ELEKTROLISIS

A. Pendahuluan 1. Deskripsi Singkat Bab ini akan membahas tentang metode elektrolisis,pada metode ini reaksi kimia dilangsungkan dengan pertolongan arus listrik, yang dibiarkan mengalir melalui larutan elektrolit dalam jangka waktu tertentu. Dengan mengethui besar arus dalam Amper dan jumlah waktu dalam detik dapat dihitung jumlah kuantitas listrik, dinyatakan dalam Coulomb, yang diperlukan untuk melangsungkan reaksi kimia. 2. Relevansi Pembahasan materi dalam bab ini sangat erat kaitannya dengan bab sebelumnya maupun bab selanjutnya. Dalam bab ini mahasiswa akan memahami prinsip dasar pemisahan cara elektrolisis. 3. Tujuan Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menguasai dan memahami prinsip dasar elektrolisis 2. 2. Menjelaskan Elektrogravimetri 3. Menjelaskan metode-metode pemisahan elektrolitik 4. Menjelaskan metode voltametri

B. Uraian Pada metoda elektrolisis, reaksi kimia dilangsungkan dengan pertolongan arus listrik, yang dibiarkan mengalir melalui larutan elektrolit dalam jangka waktu tertentu. Dengan mengethui besar arus dalam Amper dan jumlah waktu dalam detik dapat dihitung jumlah kuantitas listrik, dinyatakan dalam Coulomb, yang diperlukan untuk melangsungkan reaksi kimia. Untuk mereaksikan zat sebanyak satu ekivalen diperlukan kuantitas listrik sebanyak satu Faraday, yaitu kuantitas listrik setara dengan yang dibawa oleh satu mol elektron. 6.1 Elektrogravimetri Pada metoda analisis ini, unsur yang ditentukan diendapkan secara elektrolitik pada elektroda sesuai. Berbeda dengan analisis gravimetri, endapan tidak perlu disaring dan pengendapan bersama dapat dihindari, asal telah diatur dengan cermat kondisi pengendapannya. Pengendapan elektrolitik diatur oleh baik hukum Ohm maupun hukum Faraday. Arus listrik I berbanding lurus dengan GGL, E dan berbanding terbalikdengan tahanan R, dan didapatv I = E/R, (hukum Ohm), sedangkan kedua hukum Faraday adalah : 1. Kuantitas zat yang telah dihasilkan pada elektroda dalam sel, berbanding lurus dengan kuantitas listrik yang mengalir melalui larutan. 2. Kuantitas berbagai macam senyawa yang diendapkan, dibebaskan oleh kuantitas listrik yang sama, sebanding dengan ekivalensi kimianya. Pengertian hukum Faraday adalah demikian : apabila kuantitas listrik yang sama

Untuk logam perak harga ini adalah107. yaitu harga arus yang mengalir dalam sel. Jumlah kuantitas listrik yang diperlukan untuk membebaskan satu ekivalen perak. Sebuah sel elektrokimia terdiri atas dua buah elektroda dan satu atau lebih larutan elektrolit ditempatkan dalam wadah sesuai. 6. Potensial yang diberikan pada sel (Eapp) harus lebih besar dari potensial yang dihasilkan oleh sel galvanik (Ebak. Sesuai hukum Ohm maka didapat. dimulai dari harga rendah dan . Setiap Coulomb mampu mengendapkan perak sebanyak 1. Kepada kedua elektroda ini diterapkan potensial luar.863 Coulomb.1. Selama elektrolisis hasil-hasil terbentuk pada elektroda mengakibatkan terbentuknya sel galvanik.87. dengan satu Coulomb dimaksudkan kuantitas listrik yang dibawa oleh aliran 1 Amper selam satu detik.dialirkan berturut-turut melalui larutan ion tembaga dan perak.Ebak)/R. Satuan kuantitas listrik yang dipakai adalah Coulomb.00111800 menghasilkan 96. Pada elektroda yang terjadi reaksi kimia. ini adalah muatan yang berhubungan dengan 1 mol elektron. Kedua elektroda ini dihubungkan dengan sumber energi dan di dalam jaringan listrik ditempatkan juga alat ukur arus listrik dan alat ukur potensial ditempatkan di antara kedua elektroda.868 da 107.1. Kedalam sebuah sel ditempatkan larutan encer (1. 