P. 1
NYERI BAHU

NYERI BAHU

|Views: 2,170|Likes:
Published by hanik i

More info:

Published by: hanik i on Feb 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

Penimbunan kristal kalsium karbonat pada ‘Rotator Cuff’ sangat sering
terjadi. Garam ini tertimbun dalam tendon, Ligamen, Aponeurosis dan Kapsul
sendi serta dinding pembuluh darah. Penimbunan ini berhubungan dengan
perubahan degenerasi. Umumnya terjadi pada daerah kritis dimana degenerasi ini
dapat menyebabkan ruptur atau nekrosis pada tempat penimbunan kalsium.
Secara sederhana proses terjadinya kalsifikasi pada Tendinitis dapat dilihat dalam
gambar 6.

Gambar 6

Proses terjadinya Calcific Tendnitis ( 5 )

24

Keterangan :
A. Tendon M. Supraspinatus (Cuff) antara Ligamen Coracoacromial dan Kaput numeri
B. Tekanan yang berulang-ilang karena kegiatan sehari-hari serta posisi kerja yang salah.
C. Perubahan degeneratif pada Critical Zone

Penimbunan pertama kali didapatkan didalam tendon kemudian menuju ke
permukaan. Selanjutnya Ruptur ke atas menuju ruang di bawah bursa subdeltoid.
Evakuasi kalsium dari timbunan yang ruptur juga sementara saja dan rasa nyeri ini
kemudian timbul mlagi. Evakuasi kalsium ke ruang bawah bursa akan menekan
ke atas ke arah bursa dengan iritasi dan penekanan, kemudian timbunan ini dapat
ruptur ke dalam bursa itu sendiri. Raptur ini terjadi secara akut dan menimbulkan
nyeri hebat. Di dalam bursa, timbunan ini dapat meluas ke lateral maupun ke
distal (medial), sehingga berbentuk seperti ‘dumbbelt’ dengan pemisahnya adalah
ligamentum korakoakromial. Dalam keadaan ini, baik abduksi maupun adduksi
bahu tidak lagi dapat dilakukan sepenuhnya (akan terganggu). Radang bursa yang
terjadi berulang kali oleh karena adanya tekanan yang terus menerus dapat
menyebabkan penebalan dinding bursa dengan atas bursa sehingga timbul

pericapsulitis adhesiva.

Gambar 7

Evolusi dari kalsifikasi pada Tendinitis dan terjadinya ‘Bursitis’ ( 5 )

25

Keterangan :
1. Posisi normal tendon supraspinatus dan bursa subdeltoid
2. Letak timbunan kalisum pada tendon ‘Cuff’
3. Timbunan kalisum mulai keluar ke ruang di bawah bursa
4. Evakuasi sebagai kalsium, namun sebagian besar masih berada dalam tendon
5. Evakuasi berlanjut, ruptur dalam bursa
6. Perluasan di dalam bursa, berbentuk ‘Dumbbelt’
7. Perlekatan dinding bursa karena penebalan dinding dasar dan atas bursa serta
pengentalan cairan bursa.

Tendinitis pada daerah bahu yang sering terjadi adalah tendinitis supraspinatus
dan tendinitis bisipitalis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->