P. 1
MANUAL ASPAL

MANUAL ASPAL

5.0

|Views: 9,996|Likes:
Published by athawenger
VERY GOOD BOOK
VERY GOOD BOOK

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: athawenger on Feb 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2015

pdf

text

original

Uji penyelimutan aspal terhadap batuan merupakan uji kuantitatif lainnya yang
digunakan untuk mengetahui daya lekat (kohesi) aspal terhadap batuan. Pada
pengujian ini, agregat yang telah diselimuti oleh film aspal direndam dalam air dan
dibiarkan selama 24 jam dengan atau tanpa pengadukan. Akibat air atau kombinasi air
dengan gaya mekanik yang diberikan, aspal yang menyelimuti permukaan agregat akan
terkelupas kembali. Aspal dengan daya kohesi yang kuat akan melekat erat pada
permukaan agregat oleh sebab itu pengelupasan yang terjadi sebagai akibat dari
pengaruh air atau kombinasi air dengan gaya mekanik sangat kecil atau bahkan tidak
terjadi sama sekali.

4.2.4.3 Kepekaan aspal terhadap temperatur

Seluruh aspal bersifat termoplastik yaitu menjadi lebih keras bila temperatur menurun
dan melunak bila temperatur meningkat. Kepekaan aspal untuk berubah sifat akibat
perubahan temperatur ini dikenal sebagai kepekaan aspal terhadap temperatur.
Kepekaan aspal terhadap temperatur bervariasi untuk masing-masing jenis aspal dan
berbeda bila aspal tersebut berasal dari minyak bumi dengan sumber yang berbeda
walaupun aspal tersebut masuk dalam klasifikasi yang sama, seperti yang diilustrasikan
pada Gambar 4 dan Gambar 5.

Gambar 4 menunjukkan kepekaan aspal terhadap temperatur dari 2 jenis aspal (aspal A
dan aspal B) yang memiliki tingkat penetrasi yang sama tetapi berasal dari minyak bumi
yang berbeda sumbernya. Penetrasi kedua aspal tersebut pada temperatur 25o

C
mendekati sama, artinya aspal tersebut berada dalam klasifikasi yang sama. Disini
dapat dilihat bahwa kecenderungan perubahan nilai penetrasi kedua aspal tersebut
tidaklah sama. Pada temperatur yang sama, penurunan nilai penetrasi aspal B lebih
kecil dibandingan dengan yang terjadi pada aspal A. Hal ini menunjukkan bahwa aspal
A lebih peka terhadap perubahan temperatur dibandingkan dengan aspal B.

Aspal segar

Aspal berdurabilitas baik

Aspal berdurabilitas
kurang baik

Setelah TFOT atau RTFOT

Aspal segar

19 dari 197

Penetrasi

25

100

(o

C) Temperatur

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->