P. 1
MANUAL ASPAL

MANUAL ASPAL

5.0

|Views: 9,976|Likes:
Published by athawenger
VERY GOOD BOOK
VERY GOOD BOOK

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: athawenger on Feb 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2015

pdf

text

original

6.2.3 Berat isi benda uji padat

Setelah benda uji selesai, kemudian dikeluarkan dengan menggunakan extruder dan
didinginkan, Berat isi untuk benda uji porus ditentukan dengan melakukan beberapa kali
penimbangan seperti prosedur (ASTM D 1188). Secara garis besar adalah sebagai
berikut :

- Timbang benda uji diudara
- Selimuti benda uji dengan parafin
- Timbang benda uji ber parafin di udara
- Timbang benda uji ber parafin dalam air

Berat isi untuk benda uji tidak porus atau bergradasi menerus dapat ditentukan
menggunakan benda uji kering permukaan jenuh (SSD) seperti prosedur ASTM D 2726.
Secara garis besar adalah sebagai berikut :

- Timbang benda uji diudara
- Rendam benda uji di dalam air
- Timbang benda uji SSD di udara
- Timbang benda uji di dalam air

81 dari 197

6.2.4 Pengujian stabilitas dan kelelehan (flow)

Setelah penentuan berat jenis bulk benda uji dilaksanakan, pengujian stabilitas dan
kelehan dilaksanakan dengan menggunakan alat uji seperti diperlihatkan pada Gambar
39. Prosedur pengujian berdasarkan SNI 06-2489-1991, secara garis besar adalah
sebagai berikut :

- Rendam benda uji pada temperatur 60°C (140°F) selama 30-40 menit sebelum

pengujian.

- Keringkan permukaan benda uji dan letakkan pada tempat yang tersedia pada alat uji
- Setel dial pembacaan stabilitas dan kelehan. Lakukan pengujian dengan kecepatan
deformasi konstan 51 mm (2 in.) per menit sampai terjadi runtuh.
- Catat besarnya stabilitas dan kelelehan yang terjadi pada dial.

6.2.5 Pengujian volumetrik

6.2.5.1 Umum

Tiga sifat dari benda uji campuran aspal panas ditentukan pada analisa rongga –
density. Sifat tersebut adalah :

- Berat isi dan atau berat jenis benda uji padat
- Rongga dalam agregat mineral
- Rongga udara dalam campuran padat

Dari berat contoh dan persentase aspal dan agregat dan berat jenis masing-masing,
volume dari material yang bersangkutan dapat ditentukan. Volume ini diperlihatkan pada
Gambar 40.

Udara

Va

Aspal

Vbe Vma

Vb

Vba

Agregat

Vmm

Vmb

Vsb Vse

Gambar 40 Hubungan volume dan rongga-density benda uji campuran aspal
panas padat

Keterangan gambar :

Vma = volume rongga dalam agregat mineral
Vmb = volume contoh padat

82 dari 197

Vmm = volume tidak ada rongga udara dari campuran
Va = volume rongga udara
Vb = volume aspal
Vba = Volume aspal terabsorpsi agregat
Vbe = Volume aspal efektif
Vsb = volume agregat ( dengan Berat Jenis Curah)
Vse = Volume agregat (dengan Berat Jenis Efektif)
Wb = Berat aspal
Ws = Berat agregat
γw = Berat Isi air 1.0 g/cm3 (62.4 lb/ft3)
Gmb = Berat Jenis Curah contoh campuran padat

Rongga pada agregat mineral (VMA) dinyatakan sebagai persen dari total volume
rongga dalam benda uji. Merupakan volume rongga dalam campuran yang tidak terisi
agregat dan aspal yang terserap agregat.

Rongga pada campuran, Va atau sering disebut VIM, juga dinyatakan sebagai persen
dari total volume benda uji, merupakan volume pada campuran yang tidak terisi agregat
dan aspal.

6.2.5.2 Prosedur untuk menganalisis campuran beraspal panas padat

Prosedur ini berlaku untuk benda uji padat yang dibuat di laboratorium dan pada contoh
tidak terganggu yang diambil dari lapangan. Dengan menganalisa rongga udara dan
rongga pada mineral agregat, beberapa indikasi dari kinerja campuran aspal panas
selama masa pelayanan dapat diperkirakan.

6.2.5.2.1 Garis besar prosedur

Tahap analisa campuran aspal panas adalah sebagai berikut :

a) Uji berat jenis curah (bulk specific Gravity) agregat kasar (AASHTO T85 atau ASTM
C 127) dan agregat halus (AASHTO T 84 atau ASTM C 128).
b) Uji berat jenis aspal keras (AASHTO T 228 atau ASTM D 70) dan bahan pengisi
(AASHTO T 100 atau ASTM D 854).
c) Hitung berat jenis curah dari agregat kombinasi dalam campuran
d) Uji berat jenis maksimum campuran lepas (ASTM D 2041, AASHTO T 209)
e) Uji berat jenis campuran padat (ASTM D 1188 atau ASTM D 2726)
f) Hitung berat jenis efektif agregat
g) Hitung absorpsi aspal dari agregat
h) Hitung persen rongga diantara mineral agregat (VMA) pada campuran padat

100

%

x

VmbVa

Vbe

VMA



+

=

100

%

x

Vmb

Va

rongga



=

w

Gmbx

w

x

VmbWs

Wb

Density

γ

γ =



+

=

83 dari 197

i) Hitung persen rongga udara (VIM) dalam campuran padat
j) Hitung persen rongga terisi aspal (VFB atau VFA) dalam campuran padat

6.2.5.2.2 Parameter dan formula perhitungan

Parameter dan formula untuk menganalisa campuran aspal panas adalah sebagai
berikut :

a) Berat Jenis Curah agregat

Pada total agregat yang terdiri dari beberapa fraksi agregat kasar, agregat halus dan
pengisi yang masing-masing mempunyai berat jenis yang berlainan, Berat Jenis
Curah gabungan agregat ditentukan sebagai berikut :

Dengan pengertian :

Gsb = Berat Jenis Curah total agregat
P1, P2, Pn = persentase dalam berat agregat 1, 2, n
G1, G2, Gn = berat jenis curah agregat 1, 2, n.

Berat Jenis Curah bahan pengisi sukar ditentukan secara akurat, tetapi dengan
menggunakan Berat jenis Semu kesalahan umumnya kecil dan dapat diabaikan.

b) Berat Jenis Efektif agregat

Jika berdasarkan Berat jenis maksimum campuran (Gmm), Berat jenis Efektif agregat
dapat ditentukan dengan formula sebagai berikut :

Dengan pengertian :

Gse = Berat Jenis efektif agregat
Pmm= total campuran lepas, persentase terhadap berat total campuran = 100 %
Pb = aspal, persen dari berat total campuran
Gmm = berat jenis maksimum campuran (tidak ada rongga udara), ASTM D 2041
Gb = berat jenis aspal

Catatan :

Volume aspal yang terserap oleh agregat umumnya lebih kecil dari volume air yang
terserap. Besarnya Berat Jenis Efektif agregat harus diantara Berat jenis Curah dan
Semu agregat.

nn

n

sb

GP

GP

GP

P

P

P

G

+

+

+

=

+

+

+

.......

22

1

1

2

1

.....

Gb

Pb

Gmm

Pmm Pb

Pmm

Gse

−−

=

84 dari 197

Berat Jenis Semu (Gsa) dihitung dengan formula :

Dengan pengertian :

Gsa = Berat Jenis Semu total agregat
P1, P2, Pn = persentase dalam berat agregat 1, 2, n
G1, G2, Gn = berat jenis Semu agregat 1, 2, n.

c) Berat jenis Maksimum dari campuran dengan perbedaan kadar aspal

Pada perencanaan campuran dengan suatu agregat tertentu Berat jenis maksimum
Gmm, untuk kadar aspal yang berbeda diperlukan untuk menghitung persentase
rongga udara masing-masing kadar aspal. Berat Jenis Maksimum dapat dihitung
dengan persamaan sbb. :

Dengan pengertian :

Gmm = Berat Jenis maksimum campuran (tidak ada rongga udara)
Pmm = Campuran lepas total, persentase terhadap berat total campuran = 100 %
Ps = agregat, persen berat total campuran
Pb = aspal, persen berat total campuran
Gse = Berat jenis efektif agregat
Gb = Berat jenis aspal

d) Penyerapan aspal

Penyerapan aspal tidak dinyatakan dalam persentase berat total campuran tetapi
dinyatakan sebagai persentase berat agregat. Penyerapan aspal dapat dihitung
dengan persamaan sebagai berikut :

Dengan pengertian :

Pba = aspal yang terserap, persen berat agregat
Gse = Berat Jenis efektif agregat
Gsb = Berat Jenis curah agregat
Gb = Berat Jenis aspal

nn

n

sa

GP

GP

GP

P

P

P

G

+

+

+

=

+

+

+

.......

22

1

1

2

1

.....

Gb

Pb

Gse

PsPmm

Gmm

+

=

Gb

Gse
Gsb Gsb

Gse

Pba

)

*

)

(
100 −

=

85 dari 197

e) Kadar aspal efektif campuran
Kadar aspal efektif campuran adalah kadar aspal total dikurangi besarnya jumlah
aspal yang meresap kedalam partikel agregat. Persamaan untuk perhitungan adalah
sbb. :

Dengan pengertian :
Pbe = kadar aspal efektif, percen berat total campuran
Ps = agregat, percen berat total campuran
Pb = aspal, percen berat total campuran
Pba = aspal yang terserap, percen berat total campuran

f) Persen VMA pada campuran aspal panas padat

Rongga dalam mineral agregat , VMA, adalah rongga antar partikel agregat pada
campuran padat termasuk rongga udara dan kadar aspal efektif, dinyatakan dalam
persen volume total. VMA dihitung berdasarkan Berat Jenis agregat curah (bulk) dan
dinyatakan dalam persentase dari volume curah campuran padat.

Jika komposisi campuran ditentukan sebagai persen berat dari campuran total, maka
VMA dihitung dengan persamaan sbb. :

Dengan pengertian :
VMA = Rongga dalam agregat mineral (persen volume curah)
Gsb =Berat Jenis curah agregat
Ps = agregat, persen berat total campuran
Gmb = berat jenis curah campuran padat (ASTM D 2726)

Atau , jika komposisi campuran ditentukan sebagai persen berat agregat, maka VMA
dihitung dengan persamaan sbb. :

Dengan pengertian :

Pb = aspal, persen berat agregat
Gmb = Berat jenis curah campuran padat
Gsb =Berat Jenis curah agregat

g) Perhitungan rongga udara dalam campuran padat

Rongga udara, Pa, dalam campuran padat terdiri atas ruang-ruang kecil antara
partikel agregat terselimuti aspal. Rongga udara dihitung dengan persamaan sbb. :

Ps

Pba

Pb

Pbe

)

100

(

=

)

*

(

100

GsbPs

Gmb

VMA
=

100

100100

100

Pb

x

Gsb

Gmb

VMA

+

=

86 dari 197

Dengan pengertian :

Pa = rongga udara dalam campuran padat, persen dari total volume
Gmm = Berat Jenis maksimum campuran (tidak ada rongga udara)
Gmb = berat jenis curah campuran padat

h) Persen VFA (sering disebut VFB) dalam campuran padat

Rongga udara terisi aspal, VFA, merupakan persentase rongga antar agregat partikel
(VMA) yang terrisi aspal. VFA, tidak termasuk aspal yang terserap agregat, dihitung
dengan persamaan sbb. :

Dengan pengertian :

VFA = Rongga terisi aspal, persen dari VMA
VMA = Rongga dalam agregate mineral (persen volume curah)
Pa = rongga udara dalam campuran padat, persen

6.3 Pengujian bahan jadi

6.3.1 Sampling and testing

Pengambilan contoh dan pengujian merupakan dua hal yang sangat penting dalam
fungsi pengendalian mutu. Data dari pengujian ini merupakan alat untuk menilai kualitas
produksi apakah memenuhi syarat atau tidak. Dengan alasan ini, pengambilan contoh
dan prosedur pengujian harus dilakukan dengan hati-hati dan benar.

Salah satu kesalahan yang besar dalam menguji material adalah kegagalan untuk
mengambil contoh yang mewakili.

Akurasi pengujian analisis gradasi adalah dari perencanaan campuran panas dan
pengujian mutu yang baik. Perubahan yang menyolok pada gradasi akan menimbulkan
beberapa perubahan karakteristik dari campuran, seperti penurunan atau kelebihan
kadar aspal, stabilitas dan lain-lain.

Benda uji padat lapangan berguna sekali sebagai kontrol pemadatan oleh mesin
pemadat atau untuk mengecek sifat dari campuran padat.
Pengujian extraksi mengukur kadar aspal dan menyiapkan agregat untuk analisa
gradasi. Hal ini adalah sebagai pengecekan akhir pada produksi campuran aspal panas.

GmmGmb

Gmm

Pa

=100

VMA Pa

VMA

VFA

)

(
100 −

=

87 dari 197

6.3.2 Jadwal pengambilan contoh campuran tidak padat

Pada proyek yang tidak mempunyai suatu tatacara atau jadwal pengambilan contoh,
Tabel 16 dapat digunakan sebagai petunjuk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->