P. 1
ED PSAK 50 (revisi 2010) Instrumen Keuangan_Penyajian

ED PSAK 50 (revisi 2010) Instrumen Keuangan_Penyajian

|Views: 634|Likes:
Published by Adhi Hamdani

More info:

Published by: Adhi Hamdani on Feb 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

ExPOSUrE DrAfT

ED PSAK No. 50 (revisi 2010)

22 Mei 2010

ExposurE Draft pErnyataan stanDar akuntansi kEuangan

instrumEn kEuangan: pEnyajian
Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 Agustus 2010 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

IKATAN AKUNTAN INDONESIA

ED PSAK No.
(revisi 2010)

50

PErNyAtAAN StANDAr AKUNtANSI KEUANgAN
INStrUMEN KEUANgAN: PENyAjIAN

Hak cipta © 2010, Ikatan Akuntan Indonesia

Dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng Jakarta 10310 Telp: (021) 3190-4232 Fax : (021) 724-5078 Email: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id Mei 2010

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran - saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada 30 Agustus 2010. Tanggapan dikirimkan ke: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl. Sindanglaya No.1, Menteng, Jakarta 10310 fax: 021 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id Hak Cipta © 2009 Ikatan Akuntan Indonesia Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan. Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia, Jl Sindanglaya No.1, Menteng, Jakarta 10310. Tel. 62-21 3190-4232, fax: 62-21 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

iii

perguruan tinggi. 50 (revisi 2010) Pengantar Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian dalam rapatnya pada tanggal 22 Mei 2010 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh perusahaan. ED PSAK 50 (revisi 2010) ini disebarluaskan dalam bentuk buku. regulator. pengurus dan anggota IAI. Pengungkapan instrumen keuangan akan diatur dalam ED PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan. sisipan dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Indira Teguh Supangkat iv Ketua Wakil Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan pihak lainnya. Rasyid Liauw She Jin Sylvia Veronica Siregar Fadilah Kartikasasi G. ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian merevisi PSAK 50 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan.or.A. Purba Irsan Gunawan Budi Susanto Ludovicus Sensi Wondabio Eddy R. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. dan situs web IAI:www. 1 Juni 2010 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Rosita Uli Sinaga Roy Iman Wirahardja Etty Retno Wulandari Merliyana Syamsul Meidyah Indreswari Setiyono Miharjo Saptoto Agustomo Jumadi Ferdinand D.iaiglobal.id Jakarta.

Apakah Anda akan menemui kesulitan untuk menerapkan syarat bagi instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas? Beberapa jenis instrumen keuangan mencakup kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan kepada pihak lain suatu bagian pro rata dari aset netonya hanya pada saat likuidasi. 50 (revisi 2010) Permintaan Tanggapan Penerbitan ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 50 (revisi 2010) tersebut. Apakah Anda akan menemui kesulitan untuk menerapkan syarat bagi instrumen dengan kewajiban bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi sebagai instrumen ekuitas? Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa v . Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan. Ketentuan transisi dan tanggal efektif Entitas harus menerapkan pernyataan ini secara prospektif untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Instrumen keuangan dengan fitur tersebut diklasifikasikan sebagai instrumen keuangan jika memenuhi syarat di paragraf 15 dan 16. Instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) dan instrumen dengan kewajiban bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi Instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual mencakup kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen tersebut dan menerima kas atau aset keuangan lain pada saat melakukan eksekusi opsi jual tersebut. Instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat di paragraf 13 dan 14. berikut ini hal yang diharapkan masukannya: 1. Penerapan dini diperbolehkan. Apakah anda setuju dengan ketentuan transisi dan tanggal efektif ED PSAK 50 (revisi 2010)? 2.

opsi. Definisi liabilitas keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan). dan waran pro-rata untuk semua pemilik. dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). 50 (revisi 2010) Ikhtisar ringkas Secara umum perbedaan antara ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian dengan PSAK 50 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan adalah sebagai berikut: Perihal ED PSAK 50 (revisi 2010): Intrumen Keuangan: Penyajian PSAK 50 (revisi 2006): Intrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan Tidak termasuk kontrak untuk imbalan kontijensi dalam kombinasi bisnis. dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan. Definisi aset keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan). puttable instruments. Tidak ada puttable instrument.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. puttable instruments. Definisi Definisi liabilitas keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk rights. ruang lingkup Termasuk kontrak untuk imbalan kontijensi dalam kombinasi bisnis. vi Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Terdapat definisi puttable instrument). Definisi aset keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas di masa depan.

dan .Tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan. atau mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan. PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika: . 50 (revisi 2010) Perihal Instrumen Keuangan ED PSAK 50 (revisi 2010) Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika: .Tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan. instrumen keuangan tersebut merupakan nonderivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi. dan . atau mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan. opsi.Jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas. puttable instruments. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa vii . tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan.Jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas. instrumen keuangan tersebut merupakan nonderivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi. atau derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. atau derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk termasuk rights. dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). dan waran pro rata kepada semua pemilik.

50 (revisi 2010) Perihal Puttable instrument ED PSAK 50 (revisi 2010) Puttable instruments diklasifikasikan sebagain instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu. Puttabale instruments dan instrumen dengan kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi direklasifikasi dari liabilitas keuangan ke instrumen ekuitas ketika semua syarat terpenuhi.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. PSAK 50 (revisi 2006) Tidak diatur Kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi Reklasifikasi dari liabilitas keuangan ke instrumen ekuitas Tidak diatur Tidak diatur. viii Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan sebaliknya. Instrumen dengan kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu.

IAS 32 paragraf 98-100 tentang penarikan tidak diadopsi karena tidak relevan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa ix . 2.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. kecuali: 1. 50 (revisi 2010) PErBEDAAN DENGAN IfrSs ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 32 per Oktober 2009: Financial Instruments: Presentation. IAS 32 paragraf 96-97F tentang tanggal efektif dan ketentuan transisi tidak diadopsi karena tidak relevan. kecuali: ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 32 per Oktober 2009: Financial Instruments: Presentation.

.................... yang mensyaratkan suatu kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian aset neto entitas secara pro rata hanya pada saat likuidasi ........... Tanpa kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya ...10 11 .............................. Saham yang Diperoleh Kembali/Saham Treasuri ........... Pilihan penyelesaian .................... Kerugian dan Keuntungan ...................................................... 50 (revisi 2010) DAfTAr ISI PENDAHULUAN ......................................... Reklasifikasi instrumen yang mempunyai fitur opsi jual dan instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian pro rata aset neto entitas hanya pada saat likuidasi .......................................... KETENTUAN TrANSISI DAN TANGGAL EfEKTIf .......................30 13 .............. Liabilitas dan Ekuitas .................. Tujuan ...................................................................... Ketentuan penyelesaian kontinjensi ......53 11 ..... Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan ............................................ Instrumen.......02 03 ...................... PENArIKAN ..........10 01 .............06 07 .... Definisi .... Ruang Lingkup ........................................................................... Dividen..... PENYAJIAN ............................... atau komponen instrumen................14 15-16 17-18 19-22 23-27 28 29-30 31-35 36-37 38-44 45-53 54 55 x Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .....................Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no............................. Penyelesaian dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas ............................... Instrumen Keuangan Majemuk ..................................... Bunga............... Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) ........................ Paragraf 01 ......................

............. PA46 Bunga..................... PA36 Ketentuan penyelesaian kontinjensi ....... PA34-PA35 Penyelesaian dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas ............................... 50 (revisi 2010) PEDOMAN APLIKASI DEfINISI ....... PA20-PA23 Tidak ada instrumen keuangan atau kontrak lain dengan total arus kas yang secara substansial tetap atau membatasi hasil residu kepada pemegang instrumen ....................... PA37 Perlakuan dalam laporan keuangan konsolidasi .................................................................................................. PA30-PA33 PENYAJIAN .................................. PA25-PA29 Kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan .................................. PA34-PA39 Tanpa kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya ..................... PA13-PA14 Kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya ................. Dividen.... PA03-PA33 Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan ................................................. PA04-PA12 Instrumen Ekuitas ..........Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no....................... PA40-PA45 Saham Treasuri ..... PA48-PA49 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa xi .................................. Kerugian dan Keuntungan ....................... PA24 Instrumen keuangan derivatif .................. PA19 Transaksi yang dilakukan oleh pemegang instrumen selain pemilik ekuitas ........................... PA38-PA39 Instrumen Keuangan Majemuk .................... PA15-PA18 Total perkiraan arus kas yang terkait dengan instrumen selama masa instrumen tersebut.................... PA34-PA49 Liabilitas dan Ekuitas ........ PA47 Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan ...................................

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

PErNYATAAN STANDAr AKUNTANSI KEUANGAN No. 50 (rEVISI 2010) INSTrUMEN KEUANGAN: PENYAJIAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 50 (revisi 2010): Penyajian Laporan Keuangan terdiri dari paragraf 1-55. PSAK 50 (revisi 2010) dilengkapi dengan Pedoman Aplikasi yang bukan merupakan bagian dari PSAK 50 (revisi 2010). Seluruh paragraf dalam PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 50 (revisi 2010) harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. PENDAHULUAN Tujuan 01. Tujuan Pernyataan ini adalah untuk menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. Pernyataan ini berlaku terhadap kategori instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas; pengategorian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. 02. Prinsip-prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, dan pengungkapan informasi 50.1

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.2

mengenai prinsip-prinsip tersebut dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan. ruang Lingkup 03. Pernyataan ini diterapkan oleh semua entitas untuk semua jenis instrumen keuangan, kecuali: (a) kepentingan di entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama yang dicatat sesuai dengan PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, PSAK 15 (revisi 2009): Investasi pada Entitas Asosiasi, atau PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama. Namun demikian, dalam beberapa kasus, PSAK 4 (revisi 2009), PSAK 15 (revisi 2009), dan PSAK 12 (revisi 2009) mengizinkan entitas untuk mencatat kepentingan di entitas anak, entitas asosiasi, dan ventura bersama menggunakan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran; dalam kasus tersebut entitas menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini. Entitas juga menerapkan Pernyataan ini untuk semua derivatif yang terkait dengan entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama; (b) hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program imbalan kerja yang diatur dalam PSAK 24 (revisi 2004): Imbalan Kerja. (c) kontrak asuransi sesuai dengan PSAK 28 (revisi 2010): Kontrak Asuransi. Namun demikian, Pernyataan ini berlaku untuk derivatif yang melekat pada kontrak asuransi jika PSAK 55 (revisi 2006) mensyaratkan entitas mencatat kontrak asuransi dan derivatif secara terpisah. Selanjutnya, penerbit menerapkan Pernyataan ini atas kontrak jaminan jika penerbit menerapkan PSAK 55 (revisi 2006) dalam pengakuan dan pengukuran kontrak, tetapi menerapkan PSAK 28 (revisi 2010) jika penerbit memilih, sesuai dengan PSAK 28 paragraf 4(d), untuk menerapkan PSAK 28 (revisi 2010) dalam pengakuan dan pengukurannya.
Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

(d) instrumen keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 28 (revisi 2010) karena instrumen keuangan tersebut mengandung fitur partisipasi tidak mengikat. Penerbit instrumen ini dikecualikan dari penerapan paragraf 11–35 dan PA34–PA45 dari Pernyataan ini dalam membedakan antara liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Namun demikian, instrumen tersebut tetap mengikuti semua ketentuan lain yang ada dalam Pernyataan ini. Selanjutnya, Pernyataan ini diterapkan untuk derivatif yang dilekatkan pada instrumen tersebut (lihat PSAK 55 (revisi 2006)). (e) instrumen keuangan, kontrak, dan kewajiban dalam transaksi pembayaran berdasarkan PSAK 53 (revisi 2010): Pembayaran Berbasis Saham, kecuali untuk: (i) kontrak yang termasuk dalam ruang lingkup paragraf 04–06 dari Pernyataan ini, dalam hal Pernyataan ini diterapkan; (ii) paragraf 36 dan 37 dari Pernyataan ini, yang diterapkan pada saham treasuri yang dibeli, dijual, diterbitkan, atau dibatalkan yang terkait dengan program opsi saham untuk karyawan, program pembelian saham oleh karyawan, dan semua pengaturan pembayaran berbasis saham lain. 04. Pernyataan ini diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan, seolah-olah kontrak tersebut adalah instrumen keuangan, dengan pengecualian untuk kontrak yang disepakati dan dimaksudkan untuk terus dimiliki dengan tujuan untuk menerima atau menyerahkan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian, penjualan atau penggunaan yang diharapkan oleh entitas. 05. Ada beberapa cara sebuah kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain, atau 50.

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

(b) jika kemampuan untuk menyelesaikan secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain. Opsi yang diterbitkan untuk membeli atau menjual item nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . atau dengan menjual kontrak sebelum dilaksanakan atau jatuh tempo). dan (d) jika item nonkeuangan yang menjadi subyek dalam kontrak siap dikonversi menjadi kas. penjualan atau penggunaan yang diharapkan oleh entitas. tidak dinyatakan secara eksplisit dalam persyaratan kontrak. Kontrak yang memenuhi huruf (b) atau (c) di atas tidak dilakukan dengan tujuan untuk menerima atau menyerahkan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian. (c) jika. entitas mempunyai kebiasan untuk menerima aset yang mendasari dan menjualnya dalam jangka pendek setelah penyerahan untuk memperoleh laba dari fluktuasi harga jangka pendek atau marjin penjual (dealer’s margin). atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan. 06. untuk kontrak serupa.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan karenanya untuk menentukan apakah kontrak tersebut termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. Kontrak lain yang memenuhi ketentuan paragraf 4 dievaluasi untuk menentukan apakah kontrak tersebut disepakati dan terus dimiliki dengan tujuan untuk menerima atau menyerahkan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian. Cara tersebut mencakup: (a) jika persyaratan kontrak memperbolehkan salah satu pihak untuk menyelesaikan kontrak tersebut secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain. dengan mempertukarkan instrumen keuangan. tetapi entitas mempunyai kebiasaan menyelesaikan kontrak serupa secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain. penjualan atau penggunaan yang diharapkan oleh entitas. dan oleh karenanya kontrak tersebut termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan (dengan menyepakati kontrak saling hapus dengan pihak lawan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan.

Kontrak opsi jenis ini tidak dapat dilakukan untuk tujuan penerimaan atau penyerahan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian. atau (ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain. atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan. atau penggunaan yang diharapkan oleh entitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. atau (ii) derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. (c) hak kontraktual. Definisi (lihat juga paragraf PA03-PA33) 07. penjualan. instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tidak termasuk instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual (puttable financial instruments) yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 50. termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini: Aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk: (a) kas.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . atau (d) kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan: (i) nonderivatif di mana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. (i) untuk menerima kas atau aset keuangan lain dari entitas lain. Untuk tujuan ini. (b) instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain. sesuai dengan ketentuan paragraf 5(a) atau (d).

(b) kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu: (i) nonderivatif di mana entitas harus atau mungkin Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian prorata aset neto entitas hanya pada saat likiudasi dan dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 15 dan 16. Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Liabilitas keuangan adalah setiap liabilitas yang berupa: (a) Kewajiban kontraktual: (i) untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain. atau (ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas tersebut. 14. Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) adalah instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual kembali instrumen kepada penerbit dan memperoleh kas atau aset keuangan lain atau secara otomatis menjual kembali kepada penerbit pada saat terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa yang akan datang atau kematian atau purna karya dari pemegang instrumen. atau instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut di masa yang akan datang. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.

atau instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut di masa yang akan datang. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Juga. hak. untuk tujuan ini instrumen keuangan ekuitas yang diterbitkan entitas tidak termasuk instrumen yang mempunyai fitur opsi jual yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14. Sebagai pengecualian. atau (ii) derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. opsi atau waran untuk memperoleh suatu jumlah yang tetap instrumen ekuitas yang dimiliki entitas untuk jumlah yang tetap dari berbagai mata uang adalah instrumen ekuitas jika entitas menawarkan rights.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. suatu instrumen yang memenuhi definisi liabilitas keuangan dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian prorata aset neto hanya pada saat likiudasi dan dikategorikan sebagai instrumen ekuitas yang sesuai dengan paragraf 15 dan 16. 50. opsi atau waran prorata terhadap semua pemilik yang ada saat ini pada kategori yang sama pada instrumen ekuitas nonderivatif yang dimiliki. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Nilai wajar adalah nilai suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction). Untuk tujuan ini.

dan institusi pemerintah. .investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo .efektivitas lindung nilai .instrumen lindung nilai . yang memiliki konsekuensi ekonomi yang jelas dan kecil peluangnya akan diabaikan oleh pihak-pihak yang terlibat. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam PSAK 55 (revisi 2006) paragraf 8 dan digunakan dalam Pernyataan ini dengan pengertian yang sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 55 (revisi 2006). perwalian (trusts). umumnya karena pemenuhan kesepakatan ini dapat dipaksakan secara hukum. Dengan demikian kontrak dan instrumen keuangan mungkin memiliki bentuk yang beragam dan tidak perlu dalam bentuk tertulis.komitmen pasti .aset keuangan yang tersedia untuk dijual .pembelian atau penjualan yang dilakukan dengan cara yang umum . Dalam pernyataan ini.pinjaman diberikan dan piutang .penghentian-pengakuan .prakiraan transaksi .biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan . badan hukum.metode bunga efektif . 10.derivatif . 22 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. 08.biaya transaksi 09. persekutuan. “kontrak” dan “kontraktual” mengacu pada suatu kesepakatan antara dua pihak atau lebih. Dalam Pernyataan ini “entitas” termasuk perorangan.kombinasi Bisnis Psak no. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .item yang dilindung nilai .aset keuangan atau liabilitas keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laporan laba rugi .

aset keuangan. Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal mengategorikan instrumen tersebut atau komponenkomponennya sebagai liabilitas keuangan. instrumen tersebut merupakan: (i) nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan. opsi atau waran untuk memperoleh suatu jumlah yang tetap instrumen ekuitas yang dimiliki entitas untuk jumlah yang tetap dari berbagai 50. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 12. atau (ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit. Untuk tujuan ini. maka instrumen tersebut merupakan instrumen ekuitas jika. rights. kedua kondisi (a) dan (b) berikut terpenuhi: (a) Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual: (i) untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain. aset keuangan. Ketika penerbit menerapkan definisi di paragraf 7 untuk menentukan apakah instrumen keuangan merupakan instrumen ekuitas. atau (ii) derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. dan instrumen ekuitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan bukan merupakan liabilitas keuangan. dan hanya jika. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PENYAJIAN Liabilitas dan Ekuitas (lihat juga paragraf PA13-PA24 dan PA34-PA39) 11. (b) Jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.

Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) 13. atau paragraf 15 dan 16. opsi atau waran prorata terhadap semua pemilik yang ada saat ini pada kategori yang sama pada instrumen ekuitas nonderivatif yang dimiliki.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. termasuk kewajiban yang berasal dari instrumen keuangan derivatif. Bagian prorata ditentukan oleh: (i) membagi aset neto entitas pada saat likuidasi ke dalam unit-unit dengan jumlah yang sama. namun tidak memenuhi kondisi (a) dan (b) di atas. Suatu instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual mencakup kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen tersebut dan menerima kas atau aset keuangan lain pada saat melakukan eksekusi opsi jual tersebut. Aset neto entitas adalah aset yang tersisa setelah dikurangi semua klaim atas aset tersebut. Sebagai pengecualian atas definisi liabilitas keuangan. suatu instrumen yang memenuhi definisi liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. instrumen yang mencakup kewajiban tersebut dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur berikut: (a) memberikan hak kepada pemegangnya atas bagian prorata aset neto entitas pada saat likuidasi entitas. dan Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . atau instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas di masa yang akan datang. untuk tujuan ini instrumen ekuitas yang diterbitkan penerbit tidak termasuk instrumen yang memiliki semua fitur dan memenuhi persyaratan yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14. Kewajiban kontraktual.10 mata uang adalah instrumen ekuitas jika entitas menawarkan rights. Sebagai pengecualian. Juga. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. bukan merupakan instrumen ekuitas. yang akan atau dapat menyebabkan adanya penerimaan atau penyerahan instrumen ekuitas milik penerbit di masa yang akan datang.

atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dalam kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan bagi entitas tersebut. instrumen tersebut harus dapat dijual kembali. 14. instrumen tersebut tidak termasuk kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain. Seluruh instrumen keuangan dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya memiliki fitur yang identik. maka penerbit harus tidak memiliki instrumen keuangan lain 50. perubahan dalam aset neto yang diakui atau perubahan dalam nilai wajar aset neto entitas yang diakui atau yang belum diakui selama umur instrumen (tidak termasuk dampak dari instrumen). Jumlah arus kas yang diharapkan dihasilkan dari instrumen selama umur instrumen didasarkan secara substansial pada laba rugi. dan bukan suatu kontrak yang akan atau dapat ditunaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas seperti yang diatur di subparagraf (b) dari definisi liabilitas keuangan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (b) (c) (d) (e) (ii) mengalikan jumlah tersebut dengan jumlah unit yang dimiliki oleh pemegang instrumen keuangan. Selain kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen dan menerima kas atau aset keuangan lain. Untuk instrumen yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan rumus atau metode lain yang digunakan untuk menghitung harga pembelian kembali atau penebusan adalah sama untuk semua instrumen pada kelompok tersebut.Untuk berada dalam tingkat tersebut instrumen: (i) tidak memiliki prioritas melebihi klaim pihak lain atas aset entitas pada saat likuidasi. selain instrumen yang memiliki semua fitur di atas.11 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan (ii) tidak perlu dikonversi menjadi instrumen lain sebelum berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh kelompok instrumen lain. instrumen berada dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya. Misalnya.

umur entitas yang terbatas) atau tidak pasti terjadi tetapi berdasarkan opsi dari pemegang instrumen. Instrumen. Untuk tujuan menerapkan kondisi ini. perubahan dalam aset neto entitas yang diakui atau perubahan pada nilai wajar aset neto entitas yang diakui dan yang belum diakui (tidak termasuk dampak dari instrumen tersebut atau kontrak tersebut) dan (b) dampak dari pembatasan atau penetapan secara substansial atas pengembalian residu kepada pemegang instrumen yang mempunyai fitur opsi jual. Sebagai pengecualian dari definisi liabilitas keuangan. Jika entitas tidak dapat menentukan bahwa kondisi ini terpenuhi. atau Komponen Instrumen. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.12 atau kontrak yang memiliki: (a) jumlah arus kas yang secara substansial bergantung pada laba rugi. entitas tidak mempertimbangkan kontrak nonkeuangan dengan pemegang instrumen yang dijelaskan di paragraf 13 yang memiliki syarat dan kondisi kontraktual yang serupa dengan syarat dan kondisi dari kontrak yang setara yang mungkin terjadi antara bukan pemegang instrumen dan entitas yang menerbitkan. Beberapa instrumen keuangan termasuk kewajiban kontraktual bagi entitas penerbit untuk menyerahkan kepada entitas lain bagian prorata aset neto hanya pada saat likuidasi. maka entitas tidak boleh mengategorikan instrumen yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas. Suatu Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Kewajiban timbul karena likuidasi baik pasti terjadi ataupun berada di luar kendali entitas (misalnya. Aset neto entitas adalah aset yang tersisa setelah dikurangi semua klaim pihak lain atas aset tersebut. yang Mensyaratkan suatu Kewajiban kepada Entitas untuk Menyerahkan Ke Pihak Lain Bagian Aset Neto Entitas secara Pro Rata hanya pada saat Likuidasi 15. suatu instrumen yang mencakup kewajiban tersebut dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki seluruh fitur berikut: (a) Entitas memberikan hak kepada pemegang instrumen untuk bagian prorata aset neto entitas dalam hal likuidasi entitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.

maka penerbit harus tidak memiliki instrumen keuangan lain atau kontrak yang memiliki: (a) jumlah arus kas yang secara substansial bergantung pada laba rugi. selain instrumen yang memiliki semua fitur di atas. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 bagian prorata ditentukan dengan: (i) membagi aset neto entitas pada saat likuidasi dalam unit jumlah yang sama.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. (c) Seluruh instrumen yang berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya harus memiliki kewajiban kontraktual identik bagi entitas penerbit untuk memberikan bagian prorata aset neto pada saat likuidasi. perubahan aset neto entitas yang diakui atau perubahan nilai wajar aset neto entitas yang diakui dan yang belum diakui (tidak termasuk dampak dari instrumen tersebut atau kontrak) dan (b) dampak dari pembatasan atau penetapan secara substansial atas pengembalian residu kepada pemegang instrumen yang mempunyai fitur opsi jual. (b) Instrumen ini berada berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya. dan (ii) mengalikan jumlah tersebut dengan jumlah unit yang dimiliki oleh pemegang instrumen keuangan. Untuk berada dalam kelompok tersebut instrumen: (i) tidak memiliki prioritas melebihi klaim pihak lain atas aset entitas pada saat likuidasi. Untuk instrumen yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas. dan (ii) tidak perlu dikonversi menjadi instrumen lain sebelum berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain. 16. Untuk tujuan menerapkan kondisi ini. entitas tidak mempertimbangkan kontrak nonkeuangan dengan pemegang instrumen yang dijelaskan di paragraf 15 yang memiliki syarat dan kondisi kontraktual yang serupa dengan syarat dan kondisi dari kontrak yang setara yang mungkin terjadi antara bukan pemegang instrumen dan entitas yang menerbitkan.1 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Jika entitas 50.

18. Misalnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas memperhitungkan reklasifikasi instrumen sesuai dengan paragraf 17 sebagai berikut: (a) Entitas mereklasifikasi instrumen ekuitas sebagai liabilitas keuangan sejak tanggal ketika instrumen tidak lagi memiliki semua fitur atau memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Instrumen ekuitas diukur pada jumlah tercatat liabilitas keuangan pada tanggal reklasifikasi. 17. maka entitas mengklasifikasikan instrumen yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas dari tanggal ketika entitas menebus instrumen tanpa opsi jual. Reklasifikasi Instrumen yang Mempunyai Fitur Opsi Jual dan Instrumen yang Mensyaratkan suatu Kewajiban terhadap Entitas untuk Menyerahkan kepada Pihak Lain Bagian Pro rata Aset Neto Entitas Hanya pada Saat Likuidasi. Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar instrumen tersebut pada tanggal reklasifikasi.1 tidak dapat menentukan bahwa kondisi ini terpenuhi. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . jika entitas menebus seluruh instrumen tanpa opsi jual (nonputtable) yang diterbitkan dan setiap instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable) yang masih beredar memiliki seluruh fitur dan memenuhi semua kondisi di paragraf 13 dan 14. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16 sejak tanggal ketika instrumen memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi yang diatur di paragraf tersebut. (b) Entitas mereklasifikasi liabilitas keuangan sebagai ekuitas sejak tanggal ketika instrumen memiliki semua fitur dan memenuhi kondisi yang diatur di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Entitas mengakui dalam ekuitas setiap perbedaan antara jumlah tercatat dari instrumen ekuitas dan nilai wajar liabilitas keuangan pada tanggal reklasifikasi. maka entitas tidak boleh mengategorikan instrumen yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas.

15 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . fitur penting dalam membedakan antara liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas adalah adanya kewajiban kontraktual satu pihak dari instrumen keuangan (penerbit). 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Tanpa Kewajiban Kontraktual untuk Menyerahan Kas atau Aset Keuangan Lainnya (Paragraf 12(a)) 19. 20. bukan bentuk hukumnya. pihak penerbit tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk melakukan distribusi tersebut karena penerbit instrumen ekuitas tidak diwajibkan untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pihak lain. Dengan pengecualian dari keadaan yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Walaupun pemegang instrumen ekuitas mungkin berhak menerima dividen atau bentuk distribusi ekuitas lain secara prorata. Beberapa jenis instrumen keuangan memiliki bentuk hukum berupa ekuitas tetapi secara substansi merupakan liabilitas dan bentuk lainnya mungkin berupa kombinasi dari fitur instrumen ekuitas dan fitur liabilitas keuangan. Substansi dan bentuk hukum umumnya sejalan. atau saham preferen yang memberikan hak pada pemegangnya untuk meminta penerbit agar membeli kembali saham tersebut pada atau setelah tanggal tertentu dengan harga yang telah ditetapkan atau harga yang dapat ditetapkan adalah liabilitas keuangan. atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan pemegang instrumen ekuitas dalam kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan pihak penerbit. tetapi tidak selalu. merupakan dasar bagi pengklasifikasiannya dalam laporan posisi keuangan. untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pihak lain (pemegang).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. (b) Instrumen keuangan yang memberi hak kepada 50. Substansi dari instrumen keuangan. Misalnya: (a) Saham preferen yang mewajibkan penerbitnya untuk membeli kembali saham tersebut dengan harga yang telah ditetapkan atau harga yang dapat ditetapkan pada tanggal yang telah ditetapkan atau tanggal yang dapat ditetapkan di masa yang akan datang.

kecuali untuk instrumen yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. kecuali untuk instrumenyang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan persekutuan bisa memberi hak pada pemegang unit atau anggotanya untuk sewaktu-waktu menarik kepentingan mereka pada penerbit sejumlah kas. kategori sebagai liabilitas keuangan tidak serta-merta meniadakan penggunaan istilah seperti “nilai aset neto milik pemegang unit” dan “perubahan dalam nilai aset neto milik pemegang unit” dalam laporan keuangan entitas yang tidak memiliki modal disetor (seperti pada beberapa reksa dana dan unit perwalian) atau penggunaan pengungkapan tambahan untuk menunjukkan bahwa total kepentingan para anggota terdiri atas berbagai item. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Misalnya. seperti cadangan yang memenuhi definisi ekuitas dan instrumen yang dapat dijual kembali pada penerbit yang tidak memenuhi definisi ekuitas. kecuali untuk instrumen yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. yang mengakibatkan kepentingan pemegang unit atau anggota diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan. Adanya opsi bagi pemegang instrumen untuk menjual kembali instrumen kepada penerbit dengan menerima kas atau aset keuangan lain mengartikan bahwa instrumen yang mempunyai fitur opsi jual memenuhi definisi liabilitas keuangan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan bahkan ketika jumlah kas atau aset keuangan lain ditentukan berdasarkan indeks atau hal lain yang berpotensi meningkat atau menurun. unit perwalian (unit trusts). Namun demikian.1 pemegangnya untuk menjual instrumen itu kembali pada penerbitnya baik dengan menerima kas atau dengan aset keuangan lainnya (puttable instrument) adalah liabilitas keuangan. reksa dana terbuka (open ended mutual funds).

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

21. Jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari penyelesaian kewajiban kontraktualnya berupa penyerahan kas atau aset keuangan lainnya, maka kewajiban tersebut memenuhi definisi liabilitas keuangan, kecuali untuk instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Misalnya: (a) Keterbatasan kemampuan entitas untuk memenuhi kewajiban kontraktualnya, seperti kurangnya akses pada valuta asing atau adanya ketentuan untuk meminta persetujuan dari pihak regulator atas pembayaran yang akan dilakukan, tidak membatalkan kewajiban kontraktual entitas tersebut atau hak kontraktual pemegang instrumen. (b) Kewajiban kontraktual yang bergantung pada pelaksanaan hak untuk menebus kembali oleh pihak lawan adalah liabilitas keuangan, karena entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari melakukan pembayaran dengan kas atau aset keuangan lain. 22. Instrumen keuangan yang tidak secara eksplisit menciptakan kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya, bisa saja secara tidak langsung menciptakan kewajiban melalui persyaratan dan kondisi yang ada padanya. Misalnya: (a) Instrumen keuangan mungkin memiliki kewajiban nonkeuangan yang harus diselesaikan jika, dan hanya jika, entitas gagal melakukan pembayaran atau menebus instrumen tersebut. Jika entitas tersebut dapat menghindari kewajiban untuk mentransfer kas atau aset keuangan lainnya hanya dengan menyelesaikan kewajiban nonkeuangannya, maka instrumen keuangan tersebut adalah liabilitas keuangan. (b) Instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan jika instrumen tersebut memiliki ketentuan bahwa dalam penyelesaiannya entitas akan menyerahkan: (i) kas atau aset keuangan lain; atau (ii) saham yang diterbitkan entitas yang nilainya ditentukan jauh melebihi nilai kas atau aset keuangan lain yang seharusnya diserahkan. 50.1

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.1

Walaupun entitas tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual secara eksplisit untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya, nilai dari penyelesaian menggunakan saham dianggap sama dengan nilai yang harus dibayarkan secara kas. Dalam situasi apapun, pemegang instrumen secara substansi memperoleh jaminan untuk menerima suatu jumlah yang minimal setara dengan penyelesaian menggunakan kas (cash settlement option) (lihat paragraf 23). Penyelesaian dengan Instrumen Ekuitas yang Diterbitkan Entitas (paragraf 12(b)) 23. Suatu kontrak bukan merupakan instrumen ekuitas semata-mata karena kontrak tersebut menyebabkan penerimaan atau penyerahan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Entitas mungkin memiliki hak atau kewajiban kontraktual untuk menerima atau menyerahkan saham yang diterbitkan atau instrumen ekuitas lain dalam jumlah yang bervariasi hingga nilai wajar dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas yang akan diterima atau diserahkan tersebut setara dengan nilai hak atau kewajiban kontraktualnya. Hak atau kewajiban kontraktual tersebut dapat berupa nilai yang telah ditetapkan atau nilai yang berfluktuasi, baik sebagian maupun seluruhnya, bergantung pada perubahan variabelnya selain dari harga pasar instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut (misalnya tingkat suku bunga, harga komoditas, atau harga instrumen keuangan. Dua contoh yang digunakan adalah (a) kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas senilai Rp100, dan (b) kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas senilai 100 ons emas. Kontrak jenis ini merupakan liabilitas keuangan bagi entitas walaupun entitas tersebut harus atau dapat menyelesaikan dengan instrumen ekuitas miliknya. Kontrak tersebut bukan merupakan instrumen ekuitas karena entitas menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkanya dalam jumlah yang bervariasi sebagai penyelesaian kontrak. Dengan demikian, kontrak tersebut tidak memberikan hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya.
Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

24. Kecuali yang dinyatakan di paragraf 25, kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan penyerahan (atau penerimaan) instrumen ekuitas miliknya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan adalah instrumen ekuitas. Misalnya, opsi saham yang diterbitkan yang memberi hak kepada pihak lawan untuk membeli saham yang diterbitkan entitas dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan harga yang telah ditetapkan atau untuk membeli obligasi dengan nilai pokok yang telah ditetapkan adalah instrumen ekuitas. Perubahan nilai wajar kontrak yang disebabkan oleh berfluktuasinya suku bunga pasar yang tidak mempengaruhi jumlah kas atau nilai aset keuangan yang harus dibayarkan atau diterima, atau jumlah instrumen ekuitas yang harus diterima atau diserahkan, pada waktu penyelesaian kontrak, tidak mengecualikan kontrak tersebut sebagai instrumen ekuitas. Setiap jumlah yang diterima (seperti premium yang diterima atas penerbitan opsi atau waran atas saham yang diterbitkan entitas) ditambahkan secara langsung ke ekuitas. Setiap jumlah yang dibayarkan (seperti premi yang dibayarkan untuk pembelian opsi) langsung dikurangkan dari ekuitas. Perubahan dalam nilai wajar instrumen ekuitas tidak diakui dalam laporan keuangan. 25 Jika instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas akan diterima, atau diserahkan, oleh entitas pada saat penyelesaian kontrak merupakan instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual dengan semua fitur dan memenuhi kondisi yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14, atau instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian prorata aset neto entitas hanya pada saat likuidasi dengan semua fitur dan mememuhi kondisi yang dijelaskan di paragraf 15 dan 16, maka kontrak tersebut adalah aset keuangan atau liabilitas keuangan. Hal ini termasuk kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas melalui penerimaan atau penyerahan sejumlah instrumen yang tetap yang dipertukarkan dengan sejumlah tetap kas atau aset keuangan lainnya. 50.1

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. harga pelaksanaan opsi. Satu contoh adalah kewajiban entitas berdasarkan kontrak forward untuk membeli instrumen ekuitasnya secara kas. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .20 26. liabilitas keuangan diukur berdasarkan PSAK 55 (revisi 2006). maka nilai wajarnya (atau nilai kini dari nilai penebusannya) direklasifikasi dari ekuitas. kontrak yang mewajibkan entitas untuk membeli kembali instrumen ekuitasnya. 27. Dengan pengecualian keadaan yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Ketika liabilitas keuangan pertama kali diakui berdasarkan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan menyerahkan atau menerima instrumen ekuitas dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lainnya dengan jumlah yang bervariasi merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan. Jika kontrak jatuh tempo tanpa adanya penyerahan. Misalnya kontrak yang mewajibkan entitas untuk menyerahkan 100 lembar instrumen ekuitasnya sebagai pengganti kas yang bernilai setara dengan 100 ons emas. bergantung apakah pihak lawan menggunakan hak untuk menebus (misalnya penerbitan opsi jual (put option) yang memberi hak bagi pihak lawan untuk menjual instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas pada entitas tersebut dengan harga yang telah ditetapkan). 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. atau nilai penebusan lain). Setelah pengakuan awal. maka nilai tercatat dari liabilitas keuangan tersebut direklasifikasi ke ekuitas. Ketentuan ini juga berlaku sekalipun kontrak tersebut merupakan instrumen ekuitas. baik dengan kas atau aset keuangan lainnya akan menambah liabilitas keuangan entitas sebesar nilai kini dari nilai penebusannya (misalnya. Kewajiban kontraktual entitas untuk membeli instrumen ekuitasnya menambah liabilitas keuangan sebesar nilai kini dari nilai penebusannya sekalipun liabilitas untuk membeli instrumen tersebut bersifat kondisional. sebesar nilai kini dari harga pembelian kembali kontrak forward.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. indeks harga konsumen. Ketika instrumen keuangan derivatif memberi kepada satu pihak pilihan cara penyelesaian (misalnya penerbit atau pemegang instrumen dapat memilih penyelesaian secara 50. dalam situasi terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa yang akan datang (atau hasil dari situasi yang tidak pasti) yang berada di luar kendali penerbit maupun pemegang instrumen tersebut. atau rasio utang terhadap modal penerbit di masa yang akan datang. Instrumen keuangan dapat mewajibkan entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain atau jika tidak. suku bunga atau ketentuan perpajakan. Oleh karenanya. Pilihan Penyelesaian 29. menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan. laba neto. untuk menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan) hanya dalam kondisi penerbit dilikuidasi. atau (c) instrumen yang memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14. Penerbit instrumen seperti ini tidak memiliki hak tanpa syarat untuk tidak menyerahkan kas atau aset keuangan lain (atau jika tidak. kecuali jika: (a) bagian dari ketentuan penyelesaian kontinjensi yang mensyaratkan penyelesaian secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lain (atau jika tidak. (b) penerbit dapat diwajibkan untuk menyelesaikan kewajibannya secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lain (atau jika tidak. untuk menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan) adalah tidak sah (not genuine). instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan bagi penerbit.21 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . atau pendapatan. seperti perubahan dalam indeks pasar modal. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Ketentuan Penyelesaian Kontinjensi 28. untuk menyelesaikannya seperti jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan).

karena kontrak tersebut dapat diselesaikan. dan (b) memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan. Instrumen Keuangan Majemuk (lihat juga paragraf PA40PA45 dan Contoh Ilustrasi 9-12) 31. obligasi atau instrumen serupa yang dapat dikonversi Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . kecuali jika seluruh alternatif penyelesaian yang ada menjadikannya sebagai instrumen ekuitas. Entitas mengakui secara terpisah komponen-komponen instrumen keuangan yang: (a) menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas. Serupa dengan itu. 32. sejumlah kontrak untuk membeli atau menjual item nonkeuangan sebagai pengganti instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. Contoh liabilitas keuangan dari instrumen keuangan derivatif dengan pilihan penyelesaian adalah opsi saham yang memberi pilihan kepada penerbit untuk menentukan penyelesaiannya secara neto dengan kas atau dengan mempertukarkan sahamnya dengan sejumlah kas. Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen ekuitas dan liabilitas. Komponen-komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah sebagai liabilitas keuangan. Misalnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.22 neto dengan kas atau dengan mempertukarkan saham dengan kas). 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. 30. Kontrak tersebut merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan dan bukan merupakan instrumen ekuitas. atau instrumen ekuitas sesuai dengan ketentuan di paragraf 11. aset keuangan. maka instrumen tersebut adalah aset keuangan atau liabilitas keuangan. baik dengan penyerahan item nonkeuangan atau diselesaikan secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain (lihat paragraf 04–06).

34. Dampak ekonomi dari penerbitan instrumen seperti ini secara substansial sama dengan penerbitan secara simultan instrumen kewajiban yang memiliki ketentuan pelunasan dipercepat dan waran untuk pembelian saham biasa. atau transaksi lainnya. Kewajiban kontraktual entitas untuk melakukan pembayaran di masa datang akan tetap ada hingga kewajiban tersebut berakhir melalui konversi.2 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Dengan demikian. jatuh tempo instrumen. misalnya. Klasifikasi komponen liabilitas dan ekuitas dari suatu instrumen yang dapat dikonversi tidak diubah sebagai akibat adanya perubahan kemungkinan bahwa opsi konversi tersebut akan dilaksanakan. 33. Dari sudut pandang entitas. atau penerbitan instrumen utang yang dilengkapi dengan waran beli saham yang dapat dipisahkan (detachable share purchase warrants). Oleh karenanya. konsekuensi pajak yang timbul akibat konversi yang dilakukan mungkin berbeda-beda di antara para pemegang. dalam semua kasus. entitas menyajikan komponen liabilitas dan ekuitas secara terpisah dalam laporan posisi keuangan. Instrumen ekuitas adalah instrumen yang memberikan hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. kemungkinan terjadinya konversi akan selalu berubah dari waktu ke waktu. instrumen ini terdiri dari dua komponen: liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya) dan instrumen ekuitas (opsi beli yang memberikan hak pada pemegangnya selama jangka waktu tertentu untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan). PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran mengatur hal-hal yang berhubungan dengan pengukuran aset dan liabilitas keuangan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 oleh pemegangnya menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan merupakan instrumen keuangan majemuk. Pemegang instrumen mungkin tidak selalu bertindak sebagaimana yang diperkirakan karena. ketika nilai tercatat awal suatu instrumen keuangan 50.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. meskipun jika pelaksanaan opsi tersebut akan menguntungkan secara ekonomi bagi beberapa pemegangnya. Selanjutnya.

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian. penerbit obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham biasa pertama kali menentukan nilai tercatat komponen liabilitas dengan mengukur nilai wajar liabilitas serupa (termasuk fitur derivatif nonekuitas melekat) yang tidak memiliki komponen ekuitas. ditetapkan dengan cara mengurangkan nilai wajar liabilitas keuangan dari nilai wajar instrumen keuangan majemuk secara keseluruhan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 35. Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung di ekuitas. Nilai tercatat instrumen ekuitas yang ditunjukkan oleh opsi untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa. instrumen-instrumen tersebut (saham treasuri) dikurangkan dari ekuitas. maka komponen ekuitas yang dialokasikan adalah jumlah residu dari nilai wajar instrumen keuangan secara keseluruhan dikurangi dengan nilai komponen liabilitas yang ditetapkan secara terpisah. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. penjualan. Jumlah nilai tercatat yang dialokasikan ke komponen liabilitas dan ekuitas pada saat pengakuan awal selalu setara dengan nilai wajar dari instrumen tersebut secara keseluruhan.2 majemuk dialokasikan pada komponen ekuitas dan liabilitas. atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tersebut tidak dapat diakui dalam laporan laba rugi. Jika entitas memperoleh kembali instrumen ekuitasnya. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang timbul dari pengakuan awal komponen instrumen secara terpisah. Saham Treasuri (Lihat Juga Paragraf PA46) 36. Sesuai dengan pendekatan yang dijelaskan di paragraf 34. penerbitan. Nilai dari setiap fitur derivatif (seperti opsi beli) yang melekat pada instrumen keuangan majemuk selain komponen ekuitas (seperti opsi konversi ekuitas) merupakan bagian dari komponen liabilitas.

kerugian dan keuntungan terkait dengan instrumen tersebut diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung ke ekuitas. maka entitas mengungkapkannya berdasarkan PSAK 7 (revisi 2010): Pengungkapan Pihakpihak Berelasi. setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. Klasifikasi instrumen keuangan sebagai liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas menentukan apakah bunga. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 37. dividen.25 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Perubahan nilai wajar instrumen ekuitas tidak diakui dalam laporan keuangan. Bunga. Dividen. setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. diakui sebagai beban sebagaimana pembayaran bunga atas obligasi. sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan. 39. baik dalam laporan posisi keuangan maupun dalam catatan atas laporan keuangan. dicatat sebgai pengurang ekuitas. pembayaran dividen atas saham yang sepenuhnya diakui sebagai liabilitas. Kerugian dan Keuntungan (lihat juga paragraf PA47) 38. Biaya tersebut antara lain berupa biaya pendaftaran dan 50. keuntungan dan kerugian yang terkait dengan penebusan atau pembiayaan kembali liabilitas keuangan diakui dalam laporan laba rugi. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas. Entitas umumnya membayar berbagai biaya dalam penerbitan atau perolehan kembali instrumen ekuitasnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. sedangkan penebusan atau pembiayaan kembali instrumen ekuitas diakui sebagai perubahan ekuitas. dividen. Jika saham treasuri dibeli dari pihak-pihak berelasi. Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah. kerugian dan keuntungan yang berkaitan dengan instrumen keuangan atau komponen yang merupakan liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Jadi. Demikian juga. Bunga. 40.

50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. biaya percetakan dan materai. Jumlah biaya transaksi yang dicatat sebagai pengurang ekuitas dalam suatu periode diungkapkan secara terpisah berdasarkan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan. biaya yang dibayarkan kepada penasehat hukum.2 komisi lain yang ditetapkan. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan instrumen keuangan majemuk dialokasikan pada komponen liabilitas dan ekuitas dari instrumen secara proporsional dengan alokasi hasil yang diperoleh. sepanjang biaya tersebut merupakan biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan transaksi ekuitas. tetapi diabaikan jika tidak dapat diatribusikan secara langsung. Sebagai tambahan dari ketentuan dalam Pernyataan ini. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas dicatat sebagai pengurang ekuitas (setelah dikurangi dampak pajak penghasilan). Dividen yang dikategorikan sebagai beban dapat disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah (jika ada) bersama dengan bunga atas liabilitas lain atau disajikan sebagai pos terpisah. akuntan. pengungkapan beban bunga dan dividen tunduk pada ketentuan dalam PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Dalam beberapa kondisi. Biaya transaksi yang terkait dengan lebih dari satu transaksi (misalnya biaya yang timbul dari penawaran atas sejumlah saham dan pencatatan saham lainnya secara bersamaan di bursa) dialokasikan pada seluruh transaksi tersebut dengan menggunakan dasar alokasi yang rasional dan konsisten dengan transaksi serupa. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan penasehat profesional lain.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Biaya transaksi ekuitas yang diabaikan tersebut diakui sebagai beban. 41. 43. 42. Jumlah pajak penghasilan terkait yang diakui secara langsung di ekuitas dimasukkan dalam jumlah agregat pajak penghasilan periode berjalan dan pajak penghasilan tangguhan yang ditambahkan atau dibebankan pada ekuitas. yang diungkapkan berdasarkan PSAK 46 (revisi 2010): Pajak Penghasilan.

maka akan lebih baik jika keduanya diungkapkan secara terpisah dalam laporan laba rugi. 44. Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian pengakuan. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lihat juga paragraf PA48 dan PA49) 45. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 karena adanya perbedaan antara beban bunga dan dividen yang terkait dengan hal-hal seperti pengurangan pajak. maka entitas tidak boleh melakukan saling hapus aset keuangan yang ditransfer dan liabilitas terkait (lihat PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran paragraf 36). Keuntungan dan kerugian yang terkait dengan perubahan nilai tercatat liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi meskipun keduanya berkaitan dengan instrumen yang mengandung hak residual atas aset entitas dalam pertukaran dengan kas atau aset keuangan lainnya (lihat paragraf 20 (b)).2 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . entitas: (a) saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut. entitas menyajikan keuntungan atau kerugian akibat pengukuran kembali instrumen keuangan tersebut secara terpisah dalam laporan laba rugi komprehensif jika pemisahan tersebut dianggap relevan untuk menjelaskan uraian kinerja entitas tersebut. Pengungkapan pengaruh pajak dilakukan sesuai dengan PSAK 46 (revisi 2010): Pajak Penghasilan. dan hanya jika. dan (b) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50. Sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan. Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika.

dan ketentuan hukum yang berlaku atas hubungan antara pihak yang terlibat perlu dipertimbangkan. tetapi juga menimbulkan pengakuan keuntungan atau kerugian. Dalam situasi lain. maka kondisi yang mendukung pengakuan hak ini dapat berbeda antara satu yurisdiksi hukum dengan yurisdiksi hukum lain. Dalam situasi yang tidak biasa. 48. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Pernyataan ini mensyaratkan penyajian aset keuangan dan liabilitas keuangan secara neto jika penyajian tersebut mencerminkan arus kas masa datang yang diharapkan entitas dari penyelesaian dua atau lebih instrumen keuangan yang terpisah. Karena hak untuk melakukan saling hapus merupakan hak hukum. Saling hapus antar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diakui dan penyajian jumlah neto berbeda dengan penghentian-pengakuan aset keuangan atau liabilitas keuangan. Jika entitas memiliki hak untuk menerima atau membayar suatu jumlah neto tertentu dan berniat untuk merealisasikannya. penghentian-pengakuan instrumen keuangan tidak hanya menyebabkan dikeluarkannya item dari laporan posisi keuangan yang sebelumnya diakui. debitur memiliki hak hukum untuk membandingkan jumlah yang terutang dari pihak ketiga dengan jumlah piutang kepada kreditur sepanjang terdapat kesepakatan antara ketiga pihak yang terlibat yang secara jelas menetapkan hak debitur untuk melakukan saling hapus.2 46. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Sekalipun saling hapus tidak menimbulkan pengakuan keuntungan atau kerugian. baik dalam bentuk kontrak maupun cara lain. aset keuangan dan liabilitas keuangan disajikan secara terpisah satu sama lain dan konsisten dengan karakteristik yang dimiliki. maka entitas tersebut hanya memiliki satu aset keuangan atau satu liabilitas keuangan. untuk menyelesaikan atau mengeliminasi seluruh atau sebagian jumlah yang dibayarkan kepada kreditor dengan cara membandingkan jumlah yang harus dibayarkan dengan piutang kepada kreditor yang bersangkutan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Hak untuk melakukan saling hapus merupakan hak hukum debitur. 47. yaitu sebagai sumber daya atau sebagai kewajiban entitas.

Pada keadaan ini. maka penyajian aset dan liabilitas secara neto akan mencerminkan perkiraan jumlah dan waktu arus kas masa datang secara lebih memadai. dan keadaan lain yang dapat membatasi kemampuan entitas untuk melakukan penyelesaian secara neto atau penyelesaian secara simultan. Misalnya. adanya hak tersebut. entitas mungkin menyelesaikan 50. operasional lembaga kliring dalam pasar uang yang terorganisir atau pertukaran langsung. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 49. arus kas adalah setara dengan suatu jumlah neto tertentu dan tidak ada eksposur risiko kredit dan risiko likuiditas. Pada keadaan lain. jika berdiri sendiri.2 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 51. demikian juga risiko dari arus kas yang terekspos. 50. ketentuan di pasar uang.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Namun demikian. maka jumlah dan waktu dari arus kas entitas masa datang tidak terpengaruh. namun entitas tidak berniat menyelesaikan secara neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Niat oleh satu atau kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara neto tanpa hak hukum tidaklah memadai untuk membenarkan saling hapus tersebut. Niat entitas terkait dengan penyelesaian aset dan liabilitas tertentu dapat dipengaruhi oleh praktik usaha yang normal. Jika entitas berniat untuk melaksanakan hak atau menyelesaikan secara simultan. Jika entitas memiliki hak untuk saling hapus. Penyelesaian dua instrumen keuangan secara simultan mungkin terjadi melalui. bukan merupakan dasar yang memadai untuk melakukan saling hapus. Adanya hak yang dapat dipaksakan untuk saling hapus atas aset keuangan dan liabilitas keuangan mempengaruhi hak dan kewajiban yang terkait dengan aset keuangan dan liabilitas keuangan. maka pengaruh hak tersebut terhadap eksposur risiko kredit entitas diungkapkan sesuai PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan paragraf 38. serta mungkin mempengaruhi eksposur entitas atas risiko kredit dan risiko likuiditas. karena hak dan kewajiban yang terkait dengan aset keuangan dan liabilitas keuangan individual tidak berubah. Jika tidak ada niat untuk melaksanakan hak tersebut atau menyelesaikan secara simultan.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Eksposur risiko tersebut mungkin bersifat signifikan sekalipun dalam waktu singkat. (d) aset keuangan ditempatkan dalam perwalian oleh debitur untuk keperluan pelunasan kewajiban tanpa aset tersebut diterima oleh kreditur pada saat penyelesaian kewajiban (misalnya.0 dua instrumen dengan menerima dan membayar dengan jumlah terpisah. aset dan liabilitas dalam portfolio kontrak forward atau instrumen derivatif lainnya) tetapi melibatkan pihak lawan yang berbeda. Oleh karena itu. (c) aset keuangan atau aset lain digadaikan sebagai agunan untuk liabilitas keuangan yang bersifat non recourse. salah satu kontrak. pembentukan sinking fund). Entitas yang melakukan sejumlah transaksi instrumen keuangan dengan satu pihak lawan mungkin melakukan “kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto (master netting arrangement)" dengan pihak lawan tersebut. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . (b) aset keuangan dan liabilitas keuangan berasal dari instrumen keuangan dengan eksposur risiko utama yang sama (Misalnya. 53. atau berakhirnya. Kondisi-kondisi yang ditetapkan di paragraf 45 umumnya tidak dapat dipenuhi dan saling hapus biasanya tidak tepat jika: (a) beberapa instrumen keuangan yang berbeda digunakan untuk meniru fitur-fitur yang terdapat dalam instrumen keuangan tunggal (instrumen sintetis). Perjanjian tersebut menetapkan penyelesaian secara neto untuk seluruh instrumen keuangan yang tercakup dalam perjanjian jika terjadi wanprestasi. atau (e) kewajiban yang timbul akibat dari kejadian yang menyebabkan kerugian diperkirakan dapat dipulihkan melalui pihak ketiga dengan klaim terhadap kontrak asuransi. 52. yang menyebabkan entitas memiliki eksposur risiko kredit untuk seluruh jumlah aset atau risiko likuiditas untuk seluruh jumlah liabilitas. realisasi aset keuangan dan penyelesaian liabilitas keuangan diperlakukan sebagai terjadi secara simultan hanya jika kedua transaksi tersebut terjadi pada saat yang sama.

Kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto umumnya menciptakan hak saling hapus yang hanya dapat dipaksakan dan mempengaruhi realisasi atau penyelesaian aset keuangan dan liabilitas keuangan secara individual jika terjadi wanprestasi atau keadaan lain yang tidak diperkirakan terjadi dalam situasi bisnis yang normal. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kesepakatan ini umumnya digunakan oleh institusi keuangan untuk melindungi dari kerugian yang timbul jika terjadi kepailitan atau keadaan lain yang menyebabkan pihak lawan tidak dapat memenuhi kewajibannya. Kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto tidak dapat dijadikan dasar untuk saling hapus. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. KETENTUAN TrANSISI DAN TANGGAL EfEKTIf 54. PENArIKAN 55. Pernyataan ini menggantikan PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengungkapan dan Penyajian. maka entitas menggungkapkan fakta tersebut. Jika aset keuangan dan liabilitas keuangan yang mengikuti kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto tidak saling hapus.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas menerapkan Pernyataan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012. kecuali kedua kriteria di paragraf 45 terpenuhi. maka dampak kesepakatan tersebut atas eksposur risiko kredit entitas diungkapkan sesuai dengan PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan paragraf 38. Penerapan lebih dini dianjurkan.1 . Jika entitas menerapkan Pernyataan ini lebih awal.

Ketentuan tentang pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan diatur dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. (c) pinjaman diberikan dan pinjaman diterima. PA04. DEfINISI (Paragaf 7-10) Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan PA03. PA01. PA02. Pernyataan ini tidak mengatur tentang pengakuan atau pengukuran instrumen keuangan.2 LAMPIrAN PEDOMAN APLIKASI Lampiran ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari PSAK 50. dan Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . (b) wesel tagih dan wesel bayar. Mata uang (kas) adalah aset keuangan karena merupakan alat tukar dan karenanya menjadi dasar bagi pengukuran dan pengakuan seluruh transaksi dalam laporan keuangan. Setoran tunai pada bank atau institusi keuangan serupa adalah aset keuangan karena memberikan hak kontraktual bagi deposan untuk memperoleh kas dari institusi tersebut atau untuk melakukan penarikan melalui cek atau instrumen serupa untuk melunasi liabilitas keuangannya kepada kreditor.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Pedoman Aplikasi ini menjelaskan penerapan aspek-aspek tertentu dari Pernyataan ini. Contoh umum aset keuangan yang mencerminkan hak kontraktual untuk menerima sejumlah kas di masa depan serta liabilitas keuangan terkait yang mencerminkan kewajiban kontraktual untuk menyerahkan sejumlah kas di masa depan adalah sebagai berikut: (a) piutang dagang dan utang dagang.

PA05. maka penerbit memiliki kewajiban kontraktual untuk melakukan sejumlah pembayaran bunga di masa depan yang nilai wajarnya (nilai kini) sama dengan Rp1. maupun dengan hak untuk menerima pengembalian pokok utangnya dengan persyaratan pengembalian pokok utang yang sangat sulit atau dalam jangka waktu yang sangat lama di masa depan. Obligasi tersebut adalah aset keuangan karena mencerminkan kewajiban pemerintah selaku penerbit untuk membayar sejumlah kas. entitas menerbitkan instrumen keuangan yang mewajibkan entitas untuk melakukan pembayaran tahunan untuk jangka waktu tidak terbatas. dan surat saham (capital notes)) biasanya memberikan hak kontraktual kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran bunga setiap tanggal tertentu dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang tidak terbatas. wesel bayar atas obligasi pemerintah memberi hak kontraktual bagi pemegangnya untuk menerima dan kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan obligasi pemerintah. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .000 pada saat pengakuan awal. wesel bayar tersebut merupakan aset keuangan bagi pemegangnya dan liabilitas keuangan bagi penerbitnya. Pada setiap kasus. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (d) piutang obligasi dan utang obligasi.000. senilai suku bunga nominal 8% terhadap nilai nominal atau pokok pinjaman sebesar Rp1. bukan kas. PA06.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Misalnya. Oleh karena itu. baik tanpa hak untuk menerima pengembalian pokok utangnya. Pemegang instrumen memiliki aset keuangan dan penerbit instrumen memiliki liabilitas keuangan. Bentuk lain dari instrumen keuangan adalah instrumen dengan manfaat ekonomi yang akan diterima atau diserahkan berbentuk aset keuangan selain kas. Instrumen utang perpetual (seperti obligasi perpetual. Dengan mengasumsikan bahwa 8% merupakan suku bunga pasar dari instrumen tersebut pada saat penerbitan. 50. debentures. hak kontraktual dari satu pihak untuk menerima (atau kewajiban untuk membayar) sejumlah kas ditandingkan dengan kewajiban terkait dari pihak lain untuk membayar (atau hak untuk menerima). Misalnya.

Misalnya. jaminan keuangan merupakan hak kontraktual bagi pemberi pinjaman untuk menerima sejumlah kas dari penjamin. menyerahkan. serangkaian pembayaran yang secara substansial sama dengan pembayaran pokok dan bunga sesuai dengan perjanjian pinjaman. Beberapa hak dan kewajiban kontinjen mungkin merupakan kontrak asuransi dalam ruang lingkup PSAK 28 (revisi 2010): Kontrak Asuransi. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. suatu sewa pembiayaan pada dasarnya merupakan hak lessor untuk menerima.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. meskipun aset dan liabilitas tersebut tidak selalu diakui dalam laporan keuangan. Di lain pihak. PA08. atau mempertukarkan instrumen keuangan merupakan suatu instrumen keuangan. PA07. Hak atau kewajiban kontraktual untuk menerima. Hak dan kewajiban yang bersifat kontinjen memenuhi definisi aset dan liabilitas keuangan. Suatu rangkaian hak atau kewajiban kontraktual memenuhi definisi instrumen keuangan apabila hak atau kewajiban tersebut pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya penerimaan atau pembayaran kas atau menyebabkan perolehan atau penerbitan instrumen ekuitas. jika penerima pinjaman wanprestasi. pada dasarnya merupakan kontrak yang belum diselesaikan yang mengharuskan lessor menyediakan penggunaan aset Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Hak dan kewajiban kontraktual timbul akibat transaksi atau peristiswa masa lalu (dengan asumsi terdapat penjaminan). Kemampuan untuk melaksanakan hak kontraktual atau persyaratan pemenuhan kewajiban kontraktual dapat bersifat absolut atau bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan. dan kewajiban kontraktual terkait dari penjamin untuk membayar pemberi pinjaman. PA09. Lessor mencatat investasinya sejumlah piutang sewa dan bukan sebesar nilai aset yang disewakan. meskipun kemampuan pemberi pinjaman untuk melaksanakan haknya dan keharusan penjamin untuk memenuhi kewajibannya bersifat kontinjen atas kejadian wanprestasi oleh penerima pinjaman di masa depan. dan kewajiban lessee untuk membayar. Berdasarkan PSAK 30 (revisi 2007): Sewa. dalam sewa biasa.

Akuntansi pajak penghasilan dijelaskan dalam PSAK 46 (revisi 2010): Pajak Penghasilan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. karena arus keluar dari manfaat ekonomi yang terkait dengan pendapatan ditangguhkan dan kewajiban garansi tersebut berupa penyerahan barang dan jasa dan bukan kewajiban kontraktual untuk membayar secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lain. Lessor tetap mencatat sebesar nilai aset yang disewakan dan bukan sejumlah piutang sewa yang akan diterima di masa depan. aset yang disewakan dan aset tidak berwujud (seperti paten dan merek dagang) bukan merupakan aset keuangan. PA12. PA11.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 57 (revisi 2009): Provisi. Liabilitas Kontinjensi. Aset berwujud (seperti persediaan dan aset tetap). PA10. Demikian juga. Aset (seperti beban dibayar di muka). bukan merupakan aset keuangan. namun pengendalian tersebut tidak menimbulkan hak pada saat ini untuk menerima kas atau aset keuangan lain. yang memberikan manfaat ekonomi di masa depan berupa penerimaan barang atau jasa.5 . 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 di masa depan sebagai pertukaran atas penerimaan imbalan dari penyediaan jasa. dan Aset Kontinjensi. Pengendalian atas aset berwujud dan tidak berwujud menciptakan peluang untuk memperoleh arus kas masuk atau aset keuangan lainnya. tidak berasal dari kontrak dan bukan merupakan liabilitas keuangan. sewa pembiayaan merupakan instrumen keuangan. Liabilitas atau aset nonkontraktual (seperti pajak penghasilan yang timbul akibat peraturan pemerintah) bukan merupakan liabilitas keuangan atau aset keuangan. Oleh karena itu. kewajiban konstruktif. Demikian juga. item seperti pendapatan ditangguhkan dan sebagian besar kewajiban garansi bukan merupakan liabilitas keuangan. dan bukan berupa hak untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya. sedangkan sewa biasa bukan merupakan instrumen keuangan (kecuali untuk pembayaran berkala yang saat ini jatuh tempo dan terutang).

beberapa jenis saham preferen (lihat paragraf PA34 dan PA35). Namun. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Penerbit saham biasa yang tidak dapat dijual kembali mengakui timbulnya liabilitas ketika penerbit telah bertindak secara formal untuk melakukan distribusi dan menjadi berkewajiban secara hukum kepada pemegang saham untuk melaksanakannya. PA14. jika kontrak tersebut mengandung kewajiban bagi entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain sebagai pembayaran (selain kontrak yang dikategorikan sebagai ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16). Hal ini bisa terjadi setelah deklarasi dividen atau ketika entitas mengakhiri operasinya dan setiap aset yang tersisa setelah pelunasan seluruh liabilitasnya didistribusikan kepada pemegang saham. Kewajiban entitas untuk menerbitkan atau membeli sejumlah tertentu instrumen ekuitasnya dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain merupakan instrumen ekuitas entitas (kecuali yang dinyatakan dalam paragraf 25). yang mensyaratkan suatu kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan ke pihak lain bagian aset neto entitas secara prorata hanya pada saat likuidasi (lihat paragraf 15 dan 16). Instrumen Ekuitas PA13. waran atau penerbitan opsi beli yang memungkinkan pemegangnya untuk memesan atau membeli pada entitas penerbit sejumlah tertentu saham biasa yang tidak dapat dijual kembali dengan menukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain. beberapa instrumen.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Contoh dari instrumen ekuitas meliputi saham biasa yang tidak dapat dijual kembali (nonputtable ordinary shares). Pembelian opsi beli atau kontrak serupa lain oleh entitas yang memberi hak untuk memperoleh kembali sejumlah tertentu instrumen ekuitas miliknya dengan menukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain bukan merupakan aset keuangan entitas (kecuali yang dinyatakan dalam paragraf Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . beberapa instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) (lihat paragraf 13 dan 14). maka kontrak tersebut menimbulkan liabilitas sebesar nilai kini dari jumlah penebusan (lihat paragraf PA36(a)).

entitas mengevaluasi klaim instrumen pada saat likuidasi jika dilikuidasi pada tanggal ketika entitas mengategorikan instrumen tersebut. Kelompok Instrumen yang Merupakan Subordinat dari Semua Kelompok Instrumen Lainnya (Paragraf 13(B) dan 15(B)) PA15. PA17. Salah satu fitur dari paragraf 13 dan 15 yang menyatakan bahwa instrumen keuangan yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain. setiap jumlah yang dibayarkan atas kontrak tersebut dikurangkan dari ekuitas. Apabila menentukan apakah instrumen berada dalam kelompok subordinat. . kelas tersebut diperlakukan seolah-olah kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain. maka dapat mempengaruhi apakah instrumen yang dipertanyakan berada dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain. instrumen memiliki hak istimewa pada saat likuidasi jika entitas memberikan hak kepada pemegang saham dividen tetap pada saat likuidasi. Namun. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. Misalnya. Entitas menilai kembali kategori tersebut jika ada perubahan keadaan relevan. PA18. Misalnya. PA16.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Instrumen yang memiliki hak istimewa pada saat likuidasi entitas bukan merupakan instrumen dengan hak bagian prorata dari aset neto entitas. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 25). di samping itu bagian aset neto entitas. Jika entitas hanya memiliki satu kelompok instrumen keuangan. jika entitas menerbitkan atau menebus instrumen keuangan lain. ketika instrumen lain berada dalam kelompok subordinat dengan hak bagian prorata aset neto entitas tidak memiliki hak yang sama saat likuidasi.

Laba rugi dan perubahan dalam aset neto yang diakui diukur sesuai dengan SAK yang relevan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Transaksi yang Dilakukan oleh Pemegang Instrumen Selain Pemilik Ekuitas (Paragraf 13 dan 15) PA20. PA21.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Hanya arus kas serta persyaratan dan ketentuan kontraktual instrumen yang terait dengan pemegang instrumen sebagai pemilik entitas yang dipertimbangkan saat menilai apakah instrumen harus diklasifikasikan sebagai ekuitas dalam paragraf 13 atau paragraf 15. Total perkiraan arus kas dari instrumen selama masa instrumen harus secara substansial berdasarkan pada laba rugi. Beberapa mitra umum dapat memberikan garansi kepada entitas dan dapat dibayar untuk menyediakan garansi tersebut. garansi dan arus kas terkait pemegang instrumen dalam perannya sebagai pemberi garansi dan bukan dalam perannya sebagai pemilik ekuitas. perubahan dalam aset neto yang diakui atau nilai wajar yang diakui atau belum diakui selama masa instrumen. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Contohnya adalah persekutuan terbatas yang memiliki mitra umum dan mitra terbatas. garansi tersebut dan arus kas terkait tidak mengakibatkan mitra umum dianggap di bawah mitra terbatas. Misalnya. pemegang instrumen dapat juga menjadi pekerja. Pemegang instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual atau instrumen yang mensyaratkan kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan ke pihak lain bagian aset neto entitas secara prorata hanya pada saat likuidasi dapat melakukan transaksi dengan entitas dalam peran selain pemilik entitas. dan diabaikan saat menilai apakah persyaratan kontraktual instrumen persekutuan terbatas adalah sama. Total Perkiraan Arus Kas yang Terkait dengan Instrumen Selama Masa Instrumen Tersebut (Paragraf 13(e)) PA19. Dalam beberapa situasi. Oleh karena itu.

Arus kas serta persyaratan dan ketentuan kontraktual dari transaksi antara pemegang instrumen (dalam perannya bukan sebagai pemilik) dan entitas penerbit harus sama dengan transaksi setara yang mungkin terjadi antara bukan pemegang instrumen dan entitas penerbit. Instrumen berikut. Contoh lain adalah pengaturan pembagian laba rugi yang mengalokasikan laba rugi kepada pemegang instrumen berdasarkan jasa yang diberikan atau usaha yang dihasilkan selama tahun berjalan dan tahun sebelumnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Tetapi. PA23. saat melakukan persyaratan komersial normal dengan pihak tidak berelasi. pengaturan pembagian laba rugi yang mengalokasikan laba rugi kepada pemegang instrumen berdasarkan jumlah nominal instrumennya secara relatif terhadap instrumen lain pada kelompok yang mencerminkan transaksi dengan pemegang instrumen dalam perannya sebagai pemilik dan dipertimbangkan saat menilai fitur di paragraf 13 atau paragraf 15. Pengaturan tersebut merupakan transaksi dengan pemegang instrumen dalam perannya bukan sebagai pemilik dan tidak boleh dianggap ketika menilai fitur di paragraf 13 atau paragraf 15. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PA22. perubahan dalam aset neto yang diakui atau perubahan nilai wajar aset neto yang diakui dan belum diakui (b) dampak secara substansial membatasi atau menetapkan hasil residu. Kondisi untuk mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai ekuitas (kecuali memenuhi kriteria di paragraf 13 atau paragraf 15) adalah entitas tidak memiliki instrumen keuangan atau kontrak lain yang memiliki (a) total arus kas secara substansial berdasarkan laba rugi. tidak mungkin untuk mencegah instrumen (kecuali memenuhi kriteria di paragraf 13 atau paragraf 15) diklasifikasikan sebagai ekuitas: 50. Tidak Ada Instrumen Keuangan atau Kontrak Lain dengan Total Arus Kas yang Secara Substansial Tetap atau Membatasi Hasil Residu Kepada Pemegang Instrumen (Paragraf 14 dan 16) PA24. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .

Instrumen keuangan mencakup instrumen utama (seperti piutang. persyaratan tersebut dapat berubah menjadi menguntungkan atau tidak menguntungkan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .0 (a) instrumen dengan total arus kas secara substansial berdasarkan aset khusus entitas. dan instrumen ekuitas) dan instrumen keuangan derivatif (seperti opsi. Pada saat penerbitannya. Instrumen keuangan derivatif menimbulkan hak dan kewajiban yang mengakibatkan pemindahan di antara pihak-pihak yang terkait dengan instrumen keuangan derivatif tersebut. (c) kontrak yang dirancang untuk imbalan pekerja individu atas jasa yang diberikan kepada entitas. futures dan forwards. atau menimbulkan kewajiban kontraktual untuk menukarkan aset atau liabilitas keuangan kepada pihak lain saat kondisi secara potensial tidak menguntungkan. instrumen keuangan derivatif memberi hak kontraktual pada satu pihak untuk menukarkan aset atau liabilitas keuangan kepada pihak lain saat kondisi secara potensial menguntungkan. (d) kontrak yang membutuhkan pembayaran persentase tidak signifikan dari laba atas barang atau jasa yang diberikan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. utang. PA26. Namun. dan swap mata uang). satu atau lebih risiko finansial yang melekat pada instrumen keuangan utama. Sejumlah instrumen sekaligus mengandung hak dan kewajiban untuk melakukan pertukaran. swap suku bunga. maka sejalan dengan perubahan harga pada pasar uang. baik pada saat penerbitan kontrak maupun pada saat jatuh tempo kontrak. Instrumen keuangan derivatif memenuhi definisi instrumen keuangan dan dengan demikian termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. (b) instrumen dengan total arus kas berdasarkan persentase pendapatan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Instrumen Keuangan Derivatif PA25. umumnya instrumen derivatif tersebut tidak mengakibatkan terjadinya pemindahan atas instrumen keuangan utama. Karena persyaratan bagi pelaksanaan pertukaran ditetapkan pada saat penerbitan instrumen derivatif.

namun instrumen yang mendasari opsi akan menjadi aset keuangan pemegang opsi apabila opsi dilaksanakan. dan instrumen dengan bunga.000. Sebaliknya. PA28.000. dan bukan mentransfer aset keuangannya. dalam hal salah satu pihak (pembeli) berjanji untuk menyerahkan Rp1. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PA27. Selama enam bulan tersebut. termasuk penyertaan pada entitas lain. Hak pemegang opsi untuk mempertukarkan aset keuangan saat kondisi yang ada berpotensi menguntungkan dirinya.1 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Opsi jual atau opsi beli untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan (yaitu instrumen keuangan selain instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas) memberi hak kepada pemegangnya untuk memperoleh potensi manfaat ekonomis di masa depan yang terkait dengan perubahan pada nilai wajar instrumen keuangan yang mendasari kontrak. pihak penerbit opsi berkewajiban untuk melepaskan potensi manfaat ekonomi yang mungkin diperolehnya di masa depan atau menanggung potensi kerugian atas manfaat ekonomi tersebut akibat perubahan pada nilai wajar instrumen keuangan yang mendasari.000.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000.000.000 atas kas Rp1.000 secara kas dan menerima obligasi pemerintah berbunga tetap dengan nilai nominal Rp1. kedua pihak memiliki hak kontraktual 50. dan kewajiban penerbit opsi untuk mempertukarkan aset keuangan saat kondisi yang ada berpotensi tidak menguntungkan dirinya berbeda dari aset keuangan yang mendasari yang akan dipertukarkan ketika opsi dilaksanakan. Suatu opsi dapat mensyaratkan penerbitnya untuk menerbitkan instrumen utang. Hak kontraktual pemegang opsi memenuhi definisi aset keuangan dan kewajiban kontraktual penerbit opsi memenuhi definisi liabilitas keuangan. Instrumen keuangan yang mendasari kontrak opsi dapat berupa aset keuangan.000 yang diterimanya. Contoh lain mengenai instrumen keuangan derivatif adalah kontrak forward yang harus diselesaikan dalam waktu enam bulan. dan pihak lawan (penjual) berjanji akan menyerahkan obligasi pemerintah berbunga tetap dengan nilai nominal Rp1. Karakteristik hak pemegang opsi dan kewajiban penerbit opsi tidak dipengaruhi oleh kemungkinan digunakan atau tidaknya opsi tersebut.

termasuk swap suku bunga dan swap mata uang. interest rate caps. sementara pada kontrak opsi. Suatu kontrak swap suku bunga dapat dianggap sebagai variasi dari kontrak forward. Seperti yang berlaku pada opsi. dalam hal satu jumlah kas dihitung berdasarkan suku bunga mengambang dan jumlah kas yang lain dihitung berdasarkan suku bunga tetap. maka kondisi tersebut akan menguntungkan bagi pihak pembeli dan tidak menguntungkan bagi pihak penjual. dengan perbedaan utamanya bahwa kontrak futures sudah distandardisasi dan diperdagangkan di bursa. di mana seluruh pihak setuju untuk melakukan satu rangkaian pertukaran uang kas di masa depan. PA29. note issuance facilities. Jika harga pasar obligasi pemerintah tersebut melebihi Rp1. Pihak pembeli memiliki hak kontraktual (aset keuangan) yang serupa dengan hak yang berasal dari pembelian opsi beli yang dimiliki dan kewajiban kontraktual (liabilitas keuangan) yang serupa dengan kewajiban yang berasal dari penerbitan opsi jual pihak penjual memiliki hak kontraktual (aset keuangan) yang serupa dengan hak yang berasal dari opsi jual yang dimiliki dan kewajiban kontraktual (liabilitas keuangan) yang serupa dengan kewajiban yang berasal dari penerbitan opsi beli. hak dan kewajiban kontraktual merupakan aset keuangan dan liabilitas keuangan yang terpisah dan berbeda dari instrumen keuangan yang mendasarinya (obligasi dan kas yang akan dipertukarkan). Kedua pihak yang terikat dalam kontrak forward berkewajiban untuk memenuhi komitmen mereka pada tanggal yang disepakati. dampak sebaliknya akan terjadi jika harga pasar obligasi pemerintah tersebut kurang dari Rp1.000.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Banyak jenis lain dari instrumen derivatif mengandung hak atau kewajiban untuk melakukan pertukaran di masa depan.000. collar and floor. loan commitments. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Kontrak futures merupakan variasi lain dari kontrak forward. dan letter of credit.2 dan kewajiban kontraktual untuk saling mempertukarkan instrumen keuangannya.000.000. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . hal tersebut hanya terjadi jika dan ketika pemegang opsi memilih untuk melaksanakan opsinya.

Kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan tidak memenuhi definisi instrumen keuangan karena hak kontraktual dari salah satu pihak untuk menerima aset atau jasa non-keuangan dan kewajiban terkait dari pihak lainnya tidak menimbulkan hak atau kewajiban pada saat ini bagi kedua pihak. Misal. Sebagian kontrak tersebut bentuknya telah distandardisasi dan diperdagangkan di bursa seperti layaknya instrumen keuangan derivatif. maupun mempertukarkan aset keuangan. beberapa kontrak untuk membeli atau menjual item nonkeuangan dapat diselesaikan secara neto atau melalui pertukaran instrumen keuangan. PA31. Sebagai contoh. kontrak futures atau kontrak forward atas perak) bukan merupakan instrumen keuangan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kontrak Pembelian atau Penjualan Item Nonkeuangan (Paragraf 04-06) PA30. atau jika item nonkeuangan dimaksud siap dikonversi menjadi kas. kontrak yang penyelesaiannya hanya dapat dilakukan melalui penerimaan atau penyerahan item nonkeuangan (misalnya opsi. Umumnya kontrak komoditas seperti ini. Kemampuan untuk membeli atau menjual suatu kontrak komoditas secara kas. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . baik untuk menerima. kemudahan untuk memperjualbelikannya. menyerahkan. Namun. sebuah kontrak commodity futures dapat diperjualbelikan sewaktu-waktu secara kas karena telah dicatatkan untuk diperdagangkan di bursa dan dapat berpindah tangan berkali-kali. dan kemungkinan untuk menegosiasikan penyelesaian kewajiban secara kas menjadi penerimaan atau penyerahan komoditas tidak mengubah karakter fundamental kontrak yang dapat menjadikannya sebagai instrumen keuangan. Namun pihak yang menjual dan membeli kontrak sesungguhnya memperdagangkan komoditas yang mendasarinya. Suatu kontrak yang melibatkan penerimaan atau penyerahan aset berwujud bukan merupakan aset keuangan bagi salah satu pihak dan liabilitas keuangan bagi pihak 50. maka kontrak tersebut masuk dalam ruang lingkup pernyataan ini dan diperlakukan sebagai instrumen keuangan (lihat paragraf 4).

50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. dan bukan nilai pembayaran tunai yang telah ditetapkan sebelumnya. PA32. Contohnya adalah pembelian atau penjualan barang secara kredit. Sebagai contoh.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Nilai pokok obligasi tersebut diindeks dengan menggunakan referensi harga sebuah komoditas. Definisi dari instrumen keuangan juga mencakup kontrak yang menimbulkan aset non-keuangan atau kewajiban non-keuangan di samping aset keuangan atau liabilitas keuangan. PA33. namun penyelesaiannya hanya dilakukan secara kas. Sebagai contoh. kecuali jika pembayaran yang terkait dengan kontrak tersebut dilakukan setelah tanggal penyerahan aset berwujud. Aset keuangan bagi pemegang obligasi dan liabilitas keuangan bagi penerbit menjadikan obligasi Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . namun tidak mencakup penyelesaian melalui penerimaan atau penyerahan komoditas secara fisik. nilai pokok suatu obligasi dapat dihitung dengan menggunakan harga pasar minyak saat obligasi jatuh tempo dikalikan dengan sejumlah kuantitas minyak yang telah ditetapkan. dengan opsi untuk menukarkan nilai pokok obligasi tersebut dengan minyak yang kuantitasnya telah ditetapkan. Instrumen keuangan seperti ini sering kali memberi satu pihak suatu opsi untuk menukarkan aset keuangan dengan aset nonkeuangan. lainnya. Keinginan untuk melaksanakan opsi ini akan berbeda dari waktu ke waktu bergantung pada perbandingan antara nilai wajar minyak dengan rasio pertukaran antara kas dan minyak (harga pertukaran) yang sudah ditetapkan dalam obligasi. Niat pemegang obligasi sehubungan dengan pelaksanaan opsi tersebut tidak mempengaruhi substansi komponen aset tersebut. Penyelesaian kontrak tersebut dilakukan secara kas yang nilainya ditentukan sesuai dengan formula tertentu dalam kontrak. Beberapa kontrak adalah kontrak yang dikaitkan dengan komoditas. Kontrak semacam ini merupakan instrumen keuangan. sebuah obligasi yang dikaitkan dengan minyak (oil linked bond) dapat memberi hak kepada pemegangnya untuk menerima secara berkala pembayaran bunga yang nilainya telah ditetapkan dan sejumlah kas pada saat jatuh tempo yang nilainya sudah ditetapkan.

suatu kewajiban dapat timbul ketika penerbit saham melaksanakan opsi yang dimilikinya. Potensi ketidakmampuan penerbit dalam memenuhi kewajibannya untuk menebus saham preferen tersebut sesuai dengan kontrak. Dalam menentukan apakah saham preferen merupakan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas. Namun demikian. biasanya dengan pemberitahuan formal kepada pemegang saham tentang niat untuk menebus saham-saham tersebut. saham preferen yang memberi hak kepada pemegangnya untuk menebus saham tersebut pada tanggal yang telah ditetapkan atau pada tanggal yang dipilih oleh pemegangnya mengandung liabilitas keuangan karena penerbit berkewajiban menyerahkan aset keuangan pada pemegang saham. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 sebagai instrumen keuangan. tidak membatalkan kewajibannya tersebut. Suatu opsi bagi penerbit untuk menebus saham secara kas tidak memenuhi definisi suatu liabilitas keuangan karena penerbit tidak memiliki kewajiban saat ini untuk mentransfer aset keuangan kepada pemegang saham. Saham preferen dapat diterbitkan dengan berbagai jenis hak. maka pengategorian yang sesuai ditentukan 50. terlepas dari bentuk lain atas aset dan liabilitas yang terbentuk. PA35. atau karena tidak memadainya laba atau cadangan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Ketika saham preferen adalah saham yang tidak dapat ditebus.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . PENYAJIAN Liabilitas dan Ekuitas (Paragraf 11 – 30) Tanpa Kewajiban Kontraktual untuk Menyerahkan Kas atau Aset Keuangan Lain (Paragraf 19–22) PA34. baik disebabkan karena tidak tersedianya dana. Sebagai contoh. penebusan saham sepenuhnya didasarkan pada kebijakan penerbit. penerbit menilai hak-hak tertentu yang melekat pada saham untuk menentukan apakah saham tersebut memiliki karakteristik fundamental suatu liabilitas keuangan. atau karena dibatasi peraturan perundang-undangan. Dalam kasus ini.

sepenuhnya didasarkan pada kebijakan penerbit. atau dengan mempertukarkan sejumlah tertentu saham miliknya dengan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lainnya. merupakan instrumen ekuitas. setiap pembayaran yang diterima atau dibayarkan atas kontrak tersebut ditambahkan atau dikurangkan secara langsung dari ekuitas. (d) jumlah cadangan penerbit. Contoh berikut mengilustrasikan bagaimana mengategorikan berbagai jenis kontrak atas instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas: (a) Sebuah kontrak yang akan diselesaikan dengan entitas menerima atau menyerahkan sejumlah tertentu saham miliknya tanpa pembayaran di masa depan. (c) dampak negatif yang mungkin timbul pada harga saham biasa. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Jika pembagian dividen kepada pemegang saham preferen. jika penerbit memutuskan tidak membagikan dividen (karena adanya ketentuan yang membatasi pembayaran dividen pada saham biasa jika saham preferen tidak mendapatkan dividen).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Penyelesaian dengan Instrumen Ekuitas yang Diterbitkan oleh Entitas (Paragraf 23–27) PA36. (f) kemampuan atau ketidakmampuan penerbit untuk memengaruhi jumlah laba atau rugi pada suatu periode. maka saham tersebut merupakan instrumen ekuitas. apakah bersifat kumulatif atau non-kumulatif. (b) niat untuk melakukan pembagian dividen di masa depan. contohnya: (a) sejarah pembagian dividen. berdasarkan hak lain yang melekat padanya. Pengategorian saham preferen sebagai instrumen ekuitas atau kewajiban keuangan tidak dipengaruhi oleh. Kategori didasarkan pada penilaian atas substansi perjanjian kontraktual dan definisi dari suatu liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Sebagai contoh adalah diterbitkannya Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Dengan demikian. (e) ekspektasi penerbit tentang besarnya laba atau rugi pada suatu periode.

14 15 (b) Kewajiban entitas untuk membeli kembali sahamnya secara kas menimbulkan liabilitas keuangan sebesar nilai 16 kini dari jumlah penebusan. 34 35 (d) Kontrak yang akan diselesaikan dengan saham yang diterbitkan entitas yang jumlahnya bervariasi. 50 (revisi 2010) opsi saham yang memberikan hak kepada pihak lawan 1 untuk membeli sejumlah tertentu saham entitas dengan 2 menyerahkan sejumlah tertentu kas. Namun. Sebagai contoh dari kewajiban bersyarat adalah 23 opsi yang diterbitkan yang mensyaratkan entitas untuk 24 membeli kembali sahamnya secara kas jika pihak lawan 25 melaksanakan opsinya. . sekalipun jika jumlah saham 17 yang harus dibeli kembali tersebut tidak ditetapkan atau 18 sekalipun jika kewajiban tersebut bersifat kondisional 19 bergantung pada apakah pihak lawan melaksanakan 20 haknya untuk memperoleh penebusan (kecuali seperti 21 dinyatakan di paragraf 13 dan 16 atau paragraf 15 dan 22 16).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. jika kontrak 3 tersebut mensyaratkan entitas untuk membeli kembali 4 (menebus) saham miliknya secara kas atau dengan aset 5 keuangan lainnya pada tanggal yang telah ditetapkan 6 atau tanggal yang dapat ditentukan sebelumnya. Sebagai contoh adalah 33 opsi saham untuk diselesaikan secara neto dengan kas. maka entitas juga mengakui liabilitas 8 keuangan sebesar nilai kini dari jumlah penebusan (dengan 9 pengecualian instrumen yang memiliki seluruh fitur dan 10 memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 11 dan 16). Sebagai contoh adalah kewajiban entitas dalam 12 kontrak forward untuk membeli kembali sejumlah tertentu 13 saham miliknya dengan sejumlah tertentu kas. atau 7 sesuai keinginan. 26 27 (c) Kontrak yang akan diselesaikan secara kas atau dengan aset keuangan lainnya merupakan aset keuangan atau 28 liabilitas keuangan sekalipun jika jumlah kas atau aset 29 keuangan lainnya yang akan diterima atau diserahkan 30 didasarkan pada perubahan harga pasar dari saham yang 31 diterbitkan entitas (kecuali seperti dinyatakan di paragraf 32 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16). yang 36 nilainya setara dengan jumlah yang telah ditetapkan atau 37 dengan jumlah yang didasarkan pada perubahan variabel 38 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.

maka kategori kontrak tersebut sebagai instrumen ekuitas adalah tepat. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan. yang apabila dilaksanakan. kontrak yang akan diselesaikan dengan sejumlah tertentu saham yang diterbitkan entitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. yang mendasarinya (misalnya harga suatu komoditas). akan diselesaikan secara neto dengan instrumen yang diterbitkan entitas dengan entitas menyerahkan sejumlah instrumen yang nilainya setara dengan nilai kontrak opsi. Ketentuan Penyelesaian Kontinjensi (Paragraf 28) PA37. sangat tidak normal dan sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . penyelesaian dengan sejumlah tertentu saham yang diterbitkan entitas dapat secara kontraktual dilarang dalam situasi yang berada di luar kendali entitas tersebut. merupakan instrumen ekuitas. kontrak yang mensyaratkan penyelesaian secara kas atau dengan saham yang diterbitkan entitas yang jumlahnya bervariasi yang terjadi hanya dalam suatu kejadian peristiwa yang sangat langka. Kontrak semacam ini merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan sekalipun variabel yang mendasarinya adalah harga saham yang diterbitkan entitas tersebut dan bukan harga emas. Paragraf 28 mensyaratkan bahwa jika salah satu bagian dari ketentuan penyelesaian kontinjensi yang dapat mensyaratkan penyelesaian secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lainnya (atau dengan cara lain yang mengakibatkan instrumen menjadi kewajiban keuangan) tidak sah. merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan. Dengan demikian. Serupa dengan itu. namun hak-hak yang melekat pada saham tersebut akan divariasikan sehingga nilai penyelesaiannya setara dengan suatu jumlah tertentu atau suatu jumlah yang didasarkan pada perubahan variabel yang mendasarinya. namun jika situasi tersebut secara normal tidak mungkin terjadi. maka ketentuan penyelesaian tersebut tidak memengaruhi kategori instrumen keuangan. Serupa dengan itu. Sebagai contoh adalah opsi yang diterbitkan untuk membeli emas.

Sepanjang terdapat kewajiban atau ketentuan penyelesaian seperti ini pada suatu instrumen. Jika entitas anak dari suatu kelompok usaha menerbitkan instrumen keuangan dan entitas induk atau entitas anggota kelompok usaha lainnya membuat kesepakatan tambahan langsung dengan pemegang instrumen (misalnya berupa penjaminan).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. entitas mempertimbangkan seluruh persyaratan dan ketentuan yang telah disepakati antara seluruh anggota kelompok usaha dan pemegang instrumen guna menentukan apakah kelompok usaha tersebut secara keseluruhan memiliki kewajiban untuk menyerahkan sejumlah kas atau aset keuangan lain terkait dengan instrumen tersebut. PA39. maka kelompok usaha tersebut tidak lagi memiliki kebebasan dalam melakukan distribusi atau penebusan instrumen tersebut. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . maka instrumen tersebut (atau komponennya yang menjadi subjek dari kewajiban dimaksud) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan dalam laporan keuangan konsolidasian. dampak dari kesepakatan lain antara anggota kelompok usaha dengan pemegang instrumen tetap disajikan guna menjamin bahwa laporan keuangan konsolidasian telah mencerminkan kontrak tersebut dan transaksi yang disepakati oleh kelompok usaha secara keseluruhan. Walaupun entitas anak perusahaan dapat secara memadai mengategorikan instrumen tersebut dalam laporan keuangannya dengan mengabaikan adanya persyaratan tambahan tersebut. entitas menyajikan kepentingan nonpengendali – yaitu hak pihak lain dalam ekuitas dan pendapatan entitas anak – sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. Dalam laporan keuangan konsolidasian. Dalam mengklasifikasikan instrumen keuangan (atau komponen instrumen keuangan) dalam laporan keuangan konsolidasian. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Perlakuan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian PA38. atau menyelesaikannya dengan cara yang mengakibatkan timbulnya kategori liabilitas. Beberapa jenis instrumen yang mensyaratkan kewajiban kontraktual pada entitas diklasifikasikan sebagai 50.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Paragraf 31 mensyaratkan penerbit instrumen keuangan jenis ini untuk menyajikan komponen liabilitas dan komponen ekuitas secara terpisah dalam laporan posisi keuangan. Instrumen Keuangan Majemuk (Paragraf 31-35) PA40. seperti obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham biasa penerbit. sebagai berikut: (a) Kewajiban penerbit untuk melakukan pembayaran bunga dan pokok secara terjadwal merupakan kewajiban keuangan yang akan tetap ada selama instrumen belum dikonversi. PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran mengatur pemisahan derivatif melekat dari sudut pandang pemegang instrumen keuangan majemuk. nilai wajar komponen liabilitas adalah nilai kini dari serangkaian arus kas di masa depan yang telah ditetapkan dalam kontrak.50 instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Pada saat pengakuan awal. Bentuk umum dari instrumen keuangan majemuk adalah instrumen utang dengan opsi konversi melekat. Paragraf 31 hanya diterapkan untuk penerbit instrumen keuangan majemuk nonderivatif. yang didiskonto pada suku bunga yang digunakan oleh pasar pada saat itu untuk instrumen-instrumen yang memiliki status kredit Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . instrumen diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16 dalam laporan keuangan tersendiri atau individu yang merupakan kepentingan nonpengendali diklasifikasikan sebagai liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian kelompok usaha. Pengklasifikasian sesuai dengan paragraf tersebut merupakan suatu pengecualian dari prinsipprinsip selain yang diterapkan dalam Pernyataan ini untuk pengklasifikasian suatu instrumen. Pengecualian ini tidak menjangkau klasifikasi kepentingan nonpengendali dalam laporan keuangan konsolidasian. Paragraf 31 tidak mengatur instrumen keuangan majemuk dari sudut pandang pemegang instrumen. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. tanpa fitur derivatif melekat lainnya. Oleh karena itu. PA41.

Komponen awal dari ekuitas tetap sebagai ekuitas (meskipun komponen tersebut mungkin dipindahkan dari satu pos ke pos lainnya dalam ekuitas). entitas menghentikan pengakuan komponen kewajiban dan mengakuinya sebagai ekuitas. sesuai ketentuan paragraf 31-35. Opsi ini memiliki nilai pada saat pengakuan awal sekalipun jika saat itu opsi berada dalam kondisi posisi tidak untung (out of the money). PA43.51 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Tidak terdapat pengakuan keuntungan atau kerugian pada saat dilakukan konversi saat jatuh tempo. Ketika entitas menghapuskan instrumen yang dapat dikonversi sebelum jatuh tempo melalui penebusan atau pembelian kembali secara dini yang tidak mengubah hak konversi semula. Pada saat dilakukan konversi atas instrumen yang dapat dikonversi pada saat jatuh tempo. PA44.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. namun tanpa opsi konversi. PA42. maka pada tanggal transaksi entitas mengalokasikan jumlah yang dibayarkan serta biaya transaksi untuk pembelian kembali atau penebusan secara dini tersebut ke dalam komponen liabilitas dan komponen ekuitas instrumen tersebut. jika ada. Metode yang digunakan untuk mengalokasikan jumlah yang dibayarkan dan biaya transaksi pada setiap komponen yang terpisah harus konsisten dengan metode yang digunakan untuk alokasi awal pada setiap komponen yang terpisah atas hasil yang diperoleh dari penerbitan instrumen yang dapat dikonversi tersebut. Nilai wajar opsi ini terdiri atas atas nilai waktu dan nilai intrinsik. sebagai berikut: (a) jumlah keuntungan atau kerugian yang terkait dengan 50. memiliki persyaratan yang sama. maka setiap keuntungan atau kerugian yang timbul diperlakukan sesuai prinsip akuntansi yang dapat diterapkan pada komponen terkait. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 setara dan menghasilkan arus kas yang secara substansial sama. Sekali alokasi pembayaran tersebut dilakukan. (b) Instrumen ekuitas merupakan opsi yang dilekatkan untuk mengonversi liabilitas menjadi ekuitas penerbit.

PA45. Dividen. contohnya dengan menawarkan rasio konversi yang lebih menarik atau menawarkan pembayaran ekstra jika konversi dilakukan sebelum tanggal yang ditetapkan. pada tanggal dilakukan perubahan persyaratan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tidak dapat diakui sebagai aset keuangan terlepas dari alasan perolehannya kembali. Entitas dapat mengubah persyaratan instrumen yang dapat dikonversi untuk mendorong dilakukannya konversi dini. namun keputusan pembagian dividen sebelum tanggal penebusan merupakan kebijakan entitas penerbit.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Bunga. antara nilai wajar dari pembayaran yang diterima pemegang instrumen pada saat dilakukan konversi berdasarkan persyaratan yang telah diubah dan nilai wajar dari pembayaran yang akan diterima pemegang instrumen berdasarkan persyaratan awal diakui sebagai kerugian dalam laporan laba rugi. maka akan terdapat hubungan keagenan dan sebagai akibatnya instrumen tersebut tidak termasuk dalam laporan posisi keuangan entitas. Contoh berikut mengilustrasikan penerapan paragraf 38 bagi instrumen keuangan majemuk. dan Keuntungan (Paragraf 38-44) PA47. misalnya institusi keuangan yang memegang ekuitas miliknya untuk kepentingan klien. Namun. Paragraf 36 mensyaratkan entitas yang memperoleh kembali instrumen ekuitasnya untuk mengurangkan instrumen ekuitas tersebut dari ekuitas. Diasumsikan sebuah saham preferen nonkumulatif wajib ditebus secara kas dalam lima tahun.52 komponen kewajiban diakui dalam laporan laba rugi. Perbedaan. Saham Treasuri (Paragraf 36 dan 37) PA46. jika entitas memegang ekuitas miliknya untuk kepentingan pihak lain. dan (b) jumlah pembayaran yang terkait dengan komponen ekuitas diakui dalam ekuitas. Kerugian.

yang diperoleh dan dimiliki untuk mereplikasikan karakteristik instrumen keuangan lain. PA49. utang jangka panjang dengan 50. entitas harus memiliki hak berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus kedua jumlah tersebut. Namun. maka instrumen tersebut secara keseluruhan menjadi liabilitas. seperti dalam kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto atau pada beberapa bentuk utang yang bersifat nonrecourse. Oleh karenanya. atau jika saham tersebut wajib dikonversi menjadi saham biasa dengan jumlah lembar yang bervariasi. pengaturan semacam ini tidak memenuhi kondisi untuk melakukan saling hapus. Jumlah diskonto (the unwinding of the discount) atas komponen ini diakui sebagai beban bunga dalam laporan laba rugi. yang setara dengan suatu jumlah nominal tertentu atau suatu jumlah yang didasarkan pada perubahan dari variabel yang mendasari (misalnya komoditas). Tiap dividen yang dibayarkan terkait dengan komponen ekuitas. Untuk melakukan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. yang nilai komponen kewajibannya adalah sebesar nilai kini dari jumlah penebusan. yang merupakan kumpulan dari beberapa instrumen keuangan yang terpisah. dividen tersebut dikategorikan sebagai beban bunga.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . jika dividen yang belum dibayar ditambahkan pada jumlah penebusan. Perlakuan serupa juga diterapkan jika penebusan tersebut tidak wajib. Entitas dapat memiliki hak bersyarat untuk melakukan saling hapus kedua jumlah tersebut. Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (paragraf 45-53) PA48. Pernyataan ini tidak memberikan perlakuan khusus bagi instrumen sintetis. Dalam kasus ini. namun hak tersebut hanya dapat digunakan pada saat terjadinya beberapa peristiwa di masa depan. dan dengan demikian diakui sebagai distribusi laba atau rugi. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Instrumen tersebut merupakan instrumen keuangan majemuk. Sebagai contoh. biasanya wanprestasi dari pihak lawan. tetapi bergantung pada keputusan pemegangnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.

dan setiap instrumen tersebut dapat dialihkan atau diselesaikan secara terpisah. jika suatu instrumen keuangan dalam suatu instrumen sintetis merupakan aset dan instrumen lainnya merupakan liabilitas. Oleh karenanya. Setiap instrumen keuangan terekspos risiko yang berbeda-beda.5 bunga mengambang dikombinasikan dengan swap suku bunga yang mencakup penerimaan bunga mengambang dan pembayaran bunga tetap merupakan sintesa dari utang jangka panjang dengan bunga tetap.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Setiap instrumen keuangan individual yang secara bersama-sama membentuk instrumen sintetis mencerminkan hak atau kewajiban kontraktual dengan persyaratan dan kondisinya masing-masing. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. maka keduanya tidak dapat saling hapus dan disajikan pada neraca secara neto. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . kecuali memenuhi kriteria saling hapus sesuai paragraf 45.

50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 CONTOH ILUSTrASI Contoh-contoh berikut melengkapi. PSAK 50. Asumsi-asumsi Tanggal Kontrak Tanggal Jatuh Tempo Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Fixed forward price yang harus dibayar pada 31 Jan 2003 Nilai kini dari forward price pada 1 Feb 2002 1 Feb 2002 31 Jan 2003 Rp100 Rp110 Rp106 Rp104 Rp100 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. maka nilai kini forward price sama dengan harga spotnya. jadi carry returnnya (pengembalian atas kepemilikan) sama dengan nol. Contoh-contoh berikut ini mengilustrasikan penerapan paragraf 11-23 dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang akuntansi untuk kontrak-kontrak atas instrumen ekuitas milik entitas (selain instrumen keuangan yang ditentukan di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16) Contoh 1: Kontrak Berjangka untuk Pembelian Saham CI2.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan jika nilai wajar kontrak berjangka sama dengan nol. Contoh ini juga mendiskusikan dampak adanya pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah ini). diasumsikan bahwa tidak ada dividen yang dibayarkan/dibagikan atas saham pokok. Untuk menyederhanakan ilustrasi.55 . Contoh berikut mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang dibutuhkan untuk kontrak pembelian berjangka atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai (b) neto dengan saham atau (c) dengan penyerahan kas sebagai pengganti saham yang diterima. AKUNTANSI UNTUK KONTrAK ATAS INSTrUMEN EKUITAS ENTITAS CI1. Nilai wajar kontrak berjangka dihitung sebagai selisih antara harga pasar saham dan nilai kini dari fixed forward price. tapi bukan merupakan bagian dari.

Kontrak tersebut akan diselesaikan netto secara tunai.000 Rp0 Rp6.000 (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI3. 31 Desember 2002 Pada 31 Desember 2002. kontrak pembelian berjangka atas saham sebuah entitas akan diselesaikan neto secara tunai.300 Dr Aset Berjangka Rp6.5 Jumlah saham berdasarkan kontrak berjangka Nilai wajar kontrak berjangka pada 1 Feb 2002 Nilai wajar kontrak berjangka pada 31 Desember 2002 Nilai wajar kontrak berjangka pada 31 Januari 2003 1.000 saham biasa Entitas A yang beredar sampai dengan 31 Januari 2003 dengan menyerahkan kas sejumlah Rp104.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 (atau Rp104 per saham) pada 31 Januari 2003. akibatnya nilai wajar kontrak berjangka meningkat menjadi Rp6. harga pasar per lembar saham meningkat menjadi Rp110. Pada 1 Februari 2002. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. jadi tidak ada saham milik entitas yang diserahterimakan dalam penyelesaian kontrak ini.300 Rp2.300 Untuk mencatat kenaikan dalam nilai wajar kontrak berjangka Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .300 Cr Keuntungan Rp6. Dalam subbagian ini. Entitas A mencatat ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 • Harga per lembar saham ketika kontrak ditandatangani pada 1 Februari 2002 adalah Rp100 • Nilai wajar awal kontrak berjangka pada 1 Februari 2002 adalah nol Tidak ada ayat jurnal yang dibutuhkan karena nilai wajar derivatif sama dengan nol dan tidak ada kas yang dibayarkan atau diterima. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B untuk menerima pembayaran sejumlah nilai wajar dari 1.

000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI4. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a) dengan pengecualian bahwa penyelesaiannya dilakukan secara neto dengan saham. Jadi Entitas B harus menyerahkan saham senilai Rp2. jadi Entitas B harus membayar selisihnya sebesar Rp2. kecuali untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka tersebut.000) Dr Kas Rp2.000 atau (Rp106 x 1000 – Rp104. Entitas A berkewajiban menyerahkan sahamnya yang bernilai Rp104. yaitu: 31 Januari 2003 Kontrak diselesaikan neto dengan saham. Dr Kerugian Rp4.9 lembar saham (Rp2000/Rp106) 50. kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai.000 kepada Entitas A.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. harga pasar per lembar saham turun menjadi Rp106.300-Rp2.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Ayat-ayat jurnal yang dibuat Entitas A sama dengan butir (a) di atas.000 (Rp106 x 1000) kepada Entitas A.000).000 kepada Entitas B. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003.300 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar kontrak berjangka (Rp4. Pada hari yang sama.000 (Rp106. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp106.000-Rp104.000 Cr Aset Berjangka Rp2. atau sama dengan 18.000) kepada Entitas A.300 Cr Aset Berjangka Rp4.000 (Rp106 x 1000) kepada Entitas A.300=Rp6.000 (Rp104 x 1000) kepada Entitas B. Entitas A berkewajiban untuk menyerahkan Rp104. Nilai wajar dari kontrak berjangka adalah Rp2. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp106.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas A berkewajiban membayar Rp104. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .000 secara tunai kepada Entitas B dan Entitas B berkewajiban menyerahkan 1. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan penyerahan kas dan saham Entitas A yang nilai dan jumlahnya telah ditetapkan.660 Cr Liabilitas Rp3. Entitas A mencatat ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Ekuitas Rp100. Sama seperti pada butir (a) dan (b) di atas.000 Untuk mencatat kewajiban penyerahan Rp104.000 setelah satu tahun yang dibukukan sesuai nilai wajarnya Rp100.5 Dr Ekuitas Rp2.000 Cr Aset Berjangka Rp2.660 Untuk membukukan bunga yang telah menjadi beban yang dihitung menggunakan metode bunga efektif atas liabilitas pada nilai pelunasan/penebusan saham.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a).000 lembar saham beredar entitas A kepada entitas A setelah satu tahun.000 Cr Liabilitas Rp100.000 yang didiskonto menggunakan tingkat bunga yang sesuai (lihat PSAK 55 Paragraf PA79). 31 Desember 2002 Dr Beban Bunga Rp3. Dengan demikian. harga per lembar saham yang harus dibayar oleh Entitas A setelah satu tahun ditetapkan sebesar Rp104. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI5.

000 secara tunai kepada Entitas B. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 31 Januari 2003 Dr Beban Bunga Rp340 Cr Liabilitas Rp340 Untuk membukukan bunga yang telah menjadi beban yang dihitung menggunakan metode bunga efektif atas liabilitas pada nilai pelunasan/penebusan saham. (d) Pilihan Penyelesaian CI6. maka Entitas A harus membukukan liabilitasnya untuk menyerahkan kas sebagai utang. Contoh ini juga mendiskusikan dampak adanya pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah ini). atau dengan mempertukarkan kas dengan saham) menjadikan kontrak pembelian kembali berjangka (forward repurchase contract) sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan.000 Cr Kas Rp104. atau (c) dengan menerima kas atas saham yang diserahkan. 50. (b) neto dengan saham. Jika alternatif yang dipilih adalah dengan mempertukarkan kas dengan saham (butir (c) di atas). neto dengan saham. Contoh 2: Kontrak Berjangka untuk Penjualan Saham CI7.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. seperti ilustrasi pada butir (c) di atas. Entitas A menyerahkan Rp104. maka Entitas A memperlakukan kontrak berjangka tersebut sebagai sebuah derivatif.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan Entitas B menyerahkan 1.000 Untuk mencatat penyelesaian kewajiban penebusan saham Entitas A secara kas.000 lembar Saham Entitas A kepada Entitas A Dr Liabilitas Rp104. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai. Jika tidak. Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal bagi kontrak penjualan berjangka atas saham milik sebuah entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai.

50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Entitas A mencatat ayat jurnal sebagai berikut. Kontrak diselesaikan neto secara tunai. 1 februari 2002 Tidak ada ayat jurnal yang harus dibukukan karena nilai wajar dari derivatif sama dengan nol dan tidak ada kas yang diserahterimakan. Pada 1 Februari 2002.300) Rp(2.000 saham biasa Entitas A yang beredar sampai dengan 31 Januari 2003 dengan menyerahkan kas senilai Rp104. Asumsi-asumsi : Tanggal kontrak Tanggal jatuh tempo Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Fixed forward price yg akan diterima pada 31 Jan 2003 Nilai kini dari forward price pada 1 Februari 2002 Jumlah lembar saham dalam kontrak berjangka Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 1 Feb 2002 Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 31 Des 2002 Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 31 Jan 2003 1 Feb 2002 31 Jan 2003 Rp100 Rp110 Rp106 Rp104 Rp100 1. maka nilai kini forward price sama dengan harga spot-nya.0 Untuk menyederhanakan ilustrasi. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B untuk membayar sejumlah nilai wajar dari 1.000 Rp0 Rp(6. jadi carry return-nya (pengembalian atas kepemilikan) sama dengan nol.000 (atau Rp104 per lembar saham) pada 31 Januari 2003.000) (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI8. diasumsikan bahwa tidak ada dividen yang dibayarkan/dibagikan atas saham pokok.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Nilai wajar kontrak berjangka dihitung sebagai selisih antara harga pasar saham dan nilai kini dari fixed forward price. dan jika nilai wajar kontrak berjangka sama dengan nol.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.300-Rp2.1 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Entitas B berkewajiban untuk menyerahkan Rp104.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI9. Jadi Entitas A harus membayar selisih sebesar Rp2.300 Cr Liabilitas Berjangka Rp6. 000) Kontrak diselesaikan neto secara tunai.300 Untuk mencatat kenaikan dalam nilai wajar suatu kontrak berjangka (Rp4.000) pada Entitas B. Jadi.000 (Rp104 x 1. 50. Entitas A membukukan ayat-ayat jurnal yang sama dengan jurnal pada butir (a).000 (Rp106 x 1. Entitas A memiliki hak untuk menerima sahamnya kembali senilai Rp104.300 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar kontrak berjangka 31 Januari 2003 Dr Liabilitas Berjangka Rp4.000 pada Entitas A. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a).000) kepada Entitas B. kecuali: 31 Januari 2003 Kontrak diselesaikan neto dengan saham. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 31 Desember 2002 Dr Kerugian Rp6.000) dan berkewajiban menyerahkan sahamnya senilai Rp106.000 kepada Entitas B Dr Liabilitas Berjangka Rp2.000 Cr Kas Rp2. dan Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp106. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan neto dengan saham.000 (Rp106 x 1.300=Rp6.300 Cr Keuntungan Rp4.

000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka. 1 februari 2002 Tidak ada jurnal yang harus dibuat pada 1 Februari.000/Rp106). Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a). 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang dibukukan pada 31 Desember karena tidak ada kas yang diserahterimakan dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Tidak ada kas yang diserahterimakan karena nilai wajar awal dari kontrak berjangka adalah nol. (c) Saham untuk Kas (Penyelesaian Fisik Bruto) CI10.000 secara tunai (Rp104 x 1.000 (Rp106. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Penerbitan saham baru entitas dicatat sebagai transaksi ekuitas. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan penyerahan kas dan saham Entitas A yang nilai dan jumlahnya telah ditetapkan. harga per lembar saham yang harus dibayar Entitas A setelah satu tahun ditetapkan sebesar Rp104.000) dan berkewajiban menyerahkan 1.2 Entitas A menyerahkan selisih sahamnya senilai Rp2.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000-Rp104.000 Cr Ekuitas Rp2. Sebuah kontrak berjangka bagi pertukaran saham Entitas A yang jumlahnya telah ditetapkan dengan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan memenuhi definisi sebuah instrumen ekuitas karena kontrak tersebut tidak dapat diselesaikan dengan cara lain kecuali melalui pertukaran saham dengan kas.9 lembar saham (Rp2. Dengan demikian. atau sama dengan 18. Entitas A membukukan ayat-ayat jurnal berikut ini.000 lembar sahamnya setelah satu tahun. Sama seperti pada butir (a) dan (b) di atas.000) kepada Entitas B. Entitas A berhak menerima Rp104. Dr Liabilitas Berjangka Rp2.

atau (c) dengan pertukaran kas dengan saham milik entitas.000 Cr Ekuitas Rp104. neto dengan saham. maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan.000 secara tunai dan menyerahkan 1. (b) neto dengan saham.000 lembar sahamnya Dr Kas Rp104.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka (d) Pilihan Penyelesaian CI11. atau dengan pertukaran kas dan saham) menjadikan kontrak berjangka sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang harus dibukukan atas hak yang timbul dari pembelian opsi beli atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai. Ayat jurnal yang harus dibuat pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. Kontrak ini tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan oleh Entitas A selain dengan membeli kembali sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan. . Entitas A menerima Rp104. seperti yang diilustrasikan dalam butir (a) dan (b) di atas. Contoh 3: Pembelian Opsi-Beli atas Saham CI12. Dalam hal ini. 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003. Contoh ini juga mendiskusikan efek dari pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah): Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai. Entitas A membukukan sebuah aset derivatif atau liabilitas derivatif.

opsi tersebut tidak memiliki nilai intrinsik. hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas A. maka tidak terjadi pembayaran. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. jika Entitas A menggunakan hak tersebut.000 Nilai wajar opsi pada 31 Januari 2003 Rp2. karena harga exercise/strike price Rp102 melebihi harga pasar per lembar saham (Rp100) sehingga tidaklah ekonomis jika Entitas A mengexercise opsinya.000. Jurnal yang dibukukan oleh Entitas A adalah sebagai berikut: 1 februari 2002 Harga per lembar saham ketika kontrak disepakati pada 1 Februari 2002 adalah Rp100. Pada 1 Februari 2002. 1 Feb 2002 31 Jan 2003 (European terms. Jika Entitas A tidak menggunakan haknya. Pihak Pertama Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Rp104 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Rp104 Harga exercise yg ditetapkan untuk dibayar pada 31 Januari 2003 Rp102 Jumlah lembar saham menurut kontrak 1.000 (Rp102 x 1000) yang akan diterimanya pada tanggal 31 Januari 2003. opsi beli tersebut dalam posisi tidak untung. Dengan kata lain. hanya nilai waktu. dan Entitas A hak untuk menerima. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas B kewajiban untuk menyerahkan. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai.000 Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5.000 Asumsi-asumsi: Tanggal Kontrak Tanggal Exercise (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI13. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .000 Nilai wajar opsi pada 31 Des 2002 Rp3.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. nilai wajar dari 1000 lembar saham biasa Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 atas kas senilai Rp102. yaitu sejumlah yang harus dibayarkan oleh Entitas A pada Entitas B. Nilai wajar awal dari kontrak pada 1 Februari 2002 adalah Rp5. Pada tanggal itu.

Dr Kerugian Rp1.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. sehingga Entitas A berhak menerima selisih sebesar Rp2.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Dr Aset Opsi Beli Cr Kas Untuk mencatat pembelian opsi beli 31 Desember 2002 Rp5. Rp 2.000 (Rp102 x 1000) kepada Entitas B.000 (Rp104 x 1000) kepada Entitas A. Dr Kas Cr Aset Opsi Beli Untuk mencatat penyelesaian kontrak. Pada hari yang sama. Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp3.000 Cr Aset Opsi Beli Rp2.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli.000 adalah nilai waktu yang tersisa.5 .000. Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp2. harga pasar per lembar saham meningkat menjadi Rp104. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp104. dimana nilai intrinsiknya menjadi Rp2000 ([Rp104Rp102] X 1000).000 yang keseluruhannya merupakan nilai intrinsik ([Rp104-Rp102] x 1000) karena tidak ada lagi nilai waktu yang tersisa.000 Rp5.000 secara tunai. 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003.000 Pada 31 Desember 2002. dan yang Rp1.000 Rp2.000 Cr Aset Opsi Beli Rp1.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. dan Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp102. harga pasar per lembar saham masih Rp104. Dr Kerugian Rp2. Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai.

Seperti pada butir (a) dan (b) di atas.000) yang diserahkannya. jika Entitas A menggunakan opsinya. harga exercise per lembar saham ditetapkan sebesar Rp102. jika Entitas A menggunakan opsinya.000/Rp104) Dr Kas Rp2.000 Cr Aset Opsi Beli Rp2. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI14.000 atau sebanyak 19.000 (Rp102 X 1000) dari Entitas A.000 lembar saham beredarnya atas kas sejumlah Rp102.2 lembar saham (Rp2. Jurnal yang harus dibuat oleh Entitas A sama dengan jurnal pada butir (a).000 (Rp102 x 1.000) kepada Entitas A dan menerima saham Entitas A senilai Rp102.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. yaitu: 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak diselesaikan neto dengan saham. (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI15. sehingga Entitas B akhirnya harus menyerahkan saham Entitas A senilai Rp2. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penerimaan saham dalam jumlah yang telah ditetapkan dan penyerahan kas yang nilainya telah ditetapkan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.000 (Rp104 x 1. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a). Entitas B berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp104. Entitas A membukukan jurnal sebagai berikut: Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dalam bentuk serah terima saham. kecuali untuk pencatatan penyelesaian kontrak. Karenanya Entitas A berhak menerima 1. Penyelesaian ini dianggap sebagai transaksi Saham yang Diperoleh Kembali (jadi tidak ada keuntungan atau kerugian).

Premi yang dibayarkan dibukukan sebagai ekuitas. maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas. atau dengan mempertukarkan kas dengan saham) menjadikan opsi beli tersebut sebuah aset keuangan. Dr Ekuitas Cr Kas Untuk mencatat penyelesaian kontrak. (d) Pilihan Penyelesaian CI16. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai. 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang dibukukan karena tidak ada kas yang diserahterimakan dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan.000 Cr Kas Rp5. Entitas B berkewajiban menyerahkan 1000 lembar saham Entitas A atas kas sebesar Rp102. Opsi beli tersebut tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan dengan cara lain. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 1 februari 2002 Dr Ekuitas Rp5. kecuali Entitas A membeli kembali sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan. Rp102.000 Untuk mencatat kas yang dibayarkan atas hak untuk membeli kembali saham Entitas A setelah satu tahun dengan harga yang telah ditetapkan. neto dengan saham.000 Rp102.000 yang diterimanya. Dalam hal 50.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .

Contoh 4: Penerbitan Opsi Beli atas Saham CI17.000 Nilai wajar opsi pada pada 31 Des 2002 Rp3. pada 1 Februari 2002. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. Selanjutnya.000 Nilai wajar opsi pada 31 Jan 2003 Rp2. hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas B. dengan pengecualian bahwa Entitas A yang menerbitkan opsi beli atas saham miliknya.000 Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5. ini.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . (b) neto dengan saham.000 Asumsi Tanggal Kontrak Tanggal Exercise (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI18. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. 1 Feb 2002 31 Jan 2003 (European terms. Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal untuk mencatat kewajiban yang timbul dari penerbitan opsi beli atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai. atau (c) dengan mempertukarkan kas dengan saham. Pihak Kedua Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Rp104 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Rp104 Harga exercise yang ditetapkan untuk diterima pada 31 Januari 2003 Rp102 Jumlah lembar saham menurut kontrak 1. Entitas A mengakui sebuah aset derivatif sebagaimana yang diilustrasikan dalam butir (a) dan (b) di atas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas B hak untuk menerima. dan Entitas A berkewajiban untuk membayar. nilai wajar dari 1000 lembar saham biasa milik Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 dengan menyerahkah kas sejumlah Rp102. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada Contoh 3(a) di atas. Contoh ini juga mendiskusikan pengaruh dari pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah).

000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.000 kepada Entitas B. Rp2.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (atau Rp102 per lembar) pada 31 Januari 2003. . 31 Desember 2002 Dr Kewajiban Opsi Beli Rp2. Jika Entitas B tidak menggunakan haknya.000 (Rp102 x 1000) kepada Entitas A. maka pembayaran tidak akan terjadi.000 Rp2. Entitas A harus membayar selisih sebesar Rp2. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai. Pada hari yang sama. 31 Januari 2003 Dr Kewajiban Opsi Beli Rp1. Entitas A berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp104. Entitas A membukukan ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Kas Cr Kewajiban Opsi Beli Untuk mencatat penerbitan opsi jual.000 Cr Keuntungan Rp1. Entitas B menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi jual. Dr Kewajiban Opsi Beli Cr Kas Untuk mencatat penyelesaian kontrak.000 Cr Keuntungan Rp2. jika Entitas B menggunakan opsinya.000 Rp5.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi jual.000 (Rp104 x 1000) kepada Entitas B.000 Rp5. Jadi. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp102.

jika Entitas B menggunakan opsinya.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan neto dengan saham.0 (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI19. kecuali ayat jurnal untuk penyelesaian kontrak tersebut. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penyerahan saham yang jumlahnya telah ditetapkan dan penerimaan kas yang nilainya telah ditetapkan. Entitas A membukukan ayat jurnal sebagai berikut: Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Penyelesaian ini dianggap sebagai transaksi ekuitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). yaitu: 31 Januari 2003 Entitas B menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan neto dengan saham.2 lembar (Rp2.000 Cr Ekuitas Rp2. harga exercise per lembar ditetapkan sebesar Rp102.000) yang diserahkannya. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). Seperti pada butir (a) dan (b) di atas.000 dari Entitas B. Dr Kewajiban Opsi Beli Rp2. Entitas A berkewajiban menyerahkan saham biasa Entitas A senilai Rp104. Karenanya.000 kepada Entitas B dan berhak menerima saham biasa Entitas A senilai Rp102. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI20.000 kepada Entitas B atau sebanyak 19.000 (Rp102 x 1. jika Entitas B menggunakan opsinya. Jurnal yang dibukukan Entitas A sama dengan jurnal pada butir (a) di atas. Jadi. Entitas A harus menyerahkan saham biasa Entitas A sebesar selisih Rp2. Entitas B berhak untuk menerima saham biasa Entitas A yang beredar atas kas senilai Rp102.000/Rp104).

000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Dr Kas Cr Ekuitas Untuk mencatat penyelesaian kontrak. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 1 februari 2002 Dr Kas Rp5. Opsi tersebut tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan selain dengan cara Entitas A 50.000 lembar sahamnya atas kas sejumlah Rp102. neto dengan saham. maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas. Entitas A berkewajiban menyerahkan 1.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 Cr Ekuitas Rp5. atau dengan mepertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi beli sebagai sebuah liabilitas keuangan. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai.000 Rp102. 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang harus dicatat pada 31 Desember karena tidak ada kas yang diserahterimakan dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan.1 Rp102. Pada saat penggunaannya. 31 Januari 2003 Entitas B menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto.000 yang diterimanya. opsi beli akan mengakibatkan penerbitan saham dalam jumlah tertentu sebagai pengganti senilai tertentu kas yang diterima. Premi yang diterima dibukukan sebagai ekuitas. (d) Pilihan Penyelesaian CI21.000 Untuk mencatat kas yang diterima atas penyerahan saham Entitas A yang jumlahnya telah ditetapkan pada harga yang telah disepakati setelah satu tahun.

Contoh ini juga mendiskusikan dampak dari pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah): 1 Feb 2002 31 Jan 2003 (European terms. Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang harus dibukukan untuk pembelian opsi jual atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai. Pihak Pertama Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada pada 31 Des 2002 Rp95 Harga pasar per lembar saham pada pada 31 Jan 2003 Rp95 Harga exercise yang ditetapkan untuk diterima pada 31 Januari 2003 Rp98 Jumlah lembar saham menurut kontrak 1.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .000 Asumsi Tanggal Kontrak Tanggal Exercise (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI23. atau (c) dengan mempertukarkan kas dengan saham. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. Entitas A mengakui liabilitas derivatifnya sesuai dengan ilustrasi pada butir (a) dan (b) di atas. dan Entitas B berkewajiban untuk membeli. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas A sebuah hak untuk menjual. (b) neto dengan saham. nilai wajar dari 1000 lembar saham Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 dengan strike price Rp98. hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas A. Pada 1 Februari 2002.2 menerbitkan sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lain yang diterimanya.000 Nilai wajar opsi pada 31 Jan 2003 Rp3. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.000 Nilai wajar opsi pada 31 Des 2002 Rp4. Contoh 5: Pembelian Opsi Jual atas Saham CI22. Dalam hal ini.000 Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.

31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Rp5.000. harga pasar per lembar saham tetap Rp95. Pada tanggal itu. Dengan kata lain. yaitu sebesar nilai intrinsiknya ([Rp98-Rp95] x 1000) karena nilai 50. Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp4.000. dimana nilai intrinsiknya menjadi Rp3. opsi jual tersebut tidak memiliki nilai intrinsik. 31 Desember 2002 Pada 31 Desember 2002. karena harga exercise-nya (strike price) lebih rendah dari harga pasar per lembar saham (Rp100).000 ([Rp98-Rp95] x 1000) dan Rp1. hanya nilai waktu.000 merupakan nilai waktu yang tersisa. sesuai dengan jumlah yang dibayarkan Entitas A kepada Entitas B. Jika Entitas A tidak menggunakan opsinya. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai. jika Entitas A menggunakan opsinya. adalah tidak ekonomis jika Entitas A menggunakan opsinya.000 Rp5. Karenanya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. maka pembayaran tidak akan terjadi. harga pasar per lembar saham turun menjadi Rp95.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli.000 Cr Aset Opsi Jual Rp1. opsi beli tersebut dalam posisi tidak untung. Dr Aset Opsi Jual Cr Kas Untuk mencatat pembelian opsi jual. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (atau Rp98 per lembar) pada 31 Januari 2003. Nilai wajar awal dari kontrak pada 1 Februari 2002 adalah Rp5. Entitas A membukukan ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Harga per lembar saham saat kontrak ditandatangani pada 1 Februari 2002 adalah Rp100.000. Dr Kerugian Rp1. Nilai wajar dari opsi beli tersebut turun menjadi Rp3.

kecuali: 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan dengan saham.000 Rp3.000 kepada Entitas A. Rp3. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp98. dan Entitas A berkewajiban menyerahkan saham miliknya senilai Rp95.000 kepada Entitas A.000 atau sama dengan 31. dan Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp95. Entitas A berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp98. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Entitas A membukukan jurnal yang sama seperti jurnal pada butir (a). dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan saham. Pada hari yang sama.6 (Rp3. sehingga akhirnya Entitas B harus menyerahkan saham Entitas A senilai Rp2.000 pada Entitas A. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . sehingga Entitas B harus membayar selisih sebesar Rp3.000 Cr Aset Opsi Jual Rp1. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan secara tunai.000/Rp95) lembar saham pada Entitas A.000 (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI24.000 (Rp95 x 1. Dr Kerugian Rp1.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Dr Kas Cr Aset Opsi Jual Untuk mencatat penyelesaian kontrak.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi.000 (Rp95 x 1000) kepada Entitas B.000) pada Entitas B. waktunya telah habis. Akibatnya.

50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Dr Ekuitas Cr Aset Opsi Jual Untuk mencatat penyelesaian kontrak. Seperti pada butir (a) dan (b) di atas. Jurnal yang dibukukan Entitas A adalah sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Ekuitas Cr Kas Rp5. harga exercise per lembar ditetapkan sebesar Rp98. maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas.000 Rp5. 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang harus dibukukan pada 31 Desember 2002 karena serah terima kas tidak terjadi dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan.000 Rp3.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . opsi jual akan mengakibatkan penerbitan saham dalam jumlah tertentu sebagai pengganti senilai tertentu kas yang diterima.000 (Rp98 x 1000) pada Entitas A sebagai pengganti 1. jika Entitas A menggunakan opsinya. Pada saat penggunaannya.000 lembar saham Entitas A yang diterimanya. Rp3. Premi yang diterima dibukukan sebagai ekuitas.000 Untuk mencatat kas yang diterima atas hak untuk menyerahkan saham Entitas A setelah satu tahun pada harga yang telah ditetapkan.000 (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI25. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). Entitas B berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp98. 50. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penerimaan kas yang nilainya telah ditetapkan atas penyerahan saham Entitas A yang jumlahnya telah ditetapkan. Karenanya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. jika Entitas A menggunakan opsinya.

Rp98.000 lembar saham Entitas A yang diterimanya. Contoh berikut mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang harus dibukukan atas penerbitan opsi-jual atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai. (d) Pilihan Penyelesaian CI26. Entitas A mengakui aset derivatifnya sesuai dengan ilustrasi pada butir (a) dan (b) di atas.000 Rp98. Dr Kas Cr Ekuitas Untuk mencatat penyelesaian kontrak.000 secara tunai untuk 1. neto dengan saham. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai. Opsi tersebut tidak memenuhi kriteria instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan selain dengan cara Entitas A menerbitkan saham dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lainnya yang diterimanya. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp98. Dalam hal ini. 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. atau dengan mempertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi jual tersebut sebagai aset keuangan. (b) neto dengan saham. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Contoh 6: Penerbitan Opsi Jual atas Saham CI27. atau (c) dengan mempertukarkan kas dengan saham.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Contoh ini juga mendiskusikan dampak dari pilihan penyelesaian dalam butir (d) di bawah.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 Nilai wajar opsi pada 31 Des 2002 Rp4. Entitas A membukukan ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Kas Cr Kewajiban Opsi Jual Untuk mencatat penerbitan opsi jual. dengan pengecualian bahwa Entitas A menerbitkan opsi jual atas saham miliknya. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 1 Feb 2002 31 Jan 2003 (European terms.000 Asumsi: Tanggal Kontrak Tanggal Exercise (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI28. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir 5(a) di atas.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. dan Entitas A berkewajiban membayar. Jika Entitas B tidak menggunakan haknya. jika Entitas B menggunakan haknya. Rp5. Selanjutnya.000 lembar saham Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 sebagai pengganti Rp98. hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas B.000 Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5. maka tidak ada pembayaran yang terjadi.000 Nilai wajar opsi pada 31 Jan 2003 Rp3.000 Rp5. sejumlah nilai wajar dari 1. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas B sebuah hak untuk menerima. pada 1 Februari 2002. .000 (Rp98 x 1000) yang diterimanya pada 31 Januari 2003. Pihak Kedua Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 RpU95 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 RpU95 Harga exercise yang ditetapkan untuk dibayar pada 31 Jan 2003 Rp98 Nilai kini harga exercise yang ditetapkan pada 1 Feb 2002 Rp95 Jumlah lembar saham menurut kontrak 1.

Jurnal yang dibukukan oleh Entitas A sama dengan jurnal pada butir (a).000 (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI29.000 Cr Keuntungan Rp1. kecuali untuk hal-hal sebagai berikut: 31 Januari 2003 Entitas B menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut harus diselesaikan neto dengan saham.000 kepada Entitas B. Akibatnya. 31 Januari 2003 Dr Kewajiban Opsi Jual Rp1. Rp3. Entitas A berkewajiban menyerahkan sahamnya senilai Rp98. Entitas B menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai.000 kepada Entitas B.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi jual. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan saham.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas A berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp98.000 Rp3. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a).000 (Rp95 x 1000).000 Cr Keuntungan Rp1. Dr Kewajiban Opsi Jual Cr Kas Untuk mencatat penyelesaian kontrak.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi jual. 31 Desember 2002 Dr Kewajiban Opsi Jual Rp1. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan saham Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Jadi Entitas A harus membayar selisih sebesar Rp3. Pada hari yang sama. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp95.000 kepada Entitas B.

000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak. Selanjutnya. Dr Ekuitas Rp95. sebagai liabilitas. Penerbitan saham milik Entitas A harus dibukukan sebagai transaksi ekuitas. Dr Liabilitas Opsi Jual Rp3.000 dengan menyerahkan sahamnya pada Entitas B atau sama dengan 31. . yakniRp95. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a).000 (Rp95 x 1. Entitas A harus membayar selisih sebesar Rp3.000 dalam satu tahun.000 secara tunai sebagai pengganti 1.000.000 Cr Liabilitas Rp95. Karenanya Entitas A berkewajiban membayar Rp98.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas A membukukan ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Kas Rp5.000 Untuk mencatat premi opsi yang diterima sebesar Rp5.000/Rp95).000 Cr Ekuitas Rp5.000 Cr Ekuitas Rp3. (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI30. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Entitas A senilai Rp95. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penyerahan kas yang jumlahnya telah ditetapkan dan penerimaan saham dengan jumlah lembar saham yang telah ditetapkan jika Entitas B menggunakan opsinya.000 lembar saham beredar Entitas A yang diterimanya jika Entitas B menggunakan opsinya. Seperti pada butir (a) dan (b) di atas.6 lembar saham (Rp3.000 Untuk mencatat nilai kini kewajiban penyerahan Rp98.000) kepada Entitas A. harga exercise ditetapkan sebesar Rp98. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.000 pada ekuitas.

31 Januari 2003 Dr Beban Bunga Rp250 Cr Liabilitas Rp250 Untuk mengakui beban bunga yang dihitung menggunakan metode bunga efektif pada liabilitas sebesar nilai penebusan saham. (d) Pilihan Penyelesaian CI31. Jika tidak. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Entitas A membukukan liabilitasya untuk menyerahkan kas sebagaimana ilustrasi pada butir (c) di atas. atau dengan mempertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi jual sebagai liabilitas keuangan.000 (Rp95 x 1000) yang diterimanya. dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto.750 Untuk mengakui beban bunga yang dihitung menggunakan metode bunga efektif pada liabilitas sebesar nilai penebusan saham.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Dr Liabilitas Cr Kas Untuk mencatat penyelesaian kontrak. neto dengan saham. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai. Entitas A akan membukukan opsi jual tersebut sebagai liabilitas derivatif. Pada hari yang sama. Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp98.750 Cr Liabilitas Rp2.000 Rp98.0 31 Desember 2002 Dr Beban Bunga Rp2.000 secara tunai kepada Entitas B sebagai pengganti saham senilai Rp95. Entitas B menggunakan opsi jualnya.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Rp98. Jika alternatif yang digunakan adalah mempertukarkan kas dengan saham (butir (c) di atas).

1 .312 (47) (50) 2.distribusi kepada anggota Perubahan aset neto diatribusi kepada pemilik 20x1 Rp 2.215 (614) 1. Laporan rugi laba untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20x1 Pendapatan Beban-beban (dikategorikan berdasarkan sifat atau fungsi) Laba Operasi Biaya-biaya keuangan .007 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. Contoh berikut mengilustrasikan format laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan yang dapat digunakan entitas seperti reksa dana yang tidak memiliki ekuitas sebagaimana yang didefinisikan PSAK 50 (revisi 2010).718 (644) 2. Penggunaan format lain juga diperkenankan.956 20x0 Rp 1. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 ENTITAS SEPErTI rEKSA DANA DAN KOPErASI OPErASI YANG MODAL SAHAMNYA BUKAN EKUITAS SEBAGAIMANA YANG DIDEfINISIKAN DALAM PSAK 50 (rEVISI 2010) Contoh 7: Entitas yang Tidak Memiliki Ekuitas CI32.biaya-biaya keuangan lain-lain .Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.104 (47) (50) 1.

869 136 (136) 80.484 Aset lancar (diklasifikasikan sesuai dengan PSAK 1) 1.484 Total aset tidak lancar 91. Contoh berikut mengilustrasikan format laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan yang dapat digunakan entitas yang. berdasarkan PSAK 50 (revisi 2010). Penggunaan format lain juga diperkenankan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.374 78. modal sahamnya bukan merupakan ekuitas karena entitas tersebut memiliki kewajiban untuk sewaktu-waktu menebus modal sahamnya sesuai permintaan pemegangnya tetapi tidak mempunyai semua fitur atau memenuhi kondisi dalam paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16.051 Contoh 8: Entitas yang Memiliki Ekuitas Tertentu CI33.796 Total aset 92. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.796 80.253 LIABILITAS Liabilitas jangka pendek (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 647 Total liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka pendek kecuali aset neto diatribusi kepada pemilik (diklasifikasikan sesuai dengan PSAK 1) Aset neto diatribusi kepada pemilik Laporan Posisi Keuangan pada 31 Desember 20x1 (647) 66 (66) 280 (280) 91.422 1.2 20x1 20x1 ASET rp rp rp rp Aset tidak lancar (diklasifikasikan sesuai dengan PSAK 1) 91.422 1.374 78. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .796 Total aset lancar 1.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.180 (574) 717 338 161 (499) 681 196 187 196 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20x1 20x1 rp 472 (367) 105 (4) (50) 51 20x0 rp 498 (396) 102 (4) (50) 48 Pendapatan Beban-beban (dikategorikan berdasarkan sifat atau fungsi) Laba Operasi Biaya-biaya keuangan .291 830 350 1.biaya-biaya keuangan lain-lain . .distribusi kepada anggota Perubahan aset neto diatribusi kepada pemilik Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 20x1 rp 20x1 rp rp 830 350 20x0 rp ASET Aset tidak lancar (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 908 Total aset tidak lancar Aset lancar (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 383 Total aset tidak lancar Total aset LIABILITAS Liabilitas jangka pendek (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 372 Modal saham yang dapat ditebus 202 Total liabilitas jangka pendek Total aset dikurangi liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka panjang (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 187 908 383 1.

000. Contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana pemisahan tersebut dilakukan. Bunga dibayarkan di muka setiap tahunnya berdasarkan tingkat bunga nominal yaitu 6%. yaitu Rp1. dll 530 530 717 485 485 681 NOTA MEMOrANDUM – Total Kepentingan Anggota Modal saham yang dapat ditebus Cadangan 202 530 732 161 485 646 AKUNTANSI UNTUK INSTrUMEN KEUANGAN MAJEMUK Contoh 9: Pemisahan Instrumen Keuangan Majemuk saat Pengakuan Awal CI34. saldo laba. Obligasi tersebut berjangka waktu tiga tahun dan dijual sesuai nilai nominalnya.000 lembar pada awal Tahun 1. Ketika obligasi tersebut diterbitkan. tingkat bunga pasar untuk utang sejenis tanpa hak konversi sebesar 9%. Tiap obligasi dapat dikonversikan setiap saat hingga saat jatuh temponya menjadi 250 lembar saham biasa.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Paragraf 31 menjabarkan cara pemisahan komponen-komponen instrumen keuangan majemuk pada saat pengakuan awalnya. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. dengan hasil sebesar Rp2. CI35.000 per obligasi. Sebuah entitas menerbitkan obligasi yang dapat dikonversi sejumlah 2. entitas tidak memiliki kewajiban untuk menyerahkan sebagian cadangannya pada pemegang sahamnya Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . * Pada contoh ini.000. CADANGAN* Cadangan misalnya cadangan revaluasi.

1. yang merupakan tingkat bunga pasar untuk obligasi sejenis yang tidak memiliki hak konversi.5 .848. nilai yang dialokasikan kepada komponen liabilitas berdasarkan Paragaraf 34 adalah Rp55 (Rp57-Rp2) dan nilai yang dialokasikan pada komponen ekuitas adalah Rp5 (Rp60-Rp55). Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. harga dari sebuah fitur opsi beli yang dilekatkan pada sebuah obligasi tanpa opsi konversi ekuitas adalah Rp2.755 Total komponen liabilitas 1.878 Hasil penerbitan obligasi 2.000 yang harus dibayar dalam tiga tahun 1. Nilai wajar komponen liabilitas dihitung menggunakan tingkat bunga diskonto 9 %.848. Berdasarkan model penetapan harga opsi (option pricing model).000 yang harus dibayar di muka setiap tahunnya selama tiga tahun 303. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 CI36. CI38.367 Nilai wajar dari bunga sebesar Rp120. Pada kasus ini.544. Diasumsikan bahwa hasil (proceeds) yang diterima dari penerbitan selembar callable convertible bond adalah Rp60.000. Nilai obligasi sejenis tanpa opsi beli atau konversi ekuitas adalah Rp57. dan selisih antara hasil yang diterima dengan nilai wajar komponen liabilitas dialokasikan sebagai komponen ekuitas. sebagaimana yang disajikan berikut ini: Rp Nilai sekarang dari pokok obligasi Rp2. Komponen liabilitas harus diukur terlebih dahulu. Contoh berikut mengilustrasikan bagaimana paragraf 34 memisahkan komponen liabilitas dan ekuitas pada intrumen keuangan majemuk yang memiliki fitur derivatif melekat berganda.000 .122 Komponen ekuitas (2.000.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.122) 151.000 Contoh 10: Pemisahan Instrumen Keuangan Majemuk yang Memiliki fitur Derivatif Melekat Berganda CI37.000.

setoran pajak dihapuskan dalam contoh ini. Debenture ini dapat dikonversi menjadi saham biasa Entitas A dengan harga konversi Rp25 per lembar. CI40. Contoh berikut mengilustrasikan bagaimana sebuah entitas mengakui pembelian kembali sebuah instrumen yang dapat dikonversi.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Bunga dibayar tunai tiap setengah tahun. nilai nominal dari instrumen tersebut diasumsikan sama dengan nilai tercatat agregat komponen liabilitas dan ekuitas dalam laporan keuangan.000 dan jatuh tempo pada 31 Desember 2008. Untuk menyederhanakan. Entitas A menerbitkan sebuah 10% .000 yang jatuh tempo dalam 10 tahun dengan tingkat bunga diskonto sebesar 11% majemuk setengah tahunan Komponen Ekuitas (selisih antara Rp1000 – total hasil dan Rp940 – hasil alokasi di atas) Total hasil yang diperoleh Rp 597 343 940 60 1. Pada tanggal penerbitannya. pada saat penerbitannya.debenture yang dapat dikonversi dengan nilai nominal Rp1. Dalam laporan keuangan Entitas A. Contoh 11: Pembelian Kembali Instrumen yang Dapat Dikonversi CI39. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Juga dalam rangka penyederhanaan. nilai tercatat debenture pada saat penerbitannya dialokasikan sebagai berikut Komponen Liabilitas Nilai kini dari 20 kali pembayaran bunga tengah tahunan sebesar Rp50 dengan tingkat bunga diskonto sebesar 11% Nilai kini dari nilai nominal Rp1. Pada 1 Januari 1999. jadi tidak ada premi atau diskon.(Debenture – obligasi tanpa jaminan) CI41.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Entitas A dapat menerbitkan instrumen utang berjangka sepuluh tahun dengan tingkat bunga kupon 11 persen.

081 Untuk mengakui pembelian kembali komponen liabilitas Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. CI44. Entitas A dapat menerbitkan instrumen utang yang tidak dapat dikonversi berjangka lima tahun dengan tingkat bunga kupon sebesar 8 persen.700. yang di diskonto pada 11 dan 8% Nilai kini dari Rp1.700 CI45.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. CI43. Pada 1 Januari 2004.000 yang jatuh tempo dalam 5 tahun dan didiskonto pada 11 dan 8%.022 676 1. Entitas A mengajukan tender offer kepada pemegang debenture untuk membeli kembali debenture tersebut dengan harga Rp1.700 (678) * Jumlah ini mewakili selisih antara nilai wajar yang dialokasikan ke komponen kewajiban dan harga pembelian kembali sebesar Rp1. Harga pembelian kembali dialokasikan sebagai berikut: Nilai tercatat rp NilaiPerbedaan wajar rp rp Komponen Liabilitas: Nilai kini dari 10 pembayaran bunga tengah tahunan sebesar Rp50. Pada tanggal pembelian kembali. debenture yang dapat dikonversi tersebut memiliki nilai wajar Rp1. . 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 CI42.700. bunga majemuk tengah tahunan Komponen Ekuitas Total 377 405 585 962 60 1. yang kemudian disetujui. Entitas A membukukan pembelian kembali debenture tersebut sebagai berikut: Dr Komponen Liabilitas Rp962 Dr Beban Penyelesaian Utang (laporan laba rugi) Rp119 Cr Kas Rp1.081 (119) 619* (559) 1.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas A mengurangi harga konversi menjadi Rp20 jika debenture tersebut dikonversi sebelum 1 Maret 2000 (atau dalam 60 hari). Entitas A menerbitkan sebuah 10% . untuk mendorong agar pemegang debenture segera melakukan konversi. Nilai wajar pertambahan nilai yang harus dibayarkan oleh Entitas A dihitung dengan cara sebagai berikut: Jumlah lembar saham biasa yang akan diterbitkan pada pemegang debenture berdasarkan persyaratan konversi yang telah diubah: Nilai nominal Harga konversi yang baru Jumlah saham biasa yang akan diterbitkan dalam pelaksanaan konversi Rp1.000 /Rp20 per lembar 50 lembar Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .Diasumsikan harga pasar saham biasa Entitas A pada tanggal perubahan persyaratan tersebut adalah Rp40 per lembar.000 dan dengan persyaratan yang sama dengan instrumen pada Contoh 11. CI49. namun dapat ditransfer/diubah menjadi ekuitas yang berbeda. CI47. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Pada 1 Januari 2000. Dr Ekuitas Rp619 Cr Kas Rp619 Untuk mencatat kas yang dibayarkan untuk komponen ekuitas CI46. Contoh 12: Amandemen persyaratan instrumen yang dapat dikonversi untuk mendorong konversi dini. CI48.debenture yang dapat dikonversi dengan nilai nominal Rp1. Pada 1 Januari 1999. Contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana sebuah entitas membukukan adanya tambahan jumlah yang dibayarkan jika persyaratan sebuah instrumen yang dapat dikonversi diubah guna mendorong konversi dini. Komponen ekuitas tetap sebagai ekuitas.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 /Rp25 40 10 per lembar lembar lembar Rp400 CI50. . 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Jumlah lembar saham biasa yang akan diterbitkan bagi pemegang debenture berdasarkan persyaratan konversi yang lama: Nilai nominal Harga konversi yang lama Jumlah saham biasa yang akan diterbitkan dalam pelaksanaan konversi Total penambahan penerbitan saham biasa dalam pelaksanaan konversi Nilai tambahan saham biasa yang diterbitkan dalam pelaksanaan konversi. Rp40 per lembar x 10 lembar tambahan Rp1. Tambahan sebesar Rp400 di atas dibukukan sebagai kerugian. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->