LOGIKA MATEMATIKA

Oleh : Drs. Toto' Bara Setiawan, M.Si

Selamat datang di CD berprograma Menu Utama

Selamat datang di CD berprograma LOGIKA MATEMATIKA

Info Dosen Diskripsi Mata Kuliah Kompetensi Dasar

Materi

Latihan Soal
2

Selamat datang di CD berprograma Menu Utama

Menu Utama

LOGIKA MATEMATIKA
Info Dosen

Info Dosen Diskripsi Mata Kuliah Kompetensi Dasar

Diskripsi Mata Kuliah Kompetensi Dasar Materi Latihan Soal

Materi

Latihan Soal

3

Selamat datang di CD berprograma Menu Utama

Info Dosen
Nama NIP Alamat Telpon HP. Program Jurusan Fakultas Universitas : Drs. Toto’ Bara Setiawan, M.Si : 131 624 470 : Jl. Karang Setra 24 Jember : (0331) 321987 : 081336795159 : Pendidikan Matematika : Pendidikan MIPA : Keguruan dan Ilmu Pendidikan : Universitas Jember

Info Dosen Diskripsi Mata Kuliah Kompetensi Dasar

Materi

Latihan Soal
4

Selamat datang di CD berprograma Menu Utama Info Dosen Diskripsi Mata Kuliah Kompetensi Dasar Diskripsi Mata Kuliah LOGIKA MATEMATIKA (KPM1127 / 2 sks / semester I) Ruang lingkup materi mata kuliah ini meliputi : Proposisi dan negasinya. nilai kebenaran dari proposisi. ekuivalen. tautologi. kontradiksi. kuantor. dan validitas pembuktian Materi Latihan Soal 5 .

Selamat datang di CD berprograma Menu Utama Kompetensi Dasar Pada akhir semester. setelah mempelajari Mata Kuliah Logika Matematika. mahasiswa diharapkan dapat memahami cara pengambilan keputusan berdasarkan logika matematika Info Dosen Diskripsi Mata Kuliah Kompetensi Dasar Materi Latihan Soal 6 .

Selamat datang di CD berprograma Menu Utama Materi BAB I PENGANTAR LOGIKA BAB II PERNYATAAN BAB III KATA HUBUNG KALIMAT BAB IV TAUTOLOGI EKUIVALEN KONTRADIKSI Info Dosen Diskripsi Mata Kuliah Kompetensi Dasar BAB V KUANTOR BAB VI VALIDITAS PEMBUKTIAN Materi Latihan Soal 7 .

Konsep Logika Apakah logika itu ? Seringkali Logika didefinisikan sebagai ilmu untuk berfikir dan menalar dengan benar (sehingga didapatkan kesimpulan yang absah). karena dengan belajar logika : a. Kemampuan menalar adalah kemampuan untuk menarik konklusi yang tepat dari bukti-bukti yang ada. Sejarah Ringkas dan Perkembangan Logika Manusia belajar logika sejak jaman Yunani Kuno. Manusia mampu mengembangkan pengetahuan karena mempunyai bahasa dan kemampuan menalar. Kita dapat memperpanjang rangkaian penalaran itu untuk menyelesaikan problem-problem yang lebih kompleks. Kita mengenali dan menggunakan bentuk-bentuk umum tertentu dari cara penarikan konklusi yang absah. diperlukan kemampuan menalar. 2. Aliran Logika Epistemologis Dipelopori oleh Francis Herbert Bradley (1846 . 3. Sebab itu untuk mengetahui kenyataan. b.BAB I PENGANTAR LOGIKA 1. dan menurut aturan-aturan tertentu.322 SM) adalah seorang filsuf yang mengembangkan logika pada jaman itu. Untuk dapat mencapai pengetahuan yang memadai. 3. 2. Aliran Logika Metafisis Susunan pikiran itu dianggap kenyataan. logika harus dihubungkan dengan seluruh pengetahuan lainnya. Pentingnya Belajar Logika Belajar logika (logika simbolik) dapat meningkatkan kemampuan menalar kita. Terdapat 5 aliran besar dalam logika. yang pada waktu itu dikenal dengan sebutan logika tradisional. orang harus belajar logika lebih dahulu. yaitu : 1. Demikian juga untuk mencapai kebenaran.1923). 8 . dan menghindari kesalahan-kesalahan yang bisa dijumpai. Untuk dapat menarik konklusi yang tepat. Tugas pokok logika adalah menafsirkan pikiran sebagai suatu tahap dari struktur kenyataan. Aristoteles (384 .1924) dan Bernard Bosanquet (1848 . Aliran Logika Tradisional Logika ditafsirkan sebagai suatu kumpulan aturan praktis yang menjadi petunjuk pemikiran. sehingga logika dianggap seperti metafisika. pikiran logis dan perasaan harus digabung.

Boole dan De Morgan. George Boole (1815 . 9 . sekarang ini digunakan secara luas dalam mendesain komputer. G. Simbol-simbol itu diolah sesuai dengan aturan-aturan matematika untuk menetapkan apakah suatu pernyataan bernilai benar atau salah. Aliran Logika Simbolis Dipelopori oleh Leibniz.W. bagaimana akal harus bekerja. Fitch dalam bukunya “Symbolic Logic”). Logika simbolik adalah ilmu tentang penyimpulan yang sah (absah).1923). Ketidakjelasan berbahasa dapat dihindari dengan menggunakan simbol-simbol. Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang menjadi pendukung perkembangan logika simbolik adalah De Morgan. yang kemudian disebut Logika Matematika (Mathematical Logic). Logika Simbolik ini merupakan logika formal yang semata-mata menelaah bentuk dan bukan isi dari apa yang dibicarakan. Aljabar Boole. Studi tentang logika berkembang terus dan sekarang logika menjadi ilmu pengetahuan yang luas dan yang cenderung mempunyai sifat teknis dan ilmiah. Logika dianggap sebagai alat (instrumen) untuk memecahkan masalah. Metode-metode dalam mengembangkan matematika banyak digunakan oleh aliran ini. Pada abad kesembilan belas. Penggunaan simbol-simbol Boole dapat mengurangi banyak kesalahan dalam penalaran. 5.1864) berhasil mengembangkan Logika Simbolik. Leonard Euler (1707 .1970).1952). khususnya yang dikembangkan dengan penggunaan metode-metode matematika dan dengan bantuan simbol-simbol khusus sehingga memungkinkan seseorang menghindarkan makna ganda dari bahasa sehari-hari (Frederick B. Alfred North Whitehead dan Bertrand Russell (1872 . 2.1716) dianggap sebagai matematikawan pertama yang mempelajari Logika Simbolik. 1. karena setelah problem diterjemahkan ke dalam notasi simbolik. Karena akan dibahas banyak mengenai Logika Simbolik maka berikut ini disampaikan dua pendapat tentang Logika Simbolik yang merangkum keseluruhan maknanya.1783).4. John Venn (1834 . Aliran ini sangat menekankan penggunaan bahasa simbol untuk mempelajari secara terinci. Aliran Logika Instrumentalis (Aliran Logika Pragmatis) Dipelopori oleh John Dewey (1859 . sehingga aliran ini berkembang sangat teknis dan ilmiah serta bercorak matematika. Pemakaian simbol-simbol matematika untuk mewakili bahasa. Bukunya yang berjudul Low of Though mengembangkan logika sebagai sistem matematika yang abstrak. Leibniz (1646 . salah satu topik yang merupakan perluasan logika (dan teori himpunan). penyelesaiannya menjadi bersifat mekanis.

dan 4 Benar atau salahnya sebuah pernyataan disebut nilai kebenaran pernyataan itu. Dalam logika matematika hanya dibicarakan kalimat-kalimat berarti yang menerangkan (kalimat deklaratif/indicative sentences). dan 8. akan kita bahas terlebih dahulu apa yang disebut kalimat. 3 adalah bilangan genap dan tidak akan dibicarakan kalimat-kalimat seperti : 5. Nilai benar artinya ada kesesuaian antara yang dinyatakan oleh kalimat itu dengan keadaan sesungguhnya (realitas yang dinyatakannya). tetapi tidak sekaligus benar dan salah. (Kalimat pengharapan) Dari contoh-contoh di atas. Mudah-mudahan terkabul cita-citamu. Contoh : Kalimat 1. Berapa umurmu ? (Kalimat tanya) 6. 2 adalah bilangan prima yang genap 4. 2. Kalimat 5. sedang kalimat 4 bernilai salah. 7. Contoh : 1. bernilai benar. 10 . 2. 3. Bersihkan tempat tidurmu ! (Kalimat perintah) 7. Indonesia terdiri atas 33 propinsi 3. 1. Kalimat adalah kumpulan kata yang disusun menurut aturan tata bahasa. terlihat bahwa kalimat 1. Sejuk benar udara di sini ! (Kalimat ungkapan perasaan) 8.BAB II PERNYATAAN Sebelum membahas tentang pernyataan. dan 3. atau salah saja. tidak dapat ditentukan nilai benar atau salahnya. 4 kurang dari 5 2. Kata adalah rangkaian huruf yang mengandung arti. Pernyataan Definisi : Suatu pernyataan (statement) adalah suatu kalimat deklaratif yang bernilai benar saja. yaitu benar dalam arti matematis. Kalimat berarti rangkaian kata yang disusun menurut aturan tata bahasa dan mengandung arti.

Sedangkan kalimat pada contoh 3. Suatu pernyataan umum disimbolkan dengan huruf abjad kecil. tetapi mempunyai arti yang sama. juga merupakan pernyataan walaupun tidak berarti (bermakna). Dalam buku ini kita mendefinisikan proposisi sebagai pernyataan. Kalimat pada contoh 1. Contoh : p : Ada 12 bulan dalam setahun (B) q : 4 + 5 = 8 (S) 11 . adalah pernyataan majemuk (composite/compound statement). yaitu pernyataan yang hanya menyatakan pikiran tunggal dan tidak mengandung kata hubung kalimat. Batu makan rumput 10. 2. Yang membedakan antara proposisi dan pernyataan menganggap bahwa contoh 9. dan 10. 7. q. menurut jenisnya suatu kalimat secara sederhana dapat dibagi seperti di bawah ini Kalimat Kalimat berarti Kalimat tak berarti Kalimat Deklaratif Bukan Kalimat Deklaratif bernilai benar bernilai salah Bukan pernyataan (bukan kalimat deklaratif) contohnya : Kalimat 5. Sehingga dikatakan bahwa kedua kalimat itu merupakan proposisi yang sama. Sedang kalimat tak berarti contohnya : 9. Suharto adalah presiden kita dengan Suharto is our presiden adalah dua kalimat yang berbeda. sedang nilai benar disimbolkan dengan “B” atau “1 (satu)” dan nilai salah disimbolkan dengan “S” atau “0 (nol)”. disebut pernyataan sederhana (simple statement). 6. yang terdiri atas satu atau lebih pernyataan sederhana dengan bermacam-macam kata hubung kalimat (connective/perangkai). dan 8. sebaliknya suatu pernyataan belum tentu merupakan proposisi. Pernyataan yang diungkapkan oleh suatu kalimat berarti disebut proposisi. … dan seterusnya. Sedang pernyataan sederhana disebut juga pernyataan primer atau pernyataan atom.Seperti telah kita ketahui. 3 melempari 5 Ada buku yang membedakan antara proposisi dan pernyataan. dan 4. dan bukan oleh keterkaitan isi pernyataan-pernyataan sederhana tersebut. misalnya p. Nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk ditentukan oleh nilai kebenaran dari setiap pernyataan sederhana yang dikandungnya dan cara menghubungkan pernyataan-pernyataan sederhana itu. r. Sehingga proposisi adalah pernyataan.

3. . nilai benar maupun nilai salah sebuah kalimat (baik kalimat sehari-hari maupun kalimat matematika). . . 2. “. Kalimat ini jelas bernilai salah saja atau bernilai benar saja. Kalimat ini disebut pernyataan faktual. “x”. “4”. maka kalimat ini menjadi “Hani memakai sepatu”. . 4 + x = 7 d. . dan “0. “p” pada kalimat-kalimat di atas disebut variabel. Ada juga yang mengatakan bahwa kelima-kalimat di atas belum dapat dikatakan mempunyai nilai. Jika “. Jika “x” pada c diganti “3” maka kalimat itu menjadi “4 + 3 = 7”." dalam semesta pembicaraan himpunan bilangan cacah. . Jelas pernyataan itu bernilai salah saja. Perhatikan kalimat berikut ini : a. tetapi kalimat (pernyataan) itu menjadi bernilai salah apabila “p” pada e diganti "5. . 1. 4” dan "5. “Manusia”. maka pernyataan “p < 5” menjadi bernilai benar. . “3”. 6. Variabel dan Konstanta Definisi : Variabel adalah simbol yang menunjukkan suatu anggota yang belum spesifik dalam semesta pembicaraan. 1. maka kalimat menjadi “Yohana makan nasi”. 4”. . 7. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa kalimat itu salah. Kalimat seperti ini disebut pernyataan faktual. Jika kata “manusia” dalam kalimat a diganti “Yohana”. “Hani”. b. ditentukan oleh kebenaran atau ketidakbenaran realita yang dinyatakan.”. Demikian pula jika “. . maka kalimat itu menjadi “4 + 4 = 7”. Jika “p” pada e diganti “0. Seperti telah kita ketahui. Definisi : Konstanta adalah simbol yang menunjukkan anggota tertentu (yang sudah spesifik) dalam semesta pembicaraan. . . yaitu salah saja atau benar saja. 4 + .” pada d diganti “4”. memakai sepatu c. 12 .2. = 7 e. tergantung realitanya. Sedangkan pengganti-pengganti seperti “Yohana”. 2. 6. p < 5 Ada yang mengatakan bahwa kalimat a benar. . 7. Kalimat (pernyataan) itupun menjadi jelas nilainya. . . Manusia makan nasi.” pada b diganti “Hani”." disebut konstanta. tergantung realitasnya. . . 3. Kalimat (pernyataan) ini jelas bernilai benar saja. tergantung pada kesesuaian kalimat itu dengan keadaan sesungguhnya.

dan jika variabel tersebut diganti konstanta dari semesta yang sesuai maka kalimat itu akan menjadi kalimat yang bernilai benar saja atau bernilai salah saja (pernyataan). Sedang kalimat matematika yang tidak mengandung variabel dan menggunakan tanda “<”. Di atas telah diberikan definisi-definisi dari pernyataan. Pada kalimat definisi tidak boleh terdapat kata-kata yang belum jelas artinya. Definisi : Kalimat terbuka adalah kalimat yang mengandung variabel. Kalimat terbuka seperti c. Kalimat e yang menggunakan tanda “<” disebut pertidaksamaan (sebutan ini juga berlaku untuk kalimat matematika yang masih mengandung variabel dan menggunakan tanda ”>” atau “≠” Jika variabel pada kalimat matematika itu sudah diganti dengan konstanta dan kalimat matematika itu menggunakan tanda “=” maka kalimat yang terjadi disebut kesamaan. maka kalimat yang terjadi dapat disebut kalimat tertutup. variabel. Kalimat Terbuka Kalimat-kalimat seperti a sampai dengan e di atas disebut kalimat terbuka. Kalimat matematika yang masih mengandung variabel dan menggunakan tanda “=” seperti kalimat c dan d disebut persamaan. d. dan kalimat terbuka. Jika variabel dalam kalimat terbuka sudah diganti dengan konstanta yang sesuai. disebut kalimat matematika (ada yang menyebut kalimat bilangan). “>” atau “≠” disebut ketidaksamaan. konstanta. 13 . apalagi kata yang sedang didefinisikan.3. Pernyataan yang menjelaskan istilah-istilah di atas disebut kalimat definisi. dan e.

Kita pelajari sifatsifatnya untuk memperjelas cara berpikir kita dan terutama karena pentingnya kata-kata itu untuk melakukan pembuktian. kondisional. jika pernyataan semula salah. Negasi (Ingkaran. Marilah sekarang kita memperhatikan penggunaan kata-kata itu dengan lebih cermat dalam matematika (dan membandingkannya dengan penggunaan dalam percakapan sehari-hari).”. . ada lima macam kata hubung kalimat yaitu negasi. . Sesungguhnya. yaitu menegasikan pernyataan sederhana (ada yang menganggap bahwa negasi suatu pernyataan sederhana bukan pernyataan majemuk). dan sebaliknya. Jika pernyataan semula bernilai benar maka ingkaran pernyataan itu bernilai salah. penambahan "tidak" ke dalam kalimat semula tidaklah cukup. maka. Definisi : Ingkaran suatu pernyataan adalah pernyataan yang bernilai benar. “jika. atau Penyangkalan) Perhatikan pernyataan : “Sekarang hari hujan” bagaimana ingkaran pernyataan itu ? Anda dapat dengan mudah menjawab : "Sekarang hari tidak hujan”. 1. . Negasi tidak menghubungkan dua buah pernyataan sederhana. “dan”. tetapi tetap dianggap sebagai kata hubung kalimat. Coba anda pikirkan bagaimana negasi dari kalimat : “Beberapa pemuda adalah atlit”. Jika q : Zainal memakai kaca mata maka ~ q : Tidak benar bahwa Zainal memakai kaca mata atau ~ q : Zaibal tidak memakai kaca mata ~ q akan bernilai salah jika Zainal benar-benar memakai kaca mata. Jika p : Jakarta ibu kota RI (B) maka ~ p : Tidak benar bahwa Jakarta ibu kota RI (S) atau ~ p : Jakarta bukan ibu kota RI (S) 2. Dalam bahasa Indonesia kita sering menggunakan kata-kata “tidak”. disjungsi. Ingkaran pernyataan p ditulis ~ p Contoh : 1. konjungsi. “jika dan hanya jika”. “atau”. Dalam pelajaran logika (matematika). 14 . kata-kata itu disebut kata hubung kalimat. dan bikondisional. .BAB III KATA HUBUNG KALIMAT Pernyataan majemuk terdiri dari satu atau lebih pernyataan sederhana yang dihubungkan dengan kata hubung kalimat (connective) tertentu.

atau 2. maka kalimat itu berarti : 1. demikian pula jika kedua sub pernyataan itu salah. jangan membuat ingkaran yang salah. Contoh : 1. tetapi untuk pernyataan-pernyataan tertentu tidak demikian halnya. 15 .3. maka r ∧ s : Ima anak pandai dan cekatan Pernyataan r ∧ s bernilai benar jika Ima benar-benar anak pandai dan benar-benar anak cekatan. Konjungsi (dan) Perhatikan kalimat : “Aku suka sayur dan buah”. dapat dibuat Tabel Kebenaran untuk ingkaran seperti disamping : 2. masing-masing p dan q disebut komponen (sub pernyataan). Jika r : Ima anak pandai. Konjungsi dari dua pernyataan p dan q ditulis p ∧ q. dua buah pernyataan yang dihubungkan dengan “dan” merupakan pernyataan majemuk yang disebut konjungsi dari pernyataan-pernyataan semula. dan s : Ima anak cekatan. Membentuk ingkaran suatu pernyataan dapat dengan menambahkan kata-kata tidak benar bahwa di depan pernyataan aslinya. “Aku suka buah”. atau jika mungkin dengan menambah bukan atau tidak di dalam pernyataan itu. Berdasarkan pengertian di atas. Jika s : Ada anak berkacamata di kelasku (B) (dimisalkan bahwa pernyataan ini benar) maka ~ s : Tidak benar bahwa ada anak berkacamata di kelasku (S) Perhatikan baik-baik cara membuat ingkaran di atas. Penghubung “dan” diberi simbol “∧”. benar. “Aku suka sayur” dan 2. Jika r : 2 + 3 > 6 (S) maka ~r : Tidak benar bahwa 2 + 3 > 6 (B) atau ~ r : 2 + 3 ≤ 6 (B) 4. Pernyataan p ∧ q juga disebut sebagai pernyataan konjungtif. Jika sub pernyataan 1 atau 2 salah maka pernyataan semula bernilai salah. dan dibaca p dan q. Jika pernyataan semula bernilai benar maka sub pernyataan 1. p B S ~p S B Berdasarkan definisi di atas.

Jika a : Bunga mawar berbau harum (B). dan sebaliknya. jika pernyataan semula salah. dua buah pernyataan yang dihubungkan dengan ”atau” merupakan disjungsi dari kedua pernyataan semula. disjungsi eksklusif yang diberi simbol “∨”. Disjungsi (atau) Sekarang perhatikan pernyataan : “Tobing seorang mahasiswa yang cemerlang atau seorang atlit berbakat”. tetapi tidak kedua-duanya. dan q : Sang Saka bendera RI (B) maka p ∧ q : 2 + 3 < 6 dan Sang Saka bendera RI (B) Definisi : Suatu konjungsi dari dua pernyataan bernilai benar hanya dalam keadaan kedua komponennya bernilai benar. Lebih dari itu. maka keduanya dari tafsiran 1 atau 2 adalah benar (untuk disjungsi inklusif). disjungsi inklusif yang diberi simbol “∨" dan 2.2. atau seorang atlit yang berbakat. atau seorang atlit yang berbakat. dapat disusun tabel kebenaran untuk konjungsi seperti disamping : 3. atau 2. Berdasarkan pengertian di atas. dan b : Bunga matahari berwarna biru (S) maka a ∧ b : Bunga mawar berbau harum dan bungan matahari berwarna biru (S) 3. maka kedua tafsiran itu tentu salah (untuk disjungsi inklusif dan eksklusif). mungkin benar salah satu (untuk disjungsi eksklusif). 16 . Tafsiran pertama adalah contoh disjungsi eksklusif dan tafsiran kedua adalah contoh disjungsi inklusif. Jika p : 2 + 3 < 6 (B). p B B S S q B S B S p∧q B S S S Berdasarkan definisi di atas. mungkin kedua-duanya. Dibedakan antara : 1. Jika pernyataan semula benar. Membaca pernyataan itu akan timbul tafsiran : 1. Tobing seorang mahasiswa yang cemerlang. Tobing seorang mahasiswa yang cemerlang.

maka r ∨ s : Aku lahir di Surabaya atau di Bandung. Jika p : Aku tinggal di Indonesia q : Aku belajar Bahasa Inggris sejak SMP maka p ∨ q : Aku tinggal di Indonesia atau belajar Bahasa Inggris sejak SMP Pernyataan p ∨ q bernilai benar jika Aku benar-benar tinggal di Indonesia atau benar-benar belajar Bahasa Inggris sejak SMP. dan tidak di kedua tempat itu. Contoh : 1. dapat disusun tabel kebenaran untuk disjungsi inklusif seperti disamping : Definisi p B B S S q B S B S : Suatu disjungsi eksklusif bernilai benar apabila hanya salah saatu komponennya bernilai benar p∨ q S B B S Berdasarkan definisi di atas.Disjungsi inklusif dari dua pernyataan p dan q ditulis p ∨ q. Mustahil bukan bahwa aku lahir di dua kota ? Definisi : Suatu disjungsi inklusif bernilai benar apabila paling sedikit satu komponennya bernilai benar. Pernyataan r ∨ s bernilai benar jika Aku benar-benar lahir di salah saaatu kota Surabaya atau Bandung. dan disjungsi eksklusif dari dua pernyataan p dan q ditulis p ∨ q. dan dibaca : p atau q. 2. pernyataan p ∨ q juga disebut sebagai pernyataan disjungtif. dan s : Aku lahir di Bandung. Jika r : Aku lahir di Surabaya. p B B S S q B S B S p∨q B B B S Berdasarkan definisi di atas. dapat disusun tabel kebenaran untuk disjungsi eksklusif seperti disamping : 17 .

Pernyataan p ⇒ q dapat dibaca: a. Jika p maka q b. Sedangkan untuk menunjukkan bahwa matahari bersinar adalah perlu dengan menunjukkan udara menjadi hangat atau udara terasa hangat merupakan syarat perlu bagi matahari bersinar. “Matahari bersinar berimplikasi udara terasa hangat”. q jika p 18 . p berimplikasi q c. yang berbentuk “jika p maka q”.4. pernyataan demikian disebut implikasi atau pernyataan bersyarat (kondisional) dan ditulis sebagai p ⇒q. Demikian pula syarat cukup tidak harus menjadi syarat perlu karena jika diagonal segi empat ABCD saling berpotongan ditengah belum tentu segi empat ABCD belah ketupat. “Matahari bersinar hanya jika udara terasa hangat”. jadi. Karena udara dapat menjadi hangat hanya bila matahari bersinar. p hanya jika q d. kita juga tahu bahwa udara terasa hangat. maka untuk menunjukkan bahwa udara tersebut hangat adalah cukup dengan menunjukkan bahwa matahari bersinar atau matahari bersinar merupakan syarat cukup untuk udara terasa hangat. terutama dalam matematika. Karena itu akan sama artinya jika kalimat di atas kita tulis sebagai: “Bila matahari bersinar. Dan untuk menunjukkan bahwa ABCD belah ketupan perlu ditunjukkan bahwa diagonalnya saling berpotongan ditengah-tengah. Pernyataan p ⇒q juga disebut sebagai pernyataan implikatif atau pernyataan kondisional. Mengapa ? Karena diagonal-diagonal suatu jajaran genjang juga saling berpotongan ditengah-tengah. Kondisional (Implikasi atau Pernyataan Bersyarat) Perhatikan pernyataan berikut ini: “Jika matahari bersinar maka udara terasa hangat”. Perhatikan pula contoh berikut ini: “Jika ABCD belah ketupat maka diagonalnya saling berpotongan ditengah-tengah”. dan jajaran genjang belum tentu merupakan belah ketupat. atau diagonal-diagonal segi empat ABCD saling berpotongan ditengah-tengah merupakan syarat perlu (tetapi belum cukup) untuk menunjukkan belah ketupat ABCD. Untuk menunjukkan bahwa diagonal segi empat ABCD saling berpotongan ditengah-tengah adalah cukup dengan menunjukkan bahwa ABCD belah ketupat. udara terasa hangat”. Berdasarkan pernyataan diatas. ”Sepanjang waktu matahari bersinar. udara terasa hangat”. atau ABCD belah ketupat merupakan syarat cukup bagi diagonalnya untuk saling berpotongan ditengahtengah. Banyak pernyataan. bila kita tahu bahwa matahari bersinar.

Bila kita menganggap pernyataan q sebagai suatu peristiwa. maka itu tidak berarti bahwa pernyataan “Saya memakai jas hujan berarti hari hujan” juga bernilai benar. p B B S S q B S B S p⇒q B S B B Berdasarkan definisi diatas dapat disusun tabel kebenaran untuk implikasi seperti disamping. Sedangkan pernyataan “Jika saya tidak memakai jas hujan. Definisi : Implikasi p ⇒ q bernilai benar jika anteseden salah atau konsekuen benar. diartikan sebagai “Tidak mungkin peristiwa p terjadi. sebab mungkin saja saya memakai jas hujan walaupun hari tidak hujan. Contoh: 1. saya tidak memakai jas hujan” belum tentu bernilai benar. dan bukan oleh ada atau tidak adanya hubungan isi antara anteseden dan konsekuen. hari tidak hujan” akan bernilai benar. maka kita melihat bahwa “Jika p maka q” dapat diartikan sebagai “Bilamana p terjadi maka q juga terjadi” atau dapat juga. Demikian pula pernyataan “Jika hari tidak hujan.Dalam implikasi p ⇒ q. p disebut hipotesa (anteseden) dan q disebut konklusi (konsekuen). dan s : x bilangan bulat positif (S) maka p ⇒ q : jika x bilangan cacah maka x bilangan bulat positif (S). Implikasi ini disebut implikasi material. 19 . jika r : x bilangan cacah (B). Invers. 5. saya memakai jas hujan” bernilai benar. tetapi peristiwa q tidak terjadi”. dan Kontraposisi Andaikan pernyataan “Jika hari hujan. Konvers. Berbeda dengan pengertian implikasi sehari-hari maka pengertian implikasi disini hanya ditentukan oleh nilai kebenaran dari anteseden dan konsekuennya saja. jika p : burung mempunyai sayap (B). Sedang implikasi yang dijumpai dalam percakapan sehari-hari disebut implikasi biasa (ordinary implication). dan q : 2 + 3 = 5 (B) maka p ⇒ q : jika burung mempunyai sayap maka 2 + 3 = 5 (B) 2.

dan kontraposisi dapat ditunjukkan dengan skema berikut ini: p⇒q Kon Konvers trap osis si posi ntra Ko q⇒p Invers Invers i ~p⇒~q Konvers ~q⇒p 6. Pernyataan p ⇔ q juga disebut sebagai pernyataan biimplikatif. Sehingga segi tiga ABC sama kaki merupakan syarat perlu dan cukup bagi kedua alasnya sama besar. Perhatikan kalimat: “Saya memakai mantel jika dan hanya jika saya merasa dingin”.Definisi : Konvers dari implikasi p ⇒ q adalah q ⇒ p Invers dari implikasi p ⇒ q adalah ~ p ⇒ ~ q Kontraposisi dari implikasi p ⇒ q adalah ~ q ⇒ ~ p Hubungan antara implikasi. Pertanyaan demikian disebut bikondisional atau biimplikasi atau pernyataan bersyarat ganda dan ditulis sebagai p ⇔ q. sehingga juga berarti “p adalah syarat perlu dan cukup bagi q” dan sebaliknya. Terlihat bahwa kedua peristiwa itu terjadi serentak. Kemudian perhatikan: “Jika kedua sudut alas segi tiga ABC sama besar maka segi tiga itu sama kaki”. Jelas implikasi ini bernilai benar. Bikondisional (Biimplikasi Atau Pernyataan Bersyarat Ganda) Perhatikan kalimat: ”Jika segi tiga ABC sama kaki maka kedua sudut alasnya sama besar”. invers. 20 . juga kedua sudut alas sama besar merupakan syarat perlu dan cukup untuk segi tiga ABC sama kaki. Dalam matematika juga banyak didapati pernyataan yang berbentuk “p bila dan hanya bila q” atau “p jika dan hanya jika q”. Sehingga dapat dikatakan “Segi tiga ABC sama kaki merupakan syarat perlu dan cukup untuk kedua sudut alasnya sama besar”. Terlihat bahwa jika saya memakai mantel merupakan syarat perlu dan cukup bagi saya merasa dingin. Jelas bahwa implikasi ini juga bernilai benar. serta dibaca p jika dan hanya jika q (disingkat dengan p jhj q atau p bhb q). Pengertian kita adalah “Jika saya memakai mantel maka saya merasa dingin” dan juga “Jika saya merasa dingin maka saya memakai mantel”. Pernyataan “p jika dan hanya jika q” berarti “jika p maka q dan jika q maka p”. konvers. dan saya merasa dingin merupakan syarat perlu dan cukup bagi saya memakai mantel.

Sebuah segi tiga sama kaki mempunyai dua sisi yang sama panjang. Seorang haji beragama islam 21 . Sepasang sisi yang berhadapan pada sebuah jajaran genjang sama panjangnya. d. Setiap segi tiga sama sisi merupakan segi tiga sama kaki. Jika r : 2 + 2 ≠ 5 (B) s : 4 + 4 < 8 (S) maka r⇔ s : 2 + 2 ≠ 5 jhj 4 + 4 < 8 (S) 3.Definisi : Pernyataan bikondisional bernilai benar hanya jika komponen-komponennya bernilai sama. Apakah pernyataan berikut ini merupakan pernyataan bikondisional atau bukan? a. (Keempat kalimat diatas berkenaan dengan bangun-bangun geometri) e. Jika p : 2 bilangan genap (B) q : 3 bilangan ganjil (B) maka p ⇔ q : 2 bilangan genap jhj 3 bilangan ganjil (B) 2. Sudut-sudut segi tiga sama sisi sama besarnya. Contoh: 1. Jika a : Surabaya ada di jawa barat (S) b : 23 = 6 (S) maka a ⇔ b : Surabaya ada di jawa barat jhj 23 = 6 (B) p B B S S q B S B S p⇔q B S S B Berdasarkan definisi diatas dapat disusun tabel kebenaran untuk bimplikasi seperti disamping. c. b.

22 . ~ p ∨ q berarti (~ p) ∨ q merupaka kalimat disjungtif. p ⇔ q ⇒ r berarti p ⇔ (q ⇒ r) merupakan kalimat bikondisional. Tetapi untuk pernyataan yang banyak menggunakan kata hubung kalimat. Pernyataan ini harus jelas sehingga tidak menimbulkan salah tafsir. kondisional ⇒ 4. Kesepakatan Penggunaan Kata Hubung Kalimat Dalam penggunaan bahasa sehari-hari kita sering menjumpai pernyataan yang menggunakan banyak kata hubung kalimat. Logika menggunakan tanda kurung untuk menunjukkan urutan pengerjaan. seperti berikut ini: “Saya akan berjalan kaki atau saya akan naik sepeda maka saya akan tidak terlambat mengikuti kuliah”. Ada juga yang menafsirkan sebagai: “Saya berjalan kaki atau. 3. Demikian pula halnya dengan pernyataan simbolik yang kita gunakan. konjungsi ∧ . Membaca kalimat diatas. bikondisional ⇔ Contoh : 1. misalnya: koma. 2. jika saya naik sepeda maka saya akan tidak terlambat mengikuti kuliah”. ada yang menafsirkan: ”Jika saya berjalan kaki atau naik sepeda.7. penggunaan tanda kurung dirasakan kurang effisien. Untuk itu disepakati penggunaan urutan pengerjaan (urutan kuat ikat) seperti berikut ini: 1. dengan demikian kita dapat menterjemahkan pernyataan diatas kepernyataan simbolik dengan benar. saya akan tidak terlambat mengikuti kuliah”. Untuk dapat mengerti pernyataan komposit diatas dengan benar (seperti apa yang dinyatakan) diperlukan kejelasan berbahasa dengan menggunakan tanda baca-tanda baca yang diperlukan. p ∧ q ⇒ r berarti (p ∧ q) ⇒ r merupakan kalimat kondisional. negasi ~ 2. disjungsi ∨ 3.

23 . tidak perduli bagaimana nilai kebenaran dari pernyataan semula. maka tentu berlaku sebaliknya. Berdasarkan definisi diatas. Pernyataan p ekivalen dengan pernyataan q dapat ditulis sebagai p ≡ q. Definisi : Dua buah pernyataan dikatakan ekivalen (berekivalensi logis) jika kedua pernyataan itu mempunyai nilai kebenaran yang sama. 2. Sedangkan sifat ketiga berarti bahwa jika pernyataan pertama mempunyai nilai kebenaran yang sama dengan pernyataan kedua dan pernyataan kedua mempunyai nilai kebenaran yang sama dengan pernyataan ketiga maka nilai kebenaran pernyataan pertama adalah sama dengan nilai kebenaran pernyataan ketiga. jika p ≡ q dan q ≡ r maka p ≡ r Sifat pertama berarti bahwa setiap pernyataan selalu mempunyai nilai kebenaran yang sama dengan dirinya sendiri. Jika p : junus masih bujang. maka pernyataan diatas berbentuk p ∨ ~p. Kedua kalimat ini akan mempunyai nilai kebenaran yang sama. dan ~p : junus bukan bujang. Contoh pernyataan: “Junus masih bujang atau Junus bukan bujang” akan selalu bernilai benar tidak bergantung pada apakah junus benar-benar masih bujang atau bukan bujang. Tautologi Perhatikan bahwa beberapa pernyataan selalu bernilai benar. jika p ≡ q maka q ≡ p 3. Ekivalen Perhatikan kalimat: “Guru pahlawan bangsa” dan “tidak benar bahwa guru bukan pahlawan bangsa”. (Coba periksa dengan menggunakan tabel kebenaran). Sifat kedua berarti bahwa jika suatu pernyataan mempunyai nilai kebenaran yang sama dengan suatu pernyataan yang lain. EKIVALEN DAN KONTRADIKSI 1. untuk setiap nilai kebenaran komponen-komponennya.BAB IV TAUTOLOGI. disebut tautologi. (coba periksa nilai kebenarannya dengan menggunakan tabel kebenaran). Setiap pernyataan yang bernilai benar. p ≡ p 2. sifat-sifat pernyataan-pernyataan yang ekivalen (berekivalensi logis) adalah: 1.

