P. 1
MANUAL ASPAL

MANUAL ASPAL

5.0

|Views: 9,982|Likes:
Published by athawenger
VERY GOOD BOOK
VERY GOOD BOOK

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: athawenger on Feb 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2015

pdf

text

original

6.1.2.7 Pengujian temperatur pencampuran dan pemadatan dengan alat
viskometer

Cara ini dimaksudkan untuk menentukan temperatur campuran dan pemadatan
campuran beraspal panas, mencakup pengujian kekentalan Saybolt Furol aspal secara
empiris pada temperatur antara 120o

– 200o

C.

Gambar peralatan diperlihatkan pada Gambar 34. Cara kerja sesuai SNI 03 – 6441 –
2000 dengan garis besar sebagai berikut :

- Panaskan alat pada temperatur 120o

C.
- Masukkan benda uji yang telah dipanaskan pada 120o

C kedalam tabung viskometer
- Buka gabus penyumbat tabung dan lakukan pengujian pada beberapa temperatur
yang berbeda (135o

, 150o

, 165o

, 180o

dan 200o

C).
- Konversikan waktu (detik) yang diperoleh dengan kekentalan kinematik (cst).
- Buat grafik antara temperatur dan kekentalan untuk menghasilkan temperatur
pencampuran pada temperatur 170 ± 30 cst dan temperatur pemadatan pada 280 ±
30 cst.

72 dari 197

Gambar 34 Tabung viskometer untuk pengujian viskositas dengan Saybolt Furol

6.1.2.8 Pengujian aspal cair

a) Pengujian viskositas kinematik dengan alat Saybolt Furol

Pengujian ini digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasi jenis aspal cair (Rapid
Curing (RC), Medium Curing (MC), Slow Curing (SC)) berdasarkan kekentalannya.
Prosedur pengujian serupa dengan pengujian 6.1.2.7. Untuk aspal cair pengujian
dilakukan pada temperatur 60°C (140°F) dan air sebagai media pemanas. Nilai
kekentalan kinematik dihitung dari waktu pengaliran kedalam labu viskometer
dikonversikan kedalam centistokes (cst).

b) Pengujian titik nyala

Maksud dan tujuan pengujian adalah sama dengan aspal keras. Untuk pengujian titik
nyala aspal SC digunakan alat Cleveland open cup (COC) sama dengan untuk
pengujian aspal keras. Untuk jenis aspal cair RC dan MC digunakan alat Tag open
cup (TOC) seperti diperlihatkan pada Gambar 35.

c) Pengujian penyulingan

Pengujian dimaksudkan untuk menentukan tetes awal dan persentase residu dalam
aspal cair dengan cara penyulingan. Alat uji diperlihatkan pada Gambar 35

Secara garis besar pengujian adalah sebagai berikut :

- Benda uji aspal cair sebanyak 200 gram di suling hingga temperatur 360°C

(680°F).

73 dari 197

- Catat distilat yang keluar pada temperatur tertentu untuk menentukan jumlah
residu yang tertinggal didalam labu.
- Dinginkan residu hingga temperatur 135°C (275°F).
- Tuangkan residu untuk pengujian penetrasi dan daktilitas aspal cair jenis RC dan
MC. Untuk residu aspal cair SC dilakukan pengujian kekentalan.

(a) Titik nyala Tag Open Cup

(b) Penyulingan (destilasi)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->