PERAN PEMERINTAH DALAM PENDIDIKAN

Aug 15 Pendahuluan Pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia membutuhkan sinergi antarkomponen dan membutuhkan kesepahaman visi seluruh stake holder yang terlibat. Komponen pendidikan yang meliputi raw material (input siswa) , tools (alat-alat dan sarana prasarana), serta process (metode pembelajaran) adalah sebuah sistem yang akan menentukan kualitas out put (lulusan), sedangkan stake holder yang terdiri atas siswa, guru, kepala sekolah, wali murid, dinas terkait dan pemerintah daerah harus sevisi dan sinergi sehingga memperlancar dan mempermudah pencapaian tujuan baik tujuan akademis maupun pembentukan moral. Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini dinilai banyak pihak belum berkualitas, sebagai indikatornya adalah kualitas Human Development Index (Indeks Kualitas Manusia) berada di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singgapura, Thailand, bahkan Vietnam. Ada beberapa faktor penyebab rendahnya kualitas pendidikan di tanah air antara lain: proses pembelajaran belum memperoleh perhatian optimal, guru lebih banyak bekerja sendirian, forum MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) belum berfungsi optimal, sekolah belum menjadi pusat belajar bagi guru. Berdasar UU No 14 Tahun 2005 guru dituntut untuk profesional. Indikator keprofesionalan guru mencakup empat hal yakni kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.Untuk mencapai keempat kompetensi tersebut selama ini ditempuh secara konvensional yakni melalui diklat dan penataran. Akan tetapi model konvensional tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal karena materi penataran akan dilupakan begitu saja setelah sampai di sekolah. Dari hal ini perlu dibentuk komunitas belajar sehingga diperoleh hasil yang optimal. Berdasar latar belakang di atas makalah ini akan menguraikan kebijakan pemerintah kota Sumedang dalam pengembangan komunitas belajar di sekolah melalui aktifitas Lesson Study. Pembahasan Konsep Lesson Studi Tujuan lesson study adalah memotivasi peserta didik aktif belajar mandiri. Belajar mandiri merupakan usaha individu pembelajar untuk mencapai suatu kompetensi akademis. Dengan demikian dalam belajar mandiri pembelajar menentukan tujuan pembelajarannya, merencanakan prosesnya, menggunakan sumber belajar yang dipilihnya, membuat keputusan-keputusan akademis, dan melakukan kegiatan-kegiatan yang dipilihnya untuk mencapai tujuan belajar (Brookfield dalam Paulinna Pannen, dkk. 2001). Model belajar mandiri adalah student centered, berpusat pada siswa. Tugas guru dalam belajar mandiri sebagai fasilitator dan mediator, tidak lagi memposisikan diri sebagai aktor utama yang mendominasi pembelajaran. Realitas menunjukkan, sampai dengan sekarang belajar mandiri kurang berjalan dengan baik. Sepanjang pengamatan penulis, beberapa faktor penghambat dalam belajar mandiri adalah: ‡ Kurangnya inovasi dalam pembelajaran sehingga cenderung menggunakan pola lama yakni pembelajaran yang berpusat pada guru. ‡ Kurangnya pemanfaatan sumber daya sekitar baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. ‡ Belum terbentuknya komunitas keilmuan di lingkungan sekolah sehingga minim kegelisahan

Dalam perencanaan beberapa hal yang harus diperhatikan adalah: kompetensi dasar. 2007). 2008) tiga siklus dalam lesson study berupa plan (merencanakan). ‡ Dikoordinasikan dengan lingkungan dan seluruh stakeholder sekolah. Dalam siklus kedua ini dilakukan observasi. Melaksanakan merupakan bentuk tindakan yaitu tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali.akademik baik pada level guru maupun siswa. Dalam perencanaan terdapat beberapa prinsip yang dapat dikembangkan yakni: ‡ Kompetensi yang dirumuskan dalam perencanaan pelaksanaan pembelajaran harus jelas. Menurut Hendayana (dalam Parmin. 1994). Refleksi berusaha memahami proses. Dalam praktiknya tindakan atau pelaksanaan dituntun oleh perencanaan. Secara skematis digambarkan sebagai berikut: Rencana yang dimaksud dalam siklus ini adalah rencana pembelajaran. Siklus yang ketiga adalah see (merefleksikan). materi standar. namun tidak mutlak mengikuti perencanaan karena yang dihadapi adalah dunia nyata (siswa di kelas atau laboratorium). do (melaksanakan). artinya tindakan sebagai buah dari perencanaan diobservasi sebagai bahan refleksi sekarang dan sebagai pijakan pada siklus berikutnya. Rencana pembelajaran yang disusun lebih mengerucut lagi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran berisi garis besar apa yang akan dikerjakan oleh guru dan peserta didik. Refleksi adalah mengingat dan merenungkan kembali suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. masalah. Rencana pembelajaran merupakan rencana jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran (Khaerudin dan Mahfud Junaedi. indikator hasil belajar. Do (melaksanakan) berangkat dari perencanaan. berulang untuk memperoleh hasil yang lebih baik. dan penilaian. ‡ Utuh dan menyeluruh. ‡ Kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam rencana pelaksanaan menunjang ketercapaian kompetensi yang digariskan. yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana (Suwarsih Madya. Siklus Lesson Study Ada tiga siklus dalam lesson study. Observasi dilaksanakan untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait. Agar model pembelajaran guru variatif maka diperlukan MCL (Model Creative Learning). Prinsipnya siklus selalu kontinyu. dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat dikembangkan dalam perencanaan dan tindakan. . ‡ Ketiadaan program sister school yang berorientasi pada kualitas peningkatan pembelajaran. program yang dilaksanakan sebatas pemenuhan administrasi profesi. ‡ Rencana yang disusun harus sederhana dan fleksibel. ‡ Komunitas guru antarsekolah dalam program MGMP belum berjalan dengan optimal. Dengan demikian RPP menekankan pada action guru dan murid. Observasi penting dilaksanakan karena dalam praktik senantiasa terbatas oleh kendala dan terdapat celah untuk perbaikan. dan see (merefleksi).

dan pengawas pendidikan. Proyek ini dimulai sejak tahun 2006 dan masih berjalan dengan baik sampai sekarang. dasar hukum Peranan pemerintah terhadap pendidikan (wajib belajar. Pemerintah kabupaten Sumedang melalui dinas pendidikan kabupaten mendanai semua kegiatan lesson study. serta strategi pengelolaanya . Proyek ini sesungguhnya proyek kerja sama antara pemerintah daerah dengan LPTK. Salah satunya adalah peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak proses belajar di sekolah. 2008). PR). Cara yang lebih baik dibanding peningkatan kualitas melalui kegiatan diklat atau penataran adalah melalui komunitas belajar di sekolah atau antarsekolah. Pemerintah kabupaten Sumedang sangat perhatian dalam masalah ini. karena terbukti memberi kontribusi positif dalam pengembangan kualitas belajar di sekolah. kepala sekolah. Kesimpulan Dalam upya peningkatan kualitas mutu pendidikan di tanah air dapat dilakukan dengan multi pendekatan. sedangkan LPTk dalam hal ini UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) sebagai konsultan yang mendesain dan mengelola pelaksanaan lesson study. Berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari contoh program peran pemerintah kabupaten Sumedang diperoleh hasil sebagai berikut: Guru lebih berani membuka diri untuk diobservasi dan dikritisia Guru model lebih percaya diri dan menjadi motivator/ sumber inspirasi bagi temannyaa Guru belajar dari open lesson dan menerapkannya di sekolah masing-masinga Guru lebih kreatif memanfaatkan local materials untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswaa Guru menghasilkan karya ilmiah berbasis penelitian kelasa Siswaa memperoleh kesempatan berkreatifitas dalam pembelajaran matematika dan IPA Siswa termotivasi dan senang belajar matematika dan IPAa Dari pengalaman ini maka pemerintah Kabupaten Sumedang menganggarkan secara rutin untuk melaksanakan program peningkatan kualitas guru melalui kegiatan lesson study dengan kemitraan antara dinas pendidikan. fungsi. Konsep. sehingga merealisasikan proyek pengembangan kualitas guru melalui lesson study. Proyek ini dapat diadopsi pemerintah daerah lainnya di Indonesia.Kebijakan pemerintah kota Sumedang dalam Lesson Study Program pemerintah dalam upaya peningkatan komunitas belajar di kabupaten Sumedang dengan mengefektifkan program lesson study melalui proyek SISTTEMS (Sumar Hendiyana. SLTA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful