P. 1
MANUAL ASPAL

MANUAL ASPAL

5.0

|Views: 9,999|Likes:
Published by athawenger
VERY GOOD BOOK
VERY GOOD BOOK

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: athawenger on Feb 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2015

pdf

text

original

Alat pemadat roda karet pneumatik dapat digunakan untuk pemadatan awal dan
untuk pemadatan antara. Dua proses pemadatan tersebut menggunakan prosedur
kerja yang berbeda. Jika roda karet penumatik digunakan sebagai alat pemadat
untuk pemadatan awal, maka pergerakan awal serupa dengan penggunaan roda
baja, yaitu roda penggerak berada didepan. Roda karet yang tenggelam dalam
campuran beraspal terlalu dalam menunjukkan alat ini kurang cocok dipakai untuk
pemadatan awal pada jenis campuran beraspal tersebut.

Gambar 96 Alat pemadat roda karet pneumatik dengan pelindung (skirts)
(US Army, 2000)

174 dari 197

Untuk pemadatan awal atau pemadatan antara, alat pemadat roda penumatik harus
mempunyai persyaratan :
- Berat per roda 1360 kg sampai 1590 kg (3000 lb sampai 3500 lb)
- Minimum diameter roda adalah 510 mm (20 in)
- Tekanan ban 70 psi sampai 75 psi (483 kPasampai 517 kPa) ketika dingin dan 90
psi (620 kPa) ketika panas.
Tekanan ban tersebut direkomendasikan untuk semua jenis campuran beraspal,
meskipun demikian masih dapat diturunkan khusunya untuk campuran dengan
stabilitas rendah.
Alat pemadat ban peneumatik dapat digunakan untuk meningkatkan kepadatan dan
menurunkan permeabilitas campuran beraspal setelah selesainya proses
penghamparan dan pemadatan yang normal. Perbaikan ini dapat dilakukan paling
lama sebelum perkerasan berumur 2 minggu, dan dilaksanakan pada temperatur
udara di atas 38 o

C. Alat pemadat ini juga baik untuk memperbaiki retak rambut yang
timbul akibat pemadatan dengan roda baja pada temperatur yang terlalu panas.
Apabila alat pemadat roda karet pneumatik digunakan untuk meningkatkan kepadatan
pada campuran beraspal yang berumur kurang dari 2 minggu, persyaratan yang
dibutuhkan adalah :
- Berat per roda minimum 680 kg
- Minimum diameter roda adalah 380 mm
- Tekanan ban 50 psi sampai 60 psi (345 kPa – 415 kPa)
Alat pemadat ban penumatik memegang peranan yang sangat penting dalam tahap-
tahapan pemadatan campuran beraspal panas. Usaha pemadatan yang dihasilkan
ditentukan oleh berat beban, luas bidang kontak, jumlah lintasan dan kecepatan.

9.4.3 Pelaksanaan pemadatan

Derajat kepadatan yang dicapai campuran beraspal sangat bergantung pada usaha
pemadatan yang dilakukan. Tahapan pemadatan umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu :

a) Pemadatan awal (breakdown rolling)
Pemadatan awal adalah pemadatan yang dilakukan setelah penghamparan pada
selang temperatur yang disyaratkan. Pemadatan ini lebih banyak berfungsi memberi
pemadatan awal agar campuran beraspal menjadi relatif stabil (diam) untuk dilewati
pamadat berikutnya. Pemadatan awal dapat dilakukan dengan mesin gilas roda baja
statis atau bergetar.
b) Pemadatan antara (intermediate rolling)
Pemadatan antara merupakan pemadatan utama yang berfungsi untuk mencapai
kepadatan yang diinginkan, dengan jumlah lintasan dan selang temperatur campuran
beraspal yang tertentu. Pemadatan antara harus segera dilaksanakan setelah
pemadatan awal selesai. Pemadatan antara umumnya dilakukan dengan alat
pemadat ban karet pneumatik.
c) Pemadatan akhir (finish rolling)
Pemadatan terakhir atau pemadatan penyelesaian yang dilakukan untuk
meningkatkan penampakan permukaan dan dilakukan pada selang temperatur
tertentu. Pemadatan akhir umumnya dilakukan dengan alat pemadat mesin gilas roda
baja statis.

Selama pelaksanaan pemadatan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah kecepatan
pemadatan, jumlah lintasan, rentang waktu pemadatan, dan pola pemadatan. Untuk

175 dari 197

pemadat dengan mesin gilas bergetar harus diperhatikan pergerakan dan model
pengoperasian. Setiap faktor tersebut mempengaruhi hasil pemadatan yang akan
diperoleh. Secara lebih detil faktor-faktor tersebut dibahas berikut ini.

a) Kecepatan pemadatan
Semakin cepat gerakan alat pemadat melewati suatu segmen campuran beraspal,
maka semakin sedikit waktu pemadatan dan usaha pemadatan yang dilakukan pada
segmen tersebut. Kecepatan alat pemadat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
kecepatan penghamparan, ketebalan hamparan, dan tahapan pemadatan. Kecepatan
penghamparan yang tinggi harus diimbangi dengan kecepatan pemadatan yang
tinggi, dan akan lebih baik jika dilakukan penambahan alat pemadat sehingga
pemadatan dapat dilakukan secara paralel.
Mesin gilas roda baja statis dapat dioperasikan dengan kecepatan 3 km/h sampai 9
km/h, pemadat roda penumatik umumnya dengan kecepatan 3 km/h sampai 11
km/h, dan mesin gilas dengan penggetar sekitar 3 km/h sampai 6 km/h. Pada
pemadatan awal (breakdown), semua jenis alat pemadat tersebut dioperasikan
dengan kecepatan terendah. Sementara pada pemadatan antara (intermediate)
kecepatan dapat ditingkatkan pada kecepatan sedang, dan pada pemadatan akhir
alat pemadat dapat dioperasikan pada kecepatan lebih tinggi.
Kecepatan alat pemadat harus konstan, dan sesuai dengan kecepatan yang
dilaksanakan pada saat pembuatan JMF (Job Mix Formula), khususnya pada uji coba
pemadatan. Perubahan kecepatan akan menyebabkan bervariasinya usaha
pemadatan yang dilakukan dan berakibat kepadatan yang dicapai menjadi bervariasi
juga. Pada lokasi-lokasi dimana alat penghampar berhenti, dan jika pada lokasi
tersebut temperatur campuran beraspal telah turun di bawah persyaratan, maka pada
segmen tersebut kepadatannya tidak akan tercapai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->