P. 1
DEFINISI

DEFINISI

|Views: 1,969|Likes:
Published by Undatun Ulfah

More info:

Published by: Undatun Ulfah on Feb 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

DEFINISI Hemodialisis adalah prosedur tindakan untuk memisahkan darah dari zat-zat sisa atau racun yang

dilaksanakan dengan mengalirkan darah melalui membran semipermiabel dimana zat sisa atau racun ini dialihkan dari darah ke cairan dialisat yang kemudian dibuang, sedangkan darah kembali ke dalam tubuh. Hal ini sesuai dengan arti dari hemo yang berarti darah dan dialisis yang berarti memindahkan. Hemodialisis merupakan metode yang paling umum digunakan dalam pengobatan gagal ginjal stadium akhir dan permanen. Hemodialisis (cuci darah) terbukti sangat bermanfaat dalam memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup penderita gagal ginjal terminal. Dalam suatu proses hemodialisis, darah penderita dipompa oleh mesin kedalam kompartemen darah pada dialyzer. Dialyzer mengandung ribuan serat (fiber) sintetis yang berlubang kecil ditengahnya. Darah mengalir di dalam lubang serat sementara cairan dialisis (dialisat) mengalir diluar serat, sedangkan dinding serat bertindak sebagai membran semipermeabel tempat terjadinya proses ultrafiltrasi. Ultrafiltrasi terjadi dengan cara meningkatkan tekanan hidrostatik melintasi membran dialyzer dengan cara menerapkan tekanan negatif kedalam kompartemen dialisat yang menyebabkan air dan zat-zat terlarut berpindah dari darah kedalam cairan dialisat. Lumayan untuk menyedot kelebihan cairan tubuh dan sampah-sampah sisa hasil metabolik. Untuk lebih jelasnya, skema hemodialis serta prosesnya dapat dilihat pada gambar di bawah.

Skema Hemodialisis Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Dialysis dan

http://kidney.niddk.nih.gov/Kudiseases/pubs/kdictionary/D-E.htm

JPG Untuk keperluan penyaluran keluar masuknya darah antara tubuh dan mesin HD maka dibuat suatu hubungan langsung antara arteri dengan pembuluh darah balik (vena) di pergelangan tangan.jpg .com/images/Dialyser_setup_all_c. AV-fistula memungkinkan pembuluh darah vena untuk tumbuh lebih tebal sehingga memungkinkan insersi jarum yang berulang-ulang yang diperlukan pada waktu cuci darah.de/gesundheits-lexikon/bilder/266316.moldedproducts. Ilustrasi AV-fistula Sumber: http://kidney.jameda.nih.niddk.Gambar Dialyzer dan skemanya Sumber: http://www. melalui tindakan operasi bedah. Hubungan ini disebut A-V fistula atau AVshunt atau sering disebut sebagai Cimino-shunt. ditemukan oleh dokter Cimino dan Brescia pada tahun 1966.gov/kudiseases/pubs/glossary/ dan http://www.

melainkan hanya mengganti sebagian fungsi ginjal agar dapat meminimalisasi kerusakan organ yang lain. Walaupun demikian. INDIKASI HEMODIALISIS a. protein dan sel-sel darah tidak dapat menembus melalui lubang-lubang kecil dalam membran semi-permeabel tersebut. kalium dan lainnya termasuk kelebihan air serta garam dari tubuh kan lewat dan masuk ke dalam cairan hemodialisis yang mengalir dengan arah berlawanan dari aliran darah pasien. Terapi dengan menggunakan hemodialisis ini tidak bertujuan untuk mengembalikan fungsi ginjal. Indikasi absolut Beberapa yang termasuk dalam indikasi absolut yaitu perikarditis. natrium. hipertensi maligna. mengeluarkan kelebihan garam. oliguri berat . dan bikarbonat. Karena hemodialisis merupakan terapi untuk mengganti fungsi ginjal yang rusak. Indikasi tindakan terapi dialisis. kreatinin. seperti kalium. seperti membersihkan produk-produk dalam tubuh yang bersifat racun. sehingga terjadi pertukaran ion antara darah pasien dengan cairan hemodialisis. Melalui membran semipermeabel yang mengandung lubanglubang kecil tersebut produk-produk sisa dari darah pasien seperti urea. maka hemodialsis memilki tujuan yang sama dengan fungsi ginjal. Pada saat yang sama cairan hemodialisis dipompakan ke dalam mesin dan dialirkan melalui sisi lain dari permukaan semipermeabel. hiperkalemia dan asidosis metabolik. kalsium. neuropati perifer. TUJUAN HEMODIALISIS Alat hemodialisis merupakan alat yang berada di luar tubuh yang dipergunakan sebagai pengganti fungsi ginjal dan pemakaiannya biasanya dilakukan pada pasien yang menderita gagal ginjal tahap akhir. ensefalopati. Bakteri dan virus yang mungkin mengkontaminasi cairan hemodialisis juga tidak dapat masuk ke dalam aliran darah pasien melalui membran tersebut karena ukurannya lebih besar dari lubang-lubang kecil tersebut.Pada proses ini digunakan membran buatan semipermeabel yang berfungsi sebagai . Juga dipergunakan suatu mesin untuk mengalirkan darah pasien melalui salah satu sisi permukaan dari membran semi-permeabel sebelum dikembalikan ke sirkulasi darah tubuh pasien. dan mengeluarkan kelebihan air. Hemodialisis juga dapat membantu dalam mengontrol tekanan darah dan menjaga keseimbangan ion-ion yang penting dalam tubuh. fosfat. edema paru. yaitu : 1.ginjal buatan.

Indikasi elektif Indikasi elektif. anoreksia.73m². Serum Kalium > 6 meq/L 3. penyakit tulang. 2006). BUN 100120 mg%. Sindroma uremia.atau anuria bendungan paru dan kelebihan cairan yang tidak responsif dengan diuretik. yaitu Laju Filtrasi Glomerolus (LFG) antara 5-8 mL/menit/1. hipertensi refrakter. Gangguan keseimbangan asam-basa dan elektrolit misalnya: asidosis metabolik. pH darah < 7. Fluid overloaded (papdi jilid 1 edisi V) d. muntah. gangguan pertumbuhan dan astenia berat (Sukandar. dan Blood Uremic Nitrogen (BUN) > 120 mg% dan kreatinin > 10 mg%. Indikasi dialisis pada gagal ginjal akut . muntah persisten. Kelainan fungsi otak karena keracunan ureum (ensepalopati uremik) 2. azotemia (kreatinin 8-12 mg%. hiperkalemia dan hipercalsemia 3. Edema paru sehingga menimbulkan sesak nafas berat 4. Ureum darah > 200 mg/dl 4.1 5. Gejala-gejala keracunan ureum (uremic symptoms) c. mual. CCT kurang dari 5-10 mL/menit) b. Anuria berkepanjangan (> 5 hari) 6. Indikasi pada gagal ginjal kronik Pada umumnya indikasi dialisis pada Gagal Ginjal Kronik adalah bila laju filtrasi glomerulus (GFR) kurang dari 5mL/menit (normalnya GFR mencapai 125 mL/menit) dan dianggap baru perlu di mulai bila dijumpai salah satu dari hal tersebut di bawah: 1. 2. Indikasi pada gagal ginjal stadium terminal Indikasi dilakukannya hemodialisis pada penderita gagal ginjal stadium terminal antara lain karena telah terjadi: 1. Laboratoriun abnormal : asidosis metabolik. Keadaan umum buruk dan gejala klinisnya nyata 2.

nafsu makan kurang. Kontraindikasi Relatif Terapi Dialisis antara lain : 1. Sindrom Hepatorenal 5. pendarahan gastrointestinal dan lain-lain) 7. coma. Penyakit Alzheimer¶s 3. gastritis dengan pendarahan 5. Adapun indikasi dialisis pada gagal ginjal akut antara lain : 1. Pada gagal ginjal akut berat yang pada umumnya dirawat di unit perawatan intensif terapi dialisis diberikan lebih agresif. Perdarahan diathesis (epistaksis.Terapi dialisis pada gagal ginjal akut memudahkan dalam pemberian cairan dan nutrisi. Indikasi terapi dialisis ditetapkan berdasarkan berbagai pertimbangan. ada sangat sedikit kontra indikasi untuk hal ini dan mungkin yang yang paling sering adalah tidak adanya akses vaskuler dan toleransi pada hemodialisis prosedur yang buruk. Severe fluid overload 2. Penyakit terminal . malaise. perikarditis (risiko pendarahan atau tamponade) 6. Blood urea nitrogen (BUN) > 70 ± 100 mg/dl KONTRA INDIKASI HEMODIALIS Dalam kaitan dengan kontraindikasi absolut hemodialisis. Sirosis hati tingkat lanjut dengan enselopati 6. stupor. Menunda terapi dialisis pada gagal ginjal akut berat hanya akan memperburuk gangguan fisiologis dengan konsekuensi peningkatan mortalitas. asterixis. Malignansi stadium lanjut (kecuali multiple myeloma) 2. bila diberikan pada saat yang tepat dan cara yang benar akan memperbaiki morbiditas dan mortalitas. Asidosis metabolik berat 8. Hiperkalemia yang tidak terkontrol 4. muntah. Multi-infarct dementia 4. seizures. selain juga terdapat ketidakstabilan hemodinamik yang parah. tremor. Refractory hypertension 3. Mual. Letargi. somnolence. delirium. Hipotensi 7.

Rasa kram di kaki (5 .8. HD harus dilakukan teratur setiap 2-3 hari sekali 2. Demam dan menggigil (jarang) 9. misal tekanan darah mudah turun (drop) tiba-tiba ke level yang berbahaya selama proses HD. Gatal di kulit (5%) 6. Mual dan muntah (15%) 8. . penyakit jantung koroner. HD tidak dapat dilakukan pada pasien yang tidak kooperatif dan pasien dengan hemodinamik sistem sirkulasi yang tidak stabil. infeksi. Oleh karena itu pasien CRF stadium akhir akan mengalami anemia berat (kurang darah) dimana Hb turun hingga dibawah 10 g/dl walaupun sudah melakukan HD teratur. kadar oksigen yang rendah dalam darah (hipoksemia). Komplikasi berat yang jarang terjadi seperti: reaksi alergi (anaphylaksis) akut. banyak sel-sel darah merah pecah (hemolisis). HD tidak dapat menggantikan fungsi endokrin ginjal seperti: fungsi ginjal sebagai organ pembentuk berbagai substansi dan hormon diantaranya: erythropoietin (hormon yang mengatur pembentukan sel darah merah). Sakit kepala (5%) 4. adanya gelembung udara (air embolism) yang menyumbat pembuluh darah. kekurangan vitamin dan mineral. 3. Hal-hal penting lain yang perlu diketahui seputar Hemodialisis: 1. Nyeri dada (5%) 3. Hipotensi (tekanan darah tiba-tiba turun drastis) (20%) 5. Komplikasi jangka panjang seperti: anemia. Organic brain syndrome Efek samping HD yang dapat terjadi antara lain: 1.20%) 7. kekurangan mineral (degenerasi) tulang. gizi kurang. denyut jantung tidak teratur (aritmia). Sakit punggung (5%) 2.

Aspek medis Gangguan endokrin. Fungsi Dialisat : 1.Follow up Jangka Panjang Pengawasan jangka panjang setiap apsien HD reguler sangat penting karena HD reguler ini dapat mempengaruhi kualitas hidup optimal. 2. social dan professional. 3. Hubungkan mesin dengan aliran listrik. Hubungkan mesin dengan saluran air. Mengeluarkan dan menampung cairan serta sisa-sisa metabolisme dari tubuh. Mencegah kehilangan zat-zat vital dari tubuh selama dialisa. defisiensi imun. Aspek social dan professional Kehilangan jam kerja 10 ± 12 jam per minggu. Mesin diperiksa harus dalam keadaan siap pakai. 4. 2. b. dsb. gangguan system kardiovaskuler dan metabolisme. Pengawasan tersebut berhubungan dengan aspek medis. kehilangan pendapatan. biaya pengobatan yang tinggi. 5. 2. malnutrisi. Aspek psikologis Sering terjadi perubahan kepribadian. anemia. PROSES HEMODIALISA I. dsb. psikologis. 3. . terdiri dari camuran air dan elektrolit yang mempunyai konsentrasi hampir sama dengan serum normal dan mempunyai tekanan osmotic yang sama dengan darah. Menyiapkan dialisat Dialisat adalah cairan yang digunakan pada proses HD. 1. Pra Hemodialisa a. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menyiapkan mesin HD : 1. Jerigen tempat cairan dialisat terisi sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk satu kali dialisa. cenderung depresi. Drain line ditempatkan di saluran pembuangan tidak dalam keadaan tersumbat.

b. 6. Menyiapkan Air . 2. NaC2H3O2 3H2O / acetat atau NaHCO3 / Bilkarbonat. Dextrose. sebelum dipakai harus dicampur kontinyu dalam perbandingan tertentu oleh mesin. 3. c. 2. Biasanya perbandingan air : DBC adalah 34 : 1. Bentuk kering atau puyer. a. dialisat disiapkan dulu dalam suatu tempat dengan jumlah tertentu sesuai kebutuhan. Adalah sistem penyediaan dialisat dimana dialisat dibuat / dicampur secara otomatis oleh mesin selama HD berlangsung. 2. DBC / Dialysate Batch Concentrate dan air dicampur dengan perbandingan tertentu. b. Mudah menyimpan. Sulit transport dan penyimpanan. d. Menyiapkan / mencampur Dialisat : 1. b. Batch Sistem Sebelum HD dimulai. 5. tidak selalu terdapat pada dialisat. KCl / potassium chloride. c. Kesalahan pengenceran sangat kecil. Mudah pemakaiannya. Berisi larutan pekat. Kandung Cairan Dialist : Dialisat mengandung macam-macam garam / elektrolit / zat antara lain : 1. Sulit mendapatkan komposisi yang benar. CaCl2 / Calium Chloride. Proportioning system. a. 4. NaCl / Sodium Chloride. Dialisat konsentrat a. Mgcl2 / Magnesium Chloride.Dialisat : 1.

tabung oksigen lengkap. alat EKG. Penyaring sedimen. betadin. Peralatan kedokteran Tensimeter dan stethoscope. kassa. untuk menyaring partikel. y Besi : untuk menyerap besi dan mangan. kassa. sodium bikarbonat. blood line. bahan organic atau pyrogen. sehingga tidak semua unit HD dapat memilikinya. timbangan berat badan. Saringan / filter. 2. obatobatan penyelamat hidup. Alat-alat khusus Dyalizer. tromol (duk. Sistem pengolahan air ini cukup mahal. Pengolahan air / water treatment : 1. AV fistula. alat ini harus sering dibersihkan atau diganti secara berkala. bengkok. bak spuit. a. kom kecil. 20 cc. alcohol. d. protamin. Penyaring penyerap / adsorption filter y Arang / carbon : untuk menyerap zat-zat chlorine bebas. Sistem Reverse Osmosis Air dengan tekanan cukup tinggi dialirkan melalui alat yang mempunyai membran semi permeable sehingga dihasilkan air yang murni bebas (kesadahan / CaCO kurang dari 1. dan conducturty meter 3. gunting. 3 cc. chloraming. Obat-obatan Lidocain. sarung tangan.Air untuk dialisat seharusnya tidak mengandung zat / elektrolit / mikroorganisme dan benda asing lainnya karena itu untuk mendapatkan air yang ideal untuk dialysis maka dilakukan tindakan pengolahan air / water treatment. klem). dialisat pekat. klem-klem (besar dan kecil). slym Zuiger. Novocain. heparin. korentang dan tempatnya. 2. infus set. y y y Pre filter (100 U) Sebelum masuk ke mesin HD (5 U) Sebelum masuk selang dialyzer (1 U) b. verband. gelas ukuran. Menyiapkan Alat-alat dan Obat-obatan 1. plester / band aid. zeil / karet untuk alas tangan. spuit 1 cc.8 mg/L). .

Rinsing yaitu membilas dialyzer dan blood lines. Mesin HD siap digunakan. Periksa saluran listrik dan saluran air 2. Hubungkan slang water inlet ke kran air dan slang water outlet ke lubang pembuangan 3. Setelah rinse selesai. observasi keadaan umum. memberitahu pada pasien bahwa akan dilakukan HD. radiologi dan lain-lain e. Hubungkan kabel power dengan stop kontak 4. bila mesin mengandung formalin. Persiapan mental. Soaking yaitu melembabkan dialyzer (hubungkan dialyzer dengan sirkulasi dialisat). observasi tandatanda vital. Menyiapkan pasien 1. Siapkan cairan dialisat dalam jerigen sebanyak yang dibutuhkan. f. masukan slang untuk concentrate ke dalam jerigen dialisat 7. . Menyiapkan Sirkulasi Darah Yaitu menyiapkan dialyzer dan blood lines pada mesin HD.4. traveling hemodialisa. Hidupkan mesin dengan posisi rinse selama 15 menit. Hal-hal yang harus dilakukan : 1. Priming yaitu dialyzer dan blood lines. maka posisi rinse lebih lama (30 menit) 6. Persiapan fisik. g. Menjalankan Mesin HD 1. mengatur posisi. lampu conductivity dan lampu concentrate di mesin akan warna merah. dan formulir-formulir laboratorium. 2. Lampu temperatur. formulir hemodialis. Lain-lain Surat izin dialysis. Pindahkan tombol ke posisi dialisa bila lampu sudah berwana hijau 9. menimbang berat badan. 2. 3. memberi penjelasan dan motivasi mengenai proses HD dan komplikasi yang mungkin terjadi selama HD. perhatikan cairan yang diperlukan apakah standar atau free potassium 5. tunggu lampu 2 tersebut sampai warna hijau 8.

Mengisi izin hemodialisa y y y y Izin / persetujuan HD Harus tertulis Pasien dan keluarga harus mendapatkan infomasi yang jelas tentang HD Izin HD merupakan dasar pertanggung jawaban yang sah bagi dokter kepada pasien dan keluarga. b. Proses Pelaksanaan Hemodialisa 1. Regional : pada ABL diberikan heparin pada BL diberikan protamin. II. Intermiten : diberikan selama 1 jam b. Menyiapkan sarana hubungan sirkulasi Untuk menghubungkan sirkulasi darah dari mesin dengan sirkulasi sistemik dilakukan dengan : a. Cara permanen Yaitu dengan membuat shunt antara lain : c mino shunt dan seribner shunt 2. Dosis heparin : 1000 unit / jam Dosis awal : diberikan pada waktu punksi ke sirkulasi sisemik dan pada waktu darah mulai ditarik. Cara Sementara Yaitu punksi V femoralis untuk inlet dan untuk outlet dapat dipilih salah satu vena di tangan. Minimal : diberikan pada waktu menyiapkan sirkulasi darah d. Pemakaian heparin : a. Obat yang digunakan adalah heparin. Antikoagulansia Yaitu obat yang diperlukan untuk mencega pembekuan darah selama HD. y Surat izin HD disimpan pada rekam medis. Continous : terus-terusan selama HD berjalan c. Dosis selanjutnya diberikan ke sirkulasi ekstra corporeal .3.

Alat penekan f. Ember 2. Sarung tangan g. Post Hemodialisa 1. Bagian luar mesin Seluruh permukaan dan slang dialisat bagian luar dilap dengan larutan chlorine 0.III. Cara membersihkan : a. Bagian dalam mesin Disesuaikan dengan protocol pembersihan masing-masing tipe mesin. Deppers c. Alat/obat yang disiapkan b. b. Persiapan Untuk mengakhiri HD a. Hal-hal yang dilakukan setelah HD selesai Setelah HD selesai maka mesin harus dibersihkan baik bagian diluar maupun dalam. Bethadin d. Plester e. .5 % lalu dilap basah dan dikeringkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->