6. I = (Eapp . Dalam sel elektrolitik. maka berat tembaga dan perak yang diendapkan berbanding sebgai angka banding 63. Perlu diperhatikan bahwa sel dapat berfungsi sebagai sel elektrolitik atau sel galvanik pada saat yang berbeda.11800 mg. Nilai lazimyang dipakai adalah 96.868/0.1 Sel elektrolitik. yang ditentukan berdasarkan pengukuran jumlah zat yang dihasilkan dibandingkan dengan kuantitas teoritis. Berat unsur yang dibebaskan oleh satu Coulomb listrik.487 C/mol. nilai sebenarnya adalah 96. Untuk membuktikan adanya potensial dekomposisi ini dapat dilakukan percobaan sebagai berikut. maka sel ini dinamakan sel elektrolitik dan hukum Faraday diterapkan terhadap perubahan materi pada elektroda. sesuai dengan jenis reaksi yang terjadi dibedakan antara katoda (reaksi reduksi) dan anoda (reaksi oksidasi). dinamakan ekivalen elektrokimia. dan selalu berlawanan dengan Eapp) dan harus juga mampu mengatasi tahanan sel agar arus dapat mengalir. Jika energi listrik disuplai dari sumber luar dan dialirkan melalui sebuah sel.2 Potensial Dekomposisi Yang dimaksudkan dengan potensial dekomposisi suatu elektolit ialah potensial eksternal minimal yang harus diberikan kepada sel elektrolitik untuk mengakibatkan proses elektrolisis kontinu. Sel ini dapat mensuplai energi listrik ke sebuah sistem eksternal dan dinamakan sel voltaik atau galvanik. katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif.500 Coulomb yang dinamakan tetapan Faraday (F). Jika proses elektrolisis dihentikan.0 M) asam sulfat dan dua buah elektroda platina. hasil-hasil elektrolisis meimbulkan arus listrik dengan arah berlawanan dengan arus yang mengalir semula dalam sel. Untuk mendapatkan pengendapan sempurna dipakai rapat arus kecil dan pada umumnya efisiensi arus adalah rendah mengingat dapat berlangsungnya reaksi-reaksi lain selama proses elektrolisis misalnya pembentukan gas hidrogen pada tahap-tahap akhir elektrolisis logam.54/2 : 107. Pada elektrolisis kesempurnaan reaksi bergantung pada rapat arus (Amper/cm2) dan efisiensi arus.

setelah penerapan potensial luar.3 Kesempurnaan Endapan Harga Eapp yang diberikan harus cukup besar agar terjadi pengendapan sempurna. Jika kepada sel elektrolitik diberikan potensial sebesar . akan terlihat bahwa bacaan potensial mula-mula terlihat tetap. Arus listrik yang mengalir mula-mula bernilai rendah dan meningkat secara perlahan.... besar GGL sel elektrolitik adalah (Ek .Ea)V.060 log 1/[Ag+] = 0.. Untuk melangsungkan elektrolisis haruslah potensial yang diberikan Eapp = Esel + IR + a) ..Ea)V. akan diperoleh grafik sebagai berikut. Untuk menentukan besar potensial (Eapp) yang diperlukan untuk menjalankan elektrolisis... Jika nilai arus dialurkan terhadap harga potensial yang diterapkan..R = penurunan potensial akibat megalirnya arus I.....1 Titik D adalah potensial dekomposisi.Ea) volt.. maka proses elektrolisis tidak akan berlangsung.(Ek . untuk kemudian secara perlahan menurun sampai ke titik nol.. Dengan mengetahui reaksi-reaksi ini dapat dihitung besar GGL sel galvanik yang menghasilkan potensial dengan arah berlawanan dengan potensial yang diberikan pada sel..1)ω k + ω ( dengan Esel = ...10 M AgNO3 dilakukan hitungan sebagaiu berikut ... Apabila jaringan listrik diputuskan.05 M H2SO4 dan memakai elektroda platina maka reaksi-reaksi yang terjadi adalah : Katoda : Cu2+ + 2e Cu (s) Anoda : 2 H2O 4H+ + O2 + 4e Dengan mengetahui reaksi-reaksi ini dan memakai persamaan Nernst.. perlu diketahui reaksi-reaksi apa saja yang terjadi pada elektroda...74 V .... Gambar 6. Adanya GGL polarisasi ini disebabkan terkumpulnya gas oksigen dan hidrogen pada anoda dan katoda dalam sel..makin lama diperbesar..... Misalnya pada elektrolisis ion perak dari larutan 0.Ea) I. dan GGL sel galvanik (jika hubungan diputuskan) adalah (Ek .. Misalnya pada elektrolisis larutan 0. 6. Pengamatan ini menunjukkan bahwa sel bertindak sebagai sumber energi.........(Ek . (6... sampai pada suatu saat naik dengan cepat.. karena besar potensial yang diberikan tepat sama besar dengan potensial sel galvanik yang dihasilkan akibat adanya hasil-hasil elektrolisis tersebut.1. Ek pada awal proses = EoAg – 0. lewat tahanan R ω = potensial lebih pada katoda maupun anoda. dan menghasilkan gaya gerak listrik polarisasi dengan arah berlawanan dengan arah semula GGL...10 M CuSO4 yang diasamkan dengan 0. pada harga potensial ini akan terlihat bahwa pada elektroda akan dihasilkan gelembung-gelembung gas oksigen dan hidrogen.. dapat dihitung kemudian besar potensial katoda (Ek) dan potensial anoda (Ea). atau pengendapan kuantitatif..

d) alat pengaduk larutan. Ek. 2) rapat arus. yang tidak dapat diharapkan dari hitungan dengan potensial elektroda baku. maka .56 V Ini berarti bahwa pada saat pengendapan kuantitatif perak potensial katoda.4 Potensial Lebih Arus yang mengalir melalui lapisan antara elektroda dan larutan akan menyebabkan bahwa harga potensial elektroda berbeda dengan harga potensial kesetimbangan sebelum pengaliran arus. . jika sisa tertinggal adalah 0. Ek = 0. Untuk hitungan Ea hal ini tidak terlalu harus diperhatikan mengingat bahwa pada umumnya proses anodik berlangsung pada tahap tetap sehingga tidak menimbulkan perubahan berarti pada Ea. Gejala potensial lebih ini memang menambah rumit hitungan potensial. seng dan terutama merkuri. c) adanya pengkompleksan dan d) pembentukan gelembung gas pada permukaan elektroda. b) perubahan konsentrasi analit di dekat permukaan elektroda. 3) kondisi elektroda. Dengan memakai katoda merkuri. dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.80 – 0.R adalah tetap dan juga harga potensial lebih a). Potensial lebih Hidrogen sangat besar pada logam seperti misalnya bismut. menurun sampai 0.1 % dari konsentrasi awal. Pada proses anodik akibat potensial lebih ini adalah penggeseran potensial anoda ke arah harga lebih positif sedangkan pada proses katodik. 4) temperatur dan 5) pH larutan. dapat dilaksanakan berbagai pemisahan berguna. penggeseran ini berlangsung ke arah lebih negatif.54 V dan harga ini harus dimasukkan dalam hitungan Esel. b) tahanan geser. 6.80 V Pada akhir proses. timbal. Dengan menganggap bahwa harga I.060 log 1/[10-4] = + 0. Elektroda dinyatakan ada dalam keadaan terpolarisasi. tetapi adanya potensial lebih ini memungkinkan dilakukannya pemisahan elektrolitik antar logam. Dapat dibedakan beberapa jenis potensial lebih yaitu : a) terjadinya lapisan oksida atau senyawa lain pada permukaan elektroda. Disamping ini diperlukan juga peralatan ukur arus dan potensial. Potensial lebih karena pembentukan gelembung gas dipengaruhi oleh 1) bahan elektroda. kadmium. c) wadah atau sel untuk elektrolisis termasuk elektrodanya. Potensial lebih ini dijumpai pada katoda maupun anoda. timah.1.2 Metoda-metoda Pemisahan Elektrolitik Untuk melakukan pemisahan elektrolitik diperlukan peralatan sebagai berikut : a) sumber arus tetap. maka hitungan harga Eapp yang seharusnya hanyaω k + ω ( bergantung pada perubahan harga Ek. 6. Susunan jaringan listrik adalah sebagai berikut .EoAg = + 0. Selisih atau beda antara potensial terukur dan potensial pada kesetimbangan dinamakan potensial lebih atau overpotensial.

Sebagai katoda sebaliknya dipakai kasa platina dengan bentuk silinder atau jika hendak mengelektrolisis tembaga dapatlah dipakai kasa tembaga. haruslah logam yang telah diendapkan dikeluarkan dari dalam larutan tanpa mengotori larutan induk apabila diinginkan melakukan analisis lebih lanjut terhadap larutan tersebut. .01 V. Jika didalam larutan terdapat campuran berbagai sistem redoks. potensial sel menjadi -1. Selama elektrolisis. Keuntungan pemakaian kasa adalah bahwa luas permukaannya cukup besar sehingga rapat arus menjadi rendah. Sebagai anoda dipakai kawat platina berbentuk pegas. Untuk pengadukan larutan dipakai batang magnit yang digerakkan dengan motor pengaduk. sebaiknya wadah atau sel diturunkan sambil melakukan pembilasan elektroda mula-mula dengan air dan diikuti dengan pembilasan memakai alkohol dan aseton. dan setelah didinginkan ditentukan beratnya. Untuk keperluan ini.92 V.10 M) dari larutan 1. dan tidak diperlukan pengaturan potensial katoda. Ini berarti bahwa dalam suasana asam ion seng(II) tidak dapat direduksi. Reaksi-reaksi yang berlangsung adalah : Katoda : Cu2+ + 2e Cu dan Anoda : 2H2O O2 + 4H+ + 4e Dapat ditunjukkan bahwa sel ini mempunyai potensial awal sebesar -0. 6. maka pengaliran arus akan mereduksi lebih dulu sistem redoks yang memakai potensial reduksi paling positif. Dengan anggapan bahwa elektrolisis telah berlangsung sempurna jika sisa konsentrasi ion tembaga adalah 0. konsentrasi ion tembaga(II) menurun dan demikian juga potensial katoda. dipakai sebagai contoh elektrolisis tembaga (konsentrasi 0. arus dijaga agar tetap harganya terhadap waktu. demikian juga potensial elektroda yang berfungsi sebagai katoda akan menurun harganya.2. Mengingat bahwa hasil elektrolisis mengakibatkan terbentuknya sel galvanik. Selama berlangsungnya pembentukan gas hidrogen pada katoda. dan baru akan menurun jika seluruh air telah dielektrolisis.1 % dari konsentrasi awal (pengendapan kuantitatif) maka pada saat pengendapan sempurna. harga potensial katoda akan terus menurun sampai pada akhirnya cukup negatif untuk mengendapkan kation berikutnya. konsentrasi ion bersangkutan menurun. Misalnya saja jika di dalam campuran terdapat ion tembaga(II).0 M asam sulfat dan memakai elektroda platina. Tanpa pengaturan potensial katoda. disusul dengan proses elektrokimia yang memiliki potensial reduksi positif berikutnya dan demikian selanjutnya. Setelah elektrolisis berlangsung sempurna. Hal ini disebabkan karena selama pengaliran arus.1 Elektrolisis dengan arus tetap Metoda elektrolisis ini sederhana dalam pelaksanaannya. sedangkan [A] serta [V] berturut-turut adalah alat ukur arus dan alat ukur potensial. maka yang pertama direduksi adalah tembaga.PQ merupakan tekanan geser. disusul dengan pembentukan gas hidrogen dan terakhir reduksi dari seng(II). Untuk menghitung beberapa potensial yang mula-mula diperlukan. harga potensial praktis tetap. dilakukan tanpa menghentikan atau memutuskan hubungan listrik. maka pengeluaran hasil elektrolisis dari dalam larutan. Setelah endapan pada elektroda bersih baru dikeringkan dalam lemari pengering pada temperatur sekitar 100oC. seng(II) dan hidrogen(I).

Elektroda lainnya mempunyai luas permukaan relatif sangat besar. 6. Mikro elektroda dapat dibuat dari bahan emas. Lagi pula reaksi reduksi tembaga pada elektroda platina berlangsung cukup cepat5.ω memerlukan potensial lebih sekitar 0. Pada anoda. dapat dihitung besar Eapp yang diperlukan sesuai persamaan 6.2. Rapat arus pada elektroda kerja jauh lebih besar dibandingkan dengan rapat arus pada elektroda kedua. disini diusahakan bahwa penurunan potensial katoda terbatas sampai harga tertentu. Dengan tidak adanya pengadukan. Sebaliknya potensial lebih kinetik (karena adanya pembentukan gas oksigen) perlu diperhitungkan. Cara lain yang juga dapat dipakai adalah dengan mengatur potensial katoda.2) dimasukkan sistem pembanding (umumnya EKJ) dan ujung jembatan garam diletakkan sedekat mungkin pada permukaan katoda atau elektroda kerja. sehingga tidak menimbulkan potensial lebih kinetik.5 A dan tahanan sel adalah 0. Selisih potensial antara elektroda kerja dan pembanding dapat diukur dan dilakukan pengaturan potensial katoda.5 memasukkan harga potensial lebih untuk baik katoda maupun anoda. karbon atau bahkan tetesan merkuri. sehingga potensial lebih karena konsentrasi tidak perlu diperhitungkan. Jika ETR dipakai sebagai mikro-elektroda maka teknik pengukuran dinamakan Polarografi. elektroda ini berfungsi sebagai elektroda kerja. tidak dipakai untuk memisahkan ion-ion logam dengan harga potensial reduksi berdekatan satu sama lain.0 = -2. yang terakhir ini dinamakan elektroda tetes raksa (ETR).5 x 0. aliran arus yang sangat kecil dalam sel praktis tidak mempengaruhi konsentrasi ion pada permukaan elektroda.01 – 1. Sebaliknya pada elektroda kerja terjadi penurunan konsentrasi ion akibat tereduksinya ion pada elektroda.Dengan anggapan bahwa sertaΩ besar arus yang mengalir adalah 1. besar kecilnya arus yang mengalir . Cara ini memungkinkan pencegahan penurunan berlebihan potensial katoda.7 V ( Pada katoda konsentrasi mula ion tembaga(II) cukup besar. Pemisahan secara elektrolitik tidak dapat dilakukan kecuali apabila potensial dekomposisi kedua ion logam dapat digeser cukup jauh satu sama lain (misalnya dengan pengkompleksan).46 V Dalam praktek.7 V). pembentukan gas oksigen dengan laju yang diinginkan a = 0.7 – 0. platida. potensial lebih karena konsentrasi dapat diabaikan mengingat konsentrasi air cukup besar dan praktis tidak berubah.1. metoda elektrolisis ini hanya dapat dipakai untuk memisahkan ion-ion logam dengan potensial reduksi positif dari ion-ion logam dengan potensial reduksi negatif. Untuk keperluan ini didalam jaringan listrik ([R] pada gambar 6.3 Voltametri Voltametri berhubungan dengan studi pengamatan hubungan potensial-arus-waktu selama elektrolisis yang dilakukan dalam sel dimana salah satu elektroda mempunyai luas permukaan kecil dan umum dinamakan mikro elektroda. 6.5 – 0. Berdasrkan pengamatan-pengamatan ini maka besar potensial Eapp yang diperlukan adalah (sampai pengendapan kuantitatif) : Eapp = -1.2 Elektrolisis dengan potensial katoda yang diatur Metoda elektrolisis pertama. Dalam voltametri biasa dilakukan pengamatan pengaruh perubahan potensial terhadap arus yang mengalir dalam sel.

berguna untuk mengatur kepekaan galvanometer G.3.3 Polarografi Komponen dasar peralatan polarograf adalah : S = sumber arus searah P = potensiometer R = tahanan variabel V = alat ukur potensial G = Galvanometer ETR = elektroda kerja K = elektroda dengan luas permukaan besar = anoda Disamping peralatan ini sel dilengkapi dengan pipa penyalur gas nitrogen (memasukkan dan mengeluarkan gas N2). agar tidak mengganggu dalam pengamatan kurva potensial-arus.3. 6. Disamping ini masih ada suatu fakta yang tidak dapat diabaikan. Pada waktu aplikasi potensial pada sel.10 M KCl. yaitu bahwa pengosongan lapisan elektroda mengakibatkan kenaikan dalam tahanan sel dan peningkatan potensial sesuai hukum Ohm. Kurva potensial-arus ini memberikan gambaran grafis polarisasi elektroda tetes dan dinamakan polarogram. Im adalah arus migrasi dan Id adalah arus difusi. Untuk itu.1 Polarografi Sebagai elektroda kerja dipakai elektroda tetes raksa (ETR) dan untuk anoda dipakai kolam raksa/merkuri dengan luas permukaan relatif cukup besar. misalnya larutan 0. Dengan potensiometer P dapat diatur pemberian potensial pada sel antara 0 hingga 3 Volt. I. Sebagai elektrolit dipakai larutan encer analit yang dilarutkan dalam elektrolit dengan konsentrasi cukup besar.terutama dipengaruhi oleh difusi ion-ion dari induk larutan ke permukaan elektroda kerja. sebagai akibat gradien konsentrasi yang timbul pada permukaan . b) Gaya difusi. Larutan elektrolit harus bebas dari gas O2. harga tahanan sel tetap dan rendah. maka semua ion positif dalam larutan akan bergerak ke arah katoda berdasarkan : a) tarikan gaya elektrik yang terdapat antara dua partikel dengan muatan berlawanan. merupakan jumlah arus yang dibawa oleh ion-ion yang mengalami migrasi elektrolitik dan arus yang dibawa oleh ion-ion yang mengalami difusi.R. Larutan elektrolit ini dinamakan larutan elektrolit pendukung atau larutan elektrolit dasar dan berfungsi untuk menampung arus migrasi serta menaikkan hantaran larutan. Arus total yang mengalir dalam sel. 6.2 Perlatan Dasar Gambar 6. Dari pengamatan kurva potensial-arus ini didapat informasi mengenai sifat dan konsentrasi materi yang diamati. Untuk mengatasi hal ini ke dalam sel ditambahkan sejumlah besar elektrolit inert. sedangkan arus migrasi ion yang sedang diamati praktis tidak berarti dan berlaku I = Id. atau I = Im + Id. kedalam larutan dialirkan gas N2 beberapa lama. Kepada sel diberikan potensial dengan kenaikan harga teratur. hasil adalah kurva potensial arus. Dengan adanya elektrolit inert ini. S merupakan tahanan variabel.

Mulai titik B harga arus meningkat dengan cepat sampai titik C. Potensial pada titik B dinamakan potensial dekomposisi. Arus total yang mengalir dalam sel dapat dianggap sebagai jumlah dari kedua jenis arus ini.4 sampai kira-kira -2. mulai titik ini ion-ion logam yang sampai pada elektroda kerja mengalami reduksi pada permukaan elektroda dan berubah menjadi atom-atom logam.4 V merkuri mengalami oksidasi sedangkan mulai sekitar -1. kecuali dalam larutan terdapat analit lain yang mulai titik D mengalami reduksi. Kenaikan potensial antara B dan C mengakibatkan kenaikan dalam arus. Elektroda kerja terpolarisasi sempurna. Dengan memakai kondisi ini secara teratur terbentuk tetes-tetes Hg pada ujung kapiler dan setelah cukup besar jatuh kedalam larutan analit. Mulai titik C laju suplai ion logam dari induk larutan sama dengan laju pengendapan logam pada elektroda. Elektroda tetes merkuri ini dapat dipakai di daerah potensial antara +0. Hubungan potensial-arus adalah sebagai berikut : Gambar 6. Setiap perubahan potensial segera menghasilkan harga tetap dalam arus difusi 4. Kepada elektroda kerja diberikan potensial mulai dari nol dan berangsur bertambah negatif. dan menerima potensial hegatif yang diberikan kepadanya.05-0. Ed. Elektroda kerja berbentuk mikro-elektroda dapat dibuat dari berbagai bahan tetapi paling umum dibuat dalam bentuk tetes merkuri yang dialirkan melalui kapiler bergaris tengah 0. Di atas +0. reprodusibel dan selalu baru 2.elektroda. Luas permukaan tetes dapat dihitung dari berat tetes.08 mm dan panjang 5-9 cm. Antara A dan B harga arus praktis tetap dan mungkin saja meningkat perlahan.4 Hubungan potensial-arus Misalnya dalam sel terdapat sejumlah ion logam tercampur dengan larutan pendukung. Jumlah ion yang mencapai elektroda selalu lebih besar dari jumlah ion yang mengalami reduksi untuk kemudian mengendap pada permukaan elektroda. Arus antara A dan B dinamakan arus sisa atau arus kondensor. mengingat bertambah banyak jumlah ion logam yang mencapai elektroda kerja sebagai akibat migrasi dan difusi dari induk larutan. .0 Volt dibandingkan terhadap EKJ.8 V sudah dapat diamati pembentukan gas hidrogen. Permukaan elektroda halus. Keuntungan pemakaian merkuri sebagai elektroda adalah : 1. arus C-D dinamakan arus difusi (juga dinamakan gelombang polarografi) dan bagian C-D dinamakan arus batas. misalnya larutan 0. Potensial lebih hidrogen pada merkuri cukup tinggi dan ini memungkinkan reduksi ion-ion logam yang biasanya sukar direduksi 5. untuk kemudian kembali tetap sampai titik D. Merkuri mudah membentuk amalgam dengan hampir semua logam 3.10 M KCl. dengan tekanan 40-60 cm Hg. harga potensial ini berangsur bertambah negatif.

Semua tetapan ini dapat diganti oleh satu tetapan baru. . Tinggi gelombang diukur sebagai selisih antara arus batas dan arus sisa. Untuk memberi muatan pada kapasitor ini diperlukan arus yang dinamakan arus kapasitan atau arus kondensor bersifat non-faradaik dan bertambah besar dengan meningkatnya potensial. E1/2 (lihat Gambar 6. ini adalah harga potensial yang diperlukan untuk mencapai titik tengah gelombang.Arus sisa : dapat disebabkan oleh adanya zat pengotor dalam larutan tetapi umum disebabkan karena dalam larutan tetes Hg ini dilapisi dengan lapisan ganda listrik sehingga menyerupai kapasitor.6. Faktorfaktor yang berpengaruh pada arus difusi telah dipelajari oleh likovic dan dihimpun dalam persamaan berikut : Id = 607 n D1/2m2/3t1/6 C persamaan ini juga dikenal sebagai persamaan likovic.4). Untuk setiap ion logam harga potensial tengahgelombang ini berbeda satu sama lain. k. Untuk keperluan analisis kuantitatif dipakai besaran tinggi gelombang (h pada Gambar 6.3. . karena selama pengukuran selalu dipakai kapiler yang sama dan analit yang sama. Arus migrasi ini dapat dihilangkan jika dalam larutan ditambahkan elektrolit inert dalam jumlah besar. Keadaan ini sesuai dengan persamaan likovic.Arus migrasi : bahan elektro-aktif dapat sampai pada elektroda melalui proses migrasi.3 Faktor-faktor Yang Berpengaruh Pada Arus Batas . Ini berarti berarti bahwa perkalian (m2/3 x t1/6) adalah konstan.Arus difusi : adanya elektrolit inert atau pendukung dalam jumlah berlebihan akan meniadakan pengaruh gaya elektrik pada ion-ion yang sedang diamati. demikian juga harga D (koefisien difusi) dan n (jumlah mol elektron terlibat). yaitu gerakan partikel bermuatan dalam medan listrik yang disebabkan oleh adanya beda potensial antara permukaan elektroda dan larutan. Elektrolit inert masih mampu menghantar arus tetapi tidak bereaksi dengan bahan yang sedang diamti maupun elektroda dalam daerah potensial kerja. Dengan memakai kondisi kerja seperti ini. maka arus batas praktis hanya terdiri atas arus difusi. Untuk analisis kualitatif diperlukan besaran yang dinamakan potensial-tengah gelombang. Id = arus difusi rata-rata dalam mikro-amper selama hidup tetes D = koefisien difusi (cm2det-1) spesies yang mengalami reduksi atau oksidasi n = jumlah mol elektron terpakai pada reduksi 1 mol spesies m = laju alir Hg dari ETR (mg/det) t = waktu tetes dalam detik C = konsentrasi dinyatakan dalam mmol/L Metoda polarografi dapat dipakai untuk keperluan analisis kualitatif dan kuantitatif. karena persamaan ini dalam bentuk sederhana dapat ditulis sebagai : Id = k C. tinggi gelombang dinyatakan dalam besaran arus dan adalah sebanding dengan konsentrasi ion logam yang diamati. . minimal 100 kali lebih banyak dibandingkan bahan elektro-aktif. Proses kedua adalah difusi yang akan dibahas dalam pasal berikut. Analisis polarografik dapat dipakai baik untuk senyawa anorganik maupun senyawa organik. disamping ini harga potensial-tengah gelombang ini juga bergantung pada jenis elektrolit pendukung yang dipakai. Dalam praktek harga arus sisa ini harus dikurangkan dari jumlah total arus yang teramati.4).

Hitunglah jawaban yang benar. Jelaskan sel elektrolitik. Jelaskan apa yang dimaksud dengan analisis elektrogravimetri? 3. yaitu kuantitas listrik setara dengan yang dibawa oleh satu mol elektron. G. E. reaksi kimia dilangsungkan dengan pertolongan arus listrik. Untuk mereaksikan zat sebanyak satu ekivalen diperlukan kuantitas listrik sebanyak satu Faraday. yang diperlukan untuk melangsungkan reaksi kimia. Jelaskan apa yang dimaksud dengan analisis voltametri. F. Sel elektrolitik adalah sebuah sel elektrokimia yang terdiri atas dua buah elektroda dan satu atau lebih larutan elektrolit ditempatkan dalam wadah sesuai. maka sel ini dinamakan sel elektrolitik. unsur yang ditentukan diendapkan secara elektrolitik pada elektroda sesuai. Metode pemisahan elektrolitik lainnya contohnya elektrolisis dengan arus tetap dan elektrolisis dengan potensial katoda yang diatur.Petunjuk jawaban soal latihan Untuk menjawab soal latihan.C. elektroda ini berfungsi sebagai elektroda kerja. Dalam voltametri biasa dilakukan pengamatan pengaruh perubahan potensial terhadap arus yang mengalir dalam sel. asal telah diatur dengan cermat kondisi pengendapannya. Pengendapan elektrolitik diatur oleh baik hukum Ohm maupun hukum Faraday. yang dibiarkan mengalir melalui larutan elektrolit dalam jangka waktu tertentu. pelajari uraian yang sudah disajikan dalam bab ini. 4. dinyatakan dalam Coulomb. Rangkuman Pada metoda elektrolisis. 5. Sel ini dapat mensuplai energi listrik ke sebuah sistem eksternal dan dinamakan sel voltaik atau galvanik. Voltametri berhubungan dengan studi pengamatan hubungan potensial-arus-waktu selama elektrolisis yang dilakukan dalam sel dimana salah satu elektroda mempunyai luas permukaan kecil dan umum dinamakan mikro elektroda. Dengan mengethui besar arus dalam Amper dan jumlah waktu dalam detik dapat dihitung jumlah kuantitas listrik.05 M? D. bandingkan hasil jawaban anda dengan kunci jawaban dibagian akhir modul ini. Elektroda lainnya mempunyai luas permukaan relatif sangat besar. Pada metoda elektrogravimetri. Latihan Berapa potensial elektroda untuk setengah sel yang terdiri dari suatu logam Cu yang dicelupkan kedalam larutan Cu 2+ 0. Jelaskan apa yang dimaksud dengan metode elektrolisis? 2. kemudian gunakan rumus di bawah untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi ini. Sebutkan contoh metode pemisahan elektrolitik. rumus : . endapan tidak perlu disaring dan pengendapan bersama dapat dihindari. Tes Formatif 1. Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengetahui tingkat keberhasilan anda dalam menjawab soal-soal yang ada. Jika energi listrik disuplai dari sumber luar dan dialirkan melalui sebuah sel. Berbeda dengan analisis gravimetri.

A. yang diperlukan untuk melangsungkan reaksi kimia. Dengan mengethui besar arus dalam Amper dan jumlah waktu dalam detik dapat dihitung jumlah kuantitas listrik. Pada metoda elektrogravimetri ini. Principles of Instrumental Analysis. 1982. endapan tidak perlu disaring dan pengendapan bersama dapat dihindari. Pada metoda elektrolisis. Skoog.N. terutama bagian yang anda belum anda kuasai. D. reaksi kimia dilangsungkan dengan pertolongan arus listrik. Tokyo: Holf Saunders Editions. 3. Skoog. 2003. D. 4. Diposkan oleh eckho_chem's. Tetapi jika tingkat penguasaan anda masih dibawah 80 % sebaiknya anda mengulang kegiatan belajar ini dengan sungguh-sungguh. FMIPA ITB. 2. Anda dapat melanjutkan kegiatan belajar selanjutnya. Malang. yang dibiarkan mengalir melalui larutan elektrolit dalam jangka waktu tertentu. D. Kimia Analitik II.80 % = Sedang < 69 % = Kurang Jika anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas. Soebagio. Berbeda dengan analisis gravimetri. 90 % . Bandung. 1980. dinyatakan dalam Coulomb.49 . Universitas Negeri Malang. Sel ini dapat mensuplai energi listrik ke sebuah sistem eksternal dan dinamakan sel voltaik atau galvanik. dkk. unsur yang ditentukan diendapkan secara elektrolitik pada elektroda sesuai. Jawaban Tes Formatif 1. Fundamental of Analytical Chemistry New York: Holtz Saunders Company.. Daftar Pustaka Hadisoebroto. Metode pemisahan elektrolitik contohnya elektrolisis dengan arus tetap dan elektrolisis dengan potensial katoda yang diatur. Dasar-Dasar Analisis dan Pemisahan Kimia. Voltametri merupakan metode analisis yang berhubungan dengan studi pengamatan hubungan potensial-arus-waktu selama elektrolisis yang dilakukan dalam sel dimana salah satu elektroda mempunyai luas permukaan kecil dan umum dinamakan mikro elektroda. di 21. I.A.100 % = Baik Sekali 80 % . asal telah diatur dengan cermat kondisi pengendapannya. Sel elektrolitik adalah sebuah sel elektrokimia yang terdiri atas dua buah elektroda dan satu atau lebih larutan elektrolit ditempatkan dalam wadah sesuai. 5. H. 1990. elektroda ini berfungsi sebagai elektroda kerja.90 % = Baik 70 % .Tingkat Penguasaan = Jumlah jawaban yang benar x 100 % Jumlah soal tes formatif Arti tingkat penguasaan yang anda capai .

Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Label: Kimia Analitik Reaksi: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful