LEMAK DAN MINYAK

M. INDAR PRAMUDI

STUKTUR DAN KOMPOSISI LEMAK MINYAK
LEMAK DAN MINYAK MERUPAKAN SENYAWA YG TIDAK LARUT DALAM AIR YG BERASAL DARI TANAMAN DAN HEWAN YG MENGANDUNG SENYAWA TERBESAR ESTER ASAM LEMAK DG GLISEROL ATAU TRIGLISERIDA

O H2 - C - O ± C - R1 (asam lemak) O H - C - O ± C - R2 (asam lemak) O H2 - C - O ± C - R3 (asam lemak)
LEMAK (FAT) TG YG BERBENTUK PADAT /SEMI PADAT PD TEMPERATUR RUANG. MINYAK (OIL) - TG YANG BERBENTUK CAIR PADA TEMPERATUR RUANG

PEMBEDA MASING-MASING ASAM LEMAK 1. COOH 2.«««. DITEMUKAN DALAM 2 BENTUK: 1.JUMLAH IKATAN RANGKAP . ASAM LEMAK TIDAK JENUH (UNSATURATED FATTY ACID/ UFA) CH3 ± CH2 ± CH = CH ± CH2 ««... JUMLAH ATOM KARBON 2.BENTUK GEOMETRIK (CIS ATAU TRANS) . (# ATOM C 4 ± 36) 2. ASAM ORGANIK YANG MEMILIKI GUGUS KARBOKSIL TUNGGAL DAN EKOR HIDROKARBON YANG PANJANG.COOH 3. ADA ATAU TIDAK IKATAN RANGKAP .POSISI IAKATAN RANGKAP (TERKONYUGASI ATAU TIDAK) . ASAM LEMAK JENUH (SATURATED FATTY ACID/ SFA) CH3 ± CH2 ± CH2 ± CH2 . TERIKAT PADA BERBAGAI KELAS LIPID 3.ASAM LEMAK 1.

CONTOH BEBERAPA ASAM LEMAK JENUH NAMA UMUM SIMBOL STRUKTUR T.5 44 54 63 70 76.LAURAT A.5 80 86 .STEARAT * A.BEHENAT A.COOH CH3-(CH2)10-COOH CH3-(CH2)12-COOH CH3-(CH2)14-COOH CH3-(CH2)16-COOH CH3-(CH2)18-COOH CH3-(CH2)20-COOH CH3.MIRISTAT A.6 -7.ASETAT A.BUTIRAT A.COOH CH3-(CH2)6 ±COOH CH3-(CH2)8.5 16.KAPRILAT A.ARACHIDAT A.KAPRAT A.LIGNOSERAT 2: 0 4: 0 6: 0 8: 0 10: 0 12: 0 14 : 0 16: 0 18: 0 20: 0 22: 0 24: 0 CH3-COOH CH3-(CH2)2.COOH CH3-(CH2)4. LEBUR ( Co ) A.7 31.(CH2)22-COOH -16.PALMITAT * A.6 -1.KAPROAT A.

8.12 -5 . seed fats.14 C22 H34 O2 CLUPANODONIC (4. 1 16: 1 18: 1 20: 1 22: 1 9 9 9 9 13 - (animal milk fat) 33 ( amf.15 octadecatrienoic) C20 H32 O2 ARACHIDONIC (5.11 .12. af) (marine oil) 33.50 C18 H30 O2 LINOLEIC (9.8.5 (mustard oil) 18: 2 18: 2 20:4 9.tetradecenoic) 14.12.8.15 5.19 docosapentanoic) 22:5 4.11.11.15.12.15.14 eicosatetranoic) 9.ASAM LEMAK TIDAK JENUH (UFA) MONOSATURATED C14H26 O2 MYRISTOLEIC (9.12.19 - .8. beef) 13 - C16 H30 O2 PALMITOLEIC (9-hexadecenoic) C18 H34 O2 OLEIC (9-octadecenoic) C20 H38O2 GADOLEIC (9-eicosenoic) C22 H42 O2 ERUCIC (13-docosenoic) POLYUNSATURATED C18 H32 O2 LINOLEIC (9.12 octadecadienoic (vegetable oil.

Asam Lemak yang tidak umum * RICINOLEAT ACID ( 12 HYDROXY 9 OCTADECENOIC) (m. OCTADECA TRIENOIC) TUNG OIL .13. jarak) CH3 ± (CH2)2 ± CH2 ± CH2 ± CH2 ± CH ± CH2 ± CH = CH ± (CH2)7 ± COOH OH castor oil * ELEOSTEARIC ACID (9.11.

.

REAKSI HIDROLISIS O C±O±C R1 O C -O±C R2 C±O±C R3 GLISEROL HIDROLITYC RANCIDITY Reaksi dipercepat oleh: air. katalisator ( asam. temperatur.REAKSI KIMIA LEMAK DAN MINYAK 1.lmk bebas H2O -----CHOH + R1COOH R2COOH R3COOH CH2OH . enzim lipolitik. ion metal ) O CH2OH As. tekanan.

C ± O ± C ± (CH2)16 ± CH3 + CH3 ± (CH2)16 ±COOH H ± C ± OH H ± C ± OH H GLISEROL ASAM STEARAT H MONOSTEARIN (MONOGLISERIDA) .OH H .3.C .C . REAKSI ESTERIFIKASI CH2OH CHOH CH2OH + R1COOH R2COOH R3COOH CH2 ± O ± COR1 CH ± O ± COR 2 CH2 ± O ± COR3 H H H .C ± OH O + 3H2O H .OH H .

margarin dan shortening (Memperbaiki tekstur dan ttitik lebur) .1.4.REAKSI DIMANA ESTER ASAM LEMAK DIREAKSIKAN DENGAN ASAM LEMAK/ALKOHOL SEHINGGA TERJADI PERTUKARAN ASAM LEMAK PADA ESTER ASAM LEM AK MEMBENTUK ESTER ASAM LEMAK YANG BARU SEHINGGA MEROBAH SIFAT FISIK DARI ESTER ASAM LEMAK AWAL 4. REAKSI ESTERIFIKASI ESTER ASAM LEMAK DENGAN ASAM LEMAK (ACIDOLYSIS) CH2 ± O ± COR1 CH ± O ± COR 2 + R`COOH CH2 ± O ± COR3 Kat Nat Metoksida CH2 ± O ± COR` CH ± O ± COR 2 CH2 ± O ± COR3 + R1COOH . REAKSI INTERESTERIFIKASI -.

2.4.COOCH3) KAT KOH/NaOH SUHU. JUMLAH ALKOHOL DEPEND ON REAKSI UMUM DALAM PEMBUATAN BIODISEL . REAKSI ESTER ASAM LEMAK DENGAN ALKOHOL (ALCOHOLYSIS) CH2 ± O ± COR1 CH ± O ± COR2 CH2 ± O ± COR3 trigliserida metil alkohol gliserol CH2OH + 3 (CH3OH) CHOH CH2OH ester asamlemak dg alkohol (BIODISEL) (ex: metil oleat. JUMLAH KOH. metil laurat dll) + 3 ( R.

REAKSI HIDROGENASI . KONSENTRASI HIDROGEN .5.oleat -----.(CH2)7 . Pembuatan margarin.PROSES PENAMBAHAN HIDROGEN PADA IKATAN RANGKAP ASAM LEMAK TIDAK JENUH DENGAN BANTUAN KATALISATOR Ni/Pt H2 CH3 .(CH2)7 .CH = CH . shortening.COOH Ni/Pt CH3 . TEKANAN. Menaikkan titik cair 4. . Menurunkan ketidakjenuhan minyak Linolenat ------lenoleat ---.stearat 2. KONSENTRASI KATALIS. TINGKAT PENGADUKAN.(CH2)16 ± COOH Tujuan: 1. Meningkatkan daya tahan trigliserida dari proses oksidasi TEMPERATUR. Merubah bentuk fisik Trigliserida dari cair menjadi semi padat atau padat 3.

CH . KETON.(CH2)4 ± CH .CH ±CH = CH ±CH ±CH . ALDEHID.CH ± CH ± CH 00H* 00H* PEROKSIDA RADIKAL KAT HIDROPEROKSIDA RADIKAL suhu tinggi. ASAM LEMAK BEBAS RANTAI PENDEK YANG DAPAT MENYEBABKAB PEROBAHAN PADA FLAVOUR LEMAK/MINYAK.ALKOHOL.CH .CH ± CH ± CH ± CH 00* 00* . logam berat (Fe) . OKSIDATIF RANCIDITY 11 10 9 8 CH3.(CH2)5 ±COOH + O2 * * * * .CH ± CH . EPOKSIDA. sinar uv.CH . peroksida.6. REAKSI OKSIDASI/AUTOOKSIDASI MERUPAKAN REAKSI YANG DAPAT MENYEBABKAN TERJADINYA KERUSAKAN PADA LEMAK/MINYAK ATAU BAHAN PANGAN BERLEMAK AKIBAT TERJADINYA PENGIKATAN OKSIGEN PADA ASAM LEMAK TIDAK JENUH SEHINGGA MEMBENTUK SENYAWA RADIKAL BEBAS YANG PADA AKHIR REAKSI AKAN TERBENTUK SENYAWA ALKOKSI RADIKAL.CH .

REAKSI POLIMERISASI MERUPAKAN REAKSI PENGGABUNGAN DARI ASAM LEMAK TIDAK JENUH MEMBENTUK SENYAWA KOMPLEKS YANG DISEBUT DIMER DAN TRIMER YG MEMPUNYAI BM TINGGI DAN BERWARNA GELAP TERJADI PADA MINYAK/LEMAK JIKA DIPERLAKUKAN PADA SUHU TINGGI (250OC) 7. QUICK-DRYING ENAMELS .VARNISH. CAT.7. REAKSI POLIMERISASI PADA TRIGLISERIDA YG MENGANDUNG ASAM LEMAK TIDAK JENUH YANG TERKONYUGASI BAIK DG ADANYA OKSIGEN ATAU TIDAK PADA TEMPERATUR TINGGI/ RUANG SEHINGGA MEMBENTUK SENYAWA RESIN/GEL YG PADAT MINYAK TUNG (MINYAK KEMIRI) -.1.2.

makin rendah suhu viskositas makin tinggi EX: AS. LAURAT 7.CENTIPOISES .hidrogenasi Berat molekul .74 Centipoise (20oC) 2. MENENTUKAN ARAH PEMANFAATAN (EDIBLE ATAU NON EDIBLE) 3. Alat .86 (75oC) AS.KENAPA PENTING? 1.3 (50oC) 3. MENENTUKAN KUALITAS LEMAK/MINYAK 2.84 (75oC) 1.BM rendah viskositas rendah Suhu .62 (50oC) 1. MENENTUKAN TINGKAT KERUSAKAN YANG TERJADI PADA LEMAK/MINYAK BEBERAPA SIFAT FISIK YG PENTING: VISKOSITAS (KEKENTALAN) Merupakan ukuran dari pergeseran internal dalam molekul lemak/minyak Sangat dipengaruhi oleh : ketidak jenuhan minyak -.VISKOMETER . MENENTUKAN TREATMEN YANG DIPAKAI DALAM PEMANFAATANNYA 4. KAPRILAT 5.

5 303.2 167.5 .4 256.2 351.UNTUK MENENTUKAN KEMURNIAN MINYAK DAN KUALITASNYA 4. TITIK DIDIH (BOILING POINT) Contoh: TEKANAN 1 mm 256 mm 760 mm panjang rantai atom c.9 326. ketidak jenuhan.2 149. ketidakjenuhan. TITIK LELEH (MELTING POINT) TERGANTUNG KEPADA: Panjang rantai atom c. temperatur . BM.6 298. BM. geometrik 5.COLORIMETER Warna lemak/minyak murni. BOBOT JENIS (SPESIFIC GRAFITY) . tekanan BOILING POINT (oC) LAURAT MIRISTAT PALMITAT 130.2. WARNA . asam lemak.6 281. dan derivatnya colorless dan transparan Warna minyak disebabakan oleh * pigmen yang ada dalam bahan * kerusakan pigmen dalam bahan * kerusakan proses kimia lemak/minyak 3.piknometer tergantung kepada .

01% FFA menjadi 430 oF pada 100% FFA .450 oF pada 0.01% FFA menjadi 200 oF pada 100% FFA Flash Point 625 oF pada 0.6. FIRE POINT (TITIK API) Temperatur pada saat dimana senyawa volatil terbakar secara terus menerus Tergantung kepada jumlah FFA dalam lemak/minyak MINYAK JAGUNG Smoke Point . FLASH POINT (TITIK NYALA) Menunjukkan termperatur pada saat produk senyawa volatil mulai terbakar 8. SMOKE POINT (TITIK ASAP) Menunjukkan temperatur pada saat pertama lemak/minyak mengeluarkan asap tipis pada pemanasan ( labor dg kondisi tetentu) 7.01% FFA menjadi 386 oF pada 100% FFA Fire Point 685 oF pada 0.

ketidak jenuhan.9. temperatur PENGUJIAN KEMURNIAN MINYAK DAN KERUSAKAN 11. 10. asam lemak rantai pendek (C2 dan C4) dan minyak jarak (castor oil) ‡ Minyak larut dalam pelarut non polar seperti benzen.REFRAKTOMETER merupakan ukuran penyimpangan/bias dari cahaya yang dilewatkan pada medium yang cerah/transparan. Indeks bias tergantung kepada: rantai ataom c. etil eter Unsaturated lebih tinggi kelarutannya dibanding saturated ‡ -.ekstraksi dan pemisahan minyak.margarin. INDEKS BIAS ( REFRACTIVE INDEKS) . KELARUTAN (S0LUBILITY) ‡ Trigliserida dan asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air kecuali. BM. OILINESS (Kemampuan untuk membentuk lapisan berminyak pada permukaan bahan ³lubricant film´) edible fat . mudah mencair dimulut non edible pelumas (lubrication) . shortening mudah dioles.

. asam. Apabila bahan pembungkus dapat menyerap lemak. Reaksi ini dipercepat oleh basa. maka lemak yang terserap ini akan teroksidasi oleh udara sehingga rusak dan berbau. ‡ Hidrolisis Dengan adanya air. dan enzim-enzim. lemak dapat terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak.Sebab-sebab kerusakan lemak ‡ Penyerapan bau Lemak bersifat mudah menyerap bau. Bau dari bagian lemak yang rusak ini akan diserap oleh lemak yang ada dalam bungkusan yang menyebabkan seluruh lemak menjadi rusak.

Otooksidasi dimulai dengan pembentukan faktor-faktor yang dapat mempercepat reaksi seperti cahaya. peroksida lemak atau hidroperoksida.‡ Oksidasi dan ketengikan Kerusakan lemak yang utama adalah timbulnya bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. Hal ini disebabkan oleh proses otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam minyak. logam-logam berat. dan enzim-enzim lipoksidase. panas. .

kemiri ‡ Bertujuan untuk menghilangkan bagian kelopak dan kulit biji .Pengolahan Biji ‡ Pengolahan biji diperlukan terutama pada sumber lemak dari bahan baku berbentuk biji seperti jarak.

Berwarna hitam b.Kandungan lemak tinggi 60% c.1. Tahan terhadap bubuk dan menghambat perkecambahan d. Cara basah Biji direndam dalam air mengalir hingga kulit biji mudah lepas dan dijemur Sifat biji hasil pengolahan basah : a.Mengandung kadar lemak bebas tinggi .

Cara kering ‡ Biji dikeringkan diatas api hingga kulit biji menjadi kering dan pecah Sifat hasil pengolahan kering ‡ Berwarna coklat ‡ Kadar lemak rendah ‡ Kurang tahan terhadap serangga perusak ‡ Kadar asam lemak bebas rendah ‡ Kandungan karbohidrat lebih tinggi dibanding cara basah .

Pengolahan lemak a.Rendering ekstraksi lemak dari dengan kadar air tinggi Wet rendering Dengan menambahkan air selama proses. dengan ketel tertutup atau terbuka. suhu pemanasan 100 OC sambil diaduk Dry rendering Tanpa penambahan air. dengan ketel terbuka dan pemanasan 100-110oC .Ekstraksi Cara untuk mendapatkan minyak /lemak dari bahan mengandung lemak 1.

perajangan. Pengepresan mekanis banyak digunakan untuk mengolah biji-bijian dengan kadar lemak tinggi (30-70 %) perlakuan : penyerpihan. pengilingan.2. pemanasan .

3. Ekstraksi dengan pelarut Dengan cara melarutkan minyak dalam pelarut minyak dan lemak -Petroleum eter -Karbontetraklorida -Benzena -n-heksana .

Natrium karbonat (Na2CO3). Warna dan memperpanjang masa simpan minyak/lemak 1. Misalnya dengan kaustik soda. RCOOH + NaOH RCOONA + H2O RCOOH + Na2CO3 RCOONa + H2CO3 (asam karbonat) asam karbonat dengan perlakuan pemanasan akan menghasilkan H2O dan CO2 . penyulingan. Pemurnian lemak Tujuannya untuk menghilangkan rasa. bau yang tidak enak.B. Netraliasai untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak/lemak melalui proses penyabunan.

arang aktif. 3. Misalnya dengan adsobber lempung aktif (SIO2. Pemucatan Tujuan untuk menghilangkan zat warna yang tidak disukai dalam lemak.2. Fe2O3CaO. MgO).Al2O3. Deodorisasi Untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dari lemak /minyak dengan cara penyulingan minyak dengan uap panas dalam tekanan atm atau vakum .

Contoh : pembuatan mentega . Tujuannya untuk membut lemak bersifat plastis. titik cair meningkat. Hidrogenasi pengolahan lemak dengan jalan menambahkan hidrogen pada ikatan rangkap dari asam lemak sehingga mengurangi tingkat kejenuhan.4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful