajarkan dan menilai mereka sendiri dan anggota tim mereka. 3. mereka dapat saling mengajukan pertanyaan di antara satu tim. Apabila siswa memiliki pertanyaan. berikanlah pujian kepada tim yang bekerja baik dan secara bergantian duduklah bersama tiap tim untuk memperhatikan . penting bagi siswa pada akhirnya diberi lembar kunci jawaban LKS untuk mengecek pekerjaan mereka sendiri dan teman satu tim mereka pada saat mereka belajar. Buatlah lembar kegiatan siswa (LKS) dan kuis pendek untuk pelajaran yang anda rnerencanakan untuk diajarkan. 2. tidak hanya saling mencocokan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban itu. kepada kelas anda. Selama belajar kelompok (satu atau dua periode kelas) tugas anggota tim adalah menguasai secara tuntas materi yang anda presentasikan dan membantu anggota tim mereka menguasai secara tuntas materi tersebut. pastikan bahwa tim-tim yang terbentuk itu berimbang menurut jenis kelamin dan asal suku.

aturlah ulang siswa ke dalam tim-tim baru. pengumuman skor tim itu dilakukan pada pertemuan pertama setelah kuis tersebut.dapat mengurangi kejenuhan dan kebosanan. . dan mengumumkan skor tim itu secara tertulis di papan pengumuman atau cara lain yang sesuai. antara lain: . Penting untuk membantu siswa menghargai skor tim. serta menerima pendapat siswa lain. Begitu juga pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja dengan teman sekelas yang lain dan menjaga program pengajaran tetap segar.setiap siswa harus berani berpendapat atau menjelaskan kepada teman -temannya. Pengakuan kepada prestasi tim. . 5. pembelajaran kooperatif tipe STAD ini juga memiliki kekurangan. . Apabila mungkin.dapat mendengar. Skor tim pada STAD didasarkan pada peningkatan skor anggota tim dibandingkan dengan skor yang lalu mereka sendiri. meminta siswa saling menukarkan pekerjaan mereka dengan siswa anggota tim lain atau mengumpulkan pekerjaan itu untuk anda periksa sendiri apda kesempata lain. Selain kelebihan. Bila tiba saatnya memberikan kuis. Setiap model-model pembelajaran. Pembelajaran Kovensional . anda seharusnya menghitung skor peningkatan individual dan skor tim. .bagaimana anggota-anggota tim itu bekerja. Jangan mengijinkan siswa untuk bekerja sama pada saat mengerjakan kuis itu.siswa akan sedikit ramai ketika perpindahan kelompok (dari kelompok asal ke kelompok ahli dan sebaliknya). Apabila anda memberikan lebih dari satu kuis dalam satu minggu. kombinasikan hasil-hasil kuis itu ke dalam satu skor mingguan. Mintalah siswa menggeser tempat duduknya lebih jauh bila hal ini dimungkinkan. Adapun kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah: .sarana dan fasilitas yang dibutuhkan dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD ini harus lengkap. . Sesegera mungkin setelah tiap kuis. Minat anda sendiri yang besar terhadap skor tim akan membantu. . 6.dapat menyakinkan dirinya untuk orang lain dengan membantu orang lain dan menyakinkan dirinya untuk saling memahami dan saling mengerti. Hitunglah skor tim dengan menjumlahkan poin peningkatan yang diperoleh tiap anggota tim dan membagi jumlah itu dengan jumlah anggota tim yang mengerjakan kuis itu. dan berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk menyelesaikan tes itu. .dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.dapat meningkatkan kreativitas siswa. . Segera setelah anda menghitung poin untuk tiap siswa dan menghitung skor tim. . Anda dapat memberikan sertifikat kepada anggota tim atau mempersiapkan suatu peragaan dalam papan pengumuman.dapat mengidntifikasikan perasaannya juga perasaan siswa lain. menghormati. Salah satu cara dapat ditempuh. meingkatkan motivasi mereka untuk melakukan yang terbaik. 4. Hal ini membuat hubungan antara bekerja dengan baik dan menerima pengakuan jelas bagi siswa. pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. bagikan kuis atau bentuk evaluasi yang lain. Setelah 5 atau 6 minggu penerapan STAD. Buatlah skor individual dan skor tim. pada saat ini mereka harus menunjukkan bahwa mereka telah belajar sebagai individu. Anda hendaknya mempersiapkan semacam pengakuan ke pada tiap tim yang mencapai rata-rata peningkatan 20 atau lebih.dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.pembelajaran kooperatif tipe STAD ini juga memerlukan banyak waktu.

Pembelajaran konvensional adalah salah satu model pembelajaran yang hanya memusatkan pada metode pembelajaran ceramah. Berikut akan dijelaskan. Tabel III Perbedaan antara Model Pembelajaran Konvensional dan Kooperatif NO-KONVENSIONAL-KOOPERATIF 1-Menyadarkan pada hafalan-Menyadarkan pada memori spasial Pemilihan informasi atau materi ditentukan oleh guru-Pemilihan informasi atau materi berdasarkan kebutuhan individu siswa 2-Cenderung terfokus pada satu bidang tertentu-Mengitegrasikan beberapa bidang disiplin 3-Memberikan tumpuan informasi atau materi kepada siswa sampai pada saatnya diperlukan-Selalu mengaitkan informasi atau materi dengan pengetahuan awal yang dimiliki siswa 4-Memberikan hasi belajar hanya melalui kegiatan berupa ujian atau ulangan-Menerapkan penilaian autentik melalui penerapan praktis dalam pemecahan masalah Adapun langkah-langkah dari model pembelajaran konvensional bisa dilihat pada tabel IV sebagai berikut: Tabel IV Langkah-langkah Model Pembelajaran Konvensional NO-FASE-PERAN GURU 1-Menyampaikan tujuan-Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut 2-Menyajikan informasi-Guru menyajikan informasi kepada siswa secara tahap demi tahap dengan metode ceramah 3-Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik-Guru mengecek keberhasilan siswa dan memberikan umpan balik 4-Memberikan kesempatan latihan lanjutan-Guru memberikan tugas tambahan untuk dikerjakan di rumah. pada tabel III. Pada model pembelajaran ini. BAHAN PENUNJANG . siswa diharuskan untuk menghafal materi yang diberikan oleh guru dan tidak untuk menghubungkan materi tersebut dengan keadaan sekarang (kontekstual). perbedaan antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran kooperatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful