P. 1
SUKU TENGGER

SUKU TENGGER

5.0

|Views: 2,068|Likes:
Published by Chrisnia Octovi

More info:

Published by: Chrisnia Octovi on Jan 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2015

pdf

text

original

SUKU TENGGER Suku tengger adalah suku yang tinggal disekitar gunung bromo, jawa timur yakni menempatati

sebagian wilayah kabupaten pasuruan, kabupaten probolinggo, dan kabupaten malang. Komunitas suku tengger berkisar antara 500 ribu orang yang tersebar di tiga kabupaten tersebut. Etnis yang paling terdekat dengan suku tengger adalah suku jawa namun terdapat perbedaan yang sangat menonjol antara keduanya, terutama dari sistem kebudayaannya. KEADAAN GEOGRAFIS Luas daerah Tengger kurang lebih 40km dan utara ke selatan; 20-30 km dan timur ke barat, di atas ketinggian antara 1000m - 3675 m. Daerah Tengger teletak pada bagian dari empat kabupaten, yaitu : Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang. Tipe permukaan tanahnya bergunung-gunung dengan tebingtebing yang curam. Kaldera Tengger adalah lautan pasir yang terluas, terletak pada ketinggian 2300 m, dengan panjang 5-10 km. Kawah Gunung Bromo, dengan ketinggian 2392 m, dan masih aktif .Di sebelah selatan menjulang puncak Gunung Semeru dengan ketinggian 3676 m. Wilayah adat Wilayah Adat Suku Tengger terbagi menjadi dua wilayah yaitu Sabrang Kulon (Brang Kulon diwakili oleh Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan) dan Sabrang Wetan Kecamatan (Brang Wetan diwakili oleh Desa

Ngadisari,Wanantara,Jetak

Sukapura

Kabupaten

Probolinggo).

Perwakilan oleh Desa T osari dan tiga Desa tersebut mengacu pada Prosesi Pembukaan Upacara Karo yang sekaligus membukla Jhodang Wasiat / Jimat Klontong. Adapun Desa ± Desa yang merupakan Komunitas Suku Tengger adalah Sebagai Berikut: Desa Ngadas, Wanatara, Jetak, dan Ngadisari (Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo), Desa Wanakersa, Ledokombo, Pandansari (Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo), Desa Tosari, Baledono, Sedaeng, Wonokitri, Ngadiwono, Kandangan, Mororejo (Kecamatan Tosari Kabupaten

Pasuruan), Desa Keduwung ( kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan), Desa Ngadirejo, Ledok Pring (Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan), Desa Ngadas (Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang),dan Desa Ranupani (Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang). Keadaan tanah dan tanam-tanaman Keadaan tanah daerah Tengger gembur seperti pasir, namun cukup subur. Tanaman keras yang tumbuh terutama adalah agathis laranthifolia, pinus merkusii, tectona, grandis leucaena, dan swietenia altingia excelsa, anthocepalus cadamba. Di kaki bukit paling atas ditumbuhi pohon cemara sampai di ketinggian 3000 dpl yaitu lereng Gunung Semeru. Tumbuhan utamanya adalah pohon-pohonan yang tinggi, pohon elfin dan pohon cemara, sedangkan tanam-tanaman pertanian terutama adalah kentang, kubis, wortel, jagung,bawang prei (plompong tengger) dsb. Jenis hewan Jenis hewan piaraan yang ada antara lain lembu, kambing, babi dan ayam kampung. Jenis binatang yang hidup secara liar di hutan-hutan adalah babi hutan (sus scrofa) rusa timur (cervus timorensis), serigala atau (muncak muntiacus), dan berkembang pula jenis macam tutul (panthera pardus), terdapat pula species burung-burungan, misalnya burung air. Iklim dan cuaca Iklim daerah Tengger adalah hujan dan kemarau. Musim kemarau terjadi antara bulan Mei-Oktober. Curah hujan di Sukapura sekitar 1800 mm, sedangkan musim hujan terjadi pada bulan November-April, dengan persentase 20 hari/lebih hujan turun dalam satu bulan. Suhu udara berubah-ubah, tergantung ketinggian, antara 3º - 18º Celsius. Selama musim hujan kelembaban udara rata-rata 80%. Temperaturnya sepanjang hari terasa sejuk, dan pada malam hari terasa dingin. Pada musim kemarau temperatur malam hari terasa lebih dingin daripada musim

