P. 1
unsur-unsur karya sastra

unsur-unsur karya sastra

|Views: 207|Likes:
Published by Brandon Hall

More info:

Published by: Brandon Hall on Feb 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2014

pdf

text

original

Unsur-unsur dalam Karya Sastra

Kholid A.Harras

Terbagi 2:
Unsur Ekstrinsik

Unsur Intrinsik

Unsur Ekstrinsik
Segala sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan meliputi: Latar belakang kehidupan penulis Keyakinan dan pandangan hidup penulis Adat istiadat yang berlaku pada saat itu Situasi politik (persoalan sejarah) Ekonomi, dsb

Unsur Intrinsik
Segala sesuatu yang terkandung di dalam karya sastra dan mempengaruhi karya sastra tersebut.

Tema
Pokok persoalan dalam cerita

Karakter
Tokoh dalam cerita. Karakter dapat berupa manusia, tumbuhan maupun benda Karekter dapat dibagi menjadi: Karakter utama: tokoh yang membawakan tema dan memegang banyak peranan dalam cerita Karakter pembantu: tokoh yang mendampingi karakter utama

Protagonis : karakter/tokoh yang mengangkat tema Antagonis : karakter/tokoh yang memberi konflik pada tema dan biasanya berlawanan dengan karakter protagonis. (Ingat, tokoh antagonis belum tentu jahat)

Karakter statis (Flat/static character) : karakter yang tidak mengalami perubahan kepribadian atau cara pandang dari awal sampai akhir cerita. Karakter dinamis (Round/ dynamic character): karakter yang mengalami perubahan kepribadian dan cara pandang. Karakter ini biasanya dibuat semirip mungkin dengan manusia sesungguhnya, terdiri atas sifat dan kepribadian yang kompleks.

Catatan:
Karakter pembantu biasanya adalah karakter statis karena tidak digambarkan secara detail oleh penulis sehingga perubahan kepribadian dan cara pandangnya tidak pernah terlihat secara jelas.

Karakterisasi
Cara penulis menggambarkan karakter Ada banyak cara untuk menggali penggambaran karakter, secara garis besar karakterisasi ditinjau melalui dua cara yaitu secara naratif dan dramatik.

Teknik Naratif
Karakterisasi dari tokoh dituliskan langsung oleh penulis atau narator

Teknik Dramatik
Karakterisasi tokoh terlihat dari antara lain: penampilan fisik karakter, cara berpakaian, kata-kata yang diucapkannya, dialognya dengan karakter lain, pendapat karakter lain, dsb

Konflik
Pergumulan yang dialami oleh karakter dalam cerita. Konflik merupakan inti dari sebuah karya sastra yang pada akhirnya membentuk plot.

Ada empat macam konflik, yang dibagi dalam dua garis besar:
Konflik internal Individu-diri sendiri: Konflik ini tidak melibatkan orang lain, koflik ini ditandai dengan gejolak yang timbul dalam diri sendiri mengenai beberapa hal seperti nilai-nilai. Kekuatan karakter akan terlihat dalam usahanya menghadapi gejolak tersebut

Konflik eksternal Individu – Individu: konflik yang dialami seseorang dengan orang lain Individu – alam: Konflik yang dialami individu dengan alam. Konflik ini menggambarkan perjuangan individu dalam usahanya untuk mempertahankan diri dalam kebesaran alam. Individu- Lingkungan/ masyarakat : Konflik yang dialami individu dengan masyarakat atau lingkungan hidupnya.

Seting
Keterangan tempat, waktu dan suasana cerita

Plot
Jalan cerita dari awal sampai selesai Introduction: penjelasan awal mengenai karakter dan seting Rising action: bagian cerita yang mulai memunculkan konflik/ permasalahan Climax: puncak konflik/ ketegangan Falling action: penyelesaian

Simbol
Digunakan untuk mewakili sesuatu yang abstrak. Contoh: burung gagak (kematian)

Sudut pandang
Sudut pandang yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya. Orang pertama: penulis berlaku sebagai karakter utama cerita, ini ditandai dengan penggunaan kata “aku”. Penggunaan teknik ini menyebabkan pembaca tidak mengetahui segala hal yang tidak diungkapkan oleh sang narator. Keuntungan dari teknik ini adalah pembaca merasa menjadi bagian dari cerita.

Orang kedua: teknik yang banyak menggunakan kata ‘kamu’ atau ‘Anda.’ Teknik ini jarang dipakai karena memaksa pembaca untuk mampu berperan serta dalam cerita. Orang ketiga: cerita dikisahkan menggunakan kata ganti orang ketiga, seperti: mereka dan dia.

Teknik penggunaan bahasa
Dalam menuangkan idenya, penulis biasa memilih kata-kata yang dipakainya sedemikian rupa sehingga segala pesannya sampai kepada pembaca. Selain itu, teknik penggunaan bahasa yang baik juga membuat tulisan menjadi indah dan mudah dikenang. Teknik berbahasa ini misalnya penggunaan majas, idiom dan peribahasa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->