1

PENDEKATAN , MODEL DAN GAYA KEPEMIMPINAN SUPERVISOR PENDIDIKAN Oleh : Suyono NIM : 505920028 Semester III PPI ABSTRAK Supervisor sebagai pengawas pendidikan bertindak sebagai stimulator,pembimbing dan konsultan bagi guru dalam perbaikan pengajaran dan menciptakan situasi belajar mengajar yang baik dan kondusif.Oleh karena untuk keberhasilan dalam menunaikan tugasnya seorang supervisor pendidikan memerlukan pendekatan,model serta gaya kepemimpinan yang tepat. Kata kunci : Pendekatan,Model ,Gaya Kepemimpinan. A. Kepemimpinan Supervisi Pendidikan 1. Definisi Kepemimpinan Dalam kamus bahasa Inggris kata kepemimpinan diambil dari kata lead yang berararti pemimpin ,sedang leader adalah seorang pemimpin dan leadership adalah kepemimpinan.( John.M.Echols dan Hasan Shadili,2000: 351) Ngalim Poerwanto ( 2003 : 25-26) mengutif beberapa definisi kepemimpinan dari Prajudi Atmosudirdjo sebagai berikut : a. Kepemimpinan seseorang oranguntuk memancarkan yang dapat dirumuskan sebagai pada suatu kepribadian orangyang atau

mendatangkan atau

keinginan untuk

klompok ,atau kekuatan

mencontohkannya suatu penaruh

mengikutinya ,suatu

yang

tertentu

yang berarti kepemimpinan merupakan suatu kemampuan dan kesiapan seseorang untuk mempengaruhi .sehingga dan membanting menjadi persuasi . Supervisi Pendidikan Supervise adalah usaha-usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru .membimbing dan mengarahkan atau menglola orang lain agar mereka mau berbuat sesuatu demi tercapainya tujuan bersama.bahwa kepemimpinan adalah the ability and readiness to inspire. 2.biasaanya mereka tulang tujuan orang-orang yang sama apa motivasi bekerja segala memahami mencapai yang organisasi.kesanggupan seklompok pengikut atau (ability) atau (technique) organisasi membuat para atau orang simpatisan segala bawahan dalam yang atau organisasi informal mengikuti mereka mentaati begitu apa dikehendakinya. Kepemimpinan tehnik dalam adalah suatu untuk formal atau seni ( art).or manage other. c. Menurut Burhanudin ( 1994: 62 ) . b. mengutip pendapat Good.2 wibawa . Kepemimpinan suatu melalui tanpa untuk seni human adanya dapat pembinaan relantion rasa takut dan dipandang klompok dan mau sebagai suatu bentuk tertentu tepat.direct.membuat antosias bersemangat untuk mengikutinya atau bahkan berkorban untuknya.yang demikian rupa sehingga membuat seklompok orang mau melakukan apa yang dikehendaki.guide.

Pendekatan dan Penangan Guru Menurut Mariyati dalam Made Pidarta (2009 :145 -146).bahwa kemampuan guru ter bagi menjadi empat kategori yaitu : a.1981 supervise para tujuan-tujuan dan evaluasi Poerwanto yang pendidikan .1981 :19 ).Dipertegas suatu dan Ngalim pembinaan aktivitas pegawai direncanakan dalam untuk membantu sekolah lainnya melakukan pekerjaan mereka efektif. Guru lemah Guru lemah yaitu guru yang mempunyai tingkat abstraksi yang rendah dan tingkat .serta mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masrakat Indoesia. B. Sedang supervisor adalah suatu usaha menstimuler.Sahertian (2003 : 76 ).dan membimbing secara kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pembelajaran dengan demikian mereka dapat menstimulir dan membimbing pertumbuhan tiap peserta didik secara kontinyu.(Piet.termasuk guudan :18 adalah guru secara menstimulir guru metode dan perkembangan pengajaran DKK.dalam pertumbuhan memperbaiki jabatan dan pengajaran .mengkoordinir.A.(Piet A.bahwa ).bahan-bhan mengajar oleh pengajaran.Sahertian .3 Dan petugas-petugas menyeleksi merevisi lainnya.

Guru professional Tipe guru ini yang paling baik.Menurut Made pidarta (2009 : 148 150 ).juga rencana perbaikan.tetapi tidak sesuai kemampuannya sehingga banyak banyak pekerjaannya terbengkelai.yaitu : . b. Guru energik Guru komitmen besar kurang dan energik adalah guru yang mempunyai tanggung ini umum jawab dan tinggi.Guru kemampuan ia kemauannya guru ini diganjal yang bagus.bahkan banyak capai.didekati dan ditangani secara berbeda -beda dalam proses supervise.Hal inidisebabkan ia mempunyai kemampuan mengabstraksi dan komitmennya juga cukup tinggi .malah ia merasa tidak perlu bantun dari pihak lain .tetapi niat baiknya tingkat itu abstraksinya oleh ingin rendah.baik pengajaran dikelas maupun kemajuan sekolah. Keempat kategori tersebut.termasuk dari supervisor. Guru konseptor Guru ini banyak membuat konsep-konsep baru untuk kemajuan pembelajaran maupun sekolah tetapi tidak mampu mewujudkanya hal ini disebabkan karena tanggung jawab dan komitmennya rendah. c.yaitu ia adalah pemikir sekaligus pelaksana .ada tiga pendekatan yang harus dilakukan seorang supervisor dalam mensupervisi empat kategori guru tersebut.Ciri guru seperti ini dalah bermotivasi rendah untuk mengembangkan profesinya . d.Dia mampu memikirkan sesuatu disamping tugas-tugasnya sendiri .4 Komitmen yang rendah pula.

Hasil penilaian itu diperiksa oleh supervisor.sebagian besar hasil penilaian dterima oleh supervisor. Pendekatan langsung dan metode standar. Yang dimaksud dengan metode menilai diri sendiri adalah supervisor member kepercayaankepada guru yang sudah professional mengadakan penilaian atas diri sendiri. 2. Tentang metode berdasarkan kontrakadalah suatu strategi yang dibuat oleh supervisor untuk member semacam paksaan kepada kedua macam guru ini sebagai suatu ikatan. a.Pendekatan dan metode ini diterapkan pada guru yang termasuk kategori professional dalam proses supervisi. b. Pendekatan kaloborasi dan metode berdasarkan kontrak.5 1. a. . Pendekatan tidak langsung adalah pendekatan yang member kesempatan kepada guru untuk berinisiatif dan kreatif menciptakan ide -ide baru untuk melaksanakan pembelajaran.Pendekatan dan metode ini diaplikasikan pada guru yang termasuk kategori guru enerjik dan guru konseptor dalam proses supervise.Kerjasama ini dilakukan dalam banyak hal untuk memajukan kedua macam guru ini. 3.dia akan bertanya terlebih dulu kepada guru tersebut. Pendekatan tidak langsung dan metode menilai diri sendiri .Kalau ada yang tidak disetujui.Guru dan supervisor lalu mengadakan kesepakatan dengan memodifikasi hasil penilaian tadi.Pendekatan dan metode ini diterapkan pada guru yang termasuk kategori lemah. Koloborasi disini adalah kerjasama antara guru dan supervisor. b.

6 a. b.model kepemimpinan tiga dimensi dan model kepemimpinan lima faktor.Sebab supervisor merasa peluang seperti ini tidak akan dapat dimanfaatkan dan diisi oleh guru lemah ini. Metode yang diterapkan pada guru lemah ini disebut metode standar.Dengan kta lain.yaitu : (1) hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin.Model Kepemimpinan Supervisor Menurut Ngalim Purwanto (2003 :39 ).ia berpendapat bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh suatu gaya kepemimpinan yang diterapkanya.ada tiga var iabel yang menentukanefektif tidaknyakepemimpinan.tidak ada seorang pemimpin yang dapat berhasil hanya dengan menerapkan satu macam gaya situasi.kreatif.karena kemampuan dan komitmen guru ini s angat rendah. C.suatu standar yang berlaku secara nasional atu sesuai keadaan daerah bersangkutan. .Fieldler.(2) derajat struktur tugas. Model kepemimpinan kontingensi fieldler Model kepemimpinan ini dikembangkan oleh oleh Fred E.Seorang pemimpin akan cendrungberhasil dalam untuk semua menjalankan kepemimpinannya yang berlainan untuk menghadapi situasi yang berbeda. Pendekatan langsung ini tidak member peluang lagi bagi guru untuk berinisiatif.kepemimpinan supervisor memiliki tiga model yaitu model kepemimpinan kontongensi Fieller.maksudnya adalah resep-resep berupa pelaku dan tindakan guru yang disodorkan oleh supervisor tersebutadalah bersifat standar.dan (3) kedudukan kekuasaan pimpinan. 1.dan inovatif dalam melakukan tugas sehari-hari. Menurut pendekatan ini.

Berdasarkan kedua macam kondisi tersebut seorang pemimpin dapat memilih salah satu dari empat gaya kepemimpinan yang akan diterapkan dalam hubungannya dengan perbuatan manusia.yang disebutnya gaya dasar.7 Menurut Fieldler.gaya efektif.Redin (1970 ). Model kontinum berdasarkan berdasarkan banyaknya peran serta bawahan dalam penganbilan putusan Pengembangan model kepemimpinan ini adalah Vroom dan Yetton : keduanya berpendapat ada dua macam kondisi utama yang dapat dijadikan dasar bagi pemimpin untuk mengikutsertakan atau tidak mengikut sertakan atau tidak mengikutsertakan bawahan dalam pembuatan putusan.hubungan pemimpin dengan yang dipimpin merupakan variabel yang terpenting dalam menentukan dalam situasi yang menguntungkan.Model ini dinamakan tree-dimensional-model arena dalam pendekatannya menghubungkan tiga klompok gaya kepemimpinan .dan gaya tak efektif menjadi satu kesatuan 3. (2) tingkat motivasi serta dukungan para bawahan.Drajat struktur tugas merupakan masukan kedua sangat penting bagi situasi yang menguntungkan. .Dua macam kondisi tersebut ialah : (1) tingkat keefektifan teknis diantara para bawahan . 2.dan kedudukan kekuasaan pemimpin yang diperoleh melalui wewenang formal merupakan dimensi penting ketiga dari situasi. Model kepemimpinan tiga dimensi Pendekatan atau model kepemimpinan ini dikemukakan oleh Wiliam J.

memperhatikan bawahannya dengan meningkatkan kesejahteraannya serta bagaimana pimpinan berkomunikasi dengan bawahannya. Hal yang umum disetiap organisasi atau lembaga akan menjumpai berbagai gaya serta corak kepemimpinan.Gaya-gaya kepemimpinan supervisor pendidikan yang mask pada golongan salah satu kepemimpinan supervisor pendidikan itu ditentukan oleh cara dan sikap dalam melaksanakan tugasnya.Dari satu segi pendekatan ini masih difokuskan lagi pada gaya kepemimpinan (leadership style).antara lain : 1.menegakan disiplin yang sejalan dengan tata tertib yang telah dibuat .Gaya Kepemimpinan Supervisor Pendidikan Gaya kepemimpinan adalah teori kepemimpinan dari pendekatan prilaku pemimpin.otoriter berarti berkuasa sendiri.sewenang-wenang.Dipertegas oleh Made Pidarta .Sedang secara terminologis kepemimpinan supervisor otoriter adalah menempatkan kekuasaan ditangan satu orang atau seklompok kecil orang yang diantara mereka tetap ada orang yang berkuasa (Hadari Nawawi DKK. Gaya kepemimpinan ialah pola-pola prilaku pemimpin yang digunakan untukmempengaruhi aktivitas orang-orang yang dipimpin untuk mencapai tujuan dalam siuasi organisasinya dapat berubah bagaimana pemimpin mengembangkan program organisasinya .2002 : 94 ).8 D. Gaya Otokratik Secara etimologis.sebab gaya kepemimpinan bagian dari kepemimpinan bagian dari pendekatan prilaku pemimpin yang memusatkan perhatian pada proses dinamika kepemimpinan dalam usaha mempengaruhi aktivitas individu untuk mencapai suatu tujuan dalam suatu situasi tertentu.

Pemimpin dengan gaya otokratik pada umumnya memberikan perintahperintah dan meminta bawahan untuk mematuhinya.gaya kepemimpinan otokratik sangat tepat untuk digunakan oleh seorang ketua tim.Setiap perbedan pendapat diantara anggauta-anggauta klompok diartikan sebagai .susah diatur dan selalu menjadi troublemaker.Kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankannya.Penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukan dan memberikan perintah.2007 : 6 ) Dalam kepemimpinan yang otokratis .9 bahwa supervisor otoriter merupakan supervisor yang bertindak secara otoriter terhadap guru ( Made Pidarta.Gaya ini juga cocok diterapkan pada situasi dimana pimpinan harus cepat mengambil keputusan sehubungan adanya desakan para pesaing. ( Ngalim Purwanto.tidak boleh membantah ataupun mengajukan saran.Berkumpul atau rapat berarti menyampaikan intruksi-intruksi .tidak disiplin .2003 : 48 ) Pemimpin yang otokresi tidak menghendaki rapat-rapat atau musyawarah.Gaya otoratik ini tidak selalu jelek seperti persepsi orang selama ini.( Kasminto.Pemimpin yang menerapkan gaya ini tidak memberikan cukup waktu kepada para bawahan untuk bertanya dan hal ini lebih sesuai pada situasi yang memerlukan kecepatan dalam mengambil keputusan.2009 :48).Untuk menghadapi anggauta timyang malas.pemimpin bertindak sebagai dictator terhadap anggauta klimpoknya.Baginya pemimpin adalah menggerakan menggerakan dan memaksa seseorang .Para komandan militer dimedan perang umumnya menerapkan gaya ini.

(2) Kesediaan guru.dan hadiah untuk seoran g bawahan yang bekerja dengan baik.sikap asal bapak senang terhadap pimpinan.(3) Sekolah menjadi bersifat statis.10 kepicikan.( Ngalim Purwanto.sipat agresif pada anggauta klompok terhadap pemimpinnya.1994 : 99).Kekuasaan yang berlebihan ini menyebabkan sikap menyerah tanpa kritik.Dengan segala kemampuannya .Kepemimpinan otoriter juga memberikan keuntungan antara lain : disiplin dapat dikontrol dengan baik. Akibat negative yang ditimbulkan kepemimpinan otoriter antara lain : (1) Guru menjadi manusia penurut yang tidak berani mengambil keputusan sehingga sangat tergantung pada pimpinan atau kepala sekolah .( Hadari Nawawi.menakutkan sehingga dapat berakibat lebih lanjut timbulnya ketidak puasan.takut dan ketegangan karena terus menerus dibayangi dengan sangsi dan hukuman. Pemimpin yang bertipe demikian sebagai orang yang memberikan perintah dan mengharapkan pelaksanaannya secara dogmatis dan selalu positif.kecndrungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung.2002 : 94 ).semua pekerjaan dapat berlangsung secara tertib dan .tegang mencekam. Kepemimpinan otoriter menimbulkan suasana kaku.ia berusaha menakut-nakuti bawahannya dengan jalan memberikan hukuman tertentu bagi yang berbuat egative. Dalam tindakan dan perbuatannya ia tidak dapat dignggu gugat.2003 :48 -49 ).( Burhanudin.pembangkang atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau intruksi yang telah dittapkan.Dominasi yang berlebihan ini akan menimbulkan sifat apatis .staf dan murid bekerja keras bersifat terpaksa dan berpura-pura karena didasari rasa tertekan.

saran.Pemimpin demokratis sering mengajak pengikutnya dalam mengambil .cepat serta tegas dalam membuat keputusan dan tindakan sehinggauntu sementara produktifitas dapat naik.( Ngalim Purwanto. Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannya bukan sebagai diktatator .dan (6) Cara menggerakan bawahan dengan pendekatan paksaan dan bersifat mencari kesalahan /menghukum.dan kritik.Keikut sertaan itu disesuaikan dengan posisi masing-masing yang mempunyai wewenang sebagian besar dan seluruh peraturan dan keputusan -keputusan penting berasal dari dan disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan situasi kelompok.11 teratur .keputusan-keputusan penting dalam lembaga kerja tersebut.Agar semua anggauta merasa bertanggung jawab maka semua anggauta diajak ikut serta dalam setiap kegiatan .dimana pemimpin bersama-sama anggauta-anggauta kelompok mengambil bagian secara aktif dalam perumusan dan penetapan peraturan umum . 2.melainkan sebagai pemimpin ditengah-tengah anggauta kelompoknya. (4) Tidak mau menerima pendapat .(3) Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata.Gaya Demokratik Pemimpin demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dengan kelompoknya .(2) Mengidentifikasikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. (5) Terlalu bergantung dengan kekuasaan formal.2003 :50 -51 ). Adapun cirri-ciri gaya kepemimpinan otokratik adalah sebagai berikut : (1) Menganggaporganisasi yang dipimpinnya sebagai milik pribadi .yang bersama-sama dengan kelompoknya berusaha dan bertanggung jawab tentang tercapainya tujuan bersama .

dengan jalan mendelegasikan sebagian kekuasaan dan tanggung Pemimpin gaya ini mengadakan konsultasi dengan para bawahannya mengenai tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang diusulkan/dikehendaki oleh pemimpin.Gaya ini senantiasa berusaha membangun semangat anggauta-anggauta kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya.Disamping itu gaya ini juga bagi timbulnya kecakapan memimpin pada anggauta memberikan kesempatan kelompoknya jawabnya.12 keputusan.consensus dan pemberdayaan.( ngalim Purwanto.serta berusaha memberikan dorongan untuk t urut serta aktif melaksanakan semua keputusan dan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan .Dalam melaksanakan tugasnya ia mau menerima dan mengharapkan kritik-kritik yang membangun dari para anggauta yang diterimanya sebagai umpan balikdan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakan -tindakan berikutnya. Gaya demokratik mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan menaruh kepercayaan pula pada anggautanya bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertatanggung jawab.Pemimpin yang demokratis selalu berusaha memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan.ia selalu berpangkal pada kepentingan dn kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan kemampuan dan kesanggupan kelompoknya.2003 : 50 ).Dalam tindakan dn usaha-usahanya.Pemimpin yang demokratis sealu berusaha menstimulasi anggautanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama .Hubungan dengan anggauta kelompok bukan sebagai majikan terhadap buruhnya melainkan sebagai saudara tua diantara sudara saudara teman sekerjanya.

3.maka ini merupakan hasil interaksi kelompok.2003 : 52).Membuat perencanaan .Tipe kepemimpinan ini dipandang berada pada sebuah bentuk spectrum yang diurutkan mulai dari orang yang bertindak atas persetujuan dengan bawahan sampai kepada yang membuat keputusan-keputusan namun sudah berkonsultasi sebelumnya dengan para anggauta kelompoknya. Berdasarkan hal-hal diatas bahwa gaya kepemimpinan demokratis merupakan kepemimpinan yang menghargai sifat dan kemampuan setiap staf.(2) Mengutamakan kerjasama dmencapai tujuan. Adapun cirri seorang pemimpin yang demokratis adalah sebagai berikut : (1) Senang menerima saran .1994 :99 ).( Burhanudin.yang dimanfaatkan secara luas .informasi diberikan seluas -luasnya dan terbuka Kalau di sekolah dilaksanakan kepemimpinan pendidikan yang bersifat demokratis .Gaya Laisez Faire . (5) Feed back dijadikan sebagai salah satu masukan yang berharga.penddkritikan dari bawahan.(3) Membuat keputusan bersama dengan anggauta kelompok.dimana setiap orang dipandang memiliki potensi dapat memberikan sumbangan prosedur kooperatif.Menggunakan kekuasaan posisi dan pribadinya untuk mendorong ide-ide dari staf.Memotivasi kelompok untuk menentukan tujuan sendiri.mengontrol dalam penerapannya.Pemimpin yang mengusahakan perbaikan dalam pengajaran akan selalu mencari jalan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan yang terdapat pada orang lain.( Ngalim Purwanto.13 itu.(4) Menjelaskan sebab-sebab keputusan yang dibuat sendiri kepada kelompok.

Kepemimpinannya dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatan menurut kehendak dan kepentingan masing-masing.(3) Tidak berani menanggung resiko .kepemimpinan ini juga memberikan keuntungan antara lain para anggauta (guru ) atau bawahan akan dapat mengembangkan kemampuan dirinya.Gaya Manipulatif Diplomatik ( Psedo Demokratis ) . Jadi dapat disimpulkan bahwa inti dari kepemimpinan Laissez -Faire bukanlah seorang pemimpin dalam pengertian sebenarnya . 4.Kendatipun demikian .dan koordinasi.(4) Membatasi komunikasi dan hubungan kelompok.karyawan menentukan sendiri kegiatan tanpa pengarah.metode dan sebagainya menjadi hak sepenuhnya dari orang yang dipimpin.Semua kebijaksanaan .Merupakan pimpinan ofisial . Dari uraian tersebut dapat diketahui cirri-ciri pimpinan Laissez Faire sebagai berikut : (1) Tidak yakin dengan kemampuan sendiri .(2) Tidak berani menetapkan tujuan untuk kelompok.14 Gaya kepemimpinan ini disebut juga bebas tindak atau membiarkan.Pimpinan hanya sebagai sumber informasi dan pengendali secaraminimal atau sebagai fasilitator.supervisi.Staf/bawahan mengevaluasi pekerjaan sesuai dengan caranya sendiri.seluruh kegiatan tersebut berlangsung tanpa dorongan. Tipe kepemimpinan ini merupakan kebalikan tipe kepemimpinan otoriter.bimbingan dan pengaruh dari pimpinan.

model . E.Untuk itu supervisor dalam melakukan tugasnya memerlukan pendekatan .manipulative.dan gaya kepemimpinan yang tepat sehingga dengan cara-cara ini supervisorakan berhasil dalam melaksanakan tuganya. .15 Gaya kepemimpinan psedo-demokratis merupakan kepemimpinan yang secara supervise tampak demokratis namun sebenarnya otoriter atau demi kepentingan kelompok kecil/klik. Kesimpulan Supervisor sebagai pengawas pendidikan bertugas sebagai pembimbing para guru untuk memperbaiki kualitas pengajaran dan menciptakan situasi belajar mengajar yangbaik.semu.

2003 Purwanto.Jakarta.Jakarta 2000 Kasminto.1994. Jogjakarta.Kepengawasan Pendidikan .Departemen Agama RI Derektorat Jendral Kelembagaan Agama Islam Derektorat Madrasah dan Pendidikan Agama disekolah Umum.2005 Burhanuddin.Ngalim.Hadari DKK. Gajah Mada University Press.2002 Pidarta.Piet A.Surabaya. Echols.2003 Sahertian.1981 . Buni Aksara.2007 Nawawi.Kepemimpinan.Administrasi dan Supervisi Pendidikan.Jakarta . DKK.John M.PT Rineka Cipta .Kamus Inggris Indonesia .Bogor.Made.Usaha Nasional.Supervisi Pendidikan Kontekstual .Kepemimpinan Yan Efektif.16 DAFTAR PUSTAKA Amin Thalib.H.Prinsip dan teknik Supervisi.Jakarta .Pusdiklatwas.Gramedia.Remaja Rosdakarya Jakarta. Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan.M.

M.17 PENDEKATAN.MODEL DAN GAYA KEPEMIMPINAN SUPERVISOR PENDIDIKAN MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri Mata kuliah : Supervisi Pendidikan Dosen : Dr.Pd Oleh : SUYONO NIM : 505920028 Semester III PPI PROGRAM PASCASARJANA IAIN SYEKH NURJATI CIREBON 2010 .Diding Nurdin.

18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful