PENDAHULUAN

A. LATAR BALAKANG Kehidupan dan peradaban manusia di awal milenium ketiga ini mengalami banyak perubahan. Dalam merespon fenomena itu, manusia berpacu mengembangkan pendidikan baik di bidang ilmu-ilmu sosial, ilmu alam, ilmu pasti maupun ilmu-ilmu terapan. Namun bersamaan dengan itu muncul sejumlah krisis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, misalnya krisis politik, ekonomi, sosial, hukum, etnis, agama, golongan dan ras. Akibatnya, peranan serta efektivitas pendidikan agama di sekolah sebagai pemberi nilai spiritual terhadap kesejahteraan masyarakat dipertanyakan. Dengan asumsi jika pendidikan agama dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakatpun akan lebih baik.Kenyataannya, seolah-olah pendidikan agama dianggap kurang memberikan kontribusi kearah itu. Setelah ditelusuri, pendidikan agama menghadapi beberapa kendala, antara lain; waktu yang disediakan hanya dua jam pelajaran dengan muatan materi yang begitu padat dan memang penting, yakni menuntut pemantapan pengetahuan hingga terbentuk watak dan keperibadian yang berbeda jauh dengan tuntutan terhadap mata pelajaran lainnya. Memang tidak adil menimpakan tanggung jawab atas munculnya kesenjangan antara harapan dan kenyataan itu kepada pendidikan agama di sekolah, sebab pendidikan agama di sekolah bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian siswa. Apalagi dalam pelaksanaan pendidikan agama tersebut masih terdapat kelemahankelemahan yang mendorong dilakukannya penyempurnaan terus menerus. Kelemahan lain, materi pendidikan agama Islam, termasuk bahan ajar akhlak, lebih terfokus pada pengayaan pengetahuan (kognitif) dan minim dalam pembentukan sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik). Kendala lain adalah kurangnya keikutsertaan guru mata pelajaranlain dalam memberi motivasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai pendidikan agama dalam kehidupansehari-hari. Lalu lemahnya sumber daya guru dalam pengembangan pendekatan dan metode yang lebih variatif, minimnya berbagai sarana pelatihan dan pengembangan, serta rendahnya peran serta orang tuasiswa. Dalam kurikulum 1975, 1984, dan 1994, target yang harus dicapai (attainment target) dicantumkan dalam tujuan pembelajaran umum. Hal ini kurang memberi kejelasan tentang kemampuan yang harus dikembangkan.

Hal ini kurang sesuai dengan prinsip pendidikan yang menekankan pengembangan peserta didik lewat fenomena bakat. menghayati hingga mengimani. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam itu keseluruhannya terliput dalam lingkup: Al Qur’an dan Hadits. Dengan pertimbangan ini. B. Akhlak. bertaqwa. Kurang mengakomodasikan keragaman kebutuhan daerah. pengajaran. Inggris. keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT. juga didorong oleh visi. dan paradigma baru Pendidikan Agama Islam. PENGERTIAN Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal. . maka disusun kurikulum nasional Pendidikan Agama Islam SMA yang berbasis pada kompetensi dasar (basic competency) yang mencerminkan kebutuhan keberagamaan siswa SD secara nasional. diri sendiri. Australia.Atas dasar teori dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dipraktekkan di berbagai negara seperti Singapura. Keimanan. Dalam implementasinya juga lebih didominasi pencapaian kemampuan kognitif. dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al Quran dan Hadits. maka penyusunan kurikulumPendidikan Agama Islam kini perlu dilakukan dengan berbasis kompetensi dasar (basic competency). Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam SMU sesuai dengan kebutuhan daerah/sekolah. serta penggunaan pengalaman. Meski secara nasional kebutuhan keberagamaan siswa SMA pada dasarnya tidak berbeda. dan Amerika. misi. Kurikulum pendidikan agama tahun 1994 juga lebih menekankan materi pokok dan lebih bersifat memaksakan target bahan ajar sehingga tingkat kemampuan peserta didik terabaikan. Dibarengi tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubunganya dengan kerukunan antar ummat beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. Sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup Pendidikan Agama Islam mencakup perwujudan keserasian. dan Fiqh/Ibadah. makhluk lainnya maupun lingkungannya (Hablunminallah wa hablun minannas). minat serta dukungan sumberdaya lingkungan. sesama manusia. memahami. latihan. melalui kegiatan bimbingan.

dan alam sekitar. Kompetensi Spesifik Pendidikan Agama Islam Dengan landasan Al Qur’an dan Sunnah Nabi saw.. melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan. mampu beribadah dan bermuamalah dengan baik dan benar.C. memahami. . bermasyarakat. mampu membaca dan memahami Al Qur’an. sesama manusia. serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan. Kompetensi Bahan Kajian Pendidikan Agama Siswa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. STANDAR KOMPETENSI BAHAN KAJIAN 1. E. dan mengamalkan ajaran agamanya. berakhlaq mulia/berbudi pekerti luhur yang tercermin dalam perilaku sehari-hari dalam hubungannya dengan Allah. •Tarikh. penghayatan. serta mampu menghormati agama lain dalam kerangka kerukunan antar umat beragama. TUJUAN Pendidikan Agama Islam di SMA bertujuan untuk menumbuhkandan meningkatkan keimanan. berbangsa.. berakhlaq mulia/berbudi pekerti luhur yang tercermin dalam kehidupan pribadi. ketaqwaannya kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi. dan bernegara. bermasyarakat. RUANG LINGKUP Adapun ruang lingkup bahan pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Atas berfokus pada aspek: •Al Quran/Al Hadits. serta mampu menjaga kerukunan intern dan antar umat beragama. siswa beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. berbangsa dan bernegara. • Akhlak. 2. •Keimanan. • Syari’ah. menghayati. D.

dan bernegara. Fiqih/Ibadah. b. sikap. d. e. 2) Membaca dan faham ayat-ayat tentang manusia dan tugasnya Pendahuluan sebagai makhluk serta mampu menerapkannya dalam perilakusehari-hari. STANDAR KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN Kompetensi dasar mata pelajaran berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa selama menempuh pendidikan di SMA. kemampuan dasar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SMA adalah sebagai berikut: AL QUR’AN/AL HADITS: 1) Membaca Al Qur’an dengan fasih (tadarrus) (Dilaksanakan padasetiap awal jam pelajaran Pendidikan Agama selama 5-10 menit). Dapat meneladani sifat. Mampu beribadah dengan baik sesuai dengan tuntunan syari’at Islam baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah.F. berbangsa. menulis. yaitu: a. yaitu: Al Qur’an.perilaku. Berdasarkan pengelompokan per aspek. dan Tarikh. 5) Membaca dan memahami ayat-ayat tentang kompetisi serta mampu menerap-kannya . c. Kemampuan-kemampuan yang tercantum dalam komponen Kemampuan Dasar ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai di SMA. 3) Membaca dan faham ayat-ayat tentang prinsip-prinsip beribadah serta mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. dan kepribadian Rasulullah. Kompetensi ini berorientasi pada perilaku afektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka memperkuat keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran Islam. Keimanan. Dapat membaca.dan tabi’in serta mampu mengambil hikmah dari sejarah perkembangan Islam untuk kepentingan hidup sehari-hari masa kini dan masa depan. sahabat.Seperti tergambar dalam kemampuan dasar umum di atas. Mampu mengamalkan sistem mu’amalat Islam dalam tata kehidupan bermasyarakat. dan memahami ayat-ayat Al Qur’an serta mengetahui hukum bacaannya dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beriman kepada Allah SWT dan lima rukun iman yang lain dengan mengetahui fungsi dan hikmahnya serta terefleksi dalam sikap. dan akhlak peserta didik dalam dimensi vertikal maupun horizontal. Akhlak. kemampuan dasar tiap kelas yang tercantum dalam Standar Nasional juga dikelompokkan ke dalam lima aspek mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SMA.

3) Memahami hikmah puasa dan mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. 4) Memahami hukum Islam tentang zakat secara lebih mendalam dan hikmahnya serta mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. 5) Memahami hikmah haji dan umrah 6) Memahami hukum Islam tentang wakaf dan hikmahnya 7) Memahami hukum Islam tentang jual beli dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 8) Memahami hukum Islam tentang riba dan mampu menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari. 10) Membaca dan memahami ayat-ayat yang berisi dorongan untuk mengembangkan IPTEK serta mampu mene-rapkannya dalam perilaku sehari-hari. 8) Membaca dan memahami ayat-ayat tentang anjuran bertoleransi serta mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. 9) Memahami hukum Islam tentang kerja sama ekonomi dan mampu menerap-kannya dalam kehidupan sehari-hari. 9) Membaca dan memahami ayat-ayat tentang etos kerja serta mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. 6) Membaca dan memahami ayat-ayat tentang perintah menyantuni kaum lemah serta mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. KEIMANAN 1) Beriman kepada Allah dan menghayati sifat-sifat-Nya. . 2) Beriman kepada malaikat dan memahami fungsinya 3) Beriman kepada rasul-rasul Allah dan memahami fungsinya 4) Beriman kepada kitab-kitab Allah dan memahami fungsinya 5) Beriman kepada hari akhir dan memahami fungsinya 6) Beriman kepada qadha dan qadar dan memahami fungsinya SYARI’AH 1) Memahami sumber-sumber hukum Islam dan pembagiannya. Pendidikan Agama Islam 2) Memahami hikmah shalat dan mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. 10) Memahami ketentuan hukum penyelenggaraan jenazah dan mampu memprak-tekkannya. 7) Membaca dan memahami ayat-ayat tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari.dalam perilaku sehari-hari.

(c)Pembiasaan. Memahami perkembangan Islam pada masa Umayyah dan mampu menerapkan manfaatnya dalam perilaku sehari-hari. PENDEKATAN PEMBELAJARAN Pendekatan terpadu dalam pendidikan agama islam meliputi: (a) Keimanan. (b) Pengamalan. memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membiasakan sikap dan prilaku baik yang sesuai dengan ajaran Islam dan budaya bangsa dalam menghadapi masalah kehidupan. Pendahuluan 2). 12) Memahami ketentuan tentang khutbah dan dakwah serta mampu memprak-tekkannya. Memahami perkembangan Islam pada masa Abbasiyah 3). memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan pemahaman adanya Tuhan sebagai sumber kehidupan makhluk sejagat ini. 13) Memahami hukum Islam tentang mawaris dan hikmahnya 14) Memahami hukum Islam tentang pernikahan dan hikmahnya AKHLAK 1) Terbiasa dengan perilaku dengan sifat-sifat terpuji.11) Memahami hukum Islam tentang jinayat dan hudud dan mampu menghindari kejahatan dalam kehidupan sehari-hari. dari segi manfaatnya bagi peserta didik dalam . 2) Terbiasa menghindari sifat-sifat tercela. 3) Terbiasa bertata krama. Ibadah/Fiqih. Memahami perkembangan Islam di dunia G. (f) Fungsional. Memahami perkembangan Islam di Indonesia 6). upaya menggugah prasaan (emosi) peserta didik dalam menghayati perilaku yang sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa. Memahami perkembangan Islam pada abad pertengahan 4). (d) Rasional. memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperaktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ibadah dan akhlak dalam menghadapi tugas-tugas dan masalah dalam kehidupan. (e)Emosional. menyajikan bentuk semua materi pokok (Al Quran. usaha memberikan peranan pada rasio (akal) peserta didik dalam memahami dan membedakan berbagai bahan ajar dalam materi pokok serta kaitannya dengan prilaku yang baik dengan prilaku yang buruk dalam kehidupan duniawi. Keimanan. TARIKH 1). Memahami perkembangan Islam pada masa pembaharuan 5). Akhlak).

Ibadah. Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. dalam pendidikan seharusnya memperlihatkan nilai-nilai yang terkandung dalam tiga ranah. EVALUASI/PENILAIAN Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap mata pelajaran. sikap (afektif). Sedangkan aspek keterampilan (psikomotorik) sangat dominan pada pembelajaran Al Quran dan Ibadah. Akhlak. yaitu:pengetahuan (kognitif). PENUTUP (KESIMPULAN) Pendidikan merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan. Ibadah.Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah. khususnya pada aspek penanaman nilai-nilai akhlak. penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek pengetahuan. Ketiga ranah ini sebaiknya dinilai proporsional sesuai dengan sifat atau karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. Sedangkan aspek keterampilan (psikomotorik) sangat dominan pada pembelajaran Al Quran dan Ibadah. Misalnya pengetahuan (kognitif) meliputi seluruh materi pembelajaran (Al Quran. dan (g) Keteladanan. dan Tarikh). Aspek sikap (afektif) sangat dominan. dan Tarikh). Aspek sikap (afektif) sangat dominan. sikap.kehidupan sehari-hari dalam arti luas. Ketiga ranah ini sebaiknya dinilai proporsional sesuai dengan sifat atau karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap kompetensi dan materi. Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. sikap (afektif). dan keterampilan. penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek pengetahuan. dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap kompetensi dan materi. Misalnya pengetahuan (kognitif) meliputi seluruh materi pembelajaran (Al Quran. . Keimanan. Disamping mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran dimasing-masing kelas dalam kurikulum nasional. dan keterampilan (psikomotorik). Akhlak. H. I. yaitu: pengetahuan (kognitif). dan keterampilan. Keimanan. sikap. khususnya pada aspek penanaman nilai-nilai akhlak. yaitu menjadikan figur guru agama dan non-agama serta petugas sekolah lainnya maupun orang tua peserta didik. penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam level kompetensi yang ditetapkan secara nasional. sebagai cermin manusia berkepribadian agama. dan keterampilan (psikomotorik).

TEGAL ALUR KEC.KALI DERES JAKARTA BARAT Makalah Ini Dibuat Guna Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah : Ilmu Pendidikan Islam Dosen Pengampu . KAPUK KAMAL RAYA KEL. Dr. M.PENGEMBANGAN KURIKUKLUM AGAMA ISLAM DI SMA DJAWARA JL. tasman Hamami.A DI SUSUN EKO ( 07410135 ) OLEH : SUSANTO FAKULTAS TARBIYAH .

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALI JAGA YOGYAKARTA 2009 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful