P. 1
MODUL 2

MODUL 2

|Views: 1,409|Likes:
Published by Wicaque Tinie Hia

More info:

Published by: Wicaque Tinie Hia on Feb 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

MAKALAH MODUL TERINTEGRASI PEMERIKSAAN FISIK

D I S U S U N OLEH : KELOMPOK I
CHRISTINA SIMAMORA DESI ANDRIANI DESTI PURNAMA SARI SARAGIH HERFINA SIRINGO-RINGO JUSMANIAR LIDUWINA BR. GINTING NOVA YANTA MARBUN PUTRI MEISARAH RAFIKA TAMPUBOLON RINI TAMPUBOLON SITI HAJAR SRI WAHYUNI SURNAYANTI WICAK TINI HIA

Dosen Pembimbing : dr. Marlina Ragagukguk

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN TINGKAT I-A JURUSAN D-III KEBIDANAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA MEDAN

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Modul Terintegrasi Pemeriksaan Fisik. Dalam makalah ini, penulis membahas sebuah skenario mengenai kehamilan yang membahagiakan, yang bertujuan mengetahui gejala dan penyebab partus beserta gangguan-gangguan lainnya selama kehamilan. Atas terselesaikannya makalah ini, penulis menyampaikannya terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan materi dan semua pihak yang turut berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini. Namun, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut.

Tim penyusun,

KELOMPOK I

LATAR BELAKANG
Angka kematian ibu masih cukup tinggi sampai saat ini. Penyebab kematian tertinggi adalah perdarahan, keracunan kehamilan dan infeksi. Salah satu dari beberapa faktor tidak langsung penyebab kematian ibu adalah anemia. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat. Di samping itu, perdarahan antepartum dan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal, sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah. Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus, partus imatur/prematur, gangguan proses persalinan (inertia, atonia, partus lama, perdarahan atonis), gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infeksi dan stres kurang, produksi ASI rendah), dan gangguan pada janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian peri natal, dan lain-lain). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya anemia pada kehamilan dan hubungannya dengan kemungkinan terjadinya komplikasi pada kehamilan, persalinan dan nifas. Konsumsi tablet Fe sangat berpengaruh terhadap terhadap terjadinya anemia, khususnya pada trimester kedua, ketiga dan masa nifas. Hal ini disebabkan kebutuhan zat besi pada masa ini lebih besar dibanding pada trimester pertama dan menunjukkan pentingnya pemberian tablet Fe untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan dan nifas. Komplikasi yang dominan disebabkan oleh anemia adalah terjadinya penyakit infeksi pada masa nifas, diikuti dengan partus lama dan perdarahan pada persalinan. Dengan memperhatikan hasil penelitian di atas, disarankan untuk meningkatkan cakupan K1 ibu hamil agar dapat diberikan tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia atau sebagai terapi apabila sudah terjadi anemia. Mengingat pengaruh anemia terhadap terjadinya komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas yang mulai tampak pada trimester pertama dan besarnya pengaruh tablet tambah darah perlu diberikan tablet tambah darah bukan hanya pada ibu hamil, melainkan juga pada ibu nifas

DAFTAR ISI

SKENARIO

MODUL SKEHAMILAN YANG MEMBAHAGIAKAN

Seorang ibu muda, Nyonya Budi, hamil anak kedua yang jarak kehamilannya hanya satu tahun. Usia ibu tersebut 27 tahun. Nyonya Budi sering sakit-sakitan dan anemis dan lagi kelihatan agak pendek. Usia kehamilannya sekarang memasuki bulan ke9 dan Nyonya Budi kelihatan sangat gelisah dalam menghadapi persalinannya kali ini. Suatu hari, dia datang ke praktek bidan dekat rumahnya untuk periksa hamil. Bidan tersebut mengatakan kalau Nyonya Budi akan partus dan jangan pulang lagi. Nyonya Budi bersikeras meminta pulang karena ia ingin ditolong bidan tetangga di kampungnya karena masih ada hubungan saudara. Bidan yang memeriksa Nyonya Budi adalah bidan yang sudah mencapai tingkat bidan delima internasional.

PEMBAHASAN
1. Bagaimana kemungkinan persalinan Nyonya Budi ? 2. Bagaimana bentuk penanganan bidan terhadap Nyonya Budi ? 3. Apa yang sebaiknya dilakukan bidan tersebut sehubungan dengan permintaan Nyonya Budi ? 4. Apa yang dilakukan bidan praktek tersebut sehingga mendapat predikat bidan delima ?

I.

TERMINOLOGI
1. Anemis • Konsentrasi hemoglobin yang kurang dari 12 g/dl dan kurang dari 10 g/dl selama kehamilan atau masa nifas. 2. Kehamilan • • Masa di mana seorang wanita membawa hasil konsepsi pertemuan antara sel sperma dan sel telur yang sudah dibuahi didalam tubuhnya. Suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan. 3. Persalinan • • Peristiwa lahirnya anak disertai plasenta dan air ketuban dari kandungan ibunya. Proses pengeluaran hasil konsepsi (janin / uri) yang telah cukup bulan dan dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain. 4. Praktek Bidan • Serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga dan masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya) 5. Partus • 6. Bidan • Seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut serta memenuhi kualifikasi untuk didaftar (register) dan memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktek bidan. Suatu proses pengeluaran hasil konsep yang dapat dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.

unggul. mempertahankan dan meningkatkan kualitas.7. o Merk Dagang/Brand. dapat memuaskan klien beserta keluarganya. . o Rekrutmen Bidan Delima ditetapkan dengan kriteria. o Menganut prinsip pengembangan diri atau self development. bernilai tambah. dan proses baku yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. dan memiliki hak paten. system. khusus. o Jaringan yang mencakup seluruh Bidan Praktek Swasta dalam pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Bidan delima • Suatu program terobosan strategis yang mencakup : o Pembinaan peningkatan kualitas pelayanan bidan dalam lingkup Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. dan semangat tumbuh bersama melalui dorongan dari diri sendiri. lengkap. o Mempunyai standar kualitas.

Keadaannya saat ini kurang baik karena ia sering sakit-sakitan. anemis dan lagi kelihatan agak pendek Nyonya Budi sangat gelisah dengan persalinannya kali ini yang memasuki usia bulan ke-9 Permintaan pulang Nyonya Budi kepada bidan tersebut untuk ditolong bidan tetangga di kampungnya yang masih ada hubungan saudara III. berusia 27 tahun. Kemudian ia memeriksakan kehamilannya kepada seorang bidan yang telah mendapat predikat bidan delima internasional. Nyonya Budi lebih mempercayai bidan tetangga di kampungnya yang masih ada hubungan saudara untuk menangani proses perssalinannya daripada bidan yang telah mendapat predikat bidan delima internasional IV. MENGANALISIS MASALAH • • • • Kemungkinan Nyonya Budi belum menggunakan KB setelah persalinan pertamanya Kondisi Nyonya Budi saat ini akan berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinannya Nyonya Budi khawatir akan proses persalinannya nanti karena keadaannya yang kurang baik atau sakit-sakitan. Bidan tersebut mengatakan bahwa Nyonya Budi akan segera partus dan bidan tersebut menyarankan agar . KESIMPULAN SEMENTARA Seorang ibu muda bernama Nyonya Budi. hamil anak kedua yang jarak kehamilannya dengan anak pertama adalah satu tahun. MENENTUKAN MASALAH • • • • Nyonya Budi hamil anak kedua yang jarak kehamilannya satu tahun Nyonya Budi sering sakit-sakitan.II. anemis dan lagi kelihatan agak pendek sehingga ia sangat gelisah dalam menghadapi persalinannya kali ini yang memasuki bulan ke-9.

. namun Nyonya Budi lebih mempercayai kehamilannya kepada bidan tetangga di kampungnya yang masih memiliki hubungan saudara dengannya.Nyonya Budi tetap berada di tempat praktek bidan tersebut.

konsep dan prinsip manajemen pada umumnya dan langkah-langkah manajemen kebidanan) • • Mengetahui lingkup praktek kebidanan (ruang lingkup dan sasaran serta lahan praktek dan kebidanan) Mengetahui pengorganisasian praktek asuhan kebidanan (pelayanan mandiri. TUJUAN PEMBELAJARAN • • • • • • • • • Mengetahui kemungkinan persalinan Nyonya Budi Mengetahui bentuk penanganan yang akan dilakukan bidan terhadap Nyonya Budi Mengetahui bagaimana seorang bidan bisa mendapatkan predikat bidan internasional Mengetahui pengaruh kondisi Nyonya Budi terhadap kehamilan dan persalinannya Mengetahui hal-hal mengenai kehamilan dan persalinan Mengetahui faktor penyebab partus pada ibu hamil Mengetahui asuhan kebidanan selama persalinan dan nifas Mengetahui sejarah perkembangan profesi.V. pelayanan dan pendidikan bidan secara nasional dan internasional (di luar dan dalam negeri) Mengenal konsep kebidanan sebagai dasar dalam praktek kebidanan (pengertian manajemen. kolaborasi dan rujukan) .

Proses membukanya serviks sebagai akibat his dibagi dalam 2 fase 1. 4. Kadar prostaglandin adalah kehamilan dari minggu ke 15 hingga akan meningkat lebih-lebih sewaktu partus. Fase aktif a. Penurunan kadar hormon estrogen dan progresteron. Fase Laten Berlangsung sangat lambat. 1999) Etiologi Sebab-sebab mulainya persalinan : 1. 3. 2. (Prawirohardjo. Fase dilatasi maksimal (dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat dari 4 cm menjadi 9 cm) .LEARNING ISSUE I. Plasenta menjadi tua dengan tuanya kehamilan vili koridies mengalami perubahan-perubahan sehingga kadar esterogen dan progesterone menurun. PARTUS / MELAHIRKAN Pengertian Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsep yang dapat dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. menurunnya kadar hormon ini terjadi kira-kira 1-2 minggu sebelum partus dimulai 2. Tekanan pada ganglion servikale dari houser yang terletak di belakang serviks. Fase akselerasi (dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm) b. selama 8 jam pembukaan mencapai diameter 3 cm.

Dapat disertai ketuban pecah Pada pemeriksaan dalam dijumpai perubahan serviks (perlunakan serviks. Jika ibu tersebut tampak kesakitan dukungan / asuhan yang dapat diberikan : − Lakukan perubahan posisi − Posisi sesuai dengan keinginan ibu terjadi jika ini ditempat tidur sebaiknya dianjurkan miring kekiri − Sarankan untuk berjalan miring . Tanda-tanda Persalinan Gejala persalinan sebagai berikut : 1. Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek 2.c. perdaraan serviks dan pembukaan serviks) Penanganan kala I 1. Fase deselerasi (pembukaan menjadi lambat kembali dalam 2 jam pembukaan 9 cm menjadi lengkap). ketakutan : − Berilah dukungan dan yakinkan diri − Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinan − Dengarkan keluhan 2. Bantulah ibu dalam perslainan jika ia tampak gelisah. Dapat terjadi pengeluaran tanda : Pengeluaran lendir Lendir bercampur darah 3.

Memperbolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya serta BAK / BAB 5. menahan nafasnya sebentar kemudian dilepas dengan cara meniup udara. Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi berikan ibu cukup minum 6. Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin .− Ajaklah orang yang menemaninya untuk memijat atau menggosok penggungnya − Ibu diperbolehkan melakukan aktivitas sesuai kesanggupan − Ajarkan tekik Bernafas ibu dan diminta menarik nafas panjang. keluar sewaktu-waktu terasa kontraksi 3. Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan pada hasil pemeriksaan 4.

perilaku ibu dalam mencari penolong persalinan akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin yang dilahirkan. . Selain semakin kuat mules juga akan semakin sering. Proses kelahiran meliputi kejadian fisik. psikososial dan kultural. Perilaku ibu selama masa kehamilannya akan mempengaruhi kehamilannya. Seorang bidan harus memahami bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses yang alamiah dan fisiologis. Kehamilan dan persalinan merupakan pengalaman yang sangat bermakna bagi perempuan. Adanya mules yang frekuensi dan kekuatannya semakin lama semakin kuat. Selama itu berapa kali mules terjadi. Pada awalnya mules akan terasa seperti mules ketika haid. Bidan atau dokter akan menghitung dalam durasi 10 menit. semakin sering berarti jarak antara mules pertama dan berikutnya akan semakin pendek. salah satu hal yang harus diketahui adalah tanda-tanda bahwa persalinan memang sudah dekat . KEHAMILAN DAN PERSALINAN PEMAHAMAN TENTANG KEHAMILAN DAN PERSALINAN. Tanda-tanda Persalinan Sudah Dekat Persalinan Pada postingan mengenai Persiapan Menghadapi Persalinan. Bidan harus mempertahankan kesehatan ibu dan janin serta mencegah komplikasi pada saat kehamilan dan persalinan sebagai satu kesatuan yang utuh.II. perut bawah sampai pangkal paha. menjalar dari pinggang. Lalu apa saja tandanya kalau memang seorang ibu hamil tiba waktunya untuk melahirkan ? Berikut adalah tanda-tanda bahwa persalinan sudah menjelang: 1. walau tidak dipungkiri dalam beberapa kasus mungkin terjadi komplikasi sejak awal karena kondisi tertentu/ komplikasi tersebut terjadi kemudian. namun lama kelamaan akan terasa lebih kuat. keluarga dan masyarakat.

Keluarnya lendir bercampur darah. maka ketika diraba akan terasa keras dan tegang. anda sebaiknya menghubungi dokter. sehingga potensi terjadinya infeksi semakin besar. Namun tidak jarang ketuban pecah pada pembukaan yang masih dini. Karena otot-otot menegang. Anda bisa menghitungnya sendiri. Tapi hati-hati kalau darah yang keluar terlalu banyak atau berwarna segar. placenta beserta air ketubannya. Kadang-kadang wanita merasa mules tetapi perutnya tidak menegang. Ketika terjadi mules. maka pembuluh darah yang meregang akan pecah dan mengeluarkan sedikit darah. Mules adalah manifestasi dari tegangnya otot-otot rahim yang berusaha “mengeluarkan” isi dari rahimnya itu sendiri yaitu janin. maka anda harus segera memeriksakan diri tanpa menunggu datangnya mules. Oleh karena itu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Segera periksakan diri ke dokter. Kalau ketuban sudah pecah. selaput pembungkus yang melindungi bayi telah terbuka. Karena ketika ketuban pecah. . Lama-lama mules akan bertambah sering dan juga lama ( lebih dari 40 detik dalam satu kali mules). Itu menandakan persalinan semakin dekat. kemungkinan mulesnya disebabkan oleh mules pada perut (sakit perut biasa). Kadang-kadang langsung terjadi keluarnya cairan ketuban yang baunya khas (amis) Ketuban idealnya pecah/dipecahkan ketika pembukaan mulut rahim sudah lengkap. perut teraba tegang dan keras. 2.Awalnya dalam 10 menit mules terasa 1-2 kali. biasanya dalam 10 menit terjadi 4-5 kali mules. Ketika mulut rahim menipis yang pada akhirnya membuka untuk memberi jalan kepada bayi untuk “lewat”. dan bayi sudah benar-benar akan lahir. Itu menandakan sudah adanya proses pembukaan mulut rahim yang berarti akan dimulainya proses persalinan. baik disertai atau tidak oleh mules. 4. Ketika mules semakin sering. 3. semakin lama semakin kuat. bidan atau segera pergi ke rumah sakit.

Kontraksi biasanya disertai rasa sakit. kepala atau bagian terbawah janin akan semakin turun dan menekan dasar panggul. yaitu : 1. Keluarnya lendir bercampur darah dari vagina. 4. Bila sedang terjadikontraksi. Rasa sakit saat kontraksi dimulai dari rahim bagian atas. apalagi bila persalinan sudah sangat dekat. dan terdorong keluar oleh kontraksi yang membuka mulut rahim. Setiap kontraksi akan diikuti dengan mengerasnya rahim. TAHAP – TAHAP PERSALINAN Ada beberapa tahap dalam persalinan. 3. yang kemudian melunak lagi. Tanda-tanda Kelahiran Ada beberapa tanda yang menjadi patokan bahwa kelahiran sudah dekat. pada saat yang bersamaan pengerasan rahim akan menimbulkan rasa sakit. lalu menjalar ke bawah. nyeri. putih kekuningan dan jumlahnya cukup banyak. Kontraksi ini dating lalu hilang lagi secara teratur. Ada perasaan mengganjal pada daerah selangkangan. yakni ke bagian atas tulang kemaluan. Hal itu tentu akan terasa mengganjal pada daerah pangkal paha. dengan rasa nyeri yang makin lama makin kuat dan sering. segera bawa ke rumah sakit. Kontraksi rahim terus berlangsung sampai bayi lahir.5. Tahap Pembukaan . Keluarnya cairan yang jernih. atau kejang. Pada akhir kehamilan. Lendir ini mulanya menyumbat leher rahim. Ini adalah air dari ketuban yang pecah akibat kontraksi yang makin sering terjadi. sehingga dia tidak terlambat mendapat pertolongan. Tanda-tanda lain yang harus diketahui adalah adanya komplikasi pada kehamilan dan persalinan. 2. Nah. yaitu : 1. JIka kontraksi sudah terjadi setiap 5 menit sekali. itulah tanda-tanda persalinan yang harus dikenali ibu hamil.

Kontraksi rahim. Dapat diketahui posisi janin dalam mulut rahim adalah sebagai berikut : * Persalinan diawali dengan mulai menipisnya otot – otot leher rahim akibat perubahan hormon. otot – otot leher rahim kian tipis. Artinya. * Kontraksi yang menetap dan makin meningkat intensitasnya akan menipiskan otot – otot leher rahim. karena dorongan bayi yang makin kuat. . Rahim dan vagina Anda akan membentuik jalur cekungan. Biasanya berlangsung selama 2 jam. yang disertai dengan keinginan ibu untuk mengejan. * Dengan intensitas kontraksi yang semakin cepat dan kuat. sehingga melebarkan jalan lahir * Leher rahim sudah memasuki bukaan ke 7. Jika anda mengalami hal tersebut. terasa panas dan sakit. bidan atau suster mengurus bayi Anda dan diri anda.Tahap ini dimulai sejak tanda – tanda persalinan. Bergeraknya bayi melaui jalan lahir akan dibantu oleh kontraksi rahim dan otot – otot perut. leher rahim sudah membuka penuh 2. dan berakhir pada saat kepala bayi sudah menempati posisinya dijalan lahir.sampai bayi lahir. anda dapat melakukan hal – hal sebagai berikut : * Beristirahatlah sejenak dan biarkan dokter. ditambah upaya anda untuk mengejan akan menyebabkan kepala bayi sedikit demi sedikit akan muncul. lalu kepala dan tubuh bayi akan bergerak melalui jalan lahir tersebut. * Leher rahim yang mati rasa menunjukkan Anda sudah memasuki bukaan 10. Tahap Pengeluaran Bayi Tahap kedua ini berlangsung dari membukanya mulut rahim secara penuh.

PEREMPUAN Perempuan adalah makhluk Bio-Psiko-Sosial-Kultural dan Spiritual yang utuh dan unik. • Perempuan merupakan penerus generasi keluarga dan bangsa sehingga keberadaan wanita yang sehat jasmani dan rohani serta sosial sangat diperlukan. Pengaruh proses persalinan membuat bayi terlihat jauh dari cantik. Oleh karena itu kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan dan kondisi dari wanita/ ibu dalam keluarga. Tahap Pengeluaran Plasenta Tahap ketiga biasanya berlangsung cepat. ¬ Perempuan mempunyai partisipasi aktif dalam pelayanan yang diperoleh selama kehamilan. ia ”berkuban” didalam cairan amnion (ketuban). karena berhasil menjadi tim yang sangat kompak dalam ”memproduksi” suatu ”Karya besar”. sosial dan budaya membedakan tiap perempuan. tidak lebih dari 20 menit.* Jangan panik jika bayi tidak terlihat secantik harapan anda. ¬ Perbedaan kebutuhan & kebudayaan merupakan tuntutan agar lebih memperhatikan perempuan selama proses hidupnya. emosional. Tahap lepasnya ari – ari dari dalam rahim juga Anda akan merasakan ikatan yang kuat dengan suami.Perasaan terikat dengan bayi yang baru dilahirkan akan anda rasakan pula. sebagai tanda dimulainya peran baru Anda sebagai orang tua. 2. 3. sekaligus bercampur dengan rasa tanggung jawab yang muncul. kebutuhan serta harapan. persalinan. Selama di dalam rahim. sehingga tubuhnya ”menggembung”. Ia sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. nifas. . ¬ Keunikan secara fisik. mempunyai kebutuhan dasar yang bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangannya. ¬ Setiap perempuan merupakan pribadi yang mempunyai hak.. ¬ Membuat keputusan mengenai cara pelayanan yang disediakan untuknya.

4. ♣ BIDAN mempunyai power untuk mempengaruhi dan memberikan asuhan kebidanan. FUNGSI UTAMA BIDAN BAGI MASYARAKAT : ♣ Mengupayakan kesehatan ibu dan bayinya. Proses yang fisiologis harus didukung dan dipertahankan tapi bila timbul penyulit harus digunakan teknologi dan referral yang efektif untuk memperoleh ibu dan bayi yang sehat.• Para wanita di masyarakat adalah penggerak dan pelopor dari peningkatan kesejahteraan keluarga. masyarakat & calon tenaga kesehatan. ♣ Meningkatkan sistem rujukan. FUNGSI PROFESI DAN MANFAATNYA FUNGSI UTAMA PROFESI KEBIDANAN adalah untuk mengupayakan kesejahteraan ibu dan bayinya. JOB FUNGSIONAL SEORANG BIDAN : ♣ Memberikan pelayanan kebidanan sebagai tenaga terlatih. 3. ♣ Pendidikan dukun beranak. ♣ Sebagai pendidik klien. PEMBERDAYAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Perempuan harus diberdayakan supaya mampu membuat keputusan tentang kesehatan diri dan keluarga melalui KIE & Konseling sehingga suara perempuan lebih terdengar dan mempunyai kekuatan dalam dirinya untuk membuat suatu . ♣ Sebagai pelaksana penelitian dalam pelayanan kebidanan. ♣ Sebagai pelaksana asuhan/ pelayanan kebidanan. ♣ Sebagai pengelola pelayanan KIA/ KB. keluarga. ♣ Meningkatkan upaya penerimaan gerakan KB. ♣ Meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat. Ibu dan keluarga adalah pusat asuhan kebidanan yang mengharuskan bidan bersama wanita dan keluarga bekerja memberdayakan dirinya.

ϖ Prosedur tindakan dilakukankan bidan sesuai wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan. ASUHAN KEBIDANAN DEFINISI ¬ ASUHAN KEBIDANAN adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/ masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil. 5. ¬ ASUHAN KEBIDANAN adalah aktifitas atau intervensi yang dilaksanakan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/ permasalahan khususnya dalam bidang KIA/ KB. etika. nifas. ♣ Seorang bidan. PEMAHAMAN TENTANG ASUHAN KEBIDANAN ϖ Asuhan kebidanan diberikan dengan prinsip bela rasa. bayi setelah lahir serta keluarga berencana. ♣ Bidan bersedia untuk mengembangkan konsep ham. fisik. emosional. ♣ Bidan memotivasi dan menggerakkan masyarakat terutama kaum wanita dalam rangka mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. suara hati. DENGAN ADANYA HAL TERSEBUT DIHARAPKAN : ♣ Perempuan dapat melewati setiap fase hidupnya dengan aman. keluarga & pemberi asuhan. budaya.keputusan yang disertai dengan informasi yang berimbang dari seorang bidan. psikologis. ♣ Ibu diberikan hak dan pilihan dalam meningkatkan derajat kesehatan sesuai dengan informasi yang didapat dari bidan. spiritual. kode etik serta hubungan . saling percaya dan komitmen memelihara serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin/ bayinya. kompetensi. memperhatikan pengaruh sosial. bersama wanita dan keluarga bekerja memberdayakan dirinya. masa persalinan. ♣ Pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab bersama antara perempuan.

spiritual serta pengalaman reproduksi. ♣ Bidan melakukan tindakan yang inisiatif bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya. ♣ Tindakan kebidanan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap dan wewenang bidan atau hasil kolaborasi. budaya. mengutamakan keamanan ibu. ♣ Asuhan kebidanan dilakukan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga. ϖ Selayaknya seorang bidan menerapkan seni dalam asuhannya dimana seni asuhan kebidanan merupakan cara bidan dalam memberi pelayanan mencakup sensitifitas tinggi tentang kebutuhan perempuan. ♣ Bidan adalah pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki otonomi penuh dalam praktiknya yang berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya. sosial. 6. KOLABORASI DAN PARTNERSHIP ♣ Praktik kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner dengan pemahaman holistik terhadap perempuan sebagai satu kesatuan fisik. psikis. emosional. ϖ Standar dalam asuhan kebidanan juga sangat penting untuk menentukan apakah seorang bidan telah melanggar kewajibannya dalam menjalankan tugasnya.interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan dengan prinsip kemitraan dengan perempuan. Tujuan yang utama dari asuhan kebidanan adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi. janin / bayi dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. .

UU No. Berdasarkan hal inilah. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. 93% kunjungan ante natal (K1). LATAR BELAKANG Sebagai salah satu profesi dalam bidang kesehatan. anak balita dan prasekolah. Dari tahun ke tahun permintaan masyarakat terhadap peran aktif Bidan dalam memberikan pelayanan terus meningkat. PENDAHULUAN A. Bidan dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan kemampuan sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanannya termasuk pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. dan menopause. bayi baru lahir. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 66% persalinan. Peranan Bidan dalam pencapaian 53% prevalensi pemakaian kontrasepsi. nifas. pengakuan dan penghargaan. . 2. Bidan memiliki kewenangan untuk memberikan Pelayanan Kebidanan (Kesehatan Reproduksi) kepada perempuan remaja putri. calon pengantin. Selain itu Bidan juga berwenang untuk memberikan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Masyarakat. B. Karena hanya melalui pelayanan berkualitas pelayanan yang terbaik dan terjangkau yang diberikan oleh Bidan. 25 % IUD dan 25 % implant dilayani oleh Bidan Praktek Swasta (Statistik Kesehatan 2001). kepuasan pelanggan baik kepada individu. DASAR HUKUM 1. bersalin.org PROGRAM BIDAN DELIMA PENDEKATAN INOVATIF KUALITAS PELAYANAN BIDAN I.Bidan Delima Sumber : IBI / www. klimakterium. keluarga dan masyarakat dapat tercapai. 80% dari pelayanan Keluarga Berencana dilakukan oleh Bidan. masa interval. Anggaran Dasar IBI Bab II Pasal 8 dan Anggaran Rumah Tangga IBI Bab III Pasal 4. Peran aktif Bidan dalam pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana sudah sangat diakui oleh semua pihak.bidanindonesia. ibu hamil. Ini merupakan bukti bahwa eksistensi Bidan di tengah masyarakat semakin memperoleh kepercayaan. 58% pelayanan kontrasepsi suntik dilakukan oleh Bidan Praktek Swasta dan 25% pemakai kontrasepsi pil.

unggul. dan memiliki hak paten. Kebanggaan profesional Kualitas pelayanan meningkat Pengakuan organisasi profesi Pengakuan masyarakat Cakupan klien meningkat Pemasaran dan promosi Penghargaan bidan delima Kemudahan lainnya II. C. Rekrutmen Bidan Delima ditetapkan dengan kriteria. 900/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek Bidan. 5.3. diantaranya adalah: 1. 8. dan proses baku yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. LOGO BIDAN DELIMA Makna yang ada pada Logo Bidan Delima adalah: . Jaringan yang mencakup seluruh Bidan Praktek Swasta dalam pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. dan semangat tumbuh bersama melalui dorongan dari diri sendiri. 7. dapat memuaskan klien beserta keluarganya. Kepmenkes No. MANFAAT Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan berpartisipasi sebagai Bidan Delima yang tentunya akan mendukung performa dan identitas profesionalisme Bidan Praktek Swasta. bernilai tambah. 2. khusus. Menganut prinsip pengembangan diri atau self development. system. 6. KONSEP BIDAN DELIMA A. 3. Mempunyai standar kualitas. mempertahankan dan meningkatkan kualitas. PENGERTIAN Bidan Delima adalah suatu program terobosan strategis yang mencakup : • • • • • • Pembinaan peningkatan kualitas pelayanan bidan dalam lingkup Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. SPK (Standar Pelayanan Kebidanan) IBI 2002. 4. Merk Dagang/Brand. lengkap. B. 4.

Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 2. C. Mempercepat penurunan angka kesakitan dan kematian Ibu. memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan pelanggannya (Service Excellence). Visi Meningkatkan kualitas pelayanan untuk memberikan yang terbaik. sopan santun. TUJUAN 1. → Melambangkan pelayanan Bidan yang manusiawi. terjangkau. dengan tindakan kebidanan sesuai standar dan kode etik profesi. D. tepat dalam membantu masyarakat. berisi biji dan cairan manis yang melambangkan kesuburan (reproduksi). aman-nyaman. Misi . Logo/branding/merk Bidan Delima menandakan bahwa BPS tersebut telah memberikan pelayanan yang berkualitas yang telah diuji/diakreditasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. → Buah yang terkenal sebagai buah yang cantik. agar dapat memenuhi keinginan masyarakat 2. penuh kasih sayang (sayang Ibu dan sayang Bayi) dalam semua tindakan/ intervensi pelayanan. ramah-tamah. → Warna yang melambangkan ketegasan dan kesetiaan dalam melayani kaum perempuan (ibu dan anak) tanpa membedakan. terjangkau dalam bidang kesehatan reproduksi. Meningkatkan cakupan pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Meningkatkan profesionalitas Bidan. indah. sentuhan yang manusiawi.Bidan Delima Merah Hitam Hati → Petugas Kesehatan yang memberikan pelayanan yang berkualitas. keluarga berencana dan kesehatan umum dasar selama 24 jam. Bidan Delima melambangkan: Pelayanan berkualitas dalam Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana yang berlandaskan kasih sayang. → Warna melambangkan keberanian dalam menghadapi tantangan dan pengambilan keputusan yang cepat. Bayi dan Anak. Mengembangkan kepemimpinan Bidan di masyarakat. ramah-tamah. VISI DAN MISI 1. 3. 4. 5.

Menggalang dukungan internal IBI dan stakeholders. 5. Menentukan sistem penarikan dan alokasi Iuran Tahunan Bidan Delima. 4. B.Bidan Delima adalah Bidan Praktek Swasta yang mampu memberikan pelayanan berkualitas terbaik dalam bidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Melaksanakan lokakarya Bidan Delima di masing-masing Cabang. bersahabat dan peduli terhadap kepentingan pelanggan. Terkait dengan hal tersebut maka program Bidan Delima dikembangkan melalui komponen pelaksanaan sebagai berikut: 1. Meluncurkan program pemasaran Bidan Delima untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan jejaring pelayanan Bidan Delima. ketersediaan sumber daya dan kemampuan internal oranisasi pelaksananya. III. IMPLEMENTASI 1. 4. Melaksanakan monitoring dan evaluasi program. 3. 9. Menyelenggarakan upacara Pengukuhan Bidan Delima. 6. Mengembangkan jaringan pelayanan Bidan Delima yang dirancang secara sistematis sesuai dengan standar kualitas pelayanan yang baku. STRATEGI Menggalang upaya terpadu dalam peningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme Bidan Praktek Swasta dengan: 1. 5. dengan orientasi utamanya pada potensi. 8. KERANGKA KERJA Suatu program akan dapat terlaksana dengan baik melalui pengelolaan yang cermat dan konsisten. serta memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan E. PELAKSANAAN BIDAN DELIMA A. Melaksanakan Proses Validasi. Komponen Penggerak . Mensosialisasikan program Bidan Delima kepada seluruh jajaran IBI dan Bidan Praktek Swasta di 15 Propinsi dalam rangka meningkatkan minat dan jumlah Bidan berpredikat Bidan Delima. Menyiapkan pengelola program Bidan Delima di setiap jenjang kepengurusan IBI. Menyiapkan Sistem Logistik. Membentuk Unit Pelaksana Bidan Delima tingkat PP. 2. Menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator. 2. 7. PD dan PC. 3. Memberikan penghargaan kepada Bidan Delima yang berprestasi.

Poster. Buku acuan peserta pelatihan.Komponen penggerak program adalah fasilitator dan Unit Pelaksana Bidan Delima. Kode etik profesi. • • • • Buku Panduan fasilitator. Buku Panduan Program ini telah dilengkapi dengan berbagai buku pedoman. Panduan pendidikan berkelanjutan. • • • • • • • • Panduan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Buku panduan kajian mandiri. Instrumen pra kualifikasi. Buku acuan pelatih. Standar pelayanan kebidanan. • • • Pedoman pelatih. • • • Panduan pengorganisasian. Untuk Bidan Delima. d. dan instrumen sebagai berikut : a. Untuk pelatih fasilitator. Untuk manajemen. Panduan praktis pelayanan kontrasepsi. 2. menstarship/pembimbingan dan validasi terhadap calon Bidan Delima lainnya. 4) • • Buku Panduan Kajian Mandiri Buku Konsep Bidan Delima . panduan. e. c. Untuk fasilitator. Fasilitator dipilih dan ditunjuk oleh Pengurus Cabang untuk melaksanakan rekrutmen. leaflet. Panduan pencegahan infeksi. Untuk menjadi fasilitator melalui pelatihan terlebih dahulu. Instrumen validasi. 2. Buku acuan fasilitator. 3. Fasilitator merupakan orang terdepan dan pioneer dalam pengembangan program Bidan Delima di lingkungannya masing-masing. Petunjuk teknis pelaksana tingkat kabupaten/kota b. Petunjuk teknis pelaksana tingkat provinsi. Untuk semua (1.

Mengisi formulir pra kualifikasi. C. 4. PD. dirancang suatu sistem monitoring yang mencakup antara lain: 1. pin. 2. bersedia membayar iuran. 5. yaitu: 1. 3. PP dan Fasilitator akan dilakukan secara incognito untuk observasi konsistensi kualitas pelayanan Bidan Delima. Laporan bulanan Secara rutin Bidan Delima diminta untuk mengirimkan laporan kepada PC IBI untuk diteruskan ke PP dan ditembuskan ke PD sehingga dapat dianalisa kemajuan. Bagi yang lulus. yaitu : memiliki SIPB. fasilitator terus mementor sampai ia berhasil lulus jadi Bidan Delima. 3. Melakukan pendaftaran di Pengurus Cabang. Instrumen (tools) yang dibagikan dan diisi oleh beberapa sampel Bidan Delima setelah 6 bulan pelaksanaan program. bersedia membantu BPS menjadi Bidan Delima dan besedia mentaati semua ketentuan yang berlaku. apron (celemek) dan buku-buku. 2. perkembangan dan hambatan yang dihadapi di lapangan. yaitu yang telah memenuhi seluruh persyaratan minimal dan presedur standar. Kajian ini dibagikan melalui PC IBI setempat dan dikirimkan kepada PD dan PP untuk proses analisa selanjutnya. Proses Menjadi Bidan Delima Ada beberapa tahap yang harus dilalui seorang Bidan/BPS yang ingin menjadi Bidan Delima. seorang Bidan Praktek Swasta harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Bagi yang belum lulus.3. diberikan sertifikat yang berlaku selama 5 tahun dan tanda pengenal signage. IV. Untuk menjadi Bidan Delima. Semua hasil temuan akan dianalisa oleh Unit Pelaksana Bidan Delima Pusat untuk dilaporkan kepada semua Cabang dan Propinsi dan dipergunakan sebagai pertimbangan dalam proses perencanaan selanjutnya. MONITORING DAN EVALUASI Dalam rangka mempertahankan kualitas pelayanan Bidan Delima secara konsisten. Monitoring lapangan oleh PC. PENUTUP . Belajar dari Buku Kajian Mandiri dan mendapat bimbingan fasilitator. Merancang Instrumen Penilaian Kualitas. Divalidasi oleh fasilitator dan diberi umpan balik. Prosedur validasi standar dilakukan terhadap semua jenis pelayanan yang diberikan oleh Bidan Praktek Swasta yang bersangkutan.

Program Bidan Delima akan terus dikembangkan secara mandiri. Sosialisasi terus dilaksanakan. Dengan dukungan berbagai pihak. termasuk sosialisasi kepada pemerintah daerah supaya mendukung dengan cara ada penyediaan anggaran pemerintah daerah untuk program ini. . IBI yakin program ini akan berhasil. yaitu memotivasi daerah/propinsi lain.

Pada pekerja atau buruh mengakibatkan produktifitas kerja menurun . Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT 1995 ) prevalensi Anemia rata-rata Nasional pada ibu hamil adalah 51. Prevalensi Anemia yang tinggi ini memberikan berbagai dampak negatif . Dengan demikian konsekwensi fungsional dari Anemia menyebabkan turunnya kualitas sumberdaya manusia secara keseluruhan. pada remaja menyebabkan cepat lelah dan mudah mengantuk pada saat belajar sehingga konsentrasi belajar menurun .3 % dan anak balita sebesar 40.45 Diposkan oleh Bidan Febri Anemia masih merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia.5 % ( Propil Kesehatan Indonesia. 13 Desember 2009 Anemia dalam Kehamilan 01.Minggu. . jika pada ibu hamil dapat meningkatkan morbiditas ( kesakitan ) dan mortalitas ( kematian ) yang tinggi baik pada ibu sendiri maupun anak yang dilahirkan. sedangkan pada anak balita mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan serta kecerdasan terhambat. 1998 ).

pertambahan besarnya organ kandungan.5 g/dl pada trimester kedua (4) Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain.Sampai saat ini Angka Kematian Ibu ( AKI ) di Indonesia masih tinggi. lingkungan tempat tinggal. diperlukan lebih banyak zat besi (yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah) karena ibu harus memenuhi kebutuhan janin dan dirinya sendiri. Sedangkan data dari Direktorat Kesehatan Keluarga menunjukan bahwa 40 % dari penyebab kematian ibu adalah perdarahan dan diketahui Anemia menjadi faktor resiko terjadinya perdarahan tersebut.000 kelahiran hidup tahun 1986. Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan menjangkiti lebih dari 600 juta manusia.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 ( SDKI ). dan kurang dari 10. Selanjutnya mereka akan menjadi anemia pada saat kadar hemoglobin ibu turun sampai di bawah 11 gr/dl selama trimester III. Keberhasilan program penanggulangan Anemia juga tergantung dari partisipasi aktif masyarakat. yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer. Kejadian anemia disebabkan oleh multi faktor yang tidak semata mata berasal dari sektor kesehatan. tetapi juga bisa di sebabkan oleh faktor sosial. walaupun sudah menurun dari 425 per 100. Konsentrasi hemoglobin lebih rendah pada pertengahan kehamilan. Pada anemia defisiensi besi menyebabkan berkurangnya zat besi dalam tubuh. pada awal kehamilan dan kembali menjelang aterm. Ibu hamil umumnya mengalami deplesi besi sehingga hanya memberi sedikit besi kepada janin yang dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. kapasitas ikat besi total (Total Iron Binding Capacity/TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi. karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan.. Atas alasan tersebut. Selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. kadar besi serum (Serum Iron = SI) dan jenuh transferin menurun. kadar hemoglobin pada sebagian besar wanita sehat yang memiliki cadangan besi adalah 11g/dl atau lebih. Centers for disease control (1990). DEFINISI ANEMIA Anemia pada wanita tidak hamil didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin yang kurang dari 12 g/dl dan kurang dari 10 g/dl selama kehamilan atau masa nifas. perilaku. . dan pola konsumsi makanan pada ibu hamil sehingga dalam penanganan kasus anemia di perlukan kerja sama baik lintas sektoral maupun lintas program Kejadian Anemia pada ibu hamil masih cukup tinggi karena sebagian besar dari mereka belum menyadari pentingnya pencegahan Anemia serta bahaya yang ditimbulkan. mendefinisikan anemia sebagai kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl pada trimester pertama dan ketiga. sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesis tidak cukup. menjadi 343 per 100.

Gejala-gejala dapat berupa kepala pusing. jarak kelahiran anak terlalu dekat d. bisa hampir tanpa gejala. palpitasi. berkunang-kunang. ataupun bisa ditemukan gejala anemia bersama-sama dengan gejala penyakit dasarnya. Kebutuhan zat besi meningkat. lesu. Hb 9-10 gr% : Anemia ringan . bibir. lemah. yaitu normal (≥11 gr/dl). e. (5) DERAJAT ANEMIA Nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil. Kurangnya zat besi dalam makanan terutama yang berasal dari sumber hewani d. dan anemia berat (kurang dari 8 g/dl).00 mg/dl. perdarahan akibat terlalu sering melahirkan c. disphagia dan pembesaran kelenjar limpa. Klasifikasi anemia yang lain adalah : a. kuku. lidah. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma. bisa juga gejala-gejala penyakit dasarnya yang menonjol. badan trerasa lemah. yaitu: (3) a. Tanda tanda anemia yang banyak diketahui oleh masyarakat antara lain : mata terasa berkunang kunang. Pada umumnya sudah disepakati bahwa bila kadar hemoglobin < 7 gr/dl maka gejala-gejala dan tanda-tanda anemia akan jelas. Hipervolemia.28 mg/dl. ibu hamil bekerja terlalu berat e. didasarkan pada criteria WHO tahun 1972 yang ditetapkan dalam 3 kategori. wajah/muka tampak pucat sekali. Hb 11 gr% : Tidak anemia b. buah buahan yang berwarna dan lauk pauk (sebab utama) b. b. menyebabkan terjadinya pengenceran darah. kurang makan sayuran hijau.63 mg/dl dan tertinggi 14.FAKTOR PENYEBAB Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah ternyata rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil adalah sebesar 11. kadar hemoglobin terendah 7. lelah. perubahan jaringan epitel kuku. Penyebab anemia (5) a. cepat lelah. c. gangguan sistem neurumuskular. gampang mengantuk. adanya cacing tambang dalam usus TANDA TANDA ANEMIA Manifestasi klinis dari anemia defisiensi besi sangat bervariasi. Gangguan pencernaan dan absorbsi. lesu. anemia ringan (8-11 g/dl).

anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas. pusing ) dan warnanya dirasa kurang menarik PENCEGAHAN ANEMIA Kejadian Anemia pada ibu hamil masih cukup tinggi karena sebagian besar dari mereka belum menyadari pentingnya pencegahan Anemia serta bahaya yang ditimbulkan. Perlu diperhatikan bahwa zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi. PENGOBATAN ANEMIA Pengobatan anemia biasanya dengan pemberian tambahan zat besi. Pada ibu Anemia dapat menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen.c. bayi lahir mati. adanya efek samping ( mual. serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat bahkan resiko risiko kematian ibu. besi glukonat atau suatu polisakarida. disisi lain dilaporkan juga ibu hamil kurang menyukai tablet besi karena tidak senang akan baunya. Studi tentang pemasaran sosial tablet besi yang dilaksanakan oleh Direktorat Bidang Gizi Masyarakat (1993) : Pemberian tablet besi pada ibu hamil dapat menurunkan secara nyata prefalensi Anemia. Zat besi juga dapat ditemukan pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari. kematian bayi dalam kandungan. dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya. DAMPAK ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA KEHAMILAN 1. daya tahan terhadap infeksi dan stress berkurang dan produksi ASI rendah. Pada janin Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan kegururan /abortus. Pada wanita hamil. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. Keberhasilan program penanggulangan Anemia sangat tergantung dari partisipasi aktif masyarakat. bayi lahir mati. pendarahan setelah persalinan. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam. 2. hambatan pertumbuhan janin dalam kandungan. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah anemia adalah : setiap ibu hamil minum tablet tambah darah dan bagi pasangan usia subur mmengatur jarak kelahiran dengan menjadi peserta . serta kacang-kacangan. Selain itu perdarahan sebelum melahirkan dan sesudah melahirkan lebih sering di jumpai pada Pada masa nifas dapat terjadi gangguan antar proses pemulihan rahim kurang sempurna. kadang diperlukan 2 tablet. lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama. cacat bawaan. persalinan sebelum waktunya (premature). Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang d. Zat besi dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi daging (terutama daging merah) seperti sapi. Hb < 7 gr% : Anemia berat. kacang polong. buncis. karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit.

2007.2006. Promosi kesehatan. Departemen kesehatan RI. Jakarta : Departemen kesehatan http://cdn-write. 2002.jpg .com/upload//4000/100/90/8/4198. Anemia dalam kehamilan. Pedoman Penanggulangan Ibu Hamil Kekurangan Energi kronis. Ilmu Kebidanan. 1996. I. Mahfoed. S.Jakarta 4.KB.Buku kader Posyandu dalam rangka perbaikan Gizi keluarga.Di akases tanggal 6 Maret 2008 5. bagian dari Pendidikan Kesehatan. Yogyakarta : Itramaraya 3.2005.Direktorat Pembinaan Kesehatan masyarakat. Suhaemi. Prawirohardjo.demandstudios. Departemen Kesehatan RI.(5) Daftar Rujukan 1.Diambil Suhaemi Blogspot//anemia dalam kehamilan.Jakarta : YBSP 2.

Kekurangan zat besi. Anemia Hipoplastik Anemia yang disebabkan karena hipofungsi sumsum tulang d.asp?id=12496 terdapat dua tipe anemia yang dikenal : a.Sarwono Prawirohardjo adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11g/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10. Menurut Prof. Demikian pula pada wanita.DSOG. menstruasi. vitamin B6. Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal . Anemia gizi vitamin B6. anemia gizi vitamin E. terutama pada trimester 2. b. Pengertian anemia menurut http://www.com/artisle. Anemia Megaloblastik Anemia yang disebabkan kekurangan asan folik c. Jenis-Jenis Anemia a. penyakit ini dapat menimbulkan kondisi anemia.Sarwono Prawirohardjo anemia dapat digolongkan menjadi : a. II. b. anemia gizi vitamin B12.tabloidnova. wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12g/dl dan eritrosit kurang dari 37% maka wanita itu dikatakan anemia. Pengertian a. Pengertian anemia menurut Prof. Penyebab Anemia umumnya disebabkan : a. Anemia Defisiensi Besi (Fe) Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi b. dan lain-lain) atau penyakit darah yang bersifat genetik seperti hemofilia.php?s_sid:798 adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria maka pria tersebut dikatakan anemia. Anemia Non Gizi adalah kurang darah yang disebabkan karena adanya perdarahan ( luka.KEHAMILAN ANEMIA RINGAN Posted: April 26. thalasemia.Dr. Anemia Gizi Biasanya terjadi akibat adanya defisiensi zat besi yang diperlukan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah.DSOG. vitamin C dan asam folat b. vitamin B12. Anemia gizi sendiri ada beberapa macam seperti anemia besi. Menurut http://www. Anemia gizi asam folat. 2010 by firmanpharos in ASKEB KEHAMILAN DENGAN ANEMIA RINGAN 0 LANDASAN TEORI I. Anemia Hemolitik Anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. III.com/content.info-sehat.Dr. Nilai batas tersebut terjadi karena hemodilusi. b.5g% pada trimester 2.

Penyakit darah yang bersifat genetik : hemofilia. Gangguan penyerapan nutrisi (malabsorbsi) k. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia. Penghancuran sel darah merah e. Selain gejala-gejala tersebut biasanya juga akan muncul keluhan sering sakit kepala. telapak tangan tidak merah. Cacing Usus g. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim d.c. kehilangan selera makan serta daya kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah terserang penyakit. Terlalu sering menjadi donor darah j. VI. Pengaruh Anemia Pada Kehamilan Dan Janin a. Bahaya selama kehamilan a. Mudah dekompensasi cordis (Hb<6g%) f. Thalasemia h. Parasit dan penyakit lain yang merusak darah : malaria i. Perdarahan antepartum i. Mudah terjadi infeksi e. Diagnosis Anemia Pada Kehamilan Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Jika anemia bertambah berat bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. V. Infeksi HIV IV. Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut : Hb 11 g% Tidak anemia 9-10 g% Anemia ringan 7-8 g% Anemia sedang <7 g% Anemia berat Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan. lesu. Paru. maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas. Gejala Untuk mengenali adanya anemia kita dapat melihat dengan adanya gejala-gejala seperti : keluhan letih. sering pusing. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah. Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid wanita f. sulit konsentrasi. Hiperemesis gravidarum h. nafas terasa pendek. Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat suhu. Mola hidatidosa g. muka-bibir-kelopak mata tampak pucat. mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. Dapat terjadi abortus b. Pada hamil muda sering terjadi mual muntah yang lebih hebat. Perdarahan kronik d. Persalinan prematuritas c. Ketuban pecah dini (KPD) . Penyakit kronik : TBC. dan loyo yang berkepanjangan merupakan gejala khas yang menyertai anemia. Pengaruh anemia terhadap kehamilan 1. yaitu pada trimester I dan trimester III. lemah.

Mudah terjadi infeksi mamae b. Gangguan HIS. Pengobatan Anemia Dalam Kehamilan Untuk menghitung terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post partum karena atonia uteri. Anemia dapat menyebabkan gangguan dalam bentuk : a. Biosanbe. Tetapi sebaiknya tidak bergantung pada obat atau suplemen penambah zat besi saja. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas. Bahaya Saat Persalinan a. kekuatan mengejan b. Terjadi sub inversio uteri menimbulkan perdarahan post partum b. e. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium. sayuran hijau dan susu. K Di BPS PUTRI . dan terjadi partus terlantar c. Berat badan lahir rendah e. sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya. Anemia kala nifas f.2. Bahaya terhadap janin Hasil konsepsi membutuhkan zat besi dalam jumlah besar untuk pembuatan butir-butir darah merah dan pertumbuhannya. Vitonal dan Hemaviton. Mengonsumsi suplemen panambah zat besi juga bisa mampu mencegah dan mengatasi anemia. Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri 3. Abortus b. tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga menggangu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Contoh preparat Fe tersebut Arralat. Pengeluaran ASI berkurang d. Terjadi kematian intra uterin c. Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat. Kala pertama dapat berlangsung lama. Kala dua berlangsung lama sehinggan dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan d. Terjadi dekompensasi cordis mendadak setelah persalinan e. Persalinan prematuritas tinggi d. Yang paling penting adalah menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi bahan makanan yang kaya asam folat dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah yang dapat diperoleh dari daging. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN TERHADAP Ny. Inteligensia rendah VII. termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infeksi parasit. pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan murah. Pada Masa Nifas a. Kelahiran dengan anemia f. Dapat terjadi cacat bawaan g. Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal h. Memudahkan infeksi peurperium c. Iberet.

2. Teratai No.BANDAR LAMPUNG TAHUN 2007 I.20 Kedaton B. susah tidur.20 Alamat : Jl. Pengkajian Identitas Nama Istri : Ny. cepat lelah serta tidak nafsu makan Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari b. penglihatan berkunang-kunang dan cepat lelah Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari . Riwayat Perkawinan Kawin : 1 Kali Usia kawin pertama : 24 Tahun Lama perkawinan : 2 Tahun 4. A Umur : 26 Tahun Umur : 29 Tahun Agama : Islam Agama : Islam Suku : Jawa Suku : Jawa Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jl.Lampung B. Riwayat Menstruasi Menarche : 13 Tahun Siklus : 28 Hari Lamanya : 6-7 Hari Sifat darah : Merah. Trimester II ANC : 1 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan pegal-pegal dipinggang sampai kekaki. Riwayat Kehamilan Sekarang a.30 WIB 1. serta kadang-kadang perut terasa sesak dan tertekan. Trimester I ANC : 2 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan pusing. Anamnesa pada tanggal 17 Juni 2007 Pukul 09.Lampung Kedaton B. Teratai No. Pengumpulan Data Dasar A. sering BAK.K Nama Suami : Tn. encer dan tidak menggumpal Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut HPHT : 4 Oktober 2006 TP : 11 Juli 2007 Usia kehamilan : 36 Minggu 4 Hari Teratur/tidak : Teratur 3. pegal-pegal pada pinggang dan kaki. Alasan Kunjungan Saat Ini Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan 9 bulan mengeluh cepat lelah.

e. bila ibu bekerja terlalu berat ibu merasa pusing dan cepat lelah. Sebelum hamil : BAB : 1x/hari BAK : 3-4x/hari 2. pegal-pegal dipinggang kadang-kadang perut teasa sesak Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari 5. Ibu mendapat imunisasi TT2 pada usia kehamilan 20 minggu di BPS Putri 7. ibu melakukan hubungan seksualitas 1x/minggu C. Saat hamil : BAB : 1x/hari BAK : 6-7x/hari c. Aktifitas / olah raga Ibu hanya mengerjakan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. lauk. Keadaan umum : Baik b. Aktifitas Sehari-hari a. Seksualitas Tidak ada keluhan. Sebelum hamil : Ibu tidur malam 7-8 jam/hari. Ibu mendapat imunisasi TT1 pada usia kehamilan 16 minggu di BPS Putri b. Eliminasi 1. Tanda-tanda vital . tidur siang 1 jam 2. f. Pemeriksaan 1. Riwayat Psikososial a. Keadaan umum a.Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari c. Sebelum hamil : Makan 3 kali sehari dengan porsi nasi. Saat hamil : Ibu tidur malam 5-6 jam/hari. Saat hamil : Ibu makan 2 kali sehari. Nutrisi 1. keramas 2x/hari. Riwayat Kesehatan Ibu dan keluarga tidak ada yang mendrita penyakit menular dan menderita penyakit keturunan serta penyakit yang memerlukan perawatan khusus. sayur dan buah tetapi ibu minum 7-8 gelas/hari 2. Personal Hygiene Sebelum hamil dan saat hamil ibu mandi 2x sehari. Trimester III ANC : 2 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan cepat lelah. 6. Riwayat Imunisasi a. Ibu senang dengan kehamilannya karena kehamilan ini sudah direncanakan b. ibu kurang nafsu makan. ibu jarang berolah raga. ganti pakaian 2x sehari. tidur siang 1 jam d. Istirahat dan tidur 1. Ibu dan keluarga berharap semoga dalam kehamilan dan persalinannya nanti berjalan normal tidak ada halangan suatu apapun 8. ibu minum 7-8 gelas/hari b.

berfungsi dengan baik. Ekstremitas Atas : Bentuk simetris. daun telinga ada 7. kurang bundar. keadaan bersih . keadaan bersih tidak ada oedem 3. keadaan gigi bersih. BB sebelum hamil : 50 Kg Kenaikan BB selama hamil : 12 Kg BB saat hamil : 62 Kg d. tidak ada oedem. jarijari kaki lengkap b. puting susu menonjol. Abdomen : Bentuk simetris membesar sesuai usia kehamilan. tidak ada oedem. tidak ada haemoroid.tidak ada cacat. keadaan bersih 10. keadaan bersih. tidak mudah rontok dan keadaan bersih 2. tidak ada bekas operasi. 3. tidak ada oedem. Genitalia : Keadaan bersih. jari-jari tangan lengkap Bawah : Bentuk simetris.TD : 110/70 mmHg Nadi : 78x/menit RR : 24x/menit temp : 370C c. kurang melenting berarti bokong Mc Donald : 34cm TBJ : (34-12) x 155 = 22 x 155 = 3410 g 2. konjungtiva pucat. Palpasi 1. tidak ada caries dan tidak ada pembesaran tonsil 6. bundar melanting yang berarti kepala . kolostrum belum keluar . tidak ada benjolan abnormal. sklera tidak ikterik. tidak ada stomatitis. Punggung : Segitiga signoid simetris. pada fundus teraba lunak. Leopold III : Bagian terbawah janin teraba keras. Dada : Bentuk simetris. keadaan bersih 11. tidak ada varises 13. tidak ada pembengkakan pada kelopak mata. fungsi pendengaran baik.pergerakan nafas teratus. Telinga : Bentuk simetris. keadaan bersih dan tidak ada pembesaran polip. Rambut : Lurus. Pemeriksaan fisik a. keadaan bersih 4. kelenjar limfe dan tidak ada pembenhkakan vena jugularis 8. Ukuran LILA : 24 cm 2. Leopold I : TFU 34cm. berfungsi dengan baik 5. Mata : Bentuk simetris. tidak ada benjolan abnormal 9. Payudara : Membesar simetris. berfungsi dengan baik. Hidung : Bentuk simetris. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. Leopold II : Perut ibu sebelah kiri traba lebar dan memberikan tahanan yang besar berarti punggung. pucat. Muka : Bentuk simetris. tidak ada ketombe. bentuk tulang simetris 12. Perut ibu sebelah kanan teraba bagian kecil-kecil yang berarti ekstremitas. keadaan bersih. Mulut : Tidak ada kelainan pada mulut. hyperpigmentasi. Tinggi badan : 155 cm e. Inspeksi 1.

mata berkunang-kunang. Pemeriksaan fisik a. bagian terendah kepala. Perkusi Reflek patella positif dan reflek babinski negatif 3. Leopold I : TFU 34cm TBJ : 3410g f. pusing. posisi sejajar i. 140x/menit d. janin tunggal. Leopold III : Kepala h. Gangguan pemenuhan nutrisi 1) Ibu terlihat pucat 2) Ibu mengatakan tidak nafsu makan 3) Ibu tampak lemas . Diagnosa Ibu G1P0A0 hamil 36 minggu 4 hari. intrauterin. Ibu mengatakan pegal-pegalpada pinggang dan kaki. Masalah Dan Kebutuhan 1. b. Reduksi urine : (-) II. dengan anemia ringan.4 g% b. Gangguan rasa nyaman Dasar : 1) Ibu merasa cemas menjelang persalinan 2) Ibu mengatakan cepat lelah 3) Ibu mengatakan kurang istirahat c. Dasar : a. Auskultasi 1. Jantung etak jantung teratur. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP. Ibu mengatakan hamil anak pertama d. DJJ : 140x/menit 2. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP. Paru-paru : Tidak terdengan ronchi dan wheezing 3. Gangguan aktifitas Dasar : 1) Ibu merasakan kram pada kaki 2) Ibu mengatakan cepat lelah b. tidak terdengar mur-mur 2. Posisi sejajar c. Diagnosa. Interprestasi Data Dasar. Hb : 9. Leopold II : Puki g. Hb : 9. sering lelah.4. HPHT : 5 Oktober 2006 e. Protein urine : (-) c. tratur.4 g% c. Masalah a. hidup. DJJ : Positif.

Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang b. Anjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan VI. terjadi sub involusi uteri yang menimbulkan perdarahan antepartum. Anjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi d. perdarahan antepartum. Ajarkan bagaimana cara breast care dan senam hamil b. terjadi infeksi. Penyuluhan tentang perubahan fisiologis dalam kehamilan seperti gangguan pada pinggang dan kaki. Penyuluhan tentang persiapan persalinan. Penyuluhan tentang kebutuhan gizi ibu hamil d. Jelaskan pada ibu kondisinya saat ini a. Berikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan 6. Kebutuhan a. ketuban pecah dini (KPD). e. Mengajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil . b. Perencanaan 1. Menjelaskan pada ibu kondisinya saat ini a. Libatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Anjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Jelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil a. Anjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering c. Evaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil c. Penyuluhan tentang senam hamil dan latihan relaksasi. Ajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil b. Libatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial Potensial terjadi persalinan lama. Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu 2. Pelaksanaan 1. IV. Berikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Berikan terapi 1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari 2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari 3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari 4) Vitamin C : 3 x 1 hari c. pengeluaran ASI kurang. Pemberian Fe untuk pengobatan anemia ringan serta pemberian vitamin B kompleks dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi III. c. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan Kolaborasi Jika diperlukan lakukan kolaborasi dengan dokter V.3. Evaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi e. Jelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil a.

Melibatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Menganjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering e.b. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang d. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Mengajarkan pada ibu cara breast care dan senam hamil b. Ibu mengerti tantang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Melibatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Mengevaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi e. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu 2. Ibu berjanji akan melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan . Memberikan terapi 1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari 2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari 3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari 4) Vitamin C : 3 x 1 hari c. Menjelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil a. kalsium laktat. Keluarga berjanjii akan mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Keluarga berjanji untuk memberikan bantuan psikologis pada ibu 2. vitamin B kompleks. Ibu mengerti cara menjaga kondisinya selama hamil b. Menjelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil a. Ibu mengerti kondisinya saat ini a. Menganjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi d. Mengevaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil c. Ibu berjanji akan mengkonsumsi makanan gizi seimbang b. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan 6. Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan 6. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan VII. Ibu mengerti tentang kebutuhan gizi pada ibu hamil a. Evaluasi 1. Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup dan akan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Keluarga berjanji akan membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Ibu mau mengkonsumsi tablet Fe. Memberikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Ibu mengerti manfaat breast care dan senam hamil a. Ibu mengerti cara mengkonumsi zat besi d. Ibu mengatakan akan makan sedikit tapi sering c. Ibu mengerti cara breast care dan senam hamil b. vitamin C 3 x 1 tablet/hari c.

Asuhan Persalinan Normal Posted on Juli 17. 3. yaitu : 1. Asfiksia Fokus asuhan kesehatan ibu selama 2 dasawarsa terakhir. Penatalaksanaan komplikasi Asuhan antenatal terfokus bertujuan : 1. Dulu fokus utamanya adalah menunggu dan menangani komplikasi namun sekarang fokus utamanya adalah mencegah terjadinya komplikasi selama persalinan dan setelah bayi lahir sehingga akan mengurangi kesakitan dan kematian ibu serta bayi baru lahir. Keguguran 5. Mencegah asfiksia bayi baru lahir. Hipotermia Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian neonatus. Manipulasi seminimal mungkin. Eklampsia 3. Contoh pergeseran paradigma asuhan persalinan normal. 2. Asuhan pasca keguguran 4. Menjadikan laserasi / episiotomi sebagai tindakan tidak rutin. Keluarga berencana 2. Mencegah terjadinya retensio plasenta. . yaitu : 1. Sepsis 4. 4. Memastikan kesiapan menghadapi komplikasi kehamilan Fokus utama asuhan persalinan normal telah mengalami pergeseran paradigma. Asuhan antenatal terfokus 3. Upaya preventif terhadap perdarahan pasca persalinan berupa : 1. Hipotermia 2. Mencegah perdarahan pasca persalinan yang disebabkan oleh atoni uteri. 2008 by kuliahbidan Pendahuluan Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang. 5. Mengetahui tanda-tanda bahaya 3. Mencegah partus lama. yaitu : 1. yaitu : 1. Perdarahan pasca persalinan 2. Mempersiapkan kelahiran 2. Persalinan yang bersih dan aman serta pencegahan komplikasi 5.

Asuhan sayang ibu dan sayang bayi C. Membersihkan mulut dan jalan napas sesaat setelah ekspulsi kepala. Pencatatan (rekam medis) E. pasca persalinan dan nifas. yaitu : A. 3. Pencegahan retensio plasenta dengan cara mempercepat proses separasi dan melahirkan plasenta dengan memberikan uterotonika segera setelah bayi lahir dan melakukan penegangan tali pusat terkendali. 2. 9. Segera mengeringkan dan menghangatkan tubuh bayi. 8. Membuat Keputusan Klinik Ada 5 dasar asuhan persalinan yang bersih dan aman. 2. Memberikan asuhan dan pemantauan ibu dan bayinya. Upaya mencegah asfiksia bayi baru lahir secara berurutan. 6. 7. Mengajarkan ibu dan keluarganya untuk mengenali secara dini bahaya yang mungkin terjadi selama masa nifas pada ibu dan bayinya. Penatalaksanaan aktif kala III. Memberikan asuhan sayang ibu secara rutin selama persalinan. yaitu : 1.2. 5. Menggunakan partograf untuk memantau kondisi ibu dan janinnya serta kemajuan proses persalinan. Penatalaksanaan aktif kala III secara rutin. 3. Tujuan asuhan persalinan normal yaitu mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat optimal. Mengasuh bayi baru lahir. Pencegahan infeksi D. Menghisap lendir secara benar. Menyiapkan rujukan ibu bersalin atau bayinya. Mengamati dan melihat kontraksi uterus pasca persalinan. Mencegah infeksi secara konsisten dan sistematis. Membuat keputusan klinik B. Rujukan . Mengharapkan dukungan suami dan kerabat ibu. Memberikan asuhan rutin dan pemantauan selama persalinan dan setelah bayi lahir. 3. 4. Upaya ini disebut juga penatalaksanaan aktif kala III. Praktek-praktek pencegahan yang akan dijelaskan pada asuhan persalinan normal meliputi : 1. termasuk penggunaan partograf. 2. Menghindari tindakan-tindakan berlebihan atau berbahaya. 10. Upaya mencegah partus lama berupa : 1. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan.

Diagnosis 3. yaitu : 1. Melakukan pemeriksaan tambahan lainnya bila perlu. 2. Membuat Keputusan Klinik ____________________________ Membuat keputusan klinik adalah proses pemecahan masalah yang akan digunakan untuk merencanakan arahan bagi ibu dan bayi baru lahir. Pengumpulan Data _____________________ Penolong persalinan mengumpulkan data subjektif dan data objektif dari klien. Membuat rencana b.A. Melaksanakan rencana 4. 4. Cara mengumpulkan data. Setelah dihasilkan diagnosis defenitif barulah bidan dapat merencanakan penataksanaan kasus secara tepat. apa yang sedang dialami dan apa yang telah dialami. Berbicara dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi ibu dan riwayat perjalanan penyakit. nyaman atau terganggu (kesakitan). Data subjektif adalah informasi yang diceritakan ibu tentang apa yang dirasakan. Evaluasi 1. Data objektif adalah informasi yang dikumpulkan berdasarkan pemeriksaan / pengantar terhadap ibu atau bayi baru lahir. 3. misalnya pemeriksaan laboratorium. Mengamati tingkah laku ibu apakah terlihat sehat atau sakit. Data objektif 2. Ada 4 langkah proses pengambilan keputusan klinik. Penatalaksanaan asuhan atau perawatan a. . Pencarian dan pengumpulan data untuk diagnosis merupakan proses sirkuler (melingkar) yang berlangsung secara terus-menerus bukan proses linier (berada pada satu garis lurus). Pengumpulan data a. Data subjektif b. termasuk informasi tambahan dari anggota keluarga tentang status ibu. yaitu : 1. Diagnosis ____________ Membuat diagnosa secara tepat dan cepat setelah data dikumpulkan dan dianalisa. Diagnosis terdiri atas diagnosis kerja dan diagnosis defenitif. Diagnosis kerja diuji dan dipertegas atau dikaji ulang berdasarkan pengamatan dan temuan yang diperoleh secara terus-menerus. Melakukan pemeriksaan fisik. 2.

2. Salah satu prinsip dasarnya adalah mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Bukti-bukti klinik 2. Perlengkapan. Asuhan sayang ibu dalam proses persalinan : 1. cunam dan seksio sesar) dan persalinan akan berlangsung lebih cepat. sahabat). membuat diagnosa. transportasi. Tingkat keterampilan dan pengalaman penolong persalinan 7. Biaya yang diperlukan 6. Memperhatikan kemungkinan sejumlah diagnosa banding atau diagnosa ganda. anggota keluarga. Sistem dan sumber daya yang mendukung ibu (suami. 2. Jadi proses pengumpulan data. Pilihan intervensi efektif dipengaruhi oleh : 1. Akses . Menjelaskan asuhan dan perawatan yang akan diberikan pada ibu sebelum . laksanakan rencana tersebut tepat waktu dan mengacu pada keselamatan klien. 3. dan jarak ke tempat rujukan 8. Memanggil ibu sesuai namanya. bahan dan obat-obatan yang tersedia 5. Asuhan Sayang Ibu dan Bayi Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya. kepercayaan dan keinginan sang ibu. Perhatian dan dukungan kepada ibu selama proses persalinan akan mendapatkan rasa aman dan keluaran yang lebih baik. 4. Setelah membuat rencana asuhan. Tempat dan waktu asuhan 4. Pastikan bahwa data-data yang ada dapat mendukung diagnosa. penatalaksanaan intervensi atau tindakan dan evaluasi merupakan proses sirkuler (melingkar) yang saling berhubungan. 3. Juga mengurangi jumlah persalinan dengan tindakan (ekstraksi vakum. Mengantisipasi masalah atau penyulit yang mungkin terjadi setelah diagnosis defenitif dibuat. Tentukan apakah perlu dikaji ulang atau diteruskan sesuai dengan kebutuhan saat itu atau kemajuan pengobatan. Keinginan dan kepercayaan ibu 3. Penatalaksanaan Asuhan atau Perawatan ________________________________________ Rencana penatalaksanaan asuhan dan perawatan disusun setelah data terkumpul dan diagnosis defenitif ditegakkan.Untuk membuat diagnosa : 1. Evaluasi ___________ Penatalaksanaan yang telah dikerjakan harus dievaluasi untuk menilai tingkat efektivitasnya. menghargai dan memperlakukannya sesuai martabatnya.

8. Mengajarkan ibu dang anggota-anggota keluarganya tentang bahaya dan tandatanda bahaya yang dapat diamati dan anjurkan mereka untuk mencari pertolongan jika terdapat masalah atau kekhawatiran. 5. Mengajarkan suami dan anggota keluarga mengenai cara memperhatikan dan mendukung ibu selama persalinan dan kelahiran bayinya.memulai asuhan tersebut. Menghargai privasi ibu. 11. Siap melakukan resusitasi bayi baru lahir pada setiap kelahiran bayi. pencukuran. dapat dianggap tidak pernah melakukan asuhan tersebut. Membantu memulai pemberian ASI dalam 1 jam pertama setelah kelahiran bayi. 14. Mengajarkan ibu dan keluarganya mengenai nutrisi dan istirahat yang cukup setelah melahirkan. Mempersiapkan persalinan dan kelahiran bayi dengan baik. 4. 3. Membantu ibu untuk mulai membiasakan menyusui dan menganjurkan pemberian ASI sesuai permintaan. Mengajurkan ibu untuk bertanya dan membicarakan rasa takut atau kuatir. Jika asuhan tidak dicatat. Memberikan dukungan. 17. Menjelaskan proses persalinan kepada ibu dan keluarganya. 18. 3. Asuhan sayang ibu pada masa post partum : 1. 2. Menganjurkan ibu untuk selalu berdekatan dengan bayinya (rawat gabung). Menganjurkan ibu untuk memeluk bayinya segera setelah lahir. dan klisma). 15. 16. Menganjurkan ibu untuk ditemani suaminya dan/atau anggota keluarga yang lain selama persalinan dan kelahiran bayinya. Menghargai dan membolehkan praktek-praktek tradisional yang tidak memberi pengaruh yang merugikan. 12. 7. membesarkan hatinya dan menenteramkan perasaan ibu beserta anggota keluarga yang lain. Menghindari tindakan berlebihan dan mungkin membahayakan (episiotomi. Menganjurkan ibu untuk mencoba berbagai posisi selama persalinan dan kelahiran bayi. 13. perlengkapan dan obat-obatan yang diperlukan. bahan-bahan. Pencatatan Rekam Medik Catat semua asuhan yang telah diberikan kepada ibu dan/atau bayinya. 6. Menganjurkan suami dan anggota keluarganya untuk memeluk bayi dan mensyukuri kelahiran bayinya. 4. Menyiapkan rencana rujukan (bila perlu). 5. Pencatatan adalah bagian penting dari proses membuat keputusan klinik karena memungkinkan penolong persalinan untuk terus-menerus memperhatikan asuhan yang diberikan selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Melakukan pencegahan infeksi yang baik secara konsisten. Mengkaji ulang catatan memungkinkan untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan dan dapat lebih efektif dalam merumuskan suatu diagnosa . Menganjurkan ibu untuk minum cairan dan makan makanan ringan bila ia menginginkannya. Mendengarkan dan menanggapi pertanyaan dan kekhawatiran ibu. 10. 9.

serta membuat rencana asuhan atau perawatan bagi ibu dan bayinya. Hal ini penting jika memerlukan rujukan dimana lebih dari satu penolong kelahiran memberikan asuhan pada ibu dan bayi baru lahir.Kapan harus dibawa . Ketersediaan sistem penyimpanan catatan atau data pasien 6. 3. 5. 2. Pencatatan rutin adalah penting karena : 1. Dapat digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan dalam proses membuat keputusan klinik.Kepada siapa harus diberikan . dari satu penolong persalinan kepada penolong persalinan lain atau dari seorang penolong persalinan ke fasilitas kesehatan lainnya. Rujukan Meskipun sebagian besar ibu menjalani persalinan normal namun sekitar 10-15 % diantaranya akan mengalami masalah selama proses persalinan dan kelahiran sehingga perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan. untuk mengidentifikasi kesenjangan pada asuhan yang diberikan dan untuk membuat perubahan dan peningkatan rencana asuhan atau perawatan. Dapat digunakan untuk penelitian atau studi kasus.dicatat dengan jelas dan dapat dibaca 5. Dapat dibagikan diantara para penolong kelahiran. Partograf merupakan bagian terpenting dari proses pencatatan selama persalinan. informasi ini harus dapat diberikan atau diteruskan kepada tenaga kesehatan lainnya. 7. Melalui pencatatan rutin. 6. Dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat keputusan klinik dan mengevaluasi apakah asuhan atau perawatan sudah sesuai dan efektif. 4. Paraf atau tandatangan (dari penolong persalinan) pada semua catatan 4. Dapat mempermudah kelangsungan asuhan dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya. Tanggal dan waktu asuhan tersebut diberikan 2. sedangkan sebagai metode keperawatan. Identifikasi penolong persalinan 3. Sangatlah sulit menduga kapan penyulit akan .Maksud dari dokumen-dokumen tersebut . Mencakup informasi yang berkaitan secara tepat. termasuk catatan kematian dan kesakitan ibu / bayi baru lahir. Merupakan catatan permanen tentang asuhan. Diperlukan untuk memberi masukan data statistik sebagai catatan nasional dan daerah. dll) beserta panduan yang jelas mengenai : . dokumen-dokumen rujukan. perawatan dan obat yang diberikan.Bagaimana cara penyimpanan yang aman di rrumah atau selama perjalanan ke tempat rujukan. Aspek-aspek penting dalam pencatatan : 1. penolong persalinan mendapatkan informasi yang relevan dari setiap ibu atau bayi baru lahir yang diasuhnya. Kerahasiaan dokumen-dokumen medis Ibu harus diberikan salinan catatan medik (catatan klinik antenatal.

pilih tempat rujukan yang paling sesuai berdasarkan jenis asuhan yang diperlukan).Resusitasi bayi baru lahir dan asuhan lannjutan bagi bayi baru lahir.Pembedahan termasuk bedah sesar. . Ingat bahwa transportasi harus tersedia segera. obat-obatan dan bahanbahan. jelaskan bahwa petugas kesehatan. jika memungkinkan. . .Tempat-tempat rujukan mana yang lebih dissukai ibu dan keluarga. . baik siang maupun malam. Setiap tenaga penolong / fasilitas pelayanan harus mengetahui lokasi fasilitas tujukan terdekat yang mampu melayani kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir. klien dan suami akan selalu berupaya untuk mendapatkan pertolongan terbaik. Jika ibu dan bayi baru lahir mengalami penyulit dan dirujuk ke tempat yang tidak sesuai. Jika terjadi penyulit. mereka akan kehilangan banyak waktu yang berharga dan kesempatan terbaik untuk menyelamatkan jika mereka.Orang yang ditunjuk menjadi donor darah.Persalinan menggunakan ekstraksi vakum daan cunam.Siapa yang akan menemani ibu dan bayi barru lahir. Pada saat terjadi penyulit seringkali tidak cukup waktu untuk membuat rencana rujukan sehingga keterlambatan dalam membuat keputusan dapat membahayakan jiwa klien.Sarana transportasi yang akan digunakan ddan siapa yang akan mengenderainya. penting untuk mendiskusikan rencana rujukan dengan ibu dan keluarganya pada saat-saat awal persalinan. jika transpusi darah diperlukan. Masukkan persiapan-persiapan dan informasi berikut ke dalam rencana rujukan : . (Jika ada lebih dari satu kemungkinan tempat rujukan. . Informasi tentang pelayanan yang tersedia di tempat rujukan. . Jika kemudian timbul masalah pada saat persalinan dan rencana rujukan belum dibicarakan maka seringkali sulit untuk membuat . . biaya pelayanan dan waktu serta jarak yang ditempuh ke tempat rujukan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh klien dan penolong persalinan.Transfusi darah. .terjadi sehingga kesiapan merujuk ibu dan/atau bayinya ke fasilitas kesehatan rujukan secara optimal dan tepat waktu jika penyulit terjadi. Pada saat kunjungan antenatal. upaya rujukan melalui alur yang tepat dan waktu yang singkat. Kaji ulang tentang keperluan dan tujuan upaya rujukan pada ibu dan keluarganya. transportasi. Kesempatan ini harus dilakukan selama ibu melakukan kunjungan asuhan antenatal atau pada saat awal persalinan. termasuk kemungkinan rujukan setiap ibu hamil apabila terjadi penyulit. Anjurkan ibu untuk membahas rujukan dan membuat rencana rujukan bersama suami dan keluarganya serta tawarkan untuk berbicara dengan suami dan keluarganya untuk menjelaskan antisipasi rencana rujukan. Jika ibu belum membuat rencana selama kehamilannya.Uang yang disisihkan untuk asuhan medis. . seperti : .Siapa yang akan tinggal dan menemani anakk-anak yang lain pada saat ibu tidak di rumah.Antibiotik IV. ketersediaan pelayanan purna waktu.

Kendaraan 7. Rujukan tepat waktu merupakan unggulan asuhan sayang ibu dalam mendukung keselamatan ibu. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan sedang dalam perjalanan. masa nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik.persiapan-persiapan dengan cepat. Keluarga 4. Surat —— Berikan surat ke tempat rujukan. Alat 3. selang IV. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/atau bayi baru lahir. Jelaskan pada mereka alasan dan keperluan upaya rujukan tersebut. Obat 6. Bidan 2. Uang Bidan —— Pastikan bahwa ibu dan/atau bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompoten dan memiliki kemampuan untuk menatalaksana kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa ke fasilitas rujukan. dll) bersama ibu ke tempat rujukan. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/atau bayi baru lahir ke tempat rujukan. Surat 5. asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/atau bayi baru lahir. Alat —– Bawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk asuhan persalinan. Lampirkan partograf kemajuan persalinan ibu pada saat rujukan. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan. Obat —– . Keluarga ——— Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi terakhir ibu dan/atau bayi dan mengapa ibu dan/atau bayi perlu dirujuk. Hal-hal yang penting dalam mempersiapkan rujukan untuk ibu : 1.

Kendaraan ———Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi yang cukup nyaman. Selain itu pastikan bahwa kondisi kendaraan itu cukup baik untuk mencapai tempat rujukan dalam waktu yang tepat. Uang —– Ingatkan pada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan-bahan kesehatan lain yang diperlukan selama ibu dan/atau bayi baru lahir tinggal di fasilitas rujukan. Obat-obatan mungkin akan diperlukan selama perjalanan.Bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu ke tempat rujukan. .

Mengatur posisi ibu sehingga terasa nyaman. 5. Pendampingan anggota keluarga selama proses persalinan sampai kelahiran bayinya. 2. Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya. Pendampingan ibu selama proses persalinan sampai kelahiran bayinya oleh suami dan anggota keluarga yang lain. meningkatkan resiko infeksi saluran kemih pasca persalinan. 3. . Cara yang paling mudah untuk membayangkan asuhan sayang ibu adalah dengan menanyakan pada diri kita sendiri. Menghargai keinginan ibu untuk memilih pendamping selama persalinan. (e) Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa aman. Kala II Kala II adalah kala dimana dimulai dari pembukaan lengkap serviks sampai keluarnya bayi. menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir. 8. (d) Menyeka wajah ibu dengan lembut menggunakan kain. 2004). meningkatkan resiko perdarahan pasca persalinan. yang saya inginkan untuk keluarga saya yang sedang hamil?” Kala I Kala I adalah suatu kala dimana dimulai dari timbulnya his sampai pembukaan lengkap. Peran aktif anggota keluarga selama persalinan dengan cara : (a) Mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan memuji ibu. (b) Membantu ibu bernafas dengan benar saat kontraksi. 6. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah : 1. menyebabkan ibu tidak nyaman. Memberikan dukungan emosional. Memberikan keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur dan spontan – Kandung kemih penuh menyebabkan gangguan kemajuan persalinan dan menghambat turunnya kepala. Memberikan cairan nutrisi dan hidrasi – Memberikan kecukupan energi dan mencegah dehidrasi. Pencegahan infeksi – Tujuan dari pencegahan infeksi adalah untuk mewujudkan persalinan yang bersih dan aman bagi ibu dan bayi. 4. “Seperti inikah asuhan yang ingin saya dapatkan?” atau “Apakah asuhan seperti ini. kepercayaan dan keinginan sang ibu (Depkes. (c) Melakukan massage pada tubuh ibu dengan lembut. 7. Oleh karena dehidrasi menyebabkan kontraksi tidak teratur dan kurang efektif. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah : 1.Penerapan Asuhan Sayang Ibu Dalam Tahapan Persalinan By lusa Asuhan sayang ibu membantu ibu dan keluarganya untuk merasa aman dan nyaman selama proses persalinan. mengganggu penatalaksanaan distosia bahu.

Melakukan kolaborasi/ rujukan bila terjadi kegawatdaruratan. (b) Melakukan rangsangan taktil. 2. Memberikan motivasi dan pendampingan selama kala III.2. 5. Menganjurkan ibu meneran bila ada dorongan kuat dan spontan umtuk meneran – dengan cara memberikan kesempatan istirahat sewaktu tidak ada his. 7. 3. 9. Pencegahan infeksi pada kala II dengan membersihkan vulva dan perineum ibu. (b) Membantu kelancaran proses persalinan dan kelahiran bayi. Membantu ibu mengosongkan kandung kemih secara spontan. (e) Memberikan dukungan dan semangat selama persalinan sampai kelahiran bayinya. 6. (c) Memberikan makanan dan minuman. Memantau keadaan ibu (tanda vital. 3. 4. (c) Melakukan pendampingan selama proses persalinan dan kelahiran. (b) Menjelaskan tahapan dan kemajuan persalinan. Membantu ibu untuk berkemih. (c) Memberikan penjelasan tentang cara dan tujuan setiap tindakan penolong. Memberika rasa aman dan nyaman dengan cara : (a) Mengurangi perasaan tegang. 5. Kala III Kala III adalah kala dimana dimulai dari keluarnya bayi sampai plasenta lahir. perdarahan dalam keadaan normal. 8. Membuat hati ibu merasa tenteram selama kala II persalinan – dengan cara memberikan bimbingan dan menawarkan bantuan kepada ibu. 1. perdarahan). Menyelesaikan asuhan awal bagi bayi baru lahir. (e) Menjelaskan apa yang dialami ibu dan bayinya. Keterlibatan penolong persalinan selama proses persalinan & kelahiran – dengan cara : (a) Memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan keluarga. 3. (d) Menjadi teman bicara/ pendengar yang baik. Mencukupi asupan makan dan minum selama kala II. Keterlibatan anggota keluarga dalam memberikan asuhan antara lain : (a) Membantu ibu untuk berganti posisi. Memastikan tanda vital. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk memeluk bayinya dan menyusui segera. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah : 1. 6. Pencegahan infeksi pada kala III. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan hidrasi. 4. kontraksi. kontraksi uterus. 7. 4. 2. Kala Kala IV adalah kala dimana 1-2 Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah : jam setelah lahirnya IV plasenta. (f) Memberitahu hasil pemeriksaan. . Mengajarkan ibu dan keluarganya tentang cara menilai kontraksi dan melakukan massase uterus. (d) Menjawab pertanyaan ibu. Memberitahu setiap tindakan yang akan dilakukan.

Pendampingan pada ibu selama kala IV. Mengajarkan ibu dan keluarganya ttg tanda-tanda bahaya post partum seperti perdarahan. . lemas. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan hidrasi.5. demam. 7. bau busuk dari vagina. penyulit dalam menyusui bayinya dan terjadi kontraksi hebat. pusing. 6. 8. Nutrisi dan dukungan emosional.

Pelayanan Mandiri / Primer • • Merupakan layanan kepada klien yang menjadi tanggung jawab bidan sepenuhnya sesuai dengan kepmenkes no 900/Menkes/SK/ VII/2002 Dalam memberikan layanan ini bidan yang berkompeten harus tahu kapan harus bertindak sesuai wewnwngnya. Pelayanan Konsultasi • Pada kondisi tertentu bidan membutuhkan nasehat atau pendapat dari dokter atau anggota tim perawatan klien yang lain tapi tanggung jawab uama terhadap klien tetap ditangan bidan Tugas bidan dalam penatalaksanaan kolaborasi: • • • • • • • Melindungi dan memfasilitasi setiap proses yang bersifat normal Menyediakan informasi yang bersifat tentang pilihan-pilihan yang bersift aman Membantu ibu dalam pengambilan keputusan Melibatkan keluarga Memberi advokasi Penyuluhan dan konseling Memberi asuhan berkesinambungan . kapan merujuk. kapan hanya memantau dengan ketat. kegiatannya dilakukan secara bersamasama atausebagai suatu roses pelayanan kesehatan mis: merawat ibu hamil dengan komplikasi medik atau obstetrik Tujuan pelayanan: berbagi otoritas dalam pemberian pelayanan berkualitas sesuai ruang lingkup masing-masing Kemampuan untuk berbagi tanggung jawab antara bidan dan dokter sangat penting agar bisa saling menghormati.Pengorganisasian Praktik Asuhan Kebidanan 1.Pelayanan Kolaborasi • • • Dilakukan bidan sebagai anggota tim. kapan tidak bertindak. Pelayanan Rujukan • • Pengertian: memindahkan perawatan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi jika dipertimbangkan ada kondisi patologis diluarwewnang bidan Fungsi bidan salah satunya adalah melakukan skirining terhadap adanya komplikasi kehamilan agar dirujuk untuk mendapatkanperawatan khusus dari idokter spesialis 4. konsultasi atau kolaborasi dengan dokter 2. saling mempercayai dan menciptakan komunikasi efektif antara kedia profesi 3.

Tujuh dari 10 Wanita Hamil Terkena Anemia Di Indonesia. Bila belum juga dipenuhi dengan masukan zat besi. Penyebabnya bisa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah. Tangerang. anemia menurunkan produktivitas 5 – 10% dan kapasitas kerjanya 6. terjadi penurunan simpanan cadangan zat besi. kadar sel darah merah (hemoglobin atau Hb) di bawah nilai normal. asam folat. lelah. misalnya zat besi. Proses kekurangan zat besi sampai menjadi anemia melalui beberapa tahap. Pembentuk sel darah merah Pada penderita anemia. Gejala awal anemia zat besi berupa badan lemah. sehingga frekuensi tidak masuk kerja meningkat. kurang nafsu makan. dan vitamin B-12. daya konsentrasi menurun. produktivitas dapat ditingkatkan sampai 10 – 20% setelah pekerja mendapat suplemen zat besi. menurut penelitian lain. sakit kepala. stamina . lebih sering disebut kurang darah. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi. mudah terinfeksi penyakit. Namun. dan Kudus – Jawa Tengah membuktikan hal itu. Dilaporkan. kurang energi. Anemia yang menyebabkan turunnya daya tahan juga membuat penderita rentan terhadap penyakit.5 jam per minggu. Awalnya. Jambi. Maka benarlah bila disimpulkan. Studi mengenai anemia pada pekerja wanita yang dilakukan di Jakarta. prevalensi anemia di kalangan pekerja memang masih tinggi. lama-kelamaan timbul gejala anemia disertai penurunan Hb. anemia defisiensi zat besi sangat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang.

tubuh menurun. Jumlah zat besi yang harus diserap tubuh setiap hari hanya 1 mg atau setara dengan 10 – 20 mg zat besi yang terkandung dalam makanan. Zat besi juga unsur penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh. zat besi dari ferritin dikerahkan untuk memproduksi Hb. Jumlah zat besi di dalam tubuh bervariasi menurut umur. Pada orang dewasa sehat. Di antaranya mereka yang karena aktif. amat sibuk.000 mg) disimpan di hati berbentuk ferritin. orang dengan kadar Hb kurang dari 10 g/dl memiliki kadar sel darah putih (untuk melawan bakteri) yang rendah pula. Saat konsumsi zat besi dari makanan tidak cukup. selaput lendir kelopak mata. jenis kelamin. dan kondisi fisiologis tubuh. wajah. bibir.000 mg. tidak bisa mengikuti pola makan yang memenuhi kebutuhan akan zat besi. dan pandangan berkunang-kunang – terutama bila bangkit dari duduk. Tubuh mampu mengatur penyerapan zat besi sesuai kebutuhan tubuh dengan meningkatkan penyerapan pada kondisi kekurangan dan menurunkan penyerapan saat kelebihan zat besi. Selain itu. jumlah zat besi diperkirakan lebih dari 4. Wanita lebih rentan Sebenarnya. sedangkan dari sumber nabati hanya 1 – 6%. Zat besi yang terdapat dalam semua sel tubuh ini berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia. dengan sekitar 2. Kalau anemia sangat berat. anemia tetap bisa menyerang. dan kuku penderita tampak pucat. agar kita tidak mudah terserang penyakit. dan punya keterbatasan waktu. . di antaranya memproduksi sel darah merah. Di dalam tubuh sebagian zat besi (sekitar 1. Zat besi pada pangan hewani lebih tinggi penyerapannya yaitu 20 – 30%. Sedangkan oksigen penting dalam proses pembentukan energi agar produktivitas kerja meningkat dan tubuh tidak cepat lelah. bahkan lemah jantung. Sel itu sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Menurut penelitian. Begitupun. tubuh punya mekanisme menjaga keseimbangan zat besi dan mencegah berkembangnya kekurangan zat besi. dapat berakibat penderita sesak napas.500 mg ada dalam hemoglobin. bahkan siapa saja.

zat besi yang keluar lewat saluran pencernaan dan kulit atau kehilangan basal berjumlah 0. Sedangkan jumlah zat besi yang hilang karena haid. Sehingga jumlah zat besi yang hilang akibat haid ditambah kehilangan basal menjadi sekitar 2. Wanita. Apalagi disertai kebiasaan tidak sarapan atau frekuensi makan tidak teratur tanpa kualitas makanan seimbang. tetapi bervariasi jumlahnya di antara kaum wanita. hati. pascabedah atau menstruasi. wanita . kondisi rawan lain adalah saat hamil dan menyusui. volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%. atau ikan.4 mg per hari pada 95% populasi. atau 7 dari 10 wanita hamil menderita anemia. tanpa mempertimbangkan jumlah zat gizi penting yang masuk. malaria. adanya penyakit kronis atau infeksi. atau serat makanan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup. Pada wanita dewasa dengan berat badan 55 kg. tuberkulose atau TB (dulu dikenal sebagai TBC). perlu tambahan besi 300 – 350 mg akibat kehilangan darah. daging. Dapat dimengerti bila beberapa wanita perlu zat besi lebih banyak daripada wanita lain. Sayangnya.Kemungkinan lain adalah meningkatnya kebutuhan karena kondisi fisiologis. Anemia adalah masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi pada wanita hamil. Mereka yang berdiet pun terbuka kemungkinan menderita anemia karena diet yang berpantang telur. Sedangkan saat melahirkan. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. Dimulai pada saat remaja mengalami haid di masa pubertas. dan kalsium. Kehilangan zat besi lewat haid pada wanita biasanya konstan.5 – 1. teh. Menginjak trimester kedua hingga ketiga. terutama zat besi. Demikian pula pengidap gangguan penyerapan zat besi dalam usus. vitamin A. Tak heran bila wanita cenderung menderita kekurangan zat besi karena hilangnya zat itu di kala haid tiap bulan tanpa diimbangi asupan makanan yang cukup mengandung zat besi. Penyebab lain adalah kecenderungan wanita berdiet karena ingin mempertahankan bentuk tubuh ideal. pada 95% populasi adalah 1. Sampai saat melahirkan. Pada trimester pertama kehamilan. Selain menstruasi. Ini bisa terjadi karena gangguan pencernaan atau dikonsumsinya substansi penghambat seperti kopi. misalnya hamil. akibat menstruasi ia harus kehilangan zat besi hingga dua kali jumlah yang dikeluarkan pria. Padahal jenis pangan itu sumber zat besi yang mudah diserap tubuh. Di fase ini sangat diperlukan zat gizi cukup seperti zat besi. perlu memberi perhatian khusus pada anemia.8 mg per hari. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 70%.0 mg per hari. kehilangan darah karena kecelakaan. Tak heran bila para vegetarian cenderung mudah menderita anemia. misalnya infeksi cacing tambang. ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah.6 mg per hari. atau umumnya sekitar 0. zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. terutama.

Malah ibu hamil sangat disarankan minum pil ini selama tiga bulan. tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. sedangkan wanita hamil perlu tambahan zat besi sekitar 20 mg per hari. Suplemen tablet besi memang diperlukan untuk kondisi tertentu. Perhatikan pola makan Penanggulangan anemia – terutama untuk wanita hamil. daging. diare. jambu biji. ibu menyusui butuh tambahan zat besi 2 mg per hari serta kalsium 400 mg per hari. dan buah-buahan (jeruk. dan wanita yang telah menikah prahamil – sudah dilakukan secara nasional dengan pemberian suplementasi pil zat besi. misalnya berbentuk susu atau roti. kacang hijau). kehamilan berulang dalam waktu singkat. Wanita dewasa tidak hamil kebutuhannya sekitar 26 mg per hari. wanita hamil dan anemia berat misalnya. hati. Perhatikan pula gizi makanan dalam sarapan dan frekuensi makan yang teratur. lebih tepat bila mereka mengupayakan perbaikan menu makanan. Selain kehilangan basal normal sekitar 0. Misalnya. Jadi. Maka. anemia gizi besi disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat gizi dan kebutuhan yang meningkat. kehilangan zat besi melalui ASI mencapai sekitar 0. Selain itu. Penderita anemia ringan sebaiknya tidak menggunakan suplemen besi. ibu tetap kehilangan zat besi dan kalsium melalui ASI. kebutuhan zat besi untuk tiap wanita berbeda-beda sesuai siklus hidupnya. yang harus diminum setiap hari. ikan. kedelai. Selain itu. alternatifnya adalah mengkonsumsi makanan yang diperkaya dengan zat besi. hewan percobaan yang bunting dan kekurangan zat besi melahirkan anak-anak dengan daya tahan rendah terhadap infeksi. kacang-kacangan (tempe. sel fagosit yang bertugas menangkal bakteri infeksi tak berfungsi maksimal. . susu. tahu. sayuran berwarna hijau tua (kangkung. daun katuk).8 mg. Anemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko.3 mg per hari. bayam. wanita hamil yang tidak minum pil zat besi mengalami penurunan cadangan besi cukup tajam sejak minggu ke-12 usia kehamilan. Sayangnya. Pada banyak wanita hamil. meski biasanya wanita tidak mengalami haid. Saat menyusui. pisang). Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Penyebabnya. dan lainnya. Penelitian menunjukkan.hamil butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil. wanita pekerja. dengan meningkatkan konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti telur. Cadangan zat besi ibu yang belum pulih akhirnya terkuras untuk keperluan janin yang dikandung berikutnya. terutama bagi yang berdiet. cara ini memberikan efek seperti mual. oncom. Menurut penelitian. Maka.

Sebaliknya. ayam. penyakit kronis. air jeruk. daging.Biasakan pula menambahkan substansi yang memudahkan penyerapan zat besi seperti vitamin C. dan ikan. . misalnya infeksi. substansi penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi patut dihindari. Berkonsultasilah dengan dokter bila anemia berkaitan dengan kesehatan. atau gangguan pencernaan.

Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. masalah perilaku dan lain sebagainya (Depkes RI. kematian saat persalinan. pasca persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan (Depke RI. namun yang seringkali menjadi kekurangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti Zat Besi dan Kalsium. pertambahan besarnya organ kandungan. Selain itu juga akan meningkatkan resiko kesakitan dan kematian bayi karena rentan terhadap infeksi saluran pernafasan bagian bawah. Kebutuhan Gizi pada Ibu Hamil Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi. Bagi ibu hamil. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. pendarahan. bahkan dapat mengganggu kelangsungan hidupnya. Hasil SKRT 1995 menunjukkan bahwa 41 % ibu hamil menderita KEK dan 51% yang menderita anemia mempunyai kecenderungan melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan lingkungan yang baru. 1996). sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan. Ibu hamil yang menderita KEK dan Anemia mempunyai resiko kesakitan yang lebih besar terutama pada trimester III kehamilan dibandingkan dengan ibu hamil normal. 1996). perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu.PENGARUH KONDISI IBU TERHADAP PERKEMBANGAN JANIN 1. Salah satu cara untuk menilai kualitas bayi adalah dengan mengukur berat bayi pada saat lahir. 1998). cukup bulan dengan berat badan normal. Namun sampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khususnya gizi kurang seperti Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemia gizi (Depkes RI. pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan. Seorang ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat bila tingkat kesehatan dan gizinya berada pada kondisi yang baik. gangguan belajar. GIZI IBU Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Akibatnya mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. . karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan.

Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. Bahan pangan yang dijadikan sumber protein sebaiknya (2/3 bagian) pangan yang bernilai biologi tinggi. Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama hamil. kebutuhan wanita hamil akan protein juga meningkat. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution. 350 Kkal sehari pada trimester II dan III.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai biologinya rendah) cukup 1/3 bagian. seperti daging tak berlemak. Selama trimester III energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta. Di Indonesia melalui Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998 menganjurkan penambahan protein 12 g/hari selama kehamilan. atau sekitar 1.337 Kkal. serta penumpukan lemak.7 g/kg BB/hari (di bawah 15 tahun). Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. susu dan hasil olahannya. dan 1. Patokan ini berlaku bagi mereka yang tidak merubah kegiatan fisik selama hamil. Untuk memperoleh besaran energi per hari. dan lemak 36. kegiatan fisik. yang digunakan untuk mengubah energi yang terikat dalam makanan menjadi energi yang bisa dimetabolisir.000 Kkal. maka WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal sehari pada trimester I. plasenta dan hemoglobin ibu sendiri.537 Kkal. telur. penambahan untuk trimester I sebesar 100 Kkal dan 300 Kkal untuk trimester II dan III. plasenta.000 mg termasuk untuk keperluan janin. dan payudara.244 Kkal. pertumbuhan uterus. Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe atau Zat Besi. 1988).5 g/kg BB/hari (usia 15-18 tahun). serta janin. hasil penjumlahan ini kemudian dibagi dengan angka 250 (perkiraaan lamanya kehamilan dalam hari) sehingga diperoleh angka 300 Kkal. Energi yang tersembunyi dalam protein ditaksir sebanyak 5180 kkal. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. ikan. Berdasarkan Widya Karya . Selama kehamilan seorang ibu hamil menyimpan zat besi kurang lebih 1. Agar energi ini bisa ditabung masih dibutuhkan tambahan energi sebanyak 26. dibulatkan menjadi 80. Sama halnya dengan energi. Dengan demikian dalam satu hari asupan protein dapat mencapai 75-100 g (sekitar 12 % dari jumlah total kalori). Jumlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan diperkirakan sebanyak 925 g yang tertimbun dalam jaringan ibu. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Sementara di Indonesia berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998 ditentukan angka 285 Kkal perhari selama kehamilan.3 g/kgBB/hari (gravida mature). Di Kanada. Angka ini tentunya tidak termasuk penambahan akibat perubahan temperatur ruangan. dan pertumbuhan. Jumlah Fe pada bayi baru lahir kira-kira 300 mg dan jumlah yang diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat meningkatnya volume darah adalah 500 mg. 1. bahkan mencapai 68 % dari sebelum hamil. Dengan demikian jumlah total energi yang harus tersedia selama kehamilan adalah 74.

Ibu . Terhadap Perslinan Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama. lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil. serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. 1. dan selanjutnya akan melahirkan bayi dengan berat normal. baik pada ibu maupun janin. mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA). Sedangkan kebutuhan sebelum hamil atau pada kondisi normal ratarata 26 mg per hari (umur 20 – 45 tahun). cacat bawaan. berat badan ibu tidak bertambah secara normal. asfiksia intra partum (mati dalam kandungan). seorang ibu hamil perlu tambahan zat gizi ratarata 20 mg perhari. anemia pada bayi. sedangkan pengukuran kadar Hb untuk mengetahui kondisi ibu apakah menderita anemai gizi. pendarahan. dan mengukur kadar Hb. persalinan sebelum waktunya (premature). kematian neonatal. dan tidak ada gangguan gizi pada masa pra hamil maupun saat hamil. dan trimester III sekitar 6 kg. dimana pada trimester I pertambahan kurang dari 1 kg. 2. 3. seperti diuraikan berikut ini. Gizi Kurang pada Ibu Hamil Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah. trimester II sekitar 3 kg. abortus. Terhadap Janin Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan kegururan . 1. Pertambahan berat badan selama hamil sekitar 10 – 12 kg. 1. Dengan kondisi kesehatan yang baik. dan terkena penyakit infeksi. Terhadap Ibu Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia. pendarahan setelah persalinan. ibu akan melahirkan bayi lebih besar dan lebih sehat daripada ibu dengan kondisi kehamilan yang sebaliknya.Nasional Pangan dan Gizi Tahun 1998. system reproduksi normal. Gizi yang baik diperlukan seorang ibu hamil agar pertumbuhan janin tidak mengalami hambatan. 1. Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi Kronis (KEK). tidak menderita sakit. bayi lahir mati. Pertambahan berat badan ini juga sekaligus bertujuan memantau pertumbuhan janin.

Di Indonesia Anemia umumnya disebabkan oleh kekurangan Zat Besi. KONDISI EMOSIONAL IBU Perubahan emosional terjadi selama kehamilan. atau tekanan psikologis juga dapat memunculkan gejala fisik seperti letih. Jika kondisi fisiknya kurang baik. sekresi asam lambung. saling pengaruh-mempengaruhi. panik. pening. dan lain-lain. Hormon dapat mempengaruhi suasana hati dan karena kadarnya yang naik turun maka demikian juga suasana hati anda. AKTIVITAS FISIK IBU Tidak semua ibu menyadari bahwa aspek fisik dan psikis adalah dua hal yang terkait erat. tekanan darah. mual atau merasa malas. sedikit tidak yakin atau merasa senang luar biasa. trauma ini ternyata dapat dirasakan juga oleh janin. janin sudah menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar tubuh ibunya. 4. mau tidak mau ibu hamil harus menjaga kondisi fisik maupun psikisnya agar bayinya dapat tumbuh sehat. Oleh karena itu. menangis. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan. Sementara dalam masa perkembangan janin. Anemia PENYAKIT pada YANG DI Ibu IDAP IBU Hamil Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada di bawah normal.dengan kondisi kurang gizi kronis pada masa hamil sering melahirkan bayi BBLR. sehingga lebih dikenal dengan istilah Anemia Gizi Besi. Suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung. maka proses berpikir. stres. Antara lain. Oleh karena itu adalah hal yang normal bila anda merasa sedih. gelisah. atau hampir tidak terpisahkan. kemudian akan kembali mempengaruhi aktivitas fisiologis dalam dirinya. suasana hati atau keadaan emosi cepat berubah. Selanjutnya mereka akan menjadi anemia pada saat kadar . vitalitas yang rendah dan kematian yang tinggi. Trauma. 3. Karena perubahan yang terjadi pada fisik mempengaruhi aspek psikologis dan sebaliknya. maka mudah bagi ibu hamil untuk mengalami trauma. mudah marah. aktivitas kelenjar keringat. Ibu hamil umumnya mengalami deplesi besi sehingga hanya memberi sedikit besi kepada janin yang dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal. kepekaan meningkat. terlebih lagi bila ibu menderita anemia. dan perubahan pola atau pilihan makanan yang juga akan berpengaruh pada konsep diri sang ibu. Kondisi psikologis yang dialami ibu selama hamil. produksi adrenalin. suasana hati. kendali emosi dan tindakan yang bersangkutan dalam kehidupan sehari-hari akan terkena imbas negatifnya. ada masa-masa yang dianggap kritis yang menyangkut pembentukan organ tubuh. Menurut Shinto. 2. Bahkan. lesu.

0087 kali untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai LILA lebih dari 23 cm. anemia pada bayi yang dilahirkan.5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. Penelitian Rosmeri (2000) menunjukkan bahwa status gizi ibu sebelum hamil mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kejadian BBLR. Bila bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) akan mempunyai resiko kematian. Status gizi ibu sebelum hamil juga cukup berperan dalam pencapaian gizi ibu saat hamil. (1999) menunujukkan bahwa ada hubungan kadar Hb ibu hamil dengan berat bayi lahir. dkk. Sedangkan ibu hamil dengan KEK pada batas 23 cm mempunyai resiko 2. Hasil penelitian Edwi Saraswati. BBLR. Untuk mencegah resiko KEK pada ibu hamil sebelum kehamilan wanita usia subur sudah harus mempunyai gizi yang baik. Pada ibu hamil yang menderita anemia berat dapat meningkatkan resiko morbiditas maupun mortalitas ibu dan bayi. dimana semakin tinggi kadar Hb ibu semakin tinggi berat badan bayi yang dilahirkan. di Jawa Barat (1998) menunjukkan bahwa KEK pada batas 23.hemoglobin ibu turun sampai di bawah 11 gr/dl selama trimester III. dan gangguan perkembangan anak. Anemia gizi dapat mengakibatkan kematian janin didalam kandungan. dkk. dkk. misalnya dengan LILA tidak kurang dari 23. (1998) menemukan bahwa anemia pada batas 11 gr/dl bukan merupakan resiko untuk melahirkan BBLR. hal ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas ibu dan kematian perinatal secara bermakna lebih tinggi. gizi kurang. sebaiknya kehamilan ditunda sehingga tidak beresiko melahirkan BBLR. Apabila LILA ibu sebelum hamil kurang dari angka tersebut. gangguan pertumbuhan. Namun untuk melahirkan bayi mati . berat bayi yang dilahirkan dapat dipengaruhi oleh status gizi ibu baik sebelum hamil maupun saat hamil. Selanjutnya pada analisa bivariat anemia batas 9 gr/dl atau anemia berat ditemukan secara statistik tidak nyata melahirkan BBLR. abortus. Sedangkan penelitian Edwi Saraswati.27 kali untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai status gizi baik (normal). Hal ini mungkin karena belum berpengaruh terhadap fungsi hormon maupun fisiologis ibu. Hasil penelitian Jumirah. cacat bawaan.5 cm. Resiko BBLR pada Ibu Hamil Di Indonesia batas ambang LILA dengan resiko KEK adalah 23. Sebagaimana disebutkan di atas.5 cm belum merupakan resiko untuk melahirkan BBLR walaupun resiko relatifnya cukup tinggi. Ibu dengan status gizi kurang (kurus) sebelum hamil mempunyai resiko 4. kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan prematur juga lebih besar.

Dari hasil analisa multivariat dengan memperhatikan masalah riwayat kehamilan sebelumnya menunjukkan bahwa ibu hamil penderita anemia berat mempunyai resiko untuk melahirkan BBLR 4. .081 kali.mempunyai resiko 3.2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak menderita anemia berat.

dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan. Proses Persalinan a.Proses Dalam Persalinan 1. sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lain merupakan hal yang paling mendebarkan. semakin merangsang terjadinya kontraksi. Sebab terjadinya Persalinan a. Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron dan estrogen menurun mendadak. Ada baiknya para calon ibu mengetahui proses atau tahapan persalinan seperti apa. Peningkatan beban / stress pada maternal maupun fetal dan peningkatan estrogen mengakibatkan peningkatan aktifitas kortison. dari Lancet. Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus Frankenhauser. Pada kala ini terbagi atas dua fase yaitu: Fase Laten: dimana pembukaan serviks berlangsung lambat. oksitosin. Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yang selama sembilan bulan bersembunyi di dalam perut anda akan muncul terlahir ke dunia. Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka. prostaglandin. menjadi pencetus rangsangan untuk proses persalinan 3. mengeluarkan energi yang begitu banyak. Di sisi lain persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru. menjadi stimulasi (pacemaker) bagi kontraksi otot polos uterus. kok estrogen meningkat) b. sehingga para calon ibu dapat mempersiapkan segala halnya guna menghadapi proses persalinan ini. Tahap Pembukaan / In partu ( kala I ) In partu (partus mulai) ditandai dengan lendir bercampur darah. dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan. sampai pembukaan 3 cm Fase aktif: yang terbagi atas 3 subfase yaitu . c. 2. d. Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh hormonal dan beban. Pengertian persalinan Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil. (pada diagram. nutrisi janin dari plasenta berkurang. karena serviks mulai membuka dan mendatar.

dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus. bayi akan semakin terdorong ke bawah sehingga menyebabkan pembukaan jalan lahir. Anda mungkin mengalami rasa sakit yang hebat. Masa transisi ini menjadi masa yang paling sangat sulit bagi ibu. selaput ketuban pecah spontan (beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini jika terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm).akselerasi. dan bila pembukaan jalan lahir sudah 10 cm berarti bayi siap dilahirkan dan proses persalinan memasuki kala II. kontraksi semakin sering dan kuat. keluar lendir / darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug) yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis. 2. kebanyakan wanita yang pernah mengalami masa inilah yang merasakan masa yang paling berat. Menjelang akhir kala pertama. berlangsung 12-14 jam untuk kehamilan pertama dan 6-10 jam untuk kehamilan berikutnya. 3. seperti ingin buang air besar. yang berarti pembukaan sempurna dan bayi siap keluar dari rahim. Pada primigravida terjadi penipisan serviks lebih dahulu sebelum terjadi pembukaan – pada multipara serviks telah lunak akibat persalinan sebelumnya. Kontraksi yang terjadi akan semakin sering dan semakin kuat. Kala I persalinan di sebut lengkap ketika pembukaan jalan lahir menjadi 10 cm. akibat terbukanya vaskular kapiler serviks. Anda akan merasakan datangnya rasa mulas yang sangat hebat dan terasa seperti ada tekanan yang sangat besar ke arah bawah. steady dan deselerasi Kala I adalah tahap terlama. Menjelang berakhirnya kala I. Peristiwa penting pada persalinan kala 1 1. Pematangan dan pembukaan serviks (cervical effacement) pada primigravida berbeda dengan pada multipara : 1. sehingga langsung terjadi proses penipisan dan pembukaan . Pada tahap ini mulut rahim akan menjadi tipis dan terbuka karena adanya kontraksi rahim secara berkala untuk mendorong bayi ke jalan lahir. ostium uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks menipis dan mendatar. Pada setiap kontraksi rahim. pembukaan jalan lahir sudah hampir sempurna.

Daerah perineum bersifa elastis. vulva (bagian luar vagina) membuka dan perineum (daerah antara anus-vagina) meregang. Pada waku mengedan. berakhir dengan lahirnya plasenta. cepat dan lebih lama. Namun pada saat proses melahirkan berlangsung. tapi bila dokter/bidan memperkirakan perlu dilakukan pengguntingan di daerah perineum (episiotomi). rasa mulas terkordinir. Anda merasa seperti mau buang air besar. maka tindakan ini akan dilakukan dengan tujuan mencegah perobekan paksa daerah perineum akibat tekanan bayi dan Tak ada posisi melahirkan yang paling baik. pada awal persalinan ibu diminta berbaring. Tahap Pengeluaran Bayi ( Kala II ) Pada kala pengeluaran janin. Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus. Ibu akan merasakan tekanan yang kuat di daerah perineum. Dengan mengedan terpimpin. kepala janin mulai kelihatan. dengan tanda anus terbuka. kuat. kirakira 2-3 menit sekali. b. ostium internum membuka lebih dulu daripada ostium eksternum (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti lingkaran kecil di tengah) – pada multipara. akan lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan janin. namun karena proses kelahiran berjalan lamban maka dokter menganjurkan agar ibu mengubah posisinya menjadi miring. ketika melahirkan dokter akan meminta ibu untuk berbaring atau setengah duduk. Kepala janin turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Posisi yang dirasakan paling nyaman oleh si ibu adalah hal yang terbaik. Misalnya. ostium internum dan eksternum membuka bersamaan (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti garis lebar) 3.2. Namun umumnya. Tahap Pengeluaran Plasenta ( Kala III ) Tahap ini dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap. Periode kala 1 pada primigravida lebih lama (+ 20 jam) dibandingkan multipara (+14 jam) karena pematangan dan pelunakan serviks pada fase laten pasien primigravida memerlukan waktu lebih lama. tidak menutup kemungkinan dokter akan meminta ibu mengubah posisi agar persalinan berjalan lancar. Pada primigravida. serta . c.

(jika lepasnya plasenta terjadi sebelum bayi lahir. Plasenta lepas spontan 5-15 menit setelah bayi lahir. Tahap Observasi proses persalinan ( Kala IV ) Tahap ini dilakukan Sampai dengan 1 jam setelah postpartum. sehingga pada saat kontraksi mudah lepas dan berdarah. 3. baik dilakukan bila ibu merasakan kepala bayi tertahan di punggungnya. serta harus dilakukan observasi. Menungging atau posisi merangkak. atau mungkin juga serempak sentral dan marginal. Berbaring pada sisi kiri tubuh. kontraksi uterus bertambah keras. Pada keadaan normal. posisi ini nyaman dan mampu mencegah ibu mengejan ketika pembukaan belum lengkap Posisi yang tidak baik bagi ibu adalah berbaring lurus terlentang. Posisi – Posisi dalam proses persalinan a. 5) luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. dan resume keadaan umum ibu. Jongkok atau berdiri. fundus setinggi sekitar / di atas pusat. 6) resume keadaan umum bayi. Pelepasan plasenta terjadi karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah bersifat adhesi. Hal ini dapat menimbulkan penekanan pada pembuluh darah yang membawa darah untuk janin dan . atau dari tepi / marginal (Matthews-Duncan) jika tidak disertai perdarahan.pengeluaran plasenta dari kavum uteri. d. dan dalam mengamati perineum b. Posisi ini juga bermanfaat pada bayi yang sulit berputar c. Dan ada 7 hal pokok penting yang harus diperhatikan pada kala 4 ini yaitu: 1) kontraksi uterus harus baik 2) tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain. 4) kandung kencing harus kosong. 3) plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap. Lepasnya plasenta dari insersinya : mungkin dari sentral (Schultze) ditandai dengan perdarahan baru. disebut solusio/abruptio placentae – keadaan gawat darurat obstetrik !!). Duduk atau setengah duduk ( Litotomi ). posisi ini membantu turunnya kepala bila persalinan berlangsung lambat atau bila ibu tidak mampu mengejan d. di samping memudahkan penolong persalinan dalam memimpin persalinan pada saat keluarnya kepala bayi. seringkali merupakan posisi yang paling nyaman.

. sehingga mereka akan memperoleh aliran darah dan oksigen yang lebih sedikit. Selain itu pada posisi ini ibu akan mengalam kesulitan dalam mengejan.ibu.

Saat itu ilmu kebidanan belum merupakan pelajaran. c. Profil Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Bidan dalam Negeri 1. Tenaga penolong persalinan adalah dukun. Adapun pelayanan kebidanan hanya diperuntukkan bagi orang-orang Belanda yang ada di Indonesia. Layanan kebidanan yang tepat akan meningkatan keamanan dan kesejahteraan ibu dan bayinya. dibuka pendidikan bidan bagi wanita pribumi di Batavia oleh seorang dokter militer Belanda (dr. Pelayanan kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab profesi bidan dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan kaum perempuan khususnya ibu dan anak-anak. Layanan kolaborasi yaitu layanan yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim secara bersama-sama dengan profesi lain dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan. Layanan kebidanan primer yaitu layanan yang diberikan sepenuhnya atas tanggung jawab bidan b. baru tahun 1889 oleh Straat. Tahun 1849 di buka pendidikan Dokter Jawa di Batavia (Di Rumah Sakit Militer Belanda sekarang RSPAD Gatot Subroto). Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Indonesia. Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda. kebidanan/oleh bidan dapat dibedakan meliputi: a. Seiring dengan dibukanya pendidikan dokter tersebut. W. Layanan . pada tahun 1851. Obstetrikus Austria dan Masland. Bosch). tetapi keadaan ini tidak tidak berlangsung lama karena tidak adanya pelatih kebidanan. Mulai saat itu pelayanan kesehatan ibu dan anak dilakukan oleh dukun dan bidan. Layanan kebidanan rujukan yaitu merupakan pengalihan tanggung jawab layanan oleh bidan kepada sistem layanan yang lebih tinggi atau yang lebih kompeten ataupun pengambil alihan tanggung jawab layanan/menerima rujukan dari penolong persalinan lainnya seperti rujukan. Pada tahun 1807 (zaman Gubernur Jenderal Hendrik William Deandels) para dukun dilatih dalam pertolongan persalinan. angka kematian ibu dan anak sangat tinggi. Ilmu kebidanan diberikan sukarela.SEJARAH PERKEMBANGAN PELAYANAN DAN PENDIDIKAN BIDAN (DALAM DAN LUAR NEGERI) A.

khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu hamil. Seiring dengan pelatihan tersebut didirikanlah Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA). senam hamil.Pada tahun 1952 mulai diadakan pelatihan bidan secara formal agar dapat meningkatkan kualitas pertolongan persalinan. Perubahan pengetahuan dan keterampilan tentang pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh di masyarakat dilakukan melalui kursus tambahan yang dikenal dengan istilah Kursus Tambahan Bidan (KTB) pada tahun 1953 di Yogyakarta yang akhirnya dilakukan pula dikota-kota besar lain di nusantara. bersalin dan nifas serta pelayanan kesehatan bayi baru lahir. pendidikan perinatal. Puskesmas memberikan pelayanan berorientasi pada wilayah kerja. Hal tersebut di atas adalah pelayanan yang diberikan oleh bidan di desa. ruang nifas dan ruang perinatal. Bidan di rumah sakit memberikan pelayanan poliklinik antenatal. Mulai tahun 1990 pelayanan kebidanan diberikan secara merata dan dekat dengan masyarakat. Titik tolak dari Konferensi Kependudukan Dunia di Kairo pada tahun 1994 yang menekankan pada reproduktive health (kesehatan reproduksi). Bidan yang bertugas di Puskesmas berfungsi dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk pelayanan keluarga berencana. memperluas area garapan pelayanan bidan. Pelayanan yang diberikan berorientasi pada kesehatan masyarakat berbeda halnya dengan bidan yang bekerja di rumah sakit. termasuk bayi baru lahir dan perawatan abortus . termasuk. kamar operasi kebidanan. mengadakan pembinaan pada Posyandu di wilayah kerjanya serta mengembangkan Pondok Bersalin sesuai denga kebutuhan masyarakat setempat. Adapun tugas pokok bidan di desa adalah sebagai pelaksana kesehatan KIA. Pembinaan dukun bayi. Safe Motherhood. Dalam melaksanakan tugas pokoknya bidan di desa melaksanakan kunjungan rumah pada ibu dan anak yang memerlukannya. kamar bersalin. Dari BKIA inilah yang akhirnya menjadi suatu pelayanan terintegrasi kepada masyarakat yang dinamakan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada tahun 1957. Kebijakan ini melalui Instruksi Presiden secara lisan pada Sidang Kabinet Tahun 1992 tentang perlunya mendidik bidan untuk penempatan bidan di desa. Area tersebut meliputi: 1. dimana pelayanan yang diberikan berorientasi pada individu. gangguan kesehatan reproduksi di poliklinik keluarga berencana.

Bidan dalam melaksanakan prakteknya diberi kewenangan yang mandiri. Permenkes yang menyangkut wewenang bidan selalu mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Permenkes tersebut dimulai dari: a. . kewenangan dan kemampuannya. pendidikan. didampingi tugas lain. fungsi dan tugasnya didasarkan pada kemampuan dan kewenangan yang diberikan. 363/IX/1980. Bidan dalam melaksanakan peran. Pelaksanaan dari Permenkes ini. Dalam wewenang tersebut mencakup: • Pelayanan kebidanan yang meliputi pelayanan ibu dan anak. Family Planning 3. Kewenangan tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Dalam melaksanakan tugasnya. 5380/IX/1963. bidan melakukan kolaborasi. 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktek bidan revisi dari Permenkes No. wewenang ini mengatur tentang registrasi dan praktek bidan. 572/VI/1996.2. bidan dalam melaksanakan praktek perorangan di bawah pengawasan dokter. yang kemudian diubah menjadi Permenkes 623/1989 wewenang bidan dibagi menjadi dua yaitu wewenang umum dan khusus ditetapkan bila bidan meklaksanakan tindakan khusus di bawah pengawasan dokter. Dalam aturan tersebut juga ditegaskan bahwa bidan dalam menjalankan praktek harus sesuai dengan kewenangan. wewenang bidan terbatas pada pertolongan persalinan normal secara mandiri. Kewenangan tersebut disertai dengan kemampuan dalam melaksanakan tindakan. Permenkes No. 572/VI/1996. kemampuan.Dalam keadaan darurat bidan juga diberi wewenang pelayanan kebidanan yang ditujukan untuk penyelamatan jiwa. konsultasi dan merujuk sesuai dengan kondisi pasien. Kepmenkes No. b. • Pelayanan Keluarga Berencana • Pelayanan Kesehatan Masyarakat d. c. Kesehatan reproduksi pada remaja 5. Permenkes No. Penyakit menular seksual termasuk infeksi saluran alat reproduksi 4. Permenkes No. Kesehatan reproduksi pada orang tua.

karena kewenangan yang diberikan oleh Departemen Kesehatan ini mengandung tuntutan akan kemampuan bidan sebagai tenaga profesional dan mandiri. Cara-cara mengobati penderita itu sendiri antara lain: 1) Dengan membaca mantra-mantra memohon pertolongan kepada Tuhan YME. Perawatan Kebidanan 1) Kehamilan Semua wanita hamil diadakan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dukun bayi dan dukun memberikan nasehat-nasehat seperti : a) Melakukan pantangan : • Pantangan makanan tertentu • Pantangan terhadap pakaian • Pantangan terhadap jangan pergi malam • Pantangan jangan duduk di muka pintu b) Kenduri. Cara bekerja dengan .pengalaman serta berdasarkan standar profesi. Perawatan zaman dahulu atau sekarang dilakukan oleh dukun pria atau dukun wanita. 2) Dengan cara mengusir setan-setan yang mengganggu dengan menyajikan kurban kurban di tempat itu. di lantai dukun yang menolong menunggu sampai persalinan selesai. macamnya kurban ditentukan oleh dukun. 6) Memakai obat-obatan banyak dipakai dari tumbuh-tumbuhan yang segar dari daun mudanya. 2) Persalinan Biasanya persalinan dilakukan dengan duduk di atas tikar. 5) Kadang-kadang dukun bertapa untuk mendapatkan ilham cara bagaimana menyembuhkan penderita itu. batang. kembang akarnya. 900/2002 tidaklah mudah. Pencapaian kemampuan bidan sesuai dengan Kepmenkes No. 4) Penderita harus melakukan pantangan atau diet yang oleh dukun itu pula. Kenduri ke dua dilakukan pada waktu umur kehamilan 7 bulan. Kenduri pertama kali dilakukan pada waktu hamil 3 bulan sebagai tanda wanita itu hamil. dukun menjalankan perawatanya biasanya dirumah penderita atau di rawat di rumah dukunnya sendiri. 3) Melakukan massage/mengurut penderita.

Seiring dengan dibukanya pendidikan dokter tersebut. Praktek kebidanan modern masuk di Indonesia oleh dokter-dokter Belanda. Bosch). Tali pusat dipotong dengan hinis atau bamboo kemudian tali pusatnya diberi kunyit sebagai desinfektan. Perubahan pengetahuan dan keteramilan tentang pelayanan kesehatan ibu dan anak . ia merupakan tenaga terpercaya dalam lingkungannya terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan reproduksi. Tenaga penolong persalinan adalah dukun. jumlah paramedis kurang lebih 4000 orang dan dokter umum kurang lebih 475 orang dan dokter dalam bidang obsgyn hanya 6 orang. setelah kemerdekaan. sekarang RSPAD Gatot Subroto). mulai diadakan pelatihan Bidan secara formal agar dapat meningkatkan kualitas pertolonga persalinan. Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.mengurut-ngurut perut ibu. Pada tahun 1807 (zaman Gubernur jenderal Hendrik William Deandels) para dukun dilatih dalam pertolongan persalinan. W. tetapi keadaan ini tidak berlangsung lama karena tidak adanya pelatih kebidanan. 3) Nifas Setelah bersalin ibu dimandikan oleh dukun selanjutnya ibu sudah harus bisa merawat dirinya sendiri lalu ibu di berikan juga jamu untuk peredaran darah dan untuk laktasi. Pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kebidanan hanya diperuntukkan bagi orangorang Belanda yang ada di Indonesia. dimulai pendidikan bidan. Kemudian pada tahun 1849 dibuka pendidikan Dokter Jawa di Batavia (Di RS Milliter Belanda. yang memberikan kursus adalah Bidan. Setelah anak lahir anak diciprati anak dengan air agar menangis. persalinan dan nifas. Mulai saat itu pelayan kesehatan ibu dan anak dilakukan oleh dukun dan Bidan. Tahun 1950 . kehamilan . Menekannya serta menarik anak apabila anak telah kelihatan. Pelayanan Kebidanan di Indonesia sejak dulu sampai sekarang tenaga yang memegang peranan dalam pelayanan kebidanan ialah “ Dukun bayi “. pada tahun 1952. Kursus untuk dukun masih berlangsung samapai dengan sekarang. angka kematian ibu dan anak sangat tinggi. Selama menolong dukun banyak membaca mantra-mantra. Tahun 1879. pada tahun 1851 di buka pendidikan Bidan bagi wanita pribumi di Batavia oleh seorang Dokter milliter Belanda (Dr. Kursus bidan yang pertama ini ditutup tahun 1873. Lulusan ini kemudian bekerja di Rumah Sakit juga di masyarakat.

Seiring dengan pelatihan tersebut didirikan balai kesehatan ibu dan anak (BKIA) dimana bidan sebagi penanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. 2. Kegiatan ini melalaui instruksi presiden secara lisan pada tahun 1992 tentang perlunya mendidik bidan untuk penempatan di desa. Pada tahunan 1902 pendidikan bidan dibuka kembali bagi wanita pribumi di rumah sakit militer di . Bosch) membuka pendidikan bidan bagi wanita pribumi di Batavia. W. Penyuluhan Kesehatan Di BKIA ini diadakan juga pelatihan-pelatihan para dukun bayi. Bidan di puskesmas orientasi lepada kesehatan masyarakat beda dengan bidan di RS yang berorientasi pada individu. Dari BKIA inilah akhirnya mnejadi suatu pelayanan terintregrasi kepada masyarakat yang dinamakan pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas pada tahun 1957. pendidikan formal dan non formal. Mulai tahun 1990 pelayan kebidanan diberikan secara merata sesuai dengan kebutuhan masyarakat. dan nifas serta pelayana BBL. Pemeriksaan Post natal 3. Keduanya berjalan seiring untuk menjawab kebutuhan/tuntutan masyarakat akan pelayanan kebidanan. Pendidikan bidan dimulai pada masa penjajahan Hindia Belanda. Bidan yang bertugas di puskesmas berfungsi dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk pelayanan KB.888 orang di seluruh Indonesia. Perkembangan Pendidikan Bidan di Indonesia Perkembangan pendidikan bidan berhubungan dengan perkembangan pelayanan kebidanan. Pemeriksaan dan Pengawasan bayi dan anak balita 4. Pemeriksaan Antenatal 2. Pada tahun 1851 seorang dokter militer Belanda (Dr. Kleuarga Berencana 5. Kegiatan BKIA yang dipimpin bidan adalah menyelenggarakan: 1. Dengan meningkatnya pendidikan tenaga kesehatan maka. bersalin. Pendidikan ini tidak berlangsung lama karena kurangnyah peserta didik yang disebabkan karena adanya larangan ataupun pembatasan bagi wanita untuk keluaran rumah. tugas pokoknya adalah pelaksanan pelayanan KIA khususnya pelayanan ibu hamil. pada tahun 1979 jumlah dokter obsgyn 286 orang dan bidan 16.secara menyeluruh di masyarakat dilakukan melalui kursus tambahan yang dikenala dengan istilah Kursus tambahan Bidan (KTB) pada tahun 1953 di Jogjakarta yang akhirnya dilakukan pula di kota-kota besar lain di Nusantara ini. Yang dimaksud dalam pendidikan ini adalah.

pemerintah mendirikan sekolah perawat atau sekolah bidan dengan nama dan dasar yang berbeda. Luluasan dari pendidikan ini harus bersedia untuk ditempatkan dimana saja tenaganya dibutuhkan dan mau menolong masyarakat yang tidak/kurang mampu secara cumacuma. namun memiliki persyaratan yang sama dengan zaman penjajahan Belanda. Untuk perawat pria dapat meneruskan ke pendidikan keperawatan lanjutan selama dua tahun juga. Pada zaman penjajahan Jepang. karena tidak ada pendidikan lain. Bidan dengan dasar pendidikannya Mulo dan pendidikan Kebidanan selama tiga tahun tersebut Bidan Kelas Satu (Vreodrouweerste Klas) dan bidan dari lulusan perawat (mantri) di sebut Bidan Kelas Dua (Vreodrouw tweede klas).batavia dan pada tahun 1904 pendidikan bidan bagi wanita indo dibuka di Makasar. Tahun 1911/1912 dimulai pendidikan tenaga keperawatan secara terencana di CBZ (RSUP) Semarang dan Batavia. maka dibuka pendidikan pembantu bidan yang disebut Penjenjang Kesehatan E atau Pembantu Bidan. Lulusan ini mendapat tunjangan dari pemerintah kurang lebih 15-25 Gulden per bulan. DI tahun yang sama dikeluarkan sebuah peraturan yang membedakan lulusan bidan berdasarkan latar belakang pendidikan. Tahun 1953 dibuka Kursus Tambahan Bidan . Perbedaan ini menyangkut ketentuan gaji pokok dan tunjangan bagi bidan. Pada tahun 1935-1938 pemerintah Kolonial Belanda mulai mendidik bidan lulusan Mulo (Setingkat SLTP bagian B) dan hampir bersamaan dibuka sekolah bidan di beberapa kota besar antara lain Jakarta di RSB Budi Kemuliaan. Pada tahun 1914 telah diterima juga peserta didik wanita pertama dan bagi perawat wanita yang luluas dapat meneruskan kependidikan kebidanan selama dua tahun. Pendidikan ini dilanjutkan sampai tahun 1976 dan xsetelah itu ditutup. Peserta didik PK/E adalah lulusan SMP ditambah 2 tahun kebidanan dasar. Lulusan dari PK/E sebagian besar melanjutkan pendidikan bidan selama dua tahun. Pada tahun 1950-1953 dibuka sekolah bidan dari lulusan SMP dengan batasan usia minimal 17 tahun dan lama pendidikan tiga tahun. Calon yang diterima dari HIS (SD 7 tahun) dengan pendidikan keperawatan 4 tahun dan pada awalnya hanya menerima peserta didik pria. Kemudian dinaikkan menjadi 40 Gulden per bulan (tahun 1922). Peserta didik kurang berminat memasuki sekolah tersebut dan mereka mendaftar karena terpaksa. RSB Palang Dua dan RSB Mardi Waluyo di Semarang. Mengingat kebutuhan tenaga untuk menolong persalinan cukup banyak.

Departemen Kesehatan melakukan penyederhanaan pendidikan tenaga kesehatan non sarjana. Pada tahun 1975 sampai 1984 institusi pendidikan bidan ditutup. maka tujuan pemerintah agar SPK dapat menolong persalinan tidak tercapai atau terbukti tidak berhasil. Tahun 1954 dibuka pendidikan guru bidan secara bersama-sama dengan guru perawat dan perawat kesehatan masyarakat di Bandung. dibuka pendidikan Diploma I Kesehatan Ibu dan Anak. Tahun 1989 dibuka crash program pendidikan bidan secara nasional yang memperbolehkan lulusan SPK untuk langsung . Pada tahun 1974 mengingat jenis tenaga kesehatan menengah dan bawah sangat banyak (24 kategori).(KTB) di Yogyakarta. Pada awal tahun 1972 institusi pendidikan ini dilebur menjadi Sekolah Guru Perawat (SGP). kemudian menjadi dua tahun dan terakhir berkembang menjadi tiga tahun. Tahun 1981 untuk meningkatkan kemampuan perawat kesehatan (SPK) dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk kebidanan. Pendidikan ini hanya berlangsung satu tahun dan tidak dilakukan oleh semua institusi. Pendidikan ini tidak dilaksanakan secara merata di seluruh provinsi. sehingga selama 10 tahun tidak menghasilkan bidan. Pada tahun 1967 KTB ditutup (discountinued). Sekolah bidan ditutup dan dibuka Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) dengan tujuan adanya tenaga multi purpose di lapangan dimana salah satu tugasnya adalah menolong persalinan normal. Pada tahun 1985 dibuka lagi program pendidikan bidan yang disebut (PPB) yang menerima lulusan SPR dan SPK. Pendidikan ini menerima calon dari lulusan sekolah perawat dan sekolah bidan. Tujuan dari KTB ini adalah untuk memperkenalkan kepada lulusan bidan mengenai perkembangan program KIA dalam pelayanan kesehatan masyarakat. sebelum lulusan memulai tugasnya sebagai bidan terutama menjadi bidan di BKIA. Pada tahun 1970 dibuka program pendidikan bidan yang menerima lulusan dari Sekolah Pengatur Rawat (SPR) ditambah dua tahun pendidikan bidan yang disebut Sekolah Pendidikan Lanjutan Jurusan Kebidanan (SPLJK). Pada awalnya pendidikan ini berlangsung satu tahun. Pada tahun 1960 KTB dipindahkanke Jakarta. Lama pendidikan satu tahun dan lulusannya dikembalikan kepada institusi yang mengirim. lamanya kursus antara 7 sampai dengan 12 minggu. Namun organisasi profesi bidan (IBI) tetap ada dan hidup secara wajar. Namun karena adanya perbedaan falsafah dan kurikulum terutama yang berkaitan dengan kemampuan seorang bidan.

Jawa Tengah dan . yang menerima masukan dari lulusan SMP. Pendidikan ini memerlukan kurikulum 3700 jam dan dapat diselesaikan dalam waktu enam semster. sehingga tingkat kemampuan yang dimiliki sebagai seorang bidan juga kurang. Penempatan BDD ini menyebabkan orientasi sebagai-baiknya tidak hanya kemampuan klinik. Pendidikan ini dilakukan di 11 Propinsi yaitu : Aceh. karena lama pendidikan yang terlalu singkat dan jumlah peserta didik terlalu besar dalam kurun waktu satu tahun akademik. Nusa Tenggara Timur. Diharapkan pada tahun 1996 sebagian besar desa sudah memiliki minimal seorang bidan. Lulusan pendidikan ini kenyataannya juga tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan seperti yang diharapkan sebagai seorang bidan profesional. Tujuan program ini adalah untuk mempersiapkan tenaga pengajar pada Program Pendidikan Bidan. Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Pendidikan ini hanya berlangsung selama dua angkatan (1995 dan 1996) kemudian ditutup. Lampung dan Riau (Wilayah Sumatera). Mulai tahun 1996 status bidan di desa sebagai pegawai tidak tetap (Bidan PTT) dengan kontrak selama tiga tahun dengan pemerintah. Pada tahun 1993 juga dibuka pendidikan bidan Program C (PPB C). sehingga kesempatan peserta didik untuk praktek klinik kebidanan sangat kurang. yang kemudian dapat diperpanjang 2 x 3 tahun lagi. Sulawesi Selatan. Pada tahun 1993 dibuka Program Pendidikan Bidan Program B yang peserta didiknya dari lulusan Akademi Perawat (Akper) dengan lama pendidikan satu tahun. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kemampuan klinik kebidanan dari lulusan ini tidak menunjukkan kompetensi yang diharapkan karena lama pendidikan yang terlalu singkat yaitu hanya setahun. sebagai bidan tapi juga kemampuan untuk berkomunikasi. Maluku dan Irian Jaya. Bengkulu. Kalimantan Barat. Lama pendidikan satu tahun dan lulusannya ditempatkan di desadesa. sejak tahun 1994-1995 pemerintah juga menyelenggarakan uji coba Pendidikan Bidan Jarak Jauh (Distance learning) di tiga propinsi yaituJawa Barat. Program Pendidikan Bidan (A) diselenggarakan dengan peserta didik cukup besar. Untuk itu pemerintah menempatkan seorang bidan di tiap desa sebagai pegawai negeri sipil (PNS Golongan II). Program ini dikenal sebagai Program Pendidikan Bidan A (PPB/A). Selain program pendidikan bidan di atas.masuk program pendidikan bidan. konseling dan kemampuan untuk menggerakkan masyarakat desa dalam meningkatkan taraf kesehatan ibu dan anak.

1995-1998. sikap dan keterampilan bidan agar mampu melaksanakan tugasnya dan diharapkan berdampak pada penurunan AKI dan AKI. 1247/Menkes/SK/XII/1994 Diklat Jarak Jauh Bidan (DJJ) adalah DJJ Kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan. IBI bekerja sama dengan Departemen Kesehatan dan American Collage of Nurse Midwive (ANCM) dan rumah sakit swasta mengadakan Training of Trainer kepada anggota IBI sebanyak 8 orang untuk LSS.Jawa Timur. DJJ Bidan dilaksanakan dengan menggunakan modul sebanyak 22 buah. yang kemudian menjadi tim pelatih LSS inti di PPIBI.439 (55%) dinyatakan lulus. Pendidikan ini dikoordinasikan oleh Pusdiklat Depkes dan dilaksanakan oleh Bapelkes di Propinsi. Irian Jaya dan Sulawesi Tengah masing-masing hanya 40 orang dan Propinsi Jambi 50 orang. Kebijakan ini dilaksanakan untuk memperluas cakupan upaya peningkatan mutu tenaga kesehatan yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. begitu juga guru/dosen dari D3 Kebidanan. Pengaturan penyelenggaraan ini telah diatur dalam SK Menkes No. Pada tahap IV (1998-1999) DJJ dilaksanakan di 26 propinsi dengan jumlah tiap propinsinya adalah 60 orang. pada tahap II (1996-1997) dilaksanakan di 16 propinsi dan pada tahap III (1997-1998) dilaksanakan di 26 propinsi. bidan Puskesmas dan bidan di desa di Propinsi Kalimantan Selatan. Secara kumulatif pada tahap I-III telah diikuti oleh 6. IBI bekerja sama langsung dengan Mother Care melakukan pelatihan dan peer review bagi bidan rumah sakit. Penyelenggara ini dinilai tidak efektif ditinjau dari proses. DJJ Tahap I (1995-1996) dilaksanakan di 15 Propinsi. kecuali Propinsi Maluku. Tim pelatih LSS ini mengadakan TOT dan pelatihan baik untuk bidan di desa maupun bidan praktek swasta. Selain pelatihan DJJ tersebut pada tahun 1994 juga dilaksanakan pelatihan pelayanan kegawat daruratan maternal dan neonatal (LSS = Life Saving Skill) dengan materi pembelajaran berbentuk 10 modul. Pada tahun 2000 telah ada tim pelatih Asuhan Persalinan Normal (APN) yang dikoordinasikan oleh Maternal Neonatal health (MNH) yang sampai saat ini telah melatih APN di beberapa . Pada tahun 1996. Dari 1490 peserta belum diketahui berapa jumlah yang lulus karena laporan belum masuk. Sedang pelaksanaannya adalah Rumah sakit provinsi/kabupaten. Pelatihan praktek dilaksanakan di 14 propinsi dan selanjutnya melatih bidan praktek swasta secara swadaya.306 orang bidan dan sejumlah 3.

scotlandia (1811-1870) memperkenalkan dan menggunakan arastesi umum. mengumumkan kerjanya pada palpasi abdominal Carl Crede dari Jerman (1819-1892) menggambarkan metodanya . Sejarah Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Bidan di Luar Negeri 1. B. utnuk meningkatkan kualitas pelayanan juga diadakan seminar dan Lokakarya organisasi. Lokakarya organisasi dengan materi pengembangan organisasi (Organization Development = OD) dilaksanakan setiap tahun sebanyak dau kali mulai tahun 1996 sampai 2000 dengan biaya dari UNICEP. Pada tahun 1843. Hal ini merupakan permulaan pengguguran. Dia memperkenalkan cara pengukur konjungata diagonalis dalam pelvi metri. Adolf Pinard dari Prancis (1844-1934) pada tahun 1878. Ignoz Phillip semmelweis. diketahui efektif dalam mengatasi pendarahan postpartum. Jean lubumean dari Perancis (orang kepercayaan Rene Laenec. Menggambarkan metodnya tentang persalinan lahirnya kepala pada presentasi bokong dan penganangan resusitasi bayi aspiksi dengan pemompaan paru-paru melalui sebuah metal kateler. Ergot sejenis cendawan yang tumbuh pada sejenis gandung hitam. Pengenalan Semmelweiss tentang cuci tangan yang bersih mengacu pada pengendalian sepsis puerperium. dosen-dosen dari Akademi Kebidanan. seorang dokter dari Hungaria (1818-1865). tahun 1807. Tahun 1824 Jamess Blundell dari Inggris yang menjadi orang pertama yang berhasil menangani perdarahan postpartum dengan menggunakan transfusi darah. James Young simpson dair Edenburgh. pertama yang yang melakukan test urine pada wanita hamil untuk pemeriksaan dan menghubungkan kehadirannya dengan eklamsia. Sebelum abad 20 (1700-1900) William Smellie dari Scotlandia (1677-1673) mengembangkan forceps dengan kurva pelvik seperti kurva shepalik. Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Luar Negeri a. Jhon Charles Weaven dari Inggris (1811-1859) adalah.propinsi/kabupaten. Pelatihan LSS dan APN tidak hanya untuk pelatihan pelayanan tetapi juga guru. penemu Stetoskop pada tahun 1819) pertama kali mendengar bunyi jantung janin dengan stetoskop pada tahun 1819) pertama kali mendengar bunyi jantung janin dengan stetoskop pada tahun 1920. Selain melalui pendidikan formal dan pelatihan.

stimulasi urine yang lembut dan lentur untuk mengeluarkan placenta Juduig Badl. Abad 20 Postnatal care sejak munculnya hospitalisasi untuk persalinan telah berubah dari perpanjangan masa rawatan sampai 10 hari. dan mereka harus memanggil pertolongan medis bila ada indikasi. Saat penempatan dipeluas. suatu pengembalian pada “cara yang lebih alami”. Alkta Kaisters. dan menjadi bidan pertama yang .in” dipraktekan dan menyusui dipromosikan menyusui disemua rumah sakit yang sudah mendapat penerangan. Yang pada kenyataanya. Perkembangan teknologi yang cepat telah monitoring anthepartum dan intrapartum yang tepat menjadi mungkin dengan pengguraan ultrasonografi dan cardiotocografi. alami sekali lagi “membuktikan dirinya “rooing. menggambarkan lingkaran retraksi yang pasti muncul pada pertemuan segment atas rahim dan segmen bawah rahim dalam persalinan macet/sulit. hal ini juga memungkinkan perkembangan yang menakjubkan. ke trend “Modern” ambulasi diri. dan telah merubah prognosis bagi bayi prematur secara dramatis ketika dirawat di neonatal intersive acara urits. wanita di desa khususnya harus ditolong oleh wanita yang lebih tua belum dilathi dari masyarakat. Bidan pemerintah memperoleh penghargaan yang tinggi salah satu dari mereka. dokter obstetri dari Jerman (1842-1992). 2. pemisahan ibu dan bayi merupakan praktek yang dapat diterima di banyak rumah sakit. Daunce dari Bordeauz. memperkenalkan pengguran inkubator dalam perawatan bayi prematur. Pelayanan dan Pendidikan di Beberapa Negara Pelayanan Bidan di Afrika Selatan Perusakan Hindia Belanda timur yang membentuk tempat makanan dan minuman di semenanjung. b. Tapi mereka tidak menunjuk bidan pemerintah atau bidany ang sudah diangkat sumpah selama beberapa tahun peraturan-peraturan tersebut menetapkan bahwa para bidan harus diuji dan dan diberi lisensi/izin. dan alat menyusui bayi buatan menjadi dapat diterima. Selama beberapa tahun. dan bahkan oleh norma! Bagaimanapun. Pada tahun 1857. Mempunyai prakiran-prakiraan yang menyakir praktek para bidan yang dapat diterpkan di semenannjung tersebut. pada tahun 1875. ditunjuk pada tahun 1687 sebagai kepala keperawatan di rumah sakit persahaan.

Situasi itu masih berlaku. sementara masyarakat pedesaan dilayani oleh wanita penuh baya yang belum terlatih dengan pengalaman kebidanan “outansi” yang seringkali melaksanakan perawatan umum dan bahkan pelayanan untuk hewan peliharaan juga dalam beberapa hal/keadaan. tapi dia meminta gaji yang sesuai untuk mengimbangi pelayanannya di sana. lahirlah sekolah profesional pertama dari jurusannya di Afrika selatan. dan standart asuhan kebidanan yang jelek yang di berikan oleh orang-orang yang tidak mempunyai lisensi/izin. Terlihat dimana terdapat sedikit perkembangan dalam pelayanan dan pelatihan kebidanan sampai awal abad ke 19 dibawah pemerintahan Batavia yang mengambil alih semenanjung dari perusahan HindiaBelanda timur yang bubar. bidan dan apoteker dan menemukan bahwa enam bidan yang sudah mempunyai lisensi tidak memenuhi kriteria mereka. Pelayanan kebidanan pertama diberikan sekaligus oleh pagawi pemerintah dan bidan swasta dilebih banyak wilayah berkembang. Komite Medis tertinggi meninjau kembali lisensi dokter. Dia akan membantu para bidan yang bekerja diantara orang miskin.melaksanakan tugas-tugas perawatan umum sebagaimana tugas-tugas kebidanan. dan Dr Wehr ditunjuk sebagai instruktur kolonial kebidanan. Gubernur Earl of caledon menyetujuai pendirian sekolah tersebut pada tanggal 1 November 1810. Tujuh kandidat yang menyelesaikan pelatihan tersbeut dan terkualifikasi pada tahun 1813 merupakan profesional pertama yang terlatih dan terkualifikasi di . mengajukan permohonan oada guberbur semenanjung untuk mendirikan sekolah seperti itu. dan dia mengungkapkan perhatian yang besar pada kurangnya bidan yang berkualitas bagi Cape town dan daerah-daerahnya. Dr Wehr sangat tertarik pada kebidanan. Dia ditunjuk sebagai Accoucher kolonial dengan wewenang untuk melatih sejumlah besar bidan untuk melayani masyarakat. saat seirang dokter bedah dari pemerintah batavia terdahulu. dan pelatihan para bidan di mulai pada tahun 1811. Dr Johann Hunrich frederich carel leopold wehr. Ide pendirian sekolah kebidanan baru terlaksana pada tahun 1808. Dengan demikian. seorang dokter bedah bernama Dr Leishing mereka mendasikan dimana telah didirikan sebuah sekolah kebidanan ini untuk mengganikan sistem Madang perusahaan dan terjadi sebelum pendudukan British kedua di semenanjung tersebut. tanpa bayarannya.

dan pada tahun 1927. Pada tahun 1960-an. peraturanperaturan tersebut diperlonggar. hubungan dengan bidan yang lain. sehingga menjadi wanita kulit berwarna pertama yang memiliki kualifikasi ganda. Sebulum ada peraturan-peraturan dewan Medis Afrika Selatan.Afrika Selatan. Dr. memutuskan untuk menyusun pelayanan kebidanan daerah dengan bantuan bidan Ella Ruth terdaftar sebagai perawat umum pada tahun 1919 dan sebagai seorang bidan pada tahun 1920. Tampaknya ini merupakan buku kebidanan pertama yang ditulis di Afrika Selatan. Kebidanan bulan merupakan profesi yang diinginkan bagi gadis-gadis yang belum menikah. dan wanita yang sudah menikah diizinkan untuk . prilaku pribadi/perorangan. Pelatihan kebidanan bagi orang kulit hitam dimulai sesudahnya. Beberapa sekolah menetapkan bahwa para siswa harus berusia 24-50 tahun. Usia yang diizinkan masuk. Thomas Munnik oleh Dr. Dua awal penting dalam sejarah kebidanan di Afrika Selatan terjkadi selama periode ini. dan meminta bantuan medis jira diperlukan. Disini Dr James Prince. Beatrice Msimang menjadi wanita kulit hitam pertama yang menjadi perawat dan bidan yang terdaftar. yang pada tahun 1867 dikirim oleh komunitasnya ke rumah sakit Carnarvon di Kimberly. Perkembangan-perkembangan pada tahun 20. dengan dokter dan utusan agama. seorang dokter kanada. Seorang utusan medis dari Misionary Society London. tidak ada penentuan batas usia. Pada tahun 1816. Permulaan dan Pelatihan Modern Saudari Henrietha Stockdale. Kode etik yang diikrarkan dipegang teguh saat mereka melakukan “Sumpah Jabatan” yang mencakup banyak elemen yang terwujud dalam kode etik/sikap saat ini. Anak tersebut diberi nama James Barry Munnik. Van der kemp. Tahap penting berikutnya dalam perkembangan pelatihan kebidanan digembor-gemborkan oleh kedatangan saudari Henrichtta stockdate di Afrika selatan. sekolah yang lain menetapkan 21-45 tahun. Kemudian. Kode ini meliputi persyaratan untuk . Kiira-kira pada tahun 1809. rahasia profesi. James Barry. Semua sekolah mewajibkan orang yang sudah dewasa. dirumah sakit Mc card zulu di Duban. iswa perawat dan siswa bidan tidak diizinkan untuk menikah dan siapapun yang memnutuskan untuk menikah harus berhenti dari pelatihan. menulis sebuah buku saku tentang kebidanan bagi pembantunya. operasi seksio caesarea pertama dilakukan pada isteri Mr.

transual dan orange free) setelah dimulai di Cape pada tahun 1892. pengajaran kebidanan termasuk dalam pengajaran selama 4 tahun. masa pengajaran lebih lanjut meningkat menjadi 18 bulan bagi perawat yang belum terdaftar. Pada tahun 1960. Pada tahun 1919. Perawat yang belum terdaftar mengikuti ujian awal umum dengan siswa keperawatan umum. dan dimana ketentuan tersebut harus meliputi pelatihan teorituis dan praktek di lapangan dan di ruang perawatan. kemudian standart delapan pada tahun 1949 dan pada tahun 1960. dimana masa pelatihan 12 bulan jika siswanya belum menjadi perawat yang terdaftar. keperawatan dan kebidanan. dan pada tahun 1917. kemudian standart delapan pada tahun 1949 dan pada tahun 1960. Sekolah pelatihan terlalu sedikit. dan siswa harus menolong minimal 12 persalinan dan merawat 12 wanita pada masa puerperium. Sekarang ini. Pelatihan dilakukan dilapangan dan diruang perawatan rumah sakit kalau tersedia/ada. dan kurangnya bed yang tersedia bagi pasien kebidanan. Sebagian besar pusat pelatihan merasa bahwa masa pelatihan terlalu pendek. standart sepuluh merupakan standart pendidikan minimal yang diwajibkan. sertifikat standar enam telah dapat diterima. dimana pelatihan harus diperpenjang sampai minimal selama 6 bulan. Pelatihan kebidanan ditetapkan oleh empat Dewan Medis (Neogara bagain Cape. masa tersebut menjadi 24 bulan dan 12 bulan berturut-turut. yang menuntun pada registrasi bagi seorang perawat . dan kadang-kadang secara kontroversi. sekolah perawatan kebidanan didirikan di bekas rumah Pal Kruger. Asosiasi Perawat terlatih Afrika Selatan juga mengungkapkan ketidakpuasannya dengan kurangnya fasilitas. Asosiasi ini merekomendasikan : ketentuan rumah sakit kebidanan yang disubsidi oleh pemerintah yang lebih banyak untuk digunakan sebagai sekolah pelatihan. standart sepuluh merupakan standart pendidikan minimal yang diwajibkan. Dewan perawatan Afrika Selatan mengambil kembali pelatihan kebidanan pada tahun 1945. sertifikat standar enam telah dapat diterima.melanjutkan pelatiha tahun 1923. dan 9 bulan bagi perawat uang sudah terdaftar. kemudian muncul standart tujuh pada tahun 1929. dan pada tahun 1949. kemudian muncul standart tujuh pada tahun 1929. natal. Pendidikan bidan di Afrika Selatan Pada tahun 1923. Silabus dan lamanya pelatihan. Diwajibkan menolong persalinan sebanyak 30 persalinan dan 30 asuhan postnatal.

Pelatihan ADM diadakan di Rumah Sakit Mowbray pada tahun 1976. Bidan yang sudah terdaftar juga bisa melanjutkan ke Diploma dalam kebidanan dan /atau ke ilmu perawatan neonatal intensive. mulai meminta bantuan “para bidan pria” atau para dokter. dan peraturan-p-eraturan bagi pelatihan diumumkan oleh Dewan perawatan Afrika Selatan pada bulan Agustus 1979. Pelayanan Bidan di Amerika Di Amerika. Kebidanan sebagai jurusan Kuliah di tingkat Universitas dapat diperolehnpada tingkat Doktor.(umum. Pada tahun 1977. para ahli sejarah memprediksikan bahwa angka kematian ibu di AS sebanyak 95%. Dokter memegang kendali dan banyak memberikan obat-obatan tetapi tidak mengindahkan aspek spiritual. sehingga bidan tidak mempunyai pendukung. Pendapat ini digunakan untuk menjatuhkan profesi bidan. Sekitar tahun 1700. Sejak awal 1990 setengah persalinan di AS ditangani oleh dokter. Tahun 1765 pendidikan formal untuk bidan mulai dibuka pada akhir abad ke 18 banyak kalangan medis yang berpendapat bahwa secara emosi dan intelektual wanita tidak dapat belajar dan menerapkan metode obstetric. Walaupun statistik terperinci tidak menunjukkan bahwa pasien-pasien bidan mungkin tidak sebanyak dari pada pasien dokter untuk kematian demam nifas atau infeksi puerperalis. laki-laki diizinkan mengikuti pengajaran kebidanan untuk pertama kalinya di Afrika Selatan. psikiatrik dan komunitas) dan sebagai seorang bidan. Kebidanan. sebagian besar penting karena kesakitan maternal dan kematian saat itu. bidan hanya menangani persalinan wanita yang tidak . standart-standart. uang tidak terorganisir dan tidak dianggap profesional. atau peraturan-peraturan sampai pada awal abad ke 20. para bidan berperan seperti dokter. berpengalaman tanpa pendidikan yang spesifik. Sehingga wanita yang menjalani persalinan selalu dihinggapi perasaan takut terhadap kematian. Salah satu alasan kenapa dokter banyak terlibat dalam persalinan adalah untuk menghilangkan praktek sihir yang mash ada pada saat itu. sementara itu dianggap menjadi tidak diakui dalam sebagian besar yuridiksi (hukum-hukum) dengan istiklah “nenek tua” kebidanan akhirnya padam. Pada pertengahan abad antara tahun 1770 dan 1820. profesi bidan hampir mati. para wanita golongan atas di kota-kota di Amerika.

dan diberlakukannya protap pertolongan persalinan di AS yaitu : memberikan sedatif pada awal inpartu. sehingga membuat bidan menjadi sebuah profesi dengan lahan praktek yang spesifik dan membutuhkan organisasi yang mengatur profesi tersebut. bidan mempunyai tugas . Dokter Grantly Dicke meluncurkan buku tentang persalinan alamiah. Akibat protap tersebut kematian ibu mencapai angka 600700 kematian per 100. Pada tahun 1979 badan pengawasan obat Amerika mengatakan bahwa ibu bersalin yang menerima anasthesi dalam dosisi tinggi telah melahirkan anak-anak melahirkan anak-anak yang mengalami kemunduran perkembangan psikomotor. termasuk bidan. persepsipersepsi bartu para wanita dan kemajuan dalam ilmu kedokteran. melakukan episiotomi. dan sebanyak 3050% wanita melahirkan di rumah sakit. melahirkan bayi dengan forcep elstraksi plasenta. Pada era 1980-an ACNM membuat pedoman alternatif lain dalam homebirth. Tahun 1955 American College of NurseMidwives (ACNM) dibuka. Pada tahun 1971 seorang bidan di Tennesse mulai menolong persalinan secara mandiri di institusi kesehatan. Pada waktu yang sama karena pelatihan para medis yang terbatas bagi para pria. membiarkan serviks berdilatasi memberikan ether pada kala dua. kelahiran menjadi semakin meningkat dipandang sebagai satu masalah medis sehingga di kelola oleh dokter. para wanita kehilangan posisinya sebagai pembantu pada persalinan. dan suatu peristiwa yang dilaksanakan secara tradisional oleh suatu komunitas wanita menjadi sebuah pengalaman utama oleh seorang wanita dan dokternya. memberikan uteronika serta menjahit episiotomi. Pernyataan ini membuat masyarakat tertarik pada proses persalinan alamiah. Hal ini membuat para spesialis obstetric berusaha meningkatkan peran tenaga diluar medis.000 kelahiran hidup pada tahun 1900-1930. Tahun 1915 dokter Joseph de lee mengatakan bahwa kelahiran bayi adalah proses patologis dan bidan tidak mempunyai peran di dalamnya.mampu membayar dokter. DI beberapa negara seperti Arizona. Dengan berubahnya kondisi kehidupan di kora. persalinan di rumah dan memacu peran bidan. Pada tahun yang sama dibuat legalisasi tentang opraktek profesional bidan. Pada tahun 1982 MANA (Midwive Alliance Of North America) di bentuk untuk meningkatkan komunikiasi antar bidan serta membuat peraturan sebagai dasar kompetensi untuk melindungi bidan.

Angka sectio caesaria menurun dari 25% (1988) menjadi 21% (1995). menyediakan sertifikat dan membuat ijin praktek. direct entry midwives masih dianggap ilegal dibeberapa negara bagian. .8% (1994).L : • Walaupun ada banyak undang-undang baru. Pendidikan kebidanan biasanya berbentuk praktek lapangan. Dunia kebidanan berkembang saat ini sesuai peningkatan permintaan untuk itu profesi kebidanan tidak mempunyai latihan formal. tidak ada standart nasional sehingga tidak ada definisi yang jelas tentang bidan sebagai seseorang yang akurat tentang direct entry midwives dan jumlah data persalinan yang mereka tangani. • Kritik tajam dari profesi medis kepada diret entry midwives ditambah dengan isolasi dari system pelayanan kesehatan pokok telah mempersulit sebagian besar dari mereka untuk memperoleh dukungan medis yang adekuat bila terjadi keadaan gawat darurat.khusus yuaitu melahirkan bayi untuk perawatan selanjutnya seperti merawat bayi. • Lisensi praktek berbeda tiap negara bagian. sampai saat ini mereka bisa menangani persalinan dengan pengalaman sebagai bidan.5% di tahun 1994. Hambatan-hambatan yang dirasakan oleh bidan Amerika Serikat saat ini A.5% (1989) menjadi 3. dia hanya melakukan jika diperlukan namun jarang terjadi. sehingga ada beberapa tingkatan kemampuan.1% persalinan di tahun 1980 : 5. Bidan menangani 1. walaupun begitu mereka berusaha agar menjadi lebih dipercaya. banyak membaca dan pendekatan tradisional dan mengurangi teknik invasif untuk pertolongan seperti penyembuhan tradisional. Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan selam 4 tahun dan praktek lapangan selama 2 tahun. memberi injeksi bukan lagi tugas bidan. Saat ini AS merupakan negara yang menyediakan perawatan maternitas termahal di dunia. Penggunaan forcep menurun dari 5. yang mana biaya yang sangat mahal Kebidanan memiliki sebuah organisasi untuk membentuk standart. tetapi sekaligus merupakan negara industri yang paling buruk dalam hasil perawatan natal di negara-negara industri lainnya.

Kurikulum pendidikan disusun oleh staf akademik berdasarkan pada keahlian dan pengalaman mereka di lapangan kebidanan. Tahun 1824 kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia dimulai pada tahun 1862. Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai tahun 1893. beberapa masih menggunakan proram pendidikan yang berorientasi pada rumah sakit. mereka bekerja sebagaimana layaknya seorang bidan. Pada tahun 1913 sebanyak 30% persalinan ditolong oleh bidan.ayanan dari masyarakat. Lulusan itu dibekali dengan pengethuan teori dan praktek. Kekurangan yang dapat dilihat dari pendidikan kebidanan di Australia hampir sama dengan pelaksanaan pendidikan bidan di Indonesia. Belum ada persamaan persepsi mengenai pengimplementasian kurikulum pada masing-masing institusi.Pelayanan Bidan di Australia Florence Nightingale adalah pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19. tidak ada direct entry. Pendapat bahwa seseorang bidan haru reflek menjadi seorang perawat dan program pendidikan serta prakteknya banyak di buka di beberapa tempat dan umumnya dibuka atau disediakan oleh Non Bidan. meskipun demikian di Australi bidan tidak bekerja sebagai perawat. Meskipun ada peningkatan . Hal ini menyebabkan banyak wanita hamil di luar nikah dan jarang mereka dapat memperoleh pelayanan dari bidan atau dokter karena pengaruh social mereka atau pada komunitas tyang terbatas. Hal ini ditambah dengan kurangnya kebijaksanaan formal dan tidak adanya standar nasional menurut National Review of Nurse Education 1994. sehingga lulusan bidan mempunyai kompetensi klinik yang berbeda tergantung pada institusi pendidikannya. dan sejak tahun 1899 hanya bidan sekaligus perawat yang terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit. Dasar pendidikan telah berubah dari traditional hospital base programme menjadi tertiary course of studies menyesuaikan kebutuhan pel. Ketidakseimbangan seksual dan moral di Australia telah membuat prostitusi berkembang dengan cepat. Sebagian besar wanita yang melahirkan tidak dirawat dengan selayaknya oleh masyarakat. Pendidikan bidan di Australia Kebidanan di Australia telah mengalami perkembangan yang mengalami pesat sejak 10 tahun terakhir. Tidak semua institusi pendidikan kebidanan di Australi telah melaksanakan perubahan ini.

Kenyataannya wanita jelas menengah ke atas yang ditangani oleh dokter dalam persalinannya mempunyai resiko infeksi yang lebih besar daripada wanita miskin yang ditangani oleh Bidan. Shearman Report (NSWI.jumlah dokter yang menangani persalinan antara tahun 1900 sampai 1940. hal itu terjadi di pulau kecil dan pelatihan klinik sekarang semakin baik menuju standar internasional sedikit lebih baik daripada masa yang lalu. Maksudnya pemeliharaan kesehatan yang lebih baiki. Having a baby in Victoria (Depkes Viktoria. 1989) telah menemukan cara awal untuk mengatur strategi perawatan yang berkesinambungan. Tapi situasi itu berakhir pada saat Amerika Utara menilai kepemimpinan perawat dan kepemimpinan bidan yang memutuskan bahwa bidan berhak mendapat penghargaan pertama dan penghargaan kedua diberikan kepada keperawatan. Pengembangan Profesi Bidan Pemerintah melihat adanya peningkatan kebidanan dengan pemberian asuhan yang bermanfaat. tidak ada penurunan yang berarti pada angka kematian ibu dan bidanlah yang selalu disalahkan akan hal itu. . Kita tahu di beberapa negara mengkombinasikan keperawatan dan kebidanan dalam seorang tenaga kesehatan. Bidan sangat penting di pelayanan kesehatan sejak Perang Dunia II dan proporsi yang besar di rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan utnuk daerah sekitar rumah sakit tersebut. 1996 menyimpulkan bahwa perawatan yang berkesinambungan akan menjadi tujuan perawatan kesehatan ibu. Penghargaan itu sangat penting untuk peningkatan profesi kebidanan. 1990) melaporkan sebuah revie pelayanan kesehatan di Viktoria yang dibutuhkan pada orientasi pelayanan kesehatan pada wanita dan keluarga. “Perawatan efektif pada kelahiran” CNH dan MRC. Peningkatan rumah sakit dan persatuan perawat dan peningkatan ahli kebidanan yang lebih menekankan pada teknologi menyebabkan mundurnya kebidanan. itu tidak sama dengan ketika latihan dalam praktek kebidanan. Masalah Profesional Tugas pertama yang sulit adalah meneliti kembali nama bidan itu sendiri.

pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.net . Inti dari manajemen yang gue dapatkan adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.) adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Jika mereka tidak menemukannya sendiri maka gue sebagai seorang operator yang dilimpahi tugas mencarinya.web. baik dari aspek input. Sedangkan pada situs kuliahbidan. Dari pengertian diatas maka dapat gue simpulkan bahwa manajemen kebidanan adalah proses pertolongan yang dilakukan seseorang yang berprofesi sebagai bidan secara sistematis untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan seorang pasien dengan tepat. Well itu pengertian manajemen kebidanan menurut gue. Pengertian ini sama dengan yang tertera pada kbbi versi pusatbahasa. Nah dibawah adalah pengertian manajemen kebidanan yang tersimpan pada situs funnyfree.id. Sedangkan kebidanan berarti segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak (mungkin maksudnya orang yang mo melahirkan).go. adalah wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya. Asli puyeng abis… jadinya ya kek gini deh gue buat aja sendiri artikel tentang manajemen kebidanan. proses dan output.MANAJEMEN KEBIDANAN Apasih manajemen kebidanan itu? Hampir setiap pekan mahasiswi kebidanan STIKES FORT DE KOCK selalu mencari kata kunci ini. Untuk menjamin kualitas tersebut diperlukan suatu standar profesi sebagai acuan untuk melakukan segala tindakan dan asuhan yang diberikan dalam seluruh aspek pengabdian profesinya kepada individu.wordpress. Gue gak tahu apa-apa mengenai masalah ini. keluarga dan masyarakat. promosi dengan berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat bersama-sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkannya. Menurut Kbbi. yang asal katanya bidan. yaitu seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin melakukan praktek kebidanan.com pengertian ini lebih dispesifikan lagi kepada bidan sebagai sebuah profesi. Pengertian Bidan menurut MENTERI KESEHATAN RI yang tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 369/Menkes/Sk/Iii/2007 Tanggal : 27 Maret 2007 salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka kesakitan dan kematian Bayi (AKB). berfokus pada aspek pencegahan. (rada susah ketemunya).id pengertian Manajemen (kb. Pengertian bidan sebagai asal kata kebidanan menurut pusatbahasa.diknas. Bidan memberikan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan dan paripurna. Manajemen kebidanan berasal dari dua suku kata yaitu manajemen dan kebidanan.id.diknas. kapan dan dimanapun dia berada.go. Lanjut ke kata kedua yaitu kebidanan.

net/index.siaksoft. Maksud gue ketika anda mengklik link tersebut anda akan dibawa ke halaman depan dari siaksoft. Sayang dari situs ini tidak ada lagi yang dapat didapat.net. Halaman ini mungkin hilang karena si pemilik situs atau webmaster kehilangan arsip halaman tersebut ketika ia mengubah situs yang dimilikinya.php? option=com_content&task=view&id=2562&Itemid=102 Cuma segini doang yang dapet dalam mencari pengertian manajemen kebidanan.Manajemen Kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah… http://www. . bukan pada halaman yang mengandung tulisan tentang manajemen kebidanan yang sedang kita cari.

a. Penderita (Ibu) tetap menuntun dari sebelum hamil. Meliputi data Subjektif maupun Objektif. Biodata. Nifas ibu laktasi. b. Data Subjektif terdiri dari .Ranggul halid terami . Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian Tahapan untuk mengambil keputusan yang berfokus pada klien. Keluhan Ibu (data Subjektif). data demografi. Ginekologi. . Bio psikospiritual Ibu. Langkah 1 (pertama) Langkah ini Merupakan Pengumpulan semua data yang di butuh kan untuk menilai keadaan pasien secara keseluruhan. a. Riwayat kesehatan termasuk berdafer kecelakaan. Manajemen asuhan pada kebidanan Antenatal terdiri dari 7 langkah yang berurutan di mulai dengan pengumpulan data dasar hingga evaluasi. riwayat Obsteictan.Manajemen Kebidanan Manajemen kebidanan adalah proses Pemecahan masalah yang di gunakan sebagai metode untuk Mengorganisasi pikiran serta tindakan berdasar kan teori yang ilmiah. .Pergerakan janin kurang Data Objektif terdiri dari . Riwayat Menstruasi. Pemeriksaan fisik (sesuai kebutuhan) dan tanda-tanda Vital pada pemeriksaan fisik.

dan Perkusi) pada pemeriksaan penunjang khusus terasa gerak janin berkurang dan air ketuban terasa kurang.Pemeriksaan penunjang (Laboratorium.Terminasi kehamilan ( induksi Persalinan/Sectio Cesaria). -Diagnosa masalah potensial pada ibu . Disenstric.Pengawasan yang ketat .Palpasi.Auskultasi. atau Diagnosa Potensial Berdasarkan rangkaian masalah atau diagnosa yang sudah di identifikasi . Langkah 2 (Interpretasi Data) Pada langkah ini di lakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah kebutuhan klien berdasarkan Interpretasi yang benar atas data .Data yang telah di kumpulkan. Langkah 3 (Mengidentifikasi Diagnosa Masalah Potensial) Pada Langkah ini Teridentifikasi masalah.US6).kehamilan…. c. Dan ini merupakan langkah penting dalam melakukan asuhan yang aman. Pemeriksaan khusus meliputi (inspeksi .b. punggung kiri/kanan. Data dasar yang sudah dikumpulkan di Interpretasikan sehingga di temukan masalah diagnosa yang spesifik.Persentasi Kepala (bokong) tunggal. Masalah : Cemas Kebutuhan : . atau gamely.Minggu. Janin Hidup . Diagnosa : Hamil.Suport Mental .

dapat di laksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan: .-Diagnosa masalah potensial pada janin Langkah 4 (Mengidentifikasi Daignosa menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera) Mengidentifikas perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan atau untuk di tangani. .Infomasikan pada ibu hamil pemeriksaan .Kolaborasi dengan dokter .Anjurkan pada ibu untuk bersalin di RUMAH SAKIT Langkah 6 (Melaksanakan Perencanaan) Langkah ini Merupakan rencana Asuhan menyeluruh yang telah di uraikan pada langkah 5.Lakukan konsultasi pada dokter . bersama dengan anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kondisi klien.Terminasi Kehamilan Langkah 5(Merencanakan Asuhan Yang menyeluruh) Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap Diagnosa atau masalah yang telah di identifikasi atau di antisipasi. Pelaksanaan: .Menginformasikan pada ibu untuk melakukan USG .Anjurkan ibu untuk melakukan USG .

Menganjurkan ibu untuk bersalin di RUMAH SAKIT Langkah 7 (evaluasi) Langkah ini sebagai pengecekan apakah rencana asuhan tersebut efektif..Melakukan dukungan mental agar ibu tidak cemas . Evaluasi: .Pasien (klien) Mengetahui kehamilan kurang bulan /waktu (penentuan) .Jika memang benar efektif dalam penggunaan nya.Melakukan Konsultasi /kolaborasi dengan dokter .Pasien (klien) Bersedia bersalin di RUMAH SAKIT .Pasien (klien) Masih cemas .

pencegahan. deteksi kondisi abnormal pada ibu & bayi. penyembuhan & pemulihan Layanan kebidanan dibedakan : Layanan kebidanan primer Layanan bidan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan Layanan kebidanan kolaborasi Layanan yang dilakukan bidan sebagai anggota tim. Layanan kebidanan rujukan Layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke system yang lebih tinggi atau sebaliknya Layanan yang dilakukan oleh ke tempat pelayanan kesehatan yang lain secara horisontal maupun vertikal atau ke profesi kesehatan lain.LINGKUP PRAKTEK KEBIDANAN Meliputi : Asuhan mandiri / otonomi pada anak wanita. dokter spesialis. remaja putri & wanita dewasa sebelum & selama kehamilan & selanjutnya Bidan memberikan pengawasan. keluarga & masyarakat termasuk persiapan menjadi orang tua. . keluarga & masyarakat yang meliputi : upaya. nifas Bidan menolong persalinan atas tanggungjawabnya sendiri & merawat bayi baru lahir Asuhan Kebidanan berupa : Pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat di posyandu Penyuluhan & pendidikan kesehatan pada ibu. dokter. perawat. kegiatan dilakukan bersamaan / sebagai salah satu urutan dari proses kegiatan pelayanan kesehatan. pusat-pusat rujukan pengorganisasian praktek asuhan kebidanan Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan untuk NKKBS→mewujudkan kesehatan keluarga Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan dengan kewenangan menaikkan kesehatan ibu & NKKBS→anak Sasaran pelayayanan kebidanan: individu. pertolongan kegawatdaruratan primer & sekunder saat tidak ada medis Praktek kebidanan dilakukan dalam sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat. asuhan & nasehat wanita selama hamil. menentukan kb. bersalin . konsultasi atau rujukan.

persalinan. Karena itu untuk sebagian wanita yang sedang menstruasi kadang mengalami anemia sehingga tidak produktif dalam bekerja. tumor ginjal atau kandung kemih dan perdarahan menstruasi yang sangat banyak. Di samping karena faktor perdarahan di atas. kerusakan mekanik pada sel . kekurangan asam folat. ulkus peptikum. kekurangan vitamin B12. mata berkunang-kunang. Hemoglobin dalam sel darah merah berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. mata berkunang-kunang kemudian diikuti oleh letih. lebih mudah mengantuk serta sering sakit-sakitan? Hati-hati! Jika sudah demikian mungkin Anda perlu memeriksakan diri ke dokter karena bisa jadi Anda kurang darah atau lebih dikenal dengan Anemia. pembedahan. sangat memungkinkan menyebabkan stroke atau serangan jantung!!! Penyebab umum dari anemia di antaranya adalah terjadinya perdarahan hebat karena kecelakaan. perdarahan hidung. lemah dan malas. lunglai. orang mudah letih. Bila anemia bertambah berat. Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah batas normal. dampaknya seperti kondisi di atas. Atau bisa juga karena dampak dari beberapa penyakit lain seperti pembesaran limpa. wasir (hemoroid). lesu. lesu. kekurangan vitamin C dan penyakit kronik. kanker atau polip di saluran pencernaan. badan seperti melayang yang pada akhirnya akan mengurangi produktivitasnya. wajah pusat. pecah pembuluh darah. anemia juga disebabkan oleh kekurangan zat atau vitamin seperti kekurangan zat besi. Seseorang yang terkena penyakit anemia kondisi sel darah merah atau jumlah hemoglobinnya berkurang sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah yang diperlukan tubuh.Anda Bisa Tidak Produktif Karena Anemia Pernahkah Anda atau orang di sekitar Anda tiba-tiba merasa pusing.

menurunkan kebugaran tubuh sehingga tidak produktif dan mudah sakit. Karena itu ayo antisipasi agar tubuh kita terhindar dari anemia. belum lagi resiko stroke dan jantung. penyakit hemoglobin E dan Thalasemia Sesorang dikatakan mengalami anemia bila hemoglobin kurang dari yang seharusnya. sferositosis herediter. Dan bagi ibu yang sedang hamil. limpa dan hati. elliptositosis herediter. karena orang yang terkena anemia biasanya daya pikir menurun dan kurang konsentrasi sehingga lambat dalam menerima pelajaran. telur. Anda juga bisa makan buahbuahan. penyakit hemoglobin C. Ternyata banyak juga ya efek negatifnya kalau kena anemia. bila terkena anemia membuka peluang melahirkan bayi yang prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. kacang-kacangan (kedelai dan kacang merah). kekurangan G6PD. anak 1 tahun – masa puber kurang dari 11 gr • Bayi 3 bulan – usia 1 tahun kurang dari 9 gr • Bayi 1-3 bulan kurang dari 15 gr Bagi Anda pelajar atau pekerja anemia ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan prestasi Anda. reaksi autoimun terhadap sel darah merah. hemoglobinuria nokturnal paroksismal. penyakit sel sabit. penyakit hemoglobin S-C. daun singkong dan kangkung. yaitu : • Pria dewasa kurang dari 13 gr • Wanita hamil. Berikut ini sebagian cara untuk mengantisipasinya : • Perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi yang terdapat pada sayur-sayuran segar seperti bayam.darah merah. . atau bisa juga memicu terjadinya keguguran. Orang bijak bilang mencegah lebih baik daripada mengobati. serta makanan hewani (daging.

Selain itu HILBA PLUS halal. Kalau boleh menyarankan salah satu pilihan adalah minum suplemen herbal namanya HILBA PLUS. karena teh dan kopi ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi. juga dibuat dengan bahan-bahan alami pilihan di sebuah pabrik yang sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) jadi selain tanpa efek samping juga terjamin higienitasnya.• Bagi Anda yang suka minum teh dan kopi. . • Biasakan untuk mengkonsumsi vitamin dan zat penambah darah. Bukankah memperbanyak minum air putih lebih sehat dan tentu saja murah? • Kurangi begadang atau tidur terlalu malam. bila tidak ada perlunya. mulailah mengurangi minum teh dan kopi. karena HILBA PLUS kaya dengan zat besi (Fe) untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.

Anemia Hemolitik Anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.Sarwono Prawirohardjo anemia dapat digolongkan menjadi : a. Pengertian a. thalasemia.DSOG. Anemia Non Gizi adalah kurang darah yang disebabkan karena adanya perdarahan ( luka. Menurut http://www. Demikian pula pada wanita.com/artisle. b. Penyebab Anemia umumnya disebabkan : a. 2010 by firmanpharos in ASKEB KEHAMILAN DENGAN ANEMIA RINGAN 0 LANDASAN TEORI I. wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12g/dl dan eritrosit kurang dari 37% maka wanita itu dikatakan anemia. Pengertian anemia menurut http://www. Nilai batas tersebut terjadi karena hemodilusi.asp?id=12496 terdapat dua tipe anemia yang dikenal : a.DSOG. b. Anemia gizi asam folat.php?s_sid:798 adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal. anemia gizi vitamin E. Anemia Hipoplastik Anemia yang disebabkan karena hipofungsi sumsum tulang d.Sarwono Prawirohardjo adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11g/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10. anemia gizi vitamin B12. Anemia Gizi Biasanya terjadi akibat adanya defisiensi zat besi yang diperlukan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah.info-sehat. penyakit ini dapat menimbulkan kondisi anemia.ASUHAN KEBIDANAN PADA KLIEN DENGAN KEHAMILAN ANEMIA RINGAN Posted: April 26. Anemia Megaloblastik Anemia yang disebabkan kekurangan asan folik c. Pengertian anemia menurut Prof. b. terutama pada trimester 2. Jenis-Jenis Anemia a.tabloidnova. Anemia gizi sendiri ada beberapa macam seperti anemia besi. Menurut Prof. Anemia Defisiensi Besi (Fe) Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi b. vitamin B6. Kekurangan zat besi. vitamin B12. III. vitamin C dan asam folat . menstruasi. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria maka pria tersebut dikatakan anemia.5g% pada trimester 2.Dr.Dr. dan lain-lain) atau penyakit darah yang bersifat genetik seperti hemofilia. II.com/content. Anemia gizi vitamin B6.

b. Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal c. Perdarahan kronik d. Penghancuran sel darah merah e. Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid wanita f. Penyakit kronik : TBC, Paru, Cacing Usus g. Penyakit darah yang bersifat genetik : hemofilia. Thalasemia h. Parasit dan penyakit lain yang merusak darah : malaria i. Terlalu sering menjadi donor darah j. Gangguan penyerapan nutrisi (malabsorbsi) k. Infeksi HIV IV. Gejala Untuk mengenali adanya anemia kita dapat melihat dengan adanya gejala-gejala seperti : keluhan letih, lemah, lesu, dan loyo yang berkepanjangan merupakan gejala khas yang menyertai anemia. Selain gejala-gejala tersebut biasanya juga akan muncul keluhan sering sakit kepala, sulit konsentrasi, muka-bibir-kelopak mata tampak pucat, telapak tangan tidak merah, nafas terasa pendek, kehilangan selera makan serta daya kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah terserang penyakit. Jika anemia bertambah berat bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Pada hamil muda sering terjadi mual muntah yang lebih hebat. V. Diagnosis Anemia Pada Kehamilan Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat suhu. Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut : Hb 11 g% Tidak anemia 9-10 g% Anemia ringan 7-8 g% Anemia sedang <7 g% Anemia berat Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada trimester I dan trimester III. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia, maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas. VI. Pengaruh Anemia Pada Kehamilan Dan Janin a. Pengaruh anemia terhadap kehamilan 1. Bahaya selama kehamilan a. Dapat terjadi abortus b. Persalinan prematuritas c. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim d. Mudah terjadi infeksi e. Mudah dekompensasi cordis (Hb<6g%) f. Mola hidatidosa g. Hiperemesis gravidarum h. Perdarahan antepartum

i. Ketuban pecah dini (KPD) 2. Bahaya Saat Persalinan a. Gangguan HIS, kekuatan mengejan b. Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus terlantar c. Kala dua berlangsung lama sehinggan dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan d. Kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post partum karena atonia uteri. e. Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri 3. Pada Masa Nifas a. Terjadi sub inversio uteri menimbulkan perdarahan post partum b. Memudahkan infeksi peurperium c. Pengeluaran ASI berkurang d. Terjadi dekompensasi cordis mendadak setelah persalinan e. Anemia kala nifas f. Mudah terjadi infeksi mamae b. Bahaya terhadap janin Hasil konsepsi membutuhkan zat besi dalam jumlah besar untuk pembuatan butir-butir darah merah dan pertumbuhannya, sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya, tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga menggangu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Anemia dapat menyebabkan gangguan dalam bentuk : a. Abortus b. Terjadi kematian intra uterin c. Persalinan prematuritas tinggi d. Berat badan lahir rendah e. Kelahiran dengan anemia f. Dapat terjadi cacat bawaan g. Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal h. Inteligensia rendah VII. Pengobatan Anemia Dalam Kehamilan Untuk menghitung terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infeksi parasit, pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan murah. Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat. Contoh preparat Fe tersebut Arralat, Biosanbe, Iberet, Vitonal dan Hemaviton. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas. Mengonsumsi suplemen panambah zat besi juga bisa mampu mencegah dan mengatasi anemia. Tetapi sebaiknya tidak bergantung pada obat atau suplemen penambah zat besi saja. Yang paling penting adalah menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi bahan makanan yang kaya asam folat dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah yang dapat diperoleh dari daging, sayuran hijau dan susu. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN TERHADAP Ny. K Di BPS PUTRI

BANDAR LAMPUNG TAHUN 2007 I. Pengumpulan Data Dasar A. Pengkajian Identitas Nama Istri : Ny.K Nama Suami : Tn. A Umur : 26 Tahun Umur : 29 Tahun Agama : Islam Agama : Islam Suku : Jawa Suku : Jawa Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jl. Teratai No.20 Alamat : Jl. Teratai No.20 Kedaton B.Lampung Kedaton B.Lampung B. Anamnesa pada tanggal 17 Juni 2007 Pukul 09.30 WIB 1. Alasan Kunjungan Saat Ini Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan 9 bulan mengeluh cepat lelah, sering BAK, susah tidur, pegal-pegal pada pinggang dan kaki, serta kadang-kadang perut terasa sesak dan tertekan. 2. Riwayat Menstruasi Menarche : 13 Tahun Siklus : 28 Hari Lamanya : 6-7 Hari Sifat darah : Merah, encer dan tidak menggumpal Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut HPHT : 4 Oktober 2006 TP : 11 Juli 2007 Usia kehamilan : 36 Minggu 4 Hari Teratur/tidak : Teratur 3. Riwayat Perkawinan Kawin : 1 Kali Usia kawin pertama : 24 Tahun Lama perkawinan : 2 Tahun 4. Riwayat Kehamilan Sekarang a. Trimester I ANC : 2 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan pusing, cepat lelah serta tidak nafsu makan Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari b. Trimester II ANC : 1 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan pegal-pegal dipinggang sampai kekaki, penglihatan berkunang-kunang dan cepat lelah Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari

pegal-pegal dipinggang kadang-kadang perut teasa sesak Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari 5. Aktifitas / olah raga Ibu hanya mengerjakan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Saat hamil : BAB : 1x/hari BAK : 6-7x/hari c. ibu jarang berolah raga. 6. keramas 2x/hari. Riwayat Kesehatan Ibu dan keluarga tidak ada yang mendrita penyakit menular dan menderita penyakit keturunan serta penyakit yang memerlukan perawatan khusus. sayur dan buah tetapi ibu minum 7-8 gelas/hari 2. Sebelum hamil : BAB : 1x/hari BAK : 3-4x/hari 2. Saat hamil : Ibu tidur malam 5-6 jam/hari. Istirahat dan tidur 1. Tanda-tanda vital . Keadaan umum a. f. Aktifitas Sehari-hari a. Ibu mendapat imunisasi TT2 pada usia kehamilan 20 minggu di BPS Putri 7. Ibu dan keluarga berharap semoga dalam kehamilan dan persalinannya nanti berjalan normal tidak ada halangan suatu apapun 8. Personal Hygiene Sebelum hamil dan saat hamil ibu mandi 2x sehari. ibu kurang nafsu makan. Riwayat Psikososial a. ibu minum 7-8 gelas/hari b. e. tidur siang 1 jam 2. Ibu senang dengan kehamilannya karena kehamilan ini sudah direncanakan b. Keadaan umum : Baik b. Seksualitas Tidak ada keluhan. Sebelum hamil : Makan 3 kali sehari dengan porsi nasi. tidur siang 1 jam d. Nutrisi 1. Riwayat Imunisasi a. Eliminasi 1.Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari c. Ibu mendapat imunisasi TT1 pada usia kehamilan 16 minggu di BPS Putri b. lauk. Trimester III ANC : 2 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan cepat lelah. Saat hamil : Ibu makan 2 kali sehari. Pemeriksaan 1. ibu melakukan hubungan seksualitas 1x/minggu C. ganti pakaian 2x sehari. bila ibu bekerja terlalu berat ibu merasa pusing dan cepat lelah. Sebelum hamil : Ibu tidur malam 7-8 jam/hari.

keadaan bersih 11. tidak ada benjolan abnormal. tidak ada ketombe. berfungsi dengan baik. tidak ada benjolan abnormal 9. Mata : Bentuk simetris. tidak ada stomatitis. hyperpigmentasi. keadaan bersih dan tidak ada pembesaran polip. BB sebelum hamil : 50 Kg Kenaikan BB selama hamil : 12 Kg BB saat hamil : 62 Kg d. bundar melanting yang berarti kepala . Tinggi badan : 155 cm e. tidak ada bekas operasi. pucat. Rambut : Lurus. Payudara : Membesar simetris. keadaan bersih. jarijari kaki lengkap b. tidak ada pembengkakan pada kelopak mata.TD : 110/70 mmHg Nadi : 78x/menit RR : 24x/menit temp : 370C c. kurang bundar. keadaan gigi bersih. Telinga : Bentuk simetris. Muka : Bentuk simetris. keadaan bersih tidak ada oedem 3. Inspeksi 1. kolostrum belum keluar . keadaan bersih . berfungsi dengan baik. Abdomen : Bentuk simetris membesar sesuai usia kehamilan. bentuk tulang simetris 12. Pemeriksaan fisik a. Palpasi 1. tidak ada caries dan tidak ada pembesaran tonsil 6. Punggung : Segitiga signoid simetris. tidak ada oedem. tidak ada oedem. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. Dada : Bentuk simetris. berfungsi dengan baik 5. Genitalia : Keadaan bersih. pada fundus teraba lunak. puting susu menonjol.tidak ada cacat. keadaan bersih. Leopold I : TFU 34cm. Ukuran LILA : 24 cm 2. 3. konjungtiva pucat. tidak ada varises 13.pergerakan nafas teratus. Ekstremitas Atas : Bentuk simetris. kurang melenting berarti bokong Mc Donald : 34cm TBJ : (34-12) x 155 = 22 x 155 = 3410 g 2. Mulut : Tidak ada kelainan pada mulut. sklera tidak ikterik. tidak mudah rontok dan keadaan bersih 2. tidak ada oedem. keadaan bersih 10. Perut ibu sebelah kanan teraba bagian kecil-kecil yang berarti ekstremitas. fungsi pendengaran baik. Hidung : Bentuk simetris. Leopold II : Perut ibu sebelah kiri traba lebar dan memberikan tahanan yang besar berarti punggung. Leopold III : Bagian terbawah janin teraba keras. kelenjar limfe dan tidak ada pembenhkakan vena jugularis 8. keadaan bersih 4. tidak ada haemoroid. daun telinga ada 7. jari-jari tangan lengkap Bawah : Bentuk simetris.

4 g% c. HPHT : 5 Oktober 2006 e. Interprestasi Data Dasar. sering lelah. mata berkunang-kunang. Leopold I : TFU 34cm TBJ : 3410g f. DJJ : Positif. Diagnosa. Pemeriksaan fisik a. intrauterin. Jantung etak jantung teratur.4 g% b. Posisi sejajar c. Hb : 9. hidup. pusing. Gangguan aktifitas Dasar : 1) Ibu merasakan kram pada kaki 2) Ibu mengatakan cepat lelah b. Diagnosa Ibu G1P0A0 hamil 36 minggu 4 hari.4. Masalah a. Ibu mengatakan hamil anak pertama d. Ibu mengatakan pegal-pegalpada pinggang dan kaki. Protein urine : (-) c. Leopold III : Kepala h. Paru-paru : Tidak terdengan ronchi dan wheezing 3. Perkusi Reflek patella positif dan reflek babinski negatif 3. tratur. Hb : 9. janin tunggal. Gangguan rasa nyaman Dasar : 1) Ibu merasa cemas menjelang persalinan 2) Ibu mengatakan cepat lelah 3) Ibu mengatakan kurang istirahat c. Leopold II : Puki g. bagian terendah kepala. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP. 140x/menit d. Reduksi urine : (-) II. Gangguan pemenuhan nutrisi 1) Ibu terlihat pucat 2) Ibu mengatakan tidak nafsu makan 3) Ibu tampak lemas . DJJ : 140x/menit 2. posisi sejajar i. dengan anemia ringan. tidak terdengar mur-mur 2. Auskultasi 1. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP. b. Masalah Dan Kebutuhan 1. Dasar : a.

Libatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Kebutuhan a. Libatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Anjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi d. Penyuluhan tentang perubahan fisiologis dalam kehamilan seperti gangguan pada pinggang dan kaki. Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu 2. Berikan terapi 1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari 2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari 3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari 4) Vitamin C : 3 x 1 hari c. Jelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil a. Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang b. Jelaskan pada ibu kondisinya saat ini a. c. Pelaksanaan 1. pengeluaran ASI kurang. Pemberian Fe untuk pengobatan anemia ringan serta pemberian vitamin B kompleks dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi III. perdarahan antepartum. Anjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Berikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. b. e.3. terjadi infeksi. Penyuluhan tentang senam hamil dan latihan relaksasi. Menjelaskan pada ibu kondisinya saat ini a. Perencanaan 1. Anjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan VI. Evaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil c. Evaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi e. Penyuluhan tentang persiapan persalinan. IV. ketuban pecah dini (KPD). Ajarkan bagaimana cara breast care dan senam hamil b. terjadi sub involusi uteri yang menimbulkan perdarahan antepartum. Anjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering c. Jelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil a. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan Kolaborasi Jika diperlukan lakukan kolaborasi dengan dokter V. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial Potensial terjadi persalinan lama. Mengajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil . Berikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan 6. Ajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil b. Penyuluhan tentang kebutuhan gizi ibu hamil d.

vitamin C 3 x 1 tablet/hari c. Ibu mengerti tentang kebutuhan gizi pada ibu hamil a. Keluarga berjanji akan membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan 6.b. Ibu mengerti cara mengkonumsi zat besi d. Mengevaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi e. Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup dan akan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Ibu mengerti kondisinya saat ini a. Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan 6. Ibu berjanji akan mengkonsumsi makanan gizi seimbang b. kalsium laktat. Ibu mengerti cara menjaga kondisinya selama hamil b. Melibatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Ibu mau mengkonsumsi tablet Fe. Mengevaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil c. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu 2. Keluarga berjanjii akan mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Mengajarkan pada ibu cara breast care dan senam hamil b. Evaluasi 1. Menganjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi d. Ibu mengerti cara breast care dan senam hamil b. Keluarga berjanji untuk memberikan bantuan psikologis pada ibu 2. Menganjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering e. Ibu berjanji akan melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan . Memberikan terapi 1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari 2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari 3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari 4) Vitamin C : 3 x 1 hari c. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan VII. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang d. Ibu mengerti tantang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Menjelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil a. Menjelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil a. Ibu mengatakan akan makan sedikit tapi sering c. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Ibu mengerti manfaat breast care dan senam hamil a. Melibatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Memberikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. vitamin B kompleks.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->