P. 1
AIR dan beton

AIR dan beton

|Views: 903|Likes:
Published by yasrizanur yahya

More info:

Published by: yasrizanur yahya on Feb 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

AIR

1-1 SUMBER - SUMBER AIR

Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai, danau, telaga, kolam, situ, dan lainnya), air laut maupun air imbah, asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. Air laut umumnya mengandung 3,5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). Garam - garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar. Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan. Sumber - sumber air yang ada adalah sebagai berikut.

a) Air Yang Terdapat Di Udara

Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan. Kemurnian air ini sangat tinggi. Sayangnya, hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling, sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini.

b) Air Hujan

Air hujan menyerap gas - gas serta uap dari udara ke bumi. Udara terdiri dari komponen komponen utama yaitu zat asam atau oksigen, nitrogen dan karbon dioksida. Bahan- bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi.

c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++, Mg++, Na+, dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-, HCO3-, SO4-, Cl-, NO3-). Pada kadar yang lebih rendah, terdapat juga unsur Fe, Mn, Al, B, F dan Se. Disamping itu air tanah juga menyerap gas - gas serta bahan - bahan organik seperti CO2, H2S, dan NH3.

air genangan dan air reservoir. membawa serta bahan .30000 mg perliter. Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang.rawa atau air genangan dan air payau tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.3. Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya. Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan. mengandung 2000 .10000 mg garam perliter. Air dengan kadar garam sedang.6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang.bahan organic dan mineral . Unsur . asal tidak tercemar oleh air buangan industri. Air di daerah pantai. air danau dan situ.unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3.mineral.batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya. memiliki kadar garam sekitar 20000 . Air rawa . Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.1. kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) .000 mg garam per liter (3 % . beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain untuk beton .beton mutu tinggi.000 . e) Air Laut Air laut mengandung 30.36.5000 mg garam perliter. kaerana batang .d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai. atau pra tekan. Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 .

unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) Cr 28 13 Sumber : Concrete Technology and Practice 1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih.Tabel 3. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan. alkali. tidak boleh mengandung minyak. asam. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan . Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum.1 Unsur .

2. agregat.2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Batas (%) Beton Pra-tekan 0. dan bahan campuran tambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3. konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang dihasilkan dari bahan campuran termasuk air. Untuk perlindungan terhadap korosi.06 Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida 0.30 Sumber : PB 1989:23 . bahan bersemen.15 Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah 1.00 Konstruksi beton bertulang lainnya 0. Tabel 3.beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 31889:2-2).

5.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 .3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Kadar Semen Minimum. air laut.39 harus dipenuhi.sumber tersebut.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7.50 260 290 Bertulang Air Payau/Air Laut 0.50 300 300 Pratekan Air Payau/Air Laut 0. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.rata adalah sekitar 50 mm. .3 dan 3. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau.45 320 360 Beton Air Tawar 0.Tabel 3. kg/m3 Jenis Kondisi Lingkungan Faktor Air Semen Beton Berhubungan Dengan Maksimum 40 mm* 20 mm Beton Air Tawar 0. Tebal miminum tersebut rata .45 320 360 Sumber : Tabel 4. atau air siraman dari sumber .1 (a) PB (draft) 1989:21.

55 260 290 320 340 Berat 0.Tabel 3. kg/m3 Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Kadar Semen Minimum.55 300 300 320 340 Berat 0.45 320 360 390 410 Ringan 0.1 (b) PB (draft) 1989:21 .65 200 220 250 270 Tidak Bertulang Sedang 0.65 220 250 270 290 Bertulang Sedang 0. mm Beton Normal 40 20 14 10 Ringan 0.55 220 250 280 300 Berat 0.45 270 310 330 360 Sumber : Tabel 4. Ukuran Agregat Maksimum.5.65 300 300 300 300 Pratekan Sedang 0.45 320 360 390 410 Ringan 0.

*) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter.5.garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter. pergantian antara basah dan kering. Beton = Terbuka terhadap air laut. air payau. Senyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton.76. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal. Diisyaratkan jumlah gabungan garam . hujan yang lebat dan keras.mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif. Kandungan garam . Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar. Sedang = Terlindung dari hujan deras. Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3.5328 . Faktor air semen maksimum dan kuat tekan minimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V. . beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS.

2.0.45 30 Sangat Berat > 2.5.45 Pozzolan++ 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22.10 .20 .4) . % Sulfat dari massa Sulfat (SO4) dalam air (ppm) Beton Ringan Type Semen Faktor Air Semen Dalam Massa Kuat Tekan Minimum Diabaikan (f¶ c. Tabel 4.5 25 Berat 0.1500 II 0.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat Beton Normal Sulfat (SO4) Kadar dalam tanah Gangguan yang larut dalam air.00 1500 10000 V 0. Mpa) Sedang+ 0.20 150 .00 > 10000 V+ 0.Tabel 3.2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.3 dan 3.

++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada campuran beton. Konsentrasi garam.kadang gramedia. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ´Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)´.Garam Anorganik Ion . magnesium. natrium.ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium. Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum. bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V. Kadang . Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat. yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter.3148 . Garam .+ Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat.garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton.garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan. 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS.80) a) Garam . Gabungan ion . Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut. . kalium.

b) NACL dan Sulfat Konsentrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan. yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen. nilai npH >7. Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7. Gula sebanyak 0.0. Air campuran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat.00 menyatakan keadaaan basa dan nilai pH <7. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million). Semakin tinggi nilai asam (npH lebih kecil dari 3.00 menyatakan nilai keasamaan. . e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton. Karena itu penggunaan air dengan pH diatas harus dihindarkan.5 % dari berat semen.25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari. maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat.00). Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0.10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan. asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton. d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0. tidak berpengaruh pada kekuatan beton. NA2SO4. Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan nilai pH.2 % dari berat semen.

f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %. bahkan menjadi buruk. Lanau dan Bahan . Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari. air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak .Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung . berbau tidak sedap dan mengandung butir . h) Zat .bak penampungan sebelum digunakan. Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang. Air yang berwarna tua.gelembung udara dalam beton. Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu.Zat Organik. . Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai. g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan. Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan .bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran.

i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. . setelah diencerkan air limbah dapat digunakan. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling. 1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak.zat yang menyusut. minyak dan lemak. Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton. pH. Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat. klorida. b) Kuat tekan rata . konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. amonium. Jadi. magnesium. Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. karbondioksida. zat .

a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri. . e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . yang diendapkan sebagai (BaSO4).meter). Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg). b) Magnesium (Mg++) Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28. d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar. indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr). Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg++). c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler. Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri.

Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi. Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air.f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer). . Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum .ether. Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air.Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit. h) Zat . Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan. karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->