P. 1
MANUAL ASPAL

MANUAL ASPAL

5.0

|Views: 10,000|Likes:
Published by athawenger
VERY GOOD BOOK
VERY GOOD BOOK

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: athawenger on Feb 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2015

pdf

text

original

Sumber : The Asphalt Institute, 1983

Untuk menguji keseragaman dan kuantitas pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis
perekat dapat dilakukan dengan cara meletakkan karton persegi empat yang telah
diketahui beratnya. Karton diletakkan di atas permukaan dan kemudian dilewati
oleh asphalt distributor. Berat karton dengan aspal (kondisi kering) dikurangi berat
karton semula merupakan berat lapis resap pengikat atau lapis perekat per m2

(jika

luas karton 1 m2

). Kuantitas pemakaian juga dapat diukur dengan melihat volume
aspal dalam tangki aspal distributor yang telah terpakai dan luas perkerasan yang
telah disemprot.

9.3 Penghamparan campuran beraspal

Setelah permukaan perkerasan siap, seperti diuraikan pada pasal 9.2, maka langkah
selanjutnya adalah penghamparan campuran beraspal. Tujuan utama dari
penghamparan adalah untuk meletakkan campuran beraspal pada perkerasan lama
dengan lebar, elevasi, kemiringan melintang, dan ketebalan yang sesuai dengan
rencana dan menghasilkan tekstur yang seragam, tidak bergeser atau beralur. Untuk
tujuan tersebut harus digunakan alat penghampar mekanis bermesin atau yang umum
dikenal sebagai finisher. Meskipun menggunakan penghampar mekanis bermesin,
pengaturan dan penyesuaian perlu dilakukan pada alat tersebut untuk memperoleh hasil
yang maksimal. Hasil penghamparan juga dipengaruhi oleh metoda pelaksanaan

Tipe dan Grade Aspal

Temperatur penyemprotan
F

C

SS-1

70 - 160

20 - 70

SS-1h
CSS-1

70 - 160

20 - 70

CSS-1h
MC-30

85 +

30 +

MC-70

120 +

50 +

MC-250

165 +

75 +

Kurang tinggi, semprotan tidak overlap

h

Ketiggian cukup, semprotan overlap 2 kali

3/2 h

Ketinggian cukup, semprotan overlap 3 kali

149 dari 197

penghamparan itu sendiri, seperti pengaturan ketebalan, elevasi, kecepatan, metoda
penyambungan, perapihan dan sebagainya.

9.3.1 Alat penghampar (finisher)

Alat penghampar mekanis bermesin (finisher) dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
jenis yang menggunakan roda karet dan jenis yang menggunakan roda rantai baja (track
/crawler). Kedua jenis ini pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama dalam operasi
penghamparan. Jenis track lebih tahan terhadap dorongan truk pada saat pengisian dan
pada saat mendorong truk selama proses penghamparan. Jika finisher
bergerak/bergeser akibat dorongan truk, maka hasil penghamparan akan menjadi kurang
baik/tidak rata dan timbul bekas geseran. Jenis track mempunyai kecepatan yang lebih
rendah dibandingkan dengan jenis ban karet. Kecepatan yang rendah tersebut dapat
juga menyulitkan saat melakukan mobilisasi/demobilisasi alat dari satu lokasi
penghamparan ke lokasi yang lain. Secara garis besar bagian utama dari finisher
dibedakan menjadi dua, yaitu unit traktor (tracktor) dan unit sepatu (screed).
Unit traktor memberikan tenaga penggerak untuk finisher dan bila perlu dapat
mendorong truk selama proses pengisian. Unit ini juga berfungsi menyalurkan
campuran beraspal dari penampung (hopper) ke unit sepatu (screed). Sebelum sampai
ke unit sepatu (screed) campuran beraspal terlebih dahulu melewati ulir pembagi (auger)
yang selain membagi juga berfungsi mengaduk, sehingga campuran mempunyai tekstur
yang seragam. Bagian-bagian utama dari unit ini adalah roda pendorong truk (truck push
roller), pemasok (feeder) yang terdiri dari, penampung (hopper), penyalur (conveyor),
pintu masukan (gate), dan ulir pembagi (auger).
Unit sepatu (screed) berfungsi untuk menghamparkan campuran beraspal dan
memberikan pemadatan awal sehingga diperoleh hamparan dengan tekstur yang
seragam, tidak tergeser atau beralur dan mempunyai lebar, ketebalan, dan kemiringan
yang sesuai dengan rencana. Bagian-bagian dari unit ini adalah; lengan penarik sepatu
(screed tow arms), pelat sepatu (screed plate), unit pemanas (heating unit), pemadat
tumbuk (tamping bars) atau pemadat getar (vibrating). Secara lebih detil, skema dari alat
penghampar mekanis bermesin (finisher) diperlihatkan pada Gambar 76 di bawah ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->