BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini begitu pesatnya, sehingga peralatan sudah menjadi

kebutuhan pokok pada berbagai lapangan pekerjaan. Artinya peralatan dan teknologi merupakan penunjang yang penting dalam upaya meningkatkan produktivitas untuk berbagai jenis pekerjaan. Disamping itu disisi lain akan terjadi dampak negatifnya, bila kita kurang waspada menghadapi bahaya potensial yang mungkin timbul. Hal ini tidak akan terjadi jika dapat diantisipasi berbagai risiko yang mempengaruhi kehidupan para pekerja. Pelbagai risiko tersebut adalah kemungkinan terjadinya Penyakit Akibat Kerja, Penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan dan Kecelakaan Akibat Kerja yang dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Antisipasi ini harus dilakukan oleh semua pihak dengan cara penyesuaian antara pekerja, proses kerja dan lingkungan kerja. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ergonomic (Pusat Kesehatan Kerja Departemen Kesehatan RI). Setiap tempat kerja maupun fasilitas baik yang pribadi maupun umum aspek ergonominya hendaknya harus diperhatikan juga, mengingat pentingnya aspek ergonomi yang sudah dipaparkan sebelumnya. Di bidang kesehatan rumah sakit boleh dibilang salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dimana memiliki fungsi sebagai penyedia pelayanan paripurna kesehatan dan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dalam pelayanan rumah sakit perlu diperhatikan aspek ergonomi baik dari segi fisik maupun psikis karena ergonomi juga memiliki pengaruh terhadap efisiensi dan efektifitas dari produksi rumah sakit baik yang berupa barang mapupun jasa. Namun dalam pelaksanaannya teori yang ada mengenai ergonomi ini sering masih belum maksimal dalam pelaksanaannya, oleh sebab itu dalam paper ini akan bibahas beberapa aspek ergonomi yang ada di rumah sakit. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas didapatkan rumusan masalah yang hendak dikaji adalah sebagai berikut :

2.1 Dapat mengetahui pengertian dan aspek-aspek yang terkait dengan ergonomi di rumah sakit 1.3.4.1 Untuk mengetahui pengertian dan aspek-aspek yang terkait dengan ergonomi di rumah sakit 1.2 Dapat mengetahui penerapan regonomi RSUD Sanjiwani Gianyar .3.1.4.4 Manfaat 1.2.2 Untuk mengetahui penerapan regonomi RSUD Sanjiwani Gianyar 1.1 Apakah yang dimaksud dengan Ergonomi di fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit? 1.2 Bagaimanakah penerapan erogonomi rumah sakit yang Sanjiwani Gianyar? diterapkan di RSUD 1.3 Tujuan 1.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa ergonomi ialah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan stress yang akan dihadapi. cahaya dan kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia. Ada beberapa definisi menyatakan bahwa ergonomi ditujukan untuk ³fitting the job to the worker´. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan. antara lain meliputi : a.BAB I I TINJAUAN PUSTAKA 2. sumber energy bagi otot. ukuran dan berat yang berbeda satu dengan yang lainnya. sirkulasi udara.1 Pengertian Ergonomi Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. pembebanan otot secara statis. Antropometri digunakan sebagai pertimbangan ergonomis diproses perancangan model poduk maupun sistem kerja yang memerlukan interaksi manusia. dekorasi. temperature. sebagai ilmu terapan biologi manusia dan hubungannya dengan ilmu teknik bagi pekerja dan lingkungan kerjanya. Kondisi lingkungan kerja yang perlu diperhatikan antara lain : cahaya. getaran. Ruang lingkup ergonomik sangat luas aspeknya. bau-bauan. music tempat kerja. dan keamanan di tempat kerja c. Anatomi Utamanya yang berhubungan dengan kekuatan dan gerakan otot dan persendian. kelembaban. Tempat kerja haruslah sesuai dengan manusia. Beberapa factor yang mempengaruhi ukuran tubuh manusia antara lain umur. b. dengan . kebisingan. Sasaran penelitian ergonomi ialah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan. pengaruh dari berkurangnya aliran darah terhadap anatomi dan fisiologi tubuh. Disamping itu juga yang harus diperhatikan adalah aktifitas daari otot pada pekerja. Tempat dan Kondisi Lingkungan Kerja Tempat kerja adalah tempat manusia melakukan aktivitas pekerjaannya. Anthropometri Antropometri adalah sebagai suatu studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. dan rasa-rasa sakit yang dapat timbul pada sistem anatomi tubuh. pengaturan suhu. agar mendapatkan kepuasan kerja yang maksimal selain meningkatkan produktivitasnya´. tata warna. sementara itu ILO antara lain menyatakan. Pada dasarnya manusia memiliki bentuk.

Kapasitas Kerja dan Beban Kerja Setiap manusia memiliki kemampuan. Suku/bangsa (ethnic). Terdapat pula nantinya interaksi antara manusia dengan mesin atau yang dalam hal ini dalaha alat-alat kesehatan. berat. e. struktur organisasi. Beban kerja dipengaruhi oleh tugas atau pekerjaan. Efek warna pada lingkungan kerja Warna Efek jarak Efek temp Efek psikis . cara pakai alat tersebutt. alat yang dipakai. d. sistem pengupahan. Posisi tubuh (posture) dan sikap akan berpengaruh terhadap ukuran tubuh. Untuk lingkungan juga ada kajian tentang efek warna terhadap efek psikis manuasi. Denagan tersalurnya informasi tersebut maka manuasia dapat menghasilkan kerja dan untuk pelaksaanaannya dpat dilakukan pengendalian-pengendalian. dan aspek fisika. Data antropometri sangat bermanfaat dalam perencanaan peralatan kerja (termasuk ruang kerja) dan penentuan ukuran maksimum atau minimum. Lingkungan kerja meliputi aspek kimia. tinggi tempat duduk. ruang gerak. Design yang dimaksud disini adalah design dari tempat kerja dimana dalam hal ini harus disesuaikan antara manusia dengan pekerjaannya. Sehingga aktivitas kerja dapat diukur dan keberhasilan krja dapat dicapai. tinggi genggaman kopor. aspek biologi. dan tanggung jawab. perancangan rak (tinggi untuk jangkauan ke depan maksimum). Rganisasi meliputi kerja berklmpk atau tidak. keterbatasan. Dari interaksi ini akan membutuhkan suatu display untuk penyalur dari mesin ke manusia. Jenis kelamin (sex) dimensi ukuran tubuh laki-laki umumnya lebih besar dari wanita. Tabel 1. setiap suku. Beberapa perancangan antropometri antara lain tinggi pintu. Jenis pekerjaan meliputi berat ringan beban kerja. dan kebolehan jadi untuk beban kerja yang akan didapat atau diberikan haruslah sesuai dengan hal tersebut baik pada beban kerja utama maupun beban kerja tambahan. posisi dan sikap kerja. kelompok etnik memiliki karakteristik fisik yang berbeda. shift kerja. lama kerja dalam sehari. jam kerja. ada libur atau tidak. bangsa. ukuran handel (pegangan tangan). Desain. dll. perancangan pengaman mesin perkakas.bertamahnya umur dimensi tubuh manusia akan tumbuh dan bertambah besar. ada alat bantu atau tidak. organisasi dan lingkungan. Hubungan antropometri dengan ruang kerja adalah antropometri menyangkut ukuran fisik atau fungsi tubuh manusia seperti ukuran linier. volume.

Adanya konsumsi energy ini akan memperlancar pekerjaan manusi.biru hijau merah orange kuning coklat ungu jauh jauh dekat Sgt dekat Dekat Sgt dekat Sgt dekat dingin Sangat dingin hangat Sgt panas Sgt panas netral dingin lembut Sgt lembut mengganggu merangsang merangsang merangsang agresif Selain efek warna pada lingkungan juga diperhatikan penerangan dan kebisingan. beberapa ahli membedakan/membaginya sebagai berikut : 1. tetapi jika cadangan energy yang ada sudah habis maka tubuh akan mengalami yang namanya kekelahan atau yang dalam hal ini adalah kelelahan kerja. dalam hal ini kita harus waspada dan harus kita bedakan jenis kelelahannya. g. Sikap kerja sering dikaitkan dengan kekurangan dan kelebihannyan sehingga nanti dapat berakibat pada pekerja maupun mesin yang berinteraksi pada proses kerja dan jika hal ini terjadi maka dapat dikatakan sikap kerja tersebut sudah tidak ergonomis. 2. f. Setelah pekerja melakukan pekerjaannya maka umumnya terjadi kelelahan. dimana keduanya dalam hal ini memiliki ambang batas tersendiri. Kelelahan kerja dapat berakakibat fatal pada manusia diantaranya dapat menimbulakan kecelakan kerja. Kelelahan fisik Kelelahan fisik akibat kerja yang berlebihan. dimana masih dapat dikompensasi dan diperbaiki performansnya seperti semula. Kelelahan yang patologis . Kelelahan Kerja Setiap aktifitas pekerjaan manusia selalu akan memerlukan energy maka dari itu terdapat proses konsumsi energy. Sikap Kerja Sikap kerja adalah sikap tubuh pada saat bekerja. Kalau tidak terlalu berat kelelahan ini bisa hilang setelah istirahat dan tidur yang cukup.

Meskipun seseorang mempunyai batas ketahanan. akan tetapi beberapa hal dibawah ini akan mengurangi kelelahan yang tidak seharusnya terjadi :          Lingkungan harus bersih dari zat-zat kimia. Semangat yang baik dan motivasi kerja akan mengurangi angka kejadiannya di tempat kerja. Pencahayaan dan ventilasi harus memadai dan tidak ada gangguan bising Jam kerja sehari diberikan waktu istirahat sejenak dan istirahat yang cukup saat makan siang. Para pekerja yang mempunyai kebiasaan pada alkohol dan zat stimulan atau zat addiktif lainnya perlu diawasi. Waktu untuk liburan harus diberikan pada semua pekerja Kelompok pekerja yang rentan harus lebih diawasi misalnya. Kemungkinan merupakan sejenis ³mekanisme melarikan diri dari kenyataan´ pada penderita psikosomatik.Kelelahan ini tergabung dengan penyakit yang diderita. biasanya muncul tiba-tiba dan berat gejalanya. 4.  Pekerja remaja Wanita hamil dan menyusui Pekerja yang telah berumur Pekerja shift Migrant. Secara aktif mengidentifikasi sejumlah pekerja dalam peningkatan semangat kerja. kalau memungkinkan. 3. Fasilitas rekreasi dan istirahat harus disediakan di tempat kerja. Tempo kegiatan tidak harus terus menerus Waktu perjalanan dari dan ke tempat kerja harus sesingkat mungkin. Kesehatan pekerja harus tetap dimonitor. Pemeriksaan kelelahan : . Upaya kesehatan kerja dalam mengatasi kelelahan. Psikologis dan emotional fatique Kelelahan ini adalah bentuk yang umum.

biasanya tes yang dilakukan seperti tes pada kelopak mata dan kecepatan reflek jari dan mata serta kecepatan mendeteksi sinyal. i. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Setiap pekerjaan memiliki resiko maka dari itu perlu diupayakan keselamatan dan kesehatan kerja. j.00 ± 22. hubungan kerja dengan waktu istirahat.2 Pelatihan Ergonomi . Beberapa contoh sfit work yang ada saat ini sistem 3 shift perhari(8 jam kerja) :  Shift pagi (awal)  Shift siang  Shift malam jam 06. manusia membutuhkan alat kerja yang mudah. Factor-faktor yang berkaitan dengan keselamatan kerja haruslah dapat perhaitan lebih sehingga dapat diupayakan tindakan pencegahannya. Shift Work Waktu kerja dikaitkan dengan efisiensi dan prdukutifitas dari tenaga kerja.00 jam 14. Peralatan kerja Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi. Sebab jika alat kerja yang tidak baik dapat menurunkan produktifitas dan meningkatkan biaya kesehatan.00 ± 06.00 ± 14. Maka dari itu perlu penyesuaian antara pemakai alat dan sasaran dari alat yang akan digunakan. dan pembagaian kerja selama pagi. Pada umunya peralatan kerja dibagi atas peralatan kerja untuk pekerjaan yang memerlukan tenaga (power grip) dan ketelitian (precision grip).00 Pengaturan shift kerja akan berpengaruh terhadap physiological dan sosial. Shift kerja dengan shift(12 jam kerja) tidak dijinkan dan kalaupun ada itu harus ada 2 hari libur. karena mungkin saja masalah ergonomi akan mempercepat terjadinya kelelahan. 2. nyaman dan aman untuk digunakan dalam menyelesaikan pekerjaan. atau pemeriksaan pada serabut otot secara elektrik dan sebagainya. Persoalan yang terpenting adalah kelelahan yang terjadi apakah ada hubungannya dengan masalah ergonomi. Sfift work ini ada karena juga ada pertibanag bahwa setiap orang punya fluktuasi atau biological rythym kemampuan tubuh yang berbeda dan adanya pekerjaan yang harus diselesaikan pada jam-jam tertentu baik siang maupun malam. h.00 jam 22. siang dan malam. Hal terpenting pada waktu kerja adalah lamanya sseorang bekerja secara baik.Tes kelelahan tidak sederhana.

Tata letak tempat kerja Display harus jelas terlihat pada waktu melakukan aktivitas kerja. manajer dan lain-lain. Membeli furniture sesuai dengan demensi fisik pekerja. sakit kepala dan lainlain. angka kecelakaan dan lain-lain. meskipun ada juga yang dasar keilmuannya tentang desain.3 Metode Ergonomi 2. 2. Dengan evaluasi yang subyektif atau obyektif. 2. fisiologi atau dokter. absensi sakit.4 Aplikasi atau Penerapan Ergonomik 1. Secara obyektif misalnya dengan parameter produk yang ditolak. inspeksi tempat kerja penilaian fisik pekerja. posisi duduk dimana kaki tidak terbebani dengan berat tubuh dan posisi stabil selama bekerja. bagian badan yang sakit. nyeri bahu dan siku.3. Posisi Kerja Terdiri dari posisi duduk dan posisi berdiri. keletihan . 2. uji pencahayaan.3. Sedangkan simbol yang berlaku secara internasional lebih banyak digunakan daripada kata-kata. letak pencahayaan atau jendela yang sesuai. Sedangkan posisi berdiri dimana posisi tulang belakang vertikal dan berat badan tertumpu secara seimbang pada dua kaki. 3. subyektif misalnya dengan menanyakan kenyamanan. Akan tetapi semuanya ditujukan pada aspek proses kerja dan lingkungan kerja 2. Proses Kerja Para pekerja dapat menjangkau peralatan kerja sesuai dengan posisi waktu bekerja dan sesuai dengan ukuran anthropometrinya.1 Diagnosis.3.3 Follow-up. . psikologi. Dapat dilakukan melalui wawancara dengan pekerja. Kadang sangat sederhana seperti merubah posisi meubel. ergonomik checklist dan pengukuran lingkungan kerja lainnya. Harus dibedakan ukuran anthropometri barat dan timur. Pemecahan masalah ergonomi akan tergantung data dasar pada saat diagnosis. sebab ahli ergonomi umumnya berlatar belakang pendidikan tehnik.Pelatihan bidang ergonomi sangat penting. 2.2 Treatment. Variasinya akan sangat luas mulai dari yang sederhana sampai kompleks.

. tangan. nasehat harus diberikan tentang hygiene dan kesehatan. dengan kepala. bahu. Metoda ini termasuk 5 faktor dasar : o Posisi kaki yang benar o Punggung kuat dan kekar o Posisi lengan dekat dengan tubuh o Mengangkat dengan benar o Menggunakan berat badan d. b. Supervisi medis. c. wanita (16-18 th) 1215 kg. Semua pekerja secara kontinyu harus mendapat supervisi medis teratur antara lain pemeriksaan sebelum bekerja untuk menyesuaikan dengan beban kerjanya. Metode kinetic dari pedoman penanganan harus dipakai yang didasarkan pada dua prinsip : Otot lengan lebih banyak digunakan dari pada otot punggung dan untuk memulai gerakan horizontal maka digunakan momentum berat badan. frekuensi pergerakan diminimalisasi. khususnya pada wanita muda dan yang sudah berumur. jarak mengangkat beban dikurangi. Beban yang terlalu berat dapat menimbulkan cedera tulang punggung. dan prinsip ergonomi yang relevan bisa diterapkan. wanita dewasa 15-20 kg. Mengangkat beban Bermacam-macam cara dalam mengangkat beban yakni. jaringan otot dan persendian akibat gerakan yang berlebihan. Menjinjing beban Beban yang diangkat tidak melebihi aturan yang ditetapkan ILO sebagai beriku. punggung dsbnya.4. laki-laki (16-18 th) 15-20 kg. dalam membawa beban perlu diingat bidangnya tidak licin dan mengangkat tidak terlalu tinggi. Laki-laki dewasa 40 kg. Organisasi kerja Pekerjaan harus di atur dengan berbagai cara antara lain alat bantu mekanik diperlukan kapanpun. a. Metode mengangkat beban Semua pekerja harus diajarkan mengangkat beban. pemeriksaan berkala untuk memastikan pekerja sesuai dengan pekerjaannya dan mendeteksi bila ada kelainan.

BAB III PEMBAHASAN 3. apotek. laboratorium. Tempat dan Kondisi Lingkungan Kerja c. dan ruang diklat. tata warna. music tempat kerja. kebisingan. perancangan pengaman mesin perkakas. dan keamanan di tempat kerja. Pegawai RSUD Sanjiwani Gianyar b. bau-bauan. dekorasi. tinggi genggaman kopor. fasilitas pengolahan sampah medis. tinggi tempat duduk. Ergonomi Pada Pegawai a. temperature.1 Penerapan Ergonomi di RSUD Sanjiwani Gianyar Dari hasil identifikasi yang dilakukan di RSUD Sanjiwani Gianyar didapat hasil yaitu ergonomi dibagi menjadi kajian ergonomi yang diterapkan untuk pasien dan ergonomi diterapkan pada pegawai (untuk structural atau fungsional). Anthropometri Data antropometri sangat bermanfaat dalam perencanaan peralatan kerja (termasuk ruang kerja) dan penentuan ukuran maksimum atau minimum. Foto. Foto. ruang peralatan. kelembaban. Kondisi lingkungan kerja yang perlu diperhatikan antara lain : cahaya. parkir. Anatomi Pada aspek anatomi dan fisiologi tubuh pekerja upaya ergonomi yang teridentifikasi di RSUD Sanjwani Gianyar antara lain pemilihan tenaga kerja yang memenuhi criteria kesehatan dimana memiliki kondisi tubuh yang baik dan sehat secara fisik maupun psikis. ruang operasi. Beberapa perancangan antropometri antara lain tinggi pintu. Tempat kerja haruslah sesuai dengan manusia. perancangan rak (tinggi untuk jangkauan ke depan maksimum). ICU. kantin. ukuran handel (pegangan tangan). getaran. ruang jenazah. Tempat dan Kondisi Lingkungan Kerja Tempat kerja adalah tempat manusia melakukan aktivitas pekerjaannya. rawat inap. sirkulasi udara. kantor. binatu. Di RSUD Sanjiwani Gianyar karena sudah dalam tingkatan pelayanan kesehatan tingkat 2 maka di dalamnya terdapat fasilitas yang kompleks guna melayani masyarakat. A. dll. Adapun tempat kerja meliputi ruang poliklinik. UGD. .

Foto . Sehingga aktivitas kerja dapat diukur dan keberhasilan kerja dapat dicapai. Terdapat pula nantinya interaksi antara manusia dengan mesin atau yang dalam hal ini dalaha alat-alat kesehatan. Pada ruangan ini belum ergonomis karena beberapa pertimbangan antara lain ruangan masih sempit.Di RSUD Sanjiwani Gianyar penerapan antropomeri sudah dilakukan untuk beberapa fasilitas saja antara lain pada ranjang rawat inap kelas VIP yang sudah menggunakan ranjang yang bisa disesuaikan namun masih konvensional. Display harus jelas terlihat pada waktu melakukan aktivitas kerja. belum adanya ruangan khusus untuk penempatan alat dan bahan untuk hemodialisa. Di RSUD Sanjiwani Gianyar pada proses identifikasi yang manjadi sampel ruangan adalah ruangan Hemodialisis. Foto. Kapasitas Kerja dan Beban Kerja . Dari interaksi ini akan membutuhkan suatu display untuk penyalur dari mesin ke manusia. Denagan tersalurnya informasi tersebut maka manuasia dapat menghasilkan kerja dan untuk pelaksaanaannya dpat dilakukan pengendalian-pengendalian. Design yang dimaksud disini adalah design dari tempat kerja dimana dalam hal ini harus disesuaikan antara manusia dengan pekerjaannya. Desain. Tata letak tempat kerja. Di RSUD Sanjiwani Gianyar display yang dipajang sudah cukup baik. Display e. Sedangkan simbol yang berlaku secara internasional lebih banyak digunakan daripada katakata. Ruang Hemodialisa Foto. kondisi tidak tenang. ranjang ruang operasi sudah menggunakan yang lebih modern yaitu dengan sistem digital atau elektrik untuk pengaturannya. Tetapi untuk ranjang di kelas ekonomi belaum digunakan ranjang yang bisa disesuaikan dengan pasien sehingga pasien masih banyak yang merasa kurang nyaman. Antropometri Fasilitas d.

Salin itu adanya spesialisasi dan pemilihan tenaga kerja yang sudah sesuai denga spesialisai pekerjaanny juga sudah dilaksanakan sehingga pegawai tidak merasakan beban kerja yang berlebih. siang dan malam. dan pembagaian kerja selama pagi. Efek warna pada lingkungan kerja . Shift Work Waktu kerja dikaitkan dengan efisiensi dan prdukutifitas dari tenaga kerja. hubungan kerja dengan waktu istirahat. Jadi untuk di kelas ekonomi pasien dan peramedis harus yang menyesuaikan diri sehingga ini akan dirasakan kurang nyaman. Di RSUD Sanjiwani Gianyar lingkugan kerja sudah ditata dengan baik yaitu dengan sudah adanya taman yang asri dan pemilihan warna cat bangunan yang disesuaikan dengan efeknya. beban biasanya juga disebaban oleh lingkungan. Di RSUD Sanjiwani Gianyar hampir semua cat ruangan menggunakan warna hijau. Sikap Kerja Di RSUD Sanjiwani Gianyar sikap kerja karyawan masih sangat dipengaruhi oleh fasilitas yang ada. shif work dan cuti. Foto . h. Sikap kerja g. jadi cat ini sudah dapat memberikan efef dingin dan lembut sehingga pasien akan menjadi lebih nyaman Foto. f. Untuk di ruangan VIP alat-alat yang digunakan sudah dipakai yang dapat disesuaikan tetapi untuk yang dikelas ekonomi belum. Selain beban oleh pekerjaan. Kelelahan Kerja Di RSUD Sanjiwani Gianyar kelelahan kerja sudah diantisipasi dengan adanya pengadaan kantin. Sfift work ini ada karena juga ada pertibanag bahwa setiap orang punya fluktuasi atau biological rythym kemampuan tubuh yang berbeda dan adanya pekerjaan yang harus diselesaikan pada jam-jam . Hal terpenting pada waktu kerja adalah lamanya sseorang bekerja secara baik. jam istirahat.Di RSUD Sanjiwani Gianyar beban kerja sudah disesuaikan dengan shif work dan kondisi pegawai saat bekerja.

Jadi ini sudah erginomi tapi masih perlu disesuaikan denga kondisi pegawai lebih lanjut. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di RSUD Sanjiwani Gianyar sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerjanya sudah mengacu pada peraturan-peraturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. kemudian libur.tertentu baik siang maupun malam. Jadwal Jaga i. dan pelatihan di tingkat regional. pagi.00 ± 07. Peralatan kerja Di RSUD Sanjiwani Gianyar peralatan yang digunakan sudah cukup modern khususnya untuk alat hemodialisa. siang. Peralatan Kerja j. Di RSUD Sanjiwani Gianyar masih menggunakan shift work seperti yang di atas.00 jam 13. Di RSUD Sanjiwani Gianyar saat ini sudah mengirimkan staff kemodialisanya untuk mengikuti pelatihan nasional dari Depkes. Shift kerja dengan shift(12 jam kerja) tidak dijinkan dan kalaupun ada itu harus ada 2 hari libur. Untuk giliran shift satu orang karyawan diperlakukan shif pagi. .00 Pengaturan shift kerja akan berpengaruh terhadap physiological dan sosial. Dengan adanya sertifikasi seperti itu maka diharapakan dapat meningkatkan kepercayaan pasien dan pasien merasa lebih aman.00 jam 19. dan beberapa hal yang lebih spesifik juga sudah mengacu pada peraturan daerah yang ada. seperti criteria klasifikasi rumah sakit yang mengacu pada perda kabupaten gianyar. libur.00 ± 19.00 ± 13. Foto . Beberapa contoh sfit work yang ada saat ini sistem 3 shift perhari(8 jam kerja) :  Shift pagi (awal)  Shift siang  Shift malam jam 07. siang. malam. Penyesuain dengan alat sudah diupayakan dengan cara melaksanakan pelatihan untuk tenaga teknisi dan medis alta hemodialisa. Foto . malam.

nyaman.2 Saran Untuk kedepannya agar upaya ergonomi lebih ditingkatkan lagi baik dari segi fisik maupun psikis. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut. selamat. Maka dari itu perlu diupayakan lagi ergonomi secara sistemik di segala aspek penyedia pelayanan kesehatan . lama dan kurang perhatian. Karena masyarakta sudah terlanjur memiliki stigma bahwa pelayanan rumah sakit pemerintah sering tidak ramah. Pihak pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat.BAB IV PENUTUP 4.1 Simpulan Penerapan Ergonomi di tempat kerja bertujuan agar pekerja saat bekerja selalu dalam keadaan sehat. produktif dan sejahtera. membuat berbagai peraturan. petunjuk teknis dan pedoman K3 di Tempat Kerja serta menjalin kerjasama lintas program maupun lintas sektor terkait dalam pembinaannya 4. perlu kemauan. kemampuan dan kerjasama yang baik dari semua pihak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful