1

PENDEKATAN , MODEL DAN GAYA KEPEMIMPINAN SUPERVISOR PENDIDIKAN Oleh : Suyono NIM : 505920028 Semester III PPI ABSTRAK Supervisor sebagai pengawas pendidikan bertindak sebagai stimulator,pembimbing dan konsultan bagi guru dalam perbaikan pengajaran dan menciptakan situasi belajar mengajar yang baik dan kondusif.Oleh karena untuk keberhasilan dalam menunaikan tugasnya seorang supervisor pendidikan memerlukan pendekatan,model serta gaya kepemimpinan yang tepat. Kata kunci : Pendekatan,Model ,Gaya Kepemimpinan. A. Kepemimpinan Supervisi Pendidikan 1. Definisi Kepemimpinan Dalam kamus bahasa Inggris kata kepemimpinan diambil dari kata lead yang berararti pemimpin ,sedang leader adalah seorang pemimpin dan leadership adalah kepemimpinan.( John.M.Echols dan Hasan Shadili,2000: 351) Ngalim Poerwanto ( 2003 : 25-26) mengutif beberapa definisi kepemimpinan dari Prajudi Atmosudirdjo sebagai berikut : a. Kepemimpinan seseorang oranguntuk memancarkan yang dapat dirumuskan sebagai pada suatu kepribadian orangyang atau

mendatangkan atau

keinginan untuk

klompok ,atau kekuatan

mencontohkannya suatu penaruh

mengikutinya ,suatu

yang

tertentu

or manage other. Kepemimpinan tehnik dalam adalah suatu untuk formal atau seni ( art).kesanggupan seklompok pengikut atau (ability) atau (technique) organisasi membuat para atau orang simpatisan segala bawahan dalam yang atau organisasi informal mengikuti mereka mentaati begitu apa dikehendakinya. Supervisi Pendidikan Supervise adalah usaha-usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru .guide.bahwa kepemimpinan adalah the ability and readiness to inspire. Kepemimpinan suatu melalui tanpa untuk seni human adanya dapat pembinaan relantion rasa takut dan dipandang klompok dan mau sebagai suatu bentuk tertentu tepat. b. Menurut Burhanudin ( 1994: 62 ) .sehingga dan membanting menjadi persuasi .membimbing dan mengarahkan atau menglola orang lain agar mereka mau berbuat sesuatu demi tercapainya tujuan bersama. 2.2 wibawa .yang demikian rupa sehingga membuat seklompok orang mau melakukan apa yang dikehendaki.membuat antosias bersemangat untuk mengikutinya atau bahkan berkorban untuknya.biasaanya mereka tulang tujuan orang-orang yang sama apa motivasi bekerja segala memahami mencapai yang organisasi.direct.yang berarti kepemimpinan merupakan suatu kemampuan dan kesiapan seseorang untuk mempengaruhi . mengutip pendapat Good. c.

A. Guru lemah Guru lemah yaitu guru yang mempunyai tingkat abstraksi yang rendah dan tingkat .Sahertian .serta mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masrakat Indoesia. Sedang supervisor adalah suatu usaha menstimuler.bahan-bhan mengajar oleh pengajaran.bahwa ).dalam pertumbuhan memperbaiki jabatan dan pengajaran .termasuk guudan :18 adalah guru secara menstimulir guru metode dan perkembangan pengajaran DKK.1981 supervise para tujuan-tujuan dan evaluasi Poerwanto yang pendidikan .mengkoordinir.Dipertegas suatu dan Ngalim pembinaan aktivitas pegawai direncanakan dalam untuk membantu sekolah lainnya melakukan pekerjaan mereka efektif.dan membimbing secara kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pembelajaran dengan demikian mereka dapat menstimulir dan membimbing pertumbuhan tiap peserta didik secara kontinyu.Sahertian (2003 : 76 ).1981 :19 ). Pendekatan dan Penangan Guru Menurut Mariyati dalam Made Pidarta (2009 :145 -146).bahwa kemampuan guru ter bagi menjadi empat kategori yaitu : a.3 Dan petugas-petugas menyeleksi merevisi lainnya.(Piet. B.(Piet A.

Guru kemampuan ia kemauannya guru ini diganjal yang bagus.bahkan banyak capai.tetapi niat baiknya tingkat itu abstraksinya oleh ingin rendah. Guru energik Guru komitmen besar kurang dan energik adalah guru yang mempunyai tanggung ini umum jawab dan tinggi.ada tiga pendekatan yang harus dilakukan seorang supervisor dalam mensupervisi empat kategori guru tersebut.4 Komitmen yang rendah pula.yaitu ia adalah pemikir sekaligus pelaksana .didekati dan ditangani secara berbeda -beda dalam proses supervise.Dia mampu memikirkan sesuatu disamping tugas-tugasnya sendiri .Ciri guru seperti ini dalah bermotivasi rendah untuk mengembangkan profesinya .juga rencana perbaikan. b. d.Menurut Made pidarta (2009 : 148 150 ).malah ia merasa tidak perlu bantun dari pihak lain .termasuk dari supervisor.yaitu : . Guru konseptor Guru ini banyak membuat konsep-konsep baru untuk kemajuan pembelajaran maupun sekolah tetapi tidak mampu mewujudkanya hal ini disebabkan karena tanggung jawab dan komitmennya rendah. c. Keempat kategori tersebut.tetapi tidak sesuai kemampuannya sehingga banyak banyak pekerjaannya terbengkelai.baik pengajaran dikelas maupun kemajuan sekolah. Guru professional Tipe guru ini yang paling baik.Hal inidisebabkan ia mempunyai kemampuan mengabstraksi dan komitmennya juga cukup tinggi .

Yang dimaksud dengan metode menilai diri sendiri adalah supervisor member kepercayaankepada guru yang sudah professional mengadakan penilaian atas diri sendiri.Kerjasama ini dilakukan dalam banyak hal untuk memajukan kedua macam guru ini. b. Pendekatan kaloborasi dan metode berdasarkan kontrak.Guru dan supervisor lalu mengadakan kesepakatan dengan memodifikasi hasil penilaian tadi.Pendekatan dan metode ini diterapkan pada guru yang termasuk kategori lemah. Pendekatan tidak langsung adalah pendekatan yang member kesempatan kepada guru untuk berinisiatif dan kreatif menciptakan ide -ide baru untuk melaksanakan pembelajaran. 3. a.dia akan bertanya terlebih dulu kepada guru tersebut. b. .5 1. Pendekatan langsung dan metode standar. a.Pendekatan dan metode ini diaplikasikan pada guru yang termasuk kategori guru enerjik dan guru konseptor dalam proses supervise. 2. Koloborasi disini adalah kerjasama antara guru dan supervisor.Kalau ada yang tidak disetujui.Hasil penilaian itu diperiksa oleh supervisor. Pendekatan tidak langsung dan metode menilai diri sendiri .sebagian besar hasil penilaian dterima oleh supervisor.Pendekatan dan metode ini diterapkan pada guru yang termasuk kategori professional dalam proses supervisi. Tentang metode berdasarkan kontrakadalah suatu strategi yang dibuat oleh supervisor untuk member semacam paksaan kepada kedua macam guru ini sebagai suatu ikatan.

maksudnya adalah resep-resep berupa pelaku dan tindakan guru yang disodorkan oleh supervisor tersebutadalah bersifat standar. . Metode yang diterapkan pada guru lemah ini disebut metode standar.dan inovatif dalam melakukan tugas sehari-hari.kepemimpinan supervisor memiliki tiga model yaitu model kepemimpinan kontongensi Fieller.Seorang pemimpin akan cendrungberhasil dalam untuk semua menjalankan kepemimpinannya yang berlainan untuk menghadapi situasi yang berbeda. Model kepemimpinan kontingensi fieldler Model kepemimpinan ini dikembangkan oleh oleh Fred E.ia berpendapat bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh suatu gaya kepemimpinan yang diterapkanya. Menurut pendekatan ini.dan (3) kedudukan kekuasaan pimpinan.kreatif.6 a.model kepemimpinan tiga dimensi dan model kepemimpinan lima faktor.Fieldler.ada tiga var iabel yang menentukanefektif tidaknyakepemimpinan. C.(2) derajat struktur tugas.Sebab supervisor merasa peluang seperti ini tidak akan dapat dimanfaatkan dan diisi oleh guru lemah ini.suatu standar yang berlaku secara nasional atu sesuai keadaan daerah bersangkutan.yaitu : (1) hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin. b.tidak ada seorang pemimpin yang dapat berhasil hanya dengan menerapkan satu macam gaya situasi.Model Kepemimpinan Supervisor Menurut Ngalim Purwanto (2003 :39 ). 1.Dengan kta lain. Pendekatan langsung ini tidak member peluang lagi bagi guru untuk berinisiatif.karena kemampuan dan komitmen guru ini s angat rendah.

Dua macam kondisi tersebut ialah : (1) tingkat keefektifan teknis diantara para bawahan .dan gaya tak efektif menjadi satu kesatuan 3. Berdasarkan kedua macam kondisi tersebut seorang pemimpin dapat memilih salah satu dari empat gaya kepemimpinan yang akan diterapkan dalam hubungannya dengan perbuatan manusia.Redin (1970 ). .7 Menurut Fieldler. Model kontinum berdasarkan berdasarkan banyaknya peran serta bawahan dalam penganbilan putusan Pengembangan model kepemimpinan ini adalah Vroom dan Yetton : keduanya berpendapat ada dua macam kondisi utama yang dapat dijadikan dasar bagi pemimpin untuk mengikutsertakan atau tidak mengikut sertakan atau tidak mengikutsertakan bawahan dalam pembuatan putusan. Model kepemimpinan tiga dimensi Pendekatan atau model kepemimpinan ini dikemukakan oleh Wiliam J.Model ini dinamakan tree-dimensional-model arena dalam pendekatannya menghubungkan tiga klompok gaya kepemimpinan .Drajat struktur tugas merupakan masukan kedua sangat penting bagi situasi yang menguntungkan.gaya efektif.dan kedudukan kekuasaan pemimpin yang diperoleh melalui wewenang formal merupakan dimensi penting ketiga dari situasi. (2) tingkat motivasi serta dukungan para bawahan.hubungan pemimpin dengan yang dipimpin merupakan variabel yang terpenting dalam menentukan dalam situasi yang menguntungkan.yang disebutnya gaya dasar. 2.

Hal yang umum disetiap organisasi atau lembaga akan menjumpai berbagai gaya serta corak kepemimpinan.menegakan disiplin yang sejalan dengan tata tertib yang telah dibuat .2002 : 94 ).8 D.sewenang-wenang.Gaya Kepemimpinan Supervisor Pendidikan Gaya kepemimpinan adalah teori kepemimpinan dari pendekatan prilaku pemimpin. Gaya Otokratik Secara etimologis.Sedang secara terminologis kepemimpinan supervisor otoriter adalah menempatkan kekuasaan ditangan satu orang atau seklompok kecil orang yang diantara mereka tetap ada orang yang berkuasa (Hadari Nawawi DKK.Dari satu segi pendekatan ini masih difokuskan lagi pada gaya kepemimpinan (leadership style).sebab gaya kepemimpinan bagian dari kepemimpinan bagian dari pendekatan prilaku pemimpin yang memusatkan perhatian pada proses dinamika kepemimpinan dalam usaha mempengaruhi aktivitas individu untuk mencapai suatu tujuan dalam suatu situasi tertentu. Gaya kepemimpinan ialah pola-pola prilaku pemimpin yang digunakan untukmempengaruhi aktivitas orang-orang yang dipimpin untuk mencapai tujuan dalam siuasi organisasinya dapat berubah bagaimana pemimpin mengembangkan program organisasinya .memperhatikan bawahannya dengan meningkatkan kesejahteraannya serta bagaimana pimpinan berkomunikasi dengan bawahannya.antara lain : 1.otoriter berarti berkuasa sendiri.Dipertegas oleh Made Pidarta .Gaya-gaya kepemimpinan supervisor pendidikan yang mask pada golongan salah satu kepemimpinan supervisor pendidikan itu ditentukan oleh cara dan sikap dalam melaksanakan tugasnya.

tidak disiplin . Pemimpin dengan gaya otokratik pada umumnya memberikan perintahperintah dan meminta bawahan untuk mematuhinya.Para komandan militer dimedan perang umumnya menerapkan gaya ini.( Kasminto.Pemimpin yang menerapkan gaya ini tidak memberikan cukup waktu kepada para bawahan untuk bertanya dan hal ini lebih sesuai pada situasi yang memerlukan kecepatan dalam mengambil keputusan.Gaya ini juga cocok diterapkan pada situasi dimana pimpinan harus cepat mengambil keputusan sehubungan adanya desakan para pesaing.pemimpin bertindak sebagai dictator terhadap anggauta klimpoknya.2003 : 48 ) Pemimpin yang otokresi tidak menghendaki rapat-rapat atau musyawarah.2007 : 6 ) Dalam kepemimpinan yang otokratis .gaya kepemimpinan otokratik sangat tepat untuk digunakan oleh seorang ketua tim.Berkumpul atau rapat berarti menyampaikan intruksi-intruksi .9 bahwa supervisor otoriter merupakan supervisor yang bertindak secara otoriter terhadap guru ( Made Pidarta.Baginya pemimpin adalah menggerakan menggerakan dan memaksa seseorang .Penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukan dan memberikan perintah.Untuk menghadapi anggauta timyang malas.susah diatur dan selalu menjadi troublemaker.Gaya otoratik ini tidak selalu jelek seperti persepsi orang selama ini.tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran. ( Ngalim Purwanto.Kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankannya.Setiap perbedan pendapat diantara anggauta-anggauta klompok diartikan sebagai .2009 :48).

kecndrungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung.semua pekerjaan dapat berlangsung secara tertib dan .sipat agresif pada anggauta klompok terhadap pemimpinnya.takut dan ketegangan karena terus menerus dibayangi dengan sangsi dan hukuman.Kekuasaan yang berlebihan ini menyebabkan sikap menyerah tanpa kritik. Pemimpin yang bertipe demikian sebagai orang yang memberikan perintah dan mengharapkan pelaksanaannya secara dogmatis dan selalu positif.Dominasi yang berlebihan ini akan menimbulkan sifat apatis .staf dan murid bekerja keras bersifat terpaksa dan berpura-pura karena didasari rasa tertekan. Akibat negative yang ditimbulkan kepemimpinan otoriter antara lain : (1) Guru menjadi manusia penurut yang tidak berani mengambil keputusan sehingga sangat tergantung pada pimpinan atau kepala sekolah .pembangkang atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau intruksi yang telah dittapkan.( Burhanudin.tegang mencekam.( Hadari Nawawi. Kepemimpinan otoriter menimbulkan suasana kaku. Dalam tindakan dan perbuatannya ia tidak dapat dignggu gugat.1994 : 99).2002 : 94 ).10 kepicikan.Kepemimpinan otoriter juga memberikan keuntungan antara lain : disiplin dapat dikontrol dengan baik.ia berusaha menakut-nakuti bawahannya dengan jalan memberikan hukuman tertentu bagi yang berbuat egative.(2) Kesediaan guru.sikap asal bapak senang terhadap pimpinan.( Ngalim Purwanto.(3) Sekolah menjadi bersifat statis.2003 :48 -49 ).dan hadiah untuk seoran g bawahan yang bekerja dengan baik.Dengan segala kemampuannya .menakutkan sehingga dapat berakibat lebih lanjut timbulnya ketidak puasan.

Adapun cirri-ciri gaya kepemimpinan otokratik adalah sebagai berikut : (1) Menganggaporganisasi yang dipimpinnya sebagai milik pribadi .Agar semua anggauta merasa bertanggung jawab maka semua anggauta diajak ikut serta dalam setiap kegiatan . (5) Terlalu bergantung dengan kekuasaan formal.( Ngalim Purwanto.Pemimpin demokratis sering mengajak pengikutnya dalam mengambil .Gaya Demokratik Pemimpin demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dengan kelompoknya .dimana pemimpin bersama-sama anggauta-anggauta kelompok mengambil bagian secara aktif dalam perumusan dan penetapan peraturan umum .2003 :50 -51 ). (4) Tidak mau menerima pendapat . Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannya bukan sebagai diktatator .yang bersama-sama dengan kelompoknya berusaha dan bertanggung jawab tentang tercapainya tujuan bersama .dan (6) Cara menggerakan bawahan dengan pendekatan paksaan dan bersifat mencari kesalahan /menghukum.saran.Keikut sertaan itu disesuaikan dengan posisi masing-masing yang mempunyai wewenang sebagian besar dan seluruh peraturan dan keputusan -keputusan penting berasal dari dan disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan situasi kelompok.dan kritik.cepat serta tegas dalam membuat keputusan dan tindakan sehinggauntu sementara produktifitas dapat naik.11 teratur .keputusan-keputusan penting dalam lembaga kerja tersebut.melainkan sebagai pemimpin ditengah-tengah anggauta kelompoknya.(2) Mengidentifikasikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.(3) Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata. 2.

Gaya ini senantiasa berusaha membangun semangat anggauta-anggauta kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya.Pemimpin yang demokratis sealu berusaha menstimulasi anggautanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama .serta berusaha memberikan dorongan untuk t urut serta aktif melaksanakan semua keputusan dan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan .( ngalim Purwanto.consensus dan pemberdayaan.Dalam tindakan dn usaha-usahanya.2003 : 50 ). Gaya demokratik mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan menaruh kepercayaan pula pada anggautanya bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertatanggung jawab. dengan jalan mendelegasikan sebagian kekuasaan dan tanggung Pemimpin gaya ini mengadakan konsultasi dengan para bawahannya mengenai tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang diusulkan/dikehendaki oleh pemimpin.Disamping itu gaya ini juga bagi timbulnya kecakapan memimpin pada anggauta memberikan kesempatan kelompoknya jawabnya.Hubungan dengan anggauta kelompok bukan sebagai majikan terhadap buruhnya melainkan sebagai saudara tua diantara sudara saudara teman sekerjanya.Dalam melaksanakan tugasnya ia mau menerima dan mengharapkan kritik-kritik yang membangun dari para anggauta yang diterimanya sebagai umpan balikdan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan -tindakan berikutnya.Pemimpin yang demokratis selalu berusaha memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan.ia selalu berpangkal pada kepentingan dn kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan kemampuan dan kesanggupan kelompoknya.12 keputusan.

( Burhanudin.(2) Mengutamakan kerjasama dmencapai tujuan.informasi diberikan seluas -luasnya dan terbuka Kalau di sekolah dilaksanakan kepemimpinan pendidikan yang bersifat demokratis .Memotivasi kelompok untuk menentukan tujuan sendiri.dimana setiap orang dipandang memiliki potensi dapat memberikan sumbangan prosedur kooperatif.(4) Menjelaskan sebab-sebab keputusan yang dibuat sendiri kepada kelompok.1994 :99 ).yang dimanfaatkan secara luas . (5) Feed back dijadikan sebagai salah satu masukan yang berharga.Membuat perencanaan .13 itu.mengontrol dalam penerapannya.Gaya Laisez Faire . 3.2003 : 52).Menggunakan kekuasaan posisi dan pribadinya untuk mendorong ide-ide dari staf.( Ngalim Purwanto.(3) Membuat keputusan bersama dengan anggauta kelompok. Adapun cirri seorang pemimpin yang demokratis adalah sebagai berikut : (1) Senang menerima saran .Pemimpin yang mengusahakan perbaikan dalam pengajaran akan selalu mencari jalan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan yang terdapat pada orang lain. Berdasarkan hal-hal diatas bahwa gaya kepemimpinan demokratis merupakan kepemimpinan yang menghargai sifat dan kemampuan setiap staf.penddkritikan dari bawahan.Tipe kepemimpinan ini dipandang berada pada sebuah bentuk spectrum yang diurutkan mulai dari orang yang bertindak atas persetujuan dengan bawahan sampai kepada yang membuat keputusan-keputusan namun sudah berkonsultasi sebelumnya dengan para anggauta kelompoknya.maka ini merupakan hasil interaksi kelompok.

(4) Membatasi komunikasi dan hubungan kelompok.supervisi.kepemimpinan ini juga memberikan keuntungan antara lain para anggauta (guru ) atau bawahan akan dapat mengembangkan kemampuan dirinya.dan koordinasi.Semua kebijaksanaan .Kepemimpinannya dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatan menurut kehendak dan kepentingan masing-masing.Merupakan pimpinan ofisial . Tipe kepemimpinan ini merupakan kebalikan tipe kepemimpinan otoriter.seluruh kegiatan tersebut berlangsung tanpa dorongan.Gaya Manipulatif Diplomatik ( Psedo Demokratis ) .(2) Tidak berani menetapkan tujuan untuk kelompok.bimbingan dan pengaruh dari pimpinan.Pimpinan hanya sebagai sumber informasi dan pengendali secaraminimal atau sebagai fasilitator. Jadi dapat disimpulkan bahwa inti dari kepemimpinan Laissez -Faire bukanlah seorang pemimpin dalam pengertian sebenarnya .karyawan menentukan sendiri kegiatan tanpa pengarah. Dari uraian tersebut dapat diketahui cirri-ciri pimpinan Laissez Faire sebagai berikut : (1) Tidak yakin dengan kemampuan sendiri .Staf/bawahan mengevaluasi pekerjaan sesuai dengan caranya sendiri.(3) Tidak berani menanggung resiko .Kendatipun demikian .14 Gaya kepemimpinan ini disebut juga bebas tindak atau membiarkan.metode dan sebagainya menjadi hak sepenuhnya dari orang yang dipimpin. 4.

Untuk itu supervisor dalam melakukan tugasnya memerlukan pendekatan . .dan gaya kepemimpinan yang tepat sehingga dengan cara-cara ini supervisorakan berhasil dalam melaksanakan tuganya.semu.15 Gaya kepemimpinan psedo-demokratis merupakan kepemimpinan yang secara supervise tampak demokratis namun sebenarnya otoriter atau demi kepentingan kelompok kecil/klik. E.model .manipulative. Kesimpulan Supervisor sebagai pengawas pendidikan bertugas sebagai pembimbing para guru untuk memperbaiki kualitas pengajaran dan menciptakan situasi belajar mengajar yangbaik.

1981 .Usaha Nasional.Prinsip dan teknik Supervisi.1994. Buni Aksara.Jakarta .Made.Supervisi Pendidikan Kontekstual .Jakarta .Remaja Rosdakarya Jakarta.Pusdiklatwas.Departemen Agama RI Derektorat Jendral Kelembagaan Agama Islam Derektorat Madrasah dan Pendidikan Agama disekolah Umum.John M.Gramedia.Jakarta.Administrasi dan Supervisi Pendidikan.Kepengawasan Pendidikan . Gajah Mada University Press. Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan.2005 Burhanuddin.2003 Sahertian.Surabaya.Kepemimpinan.Bogor.Hadari DKK.2007 Nawawi.Kamus Inggris Indonesia .Piet A.2003 Purwanto.PT Rineka Cipta . DKK.Ngalim.M.H.16 DAFTAR PUSTAKA Amin Thalib. Jogjakarta. Echols.Kepemimpinan Yan Efektif.2002 Pidarta.Jakarta 2000 Kasminto.

Diding Nurdin.Pd Oleh : SUYONO NIM : 505920028 Semester III PPI PROGRAM PASCASARJANA IAIN SYEKH NURJATI CIREBON 2010 .M.MODEL DAN GAYA KEPEMIMPINAN SUPERVISOR PENDIDIKAN MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri Mata kuliah : Supervisi Pendidikan Dosen : Dr.17 PENDEKATAN.

18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful