LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR KIMIA ANALITIK (KIU-448.

PRA) Percobaan 8 METODE OKSIDIMETRI SUBMETODE PERMANGANOMETRI
1. Standardisasi Larutan KMnO4 dengan Larutan Standar Primer

Natrium Oksalat Secara Permanganometris
2. Penentuan Kadar Nitrit dari Garam KNO2 dengan Larutan Standar

KMnO4 Secara Permanganometris Kelompok IV/ Offering G Embun Rachma H. (309332407317) Meyga Evi F. S. (309332407322) Rio Baskoro (309332410352) Restu Adinda P. (309332410358) Sukma Hidayatullah (309332410361)

1. 2. 3. 4. 5.

The Learning University

kromatometri. Dalam percobaan ini dilakukan analisis permanganometri yaitu analisis oksidimetri dengan menggunakan larutan standar KMnO4. antara lain : . cerimetri dan lain-lain. Standardisasi Standardisasi terhadap larutan satandard KMnO4 dapat dilakukan dengan zat standard primer. iodo-iodimetri. Pada umumnya larutan zat yang ditritrasi bersifat reduktor. Prinsip metode ini adalah reduksi ion permanganat menjadi Mn2+ dalam suasana asam yang ditunjukkan oleh reaksi sebagai berikut: MnO4 + 8H+ + 5e Mn2+ + 4H2O dimana 1 normal larutan KMnO4 = 1/5 mol Penentuan titik akhir titrasi didasarkan atas perubahan warna dari ion permanganat (ungu) menjadi Mn2+ yang tidak berwarna.LABORATORIUM KIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MALANG November 2010 ANALISIS KUANTITATIF DENGAN METODE PERMANGANOMETRI DASAR TEORI Oksidimetri merupakan analisis kuantitatif yang didasarkan pada sifat oksidasi dari larutan standartnya. Pengasaman dilakukan dengan H2SO4. selanjutnya metode permanganometri diterapkan untuk menentukan kadar MnO2 dalam pirolusit dan nitrit dalam KNO2 (Retno. Beberapa metode analisis oksidimetri sesuai dengan jenis larutan standar yang digunakan yaitu : permanganometri. Untuk dapat digunakan sebagai larutan standar KMnO4 harus distandarisasi terlebih dahulu dengan Na-oksalat. Dalam analisis oksidimetri tidak digunakan indikator dari luar (estern indicator). 2008 : 42) a. sehingga dalam reaksi ini reaksinya berupa reaksi redoks. tetapi larutan standartnya telah dapat berfungsi sebagai indikator sendiri (auto indicator).

Standarisasi maupun penetatapan dilakukan pada temperature 400 C– 800 C agar reaksi oksidasinya berjalan dengan cepat.+ 6H+ + 5NO2- 5NO3. zat organik ataupun sinar/ cahaya.1 N = 1 mol Larutan standard KMnO4 harus disimpan dalam tempat yang berwarna coklat atau gelap. Alat dan Bahan : . MnO4.NH4Fe(SO4)2.K4Fe (CN)6 Reaksi : - As2O3 C2O4 Fe2+ As2O5 H2O + CO2 + 2e Fe3+ + 3e 1 N = ¼ mol 1 N = ½ mol 1 N = 1 mol Fe (CN)63- Fe (CN)63. dengan pengaruh udara atau asam akan berubah menjadi senyawa nitrat (KNO3). Hindarkan dari debu. Standardisasi Larutan KMnO4 dengan Na Oksalat Tujuan : Menentukan konsentrasi larutan standar KMnO4 yang sesungguhnya.+2Mn2+ + 3H2O ½ mol KNO2 Hasil perhitungan : 1 mol KMnO4 0. 6aq (amonium fero sulfat) .+ 8H+ + 5e NO2.+ H2O Mn2+ + 4H2O + NO3.1 N CARA KERJA A. b. Menyelidiki kemurnian nitrit Garam nitrit (KNO2) bersifat kurang stabil. sebab larutan KMnO4 mudah beruabah menjadi endapan MnO2.+ 2H+ + 2e 2 MnO4.- As2O3 (Warangan) Na2C2O4 (Anhidris) . Oleh karena itu untuk menetapkan kemurnian nitrit titrasinya harus dibalik yang berartu bahwa asamnya dicampur pada larutan standard KMnO4 nya.

H2SO4 11. Corong 6. Air suling . 3. Diulangi percobaan diatas paling sedikit 3 kali. Ditunggu hingga natrium oksalat larut. KNO2 7. Neraca analitik 3. Dipanaskan larutan sampai 40 ºC -70ºC. Beaker glass 8. Pipet takar 10 ml 2. Labu takar 100 ml 6. dan dititrasi dengan larutan KMnO4.25 g/50 mL). Alat dan Bahan: 1. Gelas arloji 2. Diambil 10 mL larutan natrium oksalat (0. Gelas Ukur 7. Air Suling 10. Ditambahkan 2 mL asam sulfat pekat. 2.1. Natrium Oksalat (Na2C2O4) Prosedur : 1. Larutan KMnO4 9. Menetapkan Kadar Nitrit Tujuan : Menentukan kemurnian nitrit. 4. Dicatat volume KMnO4 yang diperlukan. B. Erlenmeyer 4. Biuret (lengkap) 5.

3. Selanjutnya larutan standar primer ini digunakan untuk titrasi terhadap larutan KMnO4 yang akan distandardisasi. Ditimbang 1.03731 Molar atau = 0. Larutan KMnO4 9. DATA PENGAMATAN A.1 g KNO2 dan dilarutkan dengan aquades dalam labu takar 100 mL. kemudian dititrasi dengan KMnO4 sampai berwarna violet muda.07462 Normal. Dicatat volume yang diperlukan. 2. hingga tanda batas. 4. Diulangi titrasi sampai 3 kali.5 gram. sehingga diperoleh konsentrasi sebesar: 0. STANDARISASI Standardisasi Larutan KMnO4 dengan Larutan Standart Primer Natrium Oksalat Secara Permanganometris Berat zat standard primer (Na2C2O4) ditimbang dengan teliti 0. 3. Diambil 10 mL KNO2 dan ditambahkan 2 mL H2SO4 pekat. dilarutkan dengan O dalam volumetriflask 100 mL. 5. Corong 5. Dipanaskan larutan tersebut sampai 40 ºC -70ºC. Buret (lengkap) 8. Erlenmeyer 10. Neraca 4. Data hasil titrasi No Volume titran (Na2C2O4) Normal titran (Na2C2O4) Skala buret Awal akhir Volume rerata titrat KMnO4 . H2SO4 Prosedur : 1.

90 – 4.+ 16 H+ + 5 C2O42.+ 8H+ + 5e Oksidsi : C2O42 Mn2+ + 4H2O  CO2 + 2e 2MnO4.00 – 1.10 3.50 mL Penambahan zat/larutan ke-3 : H2SO4 6M sebanyak 6 mL Indikator yang digunakan (auto indikator) sehingga saat tercapainya TE / EP mengalami perubahan warna dari tidak berwarna menjadi pink/merah muda.10 gram dilarutkan dalam volumetricflask / labu ukur dengan menggunakan larutan standard ( KMnO4 standar ) dengan normalitas yang sesungguhnya = N.08 N 0.50 1. PENETAPAN / PENYELIDIKAN Penentuan Kadar Nitrit dari Garam KNO2 dengan Larutan Standar KMnO4 Secara Permanganometris Berat sampel / titrat KNO2 yang ditimbang teliti = 1. 2Mn2+ + 8H2O + 10 CO2 B.00 mL 0. selanjutnya ditetapkan atau diteliti tingkat kemurnian / kandungannya dengan Data titrasi untuk penetapan / penelitian: No Volume titrat 1 2 3 (KNO2) 10.90 1.00 – 1.0 mL 10.0 mL Normalitas titran(KMnO4) 0. = 250 mL.50 1.0 mL 10.1 2 3 10.10 – 4.967 mL .00 mL 10.90 Volume rerata titran(KMnO4) 1. Reaksi dasar : Reduksi : MnO4.00 4.08 N Skala buret Awal-akhir 0.00 – 5.00 mL 10.50 – 3.

+ 2H+ + 2e  2Mn2+ + 3H2O + 5 NO3- . Reaksi dasar : Reduksi : MnO4.+ 6 H+ + NO2 Mn2+ + 4H2O  NO3.+ H2O MnO4.+ 8H+ + 5e Oksidasi : NO2.Penambahan zat/larutan ke-3 : H2SO4 6M sebanyak 6 mL Indikator yang digunakan (auto indikator) saat tercapainya TE / EP akan mengalami perubahan warna dari tak berwarna menjadi pink/merah muda.

sehingga diperoleh C2O42.→ 2 CO2 + 2e dari persamaan reaksi di atas maka : . Larutan KMnO4 0. Reaksi dasar : MnO4. Berat zat standard primer ( ditimbang dengan teliti 0.ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada percobaan ini larutan KMnO4 0.1 N tidak dilakukan lagi. sebagai pengasam digunakan H2SO4 pekat yang ditambahkan sebanyak 6 ml. Pada hal ini titrat KMnO4 berlaku sebagai autoindikator redoks.→ 2 CO2 + 2e oksidasi 2 MnO4.1 N sudah disiapkan oleh laboran sehingga tahap pembuatan larutan standard KMnO4 0.+ 16 H+ + 5 C2O42.+ 8 H+ + 5 e → Mn2+ Ungu + 4 H2O tak berwarna Tujuan dari dilakukannya standardisasi pada larutan KMnO4 adalah untuk mengetahui normalitas dari KMnO4 yang sesungguhnya.5 gram. Kemudian titrasi dilakukan hingga titik ekivalen tercapai yaitu ditandai dengan perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah muda (pink).1 N yang telah disediakan distandardisasi dengan menggunakan larutan standar primer Natrium-oksalat ( Na2C2O4 ) pada suasana asam. dilarutkan dengan konsentrasi sebesar: Reaksi dasar : dalam volumetricflash 100 ml.→ 2 Mn2+ + 8 H2O + 2 CO2 redoks x2 x5 reduksi Pada percobaan ini dilakukan dengan titrasi tak langsung dalam suasana asam.+ 8 H+ + 5 e → Mn2+ + 4 H2O C2O42. MnO4.

dan 1. yaitu dengan cara : 10 ml . 1.60 ml . Dari ketiga hasil tersebut dapat dicari volume rata – rata titrat KMnO4 yang diperlukan yaitu : Sehingga bisa dicari normalitas KMnO4 yang sesungguhnya. Dari hasil percobaan titrasi sebanyak 3 kali didapatkan bahwa volume titrat KMnO4 yang diperlukan sampai tercapai titik ekivalen masing – masing adalah 1.1 mol = 2 ekivalen 1 Molaritas = 2 Normalitas Mr Pelarut = 134 g/mol = 100 ml 1 Molaritas Normalitas = 2 Normalitas = 2 x 0.07462 N Titrasi pada proses standardisasi ini dilakukan 3 kali.50 ml .533 N yang sesungguhnya adalah 0.08 N = 1. N N Jadi normalitas larutan = 0. 0.50 ml .03731 M = 0.533 N. dari hasil yang diperoleh dapat dicari kesalahan relatif yang terjadi saat menentukan normalitas yang sesungguhnya. agar didapatkan hasil yang lebih valid dan teliti.40 ml yaitu merupakan selisih skala akhir dan awal buret. yaitu : .

+ 8 H+ + 5 NO2. Pada hal ini titran KMnO4 berlaku sebagai autoindikator redoks MnO4.+ H2O → NO3.533 N. Larutan KMnO4 disini bertindak sebagai titran dimana normalitas dari larutan tersebut telah diketahui dari percobaan sebelumnya yaitu 0.= 0.+ 2 H+ + e x1 x5 reduksi oksidasi redoks MnO4.→ Mn2+ + 4 H2O + 5 NO3. Reaksi : MnO4.3 = 77.+ 8 H+ + 5 e → Mn2+ + 4 H2O Ungu tak berwarna .+ 8 H+ + 5 e → Mn2+ + 4 H2O NO2.+2 H+ Pada percobaan ini dilakukan dengan titrasi langsung dalam suasana asam. Kemudian titrasi dilakukan hingga titik ekivalen tercapai yaitu ditandai dengan perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah muda (pink).533N ×100% 0. Sedangkan untuk titratnya yaitu larutan KNO2 yang akan dicari normalitasnya.67% Penentuan Kadar Nitrit dari Garam KNO2 dengan Larutan Standar KMnO4 Secara Permanganometris Pada percobaan yang ke 2 ini yaitu penetapan kadar nitrit dalam larutan KNO2 digunakan larutan KMnO4 sebagai larutan standar yang merupakan hasil dari standardisasi pada percobaan sebelumnya yang dilakukan secara permanganometris.67% Jadi tingkat kesalahan selama praktikum ini sebesar 77. sebagai pengasam digunakan H2SO4 pekat yang ditambahkan sebanyak 6 ml.3N − 0.

+ H2O → NO3. 2. Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 kali dengan volume titrat ( larutan KNO2) sebanyak 10.10 mL.+ 2 H+ + 2e Dari persamaan reaksi di atas: 1 Molaritas = 2 Normalitas Molaritas KNO2 = 0.90 mL yang bila dirata-rata volume titran tersebut adalah : . dengan penambahan H2SO4 sebagai pengasam sebanyak 6 ml.10 gram dan kemudian dilarutkan dengan aquades dalam volumetricflash 250 ml yang kemudian dititrasi hingga tercapai titik ekivalen. 1. Penentuan tingkat kemurnian dari sampel KNO2 dapat dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut : N KNO2 = 0.1048 N Reaksi : NO2.90 mL.2096 M Molaritas = .0 ml.Mula-mula berat sampel atau titrat yaitu kristal KNO2 ditimbang sebanyak 1. Kemudian dititrasi hingga terjadi perubahan warna pada titrat dan dihasilkan volume titran KMnO4 berturutturut sebagai berikut 1.

56% N N dan kadar dalam rendemenya 3) KMnO4 bertindak sebagai autoindikator. 2) Berdasarkan dari hasil proses analisa kuatitatif melalui metode permanganometri diperoleh: • • Konsentrasi KMnO4 sebesar Konsentrasi KNO2 sebesar adalah 16.1784 gram = 4.002096 mol x 85.11 = 0.Massa = n .56 % Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kadar nitrit di dalam rendemen adalah 16. Mr → massa = 0.1784 gram ( dalam 10 ml larutan ) Massa nitrit dalam 250 ml larutan KNO2 = x 0. KESIMPULAN 1) Pada analisis kuantitatif dengan metode permanganometri dilakukan melalui proses titrasi dan perhitungan yang dilakukan didasarkan dari hasil titrasi tersebut.4598 gram Jadi tingkat kemurnianitrit dalam garam nitrit ( KNO2 ) = 16.56%. .

2008. Day.4) Metode permanganometri dilakukan pada suasana asam dan pada temperature 400 C– 800 C agar reaksi oksidasinya berjalan dengan cepat. Jakarta: Kalman Media Pustaka. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semimikro (terjemahan oleh setiono. Rachmad. Petunjuk Praktikum Dasar-Dasar Kimia Analitik. 1991. 2008. J.Diambil 10 mL larutan . at al. DAFTAR PUSTAKA Nugroho.Dipanaskan sampai 40 ºC -70ºC . dkk). London:Longman Group.Dititrasi dengan larutan KMnO4 dalam buret sampai warna larutan berubah menjadi merah muda muda . Vogel’s Textbook of Quantitative Inorganic Analysis including Elementary Instrumental Analysis. R. 1998. Standarisasi Larutan KMnO4 dengan Larutan Standart Primer Natrium Oksalat Secara Permanganometris Natrium Oksalat . Widarti. Teori Penunjang Analisis Kuantitatif KIU 42 Malang: Universitas Negeri Malang Svehla. Quantitative Analysis Sixth Edition. Hayuni Retno..Ditunggu hingga larut . Emiritus:Prentice-Hall. Malang: Universitas Negeri Malang.A & unferwood. Basset.Ditambahkan 6 mL H2SO4 pekat . 1990.

Dikocok hingga homogen..Dipindahkan kedalam labu takar 250 ml dan diisi dengan air sampai garis tanda. KNO2 .Ditimbang sebanyak 1. .Diambil larutan tersebut dengan pipet takar sebanyak 10 ml.Dilakukan sebanyak 3 kali Diperoleh volume rata-rata KMnO4 Penentuan Kadar Nitrit dari Garam KNO2 dengan Larutan Standar KMnO4 Secara Permanganometris .Ditambahkan 6 mL H2SO4 pekat. .Ditritasi dengan larutan KMnO4 standar sampai warnanya menjadi merah muda .10 gram. .Dilakukan sebanyak 3 kali Diperoleh volume rata KMnO4 standar . KNO2 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful