P. 1
MANUAL ASPAL

MANUAL ASPAL

5.0

|Views: 9,999|Likes:
Published by athawenger
VERY GOOD BOOK
VERY GOOD BOOK

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: athawenger on Feb 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2015

pdf

text

original

ISO 9000

PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN

Plan Do

Action Check

189 dari 197

Perbaikan berkesinambungan dapat dilakukan dengan tahapan kegiatan, yaitu PDCA
(Plan Do Check Action), yang dapat dirinci lagi menjadi 8 langkah, yaitu (1) penetapan
kegiatan/masalah/tema, (2) mencari faktor penyebab, (3) penetapan urutan penyebab,
(4) perumusan rencana, (5) pelaksanaan sesuai dengan rencana, (6) evaluasi hasil
pelaksanaan, (7) standarisasi, (8) catat persoalan yang belum terpecahkan. Untuk
melaksanakan 8 langkah tersebut diperlukan alat bantu, yang secara umum terdiri dari
tujuh alat. Tujuh alat tersebut terdiri dari (a) lembar pengumpulan data, (b) stratifikasi, (c)
diagram pareto, (d) diagram sebab akibat (tulang ikan/fish bone), (e) histogram, (f)
diagram pencar, (g) grafik dan bagan kendali.
Mutu hasil proses pelaksanaan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) pada dasarnya akan
selalu berkembang sesuai tuntutan masyarakat. Oleh karena itu metoda dan proses
kerja yang didokumentasikan dalam bentuk standar (pedoman, prosedur dan instruksi
kerja) harus selalu disempurnakan. Acuan untuk perbaikan tersebut adalah dokumen
mutu yang telah dilaksanakan dan didokumentasi dengan baik. Proses ini akan memicu
perbaikan yang berkesinambungan. Perbaikan berkesinambungan dimulai dalam suatu
gugus tugas pada masing-masing unit pelaksana (bottom up).
Untuk menjaga kualitas suatu produk diperlukan pengendalian mutu yang berupa
aktivitas inspeksi, yaitu memeriksa produk, menerima yang memenuhi syarat dan
menolak yang tidak memenuhi syarat. Melalui sistem pengendalian mutu yang
didasarkan pada inspeksi produk akhir tersebut sulit untuk menghindari terbuangnya
bahan, waktu dan tenaga karena adanya produk yang ditolak karena tidak memenuhi
persyaratan. Oleh karena itu kemudian timbul pemikiran untuk menciptakan sistem yang
dapat mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan mutu. Tuntutan tersebut
kemudian melahirkan keinginan untuk lebih berorientasi kepada sistem dan proses, yaitu
apa yang dikenal dengan Quality Assurance (QA).
Salah satu standar QA yang paling populer saat ini adalah ISO 9000. Standar ini
dikeluarkan oleh the International Organization of Standardization (IOS). ISO sendiri
bukan merupakan singkatan tetapi berasal dari bahasa latin berarti ‘equal’ atau sama,
yang dimaksudkan untuk menyamakan sistem mutu antar perusahaan dan antar negara.
Standar ini menekankan pada sistem pengelolaan seluruh rangkain kegiatan yang
berkaitan dengan mutu dengan titik berat penerapan pada sistem dan proses, sehingga
produk yang dihasikan terpelihara mutu dan konsistensinya.
Perkembangan ISO-9000 dimulai dari sistem mutu yang digunakan untuk keperluan
militer yang dimulai tahun 1960-an dan digunakan oleh negara-negara yang tergabung
dalam NATO. Selanjutnya pada tahun 1979 untuk keperluan non militer dikembangkan
BS 5179 dan BS 5750. Pada tahun 1987 seri ISO-9000 yang sebagian besar isinya
merujuk pada BS 5750 mulai diperkenalkan. Belakangan diadopsi oleh komunitas Eropa
sebagai EN 29000 dan diadopsi Amerika Serikat sebagai ANSI/ASQC Q-90.
Selengkapnya seri ISO 9000 dibedakan atas ISO 9001, yang memiliki 20 klausal, ISO
9002 dengan 19 klausal dan ISO 9003 dengan 16 klausal. Sertifikat untuk Konsultan
umumnya adalah ISO 9001, dan untuk Kontraktor adalah ISO 9002.
Pada Gambar 101 diperlihatkan klausal-klausal dalam ISO-9000 dalam bentuk skema.
Dalam level proyek tidak seluruh persyaratan tersebut harus dipenuhi, misalnya tidak
perlu membuat panduan mutu, cukup dengan rencana mutu proyek yang mengacu pada
panduan mutu yang telah digariskan pada level diatasnya.

190 dari 197

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->