Ingat pada pernyataan “segi tiga sama sisi” yang ekivalen dengan “segi tiga yang sudutnya sama besar”. untuk setiap nilai kebenaran dari komponen-komponen disebut kontradiksi. 24 . tidak tergantung pada nilai kebenaran dari “Pratiwi seorang mahasiswa” maupun “Pratiwi bukan mahasiswa”. Setiap pernyataan yang selalu bernilai salah. Pernyataan ini selalu bernilai salah. Dalam pembuktian pada geometri sering kali kita menggunakan kedua pernyataan itu dengan maksud yang sama. maka kontradiksi merupakan ingkaran dari tautologi dan sebaliknya. Jika r : Pratiwi mahasiswa maka ~ r : Pratiwi bukan mahasiswa maka pernyataan di atas berbentuk r ∧ ~ r (Coba periksa nilai kebenarannya dengan menggunakan tabel kebenaran). Kontradiksi Sekarang perhatikan kalimat : “Pratiwi seorang mahasiswa dan bukan mahasiswa”.Jika pernyataan tertentu p ekivalen dengan pernyataan q. 3. maka pernyataan p dan q dapat saling ditukar dalam pembuktian. Karena kontradiksi selalu bernilai salah.

a. . tidak ada x yang menyebabkan p(x) bernilai benar. p(x) = 1 + x > 5 p(x) akan merupakan fungsi pernyataan pada A = himpunan bilangan asli. Fungsi pernyataan merupakan suatu kalimat terbuka yang ditulis sebagai p(x) yang bersifat bahwa p(a) bernilai benar atau salah (tidak keduanya) untuk setiap a (a adalah anggota dari semesta pembicaraan). . atau tidak ada anggota semesta pembicaraan yang memenuhi. . Jika p(x) = 1 + x > 5 didefinisikan pada A = himpunan bilangan asli. . Tetapi p(x) bukan merupakan fungsi pernyataan pada K = himpunan bilangan kompleks. beberapa anggota semesta pembicaraan.BAB V KUANTOR 1. 3. p(x) merupakan pernyataan “Untuk semua x. 25 . 2. Kuantor Umum (Kuantor Universal) Simbol ∀ yang dibaca “untuk semua” atau “untuk setiap” disebut kuantor umum. c. Jika r(x) = x + 3 > 1 didefinisikan pada A = himpunan bilangan asli. Dari contoh di atas terlihat bahwa fungsi pernyataan p(x) yang didefinisikan pada suatu himpunan tertentu akan bernilai benar untuk semua anggota semesta pembicaraan. 2. 6. b. berlaku p(x)”. Jika q(x) = x + 3 < 1 didefinisikan pada A = himpunan bilangan asli. maka r(x) bernilai benar untuk x = 1. Ingat bahwa p(a) suatu pernyataan. Jika p(x) adalah fungsi proposisi pada suatu himpunan A (himpunan A adalah semesta pembicaraannya) maka (∀x ∈ A) p(x) atau ∀x. Contoh : 1. p(x) atau ∀x p(x) adalah suatu pernyataan yang dapat dibaca sebagai “Untuk setiap x elemen A. 7. 2. maka p(x) bernilai benar untuk x = 5. Fungsi Pernyataan Definisi : Suatu fungsi pernyataan adalah suatu kalimat terbuka di dalam semesta pembicaraan (semesta pembicaraan diberikan secara eksplisit atau implisit).

p(x) = ∀x ∈ {manusia}. maka “Semua manusia adalah tidak kekal” atau ∀x p(x) bernilai benar. Kuantor Khusus (Kuantor Eksistensial) Simbol ∃ dibaca “ada” atau “untuk beberapa” atau “untuk paling sedikit satu” disebut kuantor khusus. Tetapi ∀x p(x) merupakan pernyataan (mempunyai nilai benar atau salah tetapi tidak kedua-duanya). p(x) = x adalah wanita p(perwira ABRI) = Perwira ABRI adalah wanita ∃ x p(x) = ∃ x! p(x) = ∃ x ∈ {perwira ABRI}. Contoh : 1. ∃ x p(x) = ∃ x (x + 1 < 5) pada A = {bilangan asli} maka pernyataan itu bernilai salah. ada yang menggunakan simbol ∃ ! Untuk menyatakan “Ada hanya satu”. sedemikian hingga p(x) merupakan pernyataan” atau “Untuk beberapa x. 3. Jika p(x) adalah manusia tidak kekal atau x tidak kekal. dan “Beberapa manusia kekal” atau ∃ x ~ p(x) bernilai salah. 2. Pernyataan di atas dapat dituliskan dengan simbol : ~ [∀x p(x)] ≡ ∃ x ~ p(x) Jadi negasi dari suatu pernyataan yang mengandung kuantor universal adalah ekivalen dengan pernyataan yang mengandung kuantor eksistensial (fungsi pernyataan yang dinegasikan) dan sebalinya : ~ [∃ x p(x) ≡ ∀x ~ p(x) 26 . ∀x r(x) = ∀x (x + 3 > 1) pada A = {bilangan asli} bernilai benar.Contoh : 1. Negasi Suatu Pernyatan yang Mengandung Kuantor Negasi dari “Semua manusia tidak kekal” adalah “Tidak benar bahwa semua manusia tidak kekal” atau “Beberapa manusia kekal”. p(x) = ada perwira ABRI adalah wanita (Benar) 2. 4. p(x) = x tidak kekal p(manusia) = Manusia tidak kekal maka ∀x. 3. 3. p(x)”. p(x) = semua manusia tidak kekal (Benar) Perhatikan bahwa p(x) merupakan kalimat terbuka (tidak mempunyai nilai kebenaran). ∃ x r(x) = ∃ x (3 + x > 1) pada A = {bilangan asli} maka pernyataan itu bernilai salah. Jika p(x) adalah fungsi pernyataan pada himpunana tertentu A (himpunana A adalah semesta pembicaraan) maka (∃ x ∈ A) p(x) atau ∃ x! p(x) atau ∃ x p(x) adalah suatu pernyataan yang dibaca “Ada x elemen A. ∀x q(x) = ∀x (x + 3 < 1) pada A = {bilangan asli} bernilai salah.

. p(x. a3. Tuliskan negasi dari pernyataan : ∀x ∈ P. x An merupakan kalimat terbuka p(x1.y) dibaca “Ada y di W untuk setiap x di P sedemikian hingga x adalah kakak y” berarti bahwa ada (paling sedikit satu) wanita di W mempunyai kakak semua anggota P. an) bernilai benar atau salah (tidak keduanya) untuk (a1. Farida}. x An. serta p(x. . . p(x. suatu fungsi pernyataan yang mengandung variabel pada himpunan A1 x A2 x A3 x . Suatu fungsi pernyataan yang bagian depannya dibubuhi dengan kuantor untuk setiap variabelnya. A3. . Farida}. ∀y ∈ W. 2. serta p(x. Diketahu A = {bilangan asli}. Darman} dan W = {Rita. seperti contoh berikut ini : ∀x ∃ y p(x.y) Jika kita baca pernyataan semula adalah “Setiap anggota P adalah kakak dari paling sedikit satu anggota W” Negasi dari pernyataan itu adalah “Tidak benar bahwa setiap anggota P adalah kakak dari paling sedikit satu anggota W” yang ekivalen dengan “Ada anggota P yang bukan kakak dari semua anggota W”. Agus.y)] ≡ ∀x ∃ y ~ p(x. . a3.. Diketahui P = {pria}. “2x – y – 5z < 10” ≡ K(x. . Maka ∀x ∈ P.y) dibaca “Untuk setiap x di P ada y di W sedemikian hingga x adalah kakak y” berarrti bahwa setiap anggota P adalah kakak dari Rita atau Farida.y) atau ∃ x ∃ y ∀z p(x.y) Jawab : ~ [∀x ∈ P {∃ y ∈ W p(x. Jika pernyataan itu ditulis sebagai ∃ y ∈ W ∀x ∈ P p(x.. . Coba bandingkan pernyataan verbal ini dengan bentuk simboliknya! 27 .z) adalah fungsi pernyataan pada A x A x A. a2.z) merupakan suatu pernyataan dan mempunyai nilai kebenaran. Agus.y) = x adalah kakak y. .y. Darman} dan W = {Rita. a2. ~ [Ey ∈ W. P = {Nyoman. ... . an) anggota semesta A1 x A2 x A3 x . W = {wanita}. Contoh : 1. . xn) yang mempunyai sifat p(a1.y)}] ≡ ∃ x ∈ P. ∃ y ∈ W. “x menikah dengan y” ≡ M(x.y. A2. x3. p(x.y) = x adalah kakak y. . ∃ y ∈ W. An.y) adalah fungsi pernyataan pada P x W. ~ [∃ x {∀y p(x.y) Contoh : P = {Nyoman. Contoh : 1.5. . Fungsi Pernyataan yang Mengandung Lebih dari Satu Variabel Didefinisikan himpunan A1. . .y)}] ≡ ∀x ~ [∀y p(x. ~ p(x. x2.y) ≡ ∃ x ∈ P. . Negasi dari pernyataan yang mengandung kuantor dapat ditentukan sebagai contoh berikut ini.

Jadi validitas argumen tergantung pada bentuk argumen itu dan dengan bantuan tabel kebenaran. Cara yang lebih praktis banyak bertumpu pada tabel kebenaran dasar dan bentuk kondisional. Validitas Pembuktian (I) Konklusi selayaknya diturunkan dari premis-premis atau premis-premis selayaknya mengimplikasikan konklusi. konklusi akan bernilai benar jika setiap premis yang digunakan di dalam argumen juga bernilai benar. seperti p ⇒ q. dalam argumentasi yang valid. 2. definisi atau pernyataan yang sudah dibuktikan sebelumnya. Biasanya kita memulai dengan pernyataan-pernyataan tertentu yang diterima kebenarannya dan kemudian berargumentasi untuk sampai pada konklusi (kesimpulan) yang ingin dibuktikan. Premis dan Argumen Logika berkenaan dengan penalaran yang dinyatakan dengan pernyataan verbal. Konklusi ini selayaknya (supposed to) diturunkan dari premis-premis. dan negasinya adalah salah. terdiri atas pernyataan-pernyataan yang saling berelasi. Bentuk argumen yang paling sederhana dan klasik adalah Modus ponens dan Modus tolens. Pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan disebut premis. sehingga suatu premis dapat berupa aksioma. Sedang yang dimaksud dengan argumen adalah kumpulan kalimat yang terdiri atas satu atau lebih premis yang mengandung bukti-bukti (evidence) dan suatu (satu) konklusi. disimpulkan q benar.BAB VI VALIDITAS PEMBUKTIAN 1. (Notasi : Ada yang menggunakan tanda ∴ untuk menyatakan konklusi. Modus Ponen Premis 1 : p ⇒q Premis 2 :p Konklusi :q Cara membacanya : Apabila diketahui jika p maka q benar. Untuk menentukan validitas suatu argumen dengan selalu mengerjakan tabel kebenarannya tidaklah praktis. hipotesa. Suatu diskusi atau pembuktian yang bersifat matematik atau tidak. dan p benar. Bentuk kebenaran yang digeluti oleh para matematikawan adalah kebenaran relatif. Benar atau salahnya suatu konklusi hanya dalam hubungan dengan sistem aksiomatik tertentu. p ∴ q) 28 . Konklusi itu benar jika mengikuti hukum-hukum logika yang valid dari aksioma-aksioma sistem itu.

Modus Tolen Premis 1 Premis 2 Konklusi : : p ⇒q :~q :~p Contoh : 2. saya minta maaf (B) Silogisma Disjungtif Premis 1 : p ∨q Premis 2 :~q Konklusi :p 29 . Premis 1 : Jika kamu benar. saya minta maaf (B) Konklusi : Jika kamu benar.Contoh : 1. sehingga jika q tidak terjadi maka p tidak terjadi. Premis 1 : Jika hari hujan maka saya memakai jas hujan (benar) Premis 2 : Saya tidak memakai jas hujan (benar) Konklusi : Hari tidak hujan (benar) Perhatikan bahwa jika p terjadi maka q terjadi. saya bersalah (B) Premis 2 : Jika saya bersalah. Silogisma : Premis 1 Premis 2 Konklusi : p ⇒q : q ⇒r : p ⇒r Contoh : 3. maka saya lulus ujian (benar) Premis 2 : Saya belajar (benar) Konklusi : Saya lulus ujian (benar) Baris pertama dari tabel kebenaran kondisional (implikasi) menunjukkan validitas dari bentuk argumen modus ponen. Premis 1 : Jika saya belajar.

Contoh : 1. Tambahan (Addition) Premis 1 :p Konklusi : p ∨q Artinya : p benar. q benar. 30 . maka p ∨ q benar (tidak peduli nilai benar atau nilai salah yang dimiliki q). Maka p ∧ q benar. Premis 1 : Obyeknya berwarna merah atau sepatu Premis 2 : Obyek ini berwarna merah Konklusi : Obyeknya bukan sepatu (tidak valid) Konjungsi Premis 1 Premis 2 Konklusi Artinya : p :p :q : p ∧q benar. Premis 1 :p∨q Premis 2 :q Konklusi :~p Tetapi jika ada kemungkinan kedua pernyataan p dan q tidak sekaligus bernilai benar (disjungsi eksklusif). Premis 1 : Air ini panas atau dingin (B) Premis 2 : Air ini panas (B) Konklusi : Air ini tidak dingin (B) 3. maka sillogisma disjungtif di atas adalah valid. maka argumen di bawah ini tidak valid. Premis 1 : Pengalaman ini berbahaya atau membosankan (B) Premis 2 : Pengalaman ini tidak berbahaya (B) Konklusi : Pengalaman ini membosankan (B) 2.Jika ada kemungkinan bahwa kedua pernyataan p dan q dapat sekaligus bernilai benar.

2. aku akan tinggal di rumah. atau tidak akan tutup mulut. Validitas Pembuktian (II)(Hanya untuk pengayaan) Sekarang kita akan membicarakan pembuktian argumen yang lebih kompleks dengan menggunakan bentukbentuk argumen valid di atas. : Aku akan tinggal di rumah atau pergi berbelanja. aku akan ditembak mati. : Aku tidak akan memberikan pengakuan. aku pergi berbelanja. dan jika aku tutup mulut.Dua bentuk argumen valid yang lain adalah Dilema Konstruktif dan Dilema Destruktif. Contoh : Diberikan argumen : (p ∧ q) ⇒ [p ⇒ (s ∧ t)] (p ∧ q) ∧ r s∨t Apakah argumen di atas valid ? 31 . Contoh : Premis 1 Premis 2 Konklusi : Jika hari hujan. aku akan digantung. : Hari ini hujan atau pacar datang. Dilema Konstruktif : Premis 1 : (p ⇒ q) ∧ (r ⇒ s) Premis 2 : ~ q ∨~ s Konklusi : ~ p ∨~ r Dilema destruktif ini merupakan kombinasi dari dua argumen modus tolens (perhatikan argumen modus tolen). Contoh : Premis 1 Premis 2 Konklusi : Jika aku memberikan pengakuan. Dilema Konstruktif Premis 1 : (p ⇒ q) ∧ (r ⇒ s) Premis 2 :p∨r Konklusi :q∨s Dilema konstruktif ini merupakan kombinasi dua argumen modus ponen (periksa argumen modus ponen). tetapi jika pacar datang. : Aku tidak akan ditembak mati atau digantung.

a = pengetahuan aljabar diperlukan. Maka : (l ∨ a) ⇒ m l∧g l l ∨a ∴ m Jadi argumen di atas adalah valid. Modus Ponen p 3. Penyederhanaan 3. 3. Penyederhanaan p ⇒ (s ∧ t) 1. Premis Premis 2. Tambahan Jadi argumen tersebut di atas adalah absah (valid). g = pengetahuan geometri diperlukan. 32 . kita dapat membuktikan argumen . m = Semua orang akan belajar matematika. Pengetahuan logika diperlukan dan pengetahuan geometri diperlukan. Modus Ponen s 6. Perhatikan baik-baik cara menerjemahkan argumentasi itu menjadi simbolsimbol. Penyederhanaan ∴ s∨t 7. Tambahan 1. maka semua orang akan belajar matematika. 5.Jawab : Berikut ini adalah langkah-langkah pembuktian yang dilakukan : (p ∧ q) ⇒ [p ⇒ (s ∧ t) Premis (p ∧ q) ∧ r Premis p∧q 2. Karena itu semua mahasiswa akan belajar matematika. Validkah argumentasi di atas ? Jawab : Kita akan menerjemahka argumen. 4. Modus Ponen Demikianlah.argumen yang tampaknya berbelit-belit dengan menggunakan argumentasi valid yang telah kita miliki. Penyederhanaan s∧t 4. Misal : l = pengetahuan logika diperlukan. Jika pengetahuan logika diperlukan atau pengetahuan aljabar diperlukan.argumen di atas ke bentuk simbol-simbol.

33 . Berdasarkan pemikiran ini. Oleh karena itu premis 5 ini pasti bernilai salah. Suatu argumen adalah valid secara logis jika premis-premisnya bernilai benar dan konklusinya juga bernilai benar. Cara pembuktian ini disebut pembuktian tidak langsung atau pembuktian dengan kontradiksi atau reductio ad absurdum. Karena premis 5 bernilai salah maka premis 4 juga bernilai salah. Contoh : Premis 1 : Semua manusia tidak hidup kekal (Benar) Premis 2 : Chairil Anwar adalah manusia (Benar) Buktikan bahwa “Chairil Anwar tidak hidup kekal” (premis 3) dengan melakukan pembuktian tidak langsung. Tetapi premis 5 ini merupakan negasi dari premis 1. jika premis-premis dalam suatu argumen yang valid membawa ke konklusi yang bernilai salah. Bukti : Kita misalkan bahwa : Chairil Anwar hidup kekal (premis 4) (dan kita anggap bernilai benar). dengan menunjukkan bahwa negasi dari pernyataan itu salah. Sebab itu premis 3 bernilai benar. maka paling sedikit ada satu premis yang bernilai salah. kita dapat membuktikan bahwa suatu pernyataan bernilai benar. Ringkasannya. merupakan pembuktian yang langsung. Yang sudah kita terima kebenarannya. Maka berarti : Ada manusia hidup kekal (premis 5). Jadi terbukti bahwa “Chairil Anwar tidak hidup kekal”.Pembuktian Tidak Langsung Pembuktian-pembuktian yang telah kita bicarakan di atas. Ini dilakukan dengan menurunkan konklusi yang salah dari argumen yang terdiri dari negasi pernyataan itu dan pernyataan atau pernyataan-pernyataan lain yang telah diterima kebenarannya.

Selamat datang di CD berprograma Menu Utama Latihan Soal BAB I PENGANTAR LOGIKA BAB II PERNYATAAN BAB III KATA HUBUNG KALIMAT BAB IV TAUTOLOGI EKUIVALEN KONTRADIKSI Info Dosen Diskripsi Mata Kuliah Kompetensi Dasar BAB V KUANTOR BAB VI VALIDITAS PEMBUKTIAN Materi Latihan Soal 34 .

2. yaitu 6. 3. G. Aristoteles (filsuf atau ahli filsafat) merintis logika tradisional yang semula disebut 5. 4.SOAL BAB I 1. Terdapat 5 aliran besar dalam logika. Leibniz adalah 35 .W. Kemampuan menalaar adalah Logika adalah Belajar logika adalah Manusia belajar logika sejak jaman Junani Kuno.

e. ia dinyatakan salah. Ayah pergi ke Jakarta naik pesawat terbang atau kamu pergi ke Surabaya naik bus malam (ada 4 pernyataan sederhana). Baik kantor maupun bank tidak buka hari ini. 2. rasanya aku ingin mandi. Nelayan melaut hanya jika bertiup angin darat. Tentukan pernyataan-pernyataan sederhananya. Manusia makan nasi. Tentukan kalimat mana yang merupakan pernyataan ! a. Bila pembunuh itu diperiksa dan mengatakan yang sebenarnya. b. Hari sangat panas. Saya seorang mahasiswa k. (x + y) i. h. 36 . Haati-hati menyeberang ! d. ia dinyatakan salah juga. Semoga kalian lulus ujian e. Jika air dibubuhi garam. g. g. Jakarta ibu kota RI b. a. dan jika ia tidak diperiksa. Berapa 9 dikurangi 7 ? n. 9x – 1 = 8 m. Silakan duduk ! c. h. maka titik bekunya menurun. Udara sudah terasa panas walaupun hari masih pagi. d. Udel jatuh dari sepeda. Toni belum datang atau dia sudah berangkat sebelum kami tiba. 7 < 6 f. f. c. Plato habis dibagi 11. Kalimat-kalimat berikut ini merupakan pernyataan majemuk. (x – 1) j. Perhatikan jawabanmu untuk g dan n. 3p > 2p l.SOAL BAB II 1.

x – 5 < 7 e. Jika saya lapar maka saya tidak dapat belajar. b. h. Manakah yang merupakan kalimat deklaratif? o. Manakah yang merupakan kalimat terbuka? l. g. Segi tiga sama sisi adalah segi tiga yang ketiga sisinya sama panjang. Agus kuliah di IKIP. ∆ ABC sama kaki. i. Manakah yang merupakan kalimat definisi? 37 . Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini : a. Manakah yang merupakan kalimat matematika? m. Manusia berkaki dua.3. Fransiska beragama Kristen. k. j. d. Tiga adalah kurang dari lima. 4 > 10 – 8 f. Diagonal-diagonal sebuah bujur sangkar saling berpotongan dan tegak lurus satu sama lain. c.

c. d. Semua jenis ikan bertelur e. p : Bumi berbentuk bulat b. Bajuku hitam d. Apakah q negasi dari p ? e. Tentukan negasi dari pernyataan : a. Semua mahasiswa berseragam abu-abu. Harga BBM naik b. b. Seorang anak tidak haus. Mungkin akan hujan salju haari ini. Tulislah negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini ! a. Beberapa astronot adalah wanita 2. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini : a. tentukan apakah pernyataan kedua adalah ingkaran pernyataan pertama. a.SOAL BAB III 1. Beberapa ekor kelinci berwarna putih. q : Bumi bukan berbentuk bulat c. 4. 38 . Beberapa ekor kelinci berwarna hitam. 2 = 3 c. Beberapa mahasiswa berseragam putih-putih. Eileen bukan sarjana. r : Bumi berbentuk kubus d. Untuk setiap nomor berikut ini diberikan dua buah pernyataan. 3. Eileen seorang sarjana. Semua anak haus. Apakah r negasi dari p ? Berikan alasanmu dengan mengingat definisi negasi suatu pernyataan.

Pelaut itu tidak gagah tetapi tinggi badannya. e. Hari ini hari Minggu atau besok hari Senin. Setiap pagi ia sarapan nasi atau roti. Hanya seekor itikku belum masuk kandang. Candi Borobudur dibuat dari batu atau terletak di Pulau Jawa. Samakah nilai kebenaran pernyataan d. tuliskan secara dimbolik pernyataan-pernyataan berikut ini ! a. 7. d. Aku akan mendapaat nilai A atau B dalam mata kuliah ini. Meskipun pelaut itu gagah tetapi tidak tinggi badannya. dan pernyataan c. Tidak benar bahwa pelaut itu gagah juga tinggi badannya. c. Pelaut itu gagah dan tinggi badannya. Semua anak berbaju biru.Pelaut itu tidak gagah juga tidak tinggi badannya. c. e. c.e. Tentukan disjungsi inklusif atau disjungsi eksklusifkah pernyataan majemuk berikut ini ! a. Pangeran Diponegoro dimakamkan di Sulawesi atau di Jawa. Hari ini mendung. d. dan pernyataan e. 5. d. 6. b. Semua alat pemadam kebakaran berwarna kuning. f. Samakah nilai kebenaran pernyataan b. e. Diketahui “p : pelaut itu gagah” dan “q : pelaut itu berbadan tinggi”. Tentukan negasi setiap kalimat berikut ! a. Semua kerbauku mandi di sungai. ? Periksalah dengan menggunakan tabel kebenaran ! 39 . b. 9. b. Nyatakan kalimat-kalimat berikut dalam bentuk simbolik menggunakan p dan q ! a. Gadis itu tidak ramah atau cantik. b. Tidak ada dua orang yang serupa. Semua anak berbaju hijau. Semua alat pemadam kebakaran berwarna merah. Beberapa kambingku ada di padang rumput. Jika “p : gadis itu ramah” dan “q : gadis itu cantik”. ? Periksalah dengan menggunakan tabel kebenaran ! 8. Gadis itu tidak cantik atau tidak ramah.

dan q = .Tidak seorangpun hadir dalam pertemuan ini. c. Wardan tidak senang juga tidak sedih mendengar berita itu. tetapi dia tidak perduli. Tidak seorangpun dari Soleh atau Tati ingin pergi berkemah. Gadis itu sehat dan selamat sampai di rumah.10. e. Tentukan komponen-komponen dari pernyataan-pernyataan berikutini. Tentukan nilai kebenarannya. Diketahui p : Ita ujian (B). Kemarin bukan hari Selasa atau besok bukan haari Kamis. b. Dia berputus asa atau tidak berputus asa mendengar keputusan itu. atau sudut lurus. Ita mentraktir teman-temannya asal saja dia lulus ujian. dan q : Ita mentraktir teman-temannya (B) Tuliskan secara simbolik pernyataan-pernyataan berikut ini dan tentukan nilainya! a. dan tentukan kata hubung kalimat yang menghubungkan komponen-komponen itu ! a. 12. p : 23 = 6. Setiap sudut merupakan sudut runcing.Tentukan nilai kebenaran dari p ⇒ q bila diketahui: a. d. perhatikan bahwa terdapat 3 pernyataan sederhana. 14. dan sekarang hari Kamis. atau sudut siku-siku. Hari ini cuaca cerah atau ramalan cuaca salah. d. d. c. Setiap bilangan bulat merupakan bilangan genap atau gasal. p : Singaraja ada di Bali. Berapa banyak kemungkinan kombinasi nilai kebenaran dari suatu pernyataan komposit yang mempunyai n pernyataan sederhana ? 13. e. Ita tidak mentraktir teman-temannya jika dia tidak lulus ujian. b. Ita lulus ujian tetapi tidak mentraktir teman-temannya. f.3 < . c. Tidak benar bahwa Ita mentraktir teman-temannya jika dia tidak lulus ujian. e. 11. atau sudut tumpul. (Pikirkan baik-baik). Buatlah tabel kebenaran untuk pernyataan komposit ~ p V q V r. Kemarin bukan hari Rabu. Aku akan lulus atau tidak lulus dalam ujian mendatang. b. dan q : Pancasila dasar negara kita. Itta tidak akan lulus ujian hanya jika dia tidak mentraktir teman-temannya. Perhatikan pernyataan berikut ini ! a. f. Tidak benar bahwa gadis itu cantik atau ramah.5 40 . b.

c. Bila aku melihat kamu.15. Agar dua buah segi tiga sebangun. sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segi tiga itu sama besarnya. “Garis l dan garis m sejajar” “Garis l dan garis m sebidang” adalah syarat cukup bagi d. b. b. e. g. Ubahlah bentuk pernyataan-pernyataan berikut ini menjadi “Jika … maka …”! a. Jika kamu melakukan perbuatan itu. 16. Semua manusia yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras. Jika p ⇒ q sudah dinyatakan benar maka dapat juga dikatakan: p adalah syarat cukup bagi p q adalah syarat perlu bagi p (Seperti telah dikemukakan diatas) Perhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: a. Kamu akan memperolehnya jika kamu mencarinya. adalah syarat cukup bagi 41 . aku akan berteriak kuat-kuat. kamu orang yang bodoh. Kita perlu makan untuk hidup. d. Ali seorang haji adalah syarat … bagi ali beragama islam. h. f. “Ali beragama Islam” “Aku seorang haji” Ali beragama Islam adalah syarat … bagi Ali seorang haji. “Segi empat ABCD bujur sangkar” “Diagonal-diagonal ABCD saling tegak lurus” Tentukan implikasi yang bernilai benar dari kedua pertanyaan diatas (dengan memperlihatkan syarat perlu dan syarat cukup). Saya akan pergi hanya jika kamu mengusir saya. Tidak seorang manusiapun dapat terbang. c.

e. saya langsung berlari untuk menjawabnya. dan 3. Saya akan datang jika tidak hujan.. 42 ..d. Semua manusia dapat membaca. d. c.17. Jika telepon berbunyi. b.e. dan 3c. Saya akan datang hanya jika tidak hujan. pada latihan sebelumnya. 3b. 18. invers. dan 4. Tentukan konvers. dan bandingkan dengan soal 3.d. Manusia adalah binatang yang mempunyai akal budi.Tentukan nama syarat perlu dan syarat cukup untuk pertanyaan-pertanyaan berikut : a. dan kontraposisi dari implikasi nomor 3a.(satu syarat adalah dapat membaca dan syarat lainnya adalah menjadi manusia) e. perhatikan soal 4.

(p q) ⇒ p d. Manakah diantara pernyataan berikut ini yang merupakan tautologi ? a. ~ (p V ~ q) b. p ⇒ (p Λ q) b. ~ (~ p ⇔ q) 7. (p V q) ⇒ p e. Apakah setiap dua tautologi berekivalensi logis ? 2. Buktikan bahwa p ⇒ q tidak ekivalen dengan p Λ q 4. p ≡ (p Λ p) b. Sederhanakan pernyataan-pernyataan berikut ini ! a. p ≡ (p V p) c. ~ (~ p ⇒ q) c. Buktikan setiap pernyataan berikut ini ! a. 6.SOAL BAB IV 1. ~ (p V q) ≡ (~ p Λ ~ q) (hukum De Morgan) d. ~ (p Λ q) ≡ (~ p V ~ q) (hukum De Morgan) 3. a. Buktikan bahwa (p Λ q) Λ ~ (p V q) merupakan kontradiksi. Buktikan bahwa p ⇔ q ekivalen dengan (p ⇒ q) Λ (q ⇒ p) 5. q ⇒ (p ⇒ q) 43 . p ⇒ (p V q) c. Buktikan Bahwa ~ (p Λ ~ q) adalah suatu tautologi b. ~ (~ p ⇒ q) d.

(p ⇒ q) Λ (q ⇒ p) b. Adalah perlu untuk menjadi miskin agar bahagia. Buktikan bahwa pernyataan [(p ⇒ q) Λ (q ⇒ r)] ⇒ (p ⇒ r) merupakan tautologi. banyak timbul pengangguran. p ⇒ q ≡ ~ (p Λ ~q) b. d. Dia tidak dapat sekaligus menjadi kaya dan bahagia. Menjadi miskin berarti berbahagia. p Λ (q V r) ≡ (p Λ q) V (p Λ r) (hukum distributif) d. d. p V (q Λ r) ≡ (p V q) Λ (p V r) (hukum distributif) e. c. c. 13. Menjadi miskin adalah tidak bahagia.8. Dia tidak tampan dan tidak mempunyai kedudukan. 44 . tuliskan kalimat berikut ini dalam bentuk simbolik menggunakan p dan q. (p Λ q) Λ (~ p Λ ~ q) 11. b. Rambutnya pirang jika dan hanya jika matanya biru. p ⇒ (q Λ r) ≡ (p ⇒ q) Λ (p ⇒ r) 9. Jika dia tidak miskin dan bahagia maka dia kaya. Jika p : “Dia kaya” dan q : “Dia bahagia”. Buktikan bahwa p ~ q berlaku untuk setiap pernyataan berikut ini ! a. 12. Jika terjadi devaluasi. b. p V (q V r) ≡ (p V q) V r (hukum assosiatif) c. Buktikan setiap pernyataan berikut ini : a. e. e. Jika Ira kaya. maka Tuti dan Husein senang. Buktikan bahwa p V q ~ (p V q) Λ ~ (p Λ q) 10. Baik Darwin maupun Darto mahasiswa yang baik. a. Tuliskan ingkaran setiap pernyataan majemuk berikut ini dalam bentuk kalimat yang sederhana ! a.

. Tidak ada manusia yang hidup abadi. ∃ x ( ≥ 0) d. b. . d. Tentukan nilai kebenaran dari setiap pernyataan berikut ini dalam semesta pembicaraan himpunan bilangan real. 5. Di perguruan tinggiku ada profesor wanita. c. 2. ∃ x (x2 = x) e. . a. . ∃ x (x + 3 = 5) dalam himpunan X = {1.} c. K = {bilangan kompleks} 2. Ada segi tiga sama kaki yang bukan segi tiga sama sisi. R = {bilangan cacah} d. ∀x (x2 – 3x + 2 = 0) 3. f. 3. Tentukan negasi pernyataan-pernyataan berikut ini ! a. a. R = {bilangan real}. Setiap bilangan kuadrat lebih besar atau sama dengan nol. ∃ x ≠ 0 dalam himpunan bilangan real. Semua laki-laki dapat dipercaya. e. ∃ x ( = 0) f. B = {-1. ∀x (x < x + 1) g. ∀x (x – 1 = x) h. . ∀n (2 + n > 5) dalam himpunan bilangan asli. -3. ∀x (x2 + 2x + 1 > 0) c.SOAL BAB V 1. (∀x ∈ R) (x2 ≥ 0). c. Tidak semua pulau di Indonesia didiami oleh penduduk.} b. -2. Misalakan p(x) menyatakan kalimat terbuka “x2 ≤ x”. Tuliskan pernyataan-pernyataan berikut ini dalam bentuk simbolik ! Kemudian tentukan negasinya. Tuliskan negasi pernyataan-pernyataan di atas ! 4. ∃ x (x2 –2x + 1 = 0) b. A = {bilangan asli} b. Apakah p(x) merupakan fungsi pernyataan pada setiap himpunan berikut ini ? a. . 45 . (∃ x ∈ R) (x2 > x). e.

4. Diketahui himpunan A = {1. ∀x ∃ y (x2 < y + 1) k. ∀x (x + 4 < 13) c. a. ∀x ∀y ∃ z (x2 + y2 < z2) g. 10} ! a. 2. kemudian tentukan negasinya ! a. . ∀x p(x) ⇒ ∀y q(y) c.6. ∃ x (4 + x = 7) c. Perhatikan bentuk-bentuk simbolik berikut ini : a. 3. ∃ x ∃ y (x2 < y + 1) l. 6. ∀x (x9 ≥ 100) 9. tentukan nilai kebenarannya. ∀x p(x) ∧ ∀y q(y) b. ∀x ∀y (y = x) d. 5}. Tentukan negasi pernyataan-pernyataan berikut ini ! a. ∀x (4 + x < 10) b. ∃ x p(x) ⇒ ∃ y ~ q(y) 8. ∀x (x bilangan prima) b. . jika termasuk kalimat terbuka. ∃ x ∀y (x + y = 1) i. ∀x (x + y < 10) Termasuk pernyataan atau kalimat terbukakah bentuk itu ? Jika termasuk pernyataan. ∃ x ∀y (y = x) b. ∃ x ∀y (x2 + y2 < 13) e. ∃ x ∃ y (x2 + y2 < 13) f. ∃ x ∃ y (y = x) 11. Tentukan nilai kebenaran dari setiap pernyataan berikut ini dengan semesta pembicaraan himpunan A {1. ∀x ∃ y (x2 + y2 < 13) d. ∀x ∃ y (x + y < 14) b. .. ∀x p(x) ∨ ∃ y q(y) d. ∃ x ∀y (x2 < y + 1) b. ∀x ∀y (x2 + y2 < 20) c. ∃ x ∃ y (x + y = 1) j. 2.. . . Tentukan nilai kebenaran dari setiap pernyataan berikut ini dengan semesta pembicaraan himpunan bilangan real ! a. 10}. Tentukan nilai kebenaran setiap pernyataan berikut ini. Semesta pembicaraan pernyataan-pernyataan berikut ini adalah X = {1. ∃ x ∃ y ∃ z (x2 + y2 < z2) 10. 46 . 2. ∀x ∃ y (x + y = 1) h. tentukan himpunan penyelesaiannya. ∃ x (4 + x > 8) 7. ∀x ∃ y (x = y) c. ∀y (x + y < 14) c. ∀x ∀y (x + y < 14) d. ∀x (4 + x ≤ 7) d. ∃ x ∀y ∃ z (x2 + y2 < z2) n. ∃ x ∃ y ∀z (x2 + y2 < z2) m. 3}. 5. 3. . ∀x (x adalah bilangan genap) d. Tentukan contoh lawan (counter example) dari setiap pernyataan berikut ini dalam himpunan B = {4.

12. ∀x ∀y ∃ z p(x. a3. Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini ! a. . . a2. ∀x ∃ y p(x. Kalimat berikut ini merupakan kalimat definisi dari barisan bilangan real a1. ∀x ∀y [~ p(x) ∨ q(y)] b. ∃ x ∀y [p(x) ⇒ q(y)] c.y) e.y.y) d. . 47 .z) 13. yang mempunyai limit nol : ∀ε > 0 ∃ n0 ∈ ∀n (n > n0) ⇒ < ε Tentukan negasi dari pernyataan di atas. ∀x ∀y p(x. ∃ x ∀y [p(x) ∧ q(y)] f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful