P. 1
MANUAL ASPAL

MANUAL ASPAL

5.0

|Views: 9,986|Likes:
Published by athawenger
VERY GOOD BOOK
VERY GOOD BOOK

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: athawenger on Feb 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2015

pdf

text

original

Pada unit pengering (dryer) perlu diperhatikan beberapa faktor agar diperoleh campuran
beraspal yang memenuhi syarat, yaitu antara lain :
- Kalibrasi alat pengukur temperatur dan pemeriksaan temperatur pemanasan.
Perubahan kuantitas agregat yang masuk ke unit pengering akibat dari pengaturan
bukaan bin dingin dapat menyebabkan pemanasan berlebih (jumlah agregat yang
masuk berkurang sementara panas pembakar tetap).
- Pembakaran harus sempurna, hal ini dapat diindikasikan dari warna asap yang
keluar dari cerobong asap adalah putih. Warna yang hitam menandakan
pembakaran tidak sempurna, sementara warna putih berkabut menandakan agregat
mengandung kadar air yang relatif banyak. Contoh dari akibat pembakaran yang
tidak sempurna adalah, pada saat pengambilan agregat dari hot bin, agregat terlihat
berwarna hitam terselimuti jelaga. Akibat dari hal tersebut aspal tidak dapat masuk
ke pori-pori agregat dan juga tidak dapat melekat dengan baik ke agregat.
- Kadar air pada agregat harus seminimum mungkin, oleh karena itu lakukan
pemeriksaan kadar air secara cepat; ambil contoh secukupnya, kemudian lewatkan
cermin yang kering, atau spatula diatas agregat tersebut. Amati jumlah kadar air
yang mengembun pada permukaan cermin atau spatula. Agregat yang masih
mengandung kadar air akan menghalangi melekatnya aspal ke agregat, sehingga
campuran beraspal berprilaku seolah-olah kelebihan aspal.

124 dari 197

8.2.3 Pengumpul debu (dust collector)

Alat pengumpul debu (dust collector) harus berfungsi sebagai alat pengontrol polusi
udara di lingkungan lokasi AMP. Gas buang yang keluar dari sistim pengering ditambah
dengan dorongan kipas pengeluar (exhaust fan) akan dialirkan ke pengumpul debu. Alat
pengumpul debu yang tidak berfungsi dengan baik akan menyebabkan terjadinya polusi
udara, dan ini terlihat jelas dari adanya kotoran atau debu di pohon-pohon atau atap
rumah di sekitar lokasi AMP. Secara umum terdapat beberapa jenis kombinasi sistim
pengumpul debu, antara lain :

- Sistim pengumpul debu jenis kering (dry cyclone dust collector), debu yang terbawa
gas buangan diputar, sehingga partikel berat ke bagian bawah dan gas yang telah
bersih keluar dari cerobong asap. Partikel berat selanjutnya dikembalikan ke bin
panas (hot bin) melalui sistim pengatur udara (air lock damper).
- Sistim pengumpul debu jenis basah (wet scrubber dust collector), debu yang terbawa
gas buangan disemprot dengan air, sehingga partikel berat akan terjatuh ke bawah
dan gas yang telah bersih keluar dari cerobong asap. Partikel berat tersebut
kemudian dialirkan ke bak penampung (bak air). Jika pada bak air penampung
terlihat jelaga yang mengambang dengan jumlah yang cukup banyak, maka hal ini
menunjukkan terjadi pembakaran yang tidak sempurna pada pengering (dryer).
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan maka segera lakukan koreksi atau
perbaikan pada pengering (dryer).

Tipikal dari kedua jenis pengumpul debu diperlihatkan pada Gambar 62. Muatan udara
yang mengandung partikel debu, asap dan gas harus dikontrol sampai ambang batas
yang telah ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku mengenai dampak
lingkungan.

Jenis kering (dry cyclone dust collector) Jenis basah (wet scrubber dust collector)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->