Joko Seger pun melanjutkan perjalanannya sampai Pananjakan. Karena situasi kerajaan memburuk. Ia dan para punggawanya pergi ke Pegunungan Tengger. Di daerah perkampungan. Sementara itu. kemudian melanjutkan perjalanan ke Pananjakan. arti tengger adalah tengering budi luhur. Makna lainnya adalah: daerah pegunungan. Namanya Rara Anteng.hujan. mengasingkan diri ke Desa Kedawung sambil mencari pamannya yang tinggal di dekat Gunung Bromo. yakni Rara Anteng dan Joko Seger Hikayat Rara Anteng dan Jaka Seger. Di desa ini. Joko Seger mendapatkan informasi adanya orang-orang Majapahit yang menetap di Pananjakan. pada zaman dahulu. Joko Seger tersesat dan bertemu Rara Anteng yang segera mengajaknya ke kediamannya. putra seorang brahmana. Rara Anteng kemudian diangkat anak oleh Resi Dadap. seorang pendeta yang bermukim di Pegunungan Bromo. Alkisah. Rara Anteng mencari tempat hidup yang lebih aman. kemudian melamar gadis itu. Ia menetap di Pananjakan dan mulai bercocok tanam. Joko Seger. diam tanpa bergerak (Jawa). Tengger berarti berdiri tegak. ia singgah satu windu. Rara Anteng dituduh telah berbuat serong dengan Joko Seger oleh para pinisepuhnya. Di daerah sekitar puncak Gunung Bromo kabut mulai menebal pada pagi hari sebelum fajar menyingsing. Secara etimologis. Pada musim dingin biasanya diselimuti kabut tebal. Kediri juga kacau sebagai akibat situasi politik di Majapahit. . Tengger memang berada pada lereng pegunungan Tengger dan Semeru. kabut mulai menebal pada sore hari. Ada pula pengaitan tengger dengan mitos masyarakat tentang suami istri cikal bakal penghuni wilayah Tengger. Ada banyak makna yang dikandung dari kata Tengger. Di Desa Krajan. ada seorang putri Raja Brawijaya dengan Permaisuri Kerajaan Majapahit. ASAL USUL DAN SEJARAH Suku Tengger yang beragama Hindu hidup di wilayah Gunung Bromo. Jawa Timur. Artinya tanda bahwa warganya memiliki budi luhur. Bila dikaitkan dengan adat dan kepercayaan. Sesampai di kediamannya. Joko Seger membela Rara Anteng dan menyatakan hal itu tidak benar.

R Kusuma kemudian disembunyikan di sekitar Desa Ngadas. Pada upacara Kesada. setiap tanggal 14 Kesada. minta upeti hasil bumi. Pasangan ini dikarunia 25 anak sesuai permohonan mereka. Namun semburan api itu sampai juga di Ngadas. Kini upacara itu terkenal dengan nama Kesada.Sewindu sudah perkawinan itu namun tak juga mereka dikaruniai anak. R Kusuma lantas pergi ke kawah Gunung Bromo. Suami istri itu tak rela mengorbankan anak bungsu mereka.Lamaran diterima. Dari kawah terdengar suara R Kusuma supaya saudarasaudaranya hidup rukun. Mereka menggunakan dua tingkatan bahasa yaitu ngoko. Ia berpesan. Ia rela berkorban sebagai wakil saudara-saudaranya dan masyarakat setempat. Ada pawisik mereka akan dikaruniai anak. Putra terakhir bernama R Kusuma. dimana mereka menggunakan bahasa Jawa dialek tengger. Resi Dadap Putih mengesahkan perkawinan mereka. Cerita lain menunjukkan saudara-saudara R Kusuma menjadi penjaga tempat-tempat lain. Suku Tengger merupakan salah satu sub kelompok orang Jawa yang mengembangkan variasai budaya yang khas. tanpa tingkatan bahasa sebagaimana yang ada pada tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa pada umumnya. Dari puncak Gunung Bromo keluar semburan cahaya yang kemudian menyusup ke dalam jiwa Rara Anteng dan Joko Seger. dukun selalu meriwayatkan kisah Joko Seger ± Rara Anteng BAHASA Bahasa yang berkembang di masyarakat suku Tengger adalah bahasa Jawa Tengger yaitu bahasa Jawi kuno yang diyakini sebagai dialek asli orang -orang Majapahit. bahasa . Kekhasan ini bisa dilihat dari bahasanya. Sang Hyang Widi Wasa menanggapi semedi mereka. karena wilayah Tengger penduduknya sangat sedikit. Bertahun-tahun kemudian Gunung Bromo mengeluarkan semburan api sebagai tanda janji harus ditepati. Mereka bertapa 6 tahun dan setiap tahun berganti arah. Bahasa yang digunakan dalam kitab-kitab mantra pun menggunakan tulisan Jawa Kawi. namun anak terakhir harus dikorbankan di kawah Gunung Bromo.

jumlah usia kalender suku tengger berjumlah 30 hari (masing-masing bulan dibulatkan). atau satu windu tahun wuku.tetapi ada perbedaan penyebutan usia hari yaitu antara tanggal 1 sampai dengan 15 disebut tanggal hari. Sistem Kalender Suku Tengger Suku Tengger sudah mengenal dan mempunyai sistem kalender sendiri yang mereka namakan Tahun Saka atau Saka Warsa.dan 15 sampai 30 disebut Panglong Hari (penyebutannya adalah Panglong siji. Pada masyarakat Tengger tidak terdapat adanya perbedaan kasta. Ibu = Mak . Bapak/Ayah= Pak . Pada tanggal Perhitungan Tahun Saka di Indonesia jatuh pada tanggal 1 (sepisan) sasih kedhasa (bulan ke sepuluh). yaitu sehari setelah bulan tilem (bulan mati). Kakak= Kang . Contoh: Aku ( Laki-laki) = Reang . Mbak= Yuk SISTEM PENGETAHUAN Pendidikan pada masyarakat Tengger sudah mulai terlihat dan maju dengan dibangunnya sekolah-sekolah. sehingga ada dua tanggal yang harus disatukan dan akan terjadi pengurangan jumlah hari pada tiap tahunnya. dalam arti mereka berkedudukan sama. baik tingkat dasar maupun menengah disekitar kawasan Tengger. tepatnya pada bulan Maret dalam Tahun Masehi.sehari-hari terhadap sesamanya. Cara menghitungnya dengan rumus : tiap bulan berlangsung 30 hari. Pada tanggal dan bulan tertentu terdapat tanggal yang digabungkan yaitu tumbuknya dua tanggal. dan krama untuk komunikasi terhadap orang yang lebih tua atau orang tua yang dihormati. Kakek=Wek . Pada waktu . Aku ( wanita ) = Isun . Kamu ( untuk seusia)= Sira . sehingga dalam 12 bulan terdapat 360 hari. Sedangkan untuk wuku dan hari pasaran tertentu dianggap sebagai wuku atau hari tumbuk.. Kamu ( untuk yang lebih tua) = Rika.panglong loro dan seterusnya) . Untuk melengkapi atau menyempurnakannya diadakan perhitungan kembali setiap lima tahun. Sumber pengetahuan lain adalah mengenai penggunaan mantra-mantra tertentu oleh masyarakat Tengger.

Respati : kamis 6. Budha : r a b u 5.istilah mecak biasanya digunakan untuk menghitung atau mencari tanggal yang tepat untuk melaksankan Upacara-upacara besar seperti Karo. digunakan untuk mengadakan perayaan Unan -unan. 1. Setiap Dukun Sepuh telah mempunyai persiapan atau catatan tanggal hasil Mecak untuk tiap ± tiap Upacara yang akan dilaksanakan sampai lima tahun ke depan. Sitra : kapat . NAMA ± NAMA HARI SUKU TENGGER.Kasada maupun Upacara Unan-unan. Shoma : senin 3. Pusa : karo 3. yang kemudian tanggal dan bulan seterusnya digunakan untuk memulai bulan berikutnya.itu ada bulan yang ditiadakan. yaitu bulan Dhesta atau bulan ke-sebelas. Dhite : minggu 2. Tumpek : sabtu NAMA ± NAMA BULAN SUKU TENGGER 1. MECAK (Perhitungan Kalender Tengger ). Kartika : kasa 2. Sukra : jum¶at 7. Anggara : selasa 4. Manggastri : katiga 4.

Pada umumnya masyarakat Tengger hidup sangat sederhana dan hemat. Alat pertanian yang mereka pakai sangat sederhana. Hasil pertaniannya itu terutama adalah jagung. Palguno : kapitu 8. kubis. sehingga harus membuat gubuh-gubuk sederhana di ladangnya untuk berteduh sementara waktu siang hari. terdiri dari cangkul. Sifat dan sikap suku tengger Konsep tentang Manusia Menurut Falsafah Tengger Sifat Umum Di dalam kehidupan sehari-hari orang Tengger mempunyai kebiasaan hidup sederhana. Kelebihan penjualan hasil ladang ditabung untuk perbaikan rumah serta keperluan . Manggakala : kalima 6. Asuji : kasada Adapun tahun yang digunakan adalah tahun saka ( caka ). Pandrawana : destha 12.sabit dan semacamnya. Kebanyakan mereka bertempat tinggal jauh dari ladangnya. Ladang mereka di lereng -lereng gunung dan puncak-puncak yang berbukit-bukit. kopi. kentang. Naya : kanem 7. Wortel dsb. Mereka bekerja sangat rajin dan pagi hingga petang hari di ladangnya. rajin dan damai. bawang prei. Serawana : kasepoloh 11. Mereka adalah petani. Jito : kasanga 10.5. Wisaka : kawolu 9.

g. ng : marmane gantia binuka thukul ngakasa. p.w. Dukun sebagai tempat bertanya untuk mengatasi kesulitan ataupun berbagai masalah kehidupan. rasa dan kehendak pada manusia.r.t. Kehidupan masyarakat Tengger sangat dekat dengan adat. agar saling terbuka tumbuh (berkembang) penuh kebebasan (ngakasa µmenuju alam bebas angkasa¶)´.n. Kehidupan pada masyarakat Tengger penuh dengan kedamaian dan kondisi masyarakatnya sangat aman. d. Pelanggaran yang dilakukan cukup diselesaikan oleh Petinggi ( Kepala Desa) dan biasanya mereka patuh.memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya. . j. kematian atau kegiatan-kegiatan lainnya. Segala masalah dapat diselesaikan dengan mudah atas peranan orang yang berpengaruh pada masyarakat tersebut dengan sistem musyawarah. b.istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya secara turun-temurun. Asal-Usul Manusia menurut Falsafah Tengger Ajaran tentang asal-usul manusia adalah seperti terdapat pada mantra purwa bhumi. Dukun berperan dalam segala pelaksanaan adat. Dukun berperan penting dalam melaksanakan upacara Adat.l : dumadi tetesing sarira wadi laksana. baik mengenai perkawinan. rasa karsa. dh. Apabila diartikan secara harfiah kurang lebih sebagai berikut: ³Tuhan Yang Maha Esa menciptakan cahaya. Mereka juga sangat patuh dengan segala peraturan pemerintah yang ada. ny : panca dhawuh jagad yekti nyawiji. Apabila cara ini tidak juga menolong.k : hingsun nitahake cipta. h. (manusia) dijadikan melalui badan gaib untuk melaksanakan lima perintah d dunia dengan i kesungguhan hati. Sedangkan tugas manusia di dunia ini dapat dipelajari melalui cara masyarakat Tengger memberi makna kepada aksara Jawa yang mereka kembangkan.c. m. maka si pelaku pelanggaran itu cukup disatru (tidak diajak bicara) oleh seluruh penduduk.s. y. seperti kewajiban membayak pajak. kerja bakti dan sebagainya. Adapun makna yang dimaksudkan adalah seperti tersebut dibawah ini. th.

Hal ini mengandung makna bahwa baik-buruk. sehat-sakit. iii. yaitu bahwa ada utusan. Kesempurnaan hidup manusia apabila dapat menyeimbangkan kedua hal itu. yang akhirnya keduanya mengalami nasib yang sama. senang-susah. ii. Sukma adalah badan halus yang bersifat abadi. untuk mengemban tugas di dunia ini melaksanakan lima perintah-Nya dengan menyatukan diri pada tugasnya. Hubungan Antar-manusia Menurut Falsafah Tengger Sesuai dengan ajaran yang hidup di masyarakat Tengger seperti terkandung dalam ajaran tentang sikap hidup dengan sesanti panca setia. dan selama itu mereka mengembara tidak mempunyai tempat berhenti. yang dilahirkan dari tidak ada menjadi ada atau dari alam gaib. Keduanya sama kuatnya (sama-sama berjaya). Cahaya. Jika orang meninggal. setya semàya artinya setia . tekun. yaitu menjadi mayat. Hal ini terjadi pada hari ke-1000 sesudah kematian dan melalui upacara Entas-entas. agar di dunia ini tumbuh keterbukaan dan perkembangan menuju kesempurnaan. Bagian terakhir ialah bagian timur yang disebut juga kawah candradimuka. api dan air dari arah timur akan melenyapkan semua kejahatan yang dialami sukma sewaktu berada di dalam badan. taat.Pada hakikatnya manusia adalah ciptaan Tuhan. yang akan menyucikan sukma sehingga menjadi bersih dan suci serta masuk surga. mandiri. sedangkan sukmanya terbebas dari mengalami suatu proses penyucian di dalam neraka. Masyarakat Tengger percaya bahwa neraka itu terdiri dari beberapa bagian. adalah ada pada manusia dan tak dapat dihindari. yaitu: i. Masih ada lagi tafsiran tentang aksara Jawa yang dikaitkan dengan cerita tentang Aji Saka. yang keduanya saling bertengkar (berebut kebenaran). badannya pulang ke pertiwi (bumi). Hubungan Badan dan Roh Menurut Falsafah Tengger Masyarakat Tengger beranggapan bahwa badan manusia itu hanya merupakan pembungkus sukma (roh). setya budaya artinya. setya wacana artinya setia pada ucapan.

serta rasa tanggung jawab. Hal ini tampak pada sifat taat. Sikap gotong-royongnya terlihat pula pada waktu mendirikan pendopo agung di Tosari. serta menciptakan suasana tenteram dan damai. v. tidak dibuat-buat apa adanya. serta merelakan sebagian tanahnya apabila terkena pembangunan jalan. berarti pimpinan atau pemerintah. wastra (memiliki pakaian. prasetya berarti setya. artinya memberikan perlindungan. tempat tinggal).padajanji. setya mitra artinya setia kawan. ngayani. ngayemi. wareg (kenyang). setya laksana artinya patuh. ii. Demikian pula tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sosial tercermin pada kesadaran rakyat untuk ikut serta menjaga keamanan. v. yaitu ngayomi. yaitu waras (sehat). prayoga berarti senantiasa bersikap bijaksana. Sifat lain yang positif adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap perkembangan. iv. pranata berarti senantiasa patuh pada raja. prayitna berarti waspada. toleransi tinggi. dan widya (menguasai ilmu dan teknologi. Sikap dan Pandangan Hidup Pandangan tentang Perilaku Sikap dan pandangan hidup orang Tengger tercermin pada harapannya. umpamanya menunjukkan bahwa pada umumnya mereka bekerja di ladangnya dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore setiap hari secara tekun. wisma (memiliki rumah. sandang). . gotongroyong. Mereka mengembangkan pandangan hidup yang disebut pengetahuan tentang watak yaitu: i. iv. prasaja berarti jujur. meskipun mereka tetap pada sikap yang sesuai dengan identitasnya sebagai orang Tengger. yaitu kesediaan mereka untuk menerima orang asing atau orang lain. iii. tuhu. Hubungan antara pria dan wanita tercermin pada sikap bahwa pria adalah sebagai pengayom bagi wanita. berpengetahuan dan terampil). memberikan nafkah. tekun bekerja. adalah sebagai hasil jerih payah rakyat membuat jalan sepanjang 15 km dari Tosari menuju Bromo (tahun 1971-1976). Ajaran tentang kesetiaan berpengaruh besar terhadap perilaku masyarakat Tengger. taat.

kerja keras. Mereka tetap dapat menerima apabila anak -anaknya ada yang berumah tangga dengan wanita atau pria yang berlainan agama sekalipun. pada umumnya para generasi muda masih tetap melakukannya sesuai dengan adat kebiasaan orang tuanya. Begitu mendalamnya rasa malu itu. Dengan . masyarakat Tengger mengembangkan sikap kepribadian tertentu sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang ada. yaitu meneruskan sikap nenek moyangnya sebagai penghormatan kepada leluhur. bukan pada cara mencapai tujuan. Pada dasarnya perkawinan bersifat bebas. Sikap hidup masyarakat Tengger yang penting adalah tata tentrem (tidak banyak risiko). aja jowal-jawil (jangan suka mengganggu orang lain). yaitu sikap orang tua yang memberikan kebebasan bagi para putra-putrinya untuk memilih calon istri atau suaminya. Sikap toleransi itu tampak pula dalam hal perkawinan. Antara lain mengembangkan sikap seperti kelima pandangan hidup tersebut. Sikap toleransi mereka tercermin pada kenyataan bahwa mereka dapat bergaul dengan orang beragama lain. sebab mereka lebih berorientasi pada tujuan. Pada dasarnya manusia itu bertujuan satu. ataupun kedatangan orang beragama lain. dan tetap mempertahankan tanah milik secara turun-temurun. Dalam keagamaan mereka tetap setia kepada agama yang telah dimiliki namun toleransi tetap tinggi. Namun dalam hal melaksanakan adat.Atas dasar kelima pandangan hidup tersebut. Mereka mengembangkan sikap rasa malu dalam arti positif. yaitu mencapai Tuhan. meskipun jalannya beraneka warna. di samping dikembangkan pula sikap lain sebagai perwujudannya. akan tetapi untuk menolong sesamanya. sehingga pernah ada kasus (di Tosari) seorang warga masyarakat yang bunuh diri hanya karena tidak ikut serta dalam kegiatan gotong-royong. Sikap terhadap kerja adalah positif dengan titi luri-nya. Sikap terhadap hasil kerja bukanlah semata-mata hidup untuk mengumpulkan harta demi kepentingan pribadi. yaitu rasa malu apabila tidak ikut serta dalam kegiatan sosial.

kalau sudah masak tidak ada harga. dengan lambang bramacari yaitu masa yang tepat untuk pendidikan. umur 0 sampal 21 (wanita) atau 27 (pria). lamaran dilakukan oleh orangtua pria. Sikap mereka terhadap perubahan cukup baik. Untuk mencapai keberhasilan dalam hidup semata-marta diutamakan pada hasil kerja sendiri. dan teknologi. terbukti mereka dapat menerima pengaruh model pakaian. Dalam pertunangan (pacangan). Sebelumnya didahului dengan pertemuan antara kedua calon. yakni: 1. usia 21 (wanita) atau 27 (pria) sampai 60 tahun lambing griasta. Poligami dan perceraian boleh dikatakan tidak pernah terjadi. Pertunangan dan Perkawinan Pada umumnya masyarakat Tengger mempunyai pendirian yang cukup bermoral atas perkawinan. dengan harapan agar anak mampu untuk mikul dhuwur mendhem jero. yaitu memuliakan orangtuanya. 3.demikian. Apabila kedua belah pihak telah sepakat. Orang tua tidak ingin mempunyai anak yang memalukan. maka orangtua pihak wanita (sebagai calon) berkunjung ke orangtua pihak pria untuk . Pada masa griasta ada ungkapan yang berbunyi kalau masih mentah sama adil. 60 tahun ke atas. yang dimaksudkan adalah hendaklah manusia itu pada waktu mudanya bersikap adil dan masa dewasa menyiapkan dirinya untuk masa tuanya dan hari akhirnya. dalam masyarakat Tengger tidak pernah terjadi kelaparan. dengan lambang biksuka. dan mereka menjauhkan diri dari sikap nyadhang (menengadahkan telapak tangan ke atas). atas dasar rasa senang kedua belah pihak. Perkawinan di bawah umur juga jarang terjadi. masa yang tepat untuk membangun rumah dan mandiri. Masyarakat Tengger mengharapkan generasi mudanya mampu mandiri seperti ksatria Tengger. Siklus Hidup Menurut Falsafah Tengger Ada 3 (tiga) tahap penting siklus kehidupan menurut pandangan masyarakat Tengger. 2. membangun diri sebagai manusia usia lanjut untuk lebih mementingkan masa akhir hidupnya. serta perubahan lain yang berkaitan dengan cara mereka mengharapkan masa depan yang lebih baik dan berkeyakinan akan datangnya kejayaan dan kesejahteraan masyarakatnya.

maka pasangan pengantin diarak (upacara ngarak) keliling. beras dan mas kawin. Dukun akan memberikan saran (menetapkan) hari yang baik dan tepat. Pada upacara asrah pengantin. Pada upacara perkawinan pengantin wanita memberikan hadiah bokor tembaga berisi sirih lengkap dengan tembakau.menanyakan persetujuannya atau notok. Hak Waris Pada dasarnya masyarakat Tengger mempertahankan hak waris tanah untuk anak keturunan mereka saja. Tata Rumah Rumah penduduk Tengger dibangun di atas tanah. Setelah hari untuk upacara perkawinan ditentukan. dan sebagainya. Rumah-rumah . dan jauh dan gangguan angiñ. Pewarisan kepada anak-turunannya ditentukan oleh kerelaan pihak orang tua. Sebagai kelengkapan upacara perkawinan. Pada upacara pernikahan dibuatkan petra (petara: boneka sebagai tempat roh nenek moyang) supaya roh nenek moyangnya bisa hadir menyaksikan. sedangkan pengantin pria memberikan hadiah berupa sebuah keranjang berisi buah-buahan. yang sedapat mungkin dipilih pada daerah datar. Sebelum acara perkawinan biasanya telah dimintakan nasihat kepada dukun mengenai kapan sebaiknya hari perkawinan itu dilaksanakan. rokok dan lain. bukan atas dasar aturan ketat yang dibakukan. masing-masing pihak diwakili oleh seorang utusan. µpapan¶ tempat pelaksanaan perkawinan. Biasanya setelah melakukan perkawinan kemanten pria harus tinggal dirumah (mengikuti) kemanten wanita. Apabila ada keluarga yang terpaksa menjual hak tanah. Para wakil mengadakan pembicaraan mengenai kewajiban dalam perkawinan dengan disaksikan oleh seoran dukun. atau kalau terpaksa dipilih tanah yang dapat dibuat teras. dekat air. diteruskan dengan kunjungan dari pihak orangtua pria untuk menyampaikan ikatan (peningset) dan menentukan hari perkawinan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Sesudah itu barulah upacara perkawinan dilakukan. Selanjutnya apabila orangtua pihak pria telah menyetujui. maka diawali selamatan kecil (dengan sajian bubur merah dan bubur putih). diusahakan untuk dibeli oleh keluarga yang terdekat. diikuti oleh empat gadis dan empat jejaka dengan diiringi gamelan.

lepet.letaknya berdekatan atau menggerombol pada suatu tempat yang dapat dimasuki dan berbagaf jurusany yang dihubungkan dengan jalan sempit atau gak lebar antara satu desa dengan desa lain. Tiang dan dinding rumahnya terbuat dan kayu dan atapnya terbuat dan bambu yang dibelah. Selain digunakan untuk penghangat tubuh bagi penghuni rumah. demikiah pula apabila bangunan telah selesai diadakan selamatan lagi. Apabila seorang tamu di terima dan dipersilakan duduk di tempat ini menunjukkan bahwa tamu tersebut diterima dengan hormat. Halaman rumah mereka pada umumnya sempit (kecil) dan tidak ditanami pohon-pohonan. Desa induk yang disebut Jcrajan biasa -nya terletak di tengah dengan jaringan jalan-jalan yang menghubungkan dengan desa lain. . Ada kebiasaan bahwa seorang pria yang baru saja kawin akan tinggal bersama mertuanya. dewasa ini masyarakat telah mengubah kebiasaan itu dengan menggunakan atap dan seng. Pada setiap bangunan yang sedang dikejakan selalu terdapat sesajen. semacam dipan yang ditaruh di depan rumah. sigiran dimanfaatkan untuk menyimpan jagung. berupa makanan. Bangunan rumah orang Tengger biasanya luas sebab pada umumnya dihuni oleh beberapa keluarga bersama-sama. perapian juga dimanfaatkan untuk mengeringkan jagung. Pembangunan sebuah rumah selalu diawali dengan selamatan. dan tangga. Setelah bahan itu sulit diperoleh. Di dekat perapian terdapat tempat duduk pendek terbuat dari kayu (dingklik bhs jawa) yang meliputi kurang lebih separuh dan seluruh ruangan. Selain itu. papan atau genteng. lesung. Di dalam ruangan rumah itu disediakan pula tungku perapian (pra pen) yang terbuat dan batu atau semen. sehingga juga berfungsi sebagai lumbung untuk menyimpan sampai panen mendatang. atau bahan makan lainnya yang memerlukan pengawetan dan ditaruh di atas paga. yang digantungkan pada tiangtiang. ketupat. tempat untuk menggantungkan jagung yang belum dikupas. Dekat tempat perapian itu terdapat pula alat-alat dapur. pisang raja dan lain-lain. Alat rumah tangga tradisional yang hingga sekarang pada umumnya masih tetap ada adalah balai-balai. Perapian ini kurang lebih panjangnya 1/4 dari panjang ruangan yang ada. Di halaman itu pula terdapat sigiran.

Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari majapahit. Masyarakat tengger bahkan lebih memilih tidak mempunyai kepala pemerintahan desa dari pada tidak memiliki pemimpin ritual. Suku Tengger tidak seperti suku-suku lain karena masyarakat Tengger tidak memiliki istana. makan. banyak persyaratan yang harus dipenuhi sebagai perantara doa-doa mereka. . melimpah. perabotan.TEKNOLOGI Dalam kehidupan suku Tengger. Gungung brahma (Bromo) dipercayai sebagai gunung suci dengan mengadakan berbagai macam upacraupacara yang dipimpin oleh seorang dukun yang sangat dihormati dan disegani. Yahya kasada. Upacara-upacara yang dilakukan masyarakat tengger diantaranya : a. b. ternak dan sebagainya. Tetapi suku Tengger sendiri juga memiliki beberapa obyek penting yaitu lonceng perungggu dan sebuah padasan di lereng bagian utara Tengger yang telah menjadi puing. Upacara ini ilakukan pada 14 bulan kasada. mereka membawa ongkek yang berisi sesaji dari hasil pertanian. pustaka. Upacara Karo. Para dukun pandita tidak bisa di jabat oleh sembarang orang. maupun kekayaan seni budaya tradisional. Masyarakat tengger dikenal taat dengan aturan agama Hindu. sudah mengalami teknologi komunikasi yang dibawa oleh wisatawan-wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga cenderung menimbulkan perubahan kebudayaan. Islam dan Kristen. Masyarakat menyambutnya dengan suka cita dengan membeli pakaian baru. Lalu dilemparkan kekawah gunung bromo agar mendapatkan berkah dan diberikan keselamatan oleh yang maha kuasa. minuman. dengan tujuan mengadakan pemujaan terhadap sang Hyang Widi Wasa. Hari raya terbesar masyarakat tngger aalah upacara karo atau hari raya karo. SISTEM AGAMA DAN RELIGI Agama yang dianut sebagian besar suku tengger adalah Hindu.

matahari. jatuh pada bulan kedelapan.c. Upacara kasanga. bertujuan untuk memohon brekah keselamatan serta selamat kiblat. Tali sampet. sehelai kain baju tanpa jahitan. Jatuh pada saat bulan Purnama (ke dua belas) tahun saka. api. Peralatan upacara Baju Adat Tengger Hitam. Prasen ini berupa mangkuk bergambar binatang dan zodiak. masyarakat mengirimkan sesaji ke kepala desa. e. f. Upacara kasada. Upacara kawalu. air. yaitu pemujaan terhadap arah mata angin.Udeng dan kain Selempang berwarna kuning. Tanda tahun ini menunjukkan masa berkuasanya pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi di Majapahit. dengan tujuan untuk kesehatan Bumi. ORGANISASI SOSIAL . bulan dan bintang. Upacara ini isebut sebagai upacara kuban g. 1253. Beberapa prasen yang dimiliki oleh para dukun berangka tahun Saka: 1249. sebagai pelengkap upacara. diadakan lima tahun sekali dengan tujuan mengaaan penghormatan terhadap roh leluhur. keropak dan prapen. Masyarakat berkelilling desa dengan membunyikan kentongan dan membawa obor tujuannya adalah memohon keselamatan. Upacara Unan. angin. Unan. d. jatuh pada bulan ke empat. Genta. 1251. jatuh pada bulan kesembilan. Upacara Kapat. Hal ini sesuai dengan yang diperoleh sebagai warisan dari nenek moyang Suku Tengger. Prasen. 1261. berasal dari kata rasi atau praci (Sansekerta) yang berarti zodiak. dan pada dua prasen lainnya terdapat tanda tahun Saka 1275. atau kain berwarna kuning yang dipakai oleh Dukun Tengger. terbuat dari kain batik.

misalnya pada usia 10-14 tahun. Adat perkawinan yang diterapkan oleh siuku Tengger tidak berbeda jauh dengan adat perkawinan orang Jawa hanya saja yang bertindak sebagai penghulu dan wali keluarga adalah dukun Pandita. dan anak-anak.Perkawinan Sebelum ada Undang-Undang perkawinan banyak anak-anak suku Tengger yang kawin dalam usia belia. Sistem Kekerabatan Seperti orang Jawa lainnya. Sistem Kemasyarakatan Masyarakat suku Tengger terdiri atas kelompok-kelompok desa yang masing-masing kelompok tersebut dipimpin oleh tetua. Masyarakat suku Tengger amat percaya dan menghormati dukun di wilayah mereka dibandingkan pejabat administratif karena dukun sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat . yaitu pasangan suami-istri bertempat tinggal di lingkungan yang baru. istri. orang Tengger menarik garis keturunan berdasarkan prinsip bilateral yaitu garis keturunan pihak ayah dan ibu. Adat menetap setelah menikah adalah neolokal. Kelompok kekerabatan yang terkecil adalah keluarga inti yang terdiri dari suami. Untuk sementara pasangan pengantin berdiam terlebih dahulu dilingkungan kerabat istri. Namun. pada masa sekarang hal tersebut sudah banyak berkurang dan pola perkawinannya endogami. Dan seluruh perkampungan ini dipimpin oleh seorang kepala adat.

Jagung adalah makanan pokok suku Tengger. Selain bertani. Masyarakat muslim Tengger biasanya tinggal di desa-desa yang agak bawah sedangkan Hindu Tengger tinggal didesa-desa yang ada di atasnya. KESENIAN Tarian khas suku Tengger adalah tari sodoran yang ditampilkan pada perayaan Karo dan Kasodo. MATA PENCAHARIAN Pada masa kini masyarakat Tengger umumnya hidup sebagai petani di ladang. masyarakat Tengger banyak terpengaruh dengan budaya pertanian dan pegunungan yang kental meskipun sebagian besar budaya mereka serupa dengan masyarakat Jawa . Prinsip mereka adalah tidak mau menjual tanah (ladang) mereka pada orang lain.Tengger. tembakau. kubis. danyam. dan poten.Seni Tari Tari yang biasa dipentaskan adalah tari Roro Anteng dan Joko Seger yang dimulai sebelum pembukaan upacara Kasada. ada sebagian masyarakat Tengger yang berprofesi menjadi pemandu wisatawan di Bromo. dan jagung. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menawarkan kuda yang mereka miliki untuk disewakan kepada wisatawan. Poten dibagi menjadi tiga mandala atau zone yaitu : . Dari segi kebudayaan. Macam hasil pertaniannya adalah kentang.Seni bangunan Bangunan untuk peribadatan berupa pura disebut punden. . wortel. Poten adalah sebidang tanah dilautan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Masyarakat Tengger mengangkat masyarakat lain dari luar masyarakat Tengger sebagai warga kehormatan dan tidak semuanya bisa menjadi warga kehormatan di masyarakat Tengger.

3.wikipedia. bedawang. bangunan sekepat. Orang Tengger dangat menghormati Dukun dan Tetua adat mereka. NILAI-NILAI BUDAYA Orang Tengger sangat dihormati oleh masyarakat Tengger karena mereka selalu hidup rukun. DAFTAR PUSTAKA AnneAhira. disebut juga jaba sisi yaitu tempat peralhian dari luar kedalam pura yang terdiri dari bangunan candi bentar dan bangunan penunjang lainnya. disebut juga jaba tengah yaitu tempat persiapan pengiring upacara yang terdiri dari kori agung candi bentar bale kentongan. mandala madya atau zone tengah. 2. Orang Tenggr suka bekerja keras.com diunduh 3 Januari 2011 www. nala. mandala nista atau zone depan. dan jujur serta cinta damai. sederahana.1. dan kori agung candi bentar. dan Bale Bengong. ramah.detik. dan takut berbuat jahat seperti mencuri karena mereka dibayangi adanya hukum karma apabila mencuri barang orang lain maka akan datang balasan yaitu hartanya akan hilang lebih banyak lagi.com diunduh 5 Januari 2011 . mandala utama disebut jeroan yaitu tempat pelaksanaan pemujaan yang terdiri dari padma.com diunduh 5 Januari 2011 http://m.

Masyarakat Tengger: Latar Belakang Daerah Taman Nasional Bromo. umkm-pasuruankab. 1989.com diunduh 8 Januari 2011 KARANGAN ETNOGRAFI SUKU TENGGER Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Sejarah Antropologi Dosen Pengampu : Isawati. S. Widyaprakoso. Yogyakarta.Simanhadi. Aksara Baru.Pd Disusun Oleh: ESTI PRAMIATI K4408032 . Kanisius. Koentjaraningrat. Jakarta. Pengantar Ilmu Antropologi. 1994.

PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->